<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>musik-lagu &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/musik-lagu/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "musik-lagu"</description>
	<pubDate>Wed, 22 May 2013 15:11:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Alasan Mengapa Masyarakat Memilih Musik Digital]]></title>
<link>http://sinetroncinta.wordpress.com/2012/12/22/alasan-mengapa-masyarakat-memilih-musik-digital/</link>
<pubDate>Sat, 22 Dec 2012 13:17:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://sinetroncinta.wordpress.com/2012/12/22/alasan-mengapa-masyarakat-memilih-musik-digital/</guid>
<description><![CDATA[Tadinya para musisi dan label rekaman bingung serta pusing mencari model pemasaran baru yang paling]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tadinya para musisi dan label rekaman bingung serta pusing mencari model pemasaran baru yang paling efektif terkait perubahan konsumsi CD/ kaset ke musik digital. Belakangan hal ini mulai menemukan titik terang. Melalui model bisnis &#8220;sewa&#8221;, musik digital dapat diakses dengan mudah lewat <em>smartphone</em> pengguna. Menyewa musik seperti ini memang memiliki beberapa keunggulan dibanding layanan <em>pay</em>-<em>as</em>-<em>you</em>-<em>go</em> seperti iTunes Music Store milik Apple. Hal ini juga tentu disenangi oleh mereka yang memiliki selera musik yang berubah-rubah. Anda memiliki lagu yang disuka di radio, mencari di aplikasi Social Music Network dan Okezone Player, dan bisa meninggalkannya setiap saat ketika bosan. Nah berikut ini kami sajikan keunggulan menggunakan musik digital.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://sinetroncinta.wordpress.com/2012/12/22/alasan-mengapa-masyarakat-memilih-musik-digital/alasan-mengapa-masyarakat-memilih-musik-digital-2/#main" rel="attachment wp-att-5"><img class="aligncenter size-full wp-image-5" alt="alasan-mengapa-masyarakat-memilih-musik-digital" src="http://sinetroncinta.files.wordpress.com/2012/12/alasan-mengapa-masyarakat-memilih-musik-digital.jpg?w=245&#038;h=206" width="245" height="206" /></a></p>
<ul>
<li><strong>Lebih Murah</strong>. Menyewa musik lebih murah dibandingkan membeli langsung di iTunes, karena dengan kurang dari Rp 5.000,- per pekan pengguna bisa mendengarkan berbagai jenis musik yang disuka.</li>
<li><strong>Praktis</strong>. Musik yang telah diunduh akan tetap ada di dalam memori pengguna ponsel, yang bisa dibawa kemana-mana. Untuk mendengarkannya kembali mereka tinggal melakukan registrasi ulang.</li>
<li><strong>Memudahkan</strong>. Pemusik indie juga diakomodir dalam layanan ini. Meraka dapat mengikutsertakan lagu mereka di Musiklegal.com. Ini adalah cara efektif untuk mempromosikan dan memasarkan lagu dan band mereka.</li>
</ul>
<p>Nah itulah alasan mengapa beberapa orang memilih menyewa musik digital untuk mendengarkan musik.</p>
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngejazz Bareng Ireng ]]></title>
<link>http://tutinonka.wordpress.com/2010/07/12/ngejazz-bareng-ireng/</link>
<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 15:27:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
<guid>http://tutinonka.wordpress.com/2010/07/12/ngejazz-bareng-ireng/</guid>
<description><![CDATA[IRENG MAULANA DAN BINTANG-BINTANGNYA Ireng itu bahasa Jawa, yang artinya hitam. Kalau ada orang bern]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>IRENG MAULANA DAN BINTANG-BINTANGNYA</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ireng itu bahasa Jawa, yang artinya hitam. Kalau ada orang bernama Ireng, pasti kita membayangkan sosoknya berkulit hitam legam, bahasa Jawanya <em>jelitheng</em>. Mungkin tambah rambut keriting kriwil dan mata melolo (kalau itu mah orang habis kesetrum listrik &#8230;. hihihi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ).</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Nah, Ireng yang saya kagumi ini (iya deh, saya sayangi juga &#8230; musiknya maksud saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) tidak berkulit gelap. Memang sembarangan saja orang tua angkat yang memberi panggilan &#8216;Ireng&#8217; kepada Eugene Lodewijk Willem Maulana ini. Adik pemusik jazz Kiboud Maulana ini semasa kecilnya bandel bukan buatan (jadi beneran gitu loh &#8230;), sehingga oleh orangtuanya dititipkan kepada tetangganya. Nah, tetangga yang baik hati inilah yang memberi nama Ireng. Jangan tanya kenapa Ireng, kenapa bukan Biru atau Belang, saya juga gak tau &#8230; <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/ireng_maulana_0051.