<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>memy-life &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/memy-life/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "memy-life"</description>
	<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 22:28:46 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[my weekend]]></title>
<link>http://jabarisr.wordpress.com/2009/03/30/my-weekend/</link>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 13:46:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>jabarisr</dc:creator>
<guid>http://jabarisr.wordpress.com/2009/03/30/my-weekend/</guid>
<description><![CDATA[My weekend started on friday(just like everyone&#8217;s else&#8217;s)and me and my friends went outs]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>My weekend started on friday(just like everyone&#8217;s else&#8217;s)and me and my friends went outside, just to spent time out in the good weather. So after everyone met at the street sign we just talked and listened to some rock music. After that the landlady opened up the playground and thats when me and my friends(all of us are 15 and 14 ) got in touch with our childish sides and played on the playground. We then played around with the neighborhood kids or what I call the Demon kids of Sutler landing. We did have fun, which is very tiring and we sat in the gazebo and talked some more. Later me and my four friends were at one of my friends house, she brung her dog Nizzy(it&#8217;s a Yorkie mixed with a poodle, or what she call a Yorkie-poo). Her dog is such a slut cause every male dog she see she get very excited and crazy. Then i went home like around 6:30. Saturday I went to the barbershop to get my nappy very nappy bush cut. It was a good thing because now I don&#8217;t have to pick my hair in the morning(YAY!!!!!!!!!)I would have went outside with my friends but our plans was washed away by the rain so we couldn&#8217;t go out that day. I watched some movies, played with my baby cousin, watched two episodes of Bleach, then I went to sleep at 2:00 in the morning. Sunday basically was a chill day, played my wii, kicked some butt on Super Smash Bros Brawl and on Naruto Ninja Clash Revolution. Later on that day i got ready for school. So that was my weekend&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Later at the end of spring break I will post what I did.  ; D</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Senangnya Bisa Disukai; Apakah Anda Sudah Mempunyai LQ Yang Tinggi?]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/06/08/apakah-anda-sudah-mempunyai-lq-yang-tinggi/</link>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 12:02:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/06/08/apakah-anda-sudah-mempunyai-lq-yang-tinggi/</guid>
<description><![CDATA[Postingan ini untuk berbagi, buat pembelajaran untuk bisa menilai apakah selama ini sudah menjadi sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://okanegara.files.wordpress.com/2008/06/likeabliity2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-170" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/06/likeabliity2.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span style="color:#800000;">Postingan ini untuk berbagi, buat pembelajaran untuk bisa menilai apakah selama ini sudah menjadi sahabat, relasi, sekaligus pemimpin yang disukai. Ini sudah dicobakan di kelas diskusi remaja. Blogger juga perlu tahu ya.</span></p>
<p><strong>IQ, SQ dan EQ</strong> mungkin sudah kenal. IQ itu Intelligence Quotient, sebuah ukuran standarisasi kecerdasan seseorang. Beberapa acuan baku yang bisa diukur sudah sering digunakan. Sedangkan SQ itu Spiritual Quotient, mungkin maksudnya standar ukuran buat tingkat spiritual seseorang. Dan EQ adalah Emotional Quotient, yang ini untuk menentukan standar emosi. Saya tidak pernah benar-benar paham dengan dua hal ini walau beberapa buku pernah saya baca. Karena masing-masing buku membuat standar sendiri-sendiri. Tapi paling tidak sebagian besar orang yang mempelajarinya sudah mengerti garis besar tujuan pembuatan standar-standar ini.</p>
<p>Belakangan banyak muncul standar atau quotient-quotient yang lain, salah satunya;<strong> Likeability Quotient (LQ).</strong> <!--more-->Yang punya label sama juga adalah Leadership Quotient. Nah, LQ untuk Likeability Quotient ini masih menjadi pembicaraan dan diskusi terbatas. Belum ada acuan dan standar bakunya. Tetapi ternyata memang ada kebutuhan untuk dibuatkan standarnya. Dalam kampanye-kampanye Hillary dan Obama pun ditanyakan siapa yang LQ nya lebih tinggi di antara mereka. Dalam praktek-praktek kelas konsultasi khusus, beberapa hal yang direkomendasikan untuk meningkatkan LQ terbukti bisa juga meningkatkan kesuksesan seseorang. Beberapa buku sempat menyebutkan hal ini. Salah satunya buku pemikiran praktis Louis P. Frankel, PhD berjudul &#8216;See Jane Lead, 99 Ways for Women to Take Charge at Work&#8217; yang ditujukan sebagai buku psikopop untuk pemberdayaan perempuan. Di sini muncul pembahasan LQ yang telah disederhanakan agar mudah menilai diri sendiri. Ternyata ini bukan hanya buat perempuan, tetapi sangat cocok juga buat remaja dan semua orang. LQ juga bisa dipakai untuk menilai kualitas hubungan dengan pasangan.</p>
<p><a href="http://okanegara.files.wordpress.com/2008/06/see-jane-lead.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-171" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/06/see-jane-lead.jpg?w=154" alt="" width="131" height="169" /></a>Definisi Likeability Quotient (LQ) menurut JPL Communications adalah level kegembiraan dan kebahagiaan yang dirasakan saat bersama dan berada di sebuah relasi persahabatan. Orang yang memiliki LQ tinggi memiliki kesempatan lebih baik untuk mendapatkan kesuksesan di pekerjaan, kebahagiaan di rumah dan juga di aktivitas yang lain. Bisa diterima dan disukai di lingkungan persahabatan dan dalam kualitas yang penuh nilai sebenarnya jadi dambaan mayoritas orang. Ada beberapa hal penting yang bisa dipertimbangkan untuk bisa membuat penilaian pada diri kita sendiri apakah selama ini sudah disukai oleh orang lain.</p>
<p>Nah, dalam LQ versi buku Louis P. Frankel, PhD ini disebutkan seseorang akan mendapatkan nilai yang tinggi dalam LQ jika mampu:</p>
<p><span style="color:#800000;">1. Membangun dan mempertahankan hubungan persahabatan yang bertahan lama<br />
2. Merespons dengan baik atas umpan balik yang disampaikan teman<br />
3. Menyelesaikan konflik dengan teman<br />
4. Menahan emosi dalam situasi yang tegang<br />
5. Dicari orang lain sebagai teman, orang kepercayaan atau bahkan sebagai penasehat<br />
6. Menghadiri acara sosial untuk membangun dan mempertahankan jaringan</span></p>
<p>Bisa dicoba buat jawaban atas 6 hal tersebut terhadap diri sendiri. Jika makin banyak yang sudah mampu dijawab atau dikerjakan dalam hubungan persahabatan selama ini, makin tinggi nilai LQnya, yang berarti makin disukai dalam lingkungan persahabatan. Tentu ini modal untuk bisa berinteraksi dengan orang lain, sebagai teman, sahabat, relasi ataupun pemimpin. <strong>Dan tentu saja untuk menilai dan menjawabnya sangat diperkenankan untuk bisa meminta bantuan orang lain yang sangat mengenal kita</strong>. Ini untuk memperkuat penilaian. nah, bagi yang merasa masih kurang, ini saatnya mari kita tingkatkan. Silakan dicoba.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berkati Kami, Ya Saraswati]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/06/07/berkati-kami-ya-saraswati/</link>
<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 07:52:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/06/07/berkati-kami-ya-saraswati/</guid>
<description><![CDATA[Om, Saraswati namostu bhyam Warade kama rupini Siddha rastu karaksami Siddhi bhawantu sadam Om, Pran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://okanegara.files.wordpress.com/2008/06/saraswati1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-167" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/06/saraswati1.jpg?w=204" alt="" width="204" height="300" /></a><span style="color:#003300;"><em><br />
</em></span></p>
<p><span style="color:#003300;"><em>Om, Saraswati namostu bhyam<br />
Warade kama rupini<br />
Siddha rastu karaksami<br />
Siddhi bhawantu sadam<br />
Om, Pranamya sarwa dewanca<br />
para matma nama wanca.<br />
rupa siddhi myaham<br />
Om Padma patra wimalaksi<br />
padma kesala warni<br />
nityam nama Saraswat.</em></span></p>
<p>Om, Dewi Saraswati yang mulia dan maha indah,cantik dan maha mulia. Semoga kami dilindungi dengan sesempurna-sempurnanya. Semoga kami selalu dilimpahi kekuatan<br />
Om, kami selalu bersedia menerima restuMu ya Hyang Widhi, yang mempunyai tangan kuat; Saraswati yang berbadan suci mulia.<br />
Om, teratai yang tak ternoda, Padma yang indah bercahaya. Dewi yang selalu indah bercahaya, kami selalu menjungjungMu Saraswati</p>
<p><!--more--><br />
Hari Saraswati yang jatuh pada hari ini, 7 Mei 2008, Sabtu (Saniscara) Umanis wuku Watugunung, dirayakan sebagai hari pawedalan Hyang Aji Saraswati, hari turunnya ilmu pengetahuan suci. Perayaan ini dilaksanakan sebagai ungkapan puji syukur dan puja kepadanya-Nya atas diturunkannya ilmu pengetahuan suci bagi umat manusia; disamping memohon kelanggengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.<br />
Hari ini, pustaka-pustaka, lontar-lontar dan buku-buku yang mengandung ajaran ilmu pengetahuan atau berguna untuk ajaran-ajaran agama, kesusilaan dan kebaikan umat manusia, dibersihkan dan dikumpulkan pada satu tempat, bisa di pura, di pemerajan atau di dalam kamar untuk diupacarai. Pemujaan Dewi Saraswati dilakukan pada pagi hari. Dari pagi sampai tengah hari tidak diperkenankan membaca dan menulis terutama yang menyangkut ajaran Weda. Bagi yang melaksanakan Brata Saraswati dengan penuh, tidak membaca dan menulis dapat dilakukan selama sehari penuh. Sedangkan bagi yang melaksanakan dengan biasa, setelah tengah hari dapat membaca dan menulis. Bahkan di malam hari dianjurkan melakukan malam sastra dan sambang samadhi.<br />
Esok hari adalah Banyu Pinaruh. Hari Saraswati dan Banyu Pinaruh ibarat paket yang tak terpisahkan. Banyu, sebutan lain dari air, toya, tirta merupakan air suci yang merupakan intisari &#8216;pinaweruh&#8217; dari pengetahuan batiniah. Dengan melaksanakan penyucian batin semalam suntuk melalu sambang samadhi, serta disucikan dengan intisari pengetahuan suci, diharapkan tumbuh dan berkembang kebijaksanaan kita.</p>
<p>Selamat Hari Saraswati. Semoga tuntunan, berkah dan cahaya suci-Nya senantiasa menyinari dan menerangi hati kita.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mister Sometimes; Membuat Minggu Saya Jadi Ceria]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/06/01/yaakadang-kadang-dok/</link>
<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 13:15:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/06/01/yaakadang-kadang-dok/</guid>
<description><![CDATA[Hari minggu pagi ini awalnya saya rasa cukup menjemukan. Saya memilih untuk praktek karena memang ad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://okanegara.files.wordpress.com/2008/06/tl-ifyourenothappy-funnyfacet-shirt.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-160" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/06/tl-ifyourenothappy-funnyfacet-shirt.jpg?w=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Hari minggu pagi ini awalnya saya rasa cukup menjemukan. Saya memilih untuk praktek karena memang ada yang janji untuk konsultasi. Dan sorenya saya berniat untuk melihat relawan-relawan remaja KISARA yang latihan bikin blog. Pada ketularan rupanya. Nah, ternyata ada yang bikin hari ini jadi penuh senyum. Iya, ada pasien yang unik juga hari ini. Saya beri nama &#8220;Mr. Sometimes&#8221; deh. Kalau membaca postingan ini pasti akan mengerti kenapa saya berikan nama seperti itu.<!--more--></p>
<p>Iya, tengah hari tadi di klinik saya kedatangan pasien, masih cukup muda, laki-laki, 28 tahun, dengan tangan kanan memegang uluhatinya. Kebetulan tadi jeda makan siang, jadi pasien masih lowong, klien yang janji konsultasi juga sudah datang lebih awal tadi, dan sudah beres. Perawat saya, Anik, mempersilakan pasien tadi masuk dan duduk. Karena memang kelihatan wajahnya sedikit meringis, saya bisa merasakan ada rasa sakit yang dia tahan. Dan selama hampir lima belas menit berjalan saya mendiagnosis rasa nyerinya itu disebabkan  karena  peningkatan asam lambung. Bahasa medisnya &#8220;Gastritis&#8221;. Sebuah keluhan yang banyak dialami juga oleh banyak orang. Sering disebut sakit maag. Hanya saja bukan itu yang ingin saya ceritakan di sini, tetapi beberapa rekaman dialognya. Ini yang sempat saya ingat. Ini adalah dialog setelah saya melakukan pemeriksaan fisik, saat saya menjelaskan sakitnya dan menulis resep.</p>
<p>Saya: Saya tanya lagi ya, apa sering nyeri uluhati seperti ini?<br />
Pasien: Nggak juga dok, kadang-kadang aja, kalau telat makan dan makan yang asem-asem.</p>
<p>Saya: Kalau yang sekarang ini, timbul nyerinya sepanjang hari?<br />
Pasien:  Kadang bisa paginya dok, kadang malamnya.</p>
<p>Saya: Nyeri paling hebat dirasakan sebelum makan atau sesudah makan?<br />
Pasien: Kadang bisa sebelum makan dok, kadang bisa juga setelah makan.</p>
<p>Saya: Kalau dibawa istirahat masih nyeri juga?<br />
Pasien: Kadang-kadang dok.</p>
<p>Saya: Apa kira-kira ada ketegangan di pekerjaan atau dengan keluarga?<br />
Pasien: Iya dok, kadang-kadang di pekerjaan saya mengalami stress dok.</p>
<p>Saya: Kok bisa?<br />
Pasien: Iya dok, kadang-kadang  saya dimarahi bos kalau  paket yang diminta telat sampainya dok.</p>
<p>Saya: Ada masalah dengan keluarga juga?<br />
Pasien: Kadang-kadang dengan kakak ipar saya dok. Dia kadang-kadang minjam uang sama saya.</p>
