<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>marketing-stuff &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/marketing-stuff/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "marketing-stuff"</description>
	<pubDate>Tue, 21 May 2013 19:23:14 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Moving Average? Mau tahu alasan saya kenapa gak mau pake?]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/07/moving-average-mau-tahu-alasan-saya-kenapa-gak-mau-pake/</link>
<pubDate>Wed, 06 Jun 2012 17:12:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/07/moving-average-mau-tahu-alasan-saya-kenapa-gak-mau-pake/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Moving average itu adalah alat analisis teknikal yang biasanya pertama kali dike]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Moving average itu adalah alat analisis teknikal yang biasanya pertama kali dikenal oleh seorang teknikal analisis.  In fact.. nggak cuman untuk analisis teknikal sih&#8230; kalau anda tanya sama analis fundamental atau ekonom, atau anak kuliahan ekonomi manajemen yang barusan lulus, mereka biasanya minimal ngerti apa itu moving average.  Ini karena alat analisis ini, banyak juga ditemui pada beberapa textbook analisis fundamental.  Saya aja, pertama kali menemui alat analisis ini pada buku &#8216;Teori Portfolio dan Analisis Investasi karangan dosen saya, ketika saya menempuh mata kuliah TPAI, Prof Suad Husnan (meski saya hanya diajar oleh pak Mamduh Hanafi&#8230; asisten beliau ketika itu), di Kampus saya, Kampus Biru, lebih dari 15 tahun yang lalu.  Nggak heran, kalau hampir semua orang yang berkecimpung di dunia persahaman, tahu akan indikator ini.</p>
<p>Tahukah anda mengenai pendapat atau sikap saya mengenai Moving Average?  Jawaban saya selalu jelas dan tegas:</p>
<blockquote><p><strong>SAYA <span style="text-decoration:underline;">TIDAK MAU</span> MENGGUNAKAN MOVING AVERAGE!!!!</strong></p></blockquote>
<p>Banyak sih alasannya.  Beberapa alasan awal, sebenarnya alasan yang textbook.  Alasan yang anda temui pada buku-buku teknikal dasar, sekelas Murphy atau Pring, seperti:</p>
<ul>
<li><strong>Signal beli atau signal jual yang muncul cenderung terlambat</strong>.   Yang tergolong satu &#8216;genre&#8217; (aliran) dengan alasan ini adalah: <em>harga sering kali sudah bergerak terlalu jauh dari level terendah (bottom)</em>, atau <em>Harga sering kali sudah beberapa hari bergerak dari bottom sebelum signal mulai muncul</em>.</li>
<li><strong>Ketika trend sedang berlangsung mendatar, indikator moving average ini sering kali bergerak whipsaw</strong>.  Whipsaw ini suatu kondisi dimana moving average bergerak mendatar dan harga bergerak melintasi moving average dan memberikan signal beli atau signal jual berulang-ulang (lihat gambar dari <a href="http://www.theincrediblecharts.com" rel="nofollow">http://www.theincrediblecharts.com</a> dibawah ini) sehingga signal beli dan signal jualnya memberikan hasil yang merugikan.</li>
</ul>
<p><a href="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/06/120606-ma-whipsaw.png"><img class="size-full wp-image-6764 aligncenter" title="120606 ma whipsaw" src="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/06/120606-ma-whipsaw.png?w=400&#038;h=282" alt="" width="400" height="282" /></a></p>
<ul>
<li><strong>Sulit menentukan periode dari moving average yang benar</strong>.  Mau jangka pendek (MA 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, atau 10), jangka menengah (15, 20, 35,36,37,38, 39 dst sampai 50), atau jangka panjang (MA 100, 200, 250, 500, 3000).</li>
<li><strong>Sulit menentukan metode mana yang mau digunakan</strong> (Simple, Exponential, weighted, triangular, dst, dll).</li>
<li>Sudah sulit menentukan, sulit menghitung, terus kena pasal: <strong><a href="http://www.investopedia.com/university/movingaverage/movingaverages3.asp#axzz1wzRFWt65" target="_blank">No average is foolproof</a> </strong>(terjemahan saya: nggak ada periode moving average yang selalu benar).</li>
</ul>
<p>Nah.. terus&#8230; karena orang sadar akan semua kesulitan tersebut, orang kemudian menggunakan lebih dari satu moving average.  Yang agak pintar sedikit, lari ke <a href="http://stockcharts.com/school/doku.php?id=chart_school:technical_indicators:moving_average_conve" target="_blank">MACD</a> atau <a href="http://stockcharts.com/school/doku.php?id=chart_school:technical_indicators:macd-histogram" target="_blank">MACD Histogram</a> yang hasilnya agak lebih bagusan.  Tapi yang tidak termasuk golongan pertama tadi (dengan konotasi negatif), macet atau stuck dengan dual atau tripple MA.  Ini karena orang bilang.. signalnya lebih meyakinkan, lebih kuat, lebih terkonfirmasi.  Tapi.. ujungnya sih.. tetap sama saja: kelemahan-kelemahan diatas, tetap saja muncul.  Artinya: hasilnya tetap saja buruk, tapi dengan metode yang lebih sulit!  Yah.. biasa kan orang Indonesia, kalau dikasi yang lebih sulit, katanya pasti lebih berhasil.  Dan yang menerangkan juga terlihat lebih pintar.. Padahal&#8230; yang terjadi&#8230; hehehe&#8230;</p>
<p>Eh.. ini belum selesai.  Ada satu golongan lain lagi, yang lebih &#8216;kreatif&#8217;.  Mereka menggunakan banyak moving average, terus dikasi warna&#8230; biar menarik katanya.  Biasa&#8230; orang Indonesia itu, kan selalu terpukau dengan pencitraan, keindahan yang hanya didepan saja.   Gambar moving average yang biasa-biasa saja, bisa berubah.</p>
<p><a href="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/06/120606-moving-average-ribbon.gif"><img class="size-full wp-image-6762 aligncenter" title="120606 Moving Average Ribbon" src="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/06/120606-moving-average-ribbon.gif?w=448&#038;h=317" alt="" width="448" height="317" /></a></p>
<p>Indah kan? Bagus kan? Seger kan?  Yang jelas bagi saya&#8230; menjelaskannya jelas lebih sulit.  Itu sebabnya, kursusnya sering kali lebih mahal.  Padahal, hasilnya juga kurang lebih sama gak jelasnya. Hehehe&#8230; semakin gak karuan.</p>
<p>Dulu&#8230; ketika saya menggunakan moving average sebagai indikator acuan, saya merasa bahwa saya menjadi memiliki beberapa sifat yang baru:</p>
<ol>
<li>Selalu terlambat (gimana gak terlambat orang indikatornya seperti itu?)</li>
<li>Suka kejar-kejaran harga (kalau terlambat, maunya ngejaaaar terus)</li>
<li>Buy high sell low (hehehe.. kalau market lagi flat, ini yang selalu terjadi)</li>
<li>Peragu (mau pake MA periode berapa? MA cara apa?)</li>
<li>Plin-plan (MA yang ini, signalnya beli, yang itu signalnya jual)</li>
<li>Tukang ngeles (Kalau pake MA yang biasa saya pake signalnya beli, saya bilang beli ternyata harga hanya naik sebentar terus turun lagi, berarti saya tinggal pindah/ngeles dengan menggunakan MA yang lebih panjang)</li>
<li>Maunya bener sendiri (gimana nggak selalu benar.. kan selalu ada MA yang benar dan bisa digunakan untuk menjelaskan arah harga?)</li>
</ol>
<p>Hasil nyata dari strategi beli dan strategi jual yang terlihat pada klien saya (ketika itu saya belum trading sendiri), adalah sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/06/120606-buy-sell-until-broke.jpg"><img class="size-full wp-image-6763 aligncenter" title="120606 buy sell until broke" src="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/06/120606-buy-sell-until-broke.jpg?w=593&#038;h=430" alt="" width="593" height="430" /></a></p>
<p>Hehehe&#8230;</p>
<p>So&#8230; Indikator moving average itu, dipake sendiri oleh analisnya saja, sudah membuat analis tersebut&#8230; setidaknya saya&#8230; menjadi bingung, presisi prediksi rendah, tapi ditambah 4 sifat negatif itu tadi.  Nah&#8230; sekarang&#8230; anda kemudian, karena merasa bahwa anda masih belum ahli dalam hal memprediksi harga, anda kemudian ikut-ikutan dengan orang-orang yang seperti itu.</p>
<p>Hehehe&#8230;.</p>
<p>Mari kita ulangi lagi apa yang saya sebut tadi pertama kali:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>SAYA <span style="text-decoration:underline;">TIDAK MAU</span> MENGGUNAKAN MOVING AVERAGE!</strong></p>
<p>No other comment ah&#8230;  Just repeat it until you broke&#8230; hehehe</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p>PS: Baca juga tulisan lama saya mengenai <a href="http://rencanatrading.wordpress.com/2011/10/06/cara-menjadi-analis-yang-selalu-benar/">bagaimana cara yang harus anda lakukan, untuk menjadi analis yang selalu benar</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Susahnya menjadi Kapten Kapal... Susah juga menjadi Analis..*]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/06/susahnya-menjadi-kapten-kapal-susah-juga-menjadi-analis/</link>
<pubDate>Wed, 06 Jun 2012 04:14:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/06/susahnya-menjadi-kapten-kapal-susah-juga-menjadi-analis/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Beberapa waktu yang lalu, berita tentang Costa Concordia pasti sudah sempat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, berita tentang Costa Concordia pasti sudah sempat &#8216;mencuri&#8217; perhatian anda.  <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Costa_Concordia" target="_blank">Costa Concordia</a> ini adalah nama dari sebuah kapal pesiar yang kandas di pulau Giglio, di perairan Italia.  Salah satu yang menarik adalah cerita dari Kapten Kapal yang kemudian dituduh sebagai penanggungjawab dari kematian 13 orang yang menjadi korban.  Kapten kapal ini menjadi pesakitan karena dia keluar dari kapal, sebelum penumpang terakhir keluar dari kapal.  Dia bahkah <a href="http://www.voanews.com/indonesian/news/Kapten-Kapal-Pesiar-Tolak-Perintah-Pengawal-Pantai-Italia-137553143.html" target="_blank">menolak untuk kembali ke kapal tersebut, ketika Kapten Pengawal Pantai memerintahkannya</a>. Kapten kapal ini saat ini tengah menjalani proses persidangan atas semua tuduhan yang dihadapinya.</p>
