<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>korporasi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/korporasi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "korporasi"</description>
	<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 09:41:23 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Legalitas dan Ijin Usaha]]></title>
<link>http://indoagri.wordpress.com/2009/11/09/legalitas-dan-ijin-usaha/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 07:54:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>indoagri</dc:creator>
<guid>http://indoagri.wordpress.com/2009/11/09/legalitas-dan-ijin-usaha/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; wellm@rks Mungkin anda tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mengurus legalitas dan ijin-iji]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#160;</p>
<div id="attachment_9" class="wp-caption aligncenter" style="width: 143px"><a href="http://indoagri.wordpress.com/files/2009/11/wellmrks2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-9" title="wellm@rks" src="http://indoagri.wordpress.com/files/2009/11/wellmrks2.jpg?w=150" alt="wellm@rks" width="133" height="105" /></a><p class="wp-caption-text">wellm@rks</p></div>
<p>Mungkin anda tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mengurus legalitas dan ijin-ijin usaha anda termasuk surat-surat hak tanah yang sangat anda perlukan. Untuk itu perkenankan kami untuk dapat membantu anda dalam pengrusannya. Rahasia &#38; Dokumen terjamin serta dengan biaya pengurusan yang terjangkau (negotiable).</p>
<p>Berikut lingkup/jenis ligalitas, perijinan usaha dan hak tanah yang dapat kami laksanakan pengurusannya :</p>
<p><strong><a href="http://www.iiagroups.org" target="_self">1.  Legalitas</a></strong></p>
<ul>
<li>Akta Pendirian Perusahaan</li>
<li>Akta Perubahan Anggaran Dasar</li>
<li>Pengesahan Kehakiman (Menkumham)</li>
<li>Berita Negara R.I.</li>
<li>Akta-Akta Notaris Lainnya</li>
</ul>
<p><strong><a href="ijin2usaha.wordpress.com/jenis ijin usaha &#38; syarat pengurusannya" target="_self">2.  Perijinan Usaha</a></strong></p>
<ul>
<li>Surat Keterangan Domisili Usaha</li>
<li>NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)</li>
<li>PKP (Pengusaha Kena Pajak)</li>
<li>SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan)</li>
<li>TDP (Tanda Daftar Perusahaan)</li>
<li>Ijin Usaha Restoran</li>
<li>UUG (Undang-Undang Gangguan)</li>
<li>Ijin Usaha Perkebunan (Rekomendasi Teknis)</li>
<li>Penanaman Modal (BKPM)</li>
<li>Ijin Usaha Tetap (IUT)</li>
<li>Ijin Usaha Industri</li>
<li>Pendaftaran Merk Dagang</li>
<li>Angka Pengenal Impor (API)</li>
<li>Ijin Usaha Waralaba/Franchise</li>
<li>IMB (Ijin Mendirikan Bangunan)</li>
<li>Dll.</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://ijin2uaha.wordpress.com/jenis ijin usaha &#38; syarat pengurusan" target="_self">3.  Pertanahan</a></strong></p>
<ul>
<li>Sertifikat Hak Milik</li>
<li>Sertifikat Hak Guna Bangunan</li>
<li>Sertifikat Hak Pakai</li>
<li>Sengketa Tanah</li>
<li>Dll.</li>
</ul>
<p> Untuk informasi lebih jelas, harap hubungi kami :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Lim &#38; Co.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Call : 08561 88 11 99          Email : <a href="mailto:wellmarks@gmail.com">wellmarks@gmail.com</a></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AS : MAMPUKAH BERTAHAN ? ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/15/as-mampukah-bertahan/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 01:38:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/15/as-mampukah-bertahan/</guid>
<description><![CDATA[Krisis ekonomi di Amerika Serikat (AS) memicu kenaikan pajak, tetapi diikuti pula dengan pembiayaan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3069" title="krisis di as picu pemisahan" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/krisis-di-as-picu-pemisahan.jpg?w=141" alt="krisis di as picu pemisahan" width="141" height="150" />Krisis ekonomi di Amerika Serikat (AS) memicu kenaikan pajak, tetapi diikuti pula dengan pembiayaan perang di seberang. Rakyat yang merasa terbebani menjadi marah. Walau belum mengkristal, isu pemisahan diri negara-negara bagian dari pemerintah pusat mulai bermunculan.</p>
<p>Hal ini diperburuk lagi dengan kenyataan bahwa krisis dipicu kebangkrutan korporasi besar yang mendominasi bursa Wall Street, tetapi sejumlah korporasi itu malah mendapatkan dana talangan dari pemerintah.</p>
<p>Sejumlah warga AS meminta pemerintahan di beberapa negara bagian agar membangkang pada peraturan pemerintahan pusat, yang bermarkas di Washington.</p>
<p>Para aktivis pembela kedaulatan negara-negara bagian dan pihak-pihak yang menginginkan pemisahan diri sama-sama setuju pada satu hal : mereka ingin lepas dari pemerintahan pusat.</p>
<p>“ Pemerintah pusat telah kehilangan otoritas moral, “ kata Thomas Naylor, profesor ekonomi yang sudah pensiun, yang memimpin gerakan Republik Vermont Kedua. Dia adalah warga di Negara Bagian Vermont.</p>
<p>“ Pemerintahan kami dioperasikan dan dimiliki Wall Street dan korporasi AS, “ katanya, “ Emporium itu sedang ambruk. Apakah Anda ingin turut serta ambruk bersama Titanic atau mencari jalan alternatif selagi kesempatan masih ada ? “</p>
<p><!--more-->Para pakar, termasuk Jason Sorens dari University of Buffalo di New York, mengatakan, jumlah warga yang menggerutu naik. Hal itu dipicu resesi, peningkatan peran pemerintah, dan ledakan pengeluaran pemerintah pusat.</p>
<p>“ Makin banyak niat memisahkan diri dan aksi membangkang pada peraturan pusat dibandingkan tahun 1865, “ kata Kirkpatrick Sale, yang memimpin Middlebury Institute, berbasis di South Carolina. Lembaga itu mendalami isu separatisme, pemisahan diri, serta isu penentuan nasib sendiri.</p>
<p>Kelompok-kelompok seperti itu tetap bertahan di 10 negara bagian seperti Vermont, Hawaii, Alaska, Texas, dan di persemakmuran AS seperti Puerto Rico.</p>
<p>Texas terakhir kali memisahkan diri pada 1861, dan bergabung dengan 10 negara bagian di AS selatan untuk membentuk Konfederasi Amerika Serikat. Kemudian semua negara bagian bergabung di bawah AS.</p>
<p>“ Pemisahan diri adalah solusi tunggal karena pemerinth pusat sudah ambruk dan sulit diperbaiki dengan sistem politik yang berlaku sekarang, “ kata Dave Mundy, jubir Gerakan Nasionalis Texas. JR Labbe, Redaktur Pelaksana di harian Firth Worth Star-Telegram, mengatakan, isu pemisahan sedang bergema dan dipicu teknologi informasi.</p>
<p>Tidak mungkin</p>
<p>Apakah minat pemisahan diri akan menguat dan membuat AS terpecah ? Lyn Spillman, seorang pakar nasionalisme di Notre Dame University, mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin mengkristal.</p>
<p>“ Secara umum, gerakan pemisahan diri sudah merupakan hal yang terbiasa dalam sejarah AS, tetapi rasanya sulit mendapatkan dukungan politik yang kuat, “ kata Spillman.</p>
<p>Lembaga-lembaga politik di AS sudah amat bervariasi dan kekuasaan di banyak bidang sudah relatif tersebar dibandingkan dengan negara lain. Dengan kata lain, otonomi dan independensi di sejumlah negara bagian lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol pemerintah pusat di negara-negara lain.</p>
<p>Dia menambahkan, simbol-simbol AS sudah lama menekankan kemerdekaan dan keanekaragaman. Simbol-simbol seperti itu dianggap cukup mampu menetralkan para pembangkang.</p>
<p>Namun, Kirkpatrick Sale tidak sepakat dengan Spillman. Sale berargumentasi bahwa mulai ambruknya pamor dollar AS, protes pada perang di Irak dan Afganistan, dikombinasikan dengan isu pemanasan global, bisa mendorong tuntutan ke arah kemerdekaan di dalam sektor energi dan air.</p>
<p>Sale menambahkan, semua hal itu juga mulai meningkatkan niat untuk membebaskan dari ketergantungan pangan pada pihak lain. “ Kombinasi akibat munculnya berbagai masalah seperti itu di masa datang akan memungkinkan munculnya keinginan memisahkan diri, “ kata Sale.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Krisis di AS Picu Pemisahan – Kompas, 12.10.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENGGUNAAN BSC]]></title>
<link>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/penggunaan-bsc/</link>
<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 08:08:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muhammad  Thohir</dc:creator>
<guid>http://muthohir.wordpress.com/2009/09/26/penggunaan-bsc/</guid>
<description><![CDATA[Secara sustainability, penggunaan BSC adalah untuk mengukur penerapan strategi berkelanjutan di suat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Secara <em>sustainability</em>, penggunaan BSC adalah untuk mengukur penerapan strategi berkelanjutan di suatu organisasi dengan memperhatikan unsur lingkungan dan sosial selain ekonomi dalam setiap pertimbangan bisnis yang dilakukan. Sustainability (kemampuan untuk bertahan / berkelanjutan) untuk Toyota, misalnya, disebutkan bahwa kemampuan untuk merakit dan mengembangkan produk dalam cara yang mengurangi penghabisan sumber daya alam seperti material mentah, dan melakukannya dengan cara menguntungkan (profit), digunakan untuk (1) menterjemahkan strategi-strategi sustainabilitas perusahaan menjadi aksi  dan (2) mengintegrasikan sustainabilitas perusahaan lebih baik kedalam sistem manajemen intinya (KPMG, 2000).</p>
<p>Selama ini, keberlanjutan secara lingkungan dan sosial tetap terpisah dari strategi bisnis inti tradisional dan sistem manajemen yang berdasarkan semata menuju indikator kinerja finansial. Satu alasan, mengapa begitu sulit untuk berhubungan dengan sustainabilitas perusahaan terletak pada kelebaran konsep itu sendiri. Kurangnya definisi apa batasannya yang dimaksud isu-isu sosial itu sendiri menjadi hambatan terbentuknya SBSC. Aspek sosial seringkali dipandang sebagai aspek lingkungan lebih lunak karena itu lebih sulit dihitung (Epstein, 2001). Adapun beberapa langkah awal dalam mengimplementasikan BSC: (Zingales et.al., 2002), adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Memperjelas visi dan strategi perusahan</p>
<p>2. Mengembangkan sasaran strategis:</p>
<p>-       mengidentifikasi proses bisnis yang ada dimana sustainabilitas dapat menambah nilai dan memperbaiki kinerja</p>
<p>-       menentukan bagaimana program lingkungan yang ada mendukung sasaran sustainabilitas dalam perspektif pelanggan dan finansial</p>
<p>-       belajar bagaimana sustainabilitas dapat menggantikan proses dan produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan</p>
<p>-       mengerti bagaimana mengantisipasi dan mempengaruhi kebutuhan pelanggan masa depan terkait praktek berkelanjutan.</p>
<p>3. Meluncurkan inisitiatif strategi lintas bisnis dan</p>
<p>4. Membimbing setiap SBU mengembangkan strateginya masing-masing, konsisten dengan yang dimiliki perusahaan</p>
