<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>mengajar &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/mengajar/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "mengajar"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 13:26:40 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Rancangan Mengajar Tahunan]]></title>
<link>http://skbukitnibong.wordpress.com/2009/12/24/rancangan-mengajar-tahunan/</link>
<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 06:05:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>sensitro9</dc:creator>
<guid>http://skbukitnibong.wordpress.com/2009/12/24/rancangan-mengajar-tahunan/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa fail Rancangan Mengajar Tahunan  telah dimuat naik (upload)  ke Bahagian Download SK Bukit ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">Beberapa fail Rancangan Mengajar Tahunan  telah dimuat naik (upload)  ke Bahagian Download SK Bukit Nibong. Diharapkan dengan ini dapatlah kita sama-sama bersedia untuk persediaan mengajar untuk tahun hadapan 2010.</p>
<p style="text-align:center;">Anda juga boleh memuat turun Rancangan Mengajar Tahunan (RMT) dengan menggunakan BOX.NET di sebelah kanan laman web ini. Sila klik folder matapelajaran yang anda cari, dan klik sahaja. Lebih mudah!</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://skbukitnibong.wordpress.com/files/2009/12/box-net.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-751" title="Box.net" src="http://skbukitnibong.wordpress.com/files/2009/12/box-net.jpg" alt="" width="157" height="255" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Harap maaf jika terdapat fail yang agak &#8216;outdated&#8217;.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Download" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn%3AzcKhfJIjwn094M%3Ahttp%3A%2F%2Fandroiddistrict.files.wordpress.com%2F2009%2F07%2Fdownload-button-0409-lg.jpg&#038;w=116&#038;h=116" alt="" width="116" height="116" /></p>
<p style="text-align:center;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[fire kudis]]></title>
<link>http://ibusinga.wordpress.com/2009/12/17/fire-kudis/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 23:40:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>DrSinga</dc:creator>
<guid>http://ibusinga.wordpress.com/2009/12/17/fire-kudis/</guid>
<description><![CDATA[. . . . . Impetigo OmMelayu panggil Kudis Api . Ubat?? Sapu krim antibiotik Makan antibiotik . Janga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>.</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p><a href="http://ibusinga.wordpress.com/files/2009/12/impetigo1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5869" title="IMPETIGO" src="http://ibusinga.wordpress.com/files/2009/12/impetigo1.jpg?w=184" alt="" width="184" height="300" /></a></p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>Impetigo</p>
<p>OmMelayu panggil Kudis Api</p>
<p>.</p>
<p>Ubat??</p>
<p>Sapu krim antibiotik</p>
<p>Makan antibiotik</p>
<p>.</p>
<p>Jangan risau..</p>
<p>Mak-mak dan bapak-bapak nya takkan kena jangkit punya&#8230;.</p>
<p>Kulit dah kenyal..</p>
<p>.</p>
<p>saja nak ngajor pagi-pagi ni&#8230;</p>
<p>nak jadik <span style="text-decoration:line-through;">cikgu</span> lecturer tak dapek&#8230;</p>
<p>ngajor ke kawan-kawan..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inspiring Teacers Seminar]]></title>
<link>http://sopyanmk.wordpress.com/2009/12/16/inspiring-teacers-seminar/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 23:00:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>sopyanmk</dc:creator>
<guid>http://sopyanmk.wordpress.com/2009/12/16/inspiring-teacers-seminar/</guid>
<description><![CDATA[Tanggal 13 Desember 2009, saya diminta oleh Mas Pito untuk menjadi pembicara, setelah sebelumnya ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tanggal 13 Desember 2009, saya diminta oleh Mas Pito untuk menjadi pembicara, setelah sebelumnya ber]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ternyata tidak gampang jadi guru]]></title>
<link>http://kalongsgs.wordpress.com/2009/12/11/ternyata-tidak-gampang-jadi-guru/</link>
<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 09:30:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>kalongsgs</dc:creator>
<guid>http://kalongsgs.wordpress.com/2009/12/11/ternyata-tidak-gampang-jadi-guru/</guid>
<description><![CDATA[Awal bulan lalu, kami kedatangan tamu, seorang pengajar (guru) dari salahsatu Sekolah Menengah Kejur]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Awal bulan lalu, kami kedatangan tamu, seorang pengajar (guru) dari salahsatu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri. Beliau menyampaikan maksud kedatangannya, bahwa dalam rangka memenuhi jadwal kurikulum dan standar kompetensi, beliau bermaksud “menitipkan” beberapa orang siswanya untuk mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) di kantor kami.<!--more--></p>
<p>Awalnya, peserta hanya tiga orang, hanyasaja, seminggu kemudian tambah satu orang lagi. Mereka adalah siswa SMK kelas XII jurusan Survey dan Pemetaan, praktis dan otomatis, mereka menjadi tanggunganku.</p>
<p>Aku sedikit bingung dengan apa yang harus aku lakukan. Aku tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam mengajar (soalnya, selama ini aku kan diajari terus). Aku mencoba membayangkan jika aku menjadi seorang guru. Dalam bayanganku, guru itu ya duduk di depan kelas, membacakan materi (dari buku pelajaran – yang sudah disusun orang lain), ngoceh sedikit, kasih catatan, kasih pe-er, minum teh, lalu pulang (plus, dua tahun sekali naik pangkat). Selesai sudah. Tapi, apakah se-simpel itu ?</p>
<p>Interview (bukan with vampire, tapi with Paniki…)</p>
<p>Wawancara awal, aku menanyakan apa saja yang telah mereka pelajari di sekolah. Umumnya, mereka hanya bisa menjawab “menggunakan alat ukur <a href="http://geomaticsandsurveying.blogspot.com/2009/11/theodolite-description.html" target="_blank">theodolite</a>” tanpa dapat memberikan gambaran lebih lanjut termasuk metoda pemetaan, pengolahan data dan berbagai disiplin ilmu yang terkait dengannya. Bahkan rumus dasar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Trigonometry" target="_blank">trigonometri</a>-pun, mereka tidak bisa menjelaskan walau dengan bahasa mereka sendiri. Padahal, trigonometri adalah jantungnya pengukuran sudut.</p>
<p>Dalam hal desktop mapping, mereka memberikan jawaban bahwa sementara ini, mereka sudah diajari AutoCAD. Tapi, secuil harapanku langsung lenyap, menghadapi kenyataan bahwa 2 dari 4 orang siswa tersebut masih gaptek (mereka belum paham struktur direktori Windows). Sehingga untuk pekerjaan dasar file management (cut, copy, paste, move, delete) –pun harus dipandu.</p>
<p>Berburu bahan ajar</p>
<p>Penasaran, aku mencoba mencari buku-buku pelajaran untuk SMK. (Ternyata banyak juga link-nya. Satu diantaranya adalah di <a href="http://repo.undip.ac.id/bse/pdf/4-smk/?C=S;O=D" target="_blank">Undip</a>). Disitu aku mengunduh <a href="http://repo.undip.ac.id/bse/pdf/4-smk/kelas12_smk_teknik-survei-dan-pemetaan_iskandar.zip" target="_blank">Teknik Survey dan Pemetaan</a>. Isinya ? Wah, aku sendiri puyeng. Ternyata standar kompetensi untuk mata pelajaran ini begitu tinggi.</p>
<p>Disamping sumber tersebut di atas, aku juga banyak mengambil sumber dari :<br />
1.	Makalah-makalah/presentasi karya Dr. Hasanuddin Z. Abidin<br />
2.	http://www.its.ac.id/<br />
3.	http://theodolit.blogspot.com<br />
4.	http://geomaticsandsurveying.blogspot.com<br />
5.	http://en.wikipedia.org<br />
6.	http://id.wikipedia.org<br />
7.	http://geovisi.com<br />
8.	dll.</p>
<p>Menyusun bahan ajar</p>