<p>Analis, bukanlah seorang Kapten Kapal.  Kalau ibarat awak kapal, seorang analis itu hanyalah seorang navigator.  Akan tetapi, ditengah orang-orang yang berada disekitarnya (broker/dealer, sales, marketing, fund manager, direksi, nasabah), &#8216;peran&#8217; (role) dari seorang analis, itu kurang lebih sama.  Dia harus menjadi leader, menjadi sumber inspirasi, menjadi petunjuk jalan, memberitahukan apa yang harus dilakukan.</p>
<ul>
<li>Seorang Kapten Kapal harus mampu &#8216;melihat lebih jauh kedepan&#8217;.  Melihat bagaimana kondisi cuaca didepan.  Apakah kapal masih bisa melewati jalan tersebut, atau kapal harus mencari rute yang lain.  Kalau ada badai didepan, Kapten Kapal harus memutuskan untuk terus, atau menghindar.</li>
<li>Kalau kapal masuk ke perairan dangkal, seorang Kapten Kapal harus tahu resiko yang dihadapi.  Mana daerah-daerah yang dangkal dan berpotensi membuat kapal kandas.</li>
<li>Ketika kapal kandas, seorang Kapten Kapal harus mampu &#8216;menampingi&#8217; orang-orang yang berada di sekitarnya, ketika saat-saat kritis. <a href="http://id.berita.yahoo.com/kapten-kapal-costa-concordia-buang-satu-jam-waktu-065022557.html" target="_blank">Setiap jam, menit, ataupun (kalau mungkin) detik akan menjadi sangat berharga</a>.</li>
<li>Ketika kapal kandas, ketika &#8216;kondisi berkembang tidak seperti yang diharapkan&#8217;, seorang Kapten Kapal tidak boleh menjadi <a href="http://www.detiknews.com/read/2012/01/16/161357/1816846/1148/kabur-saat-musibah-kapten-costa-concordia-dijuluki-kapten-pengecut" target="_blank">pengecut yang memilih keselamatan diri sendiri</a>, meninggalkan tanggung jawabnya, demi keselamatan diri sendiri, popularitas, atau demi apapun.  Seorang Kapten Kapal harus menjadi seorang mampu &#8216;melindungi&#8217;, menjadi orang yang terakhir keluar.  Atau, setidaknya, Kapten Kapal harus &#8216;make sure&#8217; (meyakinkan diri) bahwa semua orang sudah keluar kapal, baru setelah itu dia bisa meninggalkan kapal.  Jika tidak&#8230; hehehe&#8230; kabarnya, <a href="http://www.antaranews.com/berita/292927/kapten-kapal-costa-concordia-diancam-15-tahun-penjara" target="_blank">Kapten Kapal dari Costa Concordia terancam hukuman 15 tahun</a> karena meninggalkan kapal sebelum ia melakukan langkah-langkah penyelamatan yang diangap perlu.</li>
</ul>
<p>Menjadi analis atau mungkin juga &#8216;kompor&#8217; di pasar modal, itu kurang lebih sama.</p>
<blockquote><p>Jadi analis itu, jangan hanya berani bilang beli ini, beli itu, tapi ketika market bearish, menghilang.  Yang lebih ancur lagi, ketika tren harga mulai patah, malah semakin giat memberikan rekomendasi beli, agar teman-teman bandarnya bisa jualan, sedangkan pengikutnya pada nyangkut semua.</p></blockquote>
<p>Market mau naik, market mau turun, semua cuman disitu.  BEI juga disitu.  Indonesia juga tidak bisa pindah.  Dalam kondisi seperti apapun, kita harus selalu bersama-sama orang yang kita dampingi.</p>
<p>Analis (kompor pasar modal) itu, jangan malah menjadi pendorong bagi mereka yang sedang ditepi jurang.  IHSG sudah jatuh dari atas 4000, harga sudah sampai 3700-3750.. malah sudah tembus.  Orang sudah stress.. mau bilang IHSG 3600? 3550?  Lantas ngapain? IHSG  masih bisa turun 50-100 poin, terus mau suruh jualan? Nggak lihat apa kalau IHSG sudah turun hampir 10 persen?</p>
<blockquote><p>Menjadi analis (atau kompor) di pasar modal, kita harus bisa melihat kedepan dengan lebih jauh.  Melihat apa yang berada dibalik horizon.</p></blockquote>
<p>Jangan hanya terus &#8216;fokus&#8217; pada &#8216;saat&#8217; ini.  Tidak pula fokus pada &#8216;kemarin&#8217;.  Jangan pula fokus pada sesuatu yang terlalu jauh, yang jelas tidak terlihat (valuasi 10 tahun lagi.. jangan dilihatin.. ngapain juga gitu loh?).  Realistis lah&#8230; Rasional</p>
<p>Pagi ini&#8230; IHSG sudah melewati resisten 3781.  Masalah masih ada pada HSI yang belum juga melewati resisten.  Tapi.. kalau ternyata resisten ditembus:</p>
<blockquote><p>Sadarlah bahwa volatilitas pasar, volatilitas harga, memang sangat tinggi.  Kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri.</p></blockquote>
<p>Orang yang cuman bisa rekomendasi ketika pasar sedang bagus, itu hanya seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyena" target="_blank">sekawanan hyena</a> yang terus terdengar tertawa-tawa, ketika kita sudah menjadi bangkai.</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pertanyaan paling sulit... Bisakah anda membantu saya untuk menjawab?*]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/03/pertanyaan-paling-sulit-bisakah-anda-membantu-saya-untuk-menjawab/</link>
<pubDate>Sun, 03 Jun 2012 09:56:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/03/pertanyaan-paling-sulit-bisakah-anda-membantu-saya-untuk-menjawab/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; (maaf&#8230; kejadian dalam tulisan ini&#8230; hanya rekaan saya &#8230; kalau t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>(maaf&#8230; kejadian dalam tulisan ini&#8230; hanya rekaan saya &#8230; kalau ternyata benar-benar terjadi atau mirip dengan kejadian yang ada dalam dunia nyata, berarti itu hanya kebetulan semata&#8230;)</p>
<p>Dalam kondisi market seperti ini, biasanya pemodal yang nyangkut, kemudian berkonsultasi dengan analis.  Gak tau deh dulu proses belinya seperti apa, trading ideas generation (pemunculan ide trading)-nya seperti apa, yang nyuruh beli juga siapa.  Tapi&#8230; kalau sudah nyangkut, biasanya seorang pemodal merasa perlu untuk mencari &#8216;second opinion&#8217;.  Bukan untuk pamer posisi nyangkut sih.  Bukan juga untuk ngetest kemampuan si analis.  Yang jelas, mereka ada suatu hal yang mereka tidak punya jawabannya, dan kemudian mencari jawaban kepada orang yang (menurut mereka) lebih tahu.  Mereka tidak punya jawaban, kemudian mereka mencari si analis.  Mereka mencari saya.</p>
<p>Orang-orang ini, kemudian bertanya kepada saya.  Saya sih selama ini&#8230; alhamdulillahnya, masih memiliki rasa &#8216;kewajiban untuk menjawab&#8217;.  Gak tau kenapa deh&#8230; mungkin karena saya merasa bahwa ini kewajiban saya, pekerjaan saya, tugas saya, atau karena saya memang masih baik hati dan  memiliki kesabaran juga untuk mengarungi semua itu, untuk melakukan pelayanan kepada pasar modal Indonesia yang  kita cintai ini.  Meski tetap saja didalam hati saya, ada sedikit umpatan (sorry men&#8230; orang bilang.. kalau gak mengumpat&#8230; itu bukan Arek Surabaya&#8230; hehehe&#8230; bawaan Arek.. gitu katanya):</p>
<blockquote><p>Jancuk&#8230; sing kongkon tuku biyen sopo? Giliran stress, kok aku sing dikongkon tanggung jawab ngene&#8230; Ancene makne ancuk sing kongkonan tuku biyen!!!</p></blockquote>
<p>(Terjemahan singkat: Siapa yang suruh beli, ketika stress, kok saya yang disuruh tanggung jawab).</p>
<p>Nah.. diantarara banyak pertanyaan yang datang kepada saya, pertanyaan berikut ini adalah yang menurut saya, tergolong pertanyaan yang paling sulit untuk diberi jawabannya.  Pertanyaannya adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Pak&#8230; PNLF itu, dengan asumsi EPS 40 perak, berati ketika PNLF di harga penutupan kemarin di 118, berarti P/E PNLF itu sudah dibawah 3 kali.  Murah banget kan?  Saya punya posisi di PNLF nih pak&#8230; Posisi saya, saya cut loss apa gimana ya?</p></blockquote>
<p>Hm&#8230; ada yang aneh ini.  Ada orang beli saham karena alasan P/E (price to earning ratio)-nya rendah/murah, tapi kok sekarang, P/E-nya jauh lebih rendah lagi.. ternyata dia mau jualan untuk cut loss.  Pasti ada masalahnya.  Masalahnya ternyata klasik:</p>
<blockquote><p>Saya beli di harga 144 pada bulan Maret kemarin.  Artinya, saya beli PNLF ketika berada pada valuasi P/E 3.6 kali.  Pada saat yang sama, P/E IHSG masih sekitar 13.5  kali. Murah kan? Si anu suruh saya beli. Pak Tommy juga bilang kalau PNLF mau naik (mati aku&#8230; ternyata bisa jadi yang rekomen saya sendiri&#8230;hehehe).  Karena saya merasa ini adalah kesempatan investasi yang baik, dan potensi kenaikannya juga sangat besar, maka saya menambah kekuatan saya dengan melakukan transaksi margin, pinjam dari perusahaan broker dimana saya bertransaksi.  Dana yang saya miliki adalah sebesar Rp 1 miliar. Posisi beli yang saya lakukan adalah BELI PNLF di harga Rp 144, sebanyak 35.000(tiga puluh lima ribu) lot, senilai total Rp 1,520 miliar.  Ketika itu, saya pikir semuanya aman.  Rasio margin hanya 60%.  Setelah itu, harga sempat lari sampai diatas 155.  Sampai 3 kali pak!!!  Bisa dihitung dong.. profit saya berapa.  Karena saya merasa bahwa P/E saham itu masih murah, meski ketika harga di 155, saya tahan posisi.  Ketika itu&#8230; P/E dari saham ini masih kurang dari 4 kali.  Masih murah banget kan?</p></blockquote>
<p>Pemodal tersebut kemudian melanjutkan:</p>
<blockquote><p>Masalahnya adalah apa yang saya hadapi sekarang ini: Harga PNLF tinggal 118. Rasio saya 74%.  Perusahaan sekuritas sudah menelpon beberapa kali niy.. Sudah mulai mengancam.. kalau rasio sampai diatas 80%, mereka akan melakukan forced sell.  Maklum, perjanjian awalnya kan rasio 65%  saya harus top up (menambah setoran modal).   Sekarang diharga 118 rasio margin saya sdh 74%. saya memang termasuk klien utama mereka sih, jadi mereka memberikan keleluasaan kepada saya, tapi mereka sudah menyampaikan bahwa anda harus setor.  Pihak sekuritas bilang begini: &#8220;kami pokoknya tidak mau tahu, begitu rasio diatas 80% kami akan forced sell!&#8221;.</p></blockquote>
