<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>miskin &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/miskin/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "miskin"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 02:29:22 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[MUI, Bikin Fatwa Haram Haji Dong…!]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/26/mui-bikin-fatwa-haram-haji-dong%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 09:56:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/26/mui-bikin-fatwa-haram-haji-dong%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Haji adalah Rukun Islam Kelima. Yang namanya Rukun sudah tentu wajib dilakukan. Bagi muslim, siapa y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Haji adalah Rukun Islam Kelima. Yang namanya Rukun sudah tentu wajib dilakukan. Bagi muslim, siapa y]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hayalan Yang Tak Akan Mungkin Pernah Terwujud]]></title>
<link>http://andrhey.wordpress.com/2009/11/23/hayalan-yg-tak-akan-pernah-terwujud/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 13:20:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>koransobek</dc:creator>
<guid>http://andrhey.wordpress.com/2009/11/23/hayalan-yg-tak-akan-pernah-terwujud/</guid>
<description><![CDATA[Sore ini iseng iseng buka koneksi internet dan baca berita di Detikcom , lalu mata ku tertuju pada s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sore ini iseng iseng buka koneksi internet dan baca berita di Detikcom , lalu mata ku tertuju pada s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[::: Harta Produktif vs Harta Konsumtif :::]]></title>
<link>http://mbramantya.wordpress.com/2009/11/23/harta-produktif-vs-harta-konsumtif/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 09:59:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbramantya</dc:creator>
<guid>http://mbramantya.wordpress.com/2009/11/23/harta-produktif-vs-harta-konsumtif/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Walaupun penghasilan kita sebagai seorang karyawan umumnya dibatasi, kita bisa menumpuk kekay]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Walaupun penghasilan kita sebagai seorang karyawan umumnya dibatasi, kita bisa menumpuk kekayaan </span><strong><em><span style="font-family:Arial;">bila</span></em></strong><span style="font-family:Arial;"> tahu bagaimana caranya.&#8221;  -  Safir Senduk</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><img src="http://www.samsung.net/service/ml/AttachController/Comfort+Zone2.jpg?cmd=downdirectly&#38;filepath=/LOCAL/ML/CACHE/m/20091123/0IXTB5ODS0YO@namo.co.kr20091121071554592@evi.noviantom.bramantya&#38;contentType=IMAGE/JPEG;charset=windows-1252&#38;msgno=318&#38;partno=1&#38;foldername=INBOX" border="0" alt="" width="486" height="463" align="bottom" /></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Apapun yang kita miliki saat ini bisa dikatakan sebagai harta. Nah harta tersebut, di golongkan menjadi 2 yaitu harta konsumtif dan harta produktif. </span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Georgia;color:#ff0000;">Harta Konsumtif</span><span style="font-family:Georgia;"> adalah semua harta yang menyebabkan kita mengeluarkan uang.  </span></li>
<li><span style="font-family:Georgia;color:#0000ff;">Harta Produktif</span><span style="font-family:Georgia;"> adalah semua harta yang bisa mendatangkan uang kepada kita. </span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:Georgia;">Pakde Robert T. Kiyosaki dalam bukunya “Ayah kaya, Ayah miskin” menyebut hal tersebut sebagai aset(harta produktif) dan liabilitas(harta konsumtif). </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Ternyata yang namanya kaya secara finansial itu bukan  diukur dari berapa besar penghasilan kita, tapi dari </span><span style="font-family:Georgia;color:#0000ff;"><em>bagaimana kita mengelola keuangan kita.</em></span><span style="font-family:Georgia;">  Ada orang yang berpenghasilan ratusan juta rupiah tapi mempunyai banyak hutang dan selalu merasa kurang, kurang, dan kurang.  Ada orang yang berpenghasilan 2 juta per bulan, tapi bisa memenuhi segala kebutuhan dan keinginnannya.   “Orang kaya belum tentu dapat mengelola keuangan, tapi orang yang dapat mengelola keuangan sudah pasti orang kaya”.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Ada 4 hal yang penting dan pokok dari pengelolaan keuangan, yaitu Penghasilan, Pengeluaran, Harta Konsumtif, dan Harta Produktif.   Kita harus mengetahui perbedaan sesuatu yang beresiko dan sesuatu yang tidak beresiko, terutama perbedaan harta (aset) dengan hutang (liabilitas). Memiliki sebuah rumah untuk disewakan adalah aset, sedangkan memiliki rumah untuk ditempati sendiri adalah liabilitas. Memiliki rumah sewa tidak beresiko karena mendatangkan pemasukan, sedangkan memiliki rumah tinggal beresiko karena mendatangkan pengeluaran atau hutang dalam bentuk angsuran dan bunga, pajak, pemeliharaan dan sebagainya. Membeli aset (harta produktif) adalah tidak beresiko, sedangkan membeli liabilitas yang seolah-olah aset (harta konsumtif) adalah beresiko</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Untuk penghasilan dan pengeluaran tentunya hal ini tidak bisa kita atur semau kita, sedangkan harta konsumtif dan harta produktif dapat kita atur sesuai pilihan kita. Misalnya motor. Motor sebetulnya harta konsumtif, kenapa? Karena kita harus mengeluarkan uang untuk bensin, perawatan, dsb. Tapi kalau motor tersebut kita jadikan ojek atau bisa juga untuk penunjang bisnis kita(misal bisnis jualan roti yang menggunakan motor), maka motor tersebut bisa menjadi harta produktif. Contoh lain misalnya handphone. Ini juga harta konsumtif karena memerlukan pulsa. Kalau kita jadikan handphone tersebut untuk jualan pulsa elektrik, maka handphone tersebut bisa menjadi harta produktif.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Biasanya, kita hanya mempunyai 1 pos pemasukan dalam bentuk gaji,  sedangkan pos pengeluarannya mungkin mencapai 20 pos pengeluaran. Akibatnya,  seringkali tidak mempunyai tabungan bahkan pas-pasan terus malahan cenderung mempunyai hutang.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Ada beberapa cara mencari penghasilan :</span></p>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Georgia;">Menjadi pekerja (employee), yaitu seseorang yang bekerja pada seseorang (majikan), kantor pemerintahan, atau sebuah perusahaan. </span></li>
<li><span style="font-family:Georgia;">Menjadi pekerja lepas (self employed) yang menjadi boss bagi dirinya sendiri, seperti seorang profesional (dokter, pengacara, konsultan, dsb) atau pekerja lepas lainnya yang menjajakan suatu produkatau menjual suatu jasa kepada pihak lain. </span></li>
<li><span style="font-family:Georgia;">Menjadi pebisnis (business owner), yaitu seseorang yang menciptakan sebuah usaha, mempekerjakan orang untuk bekerja dan mengendalikan sistem usaha yang diciptakannya itu. </span></li>
<li><span style="font-family:Georgia;">Menjadi investor, yaitu seseorangyang menginvestasikan uangnya dalam produk-produk investasi, barang yang dapat dapat dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi, barang sewaan atau barang ciptaan.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"><em><strong>Kebiasaan yang Perlu Diperbaiki</strong></em></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa setiap bulan kita lebih banyak membeli barang yang termasuk harta konsumtif.  Kalau diperhatikan, setiap tanggal muda setelah menerima gaji, orang selalu memenuhi </span><span style="font-family:Georgia;">mall, plaza, atau pusat perbelanjaan</span><span style="font-family:Georgia;"> hanya untuk menambah barang-barang di rumahnya, entah itu betul- betul diperlukan atau tidak&#8230;&#8230;&#8230;.. Ya, mall dan pusat perbelanjaan memang menjadi sentra barang-barang konsumtif, dan sadar atau tidak, kita selalu pergi ke situ tanpa pernah berusaha memiliki harta produktif.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Jangan lupa menumpuk dan menambah koleksi harta produktif, supaya kelak kalau gaji bulanan berhenti, penghasilan dari Harta Produktif masih tetap ada. Beli dan Miliki sebanyak Mungkin  Harta Produktif &#8211; harta yang bisa memberikan penghasilan. </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Seharusnya, inilah langkah pertama yang harus  dilakukan setelah mendapatkan gaji:  sisihkan sebagian <strong>untuk dibelikan Harta Produktif.</strong>  Jangan mengira Harta Produktif itu sesuatu yang sangat mahal dan hanya bisa dimiliki dengan uang sangat banyak. Jangan lupa, produk tabungan di bank pun tergolong Harta Produktif kalau kita memakainya untuk investasi dan tidak pernah diambil, biarpun pada saat ini bunganya kecil. </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"><strong>Apa saja yang bisa yang digolongkan Harta Produktif?