<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>mikroskop &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/mikroskop/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "mikroskop"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 15:44:06 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Seiler Mikroskope in Deutschland]]></title>
<link>http://wurzelspitze.wordpress.com/2009/11/17/seiler-mikroskope-in-deutschland/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 23:01:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hans - Willi Herrmann</dc:creator>
<guid>http://wurzelspitze.wordpress.com/2009/11/17/seiler-mikroskope-in-deutschland/</guid>
<description><![CDATA[von Hans &#8211; Willi Herrmann Vor einiger Zeit wurden bei WURZELSPITZE  hier und hier Seiler ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="_mcePaste">
<div id="_mcePaste"><strong>von Hans &#8211; Willi Herrmann</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
</div>
<div>
<div>
<p>Vor einiger Zeit wurden bei WURZELSPITZE  <a href="http://wurzelspitze.wordpress.com/2009/08/16/wieviel-mikroskop-braucht-der-zahnarzt/"><span style="color:#000000;"><span style="text-decoration:none;">hier</span></span></a> und <a href="http://wurzelspitze.wordpress.com/2009/06/20/moskwa-dentistry/"><span style="color:#000000;"><span style="text-decoration:none;">hier</span></span></a> Seiler &#8211; Mikroskope erwähnt.</p>
<p>Sicherlich einer der günstigsten Wege, an ein Mikroskop für die Zahnmedizin heranzukommen.</p>
<p>In Deutschland werden diese Geräte von Cumdente als Cumdente &#8211; Mikroskope vertrieben.<br />
Es gibt zur Zeit 2 Varianten, die in Deutschland angeboten werden.</p>
</div>
</div>
<div>
<p>Mal schauen, ob Cumdente bereit ist, eines ihrer Geräte zum Test meinen Zeiss &#8211; Mikroskopen beiseite zu stellen.<br />
Ich werde mal den Vorschlag machen und den Link zum Blogbeitrag an Cumdente senden.</p>
</div>
<div><img class="alignnone size-full wp-image-6266" title="Seiler" src="http://wurzelspitze.wordpress.com/files/2009/11/seiler.jpg" alt="Seiler" width="311" height="339" /></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[mikroskopta yer değiştirmek]]></title>
<link>http://okuduklarim.wordpress.com/2009/11/07/mikroskopta-yer-degistirmek/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 15:45:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tarık</dc:creator>
<guid>http://okuduklarim.wordpress.com/2009/11/07/mikroskopta-yer-degistirmek/</guid>
<description><![CDATA[Günlük olarak takip ettiğim karikatür sitelerinden birisi de : http://www.glasbergen.com/ Sayfa süre]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Günlük olarak takip ettiğim karikatür sitelerinden birisi de : <a href="http://www.glasbergen.com/" target="_blank">http://www.glasbergen.com/</a> Sayfa sürekli güncellendiği için linkini veremiyorum ama 5 Kasım 2009 Perşembe günkü karikatüründe bir işadamı müşterisine &#8220;Gözlüklerimizi değiştirelim mi? Bazen müşterilerimin bakış açısını değerlendirmek istiyorum&#8221; gibi bir ifade var.</p>
<p>Birden gözümde patolojiye uyarlanması geldi bunun. Asistanla uzman yer değiştiriyor mikroskopta.</p>
<p>Ben ilk bunu denediğimde 5 başlı mikrsokopta karşımda Anabilimdalı Başkanı ve Tez Hocam vardı. Ne de olsa sınavı da böyle yapıyoruz.</p>
<p>Akşam asistan vakaya nasıl bakıyor, nereleri büyütüyor, nerelere bakıyor bilmek istemez misiniz? Asistan olarak da elinizin titremesini gözlemlemek istemez misiniz?</p>
<p>Deneyin efendim laakal ayda bir kez, bir saat, rutinden önce tavsiye olunur.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[alat/benda optik]]></title>
<link>http://agribusiness4d.wordpress.com/2009/11/04/alatbenda-optik/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 06:31:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>rhymeinpeace</dc:creator>
<guid>http://agribusiness4d.wordpress.com/2009/11/04/alatbenda-optik/</guid>
<description><![CDATA[MIKROSKOP Latar Belakang Mikroskop merupakan alat bamtu utama dalam melakukan pengamatan dan penelit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="text-decoration:underline;">MIKROSKOP</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><strong>Latar Belakang</strong><br />
Mikroskop merupakan alat bamtu utama dalam melakukan pengamatan dan penelitian dalam bidang biologi, karena dapat digunakan untuk mempelajari struktur benda-benda yang kecil.</p>
<p>Pelopor pembuat mikroskop adalah <em>Antonie van Leuwenhoek</em></p>
<p>Ada 2 macam mikroskop, yaitu mikroskop optic dan mikroskop electron. Mikroskop optic yang sering digunakan adalah mikroskop biologi dan mikroskop stereo.<br />
Salah satu pengukur objek miskroskopis adalah micrometer. Ada 2 macam micrometer yaitu micrometer objektif dan micrometer okuler. Alat ini dapat berfungsi apabila dipakai bersama-sama dengan mikroskop.</p>
<p><strong>MACAM-MACAM MIKROSKOP</strong><br />
<strong>1. Mikroskop Cahaya</strong><br />
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali.</p>
<p>Mikroskop memiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor.</p>
<p>Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.</p>
<p>Lensa okuler pada mikroskop bias membentuk bayangan tunggal (monokuler) atau ganda (binikuler).</p>
<p>Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa mikroskop yang lain.<br />
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar matahari yang dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang terdapat dibawah kondensor.</p>
<p>Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapai lampu sebagai pengganti cahaya matahari.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2. Mikroskop Stereo</strong><br />
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar.</p>
<p>Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi.</p>
<p>Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah:</p>
<p>(1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati</p>
<p>(2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 3 kali, sehingga perbesaran objek total minimal 30 kali.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>3. Mikroskop Elektron</strong><br />
Adalah sebuah mikroskop yang mampu melakukan pembesaran obyek sampai dua juta kali.</p>
<p>Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.</p>
<p><strong>5. Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope)</strong><br />
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan.</p>
<p>6. Mikroskop medan-gelap<br />
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>7. Mikroskop Fase kontras</strong><br />
Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya : tidak diberi warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma benda hidup yang mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) tembus chaya sehingga pada masing-masing tincram tak akan teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fase kontras.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA MIKROSKOP</p>
<p></strong></p>
<p>Sifat bayangan pada mikroskop di tentukan pada 2 lensa, yaitu lensa objekif dan lensa okuler.</p>
<p>Lensa objektif mempunyai sifat bayangan maya, terbalik dan diperkecil. Sedangkan lensa okuler mempunyai sifat bayangan nyata, tegak dan diperbesar.<br />
Mikroskop yang terdiri dari lensa positif bayangan akhir barada jauh tak terhingga, yang memiliki <em>sifat bayangan diperbesar, maya dan tegak</em></p>
<p>&#160;</p>
<h2>Pengertian Alat/Benda Optik</h2>
<p>Benda optik adalah benda yang menggunakan lensa optik untuk melakukan fungsinya dalam membantu kegiatan tertentu.</p>
<p>Lensa optik bisa terbuat dari bahan kaca, plastik, fiber, dan lain sebagainya.</p>
<p>Berikut di bawah ini merupakan arti definisi / pengertian dari beberapa benda / alat optik yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="151" valign="top">Teropong Bintang</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda   di luar angkasa seperti bulan, bintang, komet, dan lain sebagainya.</p>
<p>Sifat bayangan Teropong bintang adalah maya,   terbalik dan diperbesar.</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Teropong Bumi</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">alat yang digunakan untuk melihat atau mengamati   benda-benda jauh yang ada di permukaan bumi.</p>
