<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>menikah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/menikah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "menikah"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 03:06:11 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[I'm Getting Married *yaaay*]]></title>
<link>http://thistinycorner.wordpress.com/2009/11/30/im-getting-married-yaaay/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 14:58:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>indikanoor</dc:creator>
<guid>http://thistinycorner.wordpress.com/2009/11/30/im-getting-married-yaaay/</guid>
<description><![CDATA[I can&#8217;t believe that I am actually getting married by the next mid-year, and I am going to be ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>I can&#8217;t believe that I am actually getting married by the next mid-year, and I am going to be Mrs.Guritno (Insya Allah)..Ya Allah, saya masih mencoba mencerna kata menikah, berulang-ulang kali di benak saya..<em>&#8220;Aku bakal nikah..nikah..nikah&#8221;</em> .</p>
<p>Subhanallah&#8230;nikah!!! Sebentar lagi saya akan menyandang status Kawin di KTP saya, ini bukan guyonan lhooo&#8230;hehehe, semakin dekat dengan peristiwa bersejarah yang akan terjadi pada saya dalam beberapa bulan, kadang bikin saya terbengong-bengong, menikah berarti berkomitmen hidup dan mati pada suami moril dan materiil, bertanggung jawab atas hidup dan kehormatan perkawinan, terlepas dari orang tua untuk hidup mandiri bersama suami-orang yang akan saya temui setiap hari- dan berjuang mempertahankan perkawinan sekuat tenaga.</p>
<p>akan ada benda bulat mungil bercahaya melingkar di jari manis tangan kanan kami berdua..hohohoho, saya akan sering liat cami berkeliaran di rumah hehehe, pemandangan yang amat ga biasa&#8230;.auuuw!!! malah jd nervous gini&#8230;huweeeek!!!!</p>
<p>saya belum kebayang bakal ky gimana nanti acara pernikahan kami berdua, tema warna sudah ada yaitu sparkling grey, tinggal menyesuaikan aja busananya nanti.</p>
<p>doakan kami ya,temans..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Takut Menikah Karena Belum….]]></title>
<link>http://webee88.wordpress.com/2009/11/30/aku-takut-menikah-karena-belum%e2%80%a6-2/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 21:26:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>webee88</dc:creator>
<guid>http://webee88.wordpress.com/2009/11/30/aku-takut-menikah-karena-belum%e2%80%a6-2/</guid>
<description><![CDATA[1. Belum Bekerja Inilah masalah klasik seputar menikah, terutama bagi pihak pemuda. Ketika sudah mer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>1. Belum Bekerja</strong></p>
<p>Inilah masalah klasik seputar menikah, terutama bagi pihak pemuda. Ketika sudah merasa cocok dengan seorang muslimah, dan jika ditunda-tunda bisa berakibat buruk, ternyata si Pemuda belum punya pekerjaan untuk menghidupi keluarga kelak. “mau dikasih makan apa anak dan istri kamu, dikasih cinta doang ?!?” Begitulah perkataan sinis yang senantiasa terngiang-ngiang ditelinganya.</p>
<p>Seorang laki-laki memang merupakan tulang punggung dalam sebuah keluarga. Menghidupi seluruh anggota keluarga adalah tangging jawabnya. Rasulullah bersabda, yang artinya, “Bertaqwalah kepada Allahdalam memperlakukan wanita. Sebab kamu mengambilnya dengan amanat allah dan farjinya menjadi halal bagi kamu dengan kalimat Allah. (Menjadi) kewajiban kamu untuk memberi rizki dan pakaiannya dengan cara yang baik.” (HR.Muslim)</p>
<p>Dengan demikian, penghasilan dalam suatu keluarga memang diperlukan. Namun sebenarnya, tidak berarti belum kerja kemudian tidak boleh menikah. Allah SWT berfirman, yang artinya, “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian (belum menikah) diantara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamuyang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Surat An-Nur : 32)<!--more--></p>
<p>Penghasilan bisa dicari setelah menikah. Yang pertama kali harus dilakukan adalah percaya dan yakin akan janji Allah pada firman-Nya di atas. Tak sedikit pemuda yang susah mencari kerja sebelum menikah, tapi setelah menikah ternyata banyak tawaran kerja dan peluang kerja.</p>
<p>Sebagai persiapan sebelum menikah, kesungguhan dalam menuntut ilmu dunia agar kelak mudah mendapatkan penghidupan yang baik pula untuk dilakukan. Walaupun tak selamanya relevan, kuliah yang baik dan dan prestasi yang bagus masih merupakan suatu modal yang dapat diandalkan dalam mencari kerja. Bagaimana kalau kuliah sudah terlanjur tidak karuan ? Jika sudah begini perlu juga pegang prinsip bahwa pekerjaan kelak tidak harus sesuai dengan bidang yang dipelajari saat ini. Banyak yang dapat rejeki lumayan dari bekerja dalam suatu bidang yang dulu tidak pernal dipelajari dalam jenjang pendidikan formal.</p>
<p>Persiapan lain yang bisa dilakukan adalah kuliah sambil kerja. Sembari menabung, juga bisa untuk jaga-jaga apabila ketika lulus nanti tidak langsung diterima bekerja sesuai bidang yang dipelajari.</p>
<p><strong>2. Belum Lulus</strong></p>
<p>Berbeda dengan yang pertama, masalah yang satu ini bisa menjadi penghalang bagi pihak pemuda dan pemudi. Mungkin seseorang sudah bekerja atau sudah punya prinsip untuk mencari kerja setelah menikah namun ia ragu untuk menikah gara-gara belumlulus kuliah. Bisa jadi pula yang punya alasan seperti ini sang pemudi pujaan hatinya. Bayangan kuliah sambil menikah baginya tampak menyeramkan. Kuliah sambil mengurus diri sendiri saja sudah repot apalagi jika harus ditambah tanggung jawab mengurus orang lain. Ditambah kalau si buah hati sudah lahir dan belum juga lulus kuliah, tampaknya akan tambah repot.</p>
<p>Sebenarnya, menikah tidaklah selalu mengganggu kuliah. Malahan hadirnya pendamping hidup baru bisa menambah semangat utuk belajar. Bisa jadi, sebelum menikah malas-malasan belajarnya, ketika sudah menikah malah tambah semangat dan tambah rajin untuk belajar. Tidak sedikit yang mengalami perubahan demikian, apalagi secara peraturan akademik seorang mahasiswa sudah diperbolehkan untuk menikah. Seorang mahasiswa sudah tidak dianggap ABG (Anak Baru Gede) lagi, tapi AUG (Anak Udah Gede) alias sudah dewasa. Seorang yang sudah dewasa dianggap sudah bisa bertanggung jawab apa yang menjadi pilihan hidupnya.</p>
