<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kurikulum &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kurikulum/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kurikulum"</description>
	<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 17:58:31 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia Dideklarasikan ]]></title>
<link>http://samanui.wordpress.com/2009/12/05/asosiasi-ilmu-hubungan-internasional-indonesia-dideklarasikan/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 03:44:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aulia</dc:creator>
<guid>http://samanui.wordpress.com/2009/12/05/asosiasi-ilmu-hubungan-internasional-indonesia-dideklarasikan/</guid>
<description><![CDATA[Ilustrasi : Google Selama ini kurikulum jurusan hubungan internasional dinilai belum seragam. Untuk ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ilustrasi : Google Selama ini kurikulum jurusan hubungan internasional dinilai belum seragam. Untuk ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Analisa UPSR Daerah Besut 2009]]></title>
<link>http://skkgb.wordpress.com/2009/12/05/analisa-upsr-daerah-besut-2009/</link>
<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 23:47:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>mosasita59</dc:creator>
<guid>http://skkgb.wordpress.com/2009/12/05/analisa-upsr-daerah-besut-2009/</guid>
<description><![CDATA[Analisis UPSR 2009 Daerah Besut sumber: PPD Besut.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href='http://skkgb.wordpress.com/files/2009/12/analisis-upsr-2009-daerah-besut.pdf'>Analisis UPSR 2009 Daerah Besut</a><br />
sumber: PPD Besut.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Contoh Bahan Penyerta]]></title>
<link>http://fatamorghana.wordpress.com/2009/12/01/contoh-bahan-penyerta/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 00:08:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hartoto</dc:creator>
<guid>http://fatamorghana.wordpress.com/2009/12/01/contoh-bahan-penyerta/</guid>
<description><![CDATA[Anda mungkin masih masing mendengar istilah bahan penyerta. Bahan penyerta merupakan suplemen pandua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Anda mungkin masih masing mendengar istilah bahan penyerta. Bahan penyerta merupakan suplemen pandua]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Info UAN]]></title>
<link>http://smpnuris.wordpress.com/2009/11/30/info-uan/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 10:03:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>smpnuris</dc:creator>
<guid>http://smpnuris.wordpress.com/2009/11/30/info-uan/</guid>
<description><![CDATA[Sesuai dengan informasi yang ada di koran RAdar Jember tgl 30, UAN untuk SMP akan dilaksanakan tangg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sesuai dengan informasi yang ada di koran RAdar Jember tgl 30, UAN untuk SMP akan dilaksanakan tangg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KULIAH PERTANIAN ORGANIK JADI TREN ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/kuliah-pertanian-organik-jadi-tren/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:07:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/kuliah-pertanian-organik-jadi-tren/</guid>
<description><![CDATA[Perkuliahan pertanian organik kian diminati di perguruan tinggi luar negeri. Sejumlah perkuliahan ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/10kuliah-pertanian-organik-jadi-tren-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3389" title="10kuliah pertanian organik jadi tren 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/10kuliah-pertanian-organik-jadi-tren-01.jpg?w=150" alt="" width="150" height="143" /></a>Perkuliahan pertanian organik kian diminati di perguruan tinggi luar negeri. Sejumlah perkuliahan yang mengusung nama sistem pangan berkelanjutan, agrikultur organik, dan agroekologi menjamur di sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat.</p>
<p>Washington State University, misalnya, menciptakan mayor baru di bidang sistem agrikultur organik. Program itu memberikan kesempatan kepada mahasiswa mendapatkan pengalaman magang di pertanian yang kemudian menjadi salah satu daya tarik.</p>
<p>Salah seorang pendiri program tersebut di Washingtin State University, Reganold, mengungkapkan, ia kerap mendapat masukan dari para pengusaha yang menyatakan betapa pertanian organik semakin populer, tetapi masih sulit mencari staf yang memiliki pengetahuan tentang hal itu.</p>
<p>Sejumlah perusahaan makanan yang mengusung merek dagang organik juga menyatakan keluhan mereka. Umumnya, mereka mencari manajer pertanian organik dan staf penjualan, tetapi tenaga yang dibutuhkan itu sangat sulit didapatkan.</p>
<p>Damian Parr, seorang kandidat doktor di bidang pertanian organik dari Universitas California, pekan lalu mengatakan, semakin diminatinya program pangan bedengan menurunya berkelanjutan (sustainable food system) terkait erat dengan pertumbuhan pangsa pasar makanan organik. Pasar organik di Amerika Serikat bertumbuh sekitar 20 persen dalam setahun, walaupun dengan angka tersebut, makanan organik baru menguasai 2,8 persen dari total pasar.</p>
<p>Selain pertumbuhan pasar bahan makanan organik, program-program tersebut lahir seiring dengan naiknya minat para mahasiswa dengan hal-hal yang serva “hijau atau peduli lingkungan”, perubahan industri makanan, dan berkurangnya para peserta program agrikultur tradisional.</p>
<p>“Beberapa perubahan terjadi sangat cepat. Salah satunya menurunnya peminat program-program agronomi tradisional, “ ujar Michelle Schroeder-Moreno, asisten profesor dan koordinator Program Agroekologi di North Carolina State University. Program yang dikelolanya itu ditawarkan sebagai minor di universitas tersebut.</p>
<p><!--more--><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/10kuliah-pertanian-organik-jadi-tren-02.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3391" title="10kuliah pertanian organik jadi tren 02" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/10kuliah-pertanian-organik-jadi-tren-02.jpg?w=125" alt="" width="125" height="150" /></a>Menariknya, para peminat kuliah pertanian organik ialah orang-orang modern yang ingin melirik kembali ke agrikultur melalui agrikultur berkelanjutan dan agroekologi. Umumnya, mereka juga orang-orang yang tidak dibesarkan dengan latar belakang kultur pertanian.</p>
<p><strong>Sejak 1988</strong></p>
<p>University of Maine di Amerika Serikat sudah sejak tahun 1988 membuka program sarjana di bidang Agrikultur Berkelanjutan seiring dengan menurunya peminat Agrikultur Tradisional.</p>
<p>Marienne Sarrantonio, Koordinator Program Agrikultur Berkelanjutan di universitas itu, mengatakan, program tersebut berorientasi kepada ilmu pengetahuan agrikultural yang bersifat teknis dengan kurikulum inti antara lain adalah ilmu tumbuhan, ilmu tanah, sistem panen, ekologi hama, entomologi, dan manajemen.</p>
<p>Di University of Missouri Columbia, mayor agrikultur berkelanjutan mempunyai dua trek, yakni Produksi Pertanian, Peternakan dan Komunitas serta Sistem Pangan yang lebih berorientasi studi sosial.</p>
<p>Adapun di Montana State University, program sarjana Pangan Berkelanjutan dan Sistem Bioenergi termasuk baru. “Program tersebut memberikan peluang kerja sangat baik karena tidak semata soal produksi pertanian, tetapi juga terkait dengan implikasinya di bidang kesehatan dan ekonomi lokal,” ujar Mary Stein, Koordinator Program Pangan Berkelanjutand an Sistem Bioenergy di Montana State University.</p>
<p><strong>Melihat lapangan</strong></p>
<p>Mentransformasi kurikulum pertanian organik sendiri tidak mudah, bahkan cenderung lambat. Keterlambatan itu antara lain karena universitas harus melihat perkembangan di lapangan dan dampaknya. Mereka harus memerhatikan pemasaran yang nyata, lapangan pekerjaan, dan keseimbangan di dalam program-program tersebut.</p>
<p>“Ini barangkali yang menjadi kritik bahwa perguruan tinggi tradisional terlalu lambat dalam beradaptasi dengan perubahan. Padahal, adaptasi itu sangat membantu dalam berkompetisi di linggkungan yangbaru ini,” ujar Jerry DeWitt, Director of The Leopold Center for Sustainable Agriculture di Iowa.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Kuliah Pertanian Organik Jadi Tren &#124; Kompas, 15.09.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ belajar bikin blog]]></title>
<link>http://krispurwanti.wordpress.com/2009/11/30/belajar-bikin-blog/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 01:54:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>krispurwanti</dc:creator>
<guid>http://krispurwanti.wordpress.com/2009/11/30/belajar-bikin-blog/</guid>
<description><![CDATA[Cari teman untuk belajar antropologi .Antropologi adalah salah satu pelajaran yang dipelajari di kel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Cari teman untuk belajar antropologi .Antropologi adalah salah satu pelajaran yang dipelajari di kelas bahasa</p>
<p><a href="http://krispurwanti.wordpress.com/files/2009/11/foto046.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-11" title="Foto046" src="http://krispurwanti.wordpress.com/files/2009/11/foto046.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahan Penyerta]]></title>
<link>http://fatamorghana.wordpress.com/2009/11/28/bahan-penyerta/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 09:30:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hartoto</dc:creator>
