<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>liputan-khusus &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/liputan-khusus/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "liputan-khusus"</description>
	<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 08:22:27 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bangsa Maya Tidak Mengenal Ramalan Kiamat Pada 2012]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2009/11/18/bangsa-maya-tidak-mengenal-ramalan-kiamat-pada-2012/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 16:27:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>sanjisan</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2009/11/18/bangsa-maya-tidak-mengenal-ramalan-kiamat-pada-2012/</guid>
<description><![CDATA[BeritaMaya.wordpress.com - Setelah ditaklukkan oleh Spanyol dan dikonversi ke Katolik Roma, bangsa M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>BeritaMaya.wordpress.com -</strong> Setelah ditaklukkan oleh Spanyol dan dikonversi ke Katolik Roma, bangsa Maya mempraktekkan agama Katolik Roma yang digabungkan dengan kosmologi Maya, dewa-dewa, dan ritual domestik.</p>
<p><a href="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/11/tikal1s_richard-hooker.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1623" title="TIKAL1S_Richard-Hooker" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/11/tikal1s_richard-hooker.jpg" alt="" width="350" height="230" /></a></p>
<p>Saat ini, bangsa Maya yang berjumlah sekurang-kurangnya 7 juta jiwa, sebagian besar tersebar di Meksiko selatan, dan sebagian kecil di Guatemala dan Belize.</p>
<p>Akhir dunia yang terkait dengan 2012 hanyalah sebuah rumor yang tersebar luas dan bukanlah ramalan bangsa Maya kuno.</p>
<p>Kenyataannya, bangsa Maya yang hidup hari ini sangat ingin agar orang-orang menyadari bahwa sebagian besar (mis)informasi tentang 2012 tidak bersumber dari bangsa Maya atau pun kalender mereka, meskipun mungkin tampak berhubungan dengan mereka.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1626" title="CAL1_Richard-Hooker" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/11/cal1_richard-hooker.jpg" alt="" width="334" height="316" /></p>
<p>Bangsa Maya menghentikan penggunaan kalender besarnya jauh sebelum Spanyol tiba. Sampai saat ini pun mereka tidak menggunakannya. Mereka kini hanya memanfaatkan kalender Tzolk&#8217;in suci.</p>
<p><strong>Penjelasan tentang siklus kalender besar Maya</strong></p>
<p>Menurut <strong>Ann Martin</strong>, seorang kandidat doktor di Cornell University&#8217;s department of astronomy, &#8220;<span style="color:#ff0000;">Dunia TIDAK akan berakhir pada 21 Desember 2012</span>&#8220;. Kalender besar Maya ini dirancang untuk menjadi siklus, sehingga fakta bahwa masa berakhir pada bulan Desember 2012 adalah benar-benar tidak ada konsekuensinya, menurut Martin.</p>
<p>Cukup, itu adalah akhir dari siklus kalender besar Maya di masyarakat, sebagaimana masyarakat modern kita merayakan Milenium baru. Ini tidak berarti bahwa &#8220;dunia akan berakhir.&#8221;</p>
<p>Pada kenyataannya, kalender Maya tidak berakhir kemudian dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa bangsa Maya (atau seorang pun dalam hal ini) memiliki pengetahuan tentang akhir dunia.</p>
<p><a href="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/11/cancun-mayan-dance.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1625" title="Cancun-Mayan-Dance" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/11/cancun-mayan-dance.jpg" alt="" width="477" height="435" /></a></p>
<p><strong>Institute of Maya Studies</strong> (IMS) menjelaskan bahwa akhir periode (yang bertepatan dengan 21 desember 2012) menunjukkan &#8220;umur&#8221; Siklus Besar kalender Maya dan menuju siklus besar berikutnya. Ini bukan akhir dunia.</p>
<p><a href="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/11/tzutujilmayawomen-small_13moon-com.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1624" title="Tz'utujilMayaWomen-small_13moon.com" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/11/tzutujilmayawomen-small_13moon-com.jpg" alt="" width="450" height="338" /></a></p>
<p>Bangsa Maya Modern di Guatemala dan Meksiko juga menyangkal ramalan tentang kiamat (2012). “<span style="color:#ff0000;">Tidak ada konsep kiamat dalam budaya Maya</span>,” demikian kata Yesus Gomez, kepala <em>the Guatemalan confederation of Mayan priests and spiritual guides</em>, kepada The Sunday Telegraph.</p>
<p>Cirilo Perez, seorang penasihat Presiden Guatemala Alvaro Colom, mengecam eksploitasi komersial budaya Maya oleh pihak luar. “<span style="color:#ff0000;">Ketika orang asing melihat kita, mereka berpikir ‘<em>Lihat Maya, betapa baiknya, betapa cantik</em>’, tetapi sebenarnya mereka tidak mengerti kita.</span>” katanya.(Sanji/BeritaMaya)</p>
<p>~<br />
Artikel yang berkaitan:</p>
<p>http://www.famsi.org/research/vanstone/2012/index.html</p>
<p>http://www.mayastudies.org/html/understanding_2012.html</p>
<p>http://www.mayastudies.org/html/celebrating_2012.html</p>
<p>http://mayacalendar.com</p>
<p>http://www.13moon.com/prophecy%20page.htm</p>
<p>http://www.universetoday.com/2008/10/03/2012-no-geomagnetic-reversal/</p>
<p>http://www.mayan2012kids.com/the-maya/modern-maya/</p>
<p>http://www.mayan2012kids.com/2009/10/famsi-what-the-ancient-maya-tell-us-about-2012/</p>
<p>http://sanjisan.wordpress.com/2009/11/14/ramalan-ramalan-yang-gagal-tentang-kiamat/</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PBNU: Israel Hendaknya Dikucilkan]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2009/10/31/pbnu-israel-hendaknya-dikucilkan/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 16:04:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>iuans</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2009/10/31/pbnu-israel-hendaknya-dikucilkan/</guid>
<description><![CDATA[Republika.co.id &#8211; JAKARTA&#8211;Tindakan Israel yang menyerbu dan memporakporandakan Masjid Al]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Republika.co.id &#8211; </strong>JAKARTA&#8211;Tindakan Israel yang menyerbu dan memporakporandakan Masjid Al Aqsha dinilai merupakan tindakan yang sama sekali tidak beradab dan menyakiti umat Islam seluruh dunia. &#8221;Bukan saja masyarakat Palestina, namun tindakan Israel tersebut menyakiti umat Islam seluruh dunia,&#8221; tegas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Gedung PBNU Jakarta, Selasa (27/10).</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1596" title="20091027164707" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/10/20091027164707.jpg" alt="20091027164707" width="325" height="232" /><span style="color:#ff6600;">ANTARA</span></p>
<p>Kiai Hasyim juga mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia bisa melakukan lobi kepada Amerika Serikat dan Uni Eropa agar mereka bisa menekan Israel atas tindakan biadabnya itu. &#8221;Pemerintah kita bisa melakukan pendekatan ke pemerintah AS dan Uni Eropa agar mereka bisa melakukan tekanan-tekanan pada Israel. Karena hanya mereka yang bisa lekaukan itu,&#8221; papar kiai Hasyim.</p>
<p>Kiai Hasyim juga berharap agar kasus-kasus kekejaman yang dilakukan oleh Israel bisa menjadi hikmah tersendiri bagi warga Palestina. &#8221;Warga Palestina harus bersatu untuk melawan. Selama mereka juga masih terpecah belah dan berfaksi-faksi, Israel akan semakin leluasa untuk melakukan kekejaman baik secara fisik maupun religi,&#8221; tegas kiai Hasyim.</p>
<p>Lebih lanjut dikatakan kiai Hasyim bahwa hendaknya dunia internasional juga akngakt bicara mengecam tindakan keji dan biadab tersebut. &#8221;Walaupun kita semua tahu bahwa Israel bukanlah negara yang suka mendengarkan masukan-masukan atau nasehat dari negara lain,&#8221; ucap kiai Hasyim.</p>
<p>Ia juga berharap bahwa dengan kekejian tentara Israel yang sudah terjadi berulangkali tersebut, bisa membuat negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk lebih berkoordinasi dan bersatu. &#8221;Selama ini kita melihat bahwa di kalangan negara-negara Arab juga terjadi disintegrasi. Semoga ini menjadi salah satu pelajaran agar mereka bisa lebih bersatu. Israel semakin leluasa karena mereka tidak pernah bersatu,&#8221; papar kiai Hasyim.</p>
<p>Kiai Hasyim juga meminta agar negara-negara di dunia, khususnya yang berdekatan dengan Israel, untuk mengucilkan Israel. &#8221;Misalnya seperti Mesir dan Yordania, bisa saja mereka menarik Dubesnya dari Tel Aviv dan kemudian mengucilkan Israel,&#8221; ucapnya. osa/taq</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Isu Terorisme dan Serangan Terhadap Islam]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2009/10/31/isu-terorisme-dan-serangan-terhadap-islam/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 23:49:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>annaufal</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2009/10/31/isu-terorisme-dan-serangan-terhadap-islam/</guid>
<description><![CDATA[Jihad adalah usaha serius untuk membumikan wahyu Allah di muka bumi sehingga tidak ada lagi kezalima]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jihad adalah usaha serius untuk membumikan wahyu Allah di muka bumi sehingga tidak ada lagi kezaliman dan fitnah terhadap Islam dan ummatnya. Renungkan firman Allah dalam QS Al Baqarah 2:193 dan QS Al Anfal 8:39.</p>
<p><em>Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.</em> (QS. Al Baqarah 2:193)</p>
<p><em>Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari kekafiran), Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. </em>(QS. Al Anfal  8:39)</p>
<p>Fitnah adalah kezaliman dan sifatnya lebih kejam dari pembunuhan, karenanya &#8220;Allah mengharamkan kezaliman sampai datangnya hari qiyamat.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Allah SWT. memerintahkan kepada Rasulullah SAW. dan ummatnya agar terus memerangi orang kafir dan zalim <span style="color:#ff0000;">yang selalu menimbulkan fitnah kepada Islam dan ummatnya</span>. Al Qur’an mengingatkan:</p>
<p>&#8220;<em>Wahai Nabi berjihadlah melawan orang-orang kafir dan munafiqien itu dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.&#8221;</em> (QS. At Taubah 9:73 dan QS 66:9)</p>
<p><strong>Terorisme dan Ketidakadilan Global</strong></p>
<p>Masalah yang jarang disentuh oleh media massa ketika mengangkat isu terorisme adalah ketidakadilan global. Padahal faktor ketidakadilan global menjadi salah satu pemicu serangan terhadab barat atau objek-objek yang dianggap berhubungan dengan barat. Penjajahan yang dilakukan barat di dunia Islam, termasuk dukungan membabi buta barat terhadap penjajahan zionis Israel di Palestina, merupakan cerminan dari ketidakadilan itu.</p>
<p>Ketika 9 orang terbunuh akibat pengeboman di hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton, banyak orang yang mengecam aksi tersebut. Sikap yang sama seharusnya muncul ketika ratusan ribu umat Islam terbunuh pasca invasi AS di Iraq. Mengutip laporan yang dimuat Jurnal Lancet, lebih dari 650 ribu warga sipil Iraq tewas sejak invasi AS pada tahun 2003 dan jumlah itu tentu saja terus saja bertambah hingga kini.</p>
<p>Amerika serikat dimaklumi marah saat gedung WTC diserang yang menyebabkan sekitar 3000 orang terbunuh. Sebaliknya, tentu bisa dimaklumi juga umat Islam marah ketika pasukan Amerika terus menerus membunuh rakyat sipil di Afghanistan dan Pakistan. PBB mengatakan jumlah penduduk sipil yang tewas di Afghanistan tahun ini meningkat 24 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laporan PBB menyebutkan lebih dari 1.000 orang tewas dalam enam bulan pertama tahun ini. Jumlah korban serangan AS terhadap rakyat sipil di perbatasan Pakistan-Afghanistan pun terus meningkat.</p>
<p>Bandingkan pula sikap dunia barat ketika Israel menyerang Gaza.  Angka korban serangan Israel ke jalur Gaza sejak 27 desember 2008 hingga 18 januari 2009 malah mencapai 1313 atau rata-rata 59 orang tewas perhari atau setiap jam lebih 2 orang tewas. Tidak hanya itu, Israel juga mengakui menggunakan senjata kimia yang mengerikan, yakni fosfor putih. Belum lagi yang terbunuh akibat isolasi jalur Gaza oleh Israel. Alih-alih mengecam Israel, Amerika, Inggris dan sekutunya malah membela Israel. Untuk kasus Indonesia, ketidakadilan itu juga tampak dari sikap yang diskriminatif terhadap pembunuhan umat Islam di Ambon, Poso, atau kerusuhan di Sampit.</p>
<p>Berkaitan dengan pengeboman pada juli 2005 di London, pemerintahan Inggris memberikan peringatan bahwa keterlibatan dalam invasi AS ke Iraq telah meningkatkan adanya ancaman serangan balasan terhadap Inggris. Laporan yang bocor dari <em>Joint Terrorims Center </em>(JTAC) Inggris, yang mendahului serangan tersebut, memperingatkan: &#8220;peristiwa-peristiwa yang terjadi di Iraq semakin menjadi motivasi dan fokus sejumlah teroris berkaitan dengan aktivitas di Inggris.&#8221;</p>
<p>Pada april 2005, sebuah laporan yang ditulis oleh <em>Joint Intelligence  Committee </em>(JIC) berjudul <em>&#8220;International Terrorism Impact of Iraq&#8221;</em> bahkan lebih eksplisit menyatakan: “kami menilai bahwa konflik yang terjadi di Iraq telah memperburuk ancaman terorisme internasional dan akan terus memberikan dampak dalam jangka waktu yang lama. Konflik tersebut telah memperkuat kegigihan para teroris yang telah melakukan serangan ke negara-negara barat dan memotivasi orang-oran lain yang tidak melakukannya.”</p>
<p>Seharusnya siapapun yang menginginkan kekerasan global dihentikan, juga harus dengan tegas meminta AS dan negara-negara imperialis lainnya menghentikan kebijakan yang eksploitatif dan diskriminatif terhadap dunia Islam. Masyarakat barat sendiri seharusnya meminta penguasa mereka agar menarik tentara negaranya dari Iraq, Afghanistan, dan negeri Islam lainnya. Termasuk menghentikan dukungan membabi buta terhadap Israel.</p>
<p>Bagi umat Islam, ketidakadilan global ini harus dihentikan. Berharap pada negara-negara imperialis untuk menghentikan kejahatan mereka sangatlah sulit. Karena selama barat masih mengadopsi ideologi kapitalisme, penjajahan akan menjadi metode baku yang tidak berubah. Tidak ada pilihan lagi, kecuali umat Islam bersatu membangun kekuatan global khilafah Islam yang akan melindungi umat Islam dari bulan-bulanan negara imperialis..</p>
<p><strong>Isu Terorisme &#38; Serangan Terhadap Islam </strong></p>
<p>Sebenarnya isu memerangi terorisme yang dilancarkan Amerika dan sekutu-sekutunya adalah perang melawan Islam dan kaum Muslimin. Musuh-musuh Islam mencoba membidik Islam dan kaum Muslimin di balik isu terorisme. Mereka takut dengan bangkitnya kaum muslimin. Dengan demikian mereka berusaha sekuat tenaga dan dengan berbagai macam cara untuk menghancurkan kebangkitan kaum Muslimin, salah satunya dengan melancarkan perang melawan terorisme.</p>
<p>Saat ini umat Islam menjadi tertuduh dan semua ketakutan dengan segala hal tentang Islam, karena selalu dikait-kaitkan dengan isu terorisme. Para pelajar, aktivis Islam dan semisalnya menjadi resah. Mereka khawatir dituduh dan dianggap sebagai sarang dan penyedia serta membantu aktivitas terorisme.</p>
<p>Gerakan-gerakan dakwah pun dicurigai meskipun gerakan dakwah itu terbuka dan tak ada sangkut pautnya dengan teroris. Beberapa orang pun mengawasi ketat anak remajanya yang mau berangkat mengaji. Padahal hal itu tak pernah terjadi sebelumnya. Mereka menanyakan ngajinya sama siapa, tempatnya di mana, dan segala macam secara berulang-ulang.</p>
<p>Bahkan di sebuah wilayah, beberapa orang yang hendak melakukan <em>khuruj </em>(aktivitas yang rutin dilakukan oleh Jama’ah Tabligh) di sebuah masjid, ditolak warga setempat pasca pengeboman di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Warga setempat tak mau daerahnya dijadikan tujuan orang luar. Mereka takut orang-orang tersebut terlibat terorisme.</p>
<p>Sikap paranoid ini muncul belakangan di beberapa daerah. Ini terjadi setelah televisi dengan sangat gencar menyebarkan berita terorisme sejak penyerbuan di Temanggung, Jawa Tengah. Bukannya obyektif, pemberitaan di media massa cenderung menstigmatisasi negatif Islam dan kaum muslimin.</p>
<p>Belum jelas benar siapa pelakunya, media massa langsung menyorot pesantren. Pesantren dianggap mengajarkan jihad dan ini menjadi inspirasi para teroris. Media massa pun sibuk mencari latar belakang orang-orang yang diduga teroris dengan melakukan interogasi dan inkuisisi terhadap almamater, keluarga, dan para tetangga.</p>
<p>Tampa disaring, berita isu langsung disiarkan. Padahal tidak semua sumber  berita yang didapatkannya layak disiarkan.</p>
<p>Hal yang sama tidak pernah dilakukan terhadap para koruptor. Adakah media massa yang pernah mengaitkan koruptor dengan almamaternya? Kemudian menyatakan bahwa unversitas X telah mengajarkan korupsi? Atau mencari guru dan dosennya karena dianggap sebagai inspirasi untuk korupsi?</p>
<p>Sikap media ini tidak lepas dari upaya pihak-pihak tertentu untuk menjadikan media sebagai corong dalam menyerang Islam dan kaum muslimin. Lihat saja bagaimana media massa seolah jadi ‘orang bodoh’ dan menurut saja dengan arahan sumber-sumber mereka. Sikap kritis mereka hilang. Bahkan untuk mencari alternatif narasumber lagi. Sampai-sampai ketika sumber-sumber berita mereka memberitakan berita yang salah pun, ditelan mentah-mentah. Perhatikan ketika penyerangan di Temanggung terjadi, dalam siaran langsungnya, mereka seperti <em>koor</em> menyanyikan lagu bahwa teroris yang terbunuh adalah gembong  teroris Noordin M Top. Ternyata bukan.</p>
<p>Telah terjadi <em>trial by the press</em> (pengadilan oleh meda massa), yang dampaknya jauh lebih kejam. Media pun tergiring oleh frame berpikir musuh-musuh Islam yang menggeneralisasi para teroris dengan Islam. Isu memerangi terorisme yang dilancarkan Amerika dan sekutu-sekutunya disebarluaskan dan dikerjakan oleh media massa yang pada hakikatnya untuk menghilangkan kebangkitan Islam.</p>
<p>Ironisnya, media massa seolah maklum saja dengan tindakan brutal Amerika dan sekutunya menebar bom dan kematian di mana-mana. Media massa tidak pernah menyebut mereka sebagai teroris, meski korban tewas jauh lebih banyak dan massif.</p>
<p>Media memang telah menjadi alat bagi kapitalisme global dalam mempertahankan hegemoninya. Di era informasi dimana kemenangan ditentukan oleh penguasa sumber-sumber informasi, media massa adalah salah satu pilar kapitalisme.</p>
<p>Barat paham betul bahwa Islam adalah musuh berikutnya setelah komunisme runtuh. Islam adalah ancaman. Karenanya, kebangkitan Islam mesti dihalang-halangi. Caranya bisa melalui <em>hard </em>dan <em>soft power</em>. Untuk itu barat dan antek-anteknya mendekonstruksi persepsi masyarakat terhadap Islam untuk melahirkan sikap moderat bahkan liberal. Mereka tidak mau Islam tampil apa adanya sesuai Al Quran dan As Sunnah. Sikap moderat dan liberal ini dianggap pas dengan hegemoni dan determinasi barat.</p>
<p>Sangat tidak mengherankan bila di tengah isu terorisme yang sedang hangat sekarang tiba-tiba muncul pernyataan beberapa tokoh yang mencoba menggeneralisasi bahwa terorisme itu adalah keinginan menerapkan syariah Islam dalam Daulah Islam. Mereka mencoba menebar ‘pukat harimau’ untuk menjaring aktivis pergerakan Islam.</p>
<p>Mereka sepertinya tutup mata-atau memang sengaja terhadap fakta bahwa tidak semua gerakan yang memperjuangkan syariah Islam dan khilafah setuju dengan aksi terorisme. Modus mereka ini sama dan sebangun dengan gaya Amerika dan barat umumnya melihat Islam pasca tragedi WTC pada September 2001.</p>
<p>Tak mengherankan bila banyak pihak yang menganalisis bahwa aksi-aksi terorisme di Indonesia ini sengaja dimainkan oleh pihak asing. Tujuannya adalah melemahkan umat Islam Indonesia sehingga Islam tidak bisa bangkit menjadi sebuah kekuatan yang besar di negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia ini.</p>
<p>Oleh karena itu perlu waspada terhadap segala tipu daya musuh-musih Islam tersebut. Para pengembang dakwah harus terus istiqomah mendakwahkan Islam dan mengembalikan kejayaan Islam dengan metode dakwah yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW.</p>
<p><strong>Siapa Teroris Sebenarnya ? Sadarlah Wahai Kaum  Muslimin…!</strong></p>
<p>Jadi, siapakah terorisme yang sebenarnya ? Kalau kita mau meneliti sejarah, maka terlalu banyak dan panjang catatan peristiwa sejarah Amerika yang dapat membuktikan bahwa Amerika adalah teroris sejati. Amerika dengan dukungan sekutunya NATO, berhasil menekan PBB untuk mengembargo Irak.</p>
<p>Jika definisi teror adalah membunuh rakyat sipil yang tak berdosa; anak-anak, wanita dan orang tua, maka mereka atau Amerika adalah teroris paling pertama, teratas dan terjahat yang dikenal oleh sejarah umat manusia. Mereka telah membantai jutaan rakyat sipil tak berdosa di seluruh dunia; Jepang, Vietnam, Afghanistan, Iraq, Palestina, Chechnya, Indonesia dan banyak negara lainnya.</p>
<p>Jika definisi teror adalah membom tempat-tempat dan kepentingan-kepentingan umum, mereka adalah pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang mengajarkan, memulai dan menekuni hal itu.</p>
<p>Jika definisi teror adalah menebarkan ketakutan demi meraih kepentingan politik, maka merekalah yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu di seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Jika definisi teror adalah pembunuhan misterius terhadap lawan politik, maka mereka adalah pihak pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu.</p>
<p>Jika definisi mendukung teroris adalah membiayai, melatih dan memberi perlindungan kepada para pelaku kejahatan, maka mereka adalah pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu. Mereka bisa berada di balik berbagai kudeta di seluruh penjuru dunia. Aliansi Utara di Afghanistan, John Garang di Sudan, Israel di bumi Islam Palestina, Serbia dan Kroasia di bekas negara Yugoslavia, dan banyak contoh lainnya merupakan bukti konkrit tak terbantahkan bahwa <strong>The Real Terrorist</strong> adalah Amerika dan  sekutu-sekutunya!</p>
