<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>metode &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/metode/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "metode"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 15:28:22 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Metode Penelitian: Naratif]]></title>
<link>http://rezaantonius.wordpress.com/2009/11/28/metode-penelitian-naratif/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 00:50:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>rezaantonius</dc:creator>
<guid>http://rezaantonius.wordpress.com/2009/11/28/metode-penelitian-naratif/</guid>
<description><![CDATA[Metode Naratif di dalam Ilmu-ilmu Sosial Reza A.A Wattimena Pada bab sebelumnya saya sudah mencoba m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="alignnone" title="Narrative" src="http://www.imageandnarrative.be/illustrations/_img/umbertoboccioni.jpg" alt="" width="455" height="449" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Metode Naratif di dalam Ilmu-ilmu Sosial</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Reza A.A Wattimena</strong></p>
<p>Pada bab sebelumnya saya sudah mencoba menjelaskan secara garis besar teori dekonstruksi di dalam pemikiran Jacques Derrida. Inti dari dekonstruksi (kita andaikan demi keperluan pembelajaran, bahwa dekonstruksi memiliki inti, walaupun Derrida pasti akan menolak konsep ‘inti’) adalah dorongan untuk memahami dan mengubah teks, baik teks sebagai literatur ataupun sebagai realitas itu sendiri. Dan seperti yang telah saya tegaskan di dalam bab sebelumnya dengan mengacu pada tafsiran Royle, dekonstruksi adalah suatu gempa tekstual (<em>textual earthquake</em>). Dekonstruksi mau menemukan kontradiksi (ketidaksesuaian) di dalam bagian-bagian teks yang tidak terlihat terlalu penting, lalu menyebarkan kontradiksi itu ke seluruh teks.</p>
<p>Pada bab ini saya mau memperluas tema ke metode penelitian ilmu-ilmu sosial, terutama metode naratif, yang walaupun berada di level ilmu-ilmu sosial, namun, pada hemat saya, memiliki dimensi filosofis yang cukup dalam. Hal ini saya pandang penting, karena filsuf juga perlu mempelajari metode pendekatan realitas di dalam ilmu-ilmu sosial, sama seperti para ilmuwan sosial (dan ilmuwan alam) perlu mempelajari filsafat sebagai dasar bagi ilmu mereka. Diskusi timbal balik antara filsafat dan sains bisa memperkaya keduanya.[1] Pada bab ini saya mengacu pada pemaparan Leonard Webster dan Patricie Metrova di dalam buku mereka yang berjudul <em>Using Narrative Inquiry as a Research Method</em>.[2]</p>
<p>Menurut Webster dan Metrova (selanjutnya saya singkat menjadi WM), narasi (<em>narrative</em>) adalah suatu metode penelitian di dalam ilmu-ilmu sosial. Inti dari metode ini adalah kemampuannya untuk memahami identitas dan pandangan dunia seseorang dengan mengacu pada cerita-cerita (narasi) yang ia  dengarkan ataupun tuturkan di dalam aktivitasnya sehari-hari (baik dalam bentuk gosip, berita, fakta, analisis, dan sebagainya, karena semua itu dapat disebut sebagai ‘cerita’). Fokus penelitian dari metode ini adalah <em>cerita-cerita yang didengarkan</em> di dalam pengalaman kehidupan manusia sehari-hari. Di dalam cerita/narasi, kompleksitas kultural kehidupan masyarakat dapat ditangkap dan dituturkan di dalam bahasa. Dalam arti ini cerita bukan hanya menjadi cerita saja, melainkan menjadi bagian dari penelitian untuk memahami manusia dan dunianya.[3]</p>
<p>Setiap manusia memiliki cerita. Cerita itu bermacam-macam. Di dalam cerita terkandung nilai-nilai yang mencerminkan pandangan dunia manusia itu, sekaligus cerita-cerita yang membentuk identitasnya sebagai manusia. Metode naratif hendak memahami kehidupan manusia yang memang penuh dengan ‘cerita’. Pendekatan ini lebih bersifat holistik, detil, dan bersifat sangat kualitatif guna memahami kehidupan manusia yang terus berubah sejalan dengan perubahan waktu. Tentu saja bagi para ilmuwan yang menganut positivisme-saintifik (yang mempercayai keketatan metode penelitian tradisional dan), pendekatan ini tampak tidak ilmiah. Akan tetapi tuduhan itu tidaklah tepat. Identitas manusia dibentuk dan berkembang seturut dengan cerita yang diajarkan kepadanya, sekaligus cerita yang dituturkan di dalam hidupnya. Bahkan bisa dikatakan seluruh nilai-nilai yang diajarkan (terutama di indonesia) berbasis pada tradisi oral yang mengedepankan cerita. “Narasi, dan cerita yang ditangkapnya”, demikian tulis WM, “menawarkan penelitian yang memberi penegasan tentang pengertian-pengertian yang tidak dapat ditemukan oleh model penyelidikan tradisional.”[4]</p>
<p>Di dalam bukunya WM mengajukan tiga hal yang kiranya perlu untuk memahami inti dari metode naratif. Tiga hal itu dirumuskannya dalam tiga pertanyaan. Mengapa naratif? Mengapa cerita yang dijadikan sebagai titik tolak penelitian? Banyak ilmuwan berpendapat bahwa pengalaman manusia terkait dengan cerita, yakni cerita yang diajarkan kepadanya, maupun cerita tentang hidupnya. Inilah pertanyaan pertama yang perlu terlebih dahulu dijawab. Pertanyaan kedua adalah apa keunggulan metode naratif di dalam penelitian tentang manusia? Untuk mengetahui keunggulan metode ini, kita perlu memahami dasar filosofis dan metodis di baliknya. Saya akan coba melakukannya (dengan mengacu pada pemikiran WM) pada bab berikutnya.</p>
<p>Pertanyaan ketiga adalah aspek-aspek apa sajakah yang perlu dikuasai di dalam model penelitian naratif? Seperti metode penelitian lainnya, metode penelitian naratif memiliki prinsip-prinsip. Prinsip-prinsip itu haruslah diperhatikan dan dikuasai terlebih dahulu sebelum memulai penelitian. Dengan menjawab tiga pertanyaan itu, maka metode penelitian naratif dapatlah dirumuskan sebagai metode penelitian yang sifatnya koheren dan integral. Di dalam cerita-cerita yang diajarkan secara turun temurun terkandung nilai-nilai yang membentuk pribadi seseorang. Dengan memahami cerita-cerita turun temurun, dan cerita-cerita lainnya yang kita dengar ataupun tuturkan di dalam kehidupan kita, dalam kaitan dengan cerita hidup manusia nyata yang beraktivitas di dalam dunia, kita bisa memperoleh pengetahuan yang sebelumnya terlupakan di dalam metode penelitian tradisional.[5]</p>
<p><strong>Mengapa menggunakan Metode Naratif?</strong></p>
<p>Menurut WM sebelum memulai penelitian, ada baiknya kita merumuskan terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan yang nantinya dapat digunakan untuk meneliti. Di dalam metode naratif, pertanyaan-pertanyaan untuk penelitian yang biasa digunakan adalah;</p>
<ol>
<li>Cerita macam apa yang terakhir kali kau dengar?</li>
<li>Kapan kamu mendengarnya?</li>
<li>Apa yang kamu ingat tentang cerita tersebut?</li>
<li>Cerita macam apa yang terakhir kali kamu ceritakan?</li>
<li>Kepada siapa kamu menceritakannya?</li>
</ol>
<p>Tentu saja pertanyaan-pertanyaan tersebut sangatlah mudah dijawab (selama anda tidak memiliki masalah dengan memori anda). Hidup manusia dipenuhi denga cerita, baik cerita yang diajarkan orang tua, cerita dari teman, cerita tentang teman, dan sebagainya. Seringkali cerita-cerita itu tidak ditujukan untuk kita, tetapi kita secara tidak langsung mendengarkan, ketika teman sedang bercerita, atau orang yang duduk di sebelah kita di kendaraan umum. Bahkan dapat juga dikatakan, bahwa cerita adalah bagian integral di dalam proses komunikasi antar manusia. Aktivitas harian manusia dilalui dengan berpindah dari satu cerita ke cerita lainnya (cerita tentang naiknya harga saham, sampai cerita tentang perang di negara lain). Cerita-cerita itu seringkali berlalu begitu saja. Namun kita juga lupa, bahwa cerita-cerita itu mempengaruhi cara pandang kita terhadap dunia. Cerita-cerita itu juga secara langsung mempengaruhi identitas kita sebagai manusia, dan sebagai bagian dari suatu kelompok.</p>
<p>Apa pentingnya memahami cerita-cerita yang dituturkan ataupun didengarkan oleh orang lain? Yang penting untuk penelitian adalah memahami, bagaimana cerita-cerita itu mempengaruhi pandangan dunia sekaligus identitas orang-orang yang menuturkan ataupun mendengarkannya. Di sisi lain cerita-cerita itu seringkali memiliki nilai terpendam yang memiliki aspek pendidikan (walaupun bukanlah pendidikan langsung ataupun pendidikan formal). Banyak cerita memililiki nilai pendidikan yang tinggi. Cerita-cerita itu dituturkan atau dibacakan kepada kita dengan tujuan membentuk suatu sikap hidup tertentu. Biasanya cerita-cerita itu merupakan bagian dari suatu mata pelajaran di sekolah. Namun cerita yang kita dengar dan tuturkan di dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya juga memiliki nilai didik yang tinggi. Relasi yang kuat antara narasi dan edukasi (pendidikan) di dalam aktivitas manusia inilah yang kiranya menjadi titik tolak penelitian metode naratif. Nilai edukasi yang ditawarkan di dalam narasi tidak hanya soal nilai-nilai kehidupan sehari-hari, tetapi juga tentang ilmu pengetahuan, kedokteran, hukum, politik, ekonomi, dan sebagainya.[6]</p>
<p>Di dalam tulisannya WM menyatakan dua kontribusi metode naratif di dalam penelitian ilmu-ilmu sosial. <em>Yang pertama</em> metode naratif membantu menegaskan sejarah dari kesadaran manusia. Metode naratif mau menganalisis cerita yang dituturkan maupun yang didengarkan orang sedari ia kecil. Namun begitu cerita tidak hanya membentuk manusia individual, tetapi juga manusia sebagai keseluruhan, yakni manusia sebagai spesies. Cerita (narasi) terkait dengan perkembangan manusia sebagai mahluk yang mampu berpikir. Ada banyak sekali cerita terkait dengan penemuan-penemuan yang sangat menentukan peradaban manusia, seperti di dalam filsafat, seni, ilmu pengetahuan, dan praktek politik-ekonomi-budaya. Di dalam cerita-cerita itu terkandung pemikiran dan nilai-nilai yang diajarkan oleh para pemikir terbesar sepanjang sejarah, seperti Hegel, Kant, Plato, Aristoteles, Marx, dan sebagainya. Ini adalah cerita mengenai perkembangan kesadaran manusia sebagai mahluk berpikir. Perkembangan yang tidak hanya memiliki sisi positif, tetapi juga sisi negatif, seperti perang, genosida, wabah, bencana alam, dan sebagainya.</p>
<p><em>Yang kedua</em> pada level individual, menurut WM, cerita adalah cerminan dari pribadi personal setiap orang. Di dalam cerita terkandung sejarah dan ingatan tentang masa kecil, remaja, dewasa, sampai masa tua seseorang. Kita bisa dengan mudah menemukan cerita-cerita semacam ini di dalam buku-buku biografi, autobiografi, studi kasus, dan sebagainya. Di dalam filsafat pendidikannya, John Dewey menggunakan narasi (cerita) sebagai titik tolaknya. Baginya cerita memiliki pengaruh besar di dalam perkembangan kesadaran diri manusia. Tidak hanya itu baginya, masyarakat manusia pada umumnya berkembang dengan berpijak pada tradisi oral (tutur cerita) yang sangat mengedepankan pendidikan melalui cerita. Maka dari itu cerita memiliki peran yang sangat penting di dalam pembentukan cara berpikir dan karakter manusia.</p>