<p>Memang benar untuk tetap mengadakan persiapan jika mengambil jalan menikah di saat masih kuliah. Yang pertama harus disadari adalah bahwa hidup berkeluarga adalah berbeda dengan hidup sendirian. Tidak pantas jika orang yang sudah menikah tetap bebas, lepas, menelantarkan keluarganya sebagaimana dulu bisa ia lakukan ketika masih lajang. Orang yang menikah sambil kuliah juga harus pandai-pandai mengatur waktu antara tanggung jawabnya dalam keluarga dan dalam belajar. Selain waktu, manajemen pemikiran juga solid, karena begitu menikah masalah-masalah dulu yang belum ada mendadak bermunculan secara serentak. Bagaimana memahami pasangan hidup baru, bagaimana jika hamil dan melahirkan, bagaimana mendidik anak, bagaimana mencari rumah -nebeng mertua atau cari kontrakan-, bagaimana bersikap kepada mertua, tetangga dan lain-lain, apalagi masih harus memikirkan pelajaran.</p>
<p>Pusing….? Semoga tidak. Sebenarnya menikah sambil kuliah bisa disiapkan sejak hari ini, bahkan juga sudah sejak SD. Modal awalnya adalah manajemen diri sendiri. Ketika seorang sudah sejak dahulu berlatih untuk hidup mandiri, akan mudah baginya untuk hidup berkeluarga. Misalnya saja sudah sejak SD bisa mencuci pakaian dan piring sendiri, mengatur waktu belajar, berorganisasi, dan bermain, mengatur keuangan sendiri, dan sebagainya. Kesiapan juga bisa diraih jika seseorang biasa menghadapi dan memecahkan problem hidupnya. Karena itu perlu organisasi dan bersaudara dengan orang lain, saling mengenal, memahami orang lain dan membantu kesulitannya.</p>
<p><strong>3. Belum Cocok</strong></p>
<p>Mungkin pula sudah lulus, sudah kerja, sudah berusaha cari calon pasangan tapi merasa belum menemukan pasangan yang cocok, sehingga belum jadi menikah pula, padahal sudah hampir tidak tahan ! Ini juga merupakan masalah yang bisa datang dari kedua belah pihak, baik pihak pemuda maupun pemudi. Kecocokan memang diperlukan. yang jadi ertimbangan dasar dan awal tetntu saja faktor agama, yaitu aqidah dan akhlaknya. Allah berfirman, yang artinya :</p>
<p>“Mereka (perrempuan-perempuan mukmin) tidak halal bagi laki-laki kafir. Dan laki-laki kafir pun tidak halal bagi mereka.” (Al-Mumtahanah : 10)</p>
<p>Rasulullah juga bersabda, “Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya, karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan memilih agamanya maka taribat yadaaka (kembali kepada fitrah atau beruntung).” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain)</p>
<p>Keadaan yang lain adalah nomor dua setelah pertimbangan agama. Namun kebanyakan di sinilah ketidakcocokannya. Sudah dapat yang agamanya bagus tapi kok nggak cocok pekerjaannya, nggak cocok latar belakang pendidikannya, nggak cocok hobinya, warna matanya kok begitu, pakai kacamata, kok hidungnya…dan lain-lain.</p>
<p>Kalau mau mencari kekurangan tiap orang pasti punya kekurangan karena tidak ada manusia yang diciptakan secara sempurna. Sudah cantik, kaya, keturunan bangsawan, pandai, rajin, keibuan, penyayang, tidak pernah berbuat salah.</p>
<p>Ketika seorang pemuda atau pemudi sudah mau menikah, memang seharusnya cari tahu dulu tentang calon pasangan hidupnya ke sahabatnya, saudaranya atau ustadznya, atau yang lainnya, baik kelebihan maupu kekurangannya. Jika sudah tahu, tanyakan pada diri sendiri, apakah bisa menerima dan memaklumi kekurangan serta kelebihan si dia. Rasulullah bersabda, yang artinya,</p>
<p>“Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin perempuan. Bila dia membencinya dari satu sisi, tapi akan menyayang dari sisi lain.” (HR.Muslim)</p>
<p>Jadi, jangan hanya melihat kekurangannya saja, tapi juga perlu melihat kelebihannya. Ketika kekurangan sudah bisa diterima, kelebihan akan lebih bisa menimbulkan perasaan suka. Karea itu, jangan sampai sulit nikah karena dibikin sendiri.</p>
<p><img class="alignnone" title="menikah" src="http://mandacutie.files.wordpress.com/2008/01/rings1.jpg?w=606&#038;h=454" alt="" width="606" height="454" /></p>
<p><strong>4. Belum Mantap</strong></p>
<p>Masalah satu ini juga bisa terjadi pada tiap orang pihak pemuda, pihak pemudi, baik yang sudah kerja atau yang belum, baik sudah lulus atau belum. Pertama kali, perlu diselidiki belum mantapnya itu karena apa, karena tak sedikit yang beralasan belum mantap, ketika ditelusuri larinya juga menuju ketiga masalah ‘belum’ di atas.</p>
<p>Namun ada juga yang belum mantap karena memang merasa persiapan dirinya kurang baik ilmu tentang pernikahan, keluarga, dan pernik-pernik di sekitarnya. Orang seperti ini malah tidak memusingkan masalah ketiga ‘belum’ di atas, karena memang dia merasa belum siap dan belum mampu.</p>
<p>Solusinya tidak lain adalah mementapkan dan mempersiapkan diri. Hal ini bisa ditempuh lewat menuntut ilmu tentang pernikahan, dan keluarga, baik dengan menghadiri pengajian, yang membahas masalah tersebut atau dengan membaca buku-buku mengenainya. Penting pula untuk menimba pengalaman kepada orang yang sudah menikah, karena kadang-kadang buku-buku dan ceramah ilmiah dan formal tidak membahas masalah praktis yang detail yang diperlukan agar siap menikah.</p>
<p><strong>SUMBER</strong> : <a href="http://www.dudung.net/">http://www.dudung.net</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[surat terbuka untuk ikhwan fillah (terkait dgn kecantikan)]]></title>
<link>http://sukadukakehidupan.wordpress.com/2009/11/29/surat-terbuka-untuk-ikhwan-fillah-terkait-dgn-kecantikan/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:46:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>sukadukakehidupan</dc:creator>
<guid>http://sukadukakehidupan.wordpress.com/2009/11/29/surat-terbuka-untuk-ikhwan-fillah-terkait-dgn-kecantikan/</guid>
<description><![CDATA[Cerpen : surat terbuka untuk ikhwan fillah (terkait dgn kecantikan) bismillahirrahmanirrahim… Malam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Cerpen : surat terbuka untuk ikhwan fillah (terkait dgn kecantikan) bismillahirrahmanirrahim… Malam ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kutunggu pinanganmu]]></title>
<link>http://sukadukakehidupan.wordpress.com/2009/11/29/kutunggu-pinanganmu/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:28:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>sukadukakehidupan</dc:creator>
<guid>http://sukadukakehidupan.wordpress.com/2009/11/29/kutunggu-pinanganmu/</guid>
<description><![CDATA[SABAR DALAM PENANTIAN Merindukan  pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[SABAR DALAM PENANTIAN Merindukan  pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhl]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[   DOA SEORANG AKHWAT]]></title>
