<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>longsor &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/longsor/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "longsor"</description>
	<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 12:38:15 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[MASIHKAH JAWA LUMBUNG BERAS NASIONAL ? ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/masihkah-jawa-lumbung-beras-nasional/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:31:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/masihkah-jawa-lumbung-beras-nasional/</guid>
<description><![CDATA[Sebagai lumbung beras nasional, Pulau Jawa ada di titik amat kritis. Di satu sisi, karena ketergantu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/03masihkah-jawa-lumbung-beras-nasional-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3417" title="03masihkah jawa lumbung beras nasional 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/03masihkah-jawa-lumbung-beras-nasional-01.jpg?w=125" alt="" width="125" height="150" /></a>Sebagai lumbung beras nasional, Pulau Jawa ada di titik amat kritis. Di satu sisi, karena ketergantungan akut semua perut pada beras, swasembada beras menjadi keharusan bagi siapa pun yang memerintah negeri ini.</p>
<p>Beras adalah pangan mahapenting di negeri berpenduduk 230 juta ini, tak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial-politik. Karena itu, sejak Orde Baru hingga kini, baik harga, pasokan, maupun distribusi beras dikendalikan. Posisi Jawa menjadi penting karena memasok 56-60 persen (kebutuhan) beras nasional.</p>
<p>Di sisi lain, Jawa merupakan episentrum ekonomi nasional. Sekitar 70 persen uang negeri ini berputar di Jawa (Baswir, 2003). Hal ini membuat aktivitas ekonomi di Jawa berputar bak gasing. Laju industrialisasi, transformasi ekonomi, dan jumlah penduduk yang besar membuat tekanan pada lahan menjadi panas. Pertumbuhan ekonomi mendongkrak mutu sosial-ekonomi lahan nonpertanian.</p>
<p><strong>Di simpang jalan</strong></p>
<p>Perkawinan antara permintaan dan rente lahan nonpertanian yangterus meningkat ini membuat tekanan pada lahan berjalan masif. Ini membuat keberadaan hutan, sawah, dan ladang ada di simpangjalan : tetap dipertahankan sebagai kawasan penyangga dan penghasil pangan atau dikonversi.</p>
<p><!--more-->Dampak dari tekanan lahan itu bisa dilihat dari rutinitas banjir, longsor, dan kekeringan di sejumlah kota di Jawa. Namun, sejauh mana kondisi tutupan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) sebagai penyuplai air irigasi, khususnya terkait jaminan produksi pangan dari sawah, belum banyak diketahui. Ketersediaan informasi ini penting sebagai penanda kritis-tidaknya Pulau Jawa sebagai penyangga pangan nasional.</p>
<p>Hasil intrepretasi citra Landsat 2006/2007 oleh Barus dan kawan-kawan (2009) menunjukan, tutupan lahan hutan total di Jawa tinggal 14 persen, jauh dari angka ideal (30 persen) untuk menjaga lingkungan fisik dan areal sawah. Dari 156 DAS di Jawa, hanya 10 DAS (6,4 persen) yang punya tutupan luas hutan lebih dari 30 persen, bahkan 50 DAS (32 persen) di antaranya tutupan hutannya nol persen. Akibatnya, sebagian besar sub-DAS di Jawa berpotensi besar dilanda banjir/longsor rutin. Air hujan yang seharusnya bisa mengisi air tanah dan pelan-pelan dialirkan karena adanya tutupan hutan, berubah menjadi air limpasan permukaan, yang tidak saja mubazir, tetapi juga menjadi (peng)gerus lapisan subur tanah.</p>
<p>Menurut Barus dkk, dari empat kelas daerah tawan longsir (1-4, dari rendah/tidak ada sampai besar), kategori kelas tiga menempati rerata 80 persen dari tiap sub-DAS dan kelas 4 menempati areal 10 persen.</p>
<p>Dari empat kelas daerah rawan banjir, kategori kelas tiga mempunyai rerata 65 persen dari tiap sub-DAS, dan kelas empat sekitar 20 persen. Berpijak dari kombinasi ketiga kondisi itu – DAS kritis, rawan banjir, dan rawan longsor – sebenarnya lingkungan fisik di Jawa sudah rusak/kritis.</p>
<p>Apabila musim hujan, sebagian besar sawah akan banjir dan longsor. Sebaliknya, sawah akan kekeringan pada musim kemarau. Rutinitas banjir dan longsir akan membuat padi puso, DAS dan jaringan irigasi rusak. Padi adalah tanaman rakus air. Tanpa ketersediaan air memadai. Produksi padi ada di zona bahaya. Banjir, longsor, dan kekeringan akan mengancam eksistensi Jawa sebagai lumbung padi nasional.</p>
<p><strong>Jawa, basis produksi beras</strong></p>
<p>Untuk mempertahankan Jawa sebagai basis produksi beras, harus dilakukan aneka langkah cepat dan simultan.</p>
<p><em>Pertama</em>, menetapkan zonasi agroekologi sawah. Konsep pewilayahan didasari kenyataan, tiap tanaman memiliki perbedaan tingkat kesesuaian lahan. Dari zonasi agroekologi sawah oleh Nurwadjedi (2009), luas sawah mencapai 2,87 juta hektar (40 persen) dari 7,16 juta hektar kawasan budidaya di Jawa. Sebagian besar (93 persen) sawah itu berjenis tanah fluvial dan volkanik yang amat subur dibandingkan dengan tanah di luar Jawa, dengan kondisi irigasi beragam (dari teknis hingga tadah hujan). Dengan penetapan ini, sawah dalam zonasi harus dilindungi eksistensinya.</p>
<p>Penetapan dan perlindungan lahan ini merupakan amanat UU Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, ditetapkan 16 September 2009, melalui UU ini, kawasan dan lahan pertanian pangan ditetapkan (jangka panjang, menengah, dan tahunan) lewat perencanaan kabupaten/kota, provinsi, dan nasional (Pasal 11-17).</p>
