<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>malam &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/malam/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "malam"</description>
	<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 08:59:36 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Cemburu]]></title>
<link>http://layanglayang.wordpress.com/2009/12/05/cemburu/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 16:15:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>layanglayang</dc:creator>
<guid>http://layanglayang.wordpress.com/2009/12/05/cemburu/</guid>
<description><![CDATA[Pernahkah kalian merasa cemburu? &#8230;&#8230;.. . &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; aku pernah..]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2><strong>Pernahkah kalian merasa <span style="color:#ff0000;">cemburu</span>?</strong></h2>
<p><strong>&#8230;&#8230;..</strong></p>
<p><strong>.<br />
</strong></p>
<p><a href="http://layanglayang.wordpress.com/files/2009/12/mend-broken-heart.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-469" title="mend-broken-heart" src="http://layanglayang.wordpress.com/files/2009/12/mend-broken-heart.jpg" alt="" width="383" height="313" /></a></p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
<!--more--></p>
<p>aku pernah.. dan saat ini aku merasakannya<br />
<strong><em>cemburu</em></strong> pada mereka..<br />
yaa.. mereka.<br />
yang dimana.. hati mereka senantiasa hanya ada Allah<br />
yang didalam.. pikiran mereka tak henti memikirkan orang lain (ummat)</p>
<p>yang disetiap.. gerak mereka mencerminkan sikap yang senantiasa mawas diri, karna khawatir.. dalam setiap perbuatan yang mereka lakukan tak sesuai atas kehendakNya.<br />
atau khawatir.. pabila sikap mereka dapat melukai para pemilik hati.</p>
<p>yang ditiap.. detik waktu mereka hanya ada ridho. berkah. serta harapan yang indah.</p>
<p>dan setiap helaan nafas mereka.. hanya tarikan nafas.. keikhlasan.. juga hembusan nafas.. ketawakalan.</p>
<p>yang selalu dan akan selalu.. dalam tiap kedipan matanya hanya mengingat tentang diriNya</p>
<p><strong><em>cemburu</em></strong>..</p>
<p>pada mereka..</p>
<p>yang walaupun.. mereka tahu.. bahwa dalam tiap langkah dalam hidupnya.. tak jarang menginjak kerikil-kerikil tajam yang terkadang menyakitkan, bahkan terkadang.. membuat jari-jari kaki mereka mengeluarkan darah segar.</p>
<p>yang tersadar.. bahwa pundak mereka, akan menanggun beban yang tidak ringan.</p>
<p>aku <strong><em>cemburu</em></strong>.. dan sangat <strong><em>cemburu</em></strong>.</p>
<p>aku <em><strong>cemburu</strong></em>.. karna aku berada dekat mereka.</p>
<p>aku <em><strong>cemburu</strong></em>.. akan sebuah keimanan.</p>
<p>aku cemburu.. karna aku belum dapat berbuat seperti mereka.</p>
<p>aku cemburu.. akankah aku bisa seperti mereka.</p>
<p><em>Ya.. Rabb.. akankah saat itu datang??</em></p>
<p><strong>dan ku tersadar&#8230;</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;&#8230; Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka merubah diri mereka sendiri&#8230;&#8221;</em> <strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(Q.S. 13:11)</strong></p>
<p>Jadi.. masih harus kah aku <em><strong>cemburu</strong></em>??</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[lebih dari rindu ...]]></title>
<link>http://4rdysama.wordpress.com/2009/12/05/lebih-dari-rindu/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 09:07:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>pake_y</dc:creator>
<guid>http://4rdysama.wordpress.com/2009/12/05/lebih-dari-rindu/</guid>
<description><![CDATA[LEBIH DARI RINDU ada lebih dari sekedar rindu yang menggelembung di kedua mataku serupa adzan yang t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[LEBIH DARI RINDU ada lebih dari sekedar rindu yang menggelembung di kedua mataku serupa adzan yang t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malam Pertama Kita]]></title>
<link>http://viewislam.wordpress.com/2009/12/03/malam-pertama-kita/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 07:07:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>informationmedia</dc:creator>
<guid>http://viewislam.wordpress.com/2009/12/03/malam-pertama-kita/</guid>
<description><![CDATA[Satu hal sebagai bahan renungan Kita&#8230; Tuk merenungkan indahnya malam pertama Tapi bukan malam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Satu hal sebagai bahan renungan Kita&#8230; Tuk merenungkan indahnya malam pertama Tapi bukan malam ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sebuah angkot malam-malam ...]]></title>
