<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>manusia-setengah-salmon &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/manusia-setengah-salmon/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "manusia-setengah-salmon"</description>
	<pubDate>Sat, 25 May 2013 17:33:19 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[CINTA BRONTOSAURUS : DISTRAKSI DAN SEGMENTASI KOMEDI]]></title>
<link>http://danieldokter.wordpress.com/2013/05/14/review-cinta-brontosaurus-2013/</link>
<pubDate>Tue, 14 May 2013 21:04:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>danieldokter</dc:creator>
<guid>http://danieldokter.wordpress.com/2013/05/14/review-cinta-brontosaurus-2013/</guid>
<description><![CDATA[CINTA BRONTOSAURUS Sutradara : Fajar Nugroho Produksi : Starvision, 2013             Ada yang bilang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:justify;"><strong>CINTA BRONTOSAURUS</strong></h4>
<h4 style="text-align:justify;">Sutradara : Fajar Nugroho</h4>
<h4 style="text-align:justify;">Produksi : Starvision, 2013</h4>
<h4 style="text-align:justify;"><a href="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb9.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-3711" alt="CB9" src="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb9.jpg?w=497&#038;h=707" width="497" height="707" /></a></h4>
<h4 style="text-align:justify;">            Ada yang bilang, komedi adalah genre paling sulit untuk dibuat. <em>I might be agree on this</em>. Dibanding genre lain, komedi memang punya distraksi paling beragam untuk bisa benar-benar mencapai tujuannya yang paling mendasar. Mengajak orang tertawa dengan kelucuan yang ada. Tak seperti <em>action</em> yang bisa dipoles dengan hal-hal teknis atau melodrama yang bisa dipoles dengan<em> scoring</em>, misalnya, komedi membutuhkan fokus terhadap tokoh sentralnya, terlebih lagi seorang komedian. <em>You’ll be facing likes and dislikes</em> dengan banyak <em>style-style</em> komedi yang berbeda dari pelakunya. Dan rasanya sulit sekali membuat patokan sebuah komedi bisa punya kelas abadi dari generasi ke generasi. Bahkan pada generasi yang sama pun, masing-masing orang bisa punya resepsi berbeda, yang lantas menciptakan <em>trend</em> dari zaman ke zaman. Komedi dengan masing-masing segmentasinya. Dari <em>slapstick</em> ke <em>standup comedy</em> yang sekarang berkembang sangat marak disini. Generasi ‘70an boleh punya <strong>Benyamin S.</strong>, lantas <strong>Warkop</strong> atau <strong>Srimulat</strong> di era ‘80an. Tapi sekarang, diatas sekedar tampang-tampang hancur untuk menjual kelucuan, komedian-komedian yang lebih mengedepankan inovasi-inovasi ini mulai muncul ke barisan depan.</h4>
<p><a href="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb1.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-3705" alt="CB1" src="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb1.jpg?w=497&#038;h=279" width="497" height="279" /></a></p>
<h4 style="text-align:justify;">            Dan disitu, kita mengenal <strong>Raditya Dika</strong>. Mengawali karir komedinya dari tulisan-tulisan di blog yang kemudian dikemas menjadi buku, perjuangan <strong>Dika</strong> juga tak terbilang mudah. Butuh bertahun-tahun sampai ia benar-benar sukses dengan semua buku-buku komedinya, merambah dunia <em>standup comedy</em>, film hingga <em>webseries comedy</em>-nya, ‘<strong>Malam Minggu Miko</strong>’ yang disiapkan <strong>Dika</strong> dalam strategi memantapkan langkahnya di adaptasi layar lebar buku-bukunya, <em>years after</em> ‘<strong>Kambing Jantan</strong>’, buku pertamanya yang diangkat ke film di tahun 2005 oleh <strong>Rudy Soedjarwo</strong> memperoleh <em>mixed reviews</em>. Setelah ‘<strong>Cinta Brontosaurus</strong>’, masih akan ada ‘<strong>Cinta Dalam Kardus</strong>’ dan kabarnya, ‘Manusia Setengah Salmon’. <em>So yes</em>, sama seperti beda-beda selera ke macam-macam <em>style</em> komedi itu, biar <em>fanbase</em> <strong>Raditya Dika</strong> sudah sangat banyak, tak sedikit juga cemoohan-cemoohan dibalik predikat selebtwit atau apalah diantara profesi-profesi sejenis. Toh bukti dari kesuksesannya mengumpulkan penonton, jadi film pertama dengan perolehan tertinggi buat tahun ini, tak juga bisa disangkal, biarpun ada faktor lain dari permainan sistem peredaran film kita oleh pihak-pihak penguasa bisnisnya yang sama-sama ikut terangkat ke permukaan.</h4>
<p><a href="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb2.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-3706" alt="CB2" src="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb2.jpg?w=497&#038;h=279" width="497" height="279" /></a></p>
<h4 style="text-align:justify;">            Sebagai seorang penulis buku komedi, Dika (<strong>Raditya Dika</strong>) dari kecil tak pernah beruntung dalam masalah percintaan. Berpindah dari satu wanita ke wanita lain dengan rentang masa pacaran tak lama, setelah putus dengan Nina (<strong>Pamela Bowie</strong>), Dika jadi skeptis dengan sebuah kepercayaan, bahwa cinta, bisa kadaluwarsa. Sementara agennya, Kosasih (<strong>Soleh Solihun</strong>), yang tengah berada di ambang pernikahan dengan Wanda (<strong>Tyas Mirasih</strong>) juga tak berhasil meyakinkan Dika untuk bisa jatuh cinta kembali. Namun semua mulai berubah ketika Dika bertemu dengan Jessica (<strong>Eriska Rein</strong>) yang dirasakannya punya banyak kesamaan dengannya. Di tengah usaha Dika dan Kosasih bernegosiasi dengan produser oportunis Mr. Soe Lim (<strong>Ronny P. Tjandra</strong>) yang ingin mengangkat novel ‘<strong>Cinta Brontosaurus</strong>’-nya ke layar lebar, keraguan itu kembali melanda hubungannya dengan Jessica. Kalau cinta memang bisa kadaluwarsa, kenapa Brontosaurus bisa begitu setia pada pasangannya?</h4>
<p><a href="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb4.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-3707" alt="CB4" src="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb4.jpg?w=497&#038;h=279" width="497" height="279" /></a></p>
<h4 style="text-align:justify;">            Dibanding ‘<strong>Kambing Jantan</strong>’ yang terlalu mencoba bertutur sama seperti bukunya, <strong>Raditya Dika</strong> yang kini menulis skripnya sendiri mencoba bermain dengan kegemarannya pada film-film komedi romantis <strong>Woody Allen </strong>yang sangat <em>awkward</em>. Memasukkan cara pandangnya yang unik dalam mendefinisikan cinta ke dalam blend komedi yang sangat kental dengan gaya awkward-nya yang tak jauh dari sana, termasuk salah satu adegan pacaran di atas atap SPBU yang cukup inovatif ataupun joget-joget India yang sudah klise dalam komedi. Apa itu salah? Ah, jelas tidak. Dan tak ada juga yang salah dengan perjalanannya yang dipandang sebagian orang menjadi seolah sebuah sketsa-sketsa komedi  dalam merajut penelusuran plot-nya. Dalam komedi, semuanya bisa jadi sah, sejauh tujuannya memancing tawa bisa bekerja sesuai segmentasi pemirsa yang bisa menerima <em>style</em>-nya. Tak ada juga komedi yang bisa jadi kadaluwarsa, secara adegan orang terpeleset kulit pisang dan <em>slapstick</em> sekasar ‘<strong>The Three Stooges</strong>’ saja tetap bisa bekerja di segmentasi yang tepat. Namun di satu sisi, ini juga jadi resiko tersendiri terhadap sebuah resepsi universal dari semua kalangan penontonnya. Terbagi antara orang yang memang suka dengan <em>style</em> komedi <strong>Dika</strong>, baru mencoba atau sekedar melewatkan waktu buat menontonnya. Intinya, kalau Anda bisa tertawa, berarti Anda suka dengan <em>style</em> komedi ini. Kalau merasa garing, berarti ini bukan tontonan Anda, kecuali yang lain sama-sama tak bisa tertawa. <em>As simple as that</em>, dan tetap pasar yang bicara.</h4>
<p><a href="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb5.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-3708" alt="CB5" src="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb5.jpg?w=497&#038;h=279" width="497" height="279" /></a></p>
