<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kreativitas &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kreativitas/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kreativitas"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 02:17:49 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Optimalkan Otak Anda]]></title>
<link>http://wahyuatcmanado.wordpress.com/2009/11/26/optimalkan-otak-anda/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 00:56:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Wahyu</dc:creator>
<guid>http://wahyuatcmanado.wordpress.com/2009/11/26/optimalkan-otak-anda/</guid>
<description><![CDATA[Iseng-iseng jalan-jalan ke salah satu forum terbesar di Indonesia, kaskus.us, dapet bacaan kesehatan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Iseng-iseng jalan-jalan ke salah satu forum terbesar di Indonesia, kaskus.us, dapet bacaan kesehatan yang sangat menarik buat saya (mungkin juga buat Anda). Saat ini saya sudah mulai menjadi seorang pelupa, baik sengaja atau tidak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Lupa adalah manusiawi tapi ada kalanya sifat manusiawi tersebut tidak boleh muncul, beberapa diantaranya adalah ketika Anda duduk di kursi sebagai controller aktif, pilot yang sedang mengendalikan pesawat (kalo lagi yang lain gak dibahas disini ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ), dokter yang sedang menjalankan tugasnya, dan lain sebagainya. Misalkan sebagai controller yang sedang bertugas, Anda harus memerintahakan pilot untuk belok atau naik atau turun pada waktu yang sudah ditentukan (menggunakan rumus at or before, at or after, dsb. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) trus lupa, what will happen? You know the answer. Atau ketika pilot hendak mendaratkan bawaannya (pesawat maksudnya), trus lupa menurunkan landing gear, apa yang terjadi? Ya, headline koran besok adalah pesawat mendarat tanpa roda. Atau ketika dokter melakukan operasi (misalkan organ dalam perut) lupa mengeluarkan salah satu alatnya. Akibatnya pasti Anda tahu. Ya, yang sedang marak diberitakan belakangan ini, Malpraktik. Terkadang lupa yang manusiawi tersebut tidak lagi bisa dikatakan manusiawi. Untuk itu, Anda harus selalu optimalkan otak Anda. Caranya? Simak tulisan berikut.</p>
<p><a href="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/otak.jpg"><img class="size-full wp-image-68 alignleft" title="otak" src="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/otak.jpg" alt="" width="235" height="235" /></a>Apakah Anda sering lupa nomor PIN atau password komputer? Hal itu mungkin disebabkan karena perubahan usia dan biasanya hal tersebut dialami oleh seseorang yang sedang memasuki usia 30 tahun. Untuk menghindari kejadian tersebut dan membuat otak tetap bisa bekerja secara optimal meskipun usia bertambah ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan.</p>
<p><strong>1. Olahraga</strong></p>
<p>Lakukanlah olahraga secara teratur karena bisa mencegah penurunan fungsi otak. Tim peneliti dari Beckman Institute dari University of Illinois, Amerika Serikat mereview beberapa penelitian tentang hubungan olahraga dengan fungsi otak. Mereka menemukan bahwa aerobik bisa meningkatkan kerja otak dan menambah volume jaringan pada otak. Selain aerobik, berjalan juga cukup efektif mengoptimalkan kerja otak.</p>
<p>Tips : Berjalanlah minimal 3 kali dalam satu minggu selama 50 menit. Tidak hanya membuat badan menjadi sehat, kerja otak Anda semakin maksimal.</p>
<p><strong>2. Sikat gigi</strong><br />
Menurut tim dari &#8220;British psychiatrists and dentists&#8221;, kesehatan gigi dan mulut berhubungan langsung dengan kesehatan otak. Hal itu diketahui setelah tim melakukan survei pada orang berusia 20 hingga 59 tahun. Peneliti menemukan gingivitis dan penyakit gigi lain berefek buruk pada fungsi kognitif otak seseorang di kemudian hari.</p>
<p>Tips: Sikat gigi setiap Anda selesai makan. Jangan biarkan sisa makanan menempel di gigi karena bisa memicu lubang pada gigi.</p>
<p><strong>3. Bermain puzzle</strong><br />
Anda bisa menemani anak Anda bermain puzzle atau bermain puzzle sendiri. Dengan menyusun puzzle Anda merangsang kemampuan kognitif otak. Percobaan yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Alabama yang melibatkan 3.000 lansia pria dan wanita, menunjukkan bahwa setelah bermain puzzle selama 60 hingga 75 menit otak bekerja lebih optimal.</p>
<p>Tips : Saat waktu senggang, bermainlah puzzle atau mengisi teka-teki silang. Kegiatan tersebut bisa memberikan tantangan pada otak Anda. Agar suasana seru, ajaklah pasangan, teman atau anak Anda.<br />
<strong><br />
4. Meditasi</strong><br />
Tidak hanya mengurangi stres dan tekanan pada pikiran, meditasi juga meningkatkan kerja lapisan korteks pada otak. Hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan tim dari Massachusetts General Hospital. Penelitian menunjukan seseorang yang sering bermeditasi kerja korteks lebih maksimal dibandingkan yang tidak bermeditasi.<br />
Tips : Meditasi baiknya dilakukan 40 menit setiap hari, tetapi Anda bisa memulainya dengan bermeditasi selama 15 menit sebelum berangkat kerja. Duduk dengan posisi bersila, pejamkan mata, ambil nafas dalam-dalam dan buang secara perlahan.</p>
<p><strong>5. Musik/Seni</strong><br />
Leonardo da Vinci berpikir dengan cara menyeimbangkan otak kiri (seni–&#62;musik dll) dan otak kanan (pelajaran)… cara ini lebih memaksimal kan kinerja kedua otak sehingga semua menjadi seimbang dan tetap fokus.</p>
<p><strong>6. Pola Makan Yang Baik</strong><br />
Berilah otakmu makanan yang mengandung anti oksidan dan omega 3 untuk memaksimalkan daya kerja saraf… sehingga otak mampu meningkatkan kinerjanya sampai kebatas maksimal.</p>
<p><strong>7. Menggali Ingatan</strong><br />
Lihatlah kembali album foto lama atau buku tahunan sekolah anda. Otak anda adalah sebuah mesin ingatan, jadi biarkanlah ia bekerja supaya tidak berkarat. Ketika mendapat informasi yang baru, usahakan untuk membuat kaitan dengan informasi yang lama… Jadikanlah sesuatu yang telah kamu hafal sebagai tempat bergantung dan terus diulang tanpa harus melupakannya. Caranya adalah dengan mengingat informasi secara terus menerus sehingga kita membangun bank memori di otak kita…</p>
<p><strong>8. Kreativitas</strong><br />
Kemampuan kreatif seringkali membuat kita dapat mengolah dan mengadaptasi solusi dari satu bidang ke bidang lainnya, dan dari satu pengalaman ke pengalaman yang lainnya… sehingga otak akan terus ter-asah kemampuannya, Mempelajari dan mengulang atau melatih pelajaran dan keahlian yang baru dapat mengubah sistem organisasi di dalam otak… Latihan berkesinambungan membuat daya kerja otak meningkat dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah melatih otaknya…</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Eksperimen Air]]></title>
<link>http://layyinakita.wordpress.com/2009/11/25/eksperimen-air/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:37:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Media Surviva</dc:creator>
<guid>http://layyinakita.wordpress.com/2009/11/25/eksperimen-air/</guid>
<description><![CDATA[Air, termasuk benda yang menarik untuk diekplorasi. Apalagi bagi balita, bermain air merupakan kegia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Air, termasuk benda yang menarik untuk diekplorasi. Apalagi bagi balita, bermain air merupakan kegia]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Membangun Percaya Diri Sang Anak: Keluar Dari Awan Disleksia Secara Meyakinkan]]></title>
<link>http://disleksia.wordpress.com/2009/11/23/membangun-percaya-diri-sang-anak-keluar-dari-awan-disleksia-secara-meyakinkan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:54:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mila</dc:creator>
<guid>http://disleksia.wordpress.com/2009/11/23/membangun-percaya-diri-sang-anak-keluar-dari-awan-disleksia-secara-meyakinkan/</guid>
<description><![CDATA[Saya meyakini di setiap sekolah setiap saat sepanjang tahun ada saja satu dua anak yang menderita di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saya meyakini di setiap sekolah setiap saat sepanjang tahun ada saja satu dua anak yang menderita disleksia. Sang anak kerap mengalami hambatan di kelas. Segala bentuk menulis atau menghitung seakan hadir seperti monster. &#8220;Mengapa aku tidak bisa membaca dan mengeja?&#8221; hingga pernyataan sang kepala sekolah di sekolah Indra sebelumnya. Dengan dinginia mengomentari kejadian saat Indra berlari ke lapangan di hari hujan, &#8220;Selama puluhan tahun di dunia pendidikan, saya tahu mana anak bodoh.&#8221; Ah, mungkin yang ia maksud dunia pendidikan di Timbuktu, saya tak ambil pusing.</p>
<p>Saya kemudian mencoba mencari tahu keunikan Indra sampai ke akar permasalahan, jauh di bawah permukaan yang dilihat sang kepala sekolah itu. Yang patut dipahami dari Indra adalah kemampuannya dalam bidang koordinasi fisik, kreativitas,  empati dengan orang lain. Kekuatannya mungkin ada di beberapa daerah tersebut. Indra mudah menari jika mendengar musik menghentak (koordinasi fisik). Ia mampu menggambar sejam penuh atas apapun yang menjadi minatnya hari itu (kreativitas). Ia pun mudah jatuh iba akan hal kecil, seperti melihat pengemis kecil di jalan, atau bahkan melihat saya termenung kelelahan di satu sore (empati).</p>
<p>Saya telah mencoba metode pengajaran bahasa semasa kuliah dulu (linguistik) dengan kesadaran fonem. Saya pun mencoba mendapatkan buku-buku menarik dan permainan kata, sebagai fondasi dasar bagi Indra. Saya pun mencoba menyakinkan ia tiap malam dengan mengatakan kepadanya bahwa semua yang ia kerjakan itu baik, bahwa ia adalah anak cerdas. Setiap malam. Walau saya telah mengatakan padanya bahwa selama bertahun-tahun, ia perlu bukti.</p>
<p>Di satu saat, saya pernah melakukan latihan berikut ini, yang bisa memiliki efek pada Indra. Bisa dilakukan sendirian ataupun bersama sang anak . Ambil selembar kertas dan membuat dua kolom: dalam satu kolom menambahkan <strong>&#8216;Hal yang Paling Pandai Saya Lakukan&#8217;</strong> dan pada yang lain <strong>&#8216;Hal-hal yang Tak Terlalu Pandai saat Saya Lakukan&#8217;</strong></p>
<p>Tulislah daftar ini selama sekitar lima atau sepuluh menit, lalu diskusikan bersama anak Anda. Kajilah dari sudut pandang objektif.  Daftarnya akan terlihat seperti ini, tentu saja tergantung pada minat setiap anak:</p>
<p><strong>&#8216;Hal yang Paling Pandai Saya Lakukan&#8217;</strong> (GOOD AT)<br />
o berenang<br />
o menyelam<br />
o bola basket<br />
o merawat kelinci saya<br />
o menggambar<br />
o membuat lukisan<br />
o mengumpulkan perangko<br />
o bermain dengan anak-anak lain<br />
o membersihkan meja<br />
o membuat orang tertawa<br />
o softball<br />
o bersikap ramah kepada kakek<br />
o mengetahui tentang ruang dan planet-planet<br />
o dll</p>
<p><strong>&#8216;Hal-hal yang Tak Terlalu Pandai saat Saya Lakukan&#8217;</strong> (NOT GOOD AT)<br />
o ejaan<br />
o membaca<br />
o menulis<br />
o matematika</p>
<p>Saya menaatap wajah Indra untuk memastikan ke dia bahwa ada banyak hal yang ia pandai lakukan daripada hal-hal yang ia anggap sulit. Indra tidak mungkin bodoh. Dia jelas-jelas orang yang bakal sukses dengan segala kemampuannya.</p>
<p>Tapi di matanya seakan muncul pertanyaan: apakah kelemahannya itu adalah hal-hal yang penting dalam hidup. &#8220;Jika aku tidak bisa mengeja, bagaimana aku bisa lulus ujian dan mendapatkan pekerjaan?&#8221; Ini adalah tahap di mana saya harus berdebat dengannya, dan saya yakinkan bahwa saya menghargai semua jenis kualitas yang Indra tonjolkan, terutama kemampuannya untuk menjadi pribadi ramah, memikirkan orang lain sebelum diri mereka sendiri dan seterusnya. Bukan karena dia tidak mencoba atau bahkan orang tua memberi klaim bahwa sang anak itu bodoh (seperti, sayangnya, ucapan sang kepala sekolah Indra di sekolah lama).</p>
<p>Membangun kepercayaan diri sang anak bisa menjadi satu titik balik &#8211; berapa pun usia nya &#8211; yang penting bagi  fondasi pembelajaran khusus; yaitu mengeja dan menulis dengan lebih mudah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[Foto] Bagaimana Membuat Pacar Anda Terkesan Pada Kencan Pertama ?]]></title>
<link>http://yepiye.wordpress.com/2009/11/23/foto-bagaimana-membuat-pacar-anda-terkesan-pada-kencan-pertama/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 06:39:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yep</dc:creator>
<guid>http://yepiye.wordpress.com/2009/11/23/foto-bagaimana-membuat-pacar-anda-terkesan-pada-kencan-pertama/</guid>
<description><![CDATA[Mungkin cara ini adalah cara mudah untuk membuat pacar anda terkesan pada saat kencan pertama di seb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Mungkin cara ini adalah cara mudah untuk membuat pacar anda terkesan pada saat kencan pertama di sebuah restorant.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikan dia bunga mawar yang dapat anda buat dari selembar kertas tissue yang ada&#8230;..   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Mau tau bagaimana cara membuatnya ?</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5285" title="Membuat Pacar Terkesan1" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan1.jpg" alt="" width="450" height="315" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><!--more--></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan21.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5289" title="Membuat Pacar Terkesan2" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan21.jpg" alt="" width="450" height="257" /></a><br />
<a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5288" title="Membuat Pacar Terkesan3" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan3.jpg" alt="" width="449" height="302" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5290" title="Membuat Pacar Terkesan4" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan4.jpg" alt="" width="450" height="202" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5292" title="Membuat Pacar Terkesan6" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan6.jpg" alt="" width="450" height="333" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5293" title="Membuat Pacar Terkesan7" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan7.jpg" alt="" width="450" height="272" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5294" title="Membuat Pacar Terkesan8" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan8.jpg" alt="" width="450" height="336" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan9.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5295" title="Membuat Pacar Terkesan9" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan9.jpg" alt="" width="450" height="335" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan10.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5296" title="Membuat Pacar Terkesan10" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan10.jpg" alt="" width="450" height="365" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan11.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5297" title="Membuat Pacar Terkesan11" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan11.jpg" alt="" width="450" height="366" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan12.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5298" title="Membuat Pacar Terkesan12" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan12.jpg" alt="" width="450" height="353" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan13.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5299" title="Membuat Pacar Terkesan13" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/membuat-pacar-terkesan13.jpg" alt="" width="450" height="332" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Weleh&#8230;Weleh&#8230;Mudah Bukan ?</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Lebay &#8230;  Buanget !!!</strong></p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Ada Ada Saja</strong></h2>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Tulisan Lain :</strong></p>
<ul>
<li><a title="[Foto] Membuat Kreasi Bunga Mawar Dari Kentang Goreng" href="http://yepiye.wordpress.com/2009/10/15/foto-membuat-kreasi-bunga-mawar-dari-kentang-goreng/">[Foto] Membuat Kreasi Bunga Mawar Dari Kentang Goreng</a></li>
<li><a title="[Foto] Kreasi Sandwich Yang Lucu" href="http://yepiye.wordpress.com/2009/08/24/foto-kreasi-sandwich-yang-lucu/">[Foto] Kreasi Sandwich Yang Lucu</a></li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[Foto] Modifikasi Bumper Car menjadi Mobil Yang Dapat Berjalan Dijalan Raya]]></title>
<link>http://yepiye.wordpress.com/2009/11/20/foto-modifikasi-bumper-car-menjadi-mobil-yang-dapat-berjalan-dijalan-raya/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:02:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yep</dc:creator>
<guid>http://yepiye.wordpress.com/2009/11/20/foto-modifikasi-bumper-car-menjadi-mobil-yang-dapat-berjalan-dijalan-raya/</guid>
<description><![CDATA[Wow&#8230;jadi keren nih, bumper car atau mungkin dikenal juga dengan nama bombom car dimodifikasi m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Wow&#8230;jadi keren nih, bumper car atau mungkin dikenal juga dengan nama bombom car dimodifikasi menjadi mobil sungguhan yang dapat berjalan dijalan raya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5248" title="Modifikasi Bombom Car1" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car1.jpg" alt="" width="450" height="512" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><!--more--></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5250" title="Modifikasi Bombom Car2" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car2.jpg" alt="" width="450" height="369" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5251" title="Modifikasi Bombom Car3" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car3.jpg" alt="" width="450" height="373" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5252" title="Modifikasi Bombom Car4" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car4.jpg" alt="" width="450" height="423" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5253" title="Modifikasi Bombom Car5" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car5.jpg" alt="" width="450" height="362" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5254" title="Modifikasi Bombom Car6" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car6.jpg" alt="" width="450" height="377" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5255" title="Modifikasi Bombom Car7" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/modifikasi-bombom-car7.jpg" alt="" width="450" height="394" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Weleh&#8230;Weleh&#8230;Keren Kan ?</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Ada Ada Saja</strong></h2>
