<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kota-santri &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kota-santri/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kota-santri"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 15:04:39 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kota Santri dan Prostitusi]]></title>
<link>http://vianxonata.wordpress.com/2009/09/09/kota-santri-dan-prostitusi/</link>
<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 06:26:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Vian Xonata</dc:creator>
<guid>http://vianxonata.wordpress.com/2009/09/09/kota-santri-dan-prostitusi/</guid>
<description><![CDATA[Bawaan dari kemaren pengen nulis aja tapi ide lagi macet jadi nggak tau mau dibawa kemana arah tulis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bawaan dari kemaren pengen nulis aja tapi ide lagi macet jadi nggak tau mau dibawa kemana arah tulis]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Video Porno Siswa SMA Gegerkan Pekalongan ]]></title>
<link>http://udinmduro.wordpress.com/2009/08/11/video-porno-siswa-sma-gegerkan-pekalongan/</link>
<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 10:11:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>udinmduro</dc:creator>
<guid>http://udinmduro.wordpress.com/2009/08/11/video-porno-siswa-sma-gegerkan-pekalongan/</guid>
<description><![CDATA[MassyaAllah, Sekedar Informasi bagi para remaja/siswaku perbuatan yang seperti ini sampai kapanpun v]]></description>
<content:encoded><![CDATA[MassyaAllah, Sekedar Informasi bagi para remaja/siswaku perbuatan yang seperti ini sampai kapanpun v]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta Sang Maha Pencinta]]></title>
<link>http://anintadiary.wordpress.com/2009/06/26/cinta-sang-maha-pencinta/</link>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 07:41:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>anintadiary</dc:creator>
<guid>http://anintadiary.wordpress.com/2009/06/26/cinta-sang-maha-pencinta/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari, seorang laki-laki bertanya kepada temannya. Ia bertanya tentang satu hal yang telah menj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suatu hari, seorang laki-laki bertanya kepada temannya. Ia bertanya tentang satu hal yang telah menjadikan setiap detik dalam hidup ini begitu berharga.Ya, laki-laki itu bertanya tentang hakikat cinta yang sebenarnya. Dan,temannya itu pun menjawab,</p>
<p>&#8220;Cinta itu bukan sebuah kata biasa, ia tidak dapat terdefinisikan oleh kata yang lain. Namun, yang aku tahu, cinta itu adalah sebuah dorongan memberi yang sangat kuat tanpa sedikit pun rasa pamrih. Cinta tak dapat dilukiskan dengan kata, tapi kamu bisa merasakan keberadaannya.</p>
<p><strong>Cinta itu ibarat sungai</strong> yang bermuara dari sebuah mata air, lalu ia mengalir dari hulu ke muara. Ia mengairi sawah-sawah petani, alirannya menjadi tenaga penggerak generator untuk menghasilkan listrik. Hingga akhirnya ia turun dan mengembara di samudera yang luas. Begitulah cinta, memberikan manfaat. Namun jika ia berlebihan, layaknya air yang membanjiri seisi kota dan menenggelamkan manusia ke dalamnya. Ia bisa sangat berbahaya.</p>
<p><strong>Cinta itu seperti udara</strong>, kamu tak bisa hidup tanpanya. Ia tidak terlihat, tapi kamu bisa merasakan kehadirannya. Begitu bermakna ia di dalam setiap detik dalam hidupmu.</p>
<p><strong>Cinta itu seperti langit</strong>, luas dan indah, dengan bintang-bintang, bulan, matahari, dan semua benda yang menghiasinya. Ketika kau memperhatikannya, maka kedamaian dan ketenangan akan menghampirimu. Kau tak bisa menyentuhnya, tapi kau akan merasa hatimu tersentuh dengan melihatnya dan seketika sadar betapa kecilnya engkau.</p>
<p><strong>Cinta itu seperti matahari</strong>, sinarnya menyinari bumi. Hangatnyalah yang membuat manusia bisa tumbuh berkembang, tumbuhan bisa berfotosintesis. Cahayanya yang terang menjadi pelita bagi kehidupan di bumi.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Namun, tidaklah sempurna cinta seseorang, jika cintanya itu bukan berasal dari Yang Maha Mencintai. Perasaan cinta yang lahir sebagai bentuk interpretasi dari cinta yang diberikan oleh Yang Maha Mencintai, itulah cinta yang hakiki. Sebuah bentuk cinta yang di dalamnya akan memunculkan kasih dan sayang, karena ia memang berasal dari Yang Maha Pengasih dan MahaPenyayang. Itulah cinta yang diberkahi. Itulah cinta para penghuni surga.</p>
<p>Akan tetapi, sangatlah hina perasaan cinta yang dimiliki seseorang jika cintanya itu hanya merupakan gumpalan hawa nafsu yang ia balut dengan kain ketulusan cinta. Sungguh merugi orang yang seperti itu. Cinta yang ia rasakan bukannya mendekatkan ia dengan Yang Mahadekat, namun malah mendekatkan ia dengan azab yang dekat. Dan itulah seburuk-buruk cinta. Cinta seorang penghuni neraka.</p>
<p>Tidak jarang seseorang mengatakan kepada orang yang ia cintai, bahwa ia tulus mencintainya. Namun apa artinya sebuah cinta yang tulus, jika semua itu hanya omong kosong belaka? <strong>Apa arti cinta yang tulus, jika itu tidak membawamu ke surga?</strong></p>
<blockquote><p>Sadarlah!!! Sesungguhnya saat ini sedang menanti suatu Dzat yang Maha Pencemburu dan Maha Menyayangi, yang dengan sabar menanti sebuah kata cinta yang engkau panjatkan di selepas kegiatanmu. Sesungguhnya saat ini Ia menunggumu. Menunggu ucapan syukur darimu atas kehidupan yang Ia beri untukmu. Sebenarnya Ia tak rela jika engkau mencintai selain dariNya. Karena memang, Dia-lah yang telah menciptakan bumi dan langit serta apa yang ada di<br />
antara keduanya dengan cinta.</p>
<p>Maka, cintailah Ia, kemudian Ia akan memasukkanmu ke dalam surganya di akhirat nanti. Dan memberikanmu suatu tempat yang mulia di sisiNya, serta kenikmatan yang matamu tak pernah melihatnya, telingamu tak pernah mendengarnya, dan tak akan pernah terbayangkan olehmu wujudnya.</p>
<p>Sekarang, akan ke manakah pilihan cinta itu akan jatuh? Apakah ke dalam cinta yang hakiki atau cinta yang membuat kita jatuh ke dalam api? Semua itu<br />
ditentukan oleh hatimu sendiri.&#8221;</p></blockquote>
<p>Dan, laki-laki itu pun mengangguk sebagai tanda memahami apa yang<br />
didengarkannya.</p>
<p><strong><em>Judul asli: Cinta yang Maha Mencintai, oleh <a href="http://kotasantri.com/pelangi/cermin/2009/05/19/cinta-yang-maha-mencintai">ilham muhammad</a></em></strong></p>
<p>so so so..Inspiring&#8230;.so so&#8230;make my tears fallin&#8217; on this beautiful day&#8230;I Love You Allah&#8230;let me Love You..let me&#8230;*tears*</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FACEBOOK HARAM?]]></title>
<link>http://ivanza88.wordpress.com/2009/05/26/facebook-haram/</link>
<pubDate>Tue, 26 May 2009 11:24:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ivanza88</dc:creator>
<guid>http://ivanza88.wordpress.com/2009/05/26/facebook-haram/</guid>
<description><![CDATA[FACEBOOK HARAM?&#8230;.!!! Bismillah …… Sebelumnya ku pengen cerita tentang pernyataan MUI di atas, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                                                                     &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                &#60;![endif]--> <!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> <!--[if gte mso 10]&#62;   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}  &#60;![endif]-->
