<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>marah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/marah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "marah"</description>
	<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 21:06:16 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[FACEBOOK]]></title>
<link>http://curcoldong.wordpress.com/2009/11/27/facebook/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 17:27:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>curcoldong</dc:creator>
<guid>http://curcoldong.wordpress.com/2009/11/27/facebook/</guid>
<description><![CDATA[uuugh&#8230;.baru aja deactive my facebook&#8230;pada bikin moody aja. kesel.. gk suka di tekan, gak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>uuugh&#8230;.baru aja deactive my facebook&#8230;pada bikin moody aja. kesel..</p>
<p>gk suka di tekan, gak suka di paksa, gk suka di buru &#8211; buru.</p>
<p>sebel ama orang yg suka mem-push&#8230;</p>
<p>sebel ama yg suka menekan&#8230;</p>
<p>pokoknya sebel</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Marah]]></title>
<link>http://fapertagama80.wordpress.com/2009/11/26/ketika-marah/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 22:07:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>ptp2007</dc:creator>
<guid>http://fapertagama80.wordpress.com/2009/11/26/ketika-marah/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya; &#8220;Mengapa ketika seseorang sedang dalam ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;  &#8220;Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan  marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?&#8221;</p>
<p>Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;  &#8220;Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi&#8230;&#8221; sang guru balik bertanya, &#8220;lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?&#8221;</p>
<p>Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.</p>
<p>Sang guru lalu berkata; &#8220;Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat.  Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara ke duanyapun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.&#8221;</p>
<p>Sang guru masih melanjutkan; &#8220;Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.  Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.</p>
<p>Mengapa demikian?&#8221; Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.  &#8220;Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.&#8221;</p>
<p>Sang guru masih melanjutkan; &#8220;Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.</p>
<p>Banyak dari pengalam kita saat berkeluarga &#8230;&#8230;dengan &#8221; low language &#8220;</p>
<p>Pulang dari kerja , hanya dengan jari tangan di ketuk-ketukan diatas meja makan &#8230;..berarti &#8230;&#8230;..kita puas atas makanan yang disiapkan pasangan tercinta kita</p>
<p>Hanya dengan mata kiri di kedip2 kan &#8230;&#8230;berarti &#8230;&#8230;.Yang &#8230;&#8230;ntar malam kita diskusi A ya&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Hanya dengan mata kanan di kedip2 kan &#8230;&#8230;berarti &#8230;&#8230;.Yang &#8230;&#8230;ntar malam kita diskusi O  ya&#8230;&#8230;&#8230;  Banyak  &#8221; low language &#8221; yang lain yang terjadi di keluarga kita saat  senang dan damai di hati &#8230;&#8230;..     Petuah yang sudah lama, tapi masih akan relevan sampai kapanpun&#8230;. ..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Move Over, Please..! (lagi galak)]]></title>
<link>http://wheremindtakesme.wordpress.com/2009/11/26/move-over-please-lagi-galak/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 07:47:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>myalterego</dc:creator>
<guid>http://wheremindtakesme.wordpress.com/2009/11/26/move-over-please-lagi-galak/</guid>
<description><![CDATA[Duh, mau apa lagi sih lo???? Belum pernah ditimpuk ya pake sepatu..? mau..?? Kenapa?? Bosen..? apa a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Duh, mau apa lagi sih lo???? Belum pernah ditimpuk ya pake sepatu..? mau..??</p>
<p>Kenapa?? Bosen..? apa akhirnya lo sadar, yg lo lakuin gak worth it dengan apa yang lo dapetin sekarang..? karma masih berlaku bos..!</p>
<p>Gue gak pernah menyumpahi dirimu, tapi what goes around comes around, itu jadinya kalo yang dipikirin cuma enaknya aja.</p>
<p>If I could turn back time, trust me..! I would never.. ever buy anything you said, coz, all of that are bullshits..</p>
<p>Don’t say, that I didn’t care about you back then, that I never did anything to make things work.. I did..!</p>
<p>I moved there for you, I give up things for you, for things that’s not even worth it. I hate love and everything in it because of you..! I lost my trust in me because of you..</p>
<p>I have life, and it’s not yours, I am tired of taking you back..! and I am exhausted of forgiving you.</p>
<p>After all this time, suddenly you came, said all the craps that you think would have possibility to ensure me, that you’re sorry..? sorry mister, I have learned my lesson..! you left nothing but pain, you teach nothing but to hate, you did nothing but hurting me and you are nothing but a jerk..!</p>
<p><strong>I.T’.S  O.V.E.R</strong>.– capital, bold, underlined, period..!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sungai Kesabaran]]></title>
<link>http://twinklymuslima.wordpress.com/2009/11/25/sungai-kesabaran/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 17:17:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>twinklymuslima</dc:creator>
<guid>http://twinklymuslima.wordpress.com/2009/11/25/sungai-kesabaran/</guid>
<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim&#8230; Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh&#8230; Alhamdulillah Okto]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bismillahirrahmanirrahim&#8230;</p>
<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh&#8230;</p>
<p>Alhamdulillah Oktober 2009 mencatatkan tarikh pertama Fida&#8217; dan Faatih mengenal sungai dalam erti sesungguhnya.Hee~.(Malu sungguh! Nampak sangat baru pertama kali bawa ke sungai-sungai).</p>

<p>Subhanallah! Diorang boleh berdiri tegak je dekat dalam air tu sebab takut jatuh. Hihu~.Last sekali, umminyalah yang mengerjakan diorang supaya diorang jatuh dalam sungai tu and merasa keseronokan bermain air yang sesungguhnya. &#8220;Don&#8217;t worry dear, harmless trick to make you learn akan nikmat Allah&#8221;Hehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>~1.00pm,11 Oct 09 &#8211; Saya sedang membelikan aiskrim untuk Fida&#8217; n Faatih. Ada sekelompok adik-adik dari &#8220;Program Motivasi&#8221; di sekitar kami yang berada di antara sungai dan kafetaria.</p>
<p>Tiba-tiba, dari arah opposite penjual aiskrim, berlari seorang remaja lelaki ke arah area sekumpulan remaja Program Motivasi yang sama lalu, Bukk! Dia menumbuk kawannya sambil menjerit, &#8220;Kaulah! Aku bengang betul!&#8230;.bla3. (I don&#8217;t remember)&#8221;</p>
<p>Keadaan gawat&#8230;remaja-remaja lain juga fasilitator program (based on warna/tulisan pada baju dan anggaran usia), berkerumun ke arah remaja yang bertumbuk, melerai pergaduhan. Suara orang-orang menjerit jelas memecah suasana.</p>
<p>Tiba-tiba, &#8220;Allahuakbar, allahuakbar&#8230;.&#8221; panggilan azan Zohor berkumandang. Sebahagian fasilitator tidak mahu ikut campur pergaduhan. Mengambil posisi bersiap untuk solat. Dan mengumandangkan iqamah, untuk mempersiapkan peserta lain bersedia mendivert attention untuk solat berjemaah. Sebahagian masih disana, melerai pergaduhan. Yang pasti, bagaikan solat bukan perkara wajib-bagi Muslim, peserta-peserta bebas untuk solat atau untuk berlegar. Majoriti berlegar-legar melihat free-show sahabat mereka bergaduh. Minoriti  mendirikan solat.</p>
<p>Saya, sahabat saya yang menjadi punca kami sampai ke kawasan sungai dan anak-anak bergegas solat meninggalkan perkarangan gawat. Innlillahiwainnailaiirajiun. *Sigh*</p>
<p>***</p>
<p>Dia seorang lelaki yang insyaAllah dekat untuk saya selalu mendoakannya. Tika menulis tentangnya, saya masih mendoakannya, &#8220;Moga Allah memberikan dia jiwa besar untuk menjadi seorang yang selalu bersabar&#8221;.Amin.</p>
<p>Dia ingin mendirikan rumah tangga cara Islami. Dia ingin jadi orang berkaliber dalam kerjayanya. Dia mengaku daie ialah salah satu kerjaya hidupnya. Takdir Allah memainkan peranan hingga kesihatannya untuk usia semudanya tidak seperti kawan-kawan sebayanya. Dia bukan sakit tenat, tapi ini bukan operation kali pertama dalam diari kehidupannya.</p>
<p>Hari Besar untuk orang-orang yang nak mendirikan &#8220;Masjid&#8221; sudah dekat dengan dirinya. Kad-kad sudah bercetak, tempahan-tempahan terkait semua persediaan sudah dibuat. Pun tarikh telah disepakati. Tiba-tiba, Allah mentakdirkan dia harus sekali lagi dioperasi. Dan di ofis, kerjanya menimbun &#8211; memanggil-manggil. Dan, entah perasaan apa yang berkecamuk dia jadi kacau bilau, dan tak semena-mena dia berucap, &#8220;Rasanya, saya tak semangat nak meneruskan pernikahan ni. Macam belum bersedia. Bolehke kalau saya nak mintak tangguh lagi 2-3bulan?&#8221;, dia mengaju pertanyaan kepada keluarganya. Oh, secara general-keluarga yang siap menerima bakal menantu yang baik, menyuruh dia menetapkan pendirian. Innalillahiwainna ilailhi rajiun.</p>
<p>***</p>
<p>Di sela petang Oktober yang lain, mama bercerita tentang cerita dari kawannya, &#8220;Ada budak-budak baru masuk kerja, tension dengan kerja ofis sampai nak terjun bangunan, peliknya remaja zaman sekarang..&#8221;</p>
<p>Saya jadi terpana. Apa yang terjadi pada jatidiri anak Muslim kini. *Sigh*</p>
<p>Ingin saja saya mengambil bahagian hati, &#8220;Mungkin kawan-kawan mama exaggerate kut kes orang nak bunuh diri tension dengan ofis&#8221;, tapi mana mungkin saya menolak bahagian hati yang melihat kes ragut setiap hari, kes rompak setiap hari, dan kes bunuh orang, bunuh diri dengan pelbagai sebab yang saya rasa tak sebanding penderitaan saudara-saudara Muslim di Gaza, China, Kashmir, Afghanistan dll. Hingga, seluruh hati saya jadi membungkam, sedih, dan ingin menangis- menerima pernyataan simple tapi pahit, anak remaja kita majoritinya sudah tiada jatidiri seorang Muslim. Innalillahiwainnailaihi rajiun.</p>
<p>***</p>
<p>Saudara se-Islamku,</p>
