<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>luas &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/luas/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "luas"</description>
	<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 13:45:47 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Olivia Mitchell -Fine Gael -2007 Dublin South]]></title>
<link>http://irishelectionliterature.wordpress.com/2009/12/23/olivia-mitchell-fine-gael-2007-dublin-south/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 23:20:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>irishelectionliterature</dc:creator>
<guid>http://irishelectionliterature.wordpress.com/2009/12/23/olivia-mitchell-fine-gael-2007-dublin-south/</guid>
<description><![CDATA[Olivia Mitchell from 2007 looking for the Luas to run to every corner of her constituency.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Olivia Mitchell from 2007 looking for the Luas to run to every corner of her constituency.</p>
<p><a href="http://irishelectionliterature.wordpress.com/files/2009/12/mitchelltrain1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3650" title="mitchelltrain1" src="http://irishelectionliterature.wordpress.com/files/2009/12/mitchelltrain1.jpg" alt="" width="800" height="543" /></a></p>
<p><!--more--></p>
<p><a href="http://irishelectionliterature.wordpress.com/files/2009/12/mitchelltrain2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3651" title="mitchelltrain2" src="http://irishelectionliterature.wordpress.com/files/2009/12/mitchelltrain2.jpg" alt="" width="650" height="438" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENGAPA KORBAN DI ACEH BANYAK ?]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/21/mengapa-korban-di-aceh-banyak/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:48:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/21/mengapa-korban-di-aceh-banyak/</guid>
<description><![CDATA[Jumlah korban meninggal akibat gempa tektonik di pantai barat Sumatera, menurut perkiraan sementara ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/mengapa-korban-di-aceh-bnyk-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3786" title="mengapa korban di aceh bnyk 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/mengapa-korban-di-aceh-bnyk-01.jpg?w=150" alt="" width="150" height="137" /></a>Jumlah korban meninggal akibat gempa tektonik di pantai barat Sumatera, menurut perkiraan sementara mencapai sekitar 150.000 orang. Korban berjatuhan itu bukan hanya berasal dari penduduk di wilayah pesisir barat dan timur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara – kawasan paling parah terkena bencana itu – tetapi juga di India, Sri Lanka, Banglades, Thailand, dan Malaysia, yang jaraknya puluhan hingga ribuan kilometer dari sumber gempa.</p>
<p>Selain penduduk setempat, di antara korban bencana ini juga tercatat para turis, terutama wisatawan dari beberapa negara Eropa dan Jepang, yang tengah menikmati liburan akhir tahun di kawasan wisata di pesisir Teluk Andaman dan Selat Malaka, seperti Phuket (Thailand) dan Penang (Malaysia). Pantai di Asia Selatan diminati wisatawan karena landai dan berpasir putih dengan ombaknya yang besar untuk olahraga bahari.</p>
<p>Dampak gempa dahsyat berskala 8,7 pada skala Richter (data revisi dari Badan Meteorologi dan Geofisika yang sebelumnya menyebut 6,8 pada skala Richter) ini merupakan yang terbesar di kawasan tersebut, setelah gempa di Kepulauan Mentawai tahun 1833. Ketika itu kepulauan di Sumatera Barat ini diguncang gempa berkekuatan 9 pada skala Richter.</p>
<p>Sumber gempa tektonik di laut yang relatif dangkal itu mencakup areal yang luas yakni 1.000 x 150 kilometer, atau hampir seluas Pulau Jawa. Gempa dangkal yang berpusat di kedalaman 10 kilometer tersebut di daerah subduksi atau penujaman lempeng, dan karena itu juga menimbulkan efek tsunami yang luas.</p>
<p><!--more--><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/mengapa-korban-di-aceh-bnyk-02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3787" title="mengapa korban di aceh bnyk 02" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/mengapa-korban-di-aceh-bnyk-02.jpg" alt="" width="500" height="735" /></a></p>
<p>Apabila sumber gempa hanya di perairan barat Meulaboh, tsunami yang terjadi hanya menerjang pantai kota itu dan beberapa daerah di dekatnya. Namun, gempa itu kenyatannya diikuti oleh gempa-gempa berkekuatan 6 pada skala Richter ke atas di wilayah utaranya hingga ke Kepulauan Andaman.</p>
<p>Tipe pertemuan lempeng merupakan subduksi dengan pergerakan yang lebih aktif dibandingkan dengan wilayah lainnya. Hal inilah yang menyebabkan munculnya pulau-pulau dari Kepulauan Andaman dan Nicobar di India hingga kepulauan sepanjang pesisir barat Sumatera hingga pulau di Nusa Tenggara.</p>
<p>Menurut Danny Hilman Natawijaya, peneliti Puslit Geoteknologi Lembaga Ilmi Pengetahuan Indonesia (LIPI), kekuatan gelombang kali ini sudah cukup kuat untuk menimbulkan gelombang pasang. Posisinya yang lebih ke barat daya membuatnya menerjang masuk Selat Malaka, ke pesisir di timur Aceh dan Sumatera Utara serta Thailand dan Malaysia.</p>
<p>Tsunami memberi dampak buruk di kawasan Andaman yang berbentuk teluk. Sebab pantai berbentuk teluk akan mengakumulasi energi gelombang yang sampai ke pantai. Tingginya terjangan ombak ke darat ketika tsunami itu terjadi juga ditunjang adanya laut pasang karena bulan purnama.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/mengapa-korban-di-aceh-byk-03.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3788" title="mengapa korban di aceh byk 03" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/mengapa-korban-di-aceh-byk-03.jpg" alt="" width="500" height="367" /></a></p>
<p>Tsunami yang terjadi hari Minggu (26/12) lalu memang menelan banyak korban di kawasan wisata Teluk Andaman yang diminati turis mancanegara. Kawasan Teluk Andaman merupakan daerah berpenduduk padat. Di seputaran kawasan ini antara lain terdapat negara India dan Indonesia, dua negara yang penduduknya tergolong terpadat di dunia. Penduduk di dua negara itu sebagian besar terkonsentrasi di kawasan pantai.</p>