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3859" title="ireng_maulana_005" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/ireng_maulana_0051.jpg?w=203&#038;h=300" alt="" width="203" height="300" /></a><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Eugene Lodewijk Willem (Ireng) Maulana (foto : <a href="http://celeb.kapanlagi.com/i/ireng_maulana/ireng_maulana_005.html">Kapanlagi.com</a>)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya bukan pakar musik jazz, nggak paham merah-ijonya jazz. Saya pecinta musik yang dimainkan Ireng Maulana dan teman-temannya, yang tergabung dalam Ireng Maulana All Stars, itu saja. Bahwa musik mereka digolongkan sebagai musik jazz, ya monggo sajalah. No problemo.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya kenal Ireng sudah lama (meski nggak pernah satu kelas, nggak pernah satu kota, nggak pernah saling bersapa). Sumpah, Ireng bahkan nggak tahu apakah Tuti Nonka itu nama seorang wanita yang manis dan baik hati, sejenis es krim, atau merk pompa air. Saya aja yang sok kenal dan sok dekat. Lha gimana saya nggak kenal baik Ireng, wong saya penggemar acara &#8220;Berpacu Dalam Melodi&#8221; yang disiarkan TVRI antara tahun 1989 &#8211; 1998. Dalam acara yang disiarkan seminggu sekali itu Ireng Maulana All Stars berlaku  sebagai musik pengiring, dan mereka selalu menampilkan permainan musik yang membuat saya bersyukur dikaruniai telinga bolong.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Oke, bagi teman-teman yang belum pernah mendengarkan musik Ireng Maulana, silahkan cari di toko musik, di Youtube atau di mana saja (asal jangan di lapak CD bajakan ya!). Ini lho CDnya &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><!--more--></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/img_3418.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3872" title="IMG_3418" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/img_3418.jpg?w=500&#038;h=466" alt="" width="500" height="466" /></a><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Ireng Maulana All Stars yang terdiri atas Ireng Maulana, Hendra Wijaya, Benny Likumahua, Benny Mustafa, Jeffrey Tahalele, Marwan, dan Trisno, bersama penyanyi Ermy Kullit.</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/img_3408.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3855" title="IMG_3408" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/img_3408.jpg?w=448&#038;h=333" alt="" width="448" height="333" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Para artis pendukung album Ireng Maulana All Stars. Ireng Maulana (tengah berbaju biru) dengan &#8216;banjo&#8217;nya, gitar berbentuk bulat</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya suka musik yang dimainkan Ireng, karena musiknya &#8216;bersih&#8217;, rapi, dan indah. Eksplorasi bunyi setiap alat musik tampil maksimal, sekaligus harmonis berpadu dengan alat musik yang lain. Ada berbagai aliran musik jazz, dan saya tak berhasil menikmati jenis yang improvisasinya terlalu &#8216;liar&#8217;, sehingga keindahan melodinya hilang. Jack Lesmana misalnya, memainkan musik jazz yang sukses membuat saya merasa tersesat ke rumah tetangga &#8230;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Album &#8220;Ireng Maulana All Stars&#8221; ini direkam di Lion Studio, Singapura, pada tahun 2005. Berisi 12 lagu, 2 di antaranya lagu Indonesia. Selebihnya lagu Barat, dinyanyikan oleh Ermy Kullit maupun hadir sebagai komposisi saxophone, clarinet, piano, trombone, flute, gitar, terompet, dan drum yang rancak. Ireng Maulana sering memainkan banjo, gitar berbentuk bundar dengan suaranya yang khas. Oh ya, Ermy Kullit sendiri adalah salah satu penyanyi jazz Indonesia yang paling top, selain sederet penyanyi lain seperti Margie Segers, Syaharani, dll.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/img_3406.