<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kufur &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kufur/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kufur"</description>
	<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 19:30:51 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Sensasi Dukun dan Perdukunan]]></title>
<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/30/sensasi-dukun-dan-perdukunan/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:42:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
<guid>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/30/sensasi-dukun-dan-perdukunan/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Hamzah Yusuf Al Atsari(Mudir Ma&#8217;had Adhwa&#8217; as Salaf, Bandun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Hamzah Yusuf Al Atsari</strong>(Mudir Ma&#8217;had Adhwa&#8217; as Salaf, Bandung)</p>
<p>&#160;</p>
<p><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn%3AO8yQ0kZ-LXXBFM%3Ahttp%3A%2F%2Ffitrahfitri.files.wordpress.com%2F2009%2F02%2Fsantet.jpg&#038;w=117&#038;h=112" alt="" width="117" height="112" />Sebenarnya dukun dan perdukunan bukanlah sesuatu yang baru atau asing dalam sejarah kehidupan manusia. Keberadaannya sudah sangat lama, bahkan sebelum datangnya Islam dan diutusnya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا سَبِيلًا<br />
“Apakah kamu tidak memerhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al-Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, serta mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 51)</p>
<p>Ath-Thabari rahimahullahu menyebutkan dalam Tafsirnya (2/7726), dengan sanadnya sendiri dari Sa’id bin Jubair, bahwa –berkenaan dengan ayat ini– ia mengatakan, yang dinamakan jibt dalam bahasa Habasyah adalah sahir (tukang sihir) sedangkan yang dimaksud dengan thaghut adalah kahin (dukun).<!--more--></p>
<p>Kala itu, perdukunan benar-benar mendapat tempat di hati banyak orang. Karena mereka meyakini, para dukun mempunyai pengetahuan tentang ilmu ghaib. Orang-orang pun berduyun-duyun mendatanginya, mengadukan segala permasalahan yang dihadapinya untuk kemudian menjalankan petuah-petuahnya.</p>
<p>Al-Imam Muslim rahimahullahu di dalam kitab Shahihnya, bab Tahrimul Kahanah wa Ityanul Kahin, meriwayatkan dari Mu’awiyah bin Al-Hakam As-Sulami radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia menceritakan: Aku sampaikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beberapa hal yang pernah kami lakukan di masa jahiliah, yaitu bahwa kami biasa mendatangi para dukun. Beliau kemudian bersabda:<br />
فَلَا تَأْتُوا الْكُهَّانَ. قَالَ: قُلْتُ: كُنَّا نَتَطَيَّرُ. قَالَ: ذَاكَ شَيْءٌ يَجِدُهُ أَحَدُكُمْ فِي نَفْسِهِ فَلَا يَصُدَّنَّكُمْ<br />
“Jangan sekali-kali kalian mendatangi dukun-dukun itu.” Aku ceritakan lagi kepada beliau, “Kami biasa ber-tathayyur.” Beliau bersabda: “Itu hanyalah sesuatu yang dirasakan oleh seseorang di dalam dirinya. Maka, janganlah sampai hal itu menghalangi kalian.”</p>
<p>Yang diistilahkan dukun itu sendiri adalah orang-orang yang mengabarkan hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari, melalui bantuan setan yang mencuri-curi dengan berita dari langit. Maka, dukun adalah orang-orang yang mengaku dirinya mengetahui ilmu ghaib, sesuatu yang tidak tersingkap dalam pengetahuan banyak manusia.<br />
Padahal, di dalam Al-Qur’an disebutkan dengan jelas dan pasti, bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui yang ghaib, adapun selain-Nya tidak.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ<br />
Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (An-Naml: 65)</p>
<p>عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا<br />
“(Dia adalah Rabb) Yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu.” (Al-Jin: 26)<br />
وَمَا كَانَ اللهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ<br />
“Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.” (Ali ‘Imran: 179)</p>
<p>وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ<br />
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Al-An’am: 59)</p>
<p>فَقُلْ إِنَّمَا الْغَيْبُ لِلَّهِ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ<br />
Maka katakanlah: “Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.” (Yunus: 20)</p>
<p>Al-Qadhi Iyadh rahimahullahu berkata: “Perdukunan yang dikenal di dunia Arab terbagi menjadi tiga jenis:<br />
<strong>Pertama:</strong> Seseorang mempunyai teman dari kalangan jin, yang memberi tahu kepadanya dari usaha mencuri-curi dengar berita langit. Jenis ini sudah lenyap1 sejak Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Setan mengabarkan kepadanya sesuatu yang terjadi di tempat-tempat lain yang tidak bisa diketahuinya secara langsung, baik dekat maupun jauh. Yang demikian tidaklah mustahil keberadaannya.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>: Ahli nujum. Untuk jenis ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan kekuatan tertentu pada diri sebagian manusia. Akan tetapi, kebohongan di dalamnya biasanya lebih dominan. Di antara jenis ilmu seperti itu, adalah ilmu ramal, pelakunya disebut peramal atau paranormal. Biasanya orangnya mengambil petunjuk dari premis-premis dan sebab-sebab tertentu untuk mengetahui persoalan-persoalan tertentu, serta didukung dengan perdukunan, perbintangan, atau sebab-sebab lain.<br />
Jenis-jenis seperti inilah yang disebut dengan perdukunan. Semuanya itu, dianggap dusta oleh syariat. Syariat juga melarang mendatangi dan membenarkan perkataan mereka.” (Syarh Shahih Muslim, 7/333)</p>
<p><strong>Menjamurnya Dukun Atau Paranormal</strong></p>
<p>Kemajuan peradaban manusia, seringkali diukur dengan kemajuan teknologi dan semakin lepasnya masyarakat dari praktik-praktik berbau tahayul. Namun begitu, di zaman sekarang ini praktik perdukunan justru marak bak cendawan di musim penghujan.<br />
Penting diketahui, sebenarnya praktik perdukunan bukanlah khas masyarakat tribal (kesukuan) dan tradisional yang melambangkan keterbelakangan. Bangsa maju dan modern di Eropa dan Amerika yang mengagungkan rasionalitas juga punya sejarah perdukunan, berwujud santet (witchcraft).</p>
<p>Di Indonesia, praktik perdukunan memiliki akar kuat dalam sejarah bangsa, bahkan dukun dan politik merupakan gejala sosial yang lazim. Kontestasi politik untuk merebut kekuasaan pada zaman kerajaan di Indonesia pramodern selalu ditopang kekuatan magis.<br />
Semuanya ini memberikan gambaran yang nyata, bahwa perdukunan memang sudah dikenal lama oleh masyarakat kita. Dan ilmu ini pun turun-menurun saling diwarisi oleh anak-anak bangsa, hingga saat ini para dukun masih mendapatkan tempat bukan saja di sisi masyarakat tradisional, tetapi juga di tengah lingkungan modern.</p>
<p>Walhasil kini mereka yang pergi ke dukun kemudian percaya pada kekuatan magis dan menjalankan praktik perdukunan tak mengenal status sosial: kelas bawah, menengah bahkan atas. Sensasi para dukun itu mampu melampaui semua tingkat pendidikan. Banyak di antara mereka yang datang ke dukun merupakan representasi orang-orang terpelajar yang berpikiran rasional.<br />
Sebenarnya, dukun atau paranormal tidak ada bedanya, karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu mengemukakan, bahwa paranormal adalah nama lain dari dukun dan ahli nujum (Fathul Majid, hal. 338). Maka, dukun atau paranormal adalah dua nama yang saling terkait, kadang salah satunya menjadi penanda bagi yang lainnya.</p>
<p>Belakangan, di tanah air kita, fenomena perdukunan dan ramalan semakin menggeliat seiring dengan suasana yang kondusif bagi para pelakunya untuk tampil berani tanpa ada beban. Berapa banyak iklan-iklan yang menawarkan jasa meramal cukup via SMS, yang dalam istilah mereka bermakna Supranatural Messages Service. Atau juga, praktik pengobatan alternatif yang sudah menjadi suguhan iklan harian di koran-koran dan tabloid.</p>
<p>Berapa banyak sekarang ini penderita penyakit yang tidak terdeteksi penyakitnya sekalipun telah memanfaatkan kemajuan teknologi kedokteran. Usut punya usut, salah satu penyebabnya adalah karena penyakit tersebut merupakan penyakit “pesanan” yang dikirim oleh para dukun dengan menggunakan kekuatan ghaib bernama setan.</p>
<p><strong>Bahaya Mendatangi Dukun dan Peramal</strong></p>
<p>Al-Imam Bukhari dan Muslim rahimahumallah dalam kitab Shahih keduanya, meriwayatkan hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ia berkata: Saya tanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, sesungguhnya para dukun itu mengatakan sesuatu kepada kami, dan ternyata apa yang dikatakannya itu benar terjadi.” Beliau kemudian bersabda:<br />
تِلْكَ الْكَلِمَةُ الْحَقُّ يَخْطَفُهَا الْجِنِّيُّ فَيَقْدِفُهَا فِى أُذُنِ وَلِيِّهِ، وَيَزِيْدُ فِيْهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ<br />
“Kata yang benar itu disambar oleh jin dan kemudian dibisikkan ke telinga pengikutnya. Tapi setiap satu kata yang benar itu dicampur dengan seratus kebohongan.” (HR. Al-Bukhari no. 5762, Muslim no. 2228)</p>
<p>Dalam riwayat lainnya, yang dikemukakan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu, disebutkan bahwa ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan: “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah tentang kebenaran para dukun.” Beliau menjawab: “Tidak ada apa-apanya.” Mereka lantas berkata: “Mereka itu (dukun) terkadang mengatakan sesuatu yang kemudian benar-benar terjadi.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:<br />
تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنَ الْجِنِّ يَخْطَفُهَا الْجِنِّيُّ فَيَقُرُّهَا فِى أُذُنِ وَلِيِّهِ قَرَّ الدَّجَاجَةِ فَيَخْلِطُوْنَ فِيْهَا أَكْثَرَ مِنْ مِائَةِ كَذْبَةٍ<br />
“Kalimat itu berasal dari kalangan jin yang disambar oleh salah seorang jin, lalu ia bisikkan ke dalam telinga pengikutnya seperti suara ayam betina, lalu mereka mencampurnya dengan lebih dari seratus kebohongan.”</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:<br />
مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم<br />
“Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu membenarkan perkataannya, berarti itu telah kufur kepada apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya no. 9541)</p>