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Hanya ada empat kelompok besar Harta yang bisa memberikan penghasilan yang bisa kita miliki: a. Produk Investasi b. Bisnis c. Harta yang Disewakan d. Barang Ciptaan</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"><strong>a. Produk Investasi</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Produk investasi adalah salah satu jenis harta yang bisa memberikan penghasilan kepada kita, baik penghasilan rutin maupun penghasilan yang hanya sesekali atau bahkan hanya sekali saja. Produk investasi yang bisa memberikan penghasilan rutin biasanya berbentuk Produk Investasi Pendapatan Tetap. Produk ini biasanya memberikan bunga dan jumlah nominal uang yang investasikan tidak akan berkurang. Contohnya, </span><span style="font-family:Georgia;color:#0000ff;"><em>deposito di bank</em></span><span style="font-family:Georgia;">.  Deposito adalah produk dimana kita menaruh uang di bank selama jangka waktu tertentu, kemudian pada saat jatuh tempo kita akan mendapatkan bunga dan tidak lupa uang yang kita taruh di bank akan dikembalikan. </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Bagaimana dengan tabungan di bank? Apakah ini juga tergolong Produk Investasi Pendapatan Tetap? Ya, karena produk tabungan di bank memiliki prinsip yang hampir sama dengan deposito. Bedanya, pada deposito uang kita &#8221;dikunci&#8221; dan tidak boleh diambil sampai jangka waktu tertentu, dan pada tabungan uang kita tidak &#8220;dikunci&#8221;. Inilah yang membuat produk tabungan di bank bisa saja digunakan untuk investasi. Hanya saja pada praktiknya, karena kecilnya bunga dan fleksibilitas dalam pengambilan, orang sering kali tidak lagi menjadikan produk tabungan di bank sebagai tempat investasi, tapi hanya sebagai tempat menyimpan. Bila ada rekening tabungan yang kita perlakukan seperti ini, ini tergolong ke dalam Harta Konsumtif.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> Selain Produk Investasi Pendapatan Tetap, jenis produk investasi kedua adalah produk investasi yang memberikan keuntungan dari pertumbuhan, di mana penghasilan yang didapatkan bukan berasal dari bunga, tapi dari pertumbuhan nilainya.  Artinya, penghasilan yang diperoleh dari harta tersebut baru bisa didapat  kalau kita menjualnya.  Jadi, penghasilan yang kita dapatkan cuma sekali.  Contohnya:  </span><span style="font-family:Georgia;color:#0000ff;"><em>reksadana, emas, saham, tanah, produk-produk investasi yang sifatnya jual beli.</em></span><span style="font-family:Georgia;">  Beli dan miliki kelompok harta ini sebisa mungkin&#8230;..</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Beberapa produk reksadana pada saat ini sudah bisa dimiliki dengan modal awal hanya dengan beberapa ratus ribu rupiah. Deposito bisa dimiliki dengan investasi awal yang hanya beberapa juta rupiah. Koin emas juga bisa dimiliki dengan nilai awal 5 gram.  Kalau gaji terbatas, nggak selalu harus mahal &#8216;kan untuk bisa memiliki Harta Produktif? </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"><strong>b. Bisnis </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Banyak orang menyisihkan gaji setiap bulan untuk dijadikan modal bisnis. Tidak semua bisnis memerlukan modal besar. Beberapa orang yang datang ke seminar saya malah mengaku tidak membutuhkan modal besar ketika memulai bisnis. Bisnis yang bergerak di bidang jasa sering kali tidak membutuhkan modal besar, kecuali untuk sejumlah peralatan kantor sederhana yang bisa dibeli dengan menyisihkan sebagian kecil dari gaji kita selama enam bulan gaji.  Bisnis adalah salah satu Harta Produktif yang bisa kita miliki.  Masalahnya sekarang,  ada banyak orang bisa menyisihkan gaji untuk modal bisnis, tapi masih saja takut memulai.  Saran saya sederhana: mulai saja.  Kita tidak akan pernah tahu bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan kecuali kitaa memulainya.  Mempunyai kendala waktu?   Banyak orang bisa memulai bisnis dengan berpartner atau menyerahkan pengelolaannya kepada orang lain. Orang lain itulah yang menjalankan bisnisnya, sementara orang yang mempunyai modal bisa tetap mencurahkan waktu untuk pekerjaannya.  Sekali lagi, ini memang bukan pekerjaan gampang, tapi kita tidak akan tahu kalau tidak mencoba. </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"><strong>c. Harta yang Disewakan </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Bila kita menyewakannya dan bisa mendapatkan uang dari situ, maka Harta Konsumtif  bisa disebut Harta Produktif.   Harta apa saja yang bisa di sewakan?  Banyak.   Sebuah rumah bisa disewakan kepada keluarga muda yang belum mampu membeli rumah sendiri.  Mobil Kijang bisa disewakan kepada tamu hotel yang ingin melakukan perjalanan dalam kota dan membutuhkan transportasi.  Motor bisa disewakan secara bulanan untuk diojek.  Bahkan, kita bisa membuat gerobak nasi goreng untuk di sewakan secara harian kepada penjual nasi goreng.   Apa yang bisa kita lakukan sekarang dengan gaji adalah mencoba menyisihkannya sedikit demi sedikit agar dapat memiliki harta yang kelak bisa kita sewakan.  Bahkan, kalau mau, jika beberapa dari harta tersebut sudah di miliki di rumah dan kebetulan tidak terlalu sering dipakai,  bisa aja di sewakan. Contoh paling mudah adalah motor yang bisa diojekkan atau komputer di rumah bisa juga dijadikan bagian dari usaha rental komputer. </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"><strong>d. Barang Ciptaan </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Barang Ciptaan adalah salah satu Harta Produktif yang bisa di buat sendiri. Banyak orang bisa membuat sesuatu,  memproduksinya secara massal (entah dengan modal sendiri atau modal orang lain), menjualnya dan mendapatkan royalti.  Royalti adalah penghasilan yang umumnya diterima terus-menerus dari penjualan barang atau sesuatu yang sifatnya ciptaan.   Contoh sederhana Barang Ciptaan adalah buku yang sedang Anda baca sekarang.  Saya menulis buku ini selama beberapa minggu, kemudian saya datang ke penerbit.  Penerbitlah yang akan memproduksinya secara massal dengan uang mereka. </span></p>
<p>&#160;</p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"><strong>Kendalikan &#8220;Keinginan&#8221; yang menjerumuskan pada Harta Konsumtif</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Fahami benar-benar  antara kebutuhan dan keinginan.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">“Kebutuhan” (Needs) adalah barang atau jasa yang benar-benar kita perlukan.  Jika tidak bisa mendapatkan barang tersebut, maka kehidupan  menjadi terancam atau menjadi susah. Contoh: makanan. Manusia membutuhkan makanan untuk tetap bertahan hidup. Apabila manusia tidak makan sama sekali, maka dalam waktu 3 hari dia akan mati.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">“Keinginan”(Desire) adalah barang atau jasa yang dibeli hanya semata untuk kesenangan.  Biasanya keinginan ini lebih didorong oleh rasa tamak sehingga rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan apa yang dia mau.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Barang yang merupakan kebutuhan, bisa berubah menjadi keinginan jika dipenuhi secara berlebihan.  Makanan misalnya. Kebutuhan kita sebenarnya dapat terpenuhi jika kita makan secukupnya &#8211;  misalnya saja dengan memesan nasi rames yang harganya  Rp. 10.000.  Namun, sebagian orang lebih suka makan di kafe-kafe dengan biaya yang lebih mahal, anggap saja Rp. 50.000.  Selisih Rp. 40.000  ini merupakan harga yang harus dibayar untuk memuaskan keinginan,  antara lain keinginan akan kemewahan, suasana yang menyenangkan, service, dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;">Mulailah menyisihkan sedikit waktu  untuk bertanya pada diri sendiri.  Kita mungkin akan menemukan bahwa ada cukup banyak barang yang  dianggap perlu tidak lain hanya keinginan.  Sekali kita dapat membedakan keduanya dengan obyektif dan dapat membatasi diri agar tidak membeli barang-barang yang hanya sekedar keinginan, maka kita sudah dalam jalan sukses hidup mengontrol keinginan.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://kelola-uang.blogspot.com/2008/09/harta-konsumtif-vs-harta-produktif.html" target="_blank">http://kelola-uang.blogspot.com/2008/09/harta-konsumtif-vs-harta-produktif.html</a> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://www.wattpad.com/110263-Siapa-Bilang-Jadi-Karyawan-Nggak-Bisa-Kaya?p=6" target="_blank">http://www.wattpad.com/110263-Siapa-Bilang-Jadi-Karyawan-Nggak-Bisa-Kaya?p=6</a> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://mulyowiharto.blogspot.com/2009/06/how-to-make-money-withoutv-money.html" target="_blank">http://mulyowiharto.blogspot.com/2009/06/how-to-make-money-withoutv-money.html</a> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://wijayalabs.wordpress.com/2008/06/06/bedakan-kebutuhan-dan-keinginan/" target="_blank">http://wijayalabs.wordpress.com/2008/06/06/bedakan-kebutuhan-dan-keinginan/</a></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pasukan Sayur]]></title>
<link>http://zaynet.wordpress.com/2009/11/20/pasukan-sayur/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 11:38:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zainudin Idris</dc:creator>
<guid>http://zaynet.wordpress.com/2009/11/20/pasukan-sayur/</guid>