<p>Saya: Ok. Baik. Rupanya anda mengalami peningkatan asam lambung, sehingga lambung menjadi terasa penuh dan kembung. Jadinya juga nyeri. Ini saya berikan resepnya.<br />
Pasien: Terima kasih dok.</p>
<p>Saya: Oya, ini becanda saja ya. Boleh nggak saya memanggil anda &#8220;Mas Kadang-Kadang?&#8221; Soalnya dari tadi anda menjawabnya dengan &#8220;kadang-kadang&#8221; melulu. Gimana?<br />
Pasien: Ah, dokter bisa saja, hehe. Boleh deh..Temen-temen saya juga sering bilang gitu. Ok saya janji deh berusaha nggak bakal sering bilang seperti itu lagi. Paling tidak, nggak akan bilang gitu lagi sama dokter deh. Oya, makasih sekali lagi dokter..</p>
<p>Saya: Ok, diminum obatnya dan ingat pantangan yang tadi saya bilang sebelumnya ya. Oh, ya ada yang lupa, apa anda suka minum kopi?<br />
Pasien: Kopi? Kadang-kadang dok&#8230;</p>
<p>Anik, perawat saya pun yang minggu-minggu ini cukup tegang dengan kehamilannya, jadi tersenyum lebar.<br />
Dan hari minggu ini tidak jadi menjemukan. Sorenya pun saya bertemu dengan 15 wajah remaja ceria, yang  berlatih bikin blog di Warung Kopi Cafe Renon. Hari Minggu yang menjadi ceria kembali. Terima kasih Mr.Sometimes.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Flashback: My Alter Ego "Billie" came from The Smashing Pumpkins]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/29/my-alter-ego-billie-is-coming-from-the-smashing-pumpkins/</link>
<pubDate>Thu, 29 May 2008 18:37:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/29/my-alter-ego-billie-is-coming-from-the-smashing-pumpkins/</guid>
<description><![CDATA[Fitur katagori FLASHBACK saya munculkan untuk mengingat kembali perjalanan hidup dan yang mempengaru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:left;"><a href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/tsp-109.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-149" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/tsp-109.jpg?w=291" alt="" width="291" height="300" /></a></div>
<p style="text-align:left;"><span><span style="text-decoration:none;"><span style="color:#800000;">Fitur katagori FLASHBACK saya munculkan untuk mengingat kembali perjalanan hidup dan yang mempengaruhi hidup saya selama ini. Kali ini postingannya mungkin agak asing, karena kebetulan kisah flashback kali ini sedikit bercerita tentang Smashing Pumpkins yang cukup asing di Indonesia, tetapi saya lumayan deh mengenal mereka, buat yang baru mengenal silakan berkenalan dengan Smashing Pumpkins yang misterius, bagi yang sudah kenal, mari sharing pengalaman bersama Smashing Pumpkins.<br />
</span></span></span></p>
<p style="text-align:left;"><span><span style="text-decoration:none;">Well, walaupun T-Shirt hitam legendaris bergambar bintang warna putih dengan tulisan <strong>ZERO</strong> sudah nggak keren buat dipakai lagi, (malah di Bali nggak ada yang ngeh kalau T-Shirt yang sering dipakai oleh banyak rock lovers ini adalah lambang alter egonya si jenius Billy Corgan dari Smashing Pumpkins, yang sudah dilupakan orang), tetapi dua minggu ini betapa asiknya mendengarkan kembali lagu-lagu mereka. Dan ini sedikit bocoran flashback, kalau dulu saya pernah punya nick name <strong>&#8220;Billie&#8221;</strong>, dan teman-teman terdekat pernah menggunakan nama ini, <em>the reason is</em> karena pencarian identitas yang dilatar belakangi dengan pengaruh beberapa nama Billie dalam masa remaja saya; mulai dari <strong>Billy Corgan (Smashing Pumpkins), </strong>si nerd<strong> Billie Joe Armstrong (Green Day), </strong>sampai ke si wild <strong>Billie the Kid!</strong> </span></span><!--more--><a href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/721_smashing_pumpkins.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-150" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/721_smashing_pumpkins.jpg?w=242" alt="" width="242" height="300" /></a></p>
<p><span><span style="text-decoration:none;">Terutama memang kegandrungan saya akan Billy Corgan di Smashing Pumpkins. Band inisiator alternatif rock pasca meredupnya euforia aliran grunge yang dibawa Nirvana, Soundgarden, Pearl Jam dan sejenisnya. Lewat psychedelyc gothic chicago rock nya, betapa dahsyat tembang “Today”, “Disarm”, “Cherub Rock” dari album legendaris SIAMESE DREAMS (1995) yang terjual lebih dari 2 juta kopi, hingga catchynya lagu “Tonight,Tonight”, “1979″, gaharnya “Bullet With Butterfly Wings” yang sempat bikin 5 juta orang di seluruh dunia terengah-engah untuk membeli double album mereka yang fenomenal; MELON COLLIE&#38; THE INFINITE SADNESS (1996)itu.</span></span></p>
<p>Sayang memang kalau popularitas mereka tidak meluber ke Indonesia, tidak seperti layaknya di Chicago, tempat lahir mereka, dan seluruh Amerika, Eropa hingga paramuda kamikaze Jepang. Siapapun belum ngeh, ternyata gaya2 harajuku pregothic bernuansa hitam dan silver adalah karena pengaruh leadernya Smashing Pumpkins ini. Kisah sukses T-shirt ZERO itu juga sangat unik. Walau album tidak booming mendunia, tetapi t-shirt ini tercatat sebagai salah satu t-shirt paling laku sedunia hampir menyaingi t-shirt Bob Marley dan siluet Che Guevarra. Bayangkan album total laku hampir 10 juta, tetapi t-shirt nya sampai tiga kali lipat. Setelah itu memang terjadi perubahan pada tampilan Billy Corgan. Billy Corgan tampil plontos, gothic futuristik layaknya Lex Luthor-si rival abadi Superman, seketika itu juga album lanjutannya langsung dipakai buat memperkuat film-filmnya Batman..Ingat dong lagu “The Beginning is The End is The Beginning” Yahh..semuanya ada di album ROTTEN APPLE (2001). Ini album perpisahan Billy Corgan dengan James Iha, D`Arcy, Richard Chamberlain dalam konser penuh air mata di Tokyo. Semuanya! Semua hits mereka ada di Rotten Apple. Cuma singel LANSLIDE yang terlupakan dimasukkan entah kenapa. Album ini malah lebih asik dari proyek Billy Corgan berikutnya ZWAN dengan singel HONESTY.Termasuk juga kebangkitan mereka tahun ini di album ZEITGEIST juga belum ada apa-apanya lagi. Sayang. Tapi, SMASHING PUMPKINS memang legenda misterius.Respect good music.</p>
<p style="text-align:justify;">Find them on: <a href="http://www.smashingpumpkins.com">www.smashingpumpkins.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Remembering ASH; Tim Wheeler n friends]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/03/01/remembering-ash-tim-wheeler-n-friends/</link>
<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 08:12:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/03/01/remembering-ash-tim-wheeler-n-friends/</guid>
<description><![CDATA[Satu lagi kenangan lama muncul dan berpaling kepada segerombolan anak muda bernama ASH. Suatu yang d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="ash1.jpg" href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/ash1.jpg"><img src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/ash1.thumbnail.jpg" alt="ash1.jpg" align="left" /></a>Satu lagi kenangan lama muncul dan berpaling kepada segerombolan anak muda bernama ASH. Suatu yang datang dari Irlandia selalu spesial.Tentu saja U2 dan The Cranberries adalah puncaknya.Anak-anak ASH, yang bermain di segmen Alternative Rock segar dengan kecenderungan sedikit melodic punk, dengan motornya Tim Wheeler, bertiga bersama Mark Hamilton dan Rick mcMurray benar-benar muncul sebagai fenomena di tahun 1995<!--more--> lewat album kedua mereka yang membombardir dunia dgn breakthrough singels macam: KUNGFU (ini story about Jackie Chan) yang duluan booming, terus disusul GIRL FROM MARS (judul ini juga saya pakai sebagai judul lagu elektronik saya), GOLDFINGER dan tentu saja ANGEL INTERCEPTOR. Tembang-tembang dahsyat ini bener-bener asik didengarkan lagi sambil berkendaraan, suntuk di kamar, memulai semangat bangun pagi bahkan kalau mau dibawain lagi buat ngeband. Masih bisa banget dibawain.Satu lagi yang asik berjudul OH YEAH dengan klip membakar sirkus hanya buat mengambil scene adegan kissingnya Tim Wheeler. Anyway, album ini menjadi no 1 di UK berbulan-bulan. Tetapi sekali lagi tidak meluber sampai Indonesia, entah kenapa; Padahal grup ini sempat mampir juga menjajal panggung konser Indonesia di tahun 2001, saat lagu SHINING LIGHT meroket lagi dari album keempatnya FREE ALL ANGELS.</p>
<p>Yeah, anyway..tidak ada salahnya bisa dicari-cari album ini, duduk santai, putar di CD player Anda, relax sambil menghentakkan kaki, terus perlahan bangun dan berheadbanging saat GOLDFINGER dan KUNGFU diputar. Silakan buka youtube.com untuk lihat klip mereka. Ada versi klip. ada versi live.Nggak bakal nyesel, dan saat anda mendengarkannya, anda tidak akan percaya kalau ini adalah album produksi tahun 1995. Serasa segar. seperti produksi 2005. Dan saya yakin anda pasti bosan dengan hipmetal, hardcore, dan emo.karena memang sangat membosankan untuk saat ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[...]]></title>
<link>http://zakiki.wordpress.com/2008/02/20/39/</link>
<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 20:00:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiki</dc:creator>
<guid>http://zakiki.wordpress.com/2008/02/20/39/</guid>
<description><![CDATA[ciudat &#8230; bizar &#8230; straniu &#8230;. Nu gasesc cuvantul potrivit avea o privire ciudata]]></description>
<content:encoded><![CDATA[ciudat &#8230; bizar &#8230; straniu &#8230;. Nu gasesc cuvantul potrivit avea o privire ciudata]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[aberatii ... ]]></title>
<link>http://zakiki.wordpress.com/2008/02/09/aberatii/</link>
<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 19:58:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiki</dc:creator>
<guid>http://zakiki.wordpress.com/2008/02/09/aberatii/</guid>
<description><![CDATA[Incerc sa imi fac curaj sa ma apuc de scris la romana , dar imi este lene &#8230; Stau cu o mask de ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Incerc sa imi fac curaj sa ma apuc de scris la romana , dar imi este lene &#8230; Stau cu o mask de ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Vreau o masina a timpului!!! ]]></title>
<link>http://zakiki.wordpress.com/2008/02/07/vreau-o-masina-a-timpului/</link>
<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 19:51:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiki</dc:creator>
<guid>http://zakiki.wordpress.com/2008/02/07/vreau-o-masina-a-timpului/</guid>
<description><![CDATA[Vreau o masina a timpului ! Vreau sa fiu din nou mica&#8230;sa nu-mi pese de nimic! M-am saturat de ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Vreau o masina a timpului ! Vreau sa fiu din nou mica&#8230;sa nu-mi pese de nimic! M-am saturat de ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terima Kasih Reviewnya; eBlogari]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/26/terima-kasih-reviewnya-eblogari/</link>
<pubDate>Mon, 26 May 2008 12:18:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/26/terima-kasih-reviewnya-eblogari/</guid>
<description><![CDATA[Wah, blog saya yang baru berumur tiga bulan sejak saya publikasikan, ternyata ada yang mengapresiasi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/devari.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-146" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/devari.jpg?w=264" alt="" width="264" height="158" /></a></p>
<div style="float:right;margin-bottom:10px;margin-left:10px;"><a title="Devari.ORG" href="http://www.saylows.com/2008/04/21/personal/sebuah-review-profile-blogger-oleh-devari.html"></a></div>
<p>Wah, blog saya yang baru berumur tiga bulan sejak saya publikasikan, ternyata ada yang mengapresiasikan juga ya. Dan ternyata adalah blogger kawakan Bali yang sekarang di Amrik; <strong>Made Suardana</strong>, yang mereviewnya. Sudah pada kenal dong dengan <a href="http://www.devari.org"><strong>Devari</strong></a>? karena beliau sudah jagoan malang melintang di dunia blog. Tentu saja saya merasa terhormat sekali bisa menjadi teman  dan direview di sini; di halaman <a href="www.devari.org/2008/05/24/eblogari-dr-okanegara-new-kid-on-the-blog"><strong>eBlogari</strong></a> ini.</p>
<p>Ini tentu ikut menyulut semangat saya untuk tetap bisa berkomitmen untuk berbagi informasi dan berkabar positif. Terima kasih.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buatmu (20 Mei) Indonesiaku! ]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/20/buatmu-20-mei-indonesiaku/</link>
<pubDate>Tue, 20 May 2008 11:03:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/20/buatmu-20-mei-indonesiaku/</guid>
<description><![CDATA[“Sebuah Bangsa; Indonesia” Berawal dari yang muda Berikhtiar bentuk sebuah bangsa Bersusah, berpayah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://okanegara.files.wordpress.com/2008/05/untitle095.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-143" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/untitle095.jpg?w=300" alt="" width="300" height="202" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong><span style="color:#993300;">“Sebuah Bangsa; Indonesia”</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Berawal dari yang muda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Berikhtiar bentuk sebuah bangsa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Bersusah, berpayah, terus berupaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Beralas badan sengsara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Berwahana hanya sepeda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Belasan dokter muda berencana mulia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Berdayakan bangsa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Bangsa yang belum juga merdeka.</span><span style="color:#003300;"><br />
</span><span style="color:#003300;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Berjalan waktu dan masa</span><span style="color:#003300;"><br />
