<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>lcen &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/lcen/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "lcen"</description>
	<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 08:10:50 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[IEE Expo 2009, Produk Teknologi Anak Bangsa yang Memukau]]></title>
<link>http://asruldinazis.wordpress.com/2009/11/13/iee-expo-2009-produk-teknologi-anak-bangsa-yang-memukau/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 12:56:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>aRuL</dc:creator>
<guid>http://asruldinazis.wordpress.com/2009/11/13/iee-expo-2009-produk-teknologi-anak-bangsa-yang-memukau/</guid>
<description><![CDATA[International Electrical Engineering Expo 2009 (IEE Expo 2009) merupakan perhelatan akbar yang dilak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040579.jpg"><img class="size-full wp-image-3603 aligncenter" style="border:1px solid black;" title="P1040579" src="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040579.jpg" alt="P1040579" width="400" height="301" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>International Electrical Engineering Expo 2009 (IEE Expo 2009) </strong>merupakan perhelatan akbar yang dilaksanakan oleh Himatektro (Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro) ITS tahun ini, merupakan gabungan antara kegiatan LCEN (Lomba Cipta Elektroteknik Nasional) XIV yang dilaksanakan tiap tahun, SITIA seminar Internasional yang diadakan oleh Jurusan Teknik Elektro, dan Festival Game Edukasi Teknologi dan Animasi Indonesia 2009  yang disertai juga dengan pameran teknologi dibuka oleh Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA senin 9 November 2009.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Kegiatan ini dilangsungkan tanggal 9 -13 November 2009 dan pelaksanaan diselenggarakan di Balai Pemuda keluar dari kampus ITS, karena berada di pusat kota sehingga lebih memikat generasi muda dan masyarakat Surabaya untuk menyaksikan pameran tersebut. Banyak agenda kegiatan di dalamnya yang berbau teknologi, selain pameran alat-alat yang dibuat oleh siswa SMA dan mahasiswa yang diikutkan lomba cipta elektroteknik nasional, juga pameran oleh beberapa sponsor. Beberapa kegiatan lomba dan workshop mewarnai kegiatan ini. Tanggal 13 November penutupan dan penentuan pemenang lomba LCEN 2009.</p>
<p><strong>Polisi Tidur Otomatis</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p10405381.jpg"><img class="alignleft" style="border:1px solid black;" title="P1040538" src="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p10405381.jpg" alt="P1040538" width="250" height="333" /></a>Ada beberapa produk teknologi yang dipamerkan yang juga diperlombakan dalam LCEN 2009 kali ini, salah satu yang menarik adalah polisi tidur otomatis atau yang diberi nama Dynamic Speed Bump.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa polisi tidur sangat efektif dibuat di perumahan, lingkungan kantor dan sebagainya untuk mengurangi keinginan orang-orang yang melintasi suatu jalan dengan kebut-kebutan. Namun di sisi lain juga akan merusak kendaraan jika penempatan dan penggunaannya kebanyakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ide orisinil dari siswa-siswa  SMA YPS Soroako, Sulawesi Selatan diwujudkan dalam sebuah alam <strong>Dynamic Speed Bump</strong>. Ketika ada kendaraan yang akan melewati sebuah polisi tidur dengan kecepatan tinggi, bump/gundukan polisi tidur akan tetap seperti semula. Sedangkan jika ada kendaraan yang berkecepatan rendah yang akan melewati polisi tidur, akan otomatis turun dan sejajar dengan ketinggian jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Karya yang seperti dynamic Speed Bump yang bisa mengatasi beberapa permasalahan di masyarakat, semoga produk teknologi ini dilirik dan bisa diimplementasikan di masyarakat nantinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Produk-produk menarik lainnya adalah kacamata tuna netra, yang menggunakan sinar ultrasonik, yang disalurkan melalui kabel untuk menyalakan alarm dekat telinga. Alat penghitung denyut jantung, pendeteksi telur busuk dengan sinar senter, dan banyak lagi produk-produk baik yang menggunakan teknologi elektroteknik yang menggunakan mikrokontroller maupun non mikrokontroller. Baik di bidang telematika maupun biomedika. Dan banyak lagi produk teknologi yang dibuat dalam pameran kali ini. Berikut beberapa foto-fotonya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040554.jpg"><img class="size-full wp-image-3604 aligncenter" style="border:1px solid black;" title="P1040554" src="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040554.jpg" alt="P1040554" width="400" height="301" /></a><em>pengunjung pameran sedang diperiksa denyut jantungnya dengan menjepitkan alat di salah satu jari dengan menggunakan sinar led.</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><a href="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040561.jpg"><img class="size-full wp-image-3610 aligncenter" style="border:1px solid black;" title="P1040561" src="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040561.jpg" alt="P1040561" width="400" height="301" /></a></em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Helm yang bisa memijat kepala saat berkendaraan dari SMA YPS Soroako<br />
</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><a href="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040573.jpg"><img class="size-full wp-image-3611 aligncenter" style="border:1px solid black;" title="P1040573" src="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040573.jpg" alt="P1040573" width="400" height="300" /></a></em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Alat /robot penyadap pohon karet otomatis oleh SMA Neg 2 Bangkinang, Riau</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><a href="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040552.jpg"><img class="size-full wp-image-3612 aligncenter" style="border:1px solid black;" title="P1040552" src="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040552.jpg" alt="P1040552" width="300" height="400" /></a></em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Siswi SMA Unggulan BPPT Al Fattah Lamongan bersama alatnya, helm communicator bisa menghubungkan antara pengendara dengan yang dibonceng<br />
</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><a href="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040540.jpg"><img class="size-full wp-image-3601 aligncenter" style="border:1px solid black;" title="P1040540" src="http://asruldinazis.wordpress.com/files/2009/11/p1040540.jpg" alt="P1040540" width="301" height="401" /></a></em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Kacamata untuk tuna netra menggunakan sinyal ultrasonik dibuat oleh siswa SMP Kristen Petra Surabaya<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan yang memacu anak muda untuk meningkatkan kreativitas dalam pemanfaatan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat sangat perlu diapresiasi dan didukung pelaksanaannya. Kegiatan seperti LCEN yang dilakukan tiap tahun ini bisa menghubungkan antara akademisi dengan pengusaha serta pemerintah dalam mengaplikasikan produk-produk yang telah ditemukan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kegiatan ini bermanfaat dan memberikan nilai guna teknologi untuk masyarakat. Bagi anda yang penasaran silahkan menyaksikan tahun depan, insyaAllah event ini dilaksanakan setiap tahunnya. Selamat buat panitia, Himatektro, Jurusan Teknik Elektro ITS, dan semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Link terkait :</p>
<ul>
<li><a href="http://iee-expo.org/">Situs resmi IEE Expo 2009</a></li>
<li><a href="http://2009.lcen-its.org/">Situs resmi LCEN 2009</a></li>
<li><a href="http://www.himatektro-its.org/">Himatektro ITS</a></li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PTN Ragukan Kualitas UN]]></title>
<link>http://samanui.wordpress.com/2009/11/10/ptn-ragukan-kualitas-un/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 11:45:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aulia</dc:creator>
<guid>http://samanui.wordpress.com/2009/11/10/ptn-ragukan-kualitas-un/</guid>
<description><![CDATA[Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyatakan, perguruan tinggi negeri (PTN) hingg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyatakan, perguruan tinggi negeri (PTN) hingg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hébergeur et moteur de recherche : même combat ?]]></title>
<link>http://decryptages.wordpress.com/2009/11/04/hebergeur-et-moteur-de-recherche-meme-combat/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 12:31:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jérôme</dc:creator>
<guid>http://decryptages.wordpress.com/2009/11/04/hebergeur-et-moteur-de-recherche-meme-combat/</guid>
<description><![CDATA[Le TGI de Paris a rendu le 9 octobre 2009 (vu via Calimaq, et PCinpact) un jugement qui vient encore]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Le TGI de Paris a rendu le 9 octobre 2009 (vu via <a title="lien vers le Twitter de Calimaq" href="https://twitter.com/Calimaq">Calimaq,</a> et <a title="lien vers PCinpact" href="http://www.pcinpact.com/actu/news/53939-aufeminin-google-filtrage-priori-tabaka.htm?vc=1">PCinpact</a>) un jugement qui vient encore préciser la responsabilité des hébergeurs. Ce jugement met également en cause la responsabilité des moteurs de recherche quant aux contrefaçons.<br />
Un rappel des faits est nécessaire avant de voir les problèmes posés. Tout a commencé en novembre 2008 par un constat fait par l&#8217;APP aux termes duquel une photographie hébergée sur un site internet et référencée par Google contrevenait au droit d&#8217;auteur du photographe. Le cliché est retiré du site, suivant la procédure prévue à l&#8217;<a title="lien vers Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichTexteArticle.do;jsessionid=E914E067DF2434298860A430EC7B3D77.tpdjo16v_1?idArticle=LEGIARTI000021212245&#38;cidTexte=LEGITEXT000005789847&#38;dateTexte=20091104">art. 6 I 3. de la LCEN</a>. Ledit cliché est également déréférencé par Google. Jusqu&#8217;à la rien de nouveau.</p>
<p>C&#8217;est la <strong>remise en ligne en mars 2009 du cliché, recadré cette fois, par un autre internaute sur un autre site internet de la même société qui pose problème</strong>. Comme la première fois, ce cliché a été référencé par le moteur de recherche.</p>
<p>Le titulaire des droits d&#8217;auteurs a logiquement assigné l&#8217;hébergeur et le moteur de recherche afin de voir leur responsabilité engagée.</p>
<p>Deux questions se sont alors posées :</p>
<ul>
<li>La remise en ligne d&#8217;une photographie déjà signalée à un hébergeur comme contrefaisante aux droits d&#8217;auteur engage t-il sa responsabilité civile ?</li>
<li>Quelle est la responsabilité des moteurs de recherche qui indexent ces images ?<!--more--></li>
</ul>
<h2>La remise en ligne de contenu préalablement signalé</h2>
<p>Concernant la première question, le tribunal indique que l<strong>&#8216;argument</strong> aux termes duquel  &#8220;<em>chaque remise en ligne constitue un fait nouveau nécessitant une nouvelle notification doit être <strong>écartée dans la mesure où, si les mises en lignes successives sont imputables à des internautes différents, leur contenu, et les droits de propriété intellectuelle y afférents, sont identiques</strong></em>&#8220;. Dès lors, le juge retient que «<strong><em>faute pour elle [l'hébergeur]de justifier avoir accompli les diligences nécessaires en vue de rendre impossible la remise en ligne de la photographie (&#8230;) déjà signalée comme illicite, la société (&#8230;) ne peut se prévaloir de la limitation de responsabilité prévue à l&#8217;article 6-1-2 de la loi du 21 juin 2004 </em></strong>».</p>