<p>Ibnu Atsir rahimahullahu menjelaskan, “Yang dimaksud dengan tukang ramal adalah ahli nujum atau orang pandai yang mengaku mengetahui ilmu ghaib, padahal hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui persoalan ghaib. Tukang ramal itu masuk dalam kategori dukun.”</p>
<p>Dalam kitab Shahihnya, Al-Imam Muslim rahimahullahu mengutip hadits dari Nafi’, dari Shafiyyah, dari beberapa istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:<br />
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً<br />
“Siapa yang mendatangi arraf (tukang ramal) lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.”</p>
<p>Al-Imam Nawawi rahimahullahu menjelaskan, “Yang dimaksud dengan tidak diterima shalatnya adalah bahwa shalat yang dilakukannya itu tidak diberi pahala, sekalipun shalat yang dilakukannya itu sudah tentu tetap bisa menggugurkan kewajibannya sehingga tidak perlu diulang kembali. Para ulama sepakat bahwa hal itu tidak berarti menuntut orang yang mendatangi tukang ramal untuk mengulangi shalatnya selama empat puluh hari. Wallahu a‘lam.” (Syarh Shahih Muslim, 7/336)</p>
<p>Bertolak dari dalil-dalil di atas, setidaknya ada dua bahaya yang mengancam orang-orang yang mendatangi dan menanyakan sesuatu kepada dukun atau paranormal:<br />
<strong>Pertama</strong>, kekafiran, jika meyakini kebenaran dukun dan meyakini tukang ramal itu sebagai orang yang mengetahui hal ghaib.<br />
<strong>Kedua</strong>, mendekati kekufuran, jika membenarkan berita yang disampaikannya dari hal yang ghaib. Dengan alasan, dukun dan paranormal menyampaikan hal yang ghaib dari informasi jin yang mencuri-curi dengar berita langit.<br />
Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala lah kita memohon perlindungan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memperbanyak jumlah para pelayan-pelayan setan (dukun), serta membongkar kejahatan mereka.<br />
Wallahul musta’an.</p>
<p>1 Dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang berpendapat sudah lenyap, tidak ada lagi. Ada juga yang berpendapat masih terjadi. Di antara yang menguatkan pendapat kedua dari ulama masa kini adalah Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Asy-Syaikh Shalih Alu Syaikh. (ed)</p>
<blockquote><p>Disalin dari <a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=828" target="_blank">Majalah Asy Syari&#8217;ah</a></p></blockquote>
<p>Artikel Terkait:</p>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=834" target="_blank">Menyorot Ilmu Nujum</a></li>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=831" target="_blank">Jimat dan Jampi-jampi</a></li>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=830" target="_blank">Dukun dan Ciri-cirinya</a></li>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=829" target="_blank">Perdukunan dan Para Elite Politik</a></li>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=827" target="_blank">Dukun Sahabat Setan</a></li>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=833" target="_blank">Siapakah Al-Jibt dan Thaghut?</a></li>
</blockquote>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup Itu Indah]]></title>
<link>http://pintutaubat.wordpress.com/2009/11/29/hidup-itu-indah/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 05:46:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin tobat</dc:creator>
<guid>http://pintutaubat.wordpress.com/2009/11/29/hidup-itu-indah/</guid>
<description><![CDATA[5 tahun yang lalu, saat aku terpuruk karena harus kehilangan seseorang yang begitu dekat dihatiku, b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[5 tahun yang lalu, saat aku terpuruk karena harus kehilangan seseorang yang begitu dekat dihatiku, b]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[muradimsesli.com 'dan büyük Terbiyesizlik sitelerine giden userlere küfür ediyolar,Gelen bayan userlerı fotomontaj yapıp tehtit ediyorlar aman dikkat!!! www.seslizurna.com]]></title>
<link>http://seslizurna.wordpress.com/2009/11/23/www-muradimsesli-com-dan-buyuk-terbiyesizlik-sitelerine-giden-userlere-kufur-ediyolargelen-bayan-userleri-fotomontaj-yapip-tehtit-ediyorlar-aman-dikkat-www-seslizurna-com/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 22:16:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>memduh10</dc:creator>
<guid>http://seslizurna.wordpress.com/2009/11/23/www-muradimsesli-com-dan-buyuk-terbiyesizlik-sitelerine-giden-userlere-kufur-ediyolargelen-bayan-userleri-fotomontaj-yapip-tehtit-ediyorlar-aman-dikkat-www-seslizurna-com/</guid>
<description><![CDATA[tehtit,jantaj,parasizdirma,seslichat,seslisohbet,ückatcilik,muradimsesli,seslimuradim,muradim,sesli,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>tehtit,jantaj,parasizdirma,seslichat,seslisohbet,ückatcilik,muradimsesli,seslimuradim,muradim,sesli,chat,sohbet,küfür,ahlaksiz,ahlaksizteklif,soksohbet,sex,sexsohbet,sexsohbet,sexchat,onlinesohbet,</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["2012" Cuma Film, yuk Noton!!]]></title>
<link>http://erensdh.wordpress.com/2009/11/20/2012-cuma-film-yuk-noton/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 01:14:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>erensdh</dc:creator>
<guid>http://erensdh.wordpress.com/2009/11/20/2012-cuma-film-yuk-noton/</guid>
<description><![CDATA[Kontroversi pemutaran film fiksi &#8220;2012&#8243; kian melaju di Indonesia. Hampir semua media men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kontroversi pemutaran film fiksi &#8220;2012&#8243; kian melaju di Indonesia. Hampir semua media men]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ekşisözlük İkiyüzlülerin Elinde mi? Yoksa İkiyüzlülük Site Politikası mı?]]></title>
<link>http://saykomatrixx.wordpress.com/2009/11/18/eksisozluk-ikiyuzlulerin-elinde-mi-yoksa-ikiyuzluluk-site-politikasi-mi/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 12:15:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>saykomatrixx</dc:creator>
<guid>http://saykomatrixx.wordpress.com/2009/11/18/eksisozluk-ikiyuzlulerin-elinde-mi-yoksa-ikiyuzluluk-site-politikasi-mi/</guid>
<description><![CDATA[Çok basit olaylar üzerinden gerçekleştireceğim bu blog girdisini. Friend feedde geçen olay şudur. Er]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Çok basit olaylar üzerinden gerçekleştireceğim bu blog girdisini. Friend feedde geçen olay şudur. Er]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muslim bergaya musyrik]]></title>
<link>http://dakwatussunnah.wordpress.com/2009/11/09/muslim-bergaya-musyrik/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:31:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lutfi Abulhasan</dc:creator>
<guid>http://dakwatussunnah.wordpress.com/2009/11/09/muslim-bergaya-musyrik/</guid>
<description><![CDATA[Muslim Bergaya Musyrik Oleh : Redaktur El-dasa (edisi 4 thn k-I 2009) Komunitas muslim semakin besar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Muslim Bergaya Musyrik</p>
<p>Oleh : Redaktur El-dasa (edisi 4 thn k-I 2009)</p>
<p>Komunitas muslim semakin besar. Jumlah kaum muslimin diseluruh dunia lebih dari 1 milyar. Tapi ada sesuatu yang kita sama-sama berharap, yaitu komunitas yang besar tersebut adalah yang betul-betul komunitas muwahhidin. Mengikhlashkan ibadah hanya kepada Alloh SWT semata.</p>
<p>Rosululloh Muhammad SAW diutus ke muka bumi untuk menebarkan tauhid, mengesakan setiap peribadatan hanya kepada Alloh SWT semata membekali beliau dengan hukum dan aturan. Akhlak yang indah akan terbentuk dalam diri orang yang bertauhid dan mengetahui aturan Alloh. Sosok indah itu tergambar pada kehidupan para sahabat Nabi Saw.</p>
<p>Waktu diutusnya Nabi SAW telah lewat 15 abad yang lalu. Sudah sekian milyar manusia menyatakan masuk Islam. Sekian pasang bibir telah melafalkan dua kalimat persaksian, “Laa ilaha illaloh, Muhammaddur Rosululloh” semakin hari semakin banyak jumlah pemeluk agama Islam. Semua itu suatu fenomena yang  tentunya sangat membanggakan dan menggembirakan.</p>
<p>Dua kalimat syahadah merupakan gerbang untuk memasuki kehidupan muslim. Seseorang yang ingin masuk Islam salah satu syaratnya adalah mengucapkanya dengan penuh kerelaan. Dengan begitu ia akan sama dan sederajat dihadapan muslim yang lain. Tanpa membedakan warna kulit, status sosial, bangsa / suku dan kekayaan; harta, kehormatan dan jiwanya akan terlindungi. Haram merusaknya tanpa alasan yang dibenarkan syariat.<!--more--></p>
<p>Kalimat yang dalam pandangan kita merupakan sesuatu yang sederhana itu ternyata mempunyai sejarah yang begitu heroik dan panjang. Karenanya, Arab jahiliyah menabuh genderang perang terhadap Nabi Muhammad Saw dan kaum muslimin. Kaum yang sudah kronis terjangkiti penyakit syirik itu menolak mentah-mentah dakwah tauhid. Mereka menawarkan kepada Nabi Muhammad Saw dengan kekuasaan, harta dan wanita demi menghentikan dakwah suci tersebut. Mereka merasa sangat terganggu dengan ajaran tauhid, yang mengajarkan bahwa segala bentuk peribadatan hanya boleh dilakukan karena dan kepada Alloh. Dengan segala daya upaya mereka menindas, mengintimidasi, mengusir dan menyakiti kaum muslimin.</p>
<p>Kasus semacam ini hampir tidak ditemui di negara kita. Sebagian besar nenek moyang kita dengan mudah mengucapkan dua kalimah syahadah tersebut. Dalam perjalanan kehidupan selanjutnya, negara kita ini dipenuhi oleh kaum muslimin.</p>
<p>Ada sesuatu hal menarik untuk direnungkan. Kalimat yang tidak mau didengarkan apalagi mengucapkannya, di Negara kita malah disambut dengan hangat. Ada apa ini? Apakah karena orang Arab tahu makna kalimat pendek itu, sedang orang kita belum memahaminya?</p>
<p>Bangsa kita adalah bangsa non Arab dan banyak yang tidak memahami bahasa Arab, maka mereka menganggapnya sebagai kalimat yang sederhana / mudah diucapkan. Pendek seperti tulisan dan ucapannya tanpa mengandung konsekwensi apapun. Sehingga karena tenggelam dalam janji bebas siksa neraka, maka dengan suka rela mengucapkannya.</p>
<p>Oleh karena itu, walaupun mengucapkan berkali-kali, tetapi masih tidak mau meninggalkan keyakinan dan perilaku kesyirikannya. Yang dahulunya dukun, setelah mengucap kalimat syahadat masih pula menjadi dukun. Yang suka cari wangsit di kuburan pun tetap tidak mau meninggalkannya. Begitu juga yang suka minta tolong dan berdoa kepada arwah para leluhur, tetap saja dilakukan. Tanpa merasa perbuatannya tersebut telah menyelisihi kalimat yang ia ucapkan.</p>