<p>Keberadaan kawasan dan lahan dilindungi hanya bisa dikonversi untuk kepentingan umum. Itu pun dengan syarat mahaberat (Pasal 44-46) : didahului kajian kelayakan dan rencana alih fungsi, pembebasan kepemilikan, dan ada lahan pengganti 1-3 kali yang dikonversi plus infrastruktur. Siapa yang melakukan alih fungsi lahan yang dilindungi bisa dipidana 2-7 tahun dan denda Rp 1 – 7 milliar. Pidana ditambah jika pelakunya pejabat (Pasal 72-74).</p>
<p><em>Kedua</em>, segera dilakukan rehabilitasi tutupan hutan, menekan laju degradasi lahan dan bencana banjir. Terkait ini, penerapan pengelolaan sumber daya air terpadu dan prinsip hilir membayar hulu tidak bisa ditunda-tunda. Karakteristik air terkait daerah hulu-hilir. Konsekuensinya, batas hidrologis tidak selalu identik dengan batas administratif.</p>
<p>Pengelolaan sumber daya air harus menimbang kesatuan hidrologis sebagai satu kesatuan wilayah. Ini penting karena DAS-DAS besar di Jawa, seperti DAS Solo, Ciliwung, dan Citanduy, bersifat lintas provinsi dan melewati puluhan kabupaten/kota. Daerah hilir sebagai pengguna (irigasi dan PAM) harus memberi insentif hulu untuk melakukan konservasi dan rehabilitasi. Tanpa dua langkah ini, degradasi sawah terus berlangsung. Jika itu terjadi, lumbung beras Jawa tinggal cerita.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Masihkah Jawa Lumbung Beras Nasional ?, Khudori &#124; Penulis Buku Ironi Negeri Beras ; Peminat Sosial-Ekonomi Pertanian dan Globalisasi<br />
Kompas, 18.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalur Bojonegoro-Nganjuk Rawan Longsor  ]]></title>
<link>http://sofiansukentes.wordpress.com/2009/11/22/jalur-bojonegoro-nganjuk-rawan-longsor/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 09:48:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>sofiansukentes</dc:creator>
<guid>http://sofiansukentes.wordpress.com/2009/11/22/jalur-bojonegoro-nganjuk-rawan-longsor/</guid>
<description><![CDATA[Jalur alternatif lintas tengah penghubung Bojonegoro-Nganjuk yang melintasi kawasan hutan Jati Waduk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jalur alternatif lintas tengah penghubung Bojonegoro-Nganjuk yang melintasi kawasan hutan Jati Waduk Pacal rawan longsor. Bahkan di beberapa titik, bahu jalan amblas, ada juga yang  sudah ambrol.<a href="http://sofiansukentes.wordpress.com/files/2009/11/longsor1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-150" title="longsor" src="http://sofiansukentes.wordpress.com/files/2009/11/longsor1.jpg" alt="" width="265" height="198" /></a></p>
<p>Seperti di  kilometer 24 arah Nganjuk, tepatnya di jalur tanjakan Watu Celeng, sekitar 25 meter bahu jalan sebelah utara mengalami longsor. Ambrolnya bahu jalan tidak hanya terjadi di daerah itu, juga dialami jalur di km 26 dan km 27.</p>
<p>Saat ini di tiga  jalur titik rawan longsor sedang ada  perbaikan, dan diperkirakan rampung sebelum musim penghujan tiba. Pengerjaan proyek sedang dikebut. Seperti di jalur km 24, proyek sudah memasuki tahap finishing (penyelesaian akhir).</p>
<p>Selama ini jalur Bojonegoro – Nganjuk memang sudah sering kali mengalami longsor. Pada awal tahun ini jalur itu pernah terputus. Dan jalur itu kembali normal setelah dikeruk secara manual warga sekitar lokasi yang longsor.</p>
<p>Pada km 45 atau di Desa Pajeng, Kec. Gondang, Kab. Bojonegoro, yang berdekatan dengan perbatasan Kabupaten Nganjuk sudah tidak terhitung terjadi kemacetan kendaraan di sana. Tidak adanya rambu-rambu peringatan bahwa kawasan itu berbahaya, setidaknya menambah daftar panjang korban kecelakaan. Titik paling rawan berada di selatan Gunung Pegat.<br />
Dan kepada para pegendara motor atau mobil diharapkan hati-hati</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Longsor di Purworejo, 37 Rumah Rusak, 285 KK Terisolir ]]></title>
<link>http://seputarbencana.wordpress.com/2009/11/22/longsor-di-purworejo-37-rumah-rusak-285-kk-terisolir/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 06:27:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>ypramudya</dc:creator>
<guid>http://seputarbencana.wordpress.com/2009/11/22/longsor-di-purworejo-37-rumah-rusak-285-kk-terisolir/</guid>
<description><![CDATA[Sabtu, 21 November 2009 | 19:51 WIB PURWOREJO, KOMPAS.com &#8211; Bencana longsor terjadi di Desa Ce]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>Sabtu, 21 November 2009 &#124; 19:51 WIB</div>
<p><strong>PURWOREJO, KOMPAS.com</strong> &#8211; Bencana longsor terjadi di Desa Cepedak dan Giyombong, Kabupaten Purworejo, Jumat (20/11) malam. Akibat musibah ini, 37 rumah rusak ringan, sembilan rumah roboh, dan Desa Giyombong yang berpenduduk 285 kepala keluarga (KK) terisolir karena akses jalan tertutup longsor.</p>
<p>Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Hardoyo, Sabtu (21/11) mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mendata kerusakan dan nilai kerugian yang ditimbulkan. &#8220;Sejauh ini, diperkirakan, nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Longsoran tanah tersebut berasal dari kawasan perbukitan Menoreh sebelah barat, dengan tinggi bukit berkisar 40-50 meter dari tanah. Delapan dari sembilan rumah yang roboh tersebut terdapat di Desa Giyombong, dan satu rumah lainnya di Desa Cepedak. Dari 37 rumah yang rusak ringan, sebanyak 35 rumah terdapat di Desa Giyombong, dan dua rumah di Desa Cepedak.</p>
<p>Di Desa Giyombong, longsor juga telah merobohkan tiang-tiang listrik dan memutus saluran pipa yang dipasang warga dari sumber air di perbukitan menuju desa. Hal ini membuat listrik padam, dan seluruh warga kesulitan air bersih.</p>
<p>Selain itu, sebanyak 49 titik longsoran juga jatuh menutupi akses yang menghubungkan antara Desa Giyombong hingga pusat kecamatan Bruno yang berjarak sekitar 20 kilometer. Satu titik longsoran bisa menutupi jalan sepanjang tiga hingga 20 meter. Kondisi ini membuat akses jalan benar-benar tertutup dan tidak dapat dilalui kendaraan apa pun, roda dua sekalipun.</p>