<p>Di dalam masyarakat yang memiliki tradisi oral yang sangat kuat, narasi memiliki peran penting di dalam proses pendidikan nilai. Tidak hanya itu narasi juga membentuk dimensi intelektual dan praktis dari orang-orang yang hidup di masyarakat tersebut. Narasi membentuk iklim komunikasi dan tindakan, sekaligus juga mempengaruhi dunia batin manusia yang terdiri dari pemikiran, perasaan, dan tujuan-tujuan personal dari tindakannya. Jika narasi memang memiliki peran yang begitu penting di dalam kehidupan, maka penelitian atasnya juga membantu kita untuk memperoleh pengertian lebih tentang iklim pendidikan di suatu masyarakat, baik pendidikan dalam bentuk keterampilan teknis, ataupun pendidikan yang sifatnya lebih teoritis yang sifatnya lebih membentuk pemikiran dan pandangan dunia <em>(world view</em>).[7]</p>
<p><strong>Narasi dan Metode Penelitian</strong></p>
<p>Setiap cerita pasti memiliki struktur. Struktur itu yang memungkinkan cerita tersebut dimengerti, dan kemudian dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari manusia. Cerita membuat kita (manusia) bisa memahami dunia, sekaligus mengembangkannya. Cerita memungkinkan kita memahami kaitan antara gejala yang satu dengan gejala lainnya. Cerita juga merupakan bentuk rumusan kita untuk menjelaskan, mengapa sesuatu terjadi atau tidak terjadi. Cerita memungkinkan terjadinya analisis, yang nantinya berkembang menjadi sains dan teknologi.</p>
<p>Penelitian atas cerita yang didengar dan dituturkan seseorang memungkinkan kita memahami dasar dari tindakan ataupun perilakunya. Penelitian tersebut juga mengungkapkan aspek manusiawi yang di dalam penelitian tradisional-positivistik kerap kali diabaikan. Cerita yang dihidupi seseorang, seperti agama dan ajaran-ajaran budaya, bisa menjelaskan alasan dan makna hidup orang tersebut. Dengan memahami cerita yang dihidupi oleh orang-orang di dalam suatu masyarakat, kita sebagai peneliti dapat memahami makna hidup mereka tanpa harus terjun langsung di dalam masyarakat tersebut.</p>
<p>Tidak hanya itu cerita juga membentuk pengetahuan. Bisa juga dibilang setiap bentuk pengetahuan manusia adalah suatu bentuk cerita tentang alam semesta, ataupun tentang dirinya sendiri. Dengan menggunakan metode naratif, kita sebagai peneliti juga dapat memahami proses pembentukan pengetahuan manusia di dalam suatu masyarakat tertentu. Thomas Kuhn pernah berpendapat, bahwa untuk sungguh memahami suatu kelompok masyarakat, orang perlu untuk mengalami masyarakat tersebut. Di dalam metode penelitian naratif, tindak mengalami tidak perlu dilakukan secara langsung (walaupun tetap perlu dilakukan, jika ingin memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam). Pandangan dunia dan cara berpikir orang-orang yang hidup di dalam suatu kelompok biasa tampak di dalam cerita atau narasi yang mereka dengar dan tuturkan sehari-hari. Rasa untuk menjadi bagian dari suatu komunitas terbentuk, ketika kita sebagai peneliti telah menghidupi cerita yang dituturkan di dalam masyarakat yang ingin kita teliti.[8]</p>
<p>Penelitian dengan menggunakan cerita sebagai obyek penelitian tentu saja mengundang berbagai tanggapan, baik positif maupun negatif. Secara positif dapatlah dikatakan, bahwa penelitian berbasis cerita mampu menangkap dan menggambarkan kerumitan kehidupan manusia. Namun secara negatif juga sering dikatakan, bahwa penelitian berbasis cerita bersifat terlalu subyektif, sehingga tidak cukup kuat menjadi bagian dari metode penelitian ilmiah yang punya klaim obyektif dan universal. Dan karena sifatnya yang sangat subyektif, narasi atau cerita penuh dengan ketidakpastian. Subyektivitas dan ketidakpastian (<em>uncertainty</em>) semacam itu dianggap tidak memiliki karakter ilmiah yang kuat.</p>
<p>Namun pada hemat saya, hal tersebut tidak perlu menjadi kelemahan di dalam metode naratif, namun sebaliknya, yakni justru menjadi kekuatan. Seperti yang ditulis oleh WM, narasi bukanlah bagian dari ilmu pengetahuan yang sifatnya positivistik. Metode naratif hendak mengangkat aspek manusia yang kompleks di dalam penelitian lengkap dengan keunikan maupun partikularitas lainnya. Dengan kata lain fokus dari penelitian naratif adalah manusia individual yang sifatnya unik dan tidak bisa digeneralisasi. Manusia dengan segala unsur subyektivitasnya yang unik haruslah dihormati dan diperlakukan secara tepat. Keabsahan dari penelitian naratif sangat bergantung pada hal terakhir ini.</p>
<p><strong>Manusia dan Penelitian Naratif</strong></p>
<p>Fokus dari penelitian naratif adalah soal manusia. Dengan kata lain manusia memiliki tempat utama di dalam penelitian naratif. Seperti sudah disinggung sebelumnya, setiap orang hidup dengan mendengarkan sekaligus menuturkan cerita. Di dalam cerita terkandung pandangan dan nilai-nilai hidup yang diyakini oleh individu terkait, maupun masyarakat di mana individu itu hidup. Dengan demikian naratif mengungkapkan sekaligus aspek partikular manusia, yakni keunikan dan identitas subyektifnya, sekaligus aspek universalnya, yakni tentang manusia pada umumnya, atau apa yang kita sebut sebagai kodrat manusia. Tujuan utama dari penelitian naratif adalah menghasilkan gambaran yang utuh dan bermakna tentang manusia.</p>
<p>Keabsahan dari penelitian naratif tidaklah terletak pada stabilitas dan obyektivitas pengukuran, melainkan pada kejujuran dan ketepatan deskripsi atas manusia yang menjadi subyek penelitian. Kriteria yang lazim digunakan di dalam penelitian-penelitian tradisional yang banyak bersifat kuantitatif tidak akan dapat diterapkan di dalam metode penelitian naratif, yang memang memiliki kriterianya sendiri. Kriteria itu antara lain adalah kemampuan untuk menemukan cerita atau data yang tepat untuk diteliti (<em>access</em>), kejujuran di dalam membaca dan menafsirkan cerita ataupun data yang ada, kebenaran, kemampuan untuk menjalin relasi yang dekat dengan subyek penelitian (<em>familiarity</em>), dan kemampuan untuk  menerima catatan dan data serta mengolahnya menjadi kajian penelitian yang bermakna.[9]</p>
<p>Di dalam cerita terkandung analisis mengenai tindakan manusia, dan latar belakang tindakan tersebut yang memang memiliki akar yang rumit. Seringkali motif atau alasan tindakan manusia tidak langsung dapat terlihat. Motif tersebut diselubungi simbol, dan simbol itu seringkali berupa cerita, atau narasi. Tujuan dari keberadaan simbol atau narasi adalah menyembunyikan motif atau maksud asli dari tindakan dari orang lain. Di sisi lain cerita atau narasi seringkali digunakan untuk membenarkan suatu tindakan tertentu yang sekilas terlihat tidak dapat dibenarkan. Setiap pengalaman individu adalah bagian dari narasi tertentu. Narasi juga digunakan untuk memaknai pengalaman, sekaligus untuk membuat keputusan-keputusan praktis di dalam kehidupan nyata. Narasi adalah alat yang digunakan oleh manusia untuk memaknai dunianya, dan untuk merumuskan dunia tersebut di dalam satu kesatuan pandangan dunia yang sistematis. Narasi adalah bagian penyusun ilmu pengetahuan (<em>science</em>).</p>
<p>Narasi juga memberi makna pada tindakan manusia. Tindakan manusia tidak hanya merupakan fenomena fisik, tetapi juga merupakan fenomena mental. Oleh karena itu tindakan manusia bersifat multidimensional, dan dapat dipahami dengan berbagai cara. Tindakan manusia tidak dapat dipahami dengan metode positivisme yang kuat di dalam ilmu-ilmu alam. Positivisme hanya berfokus pada dimensi fisik. Padahal manusia itu lebih dari sekedar fenomena fisiknya semata. Metode penelitian naratif hendak membingkai manusia di dalam kerumitan dan keindahannya, serta berusaha melepaskan diri dari kecenderungan positivisme yang mempersempit manusia melulu pada dimensi fisiknya semata.</p>
<p>Narasi juga dapat dipahami di dalam tindakan berbicara manusia. Di dalam tindakan berbicara terjadi komunikasi. Maka dapat dikatakan narasi dan tindak berbicara adalah alat manusia untuk memindahkan ataupun menyebarkan pengetahuan. Narasi atau cerita adalah alat manusia untuk memahami dan merumuskan pemahamannya tersebut secara sistematis. Cerita adalah alat manusia untuk menyampaikan kebijaksanaan dari generasi satu ke generasi lainnya. Cerita juga merupakan alat manusia untuk mentransfer pengalaman dari satu orang ke orang lainnya. Cerita adalah alat untuk belajar.</p>
<p>Cerita atau narasi adalah alat untuk memahami kerumitan diri dan dunia batin manusia.[10] Pengalaman subyektif seseorang ketika berelasi dengan orang lain biasanya dibungkus dalam bentuk cerita. Cerita itu pulalah yang menjadi latar belakang dari tindakan maupun pikiran seseorang. Dalam arti ini cerita menjadi alat untuk membenarkan suatu tindakan ataupun pemikiran tertentu. Pengalaman sehari-sehari seseorang dituturkan dan disimpan di dalam bentuk cerita. Setiap orang pasti memilikinya. “Narasi”, demikian dikutip oleh WM, “alat para pelaku untuk memahami pengalaman inderawi dan mengaturnya menjadi sebentuk pengetahuan praktis.”[11]</p>
<p>Narasi berada di dalam praktek ataupun tindakan manusia sehari-hari. Hal ini tentunya berbeda dengan pandangan para ilmuwan sosial tradisonal yang menggunakan metode di dalam ilmu-ilmu alam untuk memahami tindakan manusia. Dalam arti ini mengikuti Aristoteles, tindakan manusia membutuhkan penjelasan dan penafsiran dari dalam dirinya sendiri, dan bukan penelitian berjarak dengan pretensi obyektif, seperti di dalam ilmu-ilmu alam. Artinya tindakan manusia tidak hanya bisa dipahami, jika kita hanya berfokus pada penjelasan-penjelasan fisikal semata yang sifatnya mekanistik.</p>
<p>Untuk memahami tindakan manusia, orang perlu memahami konteks sejarah dari tindakan tersebut. Dalam arti ini cerita memainkan sangat penting di dalam upaya untuk memahami tindakan manusia. Tindakan adalah suatu peristiwa yang perlu untuk ditafsirkan terus menerus, terutama dalam kaitan dengan tujuan sadar dari tindakan tersebut. Cerita sudah ada di dalam tindakan. Cerita menjadi alasan dari suatu tindakan ataupun pemikiran tertentu. Tidak hanya itu tujuan dari suatu tindakan seringkali dituturkan dan dibentuk di dalam cerita.</p>