<p><strong>Tulisan Lain Yang Berhubungan :</strong></p>
<ul>
<li><a title="[Foto] Suspensi Jeep Offroad, Mobil Jadi Seperti Laba-Laba" href="http://yepiye.wordpress.com/2009/06/08/foto-suspensi-jeep-offroad-mobil-jadi-seperti-laba-laba/">[Foto] Suspensi Jeep Offroad, Mobil Jadi Seperti Laba-Laba</a></li>
<li><a title="[Foto] Rumah Unik Dari Pesawat Bekas" href="http://yepiye.wordpress.com/2009/06/19/foto-rumah-unik-dari-pesawat-bekas/">[Foto] Rumah Unik Dari Pesawat Bekas</a></li>
<li><a title="[Foto] Keren! Mobil Unik Dari Kayu Yang Dapat Berjalan Dan Mengambang Di Air" href="http://yepiye.wordpress.com/2009/08/05/foto-keren-mobil-unik-dari-kayu-yang-dapat-berjalan-dan-mengambang-di-air/">[Foto] Keren! Mobil Unik Dari Kayu Yang Dapat Berjalan Dan Mengambang Di Air</a></li>
<li><a title="[Foto] Ini Mobil Atau Toko Lampu Ya ?" href="http://yepiye.wordpress.com/2009/08/10/foto-ini-mobil-atau-toko-lampu-ya/">[Foto] Ini Mobil Atau Toko Lampu Ya ?</a></li>
<li><a title="[Foto] Modifikasi Mobil Pick Up Menjadi Boat" href="http://yepiye.wordpress.com/2009/08/19/foto-modifikasi-mobil-pick-up-menjadi-boat/">[Foto] Modifikasi Mobil Pick Up Menjadi Boat</a></li>
<li><a title="[Foto] Wow Keren ! Bus Amphibi Mewah Di Dubai" href="http://yepiye.wordpress.com/2009/09/11/foto-wow-keren-bus-amphibi-mewah-di-dubai/">[Foto] Wow Keren ! Bus Amphibi Mewah Di Dubai</a></li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gunakan Mind Map untuk Meningkatkan Kreativitas Dalam Kehidupan Sehari-hari]]></title>
<link>http://blog.faisalsaleh.net/2009/11/19/gunakan-mind-map-untuk-meningkatkan-kreativitas-dalam-kehidupan-sehari-hari/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 13:58:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Faisal Saleh</dc:creator>
<guid>http://blog.faisalsaleh.net/2009/11/19/gunakan-mind-map-untuk-meningkatkan-kreativitas-dalam-kehidupan-sehari-hari/</guid>
<description><![CDATA[Tentang Peta Pikiran (Mind Map) Sebuah inovasi terbaru dalam jagad raya pengetahuan manusia telah la]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tentang Peta Pikiran (Mind Map) Sebuah inovasi terbaru dalam jagad raya pengetahuan manusia telah la]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gunakan Mind Map untuk Meningkatkan Kreativitas Dalam Kehidupan Sehari-hari]]></title>
<link>http://inspirasiibu.wordpress.com/2009/11/19/gunakan-mind-map-untuk-meningkatkan-kreativitas-dalam-kehidupan-sehari-hari/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 13:56:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>resi2009</dc:creator>
<guid>http://inspirasiibu.wordpress.com/2009/11/19/gunakan-mind-map-untuk-meningkatkan-kreativitas-dalam-kehidupan-sehari-hari/</guid>
<description><![CDATA[Tentang Peta Pikiran (Mind Map) Sebuah inovasi terbaru dalam jagad raya pengetahuan manusia telah la]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><strong>Tentang Peta Pikiran (Mind Map)</strong></p>
<p align="justify"><a href="http://inspirasiibu.files.wordpress.com/2009/11/mindmapbook.jpg"><img title="mindmap-book" style="display:inline;margin-left:0;margin-right:0;border-width:0;" height="140" alt="mindmap-book" src="http://inspirasiibu.files.wordpress.com/2009/11/mindmapbook_thumb.jpg?w=100&#038;h=140" width="100" align="left" border="0" /></a> Sebuah inovasi terbaru dalam jagad raya pengetahuan manusia telah lahir dengan segala kesederhanaannya, namun merupakan produk paling canggih yang pernah lahir dari otak manusia, peta pikiran (mind map).</p>
<p align="justify">Apa itu peta pikiran? Sebenarnya di zaman teknologi canggih bernama internet, segala informasi terbaru sudah tidak sulit lagi untuk diperoleh, dari pelosok dunia mana pun selama ada jaringannya. Begitu pula dengan penemuan peta pikiran.</p>
<p> <!--more-->
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Peta pikiran ditemukan oleh Tony Buzan, seorang pengarang yang melahirkan banyak karya mengenai sistem kerja otak manusia, terutama otak kanan. Dan hasil penemuannya ini telah dipakai jutaan orang di seluruh dunia. Mulai dari para atlet kelas dunia dalam kejuaraan-kejuaraan internasional, para pengusaha kelas kakap, sampai mahasiswa, pelajar, dan ibu rumah tangga. Bahkan mungkin juga para pengangguran yang sedang fokus mencari pekerjaan dan menata hidupnya agar mencapai masa depan ideal, lewat peta pikiran ini.</p>
<p align="justify"><strong>Fungsi Peta Pikiran</strong></p>
<p align="justify">Dalam buku karya Tony Buzan ini diterangkan beberapa fungsi peta pikiran untuk:</p>
<ul>
<li>
<div align="justify">Menjadi lebih kreatif </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Menghemat waktu </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Memecahkan masalah </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Berkonsentrasi </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Mengatur dan menjernihkan pikiran </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Lulus ujian dengan nilai baik </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Mengingat dengan baik </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Belajar lebih cepat dan efisien </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Belajar dengan lebih mudah </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Melihat gambaran “keseluruhan” </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Membuat rencana </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Berkomunikasi </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Bisa tetap bertahan hidup! </div>
</li>
</ul>
<p align="justify"><strong>Eksplorasi Otak Manusia via Peta Pikiran</strong></p>
<p align="justify">Dalam peta pikiran, sistem bekerja otak diatur secara alami. Otomatis kerjanya pun sesuai dengan kealamian cara berpikir manusia. Peta pikiran membuat otak manusia ter-<em>eksplor</em> dengan baik, dan bekerja sesuai fungsinya. Seperti kita ketahui, otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Dalam peta pikiran, kedua sistem otak diaktifkan sesuai porsinya masing-masing.</p>
<p align="justify">Maka dengan menggunakan sistem peta pikiran, kedua sistem otak bekerja sejalan. Tidak berat sebelah, sehingga bisa ter-<em>eksplor</em> dengan baik.</p>
<p align="justify">Peta pikiran sangat mudah dipraktikkan dalam setiap kegiatan sehari-hari. Bahkan untuk hal-hal yang bersifat pribadi sekalipun. Misalnya menggunakan peta pikiran untuk merencanakan kegiatan keluarga. Peta pikiran diletakkan dalam suatu tempat, yang di keluarganya dianggap sebagai pusat kegiatan keluarga, dan merupakan tempat di mana peta pikirannya semakin sering dijumpai, pintu lemari es.</p>
<p align="justify"><strong>Peta Pikiran Sebagai Situs Pribadi</strong></p>
<p align="justify">Peta pikiran tak beda dengan sistem komputer buatan manusia. Dalam peta pikiran, komputernya sendiri adalah otak manusia. Karenanya tiap orang tentulah memiliki apa yang namanya situs pribadi. Bedanya peta pikiran tak terbatas dan mampu mempunyai sistem memori yang super canggih melebihi sistem komputer secanggih apa pun. Tentu saja, bukankah otak manusia buatan Tuhan memang bagaikan ruang tak berbatas?</p>
<p align="justify">Maka bila kita ingin menggali kembali informasi-informasi yang pernah tersimpan, ataupun menerima informasi-informasi baru, maka otak kita ibaratnya situs pribadi yang siap bekerja menampung semuanya. Namun adakalanya, kita tidak mampu menggali kembali segala informasi yang pernah mampir dikarenakan keterbatasan daya ingat.</p>
<p align="justify">Maka dengan adanya peta pikiran, membantu kita untuk lebih fokus dalam menggali kembali serta menyaring informasi apa saja yang ingin kita ambil kembali. Peta pikiran mengajarkan kita untuk berpikir secara praktis dengan cara yang sesederhana mungkin, namun teratur dan meminimalisir kekacauan arus informasi yang ingin kita ambil dalam situs pribadi kita, otak kita sendiri.</p>
<p align="justify"><strong>Para Pengguna Peta Pikiran</strong></p>
<p align="justify">Saat ini para pengguna peta pikiran sudah tersebar luas. Peta pikiran disosialisasikan ke segala bidang kegiatan. Gunanya apalagi kalau bukan untuk membantu setiap orang dapat mencapai target-targetnya dengan cara yang sederhana mungkin, namun rapi, teratur, dan tentunya fokus. Bahkan dalam bidang olahraga peta pikiran telah membantu banyak atlet meraih prestasinya. Sekali lagi, peta pikiran hadir untuk menyederhanakan sistem bekerja otak manusia yang konvensional, cenderung monoton. Peta pikiran hadir dengan keceriaan warna-warni, asosiasi manusia terhadap masalah atau informasi yang ada, serta cara bekerja yang efisien.</p>
<p align="justify">Para pengguna peta pikiran dapat segera membedakan betapa rencana-rencana mereka lebih terarah. Dengan demikian membuat hidup mereka lebih berarti dan terencana dengan baik. Peta pikiran mengajarkan kita untuk fokus pada apa yang sedang kita pikirkan dan rencanakan. Maka para pengguna peta pikiran cenderung lebih sederhana cara berpikir dan kerjanya, karena mereka tak lagi tumpang tindih dalam menjalankan visi dan misinya. Pengguna peta pikiran daya kreativitasnya cenderung meningkat, karena otak mereka ter-eksplor dengan baik. Memungkinkan mereka untuk lebih banyak menciptakan karya yang tak terbayangkan.</p>
<p align="justify">Sumber: <a href="http://ksupointer.com/2009/mind-map-untuk-meningkatkan-kreativitas">http://ksupointer.com/2009/mind-map-untuk-meningkatkan-kreativita</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teknologi Saku 3: Kosmetika Itu Lho...]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/16/teknologi-saku-3-kosmetika-itu-lho/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 07:49:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/16/teknologi-saku-3-kosmetika-itu-lho/</guid>
<description><![CDATA[Apa yang mengangkat nilai sebuah produk, yang sepertinya biasa-biasa saja, tetapi laku dijual dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a rel="attachment wp-att-5658" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/11/16/teknologi-saku-3-kosmetika-itu-lho/lens_camera-pentax-3/"><img class="alignleft size-full wp-image-5658" title="lens_camera-pentax" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/lens_camera-pentax2.jpg" alt="lens_camera-pentax" width="269" height="269" /></a>Apa yang mengangkat nilai sebuah produk, yang sepertinya biasa-biasa saja, tetapi laku dijual dengan harga tinggi? Tentu produk ini memiliki keistimewaan atau keunikan yang sanggup menarik minat konsumen begitu besar sehingga bersedia membayar lebih untuk keunikannya atau keistimewaannya itu. Sebagai awam dalam dunia pemasaran, cukup mengamati perilaku iklan saja kita jadi tahu  ternyata pengaruh kosmetika terhadap kemasan besar sekali!</p>
<p><!--more--></p>
<p><a rel="attachment wp-att-5659" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/11/16/teknologi-saku-3-kosmetika-itu-lho/lens_camera-lego-3/"><img class="alignnone size-full wp-image-5659" title="lens_camera-lego" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/lens_camera-lego.gif" alt="lens_camera-lego" width="195" height="130" /></a></p>
<p>Untuk produk kamera profesional kaliber dunia seperti <a title="Pentax" href="http://www.pentaximaging.com" target="_blank">Pentax</a>, sungguh berani membuat kamera tampak seperti mainan (tetapi pasti bukan mainan). Kebalikannya, produk mainan terkenal <a title="Lego" href="http://www.lego.com" target="_blank">Lego</a> berani membuat sebuah produk serius. Spesifikasi kamera Lego di atas 3 MP (mega piksel), layar <em>display </em>1,5&#8243; dan memori 128 MB. Ada lampu kilatnya lagi. Jelas ini <em> </em>bukan mainan&#8230;</p>
<p>Warna mencolok <em>merah, kuning, biru</em> pada keduanya menunjukkan sasaran produk adalah anak-anak. (Warna hitam dikurangi diganti abu-abu?) Sungguh cerdik, memperkenalkan IT melalui fotografi! Anak mana yang tak senang memotret dan melihat wajahnya sendiri? Sang anak pun merengek, &#8221; <em>Pak, belikan kamera &#8230;!</em>&#8220;</p>
<p><a rel="attachment wp-att-5676" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/11/16/teknologi-saku-3-kosmetika-itu-lho/computer_dell/"><img class="aligncenter size-full wp-image-5676" title="computer_Dell" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/computer_dell.jpg" alt="computer_Dell" width="430" height="288" /></a></p>
<p>Produsen sangat agresif; kepentingan anak-anak yang lebih besar <em>ABG</em>, dan yang lebih besar lagi, juga tak luput dari perhatian. Lihat berapa yang harus dibayar untuk kosmetika <em>warna, </em>&#8230; berani &#8220;beli&#8221; warna favorit Rp. 400 ribu? Taksir juga kira-kira berapa kita berani membayar lebih untuk <em>ornamen </em>cantik komputer <em>notebook </em>di bawahnya?</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-5714" title="vaio" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/vaio.jpg" alt="" width="166" height="131" />Kesimpulannya, ada 2 arus produk IT.  <em>Pertama, </em>produk diciptakan untuk kepraktisan. Produk dibuat sekompak mungkin hingga bisa masuk saku. Dompet perempuan seperti gambar di samping, termasuk saku juga <em>&#8216;lho</em>. Perangkat kosmetik <em>lipstik, bedak, parfum, sisir, </em>pasti senang dapat teman baru! Hehe he&#8230;</p>
<p>Belum selesai lagi&#8230; nanti kita lihat bagaimana produk IT dikembangkan lebih kecil lagi hingga menyatu dengan tubuh atau badan kita!</p>
<p><em>Ke dua, </em>adalah produk IT yang jelas tidak masuk dalam kategori teknologi saku. Semakin bisa dilihat orang, semakin bangga. Ukuran besar, warna mencolok, bentuk geometri unik, &#8230; . Pokoknya gaya, lain dari yang lain. <em>Tampil beda.</em></p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <em><br />
</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teknologi Saku 2: Dampak Miniaturisasi Komponen Transistor]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/15/teknologi-saku-2-dampak-miniaturisasi-komponen-transistor/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 20:35:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/15/teknologi-saku-2-dampak-miniaturisasi-komponen-transistor/</guid>
<description><![CDATA[Gelombang miniaturisasi melanda produk IT seiring perkembangan teknologi miniaturisas komponen trans]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a rel="attachment wp-att-5520" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/11/15/teknologi-saku-2-dampak-miniaturisasi-komponen-transistor/computer_proj1/"><img class="alignleft size-full wp-image-5520" title="computer_proj1" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/computer_proj1.jpg" alt="computer_proj1" width="342" height="257" /></a>Gelombang miniaturisasi melanda produk IT seiring perkembangan teknologi miniaturisas komponen transistor sejak ditemukan tahun 1947. Cerita transistor radio saku Sony di posting &#8220;<a title="Teknologi Saku (1)" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/11/14/teknologi-saku-1-portabel-kecil-ringan-hemat-energi/" target="_blank">Teknologi Saku (1)</a>&#8221; kemarin, tampak seperti “raksasa” dibandingkan transistor sepuluh tahun kemudian, dan transistor ini berganti jadi raksasa dibandingkan ukuran transistor <a title="BeritaNet.com" href="http://www.beritanet.com/" target="_blank">teknologi</a> terkini.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Hebat sekali prestasi teknologi pengecilan dimensi komponen transistor yang telah dicapai dalam waktu relatif singkat (50-60 tahun).</p>
<p>Sebagai perbandingan betapa kecil dimensi transistor sekarang, ke dalam kepala sebuah jarum pentul bisa dimuat <em>200 juta </em>transistor, sedangkan harganya, tolong bantu hitungkan, satu transistor sama dengan harga tinta <em>satu huruf </em>di posting blog ini kalau dicetak. Wow… lalu apa yang bisa diperbuat dengan transistor sebanyak itu?</p>
<p>Banyak! Semakin banyak transistor, produk berarti semakin canggih. Teorinya semua fungsi produk IT yang kita kenal selama ini seperti <em>komputer, kamera, telepon seluler, radio, tivi, musik, video</em>, bisa masuk dan diintegrasikan jadi satu. Iya, jadi sebuah produk saja! Istilah kerennya, <em>konvergen</em>. Kita sudah menyaksikannya sejumlah fungsi kini menjadi kelengkapan standar atau pun tambahan komputer dan telepon seluler: <em>kamera, perekam audio, perekam video, penutar musik, radio, video, </em>…ada lagi?</p>
<p>Tidak berhenti di situ, komputer juga diinginkan <em>bisa masuk saku, </em>kalau perlu dengan perangkat kelengkapannya <em>keyboard </em>dan <em>layar monitornya </em>sekali! Wah, wah. Meski produk belum dipasarkan, namun sejumlah prototipe sudah mulai <em>mejeng </em>di ajang pameran produk elektronika internasional. Lihatlah gambar di bawah ini.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-5518" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/11/15/teknologi-saku-2-dampak-miniaturisasi-komponen-transistor/computer_projected2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-5518" title="computer_projected2" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/computer_projected2.jpg" alt="computer_projected2" width="600" height="210" /></a><br />
Tarik kaki satu ke sana, yang satu lagi ke sini, tekan tombol, gambar <em>keyboard </em>disorot, gambar <em>layar monitor </em>diproyeksikan, <em>voila</em>&#8230; jadilah komputer. Demikian juga gambar utama di atas. Wow, komputer benar-benar bisa masuk saku!</p>
<p>Inovasi dan kreativitas dalam desain sangat menonjol di sini. Entah berapa harganya, jangan-jangan yang bikin mahal justru desainnya itulah. Sangat boleh jadi, berapa ‘sih harga sebanyak-banyaknya tinta untuk komponen elektronika? Bukan main, ya.</p>
<p>Kita tidak bisa membayangkan ke depan, produk apa saja yang bisa dibuat dengan ratusan jutaan transistor yang nyaris mendekati 1 milyar itu!  Sepertinya semua bisa dibuat, &#8230; sejauh-jauh imajinasi kita. <a title="Nothing is impossible" href="../2009/07/09/impossible-is-nothing-is-impossible/" target="_blank"><em>Nothing is impossible, impossible is nothing</em></a><em>!</em><em></em></p>