<p>Aku tidak membuat materi khusus untuk teknik pengukuran sudut (vertikal maupun horizontal) beserta peralatannya, karena sudah diulas dalam buku pelajaran mereka. Yang kususun hanyalah materi yang berkaitan dengan GPS (<a href="http://www.ziddu.com/download/7690552/surveygps.pdf.html" target="_blank">bisa diunduh disini</a>) karena, menurut pengakuan mereka, materi tersebut belum pernah diajarkan di sekolah.</p>
<p>Apa yang kuhadapi ? (Hambatan serius dalam mengajar)</p>
<ol>
<li>Kedisiplinan. Umumnya, para siswa suka datang terlambat. Beberapa diantaranya malah suka membolos.</li>
<li>Daya ingat. Sebagian dari mereka tidak bisa menjelaskan kembali pelajaran yang sudah diberikan sehari sebelumnya.</li>
<li>Bilangan metrik. Tiga dari empat siswa mengalami kesulitan dalam konversi satuan panjang dalam bilangan metrik (mm, cm, m, km). Satu diantaranya bahkan tidak bisa/tidak paham sama sekali.</li>
<li>Keruangan. Dua dari empat siswa tidak paham konsep ruang. Sehingga mengalami kesulitan dalam memahami teori-teori pengukuran sudut (vertikal dan horizontal).</li>
<li>Iptek. Dari 4 orang siswa, tidak ada satupun yang memiliki komputer di rumahnya. Dua orang diantaranya tidak begitu familiar dengan dunia komputer (software maupun hardware).</li>
</ol>
<p>Yang (cukup) menggembirakan</p>
<p>Nilai hasil ujian praktek lebih tinggi dari nilai ujian teori. Artinya, para siswa lebih menyukai (lebih menguasai) hal-hal yang langsung di-praktek-kan (learning by doing). Aku pikir, ini wajar, karena umumnya orang suka mengantuk dalam pelajaran teori.</p>
<p>Akhirnya&#8230;.</p>
<p>Aku menyadari bahwa ternyata jadi guru itu tidak semudah yang dibayangkan. Persiapan yang menunjang kegiatan belajar-mengajar, ternyata begitu panjang dan melelahkan (setidaknya, aku harus menyisihkan sebagian sumberdaya (termasuk finansial) untuk membuat materi, soal dan memeriksa hasil ujian).</p>
<p>Tantangan terbesar yang aku hadapi adalah pengendalian emosi (mungkin aku harus belajar anger management?). Coba bayangkan. Aku sudah mengerahkan sumber daya (waktu, tenaga, pikiran, biaya) yang dapat kusisihkan agar mereka (para siswa) bisa paham dan pinter, ternyata masih ada satu orang yang tidak bisa menjawab pertanyaan : 1 (satu) meter sama dengan berapa centimeter ?</p>
<p>Waaakk&#8230;&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TUGAS MANDIRI ELEKTRONIKA DIGITAL]]></title>
<link>http://ekotete.wordpress.com/2009/11/30/tugas-mandiri-elektronika-digital/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 00:25:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>ekotete</dc:creator>
<guid>http://ekotete.wordpress.com/2009/11/30/tugas-mandiri-elektronika-digital/</guid>
<description><![CDATA[Berikut adalah tugas mandiri untuk mata kuliah Elektronika Digital pengganti kuliah 26/11/2009 kemar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut adalah tugas mandiri untuk mata kuliah Elektronika Digital pengganti kuliah 26/11/2009 kemar]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TUGAS MANDIRI SENSOR &amp; TRANSDUSER]]></title>
<link>http://ekotete.wordpress.com/2009/11/30/tugas-mandiri-sensor-transduser/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 23:12:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>ekotete</dc:creator>
<guid>http://ekotete.wordpress.com/2009/11/30/tugas-mandiri-sensor-transduser/</guid>
<description><![CDATA[Berikut adalah tugas mandiri untuk mata kuliah Sensor &amp; Transduser pengganti kuliah 25/11/2009 k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut adalah tugas mandiri untuk mata kuliah Sensor &amp; Transduser pengganti kuliah 25/11/2009 k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ujian Nasional, Permasalahan Status Quo]]></title>
<link>http://urip.wordpress.com/2009/11/29/ujian-nasional-permasalahan-status-quo/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 12:48:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Urip.WP.Com</dc:creator>
<guid>http://urip.wordpress.com/2009/11/29/ujian-nasional-permasalahan-status-quo/</guid>
<description><![CDATA[Opini Ngawur-Ku Ujian nasional merupakan permasalahan yang muncul karena mental manusia Indonesia be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="color:#ff0000;">Opini Ngawur-Ku</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ujian nasional merupakan permasalahan yang muncul karena mental manusia Indonesia belum siap. Selain itu penyebabnya adalah ketidaksiapan mulai dari pemerintahan pusat hingga tingkat persekolahan yg berharap &#8220;kualitas&#8221; pendidikan di wilayah kekuasaannya ingin &#8220;terlihat berkualitas&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari ketaksiapan akhirnya tindak tak bermoral dari sisi pendidikan dilakukannya juga. Apapun sistem pengawasan yg dilakukan tapi pada penghujung pelaporan dan rekap hasil ujian mereka masih berkesempatan bisa memainkannya. Inilah mafia dalam ujian nasional yg sulit diberantas, seperti mafia peradilan pada umumnya. Anehnya hal ini terjadi dari waktu ke waktu. Bukti untuk itu tidak akan nampak di depan mata. Karena semua pihak yg berkepentingan menutup dengan perkataan &#8220;ini rahasia kita bersama, jangan bilang-bilang&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalaupun pada saat ujian penyelewengan atau tindak curang dapat ditekan, maka di level rekap dan pelaporan hasil ujian akan &#8220;lebih aman&#8221;, karena hanya melibatkan beberapa pihak. Dan &#8220;kucuran dana&#8221; untuk hal itu semakin menggiurkan dari segi besaran. Prinsipnya sama-sama menyenangkan. Dalam hal ini mental kita pada bobrok. Sekali lagi apapun sistem pengawasan yg dilakukan tidak akan membawa hasil. Sudah menjadi &#8220;rahasia bersama&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Soal standardisasi hasil pengajaran apakah perlu? Kita melakukan pendidikan ini adalah untuk kesiapan dalam menghadapi kehidupan yang tidak hanya dapat diukur dari angka-angka. Lantas mengapa perlu dilakukan standardisasi, apakah manusia hidup perlu terstandardkan juga? Suatu bukti bahwa &#8220;manusia sukses&#8221; ukurannya bukanlah angka prestasi atau nilai di atas kertas. Namun &#8220;manusia gagal&#8221; bisa saja disebabkan akibat gagal lulus ujian nasional, mereka bisa stress, bisa gila, bahkan bisa bunuh diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai orang tua yang sekaligus guru, hasil belajar yg dirasakan siswa adalah semu dan sangat buruk.  Hasil-hasil ujian hanya merupakan penghibur manakala melewati ambang batas yg ditetapkan. Bisakah mereka bertahan untuk hidup dengan memiliki angka ujian melewati ambang batas?</p>
<p style="text-align:justify;">Okelah dengan dalih bahwa ujian nasional bukanlah satu-satunya faktor penentu. Memang benar itu. Tetapi gara-gara ujian nasional bisa &#8220;menjerumuskan&#8221; seseorang. Ada guru tertangkap basah membantu siswa-nya. Ada kepala sekolah mengintimidasi guru yang tidak pro-aktif dalam &#8220;membantu siswa&#8221;. Ada kepala dinas pendidikan yg dimutasikan gara-gara tidak mau membantu mendongkrak rata-rata nilai ujian nasional di suatu daerah. Memberikan kesempatan kepada orang untuk membocorkan soal ujian nasional. Menginstankan belajar hanya dengan bisa menjawab soal. Padahal belajar itu adalah suatu proses. Di ujian nasional belum tergambar standar proses belajar seorang siswa. Apakah tak terpikirkan oleh para &#8220;pakar&#8221; yang dipercayai mengetahui lembaga yg ia pimpin.</p>
<p style="text-align:justify;">Status quo bahwa ujian adalah proyek yang menyedot dana besar agar bisa dinikmati banyak pihak. Membuat sekolah tidak mendidik pihak yg ada dalam sekolah. Kembalikanlah ujian untuk mengukur apa adanya. Tanpa rekayasa. Tanpa pembohongan publik namun dengan kejujuran publik. Biarlah seleksi alam terjadi sehingga apapun hasilnya ujian nasional tidak menentukan seorang siswa lulus atau tidak. Biarlah lembaga sekolah menunjukkan outputnya sesjujurnya, tanpa beban harus sekian-sekian ambang batasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Indonesia menjadi lebih baik dalam penanganan ujian persekolahan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Say what they wanna hear]]></title>