<p>Dengan memahami cerita yang dituturkan di dalam tindakan ataupun perkataan seseorang, kita juga dapat menemukan makna baru yang sebelumnya tidak terlihat. Cerita berpusat pada kehidupan manusia, dan hanya dengan memahami cerita yang dituturkan seseoranglah kita dapat memahami kehidupannya secara menyeluruh. Di sisi lain teori narasi juga membantu kita memahami kompleksitas dari sebuah komunitas, baik organisasi ataupun masyarakat. Teori narasi tidak hanya mau memahami aspek manusiawi di dalam tindakan, tetapi juga proses belajar dan perubahan yang dialami oleh pelaku tindakan. Maka teori narasi juga harus memuat teori tentang perubahan dan proses belajar manusia.</p>
<p><strong>Teori Narasi dalam Praktek<strong>[12]</strong></strong></p>
<p>Di dalam prakteknya teori narasi melibatkan deskripsi atas subyek penelitian, termasuk di dalamnya cerita yang dituturkan oleh subyek tersebut dalam bentuk tempat, karakter, ataupun peristiwa. Fokus dari penyelidikan naratif adalah kompleksitas motif dari tindakan manusia dan orang-orang di sekitarnya. Metode-metode praktis seperti observasi, data survey, wawancara, dokumentasi, dan catatan dari percakapan tentang cerita yang dituturkan subyek penelitian sangatlah dibutuhkan untuk memperkuat pemahaman. Kita juga perlu memperhatikan peristiwa-peristiwa penting yang dituturkan oleh subyek penelitian. Hal ini sangat mudah ditemukan melalui metode naratif.</p>
<p>Sekarang ini banyak peneliti bidang ilmu-ilmu sosial berpendapat, bahwa metode penelitian kuantitatif, yang mengedepankan statistik dan korelasi, tidak dapat berjalan berbarengan dengan penelitian kualitatif, yang memang mencari makna serta motif dari tindakan manusia. Namun pendapat ini menurut WM tidak sepenuhnya benar. Kedua bentuk penelitian tersebut dapat saling melengkapi satu sama lain. Metode kuantitatif dengan menggunakan statistik tidak cukup untuk memahami manusia. Si peneliti harus memperhatikan faktor-faktor lainnya yang tidak bisa dikuantifikasikan, seperti nilai-nilai maupun motivasi subyek penelitian, serta pengaruh kultur tempatnya lahir dan bertumbuh. Hal-hal itu hanya dapat diperoleh dengan menggunakan metode kualitatif.[13]</p>
<p>Di dalam perjalanan sejarah, metode kuantitatif memang terbukti mampu menjelaskan relasi antara berbagai macam faktor yang ada di dalam realitas, walaupun relasi tersebut sifatnya masih sangat kasar dan perlu untuk diteliti lebih jauh. Di sisi lain metode kualitatif juga telah terbukti mampu memahami mekanisme di balik kehidupan manusia, seperti motivasi dan pandangan dunianya yang nantinya menjadi dasar dari pilihan-pilihan hidup yang dibuatnya. Keduanya menurut WM dapat diperoleh di dalam metode penelitian naratif.[14] Metode penelitian naratif dapat menjembatani metode penelitian kualitatif dan kuantitatif yang selama ini saling ‘bermusuhan’.</p>
<p>Metode kuantitatif dapat memberikan kemampuannya untuk menggabungkan dan membaca data yang berskala luas. Sementara metode kualitatif dapat memberikan kemampuannya untuk memahami mekanisme tindakan manusia. Metode naratif menggabungkan keduanya dengan memahami kompleksitas manusia dalam konteks kaitannya dengan data yang memiliki skala luas. Metode naratif ingin memahami cerita yang didengar dan dituturkan orang di dalam kehidupannya. Cerita adalah pusat dari penelitian naratif. Di dalam cerita terkandung kerumitan kehidupan manusia yang menantang untuk diteliti.</p>
<hr size="1" />[1] Lihat pemaparan saya soal filsafat dan sains; Reza A.A Wattimena, <em>Filsafat dan Sains</em>, Jakarta: Grasindo, 2008.</p>
<p>&#160;</p>
<p>[2] Bab ini diinspirasikan dari pembacaan saya terhadap Leonard Webster dan Patricie Metrova, <em>Using Narrative Inquiry as a Research Method,</em> Oxon: Routledge, 2007.</p>
<p>[3] Lihat, <em>ibid,</em> hal. 13.</p>
<p>[4] <em>Ibid,</em> hal. 14.</p>
<p>[5] Lihat<em>, ibid.</em></p>
<p>[6] Lihat, <em>ibid</em>, hal. 15.</p>
<p>[7] Lihat<em>, ibid</em>, hal. 16.</p>
<p>[8] Lihat, <em>ibid,</em> hal. 20.</p>
<p>[9] Lihat, <em>ibid, </em>hal. 21.</p>
<p>[10] Lihat, <em>ibid,</em> hal. 21.</p>
<p>[11] <em>Ibid.</em></p>
<p>[12] Lihat, <em>ibid</em>, hal. 23-24.</p>
<p>[13] Bdk, Wattimena, Reza A.A., 2008.</p>
<p>[14] Lihat, WM, 2007, 24.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode de a pica testele cu demnitate]]></title>
<link>http://bloguluflory.wordpress.com/2009/11/27/metode-de-a-pica-testele-cu-demnitate/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 08:53:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Blogu' lu' Flory</dc:creator>
<guid>http://bloguluflory.wordpress.com/2009/11/27/metode-de-a-pica-testele-cu-demnitate/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://bloguluflory.wordpress.com/files/2009/11/att001892.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1127" title="ATT00189" src="http://bloguluflory.wordpress.com/files/2009/11/att001892.jpg" alt="" width="569" height="152" /></a><!--more--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghaluskan Kulit dengan Cokelat ]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/26/menghaluskan-kulit-dengan-cokelat/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 09:06:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/26/menghaluskan-kulit-dengan-cokelat/</guid>
<description><![CDATA[Cokelat yang sudah cair. &nbsp; Cokelat tak cuma bermanfaat untuk jantung, tetapi juga menyehatkan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Cokelat yang sudah cair. &nbsp; Cokelat tak cuma bermanfaat untuk jantung, tetapi juga menyehatkan k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Statistici despre sinucideri]]></title>
<link>http://dosarelepix.wordpress.com/2009/11/25/statistici-despre-sinucideri/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:38:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>mihaisuzuki</dc:creator>
<guid>http://dosarelepix.wordpress.com/2009/11/25/statistici-despre-sinucideri/</guid>
<description><![CDATA[Psihologii spun că bărbaţii aleg metode sigure, în timp ce femeile sunt &#8221;&#8217;campioane]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://dosarelepix.wordpress.com/files/2009/11/streang3_79468800.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-615" title="streang3_79468800" src="http://dosarelepix.wordpress.com/files/2009/11/streang3_79468800.jpg" alt="" width="298" height="166" /></a>Psihologii spun că bărbaţii aleg metode sigure, în timp ce femeile sunt &#8221;&#8217;campioane&#8221; la tentative de suicid. Metodele preferate de sinucigaşii români: spânzurare şi autointoxicare.</p>
<p>Anul trecut, 2.802 români s-au sinucis potrivit unui raport al Institutului de Medicină legală &#8221;Mina Minovici&#8221;. Dintre aceştia, 80% sunt de sex masculin. Aceste procente se menţin de ani buni în România şi sunt de altfel, valabile şi la nivel mondial. Psihologii explică această cifră prin natura specifică bărbaţilor. Paradoxal, sexul puternic renunţă mai uşor la viaţă decât femeile.</p>
<p>&#8221;Bărbaţii duc până la capăt actul. Femeile, în schimb, se limitează la tentative. Bărbaţii aleg metode infailibile, sigure, pe când femeile apelează la metode cu şanse mici de reuşită&#8221;.</p>
<p>Apropierea femeilor  de familie şi prieteni le salvează acestora viaţa, mai spun medicii specialişti. Bărbaţii, mai solitari, au şanse mai mici de supravieţuire, odată atinşi de depresie şi probleme.</p>
<p>&#8221;Femeile sunt legate de copii, sunt mai sociabile, au mai mulţi prieteni. Bărbaţii se rup mai uşor, iar acest fapt contribuie la depresie şi la actul final de sinucidere. În plus, alcoolismul este o altă cauză. În România, multe sinucideri au loc sub influenţa alcoolului, or se ştie că în general bărbaţii sunt mai afectaţi de alcoolism&#8221;.</p>
<p>Peste 70% dintre sinucigaşi aleg spânzurarea</p>
<p>Cele mai frecvent folosite modalităţi de sinucidere au fost, potrivit statisticilor oficiale din ultimii noua ani: spânzurare (cu peste 70% din cazuri), intoxicaţie voluntară (8- 9%) şi  precipitare (aprox. 8%).</p>
<p>&#8221;Spânzurarea este o metodă sigură, dar şi o autopedepsire. De obicei, cei care recurg la această metodă se învinovăţesc, suferă de autodepreciere, sunt depresivi, iar prin spânzurare încearcă să se autopedepsească&#8221;, explică medicul Florin Tudose.</p>
<p>&#8221;Bărbaţii preferă metode mai agresive, pe când femeile recurg la medicamente&#8221;, susţine şi dr. Gabriel Crumpei.</p>
<p>În România, recordul absolut de sinucideri a fost înregistrat în anul 2000, când 3.967  de persoane şi-au luat viaţa. Cel mai mare număr de sinucideri a fost  înregistrat în judeţele Covasna şi Harghita.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sedikit Tambahan Tentang Metronome]]></title>
<link>http://ditomusicman.wordpress.com/2009/11/25/sedikit-tambahan-tentang-metronome/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 02:37:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>ditomusicman</dc:creator>
<guid>http://ditomusicman.wordpress.com/2009/11/25/sedikit-tambahan-tentang-metronome/</guid>
<description><![CDATA[Metronome Ini sedikit tambahan tentang metronome, yaitu tambahan metode latihan yang kurang lazim un]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Metronome Ini sedikit tambahan tentang metronome, yaitu tambahan metode latihan yang kurang lazim un]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Data Mining - Konsep Pohon Keputusan]]></title>
<link>http://fairuzelsaid.wordpress.com/2009/11/24/data-mining-konsep-pohon-keputusan/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 11:50:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fairuz El Said</dc:creator>
<guid>http://fairuzelsaid.wordpress.com/2009/11/24/data-mining-konsep-pohon-keputusan/</guid>
<description><![CDATA[Pohon Keputusan Pada sesi ini akan dibahas secara ringkas konsep salah satu metode data mining yaitu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_522" class="wp-caption alignright" style="width: 290px"><a href="http://fairuzelsaid.wordpress.com/files/2009/11/decision-tree.gif"><img class="size-full wp-image-522" title="Pohon Keputusan" src="http://fairuzelsaid.wordpress.com/files/2009/11/decision-tree.gif" alt="Pohon Keputusan" width="280" height="274" /></a><p class="wp-caption-text">Pohon Keputusan</p></div>
<p style="text-align:left;">Pada sesi ini akan dibahas secara ringkas <strong>konsep </strong>salah satu metode <strong>data mining </strong>yaitu <strong>pohon keputusan</strong>. Bahasan meliputi:</p>
<ul>
<li><em>Latar Belakang Pohon Keputusan<br />
</em></li>
<li><em>Pengertian </em><em>Pohon Keputusan</em></li>
<li><em>Manfaat </em><em>Pohon Keputusan</em></li>
<li><em>Model Pohon Keputusan</em></li>
</ul>
<p><strong>Latar Belakang Pohon Keputusan</strong></p>
