<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>limbah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/limbah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "limbah"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 12:58:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Limbah Rumah Tangga]]></title>
<link>http://bslonline.wordpress.com/2010/02/06/limbah-rumah-tangga-2/</link>
<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 06:32:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>BSL</dc:creator>
<guid>http://bslonline.wordpress.com/2010/02/06/limbah-rumah-tangga-2/</guid>
<description><![CDATA[Limbah rumah tangga terdiri dari dari Organik dan Anorganik. Di Indonesia, terutama di kawasan perko]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Limbah rumah tangga terdiri dari dari Organik dan Anorganik. Di  Indonesia, terutama di kawasan perkotaaan, problem utama adalah  tercampurnya antara Organik dan Anorganik. Umumnya adalah kebiasaan para  penghuni yang malas memisahkan antara kedua jenis limbah tersebut.</p>
<p>Wawasan yang menjadi masalah utamanya karena kurangnya pengetahuan,  kurangnya perhatian dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan demi  masa depan. Pemerintah seharusnya tidak hanya mengeluarkan aturan atau  apapun tetapi seharusnya mengedepankan aplikasi di lapangan dengan  mendidik pegawainya dan mewajibkan mereka untuk melaksanakan aturan  tersebut.</p>
<p>Limbah Anorganik adalah limbah yang dihasilkan oleh bahan sintetis  dengan tingkat pernguraian alamiah yang nyaris tidak bisa terurai  kecuali dihancurkan dan atau dimanfaatkan kembali.</p>
<p>Limbah Organik adalah limbah yang dihasilkan oleh bahan-bahan alamiah  yang dapat terurai alamiah dengan jangka waktu tertentu.</p>
<p>Limbah Organik tersebut membutuhkan waktu urai yang berbeda-beda  tergantung tingkat kepadatan dan kandungan yang harus diuraikan, kecuali  limbah Anorganik yang hampir sulit diurai dengan cara alamiah. Limbah Organik ruah tangga umumnya dihasilkan dari dapur dan penghuninya sendiri. Hasil limbah Organik biasanya ditampung di:</p>
<ol>
<li>Bak Sampah</li>
<li>Septic Tank</li>
</ol>
<p>Saat ini, biasanya limbah dapur dikumpulkan kemudian dibuang di tempat sampah yang kemudian diangkut oleh petugas sampah. Pertanyaannya, apakah penghuni rumah mampu mengolahnya untuk menjadi kompos yang bermanfaat?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengelolaan Limbah dan Polusi]]></title>
<link>http://petrasawacana.wordpress.com/2010/01/28/pengelolaan-limbah-dan-polusi/</link>
<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 08:42:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>petrasawacana</dc:creator>
<guid>http://petrasawacana.wordpress.com/2010/01/28/pengelolaan-limbah-dan-polusi/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Petrasa Wacana I. Permasalahan Limbah atau Sampah dan Polusi Permasalahan polusi dan limbah te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Petrasa Wacana I. Permasalahan Limbah atau Sampah dan Polusi Permasalahan polusi dan limbah te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Morfologi dan sifat kimia benang serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS)]]></title>
<link>http://isroi.wordpress.com/2010/01/21/tandan-kosong-kelapa-sawit/</link>
<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 11:09:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>isroi</dc:creator>
<guid>http://isroi.wordpress.com/2010/01/21/tandan-kosong-kelapa-sawit/</guid>
<description><![CDATA[Kwei-Nam Hukum, Wan Rosli Wan Daud, dan Amriza Ghazali Bioresources, 2007, 2, 351-362 Download liter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kwei-Nam Hukum, Wan Rosli Wan Daud, dan Amriza Ghazali<br />
Bioresources, 2007, 2, 351-362</p>
<hr />
<a href="http://www.ziddu.com/download/8157757/2007lawBioRes023351362OilPalmEmptyFruitBunch.pdf.html" target="blank">Download literatur  <img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/02/images.jpg?w=30" alt="pdf" width="30" /></a></p>
<hr />
<p>Dalam karya ini kami mengamati karakteristik morfologi dan kimia  dari serabut tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang tertinggal setelah dirontokkan buah-buahnya yang digunakan untuk produksi minyak. TKKS  dikoyak secara mekanis  untuk menghasilkan serat, yang dapat digunakan dalam pembuatan kertas dan papan. Kami menemukan bahwa TKKS memiliki struktur yang unik dengan memiliki beberapa elemen yang berdiameter besar, panjang  di wilayah inti mereka, dikelilingi oleh serat vaskular. Mereka memiliki banyak badan silika yang menempel pada permukaannya; lubang-lubang terdapat di bagian bawah. Mineral lainnya juga hadir dalam serat. Pengamatan mikroskopis kami menunjukkan bahwa badan &#8211; silika  terhubung ke jaringan jalur silikous dalam matriks fibrosa, dan mineral cenderung terkumpul berdekatan dengan badan &#8211; silika. Temuan kami dapat berguna dalam menemukan teknik yang cocok untuk pengolahan serat kelapa sawit menjadi produk yang bernilai tambah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Limbah Elektronik]]></title>
<link>http://lindatan.wordpress.com/2010/01/13/limbah-elektronik/</link>
<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 12:48:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>liraberindri</dc:creator>
<guid>http://lindatan.wordpress.com/2010/01/13/limbah-elektronik/</guid>
<description><![CDATA[Limbah biasa dikenal sebagai limbah elektronik apa-apa selain dibuang peralatan listrik. Dengan kema]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Limbah biasa dikenal sebagai limbah elektronik apa-apa selain dibuang peralatan listrik. Dengan kema]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[POTENSI LIMBAH BULU UNGGAS SEBAGAI PAKAN TERNAK]]></title>
<link>http://uripsantoso.wordpress.com/2010/01/05/potensi-limbah-bulu-unggas-sebagai-pakan-ternak/</link>
<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 00:28:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>uripsantoso</dc:creator>
<guid>http://uripsantoso.wordpress.com/2010/01/05/potensi-limbah-bulu-unggas-sebagai-pakan-ternak/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Supratman WS. Abstrak Bulu ayam berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan alt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><em>Oleh: Supratman WS.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Abstrak</em></strong></p>
<p><em>Bulu ayam berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan alternatif pengganti sumber protein konvensional seperti bungkil kedele dan tepung ikan. </em><em>Bulu-bulu itu dapat pula dimanfaatkan untuk makanan ternak (ruminansia, non ruminansia dan unggas). Jumlah ayam yang dipotong terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga bulu ayamyang dihasilkan juga meningkat dan sekaligus menimbulkan permasalahan apabila tidak dikelola dengan baik. metode pengolahan untuk meningkatkan nilai nutrisi bulu unggas yaitu, perlakuan fisik dengan pengaturan temperatur dan tekanan, secara kimiawi dengan penambahan asam dan basa (NaOH, HCL), secara enzimatis dan biologis dengan mikroorganisme dan kombinasi ketiga metode tersebut. Bulu ayam mengandung protein kasar yang cukup tinggi, yakni 80-91 % dari bahan kering (BK), Tingkat kecernaan bahan kering dan bahan organik bulu ayam secara in vitro masing-masing hanya 5,8 % dan 0,7 %.</em><em> Uji biologis penggunaan tepung bulu ayam sebagai pengganti sumber protein pakan konvensional (bungkil kedelai) hingga taraf 40 % dari total protein ransum memberikan respons sebaik ransum control untuk domba dan perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik) dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikro organik) dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobotbadan, dan efisiensi ransum untuk kambig peranakan Etawah jantan.</em><em> Bulu ayam yang diolah dengan NaOH dapat dipakai sampai level 15 % (75 % pengganti tepung ikan) dalam ransum broiler. Hal ini dilihat dari konsumsi ransum, PBB, dan konversi ransum yang sama dengan ransum tanpa bulu ayam.</em></p>
<p><em>Kata kunci: tepung bulu ayam, potensi, pakan ternak.<!--more--></em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Salah satu kendala pada pengembangan domba di Indonesia adalah fluktuasi ketersediaan dan rendahnya kualitas pakan. MCDOWELL (1992) melaporkan bahwa hijauan pakan di daerah tropis jarang dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi ternak Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dicari sumber pakan baru yang punya potensi sebagai pakan ternak. Limbah perkebunan dan pabriknya dapat dijadikan sebagai pakan alternatif dan sampai sekarang belum dimanfaatkan secara maksimal.</p>
<p>Untuk tumbuh secara optimal ternak memerlukan pakan tambahan yang mengandung nutrien dan bernilai ekonomis yang tinggi seperti bungkil kedelai, tepung ikan, jagung, produk samping gandum/ polar dan beberapa pakan tambahan seperti mineral dan vitamin. Sebagian besar bahan-bahan tersebut masih diimpor dengan harga yang cukup mahal. Oleh arena itu, perlu diupayakan alternatif penyediaan dan penggunaan bahan pakan lokal secara optimal. Salah satu produk samping yang tersedia dalam jumlah banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku pakan adalah bulu ayam/ unggas. Bulu ayam berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan alternatif pengganti sumber protein konvensional seperti bungkil kedele dan tepung ikan. Bulu-bulu itu dapat pula dimanfaatkan untuk makanan ternak (ruminansia, non ruminansia dan unggas). Jumlah ayam yang dipotong terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga bulu ayamyang dihasilkan juga meningkat dan sekaligus menimbulkan permasalahan apabila tidak dikelola dengan baik.</p>
<p>Bulu ayam mengandung protein kasar yang cukup tinggi, yakni 80-91 % dari bahan kering (BK) melebihi kandungan protein kasar bungkil kedelai 42,5 % dan tepung ikan 66,2 % (Anonimus, 2003). Sayangnya kandungan protein kasar yang tinggi tersebut tidak diikuti dengan nilai biologis yang tinggi. Tingkat kecernaan bahan kering dan bahan organik bulu ayam secara <em>in vitro </em>masing-masing hanya 5,8 % dan 0,7 %. Nilai kecernaan yang rendah tersebut disebabkan bulu ayam sebagian besar terdiri atas keratin yang digolongkan ke dalam protein serat. Keratin merupakan protein yang kaya akan asam amino bersulfur, sistin.Ikatan disulfida yang dibentuk diantara asam amino sistin menyebabkan protein ini sulit dicerna, baik oleh mikroorganisme rumen maupun enzim proteolitik dalam saluranpencernaan pasca rumen. Keratin dapat dipecah melalui reaksi kimia dan enzim, sehinggab pada akhirnya dapat dicerna oleh tripsin dan pepsin di dalam saluran pencernaan.</p>
<p>Dengan demikian bila bulu ayam digunakan sebagai bahan pakan sumber protein, sebaiknya perlu diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan kecernaannya. Tepung Bulu Terolah/ TerhidrolisaSebagai makanan ternak tentu saja bulu unggas itu tidak cukup dikeringkan kemudian digiling, tetapi harus melalui suatu proses pengolahan terlebih dahulu dan hasilnya inilah yang dinamakan tepung bulu terolah, salah satu bahan makanan asal hewan yang potensial untuk mengurangi harga ransum dan pemanfaatan limbah.</p>
<p><strong>Metode Pengolahan untuk Meningkatkan Nilai Nutrisi Bulu Unggas </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>perlakuan fisik dengan pengaturan temperatur dan tekanan,</li>
<li>secara kimiawi dengan penambahan asam dan basa (NaOH, HCL),</li>
<li>secara enzimatis dan biologis dengan mikroorganisme dan</li>
<li>kombinasi ketiga metode tersebut.</li>
</ol>
<p>Hidrolisat bulu ayam adalah bahan pakan sumber protein yang dapat diproduksi secara lokal dengan kandungan protein kasar sebesar 81−90,60% (NRC, 1985; SUTARDI, 2001 dalam Siregar, 2005). Protein hidrolisat bulu ayam kaya akan asam amino bercabang yaitu leusin, isoleusin, dan valin dengan kandungan masing-masing sebesar 4,88, 3,12, dan 4,44%, namun defisien akan asam amino metionin dan lisin. Untuk memenuhi kebutuhan asam lemak rantai cabang bagi pertumbuhan bakteri selulolitik maka dilakukan suplementasi hidrolisat bulu ayam sebagai sumber asam amino rantai cabang yang berperan sebagai prekusor asam lemak rantai cabang.</p>
<p>Berdasarkan hasil studi di dalam dan di luar negeri, nilai biologis bulu ayam  dapat ditingkatkan dengan pengolahan dan pemberian perlakuanyang benar. Sebagai contoh, bulu ayam yang diolah dengan proses NaOH 6 % dan dikombinasikan dengan pemanasan tekanan memberikan nilai kecernaan 64,6 %. Lama pemanasan juga dapat meningkatkan kecernaan pepsin bulu ayam hingga 62,9 %. Namun, pemanasan yang terlampau lama dapat merusak asam amino lisin, histidin dan sistin serta menyebabkan terjadinya reaksi kecoklatan (browning reaction). Kandungan nutrisi tepung bulu terolah tertera pada Tabel 1 di bawah ini.</p>
<p>Tabel 1. Kandungan Nutrisi Tepung Bulu Terolah/ Terhidrolisa</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="184" valign="top">Nutrisi</td>
<td width="184" valign="top">Kandungan</td>
</tr>
<tr>
<td width="184" valign="top">Protein   Kasar</p>
<p>Serat   Kasar</p>
<p>Abu</p>
<p>calium</p>
<p>Phospor</p>
<p>Garam</td>
<td width="184" valign="top">85%</p>
<p>0,3 – 1,5%</p>
<p>3,0 – 3,5%</p>
<p>0,20 – 0,40%</p>
<p>0,20 – 0,65%</p>
<p>0,20%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dilaporkan oleh Rasyaf, 1990</p>
<p><strong>Penggunaan Tepung Bulu Ayam untuk Ternak</strong></p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Ruminansia</strong></li>
</ol>
<p>Keunggulan penggunaan tepung bulu ayam untuk ternak ruminansia adalah tepung mengandung protein yang tahan terhadap perombakan oleh mikroorganisme rumen (<em>rumenund egradable protein</em>/ RUP), tetapi mampu diurai secara enzimatis pada saluran pencernaan pasca rumen. Nilai RUP tersebut berkisar 53-88 %, sementara nilai kecernaan dalam rumen hanya 12-46 %. Penggunaan tepung bulu unggas sebagai bahan pakan sumber protein ternak merupakan salah satu pilihan yang perlu mendapat pertimbangan. Pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba rumen terutama bakteri selulolitik membutuhkan asam lemak rantai cabang(BCFA). Bakteri selulolitik menggunakan asam lemak rantai cabang sebagai kerangka karbon untuk sintesis protein tubuhnya. Asam lemak rantai cabang yakni isobutirat, isovalerat dan 2- metil butirat diperoleh dari proteinpakan. Asam lemak rantai cabang ini adalahhasil deaminasi dan dekarboksilasi dari asamamino rantai cabang (BCAA) yakni leusin,isoleusin dan valin. Bila kandungan asam amino rantai cabang pakan rendah maka asam lemak rantai cabang merupakan factor pembatas pertumbuhan bakteri selulolitik. Hidrolisat bulu ayam adalah bahan pakan sumber protein yang dapat diproduksi secara lokal dengan kandungan protein kasar sebesar 81−90,60% (NRC, 1985; SUTARDI, 2001). Protein hidrolisat bulu ayam kaya akan asam amino bercabang yaitu leusin, isoleusin, dan valin dengan kandungan masing-masing sebesar 4,88, 3,12, dan 4,44%, namun defisien akan asam amino metionin dan lisin. Untuk memenuhi kebutuhan asam lemak rantai cabang bagi pertumbuhan bakteri selulolitik maka dilakukan suplementasi hidrolisat bulu ayam sebagai sumber asam amino rantai cabang yang berperan sebagai prekusor asam lemak rantai cabang. Bagi ternak ruminansia mineral merupakan nutrisi yang esensial, selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan ternak juga memasok kebutuhan mikroba rumen. HOGAN (1996) menyatakan bahwa untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan yang optimal, mikroba rumen membutuhkan mineral makro (Ca, P, Mg, Cl dan S), mikro (Cu, Fe, Mn dan Zn) dan langka (I, Co dan Se). Mineral mikro dan mineral langka dibutuhkan mikroba untuk melakukan berbagai aktivitas termasuk sintesis vitamin B12, dan kebutuhannya akan mineral ini sangat sedikit dibandingkan dengan mineral makro.</p>
<p>Dari hasil pengujian biologis, tepung bulu dapat digunakan sebagai pengganti komponen bahan pakan penyusun konsentrat untuk ternak ruminansia. Pada domba, penggunaan tepung bulu ayam memberikan prospek yang menjanjikan. Uji biologis penggunaan tepung bulu ayam sebagai pengganti sumber protein pakan konvensional (bungkil kedelai) hingga taraf 40 % dari total protein ransum memberikan respons sebaik ransum control.</p>
