<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>minangkabau &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/minangkabau/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "minangkabau"</description>
	<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:15:45 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Chandra M. Hamzah, Nila Anfasa Moeloek, Williardi Wizard : 3 Orang Minang yang Bikin Geger Dunia Persilatan]]></title>
<link>http://moendg07.wordpress.com/2009/11/29/chandra-m-hamzah-nila-anfasa-moeloek-williardi-wizard-3-orang-minang-yang-bikin-geger-dunia-persilatan/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 04:37:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Vara</dc:creator>
<guid>http://moendg07.wordpress.com/2009/11/29/chandra-m-hamzah-nila-anfasa-moeloek-williardi-wizard-3-orang-minang-yang-bikin-geger-dunia-persilatan/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Fadli Zulfadli Dari: kompasiana.com Indonesia terkejut! Bagai sebuah kilas balik ke zaman demo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Fadli Zulfadli Dari: kompasiana.com Indonesia terkejut! Bagai sebuah kilas balik ke zaman demo]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Danau Singkarak, Unik, Indah dan Memprihatinkan]]></title>
<link>http://rieko.wordpress.com/2009/11/28/danau-singkarak-unik-indah-dan-memprihatinkan/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 11:57:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rieko Kristian</dc:creator>
<guid>http://rieko.wordpress.com/2009/11/28/danau-singkarak-unik-indah-dan-memprihatinkan/</guid>
<description><![CDATA[Siapa yang tidak kenal Danau Singkarak, sebuah danau vulkanik yang terletak di jantung Sumatera Bara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Siapa yang tidak kenal Danau Singkarak, sebuah danau vulkanik yang terletak di jantung Sumatera Bara]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sejarah Gerakan Islam Modernis di Minangkabau (Part 4) ]]></title>
<link>http://radhi.wordpress.com/2009/11/27/sejarah-gerakan-islam-modernis-di-minangkabau-part-4/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 22:30:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>radi</dc:creator>
<guid>http://radhi.wordpress.com/2009/11/27/sejarah-gerakan-islam-modernis-di-minangkabau-part-4/</guid>
<description><![CDATA[4 Nama (1. Syekh Ahmad Khatib EL Minangkabawy ,2. Haji Abdul Karim Amarullah,3. Haji Abdullah Ahmad ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[4 Nama (1. Syekh Ahmad Khatib EL Minangkabawy ,2. Haji Abdul Karim Amarullah,3. Haji Abdullah Ahmad ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sejarah Gerakan Islam Modernis di Minangkabau (Part 3) ]]></title>
<link>http://radhi.wordpress.com/2009/11/27/sejarah-gerakan-islam-modernis-di-minangkabau-part-3/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 21:15:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>radi</dc:creator>
<guid>http://radhi.wordpress.com/2009/11/27/sejarah-gerakan-islam-modernis-di-minangkabau-part-3/</guid>
<description><![CDATA[4. HAMKA (1908-1981) Hamka adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[4. HAMKA (1908-1981) Hamka adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrul]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sejarah Gerakan Islam Modernis di Minangkabau (Part 2) ]]></title>
<link>http://radhi.wordpress.com/2009/11/26/sejarah-gerakan-islam-modernis-di-minangkabau-part-2/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 23:00:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>radi</dc:creator>
<guid>http://radhi.wordpress.com/2009/11/26/sejarah-gerakan-islam-modernis-di-minangkabau-part-2/</guid>
<description><![CDATA[2. Haji Abdul Karim Amarullah . Haji Abdul Karim Amarullah lebih dikenal dengan nama Haji Rasul. Haj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[2. Haji Abdul Karim Amarullah . Haji Abdul Karim Amarullah lebih dikenal dengan nama Haji Rasul. Haj]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sejarah Gerakan Islam Modernis di Minangkabau (Part 1)]]></title>
<link>http://radhi.wordpress.com/2009/11/26/sejarah-gerakan-islam-modernis-di-minangkabau-part-1/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 21:00:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>radi</dc:creator>
<guid>http://radhi.wordpress.com/2009/11/26/sejarah-gerakan-islam-modernis-di-minangkabau-part-1/</guid>
<description><![CDATA[Pada awal abad ke-20, di Sumatera Barat ditandai dengan periode yang penuh pergolakan sosial dan int]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada awal abad ke-20, di Sumatera Barat ditandai dengan periode yang penuh pergolakan sosial dan int]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Galombang Pasambahan]]></title>
<link>http://incekrajo.wordpress.com/2009/11/22/galombang-pasambahan/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 08:26:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>incekrajo</dc:creator>
<guid>http://incekrajo.wordpress.com/2009/11/22/galombang-pasambahan/</guid>
<description><![CDATA[Tari Galombang Pasambahan adalah tari khas Minangkabau yang sebenarnya terdiri dari dua buah tari, t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tari Galombang Pasambahan adalah tari khas Minangkabau yang sebenarnya terdiri dari dua buah tari, t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KPK Jalin Kesepakatan dengan Universitas Bung Hatta, UNP dan UNES Padang]]></title>
<link>http://moendg07.wordpress.com/2009/11/21/kpk-jalin-kesepakatan-dengan-universitas-bung-hatta-unp-dan-unes-padang/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 21:29:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Vara</dc:creator>
<guid>http://moendg07.wordpress.com/2009/11/21/kpk-jalin-kesepakatan-dengan-universitas-bung-hatta-unp-dan-unes-padang/</guid>
<description><![CDATA[Berikut berita mengenai kerja sama yang dilakukan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dengan Universi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut berita mengenai kerja sama yang dilakukan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dengan Universi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Politisi Minang dan Kabinet Beraroma Rendang]]></title>
<link>http://afandri81.wordpress.com/2009/11/17/politisi-minang-dan-kabinet-beraroma-rendang/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 13:27:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>afandri81</dc:creator>
<guid>http://afandri81.wordpress.com/2009/11/17/politisi-minang-dan-kabinet-beraroma-rendang/</guid>
<description><![CDATA[Situasi Rapat Kabinet Hatta I Kiprah politisi Minang dalam kancah pemerintahan Indonesia cukup menar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div id="attachment_333" class="wp-caption alignleft" style="width: 185px"><a href="http://afandri81.wordpress.com/files/2009/11/kabinet-hatta-i1.jpg"><img src="http://afandri81.wordpress.com/files/2009/11/kabinet-hatta-i1.jpg" alt="" title="Situasi Rapat Kabinet Hatta I" width="175" height="100" class="size-full wp-image-333" /></a><p class="wp-caption-text">Situasi Rapat Kabinet Hatta I</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;">Kiprah politisi Minang dalam kancah pemerintahan Indonesia cukup menarik untuk disimak. Ketertarikan tersebut mengingat kecilnya jumlah etnis Minang dalam populasi Indonesia, namun mampu memainkan peranan penting dalam roda pemerintahan. Peranan ini sangat nampak mencolok pada masa perjuangan kemerdekaan dan demokrasi parlementer, ketika banyak orang Minang yang duduk sebagai perdana menteri serta mengisi pos-pos penting kabinet. 15 tahun awal berdirinya republik Indonesia, bisa dikatakan sebagai era keemasan politik orang Minang. Pada periode 1945-1960, politisi Minang tidak hanya duduk di posisi strategis pemerintahan, namun juga cukup mewarnai kebijakan politik negara. Di penghujung dekade 1950-an era kejayaan tersebut berakhir. Dimulai dengan lengsernya Hatta dari kursi wakil presiden (1956), yang diikuti oleh gerakan koreksi PRRI (1958-1959), serta dibubarkannya partai Masyumi dan PSI (1960), dua partai yang menjadi motor politik orang-orang Minang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;">Sejak negeri ini merdeka, hingga kini telah 39 kabinet yang terbentuk. Angka 39 itu, tanpa mengikutsertakan kabinet sementara Susanto dan kabinet tandingan PRRI, yang hanya bersifat <em>ad hoc</em>. Dalam 39 kali pembentukan kabinet, tak pernah sekalipun orang-orang Minang absen duduk sebagai menteri. Kabinet Presidensial yang terbentuk pada tanggal 2 September 1945, merupakan kabinet pertama yang dibentuk oleh pemerintahan Soekarno-Hatta. Pada masa ini, Mohammad Amir putra kelahiran Sawahlunto, tercatat sebagai orang Minang pertama yang diangkat menjadi menteri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;">Berdasarkan data statistik, populasi etnis Minangkabau hanyalah berjumlah 2,7% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia, namun jumlah keterwakilan mereka dalam kabinet jauh melampaui angka tersebut. Sekurang-kurangnya 94 posisi kementerian diisi oleh orang-orang Minang, angka tersebut belumlah ditambah dengan posisi menteri muda serta pejabat setingkat menteri yang pernah ada dalam beberapa kabinet. Jumlah itu setara dengan 8% dari seluruh posisi kementerian yang ada, atau 3 kali lebih banyak dari jumlah orang Minang yang bermukim di Indonesia. Dalam sejarah kabinet, jumlah menteri dari ranah Minang melampaui etnis Sunda, Melayu, Madura, Bugis, dan Batak yang secara populasi di atas mereka. Jumlah keterwakilan orang Minang, hanya kalah dari orang-orang Jawa yang memang mayoritas di republik ini.</p>
<p> <!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;">Angka-angka yang mencolok akan nampak lagi ketika kita melihat puncak piramida kabinet. Dari 39 kabinet yang terbentuk, 8 kali dipimpin oleh putra-putra Minang, atau setara dengan 20,5%. Para pemimpin ini mengomandani kabinet di usia yang relatif muda. Sutan Syahrir (mengomandani 3 kabinet dan mulai memimpin pada usia 36 tahun), Mohammad Hatta (3 kabinet, 46 tahun), Abdul Halim (1 kabinet, 38 tahun), Mohammad Natsir (1 kabinet, 42 tahun). Selain menjadi pemimpin kabinet, pos-pos kementerian penting seperti menteri luar negeri, menteri dalam negeri, dan menteri pertahanan, banyak ditempati orang-orang Minang. Pos kementerian luar negeri, 8 kali ditempati orang-orang Minang. Kecakapan mereka dalam melobi, serta menguasai aneka macam bahasa asing, menjadikan posisi ini sering diamanahi kepada putra-putra Minang. Para diplomat ulung tersebut ialah Agus Salim (4 kali menjadi menteri luar negeri), Sutan Syahrir (3 kali), dan Mohammad Hatta (1 kali). Pos kementerian dalam negeri, 4 kali diisi orang-orang Minang. Mereka adalah Sutan Syahrir, Assaat, Hazairin, dan Gamawan Fauzi. Sedangkan menteri pertahanan hanya 2 kali dipegang orang Minang, yakni oleh Mohammad Hatta dan Abdul Halim. Selain tiga pos kementerian tersebut, posisi kementerian bergengsi lainnya yakni kementerian ekonomi juga sering diisi orang-orang Minang. Mereka yang duduk dikementerian tersebut antara lain Adnan Kapau Gani, Mohammad Yamin, Chaerul Saleh, A.R. Suhud, dan Rizal Ramli.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;">Chaerul Saleh merupakan politikus Minang yang paling rajin duduk di kursi kabinet. Chaerul hadir dalam 7 kabinet, berturut-turut dari era Djuanda sampai Dwikora II. Posisi Chaerul dalam kabinet-pun beraneka rupa. Dalam 3 kabinet ia dipercaya sebagai wakil perdana menteri, 4 kabinet sebagai ketua MPR, dan 9 posisi menteri serta 1 posisi menteri muda. Pada masa Demokrasi Terpimpin, Chaerul-lah politikus Minang yang paling dipercaya presiden. Pada masa ini, bersama Mohammad Yamin, dia menjadi bagian pemerintah, disaat politisi Minang lainnya menjadi oposan utama Soekarno. Orang Minang lainnya yang menonjol dalam pemerintahan ialah Emil Salim. Putra Koto Gadang ini menjadi orang terlama yang mengenyam kursi kabinet Indonesia. Selama 22 tahun sejak 1971 hingga 1993, Emil berkiprah. Jika Chaerul menjadi orang kepercayaan Soekarno, maka Emil menjadi tangan kanan Soeharto. Emil bersama Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, dan J.B. Sumarlin, menjadi ekonom kepercayaan dalam kabinet Pembangunan Soeharto. Emil duduk sejak kabinet Pembangunan I hingga Pembangunan V, dengan posisi yang bermacam-macam pula.</p>