<p>Di dalam kehidupan manusia sehari-hari, manusia selalu dihadapkan oleh berbagai macam masalah dari berbagai macam bidang. Masalah-masalah ini yang dihadapi oleh manusia tingkat kesulitan dan kompleksitasnya sangat bervariasi, mulai dari yang teramat sederhana dengan sedikit faktor-faktor yang berkaitan dengan masalah tersebut dan perlu diperhitungkan sampai dengan yang sangat rumit dengan banyak sekali faktor-faktor turut serta berkaitan dengan masalah tersebut dan perlu untuk diperhitungkan.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Untuk menghadapi masalah-masalah ini, manusia mulai mengembangkan sebuah sistem  yang dapat membantu manusia agar dapat dengan mudah mampu untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Adapun pohon keputusan ini adalah sebuah jawaban akan sebuah sistem yang manusia kembangkan untuk membantu mencari dan membuat keputusan untuk masalah-masalah tersebut dan dengan memperhitungkan berbagai macam factor yang ada di dalam lingkup masalah tersebut. Dengan pohon keputusan, manusia dapat dengan mudah melihat mengidentifikasi dan melihat hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi suatu masalah dan dapat mencari penyelesaian terbaik dengan memperhitungkan faktor-faktor tersebut. Pohon keputusan ini juga dapat menganalisa nilai resiko dan nilai suatu informasi yang terdapat dalam suatu alternatif pemecahan masalah. Peranan pohon keputusan ini sebagai alat Bantu dalam mengambil keputusan (decision support tool) telah dikembangkan oleh manusia sejak perkembangan teori pohon yang dilandaskan pada teori graf. Kegunaan pohon keputusan yang sangat banyak ini membuatnya telah dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai macam sistem pengambilan keputusan.</p>
<p><strong>Pengertian Pohon Keputusan</strong></p>
<p>Pohon yang dalam analisis pemecahan masalah pengambilan keputusan adalah pemetaan mengenai alternatif-alternatif pemecahan masalah yang dapat diambil dari masalah tersebut. Pohon tersebut juga memperlihatkan faktor-faktor kemungkinan/probablitas yang akan mempengaruhi alternatif-alternatif keputusan tersebut, disertai dengan estimasi hasil akhir yang akan didapat bila kita mengambil alternatif keputusan tersebut.</p>
<p><strong>Struktur Pohon Keputusan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode Numerik. Bab 1 Galat]]></title>
<link>http://ibumei.wordpress.com/2009/11/24/metode-numerik-bab-1-galat/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 09:49:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>ibumei</dc:creator>
<guid>http://ibumei.wordpress.com/2009/11/24/metode-numerik-bab-1-galat/</guid>
<description><![CDATA[Metode numerik adalah suatu metode yang digunakan untuk menyelesaikan problema-problema yang disajik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Metode numerik adalah suatu metode yang digunakan untuk menyelesaikan problema-problema yang disajikan dalam model matematika dengan menggunakan sekumpulan operasi aritmatika sederhana dan operasi logika pada sekumpulan data numerik yang disajikan.  Operasi-operasi tersebut biasanya merupakan operasi-operasi yang dapat dilakukan oleh komputer.</p>
<p><!--more-->Metode komputasi yang digunakan disebut <strong><em>algoritma</em></strong>. Proses penyelesaian mungkin memerlukan puluhan sampai jutaan operasi, tergantung pada kompleksitas problema yang harus diselesaikan, tingkat keakuratan yang diinginkan, metode yang dipakai dan sebagainya. Apabila jumlah operasi hitung yang diperlukan hanya berjumlah puluhan, maka problema dapat diselesaikan secara manual atau dengan menggunakan kalkulator. Tetapi bila problema  memerlukan jutaan operasi hitung, maka penyelesaiannya harus dilakukan dengan bantuan komputer berkecepatan tinggi. Disinilah kemajuan teknologi komputer memegang peranan penting dalam komputasi numerik.</p>
<p>Meskipun demikian, pemilihan metode yang efisien merupakan aspek lain yang menjadi perhatian dalam komputasi numerik. Hal ini akan semakin terasa di dalam menyelesaikan problema-problema berskala besar yang melibatkan ribuan variabel.</p>
<p> <strong>Sumber-sumber Galat</strong></p>
<p>Selain kecepatan, aspek lain yang sangat penting untuk diperhatikan di dalam komputasi numerik adalah keakuratan penyelesaian yang diperoleh. Hal ini disebabkan penyelesaian yang diperoleh melalui komputasi numerik umumnya merupakan solusi hampiran, yang tentunya terdapat beberapa galat (kesalahan numerik). Beberapa sumber galat (<em>error</em>) pada suatu solusi hampiran yang diperoleh dengan menggunakan suatu metode komputasi numerik, yaitu:</p>
<p>1. Model matematika untuk suatu fenomena alam.</p>
<p>2. Galat bawaan dari data masukan (parameter masukan).</p>
<p>3. Metode penyelesaian.</p>
<p>4. Adanya pembulatan di dalam melakukan operasi-operasi aritmatika atau operasi–operasi jenis lain pada bilangan-bilangan yang terkait.</p>
<p> Selain sumber-sumber tersebut, kesalahan numerik juga dapat disebabkan oleh kekurang-cermatan manusia (<em>human error</em>), penggunaan alat ukur dan penggunaan mesin hitung, kalkulator atau komputer. Kekurangcermatan manusia dapat menyebabkan kesalahan di dalam merumuskan model matematika suatu fenomena alam dan hasil pengukuran (kesalahan membaca alat ukur). Pemakaian alat ukur yang tidak akurat juga akan menghasilkan pengukuran (data) yang mengandung galat. Keterbatasan mesin hitung,</p>
<p>kalkulator atau komputer dalam menyajikan suatu bilangan akan menghasilkan kesalahan-kesalahan pembulatan atau pemotongan.</p>
<p> Galat yang disebabkan oleh kekurang-telitian model matematika dan oleh galat bawaan dari data masukan bersifat <em>inherent </em>(bawaan/melekat). Galat ini mungkin tetap ada, sekalipun penyelesaiannya diperoleh menggunakan metode eksak. Tingkat keakuratan suatu model matematika dalam menjelaskan suatu fenomena alam diuji dengan membandingkan hasil-hasil beberapa eksperimen dan beberapa hasil penyelesaian khusus menggunakan beberapa parameter masukan.</p>
<p> Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa galat dalam komputasi numerik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu:</p>
<p>1. <strong><em>Galat bawaan </em></strong>(<em>inherent error</em>), yaitu galat yang dapat disebabkan  oleh kesalahan hasil pengukuran, kesalahan data awal, dan sejenisnya.</p>
<p>2. <strong><em>Galat pemotongan </em></strong>(<em>truncation error</em>), yaitu galat yang berkaitan dengan metode numerik yang dipakai. Galat ini dapat terjadi karena adanya pemotongan deret tak berhingga yang menyangkut perhitungan nilai suatu fungsi atau nilai desimal, dan karena penghentian proses perhitungan.</p>
<p>3. <strong><em>Galat pembulatan </em></strong>(<em>rounding off error</em>), yaitu galat yang berkaitan dengan penggunaan sejumlah terbatas angka signifikan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Atentia pe respiratie]]></title>
<link>http://ifmihai.wordpress.com/2009/11/23/atentia-pe-respiratie/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 13:42:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>ifmihai</dc:creator>
<guid>http://ifmihai.wordpress.com/2009/11/23/atentia-pe-respiratie/</guid>
<description><![CDATA[Atentia pe respiratie te aduce inapoi la tine, si te scoate din orice situatie oricat ar fi de criti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Atentia pe respiratie te aduce inapoi la tine, si te scoate din orice situatie oricat ar fi de criti]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Riset Primer ( Primary Research ) part 1]]></title>
<link>http://asaljeplak.wordpress.com/2009/11/21/riset-primer-primary-research-part-1/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 09:00:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>asaljeplak</dc:creator>
<guid>http://asaljeplak.wordpress.com/2009/11/21/riset-primer-primary-research-part-1/</guid>
<description><![CDATA[Riset Primer adalah melakukan riset sendiri apabila riset sekunder tidak berhasil dilakukan. Dua met]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Riset Primer adalah melakukan riset sendiri apabila riset sekunder tidak berhasil dilakukan. Dua met]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Metode Penemuan]]></title>
<link>http://datastudi.wordpress.com/2009/11/20/meningkatkan-keaktifan-siswa-dalam-pembelajaran-matematika-melalui-metode-penemuan/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 06:28:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>datastudi</dc:creator>
<guid>http://datastudi.wordpress.com/2009/11/20/meningkatkan-keaktifan-siswa-dalam-pembelajaran-matematika-melalui-metode-penemuan/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: HIKMAWATI Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan ditentukan oleh potensi sumber da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: HIKMAWATI Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan ditentukan oleh potensi sumber da]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Data Mining - Konsep Jaringan Syaraf Tiruan (JST)]]></title>
<link>http://fairuzelsaid.wordpress.com/2009/11/19/metode-data-mining-jaringan-syaraf-tiruan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 15:22:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fairuz El Said</dc:creator>
<guid>http://fairuzelsaid.wordpress.com/2009/11/19/metode-data-mining-jaringan-syaraf-tiruan/</guid>
<description><![CDATA[Pada bagian akan kita bahas secara ringkas tentang konsep jaringan syaraf tiruan yang merupakan  sal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada bagian akan kita bahas secara ringkas tentang <strong>konsep jaringan syaraf tiruan </strong>yang merupakan  salah satu metode analisi yang dapat digunakan dalam data mining.</p>
<p><strong>Definisi </strong><strong> jaringan syaraf tiruan</strong></p>
<ul>
<li><em>Hecht-Nielsend (1988), </em>&#8220;Suatu neural network (NN), adalah suatu struktur pemroses informasi yang terdistribusi dan bekerja secara paralel, yang terdiri atas elemen pemroses (yang memiliki memori lokal dan beroperasi dengan informasi lokal) yang diinterkoneksi bersama dengan alur sinyal searah yang disebut koneksi. Setiap elemen pemroses memiliki koneksi keluaran tunggal yang bercabang (fan out) ke sejumlah koneksi kolateral yang diinginkan (setiap koneksi membawa sinyal yang sama dari keluaran elemen pemroses tersebut). Keluaran dari elemen pemroses tersebut dapat merupakan sebarang jenis persamaan matematis yang diinginkan. Seluruh proses yang berlangsung pada setiap elemen pemroses harus benar-benar dilakukan secara lokal, yaitu keluaran hanya bergantung pada nilai masukan pada saat itu yang diperoleh melalui koneksi dan nilai yang tersimpan dalam memori lokal&#8221;.</li>
