<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>modal &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/modal/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "modal"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 12:53:59 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bisnis Internet Marketing di Indonesia]]></title>
<link>http://tentangmodalbisnis.wordpress.com/2009/12/05/bisnis-internet-marketing-di-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 05:16:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>bahrulf</dc:creator>
<guid>http://tentangmodalbisnis.wordpress.com/2009/12/05/bisnis-internet-marketing-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Untuk pertama kali saya tetap menyebut &#8220;Tentang Bisnis Internet Marketing di Indonesia&#8221; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Untuk pertama kali saya tetap menyebut &#8220;Tentang Bisnis Internet Marketing di Indonesia&#8221; sesuai dengan judul blog ini bertujuan untuk berbagi pengalaman saya yang sudah dua kali ikut dalam ajang Marketing di dunia maya. Pada awalnya saya tergolong orang yang mudah tergiur dengan iming-iming para marketer yang menjanjikan ini dan itu.tapi kawan2 saya anjurkan agar lebih selektif lagi karena pengalaman terakhir saya setelah ikut dan mentransfer uang ke salah satu marketer tanpa pikir panjang. <em>Saking</em> antusiasnya saya langsung berniat membeli Domain di salah satu penjual di internet, ternyata apa yang saya beli tidak di perbolehkan bahkan sudah di blacklist karena sudah merugikan banyak orang. Jadi sia-sialah uang saya beli,tapi saya bersyukur dengan sepeti itu saya dapat pengalaman yang berharga.<br />
Menurut saya dalam dunia bisnis semua sama, artinya sistemnya sudah benar tapi ada oknum yang kurang bertanggung jawab. Menurut temen2 system atau oknum yang bersalah?<br />
saran saya:<br />
1. Periksa dulu track and record nya.<br />
    berapa lama perusahan tersebut berdiri dan bertahan lama. temen2<br />
    bisa cari informasi selengkapnya di internet tentang bisnis tsb.<br />
2. Pake system ga?<br />
    yang namanya Pasif Income pasti di topang dengan System yang<br />
    berjalan terus menerus.<br />
3. Bermanfaat bagi semua orang atau tidak.<br />
    artinya siapun yang sudah bekerjasama dengan  bisa<br />
    berkembang bisnisnya dan tidak merugikan.<br />
4. Cerdas secara Emosional.<br />
    seberapa besar follow up atau tidak lanjut bisnisnya dengan kita,<br />
    bukan setelah beli lalu ditinggalkan begitu saja.<br />
5. Untungnya Dunia sampai Akhirat<br />
    Jangan sampai kita tergolong orang yang MENIPU dan TERTIPU.<br />
mungkin untu saat ini baru lima hal ini yang bisa temen2 pelajari sesuai dengan pengalaman saya. Nanti pasti saya berikan info-info baru tentang bisnis internet.Thanks&#8230;.. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PELUANG EMAS]]></title>
<link>http://alief1308.wordpress.com/2009/12/05/peluang-emas/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:08:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>alief1308</dc:creator>
<guid>http://alief1308.wordpress.com/2009/12/05/peluang-emas/</guid>
<description><![CDATA[alo sahabat&#8230; Coba luangkan waktumu sejenak melihat situs ini : http://DanaFiesta.com/?ref=520 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>alo sahabat&#8230;</p>
<p>Coba luangkan waktumu sejenak melihat situs ini :</p>
<p>http://DanaFiesta.com/?ref=520</p>
<p>Di DanaFiesta.com anda akan mendapatkan penghasilan<br />
Hingga Jutaan rupiah !<br />
pembagian Profit 25% dibayarkan sebulan 2 kali<br />
yaitu pada tanngal 5 dan tanggal 20<br />
selain itu ada komisi senilai Rp 60.000 jika ada<br />
member baru yang bergabung atas referensi anda<br />
dengan Menggunakan sistem otomatis yang pasti akan menghantarkan<br />
anda menjadi seorang jutawan!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[INDONESIA  JADI  PENGGERAK ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/05/indonesia-jadi-penggerak/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:49:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/05/indonesia-jadi-penggerak/</guid>
<description><![CDATA[China, India, dan Indonesia akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Demikian analisis Fokus Glob]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/gerald-lyons.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3540" title="gerald lyons" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/gerald-lyons.jpg?w=133" alt="" width="133" height="150" /></a>China, India, dan Indonesia akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Demikian analisis Fokus Global bulanan Standard Chartered Bank yang dipublikasikan, Selasa (01/12) kemarin. Laporan itu menyatakan, tahun 2010, akan menjadi tahun pemulihan ekonomi global.</p>
<p>Ekonomi yang berbasis kebutuhan domestik, seperti China, India, dan Indonesia, akan berada do lini depan dalam proses pemulihan ini, menggeser keseimbangan kekuatan ekonomi dan keuangan dari Barat ke Timur.</p>
<p>“Posisinya bergantung pada interaksi antara fundamental ekonomi, kebijakan, dan kepercayaan diri,” ujar Dr Gerald Lyons, Chief Economist dan Group Head Global Research Standard Chartered Bank.</p>
<p>Laporan Global memberikan gambaran rinci dan prakiraan untuk ekonomi-ekonomi utama dunia serta pasar dan wilayah pertumbuhan utama, termasuk Asia, Afrika, dan Timur Tengah.</p>
<p>Di antara prakiraan utama adalah pertumbuhan ekonomi global yang mengarah ke 2,7 persen pada tahun 2010. Adapun pertumbuhan ekonomi global tahun ini diperkirakan 1,9 persen.</p>
<p><!--more-->Sementara itu, ekonomi China dan India pada tahun 2010 diharapkan tumbuh masing-masing 10 persen dan 7,5 persen, sedangkan tahun ini, ekonomi kedua negara itu diperkirakan masing-masing 8,5 persen dan 6,8 persen.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/indo-jd-penggerak01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3544" title="indo jd penggerak01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/indo-jd-penggerak01.jpg" alt="" width="499" height="555" /></a></p>
<p><strong>Kepercayaan meningkat</strong></p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/tony-prasetiantono.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3541" title="tony prasetiantono" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/tony-prasetiantono.jpg?w=119" alt="" width="119" height="150" /></a>Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan berkisar 5,2 persen – 5,3 persen.</p>
<p>Menurut Tony, salah satu modal utama yang akan mendorong pertumbuhan Indonesia ke depan adalah meningkatnya kepercayaan pelaku ekonomi.</p>
<p>“Merasa krisis sudah dilalui, masyarakat mulai berani mengonsumsi dan investor mengakhiri periode wait and see,” katanya. Oleh karena itu, ujar Tony Prasetiantono, konsumsi dan investasi akan naik.</p>
<p>Modal lainnya yang dimiliki Indonesia adalah stabilitas sektor finansial yang akan membantu mendorong intermediasi perbankan. Modal ini terbukti telah meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2009.</p>
<p><strong>Tantangan</strong></p>
<p>Di sektor perbankan, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap terjaga, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan juga berada di posisi 17,7 persen.</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi akan lebih baik jika sejumlah hambatan bisa diatasi. Tantangan-tantangan yang akan dihadapi, antara lain proyek infrastruktur, suku bunga kredit tetap lambat turun, aliran modal jangka pendek yang rawan terhadap pembalikan (sudden reversal). “Meskipun demikian, saya optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan bisa mencapai 5,3 persen,” kata Tonny.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Indonesia Jadi Penggerak &#124; Kompas, 02.12.2009<br />
Grafis : Gunawan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PASAR MODAL BUKAN SAINGAN PERBANKAN ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/05/pasar-modal-bukan-saingan-perbankan/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:43:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/05/pasar-modal-bukan-saingan-perbankan/</guid>
<description><![CDATA[Suku bunga kredit sulit turun karena tidak ada pesang perbankan dalam penyaluran dana untuk jangka p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/darmin-nasution.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3533" title="darmin nasution" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/darmin-nasution.jpg?w=111" alt="" width="111" height="150" /></a>Suku bunga kredit sulit turun karena tidak ada pesang perbankan dalam penyaluran dana untuk jangka pendek. Namun, pasar modal juga bukan siangan industri perbankan.</p>
<p>Demikian disampaikan Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution. “Saya pikir pasar modal saingan perbankan, tetapi bukan,” kata Darmin Nasution, dalam “Investor Summit and Capital Market Expo 2009” di Jakarta, Rabu (2/12).</p>
<p>Dijelaskan, pasar modal hanya menyediakan pembiayaan untuk jangka menengah ke atas, sedangkan perbankan lebih banyak untuk jangka pendek.</p>
<p>Perbankan dapat melakukan pembiayaan untuk jangka pendek karena 91 persen dana pihak ketiga (DPK) yang diperoleh bank dalam bentuk jangka pendek, dan 8,8 persen deposito 3 bulan ke atas.</p>
<p>Seharusnya, lanjut Darmin, pasar uang dapat menjadi pesaing bank. Namun, hingga kini Indonesia belum memiliki regulasi di pasar uang.</p>
<p>Berdasarkan undang-undang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengawasi surat utang di atas satu tahun. Ada pun BI hanya mengawasi bank. Pasar uang belum ada yang mengawasi. Darmin mengatakan, kalau ada pesaing, perbankan tidak bisa menetapkan suku bunga kredit dengan rate tinggi seperti saat ini.</p>
