<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>lukman &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/lukman/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "lukman"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 10:40:19 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Lukman Hoca Speaks About Finding Shaykh Abdul Kerim]]></title>
<link>http://higherstations.wordpress.com/2009/11/24/lukman-hoca-speaks-about-finding-shaykh-abdul-kerim/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 17:50:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>higherstations</dc:creator>
<guid>http://higherstations.wordpress.com/2009/11/24/lukman-hoca-speaks-about-finding-shaykh-abdul-kerim/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-713" title="bismillah" src="http://higherstations.wordpress.com/files/2009/11/bismillah.jpg" alt="" width="96" height="76" /><span style='text-align:center; display: block;'><br />
<object type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="300" data="http://www.vimeo.com/moogaloop.swf?clip_id=7654550&amp;server=www.vimeo.com&amp;fullscreen=1&amp;show_title=1&amp;show_byline=0&amp;show_portrait=0&amp;color=01AAEA"><param name="quality" value="best" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="scale" value="showAll" /><param name="movie" value="http://www.vimeo.com/moogaloop.swf?clip_id=7654550&amp;server=www.vimeo.com&amp;fullscreen=1&amp;show_title=1&amp;show_byline=0&amp;show_portrait=0&amp;color=01AAEA" /></object><br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Foto-foto Taman Safari]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/11/19/foto-foto-taman-safari/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 20:04:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/11/19/foto-foto-taman-safari/</guid>
<description><![CDATA[Pictures speak more than words&#8230;. betul? betuuuullll&#8230;. Makanya Mamanya nggak bikin cerita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Pictures speak more than words</em>&#8230;. betul? betuuuullll&#8230;.</p>
<p>Makanya Mamanya nggak bikin cerita panjang lagi tentang pengalaman di Taman Safari, sudah pada tahu lah seperti apa senangnya disana ya.</p>
<p>Hari Sabtu tanggal 14 November 2009 itu kita pergi dengan rombongan tabloid nakita, berkenalan dengan keluarga lain, sharing senyum dan ketawa selama didalam bus, karena kakak-kakak pendamping dari tabloid nakita lucu-lucu, pinter bikin suasana meriah dengan melibatkan seluruh peserta, baik dewasa maupun anak-anak. Ivan yang biasanya bergaya &#8216;cool&#8217; kalem, dan tidak banyak bicara, kemarin itu sampai mau lho maju di bus untuk membagi teka-teki binatang kepada peserta didalam bus.</p>
<p><a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/2s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1147" title="2s" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/2s.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/9ss.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1148" title="9ss" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/9ss.jpg?w=150" alt="" width="150" height="111" /></a> <a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/4ss.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1149" title="4ss" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/4ss.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/3ss1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1172" title="3ss" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/3ss1.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Sampai di Taman Safari dan melewati berbagai satwa, kita langsung naik ke lokasi paling atas, untuk makan siang bersama sambil menjawab kuiz-kuiz yang dilontarkan panitia untuk mendapatkan hadiah. Setelah makan kita mulai melihat pertunjukan pertama: Wild Wild West, yang seru, heboh banyak ledakan dan tembakan, dan&#8230;.. penonton basah kuyup diakhir acara karena ada adegan bandit yang dikejar melempat dinamit kedalam sumur! Haduuuh kaget banget, dan cuma bisa lihat kanan-kiri lihat yang lain juga basah kuyup. Akhirnya sebelum pindah ke pertunjukan lainnya, kita buru-buru ganti baju dulu.</p>
<p><a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/12.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1151" title="12" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/12.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/15.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1152" title="15" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/15.jpg?w=116" alt="" width="116" height="150" /></a> <a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/17.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1153" title="17" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/17.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a><!--more--></p>
<p>Setelah ganti baju, kita jalan menurun menuju tempat show singa dan harimau. Panjangnya perjalanan jadi tidak berasa, karena kita melewati banyak satwa yang menarik. Ada meerkat, ada burung-burung, juga kelompok reptil dan binatang malam diterowongan bawah tanah. Kalau Reza dan Ivan jalan terus tanpa ragu, penasaran lihat binatang apa lagi yang ada didepan, Lukman sempat berhenti saat diajak masuk ke terowongan. Tapi karena banyak orang yang masuk kesana, Lukman akhirnya ikutan masuk. Dan cukup senang lihat ular dan teman-temannya disitu.</p>
<p>Setelah itu kita menonton pertunjukan harimau, lanjut lagi ke pertunjukan aneka satwa. Lucu-lucu &#8216;acting&#8217; binatang disana, apalagi ceritanya pakai tema global warming, Taman Safari cukup update lah dengan issue yang satu ini. Di pertunjukan terakhir ini, lagi-lagi ada kejutan penonton disiram air. Walapun nggak se parah siraman di Wild Wild West, siraman ini cukup bikin kaget penonton <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/21.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1155" title="21" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/21.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/22ss.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1157" title="22ss" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/22ss.jpg?w=112" alt="" width="112" height="150" /></a> <a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/19.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1159" title="19" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/19.jpg?w=112" alt="" width="112" height="149" /></a></p>
<p>Setelah pertunjukan aneka satwa kita diberikan waktu bebas, yang langsung diminta Reza untuk dimanfaatkan melihat Baby Zoo. Ternyata selain anak-anak binatang, disana ada tambahan satwa baru: kangoroo yang jinak, boleh dipegang. Ivan dan Reza berani memegang, dan Reza bilang &#8220;bulunya kasar!&#8221; hihihi&#8230;.</p>
<p><a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/25ss.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1161" title="25ss" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/25ss.jpg?w=150" alt="" width="150" height="128" /></a> <a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/29ss.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1163" title="29ss" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/29ss.jpg?w=150" alt="" width="150" height="102" /></a> <a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/30s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1165" title="30s" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/30s.jpg?w=114" alt="" width="114" height="150" /></a></p>
<p>Puas melihat Baby Zoo, tidak terasa waktu berkumpul sudah tiba, saatnya pulang ke Jakarta lagi. Kita sempat mampir sebentar ke tempat gajah, supaya Lukman bisa <em>say goodbye</em> dengan teman-teman besarnya ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/23ss.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1167" title="23ss" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/11/23ss.jpg?w=300" alt="" width="300" height="273" /></a></p>
<p>Didalam bus, sudah tidak terdengar lagi suara anak-anak bercanda, ditambah lagi cuaca mendukung banget: hujan selama perjalanan pulang, sehingga sebagian besar peserta bisa tidur&#8230;. zzzzzzz&#8230;&#8230;.</p>
<p>Thanks nakita, acara liburannya selalu menyenangkan dan terlaksana dengan &#8216;rapi&#8217;!! CU next time&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Baju Hijau]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/11/08/our-child-is-special/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 00:25:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/11/08/our-child-is-special/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin saya baru ikuti seminar yang judulnya yang judulnya &#8220;Our Child is Special&#8221;.Semin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kemarin saya baru ikuti seminar yang judulnya yang  judulnya &#8220;Our Child is Special&#8221;.Seminar ini membahas tentang Autism Spectrum  Disorder, Asperger Syndrome, dan juga tentang Relationship when our child have  special needs. Isi seminarnya cukup bagus, dibawakan dengan  menarik, dan ada hal-hal baru yang saya dapatkan disana.</p>
<p>Sebetulnya, saya ikut seminar-seminar seperti  ini tidak hanya untuk dapat ilmu dari si pemberi makalah saja. Sudah beberapa kali saya bertemu orang-orang yang  memberikan inspirasi di acara seperti ini. Baik dari guru atau pembicara yang punya  begitu banyak pengalaman dengan anak spesial, juga dari sesama orangtua yang  punya anak berkebutuhan khusus. Kemarin saya bersebelahan dengan ibu dari seorang  anak autis, yang khusus datang ke Jakarta dengan menyetir mobil sendiri untuk  ikuti seminar. Bukan main semangat ibu ini ya. Di seminar sebelumnya, saya  beruntung berkenalan dengan seorang single mom yang anak autisnya sedang  berkuliah di UGM, yang sudah menerbitkan sebuah buku tentang pengalamannya  mendidik sang anak. Selain itu, saya juga jadi tahu kesulitan dan  kepedihan yang dialami orangtua lain karena anaknya termasuk kedalam golongan autistik yang parah.</p>
<p>Jadi sering sekali disaat mengikuti seminar seperti  ini saya sibuk dengan kata hati sendiri, mensyukuri ke&#8217;spesial&#8217;an Lukman,  mensyukuri mudahnya mengurus Lukman dibandingkan kasus autis yang lebih parah, mensyukuri suami dan kakak Lukman yang sangat supportive kepada adiknya, kadang diam-diam berharap Lukman bisa seperti anak autis yang sukses dalam  bidangnya, atau sampai meneteskan airmata karena film yang diputar mengingatkan  saya pada permainan yang suka dilakukan Lukman berdua Papanya. Semua ini menambah semangat untuk dapat lebih  mengerti keunikan Lukman, mendapat semangat baru untuk mencari yang terbaik  untuk perkembangan Lukman, dengan harapan ia bisa mandiri dan menikmati hidup  dimasa yang akan datang.</p>
<p>Saat akan mengikuti seminar seperti ini biasanya  saya baca-baca buku tentang autisme kembali, me-refresh lagi memori, supaya bisa  <em>nyambung</em> dengan apa yang akan disampaikan di seminar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Saya punya kebiasaan buruk: selalu membeli  buku-buku yang saya nilai bagus untuk dibaca, tapi kemudian buku itu tidak  tersentuh karena belum ada waktu luang untuk membacanya. Nah dikesempatan  baca-baca sebelum seminar ini biasanya buku-buku itu baru terbaca. Kemarin, saya baru baca satu contoh yang sangat  mirip dengan kelakuan Lukman beberapa saat yang lalu. Ini dia  kutipannya.</p>