<p>Berbeda dengan orang Arab yang memahami betul kalimat syahadat. Kalimat pertama membuat mereka terasa seperti disambar petir. Mereka tidak mau meninggalkan sesembahan-sesembahan untuk kemudian tegas-tegas melakukan peribadatan kepada Alloh semata. Padahal itu adalah tututan utamanya. Kalimat itu menegaskan harus meniadakan segenap sesembahan, kemudian memberikan hak sesembahan itu hanya kepada Alloh. Dari itu kalau ada yang menyembah selain Alloh, maka itu sesembahan yang batil.</p>
<p>Maunya orang Arab jahiliyah adalah “Kami percaya kepada eksitensi Alloh.” Mereka percaya bahwa yang menciptakan segala sesuatu adalah Dia. Juga tidak mengingkari bahwa Allohlah yang menanggung rejeki segenap makhluk. Hanya mereka sangat keberatan untuk meninggalkan tuhan-tuhan mereka yang kadang enak dimakan itu. Mereka ingin menjadikan patung-patung itu sebagai perantara yang akan mendekatkan kepada Alloh. Alloh berfirman, artinya:</p>
<p>“ingatlah, hanya kepunyaan Allohlah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Alloh (berkata): “kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat-dekatnya.” (Az-Zumar: 3)</p>
<p>Patung itu merupakan penggambaran dari sosok orang-orang sholeh yang pernah hidup. Mereka anggap itu sebagai visualisasi para wali. Orang yang masa hidupnya dikenal sangat taat beribadah dan gemar berbuat baik. Dengan begitu musyrikin Quraisy ingin mendapatkan syafa’at dari mereka. “Dan mereka menyembah selain Alloh sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemudhorotan kepada mereka dan tidak pula kemanfa’atan, dan mereka berkata: “mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Alloh.” (Yunus:18)</p>
<p>Jadi mereka tidak rela kalau Alloh ditunggalkan. Mereka ingin ada sesuatu selain Alloh yang berperan dalam kehidupannya. Karena kalimat syahadah menolak faham ini,maka orang Arab jahiliyah pun menolak mengucapkan dua kalimat syahadah tersebut.</p>
<p>Akibat lemahnya pemahaman atau mungkin malah salah paham tentang kalimat syahadat, maka kehidupan bangsa kita sangat memprihatinkan. Banyak perilaku syirik yang menghiasi kehidupan sehari-hari. Bukan hanya orang awam saja, bahkan para pejabat dan orang-orang yang berpendidikan tinggi.</p>
<p>Bagaimana kaum kita kalau dibanding orang Arab Jahiliyah? Kalau berbeda tentu berbeda. Salah satunya adalah mereka menolak kalimat tauhid, sedangkan kaum kita mengucapkannya dengan ringan. Kalau kita perhatikan perilaku sebagian kaum kita dengan kaum Arab Jahiliyah dulu ada kemiripannya. Kita percaya bahwa Alloh SWT adalah Sang Pencipta dan Pemberi Rezeki, merekapun mengakui ini. Syirik yang ada pada waktu itu, ada juga di zaman kini. Kalau dulu orang musyrik berdo’a kepada patung sebagai penggambaran kepada para wali yang telah meninggal. Dengan begitu mereka berharap akan lebih dekat kepada Alloh SWT. Sebagian kaum kita sekarang berdo’a kepada kuburan dari tokoh yang dianggap wali. Juga berharap dengan begitu akan terdekatkan kepada Alloh. Ini yang lebih parah lagi, bisa jadi kesyirikan sebagian kaum kita lebih parah dibanding kesyirikan orang Arab zaman dahulu. Orang musyrikin Quraisy dalam kondisi terjepit dan susah bisa berdo’a secara ikhlas hanya kepada Alloh, walaupun setelah kembali lapang, muncul lagi perilaku syiriknya.</p>
<p>Alloh berfirman:</p>
<p>“Maka apabila naik kapal mereka mendo’a kepada Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; Maka tatkala Alloh menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Alloh).” (Al-Ankabut: 65)</p>
<p>Ternyata perilaku kesyirikan sebagian kaum kita tidak mengenal susah atau gembira. Tahu anaknya sakit, langsung dibawa ke dukun, kemudian memberi sesaji di perempatan jalan. Ketika banyak bencana malah menghanyutkan kepala kerbau sebagai persembahan kepada penguasa laut. Itu susahnya kalau pas gembira? Sepertinya sama saja. Sebelum panen padi tak lupa menyediakan sesaji buat dewi sri.</p>
<p>Nah kita sebagai generasi Islam jangan sampai terjebak dalam perilaku syirik tersebut. Maka kita mesti memahami dua kalimat syahadat dengan baik. Bukan sekedar mengucapkannya, tapi juga memahami makna dan rukun-rukunnya. Dengan  begitu kita berharap akan menjadi muslim yang hakiki serta terhindar dari perbuatan syirik.</p>
<p>Makna Laa ilaaha illalloh adalah tidak ada sesembahan yang haq melainkan Alloh. Syahadah ini mengharuskan seseorang mengakui dengan lisan dan hatinya  bahwa tidak ada sembahan yang haq melainkan Alloh, karena makna ilaah adalah ma’luh yang berarti sesembahan. Kalimat syahadat ini mengandung dua unsur: menafikan (meniadakan) dan menisbatkan (menetapkan). Menafikan berarti meniadakan semua sesembahan selain Alloh.</p>
<p>Alloh berfirman:</p>
<p>”Karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Alloh, di waktu adzab Tuhanmu telah datang.” (Hud:101).</p>
<p>Dan menisbatkan berarti menetapkan sesembahan hanya kepada Alloh saja.</p>
<p>Aloh berfirman:</p>
<p>“Sembahlah Alloh, sekali-kali tiada sembahan bagimu selain Dia.” (Al-A’raf: 59),</p>
<p>“(Kuasa Alloh) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Alloh, Dialah (Tuhan) yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Alloh, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Alloh, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al-Hajj:62)</p>
<p>Selain itu ada dalam firman Alloh surat An-Najm:19-23, surat Yusuf:40.</p>
<p>Syarat laa ilaaha illalloh ada 7:</p>
<p>1.	Mengilmui tentang kalimat tauhid. Berlepas diri dari pelaku kesyirikan dan kemusyrikan.</p>
<p>2.	Yakin, tidak ragu dengan kalimat laa ilaaha illalloh.</p>
<p>3.	Ikhlas, memurnikan agama hanya untuk/ kepada Alloh SWT.</p>
<p>4.	Memiliki kejujuran karena menghalangi kemunafikan.</p>
<p>5.	Kita harus mencintai kalimat tauhid dan bergembira dengan dijauhkan dari kesyirikan.</p>
<p>6.	kita harus patuh dalam menunaikan laa ilaaha illalloh. Yaitu mengerjakan amal-amal wajib dengan memurnikan hanya untuk Alloh.</p>
<p>7.	kita harus menerima atau patuh dengan menaati perintah-perintah Alloh dan menjauhi larangan Alloh SWT dan kufur dengan thogut.</p>
<p>HIKMAH SALAF</p>
<p>Timah panas di telinga</p>
<p>Rosululloh Saw bersabda:</p>
<p>“Barangsiapa yang mendengar perkataan suatu kaum yang tidak menginginkan pembicaraannya didengar oleh orang lain, maka telinganya diberi timah yang meleleh pada hari kiamat.” (riwayat Al Bukhori, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu majah,dan Ahmad)</p>
<p>Kesusahan Mukmin dan pertolongan Alloh</p>
<p>Rosululloh Saw bersabda:</p>
<p>“Barangsiapa yang menghilangkan salah satu kesusahan dunia dari seorang mukmin maka Alloh akan menghilangkan salah satu kesusahannya dihari kiamat. Barangsiapa yang memberi kemudahan kepada seorang yang kesulitan maka Alloh akan memberi kemudahan padanya didunia dan diakhirat, dan barangsiapa yang menutup aurot seorang muslim maka Alloh akan menutup aurotnya didunia dan diakhirat. Alloh menolong hamba-Nya selagi hamba-Nya tersebut mau menolong saudaranya.” (riwayat Muslim)</p>
<p>Hormat pada yang Tua</p>
<p>Rosululloh Saw bersabda:</p>
<p>”Bukan termasuk golongan kami,orang yang tidak hormat kepada orang yang tua dan tidak menyayangi orang yang lebih muda.” (Riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzi)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bir Perşembe daha]]></title>
<link>http://bencilblog.wordpress.com/2009/11/05/bir-persembe-daha/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 12:25:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>bencilblog</dc:creator>
<guid>http://bencilblog.wordpress.com/2009/11/05/bir-persembe-daha/</guid>
<description><![CDATA[Şu an ne yazacağıma karar vermeden yazmaya başladım. Kendiliğinden ortaya ne çıkarsa artık. Doğaçlam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Şu an ne yazacağıma karar vermeden yazmaya başladım. Kendiliğinden ortaya ne çıkarsa artık. Doğaçlama diyelim. Bu memlekette çoğu şey kendiliğinden plansız, programsız gelişmiyor mu zaten ?</p>
<p>Geçen haftaki Ercan Saatçi ve Metin Özülkü&#8217;nin küfürlü konuşmaları oldukça konuşuldu.  Kendim diye demiyorum, ben sadece kendi başımayken küfür ederim. Toplum içinde asla etmem. Tabii, Allah belasını versin, eşoğlueşek, hayvan gibi saf kelimeleri küfür saymazsak. Çocukken bol küfür ederdik ama, artık uslandık. Böyle okumuş etmiş, aşk sözcüklerinden para kazanmış böyle kocaman adamların karşılıklı küfür edip rahatlamaları enteresan. Tribündeki toplu tecavüz küfürleri varken aslında bunları da normal karşılamak mı lazım. Aslında toplu küfür edenleri tecavüze teşebbüsten yargılamak gerekir. Eğer insanım küfür edip şiddetten uzaklaşacaksa, ben küfretmenin serbest olduğu bir küfür merkezi açacağım. Herkes birbirine yağdırsın. Hatta Küfür ve Kültür merkezini aynı anda yapabiliriz.  İnsanlarımız ikisine birden ilgi duyabiliyor.</p>
<p>Geçen haftanın kahramanlarından biri de ihbarcı subay.  Kendisini ele vermeden bu kadar bilgiye nasıl ulaşabiliyor acaba ? İlerde bunun filmi çekilse iyi olur. Kendini ne zaman ihbar edecek kimbilir.</p>
<p>Geçen haftayı yarım pansiyon hasta olarak geçirdiğim için biraz da sağlık&#8217;dan bahsedelim. Domuz gribi korkusu aldı yürüdü.  Ama aramızda pervarsızca olayı önemseyenler de  az değil. Mesele hastalığın teşhisinde bence. Sıradan gripler gibi başladığı için insanlar ben ne oldum acaba diye şüpheleniyorlar, bu belirsizlik kafaları bulandırıyor. Öte yandan bu seneki griplerin %90&#8242;ı domuz gribi de deniyor. Aslında domuz gribi olduğunda daha belirgin birşey olsaydı panik çıkmazdı. Mesela, burnun aşırı pembeleşmesi, dilin maviye dönmesi gibi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Tövbe tövde diyelim, burada noktayı koyalım</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kufur Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah]]></title>
<link>http://hasmijaksel.wordpress.com/2009/11/05/kufur-menurut-ahlus-sunnah-wal-jamaah/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 04:07:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>hasmijaksel</dc:creator>
<guid>http://hasmijaksel.wordpress.com/2009/11/05/kufur-menurut-ahlus-sunnah-wal-jamaah/</guid>