<link>http://sukadukakehidupan.wordpress.com/2009/11/29/doa-seorang-akhwat/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 13:50:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>sukadukakehidupan</dc:creator>
<guid>http://sukadukakehidupan.wordpress.com/2009/11/29/doa-seorang-akhwat/</guid>
<description><![CDATA[Tuhanku… Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku Seseorang yang sungguh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tuhanku… Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku Seseorang yang sungguh]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[pray....]]></title>
<link>http://celoteh4ti.wordpress.com/2009/11/28/pray/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 17:00:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>yustha tt</dc:creator>
<guid>http://celoteh4ti.wordpress.com/2009/11/28/pray/</guid>
<description><![CDATA[photobucket.com . Aku berdoa untuk seorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya, sete]]></description>
<content:encoded><![CDATA[photobucket.com . Aku berdoa untuk seorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya, sete]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perbedaan itu..]]></title>
<link>http://akusukamenulis.wordpress.com/2009/11/28/perbedaan-itu/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 06:40:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>akusukamenulis</dc:creator>
<guid>http://akusukamenulis.wordpress.com/2009/11/28/perbedaan-itu/</guid>
<description><![CDATA[sent at 3:59 pm on thursday &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;. hvz : bc sblm km nikah, n]]></description>
<content:encoded><![CDATA[sent at 3:59 pm on thursday &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;. hvz : bc sblm km nikah, n]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ayo menikah]]></title>
<link>http://hanifkimia.wordpress.com/2009/11/27/ayo-menikah/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 08:36:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>hanifkimia</dc:creator>
<guid>http://hanifkimia.wordpress.com/2009/11/27/ayo-menikah/</guid>
<description><![CDATA[telah diciptakan dua insan yang hidup di duniatakdir allah yang menyatukan jodoh manusiaingatkan hat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[telah diciptakan dua insan yang hidup di duniatakdir allah yang menyatukan jodoh manusiaingatkan hat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapakah yang Ukhti Pilih?]]></title>
<link>http://ukhtiyfillah.wordpress.com/2009/11/27/siapakah-yang-ukhti-pilih/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 07:08:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>نداء</dc:creator>
<guid>http://ukhtiyfillah.wordpress.com/2009/11/27/siapakah-yang-ukhti-pilih/</guid>
<description><![CDATA[Penyusun: Ummu Muhammad (Bulletin Zuhairoh) Muroja’ah: Ust. Aris Munandar Menikah, satu kata ini aka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Penyusun: Ummu Muhammad (Bulletin Zuhairoh)<br />
Muroja’ah: Ust. Aris Munandar</p>
<p><a href="http://ukhtiyfillah.wordpress.com/files/2009/11/elegant-wedding_1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-250" title="elegant wedding_1" src="http://ukhtiyfillah.wordpress.com/files/2009/11/elegant-wedding_1.jpg?w=283" alt="" width="198" height="210" /></a>Menikah, satu kata ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi pemuda ataupun pemudi yang sudah mencapai usia remaja. Remaja yang sudah mulai memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, akan memperhatikan pasangan yang diimpikan menjadi pasangan hidupnya. Sejenak waktu, hatinya akan merenda mimpi, membayangkan masa depan yang indah bersamanya.<br />
Saudariku muslimah yang dirahmati Allah, tentu kita semua menginginkan <a title="muslimah.or.id" href="http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/siapakah-yang-ukhti-pilih.html" target="_self">pasangan hidup</a> yang dapat menjadi teman dalam suka dan duka, bersama dengannya membangun rumah tangga yang bahagia, sampai menapaki usia senja, bahkan menjadi pasangan di akhirat kelak. Tentu kita tidak ingin bahtera tumah tangga yang sudah terlanjur kita arungi bersama laki-laki yang menjadi pilihan kita kandas di tengah perjalanan, karena tentu ini akan sangat menyakitkan, menimbulkan luka mendalam yang mungkin sangat sulit disembuhkan, baik luka bagi kita maupun bagi buah hati yang mungkin sudah ada. Lagipula, kita mengetahui bahwa Allah Ta’ala, Robb sekaligus Illah kita satu-satunya sangat membenci perceraian, meskipun hal itu diperbolehkan jika memang keduanya merasa berat. <em>“Mencegah lebih baik daripada mengobati.”</em> Itulah slogan yang biasa dipakai untuk masalah kesehatan. Dan untuk masalah kita ini, yang tentunya jauh lebih urgen dari masalah kesehatan tentu lebih layak bagi kita untuk memakai slogan ini, agar kita tidak menyesal di tengah jalan.</p>
<p>Saudariku muslimah, sekarang banyak kita jumpai fenomena yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan hati. Banyak dari saudari-saudari kita yang terpesona dengan kehidupan dunia, sehingga timbul predikat ‘cewek matre’, yaitu bagi mereka yang menyukai laki-laki karena uangnya. Ada juga diantara saudari kita yang memilih laki-laki hanya karena fisiknya saja. Ada juga diantara mereka yang menyukai laki-laki hanya karena kepintarannya saja, padahal belum tentu kepintarannya itu akan menyelamatkannya, mungkin justru wanita itu yang akan dibodohi.</p>
<p>Sebenarnya tidak mengapa kita menetapkan kriteria – kriteria tersebut untuk calon pasangan kita, namun janganlah hal tersebut dijadikan tujuan utama, karena kriteria-kriteria itu hanya terbatas pada hal yang bersifat duniawi, sesuatu yang tidak kekal dan suatu saat akan menghilang. Lalu bagaimana solusinya ? Saudariku, sebagai seorang muslim, standar yang harus kita jadikan patokan adalah sesuatu yang sesuai dengan ketentuan syariat. Karena hanya dengan itu kebahagian hakiki akan tercapai, bukan hanya kebahagian dunia saja yang akan kita dapatkan, tapi kebahagiaan akhirat yang kekal pun akan kita nikmati jika kita mempunyai pasangan yang bisa diajak bekerjasama dalam ketaatan kepada Allah.</p>
<p>Diantara kriteria-kriteria yang hendaknya kita utamakan antara lain: <!--more--></p>
