<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>makmur &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/makmur/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "makmur"</description>
	<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 09:01:00 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Suatu negara akan makmur bila jumlah entrepreneur minimum 2% dari jumlah penduduk]]></title>
<link>http://budiwiyono.com/2009/12/24/suatu-negara-akan-makmur-bila-jumlah-entrepreneur-minimum-2-dari-jumlah-penduduk/</link>
<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 07:51:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>budiwiyono</dc:creator>
<guid>http://budiwiyono.com/2009/12/24/suatu-negara-akan-makmur-bila-jumlah-entrepreneur-minimum-2-dari-jumlah-penduduk/</guid>
<description><![CDATA[Sosiolog David McClelland berpendapat,”Suatu negara bisa menjadi makmur bila ada entrepreneur (pengu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sosiolog David McClelland berpendapat,”Suatu negara bisa menjadi makmur bila ada entrepreneur (pengusaha) sedikitnya 2% dari jumlah penduduknya”.</p>
<div>
<div>
Sedangkan Indonesia hanya 0,18% dari jumlah penduduk atau 400.000-an orang saja yang menjadi pengusaha. Jadi negara kita ini masih jauh dari angka kemakmuran.<br />
Bandingkan dengan negara tetangga Singapore, mereka memiliki 7% populasi penduduknya sebagai pengusaha. Alhasil mereka kekurangan tenaga kerja dan mengimport dari luar.</p>
<p>Apa faktor-faktor yang menyebabkan suatu negara menghasilkan banyak pengusaha? Pertama, insentif sebagai pengusaha diperbesar, seperti kemudahan membuka badan usaha, fasilitas kredit usaha dengan bunga ringan, hingga keringanan pajak. Yang lebih penting lagi adalah ‘pembunuhan’ pungli oleh para aparat. Namun itu semua bukan faktor utama, karena sifatnya ‘iming-iming’. Seperti saya tuliskan dalam kitab persilatan usaha ”The Power of Kepepet” (Gramedia), “Kepepet adalah motivasi terbesar manusia untuk berubah”.</p>
<p>Selama terlalu banyak proteksi bagi kaum pekerja, rasa nyaman itu akan menggerogoti mental bangsa ini. Nah, inilah faktor kedua yang terpenting harus dilakukan, terutama oleh pemerintah. Sejarah mencatat, para ‘patriot’ tumbuh saat penindasan terjadi. Memang kesannya tidak berperi ‘keburuhan’ dan akan terjadi gejolak jika hal ini diterapkan. Tapi saya yakin, lambat laun akan terlihat hasilnya, pertumbuhan perekonomian (dan pengusaha) akan meningkat. Namun itu semua juga harus diimbangi dengan maraknya kampanye menjadi ‘juragan’, hingga mereka tidak terlalu depresi dan menimbulkan gejolak.</p>
<p>Just an idea, bagaimana jika kita buat gerakan ‘Sejuta Pengusaha’ atau ’10 juta Pengusaha’? Wah seperti apa negara ini jika pengusahanya membludak? Pasti banyak pembaca mengerutkan dahi dan menanyakan,”Kalo semua bangsa Indonesia jadi pengusaha&#8230; Siapa yang akan jadi kulinya Mas J?” Gampang aja, ya tinggal import TKA (Tenaga Kerja Asing/Arab), TKB (Tenaga Kerja Bule), TKM (Tenaga Kerja Malaysia).</p>
<p>Coba bayangkan, suatu saat Anda punya sopir orang bule, keren kan! Masak kita masih bangga menjadi negara pengeksport TKI, diperkosa lagi! Lagian, kondisi itu belum tentu terjadi dalam 1 abad ini di Indonesia. Kenapa? MENTAL PASRAHnya kelewat besar. “Sudah nasibku jadi karyawan, ya lakoni aja!” katanya. Kasihan banget tuh si ‘nasib’, selalu jadi kambing hitam. Sebagai bahan renungan terakhir,“Mengapa tenaga upah buruh di Indonesia murah?” Karena pengusahanya sedikit, kulinya melimpah! Jika pengusahanya banyak, kulinya dikit, pasti upahnya tinggi dan pengusaha tak akan semena-mena!<br />
“Daripada Unjuk Rasa, Lebih Baik Kita Buka Usaha!” FIGHT!</p>
<p>Di kirim oleh : Jaya Setiabudi<br />
Direktur Young Entrepreneur Academy</p></div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MAU SEHAT JAGA BERAT BADAN ]]></title>
<link>http://vtrediting.wordpress.com/2009/11/07/mau-sehat-jaga-berat-badan/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:17:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>vtrediting</dc:creator>
<guid>http://vtrediting.wordpress.com/2009/11/07/mau-sehat-jaga-berat-badan/</guid>
<description><![CDATA[Olahraga berlari cukup dilakukan tiga kali seminggu. Teman kantor sehat ala reiki seorang ibu begitu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_1583" class="wp-caption alignleft" style="width: 242px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-1583" title="cewek berlari" src="http://vtrediting.wordpress.com/files/2009/11/cewek-berlari.jpg?w=232" alt="cewek berlari" width="232" height="300" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Olahraga berlari cukup dilakukan tiga kali seminggu.</p></div>
<p><strong>Teman kantor sehat ala reiki seorang ibu begitu gesit menenteng Nagra, alat perekam suara film tatkala bersama-sama tengah  meliput Masyarakat Kampung Dukuh Cikelet Garut Selatan tahun 1993 silam. Boleh dikatakan kegesitan bergerak si audio women ini karena yang bersangkutan masih muda dan sudah biasa mengadakan perjalanan dinas dalam liputan sehingga medan berat baik di perkotaan dan pedesaan sering dijelajahi dalam tugasnya. Pokoknya bergerak untuk badan sehat, kata teman ini yang berprofesi sebagai Juru Rekam Suara Film 16 mm untuk acara televisi. Yang membanggakan karena yang bersangkutan termasuk Ladies Crew Televisi.<br />
</strong></p>
<p><strong>Yang masih terngiang di telinga sehat ala reiki saat itu adalah istilah Big Is Beatiful setiap kali rekan-rekan kerabat kerja menanyakan bobot badannya. Boleh dikatakan Si Ibu ini memang memiliki tubuh gemuk dan memiliki tubuh gemuk merupakan kebanggaan tersendiri baginya. Benarkah demikian? Jawabannya bisa bermacam-macam alasan. Jika diungkapkan dalam kata-kata gemuk ukuran tubuh melambangkan kemakmuran. Saat itu kondisi tubuh ibu ini  masih sehat, kuat dan mampu melakukan perjalanan dinas ke pelosok daerah di Tanah Air. Namun saat ini kebalikannya, tubuh Ibu ini sudah menyusut kurus bahkan sering sakit-sakitan. Penyakit apa yang tengah disandangnya?</strong></p>
<p><strong>Sedikit bergurau beliau menjawab bahwa badan gemuk tak selalu buruk jika kondisi badan bugar dan sehat. Tapi setelah penyakit datang apa boleh buat kiat menurunkan berat badan pun ditempuh dengan bermacam cara agar badan sehat. Menyesalkah ibu ini dengan kondisi badan yang sekarang ini dimiliki? Tidak&#8230;bahkan beliau bersyukur bahwa dengan turunnya berat badan menyadarkan dia akan eratnya penyakit dengan kegemukan.</strong></p>
<p><strong><!--more-->&#8220;Karena itu lebih baik menurunkan berat badan menjadi normal. Bagi yang belum gemuk usahakan menata pola hidup sehat termasuk kebiasaan makan,&#8221; ujarnya mengutip saran dokter yang pernah merawatnya kepada sehat bersama reiki  dan teman-teman sesaat sebelum rekaman acara Komedi Tukul seminggu lalu. Badan gemuk menurutnya adalah tidak seimbangnya asupan energi dengan pengeluaran, kerap disebut sebagai penyebab kegemukan. Faktor biologis, perilaku dan lingkungan, komponen genetik, serta pola hidup ikut berperan dalam terjadinya kegemukan.</strong></p>
<p><strong>Lantas dengan cara apa bisa menurunkan berat badan? Tentu saja pertanyaan ini sering kali kita dengar baik lewat forum diskusi kesehatan atau pun pertemuan rutin arisan di lingkungan tempat kita tinggal. Setiap kali sharing tentang kegemukan masing-masing orang mempunyai pendapat sendiri bagaimana cara kita menurunkan berat badan. Jawaban dari masalah ini tidak bisa instan dalam pengertian menurunkan berat badan menjadi seimbang sesuai dengan umur biologis.</strong></p>
<p><strong>Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penurunan berat badan yang baik tidak bisa instan. Harus ditempuh terapi jangka panjang. Yang dibutuhkan bukan sekedar mengurangi porsi makan, tetapi juga bimbingan ahli gizi dan tentu saja aktifitas fisik (olahraga). Tapi ingat dengan diet seimbang justru mengakibatkan tubuh kurang gizi. Dari segi ilmu gizi dianjurkan untuk mengasup makanan bervariasi dalam jumlah seimbang karena tubuh memerlukan berbagai macam zat gizi sekaligus.</strong></p>
<p><strong>Rekomendasi dari National Weight Control Registry di AS menyatakan pola makan rendah lemak, karbohidrat tinggi dan rendah kalori. Orang gemuk dianjurkan menurunkan asupan antara 500-1000 kalori per hari, agar berat badan turun sekitar 0.5-1 kilogram per minggu. Menurut Dr. Johanes untuk mengurangi 500 kalori caranya mudah. Contohnya jika kita makan gado-gado, kurangi bumbu kacang dan kerupuknya. Lalu pilih nasi putih daripada nasi goreng.</strong></p>
<p><strong>Bagi yang sudah sukses menurunkan bahkan menaikkan berat badan, biasanya muncul masalah baru bagaimana cara  mempertahankan berat badan. Rumus menjaga berat badan stabil adalah asupan kalori harian sama dengan pengeluaran. Penting untuk mematuhi pola makan sehat dan nyaman. &#8221; Hindari diet ketat yang  tidak perlu dengan berpantang makan agar pola makan dapat dijalani seumur hidup, &#8221; imbuh Dr. Johanes seraya mengingatkan kita semua agar rajin olahraga. Kenapa olahraga selalu dijejalkan sebagai doktrin seumur hidup bagi orang yang ingin hidup sehat?</strong></p>
