<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>lingkungan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/lingkungan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "lingkungan"</description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 08:05:52 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kinerja kian Meningkat dengan Sistem Online]]></title>
<link>http://asep.wordpress.com/2009/12/27/kinerja-kian-menigkat-dengan-sistem-online/</link>
<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 04:12:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Asep Saefullah</dc:creator>
<guid>http://asep.wordpress.com/2009/12/27/kinerja-kian-menigkat-dengan-sistem-online/</guid>
<description><![CDATA[Pengalaman PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung mengefektifkan potensi teknologi informasi   Perasaa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="_mcePaste"><em>Pengalaman PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung mengefektifkan potensi teknologi informasi  </em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div>Perasaan gundah masih membuat sesak dada Ida Rosida. Warga Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, yang juga menjadi petugas loket pembayaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja Kabupaten Bandung itu belum bisa menepis duka melihat korban tewas dan luka serta kerusakan berbagai bangunan akibat gempa yang mengguncang kawasan selatan Provinsi Jawa Barat, tak terkecuali Pangalengan.<!--more--></div>
<div id="_mcePaste">Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) di awal September 2009 itu mengakibatkan 31 warga Pangalengan tewas, 13 di antaranya meninggal seketika. Gempa juga mengakibatkan ribuan bangunan runtuh dan rusak, serta memaksa 49 ribu dari 200 ribu warga Pangalengan tinggal di pengungsian.</div>
<div></div>
<div>Tapi masih ada satu hal membuat hati Ida terhibur. Beberapa hari menjelang Lebaran 2009, kasir itu mampu menyetor pendapatan PDAM Tirta Raharja cukup besar. Sepanjang September 2009 ia mampu memproses 566 rekening, dengan jumlah uang mencapai Rp 35,5 juta. Di tengah bencana alam yang merenggut jiwa dan harta, hasil kerja Ida merupakan prestasi luar biasa.</div>
<div></div>
<div>Pada sat yang sama, puluhan kilometer dari tempat Ida bertugas, Pambudi juga menuai senyum. Di ruang kerjanya yang berada di Cimahi, Direktur Umum PDAM Tirta Raharja itu kini bisa seketika memantau arus setoran dari 19 kantor pelayanan yang tersebar di seluruh Kabupaten Bandung. Itu semua berkat sistem pemantauan adminsitrasi secara langsung yang beberapa tahun dikembangkan manajemen PDAM Tirta Raharja.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Bukan hanya saya dan direksi yang dapat memantau, tapi semua karyawan dapat ikut mengamati tiap pergerakan keuangan. Ini merupakan satu bentuk langkah menuju transparansi manajemen yang kami lakukan,&#8221; kata Pambudi.</div>
<div></div>
<div>Melalui komputer yang terhubung dengan sambungan Internet, seluruh personel dapat melihat arus uang dari hasil pembayaran rekening pelanggan. Mereka bisa mengetahui setoran oleh tiap kantor pelayanan, lengkap dengan nama petugas loketnya. Melalui http://www.tirtaraharja.co.id/sopp, semua karyawan dari semua bagian dan tingkatan dapat memantaunya.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Petugas yang rajin atau ogah-ogahan dapat kami pantau langsung saban hari. Transparansi manajemen melalui sambungan Internet ini juga menumbuhkan iklim kompetisi. Personel kami menjadi terpacu untuk lebih produktif. Petugas malu juga kalau dia belum mencapai target, sedangkan yang lainnya sudah,&#8221; imbuh Pambudi.</div>
<div></div>
<div><strong>Mengatasi masalah pembayaran rekening</strong></div>
<div id="_mcePaste">PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung menyebut pemantauan manajemen melalui sambungan Internet itu sebagai sistem online payment point (SOPP). Sistem itu baru terpasang pada pertengahan 2008. PDAM Tirta Raharja mendapatkan manfaat dari pengembangan SOPP ini. Dengan sistem tersebut, pembayaran oleh pelanggan meningkat signifikan.</div>
<div></div>
<div>Sebagai contoh, pada 2007 pembayaran oleh pelanggan sekitar 83,03%. Pada 2008, PDAM Tirta Raharja mencatat pembayaran oleh pelanggan mencapai 99,54%. Bisa saja, ada penyebab lain yang mendorong peningkatan pembayaran pelanggan tersebut. Yang pasti, SOPP terbukti bermanfaat dalam mencegah keterlambatan laporan atas uang yang telah disetorkan pelanggan.</div>
<div></div>
<div>Menurut Rizal NS, Kepala Bagian Keuangan PDAM Tirta Raharja, SOPP juga membantu kerja manajemen dalam memantau kinerja petugas lapangan secara langsung hari demi hari. &#8220;Jika ada satu titik pelayanan yang kinerjanya menurun, kita bisa langsung telusuri penyebabnya dengan cepat,&#8221; kata Rizal.</div>
<div></div>
<div>Rizal mengakui, berkat SOPP, pekerjaan itu mudah saja dilakukan. Persoalan bisa cepat ditemukan, dan segera dapat dicarikan jalan keluarnya. &#8220;Penyebab menurunnya jumlah pendapatan biasanya ada dua kemungkinan. Pertama, petugas menutup loket pembayaran, kemungkinan kedua memang pelangganya yang belum membayar,&#8221; katanya.</div>
<div></div>
<div>Jika masalahnya kemalasan petugas, supervisi dari bagian kepegawaian akan berjalan. Sedangkan jika memang pelanggannya yang belum memenuhi kewajiban, petugas lapangan terkait harus menggencarkan penagihan.</div>
<div></div>
<div>Dengan dukungan SOPP, semua data pembayaran dapat terpantau langsung, dan itu berarti bahwa urusan operasional akan dapat terkendali. &#8220;PDAM ini biaya operasionalnya sangat tergantung pembayaran rekening pelanggan. Dengan mengetahui kondisi keuangan secara langsung, kita dapat memenuhi kebutuhan biaya operasional tepat waktu dan terukur,&#8221; paparnya.</div>
<div></div>
<div>Sebelum sistem pembayaran online terpasang, laporan pembayaran rekening pelanggan banyak hambatannya. &#8220;Terlambatnya pengiriman laporan, jumlah yang tidak sesuai, dan ada juga pengendapan pendapatan perusahaan,&#8221; kata Rizal.</div>
<div>“Pengendapan pendapatan” yang dimaksud Rizal adalah ketika petugas lapangan melaporkan sebagian saja uang dari pembayaran pelanggan. Sisanya mereka gunakan dulu untuk keperluan pribadi. &#8220;Karena itu terus terjadi, tak jarang yang diendapkan itu kemudian malah tak terlaporkan,&#8221; tambah Pambudi.</div>
<div></div>
<div>Ketika terjadi “pengendapan pendapatan”, maka akan muncul masalah. &#8220;Pada saat keran pelanggan yang pembayarannya tak dilaporkan ke manajemen disegel, pelanggannya mengaku sudah membayar. Itu masalah besar yang sangat memalukan bagi kami,&#8221; imbuhnya.</div>
<div></div>
<div>Perilaku-perilaku oknum petugas seperti itu disadari oleh manajemen PDAM Tirta Raharja sebagai masalah besar yang membuat perusahaan sakit dan citranya buruk di mata pelanggan.</div>
<div></div>
<div><strong>Langkah untuk membangun sistem online</strong></div>
<div id="_mcePaste">Dengan tekad menjadi perusahaan air minum yang sehat dan mampu memberikan pelayanan prima, direksi beserta jajaran manajemen semua divisi duduk bersama. Mereka mengidentifikasi masalah, merumuskan pemecahannya, dan bersama-sama menyusun rencana aksi. &#8220;Semua bagian terlibat dari awal hingga akhir proses,&#8221; kata Rudie Kusmayadi, Direktur Utama PDAM Tirta Raharja.</div>
<div></div>
<div>Identifikasi dan perumusan kerja itu menghasilkan beberapa indikator kunci kinerja, di antaranya yakni efektivitas penagihan, penanganan pengaduan, dan pemasangan baru.</div>
<div></div>
<div>Untuk efektivitas penagihan, PDAM Tirta Raharja pada awal pelaksanaannya, mempunyai target 102%. Artinya, setiap bulan harus mampu menagih tagihan bulan berjalan dan tunggakan lebih besar dari jumlah rupiah rekening bulan berjalan yang diterbitkan. &#8220;Kalau hanya 100% pendapatan kita yang tertahan di pelanggan tak akan tertagih dong,&#8221; timpal Pambudi.</div>
<div></div>
<div>Sedangkan untuk penanganan pengaduan PDAM Tirta Raharja bertekad harus dapat menyelesaikannya kurang dari 24 jam. Dan untuk pemasangan baru, mereka harus dapat mengatasinya dalam tiga hari. &#8220;Untuk menjaga kelancaran pelayanan, kami hanya melayani pemasangan baru jika kapasitasnya memungkinkan. Artinya, kalau bisa kami bilang bisa. Tapi kalau kapasitasnya tak mencukupi, kami jelaskan bahwa kami tak sanggup,&#8221; papar Rudie.</div>
<div></div>
<div>Dengan kerja bersama, lanjut Rudie, mereka dapat mengidentifikasi semua masalah yang ada pada semua bagian. Begitu juga dengan pemecahan masalahnya. Di situ bagian lain dapat memberikan saran dan solusi pada suatu masalah yang terjadi pada satu bagian. &#8220;Kami sadar untuk bekerja dengan pikiran terbuka. Semua sektor ikut saling memberikan masukan agar pemecahan masalahnya dibedah dari berbagai sisi,&#8221; kata Rudie.</div>
<div></div>
<div>Usai mengidentifikasi dan merumuskan solusinya, semua manajemen dan karyawan berkomitmen untuk melaksanakan program-program yang telah disepakati. Pada tahap ini, semua orang mendapat rincian tugas dan tanggungjawabnya. &#8220;Termasuk soal penghargaan dan sanksinya,&#8221; kata Pambudi.</div>
<div></div>
<div>Untuk dapat memantau pelaksananan dan perkembangan perusahaan, mereka merasa perlu membentuk sistem. Repotnya, PDAM Tirta Raharja memiliki beberapa kantor cabang dan kantor pelayanan yang lokasinya jauh dari kantor pusat. Untuk mengatasi hambatan jarak tersebut, salahsatu perangkat untuk pemantauan kinerja itu yang mereka pilih pengembangan sistem teknologi informasi. Kebijakan tersebut mendapat sambutan oleh tim teknologi informasi yang memang sudah dimiliki PDAM Tirta Raharja.</div>
<div></div>
<div><strong>Pelaksanaan sistem online</strong></div>
<div id="_mcePaste">Saat mulai diterapkannya sistem baru yang berbasis pada kinerja pada ratusan karyawan itu berbagai masalah muncul. &#8220;Masih banyak yang sudah merasa nyaman dengan suasana kerja yang mereka alami bertahun-tahun sebelumnya,&#8221; kata Pambudi.</div>
<div></div>
<div>Hal paling sederhana, katanya, soal absen. Yang sudah biasa titip absen tetap saja mereka mangkir tapi di daftar absen beres. Apalagi lokasi kantor-kantor pelayanan banyak yang jauh jaraknya dari kantor manjemen memberikan peluang untuk titip absen. &#8220;Akhirnya kita pakai absen sidik jari. Tapi peluang untuk menitipkan jari kan sulit kemungkinannya,&#8221; kata Pambudi sambil tersenyum.</div>
<div></div>
<div>Dengan membeli mesin absen sidik jari seharga Rp 2 jutaan satu perangkat, manajemen PDAM Tirta Raharja mampu menghindari kecurangan karyawan nakal. Selain itu, dengan mesin finger spot itu, data absensi pegawai sudah dalam bentuk digital. &#8220;Kapan pun kami ingin tahu tingkat kehadiran karyawan yang jumlahnya mencapai 326 orang, saat itu juga kami dapat mengetahuinya,&#8221; kata Pambudi.</div>
<div></div>
<div>Bagi manajemen, kehadiran karyawan merupakan hal yang sangat penting. Setelah terbiasa hadir tepat waktu, manajemen melakukan bimbingan dan pemantauan kerja yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. &#8220;Kalau orangnya ada setidaknya dapat kita pantau terus perkembangan pekerjaannya,&#8221; kata Risa Widiati, Kepala Penelitian dan Pengembangan PDAM Tirta Raharja.</div>
<div></div>
<div><strong>Manfaat sistem online</strong></div>
<div id="_mcePaste">Dengan sistem teknologi informasi yang dikembangkan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, setidaknya terdapat tiga hal utama yang dapat dipantau secara real time oleh manajemen, bahkan semua karyawan; pembayaran rekening pelanggan, perilaku penggunaan air oleh pelanggan, dan kinerja pencatat meter.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Tiga hal utama ini yang baru dapat kami optimalkan dari sistem teknologi informasi,&#8221; kata Asep Permana, Kepala Bidang Teknologi Informasi PDAM Tirta Raharja.</div>
<div></div>
<div>Pemantauan pembayaran rekening pelanggan mampu menghapus penggelapan uang pembayaran dari pelanggan. Karena semua petugas kasir pada setiap kantor pelayanan harus langsung memasukan laporannya begitu pelanggan membayar.</div>
<div>Sehingga peluang untuk mempergunakan uang pelanggan untuk keperluan pribadi menjadi hilang. Fungsi lainnya adalah memantau capaian target penagihan yang menjadi tanggungjawab suatu kantor pelayanan. &#8220;Dengan sistem realtime ini, kita dapat memantau setiap saat. Jika targetnya masih jauh, manajemen dapat menelususi masalahnya hingga target dapat tercapai setiap bulannya,&#8221; kata Asep.</div>
<div></div>
<div>Soal pemantauan perilaku penggunaan air oleh pelanggan merupakan salahsatu cara untuk menghitung kapasitas dan kebutuhan pelanggan. Selain itu, jika ada perubahan yang siginifikan dalam perilaku konsumsinya, kita dapat menelusuri langsung ke lapangan. &#8220;Jangan sampai status rumah tangga tapi dia gunakan untuk bisnis atau dijual lagi airnya,&#8221; katanya.</div>
<div></div>
<div>Untuk fungsi pemantauan pencatat meter, Asep mengatakan ini sangat berguna untuk memantau kinerja dan keakuratan pencatatan meter pelanggan. &#8220;Dengan dibekali GPS (Global Positioning System), perjalanan pencatan meter akan terdeteksi. Jadi mereka tidak akan mereka-reka jumlah pemakaian pelanggan sekendak hatinya,&#8221; katanya.</div>
<div></div>
<div>Menurut Asep, penerapan sistem teknologi informasi yang dilakukan pihaknya merupakan salahsatu alat untuk mewujudkan dan memantau komitmen kerja yang diterapkan. &#8220;Awalnya manajemen memberikan tantangan kepada bagian kami untuk mencari cara untuk membuat alat pemantauan kinerja. Tantangan itu kami jawab dengan belajar dan bekerja keras,&#8221; papar Asep.</div>
<div></div>
<div>Dalam mengembangkan sistem informasi ini biayanya tidak murah. “Tapi bukan untuk pembelian perangkat, melainkan motivasi dan dorongan manajemen untuk mendorong Tim Teknologi Informasi bekerja dengan nyaman,” kata Asep.</div>
<div>Dorongan itu berupa dukungan dalam proses mempelajari, membangun, dan mengembangkan sistem serta komunikasi yang baik. “Manajemen sangat menghargai upaya kami untuk berkarya, tidak memandang tim teknologi informasi sebagai pelengkap saja. Dan itu jarang terjadi di perusahaan lain,” imbuh Asep.</div>
<div></div>
<div>Selain tiga aspek tersebut, sistem teknologi informasi yang dikembangkan PDAM Tirta Raharja juga memungkinkan pelanggan untuk dapat memantau biaya iurannya. &#8220;Melalui situs http://www.tirtaraharja.co.id, saya dapat mengetahui status tagihan termasuk jumlahnya dimana saja dan kapan saja,&#8221; kata Eko Nugroho, pelanggan di Perumahan Permata Biru, Cibiru.</div>
<div></div>
<div><strong>Bermitra dengan pihak lain</strong></div>
<div id="_mcePaste">Selama dua bulan Asep beserta timnya bekerja keras hampir 24 jam dalam sehari. Mereka juga meminta dukungan dari bagian keuangan hingga direksi. &#8220;Kami butuh mereka, karena mereka yang tahu soal format keuangan dan kebutuhan-kebutuhannya,&#8221; imbuh Asep.</div>
<div></div>
<div>Setelah sistem dianggap selesai, tahap pertama diujicoba pada kantor pelayanan dengan pelanggan terbesar dan jaraknya dekat dari kantor pusat. Pertimbangannya, kantor pelayanan yang besar tentunya memiliki masalah yang jauh lebih komplek dibanding kantor pelayanan lebih kecil. Dan jarak yang dekat dari kantor pusat agar jalur komunikasinya lebih mudah dan murah.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Tak sampai sepekan, ujicoba di Kantor Pelayanan Cimahi kami anggap tuntas. selanjutnya dipasang pada semua kantor pelayanan lainnya. Alhamdulillah hingga kini sistem dapat berjalan lancar,&#8221; kata Asep.</div>