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="IN">FACEBOOK HARAM?&#8230;.!!!</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><i><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="IN">Bismillah ……</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="IN">Sebelumnya ku pengen cerita tentang pernyataan MUI di atas, pengharaman facebook. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam menghukum suatu perkara atau tindakan. Haram itu dihukumi<span>  </span>jika memenuhi berbagai criteria bukan langsung dihukumi dengan mudah. Kalo minuman keras, zina dan dosa besar yang lainnya udah jelas banget kan haramnya. Mengapa coba babi haram dikonsumsi orang muslim? Iya bener banget karena babi itu ternyata banyak negatifnya dan hampir tak ada untungnya bagi seorang muslim. Dan salah satu syarat dihukumi haram adalah tadi membawa mudhorot “keburukan”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="IN">Ini juga yang dikiyaskan “dianalogikan” dengan kasus yang ada sekarang, facebook. Namun perlu diingat facebook adalah sejenis alat komunikasi, dan alat itu tidak bisa dihukumi haram, sudah sewajarnya. Missal ni, kita punya motor, la kalo motor kita gunain buat menuntut itu, tabligh, ngaji, ke pesantren bertemu guru-guru kita, ini artinya motor sebagai sarana kebaikan. Namun jika sebaliknya motor kita gunakan untuk mencopet missal, ya otomatis dong motor tadi adalah sarana kejahatan. Hooo simple kan, tenang aja Islam<span>  </span>itu ga serem seperti yang dikatakan orang yang benci Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="IN">Berkaitan dengan fatwa tadi, ternyata kalo diliat dengan detail, bukan alatnya yang haram, tapi tindakan “action” di dalamnya. Yaa kalo kita upload photo bugil hehee, ya ternyata itu tindakan kita sendiri yang bikin HARAM facebook, apalagi menyebar fitnah, saling lempar sumpah ga jelas, dan masih banyak lagi. Ingat yang haram bukan alatnya, inget lagi analogi motor tadi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="IN">Pembahasan sejenis di bahas di pesantren Putri Lirboyo, mereka dengan para ulama membahas masalah website jejaring sosial seperti friendster, facebook, yahoo, dan yang lainnya. Inti dari hasil khittah “rapat diskusi” menerangkan bahwa tindakan yang secara aktif yang bisa menimbulkan fitnah di dalam aktifitas facebook adalah haram, karena pada hakikatnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan dihukumi sebagai pertemuan langsung. Dan tentunya punya batasan yang diajarkan agama. Jika aktifitas yang ada di facebook bersifat mendorong pada bicara “ngonjor” ngomong jorok, maka itu juga dihukumi dengan ketika kita ngomong dengan lawan bicara kita secara langsung. Gituuuuu…. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="IN">Jadi tenang ajah, kalo prioritas kita Cuma untuk silaturahmi, ngobrol biasa, saling beri nasehat, bahkan dakwah itu tidaklah mengapa. Permasalahnnya adalah diri kita mau bikin warna gimana di facebook, maksiat atau manfaat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="IN">Wallahu ‘alam bishowaab….</span></i></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bolos Sekolah, Siswa Mesum di Warnet]]></title>
<link>http://tonimulyono.wordpress.com/2009/05/07/bolos-sekolah-siswa-mesum-di-warnet/</link>
<pubDate>Thu, 07 May 2009 07:48:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>tonimulyono</dc:creator>
<guid>http://tonimulyono.wordpress.com/2009/05/07/bolos-sekolah-siswa-mesum-di-warnet/</guid>
<description><![CDATA[Kamis, 30 April 2009 &#8211; 14:37 wib KUDUS &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupate]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h5></h5>
<h6>Kamis, 30 April 2009 &#8211; 14:37 wib</h6>
<p><!-- SIZER --><strong>KUDUS</strong> &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus menangkap tiga pasang muda-mudi yang tengah berbuat mesum di sebuah warnet di Jalan Nitisemito, Kudus. Satu dari mereka masih berstatus pelajar SMP yang kedapatan bolos sekolah. Sedangkan, lainnya pelajar SMA dan karyawan perusahaan swasta.</p>
<p>Tiga pasangan ini dipergoki petugas sedang berduaan dan berbuat mesum di <em>billing room</em> warnet yang ditutup tirai. Ketiga pasangan tersebut lantas digiring ke Kantor Satpol PP Kudus untuk dimintai keterangan. Di hadapan petugas, mereka menyatakan tidak melakukan perbuatan mesum, melainkan hanya duduk berdua saja.</p>
<p>&#8220;Saya hanya menemani pacar <em>browsing</em> saja <em>kok</em> pak. Tidak lebih,&#8221; ujar salah seorang pemuda, Kamis (30/4/2009).<!--more--></p>
<p>Kasi Penegakan Perda Satpol PP Johny DH menjelaskan, awalnya petugas tengah menggelar razia abon daging babi.  Namun, petugas curiga dengan warnet yang berada di sebelah mini market tersebut. Setelah dicek, ternyata terdapat sejumlah pasangan muda-mudi yang tengah berbuat tidak senonoh di dalam <em>billing room.</em> Setelah diberi pembinaan dan membuat surat pernyataan, ketiga pasangan tersebut diperbolehkan pulang.</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau supaya pengelola warnet ikut menciptakan situasi Kudus sebagai kota santri. Begitu juga dengan para pengguna warnet untuk dapat menjaga diri dan tidak terjurumus ke hal-hal negatif,&#8221; tegas Johny saat dikonfirmasi. <strong>(Sundoyo/Koran SI/teb)</strong></p>
<h6>Kamis, 30 April 2009 &#8211; 14:37 wib</h6>
<p><!-- SIZER --></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kota santri?]]></title>
<link>http://blueaurora.wordpress.com/2009/05/04/kota-santri/</link>
<pubDate>Mon, 04 May 2009 06:02:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>anla</dc:creator>
<guid>http://blueaurora.wordpress.com/2009/05/04/kota-santri/</guid>
<description><![CDATA[apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar sebutan &#8220;kota santri&#8221; ? sebuah kota yang s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar sebutan &#8220;kota santri&#8221; ?<br />
sebuah kota yang santun dan asri&#8230;<br />
penuh dengan aura-aura dan nafas religius&#8230;.</p></blockquote>
<p>Gresik punya julukan sebagai <em>kota santri,</em> julukan ini tentunya mengartikan sebuah konotasi positif. Tapi, apa benar?<br />
Apakah gresik masih <em>layak</em> disebut sebagai kota santri?<br />
<div id="attachment_27" class="wp-caption alignleft" style="width: 266px"><img src="http://blueaurora.wordpress.com/files/2009/05/map-grissee.png" alt="grissee" title="map-grissee" width="256" height="256" class="size-full wp-image-27" /><p class="wp-caption-text">grissee</p></div><br />
sebut saja salah satu sudut kota gresik. coba anda berkunjung di  Bunderan GKB yang lokasinya ada di pintu gerbang masuk perumahan GKB (Gresik Kota Baru),<br />
tepatnya pada malam minggu.<br />
anda akan menemukan sebuah pemandangan yang tidak sedap, </p>
<p>belasan pasangan muda mudi berjajar di sepanjang pinggir jalan sepanjang taman. Ada yang duduk di bawah pohon, yang mengesankan mereka sebagai sosok <strong>penampakan </strong><br />
ada pula yang duduk berdua dengan asyiknya di atas motor.<br />
Dan jumlahnya tak hanya satu,</p>
<blockquote><p>saya tidak perlu manggambarkan kegiatan mereka sevcara spesifik</p></blockquote>
<p>belasan pasangan it berjejer, dan menimbulkan pemandangan yang <strong>TAK SEDAP DIPANDANG.</strong><br />
Tidak kah mereka <strong>PUNYAMALU</strong>?<br />
menjadikan diri mereka <strong>tontonan publik</strong> yang tak pantas &#8230;</p>
<p>mungkin ini juga bisa dikatakan sebagai pengaruh globalisasi?! dimana budaya &#8220;negatif&#8221; dari sudut lain dunia mulai meracuni pemuda-pemuda bangsa ini&#8230; ?</p>
<p>jadi,<br />
masihkah julukan <strong>KOTA SANTRI</strong> pantas melekat untuk Gresik saya tercinta ? </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[EVA DESEMBRIANITA:]]></title>
