<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ligitan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/ligitan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ligitan"</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:48:53 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[MALAYSIA COUNTRY OF THE THIEF]]></title>
<link>http://irhamanz.wordpress.com/2009/09/04/malaysia-country-of-the-thief/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 04:42:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>irhamanz</dc:creator>
<guid>http://irhamanz.wordpress.com/2009/09/04/malaysia-country-of-the-thief/</guid>
<description><![CDATA[Malaysia Country of the Thief Polemik kebudayaan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia  akhir-a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a class="wp-caption" title="BISNIS SPEKTAKULER, BERRGARANSI" href="http://tinyurl.com/meynhg" target="_blank">Malaysia Country of the Thief</a></p>
<p><strong></strong>Polemik kebudayaan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia  akhir-akhir ini telah membuktikan bahwa negara Malaysia yang tidak punya <strong>harga dir</strong>i sebagai bangsa, mengapa saya berpendapat demikian, karena sebetulnya sudah sejak lama <strong>pencurian</strong> warisan ataupun karya budaya Indonesia telah dilakukan oleh warga ataupun pemerintah Malaysia secara sadar dan terang-terangan.</p>
<p>Pencurian karya ataupun warisan budaya Indonesia sebetulnya telah dimulai sejak tahun 80&#8242; an, pada waktu itu karya budaya yang berupa lagu ciptaan <strong>pak Gesang</strong> yang berjudul <strong>Bengawan Solo</strong> di jiplak menjadi <strong>Begawan Solo</strong> dan Pengakuan mereka terhadap alat musik <strong>angklung</strong> yang notabene adalah warisan budaya milik Indonesia, tidak itu saja <strong>Malaysia</strong> terlalu <strong>arogan</strong> dan dan mungkin bisa dikatakan kalau Malaysia <strong>tidak memiliki adab </strong>yang baik eebagai negara tetangga dan sebagai bangsa serumpun pun <strong>Malaysia tidak memiliki budaya</strong>, beberapa bukti telah menunjukkan bahwa sebagai suatu negara (bangsa) Malaysia tidak memiliki <strong>adab yang baik (biadab , red)</strong> adalah bisa dillihat dari perlakuan mereka terhadap para <strong>TKI </strong>yang sama sekali <strong>diluar batas perikemanusiaan</strong>, perlakuan diluar batas kemanusiaan itu <strong>tidak hanya dilakukan oleh rakyat biasa tetapi juga oleh aparat negara seperti para pejabat, petugas kepolisian ataupun militer bahkan dilakukan oleh kalangan keluarga kerajaan</strong>.</p>
<p>Dosa yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia, kita tentu masih ingat sengketa antara negara kita dengan Malaysia dimana pulau <strong>Simpadan &#38; Ligitan yang secara defacto merupakan milik Indonesia</strong> telah diakui sebagai miliknya, <strong>sepak terjang Malaysia yang telah bersikap sebagai bangsa yang bisa dikatakan biadab dan tidak berbudaya</strong> masih diteruskan dengan cara memancing<strong> konfrontasi dengan memasuki batas negara kita di kepulauan Ambalat serta dengan secara terang-terangan telah mengklaim seni budaya  Indonesia.</strong></p>
<p><strong>Berikut ini adalah daftar artefak budaya<a href="http://ardiz.blogspot.com/search/label/Indonesia"> Indonesia</a></strong><strong> </strong><strong>yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara,  komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:</strong></p>
<ol>
<li>Naskah Kuno      dari Riau oleh <strong>Pemerintah <a href="http://ardiz.blogspot.com/2007/09/malaysia-tak-kenal-maka-tak-benci.html">Malaysia</a> (<a href="http://ardiz.blogspot.com/2007/11/wwwmalingsiacom-solidaritas-indonesia.html">Malingsia</a>)</strong></li>
<li>Naskah Kuno      dari Sumatera Barat oleh <strong>Pemerintah <a href="http://ardiz.blogspot.com/2009/07/malaysia-klaim-tenun-ikat-sambas.html">Malaysia</a> (Malingsia)</strong></li>
<li>Naskah Kuno      dari Sulawesi Selatan oleh <strong>Pemerintah <a href="http://ardiz.blogspot.com/2009/06/malaysia-juga-klaim-daratan-sebatik.html">Malaysia</a> (Malingsia)</strong></li>
<li>Naskah Kuno      dari Sulawesi Tenggara oleh <strong>Pemerintah      M<a href="http://ardiz.blogspot.com/2009/07/malaysia-klaim-tenun-ikat-sambas.html">alaysia</a> (Malingsia)</strong></li>
<li>Rendang      dari Sumatera Barat oleh Oknum <strong>WN Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu Rasa      Sayang Sayange dari Maluku oleh <strong>Pemerintah      Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Tari Reog      Ponorogo dari Jawa Timur oleh <strong>Pemerintah      Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu      Soleram dari Riau <strong>oleh Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu      Injit-injit Semut dari Jambi <strong>oleh      Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Alat Musik      Gamelan dari Jawa oleh <strong>Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Tari Kuda      Lumping dari Jawa Timur oleh <strong>Pemerintah      Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Tari Piring      dari Sumatera Barat oleh <strong>Pemerintah      Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu Kakak      Tua dari Maluku oleh <strong>Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu Anak      Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh <strong>Pemerintah      Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Motif Batik      Parang dari Yogyakarta <strong>oleh      Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Badik      Tumbuk Lada oleh <strong>Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Musik      Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh <strong>Malaysia</strong><strong> (Malingsia)</strong></li>
<li>Kain Ulos      oleh <strong>Malaysia</strong><strong> (Malingsia)</strong></li>
<li>Alat Musik      Angklung oleh <strong>Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li>Lagu      Jali-Jali oleh <strong>Pemerintah Malaysia      (Malingsia)</strong></li>
<li><a href="http://ardiz.blogspot.com/2009/08/malaysia-malingsia-klaim-tari-pendet.html">Tari Pendet dari Bali oleh <strong>Pemerintah Malaysia (Malingsia)</strong></a></li>
<li>Batik      dari Jawa oleh Adidas</li>
<li>Sambal      Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda</li>
<li>Sambal      Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda</li>
<li>Sambal      Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda</li>
<li>Tempe dari Jawa      oleh Beberapa Perusahaan Asing</li>
<li>Kursi Taman      Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis</li>
<li>Pigura      Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris</li>
<li>Desain      Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali      oleh Oknum WN Amerika</li>
<li>Produk      Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd</li>
<li>Kopi Gayo      dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda</li>
<li>Kopi Toraja      dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang</li>
</ol>