<p>Bayangan yang terbentuk sifatnya maya, diperbesar   dan tegak.</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Mikroskop</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">alat yang dapat digunakan untuk melihat suatu benda yang jaraknya dekat dengan ukuran yang sangat kecil (mikron) untuk diperbesar agar dapat dilihat secara detil. Biasanya digunakan untuk melihat bakeri, sel, virus, dan lain-lain.</p>
<p>Sifat bayangan yang terjadi yaitu maya, terbalik   dan diperbesar</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Teropong Prisma</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">teropong yang berfungsi untuk melihat benda yang   jauh agar tampak lebih dekat dan terlihat jelas.</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Periskop</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">digunakan oleh kapal selam yang pada umumnya   digunakan untuk melihat keadaan sekitar di luar kapal selam.</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Teropong Cermin</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">digunakan untuk melihat benda-benda langit   antariksa.</p>
<p>Sifat gambar tidak terbalik, diperbesar, maya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Teropong Radio</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">benda optik yang digunakan untuk melihat benda   angkasa di luar angkasa yang jaraknya sangat jauh sekali.</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Episkop</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">berguna untuk memproyeksikan gambar yang tidak   tembus cahaya.</p>
<p>Sifat bayangan tegak diperbesar</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Proyektor Slide</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">alat yang memiliki fungsi menampilkan bayangan   sebuah gambar positif yang dapat ditembus cahaya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Overhead Proyektor / OHP</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">benda yang berguna untuk melihat bayangan gambar   diapositif seperti yang umumnya digunakan untuk presentasi di kelas</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Kaca Pembesar / Lup / Loop</td>
<td width="24" valign="top">:</td>
<td width="415" valign="top">benda optik yang berguna untuk mengamati benda kecil agar tampak lebih besar dan jelas dengan menggunakan jenis lensa positif</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tetris mal anders...]]></title>
<link>http://feydbraybrook.wordpress.com/2009/11/01/tetris-mal-anders/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 17:33:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>feydbraybrook</dc:creator>
<guid>http://feydbraybrook.wordpress.com/2009/11/01/tetris-mal-anders/</guid>
<description><![CDATA[Was tun, wenn man a) Tetris mag, b) Tetris schon 1000000 mal gespielt hat und c) ein Mikroskop hat? ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Was tun, wenn man</p>
<p>a) Tetris mag,<br />
b) Tetris schon 1000000 mal gespielt hat und<br />
c) ein Mikroskop hat?</p>
<p>DAS HIER:</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/jCdnBmQZ6_s&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/jCdnBmQZ6_s&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Na gut, eine Highscore-Liste könnte noch fehlen, aber das fällt sowieso nur Leuten auf, die jedes Spiel mit der Lupe analysieren&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Weissabgleich der Kamera ]]></title>
<link>http://wurzelspitze.wordpress.com/2009/10/28/weissabgleich-der-kamera/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 23:01:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alle Gastautoren</dc:creator>
<guid>http://wurzelspitze.wordpress.com/2009/10/28/weissabgleich-der-kamera/</guid>
<description><![CDATA[von Oscar von Stetten &nbsp; Der Vorschlag des Kollegen Habash zum einfachen Weissabgleich der Kamer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>von Oscar von Stetten </strong></p>
<p>&#160;</p>
<p>Der Vorschlag des Kollegen Habash zum einfachen Weissabgleich der Kamera beim Fotografieren am Dentalmikroskop hat mich begeistert. So einfach, keine Graukarte o.ä., ein einfaches Taschentuch.</p>
<p>Aber: spielt die Farbe des Kofferdams vielleicht auch eine Rolle?</p>
<p>Flugs eine Sammelaktion gestartet und ein paar Testbilder geschossen. Offensichtlich spielt die Farbe des Kofferdams auch eine Rolle. Alle Bilder sind in Lightroom mit dem Automatischen Farbton korrigiert worden, mehr wurde nicht durchgeführt. Normalerweise ist diese Funktion bei Lightroom sehr gut. Aber in diesem Fall wird die Funktion durch die Farben der Umgebung massiv gestört. Was hilft also in solchen Fällen?</p>
<p>Die Pipette. Mit der Pipette kann man sich einen Bereich im Bild aussuchen, der am weissesten ist. Damit kann man die Tonwertkorrektur manuell und vorhersagbar durchführen. Es wird das „weiss“ in dem individuellen Bild bestimmt und die anderen Tonwerte daran kalibiriert. In schwierigen Fällen hilft diese Methode enorm, einen halbwegs vernünftigen Farbeindruck zu erhalten. Wenn der Bildschirm denn kalibriert ist&#8230;. aber das ist ein ganz anderes Thema.</p>

</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Latihan Ujian Biologi kelas 7]]></title>
<link>http://y3llowstar.wordpress.com/2009/10/22/latihan-ujian-biologi-kelas-7/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 18:12:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>yellow star</dc:creator>
<guid>http://y3llowstar.wordpress.com/2009/10/22/latihan-ujian-biologi-kelas-7/</guid>
<description><![CDATA[Bagian yang terang berbentuk bulat terlihat dari lensa okuler disebut …. Bagian mikroskop yang berfu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li>Bagian yang terang berbentuk bulat terlihat dari lensa okuler disebut ….</li>
<li>Bagian mikroskop yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke obyek adalah</li>
<li>Seorang ilmuwan dalam mengadakan eksperimen harus ….</li>
<li>Data yang didapat dengan alat ukur disebut</li>
<li>Variabel yang dapat diubah-ubah disebut ….</li>
<li>Setelah merumuskan hipotesa pengamat mengadakan ….</li>
<li>Hasil penelitian setelah selesai perlu dipublikasikan melalui …</li>
<li>Zat kimia yang sering disebut garam dapur adalah ….</li>
<li>Sifat bahan kimia yang dapat merusak jaringan hidup disebut ….</li>
<li>Contoh bahan kimia yang bersifat racun adalah….</li>
<li>Unit terkecil dari makhluk hidup disebut …</li>
<li>Pembuluh xilem disebut ….</li>
<li>Jantung manusia disebut ….</li>
<li>Kumpulan dari jaringan–jaringan akan membentuk ….</li>
<li>Tempat sintesa protein dalam di dalam sel adalah ….</li>
<li>Cairan pada sel disebut ….</li>
<li>Rongga yang berfungsi sebagai alat pengeluaran disebut ….</li>
<li>Mitokondria berfungsi untuk ….</li>
<li>Kumpulan beberapa organ disebut ….</li>
<li>Hidung, tenggorokan, dan paru–paru disebut sistem ….</li>
<li>Pengelompokan makhluk hidup disebut dengan ….</li>
<li>Tingkatan takson paling rendah pada hewan adalah ….</li>
<li>Aturan penulisan species disebut sistem ….</li>
<li>Ganggang hijau mengandung zat ….</li>
<li>Perkembangbiakan secara kawin dan tak kawin pada lumut disebut ….</li>
<li>Penghasil spora pada tumbuhan paku disebut ….</li>
<li>Alga yang dapat digunakan untuk membuat agar–agar adalah ….</li>
<li>Penghasil mutiara adalah ….</li>
<li>Cacing berambut adalah ….</li>
<li>Mamalia berkantung adalah ….</li>
<li>Air, udara, sinar matahari disebut komponen….</li>
<li>Organisme autrotof membuat makanan melalui proses ….</li>
<li>Organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri disebut ….</li>
<li>Peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu disebut ….</li>
<li>Yang berperan sebagai pengurai adalah ….</li>
<li>Tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa adalah sifat fisis ….</li>
<li>Seluruh ekosistem di bumi disebut ….</li>
<li>Terperangkapnya panas bumi oleh lapisan gas bumi disebut ….</li>
<li>Asap kendaraan menyebabkan pencemaran….</li>
<li>Lapisan tanah terbawa air ketika hujan disebut ….</li>