<p><strong><!--more-->Tidak diturunkan lagi</strong></p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/pasar-modal-bkn-saingan-perbankan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3534" title="pasar modal bkn saingan perbankan" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/pasar-modal-bkn-saingan-perbankan.jpg" alt="" width="500" height="470" /></a></p>
<p>Tingginya bunga kredit karena perbankan menerapkan selisih bunga yang tinggi. Menurut Darmin, suku bunga acuan BI tidak akan diturunkan lagi, akan dipertahankan pada 6,5 persen.</p>
<p>“Tidak ingin nantinya Januari 2010, kami menaikan kembali BI Rate,” ujar Darmin.</p>
<p>Darmin mengakui, idealnya selisih inflasi dengan suku bunga BI 1,5 persen. Namun, jika suku bunga acuan BI hanya didasarkan data saat ini, akan berubah tiap bulan. BI Rate juga mengantisipasi perkiraan inflasi 2010, yaitu 5 – 5,5 persen.</p>
<p>Seperti diwartakan, pada Nopember 2009 terjadi deflasi 0,03 persen. Ini membuat inflasi tahun kalender (Januari – Nopember) 2,45 persen dan tahunan 2,41 pesen.</p>
<p>Sumber   :</p>
<p>Pasar Modal Bukan Saingan Perbankan &#124; Kompas, 03.12.09</p>
<p>Foto : Lucky Fransiska &#124; Grafis : Septa</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A Few New Site Features]]></title>
<link>http://mytutorialz.wordpress.com/2009/12/01/a-few-new-site-features/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 18:10:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>garethw1</dc:creator>
<guid>http://mytutorialz.wordpress.com/2009/12/01/a-few-new-site-features/</guid>
<description><![CDATA[Hello, &nbsp; This post is not a tutorial, but a post to inform you about some of the new features o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hello,</p>
<p>&#160;</p>
<p>This post is not a tutorial, but a post to inform you about some of the new features on my website.</p>
<ul>
<li>When you visit the homepage, you will now see a bar which runs along the bottom of your screen, this will contain a related website link.</li>
<li>When you login to your account, a message will appear, displaying all the latest news. This will be dsiplayed as a CSS Modal Dialog Box.</li>
<li>Plus more!</li>
</ul>
<p>Check it out for yourself! <a href="http://www.mytutorialz.isgreat.org">http://www.mytutorialz.isgreat.org</a></p>
<p>I will be making tutorials showing you how to achieve the features above on your own website!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[New Series: I've Known Rivers - #01. HOPE]]></title>
<link>http://blackclassical.wordpress.com/2009/11/30/new-series-ive-known-rivers-hope/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 21:56:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangeandblackspines</dc:creator>
<guid>http://blackclassical.wordpress.com/2009/11/30/new-series-ive-known-rivers-hope/</guid>
<description><![CDATA[I&#8217;ve Know Rivers: Langston Hughes I&#8217;ve known rivers: I&#8217;ve known rivers ancient as ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://blackclassical.wordpress.com/files/2009/11/01-rivershopecover.jpg"><img src="http://blackclassical.wordpress.com/files/2009/11/01-rivershopecover.jpg" alt="" title="01-RiversHopeCover" width="450" height="450" class="aligncenter size-full wp-image-720" /></a></p>
<p><strong>I&#8217;ve Know Rivers:</strong><br />
<em>Langston Hughes</em></p>
<p>I&#8217;ve known rivers:<br />
I&#8217;ve known rivers ancient as the world and older than the flow<br />
	of human blood in human veins.</p>
<p>My soul has grown deep like the rivers.</p>
<p>I bathed in the Euphrates when dawns were young.<br />
I built my hut near the Congo and it lulled me to sleep.</p>
<p>I looked upon the Nile and raised the pyramids above it.<br />
I heard the singing of the Mississippi when Abe Lincoln went<br />
down to New Orleans, and I&#8217;ve seen its muddy bosom turn<br />
all golden in the sunset.</p>
<p>I&#8217;ve known rivers:<br />
Ancient, dusky rivers.</p>
<p>My soul has grown deep like the rivers.</p>
<p>&#8230;&#8230;<br />
H Toki: Lullaby For The Girl<br />
N Miyamoto: One for Trane<br />
W Parker: Song of Hope<br />
H Merrill: Madien Voyage<br />
Garrick/Winstone: Epithany<br />
J Masters: Benedictum<br />
Hancock/Klien: Sanctification<br />
EW Wainright: The Mfecane</p>
<p><a href="http://www.mediafire.com/download.php?hnnyyyym1hm">here&#8230;</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENEPIS NASIB BURUK PETANI ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/menepis-nasib-buruk-petani/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:18:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/menepis-nasib-buruk-petani/</guid>
<description><![CDATA[Kita mengenal Swiss sebagai negara miskin sumber daya alam karena tidak memiliki laut dan tidak memp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/06menepis-nasib-buruk-petan-01i.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3406" title="06menepis nasib buruk petan 01i" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/06menepis-nasib-buruk-petan-01i.jpg?w=145" alt="" width="145" height="150" /></a>Kita mengenal Swiss sebagai negara miskin sumber daya alam karena tidak memiliki laut dan tidak mempunyai banyak lahan perkebunan serta pertambangan. Namun, negeri tersebut lebih kaya daripada kita. Rahasianya cukup sederhana, yaitu warganya kreatif dan terampil dalam mengembangkan kekayaan alam yang dimiliki meski sangat terbatas serta harus mengimpor dari negara lain.</p>
<p>Sebagai contoh, logam kecil berharga Rp 300.000 diproduksi menjadi arloji yang memiliki nilai tawar hingga Rp 10 milliar (Kompas, 25.10.2009).</p>
<p>Di Indonesia, khususnya Jatim yang kaya akan sumber daya alam seperti perkebunan, laut sangat luas, tambang minyak, dan tambak udang, kekayaan itu kini tidak berbanding lurus dengan kehidupan masyarakat. Kekayaan yang melimpah itu tidak mampu menjadikan warga setempat hidup sejahtera, bahkan jatuh miskin, terutama petani dan buruh tani tegalan/</p>
<p>Padahal, jika kekayaan alam yang dimiliki Jatim secara khusus dan Indonesia pada umumnya diukur dengan kekayaan alam yang dimiliki swiss, itu tentu tidak sebanding. Negeri kita jauh amat kaya, sedangkan Swiss sangat miskin sumber daya alam.</p>
<p>Harus diakui, kehidupan petani di negeri ini tampak tertatih-tatih dalam menjalani hidup. Petani berkelindan dengan utang. Bahkan muncul istilah selain utang adalah kelaparan yang berujung pada kematian. Ambil contoh sederhana, selama musim kemarau banyak petani di probolinggi menumpuk utang karena dari April hingga kini mereka “mengantre” menunggu musim hujan datang.</p>
<p>Hasil bumi pada musim hujan lalu, seperti padi, jagung, dan kacang tanah yang dicanagkan untuk kebutuhan rumah tangga selama setahun, tidak cukup sehingga mereka harus membeli beras dan jagung untuk makanan sehari-hari, (Kompas, 27.10.2009). Fakta lain, akhir-akhir ini tembakau di Madura tidak memberikan hasil gemilang karena harganya anjlok tidak kunjung usai (Syafiqurrahman, Kompas, 21.10.2009).</p>
<p>Problem pertanian saat ini memang cukup kompleks : pupuk langka dan mahal, nilai tawar rendah bahkan produk tidak laku dijual, modal kurang, serta fasilitas minim. Tidak sedikit petani gagal panen akibat lahan mereka tidak subur karena pupuk langka atau petani tidak mampu membelinya. Hasil panen pun kadang sulit dipasarkan.</p>
<p><!--more-->Selain itu, di pedesaan-pedesaan juga ditemukan banyak petani masih membajak sawah dengan sapi, bukan traktir. Parahnya, banyak petani di pedesaan Madura masih setia memakai dua orang sebagai pengganti sapi untuk menarik bajak. Rentetan itulah yang menjadikan petani resah, bosan, dan harus menderaskan keringat. Petani terpaksa melakukannya tidak lebih dari sekadar mempertahankan kelangsungan hidup.</p>
<p>Namun, masalah yang lebih mendasar bagi para petani adalah ketidakmampuan mereka mengelola hasil pertaniannya. Harus diakui, mereka hanya tahu memetik, selebihnya tidak ada. Ini entah mereka memang tidak pernah berpikir untuk mengelolanya atau justru tidak memiliki modal. Meski ada, usianya hanya seumur jagung seperti hasil produksi petani Madura, yakni keripik singkng, keripik pisang, dodol pisang, rokok, dan jagung goreng yang kemudian lebih banyak “lapuk di hujan”, bubar karena kekurangan modal. Selain itu, karena kualitas dan kemasan yang tidak meyakinkan, masyarakat kita tidak percaya diri untuk menunjukkan produk lokal di hadapan dunia.</p>
<p>Padahal jika dihitung-hitung, keuntungan pengelolaan dari hasil pertanian akan lebih besar ketimbang menjualnya dalam bentuk bahan mentah. Kacang tanah diproduksi dahulu menjadi kacang asin, jagung akan lebih besar nilai jualnya jika diproduksi terlebih dahulu menjadi jagung goreng, singkong menjadi keripik singkong,dan sebagainya.</p>
<p>Dengan demikian, mengingat karut-marut pertanian, petani sudah semestinya bertekad bulat menjalani hidup yang kreatif dan terampil dalam mengembangkan hasil pertaniannya. Tidak salah jika mengambil Swiss sebagai cermin. “Cermin” dalam upaya meningkatkan ekonomi melalui kreativitas dan keterampilan dalam mengelola kekayaan alam, termasuk pertanian. Dengan demikian, petani tidak hanya mengambil keuntungan dari memetik, tetapi juga dari mengelolanya, yang justru lebih besar keuntungannya. Sangat mungkin bagi petani, dengan kekayaan alam melimpah dan kreativitas mumpuni, akan lebih hidup sejahtera dibandingkan dengn warga Swiss.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Menepis Nasib Buruk Petani, Sitti Musyrifah &#124; Pengurus BEM STIK Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep – wasik89@telkom.net<br />
Kompas, 23.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NAIKKAN HPP BERAS]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/naikkan-hpp-beras/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:16:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/naikkan-hpp-beras/</guid>