<p>Desa Giyombong adalah desa terakhir di Kecamatan Bruno, yang bersebelahan dengan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Untuk menuju Kabupaten Wonosobo, mereka harus menyeberangi hutan pinus. Untuk aktivitas sehari-hari, warga biasa memanfaatkan akses jalan menuju pusat kecamatan Bruno.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Kepala Desa Giyombong Yogi Santoso mengatakan, sejak Jumat malam, evakuasi warga berikut barang-barang yang dapat diselamatkan, sudah mulai dilakukan. Mereka yang menjadi korban, baik yang rumahnya roboh atau rusak ringan, saat ini sudah diungsikan ke rumah tetangga atau kerabat yang lokasinya cukup aman dan tidak berpotensi tert impa longsor. &#8220;Mulai hari ini, kami juga akan mulai melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa longsoran,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan adanya bencana ini, Yogi menginstruksikan segenap warga Desa Giyombong untuk waspada. Saat malam, setiap keluarga diminta bergantian tidur, untuk berjaga-jaga, mengantisipasi bencana longsor.</p>
<p>Sebelumnya, Yogi mengatakan, bencana ini didahului turunnya hujan lebat sejak Jumat sore, sekitar pukul 16.00. Tak berapa lama, muncul beberapa titik longsoran kecil, dan pada mal am hari, suasana desa pun berangsur panik karena rumah sejumlah warga mulai tertimpa longsor.</p>
<p>sumber : http://regional.kompas.com/read/xml/2009/11/21/1951521/Longsor.di.Purworejo..37.Rumah.Rusak..285.KK.Terisolir.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PERANG GAIB REBUTAN MEUTYA HAFID ANTARA  PEJABAT-PEJABAT TINGGI VS LETKOL BOBBY YANG KERE HASILKAN BENCANA ALAM.]]></title>
<link>http://qcobain.wordpress.com/2009/11/19/perang-gaib-rebutan-meutya-hafid-antara-pejabat-pejabat-tinggi-vs-letkol-bobby-yang-kere-hasilkan-bencana-alam/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 17:37:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bobby Meidianto</dc:creator>
<guid>http://qcobain.wordpress.com/2009/11/19/perang-gaib-rebutan-meutya-hafid-antara-pejabat-pejabat-tinggi-vs-letkol-bobby-yang-kere-hasilkan-bencana-alam/</guid>
<description><![CDATA[INILAH SEMUA PARA TERSANGKA, ORANG2 TERKUTUK, YG SUDAH MEMBUAT ULAH KEPADA LETKOL BOBBY MEIDIANTO, Y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>INILAH SEMUA PARA TERSANGKA, ORANG2 TERKUTUK, YG SUDAH MEMBUAT ULAH KEPADA LETKOL BOBBY MEIDIANTO, YANG TELAH MENYEBABKAN KEGAGALAN PERKAWINAN LETKOL BOBBY MEIDIANTO-MEUTYA HAFID, DAN YG HARUS MENDAPATKAN PEMBALASAN.</strong></p>
<p><strong>MEREKA INILAH: PARA GERMO, PELACUR, PENZINA, BAJINGAN, HAJI2 PENZINA, DAN PENJUAL NEGARA RI.</strong></p>
<p><strong>*PRESIDEN HAJI SBY, AGUS HARIMURTI, EDHIE BASKORO, HAJI WIRANTO,AGUNG WIRANTO, HAJI JUSUF KALLA, HAJI TAUFIK KIEMAS, SURYA PALOH, JENDRAL ERWIN + ANAK2NYA , JENDRAL PRAMONO + ANAK2NYA, SUBAGYO HS, AGUS ISROK MIKROJ, HENDRO PRIYONO,DENNY JA, WIDODO AS, SYAMSIR SIREGAR, SUADI MARASABESSY, SUTIYOSO, FAUZI BOWO, AULIA POHAN ,MEGAWATI, GURUH SOEKARNO, GUNTUR SOEKARNO, ANTASARI, SIGIT WIRANTO, SYAMSURIZAL ASSEGAF[INDOSIAR], SYAMSIR SIREGAR, HAJI QURAISY SHIHAB, HAJI ALAWWY SHIHAB, FERRY YULIANTONO, BOY NOVA, ANDRE SIAHAAN, LEONARD SAMOSIR, AM FATWA, RIKY SI HOMOSEK, WIMAR WITOELAR, C. SITUMORANG, MENLU HASAN WIRAJUDA,INDRAJAYA PIULANG , OC. KALIGIS CS, DA’I BACHTIAR, KPH. ROESDIHARJO, JENDRAL SUTANTO, KETUA DPRD SUMUT [DEATH], MARKUS [PASPAMPRES], MIZAN PEMILIK MIZAN PUBLISHING, ILHAM AKBAR, TAREK KEMAL, BOBBY SANDORA MUKSIN ALATAS BESERTA BAPAK DAN IBUNYA SERTA ADIKNYA, AVIAN TUMENGKOL BESERTA KELUARGANYA, BUDIANTO [KAMERAMEN METRO TV], BUDI PUTRA, SAMUEL GINTING, DIAN KHRISNA, SRI BINTANG PAMUNGKAS , GI. JOE COMBATAN [dalam friendster.com], ARIFIN M. NOOR, CAK NUN [MH. AINUN NAJIB], AA GYM, THUKUL ARWANA, AGUM GUMELAR, AGUNG LAKSONO, GENDENG PAMUNGKAS, TEBO CS, KEPONAKAN/SEPUPU LAKI2 MEUTYA HAFID, NY METTY HAFID [IBU DARI MEUTYA HAFID] BESERTA ADIK DAN KAKAKNYA [KELUARGA PAMAN DAN BIBI MEUTYA HAFID] DAN ADIKADIK SERTA KAKAK MEUTYA HAFID SEKALIAN PEMBANTU RUMAH DAN SOPIR SERTA TUKANG KEBUN MEUTYA HAFID , PERMADI SH, PIMPINAN DAN STAFF/KARYAWAN DPP HANURA, DPP PDI PERJUANGAN,DPC HANURA SOLO, DPC PDI PERJUANGAN SOLO, DPP GOLKAR, DPD GOLKAR SUMUT, DPC GOLKAR MEDAN, REDAKSI KOMPAS, SUARA MERDEKA, MEDIA INDONESIA, LAMPUNG POS, WASPADA.COM,WASPADA ONLINE.COM, FORUM.DETIK.COM, INDOSIAR, METRO TV, DETIK, PIKIRAN RAKYAT, SOLO POS, ANDI MALARANGGENG, ARIS MUNANDAR, GROUP MUSIK KUBURAN, BENCONG2 &#38; HOMOSEK2 SOLO DAN DKI JAKARTA, WEBMASTER &#38; ADMINISTRATOR MABES POLRI, SUMDAMAN PERS [EKO PRASETYO CS], KOMBES LUTFIANTO, HAJI JOKOWI &#38; RUDYATMO [Solo], PARA MAGICIAN &#38; PARANORMAL YG DI PAKAI OLEH METRO TV, INDOSIAR &#38; AN TV [DIANTARANYA MASUK DALAM SIARAN DARI AN TV, YG DI LIPUT SAAT BERADA DI BANYUWANGI], JUGA DIREKTUR, MANAJER &#38; STAFF &#38; KARYAWAN, KRUW &#38; KAMERAMEN AN TV, METRO TV, INDOSIAR, TERMASUK SATPAM2 METRO TV, ASIH SUBAGYO [YAKUB PAJANG PEDAGANG HIK DEPAN GEDUNG MAWAR PASAR KEMBANG KEMLAYAN, JL.DR.RAJIMAN SOLO] DAN KAWAN-KAWANNYA, SEMUA DIREKTUR , STAFF DAN KARYAWAN KOMITE BANGKIT INDONESIA [KAWAN-KAWAN FERRY YULIANTONO]*.</strong></p>
<p><STRONG><br />
INFO: HTTP://BOBBYMEIDIANTO.WORDPRESS.COM<br />
</STRONG></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bencana Alam di Musim Angin Barat di Indonesia]]></title>
<link>http://wahyuancol.wordpress.com/2009/11/18/bencana-alam-di-musim-angin-barat-di-indonesia/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 00:17:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>wahyuancol</dc:creator>