<p>Malgré le fait que nous soyons en présence de deux fichiers techniquement différents, la similarité du contenu et des droits, suffit à engager la responsabilité de cet hébergeur.</p>
<p>Dès lors, <strong>il faut pour les hébergeurs rendre impossible la remise en ligne de contenu précédemment signalé par le titulaire des droits d&#8217;auteur</strong>, même si les fichiers sont différents. Comment cela peut-il techniquement se faire ? Les hébergeurs de vidéo en ligne utilisent une technique de marquage, le<a title="lien vers le Journal du Net" href="http://www.journaldunet.com/ebusiness/internet/actualite/0705/070510-fingerprinting-dailymotion-youtube-myspace-filtrage-video.shtml"> fingerprinting</a>, des vidéos qu&#8217;ils hébergent. Une empreinte de la vidéo est créée quand  elle est uploadée. Cette empreinte étant unique, il est alors simple pour l&#8217;hébergeur de repérer la remise en ligne d&#8217;une vidéo signalée. Pourquoi ne pas appliquer cette technique à l&#8217;image ? Simplement parce que cela ne fonctionne pas ! Pour l&#8217;instant c&#8217;est essentiellement sur l&#8217;empreinte acoustique que repose l&#8217;identification des vidéos. Dès lors <strong>il semble que, pour l&#8217;instant du moins, il ne soit pas techniquement possible d&#8217;identifier rapidement par marquage un cliché précédemment signalé</strong>.</p>
<h2>La responsabilité des moteurs de recherche dans l&#8217;indexation d&#8217;images</h2>
<p>Sur la question de la responsabilité des moteurs de recherche, la défense de Google  reposait sur l&#8217;application du droit américain, argument écarté par le juge. Appliquer le droit américain aurait permet de s&#8217;abriter derrière le &#8220;fair use&#8221; qui facilite la reproduction non commerciale de contenus protégés par droit d&#8217;auteur.</p>
<p>Le juge n&#8217;a pas suivi ces arguments et a &#8220;<em><strong>Dit que les sociétés GOOGLE Inc et GOOGLE France, en reproduisant sans autorisation</strong>, sur le site accessible à l&#8217;adresse http://images.google.fr la photographie (&#8230;), <strong>a commis des actes de contrefaçon de droits d&#8217;auteur au sens de l&#8217;<a title="lien vers Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichCodeArticle.do;jsessionid=4322B7DE9F71323F996024267E8E94B9.tpdjo16v_1?idArticle=LEGIARTI000020740345&#38;cidTexte=LEGITEXT000006069414&#38;dateTexte=20091104">article L.335-3 du Code de la Propriété Intellectuelle</a></strong></em>&#8220;.</p>
<p>Le juge considère donc que  Google commet une contrefaçon en reproduisant un cliché protégé par droit d&#8217;auteur via son service <a title="lien vers Google Images" href="http://images.google.fr/">http://images.google.fr/</a>.  Le juge fonde sa décision sur le fait que Google connaissait la nature litigieuse de ces clichés pour avoir été assigné par le passé. De plus, le service  ne mentionne pas le nom de l&#8217;auteur (art. L. 121-1 CPI) et ne respecte pas forcément l&#8217;intégrité de l&#8217;œuvre, notamment par l&#8217;utilisation de vignettes.</p>
<p>En d&#8217;autres termes, le <strong>service de Google ne peut plus indexer et reproduire de photos ou de dessins  qu&#8217;il sait être des contrefaçons notamment pour avoir été averti précédemment, même si les fichiers sont techniquement différents</strong>. Google se retrouve confronté, comme un hébergeur au fait qu&#8217;il ne peut techniquement identifié facilement des clichés déjà signalés. Est-ce le rôle d&#8217;un moteur de recherche ? Je n&#8217;en suis pas sûr.</p>
<p>L&#8217;impact de cette décision est potentiellement très important pour Google mais également pour tous les moteurs de recherche. Il serait donc étonnant que Google ne fasse pas appel de cette décision.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[La modération des commentaires : un casse-tête ?]]></title>
<link>http://decryptages.wordpress.com/2009/10/30/la-moderation-des-commentaires-un-casse-tete/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 22:35:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jérôme</dc:creator>
<guid>http://decryptages.wordpress.com/2009/10/30/la-moderation-des-commentaires-un-casse-tete/</guid>
<description><![CDATA[La loi Hadopi votée en juin 2009 prévoit une irresponsabilité du directeur de la publication d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>La <a title="lien vers Légifrance" href="http://www.legifrance.gouv.fr/affichTexteArticle.do;jsessionid=06A4ED59C28D2BEAC9E87BC8340EAFCF.tpdjo16v_2?idArticle=LEGIARTI000020740559&#38;cidTexte=LEGITEXT000006068759&#38;dateTexte=20091026">loi Hadopi</a> votée en juin 2009 prévoit une irresponsabilité du directeur de la publication d&#8217;un service de communication au public en ligne s&#8217;il n&#8217;a pas connaissance du caractère illicite d&#8217;un message adressé par un internaute. C&#8217;est ce principe qui implique le choix d&#8217;une modération a posteriori des commentaires et forums.</p>
<p>La loi a été complétée par un <a title="lien vers Légifrance" href="http://www.legifrance.gouv.fr/affichTexte.do?cidTexte=JORFTEXT000021214264&#38;dateTexte=&#38;categorieLien=id">décret</a> publié hier au JO. Ce décret prévoit au point 10° de son article 1er du décret que :</p>
<blockquote><p><em>Sur les espaces de contribution personnelle des internautes, l&#8217;éditeur met en œuvre les dispositifs appropriés de lutte contre les contenus illicites. Ces dispositifs doivent permettre à toute personne de signaler la présence de tels contenus et à l&#8217;éditeur de les retirer promptement ou d&#8217;en rendre l&#8217;accès impossible</em></p></blockquote>
<p>Cet article prévoit <strong>deux choses</strong>.</p>
<p>La première concerne les <strong>dispositifs techniques</strong> permettant de lutter contre les contenus. Les blogs et forums, de part leurs formes permettent de lutter facilement contre ces contenus illicites. La mise hors ligne d&#8217;un commentaire ou sa modification sont aisés par l&#8217;administrateur du site. Il est également aisé à quiconque de signaler qu&#8217;un contenu est illicite ou supposé tel.<!--more--></p>
<p>L&#8217;autre chose prévue par cet article concerne le <strong>contenu proprement dit du message</strong>. Ce qui est <strong>plus gênant pour l&#8217;éditeur  du site est de savoir ce que l&#8217;on doit considérer comme un contenu illicite</strong>. Autant il est parfois aisé de reconnaître des propos illicites, autant <strong>il est des fois où la frontière entre la légalité et l&#8217;illégalité est plus que ténue</strong>.</p>
<p>La question qui se pose dès lors est de savoir s&#8217;il faut obtempérer à une injonction signalant un contenu comme illicite. L&#8217;éditeur n&#8217;aura t-il pas tendance à procéder à une censure par peur d&#8217;éventuelles représailles de la part d&#8217;un lecteur mécontent ?</p>
<p>La <strong>réglementation prévoit déjà ce type de signalement et les moyens d&#8217;y procéder</strong>. Elle est prévue à l&#8217;<a title="lien vers Légifrance" href="http://www.legifrance.gouv.fr/affichTexteArticle.do;jsessionid=A8D4ED9B8C55D54FFA0FCAD0BE45575B.tpdjo16v_2?idArticle=LEGIARTI000021212245&#38;cidTexte=LEGITEXT000005789847&#38;dateTexte=20091030">article 6 de la loi Loi n°2004-575</a> du 21 juin 2004 pour la confiance dans l&#8217;économie numérique (LCEN). Néanmoins une différence de taille sépare les deux textes. La <strong>LCEN traite en effet des hébergeurs de contenu alors que la loi Hadopi concerne les éditeurs de contenu</strong>. La réglementation concernant les hébergeurs ne peut être appliquée aux éditeurs : leur fonction est différente.</p>
<p>Cela signifie que, <strong>en fonction de la personne avertie du contenu jugé illicite par un internaute la procédure d&#8217;avertissement sera différente</strong>. Si c&#8217;est l&#8217;hébergeur, la procédure est décrite précisément par l&#8217;<a title="lien vers Légifrance" href="http://www.legifrance.gouv.fr/affichTexteArticle.do;jsessionid=A8D4ED9B8C55D54FFA0FCAD0BE45575B.tpdjo16v_2?idArticle=LEGIARTI000021212245&#38;cidTexte=LEGITEXT000005789847&#38;dateTexte=20091030">article 6 de la LCEN</a>. <strong>Une dénonciation mensongère expose l&#8217;auteur de celle-ci à des poursuites pénales</strong>. Si c&#8217;est l&#8217;éditeur, la loi Hadopi pose un principe d&#8217;irresponsabilité en cas de méconnaissance du contenu. <strong>Ni la loi ni le décret ne précisent comment la victime doit avertir l&#8217;éditeur</strong>. Il n&#8217;y a pas davantage de mise en cause de la responsabilité de celui qui dénonce de mauvaise foi un contenu.</p>
<p>La différence de rédaction entre les deux textes sera certainement source de contentieux. Deux solutions se présentent :</p>
<ul>
<li>soit les éditeurs obtempéreront à toute demande pas forcément fondée, en partant du principe qu&#8217;ils courent un risque. Le risque de censure est patent, par peur du conflit.</li>
<li>soit les éditeurs refuseront de faire droit à toute demande et une action en justice sera nécessaire pour le plaignant pour faire retirer le contenu qu&#8217;il estime illicite. Si la juridiction fait droit au plaignant la responsabilité de l&#8217;éditeur sera engagé. Au contraire, si le juge estime que le contenu n&#8217;est pas illicite, c&#8217;est le plaignant qui verra sa responsabilité engagée.</li>
</ul>
<p>Ce qui est délicat ici c&#8217;est que, au delà des demandes manifestement frauduleuses, le droit de la presse est une matière est extrêmement complexe et relève le plus souvent de la casuistique. Autant dire que <strong>l&#8217;incertitude est grande</strong>, des deux côtés !</p>
<p>L&#8217;autre problème est l&#8217;<strong>imprécision de la rédaction du décret</strong>. La <strong>promptitude devra là encore être définie par les tribunaux</strong>. Un éditeur amateur, qui gère un blog sur son temps libre n&#8217;a pas les mêmes moyens de surveiller les commentaires écrits sous ses billets agira moins promptement qu&#8217;un éditeur professionnel. Là encore la casuistique a toute sa place À noter que la LCEN évoque également le retrait prompt des contenus signalés (<a title="lien vers lon billet sur la LCEN" href="http://decryptages.wordpress.com/2008/04/11/quelle-vitesse-pour-la-promptitude">voir ici mon billet sur la question</a>)</p>
<p>On le voit, il reste encore beaucoup d&#8217;incertitudes auxquelles la nouvelle réglementation ne répond pas.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A qui profite la creation ? ou comment les majors volent les artistes au quotidien....]]></title>
<link>http://comaki.wordpress.com/2009/10/14/a-qui-profite-la-creation-ou-comment-les-majors-volent-les-artistes-au-quotidien/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 16:07:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Comaki</dc:creator>
<guid>http://comaki.wordpress.com/2009/10/14/a-qui-profite-la-creation-ou-comment-les-majors-volent-les-artistes-au-quotidien/</guid>
<description><![CDATA[LCEN,  DADVSI, HADOPI, HADOPI2, toutes ces lois promulguées en France comme leurs équivalent dans le]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-727" title="deadkennedys" src="http://comaki.wordpress.com/files/2009/10/deadkennedys.jpg" alt="deadkennedys" width="450" height="281" /></p>
<p>LCEN,  DADVSI, HADOPI, HADOPI2,  toutes ces lois promulguées en France comme leurs équivalent dans le monde entier , soit disant ,en faveur exclusive des &#8220;Auteurs&#8221; , l&#8217;ont été en réalité qu&#8217;en faveur des majors qui ne sont qu&#8217;exceptionnellement  les proprietaires de ces fameux droits mais qui grâce a leurs contrats toujours défavorables aux artistes,  en sont souvent les bénéficiaires quasi exclusif.</p>