<p><strong>Jika Anda memiliki informasi dugaan pencurian, pematenan, klaim, atau komersialisasi sepihak oleh oknum negara lain atas kekayaan budaya Indonesia segera laporkan di sini, yaitu dengan mengklik &#8220;sunting&#8221;. Jika Anda kesulitan, silahkan mengirimkan email ke</strong><strong> </strong><strong><a title="mailto:office@budaya-indonesia.org" href="mailto:office@budaya-indonesia.org">sini</a> : malingsiareport@yahoo.com</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alaska, Manhattan, Australia, Indonesia, dan wong ndeso.]]></title>
<link>http://pioner2b.wordpress.com/2009/08/31/alaska-manhattan-australia-indonesia-dan-wong-ndeso/</link>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 02:55:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>pioner2b</dc:creator>
<guid>http://pioner2b.wordpress.com/2009/08/31/alaska-manhattan-australia-indonesia-dan-wong-ndeso/</guid>
<description><![CDATA[Pada tahun 1867, Amerika membeli Alaska dari Rusia ketika masa pemerintahan Menteri Dalam Negeri Wil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada tahun 1867, Amerika membeli Alaska dari Rusia ketika masa pemerintahan Menteri Dalam Negeri Wil]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENTERI-MENTERI SONTOLOYO]]></title>
<link>http://nbasis.wordpress.com/2009/08/18/menteri-menteri-sontoloyo/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 19:43:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>nbasis</dc:creator>
<guid>http://nbasis.wordpress.com/2009/08/18/menteri-menteri-sontoloyo/</guid>
<description><![CDATA[Pagi ini Metro tv mengulas editorial Media Indonesia tentang mentalitas menteri Kabinet Indonesia Be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pagi ini Metro tv mengulas editorial Media Indonesia tentang mentalitas menteri Kabinet Indonesia Be]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lepasnya P. Sipadan &amp; Ligitan]]></title>
<link>http://partaiindonesia.wordpress.com/2009/08/01/lepasnya-p-sipadan-dan-p-ligitan/</link>
<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 13:22:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>suryokoco adiprawiro</dc:creator>
<guid>http://partaiindonesia.wordpress.com/2009/08/01/lepasnya-p-sipadan-dan-p-ligitan/</guid>
<description><![CDATA[[ Kolonel Ctp Drs. Umar S. Tarmansyah, ] Putusan Mahkamah Internasional / MI, International Court of]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[ Kolonel Ctp Drs. Umar S. Tarmansyah, ] Putusan Mahkamah Internasional / MI, International Court of]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ODE 2]]></title>
<link>http://whiteblankspace.wordpress.com/2009/06/29/ode-2/</link>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 01:51:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>whiteblankspace</dc:creator>
<guid>http://whiteblankspace.wordpress.com/2009/06/29/ode-2/</guid>
<description><![CDATA[setelah kremasiku, taburkanlah abunya di laut Utara. - untuk jadi tanah reklamasi Sepadan dan Ligita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[setelah kremasiku, taburkanlah abunya di laut Utara. - untuk jadi tanah reklamasi Sepadan dan Ligita]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[CRUSH MALAYSIA ! GANYANG MALAYSIA !]]></title>
<link>http://maridup.wordpress.com/2009/06/20/crush-malaysia-ganyang-malaysia/</link>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 04:03:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>maridup</dc:creator>
<guid>http://maridup.wordpress.com/2009/06/20/crush-malaysia-ganyang-malaysia/</guid>
<description><![CDATA[Indonesia dan Malaysia negara serumpun yang memiliki kemiripan budaya mengalami konflik. Banyak titi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Indonesia dan Malaysia negara serumpun yang memiliki kemiripan budaya mengalami konflik. Banyak titi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Dedemit Maya Gempur Universitas Malaysia ]]></title>
<link>http://samanui.wordpress.com/2009/06/18/dedemit-maya-gempur-universitas-malaysia/</link>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 12:31:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>SAMAN UI</dc:creator>
<guid>http://samanui.wordpress.com/2009/06/18/dedemit-maya-gempur-universitas-malaysia/</guid>
<description><![CDATA[Dedemit maya yang mengaku dari Indonesia kembali meluncurkan serangan pada situs internet milik warg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dedemit maya yang mengaku dari Indonesia kembali meluncurkan serangan pada situs internet milik warg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Perhatian Lebih" Pemerintah Malaysia]]></title>
<link>http://eddymesakh.wordpress.com/2009/06/11/perhatian-lebih-pemerintah-malaysia/</link>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 10:54:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>eddymesakh</dc:creator>
<guid>http://eddymesakh.wordpress.com/2009/06/11/perhatian-lebih-pemerintah-malaysia/</guid>
<description><![CDATA[MALAYSIA memprovokasi Indonesia di perairan sekitar Blok Ambalat, Kalimantan Timur. Menurut seorang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[MALAYSIA memprovokasi Indonesia di perairan sekitar Blok Ambalat, Kalimantan Timur. Menurut seorang ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sentilan Dari Negeri Jiran]]></title>
<link>http://notb.wordpress.com/2009/06/09/sentilan-dari-negeri-jiran/</link>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 07:57:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>D. Ramadhani</dc:creator>
<guid>http://notb.wordpress.com/2009/06/09/sentilan-dari-negeri-jiran/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa minggu belakangan, hubungan antara negara bertetangga Indonesia-Malaysia kembali memanas. K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Beberapa minggu belakangan, hubungan antara negara bertetangga Indonesia-Malaysia kembali memanas. K]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membela Ambalat dengan Nasionalisme Cerdas]]></title>
<link>http://albahar.wordpress.com/2009/06/09/membela-ambalat-dengan-nasionalisme-cerdas/</link>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 01:22:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://albahar.wordpress.com/2009/06/09/membela-ambalat-dengan-nasionalisme-cerdas/</guid>
<description><![CDATA[Kasus perbatasan bukan barang baru bagi Indonesia. Berlokasi di antara dua benua dan dua samudra men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kasus perbatasan bukan barang baru bagi Indonesia. Berlokasi di antara dua benua dan dua samudra men]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malaysia cari Mampus (Manohara, Ambalat)]]></title>
<link>http://wonggoblog.wordpress.com/2009/06/07/malaysia-cari-mampus-manohara-ambalat/</link>
<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 03:09:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>wonggoblog</dc:creator>
<guid>http://wonggoblog.wordpress.com/2009/06/07/malaysia-cari-mampus-manohara-ambalat/</guid>
<description><![CDATA[Akhir-akhir ini malaysia (malingsia/ maling siah/ maling sial/ maling sialan) mulai cari gara-gara l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="size-medium wp-image-323 alignleft" title="malingsia1" src="http://wonggoblog.wordpress.com/files/2009/06/malingsia11.jpg?w=300" alt="malingsia1" width="300" height="184" /></p>