<h4 style="text-align:justify;">            Kenyataannya, di luar segmentasi itu, <strong>Raditya Dika</strong> memang sudah menunjukkan peningkatan akting yang cukup besar dibandingkan ‘<strong>Kambing Jantan</strong>’, setelah kiprahnya dalam episode-episode ‘<strong>Malam Minggu Miko</strong>’. Dan beruntung, ia punya banyak <em>scene stealer</em> yang mencuri momen-momen tepat di tengah karakternya. <strong>Soleh Solihun</strong>, juga seorang <em>standup comedian</em> yang sedang naik daun malah sering lebih mencuri perhatian lewat karakter <strong>Kosasih</strong> dengan <em>quote-quote memorable</em>-nya. Ada juga <strong>Ronny P. Tjandra</strong> sebagai <strong>Mr. Soe Lim</strong> yang mengisi bagian-bagian sentilan dalam skrip <strong>Dika</strong> tentang bisnis film yang di satu sisi juga jadi terasa ironis ke trik pemasaran filmnya sendiri dengan kualitas scene stealer sama besar dengan Soleh. Lantas jangan lupakan juga penampilan singkat <strong>Bucek</strong>, <strong>Dewi Irawan</strong> dan pemeran cilik <strong>M. Griff</strong> yang bekerja dengan baik di bagian-bagian akhir filmnya. Di porsi pemeran pendukung lain, <strong>Eriska Rein</strong> tampil cukup menarik sebagai <strong>Jessica</strong>, dan masih ada <strong>Pamela Bowie</strong>, <strong>Ence Bagus</strong>, <strong>Richa Iskak</strong>, <strong>Joe P. Project</strong>, <strong>Tyas Mirasih</strong>, penampilan khusus <em>DoP</em> senior <strong>Yadi Sugandi</strong> dan <strong>Meriam Bellina</strong>, meski lagi-lagi dengan tipikalisme komikal aktingnya belakangan masih cukup berfungsi sebagai nilai jual tambah buat ‘<strong>Cinta Brontosaurus</strong>’.</h4>
<p><a href="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb7.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-3709" alt="CB7" src="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb7.jpg?w=497&#038;h=279" width="497" height="279" /></a></p>
<h4 style="text-align:justify;">            Secara teknis, ‘<strong>Cinta Brontosaurus</strong>’ juga tak jelek. Sinematografi <strong>Yadi Sugandi</strong> yang jelas sangat membantu pengadeganannya, <em>editing</em> <strong>Cesa David Luckmansyah</strong>, <em>scoring</em> dari <strong>Andhika Triyadi</strong> dengan beberapa <em>theme song</em> yang juga masuk dengan pas ke filmnya. Penggarapan <strong>Fajar Nugroho</strong> / <strong>Fajar Nugros</strong> juga tetap punya <em>storytelling</em> yang cukup mengalir. Seperti di ‘<strong>Cinta Di Saku Celana</strong>’ yang sama-sama penuh dengan metafora-metafora <em>absurd</em> dan nyeleneh seputar cinta, <strong>Fajar</strong> justru memberi keseimbangan dalam komedi ala <strong>Dika</strong>. Dua pertiga bagiannya memang mencoba membangun dua sisi komedi dan <em>lovestory</em> ini dengan kompromisme jualan secara <em>segmented</em> pada penggemarnya, <em>but the final third could easily win everybody’s heart</em>, secara cukup universal dalam wujud konklusinya sebagai sebuah <em>romcom</em>. <em>So this is segmented</em>, tapi sama sekali bukan berarti jelek.</h4>
<p><a href="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb6.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-3710" alt="CB6" src="http://danieldokter.files.wordpress.com/2013/05/cb6.jpg?w=497&#038;h=279" width="497" height="279" /></a></p>
<h4 style="text-align:justify;">            Sekarang mari kembali ke fenomena terbesar dalam peredarannya. Bahwa banyak suara-suara yang saling berlawanan dalam memberikan dukungan itu. Di satu sisi, kita wajib senang melihat film Indonesia bisa menarik penonton cukup banyak di tengah gempuran <em>summer blockbusters</em> dengan jumlah layar yang terus bertambah, sekaligus prestasinya menjadi film pertama dengan hasil <em>box office</em> tertinggi buat tahun ini. Tapi lagi, ini sekaligus membuka mata akan carut-marut trik-trik bisnis film kita yang dikuasai pihak-pihak tertentu dalam penentuan nasibnya. Bahwa tak semua film yang layak bisa mendapat perlakuan sama dibalik permainan PH dan ekshibitor (nyaris) tunggal di negara ini, itu juga jadi sesuatu yang tak bisa ditutup-tutupi walau dengan alasan kepentingan bisnis. <em>But I tell you what</em>. Apapun itu, silahkan nyinyir terhadap sistem di belakangnya, tapi jangan pernah salahkan film dan usaha-usaha seluruh <em>cast and crew</em>-nya membuat sebuah karya yang layak. Cukup buka mata dan belajar lagi dan lagi untuk bisa memahami. Sebuah komedi memang akan berhadapan dengan banyak distraksi, apalagi ditambah kenyataan-kenyataan pahit seperti ini. (dan)</h4>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Raditya Dika]]></title>
<link>http://diandromeda.wordpress.com/2013/04/15/raditya-dika/</link>
<pubDate>Mon, 15 Apr 2013 04:16:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>diandromeda</dc:creator>
<guid>http://diandromeda.wordpress.com/2013/04/15/raditya-dika/</guid>
<description><![CDATA[Musik, buku, film, teknologi, dan lain lain. Hobi yang sangat dihobikan. Pusing ya dengan bahasanya?]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Musik, buku, film, teknologi, dan lain lain. Hobi yang sangat dihobikan. Pusing ya dengan bahasanya? Oke, langsung aja aku mau bahas tentang buku nih.</p>
<p>Sebenernya bukan bukunya, tapi penulisnya. Yap.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://diandromeda.files.wordpress.com/2013/04/raditya-dika.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-57" alt="Raditya Dika" src="http://diandromeda.files.wordpress.com/2013/04/raditya-dika.jpg?w=300&#038;h=260" width="300" height="260" /></a></p>
<p>Raditya Dika adalah salah satu idolaku di bumi ini. Well, manusia absurd kelahiran Jakarta, 28 Desember 1984 ini memang sukses bikin aku terinspirasi segala hal. Tentang kecerdasannya, kelucuannya, dan&#8230;. keabsurd-annya yang entah mengapa membuat dia sangat terlihat ganteng. Wew. Iya, dia ganteng banget.</p>
<p>Dan buku-bukunya: Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, Babi Ngesot, Marmut Merah Jambu, dan Manusia Setengah Salmon. Cadaaassss!!!! Gila. Ini aneh. Genre-nya di buku buku itu kan humor, tapi entah kenapa Radit malah terlihat sangat cerdas! Ya, memang dia cerdas banget. Aku ingin secerdas itu.</p>
<p>Dan ngefans Raditya Dika sebenarnya mudah banget, nggak seribet ngefans orang yang lain. Kamu bahkan nggak perlu googling sampe juling. Kalo kamu baca semua bukunya, lihat stand up comedynya, pasti langsung sangat mengenal bagaimana sebenarnya ini orang. Satu kata: gila.</p>
<p>Gilaaa, aku sempet punya impian pengen punya pacar kek Raditya Dika. Yang lucu dan pinter <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://diandromeda.files.wordpress.com/2013/04/raditya-dika-orang-jago-nulis-itu-pintar_detail.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-58" alt="Raditya-Dika-Orang-Jago-Nulis-Itu-Pintar_detail" src="http://diandromeda.files.wordpress.com/2013/04/raditya-dika-orang-jago-nulis-itu-pintar_detail.jpg?w=225&#038;h=300" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Terus juga, selain menginspirasiku banget. Orang ini juga menginspirasi banyak musisi musisi luar negeri loh. Udah pada tahu kan yang khas dari Radit adalah: buku-bukunya selalu bertemakan binatang.</p>
<p>Dan, tahu nggak sih kalo Owl City sama Nicki Minaj itu sebenernya terinspirasi Raditya Dika. Tahu lagu mereka yang Fireflies sama Starship kan? Nah, apalagi kalo bukan terinspirasi Raditya Dika. Hahahaha. Itu masih dua di antara musisi musisi lain yang aku nggak tahu, yang mungkin saja ada lagunya yang judulnya leopard atau deer. (sori paragraf ini ngaco, tapi bisa dipikirkan lebih dalam sih, hahaha)</p>
<p>Well, keren banget deh Raditya Dika ini. Lihat Malam Minggu Miko-nya di Kompas TV nggak? Cerdas banget kan? Banget! Komedi yang sangat cerdas.</p>
<p style="text-align:center;"><span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/5amcg84RG6c?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span></p>
<p>Udah, pokoknya aku ngefans banget sama kambing satu ini. Dia berjasa banget di hidupku dalam hal membuat tertawa dan bersemangat lagi.</p>
<p>Info terbaru dari Raditya Dika adalah dua filmnya bakal tayang di bioskop tahun ini! Yayyy!!!</p>
<p>Cinta Brontosaurus dan Cinta Dalam Kardus.</p>
<p>Selamat menunggu yaaaa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat menunggu filmnya ada di rak rental DVD -__- (gak modal)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kepindahan]]></title>
<link>http://besardana.wordpress.com/2013/02/07/kepindahan/</link>
<pubDate>Thu, 07 Feb 2013 16:05:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>besardana</dc:creator>
<guid>http://besardana.wordpress.com/2013/02/07/kepindahan/</guid>
<description><![CDATA[Rumah ini sudah terlalu sempit buat kita. Adik-adik kamu udah pada gede semuanya. Mamah ngerasa kelu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://s1210.beta.photobucket.com/user/dandan710/media/kepindahan_zps3d0fa3b1.jpg.html" target="_blank"><img src="http://i1210.photobucket.com/albums/cc404/dandan710/kepindahan_zps3d0fa3b1.jpg" border="0" alt=" photo kepindahan_zps3d0fa3b1.jpg" /></a></p>
