<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>mandriva-spring-2008 &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/mandriva-spring-2008/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "mandriva-spring-2008"</description>
	<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 03:09:39 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Mandriva, Linux Keduaku]]></title>
<link>http://restava.wordpress.com/2008/11/08/mandriva-linux-keduaku/</link>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 15:01:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>restava</dc:creator>
<guid>http://restava.wordpress.com/2008/11/08/mandriva-linux-keduaku/</guid>
<description><![CDATA[Hai, pembaca sekalian! Kali ini saya ingin cerita mengenai pengalaman saya memakai distro Mandriva L]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">Hai, pembaca sekalian! Kali ini saya ingin cerita mengenai pengalaman saya memakai distro Mandriva Linux. Versi yang saya pakai adalah Mandriva 2008.1 Spring. Setelah dulu saya sempat menggunakan Ubuntu Hardy Heron, kini saya menggunakan Mandriva sebagai penggantinya.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">Yang mendorong saya menggunakan Mandriva adalah karena Windows saya rusak. Karena ada yang hilang, Ubuntu juga ikut-ikutan rusak. Kedua hal ini sempat membuat saya pusing. Akhirnya saya memutuskan menginstall Mandriva dar DVD bonus InfoLINUX 06/2008 yang saya beli waktu itu. Sebenarnya keinginan menginstall Madriva sudah ada sejak lama, kira-kira sejak saya membeli majalah InfoLINUX itu. Namun karena saya masih takut (dan alasan klasik: “TIDAK ADA YANG MEMBIMBING SAYA MENGINSTALL”). Akhirnya saya mengumpulkan keberanian untuk melakukannya, dan berbekal panduan dari majalah InfoLINUX saya melakukannya.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">Tidak ada yang sulit dalam menginstall Mandriva menurut pendapat saya. Hanya masalah membuat partisinya saja yang seram. Untuk masalah dekstop, saya memilih memakai KDE karena penasaran dan bosan dengan GNOME-nya Ubuntu. Kemudian untuk password dan usernamenya saya masukkan &#8216;restava&#8217; semua karena &#8216;123&#8242; tidak diizinkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Setelah semua selesai, saya restart komputer lalu masuk. Dan, akhirnya saya bisa menikmati tampilan dekstop Mandriva yang (ternyata) indah. Menurut saya sih, tampilannya enak dilihat, bagus dan user friendly untuk ukuran sebuah distro Linux. Meskipun sudah user friendly, namun masih ada banyak kesulitan yang membuat saya harus beradaptasi dengan lingkungan Linux. Dan alhasil saya sangat senang bisa menggunakan distro ini! Saya rasa telah jatuh hati dengan distro ini. Sungguh menakjubkan, saya senang sekali bisa menyesuaikan diri dengan distro ini, meskipun untuk sementara saya harus meninggalkan Windows dulu. Di dalam distro ini, saya menemukan banyak sekali software bagus yang powerful, dan tentunya bayak hal baru yang beda (jauh) dari Windows.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">Hal baru yang saya temukan di sini banyak sekali, saya ingin membaginya pada anda sekalian. Ada diantaranya tentang software dan hal lainnya. Ada kemudahan yang terselip di balik kesulitan linux, dan ini contohnya:</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Dekstop Mandriva</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Memang, bagi yang baru pertama coba, terutama yang sudah biasa dengan Windows, pasti sedikit bingung. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa dekstop Mandriva memang indah. Saya adalah salah satu orang yang langsung suka dekstop Mandriva. Dekstopnya sederhana, iconnya bagus, taskbarnya juga menarik. Pada kali pertama mencoba, Startmenu diset default ke KDE Menu. Yang ini mirip dengan strtmenu windows lawas, sedangkan yang Kickoff Menu Style memiliki tampilan yang modern, fitur tab, dan search bar terintegrasi. Wallpapernya juga bagus, ada berberapa yang menunjukkan idealisme developernya, dan saya suka itu! Dengan membiasakan diri selama beberapa hari, pasti akan terbiasa.