<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>menghitung &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/menghitung/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "menghitung"</description>
	<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 15:54:11 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Mengembalikan Jati Diri - Mengembalikan Jati Diri Bangsa - Direct Mail Rate Return On Investment, Menghitung Kemudian Meningkatkan It]]></title>
<link>http://mjdb.wordpress.com/2009/12/07/mengembalikan-jati-diri-mengembalikan-jati-diri-bangsa-direct-mail-rate-return-on-investment-menghitung-kemudian-meningkatkan-it/</link>
<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 05:11:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>alexs20000</dc:creator>
<guid>http://mjdb.wordpress.com/2009/12/07/mengembalikan-jati-diri-mengembalikan-jati-diri-bangsa-direct-mail-rate-return-on-investment-menghitung-kemudian-meningkatkan-it/</guid>
<description><![CDATA[mengembalikan jati diri bangsa Untuk merumuskan pemasaran langsung Anda rencana keberhasilan penjual]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img title="mengembalikan jati diri bangsa" src="http://mjdb.files.wordpress.com/2009/12/return.jpeg?w=250&#038;h=200" alt="mengembalikan jati diri bangsa" width="250" height="200"><p class="wp-caption-text">mengembalikan jati diri bangsa</p></div>
<p> Untuk merumuskan pemasaran langsung Anda rencana keberhasilan penjualan pertama-tama menentukan tujuan pemasaran langsung Anda. Apakah untuk memperoleh penjualan kesadaran masyarakat untuk mendapatkan produk Anda atau membuat penjualan langsung Sebelum skala penuh Anda mungkin ingin menguji penjualan . hingga . potong. </p>
<p> RATE RETURN MAIL LANGSUNG </p>
<p>
<p> HERE ARE THE HARUS LAKUKAN PROSEDUR untuk memaksimalkan tingkat pengembalian surat langsung atas investasi. Pastikan daftar surat langsung Anda hanya ditargetkan pada prospek yang sebenarnya. Perbaiki daftar profil erat sampai yang paling sering Anda penanggap. Sorot cetak tebal manfaat dari apa layanan Anda produk atau kesempatan akan lakukan <a href="http://mjdb.wordpress.com" title="mengembalikan jati diri bangsa"><b>mengembalikan jati diri bangsa</b></a> untuk prospek Anda. Pilih hanya bagian atas atau manfaat. Buatlah tawaran Anda waktu yang terbatas sehingga diinginkan bahwa itu terlalu bagus untuk dilewatkan. </p>
<p> Ketika menentukan surat langsung Anda tingkat pengembalian investasi yang Anda perlu mengetahui nilai klien baru atau agen penjualan. Ini disebut Lifetime Nilai Pelanggan atau laba yang benar. <a href="http://mjdb.wordpress.com/2009/11/06/mengembalikan-jati-diri-mengembalikan-jati-diri-bangsa-mengapa-corporate-identity-adalah-kuasa-sangat-branding-alat-komunikasi" title="Mengembalikan Jati Diri">Mengembalikan Jati Diri</a> Anda mengambil jumlah penjualan kurang <a href="http://mjdb.wordpress.com/2009/11/13/mengembalikan-jati-diri-mengembalikan-jati-diri-bangsa-dijelaskan-ebay-keyword-spamming/" title="Mengembalikan Jati Diri">Mengembalikan Jati Diri</a> biaya mendapatkan prospek .. Kemudian anda kalikan dengan rata-rata kali transaksi penjualan <a href="http://mjdb.wordpress.com/2009/11/14/jati-diri-bangsa-mengembalikan-jati-diri-bangsa-judul-industri-laporan-recommends-regulatory-coordinated-negara-dan-upaya-untuk-federal-regulators/" title="Jati Diri Bangsa">Jati Diri Bangsa</a> akan terjadi. Katakanlah Anda menerima menimpa pada penjualan yang dibuat <a href="http://mjdb.wordpress.com/2009/11/08/jati-diri-bangsa-mengembalikan-jati-diri-bangsa-malbec-national-identity/" title="Jati Diri Bangsa">Jati Diri Bangsa</a> oleh agen dari dengan penjualan rata-rata sebesar . dan penjualan <a href="http://mjdb.wordpress.com/2009/11/16/mengembalikan-jati-diri-bangsa-judul-tag-salah-satu-faktor-paling-penting-seo/" title="Mengembalikan Jati Diri Bangsa">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a> selama tahun. Mail langsung <a href="http://mjdb.wordpress.com/2009/11/09/jati-diri-mengembalikan-jati-diri-bangsa-pencurian-identitas-pengacara/" title="Jati Diri">Jati Diri</a> Anda pengembalian investasi akan menjadi . per agen dikurangi biaya rata-rata dikeluarkan untuk daftar perangko percetakan dan tindak lanjut. Nilai seumur hidup pelanggan. adalah . </p>
<p> Untuk setiap dolar yang dihabiskan untuk kampanye surat langsung kembali sebesar adalah menyadari. Dengan setiap faktor menganggap <a href="http://mjdb.wordpress.com/2009/11/10/bangsa-mengembalikan-jati-diri-bangsa-cara-hindari-the-3-biggest-title-tag-kesalahan-dengan-search-engine/" title="mengembalikan jati diri bangsa"><b>mengembalikan jati diri bangsa</b></a> surat langsung tingkat pengembalian atas investasi adalah . </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Membangun Percaya Diri Sang Anak: Keluar Dari Awan Disleksia Secara Meyakinkan]]></title>
<link>http://disleksia.wordpress.com/2009/11/23/membangun-percaya-diri-sang-anak-keluar-dari-awan-disleksia-secara-meyakinkan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:54:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mila</dc:creator>
<guid>http://disleksia.wordpress.com/2009/11/23/membangun-percaya-diri-sang-anak-keluar-dari-awan-disleksia-secara-meyakinkan/</guid>
<description><![CDATA[Saya meyakini di setiap sekolah setiap saat sepanjang tahun ada saja satu dua anak yang menderita di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saya meyakini di setiap sekolah setiap saat sepanjang tahun ada saja satu dua anak yang menderita disleksia. Sang anak kerap mengalami hambatan di kelas. Segala bentuk menulis atau menghitung seakan hadir seperti monster. &#8220;Mengapa aku tidak bisa membaca dan mengeja?&#8221; hingga pernyataan sang kepala sekolah di sekolah Indra sebelumnya. Dengan dinginia mengomentari kejadian saat Indra berlari ke lapangan di hari hujan, &#8220;Selama puluhan tahun di dunia pendidikan, saya tahu mana anak bodoh.&#8221; Ah, mungkin yang ia maksud dunia pendidikan di Timbuktu, saya tak ambil pusing.</p>
<p>Saya kemudian mencoba mencari tahu keunikan Indra sampai ke akar permasalahan, jauh di bawah permukaan yang dilihat sang kepala sekolah itu. Yang patut dipahami dari Indra adalah kemampuannya dalam bidang koordinasi fisik, kreativitas,  empati dengan orang lain. Kekuatannya mungkin ada di beberapa daerah tersebut. Indra mudah menari jika mendengar musik menghentak (koordinasi fisik). Ia mampu menggambar sejam penuh atas apapun yang menjadi minatnya hari itu (kreativitas). Ia pun mudah jatuh iba akan hal kecil, seperti melihat pengemis kecil di jalan, atau bahkan melihat saya termenung kelelahan di satu sore (empati).</p>
<p>Saya telah mencoba metode pengajaran bahasa semasa kuliah dulu (linguistik) dengan kesadaran fonem. Saya pun mencoba mendapatkan buku-buku menarik dan permainan kata, sebagai fondasi dasar bagi Indra. Saya pun mencoba menyakinkan ia tiap malam dengan mengatakan kepadanya bahwa semua yang ia kerjakan itu baik, bahwa ia adalah anak cerdas. Setiap malam. Walau saya telah mengatakan padanya bahwa selama bertahun-tahun, ia perlu bukti.</p>
<p>Di satu saat, saya pernah melakukan latihan berikut ini, yang bisa memiliki efek pada Indra. Bisa dilakukan sendirian ataupun bersama sang anak . Ambil selembar kertas dan membuat dua kolom: dalam satu kolom menambahkan <strong>&#8216;Hal yang Paling Pandai Saya Lakukan&#8217;</strong> dan pada yang lain <strong>&#8216;Hal-hal yang Tak Terlalu Pandai saat Saya Lakukan&#8217;</strong></p>
<p>Tulislah daftar ini selama sekitar lima atau sepuluh menit, lalu diskusikan bersama anak Anda. Kajilah dari sudut pandang objektif.  Daftarnya akan terlihat seperti ini, tentu saja tergantung pada minat setiap anak:</p>
<p><strong>&#8216;Hal yang Paling Pandai Saya Lakukan&#8217;</strong> (GOOD AT)<br />
o berenang<br />
o menyelam<br />
o bola basket<br />
o merawat kelinci saya<br />
o menggambar<br />
o membuat lukisan<br />
o mengumpulkan perangko<br />
o bermain dengan anak-anak lain<br />
o membersihkan meja<br />
o membuat orang tertawa<br />
o softball<br />
o bersikap ramah kepada kakek<br />
o mengetahui tentang ruang dan planet-planet<br />
o dll</p>
<p><strong>&#8216;Hal-hal yang Tak Terlalu Pandai saat Saya Lakukan&#8217;</strong> (NOT GOOD AT)<br />
o ejaan<br />
o membaca<br />
o menulis<br />
o matematika</p>
<p>Saya menaatap wajah Indra untuk memastikan ke dia bahwa ada banyak hal yang ia pandai lakukan daripada hal-hal yang ia anggap sulit. Indra tidak mungkin bodoh. Dia jelas-jelas orang yang bakal sukses dengan segala kemampuannya.</p>
<p>Tapi di matanya seakan muncul pertanyaan: apakah kelemahannya itu adalah hal-hal yang penting dalam hidup. &#8220;Jika aku tidak bisa mengeja, bagaimana aku bisa lulus ujian dan mendapatkan pekerjaan?&#8221; Ini adalah tahap di mana saya harus berdebat dengannya, dan saya yakinkan bahwa saya menghargai semua jenis kualitas yang Indra tonjolkan, terutama kemampuannya untuk menjadi pribadi ramah, memikirkan orang lain sebelum diri mereka sendiri dan seterusnya. Bukan karena dia tidak mencoba atau bahkan orang tua memberi klaim bahwa sang anak itu bodoh (seperti, sayangnya, ucapan sang kepala sekolah Indra di sekolah lama).</p>
<p>Membangun kepercayaan diri sang anak bisa menjadi satu titik balik &#8211; berapa pun usia nya &#8211; yang penting bagi  fondasi pembelajaran khusus; yaitu mengeja dan menulis dengan lebih mudah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[81. MENGHITUNG SISA UANG KORUPTOR]]></title>
<link>http://sangnata.wordpress.com/2009/11/13/81-menghitung-sisa-uang-koruptor/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 15:33:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>sugiarno</dc:creator>
<guid>http://sangnata.wordpress.com/2009/11/13/81-menghitung-sisa-uang-koruptor/</guid>
<description><![CDATA[81. Menghitung Sisa Uang Koruptor pdf]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href='http://sangnata.wordpress.com/files/2009/11/81-menghitung-sisa-uang-koruptor-pdf.pdf'>81. Menghitung Sisa Uang Koruptor pdf</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[determinan matriks]]></title>
<link>http://hjsumiyatiplk.wordpress.com/2009/11/08/determinan-matriks/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 03:24:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>hjsumiyatiplk</dc:creator>
<guid>http://hjsumiyatiplk.wordpress.com/2009/11/08/determinan-matriks/</guid>