<p>1. Memilih calon suami yang mempunyai agama dan akhlak yang baik, dengan hal tersebut ia diharapkan dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, mendidik anak, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga kehormatan keluarga.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Jika datang melamar kepadamu orang yang engkau ridho agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dengannya, jika kamu tidak menerimanya, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas.”</em> (HR. Tirmidzi, hasan)</p>
<p>Seorang laki-laki bertanya kepada Hasan bin ‘Ali, <em>“Saya punya seorang putri, siapakah kiranya yang patut jadi suaminya ?”</em> Hasan bin ‘Ali menjawab, <em>“Seorang laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, sebab jika ia senang ia akan menghormatinya, dan jika ia sedang marah, ia tidak suka zalim kepadanya.”</em></p>
<p>2. Memilih calon suami yang bukan dari golongan orang fasiq, yaitu orang yang rusak agama dan akhlaknya, suka berbuat dosa, dan lain-lain.</p>
<p><em>“Siapa saja menikahkan wanita yang di bawah kekuasaanya dengan laki-laki fasiq, berarti memutuskan tali keluarga.”</em> (HR. Ibnu Hibban, dalam Adh-Dhu’afa’ &#38; Ibnu Adi)</p>
<p>Ibnu Taimiyah berkata, <em>“Laki-laki itu selalu berbuat dosa, tidak patut dijadikan suami. Sebagaimana dikatakan oleh salah seorang salaf.”</em> (<em>Majmu’ Fatawa</em> 8/242)</p>
<p>3. Laki-laki yang bergaul dengan orang-orang sholeh.</p>
<p>4. Laki-laki yang rajin bekerja dan berusaha, optimis, serta tidak suka mengobral janji dan berandai-andai.</p>
<p>5. Laki-laki yang menghormati orang tua kita.</p>
<p>6. Laki-laki yang sehat jasmani dan rohani.</p>
<p>7. Mau berusaha untuk menjadi suami yang ideal, diantaranya: Melapangkan nafkah istri dengan tidak bakhil dan tidak berlebih-lebihan; memperlakukan istri dengan baik, mesra, dan lemah lembut; bersendau gurau dengan istri tanpa berlebih-lebihan; memaafkan kekurangan istri dan berterima kasih atas kelebihannya; meringankan pekerjaan istri dalam tugas-tugas rumah tangga; tidak menyiarkan rahasia suami istri; memberi peringatan dan bimbingan yang baik jika istri lalai dari kewajibannya; memerintahkan istri memakai busana muslimah ketika keluar; menemani istri bepergian; tidak membawa istri ke tempat-tempat maksiat; menjaga istri dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah kepadanya; memuliakan dan menghubungkan silaturahim kepada orang tua dan keluarga istri; memanggil istri dengan panggilan kesukaannya; dan yang terpenting bekerjasama dengan istri dalam taat kepada Allah Ta’ala.</p>
<p>Satu hal yang perlu kita ingat saudariku, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Jangan pernah membayangkan bahwa laki-laki yang sholeh itu tidak punya cacat &#38; kekurangan. Tapi, satu hal yang tidak boleh kita tinggalkan adalah ikhtiar dengan mencari yang terbaik untuk kita, serta bertawakal kepada Allah dengan diiringi do’a.</p>
<p><strong>Maroji’:</strong><br />
<em>Ensiklopedi Wanita Muslimah</em>. Haya bintu Mubaroh Al-Barik.</p>
<p>***</p>
<p>Artikel <a href="http://muslimah.or.id" target="_blank">www.muslimah.or.id</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perempuan Nikahi Pacarnya Yang Sudah Mati]]></title>
<link>http://skalaonline.wordpress.com/2009/11/26/perempuan-nikahi-pacarnya-yang-sudah-mati/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 09:10:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>schavel</dc:creator>
<guid>http://skalaonline.wordpress.com/2009/11/26/perempuan-nikahi-pacarnya-yang-sudah-mati/</guid>
<description><![CDATA[Kematian ternyata tidak menyurutkan niat seorang perempuan untuk menikahi lelaki yang dicintainya. M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kematian ternyata tidak menyurutkan niat seorang perempuan untuk menikahi lelaki yang dicintainya. M]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Download Audio: Tanya Jawab Seputar Nazhor (Melihat Calon Istri/ Suami) [Ust. Abdul Barr]]]></title>
<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/25/download-audio-tanya-jawab-seputar-nazhor-melihat-calon-istri-suami-ust-abdul-barr/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:38:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
<guid>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/25/download-audio-tanya-jawab-seputar-nazhor-melihat-calon-istri-suami-ust-abdul-barr/</guid>
<description><![CDATA[Alhamdulillah, saudaraku sekalian silakan download rekaman tanya jawab tentang masalah nazhor (melih]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:20bsxGv5aGs1EM:http://2.bp.blogspot.com/_5OdI5RAi-yo/STvueFG8arI/AAAAAAAAASw/RGhDdVu3SbU/s320/kaca%2Bpembesar%2B2.jpg" alt="" width="116" height="87" />Alhamdulillah, saudaraku sekalian silakan download rekaman tanya jawab tentang masalah nazhor (melihat calon istri atau suami) . Kajian ini disampaikan oleh Al Ustadz Al Fadhil Abdul Barr. Semoga rekaman kajian ini bermanfaat khususnya bagi mereka yang ingin menikah. Silakan download pada link berikut:<!--more--></p>
<blockquote><p><a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/Kitab%20Nikah/TanyaJawabNadzor_UstadzAbdulBarr.mp3">Download Tanya Jawab Seputar Nazhor</a></p></blockquote>
<p>Sumber: <em>problemamuslim.wordpress.com</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penyesalan Hati Ditinggal Nikah]]></title>
<link>http://saatulihsan.wordpress.com/2009/11/24/penyesalan-hati-ditinggal-nikah/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 12:31:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>saatulihsan</dc:creator>
<guid>http://saatulihsan.wordpress.com/2009/11/24/penyesalan-hati-ditinggal-nikah/</guid>
<description><![CDATA[Ustad, saya pernah jatuh hati pada seorang pria. Dia teman saya satu fakultas di kampus dan teman sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ustad, saya pernah jatuh hati pada seorang pria. Dia teman saya satu fakultas di kampus dan teman sa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Get Merried ^_*]]></title>
<link>http://widhoz.wordpress.com/2009/11/24/get-merried-_/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 06:35:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>widhoz</dc:creator>
<guid>http://widhoz.wordpress.com/2009/11/24/get-merried-_/</guid>
<description><![CDATA[Finally&#8230; &#8220;ya, kita menikah&#8221;&#8230;&#8230;&#8230;.. Perjalanan sangat panjang hingg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Finally&#8230; &#8220;ya, kita menikah&#8221;&#8230;&#8230;&#8230;.. Perjalanan sangat panjang hingg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kapan nikah?]]></title>