<link>http://evadese.wordpress.com/2009/02/05/eva-desembrianita-mengajarkan-ilmu-bermanfaat-membentuk-insan-bermartabat/</link>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 05:05:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>evadese</dc:creator>
<guid>http://evadese.wordpress.com/2009/02/05/eva-desembrianita-mengajarkan-ilmu-bermanfaat-membentuk-insan-bermartabat/</guid>
<description><![CDATA[Mengajarkan Ilmu Bermanfaat Membentuk Insan Bermartabat Eva Desembrianita Eva Desembrianita lahir di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if !mso]&#62;--></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:18pt;" lang="EN-US">Mengajarkan Ilmu Bermanfaat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:18pt;" lang="EN-US">Membentuk Insan Bermartabat</span></strong></p>
<div id="attachment_57" class="wp-caption alignright" style="width: 97px"><strong><img class="size-thumbnail wp-image-57" title="evakepala" src="http://evadese.wordpress.com/files/2009/02/evakepala.jpg?w=87" alt="Eva Desembrianita" width="87" height="96" /></strong><p class="wp-caption-text">Eva Desembrianita</p></div>
<p><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="ES">Eva Desembrianita</span></strong><span lang="ES"> lahir di Pasuruan, 2 Desember 1963. Kalau melihat kota kelahirannya, di Pasuruan Jawa Timur, yang dikenal sebagai “kota santri”, seharusnya namanya bukan Eva, tetapi Siti Hawa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES"><span> </span>Namun, kedua orangtuanya sepakat memberi nama anaknya yang cantik itu Eva. Ide pencetusan nama lahir berbau ke barat-baratan ini dikarenakan kedua orang tua hobbi nonton film. Mereka terinspirasi memberikan nama tersebut. </span><span lang="SV">Apabila diterjemahkan nama tersebut adalah seorang wanita yang dilahirkan pada bulan Desember.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="ES">Masa kecil sampai tamat SMU banyak dihabiskan di kota Pasuruan. Eva kemudian hijrah ke kota pendidikan Malang. Di sana Eva menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Ekonomi di STIE Malangkucecwara, Malang. Bahkan di kota dingin Malang itu pula Eva menemukan pasangan hidup dan menikah tahun 1988. Kemudian, pasangan muda itu hijrah lagi ke kota buaya Surabaya hingga kini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="ES">Di Kota Pahlawan, Eva menekuni berbagai bidang pekerjaan, mulai administrasi sampai pemasaran di perusahaan swasta di Surabaya hingga pada tahun 1999. Eva pun sempat bergabung dengan OIEC (Overseas International Education Centre)<span> </span>yang berpusat di Brisbane, Australia. Sehingga, pada tahun 2000 pernah didaulat mengunjungi beberapa lembaga pendidikan di sana. Begitu gigihnya Eva menuntut ilmu, sebagaimana pesan kedua orangtuanya, Eva juga berhasil </span><span lang="EN-US">menyelesaian program Master Business Administration (MBA) secara <em>distance learning</em> dari Warranborough University, UK London pada 2002.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Belajar dan mengajar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="EN-US">Di samping terus belajar dan menambah wawasan pendidikan, Eva juga sudah mulai mengajar di beberapa Lembaga pendidikan kursus dan beberapa perguruan tinggi swasta di </span><span lang="EN-US">Surabaya</span><span lang="EN-US"> dan Jawa Timur. Tahun 2003 Eva menyelesaikan pendidikan pascasarjana, S-2 Magister Manajemen dari STIE Mahardhika Surabaya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="EN-US">Profesi dosen ditekuni Eva hingga kini. Tahun 2001 mulai aktif di organisasi profesi seperti ISEI (Ikatan Sarja Ekonomi </span><span lang="EN-US">Indonesia</span><span lang="EN-US">) </span><span lang="EN-US">Surabaya</span><span lang="EN-US">. Bakat dan<span> </span>kemampuan Eva tampil di depan khalayak, Eva sudah tidak asing lagi dalam dunia pressenter. Ia sudah terbiasa menjadi pembawa acara di berbagai kegiatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="EN-US">Nah, ketika ISEI mengadakan kerjasama dengan media radio, Eva didaulat untuk memandu <em>talkshow</em> bidang ekonomi seperti di radio JJ FM dan </span><span lang="EN-US">SONORA</span><span lang="EN-US"> setiap Selasa dan Jumat. Selain ISEI Surabaya juga aktif sebagai pengurus Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Kabupaten Sidoarjo periode 2008-2013 untuk bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Kosgoro 1957</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span> </span>Melihat kemampuan yang begitu matang pada perempuan seusia Eva, teman-temannya mulai melirik. Eva diajak aktif di dunia politik.<span> </span>Awalnya Eva bergabung di organisasi kemasyarakatan (ormas) Kosgoro (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotongroyong) 1957 pada tahun 2003. <span> </span>Dalam organisasi yang diwariskan para pejuang 1945 yang dimotori Mas Isman itu, tanpa menunggu lama, Eva segera dipercaya menduduki jabatan wakil sekretaris Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro 1957 (GPPK-57) Provinsi Jawa Timur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="EN-US">Pengabdiannya yang serius di dunia pendidikan, Eva dipercaya menjadi Wakil Sekretaris di Badan Pengembangan Pendidikan (BPP) Kosgoro 57 Jawa Timur. Tidak hanya itu, pengurus DPD Partai Golkar Jawa Timur juga tertarik merangkul Eva. Lagi-lagi jabatan wakil sekretaris yang disandang Eva pada Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG)<span> </span>Jawa Timur itu. Eva ditugasi sebagaii Wakil Sekretaris Korbid Pemuda dan Mahasiswa . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="EN-US">Eva harus berusaha membuat agenda kegiatan secara rapi. Betapa tidak, sebab rangkaian acara demi acara sudah menanti. Ia benar-benar diuji untuk mampu mengendalikan waktu. Apalagi, untuk menunjang potensi yang dimilikinya dalam dunia politik, Eva juga juga aktif pemberdayaan masyarakat melalui organisasi Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat LPPM “Gotong Royong”. Bersama dua sahabatnya, Dra.Saptarini (Direktur Primagama Cabang Gayungsari) dan Dra. Siti Mujanah,MBA,PhD ( Pembantu Dekan FE UNTAG </span><span lang="EN-US">Surabaya</span><span lang="EN-US">), sejak tahun 2007 lalu mereka saling mengisi. Lembaga ini cukup eksis menangani berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, di antaranya melalui akses dana dari Pemprov Jatim. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span> </span>Kendati menekuni aktivitas di berbagai bidang, seperti bidang <span> </span>pemberdayaan masyarakat melalui lembaga LPPM GR nya, bidang kemasyarakatan melalui Kosgoro 1957 dan bidang politik melalui Partai Golkar, namun tugas mulia sebagai pendidik merupakan yang nomor satu. Eva secara rutin menekuni profesinya sebagai dosen di Perguruan Tinggi. Hingga kini, Eva tercatat sebagai dosen tetap di Universitas Narotama </span><span lang="EN-US">Surabaya</span><span lang="EN-US">. Di samping itu, Eva juga masih disibukkan dengan tugas lainnya sebagai konsultan manajemen UKM di Sidoarjo.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Dua Visi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span> </span></span><span lang="EN-US">Menurut Eva</span><span lang="EN-US">, </span><span lang="EN-US">ia</span><span lang="EN-US"> punya dua visi dalam hidupnya. <em>Pertama</em>: </span><span lang="SV">Visi pribadi menjadi seseorang yang bermanfaat bagi banyak orang. Sedangkan yang <em>kedua</em>: Visi politik, memandirikan masyarakat melalui peningkatan kompetensi dan <em>skill </em>menuju kehidupan sejahtera dan bermartabat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Misi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>Tentu, di samping Visi ada Misi. Nah, misi yang dibawa Eva adalah:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Melakukan proses pembelajaran      masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Membantu masyarakat mengakses sumber      dana pemerintah melalui berbagai jaringan organisasi baik sosial maupun      profesi. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Mensosialisasikan kemandirian ekonomi      melalui pembinaan kewirausahaan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Memberdayakan potensi masyarakat      melalui kewirausahaan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Harapan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>Sebagai seorang insan, Eva juga punya obsesi dan harapan. Menurut ibu satu putera ini, harapan harus selalu ada dalam hidup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV">”Seseorang yang tidak mempunyai harapan menurut saya lebih baik mati saja. Di dalam setiap harapan terkandung makna semangat, motivasi dan upaya untuk meraihnya. Realitanya tidak ada suatu hasil tanpa melalui upaya dan usaha. Terlepas apakah upayanya berhasil atau tidak tetapi yang penting harus berupaya dalam aspek apapun dalam kehidupan ini”, ujarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>Memperhatikan kondisi masyarakat Indonesia secara umum masih memprihatinkan, kondisi ini mendorong Eva, menjadikan pemikiran sejauh mana aspek secara mikro maupun makro mendorong terjadinya kemiskinan di negri tercinta ini. Untuk itulah harapan terbesar Eva, rakyat Indonesia bisa makmur, sejahtera, berwawasan dan bermoral baik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV">Barangkali terlalu muluk-muluk, tetapi paling tidak itulah hasil yang diharapkan oleh semua orang dan seluruh rakyat Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV">Sesuai dengan latar belakang berprofesi sebagai pendidik, peneliti dan melakukan pengabdian masyarakat paling tidak <strong>harapan nantinya sebagai calon Legislatif Propinsi Jawa Timur :</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Mendorong terciptanya kebijakan yang berpihak bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Upaya menciptakan kondisi stabilitas politik yang kondusif. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Memberikan informasi yang benar dan akurat yang menyangkut kepentingan masyarakat.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Mendorong masyarakat lebih produktif dan mandiri sehingga tahan terhadap kondisi krisis.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Selogan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV">Eva mengatakan, memilih slogan bukan hanya sekedar kata-kata namun itu mengandung makna dan harapan dari setiap langkah yang kita jalankan dalam hidup ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV">”Dalam angan dan pemikiran saya ternyata martabat seseorang menjadi suatu acuan bagi setiap orang apakah itu menyangkut harga diri, kekayaan, jabatan maupun strata sosial. Tapi kata martabat mengandung makna jauh lebih kompleks dan mendalam dari itu semua atau dengan kata lain apabila seseorang yang bermartabat berarti maknanya positif dari aspek kekayaan, harga diri, jabatan maupun strata sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="ES">Apabila ada pertanyaan apa kaitan antara profesi dan martabat? Hal ini lah yang menjadi perjuangan saya untuk duduk di legislatif, menjadikan masyarakat Indonesia bermartabat dalam pandangan masyarakat dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="ES">Dan bagaimana menjadikan masyarakat Indonesia bermartabat ? </span><span lang="SV">Menurut saya masyarakat harus cerdas dalam bersikap, bertindak dan berpikir. Cerdas tidak harus melalui media formal tapi cerdas bisa dibangun melalui media non formal seperti kita belajar dari teman, pengalaman orang lain, koran, majalah maupun televisi taruhannya Cuma satu yaitu kemauan untuk belajar dimana saja, kapan saja, melalui siapa saja tapi bukan <em>cocacola</em> lho&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.”, celetuk Eva.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Caleg DPRD Jatim</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV">Nah, demikian Eva Desembrianita yang kita tampilkan pada profil ”Perempuan Berpolitik” pada <strong>Radar Pemilu</strong> menjelang Pemilihan Umum Legislatif<span> </span>pada tanggal 9 April 2009 nanti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV">Eva Desembrianita menjadi Calon Legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur oleh DPD Partai Golkar Jawa Timur melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) pada nomor urut 10. Eva yakin nomor 10 adalah nomor ”cantik” yang didambakan setiap peraih nilai tertinggi. Apalagi dengan sistem perolehan ”Suara Terbanyak” yang sudah ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Eva optimistis bakal memperoleh satu kursi di DPRD Provinsi Jawa Timur. ”<em>InsyaAllah</em>, Eva mohon doa restu dan dukungannya”, ujar Eva yang mempunyai motto: ”Mengajarkan Ilmu yang Bermanfaat dan Membentuk Insan yang Bermartabat” itu. (<strong>radar pemilu/yra</strong>) </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Profil Caleg: EVA DESEMBRIANITA]]></title>
<link>http://radarpemilu.wordpress.com/2009/02/05/profil-caleg-eva-desembrianita/</link>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 04:25:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>radarpemilu</dc:creator>
<guid>http://radarpemilu.wordpress.com/2009/02/05/profil-caleg-eva-desembrianita/</guid>
<description><![CDATA[Eva Desembrianita Caleg DPRD Jatim Mengajar Ilmu yang Bermanfaat Membentuk Insan yang Bermartabat Ev]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#00ff00;"><span style="text-decoration:underline;">Eva Desembrianita Caleg DPRD Jatim </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993300;"><strong><span style="font-size:20pt;">Mengajar Ilmu yang Bermanfaat</span></strong></span></p>
<p><span style="color:#993300;"><strong><span style="font-size:20pt;font-family:&#34;">Membentuk Insan yang Bermartabat</span></strong></span></p>
<div id="attachment_282" class="wp-caption alignright" style="width: 97px"><strong><strong><img class="size-thumbnail wp-image-282" title="evakepala" src="http://radarpemilu.wordpress.com/files/2009/02/evakepala.jpg?w=87" alt="Eva Desembrianita" width="87" height="96" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Eva Desembrianita</p></div>
<p><strong></strong></p>
<p>Eva Desembrianita lahir di Pasuruan, 2 Desember 1963. Kalau melihat kota kelahirannya, di Pasuruan Jawa Timur, yang dikenal sebagai “kota santri”, seharusnya namanya bukan Eva, tetapi Siti Hawa.</p>
<p>Namun, kedua orangtuanya sepakat memberi nama anaknya yang cantik itu Eva. Ide pencetusan nama lahir berbau ke barat-baratan ini dikarenakan kedua orang tua hobbi nonton film. Mereka terinspirasi memberikan nama tersebut. Apabila diterjemahkan nama tersebut adalah seorang wanita yang dilahirkan pada bulan Desember.</p>
<p>Masa kecil sampai tamat SMU banyak dihabiskan di kota Pasuruan. Eva kemudian hijrah ke kota pendidikan Malang. Di sana Eva menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Ekonomi di STIE Malangkucecwara, Malang. Bahkan di kota dingin Malang itu pula Eva menemukan pasangan hidup dan menikah tahun 1988.</p>