<guid>http://fatamorghana.wordpress.com/2009/11/28/bahan-penyerta/</guid>
<description><![CDATA[Bahan penyerta merupakan suplemen panduan bagi guru dan siswa dalam menggunakan media agar lebih opt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bahan penyerta merupakan suplemen panduan bagi guru dan siswa dalam menggunakan media agar lebih opt]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KUASAI KURIKULUM JANGAN SEPERTI 'MONYET NGAGUGULUNG KALAPA']]></title>
<link>http://cainusantara.wordpress.com/2009/11/27/kuasai-kurikulum-jangan-seperti-monyet-ngagugulung-kalapa/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 06:37:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>cain69</dc:creator>
<guid>http://cainusantara.wordpress.com/2009/11/27/kuasai-kurikulum-jangan-seperti-monyet-ngagugulung-kalapa/</guid>
<description><![CDATA[Tugas guru propesional menjadikan kurikulum sebagai pedoman guru dalam mengajar, ciri guru propesion]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tugas guru propesional menjadikan kurikulum sebagai pedoman guru dalam mengajar, ciri guru propesional syaratnya adalah menguasai kurikulum, mengapa ? karena guru harus menguasai sejumlah materi pelajaran.  Ciri yang tidak profesional selalu bertanya hari ini mengajar apa yah ? kalau guru selalu bertanya hari ini atau besok mengajar apa, artinya guru tidak punya perencanaan pengajaran yang baik. Sebab seorang guru propesional tidak mungkin setiap mau mengajar bertanya besok mengajar apa, seorang guru mestinya tahu bahwa sepanjang anak didik menempuh pendidikan di sekolah harus ada yang diajarkan secara terencana, dan perencanaan pengajarannya itu sudah ada di panduan pengajaran yakni kurikulum. Jadi wajib bagi seorang guru jauh-jauh hari di awal pembelajaran untuk membuat perencanaan pembelajaran secara terprogram dengan mempelajari kurikulum sebagai acuan pengajaran. kalau di analogikan, setiap propesi di muka bumi ini selalu punya pedoman pekerjaan atau pegangan hidup sebagai patokan standar pekerjaan. Misalnya, seorang muslim yang menjalankan agama dengan benar maka dia mesti berpedoman kepada Al-Quran, tentu saja mempelajari Al-Quran itu hukumnya wajib bagi seorang muslim. Begitu juga dalam profesi pekerjaan, seorang dokter yang propesional selalu berpedoman kepada ilmu kedokteran, pasti seorang dokter senantiasa mempelajari buku-buku tentang kedokteran. Sama halnya dengan guru propesional punya kewajiban membaca buku-buku tentang keguruan, oleh karena itu mempelajari dan menguasai kurikulum, hukumnya wajib bagi prefesi guru.  Bagi guru yang tidak senang mempelajari kurikulum dipastikan didalam mengajar akan melantur seperti &#8216;monyet ngagugulung kalapa&#8217; (seperti kera yang tidak bisa mengupas kelapa) karena tidak berpedoman. Contohya ; karena tidak punya perencanaan ketika masuk kelas maka senantiasa kerja guru hanya memberi tugas, ”kerjakan halaman satu sampai 10, ibu tunggu di ruang guru ?” sesampainya diruang guru hanya mengobrol dan makan-makan. Guru seperti ini menurut penulis dapat dikatagorikan sebagai guru tidak profesional, mengajar tanpa berpedoman dan tak tahu tujuan, bahkan mungkin guru koruptor karena sudah mengkorupsi waktu yang seharusnya jam mengajar ada di kelas tetapi malah meninggalkan kelas.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teknologi - Pasar - Pendidikan]]></title>
<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/2009/11/26/teknologi-pasar-pendidikan/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:11:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>rumahbelajaribnuabbas</dc:creator>
<guid>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/2009/11/26/teknologi-pasar-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[Abu Khaulah Zainal Abidin Dahulu kala manusia harus berenang untuk menyeberangi hanya sebuah sungai.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">Abu Khaulah Zainal Abidin</p>
<p style="text-align:justify;"><em> Dahulu kala manusia harus berenang untuk menyeberangi hanya sebuah sungai. Mereka harus -dan hanya bisa- berlari sekencang-kencangnya untuk tiba segera di tempat yang dituju. Bersusah payah melompat setinggi-tingginya hanya untuk meraih buah yang hendak dipetik. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> Kini mereka mampu berlayar bahkan mengarungi samudra. Cukup memacu kendaraannya untuk tiba di tempat dalam sekejap. Terbang bahkan menembus awan dengan pesawat. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> Semua itu karena manusia tak henti berupaya; <strong>mengatasi tantangan</strong>,  <strong>mempermudah cara</strong>, dan <strong>meningkatkan hasil</strong>. Berbagai ilmu mereka kembangkan, berbagai cara mereka lakukan, dan berbagai alat mereka ciptakan. Itulah teknologi.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Teknologi</strong>…</p>
<p style="text-align:justify;">adalah yang juga hewan telah mengenalnya sejak awal, jauh sebelum istilah itu diciptakan. Hewan memanipulasi dirinya di dalam rangka menghadapi tantangan alam yang mengancam kehidupannya. Mereka berupaya mempermudah cara untuk melanjutkan kehidupannya,  bahkan bersiasat untuk meningkatkan hasil buruannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, teknologi bukan monopoli manusia,  apalagi harus identik dengan moderen. Ya, fitrah makhluq hidup -yang punya keinginan; mengatasi tantangan atau rintangan, mempermudah cara, dan  meningkatkan hasil atau kualitas hidup- itulah yang menjadi sebab mengapa teknologi ada,  sesederhana apapun bentuk dan cara kerjanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia berupaya mengatasi tantangan, sehingga  menjadi punya dari sebelumnya tak punya, menjadi bisa dari sebelumnya tak bisa. Setelah itu, manusia berupaya mempermudah berbagai cara, sehingga lebih mudah untuk punya, lebih mudah untuk bisa, serta lebih mudah meraih hasrat dan menyampaikan maksud,. Tidak cukup sampai di situ, kemudian manusia berupaya meningkatkan apa yang telah  dihasilkan atau diperolehnya, sehingga hidupnya menjadi lebih baik;  tidak sekedar punya…, tidak sekedar bisa….<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Dan ketika tahap <em>meningkatkan hasil</em> telah manusia lampaui, ia akan menemukan lagi<em> tantangan</em> baru yang harus <em>diatasi</em>, begitu seterusnya. Juga boleh jadi apa yang bagi seseorang sebagai <em>upaya meningkatkan hasil</em> ternyata bagi yang lain sebagai<em> upaya</em> <em>mengatasi tantangan</em>. Ya, karena dunia senantiasa berubah dan manusia berbeda di dalam kesempatan atau kemampuan. Akan tetapi prioritasnya tetap. Mengatasi tantangan, mempermudah cara, -terakhir-, meningkatkan hasil. Inilah yang logis dan berlaku di dalam segala urusan; makan, pakaian, tempat tinggal, pekerjaan, kesehatan, pendidikan, informasi, transportasi, telekomunikasi, dan….</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><em> </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Pasar…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">adalah tempat bertemunya pembeli dengan penjual. Pasar hidup karena penawaran bertemu dengan permintaan.  Pasar hidup selagi pembeli dan penjual sama-sama untung.</p>
<p style="text-align:justify;">Persaingan adalah nafas pasar, sedangkan tawar-menawar denyut nadinya. Dan produk-produk teknologi -ketika masuk pasar- juga tidak luput darinya; persaingan dan tawar-menawar.  Tentu saja pada asalnya pembeli menginginkan  produk  yang:</p>
<ol>
<li>Paling Tinggi atau Besar Kemampuannya.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Teknologi yang paling tinggi / besar kemampuannya adalah jawaban untuk mengatasi tantangan, mempermudah cara, dan meningkatkan hasil. Setiap orang menginginkannya dan setiap penjualpun menjanjikannya. Di dalam perkara inilah produk teknologi pertama kali saling bersaing. Tetapi yang menikmati persaingan di tingkat ini hanya segelintir orang yang memang sudah mengerti produk dan sudah waktunya untuk menikmati. Selebihnya, hanya yang terbawa arus  menjadi korban peradaban.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Paling Mudah Mengoprasionalkannya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Paling mudah menggunakannya, ringan, atau praktis menjadi alasan berikutnya. Dan para produsen -setelah sama unggul dalam hal kualitas-  berlomba di dalam hal ini. Yang rumit, berat, <em>lemot</em>, dan <em>ribet </em> akan dicampakkan dan tak akan laku di pasaran. Alasan pembeli di dalam perkara ini sangat logis.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Paling Murah Harganya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahwa  lebih banyak  yang  memiliki kendala daya beli dari pada yang tidak itulah asal mula prinsip ini. Kalau bukan karena mantera para pedagang, manusia tak akan mabuk barang-barang mewah dan lupa dengan kemampuan daya belinya. Iklan dan promosi yang menyesatkan telah menyihir mereka sehingga tidak lagi berpikir &#8220;murah&#8221;, bahkan berpikir &#8220;pokoknya mahal&#8221;, karena yang mahal itu pasti bagus!</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi tetap saja yang terbanyak adalah para pecinta barang murah. Terbukti, banyak sekali yang gampang terpancing membeli barang &#8220;asal murah&#8221;, meski mereka belum terlalu -bahkan mungkin tidak- membutuhkannya.  Karena alasan &#8220;murah&#8221; pula lah terkadang pembeli menjadi tidak terlalu rewel terhadap masalah praktis-tidaknya barang.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Paling Aman atau Sedikit Efek Sampingannya</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berpikir tentang efek sampingan bukan monopoli karakter manusia &#8220;<em>posmo</em>&#8220;. Orang jaman <em>baheula</em> pun punya kearifan itu. Teknologi yang mereka ciptakan, mulai dari rumah sampai ke persenjataan,  menunjukkan hal itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja &#8220;moderenisasi&#8221; telah membius manusia menjadi tak lagi peka, Selama lebih dari satu abad manusia moderen sempat dibuat mati rasa oleh slogan &#8221; <em>stronger and faster</em>&#8220;. Sampai akhirnya ketika berbagai dampak mulai tampak, dan manusia berpikir, &#8220;<em>Ada</em><em> yang salah dengan moderenisasi selama ini</em>&#8220;, kesadaran dan kearifan itu pun pulih.</p>