<li><em> Haykin, S. (1994), </em>Sebuah jaringan saraf adalah sebuah prosesor yang terdistribusi paralel dan mempuyai kecenderungan untuk menyimpan pengetahuan yang didapatkannya dari pengalaman dan membuatnya tetap tersedia untuk digunakan. Hal ini menyerupai kerja otak dalam dua hal yaitu: 1. Pengetahuan diperoleh oleh jaringan melalui suatu proses belajar. 2. Kekuatan hubungan antar sel saraf yang dikenal dengan bobot sinapsis digunakan untuk menyimpan pengetahuan.</li>
<li><em>Zurada, J.M. (1992),</em> Sistem saraf tiruan atau jaringan saraf tiruan adalah sistem selular fisik yang dapat memperoleh, menyimpan dan menggunakan pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman.</li>
<li>DARPA Neural Network Study (1988), Sebuah jaringan syaraf adalah sebuah sistem yang dibentuk dari sejumlah elemen pemroses sederhana yang bekerja secara paralel dimana fungsinya ditentukan oleh stuktur jaringan, kekuatan hubungan, dan pegolahan dilakukan pada komputasi elemen atau nodes</li>
<li>
<div>JJ Siang,  sistem pemrosesan informasi yang memiliki karakteristik mirip dengan jaringan syaraf manusia.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><!--more--></p>
<p><strong>Asumsi </strong><strong> Jaringan Syaraf  Tiruan</strong></p>
<p><strong> </strong>Jaringan syaraf tiruan dibentuk sebagai generalisasi model matematika dari jaringan syaraf manusia, dengan asumsi JST:</p>
<ul>
<li>
<div>Pemrosesan terjadi pada banyak elemen yang sederhana</div>
</li>
<li>
<div>Sinyal dikirim diantara neuron2 melalui sinapsis</div>
</li>
<li>
<div>Sinapsis memiliki bobot yang akan memperkuat atau memperlemah sinyal.</div>
</li>
<li>
<div>Output ditentukan menggunakan fungsi aktivasi yang dikenakan pada jumlah input yang diterima</div>
</li>
<li>
<div>Output dibandingan dengan suatu tracehold.</div>
</li>
</ul>
<p><strong>Syaraf Biologi</strong></p>
<p>Karakteristik syaraf biologi:<strong><br />
</strong></p>
<ul>
<li>Jaringan Syaraf Tiruan keluar dari penelitian kecerdasan buatan, terutama percobaan untuk menirukan  fault-tolerence dan kemampuan untuk belajar dari sistem  syaraf biologi dengan model struktur low-level  dari otak.<br />
Otak terdiri dari sekitar (10.000.000.000) sel syaraf yang saling berhubungan.</li>
<li>Sel syaraf mempunyai cabang struktur input (dendrites), sebuah inti sel dan percabangan  struktur output (axon).  Axon dari sebuah sel terhubung dengan dendrites yang lain  melalui sebuah synapse.</li>
<li>Ketika sebuah sel  syaraf aktif, kemudian menimbulkan suatu signal electrochemical pada axon.  Signal ini melewati synapses menuju ke sel syaraf  yang lain.</li>
<li>Sebuah sel syaraf lain akan mendapatkan signal jika memenuhi batasan tertentu yang sering disebut dengan nilai ambang atau (threshold).</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_449" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://fairuzelsaid.wordpress.com/files/2009/11/jst-susunan-syaraf-manusia1.gif"><img class="size-medium wp-image-449" title="JST - Susunan Syaraf manusia" src="http://fairuzelsaid.wordpress.com/files/2009/11/jst-susunan-syaraf-manusia1.gif?w=300" alt="JST - Susunan Syaraf manusia" width="300" height="172" /></a><p class="wp-caption-text">JST - Susunan Syaraf manusia</p></div>
<ul>
<li>Tidak ada dua otak manusia yang sama, setiap otak selalu berbeda. Beda dalam ketajaman, ukuran dan pengorganisasiannya. Salah satu cara untuk memahami bagaimana otak bekerja adalah dengan mengumpulkan informasi dari sebanyak mungkin scan otak manusia dan memetakannya. Hal tersebut merupakan upaya untuk menemukan cara kerja rata-rata otak manusia itu. Peta otak manusia diharapkan dapat menjelaskan misteri mengenai bagaimana otak mengendalikan setiap tindak tanduk manusia, mulai dari penggunaan bahasa hingga gerakan. Walaupun demikian kepastian cara kerja otak manusia masih merupakan suatu misteri. Meski beberapa aspek dari prosesor yang menakjubkan ini telah diketahui tetapi itu tidaklah banyak. Beberapa aspek-aspek tersebut, yaitu :
<ul>
<li> Tiap bagian pada otak manusia memiliki alamat, dalam bentuk formula kimia, dan sistem saraf manusia berusaha untuk mendapatkan alamat yang cocok untuk setiap akson (saraf penghubung) yang dibentuk.</li>
<li>Melalui pembelajaran, pengalaman dan interaksi antara sistem maka struktur dari otak itu sendiri akan mengatur fungsi-fungsi dari setiap bagiannya.</li>
<li>Axon-axon pada daerah yang berdekatan akan berkembang dan mempunyai bentuk fisik mirip, sehingga terkelompok dengan arsitektur tertentu pada otak.</li>
<li> Axon berdasarkan arsitekturnya bertumbuh dalam urutan waktu, dan terhubung pada struktur otak yang berkembang dengan urutan waktu yang sama.</li>
</ul>
</li>
<li>Berdasarkan keempat aspek tersebut di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa otak tidak seluruhnya terbentuk oleh proses genetis. Terdapat proses lain yang ikut membentuk fungsi dari bagian-bagian otak, yang pada akhirnya menentukan bagaimana suatu informasi diproses oleh otak.</li>
<li>Elemen yang paling mendasar dari jaringan saraf adalah sel saraf. Sel-sel saraf inilah membentuk bagian kesadaran manusia yang meliputi beberapa kemampuan umum. Pada dasarnya sel saraf biologi menerima masukan dari sumber yang lain dan mengkombinasikannya dengan beberapa cara, melaksanakan suatu operasi yang non-linear untuk mendapatkan hasil dan kemudian mengeluarkan hasil akhir tersebut.</li>
<li>Dalam tubuh manusia terdapat banyak variasi tipe dasar sel saraf, sehingga proses berpikir manusia menjadi sulit untuk direplikasi secara elektrik. Sekalipun demikian, semua sel saraf alami mempunyai empat komponen dasar yang sama. Keempat komponen dasar ini diketahui berdasarkan nama biologinya yaitu, dendrit, soma, akson, dan sinapsis. Dendrit merupakan suatu perluasan dari soma yang menyerupai rambut dan bertindak sebagai saluran masukan. Saluran masukan ini menerima masukan dari sel saraf lainnya melalui sinapsis. Soma dalam hal ini kemudian memproses nilai masukan menjadi sebuah output yang kemudian dikirim ke sel saraf lainnya melalui akson dan sinapsis.</li>
<li>Penelitian terbaru memberikan bukti lebih lanjut bahwa sel saraf biologi mempunyai struktur yang lebih kompleks dan lebih canggih daripada sel saraf buatan yang kemudian dibentuk menjadi jaringan saraf buatan yang ada sekarang ini. Ilmu biologi menyediakan suatu pemahaman yang lebih baik tentang sel saraf sehingga memberikan keuntungan kepada para perancang jaringan untuk dapat terus meningkatkan sistem jaringan saraf buatan yang ada berdasarkan pada pemahaman terhadap otak biologi.</li>
<li>Sel saraf-sel saraf ini terhubung satu dengan yang lainnya melalui sinapsis. Sel saraf dapat menerima rangsangan berupa sinyal elektrokimiawi dari sel saraf-sel saraf yang lain. Berdasarkan rangsangan tersebut, sel saraf akan mengirimkan sinyal atau tidak berdasarkan kondisi tertentu. Konsep dasar semacam inilah yang ingin dicoba para ahli dalam menciptakan sel tiruan.</li>
</ul>
<p><strong>Jaringan Syaraf Manusia</strong></p>
<ul>
<li>Struktur sangat kompleks</li>
<li>Kemampuan luar biasa</li>
<li>Terdiri dari Neuron dan Penghubung (sinapsis)</li>
<li>Neuron: 1012 dan Sinapsis: 6.1018</li>
<li>Karena jumlah yang banyak, maka mampu mengenali pola, melakukan perhitungan dan mengontrol tubuh dengan kecepatan yang lebih tinggi dari pada komputer digital. Ex: mampu mengenali wajah seseorang yang sedikit berubah</li>
<li>
<div>Otak mempunyai struktur yang menakjubkan karena kemampuannya membentuk sendiri aturan/aturan atau pola  berdasarkan pengalaman</div>
</li>
<li>
<div>Jumlah dan kemampuanya berkembang seiring pertumbuhan fisik manusia</div>
</li>
<li>
<div>Tahun pertama umur manusia, terbentuk 1 Juta sinapsis perdetiknya</div>
</li>
</ul>
<p><strong>Sejarah JST<br />
</strong></p>
<p>Saat ini bidang kecerdasan buatan dalam usahanya menirukan intelegensi manusia, belum mengadakan pendekatan dalam bentuk fisiknya melainkan dari sisi yang lain. Pertama-tama diadakan studi mengenai teori dasar mekanisme proses terjadinya intelegensi. Bidang ini disebut <em>‘Cognitive Science’</em>. Dari teori dasar ini dibuatlah suatu model untuk disimulasikan pada komputer, dan dalam perkembangannya yang lebih lanjut dikenal berbagai sistem kecerdasan buatan yang salah satunya adalah jaringan saraf tiruan. Dibandingkan dengan bidang ilmu yang lain, jaringan saraf tiruan relatif masih baru. Sejumlah literatur menganggap bahwa konsep jaringan saraf tiruan bermula pada makalah Waffen McCulloch dan Walter Pitts pada tahun 1943. Dalam makalah tersebut mereka mencoba untuk memformulasikan model matematis sel-sel otak. Metode yang dikembangkan berdasarkan sistem saraf biologi ini, merupakan suatu langkah maju dalam industri komputer.</p>
<p>Berikut perkembangan sejarah jararingan syaraf tiruan diurutkan berdasarkan waktu:</p>
<ul>
<li>1943, McCulloch &#38; Pitts memperkenalkan JST sederhana.</li>
<li>1958, Rosenbelatt JST dengan model perceteron.</li>
<li>1960, Widrow dan Hoff, JST Percepteron dengan pelatihan.</li>
<li>1986, Rumelhart, JST Backpropagation (beberapa layer)</li>
<li>1976, Kohenen, JST model kohenen</li>
<li>1982, Hopfield, JST model Hopfield</li>
</ul>
<p><strong>Komponen Neuron</strong></p>
<ul>
<li><em>Dendrit</em>, berfungsi sebagai alat input penerima impuls yang dikirim secara elektrokimiawi oleh dari neuron lain melalui celah sinapsis. Pada celah sinasis ini, kemudian impuls tersesbut diperkuat atau diperlemah.</li>
<li><em>Soma</em>, berfungsi menjumlahkan impuls-impuls yang masuk.</li>
<li><em>Axon</em>, berfungsi menerima jumlahan impuls yang cukup kuat dan melebihi ambang batas (trasehold) dan mengirimkannya ke neuron yang lain.</li>
</ul>
<p><strong>Aplikasi </strong><strong>Jaringan Syaraf Tiruan</strong></p>
<div>
<ul>
<li><em>Pengenalan Pola, </em>Mengenali pola: huruf, angka, suara, tanda tangan</li>
<li><em>Pemrosesan Sinyal,</em> merduksi noise dalam salauran telepon</li>
<li><em>Peramalam, </em>Memprediksi yang akan terjadi pada masa depan berdasarkan pola kejadian pada masa lampau.</li>
</ul>
</div>
<div><strong>Kelebihan </strong><strong>Jaringan Syaraf Tiruan</strong></div>
<div>
<ul>
<li><em>Handal</em>,  Jaringan Syaraf Tiruan adalah teknik pemodelan yang sangat memuaskan yang  dapat membuat model suatu fungsi yang sangat kompleks.  Khususnya Jaringan Syaraf  Tiruan nonlinear.  Sejak beberapa tahun, model linear umumnya digunakan dimana  model linear dikenal dengan strategi optimasi.  Jaringan Syaraf Tiruan juga menggunakanmodel nonlinear dengan berbagai variabel.</li>