<p>Kemudian, pasangan muda itu hijrah lagi ke kota buaya Surabaya hingga kini.  Di Kota Pahlawan, Eva menekuni berbagai bidang pekerjaan, mulai administrasi sampai pemasaran di perusahaan swasta di Surabaya hingga pada tahun 1999. Eava pun sempat bergabung dengan OIEC (Overseas International Education Centre)  yang berpusat di Brisbane, Australia. Sehingga, pada tahun 2000 pernah didaulat mengunjungi beberapa lembaga pendidikan di sana.</p>
<p>Begitu gigihnya Eva menuntut ilmu, sebagaimana pesan kedua orangtuanya, Eva juga berhasil menyelesaian program Master Business Administration (MBA) secara distance learning dari Warranborough University, UK London pada 2002.  Belajar dan mengajar Di samping terus belajar dan menambah wawasan pendidikan, Eva juga sudah mulai mengajar di beberapa Lembaga pendidikan kursus dan beberapa perguruan tinggi swasta di Surabaya dan Jawa Timur.</p>
<p>Tahun 2003 Eva menyelesaikan pendidikan pascasarjana, S-2 Magister Manajemen dari STIE Mahardhika Surabaya.  Profesi dosen ditekuni Eva hingga kini. Tahun 2001 mulai aktif di organisasi profesi seperti ISEI (Ikatan Sarja Ekonomi Indonesia) Surabaya.</p>
<p>Bakat dan  kemampuan Eva tampil di depan khalayak, Eva sudah tidak asing lagi dalam dunia pressenter. Ia sudah terbiasa menjadi pembawa acara di berbagai kegiatan.  Nah, ketika ISEI mengadakan kerjasama dengan media radio, Eva didaulat untuk memandu talkshow bidang ekonomi seperti di radio JJ FM dan SONORA setiap Selasa dan Jumat. Selain ISEI Surabaya juga aktif sebagai pengurus Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Kabupaten Sidoarjo periode 2008-2013 untuk bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kosgoro 1957 </strong></span></p>
<p>Melihat kemampuan yang begitu matang pada perempuan seusia Eva, teman-temannya mulai melirik. Eva diajak aktif di dunia politik.  Awalnya Eva bergabung di organisasi kemasyarakatan (ormas) Kosgoro (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotongroyong) 1957 pada tahun 2003.  Dalam organisasi yang diwariskan para pejuang 1945 yang dimotori Mas Isman itu, tanpa menunggu lama, Eva segera dipercaya menduduki jabatan wakil sekretaris Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro 1957 (GPPK-57) Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Pengabdiannya yang serius di dunia pendidikan, Eva dipercaya menjadi Wakil Sekretaris di Badan Pengembangan Pendidikan (BPP) Kosgoro 57 Jawa Timur.</p>
<div id="attachment_284" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-284" title="foto010" src="http://radarpemilu.wordpress.com/files/2009/02/foto010.jpg?w=300" alt="Eva di tengah-tengah Caleg Perempuan Partai Golkar Jawa Timur" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Eva di tengah-tengah Caleg Perempuan Partai Golkar Jawa Timur</p></div>
<p>Tidak hanya itu, pengurus DPD Partai Golkar Jawa Timur juga tertarik merangkul Eva. Lagi-lagi jabatan wakil sekretaris yang disandang Eva pada Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG)  Jawa Timur itu. Eva ditugasi sebagai Wakil Sekretaris Korbid Pemuda dan Mahasiswa .</p>
<p>Eva harus berusaha membuat agenda kegiatan secara rapi. Betapa tidak, sebab rangkaian acara demi acara sudah menanti. Ia benar-benar diuji untuk mampu mengendalikan waktu. Apalagi, untuk menunjang potensi yang dimilikinya dalam dunia politik, Eva juga juga aktif pemberdayaan masyarakat melalui organisasi Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat LPPM “Gotong Royong”. Bersama dua sahabatnya, Dra.Saptarini (Direktur Primagama Cabang Gayungsari) dan Dra. Siti Mujanah,MBA,PhD  (Pembantu Dekan FE UNTAG Surabaya), sejak tahun 2007 lalu mereka saling mengisi. Lembaga ini cukup eksis menangani berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, di antaranya melalui akses dana dari Pemprov Jatim.</p>
<p>Kendati menekuni aktivitas di berbagai bidang, seperti bidang  pemberdayaan masyarakat melalui lembaga LPPM GR nya, bidang kemasyarakatan melalui Kosgoro 1957 dan bidang politik melalui Partai Golkar, namun tugas mulia sebagai pendidik merupakan yang nomor satu. Eva secara rutin menekuni profesinya sebagai dosen di Perguruan Tinggi. Hingga kini, Eva tercatat sebagai dosen tetap di Universitas Narotama Surabaya. Di samping itu, Eva juga masih disibukkan dengan tugas lainnya sebagai konsultan manajemen UKM di Sidoarjo.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Visi</strong></span></p>
<p>Menurut Eva, ia punya dua visi dalam hidupnya. Pertama: Visi pribadi menjadi seseorang yang bermanfaat bagi banyak orang. Sedangkan yang kedua: Visi politik, memandirikan masyarakat melalui peningkatan kompetensi dan skill menuju kehidupan sejahtera dan bermartabat.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Misi </span></p>
<p>Tentu, di samping Visi ada Misi. Nah, misi yang dibawa Eva adalah:</p>
<p>1.	Melakukan proses pembelajaran masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan.</p>
<p>2.	Membantu masyarakat mengakses sumber dana pemerintah melalui berbagai jaringan organisasi baik sosial maupun profesi.</p>
<p>3.	Mensosialisasikan kemandirian ekonomi melalui pembinaan kewirausahaan.</p>
<p>4.	Memberdayakan potensi masyarakat melalui kewirausahaan.   Harapan 	Sebagai seorang insan, Eva juga punya obsesi dan harapan.</p>
<p>Menurut ibu satu putera ini, harapan harus selalu ada dalam hidup.  ”Seseorang yang tidak mempunyai harapan menurut saya lebih baik mati saja. Di dalam setiap harapan terkandung makna semangat, motivasi dan upaya untuk meraihnya. Realitanya tidak ada suatu hasil tanpa melalui upaya dan usaha. Terlepas apakah upayanya berhasil atau tidak tetapi yang penting harus berupaya dalam aspek apapun dalam kehidupan ini”, ujarnya.</p>
<p>Memperhatikan kondisi masyarakat Indonesia secara umum masih memprihatinkan, kondisi ini mendorong Eva, menjadikan pemikiran sejauh mana aspek secara mikro maupun makro mendorong terjadinya kemiskinan di negri tercinta ini. Untuk itulah harapan terbesar Eva, rakyat Indonesia bisa makmur, sejahtera, berwawasan dan bermoral baik.</p>
<p>Barangkali terlalu muluk-muluk, tetapi paling tidak itulah hasil yang diharapkan oleh semua orang dan seluruh rakyat Indonesia. Sesuai dengan latar belakang berprofesi sebagai pendidik, peneliti dan melakukan pengabdian masyarakat paling tidak harapan nantinya sebagai calon Legislatif Propinsi Jawa Timur :</p>
<p>Mendorong terciptanya kebijakan yang berpihak bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Upaya menciptakan kondisi stabilitas politik yang kondusif.  Memberikan informasi yang benar dan akurat yang menyangkut kepentingan masyarakat. Mendorong masyarakat lebih produktif dan mandiri sehingga tahan terhadap kondisi krisis.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Selogan</span></p>
<p>Eva mengatakan, memilih slogan bukan hanya sekedar kata-kata namun itu mengandung makna dan harapan dari setiap langkah yang kita jalankan dalam hidup ini.</p>
<p>”Dalam angan dan pemikiran saya ternyata martabat seseorang menjadi suatu acuan bagi setiap orang apakah itu menyangkut harga diri, kekayaan, jabatan maupun strata sosial. Tapi kata martabat mengandung makna jauh lebih kompleks dan mendalam dari itu semua atau dengan kata lain apabila seseorang yang bermartabat berarti maknanya positif dari aspek kekayaan, harga diri, jabatan maupun strata sosial. Apabila ada pertanyaan apa kaitan antara profesi dan martabat? Hal ini lah yang menjadi perjuangan saya untuk duduk di legislatif, menjadikan masyarakat Indonesia bermartabat dalam pandangan masyarakat dunia.  Dan bagaimana menjadikan masyarakat Indonesia bermartabat ? Menurut saya masyarakat harus cerdas dalam bersikap, bertindak dan berpikir. Cerdas tidak harus melalui media formal tapi cerdas bisa dibangun melalui media non formal seperti kita belajar dari teman, pengalaman orang lain, koran, majalah maupun televisi taruhannya Cuma satu yaitu kemauan untuk belajar dimana saja, kapan saja, melalui siapa saja tapi bukan cocacola lho&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.”, celetuk Eva.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Caleg DPRD Jatim </strong></span></p>