<description><![CDATA[DETRMINAN  MATRIKS]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#888888;">DETRMINAN  MATRIKS</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#888888;"><img class="alignnone size-full wp-image-6" title="Sunset" src="http://hjsumiyatiplk.wordpress.com/files/2009/11/sunset.jpg" alt="Sunset" width="136" height="102" /><br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aktifitas Pergerakan Bayi Dalam Kandungan]]></title>
<link>http://chamoet.wordpress.com/2009/10/29/aktifitas-pergerakan-bayi-dalam-kandungan/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 04:23:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>chamoet</dc:creator>
<guid>http://chamoet.wordpress.com/2009/10/29/aktifitas-pergerakan-bayi-dalam-kandungan/</guid>
<description><![CDATA[Kapankah seorang wanita hamil akan merasakan gerakan bayinya untuk pertama kali? Apakah itu menghitu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;">Kapankah seorang wanita hamil akan merasakan gerakan bayinya untuk pertama kali? Apakah itu menghitung gerakan bayi dalam kandungan (KICK CHART), apa gunanya? Dan apakah gerakan bayi anda Normal? Kapankah ibu hamil merasakan gerakan bayinya?  Untuk kehamilan pertama kali, seorang ibu hamil kemungkinan baru akan dapat merasakan gerakan bayinya sekitar kehamilan 18-20 minggu. Untuk kehamilan yang ke dua atau lebih, maka gerakan bayi pertama kali dapat dirasakan lebih awal, sekitar kehamilan 15-18 minggu.</p>
<p style="text-align:left;">Ibu hamil biasanya akan mulai merasakah gerakan bayi dalam kandungannya dengan lebih jelas setelah trimester ke dua kehamilannya dimana tendangan akan semakin jelas ,kuat dan teratur.  Jangan berfikir bayi akan selalu terus bergerak, bayipun seperti kita mereka perlu mengambil waktu beberapa jam untuk berisitrahat, dan tidur. Sebelum beraktivitas kembali. Oleh karenanya sebagai seorang ibu hamil, anda akan segera dapat mempelajari dan akan mengenali pattern atau pola tidur- bangun dari bayi dalam kandunganya.</p>
<p style="text-align:left;">Mengapa gerakan bayi saya berbeda dengan pengalaman teman lain?  Bila ibu mencoba membandingkan tendangan yang dirasakan dengan ibu hamil lainnya, ingat untuk jangan kuatir, jika anda mempunyai pengalaman yang berbeda dengan teman anda yang lainnya.  Sebab setiap bayi mempunyai bentuk aktivitasnya masing-masing, dan tidak ada satupun nilai jumlah yang tepat atau yang paling benar.  Yang terpenting anda ketahui yaitu selama kebiasaan tingkat aktivitas bayi dalam kandungan anda tidak berubah menurun terlalu banyak, maka bayi anda dalam keadaan baik.  Apakah Pergerakan Bayi Dalam Kandungan Akan Mulai Berkurang saat kehamilan membesar?</p>
<p style="text-align:left;">Mulai dari kehamilan 36-40 minggu, bayi anda akan semakin membesar dan mengisi hampir seluruh ruang rahim, biasanya gerakan berputarnya mulai berkurang, gerakan yang akan anda rasakan saat ini lebih tendangan atau tinju dari lengan atau kakinya. bahkan mungkin tendangan di arah bawah tulang rusuk. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  ( Tergantung dari posisi bayi)  Biasanya 2 minggu akhir dari kehamilan, gerakan dari bayi akan menurun. Jangan menjadi kuatir yang terpenting anda lakukan adalah menilai gerakan bayi anda. Di USA hal ini menjadi hal rutin yang dianjurkan dokter setelah kehamilan 28 minggu, bahwa seorang ibu hamil sebaiknya menilai gerakan (tendangan) bayi (Kick Chart).  Berapa banyak tendangan yang sebaiknya dirasakan perhari?  Ketika anda dalam kesibukan anda mungkin akan kurang menyadari gerakan yang di buat oleh bayi anda. Anda akan lebih merasakan gerakan bayi anda ketika anda duduk dan santai/rileks.</p>
<p style="text-align:left;">Ingat setiap bayi mempunyai aktivitasnya bangun tidur masing-masing, yang terpenting mengenali pola pergerakan bayi anda.  Dianjurkan :  Saat seorang ibu hamil sudah dapat merasakan gerakan janinnya secara teratur, dan biasanya seorang ibu hamil akan sudah mengetahui atau menyadari kapan biasanya bayi anda cenderung lebih aktif bergerak.  Ambilan waktu (sebaiknya mengambil waktu yang sama setiap hari) untuk menghitung gerakan bayi anda, pada saat bayi cenderung beraktivitas lebih aktif, ambilan posisi yang santai duduk atau tiduran sambil mendengarkan musik dan mulailah untuk menghitung gerakan bayi anda. Dan bila dalam 2 jam anda tak merasakan 10 gerakan, konsultasilah dengan dokter anda.</p>
<p style="text-align:right;"><em>Sumber : www.infoibu.com</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghitung Hari]]></title>
<link>http://andriasuta.wordpress.com/2009/10/10/menghitung-hari/</link>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 12:55:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>andriasuta</dc:creator>
<guid>http://andriasuta.wordpress.com/2009/10/10/menghitung-hari/</guid>
<description><![CDATA[Menghitung Hari ( bukan lagu Kris Dayanti ) Iseng-iseng nih menghitung hari-hari hidup kita yang dib]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menghitung Hari ( bukan lagu Kris Dayanti ) Iseng-iseng nih menghitung hari-hari hidup kita yang dib]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bagaimana Mengukur ROI Pelatihan ????]]></title>
<link>http://marasandra.wordpress.com/2009/10/07/bagaimana-mengukur-roi-pelatihan/</link>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 11:56:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>marasandra</dc:creator>
<guid>http://marasandra.wordpress.com/2009/10/07/bagaimana-mengukur-roi-pelatihan/</guid>
<description><![CDATA[Dalam rangka meyakinkan pihak manajemen untuk mau melaksanakan suatu program pelatihan tidaklah cuku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-medium wp-image-176" title="pelatihan" src="http://marasandra.wordpress.com/files/2009/10/pelatihan2.jpg?w=300" alt="pelatihan" width="300" height="225" />Dalam rangka meyakinkan pihak manajemen untuk mau melaksanakan suatu program pelatihan tidaklah cukup hanya dengan memaparkan segi-segi persiapan, teknis pelaksanaan dan hasil perubahan perilaku yang diharapkan terjadi setelah peserta mengikuti pelatihan tersebut. Di masa kini tugas para training manager atau training coordinator menjadi lebih berat, karena untuk meyakinkan para kolega mereka (manager dari divisi lain) atau pun pihak Manajemen (Board Of Director), seorang training manager harus dapat menghitung atau memprediksikan berapa besar nilai Return on Investment (ROI=Pengembalian Keuntungan Investasi) dari sebuah pelatihan yang akan diselenggarakan. Tentu saja untuk melakukan hal ini, seorang training manager dituntut untuk memiliki kemampuan di bidang finansial sehingga dapat menterjemahkan investasi dari program pelatihan tersebut ke dalam angka-angka sehingga dapat dilihat dengan jelas hasil perhitungannya.</p>
<p>Dalam menghadapi tuntutan tersebut diatas tidak jarang beberapa <em>training manager</em> gagal meyakinkan para koleganya sendiri ataupun pihak manajemen, apalagi jika program pelatihan harus bersaing dengan program lain yang diajukan oleh divisi lain yang dengan gampang dapat dihitung nilai investasi maupun keuntungannya. Biasanya jika terjadi hal seperti ini maka hampir dapat dipastikan bahwa program pelatihan akan menjadi prioritas kedua. Kondisi seperti ini seringkali membuat para training manager menjadi berkecil hati (terutama jika sang manager tidak memiliki pengalaman atau latarbelakang pendidikan di bidang finansial) dan akhirnya menjadi &#8220;malas&#8221; untuk mengajukan program pelatihan meskipun program tersebut sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan.</p>
<p>Beberapa manager yang &#8220;kurang bijaksana&#8221; mungkin akan beranggapan bahwa pelatihan tidak bisa diukur dengan uang karena hasilnya adalah berupa perubahan perilaku dari peserta pelatihan yang seringkali untuk mengetahuinya dibutuhkan waktu yang lama dan belum tentu perubahan tersebut semata-mata terjadi karena pelatihan. Selain itu mereka beranggapan bahwa masih banyak cara lain untuk mengevaluasi hasil pelatihan yang tidak selalu dapat dihitung dengan angka (uang). Anggapan tersebut mungkin ada benarnya. Namun jika ditelaah lebih lanjut maka bisa dikatakan bahwa pendapat tersebut tidaklah tepat mengingat bahwa pelatihan tidak boleh dianggap sebagai suatu <em>&#8220;expense&#8221;</em> (pengeluaran), melainkan lebih sebagai investasi sumber daya manusia di perusahaan. Sebagai suatu investasi, pihak manajemen tentu ingin melihat seberapa besar keuntungan yang dapat disumbangkan oleh program-program pelatihan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan keuntungan tersebut. Oleh karena itu, jika sang t<em>raining manager</em> mau bersaing secara sportif maka ia harus bisa mengukur ROI suatu pelatihan supaya menjadi jelas bagi semua.</p>
<p>Evaluasi Keberhasilan Pelatihan</p>
<p>Sebagaimana kegiatan-kegiatan lain dalam suatu perusahaan atau organisasi, maka kegiatan pelatihan pun perlu dievaluasi untuk melihat sejauhmana program pelatihan yang telah dilaksanakan memiliki kontribusi kepada perusahaan. Beberapa alasan yang mendasari mengapa program pelatihan harus dievaluasi adalah:</p>
<ul>
<li>Memastikan bahwa pelatihan      benar-benar merupakan sarana atau tindakan yang tepat dalam usaha untuk      memperbaiki kinerja dan produktivitas perusahaan sehingga dapat disejajarkan      dengan sarana-sarana atau tindakan-tindakan lain yang digunakan dalam      perusahaan</li>
<li>Memastikan bahwa dana yang      digunakan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan karena sudah melalui      berbagai evaluasi dan telaah secara mendalam</li>
<li>Membantu dalam memperbaiki      desain program pelatihan di masa yang akan datang</li>
<li>Membantu dalam menentukan      metode-metode pelatihan yang paling tepat</li>
</ul>
<p>Bentuk-bentuk evaluasi yang digunakan atau dipilih sangat tergantung pada kriteria apa yang akan digunakan sebagai dasar penilaian keberhasilan. Secara umum ada beberapa kriteria yang dapat dijadikan dasar penilaian keberhasilan suatu pelatihan, yaitu:</p>
<ul>
<li>Jumlah peserta. Meskipun jumlah      peserta belum tentu mengindikasikan efektivitas suatu pelatihan, namun      paling tidak jumlah peserta yang hadir menunjukkan bahwa pelatihan memang      telah didesain sesuai dengan kebutuhan yang ada.</li>
<li>Efisiensi. Efisiensi menunjuk      pada seberapa besar usaha yang dikeluarkan dan waktu yang digunakan untuk      mempelajari sesuatu dan menyelesaikan suatu dalam pelatihan. Efisiensi      sangat erat kaitannya dengan biaya &#8211; semakin efisien metode suatu      pelatihan, maka akan semakin sedikit biaya yang harus dikeluarkan.</li>