<li><em>Mudah digunakan. </em> Jaringan Syaraf Tiruan dipelajari dengan contoh. PenggunaJaringan Syaraf Tiruan mengumpulkan data dan melakukan pembelajaran algoritmauntuk mempelajari secara otomatis struktur data, sehingga pengguna tidak memerlukan pengetahuan khusus mengenai bagaimana memilih dan mempersiapkan data, bagaimanamemilih Jaringan Syaraf Tiruan yang tepat, bagaimana membaca hasil, tingkatanpengetahuan yang diperlukan untuk keberhasilan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruantidak lebih dari pemecahan masalah yang menggunakan metode statistik nonlinear yangtelah dikenal.</li>
</ul>
</div>
<div><strong>Keterbatasn </strong><strong>Jaringan Syaraf Tiruan</strong></div>
<div>
<ul>
<li>Ketidak akuratan hasil yang diperoleh</li>
<li>Bekerja berdasarkan pola yang terbentuk pada inputnya.</li>
</ul>
</div>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:2255px;width:1px;height:1px;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&#34;Table Normal&#34;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&#34;&#34;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#34;Calibri&#34;,&#34;sans-serif&#34;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&#34;Times New Roman&#34;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]-->
<p>&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;margin:5pt 0 5pt .5in;">Bidang <span style="color:black;"><a href="/wiki/Kecerdasan_buatan"><span style="color:black;text-decoration:none;">kecerdasan buatan</span></a> dalam usahanya menirukan <a href="/w/index.php?title=Intelegensi&#38;action=edit"><span style="color:black;text-decoration:none;">intelegensi</span></a> </span>manusia, belum mengadakan pendekatan dalam bentuk fisiknya melainkan dari sisi yang lain. Pertama-tama diadakan studi mengenai teori dasar mekanisme proses terjadinya intelegensi. Bidang ini disebut <em>‘Cognitive Science’</em>. Dari teori dasar ini dibuatlah suatu model untuk disimulasikan <span style="color:black;">pada <a href="/wiki/Komputer"><span style="color:black;text-decoration:none;">komputer</span></a>,</span> dan dalam perkembangannya yang lebih lanjut dikenal berbagai sistem kecerdasan buatan yang salah satunya adalah jaringan saraf tiruan. Dibandingkan dengan bidang ilmu yang lain, jaringan saraf tiruan relatif masih baru. Sejumlah literatur menganggap bahwa konsep jaringan saraf tiruan bermula pada makalah <span style="color:black;"><a href="/w/index.php?title=Waffen_McCulloch&#38;action=edit"><span style="color:black;text-decoration:none;">Waffen McCulloch</span></a> dan <a href="/w/index.php?title=Walter_Pitts&#38;action=edit"><span style="color:black;text-decoration:none;">Walter Pitts</span></a> pada tahun <a href="/wiki/1943"><span style="color:black;text-decoration:none;">1943</span></a>. Dalam makalah tersebut mereka mencoba untuk memformulasikan model matematis sel-sel <a href="/wiki/Otak"><span style="color:black;text-decoration:none;">otak</span></a></span>. Metode yang dikembangkan berdasarkan sistem saraf biologi ini, merupakan suatu langkah maju dalam industri komputer.</p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Et meget "helt i starten af processen" udkast til metodeafsnittet.]]></title>
<link>http://sidney4life.wordpress.com/2009/11/15/et-meget-helt-i-starten-af-processen-udkast-til-metodeafsnittet/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 22:04:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>sidney4life</dc:creator>
<guid>http://sidney4life.wordpress.com/2009/11/15/et-meget-helt-i-starten-af-processen-udkast-til-metodeafsnittet/</guid>
<description><![CDATA[Metode valg. For at kunne svare på vores problemformulering, har vi anvendt nogle bestemte metoder. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;">Metode valg.</p>
<p style="text-align:left;">For at kunne svare på vores problemformulering, har vi anvendt nogle bestemte metoder. Disse metoder giver os et større indblik i facebookgruppen ”Gå nu væk Sidney Lee!” – en hadegruppe på internettet, som indeholder &#8212;- medlemmer og som har fokus på, vores eksempel på en meget eksponeret medieperson, nemlig selve, Sidney Lee.</p>
<p style="text-align:left;">Vi vil gerne ind under huden på lige netop denne hadegruppe på facebook, fordi vi vil undersøge om den har bidraget til populariteten af Sidney Lee, som berygtet ”folkenar”* i de danske medier.</p>
<p style="text-align:left;">Vi har kreeret et survey, som vi vil kaste ud på facebook til hadegruppen ”Gå nu væk Sidney Lee!”, så medlemmerne har mulighed for at svare på det. Vi synes også det ville være interessant at foretage en diskursanalyse af internetgruppen. Vi har bl.a. kigget på statistikker på siden og på diverse kommentarere som medlemmerne har skrevet på siden, til skue for alle der er på facebook.</p>
<p style="text-align:left;">I Surveyet har vi valgt nogle bestemte spørgsmålene, i håb om at blive klogere på, om medlemmerne i facebookgruppen er med til at promovere Sidney Lee og øge hans popularitet. Har de f.eks. intruduceret mediepersonen Sidney Lee for andre af deres bekendte på facebook, som så har introduceret ham til deres bekendte, osv.? Har medlemmerne viderebragt informationer om personen Sidney Lee, på en måde der har været med til at øge Sidney Lees karrierer i medieverdenen? Har de været med til at forme mediepersonen ”Sidney Lee” som vi kender ham i dag? Svarene på surveyet kan være med til at fortælle os i hvor stor en grad, brugerne af en gruppe på en sn-site*, har været med til at øge Sidney Lees kendthed og viden om hans person i bland befolkningen. Ville Sidney Lee f.eks. have været ligeså så stor en medieperson uden disse facebookgrupper og denne ene bestemte gruppe?</p>
<p style="text-align:left;">Diskursanalysen skal kaste lys over medlemmernes sande interesse for Sidney Lee. Vil de i virkelig have ham til at forsvinde helt? Eller! Elsker de i virkeligheden at hade Sidney? Er de med til at promovere ham? Påvirker deres aktivitet i denne gruppe andre menneskers lyst til at opsnuse mere viden og information og denne skøre virtuelle person Sidney lee? Som små myrer over en sukkerknald? Eller som Sidney Lee – wannabes over en kande selvbruner?</p>
<p style="text-align:left;">Det klare formål med at anvende disse metoder er at skabe en forståelse af web 02 og dets muligheder, når det drejer sig om mediepersoner som Sidney Lee, som lever af at folk ser ham, kommentere på ham, bagtaler ham, diskuterer om ham, griner af ham, chatter om ham, laver videoer om ham osv. Er der kun liv i hans efterhånden lange karriere i medieverdenen endnu, fordi folk, som f.eks. medlemmerne i facebookgruppen ”Gå nu væk Sidney Lee!” synes det er sjovt at være skrive om han og vise et bestemt statement, ved at være medlem af denne gruppe? Er det dem der puster luft i lungerne på Sidney Lees kendis-karrierer?</p>
<p style="text-align:left;">Det vi har fundet ud af er ……</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pendahuluan]]></title>
<link>http://scwdotjava.wordpress.com/2009/11/14/pendahuluan/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 17:12:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>asahisoft</dc:creator>
<guid>http://scwdotjava.wordpress.com/2009/11/14/pendahuluan/</guid>
<description><![CDATA[Sekilas tentang Fungsi Green Kita mulai dengan memfokuskan perhatian kita pada subjek operator integ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sekilas tentang Fungsi Green Kita mulai dengan memfokuskan perhatian kita pada subjek operator integ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Simple Psikologi Trading.....  ]]></title>
<link>http://foreksimple.wordpress.com/2009/11/14/simple-psikologi-trading/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 16:12:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>foreksimple</dc:creator>
<guid>http://foreksimple.wordpress.com/2009/11/14/simple-psikologi-trading/</guid>
<description><![CDATA[Temukan &#8220;Kunci Kesuksesan Dalam Trading&#8221;&#8230;.. Salam Trader&#8230; Pada suatu hari se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Temukan &#8220;Kunci Kesuksesan Dalam Trading&#8221;&#8230;..</strong></p>
<p><strong>Salam Trader&#8230;<br />
Pada suatu hari setibanya pulang dari jalan-jalan&#8230; Budi mencari kunci untuk membuka pintu rumahnya&#8230; Dari puluhan kunci yang dia pegang tidak satupun yang cocok dengan pintu rumahnya&#8230; Budi ingin sekali cepat-cepat beristirahat, mandi, nonton televisi dan lain-lain&#8230; Tapi apa daya kunci yang dicari tidak di temukan&#8230; dengan kesal ia memanggil tukang kunci untuk mendobrak pintu rumahnya&#8230;</strong></p>
<p><strong> Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa dengan kunci yang tepat.. maka Budi akan bisa masuk ke rumah nya, bisa berbuat apa yang dia mau, mau mandi, mau makan, mau nonton televisi atau mau tidur sekalipun&#8230;.<br />
Begitu halnya dengan TRADING&#8230;. Untuk menciptakan kesuksesan di dunia trading ini&#8230; harus berusaha keras menemukan &#8220;KUNCI&#8221; yang tepat&#8230;.</strong></p>
<p><strong> Bila anda tidak menemukan &#8220;KUNCI&#8221; tersebut&#8230; mustahil anda bisa sukses&#8230; Anda hanya bisa gelisah atau hanya menduga-duga saja isi dari dalam trading tersebut tanpa bisa &#8220;Melihat Secara Langsung&#8221; dan menjadi bagian dari trading itu sendiri&#8230;</strong></p>
<p><strong>Kunci utama untuk sukses dalam dunia trading forex ini adalah :<br />
1. Belajar dan Mengerti istilah-istilah trading&#8230;<br />
2. Belajar dan Mengerti mengapa harga itu bergerak&#8230;<br />
3. Belajar dan Mengerti untuk melihat pola&#8230;<br />
4. Belajar dan Mengerti untuk menggunakan sistem&#8230;<br />
5. Belajar dan Mengerti untuk menggunakan modal&#8230;<br />
6. Tutorlah dengan yang ahli&#8230;</strong></p>
<p><strong>Ke enam kunci tersebut merupakan modal utama dari sukses anda di dunia trading ini&#8230;.carilah&#8230;.dan temukanlah&#8230;bila berhasil menemukannya..kejayaanlah yang di dapat&#8230;</strong></p>
<p><strong>Bravo&#8230;.</strong></p>
<p><strong>2. Belajar dan Mengerti Mengapa Harga Bergerak Inti dari pembelajaran ini adalah &#8220;suatu hal yang mengulang&#8221; artinya pergerakan harga terjadi diakibatkan oleh suatu berita release yang sangat &#8220;surprise&#8221; dan membuat eforia pasar untuk menggerakkan harga yang mengakibatkan terjadinya trend&#8230; Diharapkan para trader untuk lebih mempertajam istilah-istilah dan dampak dari suatu berita seperti umumnya CPI, PPI, Nonfarm Payroll Bank Interest dan lain-lain&#8230;</strong></p>