<p>Dengan demikian, setelah ummat mengetahui rencana apa di balik isu terorisme, siapa teroris sebenarnya, maka mereka juga harus tetap sabar, tawakal, dan yakin bahwa Islam pasti menang. Hal ini sebagaimana janji Allah SWT dalam firmanNya :</p>
<p><em>“Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar (Islam) untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.”</em> (QS At Taubah, 9 : 33 &#38;  QS Ash Shaff, 61 : 9)</p>
<p>Wallahu’alam bis Showab!</p>
<p><span style="color:#ff0000;">* Artikel ini merupakan ringkasan dari Khutbah Ust. Abu Muhammad Jibriel (Wakil Amir Majelis Mujahidin) pada Bulan Syawwal di beberapa Masjid di Jakarta.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menyikapi Cap Teroris Atas Umat Islam Yang Berpegang Teguh Dengan Agamanya]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2009/10/03/menyikapi-cap-teroris-atas-umat-islam-yang-berpegang-teguh-dengan-agamanya/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 16:37:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>iuans</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2009/10/03/menyikapi-cap-teroris-atas-umat-islam-yang-berpegang-teguh-dengan-agamanya/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah&#8230; Para pembaca sekalian, rahimahumullah&#8230; Kejadian-kejadian aksi terorisme di ne]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bismillah&#8230;<br />
Para pembaca sekalian, rahimahumullah&#8230;</p>
<p>Kejadian-kejadian aksi terorisme di negeri ini dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat. Di sisi lain upaya aparat untuk memburu para teroris pelaku pengeboman tak berperikemanusiaan itu terus gencar.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Beberapa pelaku teror berhasil ditangkap. Sangat disayangkan, ternyata di antara mereka yang tertangkap sebelumnya adalah para pemuda muslimin yang dikenal baik di lingkungannya, memiliki semangat beragama yang tinggi, dan pembelaan terhadap Islam. Para orang tua yang mendengar anaknya tewas dalam aksi terorisme atau terciduk oleh aparat, kaget dan terpukul.</span></p>
<p>Tentunya kita heran, bagaimana paham terorisme bisa masuk menyusup ke generasi muda muslim? Apa benar terorisme merupakan bagian dari ajaran agama?</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Lebih rumit lagi, ternyata pada sebagian teroris yang tertangkap atau masih buron, pada mereka ada penampilan syiar agama Islam, misalnya berjenggot, celana di atas mata kaki, baju gamis, istri bercadar, dan syiar ketaatan beragama lainnya.</span></p>
<p>Tak ayal lagi, sebagian orang menganggap bahwa itu adalah ciri-ciri teroris.<br />
Parah lagi, mereka menganggap setiap orang yang berpenampilan dengan penampilan di atas, maka berarti identik dengan teroris atau orang yang sekelompok/segolongan dengan para teroris! Kondisi ini diperkeruh dengan komentar-komentar para tokoh tidak bertanggung jawab dan asal bicara, yang dilansir oleh media.</p>
<p><span style="color:#333399;"><span style="color:#008000;">Perlu diketahui bahwa penampilan Islami seperti di atas sebenarnya merupakan cara penampilan yang dituntunkan dalam syariat dan dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, serta diamalkan oleh para sahabat dan para salafush shalih, serta para ulama Ahlus Sunnah yang mulia.</span> </span><strong>Jadi, sebenarnya itu  merupakan ciri-ciri seorang muslim yang berpegang teguh dengan agamanya</strong>.</p>
<p>Sepantasnya seorang muslim berpenampilan dengan penampilan seperti itu. Namun para teroris tersebut telah menodai ciri-ciri yang mulia ini, dengan mereka terkadang berpenampilan dengan penampilan tersebut. Sehingga sampai-sampai kaum muslimin sendiri tidak mau berpenampilan dengan penampilan Islami seperti di atas, karena beranggapan bahwa penampilan tersebut adalah penampilan teroris.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Nyata-nyata para teroris Khawarij tersebut telah membuat jelek Islam dari segala sisi! Padahal dalam kondisi-kondisi tertentu –dalam rangka menghilangkan jejak misalnya—terkadang mereka tak segan melepas segala atribut penampilan syiar sunnah dari dirinya!! Mencukur jenggotnya sekalipun akan sanggup mereka lakukan!! <span style="color:#800000;"><strong></strong></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Penampilan luar semata tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai seseorang sebagai teroris. Jangan apriori terhadap penampilan sunnah dan ajaran sunnah. Di sisi lain jangan pula terkecoh dengan penampilan tersebut.</strong></span></p>
<p>Maka, <strong>kita perlu tahu  apa dan bagaimana paham keagamaan para teroris pelaku peledakan bom Bali, JW.Marriot, dll. berikut bahaya paham tersebut terhadap Islam dan umat Islam serta  kehidupan manusia</strong>.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Apa benar paham dan praktek  mereka selama ini ada landasannya dalam Islam? Apa kaitannya dengan jihad?</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Benarkah mereka sedang berjuang membela Islam?</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Apa semua orang yang berjenggot, berjubah, isterinya bercadar, … dst adalah teroris, atau identik dengan teroris, atau sealiran dengan kelompok teroris?</span></p>
<p>Silakan simak indeks artikel situs<br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/" target="_blank">www.merekaadalahteroris.com</a> dan artikel terkait berikut ini &#8230;<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>A. BUKU PERTAMA</strong><br />
<strong> </strong></p>
<p>Judul: <span style="color:#ff0000;">Mereka Adalah Teroris!</span> (Sebuah Tinjauan Syari’at)<br />
Penulis: Luqman bin Muhammad Ba’abduh<br />
Desain Cover: Royyan, Bayu Enggal <a href="mailto:Kh@s">Kh@s</a> Desain<br />
Tataletak: Mitra Grafika<br />
Cetakan: Pertama, Ramadhan 1426 H / Oktober 2005 M<br />
Kedua, Dzulqo’dah 1426 H / Desember 2005 M<br />
Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida, Perum Villa Bukit Tidar Blok A-1/401 Malang<br />
Telp: (0341) 7062995<br />
Hp. 081334995694<br />
Distributor : Media Sunnah (Jabotabek) 081380713788, Ubadah (Yogyakarta)  0818461238, Hasan Ibnu Harun (Jember) 0331-7758324<br />
<strong>1. DARI PENERBIT MEREKA ADALAH TERORIS! (sebuah  tinjauan syari’at)</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=18"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=18" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=18</a><br />
<strong>2. RESENSI MEREKA ADALAH TERORIS</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=7#more-7"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=7#more-7" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=7#more-7</a><br />
<strong>3. KATA PENGANTAR CETAKAN PERTAMA -MEREKA ADALAH  TERORIS!-</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=20"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=20" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=20</a><br />
<strong>4. KATA PENGANTAR CETAKAN KEDUA -MEREKA ADALAH  TERORIS!-</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=21"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=21" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=21</a><br />
<strong>5. BIOGRAFI PENULIS</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?page_id=3"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?page_id=3" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?page_id=3</a><br />
<strong>6. COPYRIGHT</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?page_id=4"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?page_id=4" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?page_id=4</a><br />
<strong>7. KENAPA SIH KOK BICARANYA KASAR?</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=19"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=19" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=19</a></p>
<p><strong>B. BUKU KEDUA</strong></p>
<p>Judul Indonesia : <span style="color:#ff0000;">MENGIDENTIFIKASI NEO-KHAWARIJ SEBAGAI  SEJELEK-JELEK MAYAT DI KOLONG LANGIT</span><br />
Judul Asli: SYARRU QATLA TAHTA ADIMIS-SAMA‘I KILABUN-NAR<br />
Penulis: Jamal bin Furaihan Al-Haritsi<br />
Cetakan: Pertama, 1424 H/2004 M<br />
Penerbit: Darul Minhaj<br />
Edisi Indonesia: Mengidentifikasi NEO-KHAWARIJ sebagai Sejelek-jelek Mayat di  Kolong Langit<br />
Diterjemahkan dan Dijelaskan Oleh: Luqman bin Muhammad Ba’abduh<br />
Cetakan: Pertama, Sya’ban 1428 H/ Agustus 2007 M<br />
Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida, Perum Villa Bukit Tidar Blok A-1/401 Malang<br />
Telp: (0341) 7062995<br />
Hp. 081334995694<br />
<strong>1. PENGANTAR PENERJEMAH buku Mengidentifikasi  NEO-KHAWARIJ sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=8"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=8" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=8</a><br />
<strong>2. Mengidentifikasi NEO-KHAWARIJ sebagai Sejelek-jelek  Mayat di Kolong Langit</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=5"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=5" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=5</a><br />
<strong>3. Beberapa Ciri-Ciri Lain Kaum Khawarij</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=35#more-35"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=35#more-35" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=35#more-35</a><br />
<strong>4. Paham Al-Khawarij Akan Terus Berlanjut</strong><br />
<a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=28#more-28"> </a><a href="http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=28#more-28" target="_blank">http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=28#more-28</a><br />
<strong>5. Mereka Adalah Teroris &#8211; Bantahan atas Teroris</strong><br />
<a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&#38;id_artikel=1016"> </a><a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&#38;id_artikel=1016" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&#38;id_artikel=1016</a></p>
<p>Penulis: Redaksi Salafy.or.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayat-Ayat Allah Swt dalam Gempa di Sumatera]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2009/10/02/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-di-sumatera/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 16:13:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>iuans</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2009/10/02/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-di-sumatera/</guid>
<description><![CDATA[Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal"><img style="display:block;padding-bottom:1em;" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/awan-allah2.jpg" alt="" width="372" />Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52.</p>
<p class="MsoNormal">Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:</p>
<p class="MsoNormal"><em>Pertama,</em> tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.</p>
<p class="MsoNormal">Bukan mustahil, banyak kaum <em>mustadh’afin</em> yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat.</p>
<p class="MsoNormal">Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian.</p>
<p class="MsoNormal"><em>Kedua</em>, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan <em>Coup de’ Etat</em> Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt</strong></p>
<p class="MsoNormal">Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.</p>
<p class="MsoNormal">“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:</p>
<p class="MsoNormal">17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16):<em> “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”</em></p>
<p class="MsoNormal">17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): <em>“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”</em></p>
<p class="MsoNormal">8.52 (QS. Al Anfaal: 52): <em>(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”</em></p>
<p class="MsoNormal">Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.</p>
<p class="MsoNormal">Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu).</p>
<p class="MsoNormal">Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan<em> The New World Order</em>) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).</p>
<p class="MsoNormal">David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri garis darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di <em><a href="http://www.davidicke.com/">www.davidicke.com</a></em> (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.</p>
<p class="MsoNormal"><em>Nah</em>, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai <em>“…pengikut-pengikutnya.”</em></p>
<p>Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. <em>Wallahu’alam bishawab</em>. (Ridyasmara/Eramuslim)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[semarang birdrace 2009]]></title>
<link>http://pel4tukbsc.wordpress.com/2009/10/01/semarang-birdrace-2009/</link>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 08:56:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>pel4tukbsc</dc:creator>
<guid>http://pel4tukbsc.wordpress.com/2009/10/01/semarang-birdrace-2009/</guid>
<description><![CDATA[SEMARANG BIRD RACE 09 KEGIATAN  pengamatan burung merupakan salah satu kegiatan yang mendukung konse]]></description>
<content:encoded><![CDATA[SEMARANG BIRD RACE 09 KEGIATAN  pengamatan burung merupakan salah satu kegiatan yang mendukung konse]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BERCANDA DENGAN TUHAN]]></title>
<link>http://jakatea.wordpress.com/2009/09/30/bercanda-dengan-tuhan/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 23:21:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>PerjakaBraga</dc:creator>
<guid>http://jakatea.wordpress.com/2009/09/30/bercanda-dengan-tuhan/</guid>
<description><![CDATA[Sukabumi, pasca gempa yang mengguncang tasikmalaya, sejumlah bangunan yang ambruk masih belum diperb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sukabumi, pasca gempa yang mengguncang tasikmalaya, sejumlah bangunan yang ambruk masih belum diperbaiki, parakorban masih mengharapkan bantuan dari pemerintah yang tak juga kunjung peduli terhadap nasib warganya, sampai saat ini belum ada satupun warga yang rumahnya hancur mendapat bantuan pemerintah, tercatat bantuan baru diperoleh masjid.nurulpalah kp.cikaroya ds.bencoy cireunghas-sukabumi<br />
mesjid yang kondisinya memprihatinkan pasca gempa sebulan lalu, baru mendapatkan bantuan<br />
1.sarden kaleng kecil<br />
1.mie instan<br />
1.dan obat-obatan</p>
<p>Entah kesalahan ada dimana tapi sepertinya pemerintah sedang bercanda dengan tuhan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Densus dilatih SWAT Amrik]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/30/densus-dilatih-swat-amrik/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 10:02:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/30/densus-dilatih-swat-amrik/</guid>
<description><![CDATA[Densus dilatih SWAT Amrik Detasemen 88, atau Delta 88, merupkan julukan bagi satuan pasukan khusus a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Densus dilatih SWAT Amrik</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/bankai/densus-88.jpg" alt="" width="437" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p>Detasemen 88, atau Delta 88, merupkan julukan bagi satuan pasukan khusus antiteror yang sedang disiapkan oleh Polri. Direktur Antiteror pada Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Negara RI Brigadir Jenderal (Pol) Pranowo menjelaskan, angka &#8220;88&#8243; diambil dari jumlah korban ledakan bom yang tewas terbanyak pada saat terjadi bom di Bali. Pada peristiwa tersebut, sebanyak 88 warga negara Australia (satu negara) tewas.<!--more--><br />
Makna &#8220;88&#8243; berikutnya adalah, angka &#8220;88&#8243; tidak terputus dan terus menyambung. Ini artinya bahwa pekerjaan Detasemen 88 Antiteror ini terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Angka &#8220;88&#8243; juga menyerupai borgol yang maknanya polisi serius menangani kasus ini.</p>
<p>Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui U.S. State Department&#8217;s Diplomatic Security Service dan dilatih langsung oleh CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta.</p>
<p>Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Unit khusus berkekuatan 400 personel ini diperkirakan akan efektif beropersai pada tahun 2005. Mereka terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu.</p>
<p>Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti Colt M-4 assault rifles (senapan serbu), Armalite AR-10 sniper rifles (senapan tembak jitu), dan Remington 870 shotguns (pistol). Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua persenjataan yang diberikan, termasuk materi latihan, diberitakan sama persis dengan apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris AS.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/bankai/img23072009245041.jpg" alt="" width="610" height="425" /></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/bankai/ACFFB7.jpg" alt="" width="425" height="319" /></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/bankai/610x_1.jpg" alt="" width="610" height="409" /></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/bankai/Profiles_clip_image007_0001.jpg" alt="" width="500" height="328" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Animal Test, Bagaimana Menurut Anda?]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2009/09/26/animal-test-bagaimana-menurut-anda/</link>
<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 04:47:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>vinka89</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2009/09/26/animal-test-bagaimana-menurut-anda/</guid>
<description><![CDATA[Beritamaya.wordpress.com - Banyak laboratorium di dunia menggunakan binatang sebagai obyek penelitia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Beritamaya.wordpress.com -</strong> Banyak laboratorium di dunia menggunakan binatang sebagai obyek penelitian terhadap berbagai penyakit mematikan, di antaranya adalah penyakit jantung, kanker, dan diabetes.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1520" title="carolinelucasmep.org.uk_animal-testing" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/carolinelucasmep-org-uk_animal-testing.jpg" alt="carolinelucasmep.org.uk_animal-testing" width="253" height="296" /></p>
<p>Tujuan uji coba terhadap binatang ini adalah untuk kehidupan manusia sendiri, karena penyakit-penyakit tersebut telah membunuh jutaan manusia.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1521" title="scienceahead.com_animal-testing_18" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/scienceahead-com_animal-testing_18.jpg" alt="scienceahead.com_animal-testing_18" width="300" height="397" /></p>
<p>Banyak orang menolak uji coba binatang karena mereka merasa kasihan terhadap &#8220;penderitaan&#8221; binatang di dalam laboratorium. Sebagian mengatakan, &#8220;Berhentilah menyiksa binatang!&#8221;.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1522" title="Jennifer Cierlitsky__Ft. Carson demo- 1" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/jennifer-cierlitsky__ft-carson-demo-1.jpg" alt="Jennifer Cierlitsky__Ft. Carson demo- 1" width="336" height="377" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1523" title="Jennifer Cierlitsky__Ft. Carson demo- 3" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/jennifer-cierlitsky__ft-carson-demo-3.jpg" alt="Jennifer Cierlitsky__Ft. Carson demo- 3" width="448" height="282" /></p>
<p>Di tempat lain, para pendukung &#8220;Animal Test&#8221; dari medical laboratory di Oxford berdemonstrasi menyerang balik mereka. Para ilmuwan mengatakan bahwa penelitian ini sangat penting demi kemajuan yang dapat menyelamatkan banyak nyawa manusia.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1524" title="smh.com.au__nutters27206_wideweb__470x320,0" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/smh-com-au__nutters27206_wideweb__470x3200.jpg" alt="smh.com.au__nutters27206_wideweb__470x320,0" width="470" height="320" /></p>
<p>Sebagian orang ada yang menyarankan, &#8220;tes medis yang tidak perlu kejam&#8221;. Tapi tidak bisa dihindari bahwa uji coba binatang ini pasti memiliki dampak yang cukup besar terhadap tubuh binatang itu sendiri.</p>
<p>Bagaimana pendapat anda tentang penelitian ini? Apakah anda mendukungnya atau malah menolaknya?(vinka)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bukan Logo-Logo Berita Maya (Search Engine)]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2009/09/23/bukan-logo-logo-berita-maya-search-engine/</link>
<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 03:50:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>sanjisan</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2009/09/23/bukan-logo-logo-berita-maya-search-engine/</guid>
<description><![CDATA[Beritamaya.wordpress.com - Tak terasa, ternyata sudah setahun lebih kami mengelola blog ini. Mulai d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Beritamaya.wordpress.com -</strong> Tak terasa, ternyata sudah setahun lebih kami mengelola blog ini. Mulai dari sebagai &#8220;penakut&#8221; yang TIDAK BISA atau KURANG BERANI menulis, sampai benar-benar TERBIASA menulis dan sudah berani menyampaikan pikiran/perasaan meski kadang-kadang bertentangan dengan banyak orang.</p>