<p><!--more--></p>
<p><em><strong>Makna baju hangat berwarna merah</strong><br />
Steven pernah berlibur dipegunungan bersama  orangtuanya dan mengalami saat yang indah. Ketika itu dia benar-benar terpesona  oleh salju, es, dan matahari, yang semuanya memantulkan cahaya putih. Setiap  hari selama seminggu dia mengenakan baju hangat berwarna merah. Itu terjadi 2  bulan yang lalu. Hari ini ibunya memakaikan baju hangat berwarna merah itu lagi.  Mula-mula ibunya tidak mengerti mengapa Steven menjadi sangat senang, tapi bagi  Steven itu merupakan tanda bahwa dia akan pergi ke pegunungan dan melihat salju  lagi. Dia menjadi gelisah sepanjang hari karena mereka masih juga belum  berangkat dan pada malam harinya, ketika mereka masih tetap dirumah dia menjadi  sangat marah. </em></p>
<p>Hal yang sama pernah saya alami dengan baju  hijaunya Lukman.<br />
Saat itu kami mengikuti acara family gathering,  dimana dress codenya adalah baju berwarna hijau (baca post <a href="../2009/08/15/one-fun-day-with-female/">http://mamanya.wordpress.com/2009/08/15/one-fun-day-with-female/</a> ). Jadi saya memang belikan baju baru untuk anak-anak,  dan pertama kali dipakai adalah saat acara itu, dimana kita pergi ke Puncak  dengan rombongan dan menikmati acara menyenangkan bersama  sekeluarga. Walaupun sudah pernah pergi berombongan seperti itu  sebelumnya, mungkin baru pada kepergian kali ini Lukman betul-betul sudah bisa  menikmati suasananya. Lukman senang sekali naik bis, hapal dengan nomor  bis tersebut &#8220;Bis Dua&#8221; dan sampai hari berikutnya masih menyebut Bis Dua jika  naik mobil untuk jalan-jalan. Setelah acara itu, kami dibuat bingung oleh  kelakuan Lukman yang tidak dari biasanya. Lukman jadi sering marah, tidak mudah menurut, sering mengatakan &#8220;Aku sedih&#8221; dan  enggan sekolah. Tadinya kami pikir karena masih cape, dan mungkin  tidak enak badan. Tapi sampai seminggu Lukman masih seperti itu (baca  post <a href="../2009/08/16/lukman-pagi-ini/">http://mamanya.wordpress.com/2009/08/16/lukman-pagi-ini/</a> ). Akhinya Lukman moodnya membaik juga, tapi tidak  dalam waktu sebentar, dan secara bertahap. Setelah membaca buku kemarin, saya baru &#8216;ngeh&#8217;  kalau rupanya moodnya Lukman berantakan seperti itu mungkin karena berharap  kembali lagi ke Puncak untuk acara yang menyenangkan. Selama seminggu setelahnya memang Lukman ingin  selalu pakai baju hijau itu. Bahkan pernah satu hari sampai tidak mau sekolah,  dan terpaksa saya pakaikan baju hijau itu (padahal seharusnya pakai  seragam). Untungnya ibu kepala sekolah dan guru-guru Lukman  sangat pengertian dan tidak jadi masalah Lukman pakai baju hijau hari  itu. Setelah membaca buku itu kemarin, saya baru paham  bahwa untuk anak seperti Lukman bahkan baju tertentupun menjadi alat komunikasi  yang bermakna khusus&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sweet Dreams...]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/11/06/sweet-dreams/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 13:27:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/11/06/sweet-dreams/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini disekolah Lukman diadakan Hari Kotor-Kotor.  Lucu ya kedengerannya? Dihari kotor-kotor anak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini disekolah Lukman diadakan Hari Kotor-Kotor.  Lucu ya kedengerannya?</p>
<p>Dihari kotor-kotor anak-anak diperkenalkan dengan kegiatan seperti berguling, merangkak dan merayap dilahan lembab (lumpur), berjalan diatas lahan bertekstur (berrumput, berbatu, berpasir), dll. Tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah member stimulus sensori taktil (raba), keseimbangan dan rasa sendi dengan suasana berkelompok.</p>
<p>Tadinya saya pikir Lukman akan baik-baik saja, karena mengingat senangnya dia bermain dihalaman dengan bertelanjang kaki. Namun rupanya dugaan saya salah, ternyata Lukman geli/jijik merasakan sensasi tanah becek/lumpur dikulitnya. Karena itu tidak semua kegiatan diikutinya, dan kalaupun ada yang dia mau ikuti (menginjak lumpur) itu dilakukannya dengan memegang erat-erat pinggang shadow teachernya.</p>
<p>Saat dijemput muka Lukman terlihat lelah dan tidak ceria seperti biasa. Bahkan saat dibujuk tidak usah ke toko buku (kebiasaannya setiap pulang sekolah) Lukman menurut saja, tidak menangis atau ngambek. Tapi sampai dirumah Lukman sudah seperti biasa, dan kembali senyum menonton film SpongeBob kesukaannya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Malam harinya, saat kakak Reza sedang main computer, Lukman ikut duduk disebelahnya. Dia mengeluarkan pinsil warna, dan buku tulis, dan mulai berlagak seperti mau menulis betulan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Dicoretnya buku, sambil berkata “Naaa – ruuu – too” seolah-olah betulan menulis. Mendengar itu kakaknya jadi melihat, apa betul Lukman menulis? Ternyata tidak, Lukman cuma bikin coretan-coretan. Melihat itu, Reza jadi kepingin memberitahu tulisan yang betul, dia tuliskan “Naruto”. Kemudia juga “Sasuke”, “Sakura” dan nama-nama lain tokoh film itu di buku Lukman. Lucu sekali melihat kakak mengajari adeknya, kesannya akuuur sekali.</p>
<p>Tidak lama bermain, saya lihat Lukman sudah menguap, rupanya sudah cukup mengantuk. Jadi Lukman saya ajak tidur, sedangkan kakaknya masih lanjut main.</p>
<p>Saat digantikan baju, mendadak Lukman senyum-senyum sambil bilang “Kejar ubur-ubur”. Rupanya dia teringat episode SpongeBob yang ditontonnya tadi siang. Saya bilang “Iya, SpongeBob suka kejar ubur-ubur bersama Patrick ya” Lukman mengiyakan. Saya bilang lagi “SpongeBob sayaaang banget sama Patrick ya Lukman?” saya sengaja memancing, karena Lukman  belakangan ini lagi senang memanggil dengan panggilan <em>sayang</em>, seperti kalau saya dan Papanya memanggil anak-anak. Mendengar omongan saya itu, bukannya Lukman yang merespon, tapi Reza yang bilang “Iya, sayangnya seperti Mama sayang kakak Reza”. Saya jadi geli sendiri, sementara Lukman yang dipancing malah menguap.</p>
<p>Saat minum susu mendadak Lukman berhenti, dan bilang “Papa kantor ya?” hehehe kebiasaan barunya juga ini, menanyakan Papanya yang belum pulang saat dia mau tidur. Saya jawab “Iya, Papa masih dikantor. Tapi besok kan hari Sabtu, Lukman bisa main sama Papa”. Lukmannya malah menjawab “Bukan, kak Aas” menyebut nama shadow teachernya. Hehehe kok Sabtu-sabtu mau main sama bu guru nak? Setelah itu Lukman memeluk bantalnya, kelihatan mengantuk sekali.</p>
<p>Lagi menunggui mata Lukman yang sudah lima watt itu, mendadak Reza datang, lalu bilang “Ayo peluk, Ruby-nya lagi di hug tuh”. Rupanya dia sedang mainkan pet society, dan petnya sedang berkunjung kerumah pet mamanya, dan mereka sedang berpelukan. Mentang-mentang kedua pet berpelukan, Reza juga jadi ikutan mau peluk Mamanya. Hahaha aduuuh ada-ada aja deh lucunya anak-anak ini. Setelah itu, Reza juga menyusul adeknya tidur.</p>
<p>Memang paling menyenangkan ya, melihat muka anak yang sedang tidur. So sweet, so peaceful, bikin hati kita kepingin teruuuss melindungi mereka.</p>
<p>Sweet dreams, my babies <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Telepon Ayang]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/10/22/telepon-ayang/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 14:09:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/10/22/telepon-ayang/</guid>
<description><![CDATA[From FaceBook note, 22 Oktober 2009 Situasinya begini: Mamanya lagi didalam kamar, Lukman lagi nonto]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>From FaceBook note, 22 Oktober 2009</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-1102" title="6s" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/10/6s1.jpg?w=243" alt="6s" width="174" height="216" /></p>
<p>Situasinya begini: Mamanya lagi didalam kamar, Lukman lagi nonton tivi diluar kamar.<br />
Mendadak telepon rumah berbunyi. Karena cuma dua kali bunyi, Mamanya sangka teleponnya sudah diangkat sama mbak.</p>
<p>Ternyata nggak berapa lama, Lukman masuk kamar dan bilang &#8220;Mama, Ayang telpon&#8221;.<br />
Mamanya takjub, beneran nih dia yang terima telepon?</p>
<p>Waktu keluar, mbak nggak ada, dan telepon dalam kondisi terangkat handlenya.<br />
Langsung deh Mamanya tanya Ayang &#8220;Yang terima telepon tadi Lukman?&#8221; Ayang bilang &#8220;Iya, Lukman yang terima tadi&#8221;.</p>
<p><!--more-->Pertamanya Lukman bilang halo. Dan waktu Ayang bilang halo, Lukman jawab &#8220;Ini Lukman&#8221; rupanya dia sudah kenal suara Ayang. Dan Ayangnya tanya &#8220;Lukman lagi apa?&#8221; dia bilang &#8220;Nonton tivi&#8221; Lalu Ayang bilang &#8220;Tolong panggil Mama dong&#8221; Lukmannya bilang &#8220;Iya, hati-hati ya Ayang&#8221;&#8230;. hahaha mungkin sebetulnya dia mau ngomong &#8220;sebentar ya Ayang&#8221; tapi yg keluar malah itu.<br />
Lalu Lukman panggilkan Mamanya kedalam kamar.</p>
<p>Waaaah pinterrrr&#8230;. ini kali pertama Lukman bisa menerima telepon dan menyampaikan ke Mamanya, bukannya menutup telepon setelah ngobrol seperti biasanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kalimatnya Lukman]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/10/22/kalimatnya-lukman/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 02:10:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/10/22/kalimatnya-lukman/</guid>
<description><![CDATA[Ini buat catatan Mamanya (ternyata bikin cerita di blog membantu juga lho saat Mamanya perlu menging]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ini buat catatan Mamanya (ternyata bikin cerita di blog membantu juga lho saat Mamanya perlu mengingat record perkembangan anak-anak. Jadi berlanjut deh dengan catatan-catatan seperti ini).</p>
<p>Beberapa kalimat yang dikatakan Lukman sepanjang bulan Oktober 2009</p>
<p>“Awas! Mobil merah!” (dikatakan Lukman waktu sedang dimobil, dan berpapasan dengan mobil merah dijalan sempit)</p>
<p>“Kita seluncur….. waaaaaaa!!!!” (Lukman lagi naik mobil juga, sedang melewati turunan di Jl. Timbul)</p>
<p>“Sungainya bersih, Mama” (waktu lihat kali kecil yang sering dilewati, yang saat itu ada airnya – tidak seperti biasa: kering dan terlihat tumpukan sampah)</p>
<p>“Aku lihat dinosaurus” (Lukman lagi minum digelas bergambar dinosaurus)</p>
<p>“Aku ngantuk” (sambil berbaring ditempat tidur, memang sudah jam tidurnya)</p>
<p>“Gigiku kotor!” (sambil pegang giginya, minta digosok sebelum tidur)</p>
<p>“Aku sediiihhh, aku nangis…” (memang sedang menangis)</p>
<p>“Haloo…. Iya?&#8230; Oooo, Ayang..” (mengangkat telepon yang bunyi, ternyata dari Ayang)</p>
<p><!--more--></p>
<p>“Aku lapar… Bi Jum, ayam goreng!” (pulang sekolah, lagi lapar dan ayam gorengnya memang dihabiskan)</p>
<p>“Mmmm enaak…. Mantak!” (sambil kasih jempol, keenakan makan ayam goreng. Kata terakhir sebetulnya “Mantap”)</p>
<p>“Aku mau sholat” (sambil mengambil sajadah)</p>
<p>“Besar, hidungnya Squidword” (lagi nonton SpongeBob)</p>
<p>“Ya ampuun…. Makan ikan!” (lagi nonton Tom &#38; Jerry)</p>
<p>“Buku SpongeBob hilang!” (mencari-cari bukunya)</p>
<p>“Siapa itu Mama?” (lagi dikamar, Lukman mendengar suara barang digeser dikamar atas)</p>
