<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>meleleh &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/meleleh/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "meleleh"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 13:51:23 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Mengenang Tragedi Pentagon, 11 September 2001 Silam]]></title>
<link>http://denfatur.wordpress.com/2009/09/11/mengenang-tragedi-pentagon-11-september-2001-silam/</link>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 14:54:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>denfatur</dc:creator>
<guid>http://denfatur.wordpress.com/2009/09/11/mengenang-tragedi-pentagon-11-september-2001-silam/</guid>
<description><![CDATA[Tepat 8 tahun yang lalu, 11 September 2001 Pentagon diklaim ditabrak pesawat American Airlines denga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tepat 8 tahun yang lalu, 11 September 2001 Pentagon diklaim ditabrak pesawat American Airlines denga]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ratusan Ribu Es Arktik Meleleh Dalam Satu Hari]]></title>
<link>http://herwin.wordpress.com/2009/08/12/ratusan-ribu-es-arktik-meleleh-dalam-satu-hari/</link>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 15:38:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Herwin</dc:creator>
<guid>http://herwin.wordpress.com/2009/08/12/ratusan-ribu-es-arktik-meleleh-dalam-satu-hari/</guid>
<description><![CDATA[Puluhan ribu kilometer persegi es di laut Arktik meleleh, Minggu (9/8). Dengan mengamati melalui sat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a rel="attachment wp-att-384" href="http://herwin.wordpress.com/2009/08/12/ratusan-ribu-es-arktik-meleleh-dalam-satu-hari/arctic_sun1/"><img class="alignleft size-medium wp-image-384" title="arctic_sun1" src="http://herwin.wordpress.com/files/2009/08/arctic_sun1.jpg?w=300" alt="arctic_sun1" width="244" height="183" /></a>Puluhan ribu kilometer persegi es di laut Arktik meleleh, Minggu (9/8). Dengan mengamati melalui satelit, para ilmuwan memperkirakan luas lapisan sekarang adalah yang tersempit.</p>
<p>Peneliti kawakan Eddie Gruben menyaksikan es yang meleleh semakin luas per dekade. Pengamatan dilakukan sekitar 2.414 kilometer di utara Seattle, AS. Akhir pekan lalu, tepi es tinggal berjarak 128 kilometer menjorok ke laut dan menurut Gruben (89 tahun), 40 tahun lalu, tepi es menjorok 64 kilometer lebih jauh ke laut.</p>
<p>Rata-rata temperatur global naik 0,6 derajat celsius pada abad lalu, tetapi suhu Arktik naik jauh lebih cepat. Pada akhir Juli lalu, <strong>suhu naik hingga 30 derajat celsius</strong>. &#8220;Airnya amat hangat, anak-anak bisa berenang di laut,&#8221; ujar Gruben.</p>
<p>Daerah tersebut merupakan permukiman suku Inuvialuit—sebutan untuk bangsa Eskimo Arktik bagian barat. Kamis (6/8), Pusat Data Nasional AS untuk Salju dan Es menyebutkan, sekitar <strong>106.000 kilometer persegi es meleleh pada suatu hari</strong> bulan Juli. Ini ekuivalen dengan luas Indiana. Tingkat melelehnya es ini sama dengan peristiwa Juli 2007.</p>
<p>Dari laporan kantor meteorologi di Colorado, kondisi atmosfer sekarang mirip dengan tahun 2007 yang ditandai dengan langit yang amat cerah. Ketika itu, es di Laut Beaufort di utara Arktik juga meleleh.</p>
<p>Sumber: KCM</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Debu Lelehkan Gunung Es Lebih Cepat]]></title>
<link>http://lelosusilo.wordpress.com/2009/06/30/debu-lelehkan-gunung-es-lebih-cepat/</link>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 03:05:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>lelosusilo</dc:creator>
<guid>http://lelosusilo.wordpress.com/2009/06/30/debu-lelehkan-gunung-es-lebih-cepat/</guid>
<description><![CDATA[WASHINGTON &#8211; Debu dan asap polusi udara berpengaruh besar dalam proses pencairan gunung es. Pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://techno.okezone.com/images-data/content/2009/06/30/56/234103/vWeg56DZOa.jpg" alt="" width="200" height="200" />WASHINGTON &#8211; Debu dan asap polusi udara berpengaruh besar dalam proses pencairan gunung es. Para ilmuwan mengatakan, hal ini juga turut dipengaruhi oleh proses pemanasan global yang meningkatkan kadar debu dan polusi di udara.</p>
<p style="text-align:justify;">Debu polusi ini menggelapkan warna permukaan salju yang tadinya putih, warna gelap kemudian menyerap cahaya matahari dan membuat temperatur salju menghangat. Hal ini menyebabkan salju meleleh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Demikian keterangan dari para ilmuwan yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Science, dikutip dari News Yahoo, Selasa (30/6/2009).</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sangat menarik memperhatikan bahwa warna permukaan bentang alam yang berbeda bisa menimbulkan terjadinya interaksi antara gunung dan matahari,&#8221; kata Director of the Center for Snow and Avalanche Studies, Chris Landry. <!