<div></div>
<div>Selain melayani tiga tiga fungsi tadi, sistem teknologi informasi PDAM Tirta Raharja juga kita sudah tersambung dengan jaringan billing PT Pos Indonesia. Dengannya pelanggan PDAM dapat membayar rekeningnya di kantor pos mana saja. &#8220;Bahkan jaringan billing PT Pos ini memungkinkan digunakan oleh PDAM lainnya. PDAM lainnya tidak perlu membangun sistem baru yang biaya investasinya cukup tinggi,&#8221; imbuh Asep.</div>
<div></div>
<div>Bukan hanya itu, untuk memberikan pelayanan kepada warga miskin PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung berinovasi. Atas dukungan Program Jasa Lingkungan (Environmental Service Program yang disponsori United States Agency for International Development, ESP-USAID), mereka bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Cimahi untuk memberikan kredit mikro.</div>
<div>Kredit itu diberikan kepada calon pelanggan yang tidak mampu membayar biaya pemasangan sambungan secara tunai. “Dengan program itu, kami dapat membangun setidaknya 400 sambungan baru,” kata Pambudi.</div>
<div></div>
<div>Selain program kredit mikro itu, sambung Pambudi, ESP-USAID juga memberi dukungan dalam program restrukturisasi utang. “Kawan-kawan ESP-USAID menjadi mitra diskusi dan belajar kami dalam menganalisa dan membuat strategi untuk meningkatkan kinerja kami,” imbuhnya.  </div>
<div></div>
<div><strong>Dampak positif sistem online</strong></div>
<div id="_mcePaste">Rudie Kusmayadi, sebagai pucuk pimpinan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung kini dapat lebih tenang. Kesepakatan semua karyawan untuk menjadikan PDAM Tirta Raharja sebagai perusahaan air minum daerah yang sehat telah mebuahkan hasil. &#8220;Pada awalnya cukup berat dan kami harus sabar dan berpikir cermat menghadapi semua hambatan. Kini pendapatan meningkat dan tingkat kebocoran semakin menyusut,&#8221; katanya. Pada tahun 2007 keuntungannya Rp 1 miliar dan pada tahun 2008 mencapai nilai sebesar Rp 2,4 miliar.</div>
<div></div>
<div>Dengan prestasi itu, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung kini telah siap mengundang pihak lain untuk bekerjasama mengembangkan bisnis untuk melayani kebutuhan air minum warga Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. PDAM Tirta Raharja merupakan perusahaan daerah air minum yang unik. Badan usaha milik Pemerintah Kabupaten Bandung ini pada kenyataanya beroperasi melayani tiga daerah; Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. &#8220;Karena pemekaran wilayah, kami jadinya beroperasi di tiga daerah,&#8221; kata Rudie.</div>
<div></div>
<div>Jumlah penduduk di pada tiga wilayah yang terdiri dari 48 kecamatan itu mencapai sekitar 5 juta jiwa. Saat ini penduduk yang terlayani baru mencapai 408.400 pelanggan, sekira 10,5% dari kebutuhan.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Dengan berbagai studi kelayakan, PDAM Tirta Raharja telah membuat rencana pengembangan untuk lima wilayah; Bandung Selatan, Ciparay, Bandung Timur, Bandung Barat, dan Lembang dengan total biaya investasi Rp 507 miliar,&#8221; papar Rudie.</div>
<div></div>
<div>Sesuai komitmen bersama yang dibangun untuk mengembangkan perusahaan, hasilnya juga dapat dinikmati secara langsung oleh karyawan. Peningkatan laba yang cukup tinggi pada tahun buku terakhir ini membuat kesejahteraan karyawan juga bertambah. &#8220;Bahkan ada penghargaan khusus bagi karyawan yang berprestasi dan mencapai target,&#8221;kata Pambudi.</div>
<div></div>
<div>Kerja keras bersama membangun PDAM Tirta Raharja kini telah mulai menuai hasil. Ida Rosida yang bertugas di Pangalengan dengan jarak puluhan kilometer dari kantor pusatnya di Cimahi juga turut menikmati keuntungan perusahaan tempatnya berkarya.</div>
<div></div>
<div>“Alhamdulillah, saat ini suasana kerja perusahaan semakin nyaman dan makin menghargai prestasi karyawan. Dengan sistem online, begitu pelanggan bayar, kita masukan datanya sudah langsung terkirim ke pusat,&#8221; papar Ida. “Dulu, selain harus merekap setiap pekan dan setiap bulan, penghargaan dari perusahaan juga minim.”</div>
<div></div>
<div>Bagi PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, keberhasilan membangun dan menerapkan sistem online ini merupakan langkah kecil yang bisa memacu mereka untuk meraih sukses di bidang lain yang lebih besar dan bermanfaat bagi perusahaan. Setidaknya, untuk saat ini keberhasilan tersebut telah menjadi pelipur lara akibat bayang-bayang bencana gempa bagi seluruh karyawan dan karyawatinya. Tak terkecuali bagi Ida. ***</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Balasan: Fakta Tentang Air Mineral ]]></title>
<link>http://didut.wordpress.com/2009/12/26/balasan-fakta-tentang-air-mineral/</link>
<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 22:35:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>didut</dc:creator>
<guid>http://didut.wordpress.com/2009/12/26/balasan-fakta-tentang-air-mineral/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa saat yang lalu saya copy &#8211; paste sebuah fakta tentang penggunaan air mineral di ameri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Beberapa saat yang lalu saya copy &#8211; paste sebuah <a href="http://didut.wordpress.com/2009/12/11/fakta-tentang-air-mineral/" target="_blank">fakta tentang penggunaan air mineral di amerika</a> dan balasan yang muncul sepertinya menarik untuk dibalas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>berhematlah minum air, minum kopi aja ya dut (via <a href="http://blog.efahmi.info/">Fahmi</a>)</p>
<p>kurang minum air ga sehat, banyak minum air boros energi.. ya minum teh botol sosro aja (via <a href="http://eliabintang.com/">Elia Bintang</a>)</p>
<p>Pengen ini salah, pengen itu salah, yang enak yang mana nih ? kalo di film Warkop DKI itu Maju Kena Mundur Kena (via <a href="http://blog.ngaturduit.com/">dzvx</a>)</p></blockquote>
<p>Sebenarnya sih intinya mengurangi penggunaan air mineral botolan  bukan airnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .. karena untuk membuat air mineral botolan memerlukan energi  yang tidak sedikit. Mungkin terkesan aneh tapi ternyata kembali membawa tempat minum sendiri seperti waktu kita kecil adalah salah satu cara untuk menghemat penggunaan energi loh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <!--more--></p>
<blockquote><p>errr *peminum air botolan* (via <a href="http://leenksite.blogspot.com/">Linda</a>)</p></blockquote>
<p>Linda beli tempat minum air yg bisa jaga dingin panas dung, lebih enak khan bisa nyimpen kopi segala hihi~</p>
<blockquote><p>hemat energy = hemat minum = gagal ginjal (doh) (via <a href="http://chillz.aprian.net/">achill</a>)</p></blockquote>
<p>ya gak hemat minum non haha~ hemat beli air botolan ajah..bawa tempat minum sendiri dan digedein tempat minum airnya biar ginjalnya puas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>blog yang bagus.. salam kenal mas.. asli jakarta ya? semarangnya dimana? *nyengir* (via <a href="http://tetes-embun.org/">Kang Kardjo</a>)</p></blockquote>
<p>Wong  sudah pernah ketemu juga kekeke~</p>
<blockquote><p>Bawa botol minum sendiri! Isi air dari rumah, biar ga perlu beli minum botolan! (Via <a href="http://ladybugfreak.wordpress.com/">Dilla</a>)</p></blockquote>
<p>Dilla memang paling cantik!! ..eh &#8230;.</p>
<blockquote><p>wah kalo kita aja yang hemat gimana? ngaruh gak? (via <a href="http://www.gambangsemarang.blogspot.com/">Gambang Semarang</a>)</p></blockquote>
<p>Semua dimulai dari kita sendiri,sebarkan ke orang disekitar kita lalu akan menyebar dengan sendirinya. Semua kalau tidak dimulai dari diri sendiri tidak akan ada yang memulai, paling tidak dari yang membaca postingan saya to?  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>lah itu kan kalo tap water-nya di sono dut.. di indonesia, kayaknya bottled water masi jauh lebi aman daripada nenggak langsung dari kran deh.. (via <a href="http://emyou.wordpress.com/">Oelpha</a>)</p></blockquote>
<p>Iya hun, kalau di kita sih paling tidak mengurangi atau tidak membeli air botol mineral. Kalau dirumah sudah punya yang galon ya mengambil dari air galon saja untuk dibawa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Intinya sih sebenarnya dengan mengkonsumsi air minum botolan (yang plastik) artinya kita juga semkain boros dalam penggunaan energi (untuk membuat botolnya) dan juga menghasilkan sampah plastik baru.</p>
<p>Tidak susah khan untuk hidup ramah lingkungan? Hanya sedikit peduli dengan membawa tempat minum sendiri kok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dari Gajah, Beruang hingga Raflesia]]></title>
<link>http://asep.wordpress.com/2009/12/24/dari-gajah-beruang-hingga-raflesia/</link>
<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 00:38:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Asep Saefullah</dc:creator>
<guid>http://asep.wordpress.com/2009/12/24/dari-gajah-beruang-hingga-raflesia/</guid>
<description><![CDATA[Yusuf Ibrahim menggendong tabung pralon sepanjang dua meter yang tersumbat di satu ujungnya. Ujung l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Yusuf Ibrahim menggendong tabung pralon sepanjang dua meter yang tersumbat di satu ujungnya. Ujung lainnya menyerupai laras meriam. Dia memasukkan butiran karbit bercampur air ke dalam tabung, lalu memercikkan api dari koreknya. Bom!</p>
<p>“Ini meriam untuk menghalau gajah,” kata Yusuf, warga Desa Buket Keumuneng di Kecamatan Teunom, Aceh Jaya. Gajah sumatra (Elephas maximus sumatranensis), salah satu mamalia unik Indonesia, masih berkeliaran di sini dan kadang merusak ladang desa-desa.<!--more--></p>
<p>Ahmadi dan petani sedesanya mengusir gajah tanpa membunuhnya. Buket Keumuning dan desa-desa sekitar di Mukim Sarah Raya terletak di daerah aliran sungai Teunom, yang merupakan bagian dari Hutan Ulu Masen. Meski kadang mengesalkan penduduk, gajah sumatra adalah salah satu satwa dilindungi dan menjadi simbol keragaman hayati tak ternilai Hutan Ulu Masen.</p>
<p>Lupakan Arun dengan cadangan gasnya yang mulai menipis. Simbol kekayaan Provinsi Aceh sekarang dan masa depan mungkin adalah Hutan Ulu Masen. Jika terlestarikan, dia bahkan merupakan kekayaan ternilai bagi Aceh sepanjang masa.</p>
<p>Seluas 750 ribu hektar, atau 12 kali kota Jakarta, Ulu Masen merupakan separo wilayah tangkapan air yang yang menghidupi 17 sungai besar di seluruh provinsi itu. Bersama Hutan Gunung Leuser, yang berdekatan dengannya, Ulu Masen membentuk satu ekosistem hutan tropis terluas di Asia Tenggara, sekitar 2,3 juta hektar.</p>
<p>Ulu Masen mungkin tidak seterkenal Hutan Gunung Leuser yang diproklamasikan sebagai taman nasional dan cagar biosfer warisan dunia oleh Unesco. Tapi, kekayaan alam dan lanskapnya yang indah tak bisa diabaikan. Meski ada problem penebangan dan perubahan hutan menjadi lahan perkebunan, ladang dan pertanian, hutan Aceh masih dinilai sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia.</p>
<p>Tidak hanya mencukupi kebutuhan air jutaan penduduk di lima kabupaten, Ulu Masen juga rumah bagi aneka satwa dan tumbuhan—salah satu hutan tropis dengan keanekaragaman hayati tertinggi di Indonesia. Yang paling istimewa, dia juga merupakan salah satu rumah terakhir bagi empat mamalia unik Indonesia yang hampir punah: orangutan (Pongo abelii), gajah, badak (Dicerorhinus sumatranensis) dan harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae).</p>
<p>Di samping mamalia itu, Ulu Masen mengandung beragam mamalia lain, reptil, burung dan binatang amfibi. Survai Flora Fauna International pada 2003 juga menemukan mamalia seperti macan kumbang (Felis bangalensis), beruang madu, rusa (Carvus unicolor), tapir, kambing gunung, landak, trenggiling, bajing, siamang (Hylobates syndatylus), kedih (Prebytes thomasi), ungko lengan putih (Hylobates lar), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestrina), dan lutung (Prebytis cristata).</p>
<p>Ular phiton dan kura-kura adalah kekayaan reptilia Ulu Masen lainnya disamping ular hijau dan ular mati ekor. Hutan ini juga salah satu surga bagi para pengamat burung, mengandung ratusan spesies burung.</p>
<p>Pada 2007, Flora-Fauna International Program Aceh telah mengidentifikasi setidaknya 189 spesies burung di Ulu Masen, antara lain rangkong (Great hornbill), rangkong badak (Rhinocheros hornbill), cucakrawa (Pycnonotus zeylanicus), raja udang, ayam hutan, dan burung pelatuk.</p>
<p>Dan seperti di hutan-hutan tropis lain, hewan antropoda dan serangga berkuasa baik dari segi jenis maupun penyebarannya di sini: laba-laba (arachnida), lipan (Chilopoda), kupu-kupu dan capung.</p>
<p>Ulu Masen juga menyimpan air yang kemudian mengalir ke belasan daerah aliran sungai. Sungai-sungai ini berisikan aneka ikan air tawar, yang sebagian memiliki makna ekonomi bagi warga di dua tepiannya.<br />
***<br />
Kicau burung bersahut-sahutan pada sore hari di ketinggian bukit, sementara empat gajah mandi di Sungai Ie Jereneuh—sungai yang, sesuai namanya, memiliki air sangat jernih. Empat gajah itu sudah dijinakkan dan dilatih di lahan seluas sekitar 2 hektar milik Satuan Tanggap Konservasi (Conservation Response Unit-CRU) Sampoiniet, Flora-Fauna International (FFI) Program Aceh.</p>
<p>“Kami melatih gajah untuk berpatroli di sini,” kata Ahmadi, kepala mahout (pawang gajah) di situ. Di samping memantau gajah liar, patroli juga bertujuan meminimalkan penebangan pohon secara liar yang belakangan ini masih mengancam keutuhan Hutan Ulu Masen.</p>
<p>Gajah adalah salah satu hewan yang sangat terkenal di Aceh sejak abad ke-16, dan memperoleh gelar kehormatan seperti Teuku Rayeuk atau Po Merah. Meski diancam oleh penyusutan hutan, jumlah gajah di provinsi ini masih cukup besar, diperkirakan mencapai sekitar 800 ekor, atau sekitar 30% dari populasi hewan ini di seluruh Sumatra. Di luar India, gajah terutama hanya ditemukan di pulau ini.</p>
<p>“Kompleks latihan gajah” Kawasan CRU Sampoiniet terletak di kaki Gunung Masen. Nama Ulu Masen sendiri memang diambil dari nama gunung itu. Warga Aceh lain percaya, nama ini berasal dari nama sungai yang diberikan oleh Teuku Umar, salah satu pahlawan melawan kolonialisme Belanda berabad lalu. Syahdan, dalam sebuah perjalanan, Teuku Umar menemukan sungai berair asin dan diberilah nama “Krueng Masen” (Sungai Asin). Sungai ini berhulu di Gunung Masen.</p>
<p>Sampoiniet terletak di Kabupaten Aceh Jaya, wilayah administratif yang menguasai bagian terluas (35%) Ulu Masen. Hutan Ulu Masen memiliki ketinggian beragam, dari kawasan pantai hingga pegunungan berkabut di atas 1.500 meter dari permukaan laut. Hutan ini merupakan irisan dari lima kabupaten: Aceh Besar, Aceh Barat, Pidie, Pidie Jaya dan Aceh Jaya.</p>
<p>Dengan cakupan seluas dan seberagam seperti itu, Ulu Masen tak hanya kaya akan berbagai jenis fauna, tapi juga flora, tetumbuhan. Dan gajah liar juga punya peran dalam pelestarian tetumbuhan.</p>
<p>Seperti hewan lain gajah membantu penyebaran biji-bijian tanaman hutan sehingga proses peremajaan hutan berlangsung. Tapi, berbeda dengan hewan lain yang lebih kecil, gajah juga punya peran menjarangkan tanaman, sehingga cahaya matahari bisa menjangkau dasar hutan serta membantu kerja jasad renik yang menghidupi tanaman maupun hewan.</p>