<p>Di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sendiri yang dekat dengan pusat gempa pertama, banyaknya korban jatuh – selain oleh guncangan dahsyat yang meruntuhkan bangunan – juga akibat sapuan tsunami setinggi 10 meter lebih yang menerjang masuk daratan hingga beberapa kilometer.</p>
<p>Serbuan tsunami sejauh itu antara lain disebabkan oleh kurangnya jalur hijau atau vegetasi di pantai barat Aceh yang banyak terabrasi. Wilayah pantai itu banyak yang terkikis ombak Samudera Hindia karena tidak lagi memiliki hutan mangrove yang berfungsi untuk penahan gerusan ombak.</p>
<p>Padahal, beberapa wilayah pantai di Indonesia – terutama di bagian selatan yang berhadapan dengan jalur pertemuan lempeng – merpakan daerah yang rawan tsunami.</p>
<p>“Lebih disayangkan lagi mereka yang mendiami wilayah tersebut tidak mendapat informasi yang memadai tentang ancaman itu, dan upaya penylamatan bila bahaya datang,”  ungkap Dr Jan Sopaheluwakan, Deputi Ilmu Kebumian LIPI.</p>
<p>Belajar dari pengalaman ini, pihak pemerintah daerah yang memiliki wilayah pesisir yang rawan gempa dan tsunami hendaknya menata kembali wilayahnya, dengan tidak membangun wilayah pemukiman, fasilitas ekonomi, dan industri di dekat pantai. Selain itu, menurut Jan, perlu dipersiapkan jalur evakuasi untuk penyelamatan penduduk dan dibangun lokasi pengungsian serta depo untuk bahan makanan dan obat-obatan bagi para pengungsi.</p>
<p>Aspek lain yang menyebabkan tingginya jumlah korban, menurut Dr Prih Haryadi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), adalah karena di kawasan Teluk Andaman belum ada sistem jaringan pemantau tsunami dan sistem peringatan dini bencana tersebut. Lain halnya dengan di kawasan Pasifik.Adanya jaringan ini akan mempercepat penyampaian data pantauan gempa dan ancaman tsunami di suatu wilayah pantai.</p>
<p>Menurut Dr Hamza Latief dari Kelompok Penelitian dan Pengembangan Kelautan Institut Teknologi Bandung, selain membangun jaringan pemantau tsunami di kawasan pantai dan sistem peringatan dini, di wilayah yang rawan perlu dipasang tugu-tugu peringatan yang memberikan informasi tentang tsunami dan langkah yang harus dilakukan menghadapi bencana itu, seperti yang diterapkan Jepang.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Mengapa Korban di Aceh Banyak ? &#124; Kompas, 03.01.2005<br />
Grafis : Jawa Pos / Muchtar &#8211; 29.12.2004 &#38; Kompas, 06.01.2005</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sir, can we have our streets back?]]></title>
<link>http://russelljames.wordpress.com/2009/12/06/streets-back/</link>
<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 01:12:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>russelljames</dc:creator>
<guid>http://russelljames.wordpress.com/2009/12/06/streets-back/</guid>
<description><![CDATA[I always seem to attract unwanted attention. First of all, here is a rant on the topic of public tra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>I always seem to attract unwanted attention.</p>
<p>First of all, here is a rant on the topic of public transport. I leave Waterford at 1820, arrive in Balbriggan at 10.50. On a Sunday, I leave at 1800 and arrive back at 10. Something is amiss. Firstly, my train was replaced from Kildare to Heuston by a bus due to engineering works. As I got off the replacement bus, what happened? My Luas back to the city centre pulled away from the stop. Missed it! Then whilst waiting at the stop, another so-and-so who would hang around the stop, how should I say it, asked me for my &#8220;fucking&#8221; headphones. I continued to read my book as I know, it is best to say nothing to these people. (this bit to be continued later). As I got on my Luas there was a right oul commotion. A group of (whats the politically correct way of saying it?) international residents were on the tram, dancing, running about, and playing really loud music. It was proper Stavros Flatley style and all. Then as I pulled up towards the stop at Busaras, the 101 to Drogheda pulled away. Not another bus for an hour. No worries, I&#8217;ll run and get the train since there is one at 2225 ex. Pearse Station. OH NO IT ONLY RUNS MONDAY TO FRIDAY LIKE BACK IN THE 1960&#8242;S. JOY OF JOYS</p>
<p>&#60; rant over &#62;</p>
<p>As it happens though I can&#8217;t tell you how strongly I feel on this issue of wanting the streets back. Dublin has been riddled with social issues over the last number of years and civil rights entitles everyone to be free and to walk around the place. That I am not denying. My issue however,( and I am sure is a similar issue from Balbriggan to Blackrock, and from Drimnagh to Dalkey) is that you cannot walk around this city without feeling intimidated. I get the Luas very often, at least once a week. But I am so fed up of the Luas feeling like the build up to a mugging. I will admit, my style, my hair and as of late, my headphones draw attention to myself more so than others. However, can some people not just keep their noses out of other people&#8217;s lives. I am tired of waiting on the sardine can that is the Luas, which by the way, I always pay my fare for, and feeling that I am like a social punchbag for these people.</p>
<p>When you get off it, you don&#8217;t feel any safer. It is a Saturday night in Dublin, rather late at about 9pm. Yet I see tonnes of young kids, maybe around 10 or 12 years of age, running around in the city? And then there is the teenagers standing around as well. You walk past them trying not to make the slightest bit of eye contact as yet again, you feel like you are gonna get your hands chopped off if you do.</p>
<p>Dublin is a wonderful city. I love the city. I just am now getting so sick of feeling the need to have the police on speed dial every time want to walk around the place, or even get out of the city! There is a hundred and one laws on anti-social behaviour in this country ranging  from drinking in public places to loitering. Is it a case that after a certain hour on certain days, members of the Gardai are placed on duty on a tram or at a Luas stop, rather than being employed to overload a police station during the day. Safety is an issue at night time moreso than the day. Car accidents mostly happen in the dead of night, robberies mostly take place in the late hours, muggings rarely happen in broad daylight.</p>