<p>En plus de ne pas respecter les artistes dans l&#8217;équilibre du contrat qui les lient, ils ne respectent pas non plus leur engagements contractuels quand ils ne sont pas en leur faveurs&#8230;</p>
<p>3 exemples internationaux  frappant et très différents qui montrent  l&#8217;engagement à  géométrie variable des multinationales du disque de faire respecter les lois en générale (selon si c&#8217;est en leur faveur ou non), mais surtout  la mansuétude et l&#8217;égard qu&#8217;ont ces même majors pour les artistes et la Création Artistique qu&#8217;ils veulent &#8220;a tout prix défendre&#8221; (c&#8217;est en tout cas ce que ne cesse de répéter les mass-médias à l&#8217;unisson grâce a un plan comm bien ficelé&#8230;).</p>
<p>1/ <strong>Au Mexique</strong>,</p>
<p>Sony bmg  n&#8217;as pas voulu, malgré les injonctions répété du juge  appliquer le droit des contrats concernant un de ses ex artiste star El Potrillo :</p>
<p>&#8220;La police a en effet récupéré près de 6000 CD que Sony refusait de rendre à l&#8217;artiste alors que son contrat avec la maison de disque est pourtant arrivé à échéance.<br />
Prévu pour 7 albums, ce dernier a signé depuis avec Universal Music, mais Sony ne s&#8217;est pour autant pas privé de poursuivre l&#8217;exploitation des disques, photos et vidéos durant cette période, sans contrat aucun.<br />
En l&#8217;occurrence, un album contenant des titres inédits a été lancé, sans l&#8217;accord du chanteur, qui fit alors intervenir son avocat. Mais Sony n&#8217;a pas tendu l&#8217;oreille à l&#8217;appel.<br />
Bilan des courses, le recours à l&#8217;intervention policière fut inévitable. Sous couvert de lutter contre le piratage du disque, la police de Mexico a perquisitionné le bureau du label et récupéré le dû de l&#8217;artiste. Sony supposait qu&#8217;ils pouvaient vendre ces titres alors qu&#8217;ils n&#8217;appartenaient pas aux précédents albums et les diffuser comme un huitième album, comme si c&#8217;étaient des titres sur lesquels ils disposaient des droits.&#8221;</p>
<p>citation : <a href="http://www.pcinpact.com/actu/news/52951-sony-mexique-artiste-album-police.htm">PC INPACT</a></p>
<p>source : <a href="http://www.lemonde.fr/cgi-bin/ACHATS/acheter.cgi?offre=ARCHIVES&#38;type_item=ART_ARCH_30J&#38;objet_id=1097668&#38;clef=ARC-TRK-G_01">http://www.lemonde.fr/</a></p>
<p>2/  <strong>Aux USA</strong>,</p>
<p>Ben Jordan (aka The Flashbulb, un des pionnier de l&#8217;IDM), s&#8217;est rendu compte que iTunes vendaient ses propres morceaux parus sur un label aillant fait faillite (<span id="intelliTXT">Sublight Records fermé en juin 2007)</span>, et que du coup Apple  ne reversait rien à personne comme droit d&#8217;auteur. Pour se faire entendre il a d&#8217;une part porter plainte contre Apple pour piratage et non respect de la propriété intellectuelle et d&#8217;autre par il a tout simplement mis a disposition les morceaux en questions sur plusieurs gros tracker de torrent et sur limewire accompagné d&#8217;un texte (.nfo) expliquant ses motivations et sa vision  de l&#8217;industrie musicale&#8230;. a lire absolument</p>
<p>sources :</p>
<p><a href="http://www.numerama.com/magazine/6076-Si-tu-veux-soutenir-l-artiste-n-achete-pas-son-disque.html">numerama.com</a> (dont la traduction du texte de Ben Jordan sur l&#8217;industrie du disque)</p>
<p><a href="http://www.rlslog.net/the-flashbulb-promotes-piracy/">rlslog.net</a> (en anglais)</p>
<p>3/ <strong>Au Royaume-Unis</strong>,<br />
&#8220;Un artiste, anciennement sous contrat avec Warner Music, a souhaité mettre en ligne sur son MySpace un de ces plus fameux titres qui avait connu un petit succès au début des années 90. Or, en découvrant la diffusion du morceau sans contrepartie financière, la major a contacté MySpace pour lui demander de retirer le titre en question&#8221;. Le hic dans cette affaire c&#8217;est tous simplement que tous les contrats passés entre l&#8217;artiste et l&#8217;industrie musicale ont expiré depuis longtemps et que seul l&#8217;artiste a donc les droits d&#8217;auteur sur sa musique ( a l&#8217;exception peut être des droits voisin lié aux enregistrement eux même mais qui n&#8217;autorise pas non plus warner a vendre ces créations)</p>
<p>&#8220;Pire encore, malgré l&#8217;expiration des différentes licences d&#8217;exploitation, plusieurs labels sont toujours en train de vendre &#8211; illégalement &#8211; les morceaux d&#8217;Edwyn Collins. En clair, différentes sociétés réalisent des profits en piratant sa musique des années après la fin des contrats liant le chanteur&#8221;</p>
<p>Citations : <a href="http://www.numerama.com/magazine/14203_5-warner-music-empeche-un-artiste-de-mettre-sa-musique-sur-myspace.html">numerama.com</a></p>
<p>source :  <a href="http://www.guardian.co.uk/music/2009/oct/06/edwyn-collins-sharing-music">guardian.co.uk </a> (en anglais)</p>
<p><em>Il existe des dizaines d&#8217;autres exemples dans tout les pays du monde montrant a quel points les droits d&#8217;auteurs ne sont pas respecter par ceux qui s&#8217;autoproclame comme leurs unique défendeurs dans ce monde &#8220;décadent&#8221; !!!</em></p>
<p><em>Sauf que la seule décadence c&#8217;est celle de l&#8217;industrie du support physique alors qu&#8217;il n&#8217;y a jamais eu autant d&#8217;offre et de création musicale disponible que depuis qu&#8217;internet existe&#8230; Ils essayent,avec l&#8217;appui de lois taillées  sur mesure grâce a leur lobbying forcené, de sauver une industrie basé sur la fabrication et la distribution du support physique qui n&#8217;as plus  de raison d&#8217;être et encore moins de légitimité que ce soit en terme de qualité ou de choix&#8230;</em></p>
<p>quelques liens intéressants pour aller s&#8217;informer :</p>
<p><a href="http://hors.norme.blog.free.fr/index.php?post/2009/10/02/Le-suicide-professionnel-d%E2%80%99un-musicien-de-l%E2%80%99industrie-du-Disque." target="_blank">Le suicide professionnel d’un musicien de l’industrie du Disque.</a> (A lire)</p>
<p><a href="http://www.bcommeboxsons.com/" target="_blank">bcommeboxsons.com</a> &#8221; L&#8217;industrie musicale: la musique, le fric et les gens autour&#8221;</p>
<p><a href="http://www.numerama.com/">numerama.com</a></p>
<p><a href="http://www.independent.co.uk/news/uk/crime/illegal-downloaders-spend-the-most-on-music-says-poll-1812776.html" target="_blank">Ceux qui télécharge le plus sont ceux qui achète le plus de musique selon un sondage</a> (a lire en anglais)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[La fille adoptive de Jacques Chirac porte plainte !]]></title>
<link>http://scteam.wordpress.com/2009/09/24/la-fille-adoptive-de-jacques-chirac-porte-plainte/</link>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 20:18:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>ju4n1t0</dc:creator>
<guid>http://scteam.wordpress.com/2009/09/24/la-fille-adoptive-de-jacques-chirac-porte-plainte/</guid>
<description><![CDATA[Société 2.0 - S&#8217;estimant diffamée par des modifications apportées à un article paru sur Wikipe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="font-size:13px;font-weight:bold;">
<div style="padding-right:5px;float:left;color:#ff8a00;">Société 2.0 -</div>
<div>
<p>S&#8217;estimant diffamée par des modifications apportées à un article paru sur Wikipedia, Anh Dao Traxel, la fille adoptive de Jacques Chirac, a porté plainte au tribunal d&#8217;Evry. Elle demande en outre la création d&#8217;une &#8220;autorité de régulation spécifique à l&#8217;usage d&#8217;Internet&#8221;.</p>
</div>
</div>
<div id="newstext" style="font-size:13px;">
<p><img src="http://www.numerama.com/media/attach/anh-dao_traxel.jpg" alt="" hspace="10" align="right" /> C&#8217;est un article passé jusque là relativement inaperçu. <a href="http://www.leparisien.fr/essonne-91/la-fille-adoptive-de-chirac-calomniee-12-09-2009-635683.php" target="_blank">Le Parisien</a> a révélé le 12 septembre dernier que la fille adoptive de l&#8217;ancien président de la République Jacques Chirac, Anh-Dao Traxel, avait déposé plainte suite à la publication d&#8217;un article sur l&#8217;encyclopédie collaborative Wikipedia. Elle estime qu&#8217;il comportait des allégations &#8220;<em>mensongères et préjudiciables</em>&#8221; publiées le 11 juin, la concernant elle et son époux.</p>
<p>Selon le quotidien, le couple aurait porté plainte contre X et contre l&#8217;auteur du message auprès du procureur d&#8217;Evry ; mais la plainte contre X vise probablement à identifier l&#8217;auteur du message, et il n&#8217;y a donc vraisemblablement qu&#8217;une seule et même plainte déposée. Le parquet a ouvert une enquête pour diffamation, confiée à la sûreté départementale. Ils devront d&#8217;abord tenter d&#8217;identifier l&#8217;internaute responsable des modifications de l&#8217;article à partir de son adresse IP.</p>
<p>&#8220;<em>Dans son message, l’internaute anonyme, qui écrit sous le pseudo d’Homninex, la présente comme mariée à « un ressortissant vietnamien ». Ce qui est faux, selon Anh Dao Traxel, puisqu’il « dispose de la nationalité française ». Homninex l’accuse ensuite d’avoir « abandonné » ses enfants encore mineurs « à la charge de son ex-mari. Son but étant de refaire sa vie avec son second mari (…) et ainsi profiter de son nom et des avantages liés à celui-ci. »</em>&#8220;, raconte le Parisien.</p>
<p>Il est à remarquer qu&#8217;elle ne porte pas plainte contre Wikipedia lui-même, ce qui relève d&#8217;une certaine intelligence et compréhension d&#8217;Internet. Contrairement à un journal ou une encyclopédie traditionnelle, les articles publiés sur Wikipedia ne sont pas sous la responsabilité directe de l&#8217;éditeur, protégé par la loi pour la confiance dans l&#8217;économie numérique (LCEN). Mais la compréhension a ses limites.</p>
<p>Le Parisien dit ainsi qu&#8217;à &#8220;<em>travers sa plainte, la fille de coeur des Chirac veut faire bouger la législation autour d’Internet</em>&#8220;. &#8220;<em>N’importe qui peut écrire n’importe quoi sur une personne dans le but de lui nuire et de la salir sans qu’il soit mis en place de système de contrôle</em>&#8220;, déplore Anh Dao Traxel.</p>
<p>&#8220;<em>Ce mal peut surprendre toute personne à n’importe quel moment et détruire ses actions ou son honorabilité. Une autorité de régulation spécifique à l’emploi d’Internet est plus que nécessaire à l’avenir</em>&#8220;, a-t-elle ajouté, sans préciser ce qu&#8217;elle entendant par la régulation de l&#8217;usage. Faudra-t-il recourir à des armées d&#8217;esclaves pour vérifier un à un chacun des messages postés sur les sites collaboratifs, ou demander, comme en Corée du Sud, que chaque internaute s&#8217;inscrive au préalable sur les sites <a href="http://www.numerama.com/magazine/12637-YouTube-ne-veut-pas-demander-la-carte-d-identite-de-ses-utilisateurs.html">avec sa carte d&#8217;identité nationale</a> ?</p>
<p>Jean-François Copé peut se réjouir d&#8217;avoir trouvé un nouveau soutien inattendu à ses <a href="http://www.leparisien.fr/essonne-91/la-fille-adoptive-de-chirac-calomniee-12-09-2009-635683.php">espoirs de régulation du Net</a>. Espérons que Jacques Chirac, qui siège au Conseil constitutionnel, ne l&#8217;entende pas trop fort.</p>
</div>
<div style="background-color:#eeeeee;">Article diffusé sous <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/2.0/fr/">licence Creative Common by-nc-nd 2.0</a>, écrit par Guillaume Champeau pour <a href="http://www.numerama.com/magazine/14060-calomniee-sur-wikipedia-la-fille-adoptive-de-jacques-chirac-veut-reguler-le-net.html">Numerama.com</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Finalis LCEN dari HME]]></title>
<link>http://keprofesianhmeitb.wordpress.com/2009/06/05/finalis-lcen-dari-hme/</link>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 14:00:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>keprofesianhmeitb</dc:creator>