<p>Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik) dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikroorganik) dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum untuk kambig peranakan Etawah jantan(muhtarudin et al.) UMI ADIATI et al (2004) menyatakan bahwaBulu ayam sebagai limbah atau produk samping dari TPA tersedia cukup banyak dan dapat dipergunakan sebagai sumber protein pakan dan bemilai tambah bila diproses menjadi tepung bulu ayam. Pemanfaatan dan penggunaan tepung bulu ayam sebagai salah satu komponen suplemen protein makanan ternak ruminansia belum banyak dilakukan. Tepung bulu ayam dapat dipergunakan sebagai salah satu komponen makanan ternak rurninansia sebagai sumber protein ransum maksimal 40%. Disarankan agar pemakaiannya dilakukan setelah melalui suatu proses pengolahan agar ikatan sistin dalam bulu ayam dapat terurai . Pemanfaatan tepung bulu ayam sebagai bahan makanan ternak ruminansia sebaiknya diperuntukkan bagi ternak yang sedang tumbuh (f 10% protein dalam ransum).</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Unggas</strong></li>
</ol>
<p>Di Indonesia, tepung bulu untuk bahan makanan unggas ini tersedia dalam bentuk produk pabrik yang terjamin dan merupakan tepung bulu siap pakai atau tepung bulu yang sudah diolah. Berbagai hasil penelitian di berbagai belahan dunia ini menunjukkan bahwa tepung bulu dapat digunakan pada level tidak lebih dari 4 % dari total formula ransum tanpa membuat produktivitas unggas merosot. Semakin baik pengolahannya, akan semakin baik pula hasilnya. Semakin banyak digunakan tepung ini justru akan menekan prestasi unggas, produksi telur berkurang dan pertambahan berat badan juga merosot (Rasyaf, 1992). Sebagai bahan makanan unggas dan juga babi, tepung bulu ini memang tidak terlalu menggairahkan. Sejauh mana penggunaannya memang tergantung pada kemampuan mengolah tepung bulu itu.</p>
<p>Hasil Penelitian Erpomen et al. (2005) Ransum perlakuan dengan susunan sebagai berikut : A = Ransum tanpa TBA (kontrol), B = Penggantian 25 % protein tepung ikan dengan TBA, C = Penggantian 50 % protein tepung ikan dengan TBA, D = Penggantian 75 % priotein tepung ikan dengan TBA, E = Penggantian 100 % protein tepung ikan dengan TBA. Peubah yang diamati selama penelitian : konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konvensi ransum. Dari hasil penelitian tahap I terlihat bahwa tidak terdapat interaksi (P&#62;0,05) antara dosis NaOH dengan lama pengukusan terhadap BK, PK, LK dan pengukusan fermentasi TBA memberikan pengaruh yang sangat nyata (P&#60;0,05) terhadap BK, PK, LK dan daya cerna protein (TBA). Dari hasil analisis tahap 2 menunjukkan bahwa bulu ayam yang telah diolah pada tahap I memberikan pengaruh berbeda nyata (P&#60;0,05) terhadap konsumsi ransum, PBB dan konversi ransum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Konsentrasi NaOH dan lama pemanasan yang terbaik adalah 0,2 % dengan lama pemanasan 90 menit yang memeberikan daya cerna protein tertinggi 45,02 % dan kandungan lemak kasar terendah 13,37 % serta protein kasar 53,79 %. Bulu ayam yang diolah dengan NaOH dapat dipakai sampai level 15 % (75 % pengganti tepung ikan) dalam ransum broiler. Hal ini dilihat dari konsumsi ransum, PBB, dan konversi ransum yang sama dengan ransum tanpa bulu ayam.Jadi dapat disimpulkan bahwa : Konsentrasi NaOH dan lama pemanasan yang terbaik adalah 0,2 % dengan lama pemanasan 90 menit yang memeberikan daya cerna protein tertinggi 45,02 % dan kandungan lemak kasar terendah 13,37 % serta protein kasar 53,79 %. Bulu ayam yang diolah dengan NaOH dapat dipakai sampai level 15 % (75 % pengganti tepung ikan) dalam ransum broiler. Hal ini dilihat dari konsumsi ransum, PBB, dan konversi ransum yang sama dengan ransum tanpa bulu ayam.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<ol>
<li>Penggunaan tepung bulu unggas dapat menggantikan pakan sumber protein konvensional seperti bungkil kedelai dan tepung ikan.</li>
<li>Pemanfaatan tepung bulu ayam sebagai pakan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan bulu ayam yang tidak tepat</li>
<li>perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik) dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikro organik) dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum untuk kambig peranakan Etawah jantan.</li>
<li>Pemberian tepung bulu unggas tidak boleh lebih dari 4 % dari total formula ransum.</li>
</ol>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Adiati, umi.dkk 2004.peluang Pemanfaatan Tepung Bulu Ayam Sebagai Bahan Pakan Ternak Ruminansia. Wartazoa vol. 14 no. 1</p>
<p>Anonimus, 2003. Bulu Unggas Untuk Pakan Ruminansia. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Volume 25 No. 6.</p>
<p><a href="http://lp.unand.ac.id/?pModule=home&#38;psub=home&#38;pAct=view&#38;_haeder=home">http://lp.unand.ac.id/?pModule=home&#38;psub=home&#38;pAct=view&#38;_haeder=home</a></p>
<p>http://yunilasyarja.blogspot.com/2009/2/potensi-limbah-bulu-ayam-sebagai-bahan.html.</p>
<p>HOGAN, J. 1996. Ruminant Nutrition and Production in the Tropics and Subtropics. Australian Centre for International Agricultural Research. Canberra.</p>
<p>Muhtarudin dan Ali H, 2004. Pengaruh Suplementasi Hidrolisat Bulu Ayam dan Mineral Organik terhadap Kecernaan Zat Makanan, Pertambahan Bobot Badan, dan Efisiensi Ransum Kambing Peranakan Etawah Jantan. Laporan Penelitian Hibah Bersaing Perguruan Tinggi.UNILA</p>
<p>MCDOWELL, L.R. 1992. Minerals in Animal and Human Nutrition. Academic Press, London.</p>
<p>NATIONAL RESEARCH COUNCIL. 1985. Nutrient Requirements of Sheep. National  Academy Press. Washington D.C.</p>
<p>Siregar, zulfikar.2005. Pengaruh suplementasi hidrolisat bulu ayam, mineral esensial dalam ransum berbasis limbah perkebunan terhadap penggunaan, nilai hayati protein dan efisiensi ransum (the effect of hidrolyzed poultry feather and mineral essential supplementation in plantation by-product based ration on utilization, biological value of protein, and efficiency of ration).seminar nasional teknologi peternakan dan veteriner 2005 .</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bendel Kegiatan]]></title>
<link>http://sdmuhplus.wordpress.com/2009/12/26/bendel-kegiatan/</link>
<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 02:46:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>sdmuhplus</dc:creator>
<guid>http://sdmuhplus.wordpress.com/2009/12/26/bendel-kegiatan/</guid>
<description><![CDATA[Rangkaian kegiatan Outdoor Activity SD Muhammadiyah Plus yaitu: “Mengenal Sistem Pemerintahan Kecama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rangkaian kegiatan <em>Outdoor Activity </em>SD Muhammadiyah Plus yaitu:</p>
<p>“<strong>Mengenal Sistem Pemerintahan Kecamatan</strong>”</p>
<p>Sabtu (14/11) di Kantor Kecamatan Prajurit Kulon dan sebagai nara sumber adalah Bapak Camat Prajurit Kulon (Bapak Imron yang sekaligus adalah wali murid kami he..he..).</p>
<p>Kegiatan <em>Outdoor</em> ini  bertujuan antara lain :</p>
<ol>
<li>Mengenal sisistem pemerintahan dalam lingkungan kecamatan</li>
<li>Mengenal struktur pemerintahan kecamatan</li>
<li>Mengenal kinerja para perangkap kecamatan</li>
</ol>
<p>Siswa siswi sangat antusias dan semangat, terbukti banyak pertanyaan yang mereka ajukan.</p>
<p><em>Outdoor </em>diikuti sebanyak 37 siswa siswi kelas IV, dengan 4 guru pendamping yaitu : Ana Aliyah, S.Pd, Zulfatin Anis, S.Pd, Ummi Nafilah Q, S.S, Sri Rahayu, S.Pd</p>
<p>Siswa langsung berkeliling Kantor Kecamatan dan pulang diberi bingkisan.  Horeee.. syukron pak Imron&#8230;</p>
<p><strong>GO TO SMART HOME</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>untuk menumbuhkan minat baca siswa dan mengenalkan teknologi berupa Internet sebagai media pembelajaran yang modern.</p>
<p>Kegiatan <em>Outdoor</em><em> Activity</em><em> </em>di Rumah Pintar Sabtu, 28 Oktober 2009  terdiri atas 3 macam kegiatan yang diikuti 52 siswa siswi Kelas I yaitu :</p>
<ul>
<li>Membaca buku di perpustakaan, setiap siswa harus mengambil sebuah buku cerita yang disukai kemudian mereka diminta untuk dapat bercerita kembali.<em></em></li>
<li>Pengenalan media internet. Kegiatan ini dilakukan secara bergilir karena jumlah komputernya sangat terbatas…..aacccchhh.sayang<em></em></li>
<li>Menggambar, dibantu oleh pembimbing yang dihadirkan oleh tim Rumah Pintar untuk memandu menggambar<em></em></li>
</ul>
<p>Akhirnya semua siswa siswi mengikuti rangkaian kegiatan <em>Outdoor Activity </em>dengan senang.</p>
<p><strong>Lagi-lagi Limbah…..????</strong></p>
<p><em>Outdoor Acivity</em> kali ini dengan menghadirkan <strong>Bpk. Ir. Eko Sri Andono Waring </strong>selaku pencetus ide terhadap pengolahan limbah di Pabrik Ajinomoto Mojokerto.</p>
<p>Kegiatan untuk kelas V yang dilaksanakan Sabtu 31 Desember 2009 bertema <strong>“Peningkatan Kreatifitas dalam Pemanfaatan Limbah”</strong></p>
<p>Limbah yang selalu dianggap sebagai kotoran penyebab polusi dan pencemaran lingkungan ternyata dapat dimanfaatkan kembali loh.. misalnya</p>
<ol>
<li>Tetes tebu yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan penyedap rasa “Ajinomoto”.</li>
<li>Limbah-limbah dari sampah makanan (<em>waste food</em>) diolah menjadi pupuk penyubur padi dan sayur.</li>
<li>Sampah bungkus snack diolah kembali menjadi kertas alumunium pembungkus snack.</li>
<li>Sampah plastik diolah dan dicetak menjadi alat rumah tangga dari plastik lagi.</li>
<li>Jika terdapat sampah berupa puntung rokok atau bahan yang tidak diolah solusinya adalah dengan cara dibakar. Dari proses pembakaran menghasilkan abu. Abu itulah yang digunakan sebagai bahan campuran batu bata agar batu bata lebih keras dan kuat.</li>
</ol>
<p>Sebagai kelanjutan kegiatan ini, anak-anak mendapatkan undangan untuk menghadiri acara Ultah Ajinomoto yang ke-40 dan berkesempatan mengunjungi pabrik secara langsung.</p>
<p><strong>Kereta Api Adalah Alat Tranportasi Darat</strong></p>
<p>Kegiatan <em>Outdoor Activity </em>berikutnya  adalah “Mengenal Kereta Api Lebih Dekat”</p>
<p>Dengan diikuti seluruh siswa kelas 2 yaitu 48 siswa dan 4 guru pendamping dan 1 wali murid, Sabtu 31 Oktober 2009 mereka berkesempatan mengunjungi Stasiun Kereta Api Mojokerto</p>
<p>Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa siswi dengan salah satu alat tranportasi darat yaitu kereta api. Kereta api merupakan rangkaian yang berjalan di atas rel yang memiliki tenaga penggerak sendiri. Kereta api merupakan alat transportasi yang tergolong murah dan cepat.</p>
<p>Bu Vina, orang tua dari Imantaka (Kelas 2 Isa) yang kebetulan bekerja di PT Kereta Api memberikan materi tentang Perkeretaapian. Suasana kekeluargaan menjadi semakin terasa saat itu.</p>
<p><strong>BELAJAR BERSAMA POLISI LALU LINTAS</strong></p>
<p><strong>”Bijak Ber</strong><strong>l</strong><strong>alu Lintas”</strong><strong> </strong>adalah tema <em>Outdoor Activity</em> yang diadakan Sabtu, 7 November 2009</p>
<p>di halaman SD Muhammadiyah Plus Mojokerto yang diikuti seluruh siswa kelas 3 dan didampingi guru kelas 3 juga pastinya (Bu Nuril Jannah, SHI, Bu Suliha, S.Sos.I, Bu. Eli Wahyuningtyas, S.Pd, Bu, Mei Kurniawati, S.Pd) dengan dipandu langsung dari POLANTAS yaitu Ibu Aiptu <strong>Yuni Wulandari</strong> dan Bpk Bripka <strong>Agustinus</strong><strong>.</strong></p>
<p>Kegiatan ini bertujuan :</p>
<ol>
<li>Menumbuhkan sikap kedisiplinan siswa dalam berlalu lintas</li>
<li>Meningkatkan rasa peduli dan tanggung jawab dalam berkendara</li>
<li>Memberikan inspirasi siawa terhadap tugas polisi lalu lintas</li>
<li>Memberikan pembelajaran tentang pekerjaan polisi lalu lintas</li>
</ol>
<p><strong>IDUL ADHA 1430 H/2009 M</strong></p>
<p>Menyambut  Idul Adha 1430 H kali ini, kami mengadakan acara</p>
<ul>
<li>Takbir Keliling</li>
</ul>
<p>Kamis 26 November 2009 diikuti 27 siswa dan guru/pegawai 10 orang dengan jarak tempuh kurang lebih 3 km.</p>
<ul>
<li>Penyembelihan Hewan Kurban, Pembagian dan Pendistribusian Daging Kurban</li>
</ul>
<p>Tahun ini sejumlah 10 kambing dan 1 sapi disembelih untuk kegiatan Kurban pada Jumat 27 November 2009.</p>
<p>Pelaksanaan pembagian dan pendistribusian daging kurban sebanyak 462 bungkus berjalan dengan baik dan lancar.</p>
<ul>
<li>Pengenalan Anatomi Hewan</li>
</ul>
<p>Pelaksanaan Anatomi Hewan untuk siswa siswi kelas 1 dengan harapan menambah wawasan mereka tentang organ tubuh hewan.</p>
<p>sekilas wajah kegiatan&#8230;.</p>
<div id="attachment_163" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sdmuhplus.wordpress.com/files/2009/12/dsc00972.jpg"><img class="size-medium wp-image-163" title="masuk peron KA" src="http://sdmuhplus.wordpress.com/files/2009/12/dsc00972.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">outdoor activity</p></div>
<div id="attachment_164" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://sdmuhplus.wordpress.com/files/2009/12/dsc01196.jpg"><img class="size-medium wp-image-164" title="prit..priiiiiit" src="http://sdmuhplus.wordpress.com/files/2009/12/dsc01196.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">berlalu lintas</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://page2losarang.wordpress.com/2009/12/24/3/</link>
<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 09:54:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>page2losarang</dc:creator>
<guid>http://page2losarang.wordpress.com/2009/12/24/3/</guid>
<description><![CDATA[mading online]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://google.co.id">mading online</a></p>
<p><a href="http://page2losarang.wordpress.com/files/2009/12/lolipop-haha.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4" title="lolipop haha" src="http://page2losarang.wordpress.com/files/2009/12/lolipop-haha.jpg" alt="" width="124" height="124" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[INDONESIA SIAP DIAUDIT ASING]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/20/indonesia-siap-diaudit-asing/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 02:17:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/20/indonesia-siap-diaudit-asing/</guid>
<description><![CDATA[Kurang sehari Konferensi Perubahan Iklim 2009 berakhir, Indonesia membuka rincian program penurunan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/indonesia-siap-diaudit-asing.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3741" title="indonesia siap diaudit asing" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/indonesia-siap-diaudit-asing.jpg?w=112" alt="" width="112" height="150" /></a>Kurang sehari Konferensi Perubahan Iklim 2009 berakhir, Indonesia membuka rincian program penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen tahun 2020, sekaligus membuka kemungkinan audit pelaksanaan di lapangan oleh pihak asing.</p>
<p>Untuk penurunan emisi sukarela itu, Indonesia akan turunkan 0,7 miliar ton CO2, dengan kebutuhan dana Rp 83,3 triliun untuk lima tahun.</p>
<p>“Perhitungan data emisi ini sesuai standar global (Panel Ahli Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim/IPCC) yang melibatkan sejumlah departemen,” kata Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Perlindungan Lingkungan Masnellyarti Hilman dalam jumpa pers delegasi RI di Kopenhagen, Denmark, Kamis (17/12) malam waktu setempat.</p>
<p>Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan, Indonesia terbuka pada kemungkinan audit pihak asing sesuai asas terukur, terlaporkan, dan terverifikasi (MRV). Pernyataan ini meluruskan sikap sebelumnya yang menutup permintaan audit program 26 persen karena sukarela.</p>
<p><!--more--><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/ind-siap-diaudit-asing.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3743" title="ind. siap diaudit asing" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/ind-siap-diaudit-asing.jpg" alt="" width="500" height="676" /></a></p>
<p>Menurut Masnellyarti, terdapat tujuh sektor penurunan emisi, yakni energi, transportasi, proses industri, pertanian, kehutanan, limbah/persampahan, dan lahan gambut. Sebelumnya, sektor transportasi dan pertanian tidak masuk dalam rencana.</p>
<p>Target penurunan emisi sektor kehutanan adalah tertinggi (13%) disusul sektor lahan gambut (9,5%). “Selain penanaman pohon, penurunan akan dicapai melalui pencegahan penggundulan hutan,”  kata Ketua Kelompok Kerja Perubahan Iklim Departemen Kehutanan, juga negosiator REDD, Wandojo Siswanto.</p>
<p>Dari sektor lahan gambut, selain penegakan hukum bagi pembakar hutan, pemerintah akan mendekati warga sekitar lahan gambut – ada di 250 kampung – untuk diberi pelatihan dan peralatan untuk meninggalkan praktik pembakaran lahan.</p>