<p>Tonight, nothing happened to me. But I couldn&#8217;t help find myself clutching my baggage with a firm grip all evening, whilst also holding onto my pockets with dear life. Tonight, I was safe. Tomorrow night, who knows? Tonight, someone may look at someone in a way, and may have their eyes gouged out come the morning. It is like anarchy in this city right now. Respect is what is lacking big time in this city. This isn&#8217;t a crime issue, this isn&#8217;t a gang thing, this isn&#8217;t about drug use. This is a simple thing. Respect everyone, respect their property and respect their personal space. Not too much to ask is it? Or is asking for our streets back too big a question?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SANERING  ALA  KORUT]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/05/sanering-ala-korut/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 02:16:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/05/sanering-ala-korut/</guid>
<description><![CDATA[Kebijakan drastis Korea Utara melakukan sanering atau pemotongan nilai mata uang won, dari 100 won m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/scissors.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3521" title="scissors" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/scissors.jpg?w=150" alt="" width="150" height="150" /></a>Kebijakan drastis Korea Utara melakukan sanering atau pemotongan nilai mata uang won, dari 100 won menjadi 1 won, menyebabkan para pedagang di negara berhaluan kiri itu terguncang dan putus asa. Bahkan, saking paniknya, ada pasangan suami-istri nekat bunuh diri.</p>
<p>Terguncangnya para pedagang itu diungkap sejumlah aktivis di Pyongyang, Kamis (3/11). Laporan tentang warga yang bunuh diri merujuk pada berita Daily NK, sebua media online yang fokus pada pelbagai masalah Korea Utara, tetapi media ini berbasis di Seoul, Korea Selatan.</p>
<p>Sepasang suami-istri yang bunuh diri adalah pedagang dan sama-sama berusia 60 tahun, warga provinsi Hamgyong Utara. Mereka nekat bunuh diri karena stres setelah mendengar pemotongan nilai mata uang won itu. Mereka terguncang, stresm dan akhirnya nekat bunuh diri.</p>
<p>Otoritas Korut memberitahu warga dan kedutaan asing pada hari Minggu (29/11) lalu bahwa negara telah menurunkan nilai mata uang won, dari 100 won menjadi 1 won, yang berlaku sejak Senin (30/11). Semua pihak diberi kesempatan untuk menukarkan yang dan surat berharga sampai minggu ini.</p>
<p>Kantor berita Yonhap di Seoul, Korea Selatan, mengutip pejabat perdagangan Korut di Cina, menyebutkan, kepanikan warga terada di mana-mana. Mereka berbondong-bondong menyerbu pasar-pasar gelap untuk menukarkan won dengan dollar AS dan yuan China. Nilai mata uang dollar AS dan yuan China melonjak tajam.</p>
<p>Semua toko, usaha sauna, tukang cukur, dan restoran berhenti beroperasi. Lee Seung-yong, petugas Good Friends, sebuah kelompok sipil berbasis di Seoul yang biasa mengirim makanan dan bantuan lain ke Korut, mengatakan, “Kami mendengar bisnis dan aktivitas pasar di sana tutup.”  Dia melanjutkan, “Orang-orang tidak mempunyai uang lagi untuk mengembangkan usahanya.”</p>
<p>Good Friends juga melaporkan, otoritas  berwenang Korut telah mengeluarkan ancaman keras. Otoritas akan menjatuhkan ‘hukuman tanpa ampun’ (mercuiless punishment) kepada siapa saja yang melanggar aturan penukaran uang. Pemerintah memberi batasan warga boleh menukarkan uangnya paling banyak hanya 100.000 won per orang. Akibat pemotongan itu, 100.000 won menjadi 1.000 won.</p>
<p><!--more-->Jika ada warga yang memiliki uang lebih dari 100.000 won, kelebihannya itu hanya diperbolehkan disimpan di bank-bank milik negara. Tidak boleh disimpan di bank asing atau bank swasta. Namun, tidak ada penjelasan rinci apakah warga siap membuka rekening baru di bank pemerintah. Media massa di Pyongyang dan Seoul melaporkan, warga yang tidak mematuhi ketentuan akan dikenai ‘hukuman tanpa ampun’, tetapi tidak dijelaskan bentuk konkret hukuman itu.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/kim-jong-il-smiling2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3525" title="kim-jong-il-smiling" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/kim-jong-il-smiling2.jpg?w=122" alt="" width="122" height="150" /></a>Pemotongan nilai won yang begitu tajam – paling drastis dalam 50 tahun ini – dilakukan untuk menekan laju inflasi dan mengendalikan aktivitas pasar gelap. Para analis mengatakan, karena tidak mampu memberi makan 24 juta penduduknya, rezim yang berkuasa pada mulanya menghidupkan pasar, temasuk pasar-pasar untuk menampung beragam produk usaha tani.</p>
<p>Pasar mungkin saja telah mendorong perdagangan, tetapi pasar juga dilarang memperdagangkan barang-barang impor seperti film dan sabun dari musuh bebuyutannya, Korsel. Sejak Perang Korea tahun 1950-1953, negara tetangganya, yakni Korsel, dicap sebagai ancaman bagi kekuasaan totalitarian Kim Jong Il. Pasar grosir terbesar Korut di Pyongyang ditutup sejak medio Juni lalu.</p>
<p>Analis mengatakan, penurunan nilai mata uang yang drastis itu merupakan bentuk dari peran pemerintah untuk mengambil alih pengendalian ekonomi nasional dari pedagang. “Langkah ini diambil untuk membasmi para pemain di sektor swasta dan memperkuat kontrol pemerintah terhadap perekonomian,” kata Jeong Kwang-min, peneliti Institut Strategi Keamanan Nasional di Seoul.</p>
<p>Menurut dia, langkah itu sebenarnya mempunyai tujuan lebih luas lagi, yakni menyiapkan jalan bagi Kim Jong Il untuk menyerahkan kekuasaan kepada anak bungsunya, Kim Jong Un. Juga untuk memastikan, sang ayah mewariskan ekonomi yang stabil bagi anaknya itu. Kim menderita stroke sejak Agustus 2008.</p>
<p>Korut mulai memgalami krisis ekonomi sejak runtuhnya Uni Soviet awal tahun 1990-an, bencana alam banjir, dan kasus salah urus ekonomi pada medio 1990-an. Korut hanya mengandalkan bantuan pangan dari dunia luar. Namun, bantuan itu baru diberikan dengn imbalan Korut harus meninggalkan program nuklirnya.</p>
<p>Banyak bantuan ditangguhkan dan sanksi internasional diperketat karena Pyongyang tetap menolak peringatan internasional atas program nuklirnya. Pemangkasan nilai won terjadi hanya beberapa hari menjelang kedatangan utusan AS ke Pyongyang untuk perundungan perlucutan senjata nuklir.</p>