<link>http://4rdysama.wordpress.com/2009/11/30/sebuah-angkot-malam-malam/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 08:04:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>pake_y</dc:creator>
<guid>http://4rdysama.wordpress.com/2009/11/30/sebuah-angkot-malam-malam/</guid>
<description><![CDATA[SEBUAH ANGKOT MALAM-MALAM sebuah angkot mengantarku menuju rumah menyetubuhi jalan-jalan yang telah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[SEBUAH ANGKOT MALAM-MALAM sebuah angkot mengantarku menuju rumah menyetubuhi jalan-jalan yang telah ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[minggu malam di Puncak ...]]></title>
<link>http://4rdysama.wordpress.com/2009/11/30/minggu-malam-di-puncak/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 08:00:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>pake_y</dc:creator>
<guid>http://4rdysama.wordpress.com/2009/11/30/minggu-malam-di-puncak/</guid>
<description><![CDATA[MINGGU MALAM DI PUNCAK malam sudah hening Cianjur kutinggalkan lagi dengan lembar-lembar puisi mudah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[MINGGU MALAM DI PUNCAK malam sudah hening Cianjur kutinggalkan lagi dengan lembar-lembar puisi mudah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malam ---&gt; Pagi ---&gt; Siang ?]]></title>
<link>http://melianaaryuni.wordpress.com/2009/11/30/malam-pagi-siang/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 04:32:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>melianaaryuni</dc:creator>
<guid>http://melianaaryuni.wordpress.com/2009/11/30/malam-pagi-siang/</guid>
<description><![CDATA[Malam ini masih kelam, sama seperti malam-malam kemarin. Sunyi, mengajak makhluk menikmati kehadiran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Malam ini masih kelam, sama seperti malam-malam kemarin. Sunyi, mengajak makhluk menikmati kehadiran]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MIMPI SBY JATUH DARI PUCUK POHON]]></title>
<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/30/mimpi-sby-jatuh-dari-pucuk-pohon/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 01:22:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
<guid>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/30/mimpi-sby-jatuh-dari-pucuk-pohon/</guid>
<description><![CDATA[Tadi malam sy kog mimpi agak aneh&#8230; mimpinya  gini: Waktu itu aku lg jalan di depan pekarang. s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/files/2009/11/baliho-jatuh.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-255" title="baliho-jatuh" src="http://wawankardiyanto.wordpress.com/files/2009/11/baliho-jatuh.jpg" alt="" width="233" height="174" /></a>Tadi malam sy kog mimpi agak aneh&#8230; mimpinya  gini:</p>
<p>Waktu itu aku lg jalan di depan pekarang. sambil liat2 pepohonan, ketika nengok ke kebun belakang, dari kejauhan saya lihat di puncuk sebuah pohon ada SBY sedang duduk spt orang nongkrong sambil melihat2 suasana di bawahnya.</p>
<p>ANEH, aku liat SBY duduk dipucuk pohon ada apa ya? blom lama memperhatikan SBY di pucuk pohon itu, tiba2 spt ada angin yg membuat pucuk pohon yg sedang diduduki SBY meliuk ke belakang. SBY terkejut dan coba menyeimbangkan dirinya ke depan agar pohon kembali seimbang. Tapi kemudian datang lg angin yg besar, SBY jatuh tapi sempat bergelantungan sebentar, tapi terus terjatuh. trus aku terbangun dr tidurku. lalu kutulis mimpiku. pada wktu itu sptnya sudah jam 2-an malam.</p>
<p>gambar di depan adalah baliho SBY jatuh.</p>
<p>Baliho raksasa dengan gambar SBY di depan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta tumbang menimpa pos polisi Bundaran Hotel Indonesia dan pagar Kedutaan Besar Inggris, Kamis sore (27/8). Baliho raksasa ini tumbang akibat tertiup angin kencang. (*Loren Eknatius)</p>
<p>sumber: http://matanews.com/2009/08/27/baliho-sby-jatuh/</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ketika..kamu adalah malam]]></title>
<link>http://kertashati.wordpress.com/2009/11/28/ketika-kamu-adalah-malam/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 19:00:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>kertashati</dc:creator>