<p>Pertanyaan akhirnya (selalu) begini:</p>
<blockquote><p>Sekarang saya harus ngapain Pak?  Pada prinsipnya saya sdh tidak punya uang lagi untuk melakukan top up.  Masa saya harus jual mobil saya?</p></blockquote>
<p>Kalau market sudah dalam kondisi seperti sekarang ini, dimana IHSG sudah lebih dari 10% dibawah titik tertingginya, pertanyaan-pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan yang umum.. lazim&#8230; sering.</p>
<p>Bagaimana coba jawaban anda atas problem seperti tadi?  Apakah pemodal tersebut harus cut loss?  Saham dengan P/E sudah dibawah 3&#8230; kok mau dijual? Apakah itu masuk akal?  Tapi, kalau tidak dijual, bukankah pemodal tersebut memiliki resiko untuk kehilangan investasinya?</p>
<p>Tidak pernah mudah bagi saya untuk menjawab pertanyaan tersebut.  Heran juga saya.  Padahal saya sudah 10 tahun lebih di pasar modal.  Siklus bullish bearish, pasti sudah sering saya lalui.  Tapi tetap saja, pertanyaan seperti itu, selalu menguras emosi saya.</p>
<p>Bagaimana jawaban anda?</p>
<p>Kalau anda tanya bagaimana jawaban saya&#8230; hehehe&#8230; seperti biasa&#8230; saya akan kasih kuliah dulu untuk anda&#8230; hehehe.  Kalau anda sudah lama mengikuti ulasan saya, anda mungkin sudah sering melihat bahwa saya bilang begini:</p>
<blockquote><p>Trading itu berbeda dengan investasi.</p>
<p>Investasi dengan menggunakan margin, itu bukan investasi!  Itu posisi trading!</p>
<p>Tidak bisa membedakan antara posisi trading dengan posisi investasi adalah pembunuh terbesar dari pemodal di Indonesia!</p>
<p>Kalau beli saham, <strong>lihat arah harga sahamnya!</strong> Jangan beli hanya karena saham itu murah!</p>
<p>Fundamental itu hanya &#8216;iming-iming&#8217; (baca Stick &#38; Carrot yang saya tulis kemarin) bagi orang untuk beli dan menahan posisi.</p>
<p>Kalau anda percaya pada omongan orang yang ngakunya analis fundamental (padahal ekonom) yang bilang kalau fundental doang sudah cukup bagi anda untuk melakukan pertimbangan beli, berarti anda sama saja dongoknya dengan dia!!! (hehehe&#8230;. maaf.. kalau yang ini baru ya.. eh.. kemarin juga sudah kalau nggak salah saya juga sudah bilang).</p></blockquote>
<p>Tapi intinya:</p>
<blockquote><p><strong>kalau beli saham, prediksilah arah pergerakan harga jangka pendek, dan sesuaikan posisi anda dengan arah pergerakan jangka pendek dari saham tersebut</strong></p></blockquote>
<p>Kembali ke PNLF.  Berarti, kalau mencari solusi atas pertanyaan diatas mengenai PNLF, kita tinggal melihat arah pergerakan harga, berserta semua kemungkinan-kemungkinannya.</p>
<p>Pertama-tama, marilah kita melihat grafik dibawah ini:</p>
<p><a href="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/06/120602-pnlf.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-6725" title="120602 PNLF" src="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/06/120602-pnlf.jpg?w=640&#038;h=510" alt="" width="640" height="510" /></a></p>
<p>Gambar diatas itu, bacanya begini:</p>
<p>Pada periode Desember 2011 &#8211; Mei 2012, harga saham PNLF bergerak diantara kisaran 128 hingga 159.  Dengan lebar kisaran sebesar 31 poin (Rp 31), berarti penembusan atas suport di 128, memiliki target atau arah pergerakan marga maksimal menuju level Rp 97.  Meskipun demikian secara grafik diatas, ditunjukkan bahwa potensi koreksi yang optimal, hanya menuju kisaran 103 &#8211; 105.</p>
<p>Dari grafik seperti diatas, rekomendasi saya untuk PNLF adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote><p><strong>Jika harga PNLF turun hingga dibawah/lebih rendah dari 105, silakan anda melakukan posisi beli!</strong></p></blockquote>
<p>Pemodal biasanya menjawab:</p>
<blockquote><p>loh.. Bapak kok tidak menjawab pertanyaan saya.. ini posisi saya yang modalnya di harga 144,yang sekarang harganya sudah tinggal 118.. ini mau diapain?  Sekaran rasio saya sudah 74%, kalau harga ternyata turun beneran dulu ke bawah 105 dulu, berarti rasio saya sudah diatas 80%.  Berarti.. kalau posisi saya saya diemin&#8230; berarti saya kena forced sell dwong?</p></blockquote>
<p>Secara klise, jawaban standar saya adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Bapak/Ibu&#8230; Setiap orang, masuk ke pasar modal, itu harus mengukur resikonya sendiri-sendiri.  Saya tidak pernah tahu preferensi resiko anda.  Ketika anda beli di 144 dan harga naik diatas 155, dan anda tidak jualan, kan saya tidak bisa menebak, sebenarnya yang anda mau itu seperti apa.  Ketika suport 128 ditembus, dan anda tidak jualan, kan saya juga gak tau apa alasan anda tidak melakukan hal itu.  Tapi, kalau dari apa yang saya lihat, dua kesalahan terbesar yang anda lakukan adalah: <strong>anda tidak melakukan prediksi atas pergerakan harga untuk jangka pendek, dan anda tidak tahu bedanya antara trading dengan investasi!</strong></p>
<p>Jadi sekarang, saya persilahkan anda untuk menghitung sendiri resiko anda.  Yang jelas sih, rasa-rasanya, memang tidak rasional untuk melakukan posisi jual atas saham dengan P/E dibawah 3.  Tapi, apakah anda kemudian harus mempertaruhkan segalanya untuk mempertahankan posisi itu?  Hanya anda yang tahu atas jawaban atas pertanyaan tersebut.  Karena itu adalah hidup anda!</p></blockquote>
<p>Kemampuan berpikir adalah salah satu karunia terbesar dari Alloh SWT untuk Manusia.  Apapun yang anda akan lakukan, pesan akhir yang saya bisa sampaikan adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong>Jadikanlah itu sebagai pelajaran, agar kedepan, trading anda bisa lebih baik!</strong></p>
</blockquote>
<p>Itu jawaban terbaik dari saya.  Bagaimana jawaban dari anda? Haruskah pemodal ini melakukan cut loss atas posisi PNLF? Atau mempertaruhkan semuanya untuk posisi PNLF ini? Atau apa?</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p>*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.</p>
<p>&#160;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nyangkutku... ]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/02/nyangkutku/</link>
<pubDate>Sat, 02 Jun 2012 10:31:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/02/nyangkutku/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Anda punya posisi nyangkut?  Saya punya!  Setelah bersih-bersih posisi sehari se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Anda punya posisi nyangkut?  Saya punya!  Setelah bersih-bersih posisi sehari sebelum saya berangkat Umroh (saya berangkat Umroh tanggal 25 April), saya hanya melihat pasar dalam posisi kosong. Maklum, pulang umroh (tanggal 3 Mei), trend naik jangka pendek IHSG sudah berakhir.  Tidak ada alasan bagi saya untuk melakukan posisi beli.</p>
<p>Saya baru mulai kembali melakukan posisi beli setelah IHSG mencapai target dari double top (4000), saya memang sempat mengambil posisi trading.  Saya beli 1 lot saham ASII.  Bukannya apa-apa.  Saya memang memiliki kebiasaan untuk memiliki saham ASII sebanyak 1 lot, setiap kali IHSG sudah turun signifikan.  Posisi ini semacam &#8216;jangkar&#8217; (anchor) . Tujuannya sederhana: saham ini adalah pengingat bagi saya, agar pada setiap koreksi, saya memiliki keberanian untuk melakukan posisi beli.  Sejak saat itu, mindset saya adalah &#8216;beli&#8217;.   <strong>Turun untuk beli, tinggal menunggu bottomnya dimana</strong>.</p>
<p>Problemnya adalah, posisi saya di ASII, pertama kali saya lakukan posisi beli pada saham ini, harganya ada di 67500.  Setelah saya beli, harga memang sempat mencapai level tertinggi di 68950.  Tapi saya tidak mau jualan karena saham itu adalah &#8216;bekal&#8217; saya, &#8216;pengingat&#8217; saya untuk mengarungi koreksi.</p>
<p>Setelah itu, harga saham ASII turun.  Problem selanjutnya adalah: Ketika ASII dibawah 65000, kok terlihat bener kalau potensi lossnya besar banget ya?(hehehe).  Saya kemudian berinisiatif untuk &#8216;memperbaiki/menurunkan harga pokok pembelian&#8217;.  Ketika harga ASII di bawah 65500, di awal minggu, saya sempat average down dalam jumlah yang lebih banyak sehingga average harga saya di 659xx itu tadi.    Tidak lama, Pada Kamis, ketika harga diatas 659xx, saya sempat exit sebagian.  Bukan di harga yang bagus sih.. hitungannya memang cut loss tipis.  Tapi harga rata-rata saya yang baru jadi 659xx.  Lebih rendah dari modal semula di 67500.  Planning saya adalah: jika harga ASII mencapai suport dari channel di harga 64000, saya mau beli.  Tapi hari Jumat kemarin, ketika harga  sudah dibawah 64000, saya tetap belum kepingin beli.  Maklum&#8230; ketika <a href="http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/01/15-45-611/" target="_blank">15.45 kemarin</a>, anda juga lihat bahwa saya masih melihat kalau market masih mau turun.  Saya menahan diri untuk tidak beli.  Alhamdulillah, itu adalah keputusan yang tepat.</p>
<p>Posisi nyangkut pada saham ASII saya tadi, adalah posisi nyangkut saya yang pertama.  Posisi saya yang kedua, adalah UNTR di 244xx (rata-rata)</p>