<link>http://purwaisontheway.wordpress.com/2009/11/29/say-what-they-wanna-hear/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 04:58:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Purwa Sari</dc:creator>
<guid>http://purwaisontheway.wordpress.com/2009/11/29/say-what-they-wanna-hear/</guid>
<description><![CDATA[Akhir-akhir ini aku lagi suka lagu ini dan film itu, tahu kenapa? simple, jawabannya adalah karena m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Akhir-akhir ini aku lagi suka lagu ini dan film itu, tahu kenapa? <em>simple</em>, jawabannya adalah karena mereka merekam apa yang ingin aku dengar dengar. Kenapa buku itu laris dibeli orang? ya karena ceritanya  akan membuat senang pembacanya. Katakan yang orang ingin dengar, jangan katakan yang tidak ingin didengar.</p>
<p>Dan orang sekarang ingin mendengar petuah bijak, seperti ada sesuatu yang optimis, ada kebaikan di dunia ini.</p>
<div id="attachment_431" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://purwaisontheway.wordpress.com/files/2009/11/16758_1274411975283_1079430473_30837952_492168_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-431" title="16758_1274411975283_1079430473_30837952_492168_n" src="http://purwaisontheway.wordpress.com/files/2009/11/16758_1274411975283_1079430473_30837952_492168_n.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">say iiiii....</p></div>
<p>Kemarin aku berpetualang ke Pangalengan, ceritanya mau ngasih <em>trauma healing</em> ke anak-anak korban gempa Jabar. Yang mengkoordinir acara ini adalah keluarga mahasiswa di kampusku. Walaupun sejatinya aku bukan seorang trainer, tetapi aku yakin bisa melaksanakan TOR yang diberikan, <em>lha wong </em>arahannya cuma bikin semangat belajar anak-anak di sana aja kok, <em>ya wess</em> akhirnya aku ikut kecuali kalau arahannya buat bikin semangat guru-gurunya mengajar kembali, hehe, gak mungkin pada saat ini aku mendaftar menjadi relawan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Ngadepin </em>anak-anak memang susah-susah gampang. Susahnya mesti sabar, tabah dan tawakal, oops.. gak ding, susahnya ya mesti nguasain suasanan kelas bener-bener, tau gimana caranya &#8216;mendiamkan&#8217; anak-anak yang ribuuuuuut banget, volume suara mesti pol, gak boleh jaim, senyum simetris, dan&#8230;. <strong>katakan apa yang mereka ingin dengar. </strong>Have fun aja lah..</p>
<blockquote><p>Dan orang sekarang ingin mendengar petuah bijak, seperti ada sesuatu yang optimis, ada kebaikan di dunia ini.</p></blockquote>
<p>Anak-anak itu mudah ingat dan mudah melupakan *haha, aku juga ding.. jadi aku anak-anak?*<br />
Kalau mereka sedang sedih atau melamun, arahkan pikiran mereka ke arah lain. Pernah liat bayi nangis? coba apa yang kamu lakukan kalo bayi nangis? cup cup cup&#8230; pasti salah satu dari kamu bakal melakukan,&#8221;tuh liat di atas ada cicak, eh dia makan nyamuk ya? masa kalah sama cicak gak mau makan.. sini-sini nyamuk adek makan..&#8221; lho? haha</p>
<p>yah pada intinya arahkan perhatian mereka ke sudut lain. Karena menurut training yang pernah saya ikutin, dengan bergerak kita bisa merubah emosi kita, <strong>emotion is created by motion.</strong> Dijamin gak akan nangis lagi itu adek bayi *kecuali kalau memang dia nangis karena ngompol dan sejenisnya* <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>3 tahun pertama anak-anak itu manis kok, 2 tahun kemudian mulai terasa pahit-pahitnya tapi lama-lama kok jadi asin ya? iya karena mereka mulai terkontaminasi air laut, di sinilah peran orang dewasa (ayo pikirkan). Trus dia asam.. ih bau asam! makanya inilah waktunya mereka pake <em>deodoran</em>. Tapi-tapi lama-lama kok kembali manis lagi ya? iyaaaa karena rasa mereka yang sebenarnya adalah&#8230; <strong>manis</strong>.</p>
<div id="attachment_432" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://purwaisontheway.wordpress.com/files/2009/11/16758_1274412895306_1079430473_30837957_2150585_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-432" title="16758_1274412895306_1079430473_30837957_2150585_n" src="http://purwaisontheway.wordpress.com/files/2009/11/16758_1274412895306_1079430473_30837957_2150585_n.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Say aaa....</p></div>
<p><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekolahku (Mau) Tersingkir]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/28/sekolahku-mau-tersingkir/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 03:09:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/28/sekolahku-mau-tersingkir/</guid>
<description><![CDATA[Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060902 di Jalan Mangkubumi, Medan, yang atapnya rusak, Jumat (27/]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060902 di Jalan Mangkubumi, Medan, yang atapnya rusak, Jumat (27/]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Guru juga manusia]]></title>
<link>http://vsebayang.wordpress.com/2009/11/26/guru-juga-manusia/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:16:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>vivi yuanita sebayang</dc:creator>
<guid>http://vsebayang.wordpress.com/2009/11/26/guru-juga-manusia/</guid>
<description><![CDATA[Sebagai manusia biasa yang tidak bisa menyenangkan semua orang di seluruh permukaan bumi ini, maka t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sebagai manusia biasa yang tidak bisa menyenangkan semua orang di seluruh permukaan bumi ini, maka tidak heran jika ada saja yang protes dengan tindakanku. Terutama pekerjaan sebagai guru yang diharapkan bersahaja nyaris tanpa cacat cela.Tapi saya manusia biasa dan di halaman yang sunyi ini aku berhak menjerit.</p>
<p>Suatu hari beberapa minggu yang lalu, salah seorang murid tiba ke sekolah dan tidak mau turun dari mobil. Ibunya datang menghampiriku dengan nada mengeluh, &#8216;wah si, Ancici (bukan nama sebenarnya) nih ga mau turun dari mobil&#8217;. Tentu saja aku tidak mengerti apa makna tersirat dibalik pernyataannya. Aku berpikir anaknya yang nota bene 18 tahun bisa berjalan sendiri jika memang ia mau sekolah dan aku sebagai guru bukanlah baby sitter yang harus merayu sang anak turun dari mobil. Sang ibu ternyata kecewa dengan tindakanku yang hanya terus masuk ke ruanganku dan tidak tertarik membujuk anaknya untuk masuk ke kelas. Ia pun melaporkan hal tersebut ke guru yang sudah lama ada di departemenku bekerja dan guru tersebut mengingatkanku untuk lebih ramah.</p>
<p>Aku senang menerima masukan tapi bukan berarti aku melakukan semua permintaan. Aku tetap ramah menyapa di pagi hari tapi di lain waktu aku tetap tidak tertarik untuk mendatanginya ke mobil dan meminta dia masuk ke kelas.. Sama seperti ketika sang ibu ini meminta agar guru baru di departemenku adalah seorang yang sudah berkeluarga sehingga bisa totalitas menjadi guru. Intinya dia meragukan kami 4 bujangan ini cukup berkualifikasi utk mengajar anak-anak berkebutuhan khusus usia remaja. Hah.. Aku jadi berpikir mengapa sang ibu ini tidak melamar saja menjadi guru di departemenku..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TUGAS MANDIRI PENGGANTI KULIAH SENSOR-TRANSDUCER, FUZZY LOGIC &amp; LK DIGITAL]]></title>
<link>http://ekotete.wordpress.com/2009/11/25/tugas-mandiri-pengganti-kuliah-sensor-transducer-fuzzy-logic-lk-digital/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:54:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>ekotete</dc:creator>
<guid>http://ekotete.wordpress.com/2009/11/25/tugas-mandiri-pengganti-kuliah-sensor-transducer-fuzzy-logic-lk-digital/</guid>