<description><![CDATA[Seperti halnya iman, dalam manhaj ahlus sunnah kufur pun terbagi atas dua aspek, yaitu aspek bāthin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seperti halnya iman, dalam manhaj ahlus sunnah kufur pun terbagi atas dua aspek, yaitu aspek <em>bāthin</em> dan aspek <em>zhāhir</em>. Dan apabila dua bagian dari aspek <em>bāthin</em><a href="#_ftn1">[1]</a> kita gabungkan, maka kesatuan tersebut dapat kita namakan sisi <em>i’tiqādiy</em> (aqidah atau keyakinan).</p>
<p>Dengan demikian, kufur terbagi atas tiga macam, yaitu:</p>
<ol>
<li>Kufur <em>I’tiqādiy</em> (keyakinan).</li>
<li>Kufur <em>Qawliy</em> (lisan).</li>
<li>Kufur <em>‘Amaliy</em> (anggota badan).</li>
</ol>
<p><strong><em>Catatan</em></strong>: semua lafazh kufur tersebut adalah <em>kufur akbar</em>.</p>
<p>Apabila salah satu perbuatan kufur tersebut terjadi, maka kafirlah pelakunya, terlepas apakah telah terjadi kekafiran pada dua bagian lain-nya ataukah tidak.</p>
<p>Sebagai contoh: apabila terjadi <em>kufur i’tiqādiy </em>pada seseorang, seperti membenci Allah <em>–Sub<span style="text-decoration:underline;">h</span>ānahu wa Ta’ālā–</em> dan Rasul-Nya <em>–Shallallahu ‘alayhi</em><em> wa Sallama–</em>, maka kafirlah orang tersebut walaupun dia mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengerjakan perintah-perintah syar’i.</p>
<p>Apabila tidak terjadi kekufuran dalam <em>i’tiqādiy</em>-nya, kemudian tanpa <em>ikrāh</em> (paksaan) seseorang yang telah bersyahadat berkata bahwa Isa adalah anak Allah<em>–</em><em>Sub<span style="text-decoration:underline;">h</span>ānahu wa Ta’ālā</em><em>–</em>, walaupun dia menyatakan bahwa apa yang diucapkannya tidak diyakini hatinya dan walaupun dia melaksanakan perintah-perintah syar’i, maka orang tersebut telah kafir.</p>
<p>Demikian juga bila seseorang yang telah bersyahadat mengatakan bahwa dia beriman kepada Allah <em>–</em><em>Sub<span style="text-decoration:underline;">h</span>ānahu wa Ta’ālā–</em> dan Rasul-Nya<em>, </em>tetapi dia meninggalkan semua perintah syar’i’, atau mengerjakan perbuatan <em>kufur akbar</em> (tanpa paksaan), maka ia telah keluar dari Islam.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa pembagian kufur menjadi dua bagian, yaitu <em>kufur i’tiqādiy</em> yang mengeluarkan seseorang dari Islam, dan <em>kufur ‘amaliy</em> yang tidak mengeluarkan dari Islam, adalah pembagian yang kurang tepat, kecuali dengan disertai penjelasan bahwa <em>kufur ‘amaliy</em> terbagi dua, yaitu <em>kufur ‘amaliy akbar</em> yang mengeluarkan seseorang dari Islam dan kufur ‘amaliy ashghar yang tidak mengeluarkan dari Islam.</p>
<p>Imam Is<span style="text-decoration:underline;">h</span>āq bin Rāhawayh <em>–Ra<span style="text-decoration:underline;">h</span>imahullah– </em>berkata<a href="#_ftn2">[2]</a>:</p>
<h2 style="text-align:right;">( قَدْ أَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ أَنَّ مَنْ سَبَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ أَوْ سَبَّ رَسُوْلَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَوْ دَفَعَ شَيْئًا أَنْزَلَهُ اللهُ، أَوْ قَتَلَ نَبِيًّا مِنَ أَنْبِيَاءِ اللهِ، وَهُوَ مَعَ ذَلِكَ مُقِرٌّ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ أَنَّهُ كَافِرٌ )</h2>
<blockquote><p>“Kaum muslimin telah <em>ijmā’</em> bahwa orang yang mencaci Allah dan Rasul-Nya, atau menolak sesuatu yang diwahyukan Allah, atau membunuh seorang nabi, maka ia telah kafir, walaupun dia mengakui wahyu yang diturunkan Allah.”</p></blockquote>
<p>Perkataan ini menunjukkan kufurnya orang yang mengerjakan amalan kufur, walaupun hatinya mempercayai. Dan sekaligus mengungkap k-salahan Murji’ah yang beranggapan bahwa kekufuran orang yang mencaci Rasulullah <em>–Shallallahu ‘alayhi </em><em>wa Sallama–</em> hanya apabila ada <em>isti<span style="text-decoration:underline;">h</span>lāl</em> (penghalalan dalam hati).</p>
<p>Imam Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad bin Sa<span style="text-decoration:underline;">h</span>nūn <em>–Ra<span style="text-decoration:underline;">h</span>imahullah– </em>berkata<a href="#_ftn3">[3]</a>:</p>
<h2>( أَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ أَنَّ شَاتِمَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُنْتَقِصَ لَهُ كَافِرٌ، وَالْوَعِيْدُ جَارٌ عَلَيْهِ بِعَذَابِ اللهُ، وَحُكْمُهُ عِنْدَ اْلأُمَّةِ الْقَتْلُ، وَمَنْ شَكَّ فِي كُفْرِهِ وَعَذَابِهِ كُفْرٌ )</h2>
<blockquote><p>“Para ulama telah <em>ijmā’</em> bahwa orang yang mencaci Rasulullah dan menjelek-jelekkannya adalah kafir. Ancaman siksa Allah pun berlaku atasnya dan hukumannya dalam pandangan ummat adalah dibunuh. Barangsiapa yang ragu tentang kekafiran orang tersebut dan siksaan atasnya, maka orang itupun kafir.”</p></blockquote>
<p>Syaykhul Islam Ibnu Taimiyyah <em>–Ra<span style="text-decoration:underline;">h</span>imahullah– </em>berkata<a href="#_ftn4">[4]</a>:</p>
<h2>( إِنَّ سَبَّ اللهِ أَوْ سَبَّ رَسُوْلِهِ كُفْرٌ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا، سَوَاءً كَانَ السَّابُّ يَعْتَقِدُ أَنَّ ذَلِكَ مُحَرَّمٌ، أَوْ كَانَ مُسْتَحِلاًّ لَهُ، أَوْ كَانَ ذَاهِلاً عَنِ اعْتِقَادِهِ، هَذَا مَذْهَبُ الْفُقَهَاءِ وَسَائِرِ أَهْلِ السُّنَّةِ الْقَائِلِيْنَ بِأَنَّ اْلإِيْمَانَ قَوْلٌ وَعَمَلٌ )</h2>
<blockquote><p>“Mencaci Allah dan Rasul-Nya merupakan kekufuran, zhahir maupun bathin. Baik sang pencaci menganggap hal tersebut haram, atau dia menghalalkannya, atau lupa terhadap aqidahnya. Ini adalah madzhab semua ahli fiqh dan semua Ahlus Sunnah yang menetapkan bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan.”</p></blockquote>
<p>Oleh karena itu, mencaci maki terhadap Allah dan Rasul-Nya adalah suatu kekufuran, baik pencacinya menghalalkan atau tidak. Adapun orang-orang yang menyatakan kekufurannya adalah karena penghalalannya, bukan karena perbuatan cacian atau perkataannya tersebut, maka mereka telah melandasi pahamnya berdasarkan manhaj Murji’ah, yang menganggap kekufuran hanyalah kufur hati. Demikian pula halnya dengan amal perbuatan <em>mukaffirah</em> lainnya. Adapun Ahlus Sunnah, tidaklah demikian.</p>
<p>Simaklah perkataan Syaykhul Islam Ibnu Taymiyyah <em>–Ra<span style="text-decoration:underline;">h</span>imahullah– </em>berikut<a href="#_ftn5">[5]</a>:</p>
<blockquote><p>“Wajib diketahui bahwa pendapat yang menyatakan bahwa kekafiran pencaci disebabkan oleh penghalalannya atas cacian tersebut adalah suatu kemungkaran dan kesalahan yang besar. Sesungguhnya orang yang tersesat dalam kesalahan seperti ini telah terpengaruh oleh perkataan golongan mutakalimin generasi terakhir yaitu Jahmiyyah betina (maksudnya Asy’ariyyah) yang telah mengikuti madzhab Jahmiyyah generasi pertama, yang berpendapat bahwa iman adalah hanyalah kepercayaan di hati, walaupun tidak disertai dengan perkataan lisan serta perbuatan hati dan perbuatan anggota badan.”</p></blockquote>
<p>Dari perkataan-perkataan para ulama tersebut di atas, kita dapati:</p>
<ol>
<li>Kekufuran tidak hanya terjadi di hati saja.</li>
<li>Kekufuran dapat terjadi pada perkataan dan perbuatan.</li>
<li>Kekufuran tidak perlu harus ada penghalalan atas suatu perbuatan <em>mukaffirah</em>.</li>
<li>Yang menyelisihi hal tersebut adalah murji’ah.</li>
</ol>
<p>Untuk menambah jelasnya keterangan di atas, renungkanlah ayat-ayat berikut:</p>
<blockquote><p><em>“Dan jika kamu tanyakan</em><em> kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?”. Tidak usah kalian minta maaf, karena kalian telah kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kalian (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” </em><strong>[QS. at-Tawbah ( 9): 66]</strong></p></blockquote>
<p>Syaykhul Islam Ibnu Taymiyyah <em>–Ra<span style="text-decoration:underline;">h</span>imahullah– </em>berkata<a href="#_ftn6">[6]</a>:</p>
<blockquote><p>“Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa mereka telah kufur setelah beriman, walaupun mereka menyatakan bahwa kekufuran tersebut tidak diyakini oleh hati mereka, yaitu hanya bersenda-gurau dan bermain-main. Tetapi Allah menjelaskan bahwa perbuatan mempero-lok-olok mereka adalah kufur.”</p></blockquote>
<blockquote><p><em>“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” </em><strong>[QS. al-Baqarah (2): 34]<em> </em></strong></p></blockquote>
<p>Ayat di atas menjelaskan kekufuran iblis, walaupun di hatinya masih memiliki kepercayaan terhadap keesaan Allah <em>–Sub<span style="text-decoration:underline;">h</span>ānahu wa Ta’ālā–</em>, rububiyyah dan juga uluhiyyah-Nya. Tetapi karena Iblis tidak mau tunduk untuk melaksanakan perintah sujud dikarenakan kesombongan dan keengganannya, maka iapun menjadi kafir.</p>
<blockquote><p><em>“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah itu adalah al-Masih putera Maryam. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya. Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia mencip-takan apa yang dikendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” </em><strong>[QS. al-An’ām (5): 17]</strong></p></blockquote>
<p dir="rtl"><em> </em></p>
<blockquote><p><em>“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putera Maryam, padahal al-Masih (sendiri) berkata: Hai Bani Israil, beribadahlah kepada Allah Rabbku dan Rabb kalian. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya syurga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” </em><strong>[QS. al-An’ām (5): 72-73]</strong></p></blockquote>
<p>Maka, siapa saja yang berkata seperti itu adalah kafir, walaupun hanya bercanda dan dia hatinya masih mempercayai bahwa Allah <em>–Sub<span style="text-decoration:underline;">h</span>ānahu wa Ta’ālā–</em>adalah Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya.</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Yaitu bagian <em>qawl</em> (perkataan) hati dan ‘<em>amal</em> (perbuatan) hati.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Imam Ibnu ‘Abd al-Barr, <strong><em>at-Tamhīd</em></strong> (Maghrib: cet ke-1), 4/226. Lihat pula: Syaykhul Islam Ibnu Taymiyyah, <strong><em>ash-Shārim al-Maslūl</em></strong> (Beirut: ‘Ālam al-Kutub), hal. 5 &#38; 451.</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> al-Qādhī ‘Iyādh, <strong><em>asy-Syifā’</em></strong> (Beirut: Dār al-Kitāb al-‘Arabiy), 2/933.</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> <strong><em>ash-Shārim al-Maslūl</em></strong>, hal. 451</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> <strong><em>ash-Shārim al-Maslūl</em></strong>, 324.</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> <strong><em>Majmū’ al-Fatāwā</em></strong>, 7/220 &#38; 283.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Misteri Batu Krobu Jelmaan Ratu Diyakini Bisa Kabulkan Hajat]]></title>