<p style="text-align:justify;">Mulailah &#8220;<em>Back to nature</em>&#8220;. Dari makanan, pakaian, rumah, sampai ke teknologi kedokteran dan pengobatan. Orang mulai memilih minum obat-obat herbal sebelum memutuskan untuk ke dokter, mencoba dibekam dulu sebelum menyerahkan diri ke rumah sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Teknologi Ramah Lingkungan pun menjadi pilihan penting. Daun pisang kembali dilirik untuk mengambil alih fungsi Styrofoam sebagai pembungkus makanan, emisi otomotif mulai dipersoalkan, sampai ke alat tulis dan mainan anak-anak menjadi harus yang non-toxin.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi untuk kebanyakan orang kesadaran ini terlalu mewah dan dianggap mengada-ada, meski samar-samar mereka telah mendengar Borax, Formalin, atau Formaldehyde serta bahayanya.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Paling Bagus atau Indah Penampilannya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Logisnya ini adalah pertimbangan yang terakhir setelah empat prinsip terdahulu. Tetapi kenyataannya malah ini yang sering mendominasi pertimbangan. Wajar saja, karena yang pertama kali dilihat orang adalah penampilan, karena kebanyakan manusia suka bermegah-megah, suka dilihat dan dipuji. Sifat semacam inilah yang dimanfaatkan para produsen dan pedagang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, kira-kira begitulah urutan logis -alasan masyarakat- memilih sebuah produk. Maka jika semua produk bersaing secara sehat, tentu yang laku adalah yang paling canggih, paling praktis, paling murah, paling aman, dan paling indah. Ini artinya kemenangan bagi pembeli.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, pembeli tidak boleh jadi pemenang. Dan iklan, promosi, serta cara pembayaran telah menjadi perkara yang tidak bisa dipisahkan dari pasar, bahkan sangat menentukan, sehingga mampu mengubah-ubah urutan di atas sesuai dengan kemauan penjual.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasar memang -dan selalu- berpihak kepada pembeli, dan pembeli adalah &#8220;raja&#8221; bagi mereka. Hanya sayang, &#8220;raja&#8221; ini sering tak berdaya menghadapi kepandirannya sendiri dan kecerdikan (baca: kelicikan) para &#8220;pelayannya&#8221;, pedagang. Gempuran bertubi-tubi iklan yang memikat dan menyilaukan, bujuk rayu promosi yang menggiurkan -mulai dari diskon, hadiah, sampai ke <em>layanan purna jual</em>-, ditambah lagi dengan kemudahan pembayaran lewat cara-cara angsuran telah membuat &#8220;raja&#8221; tak lagi mampu berpikir logis dan murni berpihak kepada kebutuhannya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih dari itu, para pelayan (baca: pedagang) -yang kelihatannya berseteru dan saling bersaing- ini ternyata punya kepentingan bersama; memaksa &#8220;raja&#8221; melihat dunia sebagaimana mereka melihatnya. Mereka menjadikan iklan bukan lagi semata alat untuk membuat produk jadi terkenal. Lebih dari itu, mereka menjadikannya alat untuk mempengaruhi sistim nilai sang &#8220;raja&#8221; dan mengarahkannya kepada gaya hidup tertentu. Maka jadilah &#8220;raja&#8221; -yang tertawan ini- ibarat pemabuk yang keburu <em>teler</em> sebelum minum. Meski jasadnya masih di tahap &#8220;<em>mengatasi tantangan</em>&#8220;, namun jiwanya sudah jauh melayang ke tahap &#8220;<em>meningkatkan hasil&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, kualitas, <em>brand image, </em>dan alasan gaya hidup telah membuat &#8220;raja&#8221; meremehkan harga dan skala prioritas. &#8220;<em>Murah dan Praktis</em>&#8221; membuat &#8220;raja&#8221; tak mempedulikan faktor keamanan atau efek sampingan, juga  telah menyihirnya membeli produk yang belum tentu ia butuhkan. Dan sebodoh-bodoh &#8220;raja&#8221; adalah yang tertipu oleh kemasan. Ya, di dalam budaya pasar semacam inilah kita dibesarkan dan dibiasakan.</p>
<p><strong> Pendidikan…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">adalah upaya menjadikan yang dididik bisa berprilaku sesuai dengan harapan terbaik dan cita-cita termulia. Karenanya, pendidikan selalu punya harapan dan keyakinan, bahwa setelah melalui proses pendidikan seseorang akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lewat pendidikan manusia berharap bisa mengatasi tantangan, mempermudah, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Untuk itu, berbagai ilmu tentangnya dikembangkan, berbagai cara dilakukan, dan berbagai alat diciptakan. Maka lahirlah teknologi pendidikan (-walaupun lebih tepat kalau saya katakan teknologi pengajaran-).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah kemudian; gedung, kelas, jejeran bangku menghadap papan tulis, termasuk taman bermain dengan ayunan berwarna-warni, juga pakaian seragam. Diadakanlah kemudian sekolah, kursus, seminar, atau pelatihan-pelatihan. Disusunlah kurikulum, dicetaklah buku-buku pegangan, disiapkan alat peraga dan laboraturium, diciptakan berbagai metode pembelajaran, serta dibuat alat pengukur hasil belajarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ketika teknologi pendidikan ini -dalam bentuk perangkat keras dan lunaknya- ditawarkan (baca: dipasarkan) , ia berhadapan dengan harapan-harapan masyarakat -yang sama seperti harapan mereka terhadap produk-produk teknologi lainnya- selama ini: yang paling berkualitas, paling murah, paling mudah, paling aman, dan paling cantik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan lagi-lagi budaya pasar ikut bermain. Bukan pedagang namanya kalau tak punya jurus menaklukkan pembeli. Mulai dari brosur serta pamplet bergambar gedung megah dan suasana belajar yang menyenangkan, bermacam-macam pelayanan, sampai ke janji-janji prestasi dan kemudahan mencari lapangan kerja selepas masa belajar menjadi bagian dari promosi pendidikan. Dan sebagaimana slogan &#8220;<em>Kesehatan itu Mahal</em>&#8221; telah dijadikan pembenaran filosofis mahalnya berobat, &#8220;<em>Pendidikan Itu Mahal</em>&#8221; juga dijadikan pembenaran filosofis ; pendidikan adalah komoditi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, sekarang giliran orang tua murid menjadi &#8220;raja&#8221;.  Dibujuk untuk melompat jauh dari tahap &#8220;<em>mengatasi tantangan</em>&#8221; langsung ke tahap &#8220;<em>meningkatkan hasil</em>&#8220;, padahal belum waktunya. Terhuyung-huyung menapakkan langkahnya di bumi yang baru. Terbius oleh slogan-slogan atau <em>brand image</em> yang membuatnya tak punya pilihan selain menerima gaya hidup yang ditawarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong> Tanggung Jawab Para Pendidik…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">dewasa ini bukan hanya mempersiapkan generasi terpelajar. Para pendidik juga bertanggung jawab membebaskan &#8220;raja&#8221; dari tawanan para pelayannya (pedagang), bukan malah ikut-ikutan menggiring &#8220;raja&#8221; masuk ke dalam budaya pasar. Mereka bertanggung jawab; mengajak &#8220;raja&#8221; kembali menapaki buminya sendiri, memulihkan kesadaran dan rasa percaya dirinya, mengajarinya kembali cara melihat skala prioritas -sebagaimana fitrah telah mengajarinya- agar bisa mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan dan hati nuraninya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya budaya pasar ini telah menelan banyak korban; terfitnahnya ketulusan belajar-mengajar, pengharapan yang berlebihan kepada lembaga pendidikan, dan   -yang terparah-  berapa banyak cita-cita telah ditenggelamkan dan bakat-bakat telah dibunuh olehnya. Maka membebaskan pendidikan dari budaya pasar bukan semata bertujuan menghindari komersialisasi pendidikan.  Lebih penting dari itu, membangun budaya tulus di dalam belajar-mengajar, menghilangkan ketergantungan kepada lembaga pendidikan, serta menyelamatkan bakat dan cita-cita generasi masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, ini adalah juga tanggung jawab para pendidik. Dan tentu saja -kita percaya- masih banyak orang tulus, yang tidak berniat sama sekali menjadikan pendidikan sebagai komoditi. Namun kebanyakan mereka terikat secara sistim, bahkan terbelenggu secara struktural. Apalagi terbukti bahwa tidak ada satupun model lembaga pendidikan dewasa ini yang aman dari sergapan budaya pasar; tidak sekolah, tidak pesantren, tidak juga <em>home schooling</em>, apalagi sekedar lembaga kursus. Karenanya para pendidik juga harus pandai-pandai menjaga jarak dari perangkap pasar. Ya, jika kurang waspada dan tak menjaga jarak, tidak mustahil setiap usaha mulia ini (pendidikan) akan ditangkap oleh para &#8220;<em>Impresario</em>&#8221; untuk kemudian disulap jadi peluang bisnis.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kurikulum Anti Korupsi]]></title>