<guid>http://wahyuancol.wordpress.com/2009/11/18/bencana-alam-di-musim-angin-barat-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Sekarang bulan Nopember 2009, angin barat mulai bertiup dan hujan yang intensif sudah dimulai sejak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sekarang bulan Nopember 2009, angin barat mulai bertiup dan hujan yang intensif sudah dimulai sejak ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mencari Sisa Potongan Tubuh Faizal di Longsor Palopo]]></title>
<link>http://komiocy.wordpress.com/2009/11/12/mencari-sisa-potongan-tubuh-faizal-di-longsor-palopo/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 04:33:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>komiocy</dc:creator>
<guid>http://komiocy.wordpress.com/2009/11/12/mencari-sisa-potongan-tubuh-faizal-di-longsor-palopo/</guid>
<description><![CDATA[KOMPAS/AGUS SUSANTO ilustrasi KOMPAS. com -Kamis, 12 November 2009 | 01:13 WIB PALOPO, Semua jenazah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[KOMPAS/AGUS SUSANTO ilustrasi KOMPAS. com -Kamis, 12 November 2009 | 01:13 WIB PALOPO, Semua jenazah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Longsor Ancam 1.000 KK di Maninjau]]></title>
<link>http://antaratv.wordpress.com/2009/11/10/longsor-ancam-1-000-kk-di-maninjau/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 07:32:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>jinrepublik</dc:creator>
<guid>http://antaratv.wordpress.com/2009/11/10/longsor-ancam-1-000-kk-di-maninjau/</guid>
<description><![CDATA[Setelah gempa pada akhir September lalu, sekitar 1.000 kepala keluarga di Nagari Tanjung Sani dan Ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setelah gempa pada akhir September lalu, sekitar 1.000 kepala keluarga di Nagari Tanjung Sani dan Ba]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2 Lansia Nyaris Tertimbun Tanah Longsor]]></title>
<link>http://justcopas.wordpress.com/2009/10/15/2-lansia-nyaris-tertimbun-tanah-longsor/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 20:51:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>adminidiot</dc:creator>
<guid>http://justcopas.wordpress.com/2009/10/15/2-lansia-nyaris-tertimbun-tanah-longsor/</guid>
<description><![CDATA[Just Copas &#8211; Rumah milik Kiyah dan Ijah di Kampung Papisangan, Desa Tangkil, Cidahu, Sukabumi,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Just Copas &#8211; Rumah milik Kiyah dan Ijah di Kampung Papisangan, Desa Tangkil, Cidahu, Sukabumi,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cintai Lingkungan Dengan Efisisensi Kertas]]></title>
<link>http://ahnku.wordpress.com/2009/10/11/cintai-lingkungan-dengan-efisisensi-kertas/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 12:18:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>ahnku</dc:creator>
<guid>http://ahnku.wordpress.com/2009/10/11/cintai-lingkungan-dengan-efisisensi-kertas/</guid>
<description><![CDATA[Setiap lembar kertas yang kita gunakan merupkan hasil penebangan kayu produktif. Kayu-kayu tesebut r]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignright size-full wp-image-165" title="kertas" src="http://ahnku.wordpress.com/files/2009/10/kertas.jpg" alt="kertas" width="358" height="336" />Setiap lembar kertas yang kita gunakan merupkan hasil penebangan kayu produktif. Kayu-kayu tesebut rata-rata berusia lima sampai sepuluh tahun. Sumber utama penghasil kayu hingga saat ini adalah hutan. Sekitar 42 % pabrik kayu yang ada di Indonesia, bekerja dalam pengolahan kayu menjadi kertas. Karenanya, kertas menyebabkan banyak penebangan terhadap hutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi hutan semakin kritis. Laju kerusakan hutan mencapai 1,08 juta hektar pertahun. Data terakhir mengungkapkan luas hutan yang ada di Indonesia hanya tingga 88 juta hektar. Jika kondisi ini tetap dipertahankan. Kurang dari 80 tahun ke depan hutan yang kita miliki akan habis. Fungsi hutan sudah tidak seimbang lagi. Manusia hanya memanfaatkan hutan sebagai penghasil ekonomi saja. Yang kemudian berpengaruh pada peningkatan devisa negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Kerusakan hutan sangat mempengaruhi keseimbangan lingkungan. Bencana alam yang terjadi akibat kerusakan hutan adalah Banjir, kekeringan, dan tanah longsor, serta ancaman pemanasan global yang semakin mengancam. Ketiga ancaman tersebut, faktanya saat ini menduduki bencana terbesar yang menlanda manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengingat alir penebangan hutan yang mencapau 42% adalah untuk kertas. Sudah saatnya timbul kesadaran pada hutan. Kita harus menumbuhkan <strong>kepedulian</strong> pada pada lingkungan. Sudah saatnya ada metode baru sebagai alternatif efisiensi kertas.</p>
<p style="text-align:justify;">Adakah inovasi efisiensi kertas yang kamu tawarkan??? Indonesai sedang menunggu inovasi itu. Atau bencana yang akan mendahului inovasi itu. Peduli lingkungan untuk masa depan kita yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-167 alignnone" title="Hutan" src="http://ahnku.wordpress.com/files/2009/10/hutan.png" alt="Hutan" width="660" height="70" /></p>
<p style="text-align:justify;">Data terakhir Dephut menyebutkan bahwa laju kerusakan hutan Indonesia mencapai 1,08 juta hektar pada tahun 2008. Jumlah tersebut sangat besar dibandingkan dengan sisa hutan Indonesia yang tinggal 88 juta hektar. Jika laju kerusakan hutan tersebut terus bertahan dan tidak ada upaya untuk melestarikannya. Dapat dipastikan bahawa 80 tahun mendatang Indonesia akan kehilangan semua hutannya. (<a href="http://www.dephut.go.id/">www.dephut.go.id</a>)</p>