<p><strong>Olahraga apa pun jenis yang Anda tekuni sangat penting untuk menjaga metabolisme tubuh yang cenderung turun setelah terjadinya penurunan berat badan. Olahraga juga membantu mempertahankan massa otot agar tidak susut. Sangat disarankan berolahraga setidaknya tiga kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit dan kalau kuat 1 jam. Jika berat badan ingin stabil jadikan pola makan sehat plus olahraga sebagai kebiasaan sehari-hari. Masalahnya mau tidak Anda rajin berolahraga?</strong></p>
<p><strong>&#8220;Saya mau terus olahraga kendati pun badan saya sekarang kurus sekalipun olahraga saya hanya jalan kaki di sekitar tempat tinggal saya saja. Bahkan tadi tatkala setting audio untuk acara rekaman ini saya sudah naik turun tangga memasang mikropon di atas panggung,&#8221;  kata sahabat saya ini yang sebentar lagi akan tertawa terbahak-bahak melihat banyolan Mas Tukul Arwana. &#8220;Ketawa itu sehat lho asal tidak ketawa sendirian saja,&#8221; tambahnya sambil menarik tangan sehat dengan reiki untuk segera masuk Sub Control Studio karena recording segera dimulai.<br />
</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indonesian Postal Code / Kode Pos (Argamakmur)]]></title>
<link>http://pepakuratasik.wordpress.com/2009/10/26/indonesian-postal-code-kode-pos/</link>
<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 12:56:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>rizjatdwiyus</dc:creator>
<guid>http://pepakuratasik.wordpress.com/2009/10/26/indonesian-postal-code-kode-pos/</guid>
<description><![CDATA[jln.ak. gani,dr&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..argamakmur 38613 jln.abu hanipah,l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[jln.ak. gani,dr&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..argamakmur 38613 jln.abu hanipah,l]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TIPS AGAR INDONESIA MENJADI NEGARA MAJU &amp; KAYA]]></title>
<link>http://infotekkom.wordpress.com/2009/09/24/tips-agar-indonesia-menjadi-negara-maju-kaya/</link>
<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 23:57:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abdul Ghofur</dc:creator>
<guid>http://infotekkom.wordpress.com/2009/09/24/tips-agar-indonesia-menjadi-negara-maju-kaya/</guid>
<description><![CDATA[Semboyan Indonesia gemah ripah lojinawi bukan sekedar angan2 dan harapan semu. Indonesia pernah meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Semboyan Indonesia gemah ripah lojinawi bukan sekedar angan2 dan harapan semu. Indonesia pernah meng]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JANGAN LUPA DIRI]]></title>
<link>http://bethanygtm.wordpress.com/2009/09/07/jangan-lupa-diri/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 01:51:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>bethanygtm</dc:creator>
<guid>http://bethanygtm.wordpress.com/2009/09/07/jangan-lupa-diri/</guid>
<description><![CDATA[Senin, 7 September 2009 Bacaan : Lukas 12:13-21 12:13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Senin, 7 September 2009</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bacaan : </span><a title="SABDAweb Lukas 12:13-21" href="http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/09/07/#SABDAweb#SABDAweb"><span style="color:#000000;">Lukas 12:13-21</span></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">12:13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: &#8220;Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: &#8220;Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: &#8220;Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">JANGAN LUPA DIRI</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">C.S. Lewis, dalam bukunya yang berjudul The Screwtape Letters, mengungkapkan, &#8220;Kesuksesan dan kemakmuran mengikat manusia kepada dunia. Manusia merasa mengejar kesuksesan dan kemakmuran sebagai suatu proses dalam hidup untuk menemukan tempatnya di dalam dunia. Padahal sebenarnya dunialah yang sedang mencuri tempat di dalam hatinya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di dunia ini, kesuksesan dan kemakmuran seseorang umumnya diukur dengan kemapanan pekerjaan dan besar kecilnya penghasilan. Untuk mencapai hal-hal itu, acap kali kita sudah berencana sejak kecil, dengan belajar rajin dan bekerja keras agar dapat masuk ke sekolah unggulan, universitas favorit, dan akhirnya perusahaan yang bergengsi. Ditambah dengan persaingan yang semakin hari semakin ketat, kita pun belajar lebih rajin lagi dengan mengikuti les ini dan les itu-tiada habisnya, memacu diri dengan bekerja lembur, menghadiri malam-malam networking guna mencari peluang bisnis, dan sebagainya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pekerjaan yang mapan dan penghasilan yang besar tentu bukan sesuatu yang buruk. Akan tetapi, kita harus sangat berhati-hati saat berusaha mencapai prestasi dan penghasilan yang mapan. Jangan biarkan diri kita menjadi sangat terikat pada hal-hal tersebut, sebab keberadaan kita di dunia hanya sementara waktu. Seperti kisah orang kaya yang bodoh dalam firman Tuhan hari ini. Pemazmur mengatakan usia manusia mungkin tujuh puluh tahun, dan jika kuat delapan puluh tahun. Jadi, kita tak boleh berusaha terlalu keras atau merasa terlalu nyaman di dunia sampai melupakan kehidupan kekal -MDH</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">JANGAN MELEKATKAN HATI KEPADA HARTA KEKAYAAN</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Sumber : </span><a href="http://www.sabda.org/"><span style="color:#000000;">www.sabda.org</span></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indonesia Konek 4: Membangun Pengetahuan]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/08/31/indonesia-konek-4-membangun-pengetahuan/</link>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 00:57:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/08/31/indonesia-konek-4-membangun-pengetahuan/</guid>
<description><![CDATA[Empat unsur yang harus dimajukan untuk daerah atau desa maju, teknologi, SDM, informasi (pengetahuan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/integral-2-coret2.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-2541" title="Integral-2-Coret2" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/integral-2-coret2.png" alt="Integral-2-Coret2" width="600" height="212" /></a>Empat unsur yang harus dimajukan untuk daerah atau desa maju, <em>teknologi</em>, <em>SDM</em>, <em>informasi</em> (<em>pengetahuan</em>), dan <em>manajemen</em> (tidak dperlihatkan pada gambar). Teknologinya disediakan dengan membangun sistem informasi; <em>platform</em> sarana akses informasi sudah jadi dan <em>link</em> sudah tersambung. Sisanya memajukan SDM, konten, dan manajemen.</p>
<p><!--more--></p>
<p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/integral-2-coret3-gif.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2542" title="Integral-2-Coret3 gif" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/integral-2-coret3-gif.gif" alt="Integral-2-Coret3 gif" width="342" height="239" /></a>Konten diisi  pengetahuan berguna bagi kemajuan daerah atau desa. Dari sekian banyak warga yang belum berkesempatan bersekolah, kini peluang itu terbuka dan bisa belajar. Di antara mereka pasti ada beberapa yang pandai dan berbakat. Dengan berpengetahuan memadai mereka kelak menjadi pemimpin desa yang sanggup memajukan mengangkat potensi daerahnya. Ada kaitan antara kemajuan ekonomi dengan tingkat kecerdasan. Lihat gambar.</p>
<p>Perlahan tetapi pasti daerah atau desa berkembang dan maju bertahap; SDM pintar, desa jadi pintar; SDM kreatif, desa ikut kreatif; SDM makmur, desa terbawa makmur. Dari itu informasi yang disampaikan tak perlu muluk harus seperti di kota, cukup disesuaikan keperluan desa saja. Kita ingat sistem diadakan sebagai pengenalan informasi, untuk menutup kesenjangan informasi. Setelah warga menerima manfaatnya, mereka nanti tahu sendiri apa yang harus diperbuat untuk mendapatkan nilai imbalan yang lebih tinggi lagi, yang hanya bisa diperoleh dengan menata manajemen lebih baik.</p>
<p>Begitulah 4 unsur ini saling berinteraksi dan meningkat, seiring kesanggupan desa. Kalau perlu warga desa berbakat dikirim ke ”luar”, memperdalam pengetahuan dan memperkaya pengalaman, lalu kembali. Di puncak kemajuan kita berharap menyaksikan sebuah desa yang tidak saja moderen dan maju secara sosial dan ekonomi, namun juga maju karena mengusung budaya yang dimiliki sebagai unggulan desa.</p>