<p>Untuk pengetahuan kita saja, <em>Intel Core 2 Duo </em>291 juta transistor (2006), <em>AMD K10</em> 463 juta (2007), <em>Power6 IBM</em> 789 juta (2007), <em>GT200 NVIDIA</em> 1,4 milyar (2008),<em> Intel Atom</em> 47 juta (2008), dan <em>Pentium4 </em>42 juta (2000).</p>
<p>Di posting mendatang akan coba kita lihat pengaruh desain pada produk IT ini terhadap harga…</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="font-family:arial;color:darkblue;font-size:x-small;"><strong>update:</strong><br />
Mungkin bukan hal baru, saya baru saja melihat jam di pergelangan tangan kita itu kini bukan sekedar penunjuk waktu lagi. Ada catatan kesehatan kita (yang terhubung ke rumah sakit/dokter), ada catatan posisi di mana kita berada. Menarik, sayang tidak keburu dipotret&#8230; </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teknologi Saku 1: Portabel, Kecil, Ringan, Hemat Energi]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/14/teknologi-saku-1-portabel-kecil-ringan-hemat-energi/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 02:26:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/14/teknologi-saku-1-portabel-kecil-ringan-hemat-energi/</guid>
<description><![CDATA[Gara-garanya Sony, sebuah perusahaan elektronika ternama Jepang, berpikiran bagaimana musik dan siar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a rel="attachment wp-att-5445" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/11/14/teknologi-saku-1-portabel-kecil-ringan-hemat-energi/tr-63_all/"><img class="aligncenter size-full wp-image-5445" title="TR-63_all" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/tr-63_all.jpg" alt="TR-63_all" width="448" height="258" /></a></p>
<p>Gara-garanya <em>Sony</em>, sebuah perusahaan elektronika ternama Jepang, berpikiran bagaimana <em>musik</em> dan <em>siaran radio</em> bisa dibawa ke mana pun kita pergi. Kalau musik dan radio ingin <em>portabel </em>(bisa dibawa) ukuran perangkat haruslah kecil; perangkat kecil, komponen harus kecil. Mungkin idenya muncul saat menyaksikan terobosan teknologi komponen elektronika, <em>transistor</em>, yang jauh lebih kecil, lebih ringan, dan lebih hemat energi, dibandingkan komponen elektronika sebelumnya (tabung gelas vakum).</p>
<p><!--more--></p>
<p>Sony memanfaatkan peluang itu dan membeli lisensi untuk memproduksi transistor di Jepang. Aplikasi transistor dikembangkan dan tak lama &#8230;sebuah radio saku pun lahir! Diperlukan kurang 10 tahun sejak transistor diciptakan, untuk mewujudkan impian Sony bisa membawa radio kemana-mana.</p>
<p>Tinggal musik. Perangkat perekam audio pita kaset <em>Pressman</em> yang dibuat Sony sebelumnya khusus untuk wartawan, mengilhami pembuatan perangkat serupa memutar musik yang direkam di atas pita kaset. Musik pita kaset masih banyak kita jumpai, karena kualitas suaranya yang bagus.</p>
<p>Itulah konsep awal <em>Walkman! </em>Banyak dicibir orang mana mungkin Sony mengungguli penjualan; produk hebat serupa saja laku 15,000 unit per tahun sedangkan Sony nekat membuat Walkman 30,000 unit, produk baru belum dikenal, tanpa perekam lagi! <em>Akio Morita, </em>pendiri Sony, sesumbar akan turun dari jabatannya kalau gagal&#8230;</p>
<p><a rel="attachment wp-att-5511" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/11/14/teknologi-saku-1-portabel-kecil-ringan-hemat-energi/fist_walkman/"><img class="alignleft size-full wp-image-5511" title="fist_walkman" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/fist_walkman.jpg" alt="fist_walkman" width="136" height="203" /></a>Di Jepang Walkman amblas, terjual habis hanya dalam sebulan! <em>Walkman </em>menjadi produk <em>bestseller</em> (laku keras) di dunia, permintaan mengalir deras. Tidak tanggung-tanggung, 50 juta unit Walkman berhasil terjual dalam 10 tahun, atau sekitar 550 unit per jam. Luar biasa.</p>
<p>Impian ke dua Sony membawa-bawa musik, menjadi kenyataan.  Teknologi berkembang terus, kini tidak <em>radio, audio, </em>dan <em>musik,</em> tetapi <em>gambar, </em><em>tivi, </em>dan <em>video</em>/<em>film</em>, juga sudah bisa <em>dikantungi!</em> Terimakasih teknologi <em>digital, </em>yang perlahan-lahan mulai menggeser dan mengambil alih teknologi <em>analog </em>seperti pita kaset musik pada Walkman. Sekarang sudah banyak saingannya (kenal <em>iPod?</em>).</p>
<p>Intinya, berita bagus buat kita, <em>tidak harus </em>dan <em>tidak perlu </em>menemukan teknologi sendiri. Manfaatkan teknologi dan kembangkan jadi <em>trendsetter</em>, itulah penting. Kreativitas!</p>
<p>Kata kunci besarnya, <em>portabel, kecil, ringan, hemat energi</em>&#8230; kata kunci kecilnya, sentuhan <em>emosi/kosmetik </em>seperti <em>bentuk, warna, ornamen </em>(<em>hiasan, dekor</em>)<em>, </em>dan <em>spesifik</em> (<em>unik, pribadi</em>, <em>custom</em>).</p>
<p><em>Fungsi? </em>Minimum saja cukuplah, Walkman tanpa perekam laku juga &#8216;kan? Untuk bisa laku dikenal istilah dalam ekonomi <em>market push</em> (mendorong pasar untuk mau menerima produk kita; kebalikannya <em>market pull</em>, pasarnya ada produknya belum). Rupanya kita dituntut kreatif juga dalam menjual&#8230; .</p>
<p><em>Teknologi saku </em>ternyata dapat diberlakukan umum pada produk IT lainnya (<em>telepon seluler, kamera, komputer</em>). Satu saja yang kurang dari produk berteknologi saku, untuk memilikinya terkadang harus merogoh saku lebih dalam&#8230;</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://artscrafts47.wordpress.com/2009/11/13/4/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 08:45:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>artscrafts47</dc:creator>
<guid>http://artscrafts47.wordpress.com/2009/11/13/4/</guid>
<description><![CDATA[Arts and Crafts: Blogs about tehetség és a kreativitás Művészi kreativitás egyik legjelentősebb jell]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Arts and Crafts: Blogs about tehetség és a kreativitás</p>
<p>Művészi kreativitás egyik legjelentősebb jellemzői az emberek: miért kell, hogy kifejezzék érzéseiket, vágyak, félelmek és hagyományok nyelv segítségével, jelek, hangok és manufacts valóban lehet tüntetni, mint az egyik elem, amelyek megkülönböztetik az intelligens lények, és érző lények kevésbé fejlett életformák. A történelem során a roppant változatos tartalom, kultúrák, tudományok és üzeneteket is képviselteti magát rajzok, festmények, graffitis, versek, dalszövegek, szobrok, könyvek, táncok és coreographies, minden országban és minden korban, a legkülönbözőbb célokra. Azonban ezen a rendkívül differenciált panoráma kreatív termékeket, azt is elismerik a folyamatos kutatás a minőség, a szépség, az eredetiség és a kiválóság, amely valóban néhány alapvető fogalmát, amit egy művész kell követnie, amikor a művészet meghatározása a készség és a szakmát.</p>
<p><font>References: <a href="http://h-i-p-h-o-p-m-u-s-i-c.com">hiphopmusic</a>,  <a href="http://e-l-e-c-t-r-o-n-i-c-m-u-s-i-c.com">electronicmusic</a>,  <a href="http://h-o-u-s-e-m-u-s-i-c.com">housemusic</a>,  <a href="http://h-e-a-v-y-m-e-t-a-l.com">heavymetal</a>,  <a href="http://d-r-a-w-i-n-g.com">drawing</a>,  <a href="http://r-a-p-m-u-s-i-c.com">rapmusic</a>,  <a href="http://b-a-l-l-e-t.com">ballet</a>,  <a href="http://c-l-a-s-s-i-c-a-l-m-u-s-i-c.com">classicalmusic</a>,  <a href="http://c-a-n-v-a-s.com">canvas</a>,  <a href="http://b-r-o-a-d-w-a-y-s-h-o-w.com">broadwayshow</a>,  <a href="http://news.c-a-s-t.com">cast</a>,  <a href="http://news.t-a-b-l-e-t.com">tablet</a>,  <a href="http://news.s-i-n-g.com">sing</a>,  <a href="http://news.a-r-t-a-u-c-t-i-o-n.com">artauction</a>,  <a href="http://news.a-r-t-c-o-l-l-e-c-t-i-o-n.com">artcollection</a>,  <a href="http://news.a-r-t-d-e-a-l-e-r-s.com">artdealers</a>,  <a href="http://news.d-a-i-l-y-h-o-r-o-s-c-o-p-e.com">dailyhoroscope</a>,  <a href="http://news.l-o-v-e-p-o-e-m.com">lovepoem</a>,  <a href="http://news.v-i-r-g-o.com">virgo</a>,  <a href="http://news.p-o-e-m-s.com">poems</a>,<br />
</font></p>
<p>Art is biztosan consacration, provokáció, örökölt és kihívást jelentenek a társadalom felé, az állami és a kritikusok, vagy ki van téve, négyzet vagy tartósított múzeumokban. A művészet is gazdag piacot gyűjtők, tudósok, kereskedők és az árverési is. Tudatában vagyunk arra, hogy az internet hogy tájékoztassa az embereket a művészi és kreatív tartalom, ezért voltunk itt felsorolt néhány, a webhelyek és http://www.thenew.com http://www.euroserve.cn (a http : / / www.esw3.eu dns szolgáltatások) dolgoztak, hogy te híreket és tények a kortárs esztétika, a Visual Creativity, Design Services és Artwork Market</p>
<p><font>References: <a href="http://info.r-a-p-p-e-r.com">rapper</a>,  <a href="http://info.p-a-i-n-t-e-r-s.com">painters</a>,  <a href="http://info.p-o-s-t-m-o-d-e-r-n.com">postmodern</a>,  <a href="http://info.t-a-s-t-e.com">taste</a>,  <a href="http://info.g-r-a-f-f-i-t-i.com">graffiti</a>,  <a href="http://info.s-y-m-p-h-o-n-y.com">symphony</a>,  <a href="http://info.a-r-c-h-a-e-o-l-o-g-i-s-t-s.com">archaeologists</a>,  <a href="http://webs.a-r-c-h-a-e-o-l-o-g-y.com">archaeology</a>,  <a href="http://webs.a-b-s-t-r-a-c-t-a-r-t.com">abstractart</a>,  <a href="http://webs.a-c-r-y-l-i-c.com">acrylic</a>,  <a href="http://webs.a-r-c-h-i-t-e-c-t-s.com">architects</a>,  <a href="http://webs.a-r-t-d-e-a-l-e-r.com">artdealer</a>,  <a href="http://webs.a-r-t-f-a-i-r.com">artfair</a>,  <a href="http://blog.a-r-t-a-d-v-i-s-e-r.com">artadviser</a>,  <a href="http://blog.a-r-t-a-d-v-i-s-o-r.com">artadvisor</a>,  <a href="http://blog.a-r-t-c-o-n-s-u-l-t-a-n-t.com">artconsultant</a>,  <a href="http://blog.a-r-t-i-n-d-e-x.com">artindex</a>,  <a href="http://blog.a-r-t-i-s-t-s-r-e-t-r-e-a-t.com">artistsretreat</a>,  <a href="http://blog.a-u-d-i-t-i-o-n-s.com">auditions</a> <a href="http://blog.c-o-n-t-e-m-p-o-r-a-r-y-a-r-t.com">contemporaryart</a>,<br />
</font></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pot pourri]]></title>
<link>http://egenesfoldon.wordpress.com/2009/11/11/pot-pourri/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 19:08:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>shonaconsuelo</dc:creator>
<guid>http://egenesfoldon.wordpress.com/2009/11/11/pot-pourri/</guid>
<description><![CDATA[Még mindig foglalkoztat, és még mindig szándékomban áll, hogy készítsek egyet (kettőt, mert a munkah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1841" title="potpourri" src="http://egenesfoldon.wordpress.com/files/2009/11/potpourri.jpg?w=292" alt="potpourri" width="292" height="300" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Még mindig foglalkoztat, és még mindig szándékomban áll, hogy készítsek egyet (kettőt, mert a munkahelyemre is jó lenne). Főleg, hogy összegyűjtöttem több róla szóló írást is, egyre inkább szeretnék vele foglalatoskodni, kísérletezni, hisz olyan jól el lehet mélyülni az ilyen foglalatoskodásokban…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Szinte egész biztos, hogy magam fogom elkészíteni a kötőanyagot, és megválasztani az illóolajat. A szárazanyagra nem vállalkozom, mert nincs kertem, a lakótelepen pedig nemigen lehet hozzávalókat szerezni. (Tényleg, idén még gesztenyébe sem botlottam bele)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A kolléganőmé sokáig tartja az illatot, ehhez úgy gondolom, hogy jó minőségű kötőanyag, és illatanyag szükséges. Azt hiszem, hogy a készen kapható csomag talán csak a szárazanyagot tartalmazza, minden egyebet jobb külön megvenni hozzá.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Íme, több írásból származó összeállítás</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Pot pourri</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A potpourri illatos, száraz növénykeverék, melyet egy tálkában a lakás bármely részének illatosítására felhasználhatunk. Illatán kívül szépségével is elkápráztat bennünket. A kompozíció otthonunkba varázsolja a nyugalmat, a frissességet, gyönyörködteti szemünket, kényezteti orrunkat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rengeteg boltot árasztanak el különféle színes termékek, amelyek mind a pot pourri nevet viselik. Sok esetben azonban ezeknek a termékeknek a minősége változó és az összetételük is kétséges ( az összetevők nagy része kinézetre alig különbözik a festett faforgácstól), az illatuk pedig kellemetlen, de tálba kiöntve szerencsére csak rövid ideig tart. A jó minőségű pot pourri sokáig megőrzi illatát, bár az élettartamát rövidítheti, ha közvetlen napfény éri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Négyféle alapelemből állíthatunk össze potpourrit:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- illatot és színt adó virágokból,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- illatos levelekből,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- fűszerekből és héjakból,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- rögzítőkből, melyek az illat tartósítását szolgálják.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Illatosító virág</span> lehet például az akác, bodza, frézia, gyöngyvirág, hárs, ibolya, jácint, levendula, liliom, nárcisz, orgona, rózsa, szegfű.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Színesítő virágnak jó a búzavirág, katáng, körömvirág, nefelejcs, pipacs, sarkantyúvirág, tulipánszirom.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Illatos levelek</span> például babér, bazsalikom, boldogasszony tenyere, citromfű, erdei szamóca, istenfa, kakukkfű, majoránna, menta, mirtusz, muskátli, margitvirág, rozmaring, tárkony, vadrózsa, zsálya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">A fűszerek</span> közül jó illatot ad az ánizscsillag, ánizsmag, boróka, fahéj, szegfűbors, gyömbér, kapormag, kardamom, koriander, kassziareszelék, szantálfa, szegfűszeg, szerecsendió, vanília.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A rögzítőket por formában használd! Az íriszgyökérnek ibolyaillata, a benzoeguminak és a tonkababnak vaníliaillata van.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Ami az elkészítéséhez szükséges: </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- <span style="text-decoration:underline;">Pontos mérleg</span> &#8211; a legtöbb recept a különböző összetevők pontos mennyiségét írja elő.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- <span style="text-decoration:underline;">Mozsártörő és mozsár</span> &#8211; a hozzávalók a receptnek megfelelő összetöréséhez illetve porításához.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- <span style="text-decoration:underline;">Keverő kanalak</span> &#8211; a fából készült kanalak a legmegfelelőbbek. A pot pourris kanalakat ne tartsuk a főzéshez használt fakanalakkal egy helyen, hiszen pl. a fokhagyma-szag nem járul hozzá a pot pourri kellemes illatához.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- <span style="text-decoration:underline;">Nagy keverőtálak</span> &#8211; a legjobb, ha üveg vagy mázas kerámia tálat használunk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- <span style="text-decoration:underline;">Szemcseppentő pipetták</span> &#8211; amelyekkel az illóolajokat a keverékre cseppentjük. Néhány illóolajos üvegcse kupakjában található csepegtető.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- <span style="text-decoration:underline;">Virágok és levelek</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Szinte lehetetlen felsorolni az összes virágot és levelet, amelyek a pot pourri készítéshez felhasználhatóak. Begyűjthetjük őket a kertből, vásárolhatjuk virágboltban, utólag otthon szárítva. A pot pourri klasszikus (de még mindig fő) alkotóeleme a rózsaszirom. Ha egy mód van rá, a nehéz illatú bársonyrózsa (Rosa gallica) vagy a damaszkuszi rózsa (Rosa damascena) szirmait használjuk a kevésbé illatos szimpla vagy fürtös rózsafajtákkal szemben. A pot pourrihoz más virágok: a babarózsa, napraforgó, jázmin, levendula, kökörcsin, harangvirág, jonquillanárcisz és szegfű is felhasználhatóak. Tulajdonképpen bármilyen illatos vagy színes kerti virág megfelelő lehet. Az eukaliptusz, a puszpáng és az illatos muskátli levelei is kitűnőek a pot pourrihoz.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A pot pourrit még látványosabbá és színesebbé tehetjük, ha a bimbókat szárító közegben egészben szárítjuk ki, így különlegesen dekoratív hatást érhetünk el. Az egész rózsafejek, rózsabimbók még érdekesebbé teszik a pot pourrit, az illatos gyökerek pedig tovább növelik a hatást. A színhatást a kevésbé illatos kerti szarkaláb, búzavirág és borágó (kék), kerti körömvirág (narancssárga), ibolya (lila) és a fehér, rózsaszín, illetve mélyvörös babarózsa virágaival fokozhatjuk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A virágok <span style="text-decoration:underline;">szárítása</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Készíthetünk külön szárító keretet, de akár az ágy alá terített újságpapír is megfelel erre a célra.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A szirmokat naponta forgassuk meg, kb. 5 nap múlva olyan szárazok lesznek, mint a kukoricapehely.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Száríthatjuk őket sütőben is (sütőpapírra terítve, a legalacsonyabb hőmérsékleten, a sütő ajtaját nyitva hagyva) vagy mikrohullámú sütőben is.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Előre szárított virágokat vásárolhatunk gyógynövényboltokban is.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- <span style="text-decoration:underline;">Fűszernövények és fűszerek</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A <span style="text-decoration:underline;">fűszernövények</span> ideálisak pot pourri készítéséhez, mivel sok közülük illóolajat is tartalmaz, amelynek illata a száradás után is megőrződik. Ilyen növények a babér, a rozmaring, a bergamottmenta, a kakukkfű, a citromfű, a kamilla, a zsálya, a menta, a majoránna, a bazsalikom és a tárkony. A molyok ellen erős illatú fűszernövényeket, pl. varádicsot, fehér ürömöt, levendulát, ciprusfüvet, rozmaringot és kakukkfüvet keverjünk össze, és kis muszlinzsákokban helyezzük a szekrényünkbe a keveréket.