<p>“Bi Jum….. bi Jum…. Dimana kau?” (mencari mbak dirumah)</p>
<p>“Lihat, dia sudah bangun, Papa!” (kakak Reza dibangunin Lukman)</p>
<p>“Ya ampun, sampah!” (lagi nonton tivi, ada berita ttg tempat pembuangan sampah)</p>
<p>Lagi main program Paint di computer:</p>
<p>“Ini warna apa? Biiirruuuu…..”</p>
<p>“Ini warna apa? Kuuuniiing…”</p>
<p>(Lukman tirukan gaya terapisnya mengajar)</p>
<p>“Aku mau telpon Papa” (kalau lihat hp Mamanya menganggur, akhir-akhir ini Lukman suka minta disambungkan ke Papanya atau Mommanya)</p>
<p>“Mama, kau sedang apa?&#8221; (seperti sedang kepingin membuat percakapan saja, karena dia lihat Mamanya sedang makan)</p>
<p>&#8220;Matahari nggak aaadaa&#8230;&#8221; (karena Lukman bangun jam 5 pagi, masih gelap hehehe)</p>
<p>&#8220;Kau tidur, sayang?&#8221; (bertanya ke Mamanya, minta ditemani tidur disebelahnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  )</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Think, I Think, I think, I Blog]]></title>
<link>http://lumansupra.wordpress.com/2009/10/14/i-think-i-think-i-think-i-blog/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 14:39:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>lumansupra</dc:creator>
<guid>http://lumansupra.wordpress.com/2009/10/14/i-think-i-think-i-think-i-blog/</guid>
<description><![CDATA[Ooooyyyyyy!!!!! Saya sudah lama ga nengok blog ini&#8230; hiks&#8230;hiks&#8230; maap ya lumansupra.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ooooyyyyyy!!!!! Saya sudah lama ga nengok blog ini&#8230; hiks&#8230;hiks&#8230; maap ya lumansupra.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Email Dari Papanya]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/28/email-dari-papanya/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 11:00:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/28/email-dari-papanya/</guid>
<description><![CDATA[Walaupun sudah sibuk banget ngurusin kerjaan yang bertumpuk dikantor, Papanya masih sempat kepikiran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Walaupun sudah sibuk banget ngurusin kerjaan yang bertumpuk dikantor, Papanya masih sempat kepikiran tentang kelucuan-kelucuan Lukman saat liburan kemarin. Dibawah ini email yang dikirim Papanya dari kantor <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Maman</em>y<em>a…</em></p>
<p><em>Kita dikantor masih kepikiran  kelakuan Lukman waktu Papanya liburan…</em></p>
<p><em>Sekarang udah mulai suka jahil, dan  ngerjain papanya&#8230;</em></p>
<p><em>Tapi manja-manja ke papanya  teteup&#8230;apalagi kalau Mamanya pergi dia maunya nonton tivi dipangku Papanya..</em></p>
<p><em>Waktu Mamanya pulang dia  masih dipangku Papanya.</em></p>
<p><em>Yang malem malem mau bobo&#8230; bukunya  dijepit sama Papanya&#8230; terus dia tetep usaha mau ambil bukunya sampe terbungkuk  bungkuk di kaki Papanya</em></p>
<p><em>Setelah bisa tercabut&#8230; dia ketawa  terkikik kikik sambil tutup mulutnya&#8230; mau kasih tahu Mamanya kalo dia  berhasil&#8230; luuucuuuu bangeet&#8230;</em></p>
<p><em><!--more--><br />
</em></p>
<p><em>Waktu lihat ada tentara baris  berbaris di tivi&#8230; terus lihat Papanya baru keluar kamar dia langsung bilang  kePapanya sambil kasih aba aba : &#8220;Siaapp&#8230;&#8221;</em></p>
<p><em>sambil tangannya ditaruh diatas  kepala seperti memberi hormat&#8230;</em></p>
<p><em>Terus suruh jalan ..tapi dia hitung  satu&#8230; dua&#8230; satu&#8230; dua.. terus dia suruh jalan ke Mamanya yg lagi makan malem : &#8220;kesana&#8230; kesana&#8230;&#8221;</em></p>
<p><em>Terus dia suruh Papanya kasih hormat  ke Mamanya : &#8220;Ssiaappp&#8230;&#8230;!!&#8221;</em></p>
<p><em>Lluuuuuccuuuuu  bangget&#8230;.</em></p>
<p><em>Tadi malem waktu mau bobo nyari-nyari Papanya &#8230;. waktu Papanya dateng cuma disuruh taruh botol susunya yang udah  kosong&#8230;.</em></p>
<p><em>Kalo papanya mau bobo sama dia&#8230; ,  disuruh bobo ditempat tidur Papanya atau kakaknya :  &#8220;Sana&#8230;sana&#8230;&#8221;</em></p>
<p><em>Luccuuu  banggeeettt&#8230;</em></p>
<p><em>Kalo dia lagi maen Empire Zoo di  computer&#8230; dia bisa bikin dialog yg luuuccuuu  banget&#8230;&#8230;</em></p>
<p><em>Coba deh Mamanya sekali sekali  dengerin dan rekam&#8230;.</em></p>
<p><em>Kalo dia udah lama maen  komputer, kakaknya suka jealous dan berusaha pinjam dari Lukman dengan  cara apapun.. mulai dari bujuk-bujukkk&#8230; mohon-mohon sampe minta  minta&#8230;.</em></p>
<p><em>Sampe Reza keluarin jurus  pamungkasnya untuk manggil Lukman supaya perhatiannya teralih ke yang lain dan Reza bisa punya kesempatan mainin komputernya&#8230;.</em></p>
<p><em>Tapi Lukman  tetep nggak bisa  dibohongin dan bilang ke Reza.. &#8220;Nggak mauuu  doonggg&#8230;.&#8221;</em></p>
<p><em>Luccuuu  banget&#8230;</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lebarannya Lukman, Liburannya Reza]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/28/lebarannya-lukman-liburannya-reza/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 00:57:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/28/lebarannya-lukman-liburannya-reza/</guid>
<description><![CDATA[Rasanya liburan lebaran yang 3 minggu untuk anak-anak berlalu begitu cepat, hanya tersisa seminggu l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="size-medium wp-image-1048  alignleft" title="bertiga" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/bertiga.jpg?w=251" alt="bertiga" width="151" height="180" /></p>
<p>Rasanya liburan lebaran yang 3 minggu untuk anak-anak berlalu begitu cepat, hanya tersisa seminggu lagi liburnya dan mulai sekolah minggu depan. Berbeda dengan liburan semesteran, liburan kali ini betul-betul terasa untuk kebersamaan keluarga apalagi Papanya juga libur/cuti selama seminggu dan full temani anak-anak bermain.  Tidak heran kalau dengan kondisi begini banyak hal-hal lucu yang diperbuat anak-anak.</p>
<p>Untuk Lukman, banyak kalimat baru yang diucapkannya, kalimat yang cukup panjang tidak hanya satu dua kata seperti biasanya. Memang dia mencontoh sih, tapi tetap saja itu kemajuan buat Mamanya. Seperti biasanya kalau dua2nya dirumah Lukman dan Reza seperti Tom &#38; Jerry main bersama, berantem, berbaikan, main lagi, begituuu terus. Suatu saat ketika sedang kesal dengan kakaknya Lukman bilang &#8220;Pergi kau dari sini!&#8221; wah kaget juga mendengarnya, tapi Lukman meneruskan bilang &#8220;Sabar&#8230;. sabar&#8230;&#8221; lucunya Lukman, marah sendiri, bilang sabar sendiri. Supaya adeknya kalem lagi, Reza ambilkan segelas air minum untuk Lukman, yang menerima dengan senang dan bilang &#8220;Terima kasih, selamat puasa!&#8221; kesannya meniru iklan banget deh&#8230;. Versi lain dari kalimat marahnya Lukman adalah &#8220;Aduh, itu sakit Reza, ayo pergi!&#8221; sambil mengusir kakaknya. Tapi kalau lagi akur, dan main bersama, banyak imajinasi Lukman yang keluar karena bermain sama kakaknya itu. Contohnya semalam waktu main tembak-tembakan, saat kakaknya pura-pura tembak pantatnya Lukman, dia berseru &#8220;Apa ya panas&#8230;!!&#8221; sambil tunjuk-tunjuk pantatnya, seolah-olah pantatnya ada apinya karena ditembak! Hihihi kartun banget deh Lukman <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><!--more--></p>
<p>Suasana lebaran yang berbeda mengenalkan Lukman pada tradisi kunjung-mengunjungi rumah saudara-saudara. Tahun-tahun sebelumnya mungkin Lukman belum se-&#8217;ngeh&#8217; seperti sekarang. Kami agak deg2an juga, khawatir Lukman nggak merasa nyaman diajak ketempat yang nggak dikenalinya, apalagi ke beberapa rumah bukan hanya satu. Saat lebaran hari pertama kami kerumah Momma, kita lewat depan sekolahnya Lukman untuk menghindari macet. Begitu melihat sekolahnya, Lukman langsung bilang &#8220;Kak Aas!&#8221; menyebut nama <em>shadow teacher</em>nya. Waaahhh sudah kangen ya Lukman <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Secara keseluruhan, selama berkunjung kerumah saudara-saudara Lukman bisa cukup menikmati. Dia senang melihat pernak-pernik yang ada ditiap rumah, tanpa nge-geratak/lari-lari sana sini. Apalagi di tiap rumah itu adaaaa aja pajangan berbentuk binatang, lukisan atau patung gajah, binatang favoritnya Lukman. Lukman bahkan mau berkenalan dengan saudara-saudara yang baru ditemuinya, berinisiatif memperkenalkan diri dengan menepuk dadanya dan bilang &#8220;Aku Lukman&#8221; walau hanya sebatas itu, dan nggak bisa jawab lagi kalau ditanya lebih lanjut. Kami memang mengatur agar waktu kunjungan tidak terlalu lama supaya Lukman tidak keburu bosan sehingga Lukman cukup sabar berkunjung ke tempat2 yg asing buatnya, dan hanya agak marah kalau sudah cape disore hari. Marahnya pun nggak keterlaluan, cuma berantem sama kakaknya, dan kalau ditanya &#8220;Lukman cape ya?&#8221; dia jawab &#8220;Aku mau pulang&#8230;&#8221; dan mau dipeluk saja, so sweet&#8230;</p>
<p>Hanya ada satu kejadian yang membuat Lukman menangis. Saat berkunjung kerumah salah satu saudara yang lahannya luas sekali, Lukman senang banget melihat begitu banyak binatang dipelihara dirumah tersebut. Dia langsung lari-lari ditaman, melihat dari satu kandang ke kandang lainnya. Tapi baru beberapa saat disana, terdengar bunyi bedug. Rupanya ada bedug yang diletakkan dihalaman tersebut dan dipukul oleh petugas keamanannya. Waaaa Lukman langsung panik, tutupin kupingnya dan nangis-nangis minta pulang. Karena memang kita harus cepat pulang, ya sudah kita sekalian turutin deh maunya Lukman. Sementara itu walaupun msh tutup kuping Lukman mau aja tetap foto2, lihat nih foto bertiga Papanya pipinya masih ada bekas airmatanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-thumbnail wp-image-1004 aligncenter" title="23ss" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/23ss.jpg?w=125" alt="23ss" width="125" height="150" /></p>
<p>Setelah beberapa hari berkunjung kerumah saudara-saudara, dihari kelima lebaran kita santai dirumah. Lukman dan Reza puas2in main dengan Papanya. Waktu nonton tivi, saat lihat iklan sinetron &#8216;Safa dan Marwa&#8217; Lukman bilang sama Papanya &#8220;Papa, Safa, Papa!&#8221; Papanya yang nggak ngeh cuma senyum2 aja sama Lukman. Tapi baru paham saat Lukman bilang &#8220;Safa, teman Tetum!&#8221;. Hahaha Papanya baru tau deh, kalau Lukman tuh inget dengan teman sekolahnya yang namanya Safa.</p>
<p>Berbeda kesibukan dengan adeknya, walaupun sedang kurang sehat disaat liburan ini Reza sedang produktif dengan karya2 kreatifnya. Ada-ada saja yang dia hasilkan dengan berbagai mainan/bahan yang ada dirumah. Ada scorpion yang dia buat dari lilin plus tusuk gigi, ada robot dari lego (mainan kegemaran Reza sejak umur 2 tahun), ada amplop bikinannya (lihat cerita Reza&#8217;s Concern tentang pembuatan amplop ini), ada gambar-gambar yang dibuatnya dengan Paint, program yang dipelajarinya disekolah. Yang disebutkan itu hanya beberapa dari banyak karya Reza yang lain.</p>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-1007    alignnone" title="scorpion" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/scorpion.jpg?w=150" alt="scorpion" width="150" height="126" /> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1008" title="robots" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/robots.jpg?w=112" alt="robots" width="112" height="150" /> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1009" title="kucing" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/kucing.jpg?w=150" alt="kucing" width="150" height="120" /> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1010" title="blackwdwReza" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/blackwdwreza.jpg?w=150" alt="blackwdwReza" width="150" height="109" /> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1011" title="tarantulaReza" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/tarantulareza.jpg?w=150" alt="tarantulaReza" width="150" height="118" /></p>