<p>Di lantai Hutan Ulu Masen ini hidup bunga warna-warni, anggrek dan jahe-jahean seperti Rizanthes dan Amorphopallus. Tapi, yang istimewa, di sini tumbuh pula bunga Raflesia, bunga bangkai yang terkenal seantero dunia.<br />
***<br />
Lima ekor sapi peliharaan berjemur di bawah langit terik di bantaran Sungai Teunom yang jernih airnya—sedemikian jernih hingga nampak batu kerikil dan ikan-ikan berenang.</p>
<p>Teunom adalah sungai terpanjang di kawasan Ulu Masen. Dia mengalir ke Samudra Hindia di barat Aceh. Di Sarah Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, sungai ini dangkal dan selebar sekitar 50 meter, tapi bersih airnya.</p>
<p>Memandang ke arah hulu, kita bisa menyaksikan lapis demi lapis gunung terjal yang kian kabur ditelan kabut langit berawan di kejauhan.</p>
<p>Beberapa bukit terjal itu menghasilkan air terjun yang indah. Lanskap menawan adalah berkah lain hutan Ulu Masen yang bervariasi dari pantai hingga gunung berkabut.</p>
<p>Di dekat pantai, hutan daratan rendah Ulu Masen juga memiliki pohon unik yang dikenal dengan pohon pencekik (Depterocarpus sp). Pohon ini hidup seperti parasit bagi pohon lain, menjulur hingga pucuk-pucuk pohon tinggi. Dari atas kemudian dia akan menjatuhkan akar-akar baru yang memperkuat batang dan tubuhnya sendiri, sambil melilit dan mencekik pohon inangnya hingga mati. Pohon pencekik ini merupakan penyedia utama buah-buahan bagi satwa, yang pada gilirannya akan<br />
menyebarkan biji ke seluruh hutan dataran rendah.</p>
<p>Pohon pencekik dikenal juga sebagai pohon raksasa. Dengan akarnya yang menjulur-julur, hanya diperlukan tiga pohon ini untuk menutupi kawasan seluas satu hektar. Itu sebabnya, hutan dataran rendah juga biasa<br />
disebut hutan dipterocarpacea.</p>
<p>Naik dari kawasan pantai, di atas 500 meter dari permukaan laut, adalah hutan pegunungan dataran rendah. Kawasan Ulu Masen pada bagian ini memiliki hamparan rawa-rawa yang kaya akan pohon pinus. Aceh kaya akan pohon pinus ini, meskipun tidak khas Aceh. Pinus sumatra ini juga bisa ditemui di Semenanjung Indochina, tapi hanya satu-satunya jenis pinus yang tumbuh di selatan garis khatulistiwa.</p>
<p>Di samping cocok untuk peremajaan lahan kritis, karena tumbuh di lahan kurang subur dan tahan kebakaran, pohon pinus memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena kayunya menyediakan aneka manfaat, untuk konstruksi ringan, mebel, pulp, korek api dan sumpit. Bagian dalamnya bisa disadap dalam bentuk getah, resin maupun terpentin.</p>
<p>Hutan rawa Ulu Masen itu juga dihuni oleh Nepenthes sp, tanaman pemakan serangga, salah satu ciri lahan hutan yang ber-ph asam.</p>
<p>Makin tinggi, keragaman hayati Ulu Masen diduga makin kaya, hanya saja belum cukup dieksplorasi. Hutan pegunungan atau hutan lumut Ulu masen ada pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Berbeda dari banyak tempat lain, hutan di Gunung Seulawah Agam, Pidie, masih memiliki tanah ber-ph netral, bukan asam, sehingga sampai puncaknya yang berkabut masih tertutup rapat oleh vegetasi.</p>
<p>Puncak tertinggi di Ulu Masen adalah Gunung Peut Sagoe (2.700 meter), dengan empat puncak yang saling berdekatan, dan salah satunya adalah Gunung Tutung yang masih aktif.</p>
<p>Meski belum banyak dieksplorasi keragaman hayatinya, Hutan Ulu Masen setidaknya sama kaya vegetasinya dengan hutan tropis Sumatra lain. Hutan Sumatra tercatat memiliki lebih dari 10.000 jenis vegetasi.<br />
***<br />
Desa Buket Keumuneng di Teunom seperti desa mati yang sedang hidup kembali. Di mana-mana hanya rumah dan bangunan hangus atau roboh yang ditumbuhi ranggas dan semak-belukar. Pada masa konflik Gerakan Aceh Merdeka dan Tentara Nasional Indonesia, desa yang pernah dihuni 600 keluarga ini dibakar. Penduduknya mengungsi.</p>
<p>Pada 2005, setelah Aceh kembali damai, satu per satu warga seperti Yusuf Ibrahim mencoba mencari peruntungan di sini, membangun ladang dan tanah pertanian. Tapi, kini mereka menghadapi tantangan baru: konflik dengan gajah liar yang sering merusak ladang mereka.</p>
<p>Gajah-gajah itu keluar dari habitatnya yang rusak pada tahun-tahun sebelumnya. Badan Planologi Departemen Kehutanan mengungkapkan, dalam kurun waktu sembilan tahun, hutan Aceh menyusut 500 ribu hektare atau setara 14 persen dari total luas 3,6 juta hektar di seluruh provinsi itu.</p>
<p>Penyusutan luas hutan secara dramatis terjadi dari 1994 hingga 2003. Greenomics memperkirakan kerusakan hutan hutan Aceh mencapai 200 ribu hektar hanya dalam dua tahun (2002-2004). Ironisnya, 60 persen kerusakan justru terjadi di kawasan yang memiliki status hukum sebagai kawasan konservasi dan hutan lindung.</p>
<p>Penurunan luas kawasan hutan, sebagian besar disebabkan konversi hutan untuk kebutuhan pemukiman, lahan pertanian, perkebunan, dan industri. Penyebab lainnya adalah aktivitas penebangan liar dan kebakaran hutan. Perdamaian membawa berkah positif bagi masyarakat Aceh, tapi juga menawarkan tantangan baru dalam pengelolaan hutan, terutama di Ulu Masen. Di masa konflik, sebagian besar hutan Aceh masih lestari karena ekonomi terhenti dan jarang ada orang yang merambahnya, kecuali gerilyawan GAM. Belakangan baik petani, dan terutama petualang penebang pohon, makin bebas memasukinya.</p>
<p>Puncak kerusakan hutan terjadi pada 2006 yang mencapai 375 hektar hanya dalam setahun, sehingga memaksa Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, pada 6 Juni 2007 mengumumkan penghentian (moratorium) total penebangan hutan di Aceh selama jangka waktu 15 tahun.</p>
<p>Tapi, menghentikan laju kerusakan Ulu Masen punya tantangan lebih besar. Meski memiliki fungsi ekologis sangat penting, Hutan Ulu Masen merupakan kawasan ekosistem yang belum memiliki status hukum. Ada ratusan ribu keluarga Aceh tinggal di hutan itu. Bagaimanapun,</p>
<p>Flora-Fauna International (FFI) justru menganggap ini sebagai batu ujian menarik: bagaimana melindungi wilayah hutan yang tidak berstatus hukum.</p>
<p>FFI-Program Aceh harus menjalin kerjasama luas. Lembaga ini bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Departemen Kehutanan, dan pemerintah kabupaten untuk mendukung pelestarian Ulu Masen dan pemanfaatannya secara berkelanjutan.</p>
<p>Tapi, itu saja tidak cukup tanpa dukungan masyarakat yang memang secara legal mukim dan hidup di Ulu Masen yang luas. Lembaga ini tidak hanya berkampanye tentang pelestarian hutan, tapi juga membantu masyarakat mencari alternatif sumber penghidupan di luar pekerjaan menebang pohon. Lembaga ini membantu masyarakat mengorganisasikan diri untuk melestarikan hutan serta memberikan pelatihan aneka rupa.</p>
<p>Yusuf Ibrahim tidak hanya dilatih menghalau gajah tanpa membunuhnya, tapi juga bisa belajar tentang pembibitan budidaya tanaman pangan dan palawija, serta bagaimana memanfaatkan hasil hutan bukan-kayu.</p>
<p>Hanya dengan itu hutan Aceh, khususnya Ulu Masen, menjadi berkah bagi hidup jutaan Yusuf, dan mungkin bagi manusia di Bumi, mengingat hutan ini sangat kaya akan keragaman hayati dan sedikit dari paru-paru bumi yang masih tersisa.****</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prawacana]]></title>
<link>http://mapsmg.wordpress.com/2009/12/23/prawacana/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 14:19:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>mapsmg</dc:creator>
<guid>http://mapsmg.wordpress.com/2009/12/23/prawacana/</guid>
<description><![CDATA[Kompetensi personil dan perusahaan telah dicapai PT. MITRA ADI PRANATA, sebagai perusahaan jasa kons]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kompetensi personil dan perusahaan telah dicapai PT. MITRA ADI PRANATA, sebagai perusahaan jasa kons]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meatless and save the world!]]></title>
<link>http://xwisnuajix.wordpress.com/2009/12/23/meatless-and-save-the-world/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 03:11:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>xwisnuajix</dc:creator>
<guid>http://xwisnuajix.wordpress.com/2009/12/23/meatless-and-save-the-world/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa tahun terakhir isu pemanasan global menjadi suatu isu sangat hangat. Hingga kerap menjadi t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Beberapa tahun terakhir isu pemanasan global menjadi suatu isu sangat hangat. Hingga kerap menjadi tema dalam acara musik, perlombaan dan acara lainnya. Namun sayangnya, seiring berjalannya waktu, isu tersebut seolah hanya menjadi slogan yang menjadi trend semata dan terkadang tanpa pengaplikasian nyata pada kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Ada banyak sekali cara yang ditawarkan untuk membantu menghambar pemanasan global. Seperti menghemat listrik, menggunakan kendaraan ramah lingkungan dan cara-cara lainnya.  Namun, tanpa kita sadari sebenarnya ada sebuah cara mudah yang berdampak sangat besar dalam menghambat pemanasan global. Yaitu mengurangi porsi konsumsi daging. 	<!--more...selengkapnya--></p>
<p>Selama ini kita selalu dijelaskan penyebab-penyebab pemanasan global seperti polusi kendaraan bermotor, pabrik, penggunaan listrik berlebihan dan penyebab lain. Tapi jarang ada sumber yang memberi tahu bahwa sebenarnya konsumsi daging juga menjadi kontributor yang cukup besar dalam kasus ini.</p>
<p>Pada November 2006 PBB mengeluarkan informasi bahwa ternyata 18%  emisi gas rumah kaca datang dari aktifitas pemeliharaan ayam, sapi, babi, dan hewan-hewan ternak lainnya. Apalagi jumlah hewan di peternakan semakin saja bertambah. Karena jumlah hewan tidak akan meledak jika tidak diternakkan. Sedangkan mobil, sepeda motor,truk-truk besar, pesawat terbang,dan semua sarana transportasi lainnya hanya menyumbang 13% emisi gas rumah kaca. Laporan ini dirilis langsung oleh PBB melalui FAO (Food and Agriculture Organization—Organisasi Pangan dan Pertanian).</p>
<p>Bagaimana itu bisa terjadi? Alasan pertama adalah hewan-hewan ternak seperti sapi adalah polutan metana yang signifikan yang mana secara alamiah akan melepaskan metana dari dalam perutnya selama proses mencerna makanan dengan cara bersendawa. Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca yang 23 kali lebih buruk dari CO2. Dan miliaran hewan-hewan ternak di seluruh dunia setiap harinya melakukan proses ini yang pada akhirnya menjadi polutan gas rumah kaca yang signifikan. Tidak kurang dari 100 milliar ton metana dihasilkan sektor peternakan setiap tahunnya.</p>
<p>Alasan kedua adalah karena limbah berupa kotoran ternak mengandung senyawa NO (Nitrogen Oksida) yang 300 kali lebih berbahaya dibandingkan CO2. Bisa dibayangkan berapa banyak peternakan di dunia ini yang tentunya akan menghasilkan senyawa NO tersebut. Jumlah besar itu membuat sebagian besar kotoran tidak dapat di proses lebih lanjut menjadi pupuk atau hal-hal berguna lainnya, sehingga  oleh pelaku industri peternakan modern dibuang ke sungai atau ke tempat lain yang akhirnya meracuni tanah dan sumber-sumber air.</p>
<p>Alasan ketiga adalah semakin luasnya hutan yang digunduli untuk dijadikan peternakan. Mungkin hal ini tidak kentara di Indonesia. Tapi di negara lain, terutama negara maju, hal ini sangat terlihat. Siapa pun tahu bahwa kerusakan hutan akan memperparah efek pemanasan global.</p>
<p>Masih ada alasan keempat, kelima dan seterusnya yang sangat masuk akal dan mengejutkan. Tanpa disadari sepotong daging di meja makan berkontribusi dalam memperparah kondisi bumi ini. Oleh karenanya, menjadi vegetarian atau minimal mengurangi makan daging akan sangat membantu, disamping tetap melakukan penghematan energi. Penelitian Universitas Chicago telah menunjukkan bahwa seorang vegetarian dapat mengurangi emisi karbon hingga 1,5 ton setiap tahunnya. Jumlah penghematan ini bahkan lebih banyak dari pada menggunakan mobil ramah lingkungan.</p>
<p>Alasan untuk mengurangi makan daging saat ini bukan lagi sekedar peduli pada nasib hewan, bukan pula karena alasan spiritual, bukan juga hanya karena peduli pada kesehatan semata. Tapi lebih dari itu yaitu untuk tetap melindungi bumi ini dari kerusakan yang lebih parah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN TERUMBU  KARANG DAN SOLUSI PENANGGULANGANNYA]]></title>
<link>http://uwityangyoyo.wordpress.com/2009/12/22/faktor-faktor-penyebab-kerusakan-terumbu-karang-dan-solusi-penanggulangannya/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 08:03:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>uwityangyoyo</dc:creator>
<guid>http://uwityangyoyo.wordpress.com/2009/12/22/faktor-faktor-penyebab-kerusakan-terumbu-karang-dan-solusi-penanggulangannya/</guid>
<description><![CDATA[Indonesia kaya akan terumbu karang. Sayangnya dewasa ini telah banyak yang rusak. Mari kita jaga ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Indonesia kaya akan terumbu karang. Sayangnya dewasa ini telah banyak yang rusak. Mari kita jaga terumbu karang kita. Berikut ini tulisan tentang faktor yang mempengaruhi terumbu karang. <a href="http://uwityangyoyo.wordpress.com/files/2009/12/tugas-kuliah2.doc">Klik disini.</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kajian Lingkungan Hidup Strategis]]></title>
<link>http://bambangrahadi.wordpress.com/2009/12/22/kajian-lingkungan-hidup-strategis/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 04:24:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>bambangrahadi</dc:creator>
<guid>http://bambangrahadi.wordpress.com/2009/12/22/kajian-lingkungan-hidup-strategis/</guid>
<description><![CDATA[Kajian lingkungan hidup strategis perlu dilaksanakan untuk memadukanprogram progam daerah dengan lin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kajian lingkungan hidup strategis perlu dilaksanakan untuk memadukanprogram progam daerah dengan lingkunan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berkebun]]></title>
<link>http://auliafeizal.wordpress.com/2009/12/22/berkebun/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 19:45:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>auliafeizal</dc:creator>
<guid>http://auliafeizal.wordpress.com/2009/12/22/berkebun/</guid>
<description><![CDATA[Pada postingan kali ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam hal mengurus taman. Mungkin pengalam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada postingan kali ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam hal mengurus taman. Mungkin pengalam]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar Peduli Bumi Sejak Dini Melalui Pendidikan Lingkungan]]></title>
<link>http://mepow.wordpress.com/2009/12/21/belajar-peduli-bumi-sejak-dini-melalui-pendidikan-lingkungan/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 08:14:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>MEPOW</dc:creator>
<guid>http://mepow.wordpress.com/2009/12/21/belajar-peduli-bumi-sejak-dini-melalui-pendidikan-lingkungan/</guid>