<p><strong>Kabinet Beraroma Rendang</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;">Dalam sejarah Indonesia, beberapa kali susunan kabinet kental bernuansa Minang, yang kami istilahkan sebagai kabinet beraroma rendang. Kabinet-kabinet beraroma rendang yaitu; Kabinet Syahrir I, Kabinet Syahrir III, Kabinet Hatta I, Kabinet Natsir, dan Kabinet Ali Sastroamijoyo I. Di lima kabinet tersebut, lebih dari seperlima kursi menteri diisi orang-orang Minang. Bahkan pada Kabinet Sjahrir I aroma rendang kental terasa, dimana dari 14 kursi menteri 4 dipegang oleh putra-putra Minang. Ini berarti 29% komposisi kabinet diisi oleh orang Minang. Selain jumlah yang cukup mencolok, piramida atas kabinet, yakni posisi perdana menteri, menteri luar negeri, dan menteri dalam negeri, dipercayai kepada politisi Minang. Pada kabinet Hatta I-pun, aroma rendang sangat terasa. Pada era ini, sekali lagi puncak piramida kabinet dipegang orang-orang Minang. 4 dari 16 kursi menteri yang tersedia, diisi politisi Minang. Hatta menjabat perdana menteri dan menteri pertahanan, Agus Salim sebagai menteri luar negeri, dan Natsir sebagai menteri penerangan. Jika Syafruddin Prawiranegara yang keturunan Minang juga di masukan kedalamnya, maka aroma rendang pada kabinet Hatta I makin terasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;">Selama bertugas di pemerintahan, banyak kebijakan penting yang diambil para politisi Minang. Kebijakan Hatta yang menerbitkan peraturan mengenai pembentukan partai-partai politik, telah menjadikan republik ini menjadi salah satu negara paling demokratis dengan sistem multi-partai. Walaupun kebijakan ini dihapuskan oleh presiden Soekarno sejak 1959, yang kemudian dilanjutkan oleh Soeharto hingga 1998, keputusan multi-partai Hatta tetap menjadi pijakan politik Indonesia hingga saat ini. Selain kebijkan itu, Hatta pulalah yang mencetuskan politik luar negeri bebas dan aktif. Hatta jualah yang menentukan garis kebijakan ekonomi rakyat yang bersandarkan pada koperasi. Karena kebijakannya itu, Hatta dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;">Selain Hatta, Natsir juga cukup berperan dalam menentukan arah sejarah bangsa. Berkat mosi integral yang dicetuskannya, Republik Indonesia Serikat dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Di antara menteri luar negeri yang pernah ada, mungkin Agus Salim yang paling bersinar. Politisi panjang akal ini selalu memiliki trik untuk mematahkan argumen politisi Belanda. Berkat kebijakan dan diplomasinya yang cemerlang, Agus Salim dijuluki oleh pengamat Barat sebagi “<em>the grand old man</em>”. Politikus Minang juga cermat dalam membaca situasi dan kondisi. Pada saat Agresi Militer Belanda II yang berakibat tertawannya pemimpin-pemimpin republik, masyarakat Minangkabau cepat mengambil inisiatif untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia yang berpusat di Bukittinggi. Dengan dibentuknya PDRI, roda pemerintahan Indonesia tak pernah berhenti kendati ibu kota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;">Tahun 1960, kepercayaan diri para politisi Minang mulai memudar. Orang-orang Minang yang selama ini merasa sebagai <em>rule-maker </em>dalam pemerintahan, harus berakhir dengan kisah yang tak mengenakkan. Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, sebuah pemerintahan yang hendak mengoreksi dominasi pusat atas daerah, dianggap sebagai pemberontakan daerah atas pusat yang harus dihabisi. Pemerintahan yang berpusat di Padang ini, hanya berlangsung singkat dan segera dapat dipadamkan oleh tentara pusat. Hancurnya PRRI, beriringan jua dengan hilangnya dominasi politikus Minang dalam kancah nasional.</p>
<p><strong>Berikut Posisi Kementerian yang Ditempati Orang-orang Minang : </strong></p>
<p>1. Kabinet Presidensial (2 September – 14 November 1945)<br />
   &#8211; Menteri Negara : Mohammad Amir<br />
2. Kabinet Syahrir I (14 November 1945 – 12 Maret 1946)<br />
   &#8211; Perdana Menteri : Sutan Syahrir<br />
   &#8211; Menteri Luar Negeri : Sutan Syahrir<br />
   &#8211; Menteri Dalam Negeri : Sutan Syahrir<br />
   &#8211; Menteri Penerangan : Mohammad Natsir<br />
3. Kabinet Syahrir II (12 Maret – 2 Oktober 1946)<br />
   &#8211; Perdana Menteri : Sutan Syahrir<br />
   &#8211; Menteri Luar Negeri : Sutan Syahrir<br />
   &#8211; Menteri Penerangan : Mohammad Natsir<br />
4. Kabinet Syahrir III (2 Oktober 1946 – 27 Juni 1947)<br />
   &#8211; Perdana Menteri : Sutan Syahrir<br />
   &#8211; Menteri Luar Negeri : Sutan Syahrir<br />
   &#8211; Menteri Ekonomi : Adnan Kapau Gani<br />
   &#8211; Menteri Penerangan : Mohammad Natsir<br />
5. Kabinet Syarifuddin I (3 Juli – 11 November 1947)<br />
   &#8211; Wakil Perdana Menteri : Adnan Kapau Gani<br />
   &#8211; Menteri Luar Negeri : Agus Salim<br />
   &#8211; Menteri Kemakmuran : Adnan Kapau Gani<br />
6. Kabinet Syarifuddin II (11 November 1947 – 29 Januari 1948)<br />
   &#8211; Wakil Perdana Menteri : Adnan Kapau Gani<br />
   &#8211; Menteri Luar Negeri : Agus Salim<br />
   &#8211; Menteri Kemakmuran : Adnan Kapau Gani<br />
7. Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949)<br />
   &#8211; Perdana Menteri : Mohammad Hatta<br />
   &#8211; Menteri Luar Negeri : Agus Salim<br />
   &#8211; Menteri Pertahanan : Mohammad Hatta<br />
   &#8211; Menteri Penerangan : Mohammad Natsir<br />
8. Kabinet Syafruddin (19 Desember 1948 – 13 Juli 1949)<br />
   &#8211; Menteri Perburuhan dan Sosial : Sutan Mohammad Rasyid<br />
9. Kabinet Hatta II (4 Agustus – 20 Desember 1949)<br />
   &#8211; Perdana Menteri : Mohammad Hatta<br />
   &#8211; Menteri Luar Negeri : Agus Salim<br />
10. Kabinet RIS (20 Desember 1949 – 6 September 1950)<br />
     &#8211; Perdana Menteri : Mohammad Hatta<br />
     &#8211; Menteri Luar Negeri : Mohammad Hatta<br />
     &#8211; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : Abu Hanifah<br />
11. Kabinet Halim (21 Januari – 6 September 1950)<br />
     &#8211; Perdana Menteri : Abdul Halim<br />
12. Kabinet Natsir (6 September 1950 – 27 April 1951)<br />
     &#8211; Perdana Menteri : Mohammad Natsir<br />
     &#8211; Menteri Dalam Negeri : Assaat<br />
     &#8211; Menteri Keamanan Rakyat : Abdul Halim<br />
     &#8211; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : Bahder Johan<br />
13. Kabinet Sukiman (27 April 1951 – 3 April 1952)<br />
     &#8211; Menteri Kehakiman : Mohammad Yamin kemudian Mohammad Nasrun<br />
14. Kabinet Wilopo (3 April 1952 – 30 Juli 1953)<br />
     &#8211; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : Bahder Johan<br />
15. Kabinet Ali Sastroamijoyo I (30 Juli 1953 – 12 Agustus 1955)<br />
     &#8211; Menteri Dalam Negeri : Hazairin<br />
     &#8211; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : Mohammad Yamin<br />
     &#8211; Menteri Tenaga Kerja : Sutan Muchtar Abidin<br />
     &#8211; Menteri Kesejahteraan Umum : Siradjuddin Abbas<br />
16. Kabinet Burhanuddin (12 Agustus 1955 – 24 Maret 1956)<br />
     &#8211; Menteri Penerangan : Syamsuddin Sutan Makmur<br />
17. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24 Maret 1956 – 14 Maret 1957)<br />
     &#8211; Menteri Pertanian : Eny Karim<br />
     &#8211; Menteri Tenaga Kerja : Sabilal Rasyad<br />
     &#8211; Menteri Negara : Dahlan Ibrahim<br />
18. Kabinet Juanda (9 April 1957 – 10 Juli 1959)<br />
     &#8211; Menteri Perhubungan Laut : Mohammad Nazir<br />
     &#8211; Menteri Negara : Chaerul Saleh<br />
     &#8211; Menteri Negara : Mohammad Yamin<br />
19. Kabinet Kerja I (10 Juli 1959 – 18 Februari 1960)<br />
     &#8211; Menteri Pembangunan : Chaerul Saleh<br />
     &#8211; Menteri Sosial dan Kebudayaan : Mohammad Yamin<br />
20. Kabinet Kerja II (18 Februari 1960 – 6 Maret 1962)<br />
     &#8211; Menteri Pembangunan : Chaerul Saleh<br />
     &#8211; Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan : Chaerul Saleh<br />
     &#8211; Menteri Dewan Perancangan Nasional : Mohammad Yamin<br />
21. Kabinet Kerja III (6 Maret 1962 – 13 November 1963)<br />
     &#8211; Wakil Menteri Pertama Koordinator Khusus : Mohammad Yamin<br />
     &#8211; Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan : Chaerul Saleh<br />
     &#8211; Menteri Dewan Perancangan Nasional : Mohammad Yamin<br />
     &#8211; Menteri Penerangan : Mohammad Yamin<br />
22. Kabinet Kerja IV (13 November 1963 – 27 Agustus 1964)<br />
     &#8211; Wakil Perdana Menteri : Chaerul Saleh<br />
     &#8211; Menteri Koordinator Pembangunan : Chaerul Saleh<br />
     &#8211; Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan : Chaerul Saleh<br />
23. Kabinet Dwikora I (27 Agustus 1964 – 22 Februari 1966)<br />
     &#8211; Wakil Perdana Menteri : Chaerul Saleh<br />
     &#8211; Menteri Koordinator Pembangunan : Chaerul Saleh<br />
     &#8211; Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi : Chaerul Saleh<br />
24. Kabinet Dwikora II (24 Februari 1966 – 28 Maret 1966)<br />
     &#8211; Wakil Perdana Menteri : Chaerul Saleh<br />
25. Kabinet Dwikora III (27 Maret 1966 – 25 Juli 1966)<br />
     &#8211; Menteri Tenaga Kerja : Awaluddin Jamin<br />
26. Kabinet Ampera I (25 Juli 1966 – 17 Oktober 1967)<br />
     &#8211; Menteri Tenaga Kerja : Awaluddin Jamin<br />
27. Kabinet Ampera II (17 Oktober 1967 – 6 Juni 1968)<br />
     &#8211; Menteri Tenaga Kerja : Awaluddin Jamin<br />
28. Kabinet Pembangunan I (10 Juni 1968 – 1973)<br />
     &#8211; Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara : Emil Salim<br />
29. Kabinet Pembangunan II (1973 – 1978)<br />
     &#8211; Menteri Perhubungan : Emil Salim<br />
30. Kabinet Pembangunan III (1978 – 1983)<br />
     &#8211; Menteri Perindustrian : A.R. Suhud<br />
     &#8211; Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Harun Zain<br />
     &#8211; Menteri Pengawas Pembangunan dan Lingkungan Hidup : Emil Salim<br />
31. Kabinet Pembangunan IV (1983 – 1988)<br />
     &#8211; Menteri Koperasi : Bustanul Arifin<br />
     &#8211; Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup : Emil Salim<br />
32. Kabinet Pembangunan V (1988 – 1993)<br />
     &#8211; Menteri Perhubungan : Azwar Anas<br />
     &#8211; Menteri Koperasi : Bustanul Arifin<br />
     &#8211; Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup : Emil Salim<br />
33. Kabinet Pembangunan VI (1993 – 1998)<br />
     &#8211; Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat : Azwar Anas<br />
     &#8211; Menteri Tenaga Kerja : Abdul Latief<br />
     &#8211; Menteri Pertanian : Syarifuddin Baharsyah<br />
     &#8211; Menteri Agama : Tarmizi Taher<br />
34. Kabinet Pembangunan VII (Jan – Mei 1998)<br />
     &#8211; Menteri Penerangan : Muhammad Alwi Dahlan<br />
     &#8211; Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya : Abdul Latief<br />
     &#8211; Menteri Kesehatan : Farid Anfasa Moeloek<br />
35. Kabinet Reformasi Pembangunan (Mei 1998 – Oktober 1999)<br />
     &#8211; Menteri Kesehatan : Farid Anfasa Moeloek<br />
     &#8211; Menteri Tenaga Kerja : Fahmi Idris<br />
     &#8211; Menteri Riset dan Teknologi : Zuhal Abdul Qadir<br />
     &#8211; Menteri Agraria : Hasan Basri Durin<br />
36. Kabinet Persatuan Nasional (1999 – 2001)<br />
     &#8211; Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri : Rizal Ramli<br />
37. Kabinet Gotong Royong (2001 – 2004)<br />
     &#8211; Menteri Sosial : Bachtiar Chamsyah<br />
38. Kabinet Indonesia Bersatu I (2004 – 2009)<br />
     &#8211; Menteri Tenaga Kerja : Fahmi Idris<br />
     &#8211; Menteri Sosial : Bachtiar Chamsyah<br />
39. Kabinet Indonesia Bersatu II (2009 – 2014)<br />
     &#8211; Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi<br />
     &#8211; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia : Patrialis Akbar<br />
     &#8211; Menteri Komunikasi dan Informatika : Tifatul Sembiring<br />
     &#8211; Menteri Pemberdayaan Wanita dan Urusan Anak : Linda Amaliasari</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minangkabau's Wedding]]></title>
<link>http://onirma.wordpress.com/2009/11/14/minangkabaus-wedding/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 19:23:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>onirma</dc:creator>
<guid>http://onirma.wordpress.com/2009/11/14/minangkabaus-wedding/</guid>
<description><![CDATA[The Minangkabau people (7+ million) live in the interior of the West Sumatra province. The largest m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>The Minangkabau people (7+ million) live in the interior of the West Sumatra province. The largest matrilineal social system in the world; titles, property and family names are handed down the female line. Called &#8220;mother right&#8221; rather than female rule. The Minangkabau live by adat, or customary rule, and concensus.</p>
<p><img src="http://onirma.wordpress.com/files/2009/11/image-7.png?w=300" alt="Image 7" title="Image 7" width="300" height="170" class="alignnone size-medium wp-image-185" /></p>
<p><img src="http://onirma.wordpress.com/files/2009/11/image-10.png?w=300" alt="Image 10" title="Image 10" width="300" height="177" class="alignnone size-medium wp-image-186" /></p>
<p><img src="http://onirma.wordpress.com/files/2009/11/image-13.png?w=300" alt="Image 13" title="Image 13" width="300" height="169" class="alignnone size-medium wp-image-187" /></p>
<p><img src="http://onirma.wordpress.com/files/2009/11/image-15.png?w=300" alt="Image 15" title="Image 15" width="300" height="289" class="alignnone size-medium wp-image-188" /></p>
<p><img src="http://onirma.wordpress.com/files/2009/11/image-17.png?w=300" alt="Image 17" title="Image 17" width="300" height="257" class="alignnone size-medium wp-image-189" /></p>
<p>snapshots from a french documentary- sorry i forgot who made it&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerangka Yang Diduga Milik Tan Malaka Dibawa Ke Jakarta Untuk Uji DNA]]></title>
<link>http://pelaminanminang.wordpress.com/2009/11/13/kerangka-yang-diduga-milik-tan-malaka-dibawa-ke-jakarta-untuk-uji-dna/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 14:08:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>pelaminanminang</dc:creator>
<guid>http://pelaminanminang.wordpress.com/2009/11/13/kerangka-yang-diduga-milik-tan-malaka-dibawa-ke-jakarta-untuk-uji-dna/</guid>
<description><![CDATA[Kerangka yang diduga  tulang belulang Tan Malaka, tokoh revolusioner yang dicap beraliran kiri, akan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kerangka yang diduga  tulang belulang Tan Malaka, tokoh revolusioner yang dicap beraliran kiri, akan dibawa ke Jakarta guna tes DNA setelah diambil dari makam di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.</p>
<p>&#8220;Kami akan langsung membawa kerangka tersebut ke Jakarta, dan akan diteliti langsung oleh tim ahli forensik dari FKUI,&#8221; kata ketua panitia pembongkaran makam Tan Malaka, Zulfikar Kamarudin, di lokasi pembongkaran, Sabtu.</p>
<p>Ia mengungkapkan, tes yang dibantu oleh empat orang ahli forensik tersebut dimaksudkan untuk mengetahui dengan pasti identitas kerangka tersebut. Rencananya, kerangka itu akan di tes, dan akan dicocokkan dengan DNA di tubuhnya.</p>
<p>Menurut dia, waktu yang diperlukan untuk tes DNA tersebut sekitar tiga pekan. Selama itu, pihaknya akan menunggu, sambil mempersiapkan langkah selanjutnya, termasuk kepastian akan positif maupun negatif terhadap jasad Tan Malaka.</p>