<p>Umumnya BSC dimasukkan dalam kerangka manajemen strategik. Manajemen strategik adalah pola pengelolaan strategi organisasi jangka pendek dan panjang. Terdiri dari 4 langkah utama dalam menciptakan masa depan organisasi:</p>
<p>1. Perencanaan jangka panjang (long-range profit planning), terdiri dari:</p>
<p>- perumusan strategi</p>
<p>- perencanaan strategi</p>
<p>- penyusunan program</p>
<p>2. Perencanaan laba jangka pendek (<em>short range profit planning</em>)</p>
<p>3. Implementasi</p>
<p>4. Pemantauan</p>
<p>Konsep BSC merubah fokus perspektif perencanaan dari sekedar pada fokus finansial anggaran tahunan dan berjangka pendek, menjadi perspektif perencanaan komprehensif yang mencakup aspek finansial, bisnis internal, dan pembelajaran/ pertumbuhan. Selengkapnya seperti pada tabel berikut.</p>
<p> </p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="227" valign="top">
<p align="center">Sistem manajemen strategik dalam manajemen tradisional</p>
</td>
<td width="293" valign="top">
<p align="center">Sistem manajemen strategik dalam manajemen kontemporer</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="227" valign="top">Hanya berfokus pada perspektif</p>
<p>keuangan. Sistem perencanaan yang mengandalkan pada anggaran tahunan</p>
<p>Sistem perencanaan menyeluruh yang tidak koheren.</p>
<p>Perencanaan jangka panjang yang tidak bersistem.</p>
<p> </td>
<td width="293" valign="top">Mencakup perspektif yang komprehensif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran/pertumbuhan</p>
<p>Koheren  &#8211;&#62; membangun hubungan sebab-akibat diantara berbagai sasaran strategis yang dihasilkan dalam perencanaan strategis</p>
<p>Terukur &#8211;&#62; semua sasaran strategis ditentukan ukurannya baik untuk sasaran strategis perspektif keuangan maupun</p>
<p>perspektif non keuangan.</p>
<p>Seimbang &#8211;&#62; keseimbangan sasaran strategis yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategis penting untuk menghasilkan kinerja keuangan jangka panjang. (lihat Gambar 2).</p>
<p> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> Tabel. Keunggulan BSC dibanding konsep manajemen tradisional</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MALAYSIA COUNTRY OF THE THIEF]]></title>
<link>http://irhamanz.wordpress.com/2009/09/04/malaysia-country-of-the-thief/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 04:42:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>irhamanz</dc:creator>
<guid>http://irhamanz.wordpress.com/2009/09/04/malaysia-country-of-the-thief/</guid>
<description><![CDATA[Malaysia Country of the Thief Polemik kebudayaan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia  akhir-a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a class="wp-caption" title="BISNIS SPEKTAKULER, BERRGARANSI" href="http://tinyurl.com/meynhg" target="_blank">Malaysia Country of the Thief</a></p>
<p><strong></strong>Polemik kebudayaan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia  akhir-akhir ini telah membuktikan bahwa negara Malaysia yang tidak punya <strong>harga dir</strong>i sebagai bangsa, mengapa saya berpendapat demikian, karena sebetulnya sudah sejak lama <strong>pencurian</strong> warisan ataupun karya budaya Indonesia telah dilakukan oleh warga ataupun pemerintah Malaysia secara sadar dan terang-terangan.</p>
<p>Pencurian karya ataupun warisan budaya Indonesia sebetulnya telah dimulai sejak tahun 80&#8242; an, pada waktu itu karya budaya yang berupa lagu ciptaan <strong>pak Gesang</strong> yang berjudul <strong>Bengawan Solo</strong> di jiplak menjadi <strong>Begawan Solo</strong> dan Pengakuan mereka terhadap alat musik <strong>angklung</strong> yang notabene adalah warisan budaya milik Indonesia, tidak itu saja <strong>Malaysia</strong> terlalu <strong>arogan</strong> dan dan mungkin bisa dikatakan kalau Malaysia <strong>tidak memiliki adab </strong>yang baik eebagai negara tetangga dan sebagai bangsa serumpun pun <strong>Malaysia tidak memiliki budaya</strong>, beberapa bukti telah menunjukkan bahwa sebagai suatu negara (bangsa) Malaysia tidak memiliki <strong>adab yang baik (biadab , red)</strong> adalah bisa dillihat dari perlakuan mereka terhadap para <strong>TKI </strong>yang sama sekali <strong>diluar batas perikemanusiaan</strong>, perlakuan diluar batas kemanusiaan itu <strong>tidak hanya dilakukan oleh rakyat biasa tetapi juga oleh aparat negara seperti para pejabat, petugas kepolisian ataupun militer bahkan dilakukan oleh kalangan keluarga kerajaan</strong>.</p>
<p>Dosa yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia, kita tentu masih ingat sengketa antara negara kita dengan Malaysia dimana pulau <strong>Simpadan &#38; Ligitan yang secara defacto merupakan milik Indonesia</strong> telah diakui sebagai miliknya, <strong>sepak terjang Malaysia yang telah bersikap sebagai bangsa yang bisa dikatakan biadab dan tidak berbudaya</strong> masih diteruskan dengan cara memancing<strong> konfrontasi dengan memasuki batas negara kita di kepulauan Ambalat serta dengan secara terang-terangan telah mengklaim seni budaya  Indonesia.</strong></p>
<p><strong>Berikut ini adalah daftar artefak budaya<a href="http://ardiz.blogspot.com/search/label/Indonesia"> Indonesia</a></strong><strong> </strong><strong>yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara,  komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:</strong></p>
<ol>
<li>Naskah Kuno      dari Riau oleh <strong>Pemerintah <a href="http://ardiz.blogspot.com/2007/09/malaysia-tak-kenal-maka-tak-benci.html">Malaysia</a> (<a href="http://ardiz.blogspot.com/2007/11/wwwmalingsiacom-solidaritas-indonesia.html">Malingsia</a>)</strong></li>
<li>Naskah Kuno      dari Sumatera Barat oleh <strong>Pemerintah <a href="http://ardiz.blogspot.com/2009/07/malaysia-klaim-tenun-ikat-sambas.html">Malaysia</a> (Malingsia)</strong></li>
<li>Naskah Kuno      dari Sulawesi Selatan oleh <strong>Pemerintah <a href="http://ardiz.blogspot.com/2009/06/malaysia-juga-klaim-daratan-sebatik.html">Malaysia</a> (Malingsia)</strong></li>
<li>Naskah Kuno      dari Sulawesi Tenggara oleh <strong>Pemerintah      M<a href="http://ardiz.blogspot.com/2009/07/malaysia-klaim-tenun-ikat-sambas.html">alaysia</a> (Malingsia)</strong></li>
<li>Rendang      dari Sumatera Barat oleh Oknum <strong>WN Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu Rasa      Sayang Sayange dari Maluku oleh <strong>Pemerintah      Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Tari Reog      Ponorogo dari Jawa Timur oleh <strong>Pemerintah      Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu      Soleram dari Riau <strong>oleh Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu      Injit-injit Semut dari Jambi <strong>oleh      Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Alat Musik      Gamelan dari Jawa oleh <strong>Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Tari Kuda      Lumping dari Jawa Timur oleh <strong>Pemerintah      Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Tari Piring      dari Sumatera Barat oleh <strong>Pemerintah      Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu Kakak      Tua dari Maluku oleh <strong>Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu Anak      Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh <strong>Pemerintah      Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Motif Batik      Parang dari Yogyakarta <strong>oleh      Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Badik      Tumbuk Lada oleh <strong>Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Musik      Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh <strong>Malaysia</strong><strong> (Malingsia)</strong></li>
<li>Kain Ulos      oleh <strong>Malaysia</strong><strong> (Malingsia)</strong></li>
<li>Alat Musik      Angklung oleh <strong>Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu      Jali-Jali oleh <strong>Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li><a href="http://ardiz.blogspot.com/2009/08/malaysia-malingsia-klaim-tari-pendet.html">Tari Pendet dari Bali oleh <strong>Pemerintah Malaysia (Malingsia)</strong></a></li>
<li>Batik      dari Jawa oleh Adidas</li>
<li>Sambal      Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda</li>
<li>Sambal      Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda</li>
<li>Sambal      Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda</li>
<li>Tempe dari Jawa      oleh Beberapa Perusahaan Asing</li>
<li>Kursi Taman      Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis</li>
<li>Pigura      Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris</li>
<li>Desain      Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali      oleh Oknum WN Amerika</li>
<li>Produk      Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd</li>
<li>Kopi Gayo      dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda</li>
<li>Kopi Toraja      dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang</li>
</ol>
<p><strong>Jika Anda memiliki informasi dugaan pencurian, pematenan, klaim, atau komersialisasi sepihak oleh oknum negara lain atas kekayaan budaya Indonesia segera laporkan di sini, yaitu dengan mengklik &#8220;sunting&#8221;. Jika Anda kesulitan, silahkan mengirimkan email ke</strong><strong> </strong><strong><a title="mailto:office@budaya-indonesia.org" href="mailto:office@budaya-indonesia.org">sini</a> : malingsiareport@yahoo.com</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MYOR Bidik Penjualan Tumbuh 20% Jelang Hari Raya]]></title>
<link>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/05/myor-bidik-penjualan-tumbuh-20-jelang-hari-raya/</link>
<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 12:00:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>WartaNews</dc:creator>
<guid>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/05/myor-bidik-penjualan-tumbuh-20-jelang-hari-raya/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Momentum puasa dan lebaran diharapkan dapat meningkatkan penjualan PT Mayora Indah T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jakarta &#8211; Momentum puasa dan lebaran diharapkan dapat meningkatkan penjualan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) 15-20 persen.</p>
<p>Seperti tahun sebelumnya, penjualan produk makanan dan minuman akan meningkat saat puasa dan lebaran.</p>
<p>Managing Director Mayora Indah Ongkie Tedjasurja mengatakan, puasa dan lebaran merupakan salah satu musim peningkatan penjualan perseroan.</p>
<p>&#8220;Banyak orang yang akan membeli produk kami (makanan dan minuman),&#8221; kata dia usai seminar New World Order Offer Crisis di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Depok, 5 Agustus 2009.</p>
<p>Menurut Ongkie, persentase kenaikan penjualan berasal dari produk biskuit, minuman, makanan sehat, permen, wafer, serta produk dairy.</p>