<link>http://blowraspberry.wordpress.com/2009/11/24/kapan-nikah/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:22:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>blowraspberry</dc:creator>
<guid>http://blowraspberry.wordpress.com/2009/11/24/kapan-nikah/</guid>
<description><![CDATA[Pertanyaan yang sangat malas aku jawab, bukan karena apa-apa. Tapi karena sebelumnya sudah aku jelas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pertanyaan yang sangat malas aku jawab, bukan karena apa-apa. Tapi karena sebelumnya sudah aku jelaskan tentang konsep pernikahan buat ku, tapi pas ketemu tetap aja nanya begitu &#8220;<em>Hey you if you dont pay attention what I said, so dont asking  me some question</em>!!&#8221;</p>
<p>Pernikahan yang aku tahu itu ada dua. Pertama nikah itu pelegalan diatas kertas dan yang kedua itu nikah adalah suatu konsep hubungan dua manusia. Buat ku pernikahan itu bukan fase atau langkah berikutnya. Contoh saat seseorang sesudah mencapai usia dengan angka yang sudah tidak tergolong muda maka orang tersebut memutuskan menikah karena merupakan langkah berikutnya yang harus diambil untuk sebuah bukti pencapaian kematangan dari umurnya. Buat ku pernikahan itu pilihan dengan konteks nikah pertama. Mau menikah atau tidak itu cuman sekedar pilihan yang kamu ambil di kehidupan. Aku tidak melihat hal itu sebagai sesuatu yang spesial melainkan hal yang lumrah saja.</p>
<p>Memang di Indonesia lingkungan sosialnya masih menuntut kita untuk memilih sebuah jalur pernikahan kalau tidak kita akan di cap sebagai pasangan kumpul kebo. walaupun kita engga sebau kebo loh haha! Tapi balik lagi apakah kamu menikah hanya sekedar tuntutan lingkungan atau tuntutan orang tua. Hey! saat kamu memutuskan untuk menikah tentu kamu sudah berusia matang, terus kenapa kamu memutuskannya karena tuntutan eksternal. <em>You are an adult</em>!  Kenapa tidak beralasan bahwa itu adalah sebuah tanggungjawab pada dirimu sendiri dan pasangan. Alasan yang sangat logis dan bijaksana. Mungkin aku cocok jadi konsultan pernikahan yaa hehe!</p>
<p>Dalam konsep kedua. Pernikahan adalah sebuah konsep hubungan dua manusia dimana dua orang tersebut saling menerima satu sama lain dengan sangat apa adanya hehe! saling bertanggungjawab satu sama lain dan saling-saling yang lain. Tapi bukan saling memiliki dalam konsep properti loh. <em>We are belong to our self, dont you know?.</em></p>
<p>Menurut ku bila kita ingin mempunyai sebuah hubungan tersebut. tidak perlu tanda tangan di atas kertas. Bila kamu benar-benar mengerti akan essensi dari hubungan tersebut, maka kamu akan mengerti apa yang aku maksud. Bila tidak ya nggak apa-apa.. Jangan dipikirin entar kamu tambah pusing hehe!</p>
<p>Beberapa tahun yang lalu seorang teman kecolongan hamil hehe! hamil koq kecolongan yaa.. Dia bertanya sama aku, apakah dia harus menikah? tapi dia tidak ingin menikah sama bapak dari anaknya? Aku bilang, bila kamu bisa dan mampu baik segi materi ataupun imateri yaa silahkan tidak usah menikah. Tidak perlu pusing soal urusan akte dan lain-lain. Karena sekarang nama Ibu sudah bisa menjadi nama kepala keluarga di aktke anak. Dan temanku tersebut membesarkan anaknya dengan seorang diri. Tidak ada sepeser perak pun berasal dari ayah si bayi.</p>
<p>Kita hidup itu dari berbagai macam pilihan saat kamu memilih jangan ada kata terpaksa diantara kalian. Menikah atau tidak sekali lagi itu hanya sekedar pilihan. Bila ingin menikah secara legal negara. Kamu haru mengetahui semua seluk beluk peraturan undang-undang pernikahan. Tidak cuma sekedar tahu pasangan hidupmu kelak seperti apa, tetapi juga harus tau peraturan akan hak dan kewajiban yang kamu dapat saat kamu tanda tangan diatas kertas. Jangan beli kucing didalam karung yaa&#8230; hehe!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://www.mydreamwedding.ca/uploads/Image/Kyla/6069.jpg" alt="" width="479" height="437" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Ketika Hati Harus Bersanding..."]]></title>
<link>http://diaajeng.wordpress.com/2009/11/23/ketika-hati-harus-bersanding/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 15:34:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>diajeng</dc:creator>
<guid>http://diaajeng.wordpress.com/2009/11/23/ketika-hati-harus-bersanding/</guid>
<description><![CDATA[Hari  senin pagi tadi , seperti biasa pagi-pagi sekali aku harus menuju ke tempat biasanya pak maman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://diaajeng.wordpress.com/files/2009/11/791018y64q4d4u14.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-638" title="791018y64q4d4u14" src="http://diaajeng.wordpress.com/files/2009/11/791018y64q4d4u14.gif" alt="" width="160" height="162" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Hari  senin pagi tadi , seperti biasa pagi-pagi sekali aku harus menuju ke tempat biasanya pak maman memarkir mobilnya.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">SDIT yang terkenal paling mahal itu  dah mulai padat dan sesekali ku lirik jam tanganku&#8230;ooops kurang 10 menit lagi aku harus cepat sampai. Kalo ngga pasti pak maman mengira aku nggak masuk. Alhamdulillah, akhirnya nyampe juga sebelum mobil biru jemputan datang.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Aku duduk dengan tenang disamping sahabatku yang nyender penuh damai di bahuku. Aku lirik wajahnya yg polos, wajah setengah baya yg umurnya sudah cukup dewasa setidaknya untuk menikah, bahkan bisa dibilang terlambat karena umurnya jauh di atasku.Setiap hari dia sering curhat tentang kehidupannya padaku, tentang pekerjaan, keluarga, dan pacar-nya yg tak kunjung melamarnya.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><a href="http://diaajeng.wordpress.com/files/2009/11/1553590n05x6xww2v.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-639" title="1553590n05x6xww2v" src="http://diaajeng.wordpress.com/files/2009/11/1553590n05x6xww2v.gif" alt="" width="335" height="400" /></a><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">“Ya Alloh, semoga engkau segerakan dia menikah”</span> <span style="color:#008000;">doa itu yang selalu aku panjatkan untuk sahabatku ini seusai  setiap kali sholat. Aku ingin sekali melihatnya duduk dipelaminan dengan orang yg di cintai-nya.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Aku menghela nafas panjang, ku alihkan pandangan ke temen2 jemputan yg lain. Rupanya mereka semua telah memasang headset untuk mendengarkan MP3 dari ponselnya masing2. Perlahan aku dan sahabatkupun dah terlibat percakapan curhat seperti biasanya. Aku bertanya setengah berbisik</span><span style="color:#ff00ff;">,” kenapa sih mba selalu menunda perkawinan”.