<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kosmologi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kosmologi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kosmologi"</description>
	<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 08:43:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Large Hadron Collide, Laboratorium Akselarator partikel yang akan Menjawab Misteri Asal-Usul Alam Semesta]]></title>
<link>http://kurniafisika.wordpress.com/2009/11/18/large-hadron-collide-laboratorium-akselarator-partikel-yang-akan-menjawab-misteri-asal-usul-alam-semesta/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 06:27:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dedy Kurniawan Setyoko</dc:creator>
<guid>http://kurniafisika.wordpress.com/2009/11/18/large-hadron-collide-laboratorium-akselarator-partikel-yang-akan-menjawab-misteri-asal-usul-alam-semesta/</guid>
<description><![CDATA[Ilustrasi Akselerator Partikel yang berada di CERN Belum lama ini, para fisikawan, astronom, dan kos]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ilustrasi Akselerator Partikel yang berada di CERN Belum lama ini, para fisikawan, astronom, dan kos]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dechipering “2012”]]></title>
<link>http://atmonadi.wordpress.com/2009/11/17/dechipering-%e2%80%9c2012%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 19:37:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogblajar</dc:creator>
<guid>http://atmonadi.wordpress.com/2009/11/17/dechipering-%e2%80%9c2012%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[Belakangan ini, tepatnya sekitar lima tahunan yang lalu, tak lama setelah tsunami membelalakkan mata]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Belakangan ini, tepatnya sekitar lima tahunan yang lalu, tak lama setelah tsunami membelalakkan mata]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Demokritos (d. ca. 370 f.Kr.):]]></title>
<link>http://begrundarn.wordpress.com/2009/11/16/demokritos-d-ca-370-f-kr-31/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 04:45:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>begrundarn</dc:creator>
<guid>http://begrundarn.wordpress.com/2009/11/16/demokritos-d-ca-370-f-kr-31/</guid>
<description><![CDATA[»[Vårt universum:] en virvel bland många olika slags former som avskiljts från Alltet.» (En tidigt f]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>»[Vårt universum:] en virvel bland många olika slags former som avskiljts från Alltet.» (En tidigt föraning om Big Bang?)<br />
(Göran Ogén fritt efter Demokritos fragment nr. 167 δῖνον ἀπὸ τοῦ παντὸς ἀποκριθῆναι παντοίων ἰδεῶν.)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wawancara dengan Michio Kaku]]></title>
<link>http://jookut.wordpress.com/2009/11/09/wawancara-dengan-michio-kaku/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:41:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>jookut</dc:creator>
<guid>http://jookut.wordpress.com/2009/11/09/wawancara-dengan-michio-kaku/</guid>
<description><![CDATA[Wawancara dengan Michio Kaku Dinosaurus Cerdas dan Alam Semesta Hidup (c) Stefan Thiesen, 2003 Untuk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Wawancara dengan Michio Kaku</strong><br />
Dinosaurus Cerdas dan Alam Semesta Hidup<br />
(c) Stefan Thiesen, 2003</p>
<p><em>Untuk penggunaan pribadi dan non-komersial dipersilahkan; untuk penggunaan komersial hubungi saya di <span style="color:#0000ff;">thiesen@uni-muenster.de</span></em></p>
<p>Transkrip Wawancara Astronom dan Penulis Sains, Stefan Thiesen Ph.D. (disingkat ST), dengan Profesor Michio Kaku (disingkat MK) pada tanggal 4 Oktober 2003 di Interlaken, Swiss; juga menghadirkan Editor SZ dan Penulis, Peter Fiebag (disingkat PF), dan mahasiswa fisika dan Mahasiswa Peneliti AAS, Patrick Grete (disingkat PG).</p>
<p><strong>ST:</strong> Saya pikir hal yang paling menarik bagi para pembaca majalah berkisar pada tipe-tipe peradaban yang berbeda-beda, dan juga kepadatan [populasi] peradabannya. Apa pendapat Anda, pendapat berdasar, tentang jumlah peradaban yang mungkin ada di setiap galaksi atau di galaksi kita?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm, ini sulit. Namun demikian, para astrofisikawan telah berspekulasi apakah di galaksi kita – bukan galaksi hipotetis, tapi benar-benar di galaksi kita – atau di galaksi lain ada peradaban tipe tiga. Dan pertanyaan besar yang kita punya adalah, jika memang tiga tipe itu ada, apakah kita cukup maju untuk mendeteksi mereka – untuk mendeteksi kehadiran mereka? Mungkin yang berikut terdengar seperti pertanyaan bodoh, seandainya ada sebuah peradaban galaktik tipe tiga yang hebat: apakah kita mengetahuinya? Jawaban yang akan diberikan oleh kebanyakan ilmuwan mungkin adalah “tidak”. Barangkali kita sangat primitif sehingga tidak mengetahui bahwa di halaman belakang kita ada peradaban tipe tiga. Seperti itulah primitifnya teknologi kita. Kita tidak mengetahui frekuensi komunikasi yang mereka gunakan, kita tidak mengetahui bagaimana ia berfungsi, kita tidak mengetahui apa motivasi mereka, itulah maksudnya tentang betapa primitifnya kita. Namun, masalahnya adalah kita selalu berasumsi bahwa mereka sama seperti kita, hanya saja lebih maju. Kita berasumsi bahwa cara mereka menggunakan radio sama dengan kita. Kita berasumsi bahwa mereka memiliki jenis-jenis teknologi yang sama dengan kita, hanya saja lebih hebat. Saya kira ini adalah kekeliruan besar, karena menurut saya String Theory itu, seandainya ia benar, menunjukkan bahwa seharusnya kelak ada banyak revolusi, banyak revolusi yang akan terjadi berkenaan dengan energi, pemahaman materi, pemahaman gravitasi, dan saya kira adalah keliru jika kita ingin memaksakan pemikiran tipe nol kita pada peradaban tipe tiga.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya. Menurut saya kita bisa mengambil sebuah perumpamaan dari Erich von Daniken, di mana ia menyamakan masalah ini dengan suatu suku pedalaman yang mencoba berkomunikasi dengan pesawat jet dengan memakai drum <em>bongo</em>.<!--more Read more...--></p>
<p><strong>MK:</strong> Ya. Bahkan lebih buruk. Jika Anda amati&#8230; jika Anda berjalan di jalan raya dan melihat segerombolan semut, perbedaan antara teknologi semut dan Anda kurang lebih sama dengan perbedaan antara teknologi tipe nol dengan teknologi tipe tiga. Semut tidak tahu bagaimana kita berkomunikasi, mereka tidak tahu apa bahasa kita, mereka tidak mengerti maksud kita, mereka tidak mengetahui apapun tentang empat kekuatan fundamental. Semut sama sekali tidak mengerti siapa sebenarnya kita. Satu-satunya perbedaan adalah kita punya String Theory dan ini memberi kita harapan bahwa di sisi lain galaksi kita, seandainya di sana ada makhluk berakal, String Theory juga akan ditemukan oleh mereka [makhluk cerdas tersebut]. Seringkali dikatakan bahwa seandainya Einstein tak pernah hidup, kita akan tetap menemukan Teori Einstein melalui String Theory. Teori Einstein adalah salah satu getaran terendah String. Teori Einstein bukanlah apa-apa, itu hanya sebuah catatan – catatan mengenai String.</p>
<p><strong>ST:</strong> Kalau begitu, ini tentang menemukan realitas. Jika Anda mencari realitas, Anda akan selalu mendapatkan hasil yang sama.</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar. Maka alien juga semestinya mematuhi realitas dan kaidah termodinamika yang sama dengan kita. Klasifikasi ini berasal dari Nikolai Kardashev, seorang astrofisikawan terkenal asal Rusia yang mengajukan pertanyaan: <em>Bisakah kita mengukur – bisakah kita mengukur peradaban-peradaban extra-terrestrial</em>? Ada dua cara untuk mengukur peradaban ini. Pertama melalui energi, yang kedua melalui simpanan informasi. Jika Anda menghitung jumlah total bit (informasi) yang tersimpan dalam sebuah peradaban, itu juga memungkinkan Anda untuk menggolongkan peradaban-peradaban; jadi tak hanya melalui energi, tapi juga melalui simpanan informasi. Kita andaikan Anda adalah Q tipe tiga, maka Q itu boleh jadi merupakan peradaban yang bisa memanfaatkan Unified Field Theory untuk melintasi galaksi-galaksi – jika ini mungkin. Setiap huruf alfabet bisa disamakan dengan jumlah bit yang mereka proses. Huruf A adalah 10 sampai 1, B adalah 10 sampai 2, maka jika kita mengetikkan 3Q, itu berarti Anda merupakan peradaban super. Peradaban yang memiliki energi sepuluh miliar kali lipat, sepuluh miliar kali lipat dari energi zaman sekarang, sementara konsumsi energi dapat disamakan dengan huruf Q.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ehmm – itu cukup sulit dipercaya.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, memang benar.</p>
<p><strong>PG:</strong> Saya punya satu pertanyaan. Ada seseorang yang berbicara tentang Fermi Paradoxon. Dengan teori Anda, dengan ucapan Anda, Anda telah memecahkan Fermi Paradoxon.</p>
<p><strong>MK:</strong> Apa? Oh, Fermi Paradoxon. Benar. Pertanyaannya adalah, “Di mana mereka”, iya kan? Jawabannya adalah, dengar, kita selalu memandangnya dari segi teknologi kita yang dipaksakan pada mereka. Kita harus memandangnya dari sisi peradaban tipe tiga. Dari sudut pandang peradaban tipe tiga, barangkali mereka saat ini sedang men-scan sepuluh miliar bintang di galaksi Bimasakti. Mereka barangkali sedang mengirim satelit yang secara eksponen terus meluas. Mereka barangkali sedang mendarat di bulan-bulan dan memeriksa planet-planet, sementara dari perspektif tersebut, kita benar-benar kecil/tidak berarti. Mereka mungkin tidak memiliki waktu dan energi dan bahkan mungkin kita belum termasuk tipe satu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi saya sungguh yakin bahwa peradaban tipe satu pun bisa men-scan tanda-tanda kehidupan di planet lain. Sehingga, jauh sebelum mencapai masa atau tahap tipe dua atau tipe tiga, mereka bisa saja telah benar-benar tahu mengenai situasi kehidupan di galaksi.</p>
<p><strong>MK:</strong> Mereka mungkin tahu hal itu. Tipe tiga mungkin sangat mengetahui bahwa tipe dua dan tipe satu ada di luar sana, dan bahkan mungkin menyadari adanya tipe tiga yang lain.</p>
<p><strong>ST:</strong> Saya sedikit berspekulasi; bukankah kehidupan sebenarnya cukup langka? Jika kita mempertimbangkan Drake Equation, bisa saja salah satu faktornya dekat dengan nol, dan karena itu kita mendapatkan bilangan yang sangat kecil tapi masih [mencatatkan] periode masa yang panjang, semua tipe peradaban bisa berkembang di galaksi&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya. Ini adalah Zero-Time-Infinity Problem (Masalah Nol-Kali-Tak Terhingga) yang terkenal itu. Jika saya mengambil angka nol dan mengalikannya dengan tak terhingga (~), maka kita bisa mendapatkan hampir semua angka yang kita inginkan. Jadi jika nol adalah probabilitas adanya suatu peradaban, sementara tak terhingga adalah jumlah bintang yang ada di alam semesta, maka nol kali tak terhingga bisa menghasilkan apapun sebanyak yang Anda inginkan. Karena itu kita sama sekali tidak tahu pasti seberapa mungkin keberadaan makhluk berakal di galaksi. Drake sendiri menduga bahwa boleh jadi ada sepuluh ribu planet di galaksi kita – jumlah ini tidak banyak – tapi mereka kemungkinan hanya akan menjadi tipe satu dan untuk menjadi tipe tiga, ingat baik-baik, dari tipe nol menjadi tipe satu saja merupakan transisi yang sangat berbahaya. Tipe nol masih memiliki semua kebuasan fundamentalisme, nasionalisme, sektarianisme – segalanya berjalan keliru. Tipe satu bersifat planeter, mereka telah mengatasi banyak masalah karena memiliki sistem planet, cara planeter dalam menangani konflik antar kelompok etnik atau semacamnya. Sedangkan tipe nol sangat bengis. Dari sepuluh ribu planet yang mendapat status tipe nol dan bisa mencapai luar angkasa dengan sinyal, boleh jadi hanya sedikit dari mereka yang menjadi tipe satu dan tipe dua.</p>
<p><strong>ST:</strong> Apakah menurut Anda ada kesempatan bagi kita untuk menjadi, setidaknya, tipe satu?</p>
<p><strong>MK:</strong> Saya kira jika kita melewati ratusan tahun ke depan, kita mungkin akan melihat sebuah abad aquarius. Teman saya, Sir Martin Reece, seorang Astronom Kerajaan Inggris Raya, menyatakan bahwa kita memiliki peluang <em>fifty-fifty</em> untuk menempuh periode ini. Ketika kita memiliki semua teknologi senjata pemusnah masal, kita memiliki kemampuan sekelompok kecil manusia untuk menghancurkan semua kehidupan di planet Bumi. Martin memberi kita peluang <em>fifty-fifty</em> untuk menegosiasikan ini dan menjadi tipe satu. Namun, menurut dia, ketika kita menjadi tipe satu, ada kemungkinan kita dapat berekspansi ke seluruh alam semesta. Kita punya kemungkinan untuk melakukan transportasi <em>superluminal</em> (lebih cepat dari cahaya) melalui <em>wormhole</em>, kita punya kemungkinan bahwa jika kita bisa menguasai Unified Field Theory, kita akan bisa menggunakannya untuk pergi ke sistem bintang lain, galaksi lain – dan bahkan mungkin menciptakan bayi alam semesta.</p>
<p><strong>ST:</strong> Menciptakan bayi alam semesta?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ini adalah topik yang sangat panas dalam ilmu fisika saat ini. Stephen Hawking menulis tentang itu dalam bukunya yang berjudul “<em>Black Holes and Baby Universes</em>”. Bayi alam semesta mengumpulkan cukup banyak energi dalam satu titik, sehingga materi dan ruang menjadi tidak stabil. Alam semesta virtual menjadi alam semesta riil. Partikel virtual adalah partikel yang seperti hantu. Ia tidak eksis di mana-mana tapi kita merasakannya sepanjang waktu. Semua ilmu fisika modern didasarkan pada elektron virtual. Itulah mengapa kita mempunyai ilmu elektronika, contohnya. Begitulah <em>tunneling</em> (penerowongan/penembusan) terjadi: ketika elektron menjadi virtual. Sekarang kita mempercayai alam semesta virtual. Maka jika alam semesta bisa menjadi virtual, ia pun bisa menjadi riil jika Anda menambahkan energi padanya, oke, jadi itulah mengapa kita yakin bahwa jika kita menjadi tipe tiga, kita punya kemungkinan untuk bermain-main dengan hal ini. Tentu saja ini melebihi bayangan kita, akan tetapi tak ada dalam hukum ilmu fisika, tak satupun dalam hukum ilmu fisika, yang menghalangi ini.</p>
<p><strong>PG:</strong> Jika Anda berspekulasi demikian, maka boleh jadi alam semesta kita adalah semacam bayi alam semesta yang berasal dari peradaban super yang mengetahui&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Hal itu tidak bisa dikesampingkan. Ada teori terbaru yang disebut Inflation, dan Inflation didasarkan pada inflasi internal bahwa alam semesta berpucuk dari alam semesta lain, sehingga alam semesta kita sangat mirip <em>black hole</em>. Jika Anda perhatikan, menurut Black Hole Equation dari Schwarzschild: mereka identik. Paramater-parameter <em>black hole</em> identik dengan alam semesta kita. Alam semesta kita memiliki horison, alam semesta kita sangat mirip dengan <em>black hole</em>, dan, dalam beberapa hal, ia adalah <em>black hole</em>. Ia terbelah dari alam semesta yang lebih besar dan menjadi <em>white hole</em>, sehingga, sedikit banyak, alam semesta kita mungkin benar-benar merupakan <em>white hole</em>, yaitu <em>time-reversed black hole</em> (<em>black hole</em> dengan arah waktu terbalik-penj). Kita tak pernah melihat <em>white hole</em> di atas sana. Kita telah mencarinya. Namun kita belum pernah melihat satu pun <em>white hole</em>.</p>
<p><strong>ST:</strong> Dan kita mungkin sedang duduk di sebuah&#8230;</p>
<p><strong>MK:</strong> Tak lain, kita kemungkinan sedang duduk di sebuah <em>white hole</em>.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ini pemikiran yang sangat mengejutkan.</p>
<p><strong>MK:</strong> Semua ini sesuai dengan hukum fisika kita. Hanya hal-hal yang tidak sesuai dengan hukum fisika yang boleh kita tolak. Dan segala hal yang sedang saya katakan pada Anda sesuai dengan hukum fisika. Stephen Hawking dahulu mengatakan bahwa perjalanan waktu adalah mustahil karena kita tidak pernah mendapat kunjungan turis dari masa depan. Ia tidak melihat adanya turis dari masa depan yang mengambil foto dirinya, namun kini ia telah menarik pernyataan tersebut, ia tidak lagi mengatakan demikian. Ia mengatakan bahwa perjalanan waktu adalah mungkin namun sulit dilakukan dan tidak <em>probable</em>, tapi ia juga menyatakan bahwa perjalanan waktu kelihatannya sesuai dengan hukum fisika.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi, sebagaimana pernah dikatakan oleh Feynman, “Pertanyaannya bukanlah, apakah sesuatu itu mungkin; pertanyaannya adalah, apakah ia benar-benar ada.” Jadi saya ingin menanyakan tentang Teori Daniken. Menurut Anda, apakah memang benar, bukan kemungkinan belaka, bahwa di masa lalu pernah ada semacam kontak?</p>
<p><strong>MK:</strong> Pertama-tama, saya percaya mereka ada di luar sana. Jika Anda memperhatikan jumlah – di <em>visible universe</em>, yaitu yang bisa kita lihat dengan teleskop kita, terdapat sekitar seratus miliar galaksi dan mungkin ada lebih banyak galaksi di luar horison kita. Tapi teleskop kita bisa melihat sekitar seratus miliar galaksi dan masing-masing galaksi berisi seratus miliar bintang, jadi kita mempunyai bintang sebanyak seratus miliar kali seratus miliar dan Hubble Space Telescope sekarang telah memotret informasi sistem solar, bayi sistem solar, bayi daratan ekliptik. Tahun lalu, kita telah menemukan lebih dari seratus planet yang beredar di sistem bintang lain, banyak dari mereka yang seukuran Yupiter. Jadi saya pikir, Anda harus mendebat hal sebaliknya: mengapa kita tidak melihat makhluk berakal di luar angkasa? Saya pikir daripada mendebat tentang makhluk berakal, sebaiknya Anda mendebat ke arah lain. Mengapa kita tidak melihat makhluk berakal di luar angkasa? Jadi terhadap pertanyaan pertama, “Apakah mereka ada di luar sana?”, jawabannya adalah Ya. Terhadap pertanyaan kedua, “Lalu, di mana mereka?”, baiklah, yang harus Anda tanyakan adalah, “Apakah mereka tipe tiga?” Maka kemudian kita membatasi jumlah peradaban seperti itu karena banyaknya peradaban yang tidak pernah berhasil naik ke status tipe satu. Jika Anda tipe satu dan sampai pada tipe dua, Anda abadi. Sepanjang pengetahuan sains, tidak ada yang dapat menghancurkan tipe dua. Gunung berapi, gempa bumi, zaman es&#8230;..</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi tentu tipe tiga bisa menghancurkan tipe dua&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> O iya. Hanya ada dua hal yang bisa menghancurkan tipe dua. Pertama, bunuh diri. Dan kedua, berhadapan dengan tipe tiga.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya.</p>
<p><strong>MK:</strong> Tapi di luar itu, tidak ada bencana alam yang dapat menghancurkan tipe dua. Tubrukan komet bisa dibelokkan, supernova – Anda cukup memindahkan planet atau meredam proses fusi sehingga Anda tidak terkena ledakan neutrino dari supernova tersebut. Jadi jika Anda tipe dua, Anda abadi terhadap bencana alam, kecuali bunuh diri—ini tidak alami—dan dilahap oleh tipe tiga.</p>
<p><strong>ST:</strong> Anda pernah menyebutkan Star Trek, Borg, dan Q Continuum. Bagaimana kalau ternyata tipe atau bentuk eksistensi makhluk atau peradaban yang sangat maju berubah total dan bagaimana kalau evolusi ternyata mengambil jalan yang sama sekali berbeda dari yang kita bayangkan sekarang?</p>