<description><![CDATA[Kamis sore ini, 19 Nopember 2009, selesai tugas dari tempat mengajar di SMA Negeri MH. Thamrin saya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="color:#0000ff;">Kamis</span></strong> sore ini, <em><strong><span style="color:#0000ff;">19 Nopember 2009</span></strong></em>, selesai tugas dari tempat mengajar di SMA Negeri MH. Thamrin saya berkesempatan hadir di ta&#8217;lim karyawan <strong><span style="color:#ff0000;">BANK JABAR BANTEN</span></strong> Cabang <strong><span style="color:#ff0000;">DEPOK,</span></strong> yang berlokasi samping kantor POLRES DEPOK berseberangan dengan kantor Walikota Depok. Antusiasme jama&#8217;ah menanyakan banyak hal seputar <strong><span style="color:#ff0000;">QURBAN</span></strong> menyebabkan waktu selesai agak berlarut. Alhamdulillah sekitar pukul 21.00wib saya pulang menyusuri jalan menuju arah Ciputat, Tangerang Selatan.</p>
<p>Sebenarnya, pemandangan yang saya lihat sewaktu di jalan antara Lebak Bulus hingga Ciputat, bukan kali yang pertama, yakni <span style="color:#0000ff;"><strong>&#8220;pasukan sayur&#8221;</strong></span>. <span style="color:#ff0000;">Baca Lengkap?</span><!--more--></p>
<p>Mobil bak terbuka (pick up) dengan hanya dihalangi bagian samping kiri dan kanan saja dengan selembar terpal tipis mengangkut sayur-mayur hampir penuh mengisi ruang bak mobil. Yang menjadi lucu dan istimewa adalah bukan saja sayurannya, tetapi penumpang (orang, tepatnya ibu-ibu) yang naik di atas sayur-mayur yang dibawa.</p>
<p>Dengan tanpa khawatir bahaya yang mengancam, pasukan ibu-ibu yang jumlahnya kurang lebih 4-5 orang ini duduk terkantuk-kantuk di atas sayur-mayur. Bahkan, sebagian lainnya malahan tertidur pulas terlentang di atas sayuran. Mungkin, mereka bukan tidak memikirkan bahaya yang mungkin menimpa, tetapi keadaanlah yang memaksa mereka berbuat demikian. Daripada mereka harus terpisah dengan sayuran yang mereka bawa dengan cara naik angkot, tentu itu sangat tidak efisien, alias boros. Yah, akhirnya mereka pun rela menaiki sayuran yang akan mereka jual ke lapak di bilangan pasar Cipayung, Ciputat. Kurang lebih  satu setengah jam mereka &#8220;menaiki&#8221; sayuran  di atas gerobak mobil dari pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.</p>
<p>Banyak rasa yang timbul setiap kali saya melihat pemandangan yang sudah bertahun-tahun saya saksikan ketika saya pulang ke arah Pamulang agak malam ini, pemandangan atas &#8220;pasukan sayur&#8221;. Antara rasa geli, ngeri, prihtin dan sesekali jengkel.</p>
<p>Geli melihat mereka menaiki sayur-mayur yang akan mereka jual. Padahal sayur-mayur sudah diketahui baik dan sehatnya untuk dikonsumsi, tetapi sepanjang jalan mereka tiduri. Wah bisa kotor, layu atau bahkan bau macam-macam?</p>
<p>Ngeri melihat mereka tanpa perlindungan apapun di atas gerobak mobil, apalagi sabuk pengaman(?). Mereka hanya dilindungi selembar terpal tipis di samping kanan-kiri gerobak. Masya Allah bagaimana ini?</p>
<p>Prihatin terhadap usaha mereka, pasukan ibu-ibu itu. Pada saat sebagian orang sudah bersiap istirahat ke peraduan, mereka justru baru memulai mencari nafkah untuk menopang hidup keluarga. Mungkin mereka seperi &#8220;pasukan kelelawar&#8221; yang mencari makan di malam hari. Masya Allah, sungguh berat beban hidup mereka. Mudah-mudahan saja suami-suami mereka juga pekerja keras seperti mereka, bukannya pemalas, yang sedang santai-santai di rumah, bahkan begadang main gapleh, sementara istrinya sedang berjuang meretas bahaya mencari nafkah.</p>
<p>Jika sudah melihat mereka yang bersusah payah itu, sesekali kadang jengkel melihat &#8220;ketidak-adilan&#8221; keadaan. Sementara mereka, dan banyak orang &#8220;susah&#8221; lainnya di negeri ini yang membanting tulang dengan segenap resiko dan bahaya mengancam, tetapi segelintir orang, para pejabat, petinggi, penguasa ataupun (yang katanya) wakil rakyat bermental korup bergelimang dengan kemewahan menikmati harta &#8220;upeti&#8221; hasil jerih payah rakyat yang disalahgunakan, tapi dengan mengatasnamakan rakyat. Hasil yang sudah mereka dapat saja sudah puluhan bahkan ratusan juta, itupun protes minta dinaikkan dengan alasan belum seimbang dengan beban berat mereka memikirkan nasib 220-an juta rakyat Indonesia (?). Entahlah, padahal rakyat sudah sering menyaksikan mereka adu jotos di kantor Dewan, berbuat mesum dan tidur pada setiap kali rapat &#8220;membela nasib rakyat&#8221; (?).</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengenal Kapitalisma]]></title>
<link>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/20/mengenal-kapitalisma/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 23:51:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Papan Putih</dc:creator>
<guid>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/20/mengenal-kapitalisma/</guid>
<description><![CDATA[KEDAULATAN DAN GLOBALISASI Lupakan kedaulatan Sultan Perak. Lupakan kedaulatan Raja-Raja. Semua ini ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">KEDAULATAN DAN GLOBALISASI</p>
<p style="text-align:justify;">Lupakan kedaulatan Sultan Perak. Lupakan kedaulatan Raja-Raja. Semua ini adalah ciput. Semua kedaulatan ini tidak akan diambil kira dalam agenda globalisasi yang sedang berjalan hari ini. Semua Tan Seri, Tan Tun, Mak Datin , Pak Haji, Ayatollah, Padri, Sami, Rabbai atau apa sahaja bentuk manusia semuanya menjadi ciput dalam agenda baru yang sedang berjalan hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan baru telah muncul. Tuhan yang dibawa oleh sistem kapitalis. Tidak percaya? Sila renung dan periksa diri sendiri. Sistem ekonomi kapitalis telah menjadikan manusia berebut-rebut untuk mengumpul harta. Sistem ekonomi kapitalis telah melahirkan satu budaya dimana umat manusia dalam dunia ini terlupa dan terlalai bahawa kita hanyalah bertransit di atas muka bumi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div class="wp-caption alignright" style="width: 280px"><a href="http://nextstopwonderland.files.wordpress.com/2007/03/black-friday.jpg"><img class=" " title="Shopping" src="http://nextstopwonderland.files.wordpress.com/2007/03/black-friday.jpg?w=270&#038;h=193" alt="" width="270" height="193" /></a><p class="wp-caption-text">Mesti borong! mesti borong! Mesti kena sapu semua nih.</p></div>
<p style="text-align:justify;">Budaya kapitalis ini telah mencakupi semua aspek kehidupan manusia. Manusia moden kurun ke 21 telah dilalaikan untuk menjadi binatang konsumer yang mengguna dan mengumpulkan pelbagai ‘biji-biji saga’ dan barangan kodi untuk mainan. Manusia moden telah menjadi seperti Toyol yang asyik bermain dengan biji-biji saga hingga terlupa bahawa tujuan hidup ini adalah untuk mengenal diri sendiri dan melakukan kebaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem kapitalis telah membawa satu budaya dimana ianya mengasak, meraba dan merangsang sifat jahat dalam diri manusia. Hukum induk ekonomi kapitalis &#8211; keuntungan maksima – telah melupuskan nilai baik yang sedia wujud dalam diri manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Justeru apakah kita hairan apabila kita terbaca dalam akhbar bagaimana pembekal susu tepong di Tanah Besar China telah membubuh malamin dalam tepong untuk dijual sebagai susu. Mereka menjual susu ini bukan kepada orang Sweden tetapi kepada bayi-bayi China sanak saudara mereka sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Justeru apakah kita hairan apabila kita membaca berita di Sepanyol dan Portugal ada pembekal minyak zaiton telah membubuh minyak hitam yang sudah terpakai untuk dijual sebagai campuran minyak zaiton.</p>
<p style="text-align:justify;">Justeru apakah kita hairan apabila membaca bagaimana kontrektor Bumiputera yang bersunat dan selalu naik umrah telah membuat bangunan sekolah, bilik makmal dan hospital dengan menggunakan barangan tidak berkualiti dan akhirnya bangunan-bangunan ini runtuh rantah.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua ini dilakukan kerana mereka hidup mengikut hukum dan budaya kapitalisma. Keuntungan maksima adalah tuhan baru yang sedang disembah. Selama 30 tahun kebelakangan ini tuhan baru ini telah muncul dimerata pelusuk dunia. Tuhan ini akan berada dimana sahaja wujudnya sistem ekonomi kapitalis termasuk di Malaysia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiga puluh tahun dahulu – air, api, jalan raya, hospital, bank, sekolah, universiti, talipon, radio, tv – semua ini adalah milik kita bersama. Semua ini adalah hak milik negara bermakna hak milik orang ramai. Tiba-tiba harta orang ramai ini diswastakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa sebenarnya yang menelorkan dan mencadangkan dasar penswastaan ini. Dasar ini dimunculkan oleh pemikir kabal-kabal Illuminati. Para pemikir dari pelbagai ‘think tank’ ini yang telah mengajukan agenda penswastaan kepada Bank Dunia dan IMF sebagai satu usaha untuk apa yang mereka panggil – cara untuk memperbaiki dan mengembangkan ekonomi di negara-negara sedang membangun.</p>