<p>Ia sangat berterimakasih  kepada pemerintah maupun warga yang antusias untuk menyaksikan pembongkaran makam tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami tidak ada maksud politik apapun, terkait dengan pembongkaran tersebut. Hal itu kami lakukan, hanya untuk mengetahui tentang seseorang, yang kemungkinan Datuk Tan Malaka,&#8221; kata kemenakan Tan Malaka tersebut.</p>
<p>Sebelum kegiatan penggalian makam, dilakukan  doa yang dibacakan seorang kiai setempat. Sekitar empat warga kemudian membongkar makam tersebut.</p>
<p>Di kedalaman sekitar dua meter, mereka menemukan berbagai tulang seperti kepala, serta serpihan tulang yang mirip dengan gigi. Selain itu, juga ditemukan benda yang mirip dengan kain kafan.</p>
<p>Usai benda-benda tersebut diambil dari lubang makam, selanjutnya barang-barang tersebut ditaruh di tempat khusus, untuk keperluan tes DNA kelak.</p>
<p>Dokter spesialis forensik dan DNA FKUI, dr Djaya Surya Atmadja, SpF, PhD, SH, DFM mengungkapkan, pihaknya akan melakukan dengan metode antropologi forensik, dengan mengambil semua sisa kerangka. Hal itu dilakukan, untuk mengetahui dengan pasti fisik kerangka tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami menemukan beberapa kerangka, di antaranya tulang yang mirip dengan gigi, serta bagian kepala. Kami merencakan akan melakukan tes dengan metode antropologi forensik, untuk dapat mengetahui secara fisik,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Camat Semen, Agus Suntoro yang mewakili Muspida mengaku berharap banyak dengan penggalian yang dilakukan panitia nasional tersebut.</p>
<p>Menurut Agus, jika makam tersebut memang benar berisi jenazah Tan Malaka, pemerintah setempat akan membuat wisata sejarah.</p>
<p>Lokasi makam desa Selopanggung yang hanya seluas 500 meter tersebut berada di sekitar tiga kilometer lebih dari jalan raya desa. Di lokasi tersebut terdapat tiga makam kuno, di antaranya makam Tan Malaka, makam Mbah Selorejo, yang diduga adalah putra adipati Bojonegoro, serta makam Mbah Ketir, seorang putra adipati dari Tuban.</p>
<p>Belum ada yang mengetahui dengan pasti, kerangka di makam tersebut, khususnya Tan Malaka, mengingat saat ini masih akan dilakukan tes DNA.</p>
<p>Bahkan, pihaknya juga belum berani mengambil kesimpulan resmi dari hasil riset Direktur Penerbitan Institut Kerajaan Belanda untuk Studi Karibia dan Asia Tenggara atau KITLV di Leiden, Harry A Poeze, yang meneliti Tan Malaka sejak tahun 1971.</p>
<p>Dalam penelitian tersebut, Harry menyebut, Tan Malaka dibunuh oleh pasukan Batalyon Sikatan pimpinan Letnan Dua Soekotjo. Ia tewas pada tanggal 21 Februari 1949, dan tubuhnya dimakamkan di tempat pemakaman itu, tanpa disertai dengan nisan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Misteri Angka Romawi 4 di Jam Gadang]]></title>
<link>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/12/misteri-angka-romawi-4-di-jam-gadang/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 09:13:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>jasadh</dc:creator>
<guid>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/12/misteri-angka-romawi-4-di-jam-gadang/</guid>
<description><![CDATA[Simbol khas Bukittinggi dan Sumatera Barat ini memiliki cerita dan keunikan dalam perjalanan sejarah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">Simbol khas Bukittinggi dan Sumatera Barat ini memiliki cerita dan keunikan dalam perjalanan sejarahnya. Hal tersebut dapat ditelusuri dari ornamen pada Jam Gadang. Pada masa penjajahan Belanda, ornamen jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan. <!--more-->Pada masa penjajahan Jepang , ornamen jam berubah menjadi klenteng. Sedangkan pada masa setelah kemerdekaan, bentuknya ornamennya kembali berubah dengan bentuk gonjong rumah adat Minangkabau .</p>
<p>Angka-angka pada jam tersebut juga memiliki keunikan. Angka empat pada angka Romawi biasanya tertulis dengan IV, namun di Jam Gadang tertera dengan IIII.</p>
<p>Dari menara Jam Gadang, para wisatawan bisa melihat panorama kota Bukittinggi yang terdiri dari bukit, lembah dan bangunan berjejer di tengah kota yang sayang untuk dilewatkan.</p>
<p>Saat dibangun biaya seluruhnya mencapai 3.000 Gulden dengan penyesuaian dan renovasi dari waktu ke waktu. Saat jaman Belanda dan pertama kali dibangun atapnya berbentuk bulat dan diatasnya berdiri patung ayam jantan.</p>
<p>Sedangkan saat masa jepang berubah lagi dengan berbentuk klenteng dan ketika Indonesia Merdeka berubah menjadi rumah adat Minangkabau.</p>
<p>Setiap hari ratusan warga berusaha di lokasi Jam Gadang. Ada yang menjadi fotografer amatiran, ada yang berjualan balon, bahkan mencari muatan oto (kendaraan umum) untuk dibawa ke lokasi wisata lainnya di Bukittinggi.</p>
<p>“Jam Gadang ini selalu membawa berkah buat kami yang tiap hari bekerja sebagai tukang foto dan penjual balon di sini. Itu sebabnya jam ini menjadi jam kebesaran warga Minang,” ujar Afrizal, salah seorang tukang potret amatir di sekitar Jam Gadang.</p>
<p>Untuk mencapai lokasi ini, para wisatawan dapat menggunakan jalur darat. Dari kota Padang ke Bukittinggi, perjalanan dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan menggunakan angkutan umum. Setelah sampai di kota Bukittinggi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota ke lokasi Jam Gadang.</p>
<p><strong>Lebih Jauh Tentang Jam Gadang:</strong></p>
<p><img src="http://3.bp.blogspot.com/_fn2J1AWrYkY/Sq_gRFPJkTI/AAAAAAAAD7A/hwfeINg_uE8/s400/jamgadang.jpg" alt="" /></p>
<p>Sepintas, mungkin tidak ada keanehan pada bangunan jam setinggi 26 meter tersebut. Apalagi jika diperhatikan bentuknya, karena Jam Gadang hanya berwujud bulat dengan diameter 80 sentimeter, di topang basement<br />
dasar seukuran 13 x 4 meter, ibarat sebuah tugu atau monumen. Oleh karena ukuran jam yang lain dari kebiasaan ini, maka sangat cocok dengan sebutan Jam Gadang yang berarti jam besar.</p>
<p>Bahkan tidak ada hal yang aneh ketika melihat angka Romawi di Jam Gadang. Tapi coba lebih teliti lagi pada angka Romawi keempat. Terlihat ada sesuatu yang tampaknya menyimpang dari pakem. Mestinya, menulis angka Romawi empat dengan simbol IV. Tapi di Jam Gadang malah dibuat menjadi angka satu yang berjajar empat buah (IIII). Penulisan yang diluar patron angka romawi tersebut hingga saat ini masih diliputi misteri.</p>
<p>Tapi uniknya, keganjilan pada penulisan angka tersebut malah membuat Jam Gadang menjadi lebih “menantang” dan menggugah tanda tanya setiap orang yang (kebetulan) mengetahuinya dan memperhatikannya. Bahkan uniknya lagi, kadang muncul pertanyaan apakah ini sebuah patron lama dan kuno atau kesalahan serta atau atau yang</p>
<p>lainnya. Dari beragam informasi ditengah masyarakat, angka empat aneh tersebut ada yang mengartikan sebagai penunjuk jumlah korban yang menjadi tumbal ketika pembangunan. Atau ada pula yang mengartikan, empat orang tukang pekerja bangunan pembuatan Jam Gadang meninggal setelah jam tersebut selesai. Masuk akal juga, karena jam tersebut diantaranya dibuat dari bahan semen putih dicampur putih telur.</p>
<p>Jika dikaji apabila terdapat kesalahan membuat angka IV, tentu masih ada kemungkinan dari deretan daftar misteri. Tapi setidaknya hal ini tampaknya perlu dikesampingkan.<br />
Sebagai jam hadiah dari Ratu Belanda kepada controleur (sekretaris kota), dan dibuat ahli jam negeri Paman Sam Amerika, kemungkinan kekeliruan sangat kecil. Tapi biarkan saja misteri tersebut dengan berbagai kerahasiaannya.</p>
<p>Namun yang patut diketahui lagi, mesin Jam Gadang diyakini juga hanya ada dua di dunia. Kembarannya tentu saja yang saat ini terpasang di Big Ben, Inggris. Mesin yang bekerja secara manual tersebut oleh pembuatnya, Forman (seorang bangsawan terkenal) diberi nama Brixlion.</p>
<p>Sekarang balik lagi ke angka Romawi empat, apakah pembuatan angka empat yang aneh itu disengaja oleh pembuatnya, juga tidak ada yang tahu. Tapi yang juga patut dicatat, bahwa Jam Gadang ini peletakan batu pertamanya dilakukan oleh seorang anak berusia enam tahun, putra pertama Rook Maker yang menjabat controleur Belanda di Bukittinggi ketika itu.</p>
<p>Ketika masih dalam masa penjajahan Belanda, bagian puncak Jam Gadang terpasang dengan megahnya patung seekor ayam jantan. Namun saat Belanda kalah dan terjadi pergantian kolonialis di Indonesia kepada Jepang, bagian atas tersebut diganti dengan bentuk klenteng. Lebih jauh lagi ketika masa kemerdekaan, bagian atas klenteng diturunkan diganti gaya atap bagonjong rumah adat Minangkabau.</p>
<div><img src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4117154840687496828-590547636247215235?l=rendyramadhan.blogspot.com" alt="" width="1" height="1" /></div>
</div>
<p style="text-align:justify;"><!-- BEGIN STANDARD TAG - 728 x 90 - ROS: Run-of-site - DO NOT MODIFY --> <!-- END TAG --></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anak Manja itu, Disiapkan Jadi Datuk]]></title>
<link>http://moendg07.wordpress.com/2009/11/11/anak-manja-itu-disiapkan-jadi-datuk/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:52:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Vara</dc:creator>
<guid>http://moendg07.wordpress.com/2009/11/11/anak-manja-itu-disiapkan-jadi-datuk/</guid>
<description><![CDATA[Berikut laporan dari kampung Chandra M Hamzah di Payakumbuh yang dimuat di Padang Today.  Di website]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut laporan dari kampung Chandra M Hamzah di Payakumbuh yang dimuat di Padang Today.  Di website]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[WeekEnd @Jakarta]]></title>
<link>http://towet.wordpress.com/2009/11/02/weekend-jakarta/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 08:20:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya</dc:creator>
<guid>http://towet.wordpress.com/2009/11/02/weekend-jakarta/</guid>
<description><![CDATA[Last week on October, I spent my weekend @my aunt&#8217;s house in Kampung Melayu Jakarta. My Aunt -]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Last week on October, I spent my weekend @my aunt&#8217;s house in Kampung Melayu Jakarta. My Aunt -<em>Insya Allah</em>- will go to Saudi Arabia for doing the 5th <em>&#8216;Rukun Islam&#8217;</em> -Haji-.</p>
<p>As Indonesian Habit (mm &#8230; specially my hometown exactly), people who want going Hajj Candidate will hold &#8216;<em>Mando&#8217;a</em>&#8216; (or you can named id kind of &#8216;pengajian&#8217;). At this event, His/her relative do pray for him/her so that he/she may do this religious event well. That&#8217;s event also held to facilitate Hajj Candidate asking forgiveness to his/her relatives so that their Hajj will perfect.</p>
<p>There&#8217;s no thing extraordinary in this last sunday event. I often follow such same event before. But why do this tears coming off when I shake my aunt&#8217;s hand ? Coz when I shake her hand, I was asking her to pray in front of Ka&#8217;bah so that My Parents can follow her, completing their religious duties -Rukun Islam-.</p>
<p><em>Pa, Bu</em> &#8230; I promise some day will be yours &#8230;.<br />
Ya Allah &#8230; please allow us. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pandangan Buya terhadap fenomena beruntunnya bencana di negeri ini]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/11/01/pandangan-buya-terhadap-fenomena-beruntunnya-bencana-di-negeri-ini/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 17:47:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/11/01/pandangan-buya-terhadap-fenomena-beruntunnya-bencana-di-negeri-ini/</guid>
<description><![CDATA[Dari padangan ajaran agama Islam, tidak terjadi sesuatu kecuali hanya atas izin Allah semata. Apa ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-612" title="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg" alt="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" width="236" height="290" /></p>
<p><em>Dari padangan ajaran agama Islam, tidak terjadi sesuatu kecuali hanya atas izin Allah semata. Apa yang terjadi ini sudah menjadi ketentuan Allah.</em></p>
<p><em>Memang sangat erat kaitannya, sebuah musibah itu dengan perangai atau kelakuan manusia. Banyak keterangan di dalam Alquran, dan juga pemberitaan hadist Rasulullah SAW </em>(… jika kita memang masih mempercayainya, karena sudah banyak orang tidak mau merujuk kepada Alquran atau sunnah, dengan berbagai alas an ilmiah rasional yang dangkal…). <em>Bagi  Muslim Mukmin Muttaqin, Alquran adalah pedoman yang terang. Sunnah adalah penjelas yang jelas. Bila kita merujuk kesana, kita mendapatkan pelajaran berharga. Banyak kisah Alquran menceritakan umat terdahulu itu binasa. Karena perangai mereka. Kepada mereka ditimpakan bencana. Melalui hukum Allah, alam bicara. Ada umat yang <strong>ditelan bumi </strong></em>(Qarun, kaya, bakhil). Ada umat yang<strong><em> ditenggelamkan air laut atau tsunami </em></strong>(Fir’aun, penguasa zalim, yang mendurhakai Allah, tidak mempercayai Rasul, bersilantas angan, etnic cleansing terhadap kaum Imran, tidak mempercayai hukum Allah).<em> Ada pula yang dihancurkan dengan <strong>gempa besar</strong></em> (umat Nabi Shaleh, aniaya, menyiksa kaum lemah, mengurangi takaran dan timbangan, suka berkorupsi dsb).<em> </em></p>
<p><em>Maka dari keterangan Alquran ini, dapat kita tarik kesimpulan bahwa antara kelakuan manusia berkaitan erat dengan musibah yang datang.</em></p>
<p><em>Kita tidak bisa mengatakan bahwa musibah gempa semata (100%) fenomena alam saja. Pasti ada kaitannya dengan perangai umat di dalam alam itu. </em></p>
<p><em>Maka dari segi tauhid, ada yang perlu diperbaiki secara terus menerus. Dengan kekuatan penuh. Agar umat ini kembali memiliki sikap peranagai yang baik (akhlaqul karimah). Ibadah yang teratur. Serta berpegang kepada agama. Bagi Negara Indonesia, kita masih mengakui Pancasila sebagai dasar Negara. </em></p>
<p><em>Di sana masih terpateri dengan kuatnya, KETUHANAN YANG MAHA ESA. Menurut Buya itu tidak lain adalah berpegang kepada ajaran agama yang benar.</em></p>
<p><em>Karena itu secara lebih jauh, kita mesti lakukan introspeksi dalam semua bidang dan semua kegiatan. Termasuk kurikulum pendidikan akhlak karimah (etika religi) yang tidak hanya mengandalkan kepada pemahaman pemahaman rasional saja. Agar bangsa ini tidak menjadi luluh lantak dari sisi mental spiritual. Bila tidak, maka umat ini akan menjadi umat yang “too much science too little faith”… INILAH BENCANA LEBIH BESAR.</em></p>