<guid>http://kertashati.wordpress.com/2009/11/28/ketika-kamu-adalah-malam/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;aku adalah malam,,terjaga ketika semua terlelap,mengamatimu larut dlm dunia mimpi.aku senang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>&#8220;aku adalah malam,,terjaga ketika semua terlelap,mengamatimu larut dlm dunia mimpi.aku senang menyaksikan rasa rindu berhamburan seperti kwn lm.dan bintangku selalu menemaniku menari agar aku tetap tmpk meriah,,walaupun aku jg menahan rs rindu trhdp senyum2 yang mengamatiku penuh cinta.yes,,i miss u badly,,&#8221;</p></blockquote>
<p>&#160;</p>
<p>kata-kata yang membuatku merinding, takjub, tak menyangka ternyata kamu merasa menjadi malam. malam indah yang selama ini sangat aku sukai.</p>
<p>seandainya kamu tau, aku pun ingin selalu terjaga bersama malam. menemanimu mengamati dunia mimpi. menemanimu yang senang menyaksikan rasa rindu.</p>
<p>kuingin menjadi bintang bagi malam. yang selalu menemani, menari-nari memeriahkanmu.</p>
<p>kuingin menjadi senyum penuh cinta. yang selalu menjadi rindu yang kamu tahan. aku ingin..sangat ingin sekali.</p>
<p>Tapi kenyataannya, kamu adalah malam yang bukan milikku. yang hanya datang ketika sore terbenam, lalu menghilang saat pagi menjelang.</p>
<p>kamu adalah malam. dan aku hanyalah pungguk, seekor burung malam yang hanya bisa menatap bulan tanpa merasakan hangat sinarnya.</p>
<p><a href="http://kertashati.wordpress.com/files/2009/11/pungguk.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-41" title="pungguk" src="http://kertashati.wordpress.com/files/2009/11/pungguk.jpg?w=300" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Jalan Paman]]></title>
<link>http://riez1929.wordpress.com/2009/11/28/selamat-jalan-paman/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 16:34:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hariez</dc:creator>
<guid>http://riez1929.wordpress.com/2009/11/28/selamat-jalan-paman/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Om..kapan pulang kesini lagi ?&#8221; tanya seorang bocah kepada pria yang ternyata adalah pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8220;Om..kapan pulang kesini lagi ?&#8221; tanya seorang bocah kepada pria yang ternyata adalah pa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[malam, jangan kau menangis]]></title>
<link>http://cantingcandrakirana.wordpress.com/2009/11/27/malam-jangan-kau-menangis/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 16:36:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>cantingcandrakirana</dc:creator>
<guid>http://cantingcandrakirana.wordpress.com/2009/11/27/malam-jangan-kau-menangis/</guid>
<description><![CDATA[mencintai laksana biru menggelora dasar samudera mendera kasih, mengikat pedih malam, kau berbisik p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>mencintai laksana biru menggelora dasar samudera<br />
mendera kasih, mengikat pedih</p>
<p>malam, kau berbisik padaku dalam tidur<br />
menangis menahan beban matahari dan awan<br />
menerpa hamparan padang pasir<br />
berkelana mencari oase kidung perjalanan dan harapan</p>
<p>malam, janganlah kau menggores luka di hatimu<br />
amarah dendam dan kecewa bukanlah kesalahan<br />
dambamu ingin mengungkap sebab kekosongan<br />
bagai senja melukis semburat jingga dalam lembayung sendu</p>
<p>aku mengerti, kekasih<br />
kau merindu bulan pelabuhan sukma</p>
<p>namun bukankah kau menyimpan terang mentari di balik saku bajumu?<br />
bulan ingin kau rasakan<br />
bahwa ia telah menunggumu menyingkap tirai waktu<br />
berkejar-kejaran dengan lolongan sunyi<br />
penjaga gerbang hidup</p>
<p>maka kekasih, ijinkanlah aku berlayar dalam samudera perhelatan kelahiranku<br />
mewujud janji, menabur bunga-bunga perdamaian<br />
mengayun bersama aliran hidup, menikahi bahagia<br />
melindungi langit, sumpah setia, cinta dan harapan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malem takbiran idul adha 1430 H]]></title>
<link>http://budibu.wordpress.com/2009/11/26/malem-takbiran-idul-adha-1430-h/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:50:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>budibu</dc:creator>
<guid>http://budibu.wordpress.com/2009/11/26/malem-takbiran-idul-adha-1430-h/</guid>
<description><![CDATA[Allahhhu akbar&#8230; Allahu akbarr&#8230; Allahu akbaarrr&#8230; Laa ilaahailallahu allahhu akbar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Allahhhu akbar&#8230; Allahu akbarr&#8230; Allahu akbaarrr&#8230; Laa ilaahailallahu allahhu akbar&#8230;</p>
<p>Malem takbiran, td sepanjang jalan suasana takbiran terasa dijalan, sampe2 ada bapak2 pake motor dilengkapin pengeras suara kelilingan sambil nyetel rekaman takbiran&#8230;</p>
