<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>maksiat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/maksiat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "maksiat"</description>
	<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 13:19:13 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Istidraj = Penguluran Waktu]]></title>
<link>http://isal.wordpress.com/2010/01/02/istidraj-penguluran-waktu/</link>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 17:29:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>isal</dc:creator>
<guid>http://isal.wordpress.com/2010/01/02/istidraj-penguluran-waktu/</guid>
<description><![CDATA[Istidraj didefinisikan sebagai anugrah atau rizki yang dilimpahkan Allah kepada mereka yang berbuat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Istidraj didefinisikan sebagai anugrah atau rizki yang dilimpahkan Allah kepada mereka yang berbuat ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wali Band - Tomat (Tobat Maksiat)]]></title>
<link>http://nurbahagia.wordpress.com/2010/01/02/wali-band-tomat-tobat-maksiat/</link>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 16:15:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Saadah</dc:creator>
<guid>http://nurbahagia.wordpress.com/2010/01/02/wali-band-tomat-tobat-maksiat/</guid>
<description><![CDATA[A very good song. Jom renung bersama~ Lyrics: (pada yg mungkin x fluent indon language ade melayu tr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[A very good song. Jom renung bersama~ Lyrics: (pada yg mungkin x fluent indon language ade melayu tr]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[3 Cara Mensyukuri Nikmat]]></title>
<link>http://akhmadzakialsafi.wordpress.com/2009/12/27/3-cara-mensyukuri-nikmat/</link>
<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 02:57:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>ekiad971</dc:creator>
<guid>http://akhmadzakialsafi.wordpress.com/2009/12/27/3-cara-mensyukuri-nikmat/</guid>
<description><![CDATA[3 Cara Mensyukuri Nikmat: 1. Meyakini dalam hati, bahwa nikmat yang diterima semata-mata pemberian A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>3 Cara Mensyukuri Nikmat:</p>
<p>1. Meyakini dalam hati, bahwa nikmat yang diterima semata-mata pemberian Allah SWT (bukan karena kekuatan, kepintaran, dan keberaniannya)</p>
<p>2. Memuji Allah SWT atas segala Karunia-Nya, denagan mengucapkan puji syukur dan menceritakannya secara lahir</p>
<p>3. Menggunakan nikmat tersebut dengan ta&#8217;at kepada Allah SWT, bukan untuk maksiat, serta melaksanakan beragam amal sholih sebagai bentuk mensyukuri nikmat.</p>
<p>Sufyan Ats-Tsauri :<br />
&#8221; Bukan termasuk orang yang mendalam ilmunya, bila seseorang tidak menganggap musibah sebagai nikmat dan kenikmatan sebagai cobaan&#8221;<br />
&#8220;Musibah dianggap sebagai nikmat, karena musibah yang menimpa seseorang mukmin adakalanya sebagai penghapusan dosa yang dilakukannya, atau untuk meninggikan derajatnya, atau sebagai cambuk peringatan agar ia kembali kepada jalan Allah SWT&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi]]></title>
<link>http://hermansurya.wordpress.com/2009/12/24/hukum-merayakan-tahun-baru-masehi/</link>
<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 01:36:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>hermansurya</dc:creator>
<guid>http://hermansurya.wordpress.com/2009/12/24/hukum-merayakan-tahun-baru-masehi/</guid>
<description><![CDATA[Pertanyaan Assalamu Alaikum wr. wb. Ust. Ahmad yang terhormat, menjelang tahun baru masehi, banyak u]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://hermansurya.wordpress.com/files/2009/12/0silluet-masjid-141.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-144" title="0silluet-masjid-14" src="http://hermansurya.wordpress.com/files/2009/12/0silluet-masjid-141.gif?w=300" alt="" width="300" height="186" /></a></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Assalamu Alaikum wr. wb.</p>
<p style="text-align:justify;">Ust. Ahmad yang terhormat, menjelang tahun baru masehi, banyak umat Islam yang ikut merayakannya padahal perayaan tahun baru hanya dilakukan oleh umat Nasrani. Pertanyaan saya bagaimanakah hukumnya merayakan Tahun Baru ataupun merayakan hari-hari yang lain seperti Ulang Tahun, Maulid?</p>
<p style="text-align:justify;">wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawaban</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
</em><br />
Ada sekian banyak pendapat yang berbeda tentang hukum merayakan tahun baru masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat.<a href="http://hermansurya.wordpress.com/files/2009/12/0silluet-masjid-14.gif"></a><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Pendapat yang Mengharamkan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen.</p>
<p style="text-align:justify;">a. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir</p>
<p style="text-align:justify;">Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke Eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa.</p>
<p style="text-align:justify;">Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">b. Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir</p>
<p style="text-align:justify;">Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.</em></p>
<p style="text-align:justify;">c. Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat</p>
<p style="text-align:justify;">Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.</p>
<p style="text-align:justify;">d. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bid`ah</p>
<p style="text-align:justify;">Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan fenomena sebagian umat Islam yang mengadakan perayaan malam tahun baru Masehi di masjid-masijd dengan melakukan shalat malam berjamaah, tanpa alasan lain kecuali karena datangnya malam tahun baru, adalah sebuah perbuatan bid&#8217;ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW, para shahabat dan salafus shalih.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka hukumnya bid&#8217;ah <em>bila khusus untuk even malam tahun baru </em>digelar ibadah ritual tertentu, seperti qiyamullail, doa bersama, istighatsah, renungan malam, tafakkur alam, atau ibadah mahdhah lainnya. Karena tidak ada landasan syar&#8217;inya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Pendapat yang Menghalalkan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pendapat yang menghalalkan berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun baru Masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk beribadah atau ikut-ikutan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi tidak diniatkan mengikuti ritual orang kafir, maka tidak ada larangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka mengambil perbandingan dengan liburnya umat Islam di hari natal. Kenyataannya setiap ada tanggal merah di kalender karena natal, tahun baru, kenaikan Isa, paskah dan sejenisnya, umat Islam pun ikut-ikutan libur kerja dan sekolah. Bahkan bank-bank syariah, sekolah Islam, pesantren, departemen Agama RI dan institusi-institusi keIslaman lainnya juga ikut libur. Apakah liburnya umat Islam karena hari-hari besar kristen itu termasuk ikut merayakan hari besar mereka?</p>