</span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Kelebihan Linux dari windows adalah sudah mengintegrasikan Multiple Dekstop secara default dan mereka stabil. Hingga kini (Vista) pun belum bisa menangani banyak dekstop bersamaan. Jumlah maksimal dekstopnya adalah 20. Dengannya saya bisa menempatan aplikasi kesukaan saya di dekstop yang berbeda. Jadi bisa punya dekstop khusus Office, khusus Multimedia, dan grafis sendiri. Meskipun di windows bisa diakali dengan aplikasi multi dekstop seperti Yod&#8217;M atau Shock4Wave 3D, namun semua itu tidak terintegrasi langsung dalam Windows ketika diinstall. Sedang di Linux, itu sudah dipasang built-in. </span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Icon shortcut di Mandriva KDE terlihat sangat menarik! Semuanya mencerminkan konsep Web 2.0 yang bulat dan mengkilap (lho, kok <em>mbelarah</em> ke web? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) Aduh, senang sekali rasanya mencicipi distro ini. Ada banyak hal baru yang bisa dipelajari! </span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-top:.08in;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:small;"><em><a href="http://restava.wordpress.com/files/2008/11/mandriva-dekstop.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-188" title="mandriva-dekstop" src="http://restava.wordpress.com/files/2008/11/mandriva-dekstop.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Illustration 	1: Inilah Tampilan Dekstop Mandriva Saya</em></span></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Start Menu dan Taskbar</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Tak lengkap rasanya membicarakan dekstop Mandriva tanpa startmenu dan taskbarnya. Perbedaan taskbar Linux dengan Windows adalah fasilitas Pager dan Hide panel melalui tombol di kanan-kirinya. Jika diklik, taskbar akan berjalan ke arah tombol dengan animasi. Kesemuanya itu bisa diatur melalui klik kanan Taskbar &#62; Configure &#62; Hiding. Pilihan hidingnya lebih kreatif dari Windows yang cuma itu-itu aja.</span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Startmenu di Mandriva memiliki dua wajah, yaitu Kickoff dan KDE style. Semuanya dapat dipersonalisasi melalui klik kanan pada menu dan pilih Menu Editor. Kickoff memiliki kelebihan yaitu lebih interaktif dan informatif daripada KDE default. Di Kickoff, kita akan menemukan sebuah searchbar yang sangat bagus dan cepat. Kalau anda pernah merasakan teknologi AJAX, mungkin akan terasa mirip. Karena dengan mengetikkan sepotong saja dari sebuah frase, dia akan menampilkan semua file yang ada kaitan, atau berisi teks /frase tersebut. Bahkan dia juga bisa menelusuri file ODT (atau lainnya) yang berisi suatu kata misalnya &#8216;RESTAVA&#8217;. Mirip dengan search engine Google, kalau boleh dibilang. Kehebatan di balik search engine ini adalah aplikasi Kerry Beagle yang terintegrasi. </span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Di dalamnya juga terdapat tabs yang mengelompokkan items dalam menu ke dalam kelompok-kelompok. Ada empat tab, yaitu Favorites, Applications, Computer, History, dan Leave. Kesemuanya berguna bagi pemula yang baru belajar Linux karena sangat memudahkan kita sebagai pengguna.  Startmenu ini bisa diubah ukurannya sesuka hati kita dengan drag pada tombol di pojok kanan-atasnya. Sangat fleksibel dibanding menu pada Windows. </span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Konqueror<a href="http://restava.wordpress.com/files/2008/11/mandriva-dekstop1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-189" title="mandriva-dekstop1" src="http://restava.wordpress.com/files/2008/11/mandriva-dekstop1.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Inilah software Windows Explorer-nya Linux. Pekerjaannya tidak sebatas browsing file saja, namun dia sebenarnya adalah sebuah browser internet. Kekuatannya sangat hebat, fleksibel banget! Kenapa saya bilang fleksibel? Dia ini bisa ditarik ke sana-sini, dan memiliki kelebihan yang menonol dibandingkan Windows Explorer. Meski juga memiliki beberapa kelemahan, namun patut diacungi jempol lho! Ini dia beberapa kelebihan Konqueror yang telah saya coba:</span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><strong>Navigation Bar: </strong><span>Dia memiliki sebuah panel vertikal di sebelah kanan yang dinamakan Navigation Panel. Sebagai browser i-net, dia memiliki beberapa tombol yang menambah fungsinya sebagai browser. Sebagai browser file, dia memiliki fungsi lengkap yang bisa diandalkan. Fungsi-fungsi yang dimilikinya ialah Amarok untuk audio player, Bookmark untuk membookmark situs yang dikunjungi, History sebagai catatan website mana saja yang telah dikunjungi, Home Folder untuk masuk langsung ke Home, metabar, Network untuk mengkonfigurasi jaringan, Root Folder