<p><strong>MK:</strong> Saya pikir itu bisa terjadi secara terburu-buru, relatif cepat pada skala waktu jutaan tahun; kita akan berbicara tentang kemungkinan menggabungkan karbon dengan silikon dalam seratus tahun ke depan. Teknologi kita berbasis karbon, namun teknologi silikon sedang maju pesat, dan teknologi karbon-silikon sedang naik. Kita punya chip DNA, yang bisa men-scan DNA dalam beberapa menit; dibandingkan di masa lalu yang memerlukan waktu tahunan atau bulanan. Kita punya komputer DNA, komputer yang mengkomputasi molekul DNA. Komputer digital yang mengkomputasi nol dan satu, komputer DNA yang mengkomputasi ATCG, asam nukleat yang empat itu. Kita sedang membicarakan penggabungan karbon dan silikon – kita sekarang, di hadapan kita, sudah melihat toko tubuh manusia, salah satu contohnya. Saat ini, tahun ini, kita bisa menciptakan hidung, telinga, kandung kemih, tulang, kulit, dan jaringan penyambung artifisial. Hari ini, semua itu bisa diproduksi di laboratorium. Dalam lima sepuluh tahun ke depan, kita mungkin akan berbicara tentang pembuatan <em>liver</em> (hati) artifisial pertama, menumbuhkannya dengan sel-sel tangkai (<em>stem cell</em>) di laboratorium, karena <em>liver</em> tidak terlalu rumit. Liver hanya tersusun dari beberapa jaringan dan sel. Dalam sepuluh dua puluh tahun, kita akan berbicara tentang toko tubuh manusia, kita akan mampu menciptakan organ-organ jika mereka rusak. Dan kita juga akan menemukan basis genetik penuaan. Kita telah menemukan lebih dari tujuh puluh gen yang mengendalikan proses penuaan manusia, yang mungkin sebenarnya ada ratusan. Kita telah memisahkan tujuh puluh gen dalam tubuh manusia, bukan tikus, bukan bari-bari, tujuh puluh gen yang terlibat dalam metabolisme manusia dan proses penuaan manusia. Jadi jika Anda membawa hal ini ke seratus dua ratus tahun di masa depan, di mana kita mungkin sudah menjadi tipe satu, kita barangkali mampu bermain-main dengan warisan genetik kita. Maka ketika kita pergi ke luar angkasa, kita akan mampu bermain-main dengan arsitektur kita lebih jauh, umpamanya dengan kemati-surian (<em>suspended animation</em>) dan jenis teknologi lain untuk membawa kita ke luar angkasa. Kemati-surian sekarang ini belum mungkin. Jika Anda memperhatikan ikan, beberapa ikan bisa membeku keras, dan kemudian mencair. Kita sekarang tahu kenapa itu terjadi. Darah mereka mengandung glukosa yang bertindak sebagai anti-pembekuan. Katak dan ikan tertentu bisa membeku keras di dalam es dan temperatur tubuh mereka sedikit di bawah pembekuan, tapi mereka memiliki anti-pembekuan sehingga tubuh mereka tidak membeku. Di masa depan kita mungkin akan mampu bermain-main dengan DNA kita sendiri untuk menciptakan anti-pembekuan di dalam DNA kita, sehingga kita bisa bertahan meski membeku keras. Tapi itu seratus dua ratus tahun lagi dari sekarang. Jadi, jawabannya adalah “ya”. Ketika masanya tiba kita bepergian ke luar angkasa, kita akan memiliki <em>nano-technology</em>, dan kekerasan luar angkasa – ketika kita benar-benar berjumpa dengan peradaban-peradaban di luar angkasa, mereka mungkin setengah komputer setengah organik. Pesawat ruang angkasa sendiri boleh jadi hidup. Freeman Dyson menulis tentang <em>astro-chicken</em>. <em>Astro-chicken</em> adalah pesawat roket yang dimodifikasi secara genetik yang memanfaatkan <em>chicken technology</em> untuk mereplikasi diri&#8230;..</p>
<p><strong>ST:</strong> &#8230;ini adalah organisme setengah hidup juga, ya.</p>
<p><strong>MK:</strong> Pesawat ruang angkasa itu sendiri kemungkinan setengah hidup.</p>
<p><strong>ST:</strong> Lalu adakah suatu alasan bagi peradaban original atau bentuk kehidupan original untuk pergi ke luar angkasa? Mengapa mereka tidak mengirimkan robot atau satelit saja?</p>
<p><strong>MK:</strong> Cara paling matematis, dan ini tidak selalu paling benar, cara paling efisien secara matematis adalah menjelajahi luar angkasa dengan satelit von Neumann yang bisa mereplikasi diri. Saya berpikir tentang virus, virus adalah molekul – di antara beberapa puluhan ribu atom, tapi ini molekul. Molekul akan menjajah seluruh tubuh manusia dalam satu minggu, memberi kita penyakit flu, dan ia melakukan ini dengan membajak mesin molekuler setiap sel. Akibatnya setiap sel memproduksi ratusan ribuan virus – begitulah cara paling efisien secara matematis dalam menjelajah galaksi, Anda harus memiliki sebuah bola (<em>sphere</em>) yang mengembang dengan kecepatan cahaya, bola yang terdiri dari satelit-satelit. Masing-masing satelit mendarat di sebuah bulan, menciptakan lebih banyak satelit yang meluncur dengan kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. Anda bisa memiliki bola triliunan satelit yang mengembang dengan kecepatan cahaya, yang mendarat di setiap bulan dan menciptakan lebih banyak salinan dirinya sendiri.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi ini juga adalah aspek yang menakutkan jika kita sekali lagi berpikir tentang Star Trek. Borg – peradaban intergalaksi tipe tiga – pada dasarnya berperilaku sama seperti virus.</p>
<p><strong>MK:</strong> Sekarang saya berasumsi bahwa makhluk berakal di luar angkasa, seandainya kita menjumpai mereka, mungkin keturunan predator. Alasannya begini; perhatikanlah planet Bumi – siapa yang lebih cerdas, binatang yang matanya di depan wajah atau binatang yang matanya di sisi wajah? Jika Anda seekor kelinci atau rusa, mata Anda berada di sisi wajah Anda, karena Anda memerlukan penglihatan 380 derajat untuk lari dari predator. Jika Anda seekor harimau, singa, musang, atau seorang pemburu, mata Anda berada di depan wajah Anda. Anda memiliki sepasang mata di depan wajah Anda karena Anda pemburu. Memburu artinya menyergap. Anda bisa membuat rencana, Anda mengetahui kebiasaan rusa dan binatang-binatang – Anda memiliki sifat <em>stealth</em> (ketersembunyian/ketersamaran). Anda tahu caranya menjadi tersembunyi, dan itu memerlukan teknologi tinggi di dalam otak.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi burung juga memiliki itu.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, tapi burung mungkin keturunan&#8230;.. – beberapa burung predator seperti elang memiliki penglihatan <em>bifocal</em> (jauh dan dekat) yang sangat fokus. Ikan hiu memiliki <em>binocular stereovision</em> (sepasang mata teropong) yang sangat fokus. Bukan hanya mamalia [yang berkarakter demikian]; dalam kerajaan binatang, biasanya organisme-organisme yang matanya di depan wajah merupakan predator dengan arsitektur syaraf lebih kompleks. Elang lebih kecil dari anjing karena alasan ini. Jadi terkait kepergian kita ke luar angkasa, ehmm&#8230; mereka (penghuninya) mungkin adalah keturunan predator. Namun, tak berarti bahwa mereka akan memakan kita, karena mereka tidak terbuat dari DNA yang sama, atau DNA-nya akan sangat jauh berbeda dari struktur sel kita. Jadi mungkin mereka takkan mampu mencerna protein kita. Kita, di planet Bumi kita, memiliki protein-protein yang sangat spesifik untuk dicerna, dan alien luar angkasa mungkin tidak memiliki protein-protein ini sehingga mereka tidak akan memakan kita. Namun, dalam pikiran kita, kita harus sadar bahwa mereka kemungkinan merupakan keturunan predator; kita harus ingat itu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Mungkin mereka juga khawatir mendarat di sini karena mereka melihat apa yang kita makan. Dari sudut pandang mereka, kita sering memakan famili terdekat kita&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Bagaimanapun, menurut sudut pandang pribadi saya adalah, karena mereka tipe satu dan bersifat planeter, mereka memiliki pakta perjanjian, mereka mengadakan negosiasi, mereka memiliki cara untuk membuang semua bentuk kebuasan dan keserakahan yang melambangkan kemunculan mereka dari rawa. Untuk keluar dari rawa, diperlukan banyak persaingan, dan itu berarti ada banyak kebuasan dalam rawa. Namun, setelah kita mencapai status tipe satu, akan menjadi kontraproduktif jika kita berperilaku buas dalam hubungan kita dengan suku lain, dengan spesies lain. Karena itu, pada saat mereka mencapai tipe dua, mereka akan melewati ribuan tahun untuk meniadakan semua keserakahan dan keganasan yang melambangkan asal-mula mereka dari rawa. Jadi, saya pikir mereka akan menghendaki perdamaian, karena mereka tidak hanya menghabiskan berabad-abad, mereka menghabiskan bermilenium-milenium, puluhan milenium, untuk mengatasi sebagian besar permasalahan mereka.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi pada dasarnya Anda mengatakan bahwa mereka yang telah mencapai tipe dua pasti cinta damai, sebaliknya [tidak demikian] bagi mereka yang belum mencapainya.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, tapi jika mereka menggunakan senjata pemusnah masal milik mereka untuk berperang di kalangan mereka, mereka pasti telah menghancurkan diri mereka sendiri. Namun, sekali lagi saya katakan, mereka sekarang telah benar-benar bersifat planeter. Mereka bisa berbicara satu sama lain dalam satu bahasa planeter, mereka bisa tertawa dalam satu lelucon planeter&#8230;</p>
<p><strong>ST:</strong> Secara teknis kita telah bisa melakukan itu&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> &#8230;hanya elit – hanya elit di Bumi yang bisa melakukan itu saat ini. Perhatikanlah kebangkitan bangsa-bangsa, kebangkitan bangsa-bangsa dilambangkan dengan kebangkitan para elit industrialis dan kapitalis yang menginginkan satu bahasa bersama, bea bersama, pajak bersama, perbatasan bersama, untuk menjalankan bisnis. Jadi, sedikit banyak, kebangkitan sebuah bangsa mengikuti kebangkitan kapitalisme. Sekarang kita punya bangsa-bangsa kapitalis, tapi bukan bangsa-bangsa modern. Mereka, pada dasarnya, adalah kerajaan feodal. Ada sebuah lelucon di Prancis, jika Anda bepergian di antara dua provinsi di Prancis, Anda harus mengubah mata uang dan pada waktu yang sama mengubah dialek. Kita tahu, tidak ada Prancis bersatu, tidak ada Prancis modern, tidak ada Inggris modern. Mata uang modern, bea modern, dan sistem pajak, adalah produk tambahan kapitalisme. Kini kita sedang memasuki sebuah sistem tipe satu di mana kita memiliki Uni Eropa. Kini semua pajak, dan mata uang dan bea bersama sedang dimodifikasi. Mengapa mereka melakukan itu? Untuk menghadapi NAFTA, karena NAFTA telah memiliki bahasa dan mata uang bersama, dan penurunan bea bersama. Jadi kita sedang melihat permulaan sistem ekonomi planeter, yang tidak setamak, tidak sebuas, ekonomi pada abad-abad lalu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi Anda mengesankan bahwa dengan memasuki luar angkasa dan berekspansi ke planet lain, maka pertumbuhan tak terbatas pada dasarnya adalah mungkin?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, karena Anda akan mendiami sistem bintang lain. Biar saya perjelas. Kita mungkin akan tetap di planet Bumi selama beberapa abad. Orang-orang bermimpi tentang membentuk Mars menjadi <em>terra</em> (area datar yang bisa diolah/dikembangkan-penj), tapi itu masih sangat jauh. Ada satu alasan, yaitu biaya; diperlukan puluhan ribu dolar, sepuluh sampai empat puluh ribu dolar, untuk meletakkan satu pon benda di orbit. Kita andaikan saja astronot John Glenn yang terbuat dari emas murni, astronot seharga emas murni. Seperti itulah biaya mengirim John Glenn ke luar angkasa. Sangat mahal! Itulah mengapa hanya orang Amerika, dan mungkin juga China, yang sekarang mampu mengalihkan sebagian aset nasional mereka untuk mengirim sesuatu ke orbit, yang membutuhkan banyak uang. Biaya itu dalam beberapa dekade ke depan mungkin tidak akan turun sangat banyak. Jadi saya pikir kita akan tetap di planet Bumi selama beberapa abad. Dan kita akan menghabiskan berabad-abad untuk mengatasi persaingan negara, sektarianisme, persaingan agama, dan saya menduga bahwa di luar angkasa sana mereka (penghuninya) juga memiliki permasalahan yang sama. Perjalanan luar angkasa juga sangat mahal untuk mereka. Dan pada saatnya kita berjumpa dengan mereka, mereka akan memiliki sifat cinta damai daripada kebuasan predator.</p>
<p><strong>ST:</strong> Dan mereka juga harus menemukan cara untuk hidup dengan sumber daya mereka yang terbatas serta permasalahan lainnya yang mereka miliki selama tinggal di planet mereka.</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar. [Seperti itulah mereka] sebelum menjadi tipe dua dan bersifat <em>stellar</em> (bintang), sedangkan dalam tipe dua, mereka bisa langsung mengkonsumsi energi dari matahari.</p>
<p><strong>ST:</strong> Itu adalah masalah kelangsungan hidup. Saya pikir keadaan itu, setidaknya, sama bahayanya dengan persaingan.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya. Ada masalah kelangsungan hidup, karena cepat atau lambat planet mereka akan melemah dan mereka masih belum memiliki [teknologi] perjalanan ruang angkasa yang cukup murah untuk memanfaatkan tenaga matahari. Mereka tidak punya <em>solar collector</em> (pengumpul tenaga solar-penj) raksasa yang bisa mendapatkan energi tak terbatas dari matahari dan mereka terkurung dalam satu planet sehingga muncul masalah di sana. Tipe satu masih sedikit tidak stabil. Tipe dua relatif stabil karena mereka memiliki energi tak terbatas dari matahari, sedangkan tipe satu relatif tidak stabil. Jadi pada saatnya kita berjumpa dengan mereka, kemungkinan mereka telah menjadi tipe tiga. Dan bahkan bisa saja lebih dari itu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Atas skenario apa Anda bisa membayangkan bahwa sebuah peradaban tipe tiga akan tertarik pada peradaban yang lebih rendah.</p>
<p><strong>MK:</strong> Saya pikir mereka akan tertarik pada kita karena mereka kelak memiliki sifat ingin tahu. Itulah yang melambangkan kebangkitan mereka dari rawa. Evolusi di bumi sepertinya tak seberapa, makhluk istimewa adalah makhluk yang berakal, yang ingin tahu tentang lingkungannya dan bisa menjelajah dan memanfaatkan lingkungan baru; jadi saya pikir mereka akan memiliki keingintahuan untuk menjelajah dan mengadakan kontak dengan peradaban tipe satu.</p>
<p><strong>PG:</strong> Dengan kata lain, jika kita memikirkan adanya peradaban tipe tiga dan mereka cinta damai, karena kalau tidak, mereka tidak akan menjadi tipe tiga, dan jika mereka ingin menjelajah planet lain, adalah cukup mungkin bahwa mereka akan memberi kita, sebagai peradaban barbar, suatu jenis peradaban yang lebih tinggi&#8230;..</p>
<p><strong>ST:</strong> Mungkin saja, tapi saya kira kita terlalu primitif bagi mereka untuk diajak bermain-main. Beberapa orang mengatakan mengapa mereka tidak menemui kita dan memberi kita suatu teknologi dan hal-hal semacamnya, iya kan? Jika Anda menemui semut-semut di sarang semut (<em>anthill</em>), apakah Anda memberi mereka manik-manik, apakah Anda memberi mereka obat, apakah Anda memberi mereka ilmu fisika nuklir? Anda akan bilang tidak. Semut tidak akan bisa memahaminya. Akan berbahaya bagi mereka untuk memiliki teknologi ini.</p>
<p><strong>PG:</strong> Tapi semut tidak paham dan bahkan tidak mampu membayangkan pemikiran tentang eksisnya sesuatu (makhluk) seperti kita, sementara Anda dan yang lain telah mampu membayangkan pemikiran bahwa peradaban tipe tiga itu eksis, dan bahkan kita sedang menyelidiki mereka. Jadi semestinya kita menarik perhatian mereka.</p>
<p><strong>MK:</strong> Memang menarik perhatian beberapa dari kita, tapi untuk orang awam – semut awam – itu pasti menakutkan. Jika semut-semut ini bertemu dengan Anda, hal pertama yang mereka lakukan adalah lari, benar kan, jadi saya pikir mereka tidak akan mampu mencerna teknologi ini, mereka tidak akan mampu memahaminya. Jadi, jika saya berpikir lagi dari sudut pandang mereka (peradaban tipe satu), mereka tidak memperoleh apa-apa dalam pembicaraan dengan tipe nol.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya. Tapi kita punya entomolog (pakar serangga). Maka semestinya ada entomolog tipe tiga.</p>
<p><strong>MK:</strong> (Tertawa) Ehmm, tapi mereka bisa mendapatkan informasi itu dari kita dengan men-scan kita dari bulan atau mereka mungkin juga memiliki pangkalan di Bumi. Siapa tahu? Mungkin mereka mempunyai monolith di Bumi.</p>
<p><strong>ST:</strong> Itu bisa Anda temukan pula dalam Star Trek; biasanya dari pangkalan-pangkalan tersamarkan di planet lain mereka mengamati peradaban buas.</p>
<p><strong>MK:</strong> Dan Anda mengamati karena tidak ingin menciptakan teror. Anda tidak ingin menimbulkan teror pada individu-individu ini, dan Anda tahu, kontak yang hendak Anda bangun akan sangat sangat spesifik. Anda tahu caranya mendapatkan informasi tertentu, Anda tahu caranya membangun kontak terbatas, tapi Anda tidak akan memberi mereka keunggulan teknologi global karena Anda tahu Anda bisa melakukan pengrusakan dengan teknologi ini, dan evolusi adalah teori yang sangat sangat bersifat persaingan. Maksud saya, kita punya aspek persaingan pada otak kita.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya. Benar sekali.</p>
<p><strong>MK:</strong> Dan jika Anda memberikan <em>ray gun</em> (senjata sinar) kepada manusia Cro-Magnon, mereka akan menyapu bersih Neandertal dalam hitungan minggu. Mereka akan tetap disapu bersih meski tanpa <em>ray gun</em>, jadi saya pikir adalah bahaya jika spesies yang sangat maju seperti itu memberikan senjata atau teknologi kepada spesies yang sangat sangat primitf, dan mereka akan menyelesaikan evolusi mereka dengan sangat sangat cepat dengan senjata itu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Mungkinkah mereka memiliki semacam etika kontak – seperti, lagi-lagi, dalam Star Trek?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ada kemungkinan.</p>
<p><strong>ST:</strong> Misalnya, Bumi dinyatakan sebagai area dilindungi, atau sepanjang status tipe satu belum tercapai, planet ini benar-benar di bawah perlindungan dan tidak boleh disentuh?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, kita bisa berspekulasi demikian. Tapi, mungkin area-area tertentu akan dibiarkan tidak dieksplorasi oleh mereka. Area-area tertentu yang tidak berharga untuk dieksplorasi, tak menimbulkan minat peradaban tipe satu, dan begitu banyak planet di galaksi yang kita anggap eksis, dan semuanya harus dikunjungi satu persatu. Jadi saya kira akan memerlukan waktu lama sebelum segala macam kontak dilakukan dan sekalipun suatu kontak telah dilakukan, mereka ingin meminimalkannya. Kita belum menjadi tipe satu. Sekali Anda menjadi tipe satu, Anda akan benar-benar memanfaatkan gagasan, pemikiran, dan kreatifitas puluhan miliar penghuni berpendidikan, daripada sekarang memiliki seorang elit yang memerintah sebagian besar masyarakat yang bodoh.</p>
<p><strong>PG:</strong> Pertanyaan lain. Tidak bisakah kita melihatnya jika memang di luar sana ada peradaban tipe tiga, mungkin mereka peradaban galaktik dan bisa mengontrol energi galaksi; jika kita memandang ke langit dan melihat semua galaksi, tidak bisakah kita mengenali sebuah galaksi yang tidak seperti yang lain yang&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm kami sudah memikirkan itu. Maksud saya, beberapa astronom telah mencatat bahwa ketika kita memandang ke luar angkasa, semua galaksi terlihat sama. Anda tidak melihat adanya sisa kehidupan. Sementara untuk memindahkan sesuatu di galaksi, sehingga kita bisa melihat mereka dari jauh, cukup sulit. Jika Anda memotret Bumi dengan menggunakan satelit-satelit kita, Anda akan temukan, sebagian besar satelit memperlihatkan bahwa di Bumi tidak ada kehidupan. Ini cukup menarik, tapi satelit Galileo mampu memperlihatkan bahwa ada kehidupan di Bumi.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi ia dirancang untuk menemukan seluruh sidik jari, untuk menemukan jejak gas dan segala hal.</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar. Cukup sulit untuk melihat adanya kehidupan di Bumi.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi kita sedang mencari apa yang sebenarnya kita selidiki. Maksud saya, kita tahu apa yang kita cari.</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar.</p>
<p><strong>ST:</strong> Sekarang kita tahu seperti apa tanda-tanda kehidupan, sehingga ketika kelak kita men-scan planet-planet <em>extrasolar</em> (di luar solar/tata surya kita-penj) dengan Darwin Project atau dengan sistem lain yang muncul di pertengahan abad, kita akan mencari ozon, kita akan mencari oksigen, kita akan mencari uap air dan jejak gas lain yang menjadi pertanda kehidupan.</p>
<p><strong>MK:</strong> Untuk tipe nol, ya? Ketika kita telah menjadi tipe satu, kita tidak lagi punya unsur kimia hidrokarbon.</p>