<link>http://fatamorghana.wordpress.com/2009/11/26/kurikulum-anti-korupsi/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:26:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hartoto</dc:creator>
<guid>http://fatamorghana.wordpress.com/2009/11/26/kurikulum-anti-korupsi/</guid>
<description><![CDATA[Hartoto &#8211; Indonesia saat ini sementara terpuruk dengan maraknya kasus korupsi yang muncul ke p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hartoto &#8211; Indonesia saat ini sementara terpuruk dengan maraknya kasus korupsi yang muncul ke p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kurikulum, Silabus dan RPP TIK]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/26/kurikulum-silabus-dan-rpp-tik-sma-labschool-upi/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:25:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/26/kurikulum-silabus-dan-rpp-tik-sma-labschool-upi/</guid>
<description><![CDATA[Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dikembangkan oleh satuan pendidikan dan komite sekolah. P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dikembangkan oleh satuan pendidikan dan komite sekolah. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum didasarakan pada;</p>
<ol>
<li>Berpusat pada potensi, perkembangan , kebutuahan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan</li>
<li>Kurikulum hendaknya beragam dan terpadu</li>
<li>Kurikulum tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi IPTEK</li>
<li>Relevan dengan kebutuhan dan kehidupan sehari-hari</li>
<li>Menyeluruh dan berkesinambungan</li>
<li>Belajar sepanjang hayat</li>
<li>Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah.</li>
</ol>
<p>Silabus merupakan ringkasan atau ikhtisar pembelajaran yang disusun dengan seperangkat rencana pelaksanaan pembelajaran serta penilaian. Jika anda ingin mendapatkan semua silabus Anda bisa kunjungi <a href="http://silabus.upi.edu/">di sini</a></p>
<p><a href="../files/2009/11/picture1.png"><img title="Picture1" src="../files/2009/11/picture1.png?w=150" alt="" width="150" height="38" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kurikulum Berbasis Kewirausahaan]]></title>
<link>http://fatamorghana.wordpress.com/2009/11/26/kurikulum-berbasis-kewirausahaan/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:24:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hartoto</dc:creator>
<guid>http://fatamorghana.wordpress.com/2009/11/26/kurikulum-berbasis-kewirausahaan/</guid>
<description><![CDATA[Hartoto - Dalam empat tahun terakhir, jumlah pengangguran terdidik di Indonesia meningkat dua kali l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hartoto - Dalam empat tahun terakhir, jumlah pengangguran terdidik di Indonesia meningkat dua kali l]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bengkel Matematik SPM]]></title>
<link>http://smkdatosulaiman.wordpress.com/2009/11/24/bengkel-matematik-spm/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 13:38:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>SMKDS(GMedia)</dc:creator>
<guid>http://smkdatosulaiman.wordpress.com/2009/11/24/bengkel-matematik-spm/</guid>
<description><![CDATA[Cikgu Halim sedang tekun membimbing pelajar Cikgu Juwita, guru Sains yang bijak Matematik turut memb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_312" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/bengkel-mm-010.jpg"><img class="size-medium wp-image-312" title="bengkel mm 010" src="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/bengkel-mm-010.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Cikgu Halim sedang tekun membimbing pelajar</p></div>
<div id="attachment_313" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/bengkel-mm-012.jpg"><img class="size-medium wp-image-313" title="bengkel mm 012" src="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/bengkel-mm-012.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Cikgu Juwita, guru Sains yang bijak Matematik turut membantu menjayakan bengkel Matematik SPM.</p></div>
<div id="attachment_338" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/bengkel-mm-020.jpg"><img class="size-medium wp-image-338" title="bengkel mm 020" src="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/bengkel-mm-020.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pn Rodziah, Pn Norhasi’in (Ketua Panitia) dan Pn Ang, gandingan mantap tenaga pengajar matematik tingkatan 5, 2009. Cik Nurul Huda bakal(kanan) mengganti Pn Ang yang akan berpindah mulai 2010. </p></div>
<div id="attachment_339" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/bengkel-mm-018.jpg"><img class="size-medium wp-image-339" title="bengkel mm 018" src="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/bengkel-mm-018.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Saat-saat akhir Cikgu Ang di SMKDS sebelum bertukar ke SMK St Andrew, Muar.</p></div>
<p>Tiada peperiksaan SPM untuk semua calon SPM,  SMKDS hari ini (Jumaat, 20 November 2009). Dengan itu Panitia Matematik SMKDS mengambil peluang mengadakan bengkel Matematik untuk semua pelajar bagi memperkukuhkan lagi persediaan calon dalam menghadapi Kertas Matematik pada hari Isnin, 23 November minggu depan.</p>
<p>Sambutan adalah di luar jangkaan, 80% pelajar hadir dan nampaknya, mereka begitu bersemangat dan bersungguh-sungguh serta aktif dalam perbincangan menyelesaikan masalah. Terima kasih kepada semua guru Matematik SMKDS kerana begitu komited dan sentiasa memberi kerjasama apabila diperlukan. Bengkel ini dikendalikan oleh Pn Norhasi’in, Pn Ang dan Pn Rodziah yang merupakan tenaga pengajar Tingkatan 5, dibantu dengan rela hati oleh Pn Juwita, Cik Nurul Huda dan En Abd Halim.</p>
<p>Akhir kata,  selain iringan doa dari semua, semoga usaha terakhir ini akan merealisasikan kecemerlangan  menjadi milik SMKDS!</p>
<p><em>Sumber berita: <strong>Siti Rodziah Zain</strong></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ulangan Akhir Semester 1]]></title>
<link>http://joedi67.wordpress.com/2009/11/23/ulangan-akhir-semester-1/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 06:52:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>joedi_f</dc:creator>
<guid>http://joedi67.wordpress.com/2009/11/23/ulangan-akhir-semester-1/</guid>
<description><![CDATA[Ulangan Akhir Semester 1 untuk tahun pelajaran 2009/2010 akan dilaksanakan pada tanggal 7 s.d 11 Des]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ulangan Akhir Semester 1 untuk tahun pelajaran 2009/2010 akan dilaksanakan pada tanggal 7 s.d 11 Desember 2009. Adapun jadwal pelaksanaan UAS 1 Th. 2009/2010 adalah sebagai berikut:<br />
<strong>Senin, 7 Desember 2009</strong><br />
1. Ilmu Pengetahuan Alam<br />
2. Pendidikan Kewarganegaraan<br />
<strong>Selasa, 8 Desember 2009</strong><br />
1. Bahasa Indonesia<br />
2. bahasa Jawa<br />
<strong>Rabu, 9 Desember 2009</strong><br />
1. Matematika<br />
2. Pendidikan Agama<br />
<strong>Kamis, 10 Desember 2009</strong><br />
1. Bahasa Inggris<br />
2. Teknologi Informasi dan Komunikasi<br />
<strong>Jumat, 11 Desember 2009</strong><br />
1. Ilmu Pengetahuan Sosial<br />
2. Pendidikan Teknologi Dasar</p>
<p><strong>Penerimaan Rapor dilaksanakan tanggal 19 Desember 2009</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Struktur Kurikulum SD]]></title>
<link>http://mifathanmubina.wordpress.com/2009/11/22/struktur-kurikulum-sd/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 02:02:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>mifathanmubina</dc:creator>
<guid>http://mifathanmubina.wordpress.com/2009/11/22/struktur-kurikulum-sd/</guid>
<description><![CDATA[A. Kerangka Dasar Kurikulum 1.       Kelompok Mata Pelajaran Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 200]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Kerangka Dasar Kurikulum</strong></li>
</ol>
<p><strong>1.       Kelompok Mata Pelajaran</strong></p>
<p>Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional  Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:</p>
<ol>
<li>kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;</li>
</ol>
<p>b.   kelompok mata pelajaran kewarganegaraan   dan kepribadian;</p>
<ol>
<li>kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;</li>
<li>kelompok mata pelajaran estetika;</li>
<li>kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.</li>
</ol>
<p>Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan pada Tabel 1.</p>
<p>Tabel 1.   Cakupan Kelompok Mata Pelajaran</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<thead>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>No</p>
</td>
<td width="121" valign="top">
<p>Kelompok Mata Pelajaran</p>
</td>
<td width="377" valign="top">
<p>Cakupan</p>
</td>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td width="42" valign="top">1.</td>
<td width="121" valign="top">Agama dan Akhlak Mulia</td>
<td width="377" valign="top">
<p>Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="42" valign="top">2.</td>
<td width="121" valign="top">Kewarganega-raan dan Kepribadian</td>
<td width="377" valign="top">Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
<p>Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="42" valign="top">3.</td>
<td width="121" valign="top">Ilmu Pengetahuan dan Teknologi</td>
<td width="377" valign="top">Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.