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3873" title="IMG_3406" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/img_3406.jpg?w=300&#038;h=271" alt="" width="300" height="271" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Salam berupa tulisan tangan Ireng di cover dalam CD</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Blueberry  Hill&#8221; saya kenal pertama kali dari Louis Amstrong, pria <em>ndut</em> kelahiran New Orleans, Amerika Serikat, yang suaranya membuat kita  pengin ngasih permen pelega tenggorokan. Dinyanyikan Ermy Kullit,  mendengarkan &#8220;Blueberry Hill&#8221; jadi serasa benar-benar ngemut <em>blueberry</em>,  manis-manis seger. Musiknya juga membuat kita tergoda untuk berayun ke  kanan dan ke kiri &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Lagu  &#8220;Mimpi&#8221;, masih dibawakan Ermy Kullit, diawali dengan petikan banjo  Ireng dengan bunyinya yang khas. Hanya ada suara Ermy dan bunyi banjo  saja, baru kemudian irama dihentak oleh pukulan drum Benny Mustafa yang  gembira. Ini lagu berkisah tentang nemu pacar, jadi wajarlah kalau riang  gembira, meskipun cuma mimpi &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Hello  Dolly&#8221; &#8230; ah, lagi-lagi saya kenal lagu ini dari Pak Ndut berkulit  gelap Louis Amstrong. <em>Hello Dolly &#8230; we feel the room swaying, for  the band&#8217;s playing, one of your old favourite songs, from way back when,  so take her wrap fell as, find an empty lap fell as, Dolly is never go  away</em> &#8230; Ow-ow!!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Tak  Ingin Sendiri&#8221;, lagu ciptaan Pance Pondaag yang dipopulerkan Dian  Pishesa tahun 80-an, jadi beda sekali ketika dinyanyikan oleh Ermy  Kullit. Dian Pishesa mendayu-dayu seakan mau bunuh diri, sebaliknya Ermy  Kullit lincah menari-nari. Saya jelas lebih suka menari dari pada bunuh  diri ..</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/copy-of-img_3413.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3854" title="Copy of IMG_3413" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/copy-of-img_3413.jpg?w=500&#038;h=426" alt="" width="500" height="426" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">12 lagu yang semuanya hadir <em>perfect,</em> dari yang lembut manis sampai yang lincah ceria &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;"><strong>Maap sebentar sodara-sodara, ada yang kedip-kedip mata ke saya nih &#8230; *ge-er.com* </strong></span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;"><strong>Oh, penggemar Ireng juga, mau ikut me<em>review</em> album ini. Rene &#8230; reneo  <a href="http://septarius.wordpress.com/">cah bagus sing seneng mesem</a> &#8230; wis, gek ndang komen &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Kasih senyum dulu dong ke pemirsa TV, introduce your self. Udah pada kenal? Haiyah &#8230; iyo po? Yo wis sak karepmu &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></span></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;How Insensitive&#8221;.. Lagu ini bertempo lumayan slow, cocok buat lullaby..<br />
lagu pengantar bobo&#8217; yang sangat dreamy..<br />
karena durasinya 4 menit, awas hati-hati bisa langsung bablas ke alam mimpi..  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;Chewin The Rag&#8221;&#8230; kontras dengan <em>track</em> sebelumnya, karya instrumental ini sangat rancak ..<br />
jari-jari Hendra Wijaya bagai menari di atas tuts piano, Pak Marwan apa gak capek ya niup trumpetnya..hi..hi..</strong></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;As Time Goes By&#8221;.. dengerin lagu ini serasa dibuai Mbak Ermy Kullit dengan vokal mengawang yang lembut namun prima. Tidak itu saja, <em>track</em> ini mempunyai <em>quote coda</em> yang agak lebay namun sangat manis..</strong></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;Cherokee&#8221;&#8230;agak susah ngegambarin lagu ini, pastinya kalo dengerin musik ini serasa sedang di Mexico..</strong></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;Basin Street Blues&#8221;, nuansa blues yang menggairahkan memenuhi setiap bagian lagu ini, suara trombone Benny Likumahua dan saxophone Trisno, bisa bikin tersenyum puas..</strong></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;Red River Valley&#8221; intro di buka dengan ketukan senar drum serasa ada barisan tentara yang siap perang.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