<p>&#8220;Kontribusi rata-rata per produk sekitar 20 persen,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ongkie menjelaskan, perseroan hingga kini memusatkan perdagangan di dalam negeri. Dari total produksi, 85 persen dilepas ke pasar domestik. &#8220;Sisanya di ekspor,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dia menambahkan, perusahaan akan mengembangkan dua hingga tiga jenis produk baru pada semester dua tahun ini. Produk baru tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi paling besar sekitar lima persen.</p>
<p>&#8220;Apa bentuk produknya, nantikan saja,&#8221; kata dia tanpa merinci detail produk baru tersebut.</p>
<p>Di lantai bursa, pada perdagangan saham hari ini, saham MYOR ditutup pada level Rp 2.200, naik 125 poin dari penutupan hari sebelumnya. Level saat ini merupakan  level tertinggi sepanjang listing di Bursa Efek Indonesia dan mengalami kenaikan hingga 92,98% dari level awal tahun ini di harga Rp 1.140.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Matahari Tuntas Tentukan Harga Obligasi Baru]]></title>
<link>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/04/matahari-tuntas-tentukan-harga-obligasi-baru/</link>
<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 18:11:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>WartaNews</dc:creator>
<guid>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/04/matahari-tuntas-tentukan-harga-obligasi-baru/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Matahari International BV menyelesaikan proses pembentukan harga (pricing) atas emis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jakarta &#8211; Matahari International BV menyelesaikan proses pembentukan harga (pricing) atas emisi obligasi baru senilai US$ 200 juta.</p>
<p>Obligasi tersebut ditawarkan pada 97,532 persen dari nilai par dan memiliki kupon 10,75 persen dan yield to maturity 11,75 persen.</p>
<p>Direktur Utama PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Benyamin Mailool dalam siaran pers perseroan yang dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa 4 Agustus 2009 mengatakan, obligasi itu berperingkat B1 (Moody&#8217;s) dan B+ (Standard &#38; Poor&#8217;s)</p>
<p>&#8220;Obligasi baru itu juga ditawarkan sebagai bagian dari penawaran pertukaran oleh Matahari International atas obligasi yang diterbitkan Matahari Finance BV senilai US$ 150 juta dengan kupon 9,5 persen yang akan jatuh tempo 2009,&#8221; kata dia.</p>
<p>Obligasi baru yang akan diterbitkan Matahari International itu dijamin oleh Matahari, dengan consent solicitation kepada para pemegang obligasi untuk menyetujui pengesampingan beberapa ketentuan yang diatur dalam obligasi dan perjanjian perwaliamanatan yang berlaku (consent solicitation).</p>
<p>Pemegang obligasi yang menawarkan untuk melakukan pertukaran sebesar US$ 79,8 juta dan US$ 24,97 juta lainnya setuju dengan consent solicitation.</p>
<p>Jumlah final nilai pokok obligasi baru yang akan diterbitkan untuk pertukaran sebesar US$ 83,42 juta. Sementara itu, nilai pokok obligasi baru yang akan diterbitkan sebagai tambahan emisi baru US$ 116,57 juta.</p>
<p>&#8220;Penyelesaian diharapkan rampung pada 7 Agustus 2009,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Citigroup Global Markets Limited dan UBS AG bertindak selaku joint dealers manager dan bookrunners untuk penawaran obligasi baru tersebut.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[EXCL Bidik Rights Issue US$ 300 Jt]]></title>
<link>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/04/excl-bidik-rights-issue-us-300-jt/</link>
<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 18:06:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>WartaNews</dc:creator>
<guid>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/04/excl-bidik-rights-issue-us-300-jt/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; PT Excelcomindo Pratama Tbk berencana melakukan penawaran umum terbatas atau rights ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jakarta &#8211; PT Excelcomindo Pratama Tbk berencana melakukan penawaran umum terbatas atau rights issue senilai US$ 300 juta.</p>
<p>Pemegang saham utama Excelcomindo, Axiata Group Berhad dan Emirates Telecommunications Corporation International Indonesia Ltd setuju untuk menggunakan hak mereka atas rights issue tersebut.</p>
<p>&#8220;Melalui rights issue, Excel dapat memperkuat neracanya untuk terus berinvestasi dan bertumbuh,&#8221; kata Direktur Utama Excel Hasnul Suhaimi dalam siaran pers perseroan di Jakarta, Selasa 4 Agustus 2009.</p>
<p>Hasnul mengatakan, melalui rights issue, perseroan dapat mengurangi utang dan memperbaiki struktur permodalan. &#8220;Rights issue akan menjaga keleluasaan kami untuk terus berinvestasi,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Menurut dia, kinerja perseroan cukup baik, dengan pendapatan dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tumbuh hampir 50 persen pada 2008.</p>
<p>&#8220;Kami senang karena pemegang saham utama mempunyai pandangan positif mengenai bisnis ini dan potensinya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dengan neraca dan kemampuan untuk berinvestasi yang lebih kuat, Excel akan dapat berkompetisi di masa mendatang dan terus memacu pertumbuhan yang pesat</p>
<p>&#8220;Kondisi ini juga akan memungkinkan kami untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham di masa datang,” tuturnya.</p>
<p>Dato’ Sri Jamaludin Ibrahim, president dan group chief executive officer Axiata Group Berhad mengatakan, sebagai pemegang saham terbesar, pihaknya berkomitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang.</p>
<p>&#8220;Kami yakin dengan potensi bisnis excel,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Rights issue tersebut menunjukkan dukungan penuh Axiata terhadap Excel, sehingga dapat terus berinvestasi dan memperkuat posisinya di pasar telekomunikasi Indonesia.</p>
<p>Rights issue sebesar US$ 300 juta terdiri atas ekuitas dan mandatory convertible notes (MCN). &#8220;Jumlah ekuitas dan MCN, harga saham serta nilai konversi atas MCN akan ditentukan kemudian,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk membayar utang. &#8220;Ini akan mengurangi biaya bunga Excel dan memperbaiki struktur modal,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dato’ Sri Jamaludin Ibrahim menambahkan, Axiata tetap berkomitmen untuk menambah free float ketika kondisi pasar membaik.</p>
<p>Rencana rights issue akan diselesaikan pada kuartal IV-2009, dengan sebelumnya membutuhkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan tahun ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rekin Ajukan Izin Go Public Setelah Kabinet Terbentuk]]></title>
<link>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/04/rekin-ajukan-izin-go-public-setelah-kabinet-terbentuk/</link>
<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 09:05:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>WartaNews</dc:creator>
<guid>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/04/rekin-ajukan-izin-go-public-setelah-kabinet-terbentuk/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta  – Pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Rekayasa Industri Tbk akan mengajukan ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jakarta  – Pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Rekayasa Industri Tbk akan mengajukan kembali izin menjadi perusahaan terbuka (go public) ke pemerintah. Izin ini akan diajukan setelah kabinet pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru, terbentuk.</p>
<p>Direktur Utama Rekayasa Industri Triharyo Hengky Susilo mengatakan, Kementerian Koordinator Bidang Perkonomian sudah mengizinkan Rekayasa menerbitkan saham perdana (IPO) pada 2008. Namun, krisis ekonomi global melanda.</p>
<p>“Harga saham Rekayasa anjlok tajam, kami akhirnya menunda,” kata Hengky kepada VIVAnews di kantornya, Jalan Kalibata Timur, Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Padahal, Hengky mengatakan, perseroan sebagai perusahaan milik negera, saat itu tinggal menunggu persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. “Kami akan ajukan kembali kepada Menteri BUMN yang baru,” ujarnya.</p>
<p>Rekayasa merupakan perusahaan rancang bangun, pengadaan, dan konstruksi (EPC) pabrik-pabrik di Indonesia. Pabrik-pabril yang telah dibangun antara lain, pabrik pupuk milik PT Pupuk Sriwidjaja dan PT Pupuk Kaltim. Pabrik semen Tonasa, pabrik methanol di Brunai Darussalam, Pembangkit Wayang Windhu, Pembangkit Suralaya.</p>
<p>Rekayasa memiliki sekitar seribuan karyawan. Sekitar 800 an orang di antaranya berpendidikan sarjana. Rekayasa juga mempekerjakan 5.500 insinyur. “Skala gaji mereka harus seperti perusahaan minyak asing. Kalau tidak, mereka akan keluar,” katanya.</p>
<p>Meski aset Rekayasa sekitar Rp 1,7 triliun yang berupa gedung dan peralatan kerja, Rekayasa bisa mencatat pendapatan hingga Rp 3 triliun per tahun. “Tapi profit kami tidak sampai 2 persen,” katanya.</p>
<p>Sejak berdiri, 12 Agustus 1981, sampai sekarang, Rekayasa sudah memutarkan pendapatan lebih kurang US$ 4 miliar. “Kira-kira Rp 40 triliun,” katanya.</p>
<p>Saat ini, Rekayasa dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (90 persen), PT Pupuk Kalimantan (5 persen), dan pemerintah (5 persen).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HMSP Bantah Utang Pajak Rp 3,455 T]]></title>
<link>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/03/hmsp-bantah-utang-pajak-rp-3455-t/</link>
<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 15:05:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>WartaNews</dc:creator>
<guid>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/03/hmsp-bantah-utang-pajak-rp-3455-t/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta -  Manajemen PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) membantah soal data yang dilansir oleh Indonesia Cor]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jakarta -  Manajemen PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) membantah soal data yang dilansir oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) pada Jumat lalu, 31 Juli 2009 mengenai utang pajak sebesar Rp 3,455 triliun.</p>
<p>&#8220;Data itu menyesatkan,&#8221; ujar Yos Adiguna Ginting, Direktur Hubungan Korporasi HMSP dalam siaran pers di Jakarta, Senin (3/8).</p>
<p>Yos mengatakan, perseroan  telah menyampaikan secara transparan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) terkait laporan keuangan konsolidasi tahun 2008. Pada halaman 5/23 mengenai perpajakan disebutkan HM Sampoerna memiliki kewajiban untuk membayar pajak dan cukai sebesar Rp 3,455 triliun.</p>
<p>Sesuai dengan ketentuan pemerintah Indonesia mengenai tanggal jatuh tempo masing-masing jenis pajak, Yos menekankan bahwa perusahaan telah membayar seluruh kewajiban utang pajak dan cukai itu pada 31 Maret 2009. Ini juga diperkuat dengan laporan keuangan konsolidasi HM Sampoerna pada kwartal I 2009.</p>
<p>Yos menekankan HM Sampoerna memiliki komitmen tinggi untuk menaati seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan usahanya. Ini termasuk kewajiban membayar pajak dan cukai negara.</p>