<p>Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.</p>
<p>Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA/MA/SMALB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.</p>
<p>Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK dimaksudkan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, membentuk kompetensi, kecakapan, dan kemandirian kerja.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="42" valign="top">4.</td>
<td width="121" valign="top">Estetika</td>
<td width="377" valign="top">Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.</td>
</tr>
<tr>
<td width="42" valign="top">5.</td>
<td width="121" valign="top">Jasmani, Olahraga dan Kesehatan</td>
<td width="377" valign="top">Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.
<p>Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.</p>
<p>Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.</p>
<p>Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Selain  tujuan dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum, perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum.</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Prinsip Pengembangan Kurikulum</strong></li>
</ol>
<p>Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta  panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut.</p>
<ol>
<li><strong>a. </strong><strong>Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.</p>
<ol>
<li><strong>b. </strong><strong>Beragam dan terpadu</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.</p>
<p><strong>c<em>. </em>Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,  teknologi, dan seni<em> </em></strong></p>
<p>Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.</p>
<ol>
<li><strong>d. </strong><strong>Relevan dengan  kebutuhan kehidupan</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (<em>stakeholders)</em> untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.</p>
<ol>
<li><strong>e. </strong><strong>Menyeluruh dan berkesinambungan</strong></li>
</ol>
<p>Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.</p>
<ol>
<li><strong>f. </strong><strong>Belajar sepanjang hayat</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.</p>
<ol>
<li><strong>g. </strong><strong>Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>
<h5>3.      Prinsip Pelaksanaan Kurikulum</h5>
<h5>Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut.</h5>
<ol>
<li>Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.</li>
<li>Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.</li>
<li>Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.</li>
<li>Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip <em>tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada </em>(di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).</li>
<li>Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip <em>alam takambang jadi guru</em> (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).</li>
<li>Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.</li>
<li>Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.</li>
</ol>
<ol>
<li>Struktur Kurikulum SD/MI</li>
</ol>
<p>Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI. Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 2.</li>
</ol>
<p>Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.</p>
<p>Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.</p>
<ol>
<li>Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”.</li>
<li>Pembelajaran pada Kelas I s.d. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada Kelas IV s.d. VI  dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.</li>
<li>Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan  sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. <span style="text-decoration:underline;">Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.</span></li>
<li>Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 35 menit.</li>
<li>Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.</li>
</ol>
<p>Struktur kurikulum SD/MI disajikan pada Tabel</p>
<p>Tabel   Struktur Kurikulum SD/MI</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="264" valign="top">
<p>Komponen</p>
</td>
<td colspan="4" width="252" valign="top">
<h4>Kelas dan   Alokasi Waktu</h4>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top">
<p>I</p>
</td>
<td width="51" valign="top">II</td>
<td width="51" valign="top">
<p>III</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p>IV, V, dan VI</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">A. Mata   Pelajaran</td>
<td width="51">
<p> </p>
</td>
<td width="51">
<p> </p>
</td>
<td width="51">
<p> </p>
</td>
<td rowspan="2" width="98" valign="bottom">
<p>3</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">1.    Pendidikan Agama</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">2.    Pendidikan Kewarganegaraan</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p>2</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">3.    Bahasa Indonesia</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p>5</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">4.    Matematika</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p>5</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">5.    Ilmu Pengetahuan Alam</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p>4</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">6.    Ilmu Pengetahuan Sosial</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p>3</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">7.    Seni Budaya dan Keterampilan</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p>4</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">8.    Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="98">
<p>4</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">B.   Muatan Lokal</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p>2</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">C.  Pengembangan Diri</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p> </p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p>2*)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="264" valign="top">
<p>Jumlah</p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p>26</p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p>27</p>
</td>
<td width="51" valign="top">
<p>28</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p>32</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> *) </strong>Ekuivalen 2 jam pembelajaran</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menelaah Kurikulum Pendidikan di Indonesia]]></title>
<link>http://4antum.wordpress.com/2009/11/19/menelaah-kurikulum-pendidikan-di-indonesia/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 10:52:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Shafiqah Treest</dc:creator>
<guid>http://4antum.wordpress.com/2009/11/19/menelaah-kurikulum-pendidikan-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Kurang meratanya pendidikan di semua wilayah Indonesia dan kurangnya mutu pendidikan. Ada beberapa p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kurang meratanya pendidikan di semua wilayah Indonesia dan kurangnya mutu pendidikan. Ada beberapa p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ujian Akhir Nasional 2009/2010]]></title>
<link>http://mtsbojonegoro.wordpress.com/2009/11/19/ujian-akhir-nasional-20092010/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:35:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>mtsbjn</dc:creator>
<guid>http://mtsbojonegoro.wordpress.com/2009/11/19/ujian-akhir-nasional-20092010/</guid>
<description><![CDATA[Ujian Akhir Nasional (UAN) untuk SMP/MTs akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan Menteri Pendidika]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" src="http://smpn1jampangtengah.files.wordpress.com/2009/04/ujian-nasional.jpg?w=300&#038;h=285" alt="uan " width="300" height="285" />Ujian Akhir Nasional (UAN) untuk SMP/MTs akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Kepmendiknas) No. 75 tahun 2009 yaitu minggu ke-4 bulam Maret 2010. Ini berarti pelaksanaanya maju daripada tahun sebelumnya. Dengan diajukannya pelaksanaan UAN tersebut maka sekolah/madrasah serta siswa.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya mengenai Kepmendiknas No. 75 tahun 2009 bisa di download <a href="http://zainulblog.blogspot.com/2009/11/permendiknas-no-75-tahun-2009.html">DISINI</a>. Kepmendikas tersebut berini juga Kisi-kisi UAN 2010.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengembangan Kurikulum]]></title>
<link>http://wsumertha.wordpress.com/2009/11/18/pengembangan-kurikulum/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 08:15:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>wsumertha</dc:creator>
<guid>http://wsumertha.wordpress.com/2009/11/18/pengembangan-kurikulum/</guid>
<description><![CDATA[Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta c]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.</p>
<p>Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mengacu pada standar nasional pendidikan agar sekolah mampu mencapai tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas:<strong><em> standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan</em></strong>. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum.</p>
<p>Melalui <strong><em>KURIKULUM </em></strong>, sekolah melaksanakan keseluruhan program pendidikan sesuai karakteristik, potensi dan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian sekolah diharapkan mampu meciptakan kegiatan pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan, demokratis, efektif dan kreatif agar semua ini bisa tercapai, dukungan dan kerjasama yang baik dari seluruh stakeholder pendidikan sangat diperlukan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UAN-BSNP 2010 dan KISI-KISI SOAL SMA ]]></title>
<link>http://smanpaiton.wordpress.com/2009/11/18/uan-bsnp-2010-dan-kisi-kisi-soal-sma/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 02:10:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>husnan</dc:creator>
<guid>http://smanpaiton.wordpress.com/2009/11/18/uan-bsnp-2010-dan-kisi-kisi-soal-sma/</guid>
<description><![CDATA[Tata Laksana UAN-BSNP 2010 SMA/MA/SMK  diatur dalam Permen Mendiknas  No 75  tahun 2009, berikut kis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tata Laksana UAN-BSNP 2010 SMA/MA/SMK  diatur dalam Permen Mendiknas  No 75  tahun 2009, berikut kisi-kisi soal UAN-BSNP 2010 . Beberapa ketentuan diantaranya :</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Soal UN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikembangkan dan dikelola oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Badan Penelitian Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional dibawah koordinasi BSNP.</li>