<p>Dalam skala besar atau nasional, tidak heran kalau seorang fisikawan kondang Prof.Yohanes Surya berujar,” &#8230;kalau Indonesia mau maju, diperlukan 30.000 doktor dalam bidang sains dan teknologi; &#8230; anak-anak pintar ini harus dapat kesempatan studi di universitas terbaik di dunia.”. (Kompas 6 Agustus 2009). Itu yang dikerjakan Cina. Negeri ini dipimpin orang pintar. Sepuluh tokoh pengubah masa depan Cina dapat dibaca di artikel ini, ”<a title="China: Ten to Watch" href="http://www.spectrum.ieee.org/computing/hardware/ten-to-watch" target="_blank">The China Tech Revolution: Ten to Watch</a>”. Kebangkitan industri informasi didorong kuat oleh <em>visi</em>, <em>semangat</em>, dan <em>kerja keras</em> dari orang-orang pintar ini.</p>
<p>Orang kita di pelosok desa dan pulau terpencil tentu dapat berbuat serupa. Dimulai dari yang ada, jadikan diri sendiri pintar, melek informasi, trampil memanfaatkan informasi. Itu saja sudah bagus, sebuah kemajuan luar biasa; tak perlu harus menunggu sampai jadi doktor! (Itu nantilah.)</p>
<p>Lampiran:  <a title="China Ten to Watch" href="http://rioseto.files.wordpress.com/2009/08/ieee-spectrum_ten-to-watch.pdf" target="_blank">The China Tech Revolution: Ten to Watch</a> (.pdf)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tahun 2025 Makmur Melalui Blog: Pikiran SBY yang Bukan Presiden]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/08/20/tahun-2025-makmur-melalui-blog-pikiran-sby-yang-bukan-presiden/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 17:12:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/08/20/tahun-2025-makmur-melalui-blog-pikiran-sby-yang-bukan-presiden/</guid>
<description><![CDATA[Artikel Kompasiana “(1) Hiks.. Sedihnya Membaca Pidato Presiden 14 Agustus 2009” tentang kesangsian ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Artikel Kompasiana <a title="Kompasiana Hiks" href="http://public.kompasiana.com/2009/08/18/1-sedihnya-membaca-pidato-presiden-14-agustus-2009/" target="_blank">“(1) Hiks.. Sedihnya Membaca Pidato Presiden 14 Agustus 2009” </a>tentang kesangsian ketidaksejalanan program dan pelaksanaannya pemerintahan SBY 2009-2014 dengan sasaran utama, andai sejalan pun, adakah jaminan tercapainya sasaran utama oleh <em>next generation</em> 2014-2025. Sebuah artikel bagus melengkapi artikel saya, <a title="Tahun 2025 Makmur Bukan Ilusa" href="http://public.kompasiana.com/2009/08/16/tahun-2025-makmur-bukan-ilusi/#more-40328" target="_blank">”Tahun 2025 Makmur, Bukan Ilusi”</a>. Saya memperoleh julukan pemberian rekan pengasuh blog Kompasiana,<a title="SBY Ikutan Ngeblog" href="http://iskandarjet.kompasiana.com/2009/08/11/sby-ikut-kompasiana-blogshop/" target="_blank"> <em>Seto Bukan Yudhoyono</em></a> karena namanya kebetulan Seto Yudoyono tanpa ”h”. Ada-ada saja, terimakasih, sekarang saya manfaatkan.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Kalau itu benar, kita patut bersedih bagaimana sebuah mimpi besar yang juga impian kita semua, hanya dilaksanakan secara intuisi tanpa perencaan matang dan terarah, tanpa peta jalan (<em>roadmap</em>), strategi, dan tolok ukur pencapaian keberhasilan. Saya ilustrasikan di artikel kemarin itu dengan sederet garis bar hitam yang bergoyang, yang mengikut kemana saja pimpinan (”telunjuk”) mau. Tak penting menuju sasaran utama atau tidak, meski saya percaya semua pimpinan beritikad baik pasti ingin memajukan bangsa ini.</p>
<p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/illusi_flags_bizwk-061107.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-2344" title="Illusi_Flags_BizWk-061107" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/illusi_flags_bizwk-061107.gif?w=300" alt="Illusi_Flags_BizWk-061107" width="300" height="185" /></a>Tabel mini artikel dilampirkan ulang di sini sebagai contoh tolok ukur sederhana yang harus dilakukan Indonesia untuk mendongkrak potensi <em>Pasar</em>, <em>Inovasi</em>, dan <em>Pendidikan</em> untuk disebut maju. Angka rendah (&#60; 20?) menunjukkan unggulan. Data Indonesia di tabel hanya karangan.</p>
<p>Ketiga parameter, secara kebetulan, membentuk sebuah lintasan runut, dari pendidikan yang memadai diharapkan melahirkan inovasi (kreativitas), yang didorong/diubah jadi komoditi yang diminati pasar. Menggunakan pola ini sebagai model, pikirkan diri kita masing-masing apa yang harus diperbuat agar impian makmur terwujud di tahun 2025. Dimulai dari ’ngeblog’.</p>
<p>Sekarang era informasi dimana internet sudah ada, blog sudah tersedia; masing-masing <em>individu</em> memiliki peluang sama besar untuk maju mendunia. Belajarlah’ngeblog’, lalu pikirkan hal kreatif menjadikan blog sesuatu yang bernilai hingga jadi duit. Ambil bilangan pesimistik 20% bloger Indonesia (total sudah 1 juta?) berhasil memetik 10 dolar saja per hari, kalikan 360 hari, ada berapa? Trilyun! Tidak bisa? Bloger Indonesia pintar lagi cerdas, apa-apa juga bisa!</p>
<p>Kurang realistik, katanya. Lihat jauh ke depan pemanfaatan lain blog sebagai perangkat strategis membangun ekonomi di negeri ini. Cobalah renungkan tidak hanya blog menghasilkan duit, tetapi juga dampaknya (industri, usaha). Peran blog menjadi penting dan harus diberdayakan; bayangkan di blog Kompasiana ada ruang khusus <em>Kompasiana Blog Academia</em> berisi <em>Blog Untuk Pemula</em>, <em>Blog Bahasa Inggeris</em>, <em>Kisah Sukses Global Bloger Kompasiana</em>, <em>Paypal ala Kompasiana</em>, <em>Edublog</em>, &#8230; pokoknya semua ketrampilan terkait iptek dan seni blog dan <em>blogging</em>. Haruskah semua ini menunggu pemerintah? <em>Kesuwen</em>, kelamaan.</p>
<p>Ini pikiran bodoh SBY yang <em>bukan</em> presiden, yang tetap optimis selalu ada jalan bagi bloger menuju tahun 2025 makmur, yang punya rencana, punya <em>roadmap</em>, punya strategi, punya tolok ukur pencapaian keberhasilan, &#8230; yang dijalankan, dan berhasil! Kalau kita tidak bangga dengan (maha)karya kita sendiri, lalu siapa?</p>
<p>Mari kita buktikan dengan beramai-ramai menciptakan sejarah baru.</p>
<p><strong>Makmurlah Indonesiaku di 2025!</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tahun 2025 Makmur, Bukan Ilusi]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/08/16/tahun-2025-makmur-bukan-ilusi/</link>
<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 10:05:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/08/16/tahun-2025-makmur-bukan-ilusi/</guid>
<description><![CDATA[Besok kita merayakan ulang tahun kemerdekaan ke 64. Menurut Visi Indonesia 2030 (oleh Yayasan Indone]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/illusi_flags_bizwk-160508-sm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2343" title="Illusi_Flags_BizWk-160508 sm" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/illusi_flags_bizwk-160508-sm.jpg" alt="Illusi_Flags_BizWk-160508 sm" width="448" height="279" /></a></p>
<p><strong>Besok kita merayakan ulang tahun kemerdekaan ke 64.</strong></p>
<p>Menurut <em>Visi Indonesia 2030</em> (oleh <em>Yayasan Indonesia Forum</em>), Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor 5 dunia di tahun 2030 setelah Cina, India, Amerika, Uni Eropa. Perkiraan pendapatan per kapita Indonesia 18.000 dolar, inflasi 4.2%, PDB 5.1 triliun dolar, pertumbuhan ekonomi 6-7% per tahun. Tiga puluh perusahaan Indonesia masuk daftar 500 perusahaan terbaik dunia. Sebuah mimpi yang luar biasa.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Populasi diperkirakan mencapai 285 juta jiwa, namun dengan pertumbuhan ekonomi riil rata-rata 7,62 %, jauh lebih cepat dibandingkan laju inflasi yang 4,95 %, dapat ditafsirkan <em>makmur!</em> Indikasi ini diingatkan presiden dalam pidato kenegaraannya kemarin agar Indonesia “naik kelas” sebagai salahsatu negara maju tahun 2025.</p>
<p>Tinggal 15-20 tahun lagi! Bisakah?</p>
<p>Waktu 2 dasa warsa relatif sangat pendek. Apa rencana dan tindakan yang harus dan perlu dilakukan dalam kurun sependek itu agar Indonesia berkibar? Ini parameternya, antara lain.</p>
<p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/illusi_flags_bizwk-061107.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-2344" title="Illusi_Flags_BizWk-061107" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/illusi_flags_bizwk-061107.gif?w=300" alt="Illusi_Flags_BizWk-061107" width="300" height="185" /></a>‘<em>Pe-er</em>’ besar menunggu kita di depan! Data memberi sinyal kita harus bekerja luar biasa keras. (Data untuk Indonesia, hasil rekaan saja.) Siapa pun pemimpin negeri ini, sekarang, nanti, yang akan datang, harus bertekad keras menuntaskan ‘pe-er’ memegang teguh kemudi dan pedoman yang sama, melayarkan bahtera negeri menuju sasaran dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dengan berpikir positif, <em>nothing is impossible</em>. Tinggalkan umbar semboyan, bermain-main, ikut diombang-ambing arus maju-mundur seperti gambar ini,</p>
<p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/illusi_sigma-motion-l.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-2357" title="Illusi_Sigma-Motion-L" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/illusi_sigma-motion-l.gif" alt="Illusi_Sigma-Motion-L" width="509" height="68" /></a></p>
<p><em>(Gerakkan telunjuk ke kiri dengan kecepatan tertentu sehingga garis bergerak mengikuti telunjuk; kebalikannya, gerakkan telunjuk ke kanan, garis ikut bergerak ke kanan.</em><em> Telunjuk pimpinan, garis hitam kita.)</em><em> </em></p>