<p style="text-align:justify;">Umumnya kita akan menjawab bahwa hal itu tergantung niatnya. Kalau kita niatkan untuk merayakan, maka hukumnya haram. Tapi kalau tidak diniatkan merayakan, maka hukumnya boleh-boleh saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga dengan ikutan perayaan malam tahun baru, kalau diniatkan ibadah dan ikut-ikutan tradisi bangsa kafir, maka hukumnya haram. Tapi bila tanpa niat yang demikian, tidak mengapa hukumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun kebiasaan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, umat Islam memanfaatkan even malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif, seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah ringkasan singkat tentang perbedaan pandangan dari beragam kalangan tentang hukum umat Islam merayakan malam tahun baru.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ahmad Sarwat, Lc.</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sejenak Renungkan...]]></title>
<link>http://fitrahfitri.wordpress.com/2009/12/22/sejenak-renungkan/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 22:10:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>l5155st™</dc:creator>
<guid>http://fitrahfitri.wordpress.com/2009/12/22/sejenak-renungkan/</guid>
<description><![CDATA[renungan_senja Secuplik nasehat telah penulis dapatkan dalam sebuah buku yang ditulis oleh para ulam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#008000;"> </span></p>
<div id="attachment_1254" class="wp-caption alignright" style="width: 144px"><a href="http://fitrahfitri.wordpress.com/files/2009/12/images1.jpg"><img class="size-full wp-image-1254" title="renungan_senja" src="http://fitrahfitri.wordpress.com/files/2009/12/images1.jpg" alt="renungan_senja" width="134" height="99" /></a><p class="wp-caption-text">renungan_senja</p></div>
<p><span style="color:#008000;">Secuplik nasehat telah penulis dapatkan dalam sebuah buku yang ditulis oleh para ulama&#8217;. sebuah nasehat yang darinya, mengalir pintu &#8211; pintu manfaat dan hikmah. Namun siapa yang akan mengambil faedah dari nasehat ini&#8230;?</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Khalifah Umar bin Abdul Aziz untuk berpesan kepada salah seorang panglima perangnya sebagaimana berikut:<!--more--></span></p>
<p><span style="color:#008000;">“Hendaknya engkau senantiasa bertakwa kepada Allah dalam setiap situasi yang engkau hadapi, karena ketakwaan kepada Allah adalah senjata paling ampuh, taktik paling bagus, dan kekuatan paling hebat. <strong><em>Janganlah engkau dan kawan-kawanmu lebih waspada dalam menghadapi musuh dibanding menghadapi perbuatan maksiat kepada Allah.</em> </strong>Karena perbuatan dosa lebih aku khawatirkan atas masyarakat dibanding tipu daya musuh mereka. <strong><em>Kita memusuhi musuh kita dan mengharapkan kemenangan atas mereka berkat tindak kemaksiatan mereka.</em></strong> Kalaulah bukan karena itu, niscaya kita tidak kuasa menghadapi mereka, karena jumlah kita tidak seimbang dengan jumlah mereka, kekuatan kita tidak setara dengan kekuatan mereka. Bila kita tidak mendapat pertolongan atas mereka berkat kebencian kita terhadap kemaksiatan mereka, niscaya kita tidak dapat mengalahkan mereka hanya dengan kekuatan kita.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Jangan sekali-kali kalian lebih mewaspadai permusuhan seseorang dibanding kewaspadaanmu terhadap dosa-dosamu sendiri. Janganlah kalian lebih serius menghadapi mereka dibanding menghadapi dosa-dosa kalian.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Ketahuilah bahwa kalian senantiasa diawasi oleh para malaikat pencatat amalan. Mereka mengetahui setiap perilaku kalian sepanjang perjalanan dan peristirahatan kalian. Hendaknya kalian merasa malu dari mereka, dan berlaku santun dihadapan mereka. Jangan sekali-kali menyakiti mereka dengan tindak kemaksiatan kepada Allah, padahal kalian mengaku sedang berjuang di jalan Allah.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Janganlah sekali-kali kalian beranggapan bahwa: <strong><em>“Sesungguhnya (perbuatan) musuh-musuh kita lebih jelek dibanding kita, sehingga tidak mungkin mereka dapat mengalahkan kita, walaupun kita berbuat dosa. Betapa banyak kaum yang telah dikuasai oleh orang-orang yang lebih jelek, akibat dari perbuatan dosa kaum tersebut.”</em></strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;">Mohonlah pertolongan kepada Allah dalam menghadapi diri kalian, sebagaimana kalian memohon pertolongan kepada-Nya dalam menghadapi musuh kalian. Sebagaimana kamipun turut memohon hal tersebut untuk diri kita dan juga untuk kalian.” (<em>dikutip dari kitab <strong>Hilyatul Auliya’</strong></em>, oleh Abu Nu’aim Al Ashbahaany 5/303)</span></p>
<p><span style="color:#008000;">&#8212;+++&#8212;</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Saudaraku, apa yang akan kau ambil dari goresan nasehat emas ini&#8230;?</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Dicuplikkan abu &#8216;abdirrazzaq al fitrah di keheningan fajar, Surabaya 5 Muharram 1431H<br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seks Melayu]]></title>
<link>http://skodengxxx.wordpress.com/2009/12/18/seks-melayu/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 03:02:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>skodengz</dc:creator>
<guid>http://skodengxxx.wordpress.com/2009/12/18/seks-melayu/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="" target="_blank"><img src="http://img211.imagevenue.com/loc955/th_31829_5_123_955lo.jpg" alt="seksmelayu, video bohsia blogspot, video melayu, awek blogspot, awek uitm, gadis remaja, awek bohsia, video beromen, melayuboleh blog, cerita seks melayu, gadis terlanjur, cerita gadis, gambar gadis, awek tudung, linda rafar, maksiat, gambar, gadis seksi, download 3gp seks melayu, 3gp melayu seks, skodeng video, gadis melayu 3gp, ghairah, video seks melayu 3gp, minah, artis, minah bohsia, awek melayu 3gp<br />
&#8221; width=&#8221;109&#8243; height=&#8221;160&#8243; border=&#8221;0&#8243; /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maksiat Ngga Bosen, Masa' Taubat Bosen..?]]></title>
<link>http://kangmasjuqi.wordpress.com/2009/12/14/maksiat-ngga-bosen-masa-taubat-bosen/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 11:03:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>kangmasjuqi</dc:creator>
<guid>http://kangmasjuqi.wordpress.com/2009/12/14/maksiat-ngga-bosen-masa-taubat-bosen/</guid>
<description><![CDATA[Bismillaahirrahmaanirrahiiiiiiiiim&#8230;&#8230; Bittiba&#8217;i Rasulillahi Shollallahu &#8216;Alai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Bismillaahirrahmaanirrahiiiiiiiiim&#8230;&#8230; Bittiba&#8217;i Rasulillahi Shollallahu &#8216;Alaihi Wasallam&#8230;</em></p>