<p><img class="alignleft" title="Manohara" src="http://wonggoblog.wordpress.com/files/2009/06/manohara.jpg" alt="Manohara" width="298" height="225" /></p>
<p>Akhir-akhir ini malaysia (malingsia/ maling siah/ maling sial/ maling sialan) mulai cari gara-gara lagi. Beberapa hal yang akhir-akhir ini dilakukan malaysia setelah pencurian terhadap budaya-budaya Indonesia, Sipadan, Ligitan dan terakhir kali Bunga Citra Lestari adalah kasus pelecehan terhadap Manohara oleh seorang pangeran Malaysia dan manuver- manuver malaysia di sekitar Ambalat.</p>
<p>Mengutip dari Kompas, SABTU, 6 JUNI 2009 &#124; 14:50 WIB :</p>
<blockquote><p>TNI AL soal Ambalat: Kami Siap Tembak, Jika Diperintah</p>
<p><strong>MANADO, KOMPAS.com </strong>— TNI AL siap bertempur untuk mempertahankan wilayah Ambalat, dari intervensi Malaysia. Wakasal Laksamana Madya Moekhlas Sidik mengemukakan hal itu di Manado, Sabtu, saat meninjau kesiapan pelaksanaan Sail Bunaken 2009.</p></blockquote>
<p>Beberapa waktu ini TNI AL melakukan patroli laut di sekitar Ambalat untuk menjaga kesatuan bangsa. Indonesia masih menempuh jalur diplomasi, tetapi jika jalur diplomasi tidak dapat menyelesaikan masalah, Indonesia siap berperang. Saya mengacung jempol (like this!) buat sikap pemerintah yang satu ini.</p>
<p>Masalah Ambalat adalah masalah serius , masalah Manohara juga serius. Keduanya berhubungan dengan masalah bilateral Indonesia-Malaysia. Namun, masalah Manoha melibatkan individu-individu, masalah Ambalat melibatkan dua negara secara langsung. Yang menarik adalah masyarakat kurang mengetahui mengenai konsep perundingan Ambalat, tetapi lebih concern dengan kasus Manohara. Mengutip dari Kompas, SABTU, 6 JUNI 2009 &#124; 13:14 WIB:</p>
<blockquote><p>&#8220;Yahoo meng<em>-cover </em>Ambalat hanya ada 81, tetapi mengenai Manohara ada 2 juta. Hal ini menunjukkan, publik sudah terbodohkan,&#8221; kata Teuku.</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjaga Kedaulatan Bangsa di Ambalat]]></title>
<link>http://lifeschool.wordpress.com/2009/06/03/menjaga-kedaulatan-bangsa-di-ambalat/</link>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 00:56:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhayu</dc:creator>
<guid>http://lifeschool.wordpress.com/2009/06/03/menjaga-kedaulatan-bangsa-di-ambalat/</guid>
<description><![CDATA[Setelah kemarin kita membahas soal Manohara Odelia Pinot yang merasa diperlakukan tidak selayaknya s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Setelah kemarin kita membahas soal Manohara Odelia Pinot yang merasa diperlakukan tidak selayaknya sebagai istri oleh suaminya sendiri yang merupakan salah satu pangeran di kerajaan Kelantan yang merupakan bagian dari federasi Malaysia, hari ini kita membahas mengenai masalah Ambalat. Anda semua pasti tahu kalau akhir-akhir ini berita mengenai provokasi kapal perang Malaysia kembali memanas.</p>
<p>Kawasan Ambalat yang jelas merupakan wilaya NKRI diterobos oleh sebuah kapal perang berjenis Fast Attack Craft bernomor KD Baung-3509. Kapal perang ini masuk sejauh 7,3 mil laut ke dalam wilayah RI. Sebelumnya, pada 24 Mei 2009 kapal sejenis bernomor KD Yu-3508 juga sempat menerobos masuk wilayah laut RI. Kedua kapal tersebut berasal dari class Jerong dengan bobot mati 244 ton, panjang 44,9 meter serta lebar 7 meter, dibangun di Jerman tahun 1976.</p>
<p>Blok Ambalat sendiri sebenarnya merupakan sebuah wilayah di tengah laut di sebelah timur laut pulau Kalimantan yang menjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia. Nama Ambalat aslinya merupakan nama sebuah desa yang terletak sekitar 49,6 km di sebelah barat Tarakan, Kalimantan Timur. Kemudian oleh Indonesia nama ini dipakai untuk menandai nama suatu blok konsesi eksplorasi migas lepas pantai. Posisi geografis kawasan Ambalat dan Ambalat Timur adalah 2° 45´ LU – 3° 52´ LU dan 118° 17´ BT – 119° 05´ BT. Kedua negara mengklaim memiliki hak penuh atas wilayah seluas 15.235 km<sup>2</sup> itu. Apalagi, setelah ditemukan adanya kandungan minyak yang dapat dieksplorasi hingga jangka waktu 30 tahun. Sengketa meluas karena baik Indonesia maupun Malaysia merasa berhak mengeksplorasinya sehingga memberikan hak konsesi masing-masing kepada perusahaan asing. Indonesia pada tahun 1999 telah memberi konsesi kepada ENI dari Italia dan pada Desember 2004 kepada Unocal dari Amerika Serikat. Sementara Malaysia memberikan konsesi atas wilayah yang disebutnya sebagai Blok ND-6 dan ND-7 kepada Shell dari Belanda.</p>
<p>Sebenarnya, kasus Ambalat ini tidaklah berdiri sendiri. Ia bisa jadi merupakan bagian dari rencana jangka panjang Malaysia untuk menjadi yang terhebat di Asia Tenggara. Seperti diketahui, di tahun 1991 Malaysia di bawah pemerintahan Dr. Mahathir Mohammad mencanangkan “Vision 2020” atau “Wawasan 2020”. Bisa jadi mereka berencana untuk ekspansif dengan menguasai Indonesia yang dipandang lemah dari segi perekonomian, yang tentunya berimplikasi pada ketidakmampuan memperbaiki postur pertahanan-keamanan kita. Saya menemukan di salah satu blog Malaysia yang walau serius tulisannya namun tidak jelas dibuat oleh siapa, dalam peta yang dicantumkan di sana seluruh wilayah Indonesia ditulis dengan nama Malaysia (<a href="http://malaysianshares.blogspot.com/2008/12/vision-2020-doubtful-tun-dr-mahathir.html">klik di sini</a>). Namun tentu saja blog itu tidak bisa dipandang sebagai pernyataan resmi pemerintah Malaysia yang secara formal tidak pernah mendeklarasikan permusuhan kepada Indonesia.</p>
<p>Kisruh di kawasan Ambalat merupakan ekses dari kekalahan Indonesia dalam sengketa perebutan pulau Sipadan dan Ligitan di Mahkamah Internasional. Padahal, Malaysia baru memasukkan kedua pulau tersebut dalam peta tahun 1979 yang disebutnya sebagai “Peta Baru”. Sementara Indonesia memiliki bukti peta terbitan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang memasukkan dua pulau tersebut dalam wilayahnya. Hanya saja, Malaysia sudah membangun resor wisata mewah di tempat tersebut di saat Indonesia masih abai.</p>
<p>Dan nyata sekali, pasca merebut pulau Sipadan dan Ligitan Malaysia yang sejatinya negara daratan atau kontinental mengklaim diri sebagai negara kepulauan atau archipelago. Luar biasa. Dan dengan masuknya dua pulau itu ke Malaysia, maka makin mudah bagi mereka menarik garis teritorial ke kawasan Ambalat yang penuh kandungan minyak.</p>
<p>Jujur saja, kalau saat ini TNI harus berperang dengan Tentera Diraja Malaysia (TDM), secara alutsista kita kalah kualitas. Sebagai gambaran, Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) memiliki 226 pesawat dari berbagai jenis dengan 36 lagi dalam proses penyelesaian pesanan. Di antara pesawat-pesawat itu terdapat skuadron penuh pesawat tempur F/A-18 D, F-16 C/D/E, MiG 29 N/UB, dan SU-30 MKM. Sementara TNI AU meski memiliki 253 pesawat berbagai jenis dalam jajarannya, namun dari jenis dan usia kalah dengan milik TUDM. Pesawat paling modern kita adalah F-16 A/B dari Amerika Serikat serta SU-27 SK/SKM dan SU-30 MK/MK2 dari Rusia. Jumlahnya pun tidak penuh satu skuadron.</p>