<p>&#8220;Kami menghargai tugas ICW, namun kami mengimbau ICW dan pihak terkait untuk mempelajari dan mengkonfirmasi dulu sebelum melansir data tersebut sehingga tidak merugikan satu atau lain pihak,&#8221; ujarnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ASII Perbesar Saham di Astra Otoparts]]></title>
<link>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/03/asii-perbesar-saham-di-astra-otoparts/</link>
<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 09:29:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>WartaNews</dc:creator>
<guid>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/03/asii-perbesar-saham-di-astra-otoparts/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; PT Astra International Tbk (ASII) melakukan transaksi pembelian 13,47 juta saham PT ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jakarta &#8211; PT Astra International Tbk (ASII) melakukan transaksi pembelian 13,47 juta saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Harga pembelian saham Rp 3.450 per unit senilai Rp 46,4 miliar.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan Astra International Aminuddin dalam penjelasan tertulis perseroan di Jakarta, Senin 3 Agustus 2009 mengatakan, dengan pembelian tersebut, kepemilikan saham Astra International di Astra Otoparts meningkat menjadi 95,65 persen dari sebelumnya 93,91 persen.</p>
<p>&#8220;Jumlah itu setara 737.640.614 saham dari semula 724.163.114 saham,&#8221; kata Aminuddin dalam penjelasan tertulis itu.</p>
<p>Menurut dia, tujuan pembelian saham tersebut adalah untuk meningkatkan investasi Astra International di Astra Otoparts.</p>
<p>Penambahan kepemilikan saham tersebut diduga ikut memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga saham Astra di BEI, hari ini. Harga saham Astra International menguat Rp 1.100 (3,75 persen) ke posisi Rp 30.400.</p>
<p>Volume saham berpindah tangan mencapai 12,9 ribu lot senilai Rp 195,35 miliar dengan frekuensi 988 kali. Saham Astra sempat menyentuh level tertinggi Rp 30.700 dan terendah Rp 29.300.</p>
<p>Sementara itu, saham Astra Otoparts terangkat Rp 250 (7,24 persen) menjadi Rp 3.700. Saham Astra Otoparts sempat menyentuh level Rp 3.800.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Laba Bersih CMNP Anjlok 73,95%]]></title>
<link>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/03/laba-bersih-cmnp-anjlok-7395/</link>
<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 09:10:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>WartaNews</dc:creator>
<guid>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/03/laba-bersih-cmnp-anjlok-7395/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Laba bersih PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) selama semester I-2009 turun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jakarta &#8211; Laba bersih PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) selama semester I-2009 turun 73,95% dibanding periode sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Berdasarkan laporan perseroan yang dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, akhir pekan lalu, 31 Juli 2009, perseroan mencatatkan laba bersih Rp 16,55 miliar.</p>
<p>Sementara itu, pada periode sama 2008, laba bersih emiten di sektor jalan tol itu mencapai Rp 63,52 miliar.</p>
<p>Dalam laporan keuangan perseroan yang ditandatangani direktur utama, Shadik Wahono dan direktur keuangan, Hendro Santoso, disebutkan, selama periode tersebut, perseroan mencatat pendapatan Rp 290,98 miliar atau naik 3,9 persen dari periode sama 2008 senilai Rp 279,36 miliar.</p>
<p>Pendapatan terbesar didominasi dari pendapatan tol Rp 289,9 miliar, atau naik dari tahun sebelumnya Rp 277,1 miliar. Sisanya dari pendapatan sewa Rp 1 miliar, atau turun dari tahun sebelumnya Rp 2,3 miliar.</p>
<p>Laba usaha perusahaan pada periode itu mencapai Rp 131,16 miliar menurun tipis 0,7 persen dari periode sama tahun lalu Rp 132,6 miliar.</p>
<p>Adapun beban usaha mencapai Rp 159,8 miliar. Angka ini meningkat 8,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 146,75 miliar.</p>
<p>Beban usaha terdiri atas beban jasa tol Rp 105,5 miliar dan beban umum serta administrasi Rp 54,25 miliar.</p>
<p>Namun, perseroan juga mampu menekan rugi selisih kurs menjadi Rp 107,89 juta, atau turun 86,04 persen dari semester I-2008 sebesar Rp 772,8 juta.</p>
<p>Laba sebelum pajak tercatat Rp 44,11 miliar, atau turun 52,54 persen dibandingkan periode sebelumnya Rp 92,95 miliar.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sesi I, Nilai Transaksi BUMI Capai Rp 1,05 T]]></title>
<link>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/03/sesi-i-nilai-transaksi-bumi-capai-rp-105-t/</link>
<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 09:05:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>WartaNews</dc:creator>
<guid>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/03/sesi-i-nilai-transaksi-bumi-capai-rp-105-t/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Pada perdagangan sesi pertama Senin 3 Agustus 2009 pukul 10.15 WIB di Bursa Efek Ind]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jakarta &#8211; Pada perdagangan sesi pertama Senin 3 Agustus 2009 pukul 10.15 WIB di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sudah mencatat nilai transaksi Rp 1,05 triliun.</p>
<p>Volume saham berpindah tangan mencapai 747,3 ribu lot dengan frekuensi 6.427 kali. Meski transaksi cukup besar, harga saham BUMI  terkoreksi Rp 50 (1,78%) ke posisi Rp 2.750 per unit.</p>
<p>Saham emiten tambang grup Bakrie tersebut sempat menyentuh level tertinggi Rp 2.900 dan terendah Rp 2.725.</p>
<p>Nilai transaksi saham BUMI  tersebut merupakan yang tertinggi selama sesi pertama perdagangan di BEI berlangsung. Pada transaksi akhir pekan lalu, saham Bumi Resources mencatatkan nilai transaksi Rp 3,8 triliun.</p>
<p>Sementara itu, volume transaksi saham Bumi menempati urutan ketiga terbanyak.</p>
<p>Saham dengan volume transaksi terbanyak adalah PT Bakrie &#38; Brothers Tbk (BNBR), yakni mencapai 3,17 juta lot dengan nilai transaksi Rp 168,25 miliar.</p>
<p>Pada waktu yang sama, harga saham Bakrie &#38; Brothers stagnan di kisaran Rp 105.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAHAYA  DEFISIT  AS ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/07/21/bahaya-defisit-as/</link>
<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 04:53:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/07/21/bahaya-defisit-as/</guid>
<description><![CDATA[Dunia kembali diingatkan akan bahaya defisit anggaran AS yang sangat spektakuler yakni 1,09 triliun ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1484" title="liberty" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/07/liberty1.jpg?w=75" alt="liberty" width="75" height="150" />Dunia kembali diingatkan akan bahaya defisit anggaran AS yang sangat spektakuler yakni 1,09 triliun dollar AS, dan tahun ini bahkan diperkirakan mencapai 1,84 triliun dollar AS.</p>
<p>Defisit ini, menurut Dana Moneter Internasional, jadi ancaman baru bagi stabilitas keuangan global dan ancaman terbesar pemulihan ekonomi dunia pada tahun 2010. Dampak defisit ini terutama harus diwaspadai pada negara seperti Indonesia. Terutama, dalam pembiayaan APBN, dampak ke nilai tukar rupiah dan daya saing produk ekspor Indonesia, serta risiko lonjakan suku bunga dan inflasi global.</p>
<p>Kebutuhan pembiayaan program stimulus fiskal dan bailout sektor keuangan yang sangat masif membuat negara maju secara bersamaan menyerbu pasar utang global. Ini akan mengakibatkan crowding out effect dan naiknya suku bunga global. Tekanan kenaikan suku bunga akan lebih tinggi lagi dengan kebutuhan pembiayaan stimulus yang masih akan besar tahun depan.</p>
<p><!--more-->Bagi pemerintah dan korporasi Indonesia, ini membawa konsekuensi mahalnya dana di pasar global, termasuk untuk pembiayaan defisit APBN dan investasi, apalagi untuk RI yang country risk-nya tinggi. Pengalaman pahit dengan penerbitan obligasi global Pebruari 2009, di mana obligasi 10 tahun RI dikenai yield 11,75 persen, bisa terulang lagi. Posisi kita rentan karena ketergantungan APBN yang masih besar pada utang luar negeri, yakni sebesar 16 persen.</p>
<p>Tingginya suku bunga global juga akan diikuti suku bunga dalam negeri, yang berarti akan semakin mengancam pertumbuhan ekonomi domestik. Ini juga akan kian menambah beban utang pemerintah karena bunga yang harus dibayar untuk utang domestik juga kian membengkak. Apalagi dengan tingginya stok SBN dan rencana penerbitan SBN baru sebesar Rp 102,09 triliun 2009 (naik hampir dua kali lipat dari 2008 yang Rp 54,71 triliun).</p>
<p>Kita juga harus mewaspadai potensi hiperinflasi dunia. Masalah di AS akan membuat investor berebut keluar dari aset-aset AS. Sebagian dari mereka akan menubruk komoditas, mengakibatkan kembali lonjakan harga minyak dan komoditas lain. Peristiwa 2008, ketika minyak melonjak di atas 100 dollar AS (bahkan 147 dollar AS), potensial bisa terulang.</p>
<p>Bagi Indonesia yang importir neto minyak, ini pukulan baru karena akan semakin membengkakan subsidi BBM, kendati di ssi lain kita diuntungkan oleh lonjakan harga komoditas primer lain. Dampak lain adalah ke nilai tukar rupiah. Ambruknya dollar AS, akibat eksodus investor dari AS, membuat nilai tukar Rupiah menguat. Ini mungkin tidak akan menguntungkan bagi daya saing komoditas ekspor kita.</p>
<p>Lonjakan defisit AS adalah konsekuensi dari struktur ekonomi global yang tidak sehat, diwarnai ketidakseimbangan, yang terus dipertahankan selama ini. Dunia kena getahnya. Sudah waktunya dunia internasional bersatu menekan lebih keras AS (dan negara maju lainnya) untuk menyelesaikan problem defisit gandanya. Bagi Indonesia, memperkuat pertahanan dalam negeri dan mengurangi vulnerabilitas eksternal, termasuk ketergantungan yang besar pada utang luar negeri, tak bisa ditawar-tawar lagi.</p>
<p>Sumber  :  Tajuk Rencana, Kompas, 17.07.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LUPUT DARI PETAKA ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/06/27/luput-dari-petaka/</link>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 10:56:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/06/27/luput-dari-petaka/</guid>
<description><![CDATA[Paul Krugman, ekonom AS peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2008 dan juga kolumnis harian The New York Times]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1060" title="krugman2" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/06/krugman2.jpg?w=100" alt="krugman2" width="100" height="150" />Paul Krugman, ekonom AS peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2008 dan juga kolumnis harian The New York Times, menyatakan pada sebuah seminar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, bahwa ia menilai perdagangan dunia sudah kembali bergerak, produksi mulai aktif dan pertumbuhan akan mulai terjadi dua bulan dari sekarang (25/5). Dan itu berarti pada akhir Juli 2009 kelak, pemulihan dunia dari Krisis Finansial Global akan mulai terjadi.</p>