<link>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/03/misteri-batu-krobu-jelmaan-ratu-diyakini-bisa-kabulkan-hajat/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 02:09:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
<guid>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/03/misteri-batu-krobu-jelmaan-ratu-diyakini-bisa-kabulkan-hajat/</guid>
<description><![CDATA[Misteri Batu Krobu Jelmaan Ratu Diyakini Bisa Kabulkan Hajat.. Misteri Batu Krobu Jelmaan Ratu Diyak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Misteri Batu Krobu Jelmaan Ratu Diyakini Bisa Kabulkan Hajat.. Misteri Batu Krobu Jelmaan Ratu Diyak]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[İşte Gerçek Sanatçı , İşte Gerçek Gazeteci]]></title>
<link>http://camcerceve.wordpress.com/2009/10/31/iste-gercek-sanatci-iste-gercek-gazeteci/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 18:10:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>serbestatis</dc:creator>
<guid>http://camcerceve.wordpress.com/2009/10/31/iste-gercek-sanatci-iste-gercek-gazeteci/</guid>
<description><![CDATA[Yandaş medya günümüzde aşılması gereken büyük problemlerden birisi&#8230;İki farklı gazetede aynı ha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Yandaş medya günümüzde aşılması gereken büyük problemlerden birisi&#8230;İki farklı gazetede aynı haberi okuyan iki kişi ne yazık ki aynı sonucu çıkaramıyor bu memlekette&#8230;Gel gelelim ki bir de torpille basamakları birer birer çıkanlar zibil gibi bu ülkede..Sözüm şu ki ; tamam sporla hiç alakası olmamış insanların yorum yapmasına çok alıştık&#8230;Hayatında 90 dakika futbol oynamamış birisinin son derece heyecanlı ve içten yorumlarını kabullendik..Ama bilmem kimin damadı , bilmem kimin yeğeni hadi seni gazeteye alalım , hadi seni spor servisine alalım denilirse sonucu aşağıdaki gibi olur :</p>
<p><a href="http://alkislarlayasiyorum.com/icerik/20101/ercan-saatci-ve-metin-ozulkuden-mac-yorumu-kufur-icerir">&#8230;izlemek için tıklayın&#8230;</a></p>
<p>İnsanları temsil ettiğine inandığımız ve toplum olarak dikkate aldığımız bu tür insanların ağızından böyle şeyler duymak bir vatandaş olarak beni çok üzüyor..Şimdi kaçımız o sohbeti yapanlara sanatçı, gazeteci deriz&#8230;.Bilemem&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iman Bercabang Dan Kufur Pun Bercabang Pula]]></title>
<link>http://hasmijaksel.wordpress.com/2009/10/26/iman-bercabang-dan-kufur-pun-bercabang-pula/</link>
<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 07:33:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>hasmijaksel</dc:creator>
<guid>http://hasmijaksel.wordpress.com/2009/10/26/iman-bercabang-dan-kufur-pun-bercabang-pula/</guid>
<description><![CDATA[Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– bersabda: اَلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ و]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rasulullah <em>–Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– </em>bersabda:</p>
<h2 style="text-align:right;">اَلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ.</h2>
<blockquote><p>“<em>Iman memiliki lebih dari 70 atau 60 cabang. Cabangnya yang paling utama adalah ucapan Lā Ilāha Illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan halangan dari jalan. Sedangkan malu bagian dari iman.</em>” <strong>(HR. al-Bukhāriy No. 9 dan Muslim No. 57)</strong></p></blockquote>
<p>Ketika menjelaskan hadits di atas, Imam al-Khaththābiy <em>–Ra<span style="text-decoration:underline;">h</span>imahullah– </em>berkata<a href="#_ftn1"><sup><sup>[1]</sup></sup></a>:</p>
<blockquote><p>“Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa iman syar’i adalah suatu istilah yang memiliki cabang-cabang dan bagian-bagiannya, ada yang lebih rendah dan ada pula yang lebih tinggi. Suatu istilah harus memiliki keterikatan hubungan dengan sebagiannya, sebagaimana dengan keseluruhannya. Maka, hakekat sesuatu mengharuskan adanya semua cabang dan bagian-bagiannya tersebut. Seperti shalat, maka ia pun memiliki cabang-cabang dan bagian-bagiannya. Karena istilah (shalat) memang harus memiliki keterikatan hubungan dengan sebagiannya, sebagaimana dengan keseluruhannya. Maka, hakekat (shalat) mengharuskan adanya semua cabang dan bagian-bagiannya tersebut.”</p></blockquote>
<p>Imam Ibnu al-Qayyim <em>–Ra<span style="text-decoration:underline;">h</span>imahullah– </em>berkata<a href="#_ftn2"><sup><sup>[2]</sup></sup></a>:</p>
<blockquote><p>“Iman adalah suatu pokok yang memiliki banyak cabang. Setiap cabang dinamakan iman. Shalat misalnya, ia adalah iman, demikian pula zakat dan puasa. Perbuatan-perbuatan batin, seperti malu dan tawakkal pun dinamakan iman. Di antara cabang-cabang iman tersebut, ada bagian yang apabila hilang (tidak ada), maka hilanglah iman secara keseluruhan, seperti dua kalimat syahadat. Ada juga cabang yang apabila hilang, maka kehilangannya tidak mengakibatkan hilangnya iman secara keseluruhan, seperti <em>“keengganan”</em> untuk menyingkirkan gangguan dari tengah jalan. Di antara dua cabang tersebut (syahadat dan menyingkirkan gangguan), masih ada juga cabang-cabang lainnya yang berbeda-beda derajatnya. Sebagiannya ada yang lebih dekat ke cabang tertinggi, namun sebagian lainnya justru lebih dekat ke cabang terendah. Demikian pula halnya dengan kekufuran, maka kekufuranpun memilki pokok dan cabang-cabang. Seperti halnya cabang iman yang dinamakan sebagai iman, maka cabang kufur pun juga dinamakan dengan kekufuran. Malu adalah salah satu cabang iman, maka tidak tahu malu adalah cabang kekufuran. Jujur adalah cabang iman, maka dusta adalah cabang kekufuran&#8230;. Maka seluruh perbuatan maksiat termasuk cabang-cabang kekufuran, seperti halnya seluruh bentuk ketaatan adalah termasuk cabang iman.”</p></blockquote>
<p>Sumber:</p>
<p>Lajnah Ilmiah Hasmi. “<em>Iman Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah</em>”. www.hasmi.org</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Imam al-Khaththābiy, <strong><em>Ma`ālim as-Sunan <span style="text-decoration:underline;">H</span>āsyiyah Sunan Abī Dāwud</em></strong> (Himsh, 1388 H), 5/56.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> <strong><em>a</em></strong><strong><em>sh-Shal</em></strong><strong><em>ā</em></strong><strong><em>h wa Hukm T</em></strong><strong><em>ā</em></strong><strong><em>rikih</em></strong><strong><em>ā</em></strong>, hal. 53. Lihat pula: <strong><em>Syar<span style="text-decoration:underline;">h</span> ath-Tha<span style="text-decoration:underline;">h</span>āwiyyah</em></strong>, hal. 382.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meliputi]]></title>
<link>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/10/26/meliputi/</link>
<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 00:50:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>hajirikhusyuk</dc:creator>
<guid>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/10/26/meliputi/</guid>
<description><![CDATA[Allah Yang Maha Meliputi. Allah tiada  suatu  pun yang menyerupainya (QS Asy Syuraa 42:11), dan DIA ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#0000ff;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-632" title="hutanku" src="http://hajirikhusyuk.wordpress.com/files/2009/10/3452811563_54167cfb4d1.jpg" alt="hutanku" width="500" height="334" />Allah Yang Maha Meliputi.</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Allah tiada  suatu  pun yang menyerupainya (QS Asy Syuraa 42:11), dan DIA  tidak terjangkaukan oleh akal  fikiran, indrawi manusia tidak dapat memberikan persepsi tentangnya, hanya iman yang benar yang dapat mengenalnya, melalui Qalbu yang dipancari Cahaya Ilahi.</strong></span></p>
<p><strong>Bagaimanapun Dia juga maha meliputi, tiada suatu apa  pun yang tidak diliputiNya.</strong></p>
<p><strong>Sebagaimana Firman Allah <span style="color:#0000ff;">QS AL HAMIM 41:54</span>:  <em>Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. <span style="color:#0000ff;">Ingatlah sesungguhnya Dia (Allah) Maha Meliputi segala sesuatu.</span></em></strong></p>
<address><span style="color:#0000ff;"><strong>Yang Maha Meliputi itu adalah:</strong></span></address>
<address><strong>DzatNya,</strong></address>
<address><strong>SifatNya,</strong></address>
<address><strong>AfaalNya,</strong></address>
<address><strong>KekuasaanNya,</strong></address>
<address><strong>KekuatanNya,</strong></address>
<address><strong>KehebatanNya dan</strong></address>
<address><strong>Sifat-Sifat Allah Yang Lain.</strong></address>
<p><strong>Allah itu sangat dekat dengan kita, bahkan berada dalam diri kita,  seperti Firman Allah <span style="color:#0000ff;">QS Az Zaariyaat 51:21: </span><span style="color:#0000ff;"><em>Di dalam diri kamu apakah tidak kamu perhatikan.</em></span></strong></p>
<p><strong>Semua kekuasaan dan kehebatan Allah itu ada bersamaNya di dalam diri kita. Hanya saja kita tidak tahu atau tidak mahu ambil tahu.</strong></p>
<p><strong>Allah itu sangat dekat, sehinggakan kedekatannya menjadi hijab kepada yang belum makrifatullah.</strong></p>
<address><span style="color:#0000ff;"><strong>Yaaaa,….</strong></span></address>
<address><strong>Allah sangat dekat,…</strong></address>
<address><strong>INI,.., DI SINI,.. SEKARANG JUGA,…</strong></address>
<address><strong>INI….. DIA Sang Maha Meliputi,… jelas sekali,…</strong></address>
<address><strong>Tetapi,.. AWAS!!!..(Jangan tersalah, syirik dan kufur akibatnya)</strong></address>
<address><strong>Hati-hati…</strong></address>
<address><strong>yang kamu lihat dengan mata kasar itu, bukan Dia, itu hanyalah hijab,</strong></address>
<address><strong>Segala yang kamu lihat itu adalah hijab, alam ciptaanNya,</strong></address>
<address><strong>alam bukan Tuhan,,,</strong></address>
<address><strong>Alam akan musnah, hancur ,.. lebur…</strong></address>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Yaaaaa,…..</strong></span></p>