<p>Apabila marah, yang menjadikan seorang manusia mampu  mencontrol amarahnya ialah sabar dalam dirinya. Apabila sedih, tension, bengang, yang menjadikan seorang manusia mampu mencontrol diri dari mencari kesalahan pada orang lain, hingga ke membunuh orang, itu adalah lantunan sifat sabar yang juga dalam dirinya. Apabila berjanji, apalagi dengan perjanjian yang berat &#8211; mitsaqan galiza seperti pernikahan, yang menjadikan seseorang mampu teguh dalam memegang perjanjian adalah juga kesabaran dalam dirinya.Hatta, ketika seorang manusia mampu istiqamah menunaikan ketaatan, itu kerana kesabaran yang ada dalam dirinya.</p>
<p>Kerana itu Al-Quran memaparkan Allah memberitahu kita, tatkala kita berhadapan dengan apa jua masalah pun, &#8220;Wahai orang-orang yang beriman!Bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu&#8221;(Ali Imran:200). Inilah fakta yang dikeluarkan Al-Quran. Dan fakta simple inilah yang menolak mentah kenyataan,&#8221;My patience has reach its maximum limits!&#8221; atau &#8220;Aku memang dah cukup bersabar dah dengan dia!Memang Tuhan je tau aku punye sabar dah tahap maksima&#8221;.</p>
<p>Pernah di ofis, dalam sela perbualan saya dgn sahabat Non-Muslim saya, kami bercerita tentang konsep sabar. Dan saya memaparkan konsep sabar menurut Al-Quran yang tidak mengenal batas sebuah kesabaran. Dia lalu mentertawakan saya. &#8220;Are you saying if anybody kills your mother, you&#8217;ll better be patience and do nothing about it?&#8221;. Masa tu saya jadi terdiam. Dalam hati saya terfikir semua jenis konsep hudud yang membenarkan kita membunuh kembali pembunuh yang membunuh saudara kita tanpa alasan tapi saya diam. Saya tidak mahu membicarakan hukum hudud Islam kepada orang yang tak percaya tentang Al-Quran. Akan panjang argument bila dia bertanya tentang sebatan, rejam kepada penzina, potong tangan kepada pencuri dll.</p>
<p>Tetapi semalam semasa session discussion, sahabat menyuruh kami membentangkan tentang Ukhuwwah Persis Sahabat Rasulullah. Setiap participant discussion disuruh membentangkan kisah yang menyentuh ukhuwwah Rasulullah yang benar-benar menyentuh hatinya. Saya kemudian membentangkan tentang Aus dan Khazraj.Dua puak Yathrib yang beratus-ratus tahun dalam perang saudara sampai anak-cucu mereka sudah tidak tahu atas alasan apa moyang mereka berperang tapi terus berperang. Saya selalu kagum dengan kemampuan mereka untuk memaafkan. Sehari sebelum mereka memeluk Islam, sebahagian mereka mungkin mengalami kematian saudara dekat dari tangan suku bertentangan. Malah memang ada kisah Saad bin Ubadah menghunus pedang kepada saudaranya beberapa jam sebelum beliau Islam ditangan pelerai pergaduhan, Mush&#8217;ab bin Umair r.a. Tapi, subhanallah dengan iman mereka, tatkala syahadah terlafaz, seolah peristiwa semalam-ibu yang dibunuh suku lawan atau sebagainya, tidak pernah berlaku. Subhanallah, iman gaya ini selalu membuat saya terkagum-kagum sendiri. Sewaktu membentang, saya jadi, teringat, maknanya sejarah pernah membuktikan wujud orang-orang yang tatkala dibunuh ibunya atau saudaranya, mampu bersabar dengan pembunuhnya semata atas dasar iman, dan mujahadah kesabaran, &#8220;Wahai orang-orang yang beriman!Bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu&#8221;(Ali Imran:200). Maha benar Allah bahawa sabar itu seperti yang difirmankanNya merupakan sesuatu yang tidak mempunyai batasan. Dan ini tanpa melupakan kenyataan Allah juga, yang setiap ujian adalah berkadar langsung dengan kemampuan penerima ujian. Subhanallah&#8230;</p>
<p>Kerana ini, saya kira saya sangat bersetuju dengan kenyataan Harun Yahya dalam The Importance of Patience in the Quran, &#8220;The Quran defines patience as one of the paths that lead people from darkness to light and as an attribute of morality that is superrior to, wide-ranging, and very different from the daily behaviour of many people. Thus patience is a moral characteristic displayed in the face of difficulty and in every moment of life.Moreover, it requires the demonstration of determination (jiddiyah) and consistency during times of ease and hardship, and is a lifelong endeavor that never goes astray even for a moment.(istiqamah,istimrar)&#8221;</p>
<p>Kerana itu, setiap saya melihat masyarakat yang semakin buruk akhlaknya-rasuah mengatasnamakan kebajikan, merompak atas alasan desakan hidup, membunuh atas alasan-alasan sepele, saya jadi tidak keruan. Kerana saya memahami yang hilang dalam jati diri Muslim hari ini adalah sifat sabar Muslim untuk menurut ajaran Al-Quran. Dan sebenarnya, yang menjadikan kita tidak mampu bersabar kerana kita merasa mampu melakukan sabar sendiri, padahal Allah sendiri menyuruh kita meminta pertolongan Allah dalam bersabar, &#8220;Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan solat. Dan solat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk&#8221; (AlBaqarah 2:45).</p>
<p>Saudara se-Islamku,</p>
<p>Seandainya saja kita menyemak teks Al-Quran Ayat 2:45 tadi, kita akan mendapati Allah berfirman, &#8220;Wasta&#8217;inu bissobri was solat&#8230;.&#8221; dan perkataan ista&#8217;inu itu bermula dari huruf alif, sin dan ta. Saya jadi teringat tazkirah seorang sahabat saya yang memang mengambil jurusan Bahasa Arab semasa menghurai ayat ini. Beliau berkata, &#8220;Perkataan yang bermula dengan huruf alif, sin, ta dalam konteks bahasa arab memaparkan sesuatu yang sukar/susah untuk dibuat/diamalkan. Jadi ayat ini menunjukkan sekalipun sabar &#38; solat seolah perkara yang simple tapi sebenarnya Allah tahu ia adalah sesuatu yang sukar. Kan nak sabar waktu tengah bengang, nak khusyuk dalam solat, istiqamah solat awal waktu adalah suatu yang sukar untuk kita amalkan meskipun kita mengetahui kebaikan-kebaikannya sedari kecil. Dan sebab tu perkataan istiqamah pun bermula dengan alif, sin,ta sbb memang bukan hal yang mudah. Sebab tu juga, kalau kita meneliti Al-Quran, tak banyak perkataan yang menggunakan alif, sin,ta ni-nak menunjukkan, banyak yang Allah nak mudahkan dari memberatkan kita&#8221;. Subhanallah&#8230;</p>
<p>***</p>
<p>Harini kita melihat ramai masyarakat Malaysia culas dalam mendirikan solat. Malah, ada terjadi, seorang lelaki yang berkawan dengan sekelompok pekerja yang tidak solat diejek skema kerana solat. Jadi, pada keadaan ini, amat benar; untuk teguh dalam pendirian kita harus selalu meminta pertolongan Allah. Saya tidak mahu membincangkan statistik orang solat dan statistik orang yang tidak solat di Malaysia kerana saya tidak menjumpainya dari mana-mana sedutan akhbar atau pihak bertanggungjawab setelah mencari lebih dari seminggu, tetapi banyak sekali <a href="http://jkim.islam.gov.my/portal/lihat.php?jakim=4193" target="_blank">statistik jenayah</a>, penceraian dan<a href="http://www.carigold.com/portal/forums/archive/index.php/t-64608.html" target="_blank"> murtad</a> yang tersenarai dikeluarkan JAKIM. Semua number berangka lebih dari 100 dan melibatkan individu dan keluarga Muslim.</p>
<p>Saudara se-Islamku,</p>
<p>Allah berfirman dalm surah Al-Ankabut 29:45,&#8221;Sesungguhnya solat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar&#8221;. Tapi dalam surah Al-Ma&#8217;un 107:4-7, Allah berfirman&#8221;Maka celakalah orang yang solat, iaitu orang yang lalai dalam solatnya, yang berbuat riya&#8217; dan enggan memberikan bantuan&#8221;. Dari kedua ini jelas membuktikan Allah bukan menuntut amal solat kita dari pergerakan fizikal semata, tapi Allah menuntut &#8217;solat&#8217;; pelatihan khusyuk, ihsan, muraqabatullah dan lainnya dalam solat diimplementasi dalam seharian hidup kita. Kerananya orang yang solat tapi riya&#8217; dan enggan memberi bantuan dikatakan celaka oleh ALlah, Yang Maha Kuasa. Jadi, seperti mana universiti mempunyai kuota minimum kelayakan untuk terus menjadi pelajar, seperti mana company mempunyai benchmark sebagai performing staff and under perform staff, Allah juga menuntut quality dari gerak solat, gerak ihsan, gerak muraqabatullah setiap Muslim semasa solat dan sepanjang dia melakukan aktiviti hariannya dalam kehidupannya.</p>
<p>Atas alasan quality control yang perlu dihasilkan bagi diri sendiri, kita nak tak nak memang perlu menjadikan diri kita berada dalam zon jiddiyah kesabaran untuk terus menerus berada di atas tali Allah. Jiddiyah kesabaran inilah saudaraku, yang kita perlukan untuk kita khusyuk dalam solat, solat tepat waktu, istiqamah mengejar solat berjemaah, istiqamah mengejar solat berjemaah di masjid, istiqamah melakukan sunat-sunat rawatib dsb. Melatih diri kita untuk jiddiyah kesabaran ini merupakan jihad. Itu yang pasti.</p>
<p>Allah sendiri berfirman dalam AlBalad 90:10-11,&#8221;Dan kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan). Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?&#8221; Jadi, seperti yang Allah sendiri mengiktiraf atas kearifanNya tentang sifat-sifat manusia-jiddiyah untuk istiqamah dalam semua bentuk kebaikan memang merupakan hal yang sukar seperti pendakian yang melelahkan tapi merupakan jalan orang-orang beriman dan diberikan catatan amalan dari tangan kanan, &#8220;Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka adalah golongan kanan&#8221; (Al-Balad 90:17-18)</p>
<p>Jadi, apa pendapat anda tentang orang yang sabar untuk jiddiyah dalam semua bentuk kebaikan dalam solatnya demi menjaga quality solatnya di depan Allah?. Pelatihan khusyuk merupakan pelatihan untuk concentrate dalam suatu pekerjaan dengan kesungguhan yang luar biasa. Pelatihan untuk menjaga waktu solat merupakan pelatihan untuk pengurusan waktu yang paling efision.Pelatihan mengerjakannya secara berjemaah dan di masjid merupakan pelatihan untuk mempersembahkan kualiti kerja yang terbaik dan pelatihan untuk istiqamah dengan rawtib merupakan pelatihan untuk menjadi orang yang oppotunist; membuat alternatif yang sesuai dalam bekerja tanpa perlu pengarahan yang mendetail dari boss. Bukankah ini ciri manusia yang ingin di develop di semua company? Bukankah ciri-ciri ini merupakan ciri orang yang berjaya. Melihat hal ini, amat benar Allah ketika berfirman,&#8221;Sungguh berjaya orang-orang yang beriman. Iaitu orang yang khusyuk dalam solatnya. Dan orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna. Dan orang yang menunaikan zakat, dan memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi, barangsiapa mencari sebalik itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan sungguh beruntung orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara solatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal didalamnya&#8221;(AL-Mukmin 23:1-11)</p>