<p>Posisi ini sebenarnya adalah posisi yang agak jelek.  Posisi beli awalnya di atas 24700 (tanggal 25 Mei).  Saya melakukan positoning ketika ada berita mendengar pernyataan dari Bambang Brojonegoro bahwa pemerintah tidak memiliki kehendak untuk membuat aturan baru di bidang pertambangan batubara.  Saya melakukan posisi beli dengan harapan bahwa bottom harga sudah tercapai segera setelah berita itu keluar.  Eh.. ternyata, harga masih meluncur turun.  Kemarin, ketika harga di 24000, saya sempat average down, sehingga harga rata-rata baru saya di harga 244xx.  Problem kemudian terjadi karena saya melihat bahwa harga masih bisa meluncur turun.  Posisi di 24000 tersebut, akhirnya saya cut loss.  Ruginya memang hanya tipis kalau dilihat dari harga belinya.  Tapi kalau dari harga average, agak lumayan juga.  Yang penting, posisi saya kembali dalam posisi kecil, sehingga saya masih memiliki banyak dana untuk average down ketika harga turun lebih dalam.  Saat ini, ketika harga UNTR sudah jauh dibawah 24000,  saya masih memiliki alokasi dana untuk melakukan posisi beli sekitar 4 &#8211; 5 kali posisi nyangkut yang sudah saya lakukan ini.  Harga bagus untuk beli deh&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>So&#8230; ketika harga turun, saya tinggal melakukan average down.  Pertanyaannya, tinggal: dimana bottom dari trend turun kali ini? Itu yang masih saya tunggu.  Yang jelas, saya masih ada dana banyak untuk average down.  Koreksi DJI tidak membuat saya takut.  DJI 12100, itu adalah prediksi lama: target dari double top.  Sekarang, ketika target dari double top tersebut tercapai, berarti yang ada di otak saya hanya: tunggu bottom dan beli.  Catch the falling knife!</p>
<p>Mungkin&#8230;</p>
<blockquote><p><strong></strong>Perbedaan antara nyangkut rugi saya dengan nyangkut rugi yang anda lakukan, adalah :</p>
<ol>
<li><strong>Saya tahu posisi nyangkut saya harus saya apain</strong>, <strong>karena saya memiliki kemampuan prediksi yang sedikit lebih baik dari anda</strong>.</li>
<li><strong>Saya memiliki trading plan untuk membebaskan posisi nyangkut yang saya miliki.</strong></li>
</ol>
</blockquote>
<p>Ketika orang lain masih berprediksi ini IHSG mau turun kemana, ketika orang-orang masih menyebar rasa takut (kok ya ada gitu loh.. orang yang tega&#8230; orang sedang ketakutan, kok malah ditakut-takuti&#8230; dimana otak dan hati dari orang seperti itu?), saya malah mencari kesempatan untuk beli.  Anda lihat koreksi yang sudah terjadi.  Anda lihat P/E dari saham, P/E dari IHSG.  Pertanyaan saya hanya satu:</p>
<blockquote><p><strong>Masih rasionalkah jika anda melakukan posisi jual?</strong></p></blockquote>
<p>Kalau perusahaan sekuritas, untuk menyelamatkan posisi marginnya, memang mereka harus melakukan posisi jual.  Mereka memang memiliki hak untuk melindungi diri.  Tapi.. kalau anda seorang pemodal, yang beli saham dengan menggunakan dana sendiri.  Apakah anda masih tega melakukan posisi jual?  Saya sih&#8230; lebih cenderung untuk menyarankan average down.  Tapi tetap saja: average down juga butuh strategi.  Dan strateginya&#8230; kita bahas di kesempatan yang lain deh&#8230; dari pada tulisan saya kepanjangan dan membuat anda menjadi bosan.  Sebagai nasehat, basic strategy untuk average down adalah:</p>
<blockquote><p>Buatlah harga rata-rata anda yang baru, dibawah retracement 50% dari setiap garis trend yang anda tarik.</p></blockquote>
<p>Anda sudah bisa menarik garis trend dan fibonacci retracement kan?</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat pagi bulan Juni...*]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/01/selamat-pagi-bulan-juni/</link>
<pubDate>Fri, 01 Jun 2012 03:14:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/06/01/selamat-pagi-bulan-juni/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Awal bulan&#8230; biasanya adalah awal dari harapan.  Yang namanya harapan.. bia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Awal bulan&#8230; biasanya adalah awal dari harapan.  Yang namanya harapan.. biasaya yang baik-baik.. yang positif.</p>
<p>Pagi ini.. alhamdulillah.. bursa regional agak kasi angin.  Indeks Hang Seng masih naik tipis.  IHSG juga kuat.  Hati saya juga sudah agak dingin setelah kemarin saya marah karena sedih.</p>
<p>Memang&#8230; kenaikan ini seperti harapan.  Tapi&#8230; realitanya masih terlihat jelek.  Asing masih net sell sekitar Rp 50 miliar.  Sepertinya hingga sore, tekanan jual masih ada sekitar Rp 150 &#8211; 250 miliar lagi. Sudah gitu, berita utama sepertinya berasal dari <a href="http://money.cnn.com/2012/05/31/news/economy/india-gdp/index.htm" target="_blank">pertumbuhan ekonomi India yang berkurang drastis.</a>  Berita bagi saya adalah signal, bahwa harga batubara Newcastle kemungkinan masih akan tetap turun.  Hm.. tapi harga saham-saham batubara malah rebound pagi ini&#8230; death cat bounce? atau perangkap?</p>
<p>So&#8230; menurut hitungan saya, tabungan net buy asing, masih ada sekitar Rp 4 &#8211; 5 tr lagi.  Kalau mereka mau keluar sampai bersih, berarti jumlah itu sebenarnya tidak banyak lagi.  Indeks Dow Jones juga potensi turunnya masih ada sampai 12100-12250.  Tapi.. itu kan juga sudah tidak jauh lagi.  Jadi.. saya masih menunggu bottom dari market.  Dan bottom dari market, hanya confirm, kalau IHSG menembus resisten.</p>
<p>Kisaran IHSG hari ini di 3800-3855.   Saya sabar menanti&#8230; menanti trend turun ini berakhir.</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p><strong></strong>*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.,</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Television commercials as content in Japan – groundbreaking?]]></title>
<link>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/31/television-commercials-as-content-in-japan-groundbreaking/</link>
<pubDate>Fri, 01 Jun 2012 00:03:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>markkolier</dc:creator>
<guid>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/31/television-commercials-as-content-in-japan-groundbreaking/</guid>
<description><![CDATA[It’s my last day in Tokyo on this trip and it’s been an interesting and very enjoyable one. Last nig]]></description>
<content:encoded><![CDATA[It’s my last day in Tokyo on this trip and it’s been an interesting and very enjoyable one. Last nig]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Valuasi: sebuah sudut pandang dari sisi 'stick and carrot']]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/31/valuasi-sebuah-sudut-pandang-dari-sisi-stick-and-carrot/</link>
<pubDate>Thu, 31 May 2012 12:02:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/31/valuasi-sebuah-sudut-pandang-dari-sisi-stick-and-carrot/</guid>
<description><![CDATA[Selamat petang&#8230; Perhatikanlah gambar ini baik-baik.  Gambar ini adalah sebuah permainan yang d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat petang&#8230;</p>
<p>Perhatikanlah gambar ini baik-baik.  Gambar ini adalah sebuah permainan yang disebut sebagai &#8216;stick and carrot&#8217;.  Keledai katanya niy, adalah sebuah mahluk yang paling bodoh.  Paling sulit untuk dimotivasi.  Jika seorang  penunggang (&#8216;Sang Sutradara&#8217;)  ingin membuat seekor keledai bergerak maju,</p>
<p><img class=" wp-image-6702 alignright" title="120531 stick-and-carrot race" src="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/05/120531-stick-and-carrot-race.jpg?w=296&#038;h=312" alt="" width="296" height="312" /></p>
<p>maka penunggang ini harus mengikatkan wortel (carrot) kepada sebuah tongkat (stick), dan kemudian melambaikannya di depan keledai tersebut.  Keledai tersebut akan bergerak maju, karena berpikir dia bisa mencapai carrot.  Sang Sutradara tinggal menjaga agar carrot terus berada didepan keledai dan tidak termakan oleh keledai tersebut.</p>
<p>Saya jadi teringat, hubungan antara rata-rata valuasi, dengan pergerakan harga saham.  Yang pertama adalah saham yang baik.  Yang berfundamental bagus, yang pergerakan harganya normal.  Penggeraknnya adalah pasar murni.  Kondisi valuasi vs harga saham bakal seperti yang ada di gambar dibawah ini:</p>
<p><a href="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/05/120531-saham-baik.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-6697" title="120531 Saham Baik" src="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/05/120531-saham-baik.jpg?w=494&#038;h=608" alt="" width="494" height="608" /></a></p>
<p>Anda bisa lihat kan&#8230; harga saham bergerak naik atau turun.  Ketika harga saham bergerak naik, harga saham akan menyentuh valuasinya.  Ketika saham fully valued (tervaluasi penuh) harga kemudian turun dibawah valuasinya.  Ketika harga sudah turun cukup signifikan, orang yang berminat untuk beli, kembali melakukan posisi beli.  Harga kemudian bergerak naik lagi, menuju valuasinya.  Kondisi ini terjadi terus menerus dan berulang-ulang.  Anda lihat gambar di bawahnya, dimana itu adalah spread (selisih) antara harga saham, dengan rata-rata valuasinya.  Anda bisa melihat bahwa harga saham kadang undervalue (berada dibawah titik nol) dan terkadang juga over value (diatas titik nol).  Harga terus bergerak dinamis, seiring dengan pergerakan pasar.</p>
<p>Problem kemudian muncul kepada saham yang sering saya sebut sebagai &#8216;non-fundamental stocks&#8217;.  Saya menyebutnya dengan saham yang jahat.  Saham dimana pemiliknya lebih menggunakan saham sebagai alat untuk mengeruk likuiditas dari pasar.  Pemilik ini kemudian menggunakan angka-angka perusahaan, menggunakan alat-alat fundamental, menggunakan valuasi sebagai carrotnya.  Anda bisa lihat kejadiannya di bawah ini:</p>
<p><a href="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/05/120531-saham-jelek.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-6701" title="120531 Saham Jelek" src="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/05/120531-saham-jelek.jpg?w=500&#038;h=632" alt="" width="500" height="632" /></a></p>