<p><a href="http://kangmasjuqi.wordpress.com/files/2009/12/tobat.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-738" style="padding-right:10px;" title="tobat" src="http://kangmasjuqi.wordpress.com/files/2009/12/tobat.jpg" alt="" width="239" height="149" /></a>Siapa sih manusia yang tak pernah berbuat maksiat/dosa..? Semua manusia kecuali orang-orang yg memang dijaga oleh Allah SWT. tentulah pernah melakukan maksiat/dosa.</p>
<div style="clear:both;padding-top:10px;">
<p>Mengenai dosa,</p>
</div>
<p>1. Dosa. Satu dosa sudah cukup bagi Allah SWT untuk dijadikan  alasan menghukum seorang hamba di dalam neraka-Nya (<em>Hb. Mahdi Bin Muhammad Al-Hiyed, Tegal dlm HBH @dusun Sabrang, Tegalandong, September 2009</em>).</p>
<p>2. Dosa. Sujud 1000thn lamanya di atas bara api belum ada apa2nya untuk menebus satu dosa..(<em>Hb. Munzir bin Fuad Al-Musawa, Desember 2009</em>).</p>
<p><strong>Lalu, kenapa kita harus memikirkan dan merisaukan dosa yg kita perbuat? kenapa kita harus bertaubat??</strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Pertama</span>, karena Allah SWT senantiasa memerintahkan kita untuk selalu bertaubat. Perintah ini banyak termaktub dalam Al-Quranul Karim.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kedua</span>, karena sungguh kita ini tidak layak bermaksiat kepadaNya di kolong langit ini dgn segala anugerah dan kenikmatan yg telah, sedang dan akan kita terima dariNya, pemilik tunggal 100% alam semesta termasuk kolong langit ini. Kita tdk punya saham barang 0,0&#8230;1 % pun dari kepemilikan alam semesta ini. Lahh piye tho, memangnya kita ini siapa..? Bisa apa..?</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Ketiga</span>, coba renungkan, kita hidup akan selama apa..? Toh nanti juga bakalan jadi seonggok bangkai tak berguna, toh nanti juga bakalan dapat gelar Alm. di depan nama kita (setelah kita mengikuti perkuliahan Allah SWT. selama di dunia).. <em>(<a title="-Sebujur Bangkai-" href="http://www.youtube.com/watch?v=7ysCKE2F3d4" target="_blank">Sebujur Bangkai</a> -by H. Rhoma Irama)</em>.  Kemudian setelah mati pun, coba renungkan kita ini akan ke mana? Dalam keadaan seperti apa..? Mau apa..? <strong>Kawan, coba renungkan kemana dan bagaimana keadaan kita setelah kita meninggalkan dunia ini.</strong></p>
<p>Kekhawatiran yg muncul misalnya. &#8220;ehh, kalo saya taubat lalu saya melakukan dosa lagi, berarti saya munafiq donk, berarti saya mempermainkan Tuhan donk..?berarti saya tobat sambel donk..?&#8221;</p>
<p>Kawan, ada 2 hal dalam bertaubat:</p>
<p>1. Menyesal atas perbuatan dosa yang kita lakukan.<br />
2. Komitmen untuk tidak akan mengulangi dosa tersebut.</p>
<p>(Bila menyangkut hak bani adam, maka ada 1 hal lg yaitu ridho dan keikhlasan dari orang yg menjadi korban dosa kita).</p>
<p>Kawan, yang Allah SWT. perintahkan kepada kita adalah bertaubat, perkara nanti kita terjebak dalam dosa lagi, hal itu kita mintakan penjagaanNya. <strong>Ketika kita ragu untuk bertaubat dari sebuah dosa karena khawatir mengulangi dosa yang sama, sebenarnya itulah salah satu JEBAKAN BESAR syaitan! Itulah siasat supaya kita menunda-nunda untuk bertaubat!<br />
</strong></p>
<p>Tidak ada satupun ibadah kita yg bisa menambah kesucian Allah SWT. Tidak pula ada maksiat kita yg bisa mengurangi kesucian Allah SWT. Bahkan bila seluruh dosa manusia dikumpulkan seluruhnya tetap tidak akan mampu melebihi ke-Maha-Besar-an Allah, Kasih Sayang dan RahmatNya. Artinya, Allah SWT Maha Luas Kasih SayangNya. Allah Maha Lembut namun Keras siksaNya. Dia senantiasa menerima hamba2nya yg ingin kembali ke jalanNya.</p>
<p>Jangan putus asa dalam mengharap ampunanNya, sebesar apapun dosa kita.  Sebesar apapun dosa kita. Sebesar apapun dosa kita. Sebesar apapun dosa kita. <strong>Tetaplah optimis akan pengampunan Allah SWT dan teruslah berjuang untuk benar-benar meninggalkan dosa-dosa.</strong></p>
<p>Kawan, segera ikuti dengan taubat bila kita terlanjur melakukan dosa.<br />
Taubat, taubat, taubat. <strong>Mudah2an dengan perbuatan kita yang &#8220;mengikuti kejahatan dengan kebaikan&#8221; ini kemudian Allah memperkenankan kita untuk benar-benar lepas dari dosa tersebut&#8230;amiiiiiiiiiiiiiinnn&#8230;</strong></p>
<p>Maksiat Ngga Bosen, Masa&#8217; Taubat Bosen..?</p>
<p>Allhohumma Sholli &#8216;Alaa Sayyidinaa Muhammad&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa Kita Berbuat Salah?]]></title>
<link>http://esetianto.wordpress.com/2009/12/13/kenapa-kita-berbuat-salah/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 09:52:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>e-k-o</dc:creator>
<guid>http://esetianto.wordpress.com/2009/12/13/kenapa-kita-berbuat-salah/</guid>
<description><![CDATA[Ya, kenapa kita berbuat salah? Salah, dosa, keliru, menyimpang, entah sengaja atau tidak. Apakah kar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ya, kenapa kita berbuat salah? Salah, dosa, keliru, menyimpang, entah sengaja atau tidak. Apakah kar]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mencermati Kondisi Batin: Ketika Melakukan Dosa Besar]]></title>
<link>http://aveliansyah.wordpress.com/2009/12/10/mencermati-kondisi-batin-ketika-melakukan-dosa-besar/</link>
<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 12:07:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>aveliansyah</dc:creator>
<guid>http://aveliansyah.wordpress.com/2009/12/10/mencermati-kondisi-batin-ketika-melakukan-dosa-besar/</guid>
<description><![CDATA[• Orang yang tergelincir ke dosa besar seringkali melenting ke atas melampaui posisi sebelumnya. Den]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://aveliansyah.wordpress.com/files/2009/12/20090331111608.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-52" title="20090331111608" src="http://aveliansyah.wordpress.com/files/2009/12/20090331111608.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a><br />
• Orang yang tergelincir ke dosa besar seringkali melenting ke atas melampaui posisi sebelumnya. Dengan kata lain, dosa dan maksiat seringkali menjadi momentum untuk lebih dekat dengan Tuhan, mengapa?</p>
<p style="text-align:justify;">• Bagaimana menjadikan dosa sebagai sebagai anak tangga menuju Tuhan?</p>
<p style="text-align:justify;">Dosa dan maksiat bukan saja perbuatan tercela dan terlarang, melainkan juga membutakan mata hati, memadamkan<br />