<p style="text-align:justify;">IMF dan Bank Dunia menjadikan penswastaan ini sebagai dasar untuk diterima pakai. Negara Dunia Ketiga yang miskin jika ingin meminjam dana dari bank-bank antarabangsa diwajibkan menjalankan dasar penswastaan. Penswataan bermakna menjualkan harta hak milik orang ramai kepada kaum kapitalis antrabangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Di belakang dasar penswastaan ini ialah para banker dari kabal Illuminati. Para banker yang telah mengumpulkan berbilion kertas dolar memerlukan pasarana pelaboran baru. Hukum ekonomi kapitalis mewajibkan kaum pemodal terus mencari pasaran baru. Di Eropah Barat pasaran telah tepu. Maka kabal Illuminati telah mengarahkan Bank Dunia dan IMF memaksa dibuka seluas mungkin pasaran di negara Dunia Ketiga. Hasilnya kita melihat harta negara kita –air, talipon, tv, jalan raya, hospital, bangunan, bank – semuanya bertukar tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila Perang Dingin tamat lihat apa yang telah terjadi kepada Russia dan Eropah Timur. Negara-negara ini sedang mengamalkan sistem ekonomi sosialis telah diasak dan di serang. Russia telah dipecah-pecahkan. Perang telah dicetuskan di Bosnia, di Kosovo, di Montenegro dan di Chechen – semua ini adalah perancangan licik untuk memaksa harta rakyat di Eropah Timur di jual kepada kaum pemodal antarabangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesudah dasar penswastaan di terima pakai – kita mula terdengar apa yang dikatakan &#8211; Dunia Tanpa Sempadan. Dunia tanpa sempadan ini ialah agenda Illiminati untuk melupuskan kedaulatan negara. Dunia tanpa sempadan bukan bererti orang Afrika boleh senang-senang masuk ke Eropah. Dunia tanpa sempadan bukan bererti buruh rakyat Pakistan boleh masuk ke Jepun untuk mencari kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa sempadan hanyalah untuk duit modal masuk ke mana sahaja untuk mencari untung. Modal antarabangsa ini tidak boleh diganggu gugat ketika modal ini sedang mencari keuntungan maksima dimana sahaja dalam dunia ini. Dunia tanpa sempadan ialah untuk para pelaboran antarbangsa bermain ‘tikam dan berjudi’ di pasaran saham negara-negara Dunia Ketiga. Lihat apa yang berlaku di Asia Tenggara pada tahun 1997 dahulu. Lihat bagaimana kaum kapitalis antarabangsa telah menerbus masuk dan menekan negara-negara Asia Tenggara dan akhirnya banyak hospital kita terjual, talipon kita terjual, sistem pendidikan kita terjual.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://anabasius.files.wordpress.com/2009/05/the-faces-of-capitalism1.jpg"><img class="alignright" title="Faces of Capitalism" src="http://anabasius.files.wordpress.com/2009/05/the-faces-of-capitalism1.jpg?w=300&#038;h=393" alt="" width="300" height="393" /></a>Lihat Tesco, Carrefour, Giant, Court Mamoth, AIA, ING, Ikea, Burger King, MacDogal, Shell, Esso – semua ini adalah milik pemodal antarabangsa. Semua ini dipaksakan ke atas pasaran kita melalui perjanjian World Trade Organisation (WTO). WTO memaksa negara Dunia Ketiga membuka pasaran untuk pemodal antarabangsa masuk mencari untung.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjanjian WTO ini adalah perjanjian terbuka yang berat sebelah – sama seperti perjanjian-perjanjian East India Company yang telah dibuat oleh Sultan Johor dengan Raffles pada tahun 1819 dahulu. Sama seperti perjanjian Sultan Kedah dengan Francis Light pada tahun 1786. Sama seperti Perjanjian Pangkor 1874 yang akhirnya Tanah Melayu jatuh ke tangan British.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari zaman penjajah dahulu cita-cita kaum pemodal kapitalis ini untuk memiliki dunia ini tidak pernah padam-padam. Cita-cita kaum pemodal antarabangsa ini untuk menjadikan umat manusia sebagai hamba adalah manifesto New World Order. Kabal-kabal Illuminati saban hari merancang. Hari ini semua strateji telah di rancang. Semua telah di susun. Para banker di belakang Iluminati sedang dalam persediaan akhir untuk melahirkan apa yang mereka katakan – New World Order atau Dunia Bentuk Baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihatlah nanti bagaimana kabal-kabal Illuminati ini akan memaksa Malaysia untuk menanda tangani Free Trade Agreement. Dalam perjanjian ini tidak ada yang ‘free’. FTA ini akan memaska kita terus membuka semua pasaran negara kita untuk kaum pemodal antarabanga mencari keuntungan maksima.</p>
<p style="text-align:justify;">New World Order ini adalah dunia baru dimana kedaulatan negara tidak wujud lagi. Rancangan NWO ini sedang diatur – Canada, Amerika dan Mexico telah disatukan – kemudian seluruh Selatan Amerika akan dijerut masuk. Eropah sedang bersatu – ini akan menjerut masuk Afrika dan Timur Tengah. Asia akan dikepali oleh Jepun yang akan menjerut semua negara di Asia.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihat sekarang telah wujud Asean dan Apec untuk Asia , African Union untuk Afrika dan Union of South American Nations untuk Amerika Latin. Semua ini adalah perancangan Illuminati. Semua ini direstui oleh kaum pemodal antarabangsa. Rancangan akhir mereka ialah untuk memastikan semua rakyat dunia ini akan tunduk kepada kuasa mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam masa yang tidak lama lagi manusia akan di cap dengan microchip. Tak percaya? Bukankah idea ini telah terkeluar dari mulut seorang pegawai polis Malaysia tiga tahun dahulu dan berita ini telah dilaporkan dalam Utusan Malaysia. Microchip ini untuk bayi yang baru lahir – atas alasan untuk mengekori penjahat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi hakikatnya microchip ini ialah untuk mengawal semua umat manusia agar tunduk kepada sistem ekonomi kapitalis. Umat manusia akan taat bekerja dari jam 9 hingga 5 – bercuti Sabtu Ahad. Jika sopan dan tekun mereka akan dapat gaji untuk membeli kondo, ipod, Kancil, kasut Prada, beg Luis Vuitton dan pelbagai jenis ‘biji-biji saga’ yang dijanjikan. Sila baca 1984 oleh George Orwell dan tonton filem Metropolis oleh Fritz Lang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini bukan satu dongeng konspirasi. Ini bukan plot sebuah novel yang belum siap. Ini adalah hakikat politik dunia hari ini. Memahami politik dunia hari ini amat penting. Jika kita gagal untuk memahami garis dan strateji Illuminati maka kita tidak akan melawan. Jika tidak bangun melawan maka umat manusia dalam dunia ini akan dijadikan hamba abdi.<strong> (TT)</strong><br />
<em><br />
( Tulisan ini boleh diambil untuk kegunaan membuat kebaikan )</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[INDONESIA - Klinik Katolik Bantu Warga Miskin di Cilincing]]></title>
<link>http://humorkristiani.wordpress.com/2009/11/17/indonesia-klinik-katolik-bantu-warga-miskin-di-cilincing/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 08:44:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>ag</dc:creator>
<guid>http://humorkristiani.wordpress.com/2009/11/17/indonesia-klinik-katolik-bantu-warga-miskin-di-cilincing/</guid>
<description><![CDATA[JAKARTA (UCAN) &#8211; Klinik Bintang Laut yang dirintis Kongregasi Puteri Kasih di Cilincing, Jakar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>JAKARTA (UCAN) &#8211; Klinik Bintang Laut yang dirintis Kongregasi Puteri Kasih di Cilincing, Jakarta Utara telah turut serta meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga setempat.</p>
<p>Abdul Hakim, misalnya, yang mengaku sebelumnya sulit mendapatkan pelayanan kesehatan merasa sangat terbantu oleh klinik ini.</p>
<p>Kakek yang sehari-hari bekerja sebagai pengupas kulit kerang di sekitar lokasi, dengan pendapatan 3.000 rupiah setiap hari.</p>
<p>&#8220;Saya sangat senang menemukan klinik yang memberikan pengobatan gratis kepada orang miskin seperti saya. Di sini saya diterima dan dilayani dengan penuh kehangatan dan persaudaraan,” kata kakek berusia 70 tahun ini kepada UCA News</p>
<p>Klinik ini dibuka oleh para Suster Kongregasi Puteri Kasih tahun lalu, tapi sebelumnya mereka sudah memberikan pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah sejak 1988. Selain itu, sekali sebulan mereka juga mendistribusikan makanan suplemen dan susu secara gratis kepada keluarga-keluarga di Cilincing.</p>
<p>Klinik seperti Bintang Laut ini sangat dibutuhkan, dan ini selaras dengan keinginan Gereja untuk memprioritaskan pelayanan kesehatan kepada orang miskin seperti yang ditegaskan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dalam sidangnya tanggal 2-12 November lalu.</p>
<p>Para uskup bersepakat bahwa pelayanan kesehatan merupakan isu yang strategis karena “merupakan manifestasi dari cinta dan kepedulian Tuhan kepada orang yang menderita.’</p>
<p>Mereka menegaskan, Gereja bergiat dalam karya pelayanan kesehatan karena “kita mengikuti guru kita, Yesus, yang menyembuhkan orang demi kemuliaan Kerajaan Allah.”</p>
<p>Para uskup mengakui bahwa tantangan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kesehatan adalah kurangya semangat melayani dari orang Katolik sendiri, sehingga dibutuhkan pembaharuan iman untuk menegaskan kembali arti penting dari pelayanan kesehatan berdasarkan iman dan moral Katolik.</p>
<p>Suster Fransiska Hermin yang bekerja di Bintang Laut mengatakan, &#8220;Pelayanan kesehatan adalah prioritas kami. Duit tidak menjadi masalah. Tugas kami adalah melayani orang miskin, dan selebihnya akan menjadi urusan Tuhan.”</p>
<p>Dengan adanya klinik Bintang Laut ini, diharapkan akan banyak muncul klinik-klinik serupa di tanah air. ***</p>
<p>&#160;</p>
<p>http://www.ucanews.com/2009/11/17/indonesia-klinik-katolik-bantu-warga-miskin-di-cilincing/</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pertobatan =  Bagi-bagi Berkat]]></title>