<p>Harga saham akan selalu terjaga, untuk bergerak dibawah rata-rata valuasinya.  Tidak ada minat pemodal &#8216;rasional&#8217; untuk melakukan posisi beli.   Pemodal yang masuk hanya pemodal yang emosional, yang memandang berita-berita yang mengalir, dan juga valuasinya, sebagai alasan untuk melakukan posisi beli.  Pemodal seakan dibuat selalu memandang ke langit.  Memandang ke atas.  Valuasi serasa seperti sebuah carrot yang tidak pernah tercapai.  Yang selalu diayun-ayun ke atas oleh Sang Aktor, yang tidak berharap pemodal itu tidak melakukan posisi jual.. sampai&#8230;.</p>
<p><a href="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/05/110411-donkey-crashed.jpg"><img class="size-full wp-image-6703 aligncenter" title="110411 Donkey Crashed" src="http://rencanatrading.files.wordpress.com/2012/05/110411-donkey-crashed.jpg?w=400&#038;h=293" alt="" width="400" height="293" /></a></p>
<p>Sebuah mobil menabrak keledai tersebut.  Pemodal terkena forced sell.  Tragis.</p>
<p>Hehehe&#8230; saya jadi teringat beberapa bulan yang lalu.  Ada seorang analis senior yang &#8216;sok bisa fundamental padahal ekonom&#8217; melakukan kampanye penghasutan mengenai jeleknya analis teknikal.  Analis ini sebenarnya saya golongkan sebagai seorang yang sangat &#8216;bego&#8221;, sehingga pada dasarnya, pendapat dia selalu saya artikan sebagai sebaliknya.  Ketika dia bilang beli, berarti itu saat saya untuk jualan.  Ketika dia rekomen jual, berarti saya malah mengambil posisi beli.  Ketika dia berpendapat bahwa seorang pemodal sebaiknya hanya mengandalkan 100% fundamental&#8230; saya cuman berpikir: ooh&#8230; berarti orang itu memang belum berubah.  Masih tetap dalam &#8216;kecerdasan&#8217; yang sebelumnya.</p>
<p>Ketika kondisi pasar seperti ini, saya jadi teringat oleh dia.  Bagaimana bisa kita trading atau investasi dengan hanya mengandalkan 100% fundamental? Anda tanya deh sama orang-orang yang hari ini kena forced sell.  Apakah benar saham yang anda pegang telah mengalami perubahan fundamental yang mendasar? Perubahan fundamental yang membuat seorang pemodal harus melakukan posisi jual?  Dulu.. ketika BUMI turun dari 8000 ke 400.  Apakah ada perubahan fundamental yang berarti?</p>
<p>Valuasi itu, kelakuannya seperti model yang saya perlihatkan diatas:  Ketika valuasi dilakukan pada saham yang &#8216;baik&#8217;, yang tidak hanya berfundamental bagus, tapi juga ada di bursa untuk &#8216;meningkatkan value perusahaan dengan bersama-sama meningkatkan kesejahteraan pemegang sahamnya&#8217;.  Maka valuasi bisa digunakan sebagai alat untuk alasan dari orang untuk melakukan beli jual saham.   Akan tetapi, pada saham yang &#8216;jahat&#8217;, dimana pemilik perusahaannya hanya perduli pada kesejahteraan dirinya, valuasi hanya berfungsi sebagai &#8216;carrot&#8217;&#8230; fatamorgana yang tidak bisa disentuh dan dicapai.  Pada saham yang jahat, valuasi adalah carrotnya, dan pemodal yang beli, adalah (maaf) keledainya.</p>
<p>Anda mau jadi keledai?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;">Saya tidak mau jadi keledai.  Oleh sebab itu, saya tidak mau menggunakan 100% fundamental sebagai pertimbangan saya melakukan beli jual saham.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">Terakhir&#8230; berikut ini adalah beberapa hal yang menurut saya harus dilakukan oleh seorang trader yang bertanggung jawab:</p>
<ol>
<li>Perhatikan arah pergerakan harga, prediksi arah pergerakan harga.</li>
<li>Beli ketika mau naik, jual ketika mau turun</li>
<li>Saham, dengan P/E Ratio sekecil apapun dan dengan berita sebagus apapun, bukanlah sesuatu yang menarik jika saham tersebut masih memiliki potensi koreksi yang signifikan.</li>
<li>Transaksi dengan prediksi sendiri.  Gunakan prediksi orang lain sebagai referensi.  Jangan gunakan prediksi orang lain karena preferensi resiko dari setiap orang, bisa jadi memang berbeda.</li>
</ol>
<p>Masih banyak lagi sih&#8230; tapi sementara&#8230; itu dulu deh..</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p>Satrio Utomo</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peace...*]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/31/peace/</link>
<pubDate>Thu, 31 May 2012 03:08:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/31/peace/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Kalau anda mengikuti tweet saya di @satriopakrt, anda pasti sudah melihat bahwa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Kalau anda mengikuti tweet saya di @satriopakrt, anda pasti sudah melihat bahwa hari ini saya memulai pagi dengan agak bete.  Maklum&#8230; salah satu pertanyaan yang diajukan oleh peserta dari acara Market Outlook kemarin adalah seperti ini:</p>
<blockquote><p>Pak.. saya melihat si Anu prediksi saham ini dan itu.  Menurut bapak bagaimana?</p></blockquote>
<p>Eh.. lha kok ketika saya lihat, saham itu adalah saham yang tembus trading range, dengan potensi koreksi lebih dari 10%.  Benar-benar bejat ini yang rekomen. Benar-benar kompor bandar yang paling busuk!</p>
<p>So&#8230; jangan heran kalau anda lihat tweet saya hari ini, lebih ke arah kemarahan saya terhadap orang-orang yang seperti itu.  Cuman bisa rekomen.  Gak lihat yang namanya apa pengaruh rekomen dia terhadap orang yang membeli saham yang direkomen.  Memang sih.. .dengan rekomendasi dia itu, dia mungkin dapet duit juga dari bandarnya.  Tapi.. ayo lah&#8230; masa sih kita harus cari duit dengan cara seperti itu?</p>
<p>Cari duit di bursa, itu adalah cari duit dengan mencari keuntungan dari harga saham.  Bukan cari duit dari ngerjain orang lain.  Orang mau masuk ke bursa aja, sudah bagus.  Bantulah mereka cari duit.  Jangan dikerjain!</p>
<blockquote><p>Cape bener saya melihat orang-orang SRO yang bingung bagaimana cara mereka menaikkan jumlah pemodal retail, tapi mereka sendiri tidak ada minat untuk melindungi pemodal retail.</p></blockquote>
<p>Hehehe&#8230; maap&#8230; pagi-pagi jadi sensi.</p>
<p>Anyway..  Market? IHSG? Sepertinya suport testing 3825 &#8211; 3850 lagi.  Tembus atau tidak, gak tau deh.  Dow Jones Industrial sih memang masih ada utang target double top di 12100-12250 yang belum tercapai.  Tapi, target itu kan juga sudah tidak jauh lagi.  Kita memang harus menunggu sampai &#8216;falling knife&#8217; ini tergeletak di tanah, baru mulai bisa mulai bottom fishing lagi.</p>
<p>Hari ini saya hanya baibek posisi yang kemarin saya lepas.  Lumayan juga niy&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p><strong></strong>*bacalah halaman DISCLAIMER sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sore hari ini, Acara Market Outlook Juni...]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/29/ralat-undangan-market-outlook-juni/</link>
<pubDate>Tue, 29 May 2012 15:20:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/29/ralat-undangan-market-outlook-juni/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Rekanz&#8230;  Berhubung adanya satu dan lain hal, maka penyelenggaraan acara Ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Rekanz&#8230;  Berhubung adanya satu dan lain hal, maka penyelenggaraan acara Market Outlook untuk Bulan Juni,</p>
<blockquote><p><span style="text-decoration:underline;"><strong>kami ajukan menjadi hari Rabu, tanggal 30 Mei 2012</strong></span></p></blockquote>
<p>Bagi anda yang ingin bergabung, silakan reservasi kepada saudari Putri/Zack di 021-23586878.</p>
<p>Terima kasih.</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Undangan Market Outlook 31 Mei 2012]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/28/undangan-market-outlook-28-mei-2012/</link>
<pubDate>Mon, 28 May 2012 04:23:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/28/undangan-market-outlook-28-mei-2012/</guid>
<description><![CDATA[Dear all&#8230; Seperti biasa, di akhir bulan, PT Universal Broker Indonesia mengadakan acara Market]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dear all&#8230;</p>
<p>Seperti biasa, di akhir bulan, PT Universal Broker Indonesia mengadakan acara Market Outlook Mothly (MOM).  Acara ini rencananya akan diselenggarakan hari Kamis, 31 Mei 2012, di PT Universal Broker Indonesia, Menara BCA Lt.49. Bagi anda yang berminat untuk hadir, anda bisa menghubungi Sdri Putri/Zack untuk konfirmasi.</p>
<p>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menunggu Bottom... Menunggu Sentimen Positif...*]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/28/menunggu-bottom-menunggu-sentimen-positif/</link>
<pubDate>Mon, 28 May 2012 02:14:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/28/menunggu-bottom-menunggu-sentimen-positif/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Hingga pagi ini, bursa regional Asia masih bergerak naik.  Meski indeks Dow Jone]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Hingga pagi ini, bursa regional Asia masih bergerak naik.  Meski indeks Dow Jones Industrial (DJI) terkoreksi 0.6%, bursa regional Asia bergerak naik setelah pooling yang dilakukan di Yunani pada hari Sabtu lalu, menempatkan partai pro-bail out sebagai pemenang pemilu.  Indeks Hang Seng yang tadi pagi sempat bandel turun, terakhir masih sudah kembali positif.  Regional terlihat kuat.</p>