nurani. Lebih dari itu, dosa dan maksiat juga membawa kegelisahan sehingga ketenangan hidup terganggu. Jelasnya, dosa dan maksiat merendahkan derajat dan kualitas kemanusiaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Semua yang dilarang Tuhan adalah musuh kemanusiaan dan semua yang diperintahkan dan dianjurkan Tuhan demi untuk martabat kemanusiaan. Tuhan tidak butuh untuk disembah tetapi manusialah yang membutuhkan penyembahan itu, karena di balik penyembahan dan ketaatan itu tersimpan hikmah dan berbagai kemaslahatan untuk manusia dan kemanusiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya semua manusia mogok untuk menyembah kepada-Nya maka tidak sedikit pun mengurangi kapasitas dan eksistensi-Nya sebagai Tuhan. Sebaliknya seandainya semua manusia taat kepada-Nya bagaikan malaikat sekalipun maka tidak akan berpengaruh terhadap Dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perintah dan larangan Tuhan adalah bukti kemaha-pengasih dan penyayang-Nya terhadap hamba-Nya, khususnya kepada manusia, yang diberikan spesifikasi khusus sebagai khalifah, representatif Tuhan di jangat raya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun diberi kekhususan sebagai khalifah, manusia tetap sebagai hamba (’abid) yang harus menyembah kepada Tuhan, sebagaimana halnya makhluk-makhluk lainnya. Konsekwensi tugas kekhalifahan yang diemban manusia, Allah menundukkan seluruh alam semesta kepadanya, bahkan di dalam penciptaan awal manusia (Adam), para makhluk diperintahkan hormat dan sujud kepadanya sebagai bukti kehebatan dan keutamaan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang ada yang membangkang dan keberatan untuk sujud, yaitu Iblis bersama komunitasnya, makanya itu mereka dikutuk. Untuk mencari parner di neraka maka mereka diberi kesempatan untuk menggoda manusia sampai akhir zaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Konsep penundukan alam semesta (taskhir) tidak bisa diartikan semacam ”SIM” untuk mengeksploitasi alam raya melampaui daya dukungnya. Alam raya tidak akan tunduk dan tidak lagi akan bersahabat kepada manusia manakala melampaui batas-batas yang telah digariskan Tuhan. Allah SWT bukan hanya Tuhan manusia sebagai makhluk<br />
mikrokosmos tetapi juga Tuhan alam raya sebagai makhluk makrokosmos. Realasi makhluk mikrokosmos dan makhluk<br />
makrokosmos adalah relasi kekahlifahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan relasi mikrokosmos-makrokosmos dan Tuhan adalah relasi penghambaan. Karena itu, dosa tidak boleh dimaknai hanya sebagai masalah relasi vertikal antara makhluk dengan Sang Khaliq, tetapi dosa juga terkait dengan masalah relasi horizontal antara sesama makhluk. Dan makhluk di sini bukan hanya sesama manusia, apa lagi hanya<br />
sebatas sesama muslim, tetapi juga sesama makhluk, baik makhluk hidup maupun makhluk benda mati. Bukankah kata ”benda mati” itu hanya ada dalam kamus manusia?</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi Tuhan dan para malaikatnya, tidak ada istilah benda mati. Semunya itu bertasbih dan menyembah Tuhan, hanya kita yang tidak memahami tasbih dan bentuk ibadah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian kesimpulan di dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Dosa dan maksiat memang mejatuhkan dan menjerumuskan seseorang ke lembah kehinaan tetapi kalau itu disadari dalam bentuk kesadaran puncak (taubat nashuha) maka tidak mustahil itu melentingkan kembali yang bersangkutan ke atas, bahkan mungkin lebih tinggi dari pada posisinya semula.</p>
<p style="text-align:justify;">Dosa dan maksiat sangat berpotensi dan dapat dijadikan titik masuk seseorang untuk lebih dekat kepada Tuhannya. Tidak jarang para pendosa yang taubat justru lebih baik dari pada orang-orang biasa. Ini mungkin disebabkan karena<br />
ia sudah mampu membandingkan betapa jauh jaraknya antara suasana batin yang taat dan yang durhaka kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun ini tidak berarti sebuah ajakan kepada kita untuk mencicipi dosa guna meningkatkan kesadaran dan keimanan, sebab betapa banyak bahkan jauh lebih banyak para pendosa jatuh dan tidak melenting ke atas, melainkan<br />
bagaikan bola yang jatuh di dalam lumpur, tidak lagi melenting ke atas, malah justru terbenam di dalam lumpur kehinaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Para pendosa yang berpotensi melenting ke atas ialah mereka yang karena dosa dan maksiat yang dilakukannya betul-betul membuat dirinya terpukul dan kecewa, mengapa dirinya harus melakukan sesuatu yang amat bodoh di dalam hidupnya. Karena itu ia menyesal sejadi-jadinya seraya menjalani proses pembersihan diri dengan penuh<br />
ketekunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Imam Gazali, dalam kitab Ihya’ `Ulum al-Din, seorang pendosa diminta untuk tidak sekedar istigfar (membaca lafaz istigfar) melainkan harus menjalani rangkaian proses taubat, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">1) Memperbanyak mengucap istigfar,</p>
<p style="text-align:justify;">2) dengan segera meninggalkan dosa dan maksiat itu,</p>
<p style="text-align:justify;">3) menyesal sejadi-jadinya terhadap kekeliruan<br />
yang telah dilakukannya,</p>
<p style="text-align:justify;">4) bertekad dan berikrar untuk tidak akan pernah mengulangi perbuatan tercela itu dalam hidupnya,</p>
<p style="text-align:justify;">5) mengganti dan menutupi perbuatan dosa dan maksiat itu dengan amal-amal kebajikan yang ikhlas,</p>
<p style="text-align:justify;">6) kalau dosa itu berupa mengambil hak orang lain maka harus segera mengembalikannya sesegera mungkin,</p>
<p style="text-align:justify;">7) menghancurkan daging yang bertumbuh di dalam dirinya yang berasal dari produk haram dengan cara melakukan<br />
riyadhah dan mujahadah, yakni menjalani latihan jasmani dan rohani dalam upaya mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak pendosa yang telah melakukan tahapan pertobatan itu dengan baik dan tekun. Mereka selalu manangisi dosa masa lampaunya di dalam sujud tahajjudnya di tengah malam. Bahkan air matanya tak pernah bisa dibendung jika mengingat kembali berbagai dosa yang pernah dilakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyerahan diri secara total seperti ini mendapatkan janji pengampunan Allah SWT. Ada ulama yang pernah  mengatakan bahwa: ”Air mata taubat itulah yang akan memadamkan api neraka. Bahkan Allah SWT mencintainya,<br />
sebagaimana hadis yang pernah dikutip Al-Gazali dalam kitabnya: ” Allah lebih senang mendengarkan jeritan taubatnya para pendosa ketimbang gemuruh tasbihnya para ulama”.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Al-Qur’an juga ditegaskan bahwa</p>
<p style="text-align:center;"><em>” Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah/2:222).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em></em><br />