<p>Sumber   :</p>
<p>Warga Terguncang Ada yang Bunuh Diri &#124; Kompas, 04.12.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HUTAN HABIS 5 TAHUN LAGI ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/hutan-habis-5-tahun-lagi/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 04:58:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/hutan-habis-5-tahun-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Hutan Indonesia kini sudah tidak lagi menjadi penyumbang devisa terbesar buat negara. Sumber daya al]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/zulkifli-hasan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3451" title="zulkifli hasan" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/zulkifli-hasan.jpg?w=100" alt="" width="100" height="150" /></a>Hutan Indonesia kini sudah tidak lagi menjadi penyumbang devisa terbesar buat negara. Sumber daya alam itu semakin habis. Sumber daya alam itu semakin habis. Dalam lima tahun mendatang diperkirakan Indonesia bisa menjadi importir kayu.</p>
<p>Hal itu dikemukakan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat melakukan penanaman pohon pada pembangunan Ruang Terbuka Hijau Kamboja seluas empat hektar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (26/11).</p>
<p>“Kondisi ini bisa terjadi kalau kita tidak mengendalikan penebangan hutan,” katanya.</p>
<p>Zulkifli mengatakan, luas hutan Indonesia mencapai 120 juta hektar. Namun, faktanya, kondisi hutan yang masih bertahan diperkirakan tinggal 60 juta hektar. “Saya memprediksi luas hutan alam yang masih bertahan lebih kecil lagi,” katanya.</p>
<p>Menurut Zulkifli, hutan di Sumatera dan Kalimantan yangmasih bertahan baik diperkirakan tinggal 10-20 persen dari luas hutan di atas kerta. Mulai tahun 2010, ditargetkan sedikitnya 50.000 hektar lahan kritis setiap tahun direhabilitasi dengan reboisasi.</p>
<p>Data Dinas Kehutanan Kalsel, tahun 2007 luas hutan di provinsi itu 1,6 juta hektar.</p>
<p>Kegiatan reboisasi akan dilakukan bersama masyarakat di sekitar hutan. Selain itu, Departemen Kehutanan akan merehabilitasi 108 daerah aliran sungai dan merestorasi hutan kritis di kawasan hak pengusahaan hutan (HPG) yang sudah ditelantarkan dengan status telah dicabut.</p>
<p><!--more-->Targetnya, restorasi hutan eks HPH akan mencapai 2 juta hektar dalam lima tahun. Saat ini restorasi hutan yang dilakukan bekas HPH di Jambi berhasil baik. Selanjutnya, upaya akan dilaksanakan di HPH Kaltim seluas 87.000 hektar.</p>
<p><strong>Ruang terbuka</strong></p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/hutan-habis-5-tahun-lagi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3452" title="hutan habis 5 tahun lagi" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/hutan-habis-5-tahun-lagi.jpg?w=132" alt="" width="132" height="150" /></a>Menteri Negara Lingkungn Hidup Gusti Muhammad Hatta yang hadir pada acara itu melihat kecenderungan pertumbuhan kota-kota di Indonesia tak sehat. Dalam perkembangannya, kota sangat minim menyediakan ruang terbuka, taman hijau, dan hutan kota yang terpelihara.</p>
<p>“Sebagai contoh, Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan, hanya memiliki ruang terbuka 2,8 persen dari luas wilayahnya,” katanya.</p>
<p>Menurut Gusti, sesuai aturan Menteri Dalam Negeri, kota di Indonesia seharusnya memiliki ruang terbuka hijau, taman, dan hutan kota 40 – 60 persen dari luas kota terkait. “Untuk memperbaiki kondisi, kota-kota mesti dikelola dengan sistem manajemen perkotaan yang berwawasan lingkungan secara baik,” katanya.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Hutan Habis 5 Tahun Lagi &#124; Kompas, 28.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENERIMAAN CPNSD KABUPATEN SIJUNJUNG T.A 2009 ( Deadline 23 Nov 2009)]]></title>
<link>http://terpopuler.wordpress.com/2009/11/14/penerimaan-cpnsd-kabupaten-sijunjung-t-a-2009-deadline-23-nov-2009/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 09:58:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin Terpopuler</dc:creator>
<guid>http://terpopuler.wordpress.com/2009/11/14/penerimaan-cpnsd-kabupaten-sijunjung-t-a-2009-deadline-23-nov-2009/</guid>
<description><![CDATA[PENGUMUMAN Nomor : 800/ 988 /BKD-2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) D]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PENGUMUMAN Nomor : 800/ 988 /BKD-2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) D]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENERIMAAN CPNSD KABUPATEN SIJUNJUNG T.A 2009 ( Deadline 23 Nov 2009)]]></title>
<link>http://resiandriani.com/2009/11/14/penerimaan-cpnsd-kabupaten-sijunjung-t-a-2009-deadline-23-nov-2009/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 09:56:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>resi2009</dc:creator>
<guid>http://resiandriani.com/2009/11/14/penerimaan-cpnsd-kabupaten-sijunjung-t-a-2009-deadline-23-nov-2009/</guid>
<description><![CDATA[PENGUMUMAN Nomor : 800/ 988 /BKD-2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) D]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PENGUMUMAN Nomor : 800/ 988 /BKD-2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) D]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENERIMAAN CPNSD KABUPATEN SIJUNJUNG T.A 2009 ( Deadline 23 Nov 2009)]]></title>
<link>http://blog.faisalsaleh.net/2009/11/14/penerimaan-cpnsd-kabupaten-sijunjung-t-a-2009-deadline-23-nov-2009/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 09:54:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Faisal Saleh</dc:creator>
<guid>http://blog.faisalsaleh.net/2009/11/14/penerimaan-cpnsd-kabupaten-sijunjung-t-a-2009-deadline-23-nov-2009/</guid>
<description><![CDATA[PENGUMUMAN Nomor : 800/ 988 /BKD-2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) D]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PENGUMUMAN Nomor : 800/ 988 /BKD-2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) D]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENERIMAAN CPNSD KABUPATEN SIJUNJUNG T.A 2009 ( Deadline 23 Nov 2009)]]></title>
<link>http://cpnsindonesia.wordpress.com/2009/11/14/penerimaan-cpnsd-kabupaten-sijunjung-t-a-2009-deadline-23-nov-2009/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 09:53:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>CPNS Indonesia</dc:creator>