<p><strong>ST:</strong> Kita masih punya ozon di atmosfer, saya kira – saya harap.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, untuk melindungi diri Anda. Tapi sekali lagi – jika Anda berada di tempat seperti bulan Europa, Anda bisa memiliki peradaban di sana tanpa karakteristik ini&#8230;.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi lagi-lagi kita tetap mencari sendiri?</p>
<p>MK: Benar. Di Europa (BulanYupiter), Anda temukan contoh lubang-lubang gunung berapi (<em>volcano vent</em>). Lubang-lubang gunung berapi bisa memberi Anda energi tanpa cahaya matahari. Mungkin dahulu kita bermula seperti itu. Jika Anda memikirkannya, cahaya matahari sangat penting bagi eksistensi kita, di mana semua mesin kita, mesin molekuler, dijalankan oleh cahaya matahari. Namun mungkin juga kita tidak bermula dengan cara itu. Kita mungkin bermula di dekat lubang-lubang gunung berapi, tidak bergantung kepada cahaya matahari. Unsur kimia kita mungkin didasarkan pada lubang-lubang gunung berapi dan itulah yang kita temukan di Europa. Kita menemukan sebuah lautan di bawah lapisan es. Kita menemukan lubang gunung berapi, mungkin kemudian kehidupan, yang berawal dari ikan. Ikan tanpa mata, ikan tanpa astronomi, tapi ikan yang mungkin memiliki suatu industri yang eksis di bawah lapisan es Europa dengan arsitektur yang sama sekali berbeda. Awalnya mereka tidak akan memiliki pesawat ruang angkasa karena mereka tidak tahu tentang eksistensi bintang-bintang, kecuali bintang laut.</p>
<p><strong>ST:</strong> Betul. <em>Jadi bagaimana seharusnya kita mencari peradaban-peradaban lain di alam semesta?</em></p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm, tentu saja kita sendiri harus mencarinya, karena bagaimana lagi kita melakukannya? Bagaimanapun, kita harus mencari unsur kimia yang kaya, dan sejauh ini, unsur kimia yang kaya yang kita ketahui adalah yang berbasis karbon. Karbon memiliki empat ikatan. Dan, Anda tahu, silikon memiliki empat ikatan, tapi tidak kaya. Kita harus mencari unsur kimia berbasis karbon, dan kita harus mencari sumber energi. Untuk menciptakan kehidupan, Anda perlu energi, Anda harus punya stabilitas, Anda harus punya kompleksitas. Energi berasal dari matahari; Anda perlu stabilitas karena Anda berada di atas sebuah planet sirkular di Goldilock Zone, Anda perlu kompleksitas karena karbon dengan empat ikatannya. Selain daripada itu, segalanya bisa benar-benar terjadi.</p>
<p><strong>ST:</strong> Terkait dengan Teori Daniken, ada juga pencarian artefak-artefak <em>extra-terrestrial</em>. Anda menyebutkan kemungkinan pangkalan di bulan, contohnya – sebagai pemikiran yang sangat hipotetis. Jika seseorang hendak mencari artefak <em>extra-terrestrial</em> di sistem solar, menurut Anda, apa yang seharusnya ia cari di sana?</p>
<p><strong>MK:</strong> Pertama-tama kita bukan harus mencari teknologi tipe nol. Kita harus mencari teknologi tipe tiga di Bumi, contohnya, <em>nano technology</em>. Banyak dari teori-teori mengenai <em>extra-terrestrial intelligence</em> ini dirumuskan pada tahun 30-an dan 40-an sebelum munculnya teknologi nano. Sekarang dengan teknologi nano, kita bisa me-miniatur-kan barang-barang, membuat barang-barang menjadi super kuat pada level molekuler dengan <em>carbon nano tube</em>, mungkin kita bisa membuat mesin atom, membuat laboratorium atom yang seukuran atom. Ketika Kubrik mengerjakan filmnya, ia menggunakan monolith setinggi lima belas kaki atau lebih. Sekarang, itu tidak <em>harus</em> setinggi lima belas kaki!</p>
<p><strong>ST:</strong> Mungkin tidak akan terlihat.</p>
<p><strong>MK:</strong> Bisa sekecil kotak roti. Hanya perlu memiliki simpanan informasi untuk mereplikasi diri dan memulai proses pencarian emisi tipe satu, mempelajari peradaban tipe satu, dan mereka bisa saja ada di Bumi. Tentu saja di Bumi terdapat lebih banyak erosi sehingga mereka kemungkinan tidak bisa bertahan lama. Di bulan mereka dapat bertahan selama miliaran tahun, tapi, Anda tahu, Bumi memiliki unsur karbon yang kaya. Jadi, terlepas dari pemikiran Anda tentang Bumi, Anda akan berpikir bahwa Bumi akan menjadi sebuah laboratorium untuk memulai bentuk kehidupan baru. Jika Anda adalah bentuk makhluk berakal yang mengunjungi sistem solar kami sebelum kedatangan manusia dan Anda melihat dinosaurus berjalan di muka Bumi, Anda bisa bilang pada diri Anda, “ehmm yeah, beri cukup waktu”, mungkin Anda mendapatkan dinosaurus cerdas. Lalu mengapa tidak mendaratkan satelit di sana? Mengapa tidak mendaratkan satelit dan membangun koloni, Anda tahu, cukup mendirikannya dan menginvestigasi semua hal lalu menunggu. Cukup menunggu. Dan, sekali lagi, makhluk-makhluk ini kemungkinan <em>semi-computerized</em>. Anda tahu, sebagian dari akal mereka mungkin adalah mesin. Jika kita bertemu dengan salah satu makhluk ini, mereka akan terlihat agak aneh menurut kita, karena kita berasumsi itu adalah teknologi tipe nol yang dipaksakan pada tipe nol. Teknologi tipe tiga akan menggunakan <em>nano technology</em>. Ini kemungkinan adalah penggabungan karbon dan silikon. Kemungkinan setengah hidup – jika Anda tinggalkan objek tersebut di belakang satelit, ia akan setengah hidup, ia akan di-miniatur-mikro-kan (<em>micro-miniaturized</em>) pada skala yang fantastis.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi jika saya pikir-pikir, teknologi ini bisa dipahami oleh kita sekalipun yang bukan tipe satu.</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi mungkin dalam kenyataannya, kita memang harus mengharapkan sesuatu yang bahkan tidak bisa kita bayangkan sedikit pun&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Bahkan mungkin yang tidak bisa dipahami sekalipun. Benar. Ingat, sebagaimana Anda katakan, teori-teori kita didasarkan pada pemikiran yang diproyeksikan di zaman sekarang.</p>
<p><strong>ST:</strong> Dan itu berubah secara dramatis hanya dalam tiga puluh tahun terakhir.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>. Hanya dalam periode sesingkat itu. Kita tidak lagi melihat model UFO tahun tiga puluhan atau empat puluhan. Kita melihat kemungkinan transportasi dimensi yang menembus dimensi meski tanpa pesawat ruang angkasa, contohnya. Kita mencari kemungkinan <em>micro-miniaturization</em> dan penggabungan karbon-silikon. Lima puluh tahun dari sekarang (tertawa). Itulah alasannya saya mendalami hukum fisika. Hukum fisika tidak berubah sebanyak itu. Butuh tiga ratus tahun bagi Einstein untuk mengganti Newton dan sekarang String Theory sedang berjalan tapi String Theory merupakan perluasan Quantum Theory, perluasan Teori Einstein. Jadi kita pikir hukum fisika akan tetap layak untuk ribuan tahun. Hukum biologi dan hukum sains komputer akan berubah sangat cepat. Tapi meski dalam waktu singkat kita menguasai ilmu biologi dan komputer, kita telah benar-benar percaya bahwa perjumpaan dengan makhluk luar angkasa nanti akan cukup berbeda dari perjumpaan pada tahun 1950-an atau 1940-an. (<em>Seekor burung hitam terbang turun naik di luar jendela kantor Erick V. Daniken</em>). Ada seekor burung yang sedang mencoba membangun kontak dengan kita, benar kan?</p>
<p><strong>ST:</strong> (Tertawa) mungkin itu robot alien&#8230;.</p>
<p><strong>MK:</strong> &#8230;..ia tidak bisa membayangkan adanya kaca. Mereka tidak bisa membayangkan ada sesuatu yang seperti kaca, sehingga mereka menabrak benda-benda. Anda tahu ada benda lain yang seperti kaca&#8230;. Anda benar, kita tahu tidak ada yang lain. Itulah kenapa saya menjadi fisikawan dan itulah kenapa saya berpikir bahwa dari sudut pandang fisika, hukum fisika tidak akan berubah dalam seribuan tahun ke depan sampai kita menemukan lapisan baru dalam fisika.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi Anda tidak tahu sebenarnya seberapa besar porsi pengetahuan kita saat ini. Maksud saya, pengetahuan yang Anda ketahui saat ini mungkin ternyata hanya bintik kecil dari model yang jauh lebih besar.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>. Namun kita pikir, tidak semua orang, ada satu Final Theory. Saya kira sekarang kita sangat dekat dengan Final Theory. Contohnya biologi – ketika akhirnya DNA terungkap, itu merupakan final theory. Mulai sekarang, semua riset dalam biologi berbasiskan DNA.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi Anda sedang menjelaskan alam realitas.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>, saya menginginkan DNA realitas. Benar. Ini yang kita inginkan – kode kosmik, yang dalam biologi telah ditemukan. Ahli biologi telah memiliki kode kosmik mereka sendiri. Kita sedang mencari DNA alam semesta, kode genetik yang membuat alam semesta kita tercipta.</p>
<p><strong>ST:</strong> Dan kemudian segalanya akan menjadi fisika terapan?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm, lihat saja biologi. Biologi adalah DNA terapan. Dan lihat juga kimia. Kimia tak lain adalah fisika atom terapan dan fisika atom adalah fisika nuklir terapan. Dan fisika nuklir terapan adalah, kami pikir, String Theory terapan. String Theory sendiri, kami pikir, adalah DNA dari semua teori. Saya kira, kita tidak bisa membuktikannya, tapi semua indikasi menunjukkan bahwa ini merupakan <em>final theory</em>.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya, bukti merupakan masalah kita yang lain. Anda menyebutkan beberapa cara bagaimana ini bisa dibuktikan secara tidak langsung&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya. Satelit WMAP (Wilkinson Microwave Anisotropy Probe) pada Februari tahun ini mengambil gambar bayi alam semesta yang bertanggal 379.000 tahun setelah permulaan penciptaan. Ini memberi kita gambaran Big Bang paling detail, gambar-gambar setelah ledakan Big Bang. Lima belas tahun mendatang kita akan meluncurkan LISA (Laser Interferometry Space Antenna) ke luar angkasa. Tiga satelit yang akan mendeteksi gelombang gravitasi. Ini bukan gelombang udara (<em>shockwave</em>) setelah goncangan tapi gelombang udara sungguhan (dari Big Bang). Kita akan memotretnya dengan satelit-satelit kita lima belas tahun mendatang. Kita telah diberi persetujuan awal dari NASA, tiga satelit yang mengorbit membentuk segitiga yang dihubungkan oleh sinar laser saat mereka beredar di luar angkasa. Gelombang yang menyentuh ketiga sinar laser ini akan menggoncangkan mereka, membuat mereka mengalami fase yang berbeda-beda. Dan kita akan mampu mendeteksi black hole, bintang neutron, dan supernova di luar angkasa, serta penciptaan itu sendiri yang hingga kini masih bergema di seluruh alam semesta. Ini seharusnya menyelesaikan teori kita. Kita seharusnya bisa mendapat informasi penting. Orang-orang mengatakan Anda tidak bisa menguji String Theory karena kita tidak memiliki <em>atom smasher</em> (pemecah atom) seukuran galaksi. Kita punya sesuatu yang lebih hebat dari itu. Kita punya atom smasher seukuran alam semesta. Jika Big Bang itu sendiri adalah <em>atom smasher</em>, ia telah memecah banyak atom ketika alam semesta tercipta. Sementara gelombang udara gravitasi, kita akan memotretnya, berasal dari sepertriliun detik Big Bang, bukan 379.000 tahun setelah Big Bang. Ini seharusnya menjelaskan teori inflasi yang merupakan teori dominan dalam kosmologi; lebih dari itu, ini juga seharusnya memberi kita firasat mengenai String Theory.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi Anda masih sedang menanti masa-masa yang mengasyikkan.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>, ini adalah masa yang hebat untuk menjadi seorang fisikawan&#8230;.</p>
<p><strong>ST:</strong> Saya bisa merasakan itu.</p>
<p><strong>MK:</strong> Karena sekarang kita tidak sekedar membual bahwa seharusnya ada sebuah <em>unified field theory</em>; kita benar-benar punya itu sekarang. Kita hanya harus membuktikan bahwa ini <em>memang</em> Unified Field Theory. Ini memaksa kita untuk berhadapan dengan hal-hal seperti <em>worm hole</em>, mesin waktu, dan <em>higher dimension</em> (dimensi yang lebih tinggi), yang biasanya tidak ingin kita pikirkan, tapi sekarang terpaksa kita harus berhadapan dengan ini, dan di sisi lain galaksi, makhluk berakalnya juga pasti akan mengalami hal yang sama. Mereka juga akan memecah atom, mereka juga akan mengerti bahwa ada sebuah <em>unifeid field theory</em> yang mendasari semua kedudukan fundamental dan mereka mengalami hal yang sama dengan kita. Dan mungkin jika mereka berada seratus ribu tahunan di depan kita, mereka menggunakan ini sebagai arena bermain aktivitas mereka. Dan satu hal lagi, kita tahu dari satelit WMAP bahwa alam semesta itu sedang berakselerasi dan ia mungkin akan mati dalam <em>big freeze</em> triliunan tahun dari sekarang. Pada titik tersebut, saya pikir kita semestinya meninggalkan alam semesta. Setiap makhluk berakal yang maju harus mempetimbangkan opsi meninggalkan alam semesta secara serius dan pergi menuju alam semesta yang lebih hangat.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi saya berasumsi jika Planck Energy bisa dimanfaatkan, maka hal ini bisa diulur untuk waktu yang sangat lama?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm, perluasan alam semesta sepertinya terus meningkat. Dan miliaran tahun dari sekarang, ia bisa sangat dingin sehingga kita mungkin harus meninggalkan alam semesta ini, kita mungkin harus membuat sekoci penolong (<em>lifeboat</em>) untuk pergi ke alam semesta lain. Itu adalah tema dalam buku saya berikutnya.</p>
<p><strong>ST:</strong> Barangkali kita bisa menciptakannya sendiri.</p>
<p><strong>MK:</strong> O iya. Itulah yang disebutkan Allan Guth, bapak Inflationary Theory; suatu saat di masa depan dia mungkin akan memenangkan Hadiah Nobel. Dia secara aktif menulis tentang bayi alam semesta. Dia menyebutnya puteri alam semesta. Apa yang dibutuhkan untuk menciptakan alam semesta lain? Tentu saja temperaturnya setriliun triliun derajat celsius, tapi sekali lagi, kita bisa membayangkan bahwa sebuah teknologi maju pasti dapat menghasilkan setriliun triliun derajat celsius. Sinar laser contohnya. Ia kemungkinan mampu menciptakan sinar laser super yang mengkonsentrasikan cukup energi sehingga alam semesta virtual menjadi riil. Seperti di laboratorium, kita bisa memperoleh elektron virtual dan membuatnya menjadi riil. Sinar laser super mungkin mampu membuat alam semesta virtual dan menjadikannya riil.</p>
<p><strong>ST:</strong> Terkait Big Freeze – mungkin Anda pernah membaca atau setidaknya mendengar buku Freeman Dyson, <em>Time Without End</em>?</p>
<p><strong>MK:</strong> Tidak, apa itu buku baru?</p>
<p><strong>ST:</strong> Sudah lama – tahun tujuh puluhan –, dalam buku itu ia menyatakan, kebanyakan secara termodinamis, bahwa [proses termodinamika] akan sangat dingin tapi tidak akan pernah menyentuh level nol mutlak, dengan demikian setiap proses akan sangat lambat tapi tidak akan pernah benar-benar berhenti.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ia mungkin saja keliru. Ada sebuah artikel yang diterbitkan dalam Scientific American sekitar dua tahun lalu, karangan Lawrence Kraus, yang menyatakan bahwa Freeman Dyson mungkin keliru. Bagaimanapun, ia keliru karena adanya celah. Kita sekarang percaya bahwa ada sebuah konstanta kosmologis di alam semesta. <em>Dark energy</em>.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi itu diajukan kembali!</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar, diajukan kembali, diperkenalkan pada tahun 1960, namun sebenarnya pertama kali muncul pada tahun 1917; jika ada suatu <em>dark energy</em> maka seharusnya ada <em>floor</em> (level terendah). Ada suatu <em>floor</em> minimum dan Anda tak bisa hidup di bawah <em>floor</em> tersebut, dan oleh sebab itu, ketika alam semesta terus mendingin dan mencapai <em>floor</em>-nya, maka semua mesin akan berhenti. Pemrosesan informasi akan mustahil. Pemrosesan informasi hanya mungkin terjadi jika Anda mempunyai perbedaan temperatur. Jika delta T (perbedaan temperatur) nol maka proses informasi menjadi nol. Kehidupan bisa didefinisikan sebagai pemrosesan informasi, oleh karena itu, ketika kita mencapai <em>floor</em> (yaitu <em>dark energy</em>), semua pemrosesan informasi akan berhenti.</p>
<p><strong>ST:</strong> Anda benar – lagipula Freeman tidak punya suatu konstanta kosmologis.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ia tidak punya? Benar juga. Itu baru diperkenalkan tiga sampai lima tahun terakhir.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya bukunya terbit tahun tujuh puluhan. Meski demikian, menurut saya tampak meyakinkan.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>, tampak meyakinkan. Benar.</p>
<p><strong>PG:</strong> Tadi Anda bicara tentang buku Anda di masa mendatang. Ada beberapa mahasiswa peneliti di AAS dan barangkali Anda bisa memberi mereka suatu nasehat bagaimana mengerjakan tema ini, mungkin sangat menarik, haruskah mereka mempelajari fisika atau haruskah mereka menghubungi Anda atau apa yang harus mereka lakukan? Bisakah Anda memberi nasehat?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm, saya pikir sains itu semacam membangun sebuah rumah. Pertama-tama Anda harus punya fondasi yang kokoh dan riil. Semakin kokoh fondasinya, semakin baik rumah yang Anda bangun. Kemudian Anda harus menjadi seorang arsitek agar mampu membuat ruangan, jendela, dan hal-hal semacamnya. Kemudian Anda harus menjadi seorang seniman. Anda harus menjadi seniman untuk memastikan bahwa rumah itu terlihat indah dan bagus. Jadi jika kita ingin menjadi seorang ilmuwan, pertama kita harus memahami landasan riil-nya. Kita harus memahami Quantum Theory. Anda harus memahami Relativitas. Anda harus memahami teknologi DNA, memiliki fondasi riil. Kemudian Anda harus membangun ruangan, Anda harus mampu berspekulasi, Anda harus mampu bermimpi tentang sebuah rumah, dan pada akhirnya Anda harus menjadi seorang seniman. Anda harus kreatif. Anda harus menjadi cahaya wawasan dan imajinasi, yang tidak bisa diajarkan dalam buku, tidak bisa dipelajari, dan itulah ciri-ciri ilmuwan besar. Banyak ilmuwan bisa membangun fondasi dan ruangan, tapi untuk menjadi ilmuwan besar Anda harus menjadi seniman. Dan begitulah dulu Einstein. Pada dasarnya ia adalah seorang seniman yang bisa menciptakan sesuatu dari bukan sesuatu. Sama dengan Isaac Newton. Kita harus bermimpi. Kita harus bermimpi, semakin kokoh fondasinya semakin banyak kita bisa bermimpi. Jadi saya pikir kita harus memiliki dasar, Anda tahu, dalam fisika, biologi, kimia – semakin banyak dasar yang kita miliki semakin banyak kita bisa bermimpi.</p>
<p><strong>PG:</strong> Oke. Terima kasih.</p>
<p><strong>ST:</strong> Satu spekulasi lagi mengenai alien pengunjung.</p>
<p><strong>MK:</strong> Baiklah.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ini yang terakhir. Kita berada pada titik sejarah yang mengasyikkan dalam kemanusiaan. Tanda-tandanya, semoga saja sebuah peradaban global yang damai akan terbentuk – atau mari kita katakan bahwa kita berada pada ambang batas sesuatu dan kita tidak cukup tahu akan seperti apa itu. Tidak mungkinkah, sebagaimana spekulasi sains fiksi sekarang, bahwa hanya akan ada sangat sedikit planet di galaksi ketika sebuah peradaban mencapai titik evolusi yang sangat spesifik ini, dan bahwa ini sangat menarik peradaban tipe tiga sehingga bisa menjadi alasan mengapa mereka mempelajarinya atau mungkin – lagi-lagi hanya spekulasi – mendukungnya, mengadakan kontak dengannya, dan membantunya menghindari kesalahan besar berupa penghancuran diri sendiri.</p>
<p><strong>MK:</strong> Itu mungkin saja. Film “2001”, sedikit banyak, didasarkan pada ide bahwa sebuah peradaban yang lebih maju, seperti tipe satu, akan sangat menarik. Dan itulah mengapa dalam film tersebut ada sebuah adegan di mana para astronot menyentuh obelisk, dan kemudian muncul bunyi. Ingat ada bunyi? Bunyi itu adalah pesan, suatu jam alarm yang mengatakan kami telah tiba. Hal ini selalu mungkin karena bahkan dalam film tersebut, mereka memiliki monolith yang muncul di depan kera-kera. Jadi ada sebuah situasi di mana peradaban alien sebetulnya membantu evolusi planet Bumi dan mereka menunggu. Mereka menunggu kita menjadi tipe satu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Saya berasumsi, waktu tidak berpengaruh pada mereka.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>, ini memang mungkin saja. Lagi-lagi, kita berspekulasi.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tentu saja.</p>