<description><![CDATA[Berikut tugas mandiri pengganti kuliah&#160; untuk mata kuliah SENSOR &amp; TRANSDUCER, FUZZY LOGIC ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut tugas mandiri pengganti kuliah&#160; untuk mata kuliah SENSOR &amp; TRANSDUCER, FUZZY LOGIC ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjadi Yang Terbaik Dengan Al-Quran ]]></title>
<link>http://nikenpuspitasari.wordpress.com/2009/11/22/menjadi-yang-terbaik-dengan-al-quran/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 02:04:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>annisa1</dc:creator>
<guid>http://nikenpuspitasari.wordpress.com/2009/11/22/menjadi-yang-terbaik-dengan-al-quran/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Hidayatullah Hamim Effendi, Lc Bendahara Umum Yayasan Muntada Ahlil Quran &nbsp; Dalam hidup ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh : Hidayatullah Hamim Effendi, Lc Bendahara Umum Yayasan Muntada Ahlil Quran &nbsp; Dalam hidup ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Youtube dan Pembelajaran Kimia]]></title>
<link>http://urip.wordpress.com/2009/11/21/youtube-dan-pembelajaran-kimia/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 23:05:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Urip.WP.Com</dc:creator>
<guid>http://urip.wordpress.com/2009/11/21/youtube-dan-pembelajaran-kimia/</guid>
<description><![CDATA[Siapa yg gak kenal Youtube. Gudang pemyimpanan video2, video apa saja. Termasuk yag terkait pendidik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Siapa yg gak kenal<a href="http://www.youtube.com"> Youtube</a>. Gudang pemyimpanan video2, video apa saja. Termasuk yag terkait pendidikan utamanya pembelajaran. Hanya saja kebanyakan dari pengakses kadang tidak memiliki kecukupan bandwidth untuk dapat mengambil dan memanfaatkannya. Jika pemerintah perduli untuk memfasilitasi sekolah agar bisa menggunakan IT maka semestinya disediakan bandwidth yang cukup lebar. Untuk yg terakhir ini kita tunggu saja janji pak Mendiknas.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://urip.wordpress.com/files/2009/11/2009-11-21_054631.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1424" title="2009-11-21_054631" src="http://urip.wordpress.com/files/2009/11/2009-11-21_054631.png" alt="" width="575" height="70" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Karena lemahnya kemampuan berbahasa Inggris bagi kebanyakan guru atau orang Indonesia maka jika mencari pembelajaran kimia yg berformat video di youtube jarang kita dapati. Barangkali sih banyak yang sudah membuat tetapi mereka tidak mau berbagi. Budaya orang Indonesia  memang tidak banyak yg mau berbagi ilmu (tapi pasti ada saja yg mau berbagi). Saya sendiri memang belum pernah buat video. Sekali lagi ini budaya kita orang Indonesia maunya mengambil untung dan tidak mau berbagi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Keterbatasan itu akan teratasi kalau kita menggunakan kata kunci berbahasa Inggris. Sudah dipastikan video yg kita lihat adalah berbahasa Inggris juga. Peran guru di sini adalah menjelaskan kepada siswa maksud dari tayangan untuk membantu memahami konsep yang sedang mereka tonton. Jika tidak paham bahasa Inggris kita bisa menelusuri asal video itu karena biasanya sumber web peng-unggah disertakan. Di sana setidaknya deskripsi tentang video yang ditayangkan ditulis. Masih tidak ngerti juga dengan tulisan yang berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya? Gunakan penterjemah google.</p>
<p style="text-align:justify;">Video youtube memang tidak sekoyong-koyong bisa di download. Jika kita menggunakan Mozilla Firefox kita bisa menambahkan <a href="http://techshali.com/16-firefox-add-ons-to-download-youtube-videos/">&#8220;addons&#8221; yang dapat memfasilitasi download video</a> dari youtube atau web penyedia layanan akses video lainya (<a href="http://www.metacafe.com/">metacafe</a>, <a href="http://video.google.com/">google videos</a>). Install add ons tersebut kemudian restart firefox anda maka kita bisa memanfaakan add ons itu untuk mendownload video yg kita maksud.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah terdownload dengan benar video tersebut bisa kita sisipkan dalam pengajaran baik dalam bentuk slide presentasi atau secara terpisah. Ini diperlukan LCD Proyektor dan komputer.  Jika tidak tersedia fasilitas tersebut kita bisa mengemas video2 dalam bentuk keping VCD yang dapat ditayangankan dengan media televisi melalui video player.</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penuntut Ilmu ]]></title>
<link>http://sundacolugo.wordpress.com/2009/11/18/penuntut-ilmu/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 13:05:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muhammad Dzulhelmi</dc:creator>
<guid>http://sundacolugo.wordpress.com/2009/11/18/penuntut-ilmu/</guid>
<description><![CDATA[Al- Imam Ahmad Bin Hassan Al-Attas - Ada 2 perkara yang perlu diperhatikan seorang penuntut ilmu: 1.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Al- Imam Ahmad Bin Hassan Al-Attas</p>
<p>-	 Ada 2 perkara yang perlu diperhatikan seorang penuntut ilmu: 1. Niat yang baik 2. Memperhatikan buah &#38; hasilnya.</p>
<p>-	Apabila hendak menghafal (tetapi tiada pena), hendaklah ia menulisnya dengan jarinya pada lengan dan tangannya.</p>
<p>Al-Imam Muhyiddin An-Nawawi</p>
<p>-	Di antara ilmu seorang alim ialah: “Aku tidak tahu” / Wallahua’lam’</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi</p>
<p>-	Banyak di antara ulama salaf mengambil manfaat dari murid-murid mereka tentang sesuatu yang tidak ada pada mereka (yang tidak diketahui).</p>
<p>Al-Imam Ahmad Bin Zain Al-Habsyi</p>
<p>-	Pemahaman itu bagi yang memilikinya merupakan nikmat yang sangat besar, tetapi mereka terkadang tidak merasakannya sebagai nikmat, kerana mereka memandang hal itu boleh diperolehi dari membaca kitab.</p>
<p>Abu Al-Bakhtari</p>
<p>-	Aku berada di suatu kaum yang lebih alim daripadaku lebih aku sukai daripada aku berada di suatu kaum yang aku paling alim di antara mereka. Kerana jika aku orang yang paling alim di antara mereka, aku tidak dapat mengambil manfaat.Sebaliknya, jika aku berada bersama orang yang lebih alim dariku, nescaya aku dapat mengambil manfaat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tidak Satupun Siswa yang Bodoh Tapi...]]></title>
<link>http://urip.wordpress.com/2009/11/14/tidak-satupun-siswa-yang-bodoh-tapi/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 22:07:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Urip.WP.Com</dc:creator>
<guid>http://urip.wordpress.com/2009/11/14/tidak-satupun-siswa-yang-bodoh-tapi/</guid>
<description><![CDATA[Introspeksi diri Tidak satupun siswa saya yang  tidak pintar. Yang ada hanyalah para siswa pemalas. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="color:#ff0000;">Introspeksi diri</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak satupun siswa saya yang  tidak pintar. Yang ada hanyalah para siswa pemalas. Mengapa mereka menjadi malas? Mereka tidak tahu bagaimana cara dirinya bisa belajar dengan benar. Akibat tidak tahu cara belajar yg benar, mereka tidak bisa menikmati proses pembelajaran baik di kelas atau di rumah. Akhirnya berbagai materi prasyarat untuk bahasan berikutnya tak dimiliki.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika sudah demikian maka pembelajaran tersendat. Masih mending hanya tersendat sesaat. Lebih parah adalah materi mendasar yg semestinya ia sudah kuasai di tingkat SD ia-pun lemah. Pondasi dasar jadi rapuh. Kalau sudah demikian bagaimana mesti bisa dibangun bangunan materi belajar lebih tinggi?