<p>Apa pun pekerjaan atau jabatan saat ini, kita adalah <em>pelayan</em>. Syukuri dan jadilah pelayan panutan yang berbangga meladeni negeri tercinta dengan sebaik-baiknya, yang bekerja tanpa pamrih, tanpa <em>dolanan</em>. Masyarakat juga berhentilah <em>mengeluh</em>, <em>cengeng</em>, <em>manja</em>, apa-apa ‘nggak bisa, sedikit-sedikit minta.</p>
<p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/illusi_blog_bizwk-may2005.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2349" title="Illusi_Blog_BizWk-May2005" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/08/illusi_blog_bizwk-may2005.gif?w=105" alt="Illusi_Blog_BizWk-May2005" width="105" height="150" /></a>Blog kini sudah berubah bentuk bukan lagi sekedar catatan harian, tetapi sebuah perangkat ampuh yang patut diperhitungkan sebagai bagian perjuangan mewujudkan impian 2025 -2030; ‘<em>catch up.. or catch you later</em>’ yang disadur bebas, “<em>tangkaplah aku, … atau kutangkap dikau nanti!</em>” Mari para bloger dan calon bloger, kita angkat “pena” dan bangun kekuatan kolektif dengan beramai-ramai menulis di blog.</p>
<p><em><strong>‘Ngeblog’!</strong></em></p>
<p><em>Gemah ripah loh jinawi, dirgahayu Indonesia!</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GAS  DAN  REM]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/08/13/gas-dan-rem/</link>
<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 01:20:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/08/13/gas-dan-rem/</guid>
<description><![CDATA[Mendiang Soe Hok Gie dalam Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan (Jogjakarta : Bentang, 1997) mengg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2020" title="ahmad syafii maarif" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/08/ahmad-syafii-maarif3.jpg?w=94" alt="ahmad syafii maarif" width="94" height="150" />Mendiang Soe Hok Gie dalam Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan (Jogjakarta : Bentang, 1997) menggambarkan pertentangan antara Amir Sjarifuddin dan Sutan Sjahrir pada era revolusi mempertahankan kemerdekaan yang hendak dihancurkan Belanda.</p>
<p>Dua tokoh sosialis ini semula berhasil menggalang kerja sama, tetapi karena berbagai faktor, mereka pecah kongsi. Adanya perbedaan yang saling melengkapi antara Amir dan Sjahrir adalah ibarat gas dan rem kendaraan bermotor yang semula merupakan kekuatan politik andal. Amir adalah gas pendorong kendaraan untuk melaju cepat, sedangkan Sjahrir adalah rem agar laju kendaraan dapat dikendalikan dengan baik.</p>
<p>Pecahnya kongsi di antara keduanya berakibat fatal. Amir lalu terlibat pemberontakan PKI Madiun, berujung pada kematian yang dramatis, sedangkan Sjahrir dengan Partai Sosialis-nya tampaknya kehabisan stamina gas untuk mampu bergerak cepat. Partai ini lalu menjadi Partai Sosialis Indonesia (PSI), partai kaum elite.<br />
<!--more-->Tamsil Amir-Sjahrir dapat pula diangkat ke posisi di atasnya dalam bentuk kerja sama Bung Karno – Bung Hatta, baik pada masa pendudukan Jepang maupun pada era pascaproklamasi selama lebih kurang 13 tahun.</p>
<p>Bung Karno adalah gas dan Bung Hatta adalah rem. Selama kedua tokoh yang saling melengkapi ini ada di puncak, Indonesia bisa dikendalikan meski disana-sini ada pemberontakan lokal dengan aneka motivasi ideologi.</p>
<p>Dalam sejarah modern Indonesia, sosok Soekarno-Hatta pernah dikebal sebagai dwitunggal kepemimpinan nasional yang penuh kharisma. Dari sisi intelektual, keduanya imbang, Pada masa penjajahan, keduanya pernah menderita dalam pembuangan politik selama bertahun-tahun.</p>
<p>Dalam merumuskan kebijakan negara, Bung Karno lebih tertarik pada garis-garis besar, sedangkan Bung Hatta memperhatikan detail pelaksanaan agar mencapai sasaran. Kedua tokoh ini amat berjasa menyelamatkan repiblik dari aneka tantangan politik yang berbahaya, baik karena pertentangan politik domestik maupun menghadapi Belanda yang ingin meneruskan penjajahannya.</p>
<p><strong>Berbeda visi</strong></p>
<p>Dua pribadi proklamator ini punya visi berbeda. Bagi Bung Karno, mungkin dipengaruhi definisi Lenin tentang revolusi permanen, revolusi Indonesia baru akan rampung jika masyarakat adil dan makmur terwujud. Bagi Hatta, revolusi tidak lain dari perubahan cepat dan radikal, tidak berlama-lama. Yang lama adalah proses pembangunan untuk mewujudkan janji-janji revolusi itu.</p>
<p>Menjelang kongsi keduanya pecah – pemicunya antara lain sikap menghadapi PKI – Bung Karno berpendapat, PKI dapat dijinakan, sementara Hatta tidak memercayai itu. Tiga tahun setelah Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden (1956), Bung Karno yang bergerak tanpa rem menggagas Demokrasi Terpimpin pada 1959 yang kemudian dilaksanakan dengan gegap gempita. Para oportunis kian merapat kepada Bung Karno, Hatta semakin terisisih.</p>
<p>Saat itu Hatta tidak paham lagi ke arah mana Indonesia hendak dibawa. Bulan Mei 1960, Hatta menulis artikel Demokrasi Kita yang sekarang menjadi karya klasik dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Dalam artikel inilah Hatta menyebut, sistem baru yang digagas itu tidak akan berumur panjang, nasibnya akan serupa dengan rumah yang dibuat dari kartu. Setelah sistem baru itu beroperasi enam tahun, berlakulah ramalan Hatta itu.</p>
<p>Dengan peristiwa G30S/PKI tahun 1965 yang berdarah-darah, bangsa dan negara dihadapkan (pada) situasi yang amat radikal dan berbahaya. Ujungnya, tidak saja sistem baru itu berantakan, Bung Karno sebagai penciptanya harus mengakhiri kariernya secara tragis. Bilan Maret 1966, PKI dibubarkan dengan segala akibat buruknya bagi pendukung atau yang diduga mendukung partai ini. Di atas puing Demokrasi Terpimpin, dibangunlah sistem otoritarian yang lain dengan nama Demokrasi Pancasila yang bertahan selama 32 tahun di bawah pimpinan Jenderal Soeharto.</p>
<p>Pada era Presiden Soeharto (1966-1998), istilah gas dan rem tidak muncul karena seluruh pusat kekuasaan terpegang pada satu tangan. Tulisan ini tidak akan mengulas era Demokrasi Pancasila, selain mengatakan, sistem ini akhirnya juga lumpuh dengan mewariskan krisis panjang pada bangsa ini sampai sekarang belum pulih sepenuhnya.</p>
<p>Menyusul era Presiden BJ Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, dan Presiden Megawati Soekarnoputri, masing-masing berkuasa kurang dari lima tahun. Fenomena gas dan rem juga tidak kentara di sini, seperti kemudian terlihat jelas pada era berikutnya, era SBY – JK (2004-2009).</p>
<p><strong>Masih relevan ?</strong></p>
<p>Berbeda dengan era Soekarno – Hatta, dimana Bung Karno adalah gas dan Hatta rem, pada periode SBY – JK, situasinya terbalik. JK adalah gas, SBY adalah rem. Hubungan keduanya relatif baik, tidak terjadi guncangan terbuka, meski SBY sering merasa kurang seronok dengan langkah-langkah gas JK yang sulit dikendalikan oleh rem yang ada.</p>
<p>Namun, dengan sejala kekurangannya, kekuasaan mereka bisa bertahan lima tahun sesuai amar konstitusi. Kemudian Pilpres 2009 telah menampilkan pasangan SBY – Boediono sebagai presiden dan wakil presiden (Oktober 2009 – Oktober 2014).</p>
<p>Pertanyaannya adalah, apakah kategori gas dan rem masih relevan pada era ini ? Karena jawabannya masih tersimpan dalam rahim sejarah, lebih baik kita tunggu pada tahun-tahun mendatang. Siapa tahu pasangan pemenang Pilpres 2009 ini akan saling melengkapi demi bangsa dan negara yang perlu mendapat perhatian serius. Jangan sampai terjadi keduanya adalah rem yang bisa membuat bangsa dan negara ini tidak beringsut maju, sementara tantangan di depan sungguh dahsyat.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Gas dan Rem, Ahmad Syafii Maarif &#124; Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah<br />
Kompas, 08.08.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Petani &amp; Internet]]></title>
<link>http://embun777.wordpress.com/2009/08/06/petani-internet/</link>
<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 12:54:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>embun777</dc:creator>
<guid>http://embun777.wordpress.com/2009/08/06/petani-internet/</guid>
<description><![CDATA[Lajunya perkembangan Teknologi Informasi saat ini , menggugah para pengamat sosial kemasyarakatan da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Lajunya perkembangan Teknologi Informasi saat ini , menggugah para pengamat sosial kemasyarakatan da]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memulai Berpikir Positif]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/07/05/memulai-berpikir-positif/</link>
<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 19:35:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/07/05/memulai-berpikir-positif/</guid>