<li>Data yang didapat dengan alat ukur disebut ….</li>
<li>Bagian mikroskop yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke obyek adalah</li>
<li>Untuk mempertahankan jenisnya makhluk hidup harus ….</li>
<li>Untuk mempertahankan bibit unggul agar tidak punah didirikan ….</li>
<li>Alga yang digunakan untuk membuat agar–agar adalah ….</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Schöpfung, oder: Die wunderbare Welt des Winzigen]]></title>
<link>http://theolounge.wordpress.com/2009/10/11/schopfung-oder-die-wunderbare-welt-des-winzigen/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 17:14:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>theolounge</dc:creator>
<guid>http://theolounge.wordpress.com/2009/10/11/schopfung-oder-die-wunderbare-welt-des-winzigen/</guid>
<description><![CDATA[Man bekommt eine Ahnung davon, was Schöpfung heißt, wenn man sieht, wie klein und organisiert die We]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Man bekommt eine Ahnung davon, was Schöpfung heißt, wenn man sieht, wie klein und organisiert die We]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Handy-Mikroskop für Entwicklungsländer]]></title>
<link>http://americangermanbusinessnews.wordpress.com/2009/09/15/handy-mikroskop-fur-entwicklungslander/</link>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 18:45:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>transdomo</dc:creator>
<guid>http://americangermanbusinessnews.wordpress.com/2009/09/15/handy-mikroskop-fur-entwicklungslander/</guid>
<description><![CDATA[CellScope soll Krankheiten diagnostizieren und analysieren. Wissenschaftler der University of Califo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://americangermanbusinessnews.wordpress.com/files/2009/09/handymicro.jpg" alt="HandyMicro" title="HandyMicro" width="249" height="172" class="aligncenter size-full wp-image-732" /></p>
<p>CellScope soll Krankheiten diagnostizieren und analysieren.<br />
Wissenschaftler der University of California haben für Handys ein Zusatzgerät  entwickelt, welches detaillierte Bilder erstellen und diese für die Diagnose von Krankheiten wie Tuberkulose analysieren kann.</p>
<p>Das CellScope fungiert dabei als so genanntes Fluoreszenzmikroskop, das die Marker der Krankheit identifizieren kann.<br />
Das CellScope besteht aus herkömmlichen Mikroskop-Optiken und weiteren Bestandteilen, die eine Funktion als Fluoreszenzmikroskop ermöglichen. Fluoreszenz tritt dann auf, wenn bestimmte Moleküle mit einer bestimmten Farbe illuminiert werden und für einen bestimmten Zeitraum in einer anderen Farbe leuchten. Die Kennzeichnung von Molekülen kann speziell auf zum Beispiel jene Bakterien abgestimmt werden, die ein Anzeichen für Tuberkulose sind.</p>
<p>Man hofft, dass es in den Entwicklungsländern eingesetzt werden kann, wo Diagnosemöglichkeiten selten sind aber viele Menschen Handys besitzen und der Empfang gut ist. Mit einem Batterie betriebenen, mobilen System könne dann eine transportable Klinik entstehen und der behandelnde Arzt die Proben sehen, ohne vor Ort sein zu müssen. Details der Studie wurden in PLoS ONE veröffentlicht.</p>
<p>Source: Innovations-Report<br />
Foto: berkeley.edu/David Breslauer</p>
<p>© Flavia Westerwelle</p>
<p>TransDomo,LLC<br />
Klaus Westerwelle<br />
33 Market Point Drive<br />
Greenville, SC 29607<br />
Phone: 864.908.0690<br />
Email: info@transdomo.com<br />
<a href="http://www.transdomo.com">Transdomo</a><br />
<a href="http://www.westerwelle.net">Westerwelle</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iran produksi Mikroskop tenaga atom teknologi Nano !!!]]></title>
<link>http://dzulfikar.wordpress.com/2009/09/07/iran-produksi-mikroskop-tenaga-atom-teknologi-nano/</link>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 18:16:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>dzulfikar</dc:creator>
<guid>http://dzulfikar.wordpress.com/2009/09/07/iran-produksi-mikroskop-tenaga-atom-teknologi-nano/</guid>
<description><![CDATA[By  :  dzulfikar An AFM image of silicon, image size 3.3 nm x 3.3 nm Para peneliti Iran telah mengem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[By  :  dzulfikar An AFM image of silicon, image size 3.3 nm x 3.3 nm Para peneliti Iran telah mengem]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Die blaue Orgonenergie-Hülle der Erde (Teil 2)]]></title>
<link>http://nachrichtenbrief.wordpress.com/2009/08/23/die-blaue-orgonenergie-hulle-der-erde-teil-2/</link>
<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 04:10:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Peter Nasselstein</dc:creator>
<guid>http://nachrichtenbrief.wordpress.com/2009/08/23/die-blaue-orgonenergie-hulle-der-erde-teil-2/</guid>
<description><![CDATA[Betrachtet man „rote“ Blutkörperchen aus näherer Distanz, d.h. unter dem Mikroskop, erweisen sie sic]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Betrachtet man „rote“ Blutkörperchen aus näherer Distanz, d.h. unter dem Mikroskop, erweisen sie sich als kleine <em>blaue </em>Orgonenergie-Sphären. Entsprechendes findet sich auch auf einer ganz anderen Größenebene. Man betrachte nur einmal die Orgonenergie-Hülle der Erde, die in einem <a href="http://nachrichtenbrief.wordpress.com/2009/03/12/die-blaue-orgonenergie-hulle-der-erde/">vorangegangenen Blogeintrag</a> bereits Thema war.</p>
<p>Das gleiche gilt für unseren Mond. Jeder kann den von Reich als Orgonenergie-Hülle interpretierten blauen Saum des Mondes sehen. <a href="http://www.orgonomie.net/hdobuch.htm#11k">In den Worten von Jerome Eden</a>:</p>
<blockquote><p>Eigene, persönlich gemachte Beobachtungen des Mondes mit einem 16x-Fernrohr weisen auf eine tiefblaue Orgonenergie-Hülle hin, die den Erdtrabanten umgibt. Besonders bei Vollmond kann man beobachten, wie diese bläuliche Energiehülle um die Ränder des Mondes schimmert und pulsiert.</p></blockquote>
<p>1942 hat Reich bei einer Mondfinsternis beobachtet, daß der dunkle Halbkreis des Mondes viel kleiner ist als der helle und interpretiert dies als eine Erstrahlung der Orgonenergie-Hülle des Mondes.</p>
<p><a href="http://www.space.com/scienceastronomy/080418-strange-moon.html">Die NASA berichtet</a>, daß bei Vollmond, wenn der Erdtrabant vom Schweif unserer Magnetosphäre getroffen wird, Staubstürme und elektrostatische Entladungen auf dem Mond auftreten. Dieser Effekt sei zum ersten Mal 1968 beobachtet worden, als Surveyor 7 nach Sonnenuntergang ein seltsames Leuchten am Mondhorizont photographierte.</p>
<p><img src="http://nachrichtenbrief.wordpress.com/files/2009/08/080418-surveyor-02.jpg" alt="080418-surveyor-02" title="080418-surveyor-02" width="450" height="180" class="aligncenter size-full wp-image-3961" /></p>
<p>Zu dieser Zeit konnte niemand dieses Phänomen erklären. Doch heute glaubt die NASA, es sei Sonnenlicht gewesen, das vom elektrisch aufgeladenen Mondstaub, der knapp über der Oberfläche schwebte, gebrochen wurde. Die mechanistische Theorie besagt, daß der Mond mit Elektronen beschossen wird, die vom Magnetfeld der Erde eingefangen wurden. Während die Photonen des Sonnenlichts diese Elektronen wieder aus der Mondoberfläche wegschlagen, könnten sie sich auf der sonnenabgewandten Seite ansammeln und so der Mondoberfläche eine starke negative Ladung geben. Der negativ geladene Mondstaub würde anfangen zu schweben und sich aufgrund der Ladungsunterschiede zwischen der Tag- und Nachtseite bewegen.</p>
<p>Die mechanistische Wissenschaft findet für alles eine meist recht komplizierte „Erklärung“. Sie verliert dabei aber den Überblick und geht an den Zusammenhängen vorbei. Etwa dem, daß „blaue Säume“ universell im Planetensystem zu finden sind. Beispielsweise entdeckte die Sonde Cassini sowohl beim Saturn als auch beim größten Saturnmond Titan blaue Orgonenergie-Hüllen.</p>
<p>Von der Erde aus gesehen erscheint der Saturn gelb, doch hat Cassini 2005, zur Überraschung der Wissenschaftler am Jet Propulsion Laboratory der NASA in Pasadena, über der Nordhalbkugel des Saturn einen Himmel photographiert, der in einem satten Orgonblau erstrahlt:</p>
<p><img src="http://nachrichtenbrief.wordpress.com/files/2009/08/saturn.jpg" alt="Saturn" title="Saturn" width="450" height="357" class="aligncenter size-full wp-image-3950" /></p>