<address><span style="color:#0000ff;"><strong>Allah itu amat jelas sekali,.. ITU  bergerak,… Awas !!!, …</strong></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><strong>OOooo,…tapi bukan itu,…</strong></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><strong>Habis yang mana?</strong></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><strong>ITU….</strong></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><strong>Itu bukankah hijabnya?</strong></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><strong>Tidak itu,.. tapi  yang  ITU,…</strong></span></address>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>FANA::::::::::::::::</strong></span></p>
<address><strong>Sebagaimana Firman Allah <span style="color:#0000ff;">QS Qashash 28:88</span>:</strong></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><strong>Segala sesuatu akan binasa kecuali Wajah (Dzat) Allah.</strong></span></address>
<p><strong> </strong><strong>Cuba fikirkan,</strong></p>
<p><strong>MasyaAllah.</strong></p>
<p><strong></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Setan itu bernama pacaran]]></title>
<link>http://denfatur.wordpress.com/2009/10/25/setan-itu-bernama-pacaran/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 04:44:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>denfatur</dc:creator>
<guid>http://denfatur.wordpress.com/2009/10/25/setan-itu-bernama-pacaran/</guid>
<description><![CDATA[Ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seni Sövüyorum Futbol]]></title>
<link>http://komodin.wordpress.com/2009/10/19/seni-sovuyorum-futbol/</link>
<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 21:38:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>G.K.</dc:creator>
<guid>http://komodin.wordpress.com/2009/10/19/seni-sovuyorum-futbol/</guid>
<description><![CDATA[Bir Türk çocuğunun ağzına küfür alıştırmaya başladığı zamanlar -tıpkı sünnet gibi- şaşırtıcı biçimde]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bir Türk çocuğunun ağzına küfür alıştırmaya başladığı zamanlar -tıpkı sünnet gibi- şaşırtıcı biçimde]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Definisi Kufur dan Jenisnya]]></title>
<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2009/10/13/definisi-kufur-dan-jenisnya/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 04:11:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>l5155st™</dc:creator>
<guid>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2009/10/13/definisi-kufur-dan-jenisnya/</guid>
<description><![CDATA[Kufur Difinisi Dan Jenisnya Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan [A]. Definisi Kufur]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kufur Difinisi Dan Jenisnya</p>
<p align="justify">Oleh<br />
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah  Al-Fauzan</p>
<p>[A]. Definisi Kufur<br />
kufur secara bahasa  berarti menutupi. Sedangkan menurut syara’ kufur adalah tidak beriman kepada  Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak  mendustakannya.</p>
<p>[B]. Jenis Kufur<br />
Kufur ada dua jenis : Kufur Besar dan  Kufur Kecil</p>
<p>Kufur Besar<br />
Kufur besar bisa mengeluarkan seseorang dari  agama Islam. Kufur besar ada lima macam</p>
<p>[1]. Kufur Karena  Mendustakan<br />
Dalilnya adalah firman Allah.</p>
<p>‘Artinya : Dan siapakah yang  lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau  mendustakan kebenaran tatkala yang hak itu datang kepadanya ? Bukankah dalam  Neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ?” [Al-Ankabut :  68]</p>
<p>[2]. Kufur Karena Enggan dan Sombong, Padahal  Membenarkan.<br />
Dalilnya firman Allah.</p>
<p>“Artinya : Dan (ingatlah) ketika  Kami berfirman kepada para Malaikat, ‘Tunduklah kamu kepada Adam’. Lalu mereka  tunduk kecuali iblis, ia enggan dan congkak dan adalah ia termasuk orang-orang  kafir” [Al-Baqarah : 34]<!--more--></p>
<p>[3]. Kufur Karena Ragu<br />
Dalilnya adalah firman  Allah.</p>
<p>“Artinya : Dan ia memasuki kebunnya, sedang ia aniaya terhadap  dirinya sendiri ; ia berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa  selama-lamanya, dan aku tidak mengira Hari Kiamat itu akan datang, dan jika  sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, niscaya akan kudapati tempat kembali  yang baik” Temannya (yang mukmin) berkata kepadanya, ‘Apakah engkau kafir kepada  (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani,  kemudian Dia menjadikan kamu seorang laki-laki ? Tapi aku (percaya bahwa) Dialah  Allah Rabbku dan aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun” [Al-Kahfi :  35-38]</p>
<p>[4]. Kufur Karena Berpaling<br />
Dalilnya adalah firman  Allah.</p>
<p>“Artinya : Dan orang-orang itu berpaling dari peringatan yang  disampaikan kepada mereka” [Al-Ahqaf : 3]</p>
<p>[5]. Kufur Karena  Nifaq<br />
Dalilnya adalah firman Allah</p>
<p>“Artinya : Yang demikian itu adalah  karena mereka beriman (secara) lahirnya lalu kafir (secara batinnya), kemudian  hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti” [Al-Munafiqun  : 3]</p>
<p>Kufur Kecil<br />
Kufur kecil yaitu kufur yang tidak menjadikan  pelakunya keluar dari agama Islam, dan ia adalah kufur amali. Kufur amali ialah  dosa-dosa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dosa-dosa  kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar. Seperti kufur nikmat,  sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya.</p>
<p>“Artinya : Mereka mengetahui  nikmat Allah, kemudian mereka mengingkari dan kebanyakan mereka adalah  orang-orang kafir” [An-Nahl : 83]</p>
<p>Termasuk juga membunuh orang muslim,  sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa  sallam.</p>
<p>“Artinya : Mencaci orang muslim adalah suatu kefasikan dan  membunuhnya adalah suatu kekufuran” [Hadits Riwayat Bukhari dan  Muslim]</p>
<p>Dan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>“Artinya :  Janganlah kalian sepeninggalku kembali lagi menjadi orang-orang kafir, sebagian  kalian memenggel leher sebagian yang lain” [Hadits Riwayat Bukhari dan  Muslim]</p>
<p>Termasuk juga bersumpah dengan nama selain Allah. Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Artinya : Barangsiapa bersumpah  dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik” [At-Tirmidzi  dan dihasankannya, serta dishahihkan oleh Al-Hakim]</p>
<p>Yang demikian itu  karena Allah tetap menjadikan para pelaku dosa sebagai orang-orang mukmin. Allah  berfirman.</p>
<p>“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu  qishash berkenan dengan orang-orang yang dibunuh” [Al-Baqarah :  178]</p>
<p>Allah tidak mengeluarkan orang yang membunuh dari golongan  orang-orang beriman, bahkan menjadikannya sebagai saudara bagi wali yang (berhak  melakukan) qishash[1].</p>
<p>Allah berfirman</p>
<p>“Artinya : Maka barangsiapa  mendapat suatu pemaafan dari saudarnya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti  dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma’af) membayar (diat) kepada  yangmemberi maaf dengan cara yang baik (pula)” Al-Baqarah : 178]</p>
<p>Yang  dimaksud dengan saudara dalam ayat di atas –tanpa diargukan lagi- adalah saudara  seagama, berdasarkan firman Allah.</p>
<p>“Artinya : Dan jika ada dua golongan  dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah  satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka  perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali,  kepada perintah Allah, jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah),  maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya  Allah menyukai orang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah  bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada  Allah supaya kamu mendapat rahmat” [Al-Hujurat : 9-10] [2]</p>
<p>Kesimpulan  Perbedaan Antara Kufur Besar Dan Kufur Kecil</p>
<p>[1]. Kufur besar  mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapuskan (pahala) amalnya,  sedangkan kufur kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, juga  tidak menghapuskan (pahala)nya sesuai dengan kadar kekufurannya, dan pelakunya  tetap dihadapkan dengan ancaman.</p>
<p>[2]. Kufur besar menjadikan pelakunya  kekal dalam neraka, sedankan kufur kecil, jika pelakunya masuk neraka maka ia  tidak kekal di dalamnya, dan bisa saja Allah memberikan ampunan kepada  pelakunya, sehingga ia tiada masuk neraka sama sekali.</p>
<p>[3]. Kufur besar  menjadikan halal darah dan harta pelakunya, sedangkan kufur kecil tidak  demikian.</p>
<p>[4]. Kufur besar mengharuskan adanya permusuhan yang  sesungguhnya, antara pelakunya dengan orang-orang mukmin. Orang-orang mukmin  tidak boleh mencintai dan setia kepadanya, betapun ia adalah keluarga terdekat.  Adapun kufur kecil, maka ia tidak melarang secara mutlak adanya kesetiaan,  tetapi pelakunya dicintai dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar keimananny,  dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kemaksiatannya.</p>
<p>Hal yang sama  juga dikatakan dalam perbedaan antara pelaku syirik besar dan syirik  kecil</p>
<p>[Disalin dari kitab At-Tauhid Lis Shaffitss Tsalis Al-Ali,  Edisi Indonesia Kitab Tuhid 3, Penulis Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah  Al-Fauzan, Penerjemah Ainul Harits Arifin Lc, Penerbit Darul  Haq]<br />
__________<br />
Foote Note<br />
[1]. Qishash ialah mengambil pembalasan yang  sama. Qishash itu tidak dilakukan bila yang membunuh mendapat pemaafan dari  ahlis waris yang terbunuh yaitu dengan membayar diat (ganti rugi) yang wajar.  Pembayaran diat diminta dengan baik, umpanya dengan tidak mendesak yang  membunuh, dan yang membunuh hendaknya membayar dengan baik, umpanya dengan tidak  menangguh-nagguhkannya. Bila ahli waris si korban sesudah Allah menjelaskan  hukum-hukum ini membunuh yang bukan si pembunuh atau membunuh si pembunuh  setelah menerima diat maka terhadapnya di dunia di ambil qishah dan di akhirat  dia mendapat siksa yang pedih,-pent<br />
[2]. Lihat Syarhhuts Thahawiyah hal.361,  cet. Al-Maktab Al-Islami.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1795/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/1795/slash/0</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SUS BE ADAM!!!BU IRKÇI ADAMI SORUŞTURACAK SAVCI YOKMU??]]></title>