<guid>http://keprofesianhmeitb.wordpress.com/2009/06/05/finalis-lcen-dari-hme/</guid>
<description><![CDATA[Teman-teman Elektro semua. Mohon doanya. Semoga temen-temen kita sanggup mengerjakan proyek final LC]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Teman-teman Elektro semua. Mohon doanya. Semoga temen-temen kita sanggup mengerjakan proyek final LC]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Archivage et preuve numérique dans l'entreprise : "WORM" n'est plus la norme (NF Z 42-013)]]></title>
<link>http://aroundrisk.wordpress.com/2009/04/27/archivage-et-preuve-numerique-dans-lentreprise-worm-nest-plus-la-norme-nf-z-42-013/</link>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 19:34:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Joseph Triquell</dc:creator>
<guid>http://aroundrisk.wordpress.com/2009/04/27/archivage-et-preuve-numerique-dans-lentreprise-worm-nest-plus-la-norme-nf-z-42-013/</guid>
<description><![CDATA[ L&#8217;intérêt de la dématérialisation des documents et des échanges n&#8217;est plus à démontrer ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><span style="color:#000080;"> L&#8217;intérêt de la dématérialisation des documents et des échanges n&#8217;est plus à démontrer . Toutefois, la problématique liée à la mise en œuvre d&#8217;une stratégie d&#8217;archivage est l&#8217;un des challenges les plus importants des prochaines années pour l&#8217;entreprise . . . </span></h3>
<p><span style="color:#000080;"><!--more-->En ce début d&#8217;année 2009, la mise à jour de la norme NF Z 42-013  vient apporter  une contribution importante  (prescriptions techniques et juridiques) dans la construction pratique du référentiel indispensable dans la mise en œuvre d&#8217;une politique d&#8217;archivage dans l&#8217;entreprise.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"> O</span><span style="color:#000080;">util de sécurité et d&#8217;audit indispensable à l&#8217;entreprise , elle peut également permettre aux services de police, à la justice, de s&#8217;appuyer sur une référence pour déterminer &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#000080;">&#8230;la valeur probante de la preuve électronique dans une affaire.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"> </span><span style="color:#000080;">L&#8217;archivage fait partie intégrante de la stratégie d&#8217;administration (au sens large) de la preuve numérique dans l&#8217;entreprise.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Malgré une absence de cadre légal de l&#8217;archivage privé, l&#8217;entreprise doit faire face à de nombreuses exigences et obligations légales, des objectifs techniques, des interrogations &#8230; et une vulnérabilité de l&#8217;entreprise face à cette problématique :</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000080;">Loi du 3 janvier 1979 sur les archives (modifié par l&#8217;ordonnance du 20/2/2004 &#8211; Loi du 15 juillet 2008 sur les archives publiques. </span></li>
<li><span style="color:#000080;">Loi du 13 mars 2000 sur la valeur probante de l&#8217;écrit électronique (et décret du 30 mars 2001)</span></li>
<li><span style="color:#000080;">Article 1348 du code civil (preuve fidèle et durable)</span></li>
<li><span style="color:#000080;">Loi pour la confiance dans l&#8217;économie numérique de 2004, </span></li>
<li><span style="color:#000080;">Obligations légales de conservation (code de la consommation, prescriptions légales en matière civile, commerciale et fiscale &#8230;)</span></li>
<li><span style="color:#000080;">Prescriptions de la loi informatique et libertés &#8230; et le principe du &#8220;droit à l&#8217;oubli&#8221;, </span></li>
<li><span style="color:#000080;">La dématérialisation des appels d&#8217;offres avec la refonte du code des marchés publics,</span></li>
<li><span style="color:#000080;">&#8230;</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000080;">Certes, certaines contributions ont permis de participer à la construction d&#8217;une réflexion autours des nombreuses interrogations techniques :</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000080;">ISO 15489 &#8211; L&#8217;implémentation en 8 étapes d&#8217;un système global d&#8217;archivage (cyberadministration en Suisse)</span></li>
<li><span style="color:#000080;">La norme ISO 32000 sur le format standardisé PDF 1.7 ( 2007) </span></li>
<li><span style="color:#000080;">Les modifications du Code Général des impôts et l&#8217;instruction fiscale du 11 janvier 2007 sur les modalités de conservation des factures électroniques. </span></li>
<li><span style="color:#000080;">Un nouveau standard européen en matière d&#8217;archivage électronique adopté en février 2008 &#8211; (moreq2.eu)</span></li>
<li><span style="color:#000080;">&#8230;</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000080;"> </span><span style="color:#000080;">Même si la norme AFNOR n&#8217;a pas force de loi, la mise en application des prescriptions d&#8217;une norme dans une entreprise permet d&#8217;apporter des garanties et d&#8217; emporter la conviction du juge dans le cas d&#8217;un litige sur la valeur probante d&#8217;un document issu d&#8217;un système d&#8217;archivage.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"> </span><span style="color:#000080;">Alors que le premier acte notarié dématérialisé a été signé (et archivé) en France le 28 octobre 2008, première mondiale semble-t-il, par l&#8217;intermédiaire du &#8220;minutier central électronique&#8221;,  les entreprises notaient, jusqu&#8217;à présent un manque évident de référentiel prenant en compte les nouveaux supports et technologies.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"> </span><span style="color:#000080;">Le 4 février 2009, AFNOR a homologué une nouvelle version de la norme NF Z 42-013 sur &#8220;l&#8217;archivage électronique et les spécifications relatives à la conception et à l&#8217;exploitation de systèmes informatiques en vue d&#8217;assurer la conservation et l&#8217;intégrité des documents stockés dans ces systèmes&#8221;.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Au journal officiel du 26 février 2009, elle entre en vigueur le 4 mars 2009.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Créée en 1999, cette norme définissait à l&#8217;origine les conditions techniques et organisationnelles  d&#8217;archivage permettant de répondre aux exigences de durabilité et de fidélité. </span></p>
<p><span style="color:#000080;">En 2001, cette norme a pris en compte les prescriptions de la loi du 13 mars 2000 sur la valeur probante de la signature électronique .</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Mais jusqu&#8217;à aujourd&#8217;hui, cette norme privilégiait le support non réinscriptible &#8220;WORM&#8221; (Write Once Ready Many) et sa problématique de l&#8217;obsolescence des supports,  ce qui était contraire au développement de matériels spécifiques de sauvegarde s&#8217;appuyant sur des supports optiques ou magnétiques réinscriptibles mais protégés de suppression ou de modification par un procédé logique. </span></p>
<p><span style="color:#000080;"> </span><span style="color:#000080;">D&#8217;autre part, cette norme permet une avancée complémentaire pour l&#8217;entreprise  en terme de sécurité juridique par de nouvelles exigences aux prestataires d&#8217;archivage et des précisions  sur les clauses contractuelles minimales qui doivent figurer dans les contrats liant ces fournisseurs à leurs clients.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"> </span><span style="color:#000080;">Cette norme serait dés à présent intégrée au référentiel V2 du label de Tiers Archivage de la Fédération nationale des tiers de confiance.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Selon plusieurs experts, cette version très différente des versions précédentes imposera de complexes mises en conformité des systèmes déjà en place &#8230; </span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#000080;"> </span><span style="color:#000080;">Joseph Triquell &#8211; mai 2009</span></p>
<p><span style="color:#000080;"> </span><span style="color:#000080;">Association Française de Normalisation &#8211; </span><a href="http://www.afnor.fr/"><span style="color:#000080;">www.afnor.fr</span></a></p>
<p><span style="color:#000080;">Fédération Nationale des Tiers de Confiance  &#8211; </span><a href="http://www.fntc.org/"><span style="color:#000080;">www.fntc.org</span></a></p>
<p><span style="color:#000080;">Fédération de l&#8217;ILM (Information Lifecycle Management) du stockage et de l&#8217;Archivage &#8211; </span><a href="http://fedisa.eu/fedisa2007/"><span style="color:#000080;">www.fedisa.eu</span></a></p>
<p><span style="color:#000080;">Alain Bensoussan &#8211; Cabinet d&#8217;avocats spécialisé &#8211; </span><a href="http://www.alain-bensoussan.com/"><span style="color:#000080;">www.alain-bensoussan.com</span></a></p>
<p><span style="color:#000080;">Standard européen &#8211; </span><a href="http://www.moreq2.eu/"><span style="color:#000080;">www.moreq2.eu</span></a></p>
<p><span style="color:#000080;"> </span></p>
<p><span style="color:#000080;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Humoristes et Youtube]]></title>
<link>http://vousetledroit.wordpress.com/2009/03/16/humoristes-et-youtube/</link>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 10:14:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>vousetledroit</dc:creator>
<guid>http://vousetledroit.wordpress.com/2009/03/16/humoristes-et-youtube/</guid>
<description><![CDATA[Après quelques mois de non-activité sur le blog je me remets un peu à écrire et je vais essayer de v]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Après quelques mois de non-activité sur le blog je me remets un peu à écrire et je vais essayer de v]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LCEN XIV 2009]]></title>
<link>http://alfalive.wordpress.com/2009/03/01/lcen-xiv-2009/</link>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 12:04:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alfiyan</dc:creator>
<guid>http://alfalive.wordpress.com/2009/03/01/lcen-xiv-2009/</guid>
<description><![CDATA[Tahun ini, Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) akan digelar lagi untuk ke-empat belas kalinya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tahun ini, Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) akan digelar lagi untuk ke-empat belas kalinya ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pendaftaran LCEN XIV 2009 dibuka]]></title>
<link>http://aeeneee.wordpress.com/2009/02/28/pendaftaran-lcen-xiv-2009-dibuka/</link>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 02:03:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>aenee2u</dc:creator>
<guid>http://aeeneee.wordpress.com/2009/02/28/pendaftaran-lcen-xiv-2009-dibuka/</guid>
<description><![CDATA[Mulai hari ini tanggal 9 Februari 2009 sampai dengan 17 April 2009 pendaftaran Lomba Cipta Elektrote]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mulai hari ini tanggal 9 Februari 2009 sampai dengan 17 April 2009 pendaftaran Lomba Cipta Elektrote]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LOMBA CIPTA ELEKTROTEKNIK NASIONAL (LCEN) 2009]]></title>
<link>http://upildekil.wordpress.com/2009/02/22/lcen2009/</link>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 19:19:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>rian   adi tya</dc:creator>
<guid>http://upildekil.wordpress.com/2009/02/22/lcen2009/</guid>
<description><![CDATA[Eksplorasi Potensi Anak Bangsa dalam Bidang Elektroteknik Demi Terwujudnya Indonesia yang Edukatif M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;line-height:normal;" align="center">