<p>Maka, meski rasa nasionalisme berkobar-kobar, tentu harus pula dilandasi akal sehat. Di saat perekonomian kita sedang berjuang melawan kemiskinan, akan sangat tidak masuk akal bila harus berperang. Karena saat negara berperang, segala sumber daya termasuk perekonomian harus dihadapkan kepada lawan. Dan tentunya akan sangat memberatkan rakyat. Karena itu, jalur diplomasi harus tetap ditempuh. Akan tetapi diplomasi yang tegas dan berwibawa agar kedaulatan bangsa tetap terjaga.</p>
<p>(oleh <span style="text-decoration:underline;">Bhayu M.H.</span>, diposting di http://www.lifeschool.wordpress.com)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dipandang Sebelah Mata oleh Malaysia]]></title>
<link>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/06/02/dipandang-sebelah-mata-oleh-malaysia/</link>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 05:26:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesiamelawan</dc:creator>
<guid>http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/06/02/dipandang-sebelah-mata-oleh-malaysia/</guid>
<description><![CDATA[Bukan saja Singapura yang melihat kita dengan sebelah mata. Malaysia, negeri serumpun, juga nampak m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bukan saja Singapura yang melihat kita dengan sebelah mata. Malaysia, negeri serumpun, juga nampak meremehkan Indonesia. Sebab peremehan itu karena di mata Malaysia, Indonesia lemah dan tidak beresiko bila Malaysia mengganggu dan kalau perlu menekan Indonesia dalam banyak hal.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-142" href="http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/06/02/dipandang-sebelah-mata-oleh-malaysia/attachment/56561/"><img class="alignright size-medium wp-image-142" title="56561" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/06/56561.jpg?w=300" alt="56561" width="300" height="270" /></a></p>
<p>Setelah mencaplok Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan lewat Mahkamah Internasional pada akhir 2002, Malaysia nampak ingin mengulangi kesuksesannya dengan mengklaim Blok Ambalat sebagai bagian dari Malaysia. Sejauh ini kita masih berhasil mengamankan Ambalat sebagai bagian integral wilayah Indonesia. Namun melihat Malaysia yang makin licin dan cenderung licik, Indonesia harus tetap hati-hati dan waspada.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-143" href="http://indonesiamelawan.wordpress.com/2009/06/02/dipandang-sebelah-mata-oleh-malaysia/para-tki/"><img class="alignleft size-medium wp-image-143" title="para-TKI" src="http://indonesiamelawan.wordpress.com/files/2009/06/para-tki.jpg?w=207" alt="para-TKI" width="207" height="300" /></a>Malaysia cenderung merusak hubungan dengan Indonesia lewat klaim yang sering dibuat Malaysia yang di telinga dan mata Indonesia cukup mengagetkan. Misalnya, musik angklung, batik, reog, lagu rasa sayang hey, lagu Di Bawah Bulan Purnama, budaya Dayak dan lain-lain diklaim sebagai berasal dari dan milik Malaysia.</p>
<p>Keangkuhan Malaysia juga tampak bagaimana mereka menyebut TKI/TKW kita sebagai Indon dengan konotasi yang sinis. Yang menyakitkan lagi adalah bagaimana para TKI ilegal, setelah ditangkap, dicambuki dulu seperti binatang, sebelum dideportasi kembali ke Indonesia. Asal muasal rentetan kejadian itu begitu jelas, yakni karena Indonesia di mata Malaysia lemah. Ada semacam aksioma dalam hubungan internasional, setiap negara yang lemah, oleh tetangganya akan terus diremehkan dan bahkan diintervensi, dicampur-tangani.</p>
<p>Negara dengan elite yang masih bermental <em>inlander</em> memang sulit diharapkan dapat membela kepentingan nasional (kepentingan bangsa) dengan tegas, bermanfaat dan proporsional. Sayang sekali, masih terlalu banyak elite Indonesia yang belum berhasil lepas dari kungkungan kolonisasi mental, penjajahan mental.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[INDONESIA: MARTABAT AMBALAT, MANOHARA, TKI DAN LAIN-LAIN]]></title>
<link>http://nbasis.wordpress.com/2009/06/01/martabat-ambalat-manohara-tki-dan-lain-lain/</link>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 05:54:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>nbasis</dc:creator>
<guid>http://nbasis.wordpress.com/2009/06/01/martabat-ambalat-manohara-tki-dan-lain-lain/</guid>
<description><![CDATA[SEMUA ini tidak mungkin terjadi begitu saja. Akarnya ada pada martabat bangsa. Tidak ada kemampuan m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[SEMUA ini tidak mungkin terjadi begitu saja. Akarnya ada pada martabat bangsa. Tidak ada kemampuan m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indonesia X Malaysia]]></title>
<link>http://supanggung.wordpress.com/2009/05/29/indonesia-malaysia/</link>
<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:04:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Supanggung</dc:creator>
<guid>http://supanggung.wordpress.com/2009/05/29/indonesia-malaysia/</guid>
<description><![CDATA[Entah apa yang menjadi motif Malaysia atas tindakannya melanggar batas teritorial di Ambalat. Mata I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Entah apa yang menjadi motif Malaysia atas tindakannya melanggar batas teritorial di Ambalat. Mata Indonesia dipakasa untuk terus lebih mengawasi Ambalat. Tak heran, Indonesia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan Sipadan. Namun, yang perlu diselidiki adalah motif dari Malaysia.</p>
<p>Dalam angan-angan Bagong, kalaulah kejadian ini terjadi pada situasi perang, tindakan Malaysia memasuki teritori Indonesia di Ambalat hanyalah strategi untuk tindakan yang lebih besar. Strategi seperti ini bisa dikatakan &#8220;Menyeberangi Lautan Mengelabuhi Langit&#8221;. Strategi perang ini memang luar biasa jika diterapkan dengan rencana yang sangat matang.</p>
<p>Pertama-tama, pihak musuh akan dialihkan pandangannya dengan berbagai cara, misalnya menyusupkan &#8216;mata-mata&#8217; yang bertugas untuk memberikan informasi palsu tentang keberadaan/kekuatan pasukan. Cara yang lain tentu saja dengan menarik perhatian musuh, seperti yang dilakukan Malaysia sekarang ini.</p>
<p>Sekali lagi, ini hanyalah hayalan seorang Bagong.</p>
<p>Selanjutnya, ketika musuh (Indonesia) sudah bisa dialihkan pandangannya, maka pasukan akan mulai masuk ke daerah lawan. Pasukan yang masuk ini bisa melakukan penyerangan atau bahkan &#8216;penjajahan&#8217;. Apa yang diserang? Bisa jadi adalah sumber kekayaan alam.</p>
<p>Kita tahu, bahwa Indonesia kaya akan kekayaan laut, karena 2/3 dari wilayahnya adalah wilayah perairan. Dengan terfokusnya perhatian Angkatan Laut pada tragedi Ambalat, maka tak heran jika fokus di daerah perairan lainnya akan berkurang. Dengan demikian, &#8216;musuh&#8217; akan mudah masuk dan menjarah kekayaan laut Indonesia.</p>
<p>Namun, perlu diingat juga. Malaysia tidaklah sendiri. Di belakangnya berdiri negara-negara &#8216;adi kuasa&#8217; yang memberikan dukungan penuh pada Malaysia. Negara tersebut tentu saja tidak suka dengan kemajuan yang dicapai Indonesia. Selain itu, bisa jadi Malaysia hanyalah &#8216;pion&#8217; dalam permainan catur. Yang jadi rajanya adalah negara yang akan mengeksploitasi kekayaan laut Indonesia, yaitu negara dengan teknologi maritim yang canggih (silahkan dicari sendiri).</p>