<p>***</p>
<p>Memahami hal ini, saya ingin sekali kiranya Allah mengizinkan saya untuk menjadi sebahagian dari hambanya yang punya sungai kesabaran dalam dirinya. Besar harapan saya, moga Allah mengizinkan saya untuk punya sungai kesabaran untuk menghadapi kehidupan dari hal yang paling kecil hingga hal yang paling besar dalam kehidupan saya.</p>
<p>Saya juga, selaku orang yang hidup dalam masyarakat, sangat ingin agar saudara-saudara se-Islam saya berusaha untuk mempertingkat jiddiyah kesabaran dalam urusan solat hingga hal ke hal kehidupan kita sehari-hari.Agar kita punya jati diri masyarakat terbaik sepertimana pernah tercatat dalam lembaran-lembaran sejarah dunia. Agar sifat masyarakat Muslim bukan ilusi tapi kenyataan seperti kenyatan Al-Quran dan sejarah.</p>
<p>Kerana sungai kesabaran milik para Nabi as, para sahabat Rasulullah saw dan salafussoleh membuktikan mereka menjadi orang-orang yang disiplinnya tak tertandingi sepanjang zaman. Inilah jalan orang-orang yang istiqamah. Kerana itu Ya Allah jadikan aku orang yang punya sungai kesabaran. Agar aku jadi Al-Mustaqim; orang yang istiqamah. Ihdinassiratal mustaqim. Amin.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekilas tentang Ikhlas]]></title>
<link>http://cantingcandrakirana.wordpress.com/2009/11/25/sekilas-tentang-ikhlas/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 10:14:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>cantingcandrakirana</dc:creator>
<guid>http://cantingcandrakirana.wordpress.com/2009/11/25/sekilas-tentang-ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[Ikhlas, kata yang akrab di telinga dan lidah, namun belum tentu dekat di hati. Ikhlas, kata yang sim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://cantingcandrakirana.wordpress.com/files/2009/11/flower-under-night-sky.jpg"><img src="http://cantingcandrakirana.wordpress.com/files/2009/11/flower-under-night-sky.jpg" alt="" title="flower-under-night-sky" width="240" height="180" class="alignleft size-full wp-image-2335" /></a> Ikhlas, kata yang akrab di telinga dan lidah, namun belum tentu dekat di hati. Ikhlas, kata yang simpel namun memiliki makna yang mengakar dalam hati, dalam jiwa, dari detik penciptaan dan perjalanan hidup kita. Ikhlas, mudah untuk diucapkan, namun seringkali manusia sulit untuk melakukannya, entah karena alasan apapun: ingin dan ego.</p>
<p>Dalam hidup, seringkali segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Lumrah saja bila kita meneropong hidup dari kacamata yang lebih luas. Manusia hidup tidak sendiri. Hal ini bukan berarti pencapaian keinginan adalah hasil kompromi dengan manusia lain, namun berkaitan dengan rencana yang telah Kanjeng Gusti atur untuk kita, atau meminjam istilah dari sekolah kehidupan, garis besar kurikulum pengajaran. Tentunya tidaklah saklek bagi kita, tidak seperti robot. Manusia masih punya hak untuk memilih: menolak atau menjalani.</p>
<p>Misalnya seperti di sekolah, kita merasa sudah belajar mati-matian namun tahu-tahunya nilai kita masih merah. Apa yang terjadi? Seharusnya kita dapat nilai yang lebih bagus, seharusnya kerja keras kita berbuah hasil yang pantas.</p>
<p>Kita bisa saja menyalahkan guru kita, menuduh bahwa ia tidak adil, dan sebagainya. Lalu kita menolak untuk mengikuti kelasnya, menolak untuk belajar. Namun apakah hal itu dapat membuat kita jadi lebih pintar?</p>
<p>Jangan-jangan aksi protes kita alih-alih malah merugikan diri sendiri. Ternyata setelah dievaluasi, cara belajar kita yang salah. Misalnya, bagaimana pelajaran bisa dipahami dengan baik kalau cara belajar kita sistem kebut semalam? Bagaimana kita bisa konsentrasi belajar kalau sebentar-sebentar Blackberry berbunyi dan kita selalu gatal untuk menjawab?</p>
<p>Ketika hubungan saya dengan mantan kekasih berakhir, saya tidak rela. Bagaimana mungkin saya menerima akhir hubungan itu begitu saja? Sudah banyak yang telah saya investasikan dalam hubungan ini: harapan, impian, perasaan, dan pengorbanan.</p>
<p>Awal hubungan kami, dapat dikatakan, tidak berjalan dengan mulus, sandungan kekasih masa lalu masih membayangi hubungan kami. Ketika hubungan itu mulai memasuki tahap yang lebih serius, kami pun dibayangi dengan keraguan akan masa depan dan rasa tidak percaya diri. Namun karena kami saling menyayangi dan perasaan itu telah tumbuh begitu kuat, kami bertahan, meski saya tidak mengerti mengapa kedamaian tidak kami rasakan.</p>
<p>Saat bertemu dengannya, saya merasa bahagia namun saat kami tidak dapat bertemu, saya takut kehilangan. Ketika bertemu dengannya, saya pun sangat mengontrol diri saya karena saya takut berbuat &#8220;salah&#8221; sehingga momen bahagia yang jarang itu pun rusak. Begitupun ia. Dengan caranya sendiri, ia berusaha untuk membahagiakan saya meski ia sendiri merasakan kejanggalan. <em>I love you but something doesn&#8217;t feel right. </em></p>
<p>Putus sambung jadi makanan bulanan kami. Berkali-kali kata itu terucap, namun berkali-kali pula kami menarik keputusan itu karena perasaan rindu dan takut kehilangan.</p>
<p>Ketika putus itu benar-benar final, saya depresi. Bagaimana mungkin hubungan yang telah saya bangun dengan susah payah, dengan pengorbanan yang begitu besar, saya biarkan berakhir begitu saja? Saya menyalahkan awal perjumpaan kami, mengapa kami menjalin hubungan kalau hanya untuk hasil akhir yang sia-sia, menyalahkan sahabat yang senantiasa memberi saran pada saya untuk berani mengutarakan perasaan hati meski bertentangan dengan keinginan (mantan) kekasih saya, tak kurang juga menyalahkan Tuhan yang (waktu itu) saya vonis telah menyeret saya dalam hubungan yang menyedihkan sekaligus melelahkan ini.</p>
<p>Saya marah, saya sedih, saya tidak rela, saya kecewa. Semakin saya memikirkannya dan menyadari bahwa waktu tak bisa diputar kembali, saya putus asa. Saya menutup pintu hati saya, menyeret diri dalam kepahitan dan sarkasme akan kebahagiaan sejati. Saya pesimistis dan menertawakan setiap cerita bahagia orang lain sebab saat itu saya yakin bahwa kebahagiaan itu seperti sepuntung rokok yang dibakar. Lama-lama habis, berubah menjadi abu, ditinggalkan, dan dilupakan.</p>
<p>Namun semakin saya tenggelam dalam kepedihan, semakin saya marah, saya merasa suatu suara jauh dalam hati saya, memanggil saya, mengusap hati saya yang dirundung kegelapan, berbisik pada saya untuk bangkit, berjalan kembali menuju Cahaya.</p>
<p>Saat itu saya teringat ucapan sahabat saya,</p>
<blockquote><p>&#8220;Ketika kamu merasa sepi, rasakanlah. Ketika kamu sedih, rasakanlah. Ketika kamu menyesal, rasakanlah. Jangan kau tolak, sebab dengan begitu, akan kamu rasakan indahnya sepi, sedih, dan sesal.&#8221;</p></blockquote>
<p>Waktu ia mengatakan hal itu pada saya, saya hanya mengangguk-ngangguk pada nasehat yang terdengar idealis dan tidak masuk akal. Namun ketika Tuhan memanggil, siapa yang bisa menolak? Kita adalah bagian dari zat-Nya, kita yang pergi, akhirnya pun akan kembali pada-Nya dengan cara-cara yang misterius dan tidak terduga oleh akal manusia.</p>
<p>Ia berbisik, &#8220;Jadilah ikhlas, anak-Ku.&#8221; Bukan dengan kepasrahan pasif, melainkan menerima dengan sepenuh hati dan rasa syukur. Menikmati aliran hidup dan ayunannya.</p>
<p>Perlahan seiring waktu, saya mulai melihat, meninjau, dan mengevaluasi kembali dengan ikhlas hati. Saya dan dia, dalam perjalanan hidup kami, dipertemukan, diijinkan untuk beriring bersama, saling mengenal, dan membuka rahasia hati masing-masing. Dalam proses itu, ada kasih, ada pembelajaran, baik mengenai pasangan maupun tentang diri sendiri. Ia bercerita pada saya tentang dunianya dan begitupun saya, berbagi pemikiran, berbagi perasaan. Indah rasa bahagia itu, indah pula rasa rindu, sepi, sedih, dan sesal.</p>
<p>Saya pun sadar bahwa saya tidak mungkin berada di tempat saya sekarang tanpa ia pernah hadir dalam hidup saya. Contoh kecil, saya tidak mungkin berani bermimpi menjadi penulis kalau bukan ia yang mendorong saya terus-menerus. Saya tidak mungkin bekerja di industri saya sekarang jika ia tidak mengenalkan dunia ini pada saya. Contoh besarnya, saya tidak mungkin mengenal diri saya dengan lebih baik seperti sekarang jika tidak melalui hubungan dengannya. Mengutip Paulo Coelho, &#8220;kesulitan&#8221; (<em>difficulty</em>) adalah &#8220;alat&#8221; yang teruji &#8220;turun-temurun&#8221; bagi manusia untuk mengenal dirinya. Saya pun bersyukur atas segala hal yang telah Tuhan ijinkan untuk saya alami.</p>
<p>Tentunya ikhlas tidak terjadi dalam semalam. Butuh proses. Bukan waktu yang paling dibutuhkan, melainkan sikap hati dan kesadaran, bahwa kita adalah bagian dari-Nya, jatuh bangun kita selalu disertai oleh-Nya, dan di balik kekelaman sekalipun, berkat menunggu untuk kita singkap.</p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>Jakarta, 25 November 2009</em></p>
<p><em><a title="Canting Candrakirana" href="http://cantingcandrakirana.wordpress.com">Canting Candrakirana</a></em></p>
<p>Posted also in <a href="http://ngerumpi.com/baca/2009/11/25/sekilas-tentang-ikhlas.html">Ngerumpi</a></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/p7DykKw6ACw&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/p7DykKw6ACw&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PERKEMBANGAN EMOSI]]></title>
<link>http://tegartia.wordpress.com/2009/11/24/perkembangan-emosi/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 11:57:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>tegartia</dc:creator>
<guid>http://tegartia.wordpress.com/2009/11/24/perkembangan-emosi/</guid>
<description><![CDATA[Keadaan emosi dalam Masa Kanak-kanak Akhir berbeda dengan dalam Masa Kanak-kanak Awal dalam dua hal ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Keadaan emosi dalam Masa Kanak-kanak Akhir berbeda dengan dalam Masa Kanak-kanak Awal dalam dua hal ialah :<br />
1.    Macam situasi yang menimbulkan bentuk emosi tertentu.<br />
2    .Cara memberikan respon tehadap emosi yang dialaminya itu.<br />
Perubahan-perubahan tersenut di atas disebabkan karena pengalamannya yang lebih luas dan dengan demikian dia mempelajari reaksi-reakis lain. Oleh karena pengalaman itu, anak mengetahui bahwa ada cara-cara menyatakan emosi yang tdak disenangi oleh masyarakat. Dan oleh karena ia ingin disenangi oleh masyarakat, maka dia berusaha untuk tidak memberikan reaksi-reaksi yang tidak disenangi oleh orang lain.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Beberapa bentuk emosi dalam Masa Kanak-kanak Akhir :<br />