<p>Karena blog ini hanya sebagai tempat untuk berbagi dan menyampaikan sesuatu, maka tidak ada yang istimewa dari blog ini, dan tentu saja tidak ada logo-logoan.</p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/missionimpossible/Blue/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1492" title="Mission Impossible" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/mi-berita-maya-aspx.jpeg" alt="Mission Impossible" width="477" height="83" /></a></p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/abugslife/DeepPink/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1493" title="A Bugs Life" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/abugslife-berita-maya-aspx.jpeg" alt="A Bugs Life" width="477" height="83" /></a></p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/batman/MidnightBlue/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1494" title="Batman" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/batman-berita-maya-aspx.jpeg" alt="Batman" width="477" height="83" /></a></p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/almosnow/MediumBlue/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1495" title="Almosnow" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/almosnow-berita-maya-aspx.jpeg" alt="Almosnow" width="477" height="83" /></a></p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/Google/Black/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1496" title="Google" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/google-berita-maya-aspx.jpeg" alt="Google" width="477" height="105" /></a></p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/CocoCola/Red/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1497" title="Coca-Cola" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/coca-cola_berita-maya-aspx.jpeg" alt="Coca-Cola" width="477" height="83" /></a></p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/harrypotter/Fire/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1498" title="Harry Potter" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/harry-potter-berita-maya-aspx.jpeg" alt="Harry Potter" width="477" height="83" /></a></p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/jurassicpark/Black/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1499" title="Jurassic Park" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/jurassic-park-berita-maya-aspx.jpeg" alt="Jurassic Park" width="477" height="83" /></a></p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/aladdin/Indigo/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1500" title="Aladdin" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/aladdin-berita-maya-aspx.jpeg" alt="Aladdin" width="477" height="83" /></a></p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/hollywood/MediumBlue/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1501" title="Hollywood" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/hollywood-berita-maya-aspx.jpeg" alt="Hollywood" width="477" height="83" /></a></p>
<p><a href="http://funnylogo.info/engines/friday13/Red/Berita%20Maya.aspx"><img class="alignnone size-full wp-image-1502" title="Friday-the-13th" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/09/friday-the-13th-berita-maya-aspx.jpeg" alt="Friday-the-13th" width="477" height="83" /></a></p>
<p>Terima kasih buat Iwan, Anhar, Dwi, Atenk, Vinka, bang Jajang, dan teman-teman semua yang telah mendukung, membantu, dan ikut mengelola blog ini. Makasih juga buat Google yang selalu mendatangkan pengunjung unik setiap hari.(Sanji&#38;Boy)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat 'Iedul Fitril 1 Syawal 1430 Hijriyah, Semoga Menjadi Hamba yang Muttaqin]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2009/09/19/selamat-iedul-fitril-1-syawal-1430-hijriyah-semoga-menjadi-hamba-yang-muttaqin/</link>
<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 04:54:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>sanjisan</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2009/09/19/selamat-iedul-fitril-1-syawal-1430-hijriyah-semoga-menjadi-hamba-yang-muttaqin/</guid>
<description><![CDATA[Dengan penuh syukur kepada Allah Azza Wa Jalla, kita akhirnya dapat mengakhiri shaum di bulan Ramadh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dengan penuh syukur kepada Allah Azza Wa Jalla, kita akhirnya dapat mengakhiri shaum di bulan Ramadhan ini. Semoga shaum kita diterima dan menjadi mizan (timbangan) di yaumul jaza’ sebagai amal kebajikan dan menjadikan kita sebagai golongan muttaqien atau muqorrobun, orang-orang yang senantiasa dekat dan men gingatnya di setiap saat dengan ikhlas. Sehingga, setan yang sudah menyelusup dialiran darah kita, tidak mampu menyesatkan dan mengajak kita ke jalan kekafiran, yang sangat dikutuk oleh Allah Rabbul Alamin.</p>
<p>Kita menginginkan shaum kita menjadi pembebas dosa yang menyelimuti selama sebelas bulan sebelumn ya. Kita menginginkan dengan shaum yang kita kerjakan selama di bulan Ramadhan kemarin, membawa kita ke dalam jiwa yang  tentram, dan kelak kita akan mendapatkan kabar gembira dari para malaikat saat menjelang kematian, sebagaimana di dalam hadist bahwa makna ‘fa raihun wa raihanun’ surga dan kesenangan.</p>
<p>Hadist Tamim ad Dariy dari Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Allah mengatakan kepada malaikat kepada mnalaikat maut, “Pergilah temui fulan, bawalah dia menemui-Ku. Sesungguhnya Aku telah mengujinya dengan kesenangan dan kesulitan dan Aku mendapatinya seperti yang Aku in ginkan. Bawalah dia menemui Ku, maka Aku akan menyenangkannya”. Tamim berkata, “Malaikat maut itu pun berangkat bersama 5,000 malaikat dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga ranting (pohon) raihan yang dipucuknya terdapat dua puluh warna yang setiap warna menyebarkan wewangian yan g bukan wangi pemiliknya.Para malaikat itu membawa sutera putih yang wangi kesturi”. Begitulah akhir kehidupan bagi orang-orang senantiasa dekat dengan Allah Azza Wa Jalla.</p>
<p>Kita berharap dan mendoakan kepada hamba-hamba yang melakukan ibadah shaum di bulan Ramadhan ini akan menjadi orang yang muttaqin dan termasuk golongan muqorrobun, dan dapat mengekalkan segala kebaikan yang sudah diamalkannya  di bulan Ramadhan, khususnya untuk mnemasuki kehidupan sebelas bulan menndatang. Amiin.</p>
<p>Allahuma ya Allah, ya Tuhan kami. Terimalah segala amal ibadah kami, terimalah ibadah shaum kami, terimalah shalat kami, dan amal ibadah kami lainnya. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba Mu yang selalu bertaqwa yang ridha dan ikhlas untuk melaksanakan segala aturan dan perintah Mu, yang ridha dan ikhlas serta menjadikan Islam sebagai benteng kehidupan kami, dan menjadikan al-Qur’an sebagai imam dan petunjuk hidup kami, dan Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam sebagai panutan kami.</p>
<p>Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya kariim, kullu amin wa antum bi khairin. Maaf lahir dan bathin.(Eramuslim)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara CIA Menyiksa Tawanan]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/02/cara-cia-menyiksa-tawanan/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 22:50:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/02/cara-cia-menyiksa-tawanan/</guid>
<description><![CDATA[Cara CIA Menyiksa Tawanan DI LANTAI: Tawanan duduk di atas lantai dengan kaki me­ngangkang ke depan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><strong>Cara CIA Menyiksa Tawanan</strong></p>
<p><strong>DI LANTAI:</strong></p>
<ul>
<li>Tawanan duduk di atas lantai dengan kaki me­ngangkang ke depan dan lengan di atas kepala atau berlutut di lantai dengan tubuh condong 45 derajat ke belakang.<!--more--></li>
</ul>
<p><strong>LARANGAN TIDUR: </strong></p>
<ul>
<li>Tawanan dilarang tidur selama 11 hari.</li>
</ul>
<p><strong>TEKNIK PENYIKSAAN DINDING: </strong></p>
<ul>
<li>Tawanan ditarik dan secepatnya didorong ke din­ding palsu yang lunak sehingga bahu tawanan membentur dinding. Kepala dan leher dibalut dengan handuk untuk menghindari kejang urat leher.</li>
<li>Tawanan berdiri 1,2 hingga 1,5 meter dari din­ding dengan kaki terentang selebar bahu. Lengan ta­wanan terentang ke depan dengan jari tangan menyentuh dinding untuk menahan berat tubuhnya. Tawanan dilarang mengubah posisi tangan dan kakinya.</li>
</ul>
<p><strong>KOTAK KECIL: </strong></p>
<ul>
<li>Tawanan dipaksa masuk ke dalam kotak kecil atau besar yang gelap. Penyiksaan di dalam kotak berukuran kecil berlangsung sekitar dua jam, dan kotak besar sekitar 18 jam. Serangga yang tak berbahaya dimasukkan ke kotak bersama tawanan. Praktek ini menimbulkan rasa kejang karena merasa terjepit dalam ruang sempit.</li>
</ul>
<p><strong>TEKNIK WATERBOARD: </strong></p>
<ul>
<li>Tawanan diikat di bangku dengan kaki di atas kepala. Kepala tawanan tidak boleh bergerak dan seorang interogator membekapkan­ se­helai kain ke mulut dan hi­dungnya, sementara air mengucur membasahi kain itu. Akibatnya, sirkulasi­ udara terhambat 20-40 detik. Teknik ini membuat ­kor­ban merasa tenggelam dalam air dengan napas yang sesak.</li>
</ul>
<p align="right"><strong>Sumber: Central Intelligence Agency, Inspector General, Special Review: Counterterrorism Detention and Interrogation Activities (September 2001-October 2003), 7 May 2004.</strong></p>
<p>http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/08/31/ITR/mbm.20090831.ITR131291.id.html</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-119" title="teknik-2" src="http://bifisamagz.wordpress.com/files/2009/09/teknik-2.jpg?w=150" alt="teknik-2" width="254" height="190" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-118" title="teknik-1" src="http://bifisamagz.wordpress.com/files/2009/09/teknik-1.jpg?w=300" alt="teknik-1" width="300" height="258" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-116" title="gitmo" src="http://bifisamagz.wordpress.com/files/2009/09/gitmo.jpg?w=284" alt="gitmo" width="284" height="300" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-113" title="106-20061025-waterboarding.large.prod_affiliate.91" src="http://bifisamagz.wordpress.com/files/2009/09/106-20061025-waterboarding-large-prod_affiliate-91.jpg?w=285" alt="106-20061025-waterboarding.large.prod_affiliate.91" width="285" height="300" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-115" title="cia-torture-4k-17-20090421-12" src="http://bifisamagz.wordpress.com/files/2009/09/cia-torture-4k-17-20090421-12.jpg?w=300" alt="cia-torture-4k-17-20090421-12" width="300" height="198" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekilas CIA]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/02/sekilas-cia/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 22:27:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/02/sekilas-cia/</guid>
<description><![CDATA[CIA CIA (Central Intelligence Agency) ialah dinas rahasia pemerintah Amerika Serikat. Dibentuk pada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 190px"><img title="CIA" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/23/CIA.svg/180px-CIA.svg.png" alt="CIA" width="180" height="180" /><p class="wp-caption-text">CIA</p></div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>CIA</strong> (<strong>Central Intelligence Agency</strong>)</span> ialah dinas rahasia pemerintah Amerika Serikat. Dibentuk pada 18 September 1947 dengan penandatanganan NSA (<em>National Security Act</em>) &#8212; badan keamanan nasional AS &#8212; oleh Presiden Harry S. Truman. Saat itu, yang menjadi orang nomor satu dalam CIA ialah Letnan Jenderal Hoyt S. Vandenberg. NSA sendiri sudah berganti nama menjadi DCI (Director of Centeral Intelligence), yang mengkoordinasi, mengevaluasi, mengkorelasi, dan mengirim para agen CIA termasuk ke luar AS untuk menjaga keamanan nasional. Kini CIA dipimpin oleh Porter J. Goss.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Pada era Perang Dingin dengan Uni Soviet, tugas-tugas CIA lebih banyak diarahkan pada kontra-intelijen. Kini, CIA juga mulai menangani peredaran narkotika, organisasi kejahatan internasional, perdagangan senjata gelap, dan yang paling hangat ialah kontra-teroris. Yang terakhir ini ialah terutama setelah serangan 11 September 2001 yang menghancurkan gedung World Trade Center.</p>
<p style="text-align:justify;">CIA membekali para agennya dengan <em>spy-kits</em>, di tangan Direktorat Sains dan Teknologi. Berbagai peralatan canggih yang pernah dipakai CIA pada masa awal kelahirannya sampai era Perang Dingin disimpan di museum CIA di McLean, negara bagian Virginia. Seperti uang sedolar yang bisa menjadi ‘kontainer’ dokumen dan mesin, mesin pemecah kode bernama <em>Enigma</em> yang disetting untuk memberikan 150.000.000.000.000.000.000 jawaban, mikrodot kamera yang hanya bisa dibaca di bawah mikroskop. Itulah sebagian peralatan intelijen yang dipakai antara 1950-1960-an.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Salah satu operasi CIA yang berhasil ialah menjatuhkan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.<sup><span style="white-space:nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<em>rujukan?</em>]</span></sup> Ironisnya, putri Soekarno, Megawati Soekarnoputri juga naik menjadi presiden dengan dukungan AS.</p>
<p style="text-align:justify;">CIA juga ditengarai selain menggulingkan Soekarno juga berada di belakang pembantaian anggota dan mereka yang dituduh sebagai anggota PKI, terutama di Jawa dan Bali setelah tahun 1965.</p>
<p style="text-align:justify;">
<h2><span style="color:#0000ff;">CIA dan Perang Irak 2003</span></h2>
<p>Pada awal Februari <a title="2003" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2003">2003</a>, <a title="Colin Powell" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Colin_Powell">Colin Powell</a>, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan AS, berbicara di hadapan <a title="PBB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB">PBB</a> untuk meyakinkan negara-negara anggota lembaga dunia itu tentang ancaman bahaya &#8220;senjata pemusnah massal&#8221; yang konon dimiliki atau sedang dibangun oleh Irak.</p>
<p>Namun setelah perang berlangsung berlarut-larut, sementara korban tentara yang tewas dan luka-luka di pihak AS tidak berhenti ataupun berkurang, rakyat AS mulai meragukan klaim yang diajukan Presiden Bush sebagai alasan untuk menyerang Irak. Sebaliknya, Bush dan kawan-kawan mempersalahkan CIA dan mengatakan bahwa badan intelijen itu telah memberikan informasi yang keliru.</p>
<p>Ironisnya, <a title="George Tenet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=George_Tenet&#38;action=edit&#38;redlink=1">George Tenet</a>, Direktur CIA pada masa Perang Irak 2003, justru dianugerahi &#8220;Medali Kemerdekaan Kepresidenan&#8221; oleh Presiden <a title="George W. Bush" href="http://id.wikipedia.org/wiki/George_W._Bush">George W. Bush</a> pada <a title="14 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/14_Desember">14 Desember</a> <a title="2004" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2004">2004</a>, setelah sebelumnya ia mengundurkan diri dari jabatannya (Juni 2004). Ini adalah anugerah tertinggi untuk sipil di AS sebagai tanda bahwa si penerima telah membuat &#8220;sumbangan yang sangat istimewa bagi keamanan atau kepentingan nasional Amerika Serikat, atau bagi dunia, atau bagi kebudayaan ataupun upaya-upaya publik atau swasta lainnya yang penting.&#8221;</p>
<p><a id="Penjara_rahasia_CIA" name="Penjara_rahasia_CIA"></a></p>
<h2><span style="color:#0000ff;">Penjara rahasia CIA</span></h2>
<p>Seorang wartawati <em>The Washington Post</em> melaporkan pada 2 November 2005 bahwa &#8220;CIA telah menyembunyikan dan menginterogasi beberapa dari tawanan terpenting mereka yang dituduh terlibat Al Qaeda di sebuah kompleks di negara Eropa Timur, menurut pejabat-pejabat AS dan asing yang mengetahui pengaturan ini.&#8221; [1]</p>
<p>Laporan ini menyatakan bahwa CIA mempunyai sebuah sistem penjara rahasia di seluruh dunia yang bertempat di Asia, Eropa Timur, dan di Teluk Guantanamo di Kuba. Sistem ini memainkan peranan penting dalam peranan anti-teror organisasi ini. Menurut laporan tersebut, sistem ini telah dirahasiakan dari para pejabat pemerintah (termasuk komisi-komisi Kongres yang mengawasi CIA) melalui upaya-upaya organisasi itu sendiri maupun melalui kerja sama dengan biro-biro intelijen asing.</p>
<p>Laporan Priest berlanjut:</p>
<blockquote><p>&#8220;Keberadaan dan lokasi fasilitas-fasilitas ini &#8212; yang disebut &#8220;tempat-tempat hitam&#8221; dalam dokumen-dokumen rahasia Gedung Putih, CIA, Departemen Kehakiman dan Kongres &#8212; hanya diketahui oleh segelintir pejabat di AS dan, biasanya, hanya oleh presiden dan segelitinr perwira intelijen puncak di masing-masing negara tuan rumah&#8230; Fasilitas rahasia ini merupakan bagian dari sebuah sistem penjara rahasia yang dibangun oleh CIA hampir empat tahun lalu yang pada berbagai kesempatan mencakup pula tempat-tempat di delapan negara, termasuk Thailand, Afganistan serta sejumlah negara demokrasi di Eropa Timur, serta sebuah pusat kecil di penjara Teluk Guantanamo di Kuba, menurut pejabat-pejabat intel dan diplomat sekarang maupun yang alu dari tiga benua.&#8221;</p></blockquote>
<p>BBC telah menindak-lanjuti laporan-laporan ini dan mengukuhkan bahwa ada bukti-bukti yang layak dipercaya tentang penjara-penjara rahasia ini. [2]</p>
<p>Trent Lott juga tampaknya telah menegaskan kehadiran penjara-penjara ini. [3]</p>
<p>Pada 8 November 2005 Pemimpin Mayoritas Senat Bill Frist dan Ketua Dewan Perwakilan Dennis Hastert, lewat sebuah surat, menuntut diadakannya penyelidikan bersama oleh Komisi intelijen Senat dan Dewan Perwakilan atas kebocoran berita tentang fasilitas-fasilitas rahasia CIA ini. Dalam surat mereka (bila memang laporan Post itu benar) &#8220;pembocoran yang sangat buruk ini dapat membawa akibat-akibat yang merusak dan berbahaya jauh ke depan, dan akan membahayakan upaya-upaya kita untuk melindungi bangsa Amerika dan negara kita dari serangan-serangan teroris.&#8221; [4]</p>
<p>Surat itu selanjutnya mengatakan: &#8220;Apakah kerusakan yang sesungguhnya dan yang potensial terhadap keamanan nasional AS dan mitra-mitra kita dalam perang global melawan teror?&#8221;</p>
<p>Senator Republikan Lindsey O. Graham menuduh Pemimpin Mayoritas Senat Bill Frist dan Ketua Dewan J. Dennis Hastert telah mengalihkan perhatian pada investigasi tentang mengapa penjara-penjara rahasia ini ada kepada bagaimana informasi tentang tempat-tempat itu dibocorkan kepada umum.</p>
<p>Spanyol sedang menyelidiki tuduhan-tuduhan bahwa CIA menggunakan lapangan terbang Palma untuk mentransfer tawanan tanpa izin [5].</p>
<p>Pada Desember 2005, ABC News melaporkan bahwa sejumlah bekas agen CIA menyatakan bahwa CIA telah menggunakan <em>waterboarding</em>, bersama-sama dengan lima &#8220;Teknik Interogasi yang Diperkuat,&#8221; terhadap mereka yang dicurigai menjadi anggota Al Qaeda yang ditawan di penjara-penjara rahasia. [6] [7].</p>
<p><em>Waterboarding</em> secara luas dianggap sebagai suatu bentuk penyiksaan, meskipun ada laporan-laporan yang menyatakan bahwa Presiden Bush menandatangani suatu &#8220;penemuan&#8221; rahasia bahwa praktek itu tidak termasuk penyiksaan, dan karena itu mengizinkan penggunaannya. Pada 13 Desember, Dick Marty, yang menyelidiki aktivitas ilegal CIA di Eropa atas nama Dewan Eropa melaporkan bukti yang menunjukkan bahwa &#8220;sejumlah orang telah diculik dan dipindahkan ke negara-negara lain tanpa peduli tentang standar hukumnya.&#8221; Pada sebuah konferensi pers, Marty mengatakan bahwa ia yakin bahwa AS telah memindahkan tahanan-tahanannya yang ilegal dari Eropa ke Afrika Utara pada awal November sebagai reaksi atas laporan Washington Post.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Susunan Pengurus ICG]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/02/susunan-pengurus-icg/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 19:15:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/02/susunan-pengurus-icg/</guid>
<description><![CDATA[Susunan Pengurus ICG meliputi tokoh-tokoh dari bidang politik, diplomasi, bisnis dan media &#8211; s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="ICG" src="http://www.crisisgroup.org/siteImages/headerImg.jpg" alt="" width="649" height="68" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Susunan Pengurus ICG</span></strong></p>
<p>meliputi tokoh-tokoh dari bidang politik, diplomasi, bisnis dan media &#8211; secara langsung terlibat dalam membantu untuk membawa laporan dan rekomendasi ICG menjadi perhatian para pembuat kebijakan senior di seluruh dunia. ICG ini dipimpin oleh mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari; dan Presiden dan Chief Executive sejak Januari 2000 telah mantan Menteri Luar Negeri Australia Gareth Evans. Mantan anggota Kongres Stephen Solarz dan Sekretaris Jenderal International Chamber of Commerce Maria Livanos Cattaui digunakan untuk melayani sebagai Wakil-Ketua ICG.<!--more--></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Pemimpin saat ini (per April 2009):</strong></span><br />
- Lord Christopher Patten &#8211; Co-Chair, Crisis Group, Mantan Komisioner Eropa untuk Hubungan Eksternal, Gubernur Hong Kong dan Menteri Kabinet Inggris; Rektor<br />
Universitas Oxford<br />
- Thomas R. Pickering &#8211; Co-Chair, Crisis Group; Mantan Duta Besar AS untuk PBB, Rusia, India, Israel, Yordania, El Salvador dan Nigeria; Wakil Ketua Hills &#38; Company<br />
- Gareth Evans &#8211; Presiden &#38; CEO, Mantan Menteri Luar Negeri Australia</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Komite Eksekutif<br />
Accessed April 2009: </strong></span></p>
<p>- Morton Abramowitz &#8211; Mantan Asisten Menteri Luar Negeri dan Duta Besar ke Turki<br />
- Emma Bonino &#8211; Wakil Ketua &#8211; Italia Mantan Menteri Perdagangan Internasional dan Urusan Eropa dan Komisioner Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan<br />
- Cheryl Carolus &#8211; Mantan Komisaris Tinggi Afrika Selatan ke Inggris dan Sekretaris Jenderal ANC<br />
- Maria Livanos Cattaui &#8211; Mantan Sekretaris Jenderal, International Chamber of Commerce<br />
- Yoichi Funabashi &#8211; Editor-in-Chief &#38; Kolumnis, The Asahi Shimbun, Jepang<br />