<p>Auch vom Vorbeiflug am Titan schickte uns Cassini Photos zu, auf denen eindeutig eine blaue Orgonenergie-Hülle zu sehen ist: </p>
<p><img src="http://nachrichtenbrief.wordpress.com/files/2009/08/titannackt.jpg" alt="Titannackt" title="Titannackt" width="450" height="434" class="aligncenter size-full wp-image-3951" /></p>
<p><img src="http://nachrichtenbrief.wordpress.com/files/2009/08/titanschichten.jpg" alt="TitanSchichten" title="TitanSchichten" width="450" height="464" class="aligncenter size-full wp-image-3952" /></p>
<p>Auf einem Falschfarbenphoto (Ultraviolett und Infrarot) sieht das ganze noch spektakulärer aus:</p>
<p><img src="http://nachrichtenbrief.wordpress.com/files/2009/08/titanblau.jpg" alt="Titanblau" title="Titanblau" width="450" height="408" class="aligncenter size-full wp-image-3956" /></p>
<p>Titan ist der erdähnlichste Himmelskörper im Sonnensystem. Was sein blaues Energiefeld betrifft, das dem der Erde ähnelt, ist vielleicht erwähnenswert, daß dieser Saturnmond ungefähr so von Methan bestimmt wird, wie die Erde von Wasser und daß auf der Erde Methan mit bionösem Zerfall assoziiert ist, der mit einem bläulichen Leuchten einhergeht. Außerdem setzen die Wissenschaftler die Methan-Atmosphäre mit der ursprünglichen Erdatmosphäre gleich – der Voraussetzung des Beginns bionösen Lebens.</p>
<p>Zum Abschluß zwei Kleinstplaneten, die von Hubble aufgenommen wurden. Ceres:</p>
<p><img src="http://nachrichtenbrief.wordpress.com/files/2009/08/ceres.jpg" alt="Ceres" title="Ceres" width="444" height="444" class="aligncenter size-full wp-image-3957" /></p>
<p>Vesta:</p>
<p><img src="http://nachrichtenbrief.wordpress.com/files/2009/08/vesta.jpg" alt="Vesta" title="Vesta" width="444" height="444" class="aligncenter size-full wp-image-3958" /></p>
<p>Und hier die Orgonenergie außerhalb des Sonnensystems:</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/UQG2T6sOUlY&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/UQG2T6sOUlY&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[‘Filsafat’ Pendidikan Islam  (Sebuah Tantangan)]]></title>
<link>http://ahmadhaes.wordpress.com/2009/08/18/%e2%80%98filsafat%e2%80%99-pendidikan-islam-sebuah-tantangan/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 13:14:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ahmad Haes</dc:creator>
<guid>http://ahmadhaes.wordpress.com/2009/08/18/%e2%80%98filsafat%e2%80%99-pendidikan-islam-sebuah-tantangan/</guid>
<description><![CDATA[Al-Quran terbuka sebagai tantangan bagi para intelektual sejati. (Gambar dari reporter.mgill.ca). Te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#008000;"><strong> </strong></span></p>
<div id="attachment_1438" class="wp-caption alignleft" style="width: 253px"><strong></strong><strong><a rel="attachment wp-att-1438" href="http://ahmadhaes.wordpress.com/2009/08/18/%e2%80%98filsafat%e2%80%99-pendidikan-islam-sebuah-tantangan/teaching/"><img class="size-full wp-image-1438" title="teaching" src="http://ahmadhaes.wordpress.com/files/2009/08/teaching.jpg" alt="Al-Quran terbuka sebagai tantangan bagi para intelektual sejati. (Gambar dari reporter.mgill.ca)." width="243" height="231" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Al-Quran terbuka sebagai tantangan bagi para intelektual sejati. (Gambar dari reporter.mgill.ca).</p></div>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Tersirat dalam sebuah Hadis bahwa pendidikan adalah <em>ta’d</em><em>î</em><em>b</em>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pember-<em>adab­-</em>an.</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Mendidik adalah ‘merekayasa’ anak agar menjadi manusia beradab.</strong></span></p>
<p>Tentu beradab menurut Allah.</p>
<p>Maka, dengan demikian, konsep peradabannya itu sendiri pun adalah konsep Allah.</p>
<p>Al-Qurãn!</p>
<p>Dengan kata lain, mendidik anak adalah meng-Qurãnkan anak. Merekayasa si anak agar bisa berpandangan dan bersikap Qurãni.<!--more--></p>
<p>Utopis?</p>
<p>Aneh?</p>
<p>Seram?</p>
<p>Sama sekali tidak.</p>
<p>Kenyataannya, Islam memang berpangkal pada Al-Qurãn.</p>
<p>Al-Qurãn turun dimulai dengan kata perintah, <em>iqra! </em></p>
<p>Bacalah.</p>
<p>Kajilah.</p>
<p>Bacakanlah!</p>
<p>Ajak dan suruh membacalah.</p>
<p>Himpunlah orang-orang untuk membaca.</p>
<p>Bentukah masyarakat yang suka membaca, membacakan, serta mengajak dan menyuruh membaca.</p>
<p>Apa yang dibaca dan dibacakan?</p>
<p>Bukan lingkungan, situasi, kondisi, atau apa pun. Tanpa wahyu, baca dengan apa? Baca dengan ketidaktahuan dan kebingungan?</p>
<p>Tidak!</p>
<p>Pada saat wahyu pertama kali diajarkan, yang harus dibaca dan kemudian dibacakan adalah wahyu (Al-Qurãn) itu sendiri.</p>
<p>Bila wahyu sudah dibaca dan dibacakan, maka semua orang bisa diajak, disuruh, dan dikondisikan, supaya membaca apa pun dengan wahyu. Menjadikan wahyu sebagai ‘kacamata’, sebagai sarana dan panduan untuk membaca apa pun, termasuk situasi dan kondisi lingkungan, dan juga diri sendiri.</p>
<p>Setelah dibaca, jadikan Al-Qurãn sebagai lampu senter, kaca pembesar, mikroskop, teleskop, dan juga cermin.</p>
<p>Jadi, sekali lagi: tahap awal, baca Al-Qurãn!</p>
<p>Tahap berikutnya, jadikan Al-Qurãn sebagai darah dan daging.</p>
<p>Jadilah saya, anda, kita – seperti halnya Rasulullah – sebagai Al-Qurãn berjalan.</p>
<p>Ini sulit.</p>
<p>Sangat sulit.</p>
<p>Karena itulah dibutuhkan proses pendidikan, yang makan waktu cukup lama.</p>
<p>Tapi, mengapa harus demikian?</p>
<p>Mengapa Al-Qurãn harus menjadi tumpuan, fondasi, dan segalanya?</p>
<p>Karena, kata Rasulullah dalam Hadis riwayat At-Tirmidzi, <strong>keunggulan Al-Qur</strong><strong>ã</strong><strong>n dibandingkan dengan seluruh kitab karangan manusia, adalah sama dengan keunggulan Allah atas semua makhlukNya!</strong></p>
<p>Dalil (Hadis) itu sungguh dahsyat.</p>
<p>Tapi, siapa yang percaya?</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Asas keteladanan</strong></span></p>
<p>Allah ‘menguji-cobakan’ keunggulan konsepNya, Al-Qurãn, kepada Rasulullah <em>saw.</em> Dan ternyata, menjelmalah dia – Sang Rasul – menjadi sebuah pribadi berakhlak mulia, seperti ditegaskan Allah dalam surat Al-Qalam ayat 4, dan diakui beliau sendiri melalui sabdanya dalam sebuah Hadis, bahwa beliau dididik oleh Allah, sehingga hasil pendidikan itu demikian indahnya. (<em>Addabany Rabby fa-ahsana ta’d</em><em>î</em><em>by</em>).</p>
<p>Dan, hasil pendidikan itu diperintahkan olehNya untuk ‘ditularkan’ kepada umat beliau, seperti tersirat lewat sabda beliau yang terkenal, “Sesungguhnya aku diutus untuk mengunggulkan akhlak mulia.” (<em>Innama buitstu li-utamima m</em><em>ã</em><em> karimal-akhlã</em><em>q</em>).</p>
<p>Keunggulan akhlak Rasulullah bersama umatnya, telah tercatat dalam sejarah.</p>
<p>Dan dari rekaman sejarah itulah, kita bisa menggaris-bawahi sebuah asas (prinsip) dalam konsep pendidikan yang diajarkan Allah, yaitu <em>asas keteladanan.</em></p>
<p>Begitu darurat-(<em>urgent</em>)-nya asas ini, sehingga Allah menegaskan dalam surat An-Nisa ayat 80: <em>Siapa yang (menempuh proses) mengikuti Rasulullah, Maka jelaslah bahwa ia telah mematuhi (prosedur kepatuhan menurut) Allah.</em></p>
<p>Jadi, Allah mengajarkan Al-Qurãn sebagai bahan (materi) pendidikan, dan asas keteladanan sebagai prosedur agar pendidikan itu mencapai tujuan yang dikehendaki.</p>
<p>Tapi, mengapa harus ada asas keteladanan, dan Sang Rasul itu sendiri yang harus diteladani?</p>
<p>Itulah bedanya konsep Allah dengan konsep manusia.</p>
<p>Para filsuf, misalnya, yang dipuja-puja karena ide-ide mereka yang dianggap menjadi penerang dunia, sesungguhnya tidak pernah dicatat sebagai perwujudan (<em>represntative</em>) dari ide mereka sendiri. Apalagi bila dikaitkan dengan peradaban, bentuk kemasyarakatan, sistem politik yang unggul, dan sebagainya. Mereka tidak tercatat sebagai para pembangun bentuk peradaban, tatanan kemasyarakatan, atau sistem politik apa pun, yang unggul. Bahkan Plato, misalnya, yang pernah mengangankan sebuah negara yang dipimpin filsuf, tak pernah tercatat menjadi kepala negara!</p>