<p>Sebelumnya Krugman menguatirkan bahwa kondisi perekonomian dunia akan resesi selama satu dekade seperti yang menimpa Jepang pada dekade 1990-an. Saat itu Jepang mengatasi krisis dengan menggenjot ekspor, tapi solusi ini tidak akan efektif sebab penurunan aktifitas ekonomi sudah berskala global.</p>
<p>“Dari sudut pandang tertentu, kita mungkin sudah melalui keadaan terburuk. Namun, ada sebuah perbedaan besar antara periode stabilisasi dan pemulihan,”  paparnya. Stabilisasi merujuk pada meredanya penurunan aktifitas. Pemulihan biasa terjadi setelah stabilisasi.  “Kita sudah terhindar dari bahaya luar biasa. Pertanyaannya bagaimana kita memulai sebuah pemulihan ?,”  pertanyaan Krugman yang menggugah kita semua.</p>
<p><!--more-->Buat Krugman pemulihan melalui penggenjotan ekspor, bukanlah jalan menuju pemulihan. “Kita tidak memiliki mitra dagang di planet lain. Jadi, karena itu, jalan yang pernah diambil Jepang tidak akan berguna bagi kita semua,”  tegasnya. Pemulihan ekonomi global, demikian Krugman ; akan muncul dari investasi yang lebih banyak oleh korporasi raksasa, munculnya inovasi teknologi baru yang menyamai revolusi teknologi informasi (TI) pada 1990-an atau langkah pemerintah tentang perubahan iklim. Khusus yang terakhir diakui Krugman masih sebuah harapan belaka, karena masih belum merupakan sebuah kepastian.</p>
<p>Sebelumnya saat di Hanoi, Vietnam, Krugman mengeritik negara berkembang (22/5) yang dianggap lengah. Karena krisis di negara berkembang saat ini lebih disebabkan kelalaian pemerintah dalam mengontrol arus modal asing. Begitu krisis terjadi, modal itu pun ikut lari keluar dan terjadilah krisis yang menimpa negara berkembang di Eropa Timur. Jadi krisis di Eropa Timur ini sesungguhnya mengulangi sejarah krisis dekade 1990-an di Asia ; yang keduanya dipicu oleh pelarian modal.</p>
<p>Krugman amat menyayangkan jika negara berkembang hanya menggenjot arus modal masuk dan meningkatkan pinjaman luar negeri. Ia menyarankan agar negara berkembang tidak semata-mata bergantung pada investor asing, melainkan inovasi kebijakan yang merangsang lahirnya kegiatan ekonomi lain.  Yang jelas kita boleh sedikit lega dan berharap sebab Krugman meyakini bahwa perekonomian dunia telah lolos dari malapetaka atau bahaya yang luar biasa. Kita berharap negara-negara maju nan kerap serakah mau untuk menghayati pepatah : hanya seekor keledai yang jatuh ke dalam lubang yang sama …</p>
<p>Sumber  :  Reuters &#124; AP &#124; Kompas</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diacak-acak Kekuatan Korporatokrasi]]></title>
<link>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/06/02/diacak-acak-kekuatan-korporatokrasi/</link>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 03:57:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesiamelawan</dc:creator>
<guid>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/06/02/diacak-acak-kekuatan-korporatokrasi/</guid>
<description><![CDATA[Setelah lebih dari 63 tahun merdeka semestinya para pemimpin (elite) Indonesia sudah berhasil secara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-medium wp-image-139" title="radarsurabaya" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/06/radarsurabaya1.jpg?w=180" alt="radarsurabaya" width="180" height="300" />Setelah lebih dari 63 tahun merdeka semestinya para pemimpin (elite) Indonesia sudah berhasil secara relatif membawa Indonesia ke tahapan yang betul-betul merdeka. Alih-alih mencapai tujuan proklamasi yang mulia seperti diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, banyak diantara elite kita justru menjadikan Indonesia sebagai bagian dari korporatokrasi internasional, di bagian paling bawah dalam struktur korporatokrasi itu.</p>
<p>Dalam kenyataan elite yang sedang diberi amanat rakyat justru membuka gerbang buat masuknya kekuatan korpotokrasi itu untuk mengacak-acak dan menjarah sumber daya alam kita, di daratan dan di lautan. Bahkan ketika satelit Palapa kita di ruang angkasa telah dimiliki Temasek ketika kepemilikan Indosat sudah beralih ke Singapura.</p>
<p>Menggadaikan kekayaan kita sampai puluhan tahun bahkan setengah abad kepada korporasi asing lewat kontrak karya dan kontrak kerja sama yang merugikan bangsa sendiri adalah langkah sesat. Mempersilahkan korporasi asing untuk memegang HPH sampai puluhan tahun adalah langkah sesat. Menyerahkan Blok Cepu yang kaya minyak dan gas kepada Exxon Mobil adalah langkah sesat. Membiarkan 50% perbankan nasional di tangan asing adalah langkah sesat. Menjual Indosat dan dua tanker raksasa (vlcc) milik Pertamina kepada pihak asing adalah langkah sesat. Membuat DCA (Persetujuan Pertahanan Bersama) yang sepenuhnya menguntungkan Singapura dan merugikan bangsa sendiri adalah langkah sesat. Menjadikan ibu pertiwi sebagai alas kaki kepentingan kapitalisme Internasional adalah langkah sesat. Menegakkan hukum secara tebang pilih dan menggoyahkan rasa keadilan adalah langkah sesat.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-140" title="kSJ" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/06/ksj1.jpg" alt="kSJ" width="240" height="272" />Namun, masalahnya menjadi tidak sederhana, ketika mereka yang melakukan langkah sesat itu merasa sedang berbuat kebajikan, seolah sedang berkhidmat pada bangsanya.</p>
<p>&#8220;Katakanlah: Pernahkah Kami ceritakan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sesat jalan kehidupannya, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat kebajikan.&#8221; (Al Kahfi 103-104)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[This Month's Feature: Apa yang korang tengah makan tu? (Part 1 of 2)]]></title>
<link>http://warungkampung.wordpress.com/2009/05/22/this-months-feature-apa-yang-korang-tengah-makan-tu/</link>
<pubDate>Fri, 22 May 2009 00:00:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>y4ku24</dc:creator>
<guid>http://warungkampung.wordpress.com/2009/05/22/this-months-feature-apa-yang-korang-tengah-makan-tu/</guid>
<description><![CDATA[Gambar hiasan. Source: www.fujimamas.com Suatu ketika dahulu, tatkala idea fast food dan instant foo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 313px"><img src="http://www.fujimamas.com/images/food-drink.jpg" alt="Gambar hiasan. Source: www.fujimamas.com" width="303" height="316" /><p class="wp-caption-text">Gambar hiasan. Source: www.fujimamas.com</p></div>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Suatu ketika dahulu, tatkala idea</span><em><span style="color:#000000;"> fast food</span></em><span style="color:#000000;"> dan</span><em><span style="color:#000000;"> instant food</span></em><span style="color:#000000;"> baru sahaja diperkenalkan, satu syarikat bakeri telah mencipta dan memperkenalkan satu produk kek </span><em><span style="color:#000000;">ready mix </span></em><span style="color:#000000;">yang begitu mudah untuk para suri rumah membuatnya. Campuran kek itu hanya perlu ditambah air! Semudah itu!</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka syarikat itu mensasarkan bahawa produk ini <strong>pasti</strong> dapat menambat hati para suri rumah untuk membelinya. <em>After all, it&#8217;s just add water!</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Malangnya, sasaran mereka tersasar jauh. Jauh sekali. Jualan produk itu begitu menghambarkan. Sungguh misteri! Petak kepala mereka dibuatnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Lalu akhirnya mereka menjalankan <em>survey </em>untuk mengetahui apakah punca sebenar produk itu tidak laku. Setelah seketika melakukan <em>survey</em>, akhirnya mereka mendapat jawapan: Para suri rumah teragak untuk membelinya bukan kerana tidak sukakan produk itu, tetapi dengan hanya menambah air, mereka <strong>rasa bersalah</strong> kerana tak menjalankan &#8216;kerja&#8217; mereka sebagai suri rumah. Seolah-olah mereka <em>mengelat </em>dari menjalankan tugas sendiri.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dengan info baru mereka dapat ini, syarikat itu segera melakukan perubahan kecil kepada produk mereka itu. Dan hanya dengan perubahan kecil itu, jualan produk itu melonjak naik!</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Cuba teka!</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><!--more Just add water and .....? --><span style="color:#000000;">TELUR</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Just add water and<strong> egg</strong>!</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ya, hanya dengan menyuruh para suri rumah</span> <span style="color:#333333;">(time tu kebanyakan wanita adalah suri rumah)</span> <span style="color:#000000;">menambah telur ke dalam campuran itu, &#8216;rasa bersalah&#8217; difikiran mereka lenyap. <em>At least</em> mereka telah melakukan &#8216;kerja&#8217; untuk membuat kek tersebut</span> <span style="color:#333333;">(walaupun hanya sekadar pecah dan gaulkan sekali telur saja)</span>. <span style="color:#000000;">Suri rumah lega, syarikat itu untung besar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Contoh di atas adalah contoh bagaimana <em>marketers </em>mendapat idea untuk mengubah jualan produk mereka untuk mengikut kehendak pelanggan. Setiap korporasi besar pasti akan ada unit pengiklanan/promosi yang kerja mereka membuat iklan/produk yang dekat di hati pelanggan. Bila pelanggan rasa &#8216;dekat&#8217;, mereka akan mudah untuk membeli. <em>Sales </em>naik. Syarikat untung besar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jadi tak pelik kenapa syarikat-syarikat gergasi menghabiskan berjuta-juta dollar untuk mempromosikan produk mereka. Supaya jenama produk mereka meresap ke otak kita tanpa disedari. Memang menarik bagaimana <em>diorang </em>hasilkan idea untuk <em>promote </em>barangan masing-masing.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Del monte adalah syarikat gergasi yang terkenal dengan menyediakan bahan asas masakan Itali seperti <em>tomato puree </em>dalam tin dan lain-lain. Pada awal penjualan, mereka bersaing sengit dengan syarikat lain yang juga <span style="color:#000000;">membekalkan<em> tomato puree</em> dalam tin.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Akhirnya mereka tukar strategi. Bekalkan <em>tomato puree</em> bukan di dalam tin, tetapi di dalam <em>jar</em>/bekas gelas! Alasan idea ini mudah: Secara tradisinya, sebelum wujudnya <em>ready made</em> <em>tomato puree</em>, produk ini dibuat oleh ibu atau nenek keluarga masing-masing. <em>Tomato puree</em> ini selalunya di simpan di dalam <strong>bekas gelas</strong> di dalam rumah. Dengan menjual <em>tomato puree</em> di dalam bekas gelas, Del Monte membuat pelanggan rasa<strong> &#8216;macam-pernah-nampak, tapi-di-mana-ye?