<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>lasem-sekar-jagat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/lasem-sekar-jagat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "lasem-sekar-jagat"</description>
	<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 03:23:22 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Batik Lasem Yang Masih Tertinggal ]]></title>
<link>http://gobatik.wordpress.com/2012/02/17/batik-lasem-yang-masih-tertinggal/</link>
<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 09:58:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>kpa11</dc:creator>
<guid>http://gobatik.wordpress.com/2012/02/17/batik-lasem-yang-masih-tertinggal/</guid>
<description><![CDATA[Perkembangan Batik Tulis Lasem dirasakan masih tertinggal dibandingkan perkembangan batik tulis lain]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Perkembangan Batik Tulis Lasem dirasakan masih tertinggal dibandingkan perkembangan batik tulis lainnya. Sejauh ini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan dengan <a href="http://finunu.wordpress.com/2008/10/19/motif-batik-cirebon/" target="_blank">Batik Tulis</a> Pekalongan, Solo, dan<a href="http://finunu.wordpress.com/2008/10/19/motif-batik-cirebon/" target="_blank"> Cirebon.</a></p>
<div id="attachment_2940" style="text-align:justify;"><img title="" src="http://finunu.files.wordpress.com/2011/04/batikku.jpg?w=600&#038;h=400" alt="" width="600" height="400" /></p>
<p style="text-align:center;">Batik Lasem</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Ketiga <a href="http://finunu.wordpress.com/2008/10/19/motif-batik-cirebon/" target="_blank">batik</a> itu, ujar Kabid Perindustrian pada Dinas Perindustian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Sudirman, sudah dikenal masyarakat luas. “”Kita butuh waktu untuk memperkenalkan Batik Lasem,”&#8221; ungkapnya, kemarin. Agar cepat dikenal, lanjutnya, Pemkab Rembang telah mengikuti beberapa pameran baik skala nasional maupun provinsi. Hampir setiap even pengenalan produk lokal, Pemkab Rembang selalu membuka stan sendiri untuk mengenalkan Batik Lasem.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">“”Pameran nasional seperti GBN, Inacraft, dan banyak even lain sudah kami ikuti. Promosi selalu kita lakukan untuk perkenalkan <a href="http://finunu.wordpress.com/2008/10/19/motif-batik-cirebon/" target="_blank">Batik</a> Lasem sampai dikenal masyarakat banyak,”&#8221; terangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama ini, tambah Sudirman, <a href="http://finunu.wordpress.com/2008/10/19/motif-batik-cirebon/" target="_blank">Batik Tulis</a> Lasem sudah menyebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan Yogyakarta. Dibandingkan dengan pangsa pasar itu, pemasaran batik masih didominasi pasar lokal. Selain memperkenalkan batik, lanjutnya, Pemkab Rembang juga mendorong kualitas pengerajin batik tulis. Diantaranya melakukan pelatihan desain batik dan pelatihan membatik dengan baik.</p>
<div id="attachment_2942"><img class="aligncenter" title="" src="http://finunu.files.wordpress.com/2011/04/lasem-1-kain.jpg?w=400&#038;h=300" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Lasem Sekar Jagat</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">“”Jumlah pengerajin ada tambahan, semula 29 pengerajin sekarang menjadi 37 pengerajin. Sedangkan <a href="http://finunu.wordpress.com/2008/10/19/motif-batik-cirebon/" target="_blank">motif batik</a> sebenarnya ada banyak, tapi baru sekitar 21 motif yang sudah dipatenkan sejak 2005 lalu,”&#8221; jelasnya. Sementara itu Arif NS, Pengerajin <a href="http://finunu.wordpress.com/2008/10/19/motif-batik-cirebon/" target="_blank">Batik Tulis</a> Lasem Koesna mengatakan, sejauh ini sudah mengembangkan <a href="http://finunu.wordpress.com/2008/10/19/motif-batik-cirebon/" target="_blank">motif batik</a> diantaranya, motif Taman Sari, Bradek, Punokawan, Galung Pingit, Asem-asem, Tiga Negeri, dan kombinasi. “”Diantara itu yang paling digemari motif batik Bradek yang terlihat klasik,”&#8221; ujarnya</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