</span><span style="color:#003300;"> Berpijak asa mereka yang muda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Berjanji kita semua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Bernaskan bangsa yang katanya tlah merdeka.</span><span style="color:#003300;"><br />
</span><span style="color:#003300;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Bangkit!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Bersama!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#003300;">Buat Indonesia!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><br />
okanegara,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="color:#000000;">20 Mei 2008</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="color:#000000;">Untuk 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia,<br />
Mengenang Perjuangan Anak-anak Muda Boedi Oetomo buat bangsa Indonesia</span></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISARA Ultah ke-14]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/13/press-release-hut-14-kisara/</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 14:07:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/13/press-release-hut-14-kisara/</guid>
<description><![CDATA[Setelah minggu lalu saya 3 hari roadshow sebagai pembicara &#8220;AIDS Information for Students]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/261-k15ara.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-136" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/261-k15ara.jpg?w=300" alt="" width="300" height="155" /></a><br />
Setelah minggu lalu saya 3 hari roadshow sebagai pembicara &#8220;AIDS Information for Students&#8221; di Hard Rock Hotel bekerjasama dengan Hard Rock Hotel, dan syukurnya berjalan sukses, kemarin KISARA juga mengadakan diskusi santai tentang &#8220;Komunikasi Seksual Remaja dan Orang Tua&#8221; yang juga ramai di KISARA. Semuanya dalam rangkaian  HUT KISARA ke-14, yang jatuh tanggal<strong> 14 Mei 2008</strong>. Ya, KISARA sudah 14 tahun, relawan terus berganti, datang dan pergi. Silakan mengenal KISARA bagi yang belum mengenal KISARA, dan saya ikut ucapkan selamat ulang tahun buat KISARA, semoga tetap dengan komitmennya berjuang buat pemberdayaan kesehatan reproduksi dan seksual remaja di Bali. Silakan visit dan say something lewat  blog kisara di<a href="http://www.remajabali.wordpress.com"> www.remajabali.wordpress.com</a> atau ke website KISARA yang segera online di <a href="http://www.kisara.org">www.kisara.org</a>. Dan ini press release ultah KISARA ke-14, didistribusikan saat acara Bedah Buku “Waktu Tuhan (Wianta)&#8221;, sebuah kompilasi tulisan dengan para penulis berbakat yang masih remaja.<!--more--></p>
<p style="text-align:right;">Press Release; update 13 Mei 2008;<br />
<span style="color:#999999;">KISARA PKBI BALI<br />
www.kisara.org</span></p>
<p><strong>One for Youth; More Creative, Touching the Youth Deeper than Before<br />
Semua Untuk Remaja, di Berbagai Nuansa, Dalam Hut KISARA ke-14</strong></p>
<p><strong>Tentang KISARA</strong></p>
<p>Kita Sayang Remaja (KISARA) PKBI Bali adalah lembaga nonprofit sebagai pusat informasi dan konseling yang didukung relawan-relawan remaja dalam memberikan pendampingan sebaya untuk pemberian informasi dan konseling remaja. KISARA dibentuk pada 14 mei 1994, karena rasa ingin ikut peduli terhadap maraknya permasalahan kesehatan reproduksi dan seksual remaja seperti hubungan seksual pranikah, kehamilan remaja, penyakit menular seksual, HIV/AIDS , penyalahgunaan narkotika, termasuk juga isu-isu yang trend di remaja lainnya. Visi KISARA adalah membentuk “remaja bertanggung jawab”melalui pendekatan “dari, oleh dan untuk remaja”. KISARA melakukan berbagai aktivitas-aktivitas pemberian informasi yang dikemas dengan pendekatan remaja. Kegiatan KISARA antara lain<br />
Konseling (telpon,surat, email, tatap muka, dan kolom konsultasi di media)<br />
Ceramah, diskusi maupun seminar<br />
Informasi lewat media, berupa siaran di radio secara teratur dan TV<br />
Pengembangan media dalam bentuk buletin, buku, buku saku, stiker, brosur, T-Shirt dengan gaya remaja<br />
Pelatihan remaja seperti pelatihan kesehatan reproduksi dan seksualitas, bahaya narkoba, teknik presentasi, teknik konseling<br />
Penjangkauan remaja (outreach) untuk mendampingi remaja di luar jalur formal<br />
DAKU! (Dunia remajaku, Seru!), sebuah program edukasi seksualitas di beberapa sekolah berbasis IT<br />
Kampanye rutin, dalam acara malam renungan dan hari AIDS, hari anti madat, perayaan hari kasih sayang, HUT Kisara, Hari Remaja, White band day, dll<br />
Juga segera juga akan direvitalisasi Klinik Kesehatan Terpadu Remaja dan program Rumah Remaja untuk memperkuat pemberdayaan serta akses buat remaja</p>
<p><strong>HUT KISARA ke-14</strong></p>
<p>Dalam ulang tahun ke-14, relawan-relawan KISARA kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan sepanjang bulan Mei ini, baik yang dilaksanakan oleh KISARA maupun yang berkolaborasi dengan mitra KISARA. Dengan mengambil tema “ONE FOR YOUTH; MORE CREATIVE, TOUCHING THE YOUTH DEEPER THAN BEFORE”, kali ini KISARA ingin memunculkan berbagai kegiatan yang bervariasi yang semuanya ditujukan menjadi satu buat remaja. Sebenarnya kegiatan sudah diawali dengan serial talkshow dan seminar tanggal 2-5 Mei yang lalu berkolaborasi dengan HUT Hard Rock Hotel Bali, mengemas topik “AIDS Information for Students” melibatkan remaja-remaja dari beberapa sekolah (SMA) di wilayah Kuta. Dengan pembicara dr. Okanegara dari tim senior KISARA, Ellyas Paweloi dan Maurits Pangemanan dari KPA Provinsi Bali.</p>
<p>Tanggal 12 Mei kemarin juga telah berhasil dilaksanakan sebuah “Diskusi Santai” di Aula PKBI Bali, kali ini topiknya adalah “komunikasi seksualitas antara remaja dan orang tua”, yang rencana awal hanya mengundang beberapa remaja sekolah, orang tua dan guru, ternyata menjadi acara yang ramai karena rupanya cukup diminati. Diskusi yang diset dalam suasana talkshow santai ini menampilan Bapak Ketut Sukanata mewakili suara orang tua, Arindie Ayudia sebagai perwakilan remaja mahasiswa dan Putu Ridoi sebagi perwakilan remaja yang masih sekolah di SMA. Berbagai hal menarik muncul dalam diskusi ini, betapa pentingnya komunikasi pada masa-masa krisis di usia remaja perlu diwujudkan, bagaimana orang tua bisa menjadi teman yang disenangi juga oleh remaja dan bagaimana remaja pun harus pandai menyikapi perubahan jaman, tetap menghormati orang tua dan bisa menjadi remaja bertanggung jawab.</p>
<p>Berikutnya juga akan diagendakan beberapa kegiatan lagi yang variatif. Hari ini, 13 Mei 2008, pukul 16.00 WITA akan diselanggarakan “Bedah Buku” yang ditulis oleh empat orang penulis remaja. Besok, 14 Mei 2008 akan diselenggarakan aksi remaja peduli sesama lewat “Donor Darah” di Lapangan Renon yang akan dimulai mulai pukul 07.00 pagi, malamnya diselenggarakan “Malam Keakraban” berupa acara spontanitas remaja, relawan KISARA, alumni KISARA, sahabat KISARA, yang juga akan diikuti pembentukan Tim Senior KISARA dan launching web serta blog KISARA. Rangkaian acara HUT-14 KISARA akan ditutup dengan aksi remaja peduli lingkungan hidup lewat “Penanaman 1405 Bakau” pada tanggal 19 Mei 2008 jam 16.00 sore di Pantai Serangan.</p>
<p><strong>Sekilas Bedah Buku “Waktu Tuhan (Wianta)”</strong></p>
<p>Kegiatan “Bedah Buku” diselenggarakan di Museum Sidik Jari tanggal 13 Mei 2004. Sengaja dipilih sore hari pukul 16.00 WITA untuk memberikan kesempatan kepada remaja-remaja usia sekolah untuk ikut berpartisipasi dan bisa belajar mengapresiasi sebuah buku. Terlebih lagi yang menarik dari buku “Waktu Tuhan (Wianta) ” yang akan didiskusikan bersama ini adalah buku ini ditulis oleh empat orang penulis muda, perempuan semua, dari Komunitas: Sahaja yang aktif di beberapa kegiatan apresiasi seni dan budaya. Usia mereka terbilang masih muda; yang tertua berusia 18 tahu dan paling belia berusia 15 tahun. Mereka adalah: Ni Ketut Sudiani, Ni Putu Rastiti, Ni Made Frischa Aswarini dan Ni Made Purnamasari. Buku ini akan menuangkan kisah perjalanan buah tulisan empat orang muda penggiat sastra ini tentang keingintahuan akan sosok seniman multitalenta, Wianta, yang tentu saja berbeda generasi dengan mereka. Di awalnya para penulis hanya ingin menjadikan sosok Wianta sebagai referensi mengembangkan wawasan dan pengetahuan, karena sebuah proses pembelajaran, akhirnya penulisan, cara dan sudut pandang masing-masing bisa diwujudkan dalam bentuk sebuah buku. Dan tentunya ini yang akan menjadi menarik. Bedah buku nanti akan dihadiri langsung oleh keempat penulisnya dan dipandu oleh penyair dan budayawan Warih Wisatsana.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Silakan buat semua remaja dan yang menaruh perhatian serta kepedulian buat remaja bisa mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-14 KISARA ini. Dan siapa saja remaja maupun pihak lain yang peduli remaja termasuk guru, ortu atau instansi lain yang berminat bekerja sama maupun ikut serta atau mau mengundang KISARA, pintu KISARA selalu terbuka lebar untuk bisa selalu dihubungi setiap hari dari pukul 09.00 WITA sampai 21.00 WITA di sekretariat KISARA.</p>
<p>Contact Person:<br />
dr. I Nyoman Sutarsa (koordinator KISARA) : HP 081805409104</p>
<p>KISARA dapat dihubungi di:<br />
Jalan Gatot Subroto IV/6 Denpasar, Gedung PKBI Bali Lantai III.<br />
Telp 0361 430200 Fax 0361 430214<br />
Email: kisarabali@hotmail.com<br />
Blog: www.remajabali.wordpress.com<br />
Dan segera online website: www.kisara.org</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["The Rest of My Life"nya LTJ Membuat Saya Merenungi Hidup]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/09/the-rest-of-my-life-from-less-than-jake-membuat-saya-merenung-arti-hidup/</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 13:43:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/09/the-rest-of-my-life-from-less-than-jake-membuat-saya-merenung-arti-hidup/</guid>
<description><![CDATA[It&#8217;s gonna kill me the rest of my life/Let me apologize while I&#8217;m still alive/I know it]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://okanegara.files.wordpress.com/2008/05/candle.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-144" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/candle.jpg?w=268" alt="" width="268" height="218" /></a><br />
<span style="color:#999999;">It&#8217;s gonna kill me the rest of my life/Let me apologize while I&#8217;m still alive/I know it&#8217;s time to face/All of my past mistakes/It&#8217;s gonna kill me for the rest of my life</span></p>
<p>Ternyata masih ada  lagu yang membuat saya   merinding waktu mendengarkan, melihat klip dan meresapi makna dalam di  tiap kata liriknya. <!--more-->Di tengah gempuran musik-musik tanpa nutrisi dari banyak band  hari ini yang cuma bisa menampilkan lirik itu-itu saja, perselingkuhan dan berbagai kisah sedih (cengeng?) yang sama sekali tidak membawa semangat dan arti buat hidup yang sesungguhnya. Yuk bangun..!! Hingga ke musik hip hop dan r n b yang sekarang semakin tidak bermakna dan tidak jelas liriknya, hujat-menghujat, seronok (contoh; e.g. <em><span style="color:#808080;">they`re very easy to say  bit**, mother f**ker, b**ty, b**bs, *ss, pu**y and some others like those</span></em>),  kasar, yah begitulah. Memang kebebasan ekspresi bolehlah, tapi yang seperti ini buat saya sudah pasti nggak akan masuk <em>playlist</em> saya.</p>
<p>Nah, hari ini saya dapat kiriman <em>clipvideo</em>nya  <strong>Less Than Jake (LTJ) </strong>dari Tika. Kali ini yang lagunya <strong>The Rest of My Life</strong>. Keren sekali. LTJ ini band punk. Nyampur lah punk-ska-pop. Well, gini-gini waktu ngeband dulu pernah bawain lagu-lagu punk juga. Biasa, lagu-lagunya Green Day, hmm. Jadi masih bisa lah dengerin yang rada ada melodinya, melodic punk. It`s old story.</p>
<p>Di lagu ini LTJ musiknya terdengar seperti cocktail yang buahnya macam-macam. Ada campuran  rockabillynya Living End ketemu dengan mood nya 3 Doors Down plus Creed   dan Collective Soul, ada sedikit Simple Plan, country rock nya Gin Blosom plus renyahnya Firehouse. Tapi sekarang bukan mau cerita tentang gerombolan LTJ yang dari Florida  ini (<em>because u can find them on their </em><span style="color:#333333;"><a href="http://www.lessthanjake.com/">official website</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Less_Than_Jake">wikipedia</a> or <a href="http://www.myspace.com/lessthanjake">their myspace</a></span><em> and browse everything about them by google</em>).</p>
<p>Ini tentang lagunya. <strong>The Rest of My Life</strong>. Lebih tepat tentang videoklipnya. Sangat menyentuh. Sangat jarang sekarang ditemukan lagu dengan lirik tentang kehidupan, kebijaksanaan, atau paling tidak belajar menjadi lebih baik tanpa harus menggurui. Di video ini saya dapatkan. Video yang sangat menyentuh. Mengisahkan kisah hidup tiga pasang anak manusia. Sepasang suami istri, sepasang laki-laki yang saling tabrakan mobil dan kisah seorang polisi dengan <em>street whore</em> (pekerja seks jalanan). Ini saya coba ambil <em>screenshoot</em> dari video klipnya.</p>
<p><a href="http://okanegara.files.wordpress.com/2008/05/rest.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-132" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/rest.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Dibuka dan ditutup oleh 2 <em>famous quotes</em> dari almarhum <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alden_Nowlan">Andrew Alden Nowlan</a>, seorang satrawan dan jurnalis paling dikenang di Kanada dan Amerika Utara, yang secara eksplisit menyebutkan &#8220;<strong>jika seoranganak mulai menyadari bahwa orang dewasa bukan lagi orang yang sempurna di saat itu si anak sudah mulai beranjak dewasa, dan di saat dia sudah bisa memaafkan di saat itulah dia sudah dewasa.&#8221;</strong></p>