<p>Baru2 ini ngobrol dengan temen tentang keajaiban kurban atau memberi, sama2 berbagi cerita pengalaman sekitar balasan dari yg maha kuasa ketika kita belajar memberi dan berharap rahmat dan rezeki dari allah&#8230; Kesimpulan kita dari obrolan itu adalah, &#8220;bingung&#8221; hahahaha tapi gak sekedar bingung, tapi bingung yg penuh harapan positif dan tetap percaya dan yakin bahwa allah akan selalu membalas semua perbuatan kita di dunia.</p>
<p>Balik lagi ke suasana kurban&#8230;</p>
<p>Klo g sendiri sih pikir2 sebenernya berkurban itu bukan &#8220;memberi&#8221; tapi justru &#8220;meminta&#8221;&#8230; Bukan memberi kepada yang membutuhkan, bukan memberi sebagian dari apa yang kita punya (harta), karena kita tidak memiliki harta yang abadi. Berkurban sebenernya lebih ke &#8220;meminta&#8221;, meminta untuk bisa lebih dekat dengan allah&#8230; Insyallah&#8230; Amin&#8230; </p>
<p>Karena yang bisa g lakuin ya yang sebaik-baiknya aja&#8230; Balasannya? Ngapain pusing? Itu uda urusan allah kok, lakukan yang terbaik dan allah akan lakukan selebihnya&#8230; Daripada pusing mending tidurrrr&#8230; ZzZzzZzz&#8230; </p>
<p><a href="http://budibu.files.wordpress.com/2009/11/l_1600_1200_c7688047-e4a0-411f-8ab7-5119acd2188f.jpeg"><img src="http://budibu.files.wordpress.com/2009/11/l_1600_1200_c7688047-e4a0-411f-8ab7-5119acd2188f.jpeg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" class="alignnone size-full wp-image-364" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IMAM MAS ULUM]]></title>
<link>http://imammasulum.wordpress.com/2009/11/26/3/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:13:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>imammasulum</dc:creator>
<guid>http://imammasulum.wordpress.com/2009/11/26/3/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'></div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[luka.]]></title>
<link>http://cantingcandrakirana.wordpress.com/2009/11/26/luka-2/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 13:17:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>cantingcandrakirana</dc:creator>
<guid>http://cantingcandrakirana.wordpress.com/2009/11/26/luka-2/</guid>
<description><![CDATA[menghimpun luka menjamu asmara langkah pergi menahan rindu buket di hati, selamat tinggal biru dan h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>menghimpun luka menjamu asmara<br />
langkah pergi menahan rindu<br />
buket di hati, selamat tinggal<br />
biru dan hitam, cakrawala duka<br />
cerita sepasang anak manusia,<br />
singkap tirai jumpa</p>
<p>&#8220;kukira, malam<br />
kau sungguh terluka.&#8221;</p>
<p><a href="http://cantingcandrakirana.wordpress.com/files/2009/11/firefly-and-moon.jpg"><img src="http://cantingcandrakirana.wordpress.com/files/2009/11/firefly-and-moon.jpg?w=300" alt="" title="firefly and moon" width="300" height="198" class="aligncenter size-medium wp-image-2353" /></a><br />
<em>image, courtesy of gettyimages.com</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tanda Tanya]]></title>
<link>http://layanglayang.wordpress.com/2009/11/26/tanda-tanya/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 13:17:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>layanglayang</dc:creator>
<guid>http://layanglayang.wordpress.com/2009/11/26/tanda-tanya/</guid>
<description><![CDATA[Kenapa manusia senang sekali berkeluh kesah? dan senang melampiaskan amarah? &nbsp; ################]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://layanglayang.wordpress.com/files/2009/11/question-mark1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-458" title="question-mark" src="http://layanglayang.wordpress.com/files/2009/11/question-mark1.jpg" alt="" width="384" height="575" /></a><!--more--></p>
<p>Kenapa manusia senang sekali berkeluh kesah?</p>
<p>dan</p>
<p>senang melampiaskan amarah?</p>
<p>&#160;</p>
<p>####################################</p>
<p>Mohon masukannya dari sahabat semua..!!</p>
<p>&#160;</p>
<p>Makasih.. ^_^</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[cerita malam]]></title>
<link>http://dimaseptian.wordpress.com/2009/11/24/cerita-malam/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 18:44:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>dimaseptian</dc:creator>
<guid>http://dimaseptian.wordpress.com/2009/11/24/cerita-malam/</guid>