<link>http://cetinyilmaz.wordpress.com/2009/10/11/mhp-genel-baskan-yardimcisi-mehmet-ekiciden-haddini-asan-sozler/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 23:57:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>cetinyilmaz</dc:creator>
<guid>http://cetinyilmaz.wordpress.com/2009/10/11/mhp-genel-baskan-yardimcisi-mehmet-ekiciden-haddini-asan-sozler/</guid>
<description><![CDATA[SAHİ MARAŞ KATLİAMINI HATIRLIYORMUSUNUZ Trabzon il kongresinde yaptığı konuşmada pervasızlığın boyut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[SAHİ MARAŞ KATLİAMINI HATIRLIYORMUSUNUZ Trabzon il kongresinde yaptığı konuşmada pervasızlığın boyut]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penegakan Khilafah Islamiyah = Gerakan Oportunis?]]></title>
<link>http://sangpelanglang.wordpress.com/2009/09/25/penegakan-khilafah-islamiyah-gerakan-oportunis/</link>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 20:32:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sang Pelanglang</dc:creator>
<guid>http://sangpelanglang.wordpress.com/2009/09/25/penegakan-khilafah-islamiyah-gerakan-oportunis/</guid>
<description><![CDATA[Iklim di Indonesia telah terbuka. Gerakan-gerakan yang dahulu tiarap, kini dengan tanpa khawatir men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://kartini87.files.wordpress.com/2009/08/khilafah.jpg?w=105&#038;h=140" alt="" width="105" height="140" />Iklim di Indonesia telah terbuka. Gerakan-gerakan yang dahulu tiarap, kini dengan tanpa khawatir menampakkan diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada gerakan-gerakan yang masih mengakui dan bersedia bernaung dalam wadah NKRI, namun ada pula gerakan yang jika ditilik, konsekuensi perjuangan ini akan meniscayakan runtuhnya NKRI.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah ditebak, salah satu model yang terakhir ini mengacu pada gerakan yang mencitakan berdirinya khilafah islamiyah.<br />
<!--more--><br />
Jika kita memakai logika Indonesia sebagai negara berdaulat, setiap yang berdaulat pasti akan berusaha mempertahankan kedaulatannya. Dan siapapun yang berusaha merongrong kedaulatan layak dianggap musuh utama.</p>
<p style="text-align:justify;">Semisal Indonesia sebagai sebuah negara menyusun daftar siapa musuh-musuhnya, gerakan-gerakan semacam ini akan menghuni salah satu daftar teratas.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita semua mafhum, fokus tembak gerakan  khilafah ini meniscayakan demokrasi perlu dihancurkan. Sedang di lain sisi, kita juga paham kalo salah satu yang hendak ditegakkan dalam demokrasi adalah kebebasan berpendapat dan berserikat. Dan disini terletak bagian menariknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Justru di negara dengan kebebasan berserikat (baca: demokrasi) seperti Indonesia, gerakan jenis ini diberi napas hidup. Tak usah jauh-jauh ke negara diktator, di Arab sana saja, organisasi macam ini tidak akan bebas hidup karena jelas mengusung prinsip yang tidak sejalan dengan pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi mereka dapat tumbuh justru di negara dengan sistem yang mereka tentang. Berkembang biak justru di sistem yang mereka anggap kufur absolut. Setelah dapat kesempatan hidup, alih-alih memberikan kredit, eh malah hendak menghancurkannya. Dan dalam persilatan politik sikap semacam ini sudah jelas labelnya: oportunis.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang bisa kita harapkan dari para oportunis?</p>
<p style="text-align:justify;">Satu perihal besar mesti dipastikan pula. Andaikata khilafah itu berdiri, apakah mereka masih akan membiarkan tumbuhnya perbedaan, termasuk gerakan yang menentang khilafah, sebagaimana mereka sebagai gerakan penentang demokrasi dibiarkan tumbuh di negara demokrasi? Terus terang saya ragu.</p>
<p style="text-align:justify;">Silahkan periksa mendalam tabiat gerakan-gerakan ini. Jika masih ada intoleransi, eksklusif, menganggap sebagai golongan terbaik dengan dalih menegakkan aturan Tuhan, menganggap sistem lain buruk absolut, berarti keraguan saya mendapatkan konfirmasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Artikel lain</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li style="text-align:left;"><a href="http://sangpelanglang.wordpress.com/2009/09/24/sholat-mencegah-perbuatan-keji-dan-munkar-terbuktikah-pernyataan-ini/" target="_self">Sholat Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar, Terbuktikah Pernyataan Ini?</a></li>
<li style="text-align:left;"><a href="http://sangpelanglang.wordpress.com/2009/09/22/membaca-kitab-suci-yang-seperti-membaca-pusi/" target="_self">Membaca Kitab Suci yang Seperti Membaca Puisi</a></li>
<li style="text-align:left;"><a href="http://sangpelanglang.wordpress.com/2009/10/03/kata-mui-gempa-sumbar-akibat-banyaknya-maksiat-anda-percaya-tidak-dengan-saya/" target="_self">Kata MUI, Gempa Sumbar Akibat Banyaknya Maksiat, Anda Percaya? Tidak dengan Saya</a></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;"></ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semua karena cinta.]]></title>
<link>http://bundadontworry.wordpress.com/2009/09/17/semua-karena-cinta/</link>
<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 05:43:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>bundadontworry</dc:creator>
<guid>http://bundadontworry.wordpress.com/2009/09/17/semua-karena-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Ini bukanlah pembahasan tentang lagu yg dinyanyikan oleh Joy Tobing &#8211; pemenang Indonesian Idol]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ini bukanlah pembahasan tentang lagu yg dinyanyikan oleh Joy Tobing &#8211; pemenang Indonesian Idol]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kufur]]></title>
<link>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/09/11/kufur/</link>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 01:25:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>hajirikhusyuk</dc:creator>
<guid>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/09/11/kufur/</guid>
<description><![CDATA[Kufur adalah menutup Keesaan Allah dengan tabir yang banyak..kejamakan, segala apa yang kelihatan di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-269" title="msai" src="http://hajirikhusyuk.wordpress.com/files/2009/09/msai.jpg" alt="msai" width="500" height="323" /><span style="color:#0000ff;"><strong>Kufur adalah menutup Keesaan Allah dengan tabir yang banyak..kejamakan, segala apa yang kelihatan di dunia ini adalah sebagai tabir yang menghalang  penglihatan kepada Allah.</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Syirik pula adalah menganggap Wujud Allah yang satu sebagai dua, atau lebih daripada dua, syirik sentiasa beralaku sama ada di dalam ibadah atau di luar ibadah, kecuali bagi mereka  yang telah kasyaf, iaitu yang telah melihat Wajah Allah.</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#888888;"><strong><span style="color:#000000;">Menurut Syariat, kufur dan syirik adalah kotoran dan dosa yang perlu dibersihkan atau dibuang terlebih dahulu supaya amal ibadah yang dilakukan mendapat pahala daripada Allah.</span></strong></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#888888;"><strong><span style="color:#000000;">Menurut Tarikat kufur dan syirik adalah cinta kepada dunia, kerana cinta dunia telah membuatkan mereka terhijab daripada Allah.</span></strong></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#888888;"><strong><span style="color:#000000;">Manakala menurut Hakikat pula kufur dan syirik adalah mengadakan gyair (selain Allah), dan tidak melihat Keesaan Allah di sebalik yang banyak, iaitu di sebalik apa yang kelihatan di alam maya ini.</span></strong></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#888888;"><strong><span style="color:#000000;">Walaupun Allah telah menperingatkan manusia di dalam Al-Quran bahawa Tuhan itu adalah Satu,.. Esa. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan firman Allah ini, mereka tetap mensyirikkan Allah dalam setiap apa yang mereka lakukan. Dan Allah juga telah mengingatkan bahawa kebanyakan manusia tidak beriman kepada Allah tanpa menyekutukannya atau mensyirikkannya.</span></strong></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="color:#000000;">Firman Allah Albaqarah:ayat 163: Sesungguhnya Tuhanmu adalah Tuhan yang satu.</span></strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="color:#000000;">Firman AllahSurah Yusuf ayat 106: Dan kebanyakan mereka tidak beriman dengan Allah tanpa menyengutukan yang lain dengan NYa.</span></strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Syirik bukan senang dilihat Ia menyerap dalam semua orang, umpama semut hitam yang berjalan di atas batu yang hitam pula, kecuali bagi mereka yang sudah makrifah. Syirik dan kufur ini hanya dapat dihapuskan apabila seseorang itu mengEsakan Allah dalam setiap yang dilakukannya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>MasyaAllah.</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tergamak kamu?]]></title>
<link>http://sebaliktabir.wordpress.com/2009/09/04/tergamak-kamu/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 08:05:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>sebaliktabir</dc:creator>
<guid>http://sebaliktabir.wordpress.com/2009/09/04/tergamak-kamu/</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana kamu tergamak kufur (mengingkari) Allah padahal kamu dahulunya mati (belum lahir), kemudia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bagaimana kamu tergamak kufur (mengingkari) Allah padahal kamu dahulunya mati (belum lahir), kemudia]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[South Park]]></title>
<link>http://jokeryaziyor.wordpress.com/2009/08/18/south-park/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 15:43:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ahmet Türkan</dc:creator>
<guid>http://jokeryaziyor.wordpress.com/2009/08/18/south-park/</guid>
<description><![CDATA[South parkı izleyen var mı bilmiyorum ama erkek olup hala animasyon izlemeyi sevenlere tercih edeceğ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-36" title="139751781P" src="http://jokeryaziyor.wordpress.com/files/2009/08/139751781p1.jpg" alt="139751781P" width="500" height="468" /></p>
