<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>menentukan-pilihan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/menentukan-pilihan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "menentukan-pilihan"</description>
	<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 08:05:24 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tidak ada pilihan yang salah..]]></title>
<link>http://verraokta.wordpress.com/2009/11/25/tidak-ada-pilihan-yang-salah/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 07:53:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>verra okta</dc:creator>
<guid>http://verraokta.wordpress.com/2009/11/25/tidak-ada-pilihan-yang-salah/</guid>
<description><![CDATA[Hidup memang selalu dihadapkan pada pilihan. Kalau tidak ada pilihan, mati namanya. Anda pasti serin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hidup memang selalu dihadapkan pada pilihan. Kalau tidak ada pilihan, mati namanya.</p>
<p>Anda pasti sering dihadapkan pada 2, 3, 4 pilihan. Sialnya, terkadang 2,3,4 hal itu semuanya pantas untuk dipilih. Tiap pilihan memiliki kekurangan yang berbeda dengan pilihan yang lain. Kelebihan kadang menjadi kekurangan, begitu juga sebaliknya. Namanya juga pilihan. Kadang faktor-faktor yang ngga penting jadi penting. Contoh gampangnya ya soal memilih pasangan. Hal-hal seperti adiknya banyak, bau badan, dan lain-lain bikin kita mikir dua kali untuk memilihnya.</p>
<p>Pilihan yang paling sulit adalah ketika pilihan tersebut menyangkut masa depan. Pilihan memilih satu diantara dua pekerjaan yang ditawarkan, memilih pasangan,  dan sebagainya. Agama mengajarkan kita untuk sholat istikhoroh dalam menjatuhkan pilihan. Karena yang terbaik buat kita belum tentu terbaik buat Alloh dan agama kita. Kitapun sudah menimbang-nimbang mana yang terbaik. Ketika hati sudah mantap, berarti itulah pilihan yang harus kita ambil.</p>
<p>Tapi setelah menjatuhkan pilihan, pernah ngga anda merasa “kayaknya aku salah pilih deh”, andapun merasa menyesal berkepanjangan dan meratapi “kesalahan” itu.</p>
<p>Saya pernah. Salah satunya dalam hal memilih satu dari dua perusahaan yang menerima saya untuk bekerja. Yang satu perusahaan multinasional tetapi dengan jabatan yang sama dengan sekarang dan yang satunya lagi, perusahaan lokal dengan jabatan yang lebih tinggi. Karena saya ingin karir saya naik, saya memilih perusahaan lokal itu, tantangannya pasti lebih banyak. Tak saya duga, ternyata di dalamnya jauh dari bayangan saya. Pandangan-pandangan dan system yang berjalan mengenai fungsi sales dan marketing begitu membingungkan saya. Marketing tidak diposisikan sebagai mana mestinya, namun hanya menuruti keinginan owner dan tim sales alias eksekutor. Sehingga data dan fakta menjadi tidak penting. Ditambah lagi dengan adanya pimpinan kami, Manager Marketing yang ternyata kurang berpengalaman dan tidak mengerti tentang prinsip-prinsip Marketing. Beliau tipe ‘<em>yes’ man</em>. Peraturan kantor yang begitu <em>strict</em>, seperti tidak boleh meeting di luar kantor, tidak adanya akses internet ke PC kita, dan lain-lain cukup membuat kita terbelenggu dan merasa bodoh. Serta kata-kata kasar yang sering terucap dari owner, “goblok, tidak punya otak, ga pinter-pinter” sering menghiasi meeting yang terlalu rutin.</p>
<p>Pada kondisi seperti ini, saya sempat menyimpulkan ini adalah pilihan yang salah. Teman sekantor pernah juga nyeletuk “ Mba, sohib-sohib lo pada kerja di perusahaan-perusahaan oke, Unilever, Nestle, Revlon.., tapi kok lo nyasar kesini. Kenapa ga pilih yang satunya aja multinasional”.</p>
<p>Saya jawab,”kalo pilih satunya, ngga kenal kamu dong”.</p>
<p>Namun di kemudian hari, banyak hal-hal yang ternyata berguna dan membukakan mata saya. Ternyata tidak selamanya sesuatu yang “membencikan” harus dibuang di tempat sampah. Pengalaman bergaul dengan kesulitan-kesulitan itu membuat kita lebih trampil dalam menghadapi tantangan. Hati dipaksa lebih lapang, otak diasah lebih banyak akal, trampil menghadapi orang yang sulit, negosiasi semakin canggih dan menyenangkan. Siap-siap aja menyambut kejutan menyenangkan di masa yang akan datang. Mungkin berupa kesempatan yang lebih baik. Kesimpulannya adalah <strong>tidak ada pilihan yang salah</strong> jika kita “legowo”, selalu berpikir positif dan memandang jauh ke depan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Harus memilih..]]></title>
<link>http://zizima.wordpress.com/2009/04/14/harus-memilih/</link>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 04:48:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zizima</dc:creator>
<guid>http://zizima.wordpress.com/2009/04/14/harus-memilih/</guid>
<description><![CDATA[Mengambil suatu keputusan dari beberapa alternatif ternyata bukan hal yang mudah ya? jangankan dari ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mengambil suatu keputusan dari beberapa alternatif ternyata bukan hal yang mudah ya? jangankan dari ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RENUNGAN HIDUP - KETIKA HARUS MEMILIH]]></title>
<link>http://dhasibali.wordpress.com/2008/09/13/renungan-hidup-ketika-harus-memilih/</link>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 04:51:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>dhasibali</dc:creator>
<guid>http://dhasibali.wordpress.com/2008/09/13/renungan-hidup-ketika-harus-memilih/</guid>
<description><![CDATA[Bacaan bagi yang, SEDANG MENCARI PASANGAN, TELAH MEMPEROLEH PASANGAN dan TELAH MENIKAH. Take your ti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bacaan bagi yang, SEDANG MENCARI PASANGAN, TELAH MEMPEROLEH PASANGAN dan TELAH MENIKAH. Take your ti]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Have No Choice (yes you have!)]]></title>
<link>http://radioclinic.com/2008/07/01/i-have-no-choice-yes-you-have/</link>
<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 10:16:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alex Santosa</dc:creator>
<guid>http://radioclinic.com/2008/07/01/i-have-no-choice-yes-you-have/</guid>
<description><![CDATA[Seringkali kita berucap, &#8220;aku terpaksa melakukan ini karena tidak ada pilihan&#8221;. Tanpa ki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seringkali kita berucap, &#8220;aku terpaksa melakukan ini karena tidak ada pilihan&#8221;. Tanpa ki]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