<p>Itulah sekilas tentang hayalan seorang Bagong menyikapi arogansi Malaysia terhadap Indonesia.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blok Ambalat Masih Diincar Malaysia]]></title>
<link>http://intanmerina.wordpress.com/2009/05/27/blok-ambalat-masih-diincar-malaysia/</link>
<pubDate>Wed, 27 May 2009 12:56:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>intan littlebabe</dc:creator>
<guid>http://intanmerina.wordpress.com/2009/05/27/blok-ambalat-masih-diincar-malaysia/</guid>
<description><![CDATA[Senin (25/5) kapal perang Malaysia kembali berusaha memasuki Blok Ambalat. Kejadian ini sudah terjad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Senin (25/5) kapal perang Malaysia kembali berusaha memasuki Blok Ambalat. Kejadian ini sudah terjadi berkali-kali. Bahkan seperti yang dikutip dari vivanews.com terhitung sejak Januari sampai April 2009 tercatat angkatan perang Malaysia sudah memasuki Blok ini sebanyak sembilan kali. Armada angkatan perang Malaysia yang memasuki Blok Ambalat tidak hanya kapal perang, tetapi juga helicopter dan pesawat <em>beechraft. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em>Seperti kita ketahui Blok Ambalat ini telah menjadi rebutan oleh Indonesia dan Malaysia sejak puluhan tahun lamanya. Bahkan tidak hanya Ambalat yang menjadi rebutan, tetapi juga dua pulau lain yang sekarang resmi menjadi milik Malaysia berdasarkan Keputusan <em>International Court of Justice</em> (ICJ), yaitu Pulau Sipadan dan Ligitan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebetulan beberapa saat lalu saya dan teman-teman mengangkat tema tentang lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia. Pulau ini resmi dikuasai oleh Malaysia pada tanggal 17 Desember 2002 setelah perjuangan panjang yang dilakukan kedua negara untuk mendapatkan hak milik atas kedua pulau tersebut. Terdapat hal yang mengejutkan mengenai alasanICJ memutuskan akhirnya kedua pulau tersebut menjadi milik Malaysia, karena keputusan tersebut tidak didasarkan kepada bukti otentik yang dimiliki kedua negara. Tiga pertimbangan ICJ adalah:</p>
<ol>
<li>Malaysia secara terus-menerus berada di pulau tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya bangunan-bangunan rumah penduduk sipil.</li>
<li>Malaysia telah melakukan penguasaan efektif terhadap kedua pulau tersebut. Misalnya dengan pembangunan mercusuar dan pembangunan <em>cottage</em> sebagai sarana penunjang pariwisata.</li>
<li>Malaysia telah melakukan perlindungan serta pelestarian ekologis. Perlindungan ini berupa perlindungan terhadap terumbu arang dan kekayaan bawah laut di kedua pulau tersebut.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Keputusan tersebut merupakan tamparan bagi pihak Indonesia karena menyadarkan bahwa selama ini perhatian terhadap pulau-pulau kecil dan terpencil sangat minim. Pembangunan di negara ini masih belum merata. Oleh karena itu Indonesia kemudian mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau Terkecil Terluar Indonesia. Hal ini untuk mencegah agar sumber daya Indonesia berupa pulau-pulau ini tidak beralih ke negara lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali pada Ambalat yang masih belum ditemukan jawaban akhir dari perebutan Blok ini. Jika melihat ke belakang,<img class="alignright size-thumbnail wp-image-43" title="kapal patroli" src="http://intanmerina.wordpress.com/files/2009/05/64823_kapal_barang_lebanon_dicegat_kapal_patroli_israel_thumb_300_225.jpg?w=150" alt="kapal patroli" width="150" height="112" /> sebenarnya telah terdapat kesepakatan antara Malaysia dan Indonesia pada tahun 1969 bahwa Blok ini termasuk ke dalam wilayah NKRI. Namun, pada tahun 1979 Malaysia membuat peta wilayahnya dan mengklaim Ambalat termasuk ke dalam wilayah mereka. Apalagi setelah diketahui kalau Blok Ambalat mengandung cadangan minyak bumi dan gas yang  jumlahnya sangat besar. Hal ini memicu kembali hubungan yang memanas diantara kedua negara. Pasang surut memanasnya hubungan ini sering kali terjadi karena tindakan pihak Malaysia yang selalu berusaha memperkeruh suasana. Indonesia sendiri masih belum melakukan tindakan yang berarti untuk mempertegas kedudukannya atas Blok tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:</p>
<ol>
<li>Diplomasi politik luar negeri Indonesia yang melemah. Beberapa dekade yang lalu, Indonesia terkenal dengan diplomasi politiknya yang diancungi jempol oleh negara manapun. Namun seiring perkembangan jaman kebanggaan tersebut kian memudar. Indonesia semakin kehilangan taringnya di kancah Internasional, terutama apabila terkait dengan berbagai permasalahan dan konflik dengan negara lain. Contoh nyata yang sering kita temui adalah tidak mampunya Indonesia membela TKI-nya yang teraniaya di negeri orang. Lepasnya P. Sipadan dan Ligitan juga membuktikan lemahnya diplomasi Indonesia;</li>
<li>Miskinnya angkatan bersenjata Indonesia. Jangankan untuk menambah armadanya, untuk biaya perawatan angkatan bersenjata saja negeri ini masih kewalahan. Jadi tidak heran jika angkatan bersenjata negara ini seperti macan ompong dan peralatan yang dimiliki berubah menjadi besi tua. Lagi-lagi contoh nyata yang dapat kita lihat adalah terjadinya kecelakaan dua pesawat Hercules beberapa saat lalu. Lalu apalagi yang dapat dibanggakan dari angkatan bersenjata kita untuk melindungi Blok Ambalat yang sekecil itu? Hal ini juga semakin menambah kekhawatiran saya, mampukah mereka melindungi melindungi bangsa yang sebesar ini?</li>
<li>Kurangnya perhatian Indonesia terhadap pulau-pulau kecil, terpencil, dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Pemerintah Indonesia, terutama pada zaman sentralisasi dulu sering kalimelupakan nasib pulau-pulau kecil ini. Padahal jika diteliti dan dieksplor pulau-pulau tersebut memiliki potensi dan kekayaan alam yang sangat besar. Betapa ruginya Indonesia setelah P. Sipadan dan Ligitan yang termasuk pulau terindah di dunia lepas ke tangan Malaysia.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Begitulah kondisi negara ini. Masih banyak permasalahan yang harus dibenahi disana-sini. Terutama kekayaan negara negara ini yang harus dimanajemen dengan baik(Jadi inget,,,besok ada UAS Manajemen Kekayaan Negara T_T). Jangan sampai karena ketidakbecusan dan ketidakpedulian pemerintah dan bangsa Indonesia, kekayaan yang sering kita banggakan malah beralih ke tangan negara lain dan memperkaya mereka. Ini sama saja membiarkan maling mencuri  harta kita didepan mata kita sendiri.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEANDAINYA MANOHARA CAPRES]]></title>
<link>http://thariqmodanggu.wordpress.com/2009/05/03/seandainya-manohara-capres/</link>
<pubDate>Sun, 03 May 2009 09:02:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Thariq Modanggu</dc:creator>
<guid>http://thariqmodanggu.wordpress.com/2009/05/03/seandainya-manohara-capres/</guid>
<description><![CDATA[Manohara Odelia Pinot Manohara memang cantik dan menawan. Lebih dari itu, Manohara saat ini sangat t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Manohara Odelia Pinot Manohara memang cantik dan menawan. Lebih dari itu, Manohara saat ini sangat t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekayaan Laut di Sipadan dan Ligitan ]]></title>