<p style="text-align:justify;">Jumlah industri kayu yang bekerja dalam pembuatan kertas adalah 42% dari jumlah indusitri kayu yang ada di Indonesia. (<em>15 fakta tentang kertas dan global warming)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Hutan memiliki banyak fungsi bagi kehidupan. <strong>Fungsi ekonomi</strong>, <strong>fungsi ekologis</strong>, <strong>fungsi klimatologis</strong>, dan <strong>fungsi hidrolis</strong>. Namun fungsi yang kebanyakan digunkan saat ini hanyalah fungsi ekonimi. Sehingga keberadaan hutan hanya dijadikan sebagai sumber kayu, rotan dan lain-lain yang kemudian berpengaruh bagi peningktan devisa negara. Fungsi ekologis di mana hutan akan menjadi subjek yang menjaga kesuburan tanah, mencegah erosi, mencegah banjir, dan mepertahankan keanekaragaman hayati semakin dilupakan. Perubahan iklim dan menumpuknya zat-zat penyebab <em>global warming </em>merupakan salah satu akibat dari fungsi klimatologis hutan yang mulai tidak diperhatikan. Serta kekeringan yang sering melanda diakibatkan karena hutan sebagai pengatur hidrolis sudah tidak berfungsi lagi. fungsi-fungsi hutan yang sudah tidak seimbang tersebut, memberikan ancama-ancama ekologi yang nyata bagi manusia. (<a href="http://e-dukasi.net" target="_blank"><em>e-dukasi.net</em></a>)</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ahnku.wordpress.com/2009/10/11/cintai-lingkungan-dengan-efisisensi-kertas/" target="_self"><img class="aligncenter size-medium wp-image-58" src="http://ahnku.wordpress.com/files/2009/09/komentar-t.png?w=300" alt="" width="300" height="73" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://stosfestival.org/"><img class="aligncenter" src="http://stosfestival.org/images/pendukung/logo%20pendukung.jpg" alt="" width="500" height="75" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tim SAR Evakuasi Lima Korban Tertimbun Longsor]]></title>
<link>http://antaratv.wordpress.com/2009/10/06/tim-sar-evakuasi-lima-korban-tertimbun-longsor/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 03:10:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>jinrepublik</dc:creator>
<guid>http://antaratv.wordpress.com/2009/10/06/tim-sar-evakuasi-lima-korban-tertimbun-longsor/</guid>
<description><![CDATA[Memasuki hari ke lima pascagempa 7,6 skala richter di Sumber, tim SAR gabungan kembali mengevakuasi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Memasuki hari ke lima pascagempa 7,6 skala richter di Sumber, tim SAR gabungan kembali mengevakuasi ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Banjir Mandailing Natal Telan 38 Jiwa]]></title>
<link>http://situgintung.wordpress.com/2009/09/15/banjir-mandailing-natal-telan-38-jiwa/</link>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 18:24:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>situgintung</dc:creator>
<guid>http://situgintung.wordpress.com/2009/09/15/banjir-mandailing-natal-telan-38-jiwa/</guid>
<description><![CDATA[15/09/2009 22:40 Liputan6.com, Mandailing Natal: Korban tewas akibat banjir bandang di Kecamatan Mua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[15/09/2009 22:40 Liputan6.com, Mandailing Natal: Korban tewas akibat banjir bandang di Kecamatan Mua]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TANAH LONGSOR]]></title>
<link>http://rianeko.wordpress.com/2009/09/14/tanah-longsor/</link>
<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 18:17:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>rianeko</dc:creator>
<guid>http://rianeko.wordpress.com/2009/09/14/tanah-longsor/</guid>
<description><![CDATA[Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi di mana terjadi pergerakan tanah seperti jatuhnya bebat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-47" title="tanah longsor" src="http://rianeko.wordpress.com/files/2009/09/tanah-longsor.jpeg" alt="tanah longsor" width="124" height="98" /></p>
<p>Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi di mana terjadi pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:</p>
<p>* erosi yang disebabkan sungai-sungai atau gelombang laut yang menciptakan lereng-lereng yang terlalu curam<br />
* lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat<br />
* gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah<br />
* gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu<br />
* getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir<br />
* berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-48" title="tanah longsor 2" src="http://rianeko.wordpress.com/files/2009/09/tanah-longsor-2.jpeg" alt="tanah longsor 2" width="127" height="85" /></p>
<p>From : Wikipedia Indonesia</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENGAPA KORBAN GEMPA SANGAT BANYAK ?]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/10/mengapa-korban-gempa-sangat-banyak/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 02:41:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/10/mengapa-korban-gempa-sangat-banyak/</guid>
<description><![CDATA[Gempa kedatangannya selalu mengejutkan dan menimbulkan kepanikan, bahkan juga mengundang kepiluan ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2498" title="korban gempa" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/korban-gempa.jpg?w=150" alt="korban gempa" width="150" height="113" />Gempa kedatangannya selalu mengejutkan dan menimbulkan kepanikan, bahkan juga mengundang kepiluan karena dampaknya sering kali fata. Begitu pula gempa yang menerjang selatan Jawa Barat Rabu (2/9) lalu. Namun, mengapa gempa kali ini menelan banyak korban jiwa ? Korban tewas 73 orang dan hilang 34 orang.</p>