<li>Jadwal. Keberhasilan pelatihan      juga dapat dievaluasi dari seberapa tepat pelaksanaan pelatihan tersebut      mengikuti jadwal yang telah dibuat. Semakin banyak jadwal yang dilanggar      maka akan semakin mengganggu program pelatihan yang telah disusun sehingga      kemungkinan untuk mencapai tujuan pelatiahn akan semakin kecil.</li>
<li>Suasana Kondusif. Dalam      perusahaan yang memiliki karyawan yang banyak atau pun jaringan yang luas,      maka peserta pelatihan bisa saja berasal dari berbagai divisi, wilayah,      kantor cabang bahkan mungkin antar negara. Dalam hal ini sebuah pelatihan      harus mampu menciptakan suasana yang kondusif sehingga para peserta mau      berbaur dan berbagi pengalaman dengan rekan-rekan baru mereka.</li>
<li>Reaksi Peserta. Dalam suatu      pelatihan, jika para peserta bereaksi negatif terhadap pelatihan tersebut      maka akan kecil kemungkinan bagi mereka untuk dapat menyerap materi      pelatihan tersebut dan mengaplikasikannya ke dalam pekerjaan sehari-hari.      Akibatnya mereka cenderung memberikan laporan yang negatif terhadap      pelatihan dan akhirnya akan membuat pelatihan tersebut kehilangan peserta      (tidak diminati).</li>
<li>Pembelajaran. Pelatihan yang      dianggap berhasil adalah pelatihan yang dapat memberikan tambahan      pengetahuan, ketrampilan atau pun perubahan sikap dan perilaku kepada para      peserta. Oleh karena itu dalam pelatihan seringkali dilakukan test berupa <em>pretest </em>dan <em>post-test</em> yang berguna untuk melihat sejauhmana telah      terjadi perubahan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku.</li>
<li>Perubahan Perilaku. Apa yang      telah dipelajari oleh peserta dalam suatu pelatihan tentu diharapkan dapat      direfeleksikan dalam bentuk perilaku. Perubahan perilaku ini dapat diukur      dengan melakukan observasi, kuestioner, maupun test tertentu.</li>
<li>Perubahan Kinerja. Jika peserta      pelatihan telah berperilaku sesuai dengan tuntutan pekerjaan maka ia      diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja. Beberapa cara      yang bisa dilakukan untuk mengukur perubahan kinerja, diantaranya adalah      melihat jumlah <em>complain</em> (keluhan) yang masuk, jumlah penjualan,      jumlah produksi per jam/hari/minggu, dsb. Meski harus diakui bahwa      perubahan kinerja yang terjadi belum tentu semuanya dipengaruhi oleh hasil      pelatihan, namun setidaknya jika kinerja tersebut dapat diukur secara      periodik maka manajemen dan karyawan lambat-laun akan merasakan arti      penting suatu pelatihan.</li>
<li>Menghitung ROI. Sebuah      pelatihan merupakan suatu investasi, oleh karena itu sudah sewajarnya jika      ROI dari suatu pelatihan harus dapat diukur. Untuk menghitung ROI maka      pertama-tama harus dievaluasi seberapa besar biaya dan keuntungan yang      akan diperoleh dari suatu pelatihan.</li>
</ul>
<p>Pengukuran ROI</p>
<p>a. Menghitung Biaya</p>
<p>Langkah pertama yang harus dilakukan dalam rangka mengukur ROI suatu pelatihan adalah dengan menghitung biaya pelatihan, yang mencakup hal-hal sebagai berikut:</p>
<p><em>Desain dan Pengembangan</em></p>
<p>Untuk dapat menghasilkan suatu program pelatihan yang baik maka harus melewati tahapan-tahapan tertentu. Salah satu tahapan tersebut adalah perancangan dan pengembangan yang matang, termasuk mengukur kebutuhan pelatihan. Pada tahapan ini tidak jarang penyelenggara (baca: training coordinator/manager) membutuhkan bantuan atau konsultasi dengan pihak lain (cth: konsultant) sehingga membutuhkan biaya dan waktu. Selain itu untuk mengembangkan materi pelatihan mungkin dibutuhkan serangkaian penelitian atau observasi dan analysis. Semua hal ini tentu membutuhkan biaya.</p>
<p><em>Promosi</em></p>
<p>Dalam banyak kasus, suatu pelatihan membutuhkan waktu untuk diterima oleh karyawan atau pihak manajemen. Dengan perkataan lain, sebelum dilaksanakan maka pelatihan tersebut terlebih dahulu harus diperkenalkan atau disosialisasi kepada seluruh karyawan yang ada dalam perusahaan. Untuk melaksanakan hal tersebut seringkali pihak penyelenggara pelatihan (divisi pelatihan &#38; pengembangan / HRD) harus mengadakan pertemuan dengan manager dari divisi lain atau bahkan harus melakukan perjalanan ke luar kota/luar negeri. Tentu saja biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut harus dihitung dengan seksama.</p>
<p><em>Administrasi</em></p>
<p>Termasuk dalam biaya administrasi adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan administrasi, misalnya surat menyurat, telepon, pembuatan formulir, buku absen, dan biaya administrasi atau pendaftaran yang dibebankan kepada peserta (jika diperlukan).</p>
<p><em>Material</em></p>
<p>Pada umumnya dalam setiap pelatihan materi telah disusun sedemikian rupa dalam satu buku atau bundel sehingga lebih memudahkan peserta dalam mengikuti pelatihan. Materi tersebut bisa berupa buku panduan (manual) atau buku kerja (woksheet).</p>
<p><em>Fasilitas</em></p>
<p>Fasilitas yang digunakan dalam pelatihan dapat berupa sewa ruangan, media pelatihan (alat peraga, peralatan audio-video, OHP/LCD proyektor, dll), atau pun fasilitas-fasilitas lain yang secara khusus disediakan demi kelancaran pelatihan.</p>
<p><em>Fakultatif</em></p>
<p>Termasuk dalam kategori biaya ini adalah semua biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan pelatihan, baik yang dilaksanakan dengan bantuan instruktur/pelatih/fasilitator langsung maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh si peserta sendiri (pelatihan secara <em>online, workbook,</em> dsb). Untuk dapat menghitung biaya tersebut maka harus didapatkan bebergai informasi sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Jumlah peserta yang akan      mengikuti pelatihan</li>
<li>Durasi pelatihan (berapa      jam/hari)</li>
<li>Honor untuk      instruktur/pelatih/fasilitator</li>
<li>Biaya transport, akomodasi,      konsumsi, dsb</li>
<li>Durasi waktu yang digunakan      peserta pelatihan untuk belajar sendiri</li>
<li>Waktu yang harus disediakan      untuk berkoresponden dengan peserta pelatihan, dsb.</li>
</ul>
<p><em>Peserta </em></p>
<p>Ketika karyawan harus mengikuti pelatihan pada jam-jam kerja, maka hal itu harus dikalkulasikan dengan seksama sebab ketika mengikuti pelatihan maka si karyawan berhenti dari kegiatannya. Dengan kata lain selama pelatihan maka karyawan kehilangan peluang untuk memberikan kontribusi pada perusahaan (cth: salesman tidak akan menemukan klien baru) sementara di lain pihak perusahaan tetap harus membayar gajinya secara penuh. Selain itu, jika pelatihan dilaksanakan di tempat lain (bukan dalam perusahaan) maka biaya-biaya yang dikeluarkan oleh peserta seperti transportasi, akomodasi dan lain-lain juga harus tetap dihitung.</p>
<p><em>Evaluasi</em></p>
<p>Untuk melakukan evaluasi pelatihan mungkin digunakan berbagai cara sehingga mau tidak mau pasti akan membutuhkan sejumlah dana. Dana ini harus dapat dihitung secara jelas mulai dari persiapan evaluasi sampai pada pembuatan laporan.</p>
<p>b. Menghitung Keuntungan</p>
<p>Setelah selesai menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk suatu pelatihan maka tahap berikutnya adalah menghitung sejauhmana keuntungan finansial yang bisa diperoleh. Tahapan inilah yang sebenarnya amat sulit dilakukan oleh para <em>training manager </em>sebab keuntungan finansial yang sesungguh hanya bisa diukur dengan melihat adanya perbaikan kinerja karyawan yang terefleksi dalam produktivitas perusahaan.</p>
<p>Meskipun termasuk sulit namun jika ingin program pelatihan disetujui oleh pihak manajemen maka seorang <em>training manager</em> harus mampu membuat estimasi keuntungan finansial dari program pelatihan. Sebagai dasar dalam menghitung keuntungan finansial dari suatu pelatihan, seorang <em>training manager</em> dapat menggunakan salah satu indikator di bawah ini:</p>
<p><em>Peningkatan Produktivitas</em></p>
<p>Untuk dapat mengetahui adanya suatu peningkatan produktivitas maka perusahaan harus terlebih dahulu memiliki alat untuk mengevaluasi kinerja <em>(Performance Appraisal).</em> Dalam hal ini maka <em>output</em> (hasil) yang diharapkan untuk dimiliki oleh peserta training harus sudah tersusun secara rinci sehingga akan lebih mudah untuk dilakukan evaluasi. Beberapa hal yang menjadi indikator adanya peningkatan produktivitas karyawan, misalnya:</p>
<ul>
<li>Perbaikan metode atau prosedur kerja sehingga menjadi      lebih efisien</li>
<li>peningkatan ketrampilan sehingga membuat pekerjaan      diselesaikan dengan cepat dan tepat</li>
<li>Peningkatan motivasi kerja sehingga mau melakukan      berbagai upaya untuk mencapai keberhasilan</li>
</ul>
<p><em>Penghematan biaya</em></p>
<p>Penghematan biaya yang merupakan hasil dari suatu pelatihan bisa dihitung dari beberapa hal seperti:</p>
<ul>
<li>berkurangnya alat-alat kerja/mesin yang rusak sehingga      bisa menghemat biaya pemeliharaan</li>
<li>Berkurangnya biaya kerja (Cth: pengurangan jumlah      karyawan karena satu karyawan dapat mengerjakan tugas secara efisien      bahkan mungkin bisa <em>multitasking</em>, akses informasi menjadi lebih      mudah dan cepat sehingga usaha yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan      suatu tugas relatif sedikit) sehingga dana yang harus dikeluarkan menjadi      lebih kecil</li>
<li>Menurunnya jumlah <em>turnover</em> sehingga biaya      rekrutmen dan pelatihan dapat dikurangi</li>
</ul>
<p><em>Pendapatan</em></p>
<p>Untuk beberapa jabatan mungkin akan dapat dengan mudah mengukur pendapatan finansial yang diperolehnya sebagai hasil dari pelatihan yang diikutinya. Seringkali pendapatan tersebut merupakan bagian dari penilaian yang mengukur peningkatan produktivitas. Namun jika ingin dirinci lebih lanjut maka peningkatan pendapatan dapat dilihat dari:</p>
<ul>
<li>Keberhasilan memenangkan tender sehingga berpengaruh      pada peningkatan penjualan</li>
<li>Peningkatan jumlah penjualan yang merupakan hasil      referal dari karyawan non-sales</li>
<li>Gagasan-gagasan baru yang akhirnya melahirkan produk      baru yang dapat membawa kesuksesan pada perusahaan</li>
</ul>
<p>c. Menghitung ROI</p>
<p><em>Return on investment </em>(pengembalian keuntungan investasi) biasanya dinyatakan dalam bentuk prosentase. Prosentase tersebut menunjukkan pengembalian investasi yang mungkin diperoleh dalam jangka waktu tertentu sebagai hasil dari pelatihan.</p>
<p>Dari informasi tentang biaya dan keuntungan yang mungkin diperoleh dari suatu pelatihan, maka diperoleh rumus penghitungan prosentase ROI sebagai berikut:</p>