<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-613" title="IMG_3200" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3200.jpg?w=300" alt="IMG_3200" width="300" height="225" /></p>
<p></em></p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong>Hubungan Bencana yang beruntun di Indonesia dengan maraknya kemaksiatan dan minimnya orang-orang shalih? (Ka’ab Bin Malik mengatakan<em>, “Tidaklah bumi berguncang, kecuali karena ada kemaksiatan yang dilakukan di atasnya. Bumi bergetar karena takut Rabbnya melihatnya.”</em></strong></li>
</ol>
<p>&#160;</p>
<p><em>Sudah jelas sekali. Ada warning dari Rasulullah, yang tidak dapat tidak mesti diyakini dan dipercayai oleh setiap mukmin muttaqin. Warning (peringatan) Rasulullah ini, mesti disikapi dengan peraturan hidup bernegara yang tegas dan jelas. Perlu disikapi dengan kurikulum pendidikan di segala bidang yang baik.</em></p>
<p><em>Kita tidak dapat acuh tak acuh dengan warning agama ini. Walau ada kenyataan kini, bahwa telah mulai tumbuh generasi EGP (emang gue pikiran) terhadap peringatan agama ini. Ada pendapat bahwa agama hanya untuk ritual dan seremonial. Soal hidup bernegara, tidak ada sangkut pautnya dengan agama. Jika pendapat ini terus dibiarkan berkembang, maka musibah tidak lagi semata fenomena alam. Akibat lebih berat akan dirasakan oleh generasi ini, dari masa ke masa. Binasa dan hilang dari peta budaya.</em></p>
<p>&#160;</p>
<ol>
<li><strong><em>2. </em></strong><strong>Membaca keterangan Rasulullah, Umar Bin Khathab, Siti Aisyah, dan Ka’ab Bin Malik sepertinya, ada keterkaitan antara ketidakadaan (minimnya) orang-orang shaleh dan syahid di jalan Allah, merajalelalnya kemaksiatan, dan kezaliman penguasa dengan terjadinya bencana. Pandangan Buya tentang ini? </strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Kesalehan menjadi sangat penting. Kesalehan adalah sesuatu pengamalan dari bimbingan agama. Kesalehan sesuatu bentuk dari keikhlasan karena Allah. Kesalehan ada dalam bingkai redha Allah. Kesalehan tidak boleh dipilah-pilah menjadi saleh pribadi, saleh social dan sebagainya, yang terpisah satu dan lainnya. Kesalehan adalah utuh, baik secara peribadi ataupun secara social. Tidak mungkin orang yang saleh peribadi menjadi tidak acuh dengan lingkungan sosialnya. Sebaliknya tidak bakal terjadi orang yang saleh terhadap lingkungannya tapi bangkrut terhadap peribadinya.</em></p>
<p><strong><em>Kesalahan</em></strong><em> utama kita ialah hilangnya <strong>kesalehan. </strong></em></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-614" title="IMG_3268" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3268.jpg?w=300" alt="IMG_3268" width="300" height="225" /></p>
<p><strong><em>Ada banyak orang yang tak acuh bila terjadi kemaksiatan di sekelilingnya. </em></strong><em>Alasannya sederhana. Biarkan saja selama bukan kita yang melakukannya. Bila ini terjadi, maka prinsip amar makroef nahi munkar hilang. Akibat lebih jauh doa tidak di ijabah lagi. Ini akan mengundang beribu kemelut. Baik dari dalam diri </em>(tekanan emosional)<em> maupun dari dalam masyarakat </em>(cheos)<em>. Kadang-kala kita terperangkap kepada pengertian ham yang salah. Maka menurut pandangan orang pintar-pintar di mana saja, ham itu harus diterjemahkan bijak dengan kearifan lokal yang dipunyai satu bangsa. Tidak boleh ditelan mentah-mentah.</em></p>
<p><strong><em>Masyarakat Indonesia di Nusantara, sudah terkenal sebagai masyarakat yang mengutamakan kegotongroyongan.</em></strong><em> Tetapi ketika musibah datang mendera, gotong royong (</em>taawun<em>) itu hilang. Berganti dengan nafsi-nafsi</em> (individualism). Jadinya<em> beban semakin berat. Bahkan di mana-mana sering terjadi penjarahan. Karena tidak rapinya pendistribusian. Mungkin lantaran surat jalan belum ditekan, sehinga lahir sikap </em>materialism<em> itu.</em></p>
<p><strong><em>Tidak dapat tidak, antara satu sikap dengan  lainnya kait berkait dengan ajaran etika religi, atau kesalehan agama.</em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>3. </em></strong><strong>Rentetan waktu terjadinya gempa dengan peringatan Allah dalam al-Qur’an:</strong>
<p>a. Gempa Jawa Barat (Tasikmalaya) terjadi pukul 15:04 Wib à Jam 15.04 identik dengan al-Qur’an Surat al-Hijr (15) ayat 4: ”Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.”</p>
<p>b. Gempa Sumbar terjadi pukul 17:16 Wib à Ini identik dengan al-Qur’an Surat al-Israa’ (17) ayat 16: ”Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”</p>
<p>c. Gempa Susulan di Sumbar terjadi pukul 17:58 Wib à Ini identik dengan al-Qur’an Surat al-Israa’ (17) ayat 58: ”Tak ada satu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).”</p>
<p>d. Gempa di Jambi terjadi pukul 08:52 Wib à Ini identik dengan al-Qur’an Surat al-Anfaal (08) ayat 52: ”(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.”</p>
<p>Pertanyaan: ayat-ayat di atas dan waktu terjadinya gempa apakah hanya kebetulan atau memang merupakan peringatan Allah SWT?</li>
</ol>
<p><strong><em>Ayat Alquran di atas memang benar. </em></strong></p>
<p><strong><em>Allah tidak bermain-main dengan wahyu Nya.</em></strong></p>
<p><strong><em>Akan tetapi perlu di ingat bahwa jangan dikaitkan peristiwa gempa dengan angka-angka ayat itu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Isi ayat Alquran ini menjadi peringatan keras untuk kita.</em></strong></p>
<p><strong><em>Jangan dilanggar. Ikuti dengan benar, kalau mau selamat.</em></strong></p>
<p><strong><em>Tapi tidak ada kaitannya peristiwa gempa dengan angka-angka ayat itu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Bila ini dibiarkan terus, maka eksistensi Alquran akan berubah jadi klenik. Alquran tidak sama dengan prambon, yang banyak dipakai oleh dan cara</em></strong><strong> akal-akalan<em> semata, kadang-kadang tidak diterima oleh akal sehat.</em></strong></p>
<p><strong><em> Dan gempa tidak ada satu kaitanpun dengan angka-angka.</em></strong></p>
<p><strong><em>Satu contoh, bila umpamanya terjadi gempa pada tanggal 31 Januari, apakah kita akan mengaitkan dengan ayat 31 surat 1 (?), sementara surat 1 itu hanya jumlah ayatnya 7 saja ??? Atau dikaitkan dengan surat 31 ayat 1, di mana artinya sudah berbeda (ALIF LAM MIM) pendahuluan dari Surat Lukman itu  ???.</em></strong></p>
<p>&#160;</p>
<ol>
<li><strong><em>4. </em></strong><strong>Buya memandang beruntunnya bencana di negeri ini, merupakan peringatan atau azab Allah? Apa konsekuensi dari masing-masing jenis ini?<br />
</strong></li>
</ol>
<p><em>Alhamdulillah, Umat Muhammad tidak serta merta di azab oleh Allah sebagaimana ketika umat terdahulu mendapatkan azab tersebab perbuatan dosa mereka. Lihat saja betapa Umat Nabi Luth di himpit oleh tanah, sehingga mereka hilang ke dalam perut bumi. Umat Ad dan Tsamud yang dibinasakan dengan bencana gempa serta angin puting beliung. Bangsa Saba dengan angin gurun yang kering, sehingga tanah mereka menjadi kering kerontang. Umat Nabi Musa yang menjadi terpecah belah dan menjadi bangsa yang berperang sepanjang masa. Umat Nabi Nuh tenggelam air bah dan tsunami.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Alhamdulillah, umat Muhammad masih diberi ujian dan cobaan. IMTIHAN dan FITNAH. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dengan bertaubat dan kesalehan.</em></p>
<p><em>Allah masih mengampuni kesalahan umat Muhammad. Betapapun besar dosanya, selama mereka mau bertaubat. Taubaatan Nashuha, artinya mengubah perangai, membenci kesalahan, membenci perbuatan dosa. Kemudian mengikuti keburukan lalu dengan  kebaikan, di masa ini dan masa datang. </em></p>
<p><em>Artinya ada recovery terhadap jiwa dan keimanan. </em></p>
<p><em>Dan ini dapat dilakukan terus menerus. Tidak hanya sekali sekali saja ketika Ramadhan datang. Kemudian menjadi jalang lagi kalau Ramadhan telah pergi. Atau menjadi  shaleh ketika pergi umrah dan menjadi </em><strong>Thaleh</strong><em> (<strong>calih</strong>, bhs.Minang) artinya khianat sesudahnya.</em></p>
<p><em>Hendaknya jangan dijadikan agama sekedar pakaian selebriti. Dakwah seperti tontonan. Menjauh dari tuntunan Allah dan Rasulullah.</em></p>
<p><em>Hanya satu dosa yang tidak pernah diampuni oleh Allah. <strong>Musyrik</strong>.</em></p>
<p><em>Musyrik bisa jadi<strong> Khafiy (tersembunyi)</strong> yakni <strong>RIYA, atau beramal semata hanya ingin dilihat dan dipuji oleh orang banyak, artinya hilangnya kesalehan dalam arti sesungguhnya.</strong></em></p>
<p><em>Mungkin dari titik ini kita mengundang bencana.</em></p>
<ol>
<li><strong><em>5. </em></strong><strong>Apa yang bisa dilakukan oleh umat Islam yang awam dalam ilmu agama? Minang terkenal dengan adat basandi syara, syara basandi kitabullah. Kecil disurau besar merantau, bagaimana realitanya?
<p></strong></li>
</ol>
<p><em>Kembalilah kepada ajaran agama yang benar. Kembalilah kepada ajaran Alquran dan Sunnah. Artinya jangan hanya dijadikan agama itu pakaian di surau atau masjid saja. Bawalah  ajaran agama itu di dalam berjual beli di pasar (</em>jujur, amanah, tidak menipu, menjaga kualitas).<em> Jangan terjadi hendaknya karena ada kesempatan kita mengambil keuntungan besar di saat orang lain sempit. Perangan ini bukan poerangan orang yang mengamalkan ajaran agama dengan benar.</em></p>
<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-615" title="IMG_3211" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3211.jpg?w=300" alt="IMG_3211" width="300" height="225" /><br />
</em></p>
<p><em>Bawa jugalah agama itu kesekolah-sekolah dan kantor kantor. Tampaknya setiap kantor dan sekolah kini sudah punya sarana ibadah. Ada masjid ada mushalla. Ada pula guru agama. Tetapi ketika datang panggilan shalat, kita abaikan. Masjid dan mushalla yang dibangun hanya menjadi monument, menandakan dinegeri itu ada umat Islam, walaupun tidak pernah diramaikan untuk kegiatan shalat.</em></p>
<p><em>Ada kebisaaan baik kini, kalau terdengar adzan, orang diam dan tafakur sejenak. Rapat-rapat dan meeting diam seketika. Kenapa tidak diskos saja untuk beberapa menit. Pemimpin rapat dari semua tingkatan itu, semestinya menyatakan kita shalat dulu. Nanti selesai shalat kita sambung lagi. Mari kita belajar kepada rapat-rapat kabinet dan di saat pertama kita akan atau sudah merdeka. Shalat kita pelihara dengan baik, walau pengeras suara belum ada. Walau masjid mushalla baru amat sederhana. Dari sisi ini kita tidak dapat mengatakan bahwa kita sudah maju, walau 63 tahun telah kita lalui. Kita jadi mundur.</em></p>
<p><em>Dalam cara berbakti juga begitu.</em></p>
<p><em>Berapa banyak harta yang rela dikorbankan. Emas perak dan perhiasan yang ditanggalkan. Semuanya untuk perjuangan kemerdekaan. Tidak ada harap balas dari pemerintah masa itu. Yang ada hanya harap balas dari Allah semata. Ini namanya kesalehan peribadi yang membekas kepada kesalehan social. Kini sebaliknya yang terjadi. Orang tidak mau berbuat banyak bagi umat dan lingkungannya.</em></p>
<p><em>Ketika musibah datang banyak sumbangan datang. Banyak pula penjarah berkembang. Banyak pula merek ditempelkan. Agar mendapat sanjungan dan pujian dari khalayak ramai. Hilang keikhlasan. Hendaknya jangan terjadi, musibah dijadikan ajang kampanye, pilihlah kami. Bila ini terjadi musibah dalam bentuk lain akan dituai pula.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Banyak kita yang sudah meninggalkan kearifan berbangsa dan bernegara dalam bimbingan etika agama (Akhlaqul karimah). Banyak pula yang menggantinya dengan semata mengharapkan pamor dan pujian. Ini juga akan menuai musibaha satu ketika. Na’udzuibilah min dzalik. </em></p>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><strong><em>6. </em></strong><strong> Apa yang harus dilakukan oleh penguasa di negeri ini?</strong></li>
</ol>
<p><strong><em>Ikhlaslah, jujurlah, dan amanahlah di dalam menunaikan tugas berat ini. Jika semua itu dapat dilakukan, Insyaallah kemashalahatan umat akan terjaga, Negara akan aman sejahtera, baldatun thayyibah wa rabbun ghafuur.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>7. </em></strong> <strong>Apa karena umat Islam terus diperangi, (terorisme) sehingga alam pun protes</strong></li>
</ol>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-616" title="IMG_3282" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3282.jpg?w=300" alt="IMG_3282" width="300" height="225" /></p>
<p><strong><em>Pertanyaan ini melantur dari jalurnya.</em></strong></p>
<p><strong><em>Umat Islam itu tidak teroris.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kata-kata teroris adalah kata import. </em></strong></p>
<p><strong><em>Sumbernya tidak jelas produk siapa.</em></strong></p>
<p><strong><em>Bila terror diartikan fasad, maka Alquran tegas melarang fasad ini.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kata-kata jihad pun perlu diterjemahkan secara lurus dan benar.</em></strong></p>
<p><strong><em>Arti  jihad itu semata adalah kesungguhan di jalan Allah.</em></strong></p>
<p><strong><em>Li I’laa I kalimati l-Llah. </em></strong></p>
<p><strong><em>Semata upaya meninggikan kalimat Allah.</em></strong></p>
<p><strong><em>Jihad tidaklah menghancurkan orang lain. </em></strong></p>
<p><strong><em>Jihad bukan membunuh.</em></strong></p>
<p><strong><em>Teror kalimat berasal dari mana??? .</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>8. </em></strong><strong>Komentar Buya terhadap bantuan dari luar negeri, dari minang perantau dan dari umat Islam sendiri?</strong></li>
</ol>
<p>&#160;</p>