<p>South parkı izleyen var mı bilmiyorum ama erkek olup hala animasyon izlemeyi sevenlere tercih edeceğim dizilerden biri south parktır. South Park                hiçbir toplumsal tabuyu kaale almayan, herşeyle dalga geçen ve her                konuda uygunsuz espriler yapabilen bi anlayışa sahiptir. İkilinin                de söylediği gibi South Park espri anlayışında reaksiyon önemlidir.                Herzaman öncelikli olan komik olmak değil, izleyeni şaşırtmaktır.                Sonuçta ilk başlarda dizinin daha fazla devam edemeyeceği ve kimi                sorunlarla kaldırılacağı düşüncesi hakimken, daha sonraları South                Park bi komedi fenomenine dönüşmüştür. SP 2000 yılında MTV: Film                Ödülleri törenine çıkmış, 3 kez Emmy ödüllerine aday olmuştur.</p>
<p>Türkiye&#8217;de                South Park kültürü Kanal-E(CNBC-e)&#8217;de dizinin yayınlanmasına                başlamasıyla oluştu. Ancak kanalın sadece Marmara Bölgesi&#8217;ne ve                Kablo-TV ve (daha sonraları) Digiturk içerisinde tüm ülkeye kısıtlı                bi şekilde yayın yapması nedeniyle izleyici kitlesi daralmıştır.                Gene de South Park, RTÜK saçma nedenlerle yayından kaldırana dek                birçok genci etkilemeyi başarmıştır. Bu yasak nedeniyle de bölümleri                yarıda kalan SP Türkiye&#8217;de ancak 4.Sezon&#8217;un sonuna kadar yayınlanabilmiştir.                Ne hoştur ki; 23 Ağustos tarihi ile South Park&#8217;ın tekrar Türkiye&#8217;de                yayına başlayacağını öğrenmiş bulunmaktayız. Artık her Cuma-Cumartesi                gecesi 24:00&#8242;da CNBC-e kanalında South Park dizisini seyredebilirsiniz.                Umarım bu tekrar yayına konulmada bizim protestolarımızın bi katkısı                vardır.</p>
<p>Size Matt                ve Trey ile yapılmış bi ropörtajdan alıntılar vericeğim. İlginizi                çekeceğini umuyorum, çünkü adamlar cidden komik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> (sadece SP ve                yapımı ile direkt alakalıları bunlar):</p>
<p><span style="font-family:Tahoma,Lucida Sans;font-size:x-small;"> </span></p>
<p align="left">Soru: Sizi                South Park&#8217;ı yapmaya yönlendiren neydi?</p>
<p>Trey: Bu                zor bi soru. Sıkılmış olmak ve Colorado&#8217;da yaşamak belkide<br />
Matt: Bu                bizim için bi evrim gibi bişeydi. İkimizde değişik sesler yapıyorduk<br />
Trey: Bende                çizimler yapıyordum ve ikisini biraraya getirdik. Bunların niye                South Park&#8217;ta geçmesi gerektiğini hatırlamıyorum.<br />
Matt: SP&#8217;nin ilk günlerine kadar çok fazla içiyorduk bu nedenle fazla                bişey hatırlamıyoruz.</p>
<p align="left">Soru: Matt ve Trey, ikiniz South Park&#8217;ta bi bölümde kendiniz olarak                boy göstermeyi hiç düşündünüz mü?</p>
<p align="left">Trey: Bunu daha önce aramızda konuşmuştuk, ama düşünmüyoruz. Bu birazcık                garip olurdu bence.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KUMPULAN VIDEO TANYA JAWAB TENTANG JIN DAN PERDUKUNAN (Ust. Zainal Abidin, Lc.) [1]]]></title>
<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/08/14/kumpulan-video-tanya-jawab-tentang-jin-dan-perdukunan-ust-zainal-abidin-lc-1/</link>
<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 00:18:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
<guid>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/08/14/kumpulan-video-tanya-jawab-tentang-jin-dan-perdukunan-ust-zainal-abidin-lc-1/</guid>
<description><![CDATA[Pemateri: Ustadz Zainal Abidin, Lc. moderator: Ustadz Hadid Saiful Islam Lokasi kajian: Masjid Al Fa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Pemateri: Ustadz Zainal Abidin, Lc.<br />
moderator: Ustadz Hadid Saiful Islam<br />
Lokasi kajian: Masjid Al Falah, Sragen</strong></p>
<p><strong>TANYA: BENARKAH ADA RUMAH SAKIT JIN?</strong></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/3GCr4ojCSZg&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/3GCr4ojCSZg&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span><br />
<!--more--><br />
<strong>TANYA: KESURUPAN JIN NENEK MOYANG</strong></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/_AGZHaMRdoo&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/_AGZHaMRdoo&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p><strong>TANYA: TAKUT DENGAN TUKANG SIHIR APAKAH TERMAUK SYIRIK?</strong></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/ueFNdFft-_A&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/ueFNdFft-_A&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p><strong>TANYA: HUKUM SHALAT BERMAKMUM DENGAN DUKUN</strong></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/HNe73Ob5io0&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/HNe73Ob5io0&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p><strong>TANYA: HAKIKAT SAI BABA</strong></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/cBx98rnF0nc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/cBx98rnF0nc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p><strong>TANYA: BOLEHKAH MENDATANGI DUKUN UNTUK MEMBONGKAR KEDOKNYA?</strong></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/kflrGe_Z_9Y&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/kflrGe_Z_9Y&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Sumber: Tasjilat Raudhatul &#8216;Ilmi, Lembaga Bimbingan Islam Ilmiah, Sragen</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[DKMB] e-bOOk kumpulan aRtikel khutbah jum'at lengkap]]></title>
<link>http://orido.wordpress.com/2009/08/12/dkmb-kumpulan-artikel-khutbah-jumat-lengkap/</link>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 03:39:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
<guid>http://orido.wordpress.com/2009/08/12/dkmb-kumpulan-artikel-khutbah-jumat-lengkap/</guid>
<description><![CDATA[Alhamdulillah.. seperti janji saya di postingan sebelumnya, akhiRnya sudah selesai pembuatan e-bOOk ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class='snap_preview'>
<p align="center"><img src="http://orido.files.wordpress.com/2009/06/bismillah.jpg?w=150&#038;h=49#38;h=49#38;h=49#38;h=49" border="0" width="150" height="49" alt="bismillahhiRRahmaniRRahim" /></p>
<p>Alhamdulillah..<br />
seperti janji saya di postingan <a href="http://orido.wordpress.com/2008/11/18/doa-bacaan-dan-rukun-khatib-jumat/">sebelumnya</a>,<br />
akhiRnya sudah selesai pembuatan e-bOOk kumpulan aRtikel khutbah jum&#8217;at (dalam bentuk chm).</p>
<p>didalam e-bOOk ini teRdapat 96 aRtikel plus aRtikel <a href="http://orido.wordpress.com/2008/11/18/doa-bacaan-dan-rukun-khatib-jumat/">[DOA] bacaan dan Rukun khatib jumat</a>.<br />
(teRmasuk tulisan dOa dalam bahasa aRab)</p>
<p align="center"><a href="http://www.ziddu.com/download/6007048/KumpulanArtikelKhutbahJumat.rar.html" target="_blank" title="[DKMB] kumpulan aRtikel khutbah jum'at lengkap"><img src="http://orido.wordpress.com/files/2009/08/artikelkhutbahjumat.jpg" height='344' width='500' alt="http://orido.wordpress.com/files/2009/08/artikelkhutbahjumat.jpg"/></a></p>
<p>BeRbagai tOpik di bahas dalam e-bOOk ini, seputaR <em>puasa, Ramadhan, Zakat, shalat, SejaRah Sahabat, khalifah, Adab, iman, ilmu, amaR ma&#8217;Ruf nahi munkaR, wanita, jihad, haji, hidup, sabaR, haRi akhiR, keluaRga, kafiR, jahiliyyah, cinta, benci, nikmat, muslim sejati, mendidik anak, idul fitRi, idul adha, hati, mati, umat, halal, haRam, muhasabah, muRaqabah, Obat kesedihan, peRang badaR, pOligami, syahadat, Rizki, shalawat, syiRik, kufuR, pemeRintahan, negaRa, bid&#8217;ah, taRbiyah, geneRasi Rabbani, amanah, nabi palsu, ibadah</em>, dan lainnya..<br />
<!--more--><br />
Semua aRtikel teRsebut saya kumpulkan daRi situs <a href="http://www.alsofwah.or.id">alsOfwah.OR.id</a> dan saya kumpulkan menjadi satu file sehingga dapat mempeRmudah sahabat semua baik untuk mateRi sebagai khatib maupun sebagai bacaan untuk kita semua.</p>
<p>insyaAllah bisa menjadi bahan infORmasi dan ilmu untuk sahabat muslim (baik muslimin maupun muslimah) kaRena tOpik yang di bahas sangat beRvaRiasi, selain itu dalam e-bOOk ini juga dilengkapi dengan fituR &#8220;<strong>seaRch</strong>&#8221; agaR mempeRmudah pencaRian infORmasi teRkait yang dibutuhkan dalam e-bOOk ini.</p>
<p>semOga beRmanfaat&#8230;<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>untuk mendOwnlOad kumpulan aRtikel khutbah jum&#8217;at lengkap ini, silahkan klik di bawah ini:</p>
<p align="center"><a href="http://www.ziddu.com/download/6007048/KumpulanArtikelKhutbahJumat.rar.html" target="_blank" title="Download File [DKMB] kumpulan aRtikel khutbah jum'at lengkap &#124; 1.4MB"><img src="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" alt="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" /></a></p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Küfürden uzak tut]]></title>
<link>http://kimsebilmez.wordpress.com/2009/08/01/kufurden-uzak-tut/</link>
<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 12:50:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mehdi Kimsebilmez</dc:creator>
<guid>http://kimsebilmez.wordpress.com/2009/08/01/kufurden-uzak-tut/</guid>
<description><![CDATA[Yüce Rabbim, Sen diline ve gönlüne küfür girmiş kullarını kötü düşüncelerden arındır. Onlara, bana g]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Yüce Rabbim, Sen diline ve gönlüne küfür girmiş kullarını kötü düşüncelerden arındır. Onlara, bana g]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Türk telekoma küfür etmeyen erkek]]></title>
<link>http://okisht.wordpress.com/2009/07/27/turk-telekoma-kufur-etmeyen-erkek/</link>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 15:07:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>okisht</dc:creator>
<guid>http://okisht.wordpress.com/2009/07/27/turk-telekoma-kufur-etmeyen-erkek/</guid>
<description><![CDATA[Erkek değildir.  Çok klişe olarak herkesin yaptığı gibi bende ediyorum türk telekoma küfür, etrafımd]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Erkek değildir.  Çok klişe olarak herkesin yaptığı gibi bende ediyorum türk telekoma küfür, etrafımd]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