- Frank Giustra &#8211; Chairman, Endeavour Financial, Kanada<br />
- Stephen Solarz &#8211; Mantan Anggota Kongres Amerika Serikat<br />
- George Soros &#8211; Ketua, Open Society Institute<br />
- Par Stenback &#8211; Mantan Menteri Luar Negeri Finlandia</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Anggota Dewan AS</strong></span><br />
- Morton Abramowitz, Mantan Asisten Menteri Luar Negeri dan Mantan Duta Besar AS untuk Turki<br />
- Kenneth Adelman, Mantan Duta Besar AS dan Direktur Pengendalian dan Perlucutan Senjata Badan<br />
- Zbigniew Brzezinski, Mantan National Security Advisor kepada Presiden<br />
- Wesley Clark, Mantan NATO Panglima Tertinggi Sekutu<br />
- Stanley Fischer, Wakil-Ketua, Citigroup Inc dan mantan Deputi Pertama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF)<br />
- Carla Hills, Mantan Menteri Perumahan; mantan Perwakilan Dagang AS<br />
- Swanee Hunt, Pendiri dan Ketua melancarkan Perempuan Perdamaian; mantan Duta Besar AS untuk Austria<br />
- Elliott F. Kulick, Ketua, Pegasus Internationa<br />
- Joanne Leedom-Ackerman, Novelis dan jurnalis<br />
- Douglas Schoen, Founding Partner of Penn, Schoen &#38; Berland Associates<br />
- <strong><span style="color:#ff0000;">George Soros</span></strong>, Chairman, Open Society Institute<br />
- William O. Taylor, Chairman Emeritus, The Boston Globe</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Direksi</strong></span><br />
- Christopher Patten &#8211; Co-Chair, Crisis Group<br />
- Thomas Pickering &#8211; Co-Chair, Crisis Group<br />
- Gareth Evans &#8211; Presiden &#38; CEO</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Komite Eksekutif</span></strong><br />
- Cheryl Carolus &#8211; Mantan Afrika Selatan Komisaris Tinggi ke Inggris dan Sekretaris Jenderal ANC<br />
- Maria Livanos Cattaui &#8211; Mantan Sekretaris Jenderal, International Chamber of Commerce<br />
- Yoichi Funabashi &#8211; Chief Diplomatic Correspondent &#38; Kolumnis, The Asahi Shimbun, Jepang<br />
- Frank Giustra &#8211; Chairman, Endeavour Financial, Kanada<br />
- Stephen Solarz &#8211; Mantan Anggota Kongres Amerika Serikat<br />
- <strong><span style="color:#ff0000;">George Soros</span></strong> &#8211; Ketua, Open Society Institute<br />
- Psr Stenback &#8211; Mantan Menteri Luar Negeri Finlandia</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Anggota</strong></span><br />
- Morton Abramowitz &#8211; Mantan Asisten Menteri Luar Negeri dan Duta Besar ke Turki<br />
- Adnan Abu-Odeh &#8211; Politik Mantan Penasehat Raja Abdullah II dan Raja Hussein, dan Yordania Perwakilan Tetap untuk PBB<br />
- Kenneth Adelman &#8211; Mantan Duta Besar AS dan Direktur Pengendalian dan Perlucutan Senjata Badan<br />
- Ersin Arioglu &#8211; Anggota Parlemen, Turki; Ketua Emeritus, Yapi Merkezi Group<br />
- Shlomo Ben-Ami &#8211; Mantan Menteri Luar Negeri Israel<br />
- Lakhdar Brahimi &#8211; Mantan Penasihat Khusus kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Aljazair Menteri Luar Negeri<br />
- Zbigniew Brzezinski &#8211; Former US National Security Advisor kepada Presiden<br />
- AMKim Campbell &#8211; Mantan Perdana Menteri Kanada; Sekretaris Jenderal, Club of Madrid<br />
- Naresh Chandra &#8211; Mantan Sekretaris Kabinet India dan Duta Besar India ke AS<br />
- Joaquim Alberto Chissano &#8211; Mantan Presiden Mozambik<br />
- Victor Chu &#8211; Ketua, First Eastern Investment Group, Hong Kong<br />
- Wesley Clark &#8211; Former NATO Supreme Allied Commander, Europe<br />
- Pat Cox &#8211; Mantan Presiden Parlemen Eropa<br />
- Uffe Ellemann-Jensen &#8211; Mantan Menteri Luar Negeri denmark<br />
- Mark Eyskens &#8211; Mantan Perdana Menteri Belgia<br />
- Joschka Fischer &#8211; Mantan Menteri Luar Negeri Jerman<br />
- Leslie H. Gelb &#8211; Presiden Emeritus of Council on Foreign Relations, US<br />
- Carla Hills &#8211; Mantan Menteri Perumahan dan Perwakilan Dagang AS<br />
- Lena Hjelm-Wallen &#8211; Mantan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Swedia<br />
- Swanee Hunt &#8211; Ketua Inklusif Keamanan: Perempuan melancarkan Peace; mantan Duta Besar AS untuk Austria<br />
- Anwar Ibrahim &#8211; Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia<br />
- Asma Jahangir &#8211; Pelapor Khusus PBB mengenai Kebebasan Agama atau Kepercayaan; Ketua, Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan<br />
- Nancy Kassebaum Baker &#8211; Mantan Senator AS<br />
- James V. Kimsey &#8211; Pendiri dan Ketua Emeritus of America Online, Inc (AOL)<br />
- Wim Kok &#8211; Mantan Perdana Menteri Belanda<br />
Ricardo Lagos &#8211; Mantan Presiden Chili<br />
Joanne Leedom-Ackerman &#8211; Novelis dan wartawan, US<br />
Ayo Obe &#8211; Ketua Komite Pengarah Gerakan Dunia untuk Demokrasi, Nigeria<br />
Christine Ockrent &#8211; Wartawan dan penulis, Perancis<br />
Victor Pinchuk &#8211; Pendiri Interpipe Ilmiah dan Industri Kelompok Produksi<br />
Samantha Power &#8211; Penulis dan Profesor, Kennedy School of Government, Harvard University<br />
Fidel V. Ramos &#8211; Mantan Presiden Filipina<br />
Ghassan salame &#8211; Mantan Menteri, Libanon; Profesor Hubungan Internasional, Paris<br />
Douglas Schoen &#8211; Founding Partner of Penn, Schoen &#38; Berland Associates, US<br />
Thorvald Stoltenberg &#8211; Mantan Menteri Luar Negeri Norwegia<br />
Ernesto Zedillo &#8211; Mantan Presiden Meksiko; Direktur, Yale Pusat Studi Globalisasi<br />
Ketua Emeritus<br />
Martti Ahtisaari &#8211; Mantan Presiden, Finlandia<br />
George J. Mitchell &#8211; Mantan Pemimpin Mayoritas Senat</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Personil</strong></span><br />
John Prendergast &#8211; Senior Advisor<br />
Mark L. Schneider<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Dewan Penasehat Internasional</strong></span><br />
&#8220;Dewan Penasehat Internasional kami terdiri dari individu dan korporasi kunci dermawan Crisis Group. Kami sangat berterima kasih atas kombinasi mereka dukungan dan<br />
nasihat keuangan. Informasi lebih lanjut tentang cara menjadi anggota grup ini, dan manfaat dari keanggotaan, dapat ditemukan di sini . Rita E. Hauser (Ketua), Marc<br />
Abramowitz, Anglo American PLC, APCO Worldwide Inc, Patrick E. Benzie, BHP Billiton, Harry Bookey dan Pamela Bass-Bookey, John Chapman Chester, Chevron, Peter<br />
Corcoran, Credit Suisse Group / Credit Suisse First Boston, John Ehara Equinox Mitra, Dr Konrad Fischer, Iara Lee &#38; George Gund III Foundation, JP Morgan Global Valuta<br />
Asing dan Komoditas, George Kellner, George Loening, Douglas Makepeace, Anna Luisa Ponti, Quantm, Michael L. Riordan , Sarlo Yayasan Masyarakat Yahudi Dana Abadi,<br />
Baron Ullens de Schooten, Stanley Weiss, Tilleke &#38; Gibbins, Westfield Group, Don Xia, Yasuyo Yamazaki, Sunny Yoon.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Dewan Penasehat Internasional di tahun 2008 Suporter yang menyumbangkan antara US $ 25.000 dan $ 99.999 per tahun diundang untuk bergabung dengan Dewan Penasehat<br />
Internasional: </strong></span></p>
<p>Rita Hauser (Co-Chair)<br />
Elliott Kulick (Co-Chair)<br />
Hamza Al Kholi<br />
Anglo American<br />
APCO Worldwide<br />
Ed Bachrach<br />
Patrick Benzie<br />
Stanley Bergman<br />
Edward Bergman<br />
Harry Bookey<br />
Pamela Bass-Bookey<br />
John Chapman Chester<br />
Chevron<br />
Richard Cooper<br />
Neil DeFeo<br />
Sandy DeFeo<br />
John Ehara<br />
Seth Ginns<br />
Eleanor Holtzman<br />
Joseph Hotung<br />
George Kellner<br />
Amed Khan<br />
Shiv Vikram Khemka<br />
Zelmira Koch<br />
AMJean Manas<br />
Marco Marazzi<br />
McKinsey &#38; Company<br />
Najib Mikati<br />
Harriet Mouchly-Weiss<br />
Donald Pels<br />
Wendy Kunci<br />
Anna Luisa Ponti<br />
Geoffrey Hoguet<br />
Michael Riordan<br />
Tilleke &#38; Gibbins<br />
Vale<br />
VIVA Trust<br />
Yapı Merkezi Konstruksi dan Industri Inc<br />
Yasuyo Yamazaki<br />
Shinji Yazaki</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Penasehat senior (2008) </strong></span></p>
<p>Martti Ahtisaari (Ketua Emeritus), George Mitchell (Ketua Emeritus), Hushang Ansary, Ersin ˘ Arıog lu, Óscar Arias, Diego Arria, Zainab Bangura, Christoph Bertram,<br />
Alan Blinken, Jorge Castañeda, Eugene Chien, Victor Chu, Chung Mong Joon, Gianfranco Dell&#8217;Alba, Jacques Delors, Alain Destexhe, Mou-Shih Ding, Gernot Erler,<br />
Marika Fahlén, Stanley Fischer, Malcolm Fraser, IK Gujral, Max Jakobson, Todung Mulya Lubis, Allan J. MacEachen, Graça Machel, Barbara McDougall, Matius<br />
McHugh, Nobuo Matsunaga, Miklós Németh, Timothy Ong, Olara Otunnu, Shimon Peres, Surin Pitsuwan, Cyril Ramaphosa, George Robertson, Michel Rocard, Volker<br />
ruhe, Mohamed Sahnoun, Salim A. Salim, Douglas Schoen, Christian Schwarz-Schilling, Michael Sohlman , William O. Taylor, Leo Tindemans, Ed van Thijn, Simone<br />
Veil, Shirley Williams, Grigory Yavlinsky, Uta Zapf</p>
<p>Sumber: http://www.sourcewatch.org/index.php?title=International_Crisis_Group</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapa Penyandang Dana ICG?? bag.1]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/02/siapa-penyandang-dana-icg-bag-1-2/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 19:01:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/02/siapa-penyandang-dana-icg-bag-1-2/</guid>
<description><![CDATA[ICG Pendanaan &#8220;ICG menggalang dana dari pemerintah, yayasan-yayasan amal, perusahaan, dan indi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img title="ICG" src="http://www.crisisgroup.org/siteImages/headerImg.jpg" alt="ICG" width="512" height="54" /><p class="wp-caption-text">ICG</p></div>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Pendanaan</strong></span><br />
&#8220;ICG menggalang dana dari pemerintah, yayasan-yayasan amal, perusahaan, dan individu donor. Berikut ini menyediakan pendanaan pemerintah: Australia, Austria, Kanada, denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Irlandia, Jepang, Luxembourg, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Republik Cina (Taiwan), Swedia, Swiss, Turki, Inggris Raya dan Amerika Serikat. &#8220;<!--more--></p>
<p>&#8220;Foundation dan donor sektor swasta meliputi:</p>
<ul>
<li>The Atlantic Philanthropies</li>
<li>Carnegie Corporation of New York</li>
<li>Ford Foundation e.g.</li>
<li>Bill &#38; Melinda Gates Foundation</li>
<li>Flora Hewlett Foundation</li>
<li>Henry Luce Foundation</li>
<li>John D. &#38; Catherine T. MacArthur Foundation</li>
<li>John Merck Fund</li>
<li>Charles Stewart Mott Foundation</li>
<li>Open Society Institute</li>
<li>Ploughshares Fund</li>
<li>Sigrid Rausing Trust</li>
<li>Sasakawa Peace Foundation</li>
<li>Sarlo Foundation of the Jewish Community Endowment Fund</li>
<li>United States Institute of Peace</li>
<li>Fundacão Oriente.&#8221;</li>
</ul>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Presiden Dewan pada tahun 2008</strong></span><br />
Berikut ini adalah Dewan eksklusif yang memberikan kontribusi donor US $ 100.000 atau lebih per tahun:<br />
Khalid Alireza, BHP Billiton, Canaccord Adams Terbatas, Equinox Mitra, Alan Griffiths, Frank Holmes, Iara Lee &#38; George Gund III Foundation, Frederick Iseman, George Landegger, Ford Nicholson, Royal Bank of Scotland, Ian Telfer, Guy Ullens de Schooten, StatoilHydro ASA, Neil Woodyer</p>
<p>Sumber: http://www.sourcewatch.org/index.php?title=International_Crisis_Group#Funding</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapa Penyandang Dana ICG?? bag.2]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/02/siapa-penyandang-dana-icg-bag-1/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 17:14:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/02/siapa-penyandang-dana-icg-bag-1/</guid>
<description><![CDATA[Governments and Intergovernmental Institutions (supporting Crisis Group in 2008-09) Australian Agenc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><table border="0" cellspacing="3" cellpadding="3" width="95%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center"><strong>Governments and Intergovernmental Institutions</strong><br />
(supporting Crisis Group in 2008-09)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7"><strong><span style="color:#ff0000;">Australian Agency for International Development </span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Australian Department of Foreign Affairs and Trade</span></strong></p>
<p>Austrian Development Agency</p>
<p>Belgian Ministry of Foreign Affairs</p>
<p>Foreign Affairs and International Trade Canada</p>
<p>Canadian International Development Agency</p>
<p>Canadian International Development Research Centre</p>
<p>Czech Ministry of Foreign Affairs</p>
<p>Dutch Ministry of Foreign Affairs</td>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">Royal Danish Ministry of Foreign Affairs</p>
<p>Finnish Ministry of Foreign Affairs</p>
<p>French Ministry of Foreign Affairs</p>
<p>German Foreign Office</p>
<p>Irish Aid</p>
<p>Japan International Cooperation Agency</p>
<p>Luxembourg Ministry of Foreign Affairs</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">New Zealand Agency for International Development</span></p>
<p>Principality of Liechtenstein</td>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">Royal Norwegian Ministry of Foreign Affairs</p>
<p>Swedish Ministry for Foreign Affairs</p>
<p>Swiss Federal Department of Foreign Affairs</p>
<p>Turkish Ministry of Foreign Affairs</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>United Arab Emirates Ministry of Foreign Affairs</strong></span></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">United Kingdom Department for International Development</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Economic and Social Research Council UK</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">United States Agency for International Development </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center"><strong><a name="foundations"></a>International Foundations<br />
</strong>(supporting Crisis Group in 2008-09)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">Better World Fund</p>
<p>Carnegie Corporation of New York</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#000066;">The Elders Foundation</span></span></p>
<p>Humanity United</p>
<p>Hunt Alternatives Fund</td>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<h1><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Jewish World Watch</span></span></h1>
<p>John D. and Catherine T. MacArthur Foundation</p>
<p>Korea Foundation</p>
<p>Open Society Institute</p>
<p>Ploughshares Fund</td>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">Rockefeller Brothers Fund</p>
<p>Sigrid Rausing Trust</p>
<p>VIVA Trust</p>
<p>William and Flora Hewlett Foundation</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr align="middle">
<td colspan="3" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center"><a name="presidents"></a><strong>President&#8217;s Council</strong></p>
</td>
</tr>
<tr align="middle">
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="left">BHP Billiton</p>
<p align="left">Canaccord Adams Limited</p>
<p align="left">Mala Gaonkar</p>
<p align="left">Alan Griffiths</p>
<p align="left">Iara Lee &#38; George Gund III Foundation</p>
</td>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="left">Frank Holmes</p>
<p align="left">Frederick Iseman</p>
<p align="left">George Landegger</p>
<p align="left">Ford Nicholson</p>
<p align="left">Royal Bank of Scotland</p>
<p align="left">
</td>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="left">StatoilHydro ASA</p>
<p align="left">Ian Telfer</p>
<p align="left">Guy Ullens de Schooten</p>
<p align="left">Neil Woodyer</p>
<p align="left">
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr align="middle">
<td colspan="3" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center"><a name="iac"></a><strong>International Advisory Council</strong></p>
</td>
</tr>
<tr align="left">
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="left">Rita Hauser<br />
<em>Co-Chair</em></p>
<p align="left">Elliott Kulick<br />
<em>Co-Chair</em>
</p>
<p align="left">Hamza Al Kholi</p>
<p align="left">Anglo American PLC</p>
<p align="left">APCO Worldwide Inc.</p>
<p align="left">Ed Bachrach</p>
<p align="left">Stanley Bergman &#38; Edward Bergman</p>
<p align="left">Harry Bookey &#38; Pamela Bass-Bookey</p>
<p align="left">David Brown</p>
<p align="left">John Chapman Chester</p>
<p align="left">Chevron</p>
</td>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="left">Jean Manas</p>
<p align="left">Richard Cooper</p>
<p align="left">Neil &#38; Sandy DeFeo</p>
<p align="left">John Ehara</p>
<p align="left">Equinox Partners</p>
<p align="left">Seth Ginns</p>
<p align="left">Joseph Hotung</p>
<p align="left">H.J. Keilman</p>
<p align="left">George Kellner</p>
<p align="left">Amed Khan</p>
<p align="left">Zelmira Koch</p>
<p align="left">Scott Lawlor</p>
</td>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="left">Marco Marazzi</p>
<p align="left">McKinsey &#38; Company</p>
<p align="left">Najib Mikati</p>
<p align="left">Harriet Mouchly-Weiss</p>
<p align="left">Yves Oltramare</p>
<p align="left">Donald Pels &#38; Wendy Keys</p>
<p align="left">Anna Luisa Ponti &#38; Geoffrey Hoguet</p>
<p align="left">Michael Riordan</p>
<p align="left">Tilleke &#38; Gibbins</p>
<p align="left">Vale</p>
<p align="left">VIVATrust</p>
<p align="left">Yapı Merkezi Construction and Industry Inc.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="3" cellpadding="3" width="95%">
<tbody>
<tr align="middle">
<td colspan="2" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center"><a name="patrons"></a><strong>Patrons</strong><strong><br />
</strong>(donations made during 2008)</p>
</td>
</tr>
<tr align="left">
<td width="50%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center">Kim Campbell</p>
<p align="center">Maria Livanos Cattaui</p>
<p align="center">Wesley K. Clark</p>
<p align="center">Gareth Evans</p>
<p align="center">I.M. Fares</p>
<p align="center">Frank Giustra</p>
<p align="center">Mala Gaonkar Haarmann</p>
<p align="center">Clayton Hebbard</p>
<p align="center">Carla Hills</p>
<p align="center">
</td>
<td width="50%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center">Pierre Keller</p>
<p align="center">Kimsey Foundation</p>
<p align="center">Jeannette &#38; H. Peter Kriendler<br />
Charitable Trust
</p>
<p align="center">Chris Patten</p>
<p align="center">Victor Pinchuk Foundation</p>
<p align="center">G<span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">ü</span>ler Sabanci</p>
<p align="center">Bernard Selz</p>
<p align="center">Stephen Solarz</p>
<p align="center">White &#38; Case LLP</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" height="1" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr align="middle">
<td colspan="2" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center"><strong>Benefactors</strong><strong><br />
</strong>(donations made during 2008)</p>
</td>
</tr>
<tr align="left">
<td colspan="2" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center">Mort and Sheppie Abramowitz</p>
<p align="center">Ronnie Aked</p>
<p align="center">Jon Greenwald</p>
<p align="center">Catherine Hawkins Foundation</p>
<p align="center">Peace and Reconcilation Charities</p>
<p align="center">Tom Pickering</p>
<p align="center">Jen<span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">ö </span>Staehelin</p>
<p align="center">Enzo Viscusi</p>
<p align="center">The Whitehead Foundation</p>
<p align="center">Hans Ziegler</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="3" cellpadding="3" width="95%">
<tbody>
<tr align="middle">
<td colspan="3" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center"><a name="friends"></a><strong>Friends of Crisis Group</strong><strong><br />
</strong>(donations of over US$1000 made during 2008)</p>
</td>
</tr>
<tr align="left">
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">Adnan Abu-Odeh</p>
<p>Ken Adelman</p>
<p>Renato Amorim</p>
<p>Richard Armitage</p>
<p>Theresa Becks</p>
<p>Shlomo Ben-Ami</p>
<p>Mary &#38; David Boies</p>
<p>Emma Bonino</p>
<p>Andrew Brimmer</p>
<p>Rhoderick Chalmers</p>
<p>Naresh Chandra</p>
<p>Changing The Present</p>
<p>William H. Draper</p>
<p>Jodie &#38; John Eastman</p>
<p>Joschka Fischer</td>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">Yoichi Funabashi</p>
<p>Gelman, Rosenberg &#38; Freedman</p>
<p>Peter Harling</p>
<p>Joost Hiltermann</p>
<p>Diane D. Jacobsen</p>
<p>Robert Kissane</p>
<p>Howard Kurz Family Foundation</p>
<p>Ricardo Lagos</p>
<p>Justine Landegger</p>
<p>Peter Law</p>
<p>Rob Malley</p>
<p>Jessica Tuchman Mathews</p>
<p>Stuart R. Mieher</p>
<p>New York Community Trust</p>
<p>Ayo Obe</td>
<td width="33%" valign="top" bgcolor="#c6d6f7">Vivian &#38; Paul Olum Foundation</p>
<p>Nicholas &#38; Carol Paumgarten</p>
<p>PricewaterhouseCoopers</p>
<p>Helen Raffel</p>
<p>Jonathan &#38; Diana Rose</p>
<p>Richard Ruble</p>
<p>Ghassan Salam<span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">é</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Mark Schneider</span></p>
<p>Jay Snyder</p>
<p>Don Steinberg &#38; Raquel Willerman</p>
<p>P<span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">ä</span>r St<span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">ë</span>nback</p>
<p>Darian &#38; Rick Swig</p>
<p>Jacqueline Thomas</p>
<p>Ernesto Zedillo</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="3" cellpadding="3" width="95%">
<tbody>
<tr align="middle">
<td valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="center"><a name="patrons"></a><strong>Pro Bono Services</strong></p>
</td>
</tr>
<tr align="left">
<td valign="top" bgcolor="#c6d6f7">