<p>Ada cerita khusus untuk dua gambar laba-laba diatas, keduanya diupload ke fasbuknya Reza dan Mamanya. Awalnya Reza bikin laba-laba pertama, yang ada bintik merahnya. Saat ditanya Maktuannya kok ada bintik merahnya, Reza jawab &#8220;Itu laba-laba blackwidow&#8221;. Penasaran dengan penjelasannya ini, Mamanya Googling untuk cari foto laba-laba blackwidow sungguhan. Ternyata betul, laba-laba blackwidow itu ada bintik merah dibadannya! Baru tahu juga tuh Mamanya hihihi&#8230;. Laba-laba kedua dibuatkan Reza untuk adeknya karena Lukman begitu suka gambar laba-laba blackwidow, makanya ada tulisan &#8220;Uman&#8221; panggilan kesayangan Lukman dirumah. Jenis laba-laba kedua ini adalah tarantula, makanya kakinya berbulu&#8230; hihihi&#8230;</p>
<p>Saat Mamanya upload foto Scorpion diatas ke fesbuk, rupanya ibu Julia Maria van Tiel, <span id="lblNews">pembina kelompok diskusi orangtua anak berbakat (</span><span id="lblNews">anakberbakat@yahoogroups.com) jadi tertarik melihat-lihat karya Reza yang lain. Dan beliau berkomentar untuk dua buah gambar Reza yang lain dibawah ini</span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1014 aligncenter" title="rezasaurus" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/rezasaurus1.jpg?w=300" alt="rezasaurus" width="300" height="217" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-1015" title="alien" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/alien.jpg?w=300" alt="alien" width="300" height="212" /></p>
<p>Kata ibu Julia gambar-gambar Reza diatas &#8220;detail banget dan penuh fantasi&#8221;. Beliau minta ijin agar diperbolehkan menyimpan gambar-gambar Reza itu di web nya anakberbakat@yahoogroups.com untuk contoh ibu-ibu lain. Waaa bangga banget dong kami, gimana enggak, lhah yang ngomong ini pakarnya anak berbakat. Mudah-mudahan kami bisa mendukung dan membina terus bakat/kebisaan Reza dan Lukman supaya mereka dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal. Amiiin&#8230;.</p>
<p>Selain membuat kreasi-kreasi diatas, Reza liburan kemarin juga belajar tentang strategi dari Papanya. Selama ini kan Reza main Pet Society di Facebook atau main online games yg ada di games.co.id. Kalau Reza main Pet Society sih buat kami boleh-boleh saja, karena tidak ada yang negatif disana, malahan mengajarkan pentingnya berteman, asyiknya bertukar cerita tentang &#8216;rumah&#8217; masing-masing pet disitu (maklum, Mamanya juga penggemar Pet Society hehehe). Nah kalau yang di games.co.id ini yang harus diperhatikan, karena beberapa games ada yang sadis. Seperti permainan melempar pisau, dimana kalau pisaunya meleset jreettt keluar darah dari orang yang dilempar, dan ada sound effect teriakan orang itu. Sadis kan? Awalnya Reza malahan suka, dan ketawa-ketawa kalau pisaunya meleset. Begitu Mamanya lihat apa yang bikin dia ketawa-ketawa, wah langsung deh dilarang main games yang itu. Nah waktu liburan kemarin Reza mencoba mainan baru disitus yang sama, Stick War. Walaupun tentang peperangan, games ini lebih menekankan pada kelihaian strategi untuk menang. Kali ini Papanya yang ikutan main, mengajari Reza menyusun strategi yang baik. Wahhh serunya, Reza asik banget main sama Papanya dan juga adek Lukman yang menonton dengan asik. Teriakan dan seruan mereka sampai heboh kedengaran keluar kamar!</p>
<p>Oh iya, last but not least, di hari lebaran ini Reza kembali bertemu dengan idolanya, Opa Emil Salim. Reza senang sekali bisa berfoto bersama beliau dan waktu dimobil Mamanya bercerita pernah diajar Opa Emil saat kuliah, Reza bilang begini &#8220;Reza pingin juga deh bisa belajar sama Opa Emil, bisa tanya-tanya soal global warming&#8230;&#8221; Amiiin, semoga ya nak&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-thumbnail wp-image-1018 aligncenter" title="idolss" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/idolss.jpg?w=150" alt="idolss" width="150" height="112" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mamaku Hilang!]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/26/mamaku-hilang/</link>
<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 01:37:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/26/mamaku-hilang/</guid>
<description><![CDATA[From Facebook note, 25 September 2009. Kemarin Mamanya pergi ke acara reuni/halal bi halal dengan te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>From Facebook note, 25 September 2009.</p>
<p>Kemarin Mamanya pergi ke acara reuni/halal bi halal dengan teman-teman SMA.<br />
Karena Papanya masih libur, jadi Mamanya bisa pergi dengan tenang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /><br />
Sebelum pergi Mamanya sudah pamit dulu sama anak-anak, sun mereka dulu, dan kasih tahu kalau mereka bobo sama Papanya, karena Mama pulangnya malam. Dengan manisnya Reza dadah, dan Lukman kasih kiss-bye.</p>
<p>Lagi di acara itu, HP Mamanya bunyi, dan waktu dijawab ada suara kecil &#8220;Mama!&#8221; ternyata Lukman.<br />
Mamanya jawab &#8220;Kenapa Lukman?&#8221; dan Lukmannya jawab &#8220;Mamaku hilang!&#8221; hahaha lucu banget, denger ekspresinya. Lalu Mamanya bujukin &#8220;Iya, Mama masih lama pulangnya, Lukman bobo dulu sama Papa ya?&#8221; dijawab &#8220;Iya&#8230;&#8221; terus Papanya yang ngomong, ngasih tahu Lukman cari-cari Mamanya waktu mau bobo, tunjuk-tunjuk ke tempat tidur Mamanya yang kosong&#8230;</p>
<p><!--more--></p>
<p>Pagi ini, waktu bangun tidur Lukman lagi nggak mood ditanya-tanya. Nggak ngambek sih, tapi memang suka gitu, lebih baik ditunggu Lukmannya yang negor duluan, karena kalau kita yang negor duluan dia suka pura2 cemberut. Jadi waktu lihat dia cemberut diucapin &#8220;Pagi cayang&#8230;&#8221; Mamanya terus belagak nggak perhatikan dia dulu. Lukmannya lalu keluar kamar, pasang tivi, dan duduk didepan tivi. Nggak lama, mungkin Lukman baru ngeh kalau semalam dia cari-cari Mamanya, dan teriak &#8220;Mamaku!&#8221; padahal Mamanya lagi dikamar. Mamanya diem aja, belagak nggak denger. Lukman lalu masuk kekamar, lalu bilang &#8220;Assalamualaikum, Mama&#8221; hahaha lucu banget&#8230;. Mamanya terus pangku Lukman, dan baru tanyain &#8220;Lukman semalam cari-cari Mama ya?&#8221; dia jawab &#8220;Iya&#8230;&#8221;. Mamanya bilang lagi &#8220;Mamaku hilang ya?&#8221; Lukman sentuh tangan Mamanya bilang &#8220;Ini Mama&#8230;&#8221; dan terus cium pipi Mamanya &#8220;Mmwaahhh&#8230;&#8221;<br />
Hahaha lucuuuu&#8230;&#8230;!!!</p>
<p><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1051" title="haum" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/haum.jpg?w=125" alt="haum" width="125" height="150" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Binatang Apa??]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/18/binatang-apa/</link>
<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 15:49:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/18/binatang-apa/</guid>
<description><![CDATA[Magrib tadi saat Papa-Mamanya sedang buka puasa, Lukman dengan antengnya main komputer sendiri. Sete]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Magrib tadi saat Papa-Mamanya sedang buka puasa, Lukman dengan antengnya main komputer sendiri.<br />
Setelah selesai magrib saya tengokin, mau tahu Lukman lagi main apa.<br />
Rupanya Lukman sedang mencoba menggambar dg Paint (sudah beberapa kali melihat Reza dan Ivan menggunakan program itu) walaupun nggak heran karena memang Lukman seringkali bisa mengerjakan sesuatu hanya dari mencontoh apa yang dia lihat sebelumnya, tapi saya tetap kagum melihat dia sudah bisa coba sendiri program ini.</p>
<p>Waktu saya diam-diam ambil kamera utk mengabadikan momen itu, Lukman sudah ganti kegiatan, dia membuka Google, dan bersamaan saya sudah bawa2 kamera Lukmannya nengok kebelakang, cari saya untuk membantu: &#8220;Tulis&#8230;.. tulis&#8230;.&#8221; katanya sambil beranjak dari kursi komputer dan minta saya duduk: &#8220;Silahkan duduk, Mama&#8221; (sambil tangannya di gaya-in, mempersilahkan duduk) dan dia sendiri berdiri dibelakang saya, diatas tempat tidurnya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Saya duduk didepan komputer dan tanya Lukman &#8220;Mau tulis apa?&#8221; (<em>mau search apa di Google?</em>)<br />
Lukman jawab: &#8220;Serigala&#8221;<br />
Saya ketik wolf, dan keluar deh hasil searchnya, foto-foto serigala.<br />
Lukman senang melihatnya dan lalu menirukan lolongan serigala.<br />
Habis itu Lukman bilang: &#8220;Rusa, Mama&#8221;<br />
Saya ketik rusa. Keluar deh gambar-gambar rusa.<br />
Bosan dengan gambar-gambar rusa, Lukman ngomong lagi: &#8220;Delayen&#8221;.<br />
Mamanya sampai nengok kebelakang menatap muka Lukman, karena nggak menangkap apa yang dibilang Lukman.<br />
&#8220;Tulis apa?&#8221; saya tanya lagi. Lukman bilang lagi &#8220;De-la-yen&#8221;.<br />
&#8220;Delayen apa sih Lukman? Mama nggak tau?&#8221;<br />
Lukman sambil menghela napas bilang &#8220;SINGA!&#8221;<br />
Eeeaaalaaaaa&#8230;.. anak Mama kok ngomongnya bahasa Inggris sih, ya nggak mudeng dong Mamanya wong dari tadi ngomongnya endonesia kabeh&#8230;<br />
Ha&#8230;. ha&#8230;. ha&#8230;..</p>
<p>Note:</p>
<p>Walaupun kemampuan bicaranya Lukman masih dibawah teman-temannya, kemampuan Lukman untuk berbahasa Inggris suka mengejutkan Papa Mamanya. Dirumah Lukman tidak diajarkan berbahasa Inggris, bahkan disarankan oleh psikolognya untuk tidak membiasakan Lukman memakai dua bahasa karena dikawatirkan akan lebih membuat Lukman sulit berbicara dengan baik karena bingung bahasa. Walaupun begitu, dari film film yang ditontonnya Lukman bisa menangkap bahasa Inggris dengan baik, dan memakainya kembali pada situasi yang tepat. Contohnya pada saat dia memainkan game Marine Park Empire di komputer, dimana Lukman membuat kereta yang berjalan diatas (seperti roller coaster) dan satu saat kereta ini melewati pohon seperti akan menabraknya, Lukman spontan berseru &#8220;It&#8217;s a tree!!! itu pohon!!&#8221; seolah olah memperingatkan kereta itu untuk tidak menabraknya. Kejadian lain adalah waktu Lukman menonton video kartun Pororo kesayangannya di Youtube. Ada adegan pembukaan film itu dimana si Pororo terbang dengan sayap buatan diiringi theme songnya. Lukman sembil menunjuk Pororo dengan spontan mengatakan &#8220;Pororo here, in the sky!&#8221; waw, Mamanya abis ucap deh, kok bisa ya dia ngomong bahasa Inggris dengan tepat seperti itu, padahal theme song Pororo itu bukan dalam  bahasa Inggris, tapi bahasa Korea&#8230;.</p>
<p><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-978" title="Ini Pororo" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/ini-pororo.jpg?w=135" alt="Ini Pororo" width="135" height="150" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rumah Sakit]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/17/rumah-sakit/</link>