</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Suatu peristiwa sesaat saya bertindak sebagai guru pengganti guru matematika. Pokok bahasannya adalah persamaan kuadrat. Saya dapati siswa yang masih belum dapat menyelesaikan proses pengurangan 36 &#8211; 40&#8230; hasil hitung siswa itu adalah 0,6. Proses berhitungnya adalah dengan melakukan proses perhitungan yang disusun vertikel layaknya penghitungan biasa. Ini adalah siswa kelas X setingkat SMA. Bahkan proses perhitungan perkalian bilangan 1-10 juga ada yang tidak hafal.</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa di atas saya yakini terjadi di kelas lain (sekolah lain juga) bahkan level yg lebih tinggi. Saling mempersalahkan bukanlah solusi yg mesti segera. Yang perlu adalah bagaimana guru membantu siswa untuk dapat mengatasi kelemahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Program remedial yang secara ideal akan dapat membatu siswa-siswa &#8220;payah&#8221; dapat diterapkan. Tentu jika dalam kelas siswanya tidak berjubel. Ada perhatian khusus dari guru mata pelajaran untuk siswa tersebut. Walaupun maksud remedial adalah untuk pelajaran yg &#8220;baru berlangsung&#8221; namun jika didapati siswa seperti kasus di atas maka bukan remedial lagi namanya. Tapi kasus seperti itu dapat segera diatasi dengan menunjukkan cara penyesaian proses hiutng yg simpel itu. 2 &#8211; 3 kali dilatih akhirnya toh mereka bisa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemacetan itu adalah sesaat. Selanjutnya proses pembelajaran akan dapat berjalan lancar. Penemuan-penemuan kesulitan belajar selama proses belajar yang seperti tadi perlu penanganan yg segera. Perlakuan itupun tidak perlu waktu ekstra. Kadang memang guru kurang mau perduli dengan keadaan siswanya. Akibat berikutnya adalah selalu sulit dan sulit saja siswa mengikuti pembelajarannya. Siswa jenuh, bosan, dan bisa saja berakibat lebih jelek.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dalam keadaan seperti itu yg diperlukan adalah guru mau untuk selalu mengamati kondisi siswa. Segera membantu mencarikan solusi bagi siswa yang biasa di klaim siswa yg bodoh. Jika tidak maka bisa saja sebutan itu akan berbalik kepada sang guru&#8230; gurunya yg gak pinter sebagai guru.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode Kreatif Yesus Menurut Warren S. Benson (ringkasan)]]></title>
<link>http://weruah.wordpress.com/2009/11/07/metode-kreatif-yesus-menurut-warren-s-benson-ringkasan/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 03:47:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>weruah</dc:creator>
<guid>http://weruah.wordpress.com/2009/11/07/metode-kreatif-yesus-menurut-warren-s-benson-ringkasan/</guid>
<description><![CDATA[Yesus mengunakan tiga kelompok metode mengajar kreatif berdasarkan gagasan Charles Nichols, Warren S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--more-->Yesus mengunakan tiga kelompok metode mengajar kreatif berdasarkan gagasan Charles Nichols, Warren S. Benson. Ketiga kelompok metode itu adalah antara lain :</p>
<p><strong>Metode Visual</strong>.</p>
<ul>
<li>Demonstrasi, seperti membersihkan Bait Allah dan mencuci kaki para murid.</li>
<li>Mengunakan objek, seperti menghadirkan anak kecil atau mengunakan pohon ara yang layu.</li>
<li>Menulis di tanah, meski tidak jelas dilaporkan Injil apa yang ditulis-Nya.</li>
<li>Memberi contoh, seperti kehidupan doa-Nya yang mengugah para murid ingin meniru.</li>
</ul>
<p><strong>Metode Verbal</strong> :</p>
<ul>
<li>Pernyataan, yang bersifat langsung, provokatif, peringatan, pengkontrasan, dorongan dan ringkasan.</li>
<li>Pertanyaan, retoris, tanya-jawab, permintaan dan yang langsung.</li>
<li>Amsal dan kata-kata bijak.</li>
<li>Kutipan dari kitab suci Perjanjian Lama.</li>
<li>Perumpamaan, cerita dari kehidupan sehari-hari.</li>
<li>Mengemukakan argumentasi.</li>
<li>Ilustrasi, seperti burung-burung di udara, bunga bakung di padang, dll.</li>
<li>Pernyataan dan kisah hiperbolis, memancing perhatian tokoh agama.</li>
<li>Metafora / simile.</li>
<li>Paradoks/ ironi, kisah yang bertentangan sifatnya memancing pikiran.</li>
<li>Permintaan, tidak jarang Yesus mengajukan permintaan kepada audiens-Nya.</li>
<li>Suasana diam (silence).</li>
</ul>
<p><strong>Metode partisipatif</strong>.</p>
<ul>
<li>Mengajukan pertanyaan, Dia membuka diri agar murid mengajukan pertanyaan.</li>
<li>Dia mendorong murid untuk membuat pernyataan.</li>
<li>Dia memberanikan mereka berpikir.</li>
<li>Dia membangun keberanian mereka melibatkan diri dalam tugas.</li>
<li>Dia mendorong murid untuk menghadapi realitas dan isu kritis.</li>
<li>Memberikan ujian seperti peristiwa kritis di danau atau masalah kelaparan.</li>
</ul>
<p>Seluruh metode tersebut bertujuan memperkaya kualitas diri kita.</p>
<p>___________</p>
<p>Warren S. Benson, &#8220;Christ the Master,&#8221; dalam Foundations for the Future, Moody Press, 1991.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Mengajar yang Efektif]]></title>
<link>http://fassaad.wordpress.com/2009/11/05/cara-mengajar-yang-efektif/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 08:38:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>FAS</dc:creator>
<guid>http://fassaad.wordpress.com/2009/11/05/cara-mengajar-yang-efektif/</guid>
<description><![CDATA[Mengajar bagi sebagian orang adalah pekerjaan yang sulit. Namun sebagian yang lain dapat mengerjakan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mengajar bagi sebagian orang adalah pekerjaan yang sulit. Namun sebagian yang lain dapat mengerjakan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sudahkah Anda Menilai Pembelajaran Kreativitas Para Siswa? ]]></title>
<link>http://herrydevi.wordpress.com/2009/11/05/sudahkah-anda-menilai-pembelajaran-kreativitas-para-siswa/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 08:08:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Herry Devi</dc:creator>
<guid>http://herrydevi.wordpress.com/2009/11/05/sudahkah-anda-menilai-pembelajaran-kreativitas-para-siswa/</guid>
<description><![CDATA[Menghadapi peserta didik berbakat, sedikitnya Anda sebagai guru memiliki 10 cara penilaian secara be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menghadapi peserta didik berbakat, sedikitnya Anda sebagai guru memiliki 10 cara penilaian secara be]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perlengkapan Bayi - Cara Praktis Mengajar Anak Perilaku Bertanggung Jawab]]></title>
<link>http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/11/05/perlengkapan-bayi-cara-praktis-mengajar-anak-perilaku-bertanggung-jawab/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 03:57:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>caksub</dc:creator>
<guid>http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/11/05/perlengkapan-bayi-cara-praktis-mengajar-anak-perilaku-bertanggung-jawab/</guid>
<description><![CDATA[perlengkapan bayi Perilaku yang bertanggung jawab doesn T datang secara alami melainkan sifat perlen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img title="perlengkapan bayi" src="http://grosirperlengkapanbayi.files.wordpress.com/2009/11/gear2.jpeg?w=250&#038;h=200" alt="perlengkapan bayi" width="250" height="200"><p class="wp-caption-text">perlengkapan bayi</p></div>
<p>
<p> Perilaku yang bertanggung jawab doesn T datang secara alami melainkan sifat <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com" title="perlengkapan bayi"><b>perlengkapan bayi</b></a> yang dipelajari. Penting bagi orangtua untuk mengajar anak-anak mereka yang bertanggung jawab perilaku pada usia dini yang sehat menghormati perasaan orang lain dan rasa yang kuat benar dan salah. </p>
<p> Dikombinasikan dengan pengaturan contoh yang baik dan keterlibatan dalam anak muda S pengembangan keterampilan sosial kualitas menghabiskan waktu bersama anak Anda dan mengajar mereka tentang tepat perilaku yang bertanggung jawab. Hal ini dapat pergi jauh dalam membantu untuk memperbaiki masalah perilaku yang dapat menyebabkan konsekuensi serius di jalan. </p>