<p>Video dengan adegan yang awalnya banyak diperankan oleh anak-anak dengan <em>angel</em> pengambilan gambar yang bisa menggiring yang menonton benar-benar masuk ke dalam suasana cerita yang sangat dalam ini, menceritakan pertengkaran dan kekerasan hati diantara 2 orang yang terlibat kecelakaan mobil, juga penangkapan seorang pekerja seks jalanan oleh seorang polisi patroli dan pertengkaran sepasang suami istri. Dalam perenungan diri masing-masing mereka disadarkan bahwa seorang yang di mata mereka rendah, dimata mereka tidak mau mendengar dan berselisih dengan mereka pun sebenarnya adalah teman dan guru yang harusnya diberi maaf dan selayaknya diberi terima kasih karena kita juga belajar sesuatu dari mereka dan jangan sampai ini berlalu, tanpa makna dan kita menjadi menyesal seumur hidup  karena maaf yang tidak terucapkan.</p>
<p>Video ditutup dengan <em>quote</em> nya Nowlan yang menyebutkan &#8220;<strong> di saat seorang anak bisa memaafkan dirinya, saat itu kebijaksanaan telah muncul pada dirinya&#8221;</strong>. Dalam sekali.</p>
<p>Bila dicermati dari liriknya  juga pas sekali. Lagu ini liriknya setelah dicari-cari dapat di <a href="http://www.sing365.com/music/lyric.nsf/Rest-Of-My-Life-lyrics-Less-Than-Jake/FF3553127FF5B9EA482571190010CE0C">sini</a>:</p>
<p><strong><em>The Rest of My Life </em></strong></p>
<p><em>I felt asleep last Saturday</em><em><br />
</em><em> Underneath polluted skies</em><em><br />
</em><em> I walked alone in those Jersey nights</em><em><br />
</em><em> And I</em><em><br />
</em><em> Saw the board walk start to fall</em><em><br />
</em><em> The emptiness starts to drown</em><em><br />
</em><em> The quiet corners of this town tonight</em></p>
<p><em>Late last night I made my plans</em><em><br />
</em><em> It was the only thing I felt I could do</em><em><br />
</em><em> Said goodbye to my best friend</em><em><br />
</em><em> Sometimes there&#8217;s no one left to tell you the truth</em></p>
<p><em>It&#8217;s gonna kill me the rest of my life</em><em><br />
</em><em> Let me apologize while I&#8217;m still alive</em><em><br />
</em><em> I know it&#8217;s time to face</em><em><br />
</em><em> All of my past mistakes</em><em><br />
</em><em> It&#8217;s gonna kill me for the rest of my life</em></p>
<p><em>This is my all time low</em><em><br />
</em><em> Somehow it feels so familiar</em><em><br />
</em><em> Somehow it seems so familiar</em><em><br />
</em><em> I feel like letting go</em><em><br />
</em><em> And every second that goes by</em><em><br />
</em><em> I&#8217;m screaming out for second tries</em></p>
<p><em>Said goodbye to my best friend</em><em><br />
</em><em> Sometimes there’s no one left to tell me the truth</em></p>
<p><em>It&#8217;s gonna kill me the rest of my life</em><em><br />
</em><em> Let me apologize while I&#8217;m still alive</em><em><br />
</em><em> I know it&#8217;s time to face</em><em><br />
</em><em> All of my past mistakes</em><em><br />
</em><em> I&#8217;ve got to live with them the rest of my life</em></p>
<p><em>This is the mess I&#8217;ve made</em><em><br />
</em><em> These are the words I can&#8217;t erase</em><em><br />
</em><em> This is my life support</em><em><br />
</em><em> Shutting down</em><em><br />
</em><em> For the final time</em><em><br />
</em><em> And it twists like a blade</em><em><br />
</em><em> And kills me for the rest of my life</em></p>
<p><em>If you won&#8217;t forgive me the rest of my life</em><em><br />
</em><em> Let me apologize while I’m still alive</em><em><br />
</em><em> I know it&#8217;s time to face</em><em><br />
</em><em> All of my past mistakes</em></p>
<p><em>It&#8217;s gonna kill me for the rest of my life</em><em><br />
</em><em> It&#8217;s gonna kill me for the rest of my life [x2]</em></p>
<p>Serasa disentak. Saya diingatkan lagi tentang perjalanan hidup. Banyak teman, ada yang datang dan ada juga yang pergi. Benar-benar pergi. Tanpa pernah kembali. Kemanapun dicari. Walau mereka tetap dekat di hati. Teman adalah motivator terbesar. Beberapa teman masa kecil dan masa lalu telah pergi. Dan sering kali saya belum sempat mengucapkan kata maaf ke mereka atas kesalahan apapun yang mungkin pernah saya buat. Walau kata maaf saja tidaklah cukup. Karena mereka juga guru terbaik buat hidup saya. Buat bisa memaknai hidup lebih baik, mengisi hidup dengan lebih sehat sehingga tangan-tangan kita pun bisa diberikan buat yang lebih membutuhkan. Saya percaya nafas dan hidup ini diberikan untuk menebus kesalahan kita yang lalu. Jika tidak memberinya makna dengan lebih baik, kita akan menyesalinya selama sisa hidup kita. <strong>Seseorang baru berarti bukan dari apa yang dimiliki dan dapatkan, tetapi dari apa yang dia berikan&#8230;.</strong></p>
<p>Ijinkan saya mengucapkan maaf buat siapapun yang pernah saya kecewakan dan atas segala kesalahan masa lalu saya. Ini waktunya kita bisa bangkit bersama menghadapi masa depan…….dengan lebih baik.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My Ladies Are Back!]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/01/my-ladies-are-back/</link>
<pubDate>Thu, 01 May 2008 07:42:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/05/01/my-ladies-are-back/</guid>
<description><![CDATA[Masih ada yang ingat The Ladies Room? Mereka adalah salah satu band yang sempat juga berkiprah di ja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/ladies04.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-113" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/ladies04.jpg?w=300" alt="" width="300" height="277" /></a></p>
<p>Masih ada yang ingat The Ladies Room? Mereka adalah salah satu band yang sempat juga berkiprah di jatuh bangunnya musik lokal di Bali.  Sudah lama band yang pernah saya bantu untuk memproduseri hingga mereka punya tempat juga di beberapa kalangan ini tidak beraktifitas lagi karena kesibukan masing-masing. <!--more-->Beberapa hari yang lalu saya bertemu kembali di Warung Aseupan, tempat yang dikelola teman baru saya Mbak Rita. Saya bisa berjumpa dengan Sukma, Gek Indah, Febby dan  Dessy. Ladies Room cukup lama vakum di aksi panggung dan pergaulan musik di Bali karena masing-masing personel memang pada sibuk-sibuknya. Terlebih setelah Nanda, vokalisnya, mengundurkan diri untuk merampungkan skripsi, menikah dan mengelola agency model. Juga mundurnya kru Ladies Room yang tadinya sangat solid mulai dari SEA yang banyak melatih skill dan menyumbangkan lagu buat Ladies Room. Hingga diikuti juga oleh pamitnya Zupho dan Chombe. Otomatis jalannya progres perampungan album, upgrading skill bermusik juga sempat mandeg, terlebih saya sendiri juga banyak handle berbagai kegiatan edukasi dan riset seksualitas jadi tidak bisa banyak berperan lagi memberi dukungan moril. Tapi syukurnya ada suntikan semangat buat Ladies Room dengan masuknya Dessy, yang banyak juga malang melintang di festival band, bergabung menjadi vokalis Ladies Room yang baru. Tapi itu dia karena kesibukan Sukma juga di event organiser dan lembaga survey, Gek Indah di bisnis kecil-kecilan, Febby yang mengejar kelarnya skripsi dan Widie yang gawe di bank, kembali membuat aktivitas Ladies Room jalan di tempat. Satu yang jadi pelajaran, nggak gampang mengelola band cewek. Beneran!! Udah pada sibuk masing-masing, sering berantem dan nggak bisa  diajak manggung sampai  pagi.</p>
<p><a href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/ladies071.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-114" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/ladies071.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Flash back dikit. Ladies Room awalnya berdiri memang karena misi sosial. Gek Indah dan Sukma motornya. Mereka anak KISARA (Kita Sayang Remaja). Nanda, Widie diajak bergabung berikutnya, serta terakhir Febby. Dibentuk tahun 2003 an. Berkat dukungan semua relawan KISARA dan tim yang solid dari SEA dkk, akhirnya mereka bisa menjadi band yang unik dan cukup diperhitungkan. Ajang-ajang sosial dan remaja sering dijajal hingga mereka bisa dikenal dengan band yang selalu membawa pesan-pesan positif buat remaja.</p>
<p>Kok bisa namanya Ladies Room? Nama ini bukan buat ngingetin toilet perempuan, tetapi memang murni karena mereka cewek-cewek semua, dan cantik-cantik maka sepakat untuk membentuk konsep yang &#8220;ladies&#8221; banget, jadilah Ladies Room. Nama-nama unik pernah menjadi tawaran nama buat band ini, mulai dari The Pretty hingga Monggo Mas Band. So, jadilah Ladies Room bisa eksis dengan personel waktu itu Nanda (vokal), Sukma (keyboard dan vokal), Widie (bass), Febby (Gitar) dan Gek Indah (Drum). Beberapa lagu menjadi jagoan mereka, dengan hits &#8220;Bajang Jani&#8221; yang pernah jadi jawara di beberapa radio lokal, juga ada beberapa lagu pop kreatif macam &#8220;Bulan Bintang&#8221;, &#8220;Malam Minggu&#8221;, dll. Dalam perjalanannya, dukungan pun mengalir deras, hingga nominasi musik bergengsi di Bali pun sempat mereka torehkan.</p>
<p><a href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/gda2005.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-115" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/05/gda2005.jpg?w=219" alt="" width="219" height="300" /></a></p>
<p>Menjelang akhir tahun 2005, Ladies Room masuk nominasi dalam dua katagori dalam GDA AWARDS 2005, yang merupakan sebuah event penghargaan yang cukup bergengsi di Bali.  Ladies Room masuk katagori sebagai nominasi band favorit bersama band-band besar Bali lain seperti Lolot, Bintang dan XXX.  Lagunya Ladies Room yang berjudul &#8220;Bajang Jani&#8221; juga masuk katagori Lagu Favorit saat itu. Beberapa media dan buku juga sempat memuat profil unik mereka.</p>
<p>Ladies Room sempat berhasil masuk dalam album kompilasi yang saya buat waktu itu, nama albumnya: &#8221; 5+1&#8243; bersama band-band potensial lainnya Cematu (sekarang personelnya di Jepang), Toom Band (sekarang beberapa personel main di indie, Cyber Machine), Biongo (yang kemudian berubah menjadi Free Zee, menjadi macan festival dan menjadi pendukung Gde Kurniawan n band), Vegasus (jagoan karangasem) dan Tirtha Band  (personelnya  pada kerja sebagai seaman), bahkan album ini juga menjadi 10 besar album terbaik di Bali saat itu. Rupanya kisah gembira tidak bisa bertahan lama. Setelah ini, perlahan geliat Ladies Room makin memudar, padahal banyak yang menunggu kehadiran mereka sampai sekarang.</p>
<p>Okay, bangun. Itu cerita kemarin. Sekarang ada apa nih? Rupanya Gek Indah yang tidak sabar dengan  kevakuman Ladies room.  &#8220;Tangan sudah gatal buat gebukin orang, ehh drum&#8221; katanya. So, semuanya ngumpul lagi. Tanpa Widie. Sukma sepakat untuk bangkit lagi. Febby sudah kelar skripsi.  Dessy  siap  nyanyi lagi.  Ladies Room sepakat buat bangkit lagi, tentu saja dengan  mempersuasi Widie yang hari ini tidak hadir. Tidak usah muluk-muluk untuk ngejar album. Latihan kembali dulu, memperbaiki konsep bermusik, bikin lagu baru, rekrut kru baru dan bina hubungan baik dengan jaringan musik yang lain. Itu dulu. So, get ready to rock the stage! My ladies are back!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akhirnya, Saya Jadi Terdakwa!]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/04/23/akhirnya-saya-jadi-terdakwa/</link>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 09:22:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/04/23/akhirnya-saya-jadi-terdakwa/</guid>
<description><![CDATA[Karena sempat sakit dan istirahat cukup lama, akhirnya baru sempat posting hari ini. Tulisan ini dul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Karena sempat sakit dan istirahat cukup lama, akhirnya baru sempat posting hari ini. Tulisan ini dulu, yang tentang saya sakit dan tulisan tentang kesehatan seksual menyusul. Saya mulai dengan postingan yang serem juga judulnya. Tetapi ini memang terjadi. Jadi terdakwa gara-gara kena tilang. Hehe. Karena pelanggaran yang masih belum jelas maksudnya buat saya dan bisa jadi juga buat yang lain. Waktu itu maunya makan siang, eh malah bertemu dengan bapak-bapak polisi jaman sekarang. Polisi jaman sekarang? Ya tahulah maksudnya. Setelah berkenalan dengan bapak-bapak polisi, akhirnya dapat selembar kertas atau slip merah ini.</p>
<p><a href="http://okanegara.files.wordpress.com/2008/04/tilang01.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-96" src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/04/tilang01.jpg?w=300" alt="" width="300" height="255" /></a><!--more--></p>
<p>Lihat di pojok kanan ada tulisan ”<strong>terdakwa</strong>” kan? Hehe.Karena ingin berbagi, saya coba ceritakan pengalaman ini dalam dua bagian; saat tilang dan saat pengadilan.</p>
<p><strong>Saat Tilang</strong><br />
Ceritanya begini. 19 Maret lalu, setelah menghabiskan waktu sejam lebih di Rainet untuk reply beberapa email, saya langsung tancap gas ke Gatot Subroto buat <em>discuss something</em> dengan Direktur PKBI. Tidak disangka, di perjalanan, perut ini memberontak, lapar menyerang dan karena kebetulan lewat di Jalan Gajah Mada yang sekarang terlihat lebih bagus (pantas saja sih karena ditata untuk kepentingan program <em>Sightseeing Denpasar</em>) tidak ada salahnya mampir di Warung Pojok I. Sudah lama tidak makan di sana.</p>
<p>Seperti biasa, di tengah keramaian, rambu-rambu sering terabaikan. Yang ada di kepala waktu itu maunya parkir di tempat biasa, di tempat mobil-mobil lain juga pada parkir, karena kebetulan hari ini bawa mobil. Dan yang paling penting tidak di bawah tanda dilarang parkir.</p>