<li style="text-align:justify;">UN Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN utama dan UN ulangan.</li>
<li style="text-align:justify;">Peserta ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam satu ruangan terdiri atas peserta ujian dari beberapa sekolah/madrasah dalam satu kecamatan dan/atau kabupaten/kota.</li>
<li style="text-align:justify;">Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus<br />
jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:<br />
a. memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajarandan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;<br />
b. khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dandigunakan untuk menghitung rata-rata UN.</li>
</ol>
<p>Lebih jauh <a title="Salinan Permen Mendiknas 75 Tahun 2009" href="http://smanpaiton.files.wordpress.com/2009/11/permen_75smanpaiton.pdf" target="_blank"><strong>baca selengkapnya disini</strong></a></p>
<p>Jadual UAN-BSNP 2010 DIMAJUKAN, <a href="http://smanpaiton.wordpress.com/2009/11/14/uan2010/" target="_blank"><strong>PRAKIRAAN JADUAL UAN disini</strong></a></p>
<p>IKUTI <a href="http://www.invir.com/" target="_blank">TRY OUT ONLINE DISNI </a><a href="http://smanpaiton.wordpress.com/files/2009/11/buruan.png"><img class="alignnone size-full wp-image-242" title="BURUAN" src="http://smanpaiton.wordpress.com/files/2009/11/buruan.png" alt="" width="50" height="21" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tugas Akhir Mahasiswa]]></title>
<link>http://tatagyes.wordpress.com/2009/11/17/tugas-akhir-mahasiswa/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 14:35:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>tatagyes</dc:creator>
<guid>http://tatagyes.wordpress.com/2009/11/17/tugas-akhir-mahasiswa/</guid>
<description><![CDATA[Kepada Para Mahasiswa pemrogram mata kuliah Kurikulum. Untuk tugas akhir nanti mohon mengerjakan tug]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kepada Para Mahasiswa pemrogram mata kuliah Kurikulum.</p>
<p>Untuk tugas akhir nanti mohon mengerjakan tugas perorangan sebagaimana terlampir.<br />
Selamat mengerjakan dan sukses selalu.</p>
<p><a href="http://tatagyes.wordpress.com/files/2009/11/membangun-rumah-idaman.pdf">Membangun Rumah Idaman</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Standar Kompetensi dan Standar Isi Penjas SMA]]></title>
<link>http://santriw4n.wordpress.com/2009/11/16/standar-kompetensi-dan-standar-isi-penjas-sma/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 13:47:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>santriw4n</dc:creator>
<guid>http://santriw4n.wordpress.com/2009/11/16/standar-kompetensi-dan-standar-isi-penjas-sma/</guid>
<description><![CDATA[Pengertian SK, KD, SI Standar Kompetensi atau SK adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2>Pengertian SK, KD, SI</h2>
<p><strong>Standar Kompetensi</strong> atau SK adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap,pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester.  Standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional.</p>
<p><strong>Kompetensi Dasar</strong> atau KD adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi.</p>
<p><strong>Standar isi</strong> atau SI adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan.</p>
<h2>Karakter Peserta Didik Tingkat SMA/ SMK/ MA</h2>
<p>Dalam dunia pendidikan standar kompetensi pada tiap tingkatan berbeda. Hal ini karena setiap kelompok umur memiliki karakteristik. Sama halnya dengan siswa tingkat SMA/ SMK/ MA. Pada tingkat ini kebanyakan mereka berusia antara 15-18 tahun. Menurut Robert J.Havighurst usia tersebut masuk pada masa remaja. Sesuai pengertian standar kompetisi di atas maka kemampuan minimal peserta didik dapat disesuaikan dengan karakter remaja. Berikut adalah karakter remaja:</p>
<ul>
<li><strong>Ciri-ciri fisik</strong>: Pertumbuhan badan remaja sangat cepat. Sistem koordinasi tubuh mereka menjadi kurang seimbang akibat pertumbuhan yang cepat itu. Mereka mengalami masa-masa energetik dan lelah silih berganti.</li>
<li><strong>Ciri-ciri psikomotor</strong>: Pada remaja awal gerak – gerik tampak canggung dan kurang terkoordinasikan, aktif dalam berbagai jenis cabang permainan. Pada usia remaja akhir jenis dan jumlah cabang permainan lebih selektif dan terbatas pada keterampilan yang menunjang kepada persiapan kerja.</li>
<li><strong>Ciri-ciri mental</strong>: Mereka manyukai petualangan dan penemuan baru, dan mereka mempunyai imajinasi yang aktif. Mereka senang humor. Mereka mampu berpikir serius, dan memiliki kesanggupan untuk berpikir abstrak maupun kongkret sekaligus. Tetapi pengetahuan mereka berkembang lebih cepat daripada pengalaman.</li>
<li><strong>Ciri-ciri emosional</strong>: Emosi mereka kuat sekali dan sering naik turun. Mereka sulit mengendalikan emosinya karena begitu banyak perubahan sedang terjadi di dalam tubuhnya. Mereka merasa tak seorang pun memahami mereka.</li>
<li><strong>Ciri-ciri sosial</strong>: Bergaul dengan jumlah teman yang lebih terbatas dan selektif dan lebih lama (teman dekat). Kebergantungan kepada kelompok sebaya berangsur fleksibel, kecuali dengan teman dekat pilihannya yang banyak memiliki kesamaan minat.</li>
</ul>
<h2>Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Jasmani Untuk SMA/ SMK/ MA</h2>
<p>2.3.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas X, Semester 1</p>
<p>2.3.1.1  Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan salah satu permainan olahraga beregu bola kecil dengan menggunakan alat dan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan salah satu cabang olahraga bela diri serta nilai kejujuran, menghargai orang lain, kerja keras dan percaya diri</li>
</ul>
<p>2.3.1.2  Mempraktikkan latihan kebugaran jasmani dan cara mengukurnya sesuai dengan kebutuhan dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan dan kelentukan untuk kebugaran jasmani dalam bentuk sederhana serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan tes kebugaran jasmani serta nilai tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri.</li>
<li>Mempraktikkan perawatan tubuh agar tetap segar</li>
</ul>
<p>2.3.1.3  Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan rangkaian senam lantai dengan menggunakan bantuan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, menghargai teman</li>
<li>Mempraktikkan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerjasama dan tanggung jawab</li>
</ul>
<p>2.3.1.4  Mempraktikkan aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi yang baik dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi gerak yang benar serta nilai disiplin, toleransi dan estetika</li>
</ul>
<p>2.3.1.5  Mempraktikkan salah satu gaya renang dan loncat indah sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li> Mempraktikkan keterampilan dasar salah satu gaya renang serta nilai disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan kerja keras</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan teknik dasar loncat indah dari samping kolam dengan teknik serta nilai disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan kerja keras</li>
</ul>
<p>2.3.1.6  Mempraktikkan perencanaan penjelajahan dan penyelamatan aktivitas di alam bebas dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan dasar-dasar kegiatan menjelajah pantai serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan dasar penyelamatan kegiatan penjelajahan di pantai serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, keputusan dalam kelompok</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan memilih makanan dan minuman yang sehat</li>
</ul>
<p>2.3.1.7  Menerapkan budaya hidup sehat</p>
<ul>
<li>Menganalisis bahaya penggunaan narkoba</li>
<li>Memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba</li>
</ul>
<p><!--more--></p>
<p>2.3.2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas X, Semester 2</p>
<p>2.3.2.1  Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga bola kecil dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan olahraga bela diri serta nilai kejujuran, toleransi, kerja keras dan percaya diri</li>
</ul>
<p>2.3.2.2  Mempraktikkan latihan kebugaran jasmani dan cara mengukurnya sesuai dengan kebutuhan dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan berbagai bentuk kebugaran jasmani sesuai dengan kebutuhan serta nilai kejujuran, tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan tes kebugaran dan interpretasi hasil tes dalam menentukan derajat kebugaran serta nilai kejujuran, semangat, tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri</li>
</ul>
<p>2.3.2.3  Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai dengan menggunakan alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman</li>
</ul>
<p>2.3.2.4  Mempraktikkan aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi yang baik dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan kombinasi keterampilan langkah kaki dan ayunan lengan pada aktivitas ritmik berirama tanpa alat serta nilai disiplin, toleransi, keluwesan dan estetika</li>
<li>Mempraktikkan rangkaian senam irama tanpa alat dengan koordinasi gerak serta nilai disiplin, toleransi, keluesan dan estetika</li>
</ul>
<p>2.3.2.5  Mempraktikkan keterampilan beberapa gaya renang dan pertolongan kecelakaan di air dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan kombinasi teknik renang gaya dada, gaya bebas dan salah satu gaya lain serta nilai disiplin, kerja keras keberanian dan tanggung jawab</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan dasar pertolongan kecelakaan di air dengan sistim Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) serta nilai disiplin, kerja keras keberanian dan tanggung jawab</li>
</ul>
<p>2.3.2.6  Mempraktikkan perencanaan penjelajahan dan penyelamatan aktivitas di alam bebas dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan dasar-dasar kegiatan menjelajah gunung serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolongmenolong, dan melaksanakan keputusan dalam kelompok</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan dasar penyelamatan penjelajahan di pegunungan serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, dan melaksanakan keputusan kelompok</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan penjagaan lingkungan yang sehat</li>
</ul>
<p>2.3.2.7  Menerapkan budaya hidup sehat</p>
<ul>
<li>Menganalisis dampak seks bebas</li>
<li>Memahami cara menghindari seks bebas</li>
</ul>
<p>2.3.3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas XI, Semester 1</p>