<p>Gempa yang menghantam selatan Jawa Barat itu berkekuatan 7,5 skala Richter (hasil koreksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada Jumat 4/9, yang sebelumnya menyebut 7,3 SR beberapa menit setelah munculnya gempa utama) tergolong besar. Koreksian ini lebih tinggi daripada pengukuran United States Geological Survey (USGS), sebesar 7,4 Magnitudo.</p>
<p>Rekaman seismograf menunjukkan posisi episenter relatif lebih dekat ke daratan dibandingkan ke zona subduksi. Namun, pusat gempa itu tergolong gempa dalam, sekitar 30 kilometer. Kondisi inilah yang menyebabkan tidak terjadi tsunami berarti. Di Pameungpeuk, Kabupaten Garut, pemantau pasang surut milik Bakosurtanal, hanya mencatat ketinggian pasang 1 meter.</p>
<p>Dalamnya episenter itu membuat guncangannya terasa meluas. Menurut  Kepala Pusat Vulanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Departemen Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Surono, kondisi ini ibarat sorotan senter kepada obyek. Apabila dekat dengan obyek, cahayanya terang tetapi terbatas yang tersorot. Adapun jika obyek jauh, cahaya akan menyebar tetapi intensitasnya rendah.</p>
<p>Terjangan gempa kuat di Jawa Barat itu punya efek besar karena Jawa Barat bagian selatan merupakan daerah rawan longsir.</p>
<p><!--more-->“ Tingkat kerawanan tanah longsor di Jawa Barat tertinggi di Indonesia. Itu karena wilayah ini tersusun dari tanah berpasir yang mudah lepas bila terkena guncangan, “ kata Surono.</p>
<p><strong>Sesar Cimandiri</strong></p>
<p>Selain kondisi tanah yang labil, Jawa Barat juga banyak dilalui sesar mikro yang sangat aktif, terutama Sesar Cimandiri yang membentang dari Kabupaten Sukabumi hingga ke Lembang di Bandung bagian utara dan Sesar Baribis di sekitar Kabupaten Majalengka. Selain itu, juga ada sesar di Kabupaten Garut yang belum teridentifikasi. “ Sesar ini relatif kecil, tetapi berada di pemukiman padat, “ tambah Surono.</p>
<p>Sesar ini juga menyimpan ancaman lain karena juga mengakumulasi energi. Ketika terusik gempa dari zona subduksi, bagian bebatuan yang rapuh akan bergeser dan melepaskan enegi sehingga menimbulkan gempa. Kondisi seperti itu antara lain yang terjadi di Sesar Opak Yogyakarta pada tahun 2006.</p>
<p>Daerah selatan Jawa Barat secara umum memang berpenduduk padat karena tergolong bertanah subur, tetapi ancaman bahanya juga tinggi. Karena itu, PVMBG telah membuat Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah untuk tingkat kabupaten di kawasan tersebut tahun 2001 dan telah melakukan sosialisasi serta penerapan di lapangan oleh pemerintah daerah setempat. Di Garut, misalnya, telah dibuat rencana kontingensi untuk bencana tanah longsor.</p>
<p>Hal inilah yang menyebabkan penurunan drastis jatuhnya korban akibat tanah longsor. “ Namun, belakangan ini dengan bergantinya kepengurusan di pemda setempat, penetapan zona itu tidak lagi diindahkan, “ ungkap Surono.</p>
<p><strong>Tiga faktor</strong></p>
<p>Daerah Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Bandung Selatan termasuk daerah yang terdekat dengan pusat gempa dan zona subduksi lempeng. Namun, ketika gempa Rabu (2/9) mengguncanh Cianjur, kondisinya ibarat “sudah jatuh tertimpa tangga”.</p>
<p>Menurut pengamatan Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sugeng Triutomo, paling tidak ada tiga faktor yang menyebabkan tingginya korban jiwa di wilayah ini.</p>
<p>Selain daerahnya tergolong rawan longsor, banyak penduduk yang justru tinggal di wilayah yang berbahaya itu. Rumah-rumah penduduknya juga berkualitas rendah. “ Upaya pembangunan kembali nantinya harus mengacu pada konstruksi tahan gempa. Konstruksi ini tidak harus mahal. Bangunan dari kayu yang ringan justru lebih tahan gempa dibandingkan dengan tembok, “ ujarnya.</p>
<p>Pascagempa itu, menurut Sugeng, harus ada upaya merelokasi warga dari daerah rawan tanah longsor ke daerah yang aman. Upaya pencegahan di daerah perbukitan yang rawan longsor dapat dilakukan dengan membuat terasering meskipun cara ini mahal.</p>
<p><strong>Tanah endapan</strong></p>
<p>Intensitas gempa di Jawa Barat begitu terasa di Jakarta, yang jaraknya rekatif jauh dari pusat gempa. Hal ini karena terjadi amplifikasi gelombang ketika sampai di daerah tanah aluvial atau endapan yang relatif lunak. Jakarta memang tersusun dari tanah endapan sungai pada masa purba.</p>
<p>Begitu pula yang terjadi di Yogyakarta dan Bandung. Daerah-daerah tersebut tersusun dari tanah endapan luapan lahar gunung berapi dan daerah cekungan danau purba. Daerah cekungan bersifat mengumpulkan gelombang gempa.</p>
<p>Di daerah-daerah tersebut pembangunan rumah harus mengacu pada kaidah standar keamanan bangunan yang tinggi. Hal itu karena pada gedung tinggi akan terjadi faktor ayunan saat diguncang gempa.</p>
<p>Khusus untuk wilayah Jakarta, Sugeng mengingatkan, selain faktor keamanan itu, harus diperhatikan ancaman amblesnya bangunan. Ketika terjadi guncangan gempa dapat terjadi likuifaksi atau pelembekan tanah. Tanah yang mengalami pembebanan tinggi akan ambles, apalagi jika di bawahnya berongga.</p>
<p>Untuk mencegah ancaman tersebut di Jakarta harus ada pengendalian penyedotan air tanah, bahkan harus ada upaya pengisian kembali air tanah dalam. Sugeng mengamati subsiden di kawasan Thamrin yang terjadi sejak 1980-an.</p>
<p>Mengahadapi ancaman bencana-bencana itu, Sugeng dan Surono mengingatkan perlunya memberdayakan masyarakat untuk melakukan upaya penyelamatan dari bencana.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Mengapa Korban Gempa Sangat Banyak ? – Yuni Ikawati<br />
Kompas, 07.09.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[CITRA SATELIT ALOS TERHADAP DAMPAK GEMPA ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/10/citra-satelit-alos-terhadap-dampak-gempa/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 02:35:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/10/citra-satelit-alos-terhadap-dampak-gempa/</guid>