<p><em>Bantuan dari Luar negeri dan dari perantau itu bagus. Dan ini membuktikan bahwa  kesetiakawanan kita tumbuh dengan sempurna dan baik. Bayangkan saja ketika gempa terjadi di Sumbar jam 17.16 WIB. Pada waktu subuh besoknya, dua helicopter dari Swiss sudah masuk ke Padang. Mereka datang dengan peralatan pemantauan korban yang canggih. Kita belum punya itu. Kemudian datang pula bantuan lainnya, dari Korea, Jepang dan sebagainya. Mereka datang dengan transportasi cepat tanggap. Alhamdulillah, tandanya persaudaraan terjalin baik antar bangsa. Adakah kehadiran ini satu yang salah? Rasanya tidak salah. Sementara kita semua masih takut dan trauma.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Cuma sayangnya kita belum siap menerima tamu. Banyak cerita mengenaskan dan mencemaskan terjadi. Sehingga orang yang harus membantu terpaksa harus bayar dengan harga yang tinggi di Bandara. Ini kabar cerita yang berkembang. Sewa kenderaan membubung tinggi. Memang ada juga yang mencari kesempatan di dalam kesempitan yang dialami orang lain. Perbuatan ini sebenarnya perbuatan terlaknat. Di mana salahnya ??? Karena pendekatan kita selama ini pariwisata. Buka kesantunan manusiawi. Bukan kemuliaan berbangsa. Di sini letak salahnya. </em></p>
<p><em>BBM memang sulit dicari. Tapi ada juga orang yang menjualnya sampai harga 20.000 rupiah perliter. Artinya lebih dari 4 kali lipat harga bisaa. Ini perbuatan terkutuk. Tidak menggambarkan sikap beragama yang benar. Apalagi akan memakaikan kata adat bersendi syarak. Walau yang melakukan itu belum tentu orang Minang. Sebab pedagang itu tidak semuanya dan  selamanya orang Minang. Ada juga dari suku lainnya. Tetapi karena terjadinya di tanah Minang, yah .. akibatnya ranah ini jadi robek menderita fisik dan pencitraan.</em></p>
<p><em>Air PAM sulit, listrik mati, akibat gempa. Tapi ada juga masjid yang pintar. Yang memerintahkan dibuka 24 jam. Menghidupkan genset masjid terus menerus. Memompa air sumur. Menyediakan air minum untuk penduduk lingkungan. Walau secara berkecil-kecil mereka telah berbuat. </em></p>
<p><em>Nampaknya sisi buruk dan baik selalu ada dalam kehidupan. Masyarakat yang arif, tidak semata melihat dari kacamata buruk saja. Masyarakat yang cerdas tidak pernah menggeneralisir yang buruk di tengah yang baik itu. Lihat jugalah perbuatan baik yang telah dilakukan.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Di antaranya mengumpulkan bantuan dari mana saja. Membagikannya sampai ke daerah terpencil. Di Sumatera Barat kini, 7 kabupaten/kota amat parah menderita. Seperti Kota <strong>Padang ( 11 Kecamatan), Kota Pariaman (Utara Tengah,Selatan), Kab. Padang Pariaman (17 Kecamatan, 71 desa), Pesisir Selatan (12 Kecamatan), Pasaman barat, Pasaman, Agam (Tanjung Mutiara, Tg.Raya,Manggopoh, Palembayan,Malalak). Semuanya terjadi pada saat bersamaan. Hanya beberapa menit dan detik saja. Umat jadi kalut. Anak-anak menangis meraung. Gedung runtuh. Rumah terban. Negeri ditimbun longsor  di Tandikek. Lebih 1.434 Masjid/Mushalla rubuh. Rusak berat dan ringan. Lebih 100 pasar yang hancur. Lebih 206.500 bangunan dan rumah yang hancur. Sebanyak 715 orang meninggal. Lebih dari 2500 orang luka berat dan ringan serta yang hilang atau mengungsi. Berat penderitaan umat. Ini terjadi Seketika. Sekejap mata. </strong>Bagaimana mengatasinya ????</em></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-621" title="Undangan KMII Tokyo 004" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/undangan-kmii-tokyo-004.jpg?w=300" alt="Undangan KMII Tokyo 004" width="300" height="225" /></p>
<p><em>Dalam kondisi seperti ini maka bantuan amat diperlukan. Sangat berguna. Pandai pandailah berterima kasih. Ini adalah pelajaran besar. Ini adalah latihan besar. Kesatuan bangsa. Kegotong royongan.  <strong>Asa antakrahuu syai-an wa huwa khairun lakum</strong> … mungkin yang buruk menimpamu ada hal baik di balik itu. </em></p>
<p><em>Husnudz-dzanlah kepada Allah. Nah, jika terjadi kelambatan, anggaplah itu satu hal yang wajar. Mungkin saja, karena yang membantu, juga ada di dalam kesulitan yang sama.</em></p>
<ol>
<li><strong><em>9. </em></strong> <strong>Apa menemukan Kristenisasi di tengah gempa?</strong></li>
</ol>
<p><em>Selama ini belum terlihat. Mudah-mudahan tidak ada. Sungguhpun begitu harus hati-hati juga. Karena <strong>kada l-faqru an yakuuna kufran.</strong> Kefakiran sering membawa kepada kekufuran.</em></p>
<p><em>Tapi ada koreksi jauh terhadap umat Islam ini. Ketika umat Islam kurang berkeinginan membantu. Maka jangan disalahkan, kalau orang diluar Islam lebih banyak berbuat, dan mereka akan mendapat pujian. Ketika orang diluar Islam banyak berbuat, maka “<strong>tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang dibawah</strong>”. </em></p>
<p><em>Sebenarnya kekuatan umat Islam itu ada pada kebersamaan. Saling sedekah, saling meringankan beban orang lain. <strong>Man salimal muslimun min lisanihi wa bi yadihi</strong>. Kalimat ini sering disebut, tetapi mulai lemah dalam pengamalannya.</em></p>
<p><em>Semestinya umat Islam harus berani mengatai dirinya. Memulai dari yang lemah. Menghidupkan saling membantu. </em></p>
<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-622" title="(JPEG Image, 315×445 pixels)Buya Khutbah" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/jpeg-image-315c397445-pixelsbuya-khutbah.jpg?w=212" alt="(JPEG Image, 315×445 pixels)Buya Khutbah" width="212" height="300" /><br />
</em></p>
<p><em>Ruhul infaq kita mulai hilang pula.</em> Musibah sering terjadi ketika manusia terlalu cinta dan sayang terhadap hartanya. Takut hartanya habis jika bersedekah. Manusia menjadi kikir. Bersedekah justru membawa keberkahan, menambah kekayaan lebih banyak dan menyebabkab seseorang terhindar dari musibah.</p>
<p>Seseorang yang senang bersedekah  itu akan dicintai. Dibela dan didukung usahanya oleh masyarakat. Seseorang yang kikir, enggan bersedekah untuk kepentingan ummat, menyebabkan ia dibenci. Dijauhi, serta didoakan jelek oleh masyarakat. Kekikiran (kebakhilan) membuka jalan bagi datangnya musibah. Rasulullah SAW bersabda: <em>“<strong>Sedekah itu akan menutup tujuh puluh pintu keburukan (musibah).” </strong>(HR. Ath Thabrani), </em>dan juga Allah SWT berfirman: <em>“<strong>Apa saja yang telah kalian nafkahkan (infaqkan) Allah akan menggantinya”. </strong>(Q.S. As Saba’: 39)</em><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Sering Bantuan hanya diberikan kepada kelompok kita saja. </em></p>
<p><em>Persis seperti disindirkan Allah di dalam Alquran, <strong>kullu hizbin bimaa ladayhim farihuun</strong> … Mereka lebih mementingkan kelompoknya saja … </em></p>
<p><em>Ini juga perlu diawasi. </em></p>
<p><em>Pada hal semua umat Islam harus tahu akan kaedah  <strong>man lam yahtamma bi amril muslimin fa laisa minhum. </strong>Artinya yang tidak mau tahu dengan urusan sesama muslim, sebenarnya mereka tidak pantas digolongkan ke dalam kelompok muslim itu ….</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>10. </em></strong><strong> Banyak masjid dan sekolah Islam roboh demikian pula lembaga-lembaga Islam Konsep dakwah ke depan idealnya seperti apa?</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-617" title="IMG_3148" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3148.jpg?w=300" alt="IMG_3148" width="300" height="225" /></p>
<p><em>Bangun kembali. Jangan berhenti  tangan mendayung. Mulai dari apa yang ada. Bawa umat kembali kepada ajaran agama. Jangan jadikan dakwah sekedar event pengisi acara di televise, atau program selebriti. Ajarkan kembali akhlaqul karimah. Menjadi pekerjaan utama Diknas dan Depag. Depag jangan hanya focus kepada urusan haji saja. Urusan shalat juga menjadi kerjaan Depag dan para ulama di negeri ini. Urusan membangun keluarga jannah mulai dengan perilaku yang santun, mulia dan saling membantu. Tidak mungkin masyarakat akan dapat dibangun kalau akhlaq dilupakan.</em></p>
<p><em>Anggaran Negara bukan hanya teruntuk pendidikan sekuler, IT, dan keterampilan saja. Utamakan akhlaqul karimah. Dari sini akan bangkit masyarakat kuat.</em></p>
<p><em>Berkaitan dengan gempa. Gempa tidak pernah membunuh. Cuma yang banyak membawa celaka itu adalah bangunan yang dibangun tidak menurut aturan.</em></p>
<p><em> Di Ranah Minang, di Mandailing, bangunan-bangunan tradisional tidak rusak dan runtuh. Rumah gadang tetap utuh. Kenapa ?? Karena ada soko gurunya. Ada tiang tuanya. </em></p>
<p><em>Begitu juga dakwah mesti ada soko gurunya. </em></p>
<p><em>Soko guru dakwah adalah Kitabullah dan Sunnah Rasul.</em></p>
<p><em>Perlu ada ulama yang teguh, istiqamah, qanaah, dan ikhlas mencari redha Allah.</em></p>
<p>&#160;</p>
<p><strong><em>11. </em></strong>Hubungan Manusia dengan alam, manusia serakah mengeksploitasi alam ?</p>
<p>قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَولاَنَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ</p>
<p><em>“ <strong>Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami  melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami</strong></em>…” (Q.S. At Taubah: 51)<em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Musibah merupakan ujian yang datang dari Allah SWT. Pada hakikatnya setiap manusia tidak menginginkan kedatangannya, baik ujian kehilangan harta benda, kecelakaan, maupun kematian, baik ujian itu besar maupun kecil. Meskipun demikian, ujian itu tetap datang kepada setiap manusia, kapan saja dan di mana saja. Walaupun manusia lari dari musibah itu, iapun tetap datang menghampirinya.</em><em> Setiap musibah, dalam kaca mata “iman” adalah takdir atau ketentuan Allah. Segala sesuatu yang terjadi, semata atas izin dan ketentuan Allah. Tanpa izin dan ketentuan-Nya tidak mungkin musibah itu dapat terjadi.</em></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-618" title="IMG_3208" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3208.jpg?w=300" alt="IMG_3208" width="300" height="225" /></p>
<p><em>M</em><strong><em>usibah dapat datang karena manusia mengundangnya </em></strong><em>dengan melakukan perbuatan dan tingkah laku yang salah.</em></p>
<p><em>Musibah akan  ditimpa musibah, <strong>karena melupakan Allah dan lalai atas segala perintah-perintah-Nya</strong>. Seseorang yang melupakan Allah, cepat maupun lambat, suatu saat musibah akan datang kepadanya. Allah SWT berfirman “<strong>Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam dan berputus asa.” </strong>(Q.S. Al An’am: 44)</em><em> </em></p>
<p><em>Musibah datang karena manusia <strong>berbuat kerusakan</strong>, seperti penebangan liar hutan dan lain-lain. Yang pada akhirnya akan berdampak negatif bagi manusia, seperti banjur, tanah lonsor dll.</em></p>
<p><em>Manusia diminta untuk senantiasa akrab dan menjaga fungsi alam. Tidak boleh membuat kerusakan di permukaan bumi, agar bencana tidak datang menimpa. Alam difungsikan untuk menjaga keberadaan manusia, memberikan keselamatan terhadap kehidupan itu sendiri, dalam satu siklus hidup yang aman dan menyejahterakan manusia sepanjang masa. </em></p>
<p><strong><em>Bumi akan diwariskan kepada hamba-hamba Allah yang baik-baik (shaleh)</em></strong><em>…. <strong>“ dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur – juga dalam Taurat, dan setiap kitab suci, &#8212; sesudah (Kami tulis dan tetapkan di dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.” (QS.21,al Anbiya’:105).</strong></em></p>
<p><strong><em>Wassalam</em></strong></p>
<p>&#160;</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-619" title="Arnussa 1427 004" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/arnussa-1427-004.jpg?w=244" alt="Arnussa 1427 004" width="244" height="300" /><br />
<strong>BIODATA</strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Nama Lengkap                      : H. MAS’OED ABIDIN </strong></li>
<li><strong>2. </strong><strong>Tempat dan tanggal lahir   : KOTOGADANG, BUKITTINGGI, 11 AGUSTUS 1935</strong></li>
<li><strong>3. </strong><strong>Alamat rumah                       : Jalan Pesisir Selatan V No..496, RT.03/RW.IX, Siteba, </strong></li>
</ol>
<p><strong>Nanggalo, Padang (25146), Sumatera Barat , Indonesia.</strong></p>
<ol>
<li><strong>4. </strong><strong>Riwayat Pendidikan             : Thawalib Parabek (1947-1949), SMA Bukittingi (1957), </strong></li>
</ol>
<p><strong>FKIP Medan (1963). </strong></p>
<ol>
<li><strong>5. </strong><strong>Pengalaman Organisasi       : Komda PII Tapsel (1961), Ketua Cabang HMI </strong></li>
</ol>
<p><strong>Sidempuan &#8211; Medan (1963-1967), Dewan Dakwah islamiyah Indonesia Padang (1967-1990), Koordinator Dakwah Mentawai (1990 – 1997), Ketua Dewan Dakwah Sumbar (1997-2008), Ketua MUI Prov. Sumbar Bidang Dakwah (1999-2008), Sekretaris Dewan Pembina ICMI Orwil Sumbar (2000-2007), Ketua Umum Masjid Raya Al Munawwarah Siteba, Padang (2001 – sekarang)</strong></p>
<ol>
<li><strong>6. </strong><strong>Riwayat Pekerjaan              : Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan </strong></li>
</ol>
<p><strong>Minangkabau (PPIM) (2001-2006), Ketua Umum BAZ – Badan Amil Zakat – Prov. Sumbar (2001-2008), Ketua Umum FKDM – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (2007 – sekarang), Ketua Dewan Penasehat MUI Prov. Sumbar (2008 – sekarang).</strong></p>
<ol>
<li><strong>7. </strong><strong>Pengalaman Dakwah                       : Sejak 1968 ikut dalam kepanitiaan Pembangunan BK </strong></li>
</ol>
<p><strong>Ibnu Sina Yarsi Sumbar di Bukittinggi, dan sampai sekarang menjadi salah seorang Dewan Pemdina Yarsi Sumbar .</strong></p>
<p><strong>Sampai tahun 1997 membidangi Dakwah di Mentawai.</strong></p>
<p><strong>Mulai 1970 hingga 1997 membidangi Dakwah di daerah sulit di Pasaman Barat, Sitiung dan Lunang Silaut.</strong></p>
<p><strong>Hingga sekarang tetap mengkordinir dai di Mentawai, Sitiung dan Lunang.</strong></p>
<p><strong>Selain berdakwah ke daerah-daerah di Sumatera Barat, dan nasional, seringkali memberikan materi pada penataran dan symposium Regional dan Nasional, terutama dalam bidang dakwah Islam, dan Budaya Minangkabau, serta kaitannya dengan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah di Sumatera Barat.</strong></p>