<p><strong>MK:</strong> Anda tahu, kita sedang berspekulasi dan mencoba memperhitungkan kemungkinan dari pemahaman evolusi tipe nol kita sendiri, pemahaman hukum fisika; mereka mungkin saja ingin membantu kita sedikit, tapi menurut saya bahaya juga jika terlalu banyak teknologi mereka yang hadir di luar sana, itu akan melebihi daya serap kita. Maksud saya, lihat saja bom atom. Bom atom adalah konsekuensi dari perang tahun 1930-an. Tapi peradaban kita, bahkan hingga hari ini, tidak siap mengurus bom atom dan itulah mengapa kita punya masalah proliferasi nuklir. Pikirkan tentang bom atom yang kita ciptakan sendiri sebagai suatu teknologi dan memakan waktu lama dan sulit untuk mengontrolnya. Jika mereka ingin memberikan beberapa teknologi mereka kepada kita dalam skala besar, itu dapat benar-benar membawa pada penghancuran diri sendiri. Tapi tak berarti bahwa mereka tidak akan membantu kita atau mendirikan suatu pangkalan, membangun kontak dengan kita. Anda tahu, [mereka akan] sedikit bekerja dengan kita, dan saya pikir mereka tidak akan memberi kita keunggulan teknologi mereka, itu terlalu berbahaya. Kita masih memiliki pikiran buas. Otak kita identik dengan pikiran orang-orang yang meninggalkan Afrika seratus ribuan tahun yang lalu. Bukti DNA, bukti fosil, mengindikasikan bahwa kita meninggalkan Afrika seratus ribuan tahun lalu sebagai manusia modern, manusia yang terlihat persis seperti kita. Tapi otak kita belum berubah. Masih buas, masih serakah, masih kejam. Tidak ada yang berubah, sungguh.</p>
<p><strong>ST:</strong> Memang tidak. Secara biologis, kita masih berada di Zaman Batu dan kita adalah manusia gua.</p>
<p><strong>MK:</strong> Jika Anda ambil contoh sekumpulan pekemah dan tiba-tiba mereka semua kehilangan kontak, karena ada badai salju, lalu mereka tersesat di hutan belantara, maka mereka akan segera kembali pada kebuasan yang sama seperti pada seratus ribuan tahun lalu, kembali pada struktur hirarkis yang sama. Segala hal yang kita tinggalkan seratus ribuan tahun lalu sebenarnya hanya tertinggal kemarin jika Anda tersesat di pegunungan dan memiliki cadangan makanan terbatas. Jadi, sekali lagi, bisa sangat berbahaya bagi tipe tiga untuk memberi kita manfaat teknologi mereka secara penuh, tapi tak ada alasan untuk tidak mengadakan kontak dengan kita, berinteraksi dengan kita; mungkin mereka memberi kita sesuatu, namun kemudian membiarkan kita sendirian, disebabkan fakta bahwa itu sangat berbahaya. Dan jika kita membangun kontak dengan menggunakan teknologi mereka, itu akan terasa seperti hadiah dari dewa. Seperti dikatakan Arthur C. Clarke, teknologi yang cukup maju tidak bisa dibedakan dari <em>magic</em>.</p>
<p>ST: Ini juga bagian dari teori Daniken – itulah mengapa ia mengatakan bahwa seandainya dahulu ada kontak, maka pengontak itu atau alien itu atau siapapun itu pasti dipersepsikan sebagai dewa oleh penduduk Bumi.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>. Tak diragukan lagi bahwa hal-hal sederhana sekalipun – misalnya radio, geretan, cermin, dan benda lain yang menjadi bagian hidup sehari-hari, pasti dianggap sebagai hadiah dari dewa menurut perspektif mereka.</p>
<p><strong>ST:</strong> Sangat menarik. Sungguh.</p>
<p><strong>MK:</strong> Terima kasih.</p>
<p><strong>PF:</strong> (Terkait burung tadi yang terbang di luar jendela) Apa yang akan dipikirkan seekor burung jika ia melihat enam orang sedang duduk di udara, mungkin [ia menganggap mereka] peradaban tipe lima atau&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> &#8230;..Jika ada manusia sedang melayang di udara?</p>
<p><strong>PF:</strong> Tentang burung tadi itu. Jika ia melihat kita.</p>
<p><strong>MK:</strong> Apa yang ia lihat, begitu?</p>
<p>PF: Maka apa yang ia pikirkan?</p>
<p><strong>MK:</strong> Burung yang besar. Benar tidak?</p>
<p><strong>ST:</strong> (Tertawa) Tanpa sayap.</p>
<p><strong>MK:</strong> Kalau mereka tipe min satu; “Oh, ini adalah peradaban tipe min satu!” Burungnya besar segalanya besar. Begitukah? Tidak. Bill Gates pernah menulis sebuah buku berjudul “<em>The Road Ahead</em>”. Dia mencoba memprediksi masa depan di tahun 1995, dan ternyata buku itu sepenuhnya salah. Dia mengatakan bahwa kita akan memiliki PC yang besar. PC di mana-mana. Di sini, di sana, benar (tertawa). Buku itu sepenuhnya salah! (Sekarang ada) internet, <em>micro-miniaturization</em>, dan di masa depan PC akan lenyap&#8230;&#8230;</p>
<p><strong>ST:</strong> Itu tahun 1995?</p>
<p><strong>MK:</strong> Tahun 1995. <em>The Road Ahead</em>. Ditulis sebelum revolusi Internet benar-benar terjadi, dan dia berbicara tentang PC <em>stand alone</em> yang ada di mana-mana, PC <em>super powerful</em>. Itu bukan masa depan. Masa depan adalah ketika komputer lenyap di mana-mana, bukan begitu? Itulah mengapa meramalkan kemungkinan selalu berbahaya. Itulah mengapa menggunakan hukum fisika itu sedikit memudahkan kita, karena fisika tidak berubah dengan sangat cepat, sementara hukum sains komputer berubah sepanjang waktu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Saya juga ingin bertanya, apa yang Anda pikirkan mengenai <em>problem of complexity</em> (masalah kompleksitas)? Kita memahami prinsip fundamental alam semesta – atau, paling tidak, mulai memahaminya – tapi seringkali kita tidak memahami <em>complex system</em> (sistem kompleks) dengan sangat baik. Kita tidak sanggup memprediksikannya. Kita berakhir dalam Chaos Theory.</p>
<p><strong>MK:</strong> Chaos Theory hampir tidak memberikan kita apa-apa.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya, benar. Contohnya&#8230;?</p>
<p><strong>MK:</strong> Contohnya cuaca – Chaos Theory ditemukan untuk membantu kita memahami cuaca dengan <em>butterfly effect</em>. Teori ini sangat bagus, tapi <em>butterfly</em> yang mana yang mempengaruhi cuaca, kapan <em>butterfly</em> mempengaruhi cuaca, benar kan? Teori ini tidak memiliki kemampuan meramal [cuaca].</p>
<p><strong>ST:</strong> Tentu saja.</p>
<p><strong>MK:</strong> Dalam beberapa hal, otak boleh jadi merupakan hasil dari kompleksitas. Jika Anda memperhatikan jumlah gen, hanya ada tiga puluh ribu gen yang menyusun manusia. Sementara ada ratusan miliar <em>neuron</em> (sel syaraf) dalam otak manusia. Ratusan miliar. Masing-masing <em>neuron</em> terhubung dengan puluhan ribu <em>neuron</em> lainnya. Jadi bagaimana tiga puluh ribu gen tersebut bisa meng-<em>encode</em> informasi dari ratusan ribu <em>neuron</em>, sementara masing-masing <em>neuron</em> terhubung dengan puluhan ribu <em>neuron</em> lainnya? Ini mustahil! Secara matematis, ini mustahil. Satu-satunya cara untuk melakukan itu adalah <em>self-organization</em>, yaitu masing-masing <em>neuron</em> memiliki semacam <em>blueprint</em>, kode-kode tertentu yang tumbuh dalam arah tertentu di mana kekuatan kimiawi tertentu lebih besar. Begitulah masing-masing <em>neuron</em> tumbuh, tapi pada dasarnya <em>random</em>. Jadi, sebagian besar, otak merupakan <em>self-organized system</em> (sistem yang mengatur sendiri) dengan program yang sangat sangat sederhana, seperti sebuah <em>automaton</em> (mesin yang bergerak otomatis-penj) sel; hal ini menjelaskan bagaimana setiap <em>neuron</em> tumbuh. Selebihnya, hanya itu. Sekali Anda menghubungkannya, maka Anda mendapatkan bayi [berperilaku seperti bayi]. Bayi harus belajar bagaimana bertemu dengan banyak hal. Jadi ini adalah sebuah contoh di mana Complexity Theory menunjukkan pada kita bahwa kita mungkin memahami otak dari arah yang salah. Otak bukan komputer. Otak bukan Turing Machine. Ia tidak melakukan input, ataupun output; tidak ada CPU, tidak ada bagian-bagian yang terpisah, tidak ada chip Pentium. Otak kita bukan komputer. Ia adalah jaringan syaraf; jadi ini adalah situasi di mana Anda tidak bisa meramalkan kemungkinan atas dasar masa lalu, Anda harus mengandalkan pengertian yang kita peroleh dari Chaos Theory bahwa kesadaran dalam otak manusia pun adalah hasil sambilan Chaos Theory. [Chaos Theory] itu tidak membantu kita menjelaskan hal ini, tapi membantu kita memahami bahwa kita kemungkinan berjalan dalam arah yang salah. Dan sekarang Neural Network Theory sedang turun, karena kita sekarang punya pendekatan berbeda terhadap kecerdasan (<em>intelligence</em>). Kita memandangnya secara <em>bottom up</em>, tidak lagi <em>top down</em>. 99 persen kecerdasan artifisial termasuk dalam <em>top down</em>. Top down. Saya menginginkan CD Rom dengan semua kaidah kecerdasan; saya memasukkannya (kecerdasan artifisial) ke dalam CD Rom tersebut, lalu komputer mengatakan ‘<em>I think</em>’ (saya pikir). <em>I am conscious</em> (saya sadar). <em>I understand</em> (saya paham). Kemudian Anda keluarkan CD Rom, maka ia kembali menjadi komputer yang bodoh. Impian itu telah lenyap. Kita tak lagi percaya pada pendekatan <em>top down</em>. Pendekatan kita sekarang adalah <em>bottom up</em>. Dimulai dengan sekumpulan <em>neuron</em>, menghubungkan mereka secara <em>random</em> lalu membiarkan mereka belajar seperti bayi. Program Mars didasarkan pada hal itu sekarang. Semua penjelajah Mars merupakan jaringan syaraf. Jadi telah ada revolusi dalam teori kecerdasan artifisial; bukan <em>top down</em> tapi <em>bottom up</em>. Maka ketika kita mengirim satelit ke luar angkasa, kita harus tahu bahwa satelit kita mungkin berlandaskan pada teknologi <em>bottom up</em> bukan <em>top down</em>.</p>
<p><strong>ST:</strong> Pertanyaan pusaka terkait kompleksitas: bagaimana kalau kita mengubah sistem kompleks yang tidak kita pahami – seperti alam, ekosistem, sistem iklim&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Itu sangat berbahaya. Kita hidup dalam sebuah <em>web</em> (jaringan), bisa dikatakan demikian, dan jika Anda mengguncangkan jaringan, Anda kira hanya mata rantai berikutnya yang akan berubah, tapi tentu saja tidak. Itu mengubah seluruh mata rantai dalam rentetan itu, jadi cukup berbahaya jika kita bergantung kepada ekosistem kita dan banyak mengubah ekosistem kita. Contoh, lima jenis panen yang menghasilkan sebagian besar pangan manusia. Lima jenis panen, oke? Beras, gandum, dan semacamnya. Jagung. Lima jenis panen. Sangat berbahaya, karena jika kita duduk di puncak rantai makanan dan semua hama jagung atau hama gandum mempengaruhi produksi beras dan gandum dan jagung, miliaran manusia akan menderita kelaparan. Anda bisa mempengaruhi nasib bangsa-bangsa, jadi kita memang cukup bergantung kepada lingkungan kita, dan ia adalah lingkungan yang sangat terbatas. Lingkungan yang sangat terbatas – kita bergantung kepada sekumpulan binatang-binatang&#8230;..</p>
<p><strong>ST:</strong> Kita yang telah menciptakan kondisi ini.</p>
<p><strong>MK:</strong> Kita telah menciptakan suatu <em>bubble</em> (gelembung)! Gelembung di puncak rantai makanan. Dan tak perlu banyak hal untuk membuat kita keluar, karena kita hidup dalam <em>bubble</em>. Lima macam panen, serta binatang-binatang tempat kita bergantung. Lembu, domba, babi, ayam dan lima macam biji panen dasar. Ini sangat berbahaya. Dan, Anda tahu, 65 juta tahun yang lalu sebuah komet atau meteor menghantam Yucatan, Meksiko, dan kemungkinan itulah yang memusnahkan Dinosaurus. Dalam beberapa hal, kita adalah komet lain. Kita sekarang telah menghantam Bumi. Kita sekarang sedang menghancurkan kehidupan binatang pada skala yang tidak terlihat sejak 65 juta tahun lalu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi jika kita tetap di planet ini untuk ribuan tahun atau sedikitnya ratusan tahun berikutnya, bukankah kita pasti berhenti berkembang?</p>
<p><strong>MK:</strong> Tidak. Saya pikir yang akan terjadi adalah bahwa kelak akan ada beberapa kegoncangan besar sungguhan. Menurut saya, akan ada beberapa kegoncangan besar <em>sungguhan</em>.</p>
<p><strong>ST:</strong> Dan kemudian perkembangan juga berhenti.</p>
<p><strong>MK:</strong> Untuk sementara. Saya pikir akan ada kegoncangan. Kita akan segera kehabisan minyak, atmosfer sedang memanas dengan cepat. Kebanyakan manusia tidak melakukan apa-apa terkait hal ini karena mereka menyukai SUV (Sport Utility Vehicle/mobil <em>sport</em>-penj) mereka, mereka menyukai gaya hidup mereka, sementara Bumi sedang berubah dengan sangat cepat sekarang, dan setahu saya belum ada yang dilakukan terkait hal ini. Jadi saya kira manusia tidak akan melakukan apapun, sangat disayangkan, hingga ada kegoncangan besar. Begitulah manusia bergerak. Manusia tidak bergerak sampai mereka diharuskan bergerak. Kenyataannya, saya yakin evolusi lebih menyukai organisme seperti itu. Otak kita dibangun untuk tidak melakukan apapun sebelum ada ancaman mematikan terhadap kita. Jadi, menurut saya akan ada suatu ancaman mematikan. Saya kira itu akan terjadi tepat ketika muncul <em>designer germ</em> (kuman sintetis/buatan), barangkali ketika ada pelarian dari bom atom, ketika kutub es, kantong es di kutub, mulai mencari dan retak. Saya pikir itu akan membawa keadaan serius bagi banyak orang sehingga mereka terbangun. Yang sangat menyedihkan adalah bahwa mungkin di luar angkasa sana ada banyak tipe nol yang tidak pernah berhasil menjadi tipe satu. Mungkin ada banyak planet mati di mana bom atom telah padam. Atmosfer mereka adalah radioaktif. Atmosfer mereka sangat panas dan tak ada lagi kehidupan di sana. Tipe nol mungkin agak lazim. Tipe satu mungkin ganjil. Tipe nol agak lazim. Itu adalah pelajaran. Jika kita ingin menjadi tipe tiga, maka kita harus memastikan bahwa kita tidak akan menyerah.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi kita sama sekali tidak boleh arogan.</p>
<p><strong>MK:</strong> Saya pikir kita mesti rendah hati terkait masalah ini.</p>
<p><strong>ST:</strong> Baiklah.</p>
<p><strong>MK:</strong> Oke.</p>
<p><strong>ST:</strong> Terima kasih banyak.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bintang Neutron, Si Ekstrem yang Menarik Perhatian]]></title>
<link>http://kurniafisika.wordpress.com/2009/11/06/bintang-neutron-si-ekstrem-yang-menarik-perhatian/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 12:06:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dedy Kurniawan Setyoko</dc:creator>
<guid>http://kurniafisika.wordpress.com/2009/11/06/bintang-neutron-si-ekstrem-yang-menarik-perhatian/</guid>
<description><![CDATA[Dari sekian banyak bintang di angkasa, ada satu bintang yang menarik perhatian ilmuwan hingga saat i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dari sekian banyak bintang di angkasa, ada satu bintang yang menarik perhatian ilmuwan hingga saat i]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penyimpangan Invariansi CP, Asimetri C, dan Asimetri Baryon di Alam Semesta]]></title>
<link>http://riranurmaida102.wordpress.com/2009/10/29/penyimpangan-invariansi-cp-asimetri-c-dan-asimetri-baryon-di-alam-semesta/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 01:28:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>rira</dc:creator>
<guid>http://riranurmaida102.wordpress.com/2009/10/29/penyimpangan-invariansi-cp-asimetri-c-dan-asimetri-baryon-di-alam-semesta/</guid>
<description><![CDATA[Paper A.D. Sakharov tahun 1967 terkait mekanisme Baryogenesis dalam Bahasa Indonesia. [diterjemahkan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Paper A.D. Sakharov tahun 1967 terkait mekanisme Baryogenesis dalam Bahasa Indonesia. [diterjemahkan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jagten på exoplaneter]]></title>
<link>http://mortenremar.wordpress.com/2009/10/28/jagten-pa-exoplaneter-dr-dkp1videnskaben-kort/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 14:12:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Morten Remar</dc:creator>
<guid>http://mortenremar.wordpress.com/2009/10/28/jagten-pa-exoplaneter-dr-dkp1videnskaben-kort/</guid>
<description><![CDATA[Hør udsendelsen her:  Jagten på exoplaneter &#8211; dr.dk/P1/Videnskaben kort. Det er ikke mange år ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hør udsendelsen her:  Jagten på exoplaneter &#8211; dr.dk/P1/Videnskaben kort. Det er ikke mange år ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Awal Penciptaan]]></title>
<link>http://jookut.wordpress.com/2009/10/11/kisah-awal-penciptaan/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 09:55:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>jookut</dc:creator>
<guid>http://jookut.wordpress.com/2009/10/11/kisah-awal-penciptaan/</guid>
<description><![CDATA[(Sumber: Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas, “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” (dit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>(Sumber: Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas, “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” (diterjemahkan oleh Abdul Halim), Bandung: Pustaka Hidayah, Cet. I, Oktober 2002, hal. 13-72)</strong></p>
<p>Imam Ahmad meriwayatkan dalam <em>Musnad</em>-nya dari ‘Amir al-Aqli ra bahwasanya dia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, di manakah Tuhan kita berada sebelum Dia menciptakan langit dan bumi?’ Beliau menjawab, ‘Sebelum menciptakan langit dan bumi, Dia berada di <em>ghamaam</em> (awan) yang di atas dan di bawahnya ada <em>hawaa</em> (udara); kemudian Dia menciptakan ‘Arasy-Nya di atas air.’” Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan <em>ghamaam</em> adalah kabut.</p>
<p>Para ulama berbeda pendapat tentang apa yang diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan ‘Arasy-Nya. At-Tirmidzi meriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamit ra, dia mengatakan, “Rasulullah saw bersabda, ‘Yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah <em>qalam</em> yang berasal dari cahaya.’ Menurut sebuah pendapat, <em>qalam</em> berasal dari permata putih yang panjangnya hampir sama antara langit dan bumi. ‘Kemudian Dia menciptakan <em>Lauh Mahfuzh</em> (Lembaran yang Terjaga) dari mutiara putih yang berasal dari <em>yaqut</em> (batu mulia) merah, yang panjangnya antara langit dan bumi, sedangkan lebarnya antara barat dan timur.’”</p>
<p>Anas bin Malik mengatakan, “Rasulullah saw bersabda, ‘Allah memiliki <em>lauh</em> (lembaran) yang salah satu permukaannya terbuat dari yaqut merah dan permukaan lainnya dari zamrud hijau, sedangkan <em>qalam</em>-nya berasal dari cahaya.’”</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Sebelum Allah menciptakan makhluk, Dia telah menciptakan <em>qalam</em>. Dia berada di atas ‘Arasy; kemudian Dia melihat <em>qalam</em> dengan penglihatan <em>haibah</em> (kebesaran) sehingga <em>qalam</em> itu terbelah dan meneteskan tinta.” Ibnu Abbas menambahkan bahwa <em>qalam</em> itu terbelah dan dari belahan itulah keluar tinta hingga hari kiamat.<!--more Read more...--></p>
<p>Sa’id bin Manshur mengabarkan bahwa yang pertama kali dituliskan oleh <em>qalam</em> adalah, <em>“Aku adalah Yang Maha Menerima tobat. Aku akan menerima tobat orang yang bertobat.”</em> Sementara Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa yang pertama kali dituliskan oleh qalam adalah, <em>“Sesungguhnya rahmat-Ku melampaui kemarahan-Ku.”</em> Masih banyak lagi pendapat-pendapat yang meriwayatkan tentang hal ini, dan yang paling shahih adalah yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas ra, yaitu pada saat itu qalam menuliskan apa yang bakal terjadi hingga Hari Kiamat dan tentang ketentuan baik, jelek, bahagia, dan celaka. Itulah firman Allah: <em>“Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata.”</em> (QS Yaasiin [36]: 12), yakni di dalam <em>Lauh Mahfuzh</em>.</p>