<link>http://gagasanhukum.wordpress.com/2008/06/02/kekayaan-laut-di-sipadan-dan-ligitan/</link>
<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 17:04:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>gagasanhukum</dc:creator>
<guid>http://gagasanhukum.wordpress.com/2008/06/02/kekayaan-laut-di-sipadan-dan-ligitan/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Laode Muh Syahartian Mahkamah Pengadilan Internasional di Denhaag Belanda, 17 Desember 2002 mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh Laode Muh Syahartian Mahkamah Pengadilan Internasional di Denhaag Belanda, 17 Desember 2002 mem]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[blog kolaborasi Malaysia Indonesia]]></title>
<link>http://kamal87.wordpress.com/2007/12/13/blog-kolaborasi-malaysia-indonesia/</link>
<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 10:41:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamal87</dc:creator>
<guid>http://kamal87.wordpress.com/2007/12/13/blog-kolaborasi-malaysia-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[semalam saya nonton acara topik malam nya SCTV. Kebetulan waktu itu sedang membahas tentang pasang s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>semalam saya nonton acara topik malam nya SCTV. Kebetulan waktu itu sedang membahas tentang pasang surut hubungan diplomatis Indonesia dan Malaysia. Dan acara tersebut juga secara khusus menyoroti banyaknya blog-blog atau situs-situs yang dibuat khusus untuk saling mencemooh bangsa lain.</p>
<ul>
<li>ihateindon.blogspot.com</li>
<li>malingsia.com</li>
</ul>
<p>Sebenarnya kalau dari saya pribadi sudah tidak ingin lagi membahas tentang ribut-ribut Indonesia vs Malaysia diblog saya. kenapa? karena dengan begitu saya jadi termasuk orang yang terbawa arus yang cuma bisa mengeluarkan opini mentah tanpa solusi konkrit untuk menyelesaikan masalah ini. NAMUN, ada satu hal yang sangat menarik dari sedikit potongan diskusi pada acara topik malam tersebut. yaitu tentang blog kolaborasi Indonesia Malaysia.</p>
<p>Kebetulan yang diundang pada acara tersebut untuk menjadi narasumber adalah om <a href="http://enda.goblogmedia.com/">enda nasution</a> sang presiden blogger Indonesia.  Awalnya diskusi tersebut juga saya rasa biasa-biasa saja. Hanya mengupas lebih dalam tentang konflik ini. Awalnya saya juga tak terlalu berniat untuk memperhatikan dengan seksama acara tersebut (berhubung lagi ngerjain tugas juga dan besoknya ada ujian). Tapi ketika sang pembawa acara menanyakan pada om enda seperti ini &#8220;adakah SOLUSI KONKRIT yang bisa dilakukan para blogger untuk menyelesaikan masalah ini?&#8221; Dan saya cukup amaze dengan jawaban dari om enda. Beliau bilang &#8220;saya sedang mengusahakan supaya nanti akan ada blog atau situs kolaborasi antara para blogger malaysia dan Indonesia yang isinya tentang bagaimana memajukan kedua negara, mengeratkan hubungan kedua negara dll Saya sudah menghubungi beberapa teman blogger saya dari malaysia untuk membuat blog kolaborasi tersebut&#8221;</p>
<p>Sampai dititik itu, baru saya semangat dan serius nontonnya. Ini baru keren. Solusi yang sangat konkrit. Postitif buat kedua negara. Tentunya kalau blog tersebut nanti benar-benar muncul dan bisa meluas. Maka pasti banyak imbas positif buat kita semua, buat warga Indonesia, buat warga malaysia, pokoknya buat kita semua deh&#8230; harapannya blog ini nanti gaungnya bisa melebihi blog-blog murahan yang dibuat oleh orang pengecut yang tidak bertanggung jawab setelah mencoba mengadu domba dua negara tetangga ini.</p>
<p>buat mas enda, AYO segera direalisasikan mas ide bagusnya itu. Saya yakin pasti banyak yang nge-support. betul gak? apakah Anda semua termasuk orang yang men-support hal tersebut, atau malah justru tidak setuju dan lebih suka hubungan kita dengan malaysia terus memanas?</p>
<p><em>baca tulisan terkait disini:</em></p>
<p><em><a href="http://kamal87.wordpress.com/2007/12/07/kenapa-kalian-terus-mencerca-malaysia/" target="_blank">Kenapa kalian terus mencerca malaysia</a> </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kenapa kalian terus mencerca malaysia]]></title>
<link>http://kamal87.wordpress.com/2007/12/07/kenapa-kalian-terus-mencerca-malaysia/</link>
<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 11:13:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamal87</dc:creator>
<guid>http://kamal87.wordpress.com/2007/12/07/kenapa-kalian-terus-mencerca-malaysia/</guid>
<description><![CDATA[Sebelumnya ingin saya pastikan anda tahu bahwa saya ini orang Indonesia tulen. Saya cinta negeri say]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Sebelumnya ingin saya pastikan anda tahu bahwa saya ini orang Indonesia tulen. Saya cinta negeri saya dan saya ingin memajukannya. Saya ingin membangun Indonesia menjadi lebih maju daripada seluruh negara lain dimuka bumi ini.</em><br />
Telah kita ketahui bersama bahwa negara tetangga kita telah banyak mencuri berbagai aset yang kita miliki. mulai dari pulau sampai dengan kesenian. Banyak kekayaan negeri Indonesia yang diakui oleh malaysia.</p>
<ul>
<li>pulau sipadan ligitan</li>
<li>hak cipta batik</li>
<li>kesenian reog ponorogo</li>
<li>dll</li>
</ul>
<p>Kita sebagai warga negara Indonesia saya rasa wajar jika merasa tidak enak karena kekayaan budaya negerinya telah dicuri oleh bangsa lain. Namun, saya melihat suatu sikap yang sangat berlebihan dari bangsa Indonesia. Saya sendiri agak merasa kecewa dengan penyikapan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia terhadap aksi tetangga kita malaysia. Banyak rakyat Indonesia yang menumpahkan ketidaksenangannya pada malaysia dengan cara-cara yang buruk, cara-cara yang sangat tidak bersahaja, cara-cara yang justru menurunkan martabat kita sebagai sebuah bangsa.</p>
<p>Coba liat beberapa situs berikut</p>
<ul>
<li><a href="http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071025063709AA2htlh&#38;show=7" target="_blank">Yahoo! Answer &#8211; Pantaskan malaysia dibilang maling?</a></li>
<li><a href="malingsia.com" target="_blank">Malingsia.com</a></li>
<li><a href="http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T7NJ5F8LGR2RN9G36/p32" target="_blank">topix.com &#8211; Malaysia tak anggap Indon serumpun<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.slemania.or.id/news/detail.php?id=17003" target="_blank">slemania.or.id &#8211; <strong> Slemania Galang Aksi : Tribute To Donald</strong></a></li>
<li>dll</li>
</ul>
<p>mereka semua mencaci-maki malaysia secara membabi buta. Sebagian besar rakyatIndonesia menyerapahi malaysia dengan bahasa-bahasa yang sangat tidak etis. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. mulai dari kalangan akar rumput sampai kalangan elit. mulai dari kalangan preman samapai kalangan ustadz. hampir semuanya satu suara dalam mencerca malaysia. Bahkan ada sebagian rakyat Indonesia yang sampai menyatakan perang pada malaysia. Dan yang lebih saya heran lagi, banyak orang-orang yang saya pandang sebagai orang terhormat, berpribadi ustadz, punya prestasi Internasional dll juga ikut mencerca malaysia.</p>