<description><![CDATA[Permasalahan-permasalahan tentang kelestarian lingkungan hidup sekarang semakin banyak diperbincangk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/logostoscdr200.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1568" title="logostoscdr200" src="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/logostoscdr200.jpg?w=150" alt="" width="150" height="63" /></a><a href="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/eos-298.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1555" title="eos 298" src="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/eos-298.jpg" alt="" width="468" height="312" /></a><strong>P</strong>ermasalahan-permasalahan tentang kelestarian lingkungan hidup sekarang semakin banyak diperbincangkan karena masyarakat sudah mulai menyadari kondisi lingkungan sekitar mereka yang semakin memburuk dan terus menurun meskipun berbagai upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan telah banyak dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang menjadi pertanyaan, mengapa kerusakan lingkungan terus terjadi? Salah satunya disebabkan oleh tingkat kesadaran dan kepedulian yang rendah, juga ditunjang oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya lingkungan hidup.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam rangka meningkatkan kesadaran mengenai pelestarian lingkungan maka perlu adanya upaya penyadartahuan kepada masyarakat sejak dini. Kenapa? Karena anak-anak khususnya pelajar sekolah (SD,SMP,SMA), akan memberikan kesempatan untuk membangun pemahaman yang mereka peroleh sendiri melalui penyelidikan pemikiran mereka sendiri. Dikaitkan dengan pengalaman langsung, para pelajar ditantang untuk menggunakan kemampuan berfikir yang lebih tinggi. Sehingga anak-anak sekolah dapat dipilih untuk menjadi target utama karena mereka mulai memasuki dunia pendidikan secara formal, masih memiliki pemikiran yang murni/polos, belum banyak dipengaruhi pendapat luar serta sudah mulai belajar mandiri. Pendidikan Lingkungan yang dilaksanakan disini tidak hanya mengenal lingkungan sekitar kita, tetapi belajar bagaimana mengetahui permasalahan dan bagaimana memecahkan permasalahan tersebut, selain itu belajar bagaimana bekerjasama dan bertanggung jawab melalui berbagai macam kegiatan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/dsc07349.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1551" title="Diskusi melatih keberanian anak-anak dalam mengutarakan pendapat" src="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/dsc07349.jpg" alt="" width="467" height="351" /></a><em>Diskusi melatih kemampuan berpikir dan keberanian anak-anak dalam mengemukakan pendapat</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan adanya pendidikan lingkungan untuk anak-anak diharapkan anak-anak dapat menerapkan untuk dirinya sendiri maupun memberikan contoh bagi orang dewasa. Dimana anak-anak mulai belajar apa itu kognitif  (ketajaman pemikiran), motorik (Kepekaan gerak), dan affective (kepekaan emosi) terutama dalam hal menjaga kelestarian alam.</p>
<p style="text-align:justify;">Mulai berkembangnya model-model pendidikan lingkungan dengan berbagai metode dan tema-tema yang menarik, pendidikan lingkungan sudah sepantasnya dikembangkan untuk mendukung upaya penyadartahuan masyarakat tentang arti penting lingkungan hidup dan kelestarian keanekaragaman hayati di bumi. Pihak-pihak terkait terutama pemerintah menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah. Sampai sekarang pendidikan lingkungan yang sudah terlaksana secara umum dilaksanakan oleh LSM-LSM dan sekolah-sekolah secara swadaya tanpa dukungan dari pemerintah. Layak kita tunggu perkembangan selanjutnya pendidikan lingkungan diseluruh wilayah Indonesia dengan atau tanpa dukungan pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Bagaimana dengan sekolah-sekolah disekitar anda apakah sudah menerapkan pendidikan lingkungan?  Mari kita berbagi pengalaman disini.</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/dsc09222.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1554" title="Wayang kardus" src="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/dsc09222.jpg" alt="" width="467" height="351" /></a><em>Wayang kardus, melestarikan budaya, belajar memanfaatkan barang bekas, dan belajar tentang lingkungan dengan cerita-cerita wayang yang bertemakan lingkungan.</em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/dsc07460.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1552" title="Belajar mengolah sampah" src="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/dsc07460.jpg" alt="" width="467" height="351" /></a><em>Belajar memanfaatkan sampah menjadi kompos</em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/eos-319.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1556" title="warna-warni hutan" src="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/eos-319.jpg" alt="" width="468" height="312" /></a><em>Belajar mengenal jenis-jenis tanaman alam melalui permainan warna-warni hutan</em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/img_0114.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1560" title="jaring-jaring makanan" src="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/img_0114.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a><em>Belajar sambil bermain jaring-jaring makanan</em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/img_2665.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1561" title="Menanam pohon" src="http://mepow.wordpress.com/files/2009/12/img_2665.jpg" alt="" width="467" height="312" /></a><em>Ikut berperan langsung dalam gerakan peduli lingkungan (penghijauan)</em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">Dokumentasi : oleh<a title="kanopiindonesia" href="http://kanopi-indonesia.org/" target="_blank"> Yayasan Kanopi Indonesia</a></p>
<p style="text-align:left;"><em><br />
</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hijrah ]]></title>
<link>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/12/21/hijrah/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 04:07:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>engkaudanaku</dc:creator>
<guid>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/12/21/hijrah/</guid>
<description><![CDATA[Hijrah untuk sebuah perubahan.&nbsp; Hidup dinamis (selalu dalam pergerakan), dan terus berbuat untu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hijrah untuk sebuah perubahan.&nbsp; Hidup dinamis (selalu dalam pergerakan), dan terus berbuat untu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[EMISI PBB 1,7 JUTA TON ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/20/emisi-pbb-17-juta-ton/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 02:11:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/20/emisi-pbb-17-juta-ton/</guid>
<description><![CDATA[Kantor dan badan-badan PBB setiap tahun mengemisikan 1,7 juta ton karbon dioksida – Indonesia mengem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/emisi-pbb-17-juta-ton.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3735" title="emisi pbb 1,7 juta ton" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/emisi-pbb-17-juta-ton.jpg?w=112" alt="" width="112" height="150" /></a>Kantor dan badan-badan PBB setiap tahun mengemisikan 1,7 juta ton karbon dioksida – Indonesia mengemisikan 1,4 miliar ton pada tahun 2000. Sekitar 770.000 ton karbon dioksida diemisikan dari operasi menjaga perdamaian di sejumlah negara, dengan lebih dari separuhnya berasal dari penerbangan.</p>
<p>Sebanyak 3,3 persen dari seluruh emisi di salah satu organisasi terbesar di dunia tersebut dihasilkan dari aktivitas di Kantor Pusat PNN di New York, AS. Demikian disampaikan Direktrur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) Achim Steiner dalam peluncuran buku Moving Towards a Climate Neutral UN di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim 2009 di Kopenhagen, Denmark, Rabu (16/12).</p>
<p>Kajian dilakukan Kelompok Manajemen Lingkungan PBB (EMG). Mulai tahun 2010, EMG akan mendata dan melaporkan perkembangan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca di bawah sistem yang mereka kembangkan.</p>
<p>Menurut Achim, PBB sebagai badan internasional yang mendorong pembangunan berkelanjutan perlu mengambil langkah nyata mengurangi dampak perubahan iklim. Laporan tersebut berisi kajian sumber-sumber pelepasan emisi gas rumah kaca, metodologi pengelolaan jejak karbon, dan tindakan yang perlu dilakukan untuk menghilangkan jejak karbon tersebut.</p>
<p>“Adalah kewajiban setiap negara dan organisasi, termasuk PBB, untuk mengukur dan mengurangi dampak (emisi karbon) terhadap lingkungan,” kata Achim. Akumulasi sejumlah gas di armosfer – di antaranya karbon dioksida (CO2) dan metana, yang disebut sebagai gas rumah kaca – menyebabkan suhu Bumi meningkat karena ultraviolet yang dipantulkan Bumi terjebak.</p>
<p><!--more-->Pada bagian pembuka, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, kajian yang mereka lakukan adalah langkah ptaktis dan dorongan moral yang penting diikuti demi penghormatan terhadap kemanusiaan, pembangunan berkelanjutan,kemjuan sosial, perdamaian, dan stabilitas.</p>
<p>Organisasi PBB menjadikan laporan ilmiah yang dikaji ribuan ahli dari seluruh dunia (IPCC) sebagai dasar pendapat bahwa dunia memiliki waktu 10 tahun untuk mencegah petaka, yang disebabkan perubahan iklim karena ulah manusia yang tidak ramah lingkungan.</p>
<p><strong>Emisi COP-15</p>
<p></strong>Di tempat yang sama diumumkan emisi karbon dioksida dari kegiatan Konferensi Perubahan Iklim PBB 7 – 18 Desember 2008. Menurut perkiraan, konferensi yang dihadiri daeri 193 negara, 23.000 peserta, serta lebih dari 130 kepala negara dan pemerintahan itu mengemisikan sekitar 40.500 ton CO2.</p>
<p>Jan-Christoph Napierski dari Denmark menyebutkan, emisi itu akan “ditebus” (offset) melalui program Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM) di Banglades. Program CDM merupakan skema penurunan emisi negara-negara maju dengan membantu negara berkembang melalui pendanaan teknologi, dan pembangunan kapasitas.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Emisi PBB 1,7 Juta Ton &#124; Kompas, 17.12.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BLOG MASYARAKAT GRIYA PAGUTAN INDAH]]></title>
<link>http://pagutanindah.wordpress.com/2009/12/18/blog-masyarakat-griya-pagutan-indah/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 20:59:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>pagutanindah</dc:creator>
<guid>http://pagutanindah.wordpress.com/2009/12/18/blog-masyarakat-griya-pagutan-indah/</guid>
<description><![CDATA[Blog ini dibuat untuk ajang silaturahmi masyarakat Lingkungan Griya Pagutan Indah (GPI). Kompleks GP]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Blog ini dibuat untuk ajang silaturahmi masyarakat Lingkungan Griya Pagutan Indah (GPI). Kompleks GPI ini mulai dibangun pada tahun 1995 dan mulai dihuni pada tahun 1996. Penghuni kompleks pertama adalah Mustafa, pegawai Universitas Mataram.<br />
Kompleks GPI dibangun dalam empat tahapan. Sekarang jumlah rumah di kompleks ini sudah mencapai 1000 unit. Tipe rumah sangat beragam: 21, 27, 36, 38, dan juga tipe-tipe yang besar. Sekarang hampir semua rumah sudah dikembangkan sehingga luas bangunan juga tidak standar lagi.<br />
Fasilitas sosial di kompleks ini berupa lima buah lapangan (ukuran sekitar 5-15 are; 1 are=100 m2). Sebagian besar lapangan digunakan untuk bermain bola voli. Rumah ibadah yang sudah berdiri adalah sebuah masjid dan sebuah pura. Masjid al-Achwan dibangun dari tahun 1996, tetapi baru dapat digunakan secara intensif sejak tahun 1999.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bertetangga dengan damai]]></title>
<link>http://kampungmadani.wordpress.com/2009/12/17/bertetangga-dengan-damai/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 13:49:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>kampungmadani</dc:creator>
<guid>http://kampungmadani.wordpress.com/2009/12/17/bertetangga-dengan-damai/</guid>
<description><![CDATA[Sekarang sudah bulan Desember dan itu berarti bahwa Natal dan tahun baru akan segera datang. Dikaren]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sekarang sudah bulan Desember dan itu berarti bahwa Natal dan tahun baru akan segera datang. Dikaren]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Foto dokumenter “Polusi di China”]]></title>
<link>http://priatama07.wordpress.com/2009/12/16/foto-dokumenter-%e2%80%9cpolusi-di-china%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 12:09:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Priatama</dc:creator>
<guid>http://priatama07.wordpress.com/2009/12/16/foto-dokumenter-%e2%80%9cpolusi-di-china%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[Saya mendapat email dari kawan saya, dengan judul -Foto dokumenter “Polusi di China” yang membuat ha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:Arial Narrow;color:#002060;font-size:medium;"><strong>Saya mendapat email dari kawan saya, dengan judul -Foto dokumenter “Polusi di China” yang membuat hati siapapun akan luluh-</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;color:#002060;font-size:medium;">Awalnya saya kurang tertarik untuk membacanya, tapi setelah sejenak meluangkan waktu, saya juga cukup tercengang. Memang benar bahwa sesuatu akan membawa dampak dan ada yang harus dikorbankan, tapi apakah kejayaan Industri di China harus mengorbankan tentang lingkungan dan warganya? Semoga bisa menjadi bahan renungan untuk kita. Berikut isi email tersebut.<strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;color:#603181;font-size:small;">Pada tangggal 14 Oktober 2009 yang lalu, fotografer dari China Lu, Guang, memenangkan penghargaan W. Eugene Smith yang ke-30 pada bidang Fotografi Kemanusiaan atas proyek dokumenternya yang berjudul “Polusi di China”</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.2&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="fyerkp.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;color:#603181;font-size:small;">Lu Guang , seorang fotografer freelance, memulai karirnya sebagai fotografer amatir pada tahun 1980. Ia dahulu adalah seorang buruh pabrik, kemudian membuka studio fotonya dan biro iklannya sendiri. Pada bulan Agustus 1993 ia kembali kuliah untuk pendidikan pasca-sarjana di Pusat Akademi Seni dan Desain di Beijing (sekarang Akademi Seni dan Desain, Universitas Tsinghua). Selama kuliah, ia belajar, berkelana ke seluruh negeri dan mengukir kariernya, hingga menjadi “kuda hitam” di lingkaran fotografer di Beijing.</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;color:#603181;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;color:#603181;font-size:small;">Terampil dalam fotografi dokumenter sosial, wawasannya, kekreatifan dan karya seninya sering terfokus pada “fenomena sosial dan orang-orang yang hidup di masyarakat kelas bawah”, menarik perhatian dari lingkaran fotografi nasional dan media. Banyak dari karya-karyanya yang memenangkan penghargaan terfokus pada isu-isu sosial seperti, “demam emas di sebelah barat”, “gadis obat”, “tambang batu bara kecil”, “desa HIV”, “Grand Canal”, “pengembangan jalur kereta epi Qinghai-Tibet “dan seterusnya.</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">1. “<em>Di persimpangan provinsi Ningxia dan Mongolia Dalam , aku melihat cerobong tinggi mengepulkan asap keemasan yang menutupi langit biru, padang rumput yang luas telah menjadi pembuangan limbah industri; bau busuk yang tak tertahankan membuat orang terbatuk-batuk; Meningkatnya limbah industri yang mengalir ke Sungai Kuning …</em> ”</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">- Lu Guang</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.3&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="1-9hq5w0.