Yang penting bagi yang bersangkutan tidak mempermainkan Tuhan dengan pembatalan-pembatalan taubat.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang sufi, Yahya bin Mu’adz pernah mengatakan: “Melakukan satu perbuatan dosa setelah taubat jauh lebih buruk dari pada melakukan 70 perbuatan dosa sebelum taubat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata Dzun Nun: “Beristighfar dari dosa tanpa berusaha melepaskankan diri dari dosa itu adalah taubatnya para pendusta. Barangsiapa bertaubat, kemudian tidak membatalkan taubatnya, maka ia termasuk orang bahagia”. Subhanallah, alangkah beruntungnya orang yang demikian ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi para pendosa tidak sepantasnya putus asa terhadap dosa-dosanya. Sebesar apapun dosa seseorang pasti jauh lebih besar dosa pengampunan Tuhan. Tidak ada artinya dosa besar jika yang datang adalah wajah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang penting bagi kita adalah penyerahan diri secara total terhadapnya. Terserah Dia. Jika Dia akan memasukkan kita ke dalam neraka itu adalah hak-Nya, tetapi tidak ada yang bisa menghalangi-Nya jika Dia akan memaafkan hamba-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah Dia akan menyiksa hamba-Nya yang sudah rebah dan bersujud di hadapan kebesaran-Nya sambil menagis memohon ampun dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya. Bukankah Dia lebih menonjol sebagai Tuhan Maha Pengasih dan Maha Pengampun ketimbang sebagai Tuhan Maha Pemarah dan Maha Penghukum.Tidak sedikit para pendosa mendapatkan pengampunan dan kasih sayang Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">(dikutip dari Republika Online)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Daftar 10 Kota Termaksiat di Dunia]]></title>
<link>http://gucang.wordpress.com/2009/12/09/daftar-10-kota-termaksiat-di-dunia/</link>
<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 10:59:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>gucang</dc:creator>
<guid>http://gucang.wordpress.com/2009/12/09/daftar-10-kota-termaksiat-di-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Teradapat 10 Kota Paling Maksiat di Bumi selain tempat-tempat menakjubkan di bumi ini, ada juga kota]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Teradapat <strong>10 Kota Paling Maksiat di Bumi</strong> selain tempat-tempat menakjubkan di bumi ini, ada juga kota yang terkenal dengan kemaksiatannya di bumi ini. Walau arti maksiat itu sendiri sebenarnya luas sekali. Ingin tahu kota paling maksiat di bumi tercinta ini? berikut daftar 10 kota paling maksiat di dunia :<!--more--></p>
<ol>
<li>
<h3><strong><span style="color:#ff0000;">Pattaya &#8211; Thailand.</span></strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Kota yang terdapat di Thailand ini, menduduki peringkat pertama karegori kota termaksiat di dunia.Karena kota ini mempunyai julukan &#8220;Entertainment&#8221; in Thai (sex No.1), silakan aja anda berjalan &#8211; jalan ke south Pattaya, anda akan di suguhi pemandangan pantai yang menarik, keadaan kota yang kebarat &#8211; baratan, dan para wanita cantik n seksi yang siap &#8220;meng-entertain&#8221; anda.</p>
<h3>2. <strong><span style="color:#ff0000;">Tijuana &#8211; Mexico</span></strong></h3>
<p>Tepatnya di daerah <strong><span style="color:#ff0000;">La Coahuila,Mexico</span></strong> yang merupakan zona merah dimana d temapat ini apa saja diLegalkan alias di perbolehkan saja. Seperti Prostitusi (Sex Bebas), Drugs, Strips Club, dan yang sejenisnya, ditambah lagi biaya yang murah menjadi daya tarik bagi para pencari kenikmatan.HHmmmm&#8230;..</p>
<h3>3. <strong><span style="color:#ff0000;">Amsterdam &#8211; Belanda</span></strong></h3>
<p>Ternyata negeri kincir angin ini juga nongkrong di posisi ke -3 kategori kota termaksiat&#8230;Gimana nggak orang disanaLive Seks juga bisa dilihat di kota ini, Marijuana juga di Legalkam di negara ini&#8230;Apalagi bagi para pengunjung yang sengaja mau memanjakan dirinya khususnya kaum adam, bisa langsung di suguhi dengan wanita vulgar yang menanti di sebuah Shop atau di sebuah Club untuk di ajak Get Play, n anda juga bisa memilih tipe wanitanya sendiri menurut selera anda. Selain itu juga Kota ini juga merupakan surga bagi para kaum Gays n Lesbi, karena perkawinan sesama jenis disini juga diLegalkan alias boleh &#8211; boleh aja.Buussyyeeeetttt Daahhhh&#8230;</p>
<h3>4. <strong><span style="color:#ff0000;">Las Vegas &#8211; Nevada (USA)</span></strong></h3>
<p>Kalau di daerah ini yang namanya Sex dan Judi udah jadi industri&#8230;(Kayak Perusahaan Donkkk). buat para dewa judi dan penjahat kelamin cocok kalo berkunjung ke surganya Perjudian ini.</p>
<h3>5. <strong><span style="color:#ff0000;">Rio De Janeiro &#8211; Brazil</span></strong></h3>
<p>&#8220;Sex Party Management&#8221;, inilah istilah yang terkenal di kota pelabuhan ini, karena di sinilah pusat legalisasi sex bebas, n rumah bordir juga numpuk kok disini mah.</p>
<h3>6. <strong><span style="color:#ff0000;">Moscow &#8211; Rusia</span></strong></h3>
<p>Macem &#8211; macem klub malam tersedia disini mulai dari Hardc*e sampai versi slow juga tersedia. Bahkan tercatat dari survey juga negara terluas di dunia ini juga tercatat sebagai negara pengimpor gadis &#8211; gadis di bawah umur untuk dijadikan sebagai PSK.</p>
<h3>7. <strong><span style="color:#ff0000;">New Orleans &#8211; Lousiana (USA)</span></strong></h3>
<p>Walau pun daerah ini udah dapet peringatan dari alam yaitu badai Katrina beberapa waktu lalu, n kota ini berubah total menjadi kota termaksiat urutan ke-7.Kok nggak kapok &#8211; kapok ya???</p>
<h3>8. <strong><span style="color:#ff0000;">Manama &#8211; Bahrain</span></strong></h3>
<p>Wah ternyata di timur tengah juga belum bisa terlepas dari dunia gelap ini ya&#8230;karena di Manama ini di juluki sebagai &#8220;Tempat Pesta Paling Tenang di Timur Tengah&#8221;.</p>
<h3>9.  <strong><span style="color:#ff0000;">Macau &#8211; China</span></strong></h3>
<p>Venetian, Wynn and MGM hotel casinos punya cabang di macau, sex? jangan ditanya lagi.</p>
<h3>10. <strong><span style="color:#ff0000;">Berlin &#8211; Jerman</span></strong></h3>
<p>Kota ini juga termasuk tempat legalisasi seks bebas.Kota ini juga melegalkan prostitusi, legal. Mau berdansa di club kemudian sex di tempat….juga dipersilakan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[maksiat]]></title>
<link>http://annisaiejzah.wordpress.com/2009/11/30/maksiat/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 07:16:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>annisaiejzah</dc:creator>
<guid>http://annisaiejzah.wordpress.com/2009/11/30/maksiat/</guid>
<description><![CDATA[kelas ku Maksiat kepanjangan nya masyarakat sebelas ia 4&#8230;emang bener siii anak2 nya pada maksi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://annisaiejzah.wordpress.com/files/2009/11/10102009009.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-8" title="10102009(009)" src="http://annisaiejzah.wordpress.com/files/2009/11/10102009009.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>kelas ku Maksiat kepanjangan nya masyarakat sebelas ia 4&#8230;emang bener siii anak2 nya pada maksiat,,tapi menurutku kelas ku paling keren,kompak,solid dan isa membaur sama sapa aja&#8230; luv u full maksiat..kita emang kompak banget isa di lihat kok dari mua kelaz..</p>
<p>emang maksiat alias vosfour emang paling solid isa diliat waktu jam kosong..kita ngobrol2 bareng..foto2 apa emang narsis sih..whehee</p>
<p><a href="http://annisaiejzah.wordpress.com/files/2009/11/yyyyy.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-30" title="yyyyy" src="http://annisaiejzah.wordpress.com/files/2009/11/yyyyy.jpg?w=203" alt="" width="203" height="300" /></a> isa <a href="http://annisaiejzah.wordpress.com/files/2009/11/xxx.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-31" title="xxx" src="http://annisaiejzah.wordpress.com/files/2009/11/xxx.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>di liat kan kekompakan kita??suka narsis gag cewe ato cowo..hehehe luv vosfour!</p>