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A <span style="text-decoration:underline;">fűszerek</span> tovább gazdagítják az illatot. Ezek lehetnek a felhasznált növények gyökerei, bogyói vagy magvai: egész szerecsendió, szerecsendiólevelek, jamaicaborsbogyók, vaníliarúd, fahéj (őrölt vagy darabos), szegfűszeg (egész vagy darabos) kasszia kéreg, koriander, édeskömény jamaicabors, szantálfa forgács és ánizsmag. Egyes boltokban csillagánizs is beszerezhető, ez úgy néz ki, mintha apró facsillagokból állna.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A citrusfélék szárított és feldarabolt héja is felhasználható. A fűszernövényeket és a fűszereket mozsártörővel mozsárban összetörjük, mielőtt a pot pourrihoz kevernénk, hogy még intenzívebben illatozzanak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- <span style="text-decoration:underline;">Rögzítőszerek</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rögzítőszer használatára azért van szükség, hogy a pot pourri illatanyagait rögzítsük, s így biztosítsuk, hogy az illat sokáig megmaradjon. Egy jól felszerelt gyógynövényboltban többféle rögzítőszer közül válogathatunk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Az alábbi rögzítők a leggyakoribbak:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- benzoé- és sztóraxgyanta (mindkét gyanta a Styrax nemzetségből származik),</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- kristályosított mirhafa- és tömjénfagyanta &#8211; ezeket illóolajuk nem helyettesíti –</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- florenci nőszirom gyökér (az Iris florentina porított, illatos gyökere),</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- pacsuli levelek (az intenzív illatú kelet-indiai Pogostemon cablin levelei), kálmosgyökér-por (Acorus calamus),</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- a Földközi-tengeri erdőkből származó tölgymoha, az angyalgyökér gyökere és a tonka bab (a dél-amerikai Dipteryx odorata fekete magja).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A rögzítők por, folyadék, kristály és darabos formában kaphatóak. Ne szórjunk túl sok rögzítő port a pot pourriba, nehogy a keverék porosnak tűnjön.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">- <span style="text-decoration:underline;">Illóolajok</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Az illóolaj egy virág, fűszernövény vagy fűszer 100%-os tisztaságú, kezeletlen olaja, amely meghatározza a pot pourri illatát. Jobb gyógynövény-szaküzletekben több mint hatvanféle illóolaj kapható.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Az összetétel</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sok különféle recept alapján készíthetünk pot pourrit –</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mindannyiunknak más és más az illatérző képessége, ezért ha az első keverés során valamelyik alkotórész mennyisége túlzottnak tűnik, a következő keverésnél csökkentsük az arányát, de továbbra is ellenőrizzük az illatot. Illóolajat később még mindig adhatunk hozzá, de ha kezdetben túl sok az illóolaj, előfordulhat, hogy az illatot esetleg túl töménynek érezzük.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Száraz pot pourri keverése</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Miután kiválasztottuk a megfelelő receptet, tegyük a különféle szirmokat és egyéb összetevőket egy tálba, és fakanállal finoman keverjük össze az előírt mennyiségű száraz virágszirmot és levelet. Külön tálban keverjük össze a fűszernövényeket és a fűszereket, majd a keveréket kanállal óvatosan elegyítsük a virágokkal és levelekkel. A hozzávalókat nagyon óvatosan keverjük, hiszen a száraz összetevők közül egyesek, különösen a szikkasztó közegben szárított bimbók nagyon törékenyek. Egyenletesen oszlassuk el az illóolajat a száraz hozzávalókon, a cseppeket egyenként cseppentve. Minden cseppentés között keverjük meg a pot pourrit. Folyamatosan ellenőrizzük az illatot egészen addig, amíg a kívánt töménységet el nem érjük.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>A keverék érlelése</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tegyük a keverékel nylonzacskóba vagy jól zárható edénybe, amelyben elég hely marad ahhoz, hogy a zacskó vagy az edény tartalmát összerázhassuk, majd gondosan zárjuk le és helyezzük száraz, sötét, hűvös helyre. Ne használjunk olyan edényt, amely abszorbens, vagyis magába szívhatja az olaj vagy a többi alkotórész illatát. Minden második nap rázzuk meg a zacskót vagy az edényt. A keverék összeéréséhez kb. 2-6 hétre van szükség. Szagoljuk meg, hogy eldönthessük, szükséges-e tovább érlelni.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Felhasználás</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Miután összeérleltük a pot pourrit, tegyük szép tálba, ami nem szívja magába az olajat. A maradék pot pourrit légmentesen záródó edényben, hűvös, sötét helyen tároljuk. Az elhasználódott, vagy régi pot pourrit felfrissíthetjük, ha illóolajat csepegtetünk rá, majd néhány hétig érleljük. A keveréket tegyük vissza a tálba, majd a tetejére a látvány kedvéért szórjunk élénk színű virágokat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Receptek</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong><span style="text-decoration:underline;">Fűszer-szigeteki potpourri-alapanyagok:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2 teáskanál őrölt ánizs</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 teáskanál őrölt szerecsendió</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 teáskanál őrölt fahéj</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 teáskanál jamaicai szegfűborspor</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 teáskanál őrölt szegfűszeg</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2 teáskanál benzoéfa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">25 csepp fahéjolaj</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">10 csepp gyömbérolaj</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1,75 l száraz töltelékanyag (egész csillagánizs, paradió, csilik, fahéjrudak, egész szerecsendió és bakuligubó)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A töltelékanyaghoz felhasználhatjuk azokat a csonthéjasainkat, amelyeket nem fogyasztottunk el karácsonykor, és újakkal helyettesíthetjük azokat az egész fűszereinket, amelyek már túl régóta lapulnak a szekrényünkben.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keverjük össze a fűszereket és a benzoéfát egy mozsárban. Keverjük bele az olajokat egy mozsártörővel nedves porrá. Mérjük ki a töltelékanyagot egy nagy tálba, és adjuk hozzá az olajos és a fűszeres keveréket. Tegyük a potpourrit fedeles kerámia- vagy üvegedénybe, és hagyjuk benne hat hétig, időnként keverjük meg. Ezután a kész potpourrit lapos tálba tehetjük.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Őszi potpourri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ennek a potpourrinak a finom, lágy árnyalatai csodálatos módon idézik az őszt narancsszínű és zöld lampiontermésekkel, tölgyfalevelekkel, makkokkal és tobozokkal. A fűszerek és az olajok szokatlan elegye tiszta, erős illatot ad a keveréknek.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keverjük össze a fűszereket és a benzoéfát egy mozsárban. A mozsártörővel keverjük hozzá az olajokat, így az nedves porrá lesz. Mérjük ki a töltelékanyagot egy nagy tálba, és keverjük hozzá a nedves port. Tegyük a keveréket egy nagy, fedeles kerámia- vagy üvegedénybe, és hagyjuk hat hétig érni, időnként keverjük és rázzuk össze.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Alapanyagok:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 evőkanál durvára őrölt fekete bors</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 evőkanál frissen őrölt koriander</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 teáskanál őrölt gyömbér</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2 evőkanál benzoéfa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">20 csepp gyömbérolaj</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">20 csepp zöldcitromolaj</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">5 csepp bazsalikomolaj</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">5 csepp borókaolaj</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1,75 liter száraz töltelékanyag (lampiontermés, földicseresznye, tölgyfalevél, makkok,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kis tobozok, aranyszínű gombák)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Falusi kert potpourri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2 csésze rózsaszirom</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 csésze rózsabimbó</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2 csésze levendula</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 csésze fehérjázmin virág</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 csésze muskátlilevél</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 csésze szekfű</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 csésze ápolkalevél</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 csésze szarkaláb</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1/4 csésze százszorszép</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">8 borzaskata maggubó vagy komlóvirág</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 evőkanál íriszgyökér</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Nyugtató potpourri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2 csésze citromkóró</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2 csésze rózsaszirom</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 csésze körömvirágszirom</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 csésze legyezőfűernyő</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 csésze levendulavirág</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1 csésze kamillavirág</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">25 g angyalgyökér</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">4 evőkanál íriszgyökér</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Attól függően, hogy a lakás melyik helyiségét szeretnéd illatosítani, nem mindegy, hogy milyen növényeket használsz a potpourri készítéséhez, és az sem, hogy milyen formában tárolod a színes levélkeverékeket.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A nappaliba érdemes hűsítő-frissítő aromákat használnod, és mindenképpen úgy elhelyezned a színes egyveleget, hogy az egyben dekoratív is legyen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Tipp: </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">A nappaliba</span> készítendő potpourrihoz a következő füvekből válogass: bazsalikom, babér, mirtusz, izsóp, citromfű, rozmaring, menta, cipruska, fehér üröm, rozmaring, rózsagyökér, szagos müge, kakukkfű, citromkóró.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">A hálószobába</span> készítendő potpourrihoz a következő füvekből válogass: levendula, citromkóró, rózsaszirom, narancshéj, fahéj, szegfűszeg, kakukkfű.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A hálószobában kiemelt szerepe van a potpourrinak, ez a helyiség ugyanis nemcsak a pihenés és az alvás helye, hanem általában a ruhásszekrény is itt található. A potpourrihoz felhasználandó növények között ezen szempontok figyelembevétele mellett válogass! A frissítő keverékeket mellőzd, használj inkább olyan illatokat, amelyek segítenek a nyugodt alvásban.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Gondoltad volna, hogy az illatos, színes növények <span style="text-decoration:underline;">a konyhában</span> is sokat segíthetnek?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A főzés közben keletkező szagoktól nehéz megszabadulni, a manapság olyannyira divatos illatosítók helyett azonban próbálkozz természetes szagtalanítóval. Bizonyos keverékek a legyek elűzésére is alkalmasak, ráadásul nem csak semlegesítik a szagokat, hanem üdén tartják a konyha levegőjét is. A növényeket tálban is tarthatod, csokorba is kötheted, de bele is varrhatod az edényfogó kesztyűbe! Minden alkalommal kellemes illatot áraszt majd, amikor valami forrót fogsz vele.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A konyhába készítendő potpourrihoz a következő füvekből válogass: bojtorján, gilisztaűző varádics, csombormenta, fekete üröm, fehér üröm, borsmenta, kamilla, kakukkfű, rozmaring.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kapott még valaki kedvet a pot pourrihoz?</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kreativitas Bisa Dipicu, Kualitas tak Bisa Dibeli ! ]]></title>
<link>http://mikekono.wordpress.com/2009/11/10/kreativitas-bisa-dipicu-kualitas-tak-bisa-dibeli/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 01:36:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>mikekono</dc:creator>
<guid>http://mikekono.wordpress.com/2009/11/10/kreativitas-bisa-dipicu-kualitas-tak-bisa-dibeli/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa bulan belakangan ini, saya banyak mendapat kritikan dari teman-teman blogger, karena blog M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Beberapa bulan belakangan ini, saya banyak mendapat kritikan dari teman-teman blogger, karena blog M]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[Foto] Keren...Lukisan Wajah Harimau Dari Tubuh Seorang Wanita]]></title>
<link>http://yepiye.wordpress.com/2009/11/09/foto-keren-lukisan-wajah-harimau-dari-tubuh-seorang-wanita/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:07:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yep</dc:creator>
<guid>http://yepiye.wordpress.com/2009/11/09/foto-keren-lukisan-wajah-harimau-dari-tubuh-seorang-wanita/</guid>
<description><![CDATA[Wow&#8230;foto keren nih&#8230;coba perhatikan foto lukisan yang berbentuk muka seekor macan/harimau]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Wow&#8230;foto keren nih&#8230;coba perhatikan foto lukisan yang berbentuk muka seekor macan/harimau/singa ini   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .  Ternyata sebagian dari lukisan wajah macan ini terdiri dari lukisan tubuh seorang wanita.</p>
<p style="text-align:justify;">Mau tau bagian mana yang merupakan tubuh seorang wanita ?  Lanjut &#8230;..   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4962" title="Gadis Dalam Lukisan1" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan1.jpg" alt="Gadis Dalam Lukisan1" width="450" height="620" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><!--more--></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4964" title="Gadis Dalam Lukisan3" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan3.jpg" alt="Gadis Dalam Lukisan3" width="450" height="511" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4965" title="Gadis Dalam Lukisan2" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan2.jpg" alt="Gadis Dalam Lukisan2" width="450" height="295" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4966" title="Gadis Dalam Lukisan4" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan4.jpg" alt="Gadis Dalam Lukisan4" width="450" height="305" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4967" title="Gadis Dalam Lukisan5" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan5.jpg" alt="Gadis Dalam Lukisan5" width="450" height="303" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4968" title="Gadis Dalam Lukisan6" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan6.jpg" alt="Gadis Dalam Lukisan6" width="450" height="594" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4969" title="Gadis Dalam Lukisan7" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/gadis-dalam-lukisan7.jpg" alt="Gadis Dalam Lukisan7" width="450" height="499" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Weleh&#8230;Weleh&#8230;Ternyata ?</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Ada Ada Saja</strong></h2>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Yang Hot :</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="http://yepiye.wordpress.com/2009/11/06/rani-juliani-mengakui-walaupun-sudah-cerai-dengan-nasrudin-namun-masih-sering-melakukan-hubungan/" target="_self">Rani Juliani Mengaku Masih Sering Berhubungan Intim</a></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yepiye.wordpress.com/2009/11/09/foto-foto-bikini-lucu-dikolam-renang/"><img class="aligncenter" src="http://yepiye.files.wordpress.com/2009/11/video-skandal-hotel-grand-mahakam.jpg?w=450&#038;h=307#38;h=307&#38;h=307" alt="" width="450" height="307" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<ul>
<li><strong><a href="http://yepiye.wordpress.com/2009/10/23/video-porno-maria-ozawa-miyabi-marak-beredar/" target="_blank">Video Porno Maria Ozawa – Miyabi</a></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yepiye.wordpress.com/2009/11/09/foto-foto-bikini-lucu-dikolam-renang/"><img class="aligncenter" src="http://yepiye.files.wordpress.com/2009/10/maria-ozawa-uncensored-video.jpg?w=450&#038;h=307#38;h=307&#38;h=307" alt="" width="450" height="307" /></a></p>
<p><span> </span></p>
<ul>
<li><strong><a href="http://yepiye.wordpress.com/2009/11/06/manohara-divonis-bayar-rp-300-miliar-karena-kalah-di-pengadilan-malaysia/" target="_blank">Video Manohara Bugil</a></strong></li>
</ul>
<p>&#160;</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yepiye.wordpress.com/2009/11/09/foto-foto-bikini-lucu-dikolam-renang/"><img class="aligncenter" src="http://yepiye.files.wordpress.com/2009/08/video-syur-manohara-bugil1.jpg?w=450&#038;h=307#38;h=307&#38;h=307" alt="" width="450" height="307" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tanácstalanság – Döntésképtelenség – Reménytelenség]]></title>
<link>http://egenesfoldon.wordpress.com/2009/11/07/tanacstalansag-%e2%80%93-donteskeptelenseg-%e2%80%93-remenytelenseg/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 00:11:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>shonaconsuelo</dc:creator>
<guid>http://egenesfoldon.wordpress.com/2009/11/07/tanacstalansag-%e2%80%93-donteskeptelenseg-%e2%80%93-remenytelenseg/</guid>
<description><![CDATA[Kaptam a munkahelyemen 3000.-Ft-ot az osztálytól, hogy vegyem meg magamnak a névnapi ajándékot.  Elő]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kaptam a munkahelyemen 3000.-Ft-ot az osztálytól, hogy vegyem meg magamnak a névnapi ajándékot. 