<p>Nah, demikian Eva Desembrianita yang kita tampilkan pada profil ”Perempuan Berpolitik” pada Radar Pemilu menjelang Pemilihan Umum Legislatif  pada tanggal 9 April 2009 nanti.</p>
<p>Eva Desembrianita menjadi Calon Legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur oleh DPD Partai Golkar Jawa Timur melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) pada nomor urut 10.</p>
<div id="attachment_285" class="wp-caption alignright" style="width: 73px"><img class="size-thumbnail wp-image-285" title="f" src="http://radarpemilu.wordpress.com/files/2009/02/f.jpg?w=63" alt="Eva Desembrianita" width="63" height="95" /><p class="wp-caption-text">Eva Desembrianita</p></div>
<p>Eva yakin nomor 10 adalah nomor ”cantik” yang didambakan setiap peraih nilai tertinggi. Apalagi dengan sistem perolehan ”Suara Terbanyak” yang sudah ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Eva optimistis bakal memperoleh satu kursi di DPRD Provinsi Jawa Timur. ”InsyaAllah, Eva mohon doa restu dan dukungannya”, ujar Eva yang mempunyai motto: ”Mengajarkan Ilmu yang Bermanfaat dan Membentuk Insan yang Bermartabat” itu. (yra)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LDII di Kota Santri]]></title>
<link>http://ldiiserang.wordpress.com/2008/10/30/ldii-di-kota-santri/</link>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 01:51:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Efran</dc:creator>
<guid>http://ldiiserang.wordpress.com/2008/10/30/ldii-di-kota-santri/</guid>
<description><![CDATA[Hujan deras baru saja usai. Hanya rintik gerimis yang tersisa ketika Sabili tiba di Pondok Pesantren]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hujan deras baru saja usai. Hanya rintik gerimis yang tersisa ketika Sabili tiba di Pondok Pesantren]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Puasa Menuju Pribadi Sukses by : Ir. H. Ismail Yusanto, M.M.]]></title>
<link>http://pribadisukses.wordpress.com/2008/05/21/puasa-menuju-pribadi-sukses-by-ir-h-ismail-yusanto-mm/</link>
<pubDate>Wed, 21 May 2008 05:27:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>pribadisukses</dc:creator>
<guid>http://pribadisukses.wordpress.com/2008/05/21/puasa-menuju-pribadi-sukses-by-ir-h-ismail-yusanto-mm/</guid>
<description><![CDATA[Puasa Menuju Pribadi Sukses Penulis : Ir. H. Ismail Yusanto, M.M. KotaSantri.com : Di kala bulan Ram]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Puasa Menuju Pribadi Sukses</strong><br />
<em><strong>Penulis : Ir. H. Ismail Yusanto, M.M.</strong></em></p>
<p><strong>KotaSantri.com : </strong>Di kala bulan Ramadan, ada satu pertanyaan penting, apa yang sesungguhnya Anda dapatkan dari melakukan puasa sekian kali? Jawabnya tentu berpulang kepada bagaimana kita memaknai puasa Ramadhan itu sendiri. Bila puasa dimaknai sekadar tidak makan dan minum serta tidak melakukan hal yang membatalkan puasa, maka tentu hanya itu pula yang bakal didapat.</p>
<p>Bahwa puasa pada kenyataannya secara fiqih memang merupakan ibadah yang sepenuhnya fisikal, artinya dilakukan dalam bentuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman serta tidak melakukan hal yang membatalkan puasa di siang hari Ramadhan, itu benar.</p>
<p>Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW sendiri bersabda, &#8220;Bukanlah puasa dari sekadar menahan makan dan minum, tapi puasa yang sesungguhnya adalah menahan dari laghwu dan rafats.&#8221; (HR. Ibn Khuzaimah).</p>
<p>Hadits tersebut menunjukkan ada makna yang lebih dalam dari sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa sesungguhnya melatih kita untuk menumbuhkan kemauan untuk berbuat yang terbaik.</p>
<p>Dalam konteks ini, berdasarkan pengamatan menunjukkan bahwa kemampuan dan kreativitas, serta karakter merupakan penyumbang unsur terbesar dalam sukses seseorang. Di antara karakter terpenting dari pribadi sukses itu adalah adanya kemauan keras untuk berbuat sesuatu.</p>
<p>Misalnya, Tirto Utomo, bos perusahaan minuman air mineral, berjuang tak kenal menyerah selama 5 tahun untuk mengenalkan produk air dalam kemasan. Ketika ia membuat produk itu, banyak pengusaha menertawakan, bagaimana mungkin jualan air bisa laku dan menjadi bisnis besar.</p>
<p>Akan tetapi, dengan kemauan yang kuat, terbukti setelah lima tahun angka penjualannya melesat dan sekarang tak seorang pun di negeri ini yang tak mengenalnya. Dan yang luar biasa, orang mau saja membeli air mineral meski harga seliternya lebih mahal dari bensin.</p>
<p>Begitu juga dengan Thomas Alpha Edison sang penemu lampu pijar. Andai ia tidak gigih untuk terus melakukan percobaan, mungkin dunia tidak akan seterang sekarang ini di malam hari. Setelah lebih dari 1000 macam bahan, akhirnya ia mendapatkan material yang cocok untuk lampu pijarnya.</p>
<p>Ini jelas, banyak sekali peristiwa besar dunia di sepanjang lintasan sejarah, dan itu hanya mungkin lahir dari kemauan yang besar. Bila Edison, Tirto Utomo, dan lain-lain dengan kemauan kuat yang didorong oleh semangat material saja bisa mencetak kemajuan dan sukses besar, apalagi seorang Muslim yang dorongannya bukan hanya bersifat material melainkan juga nonmaterial (ibadah dan rida Allah). Mestinya lebih besar lagi.</p>
<p>Fakta di masa lalu menunjukkan hal itu. Islam juga tidak akan pernah meraih kejayaan selama lebih dari 700 tahun yang oleh para sejarawan disebut sebagai the golden age bila Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat serta pejuang sesudahnya tidak memiliki tekad dan kemauan membaja untuk berjuang menyebarkan risalah Islam.</p>
<p>Bahkan banyak peristiwa besar memang terjadi dalam bulan Ramadhan. Perang Badar terjadi dalam bulan Ramadhan, penaklukan Mekah atau Fathu Makkah juga terjadi pada bulan Ramadhan. Dan yang sangat monumental, yaitu penaklukkan Andalusia juga terjadi di bulan Ramadhan. Sementara, Konstantinopel &#8211;ibukota Romawi Timur&#8211; akhirnya berhasil ditaklukkan pada tahun 1453, setelah upaya tak kenal lelah yang didorong oleh kemauan untuk menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia selama lebih dari 700 tahun.</p>
<p>Karenanya, jelas sekali bila dihayati dengan sungguh-sungguh, puasa Ramadhan semestinya akan memberikan efek luar biasa kepada seorang Muslim dan umat Islam secara keseluruhan, yaitu berupa kemauan untuk maju yang didorong oleh semangat material dan nonmaterial. Tapi bila tidak, ya memang cuma bersisa lapar dan dahaga saja.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bish shawab.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">sumber : http://www.kotasantri.com/bilik.php?aksi=Detail&#38;sid=531</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[wisata jombang]]></title>
<link>http://wisatajombang.wordpress.com/2008/02/09/wisata-jombang/</link>
<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 10:56:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisatajombang</dc:creator>
<guid>http://wisatajombang.wordpress.com/2008/02/09/wisata-jombang/</guid>
<description><![CDATA[             Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilay]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>              Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km², dan jumlah penduduknya 1.165.720 jiwa (2005). Pusat kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.</strong></p>