<p>‘Amr bin al-‘Ash mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Allah telah mencatat takdir-takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.’” Hadits tersebut menunjukkan bahwa <em>qalam</em> diciptakan lebih dahulu daripada ‘Arasy. ‘Arasy merupakan ciptaan yang paling awal. Setelah itu, barulah diciptakan Lauh Mahfuzh.</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Sesungguhnya Allah memiliki <em>lauh</em> yang berasal dari mutiara putih. Dia suka melihatnya 360 kali dalam sehari semalam. Dalam setiap kali lihatan, Dia mencipta, memberi rezeki, mematikan, menghidupkan, mencabut kerajaan, memberikan kerajaan, dan mengerjakan apa pun sekehendak-Nya.”</p>
<p>Demikianlah Allah berfirman: <em>“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.”</em> (QS Al-A’raaf [7]: 54).</p>
<p>Dan firman Allah: <em>“Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”</em> (QS Faathir [35]: 11)</p>
<p>Ibnu Abi Hatim di dalam tafsirnya meriwayatkan bahwa Allah telah menciptakan ‘Arasy-Nya dari cahaya-Nya, <em>Kursi</em>-Nya menempel pada ‘Arasy itu. Di sekitar ‘Arasy terdapat 4 buah sungai, yakni sungai cahaya yang berkilauan, sungai api yang menyala-nyala, sungai salju yang putih, dan sungai air. Di sungai-sungai tersebut terdapat malaikat-malaikat yang bertasbih.</p>
<p>Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan bahwa Allah menciptakan ‘Arasy dari zamrud hijau. ‘Arasy ini memiliki 4 penyangga yang berasal dari yakut merah. Antara satu penyangga dengan penyangga lainnya berjarak 80.000 tahun lama perjalanan dan luasnya pun seperti itu. ‘Arasy itu bagaikan tempat tidur. Penyangga-penyangganya dipikul oleh 8 malaikat. Dan kalau diibaratkan, ‘Arasy itu seperti kubah bagi malaikat dan bagi alam semesta.</p>
<p>Masih diriwayatkan dari Ibn Abi Hatim, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya ‘Arasy sebelumnya berada di atas air. Setelah Allah menciptakan langit (yang tujuh), ‘Arasy itu ditempatkan di langit yang ke tujuh. Dia jadikan awan sebagai saringan untuk hujan. Apabila tidak dijadikan seperti itu, tentu bumi akan tenggelam terendam air.”</p>
<p>Ada yang mengatakan bahwa ketinggian awan dari permukaan langit adalah 12 mil. ‘Ikrimah mengatakan, “Sesungguhnya Allah menurunkan tetesan hujan dari langit sebesar unta. Seandainya tidak ada awan dan angin yang memecah-mecahkannya, tentu tanaman-tanaman dan binatang yang terkena hujan itu akan rusak. Allah berfirman: <em>Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.</em> (QS Al-A’raaf [7]: 57).”</p>
<p>Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra diceritakan bahwa dia mengatakan, “Sesungguhnya di bawah ‘Arasy terdapat laut. Di laut itu ada ikan-ikan bersayap yang dipakainya untuk terbang ke bumi. Matahari membakar sayapnya sehingga ia jatuh ke awan. Kemudian awan melemparkannya ke laut tersebut. Di sanalah ia tumbuh dan membesar.”</p>
<p>Allah berfirman: <em>“Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas Arasy.”</em> (QS Al-A’raaf [7]: 54). Para ulama berbeda paham tentang ukuran hari yang terdapat dalam firman-Nya “dalam enam masa atau hari”—apakah hari itu termasuk hari menurut waktu dunia atau hari menurut waktu akhirat. Ibnu Abbas ra, Mujahid, adh-Dhahhak, dan beberapa ulama yang lainnya berpendapat bahwa hari tersebut adalah hari menurut waktu dunia. Sementara Ka’ab al-Ahbar dan Ibnu Jarir berpendapat hari-hari tersebut menurut waktu akhirat yang ukuran setiap harinya sama dengan 1.000 tahun hari dunia. Pendapat yang paling shahih adalah pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, dan adh-Dhahhak.</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Tatkala Allah berkehendak menciptakan bumi, Dia menyuruh semua angin untuk bergejolak. Angin-angin itu bergejolak sehingga air pun bergejolak dan timbul gelombang yang satu sama lain saling berbenturan. Angin terus-menerus menerpa air sehingga air tersebut berbuih. Buih-buih itu bergulung sehingga dari gulungan tersebut jadilah karang putih. Karang putih itu kemudian membukit seperti bukit yang besar. Air menjadi berkurang dan buih kian membesar dengan kekuasaan Allah sampai besaran yang tak terhingga dan sekitarnya dikelilingi dengan air; lalu jadilah bumi seperti bola yang ada di dalam air.”</p>
<p>Wahab bin Munabbih mengatakan, “Tatkala Allah menciptakan bumi, asalnya adalah satu lapis; kemudian Dia memisah-misahkan lapisan tersebut hingga tujuh, seperti yang Dia lakukan terhadap langit. Dia membuat jarak antara lapisan yang satu dengan lapisan yang lainnya sejauh jarak yang bisa ditempuh selama 500 tahun. Itulah firman Allah: <em>Kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.</em> (QS Al-Anbiyaa’ [21]: 30).&#8221;</p>
<p>Wahab bin Munabbih juga mengatakan, “Setelah Allah memisah-misahkan lapisan bumi sampai tujuh, maka nama lapisan yang pertama adalah <em>Adim</em> (yang terlihat dari permukaan), lapisan yang kedua adalah <em>Basith</em> (yang menghampar), lapisan yang ketiga adalah <em>Tsaqil</em> (yang berat), lapisan keempat adalah <em>Batih</em> (yang melebar), lapisan yang kelima adalah <em>Hayin</em>, lapisan keenam adalah <em>Masikah</em> (yang mengunci), dan lapisan yang ketujuh adalah <em>Tsara</em> (tanah yang basah/liat). Dalam sebagian riwayat yang lain, nama lapisan-lapisan tersebut berbeda-beda.”</p>
<p>Ats-Tsalabi mengatakan, “Bumi lapisan yang kedua mengeluarkan angin dan penduduknya adalah umat yang bernama <em>Thamas</em> yang makanan mereka adalah daging mereka sendiri, dan minumannya adalah darah mereka sendiri. Bumi lapisan ketiga penduduknya adalah umat yang wajah mereka seperti wajah manusia, bibir mereka seperti bibir anjing, tangan mereka seperti tangan manusia, kaki mereka seperti kaki sapi, telinga mereka seperti telinga sapi, dan di sekujur tubuh mereka ada bulu seperti bulu domba. Bulu tersebut adalah pakaian mereka. Konon, siang di kita (manusia) adalah malamnya mereka dan malam di mereka  adalah siang di kita. Bumi lapisan keempat penduduknya adalah umat yang bernama <em>Halham</em> yang tidak mempunyai mata dan kaki, tetapi mereka mempunyai sayap seperti sayap burung. Bumi lapisan kelima ditempati oleh umat yang bernama <em>Khasyan</em>. Rupa mereka seperti bagal (peranakan keledai/turunan kuda jantan dengan keledai betina). Mereka berbuntut panjang, setiap buntutnya mencapai 300 siku. Di lapisan bumi ini terdapat banyak ular yang sangat panjang dan mempunyai punuk seperti unta. Bumi lapisan keenam ditempati oleh umat yang bernama <em>Hatsum</em> yang berbadan hitam dan mempunyai cakar seperti cakar binatang buas. Konon, umat ini dikuasakan oleh Allah kepada Ya’juj dan Ma’juj ketika mereka menyerbu manusia dan menghancurkan mereka. Dan di bumi lapisan ketujuh ada tempat tinggal Iblis yang terlaknat dan bala tentaranya, yaitu setan yang suka mendorong pada kejahatan.”</p>
<p>Ka’b al-Ahbar mengatakan, “Allah menciptakan 80.000 umat. Setengahnya disimpan di laut dan setengahnya lagi disimpan di darat. Bentuk mereka bermacam-macam.”</p>
<p>Dalam salah satu hadits dari Rasulullah saw diriwayatkan bahwasanya beliau bersabda, “Allah menciptakan kawasan berwarna putih seperti perak. Ukurannya 30 kali lipat ukuran dunia. Di sana, tinggal berbagai umat yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah sedetik pun.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka termasuk keturunan Adam?” Beliau menjawab, “Tidak ada yang mengetahui mereka kecuali Allah. Dan mereka tidak memiliki pengetahuan tentang Adam.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana dengan Iblis terhadap mereka?” Beliau menjawab, “Mereka tidak mengetahui Iblis.” Kemudian beliau membacakan firman Allah: <em>Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.</em> (QS An-Nahl [16]: 8).</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Sesungguhnya di sekeliling dunia ada yang gelap dan di balik yang gelap itu terdapat gunung-gunung yang kukuh.” Dia meriwayatkan bahwa setelah Allah menciptakan bumi maka bumi itu berada di angkasa. Kemudian angin menggerakkannya sehingga bumi itu terpontang-panting dan berguncang. Lalu bumi mengadukan hal tersebut kepada Tuhannya. Ia berkata, “Wahai Tuhanku, kekuatanku telah melemah dan angin menganggapku ringan serta menggerakkanku.” Allah menyerunya, “Aku akan membantumu dengan gunung.” Maka, setelah itu bumi tidak berguncang lagi.</p>
<p>Wahab bin Munabbih mengatakan, “Gunung diciptakan dari gelombang lautan. Allah berfirman: <em>Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Dia memancarkan darinya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh.</em> (QS An-Naazi’aat [79]: 30-32). Ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah menciptakan langit jauh beberapa lama sebelum menciptakan bumi.”</p>
<p>Ats-Tsa’labi mengatakan, “Setelah Allah menciptakan bumi, Dia mengutus seorang malaikat yang berasal dari bawah ‘Arasy. Malaikat itu muncul dari dasar bumi, ia mengeluarkan salah satu tangannya dari arah timur dan tangan yang lainnya dari arah barat, kemudian dia berpegangan pada ujung bumi karena kakinya tidak memiliki tempat berpijak. Maka, Allah menurunkan seekor banteng dari surga, namanya Nun, yang mempunyai 40.000 tanduk dan 40.000 penyangga. Dari satu tanduk ke tanduk yang berikutnya kalau ditempuh dengan jarak perjalanan memakan waktu sekitar 500 tahun. Oleh karena itu, kaki malaikat tersebut bisa berpijak dengan seimbang pada banteng itu.</p>
<p>Akan tetapi, kaki-kaki banteng itu tidak memiliki tempat untuk berpijak. Maka, Allah menurunkan yakut hijau yang berasal dari surga yang telah dikeraskan selama 500 tahun. Oleh karena itu, kaki-kaki banteng itu bisa berpijak dengan seimbang di atas yakut hijau tersebut. Kemudian Allah menciptakan <em>shakhrah</em> (batu) setebal langit dan bumi. Itulah batu yang dikatakan oleh Luqman kepada anaknya: <em>‘Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.’</em> (QS Luqman [31]: 16).</p>
<p>Nama batu tersebut adalah Shaikhur. Diriwayatkan bahwa di dalam batu ini terdapat 9.000 lubang. Di dalam setiap lubang tersebut ada lautan yang luasnya hanya diketahui oleh Allah. Yakut hijau itu bertempat di atasnya (batu). Tatkala batu itu tidak memiliki tempat untuk menetap, untuknya Allah menurunkan seekor ikan yang sangat besar dari laut ketujuh yang berada di bawah ‘Arasy. Ikan tersebut bernama <em>Bahmut</em>. Menurut riwayat lain, <em>Balhut</em>. Batu itu bertempat di atas pundak ikan tersebut.</p>
<p>Menurut sebuah riwayat, siapa pun tidak akan mampu melihat ikan tersebut karena kilatan yang timbul dari matanya. Seandainya semua lautan dunia diletakkan di salah satu dari dua lubang hidungnya, maka lautan tersebut layaknya biji sawi yang ada di lapangan yang luas.</p>
<p>Ikan tersebut menetap di atas air. Ia diam di tempatnya dan tidak bergerak-gerak. Ia berkata, ‘Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Karena-Mu aku kuat, dengan pertolongan-Mu aku berkemampuan. Seandainya tidak ada pertolongan-Mu, tentu aku tidak mempunyai kekuatan untuk memikul beban yang telah Engkau berikan kepadaku. Maka izinkanlah aku, wahai Tuhanku, untuk bersujud sebagai ungkapan rasa syukurku kepada-Mu atas semua itu.’</p>
<p>Allah mengizinkannya untuk bersujud. Maka, ikan itu membenamkan kepalanya ke dalam air hingga tidak kelihatan, kemudian ia memunculkannya dari dalam air. Ikan itu terus-menerus bersujud setiap hari hingga Hari Kiamat. Selanjutnya di dasar air tersebut Allah membuat udara. Di bawah udara itu ada kegelapan dan mulai dari sana pengetahuan makhluk terputus.</p>
<p>Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Allah mempercayakan ikan tersebut kepada para malaikat. Mereka mendatanginya setiap hari dengan membawa makanan untuknya sebanyak yang membuatnya kenyang. Mereka datang kepadanya dari laut yang bergelombang dengan membawa seribu ikan. Setiap ikan panjangnya seukuran menempuh perjalanan satu hari satu malam. Adapun benteng oleh Allah dipercayakan kepada malaikat yang membawa makanannya setiap hari 1000 pepohonan dari kebun-kebun <em>qudrah</em> (kekuasaan Allah). Setiap pohon panjangnya seukuran dengan menempuh perjalanan sehari semalam. Mahasuci Zat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.</p>
<p>Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Iblis terlaknat senantiasa membenam ke bumi lapisan ketujuh hingga sampai kepada ikan yang bernama Bahmut itu. Dia datang kepadanya dan berkata, ‘Hai Bahmut, sesungguhnya banteng berkata kepadamu bahwa ia adalah yang memikul batu yang di atasnya ada bumi yang berlapis-lapis, sedangkan engkau tidak memikul beban yang sebanding dengan beban yang dipikulnya. Seandainya engkau dibebani untuk memikulnya, tentu engkau tidak akan kuat walaupun engkau adalah yang memikulnya dan memikul batu itu. Padahal seandainya banteng dibebankan untuk memikulnya tentu dia tidak akan kuat.’</p>
<p>Maka, ikan (Bahmut) tersebut merasa takjub terhadap dirinya dan kekuatannya. Si Iblis terkutuk menyangka bahwa dia telah berhasil menggoda si ikan sehingga dia akan merusak apa yang ada di atasnya. Memang sang ikan kemudian berguncang-guncang di bawah kaki-kaki banteng, tetapi kemudian Allah mengutus satu binatang kecil berukuran sebesar negngat yang bernama Amah untuk menguasainya. Allah menempatkan binatang tersebut di antara dua mata ikan. Binatang tersebut membuat lubang yang menuju ke arah otak ikan hingga sampai ke tulang otaknya. Oleh karena itu, ikan itu takluk dan diam di tempatnya, tidak bergerak dan diam merasakan kepedihan yang ditimbulkan oleh si binatang kecil.</p>
<p>Melihat itu, si Iblis terkutuk datang kepada banteng, kemudian dia menggodanya, sebagaimana dia telah menggoda ikan. Karena tergoda, banteng itu berguncang-guncang, seperti ikan. Maka, kepada banteng tersebut, Allah menguasakan seekor binatang kecil dan menempatkannya di lubang hidungnya. Oleh karena itu, banteng tersebut takluk dan diam, seperti ikan. Tipu muslihat untuk menimbulkan kerusakan yang direncanakan oleh si Iblis terkutuk tidak berhasil.” Demikian diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi.</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Allah menciptakan bumi pada hari Sabtu, menciptakan gunung pada hari Ahad, menciptakan pepohonan pada hari Senin, menciptakan krom (elemen logam) pada hari Selasa, menciptakan gelap dan cahaya pada hari Rabu, menciptakan binatang pada hari Kamis, menciptakan Adam as pada hari Jumat.”</p>
<p>Para ulama berbeda pendapat tentang hari pertama Allah menciptakan para makhluk. Dalam hal ini ada tiga pendapat yang berbeda. Menurut Ibn Ishaq, hari Sabtu. Menurut Ka’ab al-Ahbar, hari Ahad, sementara menurut Ahli Injil, hari Senin. Nabi saw sendiri mengatakan, “Pada hari Jumat, Allah menciptakan matahari, bulan, bintang, dan para malaikat hingga lewat tiga jam (masa) dari hari Jumat. Dia menciptakan Adam as di akhir hari Jumat dan menurunkannya dari surga menjelang matahari terbenam di hari Jumat.”</p>
<p>Wahab bin Munabbih mengatakan, “Hari tersebut disebut hari Jumat karena tanah cikal bakal Adam as dikumpulkan pada hari tersebut. Oleh karena itu, disebut Jumat.”</p>
<p>Hudzaifah al-Yamani mengatakan, “Diriwayatkan dalam salah satu kabar bahwa jarak dunia kalau ditempuh dengan perjalanan adalah sejauh menempuh perjalanan 500 tahun: jarak 300 tahun adalah lautan dan gunung, 100 tahun adalah wilayah kehidupan, dan 100 tahun yang lainnya adalah lahan kosong.”</p>
<p>Sebagian ulama astronomi berpendapat bahwa <em>jihah</em> (arah) itu ada enam. Pertama, timur, yaitu tempat terbitnya matahari, bulan, dan bintang. Kedua, barat, yaitu tempat terbenam. Ketiga, selatan, yaitu tempat beredarnya bintang Capricornus. Di sana itu sangat dingin. Keempat, utara, yaitu tempat beredarnya bintang Canopus. Kelima, bawah, yaitu yang mendekati pusat bumi. Dan keenam adalah atas, yaitu yang mendekati falak.</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Setelah Allah menyempurnakan penciptaan langit dan bumi dengan sifatnya yang telah diceritakan dalam pembahasan terdahulu, gunung-gunung telah ditancapkan, angin telah dilepaskan, di bumi telah ada binatang-binatang liar dan bermacam-macam burung, maka buah-buahan mengering dan berjatuhan ke bumi dan di bumi tumbuh rerumputan yang satu sama lain saling tumpang tindih. Pada saat itu, bumi mengadukan persoalan tersebut kepada Tuhannya. Atas pengaduan itu, Allah menciptakan umat yang beraneka ragam dan berlainan jenis, yang diberi nama Jin.</p>
<p>Mereka diciptakan oleh Allah dari angin, kilat, dan awan. Mereka memiliki jiwa dan aktivitas. Lalu mereka bertebaran seperti debu halus karena jumlah mereka yang sangat banyak. Tanah datar, pegunungan, dan berbagai pelosok dunia telah dipenuhi oleh mereka. Mereka menempati permukaan bumi dalam jangka waktu yang dikehendaki oleh Allah. Di antara mereka ada yang putih, hitam, merah, kuning, bercak-bercak, totol-totol, tuli, buta, menawan, jelek, kuat, lemah, perempua, dan laki-laki. Satu sama lain kawin dan melahirkan keturunan. Mereka disebut Jin karena mereka samar, tidak kelihatan.</p>
<p>Setelah mereka menyesaki bumi dan dunia kian menyempit karena mereka terus bertambah, bertambah pula bencana karena mereka, maka Allah mengirimkan angin topan kepada mereka. Angin tersebut membinasakan mereka. Hanya sedikit dari mereka yang tersisa. Mereka adalah yang pertama kali membuat rumah, membelah batu, memburu burung, dan binatang liar. Semua itu terus-menerus mereka lakukan dalam waktu yang lama. Kemudian satu sama lain di antara mereka saling berlaku aniaya: akibatnya, mereka saling berperang. Akan tetapi, perangnya bukan menggunakan senjata. Sebagian di antara mereka melenyapkan sebagian yang lain dengan memblokade rumah-rumah sehingga mereka yang terkepung binasa karena lapar dan haus.</p>
<p>Setelah tindakan perusakan yang dilakukan mereka kian memuncak, maka Allah mengirimkan umat yang berasal dari laut kepada mereka yang jasad-jasadnya lebih besar daripada mereka dan bentuknya lebih menakjubkan, yang disebut dengan Bin. Umat tersebut menyerbu mereka sehingga kaum Jin binasa, tidak satu pun yang tersisa.</p>
<p>Jin tinggal di bumi kurang lebih 500 tahun. Setelah itu, bumi dikuasai oleh Bin. Mereka menikah satu sama lain, melahirkan keturunan dan berkembang biak semakin banyak sehingga bumi kian penuh. Sebagian di antara mereka suka membenam ke bumi lapis ketujuh dan menetap di sana untuk beberapa hari. Bagi mereka tidak ada tempat yang terhalang. Mereka adalah yang pertama kali menggali sumur, membuat sungai, dan mengalirkan air dari sumber-sumbernya dan dari laut. Mereka adalah yang pertama kali membuat mesin/roda, membangun jembatan di atas air, menangkapi ikan di lautan, dan memburu binatang-binatang liar di wilayah yang tidak berpenduduk.</p>
<p>Oleh karena itu, semua binatang, baik di daratan maupun di lautan, mengadukan urusan tersebut kepada Allah dan kerusakan yang disebabkan oleh mereka kian bertambah. Maka, Allah menciptakan Jan.”</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Allah menciptakan Jan dari nyala api&#8230;” Beliau juga mengatakan bahwa Jan adalah golongan Jin laki-laki. Mereka memiliki jenis yang beraneka ragam. Di antara mereka ada yang disebut dengan Nahabir; ada juga yang disebut Nahamir. Umat ini layaknya seperti manusia, suka makan, minum, dan berketurunan. Di antara mereka ada yang Mu’min dan ada juga yang kafir. Dan nenek moyang mereka adalah Iblis yang dikutuk oleh Allah.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Allah menjadikan malaikat sebagai penghuni langit dan menjadikan Jan sebagai penghuni bumi. Setelah binatang liar dan burung mengadukan perbuatan Jin dan Bin, Allah menciptakan Jan, sebagaimana telah diceritakan. Setelah Allah menciptakan Jan, maka Dia menempatkan mereka di bumi. Setelah tinggal di bumi, mereka berperang dengan Bin. Jan terlalu kuat bagi Bin hingga mereka mampu menghancurkan Bin sampai tidak ada satu pun yang tersisa. Tinggallah Jan di bumi. Mereka menikah satu sama lain dan melahirkan keturunan sampai bumi ini penuh.</p>