<link>http://ratnaariani.wordpress.com/2009/11/17/pertobatan-bagi-bagi-berkat/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 18:56:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
<guid>http://ratnaariani.wordpress.com/2009/11/17/pertobatan-bagi-bagi-berkat/</guid>
<description><![CDATA[Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Memang beda sekali dampak yang diha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Memang beda sekali dampak yang diha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Suasana Pembagian Kompor Gas dan Tabung 3 kg GRATIS !!!]]></title>
<link>http://manipi.wordpress.com/2009/11/15/suasana-pembagian-kompor-gas-dan-tabung-3-kg-gratis/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 08:27:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>muh iqbal</dc:creator>
<guid>http://manipi.wordpress.com/2009/11/15/suasana-pembagian-kompor-gas-dan-tabung-3-kg-gratis/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini adalah hari pembagian kompor gas dan tabung 3 kg secara cuma-cuma serentak di kabupaten Sin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hari ini adalah hari pembagian kompor gas dan tabung 3 kg secara cuma-cuma serentak di kabupaten Sin]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Orang Miskin]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/11/14/orang-miskin/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 17:07:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/11/14/orang-miskin/</guid>
<description><![CDATA[Di satu daerah kompleks perumahan seorang anak kecil berlarian sambil berteriak pada ibunya, ”Mamah.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Di satu daerah kompleks perumahan seorang anak kecil berlarian sambil berteriak pada ibunya, ”Mamah.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GEREJA YANG MENGABDI (Kisah 2:40-47)]]></title>
<link>http://diasporacawang.wordpress.com/2009/11/13/gereja-yang-mengabdi-kisah-240-47/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 01:26:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>deardo</dc:creator>
<guid>http://diasporacawang.wordpress.com/2009/11/13/gereja-yang-mengabdi-kisah-240-47/</guid>
<description><![CDATA[Data Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), ada 86 aliran gereja yang tercatat sebagai anggot]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Data Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), ada 86 aliran gereja yang tercatat sebagai anggot]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tiada Perokok yang terlalu Miskin untuk membeli Rokok]]></title>
<link>http://raggne.wordpress.com/2009/11/11/tiada-perokok-yang-terlalu-miskin-untuk-membeli-rokok/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 07:46:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>raggne</dc:creator>
<guid>http://raggne.wordpress.com/2009/11/11/tiada-perokok-yang-terlalu-miskin-untuk-membeli-rokok/</guid>
<description><![CDATA[Perhatikanlah fakta-fakta yang mengejutkan berikut tentang rokok dan perokok di Indonesia dan dunia:]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div id=":r6">
<div>
<div>
<div id=":r5">
<div><span style="color:#888888;">Perhatikanlah fakta-fakta yang mengejutkan berikut tentang rokok dan perokok<br />
di Indonesia dan dunia:</p>
<p>1. Sejauh ini, tembakau berada pada peringkat utama penyebab kematian yang<br />
dapat dicegah di dunia. Tembakau menyebabkan satu dari 10 kematian orang<br />
dewasa di seluruh dunia, dan mengakibatkan 5,4 juta kematian tahun 2006. Ini<br />
berarti rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik. Kematian pada tahun 2020<br />
akan mendekati dua kali jumlah kematian saat ini jika kebiasaan konsumsi<br />
rokok saat ini terus berlanjut. [1]</p>
<p>2. Diperkirakan, 900 juta (84 persen) perokok sedunia hidup di negara-negara<br />
berkembang atau transisi ekonomi termasuk di Indonesia. The Tobacco Atlas<br />
mencatat, ada lebih dari 10 juta batang rokok diisap setiap menit, tiap<br />
hari, di seluruh dunia oleh satu miliar laki-laki, dan 250 juta perempuan.<br />
Sebanyak 50 persen total konsumsi rokok dunia dimiliki China, Amerika<br />
Serikat, Rusia, Jepang dan Indonesia. Bila kondisi ini berlanjut, jumlah<br />
total rokok yang dihisap tiap tahun adalah 9.000 triliun rokok pada tahun<br />
2025. [1]</p>
<p>3. Di Asia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, Indonesia menempati<br />
urutan ketiga terbanyak jumlah perokok yang mencapai 146.860.000 jiwa.<br />
Namun, sampai saat ini Indonesia belum mempunyai Peraturan Perundangan untuk<br />
melarang anak merokok. Akibat tidak adanya aturan yang tegas, dalam<br />
penelitian di empat kota yaitu Bandung, Padang, Yogyakarta dan Malang pada<br />
tahun 2004, prevalensi perokok usia 5-9 tahun meningkat drastis dari 0,6<br />
persen (tahun 1995) jadi 2,8 persen (2004). [1]</p>
<p>4. Peningkatan prevalensi merokok tertinggi berada pada interval usia 15-19<br />
tahun dari 13,7 persen jadi 24,2 persen atau naik 77 persen dari tahun 1995.<br />
Menurut Survei Global Tembakau di Kalangan Remaja pada 1.490 murid SMP di<br />
Jakarta tahun 1999, terdapat 46,7 persen siswa yang pernah merokok dan 19<br />
persen di antaranya mencoba sebelum usia 10 tahun. &#8220;Remaja umumnya mulai<br />
merokok di usia remaja awal atau SMP,&#8221; kata psikolog dari Fakultas Psikologi<br />
UI Dharmayati Utoyo Lubis. [1]</p>
<p>5. Sebanyak 84,8 juta jiwa perokok di Indonesia berpenghasilan kurang dari<br />
Rp 20 ribu per hari–upah minimum regional untuk Jakarta sekitar Rp 38 ribu<br />
per hari. [2]</p>
<p>6. Perokok di Indonesia 70 persen diantaranya berasal dari kalangan keluarga<br />
miskin. [3]</p>
<p>7. 12,9 persen budget keluarga miskin untuk rokok dan untuk orang kaya<br />
hanya sembilan persen. [3]</p>
<p>8. Mengutip dana Survei Ekonomi dan Kesehatan Nasional (Susenas), konsumsi<br />
rumah tangga miskin untuk tembakau di Indonesia menduduki ranking kedua<br />
(12,43 persen) setelah konsumsi beras (19.30 persen). &#8220;Ini aneh tatkala<br />
masyarakat kian prihatin karena harga bahan pokok naik, justru konsumen<br />
rokok kian banyak,&#8221; [3]</p>
<p>9. Orang miskin di Indonesia mengalokasikan uangnya untuk rokok pada urutan<br />
kedua setelah membeli beras. Mengeluarkan uangnya untuk rokok enam kali<br />
lebih penting dari pendidikan dan kesehatan. [3]</p>
<p>10. Pemilik perusahaan rokok PT Djarum, R. Budi Hartono, termasuk dalam 10<br />
orang terkaya se-Asia Tenggara versi Majalah Forbes. Ia menempati posisi<br />
kesepuluh dengan total harta US$ 2,3 miliar, dalam daftar yang dikeluarkan<br />
Kamis (8/9/2005). [4]</p>
<p>11. Sekitar 50% penderita kanker paru tidak mengetahui bahwa asap rokok<br />
merupakan penyebab penyakitnya. [5]</p>
<p>12. Dari 12% anak-anak SD yang sudah diteliti pernah merasakan merokok<br />
dengan coba-coba. Kurang lebih setengahnya meneruskan kebiasaan merokok ini.<br />
[5]</p>
<p>13. Besaran cukai rokok di Indonesia dinilai masih terlalu rendah. Saat ini,<br />
besarnya cukai rokok 37 persen dari harga rokok. Bandingkan dengan India (72<br />
persen), Thailand (63 persen), Jepang (61 persen). [6]</p>
<p>14. Sebanyak 1.172 orang di Indonesia meninggal setiap hari karena tembakau.<br />
[7]</p>
<p>15. 100 persen pecandu narkoba merupakan perokok. [8]</p>
<p>16. Perda DKI Jakarta No 2 Tahun 2005, Pasal 13 ayat 1: Tempat umum, sarana<br />
kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat<br />
proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan<br />
umum dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. — Pelanggarnya diancam<br />
dengan sanksi pidana berupa denda maksimum Rp 50 juta, atau 6 bulan<br />
kurungan. Kenyataannya, Perda ini seperti dianggap tidak ada oleh perokok,<br />
dan pemerintah pun tidak tegas dalam menjalankannya.</p>
<p>Hmm, seandainya pemerintah dapat tegas menjalankan Perda di atas, mungkin<br />
hutang pemerintah akan langsung lunas dibayar para perokok… [image:<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> ] Selain itu tentunya akan mengurangi pencemaran udara, membuat<br />
masyarakat lebih sehat, mengurangi angka kemiskinan, dan mengurangi angka<br />
kriminalitas.</p>
<p>Di antara 16 fakta di atas, fakta mana yang paling mengejutkan untuk Anda?<br />
Kalau untuk saya, fakta nomor 5 yang paling mengejutkan. Saya jadi ingat<br />
kata-kata: tidak ada perokok yang terlalu miskin untuk membeli rokok.<br />
Tampaknya kata-kata itu ada benarnya. Mereka lebih memilih rokok<br />
dibandingkan kebutuhan pokok mereka lainnya</p>
<p>sumber: mailing list tetangga</p>
<p></span></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari Pahlawan 10 November - Surabaya Kota Pahlawan Kota Perjuangan]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/10/hari-pahlawan-10-november-surabaya-kota-pahlawan-kota-perjuangan/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 16:02:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/10/hari-pahlawan-10-november-surabaya-kota-pahlawan-kota-perjuangan/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Dari ribuan kota yang ada di seluruh Indonesia, Surabaya adalah satu-satunya kota yang mendap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&nbsp; Dari ribuan kota yang ada di seluruh Indonesia, Surabaya adalah satu-satunya kota yang mendap]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Musuh Bangsa]]></title>