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Először felcsillant a szemem: ez jól jött, most vehetek valami olyat, amire nagyon régóta fáj a fogam, de a kasszapénzből luxus lett volna költeni rá. Azonnal a rajzeszközökre gondoltam, fel is léptem az irodaszer és a festőművész honlapjára, hogy összehasonlítsam az árakat. Van, ami az egyik honlapon található, van, ami csak a másikon. Ez már nehezíti a dolgot, mert most melyikről rendeljem meg, hisz két postaköltség ára már el is viszi jóformán az elkölthető összegemet. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Az irodaszer honlapján jóval olcsóbban lehet megkapni az akril festéket, és ott van üvegfólia festék is, viszont nincs fedőfesték, rajztábla, ragasztópapír, akvarellpapír, és társai. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A művészellátónál drágább az akril – hacsak be nem megyek személyesen megnézni, hogy a tanulóknak ajánlott kezdőkészlet nem lenne-e olcsóbb – de nincs üvegfólia festék. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Zavarba is jöttem: merjek ennyi pénzt kiadni valami bizonytalanra? És mi lesz, ha nem is tudok majd megtanulni bánni vele? (legalább nem a saját pénztárcámban levő pénz bukom, ez igaz)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ahhoz, hogy az üvegfóliát használni tudjam, meg kellene az egyik ajtószárnyban fordítani az ablakot, hogy a rücskös és a sima felület egy irányba nézzen… </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A rajztábla, a papír, és a ragasztó, amivel a lapot rögzíteném, hogy ne hullámosodjon meg, önmagában egy vagyon, és a fedőfestéket itt sem láttam, pedig biztos, hogy van nekik. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A másik ötletem egy kerámia kosár lenne, benne potpourri, és illóolaj, amitől kellemesen illatos lesz a szoba.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A harmadik ötlet: könyvek, természetesen megint könyvek, és épp most láttam a vaterán egy csomó Szabó Magda könyvet. Ha összeírom, hogy mi van már tőle, akkor megint beszerezhetnék egyet-kettőt. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Nagyon bánatos vagyok (ahelyett, hogy örülnék, hogy van egy ilyen lehetőségem): nem szeretnék a józanész szerint dönteni, de a szívem szerint sem tudok, hisz mindegyikre nagyon vágyom, amit most leírtam:( </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Legjobban a festékre, de annak van a legnagyobb reménytelensége, hisz igen drága mulatság. Csak a festékkel nem sokra megyek, ha nincs egy rendes méretű rajztáblám, és ragasztószalagom, hogy rögzítsem a képet. És akkor állványról még nem is beszéltem. Meg arról sem, hogy nem kellene olyanba feccölnöm még kis összeget sem, amihez nem is értek. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_fQTVwjWSSPk/SvS7qG8kuHI/AAAAAAAAEjs/XYmC05RdY9s/s320/szaritott_viragok.jpg" border="0" alt="" />És most néztem meg a potpourrit, hát annak is komoly ára van, hisz hol a fenébe is gyűjthetnék én színes virágszírmokat, és díszítőkellékeket? Ha készen veszem, akkor pedig 2-3 ezer egy csomag ára. (És természetesen két-három csomag kellene, ebédlőbe, konyhába, szobába, stb. mind-mind más illat.)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Létezik, hogy én vagyok a telhetetlen? </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Nahát… </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A tescoban lehet kapni pot pourri tálakat, és csomagokat egyaránt, esetleg üvegvázát, edényt, amibe bele lehet tenni, és tök jók vannak: gyömbér/narancs, magyal, és őszi színekkel… </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Contoh Proposal PKM Penelitian 2009 lolos dikti DAPAT 10 juta]]></title>
<link>http://gayul.wordpress.com/2009/11/06/contoh-proposal-pkm/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:03:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>gayul</dc:creator>
<guid>http://gayul.wordpress.com/2009/11/06/contoh-proposal-pkm/</guid>
<description><![CDATA[Contoh Proposal PKMP Contoh proposal ini dapat dijadikan sebagai sumber bacaan untuk menggali, menyu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2>Contoh Proposal PKMP</h2>
<p>Contoh proposal ini dapat dijadikan sebagai sumber bacaan untuk menggali, menyusun proposal PKMP, Ayo semangat.</p>
<p><strong>1. JUDUL PENELITIAN</strong></p>
<p>Seleksi Tungau Predator <em>Amblyseius deleoni</em> Muma et Denmark Resisten terhadap Pestisida yang Dipergunakan di Perkebunan Teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah</p>
<p><strong>2. LATAR BELAKANG MASALAH</strong></p>
<p>Tanaman teh (<em>Camellia sinensis</em> ) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di daerah dataran tinggi. Tanaman teh tersebut, sebagaimana tanaman lainnya, tidak luput dari serangan hama. Jenis hama utama yang menyerang tanaman teh antara lain dari golongan tungau. Beberapa spesies tungau yang telah diketahui banyak menyerang perkebunan-perkebunan teh di Indonesia adalah <em>Acaphylla theae, Polypagotarsonemus latus, Calacarus carinatus</em> dan <em>Brevipalpus phoenicis</em> (Nuraini, 2001).</p>
<p>Di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera, tungau jingga (<em>Brevipalpus phoenicis</em>)<em> </em>merupakan tungau hama tanaman teh yang sangat merugikan (Cranham, 1966). Tingkat kerugian ekonomi tersebut dicapai apabila dalam setiap daun teh berisi 24 tahap telur, larva, nimfa dan dewasa <em>B. phoenicis</em> (Oomen, 1982). Kerugian yang ditimbulkan meliputi kerusakan areal perkebunan hingga sekitar 50% dan menurunnya pertumbuhan pucuk daun teh yang mencapai 30% (Sudoi <em>et al., </em>1991). Di Kenya, tungau jingga bahkan dikatakan sebagai tungau hama utama tanaman teh yang menimbulkan kerugian yang sangat besar (Sudoi <em>et al</em>., 1994).</p>
<p>Besarnya tingkat kerugian produk teh dapat menjadi lebih meningkat apabila perkebunan teh hanya mengandalkan penggunaan berbagai jenis pestisida dalam upayanya mengendalikan berbagai jenis jamur, serangga dan tungau. Dampak penggunaan pestisida meliputi dampaknya terhadap produk teh itu sendiri serta lingkungan. Kontaminasi pestisida dalam dosis tinggi akan menurunkan kualitas produk teh dan kualitas tanah, air dan berbagai komoditas disekitarnya, baik komoditas yang dikonsumsi setempat maupun komoditas eksport selain teh. .</p>
<p>Telah dikemukakan bahwa penggunaan pestisida berdampak terhadap produk teh dan lingkungannya. Selain itu, pestisida yang telah lama dipergunakan oleh perkebunan teh dapat mempengaruhi hubungan alamiah mangsa-pemangsa. Pada umumnya, kemampuan mentoleransi pestisida dan tingkat resurjensi tungau hama termasuk tungau jingga (mangsa), sangat tinggi (McMurtry dan Croft, 1997). Sebaliknya, <em>A. deleoni</em> yang merupakan predator tungau jingga, sangat rentan terhadap berbagai pestisida yang diaplikasikan (Chouinard dan Brodeur (1996). Mortalitas yang besar pada <em>A. deleoni</em> menyebabkan pengendalian hayati alamiahnya terganggu dan menurun drastis. Akibatnya, pada suatu saat tertentu, populasi tungau jingga akan sangat meningkat (resurjensi), sedangkan populasi tungau predatornya, <em>A. deleoni</em> sangat rendah.</p>
<p>Dharmadi (1996) telah mengemukakan bahwa <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark merupakan tungau predator spesies lokal (“Indigenous spesies”) yang tinggi kelimpahannya dan merupakan tungau predator bagi tungau hama yang menyerang tanaman teh di perkebunan teh Gambung, Jawa Barat. Tungau predator ini aktif mencari dan memangsa tungau hama dengan cara berjalan yang tampak kuat dan lincah serta didukung oleh sepasang chelicerae dan palpus yang senantiasa merunduk ke bawah dalam mencari mangsa.</p>
<p>Hasil penelitian Lengkong (2001) menunjukkan bahwa tungau predator <em>A. deleoni</em> berpotensi besar sebagai tungau predator bagi tungau <em>B. phoenicis</em>. Dikemukakan keduanya bahwa tungau predator <em>A. deleoni</em> lebih banyak memilih tahap telur dari tungau hama <em>B. phoenicis</em> dibandingkan tahap hidup tungau hama lainnya, dengan rata-rata 5 butir telur selama 24 jam. Meskipun demikian, tahap larva tungau hama menjadi pilihan predasi ke 2 dengan rata-rata predasi mencapai 3<em> </em>individu, sedangkan tahap nimfa dan dewasa juga dipredasi dengan rata-rata masing-masing mencapai 2 dan 1 individu selama 24 jam.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3. PERUMUSAN MASALAH</strong></p>
<p>Telah dikemukakan sebelumnya bahwa pengendalian hayati alamiah terhadap tungau-tungau hama diperkebunan teh dilakukan oleh tungau predator <em>Amblyseius deleoni</em>. Telah pula dikemukakan bahwa penggunaan pestisida yang telah lama dipergunakan oleh perkebunan teh dapat mengganggu efektifitas dan efisiensi pengendalian hayati alamiah tersebut. Oleh karena itu, untuk mengurangi penggunaan pestisida di perkebunan teh, maka perlu dikembangkan teknologi pengendalian hama yang baru ataupun dimodifikasi, khususnya pengendalian hama yang lebih <em>ramah</em> terhadap agroekosistim</p>
<p>Seleksi <em>A. deleoni</em> yang resisten terhadap berbagai pestisida yang telah lama dipergunakan di perkebunan teh, merupakan upaya mengatasi penurunan pengendalian hayati alamiah oleh tungau predator tersebut. Pengendalian hayati yang effektif akan meningkatkan kualitas produk teh oleh karena pemakaian pestisida hanya dilakukan pada saat-saat tertentu saja.</p>
<p>Seleksi tungau predator yang dimaksud di sini adalah upaya memilih sifat-sifat resisten dari individu-individu dalam populasi. Sifat resisten tersebut secara fenotipik muncul sebagai kemampuan individu-individu untuk tetap lulus hidup dan berkembang meskipun terdedah dalam bahan beracun (pestisida). Dengan demikian, pendedahan berulang menggunakan pestisida akan menurunkan kompetisi intraspesies dan membunuh individu-individu rentan yang menjadi penyusun utama suatu populasi, sehingga jumlah individu dengan sifat toleran ataupun yang resisten akan cepat bertambah dan pada akhirnya menjadi komponen penyusun utama populasi tersebut (Dent, 1991). Cepat atau lambatnya perubahan komposisi individu-individu menjadi resisten, sangat ditentukan oleh perbedaan tanggap resistensinya terhadap pestisida dan cara kerja pestisida itu sendiri (Bakker &#38; Jacas, 1995).</p>
<p>Kemampuan mentoleransi beberapa spesies <em>Amblyseius</em> terhadap berbagai jenis pestisida telah dapat dibuktikan (Mochizuki, 1994, 1997; Momen, 1994, 1996; Thistlewood <em>et al., </em>1995; Yue dan Tsai, 1996; Shipp dan van Houten, 1997; James, 1997; Zhang dan Sanderson, 1997). Namun, untuk <em>A. deleoni</em> belum diketahui kemampuan mentoleransinya terhadap berbagai pestisida yang dipergunakan perkebunan teh, khususnya perkebunan teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah.</p>
<p>Hasil survai pendahuluan, menunjukkan bahwa perkebunan teh Tambi yang terletak pada ketinggian antara 700 sampai 1100 m di atas permukaan air laut, menggunakan semua jenis pestisida, khususnya pada pengembangan bibit tanaman teh. Pestisida baik insektisida, fungisida, herbisida dan akarisida dipergunakan untuk mengatasi berbagai hama yang menyerang blok Sedayu, Semilir dan Tanjungsari. Hasil survai pendahuluan juga menunjukkan bahwa penggunaan merk pestisida selalu mengalami perubahan yang diduga mengarah pada semakin meningkatnya tingkat resistensi hama, dan kemungkinan juga berdampak pada agen pengendali alamiahnya.</p>
<p>Berdasarkan uraian di atas, maka seleksi tungau predator juga harus mempertimbangkan kondisi populasinya di lapang. Kondisi populasi yang dimaksud meliputi kemampuan reproduksinya di lapang, baik pada musim kemarau maupun hujan. Kemampuan reproduksi berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan berbagai jenis pakan alternatif, yaitu berbagai pollen yang tumbuh di sekitar tanaman teh, sehingga introduksi tungau predator tidak harus berlangsung terus menerus. Kemampuan tumbuh dan reproduksi yang tinggi (tabel hidup), baik pada kondisi tanpa pestisida maupun saat perkebunan teh memutuskan untuk menggunakan pestisida, menjadi faktor yang menentukan efektifitas pengendalian tungau hama <em>B. phoenicis</em>. <em>.</em></p>
<p>Selain kemampuan tumbuh dan reproduksi, seleksi suatu predator sebagai agen pengendali hayati hendaknya mempertimbangkan kemampuan predator dalam mengkonsumsi banyak mangsa (Momen, 1996), mempunyai preferensi mikrohabitat yang sama dengan mangsa (Skorupska, 1995) dengan laju oviposisi dan reproduksi yang tinggi serta kemampuan memencar yang tinggi pula (Yue dan Tsai, 1996; Gurr dan Wratten, 1999). Diduga, pendedahan pestisida terhadap tungau predator dapat menyebabkan perubahan perilakunya sebagai reaksi adaptif terhadap toksikan sehingga mengurangi laju kematiannya. Perubahan perilaku dapat berupa strategi menghindari senyawa toksikan atau memangsa tahap hidup tertentu dari mangsa yang akan mengurangi kehilangan energinya dalam mengatasi tekanan seleksi pestisida (Tian <em>et al.</em>, 1992).</p>
<p>Berdasarkan berbagai asumsi yang telah dikemukakan maka dapat diajukan permasalahan :</p>
<p>1. Apakah berbagai jenis pestisida yang dipergunakan di perkebunan teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah dapat meningkatkan tingkat resistensi populasi <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark</p>
<p>2. Bagaimana tabel hidup tungau predator <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark sebelum dan sesudah resisten berbagai jenis pestisida yang dipergunakan di perkebunan teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah</p>
<p>3. Bagaimana kemampuan predasi tungau predator <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark sebelum dan sesudah resisten berbagai jenis pestisida yang dipergunakan di perkebunan teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah terhadap tungau hama, <em>Brevipalpus phoenicis </em>Geijskes</p>
<p><strong>4. TUJUAN PENELITIAN</strong></p>
<p>1. Mengetahui tingkat resistensi tungau predator <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark sebelum dan sesudah resisten berbagai jenis pestisida yang dipergunakan di perkebunan teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah</p>
<p>2. Mengetahui kemampuan tumbuh dan reproduksi <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark sebelum dan sesudah resisten berbagai jenis pestisida yang dipergunakan di perkebunan teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah</p>
<p>3. Mengetahui kemampuan predasi <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark sebelum dan sesudah resisten berbagai jenis pestisida yang dipergunakan di perkebunan teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah terhadap tungau hama, <em>Brevipalpus phoenicis </em>Geijskes</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>5. LUARAN PENELITIAN</strong></p>
<p>Diperolehnya tungau predator <em>Amblyseius deleoni</em> yang resisten terhadap berbagai jenis pestisida dengan kemampuan hidup dan reproduksi serta pengendalian hayati alamiah yang tetap tinggi pada kondisi terdedah pestisida.</p>
<p><strong>6. KONTRIBUSI PENELITIAN</strong></p>
<p>Hasil penelitian selain memberikan dasar-dasar pengendalian hayati yang efektif diharapkan juga akan dapat diterapkan diberbagai perkebunan teh diseluruh Jawa Tengah pada khususnya, dan perkebunan teh di seluruh Indonesia pada umumnya.</p>