<p>2.3.3.1  Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dengan teknik dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya.</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan teknik bermain salah satu permainan olahraga bola besar secara sederhana serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan teknik bermain salah satu permainan olahraga bola kecil secara sederhana serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, kerja keras dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan teknik salah satu nomor atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, kerja keras dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan teknik penyerangan salah satu permainan olahraga bela diri serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai orang lain, kerja keras dan percaya diri</li>
</ul>
<p>2.3.3.2  Mempraktikkan aktivitas pengembangan untuk meningkatkan kualitas kebugaran jasmani dan cara pengukurannya dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan berbagai bentuk latihan kelincahan, power dan daya tahan untuk peningkatan kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan tes untuk kelincahan, power dan daya tahan dalam kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri</li>
</ul>
<p>2.3.3.3  Mempraktikkan keterampilan senam dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam ketangkasan dengan menggunakan alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, menghargai teman</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam ketangkasan tanpa menggunakan alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, menghargai teman</li>
</ul>
<p>2.3.3.4  Mempraktikkan aktivitas ritmik menggunakan alat dengan koordinasi dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi gerak lanjutan serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan dan estetika</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan aktivitas ritmik menggunakan alat serta nilai disiplin, toleransi,kerja sama, keluesan dan estetika</li>
</ul>
<p>2.3.3.5  Mempraktikkan salah satu gaya renang dan loncat indah dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan salah satu gaya renang untuk pertolongan serta nilai disiplin, keberanian, kerja sama, dan kerja keras</li>
<li>Metakukan keterampilan loncat indah dari papan satu meter dengan teknik serta nilai disiplin, keberanian dan kerja keras</li>
</ul>
<p>2.3.3.6  Menerapkan budaya hidup sehat</p>
<ul>
<li>Memahami bahaya HIV/AIDS</li>
<li>Memahami cara penularan HIV/AIDS</li>
<li>Memahami cara menghindari penularan HIV/AIDS</li>
</ul>
<p>2.3.4 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas XI, Semester 2</p>
<p>2.3.4.1  Mempraktikkan berbagai keterampilan dasar permainan olahraga dengan teknik dan taktik , dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, kerja keras dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola kecil serta nilai kerjasama, kejujuran, kerja keras, toleransi dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan teknik salah atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan teknik salah satu permainan olahraga bela diri serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri.</li>
</ul>
<p>2.3.4.2  Meningkatkan kualitas kebugaran jasmani dan cara pengukurannya dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan latihan sirkuit untuk peningkatan kebugaran jasmani serta nilai tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan peningkatan beban latihan sirkuit untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan tes untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri</li>
</ul>
<p>2.3.4.3  Mempraktikkan keterampilan senam ketangkasan dengan alat dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan senam ketangkasan dengan menggunakan alat lanjutan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, menghargai teman</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan senam ketangkasan tanpa menggunakan alat lanjutan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman</li>
</ul>
<p>2.3.4.4  Mempraktikkan aktivitas ritmik menggunakan alat dengan koordinasi yang baik dan nilai yang terkandung didalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan koombinasi gerak berirama menggunakan alat dengan koordinasi serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan</li>
<li>Merangkai aktivitas ritmik menggunakan alat serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan</li>
</ul>
<p>2.3.4.5  Mempraktikkan dasar pertolongan kecelakaan di air dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan kombinasi gerakan renang serta nilai disiplin, kerja sama serta keberanian</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan dasar pertolongan kecelakaan di air dengan sistim Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) serta nilai disiplin dan tanggungjawab</li>
</ul>
<p>2.3.4.6  Mempraktikkan perencanaan dan keterampilan penjelajahan, dan penyelamatan di alam bebas dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan merencanakan penjelajahan di perbukitan</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan dasar penyelamatan penjelajahan di perbukitan serta nilai disiplin, tanggungjawab dan keselamatan</li>
</ul>
<p>2.3.4.7  Menerapkan budaya hidup sehat</p>
<ul>
<li>Memahami cara pemanfaatan waktu luang untuk kesehatan</li>
<li>Menerapkan pola hidup sehat</li>
</ul>
<p>2.3.5 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas XII, Semester 1</p>
<p>2.3.5.1  Mempraktikkan keterampilan permainan olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola besar lanjutan dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, toleransi, kerja keras dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola kecil dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, toeleransi, kerja keras dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan teknik atletik dengan menggunakan peraturan yang sesungguhnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bela diri secara berpasangan dengan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai lawan, kerja keras, percaya diri dan menerima kekalahan</li>
</ul>
<p>2.3.5.2  Mempraktikkan perancangan aktivitas pengembangan untuk peningkatan dan pemeliharaan kebugaran jasmani</p>
<ul>
<li>Merancang program latihan fisik untuk pemeliharaan kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri</li>
<li>Melaksanakan program latihan fisik sesuai dengan prinsip-prinsip latihan yang benar serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri</li>
</ul>
<p>2.3.5.3  Mempraktikkan rangkaian gerak senam ketangkasan dengan konsep yang benar dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan gerakan kombinasi rangkaian senam lantai serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan gerakan kombinasi rangkaian senam ketangkasan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, dan menghargai teman</li>
</ul>
<p>2.3.5.4  Mempraktikkan satu rangkaian gerak berirama berbentuk aktivitas aerobik secara beregu dengan diiringi musik dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan gerak berirama senam aerobik serta nilai kerjasama, kedisiplinan, percaya diri, keluwesan, dan estetika</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan menyelaraskan antara gerak dan irama dengan iringan musik serta nilai kerjasama, disiplin, percaya diri, keluwesan, dan estetika</li>
</ul>
<p>2.3.5.5  Mempraktikkan berbagai gaya renang lanjutan dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan renang gaya dada lanjutan serta nilai disiplin, kerja keras dan keberanian</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan renang gaya bebas lanjutan serta nilai disiplin, kerja keras dan keberanian</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan renang gaya punggung lanjutan serta nilai disiplin, kerja keras dan keberanian</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan berbagai gaya renang lanjutan lainnya serta nilai disiplin, kerja keras dan keberanian</li>
</ul>
<p>2.3.6 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas XII, Semester 2</p>
<p>2.3.6.1  Mempraktikkan keterampilan permainan olahraga dengan peraturan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola besar dengan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menerima kekalahan, kerja keras dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola kecil dengan peraturan sebenarya serta nilai kerjasama, kejujuran, menerima kekalahan kerja keras dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan atletik dengan menggunakan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menerima kekalahan,kerja keras dan percaya diri</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan bela diri secara berpasangan dengan menggunakan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menerima kekalahan kerja keras dan percaya diri</li>
</ul>
<p>2.3.6.2  Memelihara tingkat kebugaran jasmani yang telah dicapai dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan program latihan fisik untuk pemeliharaan kebugaran jasmani</li>
<li>Mempraktikkan membaca hasil tes bedasarkan tabel yang cocok</li>
</ul>
<p>2.3.6.3  Mengkombinasikan rangkaian gerakan senam lantai dan senam ketangkasan dengan alat dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan rangkaian gerakan senam lantai serta nilai percaya dirim, tanggung jawab, kerja sama, dan percaya kepada teman</li>
<li>Mempraktikkan rangkaian gerakan senam ketangkasan dengan menggunakan alat serta nilai percaya diri, tanggungjawab, kerja sama, dan percaya kepada teman</li>
</ul>
<p>2.3.6.4  Mempraktikkan satu rangkaian gerak berirama secara beregu dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan rangkaian gerak senam aerobik dengan iringan musik serta nilai kerjasama, disiplin, keluwesan dan estetika</li>
<li>Mempraktikkan senam irama tradisional sesuai budaya daerah secara berkelompok serta nilai kerjasama, disiplin, percaya diri, keluwesan dan estetika</li>
</ul>
<p>2.3.6.5  Mempraktikkan keterampilan penguasaan berbagai teknik gaya renang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan keterampilan berbagai gaya renang untuk kepentingan bermain di air dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai disiplin, sportif, jujur, toleran, kerja keras, dan keberanian</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan berbagai gaya renang untuk estafet sesuai dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai disiplin, sportif, jujur, toleran, kerja keras, dan keberanian</li>
<li>Mempraktikkan keterampilan berbagai gaya renang untuk kepentingan pertolongan serta nilai disiplin, sportif, jujur, toleran, kerja keras, dan keberanian</li>