<link>http://daomathias.wordpress.com/2009/11/10/musuh-bangsa/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 15:55:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>daomathias</dc:creator>
<guid>http://daomathias.wordpress.com/2009/11/10/musuh-bangsa/</guid>
<description><![CDATA[Saya akan mengajak (provokasi) masyarakat untuk mengenali sekaligus melakukan perlawanan terhadap mu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saya akan mengajak (provokasi) masyarakat untuk mengenali sekaligus melakukan perlawanan terhadap musuh bangsa. Mereka adalah:</p>
<p><strong>1. Malaysia</strong></p>
<p>Belakangan ini kita memandang negara serumpun Malaysia sebagai musuh bangsa terbesar, mereka klaim ini itu milik Indonesia menjadi miliknya.  Satu saat nanti, Pulau Komodo dan atau Danau Toba bisa jadi diklaim menjadi wilayahnya. Nggak berlebihan itu? Bisa jadi.</p>
<p>Wajar dan manusiawi apabila kita tidak merawat dan tidak mensyukuri pemberian Tuhan. Danau Toba contohnya, sekelilingnya  berangsur gundul, ribuan kerambah mengapung tanpa konsep ramah lingkungan, akhirnya Danau Toba tidak masuk Daftar Tujuan Wisata Unggulan Indonesia, masyarakat sekitar pun tidak memperoleh manfaat malah sebaliknya berpotensi menjadi petaka berupa bencana longsor dan keracunan. Kalau demikian halnya bisa jadi Tuhan lebih merestui Danau Toba menjadi milik Malaysia karena berkeluhuran merawat dan memuliakannya demi kesejahteraan masyarakat banyak. Kalau kondisi itu benar terjadi, mampus kita.<br />
<strong><br />
2. Singapura</strong></p>
<p>Menurut para analis setidaknya 200 triliun uang negara kita bocor pada tahun-tahun belakangan, dan 90% dari jumlah itu berhubungan dengan Singapura. Perhatikan acara TV menayangkan koruptor yang kabur selalu saja larinya ke Singapura, sejumlah koruptor kelas konglomerat menikmati hasil korupsi sekaligus merancang penjarahan Indonesia dari kondominium mahal di Singapura, demikian koruptor yang dikejar KPK selalu berada di Singapura. Kenapa? Karena Indonesia tidak punya hubungan ekstradisi dengan Singapura, artinya kita tidak dapat seenaknya menyeret buron dari Singapura, polisi kita pun tidak boleh bergaya hendak menangkap orang, nanti jadi kebalikannya yang terjadi, ditangkap Pemerintah Singapura dengan tuduhan mata-mata. Suatu saat nanti bisa jadi APBN kita dirancang dan dikontrol dari Singapura. Kalau itu terjadi, mampus kita. </p>
<p>Apakah kita harus berperang? Oh pasti, musuh harus diperangi. Apakah kita siap berperang melawan negara-negara tetangga itu? Oh tidak, Alutsista (alat utama sistem pertahanan) kita tidak memadai, orang-orang kita pun kurang latihan kok. Intinya kita miskin. Jadi kita bengong saja? Terserah!</p>
<p>Namun menurut kajian saya, strategi melawan kedua negara tetangga itu tidak perlu alutsista dan tentara, karena di antara konflik terpendam itu justru menempel musuh yang paling hakiki, yaitu kemiskinan. Jadi musuh terbesar kita adalah kemisikinan, apabila kemiskinan dapat kita habisi maka kedua negara tetangga tadi akan menghormati kita.</p>
<p>Langkah paling telak memerangi kemisiknan adalah menghabisi orang-orang miskin. Upaya itu telah dipraktikkan oleh sejumlah oknum pemerintah dan cukong melalui penjarahan hutan, penjualan pasir ke luar negeri, penggelapan pajak, perampokan uang negara seperti terdapat pada kasus Bank Century dan kasus PT Masaro milik Anggoro dan masih banyak lagi kasus perampokan seperti kasus Kredit Likuiditas Bank Indonesia dengan angka ratusan triliun rupiah yang hingga hari belum tuntas.</p>
<p>Tetapi cara itu jelas salah, malah menimbulkan kemiskinan semakin meluas. Bukan orang miskin yang dihabisi tetapi kemiskinan yang melilit tubuh dan lingkungan orang-orang miskin itulah yang dientaskan. Nah kalau kita sepakat, maka cara yang paling jitu adalah justru orang-orang yang berupaya menghabisi orang-orang miskin tadilah yang dihabisi. Caranya? Ya dihukum karena tindakan mereka adalah tindakan korupsi. Tetapi banyak kok kasus korupsi berlalu tanpa bekas? Untuk itulah perlu perhatian masyarakat, terutama masyarakat miskin, masyarakat harus berkoar menyuarakan bahwa haknya telah dirampok. </p>
<p>Ada saya lihat group di Facebook melakukan pressure dengan cerdas, katanya mereka siap dipenjara kalau kasus Buaya vs Cicak tidak berhasil menjebloskan oknum ke penjara. Nama grupnya, &#8220;1.708 Penduduk Indonesia Bertanggung-jawab Atas Peristiwa Buaya vs Cicak. Semoga berhasil!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BUAH KEIKHLASAN]]></title>
<link>http://arrosyiid.wordpress.com/2009/11/10/buah-keikhlasan/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 04:59:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>arrosyiid</dc:creator>
<guid>http://arrosyiid.wordpress.com/2009/11/10/buah-keikhlasan/</guid>
<description><![CDATA[Sabili No.18 Th.IX Dikisahkan, Abdullah bin Mubarak mempunyai suatu kebiasaan yaitu melaksanakan iba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Sabili No.18 Th.IX</p>
<p>Dikisahkan, Abdullah bin Mubarak mempunyai suatu kebiasaan yaitu melaksanakan ibadah haji pada suatu tahun dan kemudian berperang fi sabilillah pada tahun berikutnya. Pada suatu kali, aku pergi ke pasar unta Kufah untuk membeli unta dengan membawa 500 dinar uang emas. Di tengah perjalanan, aku melihat seorang perempuan yang sedang membersihkan bulu itik, sedangkan aku yakin bahwa bulu itik itu berasal dari itik yang sudah mati alias bangkai. Aku terperanjat, kemudian mendekatinya dan berkata, &#8220;Mengapa engkau melakukan hal ini?&#8221;</p>
<p>Dengan sigap si perempuan menjawab, &#8220;Wahai hamba Allah, janganlah engkau bertanya kepadaku tentang perkara yang tidak bermanfaat bagimu.&#8221;</p>
<p>Dari jawabannya, aku dapat memahami bahwa sesuatu telah terjadi dengannya. Mesti ada &#8216;apa-apanya&#8217; dengan perempuan itu. Tak puas dengan jawaban sederhana itu aku mendesaknya dengan satu kali lagi pertanyaan, &#8220;Mengapa engkau melakukan itu?&#8221;</p>
<p>Akhirnya perempuan itu menjawab, &#8220;Wahai hamba Allah, aku terpaksa mengatakan sebuah rahasia kepadamu. Semoga Allah merahmatimu. Aku memiliki empat orang anak sedangkan ayah dari anak-anakku itu telah berpulang ke rahmatullah beberapa waktu yang lalu. Hari ini adalah hari keempat kami tidak memakan apa-apa. Oleh karena itu, adalah halal bagi kami untuk memakan bangkai dalam keadaan darurat seperti ini. Kemudian aku mengambil bangkai itik ini. Seperti yang engkau lihat, saat ini aku sedang membersihkannya untuk kuberikan kepada anak-anakku.&#8221;</p>
<p>Mendengar pengakuan polos itu aku bergumam pada diriku sendiri, &#8220;Celakalah engkau wahai Ibnu Mubarak, betapa senang keadaanmu dibanding orang itu.&#8221; Kemudian aku berkata pada perempuan tersebut, &#8220;Bukalah kantongmu.&#8221; Serta merta kumasukkan semua uang dinarku ke dalam kantong perempuan itu sedangkan ia terdiam dan tidak menoleh. Aku berujar lagi kepadanya, &#8220;Kembalilah ke rumahmu dengan uang ini dan perbaikilah kondisi keluargamu.&#8221; Begitulah, Pada tahun itu Allah telah mencabut dari diriku keinginan untuk menunaikan ibadah haji dan aku segera kembali ke negeriku.</p>
<p>Tak lama setelah para jamaah haji pulang, aku menemui dan bertamu ke rumah beberapa orang kerabatku yang baru kembali dari menunaikan ibadah haji. Sesama mereka saling berucap, &#8220;Semoga Allah menerima hajimu dan membalas segala usahamu.&#8221; Namun sungguh aneh terdengar di telingaku ketika mereka juga mengatakan hal yang sama padaku, &#8220;Semoga Allah menerima hajimu dan membalas segala usahamu. Bukankah kami telah bertemu denganmu pada beberapa tempat ini dan itu pada waktu menunaikan ibadah haji itu ?&#8221;</p>
<p>Ya. Subhanallah, kebanyakan mereka mengatakan hal yang sama kepadaku. Aku semakin tertegun dengan kenyataan ini. Kemudian dalam mimpiku aku melihat Nabi Muhammad SAW seraya berkata kepadaku, &#8220;Wahai hamba Allah, janganlah engkau heran, sesungguhnya engkau telah menolong seorang yang sengsara dari kerabatku, maka aku meminta kepada Allah agar menciptakan seorang malaikat yang serupa bentuknya denganmu untuk menghajikanmu.&#8221;</span></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hindari Stres dengan Akhlak Terpuji]]></title>
<link>http://ariefmas.wordpress.com/2009/11/08/hindari-stres-dengan-akhlak-terpuji-2/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:19:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>M. Arief B.</dc:creator>
<guid>http://ariefmas.wordpress.com/2009/11/08/hindari-stres-dengan-akhlak-terpuji-2/</guid>