<description><![CDATA[Pemerintah diharapkan sudah menaikkan harga pembelian pemerintah untuk gabah dan beras sebelum musim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/07-naikan-hpp-beras-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3401" title="07 naikan HPP beras 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/07-naikan-hpp-beras-01.jpg?w=118" alt="" width="118" height="150" /></a>Pemerintah diharapkan sudah menaikkan harga pembelian pemerintah untuk gabah dan beras sebelum musim panen rendeng tahun 2010. Hal ini untuk mencegah dampak lebih buruk dari kenaikan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi terhadap produksi beras nasional.</p>
<p>Menurut Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, yang juga anggota Komisi IV DPR, Siswono Yudo Husodo, Minggu (22/11) di Jakarta, penetapan HPP untuk gabah dan beras tahun 2010 bisa menjadi katup penyelamat petani.</p>
<p>“ Dengan HPP naik sebelum musim panen rendeng, pendapatan dari usaha tani padi akan meningkat sehingga petani memiliki modal tambahan buat membeli pupuk bersubsidi, yang harganya diperkirakan naik April 2010, “ katanya.</p>
<p>Dijelaskan, Komisi IV DPR mendukung kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi setelah Maret 2010. Hal ini akan mengurangi beban petani karena harga pupuk naik setelah musim tanam rendeng berakhir. Sementara itu, untuk musim tanam gadu kebutuhan pupuk relatif tidak besar.</p>
<p>Produksi padi pada panen musim rendeng menyumbang 50 – 60 persen dari produksi beras dalam setahun. Namun, menurut Siswono, kenaikan harga pupuk tetap berpengaruh pada produksi beras 2010.</p>
<p><!--more--><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/07-naikan-hpp-beras-02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3403" title="07 naikan HPP beras 02" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/07-naikan-hpp-beras-02.jpg" alt="" width="500" height="400" /></a>Pendapat senada disampaikan Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Thohir. Ia memperkirakan, produksi padi 2010 turun 5 persen dibandingkan 2009. Tahun ini produksi padi 63 juta ton gabah kering gling (GKG), tahun 2010 diperkirakan turun 3,1 juta ton GKG.</p>
<p>Turunnya produksi padi, kata Winarno, akibat petani mengurangi penggunaan urea seiring naiknya harga pupuk. Dengan kenaikan HET pupuk 80-100 persen, penggunaan urea oleh petani akan turun dari 250 kilogram per hekatar menjadi 150 – 200 kilogram.</p>
<p>Menurut Winarno, pernyataan Menteri Pertanian Suswono bahwa hingga Maret 2010 HET pupuk kimia bersubsidi tidak naik, hanya janji politik Mentan.</p>
<p>Dijelaskan, pada ABN 2010 anggaran subdisi pupuk kimia Rp 11,3 triliun, padahal 2009 mencapai Rp 17,5 triliun. Dengan meningkatnya kebutuhan pupuk, seharusnya subsidi pupuk 2010 sebesar Rp 20 triliun. “Kalau HET pupuk 2010 tidak naik, dari mana pemerintah menambal kekurangan anggaran subsidi pupuk 2010,” kata Winarno.</p>
<p>Pemerintah, lanjut Winarno, memang bisa menganggarkan kebutuhan dana subsidi pupuk 2010 pada APBN-Perubahan 2010. “Tetapi, akalau memilhat kenyataan APBN juga defisit, kemungkinan itu kecil terjadi,” ujarnya.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Naikkan HPP Beras – Produksi Bisa Turun 5 Persen &#124; Kompas, 23.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[CYBORG CHICK]]></title>
<link>http://harlequinfhang.wordpress.com/2009/11/29/96/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 01:45:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>adrinaandel</dc:creator>
<guid>http://harlequinfhang.wordpress.com/2009/11/29/96/</guid>
<description><![CDATA[Eye on the TV cause tragedy thrills me Whatever flavor it happens to be Like: &#8220;Killed by the h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://i6.photobucket.com/albums/y248/aether_sanctum/Picture16-2.png" alt="" /></p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="font-weight:normal;"><span style="color:#9674b4;">Eye on the TV </span><br />
<em>cause tragedy thrills me </em><br />
Whatever </span>flavor<span style="font-weight:normal;"> it <span style="color:#9674b4;">happens to be </span>Like:<br />
&#8220;Killed by the husband<span style="font-weight:normal;">&#8221; &#8230;<br />
&#8220;<em>Drowned by the ocean</em>&#8221; &#8230;<br />
&#8220;</span>Shot by his own son<span style="font-weight:normal;">&#8221; &#8230;<br />
&#8220;<em>She used a poison in his tea</em>, <em>t</em><em>hen she kissed him goodbye</em>&#8220;<br />
That&#8217;s my kind of story<br />
<strong>It&#8217;s <span style="color:#9674b4;">no fun</span> til someone <span style="color:#9674b4;">dies. </span></strong></span><span style="color:#9674b4;">Don&#8217;t look at me</span> like I am a <strong>monster </strong><br />
Frown out your one face, but with the other<br />
<em>Stare like a <span style="color:#9674b4;">junkie</span> into the TV </em><br />
Stare like a zombie while the mother <span style="font-weight:normal;">holds her child,<br />
<em>Watches him die, </em><br />
Hands to the sky cryin <span style="color:#9674b4;">&#8220;why, oh why?&#8221; </span></span>
<p>&#160;</p>
<p><span style="color:#9674b4;">Cause I need to watch things die from a distance </span><br />
<strong>Vicariously,</strong> <span style="color:#9674b4;">I live while the </span><strong>whole world dies </strong><br />
<em><strong>You all <span style="color:#9674b4;">need</span> it too &#8211; don&#8217;t lie.</strong></em></p>
<p>&#160;</p>
<p></span></h3>
<p>&#60;3   &#60;3   &#60;3</p>
<p><strong>Pants, chest&#38;arm bandage; </strong><a href="http://slurl.com/secondlife/Sushi%20Valley/150/179/27"> [Modal] &#8211; [Brown] Heishiro. </a></p>
<p><strong>Head &#38; back piece; </strong><a href="http://slurl.com/secondlife/Calendula%20Island/98/229/399"> ::J.SaW.w:: &#8211; Cyborg female. </a></p>
<p><strong>Skin;</strong> :Curio: &#8211;  <a href="http://slurl.com/secondlife/Calendula%20Island/98/229/399">Sundust-Vixen-Merlot</a></p>
<p><strong>Background;   <a href="http://slurl.com/secondlife/Devils%20Moon/149/119/251">Devils Moon.</a></strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><img src="http://i6.photobucket.com/albums/y248/aether_sanctum/Picture15-2.png" alt="" /></p>
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;">／l、</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;">（ﾟ､ ｡７</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;">l、 ~ヽ.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;">じしf_, )ノ</div>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[STRUKTUR MODAL, STRUKTUR KEPEMILIKAN PERUSAHAAN, PERMASALAHAN KEAGENAN &amp; INFORMASI ASIMETRI]]></title>
<link>http://xavierbook.wordpress.com/2009/11/28/struktur-modal-struktur-kepemilikan-perusahaan-permasalahan-keagenan-informasi-asimetri/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 22:15:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>charlesroring</dc:creator>
<guid>http://xavierbook.wordpress.com/2009/11/28/struktur-modal-struktur-kepemilikan-perusahaan-permasalahan-keagenan-informasi-asimetri/</guid>
<description><![CDATA[Penulis : Sugiarto Harga : Rp 50.000,- Pesan Buku ini Tebal : 178 halaman Ukuran : 16 x 23 cm Cetaka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis : Sugiarto Harga : Rp 50.000,- Pesan Buku ini Tebal : 178 halaman Ukuran : 16 x 23 cm Cetaka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN - MEMBACA, MEMAHAMI, DAN MENGANALISIS]]></title>
<link>http://xavierbook.wordpress.com/2009/11/28/laporan-keuangan-perusahaan-membaca-memahami-dan-menganalisis/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 22:14:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>charlesroring</dc:creator>
<guid>http://xavierbook.wordpress.com/2009/11/28/laporan-keuangan-perusahaan-membaca-memahami-dan-menganalisis/</guid>
<description><![CDATA[Penulis : Budi Rahardjo Harga : Rp 85.000,- Pesan Buku ini Tebal : 276 halaman. Ukuran : 17.5 x 25 c]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis : Budi Rahardjo Harga : Rp 85.000,- Pesan Buku ini Tebal : 276 halaman. Ukuran : 17.5 x 25 c]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Analisa Modal Kerja ]]></title>
<link>http://sandi16.wordpress.com/2009/11/27/analisa-modal-kerja/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 08:36:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Moch. Arif Yulianto</dc:creator>
<guid>http://sandi16.wordpress.com/2009/11/27/analisa-modal-kerja/</guid>
<description><![CDATA[Usaha untuk meningkatkan kemampuan koperasi maupun dalam dunia usaha menjadi besar perkembangannya, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;"><strong><br />
</strong>Usaha untuk meningkatkan kemampuan koperasi maupun dalam dunia usaha menjadi besar perkembangannya, maka faktor modal sangatlah penting dan merupakan persoalan yang tidak akan berakhir mengingat modal sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu faktor produksi dalam pengertian bahwa modal diartikan sebagai hasil produksi yang digunakan, untuk memprodusir lebih lanjut.<br />
Besar kecilnya modal yang dibutuhkan oleh suatu kopersi pada dasarnya sudah harus bisa ditentukan dalam proses pengorganisasian atau pada waktu pendiriannya dengan perinciannya berupa untuk modal tetap atau yang disebut juga, sebagai modal jangka panjang dan berapa untuk modal kerja atau yang disebut sebagai modal jangka pendek, selain itu juga, masih diperlukan sejumlah dana yang akan digunakan untuk membiayai pengeluaran selama dalam proses pendiriannya itu, atau yang disebut juga dengan dana, pengorganisasian (organization funds).<br />
Dilihat dari keperluan-keperluan diatas tersebut, jelaslah bahwa modal itu merupakan sarana untuk melaksanakan usaha-usaha koperasi. Didalam neraca modal dilihat dari sumbernya, tampak pada sisi kredit atau pasiva, sedangkan dilihat dari bentuk kongkretnya, modal dalam neraca tampak pada sisi debet atau aktiva.<br />