<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 16:03:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/17/rumah-sakit/</guid>
<description><![CDATA[Pasti orangtua yang lain juga pernah merasakan hal ini: walaupun saya dan suami sudah berusaha berla]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pasti orangtua yang lain juga pernah merasakan hal  ini: walaupun saya dan suami sudah berusaha berlaku seadil mungkin kepada kedua anak,  mereka masih saja saling suka iri. Ada aja yang bikin mereka merasa diperlakukan  tidak adil. Contohnya sudah saya ceritakan di tulisan sebelum ini yang judulnya  &#8220;Reza Iri&#8221;. Kadang kehabisan akal juga ya supaya mereka bisa merasa puas dan tidak saling iri.</p>
<p>Suatu ketika saya berbagi cerita dengan seorang  teman, mengenang saat-saat berharga diwaktu melahirkan kedua bocah ini. Dulu  melahirkan Reza saat saya masih tinggi banget egonya. Waktu hamil duuh suami  nggak boleh kurang perhatian dikit langsung bete deh, walaupun nggak manja dan  ngidam macam2, tapi apa yg saya omongin nggak boleh dilewatin begitu aja,  hehehe. Setelah melahirkan pun ada rasa kesal kalau Papanya telepon dari  kantor cuma nanyain kondisi baby Reza. Rasanya waktu itu &#8216;kok cuma anaknya yg  ditanya, aku ini kan sakit juga jahitan buanyak begini&#8217;. Memang sih, karena Reza  itu dibantu dengan vacuum saat lahirnya, jahitannya nggak terkira deh sampai-sampai dokter  obgyn-nya saja nggak berani sebut berapa banyak jahitannya hihihi.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Nah waktu hamil Lukman, saya jauh lebih kalem.  Sampai-sampai Papanya yakin banget kali ini anaknya perempuan, karena saya nggak  segalak waktu hamil Reza dulu. Tapi sebenernya sih perubahan itu karena sudah  lebih nggak manja aja, karena hamilnya memang sudah kepingin kasih adik utk  Reza. Waktu melahirkan Lukman, tidak seperti saat melahirkan Reza yg pakai  fasilitas VIP, saya minta kelas 3 walaupun tetap di RS yang sama. Ruang  melahirkan sama saja, tetap private, satu ruang melahirkan utk satu pasien.  Dan service dikamarnya sama, para suster tetap ramah nggak beda perlakuan  dengan pasien dikamar VIP. Makanan juga sama, bahkan untungnya kamar kelas 3  lebih dekat ke kamar bayi, tepat didepannya. Beda biayanya? Hmmmm dibanding  biaya melahirkan Reza ditahun 2001, biaya melahirkan Lukman ditahun 2005 bisa  dikatakan cuma separuhnya. Apalagi memang proses lahirnya Lukman lebih lancar,  Reza lahir setelah 12 jam di RS, pakai vacuum dan dibantu lho ngedennya dg  didorong tiga orang suster. Sedangkan waktu Lukman, karena kapok  berlama-lama dikamar bersalin, saya tahanin sampai betul-betul terasa sakit  kontraksinya baru keRS. Jadinya nggak ada sejam di RS, Lukman sudah oek-oek&#8230;  lahir normal tanpa bantuan alat.</p>
<p>Mendengar cerita diatas, teman saya mengatakan &#8220;Kalau  suatu saat Reza iri karena Lukman mendapat perhatian khusus, pengalaman waktu  melahirkan bisa cukup membuktikan bahwa sebagai anak sulung dia punya  keistimewaan fasilitas yang nggak dimiliki adiknya&#8221;. Wah betul juga ya, Reza belum pernah tahu sebelumnya tentang cerita ini.</p>
<p>Nah hari ini saya baru punya kesempatan  cerita-cerita pada Reza tentang pengalaman melahirkan Mamanya. Waktu diceritakan proses lahirnya menggunakan  vacuum, sehingga ada sedikit luka dikepala Reza karena pemakaian alat itu,  komentar Reza &#8220;Ooh ternyata luka yang kemarin itu luka kedua dikepala Reza  ya&#8221; (memang minggu yll kepala Reza terantuk pintu, dan kena bagian tajam di  kunci pintunya sehingga berdarah lumayan banyak. Saat itu Reza cukup panik  melihat darahnya). Hmmm walaupun sedikit terganggu karena geli dengan komentar  itu, Mamanya melanjutkan cerita.</p>
<p>Saat sudah selesai bercerita, Mamanya memandang Reza, mau dengar apa pendapatnya tentang keistimewaan Reza sebagai si sulung. Mau tahu apa yang dikatakan Reza? Ia malah berkomentar begini &#8220;Wah jangan-jangan adek belum lancar bicara karena waktu lahirnya di kelas 3 ya?&#8221;. Waduuuh kok jadi kesana ya mikirnya? Tujuan semula mau kasih tahu  keistimewaan Reza sebagai si sulung nggak tercapai nih. Dasar anak-anak,  hehehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_968" class="wp-caption alignnone" style="width: 156px"><img class="size-medium wp-image-968 " title="Reza1S" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/reza1s2.jpg?w=208" alt="Baby Reza" width="146" height="210" /><p class="wp-caption-text">Baby Reza</p></div>
<div id="attachment_967" class="wp-caption alignnone" style="width: 150px"><img class="size-medium wp-image-967 " title="lukmanSA" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/lukmansa2.jpg?w=200" alt="Baby Lukman" width="140" height="210" /><p class="wp-caption-text">Baby Lukman</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Negosiasi]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/07/negosiasi/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 16:02:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/07/negosiasi/</guid>
<description><![CDATA[Hari Minggu kemarin, karena asik main terus sampai malam, Lukman nggak mau bobo pada waktunya. Dimin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari Minggu kemarin, karena asik main terus sampai malam, Lukman nggak mau bobo pada waktunya. Diminta masuk kamar sih mau, tapi terus loncat2 ditempat tidur, gangguin kakaknya, pokoknya nggak mau berbaring. Setelah lebih 30 menit seperti itu, Mamanya keluarin nada yang lebih keras, dan suruh Lukman tidur. Akhirnya mau Lukmannya berbaring, tapi sambil acting nangis &#8216;ihik&#8230;. ihik&#8230;. ihik&#8230;.&#8217; yang di-buat2 banget deh pokoknya. Karena tahu dia nggak nangis beneran, Mamanya nggak bujukin. Lama-lama nangis beneran Lukmannya, karena nggak ditanggapin acting nangisnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Setelah beberapa waktu tangisnya berhenti juga, dan Lukman tertidur.</p>
<p>Waktu bangun pagi, karena malamnya Lukman nangis seperti itu, Mamanya biarkan Lukman bangun sendiri. Waktu sudah 100% bangun, dan Lukman sudah mau ngomong, dia yang negor Mamanya duluan, nepuk bahu Mamanya dan kasih senyum. Mamanya pura2 kaget dan bilang &#8220;Eh Caaaayang&#8221; Lukmannya balas &#8220;cayang Mamaaa&#8221;. Hihihi Mamanya seneng, Lukman nggak inget kejadian semalam dan bangun dg gembira. Lanjut deh Lukman sarapan, sambil nonton kartun Pororo kesukaannya. Tapi waktu diajak mandi, Lukman nggak mau, bilang &#8220;Nggak!&#8221; dengan tegas sekali. Dibujuk2, Lukmannya tetep nggak mau mandi. Apalagi waktu disebut mau sekolah, wah makin nggak mau Lukmannya mandi. Lukman malah bilang &#8220;Mau monyet!!&#8221; loh kok pagi2 minta lihat monyet. Mamanya tahu, Lukman minta lihat patung monyet yang ada digerbang Ragunan, yang memang lagi jadi tempat singgah favoritnya Lukman sejak minggu yll. Waktu dbilang &#8220;Monyetnya nanti ya, sesudah sekolah. Dan Mama juga mau beli ikan, mau kan lihat ikan ya wap wap wap (sambil nirukan mulut ikan buka-tutup)&#8221;. Lukman gak bergeming, tetep bilang &#8220;Mau monyet!&#8221;.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Akhirnya Mamanya niru nada suara film Dora &#8220;Kita sekolah, lihat monyet, terus beli ikan. Sekolah, monyet, beli ikan&#8221; di ulang2 sambil tunjuk jari satu, dua, tiga. Akhirnya Lukman mengerti juga. Waktu sudah beberapa kali nyebut &#8220;Sekolah, monyet, beli ikan&#8221; Mamanya tanya &#8220;Ok?&#8221; akhirnya Lukman bilang ok juga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Tapi Lukman tetap nggak mau pakai seragamnya. Mamanya bilang &#8220;Lukman mau pakai baju yang ada monyetnya?&#8221; dan kita sama2 berdiri didepan lemari bajunya. Karena nggak ada baju yang gambar monyet, Lukman nunjuk baju warna hijau, kesukaannya sejak pernah dipakai piknik ke Puncak juga ke acara family gathering disekolah. Mungkin moodnya lagi mau piknik kali ya, jadi Mamanya biarkan aja dia pilih yang itu, dan dijalan menuju sekolah sudah telepon bu guru minta dimaklumi kalau Lukman nggak pakai seragam hari ini.</p>
<p>Sampai sekolah, tidak ada kehebohan yang berarti. Bahkan Lukman bisa &#8216;belajar&#8217; cukup anteng dibawah pohon.</p>
<p>Waktu dijemput, Lukman langsung nagih &#8220;Mau monyet!&#8221; hahaha Mamanya kagum deh, dia nggak lupa dengan janji Mamanya. Akhirnya pergi deh kita ke gerbang Ragunan itu, nggak terlalu lama disana, dan akhirnya belanja beli ikan. Pulangnya Lukman cukup puas, lumayan kelihatan cape dan bilang &#8220;Mau bobo&#8221; waktu masih dimobil <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-909" title="baju hijaus" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/baju-hijaus.jpg?w=224" alt="baju hijaus" width="224" height="300" /> <em>baju hijau favorit&#8230;</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reza Iri]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/07/reza-iri/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 15:17:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/09/07/reza-iri/</guid>
<description><![CDATA[Hari Minggu kemarin saat kita lagi dijalan, Ayang lihat pedagang asongan menjual mainan ayam-ayaman ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-medium wp-image-897" title="ayams" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/09/ayams1.jpg?w=300" alt="ayams" width="300" height="224" /></p>
<p>Hari Minggu kemarin saat kita lagi dijalan, Ayang lihat pedagang asongan menjual mainan ayam-ayaman dilampu merah. Ayam2an ini digerakkan oleh benang yang diikat ke bola. Kalau bolanya digerakkan memutar, ayam2nya seperti mematuk gambar beras ditengah2nya, secara bergantian. Karena memang lucu, dan bisa ditawar, ya udah, dibeli lah satu untuk Lukman. Sempat sih Ayang mau belikan dua, tapi karena mainan itu buat anak2 banget, Mamanya bilang Reza enggak usah dibeliin, cukup berdua aja dengan Lukman.</p>
<p>Sampai dirumah Lukman syennnengg banget lihat ayam2an itu, sampai bilang &#8220;Waaw&#8221; sambil pegang kedua pipinya plus senyum lebaaar banget. Dia langsung mau main, begitu juga Reza. Setelah Reza mencoba sebentar menggerakkan ayam2an itu, Lukman gantian memainkannya dan nggak mau melepaskan lagi. Papa Mamanya masuk kamar, Lukman juga ikutan sambil terus mainkan ayam2an itu.</p>