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">2. Limbah kimia dari Kabupaten Industri Kimia Jiangsu Taixing yang dibuang di tepian Sungai Yangtze. 15 Mei 2009.</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="3.2465490205@web76110.mail.sg1..yahoo.com" alt="2-2mcjc5d.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">3. Fan Jai Zhuang di kota Anyang , Provinsi Henan . Hanya ada satu tembok yang memisahkan desa ini dari tungku-tungku pembuatan baja. Penduduk desa ini tinggal di lingkungan yang sangat tercemar di mana desa ini terkena hujan zat besi setiap harinya. 24 Maret 2008</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.5&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="3-afeo2u.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">4. Limbah industri Kabupaten Industri Zhejiang Xiaoshan yang akhirnya mengalir ke Sungai Qiantang. 24 April 2009</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.6&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="4-33eo4yp.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">5. Limbah dari pabrik bei dan baja Henan Anyang mengalir ke Sungai Anyang. 25 Maret 2008</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.7&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="5-10poba1.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">6. Sungai-sungai dan waduk di Guiyu, provinsi Guangdong telah terkontaminasi. Terlihat seorang wanita sedang mencuci di sebuah kolam yang tercemar parah. 25 November 2005</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.8&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="6-15ojacx.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">7. Kabupaten industri Shizuishan di provinsi Ningxia. Cerobong asap yang tinggi mengeluarkan asap dan debu. Penduduk setempat mengambil tindakan pencegahan dari debu yang jatuh dari langit ketika berpergian ke luar. April 22, 2006</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.9&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="7-29cu4w.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">8. Lepas pantai Laut Kuning, pipa-pipa pembuangan kotoran yang tak terhitung jumlahnya terkubur di pantai dan bahkan ada yang sampai ke laut dalam. April 28, 2008</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.10&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="8-qqstna.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">9. Di Ma’anshan, provinsi Anhui , di sepanjang Sungai Yangtze terdapat banyak pabrik pengolahan besi dan plastik berskala kecil. Limbah dengan jumlah yang besar dibuang ke Sungai Yangtze. 18 Juni 2009</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="10.2465490205@web76110.mail..sg1.yahoo.com" alt="9-2yzmzif.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">10. Di Mongolia Dalam ada 2 “naga hitam” dari pembangkit listrik Lasengmiao yang mengotori desa-desa di sekitarnya. 26 Juli 2005</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.12&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="10-qnjs4g.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">11. Pabrik pengolahan sampah Fluorine Chemical di kota Changshu, Provinsi Jiangsu Changshu ini bertanggung jawab untuk pengumpulan dan pengolahan limbah industri. Namun mereka tidak melakukan tugasnya, mereka membuat pipa limbah sepanjang 1500 meter di bawah Sungai Yangtze dan melepaskan limbahnya di sana . 11 Juni 2009</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.13&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="11-v7a79u.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">12. Tanah di sekitar Sungai Yangtze yang tercemar oleh industri kimia di kabupaten Ma’anshan, propinsi Anhui . 26 Juni 2009</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.14&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="12-33udaio.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">13. Sejumlah besar air limbah industri mengalir ke Sungai Kuning dari kabupaten industri Lasengmiao, Mongolia Dalam, setiap harinya. 26 Juli 2005</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="14.2465490205@web76110..mail.sg1.yahoo.com" alt="13-29ckjrq.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">14. Limbah kimia yang setiap hari dibuang ke Sungai Yangtze dari pabrik Zhenjiang Titanium. Kurang dari 1.000 meter di hilir adalah tempat di mana Departemen Air Kota Danyang mendapat air mereka. 10 Juni 2009</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.16&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="14-28k3vyo.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">15. Di kota Haimen, provinsi Jiangsu , Industri-industri kimia di sana membuang air limbah mereka ke Sungai Yangtze. 5 Juni 2009</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.17&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="15-xdfdhe.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">16. Pabrik besi dan baja Tianjin Shexian, di provinsi Hebei adalah sebuah perusahaan yang mencemari daerah sekitarnya secara besar-besaran. Perusahaan ini masih terus berkembang, yang akan semakin serius mempengaruhi kehidupan penduduk setempat. 18 Maret 2008</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.18&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="16-wgosk3.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">17. Daerah Longmen di kota Hanchen, Provinsi Shaanxi memiliki pembangunan industri berskala besar. Lingkungan tercemar sangat serius di sana . 8 April 2008</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.19&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="17-rr8fas.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">18. Terdapat lebih dari 100 pabrik kimia di provinsi Jiangsu . Sebagian dari mereka melepaskan air limbah ke laut; beberapa jalur limbah yang paling mencemari ditampung di dalam 5 “kolam penampungan limbah sementara”. Selama 2 gelombang pasang setiap bulannya, maka limbah ini akan terbuang ke laut bersamaan dengan gelombang pasang. 20 Juni 2008</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.20&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="18-2n0tq2g.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">19. Distrik industri Hu Ko di provinsi Jiangxi ada di pinggiran Sungai Yangtze. Pabrik-pabrik kimia ini menimbun Sungai Yangtze untuk memperluas pabrik tanpa izin.</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.21&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="19-2jd5b49.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">20. Distrik industri kimia Cihu di provinsi Anhui Chemical Industry membangun sebuah pipa bawah tanah untuk membuang air limbah ke Sungai Yangtze. Kadang-kadang air limbah ini berwarna hitam, abu-abu, merah tua, atau kuning. Air limbah dari pabrik-pabrik kimia yang berbeda memiliki warna yang berbeda. 18 Juni 2009</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.22&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="20-2nb6e5v.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">21. Propinsi Shanxi adalah daerah yang paling tercemar dari Cina. Daerah ini juga merupakan provinsi dengan tingkat cacat lahir tertinggi. Pasangan petani yang penuh kasih ini mengadopsi 17 anak-anak cacat. April 15, 2009</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.23&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="21-142g8xv.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">“<em>Di beberapa daerah, kehidupan orang-orang China terancam oleh pencemaran lingkungan. Penduduk menderita dari segala macam penyakit yang tidak jelas, desa kanker, peningkatan jumlah bayi cacat, ini adalah hasil dari mengorbankan lingkungan dan membabi buta mencari keuntungan ekonomis.</em>”</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">- Lu Guang -</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">22. Seorang gembala lanjut usia ini tidak tahan dengan bau Sungai Kuning yang kotor ini. 23 April 2006</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">&#60;sorry no pic&#62;</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">23. Anak laki-laki 15 tahun dari Tianshui, Provinsi Gansu ini putus sekolah di kelas 2, mengikuti orangtuanya untuk bekerja di distrik industri Heilonggui. Dia mendapatkan 16 yuan per hari. 8 April 2005</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.24&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="23-14vjltd.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">24. Pasangan suami istri yang baru pulang dari pekerjaan di tempat pengeringan plaster di Mongolia Dalam, provinsi Heilonggui . 22 Maret 2007</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.25&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="24-2i6i0yg.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">25. Lima puluh penduduk desa Kang di Kota Linfen, Propinsi Shanxi menderita kanker dan trombosis serebral akibat air yang mereka konsumsi tercemar oleh limbah industri. Wang Baosheng, 64 tahun, jatuh sakit sejak tahun 2003, ia mempunyai borok di seluruh tubuhnya sehingga dia tidak bisa pergi ke tempat tidur dan hanya bisa berbaring tertelungkup di tepi tempat tidur setiap harinya. 10 Juli 2005</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.26&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="25-jg5oq9.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">26. Menghirup debu dalam jumlah besar ke dalam paru-paru, para pekerja biasanya jatuh sakit setelah bekerja selama 1-2 tahun. Sebagian besar pekerja migran ini berasal dari daerah yang miskin. 10 April 2005</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.27&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="26-55qo8l.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">27. Desa Zhaozhuang di pinggiran sungai Hong di kota Wugang, provinsi Henan . Zhao Bingkun, 66 tahun, menderita serangan kanker sejak 2004. Setelah operasi kedua, biaya perawatan sudah mencapai lebih dari 200,000 yuan. Kondisinya sudah di tahap lanjut, dia mengalami demam setiap hari, menunggu kematian. 7 April 2009</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.28&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="27-2hdy5qe.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">28. Desa Zhaozhuang di pinggiran sungai Hong di kota Wugang, provinsi Henan . Istri dari Gao Wanshun sudah meninggal karena kanker. Sekarang ia hidup dalam kemiskinan. 3 April 2009</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.29&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="28-dzxt0x.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">29. Xuanwei di propinsi Yunnan adalah sebuah desa kanker. Setiap tahun ada lebih dari 20 orang meninggal karena kanker. Xu Li, seorang siswa berumur 11 tahun ini menderita kanker tulang. 8 Mei 2007</span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><img src="http://us.mg3.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f222238%5fAGjFtEQAAL8sSyXpEQk6DWG0w3w&#38;pid=2.30&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" alt="29-2re64bm.jpg" /></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">Alhamdulillah kita harus bisa bersyukur karena negara kita tercinta tidak separah itu.. dan sebaiknya, kita harus benar-benar menjaga supaya tidak terjadi hal yang sama.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:small;">Mari Jaga lingkungan kita <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Goris : Engineer Sipil Yang peduli Lingkungan]]></title>
<link>http://achmadsya.wordpress.com/2009/12/15/goris-engineer-sipil-yang-peduli-lingkungan/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 11:39:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Achmad Syaiful Makmur</dc:creator>
<guid>http://achmadsya.wordpress.com/2009/12/15/goris-engineer-sipil-yang-peduli-lingkungan/</guid>
<description><![CDATA[Baru-baru ini saya kembali membuka milist alumni teknik sipil ITB setelah sekian lama milis ini dipe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Baru-baru ini saya kembali membuka milist alumni teknik sipil ITB setelah sekian lama milis ini dipenuhi dengan isu seputar pemilihan ketua Ikatan Alumni ITB. Ada hal tidak biasa yang dipost oleh salah satu anggota milist, sebuah artikel mengenai Goris Mustaqim yang merebut perhatian para pemerhati lingkungan atas karyanya mengembangkan industri Akar Wangi di Garut. Dia adalah alumni teknik sipil ITB angkatan 2001 dan anggota Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) ITB.</p>
<p>Tulisan lengkapnya dapat dilihat pada alamat berikut :</p>
<p>http://www.thejakartapost.com/news/2009/12/08/goris-mustaqim-making-business-green.html</p>
<p>Artikel dalam link itu dalam bahasa Inggris. Dalam post ini, saya ingin mencoba menceritakan lagi artikel diatas dengan gaya penulisan saya dalam bahasa Indonesia.</p>
<p>Di usianya yang ke 26 tahun ini, Goris dipilih oleh British Council sebagai salah satu dari British Council International Climate Champions atas idealismenya dalam mensinergikan semangat wirausaha dengan perlindungan lingkungan. Dia bergelut dengan 4000 petani akar wangi di garut untuk memperkenalkan sistem pemanfaatan akar wangi yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p><img class="alignnone" title="Goris Mustaqim" src="http://www.thejakartapost.com/files/images/p28-a_36.img_assist_custom-401x267.jpg" alt="Image origin : The Jakarta Post" width="361" height="240" /></p>
<p>Tanaman akar wangi memiliki nilai ekonomis dari minyak nya yang  digunakan sebagai bahan pembuat parfum dan kosmetik. Di dunia, hanya ada 3 tempat utama dimana tanaman akar wangi bisa tumbuh yaitu Haiti, Bourbon, dan Garut. Fungsi ekonomis dan kelangkaannya membuat akar wangi sebagai aset negara Indonesia yang patut dipertahankan kelangsungannya.</p>
<p>Permasalahan pada pemanfaatan tanaman Akar Wangi muncul ketika banyak petani Akar Wangi terpaksa gulung tikar akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa tahun lalu. Sebelum krisis bahan bakar, 70 dari 200 ton Akar Wangi diproduksi di Indonesia. Pada tahun 2005, setelah krisis kenaikan harga BBM, produksi tanaman akar wangi Indonesia hanya tinggal 20 ton. Biaya BBM menyedot 50 % dari biaya produksi minyak Akar Wangi akibatnya peningkatan harga BBM berdampak besar pada biaya produksi minyak Akar Wangi.</p>
<p><img class="alignnone" title="Akar Wangi" src="http://wb9.itrademarket.com/pdimage/41/598541_vetiverrootdw.jpg" alt="original image from : http://wb9.itrademarket.com/pdimage/41/598541_vetiverrootdw.jpg" width="280" height="280" /></p>
<p>Karya besar Goris adalah memberikan alternatif energi panas bumi sebagai pengganti BBM dalam produksi minyak Akar Wangi. Garut memang memiliki sumber daya alam energi panas bumi yang melimpah dan mudah diakses yaitu Kawah Kamojang dimana Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Kamojang.  Melalui riset di bidang ekonomi, lingkungan dan sosial, Goris menemukan bahwa penggunaan energi panas bumi bermanfaat sangat besar bagi faktor ekonomi dan lingkungan dalam produksi minyak akar wangi.</p>