Koperasi melakukan usaha dengan modal awal yang diperoleh dari simpanan pokok anggotanya. Selain itu juga bisa memanfaatkan sumber-sumber modal lain, baik dari dalam maupun luar koperasi, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sebagai misal adalah simpanan dalam bentuk pinjaman anggota, pinjaman bank, menerbitkan Surat utang (obligasi) dan lain-lain. Dengan demikian modal koperasi akan selalu berubah-ubah tergantung mutasi keluar masuknya para anggota.<br />
Koperasi tidak menggunakan istilah keuntungan untuk menunjuk selisih antara penghasilan yang diterima selama periode tertentu, dengan pengorbanan yang dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan itu, selisih dengan koperasi dikenal dengan sisa hasil usaha (SHU)  Sisa hasil usaha itu setelah dikurangi dengan biaya-biaya tertentu akan dibagi kepada para anggotanya sesuai dengan perimbangan jasa masing-masing. Jasa anggota diukur berdasarkan jumlah kontribusi masing-masing terhadap sisa hasil usaha (SHU).<br />
Didalam koperasi berlaku ketentuan mngenai pembatasan bungs atas modal. Hal itu sangat penting terutama bila dilihat dari segi ekonomi. Pembatasan ini dapat dilakukan agar koperasi dapat meningkatkan usahanya sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para anggotanya dan masyarakat pada umumnya. Semakin kuat modal koperasi semakin besar kemampuan dalam melayani kebutuhan anggota dan masyarakat.. Alasan lain mengenai adanya pembatasan bunga atas modal itu adalah alasan psikologis.<br />
Dengan demikian Sisa Hasil Usaha (SHU) berhubungan erat dengan modal kerja yang pada koperasi, berarti modal kerja itu berpengaruh terhadap sisa hasil usaha (SHU).</p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong><strong> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masa Pensiun Manis Berkat Agribisnis (peluang usaha)]]></title>
<link>http://organikganesha.wordpress.com/2009/11/26/masa-pensiun-manis-berkat-agribisnis-peluang-usaha/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:45:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>AdityaRial</dc:creator>
<guid>http://organikganesha.wordpress.com/2009/11/26/masa-pensiun-manis-berkat-agribisnis-peluang-usaha/</guid>
<description><![CDATA[Suhadi Sukama lebih dini menyiapkan bisnis sebelum dirinya pensiun. Maka ia sudah bisa memetik hasil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Suhadi Sukama lebih dini menyiapkan bisnis sebelum dirinya pensiun. Maka ia sudah bisa memetik hasilnya ketika masa pensiunnya tiba.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut sebuah survei hanya 2% saja orang yang tetap dapat menikmati kehidupan mapan sesudah masa pensiun tanpa perlu lagi melakukan kegiatan produktif. Selebihnya akan membuka usaha, bekerja lagi, atau menggantungkan diri pada orang lain (sanak-keluarga). Tetapi terlepas dari hal itu, Suhadi Sukama, seorang pensiunan BUMN, berpendapat, bagi pensiunan lebih baik berusaha dibanding dengan menempuh  kehidupan &#8216;mantap&#8217; (makan tabungan pensiun). Namun baginya, seorang calon pensiunan  ketika hendak mempersiapkan bisnis, ekspektasi seharusnya bukan menjadi konglomerat dari usaha baru yang dirintisnya, tapi agar mempunyai kegiatan pasca pensiun, dan terutama mempunyai penghasilan tambahan selain dari uang pensiunnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia juga berpendapat, idealnya bisnis pensiunan mulai dipersiapkan saat seseorang masih aktif bekerja. Persiapan tidak selalu harus diartikan berupa persiapan materi. Pada tahap awal bisa dimulai dari pembelajaran jenis usaha dan prospek usahanya melalui literatur, baik tentang usaha yang bersangkutan, cara produksi/ mendapatkan  produk yang akan dijadikan usaha, analisa pasar dan harga, persaingan usaha, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">“Tentunya akan relax bila kita tahu lebih dini. Selain belajar dari literatur, kita  perlu  meluangkan waktu untuk melakukan berbagai uji coba dalam skala kecil untuk membuat/ mendapatkan  produk tersebut. Jenis usaha  idealnya dipilih berdasarkan pengalaman kita sendiri saat uji coba. Pilihan usaha lebih  dini, akan memberi kesempatan kepada kita untuk menghimpun dana (berhemat) lebih awal untuk modal. Penyiapan  lahan, infra struktur, menimba pengetahuan, melakukan pengujian usaha dan tidak kalah penting menyiapkan kebutuhan SDM untuk pelaksanaannya nanti, akan memerlukan waktu dan dana,” jelasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suhadi cukup beruntung. Mengaku tertarik dan mencintai agrobisnis, persiapan usaha sudah lama ia lakukan. Merunut ke belakang, sejak tahun 1980, yakni setelah lulus dari Teknik Perminyakan dan mulai bekerja, ia bahkan telah mempersiapkan diri, antara lain mempelajari budi daya ayam ras &#38; itik, uji coba bertanam sayur-mayur, tanaman hias, ikan hias, burung, anggrek, bonsai, hingga mulai mempersiapkan bisnis agro. Kini, bisnis Eka Agro Rama yang dijalankan pria 58 tahun itu sudah kelihatan membuahkan hasil. Setidaknya sejak tahun lalu usaha ternaknya sudah menjual lebih kurang 600 ekor domba, dan tahun ini pasti bertambah. Lebih menggembirakan lagi, vanili dan kopi juga telah panen perdana dan hasilnya tahun depan siap dipasarkan. Sementara itu untuk tanaman keras, seperti jati, tingginya sudah 12 m, durian juga sudah belajar berbuah. Padahal saat ini masa pensiunnya ditambah dengan diperbantukan di BUMN tersebut masih tersisa dua tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Lama waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan bisnis menjelang pensiun adalah relatif. Menurut bapak 4 anak dan kakek seorang cucu tersebut, tinggal dihitung mundur saja dari waktu kapan ekspektasi bisnis yang terpilih mulai komersial (paling lambat saat mulai pensiun) ke waktu persiapan dan pelaksanaannya (sebelum pensiun).  Ia berpendapat, 5 tahun masa persiapan sebelum pensiun adalah pas-pasan, dan idealnya adalah 10 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Di samping itu, faktor resiko atas bisnis yang dipilih perlu dijadikan pertimbangan. Pilihan bisnis beresiko lebih tinggi berarti juga harus memperhitungkan waktu yang cukup untuk pemulihan bila gagal. Artinya bisnis seperti itu akan lebih tepat apabila dimulai pada saat masih dalam kondisi aktif bekerja dan masih punya cukup waktu lama sampai usia pensiun.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kalau harus memilih, saya lebih suka resiko moderat tetapi penghasilannya dapat meningkat dalam skala jangka panjang. Artinya kita perlu membuat rencana agrobisnis dengan konsep multi crops, dari tanaman pendek usia sampai usia panjang secara tumpang sari. Selain itu kami sejak awal berusaha memiliki keunggulan produk, seperti menggunakan konsep organik yang akan menjadi trend di masa depan. Itulah sebabnya kami beternak (Villa Domba, ternak domba garut-red), sekali mendayung kami memperoleh pupuk gratis. Sistem tumpang sari secara benar, berarti juga efisiensi lahan. Kami saat ini seolah-olah memiliki lahan 4-5 kali lebih luas dan punya banyak pilihan produk, terserah pasar pilih yang mana, kami siap memproduksinya,” paparnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga baginya, kegiatan agrobisnis lebih sesuai karena sebenarnya dapat dirancang agar menghasilkan keuntungan secara berjangka, dari jangka pendek, menengah sampai jangka panjang. Contohnya, ketika ia berencana melakukan penanaman pohon kayu untuk bahan bangunan, seperti sengon, jati, dan lain-lain, penghasilan untuknya mungkin saja diperoleh dari tanaman sela pada tanaman inti tersebut (tumpang sari) berupa rumput untuk pakan ternak, palawija, kopi, vanili dan sebagainya, yang hasilnya dapat dinikmati di bawah lima tahun. Karena kayu sengon baru dipanen setelah lima tahun, apalagi jati berumur lebih dari sepuluh tahun. “Kalaupun  tidak sempat menikmati, kita harus ikhlaskan untuk anak cucu kita,” imbuhnya arif.</p>
<p style="text-align:justify;">Diungkapkan, biaya pengadaan lahan membutuhkan modal usaha terbesar pada usaha agrobisnis miliknya. Ia menyiasati dengan cara pembelian lahan secara bertahap sejak jauh-jauh hari, enam tahun sebelum proyek dimulai. Harga tanah  pasti selalu mengalami apresiasi, sehingga tidak usah khawatir asalkan sudah punya perencanaan yang matang. Menyewa lahan, kalau bukan untuk sekadar uji coba, menurutnya malah akan menyulitkan di kemudian hari, terutama bila untuk tanaman keras. Pembelian lahan pun dicari yang masih murah harganya tetapi mempunyai daya dukung dan kecocokan terhadap rencana usaha, serta menghindari setiap pembelian tanpa perencanaan yang jelas. Sedangkan modal usaha lain adalah untuk pembelian bibit tanaman dan ternak, serta kandang.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kami melaksanakan pengembangan usaha secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan pendanaan. Dalam  program kami, rencana kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap Pertama (sekarang), Tahap Kedua (optimalisasi lahan) dan Tahap Tiga (sinergi dengan mitra usaha). Mempunyai program  skala jangka panjang dengan harapan dapat dilanjutkan oleh anak dan cucu. Modal tidak besar sehingga terjangkau secara swadana, yang jelas kami telah hidup hemat hampir 10 tahun lalu. Saat belum memperoleh penghasilan cukup, kami danai dari penyisihan penghasilan tetap (gaji),” paparnya.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">source :</p>
<p>www.majalahpengusaha.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kami Punya MODAL untuk Anda]]></title>
<link>http://infojagadraya.wordpress.com/2009/11/25/kami-punya-modal-untuk-anda/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:44:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>saudagarsuroboyo</dc:creator>
<guid>http://infojagadraya.wordpress.com/2009/11/25/kami-punya-modal-untuk-anda/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keutamaan Dan Hikmah Qurban ]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/24/keutamaan-dan-hikmah-qurban/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 12:11:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/24/keutamaan-dan-hikmah-qurban/</guid>