<p style="text-align:center;line-height:normal;" align="center"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:courier;">Eksplorasi Potensi Anak Bangsa dalam Bidang Elektroteknik Demi Terwujudnya Indonesia yang Edukatif</span></span></p>
<p style="text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-family:courier;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:courier;">Mulai  tanggal 9 Februari 2009 sampai dengan 17 April 2009 pendaftaran Lomba Cipta Elektroteknik Nasional XIV 2009 dibuka. Adapun berkas yang harus dikirim antara lain:</span></p>
<p><!--more Lihat selengkapnya--></p>
<ol style="text-align:justify;" type="1"> <span style="font-family:courier;"></p>
<li><a href="http://2009.lcen-its.org/download/Formulir+Pendaftaran">Formulir      pendaftaran</a> yang telah diisi dengan lengkap (wajib      menggunakan format formulir yang telah disediakan oleh panitia).</li>
<li>Proposal karya dalam bentuk hardcopy      (dijilid) sebanyak 2 eksemplar.</li>
<li>Softcopy proposal karya dalam bentuk CD      atau dapat dikirim dalam bentuk file melalui email.</li>
<li>Fotokopi identitas diri (KTP / KTM /      Kartu pelajar)</li>
<li>Surat keterangan aktif studi sampai      dengan 27 April 2009</li>
<p></span></ol>
<p style="line-height:normal;text-align:center;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:courier;">Pendaftaran dapat dikirim dengan pos atau diserahkan langsung ke:</span></span></p>
<p align="center"><span style="font-family:courier;">Sekretariat Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) XIV 2009<br />
Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro<br />
Ruang B-207 Jurusan Teknik Elektro<br />
Kampus ITS Sukolilo<br />
Surabaya 60111</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:normal;">
<p style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-family:courier;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:courier;">Bidang yang dilombakan :</span></span></p>
<ol type="1"> <span style="font-family:courier;"></p>
<li>Kategori Mahasiswa<br />
Dalam kategori ini terdapat tiga bidang lomba, yaitu :</p>
<ul type="circle">
<li>Bidang Telekomunikasi, Multimedia, dan       Informatika (Telematika)</li>
<li>Bidang Biomedik</li>
<li>Bidang Elektronika dan Otomasi Industri</li>
</ul>
</li>
<p></span></ol>
<ol style="margin-top:0;" type="1"> <span style="font-family:courier;"></p>
<li>Kategori Pelajar<br />
Dalam kategori ini terdapat dua bidang lomba, yaitu :</p>
<ul style="margin-top:0;" type="circle">
<li>Bidang Elektonika Dasar berbasis       mikrokontroler</li>
<li>Bidang Elektonika Dasar non       mikrokontroler</li>
</ul>
</li>
<p></span></ol>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center">
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center">
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center">
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:courier;">Waktu-waktu penting LCEN 2009</span></span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:courier;">Tahap Pendaftaran          : 9 Feb &#8211; 17 April 2009</span></li>
<li><span style="font-family:courier;">Tahap Penjurian Awal       : 27 April &#8211; 22 Mei 2009</span></li>
<li><span style="font-family:courier;">Tahap Pengumuman Finalis   : 23 Mei 2009</span></li>
<li><span style="font-family:courier;">Tahap Daftar Ulang Finalis : 25 &#8211; 29 Mei 2009</span></li>
<li><span style="font-family:courier;">Tahap Perealisasian Karya  : 1 Juni &#8211; 12 Oktober 2009</span></li>
<li><span style="font-family:courier;">Tahap Penjurian Akhir      : 14 &#8211; 18 Oktober 2009</span></li>
</ul>
<p style="margin-left:36pt;line-height:normal;">
<p style="margin-left:36pt;line-height:normal;">
<p style="margin-left:36pt;line-height:normal;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:courier;">FORMULIR PENDAFTARAN DAN INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT DIPEROLEH DI :</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:courier;"><a href="http://2009.lcen-its.org/">http://2009.lcen-its.org/</a></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fuzz.fr reconnu comme hébergeur]]></title>
<link>http://decryptages.wordpress.com/2008/11/25/fuzzfr-reconnu-comme-hebergeur/</link>
<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 09:57:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jérôme</dc:creator>
<guid>http://decryptages.wordpress.com/2008/11/25/fuzzfr-reconnu-comme-hebergeur/</guid>
<description><![CDATA[Fuzz.fr, que le TGI de Paris avait considéré comme éditeur dans une ordonnance de référé en mars 200]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a title="lien vers Fuzz.fr" href="http://www.fuzz.fr">Fuzz.fr</a></strong>, que le TGI de Paris avait considéré comme éditeur dans une ordonnance de référé en mars 2008 s&#8217;est vu reconnaître la qualité d&#8217;<strong>hébergeur</strong> par la Cour d&#8217;Appel de Paris dans un arrêt du 21 novembre 2008.</p>
<p>Voici quel a été le raisonnement de la Cour d&#8217;Appel pour infirmé le jugement. Comme toujours la Cour d&#8217;Appel résume les faits avant d&#8217;entamer l&#8217;analyse qui en a été faite par les premiers juges. À l&#8217;issue de ce rappel, la Cour retient ainsi : &#8220;<em>que le <strong>premier juge a dit </strong>qu&#8217;en renvoyant au site (&#8230;), <strong>en agençant différentes rubriques</strong> telles que celle intitulée &#8220;people&#8221; et en titrant en gros caractères &#8220;K. M. et O. M. toujours amoureux, ensemble à Paris&#8221;, la <strong>société Bloobox Net </strong></em>[société éditant le site Fuzz.fr]<em> <strong>a opéré un choix éditorial</strong> ; qu&#8217;il l&#8217;a considérée comme un éditeur de service de communication en ligne au sens de l&#8217;article 6 III 1 c de la loi susvisée renvoyant à l&#8217;article 93-2 de la loi du 21 juillet 1982 et par suite, responsable de la diffusion de propos portant atteinte à la vie privée de M. M.</em>&#8220;.<!--more--></p>
<p>La Cour poursuit son raisonnement en indiquant &#8220;<em>Que c&#8217;est l<strong>&#8216;internaute</strong> qui utilisant les fonctionnalités du site, <strong>est allé sur le site source de l&#8217;information</strong>, (&#8230;), <strong>a cliqué sur le lien, l&#8217;a recopié</strong> sur la page du site de la société Bloobox Net <strong>avant d&#8217;en valider la saisie pour le mettre effectivement en ligne sur le site www.fuzz.fr et a rédigé le titre</strong> ; qu&#8217;<strong>ainsi, l&#8217;internaute est l&#8217;éditeur du lien hypertexte</strong> et du titre ; </em></p>
<p><em>Que l<strong>e fait </strong>pour la société Bloobox Net créatrice du site www.fuzz.fr d<strong>e structurer et de classifier les informations mises à la disposition du public selon un classement choisi par elle</strong> permettant de faciliter l&#8217;usage de son service <strong>entre dans la mission du prestataire de stockage et ne lui donne pas la qualité d&#8217;éditeur dès lors qu&#8217;elle n&#8217;est pas l&#8217;auteur des titres et des liens hypertextes</strong> et qu&#8217;<strong>elle ne détermine pas les contenus du site</strong>, source de l&#8217;information, (&#8230;) que cible <strong>le lien hypertexte qu&#8217;elle ne sélectionne pas plus</strong> ; qu&#8217;elle n&#8217;a enfin aucun moyen de vérifier le contenu des sites vers lesquels pointent les liens mis en ligne par les seuls internautes ;<br />
Qu&#8217;au vu de ce qui précède, il résulte que la société Bloobox Net ne peut être considérée comme un éditeur au sens de la loi pour la confiance dans l&#8217;économie numérique, sa responsabilité relevant du seul régime applicable aux hébergeurs </em>;</p>
<p>Enfin, la cour rappelle qu&#8217;hormis certains cas particuliers visés par la loi (pornographie enfantine, à l&#8217;apologie des crimes contre l&#8217;humanité et à l&#8217;incitation à la haine raciale), l&#8217;<strong>hébergeur bénéficie d&#8217;un régime de responsabilité civile particulier</strong>. Les hébergeurs ne peuvent ainsi voir leur responsabilité engagée que s&#8217;ils n&#8217;ont pas retirer les données ou rendu l&#8217;accès impossible, promptement, dès le moment où ils en ont eu connaissance du caractère illicite de ces données. La Cour conclue logiquement que la responsabilité de Bloobox ne pourra pas être engagée.</p>
<p>Toutefois, une disposition de la  <a title="lien vers le site Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichTexte.do?cidTexte=JORFTEXT000000801164&#38;fastPos=1&#38;fastReqId=1211827524&#38;categorieLien=cid&#38;oldAction=rechTexte">LCEN</a> n&#8217;a pas été soulevée par les parties au litige. Il s&#8217;agit de l&#8217;article 6. III. 2. Ce texte prévoit que &#8220;<em>Les personnes éditant à titre non professionnel un service de communication au public en ligne peuvent ne tenir à la disposition du public, pour préserver leur anonymat, que le nom, la dénomination ou la raison sociale et l&#8217;adresse du prestataire mentionné au 2 du I, sous réserve de lui avoir communiqué les éléments d&#8217;identification personnelle prévus au 1</em>&#8220;. Ces informations sont les suivantes : leurs nom, prénoms, domicile et numéro de téléphone.</p>
<p>C&#8217;est en raison de l&#8217;<strong>absence d&#8217;identification des internautes ayant posté des vidéos que Youtube avait été vu sa responsabilité civile retenue par le TGI de Paris le 14 novembre 2008</strong>. Les magistrats avaient jugé <em><strong>&#8220;qu&#8217;en s&#8217;abstenant de recueillir ces éléments, elle [Youtube] a failli à ses obligations d&#8217;hébergeur</strong></em>&#8220;.</p>
<p>Bloobox qui ne semble pas demander à ses membres l&#8217;ensemble de ces informations pourrait dès lors voir sa responsabilité civile engagée sur ce fondement. Ces informations sont difficiles à obtenir de la part des hébergeurs et peuvent ainsi menacer leur modèle économique qui repose sur la faciliter de diffusion des informations mises en ligne.</p>
<p>Cette obligation de recueil d&#8217;information est aussi un moyen détourné par les victimes de contrefaçon ou d&#8217;atteinte à leur image de rechercher la responsabilité civile des hébergeurs.</p>
<p>La suite au prochain épisode…</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Clauses abusives : au tour d'Amazon !]]></title>
<link>http://decryptages.wordpress.com/2008/11/19/clauses-abusives-au-tour-damazon/</link>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 23:12:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jérôme</dc:creator>
<guid>http://decryptages.wordpress.com/2008/11/19/clauses-abusives-au-tour-damazon/</guid>
<description><![CDATA[La liste des e-commerçants condamnés pour clauses abusives dans leurs conditions générales de vente ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>La liste des e-commerçants condamnés pour clauses abusives dans leurs conditions générales de vente s&#8217;allonge avec la condamnation par le Tribunal de Grande Instance de Paris le 28 octobre 2008. Trois types de clauses ont été considérées comme abusives : les premières concernent les conditions générales de vente proprement dites, d&#8217;autres concernent les conditions relatives à la protection des données personnelles et enfin les dernières ont rapport avec le programme Market Place. Nous allons voir plus en détail ces différentes catégories de clauses jugées abusives.</p>
<p><span style="color:#ff6600;"><strong>Les conditions générales de vente abusives</strong></span></p>
<p>Ici, 3 clauses contractuelles sont mises en cause par les magistrats.<!--more--></p>
<ul>