<p><strong>               Kabupaten Jombang memiliki berbagai keindahan alam dan potensi pariwisata lain yang menarik. Sangat disayangkan, potensi tersebut pada umumnya belum digali, dan tidak memiliki pendukung sarana dan prasarana yang memadai untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Jombang; sehingga menunggu adanya investasi untuk menggarapnya. Hal ini sangat penting dan menguntungkan, mengingat posisi Kabupaten Jombang yang bersebelahan dengan daerah tujuan wisata alam Malang di tenggara dan Pacet-Trawas-Tretes di timur; serta wisata historis (situs Majapahit) Trowulan</p>
<p>Wisata buatan</p>
<p>Tirta Wisata.</p>
<p>Tempat wisata lokal yang terdapat balekambang, kolam pancing, kolam renang dan lapangan tenis. Tempat ini sering diselenggarakan berbagai konser, baik artis regional hingga artis ibukota. Terletak di tepi jalan raya Jombang-Surabaya, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan.</p>
<p>Wisata alam</p>
<p>- Wanawisata Sumberboto. Merupakan wana wisata binaan dari Perhutani yang banyak dikunjungi wisatawan lokal. Suasana dingin dan asri penuh dengan pepohonan, terdapat pula kolam renang air hangat. Terletak di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno.</p>
<p>- Wisata Agro Perkebunan Panglungan. Kawasan perkebunan dengan topografi pegunungan yang berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam ini berfungsi sebagai daerah resapan air dan kawasan konservasi lahan. Saat ini Panglungan tengah dikembangkan sebagai agrowisata dengan tanaman utama kakao, cengkeh, melinjo, dan kopi.</p>
<p>- Air Terjun Tretes. Merupakan air terjun dengan ketinggian 158 meter, dan terletak di ketinggian 1250 meter di atas permukaan air laut. Terletak di Dusun Tretes, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam.</p>
<p>- Goa Sigolo-golo. Terletak di Dusun Kranten, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam.</p>
<p>- Kedung Cinet. Merupakan wisata alami pegunungan yang sangat mempesona. Aliran sungai yang jernih dan menawan dilintasi oleh &#8220;jembatan goyang&#8221;. Terdapat di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan.</p>
<p>- Sendang Made. Terletak di Desa Made, Kecamatan Kudu. Di kawasan ini terdapat peninggalan sejarah petilasan Raja Airlangga. Selain Sendang Made di sekitarnya terdapat sendang-sendang lain yang lebih kecil, Diantaranya Sendang Payung, Sendang Padusan, Sendang Drajat, Sendang Sinden dan Sendang Omben.</p>
<p>Wisata minat khusus</p>
<p>- Candi Ngrimbi. Candi ini dulunya merupakan pintu gerbang sebelah selatan Kerajaan Majapahit. Terletak di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Letaknya sangat strategis karena berada di tepi jalan utama Mojoagung-Wonosalam.</p>
<p>- Makam K.H. Hasyim Asy&#8217;ari dan K.H. Wachid Hasyim. K.H. Hasyim Asy&#8217;ari merupakan pendiri Ponpes Tebuireng (Jombang), salah satu pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Puteranya, K.H. Wachid Hasyim adalah Menteri Agama RI pertama. Dua makam pahlawan nasional ini terletak di kompleks Ponpes Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek.</p>
<p>- Makam Sayid Sulaiman. Sayid Sulaiman merupakan salah satu penyebar Islam di kawasan Jombang pada era pasca runtuhnya Majapahit. Pada malam Jum&#8217;at Legi, makam ini banyak dikunjungi peziarah. Terletak di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.</p>
<p>- Makam Gunung Kuncung. Terletak di lereng gunung, di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonosalam; yakni di perbatasan dengan Kabupaten Kediri.</p>
<p>- Makam Pangeran Benowo. Makam ini terletak di Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam.</p>
<p>Wisata religius</p>
<p>- Pondok Pesantren. Jombang telah lama terkenal dengan julukan kota santri. Dua ponpes terbesar di Kabupaten Jombang adalah Ponpes Tebuireng di Cukir (Kecamatan Gudo) serta Ponpes Darul Ulum di Rejoso (Kecamatan Peterongan).</p>
<p>- Pengajian Padang Mbulan. Merupakan pengajian rutin yang digelar pada setiap malam bulan purnama. Pengajian ini dirintis oleh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Diadakan di halaman depan asal rumah Cak Nun di Desa Menturo, Kecamatan Sumobito.</p>
<p>- Kelenteng Hong San Kiong. Terletak di desa Gudo, Jombang. Selain dikenal sebagai tempat ibadah Tridarma (Agama Taoisme, Budha, dan Konghucu) juga sebagai tempat berobat. Menariknya yang datang untuk berobat juga banyak yang dari kalangan pribumi. Setiap menjelang Tahun Baru Imlek, kelenteng ini mengadakan acara hajatan yang cukup meriah, seperti Wayang Potehi maupun Pagelaran Barongsay.</p>
<p>- Gereja Mojowarno. Gereja Mojowarno merupakan gereja tertua di kawasan, serta dulunya pernah menjadi pusat salah satu aliran Kristen Protestan pada jaman Belanda. Setiap setahun sekali, gereja ini mengadakan upacara kebetan dan unduh-unduh, yang sarat akan kultur lokal.</p>
<p>Kerajinan tangan</p>
<p>- Wisata Kerajinan Manik-manik Kaca. Lokasi kerajinan dengan skala industri kecil ini terletak di Desa Plumbon-Gambang Kecamatan Gudo. Di sini para pengrajin menyulap kaca-kaca bekas menjadi aneka kerajinan manik-manik yang sangat mengagumkan. Kerajinan ini telah merambah pasar ekspor (Asia dan Eropa), serta menjadi salah satu produk yang banyak dijumpai di Pasar Seni Bali.</p>
<p>- Wisata Kerajinan Cor Kuningan. Lokasi kerajinan cor kuningan ini terletak di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung. Produk-produk kuningan seperti patung suvenir ini juga telah merambah ke pasar ekspor</p>
<p>Oleh-oleh khas</p>
<p>Untuk mendapatkan makanan khas Jombang, tidaklah sulit. Pemerintah Jombang tengah menggodok dan memunculkan banyak potensi daerahnya. Salah satu makanan khas Jombang yang sangat disukai adalah donat kampung. Kudapan ini berkesan sebagai kudapan merakyat, karena memang sangat disukai oleh berbagai lapisan masyarakat Jombang. Dan semua masyarakat Jombang sangat menikmati donat kampung ini sebagai sarapan di pagi hari. Selain harganya murah, donat kampung juga mudah diperoleh di warung-warung, kedai, pasar, dan di toko-toko. Donat kampung khas Jombang yang terkenal adalah Donat Kampoeng Utami. Banyak diantara para wisatawan pun membawa donat kampung ini sebagai oleh-oleh khas Jombang.</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku dan Teteh-Sebuah Risalah Cita]]></title>
<link>http://rijal28.wordpress.com/2007/12/02/aku-dan-teteh-sebuah-risalah-cita/</link>
<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 15:49:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>bangzenk</dc:creator>