<p>Maka disini saya katakan pada seluruh rakyat Indonesia, saya tidak setuju dengan kalian semua, kalian yang terus mencerca malaysia tanpa batasan-batasan etika, kalian yang hanya bisa menyerapahi malaysia tanpa memberikan kontribusi nyata demi kemajuan Indonesia. Sikap kita semua yang sudah terlalu berlebihan terhadap aksi malaysia itu justru menunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kerdil, bangsa yang tidak berjiwa besar. Toh itu semua terjadi juga karena kesalahan kita sendiri yang tidak bisa memanfaatkan kekayaan potensi negeri kita. Maka jangan bertambah marah jika banyak pula rakyat malaysia yang membalsa penyikapan kita juga dengan cara yang tidak etis. jangan marah jika mereka menyebut kita sebagai &#8220;negeri para kuli&#8221;, &#8220;negeri budak&#8221; dsb&#8230;</p>
<p>Seharusnya penyikapan terbaik kita atas aksi pencurian yang dilakukan oleh malaysia itu adalah melakukan suatu kerja konkrit untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Jangan hanya berkutat pada caci-maki, jangan cuma bisa bersumpah serapah, jangan hanya bisa menelan kekesalan tersebut kemudian memuntahkannya dalam bentuk perkataan-perkataan yang sarkastik. Oleh karena itu berhentilah bersumpah serapah! berhnetilah mencaci-maki! Mulai sekarang lakukan suatu kontribusi nyata demi kemajuan Indonesia. Mari bangun kebanggaan menjadi bangsa Indonesia. Sadarilah bahwa bangsa kita ini sedang terpuruk.</p>
<p>Sadarilah betapa buruknya citra bangsa kita dimata dunia. kakak saya yang pernah berada di jerman pernah bercerita ke saya bahwa banyak warga Indonesia disana yang apanila ditanya berasal dari mana, maka banyak yang akan menjawab berasal dari malaysia. Kenapa? karena ketika kita mengatakan bahwa kita berasala dari Indonesia, maka banyak orang luar yang akan melihat kita dengan rendah.</p>
<ul>
<li>&#8220;ohh&#8230; yang negeri korup itu ya?&#8221;,</li>
<li>&#8220;oh&#8230; yang presidennya dinobatkan jadi orang terkorup sedunia itu ya?&#8221;,</li>
<li>&#8220;ohh&#8230; land of terrorism ya?&#8221;,</li>
<li>&#8220;ohh&#8230; negeri polutif itu ya?&#8221;</li>
<li>&#8220;ohh&#8230; negeri pengekspor pembantu itu ya&#8221;</li>
</ul>
<p>cuma ini yg tersisa</p>
<ul>
<li> &#8220;ohh&#8230; yang ada bali nya ya?&#8221;</li>
</ul>
<p>percayalah, seperti itulah reaksi orang luar saat berbicara dengan orang Indonesia yang tinggal disana. Mereka secara eksplisit berkata seperti itu didepan warga Indonesia sendiri. Kaka saya sendiri pernah mengalami hal tersebut. wajar saja banyak warga Indonesia yang tidak mau mengakui bahwa dia adalah orang Indonesia asli.</p>
<p>Sungguh sangat miris mendegar cerita kakak saya. Sungguh sangat miris melihat kenyataan betapa rendahnya bangsa Indonesia dimata dunia. Oleh karena itu, sekali lagi saya tekankan:</p>
<p>Berhentilah mencaci-maki<br />
berhentilah bersumpah serapah<br />
lakukan aksi nyata<br />
berikan kontribusi maksimum<br />
untuk kemajuan Indonesia</p>
<p>INDONESIA, BANGKITLAH!!!!</p>
<p>baca tulisan terkait disini</p>
<p><a href="http://mustafakamal.biz/2007/12/13/blog-kolaborasi-malaysia-indonesia/" target="_blank">SOLUSI KONKRET: Blog Kolaborasi Indonesia Malaysia</a></p>
<p style="text-align:right;"><a href="http://mustafakamal.biz/2007/12/07/kenapa-kalian-terus-mencerca-malaysia/#comments" target="_self"><strong>Tulis Komentarmu</strong></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malaysia=Malingsia]]></title>
<link>http://t724626.wordpress.com/2007/11/28/malaysiamalingsia/</link>
<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 23:11:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>t724626</dc:creator>
<guid>http://t724626.wordpress.com/2007/11/28/malaysiamalingsia/</guid>
<description><![CDATA[Kata kata ini belakangan makin santer terdengar dan makin menjadi trend setelah diperkenalkan di ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><b><span style="font-size:16pt;"><font face="Times New Roman"></font></span></b> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Kata kata ini belakangan makin santer terdengar dan makin menjadi <span><font size="3"><font face="Times New Roman"><span class="insertedphoto"><img class="alignleft" src="http://images.t724626.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R047jQoKCo0AAD4wKL41/maling1.jpg?et=2vaadILs4LQ3BgYbQ2yUFg" border="0"></span></font></font></span>trend setelah diperkenalkan di berbagai website dan media massa. <b>Malingsia</b> merupakan sebuah plesetan untuk menyebut negara Malaysia. Malingsia terdiri dari kata “<b>maling</b>” dan “<b>sia</b>” untuk merubah kata-kata “<b>malay</b>” dan “<b>sia</b>”. “<b>Maling</b>” merupakan kata-kata dari bahasa Jawa yang artinya adalah “<b>Pencuri</b>”. Plesetan ini berkembang setelah adanya beberapa kali usaha dari pemerintah Malaysia untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak meyenangkan dan termasuk juga unsur pelecehan terhadap negara tetangganya yaitu Indonesia. Plesetan ini merupakan salah satu respon masyarakat Indonesia atas sikap yang tidak berbudi dari pemerintahan negara itu.</font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Dipihak pemerintah indoneeia sendiri seringkali terdengar kecaman atas ketidak-bijaksanaan pemerintah Malaysia tersebut yang mengaku sebagai tetangga yang baik tapi ternyata tidak punya etikat dan etika yang baik sebagai tetangga. Di samping itu, sebagai negara Asia Tenggara yang berakar budaya sebagai negeri <b>Malay </b>(<b>Melayu</b>) seharusnya menunjukkan sikap ketimuran dan norma akhlaq yang tinggi, namun pada kenyataannya banyak sikap-sikap pemerintah Malaysia yang menodai kepercayaan dan norma tersebut. Sebagai saudara serumpun dan tetangga dekat, mereka ternyata jauh dari budi luhur yang seharusnya dijunjung tinggi sebagai bangsa Melayu.</font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Beberapa tahun terakhir ini semakin banyak kejadian dan hal-hal yang memperlihatkan keburukan sikap pemerintah Malaysia. Banyak hal yang seharusnya menjadi milik tetangganya (<b>Indonesia</b>), tapi dicuri oleh negara Malingsia, diantanya:</font></font></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia mencuri gugusan kepulauan diperbatasan Indonesia, yaitu Sipadan dan Ligitan yang pada hakikatnya adalah pulau terluar Indonesia seperti yang telah tercantum secara jelas dan disepakati secara internasional dalam Perjanjian Djuanda tahun 1957 yang menyatakan dan menetapkan bahwa luas laut teritorial Indonesia sejauh 12 mil laaut diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau terluar Indonesia pada saat surut atau batas ketinggian air laut paling rendah. Dari kesepakatan ini kepulauan Sipadan Ligitan merupakan wilayah yang masuk wilayah teritorial Indonesia, namun dengan berbagai cara dan manipulasi maka kedua pulau tersebut diambil alih oleh Malingsia dan bahkan akibat keterlambatan Indonesia melihat pengambilalihan tersebut menjadikan Indonesia terlihat kalah dalam diplomasi dan mengakibatkan dunia internasional terbawa opini Malingsia tersebut dan memberikan pengakuan atas Sipadan dan Ligitan sebagai milik Malingsia.