untuk masuk langsung ke folder Root, Services untuk konfigurasi sistem PC  secara lengkap tanpa harus masuk ke KDE Control Center , dan System untuk masuk langsung ke sistem penyimpanan di PC. </span></span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Fungsi-fungsi ini dapat memudahkan pengguna yang ingin akses cepat ke pekerjaan yang ingin dilakukannya. </span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><strong>Scrolling: </strong><span>hal lain yang menonjol darinya dibandingkan Windows Explorer adalah kemampuan scrolling-nya yang lebih fleksibel. Di WE, kita perlu klik untuk melakukan scroll di panel selain yang kita pakai. Di sini kita hanya perlu melakukan scroll mouse di panel lain itu. Amat memudahkan ketika kita ingin bekerja dengan cepat, dan fleksibel. Coba saja dan anda akan senang!</span></span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><strong>Tabbed Browsing</strong><span>: Sebagai file browser internet memang seharusnya dia mengintegrasikan ini, namun sebagai file browser Windows Explorer masih belum menyertakannya. Di sinilah kelebihannya. Jika kita ingin membuka sebuah file HTML atau text yang baru didownload dari i-net, klik kanan &#62; Open In A New Tab. File itu akan dibuka pada tab baru.  Begitun juga jika ingin membuka sebuah folder. Sangat praktis daripada harus membuka jendela baru tiap buka file.</span></span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><strong>Splitting View</strong><span>: Fasilitas ini juga banyak membantu ketika kita membutuhkan banyak kerja dalam satu waktu. Misalnya kita ingin membuka isi software dari sebuah folder, lalu sambil membuka isi folder yang berisi gambar sekalian melihat previewnya. Gunakan fasilitas ini untuk men-split view menjadi top/bottom atau left/right. Navigasi file akan lebih mudah dan cepat dengannya.</span></span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><strong>Live-Preview File Info</strong><span>: Ini nama menurut saya sendiri untuk fasilitas preview info dari sebuah file jika kita arahkan pointer ke icon file. Di bagian bawah panel, kita bisa melihat file size-nya, nama file, dan jenis file. Tak lua di bagian popup-nya juga ditampilkan semua tentang file itu. Pokoknya asyik banget deh pakai Konqueror untuk kerja sehari-hari. Dan fasilitas ini baik untuk kita yang sehari-hari mengurusi berbagai jenis file besar atau kecil untuk mengetahui ukurannya dan menghitung kapasitas suatu media. Fasilitas ini juga bisa menghitung preview seluruh isi folder dengan cara mem-blok semua file. </span></span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><strong>Terminal Emulator: </strong><span>Fasilitas ini berguna untuk menggabungkan Terminal/Console dengan Konqueror. Jadi terminal akan nangkring di bagian bawah Konqueror, tanpa harus buka terminal secara terpisah. Ini sangat berguna bagi administrator sistem untuk memudahkan perkerjaannya mensetting dan membenahi sistem.  Juga tak lupa dia sangat memudahkan navigasi path file di dalam terminal.</span></span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><strong>View Profile: </strong><span>Fasilitas untuk menentukan tampilan Konqueror semau pengguna dan menyimpannya dengan nama sesuai keinginan pengguna. Anda bisa menentukan view ing file di Konqueror lalu menyimpannya sebagai profil, dan bisa anda panggil lagi suatu saat kapanpun anda mau.</span></span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Progress Bar Copying Yang Informatif: Ketika kita menyalin suatu file di Windows, besar atau kecil, kita tidak diberitahukan bandwith transfer data ketika copying berlangsung. Di Konqueror, kita dapat melihatnya secara real-time. Jadi kita dapat mengetahui kinerja PC kita secara tidak langsung. Di dalamnya juga terdapat informasi tempat asal file serta tujuan copying. Mirip dengan web browser i-net yang biasa kita pakai untuk mendownload file dari i-net (yah&#8230;Konqueror khan web browser jugaaa&#8230;gimana sih?? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><a href="http://restava.wordpress.com/files/2008/11/progress-bar-informatif.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-201" title="progress-bar-informatif" src="http://restava.wordpress.com/files/2008/11/progress-bar-informatif.jpg" alt="progress-bar-informatif" width="391" height="259" /></a><br />