<p align="center">ROI (%) = (Keuntungan Bersih Program / Biaya Program) x 100</p>
<p>Cara lain untuk mengukur ROI adalah dengan menghitung berapa lama (bulan) jangka waktu yang dibutuhkan agar biaya yang telah investasikan untuk pelatihan menjadi impas. Artinya biaya tersebut telah berhasil ditutup (diimbangi) dengan keuntungan yang diperoleh. Cara ini biasanya disebut dengan istilah jangka waktu pengembalian biaya <em>(payback period). </em>Dengan cara ini, pihak manajemen akan lebih mudah melihat berapa lama dana yang diinvestasikan untuk pelatihan akan kembali dan menghasilkan keuntungan sehingga kemungkinan untuk menerima usulan pengadaan program pelatihan menjadi semakin besar. Adapun rumus untuk menghitung jangka waktu pengembalian investasi adalah:</p>
<p align="center">Jangka Waktu Pengembalian = Biaya Program / Keuntungan Bulanan</p>
<p>Contoh Pengukuran ROI:</p>
<p>PT. XYZ yang bergerak di bidang jasa perbankan akan mengadakan suatu pelatihan bagi para <em>customer service</em> dengan durasi pelatihan selama 48 jam, jumlah peserta 50 orang dan jangka waktu penghitungan keuntungan adalah 12 bulan.</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="0" width="512">
<tbody>
<tr>
<td width="56%">Durasi   Pelatihan</td>
<td width="44%">
<p align="right">48 jam</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">Perkiraan   jumlah peserta</td>
<td width="44%">
<p align="right">50 peserta</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">Jangka   waktu penghitungan keuntungan</td>
<td width="44%">
<p align="right">12 bulan</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%"></td>
<td width="44%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">Biaya-biaya:</td>
<td width="44%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Desain dan Pengembangan</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 10.000.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Promosi</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 5.000.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Administrasi</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 3.000.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Material</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 5.000.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Fasilitas</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 10.000.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Fakultatif</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 7.500.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Peserta</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 15.000.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Evaluasi</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 2.500.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">Total   Biaya</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 58.000.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%"></td>
<td width="44%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">Keuntungan   (Bersih):</td>
<td width="44%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Produktivitas</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 50.000.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Penghematan</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 40.000.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">
<p align="right">Pendapatan</p>
</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 0,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">Total   Keuntungan</td>
<td width="44%">
<p align="right">Rp 90.000.000,-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%"></td>
<td width="44%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">Return   on Investment *</td>
<td width="44%">
<p align="right">155%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">Jangka   waktu pengembalian biaya **</td>
<td width="44%">
<p align="right">7 bulan</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="56%"></td>
<td width="44%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="56%"></td>
<td width="44%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="56%">* ROI   (%) = (Rp 90.000.000 / Rp 58.000.000) x 100 = 155%</p>
<p>** Rp   90.000.000 / 12 = Rp 7.500.000 (keuntungan bulanan), maka jangka waktu   pengembalian adalah:</p>
<p>Rp   58.000.000 / 7.500.000 = 7,73 bulan (dibulatkan menjadi 7 bulan).</td>
<td width="44%"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dengan melihat perhitungan diatas, tentu saja akan sulit dilakukan jika sang <em>training manager/training coordinator</em> tidak bekerjasama dengan divisi atau departemen lain. Oleh karena itu seorang <em>training manager</em> hendaknya juga memiliki kemampuan <em>interpersonal relationship </em>yang baik, selain memahami tentang masalah-masalah finansial.</p>
<p>Dengan memandang bahwa pelatihan merupakan suatu investasi dan bukan lagi sekedar pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh perusahaan secara rutin (dalam kondisi ekstrim bahkan hanya sebagai sarana untuk menghabiskan dana yang telah dianggarkan), maka diharapkan pihak manajemen dan rekan kerja dari divisi lain akan lebih mudah memahami hubungan antara pelatihan dengan keuntungan yang akan diperoleh. Dengan penggunaan teknik pengukuran ROI diharapkan pandangan-pandangan negatif dari sebagian orang (BOD atau Manager) bahwa pelatihan merupakan suatu kegiatan yang tidak signifikan (lebih sebagai pelengkap dalam perencanaan anggaran/budget) lambat laun akan berubah. Dengan kondisi demikian maka semboyan bahwa &#8220;SDM merupakan aset terbesar dari perusahaan&#8221; (ini seringkali dinyatakan oleh para senior manager / BOD) bukan lagi hanya sebagai <em>&#8220;lip service&#8221;</em> semata, tetapi benar-benar dapat dibuktikan dengan memberikan pelatihan dan pengembangan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Semoga.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghitung Menggunakan Google]]></title>
<link>http://siswaaktif.wordpress.com/2009/09/05/menghitung-menggunakan-google/</link>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 17:07:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>5 Siswa  Aktif</dc:creator>
<guid>http://siswaaktif.wordpress.com/2009/09/05/menghitung-menggunakan-google/</guid>
<description><![CDATA[Ternyata kalo diperhatikan seksama, google.com bukan cuma sebagai mesin pencari (search engine) saja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ternyata kalo diperhatikan seksama, google.com bukan cuma sebagai mesin pencari (search engine) saja tetapi juga bisa digunakan untuk berhitung alias sebagai kalkulator.</p>
<p>Daripada harus beli kalkulator atau menggunakan kalkulator yang ada di windows XP/Vista, kenapa tidak kita manfaatkan Google.com untuk perhitungan.</p>
<p>Coba dech bermain dengan jumlah-jumlahan menggunakan <a href="http://google.com/">Google</a>. Langkah-langkahnya sebagai berikut :</p>
<p>-buka <a href="http://google.com/">Google</a> terlebih dahulu<br />
-ketik yang ingin kita jumlah kan, misal 10+10</p>
<p><img class="alignnone" src="http://1.bp.blogspot.com/_mZVCtzYh0e8/SNnyZO7NtrI/AAAAAAAAABU/bX5NeMWVT2U/s320/cal_goog.png" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p>-trus tekan tombol search atau tekan enter pada keyboard<br />
-hasilnya akan terlihat di halaman pencarinya.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://4.bp.blogspot.com/_mZVCtzYh0e8/SNn0c_nlpWI/AAAAAAAAABc/E4V1aCMAXOQ/s320/cal_goog01.png" alt="" width="320" height="241" /></p>
<p>Selamat mencoba…</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1 Jam Bisa Ngetik Komputer 10 Jari Tanpa Melihat Keyboard]]></title>
<link>http://mrkfood.wordpress.com/2009/08/13/membagi-1-digit-bilangan-dengan-7-di-luar-kepala/</link>
<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 16:18:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>www.metodekanang.co.cc</dc:creator>
<guid>http://mrkfood.wordpress.com/2009/08/13/membagi-1-digit-bilangan-dengan-7-di-luar-kepala/</guid>
<description><![CDATA[Penemuan Baru di bidang Pengetikan telah ditemukan, yakni Belajar Mengetik (typing) di komputer meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Penemuan Baru di bidang Pengetikan telah ditemukan, yakni Belajar Mengetik (typing) di komputer menggunakan 10 jari tanpa melihat keyboard praktis hanya dalam waktu 1 jam, bisa diklik  <a title="Penemuan Baru Metode Ngetik 1Jam Bisa tanpa lihat Keyboard" href="http://surabaya.detik.com/read/2008/01/07/104044/875675/475/cukup-1-jam-bisa-mengetik-tanpa-melihat-keyboard" target="_blank">www.detiksuraaya.com</a> <a title="detikinet.com" href="http://www.detikinet.com/read/2008/01/07/121054/875735/398/guru-bojonegoro-kembangkan-metode-ketik-cepat" target="_self">www.detikinet.com</a> <a title="klub guru" href="http://klubguru.com/2-view.php?subaction=showfull&#38;id=1200038349&#38;archive=&#38;start_from=&#38;ucat=1&#38;do=berita" target="_self">klubguru</a>.</p>
<p>Metode ini bukan seperti metode2 yang lain yang sudah ada. Metode ini hanya perlu waktu 1 jam untuk mempelajarinya, bukan 3 bulan seperti metode -metode konvensional lainnya.</p>
<p>Ibarat mendidik anak untuk menjadi pembalap sepeda, langkah yang harus ditempuh sebenarnya ada beberapa tahapan. Langkah <strong>pertama</strong> sebenarnya adalah memastikan bahwa anak itu <strong>bisa naik sepeda</strong> kayuh sendirian tanpa jatuh. Setelah itu langkah <strong>kedua</strong> adalah <strong>membiasakan</strong> naik sepeda, langkah <strong>ketig</strong>a  melatih <strong>kekuatan</strong>, langkah <strong>keempat</strong> baru melatih  <strong>kecepatan</strong>.</p>
<p>Metode-metode mengetik yang kita kenal kebanyakan menggunakan langkah kedua (pembiasaan) sebagai permulaan langkahnya. Metode ini mengharuskan anak untuk berlatih &#8220;membiasakan&#8221; diri untuk menekan tombol (tuts) keyboard. semakin sering anak menekan tuts keyboard semakin &#8220;biasa&#8221; maka anak akan bisa dipastikan hafal letak2 tuts keyboard.</p>
<p>Setelah anak berlatih &#8220;pembiasaan&#8221; selama waktu tertentu secara intens (biasanya 3 bulan berlatih) maka anak baru bisa dipastikan &#8220;hafal&#8221; letak tuts tuts keyboard. Waktu tiga bulan membuat anak harus fokus dan membutuhkan ketekunan yang luar biasa.</p>
<p>Tak sedikit dari anak-anak yang belajar mengetik tidak tahan dengan program latihan, banyak diantara mereka yang berhenti, mulai malas, hingga kehilangan fokus dalam latihannya. Itulah yang membuat banyak anak/orang gagal dalam latihan sebelum tercapai tujuannya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indra dan Sekolah Barunya]]></title>