<p align="justify">Crisis Group very gratefully thanks our priamry pro bono counsel for their enormous continuing pro bono commitment to providing legal services during 2007:</p>
<p align="center"><strong>Shearman and Sterling LLP       White Case LLP</strong></p>
<p align="justify">Crisis Group also thanks Amy Neudhardt and Boies, Schiller &#38; Flexner LLP for special litigation services, and local pro bono counsel Mosquera y Helo Asociados, Ltda. for their services in Bogota, Colombia and Lee &#38; Ko SIPPT and Patent 100 SIPPT for their services in Seoul, Korea.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Data Diri Sidney Jones]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/01/data-diri-sidney-jones/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 16:52:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/01/data-diri-sidney-jones/</guid>
<description><![CDATA[DATA DIRI SIDNEY JONES sidney jones, agen CIA ?? Sidney Jones Senior Adviser, Asia Program Jakarta, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>DATA DIRI SIDNEY JONES</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_72" class="wp-caption aligncenter" style="width: 264px"><img class="size-medium wp-image-72" title="sidney jones, agen CIA ??" src="http://bifisamagz.wordpress.com/files/2009/09/sidney-jones.gif?w=254" alt="sidney jones, agen CIA ??" width="254" height="300" /><p class="wp-caption-text">sidney jones, agen CIA ??</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sidney Jones</strong><br />
Senior Adviser, Asia Program<br />
Jakarta, Indonesia<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Peran di Crisis Group:</strong><br />
Pakar analisis Sidney Jones dan Crisis Group untuk wilayah Asia Tenggara yang berbasis di Jakarta menyiapkan laporan analisis tentang sumber-sumber konflik dan kekerasan di kawasan itu, dengan fokus khusus pada Indonesia. Dia telah memeriksa konflik separatis (Aceh dan Papua, Mindanao); komunal konflik (Poso, Maluku); dan konflik etnis (Kalimantan). Timnya juga menelusuri radikalisme Islam, dan telah menghasilkan serangkaian laporan tentang Jemaah Islamiyah dan operasinya di Indonesia dan Filipina. Ini juga membahas isu-isu reformasi sektor keamanan dan desentralisasi di Indonesia. Sidney sering memberi penerangan ringkas kepada media, organisasi internasional, dan wakil pemerintah dalam hal ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Area Keahlian:</strong><br />
•Terrorisme di Asia Tenggara<br />
•Indonesia, segala aspek<br />
•Islam di Asia Tenggara</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Professional background:</strong><br />
•Asia Director, Human Rights Watch (1989-2002)<br />
•Indonesia-Philippines Researcher, Amnesty International (1985-88)<br />
•Program Officer, Ford Foundation (1977-1984)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Publikasi dan media:</strong><br />
•Noordin’s Dangerous Liaisons”, Tempo (Indonesia), 10 August 2009<br />
•Noor Din M. Top, JI, dan Al-Qaidah”, Tempo (Indonesia), 10 August 2009<br />
•Prison Reform can Counter Terror Risks”, The Age, 26 July 2009<br />
•Indonesia: “Communal Tension a Prime Security Threat”, The Jakarta Post, 3 January 2008<br />
•Watch Out for More Surprises in Indonesia”, The Australian Financial Review, 3 January 2007<br />
•Priorities for a GAM-Led Government in Aceh”, The Jakarta Post, 29 December 2006<br />
•Papua Shrouded by Misperception”, The Australian Financial Review, 29 August 2006<br />
•Asking the Right Questions to Fight Terror”, The Jakarta Post, 9 January 2006<br />
•Terrorism’s Toxic Strains”, The Age, 5 October 2005<br />
•Lessons from Latest Bali Bombings”, The Wall street Journal, The Asian Wall Street Journal, 4 October 2005<br />
•Will Indonesia Seize Its Chance?”, BBC News Online, 8 January 2005<br />
•After the Wave: Tsunami as Peacemaker”, The Asian Wall Street Journal, 7 January 2005<br />
•Looking ahead in Indonesia: Challenges for the President-elect”, The International Herald Tribune, 25 September 2004<br />
•Making Money Off Migrants: The Indonesian Exodus to Malaysia, Center for Asia Pacific Social Transformation Studies, University of Wollongong, Sydney, Australia, 2000<br />
•Frequent interviews with local and international media outlets, including The New York Times, Financial Times, CNN, BBC, ABC, NBC, The Jakarta Post, NHK, and The Australian</p>
<p><strong>Bahasa</strong><strong>:</strong><br />
•Bahasa Indonesia (fasih)<br />
•English (asal)</p>
<p>Sumber: http://kabarnet.wordpress.com/2009/08/30/siapakah-sidney-jones-ilmuan-atau-provokator-yahudi/</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengenal ICG - bag.1]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/01/mengenal-icg/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 16:11:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/01/mengenal-icg/</guid>
<description><![CDATA[International Crisis Group Gareth Evans-Kepala ICG International Crisis Group (ICG) adalah sebuah or]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 548px"><img title="International Crisis Group" src="http://www.crisisgroup.org/siteImages/headerImg.jpg" alt="International Crisis Group" width="538" height="57" /><p class="wp-caption-text">International Crisis Group</p></div>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_71" class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img class="size-thumbnail wp-image-71" title="Gareth Evans-Kepala ICG" src="http://bifisamagz.wordpress.com/files/2009/09/icg-head.jpg?w=150" alt="Gareth Evans-Kepala ICG" width="250" height="169" /><p class="wp-caption-text">Gareth Evans-Kepala ICG</p></div>
<p>International Crisis Group (ICG) adalah sebuah organisasi &#8220;independen, nirlaba, organisasi multinasional, dengan 100 anggota staf di lima benua, yang bekerja melalui analisis berbasis lapangan dan advokasi tingkat tinggi untuk mencegah dan menyelesaikan konflik yang mematikan.&#8221;<!--more--></p>
<p>Ketika sebuah negara dalam resiko perpecahan, atau kekerasan skala besar, Crisis Group mengirim beberapa tim analis politik ke dalam atau dekat daerah konflik. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh tim ini, organsisasi ini menciptakan laporan analisis dengan rekomendasi yang ditujukan kepada pemimpin-pemimpin dunia dan organisasi-organisasi. Sebagai tambahan, grup ini juga menerbitkan <em>newsletter</em> bulanan, CrisisWatch, yang memberikan sekilas berita tentang kekerasan yang sedang terjadi di dunia.</p>
<div id="attachment_72" class="wp-caption alignleft" style="width: 137px"><img class="size-thumbnail wp-image-72" title="sidney jones, agen CIA ??" src="http://bifisamagz.wordpress.com/files/2009/09/sidney-jones.gif?w=127" alt="sidney jones, agen CIA ??" width="127" height="150" /><p class="wp-caption-text">sidney jones, agen CIA ??</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sebagai organisasi yang menghasilkan laporan dan analisis, grup ini bekerja dengan banyak pemerintah, organisasi, dan media untuk menerbitkan dan menyebarkan laporan mereka, yang juga tersedia dalam situs resmi mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kantor pusat ICG internasional di Brussels, dengan kantor advokasi di Washington DC, New York, Moskow dan London. Organisasi saat ini mengoperasikan tujuh belas kantor lapangan (di Amman, Belgrade, Bogota, Dakar, Dushanbe, Islamabad, Jakarta, Kabul, Nairobi, Osh , Pretoria, Pristina, Quito, Sarajevo, Skopje dan Tbilisi) dengan analis yang bekerja di lebih dari 40 negara yang terkena dampak krisis dan teritori di empat benua. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Di Afrika, negara-negara termasuk Angola, Burundi, Cote d&#8217;Ivoire, Republik Demokrasi Kongo, Eritrea, Ethiopia, Guinea, Liberia, Rwanda, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Uganda dan Zimbabwe;</p>
<p style="text-align:justify;">Di Asia, Afghanistan, Kashmir, Kazakhstan, Kyrgystan, Indonesia, Myanmar / Burma, Nepal, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan; di Eropa, Albania, Armenia, Azerbaijan, Bosnia dan Herzegovina, Georgia, Kosovo, Macedonia, Moldova, Montenegro, dan Serbia; di Timur Tengah , seluruh wilayah dari Afrika Utara ke Iran, dan di Amerika Latin dan Karibia, Kolombia dan wilayah Andean dan Haiti. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Crisis Group juga memiliki analis yang bekerja di lebih dari 40 negara dan wilayah dalam konflik di empat benua. Crisis Group didanai melalui sumbangan dari Pemerintahan Barat, fondasi lainnya, dan organisasi, perusahaan, dan individual.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari 1993-98 Lynne A. Davidson sebagai Senior Associate Hak Asasi Manusia dan Asisten Duta Besar Khusus Morton I.</p>
<p style="text-align:justify;">Abramowitz, &#8230; ia membantu membentuk proposal awal untuk International Crisis Group &#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Anne Richard adalah bagian dari tim yang menciptakan ICG.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 12 Maret 2009 Co-Ketua Dewan International Crisis Group, Lord Patten dari Barnes dan Duta Besar Thomas R. Pickering, mengumumkan bahwa Honourable Louise Arbour telah dipilih untuk menjadi organisasi Presiden dan CEO berikutnya. &#8220;Dia akan secara resmi dikonfirmasi oleh Crisis Group Dewan Pengawas dalam pertemuan di Washington DC pada bulan April 2009 dan mengambil posisi di bulan Juli.&#8221;</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 180px"><img class=" " title="Anne C. Richard " src="http://www.theglobalist.com/images/bios/richard/i170x240.jpg" alt="Anne C. Richard " width="170" height="240" /><p class="wp-caption-text">Anne C. Richard </p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 215px"><img class=" " title="Louise-Arbour - Pesiden dan CEO ICG" src="http://tamilaffairs.com/files/images/Louise-Arbour.jpg" alt="Louise-Arbour" width="205" height="263" /><p class="wp-caption-text">Louise-Arbour - Pesiden dan CEO ICG</p></div>
<h2><span> </span><span>Negara-negara dengan aktivitas Crisis Group</span></h2>
<ul>
<li>Afrika
<ul>
<li>Angola</li>
<li>Burundi</li>
<li>Pantai Gading</li>
<li>Republik Demokratik Kongo</li>
<li>Eritrea</li>
<li>Ethiopia</li>
<li>Guinea</li>
<li>Liberia</li>
<li>Rwanda</li>
<li>Sierra Leone</li>
<li>Somalia</li>
<li>Sudan</li>
<li>Uganda</li>
<li>Zimbabwe</li>
</ul>
</li>
<li>Asia
<ul>
<li>Afganistan</li>
<li>Kashmir</li>
<li>Kazakhstan</li>
<li>Kirgizia</li>
<li>Indonesia</li>
<li>Myanmar</li>
<li>Nepal</li>
<li>Pakistan</li>
<li>Tajikistan</li>
<li>Turkmenistan</li>
<li>Uzbekistan</li>
</ul>
</li>
<li>Eropa
<ul>
<li>Albania</li>
<li>Armenia</li>
<li>Azerbaijan</li>
<li>Bosnia-Herzegovina</li>
<li>Georgia</li>
<li>Kosovo</li>
<li>Makedonia</li>
<li>Moldavia</li>
<li>Montenegro</li>
<li>Serbia</li>
</ul>
</li>
<li>Timur Tengah
<ul>
<li>Seluruh kawasan, dari Afrika Utara hingga Iran</li>
</ul>
</li>
<li>Amerika Selatan
<ul>
<li>Kolombia</li>
<li>Andes</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Sumber : Wikipedia</p>
<p>http://www.sourcewatch.org/index.php?title=International_Crisis_Group</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jaringan Noordin M Top : Laporan Terbaru ICG]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/01/jaringan-noordin-m-top-laporan-terbaru-icg/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 07:58:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/01/jaringan-noordin-m-top-laporan-terbaru-icg/</guid>
<description><![CDATA[Dalam laporan ICG, tertanggal 27 Agustus 2009 itu menjelaskan secara detail dan gamblang jaringan “t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter" src="http://serbasejarah.files.wordpress.com/2009/08/noordin_m_top_gift.jpg?w=300&#038;h=300#38;h=300" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>Dalam laporan ICG, tertanggal 27 Agustus 2009 itu menjelaskan secara detail dan gamblang jaringan “teroris” kelompok Noordin M. Top. Laporan yang berjudul <a href="http://www.crisisgroup.org/home/index.cfm?id=6289&#38;l=1"><strong>Indonesia: Noordin Top’s Support Base</strong></a> ini menyebutkan bahwa setelah ledakan bom jaringan Noordin justru semakin lebih besar, luas, dan rumit dari sebelumnya. ICG menyebut, pola gerakan pengembangan jaringan Nordin lebih mudah dan sederhana.<!--more--></p>
<p>Dalam laporan tersebut, ICG banyak menyebut jaringan-jaringan “teroris” mulai dari jaringan Cilacap, Kuningan, Jaringan Laweyan, KOMPAK, Laskar Jundullah, Temanggung, Bogor, dan Banten. Berikut ini Jaringan Noordin M Top versi ICG yang dimuat di web <a href="http://www.crisisgroup.org/">icg krisis grup</a> (Laporan ICG bisa di donloot <a href="http://www.muslimdaily.net/berita/b95_indonesia___noordin_tops_support_base.pdf">disini (pdf)</a> atawa <a href="http://www.crisisgroup.org/home/getfile.cfm?id=4094&#38;type=word&#38;tid=6289&#38;l=1"><strong>disini (doc)</strong></a></p>
<p><strong>JARINGAN NOORDIN M TOP VERSI ICG</strong></p>
<h3><strong>1.Urwah CONNECTION </strong></h3>
<p>Bagus Budi Pranoto alias Urwah adalah anggota khas lingkaran dalam Noordin . Urwah Lahir di Kudus pada tanggal 2 November 1978, Urwah menetap dan bergabung di asrama Sekolah-JI yaitu pesantren Al-Muttaqien di Jepara, Jawa Tengah 1990-1996, menarik dia ke dalam jantung organisasi JI di Jawa Tengah. Dia melanjutkan untuk mengajar, mungkin sebagai bagian dari program pengajaran praktek, di Purwokerto Jawa Tengah. Di sana, pada tahun 1999, ia adalah bagian dari divisi JI yang sama seperti Baharudin Latif, yang kemudian menjadi ayah Noordin mertua.</p>
<p>Dari 2000-2003 Urwah datang dan kemudian mengajar di sekolah <em>Mahad Aly</em> JI di Solo, di mana sebagian dari anggota garis keras JI . Di sinilah ia bertemu dengan salah satu pemimpin Ring Banten, Jawa Barat radikal berbasis faksi Darul Islam (DI) yang anggotanya menjadi operator lapangan untuk pengeboman kedutaan Australia tahun 2004. Dia juga menjadi teman baik dengan seorang pria bernama Lutfi Hudaeroh alias Ubeid, dari Magetan, Jawa Timur. Beberapa waktu selama 2000-2003 ia menjalani pelatihan militer minggu di Poso, Sulawesi Tengah tapi tanggal yang pasti tidak jelas.</p>
<p>Pada tahun 2004, bersama dengan Ubeid dan saudara Ubeid yaitu Burhanuddin Umar, Urwah membantu mengkoordinasikan pelatihan bagi tim pengeboman kedutaan besar di Jawa Barat dan memberikan bantuan logistik lainnya. Selama tiga tahun penjara di Jakarta, ia menolak untuk bekerja sama dengan polisi. Tak lama sebelum keluar penjara, Abu Bakar Ba’asyir mengatur pernikahan baginya dengan seorang perempuan muda dari jaringan JI yang berasal dari sebuah sekolah untuk anak perempuan di Bekasi.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 320px"><img title="Gareth Evans-Kepala ICG" src="http://www.muslimdaily.net/berita/icg%20head.jpg" alt="Gareth Evans-Kepala ICG" width="310" height="209" /><p class="wp-caption-text">Gareth Evans-Kepala ICG</p></div>
<p>Urwah kembali ke Solo dan segera memulai usaha home industri dengan nama Muqowama, memproduksi murah video al-Qaeda dengan Bahasa Indonesia . Pada bulan Agustus 2007, video ini sedang diiklankan di majalah JI <strong>an-Najah</strong> dan pada bulan November, agen membuat mereka buku vendor di Poso, Palu, Bandung, Banten, Batam, Medan, Solo, Lampung dan Lombok. Urwah juga membangun kembali kontak dengan anggota JI di Cilacap setelah dia dibebaskan dan menjadi orang penting diantara mereka.</p>
<p>Pada tahun 2008 Urwah itu dikabarkan akan melatih kekuatan kecil sekitar dua belas sampai lima belas orang sebagai pasukan khusus unit baru dengan berbagai cara sebagaimana dimaksud <strong>Laskar Ababil</strong> atau <strong>Laskar Arofah</strong>. Tidak pernah jelas siapa grup ini. Pada April 2008, polisi menangkap seorang ahli bahasa arab dan mantan teman sekelas Urwah bernama Parmin alias Aslam karena mereka menemukan sebuah surat yang dikirim Noordin melalui Urwah yang meminta dia untuk menerjemahkan beberapa teks-teks jihad. Urwah menghilang sementara setelah penangkapan Parmin , meskipun ia segera muncul kembali di daerah Solo.</p>
<p>Urwah dan Ubeid hanya bekerja dengan Noordin lebih intensif selama sekitar empat bulan di tahun 2004 sebelum mereka ditangkap di Solo, bersama-sama dengan Air Setyawan – yang tidak seperti dua lainnya Air Setyawan bukan anggota JI. Bukti keterlibatan Air dengan Noordin tidak cukup untuk penuntutan, sehingga ia akhirnya dibebaskan; ia meninggal dalam serangan di rumah di Bekasi Agustus 2009 ini menunjukkan bahwa perannya mungkin lebih penting, atau hanya sebagai mantan pendukung, dia bisa dilibatkan oleh Noordin bila diperlukan.</p>
<p>Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang beberapa rekan dekat Noordin yang lain pada tahun 2004, sebagian besar dari Jawa Timur, yang juga sempat ditahan. Tiga dari mereka, termasuk Ubeid, sekarang bekerja dengan <em>Jamaah Ansharut Tauhid </em>(<strong>JAT</strong>), sebuah organisasi permukaan yang didirikan oleh Abu Bakar Ba’asyir pada September 2008. Jika perintah Noordin bisa kepada Urwah dan Air Setyawan, dia (Ubeid) mungkin dengan mudah dapat perintah ketiga, yang masing-masing punya jaringan pribadi JI teman dan keluarga, dan mungkin bisa menemukan tempat persembunyian Noordin untuk tinggal.</p>
<p>Jika JAT adalah salah satu jaringan yang Urwah, melalui Ubeid, bisa memasuki untuk membantu Noordin, setidaknya ada dua orang lain yaitu Parmin dan Deni. Salah satunya adalah lingkaran teman-teman dari Mahad Aly, dia menghadiri perguruan tinggi di Solo 2000-2003 – yang meliputi periode terburuk dari kekerasan dalam konflik komunal di Maluku dan Poso, 9 / 11 dan akibatnya, dan invasi ke Irak . Parmin, teman sekelasnya, berbicara tentang bagaimana Urwah dan Ubeid yakin dia dari kebutuhan untuk mengambil pendekatan yang lebih militan untuk berjihad. Orang lain di kelas yang sama, Deni, juga membantu Noordin berakhir pada tahun 2004, dan diragukan ada lagi orang lain yang radikal pada waktu yang sama.</p>
<p>Jaringan kedua yang merupakan basis dukungan bagi JI Noordin adalah industri penerbitan, untuk yang kedua ini (industri penerbitan) Urwah dan Ubeid berhubungan erat. Dalam hal buku-buku dan video mungkin tidak begitu masalah, tetapi relasi personal antara para penerjemah dan penerbit bahan jihad yang terikat dalam hubungan keluarga dan sekolah, yang berarti jika salah satu anggota memutuskan untuk membantu Noordin, yang lain kemungkinan dapat diandalkan untuk diam.</p>
<p>Kemunculan Urwah pada daftar pencarian polisi sedang diperlakukan sebagai bukti bahwa teroris yang sedang berkeliaran di luar merupakan ancaman keamanan utama. Ini adalah berlebihan, karena sebagian besar lebih dari 200 laki-laki dibebaskan tidak kembali kepada tindakan kekerasan (dan banyak dari mereka memainkan peran perifer dari awal). Tapi akar ideologi selalu akan menjadi masalah, dan Urwah adalah contoh utama. Pelajaran penting untuk menarik tidak begitu banyak yang dikeluarkan tahanan berbahaya – walaupun dalam kasus Urwah, itu benar – tetapi lebih bahwa salah satu orang baik terhubung jaringan Noordin bergabung secara signifikan dapat meningkatkan ukuran dan cakupan.</p>
<h3><strong>2.CILACAP CONNECTION</strong></h3>
<p>Link Cilacap adalah sebuah contoh bagaimana satu anggota keluarga yang terajak Noordin, dapat mengajak orang lain dan membangun basis lokal. Ini menjadi jelas setelah serangkaian penggerebekan polisi di Cilacap pada bulan Juni dan Juli 2009 yang Noordin Top telah tinggal di sana paling tidak sejak 2006 – dan ini mungkin setelah Urwah yang memimpin di sana. Empat rekan Noordin yang utama di Cilacap adalah: <strong>Saefuddin Zuhri </strong>alias Abu Sabit Lubaba, salah satu “alumni Afghanistan” dan anggota JI lama, ditangkap pada 21 Juni 2009; paman Saefudin Zuhri yaitu <strong>Baharudin</strong> alias Latif Baridin, 58, yang bersama Sabit  mendirikan Pesantren Al-Muaddib dan sekarang pada daftar paling dicari polisi; <strong>Arina</strong>, 24, anak Baridin yang menikah dengan seorang pria bernama Ade Abdul Halim, sekarang diyakini Noordin, pada tahun 2006 dan memiliki dua anak berusia dua setengah tahun dan satu tahun ; dan <strong>Agus Mujiono</strong>, 32, seorang guru di pesantren al-Muaddib dan tukang reparasi elektronik yang diyakini telah mengkuburkan bahan peledak di halaman belakang rumah Baridin yang ditemukan polisi pada tanggal 23 Juni 2009. Dia sekarang pada daftar yang dicari polisi.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 269px"><img title="Sidney Jones, agen CIA ???" src="http://hapsarisumut.files.wordpress.com/2009/07/sidney-jones-259x300.jpg?w=259&#038;h=300" alt="Sidney Jones, agen CIA ???" width="259" height="300" /><p class="wp-caption-text">Sidney Jones, agen CIA ???</p></div>
<p>Sebagaimana dicatat di atas, link ke Urwah pada tahun 1999. Pada waktu JI berada pada ketinggian kekuatan dan pengaruh, dan <em>wakalah </em>Jawa Tengah atau divisi adalah salah satu yang terbesar. Yang wakalah dibagi menjadi unit yang disebut<em> katibah</em>, salah satu yang meliputi wilayah Cilacap-Purwokerto. Sebuah dokumen antara Juni 1999 daftar guru dan pengkhotbah untuk katibah; Urwah muncul sebagai seorang guru (mu’alim), Baridin baik sebagai seorang guru dan pendakwah (da’i). Sebuah yayasan bernama Yayasan Muaddib terdaftar sebagai penggalangan dana katibah.</p>
<p>Jika Urwah tahu Baridin dari mengajar di Cilacap, ia hampir pasti akan tahu keponakannya, Saefuddin Zuhri alias Abu Sabit, dan bisa memperkenalkannya kepada Noordin sekitar tahun 2004. Namun mereka bertemu pada bulan November-Desember 2004, tepat setelah pengeboman kedutaan Australia, Sabit sudah menganjurkan jihad global, yang dikhawatirkan oleh beberapa rekan-rekan JI-nya – yang berarti dia hampir pasti sudah dalam jaringan Noordin.</p>