<guid>http://rijal28.wordpress.com/2007/12/02/aku-dan-teteh-sebuah-risalah-cita/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Kami dilahirkan bukan sekedar untuk mati&#8221; Muhammad Rijal ARS, begitu nama saya biasa te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;text-decoration:line-through;"><em>&#8220;Kami dilahirkan bukan sekedar untuk mati&#8221;</em><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><span style="font-family:Trebuchet MS;">Muhammad Rijal ARS, begitu nama saya biasa tertulis. Saya berasal dari keluarga sederhana, dan kerap kami menamakan &#8220;keluarga rame&#8221;. Saya anak ke-2 dari lima bersaudara. Lelaki tertua di keluarga, cucu laki-laki tertua di dua keluarga besar. Sejak usia 8 tahun, saya tinggal bersama nenek di Tasikmalaya. Entah atas alasan apa, orang tua saya menitipkan 3 dari 5 anaknya untuk tinggal bersama mamah (panggilan nenek). Sederhananya mungkin karena saya bandel di Bandung, tukang berkelahi (kepala sempat dijahit gara-gara berantem, he3.. </span><span style="font-family:Wingdings;">J</span><span style="font-family:Trebuchet MS;">).<!--more--><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;">Singkat cerita, saya besar di Kampung yang religious. Nilai-nilai keislaman tertanam begitu dalam bagi anak-anak seumuran saya. Baca Qur&#8217;an, shalat berjama&#8217;ah lima waktu, shaum senin-kamis, ya begitulah budaya yang dulu saya kira semua anak seusia saya wajib dapatkan. Sebuah pemikiran sederhana, anak bandel.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;">Saya belum pernah <em>mesantren</em>, kecuali pesantren kilat ketika liburan sekolah (menu wajib).<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;">Satu hal, dari waktu ke waktu keluarga saya mencatatkan &#8220;prestasi gemilang&#8221;. Yakni sekolah di kota (istilah pusat kota Tasik). Ya, keluarga saya selepas SD di kampung langganan ke SMP2 Tasik, SMP terbaik se-antero kota Tasik. Dan catatan gemilang itu pun pada masanya terbebankan bagi teteh, dan berikutnya <img align="right" src="http://rijal28.files.wordpress.com/2007/12/120207-1548-akudanteteh11.jpg">saya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;">Teteh berhasil masuk SMP2, menjadi semangat tersendiri di tahun terakhir saya di SD. Walhasil, NEM tertinggi di SDN Cipari I saya raih. Saat itu saya diterima di dua sekolah terbaik di Tasik. Pesantren Al-Furqon Singaparna (Gontornya Tasik), dan SMPN2 Tasik. Saat itu saya memilih SMPN2 Tasik, karena belum siap untuk jauh dari mamah (klo Orang tua emang dah jauh di Bandung).<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;">Di SMP saya termasuk orang udik dan pendiam. Selain nuansa baru, saya <em>ga</em> punya teman se-SD dulu. Kecuali teteh yang beda shift jadwal sekolahnya. Cawu I (jaman iraha kituh..) ranking 10 di kelas, tiap cawu naek 2 peringkat. Hingga di kelas 2, saya berhasil menduduki peringkat 2 (setelah gagal jadi rangking 1, sedih..).<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;">Sejak kelas 1 saya aktif di berbagai organisasi, akhir kelas 2 ada penjurusan kelas. Siswa 10 besar tiap kelas dimasukkan ke dalam kelas unggulan, saya dulu sempat demo menolak keputusan ini. Walhasil, saya sempat diancam dikeluarkan sekolah (demo pertama tuh, keder..). Saya mengalah dan masuk kelas unggulan, 3-J.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;">Singkat cerita, sekali lagi ada &#8220;catatan prestasi&#8221; bahwa keluarga saya dari SMPN2 mesti masuk SMAN1 Tasik. Teteh masuk SMAN1 Tasik, dan sekali lagi motivasi tersendiri untuk masuk ke sana. Walhasil, setelah gagal tes SMA Taruna Nusantara dan NEM 18 besar se-SMP2 (prestasi ngawur), saya masuk kelas 1-4 SMAN1 Tasik, yang orang bilang dan saya bilang SMAN1 terbaik se-Tasik, bahkan di mata saya se-Indonesia (maaf, narsis).<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><span style="font-family:Trebuchet MS;">Begitulah, saya dan teteh kejar mengejar sekolah juga kejar mengejar prestasi di Organisasi. Sekolah media belajar, organisasi media beramal. Jadilah saya dikenal sebagai <span style="text-decoration:line-through;">dispenser </span>karena seringkali dispensasi dari pelajaran sekolah untuk berbagai kegiatan organisasi. Jangan Tanya prestasi sekolah, hancur lebur </span><span style="font-family:Wingdings;">J</span><span style="font-family:Trebuchet MS;">. Silakan bertanya tentang organisasi, pendidikan politik, alam, disiplin. Karena saya sempat menjadi aktivis 7-8 organisasi dan ekstrakulikuler. 4 posisi penting sekaligus ditambah 1 jabatan di luar organisasi sekolah.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><span style="font-family:Trebuchet MS;">Teteh gagal SPMB, menjadi pemicu bahwa saya mesti berhasil. Dan kenyataannya, saya juga gagal hehehe.. </span><span style="font-family:Wingdings;">J</span><span style="font-family:Trebuchet MS;">. Teteh masuk SPMB di tahun ke-2, ketika di saat yang sama saya diterima di POLBAN (Politeknik <img align="left" src="http://rijal28.files.wordpress.com/2007/12/120207-1548-akudanteteh21.jpg">terbaik se-Indonesia, di mata saya). Teteh memilih menemani saya (cie.. padahal emang pilihannya) masuk di POLBAN dengan jurusan Administrasi Niaga Program Studi Manajemen Pemasaran. Sedangkan saya di Jurusan Teknik Kimia.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><span style="font-family:Trebuchet MS;">Sekali lagi, teteh mencetak prestasi gemilang dengan IPK tertinggi (wajar aja, setahun bisnis di pemasaran produk). Dan saya mencetak prestasi <em>gumileung</em> (kata lain dari terguling.. </span><span style="font-family:Wingdings;">J</span><span style="font-family:Trebuchet MS;">). Saya memilih untuk tidak terlalu aktif di Organisasi Kampus, tapi prestasi tetap tidak berubah. IPK diatas dua koma Sembilan (2,10; 2,11 gitu.. hehehe..</span><span style="font-family:Wingdings;">J</span><span style="font-family:Trebuchet MS;">). Tengah tahun kedua, ada uji nyali <em>screening</em> pencalonan ketua BEMA POLBAN (istilah badan eksekutif di POLBAN). Ceritanya saya mengajukan diri melalui himpunan (HIMATEK). Dan singkat cerita terpilihlah saya menjadi ketua BEM, dengan pengalaman minim di organisasi kampus. Entahlah, apa saya yang bego atau pemilih <img align="right" src="http://rijal28.files.wordpress.com/2007/12/120207-1548-akudanteteh31.jpg">yang bego. Orang macam saya terpilih untuk memimpin BEM setahun ke depan. Tapi, sebuah keyakinan ini kehendak Allah.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;">Di akhir usia perkuliahan saya di POLBAN, dan masa kepengurusan saya di BEM ada seleksi Twinning Program POLBAN dan Hogeschool Zeeland di Belanda. Keisengan muncul lagi, uji nyali. Awal niatan formulir yang saya ambil sebenarnya buat teteh yang punya cita-cita kuliah di Belanda, hanya ternyata untuk jurusan teteh belum ada beasiswanya. Jadilah, saya mengisi formulir tadi. Teteh memiliki <em>communication skills </em>dan bahasa Inggris yang diatas rata-rata, dibandingkan dengan saya, saya tidak ada apa-apanya. Payah..<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;">Terlepas dari semua masalah yang saat itu ada di hari-hari saya, nama saya tertulis di daftar penerima beasiswa tadi. Jangan Tanya IPK, atau <em>skill</em> bahasa Inggris saya yang pas-pasan. Ini <em>mah</em>, sekali lagi TAKDIR. Dan saya memilih mengambil pilihan menjalani takdir saya sebagai mahasiswa di Hogeschool Zeeland, di negeri mantan penjajah Indonesia dulu. Dan teteh memilih untuk menjalani karirnya sebagai manajer hari-harinya di Bandung. Di sebuah yayasan islami, tempat dimana 2 tahun saya beraktivitas menjadi bagian dari manajemen program BSPI. Sebelumnya teteh hanya menjadi mentor saja bagi adik-adik asuh di BSPI.<br />
</span></p>
<p><img align="left" src="http://rijal28.files.wordpress.com/2007/12/120207-1548-akudanteteh41.png"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;">Begitulah, saya dan teteh menjadi satu dengan pendidikan, latar belakang, format cita yang hamper sama. Nurani Bhakti-Satya Karya Laksana, adalah menjadi manusia yang hidup bukan sekedar untuk mati. Melainkan bersama meraih ridho Allah, yang terkadang mesti dibayar mahal. Termasuk di dalamnya, mengorbankan apa-apa yang tampak indah di dunia. Istri, harta, keluarga, dan kesenangan-kesenangan yang sehari-hari tampak sebagai sebuah kebahagiaan nyata. Padahal, dibalik ini semua hanya Allah saja yang tahu apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:12pt;"><em>Bersaudaralah, karena kita tidak bisa hidup sendiri.</em></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