<description><![CDATA[Di dalam syariat yang dibawa oleh Rasulullah Saw, perintah dan larangan selalu ada dan terus berjala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Di dalam syariat yang dibawa oleh Rasulullah Saw, perintah dan larangan selalu ada dan terus berjala]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sia's "Soon We'll Be Found"- Two-Part Verses and Other Goodies]]></title>
<link>http://garyewer.wordpress.com/2009/11/22/sias-soon-well-be-found-two-part-verses-and-other-goodies/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 23:06:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>garyewer</dc:creator>
<guid>http://garyewer.wordpress.com/2009/11/22/sias-soon-well-be-found-two-part-verses-and-other-goodies/</guid>
<description><![CDATA[Written by Gary Ewer, from &#8220;The Essential Secrets of Songwriting&#8221; website. Follow Gary o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Written by Gary Ewer, from &#8220;<a href="http://www.secretsofsongwriting.com">The Essential Secrets of Songwriting</a>&#8221; website.<br />
<strong><a href="http://www.twitter.com/garyewer" target="_blank">Follow Gary on Twitter</a></strong> for songwriting tips, news and more.</p>
<p>___________________</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-978" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="Sia" src="http://garyewer.wordpress.com/files/2009/11/sia.jpg" alt="" width="120" height="80" />If you don&#8217;t know the music of Sia, you&#8217;re missing a real treat. Her music is a perfect example of how songwriters need only venture minimally outside the box to create fantastic music. &#8220;Soon We&#8217;ll Be Found&#8221; is a case in point. By using simple harmonic modulations and other formal elements, Sia demonstrates simple devices that other songwriters could and should be using.</p>
<p>The first formal element of interest is the use of the <strong><em>two-part verse</em></strong>, the first eight bars being in C minor, with the second eight bars brightening to the relative major:</p>
<p><strong>Cm  Fm  G  Cm  Fm  G  Cm  Fm  G  Ab  Bb &#124;&#124;Eb</strong></p>
<p>The Ab and Bb are pivot chords that exists in both keys of C minor and Eb major, providing a seamless way to modulate to the relative major key. The song then proceeds with the second part of the verse, now in major. So songwriters, if you&#8217;re writing a song in minor, and are tiring of the constant mood of that key, modulating to the relative major is easy to do with a flat-VII.</p>
<p>The next interesting harmonic device Sia uses is the so-called &#8220;modal mixture&#8221;, or borrowed chord. The second chord of this part of the verse is Abm, where one would normally use Ab. A borrowed chord is one which normally exists in the minor side of the key, but is &#8220;borrowed&#8221; to add an interesting harmonic flavour:</p>
<p><strong>Eb  Abm  Eb  Abm  Eb  Abm  Bb  G</strong></p>
<p>On we go to the chorus, and the chord progressions here pull the listener back and forth from the key of C minor to Eb major, and back again. You might think that the harmonic structure is more ambiguous in the chorus than it was in the verse, but what&#8217;s actually happening is that<strong> the chorus represents the melding of two different harmonic organizations we found in the verse.</strong> While part 1 of the verse emphasized minor, and part 2 accentuated major, we get both living in close proximity in the chorus. In that sense, <strong>the verse harmonic treatment is what allows the chorus to work so well.</strong></p>
<p>Sia has one more interesting goodie for us. It&#8217;s not often that we get to hear Augmented Sixth chords in popular music styles; it is usually a classification of chord reserved for classical composers. An Aug 6th is a chord usually built on the flat-VI degree of the scale, and most often resolves to the dominant chord. In this song, we find it in the bridge. The first time we hear it (at 2&#8242; 24&#8243;) it simply moves immediately to Cm, but the second time, (2&#8242; 35&#8243;) it resolves to G in preparation for the return of C minor. The Aug 6th is a really useful &#8220;predominant&#8221; chord that gives you a new way of approaching the dominant chord other than from IV.</p>
<p>These devices are very simple to use, and require almost nothing more than a bit of musical imagination. They add a sense of creativity to your music without throwing the balance too far toward unpredictable, and turn something mundane into something that captivates the listener.<br />
_____________</p>
<p><a href="http://www.secretsofsongwriting.com/prepurchase2.html"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-981" title="Gary Ewer's Songwriting E-books" src="http://garyewer.wordpress.com/files/2009/11/all_6_refl9.jpg?w=120" alt="" width="120" height="150" /></a>If you want to learn more about the structure of great music, Gary Ewer&#8217;s songwriting e-books show you all the ways you can be making your songs really work. <strong><em><a href="http://www.secretsofsongwriting.com/prepurchase2.html">Click here to read more.</a></em></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[selamat datang di blog kami]]></title>
<link>http://iwansusant0.wordpress.com/2009/11/21/selamat-datang-di-blog-kami/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 18:08:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>iwansusant0</dc:creator>
<guid>http://iwansusant0.wordpress.com/2009/11/21/selamat-datang-di-blog-kami/</guid>
<description><![CDATA[Seiring dengan bertambahnya laju pertumbuhan penduduk dan kebutuhan masyarakat makin bertambah terut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seiring dengan bertambahnya laju pertumbuhan penduduk dan kebutuhan masyarakat makin bertambah terutama faktor kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai gizi.</p>
<p>Konsumsi daging dinegara kita dari tahun ke tahun makin bertambah. Diantaranya daging yang dihasilkan dari jenis hewan, sapi, kambing, kerbau, unggas, dan daging hewan lainnya.</p>
<p>Itu semua belum bisa memenuhi kebutuhan rakyat negeri ini yg mana sebagian diantaranya dipenuhi dgn mengimpor untuk kebutuhan tersebut.</p>
<p>dari jenis unggas khususnya bebek, mengalami perubahan pola konsumi pada masyarakat kita khususnya masyarakat perkotaan.</p>
<p>Itu bisa dilihat dari tumbuh menjamurnya kedai-kedai makanan, retoran, bahkan hotel yg menyajikan menu makanan <strong>bebek</strong>.</p>
<p>Satu hal yg menggembirakan, ditengah situasi ekonomi yg tidak menentu ini, kita bisa lihat ini suatu peluang uaha yg mana pengelolaan budidaya bebek belum sesemarak budidaya ayam ras/negeri. Apalagi ditinjau dari kebutuhan saat ini pengadaan daging bebek masih banyak kekurangan kalau dibandingkan dgn kebutuhannya.</p>
<p>Untuk itu sebagai peternak bebek, kami ingin berusaha untuk memenuhi permintaan yg datang pada kami &#38; turut serta dlm pembangunan bangsa dgn menciptakan lapangan kerjaa bagi khususnya masyarakat desa.</p>
<p>Itu tidak terlepas dari kerjasama semua pihak.</p>
<p>Salah satu kelemahan kami adalah masalah permodalan yg cukup.</p>
<p>Kami mempunyai lahan yg memadai untuk membudidayakan bebek secara intensif yg mana sebagian dari lahan tersebut telah kami pakai untuk beternak.</p>
<p>Sebagai langkah untuk mendorong kami memenuhi pesanan/permintaan yg datang, kami mengajak siapa saja yg mau bekerjasama dgn kami, berinvestasi disektor peternakan sekaligus turut andil menciptakan lapangan kerja/usaha.</p>
<p>Kami mempunyai misi. Terutama di daerah kami untuk bisa memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang dan bersama-sama untuk meraihnya menjadi suatu hal yg berguna dan menguntungkan.</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UPAH DAN KEPRIHATINAN GEREJA]]></title>
<link>http://dokasg.wordpress.com/2009/11/20/upah-dan-keprihatinan-gereja/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 17:09:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>agussetyono</dc:creator>
<guid>http://dokasg.wordpress.com/2009/11/20/upah-dan-keprihatinan-gereja/</guid>
<description><![CDATA[Hati kami tersayat oleh rasa sedih yang mendalam, menyaksikan pemandangan yang memilukan: jutaan kau]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hati kami tersayat oleh rasa sedih yang mendalam, menyaksikan pemandangan yang memilukan: jutaan kaum buruh di sekian banyak negeri dan benua-benua akibat tidak layaknya upah, mereka terpaksa hidup bersama keluarga mereka dalam keadaan yang sama sekali tidak layak manusiawi… Di antara negeri-negeri itu kekayaan tak terduga besarnya, kemewahan yang tak terkendali pada kelompok kecil yang sangat beruntung, merupakan kontras yang tajam dan mengerikan sekali terhadap kemiskinan kebanyakan penduduknya yang sungguh keterlaluan. Diberbagai kawasan dunia orang-orang ditimpa oleh perampasan-perampasan yang tidak manusiawi. Di negeri-negeri lain persentase cukup besar penghasilan diserap dalam pembangunan “prestige nasional” dalam arti yang salah. Di negeri-negeri yang sudah maju perekonomiannya, jasa-jasa yang relatif tidak penting, dan jasa-jasa yang nilainya diragukan, sering mendapat imbalan yang tinggi sekali di luar segala proporsi, sedangkan kerja keras yang bermanfaat, dijalankan oleh jumlah amat besar orang-orang yang dengan jujur membanting tulang, mendapat imbalan yang kecil sekali. Upah yang mereka terima sama sekali tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok hidup. Upah itu sama sekali tidak sepadan dengan sumbangan mereka kepada kesejahteraan masyarakat, kepada keuntungan perusahaan tempat mereka bekerja, dan kepada ekonomi nasional pada umumnya.” (MM, art. 68-70). Apakah seruan keprihatinan moral ini mampu menggugah kesadaran nurani pihak-pihak penyandang modal atau pihak-pihak pemberi kerja? Apakah pertimbangan-pertimbangan moral dengan segala konsekuensinya – seperti terpapar di atas – juga menjadi referensi para pemberi kerja dalam berdiskusi dan akhirnya dalam memutuskan sebuah standart upah? Apakah memang benar bahwa dunia bisnis atau dunia kerja memiliki hukumnya sendiri yang terlepas dari pertimbangan-pertimbangan hukum moral kemanusiaan?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[pengertian prinsip-prinsip koperasi]]></title>