1.    Marah<br />
Dalam masa ini terdapat lebih banyak keadaan yang dapat menimbulkan rasa marah daripada dalam masa sebelumnya jadi di waktu anak masih lebih muda. Hal ini disebabkan oleh karena dia lebih besar keinginannya akan kebebasan diri. Bilamana terhalang untuk mendapatkan hal tersebut, makan ras marah anak akan timbul.<br />
Hal-hal alin yang menimbulkan rasa marah adalah antara lain bilaman anak :<br />
-    Diganggu sewaktu mengerjakan sutau hal.<br />
-    Senantiasa diktitik (dikecam).<br />
-    Dibandingkan dengan anak lain dengan menjelek-jelekannya.<br />
-    Terus-menerus diberi nasehat.<br />
-    Dimarahi atau dihukum ketika di amengerjakan suatu hal, akan tetapi sebenarnya tidak ia kerjakan.<br />
-    Melihat seseorang mengerjakan suatau hal yang tidak jujur atau mengganggu orang lain.<br />
-    Tidak mencapai tujuannya. Hal ini terjadi oleh karena anak menempatkan cita-citanya terlalu tinggi daripada kemampuannya.<br />
Cara-cara anak menyatakan rasa marah antara lain sebagai berikut :<br />
-    Tidak mau berbicara.<br />
-    Menentang.<br />
-    Mencari sebab untuk bertengkar.<br />
-    Memukul.</p>
<p>2.    Takut<br />
Banyak sebab-sebab yang menimbulkan rasa takut pada masa kanak-kanak awal, tidak menjadi sebab rasa takut pada masa ini. beberapa hal yang paling sering menimbulkan rasa takut pada masa ini adalah antara lain :<br />
-    Kegelapan.<br />
-    Dokter, dokter gigi.<br />
-    Digigit anjing dsb.<br />
Anak pada mas ini lebih sering merasa takut yang disebabkan oleh hal-hal yang timbul dalam fantasinya daripada hal-hal yang nyata. Misalnya : dalam gelap mereka selalu membayangkan adanya bayangan-bayangan yang menakutkan. Rasa malu, yang merupakan rasa takut dalam masa kanak-kanak awal.<br />
Cara-cara menyatakan rasa malu adalah sebagi berikut :<br />
-    Menarik hidung.<br />
-    Menarik-narik telinga.<br />
-    Menarik-narik pakaian.<br />
-    Beralih berdirinya dari kaki yang satu ke kaki yang lain dsb.<br />
Rasa cemas yang merupakan ras takut yang disebabkan oleh hal-hal yang tidak benar-benar atau pasti ada, akan tetapi dibayangkan saja, mulai timbul pada periode ini. Hal-hal yang sering menimbulkan rasa cemas adalah sebagi berikut :<br />
-    Problem-problem di sekolah seperti gagal dalam suatu test, datang terlambat, tidak naik kelas dsb.<br />
-    Problem-problem di dalam keluarga seperti menyesuaikan dengan kehendak orang tua, dengan saudara-saudara dsb.</p>
<p>3.    Rasa iri hati (Jealousy)<br />
Kadang-kadang ras iri hati pada sudaranya dalam periode ini lebih mendalam karena anak merasa bahwa adik-adiknya lenih banyak berada di dekat ibunya. Dia harus bersekolah dan adiknya tidak. Jadi pada waktu sekolah, perhatian ibu tercurah pada adiknya sedang dia terpaksa berada dengan orang-orang yang asing baginya. Anak yang lebih beasr terkadang juga merasa iri dengan teman-teman yang lebihpopuler atau yang lebih baik darinya dalam hal olah raga, peljaran atau keteramapilan lain.<br />
Cara menyatakan iri hati yaitu sebagai berikut :<br />
-    Bertengkar.<br />
-    Membicarakan orang atau anak yang menimbulkan rasa iri hatinya.<br />
-    Mentertawakan orang atau anak yang menimbulkan rasa iri hatinya.<br />
-    Mengganggu orang atau anak yang menimbulkan rasa iri hatinya.<br />
-    Tidak mau menyapa.<br />
-    Memberikan komentar yang sarkatis (menghina).</p>
<p>4.    Rasa ingin tahu<br />
Pada umumnya rasa ingin tahu pada anak-anak pada masa ini tidak demikian kuat, karena dia sudah lebih mengenal sekitarnya. Hal-halyang sekarang menarik perhatiannya adalah hal-hal yang dahulu tidak boleh didekatinya seperti korek api, kompor, mobil dan mesinnya dsb.<br />
Cara-cara menyatakan rasa ingin tahunya andalah sebagai berikut :<br />
-    Memeriksa hal-hal yang menimbulkan rasa ingin tahunya.<br />
-    Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang hal-hal yang menimbulkan rasa ingin tahunya.<br />
-    Jika anak sudah dapat membaca, dia banyak membaca tentang hal-hal yang ingin diketahuinya.</p>
<p>5.    Rasa kasih sayang<br />
Anak pada mas ini tidak senang menyatakan rasa kasih sayang pada siapapun juga. Terutama anak laki-laki sama sekali tidak senang dicium atau ditimang-timang.<br />
Cara-cara menyatakan rasa kasih sayangt adalah sebagai berikut :<br />
-    Ingin selalu berada di dekat orang yang disayanginya.<br />
-    Membantu orang yang disayanginya.</p>
<p>6.    Rasa gembira<br />
Hal-hal yang menyebabkannya adalah sama dengan dalam masa kanak-kanak awal. Cara menyatakannya adalah sama dengan masa kanak-kanak awal, akan tetapi anak-anak dalam masa ini lebih tenang. Anak laki-laki memukul temannya di punggung atau kepalanya, jika mereka sangat gembira. Anak perempuan merangkul dan mencium temannya bilaman sangat gembira.<br />
Hal periode dimana emosionalitasnya dipertinggi. Pada waktu anak masuk sekolah, dia lebih emosional  dari biasanya, oleh karena dia harus mengadakan penyesuaian-penyesuaian baru. Setelah anak dapat mengadakan penyesuaian dengan keadaan di sekolah secara baik, maka emosi yang dipertinggi akan hilang lagi dan anak mengalami ketenangan kembali.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Senggol...BACOK...!!!! part 2 ]]></title>
<link>http://hurufkatadankalimatmasariyo.wordpress.com/2009/11/23/senggol-bacok-part-2/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 20:29:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dimas Ariyo Nugroho</dc:creator>
<guid>http://hurufkatadankalimatmasariyo.wordpress.com/2009/11/23/senggol-bacok-part-2/</guid>
<description><![CDATA[anjritt,,&#8230;&#8230;&#8230;ngent*t&#8230;.. baru aja gw agak reda amarah tapi harus naik lagi.. g]]></description>
<content:encoded><![CDATA[anjritt,,&#8230;&#8230;&#8230;ngent*t&#8230;.. baru aja gw agak reda amarah tapi harus naik lagi.. g]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Senggol....BACOK....!!!!!]]></title>
<link>http://hurufkatadankalimatmasariyo.wordpress.com/2009/11/23/senggol-bacok/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 20:22:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dimas Ariyo Nugroho</dc:creator>
<guid>http://hurufkatadankalimatmasariyo.wordpress.com/2009/11/23/senggol-bacok/</guid>
<description><![CDATA[I don&#8217;t know what&#8217;s wrong with me today&#8230; hari ini hari yang sangat aneh buat saya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[I don&#8217;t know what&#8217;s wrong with me today&#8230; hari ini hari yang sangat aneh buat saya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[semua gara-gara gratisan]]></title>
<link>http://blazeside.wordpress.com/2009/11/22/semua-gara-gara-gratisan/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 00:46:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>blazeside</dc:creator>
<guid>http://blazeside.wordpress.com/2009/11/22/semua-gara-gara-gratisan/</guid>
<description><![CDATA[Sesuai judulna gw pengen crita kejadian yg gw alami kemaren, huhh! berawal dari sms, dan gw pake ope]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sesuai judulna gw pengen crita kejadian yg gw alami kemaren,</p>
<p>huhh! berawal dari sms, dan gw pake operator seluler yg kasiy fitur serba gratisan niy! tau kan? tau donk! wakakakakakakak</p>
<p>&#8216;uhuk huk huk &#8211;&#62; keselek gw kebanyakan ngakak&#8217;</p>
<p>kenapa gw milih yg super gratisan?</p>
<p>alasan klasik! karna gw termasuk pelajar irit!</p>
<p>pelajar yg ga terlalu mendewakan kualitas dari pada kuantitas! hahahahaha</p>
<p>akhirnya pagi-pagi kemaren sohib gw sms, kayaknya ga ada temen dia dirumah, akhirnya kita smsan, pake acara curhat kali yak?</p>
<p>dan beberapa kali jaringan selalu naik turun begitu seterusnya&#8230;</p>
<p>kadang-kadang tiap menit ga ada signal sama sekali,</p>
<p>ya ampunnnn! gw kesel ndiri! sampe akhirnya balasan sms dari sohib gw ga nyampe&#8217; ke hape gw. Kesel ndiri [ngerasa sms gw ga dibales], gw sms dia trus tanya kenapa ga di bales?</p>
<p>sohib gw tetep ga baless&#8230; sampe gw kesel ndiri, pake acara negative thingking lagi.  Dan dengan lama kemudian, sms dari sohib gw nyampe&#8217;!</p>
<p>asem! kenapa baru masuk?</p>
<p>jadina salah paham kan gw ama sohib sendiri!</p>
<p>hiks, semua ini gara-gara gratisan&#8230;</p>
<p>gw bener-bener malu pake bentak-bentak mintak dibales&#8230;</p>
<p>hehehehehe, huh! nasib-nasib!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tak Ada Yang Sempurna Di Mata Ego Kita]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/20/tak-ada-yang-sempurna-di-mata-ego-kita/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 06:33:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/20/tak-ada-yang-sempurna-di-mata-ego-kita/</guid>
<description><![CDATA[Selama kita menggunakan kacamata “persepsi” kita, di dunia ini tidak akan ada orang yang sempurna di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>Selama kita menggunakan kacamata “persepsi” kita, di dunia ini tidak akan ada orang yang sempurna di mata kita..</p></blockquote>
<p>Bila sudah ada persepsi dan cara pandang yang baku dalam diri kita, selalu saja kita dapat melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, Selalu saja saya dapat menemukan sesuatu yang saya “anggap” sebagai kelemahan-kelemahan dalam diri orang lain. Dan kelemahan2 mereka, kesalahan dan kekurangan dalam diri mereka sungguh mengganggu pikiran saya. Saya menjadi gelisah dan tidak tenang. Dan di kepala saya selalu muncul gambaran-gambaran akan kesalahan2 dan kekurangan2 mereka. Terutama hal semacam ini terjadi kepada mereka yang terlalu intelektual, dan lebih cenderung menggunakan logika daripada perasaan.</p>
<p>Aku ingat sekali waktu itu aku hampir marah-marah kepada ayah saya, entah kenapa, setiap kali saya mandi, dia selalu mematikan pompa air sanyo, sehingga air mandi menjadi macet dan saya harus keluar dan teriak2 untuk minta dinyalakan kembali. Hal ini terjadi berulang-ulang dan sering terjadi. Di mata saya, Ayah saya adalah seorang yang “bodoh” dan tidak tanggap terhadap situasi dan kondisi. Dia tidak lulus sekolah sd. Kecerdasan emosional sungguh rendah dan daya empatinya juga rendah. Sehingga saya selalu merasa kewalahan menghadapi orang semacam ini. Seharusnya saya tidak mempunyai ayah yang demikian. Itulah pemikiran saya.</p>