<guid>http://cpnsindonesia.wordpress.com/2009/11/14/penerimaan-cpnsd-kabupaten-sijunjung-t-a-2009-deadline-23-nov-2009/</guid>
<description><![CDATA[PENGUMUMAN Nomor : 800/ 988 /BKD-2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) D]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PENGUMUMAN Nomor : 800/ 988 /BKD-2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) D]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENERIMAAN CPNSD KOTA PAYAKUMBUH T.A 2009 (Deadline 2009)]]></title>
<link>http://terpopuler.wordpress.com/2009/11/12/penerimaan-cpnsd-kota-payakumbuh-t-a-2009-deadline-2009/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 04:21:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin Terpopuler</dc:creator>
<guid>http://terpopuler.wordpress.com/2009/11/12/penerimaan-cpnsd-kota-payakumbuh-t-a-2009-deadline-2009/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENERIMAAN CPNSD KOTA PAYAKUMBUH T.A 2009 (Deadline 2009)]]></title>
<link>http://resiandriani.com/2009/11/12/penerimaan-cpnsd-kota-payakumbuh-t-a-2009-deadline-2009/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 04:05:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>resi2009</dc:creator>
<guid>http://resiandriani.com/2009/11/12/penerimaan-cpnsd-kota-payakumbuh-t-a-2009-deadline-2009/</guid>
<description><![CDATA[WALIKOTA PAYAKUMBUH PENGUMUMAN Nomor : 800.153/1142/WK-PYK/2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEG]]></description>
<content:encoded><![CDATA[WALIKOTA PAYAKUMBUH PENGUMUMAN Nomor : 800.153/1142/WK-PYK/2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEG]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENERIMAAN CPNSD KOTA PAYAKUMBUH T.A 2009 (Deadline 2009)]]></title>
<link>http://blog.faisalsaleh.net/2009/11/12/penerimaan-cpnsd-kota-payakumbuh-t-a-2009-deadline-2009/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 04:03:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Faisal Saleh</dc:creator>
<guid>http://blog.faisalsaleh.net/2009/11/12/penerimaan-cpnsd-kota-payakumbuh-t-a-2009-deadline-2009/</guid>
<description><![CDATA[WALIKOTA PAYAKUMBUH PENGUMUMAN Nomor : 800.153/1142/WK-PYK/2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEG]]></description>
<content:encoded><![CDATA[WALIKOTA PAYAKUMBUH PENGUMUMAN Nomor : 800.153/1142/WK-PYK/2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEG]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENERIMAAN CPNSD KOTA PAYAKUMBUH T.A 2009 (Deadline 2009)]]></title>
<link>http://cpnsindonesia.wordpress.com/2009/11/12/penerimaan-cpnsd-kota-payakumbuh-t-a-2009-deadline-2009/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 03:59:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>CPNS Indonesia</dc:creator>
<guid>http://cpnsindonesia.wordpress.com/2009/11/12/penerimaan-cpnsd-kota-payakumbuh-t-a-2009-deadline-2009/</guid>
<description><![CDATA[WALIKOTA PAYAKUMBUH PENGUMUMAN Nomor : 800.153/1142/WK-PYK/2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEG]]></description>
<content:encoded><![CDATA[WALIKOTA PAYAKUMBUH PENGUMUMAN Nomor : 800.153/1142/WK-PYK/2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEG]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MUD : Sinden ( Domino,UK ) &amp; Reeps One ( UK 2009 beatbox champion ) - Friday the 6th of November]]></title>
<link>http://cathalorourke.wordpress.com/2009/11/04/mud-sinden-dominouk-reeps-one-uk-2009-beatbox-champion-friday-the-6th-of-november/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 15:52:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>cathalorourke</dc:creator>
<guid>http://cathalorourke.wordpress.com/2009/11/04/mud-sinden-dominouk-reeps-one-uk-2009-beatbox-champion-friday-the-6th-of-november/</guid>
<description><![CDATA[Before you can say &#8221; Why hasn&#8217;t anyone taken responsibility for that LUAS crash a while ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Before you can say &#8221; Why hasn&#8217;t anyone taken responsibility for that LUAS crash a while ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bikes on buses]]></title>
<link>http://ontrainsandbuses.com/2009/11/04/bikes-on-buses/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 12:12:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>John</dc:creator>
<guid>http://ontrainsandbuses.com/2009/11/04/bikes-on-buses/</guid>
<description><![CDATA[I remember making a return journey between Charleville and Cork in Ireland when a passenger just pop]]></description>
<content:encoded><![CDATA[I remember making a return journey between Charleville and Cork in Ireland when a passenger just pop]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A few Greedy Men: The Public Sector Vs Private Sector]]></title>
<link>http://vodoherty.wordpress.com/2009/10/23/a-few-greedy-men-the-public-sector-vs-private-sector/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 14:37:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>vodoherty</dc:creator>
<guid>http://vodoherty.wordpress.com/2009/10/23/a-few-greedy-men-the-public-sector-vs-private-sector/</guid>
<description><![CDATA[Very funny perspective from another ESRI spokesperson last week on  Vincent Brown. He was even laugh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Very funny perspective from another ESRI spokesperson last week on  Vincent Brown. He was even laughing  constantly as he spoke so I guess he got his own joke. His  solution was to bland all public sector pay into an amorphous middle (from what it is I guess) and wait for it&#8230;not touch the salaries of those in the private sector as they&#8230;wait for it &#8230;will walk! Those &#8216;highly&#8217; qualified folks that want the high PROFIT jobs in the private sector will go elsewhere.  The adage that only the best comes with a high price tag.  I couldn&#8217;t actually believe what I was hearing. Surely all credibility that the ERSI may have had many moons ago has been damaged by recent research that does NOT even remotely compare like with like. It is like literally saying the moon is full of cheese. More like emmental! Let them walk I say. Same applies to public sector quangos. Let them walk and see if they get salaries over 250 grand and upwards anywhere else.</p>