</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia berusaha mencuri landas kontinen Indonesia. Ketika beberapa waktu lalu Indonesia diguncang gempa dan tsunami besar (Aceh dan Sumatra utara), ternyata Malingsia tidak punya sense atau rasa kebaikan sebagai tetangga dan saudara serumpun, tapi disaat pemerintah Indonesia berkonsentrasi terhadap pemulihan Aceh dan Sumatra utara, mereka malah melakukan penetrasi terhadap perbatasan laut Indonesia dengan mengirimkan kapal laut dan pesawat terbang AL negara Malingsia tersebut memasuki wilayah Indonesia tanpa izin dengan maksud untuk memprovokasi dan juga mencoba untuk mengambil alih lahan minyak di laut perbatasan di dalam teritorial maupun di daerah landas kontinen Indonesia, yaitu blok Ambalat yang sangat kaya menyimpan cadangan minyak. Padahal, menurut hukum dan Ketetapan Internsional telah jelas menyatakan bahwa daerah itu merupakan wilayah yang hanya boleh dieksploitasi dan dimanfaatkan oleh Indonesia. Perjanjian landas kontinen internasional atas Indonesia pada 1969 menyatakan bahwa segala sumber mineral dan kekayaan alam lainnya yang terdapat pada dasar laut dan tanah dibawahnya diwilayah landas kontinen Indonesia yang mencakup wilayah laut sejauh 200 mil laut diluar wilayah teritorial Indonesia. </font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia mencuri batik yang berasal dari Indonesia dan semenjak dahulu kala telah menyatu dengan kebudayaan Indonesia. Mereka menyatakan bahwa batik sebagai kebudayaan asli negara Malingsia tersebut, padahal segenap penjuru dunia telah mengetahui dan fakta juga membukti dengan jelas bahwa batik merupakan hasil kebudayaan asli Indonesia. Seharusnya mereka menganalisis dan memperhatikan kembali kenyataan bahwa sebenarnya kebudayaan Melayu berakar dari Sumatra Indonesia, bahkan yang membuka lahan dan membuat kota Kuala Lumpur serta memajukannya adalah tokoh melayu Sumatra yang makamnya ada di Indonesia (kalau tidak salah ada di Riau).</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia mengklaim lagu <b>Rasa Sayange </b>dari Maluku Indonesia sebagai karya mereka. Padahal semua warga negera tersebut tahu semenjak dahulu kala bahwa mereka dekat dengan lagu tersebut bukan karena diciptakan oleh kesenian mereka sendiri, namun karena berkualitas tinggi dan mudah dihayati yang pada hakikatnya berasal dari Indonesia. Jika mereka ditanya dari hati nurani dan diminta untuk jujur pastilah akan mengakuinya.</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia mengklaim kesenian <b>Reyog Ponorogo </b>sebagai kesenian mereka, padahal dunia sudah semenjak dahulu kala mengakui bahwa reyog adalah kesenian asli dari Ponorogo Indonesia. Ini bisa dikuatkan dengan berbagai sejarah dan melihat akar terbentuknya kesenian reyog di Ponorogo, yang bisa dilihat dari berbagai referensi sejarah di dunia ini. Apakah Malingsia tidak malu melakukan tindakan seperti itu??. Bisakah negara Malingsia membeberkan asal akar kebudayaan reyog?? Kebohongan pasti akan terungkap. Pasti mereka tidak bisa menjelaskan dan tidak mungkin bisa menjelaskan, karena Reyog bukanlah kebudayaan Malingsia tapi merupakan kebudayaan asli dari Ponorogo Indonesia.</font></font></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Penjelasan-penjelasan diatas, tentang pencurian yang dilakukan Malingsia ternyata tidak cukup sedemikian. Pencurian-pencurian yang dilakukan pemerintah Malingsia ini diikuti pula dengan sikap-sikap tidak etis dan tidak senonoh lainnya, diantaranya:</font></font></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Dalam usaha Malingsia untuk mengambilalih teritorial laut dan juga kekayaan di blok Ambalat beberapa waktu lalu setelah Indonesia diguncang gempa dan tsunami besar (Aceh dan Sumatra utara), ternyata Malingsia juga melakukan pemukulan terhadap pekerja-pekerja Indonesia yang sedang membangun suar diperbatasan agar menghentikan pekerjaan mereka. Pembangunan suar yang dibangun Indonesia dipergunakan untuk melengkapi dan memperjelas perbatasan teritorial laut Indonesia. Malingsia takut jika suar tersebut makin banyak dan lengkap, mereka tidak akan bisa mencuri wilayah perbatasan Indonesia lagi. Maka dari itulah Indonesia tidak mau kecolongan dan kecurian lagi sehingga perbatasan laut Indonesia makin diperjelas yang salah satunya dengan pembanguanan suar di batas wilayah teritorial laut yang berbatasan dengan Malingsia. <span> </span></font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia sangat rendah memandang warga negara Indonesia, yang terbukti dengan ketidakmauan pemerintah Malingsia untuk memberikan perangkat hukum yang memadai dalam melindungi hak-hak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara tersebut (TKI), dan tidak pernah seimbang atau tegas dan adil dalam menghukum warga negara mereka sendiri ketika melakukan pelecehan atau pelanggaran hukum terhadap warga negara Indonesisa. Bahkan kemudian dikembangkan istilah <b>INDON</b> yang berkonotasi buruk dan melecehkan untuk menyebut pekerja dari Indonesia ataupun warga negara Indonesia sebagai warga kelas bawah yang hak dan perlindungan hukumnya lebih rendah dari warga negara mereka sendiri.</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia beberapa kali membiarkan terjadinya kasus pelecehan dan penyiksaan warga negara Indonesia yang tidak diselesaikan secara tuntas dan adil. Banyak pekerja Indonesia yang disiksa majikannya, pulang dalam keadaan lumpuh, ataupun bahkan dalam keadaan jadi mayat yang kemudian dinyatakan sebagai bunuh diri atau sakit parah, dsb, serta banyak pula yang tidak memperoleh gaji yang seharusnya, serta minim perlindungan keselamatannya. Bahkan wasit beladiri Indonesia yang berkelas internasional pun dipukuli polisi Malingsia tanpa ada alasan yang jelas dan sangat tidak sewajarnya dilakukan penegak hukum.</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Dan lain sebagainya.</font></font></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Nah, dengan beberapa hal ini, masih punya nuranikah warga Malaysia untuk melawan ketidakbijaksanaan pemerintah mereka, yang jelas sangat mencoreng nilai budaya dan norma budi pekerti orang melayu. Ataukah mereka juga sudah sama saja seia sekata dengan pemerintahan mereka yang sudah tidak punya nurani dan merendahkan negara lain, padahal negara yang dilecehkannya itu masih serumpun dan juga tetangga dekat?</font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Semenjak dahulu pemerintah negara tersebut (Malaysi) telah seringkali menghina Indonesia. Itu pula mengapa <b>Bung Karno </b>meneriakkan slogan “<b>Ganyang Malaysia</b>”. Masih perlukah para birokrat Indonesia mendiamkannya dengan berbagai alasan? </font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Artikel ini bukan untuk menghakimi dan menghina satu pihak, namun sekedar memberikan gambaran realita dan bukti secara objektif atas ketidakbijaksananan tetangga yang tidak menghormati tetangga. Pantaskah orang ynag tidak mau menghormati tetangga dan merendahkan tetangganya untuk dihormati??</font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Jawablah dengan hati nurani dan pikiran objektif. </font></font></span><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.</font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman"> <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p><!-- multiply:no_crosspost --></p>
<p class='no_crosspost'>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