<description><![CDATA[Kita hidup tidak lepas dari kebutuhan materi. Demi memenuhi kebutuhan materi kita melakukan aktivita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kita hidup tidak lepas dari kebutuhan materi. Demi memenuhi kebutuhan materi kita melakukan aktivita]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saatnya Menuai Cinta]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/08/saatnya-menuai-cinta/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 02:42:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/08/saatnya-menuai-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Di sebuah daerah tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang hamba yang sangat lugu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Di sebuah daerah tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang hamba yang sangat lugu &#8211; begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya si bodoh.</p>
<p>Suatu kali sang tuan menyuruh si bodoh pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih hutang para penduduk di sana. &#8220;Hutang mereka sudah jatuh tempo,&#8221; kata sang tuan.</p>
<p>&#8220;Baik, Tuan,&#8221; sahut si bodoh. &#8220;Tetapi nanti uangnya mau diapakan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Belikan sesuatu yang aku belum punyai,&#8221; jawab sang tuan.</p>
<p>Maka pergilah si bodoh ke perkampungan yang dimaksud. Cukup kerepotan juga si bodoh menjalankan tugasnya; mengumpulkan receh demi receh uang hutang dari para penduduk kampung. Para penduduk itu memang sangat miskin, dan pula ketika itu tengah terjadi kemarau panjang.</p>
<p>Akhirnya si bodoh berhasil jua menyelesaikan tugasnya. Dalam perjalanan pulang ia teringat pesan tuannya, &#8220;Belikan sesuatu yang belum aku miliki.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa, ya?&#8221; tanya si bodoh dalam hati.</p>
<p>&#8220;Tuanku sangat kaya, apa lagi yang belum dia punyai?&#8221;</p>
<p>Setelah berpikir agak lama, si bodoh pun menemukan jawabannya. Dia kembali ke perkampungan miskin tadi. Lalu dia bagikan lagi uang yang sudah dikumpulkannya tadi kepada para penduduk.</p>
<p>&#8220;Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian,&#8221; katanya.</p>
<p>Para penduduk sangat gembira. Mereka memuji kemurahan hati sang tuan.</p>
<p>Ketika si bodoh pulang dan melaporkan apa yang telah dilakukannya, sang tuan geleng-geleng kepala.</p>
<p>&#8220;Benar-benar bodoh,&#8221; omelnya.</p>
<p>Waktu berlalu. Terjadilah hal yang tidak disangka-sangka; pergantian pemimpin karena pemberontakan membuat usaha sang tuan tidak semulus dulu.</p>
<p>Belum lagi bencana banjir yang menghabiskan semua harta bendanya.</p>
<p>Pendek kata sang tuan jatuh bangkrut dan melarat. Dia terlunta meninggalkan rumahnya. Hanya si bodoh yang ikut serta. Ketika tiba di sebuah kampung, entah mengapa para penduduknya menyambut mereka dengan riang dan hangat; mereka menyediakan tumpangan dan makanan buat sang tuan.</p>
<p>&#8220;Siapakah para penduduk kampung itu, dan mengapa mereka sampai mau berbaik hati menolongku?&#8221; tanya sang tuan.</p>
<p>&#8220;Dulu tuan pernah menyuruh saya menagih hutang kepada para penduduk miskin kampung ini,&#8221; jawab si bodoh.</p>
<p>&#8220;Tuan berpesan agar uang yang terkumpul saya belikan sesuatu yang belum tuan punyai. Ketika itu saya berpikir, tuan sudah memiliki segala sesuatu. Satu-satunya hal yang belum tuanku punyai adalah cinta di hati mereka. Maka saya membagikan uang itu kepada mereka atas nama tuan. Sekarang tuan menuai cinta mereka.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memberi Dari Kekurangan]]></title>
<link>http://ratnaariani.wordpress.com/2009/11/08/memberi-dari-kekurangan/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 17:57:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
<guid>http://ratnaariani.wordpress.com/2009/11/08/memberi-dari-kekurangan/</guid>
<description><![CDATA[Mg Biasa XXXII: 1Raj 17:10-16; Ibr 9:24-28; Mrk 12:38-44 &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya j]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mg Biasa XXXII: 1Raj 17:10-16; Ibr 9:24-28; Mrk 12:38-44 &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya j]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[8 Nov 2009]]></title>
<link>http://ambcosu.wordpress.com/2009/11/08/8-nov-2009/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 17:00:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>ambcosu</dc:creator>
<guid>http://ambcosu.wordpress.com/2009/11/08/8-nov-2009/</guid>
<description><![CDATA[Minggu Biasa XXXII. 1Raj 17:10-16; Ibr 9:24-28; Mrk 12:38-44 (12:41-44). Tepung dalam tempayan itu t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Minggu Biasa XXXII. 1Raj 17:10-16; Ibr 9:24-28; Mrk 12:38-44 (12:41-44). <em>Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu Tuhan memberi hujan ke atas muka bumi</em>. Bacaan-bacaan hari ini menampilkan dua janda: Janda di Sarfat dan janda di Bait Allah. Keduanya miskin. Janda dari Sarfat hanya mempunyai sedikit roti untuk makanan terakhir sebelum maut menjemputnya. Yang lain hanya memiliki uang dua peser. Keduanya memberikan sedikit yang mereka punya kepada orang lain. Keduanya tidak luput dari pandangan Tuhan yang dengan penuh kasih memelihara hidup mereka. Berbuat amal itu mulia. Untuk memberi kita tidak perlu kaya dan berkelimpahan. Dua peser dihargai lebih dari puluhan ribu, karena diberi dengan iman pada penyelenggaraan Tuhan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Si Kaya Dan Si Miskin]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/06/si-kaya-dan-si-miskin/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 23:38:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/06/si-kaya-dan-si-miskin/</guid>
<description><![CDATA[Alkisah di sebuah kota kecil di sebuah negara di Eropa pada abad pertengahan. Terdapat seorang anak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Alkisah di sebuah kota kecil di sebuah negara di Eropa pada abad pertengahan. Terdapat seorang anak yang merupakan anak dari tuan tanah yang kaya raya di kota tersebut, Rich namanya. Anak tersebut diantar menggunakan mobil mewah ke mana saja ia berpergian, termasuk ke sekolah.</p>
<p>Ada seorang anak dari keluarga yang kurang mampu, yang tinggal di pinggiran kota, bernama Poor. Kedua orang tua Poor amat mengasihi anaknya. Mereka membelikan sepeda untuk Poor dengan harapan agar Poor tidak terlalu lelah saat pergi/pulang bersekolah (lokasi sekolah Poor amat jauh dari tempat tinggalnya).</p>
<p>Setiap hari, saat pulang sekolah, Poor senang singgah dulu di taman yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Ia senang memanjat pohon Oak besar di taman tersebut. Kadang-kadang, ia tidur di bawah pohon tersebut.</p>
<p>Suatu hari, saat ia sedang asik memanjat pohon oak, Rich lewat lengkap dengan mobil mewah dan sopirnya. &#8220;Andai aku bisa seperti dia, kaya dan ke mana-mana naik mobil, tanpa harus berlelah-lelah mengayuh sepeda&#8221;, gumam Poor. Tak berapa lama kemudian, mobil tersebut berhenti dan mundur menghampiri si Poor. &#8220;Mau apa sih orang ini, mau mengolok-olokku yah??&#8221; pikir Poor.</p>
<p>Lalu, kaca jendela mobil itu terbuka perlahan-lahan. &#8220;Halo, perkenalkan, namaku Rich. Tampaknya seru sekali kamu memanjat pohon itu. Aku ingin sekali memanjatnya juga&#8221;, kata Rich dengan wajah yang tampak sedih. Merasa diejek, Poor kemudian memakinya &#8220;Hei!!! jangan mentang-mentang kamu anak orang kaya, jadi kamu bisa sesuka hati mengejekku!!! Kalo memang mau manjat yah manjat aja!!! Memangnya tidak punya kaki??!!!&#8221;. Kemudian sang sopir turun dari mobilnya dan mengambil kursi roda dari bagasi mobil. Lalu ia menuntun tuan mudanya turun dari mobil dan membantunya duduk di kursi roda. Ternyata Rich menderita kelumpuhan pada kedua kakinya sejak lahir.</p>
<p>&#8220;Kamu kira enak menjadi orang kaya?? Andai aku dapat menukar semua kekayaan ku dengan sepasang kaki yang sehat&#8230; aku rela&#8230;&#8221; &#8220;Aku ingin sekali berjalan di atas kedua kakiku, mengayuh sepeda, memanjat pohon oak ini&#8230;&#8221; ucap Rich.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BJ Habibie: Indonesia Kaya, tetapi Miskin!]]></title>
<link>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/04/bj-habibie-indonesia-kaya-tetapi-miskin/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 16:30:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
<guid>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/04/bj-habibie-indonesia-kaya-tetapi-miskin/</guid>
<description><![CDATA[BANDUNG | SURYA Online - Mantan Presiden BJ Habibie mengatakan, Indonesia sebetulnya negara yang kay]]></description>
<content:encoded><![CDATA[BANDUNG | SURYA Online - Mantan Presiden BJ Habibie mengatakan, Indonesia sebetulnya negara yang kay]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemekaran Daerah Jangan Dipaksakan !]]></title>
<link>http://mikekono.wordpress.com/2009/11/02/pemekaran-daerah-jangan-dipaksakan/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:06:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>mikekono</dc:creator>
<guid>http://mikekono.wordpress.com/2009/11/02/pemekaran-daerah-jangan-dipaksakan/</guid>
<description><![CDATA[           Pemerintah kini mempertimbangkan mengkaji ulang otonomi daerah (otda). Hal itu menyusul h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[           Pemerintah kini mempertimbangkan mengkaji ulang otonomi daerah (otda). Hal itu menyusul h]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Betapa Miskinnya Kita]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/02/betapa-miskinnya-kita/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 00:53:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/02/betapa-miskinnya-kita/</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan ut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin.</p>