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Dia tersenyum dan menjawab</span>,<span style="color:#ff00ff;">”Aku takut diajeng, aku masih ragu apa mas nanda memang laki-laki yg pas buatku. Memang sih sekarang dia baik, tapi aku takut seteleh menikah wataknya berubah.”</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Astaghfirullah, ternyata dia menakutkan kejadian yang belum tentu terjadi. Kalo seperti ini terus, kapan dia akan menikah. Akupun tersenyum lembut, aku pegang tangannya</span>,<span style="color:#ff00ff;">” mba&#8230;mba ingat nggak surat An Nuur : 26 yang menyatakan bahwa</span><em><span style="color:#ff00ff;">,</span> <span style="color:#0000ff;">“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;">“Jadi mba tidak perlu khawatir, karena mba begitu baik, mba pasti akan mendapatkan laki-laki yg baik seperti mas nanda itu”.</span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://diaajeng.wordpress.com/files/2009/11/1853836ialpr6khcm1.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-648" title="1853836ialpr6khcm" src="http://diaajeng.wordpress.com/files/2009/11/1853836ialpr6khcm1.gif" alt="" width="269" height="309" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Dia membetulkan jilbabnya, pandangannya jauh keluar jendela mobil jemputan, badannya masih saja menyender di bahuku.aku melihat masih ada kerguan di matanya yg bening</span>.<span style="color:#ff00ff;"> “ mba, apalagi si yang di risaukan iiiih?”</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Dia menengok ke arahku dan berkata,</span><span style="color:#ff00ff;">” aku dan mas nanda belum mapan diajeng, kami belum punya rumah. Kalo kami menikah, nanti gimana kehidupan kami selanjutnya?</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Aku tertawa lirih, inilah yg ditakutkan sebagian pasangan kalo hendak menikah. Ada saja alasannya, yang belum mapan lah..belum punya pekerjaan tetap, takut tidak bisa menghidupi istri-lah..padahal Alloh SWT maha adil. Asalkan kita mau berusaha, maka Alloh akan menambahkan rizky kepada kita semua</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Sering sekali kita melihat kehidupan masyarakat, banyak sekali yg miskin tidak mempunyai apa-apa ketika menikah, dan kemudian Alloh memberinya rizky yang melimpah dan mencukupkan semua kebutuhannya,  Allohu akbar, Alloh memang maha Besar.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><em>“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Ayat tersebut adalah jawaban buat  mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Tentunya Alloh akan menambahkan rizky kepada kita yg mau berusaha dan berdoa. Kita hanyalah hamba Alloh, kepada siapa lagi kita memohon kalo tidak kepada-NYA</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><em>”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Tidak ada hal yg sulit jika kita mau berusaha, karena sebesar apapun usaha kita, maka akan di hargai dengan harga yg pantas oleh Alloh SWT.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><em>“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;">“Makannya mba ga boleh ragu lagi ya, segeralah menikah aku tunggu undangannya bulan ini ya mb</span><span style="color:#ff00ff;">a”</span> <span style="color:#008000;">sahabatku tersenyum dan menggenggam erat tanganku. Di wajahnya ada binar-binar harapan yang sangat jelas ku lihat</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">“Ya Alloh, semoga engkau mengabulkan segala doaku untuk sahabatku ini”</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Amin Ya Rabb  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><a href="http://diaajeng.wordpress.com/files/2009/11/2191739ecjm0yyzza.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-641" title="2191739ecjm0yyzza" src="http://diaajeng.wordpress.com/files/2009/11/2191739ecjm0yyzza.jpg" alt="" width="359" height="357" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><a href="http://diaajeng.wordpress.com/files/2009/11/mawarmerah1.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-642" title="mawarmerah" src="http://diaajeng.wordpress.com/files/2009/11/mawarmerah1.gif" alt="" width="91" height="131" /></a><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KELUARGA SAKINAH]]></title>
<link>http://rekapuspa.wordpress.com/2009/11/23/keluarga-sakinah/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:08:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Puspa Reka</dc:creator>
<guid>http://rekapuspa.wordpress.com/2009/11/23/keluarga-sakinah/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Azhari baitijannati – Awal mula kehidupan seseorang berumah tangga adalah dimulai dengan ijab ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Azhari baitijannati – Awal mula kehidupan seseorang berumah tangga adalah dimulai dengan ijab ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lateks]]></title>
<link>http://rekapuspa.wordpress.com/2009/11/23/lateks/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 04:23:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Puspa Reka</dc:creator>
<guid>http://rekapuspa.wordpress.com/2009/11/23/lateks/</guid>
<description><![CDATA[Bingung milih kasur, yup awal pernikahan ku dan suami kesulitan memutuskan memilih kasur. Berbagai m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bingung milih kasur, yup awal pernikahan ku dan suami kesulitan memutuskan memilih kasur. Berbagai m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yang Dianggap Mahrom Padahal Bukan Dan Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan]]></title>
<link>http://ummuabdirrahman.wordpress.com/2009/11/22/yang-dianggap-mahrom-padahal-bukan-dan-hal-hal-yang-tidak-boleh-dilakukan/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 04:42:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ummu Abdirrahman</dc:creator>
<guid>http://ummuabdirrahman.wordpress.com/2009/11/22/yang-dianggap-mahrom-padahal-bukan-dan-hal-hal-yang-tidak-boleh-dilakukan/</guid>
<description><![CDATA[Yang Dianggap Mahrom Padahal Bukan Dan Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Ahmad Sabiq bin Abdul Lati]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Yang Dianggap Mahrom Padahal Bukan Dan Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Ahmad Sabiq bin Abdul Lati]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perjajian Sebelum Nikah? Perlukah ?]]></title>