<p>Tetapi dasar sial, mana Warung Pojok I tutup, eh kena semprit polisi. Katanya saya melanggar rambu-rambu dilarang parkir. Padahal saya jelas tidak parkir di bawah rambu dilarang parkir. Pak polisi bilang daerah mulai dari tanda dilarang pakir di dekat perempatan jalan Kartini sampai di area Warung Pojok I ini tidak boleh parkir. Hmm, banyak sekali unek-unek di kepala saya. Pertama, saya sudah biasa parkir di situ bertahun-tahun lamanya. Kedua, di sana ada beberapa mobil parkir dan banyak sepeda motor telah parkir lebih dulu. Ketiga, saya parkir di area yang tidak langsung ada tanda dilarang parkir, bahkan ada tanda garis-garis parkirnya yang kata orang di sekitar sana memang buat parkir (apa bener ya?). Awalnya waktu itu, Pak Polisi yang kalau selintas saya baca berinisial KRYW dan temannya yang gemuk (polisi sekarang pada gemuk juga ya) berninisial KTWJY-kalau tidak salah berpangkat Aiptu, dengan wajah ditekuk-tekuk berlagak garang membuat saya tidak menaruh <em>respect</em> sama sekali di awal ”perkenalan” kami karena langsung mengintimidasi, meminta saya mendekat sambil mengeluarkan kata-kata tidak simpatik. Jauh sekali dari slogan &#8220;polisi sahabat anda&#8221; yang pernah didengungkan.</p>
<p>“Coba ke sini, sudah berkali-kali saya jaga di sini masih juga banyak kendaraan seperti Bapak yang parkir di sini” panggilnya.</p>
<p>Saya spontan berpikir gini&#8230;wah, kalau sudah berkali-kali mestinya dipikir lagi ada kesalahan di mana, di rambu-rambu lalu lintasnya, di sosialisasinya, atau di mana.</p>
<p>“Maaf Pak Polisi, saya sudah biasa parkir di sini, itu juga ada beberapa mobil lain, dan banyak sekali motor. Ini kan juga ada garis tanda parkir!” jawab saya sambil menunjuk beberapa kendaraan yang juga parkir di sini.</p>
<p>“Semua kendaraan itu melanggar, mereka sudah saya peringatkan, kalau urusan garis ini bukan urusan polisi, tanya saja ke wali kota!” katanya lagi.<br />
Ups, ketawa saya dalam hati, kalau begini berarti kerjanya polisi hanya menunggu orang melakukan kesalahan dong, tidak berupaya cari penyelesaian dari tanda-tanda yang ambivalen dan bikin bingung seperti ini.</p>
<p>“Ya, sudah Pak Polisi, saya ditilang saja! “ pinta saya.</p>
<p>“Bapak benar-benar minta ditilang? Ya sudah kalau mau penyelesaiannya lewat tilang pergi ke pinggir sana, saya panggilkan teman saya dulu!” ketusnya.</p>
<p>Haha, ini klasik sekali, walaupun masih belum jelas saya salah yang mana, dan yang mana mesti saya turuti tandanya, ya sudah mendingan saya ke pinggir, pilih ditilang saja. Uangnya bisa saya berikan buat negara, bukan buat kantong Pak Polisi ini. Dia sepertinya jadi bersungut-sungut dan segera beralih mengatur lalu lintas. Saya lihat mobil dan motor-motor yang di sebelah saya pada ngeliatin saya, mereka juga sepertinya sudah distop sama polisi ini, tetapi kok saya tidak lihat mereka ditilang? Weleh, pada pilih damai di tempat rupanya. Lanjut saya menepi bersama satu orang lagi yang tadi datang parkir bersamaan dengan saya di tempat sama. Kita bersama minta tilang. Polisi yang mendampingi saya, KTWJY, cukup polos. Dan dia baru saja membuka buku tilangnya dari tasnya di depan saya. Berarti dari tadi nggak ada buka buku tilang dong? Ya sudah lah, singkat cerita saya pun menerima selembar slip merah tadi, dan sekali lagi, di pojok atas kanannya ada tulisan “terdakwa”. Dan saya diminta datang ke pengadilan sekalian menebus STNK yang disita tanggal 9 April. Nggak apa-apa, hitung-hitung nyari pengalaman. Pengalaman jadi terdakwa. Hehe.</p>
<p>Pesan saya nih, pertama, hati-hati parkir di Jalan Gajah Mada, katanya dari mulai perempatan Kartini sampai dekat perempatan Sumatra tidak boleh parkir, walau banyak garis tanda parkirnya. Kedua, buat poltabes dan pemkot, tolong dong koordinasi yang baik, kalaupun sudah, segeralah sosialisasi. Ketiga, kalau ada yang melanggar, minta tilang saja. Kan uangnya masuk ke negara, anggap saja menyumbang. Btw, akhirnya saya makan siang di Gatsu. Karena penasaran, pulang dari PKBI saya lewati Jalan Gajah Mada lagi, ternyata bapak-bapak polisi yang ”gagah” tadi sudah tidak ada di tempat dan you know what, mobil-mobil serta motor-motor tetap pada parkir di tempat tadi dan malah tambah banyak jumlahnya…So?</p>
<p><strong>Saat Pengadilan</strong></p>
<p>Tanggal 9 April 2008. Tibalah saat yang ditunggu-tunggu untuk menebus STNK. Datang mengikuti sidang tilang di pengadilan negeri. Ini bukan yang pertama saya ke pengadilan, karena sebelumnya pernah beberapa kali menjadi saksi. Tapi saya masih belum terlalu fit setelah habis sakit beberapa hari. Makanya jadi terlupa membawa kamera digital yang tadinya mau buat foto-foto sekedarnya untuk kenangan saya pernah jadi pesakitan di pengadilan. Sebenarnya untuk mengikuti sidang ini bisa diwakilkan oleh siapa saja. Dan identitas juga tidak diperiksa.</p>
<p>Benar saja, saya tiba di pengadilan negeri jam sepuluh kurang lima belas menit. Begitu sampai di parkiran, langsung disambut seorang laki-laki berpakaian atas hijau muda-dan bawah hijau tua, dengan sangat ramah dan membantu saya memarkirkan kendaraan. Wah, ini baru pemberi layanan publik yang baik, pikir saya. Saya menebak orang ini adalah petugas di pengadilan negeri. Dan dugaan saya memang benar. Selanjutnya dia bertanya, apakah saya akan mengikuti persidangan.</p>
<p>”Saya mengikuti persidangan tilang Pak” jawab saya.</p>
<p>”Wah, kalau begitu bapak bisa saya bantu” kata bapak ini.</p>
<p>”Maksudnya bagaimana Pak?” tanya saya.</p>
<p>”Begini&#8230;” lanjut bapak ini.<br />
Petugas pengadilan tersebut selanjutnya menjelaskan bahwa pengadilan tilang biasanya mulai agak molor, sambil menunjuk ke arah ruang sidang tilang. Dia bilang kasihan kalau saya menunggu terlalu lama. Biasanya jam 12 siang baru mulai. Dia menyerahkan ke saya mau nunggu atau dia bantu. Ternyata dia bisa bantu mewakili saya untuk ikut pengadilan, jadi saya tinggal datang di atas jam 12 untuk mengambil STNK. Karena ini kasus pelanggaran rambu lalu lintas, dan setelah melihat slip merah tilang saya, dia menyebutkan angka Rp 30.000,- buat ongkos dendanya plus jasa dia. Walahh&#8230;..,ternyata dia ini ngerangkap calo pengadilan juga. Calo kecil-kecilan. Pantesan ramah dan helpful. Ada maunya rupanya. Saya sempat goyah juga tadinya, karena memang hari ini banyak agenda juga yang harus dikerjakan setelah jam 12. Tetapi saya ingin mengikuti sidang ini biar tahu jalannya.</p>
<p>”Maaf Pak, begini saja, saya coba tunggu dulu, siapa tahu jadualnya tidak terlalu molor, tetapi kalau nanti molor sekali, saya hubungi bapak lagi,” jawab saya untuk menutup pembicaraan.</p>
<p>Ternyata sudah banyak yang menunggu di luar ruang sidang. Ada sekitar duapuluhan orang. Beberapa pada ngobrol seadanya sambil menunggu panggilan sidang. Tepat jam sepuluh teman saya, dr. Asdi Rahmat Hidayat, saya biasa memanggilnya Mamack, juga datang. Sudah lama sekali tidak berjumpa. Mamack salah satu teman baik saya. Mamack sekarang kerja di RS Darma Usada. Mamack kena tilang juga. Nah, sekarang jadi lebih asik, karena ada temen ngobrol beneran. Mamack sudah dua kali ikut sidang pengadilan tilang, semuanya karena menerobos lampu merah. Sambil membunuh waktu menunggu sidang, jadinya ngobrol tentang profesi dan pelayanan publik. Di sekitar ruang sidang tidak ada tulisan, tidak ada tanda pengumuman dan tidak ada petugas yang mengarahkan tentang sidang ini. Termasuk jadual di papan pengumuman pun tidak ada. Dan ternyata ruang sidang yang ditunjukkan oleh petugas di luar tadi sebagai sidang tilang hari ini rupanya juga baru saja akan dipakai persidangan kasus lain. Kasus perdata apa gitu. Lah, terus sidang tilangnya di mana? Lima belas menit dari pukul sepuluh saya coba tanya di depan apa saya sudah benar menunggunya. Ternyata dibilang benar ruangan yang akan dipakai sidang perdata tadi adalah ruang sidang untuk tilang. Weleh, pasti ada yang keliru ini. Malah ruang sidangnya sudah dipakai persidangan. Sudah mulai. Jangan-jangan memang benar mulai jam 12. Hmm, kalau begitu buat apa ditulis dan diminta datang jam 10. Ya sudah, tunggu saja. Sambil lanjut pembicaraan tentang buruknya kualitas pelayanan masyarakat oleh instansi pemerintah dengan Mamack.</p>
<p>” Yang ikut sidang tilang, harap masuk ke ruang ini&#8230;!!” teriak-teriak petugas pengadilan, membuyarkan diskusi serius saya dengan Mamack. Jam 11.10. Jadi sudah lewat satu jam sepuluh menit dari jadual. Hmm, sepertinya petugas pengadilan yang berbaju hijau hijau di depan ada benarnya juga, katanya kan jam sidang bakal molor. Tapi karena sudah niat ikut pengadilan ya dijabanin, asal jangan lewat jam 12 saja. Well, andaikan petugas di sini mau susah sedikit saja untuk menulis di papan, atau ada semacam humas yang memberitahukan pengunduran dan perpindahan ruang, mungkin saja bapak petugas yang tadi tidak perlu teriak-teriak lagi.</p>
<p>Seperti yang saya duga. Persidangan tidak susah. Juga tidak pada substansi penting dari tilang. Yang penting hadir, dipanggil, dibacakan kesalahan dan bayar. Titik. Sudah bisa pulang. Sidang yang dipimpin seorang hakim berkumis tebal, yang saya tidak ketahui namanya karena tidak diperkenalkan atau memperkenalkan diri, berjalan cepat. Saya malah dipanggil pertama kali. Karena saya juga tidak mau bertele-tele, saya enggan tanya-tanya lagi yang tidak substansial lagi. Hakim berkumis tebal langsung membacakan kesalahan saya tentang pelanggaran rambu lalu lintas.</p>
<p>”Bapak Made Oka Negara, apa Anda tahu diperkarakan karena pelanggaran rambu lalu lintas? kalimat pembuka dari bapak hakim kumis tebal.</p>
<p>” Bapak Polisi yang memberi saya surat merah bilang seperti itu Bapak Hakim” jawab saya.</p>
<p>”Baiklah kalau begitu jangan diulangi lagi. Dua puluh ribu lima ratus!” tambah bapak hakim kumis tebal.</p>
<p>”Apanya Pak Hakim?”tanya saya pura-pura bodoh.</p>
<p>”Dendanya. Silakan nanti ke meja sebelah kiri!” lanjut bapak hakim kumis tebal.</p>
<p>”Baik Pak Hakim.”jawab saya lagi. Saya diam sebentar.</p>
<p>”Iya.Sudah.” lanjut bapak hakim kumis tebal lagi.</p>
<p>”Sudah? Segini saja Pak Hakim?” tanya saya lagi, kali ini memang ingin nanya.</p>
<p>”Iya. Sudah. Segini saja. Anda mau apa lagi?” tambahnya.</p>
<p>Weleh, daripada nanti jadi ribet, jawaban saya singkat saja, ”Terima kasih”.<br />
Saya terus menuju meja yang ditungguin oleh dua orang pegawai kejaksaan berbaju coklat tua dan seorang polisi. Saya bayar Rp 21.000,- dan menerima STNK saya. Itu saja. Mamack pun saya tinggal.</p>
<p>Pesan saya nih, kalau melanggar rambu lalu lintas, minta ditilang saja. Uangnya nggak jadi salam tempel di jalan, tapi masuk kas negara. Hitung-hitung nyumbang. Ya tinggal luangkan waktu untuk datang ke pengadilan negerilah, hitung-hitung refreshing. Nggak ribet ternyata. Kalau nggak sempat, bisa diwakilkan. Calo juga ada kok, kalau mau..hehe. Sebenarnya ada juga slip biru, itu artinya kita menerima kesalahan di tempat, terus slip biru itu nanti dibawa ke bank untuk ditransferkan sejumlah uang denda yang ditentukan, lalu bukti transfernya dipakai untuk menebus STNK yang disita. Bisa saja minta yang mana. Slip merah atau slip biru. Karena ternyata di persidangan juga tidak rumit. (nggak tahu kalau di daerah lain). Malah kalau yang slip biru jadinya dua kali kerja, ke bank dulu, antri di bank, terus datang lagi ke kantor polisi menebus STNKnya, bisa jadi juga nunggu lama disitu.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadi Makelar Dildo!]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/04/03/jadi-makelar-dildo/</link>
<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 10:51:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/04/03/jadi-makelar-dildo/</guid>
<description><![CDATA[Jam sepuluh tadi pagi HP berbunyi. Ada SMS masuk. Dari kolega saya di Indonesia Sexuality Forum(ISF)]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jam sepuluh tadi pagi HP berbunyi. Ada SMS masuk. Dari kolega saya di Indonesia Sexuality Forum(ISF), Mbak Laily Hanifah. &#8220;Dok, saya lagi di RS Dharmais, apa saya bisa telfon?&#8221; bunyi smsnya. Setengah jam berikutnya saya yang telfon. Kita cerita progres ISF, memang rada mundur karena dana sponsor kami Ford Foundation masih nyangkut di sekretaris negara. Ini juga yang bikin program Rumah Remaja KISARA jadi tersendat. Okay,  setelah banyak diskusi di telfon Mbak Laily menyampaikan titipan pesan dari kolega kami yang lain, salah satu aktivis perempuan handal dari Yayasan Kesehatan Perempuan, Ibu Ninuk Widyantoro. &#8220;DokIbu Ninuk  pesan dildo dari Bali, bisa?&#8221; ini  disampaikan Mbak Laily.<!--more--> &#8220;Oh, bisa!&#8221; jawab saya. &#8220;Ibu Ninuk minta nanti dildonya seperti yang biasa dipakai, dari kayu setengah finishing, jangan difernis dan agak bengkok, jangan lurus, &#8221; tambah Mbak Laily. Kebetulan saya memang  punya. &#8221; Oh ya dok, nanti tolong dibawain ke Jakarta bulan depan ya, sekitar 300 dildo&#8221; tambahnya lagi.  Opps&#8230;., kirain beberapa biji. Tahunya tiga ratus!!. Ya perlu disiapkan dengan baik. Sekarang, jadi makelar dildo deh ceritanya!</p>
<p>Memang dildo bikinan Sukawati disamping sebagai souvenir, juga sering digunakan<br />
sebagai alat bantu edukasi seksual dan kesehatan reproduksi. Ini digunakan<br />
sebagai alat peraga dalam program pencegahan infeksi menular seksual dan KB.<br />
Relawan2KISARA juga siap untuk melatih remaja dan orang dewasa menggunakan<br />
dildo ini. Minggu lalu dicoba untuk demonstrasi pemasangan kondom ke komunitas<br />
remaja, breakers di simpang siur, Kuta oleh Ike dkk.</p>
<p>Btw, sudah pada tahu dildo kan?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tanya Tuhan]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/04/03/tanya-tuhan/</link>
<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 07:05:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/04/03/tanya-tuhan/</guid>
<description><![CDATA[God, are u still up there? Please, let me know what will happened soon with our further generation..]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>God, are u still up there?<br />
Please, let me know what will happened soon with our further generation..<br />
You can even send me sms for the answer, you know my number, right?<br />
I`m still waiting..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blog]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/tentang-weblog/</link>
<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 07:51:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/tentang-weblog/</guid>