<link>http://disleksia.wordpress.com/2009/07/16/indra-dan-sekolah-barunya/</link>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 15:30:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mila</dc:creator>
<guid>http://disleksia.wordpress.com/2009/07/16/indra-dan-sekolah-barunya/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Bu, aku suka di sini, aku sekolah di sini ya!&#8221; Ucapan Indra itu membuat Bu Gayatri tert]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;Bu, aku suka di sini, aku sekolah di sini ya!&#8221;</p>
<p>Ucapan Indra itu membuat Bu Gayatri tertawa, &#8220;Indra memang sekolah di sini.&#8221;</p>
<p>Saat ditanya mengapa ia menyukai sekolah barunya, Indra menyatakan bahwa kelas yang hanya berjumlah 6 orang itu nyaman dan tidak berisik. Di SD Negeri tempat Indra dahulu belajar memang cukup ramai, mengingat per kelas bisa mencapai 40 orang! Setiap jam ada murid berolahraga di lapangan, dengan suara-suara yang kerap mengganggu konsentrasi Indra saat menghadapi pelajaran di kelasnya.</p>
<p>Betul, saya memindahkan Indra ke sekolah baru ini. Lebih jauh, tapi masih ada yang dua kali lipat jauhnya daripada jarak rumah-sekolah saya. Informasi sekolah ini saya dapatkan dari sahabat virtual saya, Mbak Aigis, yang kebetulan memang passer-by di blog saya ini. Terima kasih, ya. Mungkin saya terlambat, tapi memang ada masa pembelajaran bagi saya, yang mungkin sebuah kemewahan, karena tak semua orang bisa tahu lebih awal tentang anaknya. Di sekolah Indra dahulu, mulai dari TK hingga SD yang lampau, tak ada yang tahu tentang kesulitan belajar<em> (learning difficulties) </em>yang dialami Indra; apalagi tahu tentang sekolah khusus ini. Apa saja yang diberikan, bagaimana metode belajarnya, dan bagaimana mekanisme seleksi anak murid sebelum diterima; semuanya harus saya pelajari sambil merasakan bagaimana emosi saya terayun-ayun kencang.</p>
<p>Jika tak ada kawan-kawan di blog ini, mungkin saya sudah menyerah pada nasib. Dan jika ada kawan-kawan lain yang belum mengetahui bahwa anaknya mengalami kesulitan belajar, ada deteksi dini terhadap anak yang mengalami kesulitan belajar di tahap awal (prasekolah). Silakan ke Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia di Kampus Salemba, Jakarta Pusat  <a href="http://www.lptui.com/index.php?cmd=contact" target="_blank"><em>(klik sini)</em></a> atau ke Yayasan Pantara di Jl. Senopati 72, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.</p>
<p>Sekali lagi, terima kasih Mbak Aigis. Terima kasih semua kawan virtual saya. It&#8217;s just the beginning&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Darah]]></title>
<link>http://filzahazny.wordpress.com/2009/07/10/darah/</link>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 03:37:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>filzahazny</dc:creator>
<guid>http://filzahazny.wordpress.com/2009/07/10/darah/</guid>
<description><![CDATA[II. TEORI DASAR Salah satu fungsi darah di dalam tubuh adalah sebagai alat transportasi. Di dalam tu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>II.	TEORI DASAR<br />
	Salah satu fungsi darah di dalam tubuh adalah sebagai alat transportasi. Di dalam tubuh darah berperan dalam transport oksigen, karbon dioksida, zat makanan , metabolit- metabolit yang tidak diperlukan, mengatur suhu tubuh normal, mempertahankan keseimbangan asam basa, mengatur keseimbangan air, mengatasi infeksi, transport hormone untuk metabolisme dan transport metabolit- metabolit antar jaringan. Jumlah darah dalam tubuh sekitar 5 -7 % dari berat badan. Pada wanita angka ini sedikit lebih rendah.<br />
Plasma terdiri dari 91 -92% adalah air dan sisanya merupakabn zat- zat yang larut didalamnya berupa protein, enzim, hormon, vitamin, lipid, asam amino, dsb. Plasma darah ini merupakan system transport yang melayani semua sel melalui medium cairan ekstraselular.<br />
Fungsi utama dari sel-sel darah merah( eritrosit) adalah mengangkut Hb yang seterusnya akan membawa oksigen yang berasak dari paru- paru ke jaringan. Sel darah merah normal berbentuk pelat, cekung ganda dan berdiameter 8 mikron. Konsentrasi pada pria lebih besar daripada wanita.<br />
Sel darah putih( leukosit) merupakan unit yang aktif dari system pertahanan tubuh. Leukosit berfungsi menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat  terhadap setiap agen infeksi yang ada. Terdapat beberapa jenis leukosit, yaitu netrofil, eosinofil, basofil, monosit, limfosit dan megakarosit. Pada orang dewasa terdapat kira-kira 7000 sel darah putih per millimeter kubik.<br />
Hemoglobin yang terdapat dalam sel sebenarnya merupakan penyangga asam basa yang umumnya adalah protein. Jumlah eritrosit yang mampu mengkonsentrasikan Hb dalam cairan sel mendekati 34 gr per desiliter<br />
Kadar zat- zat yang terlarut di dalam darah selalu dalam batas-batas tertentu dan selalu dalam keadaan dinamik. Perubahan susunan darah dapat memberikan gambaran tentang metabolisme zat- zat yang terdapat dalam darah dan juga gambaran mengenai fungsi jaringan yang berkaitan dengan fungsi metabolisme maupun eksresinya. Darah akan membeku jika dikeluarkan dari tubuh setelah 10 menit. Bila pembekuan darah tidak didinginkan dapat digunakan anti koagulan. Pemakaian antikoagulan dapat mencegah pembekuan darah sehingga dengan pemusingan kita dapat memisahkan sel darh dari plasma darah. Beberapa contoh koagulan seperti Heparin, K/ Na oksalat, campuran ammonium oksalat dan kalium oksalat ( 3:2), Na sitrat, Etilen Diamin Tetra Asetat(EDTA)<br />
Dalam pemeriksaan dengan garam Na ata K perlu diperhatikan hal-hal seperti:<br />
1.	Serum atau plasma harus secepatnya dipisahkan<br />
2.	pemeriksaan dilakukan secepatnya untuk mencegah pengaruh enzim dan zat-zat lain.<br />
3.	sebaiknya protein dan zat-zat lain yang bersifat mereduksi dihilangkan.<br />
Kadar glukosa darah pada manusia setekah mengkonsumsi karbohidrat dapat naik hingga 6,5- 7,2 sedangkan selam puasa kadar glukosa darah akan turun sampai 3,3- 3,9.</p>
<p>III.	ALAT DAN BAHAN<br />
-	tabung pengencer hemometer<br />
-	pipet hemoglobin<br />
-	alat Sahli<br />
-	pipet leukosit<br />
-	pipet eritrosit<br />
-	kamar hitung<br />
-	mikroskop<br />
-	tabung reaksi<br />
-	tabung pemusing<br />
-	pipet volumetric<br />
-	pipet tetes<br />
-	penangas air<br />
-	alat pemusing<br />
-	kolorimetri<br />
-	beaker glass<br />
-	darah HCl 0,1 N<br />
-	antikoagulan<br />
-	Lar. Turk<br />
-	TCA 10%<br />
-	O-toluidin dalam asam asetat<br />
-	Standard glukosa<br />
-	H2SO4<br />
-	air suling<br />
-	alcohol: eter<br />
-	CHCl3</p>
<p>IV.	CARA KERJA DAN HASIL PENGAMATAN<br />
1. 	Penetapan Kadar Hemoglobin Cara Sahli<br />
	Pada cara ini, hemoglobin diubah menjadi hematin asam. Kemudian warna yang terjadi dibandingkan secara visual dengan standar permanent pada alat hemometer.</p>
<p>Metode :<br />
1.	Masukkan kira-kira 5 tetes HCl 0,1 N ke dalam tabung pengencer hemometer.<br />
2.	Isap darah kapiler atau oksalat dengan pipet hemoglobin sampai garis tanda 0.02 ml.<br />
3.	Hapus darah yang melekat pada sebelah luar ujung pipet.<br />
4.	Catat waktunya dan segera alirkan darah dari pipet ke dasar tabung pengenceran yang berisi HCl itu. Hati-hati jangan sampai ada gelembung udara.<br />
5.	Angkat pipet itu sedikit, lalu isap HCl yang jernih ke dalam pipet 2 atau 3 kali untuk membersihkan darah yang masih tertinggal di dalam pipet.<br />
6.	Campur isi tabung supaya darah dan asam bersenyawa. Warna campuran menjadi coklat tua.<br />
7.	Tambahkan air (aquadest) setetes demi setetes, tiap kali diaduk dengan batang pengaduk yang tersedia. Persamaan warna campuran dan batang standar harus dicapai dalam waktu 5 menit setelah darah dan HCl dicampur dalam alat Sahli-Hallige (3 menit dalam alat Sahli-Erka). Pada usaha mempersamakan warna hendaknya tabung diputar sedemikian rupa sehingga garis bagi tidak terlihat.<br />
8.	Baca kadar Hemoglobin dalam gram/100 ml darah.</p>
<p>Pengamatan :<br />
Dari hasil percobaan penentapan kadar Hemoglobin yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa kadar Hb dari darah yang diperiksa adalah  10.4 gram/100 ml darah.</p>
<p>Pembahasan :<br />
Hemoglobin adalah sebuah proteida yang berfungsi mengangkut oksigen dan yang bertanggung jawab adalah pigmen dengan struktur kimia sebagai kromoproteida. Hb mengandung Heme dan globin<br />
penentuan  kadar Hb berdasarkan perubahan Hb menjadi hematin asam yang berwarna jingga kecoklatan dengan penambahan 5 tetes HCl 0,1 N. banyaknya hematin asam  yang terbentuk diketahui dari intensitas warna jingga kecoklatan, kalau jumlahnya banyak maka warnanya sampai diperoleh warna standard pada alat hemometer, dan sebaliknya alat ini digunakan untuk mengukur kadar hemoglobin dengan cara persamaan warna yanbg hars dicapai dalam waktu 5 menit sesaat setelah darah dan HCl dicampur dalam alat sahli<br />
Pada percobaan ini darah dicampur dengan HCl terbentuk warna jingga kecoklatan agak tua sehingga diperlukan banyak aquadest untuk mengencerkan warna agar sesuai dengan warna standar alat hemometer. Hal ini menunjukkan banyaknya hematin asam dalam larutan darah tersebut.<br />
Dari percobaan diperoleh kadar Hb sebesar 10,4 gr/100 ml darah, darah yang diambil adalah darah laki-laki<br />
Afinitas Hb untuk O2 dipengaruhi oleh pH, temperature, dan konsentrasi. Hb diperlukan dalam pengngkutan O2 dan CO2 sehingga jika jumlah Hb berkurang maka jumlah O2 dan CO2 yang diangkut juga akan berkurang. Dan darah yang kekurangan O2 akan berwarna kebiru-biruan.</p>
<p>2.	Menghitung Sel-sel Darah<br />
A.	Menghitung Leukosit<br />
Darah diencerkan dalam pipet leukosit, kemudian dimasukkan ke dalam kamar hitung. Jumlah leukosit dihitung dalam volume tertentu dengan menggunakan factor konversi jumlah leukosit per mikroliter (μL) darah dapat diperhitungkan.<br />
Larutan pengencer ialah Larutan Turk yang mempunyai susunan sebagai berikut : larutan gentian violet 1% dalam 1 mL air, asam asetat glacial 1 mL, aquadest ad 100 mL, saring sebelum dipakai.</p>
<p>1.		Mengisi Pipet Leukosit<br />
	a)	Isaplah darah (kapiler atau oksalat) sampai garis tanda 0.5 tepat.<br />
	b) 	Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet.<br />
	c)	Masukkan ujung pipet dalam larutan turk sambil menahan darah pada garis ganda tadi. Pipet dipegang dengan sudut 450 dan larutan turk diisap perlahan-lahan sampai garis tanda 11. hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara. Angkatlah pipet dari cairan, tutup ujung pipet dengan ujung jari, lalu lepaskan karet penghisap.<br />