<link>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/20/perjajian-sebelum-nikah-perlukah/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 09:36:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>jasadh</dc:creator>
<guid>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/20/perjajian-sebelum-nikah-perlukah/</guid>
<description><![CDATA[Ada 4 jenis perjanjian yang bisa dibuat ketika Anda berencana menikah dengan pasangan. Perjanjian in]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="border:0 none;" src="http://www.fotosyur.net/images/tk662mga1ncg6dv66p.jpg" border="0" alt="" />Ada 4 jenis <span style="color:#3366ff;">perjanjian</span> yang bisa dibuat ketika Anda berencana <span style="color:#ff00ff;">menikah</span> dengan <a href="../" target="_blank">pasangan</a>. Perjanjian ini sebaiknya memang disepakati sebelum Anda <span style="color:#ff00ff;">menikah</span>, karena bila Anda menunggu setelah <span style="color:#ff00ff;">menikah</span> dan terjadi konflik antara Anda dan <a href="http://jasadh.wordpress.com/" target="_blank"><span style="color:#0000ff;">pasangan</span></a>, bisa jadi akan lebih sulit untuk mencari jalan keluarnya. <!--more--><br />
<strong><em></em></strong><br />
Lebih baik melakukan pencegahan sebelum terjadi musibah, bukan? Nah, ini dia yang perlu Anda diskusikan dengan <a href="../" target="_blank">pasangan</a>. Tentu saja, tidak menutup kemungkinan bila Anda dan <a href="../" target="_blank">pasangan</a> memiliki perjanjian lain di luar yang disebutkan di bawah ini.</p>
<p><strong><span style="color:#ff00ff;">Siapa yang mengelola keuangan? </span></strong><br />
Jika Anda memasuki suatu hubungan perkawinan dengan pengelolaan uang yang kacau, tak lama lagi Anda akan menghadapi argumentasi yang terus-menerus dengan pasangan. Topiknya, &#8220;Kamu beli apa lagi?&#8221; atau &#8220;Kamu investasi berapa di situ?&#8221;. Selanjutnya, Anda akan terus bertengkar mengenai siapa yang bersalah sehingga Anda tidak dapat membayar tagihan-tagihan atau menabung.</p>
<p>Taffy Wagner, pakar finansial dan CEO of MoneyTalkMatters.com, menyarankan agar pasangan berbicara jujur mengenai kondisi keuangan sejak awal. “Tanyakan satu sama lain: bagaimana Anda mengelola keuangan ketika Anda masih lajang? Apa kesalahan-kesalahan yang pernah Anda buat, dan apa langkah-langkah Anda yang tepat?&#8221; Kemudian, tentukan siapa yang akan menjadi &#8220;bendahara&#8221; utamanya. Sebagai bendahara rumah tangga, Anda tak bisa mengambil langkah diam-diam. Selalu libatkan pasangan dalam langkah-langkah yang akan Anda ambil.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>Agama apa yang akan dianut?</strong></span><br />
Pertanyaan ini penting untuk pasangan yang berbeda keyakinan. Sungguh tidak mudah membahas masalah ini, karena menyangkut iman seseorang kepada Yang di Atas, bukan? Perbedaan itu mungkin tidak begitu penting di antara Anda dan pasangan, namun belum tentu tidak penting untuk keluarga besar masing-masing. Kemudian, bagaimana kelak bila memiliki anak? Apakah Anda akan mendidik anak sesuai keyakinan Anda, atau keyakinan suami?</p>
<p>Yang perlu Anda ingat, tidak ada agama yang mengajarkan kita untuk memaksakan orang lain mengikuti agama kita. Bila salah satu memutuskan untuk mengubah keyakinannya, pastikan bahwa hal itu merupakan keinginan dan keputusannya sendiri. Bila si dia, misalnya, adalah pria yang menganut ajarannya dengan taat dan hal ini tercermin dalam perilakunya sehari-hari, untuk apa memintanya mengikuti keyakinan kita?</p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>Kapan kita akan memiliki anak? </strong></span><br />
Di Indonesia sudah mulai ada pasangan yang sepakat untuk tidak memiliki anak. Boleh saja jika keputusan ini disepakati kedua belah pihak. Namun bila Anda dan pasangan berencana mempunyai anak pun, tetap harus didiskusikan kapan rencana ini akan dilaksanakan. Anda mungkin tak akan tahu bahwa pasangan ternyata belum siap. Menurut Susan Piver, penulis The Hard Questions: 100 Essential Questions to Ask Before You Say “I Do”, ternyata banyak pasangan yang tak mendiskusikan hal ini. “Mereka baru mengetahui belakangan, entah salah satu tidak ingin memiliki anak, atau tidak mempunyai rencana waktu yang sama.&#8221;</p>
<p>Topik mengenai anak bukanlah sesuatu yang mudah disampaikan. Karena itu Piver menyarankan agar pasangan membicarakannya ketika sedang santai dan siap berdialog. Bila menyangkut kapan akan hamil, mintalah alasan pasangan mengapa masih ingin menunda kehamilan, atau mengapa ingin segera melaksanakannya. Pastikan bahwa tujuan dialog ini untuk menyampaikan pandangan Anda, bukan memenangkan argumentasi.<br />
<strong><br />
<span style="color:#0000ff;">Kehidupan seks seperti apa yang Anda inginkan?</span></strong><br />
Seks adalah hal yang penting dalam perkawinan, meskipun bukan yang terpenting. Suami mungkin tak akan protes bila Anda selalu mengeluh kelelahan atau tidak mood, namun, Anda tak akan tahu bagaimana reaksinya dengan penolakan tersebut. Sejak awal perkawinan, Anda harus membicarakan hal ini dengan suami. Bila salah satu dari Anda mempunyai harapan yang berbeda dalam masalah seks, apa yang harus dilakukan.</p>
<p>Untuk mengangkat masalah ini, Anda bisa mulai dari hal yang paling sederhana. Pentingkah untuk selalu bersikap mesra dengan pasangan? Setelah itu, berikan usul seperti, &#8220;Kita harus gandengan tangan terus meskipun anak-anak kita sudah besar-besar.&#8221; Atau, cium suami setiap kali ia akan berangkat ke kantor. Jangan lupa, cinta itu harus selalu dirawat agar tetap tumbuh segar.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#c0c0c0;">dari berbagai sumber</span></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Rasul Mengharamkan yang Halal [3]]]></title>
<link>http://rickyfirman.wordpress.com/2009/11/19/ketika-rasul-mengharamkan-yang-halal-3/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 11:53:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riccy Firmansyah</dc:creator>
<guid>http://rickyfirman.wordpress.com/2009/11/19/ketika-rasul-mengharamkan-yang-halal-3/</guid>
<description><![CDATA[[Sebelumnya] &#8230; ESENSI AYAT PENGHARAMAN Meskipun kisah di surat ini adalah tentang hubungan sua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[Sebelumnya] &#8230; ESENSI AYAT PENGHARAMAN Meskipun kisah di surat ini adalah tentang hubungan sua]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Rasul Mengharamkan yang Halal [2]]]></title>