<p><strong>Mulai 2000 sering diundang berdakwah ke Tanah Semenanjung, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia dan terakhir pada Juli 2009 diundang oleh KMII Jepang bekerja sama dengan Kedubes RI di Tokyo untuk memberikan dakwah di Tokyo dan sekitarnya.</strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-620" title="Undangan KMII Tokyo 046" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/undangan-kmii-tokyo-046.jpg?w=300" alt="Undangan KMII Tokyo 046" width="300" height="225" /><br />
</strong></p>
<ol>
<li><strong>8. </strong><strong>Karya tulis / buku Islam yang pernah ditulis : </strong>
<ol>
<li><em>ISLAM dalam Pelukan Muhtadin MENTAWAI</em>, DDII Pusat, Abadi, Jakarta &#8211; 1997,</li>
<li><em>Dakwah Awal Abad</em>, ISBN: 979-95980-1-X, Mimbar Minang, Padang – 2000.</li>
<li><em>Problematika Dakwah Hari Ini dan Esok</em>, ISBN: 979-95980-5-2, Mimbar Minang, Padang – 2001</li>
<li><em>Suluah Bendang</em>, Berdakwah di tengah tatanan ABS-SBK di Minangkabau, ISBN 979-95980-9-5, Mimbar Minang, Padang &#8211; 2002.</li>
<li><em>Pernik Pernik Ramadhan,</em> ISBN: 979-95830-6-3, Mimbar Minang, Padang – 2002.</li>
<li><em>Implementasi ABS – SBK, </em>ISBN: 979-3797-06-1, PPIM, Padang – 2004.</li>
<li><em>Silabus Surau, </em>ISBN: 979-3797-03-7, PPIM, Padang – 2004.</li>
<li><em>Surau Kito, </em>ISBN : 979-3797-07-X, PPIM, Padang – 2004.</li>
<li><em>Adat dan Syarak di Minangkabau, </em>979-3797-08-8, PPIM, Padang – 2004.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>10. <em>Ensiklopedi Minangkabau,</em> ISBN : 979-3797-23-1, (Pen.Jawab/Kontribusi), PPIM, Padang – 2004.</p>
<p>11. <em>Taushiyah Mohamad Natsir, </em>Singalang Press, Padang – 2009.</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEARIFAN LOKAL  DI MINANGKABAU DAN NAD ]]></title>
<link>http://marzanianwar.wordpress.com/2009/11/01/kearifan-lokal-di-minangkabau-dan-nad/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 01:40:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Marzani Anwar</dc:creator>
<guid>http://marzanianwar.wordpress.com/2009/11/01/kearifan-lokal-di-minangkabau-dan-nad/</guid>
<description><![CDATA[Cuplikan Hasil Penelitian Oleh Adlin Sila Nagari adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Cuplikan Hasil Penelitian</strong></p>
<p><strong>Oleh Adlin Sila</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Nagari adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan basis kehidupan masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Penerapan UU No.5/1979, yang mengubah Nagari menjadi desa, dianggap sebagai bentuk Jawanisasi yang telah mematisurikan hubungan sosial, identitas dan kepemimpinan lokal Nagari. Setelah reformasi, konsep Nagari bangkit dan semakin membuncah dengan slogan “kembali ke Nagari”.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Nagari mempunyai seperangkat mekanisme adat untuk mengatur segala bentuk hubungan sosial, seperti sistem pemerintahan, sistem ekonomi, hubungan antara manusia dan hubungan antara manusia dengan alam. Nagari diatur dengan prinsip <em>tali tigo sapilin</em>: yaitu pertautan antara hukum adat, syari’at Islam dan hukum negara (atau Undang-Undang). Khusus hubungan antara adat dan Islam, orang Minang berpegang pada prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (atau disingkat ABS dan SBK), untuk mengatur dan menciptakan keseimbangan antara hubungan manusia, alam, dan Tuhan. Pemerintahan Nagari yang otonom dipegang secara kolektif dengan prinsip <em>tigo tungku sajarangan</em> (ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai), dan pengambilan keputusan dilakukan melalui permusyawaratan antara pemimpin dan kaumnya di Nagari. Saat ini, Nagari tumbuh menjadi unit pemerintahan lokal yang menggabungkan antara prinsip-prinsip pemerintahan modern dengan nilai-nilai adat lokal. Para golongan tua di Nagari cenderung menggunakan referensi masa lalu untuk menata kembali Nagari. Misalnya, kembali ke Nagari berarti kembali ke adat dan kembali ke surau. Semua hal yang terkait dengan Nagari harus diatur dengan adat. Ninik mamak, misalnya, harus difungsikan kembali tanggung-jawabnya kepada kemenakan dalam kerangka keluarga besar (<em>extended family</em>).</p>
<p>&#160;</p>
<p>Adapun di Naggro Aceh Darussalam (NAD) dikenal apa yang disebut <strong> Gampong</strong> dan <strong>Mukim. </strong>Keduanya merupakan<strong> </strong>lembaga pemerintah yang menjadi konsep penting dalam isu Otonomi Khusus Aceh. Kembali ke Gampong adalah jargon untuk mengembalikan masyarakat Aceh kepada adat istiadat aslinya yang sebelumnya terberangus oleh diberlakukannya UU Nomor 5 Tahun 1979 tentang pokok-pokok pemerintahan desa yang berujung pada penyeragaman desa di zaman Orba. Dengan lahirnya beberapa UU dan Qanun seperti; UU No. 44 Tahun 1999 (Keistimewaan Aceh),  UU No. 18 Tahun 2002 (Otonomi Khusus), Perda No. 7 Tahun 2000 (Penyelenggaraan Adat), Qanun No. 4 Tahun 2003 (Pemerintahan Mukim), dan Qanun No. 5 Tahun 2003 (Pemerintahan Gampong), maka akan menjadi momentum bagi Meunasah dan Masjid untuk menjadi motivador kebangkitan semangat ke-Aceh-an yang sebelunya terpuruk oleh berbagai kebijakan Orba yang diskriminatif dan mematikan adat istiadat masyarakat Aceh serta akibat bencana Tsunami. Gampong adalah organisasi pemerintahan terendah di NAD, seperti desa atau kampung di daerah Jawa. Keuchik adalah kepala pemerintahan dan memegang manunggal tiga fungsi yaitu; eksekutif, legislative dan yudikatif. Sedangkan Mukim adalah kesatuan masyarakat hukum yang terdiri atas gabungan beberapa gampong dan diketuai oleh seorang camat yang dipimpin oleh Imeum Mukim sebagai kepala pemerintahan mukim, yang dibantu oleh imeum chik, tuha peut mukim, sekretaris mukim, Majelis Adat Mukim dan Majelis Musyawarah Mukim.</p>
<p>Selain itu, keberadaan Meunasah dan Masjid adalah dua hal lain yang vital dalam sistem budaya dan adat istiadat Aceh. Kedua lembaga ini merupakan symbol identitas ke-Aceh-an yang menjadi sumber energi budaya Aceh. Kedua lembaga ini memiliki nilai-nilai aspiratif untuk membangun keadilan dan kemakmuran serta menentang kezaliman dan penjajahan. Fungsi Meunasah antara lain; Tempat sholat berjamaah, dakwah, musyawarah, penyelesaian sengketa, pengembangan seni, pembinaan generasi muda, forum asah keterampilan dan olahraga, dan pusat ibukota Gampong. Sedangkan Masjid berfungsi sebagai; Tempat Sholat Jum’at, pengajian, Musyawarah/perdamaian, Dakwah, Pusat Kajian Ilmu, Tempat Pernikahan, dan Simbol persatuan Umat.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Meunasah menjadi pusat pengendali proses interaksi sosial masyarakat sehingga salah satu fungsinya adalah melahirkan tatanan adat istiadat. Meunasah sangat terikat dengan Gampong, karena Gampong sendiri adalah persekutuan masyarakat hukum. Dari itu, selain dibantu oleh sekretaris Gampong, Keuchik dalam menjalankan tugasnya juga dibantu oleh Imeum Meunasah, sehingga bisa dikatakan Meunasah merupakan pusat administrasi pemerintahan Gampong dan memiliki perangkat seperti; (1) Perangkat/struktur lembaga adat, (2) Pemangku adat, (3) Hukum adat, norma, (4) Adat istiadat dalam seremonial, seni, dan (5) Lembaga musyawarah adat/pengadilan adat. Dalam Gampong terdapat pula beberapa lembaga yaitu;</p>
<p>(1).<em> Keujrun Blang</em> : mengurus irigasi pertanian/perswahan dan sengketa sawah.</p>
<p>(2). <em>Pangliam Laot</em> : engurus penangkapan ikan di laut, dan menyelsaikan sengketa laut.</p>
<p>(3).<em>Peutua Seuneubok</em> : mengatur pembukaan hutan/perladangan/perkebunan pada wilayah gunung/lembah-lembah.</p>
<p>(4). <em>Haria Peukan</em> : mengatur ketertiban, kebersihan dan mengutip retribusi pasar.</p>
<p>(5). <em>Syahbandar</em> : mengatur urusan tambatan kapal/perahu, lalulintas angkutan laut, sungai dan danau.</p>
<p>Meunasah dan Masjid kini menjadi tonggak sejarah, sebagai sumber inspirasi untuk membangun Aceh. Masjid dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan Mukim (yang terdiri dari beberapa Gampong) seperti kebutuhan untuk beribadah pada Hari Jum’at. Dengan demikian, Masjid berperan dalam hal syariat, sedangkan Meunasah berperan dalam hal adapt istiadat. Kontirbusi dari Meunasah dan Masjid akan memperkokoh dua lembaga pemerintahan yaitu Gampong dan Mukim. Dalam rangka penguatan kembali fungsi Meunasah dan Masjid ini, Badruzzaman (2007) mengatakan bahwa penguatan kedua lembaga itu memerlukan pemilahan mana komponen budaya yang primer dan mana yang sekunder. Yang primer antara lain adalah;</p>
<ul>
<li>Aqidah Islam</li>
<li>Persatuan dan kesatuan</li>
<li>Tolong menolong</li>
<li>Rambateerata (gotongroyong/kebersamaan)</li>
<li>Taat/manut kepada Imeum (pemimpin)</li>
<li>Jujur, amanah dan berakhlak mulia</li>
<li>Musyawarah</li>
<li>Percaya diri</li>
<li>Menjaga keluarga</li>
</ul>
<p>&#160;</p>
<p>Pertanyaannya kemudian; apakah norma-norma adat istiadat ini masih dipegang teguh oleh masyarakat Aceh atau sudah terberangus oleh norma-norma sosial yang bersifat popular dan mondial akibat arus informasi melalui media elektronik (TV) maupun cetak? Lalu, apakah prsayarat-prasyarat yang diperlukan dalam membangkitkan kembali norma-norma adat istiadat ini? Selanjutnya, perlu dilakukan kembali sebuah studi tentang bagaimana pandangan masyarakat Aceh sendiri tentang keberadaan lembaga Meunasah dan Masjid sebagai sumber dari motivator budaya orang Aceh, dan menggali faktor-faktor apa saja (diluar norma-norma adat istiadat) yang bisa dikembangkan untuk pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal di Aceh.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Kearifan lokal atau <em>local wisdom</em> adalah istilah yang mengacu kepada nilai kearifan yang bersifat tradisional dan dimiliki oleh masyarakat secara turun temurun. Wacana ini muncul sebagai reaksi atas konsep rasionalisasi di bawah payung modernisasi yang mencoba mengeliminir peran kearifan lokal ini dalam sistem kosmologi masyarakat dengan lembaga-lembaga formal yang dianggap lebih rasional. Kearifan lokal adalah produk budaya (<em>cultural product</em>), dan agama sebagai salah satu produk dari budaya itu.</p>
<p>Membangkitkan kembali kearifan lokal ini adalah buah dari wacana multikulturalisme yang menjadi perbincangan yang hangat akhir-akhir ini. Bagi sebagian orang, konsep ini diharapkan menjadi oase di tengah hubungan antar komponen masyarakat Indonesia yang kurang harmonis. Gagasan ini awalnya muncul pada negara-negara yang berpenduduk majemuk dari segi etnis, budaya dan agama, seperti misalnya di Amerika Serikat dan Eropa. Sebelum muncul multikulturalisme, di Amerika Serikat pernah dikembangkan teori “<em>melting-pot</em>” (“tempat melebur”) dan teori “<em>salad-bowl</em>” (tempat salada). Tapi, kedua-duanya mempunyai kelemahan dan mengalami kegagalan. Dengan teori <em>melting-pot</em> diupayakan untuk menyatukan seluruh budaya yang ada dengan meleburkan seluruh budaya asal masing-masing. Dengan teori <em>salad bowl</em>, masing-masing budaya asal tidak dihilangkan melainkan diakomodir dan memberikan kontribusi bagi budaya bangsa, namun interaksi kultural belum berkembang dengan baik. Karena semua gagasan di atas tidak berjalan optimal, maka muncullah kemudian multikulturalisme untuk memperbaiki kelemahan gagasan-gagasan sebelumnya. Multikulturalisme muncul sebagai sebuah gerakan dimulai dengan gerakan menuntut hak-hak sipil dari masyarakat kulit hitam Amerika tahun 1960, hak-hak perempuan masyarakat Meksiko, Hispanik dan masyarakat asli Amerika tahu 1970, dan gerakan multikultur untuk reformasi kurikulum dan kebijakan pendidikan tahun 1980.</p>
<p>Indonesia termasuk negara yang mencoba memperbaiki konsepnya dalam  menghadapi keragaman agama dan budayanya. Jika sebelumnya, konsep homogeneisasi (penyeragaman) yang mirip dengan <em>melting pot</em>-nya Amerika Serikat diutamakan, maka Indonesia saat ini menempatkan semua agama secara sejajar. Dengan memperhatikan pokok-pokok tentang multikulturalisme dan dihubungkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini, kiranya menjadi jelas bahwa multikulturalisme perlu dikembangkan di Indonesia, karena justru dengan gagasan inilah kita dapat memaknai keragaman agama di Indonesia. Konsep ini dapat memperkaya konsep kerukunan umat beragama yang dikembangkan secara nasional di negara kita.</p>
<p>Satu hal yang harus diamalkan bahwa gagasan multikulturalisme menghargai dan menghormati hak-hak sipil, termasuk hak-hak kelompok minoritas. Tapi, sikap ini tetap memperhatikan hubungan antara posisi negara Indonesia sebagai negara religius yang berdasarkan Pancasila. Negara Indonesia tidak membenarkan dan tidak mentolerir adanya pemahaman yang anti Tuhan (atheism). Negara Indonesia juga tidak mentolerir berbagai upaya yang ingin memisahkan agama dari negara (sekularisme). Mungkin kedua hal ini menjadi ciri khas multikulturalisme di negara asalnya seperti Amerika Serikat dan Eropa. Tapi, ketika konsep ini diterapkan di Indonesia, harus disesuaikan dengan konsep negara dan karakteristik masyarakat Indonesia yang religius. Singkatnya, multikulturalisme yang diterapkan di Indonesia adalah multikulturalisme religius.</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Badruzzaman, (2007), <em>Mesjid dan Adat Meunasah sebagai Sumber Energi Budaya Aceh</em>. Cetakan ke-2, Aceh: Majelis Adat Aceh (MAA); dan “Kedudukan Meunasah dan Mesjid dalam Sistem Sosial Masyarakat Aceh. (Makalah tidak diterbitkan), disampaikan pada Kongres Kebudayaan Aceh, tanggal 7 – 9 April 2007 di Banda Aceh.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jeffrie Geovanie Pitopang Pastikan Ikut Pilgub Sumbar 2010]]></title>
<link>http://moendg07.wordpress.com/2009/10/31/jeffrey-geovanie-pitopang-pastikan-ikut-pilgub-sumbar-2010/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 20:30:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Vara</dc:creator>
<guid>http://moendg07.wordpress.com/2009/10/31/jeffrey-geovanie-pitopang-pastikan-ikut-pilgub-sumbar-2010/</guid>
<description><![CDATA[Sinyal majunya kembali tokoh muda Sumatera Barat menggantikan Gamawan Fauzi di periode 2010 &#8211; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sinyal majunya kembali tokoh muda Sumatera Barat menggantikan Gamawan Fauzi di periode 2010 &#8211; ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KGTK7 IMAMI UI]]></title>