<li><em>&#8220;La clause qui prévoit l&#8217;exonération de responsabilité pour tous dommages indirect</em>&#8221; : cette <strong>clause est contraire à l&#8217;<a title="lien vers le site de Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichCodeArticle.do;jsessionid=6D869FE940301B14E11D67B8EAE5E8C6.tpdjo07v_1?idArticle=LEGIARTI000018048016&#38;cidTexte=LEGITEXT000006069565&#38;dateTexte=20081118">article L. 121-20-3 c. conso.</a></strong> qui dispose à son alinéa 4 que &#8220;<em>Le professionnel est responsable de plein droit à l&#8217;égard du consommateur de la bonne exécution des obligations résultant du contrat conclu à distance, que ces obligations soient à exécuter par le professionnel qui a conclu ce contrat ou par d&#8217;autres prestataires de services, sans préjudice de son droit de recours contre ceux-ci</em>&#8220;. Dans la mesure où ce texte d&#8217;ordre public prévoit une <strong>responsabilité de plein droit</strong>, le <strong>commerçant</strong> ne peux l&#8217;écarter. Pour sa défense Amazon indique que cette stipulation ne concerne que les professionnel. Toutefois le juge indique que la rédaction, très générale de la clause concerne l&#8217;ensemble des clients, professionnels et consommateurs. Aussi, pour que la clause ne concerne que les professionnels, une nouvelle rédaction est nécessaire.</li>
<li><em>&#8220;La clause prévoyant la <strong>cession des droits d&#8217;auteur</strong> au profit du professionnel&#8221; </em>: cette clause est <strong>contraire à l&#8217;<a title="lien vers le site de Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichCodeArticle.do;jsessionid=6D869FE940301B14E11D67B8EAE5E8C6.tpdjo07v_1?idArticle=LEGIARTI000006278891&#38;cidTexte=LEGITEXT000006069414&#38;dateTexte=20081118">article  L.121-1 du code de propriété intellectuelle</a></strong> qui consacre le droit moral des auteurs. De plus l&#8217;auteur de commentaires devait &#8220;<em>parfaire les droits que vous nous accordez, notamment pour l’exécution de tout document à notre demande</em>&#8220;, ce qui est abusif dans la mesure où cette obligation n&#8217;était accompagnée d&#8217;aucune contrepartie.</li>
<li><em>&#8220;La clause prévoyant  la <strong>seule responsabilité du consommateur en cas d’action d’un tiers en raison d’un contenu</strong></em>&#8220;. Ici, c&#8217;est en vertu de l&#8217;<strong>application de la <acronym title="Loi pour la Confiance dans l'Économie Numérique">LCEN</acronym> que la clause est jugée abusive</strong>. Amazon doit être vue comme hébergeur au sens de l&#8217;<a title="Lien vers le site de Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichTexteArticle.do;jsessionid=6D869FE940301B14E11D67B8EAE5E8C6.tpdjo07v_1?idArticle=LEGIARTI000006421549&#38;cidTexte=LEGITEXT000005789847&#38;dateTexte=20081118">article 6.1</a> et donc sa responsabilité est aménagée. Il est d&#8217;ailleurs tout à fait possible que cet hébergeur soit seul responsable du dommage subi.</li>
</ul>
<p><span style="color:#ff6600;"><strong>Les clauses relatives à la protection des données personnelles</strong></span></p>
<p>Ici encore 3 clauses sont jugées illicites et abusives :</p>
<ul>
<li><em>&#8220;La clause qui permet au professionnel de <strong>partager les données personnelles</strong> avec d’autres sociétés&#8221;</em>. Ici le consommateur se voit imposer la diffusion de ses coordonnées auprès de la société mère d&#8217;Amazon.fr ainsi qu&#8217;à d&#8217;autres filiales non déterminées sans que soient indiquées les finalités et l&#8217;usage de ces données, ce qui créé un <strong>déséquilibre entre les droits et obligations des parties</strong>.</li>
<li>&#8220;<em>La clause qui autorise l’usage par le professionnel des données personnelles au profit d’autres sociétés pour des offres promotionnelles, celle qui autorise l’usage par le professionnel des données personnelles en application de &#8220;tout accord&#8221; sans autres précisions</em>&#8220;. Le <strong>manque de précision de cette clause</strong> la rend contraire dans la mesure ou il y a un déséquilibre entre les droits et obligations des parties du fait de l&#8217;ignorance de la destination des informations fournies : la <strong>notion de tiers est en effet trop floue</strong>.</li>
<li>&#8220;<em>La <strong>clause qui autorise l’usage par le professionnel des données personnelles pour tout partenariat</strong></em>&#8220;. Cette clause est quant à elle <strong>contraire l&#8217;<a title="Lien vers le site de Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichCodeArticle.do;jsessionid=6D869FE940301B14E11D67B8EAE5E8C6.tpdjo07v_1?idArticle=LEGIARTI000006292062&#38;cidTexte=LEGITEXT000006069565&#38;dateTexte=20081118">article L. 121-20-5 c. conso.</a> qui limite la prospection commerciale via e-mail à  &#8220;<em>la prospection directe concernant des produits ou services analogues fournis par la même personne physique ou morale</em>&#8220;</strong>.</li>
</ul>
<p><span style="color:#ff6600;"><strong>Les clauses relatives aux conditions de participation au programme Market Place Amazon.fr</strong></span></p>
<p>Ce programme permet à des vendeurs et des acheteurs tous préalablement enregistrés de profiter d&#8217;une plate-forme de vente mise à disposition par Amazon.fr. Ici ce n&#8217;est pas moins de 11 clauses qui sont considérées comme abusives</p>
<ul>
<li><em>&#8220;La clause qui autorise <strong>toutes offres commerciales d’entreprises affiliées</strong>&#8220;</em>. Comme nous l&#8217;avons vu précédemment, ce type de <strong>clause est contraire l&#8217;<a title="Lien vers le site de Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichCodeArticle.do;jsessionid=6D869FE940301B14E11D67B8EAE5E8C6.tpdjo07v_1?idArticle=LEGIARTI000006292062&#38;cidTexte=LEGITEXT000006069565&#38;dateTexte=20081118">article L. 121-20-5 c. conso.</a> qui limite la prospection commerciale via e-mail à  &#8220;<em>la prospection directe concernant des produits ou services analogues fournis par la même personne physique ou morale</em></strong>&#8220;.</li>
<li>&#8220;<em>La clause qui exonère le professionnel de toute responsabilité quant à la licéité ou légalité des articles proposés sur le forum</em>&#8220;. Dans le cas présent, la responsabilité d&#8217;Amazon.fr est fixée par l&#8217;article 6.1. 2 <acronym title="Loi pour la Confiance dans l'Économie Numérique">LCEN</acronym>. Cet article prévoit un <strong>régime d&#8217;exonération de responsabilité de l&#8217;hébergeur tant qu&#8217;il est ignorant du caractère illicite des données hébergées sur ses serveurs</strong>. En revanche, <strong>sa responsabilité pourra être engagée dès le moment où, en tant qu&#8217;hébergeur il connait le caractère illicite des données et qu&#8217;il n&#8217;a <em>&#8220;pas agi promptement pour retirer ces données ou en rendre l&#8217;accès impossible&#8221;</em></strong>. La rédaction de la clause est contraire à la <acronym title="Loi pour la Confiance dans l'Économie Numérique">LCEN</acronym>.</li>
<li>&#8220;<em>La clause qui exonère le professionnel en cas de litige entre participants</em>&#8220;. La <strong>rédaction de cette clause est trop générale et la rend de fait contraire à l&#8217;article 6.1.2 de la <acronym title="Loi pour la Confiance dans l'Économie Numérique">LCEN</acronym></strong>. En effet  un litige entre participant peut naître du contenu hébergé par les serveurs d&#8217;Amazon.fr, ce qui rend la <acronym title="Loi pour la Confiance dans l'Économie Numérique">LCEN</acronym> potentiellement applicable avec son régime de responsabilité dérogatoire.</li>
<li>&#8220;<em>La clause qui impose au consommateur de payer les frais d’avocat et les dommages intérêts de toute action dont le professionnel serait menacé ou serait l’obje</em>t&#8221;. La rédaction de la clause incriminée est trop générale et créé dès lors un déséquilibre significatif entre les droits et obligations des parties. Par ailleurs, <strong>il n&#8217;est pas possible à la partie visée par la clause de prévoir à l&#8217;avance l&#8217;étendue de sa responsabilité</strong>.</li>
<li><em>&#8220;La clause qui impose cession au professionnel des contenus des clients à des fins publicitaires</em>&#8220;. Cette clause est jugée illicite au même titre que la clause imposant la cession de droits d&#8217;auteurs au professionnel.</li>
<li>&#8220;<em>La clause qui autorise le professionnel à résilier de manière discrétionnaire l’inscription au forum</em>&#8220;. C&#8217;est le <strong>caractère discrétionnaire de la résiliation</strong> de l&#8217;inscription qui rend la clause illicite du fait du <strong>déséquilibre créé entre les droits et obligations des parties au contrat</strong>.</li>
<li>&#8220;<em>La clause qui impose l’application de la loi luxembourgeoise</em>&#8220;. Cette clause est contraire à l&#8217;<a title="Lien vers le site de Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichTexteArticle.do;jsessionid=D18FA8C3B284F11CC8B9411D759E516D.tpdjo07v_1?idArticle=LEGIARTI000006421561&#38;cidTexte=LEGITEXT000005789847&#38;dateTexte=20081118">article 17 de la <acronym title="Loi pour la Confiance dans l'Économie Numérique">LCEN</acronym></a> qui prévoit que <strong>les consommateurs ne peuvent être privés de la </strong><em><strong>&#8220;protection que lui assurent les dispositions impératives de la loi française relatives aux obligations contractuelles</strong>&#8220;</em>.</li>
<li>&#8220;<em>La clause qui autorise le professionnel à imposer des limites de transaction, sans précision</em>&#8220;. Ici encore un déséquilibre entre les droits et obligations des parties est prévu par cette clause. En effet,<strong> il est impossible pour le consommateur de connaître d&#8217;avance la nature et l&#8217;étendue de ses obligations</strong>.</li>
<li>&#8220;<em>La clause qui autorise le professionnel à différer le versement du prix au vendeur, sans précision du délai, ni précision des motifs</em>&#8220;. Cette clause, comme la précédente ne permet pas au consommateur de connaître la nature et l&#8217;étendue de ses obligations.</li>
<li>&#8220;<em>La clause qui autorise le professionnel à refuser le versement du prix au vendeur, ou à le consigner, ou à le rembourser à l’acheteur sans justification</em>&#8220;. Ici encore, le consommateur n&#8217;est pas en mesure de savoir à quoi il s&#8217;engage, ce qui créé un déséquilibre significatif entre les droits et obligations des parties.</li>
<li>&#8220;<em>La clause qui impute les frais de recouvrement au vendeur</em>&#8220;. Cette stipulation est contraire à l&#8217;<a title="Lien vers le site de Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichTexteArticle.do;jsessionid=FDAC6AFCFF25EAFDB5F6107CBCF87091.tpdjo07v_1?idArticle=LEGIARTI000006491404&#38;cidTexte=LEGITEXT000006077784&#38;dateTexte=20081118">article 32 de la loi du 9 juillet 1991</a> relative aux procédures civiles d&#8217;exécution. Cet article dispose ainsi que &#8220;<em>les frais de recouvrement entrepris sans titre exécutoire restent à la charge du créancier. Toute stipulation contraire est réputée non écrite</em>&#8220;. Dans la mesure ou la clause contractuelle est contraire à cet article, elle est abusive.</li>
</ul>
<p>On le voit les clauses des différents contrats proposés par Amazon.fr jugées abusives sont assez nombreuses. Nul doute que d&#8217;autres entreprises du secteur du commerce électronique seront visées par des procédures en suppression de clauses abusives. La seule question qui subsiste est de savoir qui sera le prochain.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mettre en demeure un hébergeur ? Il faut être très précis !]]></title>
<link>http://decryptages.wordpress.com/2008/11/13/mettre-en-demeure-un-hebergeur-il-faut-etre-tres-precis/</link>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 10:57:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jérôme</dc:creator>
<guid>http://decryptages.wordpress.com/2008/11/13/mettre-en-demeure-un-hebergeur-il-faut-etre-tres-precis/</guid>