<p><strong>3. Belajar dan Mengerti Untuk Melihat Pola&#8230; Inti dari pembelajaran ini adalah &#8220;waktu harga bergerak&#8221;&#8230; Pada umumnya suatu analys forex di US memetakan pola harga pada jam-jam trading yang sesungguhnya seperti Trading mata uang GBP, EUR, dan CHF lebih terkonsentrasikan pada jam-jam seperti 14 &#8211; 16.00 siang lalu dilanjutkan pada jam 19.00 malam &#8211; 01.30 pagi&#8230;. Mata uang Yen lebih efektif dilihat pada jam 06.00 &#8211; 13.00 wib lalu dilanjutkan di jam 19.00 &#8211; 02.00 pagi&#8230; Untuk melihat pola ini dibantu dengan alat bantu, seperti bila trader dengan teknikal base di US rata-rata memakai Fibonanci untuk melihat pola harga di pagi hari dan sore hari Untuk Fundamental Base&#8230; mereka melihat pola kecenderungan dilihat dari data release bulan lalu serta volume transaksi&#8230;</strong></p>
<p><strong>4. Belajar dan Mengerti untuk menggunakan sistem&#8230; Inti dari pembelajaran ini adalah &#8220;trading with My heart&#8221; yang diartikan bahwa sebelum kamu memulai trading&#8230; seorang psikolog trading harus memeriksa dari segi kejiwaan serta sifat dari orang tersebut dan memberikan solusi yang tepat untuk menciptakan suatu sistem trading yang cocok dengan penggambaran jiwa dari orang tersebut&#8230; Sistem merupakan suatu sarana pendukung untuk mengambil sebuah keputusan akhir untuk masuk pasar&#8230;. Dari satu sistem tersebut merangkum semua yang ada seperti Melihat Waktu&#8230; Melihat Bentuk Harga&#8230; Melihat Power Harga&#8230; Melihat Entry&#8230; Melihat Resiko&#8230; dan Melihat Exit&#8230; Sistem yang bagus dapat diartikan sebagai sistem yang sebangun dgn hati dan sifat Anda&#8230;</strong></p>
<p><strong>5. Belajar dan mengerti untuk menggunakan Modal&#8230; Inti dari pembelajaran ini adalah &#8221; Jagalah Equity Sekeras Mungkin&#8221;&#8230; Dengan resiko yang begitu besar dan cepat&#8230; para trader maupun investor sendiri harus menjaga equity dari trading itu sendiri&#8230; Tidak masalah Anda menggunakan modal semuanya atau sebagian saja untuk trading&#8230; yang penting sudah mengetahui dan bisa menghitung resiko secara teliti&#8230; Pergunakanlah Equity dengan bijak&#8230; Bila suatu trading bisa menggunakan modal hanya 20% dari total&#8230; modal gunakanlah dan bila anda ingin menambah lot&#8230; pastikan bahwa Equity anda sudah bertambah sebelumnya&#8230;</strong></p>
<p><strong>Demikianlah penjelasan saya semoga bermanfaat&#8230;.</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Perkalian Cepat dan Mudah]]></title>
<link>http://haydar85.wordpress.com/2009/11/14/cara-perkalian-cepat-dan-mudah/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 12:04:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lukman</dc:creator>
<guid>http://haydar85.wordpress.com/2009/11/14/cara-perkalian-cepat-dan-mudah/</guid>
<description><![CDATA[Pada perkalian bilangan umumnya menggunakan mengalikan kebawah, adapun cara perkalian yang lain lebi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada perkalian bilangan umumnya menggunakan mengalikan kebawah, adapun cara perkalian yang lain lebi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mencari FPB dan KPK cara cepat dan mudah]]></title>
<link>http://haydar85.wordpress.com/2009/11/14/mencari-fpb-dan-kpk-cara-cepat-dan-mudah/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 11:21:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lukman</dc:creator>
<guid>http://haydar85.wordpress.com/2009/11/14/mencari-fpb-dan-kpk-cara-cepat-dan-mudah/</guid>
<description><![CDATA[Perngertian dari KPK dan FPB yakni: KPK = Kelipatan Persekutuan TerKecil FPB = Faktor Persekutuan Te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Perngertian dari KPK dan FPB yakni: KPK = Kelipatan Persekutuan TerKecil FPB = Faktor Persekutuan Te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Latar Belakang Munculnya Bid'ah]]></title>
<link>http://abufadhilblora.wordpress.com/2009/11/14/latar-belakang-munculnya-bidah/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 03:25:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>abufadhil86</dc:creator>
<guid>http://abufadhilblora.wordpress.com/2009/11/14/latar-belakang-munculnya-bidah/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Tidak diragukan lagi bahwa berpegang teguh den]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Tidak diragukan lagi bahwa berpegang teguh den]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Download Murottal Al-Fatihah dan Juz 30 Syaikh Abdullah bin Awad Al-Juhany]]></title>
<link>http://abufadhilblora.wordpress.com/2009/11/14/download-murottal-al-fatihah-dan-juz-30-syaikh-abdullah-bin-awad-al-juhany/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 02:54:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>abufadhil86</dc:creator>
<guid>http://abufadhilblora.wordpress.com/2009/11/14/download-murottal-al-fatihah-dan-juz-30-syaikh-abdullah-bin-awad-al-juhany/</guid>
<description><![CDATA[Berikut ini adalah beberapa bacaan Al-Quran (murottal) dari qari’ bernama Syaikh Abdullah bin Awad A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut ini adalah beberapa bacaan Al-Quran (murottal) dari qari’ bernama Syaikh Abdullah bin Awad A]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Survey 2]]></title>
<link>http://sidney4life.wordpress.com/2009/11/12/survey-2/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 11:56:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>sidney4life</dc:creator>
<guid>http://sidney4life.wordpress.com/2009/11/12/survey-2/</guid>
<description><![CDATA[Her er vores nye Survey, som vi har planlagt at sende til medlemmerne i facebookgruppen: &#8220;Gå n]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Her er vores nye Survey, som vi har planlagt at sende til medlemmerne i facebookgruppen: &#8220;Gå nu væk Sidney Lee&#8221;.</p>
<p><a href="http://ninaninja.dk/wp-content/uploads/surveySidney2.mht">Survey 2</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diskursanalyse]]></title>
<link>http://sidney4life.wordpress.com/2009/11/12/diskursanalyse/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 10:35:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>sidney4life</dc:creator>
<guid>http://sidney4life.wordpress.com/2009/11/12/diskursanalyse/</guid>
<description><![CDATA[Norman Fairclough &#8211; diskursanalyse.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Norman Fairclough &#8211; <a href="http://www.teorier.dk/tekster/norman-faircloughs-diskursanalyse.php" target="_blank">diskursanalyse</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode Menghafal Al Qur'an dan Hadits yang Tepat]]></title>
<link>http://firarif.wordpress.com/2009/11/08/metode-menghafal-al-quran-dan-hadits-yang-tepat/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 11:20:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>arif aja deh</dc:creator>
<guid>http://firarif.wordpress.com/2009/11/08/metode-menghafal-al-quran-dan-hadits-yang-tepat/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah pernah ditanya, “Bagaimana]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah pernah ditanya, “Bagaimana]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MANHAJ AL-QUR'AN DAN SUNNAH YANG SESUAI PEMAHAMAN SALAFUL UMMAH ADALAH MANHAJ PENGHIMPUN]]></title>
<link>http://alhudablora.wordpress.com/2009/11/07/manhaj-al-quran-dan-sunnah-yang-sesuai-pemahaman-salaful-ummah-adalah-manhaj-penghimpun/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 04:02:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>alhudablora</dc:creator>
<guid>http://alhudablora.wordpress.com/2009/11/07/manhaj-al-quran-dan-sunnah-yang-sesuai-pemahaman-salaful-ummah-adalah-manhaj-penghimpun/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi Kata Pengantar. Artikel ini, diambil dar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh<br />
<strong>Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Kata Pengantar.<br />
Artikel ini, diambil dari kata sambutan Syaikh Ali bin Hasan Al-Atsari, murid kepercayaan Syaikh Muhaddits Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah, dalam acara Ad-Daurah asy-Syariyah fi al-Masa&#8217;il al-&#8217;Aqadiyah wa al-Manhajiyah, yang diselenggarakan di Ma&#8217;had Ali al-Irsyad Surabaya tanggal 15-18 Dzul Qa&#8217;dah 1421H, yang diprakarsai oleh Al-..Ustadz Abdur Rahman at-Tamimi dan Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dibantu oleh beberapa da&#8217;i salafi lainnya. Alhamdulillah acara daurah dihadiri dan dikuti oleh tidak kurang dari empat ratusan da&#8217;i salafi dan penuntut ilmu di Indonesia.</p>
<p>Kemudian, kata sambutan Syaikh Ali bin Hasan Al-Atsari sengaja kami salin ulang dalam website almanhaj dengan judul &#8220;Manhaj Al-Qur&#8217;an Dan Sunnah Yang Sesuai Pemahaman Salaful Ummah Adalah Manhaj Penghimpun&#8221;, besar harapan kami, ini adalah sebuah nasehat yang dapat diambil manfaat dan faedahnya oleh kita semua.<br />
________________________<br />
<!--more--></p>
<p>Saya memuji kepada Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala atas kesempatan baik yang telah mengumpulkan kami dengan ikhwah fillah (saudara-saudara di jalan Allah) ini, dan sebuah ziarah (kunjungan) telah merekatkan hubungan antara kami dengan mereka, sekalipun kami dengan mereka dipisahkan oleh wilayah. Akan tetapi manhaj al-Kitab (al-Qur&#8217;an) dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman Salaful Ummah, adalah manhaj penghimpun ; menghimpun hati-hati dan akal-akal (manusia), sebelum menghimpun fisik-fisik anak manusia.</p>
<p>Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Siapa yang tidak berterima kasih kepada orang, berarti tidak bersyukur kepada Allah&#8221;.</p>
<p>Jadi ini merupakan kesempatan yang didalamnya kami ingin menyampaikan rasa syukur (terima kasih) kepada saudara-saudara kami, para da&#8217;i yang mengajak (manusia) menuju al-Qur&#8217;an dan Sunnah, penyelenggara kegiatan mulia ini di negeri ini yang anda semua tahu betapa banyaknya tersebar bid&#8217;ah, merajalelanya khurafat dan bermacam-macam serta beraneka ragamnya golongan/kelompok (ahzab).</p>
<p>Maka da&#8217;i ilallah (penyeru manusia untuk kembali menuju Allah) yang berdasarkan bashirah, berdasarkan cahaya ilmu dan berdasarkan sinar pengetahuan (ilmu syar&#8217;i -pent) di tengah zaman dan negeri semacam ini, tampaknya ia termasuk orang-orang ghuraba&#8217; (tidak umum/aneh) itu. Orang-orang yang memegang bara (ibarat bagi orang yang berpegang pada sunnah pada zaman seperti sekarang -pent), yang Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah menjanjikan orang-orang yang ikhlas di antara mereka sebagai orang-orang yang akan mendapatkan thuba (kebahagian).</p>