</span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Nah, itu tadi beberapa kelebihan Konqueror yang saya temukan selama ini. Sebenarnya masih banyak kelebihan lainnya selain yang  sebutkan di sini. Selain kelebihan, tentunya Konqueror juga punya kelemahan. Beberapa kelemahan itu dantaranya adalah:</span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><strong>Tidak menyimpan view yang ditentukan permanen</strong><span>: misalnya adalah ketika saya mengatur view file di Konqueror dengan MultiColumn View, kemudian shutdown. Ketika PC dinyalakan kembali, viewnya akan kembali seperti semula. Dalam hal ini WE lebih unggul.</span></span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><strong>Sering terjadi crash pada background panel</strong><span>: nama file yang panjang kadang menjadi terlihat tidak karuan di bagian belakangnya. Watermarknya kadang juga seperti terseret gambarnya. Ini tentunya akan menyulitkan pengguna yang masih awam. </span></span></p>
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Ini baru beberapa saja yang bisa saya berikan di sini. Bukannya saya tidak mau menulisnya, tapi karena saya belum mengeksplorasinya secara keseluruhan. Saya memang belum mencoba fungsi utama Konqueror yaitu sebagai browser internet. Jadi mohon maaf kiranya saya masih belum bisa menampilkan info lengkap tentang browser satu ini.</span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Kemudahan Instalasi Melalui Paket RPM</span> </strong></span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Sebagai pecinta Open Source, saya ingin menggunakan dan membudidayakannya sebaik mungkin. Dari situ saya muncul keinginan untuk mencicipi software open sourse yang berjalan di Linux. Dan dari situ pula akhirnya saya tahu bahwa Mandriva mendukung paket instalasi RPM. Kenapa mendukung RPM? Tak lain adalah karena Mandriva turunan dari distro besar RedHat.</span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Jika kita ingin menginstall suatu software ke Mandriva, ada dua cara yang bisa dipakai, yaitu melalui source code atau paket. Kita tidak bisa menginstall dengan file EXE seperti biasa yang kita temui di Windows, kecuali menggunakan Wine. Dalam hal ini, saya memilih memakai paket saja, karena caranya sama persis dengan instalasi di Windows.</span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Saya biasanya mencari software-software itu di <a href="http://sourceforge.net/">http://sourceforge.net</a> atau portal lain yang menyediakan paket RPM. Kalau mau paket Tarballs (.tar.gz) silakan masuk <a href="http://softpedia.com/">http://softpedia.com</a> . Sehabis download, saya menginstallnya di Mandriva. Caranya sangat mudah, cukup klik dua kali pada file dan instalasi akan berjalan seperti biasa. Tidak ada perbedaan yang berarti antara sistem instalasi di Windows (EXE) dengan instalasi paket (DEB atau RPM) di Linux. Mungkin perbedaannya hanya tampilan dan lisensi saja. </span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Sampai saat ini yang masih saya pusingkan adalah menginstall Gambas di Mandriva menggunakan source code maupun RPM. Keduanya sudah saya coba, tapi masih gagal. Untuk source code saya sudah berusaha mengikuti saran dan bantuan dari dokumentasi Mandriva atau dari PDF tutorial Linux. Hasilnya tetap nihil. Entah sayanya yang memang bebal atau software yang saya download kurang atau gimana. Saya memang masih kesulitan mencari orang yang mahir tentang Linux di daerah saya. Kan enak bisa minta tolong sama dia <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Kalau yang ngerti Windows sih banyak, Linux? Banyak yang belum tahu Linux itu apa.</span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Oke, kembali ke masalah install-menginstall. Sampai saat ini paket yang saya peroleh yaitu Gambas, Adobe Reader (sudah diinstall, hasilnya lamban20x), Helix Player (tidak bisa diinstall), dan yang lainnya saya lupa. Saya mohon bagi yang bisa melakukan instalasi Gambas di Mandriva, tolong ajari saya ( <a href="mailto:therestava@gmail.com">therestava@gmail.com</a>) ! Saya ingin sekali belajar programming dengan Gambas karena cinta saya pada Visual Basic telah bertepuk sebelah tangan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  hehehehehhh&#8230;..