<p>Problem kita, sebenarnya adalah problem dalam negeri.  Ada dua variabel yang sangat penting: yang pertama adalah harga batubara Newcastle.  Sampai pagi ini saya masih belum dapet quotation terakhirnya di berapa.  Yang kedua, aliran dana asing.  Kalau dana asing masih tetap net sell, susah bagi IHSG bergerak naik.  Meskipun demikian, kita juga perlu membuat catatan, bahwa IHSG sudah mulai berada dibawah level IHSG pada awal Maret, saat dimana asing mulai net buy besar-besaran.  Artinya: dengan sisa dana asing masih ada sekitar Rp 6Tr&#8230; kalau mereka jualan, berarti mereka jualan dalam posisi cut loss.</p>
<p>So&#8230; hari ini, saya cuman mau wait and see.  Kalaupun bottom fishing&#8230; sepertinya baru menarik kalau IHSG berada di kisaran suport 3825 &#8211; 3850.  Tapi kalau IHSG ternyata naik, posisi beli simpan juga baru menarik untuk dilakukan jika IHSG mampu menembus 3935.</p>
<p>Menunggu harga batubara rebound, menunggu asing berhenti jualan.</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p>*bacalah halaman DISCLAIMER sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mewaspadai 'Setan Berkumis' (hehehe)*]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/24/mewaspadai-setan-berkumis-hehehe/</link>
<pubDate>Thu, 24 May 2012 03:41:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/24/mewaspadai-setan-berkumis-hehehe/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Bagus banget posisi penutupan indeks Dow Jones Industrial (DJI)&#8230; -6.66]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Bagus banget posisi penutupan indeks Dow Jones Industrial (DJI)&#8230; -6.66&#8230; &#8216;Setan berkumis&#8217; saya bilangnya.  Gak tau deh ada pengaruhnya atau tidak. hehehe.  Tapi itu membuat saya lebih berhati-hati.. jangan-jangan, kalau ada signal bullish hari ini, itu juga cuman perangkap setan&#8230; siapa tahu? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Secara keseluruhan, sentimennya adalah positif.  Dengan koreksi besar pada bursa Eropa, posisi penutupan DJI yang hanya turun tipis, sentimennya adalah positif.  Meskipun demikian, dengan posisi Hang Seng yang masih terus turun di pagi hari ini, adalah warning signal bagi kita semua, agar tidak menanggapi sentimen positif dengan berlebihan.</p>
<p>Saya sih  realistis.  Saya hanya positioning jika terdapat saham yang menembus resisten.  Kalau mau yakin untuk posisi beli-simpan, sepertinya masih tetap harus menunggu perkembangan dari bursa regional (minimal HSI harus bisa menembus resisten 18845-19002) atau melihat potensi penutupan IHSG diatas 4001.  Kalau tidak&#8230; berarti saya masih tetap akan duduk manis.</p>
<p>Kalau melihat saham-saham komoditas (terutama CPO, mineral dan batubara) harganya sudah dibawah semua.  Harga minyak sudah sempat menyentuh level dibawah level psikologis US$ 90 semalam.  Kalau minyak bisa reversal dalam beberapa hari kedepan, sepertinya menarik juga untuk positioning pada saham-saham komoditas tersebut.  Tapi.. itu kalau ada reversal&#8230;</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p>*bacalah halaman DISCLAIMER sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mendiskon pergerakan regional...*]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/21/mendiskon-pergerakan-regional/</link>
<pubDate>Mon, 21 May 2012 02:22:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/21/mendiskon-pergerakan-regional/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Setelah libur panjang, pergerakan IHSG sepertinya harus mendiskon dulu pergeraka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Setelah libur panjang, pergerakan IHSG sepertinya harus mendiskon dulu pergerakan dari bursa regional selama IHSG libur.  Ini adalah masalah terbesar kita untuk hari ini, karena posisi pergerakan dari indeks Dow Jones Industrial (DJI) selama liburan adalah terkoreksi sekitar 2% (penutupan Rabu 12,598.55 hingga penutupan Jumat 12,369.38).  Memang sih&#8230; koreksinya bakal tidak sebesar 2%&#8230; tapi tetap saja.. sentimennya negatif.</p>
<p>Problem yang lain juga masih banyak:</p>
<ul>
<li>Pajak mineral sudah resmi.. masalahnya ada di pertanyaan berikutnya: pajak batubara, akankah ada?</li>
<li>Piala Eropa semakin dekat.  Bener niy likuiditas dari kasino (saham gorengan) gak bakal pindah ke sana?</li>
</ul>
<p>So&#8230; Bagi saya sih&#8230; berita positif di awal minggu ini, hanya Chelsea yang juara Liga Champions (nggak ada hubungannya sama bursa kan? hehehe).  Berita lain, relatif masih datar.  Dow Futs pagi ini naik.. tapi itu cuman gara-gara pernyataan-pernyataan retoris dari para pemimpin G-7.  Bagaimana pengaruhnya ke market dan  (yang paling penting) <strong>dimana bottom dari market?</strong> (baik IHSG maupun DJI) tetap menjadi pertanyaan terbesar kita.  Saya sih masih mau lihat-lihat dulu.  Masih menunggu signal positif dari bursa regional Asia.  Kalau enggak.. kalau suport IHSG di 3925 masih gagal bertahan, saya khawatir bahwa kita harus menunggu sampai IHSG menemukan alamat baru.. apakah di 3825 &#8211; 3850, atau di 3700-3750.</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p>*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Drowning in data - Searching for significance ]]></title>
<link>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/18/drowning-in-data-searching-for-significance/</link>
<pubDate>Fri, 18 May 2012 12:15:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>markkolier</dc:creator>
<guid>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/18/drowning-in-data-searching-for-significance/</guid>
<description><![CDATA[Marketers talk it every day – ‘It’s all about the data’. Everyone nods their collective heads in agr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Marketers talk it every day – ‘It’s all about the data’. Everyone nods their collective heads in agr]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The television upfront buying season – the casino is now open ]]></title>
<link>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/16/the-television-upfront-buying-season-the-casino-is-now-open/</link>
<pubDate>Wed, 16 May 2012 12:21:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>markkolier</dc:creator>
<guid>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/16/the-television-upfront-buying-season-the-casino-is-now-open/</guid>
<description><![CDATA[Various articles regarding this week’s television upfront buying have highlighted rising ad rates. T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Various articles regarding this week’s television upfront buying have highlighted rising ad rates. T]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A really cool NBA 2012 Playoff television commercial ]]></title>
<link>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/14/a-really-cool-nba-2012-playoff-television-commercial/</link>
<pubDate>Mon, 14 May 2012 12:57:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>markkolier</dc:creator>
<guid>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/14/a-really-cool-nba-2012-playoff-television-commercial/</guid>
<description><![CDATA[Maybe I’ve seen something like it before and cannot remember but the intense ad http://www.youtube.c]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Maybe I’ve seen something like it before and cannot remember but the intense ad http://www.youtube.c]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Major League Baseball puts listening to the game behind a paywall]]></title>
<link>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/09/major-league-baseball-puts-listening-to-the-game-behind-a-paywall/</link>
<pubDate>Wed, 09 May 2012 13:12:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>markkolier</dc:creator>
<guid>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/09/major-league-baseball-puts-listening-to-the-game-behind-a-paywall/</guid>
<description><![CDATA[Over the weekend I came into the office to catch up on a couple of hours of work. On the way to the]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Over the weekend I came into the office to catch up on a couple of hours of work. On the way to the]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Time Magazine wins magazine of the year – but I don’t know anyone that subscribes except doctors ]]></title>
<link>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/07/time-magazine-wins-magazine-of-the-year-but-i-dont-know-anyone-that-subscribes-except-doctors/</link>
<pubDate>Mon, 07 May 2012 12:38:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>markkolier</dc:creator>
<guid>http://markkolier.wordpress.com/2012/05/07/time-magazine-wins-magazine-of-the-year-but-i-dont-know-anyone-that-subscribes-except-doctors/</guid>
<description><![CDATA[Time Magazine was recently honored by the American Society of Magazine Editors with the top prize of]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Time Magazine was recently honored by the American Society of Magazine Editors with the top prize of]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Nyali hanya 'Segini'...]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/07/ketika-ketidakberanian-ketidakpastian/</link>
<pubDate>Mon, 07 May 2012 07:48:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/07/ketika-ketidakberanian-ketidakpastian/</guid>
<description><![CDATA[(Judul asli: Ketika Ketidakberanian = Ketidakpastian) Selamat siang&#8230; Kalau anda membaca tulisa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>(Judul asli: Ketika Ketidakberanian = Ketidakpastian)</p>
<p>Selamat siang&#8230;</p>