<p>Stats from European Commission  show the folks in the Public Sector are overall more highly educated than the private sector. But and here&#8217;s the BUT they actually choose to work for the public and forgo the large bonuses and perks the private sector got and many still get.  In the health service many people do expert jobs and invested heavily in their education to do so. Most of them really bright women and men. They could have snapped up private sector jobs if their motive was just profit. Many of  their skills are still needed all over the world.  I</p>
<p>Look at these figures on private sector pay published in 2007 from 2006 http://www.finfacts.com/irelandbusinessnews/publish/article_10008305.shtml. Should help to put things in some perspective. It also doesn&#8217;t show the many non disclosed  very large salaries in the private sector. Also people forget many jobs in health and education were temporary for years.  Permanent jobs in those sectors were very hard to get up to the 00&#8217;s.</p>
<p>Many of the jobs in financial sector are now lost and I whilst I have huge sympathy for those individual families, questions also have to  be raised: Where those jobs sustainable in the long-term? Did they provide for a better society? Did they contribute equitably to the tax burden? As some private sector people attack the public sector again and again. I think its time for real debate and honesty a rare commodity in this debacle. People gambled and lost. Tough!</p>
<p>What jobs should be valued in the future to ensure we have a future that extends to the limited resources now in the world. People in the financial sector have made huge money over the past decade. Did they invest that in universal health provision? Or better schools for our young children? Or homes for our homeless? Or even in sustainable transport? Or was it to get another condo in New York,  a holiday home in Marbella?  A salubrious house in Dalkey? And investment properties just about everywhere.  Now people can&#8217;t afford the private schools anymore. Lets hope they fight for the public schools now. And those that can&#8217;t afford health insurance. Let&#8217;s hope they fight for universal public health systems.</p>
<p>Now unlike some private sector people who attack the public sector, I know many ordinary private sector people working in businesses that provide useful goods and services that enhance Ireland and these people should be supported in sustainable ways. The future has to be focused on resources and the infrastructure needs to there to support how we can live.</p>
<p>All through the boom we only created 2 separate luas trains that support a minority of the suburban population. We have suburbs bigger than Los Angelus in Dublin and still most people can&#8217;t get from a to b without a car in many areas. We also have a rural population with little or no public transport. Unbelievable in the 21st century and totally unsustainable. It&#8217;s like a big joke.  Even if feeder buses were provided to link areas with Luas and Darts, there isn&#8217;t enough capacity.  For me to get into the city to a meeting from my home takes an hour or more.  I would fly to London in quicker time. It takes half that by car. What are the Greens who stayed in government doing about that? Compared to other European countries our infrastructure is still appalling post boom time. This effects everyone.</p>
<p>Life isn&#8217;t black or white like the constant drone of the often one sided media debate. Corporate models imposed onto public sector sections such as health have only created high level quangos that have cost us a lot of money and bonuses, unwarranted in my view to do the job they were paid for in the first place. Bonuses have no place in the public sector. There are wrongs on both sides of this artificially created division but the ordinary folks on both sides are taking the hit.  We need health and welfare services more than ever, we need gardai more than ever. If we had an Ireland that was more equal,  health  problems and crime would reduce. This isn&#8217;t rocket science. So why don&#8217;t we act? The greed of a few men and the odd woman. That&#8217;s why.</p>
<p>Was it any different before this crisis? No.  This is an inappropriate battle about an outdated unsustainable  model AKA the Tiger Economy after the stable door has closed.  Fast euros are no longer relevant anymore. There are opportunities here to be a SOCIETY for all the people and not just an economy for the few.  Our children depend on us.  We need to grow up in Ireland.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rumah Dijual RUNGKUT ASRI Surabaya]]></title>
<link>http://yayahkiki.wordpress.com/2009/10/19/rumah-dijual/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 07:46:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>yayahkiki</dc:creator>
<guid>http://yayahkiki.wordpress.com/2009/10/19/rumah-dijual/</guid>
<description><![CDATA[Rumah Tampak Depan Dijual rumah  siap huni lokasi strategis dekat pusat bisnis dan kampus. Cocok utk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_84" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-84" title="Rumah Rungkut Asri" src="http://yayahkiki.wordpress.com/files/2009/10/rumah-rungkut-asri2.jpg?w=150" alt="Rumah Tampak Depan" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Rumah Tampak Depan</p></div>
<p>Dijual rumah  siap huni lokasi strategis dekat pusat bisnis dan kampus.</p>
<p>Cocok utk usaha kos-kosan, warnet, praktek dokter/bidan, rental mobil, travel, toko dsb.</p>
<p>Luas 15 m X 20 m, 4 Km Tidur,  2 Km Mandi, 2 line telepon, PAM, Listrik dan Garasi utk 6 mobil.</p>
<p>Alamat Rungkut Asri Blok RL II D No 2 Surabaya.</p>
<p>Hub Donny, 031-70000637 atau <a href="mailto:donnytoenggoel@yahoo.co.id">donnytoenggoel@yahoo.co.id</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[K A B I N E T  ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/19/k-a-b-i-n-e-t/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 05:15:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/19/k-a-b-i-n-e-t/</guid>