<p>Selanjutnya, di antara mereka timbul kedengkian dan aniaya. Di antara mereka banyak terjadi pertumpahan darah. Sebagian dari mereka mengganggu sebagian lainnya. Atas kejadian ini, bumi mengadu kepada Tuhannya. Maka, ketika itu, kepada mereka Allah mengutus bala tentara malaikat. Dalam rombongan tersebut ada Iblis yang dahulunya bernama ‘Azazil. Dahulunya dia merupakan ketua malaikat. Dia bersama rombongannya mengusir Jan dari bumi. Akibatnya mereka mengungsi ke gunung-gunung dan tinggal di sana dan Iblis merampas bumi dari mereka.</p>
<p>Pada awalnya, si Iblis ini menyembah kepada Allah, baik di bumi maupun di langit. Akan tetapi, kemudian dia ujub dengan dirinya dan dia terasuki ketakaburan (merasa besar). Dalam keadaan demikian, Allah melihat apa yang ada di dalam hatinya, maka Zat Yang Mahaagung berfirman: <em>Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”</em> (QS Al-Baqarah [2]: 30).</p>
<p>Pernyataan para malaikat, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah&#8230;”, maksudnya seperti makhluk-makhluk yang diceritakan terdahulu, yaitu Jin dan Bin. Sebab, mereka telah melakukan kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Melissos från Samos (fl. 440 f.Kr.):]]></title>
<link>http://begrundarn.wordpress.com/2009/09/26/melissos-fran-samos-fl-440-f-kr/</link>
<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 04:25:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>begrundarn</dc:creator>
<guid>http://begrundarn.wordpress.com/2009/09/26/melissos-fran-samos-fl-440-f-kr/</guid>
<description><![CDATA[»Det som är har alltid varit och skall alltid vara [ordagrant: det som var, var alltid …]. Ty om det]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>»Det som är har alltid varit och skall alltid vara [ordagrant: det som var, var alltid …]. Ty om det uppstod måste nödvändigtvis ingenting ha funnits innan det uppstod. Men om nu ingenting fanns kunde ju definitivt ingenting uppstå ur ingenting.»<br />
(Göran Ogén fritt efter Melissos fragment nr. 1: ἀεὶ ἦν ὅ τι ἦν καὶ ἀεὶ ἔσται. εἰ γὰρ ἐγένετο, ἀναγκαῖόν ἐστι πρὶν γενέσθαι εἶναι μηδέν· εἰ τοίνυν μηδὲν ἦν, οὐδαμὰ ἂν γένοιτο οὐδὲν ἐκ μηδενός.)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gud og den lille prikken]]></title>
<link>http://karibua.wordpress.com/2009/09/21/gud-og-den-lille-prikken/</link>
<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 22:10:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>karibua</dc:creator>
<guid>http://karibua.wordpress.com/2009/09/21/gud-og-den-lille-prikken/</guid>
<description><![CDATA[Gud bodde sammen med moren sin, Gudrun, og faren sin, Gudbrand. Hver dag gikk han på skolen. Guds fa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Gud bodde sammen med moren sin, Gudrun, og faren sin, Gudbrand. Hver dag gikk han på skolen. Guds favorittfag var Himmelsk, for der lærte han materialbetet og alle materialene: Helium, Litium, Beryllium, Bohr, Kalium, Kalsium&#8230; Det var så mange av dem, og for å se hva de kunne brukes til, hadde Gud en dag materialert en liten prikk. Den hadde han kalt &#8220;Det store smellet&#8221;.</p>
<p>&#8220;Ærlig talt, Guden min, kan du ikke gjøre noe fornuftig?&#8221; spurte Gudrun da hun leste den lille prikken. &#8220;Kan du ikke filosofere en fin tanke eller meditere litt, for eksempel?&#8221;</p>
<p>Da ble Gud litt lei seg. Han hadde lagt mye arbeid i prikken, og følt seg temmelig åndtelligent.</p>
<p>&#8220;Men hvis man materialerer en liten prikk, da kan alt skje&#8221;, sa Gud.</p>
<p>&#8220;Du har nå alltid vært noe for deg selv&#8221;, sa Gudrun og sukket. &#8220;Hvorfor heter den forresten Det Store Smellet når den bare er en liten prikk?&#8221;</p>
<p>&#8220;Fordi den ikke er ferdig enda&#8221;, sa Gud.</p>
<p>&#8220;Jeg synes du driver vel mye med denne tullete materien. Da du var liten trodde vi det skulle bli noe stort av deg. Du var så flink til åndgripelige ting. Vi trodde du kom til å følge i din åndefar Gudleiks sinnsspor. Han som var sjef i den store Sparetanken der de rikeste åndene satte inn tankene og følelsene sine&#8221;.</p>
<p>Gud gjespet. Det var ikke første gang han hørte det.</p>
<p>&#8220;Jeg er fortsatt flink i å-fag og sjelematikk, mor. Men jeg vet hva jeg må gjøre&#8221;.</p>
<p>&#8220;Jeg er bare redd du skal bli syk i hjertet ditt, Gud. Jeg vil ikke at du skal ende opp på material-sykehus fordi du tror universer er mer virkelige enn virkeligheten&#8221;.</p>
<p>&#8220;Men hjertet blir ikke sykt, mor, bare større. Jeg vet at det ikke er bra å tenke for mye på materien, men jeg er nødt til å ta hensyn til den for å kunne materialere&#8221;.</p>
<p>&#8220;Du vet at jeg er svært glad i universer, Gud. Univershyllene våre er fulle av dem. Men de er bare oppspinn, kan du skjønne. Dessuten er det bare materialister som kan materialere universer med Materialesere, og det er fordi de har så god matrasi. Mange av dem blir syke på grunn av matrasien sin. Da jeg var liten, trodde jeg også at universer og Materialesere var virkelige. Men du er for stor, Gud. Hva tror du din åndelige far Gudbrand synes om at sønnen hans er så overtroisk?&#8221;.</p>
<p>Gud tenkte seg om, og så sa han: &#8220;Jeg tror ikke materialistene har mer matrasi enn andre, mor. Jeg tror bare de har tro på materien. De tror den kan leve sitt eget liv, og lar den gjøre det. Det er ikke matrasi de blir syke av, men omhimmelens mistillit. Verken ånder eller Materialesere kan vokse uten tillit, og så snart materialistene har gitt materien sin tillit, vokser den. Tenk om den føler seg levende, mor?&#8221;</p>
<p><em>(Sto på trykk i tidsskriftet Flux i 2001)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Albert Einstein]]></title>
<link>http://andykimia03.wordpress.com/2009/09/16/albert-einstein/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 06:37:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Andy Adom</dc:creator>
<guid>http://andykimia03.wordpress.com/2009/09/16/albert-einstein/</guid>
<description><![CDATA[Di sebuah kota kecil di Ulm, Jerman Barat, pada tanggal 14 Maret 1879, lahirlah seorang yang kemudia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Di sebuah kota kecil di Ulm, Jerman Barat, pada tanggal 14 Maret 1879, lahirlah seorang yang kemudian terkenal di kalangan para ahli ilmu fisika, bernama Albert Einstein. Ia berada di antara deretan para ahli filsafat maupun para ahli fisika, Sir Issac Newton, Chamberlain, Moulton, Kant, Laplace, Planck, Hubble, Neil Bohr, Hazzle, Kuiper, Jean, Jeffreys dan sebagainya. Hasil buah pikirannya yang penting menggetarkan dunia adalah di saat Perang Dunia II, yaitu dengan dijatuhkannya dua buah bom atom secara berturut-turut di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Bom tersebut disamping menghancurleburkan kota juga memusnahkan harapan negara Jepang di kala itu. Sementara itu, Einstein mengemukakan sebuah teori yang sampai sekarang masih berlaku dan sekaligus membuka tabir alam semesta yaitu Teori Relativitas (Kenisbian) dimana pada saat penemuannya hanya dimengerti oleh segelintir para ahli, antara lain : Eddington, James Jean, Edward Bernard, Russel dan sebagainya. Bahkan Dr.Mousyrifa mengatakan di dunia ini tak ada manusia yang bisa memahami teori ini kecuali hanya 10 orang.</p>
<p>Beliau seorang ilmuwan yang tulen dan sederhana. Rendah hati, pemalu tetapi sangat agresif dalam menanggapi setiap diskusi ilmiah di kalangan ilmuwan-ilmuwan terkenal.</p>
<p>Albert Einstein seorang anak yang dibesarkan sewaktu ayahnya menjadi pedagang toko kecil. Ia hidup dalam lingkungan serba sederhana. Kemudian pindah dari Ulm ke kota Meunchen dan di kota itu mulai bersekolah. Tiada seorang pun yang mengira bahwa ia bakal menjadi ahli matematika. Ketika di bangku sekolah ia sangat dibenci oleh guru-gurunya bahkan ia pernah dikeluarkannya. Tidak hanya itu justru pelajaran yang sangat dibenci adalah aljabar. Tingkah lakunya selalu aneh, namun berkat dorongan pamannya Yakob, makin terbukalah pikirannya. &#8220;Jika kamu kesulitan dalam memecahkan soal-soal aljabar bersikaplah kamu sebagai seorang detektif&#8221;, demikian tutur pamannya. Dengan ketekunannya makin lama pelajaran matematika seolah-olah berubah menjadi hiburan baginya. Einstein walaupun sangat cerdas akan tetapi lamban dalam berbicara maupun membaca. Sewaktu di SMA semua guru-guru dibencinya karena terlalu keras jika mengajar. Akan tetapi, jika ditanya selalu diam seribu bahasa alias tidak bisa. Itulah akibatnya Einstein malah dianggap anak tidak disiplin, suka membantah dan bandel. Pada suatu waktu dia sudah tidak tahan lagi di kelas, kemudian ia pergi ke dokter agar dokter memberi keterangan bahwa ia sakit saraf. Maka terkabullah niatnya untuk keluar sekolah dengan keterangan surat dari dokter tadi. Meskipun demikian ia tetap rajin belajar. Ini terbukti ketika masih berusia 12 tahun sudah mendalami matematika kalkulus, kemudian pada usia 13 tahun dipelajarinya karya-karya filsafat besar seperti Immanuel Kant dan termasuk bidang yang dipelajarinya adalah matematika, fisika maupun filsafat. Hal ini ditekuni tanpa putus asa. Keluarga Einstein memang kurang beruntung. Mereka adalah keturunan Yahudi yang sangat dibenci para penguasa di Jerman. Terbukti ia berpindah-pindah tempat. Mulanya ke Italia, Swiss dan sampai ke Amerika Serikat dan memang ia sangat merdeka dalam mempelajari ilmunya. Jadi, ia sangat tidak peduli mencampuradukkan antara ilmu dan politik. Pertentangan ini cukup tegang dialaminya saat timbulnya Perang Dunia II yang kala itu dibawah pimpinan tokoh paling kejam yaitu Hitler.</p>
<p>Pada usia 16 tahun Einstein bertekad ingin menjadi guru. Oleh karena itu ia berusaha masuk ke institut di Zurich. Namun apa daya, ia tidak memiliki ijazah SMA karena dikeluarkan sebelum tamat. Akhirnya dengan bersusah payah dan cara yang berbelit-belit permohonan dikabulkan asalkan dengan terlebih dahulu mengikuti tes masuk. Malang baginya, ia tdak dapat diterima karena pelajaran biologi dan bahasa menurut hasil tes kurang sekali nilainya. Kegagalan ini memang wajar sebab sewaktu sekolah SMA belum pernah belajar dengan baik, gara-gara ia dikeluarkan dari sekolahnya. Walaupun demikian ia tidak berhenti sampai di situ. Selama satu tahun ia belajar lebih giat lagi untuk mengikuti tes ulangan masuk institut tersebut. Dengan keuletannya ia berhasil masuk perguruan tinggi dengan nilai fisika dan matematika cukup cemerlang.</p>
<p>Alam perguruan tinggi membuat ia senang bergumul dengan ilmu fisika dan matematika. Profesor-profesor sudah tidak asing lagi bagi dirinya, berdiskusi secara bebas dan memang IQ-nya tidak tanggung-tanggung, 300. Berkat kecerdasan dan keuletannya itu maka dalam waktu empat tahun ia sudah menggondol gelar sarjana matematika dengan prestasi yang belum pernah tercapai oleh mahasiswa lain di perguruan tinggi itu. Seperti yang ia cita-citakan setelah lulus ia menjadi guru dan pegawai di Swiss sebagai tenaga ahli. Disamping itu ia tetap rajin mengadakan penelitian-penelitan sendiri. Dalam jangka waktu 7 tahun telah menelorkan karya-karya ilmiah yang sangat mengagumkan dan gelar doktor sudah dikantonginya. Dan ternyata Einstein tidak hanya seorang ilmuwan. Di waktu senggang ia juga sebagai seniman yang gemar menggesek biola dan suka pada puisi-puisi yang indah. Begitu peka perasaannya sehingga Dr.Mustafa Muhammad dalam bukunya <em>ainstein wannisbiyah</em> mengatakan otak Einstein dalam pengembaraannya hampir seperti pelukis abstrak dengan pengembangan seninya dan rumus-rumusnya ditulis jauh dari kenyataan dalam bentuk angka-angka dan rumus-rumus matematika. Juga ia telah merombak pemikiran yang bersifat sintesis dan analisis tradisional kemudian menggantinya dengan pandangan hakekat yang tadinya tersembunyi di balik selubung kebiasaan dan tradisi. Memang hal ini akhirnya meruntuhkan konsepsi Newton yang tadinya menganggap bahwa ada suatu benda yang bersifat mutlak sebagai patokan, padahal menurut Einstein tidaklah demikian. Einstein tetap mengatakan bahwa seluruh alam semesta ini tidak ada yang mutlak melainkan relatif adanya dan semuanya terjadi dengan sangat sederhana. Maka disusunlah suatu konsepsi baru yang mencengangkan para ilmuwan di dunia yaitu dengan teorinya yang diberi nama &#8220;<strong>Teori Relativitas Einstein</strong>&#8220;.</p>
<p>Benarlah bahwa Einstein juga seorang ahli alam semesta karena konsepsinya juga menandingi Teori Expanding yang ditemukan oleh Hubble. Oleh karena itu dalam bukunya yang berjudul &#8220;The Universe&#8221; oleh David Bergamini dijuluki &#8220;Master Cosmologist&#8221; (ahli kosmologi/alam semesta). Dikatakan pula bahwa Einstein adalah penemu yang menguasai sistem matematika dengan penyelidikannya yang meliputi alam makrokosmos (alam semesta) juga alam mikrokosmos tentang atom-atom, dimana salah satu teorinya yang tinggi nilainya adalah <strong>Teori Kesatuan Medan</strong> (Unified Field Theory). Selanjutnya pada tahun 1921 lahirlah penemuan baru lagi mengenai cahaya yang mana mendapat penghargaan tinggi secara internasional yaitu Hadiah Nobel. Dalam sebuah teorinya tentang alam semesta dikemukakan bahwa tadinya semesta ini berasal dari benda raksasa yang akhirnya pecah dan pecahan-pecahan ini terjadilah galaksi-galaksi yang bergerak melengkung dengan membentuk sudut 360º menuju ke segala arah. Dikatakannya, semesta ini tetap luasnya tidak menyempit maupun melebar. Oleh karena itu disebut Teori Statis.</p>
<p>Namun sayang, hasil-hasil karyanya yang mengagumkan dunia itu menjadi bahan incaran kaum politisi dalam bidang militer, sehingga justru penemuannya menjadi bencana yang besar. Di tahun 1941, ia menjadi dosen di Universitas Princeton dan dengan penampilannya yang khas seperti gaya seorang seniman kendatipun setiap saat dikerumuni mahasiswa-mahasiswanya. Dibalik itu pergunjingan politik dunia makin menegangkan dan para negarawan sangat membutuhkannya. Kenapa? Einstein juga ahli atom yang telah mengemukakan bahwa atom dapat menghasilkan energi yang amat dahsyat. Para penguasa menginginkan agar Einstein sudi membuat teorinya itu menjadi kenyataan. Akan tetapi, ia bersikeras agar ilmunya bukan untuk malapetaka namun semuanya untuk kedamaian. Ia pun tidak mengakui bahwa Einstein bukan bangsa Amerika melainkan bangsa Swiss yang tidak suka perang. Meskipun demikian bujukan demi bujukan selalu menggodanya dan tibalah saatnya ia betul-betul terjebak. Beliau yang juga penemu pengembangan alat-alat laser telah menyetujui pembuatan bom atom. Tak lama kemudian terjadilah bencana yang maha dahsyat, manusia di dua kota yakni Hiroshima dan Nagasaki berserakan, bergelimpangan sangat mengerikan. Seluruhnya rata dengan tanah. Semuanya telah terjadi, ia sangat murung dan menyesali perbuatannya. Ia merasa ikur berdosa membunuh manusia yang tidak tahu-menahu. Buah karyanya ternyata bukan untuk kedamaian tetapi sebaliknya. Walaupun dunia menyanjung keberhasilannya itu, ia tetap diam dan menyesal. Termasyurlah kalimat yan diucapkannya &#8220;<strong><span style="text-decoration:underline;">SCIENCE WITHOUT RELIGION IS BLIND, RELIGION WITHOUT SCIENCE IS LAME</span></strong>&#8221; (pengetahuan tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh).</p>
<p>Tanggal 18 April 1955 adalah hari berkabung secara internasional. Seorang tokoh ilmuwan besar telah wafat dan seluruh umat di dunia meratapinya. Presiden Amerika Eishenhower ikut berduka cita dan mengakui betapa besar jasanya terhadap Amerika dan dunia umumnya. Walaupun ia telah tiada namun hasil karyanya masih dapat digunakan untuk kedamaian dan kesejahteraan umat di dunia. Salah satunya adalah energi nuklir untuk menghadapi krisis energi di dunia. Masalahnya, bisakah kita berbuat demikian ?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Superstjernen]]></title>
<link>http://karibua.wordpress.com/2009/09/15/superstjernen/</link>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 21:27:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>karibua</dc:creator>
<guid>http://karibua.wordpress.com/2009/09/15/superstjernen/</guid>
<description><![CDATA[Artikkelen sto på trykk i Samfunnsviter&#8217;n i 2005. En gang var Knut Jørgen Røed Ødegaard den me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Artikkelen sto på trykk i <a href="http://no.wikipedia.org/wiki/Samfunnsviter%27n" target="_self">Samfunnsviter&#8217;n</a> i 2005.</em></p>
<p><strong>En gang var Knut Jørgen Røed Ødegaard den mest tilbakeholdne på Astrofysisk institutt. Så kom Leonidestormen.</strong></p>
<div id="attachment_849" class="wp-caption alignright" style="width: 299px"><img class="size-full wp-image-849" title="knutjorgen" src="http://karibua.wordpress.com/files/2009/09/knutjorgen.png" alt="knutjorgen" width="289" height="237" /><p class="wp-caption-text">   – I midten av hver galakse er det superslurpere som kan slurpe i seg hele solsystemer. Til slutt sier de BANG!! og blir til et super-super hull. </p></div>
<p>- Han som skrev pressemeldingen tok i litt ekstra, og skrev at det skulle være et gigantarrangement under tidenes meteorstorm på Tryvann. Jeg fikk helt skrekken, for jeg var oppgitt som kontaktperson.</p>
<p>Den dagen i november 1999 var Knut Jørgen 11 ganger på radio og 10 ganger på TV. Journalistene syntes han var god til å forklare. Siden har det ballet på seg for universets blideste astronom.</p>
<p>- Når begynte du å interessere deg for astronomi?</p>
<p>- Da jeg var liten var jeg interessert i insekter og stjernehimmel og vær og vind og stein og&#8230; Så ble det mer himmel etterhvert. Og forsåvidt litt insekter.</p>
<p>Astronomen synes vi burde dra til Mars og forurense litt. Der kan CO2-utslipp ha mye for seg. Atmosfæren vil bli varmere og tettere, slik at den holder på varmen og vannet i undergrunnen smelter. Da blir det vanndamp, skyer og regn i atmosfæren, og (vips!) så har vi et nytt sted å bo. Han tror det vil skje innen noen hundre år.</p>
<p>- I fjor sa TV2 at de skulle spandere en tur til Mars på meg hvis de fant liv der. Det koster ti norske oljefond, så jeg pleier å si at man ikke må kjøpe aksjer i TV2. Og vet du hva jeg sier til dem som vil sende meg ut i verdensrommet?</p>
<p>- Nei?</p>
<p>- Jeg er ikke naut, jeg er bare nom.</p>
<p>Knut Jørgen blir om mulig enda blidere når han forteller at vi snart vil få romstasjoner på månen. Da blir det mye lettere å reise til Mars.</p>
<p>- For å løfte rakettene fra jorden, må vi bruke nesten alt drivstoffet til å løfte drivstoff. På månen er det mindre tyngekraft, og rakettene kan få mye høyere hastighet.</p>
<p>For øyeblikket er han imidlertid mest opptatt av veldig tunge stjerner.</p>
<p>- Eksplosjonene disse stjernene forårsaker er så kraftige at de kan kverke livet på jorden. Derfor kaller jeg dem bare kverkestjerner.</p>
<p>Slike stjerner vil antakelig kverke oss om 100 000-1 000 000 år. Ufattelig kort tid, ifølge astronomen. Heldigvis kan vi få et forvarsel så vi rekker å legge et skjold utenfor jorden. Verre er det med antipartiklene, som ødelegger både seg selv og partiklene når de møtes. Jeg spør hvor de er hen.</p>
<p>- Det har bare vært noen få av dem gjennom tidene. Men i andre universer kan det være bare antimaterie. Hvis du finner en romtunnell og kommer til et univers med antimaterie, da vil du ligge tynt an.</p>
<p>Han beskriver romtunnellen ved å velge den korteste veien til undersiden av bordplaten, nemlig tvers gjennom bordet. Den langsomme og kjedelige veien går ut til kanten av bordplaten og ned på undersiden. En romtullell består for øvrig av et sort hull som suger deg inn og et hvitt hull i den andre enden som spytter deg ut.</p>
<p>Først i 1995 ble det oppdaget planeter i andre solsystemer. Siden da er det funnet 140 stykker.</p>
<p>- Planetene trekker litt på stjernen sin når de går rundt den. Det betyr at stjernen vagger, og det kan vi studere med ufattelig nøyaktige instrumenter. Hvis stjernen beveger seg en million kilometer i timen, må vi kunne se gangfart-endringer</p>
<p>- Mange snakker om andre universer, men hvordan defineres et annet univers?</p>
<p>- Det er så herlig spørsmål det der, for vårt univers er uendelig, men samtidig er det ikke uendelig.</p>
<p>Knut Jørgen ler lenge. For han har løsningen.</p>