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam studi ini para ilmuwan mengadakan uji coba di gunung San Juan Mountains di Colorado. Beberapa daerah sengaja dibiarkan tersaput debu secara alami. Sementara daerah lain, diberi tambahan debu buatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya, rata-rata daerah yang tidak terlalu banyak debu mengalami proses pencairan salju dalam kurun waktu tujuh sampai 11 hari. Sementara bagian yang sengaja diberikan salju tambahan mengalami proses pelelehan salju lebih cepat yaitu dalam kurun waktu hanya 11 hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan data, secara keseluruhan tingkat polusi debu di pegunungan saat ini lima kali lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya di abad ke-19.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini tidak terlepas dari dampak meningkatnya aktivitas manusia yang merambah hingga ke daerah pegunungan salju. Perubahan cuaca pun turut menyumbang akumulasi tingkat polusi debu yang lebih besar yang berdampak pada pemanasan daerah bersalju. (srn)</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/06/30/56/234103/debu-lelehkan-gunung-es-lebih-cepat">okezone.com </a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kutub Utara Meleleh Lebih Cepat dari yang Diperkirakan]]></title>
<link>http://rioardi.wordpress.com/2009/04/03/kutub-utara-meleleh-lebih-cepat-dari-yang-diperkirakan/</link>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 09:14:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioardi</dc:creator>
<guid>http://rioardi.wordpress.com/2009/04/03/kutub-utara-meleleh-lebih-cepat-dari-yang-diperkirakan/</guid>
<description><![CDATA[Es di Kutub Utara dikabarkan meleleh sangat cepat dan diperkirakan akan habis dalam waktu 30 tahun. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Es di Kutub Utara dikabarkan meleleh sangat cepat dan diperkirakan akan habis dalam waktu 30 tahun. Berdasarkan analisa perubahan kondisi di daerah setempat dengan menggunakan model komputer kompleks iklim dan cuaca, keadaan yang diramalkan terjadi pada akhir abad ini nampaknya akan berlangsung lebih cepat.</p>
<p>Perubahan jumlah massa es sangat penting karena permukaan berwarna putih memantulkan cahaya Matahari ke Bumi. Ketika es tergantikan dengan lautan gelap di mana cahaya matahari tak dapat diserap, akan terjadi pemanasan air dan Bumi.</p>
<p>&#8220;Kutub Utara sering disebut sebagai lemari es Bumi karena membantu mendinginkan suhu di planet ini dengan memantulkan radiasi Matahari kembali ke Bumi. Jika masa es berkurang, panas matahari akan diserap oleh lautan, hal ini akan berdampak pada pemanasan suhu air dan udara,&#8221; ujar Muyin Wang dari Joint Institute Study of Atmosphere and Ocean, seperti dilansir Associated Press, Jumat (3/4/2009).</p>
<p>Perubahan cuaca juga dapat disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pemakaian bahan bakar fosil dan lainnya. Masalah ini mendapat perhatian serius pada pemerintahan Obama sebagai bagian dari kesepakatan G20 yang diselenggarakan di London.</p>
<p>Dengan hilangnya lautan es, temperatur pusat Kutub Utara pada musim dingin tahun 2005 hingga 2008 lebih besar dari lima derajat Celcius yaitu menjadi 9 derajat Fahrenheit dan diperkirakan pada 2070 nanti, temperatur Kutub Utara akan semakin meningkat.</p>
<p>Para ilmuwan memperkirakan daerah musim panas yang tertutup es berkurang dari 2,8 juta mil kuadrat persegi menjadi 620.000 mil kuadrat dalam rentang waktu 30 tahun.</p>
<p>Berdasarkan keterangan dari National Snow and Ice Data Center, tahun lalu luas daerah tersebut minimal 1,8 juta mil kuadrat pada September, luas area terendah kedua yaitu pada 2007 dengan minimal luas area sebesar 1,65 juta mil.</p>
<p>Lautan Antartika mencapai titik musim dingin maksimum tahun ini yaitu 5,8 juta mil pada 28 Februari. Artinya 278.000 mil kuadrat di bawah rata-rata selama tahun 1979 sampai 2000. yang merupakan titik terendah kelima. Sementara titik maksimal terendah keenam terjadi pada enam tahun terakhir sejak 1979.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tahun 2040..]]></title>
<link>http://banyuagung.wordpress.com/2008/12/29/tahun-2040/</link>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 04:49:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>banyuagung</dc:creator>
<guid>http://banyuagung.wordpress.com/2008/12/29/tahun-2040/</guid>
<description><![CDATA[Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://banyuagung.files.wordpress.com/2008/12/graha1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1323" title="For Better Life" src="http://banyuagung.wordpress.com/files/2008/12/graha1.jpg" alt="For Better Life" width="270" height="267" /></a></p>
<p>Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan.</p>
<blockquote><p>“Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?” barangkali begitulah Anda berpikir.<!--more--></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C per tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daera-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi – termasuk laut di seputar Indonesia – terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.</p>
<p style="text-align:justify;">Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.</p>
<p style="text-align:justify;">Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau<br />
hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.