<p><strong>7. TINJAUAN PUSTAKA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tungau predator yang telah dikenal sukses dalam pengendalian hayati adalah famili Phytoseiidae dan Stigmaiidae. Salah satu dari genera Phytoseiidae adalah genus <em>Amblyseius</em> yang potensial untuk digunakan sebagai agen pengendali hayati tungau hama tanaman teh (Puspasari et al., 2002). Menurut Dharmadi (1996), tungau predator tersebut memiliki kemampuan mencari mangsa yang baik, memiliki preferensi terhadap tungau <em>B. phoenicis</em> Geiijkes, <em>Tentranychus urticae</em> dan tungau lainnya, memiliki vorasitas tinggi dan dapat diproduksi secara masal dan relatif tahan terhadap pestisida.</p>
<p><em>A. deleoni</em> Muma et Denmark berdasarkan morfologinya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. Ventral shield membulat, kaki ada 8 buah atau 4 pasang, tubuhnya transparan, tipe mulutnya pencucuk dan pengisap, mempunyai setae, di mana ada dua setae yang panjang dan 2 setae pendek di bagian posterior tubuhnya. Cheliceranya normal, jantan mempunyai sternogenital dan ventrianal shield, betina mempunyai epyginial dan vebtrianal shield. Ventrianal shield di dalamnya terdapat 8 setae dan 3 setae yang lain terletak pada bagian samping dan bawah anus, panjang tubuh keseluruhan yaitu gnatosoma dan idiosoma mencapai rat-rata 526,36 µm, untuk setae yang terletak di bagian posterior mencapai panjang rata-rata 372,4 µm ( Budianto, 2000).</p>
<p>Penelitian yang dilakukan Budianto dan Pratiknyo (2000) menunjukkan bahwa <em>A.deleoni</em> Muma et Denmark lebih memilih dan mempredasi <em>B. phoenicis</em> Geijskes serta memberi petunjuk adanya kemampuan memilih dan mempredasi jenis tungau hama lain yang diperoleh. Hal ini membuktikan bahwa <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark predator A.deleoni Muma et Denmark juga akan memilih dan mempredasi jenis tungau lain apabila diberi pilihan berbagai jenis tungau (Kalshorst, 1992; Louis dan Hetterling, 1992; McMurtry, 1992; Budianto,200; Pratiknyo dan Budianto 2000). Kemampuan memilih dan mempredasi jenis tungau lain, selain <em>B. phoenicis</em> Geijskes menujukkan bahwa <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark merupakan golongan predator generalis. (Sahajdak, 1995; Schausberger, 1997; McMurtry dan Croft, 1997).</p>
<p>Menurut McMurtry dan Croft (1997), kemampuan reproduksi genera <em>Amblyseius</em> tetap tinggi dengan pemberian pakan berupa pollen tanaman teh apabila dibandingkan dengan pemberian pakan tungau mangsanya. Lestari (2001) mendapatkan fakta bahwa fekunditas paling tinggi dan lama waktu perkembangan paling cepat pada <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark dicapai dengan pemberian pakan alternatif jenis pollen kacang panjang (<em>Vigna sinensis</em>). Pemberian pakan alternatif jenis pollen kembang sepatu ( <em>Hibiscus rosa-sinensis</em>) menghasilkan kelulushidupan <em>A.deleoni</em> Muma et Denmark paling tinggi dibanding dengan pollen kacang panjang.</p>
<p>Salah satu faktor yang menentukan efektivitas predasi suatu predator adalah tahapan daur hidupnya (Budianto,2000). Evan dan Till (1996) mengemukakan bahwa dengan mengetahui daur hidup <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark dapat ditentukan tahap hidup yang mana yang paling efektif dalam kegiatan predasinya. Menurut Dharmadi (1996), daur hidup <em>A. deleoni</em> Muma et Denmark diawali dengan peletakan telur, yang periode inkubasinya mencapai 2,5 hari sebelum menetas menjadi larva yang berkaki enam. Larva akan berganti kulit menjadi nimfa yang berkaki delapan setelah waktu 3,5 hari. Pergantian kulit untuk terakhir kali terjadi selama 6,5 hari kemudian menjadi tungau dewasa berkaki delapan. Daur hidup dari telur sampai dewasa memerlukan waktu 12,5 hari. Masa praoviposisi berlangsung selama 3,5 hari sehingga daur hidup dari telur ke telur memerlukan waktu 16 hari. Daur hidup ini diteliti pada kondisi temperatur kamar dengan pemberian jenis pakan alternatif yaitu pollen teh.</p>
<p><em>A.deleoni</em> Muma et Denmark dapat hidup lebih dari 25 hari pada temperatur kamar dan pemberian pakan pollen teh, namun laju reproduksinya rendah dan cenderung terjadi kanibalisme. Pemberian pakan tungau jingga (<em>B. phoenicis </em>Geijskes) pada temperatur kamar menyebabkan predator dapat lulus hingga 42 hari dengan laju reproduksi yang tinggi dan jarang terjadi kanibalisme (Oemen, 1982).</p>
<p>Selain kemampuan predasi, tumbuh dan reproduksi, pemilihan suatu tungau predator sebagai agen pengendali hayati hendaknya mempertimbangkan kemampuan predator dalam mentolerir kondisi cuaca dan pestisida. Keberhasilan seleksi dalam mendapatkan generasi yang resisten terhadap insektisida permethrin telah diperoleh, namun pada jenis tungau predator yang berbeda yaitu <em>Amblyseius fallacis</em>. Seleksi generasi resisten ini melibatkan 55 generasi <em>A. fallacis</em> dan ternyata sifat resisten yang muncul melalui seleksi pestisida ini dapat diwariskan kepada keturunannya. Pada spesies yang lain, yaitu <em>A. womersleyi </em>didapatkan fakta bahwa tingkat resistensi terhadap permethrin dapat menurun setelah 20 bulan pendedahan pestisida yang terakhir.</p>
<p>Berdasarkan jenis pestisida yang banyak dipergunakan di perkebunan teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah, maka dapat disimpulkan bahwa jenis pestisida yang dipergunakan termasuk kelompok “residual killing action”. Jenis pestisida tersebut meliputi insektisida, fungisida, akarisida dan herbisida. Kecuali fungisida dan herbisida,  cara kerja insektisida dan akarisida yang dipergunakan termasuk kelompok pestisida yang menyebabkan gangguan respirasi pada tungau predator, yaitu menghambat kerja enzim kholinesterase. Berbeda dengan cara kerja insektisida dan akarisida, jenis fungisida yang dipergunakan di perkebunan teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah termasuk dalam kelompok tembaga oksida yang menyebabkan gangguan permeabilitas kutikula. Fungisida tembaga oksida bersifat akumulatif yang nantinya akan berdisosiasi dan menghasilkan ion kupri yang bebas (Osborne, 1997). Ion bebas ini akan mengendapkan atau mendenaturasi protein (McMurtry, 1992). Diduga, jenis herbisida yang dipergunakan mempunyai cara kerja yang sama dengan cara kerja insektisida dan akarisida.</p>
<p>Reaksi adaptif suatu predator dalam merespons tekanan seleksi pestisida selain mempengaruhi efektivitas kemampuan predasi, juga berpengaruh terhadap tabel hidupnya (Rencken dan Pringle, 1998). Dikemukakan oleh Rencken dan Pringle (1998) perubahan waktu perkembangan yang sekecil apapun akibat reaksi adaptif tungau predator dalam merespons tekanan seleksi pestisida, berdampak pada pertumbuhan atau penurunan populasinya. Dengan demikian, diduga ada perubahan sebelum dan sesudah <em>A. deleoni</em> resisten terhadap pestisida. Perubahan tabel hidup tersebut meliputi kecepatan pertumbuhan populasi dalam satu generasinya (R<sub>0</sub>), perioda hidup rata-rata suatu populasi dalam satu generasinya (T), konstanta potensial reproduktif suatu populasi dalam satu generasinya (r<sub>m</sub>) dan kemampuan suatu populasi pada satu generasi untuk perbanyakan diri per satuan waktu (α). Kematian oleh tekanan seleksi pestisida dan berbagai faktor lain, yang terjadi pada setiap tahap daur hidup tungau predator merupakan informasi dasar dalam pengendalian hama yang bermanfaat dalam memperbaiki kefektifan predator sebagai agen pengendali hayati.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>8. METODE PENELITIAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>1. Waktu dan Tempat Penelitian</p>
<p>Penelitian akan dilaksanakan selama 5 (lima) bulan, yang akan dimulai pada bulan Juli tahun 2005 sampai dengan November 2005. Tempat percobaan adalah di Laboratorium Entomologi-Parasitologi, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan di Perkebunan Teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah.</p>
<p>2. Materi Penelitian</p>
<p>2.1. Bahan-bahan : tungau predator <em>Amblyseius deleoni</em>, tungau hama <em>Brevipalpus phoenicis</em>, insektisida suprasida, akarisida omite, herbisida round up, fungisida tembaga oksida (cupro-oksida), tanaman teh</p>
<p>2.2. Alat-alat : lem “tangle-foot”, nampan, busa, “black tile”, tissue tidak berparfum, sprayer, pot tanaman, kuas kecil dan besar, gelas ukur, cawan petri, gelas penutup, mikroskop binokuler, kaca pembesar, gelas piala, termometer, higrometer, mikropipet 1 ml.</p>
<p>3. Cara Kerja dan Rancangan Percobaannya</p>
<p>3.1. Pemeliharaan tungau predator <em>Amblyseius deleoni</em></p>
<p>Metode pemeliharaan predator berdasarkan metode Overmeer <em>et al., </em>1982 (dalam<em> </em>Klashorst, 1992).</p>
<p>Tempat pemeliharaan tungau terdiri dari nampan berisi air dengan busa didalamnya. Di atas busa, diletakkan “black tile” yang seukuran dengan busa, dengan bagian tepinya dialasi kertas tissue tidak berparfum yang tercelup hingga ke air dalam nampan. Pada sepanjang alas kertas tissue, dibuat tanggul dari lem “tangle-foot” untuk mencegah predator tidak lari dari wilayah pemeliharaan. Untuk tempat berlindung dan meletakkan telurnya, di bagian tengah “black tile” diletakkan sedikit kapas yang ditutup dengan penutup plastik berlekuk.</p>
<p>Untuk mendapatkan dan memperbanyak predator <em>A. deleoni</em>, sejumlah daun teh dari wilayah perkebunan teh yang memperlihatkan gejala serangan tungau jingga dipetik dan dimasukkan ke dalam kantong plastik. Di laboratorium, seluruh daun tersebut diperiksa di bawah mikroskop binokuler. <em>A. deleoni</em> yang diperoleh, dipindah ke tempat rearing (pemeliharaan). Jenis pakan yang diberikan dalam masa perbanyakan tungau predator adalah adalah telur tungau jingga dan polen teh.</p>
<p>Selain diperoleh tungau predator, biasanya telur tungau jingga juga terdapat di sekitar tungau predator tinggal. Sedangkan, untuk polen teh diperoleh langsung dari perkebunan teh dan disimpan dengan menggunakan metode Klashorst (1996). Dijelaskan dalam metoda ini, anthera bunga dari teh maupun berbagai jenis gulma diambil dengan kuas kecil, lalu disimpan dalam cawan petri. Cawan petri berisi anthera ini disimpan dalam inkubator pada suhu 60<sup>0</sup> C selama sekitar 12 jam untuk tujuan sterilisasi. Setelah itu, polen dipisahkan dari anthera menggunakan sikat halus dan dimasukkan dalam botol kecil, lalu dapat disimpan dalam lemari es. Polen dalam botol kecil ini tetap segar sampai satu tahun.</p>
<p>3.2. Seleksi <em>A. deleoni</em> resisten suprasida, omite, round up, tembaga oksida</p>
<p>Pestisida yang digunakan dalam penelitian ini adalah suprasida (insektisida), omite (akarisida), round up (herbisida) dan tembaga oksida (fungisida). Metode percobaan yang dipergunakan adalah metode terbuka (Louis dan Ufer, 1995) yang dimodifikasi. Modifikasi dilakukan pada susunan busa dalam nampan berisi air, yang langsung ditutup dengan kertas tissue tidak berparfum. Di atas kertas tissue yang ikut basah karena busanya basah, disusun dua buah gelas penutup yang telah dicelupkan ke dalam larutan pestisida yang dicobakan selama 40 detik. Susunannya dibuat berdampingan, namun dengan memberi celah untuk keluarnya air di antara ke dua gelas penutup tersebut. Setelah itu, dibuat tanggul lem “tangle-foot” mengelilingi gelas penutup untuk mencegah predator melarikan diri dari arena uji.</p>
<p>Seleksi dilakukan melalui empat tahapan yang berurutan dengan metode pendedahan yang sama sebagaimana dijelaskan di atas. Tahap 1, melakukan seleksi <em>A. deleoni</em> resisten suprasida; tahap 2, seleksi <em>A. deleoni </em>resisten suprasida + omite; tahap 3, seleksi <em>A. deleoni</em> resisten suprasida + omite + herbisida round up; tahap 4, seleksi <em>A. deleoni</em> resisten suprasida + omite + herbisida round up + fungisida tembaga oksida.</p>
<p>Pada tahap 1, konsentrasi suprasida yang didedahkan pada <em>A. deleoni</em> adalah 0 (kontrol), 0,01, 0,1, 10 dan 100%. Konsentrasi ini didedahkan populasi tungau predator hasil perbanyakan di laboratorium. Setiap konsentrasi yang dicobakan melibatkan 10 individu predator untuk satu kali ulangan, yang diulang sebanyak enam kali. Tahap 1 akan diperoleh tungau predator generasi F<sub>1</sub> <em>A. deleoni</em> yang lulus hidup terhadap suprasida. Tungau ini diperbanyak kembali untuk percobaan tahap 2.</p>
<p>Pada tahap 2, generasi F<sub>1</sub><em> A. deleoni</em> resisten suprasida didedahkan lagi dengan Omite. Konsentrasi omite yang dicobakan adalah sama dengan konsentrasi suprasida. Konsentrasi ini didedahkan pada populasi tungau predator F<sub>1</sub> yang lulus hidup terhadap suprasida hasil perbanyakan di laboratorium. Setiap konsentrasi yang dicobakan melibatkan 10 individu predator untuk satu kali ulangan, yang diulang sebanyak enam kali. Hasil pendedahan tahap 2 akan diperoleh F<sub>2</sub> <em>A. deleoni</em> resisten suprasida dan omite.</p>
<p>Untuk tahap 3 dan 4, konsentrasi herbisida round up dan fungisida tembaga oksida yang dicobakan sama dengan sebelumnya. Demikian pula dengan banyaknya individu dan ulangan yang dipergunakan. Diharapkan akan diperoleh generasi F<sub>1</sub> yang resisten terhadap suprasida, omite, tembaga oksida dan herbisida.</p>
<p>Lama waktu pendedahan baik pada tahap 1, 2, 3 dan 4 adalah 24 jam. Kriteria seleksi adalah tingkat resistensi tungau predator (nilai LC<sub>50</sub>/24 jam) Tungau predator yang lulus hidup dipindah ke tempat pemeliharaan yang bebas pestisida, untuk diperbanyak kembali dan kemudian didedahkan lagi (generasi F<sub>1</sub>).</p>
<p>3.3. Tabel Hidup <em>A. deleoni</em> sebelum dan sesudah resisten dengan 4 pestisida pada jenis pakan <em>B. phoenicis</em> dan polen teh, kelembaban dan temperatur kamar</p>
<p>Metoda yang dipergunakan dalam penentuan tabel hidup adalah metode Rencken dan Pringle (1998). Dalam metoda ini rasio kelaminnya adalah 3 jantan berbanding 16 betina, sebelum dan sesudah <em>A. deleoni</em> resisten ke 4 jenis pestisida yang dipergunakan. Pemberian jenis pakan yang baku untuk penelitian ini adalah telur <em>B. phoenicis</em> pada kelembaban dan temperatur kamar.</p>
<p>Telur <em>B. phoenicis</em> diletakkan pada tempat pemeliharaan tungau <em>A. deleoni</em>. Pada percobaan 1, <em>A. deleoni</em> yang belum resisten pestisida dengan rasio 3 jantan dibanding 16 betina, diberi 76 butir telur <em>B. phoenicis</em>, dengan asumsi tiap individu <em>A. deleoni</em> memerlukan 4 butir telur mangsa dalam 24 jam. Percobaan 2, menggunakan <em>A. deleoni</em> resisten 4 pestisida yang dipergunakan dalam penelitian ini, dalam rasio dan jumlah telur mangsa yang sama dengan percobaan 1.</p>
<p>Selain pakan telur <em>B. phoenicis</em>, akan pula dicoba pemberian polen teh terhadap tabel hidup <em>A. deleoni</em> sebelum dan sesudah resisten 4 pestisida pada temperatur dan kelembaban berbeda. Pemberian pakan polen teh berlebih, sedangkan penyediaan polen the mengacu pada metode Klashorst (1996) sebagaimana telah dijelaskan pada subbab 3.1.</p>
<p>Dicatat lama waktu peletakkan telur, persentase kematian tahap telur, saat menetas dan lama waktu tahap larva, persentase kematian tahap larva, saat pergantian kulit menjadi nimfa dan lama waktu tahap nimfa, persentase kematian tahap nimfa, saat pergantian kulit menjadi dewasa dan lama waktu tahap dewasa serta persentase kematian tahap dewasa <em>A. deleoni</em> baik yang belum resisten maupun yang resisten 4 pestisida. Data yang diperoleh dimasukkan dalam tabel hidup yang akan memberikan nilai T, r<sub>m </sub>, dan α <em>A. deleoni</em>.</p>
<p>3.4. Efektivitas kemampuan predasi <em>A. deleoni</em> sebelum dan resisten 4 pestisida pada <em>Brevipalpus phoenicis</em> skala laboratorium</p>