	c)	Kocoklah pipet selama 15-30 detik. Jika tidak segera akan dihitung, letakkan dengan sikap horizontal.<br />
2.		Mengisi Kamar Hitung<br />
	a)	Letakkan kamar hitung yang bersih dengan kaca penutupnya terpasang mendatar di atas meja.<br />
	b)	Kocoklah pipet yang berisi tadi selama 3 menit terus-menerus, jagalah jangan ada cairan yang terbuang dari dalam pipet sewaktu mengocok.<br />
	c)	Buanglah semua cairan yang ada di dalam batang kapiler pipet (3-4) tetes dan segeralah sentuhkan ujung pipet itu dengan sudut 300 pada permukaan kamar dihitung dengan menyinggung kaca penutup. Biarkan kamar hitung terisi cairan perlahan-lahan dengan daya kapilaritasnya sendiri.<br />
	d)	Biarkan kamar hitung selama 2-3 menit supaya leukosit-leukosit dapat mengendap. Jika tidak dapat dihitung segera, simpanlah kamar hitung dalam sebuah cawan petri tertutup yang berisi segumpal kapas basah.</p>
<p>3.		Menghitung Jumlah Sel<br />
	a)	Pakailah lensa obyektif kecil, yaitu dengan pembesaran 10X, turunkan lensa kondensor atau kecilkan diafragma. Meja mikroskop harus datar sikapnya.<br />
	b)	Kamar Hitung dengan bidang bergarisnya dilatakkan di bawah obyektif dan fokus mikroskop diarahkan kepada garis-garis bagi. Dengan sendirinya leukosit-leukosit jelas terlihat.<br />
	c)	Hitung semua leukosit yang terdapat dalam keempat bidang besar pada sudut-sudut seluruh permukaan yang dibagi.<br />
		1.	Mulailah menghitung dari sudut kiri atas, terus ke kanan, kemudian turun kebawah dan dimulai lagi dari kiri ke kanan. Cara ini dilakukan pada keempat bidang besar.<br />
		2.	Sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah kiri atau garis atas harus dihitung. Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah kanan atau bawah tidak boleh dihitung.<br />
4.		Perhitungan<br />
Pengenceran yang terjadi dengan pipet adalah 20X. jumlah sel yang dihitung dalam keempat bidang dibagi 4 menunjukkan jumlah leukosit dalan 0.1μL. Angka tersebut dikalikan dengan 10 (untuk tinggi) dan 20(untuk pengenceran) untuk mendapatklan jumlah leukosit dalam I μL darah. Singkat : jumlah sel yang dihitung dikali 50 = jumlah leukosit per μL darah.</p>
<p>Pengamatan :<br />
Jumlah sel yang diperoleh : 143<br />
Jumlah leukosit per μL darah : 50 X 143 = 7.150/μL darah</p>
<p>Pembahasan :<br />
		Leukosit dapat dihitung jumlahnya dengan cara diencerkan dalam pipet leukosit dengan menggunakan larutan pengencer Turk yang mempunyai komposisi larutan : larutan gentian violet 1% dalam 1 mL air, asam asetat glacial 1 mL, aquadest ad 100 mL, saring sebelum dipakai, lalu dimasukkan ke dalam kamar hitung. Penambahan larutan gentian violet bertujuan untuk memberi warna pada inti dari granula leukosit dimana larutan ini memecah eritrosit dan trombosit, tetapi tidak memecah leukosit maupun eritrosit berinti.<br />
		Pada pengamatan setelah dihitung diperoleh leukosit darah yang diuji sebsar 7150/μL darah, sedangkan jumlah leukosit yang normal adalah 4000-12000 per μL darah. Berarti jumlah leukosit dalam darah normal.<br />
	Jumlah leukosit darah dapat turun naik terhantung dari ada tidaknya infeksi kuman dalam tubuh. Bila jumlah leukosit lebih dari normal disebut leukositosis dan jika kurang dari normal disebut leukopensi.</p>
<p>B.	Menghitung Eritrosit<br />
1.	Mengisi pipet eritrosit<br />
Tindakan-tindakan sama seperti cara mengisi pipet leukosit, darah diisap sampai garis tanda 0,5 dan larutan pengencer sampai garis tanda 11.<br />
2.	Mengisi kamar hitung<br />
Sama seperti diterangkan pada menghitung leukosit.<br />
3.	Menghitung jumlah sel<br />
a)	Turunkan lensa kondensor atau kecilkan diafragma. Meja mikroskop harus dalam sikap rata air.<br />
b)	Aturlah fokus terlebih dahulu dengan memakai lensa objektif kecil (10x), kemudian lensda itu diganti dengan lensa objektif besar (40x) sampai garis-garis bagi dalam bidang besar tengah jelas nampak.<br />
c)	Hitunglah semua eritrosit yang terdapat dalam 5 bidang yang tersusun dari 16 bidang kecil, umpamanya pada keempat sudut bidang besar ditambah yang di tengah-tengah. Cara menghitung sel sama seperti untuk menghitung leukosit, yaitu mulai dari kiri ke kanan kemudian dari kanan ke kiri, dst. Kepastian untuk meghitung atau tidaknya eritrosit yang menyinggung garis-garis batas sama juga seperti untuk leukosit.<br />
d)	Perhitungan. Pengenceran dalam pipet eritrosit adalah 200 kali. Luas tiap bidang kecil 5 x 16 bidang kecil = 80 bidang kecil, yang jumlah luasnya 1/5 mm2. Faktor untuk mendapatkan jumlah eritrosit per µl darah menjadi 5 x 10 x 200 = 10000.</p>
<p>.<br />
	Pengamatan :<br />
	Jumlah sel darah yang diperoleh = 658<br />
	Jumlah Eritrosit per μL darah = 10000 X 658 = 6.580.000/μL darah</p>
<p>	Pembahasan :<br />
Sel darah merah eritrosit membawa hemoglobin di dalam sirkulasi. Ia merupakan cakram bikonkaf yang dibentuk dalam sumsum tulang. Pada mamalia, ia kehilangan intinya sebelum memasuki sirkulasi. Pada manusia, ia bertahan hidup di dalam sirkulasi rata-rata 120 hari. Tiap eritrosit manusia berdiameter 7,5 µm dan tebal 2 µm, serta masing-masing mengandung 29 pikogram hemoglobin. Sehingga ada sekitar 3.000 eritrosit dan sekitar 900 gram hemoglobin dalam darah bersirkulasi pada pria dewasa.<br />
Eritrosit dapat dihitung jumlahnya dengan cara pengenceran menggunakan larutan Hayem yang mempunyai komposisi terdiri dari 5 gr Na-sulfat, 1 gr NaCl, 0,5 gr HgCl2 dan aquadest ad 100 ml. Kemudian dimasukkan ke dalam kamar hitung dan dihitung banyaknya eritrosit.<br />
Setelah dihitung ternyata jumlah eritrosit dalam darah yaitu 6.580.000 per µl. Jumlah normal eritrosit pada pria yaitu 5,4 juta /µl dan pada wanita 4,8 juta /µl. jadi, eritrosit yang didapat praktikum melebihi jumlah normal, mungkin karena pengenceran yang dilakukan tidak merata.<br />
Eritrosit dapat juga lisis oleh obat dan infeksi. Kerentanan eritrosit terhadap hemolisis oleh zat ini ditingkatkan oleh defisiensi enzim glukosa 6-fosfat dehidrogenasi, yang mengkatalisis tahap awal dalam oksidasi glukosa melalui lintasan heksosamonofosfat. Lintasan ini membentuk NADPH, yang diperlukan untuk memelihara kerapuhan eritrosit yang normal.</p>
<p>Dalam perhitungan eritrosit yang perlu diperhatikan adalah :<br />
1.	Faktor pengenceran<br />
Jika jumlah sel banyak maka pengenceran ditingkatkan dan jika jumlah sel sedikit maka pengenceran tidak berlebih, hal ini bertujuan agar perhitungan dapat dilakukan dengan tepat. Pada penderita anemia hemolitik atau autoimun, hendaknya menggunakan larutan pengencer Na sitrat 0,109 M tanpa formalin karena larutan formalin akan memfiksasi eritrosit yang teraglutinasi.<br />
2.	Melakukan koreksi terhadap hitung leuosit, karena eritrosit berinti tidak hancur oleh larutan Turk karenanya terhitung sebagai leukosit.</p>
<p>3.	Analisis Kuantitatif Darah</p>
<p>	A.	Penetapan Kadar Gula Darah (O-Toluidin)<br />
Sediakan 4 tabung pemusing. Masukkan ke dalam tabung :<br />
1.	Tabung 1 : 0,2 ml darah/serum<br />
2.	Tabung 2 : 0,2 ml darah/serum<br />
3.	Tabung 3 : 0,3 ml larutan standar<br />
4.	Tabung 4 : 0,2 ml air suling</p>
<p>Tambahkan pada masing-masing tabung 2,0 TCA. Pusingkan tabung 1 dan 2 selama 5 menit. Ambil dari masing-masing tabung (1 dan 2 cairan bebas protein, 3 campuran standar, 4 blanko) 1,0 ml larutan dan campur di dalam tabung kolorimetri dengan 4,0 ml larutan o-toluidin. Panaskan tabung-tabung tersebut pada penangas air mendidih selama 8 menit. Dinginkan segera di bawah keran. Setelah kira-kira 20 menit, lakukan pembacaan dengan kolorimetri fotoelektrik pada panjang gelombang 625 nm.<br />
Perhitungan:<br />
Kadar glukosa = Ru x 0,1 x 100<br />
    		           Rs	        0,1</p>
<p>	Pengamatan :<br />
Tabung I 		: 0,110<br />
Tabung II 		: 0,116<br />
Tabung III (Standar)	: 0,056</p>
<p>Kadar Glukosa =    Uji    x 0,1 x 100<br />
		      Standar	        0,1<br />
Kadar Glukosa I = 0,110  x  0,1 x 100  = 196,43 %<br />
		        0,056	           0,1<br />
Kadar Glukosa II = 0,116 x 0,1 x 100 = 207,14 %<br />
		         0,056	          0,1</p>
<p>	Pembahasan :<br />
Asam Trikloroasetat mengendapkan protein sehingga filtrat hanya mengandung glukosa. Glukosa berkonjugasi dengan o-toluidin dalam asetat panas membentuk senyawa berwarna biru-hijau. Dengan cara ini dapat ditetapkan kadar glukosa yang lebih tepat dari suatu larutan. Galaktosa juga akan memberi reaksi yang sama dan dapat mengganggu pemeriksaan. Satu hal yang penting ialah bahwa reaksi harus dilakukan dengan alat-alat yang kering dan bersih.<br />
Penetapan kadar gula dalam darah merupakan salah satu pemeriksaan yang sering dilakukan terhadap darah, plasma, atau serum. Cara penetapannya dapat secara makroataupun mikro. Pada percobaan kali ini kadar glukosa ditetapkan dengan kolorimetri fotoelektrik berdasarkan sifat mereduksi glukosa.<br />
Prinsip penetapan kadar gula darah ini berdasarkan pengendapan protein darah dengan asam trikloroasetat yang ada pada saat dipusingkan terluhat baguan yang mengendap (protein darah) dan cairan yang ada di atas mengandung gula yang akan diperiksa dengan menambahkan o-toluidin dalam asam asetat glasial, lalu dipanaskan. Saat dipanaskan, gula akan berkonjugasi dengan o-toluidin dalam asetat panas dengan memberikan waran biru hijau. Kemudian kadar gulanya ditetapkan dengan kolorimetri fotoelektrik pada panjang gelombang 625 nm.<br />
Dari percobaan didapat kadar glukosa adalah 83,74 dan 95,48, sedangkan kadar normal adalah 80 – 100. Hal ini berarti kadar gula praktikan normal. </p>
<p>VI.		KESIMPULAN</p>
<p>Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa :<br />
1.	Kadar hemoglobin dalam darah yaitu 10,4 gr /100 ml darah.<br />
2.	Jumlah leukosit yaitu 7.150/µl darah.<br />
3.	Jumlah eritrosit yaitu 6,58 juta/µl darah.<br />
4.	Kadar gula darah : pada tabung I sebesar 196,43 mg % dan pada tabung II sebesar 207,14 mg %.</p>
<p>VII.	DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>__________1999. Penuntun Praktikum Biokimia, Laboratorium Biokimia, Jurusan Farmasi, FMIPA UI, Depok.<br />
Murray, Robert K., dkk. 1995. Biokimia Harper edisi 25. Penerbit Buku Kedokteran EGC.<br />
Guyton, Arthur C. 1995. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 7. Penerbit Buku Kedokteran EGC.<br />
Syaifuddin B. Ac. 1992. Anatomi Fisiologi untuk siswa perawat. Penerbit Buku Kedokteran EGC.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sistem Sekolah Harus Melihat Keunikan Anak, Harus!]]></title>
<link>http://disleksia.wordpress.com/2009/06/21/sistem-sekolah-harus-melihat-keunikan-anak-harus/</link>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 06:12:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mila</dc:creator>