</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.</p>
<p>Cara-cara praktis dan sederhana ‘mendinginkan’ bumi :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, embangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).</li>
<li> Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).</li>
<li>Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).</li>
<li>Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).</li>
<li>Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).</li>
<li>Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.</li>
<li>Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.</li>
<li>Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.</li>
<li>Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).</li>
<li>Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).</li>
<li>Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.</li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi. </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><a href="http://banyuagung.files.wordpress.com/2008/12/padamu3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1324" src="http://banyuagung.wordpress.com/files/2008/12/padamu3.jpg" alt="" width="270" height="39" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#000000;">Keep On Green</span></span></strong><br />
<span style="color:#000000;">Salam&#8230;.<br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hati-Hati Terhadap Lensa Kontak (Contact Lenses)]]></title>
<link>http://uwinarno.wordpress.com/2008/12/22/hati-hati-terhadap-lensa-kontak-contact-lenses/</link>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 01:21:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>uwinarno</dc:creator>
<guid>http://uwinarno.wordpress.com/2008/12/22/hati-hati-terhadap-lensa-kontak-contact-lenses/</guid>
<description><![CDATA[Jangan gunakan lensa kontak saat anda atau saudara anda hadir di pesta BBQ atau sejenisnya yang berh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jangan gunakan lensa kontak saat anda atau saudara anda hadir di pesta BBQ atau sejenisnya yang berh]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akibat Global Warning...]]></title>
<link>http://gambarindu.wordpress.com/2008/10/09/akibat-global-warning/</link>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 08:53:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>gambarindu</dc:creator>
<guid>http://gambarindu.wordpress.com/2008/10/09/akibat-global-warning/</guid>
<description><![CDATA[Ini gambar dari rekayasa Photoshop. Tapi ini gambar sebagai peringatan bersama untuk kita agar benar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ini gambar dari rekayasa Photoshop. Tapi ini gambar sebagai peringatan bersama untuk kita agar benar-benar peduli dengan lingkungan. Andaikan kalo kita tidak peduli, dan andaikan benar-benar terjadi nie seperti gambar2 di bawah ini. Yang bunga meleleh, yang jam tangan meleleh, ketika mau pakai hp tiba2 hp meleleh. Meleleh disini ya benda padatnya meleh karena panas. Nah&#8230; ngikut bola mata ikut meleleh&#8230;.</p>
<p>Meleleh&#8230; Meleleh&#8230;..</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-952" title="21" src="http://gambarindu.wordpress.com/files/2008/10/21.jpg" alt="" width="450" height="442" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-954" title="31" src="http://gambarindu.wordpress.com/files/2008/10/31.jpg" alt="" width="450" height="353" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-957" title="42" src="http://gambarindu.wordpress.com/files/2008/10/42.jpg" alt="" width="450" height="337" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-958" title="52" src="http://gambarindu.wordpress.com/files/2008/10/52.jpg" alt="" width="450" height="321" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-959" title="61" src="http://gambarindu.wordpress.com/files/2008/10/61.jpg" alt="" width="450" height="300" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-960" title="8" src="http://gambarindu.wordpress.com/files/2008/10/8.jpg" alt="" width="450" height="225" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-961" title="9" src="http://gambarindu.wordpress.com/files/2008/10/9.jpg" alt="" width="450" height="337" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-962" title="111" src="http://gambarindu.wordpress.com/files/2008/10/111.jpg" alt="" width="450" height="299" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jerman Coba Perlambat Mencairnya Es Kutub]]></title>