<description><![CDATA[Gagal berkonotasi ‘-‘ (negatif); gagal berarti tidak berhasil, tidak tercapai, tidak jadi.[1] Gara-g]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/07/pikir-positif-latih1.png"></a><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/07/pikir-positif-latih1.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1039" title="Pikir Positif Latih" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/07/pikir-positif-latih1.png?w=300" alt="Pikir Positif Latih" width="335" height="254" /></a><br />
<em>Gagal</em> berkonotasi ‘-‘ (negatif); <em>gagal </em>berarti <em>tidak berhasil</em>, <em>tidak tercapai</em>, <em>tidak jadi</em>.[1] Gara-gara pakai ‘tidak’, semua rencana yang sudah tersusun rapi dan mantap untuk dijalankan, kacau, dan urung dilaksanakan. Bubar jalan!</p>
<p><!--more--></p>
<p>Salah kita sendiri. Rupanya kita lebih suka <em>tidak berhasil </em>atau <em>gagal</em>. Hasilnya ada, nyata, mudah, cepat lagi. Kalau <em>berhasil</em>, <em>tercapai</em>, atau <em>jadi</em>, itu <em>maya</em>, tidak ada, tidak nyata, susah, dan &#8230;lama. <em>Berhasil</em> (baca <em>makmur</em>, <em>sejahtera</em>, <em>bahagia</em>, <em>kaya</em>, dan yang bagus-bagus lainnya) cuma impian, <em>fata morgana</em> belaka. Kalau berhasil, kebetulan; kalau tidak, sudah dari <em>sono</em>nya. Nanti, sebentar, fatamorgana bukan berarti tidak ada, &#8216;kan! Dia terlihat tetapi &#8216;belum&#8217; bisa dipegang, kalau itu yang dimaksud.</p>
<p>Maya ditakuti, sebisa-bisa dihindari, bukannya malah digali. Kita sudah senang bisa bercerita kisah orang-orang sukses kelas dunia. Toko dan percetakan yang untung, bukunya laris manis. Apa &#8217;sih yang menghambat kita menjadi tokoh seperti yang di buku itu? Jujurlah, kita juga ingin ‘kan?</p>
<p>Berpikirlah positif, bukan kebalikannya. Jangan bilang tidak bisa sebelum mencoba, jangan dulu berhenti sebelum jadi &#8220;juara&#8221;. Tidak terlalu salah prinsip <em>Pareto</em>, juga dikenal sebagai kaidah <em>20:80 </em>atau <em>20/80</em>, yang menyatakan hanya 20% penduduk dunia sajalah yang menikmati dan mengendalikan 80% kekayaan dunia.[2] Dari laporan PBB tahun 2006, hasil survai tahun 2000 menunjukkan 2% penduduk dewasa saja yang mengendalikan lebih 50% kekayaan dunia, separuhnya saja (1%) sudah menguasai 40% .[3] Wow. Bandingkan terhadap jumlah penduduk dunia 6 milyar. Berikut ilustrasi laporan kemakmuran dunia,</p>
<p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/07/wealth_distribution-2000-jpg1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1041" title="Wealth_Distribution-2000-jpg" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/07/wealth_distribution-2000-jpg1.jpg" alt="Wealth_Distribution-2000-jpg" width="282" height="175" /></a>Ke mana sisanya? Terperangkap dalam pola pikir negatif. Hanya duduk berpangku tangan di sisi arena, menjadi penonton. Itulah maksud meluncurkan enam artikel berturut-turut sebelumnya, <em>Kreatif</em>, <em>Ja-im</em>, <em>Ja-im Sekal Lagi</em>, <em>Veni-Vidi-Vici</em>, <em>Gagal Lagi-Gagal Lagi</em>, dan terakhir <em>Hello Indonesia</em>. Artikel merupakan upaya memperkuat kita untuk berhasil melepaskan diri dari keterbelengguan itu. Memulai berpikir positif seperti Soichiro Honda, yang saya kagumi karena watak “bushido”nya (perwira, ksatria sejati) yang kuat, terus melawan dan berperang terhadap keadaan. Di tangannya, dirinya berubah, Jepang berubah, dunia berubah. Bukankah kita juga ingin berubah, sudah bosan dengan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. (Benarkah?)</p>
<p>Kegagalan, bukanlah kegagalan melainkan energi pembangkit adrenalin yang memompa dan menempa kita terus-menerus hingga berubah positif, untuk mendorong kita ke atas. Istilah ‘gagal’ hanya pantas dipakai setelah benar-benar kita menghentikan usaha atau upaya. Berhasil menciptakan kartu “mati” sendiri.</p>
<p>Berpikir positif diperoleh melalui berlatih. Cara gampang adalah berpuasa! Menahan diri dari berucap buruk yang kurang terpuji, menahan diri tidak marah selama seminggu, yang kalau gagal mengulang dari awal kembali. Berani mengakui salah, tulus memuji rekan-rekan yang berprestasi, dan seterusnya. (Tidak gampang juga, ya!) Panduan praktis berpikir dan bertindak positif ada di “<em>Notes from a Friend</em>”-nya Anthony Robbins.[5]</p>
<p>Perhatikan dengan seksama perubahan apa yang terjadi di dalam diri setelah berhasil lulus menahan diri selama seminggu.</p>
<p>Selamat berlatih menuju tokoh hero yang dikagumi, menjadi “Honda-Honda” baru…</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /><br />
<span style="font-family:arial;color:brown;font-size:x-small;"><br />
[1] <a title="Kamus Bahasa Indonesia" href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php" target="_blank">Kamus Besar Bahasa Indonesia (DepDikNas)</a><br />
[2] <a title="Pareto 20-80" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pareto_distribution" target="_blank">Prinsip Pareto, Kaidah 20/80</a><br />
[3] <a title="World Wealth Report" href="http://www.wider.unu.edu/events/past-events/2006-events/en_GB/05-12-2006/" target="_blank">“Pioneering Study Shows Richest Two Percent Own Half World Wealth”</a><strong><em><br />
</em></strong>[4] <a title="Wealth Metrics" href="http://www.metrics2.com/blog/2006/12/05/richest_2_own_half_world_wealth_bottom_50_own_1_un.html" target="_blank">“Richest 2% Own Half World Wealth; Bottom 50% Own 1%”</a><br />
[5] <a title="Notes from a Friend" href="http://www.wellbeingmagazine.com/competition/2007/06/anthony-robbins-notes-from-a-friend-free-book-givaway/index.htm" target="_blank">Anthony Robbins, &#8220;Notes from a Friend&#8221;</a><br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DESA CIBURIAL ingin MANDIRI ]]></title>
<link>http://decib.wordpress.com/2009/05/03/desa-ciburial-ingin-mandiri/</link>
<pubDate>Sat, 02 May 2009 19:53:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>abula45</dc:creator>
<guid>http://decib.wordpress.com/2009/05/03/desa-ciburial-ingin-mandiri/</guid>
<description><![CDATA[Desa Ciburial Mandiri (makmur, aman, disiplin, dan religius); sebuah cita-cita, harapan, dan impian ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-265" title="desa_ciburial_mandiri_logo" src="http://decib.wordpress.com/files/2009/05/desa_ciburial_mandiri_logo.jpg" alt="desa_ciburial_mandiri_logo" width="122" height="65" /><span style="font-family:arial;color:green;"><strong>Desa Ciburial Mandiri (makmur, aman, disiplin, dan religius); sebuah cita-cita, harapan, dan impian yang ingin diwujudkan. Desa yang tidak sebatas menjadi tempat hidup (tinggal), namun sebuah desa yang menjadi tempat hidup dan penghidupan bagi masyarakatnya (penghuninya).</strong> </span><br />
<!--more--></p>
<hr /><strong><span style="font-family:arial;color:red;font-size:medium;">Makmur</span></strong></p>
<p>Masyarakat Desa Ciburial yang makmur bukan berarti masyarakat yang sama rata dan sama kaya, karena sama rata dan sama kaya tidak mungkin terjadi. Sudah menjadi <em>sunnatullah</em> bahwa akan selalu ada perbedaan keadaan seseorang, di mana pun dan kapan pun, di dunia ini.</p>
<p>Masyarakat yang makmur adalah masyarakat yang hidupnya proporsional. Perbedaaan yang tampak tidak akan mendatangkan kecemburuan sosial, melainkan justru sebaliknya, akan menghasilkan kasih sayang karena saling membantu satu sama lain.</p>
<p>Orang kaya yang makmur adalah orang yang tidak memamerkan kekayaan. Dengan begitu, ia tidak menyakiti hati orang miskin. Orang kaya yang makmur adalah orang yang tidak memperdayai dan mengekploitasi orang lemah untuk semakin memperkaya dirinya.</p>
<p>Orang kaya yang makmur adalah orang yang sadar bahwa kekayaannya hanyalah titipan semata, sehingga gaya hidupnya proporsional, meraba keadaan dan perasaan masyarakat di sekitarnya. Orang kaya yang makmur adalah orang kaya yang memanfaatkan kekayaannya untuk memberdayakan lingkungannya, sehingga ia menjadi pribadi bermanfaat yang dicintai masyarakat.</p>
<p>Begitu pula orang yang memiliki keterbatasan materi, namun memiliki jiwa yang makmur, hidupnya akan dijalaninnya dengan tetap menjaga harga dirinya untuk tidak meminta-minta, mau bekerja keras dengan cerdas, dan tidak ada rasa dengki sedikit pun terhadap orang yang diberi kekayaan lebih dari dirinya.</p>
<hr /><strong><span style="font-family:arial;color:red;font-size:medium;">Aman</span></strong></p>
<p>Keindahan, kemuliaan, kesehatan, ketenteraman, dan kehormatan tidak pernah singgah di suatu wilayah yang tidak aman. Begitu pula jikalau Desa Ciburial tidak aman, tidak ada gunanya bangunan yang megah, program yang muluk, dan keinginan yang banyak, sehingga mutlak kuncinya adalah keamanan. Aman dari apa saja?</p>
<ul>
<li><strong>Aman dari sampah</strong>. Masyarakat Desa Ciburial harus menjadi masyarakat yang bersih dan cinta hidup bersih. Harapannya Desa Ciburial betul-betul bersih, bebas dari sampah, dan menjadi tabiat terhormat masyarakat Desa Ciburial.</li>
<li><strong>Aman dari kemusyrikan</strong>. Diharapkan masyarakat Desa Ciburial betul-betul menjadi masyarakat yang memiliki keyakinan yang benar kepada Allah Swt., berakal sehat, dan memiliki iman yang kokoh, yang terbukti dari perilaku akhlak yang baik.</li>