<p>Ani Sugandi, direktur sebuah sekolah JI di Sumatra Selatan teringat bahwa pada akhir tahun 2004, Sabit datang berkunjung, dengan misi yang jelas, Ani Sugandi mengatakan : <em>“Sabit mencoba untuk mempengaruhi saya untuk bergabung dengan grupnya, yaitu untuk melancarkan jihad, tapi aku menolak dengan cara sopan karena saya tidak setuju dengan pemikirannya”. “Sekitar dua bulan kemudian saya pulang ke Purbalingga, Jawa Tengah dan kemudian pergi ke Kudus dimana saya bertemu atasan [dalam organisasi JI], Mas Taufiq. Mas Taufiq mengatakan bahwa Sabit sudah meninggalkan kelompok kami [JI]“</em>. Sabit kembali ke Sumatra pada tahun 2005, kali ini ia membentuk hubungan dengan sekelompok orang yang kemudian dikenal sebagai <strong>kelompok Palembang</strong>.</p>
<p>Setelah bom Bali kedua, dua anggota jaringan Noordin tiba di Cilacap. Mereka Bahrudin Soleh alias Abdul Hadi dan Parmin – teman sekelas Urwah – yang ditugaskan Noordin untuk usaha “jihad dengan pena”, menerjemahkan materi dari pejuang jihad Arab dan menulis pembenaran untuk berjihad untuk pembaca Indonesia. Kadang-kadang selama minggu ketiga Oktober 2005, Abdul Hadi memperkenalkan Parmin ke ikhwan (secara harfiah “saudara” tetapi digunakan untuk merujuk kepada orang dari kelompok yang berpikiran sama) . Parmin kemudian mengatakan kepada polisi: <em>“Ikhwan, usia sekitar 35 tahun, tubuh besar, membawa saya ke rumahnya di sebuah kampung sekitar tujuh sampai sepuluh km dari Buntu-Kebumen utama jalan [di Cilacap]. Dia menjual madu dan herbal dan memiliki perpustakaan kecil di rumahnya. Aku tinggal di sana tiga malam. Dari percakapan dengan kami, aku tahu bahwa ia (ikhwan tersebut) telah menjalani pelatihan militer (</em><em>tadrib Askari</em>) di Mindanao”. Dia bertanggung jawab atas olahraga dan kebugaran fisik bagi ikhwan lokal tapi juga ia dikenal sebagai seseorang yang bisa memberikan ceramah yang baik. Dia juga mengatakan dia dianggap tidak taat kepada wakalah Jawa Tengah karena ia cenderung untuk menerima gagasan jihad internasional. Saya pernah “menekan” bahwa dia masih bisa tertarik pada suatu waktu ketika setiap orang dicurigai terlibat di Bali II sedang dicari oleh polisi. Dia berkata dengan tenang bahwa jihad adalah sebuah kewajiban, dan karena begitu banyak umat Islam mengabaikan itu, yang ditinggalkan untuk melancarkan jihad maka kalau bukan kita siapa lagi? Aku ingat bagaimana ia berani. Setiap sore sebelum shalat maghrib, saya diundang untuk memberikan nasihat (tausiyah) kepada sepuluh kelompok studi untuk sebelas ikhwan, terutama yang berusia 35 tahun atau lebih tetapi termasuk dua atau tiga SMA usia pemuda. Kelompok ini bertemu di sebuah taman kanak-kanak sekitar tiga sampai empat km jauhnya dari tempat saya tinggal, dikelola oleh Yayasan Al-Muaddib.</p>
<p>Pada bulan April 2006, polisi menggerebek sebuah tempat persebunyian di Wonosobo, tidak jauh dari Cilacap, di mana tidak hanya Abdul Hadi tetapi yang diduga sebagai Noordin, dalam pengrebegan itu Gempur Budi Angkoro alias Jabir, tewas. Sementara Noordin lolos harus berjalan ke Cilacap beberapa waktu lama kemudian. Dengan Arina ia menikah pada tahun 2006 namun sering tidak berada di desa tempat tinggal Arina, ini terbukti ketika pada akhir tahun 2006 di akhir Ramadan, ketika keluarga besar berkumpul untuk merayakan, Sabit meminta orang lain untuk berpura-pura sebagai suami Arina,tampak begitu para tetangga tidak berpikir apa pun tentang suami Arina.</p>
<p>Sabit terus berada dalam kontak dengan kelompok Palembang, menyediakan mereka dengan perlengkapan pembuatan bom dan instruktur yang memberi mereka pelatihan satu bulan di tahun 2007, Ario Mistam Sudarso Husamudin alias alias Aji, dari Purbalingga, dekat Cilacap, sekarang salah seorang pria yang dicari sehubungan dengan pemboman Juli 17. Bahkan setelah kelompok itu terungkap dan anggota-anggotanya ditangkap pada bulan Juli dan Agustus 2008, Noordin terus beroperasi keluar dari wilayah Cilacap sampai operasi polisi di sana pada Juni 2009. Tapi baik dia dan Sabit yang sering bepergian, termasuk, tampaknya, ke Jakarta.</p>
<p>Hubungan Noordin di Cilacap dibangun sekitar satu keluarga dan dua sekolah. Keluarga adalah Baridin Latif . Sekolah-sekolah yang di Pesantren Al-Muaddib di Cilacap dan sekolah yang jauh lebih besar, Pesantren Nurul Huda, di desa yang sama di Purbalingga tempat Mistam, bom di-structor tinggal. Seperti dengan sekolah tersebut, utama-ity of Nurul Huda staf dan mahasiswa tidak diragukan lagi warga negara yang taat hukum. Tetapi sekali bahkan satu atau dua guru dibawa ke sisi Noordin, peluang bahwa orang lain akan direkrut adalah tinggi.</p>
<h3><strong>3. KUNINGAN CONNECTION </strong></h3>
<p>Contoh lain dari hubungan keluarga berasal dari Kuningan, Jawa Barat, tidak jauh dari pantai lebih terkenal kota Cirebon. Empat dari tersangka utama dalam pemboman hotel adalah bagian dari satu keluarga yang berbasis di desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan, dipimpin oleh Ahmad Jaelani, seorang Muslim moderat yang dirinya tidak terlibat dalam kejahatan. Ibrohim, tukang bunga yang menyelundupkan bom ke hotel dan meninggal dalam pengepungan di Temanggung, menikah dengan putri Ahmad, Sucihani. Ibrahim Amir alias Abdillah, orang yang ditangkap di Jakarta di 5 Agustus yang informasi dari Ibrahim mengarah pada penemuan plot terhadap Presiden Yudhoyono.</p>
<p>SYAIFUDIN putra Ahmad Jaelani, masih buron, adalah guru agama yang merekrut pelaku bom bunuh diri untuk dua hotel dan beberapa pemuda lainnya juga dan hampir pasti memiliki kontak langsung dengan al-Qaeda. Adiknya, Mohamed Syahrir, adalah teknisi Garuda yang mungkin juga bekerja sebentar untuk sebuah maskapai penerbangan Timur Tengah. Syahrir adalah satu-satunya anggota dari keluarga yang dikenal dengan polisi sebelum pemboman bulan Juli.</p>
<p>SYAIFUDIN adalah seorang radikal selama studi di Yaman dari sekitar 1995 sampai 2000. Dia dilaporkan melakukan kontak dengan JI saat kembali. Selama tahun terakhir ruang kerjanya, dia mungkin telah berkomunikasi dengan beberapa anggota JI muda dari Indonesia dan Malaysia yang belajar di Karachi, Pakistan, dan dikenal sebagai <em>“al-Ghuraba” grup</em>. Studi mereka di Pakistan yang diatur oleh Hambali, satu-satunya orang Indonesia yang ditahan di Guantanamo dan anggota JI. Hambali dikenal dengan koneksi yang paling dekat dengan al-Qaeda; pemimpin mereka adalah putra Abu Bakar Ba’asyir , Abdul Rohim. Kelompok, yang berhubungan dengan Khalid Sheikh Muhammad dan al-Qaeda lainnya anggota, terdiri dari anak-anak dan adik senior anggota JI, termasuk adik Hambali Gun-gun. Pada puncaknya, kelompok itu sekitar dua puluh anggota, beberapa di antaranya pergi ke Kashmir untuk berlatih bersama <em>Lashkar-e-Tayyaba </em>(LET), dan beberapa ke Camp Al-Faruq di Kandahar, Afghanistan. Kebanyakan tiba di Pakistan pada tahun 2000 dan belajar baik di Institut Abu Bakar di Karachi atau Jamiah-Dirosat, sebuah sekolah LET. Angkatan kedua dari Indonesia tiba pada tahun 2003; mereka dideportasi setelah hanya beberapa bulan disana.</p>
<p>Dua anggota lain dari kelompok al-Ghuraba adalah Mohamad Jibril, penerbit yang ditangkap di 25 Agustus, dan saudaranya Ahmad Isrofil. Tidak jelas namun bagaimana atau melalui siapa SYAIFUDIN bertemu Jibril atau jika kontak di Yaman dengan anggota al-Ghuraba juga tidak jelas memainkan peran apa . Kami juga belum tahu bagaimana atau melalui siapa dia bertemu dengan Ali Muhammad, di Saudi ditangkap di 17 Agustus, yang diyakini tinggal di sebuah rumah kontrakan di Kuningan, dekat rumah keluarga Jaelani. Tapi Jibril, SYAIFUDIN dan Ali diyakini memiliki dana untuk menjalankan operasi Noordin melalui kontak di Arab Saudi.</p>
<p>Kuningan-wilayah Cirebon menjadi tanah subur untuk merekrut radikal di keluarga Jaelani karena itu adalah benteng tua Darul Islam dan merupakan rumah bagi beberapa sekolah radikal. Yang paling penting di antaranya adalah berafiliasi JI-sekolah asrama (pesantren) al-Muttaqien di Beber, Cirebon, salah seorang guru yang pada tahun 2003 adalah kepala JI wakalah Jawa Barat. Dua lainnya berafiliasi JI-sekolah di sekitar Cirebon juga dikenal memiliki garis keras. Satu, Pesantren Al-Hussain di Indramayu, sekarang tidak lagi di tangan JI, menghasilkan angka di atas sayap militer JI, Saiful Anam alias Mujadid alias Brekele, sekarang di penjara. Itu adalah yang pertama kali Brekele merekrut beberapa orang yang membantu Noordin 2009 setelah pengeboman hotel, seperti yang tercantum di bawah ini. Ubeid, juga sering berkunjung di 2003-2004. Sekolah itu akhirnya dibawa kembali oleh pendiri Muhammadiyah , dan guru radikal, dipaksa keluar, mendirikan sekolah baru tidak jauh disebut Nurul Hadid.</p>
<h3><strong>4. LAWEYAN CONNECTION </strong></h3>
<p>Contoh lain dari basis dukungan Noordin berasal dari daerah Solo, tempat bagi lebih dari selusin kelompok-kelompok radikal. Salah seorang pria tewas dalam serangan Bekasi pada tanggal 8 Agustus 2009, Air (kadang-kadang ditulis aher) Setyawan adalah seorang anggota “kelompok Laweyan”, yang diberi nama setelah dekat subdistrict Solo dan dikenal sebagai orang yang lebih dekat dengan organisasi Kompak dan Laskar Jundullah berbasis di Solo daripada kelompok JI. Pemimpinnya adalah Tri Joko Priyanto alias Joko Gondrong, dirilis lagi tahanan, yang dikatakan dekat dengan Urwah, Ubeid dan saudara Ubeid , Umar Burhanuddin.</p>
<p>Air Setyawan sebenarnya tidak pernah ditahan di penjara, seperti yang diberitakan, ia ditahan selama kurang dari dua bulan. Ia ditangkap pada bulan Juli 2004, kemudian dibebaskan pada tanggal 16 September 2004, seminggu setelah pengeboman kedubes Australia. Dalam jaringan radikal ia dikenal sebagai seorang yang memiliki hubungan dekat dengan Ring Jawa Barat berbasis Banten bahwa ia dianggap oleh beberapa orang untuk menjadi anggota. Teman SMA-nya Eko Joko Sarjono alias Peyang, anggota lain dari grup, juga tewas dalam serangan Bekasi.</p>
<p>Kelopok Laweyan merupakan kelompok kecil yang merupakan teritorial radikal berbasis jaringan yang dapat dimanfaatkan Noordin. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Aktivis Masjid (Forum Komunikasi Aktivis Mesjid, FKAM). Banyak kelompok-kelompok diskusi radikal dari Jakarta yang tergabung dalam FKAM. Sragen, situsnya (http://addakwah-fkamsragen. blogspot.com) mempunyai link ke sejumlah situs jihad. Pada hari sebelum pelaku bom Bali dieksekusi FKAM Cabang Solo mengirim 50 anggota ke Lamongan memberikan dukungan moral.</p>
<p>Di 13 Agustus 2009, ketika mayat-mayat dari dua laki-laki Laweyan kembali ke keluarga mereka untuk dimakamkan, ratusan pendukung mereka bertemu dengan mereka, membawa spanduk bertuliskan “Selamat Datang Pahlawan Islam, Martir Air Setiwan dan Eko Joko Sarjono, Jihad Masih Lanjut “. Tiga kata yang terakhir itu menggunakan bahasa Inggris, seolah-olah pesan ke Barat yang dilihatnya sebagai musuh.</p>
<p>Radikal website seperti www.muslimdaily.net dan www.arrahmah.com dan menunjuk fakta bahwa masih darah mengalir dari luka-luka mereka seolah-olah mereka masih hidup, bukti kemartiran mereka. Abu Bakar Ba’asyir memimpin penguburan mereka, mengklaim mereka benar-benar sebagai pejuang, meski menggunakan cara salah. Ratusan yang hadir penguburan mereka, seperti ribuan orang yang datang untuk penguburan dari pelaku bom Bali pada bulan November 2008, adalah bukti dari luasnya dukungan Noordin jaringan, meski hanya sedikit yang benar-benar bergabung dengan operasi “mati syahid” .</p>
<h3><strong>5. TEMANGGUNG CONNECTION </strong></h3>
<p><img title="noordin style" src="http://serbasejarah.files.wordpress.com/2009/08/noordin-style.jpg?w=300&#038;h=589#38;h=589" alt="noordin style" width="300" height="589" />Jaringan Temanggung yang menggambarkan bagaimana aktivitas JI menyiapkan dasar bagi Noordin bergerak masuk tokoh kunci untuk jaringan Noordin di kabupaten ini adalah pejuang JI bernama Saiful Anam alias Mujadid alias Brekele. Tidak jelas apakah Noordin dengan Brekele pernah bertemu tatap muka, tapi orang-orang di sekelilingnya pada tahun 2006-2007 termasuk beberapa yang membantu Noordin dalam pelarian. Sekarang di penjara, Brekele adalah satu-orang pusat komunikasi sebelum penahanannya, dalam komunikasi langsung dengan sayap militer JI; dengan laki-laki yang berperang di Poso; dengan alumni dari beberapa militan khususnya-sekolah JI, dan dengan keluarga yang rumahnya di Temanggung menjadi fokus dari pengepungan pada 8 Agustus 2009. Bahkan, rumah Brekele yang sama yang digunakan sebagai tempat bersembunyi untuk lebih dari satu tahun sebelum ia ditangkap pada Maret 2007, dan menyatakan kejutan kepada media bahwa setiap orang akan kembali ke rumah karena hal itu begitu terkenal ke polisi .</p>
<p>Brekele bergabung dengan JI pada tahun 2000 setelah lulus dari Pesantren Al-Hussein, sekolah JI yang bertempat di Indramayu, Cirebon. Ia melakukan praktek mengajar pertama di Lombok, kemudian di Bali di bawah pimpinan kepala JI wakalah Nusatenggara Barat. Ia pergi ke Ambon dengan JI pada tahun 2001, lalu ke Sulawesi Tengah pada tahun 2002 di mana dia mengelola sebuah kamp pelatihan kecil untuk pejuang pergi ke Poso.</p>
<p>Kadang pada tahun 2004, ia memberikan senjata yang digunakan dalam salah satu sesi pelatihan yang Urwah dan Ubeid dilakukan di Banten sebelum pengeboman kedutaan Australia. Setelah Mei 2005 Pengeboman pasar di Tentena, di luar Poso, di mana 21 orang tewas, Brekele, yang merupakan salah satu pelaku, lari kembali ke Jawa lama kemudian dan menjadi bagian dari sayap militer JI, yang dipimpin oleh Abu Dujana .</p>
<p>Dari titik ini ia didasarkan terutama di Temanggung, menjalankan kursus pelatihan untuk anggota JI di dekat bukit-bukit dan di stadion olahraga setempat. Pada September 2006, ia berlari dari penembakan yang tajam tentu saja dengan M-16, di sebuah wilayah terpencil di sepanjang pantai Jawa. Salah seorang peserta kemudian ditembak oleh polisi dalam serangan di daerah Yogyakarta yang mengarah pada penangkapan beberapa orang lain di sayap militer; kemarahan atas pembunuhan itu telah dikirim orang lain untuk Noordin.</p>
<p>Pada bulan Februari 2007, pemimpin JI mengadakan pertemuan di Parakan, Temanggung, untuk membahas apakah mereka harus melancarkan sebuah tindakan balas dendam terhadap operasi polisi di Poso, di mana empat belas pejuang muslim tewas. Tindakan amir (panglima) saat itu mengatakan kelompok harus fokus pada pembangunan kembali JI sebagai sebuah organisasi, ia tidak berpikir JI harus melakukan operasi untuk fif-lain remaja. Ini mau berbuat sesuatu sikap juga mungkin telah mendorong anggota JI tambahan terhadap Noordin.</p>
<p>Tiga pemuda dari Temanggung yang datang menjadi perhatian polisi sehubungan dengan kegiatan Noordin telah ditarik ke dalam orbit Brekele setelah ia tiba di sana dari Poso. Salah satunya adalah Tataq, putra Mujahri, pemilik rumah tempat tinggal Brekele. Brekele menjadi imam masjid di dekat rumah Mujahri, dan bergabung dengan Tataq sesi belajar Al-Quran dan menjadi seorang “aktivis masjid”, tapi bukan anggota JI. Dua orang lain yang menjadi dekat dengan Brekele selama periode ini adalah Aris Susanto, 31, dan Indra Arif Hermawan, 22, dua bersaudara yang merupakan keponakan Mujahri. Aris dan Indra ditangkap sebelum pengepungan 8 Agustus ; sementara Tataq status masih belum jelas.</p>
<h3><strong>6. BOGOR CONNECTION </strong></h3>
<p>Kelompok Bogor mungkin terbukti menjadi salah satu yang paling menarik dalam penyelidikan ini. SYAIFUDIN Jaelani, pernah terlatih di Yaman berasal dari Kuningan, diketahui telah merekrut dua pembom bunuh diri sejak tinggal di sana. Dia telah menjalankan klinik medis Islam sejak tahun 2007. Ia juga terikat pemuda di luar gaya treks kelangsungan hidup di perbukitan di luar Bogor, termasuk Dani Dwi Permana, pembom berusia delapan belas tahun .</p>
<p>Di 12 Agustus bahan pembuatan bom ditemukan di Cimapar, Kecamatan Sukaraja, Bogor. Saat laporan ini naik cetak, belum ada yang sudah terbukti link ke kelompok Noordin, walaupun seorang penduduk desa mengatakan kepada pers bahwa orang yang menyewa gudang di mana mereka disimpan adalah mirip Eko Joko Sarjono, salah satu dari dua laki-laki Laweyan ditembak oleh polisi di Bekasi. Ada beberapa kemungkinan mengapa SYAIFUDIN Jaelani tinggal di Bogor. Kediaman Presiden Yudhoyono di Cikeas, Bogor, dan jika kelompok bisa menanam bunga di sebuah hotel tiga tahun sebelum operasi, mereka mungkin dianggap Bogor kawasan strategis untuk sebuah basis.</p>
<p>Kedua, Bogor adalah merekrut tidak diragukan lagi daerah yang subur. Mungkin kebetulan, tapi Sukaraja tidak jauh dari Cijeruk yang memiliki dua link radikal di masa lalu. Pada tahun 1999, sebuah sempalan Darul Islam <strong>AMIN </strong>atau dikenal sebagai Batalyon Abu Bakar tinggal di sana sehingga mereka bisa berlatih di lereng Gunung Salak, dekat sebuah gunung berapi. Beberapa mantan anggota AMIN mendapatkan pelatihan tambahan di Mindanao dan pada akhir 2008 yang dikenal sebagai orang frustrasi karena kurangnya kesempatan jihad di Indonesia – dan dengan demikian bisa pilihan rekrutmen yang berpotensi untuk Noordin.</p>
<p>Cijeruk adalah operasi Omar al-Faruq Al-Qaeda terakhir, yang telah tinggal di desa Cisalada di sana dengan istri, Mira Agustina, selama lebih dari satu tahun ketika ia ditangkap pada bulan Juni 2002. Ini akan menarik untuk mengetahui apakah SYAIFUDIN punya kontak dengan al-Faruq selama masa jabatannya di Indonesia.</p>
<p>Finally, daerah di sekitar Bogor mempunyai banyak community Arab, dan isu orang-orang dari daerah Teluk berdatangan selama liburan beberapa orang diantara mereka bertujuan untuk membuat “kontrak perkawinan” dengan perempuan Indonesia. Pria Timur Tengah datang dan pergi kurang menarik perhatian dari mereka yang mungkin dari daerah lain.</p>
<p>Kelompok-kelompok radikal di Bogor lebih dekat dengan Darul Islam dan masyarakat salafi dari JI, dan sementara banyak yang ketat jihad Salafi melihat saudara-saudara mereka sebagai bid’ah, telah ada beberapa kasus crossover. SYAIFUDIN Jaelani berpendidikan di Yaman mungkin menunjuk ke sebuah koneksi salafi: sangat sedikit anggota JI telah belajar di Timur Tengah, sedangkan salafi terkemuka di Indonesia memiliki ikatan kuat dengan ulama Yaman (cendekiawan dan pemuka-pemuka agama).</p>
<h3><strong>7.BANTEN CONNECTION</strong></h3>
<p>Faksi Darul Islam  dikenal sebagai Ring Banten, di bawah kepemimpinan Kang Jaja alias Aqdam, telah <em>longstanding link </em>ke Noordin, secara luas sebelumnya didokumentasikan dalam laporan Crisis Group. Ring Banten membantu anggota dalam bom Bali pertama, mereka menyediakan pelaksana operasi di lapangan dan pelaku bom bunuh diri untuk tahun 2004 membom kedutaan. Salah satu benteng kelompok ini adalah wilayah pedalaman Pandeglang, Banten, tempat tinggal bagi Nana Ikhwan Maulana, pembom bunuh diri dalam operasi 17 Juli. Masih belum jelas apakah Nana adalah anggota, namun mengingat sejarah masa lalu, kelompok akan menjadi mitra logis untuk setiap operasi berlangsung di Jakarta atau Jawa Barat – dan SYAIFUDIN Jaelani telah berkembang dengan baik bisa kontak sendiri dari Bogor. Hal ini diyakini memiliki lebih dari 100 anggota atau simpatisan.</p>
<h3><strong>8.SEKOLAH JI CONNECTION</strong></h3>
<p>Jaringan JI sekitar 50 sekolah terus menjadi <em>important</em> sebagai sumber rekrutmen dan pendukung, melalui kurikulum dan melalui kegiatan ekstrakurikuler serta ikatan-ikatan alumni. Sekolah-sekolah ini juga adalah tempat di mana ekstremis yang mengunjungi dapat memiliki efek <em>radicalising</em> dengan konsekuensi yang tak terduga, dan di mana hubungan dengan Noordin, bahkan pada satu langkah dihapus, bisa menjadi sensasi seumur hidup bagi siswa yang mudah dipengaruhi.</p>
<ol>
<li><strong>Pesantren Al-Muttaqien</strong>, Jepara : Satu sekolah jaringan Noordin adalah Pesantren Al-Muttaqien di Jepara, tidak boleh disamakan dengan sekolah dengan nama yang sama di Cirebon, di bawah ini. Pada satu tingkat, itu merupakan inti dari “mainstream” JI yang menolak metode Noordin. Kepala sekolah, Sartono, adalah mantan kepala wakalah Jawa Tengah, dan laki-laki disebut sebagai “Mas Taufik” di atas, yang menolak pendekatan Sabit, juga mengajar di sana. Hal ini dikenal terutama sebagai sekolah untuk anak perempuan, salah satu lulusan yang lebih dikenal sebagai istri dari al-Qaeda Omar Al-Faruq, tetapi juga dibutuhkan sejumlah anak laki-laki.<br />
Jika kokoh berlabuh di mainstream JI, al-Muttaqien memiliki koneksi ke aliran yang lebih militan juga. Urwah secara formal menghabiskan enam tahun di sana, 1990-1996; adiknya sudah terdaftar di sana pada tahun 2005. Mas Selamat Kastari, anggota JI Singapura yang melarikan diri dari penjara pengamanan maksimum di Singapura pada tahun 2008, mengutus anak di sana. Dari 2004 hingga 2006, seorang guru dari Al-Muttaqien bernama Helmi Hanafi, seorang Cilacap asli, dikirim ke sekolah JI di Sumatera Selatan untuk membantu seperti yang baru saja didirikan – dan ia dikirim atas rekomendasi Sabit. Mustaghfirin, salah seorang pria ditangkap setelah serangan Wonosobo tahun 2006 untuk membantu Noor-din, juga seorang alumni.</li>
<li><strong>Al-Muttaqien, Beber, Cirebon</strong> : Salik Firdaus, salah satu dari tiga pembom bunuh diri dalam bom Bali 2005, masuk di sekolah ini, dan menurut para tetangganya, menjadi jauh lebih garis keras sebagai hasilnya. Sholahuddin al-Ayubi, yang ditahan dalam penggerebekan polisi di tempat persembunyian di Wonosobo pada bulan April 2006, mengajar di sana, begitu juga istri kedua Abu Husna, pemimpin senior JI ditangkap di Malaysia pada awal 2008 dengan tiket ke Damaskus. (Sementara Abu Husna sendiri dilaporkan menentang kegiatan Noordin, sebagian pengikutnya lebih sedikit pemesanan.) Akhirnya, ada laporan yang belum dikonfirmasikan bahwa Ibrohim, tukang bunga, dilaporkan memiliki seorang putri yang mendaftarkan diri pada saat-Shobirin, cabang al-Muttaqin untuk siswa yang lebih muda.</li>