&#8217;</strong> di dalam otak pelanggan, dan ini menyebabkan mereka rasa dekat dengan produk itu berbanding produk <em>tomato puree</em> yang lain.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Alasan idea <em>ni </em>mungkin tak logik, tapi terbukti berkesan bila Del Monte berjaya meningkatkan jualan produk dan berjaya menundukkan pesaing lain.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ada juga idea promosi produk yang <em>close to home</em>. </span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Contohnya produk Ali Cafe 3 in 1. Produk ini aku respek cara promosi dia. Satunya, <em>kalo </em>beli Ali Cafe, dapat 2 batang Ali Tea 3 in 1. Dia <em>promote </em>produk lain dia melalui produk asal. &#8216;Dah alang-alang try produk kopi kami, apa kata try produk teh kami pulak?&#8217;.<span style="color:#000000;"> D</span></span><span style="color:#000000;">an mungkin salah satu <em>planning </em>asal syarikat <em>tu</em></span> ialah untuk membuat para pelanggan merasakan diri dekat dengan produk tersebut atas perasaan &#8216;Kopi ni buatan warung kopi <span style="color:#000000;"><strong>Pak Ali</strong> kat kampung&#8217;! Tapi <em>korang </em>kena ingat, perkataan &#8216;Ali&#8217; tu <strong>bukan nama orang</strong>, tapi di ambil dari <strong>nama herba</strong> Tongkat Ali!</span><br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ada lagi satu. Tapi produk <em>ni </em>mungkin ramai tak <em>tau</em>. Aku <em>tau </em>pun sebab kebetulan keluarga aku ada buat bisnes pemakanan. Produk marjerin berjenama Buttercup. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tak berapa tangkap? Aku ulang balik. Produk <strong>MARJERIN</strong> BERJENAMA <strong><span style="text-decoration:underline;">BUTTER</span>CUP</strong>.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Butter </em>(mentega) dan marjerin dua benda yang berbeza. <em>Butter mainly </em>hasil dari susu (dan garam). Marjerin pula hasil dari tangan manusia, dibuat dari minyak tumbuhan, dengan tambahan pewarna, pengawet dan lain-lain. Senang cerita, marjerin banyak guna &#8216;tangan manusia&#8217;. <em>Margerine is mainly man-made</em>. Itu sebab <em>kalo </em>sesiapa pernah beli marjerin, dia lebih murah dari butter.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Kalo </em>banding dua produk ini, <em>of course </em>butter lebih &#8216;berkualiti&#8217;, dan bagi aku lebih berkhasiat</span> <span style="color:#333333;">(mana taknya, marjerin banyak &#8216;benda-benda pelik&#8217;!)</span>. <span style="color:#000000;">Itu sebab marjerin juga digelar sebagai <em>&#8216;butter subtitute&#8217;</em>.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jadi <em>ape cer</em> produk Buttercup <em>tu</em>? Dia nak tipu pelanggan ke dengan ubuh nama <em>butter</em> untuk nampak gah <em>sikit</em>, tapi dalam dia marjerin?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Kalo ye</em> camtu pun, aku rasa <em>diorang </em>nak buat gambaran tu secara <strong>halus</strong>. Sebab <em>kalo </em>benda <em>ni korang </em>bawak ke mahkamah nak saman produk <em>ni </em>atas sebab &#8216;tipu pelanggan dengan <em>labeling </em>yang salah&#8217; pun, aku rasa <em>korang </em>akan kalah.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sebab apa?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">SEBAB BUTTERCUP TU <strong>NAMA BUNGA</strong>! Nama <em>brand </em>marjerin tu nama bunga!</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Ni </em>dia <em>ha </em>gambar bunga Buttercup:</span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 317px"><img src="http://petalpicker.com/flower_images/Buttercup.jpg" alt="Source: www.petalpicker.com" width="307" height="298" /><p class="wp-caption-text">Source: www.petalpicker.com</p></div>
<p><span style="color:#000000;"><em>And then there is smoking and cigarettes</em>. Cara <em>diorang </em>promosi? Mungkin <em>videoclip </em>di bawah boleh membantu untuk kita fahami.</span> <span style="color:#ff0000;">[Di ambil dari filem Thank You For Smoking.] </span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/4HC3xwlfcFM&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/4HC3xwlfcFM&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kesimpulannya, nak sebut di sini yang aku bukan anti produk-produk di atas, dan bukan juga anti perokok. Tetapi mungkin cara promosi mereka menyebabkan kita terbeli produk itu tanpa kita sedari. Kita sebagai pelanggan punyai HAK untuk <strong>memilih</strong>. Jadi jangan kita memilih untuk membeli sesuatu semata-mata tertarik dengan cara mereka melabel, mempromosi dan lain-lain</span> <span style="color:#333333;">(walaupun aku pun kadang kala tertewas juga)</span>.</p>
<p><span style="color:#000000;">Jika <em>korang </em>memang nak beli marjerin, silakan. Tapi <em>kalo</em> <em>korang </em>nak beli <em>butter</em>, <em>make sure</em> yang <em>korang </em>beli <em>tu </em>adalah <em>butter</em>!</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bab rokok juga, jangan mudah terpengaruh dengan promosi terang-terang (poster dan lain-lain) dan promosi secara halus (menggunakan filem dan lain-lain) yang dijalankan oleh syarikat-syarikat gergasi rokok di luar sana.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ramai tahu kesan merokok. Bak kata Chris Rock, <em>comedian </em>kulit hitam di Amerika, &#8220;Punyalah bahaya merokok <em>ni</em>, dia boleh membunuh mereka yang <strong>tak </strong>merokok akibat <em>secondhand smoking</em>!&#8221; </span><span style="color:#333333;">(Kepada yang merokok, aku ucapkan <em>good luck kat korang </em>untuk berhenti merokok.)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Part 2 bulan depan aku akan cuba kupas berkenaan labeling produk di Jepun. Amat menarik, sekiranya <em>korang </em>pelajar yang belajar di Jepun! <span style="color:#333333;">(Tajuk entri lebih kena dengan artikel yang akan datang. Ini sekadar <em>intro </em>saja!)</span><br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;">-y4ku24-</span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Rujukan: Blink oleh Malcolm Gladwell</span><br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perbankan Nasional yang Memprihatinkan]]></title>
<link>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/05/17/perbankan-nasional-yang-memprihatinkan/</link>
<pubDate>Sun, 17 May 2009 17:20:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesiamelawan</dc:creator>
<guid>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/05/17/perbankan-nasional-yang-memprihatinkan/</guid>
<description><![CDATA[Elite nasional kita nampak menyerah total terhadap kekuatan keuangan internasional. Perbankan Indone]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-full wp-image-57" title="Bank Indonesia" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/05/eced85651f5702bfa6e1a2324671e.jpg" alt="Bank Indonesia" width="250" height="240" />Elite nasional kita nampak menyerah total terhadap kekuatan keuangan internasional. Perbankan Indonesia, sebagai urat nadi ekonomi bangsa, sudah bertekuk lutut di hadapan kekuatan ekonomi global. Dominasi asing dalam perbankan nasional dari hari ke hari semakin mendalam dan meluas.  Masalah pokok dalam kaitan ini jelas. Bank Indonesia sendiri tidak membatasi kepemilikan asing, karena investor atau badan hukum asing, boleh memiliki hingga 99 persen saham bank di Indonesia. Angka 99 persen itu merupakan angka ajaib yang membuka pintu penjajahan ekonomi Indonesia semakin terbuka.</p>
<p>Lihatlah negara-negara di lingkungan Asia, bagaimana mereka tidak cukup bodoh untuk menyerahkan bulat-bulat perbankan nasional mereka ke pihak asing. Filipina membatasi kepemilikan asing hanya sampai 51 persen, Thailand 49 persen, India 49 persen, Malaysia 30 persen, China 25 persen, Vietnam 30 persen.</p>
<p>Negara-negara Asia ini sadar, kalau pihak asing diperbolehkan menguasai perbankan nasional mereka, ekonomi mereka akan tersandera oleh asing dan mereka tidak akan pernah menjadi tuan di negeri sendiri. Amerika Serikat, pemimpin puncak globalisasi dan liberalisasi ekonomi saja, membatasi kepemilikan asing di perbankan nasionalnya hanya sampai 30 persen.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-58" title="sektor keuangan" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/05/10783_652.jpg?w=300" alt="sektor keuangan" width="300" height="144" />Menurut Biro Riset Info Bank pada penghujung akhir 2005 penguasaan aset oleh pihak asing mencapai 48,51 persen, pemerintah hanya 37,45 persen dan selebihnya dikuasai kalangan swasta. Namun tidak tertutup kemungkinan kalangan swasta itu merupakan kepanjangan tangan belaka dari korporasi asing. Sehingga cukup aman mengatakan bahwa lebih dari 50 persen perbankan nasional kita kini sudah dikuasai asing. Pada awal 2008 laju kepemilikan asing atas aset perbankan nampaknya juga semakin pesat.</p>
<p>Miranda Goeltom dari Bank Indonesia menegaskan bahwa BI tidak akan pernah membatasi kepemilikan asing pada instrumen SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Padahal uang dari luar yang masuk ke Indonesia sangat gigih memborong SBI.</p>
<p>Kita tidak boleh lupa bunga yang dibayar oleh BI untuk SBI yang dimiliki asing itu adalah uang negara, uang rakyat Indonesia. Dengan demikian negara atau rakyat kita membayar bunga SBI yang dimiliki asing itu untuk memperkaya mereka. Sertifikat Bank Indonesia jelas bukan instrumen investasi.</p>
<p>Mengapa BI tidak pernah membatasi kepemilikan asing dalam mengoleksi SBI?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lihatlah China!]]></title>
<link>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/05/17/lihatlah-china/</link>
<pubDate>Sun, 17 May 2009 15:16:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesiamelawan</dc:creator>
<guid>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/05/17/lihatlah-china/</guid>
<description><![CDATA[Lihatlah China. Negara ini penerima FDI (foreign direct investment) terbesar dibandingkan negara-neg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-full wp-image-44" title="CIETAC" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/05/20081127124234333.jpg" alt="CIETAC" width="300" height="204" />Lihatlah China.</p>
<p>Negara ini penerima FDI (foreign direct investment) terbesar dibandingkan negara-negara lain. China tidak pernah mau &#8220;membeli&#8221; teori arbitrase ala Bank Dunia (WB) atau ala imperialis lainnya. China mendirikan sendiri lembaga arbitrase yang dinamakan China International Economic and Trade Arbitration Commission (CIETAC).</p>
<p>Setiap kasus perselisihanantar perusahaan atau korporasi asing dengan pemerintah China harus diselesaikan lewat CIETAC, titik. Gagah bukan? Korporasi asing di China tidak ada yang mengeluh, membantah, apalagi protes.</p>
<p>Beranikah Indonesia mengikuti Cina yang bertindak berani dan rasional?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar dari Negara-negara Amerika Latin]]></title>