<p>Baru saja, saya mau marah.. Dan saya mencoba menenangkan diri, tiba2 dalam sepersekian detik, saya teringat.. selama sehari-sehari, ayah sayalah yang mencuci piring saya.. saya telah makan &#38; minum, dia yang mencuci piring dan gelas saya.. dia sering tidak mengizinkan saya untuk mencuci piring.. dia juga yang menyetrika baju dan celana saya, dan saya tinggal pakai saja. <strong>Ia telah melakukan ini selama bertahun-tahun.</strong> Dan seolah-olah dia telah menjadi pembantu di rumah ini.</p>
<p>Mengapa aku sangat jarang memperhatikan hal-hal semacam ini, Mengapa aku tidak berterima kasih atas usaha dan jerih payahnya untuk menjadi seorang “ayah” menurut caranya. Walaupun bukan itu sebenarnya yang aku inginkan. Ia telah berusaha semampunya sebatas kemampuannya. Ia memang tidak sempurna.. begitu juga dengan diriku.. anaknya yang tidak sempurna.. Apa yang telah aku berikan kepada dia sebagai sang Ayah ? Di rumah aku hanya makan &#38; minum, meletakkan piring &#38; gelas dan kemudian pergi keluar.. Aku mandi dan memakai baju yang telah disetrika dan meletakkan baju kotor itu di tempat cucian dan kemudian pergi.. pulang2 ke rumah untuk tidur. Aku jarang menghibur dirinya. Jarang juga memberikan sesuatu atau uang. Bahkan apa yang telah aku lakukan tidak sebanding dengan apa yang telah ia lakukan. Lalu kenapa aku marah2 ?</p>
<p>Tidak terasa, air mata telah menetes di pipiku ini.. Aku telah terbiasa dimanja.. dan ini adalah kesalahan kedua belah pihak.. Mulai kini aku berjanji untuk mengintropeksi diri, bukan untuk orang lain, tapi untuk kebaikan diriku sendiri. Sifat menghakimi ini sungguh egois. Masalah pompa air sanyo pun terselesaikan begitu saja, semenjak saya merasa enjoy aja.. apakah air sanyo itu dimatikan atau tidak. Bila dimatikan, saya tidak lagi marah2. Paling2 saya keluar dan ngomong baik2, atau saya sendiri turun menyalakan air sanyo itu. Sejak itu, tidak ada lagi peristiwa air sanyo yang dimatikan waktu mandi. Heran juga.. terselesaikan begitu saja.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TWENTY-THREE: 2000 - Kids In Philly]]></title>
<link>http://sarahpingeton.wordpress.com/2009/11/18/twenty-three-2000/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 23:43:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>sarahpingeton</dc:creator>
<guid>http://sarahpingeton.wordpress.com/2009/11/18/twenty-three-2000/</guid>
<description><![CDATA[I am not sure exactly when I discovered the band Marah, but I can tell you how it happened: my broth]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>I am not sure exactly when I discovered the band Marah, but I can tell you how it happened: my brother listened to them. Shocking, I know.  The first Marah song I heard was &#8220;Round Eye Blues&#8221; blasting, full volume, from my brother&#8217;s bedroom. If I had to guess, this was sometime after he tried to learn the dance to Britney Spears&#8217; &#8220;Stronger&#8221; and sometime before the day I came home to hear Vanessa Carlton booming through the neighborhood &#8212; probably early 2002.</p>
<p>Aside from the brief ventures into the horrifying girl-pop of the early 2000&#8217;s, I can normally trust my brother&#8217;s taste in music to be reasonably cool, and for the most part we enjoy the same music. I asked what the song was, he told me, and I wrote it down on the blotter on my desk. I tried to google it and couldn&#8217;t find anything, so I let it go. I wouldn&#8217;t venture into the world of Marah again (aside from when I found myself trapped in a baby blue 1993 Toyota Paseo) until sometime in 2004.</p>
<p><img class="aligncenter" title="kids in philly" src="http://thedailyjam.net/wp-content/uploads/2009/08/marah_kip1.jpg" alt="" width="400" height="400" /></p>
<p>Marah has produced 9 albums, the second of which,<em> Kids in Philly, </em>was released in 2000. I am familiar with 8 of the 9 albums, and if forced to choose a favorite, <em>Kids in Philly </em>may very well be it. It&#8217;s honest and artistic and very real music. The kind of stuff that belongs on the radio in lieu of the majority of the crap that is forced upon us. The band is obviously influenced by Springsteen (and is closely affiliated with him) but maintains its own identity and sound.</p>
<p><em>Kids in Philly </em>is sort of a jam session gone incredibly right. It&#8217;s high energy, and can lift me out of almost any bad mood, even though the lyrics are far from inherently upbeat.</p>
<p>Marah has been cycled through the CD player (and now, iPod, because I have a death wish and a tape deck) in my car with pretty high regularity since winter 2004. It&#8217;s not exactly the kind of stuff I sing along to (when it comes to songs like &#8220;The Catfisherman&#8221; I doubt I could even if I tried) but it does provide a consistently very enjoyable and interesting listening experience. When I&#8217;m looking to be entertained rather than entertaining myself on long rides, I choose Marah.</p>
<p><em>Kids in Philly </em>is a special album because on it is &#8220;Round Eye Blues&#8221;. This song is not only the first Marah song I ever heard, but it remains my favorite Marah song. Outside of classics from the Beatles, Springsteen, and Simon and Garfunkel that automatically rank higher (cultural capital?) &#8220;Round Eye Blues&#8221; is probably my favorite song of all time, period. I absolutely cannot relate to the song in any way as it is based on a poem written about the Korean War (I wonder, do the Koreans call it the American War?), and the studio version does not have any harmonica (I love me some mouth harp), but it does have a beat and a passion that I can&#8217;t get over.</p>
<p>Simply, <em>Kids in Philly </em>is an outstanding album that has played an enormous role in my musical life.</p>
<p>Please do me (and yourself) a favor and listen to &#8220;Round Eye Blues&#8221;.</p>
<p>Note: This is an acoustic version, and while it&#8217;s still excellent, I prefer the album version (there&#8217;s <strong>accordion</strong>).</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/4bh2YvuebjY&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/4bh2YvuebjY&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mandi Puisi]]></title>
<link>http://sarahtidaksendiri.wordpress.com/2009/11/12/mandi-puisi/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 10:25:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>sarahtidaksendiri</dc:creator>
<guid>http://sarahtidaksendiri.wordpress.com/2009/11/12/mandi-puisi/</guid>
<description><![CDATA[Aku hanya ingin mandi puisi malam ini Sebab Aku mungkin memunafikkan hatiku yang selalu butuh bayang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku hanya ingin mandi puisi malam ini Sebab Aku mungkin memunafikkan hatiku yang selalu butuh bayang]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wednesday Evening Bible Study 11/11/09]]></title>
<link>http://carrlanebaptist1988.wordpress.com/2009/11/11/wednesday-evening-bible-study-111109/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 17:14:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>carrlanebaptist1988</dc:creator>
<guid>http://carrlanebaptist1988.wordpress.com/2009/11/11/wednesday-evening-bible-study-111109/</guid>
<description><![CDATA[Bitter Water In The Journey &#8211; Exodus 15:22-27 Delivered from Egypt and her army, by crossing t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Bitter Water In The Journey &#8211; Exodus 15:22-27</strong></p>
<p>Delivered from Egypt and her army, by crossing the Red Sea they have sang a song, the Song of Moses, and the Song of Miriam.  In the six verses of this study we see they have gone from praising and singing to complaining in just about three short days.<br />
The wonders and glories of God have been seen by the eyes of the Israelites, then with their first trial they become bitter.  Water is a symbol of life, and it is life giving.  Without water there can no one or thing live.</p>
<p>OUTLINE -<br />
I. GONE THREE DAYS BUT FIND NO WATER (v. 22).<br />
II.  FINDING WATER THEY DISCOVER THAT IT IS BITTER &#8211; UNDRINKABLE (v. 23).<br />
III.  BITTER CIRCUMSTANCES [WATER] LED TO BITTER COMPLAINING (v. 24).<br />
IV. MOSES CRIES OUT TO GOD IN PRAYER, AND GOD SHOWS HIM A TREE (v. 25).<br />
V.  THE LORD GIVES A PROMISE OF PROTECTION FROM DISEASE TO THE PEOPLE (v. 26).<br />
VI.  THE TRAIL OF BITTERNESS LED TO A PLACE OF BLESSING (v. 27).</p>
<p>Study Questions -</p>
<p>1.  Who was leading the children when they came to the place Marah [bitter] waters?<br />
A.  Moses.    B. The LORD in the pillar of cloud and fire.<br />
C.  Pharoah.    D.  The will of the people.</p>
<p>2.  It took only three days for the Israelite people to foget the greatness and power of God. (v. 22)    True     False</p>
<p>3.  When the people of Israel were led to ____________ they discovered it was _______________.  (v. 23)</p>
<p>4.  Because of the bitter water they began to praise and thank the LORD for His goodness.  (v. 24)    True     False</p>
<p>5.  When the people had complained about it they complained against&#8230;  (v. 24)<br />
A.  The land.    B.  Pharoah of Egypt.<br />
C.  Moses      D.  None of these</p>
<p>6.  Moses did as all __________  ________________ should do and cried out to the _____________ . (v. 25)</p>
<p>7.  Verse 25 tells us that the tree is a picture of Jesus and the cross.  True     False</p>
<p>8.  When Moses cast the _____________ into the water the water was made _____________ . (v. 25)</p>
<p>9.  The LORD promises to keep the diseases of Egypt from the people if they will&#8230; (v. 26)<br />
A.  &#8230;live like the Egyptians.    B.  &#8230;conquer every enemy.<br />
C.  &#8230;live without complaint    D.  &#8230;heed the voice of the LORD and do what is right.</p>
<p>10.  The LORD led them to a place where there was ______________ ____________ of water and palm trees numbering ____________ .</p>
<p>-Tim A. Blankenship</p>
<p>ANSWERS-</p>
<p>1.  B;  2.  True;  3. water, bitter;  4. False;  5. Moses;  6. God&#8217;s people, LORD;  7. False;  8. tree, sweet;  9. D;  10. twelve wells, seventy</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ingatkan Tupai Itu Hebat Melompat, Rupanya Tersungkur Jua...]]></title>