<p>Rupanya Reza jadi iri, dan waktu Mamanya keluar kamar, Reza mukanya ditekuk, dan matanya digosok2, sambil bilang &#8220;Reza iri&#8230;.&#8221;. Mamanya sudah nebak, tentang ayam2an nih. Mamanya bilang &#8220;kenapa, mau main ayam2an juga&#8221;. Reza bilang &#8220;kok Mama cuma beliin Lukman aja sih, Reza kan mau juga&#8230;&#8221; trus Mamanya bilang &#8220;mainan itu yang belikan Ayang, Reza. Lagian kan Reza dibeliin baju, adek nggak dibeliin baju, jadi Lukman dapat ayam, Reza dapat baju&#8221;. Reza masih ngotot, dan suaranya separuh menangis &#8220;Tapi Reza nggak mau baju, maunya ayam2an&#8221;. Mamanya bilang lagi &#8220;Reza, itukan mainan untuk anak2 kecil, masa Reza mau juga?&#8221; Reza makin sebel &#8220;Tapi Reza mau dibeliin juga&#8221; sambil nendang mainan Lukman yang tergeletak dekat kakinya. Wah Mamanya lihat Reza jadi marah2 gitu jadi diem aja, biar Rezanya nggak makin sewot. Lalu Papanya keluar kamar juga, dan lihat Reza lagi ngambeg gitu. Papanya ajak Reza ngomong, dan sama aja, Papanya juga bilang Reza sudah terlalu besar untuk mainan seperti itu. Lagipula kan bisa sharing sama adeknya, nggak perlu masing2 dibelikan. Reza tetap ngambeg, pake nangis pula.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Cukup lama didiemin, sempat ditinggal kekamar, Rezanya masih nangis2 sedih sambil tendang2 mainan adeknya yg banyak bertebaran didepannya. Akhirnya Mamanya bilang &#8220;Jangan ditendang2 gitu dong, nanti jadi rusak&#8221;. Rezanya makin sebel, dia bilang &#8220;biarin rusak, kan adek dibeliin terus&#8230;&#8221;. Waduh, susah ya kalau lagi emosi gitu. Akhirnya Mamanya ajak Reza mendekat &#8220;sini deh Reza, Mama bilangin&#8221;. Rezanya nurut, mendekat ke Mamanya. Lalu Mamanya gosok2 punggung Reza sambil ngomong &#8220;Mama tahu, Reza sekarang lagi sedih kan?&#8221; Rezanya cuma &#8220;snifff&#8230;.&#8221; terus Mamanya ngomong lagi &#8220;Mama juga pernah sediiih banget dulu waktu masih kecil. Sebabnya gini nih, kalau ada yang ulangtahun, entah MakTuan, atau Bum2, atau Mama sendiri, kita bertiga dapat kado semua, walaupun yang ulangtahun lebih besar kadonya. Begitu terus tiap tahun, kalau salahsatu ada yang ulangtahun semuanya dapat kado. Nah waktu udah mulai besaran, kalau nggak salah kelas 3, Ayang kasih tahu kalau mulai tahun itu yang dapat kado adalah yang berulangtahun saja, yang lain enggak lagi. Waktu dijelasin seperti itu Mama sih mengerti, dan tahu memang mustinya yang dapat kado hanya yg ulangtahun, tapi tetep aja rasanya sediiih banget, dan pinginnya tetap dapat kado siapapun yang ulangtahun&#8221;. Rezanya dengerin, dan kelihatannya lebih tenang sedikit, nggak tahu apakah karena ceritanya, atau karena dapat simpati Mamanya yang gosok2 punggungnya. Jadi Mamanya selesaikan deh ceritanya &#8220;Jadi Mamanya mau walaupun Reza sedih tapi bisa mengerti, bahwa nggak selamanya Ayang atau PapaMama belikan apa2 serba dua. Kadang cuma untuk adek Lukman, kadang cuma untuk Reza saja.  Kalau Reza mau, pinjam saja punya adek, pasti dia mau kasih&#8221;. Kebetulan adeknya sudah keluar kamar, nonton TV dan ayam2an diletakkan dikursi dekat Reza. Mamanya bilang &#8220;nah tuh adeknya lagi nggak mainin, pinjem aja sama adek&#8221;. Reza langsung ambil ayam2annya, dan bilang sama adeknya &#8220;pinjem ya Lukman&#8221;. Eeee Lukmannya dg galak rebut lagi ayam2an itu, sambil bilang &#8220;Punyaku!!!&#8221;. Terus Mamanya bilang &#8220;Iya, itu punya Lukman, tapi kakak boleh pinjam ya sebentar?&#8221;. Lukmannya jawab &#8220;Boleh&#8230;&#8221; terus dikasihkan ayam2annya ke Reza. Rezanya seneng, diperbolehkan main juga sama adeknya.</p>
<p>Kids&#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lukman Pagi Ini]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/08/16/lukman-pagi-ini/</link>
<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 11:37:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/08/16/lukman-pagi-ini/</guid>
<description><![CDATA[Diambil dari note di FaceBook tanggal 13 Agustus 2009. Seminggu ini Lukman memang lagi rada bete git]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Diambil dari note di FaceBook tanggal 13 Agustus 2009.</p>
<p>Seminggu ini Lukman memang lagi rada bete gitu kalo mau masuk sekolah.<br />
Tapi setelahnya sih baik-baik aja, seharian mau main, mau &#8216;belajar&#8217;.</p>
<p>Pagi ini juga begitu.<br />
Padahal sudah disambut kak Aas dan kak Endah didepan sekolah, eeehhh malah kabur lagi keluar, ditangkep sama kakeknya Tama, mau digendong kedalam malah mulai mau nangis, bilang &#8220;Mamaaaa&#8230;..&#8221;.<br />
Akhirnya Mamanya gendong Lukman kuda-kudaan kedalam, sambil nyanyi &#8220;Tak Gendong&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dihalaman sekolah Lukman malah melorot turun, Mamanya kirain udah mau jalan sendiri nih.<br />
Eeeh Lukman malah gandeng Mamanya, minta Mamanya ikutan masuk kedalam kelas.<br />
Mamanya ikutin aja, mau lihat Lukman maunya apa.<br />
<!--more--> Trus dia masuk kelas, suruh Mamanya duduk juga (<em>ditarikin kursinya sama Lukman, trus dia tepuk-tepuk kursinya sambil bilang &#8220;Mamah duduk&#8221;</em>).<br />
Akhirnya kita bertiga kak Aas temenin Lukman baca buku dinosaurus kegemarannya dulu. Lukman tunjuk-tunjuk semua gambarnya, sambil sebut jenis dinonya. Habis baca buku itu, kak Ami datang, bawa buku kuda, ngajakin Lukman keluar kelas, baca buku bersama teman-teman.<br />
Akhirnya Lukman mau keluar kelas, tapi masih nengoknengok ke Mamanya yang jalan dibelakangnya.</p>
<p>Lukman milih duduk di playset (<em>sepertinya itu tempat yang paling menyenangkan untuk Lukman</em>), Kak Aas duduk disebelahnya.<br />
Waktu Mamanya tanya &#8220;Mama boleh pulang?&#8221; dan kak Aas juga ngomong yang sama, Lukman baru mau deh ditinggal dan bilang &#8220;Boleh&#8221;.<br />
Kak Aas bilang &#8220;Tos dulu sama Mama&#8221;, dan Lukmannya tos-tos-an sama Mamanya.<br />
Waktu Mamanya jalan kemobil, Lukman kasih kiss bye &#8220;Mwwah!&#8221; hihihi&#8230;.</p>
<p>Begitu deh sama Lukman, musti sabar, nggak bisa dipaksain.<br />
Kalau dipaksa malah makin menjadi betenya, jadi ngambek dan nggak mau ngapa-ngapain.<br />
Untung kakak-kakak (guru-guru) disekolah pengertiaaaan banget sama Lukmannya.<br />
Makasih ya kakak-kakak&#8230;.<br />
<em>I love you full&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[susah'e pesen teh adem]]></title>
<link>http://lumansupra.wordpress.com/2009/08/13/susahe-pesen-teh-adem/</link>
<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 03:21:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>lumansupra</dc:creator>
<guid>http://lumansupra.wordpress.com/2009/08/13/susahe-pesen-teh-adem/</guid>
<description><![CDATA[tiap kali pesen teh adem selalu dikasih es teh. mungkin karena kata adem dan es itu sama artinya. ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[tiap kali pesen teh adem selalu dikasih es teh. mungkin karena kata adem dan es itu sama artinya. ta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lukman Bertanya]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/08/12/lukman-bertanya/</link>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 06:04:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/08/12/lukman-bertanya/</guid>
<description><![CDATA[Kalimat bertanya sedang jadi favorit Lukman bulan ini. Kadang hal yang sudah diketahuinya pun suka d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-827" title="8" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/08/8.jpg?w=119" alt="8" width="119" height="150" /></p>
<p>Kalimat bertanya sedang jadi favorit Lukman bulan ini. Kadang hal yang sudah diketahuinya pun suka ditanyakan. Misalnya kalau sedang membuka computer games (Lukman sudah gape klik-klik menu dan memilih game yang dia mau mainkan dicomputer) Lukman bertanya &#8220;Ini ikan paus ya?&#8221; waktu dia sedang membuka game Marine Park Empire yang memang ada ikan pausnya.</p>
<p>Minggu yang lalu, Lukman sudah mulai tertarik untuk mengikuti kegiatan berkelompok dikelasnya. Ini perkembangan baru, karena biasanya Lukman enggan mengikuti kegiatan kelompok, maunya kabuuur aja.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Nah hari itu nama kegiatan kelasnya adalah Bahan Alam. Yang dilakukan adalah kegiatan motorik halus dengan memakai bahan-bahan dari alam misalnya merobek daun, mengocok air sabun, juga menumbuk. Waktu diajak <em>shadow teacher</em>nya, kak Aas, untuk duduk di salah satu meja Lukman menggeleng. Tapi kemudian Lukman tertarik dengan kegiatan temannya yang sedang menumbuk, lalu ia menggoyang-goyang tangan kak Aas, dan bilang &#8220;Boleh?&#8221; sambil menunjuk temannya itu. Waaahhh manis bener, Lukman minta ijin dulu sama bu guru sebelum melakukan kegiatan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Beberapa hari yang lalu, saat kakak Reza baru selesai makan malam, Reza samperin saya yang sedang menemani Lukman yang mau tidur. Reza tanya ke saya &#8220;Mandi, Mama?&#8221;. Saya bingung, kok malam-malam mau mandi, memang sih karena acara penuh sore itu sampai dirumah Reza langsung makan, belum mandi sore. Karena bingung, Mamanya menjawab pertanyaan Reza dengan pertanyaan lagi &#8220;Mandi?&#8221;.</p>
<p>Mendadak Lukman nyeletuk : &#8220;Mandi boleh, Mama?&#8221; hihihihi adek Lukman pikir Mamanya nggak ngerti kalau satu kata mandi dari kakaknya itu maksudnya menanyakan harus mandi atau enggak. Dan Lukman berusaha membantu menjelaskan kepada Mamanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pagi ini, waktu baru naik mobil untuk diantar kesekolah, Lukman bilang &#8220;Orange? Anggur?&#8221; Mamanya baru sadar, lupa membawa sebotol susu UHT kesukaan Lukman yang biasa diminum dimobil. Memang biasanya saya meminta Lukman memilih antara dua pilihan flavor susu, untuk mengajarkannya membuat keputusan. Dan kalimat tanya itu yang Lukman tiru saat minta diambilkan susu.</p>
<p>Senang sekali Lukman sudah bisa berinisiatif untuk minta, walaupun dengan sepatah dua patah kata <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Misa Bhawana Citta]]></title>
<link>http://fraisgurl.wordpress.com/2009/08/07/misa-bhawana-citta/</link>
<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 10:32:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>fraisgurl</dc:creator>
<guid>http://fraisgurl.wordpress.com/2009/08/07/misa-bhawana-citta/</guid>
<description><![CDATA[wow.. finally,, after all of my sacrifices.. i&#8217;m the member of Misa Bhawana Citta.. the most m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>wow..</p>
<p>finally,, after all of my sacrifices.. i&#8217;m the member of Misa Bhawana Citta..</p>
<p>the most mboiz excul in mitreka satata a.k.a public senior high school 1 malang..!!</p>
<p>penuh dengan cerita seru dan kekejaman sih,, tapi pada akhirnya semua itu sepadan dengan yang udah kita korbankan demi funcamp!!</p>
<p>n besog gw mau nge-camp lagi,, tapi yang kali ini mungkin lebih so sweet..</p>
<p>gue nebeng lukman,, sasya aja ampe ngiri ama gw..<br />
sori deh cint,, bukan maksud gimana,, tapi ya lo tau ndiri kan&#8230; wkakakakak..</p>
<p>dia juga ikut di sie. acara ama gw,, tuh cow emang inceran gw di MBC,, secara yang lainnya udah pada egois n gak mutu banget..</p>
<p>maaph bukan maksud gitu  tapi emang itu yang gw rasain swaktu ama kalian..</p>
<p>yang penting seru-seruan lah ama kalian,, menyingkir dari kepenatan di kota dan kembali ke alam.. back to nature!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lumansupra.com]]></title>
<link>http://lumansupra.wordpress.com/2009/07/24/lumansupra-com/</link>
<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 12:26:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>lumansupra</dc:creator>
<guid>http://lumansupra.wordpress.com/2009/07/24/lumansupra-com/</guid>
<description><![CDATA[akhirnya aku punya domain di www.lumansupra.com sek mo ngerencanain pindah rumah&#8230; wkwkwkw]]></description>
<content:encoded><![CDATA[akhirnya aku punya domain di www.lumansupra.com sek mo ngerencanain pindah rumah&#8230; wkwkwkw]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hey, Kemana?]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/07/17/hey-kemana/</link>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 23:08:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/07/17/hey-kemana/</guid>