<guid>http://disleksia.wordpress.com/2009/06/21/sistem-sekolah-harus-melihat-keunikan-anak-harus/</guid>
<description><![CDATA[Di satu sisi saya merasa gagal sebagai orang tua; di sisi lain saya juga tak percaya dengan sistem s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Di satu sisi saya merasa gagal sebagai orang tua; di sisi lain saya juga tak percaya dengan sistem sekolah hari ini  yang menyamaratakan setiap kepala anak. Menonton paparan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=iG9CE55wbtY" target="_blank">Sir Ken Robinson di TedTalks Forum 2009</a>, saya terhenyak. Di jaman serba mudah informasi tapi sulit kompetisi, anak harus diajarkan berkreasi selain membaca-menulis-berhitung. Ia sampaikan bahwa siapapun jika punya uang bisa mencapai gelar S1. Tidak cukup S1, ia bisa melanjutkan S2. Jika merasa persaingan kian ketat, S3 bisa mendongkrak gengsi orang itu dalam masyarakat. Orang itu kemudian melupakan ia memiliki otak untuk menciptakan hal baru selain apa yang ia dapatkan turun-temurun di organisasi sekolah. Ia pun tidak berusaha menggerakkan kaki dan tangannya untuk berkreasi. Ia hanya menganggap otaknya berdiri sendiri. Itulah bedanya cara berpikir profesor di negara maju dan profesor pasif di negeri ini; karena saya mengenal beberapa yang suka korupsi dan tidak punya inovasi lain selain ilmunya untuk menggarap &#8220;proyek pemerintah&#8221;.</p>
<p>Analisis psikolog di LPT UI (sebuah organisasi belajar yang solid kokoh itu) menyatakan Indra cerdas di atas rata-rata, hanya kemampuan membaca-menulis-berhitung yang belum lancar. Sekolah negeri tempat Indra menuntut ilmu HANYA peduli ia tak lancar membaca, menulis dan berhitung di saat semua kawannya sudah mampu berkonsentrasi. Indra yang suka menari, menyanyi, dan loncat-loncat setiap saat dianggap bocah edan. Menganggap kreativitas adalah kegilaan yang harus dihapus?!?!?!?!?!^%#(@&#38;!?</p>
<p>Kemarin saya menangis saat mendengar akhirnya jajaran guru SD memutuskan Indra tidak naik kelas. Mengapa tak naik kelas, jerit saya sekeras-kerasnya di dalam hati. Dengan segala kemampuan yang saya miliki, saya berusaha terbaik untuk dia dua tahun terakhir ini. Indra pun bukan anak pemalas. Seluruh tugas yang saya berikan memang sulit dikerjakannya di saat adiknya menganggu di ruangan, atau ada suara di luar yang membangunkan rasa penasarannya. Jika suasana belajar baik, seluruh buku bisa ia lahap, seluruh pertanyaan di atas kertas bisa ditulisnya dengan jawaban sempurna!</p>
<p>Saya bisa membayangkan saat ia bertanya, &#8220;Kenapa aku tak naik kelas, Bu?&#8221;</p>
<p>Apa yang harus saya sampaikan besok saat ia menerima rapornya?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[How clever are you ?]]></title>
<link>http://punyabustami.wordpress.com/2009/05/07/how-clever-are-you/</link>
<pubDate>Thu, 07 May 2009 01:55:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>gnbustami</dc:creator>
<guid>http://punyabustami.wordpress.com/2009/05/07/how-clever-are-you/</guid>
<description><![CDATA[  Di   bawah ini ada empat         ( 4 ) pertanyaan dan satu               pertanyaan bonus.  Jawabl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[  Di   bawah ini ada empat         ( 4 ) pertanyaan dan satu               pertanyaan bonus.  Jawabl]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[menghitung cinta anda?]]></title>
<link>http://gonggoitem.wordpress.com/2009/04/18/menghitung-cinta-anda/</link>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 08:41:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>gonggoitem</dc:creator>
<guid>http://gonggoitem.wordpress.com/2009/04/18/menghitung-cinta-anda/</guid>
<description><![CDATA[Sekedar untuk bermain main dan menghibur. Anda ragu dengan pasangan? Berapa besar CINTA-nya? Jangan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sekedar untuk bermain main dan menghibur. Anda ragu dengan pasangan? Berapa besar CINTA-nya? Jangan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fakta-Fakta Tentang Otak Manusia]]></title>
<link>http://altahida.wordpress.com/2009/03/07/fakta-fakta-tentang-otak-manusia/</link>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 14:36:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>altahida</dc:creator>
<guid>http://altahida.wordpress.com/2009/03/07/fakta-fakta-tentang-otak-manusia/</guid>
<description><![CDATA[Pada saat lahir seorang bayi memiliki 1.000.000.000.000 sel otak (neuron). Bandingkan dengan jumlah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><a href="http://www.unikzone.com/wp-content/uploads/2008/11/human-brain.jpg"><img src="http://www.unikzone.com/wp-content/uploads/2008/11/human-brain-small.jpg" alt="human brain" width="300" height="301" /></a></p>
<p>Pada saat lahir seorang bayi memiliki 1.000.000.000.000 sel otak (neuron). Bandingkan dengan jumlah penduduk bumi abad 21 sebanyak 6.000.000.000. Ini berarti dalam kepala bayi terdapat sel otak sebanyak 166 kali lipat jumlah manusia yang tinggal di planet ini. Tiap sel otak memiliki ratusan dan ribuan cabang atau tentakel yang mirip sekali dengan gurita yang berukuran mikro.<!--more-->Masing-masing tentakel ini berisi jamur atau spina dendrit yang mengandung ribuan zat kimia. Inilah yang membawa pesan diantara sel otak, semua informasi dalam setiap pikiran, setiap pengalaman belajar, dan setiap daya ingat yang dimiliki.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>Ketika kita berpikir, sebuah gelombang elektromagnetis bergerak turun ke cabang sel otak, memicu zat kimia di dalam salah satu jamur, yang kemudian dengan cepat menyebrangi jarak pendek untuk memicu zat kimia di dalam spina dendrit lainnya. Hal ini kemudian memicu respons elektromagnetis dari sel otak sebelahnya.</p>
<p>Proses ini berjalan terus sehingga membentuk jejak setapak yang menyerupai jejak setapak berliku-liku di dalam hutan besar. Dan kecepatan gerak zat kimia ini jika dilihat akan seperti air terjun Niagara.</p>
<p>Dan diselidiki jumlah jejak pikiran ini jika dibuat bentuk teks normal akan membentuk deretan angka sepanjang 10,5 juta km!</p>
<p>Dengan begitu banyaknya kemungkinan tersebut otak manusia, jika seumpama keyboard dapat memainkan ratusan juta juta melodi. Tidak seorangpun yang masih hidup yang pernah mendekati penggunaan otak secara maksimal. Kekuatan otak manusia ini tidak ada batasannya. (Petr Akhonin, Ilmuwan Otak).</p>
<p>Beda manusia normal dengan jenius…</p>
<p>“Rata-rata manusia menggunakan 3% kapasitas otaknya dan jenius menggunakan 4%”</p>
<p>Semua serangga, ikan, burung atau hewan memiliki sel otak yang sama dengan yang kita miliki. Hanya jumlahnya lebih sedikit. Jumlah sel otak yang dimiliki inilah yang menentukan kecerdasan satu makhluk hidup.</p>
<p>Bandingkan dengna seekor lebah…</p>
<p>Seekor lebah memiliki kurang dari 1.000.000 sel otak. (1/1000.000 jumalh yg dimiliki manusia).</p>
<p>Hal-hal yang dapat dilakukan oleh seekor lebah adalah:</p>
<p>Terbang, berkelahi, melihat, mendengar, mencium, mengecap, meraba, menyentuh, membangun rumah, mengendalikan suhu, menghitung, melindungi, kemampuan bernavigasi, berjalan, berlari, mengingat, bermain, mengasuh, berkembang biak, bekerja secara konstruktif dan kooperatif dalam sebuah komunitas.</p>
<p>Jika seekor lebah dengan jumlah sel otak kurang dari satu juta dapat melakukan semua itu, pikirkan apa yang dapat dilakukan oleh manusia!!</p>
<p>Pada waktu kecil dalam otak kita terjadi suatu ledakan. Saat itu setiap sel otak (neuron) yang jumlahnya berjuta-juta mengeluarkan sejumlah serat yang sangat halus dan kecil ke segala arah, mencari dan membuat sambungan dengan ribuan sampai puluhan ribu sel otak lainnya. Ini yang dinamakan interkoneksi. Proses ini kemudian berlanjut seterusnya seumur hidup. Pada saat lahir jumlah sel otak kita tidak akan bertambah lagi. Yang akan bertambah adalah jumlah interkoneksi inilah.</p>
<p>Fakta penting…</p>
<p>Yang menentukan kecerdasan seseorang bukan jumlah sel otaknya. Sel otak kita sudah memiliki kapasitas yang jauh lebih dari sekedar jenius. Namum, kecerdasan seseorang adalah jumlah interkonkesi sel otak ini. Jumlah interkoneksi ini sebagian besar ditentukan oleh mutu yang sangat baik dari Makanan Otak. Makanan Otak adalah Oksygen, Nutrisi, Kasih Sayang dan Informasi.</p>
<p>(Dari apa yang saya baca dibukunya TONY BUZAN “BRAIN CHILD”)</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Tuhan memberikan manusia kemapuan yang tidak terbatas yang belum pernah ter-ekplopre oleh jenius paling pintar sedunia sekalipun. Tujuan semuanya itu agar manusia bisa menaklukkan dunia dan menjadi penguasa atas semua cipataanNya. Seharusnya manusia sadar bahwa kecerdasannya itu adalah anugerah Tuhan sebagai makhluk ciptaan yang mulia yang seharusnya dipakai untuk menyembahNya dan bukan untuk menentangNya.</p>
<p>Semakin banyak seseorang belajar, makan semakin ia tahu bahwa betapa sedikitnya apa yang telah ia ketahui.</p>
<p>sumber: http://nancydinar.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Online Math]]></title>
<link>http://seremonia.wordpress.com/2009/03/05/math-w-octave/</link>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 10:30:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>seremonia</dc:creator>
<guid>http://seremonia.wordpress.com/2009/03/05/math-w-octave/</guid>
<description><![CDATA[Inginkah anda dapat memberikan pengajaran kepada putra putri anda di bidang matematika ? Atau anda m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-full wp-image-464" title="octave" src="http://seremonia.files.wordpress.com/2009/03/octave.png?w=245&#038;h=142" alt="octave" width="245" height="142" /> <span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;">Inginkah anda dapat memberikan pengajaran kepada putra putri anda di bidang matematika ? Atau anda membutuhkan kalkulasi rumit ? Sebaiknya mulailah berhitung menggunakan kemampuan dari sistem pendukung kalkulasi matematika yaitu <strong>Octave. </strong></span></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;"> <!--more-->Aksi <strong>Octave </strong>dalam melakukan perhitungan matematika dapat ditemukan di situs ini <a href="http://www.online-utility.org/math/" target="_blank">Online Math</a> . Format penulisan matematikanya cukup mudah, misalkan x = 2+5 lalu ketik <strong>Go</strong> maka anda segera melihat hasilnya. Jangan lupa membaca <strong>tutorial</strong>nya. Untuk membaca artikel tentang kekuatan  <strong>Octave</strong> dalam memberikan kemampuan kalkulasi dapat anda baca di sini <a href="http://www.gnu.org/software/octave/" target="_blank"><strong>Octave</strong></a></span></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-477" title="webgraphing" src="http://seremonia.files.wordpress.com/2009/03/webgraphing1.png?w=245&#038;h=54" alt="webgraphing" width="245" height="54" /></strong></span></span> Satu lagi yang perlu diketahui. Boleh saja anda melakukan perhitungan matematika yang rumit, tetapi kalau pada akhirnya anda harus mengetahui graphic dari suatu fungsi matematika, apa yang harus anda lakukan ?</p>