<link>http://kgtk7.wordpress.com/2009/10/31/kgtk7-imami-ui-2/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 08:30:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>KGTK 7 IMAMI UI</dc:creator>
<guid>http://kgtk7.wordpress.com/2009/10/31/kgtk7-imami-ui-2/</guid>
<description><![CDATA[Assalamu’alaikum warahmatuLLAHI wabarakatuh… Sebentar lagi, IMAMI UI (Ikatan Mahasiswa Minang Univer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<div>
<p>Assalamu’alaikum warahmatuLLAHI wabarakatuh…</p>
<p>Sebentar lagi,<span style="font-weight:bold;color:#ffff66;"> </span><span style="color:#ffcc00;"><span style="color:#ffcc00;font-weight:bold;font-style:italic;">IMAMI UI</span> </span>(Ikatan Mahasiswa Minang Universitas Indonesia), paguyuban terbesar di kampus bertitel nama bangsa yang BESAR ini akan menyelenggarakan acara yang besar pula..</p>
<p>Ya,.. KGTK 7 (Kampus Goes To Kampuang 7), acara akbar tahunan yang telah IMAMI UI adakan untuk yang ke-7 kalinya ini adalah sebagai bukti kepedulian para rantau-ers terhadap kampuang yang ditinggalkan..</p>
<p>dan acara akbar yang ditunggu-tunggu ini, akan kita nikmati sebentar lagi..</p>
<p>Jangan lupa nantinya untuk mengikuti program-program / acara IMAMI seperti SILAT (Studi Islam dan Adat), Try Out IMAMI UI, Bedah Kampus, serta berbagai kegiatan lomba, dll yang pastinya akan menarik dan berguna bagi para rang mudo minang nan masih exist di kampuang serta ingin melanjutkan study alias “merantau” dan bergabung bersama kami di Universitas yang dibanggakan ini..</p>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahasa Minangkabau, Apo Juo Lai Duh???]]></title>
<link>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/10/26/bahasa-minangkabau-apo-juo-lai-duh/</link>
<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 14:45:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>donvitoanggreyanto</dc:creator>
<guid>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/10/26/bahasa-minangkabau-apo-juo-lai-duh/</guid>
<description><![CDATA[“Apo nan ang karajoan cako?”, “aden bacakak jo inyo” “a nan ang kecekan ka inyo?” “aden bakato elok ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>“</em><em>Apo nan ang karajoan cako?”,</em></p>
<p><em>“aden bacakak jo inyo”</em></p>
<p><em>“a nan ang kecekan ka inyo?”</em></p>
<p><em>“aden bakato elok – elok se tadi tu jo inyo!!!”</em></p>
<p><em>“apo keceknyo jo ang?”</em></p>
<p><em>“wa’ang panciluik ko, itu keceknyo, sakik ati den”</em></p>
<p>Kutipan percakapan di atas adalah sebuah percakapan dalam bahasa Minangkabau, bahasa yang dipakai oleh masyarakat Minangkabau. Bahasa ini dituturkan oleh lebih dari 7 juta jiwa.</p>
<p>Bahasa Minangkabau atau Baso Minang adalah salah satu anak cabang bahasa Austronesia yang dituturkan khususnya di wilayah Sumatra Barat, bagian barat propinsi Riau serta tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia.</p>
<p>Penutur paling banyak dari bahasa ini adalah suku Minangkabau yang sekarang berada di Sumatera Barat. Tetapi karena etos merantau suku Minangkabau sangat tinggi, maka bahasa ini telah menyebar luas di daerah – daerah Indonesia, bahkan sampai ke benua Eropa dan Amerika Serikat.</p>
<p>Secara historis, daerah tutur bahasa Minangkabau meliputi bekas wilayah kekuasaan kerajaan Pagaruyung yang berpusat di Batusangkar, Sumatera Barat. Batas – batasnya dinyatakan dalam ungkapan Minang berikut ini:</p>
<p><em>Dari Sikilang Aia bangih</em></p>
<p><em> Hinggo Taratak Aia Hitam</em></p>
<p><em> Dari Durian Ditakuak Rajo</em></p>
<p><em> Hinggo Sialang Balantak Basi.</em></p>
<p><em> Sikilang Aia Bangih</em> adalah daerah Pasaman Barat, berbatasan dengan Natal, Sumatera Utara. <em>Taratak Aia Hitam</em> adalah daerah Bengkulu. <em>Durian Ditakuak</em> <em>Rajo</em> adalah wilayah di Kabupaten Bungo, Jambi. Yang terakhir, <em>Sialang Balantak Basi</em> adalah wilayah di Rantau Barangin, Kabupaten Kampar, Riau sekarang.</p>
<p>Dialek Minangkabau sangat bervariasi, bahkan antar kampug pun mempunyai dialek yang berbeda pula. Berikut perbedaannya:</p>
<p>Indonesia:                                               Apa yang dia katakan kepadamu?</p>
<p>Minangkabau “baku”                              A keceknyo jo kau?</p>
<p>Mandahiling Kuti Anyie                         Apo keceknyo o ko gau?</p>
<p>Padang Panjang                                      Apo keceknyo ka kau?</p>
<p>Pariaman                                                 A kato e bakeh kau?</p>
<p>Ludai                                                      A kecek o ka rau?</p>
<p>Sungai Batang                                        Ea janyo ke kau?</p>
<p>Kurai                                                       A jano kale gau?</p>
<p>Kuranji                                                    Apo kecek e ka kau?</p>
<p>Salimpang Batusangkar                          Poh ceknyoh ka khau duh?</p>
<p>Rao-rao Batusangkar                              Aa keceknyo ka awu tu?</p>
<p>Karena ragam ini, akhirnya ditentukanlah dialek Padang sebagai bahasa baku Minangkabau.</p>
<p>Contoh – contoh lain bahasa ini adalah:</p>
<p>Bahasa Minangkabau:             Sadang kayu di rimbo tak samo tinggi, kok kunun manusia (peribahasa)</p>
<p>Bahasa Indonesia:                   Sedangkan pohon di hutan tidak sama tinggi, apa lagi manusia</p>
<p>Bahasa Minangkabau:             Co a koncek baranang co itu inyo (peribahasa)</p>
<p>Bahasa Indonesia:                   Bagaimana katak berenang, seperti itulah dia.</p>
<p>Bahasa Minangkabau:             Indak buliah mambuang sarok di siko!</p>
<p>Bahasa Indonesia:                   Tidak boleh membuang sampah di sini!</p>
<p>Bahasa Minangkabau:             Bungo indak satangkai, kumbang indak sa ikua (peribahasa)</p>
<p>Bahasa Indonesia:                   Bunga tidak setangkai, kumbang tidak seekor</p>
<p>Bahasa Minangkabau:             A tu nan ka karajo ang* ?</p>
<p>Bahasa Indonesia:                   Apa yang akan kamu kerjakan?</p>
<p>* perhatian: kata “ang” (kamu) adalah kata (yang sangat) kasar.</p>
<p>Rumusan Bahasa Minangkabau / perbedaannya dengan bahasa Indonesia sebagai berikut:<em></em></p>
<p><em>*Ut</em> menjadi <em>uik</em>, contoh: rump<em>ut</em>-rumpu<em>ik</em></p>
<p>* us menjadi uih, contoh: put<em>us</em> -putu<em>ih</em></p>
<p>* <em>at</em> menjadi<em> ek</em>, contoh: rap<em>at</em>-rap<em>ek</em>. Untuk kata-kata berasal dari bahasa asing at-aik, contoh: ad<em>at</em>-ad<em>aik</em></p>
<p>* <em>al/ar</em> menjadi<em> a</em>, contoh: ju<em>al</em>-ju<em>a</em>, kab<em>ar</em>-kab<em>a</em></p>
<p>* <em>e(pepet)</em> menjadi<em> a</em>, contoh: b<em>e</em>ban-b<em>a</em>ban</p>
<p>* <em>a</em> menjadi<em> o</em>, contoh: kud<em>a</em>-kud<em>o</em></p>
<p>* awalan ter-, ber-, per- menjadi ta-, ba-, pa-. Contoh: berlari, termakan, perdalam (Bahasa Melayu/Indonesia) menjadi balari, tamakan, padalam (Bahasa Minangkabau).</p>
<p>Sebenarnya bahasa ini adalah bahasa biasa, sebuah rumpun bahasa dari jutaan bahasa lainnya. Yang membuat bahasa ini menjadi sesuatu yang lebih adalah penuturnya, yang tersebar di seluruh dunia. Saya membuat tulisan ini setelah melihat sebuah buku yang berjudul <em>La Langue Minangkabau,</em> yang ditulis oleh seorang Perancis bernama Gerard Moussay. Bangganya saya sebagai seorang Minangkabau yang bahasanya diteliti oleh orang asing. Mereka mau menelitibahsa pedalaman kita, kenapa kita tidak mau meneliti bahasa Iternasional mereka??? Saya belum bisa membayangkan siapa yang akan membaca buku itu di Perancis sana.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KGTK 7 IMAMI UI]]></title>
<link>http://kgtk7.wordpress.com/2009/10/25/kgtk-7-imami-ui-2/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 14:41:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>KGTK 7 IMAMI UI</dc:creator>
<guid>http://kgtk7.wordpress.com/2009/10/25/kgtk-7-imami-ui-2/</guid>
<description><![CDATA[Assalamu’alaikum warahmatuLLAHI wabarakatuh… Sebentar lagi, IMAMI UI (Ikatan Mahasiswa Minang Univer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<div>
<p>Assalamu’alaikum warahmatuLLAHI wabarakatuh…</p>
<p>Sebentar lagi,<span style="font-weight:bold;color:#ffff66;"> </span><span style="color:#ffcc00;"><span style="color:#ffcc00;font-weight:bold;font-style:italic;">IMAMI UI</span> </span>(Ikatan Mahasiswa Minang Universitas Indonesia), paguyuban terbesar di kampus bertitel nama bangsa yang BESAR ini akan menyelenggarakan acara yang besar pula..</p>
<p>Ya,.. KGTK 7 (Kampus Goes To Kampuang 7), acara akbar tahunan yang telah IMAMI UI adakan untuk yang ke-7 kalinya ini adalah sebagai bukti kepedulian para rantau-ers terhadap kampuang yang ditinggalkan..</p>
<p>dan acara akbar yang ditunggu-tunggu ini, akan kita nikmati sebentar lagi..</p>
<p>Jangan lupa nantinya untuk mengikuti program-program / acara IMAMI seperti SILAT (Studi Islam dan Adat), Try Out IMAMI UI, Bedah Kampus, serta berbagai kegiatan lomba, dll yang pastinya akan menarik dan berguna bagi para rang mudo minang nan masih exist di kampuang serta ingin melanjutkan study alias “merantau” dan bergabung bersama kami di Universitas yang dibanggakan ini..</p>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saluang]]></title>
<link>http://1unityindiversity.wordpress.com/2009/10/25/saluang/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 01:51:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>iqbibal</dc:creator>
<guid>http://1unityindiversity.wordpress.com/2009/10/25/saluang/</guid>
<description><![CDATA[Saluang The saluang is a traditional musical instrument of the Minangkabau people of West Sumatra, I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="wp-caption alignnone" style="width: 540px"><img src="http://www.accu.or.jp/ich/en/arts/images/Indonesia_A07_SaluangDarek.jpg" alt="Saluang" width="530" height="364" /><p class="wp-caption-text">Saluang</p></div>
<p>The saluang is a traditional musical instrument of the Minangkabau people of West Sumatra, Indonesia. It is similar to the flute in general and made of bamboo. It is related to the suling of other parts of Indonesia.  It is made of thin bamboo or &#8220;talang&#8221; (Schizostachyum brachycladum Kurz), with 4 hole. Saluang more simple than other kind of flute because it is made just adding 4 holes and finish. The dimension of saluang is 3-4 cm in diameter and 40-60 cm in length. It is related to the suling of other parts of Indonesia.</p>
<p>Saluang player can play that music instrument without interrupting for taking breath from start to end of song. They have developed special breath technique in blowing that instrument without stopping for breathtaking.</p>
<p>Minangkabau people believe that talang which is collected from rack of clothes dryer or found drifting in the river is a good material for making saluang. Traditionally Minangkabau people also use talang as a container for sticky rice food (lamang, lemang) and as horizontal rack for drying clothes (<em>jemuran kain</em>) under sunlight .</p>
<p>One famous saluang player is Idris Sutan Sati with saluang female singer Syamsimar. Today, it is not so easy to find classic saluang cassette even in original place of saluang (Minangkabau).</p>
<p>Style of saluang tune for example : Singgalang, Pariaman, Koto Tuo, Ratok Solok, Cupak, Salayo and Pauah. Singgalang style is quite difficult for the beginners. High skilled saluang player can play many styles and audience can request any style to them.</p>
<p>In the past, Minangkabau people believed that saluang player have <em>pitunang</em> (mantra) or magic power for hypnotizing the audience. That mantra called as <em>Pitunang Nabi Daud</em>.</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/uPRG5pIVYVs&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/uPRG5pIVYVs&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>SOURCE : http://en.wikipedia.org</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Foto Penyerahan Bantuan Gempa Sumbar di Surabaya]]></title>
<link>http://gebuminangjatim.wordpress.com/2009/10/23/foto-penyerahan-bantuan-gempa-sumbar-di-surabaya/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 18:23:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>gebuminangjatim</dc:creator>
<guid>http://gebuminangjatim.wordpress.com/2009/10/23/foto-penyerahan-bantuan-gempa-sumbar-di-surabaya/</guid>
<description><![CDATA[Walikota Surabaya Bambang DH berdialog dengan Ketua Gebu Minang Jatim Ir.Firdaus Pada hari Kamis, 22]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="mceTemp"></div>
<div id="attachment_83" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-83" title="Bambang DH berdialog dengan Firdaus_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/bambang-dh-berdialog-dengan-firdaus_ok.jpg?w=300" alt="Walikota Surabaya Bambang DH berdialog dengan Ketua Gebu Minang Jatim Ir.Firdaus" width="300" height="220" /><p class="wp-caption-text">Walikota Surabaya Bambang DH berdialog dengan Ketua Gebu Minang Jatim Ir.Firdaus</p></div>
<p>Pada hari Kamis, 22 Oktober 2009, Walikota Surabaya Drs.H.Bambang Dwi Hartono,MPd bersama Ketua DPRD Kota Surabaya H.Wisnu Wardhana yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Drs.H.Sahudi,MPd dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya Ir.Hidayat Syah menyerahkan bantuan dana Rp 500 juta dari Pemerintah Kota Surabaya dan Rp 1,6 miliar uang yang dikumpulkan oleh siswa SD, SMP, SMA, SMK Negeri dan Swasta se Kota Surabaya.</p>
<p>Pada saat itu, secara spontan Ketua Gapensi Jawa Timur, Ir.HM Amin menyumbang Rp 200 juta dan karyawan PD Pasar Surya Surabaya uang Rp 20 juta dan 8 dus pakaian sumbangan dari warga pedagang pasar di Kota Surabaya.</p>
<div id="attachment_84" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-84" title="Bambang DH bersalaman dengan Firdaus_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/bambang-dh-bersalaman-dengan-firdaus_ok.jpg?w=300" alt="Bambang DH bersalaman dengan Firdaus HB" width="300" height="178" /><p class="wp-caption-text">Bambang DH bersalaman dengan Firdaus HB</p></div>