<p>Potensi penurunan emisi hingga 41 perseb pada 2020 jika didukung pendanaan asing. Berdasarkan perhitungan bersama, dikoordinasi Departemen Keuangan, perlu dana Rp 168,3 triliun untuk penurunan emisi gas rumah kaca 15% (untuk 41%). “Sudah ada perhitungannya secara jelas,” kata Masnellyarti.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Indonesia Siap Diaudit Asing &#124; Gesit Ariyanto dari Kopenhagen, Denmark<br />
Kompas, 19.12.2009 &#124; Grafis : Septa</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LIMBAH KAYU JADI PUZZEL PENGHASIL LABA]]></title>
<link>http://ipunk1311.wordpress.com/2009/12/14/limbah-kayu-jadi-puzzel-penghasil-laba/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 07:30:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>ipunk1311</dc:creator>
<guid>http://ipunk1311.wordpress.com/2009/12/14/limbah-kayu-jadi-puzzel-penghasil-laba/</guid>
<description><![CDATA[Tak semua mainan anak bersifat mendidik. Orang tua memang harus selektif memilih mainan yang tepat b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tak semua mainan anak bersifat mendidik. Orang tua memang harus selektif memilih mainan yang tepat b]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BERDAULAT DENGAN PERTANIAN ORGANIK ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/berdaulat-dengan-pertanian-organik/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:01:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/berdaulat-dengan-pertanian-organik/</guid>
<description><![CDATA[Kini kita dihadapkan pada dua jalan bercabang. Jalan yang satu, yang telah kita tempuh selama ini, a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/12berdaulat-dengan-pertanian-organik-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3382" title="12berdaulat dengan pertanian organik 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/12berdaulat-dengan-pertanian-organik-01.jpg?w=143" alt="" width="143" height="150" /></a><em>Kini kita dihadapkan pada dua jalan bercabang. Jalan yang satu, yang telah kita tempuh selama ini, adalah jalan tol yang mulus yang memungkinkan kita memacu kecepatan, tapi pada akhirnya menuju bencana. Jalan lainnya untuk ditempuh – sangat sepi – tapi hanya itulah yang akan membawa kita ke tujuan akhir pelestarian bumi ini</em>. [Rachel Carson dalam Silent Spring, 1962]</p>
<p>Jalan pertama yang dimaksud Rachel Carson adalah metode bertani yang mengandalkan pupuk kimia dan pestisida. Sebaliknya, jalan kedua adalah metode bertani selaras alam atau yang kemudian dikenal dengan pertanian organik.</p>
<p>Hampir 50 tahun sejak Rachel mengingatkan bahaya pupuk kimia dengan kalimatnya yang terkenal, “perang dengan kimia tak akan kita menangkan”, tetapi kita tetap memilih jalan menuju bencana itu. Dan, tepat seperti diramalkan Rachel, berpuluh tahun sejak perangkat kimia berbasis bahan bakar fosil – yang awalnya diciptakan untuk tujuan peperangan – digunakan di pertanian, hama tanaman tak berkurang. Bahkan, muncul banyak spesies baru yang semakin merusak.</p>
<p>Racun kimia itu justru membunuh spesies yang berguna bagi manusia seperti lebah dan burung pemakan serangga. “Kini dunia di ambang kepunahan lebah madu,” tulis Allison Benjamin dan Brian McCallum dalam A World without Bees, The Guardian Book, 2009. “Dan ini berarti bencana besar bagi manusia,” tambah mereka. Pada gilirannya, racun kimia dari lahan pertanian juga menggerogoti kesehatan manysia.</p>
<p>Walaupun sangat terlambat, kini sebagian petani beralih ke jalan, yang disebut Rachel, sangat sepi itu. Pemerintah yang sebelumnya menjadi agen racun kimia dengan Revolusi Hjau-nya, telah mencanangkan proyek Go Organik 2010.</p>
<p>Namun, kembali ke pertanian organik bukan hanya berarti kembali pada teknik bertani tanpa pupuk kimia dan pestisida. Gerakan organik adalah juga sebuah kedaulatan bertani. Sudahkah kita menuju jalan yang itu ?</p>
<p><strong><!--more-->Kedaulatan petani</strong></p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/12berdaulat-dengan-pertanian-organik-02.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3383" title="12berdaulat dengan pertanian organik 02" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/12berdaulat-dengan-pertanian-organik-02.jpg?w=125" alt="" width="125" height="150" /></a>Kedaulatan itu diperjuangkan Kelompok Tani Balak Gumregah di Desa Balak, Cawas, Klaten, Jateng. Sepetak tanaman padi tumbuh di halaman rumah. “Ini padi merah putih turunan ketiga. Minggu lalu saya panen, tapi sekarang saya tumbuhkan kembali,” kata W Riyanto (46) anggota kelompok tani itu.</p>
<p>Mereka juga berkreasi mencipta pupuk kompos – salah satunya memakai limbah tetes tebu – dan pestisida organik, mengolah produk, mengemas, dan memasarkannya. Salah satu produk mereka adalah minuman instan bekatul – ekstrak beras – dan jahe. Mereka memberi label produk itu “JAKAT”, singkatan dari jahe-katul, lengkap dengan narasi “minuman sehat dan bergizi untuk seluruh keluarga”.</p>
<p>Sejauh ini, produk ini masih dipasarkan dari tangan ke tangan. “Tujuan utama produk organik kami untuk dimakan sendiri, kalau sisa baru dijual,“ kata Riyanto. Dia tak setuju cara pikir petani yang menjual beras organiknya dengan alasan harga jual lebih tinggi, tetapi membeli beras kualitas buruk untuk dimakan sendiri.</p>
<p>Sedangkan untuk kemandirian energi, didampingi Cindelaras, Lembaga Pemberdayaan Pedesaan dan Kajian Global, kelompok tani ini membangun kompor biogas dari kotoran sapi. Limbahnya kemudian dipakai pupuk.</p>
<p>“Dengan biaya bertani lebih murah, kami bisa menjual beras organik lebih rendah dibandingkan beras biasa,” kata Riyanto. Tiga tahun pertama setelah beralih ke teknik organik, hasil panen belum memuaskan karena tanah yang kecanduan kimia tiba-tiba tidak diberi obat. “Persis orang kecanduan narkoba,” kata Ritanto, tetapi “Sekarang, setelah lima tahun, hasilnya setara, bahkan lebih tinggi dibandingkan yang pakai kimia,” katanya.</p>
<p>Sekitar 60 kilometer ke selatan, di perbukitan kapur Gunung Kidul yang kering dan gersang, lumbung petani dipenuhi padi. “Walaupun desa-desa lain sering kelaparan, dusun kami tak pernah kelaparan lagi karena ada lumbung yang selalu terisi sepanjang tahun,” kata Matsudi (32), Ketua Kelompok Tani Cipto Makaryo, Dusun Jetis, Desa Pampang, Kecamatan paliyan, Gunung Kidul, yang mengelola lumbung itu.</p>
<p>Unsur hara yang tipis di atas batu kapur membuat petani hanya bisa mengandalkan teknik organik. “Dulu kami memakai pupuk kimia, awalnya bagus, tetapi kemudian merosot. Tanah jadi rusak, kami kembali ke pupuk kandang, “ kata Marsudi.</p>
<p>Dengan pupuk orgaik, mereka menjawab masalah penggurunan (desertification), yang oleh badan dunia United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD) disebut sebagai ancaman terhadap ketahanan pangan dunia ke depan.</p>
<p>Pembajakan</p>
<p>Melihat tren pasar produk organik yang makin terbuka, para produsen pupuk kimia kini berlomba membuat pupuk organik. Mereka menawarkan obat untuk menyembuhkan tanah petani yang sebelumnya dihancurkan pupuk kimia. Beberapa pemodal juga menanam padi dan sayur organik. Sebagian sukses menguasai pasar dalam negeri, bahkan mengekspornya, sementara itu petani kecil tetap kesulitan.</p>
<p>“Kami harus memakai perantara untuk masuk ke supermarket karena mereka hanya mau berurusan dengan penyalur besar yang sanggup dibayar di akhir. Sertifikasi produk organik juga mempersulit kami,“ kata Johan Arifin, petani padi organik dari Kelompok Joglo Tani Godean, Yogyakarta.</p>
<p>Beras organik dari petani Rp 5.500 – Rp 6.500 per kg menjadi Rp 10.000 – Rp 12.000 per kg di supermarket. Franciscus Wahono, Direktur Cindelaras, mengatakan, telah terjadi pembajakan gerakan organik oleh pemodal. Jika saja Rachel Carson melihat perkembangan saat ini, dia pasti akan melengkapi tulisannya tentang jalan kedua itu tak hanya sepi, tetapi juga banyak pembajaknya.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Berdaulat dengan Pertanian Organik, Ahmad Arif<br />
Kompas, 18.09.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ragi dan Manusia]]></title>
<link>http://antonjunior.wordpress.com/2009/11/28/ragi-dan-manusia/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 09:48:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>antonjuniorche</dc:creator>
<guid>http://antonjunior.wordpress.com/2009/11/28/ragi-dan-manusia/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; &nbsp; &nbsp; Anda tahu ragi? Ya, bakteri yang bisa melakukan fermentasi dengan memproses glu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&nbsp; &nbsp; &nbsp; Anda tahu ragi? Ya, bakteri yang bisa melakukan fermentasi dengan memproses glu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Paperless dan Limbah Batu]]></title>
<link>http://jarwadi.wordpress.com/2009/11/24/paperless-dan-limbah-batu/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 06:09:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>jarwadi</dc:creator>
<guid>http://jarwadi.wordpress.com/2009/11/24/paperless-dan-limbah-batu/</guid>
<description><![CDATA[Sampah Jaman Batu Tidak tahu apa jenis makhluk yang  tinggal di lingkungan sekitar tempat ini, namun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><a href="http://lh5.ggpht.com/_lfiqivEeZ2s/SwtzNqxPHfI/AAAAAAAAAcw/g0mh6m_FJgk/s576/sampah_batu.jpg"><img class="  " title="Sampah Jaman Batu" src="http://lh5.ggpht.com/_lfiqivEeZ2s/SwtzNqxPHfI/AAAAAAAAAcw/g0mh6m_FJgk/s512/sampah_batu.jpg" alt="Sampah Jaman Batu" width="384" height="512" /></a><p class="wp-caption-text">Sampah Jaman Batu</p></div>
<p>Tidak tahu apa jenis makhluk yang  tinggal di lingkungan sekitar tempat ini, namun dari apa yang diperlihatkan oleh foto ini membuat saya menduga bahwa mereka bukanlah Homosapien. Bukan manusia kebanyakan seperti kita. Limbah yang memenuhi keranjang &#8211; keranjang itu jelas &#8211; jelas adalah batu. Bukan limbah rumah tangga ala kebanyakan. Tidak ada plastik  dan kertas.</p>
<p>Jadi bagi teman &#8211; teman penggiat gerakan Plasticless atau Paperless mungkin bisa mengambil studi banding di tempat ini. Siapa tahu bermanfaat.</p>
<p>Foto ini saya ambil pada kemarin siang didepan/sebelah utara Puskesmas Playen.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dunia Internasional Apresiasi Upaya Indonesia Kelola Limbah Berbahaya]]></title>
<link>http://ozeplanet.wordpress.com/2009/11/21/dunia-internasional-apresiasi-upaya-indonesia-kelola-limbah-berbahaya/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 12:18:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>ozeplanet</dc:creator>
<guid>http://ozeplanet.wordpress.com/2009/11/21/dunia-internasional-apresiasi-upaya-indonesia-kelola-limbah-berbahaya/</guid>
<description><![CDATA[17 November 2009 merupakan hari penting di Kota Basel  karena pada hari itu diperingati 20 tahun ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://ozeplanet.wordpress.com/files/2009/11/images1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-268" title="images" src="http://ozeplanet.wordpress.com/files/2009/11/images1.jpg" alt="" width="146" height="97" /></a>17 November 2009 merupakan hari penting di Kota Basel  karena pada hari itu diperingati 20 tahun berlakunya <em>Basel Convention on the Control of Transboundary Movement of Hazardous Wastes and their Disposal </em>(Konvensi Basel).<!--more--> Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Gusti Muhammad Hatta, yang juga merupakan Presiden Negara Pihak (COP) Konvensi Basel ke-9 telah menjadi tamu kehormatan dan panelis pada peringatan  tersebut.<br />
Guna memperingati konvensi tersebut, telah diluncurkan <em>Basel Waste Solution Circle</em>, sebuah inisiatif global perlindungan kesehatan manusia dan lingkungan hidup dari dampak merugikan limbah berbahaya. Empat negara yang menjadi model penanganan limbah yg tercantum dalam <em>Basel Waste Solutions Circle</em>, telah memaparkan proyek-proyeknya yang dianggap inovatif antara lain Indonesia, Kenya, Kolombia dan Swiss.</code></p>
<p>Sebagai bukti kontribusi nyata Indonesia terkait kebijakan penanganan limbah telah dipaparkan sebuah program khusus penanganan limbah yang disebut PROPER yaitu sebuah program penilaian peringkat kinerja bagi perusahaan-perusahaan besar yg beroperasi di Indonesia. Dengan memberi peringkat terhadap kepatuhan (<em>compliance</em>) perusahaan-perusahaan dalam penanganan limbah berbahaya terbukti telah meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan dan sekaligus mendorong upaya penerapan prinsip daur ulang 3R (<em>reuse, recycle and recovery</em>) dalam pengelolaan limbah.<br />
Program PROPER ini telah diakui dan diapresiasi masyarakat internasional karena telah mendorong perusahaan menjadi sadar lingkungan.</p>
<p>Dalam kesempatan Peringatan Konvensi Basel, Menteri Negara Lingkungan Hidup sebagai Presiden Konvensi Basel telah menyerukan agar negara pihak Konvensi Basel melaksanakan komitmen yang tertuang dalam Konvensi tersebut untuk memastikan agar limbah dikelola secara ramah lingkungan, mendorong penerapan prinsip 3R serta mengurangi pergerakan lintas batas limbah berbahaya. Ditekankan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan, secara geografis rawan terhadap penyelundupan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).<br />
Menteri Negara Lingkungan Hidup menambahkan bahwa Indonesia mempunyai komitmen yg tinggi terhadap Konvensi Basel sejak adopsi konvensi 1989, termasuk sebagai tuan rumah bagi <em>Basel Convention Regional Centre </em>(BCRC) <em>South East Asia dan Conference of the Parties </em>(COP) ke-9 di Bali tahun 2008. Indonesia juga akan menjadi tuan rumah untuk Pertemuan pertama Extraordinary COP Konvensi Basel, Stockholm dan Rotterdam pada bulan Februari 2010 di Bali, yang akan diselenggarakan bersamaan dengan Pertemuan Sesi Khusus Forum Global Menteri Lingkungan UNEP.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi atas upaya Indonesia, pada kesempatan tersebut <em>Executive Secretary </em>Konvensi Basel, Mrs. Katharina Kummer, telah menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Menteri Negera Lingkungan Hidup Prof. Dr. Gusti Muhammad Hatta.</p>
<p>OzePlanet</p>
<p>Sumber: <a title="Di sini" href="http://www.deplu.go.id/Pages/News.aspx?IDP=2950&#38;l=id">Di sini</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LIMBAH]]></title>
<link>http://ipasmkn1sooko.wordpress.com/2009/11/21/limbah/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 01:24:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>ipasmkn1sooko</dc:creator>
<guid>http://ipasmkn1sooko.wordpress.com/2009/11/21/limbah/</guid>
<description><![CDATA[Pengertian Limbah Limbah tentunya hal yang sangat merugikan, tidak hanya merugikan bagi kita tapi ju]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;"><strong>Pengertian Limbah<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Limbah tentunya hal yang sangat merugikan, tidak hanya merugikan bagi kita tapi juga bagi lingkungan tempat kita tinggal. Meskipun sejenis sampah, limbah biasanya lebih merusak daripada sampah. Limbah adalah zat sisa yang dihasilkan dari suatu proses produksi yg dapat mencemari lingkungan atau suatu barang yang tidak dapat dipakai lagi dan merupakan sejenis sampah. Contoh-contoh limbah yaitu limbah pabrik, limbah air, limbah tanah dan lain-lain.<br />
		</span></p>
<p><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;"><strong>Macam-Macam Limbah<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Berdasarkan nilai ekonomisnya, limbah dapat digolongkan dalam 2 golongan yaitu :<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Limbah yang memiliki nilai ekonomis: limbah yang dengan proses lebih lanjut/diolah dapat memberikan nilai tambah. Contohnya : limbah dari pabrik gula yaitu tetes, dapat dipakai sebagai bahan baku pabrik alkohol, ampas tebunya dapat dijadikan bubur pulp dan dipakai untuk pabrik kertas.<br />
</span></li>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Limbah non ekonomis: limbah yang tidak akan memberikan nilai tambah walaupun sudah diolah, pengolahan limbah ini sifatnya untuk mempermudah sistem pembuangan. Contohnya:limbah pabrik tekstil yang biasanya terutama berupa zat-zat pewarna.<br />
</span></li>
</ol>
<p>
 </p>
<p><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair (PP 82 thn 2001).<br />
</span></li>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari sisa kegiatan dan atau proses pengolahan.<br />