<description><![CDATA[Lokasi longsor di Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat terja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2493" title="satelit alos" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/satelit-alos.jpg?w=150" alt="satelit alos" width="150" height="112" />Lokasi longsor di Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat terjangan gempa bumi, Ranu (2/9), dapat dipantau oleh satelit ALOS-AVNIR2 (Advanced Land Observing Satellite-Advanced Visible and Near Infrared Radiometer Type 2) milik Jepang.</p>
<p>Data citra satelit tersebut diambil Jumat (4/9) kemudian dikirim oleh JAXA Sentinel Asia – Asian Disaster Reduction Center ke Pusat Pengembangan Pemanfaatan dan Teknologi Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berdasarkan permintaan lembaga riset ini.</p>
<p>“ Data itu kami olah dan analisis dengan membandingkan kondisi lokasi gempa pada citra sebelum dan sesudah gempa, “ ujar Totok Suprapto, Kepala Bidang Pemantauan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Lapan.</p>
<p><!--more--><img class="aligncenter size-full wp-image-2494" title="satelit alos tampilkan dampak gempa di cianjur" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/satelit-alos-tampilkan-dampak-gempa-di-cianjur.jpg" alt="satelit alos tampilkan dampak gempa di cianjur" width="500" height="221" /><br />
Menurutnya, citra satelit beresolusi 10 meter ini menunjukkan kawasan longsor terlihat pada kawasan hampir sepanjang 1 kilometer. Citra satelit ALOS mulai dimanfaatkan Lapan tahun 2006. Kelebihannya dibandingkan dengan satelit lain adalah pada penggunaan dua sistem sekaligus, yaitu optik dan radar. Selain itu, sensornya dapat diarahkan untuk merekam gambar lokasi tertentu.</p>
<p>“ Dalam satu minggu minimal satu kali satelit ini melewati Indonesia, “ tutur Totok.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Satelit ALOS Tampilkan Dampak Gempa di Cianjur, Yuni Ikawati<br />
Kompas, 07.09.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tertimbun Longsor, Bayi 8 Bulan Selamat]]></title>
<link>http://lessersunda.wordpress.com/2009/09/08/tertimbun-longsor-bayi-8-bulan-selamat/</link>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:12:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Torry Kuswardono</dc:creator>
<guid>http://lessersunda.wordpress.com/2009/09/08/tertimbun-longsor-bayi-8-bulan-selamat/</guid>
<description><![CDATA[ENDE, POS KUPANG. com &#8212; Bayi Rikardo (8 bulan) yang sedang tidur lelap bersama orangtuanya, Se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[ENDE, POS KUPANG. com &#8212; Bayi Rikardo (8 bulan) yang sedang tidur lelap bersama orangtuanya, Se]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Warga Bakunase Diminta Rawat Anakan Bambu]]></title>
<link>http://lessersunda.wordpress.com/2009/09/07/warga-bakunase-diminta-rawat-anakan-bambu/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 07:34:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Torry Kuswardono</dc:creator>
<guid>http://lessersunda.wordpress.com/2009/09/07/warga-bakunase-diminta-rawat-anakan-bambu/</guid>
<description><![CDATA[KUPANG, POS KUPANG.Com &#8212; Lurah Bakunase, Bustaman, S.STp meminta warga setempat, khususnya yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[KUPANG, POS KUPANG.Com &#8212; Lurah Bakunase, Bustaman, S.STp meminta warga setempat, khususnya yan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Longsor Tolnaku: BNPB Minta Pemkab Kupang Ajukan Proposal]]></title>
<link>http://lessersunda.wordpress.com/2009/09/07/longsor-tolnaku-bnpb-minta-pemkab-kupang-ajukan-proposal/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 06:16:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Torry Kuswardono</dc:creator>
<guid>http://lessersunda.wordpress.com/2009/09/07/longsor-tolnaku-bnpb-minta-pemkab-kupang-ajukan-proposal/</guid>
<description><![CDATA[KUPANG, POS KUPANG. com &#8212; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat meminta Pemerinta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[KUPANG, POS KUPANG. com &#8212; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat meminta Pemerinta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belasungkawa untuk korban gempa Jawa Barat ]]></title>
<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2009/09/04/belasungkawa-untuk-korban-gempa-jawa-barat/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 04:11:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>togarsilaban</dc:creator>
<guid>http://togarsilaban.wordpress.com/2009/09/04/belasungkawa-untuk-korban-gempa-jawa-barat/</guid>
<description><![CDATA[Duka kembali menjerat saudara kita, tak dinyana tak diduga gempa tektonik mengoyak-ngoyak sebagian w]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Duka kembali menjerat saudara kita, tak dinyana tak diduga gempa tektonik mengoyak-ngoyak sebagian w]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Data korban dan kerusakan Gempa di Tasikmalaya]]></title>
<link>http://answering.wordpress.com/2009/09/02/data-korban-dan-kerusakan-gempa-tasikmalaya/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 14:52:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://answering.wordpress.com/2009/09/02/data-korban-dan-kerusakan-gempa-tasikmalaya/</guid>
<description><![CDATA[Gempa yang mengguncang Tasikmalaya 7,3 skala richter mengakibatkan kerusakan-kerusakan gedung dan ju]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gempa yang mengguncang Tasikmalaya 7,3 skala richter mengakibatkan kerusakan-kerusakan gedung dan ju]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Korban Longsor Mengeluh Sesak Napas]]></title>