<description><![CDATA[La LCEN a mis en place un régime particulier de responsabilité pour l’hébergeur de contenus sur inte]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>La <a title="lien vers le site Légifrance" href="http://legifrance.gouv.fr/affichTexte.do?cidTexte=JORFTEXT000000801164&#38;fastPos=1&#38;fastReqId=1211827524&#38;categorieLien=cid&#38;oldAction=rechTexte">LCEN</a> a mis en place un <strong>régime particulier de responsabilité pour l’hébergeur de contenus</strong> <strong>sur internet</strong>. Dans le cadre de ce régime particulier, une personne, visée par des propos qu&#8217;elle estimait ou diffamants ou injurieux a mis en demeure puis sommé l’hébergeur du blog abritant les propos de les retirer. Devant le refus de l&#8217;hébergeur de retirer les propos incriminés cette personne a estimé que l’hébergeur était responsable de ces propos dans la mesure où il en avait connaissance suite à sa mise en demeure.</p>
<p>L’article 6.I.5 de la LCEN dispose que &#8220;<em>La connaissance des faits litigieux est présumée acquise par les personnes désignées au 2 lorsqu&#8217;il leur est notifié les éléments suivants : </em></p>
<ul>
<li><em>la date de la notification ;<br />
</em></li>
<li><em>si le notifiant est une personne physique :<br />
</em></li>
<li><em>ses nom, prénoms, profession, domicile, nationalité, date et lieu de naissance ;<br />
</em></li>
<li><em>si le requérant est une personne morale : sa forme, sa dénomination, son siège social et l&#8217;organe qui la représente légalement ; les nom et domicile du destinataire ou, s&#8217;il s&#8217;agit d&#8217;une personne morale, sa dénomination et son siège social ;<br />
</em></li>
<li><em>la description des faits litigieux et leur localisation précise ; les motifs pour lesquels le contenu doit être retiré, comprenant la mention des dispositions légales et des justifications de faits ;<br />
</em></li>
<li><em>la copie de la correspondance adressée à l&#8217;auteur ou à l&#8217;éditeur des informations ou activités litigieuses demandant leur interruption, leur retrait ou leur modification, ou la justification de ce que l&#8217;auteur ou l&#8217;éditeur n&#8217;a pu être contacté</em>&#8220;.<!--more--></li>
</ul>
<p>En conséquence, un <strong>hébergeur pourra être tenu pour responsable de contenus illicites dès qu’il en aura connaissance</strong>. Cette responsabilité doit, pour pouvoir être mise en œuvre être précédée d’une mise en demeure ou d’une sommation. Cette mise en demeure doit répondre a un certain nombre de critères pour être recevable. Le <strong>signalement doit donc être très précis sur les propos visés et le texte de loi visé</strong>. Un signalement qui se bornerait à indiquer de manière vague et non étayée à un hébergeur que des propos diffamants ou injurieux figurent sur un de ses sites n’est pas suffisant pour mettre en cause sa responsabilité.<br />
Au delà de cette mise en demeure, l’hébergeur est en droit de ne pas retirer le contenu mis en cause s’il estime que ce contenu n’est pas illicite. Dans ce cas, ce sera au juge de trancher sur le caractère illicite ou non du contenu et dès lors mettre en cause l’hébergeur qui n’aurait pas retiré le contenu litigieux.</p>
<p>En conclusion, <strong>si la mise en demeure est trop vague et ne permet pas à l’hébergeur de savoir quel contenu est précisément visé, sa responsabilité ne pourra pas être mise en cause</strong>. C’est d’ailleurs ce qui ressort de la lecture du jugement du 13 octobre 2008 rendu par le TGI de Paris qui dispose que &#8220;<em>la responsabilité de l&#8217;hébergeur n&#8217;est pas engagée puisqu&#8217;il ne peut lui être reproché, en l&#8217;espèce, d&#8217;avoir eu connaissance du caractère manifestement illicite des informations stockées, ni de ne pas avoir agi promptement au moment où il en a eu connaissance, dès lors que <strong>ni la mise en demeure du 16 avril 2008, ni la sommation du 18 avril ne satisfaisaient aux conditions légales</strong>, les formalités prévues par l&#8217;article 6.I.5 de la loi du 21 juin 2004 pour la confiance dans l&#8217;économie numérique n&#8217;ayant pas été respectées au cas présent</em>.&#8221;<br />
Il est donc important de s’entourer d’un professionnel avant de mettre en demeure un hébergeur au risque de perdre une chance de voir retirer des propos illicites.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kompetisi IT dan karakteristiknya]]></title>
<link>http://achmadzaki.wordpress.com/2008/11/08/kompetisi-it-dan-karakteristiknya/</link>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 13:48:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>achmadzaki</dc:creator>
<guid>http://achmadzaki.wordpress.com/2008/11/08/kompetisi-it-dan-karakteristiknya/</guid>
<description><![CDATA[Di penghujung masa kuliah ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya mengikuti kompetisi IT.  Sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Di penghujung masa kuliah ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya mengikuti kompetisi IT.  Saya akan memaparkan analisis saya tentang berbagai kompetisi IT tahunan yang ada di Indonesia, terutama tentang karakteristik dari masing-masing  kompetisi tersebut. Harapannya mahasiswa yang ingin mengikutinya bisa mempersiapkan diri dan menyesuaikan dengan karakteristik tersebut. Karena tak jarang saya lihat teman-teman yang memiliki potensi untuk menjuarai kompetisi tidak lolos hanya karena tidak memahami karakteristik lomba tersebut, rasanya ini kurang adil. Namun pada umumnya kompetisi IT yang ada memang menguji kemampuan IT mahasiswa, hanya saja memang dibutuhkan kemampuan lain mungkin, salah satunya memahami karakteristik kompetisi tersebut. Buat temen-temen pembaca yang merasa pernah mengikuti lomba-lomba di bawah ini dan merasa tidak cocok dengan analisis saya silakan dikoreksi dan dikomentari karena ini sangat subjektif berdasarkan yang saya alami. Semoga bermanfaat bagi yang lain.</p>
<p><strong>Imagine Cup</strong><br />
Kompetisi ini merupakan kompetisi mahasiswa internasional yang diadakan oleh Microsoft. Bidangnya tidak hanya IT, ada juga Perfilman, Desain, Game, dan juga uji pengetahuan/wawasan teknologi microsoft. Bisa dibilang kompetisi ini paling bergengsi di mata jurusan saya (Informatika ITB). Saya tidak tahu apa sebabnya, tapi kemungkinan karena setiap tahun jurusan kami selalu menjuarainya jadi adik-adik tingkatnya menganggap kesempatan menang terbuka lebar.Sebenarnya bukan karena kaka tingkatnya menjuarai lantas ada semacam penurunan tahta kemenangan. Yang ada menurut saya transfer pengalaman yang sudah menang jadi mudah karena dekat satu jurusan. Inilah yang akan saya lakukan dalam artikel kali ini agar informasi merata. Disini saya hanya akan membahas kategori Software Design (juga kategori paling bergengsi dan paling gede duitnya).</p>
<p>Imagine Cup Software Design bisa dibilang menguji semua kemampuan baik IT ataupun softskill. Untuk kemampuan IT cenderung lebih ke kemampuan coding bahasa pemrograman yang mendukung Teknologi Microsoft entah itu menggunakan Visual Studio atau CASE Microsoft lainnya. Sedangkan kemampuan softskill yang dibutuhkan adalah desain interface (cukup dominan), komunikasi dalam bahasa inggris dan juga kreativitas. Perlu diperhatikan, kecanggihan teknologi tidak akan menjadi penilaian dalam kompetisi ini. Banyak stigma beredar bahwa canggihnya teknologi menjadi komponen penilaian (kalo di level international mungkin iya), padahal tidak.  Kreativitas menelurkan ide dan juga analisis yang tajam terhadap kebutuhan akan penyelesaian masalah merupakan komponen penting. Tapi ini masih kurang tanpa desain antar muka software yang bagus (lux) dan juga kemampuan mempresentasikan dalam bahasa inggris. Bisa dibilang 3 komponen ini sama-sama berat. Saya melihat temen-temen yang idenya bagus tapi banyak yang gagal karena desainnya jelek (bahkan jurinya bilang begitu). Ada juga yang cukup aneh, analisis software akan penyelesaian masalah sangat kurang tapi desain antar mukanya bagus justru bisa lolos ke babak selanjutnya (walaupun tidak menang juga akhirnya). Jadi silakan dipikirkan sendiri 3 komponen tersebut : ide, desain, dan juga presentasi dalam bahasa inggris. Bagi saya, ketiganya sama-sama berat bobotnya. Oh ya peringatan, jangan sampai menggunakan teknologi lain diluar teknologi Microsoft kalo ikut kompetisi ini.</p>
<p><strong>Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC)</strong><br />
Kalo gengsi dinilai dari besarnya hadiah sebenarnya kompetisi ini paling bergengsi di Indonesia. Dulu ada 2 bidang dalam kompetisi ini, yaitu hardware dan software tapi sekarang hanya 1 bidang lomba saja yaitu software. Jadi yang akan dibahas disini hanya Software saja. Kompetisi ini mencoba menguji kemampuan kita dalam bidang wireless terutama pemrograman mobile. Bisa itu PDA, Handphone atau perangkat mobile lainnya. Tapi yang pasti Indosat harus dilibatkan dalam aktivitas aplikasi mobile yang anda buat. Banyak temen-teman yang ikut kompetisi ini saya lihat tidak melibatkan Indosat dalam penerapan aplikasinya jika sudah jadi nanti. Misalkan bikin game atau software mobile yang tidak memangkas pulsa penggunanya. Ada 2 tahap dalam kompetisi ini untuk menjadi pemenang, yaitu proposal dan juga presentasi produk. Pada tahap proposal panitia akan menyeleksi ide kita. Karena mereka melihatnya dalam tulisan, usahakan anda menjelaskan proposal anda sesingkat mungkin dan sejelas mungkin. Mungkin anda bisa menggunakan gambar-gambar atau grafik yang menarik.</p>
<p>Pada tahap 2 barulah karya anda dinilai. Perlu diketahui anda dibolehkan sekali menggunakan prototipe disini tidak harus membuat aplikasi yang sesungguhnya menggunakan bahasa pemrograman. Ada yang pernah mendapatkan juara dengan hanya menggunakan animasi Flash. Yang penting adalah analisis kebutuhan produk dan kreativitas anda.</p>
<p><strong>Lomba Cipta Elektronik Nasional (LCEN) telematika</strong><br />
Sama seperti IWIC, kompetisi ini juga dibagi dalam dua tahap, yaitu proposal dan juga presentasi produknya. Lagi-lagi, karena bentuknya proposal anda harus menjelaskan dengan sejelas-jelasnya tentang ide anda. Berbeda dengan IWIC, kompetisi ini lebih luas ranahnya dan juga lebih akademis. Karena mereka tidak hanya menilai kebermanfaatan produk anda saja tetapi juga menilai kerumitan dan aspek teori dari produk anda, untuk itu usahakan judul anda seilmiah mungkin. Mereka yang lolos pada babak kedua akan diwajibkan untuk merealisasikan idenya (kalau tidak direalisasikan didenda). Untuk itu penting bagi anda yang mau ikut kompetisi ini memikirkan bahwa idenya bisa direalisasikan. Tidak sedikit dari peserta yang tidak bisa merealisasikan idenya.</p>
<p><strong>Indonesia ICT Awards (INAICTA) Student Project Category</strong><br />
Ini merupakan kompetisi yang diadakan oleh pemerintah melalui depkominfo. Pemenangnya selanjutnya akan diajukan ke kompetisi Asia Pasific.  Kompetisi ini juga terdiri dari 2 tahap yaitu dokumen dan juga presentasi. Yang paling penting pada tahap dokumen adalah ide anda terkait aspek keunikan dan juga fitur-fiturnya. Pada tahap presentasi poin yang cukup besar adalah cara presentasi anda sendiri, termasuk dalam hal ini menjawab pertanyaan. Selain itu aspek kebermanfatan dan kualitas software dalam menyelesaikan masalah juga komponen penilaian yang teramat sangat krusial. Kalau bisa buatlah dewan juri terpukau pada 5 menit pertama. Tunjukkan juga demonstrasi aplikasinya.</p>
<p>Itu saja kompetisi-kompetisi IT di Indonesia yang berhasil saya petakan setelah mengikutinya secara langsung. Mudah-mudahan bermanfaat dan yang paling penting ada quote dari saya. &#8220;Kemenangan dalam suatu lomba tidak mencerminkan sebuah universitas bagus atau tidak, yang menentukan adalah bagaimana kontribusi lulusan universitas tersebut dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada&#8221;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Responsabilité juridique : les charmes de la LCEN]]></title>