<p>Bantuan itu diterima Ketua Umum Gebu Minangf Jatim, Ir.Firdaus HB yang didampingi para pengurus Gebu Minang Jatim, serta disaksikan oleh 100 kepala sekolah dan perwakilan siswa SD, SMP, SMA, SMK se-Kota surabaya.</p>
<p>Pada kesempatan itu, hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat, Buya H.Mas&#8217;ud Abidin yang memberikan kesaksian dan informasi terkini tentang suasana pasca gempa bumi di Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten  Agam dan kota serta kabupaten lainnya di Sumbar.</p>
<p>Inilah foto dokumentasi yang dijepret Yousri Nur Raja Agam pada acara penyerahan bantuan dana untuk korban gempa bumi di Sumatera Barat dari warga Surabaya, Jawa Timur tersebut. Acara berlangsung di Rumah gadang Minangkabau di Jalan Gayung Kebunsari 64 Surabaya yang merupakan Posko Peduli Gempa Sumbar 2009 yang dikordinasikan oleh Pengurus Gebu Minang Jawa Timur:</p>
<div id="attachment_86" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-86" title="Bambang DH bersama Siswa 2_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/bambang-dh-bersama-siswa-2_ok.jpg?w=300" alt="Sumbangan Rp 500 juta dari Pemkot Surabaya dan Rp 1,6 miliar dari siswa SD, SMP, SMA dan SMK se Kota Surabaya" width="300" height="188" /><p class="wp-caption-text">Sumbangan Rp 500 juta dari Pemkot Surabaya dan Rp 1,6 miliar dari siswa SD, SMP, SMA dan SMK se Kota Surabaya</p></div>
<div id="attachment_87" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-87" title="Firdaus bersama Ketua Gapensi Jatim Ir HM Amin_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/firdaus-bersama-ketua-gapensi-jatim-ir-hm-amin_ok.jpg?w=300" alt="Gapensi Jatim meberikan bantuan Rp 200 juta" width="300" height="197" /><p class="wp-caption-text">Gapensi Jatim meberikan bantuan Rp 200 juta</p></div>
<div id="attachment_88" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-88" title="Bambang DH bersama pengurus Gebu Minang Jatim_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/bambang-dh-bersama-pengurus-gebu-minang-jatim_ok.jpg?w=300" alt="Foto bersama: dari kiri, Samsurizal Wk.Ketua Gebu Minang Jatim, Buya H.Mas'ud Abidin, Firdaus HB, Bambang DH, Wisnu Wardhana, HM Amin dan H.Sahudi" width="300" height="156" /><p class="wp-caption-text">Foto bersama: dari kiri, Samsurizal Wk.Ketua Gebu Minang Jatim, Buya H.Mas&#39;ud Abidin, Firdaus HB, Bambang DH, Wisnu Wardhana, HM Amin dan H.Sahudi</p></div>
<div id="attachment_89" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-89" title="Bambang DH menangis_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/bambang-dh-menangis_ok.jpg?w=300" alt="Walikota surabaya Bambang DH, menangis saat menyampaikan sambutan penyerahan bantuan dari warga kota Surabaya untuk korban gempa di Padang" width="300" height="259" /><p class="wp-caption-text">Walikota surabaya Bambang DH, menangis saat menyampaikan sambutan penyerahan bantuan dari warga kota Surabaya untuk korban gempa di Padang</p></div>
<div id="attachment_90" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-90" title="Ketua MUI Sumbar Buya H Mas'ud Abidin_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/ketua-mui-sumbar-buya-h-masud-abidin_ok.jpg?w=300" alt="Ketua MUI Sumbar Buya H.Mas'ud Abidin saat menyampaikan informasi terkini pasca gempa bumi di Sumbar kepada masyarakat Surabaya, Jawa Timur." width="300" height="209" /><p class="wp-caption-text">Ketua MUI Sumbar Buya H.Mas&#39;ud Abidin saat menyampaikan informasi terkini pasca gempa bumi di Sumbar kepada masyarakat Surabaya, Jawa Timur.</p></div>
<div id="attachment_91" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-91" title="Ir Firdaus HB 2_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/ir-firdaus-hb-2_ok.jpg?w=300" alt="Firdaus menyampaikan terimakasih kepada warga Kota Surabaya yang memberikan sumbangan, khususnya kepada siswa dan para guru SD, SMP, SMA dan SMK se Surabaya yang berhasil menghimpun dana untuk para korban gempa di Padang Rp 1,6 miliar." width="300" height="237" /><p class="wp-caption-text">Firdaus menyampaikan terimakasih kepada warga Kota Surabaya yang memberikan sumbangan, khususnya kepada siswa dan para guru SD, SMP, SMA dan SMK se Surabaya yang berhasil menghimpun dana untuk para korban gempa di Padang Rp 1,6 miliar.</p></div>
<div id="attachment_92" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-92" title="Acara penyerahan bantuan gempa_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/acara-penyerahan-bantuan-gempa_ok.jpg?w=300" alt="Suasana upacara penyerahan bantuan untuk korban gempa oleh warga kota Surabaya melalui Gebu Minang Jatim di Surabaya" width="300" height="160" /><p class="wp-caption-text">Suasana upacara penyerahan bantuan untuk korban gempa oleh warga kota Surabaya melalui Gebu Minang Jatim di Surabaya</p></div>
<div id="attachment_93" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-93" title="Siswa Surabaya dengan Ibu Eko_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/siswa-surabaya-dengan-ibu-eko_ok.jpg?w=300" alt="Perwakilan siswa didampingi Kabid Pendidikan dasar Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dra.Eko Prasrtyoningsih mengikuti acara penyerahan bantuan untuk korban gempa di Padang." width="300" height="189" /><p class="wp-caption-text">Perwakilan siswa didampingi Kabid Pendidikan dasar Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dra.Eko Prasrtyoningsih mengikuti acara penyerahan bantuan untuk korban gempa di Padang.</p></div>
<p><img class="size-medium wp-image-95" title="Firdaus ketika diwawancarai wartawan 1_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/firdaus-ketika-diwawancarai-wartawan-1_ok.jpg?w=300" alt="Firdaus dikerubungi wartawan yang mewawancarai masalah gempa di Sumbar" width="300" height="154" /></p>
<p>Firdaus dikerubungi wartawan yang mewawancarai masalah gempa di Sumbar</p>
<div id="attachment_96" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-96" title="Firdaus ketika diwawancarai wartawan 2_OK" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/firdaus-ketika-diwawancarai-wartawan-2_ok.jpg?w=300" alt="Selain menjelaskan tentang gempa di Sumbar, Firdaus juga menjabarkan tentang kerjsama antara Kota Surabaya dengan Kota Padang yang telah diikat dengan MoU kota kembar atau sister city Surabaya-Padang yang dilaksanakan 19 Juli 2009 lalu." width="300" height="184" /><p class="wp-caption-text">Selain menjelaskan tentang gempa di Sumbar, Firdaus juga menjabarkan tentang kerjsama antara Kota Surabaya dengan Kota Padang yang telah diikat dengan MoU kota kembar atau sister city Surabaya-Padang yang dilaksanakan 19 Juli 2009 lalu.  </p></div>
<p>Para siswa di Surabaya mengharapkan kepada rekan-rekannya di Padang dan Sumatera Barat untuk tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan ini.</p>
<p>Firdaus mengatakan, Walikota Padang H.Fauzi Bahar akan menggunakan dana yang disumbangkan siswa-siswa SD, SMP, SMA, SMK se Kota Surabaya Rp 1,6 miliar itu untuk membangun kembali sekolah yang rubuh akibat gempa.</p>
<p>Kalau nanti, hasil sumbangan siswa di Surabaya itu sudah terwujud menjadi bangunan sekolah, Firdaus akan mengajak Walikota Surabaya Bambang DH dan rombongan untuk hadir pada acara peresmian gedung sekolah di Padang tersebut.</p>
<p>Mendapat ajakan demikian, spontan Bambang DH menyambut dengan baik. InsyaAllah, katanya yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Drs.H.Sahudi,MPd.</p>
<p><em>Foto-foto: Yousri Nur Raja Agam</em>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kota Surabaya Bantu Korban Gempa Padang]]></title>
<link>http://gebuminangjatim.wordpress.com/2009/10/22/kota-surabaya-bantu-korban-gempa-padang/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 16:06:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>gebuminangjatim</dc:creator>
<guid>http://gebuminangjatim.wordpress.com/2009/10/22/kota-surabaya-bantu-korban-gempa-padang/</guid>
<description><![CDATA[Siswa SD, SMP, SMA, SMK se Kota Surabaya Menyumbang Kota Padang Rp 1,6 Miliar SEBAGAI wujud kerjasam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Siswa SD, SMP, SMA, SMK se Kota Surabaya</strong></p>
<p><strong>Menyumbang Kota Padang Rp 1,6 Miliar</strong></p>
<p>SEBAGAI wujud kerjasama dua kota kembar (<em>sister city</em>) antara Kota Padang dengan Kota Surabaya, saat terjadi gempa yang meluluhlantakkan Kota Padang, warga kota Surabaya ikut memberikan bantuannnya.</p>
<div id="attachment_79" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-79" title="DSC03231" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/dsc03231.jpg?w=300" alt="Rumah Gadang Minang di Surabaya" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Rumah Gadang Minang di Surabaya</p></div>
<p>Perhatian Walikota Surabaya, Drs.H.Bambang DH cukup manakjubkan. Sehari setelah terjadi gempa, langsung  pada tanggal 1 Oktober 2009 melakukan kordinasi dan kerjasama dengan organisasi perantau Sumatera Barat, Gebu Minang Jawa Timur yang berkantor di Surabaya.</p>
<p>Gerakan untuk menghimpun dana dan barang yang akan dikirimkKota Padang dan Sumatera Barat, terjadi di berbagai tempat. Posko utama dipusatkan di Rumah Gadang Minangkabau yang terletak di Jalan Gayung Kebunsari 64 Surabaya. Posko ke dua didirikan di halaman Balaikota Surabaya, yang dikordinasikan oleh Bakesbang Linmas (Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat) Kota Surabaya.</p>
<p>Hari Kamis (22/10) Walikota Surabaya Drs.H.Bambang DH menyerahkan bantuan untuk korban gempa di Kota Padang melalui organisasi masyarakat perantau di Surabaya Gebu Minang Jatim.  Sumbangan yang dikumpulkan Dinas Pendidikan dari siswa SD, SMP, SMA dan SMK baik negeri maupun swasta se Kota Surabaya  mencapai Rp 1,6 miliar.</p>
<p>Bantuan itu ditambah lagi Rp 500 juta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Rp 200 juta dari Gapensi (Gabungan Pengusaha Konstruksi) Jawa Timur.</p>
<p>Acara itu dilangsungkan di rumah gadang Minang Jalan Gayung Kebunsari 64 Surabaya. Walikota Surabaya Drs.H.Bambang DH menyerahkan bantuan dana itu melalui Ketua Umum Gebu Minang Jatim Ir.Firdaus HB. Disaksikan oleh Ketua DPRD Kota Surabaya Drs.Wisnu Wardhana, Ketua gapensi jatim Ir.HM Amin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Drs.H.Sahudi, dan para kepala sekolah se Kota Surabaya.</p>
<p>Hadir pula pada acara itu, Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sumatera Barat, Bbuya H.Mas’ud Abidin yang sekaligus memberikan informasi terkini dari Sumatera Barat. Selain disampaikan secara lisan, Ir.Firdaus yang baru saja kembali dari Madang menyampaikan presentasi dengan memutar video, serta foto-foto akibat gempa melalui layar besar di depan panggung.</p>
<p>Setelah mendengar kesaksian dari Buya Mas’ud Abidin dan Ir.Firdaus, walikota Surabaya tidak mampu menahan rasa sedihnya. Saat menyampaikan sambutan selesai menyerahkan bantuan, ia berkata dengan terbata-bata, bahkan tidak kyat menahan air mata. Walikota Surabaya itu, menangis sesegukan, sehingga membuat suasana menjadi hening. Bahkan tidak sedikit pula hadirin yang ikut mengeluarkan air mata.</p>
<p>Ir.Irdaus menyatakan, bantuan para siswa dari Surabaya itu akan diwujudkan untuk perbaikan sekolah di Kota Padang. Apabila sekolah itu kelak sudah selesai diperbaiki, warga Minang dan Kota Madang mengharapkan kehadiran Walikota dan tokoh masyarakat Surabaya untuk datang ke Padang.</p>
<p>Setelah gempa di Sumatera Barat, 30 September lalu, di Surabaya langsung didirikan tiga posko bantuan bencana kerjasama antara Gebu Minang Jatim dengan Pemerintah Kota Surabaya, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timar. Kecuali itu beberapa tempat juga membangun posko peduli yang menghimpun bantuan untuk Sumbar, termasuk Koran Jawa Pos Grup.</p>
<p>Barang-barang itu ada yang dikirim melalui darat, laut maupun udara, Untuk angkutan laut dikordinasikan langsung oleh TNI-AL Komando Armada RI Wilayah Timar (Koarmatim) yang berpusat di Surabaya. Di Madang TNI-AL juga membuka Rumah Sakit (RS) terapung. (yous)</p>
<div id="attachment_77" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-77" title="Bambang DH bersama Siswa" src="http://gebuminangjatim.wordpress.com/files/2009/10/bambang-dh-bersama-siswa.jpg?w=300" alt="Bantuan untuk gempa di Padang, Sumbar Rp 500 juta dari Pemkot Surabaya, Rp 1,6 miliar dari siswa SD, SMP, SMA dan SMK se Kota Surabaya" width="300" height="196" /><p class="wp-caption-text">Bantuan untuk gempa di Padang, Sumbar Rp 500 juta dari Pemkot Surabaya, Rp 1,6 miliar dari siswa SD, SMP, SMA dan SMK se Kota Surabaya</p></div>
<p>**</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Surabaya Bantu Korban Gempa Sumbar]]></title>
<link>http://rajaagam.wordpress.com/2009/10/22/666/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 15:33:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yousri Raja Agam</dc:creator>
<guid>http://rajaagam.wordpress.com/2009/10/22/666/</guid>
<description><![CDATA[Siswa SD, SMP, SMA, SMK se Kota Surabaya Menyumbang Kota Padang Rp 1,6 Miliar Rumah Gadang Minangkab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Siswa SD, SMP, SMA, SMK se Kota Surabaya Menyumbang Kota Padang Rp 1,6 Miliar Rumah Gadang Minangkab]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[4 Orang Awak Jabat Menteri KIB II]]></title>
<link>http://radhi.wordpress.com/2009/10/22/5-orang-minang-jabat-menteri-kib-ii/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 00:29:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>radi</dc:creator>
<guid>http://radhi.wordpress.com/2009/10/22/5-orang-minang-jabat-menteri-kib-ii/</guid>
<description><![CDATA[Negeri Ranah Minang akhirnya melanjutkan tradisi putra &#8211; putri terbaiknya untuk  menduduki jab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Negeri Ranah Minang akhirnya melanjutkan tradisi putra &#8211; putri terbaiknya untuk  menduduki jab]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