<description><![CDATA[Pada masa “order baru” dua ekor anjing berjumpa, “ Apa kabar ?” Dijawab “ Cari makan susah ! “  Pada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3179" title="jaya_suprana_001" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/jaya_suprana_001.jpg?w=112" alt="jaya_suprana_001" width="112" height="150" />Pada masa “order baru” dua ekor anjing berjumpa, “ Apa kabar ?” Dijawab “ Cari makan susah ! “  Pada masa reformasi mereka kembali berjumpa, “ Apa kabar ? “  Dijawab, “ Cari makan tetap susah, tetapi kini saya bebas menyalak. ”</p>
<p>Saya sadar, sedikit pun tidak memiliki pengaruh terhadap hak prerogatif presiden menyusun kabinet. Maka, saya menulis naskah ini sekadar sebagai ungkapan pendapat pribadi, mumpung sudah tidak ada menteri penerangan membredel koran. Ibarat seekor anjing menyalak, mumpung bebas menyalak, tetapi sadar kafilah akan tetap berlalu.</p>
<p>Secara keseluruhan, kabinet yang habis masa baktinya sudah berkinerja bagus, terutama kinerja para menteri perempuan. Menteri kesehatan berani dan tegas mengambil keputusan, termasuk yang tidak populer demi menanggulangi berbagai permasalahan pelayanan kesehatan rakyat Indonesia dengan cara Indonesia sendiri. Secara keseluruhan, mutu pelayanan kesehatan dapat dinilai membaik, kecuali di kawasan pelosok masih perlu ditingkatkan. Terakhir, menkes dengan gagah berani mempertanyakan hilangnya klausa tembakau dari UU Kesehatan.</p>
<p>Menteri perdagangan sangat bersemangat mengembangkan ekonomi kreativitas yang hasilnya dapat dirasakan secara nyata, seperti halnya kenaikan tiras penjualan batik berkat dukungan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata hingga UNESCO. Mendag yang doktor ekonomi ini giat turun ke lapangan meninjau arus dan alur gerak perdagangan, mulai dari hulu sampai hilir. Perdagangan ke luar negeri digenjot melalui Badan Pengembangan Ekspor Nasional. Andaikata saya menjadi presiden, saya akan bilang “lanjutkan ! ” kepada menteri perdagangan demi menuntaskan jerih payah perjuangan menempuh deru campur debu bepercik keringat, air mata, dan darah menuju masyarakat yang lebih adil dan makmur.</p>
<p>Apalagi menetri keuangan yang kini merangkap menteri koordinator perekonomian itu jelas tidak perlu diragukan kesaktimandragunaannya. Tentu tidak sembarangan apabila media internasional menobatkan sebagai salah seorang menteri keuangan terbaik di dunia masa kini. Di ujung akhir masa jabatan mendadak ada noda kisruh penyaluran dana ke sebuah bank yang semoha jangan menjadi setitik nila merusak susu sebelanga. Selama kekeliruan terbatas prosedur administratif, maka tidak ada alasan tidak memberi kesempatan bagi perempuan perkaasa ini melanjutkan ikhtiar pembenahan keuangan negara.</p>
<p><strong><!--more-->Pemberdayaan  perempuan</strong></p>
<p>Putri sulung proklamator kemerdekaan memang mewarisi kearifbijaksanaan sang ayah. Menteri negara pemberdayaan perempuan secara arif bijaksana berusaha memberdayakan kaum perempuan Indonesia yang sebenarnya sudah tidak perlu diberdayakan lagi sebab sudah sangat berdaya, terbukti pada diri sang menteri sendiri maupun pada sekian banyak perempuan Indonesia yang telah berhasil menjadi pengusaha, cendekiawan, seniman, budayawan, politisi terkemuka, sampai wakil presiden yang kemudian menjadi presiden.</p>
<p>Kementerian yang didirikan Pak Harto pada masa Orde Baru untuk menyenangkan Ibu Tien dan para perempian Indonesia, yang secara politis penting sebab jumlahnya lebih besar ketimbang para lelaki, sebenarnya di masa kini anakronis sebab pada kenyataan kaum perempuan Indonesia masa kini sudah berdaya bahwakan paling berdaya dibandingkan dengan negara-negara berkembang masupun yang disebut maju di dunia masa kini.</p>
<p>Amerika Serikat saja terbukti masih belum berhasil mengangkat harkat dan martabat warga perempuannya menjadi presiden gara-gara barack Obama. Cina, Jepang, Korea, apalagi Arab saudi dalam hal pemberdayaan perempuan jauh tertinggal ketimbang Indonesia. Betapa indah apabila menteri negara pemberdayaan perempuan “ditingkatkan” menjadi menteri keluarga. Departemen yang mengurusi keluarga tidak terbatas mengurusi kaum perempuan belaka, tetapi juga anak-anak dan kaum lelaki sebagai suami sang perempuan dan ayah sang anak-anak. Dengan mengganti menteri negara pemberdayaan perempuan menjadi menteri keluarga, dengan sendirinya paham diskriminasi jender di Indonesia akan makin luntur sebelum lenyap sama sekali.</p>
<p>Sementara Kak Seto tentu tidak keberatan jika departemen keluarga dilengkapi direktorat jenderal yang fokus melindungi hak-hak anak-anak Indonesia. Menjunjung tinggi kepentingan keluarga benar-benar sangat penting mengingat keluarga adalah soko guru negara dan bangsa. Menteri negara pemberdayaan perempuan yang sekarang ini adalah tepat untuk ditugaskan menteri keluarga.</p>
<p><strong>Menteri kebudayaan</strong></p>
<p>Sebagai pemerhati kebudayaan, saya pribadi senang jika ada menteri kebudayaan. Namun, istilah kebudayaan pada hakikatnya terlalu luas, mendalam, kompleks, dan rumit apalagi dalam skala kenegaraan Nusantara untik mampu diurus oleh seorang menteri. Makna kebudayaan yang tepat dan benar bukan terbatas hanya kesenian tetapi seperti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi mutakhir adalah hasil kegiatan dan penciptaan (akal budi) manusia, seperti kepercayaanm kesenian, dan adat istiadat atau secara antropologus bisa juga bermakna keseluruhan (!) pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.</p>
<p>Berdasarkan makna secara umum maupun ilmiah, maka jangkauan kebudayaan merambah masuk ke bidang agama, sosial, iptek, ekonomi, militer, pendidikan, bahkan segenap bidang kehidupan masyarakat yang sebenarnya masing-masing sudah ada menterinya. Dikhawatirkan menteri kebudayaan tumpang tindih bahkan bertabrakan dengan menteri agama, pertahanan, sosial, ristek, pariwisata, pendidikan, keluarga, ekonomi, keuangan, perdagangan, komunikasi, perhubungan, dan lainnya.</p>
<p>Sebenarnya tugas kebudayaan sudah diemban presiden yang bertanggung kawab atas segenap aspek kehidupan masyarakat sebuah negara dan bangsa. Kecuali apabila tugas menteri kebudayaan memang sengaja (keliru) dibatasi hanya kesenian, maka silakan saja. Sebab, sampai saat ini kesenian memang masih dianaktirikan dalam hal kementerian. Dengan satu syarat, wewenang sang menteri yang mengurus kesenian wajib terbatas fasilitator, jangan sampai menjadi regulator apalagi diktator.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Kabinet &#124; Jaya Suprana – Budayawan<br />