<description><![CDATA[Blog ini mencoba memuat kabar, tulisan saya dan juga sumbangan tulisan teman tentang remaja, kesehat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal">Blog ini mencoba memuat kabar, tulisan saya dan juga sumbangan tulisan teman tentang remaja, kesehatan seksual dan tentu saja tentang kehidupan yang masih teringat untuk didokumentasikan. Tentu karena keterbatasan pengetahuan akan teknologi dan keterbatasan waktu juga kemampuan, blog ini hanya bisa menyampaikan sebagian kecil saja kabar yang bisa tertuang.</p>
<p>Di bagian kategori saya tampilkan kabar tentang AIDS dan narkoba di <strong>&#8220;AIDS&#38;DRUGS&#8221;,</strong> kabar kesehatan seksual dan seksualitas ada di <strong>&#8220;Sexuality&#38;SexualHealth&#8221;,</strong> kabar tentang remaja di <strong>&#8220;YOUTH HEALTH&#38;RIGHTS&#8221;</strong> dan kabar tentang kehidupan dan hobi musik saya di <strong>&#8220;ME&#38;MY LIFE&#8221;</strong>. Selanjutnya saya munculkan kategori <strong>&#8220;AIDS Corner&#8221;</strong> untuk memuat artikel saya di tabloid MagicWave untuk komunitas surfer, juga <strong>&#8220;SAFE&#8221; </strong>untuk materi talkshow interaktif SAFE (Sex Answer For Everyone) di BaliFM setiap Jumat Malam. Saya juga coba tampilkan kabar tentang teman, tokoh dan tulisan teman-teman saya di <strong>&#8220;FRIENDS &#38; TOKOH&#8221;</strong> . Sebagai penyegar juga saya tampilkan kategori <strong>&#8220;BLOWJOKES</strong>&#8221; untuk memuat humor, juga <strong>&#8220;COMICS&#8221;</strong> untuk kartun, gambar lucu seputaran seksualitas dan remaja. <strong>&#8220;SEXCLOPEDY</strong>&#8221; juga ditampilan untuk memuat berbagai istilah tentang kesehatan seksual dan <strong>&#8220;FLASHBACK&#8221;</strong> buat segala hal di masa lalu yang saya alami.</p>
<p>Segera menyusul kategori &#8220;LENTERA&#8221; untuk memuat materi yang saya sempat buat untuk program Lembaran Tentang Realita AIDS di Bali. Juga kisah &#8220;FREDDY &#38; JAMIL&#8221; tentang pengalaman hidup diadaptasi dari kisah orang-orang sekitar tentang seksualitas dan kesehatan seksual.</p>
<p>Kritikan, masukan, support, sumbangan kabar, sumbangan tulisan yang bisa membuat blog ini menjadi lebih bermakna untuk remaja dan kesehatan seksual tentunya sangat diharapkan.</p>
<p>Terima kasih.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jenuh...Tidak Ada Musik Rock Yang Bergizi Lagi..Coba Kembali Dengarkan Dog Eat Dog.]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/03/13/jenuhtidak-ada-musik-rock-yang-bergizi-lagicoba-kembali-dengarkan-dog-eat-dog/</link>
<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 07:43:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/03/13/jenuhtidak-ada-musik-rock-yang-bergizi-lagicoba-kembali-dengarkan-dog-eat-dog/</guid>
<description><![CDATA[Kenapa telinga ini jenuh sekali dengan musik rock saat ini.Yang bisa didengerin cuma The Killers sam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="left"><a title="dogeatdog.jpg" href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/dogeatdog.jpg"><img src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/dogeatdog.thumbnail.jpg" alt="dogeatdog.jpg" align="left" /></a>Kenapa telinga ini jenuh sekali dengan musik rock saat ini.Yang bisa didengerin cuma The Killers sama Kaiser Chef saja.Jadi kembali ingin dengerin koleksi lama, yang bernutrisi tinggi dari pelopor alternatif rock yang diramu dengan rap rock, siapa lagi kalau bukan DOG EAT DOG.</p>
<p>Terlebih di albumnya yang kedua:ALL BORO KINGS.Kita pasti sempat terhentak ketika DOG EAT DOG muncul pertama kali di TV Indonesia. Dengan diawali cukup kencang oleh klip &#8220;WHO`S THE KING?&#8221; yang ciamik habis, penuh dengan kejeniusan meramu hardcore punk+rap metal+reggae.Muantabb. Coba baca ulasan dari wikipedia berikut ini:&#8230;.<!--more-->&#8220;Dog Eat Dog,an American band originally from Bergen County, New Jersey,began in 1990 as part of the hardcore music scenes of New York City and New Jersey.Dog Eat Dog was one of the first bands to fuse distorted guitar and rap,a style that would later become commonplace.Dog Eat Dog has achieved commercial success-all showcasing their unique blend of hardcore, heavy metal, saxophone and rap.The band&#8217;s sound has evolved with the incorporation of elements of funk, ska and hip hop&#8221;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Yup, mereka adalah pelopor Hip metal.So,sangat pantas mereka menjadi inspirasi dari generasi berikutnya seperti 311, Linkin Park, Insolence sampai Zebrahead.Beberapa singel rancak bana lainnya yang menjadi superhitz dari album berwarna kuning dengan logo mahkota tiga kristal keluaran Roadrunners yang di Indonesia didistribusi oleh Metalizer ini adalah: &#8220;No Fronts&#8221;,&#8221;If These Are Good Times&#8221;, &#8220;If I Pull My Finger On You&#8221;.<br />
Bagi penggemar berat alternatif rock+hardcore+rap nggak ada alasan untuk tidak mendengar album ini. Nggak ada matinya&#8230;Empat jempol buat album ini(sampe nambah dua jempol kaki).Mike Shinoda nya Linkin Park sangat memuja band ini.</p>
<p>Line up DOG EAT DOG adalah: Dave Neabore (bass),John Connor (vocals),Brandon Finley (drums)dan Axel Hilgenstoehler (guitar).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sundari Laksana;    Potret Anak-Anak Yang Belajar Kerjasama Atas Nama Tradisi  ]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/03/09/sundari-laksana-potret-anak-anak-yang-belajar-kerjasama-atas-nama-tradisi/</link>
<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 04:03:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/03/09/sundari-laksana-potret-anak-anak-yang-belajar-kerjasama-atas-nama-tradisi/</guid>
<description><![CDATA[Ada yang menarik terlihat waktu itu di sekitar rumah saya sehari menjelang Nyepi. Saat selesai posti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="low-siap-berangkat.jpg" href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/low-siap-berangkat.jpg"><img src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/low-siap-berangkat.jpg" alt="low-siap-berangkat.jpg" /></a></p>
<p>Ada yang menarik terlihat waktu itu di sekitar rumah saya sehari menjelang Nyepi. Saat selesai posting di blog untuk memuat puisi Hari Nyepi yang dikirim Cok Sawitri beberapa waktu lalu, sekaligus juga memuat tulisan Bapak Ketut Wiana tentang Hari Nyepi. Sekelompok anak berbaju merah, memakai udeng dan kamen, asik berembug di depan sebuah ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh yang tidak terlalu besar, tampak kurus dan sama sekali tidak menyeramkan seperti ogoh-ogoh lain. Malah terlihat lucu dan imut. Semua orang di Bali pasti tahu kalau hari itu adalah hari “pengerupukan”, hari yang dikenal dengan pawai ogoh-ogohnya, hari yang sangat dinanti-nantikan, walau menurut saya mungkin tidak banyak yang mengerti makna sebenarnya.</p>
<p align="left">“<em>Om jadi ya fotoin Omang</em>” ujar Omang Yoga, yang paling kecil di antara kelompok anak ini. Dia satu-satunya yang tidak memakai udeng. Omang Yoga baru tujuh tahun, masih duduk di kelas satu, di SD Negeri 3 Panjer. Tadi memang saya mendadak dicari oleh anak-anak ini, diminta sekedar membuat foto-foto, buat dokumentasi mereka sore ini. Dan saya mengiyakan. Anak-anak ini masih belum cukup besar untuk ukuran sebuah tim pengarak ogoh-ogoh. Tetapi mereka kompak sekali. Yang paling besar paling-paling baru berumur 11 tahun. Mereka; Candra-kakak kandung Omang Yoga, Dek Pong, Dek Agus,  Surya, Tu Cahya, Kuduk, Asek, Erik dan Ancis. Rata-rata bersekolah di SD Negeri 3 Panjer dan sebagian lagi di SD Negeri 6 Panjer. Mereka tinggal di seputaran Jalan Waturenggong, masih satu banjar, Banjar Kaja Desa Pakraman Panjer. “<em>Om Oka, yang bagus naēē fotonya..”</em> pinta Omang Yoga dan Dek Agus hampir berbarengan.<!--more--></p>
<p align="left">Sebenarnya Desa Pakraman Panjer tahun ini mengambil keputusan untuk meniadakan lomba dan pawai ogoh-ogoh lagi. Hal ini dikonfirmasi oleh Bapak Ketut Sukanata, SH yang sempat ditemui. Dia yang sehari-hari aktif di LSM PKBI Bali, juga menjadi Penyarikan II di Desa Pakraman Panjer. “<em>Desa Pakraman Panjer tidak lagi mengadakan lomba dan pawai ogoh-ogoh. Setelah ditelusuri di sumber-sumber sastra agama memang tidak ada pengharusan untuk membuat dan melakukan pawai ogoh-ogoh</em>” katanya. “<em>Walaupun sebenarnya belum pernah terjadi hal-hal buruk yang ekstrim akibat pawai ogoh-ogoh ini di Panjer, tetapi karena sebagian besar yang membuatnya adalah anak muda atau dewasa muda, beberapa kali menjadi lepas kendali dan lebih fokus ke persiapan pawai ogoh-ogohnya dibandingkan dengan konsentrasi ke rangkaian tradisi upacara Nyepi di desa</em>” tambahnya. Memang benar demikian adanya. Terlebih Desa Pakraman Panjer memiliki keunikan tersendiri di saat rangkaian pecaruan, yang disebut dengan ritual “meburu”, sebuah prosesi “nyomia butha kala”. Nyomia bhuta kala maksudnya adalah menenangkan butha kala dan kekuatan jahat lainnya agar tidak mengganggu prosesi menuju brata penyepian esok harinya dengan maksud agar tercipta kedamaian dan keheningan, terutama di lingkungan Desa Pakraman Panjer. Rentang wilayah spiritualnya mulai dari area Pura Bale Agung (tengah desa)-di Jalan Tukad Pakerisan, hingga Pura Tegal Penangsaran (perbatasan desa)- di wilayah barat Jalan Waturenggong. “<em>Tradisi ini penuh dengan ritual unik yang perlu dipersiapkan dengan baik, apalagi hari Sabtu setelah Nyepi adalah puncak Piodalan Pura Tegal Penangsaran</em>” tambahnya lagi.</p>
<p align="left">Namun, kelompok anak ini dengan penuh semangat sejak jauh hari sebelumnya tetap bertekad untuk membuat ogoh-ogoh dan siap mengaraknya. Mereka sudah bersemangat sejak dari merencanakan, membuat ogoh-ogoh dan sekarang sudah siap tempur untuk mengarak ogoh-ogoh bikinan mereka sendiri, tentunya di sana sini  masih dibantu orang dewasa juga. Mereka telah memikirkan semua identitas mereka dalam “aksi” mereka malam itu. Mereka menyebut kelompoknya dengan nama “Sundari Laksana”, yang menurut Candra diambil dari nama kelompok mereka di kelompok gamelan anak di Banjar, karena tim ini memang punya aktivitas juga sebagai sekaa (tim) gamelan anak di Banjar Kaja. Kelompok Sundari Laksana menyeragamkan dirinya dengan dress code merah-merah. Lucunya, semua pakaian atasnya dipakai secara terbalik. Bagian dalam keluar. “<em>Merah kan berani. Terus bajunya supaya kelihatan seragam Om, biar nggak kelihatan gambar-gambar yang ada di baju</em>” ujar Dek Pong.</p>
<p align="left"><a title="low-ogoh2-butakala-sangut-megel.jpg" href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/low-ogoh2-butakala-sangut-megel.jpg"><img src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/low-ogoh2-butakala-sangut-megel.thumbnail.jpg" alt="low-ogoh2-butakala-sangut-megel.jpg" align="left" /></a>Ogoh-ogoh yang mereka buat, sekali lagi, jauh dari kesan menyeramkan. Ogoh-ogoh setinggi kurang lebih dua meter itu terlihat bersih, kepala dari bahan gabus dibuat rada besar dengan wajah diwarna merah, lugu, berekspresi dingin, bermata tiga,  dan menggunakan udeng batik coklat (udeng yang dipakai ternyata udeng kakeknya Omang Yoga). Badannya kurus, bertelanjang badan, hanya menggunakan kamen pendek warna tridatu. Menggunakan asesoris keemasan dari kertas prada di leher, pinggang dan gelang kain tridatu di pergelangan tangan-kaki. Semua kuku dibuat besar-besar berwarna putih bersih. Seluruh telapak tangan dan kaki diwarna merah. Itu saja. Sangat sederhana. Musik pengiringnya dipakai sebuah kentongan bambu saja. Omang Yoga nanti yang bertugas membawa kentongan ini.  Tidak salah juga, karena kesederhanaan dan jauh dari kesan seram, nama yang dipilih untuk ogoh-ogohnya juga yang tidak seram. Namanya “Bhuta Kala Sangut Megel”.</p>
<p align="left">Coba kita dengarkan apa jawaban mereka dari pertanyaan tentang aksi mereka hari itu. Saya memulai pertanyaan dengan kenapa mereka ingin sekali membuat ogoh-ogoh. <em>“Kepingin buat sendiri, Om! Biar nggak cuma nonton saja!”</em> jawab Candra dan Dek Agus, yang dibenarkan oleh temannya yang lain. <em>“Buat ikut memeriahkan sebelum Nyepi, kan tradisi Om”</em> tambah Tu Cahya.<em> “Nggak dimarahin sama Bapak sama Ibu?”</em> saya tanya lagi. <em>“Nggak!”</em> jawab mereka kompak. <em>“ Kan kita bikinnya yang lucu, bukan yang bhuta kala biasa”</em> kata Candra. Memang mereka ini dapat dukungan dari orang tua mereka, terutama dari kakeknya Candra, Pekak Redon. Yang juga kakeknya Dek Pong, Dek Agus, Surya dan Omang Yoga. Mereka ini masih saudara sepupu. Mereka bilang pembuatan ogoh-ogoh ini dipantau oleh kakek waktu pengerjaannya. “<em>Terus, dapat duit dari mana buat bikin ogoh-ogohnya?”</em> tanya saya lagi. <em>“Minta sumbangannnn…”</em> jawab mereka kompak. <em>“Pakde Jeff  nyumbang”</em> kata Dek Agus. Pakde Jeff yang dimaksud adalah Bapak Made Suryanata, SH-Kelian Mona Banjar Kaja. “<em>Bapaknya Agus juga ngasi tiga puluh ribu</em>” kata Dek Agus lagi. “<em>Bapaknya Omang nyumbang nasi jingo sama air minum!</em>” kata Omang Yoga menambahkan. “<em>Pekak juga ngasi uang</em>” kata Dek Agus. Dek Agus lebih banyak jawab karena bisa jadi dia “bendahara” kelompok ini. “<em>Terus, bahan-bahannya nyari di mana?</em>” tanya saya. “<em>Kayu reng beli di Toko Dewi 15 ribu, kawatnya juga beli di Toko Dewi 9 ribu, cat beli di Toko Restu Alam Sanglah 10 ribu, bambunya beli di Pak Cager 18 ribu, udah itu aja Om</em>” kata Dek Agus lagi. “<em>Kertas minyak kita pada sumbangan sendiri-sendiri Om</em>” kata Tu Cahya. “<em>Memangnya cukup?</em>” saya pancing lagi. “<em>Masih kurang Om, sisanya kita semua urunan lagi dari uang sendiri-sendiri</em>” jawab Dek Agus. Luar biasa niat mereka ini, begitu yang ada di pikiran saya.</p>