<p>Rancangan percobaan yang dipergunakan adalah rancangan acak lengkap, dengan perlakuannya adalah tahap telur, larva, nimfa dan dewasa <em>B. phoenicis</em> yang diberikan pada <em>A. deleoni</em> sebelum dan sesudah resisten 4 pestisida yang dipergunakan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali.</p>
<p>Jumlah tahap telur, larva, nimfa dan dewasa <em>B. phoenicis </em>yang diberikan untuk setiap individu <em>A. deleoni</em> adalah 6 buah, yang diinokulasikan pada daun teh yang sebelumnya dikontaminasi dengan 4 pestisida secara berturut-turut, yaitu dengan menyemprot daun tersebut. Sebagai kontrolnya adalah daun teh yang tidak disemprot, namun diionokulasi dengan <em>A. deleoni</em> yang belum resisten dan resisten 4 pestisida. Pada kontrol, juga diinokulasi setiap tahap hidup tungau jingga. Daun teh ini ditanam dalam spon terendam air, yang bagian pangkal daunnya telah diberi lem “tangle-foot” agar predator tidak lari dari arena uji. Seluruh percobaan ini dilakukan pada kelembaban dan temperatur kamar.</p>
<p>Inokulasi baik <em>B. phoenicis</em> maupun <em>A. deleoni</em>, masing-masing dilakukan pada bagian ujung daun yang berlawanan dan dilakukan setelah daun tidak basah oleh pestisida. Dicatat lama waktu mencari, mengenali dan menangani mangsa untuk setiap individu predator. Dicatat pula banyaknya individu setiap tahap yang dipredasi oleh <em>A. deleoni</em> dalam 24 jam waktu pengamatan.</p>
<p>Berdasarkan uraian di atas maka desain teknologi yang akan dilakukan sebagai berikut.</p>
<p>Desain Teknologi Seleksi <em>A. deleoni</em> resisten berbagai pestisida yang dipergunakan diperkebunan the Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Rearing <em>A. deleoni</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Tabel Hidup <em>A.     deleoni</em> sebelum resisten terhadap pestisida</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Efektivitas     predasi <em>A. deleoni</em> sebelum resisten pesitisida</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="24" height="0"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Seleksi <em>A. deleoni</em> resisten     pestisida</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="78" height="2"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Suprasida</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Round up</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Tembaga oksida</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Omite</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="36" height="0"></td>
<td width="99"></td>
<td width="21"></td>
<td width="99"></td>
<td width="33"></td>
<td width="99"></td>
<td width="33"></td>
<td width="99"></td>
</tr>
<tr>
<td height="87"></td>
<td align="left" valign="top"></td>
<td></td>
<td align="left" valign="top"></td>
<td></td>
<td align="left" valign="top"></td>
<td></td>
<td align="left" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="72" height="0"></td>
<td width="11"></td>
<td width="172"></td>
<td width="57"></td>
<td width="158"></td>
<td width="25"></td>
</tr>
<tr>
<td height="52"></td>
<td></td>
<td colspan="3" align="left" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td height="2"></td>
</tr>
<tr>
<td height="87"></td>
<td colspan="2" width="183" height="87" align="left" valign="top" bgcolor="white">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Tabel Hidup <em>A. deleoni</em> sesudah     resisten 4 jenis pestisida</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td></td>
<td colspan="2" width="183" height="87" align="left" valign="top" bgcolor="white">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Efektivitas predasi <em>A. deleoni</em> sesudah resisten 4 jenis pestisida</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>4.  Analisis Data</p>
<p>Data hasil percobaan seleksi terhadap pestisida, berupa jumlah tungau predator yang mati pada pendedahan pestisida, dianalisis dengan menggunakan analisis probit dan logit yang akan diperoleh nilai LC<sub>50</sub>/24 jam. Nilai LC<sub>50</sub> merupakan nilai konsentrasi yang membunuh 50% dari populasi tungau predator.</p>
<p>Data hasil percobaan tabel hidup dianalisis dengan menggunakan tabel hidup berikut.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="66" valign="top"><strong><em>X (hari)</em></strong></td>
<td width="66" valign="top"><strong><em>l<sub>0</sub> </em></strong></td>
<td width="66" valign="top"><strong><em>L<sub>x</sub></em></strong></td>
<td width="66" valign="top"><strong><em>Fek.</em></strong></td>
<td width="66" valign="top"><strong><em>M<sub>x</sub></em></strong></td>
<td width="66" valign="top"><strong><em>l<sub>x</sub>m<sub>x </sub></em></strong></td>
<td width="66" valign="top"><strong><em>X.l<sub>x</sub>m<sub>x</sub></em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="66" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="66" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="66" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="66" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="66" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="66" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="66" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="66" valign="top"><strong>Total</strong></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"></td>
<td width="66" valign="top"><strong><em>Sl<sub>x</sub>m<sub>x</sub></em></strong></td>
<td width="66" valign="top"><strong><em>SX.l<sub>x</sub>m<sub>x</sub></em></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nilai total Xl<sub>x</sub>m<sub>x</sub> dibagi dengan total l<sub>x</sub>m<sub>x</sub> akan diperoleh nilai T yang merupakan perioda hidup rata-rata dalam satu generasi. Nilai r<sub>m</sub> diperoleh dengan membagi log normal l<sub>x</sub>m<sub>x</sub> dengan nilai T. Nilai r<sub>m </sub>menunjuk pada potensi reproduksi populasi dalam satu generasi. Untuk mengetahui kemampuan populasi memperbanyak diri per satuan waktu pada satu generasi atau nilai dapat dicari dengan : α = e<sup>rm</sup>.</p>
<p>Data hasil percobaan efektifitas kemampuan predasi <em>A. deleoni</em> terhadap setiap tahap hidup <em>B. phoenicis</em>, dianalisis dengan analisis variansi pada tingkat kesalahan 5% dan 1%. Apabila ada perbedaan yang nyata maupun sangat nyata, maka analisis dilanjutkan uji beda nyata terkecil (LSD).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>9. JADWAL KEGIATAN PENELITIAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="535">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="43" valign="top">No.</td>
<td rowspan="2" width="273" valign="top">Jenis Kegiatan</td>
<td colspan="5" width="219" valign="top">Bulan ke</td>
</tr>
<tr>
<td width="46" valign="top">1</td>
<td width="41" valign="top">2</td>
<td width="50" valign="top">3</td>
<td width="34" valign="top">4</td>
<td width="48" valign="top">5</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">1</td>
<td width="273" valign="top">Rearing <em>A. deleoni</em></td>
<td width="46" valign="top">x</td>
<td width="41" valign="top">x</td>
<td width="50" valign="top"></td>
<td width="34" valign="top"></td>
<td width="48" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">2</td>
<td width="273" valign="top">Seleksi <em>A. deleoni</em> resisten   pestisida</td>
<td width="46" valign="top"></td>
<td width="41" valign="top">x</td>
<td width="50" valign="top">x</td>
<td width="34" valign="top">x</td>
<td width="48" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">3</td>
<td width="273" valign="top">Tabel Hidup sebelum resisten pestisida</td>
<td width="46" valign="top">x</td>
<td width="41" valign="top"></td>
<td width="50" valign="top"></td>
<td width="34" valign="top"></td>
<td width="48" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">4</td>
<td width="273" valign="top">Efektifitas predasi <em>A. deleoni </em>sebelum resisten pestisida</td>
<td width="46" valign="top">x</td>
<td width="41" valign="top"></td>
<td width="50" valign="top"></td>
<td width="34" valign="top"></td>
<td width="48" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">5</td>
<td width="273" valign="top">Tabel Hidup sesudah resisten pestisida</td>
<td width="46" valign="top"></td>
<td width="41" valign="top"></td>
<td width="50" valign="top">x</td>
<td width="34" valign="top">x</td>
<td width="48" valign="top">x</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">6</td>
<td width="273" valign="top">Efektifitas predasi <em>A. deleoni </em>sebelum resisten pestisida</td>
<td width="46" valign="top"></td>
<td width="41" valign="top"></td>
<td width="50" valign="top">x</td>
<td width="34" valign="top">x</td>
<td width="48" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">7</td>
<td width="273" valign="top">Laporan dan   artikel</td>
<td width="46" valign="top"></td>
<td width="41" valign="top"></td>
<td width="50" valign="top"></td>
<td width="34" valign="top"></td>
<td width="48" valign="top">x</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>10. Nama dan Biodata Ketua dan Anggota</p>
<p>a. Ketua Pelaksana Kegiatan</p>
<p>1. Nama Lengkap :</p>
<p>2. NIM/NRM :</p>
<p>3. Fakultas/Program Studi :</p>
<p>4. Perguruan Tinggi :</p>
<p>5. Waktu untuk kegiatan :  (jam/minggu)</p>
<p>b. Anggota Pelaksana 1 :<em> </em></p>
<p>1. Nama Lengkap :</p>
<p>2. NIM/NRM :</p>
<p>3. Fakultas/Program Studi :</p>
<p>4. Perguruan Tinggi :</p>
<p>5. Waktu untuk kegiatan :  (jam/minggu)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>c. Anggota Pelaksana 2 :<em> </em></p>
<p>1. Nama Lengkap :</p>
<p>2. NIM/NRM :</p>
<p>3. Fakultas/Program Studi :</p>
<p>4. Perguruan Tinggi :</p>
<p>5. Waktu untuk kegiatan :  (jam/minggu)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>11. Nama dan Biodata Dosen Pembimbing</strong></p>
<p>a. Nama Lengkap dan Gelar :  Dr. Bambang Heru Budianto, MS.</p>
<p>b. Golongan Pangkat dan NIP :  IV/a/131602745</p>
<p>c. Jabatan Fungsional :  Lektor Kepala</p>
<p>d. Jabatan Struktural :  Kepala Lab. Ento-Parasitologi</p>
<p>e. Fakultas/Program Studi :  Biologi</p>
<p>f. Pergurunan Tinggi :  Universitas Jenderal Soedirman<strong> </strong></p>
<p>g. Bidang Keahlian :  Akarologi</p>
<p>h. Waktu untuk Kegiatan  :  8 jam/minggu<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>12. Biaya Kegiatan</strong></p>
<p>1. Gaji dan Upah</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>a. Ketua peneliti 1 x 5 bulan x Rp. 50.000,- = Rp. 250.000,-</p>
<p>b. Anggota peneliti 3 x 5 bulan x Rp. 40.000,- = Rp. 600.000,-</p>
<p>Jumlah = Rp. 850.000,-</p>
<p>2. Bahan Habis Pakai</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="47" valign="top">No.</td>
<td width="145" valign="top">Spesifikasi</td>
<td width="96" valign="top">JumlahSatuan</td>
<td width="128" valign="top">Harga satuan   (Rp.)</td>
<td width="136" valign="top">Jumlah harga   (Rp.)</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">1</td>
<td width="145" valign="top">Suprasida</td>
<td width="96" valign="top">1 botol</td>
<td width="128" valign="top">15.000,-</td>
<td width="136" valign="top">15.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">2</td>
<td width="145" valign="top">Tembaga oksida</td>
<td width="96" valign="top">1 dus</td>
<td width="128" valign="top">15.000,-</td>
<td width="136" valign="top">15.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">3</td>
<td width="145" valign="top">Roundup</td>
<td width="96" valign="top">1 botol</td>
<td width="128" valign="top">7.500,-</td>
<td width="136" valign="top">7.500,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">4</td>
<td width="145" valign="top">Omite</td>
<td width="96" valign="top">1 botol</td>
<td width="128" valign="top">10.000,-</td>
<td width="136" valign="top">10.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">5</td>
<td width="145" valign="top">Kapas</td>
<td width="96" valign="top">1 kg</td>
<td width="128" valign="top">75.000,-</td>
<td width="136" valign="top">75.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">6</td>
<td width="145" valign="top">Tangle foot</td>
<td width="96" valign="top">1 pak</td>
<td width="128" valign="top">1.250.000,-</td>
<td width="136" valign="top">1.250.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">7</td>
<td width="145" valign="top">Kertas tissue</td>
<td width="96" valign="top">10 gulung</td>
<td width="128" valign="top">4.500,-</td>
<td width="136" valign="top">45.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">8</td>
<td width="145" valign="top">Black tile</td>
<td width="96" valign="top">5 lembar</td>
<td width="128" valign="top">25.000,-</td>
<td width="136" valign="top">125.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="145" valign="top"></td>
<td width="96" valign="top"></td>
<td width="128" valign="top"></td>
<td width="136" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="5" width="552" valign="top">Jumlah =  1..542.500,-</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>3. Biaya Perjalanan</p>
<p>Perjalanan Purwokerto-Wonosobo pp. 10x@ Rp. 75.000,- = Rp. 750.000,-</p>
<p>4. Lain-lain</p>
<p>a. Fotokopi Rp. 100.000,-</p>
<p>b. ATK Rp. 50.000,-</p>
<p>c. Dokumentasi Rp. 250.000,-</p>
<p>d. Penulisan laporam Rp. 100.000,-</p>
<p>Jumlah  Rp. 500.000,-</p>
<h1>Rekapitulasi Biaya</h1>
<p>1. Honorarium   Rp.  850.000,-</p>
<p>2. Bahan Habis Pakai Rp. 1.542.500,-</p>
<p>3. Biaya Perjalanan Rp. 750.000,-</p>
<p>4. Biaya lain-lain Rp. 500.000,-</p>
<p>Total Biaya Rp. 3.642.500,-</p>
<p>(Tiga Juta Enam Ratus Empat Puluh Dua Ribu Rupiah)</p>
<h5>13. Lampiran</h5>
<p>a. Daftar Pustaka</p>
<p>b. Daftar Riwayat Hidup Ketua dan Anggota Pelaksana Program</p>
<p>c. Foto kopi Kartu Mahasiswa/KTM yang masih berlaku.</p>
<p>d. Hal-hal lain yang dianggap diperlukan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[Foto] Cara Unik Buat Cocktail Dari Semangka]]></title>
<link>http://yepiye.wordpress.com/2009/11/06/foto-cara-unik-buat-cocktail-dari-semangka/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 01:09:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yep</dc:creator>
<guid>http://yepiye.wordpress.com/2009/11/06/foto-cara-unik-buat-cocktail-dari-semangka/</guid>
<description><![CDATA[Pingin buat cocktail yang unik dan praktis ? Nih ada cara yang cukup unik yang dapat ditiru&#8230; W]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">Pingin buat cocktail yang unik dan praktis ?</p>
<p style="text-align:center;">Nih ada cara yang cukup unik yang dapat ditiru&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yepiye.files.wordpress.com/2009/11/cara-unik-buat-cocktail1.jpg?w=450"><img class="aligncenter" src="http://yepiye.files.wordpress.com/2009/11/cara-unik-buat-cocktail1.jpg?w=450&#038;h=474" alt="" width="450" height="474" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><!--more--><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail2.jpg"><br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-4868" title="Cara Unik Buat Cocktail2" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail2.jpg" alt="Cara Unik Buat Cocktail2" width="450" height="507" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4870" title="Cara Unik Buat Cocktail3" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail3.jpg" alt="Cara Unik Buat Cocktail3" width="450" height="595" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4871" title="Cara Unik Buat Cocktail4" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail4.jpg" alt="Cara Unik Buat Cocktail4" width="450" height="595" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4872" title="Cara Unik Buat Cocktail5" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail5.jpg" alt="Cara Unik Buat Cocktail5" width="450" height="595" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4873" title="Cara Unik Buat Cocktail6" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail6.jpg" alt="Cara Unik Buat Cocktail6" width="450" height="595" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4874" title="Cara Unik Buat Cocktail7" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail7.jpg" alt="Cara Unik Buat Cocktail7" width="450" height="666" /></a><a href="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4875" title="Cara Unik Buat Cocktail8" src="http://yepiye.wordpress.com/files/2009/11/cara-unik-buat-cocktail8.jpg" alt="Cara Unik Buat Cocktail8" width="450" height="593" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Weleh&#8230;Weleh&#8230;Mantab Gan !</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Ada Ada Saja</strong></h2>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[CREATIVITY with MORALITY!]]></title>