<p>&#160;</p>
<p><a href="http://annisaiejzah.wordpress.com/files/2009/11/hhh.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-32" title="hhh" src="http://annisaiejzah.wordpress.com/files/2009/11/hhh.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>mau liat age gag?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Langit Banda]]></title>
<link>http://jiwamembumi.wordpress.com/2009/11/24/langit-banda/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 20:04:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jiwa Membumi</dc:creator>
<guid>http://jiwamembumi.wordpress.com/2009/11/24/langit-banda/</guid>
<description><![CDATA[Suram, Gulita seujung pandangan petirpun tak kalah garang hujan di setiap jengkal Banda menangis Ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suram, Gulita seujung pandangan petirpun tak kalah garang hujan di setiap jengkal Banda menangis Ter]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nur Allah lebih 'real' dari Nur Kasih]]></title>
<link>http://ibnzakaria.wordpress.com/2009/11/23/nur-allah/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 16:39:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>ibnzakaria</dc:creator>
<guid>http://ibnzakaria.wordpress.com/2009/11/23/nur-allah/</guid>
<description><![CDATA[Ilmu itu Nur Allah ”Aku mengadu kepada Waki’mengenai buruknya hafalanku; beliau memberi petunjuk kep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ilmu itu Nur Allah ”Aku mengadu kepada Waki’mengenai buruknya hafalanku; beliau memberi petunjuk kep]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Haji dan Kesadaran Sosial]]></title>
<link>http://nuryazidi.wordpress.com/2009/11/13/haji-dan-kesadaran-sosial/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 10:17:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuryazidi</dc:creator>
<guid>http://nuryazidi.wordpress.com/2009/11/13/haji-dan-kesadaran-sosial/</guid>
<description><![CDATA[Meskipun ibadah haji telah ada sejak masa Nabi Ibrahim, namun bagi umat Islam, ibadah ini baru diwaj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Meskipun ibadah haji telah ada sejak masa Nabi Ibrahim, namun bagi umat Islam, ibadah ini baru diwaj]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TIPS MENJAGA KESEHATAN MATA | Said Doctor]]></title>
<link>http://banabakery.wordpress.com/2009/11/06/tips-menjaga-kesehatan-mata-said-doctor/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 05:57:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>mashaw</dc:creator>
<guid>http://banabakery.wordpress.com/2009/11/06/tips-menjaga-kesehatan-mata-said-doctor/</guid>
<description><![CDATA[Mata adalah organ tubuh yang paling menakjubkan. Mata adalah jendela dunia. Dengan mata kita dapat m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mata adalah organ tubuh yang paling menakjubkan. Mata adalah jendela dunia. Dengan mata kita dapat m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RHANI JULIANI ABORSI SEBELUM NIKAH]]></title>
<link>http://mashaw.wordpress.com/2009/11/06/rhani-juliani-aborsi-sebelum-nikah/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:53:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>mashaw</dc:creator>
<guid>http://mashaw.wordpress.com/2009/11/06/rhani-juliani-aborsi-sebelum-nikah/</guid>
<description><![CDATA[Isteri siri almarhum Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Rhani Juliani, ternyat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Isteri siri almarhum Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Rhani Juliani, ternyat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Renungan - Sampai Kapan]]></title>
<link>http://muhamadilyas.wordpress.com/2009/11/05/sebuah-renungan-sampai-kapan/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 01:36:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>ilyas</dc:creator>
<guid>http://muhamadilyas.wordpress.com/2009/11/05/sebuah-renungan-sampai-kapan/</guid>
<description><![CDATA[Sampai kapan kita menantang Sampai kapan kita membangkang Aurat kelihatan di sepanjang jalan Wanita ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/d88LfOJ3BO8&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/d88LfOJ3BO8&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Sampai kapan kita menantang<br />
Sampai kapan kita membangkang<br />
Aurat kelihatan di sepanjang jalan<br />
Wanita dandan untuk dijajan<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Meminum miras<br />
Tak pernah puas<br />
Harta panas dimakan buas<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Layar kaca sepanjang malam<br />
Acara kelam tak pernah padam<br />
Di syahwat hitam kita tenggelam<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Miskin dan fakir<br />
Tak pernah terpikir<br />
Uang membanjir<br />
Bertambah kikir<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Sihir terus mendupa<br />
Syirik merajalela<br />
Santet menebar petaka<br />
Semua diam seribu bahasa<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Muda mudi membaur diri<br />
Bersunyi-sunyi di kamar nan keji<br />
Belum nikah sudah berbayi<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Terjangan samudera<br />
Dan goyangan gempa<br />
Seakan tanda<br />
Murka Sang Pencipta<br />
Tapi kita… kita sebagai manusia telah buta<br />
Bencana demi bencana… terus melanda<br />
Memakan harta, menelan jiwa<br />
Tapi kita terus durhaka</p>
<p style="padding-left:60px;">Hei…<br />
Apa yang kau tunggu<br />
Kita harus bersatu<br />
Negri kita harus disapu<br />
Bila kau terus termangu, kita semua kan tersapu</p>
<p>(<a href="http://hasmijaksel.wordpress.com" target="_blank">hasmijaksel.wordpress.com</a>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Internet = Tempat Sampah]]></title>
<link>http://yhougam.wordpress.com/2009/11/02/internet-tempat-sampah/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 07:47:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>yhougam</dc:creator>
<guid>http://yhougam.wordpress.com/2009/11/02/internet-tempat-sampah/</guid>
<description><![CDATA[Seorang ikhwan, suatu ketika memulai berlangganan paket internet sebuah operator seluler di kostnya.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-68" title="internet-concept" src="http://yhougam.wordpress.com/files/2009/11/internet-concept.jpg?w=150" alt="internet-concept" width="150" height="149" />Seorang ikhwan, suatu ketika memulai berlangganan paket internet sebuah operator seluler di kostnya. Dengan harga kisaran 1 jutaan, ia telah mendapatkan akses internet gratis unlimited selama setahun penuh plus modemnya. Ketika ia mulai pertama kalinya menggunakan internet, diucapkannya kata-kata yang membuat saya merenung : <!--more-->&#8220;Saya telah memasukkan <strong>tempat sampah</strong> ke dalam kamar kos&#8221;.</p>