<p> Pengalaman sehari-hari orang tua S alat terbaik ketika datang untuk mengajar <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/10/30/perlengkapan-bayi-parodi-t-shirts-for-baby/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> perilaku yang bertanggung jawab. Karena perilaku tipe ini adalah sifat yang dipelajari hal itu dapat menjadi kebiasaan melalui repetitiveness. </p>
<p> Orangtua bisa mengajar anak-anak secara efektif dengan kedua kata-kata dan perbuatan. Orang tua dapat selalu memberitahu seorang anak untuk menghormati orang lain dan mereka mungkin atau mungkin tidak sesuai dalam situasi tertentu. Tapi ketika orangtua secara konsisten menunjukkan rasa hormat terhadap yang lain S pendapat perasaan dan harta benda mereka mengajar anak-anak mereka untuk melakukan hal yang sama. </p>
<p> <b> Efektif Tindakan Kata-kata Metode Pelatihan </b> </p>
<p> Tindakan kita sehari-hari sikap dan keterampilan sosial berbicara lebih keras dan jauh lebih <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/11/01/perlengkapan-bayi-sepuluh-hal-hal-yang-tidak-dapat-membeli-untuk-bayi-baru/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> efektif daripada kata-kata. Sebagai anak-anak menonton apa yang kita lakukan dan mengajukan pertanyaan kesempatan emas disajikan untuk mengajar berharga Hidup-pelajaran. </p>
<p> <i> Mommy mengapa Anda membiarkan wanita tua itu melompat di depan kita </p>
<p> Karena ia hanya punya beberapa hal untuk membeli dan kami memiliki sekereta penuh. Aku tidak T mau dia harus berdiri di baris untuk waktu yang lama. </p>
<p> Do you know nya </p>
<p> No Aku Ve belum pernah bertemu dengannya sebelumnya. </p>
<p> Lalu bagaimana kau tahu dia tidak <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/10/30/perlengkapan-bayi-a-baby-apnea-monitor-bisa-essential/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> T mau mengantri. </p>
<p> Karena ia tampak tidak nyaman dan sepertinya terburu-buru. </i> </p>
<p> Dengan menunjukkan bertanggung jawab perilaku perhatian terhadap orang lain anak-anak belajar dari tindakan kita. Ketika kami mendorong pertanyaan dan jawaban dalam cara-cara yang menjelaskan mengapa kita melakukan sesuatu anak-anak lebih memahami dan menjadi lebih berhati-hati orang lain S kebutuhan bukan hanya milik mereka sendiri. </p>
<p> <b> Cerita Waktu Sebuah Kesempatan Emas </b> </p>
<p> Ajarkan Tanggung Jawab
<p> Lain metode yang baik untuk mengajarkan anak perilaku yang bertanggung jawab adalah dengan <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/10/22/perlengkapan-bayi-the-best-baby-strollers/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> menggunakan cerita. Sebagian besar anak-anak sangat antusias ketika datang untuk memiliki seseorang membaca sebuah cerita. Pilih buku yang mengajarkan pelajaran hidup dan kemudian membahas apa yang dibaca. </p>
<p> Pada target quot NEW quot rel quot nofollow quot href http //www.hrmovie.com/getpage.php u r l JnF b Q aHR cDovL d dy zdXJmLWFub uY tLz xPWFIUjBjRG TDNkM R NXpZWFoyZVMxaVlXSjVMV RsWVhJdVkyOXQmcXVvdDs http //www.savvy-baby-gear.com </a> kami sarankan Anda mendorong anak untuk mengajukan pertanyaan mencari kesempatan untuk menekankan perilaku karakter yang baik dan kesadaran bahwa semua tindakan baik atau buruk akan memiliki konsekuensi. </p>
<p> Presents <b> Setiap Hari Peluang </b> Its Own </p>
<p> Konsistensi dan aplikasi merupakan kunci ketika <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/10/26/perlengkapan-bayi-beberapa-bayi-hadiah-mungkin-anda-ingin-beli/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> mengajar anak-anak kecil tentang perilaku yang bertanggung jawab. Menghabiskan waktu dengan anak Anda secara teratur. Mendorong mereka untuk bercerita tentang hari mereka dan hal-hal yang terjadi apa yang mereka pikir atau merasa apa yang mereka lihat atau mendengar apa <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/10/23/perlengkapan-bayi/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> yang mereka lakukan atau ingin lakukan. Gunakan setiap kesempatan untuk merangsang pikiran kesadaran. </p>
<p> Menekankan pada perasaan positif emosi dan kualitas seperti keberanian perhatian belas kasih kejujuran kebaikan dll Bantuan anak-anak Anda mengidentifikasi ciri-ciri orang ini mereka tahu karakter yang mereka lihat di televisi atau orang yang mereka baca. Membantu mereka untuk mengidentifikasi dan memelihara kualitas-kualitas dalam diri mereka. Pada akhir setiap hari bertanya Bagaimana kau jujur hari ini atau Katakan padaku dua cara <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/10/21/perlengkapan-bayi-the-latest-trends-in-baby-carriers-for-your-newborn" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> Anda perhatian kepada orang lain hari ini. </p>
<p>
<p> Juga membantu anak-anak untuk mengeksplorasi cara-cara yang dapat diterima secara efektif menghadapi perasaan negatif seperti marah sakit hati dendam kesepian dll Jika seorang anak mengungkapkan perasaan marah terhadap seseorang menghindari dorongan untuk mengatakan bahwa kemarahan yang salah melainkan mengeksplorasi perasaan mereka marah dengan mereka. </p>
<p> Tanyakan mengapa mereka marah atau meminta mereka untuk memberitahu Anda bagaimana mereka marah. Membantu mereka memahami bahwa meskipun itu adalah wajar untuk <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/10/28/perlengkapan-bayi-kapan-best-time-to-have-your-baby-shower/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> merasa marah di kali bagaimana kita mengekspresikan kemarahan yang sangat <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/10/21/perlengkapan-bayi-unique-baby-hadiah-untuk-anak-kedua-shower-6-great-gift-ideas/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> penting. Ada cara-cara yang dapat diterima untuk mengekspresikan kemarahan serta cara-cara yang tidak dapat diterima. </p>
<p> Katakan kepada mereka sebuah cerita atau mengutip contoh dari seseorang yang mengalami perasaan negatif tertentu kemudian mengajukan pertanyaan-pertanyaan anak Anda seperti Apa yang harus dilakukan Becky ketika ia marah atau Kenapa kau berpikir Eric kesepian Apa yang bisa dia lakukan tentang hal itu </p>
<p> Membantu seorang anak untuk memahami perasaan orang <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/10/30/perlengkapan-bayi-best-baby-products-9th-edition-review/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> lain dan juga mereka sendiri dan cara yang tepat untuk mengungkapkan perasaan itu adalah langkah besar terhadap perilaku yang bertanggung jawab belajar. </p>
<p> Dengan meluangkan waktu bersama anak Anda secara teratur dan pengajaran melalui contoh dan diskusi Anda membekali anak Anda dengan sosialisasi yang baik keterampilan dan perilaku yang bertanggung jawab mengolah yakin untuk menguntungkan <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/10/29/perlengkapan-bayi-fun-dan-kreatif-baby-shower-ideas/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> mereka dan orang lain di sekitar mereka untuk seumur hidup. </p>
<p> Lori S. Anton editor <br /> target quot NEW quot rel quot nofollow quot href quot http //www.surf-anon.com q aHR cDovL d dy zYXZ eS iYWJ <a href="http://grosirperlengkapanbayi.wordpress.com/2009/11/01/perlengkapan-bayi-addison-coach-baby-bag-paten-a-diaper-bag/" title="perlengkapan bayi"><b>perlengkapan bayi</b></a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perlengkapan Bayi - Mengajar Anak Perilaku Bertanggungjawab Begins at Home]]></title>
<link>http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/11/03/perlengkapan-bayi-mengajar-anak-perilaku-bertanggungjawab-begins-at-home/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 10:32:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>caksub</dc:creator>