<link>http://rickyfirman.wordpress.com/2009/11/19/ketika-rasul-mengharamkan-yang-halal-2/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 11:35:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riccy Firmansyah</dc:creator>
<guid>http://rickyfirman.wordpress.com/2009/11/19/ketika-rasul-mengharamkan-yang-halal-2/</guid>
<description><![CDATA[[Sebelumnya] &#8230; TENTANG CINTA Rasa cinta itu adalah satu hal yang suci. Dan setinggi-tinggi kec]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[Sebelumnya] &#8230; TENTANG CINTA Rasa cinta itu adalah satu hal yang suci. Dan setinggi-tinggi kec]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Rasul Mengharamkan yang Halal [1]]]></title>
<link>http://rickyfirman.wordpress.com/2009/11/19/ketika-rasul-mengharamkan-yang-halal-1/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 09:32:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riccy Firmansyah</dc:creator>
<guid>http://rickyfirman.wordpress.com/2009/11/19/ketika-rasul-mengharamkan-yang-halal-1/</guid>
<description><![CDATA[Judul di atas tidak mengada-ada. Dan saya tidak bermaksud mencari sensasi. Peristiwa ini betul-betul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Judul di atas tidak mengada-ada. Dan saya tidak bermaksud mencari sensasi. Peristiwa ini betul-betul]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apakah Sah Akad Nikah Ketika Sedang Haid?]]></title>
<link>http://kautsarku.wordpress.com/2009/11/19/apakah-sah-akad-nikah-ketika-sedang-haid/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 08:25:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>abukautsar</dc:creator>
<guid>http://kautsarku.wordpress.com/2009/11/19/apakah-sah-akad-nikah-ketika-sedang-haid/</guid>
<description><![CDATA[Tanya: Apakah sah akad nikah yang dilakukan ketika si mempelai wanita sedang haid? Dijawab oleh Fadh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#0000ff;"><strong>Tanya: </strong></span></p>
<p><em>Apakah sah akad nikah yang dilakukan ketika si mempelai wanita sedang haid?</em></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Dijawab oleh</strong></span> <span style="color:#0000ff;"><strong>Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullahu</strong></span> :</p>
<p><!--more-->“<em>Akad nikah wanita yang sedang haid adalah sah, tidak mengapa</em>. Karena hukum asal dalam akad adalah halal dan sah kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Sementara tidak ada dalil yang menyatakan haramnya akad nikah saat si wanita haid. Perlu diketahui adanya perbedaan antara akad nikah dengan talak. Talak tidak boleh dijatuhkan ketika istri sedang haid, bahkan haram hukumnya. Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam marah ketika sampai berita kepada beliau bahwa Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma mentalak istrinya yang sedang haid, dan beliau perintahkan Abdullah untuk rujuk kepada istrinya dan membiarkannya tetap berstatus sebagai istri sampai suci dari haid, kemudian haid kembali, kemudian suci dari haid. Setelah itu terserah Abdullah, apakah ingin tetap mempertahankan istrinya atau ingin mentalaknya. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:</p>
<p><strong>يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ وَاتَّقُوا اللهَ رَبَّكُمْ</strong></p>
<p>“<em>Wahai Nabi, apabila kalian mentalak istri-istri kalian maka hendaklah kalian mentalak mereka pada waktu mereka dapat menghadapi ‘iddahnya yang wajar dan hitunglah waktu ‘iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Rabb kalian</em>….” (At-Thalaq: 1)</p>
<p>Dengan demikian tidak halal bagi seorang suami mentalak istrinya dalam keadaan haid dan tidak boleh pula mentalaknya di waktu suci namun ia telah menggauli istrinya dalam masa suci tersebut, kecuali bila istrinya jelas hamil. Bila jelas hamilnya, ia boleh mentalak istrinya kapan saja dalam masa kehamilan tersebut.”</p>
<p>Syaikh mengakhiri fatwa beliau dengan menyatakan, “<em>Bila telah jelas bahwa akad nikah yang dilangsungkan dalam keadaan si wanita haid adalah akad yang boleh dan sah, namun aku memandang hendaknya si mempelai lelaki tidak masuk kepada mempelai wanita (seperti tidur bersamanya, pent.) hingga si mempelai wanita suci dari haidnya. Karena kalau masuk sebelum istrinya suci dikhawatirkan ia akan jatuh ke dalam perkara terlarang saat seorang wanita sedang haid (yaitu jima’), sementara terkadang ia tidak dapat menahan dan menguasai dirinya, terlebih lagi bila masih muda. Hendaklah ia menunggu hingga istrinya suci. Setelah itu baru masuk ke istrinya dalam keadaan tidak ada penghalangnya untuk istimta’ (bersenang-senang) dengan istrinya pada kemaluannya. Wallahu a’lam</em>.”</p>
<p>(Fatawa Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-’Utsaimin, 2/767, sebagaimana dinukil dalam Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, 2/712-713)</p>
<p>Dikutip dari Darussalaf.or.id offline dinukil dari Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin rahimahullah Judul: Akad Nikah Ketika Sedang Haid</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[happiness...]]></title>
<link>http://celoteh4ti.wordpress.com/2009/11/18/happiness/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 13:12:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>yustha tt</dc:creator>
<guid>http://celoteh4ti.wordpress.com/2009/11/18/happiness/</guid>
<description><![CDATA[&#8230; Gambar di atas dikirim oleh seorang teman ke email saya, bersamaan dengan gambar-gambar lain]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8230; Gambar di atas dikirim oleh seorang teman ke email saya, bersamaan dengan gambar-gambar lain]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menikah – Solusi Problematika Kaum Muda]]></title>
<link>http://alqiyamah.wordpress.com/2009/11/17/menikah-%e2%80%93-solusi-problematika-kaum-muda/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 17:36:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>ibnu salim</dc:creator>
<guid>http://alqiyamah.wordpress.com/2009/11/17/menikah-%e2%80%93-solusi-problematika-kaum-muda/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Ustadz Abu Abdirrohman Dari ‘Alqomah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,”Saya berjalan bersama ‘A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh : Ustadz Abu Abdirrohman Dari ‘Alqomah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,”Saya berjalan bersama ‘A]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