<description><![CDATA[sedikit bercerita lagi tentang hidup.haha..apa sih yang biasa dilakuin sebelum tidur?apa baca buku p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>sedikit bercerita lagi tentang hidup.haha..apa sih yang biasa dilakuin sebelum tidur?apa baca buku pelajaran?buku harian?atau cuma denger musik nunggu sampe mata bener2 terpejam dengan sendirinya?banyak banget y yang biasa orang2 lakuin sebelum tidur.setelah saya sempat bertanya sama orang-orang. rata-rata banyak dari mereka yang menghabiskan waktu sebelum tidur itu dengan mendengarkan musik dan beristirahat nglamun maksudnya. dan g sedikit juga yang harus bekerja sebelum dia tidur mungkin karena tugas kantor yang numpuk atau deadline kerjaan. dan ada juga yang having sex sebelum tidur..hehe.y itu buat yang sudah berstatus..ckckc</p>
<p>tapi seperti kata pepatah &#8220;hari esok kudu lebih baik dari hari ini&#8221;.okeii kalo denger pepatah itu apa yang terlintas di pikiran kita ketika malam tiba sebelum waktu tdr datang?mikirin apa aja jadwal byang kudu dilakuin bsk?y itu udah pasti..tapi ada yang paliiiing penting kalau kita mau hari esok jadi lebih baik dari hari ini.yaitu coba deh kamu inget-inget lagi apa yang udah kamu lakuin hari ini.apa udah bagus?apa udah sesuai rencana?nah kalau belum muali dh siapin apa yang kudu kamu kerjain bsk.mulai dari yang kecil dan yang paling duluan kudu dikerjain. dan kalau mau coba kamu inget-inget lagi kecerobohan apa yang dh kamu lakuin hari ini?itu juga bisa sdikit ngebantu buat kita jadi lebih baik buat besk dan seterusnya.itu mungkin hal paling dasaar buat kita bisa ngerubah diri kita lebih baik d esok hari.</p>
<p>nah trus sekarang gimana kalo hal-hal diatas udah dilakuin?y bagus lah kalo kamu dah bisa nglakuin berikutnya adalah mulailah pasang target baru tiap harinya. tentunya dengan level yang lebih berat.hahaha.misalkan kalo setiap hari kamu punya target buat bisa baca minimal 100 halaman buku, nah targetan berikutnya mulai besok kamu kudu bisa baca 150 halaman misalkan. y itu cuma contoh kecil aja.coba cari tagret yang belum bisa lu cpai. g perlu muluk2 dalam nentuin taget tapi y sedikit-sedikit aja.yang pasti lu udah melakukan sesuatu yng lebih dari hari sebelumnya.</p>
<p>sebenernya banyak banget yang bisa kamu lakuin buat jadiorang yang lebih baik dari hari ini.tapi y selebihnya adalah aplikasi semua rencana kamu hari ini buat besok dan seterusnya. dan yang paling penting adalah NIAT dan KEMAUAN untuk berubah. tanpa 2 hal itu rasanya bakal sulit banget bisa ngrubah kamu. y gw juga dulu orang yang g bs lebih baik dari hari sebelumnya tapi seorang sahabat menyadarkan saya akan hal itu.heu. kadang omongan sahabat ato orang yang kash kritik buat kita tu agak bikin kita sakit hati..tapi ya mau gmana lagi itu harus kamu terima, karna itu yang orang lain nilai dari kita dan mreka juga ingin kita jadi lebih baik.coba kalo g ada yang kritik?g akan ada yang benerin hidup kita yang salah padhal menurut diri kita udah bener2 aja.haha..</p>
<p>sooo klo kamu emng sayng sama dri kamu. its time to change(kata temen gw dan dengan logat kampringnya.wkwkwk). dan kalo lu mulai menyedarai ada yang salah dan ada yang  kurang di hidup kamu..sok atuh,mau nunggu apa lagi buat berubah?mau nunggu apa lagi buat benerin hidup kamu?mau nunggu ada yang nyolatiin?hihiihii..seremm..</p>
<p>heu..semgoa postingan di atas bisa ada manfaatnya y..y walopun basi temana.ckckckc. itu juga cukup buat hdup gw brubah ko. curhat lagi dah.ckckckc <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ketika..malam]]></title>
<link>http://kertashati.wordpress.com/2009/11/24/ketika-malam/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 18:02:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>kertashati</dc:creator>
<guid>http://kertashati.wordpress.com/2009/11/24/ketika-malam/</guid>
<description><![CDATA[aku begitu menyukai malam. karena malam, selalu punya cerita berbeda untukku. karena malam selalu me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://kertashati.wordpress.com/files/2009/11/malamku.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-28" title="malamku" src="http://kertashati.wordpress.com/files/2009/11/malamku.jpg?w=300" alt="" width="300" height="240" /></a></p>
<p>aku begitu menyukai malam. karena malam, selalu punya cerita berbeda untukku. karena malam selalu memberi mimpi di setiap tidurku. dan karena malam, aku merasa hidup di dalam duniaku sendiri. dunia yang jauh dari kebisingan siang, hening tanpa basa-basi cinta.</p>
<p>gelapnya malam adalah terang bagiku. karena malam punya bulan dan bintang-bintang yang berpendar berbagi cahaya kepadaku. malam selalu ada untukku, datang menghiasi hari yang penuh kepenatan dan menutupnya dengan kebahagiaan. malam tak pernah ingkar. ia selalu setia menemani hingga aku bertemu pagi.</p>