<p align="left">Ada juga yang membuat saya ingin tahu kenapa mereka mengambil tokoh Sangut yang kurus sebagai profil ogoh-ogohnya. Dek Pong yang menjawab “<em> Iseng awalnya Om. Milih Sangut karena lucu, terus dibikin yang kurus biar ikut prihatin, kan bangsa Indonesa sekarang sedang miskin, banyak yang kelaparan</em>”. Wah, memangnya nyambung ya. Tapi ini bisa menyentuh hati saya juga. “<em>Nah, supaya jadi lucu, gayanya Sangut dibuat berdiri ningkang, ceritanya lagi seneng karena bakal di foto”</em> kata Dek Pong dan Candra. Ada-ada saja. Rupanya Dek Pong dan Candra yang menjadi pengarah gaya untuk profil ogoh-ogohnya.</p>
<p align="left"><a title="low-sayasundari-laksana.jpg" href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/low-sayasundari-laksana.jpg"><img src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/low-sayasundari-laksana.thumbnail.jpg" alt="low-sayasundari-laksana.jpg" align="left" /></a>Sore itu mereka berkumpul dulu, semacam gladi resik untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar tidak terburu-buru. Mereka menaruh sementara ogoh-ogohnya di depan ruko dekat pertigaan Waturenggong-Irawadi. Juga mengecek kentongan dan obor. Mencoba mengangkat bersama ogoh-ogohnya. “Test drive” ceritanya. Mereka sudah berpakaian lengkap termasuk sepatu. Dari beberapa kelompok lain yang saya tahu juga membuat ogoh-ogoh, selama saya keliling mengintip ogoh-ogoh yang diletakkan sepanjang jalan Waturenggong, rupanya Sundari Laksana yang mempersiapkan diri paling awal. “<em>Nanti Agus sama temen-temen mau pake gaya slorid Om…</em>” kata Dek Agus. Setelah beberapa kali tanya maksudnya, ternyata yang dimaksud adalah gaya “slow ride”. Walah, saya kira gaya apaan.</p>
<p align="left">Memasuki pasca jam tujuh malam, setelah ritual “meburu”-yang dimulai dari Pura Bale Agung kemudian berakhir di Pura Tegal Penangsaran- selesai, dan juga setelah prosesi “natab” di rumah masing-masing selesai, mulailah geliat semangat itu muncul kembali. Sepanjang Jalan Waturenggong telah ramai kembali, dipenuhi dengan orang-orang yang mau menonton pawai ogoh-ogoh. Walaupun keputusan Bendesa Adat meniadakan pawai ogoh-ogoh sudah disosialisasikan jauh hari sebelumnya, tetapi terlihat belasan ogoh-ogoh sudah siap untuk diarak. Suasana berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ogoh-ogoh yang ada rata-rata berukuran lebih kecil dari ogoh-ogoh biasanya. Rupanya kali ini yang turun semuanya adalah anak-anak. Bukan orang dewasa. Jadinya ukuran ogoh-ogoh juga menyesuaikan. Sebagian besar menampilkan sosok raksasa sesuai pakem umum. Lebih banyak nuansa gelap dan hitam. Pengarak ogoh-ogoh pun sebagian besar berbaju hitam-hitam. Mereka semua mengarak ogoh-ogoh di sepanjang jalan Waturenggong saja. Tidak ada yang spesial dari pergerakan pawai ogoh-ogoh itu. Semua hampir sama dengan tradisi sebelumnya. Cuma yang unik tahun ini semua pengarak adalah anak-anak. Kalaupun ada orang tua atau orang dewasa mereka hanya menemani arakan saja. Layaknya tim pelatih dan ofisial.</p>
<p align="left"><a title="low-aksi.jpg" href="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/low-aksi.jpg"><img src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/low-aksi.thumbnail.jpg" alt="low-aksi.jpg" align="left" /></a>Malam itu Sundari Laksana terlihat dominan, karena keputusan mereka memakai pakaian berwarna merah memang bisa terlihat menjadi nilai tambah penampilan mereka malam itu. Semua orang nampak bergembira, terkagum melihat kreativitas anak-anak dan larut dalam suasana “pengerupukan”. Malam itu semua berkeringat. Dan besok mereka semua akan beristirahat cukup lama, untuk menjalankan brata penyepian. Hampir mendekati jam sembilan malam, pawai pun usai Semua berjalan lancar di sepanjang Jalan Waturenggong. Memang sempat ada beberapa mobil pemadam kebakaran lewat (entah dimana ada kejadian kebakaran), sehingga beberapa kelompok pengarak ogoh-ogoh merubah formasi penampilannya. Malam itu Sundari Laksana tampil luar biasa. Omang Yoga terlihat paling gembira sambil memukul-mukulkan kentongannya mengikuti tema-temannya yang berkeringat sebesar biji jagung mengarak ogoh-ogoh. Inilah semangat anak-anak.</p>
<p align="left">Terlepas dari alasan tradisi yang memicu anak-anak ini untuk berkreativitas. Ada yang menarik untuk direnungkan. Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu sepaham dengan adanya pembuatan dan pawai ogoh-ogoh. Karena di samping tidak jelas rujukannya, sering kali di pawai-pawai sebelumnya disertai keributan, ada minuman keras, padahal di saat pawai malam hari butha kala sudah disomia (dinetralisir). Jangan-jangan para butha kala lari ke diri para pengarak ogoh-ogoh. Memang setelah ogoh-ogoh diarak ada tahapan akhir prosesi pralina (pemusnahan), tetapi alangkah lebih baik ini ditinjau dan diatur kembali, mungkin kreativitas bisa dikembangkan lagi dengan pemilihan waktu yang tepat, bisa saja siang hari diadakan sebelum senja. Hanya saja kali ini yang benar-benar menyentuh hati saya adalah, walaupun tradisi dijadikan alasan oleh anak-anak ini (bisa jadi karena mereka belum paham maknanya), tetapi dibaliknya adalah bagaimana terdapat semangat yang luar biasa, semangat bekerjasama dan semangat untuk belajar merencanakan, mengorganisasi dan melakukan aksi bersama supaya bisa tampil menghibur masyarakat, termasuk menghibur diri mereka juga. Bagaimana mereka di saat mengalami keterbatasan yang ada, bisa juga bekerja sama dengan orang dewasa, bagaimana mereka juga belajar untuk menyumbang dan berkorban ketika dana tidak mencukupi, demi kepentingan bersama. Mudah-mudahan anak-anak ini bisa belajar bekerjasama dengan lebih baik lagi sejalan dengan pertambahan usianya. Mudah-mudahan di Nyepi ini mereka bisa belajar menjadi calon penerus yang bisa juga bahu-membahu bekerja sama dengan kelompok yang lebih besar lagi, bisa di desa, di masyarakat maupun buat bangsa ini. Dan mereka juga bisa menjadi contoh yang baik bagaimana bekerjasama.<br />
“<em>Om, udah selesai foto-fotonya?</em> Lihat Om..” pinta Omang Yoga saat ogoh-ogohnya dipralina. “<em>Capek tapi seneng Om</em>” kata Omang Yoga lagi. <em>“Selamat Nyepi ya Om..</em>” kata anak-anak ini hampir berbarengan.</p>
<p align="left">(okanegara, 8 maret 2008)</p>
<p align="left">Note:<br />
Udeng = kadang disebut destar, penutup kepala sebagai bagian busana adat Bali<br />
Kamen = kadang disebut kamben, orang Jawa mungkin menyebut kemben, adalah kain yang dipakai dari pinggang ke bawah sebagi paket busana adat Bali<br />
Ogoh-ogoh = patung semi permanen dalam ukuran besar, dari rangka kayu atau bambu ditutup dengan kertas dan kain, biasanya mengambil tokoh raksasa<br />
Bhuta kala = mahluk alam lain yang biasa disebut sebagai perlambang kekuatan negatif (jahat, tidak baik, mengganggu manusia) yang biasa divisualisasi dengan gambaran raksasa seram<br />
Pecaruan = prosesi upacara yang ditujukan buat butha kala<br />
Brata penyepian = prosesi menjalankan kewajiban rohani di saat Nyepi (tidak bepergian, tidak beraktivitas, tidak menyalakan api/lampu dan mengendalikan nafsu)<br />
Tridatu = komposisi tiga warna suci merah-hitam-putih<br />
Bendesa Adat = pemimpin tertinggi adat di desa pakraman<br />
Penyarikan = sekretaris adat<br />
Kelian Mona = pemimpin adat senior<br />
Pekak = kakek (bahasa Bali)<br />
Ningkang = posisi kaki dilebarkan atau ngangkang<br />
Pralina = peleburan, pengembalian kembali ke unsur asal</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Nyepi Tahun Baru Caka 1930]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/03/06/selamat-nyepi-tahun-baru-caka-1930/</link>
<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 04:40:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/03/06/selamat-nyepi-tahun-baru-caka-1930/</guid>
<description><![CDATA[Selamat Nyepi, Berikut saya insert di sini tulisan bapak Ketut Wiana tentang Hari Raya Nyepi; Hari R]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://okanegara.wordpress.com/files/2008/03/nyepi.thumbnail.jpg" alt="nyepi.jpg" width="158" height="90" /></p>
<p>Selamat Nyepi,</p>
<p>Berikut saya insert di sini tulisan bapak Ketut Wiana tentang Hari Raya Nyepi;</p>
<p><strong>Hari Raya Nyepi dan Tahun Saka</strong></p>
<p>Weda Sruti merupakan sumber dari segala sumber ajaran Hindu. Weda Sruti berasal dari Hyang Maha Suci/Tuhan Yang Maha Esa (divine origin). Mantra Weda Sruti tidak dapat dipelajari oleh sembarang orang. Karena mantra-mantranya ada yang bersifat pratyaksa (yang membahas obyek yang dapat diindra langsung oleh manusia), ada yang bersifat adhyatmika, membahas aspek kejiwaan yang suci (atma) dan ada yang bersifat paroksa, yaitu yang membahas aspek yang tidak dapat diketahui setelah disabdakan maknanya oleh Tuhan. Tingkatan isi Weda yang demikian itu menyebabkan maharsi Hindu yang telah samyajnanam membuat buku-buku untuk menyebarkan isi Weda Sruti agar mudah dicerna dan dipahami oleh setiap orang yang hendak mempelajarinya. Kitab yang merupakan penjabaran Weda Sruti ini adalah Upaveda, Vedangga, Itihasa dan Purana. Semua kitab ini tergolong tafsir (human origin).<!--more--></p>
<p>Salah satu unsur dari kelompok kitab Vedangga adalah Jyotesha. Kitab ini disusun kira-kira 12.000 tahun sebelum masehi yang merupakan periode modern Astronomi Hindu (India). Dalam periode ini dibahas dalam lima kitab yang lebih sistimatis dan ilmiah yang disebut kitab Panca Siddhanta yaitu: Surya Siddhanta, Paitamaha Siddhanta, Wasista Siddhanta, Paulisa Siddhanta dan Romaka Siddhanta. Dari Penjelasan ringkas ini kita mendapat gambaran bahwa astronomi Hindu sudah dikenal dalam kurun waktu yang cukup tua bahkan berkembang serta mempengaruhi sistem astronomi Barat dan Timur.</p>
<p>Prof. Flunkett dalam bukunya Ancient Calenders and Constellations (1903) menulis bahwa Rsi Garga memberikan pelajaran kepada orang-orang Yunani tentang astronomi di abad pertama sebelum masehi. Lahirnya Tahun Saka di India jelas merupakan perwujudan dari sistem astronomi Hindu tersebut di atas.</p>
<p>Eksistensi Tahun Saka di India merupakan tonggak sejarah yang menutup permusuhan antar suku bangsa di India. Sebelum lahirnya Tahun Saka, suku bangsa di India dilanda permusuhan yang berkepanjangan. Adapun suku-suku bangsa tersebut antara lain: Pahlawa, Yuehchi, Yuwana, Malawa dan Saka. Suku-suku bangsa tersebut silih berganti naik tahta menundukkan suku-suku yang lain. Suku bangsa Saka benar-benar bosan dengan keadaan permusuhan itu. Arah perjuangannya kemudian dialihkan, dari perjuangan politik dan militer untuk merebut kekuasaan menjadi perjuangan kebudayaan dan kesejahteraan. Karena perjuangannya itu cukup berhasil, maka suku Bangsa Saka dan kebudayaannya benar-benar memasyarakat.</p>
<p>Tahun 125 SM dinasti Kushana dari suku bangsa Yuehchi memegang tampuk kekuasaan di India. Tampaknya, dinasti Kushana ini terketuk oleh perubahan arah perjuangan suku bangsa Saka yang tidak lagi haus kekuasaan itu. Kekuasaan yang dipegangnya bukan dipakai untuk menghancurkan suku bangsa lainnya, namun kekuasaan itu dipergunakan untuk merangkul semua suku-suku bangsa yang ada di India dengan mengambil puncak-puncak kebudayaan tiap-tiap suku menjadi kebudayaan kerajaan (negara).</p>
<p>Pada tahun 79 Masehi, Raja Kaniska I dari dinasti Kushana dan suku bangsa Yuehchi mengangkat sistem kalender Saka menjadi kalender kerajaan. Semenjak itu, bangkitlah toleransi antar suku bangsa di India untuk bersatu padu membangun masyarakat sejahtera (Dharma Siddhi Yatra). Akibat toleransi dan persatuan itu, sistem kalender Saka semakin berkembang mengikuti penyebaran agama Hindu.</p>
<p>Pada abad ke-4 Masehi agama Hindu telah berkembang di Indonesia Sistem penanggalan Saka pun telah berkembang pula di Indonesia. Itu dibawa oleh seorang pendeta bangsa Saka yang bergelar Aji Saka dari Kshatrapa Gujarat (India) yang mendarat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 456 Masehi.</p>
<p>Demikianlah awal mula perkembangan Tahun Saka di Indonesia. Pada zaman Majapahit, Tahun Saka benar-benar telah eksis menjadi kalender kerajaan. Di Kerajaan Majapahit pada setiap bulan Caitra (Maret), Tahun Saka diperingati dengan upacara keagamaan. Di alun-alun Majapahit, berkumpu seluruh kepala desa, prajurit, para sarjana, Pendeta Siwa, Budha dan Sri Baginda Raja. Topik yang dibahas dalam pertemuan itu adalah tentang peningkatan moral masyarakat.</p>
<p>Perayaan Tahun Saka pada bulan Caitra ini dijelaskan dalam Kakawin Negara Kertagama oleh Rakawi Prapanca pada Pupuh VIII, XII, LXXXV, LXXXVI &#8211; XCII. Di Bali, perayaan Tahun Saka ini dirayakan dengan Hari Raya Nyepi berdasarkan petunjuk Lontar Sundarigama dan Sanghyang Aji Swamandala. Hari Raya Nyepi ini dirayakan pada Sasih Kesanga setiap tahun. Biasanya jatuh pada bulan Maret atau awal bulan April. Beberapa hari sebelum Nyepi, diadakan upacara Melasti atau Melis dan ini dilakukan sebelum upacara Tawur Kesanga. Upacara Tawur Kesanga ini dilangsungkan pada tilem kesanga. Keesokan harinya, pada tanggal apisan sasih kadasa dilaksanakan brata penyepian. Setelah Nyepi, dilangsungkan Ngembak Geni dan kemudian umat melaksanakan Dharma Santi.<br />
Tujuan Hidup</p>
<p>Muwujudkan kesejahteraan lahir batin atau jagadhita dan moksha merupakan tujuan agama Hindu. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, umat Hindu wajib mewujudkan 4 tujuan hidup yang disebut Catur Purusartha atau Catur Warga yaitu dharma, artha, kama dan moksha. Empat tujuan hidup ini dijelaskan dalam Brahma Sutra, 228, 45 dan Sarasamuscaya 135.</p>
<p>Menurut agama, tujuan hidup dapat diwujudkan berdasarkan yajña. Tuhan (Prajapati), manusia (praja) dan alam (kamadhuk) adalah tiga unsur yang selalu berhubungan berdasarkan yajña. Hal ini tersirat dalam makna Bhagavadgita III, 10: manusia harus beryajña kepada Tuhan, kepada alam lingkungan dan beryajña kepada sesama. Tawur kesanga menurut petunjuk lontar Sang-hyang Aji Swamandala adalah termasuk upacara Butha Yajña. Yajña ini dilangsungkan manusia dengan tujuan membuat kesejahteraan alam lingkungan. Dalam Sarasamuscaya 135 (terjemahan Nyoman Kajeng) disebutkan, untuk mewujudkan Catur Warga, manusia harus menyejahterakan semua makhluk (Bhutahita).</p>