<description><![CDATA[Ini untuk catatan Mamanya, Lukman sudah semakin komunikatif, sudah semakin spontan menyuarakan isi h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ini untuk catatan Mamanya, Lukman sudah semakin komunikatif, sudah semakin spontan menyuarakan isi hatinya. Suatu sore minggu yang lalu waktu kita sedang bermain dikamar, Mamanya lihat terapis wicaranya Lukman sudah masuk kehalaman rumah, dan Mamanya keluar kamar untuk bukakan pintu depan. Lukman yang lagi asik, rupanya nggak suka Mamanya ninggalkan dia, dan langsung ngomong : &#8220;Hey, Mama kemana?&#8221;.</p>
<p>Begitu juga waktu kita mau pergi ke pertemuan keluarga Papanya. Selesai menaikkan Lukman kemobil, Mamanya ingat sesuatu yang harus ambil di mobil. Walaupun Papa dan kakaknya sudah menemani dimobil, Lukman tetap bingung waktu Mamanya nggak masuk mobil, malah masuk kedalam rumah lagi. Dia tanya Papanya : &#8220;Mama kemana?&#8221;. Papanya bilang : &#8220;Ada yang ketinggalan, nanti juga Mama masuk mobil kok sayang&#8221;. Dan waktu Mamanya beneran naik mobil, Lukman teriak &#8220;Yeeey, kita berhasil!&#8221; hahaha&#8230;.!</p>
<p>Selain itu, entah didengarnya dari mana, Lukman sudah bisa bilang kata &#8216;melamun&#8217;. Waktu Mamanya lagi didepan computer, dia seperti biasanya suka godain, supaya Mamanya main sama dia aja. Lukman bilang : &#8221; Sudah, jangan melamun&#8230;.&#8221; Hahahaha&#8230;. Mamanya langsung ketawa dan kali ini Lukman berhasil bikin Mamanya bermain, melupakan computer <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-816" title="1s" src="http://mamanya.wordpress.com/files/2009/07/1s1.jpg?w=101" alt="1s" width="101" height="150" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nasehat Lukman Hakim]]></title>
<link>http://wahyu2005.wordpress.com/2009/06/13/nasehat-lukman-hakim/</link>
<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 16:20:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>wahyu2005</dc:creator>
<guid>http://wahyu2005.wordpress.com/2009/06/13/nasehat-lukman-hakim/</guid>
<description><![CDATA[Bogor.12/06/2009 Siang tadi saya Sholat Jum’at di Masjid Raya Bogor. Khatibnya adalah Ust. Ir. Saifu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bogor.12/06/2009</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-204" title="masjid bogor.jpg_thumb" src="http://wahyu2005.wordpress.com/files/2009/06/masjid-bogor_thumb.jpg?w=150" alt="masjid bogor.jpg_thumb" width="150" height="112" />Siang tadi saya Sholat Jum’at di Masjid Raya Bogor. Khatibnya adalah Ust. Ir. Saiful Naumin, M.Ag. Masih ingat dulu di tahun 98, semasa masih di TPB, Alhamdulillah saya diajak Mas Arief Maulana silaturahim ke rumah beliau untuk mengundangnya sebagai pembicara di seminar yang diselenggarakan biro <strong>Farabi</strong> Masjid Al Ghifari.</p>
<p>Subhanallah, khutbah yang disampaikan mantap, berapi-api. Beliau mengupas secara singkat pesan Lukman Hakim [seorang Nabi yang se- zaman Nabi Musa AS, kata khatib red] kepada anaknya.</p>
<p><!--more-->Di awal khutbah, Pak Saiful membahas singkat tentang problema pendidikan di Indonesia, di antaranya adalah lemahnya pendidikan karakter, yang diutamakan adalah pengajaran bukan pendidikan. Beliau juga menyindir tentang sekolah bertaraf internasional yang lebih bertendensi menjadi sekolah bertarif internasional [dalam hati bener juga ya].</p>
<p>Kembali ke nasihat Lukman Hakim, khatib mengutip Surat Lukman ayat 12-14 :</p>
<p><em>12. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: &#8220;<strong>Bersyukurlah</strong> kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.&#8221; </em></p>
<p><em>13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: &#8220;Hai anakku, <strong>janganlah kamu mempersekutukan Allah</strong>, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.&#8221; </em></p>
<p><em>14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (<strong>berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya</strong>; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.</em></p>
<p>Menurut Beliau, berdasarkan ayat di Surat Lukman ini, karakter yang harus diajarkan pada anak-anak kita adalah:</p>
<ol>
<li><em>&#8220;<strong>Bersyukurlah</strong> <strong>kepada Allah” </strong></em>dalam arti yang sebenarnya. Ada 3 dimensi syukur menurut beliau. <span style="text-decoration:underline;">Dimensi pertama</span>, bersyukur berarti memahami bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT, maka ia akan memuji Allah. Dan kebanyakan orang berhenti sampai dimensi ini, tidak salah tapi kurang sempurna. <span style="text-decoration:underline;">Dimensi kedua</span>, bersyukur berarti mengembalikan sebagian nikmat yang telah dianugerahkan Allah kembali ke jalan Allah, melalui zakat, infak, sedekah, wakaf, dll.<span style="text-decoration:underline;">Dimensi ketiga</span>, <strong><em><span style="text-decoration:underline;">bersyukur berarti obsesif, ambisius untuk terus mengembangkan diri</span></em></strong>, meningkatkan kapasitas [tambah kaya, tambah sukses, tambah ilmu dll], karena Allah SWT telah berjanji bahwa &#8220;<em>Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.&#8221; </em>Di surat Ibrahim ayat 7. Dan Allah mengingatkan kita berulangkali di surat Ar Rahman tentang mensyukuri nikmatnya, “<em>Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”</em> dalam beberapa ayat yang berulang. Sudahkah kita bersyukur?<em> </em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><strong><em>“janganlah kamu mempersekutukan Allah”</em></strong> karena ini adalah kezaliman yang besar, kedunguan yang sangat dungu. Allah SWT telah menciptakan kita sebagai makhluknya yang terbaik, yang paling sempurna di antara makhluknya yang lain. Bahkan malaikat pun diperintah sujud kepada Adam AS, hanya iblis la’natullah alaih yang menolak karena kesombongannya. Jadi sangatlah bodoh kalo kita mensyarikatkan Allah dengan yang lain, orang pintar, keris, batu-batu sakti dll yang dipertuhankan selain Allah. Manusia, kita adalah makhluk Allah yang terbaik, paling sempurna, so <strong><em>be confident!</em></strong> Percaya diri lah.<em> </em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><strong><em>“(berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya”</em></strong>, menjadi anak yang ta’at tidak durhaka kepada kedua orang tua. Khatib mengingatkan bahwa ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, bahwa dua dosa yang langsung dibalas oeh Allah adalah do’a menzalimi orang lain dan durhaka kepada kedua orang tua. Tugas para orang tua lah mendidik anaknya menjadi anak yang shalih yang tidak durhaka. Dalam mendidik anak, kita juga perlu memberikan <em>reasoning</em>, sebagaimana Allah mengajari kita pada ayat 14 di atas. Jangan sekedar menyuruh atau melarang saja, tapi berikan <em>reasoning</em>. Jadi, sebagai anak kita berdo’a <em>“ Allahummaghfirli dzunubi waliwalidayya, warhamhuma kama rabbayani shaghira”</em> dan sebagai orang tua kita berdo’a <em>“Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun, waj-alna lil muttaqina imama”.</em></li>
</ol>
<p>karena keterbatasan waktu, di khutbah pertama hanya 3 ayat yang sempat dibahas,  jika dilanjutkan ada beberapa pesan lainnya, antara lain:</p>
<p><em>16. (Luqman berkata): &#8220;Hai anakku, <strong>sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi,</strong> dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya <strong>Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus<sup>[1181]</sup> lagi Maha Mengetahui.</strong></em></p>
<p><em>17. Hai anakku, <strong>dirikanlah shalat</strong> dan <strong>suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar</strong> dan <strong>bersabarlah</strong> terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).</em></p>
<p><em>18. Dan <strong>janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)</strong> dan <strong>janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh</strong>. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.</em></p>
<p><em>19. <strong>Dan sederhanalah kamu dalam berjalan<sup>[1182]</sup></strong> dan <strong>lunakkanlah suaramu</strong>. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.</em></p>
<p>[1182]. Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.</p>
<p>Setelah duduk di antara 2 khutbah, khatib kembali mengajak jama’ah sholat Jum’at meneladani hikmah dari Lukman Hakim dan anaknya yang tidak dikisahkan di Al Qur’an, tapi ada dalam riwayat-riwayat yang telah masyhur.</p>
<p>Pada suatu hari Lukman Hakim mengajak anaknya ke pasar dengan menuntun keledai. Di jalan mereka bertemu dengan seseorang [orang pertama], orang itu mengatakan <strong><em>“bodoh sekali bapak dan anak itu, bawa keledai tapi kok tidak dinaiki, malah dituntun”</em></strong>. Mendengar omongan ini, anaknya kemudian naik ke atas punggung keledai.</p>
<p>Di jalan mereka lalu bertemu dengan seseorang [orang kedua], orang itu lalu mengatakan <strong><em>“durhaka sekali anak itu, mosok bapaknya disuruh jalan kaki, sedangkan dia enak-enakkan naik keledai”.</em></strong> Mendengar ucapan orang kedua, anaknya langsung turun, dan menyuruh bapaknya [Lukman Hakim] untuk naik ke atas keledai.</p>
<p>Di tengah perjalanan, kembali mereka bertemu dengan seseorang [orang ketiga], sebagaimana kedua orang sebelumnya, orang ketiga ini juga mengomentari <strong><em>“bagaimana sih bapak ini, teganya naik keledai sendiri, sedangkan anaknya disuruh jalan”</em>.</strong> Nggak tahan mendengar komentar ini, anaknya lalu naik ke punggung keledai. Jadilah mereka berdua naik keledai berjalan ke arah pasar.</p>
<p>Seperti sebelumnya, di tengah jalan mereka bertemu dengan orang keempat, orang ini lalu berkata <strong><em>“tega sekali bapak dan anak ini, keledai kecil begitu dinaikin berdua, dasar tidak punya perikebinatangan”</em></strong><em>.</em> Anaknya langsung turun, kemudian berlari dan kembali lagi dengan membawa kayu dan seutas tali. Keledai itu lalu diikat dan dipikul oleh mereka berdua.</p>
<p>Akhirnya mereka sampai di pasar, ternyata ketika mau dijual keledainya tidak laku, karena tidak ada orang yang mau membeli keledai yang lemah. Sang anak kemudaian bertanya kepada Lukman Hakim. <strong><em>“Bapak kan ahli hikmah, yang sering dimintai solusi oleh masyarakat, bagaimana nih yang terjadi dengan kita sekarang?”.</em></strong></p>
<p>Lukman Hakim lalu berkata <strong><em>“anakku, beginilah engkau. Selalu mengikuti apa kata orang lain, selalu ikut-ikutan [dalam konteks sekarang, apa kata internet, media, tv, film, sinetron, mode engkau ikuti], tanpa memikirkan apakah baik menurut otak, menurut akal, apakah benar menurut hati. Ikutilah sesuatu dengan ilmu yang benar, jangan ikut-ikutan.”</em></strong> Kata khatib <strong><em>be yourself!</em></strong>, jadilah dirimu sendiri anakku.</p>
<p>Jadi <em>tagline</em> khutbah beliau hari ini :</p>
<p align="center"><strong>BERSYUKURLAH [obsesif]</strong></p>
<p align="center"><strong>JANGAN MUSYRIK [be confident]</strong></p>
<p align="center"><strong>JANGAN DURHAKA</strong></p>
<p align="center"><strong>Be Yourself!</strong></p>