Kompas, 17.10.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dijual Kavling Sudut di Malang, Siap bangun, Luas 405m2, Lokasi bagus! ]]></title>
<link>http://wishbeukhti.wordpress.com/2009/10/12/dijual-kavling-sudut-di-malang-siap-bangun-luas-405m2-lokasi-bagus/</link>
<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 10:11:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zakia Wijaya</dc:creator>
<guid>http://wishbeukhti.wordpress.com/2009/10/12/dijual-kavling-sudut-di-malang-siap-bangun-luas-405m2-lokasi-bagus/</guid>
<description><![CDATA[Dijual tanah kavling (2 kavling) siap bangun, luas tanah 405m2,  SHM,  pemilik langsung, di daerah P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dijual tanah kavling (2 kavling) siap bangun, luas tanah 405m2,  SHM,  pemilik langsung, di daerah P]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Taxi Drivers' Protest Dublin]]></title>
<link>http://nessymon.wordpress.com/2009/10/04/taxi-drivers-protest-dublin/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 22:13:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>nessy</dc:creator>
<guid>http://nessymon.wordpress.com/2009/10/04/taxi-drivers-protest-dublin/</guid>
<description><![CDATA[Commuters get off the luas and walk I don&#8217;t care if you strike anymore &#8211; I&#8217;m not s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_1001" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img src="http://nessymon.wordpress.com/files/2009/10/communters-get-off-the-luas-and-walk.jpg?w=300" alt="Commuters get off the luas and walk" title="Commuters get off the luas and walk" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-1001" /><p class="wp-caption-text">Commuters get off the luas and walk</p></div>
<p>I don&#8217;t care if you strike anymore &#8211; I&#8217;m not sure anyone cares!</p>
<p>On Thursday October 1st 2009, Taxi Drivers in Dublin city decided they would like to make our lives a living hell. Our little transportation system is far from perfect, the majority of bus routes going northside/southside all go through what is basically Dublin&#8217;s main street, O&#8217;Connell St.</p>
<p>What a great opportunity to cause havoc!</p>
<p>The Taxi drivers positioned their cabs sideways on the street so buses had to be rerouted and this caused traffic chaos.</p>
<p>Friday Morning: As you will know if you have been reading my blog, I have had to make some unfortunate visits to hospital this Summer. Seeing as I am back in college my hospital appointment on Friday was for 0750, my first lecture at 0900.</p>
<p>I get to the hospital, get my blood test done and off on my crutch adventures to get to college. I might add my poor auld leg has been sore for the past week or two so I&#8217;m relying more on the crutches. (dont want to go back into the hospital).</p>
<p>I get to the Luas stop, manage to find a nice spot where I wont be squished by 9-5 workers on their morning commute.</p>
<p>We pass Heuston station onto Museum, then to Smithfield. People get off, people get on, the doors close, then nothing. After a few minutes the driver tells us that we can&#8217;t move any further because the taxi drivers are parked on the tram lines and wont get off.</p>
<p>I&#8217;m not a stick in the mud, you can do whatever the hell you want adn protest about anything you want, I don&#8217;t care but I dont see why you should be allowed to ruin other people&#8217;s daily lives and commutes. I just don&#8217;t understand why the Taxi Drivers would want to piss off their potential clientele.</p>
<p>As it turns out I had to get a cab to college. One guy who was brave enough to work, the previous day protestors gave one driver who worked a terrible time and it ended up on the front of Friday&#8217;s newspaper. My driver was keen to point out it wasn&#8217;t a strike but a protest.</p>
<p>So apart from the strike, sorry protest why do I have no sympathy for them, trying to go a long way round to get an extra euro or two on a fare is something I&#8217;ve become accustomised to unfortunately.</p>
<p>Being on the auld crutches, I sometimes need to get a cab to and from places and have now become an expert Dublin city navigator.</p>
<p>..Drivers! Enough already I have absolutely no sympathy for you anymore&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENGADAAN CPNS DEPARTEMEN PERTANIAN (DEPTAN) FORMASI TAHUN ANGGARAN (T.A.) 2009-2010]]></title>
<link>http://terpopuler.wordpress.com/2009/10/03/pengadaan-cpns-departemen-pertanian-deptan-formasi-tahun-anggaran-t-a-2009-2010/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 03:38:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin Terpopuler</dc:creator>
<guid>http://terpopuler.wordpress.com/2009/10/03/pengadaan-cpns-departemen-pertanian-deptan-formasi-tahun-anggaran-t-a-2009-2010/</guid>
<description><![CDATA[Departemen Pertanian membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guna mengisi lowongan for]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Departemen Pertanian membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guna mengisi lowongan for]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENGADAAN CPNS DEPARTEMEN PERTANIAN (DEPTAN) FORMASI TAHUN ANGGARAN (T.A.) 2009-2010]]></title>
<link>http://resiandriani.com/2009/10/03/pengadaan-cpns-departemen-pertanian-deptan-formasi-tahun-anggaran-t-a-2009-2010/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 03:35:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>resi2009</dc:creator>
<guid>http://resiandriani.com/2009/10/03/pengadaan-cpns-departemen-pertanian-deptan-formasi-tahun-anggaran-t-a-2009-2010/</guid>
<description><![CDATA[Departemen Pertanian membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guna mengisi lowongan for]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Departemen Pertanian membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guna mengisi lowongan for]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