</span></li>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Limbah gas/asap adalah sisa dari proses usaha dan/atau kegiatan yang berwujud gas/asap.<br />
</span></li>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) adalah suatu limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun, baik langsung maupun tidak langsung dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia. Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Karakteristik limbah B3 yaitu mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi.<br />
</span></li>
</ol>
<p>
 </p>
<p><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;"><strong>Sumber-Sumber Limbah<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Banyak sekali penyebab-penyebab limbah itu bisa ada dan mencemari lingkungan-lingkungan di sekitar kita. Penyebab itu bisa dari faktor alam bahkan bisa disebabkan oleh ulah manusia. Beberapa contoh penyebab limbah ialah:<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Proses-proses alam, seperti: pembusukan secara biologis, aktivitas pabrik/industri.<br />
</span></li>
<li>
<div><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Perbuatan atau aktivitas manusia, seperti:<br />
</span></div>
<ol>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Hasil pembakaran bahan bakar yang terjadi pada industri.<br />
</span></li>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Pengolahan dan penyulingan bijih tambang mineral dan batu bara.<br />
</span></li>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Proses-proses dalam pabrik<br />
</span></li>
<li><span style="color:#002060;font-family:Arial Narrow;font-size:12pt;">Sisa-sisa buangan dari aktivitas-aktivitas tersebut di atas.<br />
</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PT. Jaya Kertas kembali didemo masa]]></title>
<link>http://mbahnya.wordpress.com/2009/11/12/pt-jaya-kertas-kembali-didemo-masa/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 13:02:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbahnya</dc:creator>
<guid>http://mbahnya.wordpress.com/2009/11/12/pt-jaya-kertas-kembali-didemo-masa/</guid>
<description><![CDATA[Hari kamis, 12 November 2009 sekitar pukul 9.00 WIB. warga desa yang dilalui sungai klinter yang sud]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari kamis, 12 November 2009 sekitar pukul 9.00 WIB. warga desa yang dilalui sungai klinter yang sudah tercemar oleh limbah pabrik Jaya kertas Kertosono Kab. Nganjuk berbondong-bondong ke lokasi pabrik. demo kali ini adalah yang <a href="http://mbahnya.wordpress.com/2009/10/22/pt-jaya-kertas-pencemar-lingkungan-nganjuk/" target="_blank">kesekian kalinya</a>. dalam demo ini bukan cuma warga masyarakat yang ikut tapi juga santri dari <a href="http://ppdm.tk" target="_blank">Pesantren Darul Muta&#8217;allimin Dusun Pandanasri</a>, siswa-siswi MTsN, MAN dan MA al-fattah serta Mahasiswa STAI Mifathul Ula Desa Nglawak Kec. Kertosono. hal ini karena bau busuk dan pencemaran air oleh PT. Jaya kertas sudah tidak bisa ditolelir dan mengganggu aktivitas belajar mengajar.<br />
Selain orasi dalam demo ini juga dilakukan <!--more-->Istighotsah untuk meminta pertolongan dan keadilan kepada Allah SWT. keinginan masa untuk bertemu pimpinan Jaker tidak kesampaian (memang begitulah, setiap ada demo pimpinan PT jaker selalu bersembunyi, tidak berani menampakan BATANG HIDUNGNYA), tapi kekesalan warga sedikit terobati dengan keluarnya perwakilan Jaker yang menemui masa. Ikut juga memberikan dukungan kepada warga korban limbah Kapolres dan perwakilan DPRD Kab. Nganjuk<br />
PT. Jaya kertas menyanggupi untuk membuat penyaringan limbah yang memadai dan memenuhi syarat dalam waktu tiga bulan. di depan Kapolres dan perwakilan DPRD, pimpinan demontran Agung mengatakan bahwa warga akan menutup gorong-gorong saluran limbah apabila tidak dilaksanakan. dan sebenarnya surat peringatan dari Gubernur dan Bupati sejak tahun 2005 sudah turun, tapi tidak pernah digubris oleh pihak jaker.Hari kamis, 12 November 2009 sekitar pukul 9.00 WIB. warga desa yang dilalui sungai klinter yang sudah tercemar oleh limbah pabrik Jaya kertas Kertosono Kab. Nganjuk berbondong-bondong ke lokasi pabrik. demo kali ini adalah yang kesekian kalinya. dalam demo ini bukan cuma warga masyarakat yang ikut tapi juga santri dari Pesantren Darul Muta&#8217;allimin Dusun Pandanasri, siswa-siswi MTsN, MAN dan MA al-fattah serta Mahasiswa STAI Mifathul Ula Desa Nglawak Kec. Kertosono. hal ini karena bau busuk dan pencemaran air oleh PT. Jaya kertas sudah tidak bisa ditolelir dan mengganggu aktivitas belajar mengajar.<br />
Selain orasi dalam demo ini juga dilakukan Istighotsah untuk meminta pertolongan dan keadilan kepada Allah SWT. keinginan masa untuk bertemu pimpinan Jaker tidak kesampaian (memang begitulah, setiap ada demo pimpinan PT jaker selalu bersembunyi, tidak berani menampakan BATANG HIDUNGNYA), tapi kekesalan warga sedikit terobati dengan keluarnya perwakilan Jaker yang menemui masa. Ikut juga memberikan dukungan kepada warga korban limbah Kapolres dan perwakilan DPRD Kab. Nganjuk<br />
PT. Jaya kertas menyanggupi untuk membuat penyaringan limbah yang memadai dan memenuhi syarat dalam waktu tiga bulan. di depan Kapolres dan perwakilan DPRD, pimpinan demontran Agung mengatakan bahwa warga akan menutup gorong-gorong saluran limbah apabila tidak dilaksanakan. dan sebenarnya surat peringatan dari Gubernur dan Bupati sejak tahun 2005 sudah turun, tapi tidak pernah digubris oleh pihak jaker.<br />
</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PT Jaya kertas pencemar lingkungan Nganjuk]]></title>
<link>http://mbahnya.wordpress.com/2009/10/22/pt-jaya-kertas-pencemar-lingkungan-nganjuk/</link>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 23:55:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbahnya</dc:creator>
<guid>http://mbahnya.wordpress.com/2009/10/22/pt-jaya-kertas-pencemar-lingkungan-nganjuk/</guid>
<description><![CDATA[Kalo ingat masa kecil dulu, pulang sekolah langsung ke sungai di belakang rumah, mandi dengan teman-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kalo ingat masa kecil dulu, pulang sekolah langsung ke sungai di belakang rumah, mandi dengan teman-teman (bolang mode : on). Tapi itu tinggal kenangan sebab sejak PT JAYA KERTAS membuang limbahnya di sungai desa kami, wuih…. Sungai jadi bau, berwarna. Jangankan mandi di kali, sumur yang berdekatan banyak yang terkena imbas. Apalagi malam sampai pagi hari. Dan inilah yang mengerakkan warga untuk melakukan protes ke pemkab untuk kesekian kalinya <a href="http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&#38;rid=121043" target="_blank">http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&#38;rid=121043</a> . dan <a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&#38;rid=38996" target="_blank">http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&#38;rid=38996</a> walau <!--more-->dalam kenyatanya hasilnya jauh dari yang diharapkan.<br />
Apakah pihak jaker mengakui pencemaran lingkungan ini? Tentu mereka bersikukuh tidak melakukannya. Walau banyak bukti dari warga sepanjang jalur sungai yang merasakannya. Hal ini di dukung penelitian dari terra net yang peduli lingkunggan hidup. Untuk melihat kandungan racun dari limbah PT. Jaya kertas (jaker) silakan kunjungi <a href="http://www.terranet.or.id/tulisandetil.php?id=1870" target="_blank">http://www.terranet.or.id/tulisandetil.php?id=1870 </a><br />
Beberapa catatan ecoton gejolak sosial yang ditimbulkan PT jaker :<br />
1. 1991 aksi penutupan gorong-gorong PT jaker di Desa Nglawak, karena bau busuk yang ditimbulkan oleh limbah cairnya, puluhan warga digelandang ke Polres Nganjuk<br />
2. 1998, Aksi pemblokiran jalan masuk PT Jaker karena limbah jaker yang melalui Desa Nglawak, Lambang Kuning, Patianrowo, Pelem, Pisang dan Kemaduh menimbulkan bau busuk dan pada malam hari mengeluarkan gas yang menimbulkan dada sesak bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Klinter<br />
3. 2004,September penelitian Koling (komunitas Peduli Lingkungan ) ITATS dan ecoton menunjukkan bahwa limbah PT Jaker telah mencemari Kali Klinter dan melebihi baku mutu serta adanya indikasi pencemaran Timbal (Pb) di Air kali Klinter DR Yulfiah ahli lingkungan ITATS mengkhawatirkan Pb dan bahan beracun bawaan limbah Jaker telah mengkontaminasi sumur-sumur warga.<br />
4. 2004, Nopember aksi 1500 warga menuntut penutupan outlet PT Jaker dan pemindahan saluranlimbah untuk tidak dibuang di Kali Klinter. Aksi ini mendapat dukungan dewan danakhirnya Bupari Nurhayati menyetujui desakan warga agar PT Jaker tidak membuang limbah di Kali Klinter, Bupati beserta jajaran Muspida dan camat Kertosono, Patianrowo, Baron dan Kepala Desa Kemaduh<br />
5. 2007, Kamis, 20 September 2007, warga Kemaduh menuntut kepada Bupati Nganjuk untuk melakukan rehabilitasi dan revitalisasi Kali Klinter serta persediaan air bersih bagi warga disepanjang Kali Klinter. <a href="http://www.ecoton.or.id/index.php?awal=165" target="_blank">http://www.ecoton.or.id/index.php?awal=165 </a><br />
Walau hasilnya sama “RAKYAT MENANG SEMENTARA DAN KALAH SELAMANYA”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENCEMARAN AIR]]></title>
<link>http://gemaalam.wordpress.com/2009/10/20/pencemaran-air/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 02:55:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>gemaalam</dc:creator>
<guid>http://gemaalam.wordpress.com/2009/10/20/pencemaran-air/</guid>
<description><![CDATA[Pendahuluan Dapatkah Anda bayangkan jika di dunia ini tidak ada air, ya tentu saja tidak pernah ada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Dapatkah Anda bayangkan jika di dunia ini tidak ada air, ya tentu saja tidak pernah ada kehidupan seperti yang ada sekarang ini. Air memang mutlak diperlukan dalam kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung. Demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari, air sangat diperlukan untuk berbagai kegiatan di dalam rumah tangga, juga untuk pertanian, transportasi serta rekreasi. Di dalam industri, air digunakan antara lain sebagai bahan pengolah, pendingin dan pembangkit tenaga.<a href="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h1b.jpg"><img src="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h1b.jpg?w=300" alt="h1b" title="h1b" width="300" height="224" class="alignright size-medium wp-image-154" /></a><br />
Air merupakan pelarut yang baik, sehingga air di alam tidak pernah murni akan tetapi selalu mengandung berbagai zat terlarut maupun zat tidak terlarut serta mengandung mikroorganisme atau jasad renik.Apabila kandungan berbagai zat maupun mikroorganisme yang terdapat di dalam air melebihi ambang batas yang diperbolehkan, kualitas air akan terganggu, sehingga tidak bisa digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk air minum, mandi, mencuci atau keperluan lainya. Air yang terganggu kualitasnya ini dikatakan sebagai air yang tercemar.</p>
<p>Air Yang Tercemar</p>
<p><a href="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h2.jpg"><img src="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h2.jpg?w=300" alt="h2" title="h2" width="300" height="224" class="alignleft size-medium wp-image-155" /></a>Sebelum membahas tentang pencemaran air baiklah kita bicarakan terlebih dahulu apakah pencemaran lingkungan itu? Menurut UU Republik Indonesia No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan hidup yaitu; masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup, oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Demikian pula dengan lingkungan air yang dapat pula tercemar karena masuknya atau dimasukannya mahluk hidup atau zat yang membahayakan bagi kesehatan. Air dikatakan tercemar apabila kualitasnya turun sampai ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya.<br />
<a href="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h3.jpg"><img src="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h3.jpg?w=300" alt="h3" title="h3" width="300" height="224" class="aligncenter size-medium wp-image-157" /></a><br />
Berdasarkan PP no 82 tahun 2001 pasal 8 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, klasifikasi dan kriteria mutu air ditetapkan menjadi 4 kelas yaitu:</p>
<p>Kelas 1 : yaitu air yang dapat digunakan untuk bahan baku air minum atau peruntukan lainnya mempersyaratkan mutu air yang sama</p>
<p>Kelas 2 : air yang dapat digunakan untuk prasarana/ sarana rekreasi air, budidaya ikan air tawar, peternakan, dan pertanian</p>
<p>Kelas 3 : air yang dapat digunakan untuk budidaya ikan air tawar, peternakan dan pertanian</p>
<p>Kelas 4 : air yang dapat digunakan untuk mengairi pertanaman/ pertanian<br />
Beberapa parameter yang digunakan untuk menentukan kualitas air diantaranya adalah :<br />
  	- 	DO (Dissolved Oxygen)<br />
  	- 	BOD (Biochemical Oxygen Demand)<br />
  	- 	COD (Chemical Oxygen Demad), dan<br />
  	- 	Jumlah total Zat terlarut</p>
<p>Air Yang Tercemar &#62; DO/ Dissolved Oxygen (Oksigen Terlarut)<br />
<a href="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h4.jpg"><img src="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h4.jpg?w=224" alt="h4" title="h4" width="224" height="300" class="alignright size-medium wp-image-159" /></a><br />
Yang dimaksud adalah oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal dari udara dan hasil proses fotosintesis tumbuhan air. Oksigen diperlukan oleh semua mahluk yang hidup di air seperti ikan, udang, kerang dan hewan lainnya termasuk mikroorganisme seperti bakteri.</p>
<p>Agar ikan dapat hidup, air harus mengandung oksigen paling sedikit 5 mg/ liter atau 5 ppm (part per million). Apabila kadar oksigen kurang dari 5 ppm, ikan akan mati, tetapi bakteri yang kebutuhan oksigen terlarutnya lebih rendah dari 5 ppm akan berkembang.</p>
<p>Apabila sungai menjadi tempat pembuangan limbah yang mengandung bahan organik, sebagian besar oksigen terlarut digunakan bakteri aerob untuk mengoksidasi karbon dan nitrogen dalam bahan organik menjadi karbondioksida dan air. Sehingga kadar oksigen terlarut akan berkurang dengan cepat dan akibatnya hewan-hewan seperti ikan, udang dan kerang akan mati. Lalu apakah penyebab bau busuk dari air yang tercemar? Bau busuk ini berasal dari gas NH3 dan H2S yang merupakan hasil proses penguraian bahan organik lanjutan oleh bakteri anaerob.</p>
<p>Air Yang Tercemar &#62; BOD (Biochemical Oxygen Demand)<br />
<a href="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h5.jpg"><img src="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h5.jpg?w=300" alt="h5" title="h5" width="300" height="224" class="alignleft size-medium wp-image-160" /></a><br />
BOD (Biochemical Oxygen Demand) artinya kebutuhan oksigen biokima yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi oksidasi oleh bakteri. Sehingga makin banyak bahan organik dalam air, makin besar B.O.D nya sedangkan D.O akan makin rendah. Air yang bersih adalah yang B.O.D nya kurang dari 1 mg/l atau 1ppm, jika B.O.D nya di atas 4ppm, air dikatakan tercemar.</p>
<p>Air Yang Tercemar &#62; COD (Chemical Oxygen Demand)<br />
<a href="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h6.jpg"><img src="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h6.jpg?w=300" alt="h6" title="h6" width="300" height="224" class="alignright size-medium wp-image-161" /></a><br />
COD (Chemical Oxygen Demand) sama dengan BOD, yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi kimia oleh bakteri. Pengujian COD pada air limbah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pengujian BOD.</p>
<p>Keunggulan itu antara lain :</p>
<p>    * Sanggup menguji air limbah industri yang beracun yang tidak dapat diuji dengan BOD karena bakteri akan mati.<br />
    * Waktu pengujian yang lebih singkat, kurang lebih hanya 3 jam</p>
<p>Air Yang Tercemar &#62; Zat Padat Terlarut<br />
<a href="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h7.jpg"><img src="http://gemaalam.wordpress.com/files/2009/10/h7.jpg?w=300" alt="h7" title="h7" width="300" height="224" class="alignleft size-medium wp-image-162" /></a><br />
Air alam mengandung zat padat terlarut yang berasal dari mineral dan garam-garam yang terlarut ketika air mengalir di bawah atau di permukaan tanah. Apabila air dicemari oleh limbah yang berasal dari industri pertambangan dan pertanian, kandungan zat padat tersebut akan meningkat. Jumlah zat padat terlarut ini dapat digunakan sebagai indikator terjadinya pencemaran air. Selain jumlah, jenis zat pencemar juga menentukan tingkat pencemaran. Air yang bersih adalah jika tingkat D.O nya tinggi, sedangkan B.O.D dan zat padat terlarutnya rendah.</p>