<p>Goris bahkan telah sukses dalam melobi pemerintah daerah garut dalam memasukan pemindahhan basis penanaman akar wangi ke daerah kawah kamojang dalam anggaran daerahnya untuk tahun 2010. Pemindahan ini tentu akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan panas bumi dalam produksi minyak akar wangi. Rencana ini tinggal menunggu persetujuan dari pertamina selaku pemilik Pembangkit Kamojang yang dekat dengan lokasi relokasi.</p>
<p>British Council menganggap Goris Mustaqim sebagai pemimpin masa depan yang ideal karena kesediaannya untuk kembali ke daerah asalnya dan mengembangkannya daripada memulai kariernya di kota-kota besar seperti Jakarta.  Bisa membukakan mata pemuda-pemuda Garut akan besarnya potensi yang Garut miliki.</p>
<p>Atas pencapaian-pencapaiannya, goris dikirim British Council ke Konfrensi Perubahan iklim PBB di Copenhagen, Denmark sebagai wakil pemuda Indonesia.</p>
<p>Salah satu quote yang sangat saya kagumi dari Goris adalah ketika dia ditanya mengenai kontroversi seputar kebenaran isu perubahan iklim sedang terjadi. Dia menjawab :</p>
<p><span style="line-height:16px;"><span style="color:#000000;">“That’s fine. But the thing is, if we save energy, this planet will be a much better place. That’s real, and cannot be argued with,” </span></span></p>
<p><span style="line-height:16px;">Semoga akan semakin banyak lagi Goris-goris lain bermunculan. Sosok yang berani dan cerdik dalam berkontribusi bagi bangsa Indonesia. Dalam bidang lingkungan, ilmu, militer, apapun itu, selalu ada jalan untuk membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang Jaya. Terimakasih Kang Goris, senang bisa mengenal anda walau hanya sesaat.</span></p>
<p><span style="line-height:16px;">Original image are from :</span></p>
<p><span style="line-height:16px;">Goris, from  The Jakarta Post</span></p>
<p><span style="line-height:16px;">Akar Wangi,  from http://wb9.itrademarket.com/pdimage/41/598541_vetiverrootdw.jpg</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAYANGKANLAH BAHWA SUMBER ENERGI YANG TERSEDIA SEMAKIN MENIPIS]]></title>
<link>http://sonyirwansyah.wordpress.com/2009/12/15/bayangkanlah-bahwa-sumber-energi-yang-tersedia-semakin-menipis/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:16:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>sony irwansyah</dc:creator>
<guid>http://sonyirwansyah.wordpress.com/2009/12/15/bayangkanlah-bahwa-sumber-energi-yang-tersedia-semakin-menipis/</guid>
<description><![CDATA[Adakah kaitan atau hubungan antara egoisme manusia dengan kerusakan lingkungan? Ada! egoisme dan ket]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:rgb(0,204,255);">Adakah kaitan atau hubungan antara egoisme manusia dengan kerusakan lingkungan? Ada! egoisme dan ketidakpedulian kita akan kelestarian lingkungan adalah penyebab dari &#160;timbulnya semua permasalahan lingkungan yang kita hadapi saat sekarang ini. Sebagian besar dari kita yang hanyalah memikirkan kenyamanan dan kepentingan pribadi tanpa pernah memikirkan dampak yang akan terjadi pada lingkungan alam di sekitar kita maupun lingkungan global secara keseluruhan. Oleh karena Hanya karena merasa punya uang, kita tidak mengindahkan ataupun memperdulikan peringatan dan himbauan untuk melakukan penghematan energi yang ada saat ini.<br />
<!--more--><br />
“Ah, saya mampu membayar berapapun tagihan listrik yang ada. Jadi terserah saya dong untuk memakai listrik sesuka hati saya. Saya sanggup membeli BBM berapapun yang saya mau, jadi terserah saya dong mau beli mobil yang borosnya kayak apa dan berapa jumlahnya.” Itulah terkadang yang ada pada pemikiran sebagian orang yang tidak memperdulikan lagi peringatan ataupun himbauan bahwa sudah selayaknyalah kita harus melakukan penghematan energi yang tersedia agar energi tersebut tidak cepat habis sebelum kita mampu membuat energi alternative lain.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:rgb(0,204,255);"><a href="http://sonyirwansyah.wordpress.com/files/2009/12/spbu4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-14" title="spbu4" src="http://sonyirwansyah.wordpress.com/files/2009/12/spbu4.jpg" alt="" height="308" width="450"></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:rgb(0,204,255);"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:rgb(0,204,255);">Coba renungkanlah:</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:rgb(0,204,255);">Berapa banyak energi dan sumber daya yang harus terbuang sia-sia hanya karena orang-orang ingin menikmati kenyamanan yang sesungguhnya tidak benar-benar mereka perlukan. Berapa banyak energi dan sumber daya yang terbuang sia-sia hanya karena mereka ingin terlihat tampil bergengsi. Orang-orang seringkali membeli hal-hal yang tidak mereka perlukan, mengganti barang-barang yang semestinya masih bisa digunakan hanya karena alasan bosan. Kita tidak pernah memikirkan berapa banyak tenaga dan sumber daya planet ini yang rusak untuk memenuhi kebutuhan egois kita tersebut.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:rgb(0,204,255);">Coba Camkanlah beberapa hal: Uang Anda memang bisa membeli berliter-liter BBM, tetapi uang tersebut tidak dapat mengembalikan tiap liter BBM yang telah Anda ambil dari alam butuh jutaan tahun untuk menghasilkan BBM yang Anda nikmati tersebut. Janganlah memikirkan kenyamanan hidup Anda sendiri. Setidaknya pikirkanlah keadaan generasi penerus Anda, mereka harus menjalani hidupnya dengan segala sumber daya yang sangat terbatas karena ulah orang tua, kakek nenek, dan nenek moyangnya di masa lalu. Lalu Anda akan berpikir, tetapi bukankah kita memiliki energi alternatif seperti bio fuel, hidrogen, dan lain-lain? Tetap saja semua itu tidak gratis, selalu ada yang harus dikorbankan. Bio fuel menyebabkan kerusakan lingkungan karena penanaman tanaman bahan bakar tersebut membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Hidrogen masih mahal dan belum dapat diproduksi dengan efisien. Bagaimana seandainya planet kita sudah hancur duluan sebelum kita dapat menikmati semua kenyamanan teknologi tersebut? Saat ini kita berpacu dengan waktu. Begitu banyak orang di belahan dunia lainnya yang sangat membutuhkan tiap tetes BBM yang kita nikmati, tiap tetes air bersih yang kita nikmati, dan hal-hal mendasar lainnya untuk mendukung kehidupan mereka. Berrhematlah dalam segala bentuk yang Anda bisa. Lakukanlah untuk dunia, lakukanlah untuk generasi penerus Anda. Ayo mulai sekarang cobalah untuk berhemat dalam pemakaian energi, pakailah energi seperlunya secara efektif dan efisien. Dengan kesadaran akan hal tersebut mulailah dari hal-hal kecil, seperti mematikan listrik yang tidak diperlukan, membeli kendaraan yang hemat bahan bakar dan jumlah kendaraan yang memang diperlukan saja.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:rgb(0,204,255);">Semoga apa yang kita lakukan dapat memberi kontribusi terhadap kelestarian akan tersediannya sumber-sumber energi yang ada untuk sekarang dan masa yang akan datang.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ KAMI INGIN PEMIMPIN YANG JUJUR  DAN MAU TURUN KE RAKYAT]]></title>
<link>http://koranibu.wordpress.com/2009/12/14/lingkunganku-bersih-lingkungaku-sehat-oleh-ibu-satya-mendung/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 12:18:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>dila mengas</dc:creator>
<guid>http://koranibu.wordpress.com/2009/12/14/lingkunganku-bersih-lingkungaku-sehat-oleh-ibu-satya-mendung/</guid>
<description><![CDATA[IBu Patimah: RT.. 03 Rw. 02 Dusun Marga Makmur , Empang Bawah. Sekarang musim pemilihan kepala daera]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>IBu Patimah: RT.. 03 Rw. 02 Dusun Marga Makmur , Empang Bawah.  Sekarang musim pemilihan kepala daerah, terutama dikabupaten saya Sumbawa Pemilihan Bupati dan Wakil sebentar lagi akan dilaksanakan. Yang lucu para tim sukses datang kerumah saya dengan segala cerita mengenai calon yang mereka bawa. Saya hanya menjawab bahwa saya hanya ingin pemimpin yang jujur dan memperhatikan rakyat kecil seperti saya. Bebara hari yang lalu pertama datang Bapak Wakil Bupati ke rumah tetangga saya, dan keesokan harinya datang juga bapak Bupati kerumah Tetangga di Depan rumah saya. Adapun harapan saya kepada pemerintah terutama pemerintah Kabupaten agar kiranya saya dapat diberikan modal untuk berusaha jualan , seperti modal untuk jual beras.   Ibu</p>
<p>Raweiyah Adam RT. 04. RW. 2 marga MAkmur Empang Bawa  Saya berharap agar pemimpin saya nanti dapat memperhatikan masalah listrik yang sering padam, sehingga anak saya kesulitan belajar pada malam hari. Juga saya ingin agar nanti siapapun yang menjadi bupati harus jujur dan amanah serta peduli pada rakyat kecil seperti kami. Saya ingin saat ini agar dapat diberikan modal untuk berusaha mandiri secara kecil kecilan karena saya menjadi orang tua tunggal. Kepada Pemerintah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FESTIVAL MATA AIR 2009: "TANAM POHON, TANGKAP AIR"]]></title>
<link>http://kenyokania.wordpress.com/2009/12/13/festival-mata-air-2009-tanam-pohon-tangkap-air/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 20:10:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>kenyokania</dc:creator>
<guid>http://kenyokania.wordpress.com/2009/12/13/festival-mata-air-2009-tanam-pohon-tangkap-air/</guid>
<description><![CDATA[Bukan gerbang mewah yang saya lalui untuk memasuki arena festival. Saya dan dua teman menanjaki tebi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bukan gerbang mewah yang saya lalui untuk memasuki arena festival. Saya dan dua teman menanjaki tebing berpagar obor-obor yang menjadi satu-satunya alat penerang jalan menapak kami. Di sisi kanan dan kiri, tumbuhan liar dilatari paduan suara tonggeret menggiring rasa tak sabar saya untuk segera sampai di area hutan Mata Air Senjoyo. </p>
<p>Selama tiga hari, tepatnya dari 9-11 Oktober, Salatiga akan diramaikan oleh Festival Mata Air 2009, sebuah festival tahunan yang diadakan oleh Komunitas TUK. Komunitas TUK yang merupakan kependekan dari Komunitas Tanam Untuk Kehidupan adalah sebuah perkumpulan anak-anak muda Salatiga yang peduli dengan permasalahan lingkungan dan menganggap seni merupakan wadah yang sesuai untuk menyampaikan pesan peduli lingkungan terhadap masyarakat. Menurut pihak TUK, Festival Mata Air tidak hanya sebagai sebuah pesta atau pagelaran seni biasa, melainkan merupakan kumpulan dari program-program kerja Komunitas TUK selama setahun yang bisa dinikmati secara serentak dalam festival ini.</p>
<p>Mata Air Senjoyo merupakan salah satu sumber air utama di Jawa Tengah. Tempat ini juga merupakan lokasi Festival Mata Air yang pertama diadakan. Kini, pada penyelenggaraannya yang ke-4, FMA seperti kembali ke rumahnya setelah dua kali festival sebelumnya berpindah tempat di pusat kota Salatiga. Menurut Rudy Ardianto, yang merupakan penggagas Komunitas TUK bersama istrinya, Vanessa Hyde, FMA tahun ini mengalami peningkatan ketimbang tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>“FMA tahun ini jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya dilihat dari partisipan &#38; penonton. Tahun ini yang datang dua kali lipat dari tahun sebelumnya, kami perkirakan sekitar 15,000 orang,” ujar beliau. Ungkapan serupa juga saya dengar dari Titi Permata, Ketua Panitia Festival Mata Air 2009.</p>
<p>Jujur saja, saya belum bisa membayangkan seperti apa festival yang diadakan di salah satu kota kecil yang sejuk ini. Rasa penasaran saya terjawab ketika pijakan terakhir di tanjakan tanah yang lumayan licin itu berganti menjadi hamparan rumput dan pepohonan tinggi yang dipasangi obor di batang-batangnya. Saya mengamati sekeliling: tenda-tenda, obor, instalasi yang terbuat dari jerami dan akar yang terlihat di bawah keremangan cahaya, dan kesibukan panitia yang wara-wiri menjadi pembuka pemandangan saya malam itu. </p>
<p>Udara sejuk Salatiga membalut dan menyambut menit-menit awal kedatangan saya yang sedang asyik menikmati suasana juga menanti saatnya acara dimulai. Saya dan kedua rekan tiba setengah jam lebih awal. Menurut jadwal, Festival Mata Air 2009 akan dibuka pada pukul 18.30 WIB, dan kami sudah tiba setengah jam sebelumnya hingga waktu kami untuk berkeliling lebih banyak. Pengunjung belum begitu ramai, tapi beberapa kelompok anak muda dari beragam komunitas tampak sudah menempati hunian mereka masing-masing, baik berupa tenda di area yang kosong, atau hanya gelaran tikar yang bisa diisi hingga lebih dari 10 orang. </p>
<p>Mata saya langsung tertuju pada empat banjar tenda putih setengah bulat yang masing-masingnya terdiri dari tiga tenda yang berbaris. Satu tenda yang dipenuhi oleh orang-orang dengan rajah di sekujur tubuhnya langsung menarik perhatian saya. Saya mendekat, ternyata benar, tenda itu adalah stand tattoo yang tentunya menyediakan jasa pembuatan tattoo permanen atau pun yang tidak permanen. Di jajaran tenda tersebut berdiri dua tenda lainnya yang menyediakan barang beragam seperti seni origami, penjualan aksesoris yang bahan pembuatannya berasal dari sampah yang didaur ulang, stan makanan/minuman, beberapa stan yang menjual aksesoris seperti kalung, gelang, tas, yang terbuat dari hasil alam, dan karya seni lainnya.</p>
<p>Setelah merasa cukup untuk berkeliling area, saya berhenti di sisi kiri panggung utama dan duduk di bawah pohon untuk menghela nafas sesaat. Di depan panggung utama terdapat balon berbentuk beruang berwarna ungu putih dengan ukuran lebih dari satu meter yang digantung di atas pohon dan disorot oleh lampu tembak yang menjadikannya begitu mencolok. Celinguk kanan-kiri, berjarak 10 meter ke arah kiri belakang saya, terdapat anyaman ranting dan akar pohon yang berbentuk pelang besar. Ternyata ‘papan’ anyaman itu ditempeli oleh peta area Festival Mata Air yang sekaligus berfungsi sebagai pintu selamat datang.</p>
<p>Sayup-sayup saya mendengar suara musik bertempo cepat menghentak dari kejauhan. Teman saya berkata bahwa menurut brosur yang berisi informasi jadwal acara dan peta lokasi, terdapat satu area yang bernama Panggung Elektro. Wow, ternyata ada area untuk rave party juga! Gurau saya kepada kedua teman saya yang akhirnya setuju untuk melihat ke sumber suara.</p>
<p>Ternyata tadi tidak ada satupun dari kami yang mengenali area Panggung Elektro karena letaknya yang terpencil dan kontur tanahnya lebih rendah ketimbang area lainnya. Panggung Elektro dibatasi oleh potongan-potongan pita putih yang dililit ke tiap pohon membentuk  pagar  persegi dan meja untuk Disc Jockey terletak di area paling belakang, ditutupi oleh tenda putih serupa. Pintu masuk menuju panggung elektro terbuat dari jalinan akar dan ranting yang membentuk busur dan dihiasi oleh gantungan keping-keping piringan musik bekas dan pita-pita putih yang menjuntai membentuk tirai.<br />
Beberapa warga asing saya lihat sudah asing berjoget mengikuti irama musik yang dimainkan oleh sang DJ yang bertahta di balik turntable-nya. Walaupun acara belum secara resmi dimulai, tapi ternyata satu area festival sudah diramaikan oleh hentakan musik disko dan segelintir orang yang bergoyang dengan penuh keriaan.</p>