<guid>http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/11/03/perlengkapan-bayi-mengajar-anak-perilaku-bertanggungjawab-begins-at-home/</guid>
<description><![CDATA[perlengkapan bayi Orangtua adalah guru juga. Ketika datang untuk membesarkan anak salah satu pelajar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img title="perlengkapan bayi" src="http://perlengkapanbayionline.files.wordpress.com/2009/11/baby3.jpeg?w=250&#038;h=200" alt="perlengkapan bayi" width="250" height="200"><p class="wp-caption-text">perlengkapan bayi</p></div>
<p>
<p> Orangtua adalah guru juga. Ketika datang untuk membesarkan anak salah satu pelajaran yang paling penting orangtua dapat mengajar <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com" title="perlengkapan bayi"><b>perlengkapan bayi</b></a> anak mereka bertanggung jawab perilaku. Ini berarti membantu anak belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang menampilkan harga diri serta rasa hormat terhadap orang lain. </p>
<p> Tidak ada anak yang datang ke dunia ini sudah diprogram dengan sopan santun dan berbudi luhur <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/11/01/perlengkapan-bayi-online-perlengkapan-bayi-tips-pada-membeli-olahraga-equipment-online/" title="Perlengkapan Bayi Online">Perlengkapan Bayi Online</a> atribut seperti <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/10/31/perlengkapan-bayi-bagaimana-mengurangi-popok-keseluruhan-anda-gunakan-oleh-berlatih-penghapusan-komunikasi-dengan-bayi-anda/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> kesediaan untuk berbagi pertimbangan untuk perasaan orang lain menghormati orang lain harta benda penghormatan terhadap figur otoritas dan sikap tanpa pamrih. </p>
<p> Perhatian perilaku yang bertanggung jawab harus diajarkan <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/10/25/perlengkapan-bayi-beberapa-nasihat-untuk-membeli-baby-gear/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> sementara anak masih sangat muda sehingga ditanamkan pada saat mereka yang lebih tua ketika perilaku tidak bertanggung jawab risiko berkembang menjadi perilaku kriminal. </p>
<p> Mengajar anak tentang perilaku yang bertanggung jawab dimulai di rumah. Hal ini dicapai dengan menetapkan contoh yang baik setiap hari. Orangtua melakukan ini dengan bersikap teliti tentang menunjukkan kedewasaan dalam cara mereka berhubungan dengan orang lain bereaksi terhadap situasi stres tidak setuju dengan orang lain membuat pilihan dll </p>
<p> Orangtua dapat membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dengan menjadi panutan positif. Membantu mereka belajar bagaimana berpikir merasa dan bertindak secara bertanggung jawab dan untuk mengejar kepentingan mereka sendiri tanpa menjadi peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain. </p>
<p> Akuntabilitas keadilan kejujuran keberanian dan rasa <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/10/29/perlengkapan-bayi-online-perlengkapan-bayi-tips-pada-pembelian-golf-equipment-online/" title="Perlengkapan Bayi Online">Perlengkapan Bayi Online</a> hormat terhadap diri dan orang lain yang penting karakter. Banyak orangtua membantu menanamkan sifat-sifat ini dengan berbagi dipegang teguh keyakinan agama dan moral anak-anak mereka. Menampilkan <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/10/27/perlengkapan-bayi-eddie-bauer-baby-gear-kualitas-multifungsi-dan-nilai/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> Mengapa atribut-atribut ini penting sebagai landasan untuk perilaku etis bahkan ketika sulit atau tidak materi bermanfaat. <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/10/28/perlengkapan-bayi-pengeluaran-cutting-corners-selama-tahun-pertama-bayi/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> </p>
<p> Perilaku yang bertanggung jawab adalah sifat yang dibudidayakan. Ini merupakan karakteristik terbentuk dari waktu ke waktu terdiri dari pandangan kita terhadap kehidupan dan kebiasaan sehari-hari. Bertanggung jawab orang-orang berperilaku seperti itu atau tidak ada yang mengawasi dan terlepas dari bagaimana orang lain dapat bertindak. </p>
<p> Ada beberapa aspek perilaku yang bertanggung jawab yang harus <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/11/01/perlengkapan-bayi-online-perlengkapan-bayi-mencari-baru-dan-bekas-olahraga-equipment-online/" title="Perlengkapan Bayi Online">Perlengkapan Bayi Online</a> disorot untuk anak-anak. Pada bagian atas daftar Menghormati dan Compassion terhadap orang lain. Ini harus menjadi batu penjuru untuk semua aspek-aspek lain dari perilaku yang bertanggung jawab </p>
<p> Kejujuran </p>
<p> Keberanian </p>
<p> Pengendalian diri </p>
<p> Diri. </p>
<p> Hormat dan Compassion Bertanggungjawab perilaku adalah mustahil terlepas dari rasa hormat dan kasih sayang terhadap orang lain serta bentuk-bentuk kehidupan lainnya. Kebaikan dan kasih sayang menentukan ketidaksediaan untuk sengaja menyebabkan penderitaan atau rasa sakit. Respect <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/11/01/perlengkapan-bayi-the-best-baby-monitor/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> menentukan <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/10/25/perlengkapan-bayi-online-how-to-buy-used-baby-clothes-online/" title="Perlengkapan Bayi Online">Perlengkapan Bayi Online</a> sikap dasar dan pertimbangan terhadap orang lain. Kepedulian dipamerkan melalui kedua perasaan dan tindakan. </p>
<p> Kejujuran Jujur berarti tidak hanya mengatakan kebenaran kepada orang lain itu berarti bersikap jujur dengan satu S sendiri. Itu berarti membuat keputusan berdasarkan kebenaran dan bukti bukan pada motif mementingkan diri sendiri atau prasangka. </p>
<p> Keberanian Ketika seseorang berani mereka mengambil posisi dan melakukan apa yang benar bahkan ketika ada resiko yang terlibat. Itu berarti menghadapi tugas bukan berperilaku tidak bertanggung jawab ceroboh atau sembarangan. </p>
<p> Pengendalian diri Pengendalian diri adalah kemampuan untuk bertindak secara bertanggung jawab dan menolak perilaku yang tidak tepat. Menempel melibatkan komitmen jangka panjang dan berurusan dengan kemarahan dan emosi lain secara bertanggung jawab. </p>
<p> Diri-menghormati Ketika <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/10/26/perlengkapan-bayi-online-perlengkapan-bayi-how-to-buy-a-baby-crib-online/" title="Perlengkapan Bayi Online">Perlengkapan Bayi Online</a> seorang anak dibesarkan untuk bersikap jujur berani dan untuk menunjukkan pengendalian diri mereka secara otomatis belajar menghargai diri mereka sendiri. Hal ini karena mereka merespon orang-orang dan keadaan secara bertanggung jawab dan belajar untuk membuat pilihan-pilihan yang bertanggung jawab bahwa mereka menemukan diri. </p>
<p> Dan itu adalah harga diri yang akan terus anak Anda sangat berguna saat mereka tumbuh tumbuh menjadi orang dewasa dan kemudian mungkin menjadi bertanggung jawab orang tua dengan anak-anak mereka sendiri ke belakang. </p>
<p> Untuk cara-cara khusus untuk mengajar anak-anak bertanggung jawab <a href="http://perlengkapanbayionline.wordpress.com/2009/10/25/perlengkapan-bayi-apakah-anda-terlalu-banyak-menghabiskan-uang-di-baby-gear" title="perlengkapan bayi"><b>perlengkapan bayi</b></a> perilaku kunjungi Savvy Baby Gear situs web. </p>
<p> Lori S. Anton <br /> Savvy Baby Gear <br /> Editor </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prinsip Hati Dalam Kompetensi Mengajar.]]></title>
<link>http://weruah.wordpress.com/2009/11/03/prinsip-hati-dalam-kompetensi-mengajar/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 06:35:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>weruah</dc:creator>
<guid>http://weruah.wordpress.com/2009/11/03/prinsip-hati-dalam-kompetensi-mengajar/</guid>