<link>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/11/11/ingatkan-tupai-itu-hebat-melompat-rupanya-tersungkur-jua/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 13:25:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>5y4hRuL</dc:creator>
<guid>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/11/11/ingatkan-tupai-itu-hebat-melompat-rupanya-tersungkur-jua/</guid>
<description><![CDATA[Kepulauan MELATives &#8211; Seorang jejaka yang kini dikenali sebagai suspek juga seorang pelakon po]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Kepulauan <strong>MELATi</strong>ves &#8211; Seorang jejaka yang kini dikenali sebagai suspek juga seorang pelakon popular di kepulauan ini telah berjaya ditangkap atas tuduhan sengaja mereka-reka cerita dan bercinta secara senyap-senyap diserahkan bagi tujuan siasatan lanjut pada petang Isnin kelmarin. Suspek tersebut dikesan telah memperdayakan seorang penulis blog sejak lebih sebulan yang lalu. Gerak-geri suspek yang selama ini diekori akhirnya berjaya terbongkar berikutan <em>&#8220;leaking information&#8221; </em>dari seorang kenalan suspek.</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis blog tersebut yang khabarnya bengang dengan tindakan suspek telah berjaya mengepung suspek bersama seorang <em>informer</em> yang sengaja merancang bagi tujuan &#8220;pendedahan&#8221; dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Suspek yang terperangkap dilaporkan tidak berjaya mengaburi mata pihak yang menyoal siasat akhirnya kecundang namun sengaja mengubah-ubah kenyataan tidak bersalah di peringkat awal  soal siasat dijalankan. Penulis blog tersebut juga bersama informernya sengaja merancang untuk mengepung suspek ketika suspek leka menonton televisyen bagi tujuan membalas dendam akibat perbuatan tidak telus suspek. Suspek khabarnya telah lama menjalinkan hubungan dengan seorang  WANI~ta tempatan namun sengaja berdalih dek bimbang dikeji masyarakat setempat. Perlakuan suspek yang selama ini sengaja menghidupkan api kemarahan Sang Pencinta telah menimbukan dendam pada mangsa kejadian.</p>
<p style="text-align:justify;">Soal siasat tersebut yang lebih mirip berbentuk<em> &#8221; Sweet Revenge &#8221; </em>sememangnya diatur dengan modus operandi yang terancang. Walaupun pelbagai soalan ditujukan, namun suspek begitu angkuh enggan menjawab sebarang pertanyaan namun hanya tertawa dengan penuh biadap sejurus soalan yang diajukan. Akhirnya suspek terlepas pandang dan tidak berhati-hati dengan soalan penulis blog tersebut apabila ;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Aku rasa aku ada nombor telefon dia. 012 5** **** kan ? &#8220;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Yer kot &#8221; </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Apa laa nombor kekasih sendiri pun tak ingat. &#8220;<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Aku mana laa ingat nombor dia. &#8220;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan jawapan itu maka jelas tiada sebarang bentuk penafian di situ. Suspek telah membenarkan kenyataan penulis blog bahawa WANI~ta itu ialah teman WANI~tanya. Kalau tidak sudah tentu suspek akan menjawab<em> &#8221; Mana aku ada kekasih. &#8221; </em></p>
<p style="text-align:justify;">Telah terbukti kini suspek rupanya sedang dilamun cinta namun tidak mendedahkannya kerana bimbang dikeji penduduk setempat. Perbuatannya mengundang padah dan apabila rahsia ini terbongkar seluruh kepulauan Malaya juga akan dapat menyaksikan drama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Buat teman WANI~ta suspek, tahniah penulis ucapkan kerana berjaya meruntuhkan ego seorang lelaki Jawa ini untuk bercinta. Akhirnya Tuhan telah bayar &#8220;cash&#8221; terhadap apa yang telah dikatakan oleh suspek tersebut suatu ketika dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_804" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-804" title="6335_1210786669188_1214370930_30646814_3679203_n" src="http://agungnyadoaibu.wordpress.com/files/2009/11/6335_1210786669188_1214370930_30646814_3679203_n.jpg?w=300" alt="6335_1210786669188_1214370930_30646814_3679203_n" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">kau nak mengaku ker atau...AKU...</p></div>
<p style="text-align:justify;">Moral kejadian &#8211; Bercinta tidak salah. Berahsia dengan sengaja mendustakan kepada kekawan adalah SALAH !</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[When Anger Takes Place]]></title>
<link>http://wheremindtakesme.wordpress.com/2009/11/10/when-anger-takes-place/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:43:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>myalterego</dc:creator>
<guid>http://wheremindtakesme.wordpress.com/2009/11/10/when-anger-takes-place/</guid>
<description><![CDATA[Hal apa yang bikin gue membenci diri gue sendiri? Hal apa yang bikin gue marah ke diri gue sendiri? ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Hal apa yang bikin gue membenci diri gue sendiri?</em></p>
<p><em>Hal apa yang bikin gue marah ke diri gue sendiri?</em></p>
<p><em>Hal apa yang paling gue hindarin?</em></p>
<p>Jawabannya cuma satu : <strong>Marah</strong></p>
<p>Gue paling benci kalo gue sedang marah, capek, pengen gak marah, tapi ada beberapa hal yang memaksa gue untuk marah, ketika otak, hati dan perasaan sedang gak sinkron.</p>
<p>Lucunya, semakin gue marah, semakin gue marah ama diri gue sendiri; <em>kenapa sih gue harus marah? Toh cuma masalah sekecil ini doang, bodoh…bodoh…bodoh..</em></p>
<p><em>“Stupid things come from anger, that’s why they have the Anger Management class”</em></p>
<p>Gue bukan orang yang tempramen, gue jarang marah, bisa ditanyakan ke orang-orang sekitar gue, dan sekiranyapun gue marah, gue bakal diam seribu bahasa, jangan diganggu, gue memilih diam karena gue gak mau mengeluarkan kata-kata yang nantinya gue sesalin, dengan diam seribu bahasa, gue punya waktu untuk menganalisa sebab dan akibat kemarahan gue, mendinginkan otak, bahkan kadang-kadang gue sampe mandi <em>*jangan tanya relevansinya apa, gue juga gak tau*</em></p>
<p>Begitu gue udah siap dan gak marah lagi, gue bakal kembali ke sediakala, tapi jeleknya, gue bukan orang yang mau dan suka membicarakan sebab kemarahan gue, akibatnya, sebab yang sama akan terus <em>looping </em>dan<em> </em>terjadi berulang-ulang, dan kemungkinannya cuma 2, either gue yang mencoba mentoleransi sebab tersebut ato, gue kembali diam seribu bahasa…?</p>
<p><em>“When you get mad, the evils completely take over your mind”</em></p>
<p>Banyak yang bisa terjadi pada saat lo marah, jeleknya hampir sebagian besar akan disesali sesudahnya, walaupun, mungkin orang tersebut deserve to be treated that way, tapi, gue percaya, manusia tidak berhak menghukum manusia lain atas kesalahannya, biarkan itu pekerjaan Tuhan, dan apakah Tuhan bekerja melalui kita? trust me.. when you got mad, the only thing approaching you is evil, so I’ll leave it for you to answer.</p>
<p>Ketika kita dikuasai kemarahan, telinga terasa tuli untuk mendengarkan alasan-alasan yang mungkin ada, hati terasa panas, mulut pun terkunci apalagi untuk mengeluarkan kata “saya maafkan”, pada saat yang bersamaan, sang iblis pun menjalankan aksinya, berbicara melalui mulut orang yang marah, mengeluarkan berbagai caci maki, otak lo bakal cuma dipenuhi oleh berbagai rencana pembalasan seolah-olah kata-kata kotor dan caci maki belum cukup untuk membuat si terdakwa tersakiti.</p>
<p><em>“Force yourself to act according your common sense, even if you are mad as hell”</em></p>
<p>Take deep breath, gue ngerti betapa beratnya untuk menekan amarah, tapi marah itu gak ada gunanya, gak bisa menyelesaikan apapun.</p>
<p>Gue tipe orang yang gak suka menjilat ludah sendiri, bahkan pada saat gue marah, kata-kata yang keluar gak pernah gue tarik kembali, itulah sebabnya gue selalu berusaha menekan temper gue, supaya nantinya gak melakukan suatu kebodohan, apalagi kalo buntut-buntutnya akan merugikan.</p>
<p><em>“Mad makes your face ugly..!”</em></p>
<p>Kening berkerut, mata mengecil, otot pipi menegang, muka berubah menjadi merah, bola mata melotot sperti hampir mau keluar, bibir monyong-monyong.. well, does it looks good on you?? Marah itu bikin cepet tua, bikin cepet sakit dan bikin kita dijauhin orang. Sekali-kali kalo lo marah, coba deh ngaca, pasti nantinya jadi ketawa ngeliat muka sendiri.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>“Make peace with your anger, it is worth to try”</em></p>
<p>That’s the key, gue selalu mencoba berdamai dengan amarah gue, bukan berarti gue membohongi dan membodohi diri sendiri, take it as a lesson, shit happens everyday, is your choice either to get mad everyday, or make a peace with it, life is too short to get mad on every shit that happened, coba lebih bersabar, “sabar itu ada batasnya..!” well.. again.. ngapain sih yg bagus-bagus dibatesin..?</p>
<p><em>Whatever is begun in anger ends in shame &#8211; Benjamin Franklin</em></p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ada yang marah]]></title>
<link>http://mylocalagenda.wordpress.com/2009/11/09/ada-yang-marah/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:59:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://mylocalagenda.wordpress.com/2009/11/09/ada-yang-marah/</guid>
<description><![CDATA[Ada yang marah dan mengkritik pembentang selepas data-data ini di suarakan. Kenapa mesti marah? Data]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/va9AqgxVg98&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/va9AqgxVg98&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Ada yang marah dan mengkritik pembentang selepas data-data ini di suarakan.</p>
<p>Kenapa mesti marah? Data-data ini amat membantu.</p>
<p>Data ini menunjukkan  status semasa dan penerimaan semasa rakyat. </p>
<p>Semua organisasi memerlukan data dalam membuat gerak-kerja,misi dan hala-tuju. </p>
<p>Ini menunjukkan rakyat sedang protes kepimpinan sekarang. Rakyat tak tahu istilah walaa&#8217;.</p>
<p>Data ini tak ada semasa PAS(TRG) kecundang 2004. PAS(TRG)  hanya menerima kesannya.</p>
<p>Isu royalti dan duit ehsan bukan lah isu mega. Ia adalah antara isu-isu.</p>
<p>Statement &#8220;Marahkan pembentang adalah PRIMITIF&#8221; amat BETUL dan TEPAT.</p>