<p>Bahkan Hegel, melalui dialektikanya hanya mengajak manusia masuk ke dalam lingkaran setan; menghasut agar ‘tesis’ (konsep) Allah dihadapkan dengan anti-tesisnya, supaya bisa lahir sebuah sintesis.</p>
<p>Anda pasti tahu bahwa anti-tesis dari konsep Allah adalah konsep musuhNya, Iblis. Dan sintesis dari keduanya adalah gado-gado, yang tidak lain merupakan perwujudan dari selera manusia!</p>
<p>Lebih lanjut, Hegel juga mengajarkan bahwa sebuah sintesis pada gilirannya pasti tampil menjadi tesis baru, lengkap dengan anti-tesis dan sintesisnya, yang segera menjelma menjadi tesis baru lagi! Sebuah dalil yang begitu jitu menggambarkan sifat manusia yang banyak keinginan, dan tak pernah merasa puas mengikuti gelora nafsu dan khayalan.</p>
<p>Justru untuk mengatasi keadaan itulah Allah mengutus para rasulNya.</p>
<p>Allah ingin agar manusia bebas dari idealisme dan dialektika filsuf, dan berpaling pada (filsafat) ‘realisme’ rasul.</p>
<p>Realisme itu berpangkal pada dalil bahwa Allah itu ada.</p>
<p>Bukti terkuat dari ada-Nya itu adalah Dia mengirim wahyu kepada rasulNya.</p>
<p>Dan wahyu itu, Al-Qurãn, setelah tiadanya Sang Rasul, kini tampil sebagai satu-satunya wakil Allah, yang boleh, bisa, dan harus diuji kebenarannya.</p>
<p>Itulah tantangan terbesar umat manusia sekarang, bila sadar bahwa mereka hidup di abad pengetahuan.</p>
<p>Di abad segala sesuatu harus dikukuhkan secara obyektif-ilmiah.</p>
<p>Al-Qurãn menantang kita.</p>
<p>Untuk membenarkannya.</p>
<p>Atau mendustakannya.</p>
<p>Secara obyektif-ilmiah.</p>
<p>18-8-2009.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wieviel Mikroskop braucht der Zahnarzt ?]]></title>
<link>http://wurzelspitze.wordpress.com/2009/08/16/wieviel-mikroskop-braucht-der-zahnarzt/</link>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 23:01:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hans - Willi Herrmann</dc:creator>
<guid>http://wurzelspitze.wordpress.com/2009/08/16/wieviel-mikroskop-braucht-der-zahnarzt/</guid>
<description><![CDATA[von Hans &#8211; Willi Herrmann Ich bin mir bewußt, dass der heutige Beitrag sehr kontrovers diskuti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>von Hans &#8211; Willi Herrmann</strong></p>
<p>Ich bin mir bewußt, dass der heutige Beitrag sehr kontrovers diskutiert werden wird, aber ich frage trotzdem: &#8220;Wieviel Dentalmikroskop braucht der Zahnarzt ?&#8221;</p>
<p>Grund für die Frage sind die exorbitant hohen Preise der Dentalmikroskop- Flagschiffe.<br />
60.000 Euro  stehen im Raum und nach oben hin ist noch deutlich mehr möglich.<br />
Angemessen oder nicht, dass sei dahingestellt und jeder muss für sich selbst diese Frage beantworten.</p>
<p>Etwas anders ist es jedoch, wenn der Eindruck erweckt wird, ohne eine solche Investition seien die Vorteile der Dentalmikroskops nicht oder nur stark eingeschränkt nutzbar.</p>
<p>Im Juni war ich in Moskau und der Kollege Ilya Mer, den Jörg Schröder und ich besuchten,  arbeitete mit einem Seiler Mikroskop.<br />
Mal abgesehen davon, dass die optische Qualität nicht augenscheinlich schlecht war, was per se schon eine lobende Erwähnung wert ist  (es gibt andere Mikroskope gleichen Investitionsvolumens, die unter die Rubrik optische Körperverletzung fallen), so war es letztendlich der Kollege, der mit seinem Können, seinem Willen,seiner Geduld einen vermeintlich extraktionswürdigen Zahn erfolgreich endodontisch behandeln konnte.<br />
Nicht das Mikroskop brachte den Erfolg, es war der Behandler.</p>
<p>Szenenwechsel.</p>
<p>Gerade mal 2 Wochen später, in Nordamerika.</p>
<p>Ich besuche einen international renommierten Kollegen in seiner Praxis.<br />
Im Zimmer steht besagtes Seiler &#8211; Mikroskop. Sogar in noch deutlich geringerer Ausrüstung als in Moskau.<br />
Er kaufte es, weil es bei guter optische Qualität das preisgünstigste war, dass er kriegen konnte.<br />
Seine Fälle leiden nicht darunter und vermutlich käme niemand auf die Idee, das diese Koryphäe mit einem der preisgünstigsten Dentalmikroskope überhaupt auf dem Markt arbeitet.</p>
<p>Also &#8211; mein Rat an all diejenigen Behandler, die bei beschränktem Budget in die Dentalmikroskopie einsteigen wollen.<br />
Nicht verrückt machen lassen.<br />
Es gibt ein Leben vor  Pro Ergo und Pentero und das muss kein schlechtes sein.</p>
<p>Und ein Bonmot habe ich noch, aus Moskau mitgebracht, das kannte ich noch nicht: Wie nennen die Zeiss &#8211; Mitbewerber in Russland das Zeiss &#8211; Top &#8211; Modell  ?<br />
&#8220;Pro EGO.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Biologie-Labor]]></title>
<link>http://stormini09.wordpress.com/2009/07/22/biologie-labor/</link>
<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 09:26:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>stormini09</dc:creator>
<guid>http://stormini09.wordpress.com/2009/07/22/biologie-labor/</guid>
<description><![CDATA[Hannelore, die das Biologie &#8211; Labor leitet, macht dieses auch beruflich und hier bei Stormini ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://stormini09.files.wordpress.com/2009/07/labor.jpg?w=450&#038;h=338" alt="labor.jpg" border="0" width="450" height="338" /></p>
<p>Hannelore, die das Biologie &#8211; Labor leitet, macht dieses auch beruflich und hier bei Stormini ehrenamtlich.<br />
Das Team von Hannelore färbt die Gewebe von Mäusen und deren Mandeln. Sie mikroskopieren Insekten und können Veränderungen feststellen.</p>
<p>Bericht: Melanie (13)</p>
<p>Fotos: Hannah (12) und Leonie (11)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MOSES  DARI  BANDUNG,  HEBAT EUY !]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/07/21/moses-dari-bandung-hebat-euy/</link>
<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 05:11:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/07/21/moses-dari-bandung-hebat-euy/</guid>
<description><![CDATA[Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui mahasiswa-mahasiswanya yang tergabung Tim Big Bang dari Fak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1488" title="Logo ITB_1" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/07/logo-itb_11.gif?w=150" alt="Logo ITB_1" width="150" height="85" />Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui mahasiswa-mahasiswanya yang tergabung Tim Big Bang dari Fakultas Teknik Informatika : David Samuel, Dody Dharma, Dominikus Damas Putranto dan Samuel Simon berhasil menciptakan sistem surveilans malaria digital.</p>
<p>Peranti ini meraih penghargaan Windows Mobile Awards dalam ajang bergengsi Imagine Cup 2009 di Kairo, Mesir, pekan lalu, yang diikuti oleh 67 negara.</p>
<p>Peranti yang dinamakan Malaria Observation System and Endemic Surveillance (MOSES) ini, ungkap Dody Dharma, adalah surveilans epidemiologi dan penanganan penyakit malaria di daerah yang bisa dilakukan secara tepat dan cepat hanya dengan melalui alat PDA atau telepon seluler.</p>
<p><!--more-->“ PDA atau HP ini berfungsi untuk melakukan anamnesis terhadap pasien, termasuk mengukur temperatur tubuh pasien. Yang terpenting, alat ini bisa juga untuk mengecek sampel darah, menentukan apakah yang bersangkutan positif terkena malaria atau tidak, “ ujarnya menjelaskan cara kerja MOSES.</p>
<p><strong>Seperti mikroskop</strong></p>
<p>Alat yang dinamakan PDAscope ini berfungsi menyerupai mikroskop. Sampel darah ditelaah melalui kamera PDA/HP lalu dikirim ke pusat server. Tanpa perlu menunggu lama, datanya diolah dan bisa diputuskan pasien bersangkutan terjangkit malaria atau tidak.</p>
<p>“ Sering klai karena diagnosis lambat, tidak tertangani sejak dini, penyakit pasien menjadi fatal, “ katanya lagi. Ke depan, jika sudah dioperasionalkan, MOSES bisa diterapkan sebagai peta panduan mengenai penyebaran epidemi malaria di daerah. Ia berharap, alat PDAscope ini bisa dimiliki para bidan atau tenaga medis di daerah-derah terpencil.</p>
<p>Munawar Ahmad, dosen pembimbing tim dahsyat ini, mengatakan bahwa penemuan ini amat fenomenal. Simpel cara kerjanya dan biaya pembuatannya pun murah. Di lain pihak biaya mikroskop bisa mencapai Rp 14 juta. Dengan pengembangan lebih lanjut MOSES bisa dimanfaatkan lebih besar ke depan seperti untuk surveilans demam berdarah atau menguji sampel DNA manusia.</p>