<blockquote><p>Rumah ini sudah terlalu sempit buat kita. Adik-adik kamu udah pada gede semuanya. Mamah ngerasa keluarga kita udah jadi terlalu besar untuk rumah ini. Kita tumbuh lebih besar daripada rumah ini. Jadi kita harus pindah.</p></blockquote>
<p>Yak, perkataan itu hanya seperti angin lalu. Sejujurnya, diri ini sedang tidak bisa diajak bicara, karena, hati ini baru saja ditinggal.<br />
<!--more...Baca Selanjutnya disini--><br />
Tidak banyak reaksi yang bisa diberikan seseorang cowok ketika sedang diputusin oleh pacarnya. Padahal, prosesi pemutusan umumnya dimulai dari kalimat sederhana yang keluar dari mulut si cewek</p>
<blockquote><p>kayaknya mendingan kita temenan aja.</p></blockquote>
<p>Namun, kalimat sederhana itu tidak berakhir sederhana. Si cowok kebingungan harus merespons apa. Di kehidupan nyata, pada umumnya ketika cowok diputusin sama ceweknya, dia pasti akan setengah mati berusaha untuk gak nangis. Si cowok akan sedapat mungkin <em>stay cool</em>, supaya gak keliahatan cemen. Harga diri lebih penting daripada sakit hati.</p>
<p>Biasanya juga, si cowok yang baru saja ditinggalkan akan berpikir, berpikir apa yang salah. Mungkin dalam beberapa bulan terakhir ini, mereka sudah mulai banyak gak cocok, berantem, dan sering salah paham. Hubungan pun bisa berakhir tanpa penjelasan apapun selain sudah tidak cocok.</p>
<p>Putus cinta seperti disengat lebah. Awalnya, tidak terlalu berasa, tetapi lama-kelamaan bengkaknya mulai terlihat.<br />
sendiri, duduk, dan menghela napas. Disana baru mulai terasa, ternyata <em>sakit juga ya</em>.</p>
<p>Mungkin itu masalahnya, setelah dipikir berulang-ulang. Seperti rumah ini yang jadi terlalu sempit buat keluarga kami, saya menjadi terlalu sempit buat dia. Ketika sesuatu sudah mulai sempit serta tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yang lebih luas dan (dirasa) cocok untuk dirinya. Rumah ini tidak salah, saya dan dia juga tidak salah. Yang kurang tepat itu bila dua hal yang dirasa sudah tidak lagi saling menyamankan tetap dipertahankan untuk bersama.<br />
Mirip seperti saya &#38; dia.<br />
Dia memutuskan untuk pindah.</p>
<p>Setelah diberitahu akan pindah rumah, hidup ini diisi dengan memasukkan barang-barang di kamar ke kardus-kardus cokelat. Seiring dengan proses memasukkan barang-barang ke kardus, bermacam kenangan aneh tentang rumah ini pun bermunculan di benak ku. Potongan-potongan flashback ini muncul, semakin lama semakain banyak. Ada banyak cerita. Sama seperti di film-film itu, ketika flashback masa lalu terlintas di depan mata, kenangan paling kuat yang terlihat adalah ketika masih kecil dan yang terjauh adalah sewaktu pertama kali tidur di rumah ini.</p>
<p>Ada perasaan yang sama antara sehabis putus dengan pindah rumah. Keduanya sama-sama harus meninggalkan sesuatu yang akrab dengan diri kita. Keduanya sama-sama memaksa kita untuk mengingat-ingat kenangan yang ada sebelumnya, disadari atau tidak, dipaksa atau tidak.</p>
<p>Putus cinta sejatinya adalah kepindahan. Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yang lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan kita yang memaksa orang tersebut untuk pindah.<br />
Ujung-ujungnya sama, kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong.</p>
<p>Sama seperti memasukkan barang-barang ke kardus, kenangan-kenangan tentang orang yang disayang juga harus dimasukkan ke semacam kardus kecil. Dan, sama ketika baru putus, kenangan yang timbul paling kuat adalah yang paling awal.</p>
<blockquote><p>lucu ya, bagaimana semua putus cinta yang menyedihkan juga diawali oleh jatuh cinta yang menyenangkan</p></blockquote>
<p>Ya, sudahlah. Bagaimanapun juga, kenangan-kenangan yang memaksa untuk diingat itu harus dipaksa masuk ke kotak.</p>
<p>Saya berdiri diam mengawang-awang di depan kardus. Lamunan itu terbuyarkan ketika ada pertanyaan</p>
<blockquote><p>Kamu sudah siap belum buat pindah?</p></blockquote>
<p>saya berhenti melamun, kemudian lanjut memasukkan beberapa barang ke kardus. Kardus terakhir ditutup dengan lakban, lalu diangkat untuk bergabung dengan yang lainnya.<br />
Sambil berharap, tidak ada yang tertinggal.</p>
<p>Diambil dari buku <em>Manusia Setengah Salmon</em> karya Raditya Dika dengan sedikit perubahan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manusia Setengah Salmon - Raditya Dika]]></title>
<link>http://febygrace.wordpress.com/2012/06/23/manusia-setengah-salmon-raditya-dika/</link>
<pubDate>Sat, 23 Jun 2012 16:28:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>feby grace</dc:creator>
<guid>http://febygrace.wordpress.com/2012/06/23/manusia-setengah-salmon-raditya-dika/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Informasi Bibliografi : Judul : Manus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://febygrace.files.wordpress.com/2012/06/13290213.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-210" title="13290213" src="http://febygrace.files.wordpress.com/2012/06/13290213.jpg?w=194&#038;h=300" alt="" width="194" height="300" /></a></p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>Informasi Bibliografi :</p>
<p>Judul : Manusia Setengah Salmon</p>
<p>Pengarang : Raditya Dika</p>
<p>Editor : Windy Ariestanty</p>
<p>Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama</p>
<p>Tahun : 2011</p>
<p>Halaman : viii+264</p>
<p>Buku ini adalah buku keenam Raditya Dika setelah Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makan Kakus, Babi Ngesot dan Marmut Merah Jambu,, entah kenapa Raditya Dika selalu milih judul yang ada hubungannya binatang,, apa mungkin ngedapatin ijin dr binatang lebih gampang kali ya? hahahaha,,</p>
<p>Buku ini isinya 18 kisah pendek Raditya Dika,, dan buku ini seperti buku-buku sebelumnya ya Raditya Dika banget, dengan gaya menulisnya yang khas,, dan gaya becandanya yang udah dikenal baik oleh penikmat-penikmat buku sebelumnya,,</p>
<p>Buatku memang Raditya Dika lebih berhasil secara tulisan daripada becanda langsung secara oral,, (hasil pengamatan beberapa kali di acara talkshow dan acara komedi lainnya),, celetukan-celetukannya sangat personal dan ga bisa ditebak kadang2,,</p>
<p>Tapi kelebihan buku ini adalah topik yang dibahas Raditya Dika jauh lebih luas,, isi tiap-tiap bab nya juga sangat variatif,, ga sekedar cerita tentang kisah-kisah konyolnya sehari-hari,, tapi Raditya Dika juga menyikapi berbagai &#8216;kekinian&#8217; termasuk soal sosial media, dimana memang seorang Radiya Dika sangat aktif di jejaring sosial Twitter,,</p>
<p>Ada satu bab dimana Raditya Dika memuat jawaban-jawaban isengnya ke pertanyaan-pertanyaan ga penting dari followersnya,, ada bab lain yang nulis tentang emoticon-emoticon yang rame dipakai di blackberry dan twitter,, plus segala ke-alay-annya,, tapi yang paling menarik buatku adalah dua buah paper Jomblonology yang ditulis dengan format makalah yang sebenarnya,,</p>
<p>Yup! Raditya Dika memang spesialis membuat pembacanya mesem-mesem di dalam bus,, tapi mungkin frekuensinya nulis jauh berkurang karena kesibukannya sekarang,, Overall, buku ini layak dibaca, terutama disela-sela kesibukan padat,, untuk memberi efek meredakan ketegangan,,</p>
<p>Rate : ***</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Telat Gaul Raditya Dika]]></title>
<link>http://aninandhita.wordpress.com/2012/04/15/telat-gaul-raditya-dika/</link>
<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 06:41:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Maria Eka Andhita</dc:creator>
<guid>http://aninandhita.wordpress.com/2012/04/15/telat-gaul-raditya-dika/</guid>
<description><![CDATA[Udah telat baca, beli bukunya diskon 70% pula! Siapa sih yang nggak tahu Raditya Dika? Blogger konyo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_299" class="wp-caption aligncenter" style="width: 191px"><a href="http://aninandhita.files.wordpress.com/2012/04/mss.jpg"><img class="size-full wp-image-299" title="mss" src="http://aninandhita.files.wordpress.com/2012/04/mss.jpg?w=181&#038;h=279" alt="" width="181" height="279" /></a><p class="wp-caption-text">Udah telat baca, beli bukunya diskon 70% pula!</p></div>
<p>Siapa sih yang nggak tahu Raditya Dika? Blogger konyol yang udah malang melintang di TV, twitter, toko buku, sampai otak-otak pembaca yang udah diracuni.  Sebenernya, aku pun udah tau Raditya Dika sejak buku pertamanya, <em>Kambing Jantan </em>muncul. Sayangnya, setelah sekian lama baru akhir-akhir ini aja bukunya sempet kesentuh. <em> Kemana aja ~ :p</em></p>