<li><strong>Pesantren Darusy-Syahada, Simo, Boyolali</strong> : Setelah dikembangkan dalam keretakan Abu Bakar Ba’asyir’s pesantren, Al-Mukmin di Ngruki, pada tahun 1995, banyak guru yang lebih radikal, termasuk Abu Husna, kiri dan bergabung dengan sekolah lain. Darusy-Syahada adalah salah satu. Sekolah ini dikelola oleh Ubeid saudara ipar, Mustaqim. Teman Urwah Parmin dan Noordin terlambat yang terlabat ke camp abu Jabir, masih mahasiswa di sana pada waktu yang sama. Salik Firdaus, para pembom bunuh diri Bali II, adalah masuk dalam kelas yang sama dengan adik Ubeid, Umar Burhanuddin. Umar lulus dari sekolah pada tahun 2002 dan mengajar di sana selama dua tahun; salah satu rekan-rekan guru itu Bahruddin Soleh alias Abdul Hadi, salah seorang pembantu utama Noordin. Dua dari al-Ghuraba anggota kelompok belajar di sana. Pada Juni 2009, seorang buronan JI Singapura, Husaini alias Hendrawan, ditangkap saat akan mengunjungi dua anaknya belajar di sana. Pada bulan Juli 2009, Surat kabar Indonesia melaporkan bahwa polisi mencurigai bahwa material explosives yang ditemukan di Bekasi pada bulan Agustus mungkin telah diangkut melalui Simo, Boyolali dan bahwa bom hotel mungkin sudah sebagian dibangun di sana.</li>
<li><strong>Mahad Aly (Universitas an-Nur), Solo</strong> : Sebagaimana dicatat, sekolah ini adalah tempat di mana Urwah, Ubeid dan Parmin semua menjadi pengikutNoordin , dan Noordin mungkin masih bisa menarik alumni informal jaringan-kerja. Abdullah Mudhofar alias Ustadz Hiban, salah satu guru JI radikal di Poso tewas oleh polisi pada 2007, adalah alumnus; saudaranya adalah seorang anggota kelompok al-Ghuraba. Pada waktu maksimum pengaruh terhadap gerakan ekstremis, sekolah ini dipimpin oleh Abu Fida, yang juga membantu Noordin bersembunyi pada tahun 2004; ia sekarang menjadi anggota dewan pemerintahan Abu Bakar Ba’asyir organisasi baru, JAT. Sekolah Waru pindah ke desa di Sukoharjo, Solo, sekitar 2007 dan tampaknya tidak memainkan peran yang sama yang dulu.</li>
<li><strong>Pesantren Darul Fitrah, Sukoharjo, Solo</strong> : Heri Sigu Sam Musikal, seorang pemuda yang menjadi magang pembuatan bom saat pengeboman ke kedubes Australia , sedang mengajar di sini ketika ia direkrut oleh Noordin pada tahun 2004. Salah seorang pria, Maruto Jati Sulistiono, pada daftar pencarian polisi untuk membantu Noordin pada tahun 2006 dan mungkin masih merupakan bagian dari timnya, itu dikatakan telah baru-baru ini tinggal di Darul Fitrah.</li>
<li><strong>Pesantren Darul Manar, Kepung, Kediri </strong>: Pada tahun 2004, Umar dan Bahruddin Burhanuddin Soleh alias Abdul Hadi bertemu di Darul Manar, dan Umar melanjutkan mengajar selama dua minggu pada instruksi Abdul Hadi. Pada tahun 2005, Dr Azhari Husin diyakini tinggal di sini. Pada bulan Agustus 2005, Abdul Hadi dan Parmin telah mengadakan pertemuan di sini untuk mendiskusikan persembunyian Noordin. Sebagaimana dicatat di atas, dihasilkan sekolah dua orang yang terlibat dalam menyewa tempat persembunyian di Wonosobo, Aris Ma’ruf dan Abdul Hadi mahasiswa, Ragil.</li>
</ol>
<p>Ini hanyalah sebuah pandangan penilaian dari sekolah yang berafiliasi JI yang muncul dalam kaitannya dengan Noordin bersembunyi atau merekrut anggota baru dari kelompoknya. Lain yang disebutkan dalam keterkaitan dengan serangan 17 Juli Pesantren Al-Muaddib di Cilacap dan Nurul Huda di Purbalingga. Pemerintah Indonesia telah datang dengan tidak ada rencana sistematis untuk menyikapi masalah-masalah yang diajukan oleh sekolah-sekolah ini, tapi jawabannya tidak menutup mereka. Ini adalah pemantauan mereka, menarik mereka dan menundukkan mereka untuk jauh lebih intensif pengawasan dari saat ini sedang berlangsung.</p>
<p>Sementara sebagian besar dari mereka menggunakan sistem yang dikenal sebagai Islam Education Metode (Manhaj Tarbiyah Islam, MTI) untuk mereka yang lebih tua siswa, di mana tulisan-tulisan Abdullah Azzam dan pentingnya jihad menonjol, problem yang tidak begitu banyak yang kurikulum seperti itu kelas kecil setelah sesi belajar agama di mana individu guru dapat menilai potensi siswa dan menarik mereka ke dalam aktivitas yang lebih ekstrim.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.crisisgroup.org/">ICG</a></p>
<p>http://serbasejarah.wordpress.com/2009/08/31/jaringan-noordin-m-top-laporan-terbaru-icg/#more-1588</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jejak CIA di Indonesia – bag.6]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/01/jejak-cia-di-indonesia-%e2%80%93-bag-6/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 06:44:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/09/01/jejak-cia-di-indonesia-%e2%80%93-bag-6/</guid>
<description><![CDATA[Jejak CIA di Indonesia VI Di awal masa kekuasaannya Orde Baru sesungguhnya secara total bekerja untu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Jejak CIA di Indonesia VI</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://i40.tinypic.com/122hjec.jpg" alt="" width="500" height="357" /></p>
<p style="text-align:justify;">Di awal masa kekuasaannya Orde Baru sesungguhnya secara total bekerja untuk melayani kepentingan Amerika dan Dunia Imperialisme Barat.<br />
Kekuatan Imperialisme dan Kolonialisme Barat yang dipimpin Amerika Serikat berada di belakang berdirinya kekuasaan Orde Baru. <!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Sebab itu, di awal masa kekuasaannya Orde Baru sesungguhnya secara total bekerja untuk melayani kepentingan Amerika dan Dunia Imperialisme Barat. Hal ini bisa dilihat dari kerja lembaga intelijen Indonesia yang banyak mengerjakan tugas-tugas dari CIA, bahkan sejumlah satuan intel dibentuk dan didanai CIA. Tidak salah jika banyak pengamat dengan sinis menyatakan jika Indonesia pasca Soekarno sebenarnya merupakan negara bagian Amerika Serikat ke-51 setelah Hawaii. Diakui atau tidak, hal ini terus berjalan sampai detik ini.</p>
<p>Lembaga intelijen Indonesia di era awal Jenderal Suharto hingga pertengahan 1970-an memusatkan perhatiannya pada politik pembendungan pengaruh komunisme di dalam negeri dan juga kawasan Asia Tenggara. Hal ini sejalan dengan apa yang telah digariskan AS dalam Marshall Plan.</p>
<p>Dalam konflik Indocina, di mana biang kapitalisme AS berhadapan dengan biang komunisme Uni Soviet yang masing-masing memainkan bonekanya di Vietnam, lembaga intelijen Indonesia seperti Opsus bekerja secara pro-aktif membantu CIA.</p>
<p>Bulan Maret 1970, Pangeran Norodom Sihanouk—seorang pemimpin sipil Kamboja yang pernah dekat dengan Soekarno, dikudeta oleh Panglima Militernya, Jenderal Lon Nol yang lebih berorientasi ke Barat. Di Utara, Lon Nol terancam oleh keberadaan Vietnam Utara komunis. Sedang di dalam negeri, gerilyawan kiri Kmer Merah tengah tumbuh pesat. Untuk mengokohkan kekuasaannya, Jenderal Lon Nol meminta Barat dan negara-negara di Asia Tenggara yang sehaluan dengannya agar dapat memberi bantuan nyata.</p>
<p>Sinyal SOS dari Jenderal Lon Nol pun disambut baik Jenderal Suharto. Bisa jadi, disebabkan banyak kesamaan keduanya, maka Suharto pun bersikap pro-aktif membantu Lon Nol. Ken Conboy, dalam “Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia” (2007) menulis: “Pada 6 April, sebuah misi gabungan yang terdiri dari perwira militer dan Opsus tiba di ibukota Kamboja, Phnom Penh, untuk sebuah kunjungan selama dua minggu. Tujuan mereka adalah guna menentukan apakah rezim Lon Nol mampu bertahan, dan jika mampu, bentuk dukungan apakah yang bisa diberikan Indonesia.” (h. 72-73).</p>
<p>Hasil tim pendahuluan ini memprediksi Lon Nol tidak akan mampu bertahan lama. Walau demikian, Komandan Opsus dan orang dekat Jenderal Suharto, Jenderal Ali Moertopo dengan berani melakukan langkah nyata untuk menolong Lon Nol. Moertopo yang merupakan guru dari Jenderal Leonardus Beny Moerdhani dan punya ‘peliharaan’ sejumlah orang intel yang disusupkan ke dalam gerakan Islam seperti NII ini, mengumpukan ratusan pucuk senapan serbu AK-47 yang merupakan senjata organik tentara Indonesia di zaman Soekarno dan mengirimkannya kepada tentaranya Lon Nol.</p>
<p>“Pengiriman ini diawasi tiga orang perwira Opsus, yang seorang di antaranya tetap tinggal di Phnom Penh sebagai bagian dari penugasan tetap,” tulis Conboy. Salah satu perwira Opsus bernama Willy Pesik, seorang tokoh Permesta yang kabur ke Malaysia dan juga dekat dengan CIA. Jenderal Lon Nol sendiri, walau mendapat bantuan dari kubu Barat, akhirnya jatuh pertengahan 1975.<br />
Operasi Gigi Palsu</p>
<p>Selain mengerjakan order politik dari CIA seperti menjadi ujung tombak gerakan penghancuran pengaruh komunisme di Asia Tenggara, badan intelijen di bawah rezim Jenderal Suharto juga mengerjakan order CIA lainnya seperti yang terjadi dalam kasus pemalsuan mata uang Dollar AS dan lainnya yang melibatkan seorang warga negara AS bernama Bernard “Larry” Tractman. Target ini diketahui memiliki jaringan orang-orang kuat di kawasan Asia Tenggara, sipil maupun militer, dari mantan senator Filipina Sergio Osmena yang menjadi rival terberat Presiden Ferdinand Marcos, hingga sejumlah pengusaha dan jenderal berpengaruh di Indonesia.</p>
<p>Pada 1970, Jenderal Suharto menerima informasi dari Washington—memo rahasia CIA—yang memintanya agar mau menjejak orang ini. Dan seperti yang sudah-sudah, order dari CIA pun segera ditindaklanjuti Jenderal Suharto dengan sigap dan menugaskan Bakin untuk segera menyelidiki kasus pemalsuan ini yang oleh Bakin diberi sandi ‘gigi palsu’.</p>
<p>Operasi Gigi Palsu digelar dan berhasil mendapatkan sejumlah data yang mengagetkan jika sejumlah jenderal terpandang Indonesia ternyata terlibat dalam bisnis uang palsu dengan Tractman. Uang-uang ini dipakai untuk membiayai gerakan-gerakan politik seperti pemilihan umum yang dilakukan pada April 1971.</p>
<p>Untuk menghubungi para jenderal Indonesia, Tractman mempergunakan seorang penghubung penting yang licin bernama Muchsien Rustandi, seorang pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa. Lewat operasi yang rumit di sejumlah negara Asean, dan tentu saja koordinasi dengan CIA, akhirnya Rustandi berhasil ditangkap aparat Indonesia pada akhir 1972. Walau Rustandi jelas-jelas bersalah, namun karena hubungannya dengan sejumlah jenderal berpengaruh, juga lobby Tractman yang hebat, maka kasusnya pun tidak pernah dibuka dan ditelusuri hingga tuntas. Sangat mungkin, hal ini bisa terjadi semata-mata untuk menyelamatkan sejumlah jenderal Indonesia yang terlibat.</p>
<p>Penyelesaian kasus Tractman nyaris terjadi bersamaan dengan naiknya intensitas pergolakan politik di Timor Timur, sebuah daerah jajahan Portugis yang berada di halaman belakang Indonesia. Naiknya Fretilin, sebuah partai bersenjata Marxistis, di wilayah itu mencemaskan AS. Sejarah telah mencatat bagaimana akhirnya tentara Indonesia berhasil menganeksasi wilayah tersebut dengan bertempur memerangi Fretilin. CIA jelas berada di belakang peristiwa perebutan Timor Timur ke Indonesia. (bersambung/rd)</p>
<p>Sumber : Eramuslim Online</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aktivitas CIA di Indonesia]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/08/30/aktivitas-cia-di-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 18:44:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/08/30/aktivitas-cia-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Selama beberapa dekade, CIA telah terlibat diberbagai upaya melawan kegiatan komunisme di Indonesia.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter" src="http://www.arabeuropean.org/english/images/stories/cia-seal.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>Selama beberapa dekade, CIA telah terlibat diberbagai upaya melawan kegiatan komunisme di Indonesia. Usaha kudeta pertama pada tahun 1958 gagal mengguncangkan pemerintahan Sukarno, tetapi setelah gelombang pembersihan komunisme di tahun 1965, Jenderal Abdul Haris Nasution dan Maj. Suharto memimpin TNI melikuidaksi PKI dan pada akhirnya berhasil menyinkirkan Sukarno. Peran penting Suharto pada masa Gestapu menempakannya di kursi kepresidenan pada tahun 1967.<!--more--></p>
<p>Pada tahun 1998, Pemerintah Amerika mendeklassifikasikan sejumlah dokumen yang menggambarkan berbagai operasi rahasia di Indonesia.</p>
<h2><span style="color:#ff0000;"><span style="text-decoration:underline;">1958</span></span></h2>
<p><a id="NSC_5581" name="NSC_5581"></a></p>
<h3><span style="color:#0000ff;">NSC 5581</span></h3>
<p>Pada bulan May 1955, satu bulan setelah Sukarno menjadi tuan rumah pertemuan Negara Negara Non Blok, Washington mengeluarkan kebijakan Amerika terhadap Indonesia di NSC 5518. Di dalam dokumen ini, operasi rahasia (covert action) disetujui untuk dipakai menumbangkan Sukarno jika Sukarno memberi kontrol kepada partai sayap kiri. Provisi pendanaan Partai Masjumi kemungkinan adalah penjabaran kebijakan NSC 5518.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aktivitas_CIA_di_Indonesia#cite_note-Wayne-0"></a></sup></p>
<p><a id="Pengumpulan_Intelligent" name="Pengumpulan_Intelligent"></a></p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Pengumpulan Intelligent</span></h3>
<p>Di dalam sebuah percakapan di Washington sekitar 1958, Militer attaché Indonesia untuk Amerika menyebutkan bahwa terdapat banyak tokoh dan pembesar di Indonesia yang akan siap untuk bangkit melawan Presiden Sukarno jika mereka diberi sedikit dukungan dan dorongan dari Amerika Serikat. Salah satu dari pembesar dan tokoh ini adalah seorang staff CIA yang kemudian melaporkan pembicaraan diatas ke Frank Wisner, Deputi Direktor Perencanaan (Deputy Director of Plans).</p>
<p><a id="Operasi_Rahasia" name="Operasi_Rahasia"></a></p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Operasi Rahasia</span></h3>
<p>Attaché militer Indonesia kemudian kembali ke Indonesia dengan personalia CIA berkedok militer. Mereka secara bersama berhasil cukup mempelajari potensi kekuatan opposisi sayap kiri dan mendorong CIA untuk memulai operasi yang terbesar pada saat itu. Personalia &#8211; personalia itu kemudian menghubungi anggota militer Filipina, terutama Kolonel Valeriano, yang pernah bekerja sama dangan CIA dengan Ramon Magsaysay melawan pemberontakan sayak kiri Hukbalahap.</p>
<p>CIA and kelompok kekuatan anti pemberontakan Filipina, pada awal 1958, telah mendirikan markas latihan &#8217;special operation&#8217;, yang diduga dipandu oleh trainer dari Pasukan Khusus AD Amerika (United States Army Special Forces) dan memberi akses airport rahasia di pulau Palawan adn Mindano kepada pemberontak anti Sukarno di Indonesia.</p>
<p>Pada tanggal 9 Februari 1958, Pemberontak Letnan Kolonel Maluddin Simbolon mengeluarkan ultimatum atas nama pemerintah propinsi Sumatra Utara, menuntuk pembentukan pemerintahan baru. Sukarno menolak tuntutan itu dan memerintahkan pemimpin TNI, Jendral Abdul Haris Nasution untuk menghentikan pemberontakan itu. Pada bulan Februari 21, TNI menerbangkan prajurit ke Sumatra dan memulai penyerangan. Markas pemberontakan di kota Padang dan Permesta mempunyai kedudukan kuat di semua daerah sampai ke medan.</p>
<p>CIA mendukung pemberontakan di Indonesia melalui markas udara di Naha, Okinawa, dibawah kepemimpinan Ted Shanon. Fasilitas lainnya adalah di Taiwan, dimana pesawat pembom A-26 disiapkan untuk diterbangkan ke pangkalan di Filipina yang kemudian dipakai untuk membantuk pemberontak di Indonesia. CIA, melalui stok senjata marinir dan angkatan darat Amerika, memberi 42.000 pucuk riffles. Pemberontak Indonesia yang telah dipersenjatai, kemudian dikembalikan ke Sumatra melalui air drop dari Filipina dan juga didaratkan dengan kapal selam.<sup>[2]</sup> Pada bulan may 1958, sebuah A-26 yang dioperasikan oleh perusahaan penerbangan CIA Civil Air Transport ditembak saat operasi pemboman dan pemberitaan penembakan ini menghentikan operasi mendukung pemberontakan Permesta.</p>
<p><a id="1965" name="1965"></a></p>
<h2><span style="color:#ff0000;">1965</span></h2>
<p>Sebuah proposal kemudian disetujui pada bulan Maret, yang diikuti &#8216;intermediate memorandum&#8217; pada bulan Juli, dan SNIE pada bulan september, mengenai hal-hal yang terkait di Indonesia dan Malaysia. Walaupun demikian, Amerika serikat tidak mengantisipasi tingkat intensitas gerakan pembersihan yang dilakukan oleh TNI terhadap PKI.</p>
<p><a id="Operasi_Rahasia_2" name="Operasi_Rahasia_2"></a></p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Operasi Rahasia</span></h3>
<p>Di dalam action proposal bulan Maret, personalia operasi rahasia, mulai dari musim panas 1964, bekerja sama dengan kementrian luar negeri amerika (Department of State) melakukan rencana aksi politik di Indonesia yang ditujukan membantu opponent-opponent <a title="PKI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/PKI">PKI</a>, dan juga Cina. Operasi-operasi ini menekankan ketidak akuran antara Indonesia dan Cina. Program ini dikoordinasi antara Kementrian Luar Negeri Amerida, Asistent Sekertaris untuk Affair Asia Timur (Assistant Secretary for Far Eastern Affairs), dan Duta Besar Amerika untuk Indonesia.</p>
<p>Kegiatan ini mencakup liason, dukungan keuangan pada kelompok-kelompok anti komunis. Kegiatan lainnya mencakup propaganda (Black Propaganda) dan aksi politik. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah mendorong koordinasi dan persetujuan umum antar elemen-elemen anti komunis di Indonesia. Program ini konsisten dengan kebijakan Amerika yang berusaha membentuk Indonesia menjadi negara anti komunis yang stabil.</p>
<p><a id="1998" name="1998"></a></p>
<h2><span style="color:#ff0000;">1998</span></h2>
<p>Ketua DCI Amerika George Tenet mengatakan bahwa pendeklasifikasian sembilan operasi merupakan bagian dari sejarah rahasia dari kekuasaan Amerika yang dilakukan oleh tiga president terhadap berbagai negara-negara asing. Operasi ini termasuk upaya membantu non komunis sayap kiri di Prancis and Itali pada akhir 40-an and awal 50-an, operasi guerilla di Korea Utara and Korea selatan pada saat perang Korea, kegiatan propaganda politik dan misi pengeboman di Indonesia pada tahun 50-an, aktivitas paramiliter di Laos dan Tibet pada tahun-tahun awal terlibatnya Amerika di Vietnam dan berbagai plot pembunuhan di Kongo dan Republik Dominika pada awal 60-an. <sup>[3]</sup></p>
<p>Sumber: wikipedia</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inilah Data Demografi Indonesia Menurut CIA]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/08/30/inilah-data-demografi-indonesia-menurut-cia/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 18:14:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/08/30/inilah-data-demografi-indonesia-menurut-cia/</guid>
<description><![CDATA[CIA atau Central Intelligence Agency, agen rahasia milik Amerika mempublikasikan dalam situs resmi m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter" src="http://anggadwimartha.files.wordpress.com/2009/07/indonesia.jpg?w=443&#038;h=354#38;h=354" alt="" width="443" height="354" /></p>
<p>CIA atau Central Intelligence Agency, agen rahasia milik Amerika mempublikasikan dalam situs resmi mereka www.cia.gov tentang The World Factbook yang memuat data-data dan fakta seluruh Negara di dunia termasuk Indonesia.<!--more--></p>
<p>Diam-diam atau terang-terangan, tenyata CIA telah mengumpulkan data-data mengenai sebuah Negara yang meliputi geografi kependudukan, pemerintahan, ekonomi, politik bahkan hingga militer. Koq bisa ya?</p>
<p>Daripada pusing mencari tahu apakah memang CIA diberi kebebasan untuk mengumpulkan data-data tersebut dari Negara bersangkutan, ada baiknya kita lihat data-data mengenai Indonesia yang tercatat di situs tersebut.  Sebab menarik untuk di simak misalnya ternyata usia harapan hidup orang Indonesia rata-rata adalah 70,76 tahun dengan peringkat nomor 137 dunia atau jumlah penderita HIV/AIDS adalah 0,2 % dari jumlah penduduk yang menduduki peringkat 99 dunia. Sedangkan belanja pendidikan Indonesia hanya menduduki peringkat 127 dunia.</p>
<p>Terlepas sahih tidaknya data tersebut serta bagaimana caranya CIA mendapatkannya, mari kita periksa data-data tahun 2009 berikut ini :</p>
<p>Negara Indonesia : Sebuah Negara kepulauan dengan 17.508 pulau dan 6.000 diantaranya tidak berpenghuni.</p>
<p>Data Penduduk :</p>
<p>Populasi : 240.271.522 jiwa (per Juli 2009) –&#62; Peringkat 5 Dunia</p>
<p>Struktur Umur :</p>
<p>0-14 tahun : 28,1% (laki-laki 34.337.341/perempuan 33.162.207)</p>
<p>15-64 tahun : 66% (laki-laki 79.549.569/perempuan 78918.321)</p>
<p>65 tahun ke atas : 6% (laki-laki 6.335.208/perempuan 7.968.876) – data 2009</p>
<p>Umur Rata-rata :</p>
<p>Total : 27,6 Tahun</p>
<p>Laki-laki : 27,1 Tahun</p>
<p>Perempuan : 28,1 Tahun</p>
<p>Pertumbuhan Jumlah Penduduk :</p>
<p>1,136 % pertahun –&#62; Peringkat 117 dunia</p>
<p>Rasio Kelahiran :</p>
<p>18,84 kelahitan / 1000 penduduk –&#62; Peringkat 108 dunia</p>
<p>Rasio Kematian :</p>
<p>6,24 kematian /  1000 penduduk –&#62; Peringkat 154 dunia</p>
<p>Rasio Jenis Kelamin :</p>
<p>0 tahun : 1,05 laki-laki/perempuan</p>
<p>Di bawah 15 tahun : 1,03 laki-laki/perempuan</p>
<p>15 – 64 Tahun : 1,01 laki-laki/perempuan</p>
<p>65 tahun ke atas : 0,8 laki-laki/perempuan</p>
<p>Total populasi : 1 laki-laki/perempuan</p>
<p>Rasio Kematian Bayi :</p>
<p>Total : 29,97 kematian / 1000 kelahiran -&#62; Peringkat 74 dunia</p>
<p>Laki-laki : 35,93 kematian / 1000 kelahiran</p>
<p>Perempuan : 24,77 kematian / 1000 kelahiran</p>
<p>Usia Harapan Hidup :</p>
<p>Total Populasi : 70,76 Tahun –&#62; Peringkat 137 dunia</p>
<p>Laki-laki : 68,26 Tahun</p>
<p>Perempuan : 73,38 Tahun</p>
<p>Penderita HIV/AIDS :</p>
<p>0,2 % –&#62; Peringkat 99 dunia</p>
<p>ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) :</p>
<p>270.000 jiwa (data 2007) –&#62; Peringkat 25 dunia</p>
<p>Kematian akibat HIV/AIDS :</p>
<p>8.700 jiwa (data 2007) –&#62; Peringkat 36 dunia</p>
<p>Wabah Penyakit Umum :</p>
<p>Derajat Resiko : Tinggi</p>
<p>Wabah penyakit : chikungunya,  demam berdarah, malaria</p>
<p>Suku Bangsa :</p>
<p>Jawa 40.6%, Sundae 15%, Madura 3.3%, Minangkabau 2.7%, Betawi 2.4%, Bugis 2.4%, Banten 2%, Banjar 1.7%, lainnya 29.9% (sensus tahun 2000)</p>
<p>Agama :</p>
<p>Muslim 86.1%, Protestant 5.7%, Roma Katholik 3%, Hindu 1.8%, lainnya 3.4% (sensus tahun 2000)</p>