<p>- Svaret er dimensjoner. I fire dimensjoner kommer vi aldri ut av vårt eget univers, for hvis vi reiser opp dit&#8230;</p>
<p>Han peker gjennom perlemorsskyen utenfor vinduet, som han snart skal få en tekstmelding om fra en 12 år gammel venn.</p>
<p>- &#8230;så når vi aldri noen grense for vårt univers. Men hvis vi var i en høyere dimensjon ville vi kanskje sett vårt univers som en ballong blant mange andre i et superrom.</p>
<p>- Og hva er en annen dimensjon?</p>
<p>- Hvis du blåser opp en ballong har den to dimensjoner; lengde og bredde. En maur kan spasere rundt på ballongen og aldri finne noen slutt på den. Men jeg kan ta fingeren ut og inn mot mauren og ballongen. Da kan jeg bevege meg i én dimensjon mer enn mauren.</p>
<p>Hvis vi vil reise bakover i tid, trenger vi bare å reise fortere enn lyset. Om vi skulle bli tatt i en fartskontroll, kan vi trøste oss med at vi ville vært ti ganger rundt jorda før politiet så oss.</p>
<p>- Hvis vi reiste hundre lysår utover med en ordentlig kraftig kikkert, kunne vi sett unionsoppløsningen i 1905, fortsetter Knut Jørgen. På dette tidspunktet er han såpass langt nede i ølglasset at jeg kan stille det nest verste spørsmålet mitt:</p>
<p>- Hvordan oppsto noe for første gang?</p>
<p>- Tenk deg at du går i banken og låner tusen kroner. Da har du en konto med tusen kroner og en lånekonto med minus tusen. Slik er det med universet også, hvis det låner energi fra ingenting.</p>
<p>- Men penger må du jo låne fra andre?</p>
<p>- Forsåvidt&#8230; Men hvis du har et tomt rom og forstørrer det en milliard og en milliard til og en milliard ganger til, da er ikke rommet så enkelt lenger. Det er et villt kaos, med bobleskum som fluktuerer i alle retninger. I disse fluktuasjonene kan det oppstå spirer til univers. Fra tomt rom kan det oppstå partikler, det har man observert.</p>
<p>Heldigvis har jeg et enda verre spørsmål:</p>
<p>- Alt det såkalte tomrommet i universet er kanskje ikke vakuum, men mørk materie, og hva er det?</p>
<p>- Du har gjort god research må jeg si.</p>
<p>Han nøler med svaret, og prøver å snike seg unna ved å kalle den mørke materien for mørk energi, og den mørke energien for vakuum-energi.</p>
<p>- For noen år siden ble en amerikansk ekspert på vakuum-energi spurt om han egentlig forsto hva det var. Han sa nei. Vi vet jo at 96% av alt som finnes i verdensrommet er ukjent for oss.</p>
<p>- Kan det ukjente være noe annet enn materie?</p>
<p>- Den mørke energien er noe annet enn materie. Den fins over alt og har negativ tyngdekraft. Hvis det hadde vært mye av den her nå, og jeg hadde holdt opp dette glasset, så kunne du risikert at det hadde fortsatt opp mot taket.</p>
<p>- Har strengteori noe med dette å gjøre?</p>
<p>- Det er en type partikler som kalles strenger, men det er ingen grunn til å tro at de finnes. Rent bortsett fra at de burde finnes. Det kunne forklart mye av den mørke materien.</p>
<p>- Finner dere astronomer på mye rart bare for å forklare andre ting?</p>
<p>- For å forklare den mørke materien har vi funnet på veldig mye rart. Og også for å forklare detaljer i Big Bang.</p>
<p>Jeg spør hva jeg kan forvente å oppleve rent astronomisk før jeg dør. Knut Jørgen svarer at det vil bli like vanlig å dra til verdensrommet som det er å dra til Australia i dag. At vi vil få kabler som strekker seg 100 000 kilometer ut fra ekvator med romheiser som kan kjøre uten risiko. Dessuten store romstasjoner, og bosetting på månen og Mars. Om bare 20 år vil vi vite om det er liv innenfor noen få hundre lysår. Men det kan jo være liv lengre ut. Knut Jørgen tror det.</p>
<p>- Det var noen fantastiske spørsmål, sier han, før perlemorsskyen utenfor gjør ham vilt begeistret igjen.</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/7cTszA62CM4&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/7cTszA62CM4&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p><span style="color:#808000;"><strong>Bård &#38; Harald som Knut Jørgen Røed Ødegaards fettere. </strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Astronomi mengatakan: Alam Semesta Diciptakan!]]></title>
<link>http://redbetelgeuse.wordpress.com/2009/09/15/astronomi-mengatakan-alam-semesta-diciptakan/</link>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 03:30:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Andryana Nugraha</dc:creator>
<guid>http://redbetelgeuse.wordpress.com/2009/09/15/astronomi-mengatakan-alam-semesta-diciptakan/</guid>
<description><![CDATA[Gagasan kuno abad 19:alam semesta kekal.. Gagasan yg umum diabad 19 adalah bhwa alam semesta mrupaka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gagasan kuno abad 19:alam semesta kekal.. Gagasan yg umum diabad 19 adalah bhwa alam semesta mrupaka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hubble Deep Field: Mänsklighetens viktigaste bild]]></title>
<link>http://hiroshimatelegrafen.wordpress.com/2009/09/10/hubble-deep-field-mansklighetens-viktigaste-bild/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 20:30:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hiroshimatelegrafen</dc:creator>
<guid>http://hiroshimatelegrafen.wordpress.com/2009/09/10/hubble-deep-field-mansklighetens-viktigaste-bild/</guid>
<description><![CDATA[Det finns fortfarande människor som tror att vi är helt ensamma i Universum. Snälla, hjälp dom genom]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/fgg2tpUVbXQ&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/fgg2tpUVbXQ&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Det finns fortfarande människor som tror att vi är helt ensamma i Universum.<br />
Snälla, hjälp dom genom att visa den här videon.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ledakan Sinar Gamma Terdeteksi, 12,2 Miliar Tahun Cahaya dari]]></title>
<link>http://gluno.wordpress.com/2009/09/06/ledakan-sinar-gamma-terdeteksi-122-miliar-tahun-cahaya-dari/</link>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 08:29:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>gluno</dc:creator>
<guid>http://gluno.wordpress.com/2009/09/06/ledakan-sinar-gamma-terdeteksi-122-miliar-tahun-cahaya-dari/</guid>
<description><![CDATA[BumiTeleskop Fermi milik badan antariksa AS telah mendeteksi ledakan besar di antariksa, yang menuru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#ff6600;"> BumiTeleskop Fermi milik badan antariksa AS telah mendeteksi ledakan besar di antariksa, yang menurut para ilmuwan merupakan ledakan sinar Gamma terbesar yang pernah terdeteksi, sebuah laporan yang dipublikasikan Kamis dalam Science Express menyatakan.</span></p>
<p>Ledakan spektakuler itu, yang terjadi pada September di konstelasi Carina, menghasilkan energi yang berkisar 3.000 hingga lebih lima juta kali dari cahaya yang terlihat, kata para pakar astrofisika.</p>
<p>&#8220;Cahaya terlihat memiliki energi berkisar antara dua dan tiga elektron volt,&#8221; kata astrofisikawan Frenk Reddy dari badan antariksa AS, NASA, kepada AFP.</p>
<p>&#8220;Jika Anda memikirkannya dalam energi, sinar-X jauh lebih kuat karena mampu menembus materi. Karena itu, mengapa kita dapat melihatnya dari jarak yang jauh sekali,&#8221; ujar Reddy.</p>
<p>Sebuah tim yang dipimpin Jochen Greiner dari Institut Max Planck bagi Fisika Ekstraterestial di Jerman memastikan ledakan besar sinar-Gamma itu terjadi 12,2 miliar tahun cahaya jauhnya.</p>
<p>Jarak dari Bumi ke Matahari delapan menit cahaya atau sekitar 144 juta kilometer, dan ke Pluto 12 jam cahaya.</p>
<p>Lebih kuat ketimbang supernova</p>
<p>Dengan memperhitungkan sangat jauhnya jarak ledakan dari Bumi, para ilmuwan berkesimpulan bahwa ledakan tersebut lebih kuat ketimbang 9.000 supernova, yakni ledakan kuat yang terjadi pada akhir masa kehidupan sebuah bintang.</p>
<p>Dan gas yang menyembur memancarkan sinar Gamma yang bergerak dengan kecepatan hampir menyamai cahaya.</p>
<p>&#8220;Daya ledakan kuat ini dan kecepatannya merupakan yang paling ekstrim hingga sejauh ini,&#8221; kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan Departemen Energi (DoE) AS.</p>
<p>Ledakan sinar Gamma merupakan ledakan paling terang di jagad raya, yang menurut para astronom berlangsung ketika bintang-bintang besar kehabisan bahan bakar nuklirnya dan kemudian runtuh.</p>
<p>Ledakan yang berlangsung lama, yakni lebih dari dua detik, terjadi pada bintang besar yang mengalami keruntuhan, sedangkan ledakan yang lebih singkat, yaitu kurang dari dua detik, terjadi pada bintang yang lebih kecil.</p>
<p>Dalam ledakan-ledakan singkat sinar Gamma, bintang-bintang hanya meledak dan membentuk supernova, namun pada ledakan yang lama, sebagian besar bintang intinya runtuh dan membentuk lubang hitam.</p>
<p>Mempelajari berbagai ledakan sinar Gamma akan memungkinkan para ilmuwan &#8220;mengambil contoh sebuah bintang pada kejauhan, tempat kita bahkan tak bisa melihat berbagai galaksi dengan jelas,&#8221; kata Reddy.</p>
<p>Para astrofisikawan memperkirakan terdapat ratusan miliar galaksi di jagad raya ini. Teleskop antariksa sinar Gamma Fermi dikembangkan oleh NASA, berkolaborasi dengan DoE dan para mitra, termasuk berbagai lembaga akademis di Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Swedia dan AS. (*)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://gluno.wordpress.com/2009/09/06/11/</link>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 08:07:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>gluno</dc:creator>
<guid>http://gluno.wordpress.com/2009/09/06/11/</guid>
<description><![CDATA[Minggu, 6 September 2009 Jutaan Planet Baru di Bimasakti - Berdasarkan buletin yang diumumkan NASA, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Minggu, 6 September 2009</p>
<p>Jutaan Planet Baru di Bimasakti<br />
-</p>
<p>Berdasarkan buletin yang diumumkan NASA, disebutkan bahwa para ilmuwan dari balai penelitian ruang angkasa lembaga ilmu pengetahuan Rusia dan astrofisika dan Jerman menemukan jutaan planet baru di bimasakti. Temuan tersebut akan dipublikasikan dalam dua makalah di majalah astrofisika dan astronomi.</p>
<p>Sejak 400 tahun silam, sebuah sistem galaksi seperti cahaya putih yang ditemukan Galileo sebetulnya mengandung planet tunggal yang tak terhitung banyaknya. Sekarang, dengan memakai Rossi X-ray timing Explorer terhadap sistem galaksi para ilmuwan kembali menemukan temuan serupa di kawasan sinar- X.</p>
<p>Oleh para ilmuwan, asal sinar-X yang menyebar dan mirip cahaya tampak dalam sistem galaksi itu disebut latar sinar-X Bimasakti, dan selama ini merupakan sebuah misteri yang tak terpecahkan. Latar sinar-X yang ditemukan para ilmuwan ini tidak memencar seperti anggapan semula, melainkan ditentukan oleh jutaan sumber sinar-X tunggal yang semula tidak diketahui. Sumber-sumber sinar-X ini adalah planet mati yang dinamakan bintang kecil putih, lingkaran cahaya yang luar biasa di sekeliling planet tersebut.</p>
<p>Jika temuan ini terbukti, maka pemahaman kita terhadap sejarah sistem galaksi kita akan berdampak terhadap pembentukan planet, perbandingan letusan supernova hingga evolusi planet.</p>
<p>“Di malam hari, anda dapat melihat cahaya yang berpencar di angkasa dari atas pesawat,“ salah satu ilmuwan di lembaga penelitian Jerman menuturkan. “Jika disimpulkan secara sederhana cahaya yang dipancarkan dari angkasa itu tidak cukup. Hanya ketika anda menyaksikan dari dekat baru bisa melihat bahwa cahaya di angkasa kota itu terdiri dari satu persatu sumber cahaya. Cahaya dari rumah, cahaya lampu jalanan dan cahaya yang dipancarkan dari lampu mobil dll. Dari sini kita membedakan asal sinar-x tunggal dalam sistem galaksi kita. Temuan kami ini dapat membuat banyak ilmuwan terperangah.”</p>
<p>Foto latar infrared dipotret pada tahun 1990-an oleh Cosmic Background Explorer mission, NASA. Titik simpul berwarna putih adalah sumber sinar-X yang sangat kuat, kebanyakan berasal dari lubang hitam atau aktivitas bintang neutron. Namun, kebanyakan sinar-X dalam galaksi kita berasal dari jutaan sumber sinar-X yang relatif agak gelap dan tidak bisa diindikasikan. Pada gambar atas memanifestasikan lengkungan yang menyebar di segenap galaksi, garis putih yang sangat halus. Ini semua seperti bintang cebol putih yang belum pernah ditemukan dan memiliki cahaya yang dinamis.</p>
<p>Sinar–X adalah bentuk energi tinggi, lebih besar dibanding energi cahaya yang tampak, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Latar sinar-X lebih luas dibanding latar cahaya tampak yang kita sebut sistem galaksi, karena itu ilmuwan semula menganggap latar sinar-x itu memencar, bukannya berasal dari sumber cahaya berbentuk titik. Di masa lalu secara umum ilmuwan menganggap bahwa sebagian besar latar sinar-x berasal dari benda panas antar planet.</p>
<p>Temuan baru ini didapat dari data pengamat selama 10 tahun ini berdasarkan Rossi X-ray Timing Explorer, data pengamat terdiri dari gambar sinar-X yang paling lengkap dalam sistem galaksi. Menurut penelitian tersebut sistem galaksi dipenuhi dengan planet sinar-X, sebagian besar tidak begitu terang, karena itu, ilmuwan meremehkan jumlah mereka selama ini.</p>
<p>Ilmuwan sama sekali tidak berhasil mengambil gambar sumber sinar-X tunggal. Yang mereka perhatikan adalah gambar sinar-X dan sumber radiasi infrared yang diperoleh Cosmic Backgroud Explorer NASA semuanya cocok. Hal ini berarti bahwa gambar serupa infrared dan sinar-X mencerminkan penyebaran masa galaksi, karena itu, latar sinar-X mengandung sejumlah besar benda-benda terpencil yang gelap dalam galaksi.</p>
<p>Sumber : Erabaru</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sedulur Papat]]></title>
<link>http://astayoga.wordpress.com/2009/09/04/sedulur-papat/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 04:06:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hasto Suprayogo</dc:creator>
<guid>http://astayoga.wordpress.com/2009/09/04/sedulur-papat/</guid>
<description><![CDATA[sedulur papat kalima pancer Dalam kosmologi Jawa, ada satu ajaran luhur tentang kehidupan. Ajaran te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[sedulur papat kalima pancer Dalam kosmologi Jawa, ada satu ajaran luhur tentang kehidupan. Ajaran te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Martinus-utställning!]]></title>
<link>http://filipstadsbibliotek.wordpress.com/2009/09/03/martinus-utstallning/</link>
<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 09:13:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jan Fröding</dc:creator>
<guid>http://filipstadsbibliotek.wordpress.com/2009/09/03/martinus-utstallning/</guid>
<description><![CDATA[Från och med Måndag 14/9 till och med lördag 3/10 visar biblioteket en utställning om den Danske för]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Från och med Måndag 14/9 till och med lördag 3/10 visar biblioteket en utställning om den Danske författaren och mystikern Martinus.</p>
<p>Utställarens beskrivning av utställningen:<br />
&#8220;Utställningen &#8220;Ett fönster mot Evigheten&#8221; handlar om Tredje Testamente av<br />
den danska författaren och konstnären Martinus, livsåskådning och<br />
världsbild. Som besökare guidas du via 18 kosmiska symboler/konstverk på<br />
pedagogiskt vis in i denna osynliga orsaks- och tankevärld som är grunden<br />
till allt som sker.</p>
<p>Med hjälp av vackra och färgsprakande symbolbilder och korta förklarande<br />
texter kan du följa verkets röda tråd. Tredje Testamentet lyfter fram de<br />
eviga livsfrågorna ur trons töcken och förklarar dem i vetandets klara ljus.<br />
Livets mysterium som också är kärlekens mysterium, kan nu förklaras via<br />
logiska tankeföljder</p>
<p>Efter en andlig upplysningsprocess fick Martinus, verkets författare, nya<br />
andliga förmågor. Han kunde se det eviga och oändliga i allt. Efter denna<br />
process använde han resten av sitt liv, hela 60 år, till att nedskriva sina<br />
kosmiska upplevelser. Efter hans död, den 8 mars 1981, utkom hans samlade<br />
verk med titeln; Tredje Testamentet.<br />
Utställningen finns även i katalogform att ta med sig och säljes nonprofit.&#8221;</p>
<p>Utställaren kommer att finnas på plats och göra guidade visningar den måndagen den 14. och<br />
tisdagen den 15. kl. 13 15 och 17<br />
<a title="martinus" href="http://sv.wikipedia.org/wiki/Martinus" target="_blank"><br />
Läs mer om Martinus på wikipedia</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Begynnelsen]]></title>
<link>http://exnihilobigbang.wordpress.com/2009/08/22/i-begynnelsen/</link>
<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 04:08:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>exnihilobigbang</dc:creator>
<guid>http://exnihilobigbang.wordpress.com/2009/08/22/i-begynnelsen/</guid>
<description><![CDATA[Det mange ikke er klar over er at Big Bang-teorien, da den ble godkjent som konsept, vakte sterke ne]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Det mange ikke er klar over er at Big Bang-teorien, da den ble godkjent som konsept, vakte sterke negative reaksjoner blant datidens forskere. Årsaken var at teorien kunne antyde en skapelse.</strong></p>
<p>I 1915 publiserte <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Albert_einstein" target="_blank">Albert Einstein</a> sine likninger om det som i dag er kjent som <a href="http://no.wikipedia.org/wiki/Relativitetsteorien" target="_blank"><em>relativitetsteorien</em></a>. Teorien beskriver hvordan naturen oppfører seg ved ekstreme hastigheter eller gravitasjonsfelt.  </p>
<p>Den nederlandske astronomen, Willem de Sitter, fikk en idè fra disse likningene, hypotesen om at universet utvidet seg og galaksene gled fjernere fra hverandre. Dette var en svært betydningsfull teori, for den antydet at galaksene en gang for lenge siden var helt nær hverandre og en gang ble til. De Sitter kom derfor frem til at universet må ha hatt en begynnelse.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Einstein sa rett ut at denne teorien gjorde ham irritert. Den russiske matematikeren Alexander Friedmann prøvde å overbevise Einstein om at teorien var logisk, men dette førte bare til at Einstein prøvde å tilbakevise teorien. Omsider erkjente han at han hadde tatt feil.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-155" title="big_bang" src="http://exnihilobigbang.wordpress.com/files/2009/08/big_bang1.jpg" alt="big_bang" width="450" height="272" /></p>
<p>Årsaken til at Einstein ble brydd over funnet var neppe at det kunne antyde en skaperkraft bak universet som hadde skapt det ut av ingenting (<em>Creatio Ex Nihilo</em>), slik det blir hevdet av Dinesh D`Souza i boken <em>&#8220;What`s So Great About Christianity</em>&#8220;,side 319 - med mindre da Einstein endret sitt syn på muligheten for en gud etter f.eks disse oppslysningene.  Det finnes nemlig flere kilder som siterer ham i en tro på at det finnes en gud. Ta f.eks Max Jammer`s bok <em>&#8220;Einstein and Religion&#8221; (</em>Princeton University Press 1999), side 150<em>, </em>der Einstein blir sitert:</p>
<p><em>&#8220;I`m not an atheist, and i dont think i can call myself a pantheist. We are in the position of a little child entering a huge library filled with books in many languages. The child knows someone must have written those books. It does not know how. It does not understand the languages in which they are written. The child dimly suspects a mysterious order in the arrangement of the books but doesn`t know what it is. That, it seems to me, is the attitude of even the most intelligent human being toward God. We see the universe marvelously arranged and obeying certain laws but only dimly understand these laws. Our limited minds graps the mysterious force that moves the constellations&#8221;.</em></p>
<p>Tilbake til Big Bang. På slutten av 1920-tallet skjedde noe som skulle bekrefte teorien ytterligere. Astronomen Edwin Hubble observerte, gjennom en fjern stjernetåke via teleskopet sitt, at galakser bevegde seg fra hverandre med stor hurtighet. Antall stjerner i denne galaktiske spredningen antydet et forbløffende stort univers. Det var tydeligvis helt feil at universet var uforanderlig og statisk, slik mange hadde inntrykk av på denne tiden.</p>