<description><![CDATA[Pengetahuan psikologi secara &#8220;sekuler&#8221; memang kurang memberikan tempat bagi konsep ini. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--more-->Pengetahuan psikologi secara &#8220;sekuler&#8221; memang kurang memberikan tempat bagi konsep ini. Dilihat dari ajaran Alkitab, hati sangat sentral dalam kegiatan individu, mempengaruhi pikiran, perasaan (emosi) dan tingkah laku. Artinya, hati lebih dari sekedar perasaan. Oleh sebab itu pengajaran yang baik adalah yang mampu &#8220;menyentuh&#8221; hati, dalam segi segi berikut :</p>
<ul>
<li>Memupuk rasa percaya diri &#8212; dengan memberikan penghargaan.</li>
<li>Menumbuhkan motivasi &#8212; membangkitkan semangat dengan pujian, sanjungan dll ( Amsal 15:13,14; 17:22)</li>
<li>Memberikan persepsi yang baik &#8212; sudut pandang yang komprehensif atas masalah yang diajukan untuk diperbincangkan.</li>
<li>Menumbuhkan perasaan aman dan nyaman.</li>
</ul>
<p>Agar guru mampu &#8220;menyentuh&#8221; hati (pedagogi hati) para peserta didiknya maka ia perlu mencari waktu untuk mewujudkan beberapa perkara berikut, misal:</p>
<ol>
<li>Empati</li>
<li>Bersedia didengar dan mendengar.</li>
<li>sedia terbuka (jika murid, ingin tahu)</li>
<li>Mengupayakan kebersamaan.</li>
</ol>
<p>_______</p>
<p>Sumber : B.S. Sidjabat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Ikrar]]></title>
<link>http://webee88.wordpress.com/2009/11/03/sebuah-ikrar/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 17:21:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>webee88</dc:creator>
<guid>http://webee88.wordpress.com/2009/11/03/sebuah-ikrar/</guid>
<description><![CDATA[Kita sedang berjalan ke depan. Dan ketika kamu merasa lelah dengan perjalanan ini, bicaralah, tepuk ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kita sedang berjalan ke depan.<br />
Dan ketika kamu merasa lelah dengan perjalanan ini, bicaralah, tepuk pundakku, tahan langkahku sejenak, tuk berhenti di suatu titik penting tanpa punya &#8220;ambisi&#8221; segera sampai. Titik itu begitu penting, dimana aku harus berhenti tuk menatap letihmu, dan melebarkan senyuman manis bermakna &#8220;SEMANGAT&#8221;, sambil memberikan ruang di bahuku yang mungil, tempat letihmu musnah. Menemanimu barang sebentar, sambil menceritakan dongeng-dongeng kecil tentang kehidupan. Kenyamanan itu datang menyertai kita, tetapi kita telah sepakat bahwa ini jangan berlangsung lama. Ketika letihmu musnah, kita saling mengangkat, tuk berdiri dan melanjutkan tapak demi tapak perjalanan panjang.<br />
Atau ketika kamu telah letih, namun memang seharusnya tak berhenti. Barangkali ada gelombang dahsyat Tsunami yang menghempaskan segala yang dilalui, termasuk bila kita mencari kenyamanan dengan berhenti. Aku akan berusaha membopongmu. Memang terlihat sedikit ada paksaan, namun kita yakini inilah yang terbaik. Terkadang berlari tuk memanjangkan jarak dengan gelombang penghancur itu.<br />
&#8220;Kita harus tetap bersama&#8221;, sebuah kalimat yang harus tertanam di neuron-neuron mungil hingga akarnya tertanam di hati masing-masing. Karna sekalipun mampu berjalan di jalur panjang itu, perjalanan takkan terasa nikmatnya.<br />
Jika ada pertanyaan, &#8220;Hingga kapan?&#8221; maka jawaban itu takkan pernah terjawab sebelum Beliau melaksanakan jadwalnya, dan kita ketika itu hanyalah siswa yang menerima jadwal dari Wakasek bagian Kurikulum.</p>
<p>Aku namakan ini adalah &#8220;sebuah ikrar&#8221;, karena kata &#8220;aku&#8221; bisa menjadi kamu, dan &#8220;kamu&#8221; dapat menjadi aku.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="road" src="http://www.mediabistro.com/fishbowlny/original/road.jpg" alt="jalan panjang" width="979" height="739" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kuciwa]]></title>
<link>http://vsebayang.wordpress.com/2009/10/31/kuciwa/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 15:19:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>vivi yuanita sebayang</dc:creator>
<guid>http://vsebayang.wordpress.com/2009/10/31/kuciwa/</guid>
<description><![CDATA[Jujur awal aku bekerja di dunia pendidikan terutama dunia anak-anak berkebutuhan khusus, aku merasa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jujur awal aku bekerja di dunia pendidikan terutama dunia anak-anak berkebutuhan khusus, aku merasa masuk ke dunia kerja yang salah. Namun setelah waktu berjalan, aku sadar mengajar adalah <em>passion</em>ku bahkan menjadi guru sudah tercetus ketika aku masih di TK. Almarhum ayahku pernah memintaku untuk lebih mendalami autis, tapi sebagai anak pemberontak, aku merasa perlu untuk tidak mengikuti maunya. Nampaknya sehebat apapun aku berusaha melawan jalan hidup, akhirnya aku mengajar.</p>
<p>Tentu keputusanku untuk terjun total di dunia ini bukan jalan indah dengan taburan bunga.. ada lika liku..ada air mata karena merasa gagal..ada pula merasa kelelahan karena beradaptasi dgn murid bukanlah hal yang mudah..tapi dunia ini adalah cintaku..rasanya smua manis pahit pengalaman yang kuhadapi justru membuatku semakin mencintai dunia <em>special needs</em>. Setiap kali menatap mata murid-muridku, aku selalu berbicara pada diriku sendiri: buat apa lagi ya supaya pelajaran ini menyenangkan buat mereka? Buatku mereka adalah guru-guru terbaikku. Tanpa mereka aku tidak akan pernah menjadi begitu sabar (<em>walau buat mereka aku masih saja guru yang keras..</em>), aku tidak akan bisa lihat persis efek <em>reinforcement</em> dalam membentuk perilaku seseorang, dan tidak akan pernah tahu rasanya <em>in a<a title="flow experience" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flow_%28psychology%29" target="_blank"> flow experience</a></em></p>
<p>Lalu seiring berjalannya waktu, semakin jelas aku terbeban untuk mengarahkan murid-murid ini ke program <em>internship</em> sehingga mereka bisa mandiri ketika orang tua sudah tiada. Tentu untuk itu semua, aku masih perlu menempuh pendidikan lebih lanjut mengingat latar belakang s1 ku dari Psikologi dan selama bekerja aku belum menemukan orang yang bisa dijadikan tempat berguru untuk masalah ini. Solusinya ya ambil s2 <em>Special Education</em> yang sayangnya tidak ada di Indonesia. Mengharapkan beasiswa? Ya untuk orang biasa sepertiku, beasiswa adalah pilihan. Namun beberapa ratus menit yang lalu aku baru saja mengalami kisah sedih pencari beasiswa.. Menindaklanjuti iklan Kompas yang kulihat hari ini soal beasiswa s2 <em>Education</em> di US, aku langsung melihat ke website dan sibuk membaca secara detail..lalu jreng jreng jreng.. beasiswa itu diperuntukkan hanya untuk staf diknas,  dosen yang universitasnya dibawah diknas, ataupun anggota LSM. Guru dari <em>primary education</em> tidak bisa apply. Huah kesal rasanya. Mengingat <em>special education</em> di Indonesia belum digarap serius oleh pihak Diknas.. jadi bagaimana ada staf mereka yang terpikir untuk mengambil <em>master degree in Special Education</em>? Tapi ya sudahlah..lupakan saja beasiswa US itu.. kembali ke dunia nyata.. <em>daily report</em> belum dikerjakan.. <em>course Special Needs Management</em> di <em>Linguistic Council Indonesia </em>minggu depan.. ditambah persiapan mengerjakan rapot dan portfolio murid-murid..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saya Rindu Mengajar]]></title>
<link>http://isnanamaxu.wordpress.com/2009/10/31/saya-rindu-mengajar/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 11:58:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>isnanamaxu</dc:creator>
<guid>http://isnanamaxu.wordpress.com/2009/10/31/saya-rindu-mengajar/</guid>
<description><![CDATA[Rasa-rasanya sudah lama sekali saya tidak berada di depan mereka. Saya rindu dengan anak-anak SD itu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Rasa-rasanya sudah lama sekali saya tidak berada di depan mereka. Saya rindu dengan anak-anak SD itu]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