<link>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/05/17/belajar-dari-negara-negara-amerika-latin/</link>
<pubDate>Sun, 17 May 2009 14:36:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesiamelawan</dc:creator>
<guid>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/05/17/belajar-dari-negara-negara-amerika-latin/</guid>
<description><![CDATA[Negara-negara Amerika Latin sudah &#8220;siuman&#8221; dari tidur panjang yang merugikan diri sendir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-medium wp-image-40" title="image" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/05/image1.jpg?w=300" alt="image" width="300" height="208" />Negara-negara Amerika Latin sudah &#8220;siuman&#8221; dari tidur panjang yang merugikan diri sendiri, tidur di atas pangkuan kekuatan ekonomi raksasa yang sekaligus menyedot kekayaan alam negara-negara Amerika Latin tersebut. Pada pertengahan tahun 2007 Bolivia, Venezuela dan Nicaragua mengejutkan para pengamat internasional. Ketiga negara ini mengumumkan mencabut diri dari badan arbitrase internasional di bawah Bank Dunia (WB), yaitu ICSID (<em>International Center for Settlement of Investment Disputes</em>) atau Pusat Internasional untuk Penyelesaian Perselisihan Investasi. ICSID adalah tempat menyelesaikan kasus-kasus perselisihan antara investor asing dengan negara-negara tuan rumah.Alasan Bolivia dan kawan-kawan masuk akal. Bagaimana ICSID sebagai badan arbitrase dapat mengambil posisi netral, sementara ia merupakan bagian dari Bank Dunia (WB)?</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-39" title="chavez_morales" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/05/chavez_morales1.jpg?w=300" alt="chavez_morales" width="300" height="225" />Ternyata WB juga tidak bisa apa-apa menghadapi aksi Bolivia dan kawan-kawan itu. Malah jangan lupa semua korporasi asing yang menambang minyak dan gas Bolivia akhirnya tunduk sepenuhnya ketika Bolivia secara sepihak (sekali lagi, secara sepihak) merekonstruksi semua kontrak karya yang semula terlalu merugikan rakyat Bolivia menjadi sangat menguntungkan. Padahal sebelumnya, korporasi seperti Exxon, Repsol, Petro Gas, Shell menakut-nakuti Bolivia, kalau Bolivia sampai meminta negosiasi ulang terhadap berbagai kontrak karya, Bolivia akan dikucilkan, akan dibawa ke arbitrase, dan lain sebagainya. Ternyata dengan sikap tegas dan rasional, semua &#8220;gertak sambal&#8221; korporasi besar itu tidak pernah dilaksanakan.</p>
<p>Sikap tegas itu sebelumnya ditunjukkan oleh Venezuela di bawah Hugo Chavez. Terbukti Chevron, Exxon Mobil, British Petroleum, Conoco Philips dan lain-lain tidak pernah hengkang dari Venezuela. Mereka tetap saja di sana, karena masih dapat membuat untung, sekalipun jauh lebih ramping.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-34" title="062008p5" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/05/062008p5.jpg?w=219" alt="062008p5" width="219" height="300" />Sama dengan Argentina. Setelah negeri ini kolaps pada 2001/2002, persis seperti Indonesia dua tahun sebelumnya (ingat betapa sulitnya kehidupan pada masa awal reformasi), Argentina melakukan pembaharuan kontrak-kontrak pertambangannya. Tidak ada cerita korporasi asing lari dari Argentina karena aturan-aturan baru yang dibuat Argentina secara sepihak. Mereka menerima perubahan-perubahan itu. Percaya apa tidak, dalam 5 tahun terakhir ini (2003-2007) pertumbuhan ekonomi Argentina rata-rata 8,6 persen per tahun, mendekati pertumbuhan ekonomi China yang menakjubkan itu.</p>
<p>Pelajaran sangat penting adalah bahwa tidak ada hubungan sama sekali antara slogan reformasi harus ramah pada pasar, ramah pada investor (<em>investor friendly</em>) dengan jumlah FDI (investasi asing langsung) yang selalu ditunggu-tunggu dengan rasa berdebar dan panas-dingin oleh sedikit negara seperti Indonesia.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hewan Piaraan Vs Umat Manusia]]></title>
<link>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/05/17/hewan-piaraan-vs-umat-manusia/</link>
<pubDate>Sun, 17 May 2009 11:04:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesiamelawan</dc:creator>
<guid>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/05/17/hewan-piaraan-vs-umat-manusia/</guid>
<description><![CDATA[Fakta dan angka berikut ini menggambarkan bagaimana kesenjangan ekonomi antar negara sudah kelewatan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-medium wp-image-19" title="inTouchArticle" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/05/intoucharticle.jpg?w=300" alt="inTouchArticle" width="300" height="249" />Fakta dan angka berikut ini menggambarkan bagaimana kesenjangan ekonomi antar negara sudah kelewatan dalam era globalisasi sekarang ini.</p>
<p>Perbaikan pendidikan-dasar-untuk-semua di negara-negara berkembang memerlukan dana sebesar $6 milyar setahun, jumlah yang sangat terbatas dibandingkan dengan $8 milyar yang dihabiskan untuk belanja kosmetik di AS saja.</p>
<p>Instalasi air dan sanitasi di negara-negara berkembang memerlukan $9 milyar, sedangkan konsumsi es krim mencapai $11 milyar di Eropa.</p>
<p>Pemeliharaan kesehatan dasar dan nutrisi memerlukan $13 milyar, sementara $17 milyar dihabiskan untuk membeli makanan hewan (kucing dan anjing) di Eropa dan Amerika Serikat.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-23" title="Flyer Gizi Buruk Ayu (Web)3" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/05/flyer-gizi-buruk-ayu-web3.jpg?w=300" alt="Flyer Gizi Buruk Ayu (Web)3" width="300" height="240" />Masalahnya, bilamana hewan di negara-negara maju memperoleh perlakuan dan uang belanja yang lebih daripada sebagian besar umat manusia, pasti ada yang salah dengan distribusi kekayaan di dunia ini. Demikian juga apabila kemiskinan dunia yang memilukan sudah begitu meluas, sementara $35 milyar dibelanjakan untuk bisnis hiburan di Jepang; atau $105 milyar untuk konsumsi alkohol di Eropa; maka pasti ada yang salah, bahkan sangat salah, dengan berbagai lembaga internasional yang ada serta pola-pola kekuasaannya.</p>
<p>Noam Chomsky mengingatkan :</p>
<p>&#8220;Globalisasi yang tidak memproritaskan hak-hak rakyat (masyarakat) sangat mungkin merosot terjerembab ke dalam bentuk tirani, yang bersifat oligarkis dan oligopolitis. Globalisasi semacam itu didasarkan atas konsentrasi kekuasaan gabungan negara dan swasta yang secara umum tidak bertanggung jawab pada publik.&#8221;</p>
<p>Pengamatan Chomsky sungguh tepat. Kejahatan kebanyakan korporasi dalam melanggar HAM yang merusak lingkungan dan menguras kekayaan alam negara-negara berkembang memang sulit dijangkau oleh hukum dan politik dari negara yang enjadi korban globalisasi. Apalagi di negara yang serba lemah seperti Indonesia, kecenderungan imperialisme ekonomi yang mengakibatkan kesenjangan kaya-miskin antar negara menjadi semakin nyata.</p>
<p>James K. Galbraith berpendapat bahwa kesenjangan sosial ekonomi di jaman globalisasi adalah sebuah kejahatan yang sempurna (<em>perfect crime</em>).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Corporate Colonialism]]></title>
<link>http://hanyagumam.wordpress.com/2009/03/23/corporate-colonialism/</link>
<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 07:49:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>adieu</dc:creator>
<guid>http://hanyagumam.wordpress.com/2009/03/23/corporate-colonialism/</guid>
<description><![CDATA[by Jerry Mander &#8220;Globalization of the economy is a new kind of corporate colonialism visited u]]></description>
<content:encoded><![CDATA[by Jerry Mander &#8220;Globalization of the economy is a new kind of corporate colonialism visited u]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DIVESTASI: WHY NOT? ]]></title>
<link>http://yananto.wordpress.com/2008/11/15/divestasi-why-not/</link>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 22:21:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>yananto</dc:creator>
<guid>http://yananto.wordpress.com/2008/11/15/divestasi-why-not/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Bayu Sutikno, Dosen FE UGM di Norway Bayu_Sutikno menulis: &#8220;Rencana pemerintah melakukan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--> <!--[if gte mso 10]&#62;-->  <!--[endif]--><strong><span style="font-size:10.5pt;font-family:&#34;color:red;" lang="EN-GB">Oleh: Bayu Sutikno, Dosen FE UGM di Norway</span></strong></p>
<p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                             &#60;![endif]--> <!--[if gte mso 10]&#62;-->  <!--[endif]--><span style="font-size:8.5pt;font-family:&#34;" lang="NO-BOK"><a href="http://202.149.80.52/user.php?op=userinfo&#38;uname=Bayu_Sutikno">Bayu_Sutikno</a> menulis: &#8220;Rencana pemerintah melakukan serangkaian divestasi terhadap beberapa BUMN dan aset milik BPPN lagi-lagi mengalami batu ganjalan. Belum lagi kesimpang-siuran batas waktu rencana fit and proper test calon bidder BCA, kini karyawan BCA ingin menggagalkan divestasi tersebut dengan ancaman akan melakukan pemogokan masal, yang pada titik akhirnya tiada “menguntungkan” siapapun kecuali temen-temen jurnalis yang mendapatkan berita heboh. Mengepa kebijakan divestasi ini tak semulus yang diharapkan dan selalu menimbuklan polemik ?<br />
Artikel berikut akan mencoba menelaahnya lebih lanjut.</span></p>
<p>STAKEHOLDERS</p>
<p>Pemerintah melakukan kebijakan divestasi (penjualan saham pemereintah pada perusahaan plat merah) bukannya tanpa alasan. Ada beberapa tujuan yang dicita-citakan pemerintah. Pertama pada tataran praktis diakui bahwa pemerintah lagi “bokek berat”, dibutuhkan tidak kurang dari Rp 42,5 trilyun untyuk menambal defisit APBN tahun anggaran yang berjalan. Kedua pada tataran idealis pemerintah ingin makin mengurangi perannya di sektor riil/bisnis dan menyerahkannya pada mekanisme pasar yang berlaku di mana peran sektor privat/swasta menjadi soko guru utamanya bersama koperasi (yang diharapkan). Ketiga, pada tataran manajerial maka pemerintah ingin dengan melakukan privatisasi ini maka beberapa penyakit lama perusahaan “plat merah” seperti inefiensi, cashcow pemerintah maupun partai politik ataupun mismanagement dapat dibenahi karena institusi tersebut menjadi milik publik (investor) dan mekanisme pengawasannya lebih accountable.</p>
<p>Namun semua harapan tersebut bukanlah pekerjaan semudah membalik telapak tangan. Mari kita tengok beberapa kasus terakhir dimana terjadi kecenderungan penguatan serikat-serikat pekerja di berbagai BUMN yang akan didivestasi oleh pemerintah. Pertama, PT Semen Gresik Group yang menjadi holding PT Semen Padang maupun PT Semen Tonasa menolak divestasi 51% saham pemerintah kepada PT Cemex (Cement of Mexico). Kedua, keputusan pemrintah melakukan “tukar guling” antara PT Telkom dengan PT Indosat yang sama-sama BUMN ditolak oleh Sekar (Serikat Karyawan) PT Telkom Divre IV yang asetnya akan diberikan kepada PT Indosat sedangkan PT Telkom mendapatkan saham mayoritas PT Indosat di PT Telkomsel. Ketiga, rencana pemerintah yang sambil “pontang-panting” melakukan divestasi kepada “sang primadona” BCA dengan menjual 51% sahamnya dalam perkembangan terakhir menerima tentangan yang kuat dari serikat pekerja BCA.</p>