<p>Di kesempatan lain, Ustadz Mahful Safaruddin, Lc, pengajar di Ma&#8217;had Al-Irsyad Tengaran Salatiga, ditanya seputar internet. Sebagai ustadz muda, alumni Timur Tengah pula, lazimnya adalah Ustadz yang melek teknologi dan akrab dengan internet. Namun, beliau mengaku tidak mengerti internet dan teknologi [padahal waktu itu beliau menggunakan laptop saat kajian] dan beliau pun mengungkapkan alasannya, &#8220;Saya terus terang <strong>takut dengan fitnahnya internet</strong>&#8220;.</p>
<p>Di kesempatan lain lagi, Ustadz Aris Munandar, SS pernah pula ditanya tentang hukum menggunakan internet. Beliau pun membawakan sebuah perkataan dari Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsary hafizahullah, seorang ulama kenamaan yang baru saja kemarin mengunjungi Indonesia, &#8220;Barangsiapa yang berduaan dengan internet, <strong>maka yang ketiganya adalah syaithan</strong>&#8220;</p>
<p>Hanya sekedar merenung, untuk pribadi diri saya dan pembaca sekalian, akan beberapa poin berikut ini :</p>
<ol>
<li>Mengapa internet disebut tempat sampah ? Telah kita ketahui bahwa internet digunakan oleh beragam manusia, beragam kepentingan, dan beragam tujuan. Netcraft melaporkan bahwa hingga Oktober 2009, tercatat 230.443.449 situs melaporkan diri sebagai pengguna Apache. Belum termasuk blog, dan situs tak terdaftar lainnya. Dari jutaan situs tersebut, 4,2 juta diantaranya tergolong situs porno. Disadari atau tidak, ketika membuka browser, Anda akan disuguhi berbagai pilihan. Oleh karenanya, teman saya membahasakan bahwa ketika kita mencari sesuap informasi yang baik, ibarat kita mencari sesuatu yang bisa dimakan dari tempat sampah.</li>
<li>Saya juga mengetengahkan sikap seorang Ustadz terhadap fitnah internet. Ustadz Ari Wahyudi, dalam pelajaran Shohih Muslimnya pernah membawakan sebuah atsar salaf, &#8220;Jika engkau ingin mengetahui agama seseorang, lihatlah sikapnya ketika menghadapi fitnah&#8221;. Namun sebenarnya, hal lain yang ingin saya tekankan adalah, jika seorang Ustadz, yang ilmunya jelas jauh lebih dibandingkan kita saja, menghindari fitnah internet, mengapa lantas kita menceburkan diri ke dalamnya ?</li>
<li>Perkataan yang dibawakan Syaikh Ali, menunjukkan pada kita akan pentingnya taqwa, terutama dalam menggunakan internet. Dan salah satu indikasi ketaqwaan seseorang, bukanlah dilihat dari sikapnya ketika bersama dengan teman-teman, atau masyarakat umum. Namun, dilihat ketika ia bersendirian. Di saat-saat seperti inilah, hanya muraqabah (perasaan dekat, diawasi oleh Allah) yang bisa menjaganya dari kemaksiatan dan dosa.</li>
</ol>
<p>Semoga dengan ini, kita menjadi lebih bijak ketika menggunakan internet!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Renungan - Sampai Kapan]]></title>
<link>http://hasmijaksel.wordpress.com/2009/11/02/sebuah-renungan-sampai-kapan/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 04:02:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>hasmijaksel</dc:creator>
<guid>http://hasmijaksel.wordpress.com/2009/11/02/sebuah-renungan-sampai-kapan/</guid>
<description><![CDATA[Sampai kapan kita menantang Sampai kapan kita membangkang Aurat kelihatan di sepanjang jalan Wanita ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/d88LfOJ3BO8&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/d88LfOJ3BO8&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Sampai kapan kita menantang<br />
Sampai kapan kita membangkang<br />
Aurat kelihatan di sepanjang jalan<br />
Wanita dandan untuk dijajan<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Meminum miras<br />
Tak pernah puas<br />
Harta panas dimakan buas<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Layar kaca sepanjang malam<br />
Acara kelam tak pernah padam<br />
Di syahwat hitam kita tenggelam<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Miskin dan fakir<br />
Tak pernah terpikir<br />
Uang membanjir<br />
Bertambah kikir<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Sihir terus mendupa<br />
Syirik merajalela<br />
Santet menebar petaka<br />
Semua diam seribu bahasa<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Muda mudi membaur diri<br />
Bersunyi-sunyi di kamar nan keji<br />
Belum nikah sudah berbayi<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Terjangan samudera<br />
Dan goyangan gempa<br />
Seakan tanda<br />
Murka Sang Pencipta<br />
Tapi kita… kita sebagai manusia telah buta<br />
Bencana demi bencana… terus melanda<br />
Memakan harta, menelan jiwa<br />
Tapi kita terus durhaka</p>
<p style="padding-left:60px;">Hei…<br />
Apa yang kau tunggu<br />
Kita harus bersatu<br />
Negri kita harus disapu<br />
Bila kau terus termangu, kita semua kan tersapu</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEBERKATAN KELUAR DARI LANGIT DAN BUMI]]></title>
<link>http://rahsiarezeki.wordpress.com/2009/10/30/keberkatan-keluar-dari-langit-dan-bumi/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 10:17:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>zahidana</dc:creator>
<guid>http://rahsiarezeki.wordpress.com/2009/10/30/keberkatan-keluar-dari-langit-dan-bumi/</guid>
<description><![CDATA[Keberkatan Keluar dari Langit dan Bumi Allah telah berfirman dalam Al-Quran bahawa jika penduduk dun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Keberkatan Keluar dari Langit dan Bumi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Allah telah berfirman dalam Al-Quran bahawa jika penduduk dunia ini beriman dan bertakwa, nescaya keberkatan akan diturunkan ke atas mereka. Firman Allah yang bermaksud: <strong>“Sekiranya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, nescaya Kami bukakan keberkatan kepada mereka yang keluar daripada langit dan keluar daripada bumi”</strong> (Al-A’raf: 96) Beriman kepada Allah dan bertakwa (menuruti segala suruhanNya dan meninggalkan segala yang dilarangNya) adalah sebab turunnya keberkatan dan rezeki dari Allah.</p>
<p>Mengapakah kita melihat seperti keberkatan tidak keluar-keluar sehingga ke saat ini. Lihatlah dunia kini. Kegawatan, kemelesetan, peperangan, gempa bumi, bangunan runtuh, anak-anak muda berpeleseran meninggalkan akhlak di belakang mereka, maksiat, arak dan judi berleluasa. Mengapa perkara ini berlaku?</p>
<div id="attachment_64" class="wp-caption alignnone" style="width: 402px"><img class="size-full wp-image-64" title="tanah runtuh" src="http://rahsiarezeki.wordpress.com/files/2009/10/mainpix.jpg" alt="tanah runtuh" width="392" height="392" /><p class="wp-caption-text">Adakah Gempa Bumi dan Tanah Runtuh Hanya Sebagai Fenomena Alam? Tak Lebih Dari Itu?</p></div>
<p>Jawapannya cliché sekali kerana inilah yang diberi oleh sesiapa pun terutama ceramah di masjid masjid: ‘Kurang didikan Agama.’ Tetapi, persoalannya adakah anda mengambil iktibar daripada jawapan itu?  Kalau ada alhamdulillah. Tapi kalau tiada, ini masanya untuk anda berubah. Impikan dunia yang aman, selesa, harmoni, saling kasih mengasihani, saling menghubungkan silaturrahim dan banyak lagi amalan untuk mendatangkan keberkatan. Dengan adanya keberkatan, rezeki melimpah ruah, Negara aman, tiada rusuhan, manusia berlumba melakukan kebaikan.</p>