<p>Penyebab dan Dampak Pencemaran Air</p>
<p>Apa sajakah sumber-sumber pencemaran air? Sumber pencemaran air yang paling umum adalah :</p>
<p>    * Limbah Pemukiman<br />
    * Limbah Pertanian<br />
    * Limbah Industri</p>
<p>Selain itu, yang terdapat pada daerah tertentu yaitu :</p>
<p>    * Limbah Pertambangan</p>
<p>Penyebab dan Dampak Pencemaran Air&#62; Limbah Pemukiman</p>
<p>Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik sepertikertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah-sampah ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable). Sampah organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses pembusukannya. Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahaya matahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen. Tentunya anda pernah melihat permukaan air sungai atau danau yang ditutupi buih deterjen. Deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Pada saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen, padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri.</p>
<p>Sehingga tetap aktif untuk jangka waktu yang lama. Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau. Fosfat ini merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis.</p>
<p>Jika tumbuhan air ini mati, akan terjadi proses pembusukan yang menghabiskan persediaan oksigen dan pengendapan bahan-bahan yang menyebabkan pendangkalan.</p>
<p>Penyebab dan Dampak Pencemaran Air&#62; Limbah Pertanian</p>
<p>Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen.</p>
<p>Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya. Pestisida mempunyai sifat relatif tidak larut dalam air, tetapi mudah larut dan cenderung konsentrasinya meningkat dalam lemak dan sel-sel tubuh mahluk hidup disebut Biological Amplification, sehingga apabila masuk dalam rantai makanan konsentrasinya makin tinggi dan yang tertinggi adalah pada konsumen puncak. Contohnya ketika di dalam tubuh ikan kadarnya 6 ppm, di dalam tubuh burung pemakan ikan kadarnya naik menjadi 100 ppm dan akan meningkat terus sampai konsumen puncak.</p>
<p>Penyebab dan Dampak Pencemaran Air&#62; Limbah Industri</p>
<p>Limbah industri sangat potensial sebagai penyebab terjadinya pencemaran air. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan beracun. Menurut PP 18 tahun 99 pasal 1, limbah B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup sehingga membahayakan kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk lainnya. Karakteristik limbah B3 adalah korosif/ menyebabkan karat, mudah terbakar dan meledak, bersifat toksik/ beracun dan menyebabkan infeksi/ penyakit. Limbah industri yang berbahaya antara lain yang mengandung logam dan cairan asam. Misalnya limbah yang dihasilkan industri pelapisan logam, yang mengandung tembaga dan nikel serta cairan asam sianida, asam borat, asam kromat, asam nitrat dan asam fosfat. Limbah ini bersifat korosif, dapat mematikan tumbuhan dan hewan air. Pada manusia menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, mengganggu pernafasan dan menyebabkan kanker.</p>
<p>Logam yang paling berbahaya dari limbah industri adalah merkuri atau yang dikenal juga sebagai air raksa (Hg) atau air perak. Limbah yang mengandung merkurei selain berasal dari industri logam juga berasal dari industri kosmetik, batu baterai, plastik dan sebagainya. Di Jepang antara tahun 1953- 1960, lebih dari 100 orang meninggal atau cacat karena mengkonsumsi ikan yang berasal dari Teluk Minamata. Teluk ini tercemar merkuri yang bearasal dari sebuah pabrik plastik. Senyawa merkuri yang terlarut dalam air masuk melalui rantai makanan, yaitu mula-mula masuk ke dalam tubuh mikroorganisme yang kemudian dimakan yang dikonsumsi manusia. Bila merkuri masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pencernaan, dapat menyebabkan kerusakan akut pada ginjal sedangkan pada anak-anak dapat menyebabkan Pink Disease/ acrodynia, alergi kulit dan kawasaki disease/ mucocutaneous lymph node syndrome.</p>
<p>Penyebab dan Dampak Pencemaran Air&#62; Limbah Pertambangan</p>
<p>Limbah pertambangan seperti batubara biasanya tercemar asam sulfat dan senyawa besi, yang dapat mengalir ke luar daerah pertambangan. Air yang mengandung kedua senyawa ini dapat berubah menjadi asam. Bila air yang bersifat asam ini melewati daerah batuan karang/ kapur akan melarutkan senyawa Ca dan Mg dari batuan tersebut. Selanjutnya senyawa Ca dan Mg yang larut terbawa air akan memberi efek terjadinya AIR SADAH, yang tidak bisa digunakan untuk mencuci karena sabun tidak bisa berbuih. Bila dipaksakan akan memboroskan sabun, karena sabun tidak akan berbuih sebelum semua ion Ca dan Mg mengendap. Limbah pertambangan yang bersifat asam bisa menyebabkan korosi dan melarutkan logam-logam sehingga air yang dicemari bersifat racun dan dapat memusnahkan kehidupan akuatik.</p>
<p>Selain pertambangan batubara, pertambangan lain yang menghasilkan limbah berbahaya adalah pertambangan emas. Pertambangan emas menghasilkan limbah yang mengandung merkuri, yang banyak digunakan penambang emas tradisional atau penambang emas tanpa izin, untuk memproses bijih emas. Para penambang ini umumnya kurang mempedulikan dampak limbah yang mengandung merkuri karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki.</p>
<p>Biasanya mereka membuang dan mengalirkan limbah bekas proses pengolahan pengolahan ke selokan, parit, kolam atau sungai. Merkuri tersebut selanjutnya berubah menjadi metil merkuri karena proses alamiah. Bila senyawa metil merkuri masuk ke dalam tubuh manusiamelalui media air, akan menyebabkan keracunan seperti yang dialami para korban Tragedi Minamata.</p>
<p>Mencegah/Mengurangi Dampak Pencemaran Air</p>
<p>Limbah atau bahan buangan yang dihasilkan dari semua aktifitas kehidupan manusia, baik dari setiap rumah tangga, kegiatan pertanian, industri serta pertambangan tidak bisa kita hindari. Namun kita masih bisa mencegah atau paling tidak mengurangi dampak dari limbah tersebut, agar tidak merusak lingkungan yang pada akhirnya juga akan merugikan manusia.<br />
Untuk mencegah atau paling tidak mengurangi segala akibat yang ditimbulkan oleh limbah berbahaya; setiap rumah tangga sebaiknya menggunakan deterjen secukupnya dan memilah sampah organik dari sampah anorganik. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang. Pemerintah bekerjasama dengan World Bank, pada saat ini tengah mempersiapkan pemberian insentif berupa subsidi bagi masyarakat yang melakukan pengomposan sampah kota.</p>
<p>Beberapa manfaat pengomposan sampah antara lain :</p>
<p>    * Mengurangi sampah di sumbernya<br />
    * Mengurangi beban volume di TPA<br />
    * Mengurangi biaya pengelolaan<br />
    * Menciptakan peluang kerja<br />
    * Memperbaiki kondisi lingkungan<br />
    * Mengurangi emisi gas rumah kaca<br />
    * Penggunaan kompos mendukung; Produk organik &#62; Green Consumerism dan more sustain land use.</p>
<p>Penggunaan pupuk dan pestisida secukupnya atau memilih pupuk dan pestisida yang mengandung bahan-bahan yang lebih cepat terurai, yang tidak terakumulasi pada rantai makanan, juga dapat megurangi dampak pencemaran air.</p>
<p>Setiap pabrik / kegiatan industri sebaiknya memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), untuk mengolah limbah yang dihasilkannya sebelum dibuang ke lingkungan sekitar. Dengan demikian diharapkan dapat meminimalisasi limbah yang dihasilkan atau mengubahnya menjadi limbah yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam kegiatan pertambangan atau menggantinya dengan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan. Atau diharuskan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah pertambangan, sehingga limbah bisa diolah terlebih dahulu menjadi limbah yang lebih ramah lingkungan, sebelum dibuang keluar daerah pertambangan.</p>
<p>Cara Memperoleh Air Bersih</p>
<p>Air yang kita minum harus bersih sesuai standar, demikian juga air yang kita gunakan untuk mandi, mencuci, memasak, juga harus bersih. Bersih disini artinya bersih dari segi fisik, kimiawi dan biologis. Bersih secara fisik artinya jernih, tidak berwarna, tawar dan tidak berbau.</p>
<p>Secara kimiawi air yang kualitasnya baik adalah yang memiliki pH netral, tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) dan ion-ion logam, serta bahan organik. Sedangkan bersih secara biologis artinya tidak mengandung mikroorganisme seperti bakteri baik yang patogen/ menyebabkan penyakit atau yang apatogen.</p>
<p>Ada 2 cara untuk mendapatkan air bersih dalam skala terbatas yaitu :</p>
<p>    * Tanpa Bahan Kimia, dan<br />
    * Dengan Menambahkan Bahan Kimia.</p>
<p>Kedua cara penjernihan air ini melalui 2 tahap, yaitu tahap pengendapan dan tahap penjernihan. Media penyaring yang digunakan adalah; pasir, arang batok, ijuk dan kerikil. Pada cara yang kedua, ditambahkan bahan kimia berupa tawas, kapur dan kaporit ke dalam bak pengendap untuk membantu menggumpalkan zat kimia pencemar.</p>
<p>Cara Memperoleh Air Bersih&#62; Tanpa Bahan Kimia</p>
<p>Cara ini biasanya digunakan untuk sumber air terbuka dengan menggunakan 3 macam bak yaitu bak pengendap, bak penyaring dan bak penampung air bersih, yang ukurannya tergantung volume air yang akan dialirkan. Mula-mula air dari sumbernya dialirkan ke bak pengendap. Selanjutnya lewat saluran bambu yang pada bagian ujungnya di beri kawat kasa, dari bak pengendap air dialirkan ke dalam bak penyaring melalui parit yang berbelok-belok dan berbatuan untuk mendapatkan kandungan oksigen. Atau jika tidak mungkin parit dapat diganti dengan saluran bambu. Bak penyaring ini telah diisi dengan media penyaring, yang disusun berturut-turut dari bagian dasar bak berupa batu setinggi 10 cm, kerikil 10 cm, pasir halus setinggi 20 cm, arang 5 cm, ijuk 10 cm, pasir halus 15 cm dan lapisan paling atas diisi ijuk lagi setinggi 10 cm. Setelah melewati bak penyaring air di tampung di dalam bak penampung air bersih.</p>
<p>Untuk keperluan minum dan masak, air ini tetap harus dimasak agar kumannya mati.</p>
<p>Cara Memperoleh Air Bersih&#62; Dengan Menambahkan Bahan Kimia</p>
<p>Pada cara kedua ini digunakan 2 buah Drum yang berukuran sama yang dilengkapi dengan keran air, sebagai bak pengendap dan bak penyaring. Tinggi keran air dari dasar drum kira-kira 5-10 cm (harus lebih tinggi dari lumpur yang akan terkumpul). Tetapi drum bisa juga diganti dengan gentong. Setelah air kotor masuk ke drum pengendap, masukkan 1 gr tawas/ 1 gr kapur/ 2,5 gr kaporit untuk setiap 10 liter air, lalu diaduk perlahan ke satu arah. Pengadukan sebaiknya dilakukan pada malam hari sehingga pengendapan berlangsung sempurna pada keesokan paginya.</p>
<p>Pada drum yang berfungsi sebagai bak pengendap diberi media penyaring yang terdiri dari kerikil setinggi 5 cm di bagian dasar, kemudian berturut-turut ke atas diberi arang batok setinggi 10 cm, ijuk setinggi 10 cm dan pasir halus setinggi 20 cm. Ketika air yang dialirkan dari drum pengendap melewati media penyaring ini, air akan dijernihkan lagi melalui proses penyaringan. Sehingga ketika kran dibuka akan diperoleh air yang bersih. Apabila air yang keluar dari drum kedua sudah tidak jernih, media penyaring harus dicuci atau diganti dengan yang baru. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH SAKIT]]></title>
<link>http://uwityangyoyo.wordpress.com/2009/10/19/pengelolaan-limbah-medis-rumah-sakit/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 22:55:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>uwityangyoyo</dc:creator>
<guid>http://uwityangyoyo.wordpress.com/2009/10/19/pengelolaan-limbah-medis-rumah-sakit/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: AHMAD JAIS Pendahuluan Dalam upaya menigkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di kota]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><strong>Oleh: AHMAD JAIS</strong></p>
<ol>
<li><strong>Pendahuluan</strong></li>
</ol>
<p>Dalam upaya menigkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di kota-kota besar semakin meningkat pendirian rumah sakit (RS). Sebagai akibat kualitas efluen limbah rumah sakit tidak memenuhi syarat. Limbah rumah sakit dapat mencemari lingkungan penduduk di sekitar rumah sakit dan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan dalam limbah rumah sakit dapat mengandung berbagai jasad renik penyebab penyakit pada manusia termasuk demam typoid, kholera, disentri dan hepatitis sehingga limbah harus diolah sebelum dibuang ke lingkungan (BAPEDAL, 1999).</p>
<p>SAMPAH dan limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Secara umum sampah dan limbah rumah sakit dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu sampah atau limbah klinis dan non klinis baik padat maupun cair. Bentuk limbah klinis bermacam-macam dan berdasarkan potensi yang terkandung di dalamnya dapat dikelompokkan sebagai berikut :<!--more--></p>
<p>-         Limbah benda tajam adalah obyek atau alat yang memiliki sudut tajam, sisi, ujung atau bagian menonjol yang dapat memotong atau menusuk kulit seperti jarum hipodermik, perlengkapan intravena, pipet pasteur, pecahan gelas, pisau bedah. Semua benda tajam ini memiliki potensi bahaya dan dapat menyebabkan cedera melalui sobekan atau tusukan. Benda-benda tajam yang terbuang mungkin terkontaminasi oleh darah, cairan tubuh, bahan mikrobiologi, bahan beracun atau radio aktif.</p>
<p>-         Limbah infeksius mencakup pengertian sebagai berikut: Limbah yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular (perawatan intensif). Limbah laboratorium yang berkaitan dengan pemeriksaan mikrobiologi dari poliklinik dan ruang perawatan/isolasi penyakit menular. Limbah jaringan tubuh meliputi organ, anggota badan, darah dan cairan tubuh, biasanya dihasilkan pada saat pembedahan atau otopsi. Limbah sitotoksik adalah bahan yang terkontaminasi atau mungkin terkontaminasi dengan obat sitotoksik selama peracikan, pengangkutan atau tindakan terapi sitotoksik.Limbah farmasi ini dapat berasal dari obat-obat kadaluwarsa, obat-obat yang terbuang karena batch yang tidak memenuhi spesifikasi atau kemasan yang terkontaminasi, obat- obat yang dibuang oleh pasien atau dibuang oleh masyarakat, obat-obat yang tidak lagi diperlukan oleh institusi bersangkutan dan limbah yang dihasilkan selama produksi obat- obatan.</p>
<p>-         Limbah kimia adalah limbah yang dihasilkan dari penggunaan bahan kimia dalam tindakan medis, veterinari, laboratorium, proses sterilisasi, dan riset.</p>
<p>-         Limbah radioaktif adalah bahan yang terkontaminasi dengan radio isotop yang berasal dari penggunaan medis atau riset radio nukleida.</p>
<p>(Arifin. M, 2008 ; (online).</p>
<p> </p>
<p>Selain sampah klinis, dari kegiatan penunjang rumah sakit juga menghasilkan sampah non klinis atau dapat disebut juga sampah non medis. Sampah non medis ini bisa berasal dari kantor / administrasi kertas, unit pelayanan (berupa karton, kaleng, botol), sampah dari ruang pasien, sisa makanan buangan; sampah dapur (sisa pembungkus, sisa makanan/bahan makanan, sayur dan lain-lain). Limbah cair yang dihasilkan rumah sakit mempunyai karakteristik tertentu baik fisik, kimia dan biologi. Limbah rumah sakit bisa mengandung bermacam-macam mikroorganisme, tergantung pada jenis rumah sakit, tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang dan jenis sarana yang ada (laboratorium, klinik dll). Tentu saja dari jenis-jenis mikroorganisme tersebut ada yang bersifat patogen. Limbah rumah sakit seperti halnya limbah lain akan mengandung bahan-bahan organik dan anorganik, yang tingkat kandungannya dapat ditentukan dengan uji air kotor pada umumnya seperti BOD, COD, pH, mikrobiologik, dan lain-lain. (Arifin. M, 2008 ; (online).</p>
<p>Pelayanan kesehatan dikembangkan dengan terus mendorong peranserta aktif masyarakat termasuk dunia usaha. Usaha perbaikan kesehatan masyarakat terus dikembangkan antara lain melalui pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, penyediaan air bersih, penyuluhan kesehatan serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Perlindungan terhadap bahaya pencemaran dari manapun juga perlu diberikan perhatian khusus. Sehubungan dengan hal tersebut, pengelolaan limbah rumah sakit yang merupakan bagian dari penyehatan lingkungan dirumah sakit juga mempunyai tujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit infeksi nosoknominal dilingkungan rumah sakit, perlu diupayakan bersama oleh unsur-unsur yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan pelayanan rumah sakit. Unsur-unsur tersebut meliputi antara lain sebagai berikut :</p>