<p>“ Ibu Menkes pun sempat tercengang saat kami presentasikan ini di Depkes. Dia kaget dengan hanya baterai 9 volt, alat ini bisa untuk mendiagnosis malaria di daerah-daerah,” tambah dosen ITB ini.</p>
<p>Sumber  :  Kompas, 16.07.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mikroskop Optik ]]></title>
<link>http://miftakhulfirdaus.wordpress.com/2009/06/30/mikroskop-optik/</link>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 23:05:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>firdaus06</dc:creator>
<guid>http://miftakhulfirdaus.wordpress.com/2009/06/30/mikroskop-optik/</guid>
<description><![CDATA[Mikroskop optik merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengamati dan mempelajari mikrostruktur da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mikroskop optik merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengamati dan mempelajari mikrostruktur dari suatu objek cuplikan seperti keadaan mikrostruktur pada butiran atau batas butir suatu logam, fasa serta distribusi fasanya.  Pengamatan metalografi menggunakan mikroskop optik pada dasarnya menggunakan bantuan cahaya refleksi atau cahaya polarisasi.<!--more--></p>
<p>Mikroskop optik terdiri dari beberapa bagian komponen yang sangat penting seperti lensa obyektif, okuler, kondensor, filter cahaya dan daya resolusi.  Lensa objektif terletak dibagian bawah berdekatan dengan benda yang akan diamati, sedangkan lensa okuler terletak dibagian atas yang berdekatan dengan mata. Apabila sebuah benda yang akan diamati diletakkan dengan lensa objektif, maka akan membentuk bayangan nyata yang diperbesar.  Letak bayangan tersebut terdapat di dalam tabung mikroskop, yaitu lensa okuler dan titik api lensa okuler.  Lensa okuler menganggap bayangan sebagai suatu benda dan sebagai hasilnya adalah bayangan maya yang jauh lebih besar dari bayangan sebelumnya dan dapat dilihat oleh mata yang berada diatas lensa okuler.  Komponen-komponen tersebut masing-masing memiliki fungsi dan kegunaan.  Lensa obyektif berfungsi memperbesar bayangan pertama dari suatu cuplikan.  Lensa okuler berfungsi memperbesar bayangan yang telah diperbesar oleh lensa obyektif, sedangkan lensa kondensor berfungsi memfokuskan cahaya yang datang dari sumber.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[white balance preset for cameras on the dental scope]]></title>
<link>http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/27/white-balance-preset-for-cameras-on-the-dental-scope/</link>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 06:52:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dr. Andreas Habash</dc:creator>
<guid>http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/27/white-balance-preset-for-cameras-on-the-dental-scope/</guid>
<description><![CDATA[white balance preset for cameras on the dental scope (c)  Dr. Andreas Habash]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>white balance preset for cameras on the dental scope<br />
(c)  Dr. Andreas Habash</p>

</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nikon Coolpix 995 am Dentalmikroskop - Einstellungen]]></title>
<link>http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/26/nikon-coolpix-995-am-dentalmikroskop-einstellungen/</link>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 09:26:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dr. Andreas Habash</dc:creator>
<guid>http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/26/nikon-coolpix-995-am-dentalmikroskop-einstellungen/</guid>
<description><![CDATA[Nikon Coolpix 995 am Dentalmikroskop &#8211; Einstellungen von Dr. Andreas Habash Nachdem sich die N]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Nikon Coolpix 995 am Dentalmikroskop &#8211; Einstellungen<br />
von Dr. Andreas Habash</p>
<p>Nachdem sich die Nachfragen nach den Einstellungen einer Nikon Coolpix 950, 990, 995, 4500 am Dentalmikroskop häufen, hier die Einstellungen meiner Nikon Coolpix 995 an einem ZEISS Mikroskop mit 100 Watt Halogen:</p>
<p>Schalter  -&#62; M<br />
Blendenvorwahl einstellen über FUNC1 Taste und Wählrad -&#62; A<br />
Focus auf Unendlich -&#62; &#8220;Bergsymbol&#8221;   (hier ist automatisch der Blitz ausgeschaltet)<br />
ISO -&#62; 100/200<br />
Bildqualität -&#62; FINE</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Menü 1</strong></span></p>
<p>A &#8211; Weißabgleich -&#62; Weißpunkt setzen (<a href="http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/24/weisabgleich-am-dentalmikroskop-dm/">http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/24/weisabgleich-am-dentalmikroskop-dm/</a>)<br />
Messcharakteristik -&#62; Matrix<br />
Zweite Aufn -&#62; Einzelbild<br />
Auswahl Bestes Bild -&#62; Aus<br />
Bild Einstellen -&#62; Automatik<br />
Farbsättigung -&#62; +1 Maximum<br />
Objektiv -&#62; Normal</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Menü 2</strong></span></p>
<p>Anwendereinstellungen -&#62; 1<br />
Belichtungsoptionen -&#62; Belicht fest -&#62; Aus<br />
Fokus Optionen -&#62; AF Messfeld -&#62; Automatik<br />
Bildschärfen -&#62; Automatik<br />
Belichtungsreihe -&#62; Aus<br />
Rauschfiler -&#62; Aus<br />
(Wert löschen -&#62; entfällt)</p>
<p>Hier noch zum Vergleich die empfohlenen Einstellungen von Herbranson für die Nikon Coolpix 950 990 und 995</p>
<p><a href="http://www.xmount.com/articles/NIkon950Settings4_02.pdf">http://www.xmount.com/articles/NIkon950Settings4_02.pdf</a><a href="http://www.xmount.com/articles/NIkon995Settings4_02.pdf"><br />
</a><a href="http://www.xmount.com/articles/NIkon990Settings4_02.pdf">http://www.xmount.com/articles/NIkon990Settings4_02.pdf</a><a href="http://www.xmount.com/articles/NIkon995Settings4_02.pdf"><br />
http://www.xmount.com/articles/NIkon995Settings4_02.pdf</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Weißabgleich am Dentalmikroskop (DM)]]></title>
<link>http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/24/weisabgleich-am-dentalmikroskop-dm/</link>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 19:00:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dr. Andreas Habash</dc:creator>
<guid>http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/24/weisabgleich-am-dentalmikroskop-dm/</guid>
<description><![CDATA[Weißabgleich am Dentalmikroskop (DM) von Dr. Andreas Habash Bei der Fotografie am Dentalmikroskop st]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Weißabgleich am Dentalmikroskop (DM)<br />
von Dr. Andreas Habash</p>
<p>Bei der Fotografie am Dentalmikroskop stellt sich immer wieder die Frage nach dem Weißabgleich.</p>
<p>Viele Kollegen nutzen dazu ein weißes Blatt Schreibmaschinenpapier um den Weißabgleich über die Kamera am Mikroskop einzustellen.</p>
<p>Leider ist dieses 80 g/qm Druckerpapier mit optischen Aufhellern behandelt worden und daher z.B. etwas bläulich eingefärbt.<br />
Dies ist zwar nicht sichtbar aber für den Weißabgleich der Kamera nicht brauchbar.</p>
<p>Andererseits ist der Weißabgleich beim Dentalmikroskop sehr einfach, da immer die exakt gleiche Lichtquelle für die Aufnahmen verwendet wird.</p>
<p>Hier hat sich folgendes Vorgehen bewährt:</p>
<p>Ein normales, neues, sauberes Papiertaschentuch wird einfach unter dem Objektiv des DM befestigt. Bewährt haben sich dazu einfach Klebestreifen, die das Papiertaschentuch straff aufspannen. Der große Vorteil des Papiertaschentuchs sind die fehlenden Aufheller, so dass es hier keine Verschiebungen der Farben gibt und auch nicht den Blaustich des Schreibmaschinenpapiers.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-640" title="SANY0442" src="http://verbesserungen.wordpress.com/files/2009/06/sany0442.jpg?w=300" alt="SANY0442" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-653" title="IMG_5057" src="http://verbesserungen.wordpress.com/files/2009/06/img_5057.jpg" alt="IMG_5057" width="460" height="306" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-654" title="IMG_5059" src="http://verbesserungen.wordpress.com/files/2009/06/img_5059.jpg" alt="IMG_5059" width="460" height="306" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-655" title="IMG_5063" src="http://verbesserungen.wordpress.com/files/2009/06/img_5063.jpg" alt="IMG_5063" width="460" height="306" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-659" title="IMG_5064" src="http://verbesserungen.wordpress.com/files/2009/06/img_50641.jpg" alt="IMG_5064" width="460" height="306" /></p>