<p>malam selalu membuatku hidup. membuatku merasa tak sendiri. ia punya kawanan kunang-kunang yang menari mewarnai pekatnya langit. meski udaranya lembab, malam punya rasa tersendiri. ia mampu membuat bulan bercahaya penuh membagi kehangatannya. ia juga bisa meminta bulan untuk tersenyum menghibur gundah.</p>
<p>semua terasa indah saat malam. dahan kering saat siang pun bisa berubah menjadi pohon natal yang berhias lampu-lampu. langit lengang saat siang saja seketika berubah menjadi gemintang.</p>
<blockquote><p>aku ingin terus bersama malam. tersenyum bersamanya, tertawa dengan bintang-bintangnya, bercumbu rayu dengan bulannya dan bermimpi dengan tidurnya. kuingin tak ada seorang pun yang mengambil malam dariku. karena malam adalah kamu..</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malam...]]></title>
<link>http://aryansah.wordpress.com/2009/11/24/malam/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:29:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aryansah Pradanaputra</dc:creator>
<guid>http://aryansah.wordpress.com/2009/11/24/malam/</guid>
<description><![CDATA[﻿ Cangkir keramik itu mengepulkan uap panas karena udara di sekelilingnya yang sudah sedemikian ding]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>﻿</p>
<p>Cangkir keramik itu mengepulkan uap panas karena udara di sekelilingnya yang sudah sedemikian dinginnya. Aku menghirup aroma yang keluar dari cangkir itu, menikmatinya mengalir menuju reseptor saraf rasa, menginterpretasikannya sebagai kopi susu hangat. Aku menyeruput cairan manis bercampur pahit dan gurih itu, mengalirkannya ke kerongkongan, dan membuat badan ini sedikit lebih rileks dengan nikotin yang dikandungnya.</p>
<p>Malam itu aku terduduk bersamanya diatas kursi dan meja batu di sebuah taman kecil diatas sebuah bukit. Bukit itu bukan bukit yang besar, namun tempatnya pas untuk menikmati seluruh cekungan Bandung dengan segala kerlap-kerlip lampunya. Bukan, bukan di Dago tempatnya, namun sebuah tempat agak terpencil di kaki Bukittunggul.</p>
<p>Dia melahap pisang goreng yang disajikan dengan sedikit parutan keju dan gula kelapa. Aku tersenyum memperhatikannya. “Apa sih..??!!” aku tertangkap sedang memperhatikannya. Dia tersenyum padaku.</p>
<p>“Gak, hanya kelihatannya kamu menikmati sekali pisang gorengnya…” kataku.</p>
<p>“Iya, enak nih.. mau..??” dia menyodorkan sepotong pisangnya padaku dengan sendok. Lalu aku melahap potongan pisang goreng itu, memang nikmat dalam suasana dingin seperti ini.</p>
<p>Malam ini cerah, bulan pun sedang tidak menampakkan wajahnya, kegelapan yang melingkupi kami, malah menjadikan malam ini semakin cerah. Langit hitam di atas sana sudah bertaburkan sejuta bintang, beberapa membentuk konstelasi dengan berbagai rupa. Garis nebula pun terlihat samar terbentang dari utara hingga selatan langit. Hmmm, benar-benar malam yang sempurna.</p>
<p>“Eh, itu Antares kan…??” Dia tiba-tiba menunjuk pada sebuah bintang kemerahan yang terletak tepat di leher, tepatnya kepala yang menyatu dengan dada, dari kalajengking raksasa yang merentangkan kedua capitnya dan menunjukkan buntutnya yang berbisa.</p>
<p>Aku mengangguk mengiyakan.</p>
<p>“Favoritku belum keluar… Orion si pemburu dengan sabuknya yang terkenal, 3 bintang kembar…” kataku.</p>
<p>“Tentunya, sekarang kemarau… jangan bilang kita akan duduk disini sampai dini hari hanya untuk melihat Orion..??” tanyanya.</p>
<p>“Hahahahaha, tidak, santai… aku akan mengantarmu pulang sebelum dini hari…” aku menjawab. “Lagipula, aku punya favorit lain kok… <em>Cygnus</em> si Angsa…” lanjutku sambil menunjuk arah utara. Terlihat disana angsa dengan leher yang panjang dan merentangkan sayapnya yang lebar, terbang bebas menuju angkasa.</p>
<p>“Memang kamu saja yang punya favorit..?? aku juga punya kok.. Virgo sang perawan…” sahutnya menunjuk sebelah barat. Terlihat seorang gadis cantik tersenyum di barat sana, di kepalanya Saturnus bersinar.</p>
<p>“Hahahaha, kamu gak mau kalah ya..??” kataku. Dia membalasnya dengan mengerenyitkan hidung dan bibirnya padaku.</p>
<p>“Terima kasih sudah mengajakku ke tempat ini…” Dia tersenyum padaku.</p>
<p>“Sama-sama, waktu itu aku sudah berjanji padamu untuk membawamu terbang mendekati langit, dan meninggalkan daratan barang sebentar…” jawabku.</p>