<p>Dulu, aku cuma tahu sebatas Raditya Dika adalah seorang berbadan mungil yang sering nongol di<em> Provoactive</em> dan digandrungi sama anak-anak muda. Tahu kalo dia kocak pun sebenernya sebatas dari perkataan temen-temen sama twit koplak akun @RadityaDika. Tapi, setelah baca buku-bukunya, aku jadi tahu Dika sedikit lebih banyak. Belum tahu sedetail kembar yang cinta mati sama Dika sih, tapi lebih baik lah. Seenggaknya jadi tahu gimana dia sering ngelakuin ritual kentut sama bokapnya, Edgar –adik Dika- yang mau sunat gara-gara serbuan <em>mention</em> di akun twitternya, gimana dulu dia ketemu Sherina, pernah ngehamilin anak orang gara-gara pegangan tangan –pemikiran Dika versi anak TK , sampe diari Alfa Persia Nasution – kucing Dika.</p>
<p>Dari semua cerita yang sukses bikin aku ngakak itu, aku pun jadi menyimpulkan beberapa hal. Pertama, di balik semua kekonyolan yang diceritain di buku-bukunya itu, Dika adalah sosok yang kritis melihat masalah. Sudut pandang yang dia pakai adalah sudut pandang yang nggak biasa dipake orang. Begitu juga dengan gaya bahasa yang dia pakai. Kadang, cerita yang dia tampilin tu sebenernya biasa. <em>Kadang lho ya.</em> Tapi, karena memang cara penyampaiannya rada nyleneh, cerita itu jadi luar biasa. Jadi bikin ngakak pake banget. Susah lho mbikin tulisan kayak gitu. Selain itu, Dika adalah orang yang emang terbuka. Apa aja diceritain kayak nggak punya malu. Tujuan buku itu memang menghibur, tapi secara nggak langsung kita ngetawain hidupnya Dika juga kan<em> *eh</em>.</p>
<p>Dilihat dari sisi lain, buku-buku ringan semacam karya Raditya Dika ini adalah buku yang bakal selalu punya pasar, terutama di kalangan anak muda. Anak muda sekarang kan seneng tuh yang serba <em>kepo </em>orang lain. Karena itu, cerita sehari-hari gini emang  cocok banget. Kenapa aku bilang <em>kepo? Y</em>a karena sebenernya kita emang secara nggak langsung <em>ngepoin </em>Dika. Bedanya adalah kita <em>ngepoin </em>dari kata-kata Dika yang panjang, nggak sebatas status atau tweet doang. Jaman-jaman kayak gini, <em>kepo </em>meng<em>kepo </em>itu memang menjual ya haha.</p>
<p>Apapun itu, <em>sorry </em>bang Dika, baru mbaca bukumu sekarang. Metal!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Book Log of 2012]]></title>
<link>http://vallaura.wordpress.com/2012/03/17/book-log-of-2012/</link>
<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 06:15:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>vallaura</dc:creator>
<guid>http://vallaura.wordpress.com/2012/03/17/book-log-of-2012/</guid>
<description><![CDATA[The year of come back - in reading.  Earlier this year, I wrote a posting, Vallaura Awards. One of i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>The year of come back <span style="color:#888888;"><em>- in reading. </em></span></p>
<p>Earlier this year, I wrote a posting, <a href="http://vallaura.wordpress.com/2012/01/02/vallaura-awards/">Vallaura Awards</a>. One of its awards was given to the best book I&#8217;ve read in 2011. To my surprise, I realized that I hadn&#8217;t read so many book in that year. Shame on me! So, to prevent wasting of my valuable time of chances in getting wonderful knowledge from books, I decided to keep record of this year books.</p>
<p><a href="http://vallaura.files.wordpress.com/2012/03/deception-point.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1725" title="Deception Point" src="http://vallaura.files.wordpress.com/2012/03/deception-point.jpg?w=132&#038;h=240" alt="" width="132" height="240" /></a>What better way to restart a lost hobby besides reading a good Dan Brown&#8217;s sci-fi novel. So to start the counting, I sank in <strong>Deception Point</strong>. Not as enchanting as The Da Vinci code or Angels and Demons of course, but it surely did the trick. My desires to read had arose. Good job Dan Brown! And thanks to my dear friend, Fany who lent me the book which tragically torn apart by my puppy. heheheehe&#8230;</p>
<p>I did start it well. But it didn&#8217;t mean that it will stay on course. So, carefully I chose another novel. This time to play save, I chose novel that were recommended by friends. They were in Bahasa, my native language, <strong><a href="http://vallaura.wordpress.com/2012/01/07/5-cm/">5 cm</a></strong> and <strong>Manusia Setengah Salmon</strong>. The first one was okay. But the later one which was recommended as a funny book almost killed my willingness to read. Sorry to say. Maybe I should have not expect something great from those books. But, I thanked Ribka for lending me the first book and Junita for the latter one.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Anyway, the progress was nice. It only took me 2 months to complete those 4 books. I had to keep this up. So, I humored myself by reading children&#8217;s books. My choice fell on <strong>36 Clues: Medusa Plot</strong>. Hey! It was a great book. It somehow had slight resemblances with Dan Brown&#8217;s books. Going to Colosseum. Finding new things of a thousand year old building.  Adventure. Enemy. Winning. And those sorta things. It had slower plot in the beginning of the story. But through the middle and all the way to the end, it was a fun of its own. Good book. Thanks Amanda to bring this book up to the surface. Another kiddy book that I read was <strong>Big Nate and Friends</strong>. I spotted this book when my kids and I were having our silent reading. Neville, one of my students, innocently showed me this book which was full with crappy words. I don&#8217;t know how the Americans teach their youngster a good language and behavior if they keep on giving awards to book like such. Not that I did not enjoy reading it though.</p>
<p><a href="http://vallaura.files.wordpress.com/2012/03/who-calls-me-beautiful-regina-franklin-paperback-cover-art.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1726" title="who calls me beautiful" src="http://vallaura.files.wordpress.com/2012/03/who-calls-me-beautiful-regina-franklin-paperback-cover-art.jpg?w=200&#038;h=296" alt="" width="200" height="296" /></a>My best accomplishment, so far, was finishing  <strong>Who Calls Me Beautiful</strong>. Man oh man! *giving huge pat on my back* What a relief to be able to finish a book that has been hanging for a year or so. It was a actually a good book. But for a rebellious me. I don&#8217;t buy much of what it said. Reading a page of Proverb 31 would do for me. A friend of mine gave me this book. As I read the title I remember I stared at him. Implicitly saying, is there any implied message of this giving. But he just said that it was a good book and he wanted me to read it. So, I started reading this book that finally, finished. You should read it, you know. I am serious. Go get it. There you&#8217;ll find a true beauty, and she is you. Thanks Brother Dwi for gifting this book for me.</p>
<p>As per today, I am still on track with my reading plan. But glancing at the book shelves is still terrifying me. There are too many books still wrapped nicely in their plastic covers, just too many. Anyway, let&#8217;s sink deeper to more books. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>&#8220;Take time to read, it is the foundation of wisdom.&#8221;</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manusia Setengah Salmon]]></title>
<link>http://indradya.wordpress.com/2012/02/06/manusia-setengah-salmon/</link>
<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 03:16:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Indradya SP</dc:creator>
<guid>http://indradya.wordpress.com/2012/02/06/manusia-setengah-salmon/</guid>
<description><![CDATA[Judul: Manusia Setengah Salmon Penulis: Raditya Dika Penerbit: GagasMedia Cetakan I: Desember 2011 T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Judul: Manusia Setengah Salmon Penulis: Raditya Dika Penerbit: GagasMedia Cetakan I: Desember 2011 T]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang 'Manusia Setengah Salmon' - Raditya Dika versi Ning 'Little' Syafitri]]></title>
<link>http://ningningocha.wordpress.com/2012/01/15/tentang-manusia-setengah-salmon-raditya-dika-versi-ning-little-syafitri/</link>
<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 00:59:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>niningsyafitri</dc:creator>
<guid>http://ningningocha.wordpress.com/2012/01/15/tentang-manusia-setengah-salmon-raditya-dika-versi-ning-little-syafitri/</guid>
<description><![CDATA[Note on January 3rd, 2012… Pose unyu&#8230; -___-&#8221; Paksa begaya mirip RD&#8230; -____-&#8221;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Note on January 3<sup>rd</sup>, 2012…</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pose unyu&#8230; -___-&#8221;</p>