<p>Jetzt wird je nach Kamera und den Vorgaben des jeweiligen Kameraherstellers bei eingeschalteter DM Beleuchtung der Weißabgleich durchgeführt.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-652" title="IMG_5071" src="http://verbesserungen.wordpress.com/files/2009/06/img_50711.jpg" alt="IMG_5071" width="460" height="306" /></p>
<p>Danach einfach Klebestreifen und Taschentuch entfernen.</p>
<p>So konnte ich bisher immer den besten Weißabgleich am DM erreichen und hoffe, dass dieser Tip hilfreich ist um dieses Problem mit einfachen Mitteln zu lösen.</p>
<p>Es ist nötig, bei Veränderungen der Leuchtkraft des Leuchtmittels im DM oder bei Einbau einer neuen Beleuchtung etc.,  einen neuen Weichabgleich durchzuführen <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> &#8230;.<br />
Gleiches gilt natürlich auch für den Wechsel der Kamera etc. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  &#8230;.<br />
Aber das sollte bei der Einfachheit der Methode keine Umstände bereiten.</p>
<p>Einstellung der Coolpix 995 am Dentalmikroskop gibt es hier:<br />
<a href="http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/26/nikon-coolpix-995-am-dentalmikroskop-einstellungen/">http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/26/nikon-coolpix-995-am-dentalmikroskop-einstellungen/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[EVOLUSI MIKROSKOP]]></title>
<link>http://tssganteng.wordpress.com/2009/06/23/evolusi-mikroskop/</link>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 03:13:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>to2physic</dc:creator>
<guid>http://tssganteng.wordpress.com/2009/06/23/evolusi-mikroskop/</guid>
<description><![CDATA[Indra penglihatan manusia memiliki keterbatasan untuk melihat materi yang memiliki ukuran amat kecil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Indra penglihatan manusia memiliki keterbatasan untuk melihat materi yang memiliki ukuran amat kecil. Besarnya keingintahuan Hans Janssen dan Zacharias Janssen terhadap benda-banda kecil yang memiliki skala kecil itu memacu mereka merancang alat pembesar yang kemudian di kenal dengan mikroskop. Mikroskop semakin berkembang, mulai dari mikroskop optik, elektron, hingga kini ada mikroskop nano.</p>
<p>Mikroskop yang dirakit lensa optik itu memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar suatu objek. hal itu di sebabkan keterbatasan difraksi cahaya yang di tentukan panjang gelombang cahaya. Panjang gelombang cahaya pada mikroskop optik hanya sampai 200 nanometer. Mikroskop elektron mempunyai kemampuan pembesaran objek (resolusi) yang lebih tinggi di bandingkan mikroskop elektron. Perbedaan mikroskop optik dengan mikroskop elektron adalah fungsi pembesaran objeknya. Mikroskop optik menggunakan lensa dari jenis gelas, sedangkan mikroskop elektron menggunakan jenis magnet. Sifat medan magnet di gunakan untuk mengendalikan elektron yang melaluinya.  Karakter khusus lain dari mikroskop elektron adalah pengamatan objek harus dalam keadaan kedap udara. &#8221; hal tersebut bertujuan agar sinar elektron terhambat molekul-molekul di udara&#8221;.<!--more--></p>
<p><strong>Mengukur Materi Nano</strong></p>
<p><strong> </strong> Selain<strong> TEM, </strong>ada mikroskop elektron jenis <em>scanning</em> <em>electron microscopy</em> (SEM) yang dikembangkan pada tahun 1938 oleh ilmuwan asal Jetman Manfred von Ardenne. Prinsip kerja SEM berdasarkan pemindaian sinar elektron pada permukaan objek. Lalu, hasil pemindaian di ubah menjadi gambar. Dalam perkembengannya, SEM dapat di gunakan untuk mengamati materi fisik berukuran nano. Namun resolusi tinggi tersebut hanya akan didapatkan saat pemindaaian arah horizontal, sedangkan pemindaian secara vertikal menghasilkan resolusi rendah.</p>
<p>Pada era &#8216;70-an kelemahan dari TEM di tutupi oleh mikroskop yang di kenal dengan nama <em>scanning probe microscopy (</em>SPM). resolusi tinggi SPM tidak dipengaruhi cara pemindaian baik dari arah horizontal maupun vertikal. Bahkan SPM saat itu memungkinkan untuk melihat struktur sekecil atom.</p>
<p>Generasi mikroskop selanjutnya berkembang pada 1982 dengna di ciptakannya <em>scanning tunneling microscope </em>(STM) karya Gerd Binnig dan Heinrich Rohrer. Prinsip kerja STM berdasarkan kontrol lompatan arus listrik antara objek dan cantilever. Sedangkan, generasi selanjutnya adalah <em>atomic force microscope</em> (AFM)   yang bekerja atas dasar kontrol gaya antar-atom di permukaan objek dan cantilever.</p>
<p>(Koran Jakarta, kamis 12 februari 2009)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[eye-fi drahtlose Bildübertragung IV - Fotografie in der Zahnarztpraxis]]></title>
<link>http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/14/eye-fi-drahtlose-bildubertragung-iv-fotografie-in-der-zahnarztpraxis/</link>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 04:58:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dr. Andreas Habash</dc:creator>
<guid>http://verbesserungen.wordpress.com/2009/06/14/eye-fi-drahtlose-bildubertragung-iv-fotografie-in-der-zahnarztpraxis/</guid>
<description><![CDATA[eye-fi drahtlose Bildübertragung IV &#8211; Fotografie in der Zahnarztpraxis von Dr. Andreas Habash ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>eye-fi drahtlose Bildübertragung IV &#8211; Fotografie in der Zahnarztpraxis<br />
von Dr. Andreas Habash</p>
<p>habe gerade von meinem Freund und Kollegen Frank Cendelin aus Dresden<br />
(<a href="http://www.zahnarztpraxis-cendelin.de/Willkommen.html">http://www.zahnarztpraxis-cendelin.de/Willkommen.html</a>)<br />
folgende e-mail erhalten:</p>
<p>Hallo Andi,<br />
<a href="http://www.eye.fi/">http://www.eye.fi</a><br />
Jetzt geht auch RAW und ad hoc Transfer!<br />
Viele Grüße,<br />
Frank</p>
<p>Herzlichen Dank an Frank Cendelin an dieser Stelle!</p>
<p>Das bedeutet, wir könnten jetzt auch RAW Dateien übertragen &#8230;&#8230;</p>
<p>Auf der Seite des Herstellers gibt es auch einen Vergleich der Karten.<br />
<a href="http://www.eye.fi/cards/comparison.html">http://www.eye.fi/cards/comparison.html</a></p>
<p>Es soll dann auch möglich sein, nach der Anmeldung der Karte die Daten sofort und ohne Umwege an den Computer zu übermitteln.<br />
Diese Möglichkeit der &#8220;ad hoc Übertragung&#8221; fehlt schon lange.<br />
Ich hoffe das funktioniert.</p>
<p>Mal sehen wie schnell diese Übertragung ist.<br />
Werde demnächst die neue Karte ordern.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mikroskop dan Penggunaannya]]></title>
<link>http://nanpunya.wordpress.com/2009/05/09/mikroskop-dan-penggunaannya/</link>
<pubDate>Sat, 09 May 2009 06:33:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>nan</dc:creator>
<guid>http://nanpunya.wordpress.com/2009/05/09/mikroskop-dan-penggunaannya/</guid>
<description><![CDATA[Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://nanpunya.wordpress.com/files/2009/05/mikroskop.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1765" title="mikroskop" src="http://nanpunya.wordpress.com/files/2009/05/mikroskop.jpg" alt="mikroskop" width="510" height="548" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.</p>
<p><strong>A. Mikroskop Cahaya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.</p>
<p style="text-align:center;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.</p>
<p style="text-align:justify;">Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 &#8211; 25 kali.</p>
<p style="text-align:justify;">Lensa kondensor, berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan difokus, sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal, dua benda akan tampak menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik.</p>
<p><strong>B. Mikroskop Stereo</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.</p>
<p><strong>C. Mikroskop Elektron</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai gambaran mengenai mikroskop elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini. Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel.</p>