<li><strong>Aman dari kemaksiatan</strong>. Sungguh pedih hati, merah telinga, andaikata orang yang ingin berbuat nista yang diingat adalah suatu tempat di wilayah Desa Ciburial. Tidak pernah ada kehormatan dan keberkahan bagi tempat berlumur maksiat. Oleh karena itu, masyarakat Desa Ciburial akan senantiasa menjungjung tinggi kehormatannya dengan menjadikan Desa Ciburial sebagai desa yang aman dari kemaksiatan.</li>
<li><strong>Aman dari kebusukan hati</strong>. Warga desa yang tidak sombong, tidak gemar riya dan pamer, tidak diselimuti kedengkian satu sama lain, bahkan senang berkasih sayang akan membuat Desa Ciburail aman, nyaman, dan disukai.</li>
<li><strong>Aman dari korupsi</strong>. Korupsi adalah kejahatan yang amat keji sehingga melumpuhkan perekonomian, menutup lapangan kerja, dan memiskinkan masyarakat. Maka dari itu, menjadikan citra Desa Ciburial bebas dari korupsi adalah hal yang mutlak dilakukan.</li>
</ul>
<hr /><strong><span style="font-family:arial;color:red;font-size:medium;">Disiplin</span></strong></p>
<p>Tidak ada kesuksesan tanpa kedisiplinan dan ketaatan. Sungguh hanya mimpi jika rindu kebahagiaan, tapi menjalani kehidupan dengan tidak tertib. Lihatlah kondisi jalan yang semrawut, PKL yang kurang tertata, pengguna jalan yang <em>semau gue</em>, dan banyak hal lainnya yang membuat pusing tujuh keliling, dan menjadikan ketidak-nyamanan yang merupakan buah dari ketidak-disiplinan.</p>
<p>Oleh karena itu, bila ingin menjadikan tempat tinggal nyaman, aman, dan tenteram, setiap penghuninya harus berupaya keras untuk menjadi penghuni yang tertib menjaga kedisiplinan, yaitu:</p>
<ul>
<li><strong>Disiplin terhadap Allah</strong>. Diharapkan masyarakat Desa Ciburial menjadi masyarakat yang religius dan ahli ibadah, sehingga tercermin dari pribadi masyarakatnya yang senantiasa terpelihara dari perbuatan keji dan munkar. Kedisiplinan masyararakat kepada Allah akan tampak dari akhlaknya sehari-hari. Kemampuan menjaga diri dari perbuatan tercela menjadi bukti masyarakat yang disiplin terhadap Allah.</li>
<li><strong>Disiplin terhadap atuaran lalu lintas</strong>. Lalu lintas yang disiplin akan membuat penghuni desa menikmati keberadaan desa yang masih terbatas fasilitasnya.</li>
<li><strong>Disiplin membayar pajak</strong>. Mudah-mudahan akan menjadikan pembangunan Desa Ciburial lebih lancar.</li>
<li><strong>Disiplin terhadap aturan kehidupan kemasyarakatan</strong>. Hal ini diharapkan dapat menjadikan masyarakat yang tertib serta bisa menikmati dan merasakan kesuksesan bersama.</li>
</ul>
<p>Akan tetapi, kunci dari semua kedisplinan ini harus diawali dengan keteladanan dari para pemimpin, para tokoh, dan para orang tua di Desa Ciburial. Kedisiplinan akan tegak bila diawali dengan keteladanan. Tiada disiplin tanpa keteladanan, di samping pembinaan yang sistematis.</p>
<p>Dan yang tak kalah pentingnya adalah upaya penegakan hukum yang adil dan konsisten. Untuk itu, masyarakat Desa Ciburial harus berjuang bersama agar Desa Ciburial menjadi desa yang hukumnya/aturan-aturannya ditegakkan dengan adil dan konsisten.</p>
<hr /><strong><span style="font-family:arial;color:red;font-size:medium;">Religius</span></strong></p>
<p>Kehormatan dan keberkahan suatu tempat tidak mungkin terwujud jika tempat tersebut berlumur kemaksiatan. Jangan harap meraih kenyamanan, keamanan, dan ketenteraman bila kemaksiatan tumbuh subur dan memperoleh tempat aman. Mungkinkah betah tinggal di desa yang masyarakatnya berakhlak buruk?</p>
<p>Mungkinkah betah tinggal di desa yang senantiasa dihiasi dengan perbuatan-perbutan keji dan munkar? Jawabannya tentu : TIDAK!!!</p>
<p>Terjadinya kemaksiatan merupakan buah dari dicampakkannya nilai-nilai, norma, semangat, dan kaidah agama dalam kehidupan masyarakat. Betapa mengerikan kondisi Desa Ciburial bila kemaksiatan merajalela di setiap tempat di wilayah Desa Ciburial. Akan tetapi, hal tersebut tidak mungkin terjadi bila masyarakat Desa Ciburial senantiasa memelihara diri dari perbuatan keji dan munkar yang merupakan pencerminan dari pribadi masyarakat yang ahli ibadah dan religius.</p>
<p>Masyarakat Desa Ciburial diharapkan menjadi masyarakat yang religius dan ahli ibadah. Suatu kondisi kehidupan desa, dimana setiap pelaksanaan aktivitas kehidupannya senantiasa dijiwai, diwarnai, diruhi, dan dipedomani oleh nilai-nilai, norma, semangat, dan kaidah agama (khusunya Islam yang diyakini dan dianut serta menjadi karakter dan identitas masyarakat Desa Ciburial).</p>
<div><img class="aligncenter size-medium wp-image-266" title="desa_ciburial_mandiri" src="http://decib.wordpress.com/files/2009/05/desa_ciburial_mandiri.jpg?w=300" alt="desa_ciburial_mandiri" width="300" height="163" /></div>
<hr />
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:arial;color:green;"><strong>Desa Ciburial Mandiri (</strong></span><span style="font-family:arial;color:red;"><strong>makmur, aman, disiplin, dan religius</strong></span><span style="font-family:arial;color:green;"><strong>) harus menjadi cita-cita dan tujuan bersama, masyarakat Desa Ciburial, yang insyaAlloh akan terwujud bila masyarakat Desa Ciburial sepakat dalam kebaikan dan kebenaran serta berjuang keras bersama untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan tersebut.</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekayaan adalah kebebasan. . .???]]></title>
<link>http://3rv1n.wordpress.com/2009/05/01/kekayaan-adalah-kebebasan/</link>
<pubDate>Fri, 01 May 2009 12:44:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>3rv1n</dc:creator>
<guid>http://3rv1n.wordpress.com/2009/05/01/kekayaan-adalah-kebebasan/</guid>
<description><![CDATA[Mungkin sebagian orang ada yang beranggapan sama seperti demikian, . . . .kaya. . . .mm. .bebas. . !]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-medium wp-image-88" title="money" src="http://3rv1n.wordpress.com/files/2009/04/money.jpg?w=239" alt="money" width="239" height="300" />Mungkin sebagian orang ada yang beranggapan sama seperti demikian, . . . .kaya. . . .mm. .bebas. . !!. . . . (nikmat. . . . hahahaha. . . ), tapi ketika orang &#8211; orang mengecilkan arti kekayaan, mereka bilang:  &#8220;Tidak perlu kaya, yang paling penting kan  bahagia&#8221; . . ..  . . .Tul gak?.  … . ( iye. . .). .Dia  mulai<!--more--> menanamkan  keyakinan yang ia pikirkan,  dia  tidak memandang secara real.  Life is choise. . . . . . (Oee. . . .GAYA om PakE-paKe baHSA iNGGris SGAla, lAHir nanG pASAR tuRI ae aTeK Bhs InGGriSAN. . .Wkwkwkwkwk. . . ). .wes lah . . .wocoen ae. . .!!(yo. .iyo. . .. )<br />
misalnya kalo Anda mau pilih hidup kaya dan bahagia bisa  tidak?  Menurutku sih bisa . . . Misalkan kalo  bisa  milih kaya dan bahagia, kenapa harus milih miskin dan bahagia? . . simple khan. . . ?? Sekali  lagi ada orang ngomong &#8220;lebih baik  miskin  panjang  umur,  daripada  kaya  mati  muda&#8221;.  oH man. .it’s not fair . . isn’t it?<br />
( maneh. . . bahasa inggrisan maneh. . . .gaya. . .??!!) ndeh. . . ku 3 tahun yo ndek L.A. . .ojok ngece. .(L.A endi. .? LAMONGAN. . Wuakakakakak. . .)jok mbukak RAhasia TAH wah. . wes BALIk Nang topic. ..sekarang kita pikir, karena kekayaan adalah kebebasan. Dengan kita kaya kita bisa berobat kepada dokter yang lebih baik.  Dengan kita kaya kita bisa beramal lebih banyak, dengan kita kaya kita bisa memilih makanan yang lebih  baik  sehingga  kita  menjadi  lebih  sehat.  Dengan  kekayaan  kita  bisa  memilih  dokter  yang  lebih  baik , lebih professional sehingga  kita  bisa  lebih  panjang  umur.  Tanpa  mengingkari takdir dari Tuhan,  tapi  dalam dunia ini, manusia diperkenankan untuk berusaha dan jika kita ingin kaya, kita harus berusaha lebih baik.<br />
Dengan  kekayaan  kita  mempunyai  kebebasan  untuk  relationship kita(whoes. . .kata-kata ne apik. . . oleh soko endi mas? . .hihihihihihi. . ). Wes tah serius ini. . . . .temenku, sebut saja Agung R. , dia pernah ngomong gini:  &#8220;vin, uang kan tidak bisa membeli cinta&#8221;. Lalu temanku si Dwi bilang: &#8220;Itu tidak tahu tempatnya saja&#8221; saya rasa jawaban itu,. . . .Betul,<br />
kadang uang tidak bisa membeli cinta, ketika orang &#8211; orang yang kita dekati mempunyai keyakinan yang salah tentang kekayaan: &#8220;Jangan &#8211; jangan kalo pacarku kaya nanti bisa bejat&#8221;, &#8220;Kalo calon mertuaku kaya nanti  aku  dihina&#8221;. Karena mindset ‘n keyakinan cewek itu tentang kekayaan itu salah, akibatnya  dia  tidak  mau  mempunyai  calon mertua  yang  kaya  ataupun pacar yang  kaya.  Nah  sebetulnya  kekayaan  adalah<br />