<p>Kalau anda membaca tulisan saya yang terakhir, beberapa minggu yang lalu, anda pasti sudah tahu keadaan terakhirnya, bahwa kondisi market memang sudah penuh dengan berita-berita yang tidak kondusif, tapi dengan trend IHSG yang masih berada dalam trend naik.  Well… kondisi hingga saat ini, sebenarnya masih tidak ada perubahan.  Bahkan lebih memburuk.  IHSG memang masih berada dalam trend naik, setidaknya sampai hari Jumat. IHSG bahkan sempat kembali menyentuh rekor IHSG di 4232,92.  Akan tetapi, berita bearish yang ada, yang ditimbulkan oleh ketidakpastian akibat keragu-raguan Pemerintah dalam melakukan ‘action’ bukan malah berkurang, tapi malah semakin menjadi-jadi.  Benar-benar semakin bikin pusing kepala.</p>
<p>Masalah yang paling mendasar, adalah masalah harga BBM Subsidi.  Sudah dua bulan terakhir, reflek saya ketika tanggal 1, adalah melihat perkembangan harga rata-rata dari ICP (Indonesian Crude Oil Price).  Pada akhir bulan kemarin, harga ICP masih berada pada level US$127,96 per barrel.  Ini membuat harga rata-rata ICP selama 6 bulan terakhir, menjadi US$121,83.  Artinya, sesuai dengan APBN-P 2012, Pemerintah sebenarnya sudah memiliki hak untuk menaikkan harga BBM Subsidi.  Tapi, apa yang kemudian dilakukan oleh Pemerintah? Well… Boro-boro naikin harga BBM Subsidi.  Melakukan pembatasan atas konsumsi BBM Subsidi saja, Pemerintah tidak berani.  Coba sekarang kita melihat 5 langkah yang rencananya akan dilakukan oleh Pemerintah:</p>
<ol>
<li> Pelarangan penggunanan BBM Subsidi untuk Kendaraan Dinas</li>
<li>Larangan penggunaan BBM Subsidi untuk kendaraan yang digunakan oleh perusahaan pertambangan dan perkebunan</li>
<li>Mempercepat konversi penggunaan BBM ke BBG untuk Pulau Jawa</li>
<li>PLN dilarang membangun pembangkit yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Semua harus berganti ke pembangkit berbahan bakar air, matahari, panas bumi, dan batubara</li>
<li>Penghematan listrik di gedung-gedung pemerintahan.</li>
</ol>
<p>Apakah terlihat secara tegas dan jelas bahwa Pemerintah serius dalam melakukan usaha untuk mengurangi konsumsi BBM Subsidi demi mengamankan APBN?  Kok saya tidak melihat adanya ketegasan tersebut.</p>
<p>Ketidakberanian Pemerintah dalam mengambil keputusan terhadap pengematan atau kenaikan harga BBM Subsidi ini, sebenarnya sudah dibayar cukup mahal oleh pelaku pasar modal kita.  Tidak lama setelah terdapat kepastian bahwa Pemerintah tidak menaikkan BBM Subsidi per 1 April, aliran dana asing yang selama bulan Maret telah masuk ke bursa kita dengan jumlah yang cukup besar, (lebih dari Rp 12 Trilyun selama 1 bulan), terlihat berhenti melakukan posisi beli dengan agresif.  Lantas, ketidakberanian tersebut juga sudah menyebabkan S&#38;P menunda pemberian peringkat Investment Grade yang lama dinanti-nanti oleh pelaku pasar modal kita.  Selain itu, usulan-usulan sporadis yang dilakukan Pemerintah untuk menambah pendapatan, seperti pajak pertambangan dan pembatasan BBM Subsidi berdasarkan kapasitas silinder kendaran bermotor,  telah membuat pelaku pasar ragu-ragu dalam mengambil posisi.  Jangan tanya pergerakan harga saham ANTM, INCO, dan TINS yang terkait dengan pajak ekspor pertambangan mineral.  Pergerakan harga saham-saham batubara, terlihat terhenti, hanya bergerak flat.  Harga saham ASII benar-benar bertahan di harga bawah berkat kesimpangsiuran isu pebatasanan BBM Subsidi berdasarkan kapasitas silinder.  Harga saham-saham perkebunan bahkan sudah mulai longsor 2 – 3 hari terakhir, terkait rumor yang beredar sebelum ‘Siaran Pers’ tersebut dikeluarkan.</p>
<p>So… yang bisa kita lakukan sebenarnya, hanyalah menunggu sampai Pemerintah punya nyali untuk membuat keputusan, untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ada.  Masalahnya tinggal: kita mau disuruh menunggu berapa lama?  Masih bagus juga dana asing yang masuk selama bulan Maret sebesar Rp 12,8 tr, sejauh ini yang keluar selama bulan April, baru sekitar Rp 2 tr – Rp 3 tr.  Masih minim.  Bagaimana kalau ternyata posisi tersebut, kemudian dilepas lagi?  Apa nggak berabe tuh?</p>
<p>Pelaku pasar itu, sebenarnya, hanya butuh kepastian: pasti naik atau pasti tidak naik, aturan keluar, atau tidak keluar.  Selama tidak ada kepastian, pelaku pasar lebih cenderung untuk melakukan posisi wait and see, menghentikan posisi beli.  Dan ketika posisi beli berhenti, harga akan turun pelan-pelan, dengan sendirinya.  Market akan terus mengalami konsolidasi (pergerakan flat).</p>
<p>Bagaimana ya sebenarnya, cara kita untuk bisa mendorong Pemerintah untuk melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu untuk mengamankan APBN-P?  Bagaimana cara kita untuk mendorong Pemerintah (baca: ESBEYE) untuk bisa mengambil keputusan yang cepat dan tegas?  Apakah DPR harus melakukan hak interpelasi untuk menanyakan kepada Pemerintah, mengapa BBM Subsidi tidak naik bulan ini? (secara… mungkin susah kali ye… kok kelihatan DPR yang ngebet naikin BBM? Gak mungkin banget).   Ataukah… Pilpres-nya mau dipercepat saja biar kita bisa mendapatkan pemimpin baru yang lebih tegas?</p>
<p>Kita tunggu perkembangan deh&#8230; Kita semua memang harus bersabar karena nyali dari Pemerintah&#8230; sepertinya memang cuman segitu (lihat gambar diatas&#8230; hehehe)</p>
<p><strong>Happy trading… semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terlalu banyak sentimen negatif...*]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/07/terlalu-banyak-sentimen-negatif/</link>
<pubDate>Mon, 07 May 2012 04:47:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/07/terlalu-banyak-sentimen-negatif/</guid>
<description><![CDATA[Selamat siang&#8230; Kalau melihat posisi penutupan dari indeks Dow Jones Industrial, sebenarnya mas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat siang&#8230;</p>
<p>Kalau melihat posisi penutupan dari indeks Dow Jones Industrial, sebenarnya masih ditutup diatas level psikologis 13000.  Akan tetapi, karena penutupannya jauh dibawah suport pertama 13175, signalnya juga masih negatif.</p>
<p>Signal bearish ini di&#8217;amin&#8217;i oleh IHSG, yang semenjak awal perdagangan, sudah berada dibawah suport pertama 4195.  Artinya: trend naik IHSG sudah selesai.  Kita harus menunggu IHSG berada di sekitar suport 4111, atau sampai IHSG memberikan signal positif, baru posisi beli bisa di lakukan.</p>
<p>Sentimen utama sepertinya memang berasal dari Eropa&#8230; Hasil pemilu niy&#8230; sepertinya kok lebih menguntungkan orang-orang yang anti bail out.  Kalau Eropa memanas lagi.. sepertinya konsolidasi bisa berlangsung untuk beberapa waktu&#8230; tidak hanya sehari doang.</p>
<p>So&#8230; yang bisa kita lakukan (terutama kalau posisi sedang kosong seperti saya), hanyalah wait and see.  Kita cuman bisa menunggu.  Menunggu harga sampai di kisaran suport, atau menunggu adanya harga yang ditutup dengan posisi hammer, baru tertarik untuk melakukan spec buy.  Melihat pola yang ada pada IHSG dan DJI, bisa jadi polanya sama: kalau enggak flat range, ya double top.  Moga-moga cuman flat range agar koreksinya tidak terlalu dalam.</p>
<p>Ini artinya.. kita harus menunggu sentimen positif dulu, atau minimal harus nunggu sampai harga atau IHSG sampai di suport kuat, baru melakukan positioning.</p>
<p>Mohon maaf kalau hingga siang hari ini update masih belum bisa tepat waktu.  Banyak sekali yang harus saya temui&#8230; maklum.. kelamaan gak ngantor.</p>
<p><strong>Happy trading.. semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p>*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Disambut oleh 'warning signals'*]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/04/disambut-oleh-warning-signals/</link>
<pubDate>Fri, 04 May 2012 02:24:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/05/04/disambut-oleh-warning-signals/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Belum banyak yang bisa saya ungkapkan pagi ini.  Balik dari Mekkah, saya ternyat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Belum banyak yang bisa saya ungkapkan pagi ini.  Balik dari Mekkah, saya ternyata masih dikejar oleh paper Mid Term yang harus saya serahkan siang ini sehingga saya belum bisa melihat-lihat berita.</p>
<p>Satu hal yang saya catat adalah: saya kemarin disambut oleh IHSG yang berhasil ditutup dengan level tertinggi yang baru.  Akan tetapi, karena posisi penutupan IHSG masih dibawah rekor sebelumnya di 4232, berarti &#8216;close new high ini&#8217; belum merupakan signal bullish juga.</p>
<p>Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam koreksinya belum memberikan signal bearish.  Problemnya ada pada IHSG yang kemarin hanya bergerak pada kisaran sempit, dengan posisi terakhir yang dekat sekali dengan rekor.  Artinya: dengan ditutup dibawah 4200 saja, IHSG sudah memberikan signal bearish berupa berakhirnya trend naik jangka pendek.  Penutupan dibawah 4195 akan membuat resisten di 4195 &#8211; 4232 menjadi resisten yang sangat kuat.</p>
<p>Sekilas saya melihat saham-saham big caps, saya baru melihat adanya warning sign pada BMRI dan GGRM yang kemarin ditutup dengan new low.  ASII baru memberikan signal negatif jika ditutup dibawah suport 73500.  Sedangkan untuk saham yang belum naik.. (BBRI, ITMG, dan UNTR)&#8230; yah.. kalau saham ini bisa naik menembus resisten hari ini, berarti saham ini akan menjadi penopang IHSG selama seminggu kedepan&#8230; tapi kalau malah tembus suport, berarti saham-saham ini masih akan melanjutkan trend turunnya.</p>
<p>Sementara itu dulu deh&#8230;</p>
<p><strong>Happy trading.. semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p>*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Advertising on the side of the road – the brands change but the song remains the same]]></title>