<link>http://rahmataddy.wordpress.com/2009/11/05/creativity-with-morality/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 15:08:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rahmat Addy</dc:creator>
<guid>http://rahmataddy.wordpress.com/2009/11/05/creativity-with-morality/</guid>
<description><![CDATA[Dear FIGHTERS, Jaya Setiabudi Saya teringat oleh seorang kawan yang menjadi salah seorang pendiri da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2><strong>Dear <span style="color:#ff0000;">FIGHTERS</span>,</strong></h2>
<div id="attachment_366" class="wp-caption alignright" style="width: 239px"><img class="size-medium wp-image-366" title="jaya" src="http://rahmataddy.wordpress.com/files/2009/11/jaya.jpg?w=229" alt="jaya" width="229" height="300" /><p class="wp-caption-text">Jaya Setiabudi</p></div>
<p>Saya teringat oleh seorang kawan yang menjadi salah seorang pendiri dan direktur &#8216;koran merah&#8217; dibatam. tahu nggak sih koran merah itu apa? Yah, seperti poskota di jakarta gitu! Menurut Anda koran itu laku nggak? Super laku! Di Batam sendiri, oplahnya bisa bersaing dg koran nomor satunya. Apa yang dijual ? <strong>KRIMINALITAS</strong>! Beritanya antara lain seperti ini:<br />
&#8220;Kakek jompo, <strong>MEMPERKOSA</strong> cucunya, sampai 7 kali&#8221;<br />
&#8220;Gadis bisu, <strong>DIGILIR</strong> tukang ojek!&#8221;<br />
Seperti itulah kira2 beritanya&#8230; .<br />
Apa sih yang diceritakan? Kronologis bagaimana <strong>PEMERKOSAAN ITU TERJADI!</strong><br />
Saat kawan saya sang direktur sms ke saya, menanyakan,&#8221; Bagaimana Pak Jaya, tampilan baru koran saya?&#8221;<br />
Saya menjawab,&#8221;Maaf, menurut saya, bapak akan sangat berperan <strong>MENAMBAH KRIMINALITAS</strong> di kota ini!&#8221;<br />
Meskipun saya bukanlah orang alim, tapi saya tidak akan basa-basi menerima koran &#8216;<strong>BEJAT</strong>&#8216; itu di negara kita.<br />
<!--more--><br />
Penjelasan saya sebagai berikut:<br />
Pada saat kita membaca kronologis kejadian, secara tidak sengaja, kita telah membayangkan dalam benak kita. Ingat yg pernah saya katakan di <strong>Entrepreneur Camp</strong> ( <strong>ECamp</strong>),<em> &#8220;Alam bawah sadar (yg memberikan reaksi hormonal), tidak dapat membedakan antara imajinasi dan kenyataan!&#8221;</em></p>
<p>Nah, pada saat kronologis perkosaan itu diungkapkan, kita juga akan merasakan &#8216;kenikmatan&#8217; itu, karena hormon tetosteron (laki2) kita juga akan bekerja. Jika kita sering membaca berita2 spt ini, sama halnya membuat &#8217;stimulus&#8217; (rangsangan) hormonal kita lebih peka thd situasi tertentu (misalnya saat melihat wanita seksi)!<br />
Apa yang terjadi, jika suatu saat ada situasi yang mendukung, misal di tempat yg sepi, ada cewek seksi dan sedikit menggoda? Hal2 yg tidak diinginkanpun terjadi. Inilah yg menyebabkan maraknya tindakan cabul, bahkan di usia belia, dikarenakan sering membaca atau menonton film blue!<br />
Akan menjadi beda, jika yg diekspos lebih ke &#8220;<strong>HUKUMAN</strong>&#8220;nya, (Pain) bukan di prosesnya. Misalnya:</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Di suatu pagi yang cerah, bunga yang sedang bersiap-siap untuk mandi, melepas satu-persatu pakaiannya. Saat tak sehelai benangpun menempel di tubuhnya, bersembunyi seorang pemuda tetangga sebelahnya, sedang asyik mengintip bunga dg tubuhnya yang aduhai. Tak tahan menahan nafsu bejatnya, pemuda yang dalam kondisi birahi itu, mendobrak pintu kamar mandi. Bungapun berteriak histeris dan meronta. Saat si pemuda mulai membuka celana dalamnya, tiba-tiba datang dari arah selatan kamar mandi, serombongan pemuda dengan berbekal pemukul, clurit, linggis dan senjata tajam di tangan mereka. Siattt, jlebb, buggg&#8230; senjata-senjata itu memukul dan merobek robek usus pemuda bejat itu. Tak berhenti sampai disitu, (maaf) kemaluan si pemuda itupun kena tebas&#8230;.dst.&#8221; </em></p></blockquote>
<p>Apa yang anda pikirkan stlh membaca artikel itu? ketakutan melakukan kriminalitas, betulkah? Karena yang diexpose adalah pain atau rasa sakitnya jika melakukan.</p>
<p>Kembali ke pokok permasalahan. ..<br />
Apakah koran itu laku? <strong>SUANGAAT LAKU</strong>! Siapa pembelinya? <strong>MAYORITAS kelompok C dan D</strong>!!!!!<br />
Pertanyaan saya lagi, Apakah Koran itu <strong>MENDIDIK</strong>? Jawab sendiri!!!</p>
<p>Mas J, apa hubungannya dengan &#8220;<strong>Musik NDESO</strong>&#8221; yg disebut dibawah?</p>
<p>Begini kronologisnya. ..</p>
<div id="attachment_368" class="wp-caption alignleft" style="width: 261px"><img class="size-medium wp-image-368" title="boss kecil" src="http://rahmataddy.wordpress.com/files/2009/11/boss-kecil.jpg?w=251" alt="FIGHT!!!" width="251" height="300" /><p class="wp-caption-text">FIGHT!!</p></div>
<p>Musik, baik liryc ataupun iramanya, sangat mempengaruhi fungsi hormonal kita. Ada music yg bisa membuat anda &#8216;posessive trans&#8217; alias kesurupan (seperti klenongan jawa), saat anda mendengarnya. Bagi para ahli hypnoterapy, musik bisa dijadikan &#8216;media&#8217; untuk memasukkan &#8216;program bawah sadar&#8217; ke diri audiens. Saya melakukan hal yang sama saat Anda mengikuti pelatihan Ecamp. Pemilihan ritme music mempengaruhi kinerja otak kita dalam gelombang tertentu!<br />
Saya juga pernah membaca penelitian tentang &#8216;kelahapan&#8217; makan seseorang, dipengaruhi oleh jenis musik yang disetel saat dia makan. Jadi hati2 juga nyetel musik di resto anda.<br />
Musik &#8216;cengeng&#8217;, sering saya sebut musik &#8217;setan&#8217;, akan mengurangi produksi hormon serotonim pada otak kita, yang mengakibatkan kita tidak bergairah. Saat kita mulai berkurang keyakinan terhadap kemenangan kita, otomatis akan mengurangi produksi hormon <strong>ENDORFIN</strong>, yaitu morfin alami pada tubuh kita, yang mampu menghilangkan rasa sakit, pegel2 dsb. Silakan coba, setel lagu2 setan spt disebut dibwh tiap hari selama 21 hari (penelitian ttg habits). Dijamin Anda akan kehilangan semangat anda!<br />
Apalagi jika anda pernah nonton video clipnya! semakin manjur racunnya!</p>
<p>Musik bukan sekedar suara yang didengarkan. Musik memiliki 38% (ritme) + 7% (kata2) elemen komunikasi. musik memiliki &#8220;<strong>VIBRASI</strong>&#8221; dari si musisi ke diri kita. Byk pemberitaan, musik dapat menyebabkan org saling bunuh atau saling cinta. Begitu dahsyatnya pengaruh musik dalam hidup kita! <strong>Musik adalah ENERGY!</strong></p>
<p>Musik yg <strong>BISA DITERIMA</strong> kalangan C-D???<br />
Jaman dulu, ada seorang musisi &#38; vokalis yg lagunya disukai hampir semua kalangan Indonesia, terutama kelompok menengah kebawah dan mahasiswa. Kata2nya <strong>LUGAS</strong>, tanpa basa-basi, tapi <strong>TIDAK MURAHAN</strong> dan sangat <strong>MEMBANGUN</strong>, namanya <strong>IWAN FALS</strong>!</p>
<p>Menurut saya&#8230; jangan jadikan alasan lugas, merakyat atau apapun, untuk menerima musik2 yang menghancurkan mental bangsa. pikir saja baik2, apakah makna musik itu membawa kebaikkan, atau cenderung ke kemudharatan?<br />
Namun, saya juga bukan Harmoko yang bisa melarang musik ini atau anda mendengarkan. Nyatanya, emang kita kekurangan musik2 yg bernuansa motivasi! Semoga lahir malaikat2 musik Indonesia kelak&#8230;</p>
<p>Ingat Elemen no 4 dalam momentum: <strong>CREATIVITY with MORALITY!</strong></p>
<h1><span style="color:#ff0000;"><strong>FIGHT!!!</strong></span></h1>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><strong>Jaya Setiabudi</strong><br />
<em>Direktur Young Entrepreneur Academy<br />
Founder Entrepreneur Association</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Adrie Nurmianto Subono: Keyakinan, Komitmen, dan Optimisme Menghasilkan Sukses]]></title>
<link>http://vibizlife.wordpress.com/2009/11/04/adrie-nurmianto-subono-keyakinan-komitmen-dan-optimisme-menghasilkan-sukses/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 09:54:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>marselazy</dc:creator>
<guid>http://vibizlife.wordpress.com/2009/11/04/adrie-nurmianto-subono-keyakinan-komitmen-dan-optimisme-menghasilkan-sukses/</guid>
<description><![CDATA[Adrie Nurmianto Subono atau yang lebih dikenal Adrie Subono adalah salah seorang promotor kawakan di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Adrie Nurmianto Subono atau yang lebih dikenal Adrie Subono adalah salah seorang promotor kawakan di Indonesia. Pembawaannya yang tegas berbuah manis pada kerja kerasnya membesarkan nama Java Musikindo.</p>
<p>Di sini promotor bertanggung jawab terhadap sponsor, pemberi ijin, artis, dan tentunya penonton. “Ketika kita bekerja secara professional dan baik, insyaallah kita akan mendapatkan pekerjaan tersebut.</p>
<p>Hingga saat ini, hanya dengan 8 anak buah, Adrie mampu mengusung penyanyi dalam hingga mancanegara.</p>
<p>Nama Adrie Soebono pasti sudah tak asing lagi di telinga anda. Promotor kelas kakap ini memulai bisnis di dunia musik semenjak tahun 1994. Ketika itu, Java Musikindo berhasil membawa Saigon Kick, band yang sedang kondang saat itu.  Sukses dengan Saigon Kick, tahun 1995 Java mendatangkan Supergroove. Dilanjutkan dengan Mr.Big, Boyzone, Westlife, Alannis Morissette, The Coors, Mariah Carey, Hoobastank, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Musisi tanah air yang diusung Java juga tak sedikit, diantaranya Gigi, Oppie&#38;BOP, Nugie, Pas Band, Netral, dan banyak lagi.</p>
<p><a href="http://vibizlife.com/success_details.php?pg=achievements&#38;id=16008"><strong>Read More</strong></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yuk, Berkreasi Bersama Si Kecil]]></title>
<link>http://indaharum.wordpress.com/2009/11/02/yuk-berkreasi-bersama-si-kecil/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 03:44:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>indaharum</dc:creator>
<guid>http://indaharum.wordpress.com/2009/11/02/yuk-berkreasi-bersama-si-kecil/</guid>
<description><![CDATA[Hari minggu kemarin aku beres&#8221; rumah dengan si kecil. Aku menemukan banyak barang&#8221; tak b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hari minggu kemarin aku beres&#8221; rumah dengan si kecil. Aku menemukan banyak barang&#8221; tak b]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kreativitas itu...]]></title>
<link>http://andikobe.wordpress.com/2009/10/28/kreativitas-itu/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 04:12:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ilhamdi</dc:creator>
<guid>http://andikobe.wordpress.com/2009/10/28/kreativitas-itu/</guid>
<description><![CDATA[Bangsa ini bangsa besar. Banyak hal yang belum tergali lebih dalam. Dan salah satu halnya adalah bag]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bangsa ini bangsa besar. Banyak hal yang belum tergali lebih dalam. Dan salah satu halnya adalah bag]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jual CD Video Audio Motivasi : JAY Abraham &amp; Jim Rohn + BONUS]]></title>
<link>http://tokocd.wordpress.com/2009/10/27/jual-cd-video-audio-motivasi-jay-abraham-jim-rohn-bonus/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 06:15:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Toko CD Online</dc:creator>
<guid>http://tokocd.wordpress.com/2009/10/27/jual-cd-video-audio-motivasi-jay-abraham-jim-rohn-bonus/</guid>
<description><![CDATA[DVD &#8211; JAY Abraham dan Jim Rohn + BONUS Paket ini berisi DVD Video dan Audio CD dari Jay Abraha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DVD &#8211; JAY Abraham dan Jim Rohn + BONUS Paket ini berisi DVD Video dan Audio CD dari Jay Abraha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anak-anak Batak berlatih sikat gigi]]></title>
<link>http://sbelen.wordpress.com/2009/10/24/anak-anak-batak-berlatih-sikat-gigi/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 19:25:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>S Belen</dc:creator>
<guid>http://sbelen.wordpress.com/2009/10/24/anak-anak-batak-berlatih-sikat-gigi/</guid>
<description><![CDATA[Sejak Juli 2009 keluarga Gunawan Hutauruk memprakarsai pengembangan 3 SD model Manajemen Berbasis Se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;"><a href="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/sd-lumban-soit-taput.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3344" title="SD Lumban Soit Taput" src="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/sd-lumban-soit-taput.jpg" alt="SD Lumban Soit Taput" width="450" height="332" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Sejak Juli 2009 keluarga Gunawan Hutauruk memprakarsai pengembangan 3 SD model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Ke-3 SD model itu adalah SD Lumban Soit, SD Garaga, dan SD Lumban Baringin.</p>
<p style="text-align:left;">Pengembangan model dilakukan melalui pendampingan langsung ke sekolah melalui inhouse training. Tenaga pengembang yang bekerja sehari-hari di sana adalah Nia Susanti sedangkan kami hanya datang melatih setiap bulan.Selama 1 bulan Kartini Tongo-tongo telah membantu pendampingan di sana.</p>
<p style="text-align:left;">Gambar anak-anak kelas I di atas memperlihatkan betapa sehatnya anak-anak yang sebelumnya tampak kurang gizi. Untuk meningkatkan gizi diadakan program minum susu 4 x dan makan bubur kacang hijau 1 x per minggu untuk anak-anak kelas I dan II. Setelah berlangsung 3 bulan, anak-anak tampak lebih sehat, lebih hidup-hidup, dan lebih gesit bergerak.</p>
<p style="text-align:left;">Selain itu, anak-anak dilatih pula cara menggosok gigi, mencuci tangan, dan membasuh wajah dengan benar. Silahkan klik file powerpoint ini!  <a href="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/cara-anak-gosok-gigi-cuci-muka.ppt"></a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/cara-anak-gosok-gigi-cuci-muka1.ppt">Cara anak gosok gigi &#38; cuci muka</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ápold tehetséged, fejleszd kreativitásod]]></title>
<link>http://mannaivan.wordpress.com/2009/10/22/apold-tehetseged-fejleszd-kreativitasod/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 21:46:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>manasesistvan</dc:creator>
<guid>http://mannaivan.wordpress.com/2009/10/22/apold-tehetseged-fejleszd-kreativitasod/</guid>
<description><![CDATA[Kreativitásunkat fejlesztenünk kell. Mindenkiben ott található a tehetség csírája, azt szokás mondan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kreativitásunkat fejlesztenünk kell. Mindenkiben ott található a tehetség csírája, azt szokás mondan]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