<p>Saya membaca selebaran jadwal program di tangan saya untuk mendapatkan petunjuk lebih mengenai acara ini. Ternyata terdapat tiga panggung yang terbagi ke dalam dua area yang berbeda. Panggung Utama dan Panggung Elektro terdapat di area hutan Mata Air Senjoyo yang merupakan sebuah bukit dengan pepohonan berdiri menjulang yang mengingatkan saya akan Taman Ir. H. Djuanda di Bandung, kerap disebut Hutan Raya Dago. Sedangkan Panggung Air, terdapat di sisi lain, tepatnya di bawah area hutan Mata Air Senjoyo. Panggung itu saya lewati ketika baru tiba dan hendak menanjaki bukit menuju area utama FMA ini. Dari selebaran jadwal itu pula saya ketahui bahwa pagelaran-pagelaran di Panggung Air dilaksanakan dari pukul 10.00 hingga 18.00 WIB, sejak hari kedua FMA. </p>
<p>Tak lama kemudian, terdengar sapaan kencang duo Master of Ceremony dari panggung utama yang menandakan Festival Mata Air 2009 akan segera dimulai. Saya kembali ke posisi awal yaitu di sisi kiri panggung. Panggung utama gelap, hanya sosok yang berdiri di panggung kecil di depan panggung utama ditembak oleh lampu sorot yang saya jamin sungguh silau di mata orang yang berdiri di tempat itu. Seperti acara lainnya, pembukaan diisi dengan sederet kata pembuka Titi Permata yang lalu saya sapa dengan panggilan khas Jawa, ‘Mbak’, hingga perwakilan Pemerintah Prop<a href="http://kenyokania.wordpress.com/files/2009/12/main-entrance-copy.jpg"><img src="http://kenyokania.wordpress.com/files/2009/12/main-entrance-copy.jpg?w=300" alt="" title="main entrance" width="300" height="200" class="aligncenter size-medium wp-image-176" /></a>insi Jawa Tengah. </p>
<p>Sebenarnya, rangkaian FMA sudah diawali dengan parade kostum yang berjudul Parade Jalan Kostum Sampah pada Kamis, 8 Oktober, sehari sebelum saya tiba di Salatiga. Parade itu bertempat di sepanjang jalan raya Salatiga. Sebuah hiburan yang atraktif seolah hendak mengingatkan masyarakat bahwa satu hari lagi FMA yang ke-4 akan segera dimulai.</p>
<p>Pentas seni malam itu dibuka oleh grup perkusi asal Jakarta, Payon. Permainan mereka yang sungguh ekspresif dan musik yang dibawakan mampu membuat penonton terbakar semangatnya hingga area depan panggung utama diisi oleh beberapa tubuh penonton yang berasal dari lingkungan sekitar bercampur dengan para kerabat dari luar negeri asyik bergoyang. Aksi para personil Payon yang atraktif dengan penonton dan cara mereka bergoyang sambil menabuh masing-masing instrumen yang tergantung di tubuh mereka mampu membawa pengunjung hingga terpusat di area panggung utama.</p>
<p>Festival Mata Air 2009 tidak hanya diramaikan oleh panggung musik. Sesuai dengan konsep para panitia pelaksana, seni kontemporer berbau edukasi akan memanjakan pengunjung selama tiga hari pelaksanaan festival. Pada malam pertama, selain pentas musik perkusi, terdapat juga wayang kontemporer yang bertajuk Wayang Kampung Sebelah, berasal dari Solo. Walaupun sempat mengalami kendala teknis, namun pertunjukkan wayang yang bercerita mengenai konflik politik melalui kehidupan warga desa secara singkat ini tetap berhasil dan menghibur pengunjung. Uniknya, jika kita biasa menyaksikan wayang yang ditemani oleh sinden yang melagukan tembang-tembang, pada pertunjukan Wayang Kampung Sebelah, sempat beberapa kali sang sinden melagukan lagu-lagu rock jaman sekarang dengan gaya tetap menyinden yang menjadikan penonton beberapa kali bertepuk tangan mengapresiasi racikan wayang kontemporer tersebut.</p>
<p>Setiap paginya, selama tiga hari, Festival Mata Air menyediakan wahana pelatihan Yoga. Selain itu, banyak sesi-sesi workshop lainnya yang dapat diikuti berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa, seperti: pembuatan patung dari sampah untuk anak-anak, mozaic, guitar clinic, pembuatan lampion, mural painting, pembuatan barang-barang dari sampah daur ulang, hingga pelatihan film pendek dan pelatihan menulis. Semuanya dapat diikuti secara gratis di arena workshop dengan jadwal yang dapat dilihat di selebaran program yang juga dapat diperoleh setiap pengunjung dengan cuma-cuma. </p>
<p>Hari kedua saya mengunjungi festival ini, setiba saya di lokasi saat hari masih pagi, baru saya dapat melihat jelas bagaimana bentuk area festival ini juga menikmati beragam instalasi yang dipasang. Terdapat beberapa patung yang dibuat dari sampah berisi pesan singkat tentang lingkungan, replika pensil setinggi dua kali tubuh anak-anak yang memagari area pembuangan sampah, anyaman akar dan jerami yang dibentuk menjadi sepeda lalu digantung di salah satu pohon, hingga yang paling menarik perhatian saya adalah sangkar burung yang terbuat dari akar dan ranting juga jerami menjadi tempat favorit pengunjung untuk mengambil gambar diri mereka. </p>
<p>Tadi malam saya juga tidak sempat mengamati karung-karung besar yang digantung di beberapa pohon yang ternyata berfungsi sebagai tempat sampah. Saya perhatikan sekeliling, ternyata saya tidak menemukan sampah berserakan di area festival, padahal besar kemungkinannya untuk melihat  selembar bungkus makanan yang teronggok begitu saja pada acara sebesar ini. </p>
<p>Mbak Titi yang sempat berbincang dengan saya seusai acara juga bercerita tentang betapa senang ia mengamati anak-anak kecil yang tertib membuang sampah pada tempatnya. </p>
<p>“Bahkan ada ibu-ibu yang diceletuki oleh anak band karena ia membuang sampah sembarangan, lho,” ujarnya dengan semangat.</p>
<p>Saya sempat menghabiskan waktu yang cukup lama di area workshop pembuatan patung dari sampah untuk anak-anak. Di sana, saya duduk bersama rekan mengamati anak-anak kecil begitu semangat memilih dan memilah sampah mana yang hendak mereka karyakan, lalu mengecat ulang dengan warna pilihan mereka hingga lalu jadilah patung yang nantinya akan ditusuk ke dalam batang bambu bersama dengan karya anak-anak lain. Instalasi itu mengingatkan saya akan makanan sate, hanya saja ini tidak terdiri dari daging ayam atau kambing melainkan kaleng-kaleng cat atau kemasan kaleng produk makanan/minuman yang sudah dirangkai dan diwarnai ulang oleh anak-anak. Mas Didik yang menjadi koordinator workshop anak-anak pun begitu antusias untuk bercerita mengenai pengalamannya bergelut di bidang ini selama ia bergabung dengan Komunitas TUK dan menjadi bagian dari penyelenggara FMA.</p>
<p>“Bagi saya, perlu cara lain selain pendidikan formal kepada anak-anak mengenai pentingnya peduli lingkungan,” ujarnya sambil sibuk memberi pengarahan kepada anak-anak yang sedang asyik berkarya. Sesekali ia mengambil karya yang sudah jadi untuk lalu dipajang di ‘tusuk sate’ yang menanti karya terbaru ditusukkan. </p>
<p>Saya asyik berdiskusi dengan Mas Didik mengenai bagaimana penerapan tentang isu peduli lingkungan dengan cara kreatif dapat dikenai kepada anak-anak sekarang sambil terus menyaksikan anak-anak usia sekolah dasar di sekeliling saya itu asyik sendiri dengan pekerjaannya. Komunitas TUK sudah menyediakan edukasi terhadap anak-anak dalam program kerja mereka. Saya menangkap bahwa TUK memiliki pandangan sendiri, sederhana namun begitu konkrit, tentang peduli terhadap lingkungan. Setelah FMA ini usai, program lanjutan mereka adalah menanam bibit pohon di lereng Gunung Merbabu, yang rencananya akan dilaksanakan pada Desember 2009. </p>
<p>Di sebelah kiri saya yang tengah menikmati anak-anak kecil serius berkarya tampak beberapa pengunjung yang kebanyakan anak kecil sedang asyik menggoyangkan pinggulnya, mereka bermain hoola hoop bersama Maya, seorang perempuan asal Australia yang sedang memandu anak-anak itu terus bergoyang dengan lingkaran bambu yang mengitari tubuh mereka. Jika suasana di tempat saya ini sedang khusyuk, maka di sisi sana begitu riuh dan ramai. Tak lama saya beranjak menuju area Sirkus &#38; Hoola Hoop dan ternyata orang dewasa tak luput dari perhatian Maya dan temannya. Mereka beberapa kali menghampiri teman saya untuk memaksanya bermain hoola hoop yang disambut dengan gerakan cepat teman saya yang lain untuk mengabadikan momen itu dengan kameranya. </p>
<p>Siang beranjak terik, namun pepohonan yang meneduhi hutan Senjoyo membuat kami semua yang ada di sana tetap merasa sejuk. Saya menengadahkan kepala dan menyaksikan sinar matahari yang menyusup di antara ranting pohon jadi teringat slogan utama acara ini, “Tanam Pohon-Tangkap Air.” Walaupun sudah bisa mencernanya sendiri, tapi saya baru menemui kalimat lugas yang tepat untuk menjelaskan maksud slogan mereka ketika berbincang dengan Mbak Titi, </p>
<p>“Lingkungan ibarat sebuah pohon. Sebatang pohon merupakan sumber kehidupan kita, karena fungsinya untuk menyerap air. Sesederhana itu untuk dimengerti, hanya saja ungkapan ini ada dalam skala yang jauh lebih sederhana,” ujar beliau.</p>
<p>Saya berpikir, ternyata apa yang saya maknai dari awal saya membaca slogan itu tidak meleset. Melalui slogan itu, Komunitas TUK ingin menyampaikan betapa pentingnya satu batang pohon bagi kehidupan manusia. Tanpa keberadaan pohon di dunia ini, manusia tidak akan mampu mengecap air yang merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan. Pesan singkat itu jugalah yang sering luput dari pikiran manusia, dan melalui perkataan Mbak Titi, ia mencoba membuat isu lingkungan yang selama ini mungkin terkesan terlampau global menjadi terdengar sederhana dan menyampaikannya melalui FMA. Ada elemen yang lebih kecil dari isu global itu yang bahkan manusia sendiri lupa untuk pahami. Lapisan itulah yang coba disentuh oleh Komunitas TUK melalui sederet rangkaian program kerja mereka hingga menemui puncak tahunannya pada FMA.</p>
<p>Selama acara berlangsung, terdengar orasi dari MC bahwa gelaran FMA tahun ini merupakan yang terakhir. Saya masih belum mengerti mengapa harus dipatok tahun 2009 merupakan Festival Mata Air yang terakhir hingga acara usai, saya berbincang singkat dengan Mas Rudy yang menjelaskan, </p>
<p>“Kami ingin mundur sejenak untuk menyusun amunisi yang lebih kuat lagi ke depannya. Setelah empat tahun berturut-turut festival ini diselenggarakan, kami rasa ada baiknya untuk rehat namun bukan dalam artian berhenti, melainkan untuk menyusun kekuatan baru demi program TUK selanjutnya,” jelasnya. </p>
<p>Beliau juga mengatakan bahwa Komunitas TUK tidak menutup kemungkinan adanya kerjasama dengan pihak manapun yang ingin menyelenggarakan acara serupa di lokasi luar Salatiga. Jika memungkinkan, menurut pihak TUK, kerjasama itu akan membentuk jaringan baru untuk kerjasama yang lebih baik ke depannya.</p>
<p>Saya sempat heran dengan daftar Friends &#38; Networking yang nyaris menunjukkan institusi-institusi luar negeri (Australia) dan komunitas-komunitas bersifat non-pemerintah dari dalam negeri. Dari Mas Rudy akhirnya saya mengetahui kepedulian yang berujung pada tindak supporting dari AVI (Australian Volunteer International), institusi dimana beliau dan Vanessa  bekerja. Ketika TUK terbentuk, sepasang suami istri yang memutuskan pindah ke Salatiga setelah lama tinggal di Negeri Kangguru itu mendapat bantuan dari AVI. Tidak tanggung-tanggung, pihak AVI juga mengirimkan sejumlah sukarelawan dari Australia untuk membantu terlaksananya FMA. Dari sana juga, jaringan Mas Rudy dan Vanessa yang memang aktif dalam kegiatan seni bersifat ‘grass rooted activism’ di Sydney, menjadi bertambah. </p>
<p>Ditanya mengenai kepedulian pemerintah setempat terhadap program kerja TUK dan FMA sendiri, pihak TUK mengakui bahwa mereka masih prihatin dengan sikap pemerintah kota yang kurang responsif untuk bekerjasama. Untungnya, pemerintah propinsi lebih sigap dalam menyikapi program kerja TUK, hal ini terlihat dari tindak lanjut mereka untuk mengetahui program penanaman bibit pohon di Lereng Merbabu yang merupakan kelanjutan dari kegiatan Komunitas TUK setelah Festival Mata Air di 2009. </p>
<p>Jika selama ini saya kerap menyaksikan pagelaran seni di Bandung atau Jakarta, merupakan pengalaman yang pertama saya menikmati tampilan-tampilan seni yang variatif dari anak-anak Jawa Tengah. Walaupun ada juga partisipan yang berasal dari Ibukota, namun FMA banyak menggaet komunitas-komunitas seni ataupun seniman individualis (demikian pihak TUK menyebutnya dalam selebaran program) dari Yogyakarta, Solo, Ungaran, Salatiga, dan seputar Jawa Tengah. Pihak TUK senang menyebut gerakan mereka dan teman-teman partisipan sebagai komunitas ‘grass rooted’. </p>
<p>Dalam FMA, saya dapat menikmati beragam bentuk seni dalam satu tempat: musik, lukisan, seni rajah, teater-teater, kuda lumping, wayang, mural, hingga komunitas bikers yang sempat adu pamer di sana. Ada pula satu stan yang diisi oleh seniwati asal Australia bernama ‘Risk Depot’. Ia hanya bermodalkan lembaran kertas kosong dan satu pohon yang meneduhinya untuk menarik pengunjung yang datang. Di sana, tiap pengunjung yang ingin berpartisipasi diminta untuk menulis resiko atau ketakutan-ketakutan mereka dalam hidup di dalam lembaran kertas yang dibagikan. Nantinya, seniwati ini akan membuat sebuah karya seni berdasarkan apa yang pengunjung tulis di kertas tersebut. Hasilnya akan dipamerkan di portal pribadinya dan masing-masing partisipan mendapat nomor identitas untuk dapat melihat kemajuan karya atas ‘petisi’ mereka masing-masing. </p>
<p>Pada hari kedua, penampilan yang menurut saya sungguh menohok dan menakjubkan adalah penampilan teatrikal dari YPMJ Jepara, bertajuk Teater Perang Obor. Area depan panggung utama dikosongkan malam itu, para pengunjung dipersilahkan mengambil tempat di luar batas panggung yang dibatasi oleh sekitar delapan obor yang menancap tanah. Dialog yang menggunakan bahasa Jawa membuat saya kurang mengerti isi dari pementasan malam itu, namun saya sungguh menikmati adegan dimana para pemain mulai melakukan aksi perang obor. Sebelum adegan tersebut mengejutkan saya, terlebih dahulu para pemain yang terdiri dari belasan laki-laki berusia sekitar belasan hingga dua puluh tahun melumuri sekujur tubuh mereka dengan lumpur.</p>
<p>Sesaat setelah itu, mereka melakonkan adegan perang dimana masing-masing pemain itu memanggul jalinan jerami seukuran dua kali tubuh mereka lalu menyulut api dari tiap obor yang sudah menyala di tiap sudut. Adegan itu dilanjutkan dengan masing-masing dari mereka menggebuk tubuh pemain yang lain dengan batang jerami itu hingga pendaran api menyala di tubuh pemain lainnya. Perang obor ini berlanjut hingga semua pemain berjatuhan, seolah menandakan kekalahan dan batang jerami itu telah habis dilalap api.<br />
Tak pelak, penampilan teater yang satu ini mengundang banyak decak kagum dan ketakutan dari penonton yang ‘ngeri’ menyaksikan bara api mencambuk sekujur tubuh setengah telanjang mereka.</p>
<p>Setiap malam ketika panggung utama sudah lelah untuk diisi oleh pengisi acara, pengunjung diberikan waktu rehat sambil menanti pojok Panggung Elektro menguasai malam dengan hentakan musik diskonya. Ramai orang berbondong-bondong akan segera terpusat di arena tersebut untuk merayakan kesenangan mereka selama sehari dengan berjoget bebas dan menghabiskan malam di sana. Untuk menanti pagi, sambil tak lupa terhadap kesan yang didapat melalui sajian Festival Mata Air sehari hingga tiga hari penuh.</p>
<p>Pada penutupan, terdapat pawai lampion yang merupakan hasil karya workshop pembuatan lampion selama tiga hari. Area dekat Panggung Air, tepatnya sungai di mana aliran mata air mengalir leluasa dipenuhi oleh temaram cahaya warna-warni dari lampion-lampion sederhana. Pelepasan origami berupa kupu-kupu pun menghiasi malam penutupan FMA, menutup keriaan selama tiga hari dan menoreh harapan baru bahwa lingkungan pun mampu membuat manusia terhibur, dengan seni dan segala pesan sederhana yang mampu membuat siapa saja tersenyum ketika meresapinya. </p>