<link>http://meizgun.wordpress.com/2009/11/20/pengertian-prinsip-prinsip-koperasi/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 05:39:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>meizgun</dc:creator>
<guid>http://meizgun.wordpress.com/2009/11/20/pengertian-prinsip-prinsip-koperasi/</guid>
<description><![CDATA[Prinsip-prinsip koperasi Prinsip koperasi menurut saya adalah ketentuan-ketentuan pokok yang berlaku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Prinsip-prinsip koperasi<br />
Prinsip koperasi menurut saya adalah ketentuan-ketentuan pokok yang berlaku dalam koperasi yang dijadikan sebagai pedoman kerja koperasi sehingga membedakan koperasi dengan organisasi ekonomi lainnya.<br />
Berikut adalah penjabaran mengenai prinsip-prinsip koperasi menurut pendapat saya:<br />
1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka<br />
Maksudnya  koperasi bersifat sukarela terhadap siapapun yang membutuhkan bantuan<br />
dalam koperasi dan bersifat terbuka kepada para anggota dan yang lain (mau membaur  atau tidak menutup diri dengan anggota koperasi maupun yang lainnya).</p>
<p>2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi<br />
    Koperasi adalah organisasi yang demokratik, anggotanya bebas memberikan pendapat  atau aspirasinya sendiri secara melibatkan diri dengan aktif dalam keputusan.Bagi koperasi setiap anggota mempunyai hak mengundi yang sama (satu anggota satu undi) dan koperasi di lain peringkat juga diuruskan secara demokratik.</p>
<p>3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-  masing anggota.<br />
   SHU dibagikan secara rata sesuai dengan seberapa besarnya jasa anggota tersebut sehingga tidak menimbulkan rasa iri terhadap para anggota.</p>
<p>4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal<br />
Setiap pinjaman yang dipinjam oleh anggota harus disesuaikan dengan modal yang  ditanam didalam koperasi.</p>
<p>5. Kemandirian<br />
Koperasi bersifat mandiri maksudnya tidak  tergantung pada pinjaman atau modal dari pihak lain tetapi semata-mata hanya dari anggota saja </p>
<p>6. Pendidikan perkoperasian<br />
    Koperasi menyediakan pendidikan dan latihan untuk anggotanya, lembaga yang dipilih, pengurus dan pekerja agar mereka boleh menyumbang secara berkesan kepada kemajuan koperasi.</p>
<p>7. Kerja sama antar koperasi<br />
Koperasi membantu anggotanya secara lebih berkesan di samping mengukuhkan gerakan koperasi dengan cara bekerja bersama-sama di peringkat tempatan, wilayah, nasional dan antarabangsa.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAGAIMANA PEMODAL ANTARABANGSA MERANCANG]]></title>
<link>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/19/bagaimana-pemodal-antarabangsa-merancang/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 20:59:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Papan Putih</dc:creator>
<guid>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/19/bagaimana-pemodal-antarabangsa-merancang/</guid>
<description><![CDATA[John Perkins a.k.a Economic Hitman Pada tahun 2004 John Perkins telah menulis Confession of an Econo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">
<div class="wp-caption alignright" style="width: 208px"><img class=" " title="John Perkins" src="http://patriotsquestion911.com/Photos/John%20Perkins%20220%20JPG80.jpg" alt="" width="198" height="220" /><p class="wp-caption-text">John Perkins a.k.a Economic Hitman</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 2004 John Perkins telah menulis Confession of an Economic Hit Man – Pengakuan Tukang Pukul Ekonomi. Buku ini melakar bagaimana Perkins direkrut oleh National Security Agency (NSA) untuk menjaga kepentingan kaum pemodal antarabangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menghalalkan tugas – Perkins – telah dimasukkan bekerja disebuah syarikat konsultan ekonomi. Ini hanyalah baju yang dipakai oleh Perkins kerana syarikat ini memiliki hubungan rapat dengan NSA. Sebagai penasehat ekonomi Perkins merayau-rayau ke Indonesia, Panama, Ecuador, Colombia, Saudi Arabia, Iran dan negara yang dianggap memiliki potensi ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tugas Perkins cukup enteng : dia akan menasehatkan pemimpin negara-negara ini untuk membuat projek-projek mega ( seperti projek Bakun). Perkins tidak memiliki masaalah untuk bertemu dengan pemimpin politik negara-negara Dunia Ketiga. Ini kerana Perkins sedar bahawa pemimpin negara-negara ini apabila mendengar ada Mat Saleh ingin bertemu mereka maka mulut dan buntut mereka ternganga luas.</p>
<p style="text-align:justify;">Perkins akan dijemput untuk menghadiri pelbagai seminar dan mesyuarat ( seperti Invest Malaysia 2009) dan dijemput dalam perbincangan percambahan pendapat. Akhirnya Perkins akan membuat dan mengajukan kertas-kerja dan cadangan untuk memunculkan projek mega. Dalam masa yang sama melalui Perkins – Bank Dunia atau IMF atau bank-bank lain akan bersiap sedia mengeluarkan dana.</p>
<p style="text-align:justify;">Projek mega ini adalah cara ‘merasuah’ para pemimpin dan kroni para politikus Dunia Ketiga. Projek-projek ini tidak ada sangkut paut dengan kepentingan ekonomi warga negara itu walau pun dengan lunak Perkins akan menggambarkan bagaimana projek mega ini akan memberi manafaat untuk rakyat. Ini hanya kelentong.</p>
<p style="text-align:justify;">Kontrektor-kontrektor projek, pekakas pembuatan – semuanya didatangkan dari nasehat Perkins. Projek ini akan menggunakan pakar-pakar ‘Mat Saleh ‘ yang dibayar dengan lumayan berbanding dengan pakar tempatan. Perkins melahirkan pekerjaan untuk para Mat Saleh yang di panggil ‘expert’.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam masa yang sama Perkins cukup sedar banyak dana ini akan masuk ke dalam poket para pemimpin negara ini. Ini adalah sebahagian dari strateji Perkins. Ini perangkap yang sengaja dipasang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit demi sedikit negara ini akan terhutang dengan lembaga-lembaga bank antarabanga – IMF, World Bank, European Bank dan pelbagai lembaga dana yang bekerja erat dengan Perkins. Bunga dan hutang ini akan meningkat. Ini menambahkan lagi beban negara. Perkins akan mengusulkan cara terbaik untuk mencari dana agar dapat membayar hutang dan bunga.</p>
<p style="text-align:justify;">Cadangan Perkins : subsidi dihapuskan. Barangan kawalan makanan dilupuskan. Impot dibesarkan. Barangan ekspot dimurahkan. Nilai ringgit dikurangkan dengan alasan akan menarik orang luar membeli barangan ekspot.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya – akan sampai satu masa – dimana hutang bagitu menjerut untuk negara ini. Maka Perkins akan ‘ menasehatkan’ para politikus agar Pertamina memberikan hak untuk Exxon cari gali di Ambalat –misalnya yang terjadi di Indonesia. Ini perangkap awal.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika pemimpin politik ini memiliki perasaan nasionalisma dan enggan tunduk atau berdegil maka akan di hantar apa yang di panggil ‘ The Jackals’. Mosaddeq di Iran menjadi mangsa pada thun 1953. Presiden Guatemala pada tahun 1954 menjadi mangsa agar bumi negaranya selamat untuk dijadikan ladang pisang United Fruits Company. Sukarno pada thun 1965. Ecuador pada thun 1981.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita melihat kes klasik sejarah Terusan Panama yang telah dimilik negarakan oleh Omar Torrijos pada thun 1977. Kemudian pada July 31, 1981 kapalterbang yang dinaikinya meletup di udara. Sesudah Torrijos mati Amerika kembali mendapat hak untuk meletakkan tenteranya di Terusan Panama. Khalas.</p>
<p style="text-align:justify;">Di negara kita sendiri perkara yang sama pasti berlaku. Dasar Ekonomi Baru yang dilakar oleh Razak Hussein telah mengenepikan kepentingan pemodal antarabangsa. Kaum pemodal ini merasa kurang senang dengan dasar ini. Melalui media dunia mereka terus mempertikaikan dasar ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dasar ini juga di kritik oleh kapitalis nasional dan kapitalis komprador yang suaranya diwakili oleh MCA. Ketika itu air, api, talikom, universiti, jalan raya, hospital, tanah Felda, Felcra, SEDC – semuanya adalah milik orang ramai i.e milik negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Kritikan dasar ini tidak ada sangkut paut dengan kepentingan Mak Jah peniaga warong di Gombak atau Pak Huseing pembuat budu di Pengkalan Chepa. Kritikan ini datang dari kaum kapitalis yang tidak dapat membuat keuntungan maksima.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila Mahathir naik semua ini diubah. Untuk mendapat sokongan kapitalis komprador dan kapitalis nasional: baca pemodal Cina – Mahathir telah menswastakan harta rakyat ini. Maka gembiralah dan berkundurilah kaum kapitalis ini. Harta kekayaan mereka bertimbun tambah. Laporan terbaru membuktikan bagaimana 58 bilion ringgit harta negara di sawastakan hanya 2 bilion ringgit sahaja yang menjadi milik Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mahathir naik tocang apabila dinobatkan oleh kaum pemodal ( kaum pemodal Cina) sebagai penjana pembangunan. ( Ini tidak ada sangkut paut dengan Mak Cik Limah di Felda Chomomoi atau Haji Timah tuan punya warong di Senawang.)</p>
<p style="text-align:justify;">Dasar Ekonomi Baru ini hakikatnya adalah dasar ekonomi kapitalis yang penuh dengan percanggahan. Dasar ini bercita-cita untuk memunculkan ‘zaibatsu’ Melayu/Bumiputera. Ini hanyalah mimpi tegang yang tidak pancut-pancut. Cita-cita ini tidak mungkin tercapai hingga bumi meletup. Kalau tupai beranakkan gajah pun dasar ini tidak akan tercapai.</p>