<p>&#8220;Matangnyan prihen tikang bhutahita haywa tan mâsih ring sarwa prani.&#8221;</p>
<p>Artinya:</p>
<p>Oleh karenanya, usahakanlah kesejahteraan semua makhluk, jangan tidak menaruh belas kasihan kepada semua makhluk.</p>
<p>&#8220;Apan ikang prana ngaranya, ya ika nimitang kapagehan ikang catur warga, mâng dharma, artha kama moksha.&#8221;</p>
<p>Artinya:</p>
<p>Karena kehidupan mereka itu menyebabkan tetap terjaminnya dharma, artha, kama dan moksha.</p>
<p>Di dalam Agastya Parwa ada disebutkan tentang rumusan Panca Yajña dan di antaranya dijelaskan pula tujuan Butha Yajña sbb:</p>
<p>&#8220;Butha Yajña namanya tawur dan mensejahterakan tumbuh-tumbuhan.&#8221;</p>
<p>Dalam Bhagavadgita III, 14 disebutkan, karena makanan, makhluk hidup menjelma, karena hujan tumbuhlah makanan, karena persembahan (yajña) turunlah hujan, dan yajña lahir karena kerja.</p>
<p>Dalam kenyataannya, kita bisa melihat sendiri, binatang hidup dari tumbuh-tumbuhan, manusia mendapatkan makanan dari tumbuh-tumbuhan dan binatang. Dengan demikian jelaslah, tujuan Butha Yajña melestarikan lingkungan hidup, yaitu Panca Maha Butha dan sarwaprani. Upacara Butha Yajña pada tilem kasanga bertujuan memotivasi umat Hindu secara ritual untuk senantiasa melestarikan alam lingkungan.</p>
<p>Dalam lontar Eka Pratama dan Usana Bali disebutkan, Brahma berputra tiga orang yaitu: Sang Siwa, Sang Budha dan Sang Bujangga. Ketiga putra beliau ini diberi tugas untuk amrtista akasa, pawana, dan sarwaprani. Oleh karena itu, pada saat upacara Tawur Kesanga, upacara dipimpin oleh tiga pendeta yang disebut Tri Sadaka. Beliau menyucikan secara spiritual tiga alam ini: Bhur Loka, Bhuwah Loka dan Swah Loka. Sebelum dilaksanakan Tawur Kesanga, dilangsungkanlah upacara Melasti atau Melis. Tujuan upacara Melasti dijelaskan dalam lontar Sanghyang Aji Swa-mandala sebagai berikut:</p>
<p>Anglukataken laraning jagat, paklesa letuhing bhuwana.</p>
<p>Artinya: Melenyapkan penderitaan masyarakat, melepaskan kepapaan dan kekotoran alam.</p>
<p>Lontar Sundarigama menambahkan bahwa tujuan Melasti adalah:</p>
<p>Amet sarining amerta kamandalu ring telenging sagara.</p>
<p>Artinya: mengambil sari-sari air kehidupan (Amerta Ka-mandalu) di tengah-tengah samudra.</p>
<p>Jadi tujuan Melasti adalah untuk menghilangkan segala kekotoran diri dan alam serta mengambil sari-sari kehidupan di tengah Samudra. Samudra adalah lambang lautan kehidupan yang penuh gelombang suka-duka. Dalam gelombang samudra kehi-dupan itulah, kita mencari sari-sari kehidupan dunia.</p>
<p>Pada tanggal satu sasih kadasa, dilaksanakanlah brata penye-pian. Brata penyepian ini dijelaskan dalam lontar Sundarigama sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;&#8230;.enjangnya nyepi amati geni, tan wenang sajadma anyambut karya sakalwirnya, ageni-geni saparanya tan wenang, kalinganya wenang sang wruh ring tattwa gelarakena semadi tama yoga ametitis kasunyatan.&#8221;</p>
<p>Artinya: &#8220;&#8230;.besoknya, Nyepi, tidak menyalakan api, semua orang tidak boleh melakukan pekerjaan, berapi-api dan sejenisnya juga tak boleh, karenanya orang yang tahu hakikat agama melak-sanakan samadhi tapa yoga menuju kesucian.&#8221;</p>
<p>Jadi, brata penyepian dilakukan dengan tidak menyalakan api dan sejenisnya, tidak bekerja terutama bagi umat kebanyakan. Sedangkan bagi mereka yang sudah tinggi rohaninya, melakukan yoga tapa dan samadhi. Parisada Hindu Dharma Indonesia telah mengembangkan menjadi catur brata penyepian untuk umat pada umumnya yaitu: amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan. Inilah brata penyepian yang wajib dilakukan umat Hindu pada umumnya. Sedangkan bagi umat yang telah memasuki pendidikan dan latihan yang menjurus pada kerohanian, pada saat Nyepi seyogyannya melakukan tapa, yoga, samadhi.</p>
<p>Tujuan utama brata penyepian adalah untuk menguasai diri, menuju kesucian hidup agar dapat melaksanakan dharma sebaik-baiknya menuju keseimbangan dharma, artha, kama dan moksha.</p>
<p>Hari Raya Nyepi dan Tahun Saka</p>
<p>Jika kita perhatikan tujuan filosofis Hari Raya Nyepi, tetap mengandung arti dan makna yang relevan dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang. Melestarikan alam sebagai tujuan utama upacara Tawur Kesanga tentunya merupakan tuntutan hidup masa kini dan yang akan datang. Bhuta Yajña (Tawur Kesanga) mempunyai arti dan makna untuk memotivasi umat Hindu secara ritual dan spiritual agar alam senantiasa menjadi sumber kehidupan.</p>
<p>Tawur Kesanga juga berarti melepaskan sifat-sifat serakah yang melekat pada diri manusia. Pengertian ini dilontarkan mengingat kata &#8220;tawur&#8221; berarti mengembalikan atau membayar. Sebagaimana kita ketahui, manusia selalu mengambil sumber-sumber alam untuk mempertahankan hidupnya. Perbuatan mengambil akan mengendap dalam jiwa atau dalam karma wasana. Perbuatan mengambil perlu dimbangi dengan perbuatan memberi, yaitu berupa persembahan dengan tulus ikhlas. Mengambil dan memberi perlu selalu dilakukan agar karma wasana dalam jiwa menjadi seimbang. Ini berarti Tawur Kesanga bermakna memotivasi ke-seimbangan jiwa. Nilai inilah tampaknya yang perlu ditanamkan dalam merayakan pergantian Tahun Saka</p>
<p>Menyimak sejarah lahirnya, dari merayakan Tahun Saka kita memperoleh suatu nilai kesadaran dan toleransi yang selalu dibutuhkan umat manusia di dunia ini, baik sekarang maupun pada masa yang akan datang. Umat Hindu dalam zaman modern seka-rang ini adalah seperti berenang di lautan perbedaan. Persamaan dan perbedaan merupakan kodrat. Persamaan dan perbedaan pada zaman modern ini tampak semakin eksis dan bukan merupakan sesuatu yang negatif. Persamaan dan perbedaan akan selalu positif apabila manusia dapat memberikan proporsi dengan akal dan budi yang sehat. Brata penyepian adalah untuk umat yang telah meng-khususkan diri dalam bidang kerohanian. Hal ini dimaksudkan agar nilai-nilai Nyepi dapat dijangkau oleh seluruh umat Hindu dalam segala tingkatannya. Karena agama diturunkan ke dunia bukan untuk satu lapisan masyarakat tertentu.<br />
Pelaksanaan Upacara</p>
<p>Upacara Melasti dilakukan antara empat atau tiga hari sebelum Nyepi. Pelaksanaan upacara Melasti disebutkan dalam lontar Sundarigama seperti ini: &#8220;&#8230;.manusa kabeh angaturaken prakerti ring prawatek dewata.&#8221;</p>
<p>Di Bali umat Hindu melaksanakan upacara Melasti dengan mengusung pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya dengan hati tulus ikhlas, tertib dan hidmat menuju samudra atau mata air lainnya yang dianggap suci. Upacara dilaksanakan dengan melakukan persembahyangan bersama menghadap laut. Setelah upacara Melasti usai dilakukan, pratima dan segala perlengkapannya diusung ke Balai Agung di Pura Desa. Sebelum Ngrupuk atau mabuu-buu, dilakukan nyejer dan selama itu umat melakukan persembahyangan.</p>
<p>Upacara Melasti ini jika diperhatikan identik dengan upacara Nagasankirtan di India. Dalam upacara Melasti, pratima yang merupakan lambang wahana Ida Bhatara, diusung keliling desa menuju laut dengan tujuan agar kesucian pratima itu dapat menyucikan desa. Sedang upacara Nagasankirtan di India, umat Hindu berkeliling desa, mengidungkan nama-nama Tuhan (Namas-maranam) untuk menyucikan desa yang dilaluinya.</p>
<p>Dalam rangkaian Nyepi di Bali, upacara yang dilakukan berda-sarkan wilayah adalah sebagai berikut: di ibukota provinsi dilaku-kan upacara tawur. Di tingkat kabupaten dilakukan upacara Panca Kelud. Di tingkat kecamatan dilakukan upacara Panca Sanak. Di tingkat desa dilakukan upacara Panca Sata. Dan di tingkat banjar dilakukan upacara Ekasata.</p>
<p>Sedangkan di masing-masing rumah tangga, upacara dilakukan di natar merajan (sanggah). Di situ umat menghaturkan segehan Panca Warna 9 tanding, segehan nasi sasah 100 tanding. Sedangkan di pintu masuk halaman rumah, dipancangkanlah sanggah cucuk (terbuat dari bambu) dan di situ umat menghaturkan banten daksina, ajuman, peras, dandanan, tumpeng ketan sesayut, penyeneng jangan-jangan serta perlengkapannya. Pada sanggah cucuk digantungkan ketipat kelan (ketupat 6 buah), sujang berisi arak tuak. Di bawah sanggah cucuk umat menghaturkan segehan agung asoroh, segehan manca warna 9 tanding dengan olahan ayam burumbun dan tetabuhan arak, berem, tuak dan air tawar.</p>
<p>Setelah usai menghaturkan pecaruan, semua anggota keluarga, kecuali yang belum tanggal gigi atau semasih bayi, melakukan upacara byakala prayascita dan natab sesayut pamyakala lara malaradan di halaman rumah.</p>
<p>Upacara Bhuta Yajña di tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan, dilaksanakan pada tengah hari sekitar pukul 11.00 &#8211; 12.00 (kala tepet). Sedangkan di tingkat desa, banjar dan rumah tangga dilaksanakan pada saat sandhyakala (sore hari). Upacara di tingkat rumah tangga, yaitu melakukan upacara mecaru. Setelah mecaru dilanjutkan dengan ngrupuk pada saat sandhyakala, lalu mengelilingi rumah membawa obor, menaburkan nasi tawur. Sedangkan untuk di tingkat desa dan banjar, umat mengelilingi wilayah desa atau banjar tiga kali dengan membawa obor dan alat bunyi-bunyian. Sejak tahun 1980-an, umat mengusung ogoh-ogoh yaitu patung raksasa. Ogoh-ogoh yang dibiayai dengan uang iuran warga itu kemudian dibakar. Pembakaran ogoh-ogoh ini meru-pakan lambang nyomia atau menetralisir Bhuta Kala, yaitu unsur-unsur kekuatan jahat.</p>
<p>Ogoh-ogoh sebetulnya tidak memiliki hubungan langsung dengan upacara Hari Raya Nyepi. Patung yang dibuat dengan bam-bu, kertas, kain dan benda-benda yang sederhana itu merupakan kreativitas dan spontanitas masyrakat yang murni sebagai cetusan rasa semarak untuk memeriahkan upacara ngrupuk. Karena tidak ada hubungannya dengan Hari Raya Nyepi, maka jelaslah ogoh-ogoh itu tidak mutlak ada dalam upacara tersebut. Namun benda itu tetap boleh dibuat sebagai pelengkap kemeriahan upacara dan bentuknya agar disesuaikan, misalnya berupa raksasa yang melambangkan Bhuta Kala.</p>
<p>Karena bukan sarana upacara, ogoh-ogoh itu diarak setelah upacara pokok selesai serta tidak mengganggu ketertiban dan kea-manan. Selain itu, ogoh-ogoh itu jangan sampai dibuat dengan memaksakan diri hingga terkesan melakukan pemborosan. Karya seni itu dibuat agar memiliki tujuan yang jelas dan pasti, yaitu memeriahkan atau mengagungkan upacara. Ogoh-ogoh yang dibuat siang malam oleh sejumlah warga banjar itu harus ditampilkan dengan landasan konsep seni budaya yang tinggi dan dijiwai agama Hindu.</p>
<p>Nah, lalu bagaimana pelaksanaan Nyepi di luar Bali? Rangkaian Hari Raya Nyepi di luar Bali dilaksanakan berdasarkan desa, kala, patra dengan tetap memperhatikan tujuan utama hari raya yang jatuh setahun sekali itu. Artinya, pelaksanaan Nyepi di Jakarta misalnya, jelas tidak bisa dilakukan seperti di Bali. Kalau di Bali, tak ada kendaraan yang diperkenankan keluar (kecuali mendapat izin khusus), namun di Jakarta hal serupa jelas tidak bisa dilakukan.</p>
<p>Sebagaimana telah dikemukakan, brata penyepian telah dirumuskan kembali oleh Parisada menjadi Catur Barata Penyepian yaitu:<br />
Amati geni (tidak menyalakan api termasuk memasak). Itu berarti melakukan upawasa (puasa).<br />
Amati karya (tidak bekerja), menyepikan indria.<br />
Amati lelungan (tidak bepergian).<br />
Amati lelanguan (tidak mencari hiburan).</p>
<p>Pada prinsipnya, saat Nyepi, panca indria kita diredakan dengan kekuatan manah dan budhi. Meredakan nafsu indria itu dapat menumbuhkan kebahagiaan yang dinamis sehingga kualitas hidup kita semakin meningkat. Bagi umat yang memiliki kemampuan yang khusus, mereka melakukan tapa yoga brata samadhi pada saat Nyepi itu.</p>
<p>Yang terpenting, Nyepi dirayakan dengan kembali melihat diri dengan pandangan yang jernih dan daya nalar yang tiggi. Hal tersebut akan dapat melahirkan sikap untuk mengoreksi diri dengan melepaskan segala sesuatu yang tidak baik dan memulai hidup suci, hening menuju jalan yang benar atau dharma. Untuk melak-sanakan Nyepi yang benar-benar spritual, yaitu dengan melakukan upawasa, mona, dhyana dan arcana.</p>
<p>Upawasa artinya dengan niat suci melakukan puasa, tidak makan dan minum selama 24 jam agar menjadi suci. Kata upawasa dalam Bahasa Sanskerta artinya kembali suci. Mona artinya berdiam diri, tidak bicara sama sekali selama 24 jam. Dhyana, yaitu melakukan pemusatan pikiran pada nama Tuhan untuk mencapai keheningan. Arcana, yaitu melakukan persembahyangan seperti biasa di tempat suci atau tempat pemujaan keluarga di rumah. Pelaksanaan Nyepi seperti itu tentunya harus dilaksana-kan dengan niat yang kuat, tulus ikhlas dan tidak didorong oleh ambisi-ambisi tertentu. Jangan sampai dipaksa atau ada perasaan terpaksa. Tujuan mencapai kebebesan rohani itu memang juga suatu ikatan. Namun ikatan itu dilakukan dengan penuh keikh-lasan.</p>
<p>(Sumber: Buku &#8220;Yadnya dan Bhakti&#8221; oleh Ketut Wiana &#8211; Sabha Walaka Parisada, terbitan Pustaka Manikgeni)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Datang]]></title>
<link>http://okanegara.wordpress.com/2008/03/01/dari-anak-anak-penuh-duka/</link>
<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 08:01:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>okanegara</dc:creator>
<guid>http://okanegara.wordpress.com/2008/03/01/dari-anak-anak-penuh-duka/</guid>
<description><![CDATA[Selamat datang. Ini adalah lembaran-lembaran weblog yang menceritakan segala kisah perjalanan hidup ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Selamat datang. Ini adalah lembaran-lembaran weblog yang menceritakan segala kisah perjalanan hidup  yang sempat tercecer..<br />
Akhirnya sempat juga kuluangkan waktu buat semua ini walau hanya sedikit saja yang bisa disumbangkan buat berbagi.</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