<link>http://lessersunda.wordpress.com/2009/08/29/korban-longsor-mengeluh-sesak-napas/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 15:30:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Torry Kuswardono</dc:creator>
<guid>http://lessersunda.wordpress.com/2009/08/29/korban-longsor-mengeluh-sesak-napas/</guid>
<description><![CDATA[Sabtu, 29 Agustus 2009 | 13:23 WITA RUTENG, POS KUPANG.Com&#8212;Ferdinandus Fata (30), salah seoran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sabtu, 29 Agustus 2009 | 13:23 WITA RUTENG, POS KUPANG.Com&#8212;Ferdinandus Fata (30), salah seoran]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bencana, Kemandirian dan Asuransi]]></title>
<link>http://klipingcliping.wordpress.com/2009/08/29/bencana-kemandirian-dan-asuransi/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 06:50:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>klipingcliping</dc:creator>
<guid>http://klipingcliping.wordpress.com/2009/08/29/bencana-kemandirian-dan-asuransi/</guid>
<description><![CDATA[Tanggal 3 Maret 2007 ini, kembali kita dikagetkan dengan bencana longsor Manggarai di Nusa Tenggara ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tanggal 3 Maret 2007 ini, kembali kita dikagetkan dengan bencana longsor Manggarai di Nusa Tenggara ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Longsor di Manggarai, 1 Tewas, 3 Kritis]]></title>
<link>http://lessersunda.wordpress.com/2009/08/26/longsor-di-manggarai-1-tewas-3-kritis/</link>
<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 06:58:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Torry Kuswardono</dc:creator>
<guid>http://lessersunda.wordpress.com/2009/08/26/longsor-di-manggarai-1-tewas-3-kritis/</guid>
<description><![CDATA[Rabu, 26 Agustus 2009 | 11:55 WITA RUTENG, POS KUPANG.Com&#8212;Satu orang tewas dan tiga kritis aki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Rabu, 26 Agustus 2009 | 11:55 WITA RUTENG, POS KUPANG.Com&#8212;Satu orang tewas dan tiga kritis aki]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Longsor]]></title>
<link>http://anawicak.wordpress.com/2009/08/09/longsor/</link>
<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 14:16:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Soni</dc:creator>
<guid>http://anawicak.wordpress.com/2009/08/09/longsor/</guid>
<description><![CDATA[Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah/batuan penyusun lereng. Penyebab longsoran dapat dibedakan menjadi penyebab yang berupa :</p>
<p>�Faktor pengontrol gangguan kestabilan lereng.<br />
�Proses pemicu longsoran.</p>
<p>Gangguan kestabilan lereng ini dikontrol oleh kondisi morfologi (terutama kemiringan lereng), kondisi batuan ataupun tanah penyusun lereng dan kondisi hidrologi atau tata air pada lereng. Meskipun suatu lereng rentan atau berpotensi untuk longsor, karena kondisi kemiringan lereng, batuan/tanah dan tata airnya, namun lereng tersebut belum akan longsor atau terganggu kestabilannya tanpa dipicu oleh proses pemicu.</p>
<p>Proses pemicu longsoran dapat berupa :<br />
�Peningkatan kandungan air dalam lereng, sehingga terjadi akumulasi air yang merenggangkan ikatan antar butir tanah dan akhirnya mendorong butir-butir tanah untuk longsor. Peningkatan kandungan air ini sering disebabkan oleh meresapnya air hujan, air kolam/selokan yang bocor atau air sawah kedalam lereng.<br />
�Getaran pada lereng akibat gempa bumi ataupun ledakan, penggalian, getaran alat/kendaraan. Gempa bumi pada tanah pasir dengan kandungan air sering mengakibatkan liquefaction (tanah kehilangan kekuatan geser dan daya dukung, yang diiringi dengan penggenangan tanah oleh air dari bawah tanah).<br />
�Peningkatan beban yang melampaui daya dukung tanah atau kuat geser tanah. Beban yang berlebihan ini dapat berupa beban bangunan ataupun pohon-pohon yang terlalu rimbun dan rapat yang ditanam pada lereng lebih curam dari 40 derajat.<br />
�Pemotongan kaki lereng secara sembarangan yang mengakibatkan lereng kehilangan gaya penyangga.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Strategi dan upaya penanggulangan bencana :<br />
1.Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas utama lainnya<br />
2.Mengurangi tingkat keterjalan lereng<br />
3.Meningkatkan/memperbaiki dan memelihara drainase baik air permukaan maupun air tanah. (Fungsi drainase adalah untuk menjauhkan airn dari lereng, menghidari air meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. Jadi drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam tanah).<br />
4.Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling<br />
5.Terasering dengan sistem drainase yang tepat.(drainase pada teras &#8211; teras dijaga jangan sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah)<br />
6.Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat (khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan tanaman yang lebih pendek dan ringan , di bagian dasar ditanam rumput).<br />
7.Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat<br />
8.Melakukan pemadatan tanah disekitar perumahan<br />
9.Pengenalan daerah rawan longsor<br />
10.Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall)<br />
11.Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat kedalam tanah.<br />
12.Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya liquefaction(infeksi cairan).<br />
13.Utilitas yang ada didalam tanah harus bersifat fleksibel<br />
14.Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.</p>
<p>sumber: http://www.basarnas.go.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