<p><a href="http://rahsiarezeki.com" target="_blank">www.rahsiarezeki.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Suami Artis Buat Maksiat]]></title>
<link>http://malaysiakuboleh.wordpress.com/2009/10/30/suami-artis-buat-maksiat/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:36:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>chips84</dc:creator>
<guid>http://malaysiakuboleh.wordpress.com/2009/10/30/suami-artis-buat-maksiat/</guid>
<description><![CDATA[Peminat : kat tempat ak skarang tgh shooting drama lakunan pertama farah diba, tajuk NUR IMAN. so se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://kliks.my/binaebook"></a><img src="http://www.buatebook.com/images/banner468x60.gif" alt="" /></p>
<p><a href="http://www.perniagaaninternet.ws/r/sifugdi"><img src="http://www.perniagaaninternet.ws/banner/perniagaaninternet468x60.gif" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://www.skripaffiliate.com/index.php?ref=skripaffliat"><img src="http://www.skripaffiliate.com/images/ban2.gif" alt="" /></a></p>
<p>Peminat : kat tempat ak skarang tgh shooting drama lakunan pertama farah diba, tajuk NUR IMAN. so semua krew n pelakon tggl kat hotel sini dalam reramai tu ada la si FY duda SN kemain lagi dia bawak awek genik come lote wat stok geli2 kot.. pagi td team housekeeping clean bilik dia dah ada kondom lak bersepah2.. tolong la wei nak wat maksiat balik kl la wei.. pej agama dah stand by. tapi dia pandai bawak geng lak cover line.</p>
<p><img src="http://img261.imageshack.us/img261/6278/skodeng1.jpg" border="0" alt="" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa Bencana Selalu Menghampiri?]]></title>
<link>http://tegaktauhidlurusaqidah.wordpress.com/2009/10/27/kenapa-bencana-selalu-menghampiri/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 06:16:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Tanisha</dc:creator>
<guid>http://tegaktauhidlurusaqidah.wordpress.com/2009/10/27/kenapa-bencana-selalu-menghampiri/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8220;Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Karunia dan Kesempatan Bermaksiat]]></title>
<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/27/antara-karunia-dan-kesempatan-bermaksiat/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 03:30:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
<guid>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/27/antara-karunia-dan-kesempatan-bermaksiat/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Ustadz Abu Umar Basyir Sejenak, penulis terkadang merenungkan, betapa limpahan karunia Allah su]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Oleh Ustadz Abu Umar Basyir</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:qaji1lEaebFi1M:http://www.fisikaunri.org/blog/wp-content/uploads/2009/03/petir.jpg" alt="" width="152" height="167" />Sejenak, penulis terkadang merenungkan, betapa limpahan karunia Allah sudah demikian banyak terhadap diri kita, terlebih-lebih di era modern sekarang ini. Segala kemudahan, kecepatan, ketepatan dan keserasian memikat, menjadi fasilitas yang tersedia nyaris di setiap sector kehidupan. Seringkali hal itu membuat kita malu, dan menimbulkan keinginan untuk rela menjadi sedikit kuper dan gagap teknologi. Perlu resanya memiliki sedikit malu seperti itu, karena Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p><em>“Rasa malu adalah seluruh kebajikan”</em>[1]<!--more--></p>
<p>Loncatan teknologi di berbagai bidang, hasil kerja keras dan keuletan umat manusia, plus kecerdasan manusia itu sendiri sebagai anugerah utama dari Allah, setahap dmi setahap, memungkinkan terciptanya sekian fasilitas yang ada untuk mereka nikmati bersama. Semua itu sejalan dengan penegasan Allah dalam firman-Nya (yang artinya),</p>
<p><em>“Allahlah yang telah menciptakan untuk diri kalian segala yang ada di muka bumi ini.”</em> (Al-Baqarah: 29)</p>
<p>Sekian banyak karunia dan sekian banyak pula yang sudah dilahap habis dan dinikmati oleh manusia. Hal itu seyogyanya mendesak mereka untuk membuat pernyataan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Yang Maha Pencipta. Di saat kucuran karunia sedemikian derasnya, kurang bersyukur saja sudah bisa menjadi dosa yang sulit diampuni. Bagaimana pula bila sekian karunia dan fasilitas itu justru dijadikan ajang bermaksiat? Sudah demikian parahkah kebusukan jiwa kita, sehingga semakin bermandi karunia, semakin deras pula keringat kita bercucuran menggeluti maksiat. Mnculnya karunia baru, bagi kita seolah-olah menjadi kesempatan baru berbuat maksiat. Beragam fasilitas, bagi kita adalah keragaman cara dalam mendulang maksiat.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),</p>
<p><em>“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki kuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”</em> (Asy-Syura: 20)</p>
<p>Allah juga berfirman (yang berfirman),</p>
<p><em>“Barangsiapamenghendaki kehidupan yang segera, maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki kemudian Kami tentukan baginya naar Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” </em>(Al-Isra: 18-19)</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” </em>(Al-Hasyr: 18-19)</p>
<p>Bila terminal penantian ke alam bahagia bagi kita adalah dunia ini,maka maksiat itu adalah salah satu jatah keduniaan yang diberikan secara <em>instan</em> untuk kita. Karena, betapa kenikmatan maksiat, seberapa pun lekasnya berakhir, dan seberapa pun beratnya akibat yang harus dipikul, tetaplah diincar oleh para penggila dunia. Sehingga dunia ini tidak pernah kekurangan malin, perampok, koruptor, manipulator dan sejenisnya. Karena peminat kehidupan akhirat dalam arti sejatinya, hanyalah segelintir dari sekian banyak manusia yang hidup di dunia ini.<em> </em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Catatan kaki:</span></strong></p>
<p>[1] Lafal ini dikeluarkan oleh Muslim dalam <em>Shahih</em>-nya (37) (61) dalam kitab <em>Al-Iman</em>. Dikeluarkan juga oleh Al-Bukhari dengan lafal: “<em>Rasa malu itu hanya mendatangkan kebaikan belaka.</em>” (X: 537) dalam kitab <em>Al-Adab</em>, bab: “<em>Rasa Malu.</em>” Keduanya dari Imraan bin Hushain <em>radhiallahu ‘anhu.</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rahasia Syukur, Sabar &amp; Istighfar]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/10/26/rahasia-syukur-sabar-istighfar/</link>
<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 05:16:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/10/26/rahasia-syukur-sabar-istighfar/</guid>
<description><![CDATA[Dalam mukaddimah kitab Al Waabilus Shayyib, Imam Ibnul Qayyim mengulas tiga hal di atas dengan sanga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam mukaddimah kitab Al Waabilus Shayyib, Imam Ibnul Qayyim mengulas tiga hal di atas dengan sanga]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