<p>Festival Mata Air menyisakan satu kesan yang tak kalah unik bagi saya. Di sana, saya menemui berbagai komunitas yang bergaya ala falsafah hidup mereka, seperti komunitas punk yang datang dengan dandanan mohawk dan segala emblem di kemeja jeans mereka dan sepatu ala Doc Martin yang membalut skinny jeans belel mereka. Pun komunitas metal/hardcore yang identik dengan kostum hitam dan celana army. Segala sesuatu yang bagi saya ‘nyentrik’ dan jarang ditemui dalam satu event sekaligus dapat saya temui di sana, melakukan apa yang mereka lakukan, menikmati Festival Mata Air, menikmati keteduhan pohon yang menghalangi terik kejam matahari di siang hari, berkumpul bersama rekan lama atau baru. Dan yang terpenting, berpikir betapa tidak layaknya kita untuk kejam terhadap lingkungan yang telah meneduhi kami semua di sana selama tiga hari yang intim dengan alam.***</p>
<p><a href="http://kenyokania.wordpress.com/files/2009/12/instalasi2copy.jpg"><img src="http://kenyokania.wordpress.com/files/2009/12/instalasi2copy.jpg?w=300" alt="" title="salah satu instalasi di area utama" width="300" height="200" class="aligncenter size-medium wp-image-170" /></a></p>

<p><em>Teks : Kania Laksita Raras<br />
Foto : Fikri Azali (Komeng)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesedihan]]></title>
<link>http://pureliefde.wordpress.com/2009/12/13/kesedihan/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 15:03:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>pureliefde</dc:creator>
<guid>http://pureliefde.wordpress.com/2009/12/13/kesedihan/</guid>
<description><![CDATA[Ada beberapa kesedihan tersembunyi dalam lingkungan. Semua pemandangan berada dalam ketakutan, dan w]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ada beberapa kesedihan tersembunyi dalam lingkungan. Semua pemandangan berada dalam ketakutan, dan waktu adalah seperti tidur dan ada beberapa barang yang hilang dalam hati. Bagaimana untuk mengatakan apa ketidakjelasan di sana. Saya berpikir tentang hal ini sekarang dapat orang katakan apakah dia milikku atau tidak, kita bepergian bersama-sama tapi masih ada jarak antara kami seperti dua sisi sungai tak pernah bertemu. Kita bersama-sama tetapi tidak benar-benar bersama kesedihan ini tidak dapat diterima oleh saya ada dinding kaca di antara kami. Lagu yang saya dengar, yang dipilih oleh hatiku, tapi cerita apa adalah waktu mengatakan kepada saya, Kalau saya dalam kesedihan dia tidak bahagia di sana, seperti ada campuran kesepian di dalam pembicaraan, kita bertemu tetapi tidak benar-benar bertemu, bunga mawar bermekaran tetapi tidak benar-benar. Mataku melihat pemandangan indah, tapi hati dipecah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Makin Kotor, Makin Bau, Saya Makin Suka"]]></title>
<link>http://linapw.wordpress.com/2009/12/13/makin-kotor-makin-bau-saya-makin-suka/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 09:03:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>linapw</dc:creator>
<guid>http://linapw.wordpress.com/2009/12/13/makin-kotor-makin-bau-saya-makin-suka/</guid>
<description><![CDATA[Yuyun Ismawati, Penerima Goldman Prize- “Nobel” Lingkungan &#8220;Kadang ya saya suka gemeeees bange]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Yuyun Ismawati, Penerima Goldman Prize- “Nobel” Lingkungan</p>
<p>&#8220;Kadang ya saya suka gemeeees banget sama orang- orang. Udah tau Buang Air Besar (BAB)  di sungai merugikan masih dilakuin, udah tau buang sampah bikin susah teteeep aja buang sembarangan. Jadi bingung!&#8221; ujar Yuyun Ismawati- penerima Goldman Prize soal limbah.<br />
Ke’gemes’an Yuyun- sapaan akrabnya tentu bukan tanpa sebab. Ia menuturkan hal yang paling membuatnya gemes justru sangat sederhana yaitu kurangnya kesadaran masyarakat terhadap limbah. Banyak contoh dari permasalahan tersebut, salah satunya BAB di sungai. BAB di sungai terbukti sangat merugikan banyak orang. Organisme- organisme dalam sungai bisa mati keracunan karena kotoran kita mengandung bakteri E-coli dan banyak bakteri lainnya. Belum lagi bila masyarakat di sekitar sungai menggunakan air resapan (sumur) dalam kehidupan sehari- harinya. Dapat dipastikan mereka akan mengalami diare dan penyakit lain yang berawal dari bakteri. Limbah kotoran kita memang terlihat sepele, namun sebenarnya sangat krusial terutama dalam permasalahan air dan sanitasi, seperti yang disampaikan oleh Yuyun.<br />
Kurangnya kesadaran masyarakat masalah limbah membuat Ibu yang menjadi single parent ini tergerak dalam bidang lingkungan hidup. Karirnya dimulai sebagai insinyur pemerintah untuk merancang suplai air di daerah pedesaan dan kota. Namun, ia merasa  ketrampilannya akan lebih berguna untuk masyarakat kecil yang membutuhkan pengelolaan sampah. Maka bekerjasama dengan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Iapun mulai merancang pengelolaan sampah yang baik bagi masyarakat miskin.</p>
<p><a href="http://linapw.wordpress.com/files/2009/12/img_7763.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-172" title="IMG_7763" src="http://linapw.wordpress.com/files/2009/12/img_7763.jpg" alt="" width="632" height="474" /></a><br />
Pengelolaan sampah tersebut berjalan dengan lancar. Hingga akhirnya di tahun 2000, Yuyun- sapaan akrabnya membuka LSM sendiri yaitu Bali Fokus untuk lebih menyebarkan system pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Di tahun 2003 lalu, Bali Fokus bekerjasama dengan Rotary Club memprakarsai program pengelolaan limbah padat di Gianyar.<br />
“Selain masalah sampah, masalah sanitasi juga cukup penting. Kalau masyarakat sadar sedikiiiit saja, pasti masalah- masalah itu tidak akan sedemikian pelik,” ujarnya berapi- api menuturkan keprihatinannya. Menanggapi masalah limbah, wanita yang mengikuti pramuka sejak SD ini mengembangkan program pemilahan dan pembuatan kompos dari limbah rumah tangga yang dimulai tahun 2004 lalu. Melanjutkan kesuksesan program tersebut, Yuyun dilibatkan dalam pengembangan SANIMAS- program pengelolaan limbah pemukiman miskin kota. Tahun 2008 Ia mendirikan jaringan bebas racun Indonesia (Indonesia Toxics- Free Network/ ITFN) yang mengupayakan pencegahan merkuri, pestisida dan asap beracun pembakaran sampah secara luas.<br />
Limbah sudah seperti makanan sehari- hari bagi Fellow Ashoka soal lingkungan ini. Hingga akhirnya ia mendapatkan ‘Nobel’ Lingkungan bertajuk Goldman Enviromental Prize. Yuyun tercatat sebagai orang Indonesia ke-3 yang mendapatkan penghargaan yang dimulai 1989 lalu. Di tahun 2009, terdapat 6 orang yang menerima penghargaan ini. Masing- masing: Yuyun Ismawati- Bali, Indonesia, Marc Ona Essangui dari Gabon (Benua Afrika), Maria Gunnoe, Bob White dari West Virginia (Amerika Utara), Olga Speranskaya dari Rusia (Benua Eropa), Rizwana Hasan dari Banglades (Asia), dan Hugo Jabini serta Wanze Eduards dari Suriname (Amerika Tengah dan Selatan). Keenamnya berhak atas hadiah masing-masing 150.000 dollar AS yang dianugerahkan di San Francisco Agustus lalu.<br />
“Kalau udah soal limbah kasi saya saja. Makin kotor, makin bau, saya makin suka,” canda ibu beranak 2 ini sembari tertawa riang. Iapun menuturkan masyarakat seharusnya sadar terhadap masalah limbah khususnya air dan sanitasi karena akan berdampak besar dalam kehidupan sehari- hari. “Orang- orang lumpuh saja bisa peduli, kenapa kita tidak?” tambahnya lagi mengakhiri wawancara. (linapw)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TURUNNYA KEPEDULIAN DUNIA ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/12/turunnya-kepedulian-dunia/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 02:26:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/12/turunnya-kepedulian-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Kepedulian warga dunia pada perubahan iklim dalam dua tahun terakhir menurun. Sebaliknya, ada pening]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/kepedulian-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3615" title="kepedulian 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/kepedulian-01.jpg?w=124" alt="" width="124" height="150" /></a>Kepedulian warga dunia pada perubahan iklim dalam dua tahun terakhir menurun. Sebaliknya, ada peningkatan kepedulian di China, emiter terbesar gas rumah kaca. Hal ini terungkap dalam hasil jajak pendapat yang dipublikasikan tanggal 6 desember 2009 di Kopenhagen.</p>
<p>Hasil jajak pendapat tersebut dikeluarkan hanya sehari sebelum dibukanya Konferensi Perubahan Iklim PBB (UNCCC) Pertemuan Para Pihak Ke-15 (COP-15) dalam Kerangka Kerja Konvensi tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Kopenhagen. Perhelatan ini dihadiri utusan dari sekitar 194 negara. Konferensi tersebut bertujuan mencari kesepakatan adanya skema baru untuk menghadapi ancaman perubahan iklim.</p>
<p>Survei yang dilakukan di 54 negara menunjukkan ada penurunan jumlah masyarakat yang sangat peduli pada perubahan iklim dan setuju dengan PBB dalam mengatasi perubahan iklim. Survei ini dilakukan Universitas Oxford/Nielsen pada Oktober 2009 yang menunjukkan 37 persen atau lebih dari 27.000 pengguna internet di 54 negara mengatakan sangat peduli pada perubahan iklim. Jumlah ini menurun dari 41 persen pada jajak pendapat dua tahun lalu. Penurunan ini terkait dengan penurunan ekonomi dunia.</p>
<p><strong>Peran Amerika Serikat</strong></p>
<p>Amerika Serikat, emitar karbon terbesar di dunia setelah China dan satu-satunya negara industri di luar skema Protokol Kyoto untuk pembatasan emisi, diharapkan dapat menekan jumlah pencemaran secara signifikan. Hal ini terkait dengan pernyataan Presiden AS Barack Obama yang ingin memotong emisi gas rumah kaca (GRK) di negaranya, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil. Ia berencana bergabung dengan lebih dari 90 pemimpin dunia di Kopenhagen pada akhir pertemuan tersebut untuk mengupayakan kesepakatan baru.</p>
<p><!--more-->Sementara itu, China, emiter gas rumah kaca terbesar, kepedulian penduduknya pada pemanasan global meningkat, yaitu dari 30 persen menjadi 36 persen. Survei juga menunjukkan, tingkat kepedulian tinggi di negara Amerika Latin dan Asia Pasifik, di antaranya tertinggi dicapai Filipina, yakni 78 persen.</p>
<p>Survei menemukan, polusi air dan udara serta perubahan iklim merupakan tiga masalah lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat dunia.</p>
<p><strong>Keterpurukan ekonomi</strong></p>
<p>Jonathan Banks, Direktur Business Insights Nielsen Co di kawasan Eropa, khawatir perubahan iklim tidak akan menjadi fokus di Kopenhagen akibat keterpurukan ekonomi dunia.</p>
<p>Konferensi dunia ini akan kembali membahas dan mencari solusi dampak perubahan iklim, seperti masalah kelaparan, penyakit, kekeringan, banjir, badai, dan kenaikan permukaan laut.</p>
<p>Untuk mencapai tujuan itu, 192 anggota UNFCCC setuju mengekang penggunaan dan penambahan bahan bakar fosil, juga membangun jaring pengaman keuangan bagi negara miskin yang paling terkena dampaknya, dan menyediakan teknologi yang ramah lingkungan.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Kepedulian Dunia Turun &#124; Kompas, 07.12.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Uji Emisi Gratis Nissan]]></title>
<link>http://rajufebrian.wordpress.com/2009/12/11/uji-emisi-gratis-nissan/</link>
<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 13:03:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>rajufebrian</dc:creator>
<guid>http://rajufebrian.wordpress.com/2009/12/11/uji-emisi-gratis-nissan/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta, 13 Desember 2009 - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) memberikan layanan uji-emisi gratis kepa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://rajufebrian.wordpress.com/files/2009/11/08-11-nissan-logo.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Jakarta, 13 Desember 2009 -</strong> PT Nissan Motor Indonesia (NMI) memberikan layanan uji-emisi gratis kepada pemilik kendaraan Nissan, Sabtu dan Minggu (12-13/12). Kegiatan ini untuk mendukung program Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jaya dalam usaha melakukan pengendalian pencemaran udara.</p>
<p><!--more-->&#8220;Layanan uji-emisi gratis ini merupakan bentuk peduli kami terhadap masalah polusi lingkungan. Pada prinsipnya kami akan selalu mendukung program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup, sekaligus juga keinginan untuk memberikan kemudahan bagi customer kami yang memerlukan layanan ini,&#8221; kata Teddy Irawan, Deputy Director Sales &#38; Marketing NMI.</p>
<p>Kegiatan uji-emisi gratis ini dilaksanakan berbarengan dengan acara showroom event yang dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 12-13 Desember 2009 di empat dealer resmi Nissan yaitu Nissan Sunter, Nissan Kelapa Gading, Nissan Radin Inten dan Nissan Pantai Indah Kapuk (PIK). Pengujian dilakukan mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore. </p>
<p>Teddy menjelaskan bahwa seluruh bengkel Nissan sudah memenuhi syarat untuk melakukan uji emisi, karena dari segi kesiapan fasilitas bengkel dan mekanik, Nissan sudah memenuhi standar yang ditetapkan BPLHD (Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah). </p>
<p>Ada enam bengkel Nissan yang telah terdaftar di BPLHD yang layak untuk melayani uji emisi yaitu Nissan Halim, Nissan Pondok Indah, Nissan Pantai Indah Kapuk, Nissan Sunter, Nissan Kelapa Gading dan Nissan Radin Inten.</p>
<p>Menurut Teddy, standar amdal yang diberlakukan Nissan lebih ketat bila dibandingkan dengan standar amdal yang ditetapkan pemda DKI. Sebagai contoh, untuk kadar CO, Nissan menetapkan standar 1-2 persen, jauh di bawah standar amdal Jabodetabek sebesar 4 persen. Kadar CO lebih dari 2 persen menurut standar Nissan dianggap sudah tidak ramah lingkungan.</p>
<p>&#8220;Proses pengujian emisi ini hanya berlangsung sekitar 15 menit. Bagi yang kendaraannya lulus uji-emisi akan diberikan sertifikat dan stiker. Pada uji emisi ini dilakukan pengetesan kadar gas CO, CO2, HC dan amdal. Program uji-emisi gratis ini hanya untuk kendaraan berbahan bakar bensin,&#8221; kata Teddy.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kawasan ber-sticker lulus uji emisi]]></title>
<link>http://pedulikip.wordpress.com/2009/12/11/kawasan-ber-sticker-lulus-uji-emisi/</link>
<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 09:59:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>chris'Gallery</dc:creator>
<guid>http://pedulikip.wordpress.com/2009/12/11/kawasan-ber-sticker-lulus-uji-emisi/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kiat Merayakan Natal Hijau]]></title>
<link>http://ratnaariani.wordpress.com/2009/12/11/kiat-merayakan-natal-hijau/</link>
<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 06:28:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
<guid>http://ratnaariani.wordpress.com/2009/12/11/kiat-merayakan-natal-hijau/</guid>
<description><![CDATA[Natal Hijau yang saya maksud adalah Natal yang dirayakan seraya memperhatikan dan mengutamakan keles]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Natal Hijau yang saya maksud adalah Natal yang dirayakan seraya memperhatikan dan mengutamakan keles]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