kebebasan. . . . . .!!!(wuih. . .teges. . . ). Betul hehehehe. . . . . , kadang uang tidak bisa membeli cinta, tapi cintaku akan jauh lebih indah kalo uangku banyak. Bisa pergi ke Perancis. Bisa membelikan hadiah ulang tahun pacarku <a href="http://www.mbusa.com/" target="_blank">Mercedes Bens</a>. Bisa membeli jam <a href="http://www.rolex.com/" target="_blank">rolex</a>, membeli berlian 4 karat. WOW cinta kita akan lebih indah sayank jika kekayaan lebih banyak dan kebebasan lebih banyak untuk mewujudkan cinta kita dengan lebih baik sayank . . . . .(sayaank-sayank dengkulmu anjlok. . . . wes tah jok ngayal. . .) aku ndak ngayal, . . .!!ini bisa sungguh-sungguh terjadi. . . .ingat. .’nothing impossible in this world man. . .!!(y owes lah. . .tak ngalah ae. . . .ben seneng. . .) kita juga bisa bebas mengatur waktu kita, dan hubungan dengan keluarga kita . . . . .menjadi  lebih  baik,  kalo  kita  memiliki  banyak  uang.  Temenku si Agung R. ini juga bilang gini:  &#8220;Kalo  orang  kaya  itu waktunya lebih sedikit, karena dia sibuk cari uang, cari uang, cari uang, cari uaaaaaaaaang terus&#8221;(‘pin koncomu iki pancene mental-mental wong kere yo. . . . . WUAKAKAkakakakakak . . ..)wes tah jarno. . . . .maklumilah. . . . . .kembali. . . . Hal itu tidak salah, ada juga orang yang seperti  itu,  tapi  dia orang kaya yang GUOBLOG!!. Tapi  kalau  kita mau jadi orang kaya,  jadilah orang kaya  yang  pintar, cerdas, trampil ‘n beriman. . .(kayak motone SMA mu yo. . . . .sma manah??. . . lupa ku. . . .oya . . .<a href="sma11sby.com" target="_blank">SMAXI</a> toh. . .?!Iman, Cerdas ,Trampil. . . . .wah. . .promosi. .. . . . ). . .yo betul  . . .tapi gak promsi yow. ..  Dengan  menjadi  kaya,  kita  jadi  bisa  meluangkan  waktu  lebih  banyak, cz  sudah<br />
bebas secara uang gak perlu bingung cari uang lagi . . . . sehingga hubungan kita dengan keluarga dan teman-teman kita jadi lebih baik, karena waktu longgarnya jadi lebih banyak.yo gak??. . .jadi pren menurutku kekayaan adalah kebebasan, . . . RICHES is FREEDOM . . . . . dha-dha. . . .jangan lupa di komen. . . . . tak enteni. . .. . . .</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-89" title="rumah_mewah" src="http://3rv1n.wordpress.com/files/2009/04/rumah_mewah.jpg?w=300" alt="rumah_mewah" width="300" height="148" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesinambungan pucuk pimpinan]]></title>
<link>http://chairulfahmy.wordpress.com/2009/04/04/kesinambungan-pucuk-pimpinan/</link>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 13:02:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>chairulfahmy</dc:creator>
<guid>http://chairulfahmy.wordpress.com/2009/04/04/kesinambungan-pucuk-pimpinan/</guid>
<description><![CDATA[PANDANGAN Oleh CHAIRUL FAHMY HUSSAINI KESINAMBUNGAN dan pembaharuan merupakan teras dalam semakan ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PANDANGAN Oleh CHAIRUL FAHMY HUSSAINI KESINAMBUNGAN dan pembaharuan merupakan teras dalam semakan ka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BPS: Warga Miskin Tanjungpinang Menurun]]></title>
<link>http://edwardmushalli.wordpress.com/2009/02/19/bps-warga-miskin-tanjungpinang-menurun/</link>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 02:57:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Edward Mushalli</dc:creator>
<guid>http://edwardmushalli.wordpress.com/2009/02/19/bps-warga-miskin-tanjungpinang-menurun/</guid>
<description><![CDATA[Dari 6376 Menjadi 5869 Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang terhadap rumah ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ul>
<li><span>Dari 6376 Menjadi 5869</span></li>
</ul>
<p><span>Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang terhadap rumah tangga <!--more-->miskin (RTM) di Kota Tanjungpinang pada akhir 2008 menunjukkan penurunan jumlah warga miskin dibandingkan survei yang dilakukan 2005. Penurunan jumlah tersebut dari 6376 RTM menjadi 5869 RTM. </span></p>
<p>Kepala BPS Kota Tanjungpinang Amirullah mengatakan, jumlah RTM hasil pendataan sosial ekonomi tahun 2005 di Kota Tanjungpinang mengalami menurun, sementaa jumlah penduduk di Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan dibandingkan hasil survei 2005 dari 168 ribu jiwa meningkat menjadi 220 ribu jiwa. Peningkatan jumlah penduduk tersebut seiring  ditetapkannya Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri. </p>
<p>&#8220;Hasil pendataan program perlindungan sosial BPS Kota Tanjungpinang  2008 lalu, diketahui sebanyak 3521 dari 6376 Rumah Tangga Sasaran (RTS) masih dalam status yang sama dengan hasil survei 2005 tetap dalam keadaan miskin. Selanjutnya BPS melakukan sweeping untuk mendapatkan RTM. Ditemukan sebanyak 2381 RTM yang baru. Sehingga total RTM di Kota Tanjungpinang sebanyak 5869 RTM. Terdiri dari 1609 RTM di Bukit Bestari, 2315 RTM di Kecamatan Tanjungpinang Timur, 803 RTM  di Kecamatan Tanjungpinang Kota dan 1092 RTM di Kecamatan Tanjungpinang Barat,&#8221; kata Amirullah.  </p>
<p>Terpisah, Wakil walikota Tanjungpianng Edward Mushali mengatakan pelaksanaan program penganggulangan kemiskinan di Kota Tanjungpinang  yang dilaksanakan mulai 2007 hingga 2008 menunjukkan jumlah warga miskin terjadi penurunan. </p>
<p>Dan Pemko Tanjungpinang merasa berbesar hati dengan penurunan di tengah meningkatnya jumlah penduduk Kota Tanjungpinang pada 2008 dibandingkan 2005 lalu. Mudah-mudahan lanjut Edward, untuk melangkah pada program 2009 Pemko Tanjungpinang dapat berbuat lebih baik dan secara langsung dapat menekan angka-angka kemiskinanan di Kota Tanjungpinang.  </p>
<p>&#8220;APBD Tahun Anggaran 2009 sebentar lagi disahkan, demikian juga DIPA sudah diterima Pemko Tanjungpinang. Oleh karena itu perlu memadukan kegiatan dan pogram dari dinas instansi terkait dalam mewujudkan program pengentasan kemiskinan agar lebih terarah lagi,&#8221; ujarnya saat melakukan rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di Kota Tanjungpinang, dihadiri jajaran lurah dan camat serta Kepala BPS dan kepala kantor PT Pos wilayah Tanjungpinang, Selasa (17/2) di ruang rapat kantor walikota Senggarang.</p>
<p><span>&#124;Sijori Mandiri, 19 Februari 2009</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Smart menjadi makmur]]></title>
<link>http://shuchin.wordpress.com/2009/01/04/cara-smart-menjadi-makmur/</link>
<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 07:26:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Curhat Keuangan</dc:creator>
<guid>http://shuchin.wordpress.com/2009/01/04/cara-smart-menjadi-makmur/</guid>
<description><![CDATA[Simpan sepersepuluh pendapatan Anda Pilihlah bank yang benar-benar aman. Jangan segera tergiur denga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Simpan sepersepuluh pendapatan Anda Pilihlah bank yang benar-benar aman. Jangan segera tergiur denga]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jika Semua Bangsa Indonesia Pengusaha…?]]></title>
<link>http://uwinarno.wordpress.com/2008/12/23/jika-semua-bangsa-indonesia-pengusaha%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 01:20:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>uwinarno</dc:creator>
<guid>http://uwinarno.wordpress.com/2008/12/23/jika-semua-bangsa-indonesia-pengusaha%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Sosiolog David McClelland berpendapat,”Suatu negara bisa menjadi makmur bila ada entrepreneur (pengu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sosiolog David McClelland berpendapat,”Suatu negara bisa menjadi makmur bila ada entrepreneur (pengu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tetaplah Bersatu Indonesiaku, walaupun partai kita berbeda-beda..............]]></title>
<link>http://korangua.wordpress.com/2008/12/01/tetaplah-bersatu-indonesiaku-walaupun-partai-kita-berbeda-beda/</link>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 12:57:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiranadimas</dc:creator>
<guid>http://korangua.wordpress.com/2008/12/01/tetaplah-bersatu-indonesiaku-walaupun-partai-kita-berbeda-beda/</guid>
<description><![CDATA[Sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia tidak boleh terpancing emosi. Dalam arti harus berkepala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia tidak boleh terpancing emosi. Dalam arti harus berkepala dingin.</p>
<p>Terutama menjelang Kampanye besar-besaran dan Pemilu 2009. Kita harus saling mengingatkan. Tujuan kita sama yaitu memilih para calon wakil rakyat yang bisa mengemban amanah rakyat. Mudah-mudahan di tahun 2009 ini bangsa Indonesia bisa bangkit dan maju menyongsong masa depan yang lebih cerah. Seperti peribahasa <strong>Ketika Hujan deras telah selesai munculah sebuah pelangi harapan yang indah</strong>. Amin</p>
<p>Marilah kita berdoa bersama-sama dengan hikmat dan dalam hati berharap mudah-mudahan Indonesia akan menjadi makmur di tahun ini. Amin</p>
<p>Tetaplah menjaga persatuan dan kesatuan karena adalah  kita adalah satu . Merdeka&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Tetap semangat para Pemuda-pemudi bangsa Indonesia.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Congratulation on Successful ISO 9001:2000 Certification KLM]]></title>
<link>http://bizplus.wordpress.com/2008/11/30/congratulation-on-successful-iso-90012000-certification-klm/</link>
<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 10:18:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>David</dc:creator>