<p style="text-align:justify;">Dasar DEB ini tidak akan berjaya kerana dalam hukum ekonomi kapitalis – apa boleh jual akan di jual – apa yang boleh di beli akan dibeli. Dalam ekonomi kapitalis tidak ada agama atau bangsa. Setiap kali modal dilabor untuk Melayu ianya pasti akan bertalian dengan ekonomi Cina yang telah lama kukuh. Ini belum diambil kira rasuah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak mungkin semua orang Melayu/Bumiputera akan dapat di kayakan. Pemodal memerlukan buruh yang boleh diupah murah. Pemodal memerlukan pengguna untuk membeli. Kalau Melayu semua kaya siapa pula yang akan menjadi buruh di ladang sawit, penanam padi, penangkap ikan dan Minah Karan dan Mat Spana?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dasar Ekonomi Baru ini hanyalah satu kelentongan/tipu helah dimana para politikus Melayu berkumpul membuat dasar atas nama Melayu. Dengan bersandarkan keMelayuan maka para politikus Melayu ini dapat ‘merembat’ harta negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada ketika DEB dimulakan pergaduhan Melayu/Bukan Melayu baru selesai. Kapitalis nasional dan kapitalis komprador tidak berani menyuarakan tentangan pada ketika itu. Mereka melihat dari jangka panjang kepentingan mereka lebih terjaga dengan dasar ini. Anggapan mereka cukup tepat. Siapa dia Lim Goh Tong, siapa dia Ananda Krishnan, siapa dia Vincent Tan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Dasar untuk menjadikan 30% harta kekayaan negara ini dimiliki oleh Melayu/Bumiputera adalah mimpi kosong dan dasar yang salah. Tidak perlu membuat kajian ilmiah – pergi sahaja keluar dari Kuala Lumpur dan lihat sendiri kehidupan orang-orang di kampong. Memang betul ada perubahan. Kalau dulu pada tahun 1974 di Kampong Chenor ( kampong saya ) tidak ada leterik dan air – hari ini telah ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi air dan leterik kini dimiliki oleh pemodal tuan empunya saham.. Hospital dimiliki oleh pemodal tuan empunya saham.. Sekolah dan univeristi dimiliki oleh pemodal tuan empunya saham.. Jalan raya dimiliki oleh pemodal tuan empunya saham. Talipon dimiliki oleh pemodal tuan empunya saham. Ini bezanya. Ini hakikat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua minggu dahulu Najib telah membuat dasar liberalisasi. Perkataan LIBERALISASI ini perkataan hampeh. Ini perkataan putar alam bertujuan untuk mengelirukan kefahaman yang tuntas kepada orang ramai terutama kepada Mak Cik dan Pak Cik Felda. Liberalisasi bermakna : Syarikat antarabangsa dibenarkan berniaga bebas dalam negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua hari dahulu Najib Razak telah mengubah satu jalur DEB. Kaum pemodal pasti akan mengalu-alukan dasar ini. Ertinya pasaran Malaysia terkangkang luas untuk di entot. Ertinya tidak ada lagi halangan untuk sesiapa sahaja memiliki harta kekayaan negara ini. ( Kalau saya kapitalis saya akan terpancut siang dan malam dan meleleh air liur melihat harta negara ini boleh dimiliki ).</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa Najib membuat dasar baru  ini ?</p>
<p style="text-align:justify;">Cukup senang untuk memahaminya. Najib memiliki masaalah peribadi yang berat. Jangan silap baca ini tidak ada sangkut paut dengan berat badan isteri Najib. Berat di sini bermakna berat dari segi politik. Contohnya : Parti yang dipimpin oleh Najib tidak lagi mendapat sokongan rakyat. Retak retak kelihatan dalam gabungan Barisan Nasional. Dan paling menakutkan Najib apabila kaum kapitalis komprador dan kapitalis nasional: baca – pemodal Cina – telah menjauhkan diri dari Najib.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam masa yang sama media antarabangsa terus menghantui Najib dengan kes pembunuhan Altantuya gadis cun dari Mongolia. Media luar ini adalah alat pembesar suara untuk memastikan kepentingan kaum pemodal antarabangsa terjaga rapi. Kuam pemodal antarabangsa ini telah lama ingin merembat harta kekayaan negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Hantu dan polong-polong puaka  ini perlu dijaga.</p>
<p style="text-align:justify;">Najib wajib melakukan sesuatu. Seperti Mahathir menswastakan harta negara untuk kaum komprador dan kapitalis nasional maka Najib Razak menswastakan seluruh bumi Malaysia ini untuk kepentingan kelas kapitalis dalam dan luar negara. Inilah hakikat dari dasar ekonomi yang akan dijalankan oleh Najib Razak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dimana Perkins Kaki Pukul sedang bersemayam?</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan risau si Perkins ini masih wujud. Perkins telah menghatar budak suruhannya dari Singapura. Lupa projek mega – Jambatan Ketiga ?</p>
<p style="text-align:justify;">Perkins-Perkins ini mungkin ada jaringan dalam EPU. Si Perkins ini mungkin masih bersarang di Tingkat Empat atau ingin pindah ke tempat yang lebih tinggi seperti di Menara Petronas. Si Perkins sedang berselerak menjalankan tugas untuk memastikan kepentingan kaum kapitalis akan didahulukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dasar Ekonomi Baru atau Dasar Pedekatan Baru ini semuanya TIDAK akan memberi apa-apa manafaat kepada rakyat biasa. Dasar ini tidak ada sangkut paut dengan kepentingan Gopal pemandu teksi dari Segambut. Dasar ini tidak ada sangkut paut dengan Swee Heng peniaga nasi Itek di Jalan Petaling. Dasar ini tidak ada sangkut paut dengan Hajah Limah pembekal kerepek ubi dari Sijangkang.</p>
<p style="text-align:justify;">Rakyat biasa tidak berjudi di bursa saham. Rakyat biasa tidak tahu apa itu ‘pink form’. Rakyat biasa tidak memahami turun naiknya Nasdaq atau Index Heng Seng. Rakyat biasa mahu keselesaan dan bukan mahu di ikat dengan pelbagai gaya/cara – cukai/tol/bil hospital/bil air/bil api/ bil sewa rumah/cukai rumah – dimana mereka wajib dan dipaksa mengeluarkan duit yang tidak mereka miliki.</p>
<p style="text-align:justify;">Dasar ekonomi terbuka dan terkangkang ini akan menjemput kapitalis antarabangsa – dengan alasan untuk melabor dan membawa modal. Ini betul-betul hujah dari kertas kerja John Perkins. Inilah cara yang digunakan oleh Perkins untuk memastikan sesebuah negara itu akhirnya akan dapat dijajah kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu kerajaan yang baik adalah kerajaan yang berkiblatkan rakyat. Sebuah kerajaan yang adil tidak akan mempedulikan kepentingan kaum kapitalis kerana mereka menghisap darah warga negara. Dasar yang wajib dinobatkan ialah dasar dimana kepentingan ramai mendahului kepentingan pribadi. Kepentingan ramai menjadi nakhoda dan juragan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kerajaan yang adil ialah sebuah pentabiran yang telus dimana dasar ekonominya akan menobatkan kepentingan kaum buruh dan tani. Ini kerana dari tenaga kaum buruh dan kuam tani inilah munculnya modal. Modal muncul dari tenaga manusia. Modal bukan wang ringgit. Wang ringgit adalah tanda nilai tenaga dan fikrah manusia. Modal datang dari tenaga warga negara itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Modal bukan datang dari IMF atau Bank Dunia Bank. Duit dari IMF atau Bank Dunia itu adalah hasil rompakan dari tenaga buruh dan tani dari seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Justeru dasar Menjual Felda mungkin dilihat dapat mengumpulkan modal. Awas! Menjual Felda samalah seperti Lebai Sudin di Kuala Nerang yang hanya memiliki sebuah rumah dan 3 relong sawah. Satu hari untuk membaiki atap rumahnya Lebai Sudin telah menjualkan 3 relong tanah sawahnya kepada …….<strong>(TT)</strong><br />
<em><img class="alignright" title="Confession of Economic Hitman" src="http://panachereport.com/images/9803828fd7a0589af1723110.L_000.jpg" alt="" width="336" height="500" />( Tulisan ini boleh dicekup demi membuat kebaikan. Sila baca buku Confessions of an Economic Hit Man – jangan malas baca! Kalau malas kena jual nanti !)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bekal Sebuah Perjalanan Mengarungi Bisnis Internet]]></title>
<link>http://tebarkaya.wordpress.com/2009/11/18/bekal-sebuah-perjalanan-mengarungi-bisnis-internet/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 05:20:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>ujangtoha</dc:creator>
<guid>http://tebarkaya.wordpress.com/2009/11/18/bekal-sebuah-perjalanan-mengarungi-bisnis-internet/</guid>
<description><![CDATA[Semangat Pagi!!!&#8230; Salam hormat bagi semuanya… Mengawali sebuah perjalanan tentunya membutuhkan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><br />
</strong></p>
<p>Semangat Pagi!!!&#8230;</p>
<p>Salam hormat bagi semuanya…</p>
<p>Mengawali sebuah perjalanan tentunya membutuhkan bekal-bekal yang cukup untuk menghadapi segala sesuatu yang mungkin akan terjadi nanti. Tak terkecuali satu hal pun, seseorang yang ingin melakukan perjalanan pun jika ingin selamat tentunya harus mempunyai persiapan dan mempunyai bekal untuk melakukan perjalanannya itu. Seperti halnya di dunia internet, meski ini hanya di dunia maya tapi tetap membawa pengaruh besar pada perjalanan kita untuk bisa mendapatkan benefit dari internet.</p>
<p>Kita harus punya bekal untuk ini. Kita juga harus mempersiapkan segalanya… Saya ingatkan lagi kepada netter sekalian, untuk meraih kesuksesan itu tidak akan semudah membalikan telapak tangan. Tapi disitu selalu ada nilai yang harus dibayar, dan ada sesuatu yang harus diperjuangkan.</p>
<p>Nah, untuk itulah kita perlu persiapan yang matang dan bekal yang cukup untuk mengarungi perjalanan kita. Beberapa hal yang harus kita persiapkan untuk terjun dalam dunia bisnis internet adalah:</p>
<ol>
<li>Mindset</li>
</ol>
<p>Kebanyakan pemula selalu berfikir bahwa hanya dengan &#8220;belajar dan cukup sampai paham saja&#8221; merupakan &#8216;garansi&#8217; untuk bisa sukses berpenghasilan. Keberhasilan di bidang Internet Marketing lebih tergantung pada &#8220;pola pikir&#8221; kita sejak pertama kali belajar.<strong> </strong></p>