<p>-         Pemrakarsa atau penanggung jawab rumah sakit</p>
<p>-         Penanggung jasa pelayanan rumah sakit</p>
<p>-         Para ahli pakar dan lembaga yang dapat memberikan saran-saran</p>
<p>-         Para pengusaha dan swasta yang dapat menyediakan sarana fasilitas yang diperlukan.</p>
<p>(Depkes RI, 2002)</p>
<p>Pengelolaan limbah rumah sakit yang sudah lama diupayakan dengan menyiapkan perangkat lunaknya yang berupa peraturan-peraturan, pedoman-pedoman dan kebijakan-kebijakan yng mengatur pengelolaan dan peningkatan kesehatan dilingkungan rumah sakit.</p>
<p>Disamping peraturan-peraturan tersebut secara bertahap dan berkesinambungan Departemen Kesehatan  terus mengupayakan dan menyediakan dan untuk  pembangunan insilasi pengelolaan limbah rumah sakit melalui  anggaran pembangunan maupun dari sumber bantuan dana lainnya. Dengan demikian sampai saat ini sebagai rumah sakit pemerintah telah dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan limabah, meskipun perlu untuk disempurnakan. Namun disadari bahwa pengelolaan limbah rumah sakit masih perlu ditingkatkan  permasyarakatan terutama dilingkungan masyarakat rumah sakit. (Depkes RI, 1992).</p>
<p> </p>
<ol>
<li><strong>A.     </strong><strong>Permasalahan </strong></li>
</ol>
<p>Dalam profil kesehatan Indonesia, Departement Kesehatan, 1997 diungkapkan seluruh rumah sakit di Indonesia berjumlah 1090 dengan 121.996 tempat tidur. Hasil kajian terhadap 100 Rumah Sakit di Jawa dan Bali menunjukkan bahwa rata-rata produksi sampah sebesar 3,2 kg pertempat tidur perhari. Analisa lebih jauh menunjukkan produksi sampah <em>(Limbah Padat)</em> berupa limbah domestic sebesar 76,8 persen dan berupa limbah infeksius sebesar 23,2 persen. Diperkirakan secara nasional produksi sampah <em>(Limbah Padat)</em> Rumah Sakit sebesar 376.089 ton per hari dan produksi air limbah sebesar 48.985,70 ton per hari. Dari gambaran tersebut dapat dibayangkan betapa besar potensi Rumah Sakit untuk mencemari lingkungan dan kemungkinan menimbulkan kecelakaan  serta penularan penyakit.</p>
<p>Rumah Sakit menghasilkan limbah dalam jumlah yang besar, beberapa diantaranya membahayakan kesehatan dilingkungannya. Di negara maju, jumlahnya diperkirakan 0,5-0,6 kg per tempat tidur rumah sakit perhari. Pembuangan limbah yang berjumlah cukup besar ini paling baik jika dilakukan dengan memilah-milah limbah kedalam kategori untuk masing-masing jenis kategori diterapkan cara pembuangan limbah yang berbeda. Prinsip umum pembuangan limbah rumah sakit adalah sejauh mungkin menghindari resiko kontaminasi antrauma <em>(Injuri) </em></p>
<p>(KLMNH, 1995).</p>
<p>Limbah Rumah Sakit mengandung bahan beracun berbahaya Rumah Sakit tidak hanya menghasilkan limbah organik dan anorganik, tetapi juga limbah infeksius yang mengandung bahan beracun berbahaya (B3). Dari keseluruhan limbah rumah sakit, sekitar 10 sampai 15 persen diantaranya merupakan limbah<br />
infeksius yang mengandung logam berat, antara lain mercuri (Hg). Sebanyak 40 persen lainnya adalah limbah organik yang berasal dari makanan dan sisa makan, baik dari pasien dan keluarga pasien maupun dapur gizi. Selanjutnya, sisanya merupakan limbah anorganik dalam bentuk botol bekas infus dan plastik. Temuan ini merupakan<br />
hasil penelitian Bapedalda Jabar bekerja sama dengan Departemen<br />
Kesehatan RI, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama tahun 1998 sampai tahun 1999. Keterbatasan dan mengakibatkan sampel yang diambil hanya dari dua rumah sakit di Jawa Barat, satu di rumah sakit pemerintah dan satunya lagi di rumah sakit swasta. Secara terpisah, mantan Ketua Wahana Lingkungan (Walhi) Jabar<br />
Ikhwan Fauzi mengatakan, volume limbah infeksius dibeberapa rumah sakit bahkan melebihi jumlah yang ditemukan Bapedalda. Limbah infeksius ini lebih banyak ditemukan di beberapa rumah sakit umum, yang pemeliharaan lingkungannya kurang baik (Pristiyanto. D, 2000).</p>
<p>Biasanya orang mengaitkan limbah B3 dengan industri. Siapa yang menyangka ternyata dirumah sakitpun menghasilkan limbah berbahaya dari limbah infeksius. Limbah infeksius berupa alat-alat kedokteran seperti perban, salep, serta suntikan bekas (tidak termasuk tabung infus), darah, dan sebagainya. Dalam penelitian itu, hampir di setiap tempat sampah ditemukan bekas dan sisa makanan (limbah organik), limbah infeksius, dan limbah organik berupa botol bekas infus. (Anonimous, 2009)</p>
<p>Limbah rumah sakit, khususnya limbah medis yang infeksius, belum dikelola dengan baik. Sebagian besar pengelolaan limbah infeksius disamakan dengan limbah medis noninfeksius. Selain itu, kerap bercampur limbah medis dan nonmedis. Percampuran tersebut justru memperbesar permasalahan limbah medis.</p>
<p>Kepala Pusat Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Universitas Indonesia Dr Setyo Sarwanto DEA mengutarakan hal itu kepada Pembaruan, Kamis pekan lalu, di Jakarta. Ia mengatakan, rata-rata pengelolaan limbah medis di rumah sakit belum dilakukan dengan benar. Limbah medis memerlukan pengelolaan khusus yang berbeda dengan limbah nonmedis. Yang termasuk limbah medis adalah limbah infeksius, limbah radiologi, limbah sitotoksis, dan limbah laboratorium.</p>
<p>Limbah infeksius misalnya jaringan tubuh yang terinfeksi kuman. Limbah jenis itu seharusnya dibakar, bukan dikubur, apalagi dibuang ke septic tank. Pasalnya, tangki pembuangan seperti itu di Indonesia sebagian besar tidak memenuhi syarat sebagai tempat pembuangan limbah. Ironisnya, malah sebagian besar limbah rumah sakit dibuang ke tangki pembuangan seperti itu.</p>
<p>Kenyataannya, banyak tangki pembuangan sebagai tempat pembuangan limbah yang tidak memenuhi syarat. Hal itu akan menyebabkan pencemaran, khususnya pada air tanah yang banyak dipergunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Setyo menyebutkan, buruknya pengelolaan limbah rumah sakit karena pengelolaan limbah belum menjadi syarat akreditasi rumah sakit. Sedangkan peraturan proses pembungkusan limbah padat yang diterbitkan Departemen Kesehatan pada 1992 pun sebagian besar tidak dijalankan dengan benar.</p>
<pre>Dampak Limbah Pada Kesehatan Masyarakat
Ada beberapa kelompok masyarakat yang mempunyai resiko untuk mendapat gangguan karena buangan rumah sakit. Pertama, pasien yang datang ke Rumah Sakit untuk memperoleh pertolongan pengobatan dan perawatan Rumah Sakit. Kelompok ini merupakan kelompok yang paling rentan Kedua, karyawan Rumah sakit dalam melaksanakan tugas sehari-harinya selalu kontak dengan orang sakit yang merupakan sumber agen penyakit. Ketiga, pengunjung / pengantar orang sakit yang berkunjung ke rumah sakit, resiko terkena gangguan kesehatan akan semakin besar. Keempat, masyarakat yang bermukim di sekitar Rumah Sakit, lebih-lebih lagi bila Rumah sakit membuang hasil buangan Rumah Sakit tidak sebagaimana mestinya ke lingkungan sekitarnya. Akibatnya adalah mutu lingkungan menjadi turun kualitasnya, dengan akibat lanjutannya adalah menurunnya derajat kesehatan masyarakat di lingkungan tersebut. Oleh karena itu, rumah sakit wajib melaksanakan pengelolaan buangan rumah sakit yang baik dan benar dengan melaksanakan kegiatan Sanitasi Rumah Sakit (Kusnoputranto.H, 1993).</pre>
<p> </p>
<ol>
<li><strong>B.     </strong><strong>Jenis-jenis limbah</strong></li>
</ol>
<p>Jenis-jenis limbah rumah sakit meliputi bagian sebagai berikut ini :</p>
<p>-         Limbah klinik</p>
<p>Limbah dihasilkan selama pelayanan pasien secara rutin pembedahan dan di unit-unit resiko tinggi. Limbah ini mungkin berbahaya dan mengakibatkan resiko tinggi infeksi kuman dan populasi umum dan staf Rumah Sakit. Oleh karena itu perlu diberi label yang jelas sebagai resiko tinggi. Contoh limbah jenis tersebut ialah perban atau pembungkusyang kotor, cairan badan, anggota badan yang diamputasi, jarum-jarum dan semprit bekas, kantung urine dan produk darah.</p>
<p>-         Limbah patologi</p>
<p>Limbah ini juga dianggap beresiko tinggi dan sebaiknya diautoclaf sebelum keluar dari unit patologi. Limbah tersebut harus diberi label biohazard.</p>
<p>-         Limbah bukan klinik</p>
<p>Limbah ini meliputi kertas-kertas pembungkus atau kantong dan plastik yang tidak berkontak dengan cairan badan. Meskipun tidak menimbulkan resiko sakit, limbah tersebut cukup merepotkan karena memerlukan tempat yang besar untuk mengangkut dan menbuangnya.</p>
<p>-         Limbah dapur</p>
<p>Limbah ini mencakup sisa-sisa makanan dan air kotor. Berbagai serangga seperti kecoa, kutu dan hewan pengerat seperti tikus merupakan gangguan bagi staf maupun pasien di Rumah Sakit.</p>
<p>-         Limbah radioaktif</p>
<p>Walaupun limbah ini tidak  menimbulkan persoalan pengendalian infeksi di rumah sakit, pembuangan secara aman perlu diatur dengan baik. Pemberian kode warna yang berbeda untuk masing-masing sangat membantu pengelolaan limbah tersebut</p>
<p>(Prasojo. D, 2008).</p>
<p>Berikut adalah tabel yang menyajikan contoh sistem kondisifikasi limbah rumah sakit dengan menggunakan warna :</p>
<p> </p>
<p> </p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="274" valign="top">JENIS LIMBAH</td>
<td width="270" valign="top">WARNA</td>
</tr>
<tr>
<td width="274" valign="top">Bangsal/Unit</td>
<td width="270" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="274" valign="top">Klinik</td>
<td width="270" valign="top">Kuning</td>
</tr>
<tr>
<td width="274" valign="top">Bukan klinik</td>
<td width="270" valign="top">Hitam</td>
</tr>
<tr>
<td width="274" valign="top">Kamar Cuci Rumah Sakit</td>
<td width="270" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="274" valign="top">Kotor/Terinfeksi</td>
<td width="270" valign="top">Merah</td>
</tr>
<tr>
<td width="274" valign="top">Habis dipakai</td>
<td width="270" valign="top">Putih</td>
</tr>
<tr>
<td width="274" valign="top">Dari kamar operasi</td>
<td width="270" valign="top">Hijau/Biru</td>
</tr>
<tr>
<td width="274" valign="top">Dapur</td>
<td width="270" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="274" valign="top"> </td>
<td width="270" valign="top">Sarung tangan dengan warna yang berbeda untuk memasak dan membersihkan badan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p>Agar kebijakan kodifikasikan menggunakan warna dapat dilaksanakan dengan baik, tempat limbah diseluruh rumh sakit harus memiliki warna yang sesuai, sehingga limbah dapat dipisah-pisahkan ditempat sumbernya.</p>
<ol>
<li>Bangsal harus memiliki dua macam tempat limbah dengan dua warna, satu untuk limbah klinik dan yang lain untuk bukan klinik</li>
<li>Semua limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis dianggap sebagai limbah klinik</li>
<li>Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah klinik dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang (Depkes RI, 1992).</li>
</ol>
<p> </p>
<ol>
<li><strong>C.     </strong><strong>Pengelolaan limbah</strong></li>
</ol>
<p>Pengolahan limbah RS Pengelolaan limbah RS dilakukan dengan berbagai cara. Yang diutamakan adalah sterilisasi, yakni berupa pengurangan (reduce) dalam volume, penggunaan kembali (reuse) dengan sterilisasi lebih dulu, daur ulang (recycle), dan pengolahan (treatment) (Slamet Riyadi, 2000).</p>
<p>Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam merumuskan kebijakan kodifikasi dengan warna yang menyangkut hal-hal berikut :</p>
<ol>
<li>Pemisahan Limbah</li>
</ol>
<p>-  Limbah harus dipisahkan dari sumbernya</p>
<p>-  Semua limbah beresiko tinggi hendaknya diberi label jelas</p>
<p>-  Perlu digunakan kantung plastik dengan warna-warna yang berbeda yang menunjukkan kemana kantong plastik harus diangkut untuk insinerasi aau dibuang (Koesno Putranto. H, 1995).</p>
<ol>
<li>Penyimpanan Limbah</li>
</ol>
<p>Dibeberapa Negara kantung plastik cukup mahal sehingga sebagai gantinya dapat digunkanan kantung kertas yang tahan bocor <em>(dibuat secara lokal sehingga dapat diperloleh dengan mudah)</em> kantung kertas ini dapat ditempeli dengan strip berwarna, kemudian ditempatkan ditong dengan kode warna dibangsal dan unit-unit lain.</p>
<ol>
<li>Penanganan Limbah</li>
</ol>
<p>-  Kantung-kantung dengan warna harus dibuang jika telah terisi 2/3 bagian. Kemudian diikiat bagian atasnya dan diberik label yang jelas</p>
<p>-  Kantung harus diangkut dengan memegang lehernya, sehingga  jika dibawa mengayun menjauhi badan, dan diletakkan ditempat-tempat  tertentu untuk dikumpulkan</p>
<p>-  Petugas pengumpul limbah harus memastikan kantung-kantung dengan  warna yang sama telah dijadikan satu dan dikirimkan ketempat yang sesuai</p>
<p>-  Kantung harus disimpan pada kotak-kotak yang kedap terhadap kutu dan hewan perusak sebelum diangkut ketempat pembuangan.</p>
<ol>
<li>Pengangkutan limbah</li>
</ol>
<p>Kantung limbah dipisahkan dan sekaligus dipisahkan menurut kode warnanya. Limbah bagian bukan klinik misalnya dibawa kekompaktor, limbah bagian Klinik dibawa keinsenerator. Pengangkutan dengan kendaraan khusus <em>(mungkin ada kerjasama dengan dinas pekerja umum)</em> kendaraan yang digunakan untuk mengangkut limbah tersebut sebaiknya dikosongkan dan dibersihkan setiap hari, jika perlu <em>(misalnya bila ada  kebocoran kantung limbah)</em> dibersihkan dengan menggunakan larutan klorin.</p>
<ol>
<li>Pembuangan limbah</li>
</ol>
<p>Setelah dimanfaatkan dengan konpaktor, limbah bukan klinik dapat dibuang ditempat penimbunan sampah <em>(Land-fill site)</em>, limbah klinik harus dibakar <em>(insenerasi)</em>, jika tidak mungkin harus ditimbun dengan kapur dan ditanam limbah dapur sebaiknya dibuang pada hari yang sama sehingga tidak sampai membusuk.</p>
<p>(Bambang Heruhadi, 2000).</p>
<p>Rumah sakit yang besar mungkin mampu memberli inserator sendiri, insinerator berukuran kecil atau menengah dapat membakar pada suhu 1300-1500 ºC atau lebih tinggi dan mungkin dapat mendaur ulang sampai 60% panas yang dihasilkan untuk kebutuhan energi rumah sakit. Suatu rumah sakit dapat pula mempertoleh penghasilan tambahan dengan melayani insinerasi limbah rumah sakit yang berasal dari rumah sakit yang lain. Insinerator modern yang baik tentu saja memiliki beberapa keuntungan antara lain kemampuannya menampung limbah klinik maupun limbah bukan klinik, termasuk benda tajam dan produk farmasi yang tidak terpakai lagi.</p>
<p>Jika fasilitas insinerasi tidak tersedia, limbah klinik dapat ditimbun dengan kapur dan ditanam. Langkah-langkah pengapuran (<em>Liming</em>) tersebut meliputi sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Menggali lubang, dengan kedalaman sekitar 2,5 meter</li>
<li>Tebarkan limbah klinik didasar lubang samapi setinggi  75 cm</li>
<li>Tambahkan lapisan kapur</li>
<li>Lapisan limbah yang ditimbun lapisan kapur masih bisa ditanamkan samapai ketinggian 0,5 meter dibawah permukaan tanah</li>
<li>Akhirnya lubang tersebut harus ditutup dengan tanah</li>
</ol>
<p>(Setyo Sarwanto, 2003).</p>
<p>Perlu diingat, bahan yang tidak dapat dicerna secara biologi (<em>nonbiodegradable</em>), misalnya kantung plastik tidak perlu ikut ditimbun. Oleh karenanya limbah yang ditimbun dengan kapur ini dibungkus kertas. Limbah-limbah tajam harus ditanam.</p>
<p>Limbah bukan klinik tidak usah ditimbun dengan kapur dan mungkin ditangani oleh DPU atau kontraktor swasta dan dibuang ditempat tersendiri atau tempat pembuangan sampah umum. Limbah klinik, jarum, semprit tidak boleh dibuang pada tempat pembuangan samapah umum.</p>
<p>Semua petugas yang menangani limbah klinik perlu dilatih secara memadai dan mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan jika mengalami inokulasi atau kontaminasi badan. Semua petugas harus menggunakan pakaian pelindung yang memadai, imunisasi terhadap hepatitis B sangat dianjurkan dan catatan mengenai imunisasi tersebut sebaiknya tersimpan dibagian kesehatan kerja (Moersidik. S.S, 1995).</p>
<p> </p>
<pre>Melihat karakteristik dan dampak-dampak yang dapat ditimbulkan oleh buangan/limbah rumah sakit seperti tersebut diatas, maka konsep pengelolaan lingkungan sebagai sebuah sistem dengan berbagai proses manajemen didalamnya yang dikenal sebagai Sistem Manajemen Lingkungan rumah sakit yang perlu diterapkan. Dengan pendekatan sistem tersebut, pengelolaan lingkungan itu sendiri adalah suatu usaha untuk meningkatkan kualitas dengan menghasilkan limbah yang ramah lingkungan dan aman bagi masyarakat sekitar.