<link>http://herwin.wordpress.com/2008/08/16/jerman-coba-perlambat-mencairnya-es-kutub/</link>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 16:17:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Herwin</dc:creator>
<guid>http://herwin.wordpress.com/2008/08/16/jerman-coba-perlambat-mencairnya-es-kutub/</guid>
<description><![CDATA[Para peneliti Jerman sedang berupaya memperlambat mencairnya gletser dengan mendirikan layar raksasa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Para peneliti Jerman sedang berupaya memperlambat mencairnya gletser dengan mendirikan layar raksasa di Pegunungan Alpen, Swiss. Layar raksasa ini diharapkan akan memerangkap udara dingin di atas bentangan es di puncak gunung tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami berharap instalasi kami akan mempertahankan kondisi dingin di kawasan itu, dan jika pelelehan tak dapat dihentikan, paling tidak dapat diperlambat,&#8221; kata Profesor Hans-Joachim Fuchs, dari Universitas Johannes Gutenberg, yang memimpin proyek tersebut, Kamis (14/8).</p>
<p>Layar sepanjang 15 meter dan tinggi 3 meter itu didirikan di tengah gletser Rhone, kawasan Valais, Swiss baratdaya, oleh 27 mahasiswa universitas tersebut. Lokasi pemasangan pada ketinggian 2.300 meter.</p>
<p>&#8220;Sudah teruji dengan sukses di laboratorium, percobaan akan dikaji di lapangan sampai 21 Agustus,&#8221; demikian laporan tersebut.</p>
<p>Sumber: KCM</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Es Dunia Meleleh Lebih Cepat]]></title>
<link>http://herwin.wordpress.com/2008/03/18/es-dunia-meleleh-lebih-cepat/</link>
<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 11:46:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Herwin</dc:creator>
<guid>http://herwin.wordpress.com/2008/03/18/es-dunia-meleleh-lebih-cepat/</guid>
<description><![CDATA[Gunung-gunung es dunia meleleh dalam laju yang amat cepat, jauh lebih cepat dari yang telah diperkir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://www.blog.thesietch.org/wp-content/uploads/2007/05/globwarm_ttl.jpg" alt="http://www.blog.thesietch.org/wp-content/uploads/2007/05/globwarm_ttl.jpg" width="224" height="147" align="right" />Gunung-gunung es dunia meleleh dalam laju yang amat cepat, jauh lebih cepat dari yang telah diperkirakan dan beberapa di antaranya bisa hilang dalam beberapa dekade ke depan, demikian diungkapkan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Minggu (16/3).Tahun 2006 menjadi puncak lelehan es tercepat menurut para ilmuan yang telah meneliti kondisi sekitar 30 lapisan es di seluruh dunia.</p>
<p>Oleh karena itu UNEP memperingatkan bahwa kehilangan es lebih jauh bisa berakibat serius, terutama di India, di mana sungai-sungainya bersumber pada lapisan es Pegunungan Himalaya.<br />
<!--more--></p>
<p>Wilayah pantai barat Amerika Utara yang mendapatkan sebagian air dari gletser di jajaran pegunungan seperti Rocky dan Sierra Nevada juga akan terkena dampak yang hebat.</p>
<p>Direktur eksekutif UNEP Achim Steiner mendesak pemerintah negara-negara untuk menyepakati langkah-langkah guna mengurangi emisi gas rumah kaca dalam pertemuan internasional tahun depan di ibukota Denmark, Copenhagen.</p>
<p>Rata-rata lapisan es dunia berkurang 1,5 meter tahun 2006. Lelehan terbanyak tercatat di lapisan es Breidalblikkbrea, Norwegia, yang meleleh 3 meter tahun 2006, sedangkan gletser Echaurren Norte di Chile adalah satu-satunya yang bertambah tebal.</p>
<p>&#8220;Apa yang kami dapatkan ini sepertinya merupakan tren yang tak diketahui kapan berhenti,&#8221; ujar Wilfried Haeberli, direktur World Glacier Monitoring Service.</p>
<p>Dikatakan Haeberli, es meleleh sekitar 0,3 meter per tahun antara 1980 dan 1999. Namun sejak tahun 2000, lelehan itu meningkat sekitar 50cm.</p>
<p>Sumber: KCM<br />
Editor: Herwin</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