<p>Karakter seperti inilah yang harus kita didikkan kepada anak-anak bangsa ini, sebelum mereka dicekoki berbagai macam disiplin ilmu, sehingga tidak ada lagi kisah korupsi, narkoba, pengkhianatan, selingkuh, dan berbagai macam penyimpangan yang dilakukan anak bangsa, sekalipun mereka bergelar Dr atau Prof seperti sekarang ini. Wallahu a’lam.</p>
<p>Belum pernahkah kita mendengar nasehat Lukman Hakim kepada anaknya ini? Pasti pernah, bahkan sebagian kita mungkin malah pernah memberikan taushiyah dengan kisah ini.</p>
<p>Tapi tetap saja kita butuh diingatkan, karena kita suka lupa, suka lalai. Karena peringatan bermanfaat bagi orang-orang beriman.</p>
<p>Jazakumullah Ustadz atas khutbahnya yang bersemangat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Dan Air Putih...."]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/06/02/dan-air-putih/</link>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 13:48:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/06/02/dan-air-putih/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini Lukman ikutan Mamanya mundar-mandir seharian. Maklum, asisten lagi mudik, dan ada sih asist]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini Lukman ikutan Mamanya mundar-mandir seharian. Maklum, asisten lagi mudik, dan ada sih asisten temporer, tapi Mamanya belum berani tinggalkan Lukman berdua asisten temporer tersebut dirumah.</p>
<p>Kita mulai berangkat jam 10 pagi dari rumah menuju Kancil untuk terapi, selesai terapi Lukman makan siang dulu disana, karena mau langsung jemput kakak Reza disekolah. Selesai makan, kita jemput Reza ke Darbi. Nggak lama nunggu disana, Rezapun keluar kelas. Sempat ganti baju dulu sebelum jalan lagi, kita kemudian menuju RSPI, sudah bikin appointment dg dokter disana. Karena sudah siang, nggak banyak lagi pasien yang berobat, dan kita juga tidak lama menunggu antrian dokter. Yang lama adalah nunggu obat selesai diproses, jadi Reza dan Lukman sempat makan sore dulu karena sudah jam 4. Jadi sampai rumah nanti mereka tinggal istirahat, minum susu dan bobo deh&#8230;</p>
<p><!--more--></p>
<p>Menjelang tidur, Mamanya tanya Lukman &#8220;Mau susu lagi nggak?&#8221; Lukman jawab &#8220;Mau, Mama&#8221;. Walaupun cuma bilang &#8220;Mau&#8221; jawabannya Lukman ini sudah menunjukkan perkembangannya. Awalnya kalau ditanyai, Lukman mengulang pertanyaan yang dilontarkan. Jadi kita nggak paham, sebetulnya Lukman mengerti atau tidak pertanyaannya. Tapi kemudian Lukman sudah bisa jawab, walaupun tetap mengulang pertanyaannya, tapi sudah tanpa intonasi bertanya. Nah sekarang Lukman sudah bisa menjawab dengan nada yg tepat, dengan intonasi yang tepat, walaupun singkat saja jawabannya.</p>
<p>Balik ke pertanyaan tadi, waktu Lukman bilang &#8220;Mau, Mama&#8221; saat Mamanya balik badan untuk bikin susu, Lukman bilang &#8220;Air putih&#8230;&#8221;. Mamanya berhenti dong, bingung maunya Lukman susu atau air putih. Mamanya tanya lagi &#8220;Lho, maunya Lukman minum susu atau air putih?&#8221;. Lukman jawab &#8220;Mau susu&#8230;. DAN&#8230; air putih&#8221;. Waaahhh Mamanya takjub, tapi terus bikinin susu dulu. Saat lagi nungguin Lukman minum susu, Mamanya tanya sama Reza yang bobo ditempat tidur sebelah : &#8220;Reza denger nggak tadi adek ngomong DAN?&#8221;. Reza manggut2 dan bilang &#8220;Iya, adek bilang susu dan air putih&#8221; katanya. Mamanya bilang &#8220;Wah udah nambah ya omongan adek&#8221;. Reza nggak langsung jawab, dia angkat jempolnya dan bilang &#8220;Pintar&#8230;.&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Adekku Sayang]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/06/01/adekku-sayang/</link>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 01:43:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/06/01/adekku-sayang/</guid>
<description><![CDATA[Hari Minggu kita nggak ada acara khusus. Papanya lagi kurang enak badan, jadi kita dirumah saja. Sek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari Minggu kita nggak ada acara khusus. Papanya lagi kurang enak badan, jadi kita dirumah saja. Sekali-sekali enak juga, main sama-sama Ivan, dan Rania dihalaman.</p>
<p>Setelah main, mereka pada masuk kerumah. Reza hidupkan tivi, dan mulai deh&#8230;.. rebutan program tivi yang mau ditonton. Seperti biasa Lukman langsung ambil vcd dan langsung dimasukkin ke player. Reza sewot, dia mau nonton vcd yang lain. Jadi deh saling rebutan. Papa Mamanya melerai, dan bilang adek Lukman duluan, setelah itu baru puter vcdnya Reza. Reza marah sekali, dan langsung cemberut mukanya. Nggak lama Lukman bilang &#8220;Aduuh sakit, Rezaaa&#8221; dan nangis bombay&#8230; Kaget juga Mamanya, karena nggak biasanya Reza sampai main tangan ke adiknya. Mamanya langsung gendong adek Lukman sampai dia diem. Nggak lama sih nangisnya, mungkin cuma krn kaget saja. Sementara Rezanya makin cemberut, mukanya disembunyikan dipojokan sofa.<!--more--></p>
<p>Sesudah adeknya tidak menangis lagi, Mamanya ngajak ngomong Reza, kok dipukul adeknya. Reza yang lagi marah bener-bener nggak bisa diajak ngomong, katanya &#8220;Biarin aja, Reza males sama adek, maunya menang melulu!&#8221;. Walaupun Mamanya bilang sama Reza kalau adeknya memang belum bisa ngerti apa artinya &#8216;gantian&#8217; Reza tetep marah. Akhirnya biar Reza cooling down, Mamanya suruh Reza mandi dulu.</p>
<p>Rupanya Papanya juga dengar jawaban Reza tadi. Waktu Reza muncul lagi membawa handuk, Papanya panggil, dan pangku Reza. Papanya bilang &#8220;Reza kan sudah tahu, adek itu tidak seperti anak-anak lain. Adek sudah 4 tahun tapi masih belum lancar bicara seperti Reza dulu. Papa Mama bukan nggak sayang sama Reza, coba inget waktu PapaMama beli tivi satu lagi supaya Reza bisa nonton diatas, atau inget waktu Papa ke Singapore yang dibeliin mainan siapa? Reza kan? Adek nggak dibeliin karena belum ngerti, apa itu oleh-oleh, dan belum punya keinginan dibeliin apa-apa. Adek belum bisa ngomong apa yang dia mau, belum bisa minta apa yg nggak ada didepan matanya. Coba lihat tuh, adek sekarang lagi ngomong apa? Kita nggak ngerti kan? (adek Lukman lagi mainkan miniatur dinosaurus dimeja, sambil ngoceh nggak jelas apa). Tapi bukan maunya adek dia seperti itu. Kita yang harus lebih ngerti dia, kita yang harus ajari adek bagaimana ngomong yang baik. Bukannya malah marah-marah karena adek nggak bisa diomongin&#8230;&#8221;</p>
<p>Duh Mamanya jadi tergenang deh airmatanya dengar Papanya ngomong seperti itu. Uda Ivan yang juga lagi dirumahpun matanya ngembeng&#8230;</p>
<p>Akhirnya Reza lanjutkan mandi. Setelah Reza mandi, dia samperin Mamanya dan adeknya, cium kita satu-satu dan bilang &#8220;Maaf ya Ade, maaf ya Mama&#8221;.</p>
<p>Seharian itu Reza maniss banget sama adeknya. Melihat kondisi sudah oke Mamanya pergi belanja mingguan. Papanya bilang mereka main sama2 terus. Tapi gantian deh adeknya yang jahilin kakaknya. Bahkan sampai himpit2an sama kakaknya, karena iseng aja. Waktu dihimpit balik sama kakaknya, Lukman sok nangis2 manja. Papanya diemin aja, karena tau Lukman yang iseng duluan. Lukmannya samperin Papanya, ngadu: &#8220;Papa&#8230;. huuu&#8230; kaka Eza&#8230; hu&#8230;.&#8221;. Papanya lihat Reza malah keluar, rupanya ngambilin air minum utk adiknya. Kemudian Reza kasih minumnya ke Lukman sambil bilang &#8220;Minum air putih yuk, segaaar&#8230;&#8221; adeknya pun langsung ambil gelas itu dan minum sampai habis. Lukman juga bilang &#8220;Seeegaar&#8230;.&#8221; pdhl masih ada airmata dipipinya. Ketahuan sekali tadi itu cuma nangis2 manja aja.</p>
<p>Waktu Mamanya pulang belanja, dan Reza lihat adek dibelikan gambar2 dinding (padahal untuk alat bantu terapi dirumah) Reza belagak ngambek lagi. Nggak mau mandi sore sendiri, maunya dimandiin. Mamanya nggak mau nurutin, karena nanti keterusan. Akhirnya Reza (yg lagi bergaya2 spt anak bayi) digendong ke kamar mandi. Adeknya yang tertarik dg kehebohan itu ikutan masuk kekamar mandi. Mamanya jadi tanya &#8220;Lukman mau mandi sama2 kaka?&#8221; Lukmannya mau, langsung ambil gayung kecilnya. Reza juga jadi excited banget. Dia bilang &#8220;Reza yang mandiin adek ya Mama&#8221;. Akhirnya acara mandi jadi heboh banget, adeknya nggak cuma nyiram badannya, tapi juga nyiram Reza dan Mamanya. Reza juga keramasin adeknya, dia ambil shampoo dan gosok2 kepala Lukman. Aduh gelliiii banget melihat mereka berdua <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Vector: Warna Kulit]]></title>
<link>http://lumansupra.wordpress.com/2009/05/25/vector-warna-kulit/</link>
<pubDate>Mon, 25 May 2009 02:25:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>lumansupra</dc:creator>
<guid>http://lumansupra.wordpress.com/2009/05/25/vector-warna-kulit/</guid>
<description><![CDATA[beberapa hari kemaren sam bnu tanya soal warna kulit di vektor. Referensi Warna Kulit berikut ini sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[beberapa hari kemaren sam bnu tanya soal warna kulit di vektor. Referensi Warna Kulit berikut ini sa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nikmat....]]></title>
<link>http://mamanya.wordpress.com/2009/05/21/nikmat/</link>
<pubDate>Wed, 20 May 2009 17:13:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>mamanya</dc:creator>
<guid>http://mamanya.wordpress.com/2009/05/21/nikmat/</guid>
<description><![CDATA[Sampai sekarang, bila saya bertemu dengan teman-teman &#8216;mantan&#8217; rekan sekantor dulu serin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sampai sekarang, bila saya bertemu dengan teman-teman &#8216;mantan&#8217; rekan sekantor dulu seringkali mereka bertanya &#8220;Sudah bosen dirumah nggak?&#8221; Pertanyaan yang sama juga sempat terbersit dipikiran saya ketika memutuskan akan berhenti bekerja tahun lalu. Betapa tidak, biasanya saya dan suami jam 06.15 pagi sudah siap berangkat kekantor sementara anak-anak masih heboh bersiap-siap kesekolah, dan kembali kerumah sekitar 12 jam kemudian saat mereka sudah tidur.</p>
<p>Ternyata sampai sekarang, sembilan bulan setelah berhenti, saya malahan masih tetap merasakan nikmatnya ada dirumah bersama anak-anak. Banyak hal-hal yang saya alami, yang tidak akan mungkin saya dapatkan kalau masih bekerja dikantor. Contohnya: saat Lukman berkata &#8220;Aku senang, Mama!&#8221; hanya karena dia bisa minum dari botol kecil, berulang-ulang bulak-balik mengisi botol itu dari dispenser minuman.  Atau seperti saat saya bercanda dengan Lukman, dan spontan dia berkata &#8220;Lucu baaaanyak&#8221; yang maksudnya lucu banget/lucu sekali.</p>
<p>Juga saat menjemput Reza disekolah, dan saat baru parkir ia baru masuk kehalaman sekolah, muka memerah karena kepanasan, membawa botol minuman yang sudah kosong, dan begitu melihat saya dimobil Reza berteriak &#8220;Kita baru jalan-jalan ke danau, Mama! Jalannya jauh tapi seru!&#8221;. Atau saat dia mengadu &#8220;Tadi Daffa menangis lho, karena bajunya ditarik Hanif, padahal dia duluan yang mulai&#8221;.</p>
<p>Momen-momen seperti itu saya pikir sangat berharga, saya bisa alami sendiri tanpa harus dengar laporan asisten, saya bisa lihat senyumnya Lukman saat dia katakan hal-hal baru, juga berdiskusi dengan Reza tanpa harus menunggu weekend.</p>
<p>Dulu saya setuju dengan idiom &#8220;yang penting quality time, bukan quantitynya&#8221;. Tapi sekarang saya tidak sependapat lagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