<div id="attachment_2689" class="wp-caption aligncenter" style="width: 137px"><a href="http://ningningocha.files.wordpress.com/2012/01/03012012005.jpg"><img class="size-medium wp-image-2689" title="Errrr..." src="http://ningningocha.files.wordpress.com/2012/01/03012012005.jpg?w=127&#038;h=300" alt="" width="127" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Paksa begaya mirip RD&#8230; -____-&#8221;</p></div>
<p style="text-align:justify;">Baru sempet baca Manusia Setengah Salmon setebal viii+264 halaman setelah sekian minggu dinantikan, kapan-kapan baru bisa baca nih buku. Maklum, sekarang lagi (sok) sibuk sama urusan yang namanya KULIAH. Udah semester 5. Gak terasa bakalan semester 6, trus 7 trus bakal sibuk susun skripsi. Insya Allah. Amin. Hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Oke. Lanjut. Saya cuma butuh waktu beberapa jam aja baca buku nih. Tadi malam sekitar jam 10-an sampai jam 12-an. Trus lanjut pagi lagi, dari jam 6-8. Yippy, alhamdulillah, Buku Manusia Setengah Salmon udah selesai dibaca.</p>
<p style="text-align:justify;">MSS, seperti Kk Dika bilang, buku ini membahas tentang perpindahan. Pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bab isi buku ini kadang bisa menggalaukan hati. Contohnya, <strong>Sepotong Hati di Dalam Kardus Cokelat, Penggalauan, </strong>dan<strong> Tarian Musim Kawin</strong>. Oh iya, <strong>Jomblonology </strong>juga lho. <em>Paper</em>nya keren. Kk Dika ada-ada aja euy. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Sempat update status di Facebook dengan kata-kata galaunya Mick Jagger, yang katanya merupakan twit Trisna di Tarian Musim Kawin.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8216;Lalu, mata gue terpaku pada twit Trisna yang baru dia update, sebuah quote dari Mick Jagger: You can&#8217;t alway get what you want, but if you try, sometimes you just might find you get what you need (kamu tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kamu mau, tapi jika kamu mencoba, mungkin kamu bisa dapat apa yang kamu butuh).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Gue terenyuh.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Inilah sesungguhnya tujuan dari PDKT: agar kita bisa membedakan antara orang yang kita mau dan yang kita butuhkan.&#8217;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Iya, kalau menurut saya ya, yang lucu tuh waktu di page 240.<em> &#8216;Sering, pas gue lagi nonton film-film komedi di DVD  player, lagi asyik-asyik ketawa, tiba-tiba listrik mati. Gue jadi biasa nonton&#8211;tertawa-mengerang, seperti ini: &#8216;HahahahahahaHAAAARGGGHHH!!!!!&#8217;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Hahahahhahaa&#8230; Bisa dibayangin tuh gak ekspresi Kk Dika seperti apa. Bawaannya jadi ketawa-ketiwi sendiri. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Thx for cerita di pagi ini, Kk Dika. Love you. &#62;.&#60;</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, dalam proses penulisan buku ini hingga udah terbit, Kk Dika udah punya pacar lagi. CLBK nieee. *Hancur hatikuu&#8230; T_T</p>
<p style="text-align:justify;">Gelo lo, Ning!!! Mangule deehhh&#8230; (red: capek deh!!!)</p>
<p style="text-align:justify;">Ada salah satu bab yang menurut saya ngebuang-buang waktu aja untuk dibaca. Gak enak aja tuh, di chapter <strong>Akibat Bertanya ke Orang yang Salah Tentang Ujian</strong>. Saya rasa gak ada pengetahuan sama sekali, cuma lelucon yang datar-datar aja kalau dirasa-rasa. Tapi gak tahu ya kalau orang lain yang baca. Saya sih begitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Paling penasaran kenapa sih judul bukunya Manusia Setengah Salmon?</p>
<p style="text-align:justify;">Terletak di bab paling bontot, urutan ke-19 dari 19 bab. -,-&#8217;</p>
<p style="text-align:justify;">Mau tahu? Baca bukunya…</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe…</p>
<p style="text-align:justify;">Ada rentetan kata-kata yang isinya <em>touching</em> skali… Di bagian-bagian seperti inilah yang paling saya suka, soalnya kata-kata Kk Dika paling so swit. Seperti yang pernah saya bilang, walaupun <em>he is like a comedian</em>, tapi sebenarnya di balik sosoknya itu, Kk Dika orangnya gimanaaa gitu. Aaah, nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata.</p>
<p style="text-align:justify;">Hmmm&#8230; Waktu berjalan dengan cepat. Waktu itu sombong. Sesombong-sombongnya manusia, hal tersebut masih bisa dicegah, tapi sombongnya waktu tidak bisa dicegah. Contoh kecil, ketika Ujian Semester ditentukan jam 9 pagi, dan saat itu kita masih di rumah. Baru bangun. Resikonya, kita akan terlambat. Waktu gak bakalan nunggu kita, dia tetap aja berjalan. Tidak menghiraukan apakah kita sudah siap atau belum.</p>
<p style="text-align:justify;">Heumm???</p>
<p style="text-align:justify;">Gak <em>connect</em> ya? Maklum, saya lagi galau. *penyakit anak muda sekarang. -,-&#8217;</p>
<p style="text-align:justify;">Overall, bukunya menarik abis. Mulai dari covernya yang unyu abis, kualitas kertas, hingga bau kertasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Huaaa, my Raditya Dika&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Love you a lot. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mimpi Ikan Salmon]]></title>
<link>http://analiatanuwidjaja.com/2012/01/07/mimpi-ikan-salmon/</link>
<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 05:10:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Analia Tan</dc:creator>
<guid>http://analiatanuwidjaja.com/2012/01/07/mimpi-ikan-salmon/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu sebuah buku berjudul &#8220;Manusia setengah salmon&#8221; keluar di toko buku.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Beberapa waktu lalu sebuah buku berjudul &#8220;Manusia setengah salmon&#8221; keluar di toko buku.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Impulsive-Buying di Awal Bulan]]></title>
<link>http://liandamarta.wordpress.com/2012/01/02/impulsive-buying-di-awal-bulan/</link>
<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 12:20:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>liamarta</dc:creator>
<guid>http://liandamarta.wordpress.com/2012/01/02/impulsive-buying-di-awal-bulan/</guid>
<description><![CDATA[Awal bulan (dan awal tahun) ini saya buka dengan hobi saya berbelanja. Tapi berbeda dengan wanita-wa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://liandamarta.files.wordpress.com/2012/01/1de59152347511e1a87612313804ec91_7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-155" title="1de59152347511e1a87612313804ec91_7" alt="" src="http://liandamarta.files.wordpress.com/2012/01/1de59152347511e1a87612313804ec91_7.jpg?w=300&#038;h=300" height="300" width="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Awal bulan (dan awal tahun) ini saya buka dengan hobi saya berbelanja. Tapi berbeda dengan wanita-wanita lain yang mungkin lebih senang belanja segala jenis <em>fashion</em> wanita dari atas sampai bawah, saya lebih memilih menghabiskan gaji saya untuk membeli buku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemarin (1 Januari 2012), saya menghabiskan waktu saya untuk berjalan-jalan di toko buku. Mulai dari toko buku Togamas yang menjadi &#8216;surga&#8217; bagi para <em>book-hunter</em> karena menyediakan diskon seumur hidup, sampai ke toko buku Gramedia. Niat saya hari itu adalah membeli beberapa buku yang sudah menjadi incaran saya selama beberapa bulan terakhir. Hasil pencarian saya di dua toko buku tersebut, selama kurang lebih empat jam, menghasilkan 5 buku + 1 majalah :p</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Life Traveler</em> adalah buku karangan Windy Ariestanty, editor GagasMedia. Buku tentang perjalanan Windy ke beberapa tempat yang dikunjunginya ini sudah menjadi incaran saya sejak Windy meng-<em>info-</em>kan di akun <em>twitter</em>nya, bahwa bukunya akan segera terbit. Sebelumnya, Windy memang suka berbagi cerita di akun <em>twitter</em>nya tentang orang-orang yang dia temui dalam perjalanannya ke beberapa tempat. Cerita tersebut ditandai dengan <em>hashtag </em>#lifetraveler oleh Windy.</li>
<li>Manusia Setengah Salmon oleh Raditya Dika menjadi buku pertama yang saya baca di tahun ini. Semua orang mungkin sudah mengenal siapa itu Raditya Dika, dan sudah kebayang bagaimana isi dari setiap buku-bukunya. Tapi, menurut saya, di buku ini, gaya komedi Raditya Dika sudah semakin terasah, dan ada <em>scene </em>yang cukup menyentuh hati.</li>
<li>Negeri Van Oranje karangan Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizki Pandu Permana. Novel ini sebenarnya sudah menarik minat saya sejak lama. Tapi baru kesampaian dibeli sekarang. Saya juga sudah banyak membaca <em>review</em> tentang novel ini. Sepertinya bagus.</li>