<p>Saya tekankan<strong> Keberhasilan adalah <span style="text-decoration:underline;">PROSES.</span></strong> Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa mendapatkan kesuksesan dalam waktu sekejap, termasuk berpenghasilan ribuan US dollar lewat Internet. Kalau memang semudah itu, semua orang pasti sudah pada kaya! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika Kita ingin berhasil di dunia Internet Marketing, Kita harus memperhatikan 4 hal penting di bawah ini:</p>
<ol>
<li><strong>mau belajar</strong>, agar paham internet marketing itu seperti      apa.</li>
<li><strong>mau praktek</strong>, supaya menjadi bisa alias tidak &#8217;sekedar      mengerti&#8217;.</li>
<li><strong>mau fokus</strong>, agar visi dan tujuan Jajang tercapai.</li>
<li><strong>mau mandiri</strong>, agar bisa jadi pebisnis sejati!</li>
</ol>
<p>Coba perhatikan lagi ke-4 hal di atas, mulai dari mau belajar, mau praktek, mau fokus, dan hingga mau mandiri. Semua hanya bisa terjadi seandainya Kita sendiri <strong>punya kemauan</strong>, bukan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Itu sebab saya katakan, sesungguhnya, keberhasilan saat menjalankan Internet Marketing itu lebih tergantung pada <strong>pola pikir</strong> kita selama proses berlangsung. Kalau merasa gagal, coba perhatikan, mungkin dari ke-4 hal yang saya sebutkan di atas barangkali ada yang terlewat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  Perbaikilah segera!</p>
<p>&#8216;Sekedar membaca&#8217; saja mungkin bisa membuat kita mengerti apa itu Internet Marketing. Tapi untuk benar-benar menjadi kaya, kita harus mau &#8216;<em>take action</em>&#8216; alias mau mempraktekkan DAN fokus pada tujuan awal! Tapi kenyataannya, bagi kebanyakan orang justru PRAKTEK + FOKUS ini yang seringkali susah dan malah sering dilupakan! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya sarankan kepada netter untuk selalu memperhatikan dan merenungkan ke-4 hal yang saya sebutkan di atas saat menemukan kesulitan ketika menjalankan bisnis <em>online</em>. Dengan mengetahui letak kelemahan kita, maka kita akan lebih mudah memperbaikinya!</p>
<p>2. Pengetahuan tentang internet</p>
<ol></ol>
<p>Perdalamlah pengetahuan kita tentang internet, mulai dari cara mengoprasikan komputer sampai kita mengerti  bagaimana memperoleh benefit dari internet. Pelajari juga tentang cara-cara memperoleh benefit itu. Belajarlah terus, dan buatlah catatan peringkatan tentang apa yang kita pelajari. Pelajari satu teknik demi teknik. Jangan mengacak kemana-mana, karena itu akan membuat fikiran kita pusing. Banyak hal yang menarik di internet, dan tentunya kalau kita tidak focus maka hati-hatilah terbawa arus. Pelajari satu program sampai kita menguasainya.</p>
<p>3. Peralatan Komputer</p>
<ol></ol>
<p>Untuk bergelut di internet kita juga harus punya peralatan, dan peralatan itu computer yang terhubung ke internet. Perbanyaklah sofwaare untuk mempermudah pengerjan kita, pasang juga anti virusnya supaya file-file kita aman.</p>
<p>4. Peralatan tulis</p>
<ol></ol>
<p>Alat-alat tulis mutlah dibutuhkan, bawa selalu alat tulis kemanapun kita pergi. Karena tidak menutup kemungkinan di sela-sela kegiatan sehari-hari kita, fikiran kita selalu mengeluarkan ide-ide. Catatlah ide-ide itu, dan selain ide pasti juga kita mendapatkan sesuatu hal baru yang berhubungan dengan perjalanan sukses kita. Catatlah itu karena suatu adalah modal kita.</p>
<p>Empat hal ini harus mutlak kita miliki, tapi hal yang no 3 diatas, kalau belum mampu punya komputernya kita bisa kreatif sendiri lah… Warnet banyak kok zaman sekarang. Manfaatkan lah itu. Yang terpenting anda harus punya Flashdisk atau pun alat lainnya untuk menyimpan data-data penting anda. Teruslah belajar, dan komitmenlah kepada mindset kita. Buat tujuan yang jelas dan tertulis.</p>
<p>Untuk cara membuat tujuan yang jelas dan tertulis akan dibahas pada post berikutnya.</p>
<p>Bagi yang mau menambahkan, silahkan saya tunggu komentarnya.</p>
<p><strong>Salam Action! Semangat Pagi!!!</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Asyiknya Jualan Barang Lewat Blog]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/17/asyiknya-jualan-barang-lewat-blog/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 04:06:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/17/asyiknya-jualan-barang-lewat-blog/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Kini Internet menjadi sebuah media yang memiliki pasar secara global di era web 2.0 ini. Apal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&nbsp; Kini Internet menjadi sebuah media yang memiliki pasar secara global di era web 2.0 ini. Apal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Richfaces modal panel default formular action]]></title>
<link>http://ahoehma.wordpress.com/2009/11/16/richfaces-modal-panel-default-formular-action/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 14:35:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Andreas Höhmann</dc:creator>
<guid>http://ahoehma.wordpress.com/2009/11/16/richfaces-modal-panel-default-formular-action/</guid>
<description><![CDATA[Each input dialog should have a default action for good useability. If the user hit &#8216;Enter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Each input dialog should have a default action for good useability.</p>
<p>If the user hit &#8216;Enter&#8217; then the default action should execute.</p>
<p>Here is my example of a richfaces modal edit dialog for such a requirement &#8230;</p>
<p>The dialog have input fields and 3 actions:</p>
<ul>
<li>save &#8211; is the default action if the user hit &#8216;<strong>Enter</strong>&#8216; anywhere in the formular</li>
<li>cancel &#8211; is  the default action if the user hit &#8216;<strong>Esc</strong>&#8216; anywhere in the formular</li>
<li>reset</li>
</ul>
<pre class="brush: xml;">
&#60;rich:modalPanel id=&#34;edit_dialog&#34;&#62;

   &#60;a4j:form id=&#34;edit_form&#34; ajaxSubmit=&#34;true&#34;&#62;

     &#60;h:outputLabel value=&#34;What's your title:&#34; for=&#34;title&#34;/&#62;
     &#60;h:inputText  id=&#34;title&#34; value=&#34;#{bean.title}&#34;/&#62;
     &#60;h:outputLabel value=&#34;What's your name:&#34; for=&#34;name&#34;/&#62;
     &#60;h:inputText  id=&#34;name&#34; value=&#34;#{bean.name}&#34;/&#62;

       ...

     &#60;a4j:commandButton id=&#34;save&#34;
          value=&#34;Save&#34;
          action=&#34;#{save}&#34;
          type=&#34;submit&#34;
          oncomplete=&#34;if(#{facesContext.maximumSeverity==null})Richfaces.hideModalPanel('edit_dialog')&#34;/&#62;

     &#60;a4j:commandButton id=&#34;reset&#34;
          value=&#34;Reset&#34;
          action=&#34;#{bean.reset}&#34;
          limitToList=&#34;true&#34;
          reRender=&#34;edit_form&#34;
          ajaxSingle=&#34;true&#34;
          type=&#34;reset&#34;/&#62;

     &#60;a4j:commandButton id=&#34;cancel&#34;
          value=&#34;Cancel&#34;
          action=&#34;#{bean.cancel}&#34;
          ajaxSingle=&#34;true&#34;
          oncomplete=&#34;Richfaces.hideModalPanel('edit_dialog')&#34;/&#62;

     &#60;rich:hotKey key=&#34;return&#34;
         selector=&#34;#edit_form&#34;
         handler=&#34;${rich:element('edit_form:save')}.click();event.stopPropagation();event.preventDefault(); return false;&#34;
         disableInInput=&#34;false&#34;/&#62;

      &#60;rich:hotKey key=&#34;esc&#34;
         selector=&#34;#edit_form&#34;
         handler=&#34;${rich:element('edit_form:cancel')}.click();event.stopPropagation();event.preventDefault(); return false;&#34;
         disableInInput=&#34;false&#34;/&#62;

   &#60;/a4j:form&#62;

&#60;/rich:modalPanel&#62;
</pre>
<p>It&#8217;s important to define <strong>ajaxSubmit=&#8221;true&#8221;</strong> for the form! This avoid &#8220;none ajax submit of html formulars&#8221;. I will explain this in a later blog <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>With <a href="http://docs.jboss.org/richfaces/latest_3_3_X/en/devguide/html/rich_hotKey.html" target="_blank">rich:hotKey</a> I bind 2 key events to the edit formular:</p>
<ul>
<li>on &#8216;enter&#8217; &#8211; the handler click the save button</li>
<li>on &#8216;esc&#8217; &#8211; the handler click the cancel button</li>
</ul>
<p>Try it <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Richfaces modal panel autofocus first input element]]></title>
<link>http://ahoehma.wordpress.com/2009/11/16/richfaces-modal-panel-autofocus-first-input-element/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 13:57:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Andreas Höhmann</dc:creator>
<guid>http://ahoehma.wordpress.com/2009/11/16/richfaces-modal-panel-autofocus-first-input-element/</guid>
<description><![CDATA[With jQuery it&#8217;s easy to focus the first visible input element (textfield, textarea or selectb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>With <a href="http://docs.jquery.com/Selectors" target="_blank">jQuery</a> it&#8217;s easy to focus the first visible input element (textfield, textarea or selectbox) for a <a href="http://docs.jboss.org/richfaces/latest_3_3_X/en/devguide/html/rich_modalPanel.html" target="_blank">rich:modalPanel</a>:</p>
<pre class="brush: xml;">
&#60;rich:modalPanel onshow=&#34;autofocus('dialog_content')&#34;&#62;
  &#60;h:panelGrid id=&#34;dialog_content&#34; columns=&#34;1&#34; width=&#34;100%&#34; cellpadding=&#34;0&#34; cellspacing=&#34;0&#34;&#62;
     &#60;a4j:form ajaxSubmit=&#34;true&#34;&#62;
       &#60;h:outputLabel value=&#34;What's your name:&#34; for=&#34;name&#34;/&#62;
       &#60;h:inputText  id=&#34;name&#34; value=&#34;#{bean.name}&#34;/&#62;
       ...
       &#60;a4j:commandButton id=&#34;save&#34; value=&#34;Save my name&#34; action=&#34;save&#34;/&#62;
     &#60;/a4j:form&#62;
  &#60;/h:panelGrid&#62;
&#60;/rich:modalPanel&#62;
</pre>
<pre class="brush: jscript;">
function autofocus(containerId) {
  var element = jQuery(&#34;:input:not(:button):visible:enabled:first&#34;, '#'+containerId);
  if (element != null) {
    element.focus().select();
  }
}
</pre>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