<link>http://rennescapcom.wordpress.com/2008/10/20/responsabilite-juridique-les-charmes-de-la-lcen/</link>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 14:17:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>rennescapcom</dc:creator>
<guid>http://rennescapcom.wordpress.com/2008/10/20/responsabilite-juridique-les-charmes-de-la-lcen/</guid>
<description><![CDATA[R.Placidi en action Parmi les ateliers programmés lors du Cap Com Net, l&#8217;un des moins glamours]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><img title="Mme Placidi en action" src="http://farm4.static.flickr.com/3022/2947117901_fecd025223.jpg?v=0" alt="R.Placidi en action" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">R.Placidi en action</p></div>
<p><strong>Parmi les ateliers programmés lors du Cap Com Net, l&#8217;un des moins glamours a priori aurait pu être celui de la responsabilité juridique. Et pourtant, Rolande Placidi, avocate du cabinet lyonnais Vedesi, a réussi ce qui semblait a priori difficile  : tenir en éveil une assemblée de  communicants à l&#8217;heure de la digestion, en rendant intéressante la présentation de la Loi de Confiance en l&#8217;Economie Numérique du 21 Juin 2004, la LCEN pour les intimes.</strong></p>
<p>Ce qu&#8217;il faut retenir de cet atelier :<br />
La LCEN  instaure un droit spécifique de l&#8217;internet,  et distingue deux types d&#8217;acteurs du web , les hébergeurs (prestataires techniques) et les éditeurs de services (par exemple, les collectivités territoriales). Ce qui établit deux niveaux de responsabilités différents:<br />
- <strong>les hébergeurs </strong>ne sont plus a priori responsables civilement de  tous les contenus  hébergés par leurs soins. En revanche, dès lors qu&#8217;ils ont connaissance de contenus illicites, ils doivent prendre les mesures appropriées.<br />
- <strong>les éditeurs</strong> sont quant à eux responsables des contenus publiés sur leurs sites : à ce titre, il est important de souligner que tout site doit afficher le nom de son directeur de publication, de son responsable éditorial, et les coordonnées de son hébergeur. Tout éditeur doit veiller au respect des droits d&#8217;auteurs (attention aux contrats de cession de droits et au droit à l&#8217;image !). Une attention particulière doit d&#8217;ailleurs être portée aux esquisses d&#8217;architecte, dont les auteurs n&#8217;ont pas forcément autorisé une publication tous supports&#8230;</p>
<p>Le problème, car il y en a, est que la loi laisse la place à des interprétations et des jurisprudences différentes. Témoin, notamment,  le cas Fuzz :  l&#8217;hébergeur a été considéré comme éditeur, dans la mesure où un choix éditorial avait été fait, agrégeant des flux rss de différentes origines, ceux-ci ayant pour point commun un intérêt marqué pour la vie amoureuse et privée d&#8217;un certain acteur français et d&#8217;une certaine chanteuse australienne  (<a title="Blog juridique de Maître Eolas" href="http://maitre-eolas.fr/2008/03/28/911-l-ordonnance-de-refere-dans-l-affaire-fuzz-fr#pnote-911-1" target="_blank">voir ici</a> ).</p>
<p>Concrètement, pour une collectivité territoriale hébergeant des blogs de quartier, des wikis, des sites de conseils de quartier, ceci implique une attention forte portée aux contenus publiés, un point souligné avec d&#8217;autant plus de force par l&#8217;intervenante que celle-ci a été, dans une vie antérieure, attachée dans une collectivité territoriale et confrontée à des cas de figure similaires. Petit conseil :  élaborer une charte des bonnes pratiques, et la faire signer par toutes les personnes susceptibles de publier sur ces outils.  Attention<br />
également aux liens pointant du site de la collectivité vers d&#8217;autres sites, notamment d&#8217;associations : les règles de choix des liens doivent  être annoncées clairement en amont, et le contenu des sites vers lesquels on pointe, évalués.</p>
<p>Enfin, il existe aussi sur internet un droit des minorités à être publiées : dans la mesure où le site internet de la collectivité présente des informations générales sur la ville, les grands dossiers de la politique municipale, cela ouvre droit à l&#8217;expression des élus de l&#8217;opposition sur le web.</p>
<p>D.Kergosien</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LOMBA CIPTA ELEKTRONIK NASIONAL (LCEN) 2008]]></title>
<link>http://pyoon.wordpress.com/2008/08/15/lomba-cipta-elektronik-nasional-lcen-2008/</link>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 05:08:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>pyoon</dc:creator>
<guid>http://pyoon.wordpress.com/2008/08/15/lomba-cipta-elektronik-nasional-lcen-2008/</guid>
<description><![CDATA[Lomba Cipta Elektronik Nasional 2008 Untuk tahun kedua, LCEN 2008 kembali mengundang para seluruh ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Lomba Cipta Elektronik Nasional 2008 Untuk tahun kedua, LCEN 2008 kembali mengundang para seluruh ak]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Après Fuzz, au tour de Wikio ]]></title>
<link>http://goops.wordpress.com/2008/07/05/apres-fuzz-au-tour-de-wikio/</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 01:05:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>goops</dc:creator>
<guid>http://goops.wordpress.com/2008/07/05/apres-fuzz-au-tour-de-wikio/</guid>
<description><![CDATA[Dans un article précédent j&#8217;évoquais le danger d&#8217;une jurisprudence dans l&#8217;affaire ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dans un article précédent j&#8217;évoquais le danger d&#8217;une jurisprudence dans l&#8217;affaire ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hébergeur vs éditeur: une piste de réponse]]></title>
<link>http://ecosphere.wordpress.com/2008/05/22/hebergeur-editeur-services-fuzz-geste/</link>
<pubDate>Thu, 22 May 2008 22:40:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emmanuel (ecosphere)</dc:creator>
<guid>http://ecosphere.wordpress.com/2008/05/22/hebergeur-editeur-services-fuzz-geste/</guid>
<description><![CDATA[J&#8217;ai laissé en plan l&#8217;affaire Fuzz il y a quelques semaines tout en promettant une suite]]></description>
<content:encoded><![CDATA[J&#8217;ai laissé en plan l&#8217;affaire Fuzz il y a quelques semaines tout en promettant une suite]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LCEN 2008 : Ada apa aja di LCEN kali ini?]]></title>
<link>http://asruldinazis.wordpress.com/2008/05/19/lcen-2008-ada-apa-aja-di-lcen-kali-ini/</link>
<pubDate>Mon, 19 May 2008 08:44:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>aRuL</dc:creator>
<guid>http://asruldinazis.wordpress.com/2008/05/19/lcen-2008-ada-apa-aja-di-lcen-kali-ini/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini pelaksanaan penjurian LCEN 2008, dimana kali ini berbeda tahun-tahun yang lalu, Dewan juri ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini pelaksanaan penjurian LCEN 2008, dimana kali ini berbeda tahun-tahun yang lalu, Dewan juri yang berkeliling untuk melihat langsung karya-karya peserta lomba. Dilanjutkan besok adalah perlombaan Game Teknologi dan Animasi di tempat yang sama, Graha ITS.<br />
Disediakan hotspot gratis dari TelkomHotspot, di seluruh ruang di Graha ITS ini, namun sampai saat ini masih diperbaiki settingnya oleh petugasnya.<br />
Ada juga sebuah panggung untuk life performance dari Band Siswa SMA dan Mahasiswa.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LCEN 2008 : Karya untuk mengatasi krisis energi Indonesia]]></title>
<link>http://asruldinazis.wordpress.com/2008/05/19/lcen-2008-karya-untuk-mengatasi-krisis-energi-indonesia/</link>
<pubDate>Mon, 19 May 2008 08:37:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>aRuL</dc:creator>
<guid>http://asruldinazis.wordpress.com/2008/05/19/lcen-2008-karya-untuk-mengatasi-krisis-energi-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Peserta dari SMA YPS Soroako, Sulawesi Selatan mengusung karya sebagai salah satu sumber energi dari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Peserta dari SMA YPS Soroako, Sulawesi Selatan mengusung karya sebagai salah satu sumber energi dari Matahari atau yang dikenal sebagai Solar System. dengan menggunakan sebuah peralatan yang berbentuk parabola yang menyatukan sinar matahari yang jatuh di satu titik sehingga dengan alat itu mampu menggerakan udara yang panas dan udara dingin. Sehingga katopnya menggerakan motornya dan bisa menghasilkan listrik.<br />
Alat yang diberi nama &#8220;Solar Powered Battery Charger&#8221; Sebuah ide yang brilian untuk memberikan energi walaupun kecil sungguh layak untuk digunakan untuk menghemat penggunakan listrik konvensional.<br />
Untuk menyaksikan karya-karya lain silahkan datang ke LCEN 2008 di Graha ITS, 19-23 Mei 2008. Tiket Masuk cuman Rp. 1.000,- rupiah dan juga mendapatkan stiker LCEN 2008 gratis.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LCEN 2008 : Rambut bisa menerima siaran televisi]]></title>
<link>http://asruldinazis.wordpress.com/2008/05/19/lcen-2008-rambut-bisa-menerima-siaran-televisi/</link>
<pubDate>Mon, 19 May 2008 08:31:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>aRuL</dc:creator>
<guid>http://asruldinazis.wordpress.com/2008/05/19/lcen-2008-rambut-bisa-menerima-siaran-televisi/</guid>
<description><![CDATA[Anda percaya rambut bisa menerima siaran TV? hal ini bisa dibuktikan di LCEN 2008 kali ini. &#8220;I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Anda percaya rambut bisa menerima siaran TV? hal ini bisa dibuktikan di LCEN 2008 kali ini.<br />
&#8220;Inspirasinya rambut yang diberikan gesekan mika menghasilkan daya magnet, yang dipelajari waktu SD, sehingga kami ingin membuktikan mampu tidak rambut menerima siaran televisi&#8221; ujar peserta lomba LCEN berjilbab ini yang berasal dari SMA Unggulan BPPT Al Fattah Lamongan.</p>
<p>Antena yang dibuat kemudian diberikan rambut ditempeli pada antena yang berbentuk kipas itu, bisa menghasilkan siaran Televisi yang gambarnya tidak kalah bagus dengan siaran TV menggunakan antena biasa.<br />
Beberapa siaran TV yang sempat disaksikan antara lain, Global TV, TV One, RCTI, indosiar dan lain-lain dengan jernihnya.<br />
Silahkan ingin menyaksikan karya-karya luar biasa lainnya, datang ke LCEN 2008, di Graha ITS, 19-23 Mei 2008.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Laporan Live : LCEN 2008]]></title>
<link>http://asruldinazis.wordpress.com/2008/05/19/laporan-live-lcen-2008/</link>
<pubDate>Mon, 19 May 2008 08:04:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>aRuL</dc:creator>
<guid>http://asruldinazis.wordpress.com/2008/05/19/laporan-live-lcen-2008/</guid>
<description><![CDATA[Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2008 perhelatannya dimulai hari ini, 19 Mei 2008, di Graha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2008 perhelatannya dimulai hari ini, 19 Mei 2008, di Graha ITS Surabaya. Pengunjung hari pertama terlihat sudah banyak.</p>
<p>LCEN kali ini menampilkan banyak stand, antara lain, produk dari Axio, Acer, dan jenis Laptop lainnya, yang tentunya dijual dengan harga miring.</p>
<p>Ada 2 ruang disediakan untuk eduCenter yang disediakan khusus buat anak SD dan SMP untuk diberikan pengetahuan, yang secara langsung, antara lain adalah pelatihan BLOG dan pelatihan photoshop.</p>
<p>Ada lokasi yang disediakan oleh telkom hotspot untuk berinternet ria, gratis! dan telkom juga menyediakan wifi gratis di dalam graha ITS.</p>
<p>Di tempat lain beberapa stand menampilkan hasil karya yang diikut sertakan lomba oleh para peserta LCEN, baik dari tingkat mahasiswa maupun siswa SMP/SMA.</p>
<p> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