<li>Antologi Rasa by Ika Natassa. Saya mengincar buku ini sudah lamaaaaa sekali. Sejak awal buku ini diterbitkan. Tapi apa daya, saya baru bisa membelinya sekarang. Saya berani menjamin, buku keempat yang ditulis oleh Ika Natassa ini pasti <em>gak</em> kalah bagus dengan buku-buku Ika yang lain. Segera setelah MSS tamat, saya akan langsung &#8216;melahap&#8217; buku ini.</li>
<li>Dunia Sophie by Jostein Gaarder. Hmm, ini sih bukan pilihan saya. Ini adalah titipan adik saya. Saya sendiri <em>gak</em> tahu buku ini bercerita tentang apa. Sepertinya agak-agak berat yaaa.. Hehehehe..</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><em>By the way, </em>satu buah majalah yang saya beli awal bulan ini adalah Femina. Alasan beli bukan karena saya senang baca majalah. Melainkan karena saya penasaran ingin membaca cerpen yang ada di majalah ini yang diduga adalah hasil plagiat dari salah satu <em>scene </em>yang ada di novel Divortiare karangan Ika Natassa.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[people teasing people]]></title>
<link>http://andzzzie.wordpress.com/2011/12/30/people-teasing-people/</link>
<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 10:06:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>andzzzie</dc:creator>
<guid>http://andzzzie.wordpress.com/2011/12/30/people-teasing-people/</guid>
<description><![CDATA[manusia setengah salmon &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_257" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://andzzzie.files.wordpress.com/2011/12/2011-12-30-145455.jpg"><img class=" wp-image-257" title="manusia setengah salmon" src="http://andzzzie.files.wordpress.com/2011/12/2011-12-30-145455.jpg?w=300&#038;h=225" alt="manusia setengah salmon" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">manusia setengah salmon</p></div>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p><a href="http://radityadika.com/" target="_blank">raditya dika.</a><br />
he is the only indonesian writer whom i think his books worth buying.<br />
i just got this manusia setengah salmon at a book fair i stopped by on my lunch break.<br />
this is not a review so if you want to know more about this book, go to a book store, grab one and read it.<br />
or just google it and you&#8217;ll find an amazing amount of people talking about that.</p>
<p>some people laughed at me when they saw me happily holding this book.<br />
why?<br />
why do people like to laugh at each other while dika gives the best example to laugh at himself that i believe only <!--more-->a few of us are able to.<br />
i remember i got the same experience when i was on a job interview in a publisher.<br />
the man from human resources laughed at me when i answered his question of &#8220;what is your favourite book?&#8221; by mentioning &#8220;every books written by raditya dika&#8221;.<br />
if this is about taste, of course everyone has a taste of their own, then why do we act like we are the best and make a crack of anyone else.</p>
<p>i know i&#8217;m not innocent.<br />
i admit i have been there, make fun of others, be the devil i&#8217;m sure everyone will hate.<br />
i beg you an apology if i hurt you.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berpindah, Siapa Takut?]]></title>
<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/30/berpindah-siapa-takut/</link>
<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 04:28:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
<guid>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/30/berpindah-siapa-takut/</guid>
<description><![CDATA[Banyak jalan menuju roma, gak punya pulsa modem, nge blog via opera mini pun jadi. Berhubung lagi se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak jalan menuju roma, gak punya pulsa modem, nge blog via opera mini pun jadi.</p>
<p>Berhubung lagi sering galau gak jelas, ceritanya mau ngobatin galau. Dan ternyata yang bisa mengobati ya memang harus diri sendiri. Berawal dari sepotong fatamorgana yang mengakibatkan kebodohan-kebodohan kecil. Beberapa waktu kemarin kayaknya keterlaluan banget. Berharap apa coba? Bukan menyesal juga sih, tapi kok ya ngerasa bodoh banget ya, bodoh dan polos itu emang kayaknya cuma beda tipis.</p>
<p>Kalau Candra Dewi bilang &#8220;Orang tidak akan pernah menjadi dewasa sebelum pernah patah hati.&#8221; jadi sebaiknya mencoba mengambil hikmah saja dari kepolosan eh kebodohan tersebut.</p>
<p>Berhubung orang yang kalem dan introvert, gak bisa nangis, gak bisa marah, dan gak bisa teriak-teriak nggak jelas. Dan tentu saja gak mungkin mencoba bunuh diri juga kali. jadi keputusannya mau baca buku. Tapi buku apa? Buku desain penelitian? Ga mungkin juga, walaupun memang lagi galau proposal. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akhirnya inget kalo tanggal 24 lalu twitter heboh tentang Radityadika yang baru launching buku bertajuk Manusia Setengah Salmon. Pas tanggal 26 nya baru ngubek-ubek twitter dan nemu review nya di beberapa blog yang di link di twitter bang Raditya dika. Cukup menarik, berangkatlah ke gramedia dua hari berikutnya.</p>
<p>Seperti biasa isinya ga cuma menghibur dan bikin senyum-senyum sendiri sampe ketawa jungkir balik juga. Tapi banyak pesan mendalam dibalik cerita-cerita konyol tersebut. Beda dengan buku nya yang marmut merah jambu kemarin lebih banyak menghadirkan cinta, kalo manusia setengah salmon ini lebih banyak berisi tentang patah hati.</p>
<p>Ada beberapa bab yang menarik dan berjasa menjadi obat bagiku salah satunya &#8216;Sepotong hati di dalam kardus coklat.&#8217; Bercerita mengenai Dika yang baru diputusin pacar, tapi saat yang bersamaan  keluarganya harus pindah rumah. Ya, mungkin saya juga terlalu sempit buat dia, oleh karena itu wajar jika dia merasa harus pindah ke tempat yang lebih luas dan cocok untuk nya. Pesan moral dari sepiring makanan salah satunya bahwa setiap orang mempunyai kebiasaan sendiri, cara sendiri, dan tentunya sifat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, wajar dong jika saya berbeda dengan mantannya. Tentang tarian musim kawin, bercerita tentang pedekate masa kini dan masa dulu. Masa PDKT itu diibaratkan sebagai tarian musim kawin, dan tarian saya mungkin saja kurang menarik karena skill tiap orang beda. Tapi bagaimanapun caranya sebenarnya yang paling penting ya fungsi pedekatenya. Yaitu agar bisa membedakan antara orang-orang yang kita mau dan orang yang kita butuhkan. Noted.</p>
<p>Tentang &#8216;the pains of growing up,&#8217; tumbuh dewasa memang harus melalui rasa-rasa sakit seperti itu. &#8216;pindah&#8217; menjadi dewasa dan siap menghadapi rasa sakit dan melihat hal-hal yang menyakitkan. Kemudian tentang pindah &#8216;rumah&#8217; dan mencari rumah yang sempurna. lagi-lagi saya menemukan hati diibaratkan sebagai rumah seseorang. Saat awal kepindahan mungkin saja kita membanding-badingkan rumah baru dengan rumah lama kita. Begitu juga kami kemarin.</p>
<p> Bagi beberapa orang rumah adalah ruangan berukuran 4&#215;4, bagi yang lain rumah besar dan minimalis mungkin di daerah perumahan mewah. Tapi balik lagi rumah yang &#8216;sempurna adalah bisa melindungi kita dari gelap, hujan, dan menawarkan kenyamanan.&#8217;</p>
<p>Dan pada akhirnya kita semua harus belajar dari ikan salmon. Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik kata radityadika ga perlu jadi manusia super. Hanya perlu jadi manusia setengah salmon. &#8221;tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapan. Bahkan rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkan (baca: butuhkan).&#8221; perpindahan adalah hal yang sangat mungkin, dan ini hanya soal u. Hanya perlu mencari kebahagiaan-kebahagiaan kecil diantara semua perpindahan ini.</p>
<p>Gak cuma pesan-pesan itu saja isi buku ini, banyak yang lucu dan konyol seperti di ledakan paling merdu, bakar saja keteknya, kasih ibu sepanjang belanda, dan terlentang melihat bintang.<br />
Jadi menjadi single struktural, cyclical, ataupun friksional sekalipun adalah pilihan. </p>
<p>Salam sejuta kasih.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Resolusi]]></title>
<link>http://a2121minded.wordpress.com/2011/12/30/resolusi-2/</link>
<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 18:44:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>a2121</dc:creator>
<guid>http://a2121minded.wordpress.com/2011/12/30/resolusi-2/</guid>