</span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>AMAROK</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;text-decoration:none;" align="left"><span style="font-size:small;">Ubuntu Hardy Heron GNOME yang diinstall di PC saya hanya memiliki sedikit aplikasi multimedia. Itupun semuanya tidak bisa dijalankan. Karena itu, AMAROK di Mandriva KDE ini seperti penyegaran bagi saya. Tampilan yang bagus, fungsionalitas yang baik, splash screen keren, dan bisa digunakan langsung memutar mp3. Aduh senang sekali rasanya bisa setel musik setelah enggak bisa setel musik di Ubuntu. Kelebihan lain adalah AMAROK mendukung system tray yang membuatnya dapat diakses setiap saat. Navigation Panel seperti Konqueror tersedia di sini. Lengkap, dan agak membingungkan. AMAROK juga mendukung lirik, dan ID3 Tagging. Di sini pengguna bisa mengganti tag tiap lagu secara real-time. </span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;text-decoration:none;" align="left"><span style="font-size:small;">AMAROK telah memenuhi standar sebuah audio player. Dia audio player yang powerful, namun hal yang cukup mengganggu darinya ialah updating collection yang nggak kenal waktu. Namun overall AMAROK bagus, cocok dijadikan teman ngetik di KDE. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;text-decoration:none;" align="left">
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;text-decoration:none;" align="left"><span style="font-size:small;">Semua itu kesan-kesan saya dalam menggunakan Mandriva. Tidak semuanya memang, tapi itulah garis besarnya. Masalah saya yang masih mengganjal adalah problem ejcting flashdisk dari Mandriva. Selalu muncul pesan “The device was succesfully unmounted but couldnot be ejected”. Mohon bantuan dari yang sudah pakar.</span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;text-decoration:none;" align="left"><span style="font-size:small;">Sebenarnya artikel ini sangat amat terlambat diterbitkan, namun tak apalah. Saya kira mungkin ada diantara anda yang lebih membutuhkan Mandriva daripada saya. Ya, mari kita saaling berbagi ilmu mengenai Linux, terutama mandriva, agar kita bisa memajukan bangsa dengan mencoba menghindari pembajakan. <em>Oke, selamat belajar dan ciao!!!! </em></span></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-left:.49in;text-indent:.39in;margin-bottom:0;" align="left">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dreamlinux Vs Mandriva Spring]]></title>
<link>http://learnsimply.wordpress.com/2008/05/08/dreamlinux-vs-mandriva-spring/</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 13:06:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamt!</dc:creator>
<guid>http://learnsimply.wordpress.com/2008/05/08/dreamlinux-vs-mandriva-spring/</guid>
<description><![CDATA[Lagi-lagi balik ngomongin linux hehehe. Setelah kemarin sudah mencoba PCLinuxOS Gnome 2008 selama ha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Lagi-lagi balik ngomongin linux hehehe. Setelah kemarin sudah mencoba PCLinuxOS Gnome 2008 selama hampir sebulan, rasanya saya sudah agak bosan. Karena dalam PCLinuxOS itu walau sudah banyak sekali aplikasi pendukung buat multi media, mulai dari musik hingga video dan sound recorder bahkan sampai disk burning. Tapi saya rasa masih kurang mantab, karena sudah dicoba berulangkali buat setting desktop 3d juga masih gagal. Selain itu officenya juga kurang lengkap, cuman ada Abiword sama satu lagi untuk spreadsheet, lainnya nggak ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya dipilih-pilihlah beberapa alternatif lain, dan pilihan jatuh antara Dreamlinux dan emaknya PCLinuxOS, Mandriva Spring 2008. Keduanya bisa dibilang sama-sama keren dari tampilan sudah ada Compiz Fusionnya sehingga bisa langsung mengaktifkan desktop 3d yang aduhai jika hardware anda support. Lebih-lebih pada keduanya juga sudah terbundle dengan open office. Dari tampilannya keduanay juga keren habis, Dreamlinux adalah sebuah distro yang tampilannya mirip dengan Macintosh, sedang Mandriva saya nggak tahu mirip dengan siapa mungkin Mandriva adalah Mandriva tidak seperti siapa-siapa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Nggak pake lama, langsung kupas tuntas mereka berdua saja ya. Sekarang ke Dreamlinux, yang kalau di distrowatch dan situs resminya sudah sampai release 3.1 tapi kalau di linuxtracker.org tempat biasa donlot lewat jalur torrent pada saat saya donlot adanya baru yang release 3.0. Distro asal brasil dengan desktop environtment XFCE dan Gnome ini bisa dibilang hebat juga, karena dari live CDnya kita juga bisa nambahin untuk install beberapa aplikasi yang belum ikut terinstall. Mulai dari Google Desktop, Google Earth, Azureus, Opera sampai NVidia Driver bisa langsung dari tuh