<p>Belanja Pendidikan :</p>
<p>3.6% dari GDP (2006) –&#62; Peringkat 127 dunia</p>
<p>Kira-kira akurat tidak ya data di atas? Sayang CIA tidak mencantumkan berapa sebenarnya jumlah DPT yang berhak ikuty pilpres 2009 …. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perhatikan juga jumlah 17.508 pulau di Indonesia sungguh angka yang fantastis, mungkin cuma Indonesia yang punya pulau sebanyak itu di dunia. Jadi ingat kasus Ambalat, apakah nantinya CIA juga harus mengurangi jumlah tersebut jika nantinya Ambalat terlepas dari pangkuan Indonesia?</p>
<p>Sumber: https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/id.html</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jejak CIA di Indonesia – bag.5]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/08/30/jejak-cia-di-indonesia-%e2%80%93-bag-5/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 17:08:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/08/30/jejak-cia-di-indonesia-%e2%80%93-bag-5/</guid>
<description><![CDATA[Pada Juli 1966, seorang pejabat CIA, bernama Clarence “Ed” Barbier mendarat di Jakarta. Jabatan resm]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://i41.tinypic.com/207kpvn.jpg" alt="" width="500" height="304" /></p>
<p>Pada Juli 1966, seorang pejabat CIA, bernama Clarence “Ed” Barbier mendarat di Jakarta. Jabatan resminya adalah Asisten Khusus Duta Besar AS.</p>
<p>David Ransom, di dalam artikel “Mafia Berkeley dan Pembunuhan Massal di Indonesia, Kuda Troya Baru dari Universitas-Universitas di Amerika Serikat Masuk ke Indonesia” (Ramparts; 1971), dengan jujur memaparkan bagaimana AS lewat CIA membangun satu kelompok elit baru guna memimpin satu Indonesia yang tunduk pada <!--more-->kepentingan kekuatan Neo-Imperialisme dan Neo-Kolonialisme Barat. Bahkan sesungguhnya, Amerikalah yang merancang dan menyusun strategi pembangunan nasional negeri ini yang dikenal dengan istilah Rencana Pembangunan Lima Tahunan (Repelita) lewat satu tim asistensi CIA dan sejumlah think-tank AS yang bekerja di belakang para teknokrat dan birokrat rezim Orde Baru.</p>
<p>Para pejabat pendiri Orde Baru seperti Adam Malik, Sumitro, Soedjatmoko, dan sebagainya memang dikenal amat dekat dengan para pejabat AS, baik yang bekerja di Jakarta maupun Washington. Lewat CIA, AS telah memanfaatkan para pejabat Indonesia anti Soekarno ini untuk memuluskan kepentingannya. Bahkan Tim Werner dalam “Legacy of Ashes: A History of CIA” (2007) menulis jika Adam Malik telah direkrut menjadi agen CIA lewat pengakuan seorang mantan agen CIA bernama McAvoy. Walau yang terakhir ini sempat jadi polemik, namun kedekatan Adam Malik—dan kawan-kawan-dengan para pejabat AS saat itu adalah suatu fakta sejarah.</p>
<p>Pada Juli 1966, seorang pejabat CIA, bernama Clarence “Ed” Barbier mendarat di Jakarta. Jabatan resminya adalah Asisten Khusus Duta Besar AS. “Eufismisme diplomatik ini biasanya dikhususkan bagi Kepala Stasiun CIA yang secara terbuka menyatakan hal ini kepada negara penerima… Dua kepala stasiun sebelumnya tidak diberitahukan secara resmi kepada pemerintah Soekarno dan hanya terdaftar sebagai ‘Sekretaris Pertama/Politik’, suatu jabatan untuk menyamarkan kepala perwakilan ini di antara para diplomat resminya,” tulis Ken Conboy dalam “Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia” (2007; h. 47-48).</p>
<p>Barbier yang fasih Bahasa Jepang dan bekerja pada intelijen AL-AS pada Perang Dunia II sebelumnya bertugas di Pacific. Dari lembaga intel AL-AS, Barbier dipindahkan ke CIA di awal berdirinya dan bertugas mengawasi jalur komunikasi dinas intelijen Vietnam Selatan.</p>
<p>Salah satu operasi rahasia CIA di Indonesia di awal era Orde Baru adalah operasi HABRINK, yang berbasis di Konsulat AS di Surabaya. Saat itu, rezim Suharto ‘menerima’ warisan perlengkapan dan persenjataan perang dari negara-negara Blok Timur seperti Chekoslovakia dan Soviet. Kebetulan, AS tengah berperang di medan tempur Indocina dan menghadapi pihak lawan yang menggunakan peralatan perang seperti yang ada di Indonesia.</p>
<p>“Operasi rahasia yang digelar pada 1967 ini bertujuan untuk mendapatkan detil teknis dan juga contoh barang perlengkapan militer Soviet seperti Rudal SA-2, kapal selam kelas Whiskey, kapal perang jenis Riga, dan pesawat pembom Tu-16. Operasi ini dibuka kepada umum ketika salah seorang pejabat CIA yang terlibat dalam operasi ini, David Henry Bennet, dihukum pada 1980 karena diketahui telah menjual detil operasi ini kepada pihak Soviet. Hal ini berasal dari catatan Bakin Personnel File atau BPF dengan title ‘David Henry Barnett’”, tulis Conboy dalam bukunya (h.57). Clarence Barbier, demikian tulis Conboy, bekerja dengan mulus di Indonesia disebabkan kesamaan agenda antara AS dengan rezim Suharto, yakni memerangi komunisme. Dalam tugasnya, Barbier merekrut sejumlah orang Indonesia, baik militer maupun sipil. Lewat hubungan yang amat baik dengan Kolonel CPM Nicklany Soedardjo, seorang perwira didikan AS (lulusan Fort Gordon, 1961), Barbier berhasil merekrut seorang tokoh Perti (Partai Tarbiyah Indonesia) bernama Suhaimi Munaf, yang oleh Suharto dianggap dekat dengan orang-orang komunis. Suhaimi sendiri pernah ditangkap pada Februari 1967 dengan tuduhan telah melakukan kejahatan politik.</p>
<p>Pada sekitar Agustus 1968, menjelang kebebasan Suhaimi Munaf, Barbier meminta kepada Kol. CPM Nicklany agar melakukan serangkaian tes psikologi terhadap Suhaimi. Hasil tes menunjukkan Suhaimi memiliki mental baja, keras kepala, dan tidak mudah dipengaruhi. Hasil yang sesuai dengan keinginan CIA. Singkat cerita, Munaf berhasil direkrut CIA dan dikirim ke Pulau Buru dengan menyandang nama sandi Friendly/1. Di pulau tempat pembuangan dan penahanan orang-orang komunis ini, Suhaimi mendapat tugas untuk menjalin hubungan lagi dengan kolega kirinya baik yang berada di dalam maupun luar negeri.</p>
<p>“Dengan memanfaatkan simpati atas penahanannya, ia mencari-cari pekerjaan di di kedutaan negara asing komunis… CIA telah menuai sukses awal dengan Friendly/1,” demikian Conboy.</p>
<p>Kerjasama Kol. Nicklany dengan Barbier tidak berhenti di sini saja. Pada awal 1968, Nicklany yang menjabat sebagai Asisten Intelijen Kopkamtib kepada orang-orang terdekatnya menyatakan ingin membentuk satuan tugas kontra intelijen asing, guna menangkap mata-mata asing yang beroperasi di Indonesia. “Mata-mata aing” di sini tentu saja memiliki arti sebagai mata-mata Blok Timur. Karena dengan CIA dan sekutunya, Nicklany malah bekerjasama.</p>
<p>Satuan tugas ini akhirnya terbentuk dengan anggota inti sebanyak enampuluh orang, sepuluh perwira aktif dan sisanya sipil, dan menyandang nama resmi “Satuan Khusus Pelaksana Intelijen” atau Satsus-Pintel, yang kemudian diringkas menjadi “Satuan Khusus Intelijen” atau Satsus-Intel.</p>
<p>Satuan ini mendapatkan dana dari CIA lewat Barbier termasuk gaji personelnya, lalu bantuan kendaraan untuk kegiatan pengamatan (surveilance), biaya sewa rumah-aman (safe house) di Jalan Jatinegara Timur-Jakarta, dan tape recorder mutakhir merk Sony TC-800 serta perangkat penyadap telepon canggih QTC-11. Hingga awal 1970, Satsus-Intel mendapat 16 sepeda motor, 3 sedan Mercedes, 2 Toyota Corolla, 3 Volkswagen, 1 Toyota Jeep, dan 1 Minibus Datsun dengan kaca belakang yang dilapisi penutup agar minibus ini digunakan untuk melakukan pemotretan rahasia. Semuanya dari CIA. (Conboy; h.57).</p>
<p>Pangkopkamtib Jenderal Soemitro dengan terus terang menyatakan jika pihaknya memang menjalin kerjasama yang erat dengan MOSSAD Israel, CIA, dan juga MI-6 Inggris dalam hal penumpasan komunis. “Dalam hal ini, Pak Sutopo Yuwono, Pak Kharis Suhud, dan Nicklany. Tiga orang ini yang saya izinkan.” (Soemitro, Dari Pangdam Mulawarman Sampai Pangkopkamtib; 1994; h. 251).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jejak CIA di Indonesia – bag.4]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/08/29/jejak-cia-di-indonesia-%e2%80%93-bag-4/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 12:30:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/08/29/jejak-cia-di-indonesia-%e2%80%93-bag-4/</guid>
<description><![CDATA[Tumbangnya Soekarno dan naiknya Jenderal Suharto disambut gembira Washingon. Presiden AS Richard M. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://i40.tinypic.com/2m64rbk.gif" alt="" width="533" height="428" /></p>
<p>Tumbangnya Soekarno dan naiknya Jenderal Suharto disambut gembira Washingon. Presiden AS Richard M. Nixon sendiri menyebut hal itu sebagai “Terbukanya upeti besar dari Asia”.</p>
<p>Untuk membangun satu kelompok militer—terutama Angkatan Darat—di Indonesia yang ‘baru’ (baca: pro Amerika), AS menyelenggarakan pendidikan militer untuk para perwira Indonesia ini di Fort Leavenworth, Fort Bragg, dan sebagainya. Pada masa antara 1958-1965 jumlah perwira Indonesia yang mendapat pendidikan ini meningkat menjadi 4.000 orang. (Suroso; 2008; h. 373)<!--more--></p>
<p>Selain militer, AS juga membangun satu kelompok elit birokrat di Universitas-Universitas AS seperti di Berkeley, MIT, Harvard, dan sebagainya, yang dikenal sebagai Mafia Berkeley. Kedua elemen ini binaan AS ini (kelompok perwira AD yang dipimpin Suharto dan kelompok birokrat yang tergabung dalam ‘Mafia Berkeley’ pimpinan Sumitro) kelak berkuasa di Indonesia setelah Soekarno ditumbangkan. Inilah cikal bakal Orde Baru (The New Order). Amerika Serikat sendiri juga dikenal sebagai pemimpin Orde Dunia Baru (The New World Order).</p>
<p>Sejak kegagalan mendukung PRRI/PERMESTA, National Security Council (NSC) lewat CIA terus memantau perkembangan situasi Indonesia secara intens. Sejumlah lembaga-lembaga sipil dan militer AS juga sangat aktif menggodok orang-orang Indonesia yang dipersiapkan duduk di kursi kekuasaan paska Soekarno.</p>
<p>Sebuah memorandum CIA yang dipersiapkan untuk State Department yang dikeluarkan di Washington, 18 September 1964 berjudul Prospek Untuk Aksi Rahasia berisi 18 point, dalam point ke-16 antara lain berbunyi:</p>
<p>…Seberapa jauh kita dapat melakukan usaha memecah PKI dan lebih penting lagi, untuk mengadu PKI melawan elemen non-komunis, khususnya dengan Angkatan Darat? Sampai sejauh mana, bila dimungkinkan, kita harus menyerang Soekarno? Apakah tidak dapat terpikirkan untuk menggerakkan tekanan internal seperti membangkitkan kerusuhan Cina tahun lalu, dan di bawah syarat-syarat tertentu mungkin akan memaksa Angkatan Darat untuk meraih kekuasaan besar guna memulihkan keamanan dan ketertiban? Kita tidak ingin nampak terlalu ambisius dalam hal ini. Tapi jika kita membangun program yang didalamnya terdapat bentuk [kurang dari 1 baris teks sumber tidak dideklasifikasikan] sebagai supplement di dalam perkembangan politik jangka panjang. Penting sekali mengetahui kemana kita akan berjalan dan mampu menuntut kemungkinan segala konsekuensinya dari segala usaha kita. Saat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini adalah sekarang, tidak ada nanti…” (Dokumen CIA: Melacak Penggulingan Soekarno dan Konspirasi G30S 1965; 2007).</p>
<p>Demikianlah. Sudah banyak literatur dan dokumen yang membongkar keterlibatan CIA di dalam peristiwa Oktober 1965, yang pada akhirnya menjatuhkan Soekarno dan menaikkan Jenderal Suharto. Atas nama pembersihan kaum komunis di negeri ini, CIA turut menyumbang daftar nama kematian (The Dead List) yang berisi 5.000 nama tokoh dan kader PKI di Indonesia kepada Jenderal Suharto. Orang yang dijadikan penghubung antara CIA dan Suharto dalam hal ini adalah Adam Malik (lihat tulisan Kathy Kadane, seorang lawyer dan jurnalis State News Service, berjudul “Para Mantan Agen Berkata: CIA Menyusun Daftar Kematian di Indonesia”; Herald Journal, 19 Mei 1990. Artikel yang sama dimuat di San Fransisco Examiner, 20 Mei 1990; di Washington Post, 21 Mei 1990; dan di Boston Globe, 23 Mei 1990). CIA memang memberi daftar kematian sejumlah 5.000 orang, namun fakta di lapangan jauh di atas angka itu. Kol. Sarwo Edhie, Komandan RPKAD saat itu yang memimpin operasi pembersihan ini, terutama di Jawa Tengah dan Timur, menyebut angka tiga juta orang yang berhasil dihabisi. Bukan tokoh PKI saja yang dibunuh, namun juga orang-orang kecil yang tidak tahu apa-apa yang menjadi korban politik kotor konspiratif antara CIA dengan para ‘local army friend’.</p>
<p>Tumbangnya Soekarno dan naiknya Jenderal Suharto disambut gembira Washingon. Presiden AS Richard M. Nixon sendiri menyebut hal itu sebagai “Terbukanya upeti besar dari Asia”. Indonesia memang laksana peti harta karun yang berisi segala kekayaan alam yang luar biasa. Jika oleh Soekarno kunci peti harta karun ini dijaga baik-baik bahkan dilindungi dengan segenap kekuatan yang ada, maka oleh Jenderal Suharto, kunci peti harta karun ini malah digadaikan dengan harga murah kepada Amerika Serikat.</p>
<p>“Salah satu hal yang paling prinsipil dari pergantian kepemimpinan di Indonesia, dari Soekarno ke Suharto adalah bergantinya karakter Indonesia dari sebuah bangsa yang berusaha menerapkan kemandirian berdasarkan kedaulatan dan kemerdekaan, menjadi sebuah bangsa yang bergantung pada kekuatan imperialisme dan kolonialisme Barat,” demikian Suar Suroso (Bung Karno, Korban Perang Dingin; 2008).</p>
<p>Prosesi digadaikannya seluruh kekayaan alam negeri ini kepada jaringan imperialisme dan kolonialisme Barat terjadi di Swiss, November 1967. Jenderal Suharto mengirim sat tim ekonomi dipimpin Sultan Hamengkubuwono IX dan Adam Malik. Tim ini kelak disebut sebagai Mafia Berkeley, menemui para CEO korporasi multinasional yang dipimpin Rockefeller. Dalam pertemuan inilah tanah Indonesia yang kaya raya dengan bahan tambang dikapling-kapling seenaknya oleh mereka dan dibagikan kepada korporasi-korporasi asing, Freeport antara lain mendapat gunung emas di Irian Barat, demikian pula yang lainnya. Bahkan landasan legal formal untuk mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia pun dirancang di Swiss ini yang kemudian dikenal sebagai UU Penanaman Modal Asing tahun 1967 (John Pilger; The NewRulers of the World). Dan jangan lupa, semua COE korporasi asing tersebut dikuasai oleh jaringan Yahudi Internasional.</p>
<p>Dalam fase awal kekuasaannya, Jenderal Suharto didampingi oleh dua tokoh Orde Baru, sama-sama Amerikanis, yakni Adam Malik dan Sultan Hamengkubuwono IX. Mereka ini dikenal sebagai Triumvirat Orde Baru.</p>
<p>Dalam tulisan berikutnya akan disorot jejak CIA di dalam masa kekuasaan Jenderal Suharto, di mana bukan hanya CIA yang diajak masuk ke Indonesia namun juga nantinya MOSSAD, sebagaimana telah ditulis dengan jelas di dalam Memoirnya Jenderal Soemitro, mantan Pangkopkamtib.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=36734">IDWS</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jejak CIA di Indonesia – bag.3]]></title>
<link>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/08/29/jejak-cia-di-indonesia-%e2%80%93-bag-3/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 12:29:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>bifisamagz</dc:creator>
<guid>http://bifisamagz.wordpress.com/2009/08/29/jejak-cia-di-indonesia-%e2%80%93-bag-3/</guid>
<description><![CDATA[Pesan rahasia CIA kepada para pimpinan PPRI agar sebelum mundur dari Riau mereka meledakkan instalas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter" src="http://i43.tinypic.com/f4i74n.jpg" alt="" width="432" height="324" /></p>
<p>Pesan rahasia CIA kepada para pimpinan PPRI agar sebelum mundur dari Riau mereka meledakkan instalasi kilang minyak Caltex dulu, agar dua batalyon US Marine yang sudah menunggu di perairan Dumai bisa mendarat dan menghantam pasukan Yani, dan setelah itu berencana merangsek ke Jakarta guna menumbangkan Soekarno, sama sekali tidak sempat dilakukan para pemberontak.<!--more--></p>
<p>Awalnya pemerintah AS membantah keterlibatannya dalam pemberontakan PRRI/PERMESTA. Namun sungguh ironis, tidak sampai tiga pekan setelah Presiden Eisenhower menyatakan hal itu, pada 18 Mei 1958, sebuah pesawat pengebom B-29 milik AS ditembak jatuh oleh sistem penangkis serangan udara Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI), setelah pesawat itu membombardir sebuah pasar dan landasan udara Ambon. Sebuah kapal laut milik ALRI juga menjadi korban (Soebadio: Hubungan Indonesia Amerika Dasawarsa ke II Tahun 1955-1965; 2005; h. 73).</p>
<p>“Sejumlah rakyat sipil, yang sedang berada di gereja pada acara Kamis Putih, terbunuh dalam serangan di komunitas Kristen tersebut,” tulis David Wise &#38; Thomas B. Ross dalam “The Invisible Government: Pemerintah Bayangan Amerika Serikat” (2007; h. 180). Pilot tempur pesawat tersebut, Allan Lawrence Pope berhasil ditangkap hidup-hidup.</p>
<p>Awalnya, AS lewat Dubes Howard P. Jones berkilah jika Pope merupakan warganegara AS yang terlibat sebagai tentara bayaran, namun pemerintah RI mendapatkan banyak bukti jika Pope merupakan agen CIA yang sengaja ditugaskan membantu pemberontakan guna menggulingkan Bung Karno.</p>
<p>“Pope bukanlah seorang tentara bayaran. Dia terbang atas perintah CIA, yang secara diam-diam mendukung para pemberontak yang mencoba menggulingkan Soekarno… Dalam konferensi pers di Jakarta, 27 Mei, yang digelar oleh Letkol Herman Pieters, Pemimpin Komando Militer Maluku dan Irian Barat di Ambon, menyatakan… 300 sampai 400 tentara AS, Filipin a, dan nasionalis Cina membantu pemberontakan itu.” (Wise &#38; Rose; h.180)</p>
<p>Atas gertakan AS yang sampai mengerahkan kekuatan dua batayon US Marine dengan Armada ke-7nya ke perairan Riau, Bung Karno sama sekali tidak gentar dan balik mengancam AS agar jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam masalah internal NKRI. “AS jangan sampai bermain api dengan Indonesia. Jangan biarkan kekurangpahaman Amerika menyebabkan meletusnya Perang Dunia Ketiga!”</p>
<p>Bung Karno segera mengirim satu pasukan besar di bawah pimpinan Ahmad Yani untuk melibas para pemberontak di Sumatera. Saat itu RRC telah menyiapkan skuadron udaranya serta ribuan tentara regulernya untuk bergerak ke Indonesia guna membantu Soekarno memadamkan pemberontakan yang didukung CIA tersebut, namun Bung Karno menolaknya. “Kekuatan angkatan perang kami masih mampu menghadapi para pemberontak itu,” ujarnya. Dan hal itu terbukti, hanya dalam hitungan jam setelah pasukan Ahmad Yani mendarat di Pekanbaru, Padang, serta Bukit Tinggi—pusat konsentrasi para pemberontak—maka kota-kota penting itu pun direbut tanpa perlawanan yang berarti.</p>
<p>Bahkan pesan rahasia CIA kepada para pimpinan pemberontak agar sebelum mundur dari Riau mereka meledakkan instalasi kilang minyak Caltex dulu, agar dua batalyon US Marine yang sudah menunggu di perairan Dumai bisa mendarat dan menghantam pasukan Yani, dan setelah itu berencana merangsek ke Jakarta guna menumbangkan Soekarno, sama sekali tidak sempat dilakukan para pemberontak. (Edisi Koleksi Angkasa: Dirty War; h.48). Juni 1958, pemberontakan ini berhasil ditumpas.</p>
<p>Sumitro Djojohadikusumo dan sejumlah tokoh yang terlibat pemberontakan melarikan diri ke Singapura dan dari ‘Basis Israel di Asia Tenggara’ itulah, kelompok ini terus menggerogoti kekuasaan Bung Karno dan berusaha agar Indonesia bisa tunduk pada kepentingan kolonialisme dan imperialisme baru (Nekolim) AS.</p>
<p>Walau awalnya AS membantah keterlibatannya, namun setelah tidak akif lagi di Indonesia, mantan Dubes AS Howard P. Jones mengakui jika dirinya tahu jika CIA ada di belakang pemberontakan itu. Hal ini ditegaskan Jones dalam memoarnya “Indonesia: The Possible Dream” (1990; h.145). Upaya CIA menumbangkan Bung Karno selalu menemui kegagalan. Dari membuat film porno “Bung Karno”, sampai dengan upaya pembunuhan dengan berbagai cara. Hal ini menjadikan CIA harus bekerja ekstra keras. Apalagi Bung Karno secara cerdik akhirnya membeli senjata dan peralatan militer ke negara-negara Blok Timur dalam jumlah besar, setelah AS menolak memberikan peralatan militernya. AS tentu tidak ingin Indonesia lebih jauh bersahabat dengan Blok Timur. Sebab itu, setelah gagal mendukung PRRI/PERMESTA, sikap AS jadi lebih lunak terhadap Indonesia.</p>
<p>19 Agustus 1958, AS akhirnya mengeluarkan pengumuman resmi jika pihaknya bersedia menjual senjatanya kepada Indonesia. “Dalam waktu enam bulan, kurang lebih 21 batalyon Indonesia telah diperlengkapi dengan senjata-senjata ringan Amerika,” (Jones; h. 154)</p>
<p>Namun walau di permukaan AS tampak kian melunak, sesungguhnya AS tengah melancarkan ‘operasi dua muka’ terhadap Indonesia. Di permukaan AS ingin terlihat memperbaharui hubungannya dengan Bung Karno, namun diam-diam CIA masih bergerak untuk menumbangkan Bung Karno dan menyiapkan satu pemerintah baru untuk Indonesia yang mau tunduk pada kepentingan Amerika. Ini termuat dalam dokumentasi laporan Hugh S. Cumming, Kepala Kementerian Pertahanan dan CIA, kepada National Security Council (NSC) pada 3 September 1958. (Suroso; Bung Karno Korban Perang Dingin; 2008; h. 331).</p>
<p>Senjata-senjata AS banyak yang dikirim kepada Angkatan Darat, dibanding angkatan lainnya dengan pertimbangan dari analisa agen-agen CIA bahwa elemen ini lebih bisa diajak bekerjasama dengan AS ketimbang elemen lainnya. Di sisi lain, CIA juga menggarap satu proyek membangun kelompok elit birokrat baru yang pro-AS yang kini dikenal sebagai ‘Berkeley Mafia’. Sumitro dan Soedjatmoko merupakan tokoh penting dalam kelompok ini. Bahkan di awal tahun 1960-an, tokoh-tokoh Mafia Berkeley ini bisa mengajar di Seskoad dan menjalin komunikasi intens dengan sekelompok perwira Angkatan Darat yang memusuhi Panglima Tertinggi/Presiden Soekarno, yang diantaranya adalah Suharto yang kelak berkuasa setelah Bung Karno ditumbangkan di tahun 1965. (untuk hal ini lebih lanjut silakan baca artikel David Ransom: “Mafia Berkeley dan Pembunuhan Massal di Indonesia, Kuda Troya Baru dari Universitas-Universitas di Amerika Serikat Masuk ke Indonesia”; Ramparts; 1971).</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=36734">IDWS</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