<p style="text-align:left;">Ingin mengetahui graphic dari suatu fungsi ? Mudah saja, gunakan fasilitas perhitungan matematika yang dilengkapi graphic secara online. Coba masukkan fungsi graphic ke website ini, dan anda segera dapat melihat graphicnya. <a href="http://webgraphing.com/graphing_intermediate.jsp" target="_blank">Webgraphing.com</a> .</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://seremonia.net" target="_self">Home</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghitung Bendera]]></title>
<link>http://sinyoegie.wordpress.com/2009/02/12/menghitung-bendera/</link>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 03:44:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>sinyoegie</dc:creator>
<guid>http://sinyoegie.wordpress.com/2009/02/12/menghitung-bendera/</guid>
<description><![CDATA[Mendekati masa kampanye pemilu, semakin banyak bendera, umbul-umbul, poster, baligho atau yang lain ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mendekati masa kampanye pemilu, semakin banyak bendera, umbul-umbul, poster, baligho atau yang lain ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Cepat Menghitung]]></title>
<link>http://misnanto.wordpress.com/2009/01/20/cara-cepat-menghitung/</link>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 07:07:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>misnanto</dc:creator>
<guid>http://misnanto.wordpress.com/2009/01/20/cara-cepat-menghitung/</guid>
<description><![CDATA[Rahasia Otak Super/Cara Cepat Menghitung Dari Wikibooks Indonesia, sumber buku teks bebas berbahasa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1 style="text-align:center;">Rahasia Otak Super/Cara Cepat Menghitung</h1>
<h3><em>Dari Wikibooks Indonesia, sumber buku teks bebas berbahasa Indonesia</em></h3>
<h3><a name="Teknik_Jarimatika"></a><span class="mw-headline">Teknik Jarimatika</span></h3>
<p>1)Penjumlahan dan Pengurangan</p>
<pre><span> </span>Tangan Kanan sebagai satuan dan tangan kiri sebagai puluhan.

<span> </span><strong>Tangan Kanan:</strong>
 - Telunjuk dibuka = 1
 - (Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 2
 - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis) dibuka = 3
 - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) dibuka = 4
 - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) ditutup + Jempol dibuka = 5
 - (Jempol + Telunjuk) dibuka = 6
 - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 7
 - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis) dibuka = 8
 - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis + Kelingking) dibuka = 9
 <strong>Tangan Kiri:</strong>
 - Telunjuk dibuka = 10
 - (Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 20
 - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis) dibuka = 30
 - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) dibuka = 40
 - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) ditutup + Jempol dibuka = 50
 - (Jempol + Telunjuk) dibuka = 60
 - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 70
 - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis) dibuka = 80
 - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis + Kelingking) dibuka = 90</pre>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sumber : http://id.wikibooks.org/</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghitung menggunakan google]]></title>
<link>http://imronrosidi92.wordpress.com/2008/12/02/menghitung-menggunakan-google/</link>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 07:33:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Imron Rosidi</dc:creator>
<guid>http://imronrosidi92.wordpress.com/2008/12/02/menghitung-menggunakan-google/</guid>
<description><![CDATA[Ternyata kalo diperhaikan seksama, google.com bukan cuma sebagai mesin pencari (search engine) saja ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ternyata kalo diperhaikan seksama, google.com bukan cuma sebagai mesin pencari (search engine) saja tetapi juga bisa digunakan untuk berhitung alias sebagai kalkulator.</p>
<p>Daripada harus beli kalkulator atau menggunakan kalkulator yang ada di windows XP/Vista, kenapa tidak kita manfaatkan Google.com untuk perhitungan.</p>
<p>Coba dech bermain dengan jumlah-jumlahan menggunakan <a href="http://google.com">Google</a>. Langkah-langkahnya sebagai berikut :</p>
<p>-buka <a href="http://google.com">Google</a> terlebih dahulu<br />
-ketik yang ingin kita jumlah kan, misal 10+10</p>
<p><img alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mZVCtzYh0e8/SNnyZO7NtrI/AAAAAAAAABU/bX5NeMWVT2U/s320/cal_goog.png" class="alignnone" width="320" height="240" /></p>
<p>-trus tekan tombol search atau tekan enter pada keyboard<br />
-hasilnya akan terlihat di halaman pencarinya.</p>
<p><img alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mZVCtzYh0e8/SNn0c_nlpWI/AAAAAAAAABc/E4V1aCMAXOQ/s320/cal_goog01.png" class="alignnone" width="320" height="241" /></p>
<p>Selamat mencoba&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghitung Jam Kerja Karyawan]]></title>
<link>http://jnet99.wordpress.com/2008/10/30/menghitung-jam-kerja-karyawan/</link>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 06:23:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>josenetmail</dc:creator>
<guid>http://jnet99.wordpress.com/2008/10/30/menghitung-jam-kerja-karyawan/</guid>
<description><![CDATA[Disini saya coba menjelaskan bagaimana menghitung jumlah jam kerja karyawan dengan rumus-rumus excel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Disini saya coba menjelaskan bagaimana menghitung jumlah jam kerja karyawan dengan rumus-rumus excel]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Counting down]]></title>
<link>http://tembombom.wordpress.com/2008/10/28/counting-down/</link>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 23:33:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>myuglyshoes</dc:creator>
<guid>http://tembombom.wordpress.com/2008/10/28/counting-down/</guid>
<description><![CDATA[3 Rabu (termasuk esok) lagi nak kena kerja 2 hari lagi sebelom dapat gaji 5 minggu lagi mama datang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ul>
<li>3 Rabu (termasuk esok) lagi nak kena kerja</li>
<li>2 hari lagi sebelom dapat gaji</li>
<li>5 minggu lagi mama datang sini</li>
<li>Lebih kurang 6 minggu lagi due</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghitung kelereng]]></title>
<link>http://ariaturns.wordpress.com/2008/10/15/menghitung-kelereng/</link>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 08:28:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aria Turns</dc:creator>
<guid>http://ariaturns.wordpress.com/2008/10/15/menghitung-kelereng/</guid>
<description><![CDATA[Dua orang anak kelas satu SD bernama Samsul dan Arifin sedang belajar hitung-hitungan. Mereka punya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dua orang anak kelas satu SD bernama <strong>Samsul</strong> dan <strong>Arifin </strong>sedang belajar hitung-hitungan. Mereka punya <strong>6</strong> buah kelereng yang diletakan diatas meja.  Mereka menyusun ke-6 kelereng dalam 2 barisan tiap baris ada 3 kelereng</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-521" title="6-kelereng" src="http://ariaturns.wordpress.com/files/2008/10/6-kelereng.jpg" alt="" width="199" height="128" /></p>
<p><!--more--><strong>Samsul</strong>: &#8221; wah..kelereng kita ada <strong>6</strong> ya&#8221;</p>
<p><strong>Arifin</strong>: &#8220;ada <strong>7</strong> lagi..&#8221;</p>
<p><strong>Samsul</strong>: &#8221; ih, kamu ini gmana, kelerengnya ada 6, kamu gak bisa ngitung ya..&#8221;</p>
<p><strong>Arifin</strong>: &#8221; Coba kamu hitung mundur kelerengnya..&#8221;</p>
<p><strong>Samsul</strong>: &#8221; enem, lima, empat..&#8221; (menghitung mundur kelereng di baris ke-2)</p>
<p><strong>Arifin</strong>: &#8220;Nah..sekarang itung maju&#8230;&#8221;</p>
<p><strong>Samsul</strong>: &#8220;lima, enam, tujuh..&#8221; (menghitung maju kelereng dibaris pertama)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-522" title="7kelereng" src="http://ariaturns.wordpress.com/files/2008/10/7kelereng.jpg" alt="" width="199" height="128" /></p>
<p><strong>Arifin</strong>: &#8221; nah..kan ada <strong>tujuh</strong>..&#8221;</p>
<p><strong>Samsul</strong>: &#8220;Iya..ya ada <strong>tujuh</strong> ya, tapi perasaan kok ada yang aneh?&#8221;:</p>
<p><strong>Hayo..dimana letak keanehannya? ada yang tau gak?</strong></p>
<p>Untuk menjawabnya gak dibutuhkan rumus matematika, cukup menggunakan logika saja..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Biaya Pendidikan vs INFLASI........(wauw...........)]]></title>
<link>http://fannyoche.wordpress.com/2008/10/01/biaya-pendidikan-vs-inflasiwauw/</link>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 15:06:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>fannyoche</dc:creator>
<guid>http://fannyoche.wordpress.com/2008/10/01/biaya-pendidikan-vs-inflasiwauw/</guid>
<description><![CDATA[  Apa yang terbayang kalau TAHUN AJARAN BARU TIBA? Yang Pasti: uang sekolah. Saat saya iseng-iseng m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[  Apa yang terbayang kalau TAHUN AJARAN BARU TIBA? Yang Pasti: uang sekolah. Saat saya iseng-iseng m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghitung Harga Emas Dunia]]></title>
<link>http://thomy265.wordpress.com/2008/09/17/menghitung-harga-emas-dunia/</link>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 04:04:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Thomy</dc:creator>
<guid>http://thomy265.wordpress.com/2008/09/17/menghitung-harga-emas-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Salah satu kegunaan perhitungan Harga Emas dan Logam Mulia, adalah kita dapat mengetahui harga emas ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Salah satu kegunaan perhitungan Harga Emas dan Logam Mulia, adalah kita dapat mengetahui harga emas ]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