<p>Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.</p>
<p>Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya. &#8220;Bagaimana perjalanan kali ini?&#8221;<br />
&#8220;Wah, sangat luar biasa Ayah&#8221;<br />
&#8220;Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin&#8221; kata ayahnya.<br />
&#8220;Oh iya&#8221; kata anaknya<br />
&#8220;Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?&#8221; tanya ayahnya.<br />
Kemudian si anak menjawab. &#8220;Saya saksikan bahwa :</p>
<p>Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.<br />
Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya. Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang<br />
pada malam hari. Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh. Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita. Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya. Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri. Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.&#8221;</p>
<p>Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara. Kemudian sang anak menambahkan &#8220;Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya<br />
betapa miskinnya kita.&#8221;</p>
<p>Sebenarnya&#8230;<br />
Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi<br />
orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang.<br />
Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Miskin Itu Umum]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/10/31/miskin-itu-umum/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 04:07:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/10/31/miskin-itu-umum/</guid>
<description><![CDATA[Alkisah di sebuah sekolah dasar, tercatatlah seorang siswa kelas satu. Sebut namanya Bakar. Ia anak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Alkisah di sebuah sekolah dasar, tercatatlah seorang siswa kelas satu. Sebut namanya Bakar. Ia anak konglomerat ternama.</p>
<p>Bukan cuma bapaknya yang pedagang besar. Kakek moyangnya pun demikian. Mereka adalah rezim saudagar terkenal sejak era abad pertengahan. Ketika Pires berkata, &#8221;Tuhan menciptakan Timor untuk pala, Banda untuk lada, dan Maluku untuk cengkih,&#8221; di sanalah kakek moyang Bakar berperan.</p>
<p>Bakar masih menikmati warisan kebesaran itu. Ia bersekolah di SD unggulan berstandar internasional dan bilingual, sekitar 2 kilometer<br />
dari rumah (mobil senilai Rp 1 miliar yang ia pakai hanya mencatatkan perjalanan 4 kilometer setiap hari). Seorang sopir dan &#8221;baby sitter&#8221; mengantar dan menungguinya setiap hari saat ia belajar.</p>
<p>Laiknya sekolah mahal dan unggulan lainnya, mengarang adalah pelajaran yang diposisikan amat penting di SD tersebut. Anak-anak didik, sejak kelas satu, sudah dilatih untuk mengekspresikan isi kepala mereka dengan kata-kata yang tertata baik, namun dengan isi yang mencerminkan kebebasan pikiran.</p>
<p>Sampailah, suatu ketika, sang guru meminta siswa kelas I membuat karangan tentang kehidupan keluarga yang sangat miskin di seberang benteng sekolah. Sang guru, yang berasal dari keluarga menengah, berharap dapat menumbuhkan empati anak-anak didiknya yang serba berada terhadap nasib kelompok lain yang tak berpunya. Bakar masih kelas satu SD. Tapi, ia penulis yang andal. Ia sefasih bapaknya saat harus melontarkan kata-kata. Ia pun secerdas ibunya saat harus membuat hitung-hitungan dan  perbandingan.</p>
<p>Ia menulis, seperti saran gurunya, dengan penuh perasaan. &#8221;Menulislah dengan hati,&#8221; begitu kata-kata sang guru yang selalu ia ingat.</p>
<p>Lalu, dengan sesekali menerawang dan membayangkan kehidupan keluarga miskin, Bakar menggoreskan pinsilnya dengan huruf-huruf yang belum sempurna benar. Ia menamai tokoh dalam karangannya sebagai Pak Abu. </p>
<p>&#8221;Pak Abu,&#8221; tulisnya, &#8221;adalah orang yang sangat miskin. Benar-benar miskin, sampi-sampai pembantunya juga miskin, sopirnya miskin, dan tukang kebunnya pun miskin.&#8221; &#8221;Karena sering tak punya uang, Pak Abu jarang membersihkan kolam renang di rumahnya. Ia juga hanya bisa memelihara ikan-ikan kecil di akuarium seperti lou han yang makannya sedikit, tidak seperti arwana dan koi di rumahku.</p>
<p>Kucing siam punya Pak Abu juga kurus, soalnya kurang makan. Ayam yang ia pelihara juga yang kecil-kecil, jenis kate.&#8221;</p>
<p>Bakar, yang berpikir bebas, menulis karangannya itu dengan penuh haru. Ia sesekali mengernyitkan dahi. Ia berpikir dirinya tak mungkin bisa menanggungkan kemiskinan seperti yang terjadi pada keluarga Pak Abu.</p>
<p>Alangkah malangnya keluarga Pak Abu, pikirnya. Jangan-jangan anak-anaknya harus berebut saat bermain PS2, karena alat permainan itu hanya ada satu di ruang keluarga. Lain dengan di rumahnya, setiap kamar ada. Di kamar Bakar, di kamar kakak-kakaknya, bahkan di kamar ibu-bapaknya.</p>
<p>Sopir dan pembantu Pak Abu pun, pikirnya, pasti sedih karena tidak seperti pembantu dan sopir dirinya. Bakar membandingkan handphone yang dipegang sopir dan pembantu Pak Abu mungkin jenis monophonicyang ketinggalan zaman, lain dengan handphone pembantu dan sopirnya yang polyphonic dan bisa kirim MMS.</p>
<p>Ia membayangkan kepala urusan dapur di rumah Pak Abu mungkin hanya bisa belanja di pasar yang becek atau supermarket kecil di perempatan jalan. Padahal, pembantu di rumahnya sangat biasa berbelanja ke hypermarket Prancis dan mal-mal.</p>
<p>&#8221;Anak-anak Pak Abu,&#8221; tulisnya dengan empati penuh, &#8221;kalau liburan tidak bisa ke Eropa atau Amerika seperti aku. Mereka hanya bisa<br />
berlibur ke Bali. Itu pun pakai pesawat yang murah, low cost carrier.&#8221;</p>
<p>Demikianlah cerita karangan Bakar.</p>
<p>Terserahlah, Pembaca, Anda mau bekomentar apa tentang cerita itu. Saya hanya mau menyampaikan sebuah kegagalan empati.</p>
<p>Bukan karena orangnya tidak tulus, tapi ia memang tidak memiliki pengalaman yang memadai tentang dunia di luar dirinya.</p>
<p>Bakar adalah wakil dari kegagalan itu. Saya kembalikan kepada Anda kisah-kisah di luar. Saat seorang menteri berkata, &#8221;Kalau tidak mampu membeli elpiji, ya jangan gunakan elpiji,&#8221; apa komentar Anda?</p>
<p>Bagi saya, itu adalah kegagalan empati. Mungkin karena sekadar kurangnya wawasan dia tentang penderitaan, mungkin juga karena<br />
kemalasan melihat dunia luar.</p>
<p>Bayangkan setelah si menteri berkata seperti itu, harga minyak tanah melambung tiga kali lipat.</p>
<p>Kita tentu tak berharap pejabat itu akan berkata, &#8221;Kalau tidak mampu beli minyak tanah, jangan gunakan minyak tanah.&#8221; Lalu, ketika harga beras melonjak sekian kali lipat, ia pun berpidato lagi, &#8221;Kalau tidak mampu beli beras, jangan makan nasi.&#8221;</p>
<p>Empati adalah kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain. Di dalamnya tercakup kecerdasan emosional dan sosial. Nah, jika Anda berempati kepada orang miskin, maka Anda akan memerankan diri sepenuh perasaan sebagai orang miskin.</p>
<p>Persoalannya, apa fantasi Anda tentang kemiskinan?</p>
<p>Penguasa kolonial mendefiniskan kemiskinan sebagai buah kemalasan. Saat mendengar kata &#8221;miskin&#8221;, mereka teringat pada kerbau yang hanya bergerak kalau dipacu dan lebih suka berkubang di lumpur hitam.</p>
<p>Pemerintah kita mendefinisikan kemiskinan sebagai hasil perhitungan dari sebuah nilai subsidi. Maka, ditemukanlah angka penghasilan Rp 175 ribu sebagai batas kemiskinan. Kurang dari angka itu berarti miskin dan berhak mendapat santunan Rp 100 ribu.</p>
<p>Persoalannya, orang yang berpenghasilan di antara Rp 175 ribu dan Rp 275 ribu masuk kategori apa?</p>
<p>Tidak jelas, kecuali satu hal: Mereka kini menjadi penduduk termiskin di negeri ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seks, Alkohol, Lemak, Pembunuh Terbesar]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/10/30/seks-alkohol-lemak-pembunuh-terbesar/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 03:51:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/10/30/seks-alkohol-lemak-pembunuh-terbesar/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Secara global, ada lima faktor yang berpengaruh pada kesehatan dan usia harapan hidup masyara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&nbsp; Secara global, ada lima faktor yang berpengaruh pada kesehatan dan usia harapan hidup masyara]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inilah Tiga Resep SBY Atasi Kemiskinan]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/10/30/inilah-tiga-resep-sby-atasi-kemiskinan/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 03:34:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/10/30/inilah-tiga-resep-sby-atasi-kemiskinan/</guid>
<description><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika membuka National Summit 2009 di H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika membuka National Summit 2009 di H]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