<guid>http://bizplus.wordpress.com/2008/11/30/congratulation-on-successful-iso-90012000-certification-klm/</guid>
<description><![CDATA[On November 18, 2008, PT. Kairos Logam Makmur (KLM) was successfully awarded ISO 9001:2000 Quality M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>On November 18, 2008, PT. Kairos Logam Makmur (KLM) was successfully awarded ISO 9001:2000 Quality Management System Certification from Sucofindo International Certification Service (SICS). Through this certification, PT. KLM, as an aluminum manufacturer, commit to continually improve their internal business process so that they can produce the products as per customer requirements  to achieve customer satisfaction. Once again, Congratulation KLM!</p>
<div id="attachment_58" class="wp-caption alignnone" style="width: 470px"><a href="http://bizplus.wordpress.com/files/2008/11/klm-iso-90011.jpg"><img class="size-full wp-image-58" title="klm-iso-90011" src="http://bizplus.wordpress.com/files/2008/11/klm-iso-90011.jpg" alt="2000 Certification" width="460" height="345" /></a><p class="wp-caption-text">KLM ISO 9001:2000 Certification</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terus Maju ]]></title>
<link>http://kopidangdut.org/2008/10/16/ayah-rumah-tangga/</link>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 16:29:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mas Kopdang</dc:creator>
<guid>http://kopidangdut.org/2008/10/16/ayah-rumah-tangga/</guid>
<description><![CDATA[    seperti inilah hidup kita...serasa maju, padahal di situ-situ juga..   Apa sih tugas paling utam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> </p>
<div id="attachment_1090" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><span style="color:#0000ee;text-decoration:underline;"><a href="http://kopidangdut.files.wordpress.com/2008/10/dsc00648.jpg"></a> </p>
<div class="mceTemp mceIEcenter"><a href="http://kopidangdut.files.wordpress.com/2008/10/dsc00648.jpg"></a>
<dl class="wp-caption aligncenter"><a href="http://kopidangdut.files.wordpress.com/2008/10/dsc00648.jpg"></a>
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://kopidangdut.wordpress.com/files/2008/10/dsc00648.jpg"><img class="size-medium wp-image-1090" title="dsc00648" src="http://kopidangdut.wordpress.com/files/2008/10/dsc00648.jpg?w=300" alt="seperti inilah hidup kita...serasa maju, padahal di situ-situ juga.." width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">seperti inilah hidup kita...serasa maju, padahal di situ-situ juga..</p></div>
<p> </p>
<p></span></dt>
</dl>
</div>
<p>Apa <em>sih</em> tugas paling utama dari seorang ayah? apakah mencari duit buat keluarga? Apakah mendidik sang Bunda dan si anak? Atau jangan-jangan cukup membuahi si Ibu..?</p>
<p>Dalam ekonomi serba ngepas, harga kebutuhan pokok, tambahan, hingga &#8220;mewah-dipaksa&#8221;, dan semuanya seperti tiada ujung, maka sang Ayah sepertinya harus jumpalitan. Kepala jadi kaki, dan kaki biar mikir sendiri mau jadi apa.</p>
<p>Pengeluaran bulanan membludak. Gaji yang sebulan hanya cukup buat beli macem-macem keperluan selama 2 minggu. Sisanya biarlah improvisasi tiada akhir! Beruntunglah bilamana si Ibu pun pandai mencari tambahan.  Konsekwensinya tentu saja, rumah dikuasai sang abdi dalem. Para ajudan yang baru datang dari kampung. Merawat si Kecil, merangkap protokoler, sekaligus mencuci dan mengepel.</p>
<p>Jika Anda adalah pegawai yang digaji bulanan, jangan pernah mengumpulkan slip gaji. Bakal makan ati!..Setumpuk kertas dengan angka-angka yang tak bersisa. Jadi apa?</p>
<p>Kita hidup seperti naik odong-odong dengan musik favorit diperdengarkan. Naik turun seperti berjalan. Padahal, ndak kemana-mana. Ya di situ-situ saja. Setiap ganti lagu, kocek kita pun berkurang lagi.</p>
<blockquote><p>Curhat nih ye..?&#8221;</p></blockquote>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebagai seorang Ayah  sekaligus suami, tak ada kata berhenti. Maju terus, goyang-goyang lagi, ndak peduli perut kosong, pikiran mampet, yang penting hidup harus terus dijalani. Masalah bahagia, masalah suka-duka, yang terpenting adalah demi keluarga.</p>
<blockquote><p><em><span style="font-style:normal;">Apa iya&#8230;?   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></em></p></blockquote>
<p><em>&#62;&#62; Selamat Malam, Boy&#8230;Apakah ente merasa sudah makmur saat ini?</em></p>
<blockquote><p> </p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pertanian Probosutedjo]]></title>
<link>http://relawandesa.wordpress.com/2008/09/10/pertanian-probosutedjo/</link>
<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 04:14:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>suryokoco adiprawiro</dc:creator>
<guid>http://relawandesa.wordpress.com/2008/09/10/pertanian-probosutedjo/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Probosutejo, selama menjalani masa hukuman di LP Cipinang di Jakarta k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Probosutejo, selama menjalani masa hukuman di LP Cipinang di Jakarta k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jana lebihan dana masjid demi jangka panjang ]]></title>
<link>http://chairulfahmy.wordpress.com/2008/08/28/jana-lebihan-dana-masjid-demi-jangka-panjang/</link>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 15:44:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>chairulfahmy</dc:creator>
<guid>http://chairulfahmy.wordpress.com/2008/08/28/jana-lebihan-dana-masjid-demi-jangka-panjang/</guid>
<description><![CDATA[PANDANGAN Oleh Chairul Fahmy Hussaini ISU kurang dana sering menghambat masjid kita. Hal ini menjela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PANDANGAN Oleh Chairul Fahmy Hussaini ISU kurang dana sering menghambat masjid kita. Hal ini menjela]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Carut Marut Negeri Ini]]></title>
<link>http://centutrio.wordpress.com/2008/08/26/carut-marut-negeri-ini/</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 11:43:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>centutrio</dc:creator>
<guid>http://centutrio.wordpress.com/2008/08/26/carut-marut-negeri-ini/</guid>
<description><![CDATA[Indonesia adalah negeri indah yang makmur dengan banyak sekali kekayaan alam. Negara lain melihat In]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Indonesia adalah negeri indah yang makmur dengan banyak sekali kekayaan alam. Negara lain melihat Indonesia sebagai negeri Surga. Tetapi itu dulu&#8230;.</p>
<p>Indonesia sekarang ini merupakan neraka bagi rakyatnya. Bagaimana tidak, korupsi merajalela, bencana alam dimana-mana, wabah penyakit dan kelaparan mendera hampir disetiap pelosok daerah. Penyimpangan-penyimpangan banyak terjadi di semua aspek kehidupan masyarakat.<!--more--></p>
<p>Tingginya tingkat kriminal, prostitusi yang semakin merajalela, kasus suap semakin menambah panjang daftar keburukan di negeri ini. Pemerintah seakan-akan ikut andil dalam kehancuran negeri ini. Banyak pejabat pemerintah yang terjerat kasus suap dan korupsi. Tetapi hukum seakan menutup mata dan bersikap diskrimatif.</p>
<p>Koruptor hidup mewah, walaupun di dalam penjara. Tengok saja China, disana diberlakukan hukuman mati bagi para pelaku korupsi, karena mereka sadar bahwa korupsi akan membunuh setiap sendi dalam kehidupan bernegara.</p>
<p>Lalulintas semrawut karena tata letak kota yang berantakan, kemacetan terjadi dimana-mana yang mengakibatkan kerugian ekonomi trilyunan rupiah setiap tahunnya.<br />
Apakah kita akan membiarkan negeri yang kita cintai ini menjadi negeri yang terbelakang dan hancur?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENDUNG TAK SELAMANYA KAN HUJAN]]></title>
<link>http://zaynet.wordpress.com/2009/04/30/mendung-tak-selamanya-kan-hujan/</link>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 06:42:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zainudin Idris</dc:creator>
<guid>http://zaynet.wordpress.com/2009/04/30/mendung-tak-selamanya-kan-hujan/</guid>
<description><![CDATA[Hujan tak berarti hujan, bahkan mungkin sesudah itu malah menjadi cerah berbinar. Ungkapan itu bukan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hujan tak berarti hujan, bahkan mungkin sesudah itu malah menjadi cerah berbinar.<br />
Ungkapan itu bukan hanya pepatah, tetapi memang panduan realita kehidupan.<br />
Dalam kehidupan, kadang kesulitan melanda, tapi percayalah, itu bukan akhir dari segalanya.<br />
Esok hari, selalu ada jalan keluar, asalkan SABAR dan IKHTIAR. &#8220;Di setiap kesulitan ada kemudahan [QS. Alam Nasyrah:5-6&#8243;.<br />
Begitu sebaliknya, kemudahan, bahkan kemakmuran yang kita dapati hari ini, belum tentu kita masih dapati di keesokan harinya.<br />
Tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini.<br />
Karena itu, pandailah bersabar dan berikhtiar selagi dalam kesulitan, dan pandailah bersyukur selagi dalam kemudahan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