<description><![CDATA[Barusan ketika saya sedang mencuci muka, tiba-tiba saya menyadari sesuatu. &#8220;Ya ampun, ternyata]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Barusan ketika saya sedang mencuci muka, tiba-tiba saya menyadari sesuatu. &#8220;Ya ampun, ternyata]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manusia Setengah Salmon - Raditya Dika]]></title>
<link>http://ilovemycountryindonesia.wordpress.com/2011/12/29/manusia-setengah-salmon-raditya-dika/</link>
<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 05:12:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>AnakIndonesia252812</dc:creator>
<guid>http://ilovemycountryindonesia.wordpress.com/2011/12/29/manusia-setengah-salmon-raditya-dika/</guid>
<description><![CDATA[Raditya Dika &#8211; MANUSIA SETENGAH SALMON DATA BUKU   Judul                     : Manusia Setenga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Raditya Dika &#8211; MANUSIA SETENGAH SALMON </strong></p>
<p><strong>DATA BUKU</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Judul                     : Manusia Setengah Salmon</p>
<p>Penulis                : Raditya Dika</p>
<p>Tebal buku          : viii + 264 halaman</p>
<p>Penerbit              : Gagas Media</p>
<p>No. ISBN              : 979-780-531-X</p>
<p>Cetakan ke         : i</p>
<p>Harga                    : Rp 42.000,00</p>
<p>Tahun                   : 2011</p>
<p>&#160;<br />
<!--more--><br />
Saya tahu mengenai buku nya MSS sendiri dari twitter nya @radityadika. Si radit (si kambing) terus promosiin buku terbarunya itu. Mention-mention anehpun muncul untuk si kambing. Mereka semua sibuk nanyain tentang MSS. MSS sendiri sudah terbit tepat hari Sabtu, 24 Desember 2011, tepat 4 hari sebelum si kambing ulang tahun. MSS itu terbit di toko buku di seluruh Indonesia secara serempak. Tanggal 27 Desember saya udah beli tuh buku. Saya senang gak ketulungan.</p>
<p>Malam harinya saya baca tuh buku. Covernya unik. Di balik cover depan ternyata ada 24 gambar bewarna si kambing berpose seperti saudara binatang lainnya yaitu seperti salmon. Saya sendiri cukup kaget sekaligus lucu juga. Si kambing udah enggak terlalu cakep berpose kayak gitu bikin dia makin enak dilihat. Kan muka jelek di jelek jelekin lagi pasti enak dilihat. Si kambing untuk novel terbarunya ngambil konsep yang cukup berbeda dengan sebelum sebelumnya. Pembatas bukunya juga keren sama kayak Marmut Merah Jambu. Oh ya, di MSS ada beberapa komik. Lumayanlah buat ngehibur.</p>
<p>MSS punya 19 bab di dalamnya. Ini dia ulasan singkat dari masing masing bab. Enjoy.</p>
<p><strong>Ledakan Paling Merdu </strong></p>
<p>Pasti semuanya udah mikir pasti itu KENTUT. Yup, betul. Di bab ini bercerita tentang kegilaan bokapnya si Kambing ya doyan banget senam kentut di tempat yang berpindah-pindah dan dengan posisi yang berbeda. Satu bab ini penuh dengann bunyi kentut “preeettt atau pyiuuuuuut.” Suatu saat si kambing sakit perut terus keesokan paginya, dengan bimbingan kebapakan bokapnya, si kambing disuruh buat nyobain senam kentut. Untuk mengeluarkan gas yang sangat penting ini, si kambing harus ngeden sekuat-kuatnya. Bisa dibayangin gak ada kambing yang lagi nyoba buat kentut. Dijamin pas baca ini kalian semua bakal ngakak abis. Tapi jangan sampai kentut ya.</p>
<p><strong>Akibat Bertanya ke Orang Yang Salah Tentang Ujian</strong></p>
<p>Bab “akibat bertanya ke orang yang salah tentang ujian” penuh hasil mention mention followers si kambing. Contohnya: “boleh bawa Nenek gak pas UN?” Terus si kambing balas “Boleh. Bawa Mama-Papa juga biar Nenek gak kesepian.” Asli. Pas baca ini saya ngakak. Atau “bang radityadika tahu gak gimana supaya dapat nilai paling tinggi pas ujian?” si kambing balas “jadian sama pengawasnya.” Hahaha. Kok bisa lah Tuhan menganugrahkan otak yang luar biasa sama si kambing. Bersyukurlah engkau wahai kambing!</p>
<p><strong>Sepotong Hati di Dalam Kardus Cokelat</strong></p>
<p>Dimulai dengan cerita si kambing yang baru aja diputusin sama pacarnya. Kejadian ini bertepatan dengan keluarga si kambing yang bentar lagi udah mau pindah rumah. Si kambing pun selanjutnya disibukkan dengan memasukkan barang-barangnya ke dalam kardus cokelat. Berbagai kenangan aneh pun muncul di kepala si kambing pun diceritakan dengan lucu. Contohnya saat tahun 1999 dimana si kambing punya rumah baru. Nyokap si kambing yang awalnya takut-takutin si kambing tentang hantu di rumah barunya, eh jadi nyokapnya si kambing yang tiba-tiba ketakutan sendiri. Di bab ini, si kambing bercerita dengan dewasa yang bisa bikin hati kita tersentuh.</p>
<p><strong>Hal-hal Untuk Diingat Ketika Kencan Pertama</strong></p>
<p>Berisi beberapa hal aneh yang sebenarnya enggak boleh dipratekkin waktu mau kencan pertama. Misalnya “Jika bertemu dengan orang tuanya, usahakan untuk sopan. Puji ibunya dengan baik, tetapi tidak berlebihan seperti ‘Wah, Tante menua dengan baik ya’(halaman 39) .“ Kocak abis. Kalau ada yang berani coba ngomong gitu sama orang tua pacarnya dijamin langsung digampar. Ada puluhan hal-hal yang gak boleh dipratekin. Cukup dibaca aja lalu siap siap untuk ngakak.</p>
<p><strong>Bakar Saja Keteknya</strong></p>
<p>Di bab 5 yang judulnya Bakar Saja Keteknya bercerita tentang supirnya si kambing yang keteknya luar biasa baunya. Berbagai penderitaan dialami si kambing ketika harus satu mobil sama supirnya. Kalau kita baca dijamin bukan bakal kasian sama si kambing tapi kita bakal ngebayangin yang enggak-enggak terus ketawa kencang. Awalnya si kambing ingin memecat supirnya tapi karena si supir masih punya anak-anak yang kecil, hati si kambing pun jadi agak agak baik lalu membatalkan niatnya. Karena takut untuk memecat si supir, si kambing tetap setia sama supirnya. Si kambing pun dengan segala kekuatan kambing berusaha bernapas di dalam mobilnya tanpa harus pingsan. Berdasarkan saran temannya, si Kambing membuat analogi.  Si kambing nanyain gimana caranya supaya bunga bangkai enggak bau lagi dan berharap sang supir bakal jawab disemprot dengan wewangian aja. Dan berharap lagi si supir langsung sadar kalau keteknya bau terus nyemprot keteknya dengan wewangian. Ternyata setelah si kambing nanya betulan ke supirnya, eh si supir malah jawab ‘bakar aja tuh bunga.’ Kan gak mungkin kalau ibaratnya ketek si supir itu bunga bangkai, kan enggak mungkin ketek si supir dibakar? Si kambing pun mutusin buat ngomong jujur sama sang supir mengenai bau keteknya si supir dan si kambing pun ngasih deodoran buat si supir. Dan ternyata deodorannya dipakai si supir sebelum tidur. Ya ampun. Setelah diberi tahu caranya akhirnya si kambing bisa bernapas dengan tenang di mobilnya. <em>“Kalau gak jujur, emang kita suka repot”(halaman 68)</em></p>
<p><strong>Hal-hal yang Tidak Seharusnya Dipikirkan Tapi Entah Kenapa Kepikiran</strong></p>
<p>Berisi 19 hal yang dengan agak begonya dipikirin si kambing. Namanya juga kambing. Pasti agak agak gak pintar. Hahaha. Contohnya :</p>
<p>Hipnotis gagal : “Tatap mata saya..sudah?Nah, tolong ambil belek saya..”</p>
<p>Gilee tuh si kambing. Ternyata kepintarannya yang kurang berguna buat kita ketawa-ketiwi. (y)</p>
<p><strong>Pesan Moral dari Sepiring Makanan</strong></p>
<p>Si kambing beserta adik-adiknya lagi kesasar di kota Venice, Italia. Seharusnya mereka pergi makan di La Bitta dengan bantuan GoogleMaps. Tapi, karena si GoogleMaps si kambing mati di tengah jalan. Di perjalanan, bakal diceritain tentang kelucuan si radit dan adik-adiknya terutama si Edgar. Setelah GoogleMapsnya hidup lagi, mereka seharusnya bisa menemukan La Bitta. Tetapi mereka hanya nemuin tembok besar. Aduh, kasian ya. Ada kambing kesasar di Italia. Ada juga cerita si raditya dika yang lagi makan Lontong Kupang. Juga ada cerita si kambing yang lagi kencan terus digangguin orang Jepang yang lagi mabok sambil membuat gestur ada monas yang tumbuh di daerah selangkangan. Kocak banget. Cerita tentang suasana makan yang aneh juga ada. Setiap ceritanya ada pesan moral yang dibumbui dengan humornya yang khas.</p>
<p><strong>Kasih Ibu Sepanjang Belanda</strong></p>
<p>Si kambing bakal mmenghadiri summer course di Belanda selama dua minggu. Sebelum pergi, nyokapnya sibuk banget. Nyokapnya ngingatin si kambing untuk bawa sambel ABC sama persediaan celana dalam yang banyak. Disana juga bakal ada cerita si kambing ketemu teman barunya “Perek”. Ada kambing temenan sama Perek? Ya ampun, gak bisa dibayangin. Kejadian-kejadian aneh pun dialamai si kambing di Belanda. Tak lupa, nyokapnya selalu teleponin si kambing setiap saat. Awalnya si kambing terganggu, tetapi lama-lama si kambing sadar kalau perhatian orang tuanya adalah gangguan terbaik yang pernah dia terima. Aduh, si kambing kok jadi bijak gitu ya? Tapi, memang bener kok omongannya si kambing.</p>