<p>“Hahahaha, bisa saja kamu..” dia tertawa. “Ummm, kadangkala aku pun merasakan ingin meninggalkan daratan dan menyediakan waktu bagi impianku untuk terbang ke langit. Lebih baik terbang mencari impian, daripada menangis saat bersedih. Karena saat kita terbang, kita bisa melihat sebuah titik dari sudut pandang yang berbeda, lain dari sehari-hari yang kita lihat, hingga kadang membuat kita sadar, seharusnya tidak ada alasan untuk kita bersedih” dia melanjutkan.</p>
<p>“Aku pun demikian, saat terbang, akupun bisa melihat duniaku lebih luas dibandingkan yang aku bayangkan sehari-hari. Aku bisa melihat kejadian-kejadian yang tidak biasa aku temukan saat aku berada di daratan…” aku menimpali.</p>
<p>“Tapi jika kita terbang, terkadang tidak hanya menemukan hal yang baik dan bahagia. Kadang kita menemukan hal-hal di sekeliling kita yang tidak berjalan sebagaimana mestinya…” dia melanjutkan.</p>
<p>“Ya, memang, tapi tak ada salahnya kan kita terbang barang sebentar, meninggalkan rutinitas yang kita hadapi sehari-hari…??” aku bertanya.</p>
<p>Dia berhenti berbicara dan melemparkan pandangannya pada cekungan Bandung yang berkelap-kelip dengan gemerlap lampu kotanya. Beberapa cahaya bergerak melalui garis lurus, antrian kendaraan. Langit malam itu memang sempurna, tanpa awan, jendela cakrawala terbentang luas di hadapan kami berdua.</p>
<p>Tiba-tiba dia bangkit dari kursi batu yang dia duduki, berjalan menuju ujung bukit, berdiri disana, tetap memperhatikan Bandung. Aku mengikutinya.</p>
<p>“Hei, kenapa kamu…??” tanyaku.</p>
<p>“Gak apa-apa…” dia tersenyum. Kedua tangannya masuk ke dalam saku sweaternya. Aku berdiri di sampingnya, kami berdua berdiri di ujung bukit itu, di hadapan kami menganga tebing, menyibak, membuka pemandangan malam itu yang dipenuhi gemerlap lampu kota.</p>
<p>Tiba-tiba dia tersenyum sendiri.</p>
<p>“Kamu tahu…?? Sebelum kamu mengajakku kemari, aku sempat berfikir untuk marah padamu di tempat ini…” diam sejenak. “Tapi entah kenapa hatiku berkata lain, hatiku berkata supaya aku tidak marah padamu” dia berkata.</p>
<p>“Ya, aku terlalu emosional, terlalu melihat sesuatu atas dasar pertimbangan hatiku, padahal jika logika aku gunakan, mungkin aku tidak akan memiliki keinginan untuk marah” katanya.</p>
<p>“Tidak ada salahnya melihat sesuatu dengan hati, daripada kamu tidak punya hati, berarti tidak bisa merasa. Aku juga salah, terkadang terlalu melihat kamu dari logikaku. Kadang logika berlebihan membuatku menjadi orang bebal, aku tidak bisa merasa lagi” balasku.</p>
<p>Lalu diam, ya, kami diam memandangi sekeliling kami, takjub akan malam indah ini. Ada kata-kata yang dapat diucapkan dengan diam. Diam bukan berarti berhenti berkata-kata, namun terkadang dengan diam, kita lebih mengerti dan meresapi kata-kata yang tidak keluar secara verbal.</p>
<p>“Haaaaah…” aku menghembuskan nafas, terlihat uap mengepul keluar dari mulutku.</p>
<p>“Huuuuuf…” dia tidak mau kalah. Kami berdua tersenyum, tertawa.</p>
<p>Diam lagi.</p>
<p>&#8220;Eh, ada pelangi di mata kamu&#8230;&#8221; ujarku.</p>
<p>Diam lagi.</p>
<p>&#8220;Bhuahahahahahahah..!!! kayak lagu Jamrud aja yang Pelangi di Matamu&#8230;&#8221; katanya terbahak-bahak.</p>
<p>“Hahahahahaha…” aku mengusap-usap rambut sebahunya yang dikuncir kuda, lalu merangkulnya dalam pelukanku. Dia membalas memeluk pinggangku. Malam itu kami terbang menuju angkasa meninggalkan daratan untuk sementara waktu.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Bandung, 23 November 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup]]></title>
<link>http://riez1929.wordpress.com/2009/11/23/hidup/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 16:56:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hariez</dc:creator>
<guid>http://riez1929.wordpress.com/2009/11/23/hidup/</guid>
<description><![CDATA[Hidup ini memang penuh misteri Hidup ini pebuh dengan tanda tanya Hidup ini terlalu rumit untuk diam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hidup ini memang penuh misteri Hidup ini pebuh dengan tanda tanya Hidup ini terlalu rumit untuk diam]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Search - Nigina]]></title>
<link>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/23/search-nigina/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:48:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>ringtonesz</dc:creator>
<guid>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/23/search-nigina/</guid>
<description><![CDATA[Nigina Apakah yang membara Di hati kecilmu Kiniku terharu sayu Nigina Gadis timang dimanja Membelai ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nigina Apakah yang membara Di hati kecilmu Kiniku terharu sayu Nigina Gadis timang dimanja Membelai ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Search - Nantikan Gerimis]]></title>