<p>Dalam bahasa mudah, </p>
<p>&#8220;JANGANL MARAHKAN PELANGGAN KALAU MEREKA TAK SUDI BELI BARANGAN YANG KITA JUAL.PRODUK INI SUDAH KURANG UMPPH&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kendalikan Diri Tatkala Marah]]></title>
<link>http://bagussetiawan.wordpress.com/2009/11/08/kendalikan-diri-tatkala-marah/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 05:44:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>bagussetiawan</dc:creator>
<guid>http://bagussetiawan.wordpress.com/2009/11/08/kendalikan-diri-tatkala-marah/</guid>
<description><![CDATA[Allhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><em>Allhamdulillah</em>, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> dan kaum muslimin yang senantiasa mengikutinya hingga akhir zaman. Amma ba’d.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-109" title="Fire-wallpaper" src="http://bagussetiawan.wordpress.com/files/2009/11/fire-wallpaper.jpg?w=150" alt="Fire-wallpaper" width="150" height="120" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kaum muslimin <em>rahimahullah</em>, telah kita ketahui sebuah hadits shahih dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>,</p>
<h2 style="text-align:right;">أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم أوصني قال لا تغضب فردد مرارا قال لا تغضب</h2>
<p style="text-align:justify;">Ada seorang laki-laki meminta nasehat kepada Rasulullah, “Nasehatilah aku” Rasulullah menjawab, “Jangan marah!”, kemudian laki-laki tersebut mengulangi permohonannya lagi, Rasulullah menjawab, “Jangan marah” (HR. Bukhori)</p>
<p style="text-align:justify;">Marah adalah batu yang dilemparkan oleh syetan ke dalam hati setiap Bani Adam sehingga nafasnya memburu, memerah wajahnya, sampai mendidih darah seorang Bani Adam karena marah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana Saat Marah Menghinggapi Hati Kita?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Marah adalah hal yang wajar tatkala manusia tidak menyukai sesuatu yang mengganggu dan menyakitinya, bahkan Rasulullahpun pernah marah. Namun beliau adalah sebaik-baiknya orang yang dapat mengendalikan marah. Inilah nasehat beliau kepada kaum muslimin tatkala marah,</p>
<p style="text-align:justify;">ü  <strong>Hendaknya segera diam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<h2 style="text-align:right;">و إذا غضب أحدكم فليسكت</h2>
<p style="text-align:justify;">Jika salah satu dari kalian marah hendaknya diam (HR Bukhori dalam Adabul Mufrod, dan Ahmad, dishahihkan Syaikh Albani dalam Silsilah Ash Shohihah)</p>
<p style="text-align:justify;">ü  <strong>Berta’awudz</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah bersabda,</p>
<h2 style="text-align:right;">إذا غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه</h2>
<p style="text-align:justify;">Jika seorang diantara kalian marah hendaknya dia mengatakan <em>“A’udzubillah”</em> (aku berlindung pada Allah) maka akan mereda kemarahannya. (dikeluarkan As Sahmy, dishahihkan Syaikh Albani <em>rahimahullah</em> dalam Shahih Al Jami’)</p>
<p style="text-align:justify;">Catatan : ta’awudz diatas tanpa tambahan <em>minasy syaitanir rajim</em> sebagaimana pada dzohir hadits.</p>
<p style="text-align:justify;">ü  <strong>Mengganti Posisi Tubuh</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Cara lain yang disyariatkan untuk meredakan kemarahan adalah mengganti posisi tubuh sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Dzar <em>radhiyallahu ‘anhu</em></p>
<h2 style="text-align:right;">إذا غضب أحدكم و هو قائم فليجلس فإن ذهب عنه الغضب و إلا فليضطجع</h2>
<p style="text-align:justify;">Jika salah seorang diantara kalian marah sedangkan kalian dalam keadaan berdiri, hendaknya dia duduk, jika belum mereda hendaknya dia berbaring. (HR Abu Daud dan Ibnu Hibban, dishahihkan Al Albani dalam Shohih Al Jami’)</p>
<p style="text-align:justify;">ü  <strong>Berwudhu</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalilnya adalah hadits berikut,</p>
<h2 style="text-align:right;">إن الغضب من الشيطان وإن الشيطان خلق من النار وإنما تطفأ النار بالماء فإذا غضب أحدكم فليتوضأ</h2>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya marah itu datangnya dari syetan, dan syetan diciptakan dari api. Dan sesungguhnya api itu dapat dipadamkan dengan air. Jika salah satu diantara kalian marah hendaknya dia berwudhu’ (HR. Abu Dawud dan Ahmad, Hadits ini dan hadits semakna yang lain didhoifkan Syaikh Al Albani, tetapi Syaikh Ibn Baz menghasankannya. Syaikh Ibn ‘Utsaimin juga mengambil hadits ini sebagai dalil)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Inilah Buah Menahan Marah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah dan RasulNya telah menjanjikan buah dari kesabaran tatkala seseorang mampu menahan dan mengendalikan marah. Cukuplah janji Allah dan Rasulnya kita jadikan <em>targhib</em></p>
<p style="text-align:justify;">ü  <strong>Mendapatkan Jannah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu,</p>
<h2 style="text-align:right;">قال رجل لرسول الله صلى الله عليه و سلم دلني على عمل يدخلني الجنة قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لا تغضب ولك الجنة</h2>
<p style="text-align:justify;">Seorang laki-laki berkata pada Rasulullah, ”Tunjukkan padaku sebuah amalan yang dapat memasukkanku ke surga”, Rasulullah mengatakan, “Jangan marah, maka bagimu surga” (HR. Thabrani dengan 2 jalur, salah satunya dishahih-lighoirihi-kan Al Albani)</p>
<p style="text-align:justify;">ü <strong>Jauh Dari Kemarahan Allah</strong><strong> </strong></p>
<h2 style="text-align:right;">عن ابن عمر رضي الله عنهما أنه سأل رسول الله صلى الله عليه و سلم ما يباعدني من غضب الله عز و جل قال لا تغضب</h2>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Umar bertanya pada Rasulullah, “Amalan apa yang dapat menjauhkanku dari kemarahan Allah?” Lantas Beliau menjawab, “Jangan marah!” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban, dihasankan Al Albani, Shohih Targhib wa Tarhib).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Khowatim</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kaum muslimin <em>hadaanallah</em>, sesungguhnya tatkala Rasulullah mengulang nasehatnya “Jangan marah!” sampai dua kali, hal ini menunjukkan betapa diperhatikannya marah ini dalam Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Al ‘Utsaimin mengisahkan dampak sebuah kemarahan. Seorang laki-laki tatkala dia marah pada keluarganya, dia mentalaq istrinya, hingga jatuhlah talaq itu pada istrinya. Dengan menyesal laki-laki ini pergi ke satu ulama menanyakan permasalahannya. Tatkala ulama itu menjawab talaqnya telah jatuh, maka dia mencari ulama yang lain yang mau berfatwa sesuai harapannya, tatkala ulama kedua ini memfatwakan hal yang sama dengan ulama pertama, pergilah laki-laki ini mencari ulama yang lain lagi. Begitulah seterusnya..(iyyaka wal ghodhob, sahab.net) Inilah salah satu dari sekian banyak penyesalan dari sebuah kemarahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai penutup marilah kita resapi sebuah ungkapan yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<h2 style="text-align:right;">ليس الشديد بالصرعة إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب</h2>
<p style="text-align:justify;">Bukanlah seorang yang kuat itu seorang menang dalam gulat, tapi seorang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya saat marah (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Allah melimpahkan hidayahNya pada kita, sehingga masing-masing kita mampu menguasi diri kita tatkala marah menghinggapi hati. <em>Washallallau ‘ala nabiyyina Muhammad, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">18 Dzul Qoida, ba’da shubuh al mubarok</p>
<p style="text-align:justify;">Kamar Atas Masjid Paling Rame</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Luqman</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wanita Bahagia]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/08/wanita-bahagia/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 02:56:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/08/wanita-bahagia/</guid>
<description><![CDATA[“Setelah aku menikah dengannya, Ahmad mengusulkan agar selama beberapa tahun aku dan dirinya tinggal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>“Setelah aku menikah dengannya, Ahmad mengusulkan agar selama beberapa tahun aku dan dirinya tinggal di rumah ayah dan ibunya. Tapi aku menolak, “Tidakkah engkau khawatir bakal terjadi pertengkaran?” “Benar apa yang kau katakan. Tapi supaya aku punya tabungan untuk membeli rumah yang kita inginkan, sebaiknya untuk beberapa waktu kita tinggal di rumah ayah ibu.”</p>
<p>Sebelum bermusyawarah dengan keluargaku, aku menerima usulan itu. Tapi ketika aku membicarakannya dengan ibu dan saudari – saudariku, dengan serta merta mereka berkata, “Putriku! Apakah engkau sudah kehilangan akal sehatmu? Bagaimana mungkin engkau hidup bersama di rumah mertua?” “Apa salahnya?” Jawabku sekenanya. “Apakah engkau tak pernah mendengar pepatah yang mengatakan, ‘Menantu wanita dan mertua masing – masing punya selera berbeda,’” sergah ibuku. Lalu saudariku menambahkan, “Kalau engkau tidak merasa terganggu, dia yang akan merasa terganggu!”</p>
<p>Mendengar penjelasan itu, aku berkata pada Ahmad, “Ahmad, aku tak akan tinggal di sini.” Ahmad yang mengetahui dari mana pendapatku berasal, lalu berkata, “Tak masalah. Tapi kita tinggal di sini dulu untuk beberapa lama, lalu pindah.”</p>
<p>“Kalau begitu, apa bedanya?” tanyaku.<br />
“Kalau dengan pola pikirmu itu engkau enggan tinggal bersama ayah ibuku, engkau sama sekali tak akan mengenyahkan pola pikir yang keliru itu dari benakmu,” jawab Ahmad.</p>
<p>Selama beberapa bulan kami tinggal di rumah ayah ibunya. Pasti Anda akan bertanya – tanya tentang apakah aku menghadapi berbagai persoalan atau tidak. Harus kukatakan sejujurnya bahwa aku memang menghadapi banyak persoalan dan kesulitan. Tapi kami mampu menyelesaikannya dengan mudah. Sebagai contoh, Ahmad bersikap tegas dan bijaksana. Dia tak mengizinkanku mengadukan sikap ibunya kepadanya. Dia juga tidak membolehkan ibunya mengadu kepadanya tentang sikapku. Dia meminta kami menyelesaikan sendiri persoalan masing – masing.</p>
<p>Ahmad sangat menjaga kehormatan dan kemuliaan ibunya dan diriku. Sikapnya yang bijaksana itu membuatku berharap mampu mengajarkan sikap tersebut kepada anak – anakku.</p>