<p><strong>D. Mengatur Besarnya Obyek</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perbesaran bayangan dari suatu obyek dapat diketahui dari angka perbesaran lensa obyektif dan lensa okuler. Ukuran suatu benda dapat diketahui dengan membandingkan terhadap ukuran bidang pandang. Hal ini dapat dikerjakan dengan beberapa langkah berikut: letakkan penggaris plastik berskala mm diatas meja obyek dan perkirakan diameter bidang pandang tersebut, dan catat perbesaran lensa obyektifnya. Ubahlah lensa obyektif dengan lensa obyektif perbesaran kuat dan tentukan diameter bidang pandangnya dengan rumus berikut:</p>
<p>Ǿ ok = Ǿ ol x pl/pk dimana :</p>
<p>Ǿok = diameter bidang pandang dengan obyektif perbesaran kuat.</p>
<p>Ǿol = diameter bidangpandang dengan obyektif perbesaran lemah</p>
<p>pk = perbesaran lensa obyektif kuat, pl = perbesaran lensa obyektif lemah</p>
<p><strong>E. Mempersiapkan Preparat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk membuat preparat non-permanen dilakukan sebagai berikut. Letakkan medium (berupa setetes air) diatas gelas obyek, dan letakkan bahan yang akan diamati didalam medium. Selanjutnya tutuplah dengan kaca penutup. Usahakan agar tidak terdapat gelembung udara pada medium. Hal ini dapat diusahakan dengan beberapa langkah berikut: pegang kaca penutup dengan posisi 45o terhadap gelas obyek, sentuhkan tepi bawah kaca penutup pada permukaan medium dan perlahan-lahan rebahkan sehingga kaca penutup terletak di atas kaca obyek. Jika masih ada gelembung udara ulangi pekerjaan tersebut sampai tidak ada gelembung udara. Amati preparat yang anda buat dibawah mikroskop dengan terlebih dahulu menggunakan perbesaran lemah (10&#215;10), kalau sudah diketahui obyek yang akan diamati kemudian memakai perbesaran kuat (10&#215;20 atau 10&#215;40).</p>
<p><strong>ALAT DAN BAHAN</strong></p>
<p>Alat :</p>
<ol>
<li>Mikroskop cahaya dan mikroskop stereo</li>
<li>Pipet dan silet*</li>
<li>Pinset</li>
<li>Gelas obyek dan kaca penutup*</li>
<li>Cawan petri</li>
</ol>
<p>Bahan :</p>
<ol>
<li>Potongan kertas berhuruf &#8220;A&#8221;, &#8220;d&#8221;,</li>
<li>Organisme berukuran kecil (semut, bunga rumput, dan lainnya)</li>
<li>Butir-butir pati kentang</li>
<li>Air dan larutan iodine</li>
</ol>
<p><strong>CARA KERJA</strong></p>
<p><strong>A Penggunaan Mikroskop Cahaya</strong></p>
<ol>
<li>Letakkan potongan kertas berhuruf &#8220;A&#8221; pada kaca obyek dan tutup dengan kaca penutup.</li>
<li>Amati dengan perbesaran lemah (10&#215;10)</li>
<li>Amati apakah bayangan benda sama atau terbalik, dan gambarkan !</li>
<li>Sambil memandang ke dalam lensa okuler, geser preparat dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Amati kemana bayangan bergerak?</li>
<li>Ubahlah lensa obyektif ke perbesaran yang lebih besar. Amati apakah ada perubahan luas bidang pandang?</li>
<li>Berapa diameter bidang pandang mikroskop pada obyektif lemah (mm) dan berapa pada obyektif kuat?</li>
<li>Kerjakan seperti langkah nomor 1-3 namun menggunakan potongan kertas huruf &#8220;d&#8221;</li>
</ol>
<p><strong>B. Mengamati Butir Pati</strong></p>
<ol>
<li>Keriklah sekerat umbi kentang dengan jarum atau ujung silet sehingga cairannya keluar.</li>
<li>Teteskan cairan tersebut pada kaca obyek, dan tutup dengan kaca penutup.</li>
<li>Amati dibawah mikroskop struktur butir-butir pati tersebut.</li>
<li>Teteskan larutan Iodine pada tepi kanan kaca penutup dan pada tepi kiri kaca penutup tempelkan kertas hisap, dengan demikian larutan iodine tersebut akan masuk kedalam preparat dan menyebar ke seluruh bagian.</li>
<li>Amati dibawah mikroskop dan gambarkan butir-butir pati tersebut.</li>
</ol>
<p><strong>C. Penggunaan Mikroskop Stereo</strong></p>
<ol>
<li>Tempatkan mikroskop stereo beserta transformatornya, hubungkan dengan sumber listrik.</li>
<li>Tekan tombol &#8220;on&#8221; pada transformator, pergunakan voltase yang ada pada transformator sesuai keperluan. Ingat. lampu mempunyai umur tertentu, oleh karena itu nyalakan lampu sesuai keperluan saja.</li>
<li>Letakkan spesimen pada cawan petri.</li>
<li>Amati dengan mikroskop dengan perbesaran lemah kemudian perbesaran kuat.</li>
<li>Amati dan catat pada laporan anda (jika semut: hitung jumlah kaki atau antenanya, dan jika bunga: hitung jumlah stamen).</li>
</ol>
<p><strong>D. Untuk Diperhatikan !</strong></p>
<ol>
<li>Peganglah erat-erat lengan mikroskop dengan tangan kanan, sedang tangan kiri digunakan untuk menyangga kaki mikroskop.</li>
<li>Meja preparat tetap horisontal untuk mencegah agar preparat tidak jatuh</li>
<li>Bersihkan lensa dengan kertas lensa/tissue</li>
<li>Pengamatan dengan menggunakan dua mata (kalau mikroskop dengan dua lensa okuler)</li>
<li>Gunakan perbesaran lemah dulu, kemudian setelah obyek yang akan anda amati ditemukan, gunakan perbesaran yang lebih besar</li>
<li>Bersihkan semua kotoran yang ada pada mikroskop dengan menggunakan kertas tissue.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[eye-fi drahtlose Bildübertragung III - Fotografie in der Zahnarztpraxis]]></title>
<link>http://verbesserungen.wordpress.com/2009/05/06/eye-fi-drahtlose-bildubertragung-iii-fotografie-in-der-zahnartpraxis/</link>
<pubDate>Wed, 06 May 2009 07:38:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dr. Andreas Habash</dc:creator>
<guid>http://verbesserungen.wordpress.com/2009/05/06/eye-fi-drahtlose-bildubertragung-iii-fotografie-in-der-zahnartpraxis/</guid>
<description><![CDATA[eye-fi drahtlose Bildübertragung III &#8211; Fotografie in der Zahnarztpraxis von Dr. Andreas Habash]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>eye-fi drahtlose Bildübertragung III &#8211; Fotografie in der Zahnarztpraxis<br />
von Dr. Andreas Habash</p>
<p>Anscheinend ist es im Moment nicht möglich in Europa die eye-fi Karten zu bekommen.</p>
<p>Grund soll wohl das Fehlen der CE Kennzeichnung sein.</p>
<p>Ich habe einmal gesucht wo es die Karten im Moment gibt und bin auf folgende Quellen gestossen.</p>
<p><a href="http://photojojo.com/store/awesomeness/eye-fi-wifi-memory">http://photojojo.com/store/awesomeness/eye-fi-wifi-memory</a></p>
<p><a href="http://store.eye.fi/store/eyefisub/DisplayHomePage&#38;Locale=en_US&#38;Env=BASE">http://store.eye.fi/store/eyefisub/DisplayHomePage&#38;Locale=en_US&#38;Env=BASE</a></p>
<p><a href="http://www.amazon.com/Eye-Fi-Share-Wireless-Memory-EYE-FI-2GB/dp/B000X27XDC">http://www.amazon.com/Eye-Fi-Share-Wireless-Memory-EYE-FI-2GB/dp/B000X27XDC</a></p>
<p>Inzwischen gibt es auch wieder neue Bezeichnungen und neue Arten von Karten.<br />
Dies kann man direkt beim Hersteller nachlesen unter:</p>
<p><a href="http://www.eye.fi/">http://www.eye.fi/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ELECTRONIC EYEPIECE Digital Camera For Microscope]]></title>
<link>http://alatkesehatanmurah.wordpress.com/2009/05/05/electronic-eyepiece-digital-camera-for-microscope/</link>
<pubDate>Tue, 05 May 2009 11:21:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>alatkesehatanbekasi</dc:creator>
<guid>http://alatkesehatanmurah.wordpress.com/2009/05/05/electronic-eyepiece-digital-camera-for-microscope/</guid>
<description><![CDATA[ELECTRONIC EYEPIECE Digital Camera For Microscope, adalah kamera digital yang diletakkan pada bagian]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://alatkesehatanmurah.wordpress.com/files/2009/05/camera-digital-microscope-electronic-eyepiece.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-4046 alignleft" title="Camera-digital-microscope-Electronic-eyepiece" src="http://alatkesehatanmurah.wordpress.com/files/2009/05/camera-digital-microscope-electronic-eyepiece.jpg?w=150" alt="Camera-digital-microscope-Electronic-eyepiece" width="150" height="150" /></a><strong>ELECTRONIC EYEPIECE </strong><strong>Digital Camera For Microscope</strong>, adalah kamera digital yang diletakkan pada bagian eyepiece mikroskop, agar bisa ditampilkan di layar TV atau projector. Interface dari Kamera ke TV menggunakan colokan S-Video, standard umum yang digunakan TV, seperti  pemasangan DVD player.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Harga Rp. 1.500.000,-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