<p><strong>Interview With The Hantus</strong></p>
<p>Disini si kambing lagi mewawancarai tiga hantu Indonesia yaitu genderuwo, pocong dan kuntilanak. Wawancara si kambing dengan hantu-hantu, gak bakal buat kita ketakutan malahan bakal buat kita nyengir nyengir sendiri. Contohnya di salah satu perbincangan si kambing sama genderuwo. Si “UWO” bilang dia udah lama gak mainin FarmVille nya yang ada di facebppk. Ada juga cerita tentang pertengkaran para hantu yang sama sekali gak masuk di akal. Tapi, tetap lucu.</p>
<p><strong>Tarian Musim Kawin</strong></p>
<p>Cerita tentang teman sikambing yang udah jomblo perak. Si kambing pun ngasih saran supaya nyari jodoh lewat twitter. Melalui twitter temannya pun berusaha nyari cowok dengan PDKT. Meskipun akhirnya enggak dapat juga. PDKT itu hampir sama kayak tarian musim kawin yang dilakuin sama tupai. Sebelum kawin mereka pasti nari dulu. Terus kalau tupainya suka dengan tariannya, mereka kawin deh. Tapi, kalau di kehidupan nyata kan gak mungkin? Kita nari nari terus kawin? Kagak mungkin. Oh ya, bab ini diakhiri dengan kutipan dari Mick Jagger yang bikin hati kita terenyuh.</p>
<p><strong>Emo..Emo..Emo..Emotikon</strong></p>
<p>Emo..emo..emo..emotikon adalah bab 11 yang hanya 3 halaman tapi lucu banget isinya. Bab ini berisi emotikon yang dipakai di kehidupan sehari-hari. Contohnya :</p>
<p>Loe gue standard             : Loe.Gue.END</p>
<p>Loe gue edisi amnesia    : Loe.Gue&#8230;Kenapa ya lo sama gue</p>
<p>Loe gue edisi unyu          : Loe.Gue..Jodoh.hihihi</p>
<p>Loe gue edisi aerobik     : Loe.Gue.END one!END two!End three!</p>
<p>&#160;</p>
<p>Semua contoh itu di MSS lengkap dengan emotikon yang lucu abis. Tapi maaf ya saya gak bisa tampilkan.</p>
<p><strong>Jomblonology</strong></p>
<p>Berisi dua paper Prof.Kambing tentang ilmu kejombloan. Paper pertama dengan judul “Macam-macam Jomblo Menurut  Penyebabnya.” Kita bakal tahu kita termasuk ke jomblo apa. Tapi, jangan dianggap terlalu serius ya sama paper si kambing. Dia kan rada-rada gak pintar. Paper keduanya dengan judul “Mencari Pacar dengan Bauran Pemasaran.” Paper si kambing aneh dan lucu-lucu semua, meskipun ada benernya juga. Perlu dibaca buat para JOMBLO.</p>
<p><strong>Lebih Baik Sakit Hati</strong></p>
<p>Penderitaan si kambing yang harus ngehadapi masalah giginya. Kayaknya si kambing lebay deh buat soal giginya ini. Si kambing bakal ketakutan abis waktu mau dioperasi. Di penderitaannya kita bisa ambil hal-hal lucu yang gak kita sadari. Si kambing pun mengambil kesimpulan : Orang yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati, pasti belum pernah sakit gigi. Betul sekali si kambing! Prok..prok..prok..</p>
<p><strong>Penggalauan</strong></p>
<p>Ada 19 pernyataan yang bisa bikin kita jadi galau abis. Kita bakal teringat dengan seseorang untuk sesaat. Siapin tisu ya buat yang cengeng. Ini dia beberapa diantaranya:<br />
Mereka yang sedang jatuh cinta, biasanya sering berharap. Dan, mereka yang sering berharap, biasanya sering kecewa. (halaman 205 )<br />
Jatuh cinta sama kamu itu kayak naik histeria. Dibawa naik pelan-pelan, lalu dijatuhin tiba-tiba. (halaman 206 )<br />
Cinta datang dari mata ke hati. Selanjutnya dari hati ke air mata. (halaman 207)</p>
<p><strong>Terlentang Melihat Bintang</strong></p>
<p>Cerita tentang si kambing yang belajar seni bela diri GULAT BENJANG, gulat tradisional dari Sunda. Untuk bisa mengalahkan lawannya, si kambing harus mengalami kejadian penyiksaan yang seru. Tiba di pertandingan sebetulnya, berbekal jurus yang sudah diajarkan, si kambing berusaha ngalahin lawannya. Dan si kambing udah pasti kalah. Si kambing dibanting lawannya sampai si kambing jatuh terlentang sambil melihat bintang.</p>
<p><strong>Mencari Rumah Sempurna</strong></p>
<p>Tentang proses pindah rumahnya si kambing. Setelah si kambing dan keuarga berhasil nempati rumah baru, berbagai masalah  aneh terjadi. Mulai dari, kamar yang kecil dan kekanak-kanakan, ada hantunya, listrik yang bermasalah, berisiknya anak-anak kompleks, dan kamar si kambing yang bocor. Si kambing pun selalu ngebandingin rumah lama dengan rumah barunya.  Memang alasan yang tepat untuk menemukan yang baru adalah perjuangan untuk ngelupain.</p>
<p><strong>Serupa Tapi Emang Beda</strong></p>
<p>Ada 10 hal aneh yang dikarang-karang si kambing sendiri. Contohnya:</p>
<p>Ketika malam minggu.</p>
<p>Pacaran : ngapel di rumah pacar.</p>
<p>LDR : ngapel di depan komputer.</p>
<p>Jomblo : ngepel di teras rumah.</p>
<p>Bisa banget ya si kambing nulis yang kayak begituan. Salut buat si kambing.</p>
<p><strong>Manusia Setengah Salmon</strong></p>
<p>Seiring waktu berlalu, udah banyak perubahan yang terjadi di kehidupan si kambing. Juga termasuk kehidupan teman-teman si kambing. Contohnya si Pito yang udah punya anak, ada juga yang udah menikah. Sedangkan si kambing masih aja pacaran. (Kapan nikahnya bang?) Semua perubahan sama kayak perpindahan. Pindah dari jomblo ke nikah. Dari nikah ke punya anak. Banyak perpindahan yang kita alami. Pindah sekolah,pindah kuliah, pindah cita-cita,pindah rumah, pindah status,pindah hidup. Mati, pindah ke alam lain. Sebenarnya Manusia Setengah Salmon juga berisi kutipan kutipan super dari si kambing. Enggak tau dia kenapa tiba-tiba jadi bijak. MSS mengingatkan kita bahwa esensi kita sebagai makhluk hidup adalah pindah. Kita harus pindah sekolah, pindah rumah, pindah hati, dan juga pindah alam. Semua harus kita hadapi layaknya ikan salmon. Ikan salmon setiap tahunnya selalu bermigrasi. Mereka harus melewati berbagai macam bahaya hanya demi untuk bertelur. Begitu juga kita. Kita sebagai manusia harus siap untuk pindah demi mencapai suatu tujuan. Meskipun pindah cukup diidentikkan dengan “kepergian” yang pasti selalu ada “kesedihan”. Kita selalu merasa sedih untuk pindah. Sedih untuk melepas segala sesuatu yang udah diakrabi, yang membuat kita senang. Kita selanjutnya akan khawatir apakah perpindahan kita nanti akan sama enaknya?sama menyenangkan? Untuk mencapai sesuatu kita tidak bisa bertahan di tempat yang sama. Kita harus layaknya ikan salmon yang berani pindah. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Kita hanya perlu mencari kebahagiaan di antara semua perpindahan.</p>
<p><strong>SINOPSIS MANUSIA SETENGAH SALMON</strong></p>
<p>Manusia setengah salmon adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sembilan belas bab di dalam bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungn keluarga, sampai pindah hati. Manusia setengah salmon juga berisi tulisan galau, observasi ngawur dan lelucon singkat khas Raditya Dika.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Itu dia mengenai bab-bab di MSS. Ayo, beli dong bukunya. Nyesel loh kalau gak beli. Cuma Rp 42.000. Nabung mulai dari sekarang ya. Lima ribu aja sehari. Pasti kebeli deh. Cepetan. Nanti habis!</p>
<p>Thanks to @radityadika</p>
<p>Good job bang!</p>
<p>By : @naraulitaoy</p>
<p>Sumber : Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Di Mentoin Raditya Dika]]></title>
<link>http://cdninspirat.wordpress.com/2011/12/28/di-mentoin-raditya-dika/</link>
<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 16:29:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hendy Prima Satya</dc:creator>
<guid>http://cdninspirat.wordpress.com/2011/12/28/di-mentoin-raditya-dika/</guid>
<description><![CDATA[Gue abis beli buku manusia setengah2, manusia setengah salmon Raditya Dika. Benernya gue juga udah u]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Gue abis beli buku manusia setengah2, manusia setengah salmon Raditya Dika. Benernya gue juga udah update sih mengenai manusia setengah salmon di soal <a href="http://henawirasatya.com/2011/12/soal-manusia-setengah-salmon/" target="_blank">manusia setengah salmon</a>, tapi ini lain.<br />
Teknisnya gue abis beli buku langsung ngtweet lewat Handphone gue kalo antrian Gramedia Matos yang dipegang sama semua, Manusia Setengah Salmon.</p>
<p>Sedikit alay dan berlebihan kalo gue di mention Raditya Dika aja kegirangan, followers gue juga tambah @henasatya gara2 gue di mention @radityadika hehehe.</p>
<p>Penampakan mentoin Raditya Dika</p>
<div id="attachment_228" class="wp-caption alignleft" style="width: 451px"><a href="http://henawirasatya.com/wp-content/uploads/2011/12/HENA-TITP.jpg"><img class=" wp-image-228 " title="Mention Raditya DIka" src="http://henawirasatya.com/wp-content/uploads/2011/12/HENA-TITP.jpg" alt="" width="441" height="102" /></a><p class="wp-caption-text">Penampakan Mention Raditya DIka</p></div>
<p>&#160;</p>
<p>GUE ALAYYYYY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