      Keterlibatan pemerintah yang memiliki badan yang menangani dampak lingkungan, pihak manajemen puncak rumah sakit dan lembaga kemasyarakatan merupakan kunci keberhasilan untuk melindungi masyarakat dari dampak buangan / limbah rumah sakit ini (Mentri Negara Lingkungan Hidup, 2004).</pre>
<p> </p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<ol>
<li><strong>D.    </strong><strong>Kesimpulan dan Saran</strong></li>
</ol>
<p>Kegiatan rumah sakit yang sangat kompleks tidak saja memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya tetapi juga mungkin dampak negatif itu berupa cemaran akibat proses kegiatan maupun limbah yang dibuang tanpa pengelolaan yang benar. Pengelolaan limbah rumah sakit yang tidak baik akan memicu resiko terjadinya kecelakaan kerja dan penularan penyakit dari pasien ke pasien yang lain maupun dari dan kepada masyarakat pengunjung rumah sakit. Oleh kerna itu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada dilingkungan rumah sakit dan sekitarnya perlu kebijakan sesuai manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan melaksanakan kegiatan pengelolaan dan monitoring limbah rumah sakit sebagai salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan.</p>
<p>Rumah sakit sebagai institusi yang sosial ekonominya kerena tugasnya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat  tidak terlepas dari tanggung jawab pengelolaan limbah yang ditimbulkan.</p>
<p align="center"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>BAPEDAL. 1999. <em>Peraturan tentang Pengendalian Dampak Lingkungan.</em></p>
<p>Arifin.M, 2008,  <em>Pengaruh Limbah Rumah Sakit Terhadap Kesehatan</em>. FKUI</p>
<p>Depkes RI. 2002. <em>Pedoman Umum Hygene Sarana dan Bangunan Umum.</em></p>
<p>Departemen Kesehatan RI. 1992. <em>Peraturan Proses Pembungkusan Limbah Padat</em>.</p>
<p>Departement Kesehatan RI. 1997. <em>Profil Kesehatan Indonesia.</em></p>
<p><a href="http://kompas.com/kompas-cetak/ooo5/13/IPTEK/lim1o.htm">Pristiyanto</a>, Djuni. 2000. <em>Limbah Rumah Sakit Mengandung Bahan Beracun Berbahaya. </em></p>
<p>Anonimous. 2009. <em>Limbah.</em> Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</p>
<p>Sarwanto, Setyo. 2009. <em>Limbah Rumah Sakit Belu Dikelolah Dengan Baik.</em> Jakarta : UI Departemen Kesehatan Republik Indonesia 1995. <em>Pedoman Teknik Analisa Mengenai dampak Lingkungan Rumah Sakit.</em></p>
<p>Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Kep. 58/Menlh/12/1995 Tentang Baku Mutu Kegiatan Rumah Sakit.</p>
<p>Kusnoputranto, H. 1993. <em>Kualitas Limbah Rumah Sakit dan Dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan dalam Seminar Rumah Sakit.</em> Pusat Penelitian Sumberdaya Manusia dan Lingkungan, Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1993. <em>Mikrobiologi Kedokteran</em></p>
<p>Kusnoputranto, H. 1995. <em>Bahan Toksik di Air dalam Toksikologi Lingkungan</em>. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.</p>
<p>Prasojo, D. 2008. <em>Produk Kreatif Dari Limbah RS Buat Anak-anak Tetapi Mengandung Maut</em>. KARS-FKMUI.</p>
<p>Slamet Riyadi. 2000. <em>Loka Karya Alternatif Ekologi Pengelolaan Sanitasi dan Sampah. </em>Alkatiri, S. 2009. <em>Efektivitas Hasil Pengelolan Air Limbah Rumah Sakit.  </em>UnAir.</p>
<p>Moersidik, S.S. 1995, <em>Pengelolaan Limbah Teknologi Pengelolaan Limbah Rumah Sakit dalam Sanitasi Rumah Sakit,</em> Pusat Penelitian Kesehatan Lembaga Penelitian Universitas Indonesia. Depok.</p>
<p>Mentri Negara Lingkungan Hidup. 2004. <em>Kajian Dampak Lingkungan.</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minyak Dan Gas - Energi Minyak - Kehadiran yang Diamati Silver, Gold, dan Platinum - Group Metals Dalam Produksi Minyak dan Gas Limbah]]></title>
<link>http://energimigas.wordpress.com/2009/10/17/minyak-dan-gas-energi-minyak-kehadiran-yang-diamati-silver-gold-dan-platinum-group-metals-dalam-produksi-minyak-dan-gas-limbah/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 15:46:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>pemuda2009</dc:creator>
<guid>http://energimigas.wordpress.com/2009/10/17/minyak-dan-gas-energi-minyak-kehadiran-yang-diamati-silver-gold-dan-platinum-group-metals-dalam-produksi-minyak-dan-gas-limbah/</guid>
<description><![CDATA[energi minyak Pendahuluan Ada yang panjang berdiri sengketa mengenai kehadiran ekonomi terukur dan m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img title="energi minyak" src="http://energimigas.files.wordpress.com/2009/10/gas.jpg?w=250&#038;h=200" alt="energi minyak" width="250" height="200"><p class="wp-caption-text">energi minyak</p></div>
<p> Pendahuluan </p>
<p> Ada yang panjang berdiri sengketa mengenai kehadiran ekonomi terukur dan mungkin jumlah logam berharga dalam air garam tertentu yang terjadi secara alami perairan. Laporan ini secara khusus mempertimbangkan kemungkinan adanya logam berharga dalam air garam air dan limbah lain bersama-produk yang dihasilkan selama produksi minyak dan gas. </p>
<p> Metode pendeteksian diuraikan di bawah ini mudah diterapkan kimia mudah murah untuk digunakan dan pada dasarnya tidak memerlukan bahan kimia berbahaya. Ini penulis ini S berpendapat bahwa asosiasi logam mulia seperti yang dijelaskan merupakan indikasi dari proses geokimia tertentu yang terlibat dalam pembentukan minyak dan gas. Hanya beberapa sampel dari luas lokasi produksi minyak dan gas telah dievaluasi dalam studi ini. Mereka semua bagaimanapun telah menghasilkan hasil yang sama secara kualitatif menunjukkan kemungkinan yang jauh lebih luas dan lebih konsep dasar. Prosedur pemulihan saat ini dibahas di sini adalah bagian dari yang jauh lebih luas status Patent Pending. </p>
<p> Contoh Evaluasi </p>
<p> sampel air yang digunakan untuk pengujian terdiri dari air asin dihasilkan dari ladang-ladang minyak dan gas terletak di Oklahoma New Mexico dan timur Cina. Mereka dibawa dari berbagai tahapan produksi pemisahan air-minyak dan turun-lubang pembuangan air garam. Tidak ada usaha untuk melestarikan contoh ini selain penyimpanan dalam baru dibeli bersih plastik -galon wadah air dengan tutup. Sampel sedimen dasar dievaluasi dalam studi ini adalah secara eksklusif dari ladang minyak Cina yang terletak di barat daya Beijing. Sampel ini terdiri dari partikulat dari pantat tangki gravitasi terpisah yang secara rutin lumpur yang dikeruk dari lubang-lubang besar ditumpuk di tumpukan dan dibiarkan mengalir. Ambil contoh dari tumpukan ini berada di urutan dari menjadi pon dan disimpan dalam kantong plastik tertutup. </p>
<p> Pada awalnya aliquots dari masing-masing sampel air asin vakum disaring menggunakan membran mikron kertas dan filtrat dianalisis untuk dibubarkan elemen berharga terutama gravimetric konten menggunakan prosedur. Tidak ada elemen berharga terdeteksi di salah satu filtrates yang dianalisis. Namun ketika penyaring residu dari sampel ini telah diamati dengan menggunakan mikroskop stereoskopik laboratorium x variabel dalam jumlah yang sangat kecil dalam urutan &#8211; mesh partikel logam emas dan perak yang diidentifikasi dalam semua sampel residu. Banyak dari partikel-partikel logam mulia yang sebagian untuk benar-benar dilapisi dengan lapisan tipis dari asphaltene seperti substansi. Selanjutnya api assaying dan analisis gravimetric residu ini menegaskan mikroskopis identifikasi emas dan perak. </p>
<p> Sampel air garam </p>
<p> Berikut ini adalah prosedur sederhana untuk pemulihan dan identifikasi ditangguhkan partikel yang terkandung dalam air garam ladang minyak tanpa filter air. Harus dicatat bahwa bahkan jika sampel air garam tampak bersih dan jelas tanpa partikel ditangguhkan sangat halus bahan ditangguhkan dapat hadir dan dipulihkan menggunakan prosedur ini. </p>
<p> . Menggunakan bersih -galon wadah ember plastik menambah jumlah diukur dari sampel air garam liter disarankan. Jika tersedia gunakan agitator laboratorium kecil untuk mencampurkan air garam air jika tidak bergerak secara manual. </p>
<p> . Tambahkan &#8211; tetes Triton X- non-toksik nonionic surfaktan yang diproduksi oleh Rohm amp Haas . Mempertahankan agitasi selama menit. </p>
<p> . Lanjutkan agitasi dan tambahkan gram komersial kelas filter-diatomaceous bumi. Lanjutkan agitasi selama menit. </p>
<p> . Hentikan agitasi dan membiarkan bubur menetap selama kurang lebih jam. Hati-hati tuang dan membuang supernate. Untuk identifikasi visual mengandung emas dan perak dan kemungkinan indikasi adanya unsur-unsur kelompok platinum disarankan agar sisa residu dari dicuci tuang ke dalam panci emas yang dangkal. Residu ini kemudian dapat dengan hati-hati berkonsentrasi dan mengamati panci mikroskopis. </p>
<p> . Residu atau panci berkonsentrasi dari tuang ditempatkan dalam beaker dan sementara mengagitasi pH diturunkan menjadi kira-kira &#8211; dengan HCl.
<p> Nilai emas metalik pulih dari berbagai lapangan minyak brines diuji dalam studi ini berkisar dari mg / liter sampai mg / liter. Nilai perak metalik juga sembuh berkisar dari mg / liter menjadi mg / liter. Emas dan perak ini nilai-nilai yang ditentukan oleh metode pengujian api konvensional. Penting untuk dicatat bahwa tidak ada sampel air asin ini memberikan hasil tes negatif untuk emas dan perak. Ada konsisten diamati rasio emas untuk pulih perak Namun perlu dicatat bahwa subjek sampel air asin berasal dari semua aspek produksi dan pembuangan air asin. Tidak ada upaya yang dilakukan pada bahan menentukan keseimbangan partikel tergantung dari setiap produksi baik atau lapangan. Nilai-nilai pulih hanya menunjukkan urutan umum besar dari kelimpahan. Hal ini sangat curiga bahwa unsur-unsur kelompok platinum juga hadir dalam sampel residu yang berasal dari setidaknya beberapa brines diuji. </p>
<p> Sampel Endapan bawah <br /> Satu-satunya <br /> sampel sedimen bawah dievaluasi dalam studi ini berasal dari sebuah kompleks ladang minyak <a href="http://energimigas.wordpress.com" title="energi minyak"><b>energi minyak</b></a> yang terletak di barat daya Beijing Cina. Sampel tersebut diambil secara acak dari bawah tumpukan sedimen yang terbentuk dari pengerukan partikulat menetap di lubang-lubang lumpur minyak besar. Lubang-lubang ini sedang diisi dengan pantat tangki minyak dari air besar pemisahan unit gravitasi. Sampel berisi sekitar persen menengah dan tdk halus silikat yang dihasilkan dari batuan reservoar minyak gembur. Bahan matriks besar ini mudah dihapus dari jauh lebih halus-halus partikel logam mulia oleh kombinasi konsentrasi penyaringan dan pan. Memperlihatkan prosedur ini kira-kira &#8211; mesh logam emas dan perak beberapa di antaranya tidak terlihat coating dan beberapa di antaranya dilapisi dengan asphaltene seperti substansi. Karena jumlah yang lebih besar dari bahan yang mudah diperoleh dari sampel yang dikeruk ini dibandingkan dengan yang pulih dari residu air air garam kehadiran sejumlah berbutir halus hitam menjadi abu-abu metalik spheroids dan materi pelletal lebih mudah terlihat. Dalam penulis S pengalaman bentuk-bentuk mineral yang unik ini dan terjadinya menyarankan kemungkinan adanya kelompok platinum logam. </p>
<p> Dalam rangka untuk mendapatkan perkiraan yang lebih representatif dari kelimpahan kuantitatif logam mulia di bawah bahan endapan disarankan agar prosedur yang sama digunakan untuk mengevaluasi sampel air garam dapat juga digunakan untuk mengevaluasi sampel sedimen bawah. Di antara keuntungan lainnya ketika menggunakan prosedur ini banyak zat berminyak dapat dihilangkan dari sampel. Tergantung pada komposisi sampel tambahan Triton X- dan diatomaceous bumi mungkin harus digunakan. </p>
<p> Seperti ada dalam jumlah yang cukup tersedia berkonsentrasi residu dari sampel sedimen bawah ini untuk spectrographic tekad menyorot berkonsentrasi dari salah satu sampel sedimen dasar telah diserahkan untuk komersial ICP / AES analisis. Hasilnya adalah Au Troy ons per ton Ag Troy ons per ton Pt tidak terdeteksi Pd Troy ons per ton. </p>
<p> Kesimpulan </p>
<p> Ini adalah tujuan umum komunikasi ini untuk melaporkan baik kehadiran di mana-mana kemungkinan yang sangat halus logam emas perak dan setidaknya beberapa elemen kelompok platinum di ladang minyak yang dihasilkan produk-produk limbah dan mudah-mudahan mendorong orang lain untuk mengkonfirmasi pengamatan ini . Potensi teoritis dan aplikasi praktis dari pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini sangat besar. Mengapa hasn T logam mulia yang tidak biasa ini terjadi sebelumnya dijelaskan Tampaknya jawabannya adalah Kami hanya didn T lihat </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PEROCHEM PRODUCTS FOR WASTE WATER]]></title>
<link>http://perochem.wordpress.com/2009/10/08/perochem-products-for-waste-water/</link>
<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 05:01:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>perochem</dc:creator>
<guid>http://perochem.wordpress.com/2009/10/08/perochem-products-for-waste-water/</guid>
<description><![CDATA[Waste Water Treatments : PEROFLOCK POLYMER ( MPAC Powder ) : A Modified Poly Aluminum Chloride (MPAC]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Waste Water Treatments : </strong></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><strong>PEROFLOCK POLYMER</strong> ( <!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Angsana New"; 	panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4; 	mso-font-alt:"Microsoft Sans Serif"; 	mso-font-charset:222; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:16777217 0 0 0 65536 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:14.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Angsana New"; 	mso-bidi-language:TH;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&#34;Table Normal&#34;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&#34;&#34;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&#34;Times New Roman&#34;;} --> <!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">MPAC Powder ) : </span><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Angsana New"; 	panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4; 	mso-font-alt:"Microsoft Sans Serif"; 	mso-font-charset:222; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:16777217 0 0 0 65536 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:14.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Angsana New"; 	mso-bidi-language:TH;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&#34;Table Normal&#34;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&#34;&#34;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&#34;Times New Roman&#34;;} --> <!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">A Modified Poly Aluminum Chloride (MPAC) powder product for fast coagulation of suspended solids in the wastewater of medium industries</span></li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><strong>PEROPOL A 605</strong> </span><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">: An anionic, high molecular weight polyelectrolyte used as flocculation aid in waste and industrial water treatment. Used to enhance settling by coalescing the flocks thus reducing retention time and improving clarifier capacity</span></li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><strong>PEROPOL K 608</strong> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">: An cationic polyelectrolyte used as flocculant and sludge conditioning agent in water treatment as well as retention aid in paper industry</span></li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><strong>PEROALUM POWDER</strong> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">: An universally accepted inorganic coagulant for settling coars sediments in raw, municipal and industrial water</span></li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><strong>PEROCHEM PAC-X</strong> </span><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">: An liquid PAC solution in the application where manual dosing is required for wastewater treatments</span></li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><strong>PEROFERIX-115</strong> (Ferric Chloride 40- 45%) : </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">It is an effective coagulant for portable and wastewater treatment. Available as 41% solution of ferric salt. Useful for odor control also</span></li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><strong>PERODOUR XP11</strong> : </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Odor control chemical for  aerobic ponds</span></li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><strong>DISCOLOR-579</strong> : </span><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">An  formulated and economic  product which is suitable for discoloration of wastewater under suitable conditions. It is compatible with other chemicals</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><strong>External Waste Treatments : </strong></span></p>
<ul>
<li><strong>PEROCHEM T-42 </strong><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> :  Cationic ion exchange resin</li>
<li><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <strong>PEROCHEM ACTC</strong> : <!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> Activated carbon for odor and color control in water treatment It also reduce suspended solid</li>
<li><strong>RESIN REGENERATION SALT </strong>: <!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Pure quality salt meant for softener resin</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><strong>Perochem Instruments :</strong></span></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <strong>METERING PUMP</strong> :  <!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]-->Chemical dosing pump</li>
<li style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <strong>PORTABLE WATER TEST KIT</strong> : <!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> A test kit containing pH tester, Conductivity tester, Hardness tester, Chloride tester, Total Alkalinity tester, Silica Tester, Iron Tester</li>
<li style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <strong>WASTE WATER TEST KIT</strong> : <!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> A test kit containing pH tester, COD tester, SS tester, Alkalinity tester, Guided BOD tester</span></li>
<li style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <strong>PORTABLE COMBUSTION MONITORING TEST KIT</strong> : <!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> A test kit containing O<sub>2</sub> tester, Stack thermometer, Smoke scale tester, CO<sub>2</sub> tester and other accessories</li>
<li style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> <strong>POLLUTION INDEX TEST KIT</strong> : <!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--> Smoke scale monitoring analyzer</li>
</ul>
<ul> <!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--></ul>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Angsana New"; 	panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4; 	mso-font-alt:"Microsoft Sans Serif"; 	mso-font-charset:222; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:16777217 0 0 0 65536 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:14.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Angsana New"; 	mso-bidi-language:TH;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&#34;Table Normal&#34;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&#34;&#34;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&#34;Times New Roman&#34;;} --> <!--[endif]--></p>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:0 9pt;" align="left" valign="top">
<p class="MsoNormal">PEROFLOCK POLYMER</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">(MPAC powder</span></p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[WATER TREATMENT PLUS]]></title>
<link>http://perochem.wordpress.com/2009/10/06/water-treatment-plus/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 05:57:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>perochem</dc:creator>
<guid>http://perochem.wordpress.com/2009/10/06/water-treatment-plus/</guid>