<p>Pemerintah mestinya sudah belajar banyak dari berbagai kasus yang menimpa BUMN ini ataupun aset-aset yang dikuasai oleh BPPN dalam melakukan divestasi, yang lagi-lagi tidak “direstui” karyawannya. Sayangnya mungkin kita termasuk bangsa “iterative” yang ironisnya selalu mengulang bukannya kebenaran namun kesalahan yang itu-itu saja. Apa sih penyebab kekurang-setujuan pekerja terhadap kebijakan divestasi tersebut.</p>
<p>Pertama adalah faktor uncertainty of work, rencana divestasi tentunya berimplikasi pada perubahan kepemilikan saham mayoritas, yang biasanya berdampak pada perubahan manajemen terutama aspek sumber daya manusia, hal inilah yang merisaukan pekerja baik pada level pelaksana apalagi manajer, sehingga kebijakan divestasi dirasakan merisaukan bahkan kemungkinan mengganggu posisi saat ini, adapun alasan nasionalisme dan lain sebagainya masih bisa diperdebatkan.</p>
<p>Kedua, faktor yang tidak kalah pentingnya adalah karena pekerja tidak merasa “diuwongke” oleh pemerintah. Selama ini seakan-akan berbagai kebijakan pemerintah yang pasti berimplikasi langsung pada pekerja tidak melibatkan partisipasi mereka secara aktif, padahal kita tahu pekerja adalah stakeholder yang penting. Pemerintah cq. Kantor Meneg BUMN dan Departemen Teknis sebagai pemegang saham/shareholder terlalu sering melakukan keputusan sepihak tanpa mendengarkan aspirasi pekerja. Kalaupun alasan profesionalitas tentunya pemegang sahampun wajib mendengarkan suara dari seluruh stakeholder baik internal maupun eksternal yaitu pekerja, supplier, distributor, customer, competitor, publik baik financial maupun non financial. Ada nasihat sederhana yang dikemukakan mantan wapres USA dan mantan rival George W. Bush Jr yang dikenal sebagai aktivis lingkungan yaitu Al Gore bahwa tugas perusahan bagi karyawannya adalah sharing ide dan tujuan organisasi yang akan dicapai, memberikan kepercayaan dan kesempatan untuk maju, memberi atensi dan penghargaan akan prestasinya dan menentukan serta mengimplementasikan rencana bersama.</p>
<p>CATATAN AKHIR</p>
<p>Pola yang dipakai oleh perusahaan taksi kenamaan di Jakarta yang bernama Blue Bird dapat dijadikan solusi yang menarik. Pada perusahaan tersebut pekerja sekaligus sebagai pemilik, setiap bulan pekerja mencicil harga taksinya sehingga jika kinerjanya bagus dalam jangka waktu tertentu taksi tersebut 100% menjadi pemiliknya, semakin berprestasi semakin cepat. Meng-komparasikan perusahaan taksi dengan BUMN yang lebih complicated mungkin tidak tepat, namun prinsipnya satu yaitu menciptakan fasilitas yang memungkinkan pekerja di berbagai BUMN sekaligus sebagai pemiliknya, dan dilibatkan dalam decision making. Dalam berbagai kasus negara maju, program Employee Stock Option Planning (ESOP) dimana memberikan kesempatan pekerja untuk memiliki saham perusahaannya (sehingga dia sebagai pemilik) menjadi senjata yang ampuh untuk mendongkrak kinerja perusahaan dan prestasi karyawan karena ESOP berkorelasi dengan kinerja. Semakin berprestasi si karyawan maka dia mendapatkan option memiliki saham dalam jumlah yang lebih banyak ataupun option dengan harga yang lebih murah, hal ini akan merangsang pekerja untuk giat bekerja dan meningkatkan rasa “handarbeni”.</p>
<p>Jadi kalau mereka mogok yang rugi mereka sendiri. Tentunya hal ini menjadi solusi jangka menengah dan jangka panjang, dalam jangka pendek tiada bosan-bosannya kepada semua pihak untuk cooling down, mengedepankan kepentingan nasional dan bermusyawarah mufakat. Yang jelas tujuan divestasi ataupun privatisasi adalah profitisasi baik financial maupun non financial dan bukannya politisasi !<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[materi cpns departemen perindustrian dan perdagangan]]></title>
<link>http://siapcpns.wordpress.com/2008/11/14/materi-cpns-departemen-perindustrian-dan-perdagangan/</link>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 07:34:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>opinisaya</dc:creator>
<guid>http://siapcpns.wordpress.com/2008/11/14/materi-cpns-departemen-perindustrian-dan-perdagangan/</guid>
<description><![CDATA[materi cpns departemen perindustrian dan perdagangan depperindag_pasar_modal.zip http://www.ziddu.co]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>materi cpns departemen perindustrian dan perdagangan<br />
depperindag_pasar_modal.zip<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/2635813/depperindag_pasar_modal.zip.html">http://www.ziddu.com/download/2635813/depperindag_pasar_modal.zip.html</a><br />
depperindag_korporasi.zip<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/2652190/depperindag_korporasi.zip.html">http://www.ziddu.com/download/2652190/depperindag_korporasi.zip.html</a><br />
depperindag_penanaman_modal.zip <a href="http://www.ziddu.com/download/2652088/depperindag_penanaman_modal.zip.html">http://www.ziddu.com/download/2652088/depperindag_penanaman_modal.zip.html</a></p>
<p>depperindag_perlindungan_konsumen.zip <a href="http://www.ziddu.com/download/2652058/depperindag_perlindungan_konsumen.zip.html">http://www.ziddu.com/download/2652058/depperindag_perlindungan_konsumen.zip.html</a></p>
<p>depperindag_perlindungan_bisnis.zip <a href="http://www.ziddu.com/download/2652044/depperindag_perlindungan_bisnis.zip.html">http://www.ziddu.com/download/2652044/depperindag_perlindungan_bisnis.zip.html</a></p>
<p>depperindag_rahasia_dagang.zip <a href="http://www.ziddu.com/download/2651982/depperindag_rahasia_dagang.zip.html">http://www.ziddu.com/download/2651982/depperindag_rahasia_dagang.zip.html</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Salut untuk Rakyat Amerika Serikat!]]></title>
<link>http://arijuliano.wordpress.com/2008/11/05/salut-untuk-rakyat-amerika-serikat/</link>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 10:45:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ari Juliano Gema</dc:creator>
<guid>http://arijuliano.wordpress.com/2008/11/05/salut-untuk-rakyat-amerika-serikat/</guid>
<description><![CDATA[Saya tidak bisa lagi menyembunyikan kegembiraan ketika John McCain mengakui kemenangan Barack Obama ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;   &#60;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://arijuliano.files.wordpress.com/2008/11/barack1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-170" title="barack1" src="http://arijuliano.wordpress.com/files/2008/11/barack1.jpg" alt="barack1" width="425" height="315" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Saya tidak bisa lagi menyembunyikan kegembiraan ketika John McCain mengakui kemenangan Barack Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. </span><span lang="SV">Dengan begitu, langkah Barack Obama menuju kursi kepresidenan AS sudah tidak terbendung lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Sempat muncul kekhawatiran <em>Bradley effect</em> akan mengganjal mimpi Obama. Untung rakyat Amerika Serikat sudah pintar. Mereka tidak mau lagi mengulang kebodohan memilih pemimpin berkarakter penjahat perang seperti George W. Bush. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Obama sangat saya kagumi. Politisi yang benar-benar mengakar. Bukan sekedar diuntungkan oleh ’politik keluarga’. Pun, tidak menghamba kepada korporasi kelas kakap untuk membantu kampanyenya. Segala hambatan yang dialaminya sebagai seorang afro-american dihadapinya dengan sabar dan tegar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Saya sampaikan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada rakyat Amerika Serikat yang telah memilih Obama dan mau menerima Obama sebagai pemimpinnya. Ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun di negeri manapun. Setiap orang memiliki dan harus diberikan kesempatan yang sama dalam meraih cita-citanya. Bukan karena keluarga, suku, agama ataupun rasnya. Rekam jejak pengalaman, pendidikan dan pengabdiannya kepada masyarakatlah yang seharusnya menjadi tolok ukur utama dalam menilai kapasitas seseorang untuk menjadi pemimpin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Selamat bertugas untuk Barack Obama a.k.a Barry Soetoro. </span><span lang="FI">Kami tunggu perubahan yang kau janjikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">(foto: de.eonline.com)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dana Jual Menara BTEL Tahap II Dibayar September]]></title>
<link>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/04/dana-jual-menara-btel-tahap-ii-dibayar-september/</link>
<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 14:50:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>WartaNews</dc:creator>
<guid>http://wartanews1.wordpress.com/2009/08/04/dana-jual-menara-btel-tahap-ii-dibayar-september/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Pembayaran penjualan menara telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) senila]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jakarta &#8211; Pembayaran penjualan menara telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) senilai Rp 450 miliar direncanakan tuntas September 2009. Hingga kini pembayaran tahap kedua telah selesai.</p>
<p>Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya Bakrie mengatakan, dari total nilai penjualan Rp 450 miliar, yang akan masuk ke Bakrie Telecom sebesar Rp 390 miliar.</p>
<p>&#8220;Pembayaran tahap kedua sudah tuntas, bulan depan akan selesai,&#8221; kata dia usai Kampanye Sadar Flu H1N1 Bakrie Telecom di Wisma Bakrie I, Jakarta, Selasa 4 Agustus 2009.</p>
<p>Perseroan telah meneken kontrak penjualan 543 menara telekomunikasi dengan PT Solusi Tunas Pratama senilai Rp 450 miliar.</p>
<p>Bakrie Telecom akan menggunakan Rp 390 miliar untuk pengembangan dan Rp 60 miliar untuk retensi penjaminan sewa gedung hingga 10 tahun.</p>
<p>Menurut Anindya, perolehan dana dari penjualan menara tersebut akan membuat perusahaan lebih likuid. Dana juga digunakan untuk mengembangkan perusahaan.</p>
<p>&#8220;Sebagian besar dana dipakai untuk belanja modal yang bersifat elektronik dan non elektronik,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Selama tiga tahun sejak 2008 hingga 2010, perseroan menargetkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 600 juta atau rata-rata US$ 200 juta per tahun.</p>
<p>Sebelumnya, Direktur Keuangan Bakrie Telecom Jastiro Abi mengungkapkan, pembayaran pertama dilakukan pada 1 Juni 2009 sebesar Rp 140 miliar.</p>
<p>Sementara itu, tahap kedua dan ketiga diharapkan pada awal Juli dan Agustus masing-masing sebesar Rp 80 miliar. &#8220;Sedangkan pembayaran keempat Rp 90 miliar,&#8221; tuturnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