</ul>
<p>2.3.6.6  Mengevaluasi kegiatan luar kelas/sekolah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya</p>
<ul>
<li>Mengevaluasi kegiatan di sekitar sekolah serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi</li>
<li>Mengevaluasi kegiatan di alam bebas serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi</li>
<li>Mengevaluasi kegiatan kunjungan ke tempattempat bersejarah serta nilai percaya diri, kebersamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi</li>
<li>Mengevaluasi kegiatan karya wisata serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi</li>
</ul>
<p>2.3.6.7  Mempraktikkan budaya hidup sehat</p>
<ul>
<li>Mempraktikkan pola hidup sehat</li>
<li> Menampilan perilaku hidup sehat</li>
</ul>
<p>&#160;</p>
<p><strong>DAFTAR RUJUKAN:</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Dwiyogo, Wasis D. 2007. <em>Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani dan Olahraga</em>. Malang: WINEKA MDIA</p>
<p style="padding-left:30px;">Soesilowindradini. 2007. <em>Psikologi Perkembangan Masa Remaja</em>. Surabaya: Usaha Nasional</p>
<p style="padding-left:30px;">Ciri-ciri Remaja dan Cara Menanggapinya. (Online) <a href="http://reformed.sabda.org/ciri_ciri_remaja_dan_cara_menanggapinya_0">http://reformed.sabda.org/</a>, (14 Nopember 2009)</p>
<p style="padding-left:30px;">Sudrajat, Akhmad. 2008.Karakteristik Perilaku dan Pribadi pada Masa Remaja. (Online) <a href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/">http://akhmadsudrajat.wordpress.com/</a>, (14 Nopember 2009)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bengkel Teknik Menjawab Bahasa Inggeris SPM]]></title>
<link>http://smkdatosulaiman.wordpress.com/2009/11/16/bengkel-teknik-menjawab-bahasa-inggeris-spm/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 09:39:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>SMKDS(GMedia)</dc:creator>
<guid>http://smkdatosulaiman.wordpress.com/2009/11/16/bengkel-teknik-menjawab-bahasa-inggeris-spm/</guid>
<description><![CDATA[Antara peserta Bengkel Teknik Menjawab Bahasa Inggeris SPM Mr. John Daniel sedang menyampaikan takli]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_289" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-289" title="DSCN4111" src="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/dscn4111.jpg?w=300" alt="DSCN4111" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Antara peserta Bengkel Teknik Menjawab Bahasa Inggeris SPM</p></div>
<div id="attachment_290" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-290" title="DSCN4117" src="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/dscn4117.jpg?w=300" alt="DSCN4117" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Mr. John Daniel sedang menyampaikan taklimatnya.</p></div>
<div id="attachment_291" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-291" title="DSCN4122" src="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/dscn4122.jpg?w=300" alt="DSCN4122" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Antara guru yang menjayakan; dari kiriPn. Salhah, Cik Rahmah dan di hadapan ialah Pn. Salwah.</p></div>
<p>Bengkel Teknik Menjawab Bahasa Inggeris SPM telah diadakan pada 13 November 2009, hari Jumaat, jam 9.00 pagi hingga 12.00 tengahari di bilik Muzik. Ia bertujuan untuk memberi panduan kepada para pelajar menjawab subjek berkenaan dalam peperiksaan SPM yang sudah begitu hampir kini. Bengkel ini bukanlah satu-satunya namun ia menjadi kemuncak kepada usaha guru-guru Bahasa Inggeris untuk membantu pelajar semaksimum yang boleh. Justeru itu seorang Guru Pakar telah dijemput untuk menjayakan program ini iaitu <strong>En. John Daniel.</strong> Seramai kira-kira 100 orang pelajar menyertainya yang terdiri daripada para pelajar 5SPM1 hingga 5SPM4 manakala yang selebihnya menghadiri Bengkel Chatan Seni Visual pada masa yang sama.  Antara guru-guru yang terlibat ialah <strong>Cik Rahmah</strong>, <strong>Pn. Salwah</strong>, <strong>Pn. Salhah</strong> dan <strong>Pn. Raudzah</strong> yang kesemuanya terlibat dengan kelas-kelas peperiksaan SPM pada tahun ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bengkel Chatan SPM]]></title>
<link>http://smkdatosulaiman.wordpress.com/2009/11/16/bengkel-chatan-spm/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 09:24:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>SMKDS(GMedia)</dc:creator>
<guid>http://smkdatosulaiman.wordpress.com/2009/11/16/bengkel-chatan-spm/</guid>
<description><![CDATA[Lukisan persediaan En. Jayadi Rubani Antara pelajar yang turut serta dalam Bengkel Chatan Pada hari ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_282" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-282" title="DSCN4127" src="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/dscn41271.jpg?w=300" alt="DSCN4127" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Lukisan persediaan </p></div>
<div id="attachment_283" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-283" title="DSCN4103" src="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/dscn4103.jpg?w=225" alt="DSCN4103" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">En. Jayadi Rubani </p></div>
<div id="attachment_284" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-284" title="DSCN4100" src="http://smkdatosulaiman.wordpress.com/files/2009/11/dscn4100.jpg?w=300" alt="DSCN4100" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Antara pelajar yang turut serta dalam Bengkel Chatan</p></div>
<p>Pada hari Jumaat, 13 November 2009, satu rogram persediaan akhir  Seni Visual SPM untuk para pelajar yang mengambil subjek berkenaan  iaitu Bengkel Chatan telah diadakan di Dewan Bestari SMK Dato&#8217; Sulaiman.   Ia dikendalikan oleh <strong>Encik Jayadi Rubani</strong>. Seramai kira-kira 100 orang pelajar terlibat yang kebanyakannya terdiri daripada pelajar-pelajar 5SPM5, 5SPM6, 5SPM(Lelaki) dan 5SPM(Perempuan). Walau bagaimanapun terdapat kurang daripada 10 orang pelajar daripada kelas 5SPM1 yang mengambil subjek berkenaan namun mereka belajar sendiri kerana subjek berkenaan tidak ditawarkan untuk kelas mereka. Disebabkan minat yang mendalam dalam bidang Seni Visul mereka rela belajar di luar waktu sesi persekolahan. Bengkel ini bermula jam 9.00 pagi dan berakhir pada jam 12.00 tengahari.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hasil Pertemuan MGMP 14 Nopember 2009]]></title>
<link>http://mgmpjepangjatim.wordpress.com/2009/11/16/hasil-pertemuan-mgmp-14-nopember-2009/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:44:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>mgmpjepangjatim</dc:creator>
<guid>http://mgmpjepangjatim.wordpress.com/2009/11/16/hasil-pertemuan-mgmp-14-nopember-2009/</guid>
<description><![CDATA[Berikut ini adalah rangkuman hasil pertemuan MGMP Bhs. Jepang Jatim pada tanggal 14 Nopember 2009, d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Berikut ini adalah rangkuman hasil pertemuan MGMP Bhs. Jepang Jatim pada tanggal 14 Nopember 2009, di SMAN 1 Sidoarjo.</p>
<p><strong>1.	Buku Sakura</strong><br />
Permohonan buku pelajaran bahasa Jepang “Sakura” diperpanjang sampai tgl 20 Pebruari 2010. Bagi guru bahasa Jepang yang menginginkan buku ini, harap mengirimkan data angket (2 lembar) dan menyertakan surat tugas/keterangan mengajar yang ditandatangani Kepala Sekolah.<br />
Bagi guru yang mengirimkan data dengan lengkap akan mendapatkan 1 set Buku Sakura yang terdiri dari 3 jilid buku Sakura, 1 buku skenario pembelajaran, 1CD, dan 1DVD. Untuk mendownload angket silahkan klik link di bawah ini</p>
<p><a href="http://www.mediafire.com/?tujmnlmojiw">Klik &#8211; Angket Guru Bahasa Jepang</a></p>
<p><a href="http://www.mediafire.com/?feljnhjmzjy">Klik &#8211; Angket Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang</a></p>
<p><a href="http://www.mediafire.com/?njwxydyyoqn">Klik &#8211; Contoh surat keterangan mengajar</a></p>
<p>Semua dokumen dikirim ke :<br />
The Japan Foundation<br />
Sumitmas I, Lantai 2-3<br />
Jl. Jendral Sudirman Kav. 61-62<br />
Jakarta 12190<br />
Situs : www.jpf.or.id</p>
<p><strong>2.	Bunkasai ke-12</strong><br />
Bunkasai ke-12 akan diselenggarakan pada<br />
Minggu 7 Pebruari 2010<br />
Tempat : SMAN 1 Gresik<br />
Lomba :</p>
<p>1. Pidato (durasi antara 3 – 5 menit)<br />
2. Kakitori / dikte<br />
3. Membaca hiragana/katakana, kanji<br />
4. Menulis indah (shodo)<br />
5. Origami (masih dalam perencanaan)<br />
Kerjasama : Unesa, Konjen, JF, STIBA, Unitomo, Untag, Unmuh Malang, Unair, Tsubasa, Jasmin, Unbraw, Shinme</p>
<p>Untuk lomba pidato B. Jepang<br />
Penyerahan naskah, terjemahan, kaset dibatasi sampai dengan tanggal 9 Januari 2009. Naskah, terjemahan dan kaset dikirim ke :<br />
Kepada : Yamashita Miki<br />
Alamat : Somerset<br />
Jl. Raya Kupang Indah Surabaya</p>
<p><strong>3.	Pertemuan MGMP berikutnya</strong><br />
Pertemuan MGMP berikutnya akan dilaksanakan pada :<br />
Tanggal 23 Januari 2010<br />
Acara :</p>
<p>- Sosialisasi buku Sakura<br />
-	Sertifikasi<br />
-	PTK dari Universitas<br />
-	Yamashita Sensei<br />
-	Persiapan bunkasai<br />
Tempat : masih dalam konfirmasi.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[In House Training Guru]]></title>
<link>http://smantukka.wordpress.com/2009/11/15/in-house-training-guru/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 13:20:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>SMAN 1 TUKKA</dc:creator>
<guid>http://smantukka.wordpress.com/2009/11/15/in-house-training-guru/</guid>
<description><![CDATA[Sebagai salah satu program peningkatan mutu guru, In House Training ( IHT ) yang dilaksanakan di Hot]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://smantukka.wordpress.com/files/2009/11/iht-bumi-asih-104.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-462" title="iht bumi asih (104)" src="http://smantukka.wordpress.com/files/2009/11/iht-bumi-asih-104.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai salah satu program peningkatan mutu guru, In House Training ( IHT ) yang dilaksanakan di Hotel Bumi Asih Pandan, Sabtu , 14 N0vember 2009 diikuti oleh para guru SMAN 1 Tukka.</p>
<p style="text-align:justify;">IHT kali ini dibuka secara resmi oleh ketua Komite sekolah, bapak Nasrun Tambunan pada pukul 09.00 WIB. kegiatan inti IHT ini adalah penggunaan ICT dalam kegiatan PBM khusunya oleh data, para peserta menggunakan akses internet melalui hotspot di hotel.</p>
<p style="text-align:justify;">Photo kegiatan selengkapnya dapat di download disini : <a href="http://smantukka.wordpress.com/files/2009/11/photo-iht.doc">PHOTO IHT</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