<description><![CDATA[Steam Boiler Boiler System Process Heating keeps thousands of plants running Unfortunately, many man]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;">
<div id="attachment_30" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-30" title="Boiler" src="http://perochem.wordpress.com/files/2009/10/boiler.jpg?w=300" alt="Steam Boiler" width="300" height="118" /><p class="wp-caption-text">Steam Boiler</p></div>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>Boiler System </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Process Heating keeps thousands of plants running Unfortunately, many management personnel responsible for operations of these systems areplagued by problems resulting from scale   build-up, corrosion, and poor system monitoring. A properly maintained   boiler is one of the most efficient pieces of equipment you can own.</p>
<p style="text-align:justify;">Perochem Boiler Water Management. Has a full line of treatment   products for these types of problems.</p>
<p style="text-align:justify;">Perochem All-In-One Treatment Program (Tan B 5in1) is perfect for   medium package boilers as is yours. This product contains all the necessary chemistries to effectively maintain the boiler in peak operating condition.<br />
Forlarger systems, Perochem also carries individual chemistries for specific treatment opportunities.</p>
<p style="text-align:justify;">Perochem Alkalinity Builder is the product of choice for maintaining alkalinity levels to clean scaled boilers and to keep boiler tubes clean in the future.</p>
<p style="text-align:justify;">Perochem Organic Polymer   Dispersant is very effective in keeping scaling minerals and other debris   locked into solution for easy removal with blow-downs.<br />
Perochem Oxygen Scavenger is the perfect product for use with any application for the removal of dangerously corrosive oxygen. This product works exceptionally well with other mechanical means of removing oxygen.</p>
<p style="text-align:justify;">Perochem Dual Amine Steam Line   Treatment effectively buffers the pH of return condensate to protect the condensate lines from oxygen pitting corrosion and low pH corrosion.</p>
<p style="text-align:justify;">All of these products will   extend the life of all the equipment associated with the boiler. Perochem   Water Management. has the proper products and chemistries for treating any problem or situation that can be encountered with the operation of a steam-boiler.</p>
<p style="text-align:justify;">Please feel free to call Perochem   Water Management. to schedule your free system survey. Trust Perochem   Water Management to solve all your boiler water chemistry needs.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-31" title="boiler2" src="http://perochem.wordpress.com/files/2009/10/boiler2.jpg?w=300" alt="boiler2" width="300" height="97" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Please feel free to call Perochem to schedule your free system survey :</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://perochem.wordpress.com/2009/10/05/contact-info/" target="_blank"><strong>Contact Us</strong></a></li>
<li><a href="http://perochem.wordpress.com/2009/10/08/perochem-products-for-boiler/" target="_blank"><strong> </strong><strong> </strong></a><a href="http://perochem.wordpress.com/2009/10/08/perochem-products-for-boiler/" target="_blank"><strong>Products List</strong></a><strong><a><br />
</a></strong></li>
</ul>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="399">
<tbody>
<tr>
<td width="399"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BIOELEKTRIK TENAGA SAMPAH ORGANIK ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/28/bioelektrik-tenaga-sampah-organik/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 05:08:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/28/bioelektrik-tenaga-sampah-organik/</guid>
<description><![CDATA[Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan energi alternatif bioelektrik dari sampah or]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2895" title="bioelektrik tenaga sampah organik" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/bioelektrik-tenaga-sampah-organik.jpg?w=87" alt="bioelektrik tenaga sampah organik" width="87" height="150" />Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan energi alternatif bioelektrik dari sampah organik kotoran ternak. LIPI berharap, inovasi ini bisa menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah penerangan dan kebutuhan listrik di daerah terpencil.</p>
<p>“ Potensi pengembangan biogas di Indonesia sangat besar. Salah satunya ditandai banyaknya peternakan yang kotorannya dimanfaatkan untuk bahan bakar bioelektrik, “ kata peneliti di Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan mekatronika LIPI Aep Saepudin, di Bandung (14/8).</p>
<p>Aep mengatakan, bioelektrik adalah inovasi teknologi pemanfaatan limbah organik yang sudah dibuat anaerob (kedap udara) menjadi biogas. Biogas diolah kembali menjadi bahan bakar pembangkit listrik. Limbah organik yang cocok menjadi bahan bakar biogas adalah kotoran ternak, seperti babi dan sapi.</p>
<p>Menurut Aep, biogas memiliki potensi dapat dibakar seperti elpiji. Hal ini memberikan harapan biogas bisa menjadi alternatif energi baru. Pemanfaatan biogas juga memiliki keuntungan lain, seperti meminimalkan dampak berbahaya limbah organik hingga memberikan penghasilan tambahan melalui produk kompos.</p>
<p><!--more-->Aep membuktikan dengan memanfaatkan biogas sebagai pengganti bensin dan solar untuk membangkitkan listrik. Biogas dari kotoran ternak sapi atau babi mampu menggantikan bensin guna membangkitkan mesin tenaga lustrik hingga 4.000 watt.</p>
<p>Adapun pada pembangkit listrik bermesin diesel, meski tidak bisa menggantikan sepenuhnya, biogas mampu mengurangi konsumsi solar hingga 60 persen. Percampuran antara biogas dan solar mampu membangkitkan tenaga listrik hingga 10.000 watt.</p>
<p>Peneliti lain, Yaya Sudrajat Sumama, mengatakan, teknologi ini sudah diterapkan di beberapa daerah, seperti di Jambi, Medan, pekanbaru, Bali, dan Kalimantan Timur. Menurut para pengguna, biogas mampu menghemat Rp 200.000 per hari dibandingkan minyak tanah dan elpiji.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Bioelektrik Tenaga Sampah Organik – Kompas, 15.08.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 INOVASI STRATEGIS DI DUNIA MASA DEPAN]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/22/10-inovasi-strategis-di-dunia-masa-depan/</link>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 02:51:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/22/10-inovasi-strategis-di-dunia-masa-depan/</guid>
<description><![CDATA[Inovasi adalah kunci masa depan. Kesejahteraan yang dicapai manusia saat ini tidaklah terlepas dari ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2712" title="10 inovasi strategis di dunia masa depan 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/10-inovasi-strategis-di-dunia-masa-depan-01.jpg?w=131" alt="10 inovasi strategis di dunia masa depan 01" width="131" height="150" />Inovasi adalah kunci masa depan. Kesejahteraan yang dicapai manusia saat ini tidaklah terlepas dari inovasi yang telah dilahirkan pada masa lampau. Melalui berbagai penemuan yang telah diciptakan saat ini, kita pun dapat “mengintip” masa depan.</p>
<p>Hal-hal yang dulu hanya bisa disaksikan di film-film fiksi dan buku ternyata menjelma sebagai realitas. Memandang sangat pentingnya inovasi, seperti yang diungkapkan Presiden AS Barack Obama dalam pidato mingguannya di radio dan media cyber, 1 Agustus 2009, Livescience merilis 10 obyek inovasi strategis yang telah dirintis dan akan menentukan pada masa depan.</p>
<p><strong>Peralatan pembaca pikiran</strong></p>
<p>Adan Wilson, ilmuwan Teknik Biomedis University of Wisconsin, AS, menciptakan sebuah interface (antarmuka untuk komputer) yang mampu menerjemahkan pikiran ke dalam bentuk teks.</p>
<p>Sistem antarmuka yang bekerja pada alat berupa elektrode dan kabel terkoneksi di kepala ini mampu mengubah sinyal listrik menjadi bentuk fisik, seperti tangan memindahkan cursor.</p>
<p>Teknologi ini sangat bermanfaat bagi pasien yang tak bisa berkomunikasi sama sekali, seperti penderita stroke atau penyakit langka Lou Gehrig (Amyotrophic Lateral Sclerosis) untuk bisa “berbicara”. Alat ini dapat difungsikan sebagai alat pengetes kejujuran.</p>
<p><strong><!--more-->Keliling dunia 90 menit</strong></p>
<p>Dari novel dan film kita ketahui, Phielas Fogg asal Inggris mampu mengelilingi dunia dalam 80 hari pada awal tahun 1870-an. Ke depan orang bisa hanya butuh kurang dari sejam untuk ke belahan dunia lain.</p>
<p>Dalam penelitian yang disponsori Pusat Sains Angkatan Udara AS dan Angkatan Udara Brasil, mimpi transportasi  canggih dibangun di atas teknologi propulsi laser kecepatan hipersonik. Riset pimpinan Leik Myrabo, profesor Teknik Dirgantara dari Institut Politeknik Rensselaer, Troy, AS, ini tengah dilakukan di Laboratorium Hipersonik dan Aerodinamika Henry T Nagamatsu di Sao Jose, Brasil.</p>
<p>Kekuatan puncaknya dapat mencapai skala gigawatt. Alat ini diklaim mampu meluncurkan nano-satelit (1 – 10 kilogram) dan mikro-satelit (10-100 kilogram) ke orbit rendah dalam sekejap. Teknologi ini juga didesain untuk meluncurkan pesawat ke stasiun luar angkasa.</p>
<p><strong>Lengan bionik</strong></p>
<p>Ingat tokoh Luke “Skywalker” di film Star Wars ? Ya, tangan kanannya yang putus adalah sebuah lengan bionik. Tidak lama lagi, para veteran korban perang ataupun mereka yang terlahir tanpa lengan dan tungkai kaki bisa menikmati tekbologi canggih Skywalker ini.</p>
<p>Banyak pusat penelitian di dunia mengembangkan lengan dan kaki bionik. Salah satunya adalah Touch Bionics yang telah memasarkan produknya, lengan i-LIMB. Lengan bionik ini memiliki kontrol intuitif.</p>
<p>Elektrode desain khusus ditempatkan di permukaan kulit untuk membaca sinyal-sinyal otot (myoelectric) yang dikirimkan otot di tungkai/lengan yang tersisa. Lengan i-LIMB berbahan dasar plastik itu dapat bergerak layaknya tangan biasa. Teknologi bionik yang tak kalah canggih tengah dirintis Miguel Nicolelis (Duke University, AS). Lengan buatan rancangannya, digerakkan otak langsung.</p>
<p><strong>“Gadget” indera keenam</strong></p>
<p>Pranav Mistry, mahasiswa program doktor dari Media Lab Massachusetts Intitute of Technology (MIT), menciptakan alat Sixth Sense, yang bisa menampilkan informasi virtual tiga dimensi saat berinteraksi dengan obyek yang dilihat.</p>
<p>Sebagai contoh, dengan melihat kulit wajah sebuah buku, beragam informasi : resensi, harga, bahkan komentar tentang buku itu, langsung muncul di hadapan kita layaknya tayangan dari sebuah proyektor LCD.</p>
<p>Sixth Sense adalah sebuah gadget yang memungkinkan segala informasi di internet terhubung langsung dengan dunia nyata dan membentuk sajian bernama realitas tambahan. Gadget yang ringkas ini mengingatkan kita pada teknologi canggih di film Minority Report.</p>
<p>Teknologi ini menggabungkan webcam dan proyektor mini yang terkoneksi dengan ponsel cerdas secara nirkabel.</p>
<p><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-2714" title="10 inovasi strategis di dunia masa depan" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/10-inovasi-strategis-di-dunia-masa-depan.jpg" alt="10 inovasi strategis di dunia masa depan" width="499" height="340" />Organ tubuh artifisial</strong></p>
<p>Suatu saat ke depan, manusia yang menderita penyakit gagal hati bisa memiliki organ hati baru. Bukan lagi sekadar transplantasi, melainkan sebuah organ asli. Colin McGucklin dan Nico Forraz – duo peneliti dati Newcastle University, Inggris – menciptakan lever artifisial.</p>
<p>Lever manusia pertama yang pernah diciptakan ini masih dalam skala prototipe. Ukurannya mini, setara sebuah koin ukuran kecil. Lever ini dibuat dari sel punca (stem cell) yang diambil dari tali pusat manusia.</p>
<p>Bioreaktor untuk menumbuhkan sel punca diperoleh dari NASA. Pada masa depan kemungkinan bukan hanya lever yang bisa diproduksi, melainkan juga organ-organ vital lain, seperti ginjal, bahkan jantung.<br />
<strong><br />
Memberi makan dunia</strong></p>
<p>Mencukupi kebutuhan pangan dunia bakal menjadi hal sangat krusial pada masa depan. Ilmuwan terus berupaya menciptakan varietas gandum, jagung, dan beras unggulan yang bisa panen berlipat ganda. Termasuk menyesuaikan dengan gejala pemanasan global.</p>
<p>Seiring pesatnya riset bioteknologi, muncul ide pembuatan superfood – makanan berbentuk pil yang mencakup seluruh nutrisi yang dibutuhkan. Ada yang mengembangkan makanan sintetis dari sel punca hewan. Riset ini salah satunya dilakukan di Utrect University, Belanda.</p>
<p><strong>Melenyapkan limbah</strong></p>
<p>Limbah akan menjadi persoalan besar pada masa depan jika tidak diantisipasi serius. Di negara-negara maju, melalui pemanfaatan teknologi, berbagai sampah diolah menjadi bahan baku daur ulang. Bulu ayam, oleh peneliti di Virginia Tech., AS, bisa diolah menjadi senyawa polimer sebagai bahan untuk membuat plastik pada masa depan.</p>
<p><strong>Menjiplak nuklir Matahari</strong></p>
<p>Reaksi fusi nuklir menjaga Matahari tetap bersinar cemerlang selama miliaran tahun. Ed Moses, dari National Ignition Facility, AS, melakukan penelitian bertujuan menciptakan fusi nuklir seperti di Matahari.</p>
<p>Dia mencampur 150 mikrogram deuterium dan tritium yang ditembakkan dengan laser raksasa sebagai inti tenaga untuk membangkitkan fusi nuklir. Percobaan ini mirip dengan adegan cerita fiksi film Spiderman 2. Pada 2010 dijadwalkan tes, yang diprediksi menghasilkan energi hingga 500 triliun watt.</p>
<p><strong>Merekayasa iklim Bumi</strong></p>
<p>Salah satu cara mencegah pemanasan global adalah melalui rekayasa kebumian (geoengineering). Muncul berbagai gagasan geoengineering yang hi-tech, seperti membuat cermin atau menaburkan artikel pemantul sinar matahari. Untuk mengurangi badai topan di AS akan dicoba mengaduk lautan, oleh sejumlah armada kapal, agar air laut mendingin. Teknologi rekayasa kebumian kian dimungkinkan.</p>
<p><strong>Membuat otak manusia</strong></p>
<p>Masih banyak bagian dari otak manusia yang menyimpan misteri. Di balik miliaran neuron, tersembunyi segala pemikiran dan teknologi canggih yang tak pernah terbayangkan akan dilahirkan.</p>
<p>Peneliti yang tergabung dalam Blue Brain Projects di Swiss mengumumkan rencana membuat otak artifisial beberapa dekade lagi. Simulasi dilakukan dengan membuat otak tikus buatan, menggunakan IBM Supercomputer Blue Gene.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>10 Inovasi Strategis di Dunia Masa Depan, Yulvianus Hardjono<br />
Grafik : Gunawan &#124; Kompas, 19.09.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemanfaatan Limbah]]></title>
<link>http://gabantona.wordpress.com/2009/09/19/pemanfaatan-limbah/</link>
<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 16:01:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hendri Syahputra</dc:creator>
<guid>http://gabantona.wordpress.com/2009/09/19/pemanfaatan-limbah/</guid>
<description><![CDATA[Limbah merupakan buangan atau bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Limbah dapat berasal dari ru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Limbah merupakan buangan atau bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Limbah dapat berasal dari ru]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sosialisasi Dampak Negatif dan Daur Ulang Minyak Goreng Bekas]]></title>
<link>http://persunesa.wordpress.com/2009/09/13/sosialisasi-dampak-negatif-dan-daur-ulang-minyak-goreng-bekas/</link>
<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 07:50:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tabloid Gema Unesa</dc:creator>
<guid>http://persunesa.wordpress.com/2009/09/13/sosialisasi-dampak-negatif-dan-daur-ulang-minyak-goreng-bekas/</guid>
<description><![CDATA[Senin, 1 Juni 2009 bertempat di MI KH. Abu Mansur Lidah Wetan Surabaya diadakan Sosialisasi Dampak N]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Senin, 1 Juni 2009</strong> bertempat di MI KH. Abu Mansur Lidah Wetan Surabaya diadakan <em>Sosialisasi Dampak Negatif </em><em>d</em><em>an Daur Ulang Minyak Goreng Bekas</em> oleh Tim Kimia &#8211; FMIPA Unesa. Sasaran sosialisasi adalah wali murid kelas IV dan para guru MI KH. Abu Mansur. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyrakat tentang bahaya minyak goreng bekas dan bagaimana cara mendaur ulang sehingga dapat dimanfaatkan kembali. Acara sosialisasi yang diadakan oleh mahasiswa kimia yang berjumlah 9 orang (Rahmad Djatmiko, Riza Ummul khusniah, Didik Nurhadi, Ulik Muztahidah, Sari Febriana, Bellina Yunitasari, Andestya EPD, Winarti Puji, dan Selvia) ini juga dihadiri oleh dosen-dosen kimia, di antaranya: Prof. Dr. Leny Yuanita, M. Kes., Dr. Suzana Surodjo, M. Kes., Dr. IGM Sanjaya, M.S. serta Syaiful Anwar, S.Pd selaku Kepala Sekolah MI KH. Abu Mansur.<!--more--></p>
<blockquote><p>Sosialisasi ini mengangkat tema dampak negatif dan daur ulang minyak goreng bekas, hal ini disebabkan oleh banyak masyarakat terutama ibu, yang menggunakan minyak goreng bekas untuk digunakan menggoreng kembali. Padahal dampak negatif yang disebabkan dari minyak goreng bekas cukup membahayakan. Hal ini ditunjukkan oleh 86,2% responden yang hadir memanfaatkan minyak goreng bekas untuk digunakan menggoreng kembali. Dan rata-rata mereka menggunakan minyak goreng bekas untuk dipakai menggoreng kembali sebanyak 1 kali sebesar 44,83%, sedangkan yang memakai 2 kali sebesar 20,69%, 3 kali sebesar 13,79%, sampai habis 17,24% dan tidak pernah 3,45%. Tentang bahaya minyak goreng bekas, banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Hal ini terbukti lebih dari 50% responden (55,17%) belum mengetahui dampak yang dapat diakibatkan oleh minyak goreng bekas.</p></blockquote>
<p>Materi yang disampaikan kepada peserta sosialisasi di antaranya; 1)  perbedaan minyak dan mentega, 2) macam-macam minyak, 3) bagaimana minyak goreng bisa berbau tengik, 4) dampak negatif dari minyak goreng bekas, dan 5) bagaimana cara mengembalikan supaya minyak jelantah dapat digunakan kembali.</p>
<p>Salah satu materi yang disampaikan adalah pada pemanasan yang tinggi ( 300<sup>0</sup>C<sup> </sup>-350<sup>0</sup>C) dapat terbentuk akrolein, di mana akrolein adalah sejenis aldehida yang dapat menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan, membuat batuk konsumen dan yang tak kalah bahaya adalah dapat mengakibatkan pertumbuhan kanker dalam hati dan pembengkakan organ, khususnya hati dan ginjal. Selain pemberian materi dampak negatif minyak goreng, juga ada pemberian materi tentang upaya daur ulang minyak goreng bekas sehingga dapat digunakan kembali. Di antaranya  adalah <em>perendaman arang tempurung dan lidah buaya</em> dalam minyak jelantah sisa penggorengan selama 24 jam; <em>perendaman dengan arang aktif dari tempurung kelapa</em> dan dalam pembuatannya, jika arang telah terbentuk cara mematikannya tidak boleh disiram dengan air; <em>perendaman kulit pisang kepok</em> dalam minyak jelantah, caranya adalah minyak jelantah sisa penggorengan yang dingin dipanaskan kembali dengan kisaran suhu 100<sup>0</sup>C, kemudian diteruskan dengan perendaman kulit pisang kepok selama 5 menit. Selanjutnya minyak disaring sehingga kotoran dan pisang kepok dapat terpisah. Namun yang didemokan ke peserta sosialisasi adalah penggunaan kulit pisang kepok saja.</p>
<p>Dengan pemberian sosialisasi ini masyarakat menjadi lebih tahu tentang bahaya dari minyak goreng bekas. Hal ini ditunjukkan dengan prosentase responden yang meningkat dari 44,83% menjadi 100% mengetahui akan bahaya minyak goreng bekas. Setelah mereka mengetahui bahaya minyak goreng bekas, sebanyak 55,17% masih tetap akan menggunakannya dengan berbagai alasan. Sebanyak 56,25% dari 55,17% akan tetap menggunakan karena sudah ada solusi yang tepat, yakni dengan pemberian pisang kepok. Sebanyak 31,25% menyatakan lebih mengirit pengeluaran dan 12,5% menyatakan minyak tersebut masih layak digunakan.</p>
<p><em><strong>Rachmad Budianto</strong></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