<p>Mange forskere avskydde dette nye konseptet, kallt Big Bang, fordi det kunne antyde noe så hårreisende som at universet ble skapt, informerer Robert Jastrow i boken <em>&#8220;God and the Astronomers&#8221;. </em>Astronom Arthur Eddington kallte teorien for <em>&#8220;latterlig &#8230; utrolig &#8230; frastøtende.&#8221; </em>Fysiker Phillip Morrison skal ha sagt at: <em>&#8220;Jeg har vanskelig for å akseptere Big Bang-teorien. Jeg vil helst forkaste den&#8221;.  </em>Allen Sandage på Carnegie Laboratories sa at idèen var en <em>&#8220;så rar konklusjon&#8221;</em> at <em>&#8220;den kan ikke være sann&#8221;. </em></p>
<p>Flere av forskerne prøvde derfor det Einstein tidligere hadde prøvd på, nemlig å finne andre teorier som kunne eliminere behovet for en begynnelse på universet, og få disse verifisert. Men for å si det kort; de feilet. Enda flere vitenskapelige funn skulle videre bekrefte konseptet med Big Bang.  Begynnelsen var kommet for å bli.</p>
<p>Er det nødvendigvis slik at det må være en skaperkraft bak et univers med en begynnelse? De lærde strides. Men at det finnes vitenskapelige indisier for hypotesen kan ikke benektes. Dette er et viktig emne jeg kommer til å se litt nærmere på i denne bloggen, blant andre ting.</p>
<p>Velkommen skal du være!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Planet-kollision opdaget ]]></title>
<link>http://mortenremar.wordpress.com/2009/08/11/planet-kollision-opdaget/</link>
<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 11:04:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Morten Remar</dc:creator>
<guid>http://mortenremar.wordpress.com/2009/08/11/planet-kollision-opdaget/</guid>
<description><![CDATA[NASA&#8217;s Spitzer Space Telescope har fundet bevis for en højhastigheds-kollision mellem to nydan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[NASA&#8217;s Spitzer Space Telescope har fundet bevis for en højhastigheds-kollision mellem to nydan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Agama dan Kosmologi]]></title>
<link>http://denjiun.wordpress.com/2009/08/07/agama-dan-kosmologi/</link>
<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 17:43:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>denjiun</dc:creator>
<guid>http://denjiun.wordpress.com/2009/08/07/agama-dan-kosmologi/</guid>
<description><![CDATA[Kosmologi yang benar adalah fondasi yang harus dibangun oleh setiap insan beragama. Dengan metode ep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Kosmologi</strong> yang benar adalah fondasi yang harus dibangun oleh setiap insan beragama. Dengan metode epistemologis apakah kosmologi ini bisa dibangun? Mungkinkan pengetahuan empiris dapat memecahkan masalah-masalah prinsipal kosmologis? Dimanakah posisi tasawwuf dalam perfeksi dan perjalanan spiritual manusia? Artikel ini akan menjawabnya dengan penjelasan yang lugas dan sesederhana mungkin.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Definisi Agama</strong><!--more--><br />
Bicara soal agama, tidak bisa tidak kita harus memahami terlebih dahulu devinisi agama. Dalam bahasa Arab agama disebut ‘Din&#8217; yang secara bahasa berarti ketataan, pahala dsb. Dalam istilah, Din berarti keyakinan kepada Sang Pencipta manusia dan alam semesta serta ajaran-ajaran amaliah yang sesuai dengan keyakinan ini. Atas dasar ini orang yang tidak meyakini adanya Sang Pencita dan menganggap segala fenomena alam ini sebagai kejadian spontan atau semata-mata terjadi karena interaksi alam natural disebut sebagai orang yang tak beragama (ateis). Sebalik orang yang meyakini adanya Sang Pencipta semesta alam disebut sebagai orang yang beragama, sekalipun keyakinannya atau ritus-ritus agamanya mengalami penyimpangan dan khurafat. Maka dari itu, agama terbagi menjadi hak dan batil.<br />
Agama yang hak adalah agama yang mengandung keyakinan yang sesuai dengan kenyataan serta membawa petunjuk kepada perilaku-perilaku yang memiliki jaminan yang valid untuk menggapai kebenaran.<br />
<strong>Ushul dan Furu&#8217;</strong><br />
Dengan pengertian terminologis agama tadi jelaslah bahwa agama setidaknya terdiri dari dua elemen. Pertama, akidah atau keyakinan-keyakinan yang dilandasi dengan prinsip dan dasar yang valid. Kedua, hukum atau perintah-perintah amaliah yang sesuai dengan dasar-dasar akidah. Dengan demikian, tepatlah kiranya jika elemen akidah setiap agama disebut ‘ushul&#8217; (pokok-pokok) sedangkan elemen hukum amaliahnya disebut furu&#8217; (cabang). Dua istilah ini oleh para ulama Islam juga lazim disebut akidah Islam dan hukum Islam.<br />
Kosmologi dan Ideologi<br />
Istilah kosmologi dan ideologi artinya tak jauh berbeda satu dengan yang lain. Arti kosmologi antara lain ialah serangkaian keyakinan dan pandangan universal yang tersistematis mengenai manusia dan alam semesta, atau secara umum mengenai ‘ke-ada-an&#8217; (wujud). Sedangkan arti ideologi antara lain ialah serangkaian pandangan universal yang tersistematis mengenai perilaku manusia.<br />
Sesuai dua pengertian ini bisa dikatakan bahwa rangkaian akidah dan ushul setiap agama adalah kosmologi agama ini sendiri, sementara sistem universal hukum-hukum amaliahnya adalah ideologinya, dan keduanya diterapkan sesuai ushul dan furu&#8217; agama ini. Patut diingat bahwa istilah ideologi tidak mencakup hukum-hukum parsial sebagaimana kosmologi juga tidak mencakup keyakinan-keyakinan parsial. Selain itu, kata ideologi juga sering diterapkan pada pengertian umum yang mencakup kosmologi.<br />
<strong>Kosmologi Teisme dan Kosmologi Materialisme</strong><br />
Di tengah umat manusia terdapat aneka ragam kosmologi. Toh demikian, dengan pertimbangan diterima atau tidaknya alam immateri atau supranatural semuanya bisa dibagi dalam dikotomi kosmologi ketuhanan (teisme) dan kosmologi materialisme. Penganut kosmologi materialisme dulu disebut zindiq atau mulhid (ateis), sedangkan sekarang lazim disebut materialis. Ada banyak paham yang membidani lahirnya materialisme, dan diantaranya yang paling kesohor ialah Materialisme Dialektik yang menjadi elemen filosofis ajaran Marxisme.<br />
Dari keterangan di atas jelas bahwa penerapan istilah kosmologi lebih luas daripada istilah keyakinan atau akidah agama, karena kosmologi juga meliputi paham-paham ateisme dan materialisme sedangkan akidah agama tidak mencakupnya. Ini serupa dengan istilah ideologi yang sebenarnya hanya mencakup rangkaian hukum-hukum agama.</p>
<p><strong>Agama Samawi dan Ushulnya</strong><br />
Tentang proses munculnya berbagai agama para ahli sejarah agama dan sosiolog berbeda pendapat. Namun, berdasarkan apa yang bisa dipahami dari teks-teks keislaman (nash), agama muncul sejak manusia itu ada. Manusia pertama adalah Nabi Adam as yang merupakan nabi penyeru Tauhid (monoteisme), sedangkan keberadaan agama-agama yang mengandung paham-paham syirik (politeisme) tak lain adalah akibat penyelewengan, distorsi, dan tendensi-tendensi individual maupun kelompok.<br />
Agama-agama monoteisme yang merupakan agama samawi dan hakiki memiliki tiga prinsip universal yang kolektif. Pertama, keyakinan kepada Tuhan Yang Esa. Kedua, keyakinan kepada kehidupan yang abadi untuk setiap manusia di alam akhirat serta ganjaran dan pahala untuk setiap perbuatannya ketika hidup di alam dunia. Ketiga, keyakinan kepada pengutusan para Nabi oleh Allah SWT untuk menuntun umat manusia kepada kesempurnaan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.<br />
Tiga prinsip ini pada hakikatnya adalah jawaban untuk beberapa pertanyaan fundamental untuk setiap orang yang arif dan bijak yaitu, apa dan siapakah kausa prima atau sumber pertama wujud alam semesta ini? Apakah akhir dari kehidupan ini? Dan apakah yang bisa dijadikan sebagai jalur terbaik untuk menjalani program hidup? Adapun kandungan program yang dapat dipelajari dari jalur wahyu yang terjamin kebenarannya tak lain ialah ideologi religius yang terbangun berlandaskan kosmologi teisme.<br />
Keyakinan-keyakinan prinsipal memiliki berbagai konsekwensi, korelasi, akses, dan rincian-rincian yang keseluruhannya membentuk konsetalasi keyakinan religius. Perselisihan dalam hal-hal inilah yang menumbuh-biakkan berbagai aliran keagamaan, mazhab, dan sekte. Perselisihan mengenai status kenabian sebagian nabi serta penentuan kitab suci yang valid, misalnya, telah memicu perselisihan antara agama-agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Perselisihan ini kemudian membawa akses berupa perselisihan-perselihan lain dalam keyakinan dan tradisi yang sebagian diantaranya tidak sejalan dengan keyakinan-keyakinan prinsipal. Contohnya adalah keyakinan trinitas dalam agama Kristen yang jelas-jelas berseberangan dengan paham monoteisme, walaupun umat Kristiani tetap berusaha mengemas keyakinan trinitas ini dengan penjelasan-penjelasannya sendiri. Dalam Islampun, umat Nabi Besar Muhammad saww juga terpecah menjadi Ahlussunnah dan Syiah akibat perselisihan mengenai mekanisme penentuan para pengganti Rasul saww. Syiah meyakini bahwa yang berhak menentukannya hanyalah Allah SWT, sementara Ahlussunnah meyakini bahwa yang menentukannya adalah umat Islam sendiri.<br />
Alhasil, Tauhid, kenabian, dan hari kebangkitan adalah keyakinan yang paling fundamental dan prinsipal dalam semua ajaran agama samawi.</p>
<p><strong>Masalah Masalah Prinsipal Kosmologis</strong><br />
Ketika manusia berniat memecahkan berbagai persoalan fundamental kosmologis dan mengenal ushuluddin yang benar, pertanyaan yang pertama kali mencuat ialah apakah jalan pemecahan masalah-masalah ini? Bagaimanakah pengetahuan-pengetahuan yang fundamental bisa diserap dengan benar? Di tengah berbagai metode yang ada, metode manakah yang valid untuk memperoleh pengatahuan-pengetahuan ini?<br />
Semua pertanyaan ini dibahas secara rinci dalam epistemologi, yaitu satu disiplin ilmu yang menganalisis dan mengevaluasi berbagai pengetahuan dan metode penalaran manusia dalam memperoleh pengetahuan. Kita di sini akan membicarakan masalah ini sekadarnya.</p>
<p><strong>Berbagai Jenis Pengetahuan</strong><br />
Dari satu aspek tertentu pengetahuan-pengetahuan manusia bisa diklasifikasikan ke dalam empat kategori:<br />
Pertama, pengetahuan empiris. Pengetahuan ini diperoleh manusia dengan mengandalkan organ-organ inderawi, kendati akal juga berperan dalam eksepsi dan generalisasi pengetahuan-pengetahuan empiris. Pengetahuan empiris difungsikan dalam ilmu-ilmu empiris semisal kimia, fisika, dan biologi.<br />
Kedua, pengetahuan rasional. Pengetahuan ini dibentuk oleh konsepsi-konsepsi yang diserap oleh akal pikiran. Dalam pengetahuan ini peranan akal sangat fundamental kendati adakalanya persepsi-persepsi empiris masih digunakan sebagai sumber serapan konsepsi atau digunakan sebagai bagian dari premis dalam silogisme. Ruang gerak pengetahuan ini meliputi ilmu logika, ilmu filsafat, dan ilmu matematika.<br />
Ketiga, pengetahuan yang diterima begitu saja (ta&#8217;abbudi). Pengetahuan ini memiliki aspek sekunder dengan pengertian bahwa ilmu ini didapat berdasarkan pengetahuan-pengetahuan sebelumnya yang sudah dibuktikan sebagai sumber yang valid dan punya otoritas. Dengan kata lain pengetahuan ini diperoleh dari berita yang disampaikan oleh pembawa kabar yang terbukti bisa dipercaya. Contoh kongretnya adalah pengetahuan yang diperoleh para penganut agama dari pemuka agamanya. Pengetahuan ini adakalanya membentuk keyakinan yang jauh lebih kuat daripada keyakinan-keyakinan yang diperolehnya dari pengalaman-pengalaman empiris.<br />
Keempat, pengetahuan intuitif (syuhudi). Tak seperti tiga kategori pengetahuan di atas, pengetahuan ini bersentuhan langsung dengan obyeknya tanpa perantara gambaran subyetif. Karena itu, ilmu atau pengetahuan ini tidak mungkin salah. Namun demikian, biasanya apa diklaim sebagai ilmu syuhudi atau irfani pada hakikatnya adalah interpretasi subyektif dari sesuatu yang telah disaksikan. Interpretasi inilah yang bisa salah.</p>
<p><strong>Berbagai Jenis Kosmologi</strong><br />
Berdasarkan klasifikasi di atas, kosmologi bisa dibagi dalam empat bagian sebagai berikut:<br />
Pertama, kosmologi ilmiah. Maksudnya ialah manusia membangun kosmologi universalnya mengenai alam semesta berdasarkan hasil-hasil ilmu pengetahuan empiris.<br />
Kedua, kosmologi filosofis yang dicapai melalui proses argumentasi-argumentasi rasional.<br />
Ketiga, kosmologi yang diperoleh melalui keimanan kepada para pemimpin agama sehingga semua kata-kata mereka diyakini sebagai kebenaran.<br />
Keempat, kosmologi irfani yang diperoleh melalui jalur intuisi atau mukasyafah, syuhud, dan isyraq.<br />
Pertanyaannya sekarang ialah apakah semua masalah fundamental kosmologis bisa dipecahkan secara seimbang melalui semua bagian kosmologi di atas? Ataukah ada satu diantaranya yang harus diprioritaskan atas yang lain?</p>
<p><strong>Evaluasi dan Tinjauan Kritis</strong><br />
Seperti diketahui, ruang gerak pengetahuan empiris hanya terbatas pada fenomena-fenomena alam materi. Maka dari itu, hasil-hasil ilmu empiris tidak bisa mengenal fondasi-fondasi kosmologi dan menyelesaikan masalah-masalah kosmologis yang letaknya berada di luar peta ilmu pengetahuan empiris. Ilmu empiris tidak bisa mengisbatkan atau menafikannya. Hasil-hasil riset di laboratorium, misalnya, tidak akan bisa mengkonfirmasikan atau menolak keberadaan Tuhan. Ini tak lain karena pengalaman empiris sama sekali tidak akan bisa menjangkau alam immateri dan oleh sebab itu pengalaman ini jelas tidak akan bisa mengisbatkan atau menafikan sesuatu yang berada di luar zona alam materi.<br />
Dengan demikian, kosmologi empiris lebih menyerupai fatamorgana. Karenanya, kata-kata ‘kosmologi&#8217; dalam pengertian yang sebenarnya tidak bisa diterapkan pada pandangan-pandangan universal empiris. Kita hanya bisa menyebutnya sebagai Ilmu Pengetahuan Alam Materi. Jadi, ilmu ini tidak akan bisa menjawab berbagai persoalan prinsipal menyangkut kosmologi.<br />
Pengetahuan-pengetahuan ta&#8217;abbudi juga demikian. Sebagaimana yang dijelaskan tadi, pengetahuan ta&#8217;abbudi bersifat sekunder dalam pengertian bahwa pengetahuan ini bisa diyakini setelah sumbernya bisa dibuktikan valid sebelumnya. Jadi, sebelumnya harus bisa dibuktikan kenabian seseorang yang menjadi nara sumber pengetahuan itu. Sebelum ini pun harus pula dibuktikan keberadaan Tuhan, Zat yang mengutus nabi untuk membawa kabar (baca: pengetahuan). Dan keberadaan Pengutus nabi serta kenabian orang yang diutus-Nya jelas tidak bisa dibuktikan dengan pesan (baca: pengetahuan) yang dibawa oleh nabi. Misalnya, keberadaan Tuhan tidak bisa kita buktikan dengan pernyataan Al-Quran:&#8221;Tuhan itu ada&#8221;. Dengan demikian, metode ta&#8217;abbudi juga tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah prinsipal kosmologis.<br />
Adapun berkenaan dengan motode irfani, syuhudi, intiusi, atau yang juga disebut mistis kita perlu memberikan penjelasan secara agak detail melalui beberapa poin sbb:<br />
Pertama, Kosmologi adalah pengetahuan yang terdiri dari konsepsi-konsepsi subyektif (mafahim dzihniah), sementara dalam intuisi sama sekali tidak ada mafahim dzihniah.<br />
Kedua, untuk menjelaskan dan menginterpretasi apa yang diketahui seseorang dengan jalan intuisi sangatlah memerlukan kepiawaian yang besar dalam berpikir, dan ini tidak akan bisa dicapai kecuali dengan latar belakang jerih payah berpikir dan analisis-analisis filosofis yang panjang. Jika tidak, maka seseorang yang mengalami intuisi akan terjebak pada penggunaan kata-kata yang ambigu sehingga bisa menjadi penyebab timbulnya kesesatan dan penyelewenangan.<br />
Ketiga, dalam banyak kasus, hakikat yang diketahui seseorang melalui intuisi bisa mengundang kebingungan bagi orang ini sendiri manakala dia mencoba memberikan refleksi dan interpretasi subyektif.<br />
Keempat, diketahuinya hakikat-hakikat yang setelah diinterpretasikan oleh pikiran bisa kita sebut kosmologi bergantung kepada proses penempuhan jalan suluk, sedangkan penerimaan metode suluk ini sendiri juga memerlukan teori-teori dasar dan masalah-masalah prinsipal dalam kosmologi. Jadi, masalah-masalah ini harus terpecahkan terlebih dahulu sebelum dimulai perjalanan suluk, sedangkan pengetahuan-pengetahuan intiusi berada pada tahap yang paling akhir. Suluk, irfan, atau yang disebut tasawwuf hanya akan bisa dialami oleh seseorang jika dia benar-benar ikhlas berusaha menempuh jalan Allah SWT, dan usaha ini hanya bisa ditempuh oleh yang orang yang memiliki pengetahuan sebelumnya tentang Allah dan jalan pengabdian kepada-Nya.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Setelah semua metode di atas terbukti tidak bisa difungsikan dalam penyelesaian masalah-masalah prinsipal kosmologis, maka tinggallah satu jalan yang bisa dijadikan alternatif, dan itu ialah jalan penalaran rasional. Dengan begitu, maka kosmologi yang yang valid dan realistis ialah kosmologi filosofis.<br />
Sungguhpun demikian, ini bukan berarti bahwa untuk menemukan kosmologi yang benar semua persoalan-persoalan filosofis harus bisa dipecahkan. Sebaliknya, pemecahan beberapa persoalan filosofis yang sederhana dan mendekati aksiomatis sudah cukup untuk membuktikan keberadaan Tuhan yang merupakan masalah yang paling fundamental dalam kosmologi. Selain itu, menjadikan metode penalaran rasional (ta&#8217;aqqul) sebagai satu-satunya alternatif bukan berarti bahwa metode-metode lain tidak bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah-masalah kosmologis, karena banyak sekali argumentasi-argumentasi rasional yang bisa dikemukakan melalui premis-premis yang didapat dari ilmu-ilmu empiris dsb. (Artikel ini disadur dari buku Amuzashe Aqaid yang ditulis Ayatullah Misbah Yazdi untuk para pemula pelajar akidah.)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menguak Konsep Kosmologi Sunda Kuna]]></title>
<link>http://klipingcliping.wordpress.com/2009/08/03/menguak-konsep-kosmologi-sunda-kuna/</link>
<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 14:20:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>klipingcliping</dc:creator>
<guid>http://klipingcliping.wordpress.com/2009/08/03/menguak-konsep-kosmologi-sunda-kuna/</guid>
<description><![CDATA[Yang menentukan tempat seseorang sesudah kematian adalah sikap, perilaku, dan perbuatannya selama hi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Yang menentukan tempat seseorang sesudah kematian adalah sikap, perilaku, dan perbuatannya selama hi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teori Big Bang Dalam Kajian Islam]]></title>
<link>http://mansatugarut.wordpress.com/2009/07/24/teori-big-bang-dalam-kajian-islam/</link>
<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 09:43:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>mansatugarut</dc:creator>
<guid>http://mansatugarut.wordpress.com/2009/07/24/teori-big-bang-dalam-kajian-islam/</guid>
<description><![CDATA[terori big bang merupakan teori yang terakhir yang mengkaji tentang asal usul jagat raya. Menurut ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:HNIW-DjSosCROM:http://www.biblelife.org/bigbang.jpg"><img class="alignleft" title="Big Bang" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:HNIW-DjSosCROM:http://www.biblelife.org/bigbang.jpg" alt="" width="135" height="133" /></a>terori big bang merupakan teori yang terakhir yang mengkaji tentang asal usul jagat raya. Menurut kajian. terori big bang merupakan teori yang terakhir yang mengkaji tentang asal usul jagat raya. Menurut kajian terori big bang merupakan teori yang terakhir yang mengkaji tentang asal usul jagat raya. Menurut kajian terori big bang merupakan teori yang terakhir yang mengkaji tentang asal usul jagat raya. Menurut kajianterori big bang merupakan teori yang terakhir yang mengkaji tentang asal usul jagat raya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