<p>Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Artinya : Kebahagianlah bagi Ghuraba&#8217; (orang-orang yang tidak umum karena berpegang pada sunnah)&#8221;</p>
<p>Ini juga merupakan kesempatan untuk kita saling menguatkan satu sama lain, agar kita bersabar menghadapi bencana yang boleh jadi kita jumpai, atau ujian yang boleh jadi kita hadapi. Karena sesungguhnya seorang Muslim sejati adalah orang yang bersabar.</p>
<p>&#8220;Artinya : Jika kamu benar-benar bersabar, niscaya itu lebih baik bagi orang-orang yang bersabar&#8221;. [An-Nahl : 126]</p>
<p>Ketahuilah wahai saudara-saudara fillah (satu jalan di jalan Allah), bahwa amal perbuatan yang paling dicintai oleh Allah adalah amal perbuatan yang paling terus menerus meskipun sedikit. Karena itu tetap mantaplah berada pada jalan sunnah sekalipun anda berjumlah sedikit. Dan bersemangatlah untuk mencari ilmu walaupun anda semua dihina. Semoga Allah meridhai Ibnu Mas&#8217;ud yang mengatakan.</p>
<p>&#8220;Artinya : (Beramal) sedikit dalam sunnah lebih baik dari (beramal banyak) dalam bid&#8217;ah&#8221;</p>
<p>Dari situ pula kamipun katakan : Bahwa apabila kita berada dalam sunnah dengan jumlah sedikit, lebih baik daripada jika kita berada dalam bid&#8217;ah dengan jumlah banyak. Karena (sekedar) jumlah banyak tidak mempunyai nilai dalam timbangan. Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan sedikit diantara hamba-Ku yang bersyukur&#8221; [Saba' : 13]</p>
<p>Kami memohon kepada Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala agar memberikan anugrah kepada saudara kami semuanya, khususnya yang mulia Syaikh Abdur Rahman at-Tamimi [1] beserta saudara-saudaranya dan sahabat-sahabat yang dicintainya, juga kepada setiap yang memberikan budi luhurnya, terbuka memberikan kebaikannya dan terbuka menerima kebenaran. Agar Allah memberikan anugerah kepada mereka menjadi pembela sunnah, menjadi penolong Ahlu Sunnah, menjadi pintu kebaikan sunnah dan menjadi jalan bagi tersebarnya sunnah.</p>
<p>Sesungguhnya ini semua, jika merupakan tanaman di dunia, maka kelak buah tanaman mereka yang masak akan ada di sisi Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala, pada hari ketika orang-orang masuk ke telaga Haudh-(nya Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam), tetapi Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Menjauhlah-menjauhlah, enyahlah-enyahlah&#8221; Ketika itu para Malaikat berkata : &#8220;Wahai Rasulullah, mereka telah membuat perubahan-perubahan&#8221;.</p>
<p>Adalah sebelum itu Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah bersabda (kepada Malaikat) tentang umatnya : &#8220;Mereka adalah umatku, mereka adalah umatku&#8221; ketika para Malaikat mengusir mereka dan menjauhkannya (dari telaga Haudh).</p>
<p>Namun setelah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengetahui bahwa mereka telah melakukan perubahan-perubahan dan penggantian-penggantian (terhadap agama -pent), maka Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda : &#8220;Enyahlah &#8230; enyahlah, menjauhlah &#8230; menjauhlah..&#8221;.</p>
<p>Karena itu kami memohon kepada Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala supaya kita menjadi orang-orang yang sabar dan menjaga diri, tidak melakukan perubahan (terhadap agama) dan tidak berubah, tidak melakukan penggantian (terhadap agama) dan dan tidak berganti. Tetapi menjadi orang-orang yang tetap komitmen terhadap kebenaran, tetap menyeru (orang) untuk berpegang kepada sunnah dan tetap berpegang teguh kepada al-Haq.</p>
<p>Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala yang berada pada ke-Maha-tinggian-Nya dan berada diatas langit-Nya, agar Dia memantapkan kami dan anda semua untuk menempuh al-Haq (kebenaran), agar Dia memberikan petunjuk kepada setiap orang yang menyelisihi kebenaran dan agar Dia mematikan kita di dalam kebenaran. Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala adalah Yang Maha berwenang dan Maha Kuasa untuk melakukan itu semua.</p>
<p>Semoga Allah memberikan shalawat, salam serta barakah-Nya kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya semua.</p>
<p>[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun V/1421H/2001M hal. 39-40. Penebit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo – Solo 57183 ]<br />
__________<br />
Foote Noote<br />
[1].Ustadz Abdur Rahman at-Tamimi adalah termasuk salah satu Panitia Daurah asy-Syar&#8217;iyah fi al-Masa&#8217;il al-&#8217;Aqadiyah wa al-Manhajiyah, yang diselenggarakan tanggal 15-18 Dzul Qa&#8217;dah 1421H. di Ma&#8217;had Diniyah al-Irsyad Surabaya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Sumber: www.almanhaj.or.id</p>
<p>Publikasi Ulang: www.alhudablora.co.cc</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode Kreatif Yesus Menurut Warren S. Benson (ringkasan)]]></title>
<link>http://weruah.wordpress.com/2009/11/07/metode-kreatif-yesus-menurut-warren-s-benson-ringkasan/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 03:47:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>weruah</dc:creator>
<guid>http://weruah.wordpress.com/2009/11/07/metode-kreatif-yesus-menurut-warren-s-benson-ringkasan/</guid>
<description><![CDATA[Yesus mengunakan tiga kelompok metode mengajar kreatif berdasarkan gagasan Charles Nichols, Warren S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--more-->Yesus mengunakan tiga kelompok metode mengajar kreatif berdasarkan gagasan Charles Nichols, Warren S. Benson. Ketiga kelompok metode itu adalah antara lain :</p>
<p><strong>Metode Visual</strong>.</p>
<ul>
<li>Demonstrasi, seperti membersihkan Bait Allah dan mencuci kaki para murid.</li>
<li>Mengunakan objek, seperti menghadirkan anak kecil atau mengunakan pohon ara yang layu.</li>
<li>Menulis di tanah, meski tidak jelas dilaporkan Injil apa yang ditulis-Nya.</li>
<li>Memberi contoh, seperti kehidupan doa-Nya yang mengugah para murid ingin meniru.</li>
</ul>
<p><strong>Metode Verbal</strong> :</p>
<ul>
<li>Pernyataan, yang bersifat langsung, provokatif, peringatan, pengkontrasan, dorongan dan ringkasan.</li>
<li>Pertanyaan, retoris, tanya-jawab, permintaan dan yang langsung.</li>
<li>Amsal dan kata-kata bijak.</li>
<li>Kutipan dari kitab suci Perjanjian Lama.</li>
<li>Perumpamaan, cerita dari kehidupan sehari-hari.</li>
<li>Mengemukakan argumentasi.</li>
<li>Ilustrasi, seperti burung-burung di udara, bunga bakung di padang, dll.</li>
<li>Pernyataan dan kisah hiperbolis, memancing perhatian tokoh agama.</li>
<li>Metafora / simile.</li>
<li>Paradoks/ ironi, kisah yang bertentangan sifatnya memancing pikiran.</li>
<li>Permintaan, tidak jarang Yesus mengajukan permintaan kepada audiens-Nya.</li>
<li>Suasana diam (silence).</li>
</ul>
<p><strong>Metode partisipatif</strong>.</p>
<ul>
<li>Mengajukan pertanyaan, Dia membuka diri agar murid mengajukan pertanyaan.</li>
<li>Dia mendorong murid untuk membuat pernyataan.</li>
<li>Dia memberanikan mereka berpikir.</li>
<li>Dia membangun keberanian mereka melibatkan diri dalam tugas.</li>
<li>Dia mendorong murid untuk menghadapi realitas dan isu kritis.</li>
<li>Memberikan ujian seperti peristiwa kritis di danau atau masalah kelaparan.</li>
</ul>
<p>Seluruh metode tersebut bertujuan memperkaya kualitas diri kita.</p>
<p>___________</p>
<p>Warren S. Benson, &#8220;Christ the Master,&#8221; dalam Foundations for the Future, Moody Press, 1991.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mid-Brain Tingkatkan Kemampuan Terpendam Anak]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/06/mid-brain-tingkatkan-kemampuan-terpendam-anak/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 23:48:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/06/mid-brain-tingkatkan-kemampuan-terpendam-anak/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah penemuan baru, metode yang berbeda dengan lainnya. Beberapa anak-anak setelah melalui suatu p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebuah penemuan baru, metode yang berbeda dengan lainnya. Beberapa anak-anak setelah melalui suatu p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aflevering torsadg d.5/11]]></title>
<link>http://itupiraterne.wordpress.com/2009/11/05/aflevering-torsadg-d-511/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 10:14:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>astroide</dc:creator>
<guid>http://itupiraterne.wordpress.com/2009/11/05/aflevering-torsadg-d-511/</guid>
<description><![CDATA[ Hej guys jeg kan ikke åbne øvelsen fra i mandags så jeg ved ikke om det hele er dækket, så hvis en ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> Hej guys jeg kan ikke åbne øvelsen fra i mandags så jeg ved ikke om det hele er dækket, så hvis en af jer lige gad at checke det ville det være godt. Mange hilsner Astrid</p>
<p>Problemformulering</p>
<p>Hvad kunne få unge dmd studerende til at ændre adfærd i forhold til copyrightet materiale?</p>
<p>Problemstillinger</p>
<p>Hvori består konflikten om copyright?</p>
<p>Hvordan er dmdstuderendes adfærd overfor copyrigtet materiale?</p>
<p>Hvilke mulige løsninger findes der?</p>
<p>Hvilken løsning synes de DMD studerende er bedst?</p>
<p>Metode</p>
<p>Vi har tænkt os at bruge et survey for at få noget viden om, hvordan de studerende bruger forskellige ”pirat” tjenester og, hvad deres holdning er til brud på copyrightloven. Vi regner med kun at putte nogle få korte spørgsmål ind, så der er størrer chance for at flere svarer.</p>
<p>Spørgsmål 1: Skal være en liste med de forskellige tjenester (peer-to-peer, torrent, osv.) ned af den ene side og så, hvor ofte de bruger dem ned af den anden side. Det arbejder Michel på.</p>
<p>Spørgsmål 2: Synes du, at det at forkert at bryde copyright loven?</p>
<p>spørgsmål 3: Synes du copyrightloven skal ændres?</p>
<p>Derudover overvejer vi at lave en fokusgruppe på et senere tidspunkt for at få undersøgt, hvilke løsningsmodeller, som ville tiltale dmdstuderende mest. Vi er dog ikke helt sikre på om, det er at tage munden for fuld, så vi overvejer bare at tage det med i vores survey. Så det vil vi gerne have lidt respons på mandag.</p>
<p>For information om ovevejelser omkring vores valg af målgruppe så ses det her <a href="http://itupiraterne.wordpress.com/2009/11/04/hvad-jeg-t%c3%a6nker-astrid/">http://itupiraterne.wordpress.com/2009/11/04/hvad-jeg-t%c3%a6nker-astrid/</a></p>
<p>Matrialer indtil videre</p>
<p>Free culture -  lessig</p>
<p>Good copy bad copy</p>
<p>Survey materiale</p>
<p>remix &#8211; Lessig fra IMK kompendiet</p>
<p>Copy, rip, burn &#8211; David M. Berry <a href="http://www.ankyankyanky.com/crb.pdf">http://www.ankyankyanky.com/crb.pdf</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