CD. Hebatnya lagi, semua konfigurasi yang kita aplikasikan saat menggunakan LiveCD akan ikut terpakai setelah kita menginstallnya. Yang agak ribet dari distro ini adalah perilakunya yang agak nyebelin kalau kita klik di desktop, yaitu menampilkan menu seperti kalau kita klik tombol menunya. Disamping itu, saat mau diinstall di komputer, andaikan hardisk anda ada ruang kosong yang belum teralokasi dia belum mau di install. Kecuali sudah ada bagaian hardisk yang dah keliatan mau dipasang linux, semisal di format dengan filesystem ext2 maka tanpa dibagi-bagi untuk / dan /home maupun swap pun dia dah jalan. Sialnya lagi, dicari-cari tool buat partisi hardisk seperti Gparted juga tidak ada <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Pusing deh, mo partisi aja musti ribet lewat LveCDnya PCLinux lagi.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://www.ngsys.eti.br/screenshots/dl30screens/default-desktop.jpg" alt="Dreamlinux desktop" width="520" height="356" /></p>
<p style="text-align:justify;">Giliran Mandriva nih, Pokoke keren habis deh nih distro. Karena PCLinuxOS dikembangkan dari distro ini, maka tak ada satu rintangan apapun yang menghalangi saat menginstallnya. Di samping itu karena basis desktop environmet yang dipakai adalah KDE, maka hal itu membuatnya sangat mudah untuk digunakan, sangat familiar. Walau untuk multimedia kurang banyak sih, paling cuman video player, Kaffeine, sama Amarok yang biasa saya pakai. Menariknya lagi ada semacam update berkala yang bisa kita lakukan secara online di mandriva, seperti automatic update miliknya Microsoft gitu deh. Ada tiga versi dari Mandriva terbaru yang bisa kita peroleh dari websitenya saat ini. Mandriva One yang dikemas dalam CD, sebagaimana distro-distro lainnya. Ada pula yang versi USB yang lebih kecil, yang busa kita dapatkan dengan membelinya dari mandriva store. Ada lagi versi PowerPack, versi berbayarnya Mandriva yang diberlakukan karena keadaan yang memburuk dari mandriva yang terancam bangkrut.  Tapi semuanya keren deh.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://www.mandriva.com/files/imagecache/640x480/files/product/6d_0.png" alt="Mandriva Spring 2008 3d Desktop" width="497" height="398" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mandriva 2008.1 - langsames Surfen]]></title>
<link>http://dcic.wordpress.com/2008/05/05/mandriva-20081-langsames-surfen/</link>
<pubDate>Mon, 05 May 2008 20:08:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>hhllcks</dc:creator>
<guid>http://dcic.wordpress.com/2008/05/05/mandriva-20081-langsames-surfen/</guid>
<description><![CDATA[Hey, falls jemand von euch Problem mit langsamen Internet bei Mandriva 2008.1 hat, dem wird folgende]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hey,</p>
<p>falls jemand von euch Problem mit langsamen Internet bei Mandriva 2008.1 hat,</p>
<p>dem wird folgendermaßen geholfen:</p>
<p>Die Zeile &#8220;install ipv6 /bin/true&#8221; muss zu der Datei</p>
<p>&#8220;/etc/modprobe.conf&#8221; hinzugefügt werden.</p>
<p>Bei mir liefs dann wieder einwandfrei.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mandriva Spring 2008 : Loadbalance pake 2 Speedy]]></title>
<link>http://bayuart.wordpress.com/2008/05/01/mandriva-spring-2008-loadbalance-pake-2-speedy/</link>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 23:50:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>bayuart</dc:creator>
<guid>http://bayuart.wordpress.com/2008/05/01/mandriva-spring-2008-loadbalance-pake-2-speedy/</guid>
<description><![CDATA[speedol1 : IP Modem 192.168.1.254 netmask 255.255.255.0 (masih standar pabrik, pake modem billion) s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>speedol1 :</strong></p>
<blockquote><p>IP Modem 192.168.1.254 netmask 255.255.255.0 (masih standar pabrik, pake modem billion)</p></blockquote>
<p><strong>speedol2 :</strong></p>
<blockquote><p>IP Modem 192.168.3.254 netmask 255.255.255.0 (bawaan pabrik udah di ganti)</p></blockquote>
<p><strong>Mandriva Spring 2008 pake 3 NIC / Ethernet card, di Pentium-IV HDD 40GB RAM 1Gb</strong></p>
<blockquote><p>eth0 : 192.168.1.253 netmask 255.255.255.0</p>
<p>eth1: 192.168.3.253 netmask 255.255.255.0</p>
<p>eth2: 192.168.2.1 netmask 255.255.255.224</p></blockquote>
<p><a title="bayu blitar" href="http://bayu.blitar.org/index.php/shorewall-load-balancing/" target="_blank">selengkapnya &#8230;</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