<link>http://markkolier.wordpress.com/2012/04/26/advertising-on-the-side-of-the-road-the-brands-change-but-the-song-remains-the-same/</link>
<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 03:03:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>markkolier</dc:creator>
<guid>http://markkolier.wordpress.com/2012/04/26/advertising-on-the-side-of-the-road-the-brands-change-but-the-song-remains-the-same/</guid>
<description><![CDATA[This week I drove the 750 miles down Interstate 95 from the New York City area into South Carolina.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[This week I drove the 750 miles down Interstate 95 from the New York City area into South Carolina.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Libur Update 25 April - 3 Mei 2012]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/04/25/libur-update-25-april-3-mei-2012/</link>
<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 17:36:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/04/25/libur-update-25-april-3-mei-2012/</guid>
<description><![CDATA[Dear all&#8230; Salah satu kekurangan apabila kita melakukan update sendiri atas sebuah weblog]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dear all&#8230;</p>
<p>Salah satu kekurangan apabila kita melakukan update sendiri atas sebuah weblog&#8230; adalah apabila kita sedang berhalangan untuk mengisinya, maka, dengan sendirinya weblog tersebut akan berhenti.</p>
<p>Itulah yang terjadi selama periode 25 April &#8211; 3 Mei ini.  Berhubung saya dan keluarga akan melaksanakan ibadah Umroh, maka dengan sangat menyesal, saya akan menghentikan update atas weblog ini untuk sementara.  Update selanjutnya, Insya Alloh akan kembali mengudara paling cepat tanggal 4 Mei 2012.</p>
<p>Market&#8230; nggak usah terlalu khawatir.  DJI dan IHSG memang sedang dalam trend turun.  Berita-berita jelek&#8230; sepertinya masih terus berserakan.  Tapi&#8230; kalaupun terkoreksi, koreksinya tidak akan besar.  IHSG dan DJI saat ini sedang mencari bottom dari wave 4.    Dimana bottom dari wave 4? Kita lihat bersama-sama deh.. Yang jelas, saya berharap agar suport 4065 tidak akan ditembus.  Biar saya gak perlu ganti wave count untuk jangka panjang.</p>
<p>Tapi, itu bukan berarti IHSG akan turun.  Kalau IHSG terus naik.. mungkin saja. Tergantung kemampuan dari IHSG untuk menembus resisten 4232.  Kalau naik.. sebenarnya kita tinggal menunggu&#8230; kapan asing mulai beli lagi.  Maklum&#8230; semenjak pemerintah menunda kenaikan BBM, asing langsung brenti beli.  Mereka tidak jualan.  Mereka hanya brenti beli.  Itu sebabnya IHSG konsolidasi.  Masalah mungkin timbul karena dengan posisi net buy yang masih ada, dan S&#38;P menunda pemberian investment grade, bisa saja asing kemudian exit posisi.  Tapi&#8230; sejauh ini kan tidak terlihat adanya tekanan jual yang luar biasa besar.  Jadi.. harusnya sih .. tidak ada masalah&#8230; at least sampai sejauh ini.</p>
<p>So&#8230; Posisi saya saat ini kosong.,  Saya gak mau kepikiran selama saya disana.  Nanti market juga masih disitu.  Transaksi tetap ada.  Masih akan ada kesempatan yang lain.</p>
<p>Terakhir&#8230; untuk memperlancar ibadah saya&#8230; sudi kiranya anda menerima permohonan maaf saya, atas semua kesalahan yang telah saya lakukan.  Mohon maaf lahir dan bathin.</p>
<p>Terima kasih.</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p>PS: Sedikit tambahan <a href="http://draft2rencanatrading.wordpress.com/2012/04/25/outlook-untuk-mei-2012/" target="_blank">Outlook Mei untuk Member, bisa dilihat pada Member Area</a>.  Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Netral...*]]></title>
<link>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/04/24/netral/</link>
<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 02:42:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio Utomo</dc:creator>
<guid>http://rencanatrading.wordpress.com/2012/04/24/netral/</guid>
<description><![CDATA[Selamat pagi&#8230; Koreksi -102.09 poin (-0.78%) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial, sen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi&#8230;</p>
<p>Koreksi -102.09 poin (-0.78%) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial, sentimennya relatif netral. Artinya, di pagi hari ini IHSG hanya bakal mengikuti sentimen yang ada pada bursa regional Asia.</p>
<p>IHSG sendiri kemarin memberikan signal negatif setelah ditutup dibawah suport pertama di level 4159. Akan tetapi, minimnya sentimen bearsih diperkirakan akan membuat IHSG hari ini cenderung bergerak bervariasi dengan kisaran 4120-4150 sebagai suport, dan kisaran 4170-4175 sebagai resisten.</p>
<p>Adanya trend turun pada IHSG dan DJI, sebaiknya membuat kita tetap waspada.  Jika hari ini harga bergerak naik, posisi beli simpan tetap hanya menarik jika harga terlihat kuat diatas resisten levelnya.  Kalau trend masih turun, berarti tetap mendingan nanti.. cari di harga bawah.</p>
<p>Sekarang, lagi musim orang bagi dividen.  Orang juga masih menunggu hasil dari 1Q2012.  Kalau melihat berita-berita jelek yang sedang beredar (dari BBM, Anggaran, Pajak, default notice, dll), rasanya memang jadi males pegang posisi.  Tapi&#8230; saya sih masih tetap berpegang pada trend jangka menengah yang masih berada dalam sebuah trend naik.  Itu yang membuat saya masih bersemangat untuk punya posisi (meskipun sekarang sedang kosong).  Minimal, untuk Buy on Weakness lah&#8230; kalau market pas lagi turun.</p>
<p>Ok&#8230; sementara itu dulu deh&#8230; Saya mau bersiap dulu.. moga-moga nanti sore jadi mejeng di TVOne.</p>
<p><strong>Happy trading&#8230; semoga untung!!!</strong></p>
<p><strong>Satrio Utomo</strong></p>
<p><strong></strong>*bacalah halaman <a href="http://rencanatrading.wordpress.com/2011/05/02/2011/02/28/disclaimer/" rel="noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer noreferrer">disclaimer</a> sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Over-confident? Rubbish]]></title>
<link>http://advertsandegos.wordpress.com/2012/04/23/over-confident-rubbish/</link>
<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 18:22:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>James Pilkington</dc:creator>
<guid>http://advertsandegos.wordpress.com/2012/04/23/over-confident-rubbish/</guid>
<description><![CDATA[I&#8217;m currently sitting on a horrible, sweaty train back from Leeds. I&#8217;m not sure which is]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>I&#8217;m currently sitting on a horrible, sweaty train back from Leeds. I&#8217;m not sure which is worse, the screaming toddler or the loud-mouth geordie lad on his phone. Usually, this journey would put me into a foul mood. But not today. </p>
<p>The reason for my trip back home to lovely Leeds consisted of a job interview in the city centre. A sales and marketing firm, focusing on the film industry, got hold of my C.V through a recruitment site and asked me to come in for meeting with one of their managers. Obviously, I said yes, despite having a ridiculous amount of work to finish for this week.</p>
<p>Ironed shirt. Polished shoes. Fresh suit. Brolly in case it rains (it did). Excuse my arrogance but I looked, and felt, confident. I arrived slightly early and took a seat in a waiting area.</p>
<p>There were many other people there. All waiting anxiously. They weren&#8217;t all after the same position as I was. A few companies were interviewing candidates today. Still, we were all in the same situation. A variety of characters ranging from the middle-aged bloke in his grey suit (mine was better) to the young long-haired lad in a leather jacket and trainers. Unusual attire for an interview I thought. I secretly hoped that we were competing for the same job. </p>
<p>After half an hour of waiting in a tense, nail-biting, fidgety room my name was called.</p>
<p>The interviewer was a surprisingly young chap. Well dressed. Very welcoming. Strong handshake. He began by explaining the job role, a brief outline of the company and a list of the company&#8217;s main clients. I was impressed with the information he provided and managed to ask a lot of questions. He seemed interested in my background, hobbies and interests and we both discovered that we shared a love of football. </p>
<p>I left his office feeling upbeat and quietly confident. I&#8217;m a believer in the theory that you can work a person out after a few minutes and a short conversation can be enough to give you a clear idea of how well you did. This interview went well. I knew it.</p>
<p>The interviewer had told me that successful candidates would receive a phone call later that evening, offering a place at the firm&#8217;s assessment centre.</p>
<p>Thankfully, that call did come (even though I missed it on first time of trying). I was delighted to hear back from them. I&#8217;m going back for a second meeting next week and if all things go well, I&#8217;ll be working for them within a month.</p>
<p>Why have I written this blog? Not to show off and boast about my achievement today. Well, ok, maybe little bit. I&#8217;m mainly telling you this because I think it&#8217;s important to encourage interview candidates to be confident. Embrace the challenge and enjoy the conversation with whoever it is you&#8217;re meeting. Ask questions. Share interests and most importantly, buy yourself a nice suit and tie. I went with bright orange. </p>
<p>&#8230;the tie, not the suit.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