<link>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/23/search-nantikan-gerimis/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:23:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>ringtonesz</dc:creator>
<guid>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/23/search-nantikan-gerimis/</guid>
<description><![CDATA[Biar diserang gemuruh Masih bisa kudengarnya Tangismu wahai kekasih Mendayu-dayu&#8230; Menyeru ku k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Biar diserang gemuruh Masih bisa kudengarnya Tangismu wahai kekasih Mendayu-dayu&#8230; Menyeru ku k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Search - Malam]]></title>
<link>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/23/search-malam/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 06:44:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>ringtonesz</dc:creator>
<guid>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/23/search-malam/</guid>
<description><![CDATA[Malam Bila rinduku bertambah dalam Kau datang lagi dengan kenangan Oh betapa dinginnya malam ini Kas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Malam Bila rinduku bertambah dalam Kau datang lagi dengan kenangan Oh betapa dinginnya malam ini Kas]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tarian Malam Menara Eiffel]]></title>
<link>http://tulisannugroho.wordpress.com/2009/11/22/tarian-malam-menara-eiffel/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 00:48:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nug</dc:creator>
<guid>http://tulisannugroho.wordpress.com/2009/11/22/tarian-malam-menara-eiffel/</guid>
<description><![CDATA[By: ASN, Jakarta 22 November 2009 Gemricik air Sungai Seine seakan iringi gerakmu Sebuah menara besi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[By: ASN, Jakarta 22 November 2009 Gemricik air Sungai Seine seakan iringi gerakmu Sebuah menara besi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TELAGA MALAM]]></title>
<link>http://independen69.wordpress.com/2009/11/21/telaga-malam/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 07:10:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>daeng limpo</dc:creator>
<guid>http://independen69.wordpress.com/2009/11/21/telaga-malam/</guid>
<description><![CDATA[Setetes embun mencumbu telaga malam Riak-riak air menyatukan mereka Teratai menyaksikan dengan tersi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Setetes embun mencumbu telaga malam</p>
<p>Riak-riak air menyatukan mereka</p>
<p>Teratai menyaksikan dengan tersipu</p>
<p>Dingin menjadi irama kemesraan</p>
<p>Temaram melukiskan keindahan</p>
<p>Ketika gelap beringsut&#8230;. lalu pergi</p>
<p>Tinggallah asa di hati telaga malam</p>
<p>Dapatkah esok embun mencumbuku lagi&#8230;?</p>
<p>Ataukah gerimis yang datang merajam&#8230;?</p>
<p>(DG.LIMPO, Pekanbaru 2009)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saya melakukan apa yg nenek pernah lakukan dulu]]></title>
<link>http://gugunku.wordpress.com/2009/11/20/saya-melakukan-apa-yg-nenek-pernah-lakukan-dulu/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 17:03:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>gugunku</dc:creator>
<guid>http://gugunku.wordpress.com/2009/11/20/saya-melakukan-apa-yg-nenek-pernah-lakukan-dulu/</guid>
<description><![CDATA[saya ingat kejadian saat kecil dulu. saya demam tinggi karena kehujanan sepulang sekolah. sekujur tu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>saya ingat kejadian saat kecil dulu.<br />
saya demam tinggi karena kehujanan sepulang sekolah.<br />
sekujur tubuh saya menggigil, tapi badan saya panas, kepala sakit sekali.<br />
nenek melepas semua baju saya dan mengusap dengan waslap hangat<br />
lalu nenek membalur dengan minyak kayu putih.<br />
mulai dari ujung kaki, tangan, seluruh badan, leher dan dahi.<br />
nenek lalu memeluk saya, membuat saya tertidur di badanya yang hangat<br />
sayapun berkeringat, nenek mengusap peluh di dahi saya<br />
membisikkan bahwa saya akan segera sembuh<br />
menyenandungkan lagu nina bobo<br />
dan sayapun tertidur<br />
ketika saya bangun, saya jadi lebih baik</p>
<p>**************************</p>
<p>hari ini saya melakukan apa yang dulu pernah dilakukan nenek pada saya, &#8230;. padamu<br />
mendengkurlah dan biarkan jantung saya merasakan detak jantungmu</p>
<p>Margonda, 20/11/09. 11.33 wib</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