<p>Aku masih ingat hari – hari pertama aku mengeluhkan berbagai persoalan yang sebenarnya membebani dirinya. Namun dengan penuh sabar, dia mendengar keluhanku. Lalu kami duduk berjam – jam untuk saling mengungkapkan beberapa argumen dan bukti; bahwa sekiranya aku mampu mengubah sikap dan pola pikirku, aku akan meraih keberhasilan dalam kehidupan rumah tanggaku.</p>
<p>Suatu hari, sebelum suamiku pulang. Pikiranku disibukkan dengan suatu masalah. Aku merasa bahwa akar persoalan ini berasal dari Ahmad. Karena itu, ketika Ahmad pulang aku bersikap dingin dan tidak menyambut kedatangannya seperti biasa. Dengan lembut dia berkata, “Istriku, kenapa engkau tampak murung?” Kupalingkan wajahku sambil berkata ketus, “Engkau telah menipu orang lain dengan mulut manismu.</p>
<p>Sampai detik ini aku tertipu rayuanmu!”</p>
<p>Setelah mengucapkan kalimat itu, aku mendadak kalap dan melontarkan kata – kata kasar kepada Ahmad yang memandangku dengan lembut dan suci. “Aku sudah capek hidup denganmu!” Dengan kalem, Ahmad duduk di hadapanku, menundukkan kepala, dan sabar menanti sampai aku selesai mengumpat. Setelah aku terdiam, dia merasa keadaanku sudah tenang.<br />
Dia lalu meminta izin keluar rumah. Setengah jam kemudian, dia pulang dengan membawa sekotak kue tart dan dua gelas es krim, “Setelah engkau menguras tenaga karena marah, kue tart dan es krim ini kiranya dapat mengembalikan energimu yang hilang!”</p>
<p>Aku tetap terdiam menanti reaksi Ahmad. Tapi dengan tenang dia mengunyah kue tart dan es krim yang dibawanya itu. Aku pun ikut – ikutan mengunyahnya. Ahmad berkata, “Engkau keliru menilai diriku. Jelas itu bukan masalah penting. Sebab, boleh jadi aku sendiri sering melakukan kesalahan semacam itu.”</p>
<p>Lalu dia memberikan penjelasan yang membuktikan bahwa aku salah dalam menilainya. Setelah merasa tenang, aku berkata pada Ahmad, “Bagaimana caranya engkau memiliki sikap setenang itu?” Ahmad menjawab, “Aku tak beda dengan yang lain. Aku bukan seperti yang kau bayangkan.”</p>
<p>Kujawab, “Tidak, itu tidak benar! Engkau begitu tenang dan sabar, tidak gampang marah, menghormati orang lain; jarang ada orang yang punya sifat sepertimu.” Dia menjawab, “Boleh jadi kata – katamu itu benar adanya.” Lalu dia menatap ke sudut ruangan sambil berkata, “Sewaktu aku masih kuliah, terdapat dua orang dosen yang amat kuhormati dan keduanya orang baik. Mereka berdua adalah suami istri yang berwawasan luas serta punya perikemanusiaan yang sangat tinggi. Sama sekali tak pernah terlintas dalam benakku kalau suatu hari kedua insan itu bersitegang dan bertengkar; nyatanya itu memang benar – benar terjadi.</p>
<p>Pada hari itu, aku sedang berada di ruang bapak dosenku. Ketika sibuk menjawab berbagai pertanyaanku, tiba – tiba istrinya datang dalam keadaan marah. Aku tak tahu apa yang terjadi. Namun bapak dosenku berusaha tidak menampakkan amarahnya di hadapanku. Melihat suasana yang kurang menyenangkan itu, aku segera minta izin kepadanya untuk keluar. Tapi dia tak mengizinkan dan aku pun tetap duduk di situ.</p>
<p>Mulailah keduanya saling bantah. Ketika nada suara mereka berdua makin tinggi, tiba – tiba aku mendengar suara tamparan bapak dosen ke telinga istrinya! Tamparan itu membuat sang istri terdiam dan berhenti bicara. Tapi aku menganggap perbuatan itu justru telah menjatuhkan kewibawaan suaminya. Dia menunjukkan sikap yang tak patut dilakukan seorang lelaki. Semestinya dia mencari cara lain dalam menghadapi perangai buruk istrinya.</p>
<p>Dari peristiwa itu aku mengambil pelajaran bahwa aku tak akan melakukan apa yang terlanjur dilakukannya. Sejak itulah aku berusaha untuk menjaga kehormatan dan harga diriku dan orang lain, dengan senantiasa bersikap tenang ketika sedang marah.”</p>
<p>Oh Ahmad, engkau memang penyabar dan suami ideal. Hidup bersamamu, membuatku merasakan kebahagiaan yang purna. Engkau benar – benar lelaki sejati!”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rendah Hati Dan Minta Maaf]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/08/rendah-hati-dan-minta-maaf/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 02:50:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/08/rendah-hati-dan-minta-maaf/</guid>
<description><![CDATA[Terdapat dua keluarga yang bertetanggaan, sebutlah keluarga Adrian dan keluarga Rudy. Keluarga Adria]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Terdapat dua keluarga yang bertetanggaan, sebutlah keluarga Adrian dan keluarga Rudy. Keluarga Adrian termasuk keluarga yang cukup harmonis&#8230;Sedangkan keluarga Rudy, seringkali bermasalah dalam kehidupan berumah tangganya&#8230;</p>
<p>Pada suatu hari, bertemulah si Rudy dan si Adrian, dengan rasa kesal&#8230;Rudy menceritakan salah satu kejadian yang selalu membuat rumah tangga mereka dalam kondisi kepanasan dan mau meledak-ledak.</p>
<p>Rudy pun bercerita&#8230;.<br />
Adrian, kamu tahu gak, tiap hari saya dibuat kesal sama keluarga saya, tiap hari ribut tiap hari ribut&#8230;pusing saya, gimana ga emosi, kemaren itu&#8230;saya lagi nonton tv, ibu lagi persiapkan makan malam, dan anak saya baru pulang ekstrakurikuler sekolah, karena haus, anak saya terburu-buru menenggak segelas air, dan ga lama pun terdengar &#8220;PRANGGGG&#8221;, piring di meja pun tersenggol&#8230;.</p>
<p>Langsunglah si Ibu teriak : &#8220;Anakku, kamu ga punya mata yah, jelas-jelas itu piring ada di meja&#8221;</p>
<p>Karena anak saya sifatnya seperti ibunya, di sahutlah &#8220;Mama aja suka taruh piring sembarangan&#8221;.</p>
<p>Karena situasi sangat tegang, si mbok sang pembantu pun sedang menyaksikan tegangnya perdebatan itu&#8230;Disemprot lah si mbok &#8220;Hoi, mbok, dah di gaji ga tau diri, cuma ngeliatin doank, itu piring di beresin&#8221;.</p>
<p>Akhirnya makan malam pun siap, karena kejadian tadi, nafsu makan saya pun berkurang&#8230;eh, ga taunya saya kena semprot juga&#8230; &#8220;Papa gimana sih, masakan mama ga enak ya, udah lah mama capek2 masak, papa makannya sedikit, mama capek&#8221;</p>
<p>Saya pusing dan saya bilang aja &#8220;Terserah mama lah, tiap hari ribut, ga cukup apa, ribut2 mulu&#8221;</p>
<p>Ya akhirnya hari ini beneran istri saya ga masak&#8230;<br />
Huahh&#8230;saya bingung kenapa sih selalu ribut, ga seperti kamu yang selalu damai dan tentram&#8230;.</p>
<p>Kemudian pembicaraan di potong oleh Adrian<br />
Haha&#8230;.Rudy rudy&#8230;semua itu karena ke-tinggian-hati kalian masing&#8230;<br />
Gini saya juga pernah kejadian&#8230;.sama persis ama kamu rud&#8230;</p>
<p>Sama persis waktu itu saya lagi nonton, istri lagi masak, anak baru pulang dari maen bola&#8230;<br />
karena haus, anak saya terburu-buru menenggak segelas air, dan lebih parahnya vas bunga kesayangan istri saya tersenggol&#8230;.terdengar &#8220;PRANGGGG&#8221;,</p>
<p>Sebelum istri saya naik pitam, anak saya langsung meminta maaf<br />
&#8220;Mom, maafkan saya mom, saya bener2 tidak sengaja memecahkan vas bunga kesayangan mom, saya bener2 minta maaf mom&#8221;</p>
<p>Karena Anak saya meminta maaf dengan tulus, si Ibu pun merespon : &#8220;Anakku, lain kali kamu harus lebih hati-hati ya, sudah ga apa-apa, masih bisa beli lagi&#8221;</p>
<p>Karena mempunyai sifat rendah hati, istri dan anak saya segera merapikan pecahan vas bunga itu&#8230;si mbok sang pembantu melihat situasi majikan mau membersihkan pecahan tersebut, tanpa pikir panjang si mbok bilang &#8220;Nya, den, udah biar mbok aja yang beresin, maaf nya,den, mbok dah tua, jadi agak lambat geraknya&#8221;</p>
<p>Akhirnya makan malam kami pun berlangsung dengan damai dan tentram.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku sedih, aku kecewa, aku marah]]></title>
<link>http://elrianjani.wordpress.com/2009/11/07/aku-sedih-aku-kecewa-aku-marah-2/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 05:41:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>elrianjani</dc:creator>
<guid>http://elrianjani.wordpress.com/2009/11/07/aku-sedih-aku-kecewa-aku-marah-2/</guid>
<description><![CDATA[Semua luapan kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan bercampur jadi satu. Aku kecewa dan marah dengan m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Semua luapan kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan bercampur jadi satu. Aku kecewa dan marah dengan mereka, teman-teman yang kuanggap baik dan menghormatiku, ternyata tidak lebih baik dari seekor hewan. Memperlakukanku seperti orang tak punya hati, mungkin lebih, seseorang yang tak punya jiwa dan nyawa. Aku heran, mengapa mereka tega melakukannya. Yang jelas, aku di kota ini sendiri, dan akan terus sendiri hingga semuanya berakhir!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku sedih, aku kecewa, aku marah]]></title>
<link>http://elrianjani.wordpress.com/2009/11/07/aku-sedih-aku-kecewa-aku-marah/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 05:41:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>elrianjani</dc:creator>
<guid>http://elrianjani.wordpress.com/2009/11/07/aku-sedih-aku-kecewa-aku-marah/</guid>
<description><![CDATA[Semua luapan kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan bercampur jadi satu. Aku kecewa dan marah dengan m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Semua luapan kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan bercampur jadi satu. Aku kecewa dan marah dengan mereka, teman-teman yang kuanggap baik dan menghormatiku, ternyata tidak lebih baik dari seekor hewan. Memperlakukanku seperti orang tak punya hati, mungkin lebih, seseorang yang tak punya jiwa dan nyawa. Aku heran, mengapa mereka tega melakukannya. Yang jelas, aku di kota ini sendiri, dan akan terus sendiri hingga semuanya berakhir!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar dari nyamuk.]]></title>
<link>http://bundadontworry.wordpress.com/2009/11/07/belajar-dari-nyamuk/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 03:11:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>bundadontworry</dc:creator>
<guid>http://bundadontworry.wordpress.com/2009/11/07/belajar-dari-nyamuk/</guid>
<description><![CDATA[Sore itu nyamuk begitu banyak, lebih banyak dari biasanya. Sejak siang pintu depan memang sering dib]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sore itu nyamuk begitu banyak, lebih banyak dari biasanya. Sejak siang pintu depan memang sering dib]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