musiknya sangat ceria..</strong></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;Quizas, Quizas, Quizas&#8221; pantes aja Bu Tuti pengen meliuk, musiknya cocok banget buat nge<em>dance</em> sih.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;The Entertainer&#8221;, nada-nadanya <em>somehow</em> terdengar familiar di telinga, gak tau kenapa kaki saya langsung goyang-goyang sendiri pas dengernya.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong><span style="color:#800000;">Sodara-sodara &#8230; itulah <em>reviewer</em> baru yang mencoba memulai debutnya di TV saya &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Thanks Ata, lain kali ngreview musik klasik Johann Strauss kegemaranku ya &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </span></strong></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong><span style="color:#800000;"><br />
</span></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/img_3417.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3856" title="IMG_3417" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2010/07/img_3417.jpg?w=399&#038;h=336" alt="" width="399" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>*balik ke  presenter TV*<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ah  &#8230;. ke 12 lagu dan musik dalam album ini semuanya indah, renyah,  lembut, manis, lebih dari nano-nano pokoknya. Tapi saya paling suka  &#8220;Quizas, Quizas, Quizas&#8221;, lagu ciptaan Oswaldo Farres. Ireng  mengaransemen lagu ini menjadi berirama jazzy-rumba, dan saya <em>so</em> pasti jadi tergoda untuk meliuk &#8230;.  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Menikmati  musik adalah dengan didengarkan, bukan dibaca dari tulisan, jadi  sepanjang apapun saya mencoba menggambarkan keindahan musik Ireng  Maulana melalui kata-kata, bakal sia-sia saja. Saya capek, Anda puyeng,  iya toh &#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Jadi saya cukupkan sekian saja upaya gagal saya untuk  membuat Anda terpesona &#8230; </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jika Anda penggemar musik jazz, pastilah Anda pernah mendengar tentang Jakarta Jazz Festival, sering disingkat dengan JakJazz. Ini ajang tampilnya jempolan-jempolan pemusik jazz dari seantero dunia yang diprakarsai oleh Ireng Maulana sejak beberapa tahun yang lalu. Konsistensi Ireng terhadap musik jazz memang memiliki akar yang kuat. Ia alumni Akademi Musik LPKJ, mendapatkan beasiswa Fullbright untuk belajar di Peabody Conservatorium of Music, Baltimore, Amerika Serikat, dan pernah juga menggali ilmu tentang musik di Koninklijk Conservatorium, Den Haag. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ohya, JakJazz rencananya akan diadakan bulan November 2010 besok. Duuh, pengen deh nonton *nguwel-uwel tangan*. Belum pernah <em>je</em> &#8230; <em>Hawong</em> dari Jogja ke Djakarta kalo jalan kaki tiga bulan baru nyampe, itupun kalo gak keburu dinaikin gerobak dorong karena gempor &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> </strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nonton Dwiki]]></title>
<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/10/23/nonton-dwiki/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 17:25:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
<guid>http://tutinonka.wordpress.com/2009/10/23/nonton-dwiki/</guid>
<description><![CDATA[KONSER WORLD PEACE UNTUK KOMODO Tanggal 17 Oktober kemarin saya dihadapkan pada dua pilihan yang ben]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>KONSER WORLD PEACE UNTUK KOMODO</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tanggal 17 Oktober kemarin saya dihadapkan pada dua pilihan yang benar-benar sulit, rumit, dan menjepit (lebay buuk &#8230; !). Pilihan pertama adalah nonton Jogja Java Carnival, dalam rangka ulang tahun kota Jogja, yang memang sudah saya tunggu-tunggu. Pilihan kedua adalah nonton konser World Peace Orchestra pimpinan Dwiki Dharmawan yang digelar dalam rangka dies natalis UGM yang ke-60. Dua-duanya menarik dan ingin saya tonton.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Coba, bingung kan?</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Setelah mempertimbangkan masak-masak (masaknya 7 hari 7 malam, sampai kering kayak rendang), dengan berat hati saya memilih nonton Dwiki. Pertimbangan saya, belum tentu ada kesempatan lain nonton konser Dwiki. Apalagi konser ini didukung bintang-bintang yang cukup menyilaukan seperti Kris Dayanti, Dewa Budjana, Steve Thornton (Amerika), Anggito Abimanyu, Butet Kertaradjasa, Singgih Sanjaya, Paduan Suara UGM, dan bintang-bintang lain yang belum begitu dikenal (tapi setelah saya tonton penampilannya, ternyata tak kalah cemerlang sinarnya).</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-3005" title="IMG_2017" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2017.jpg?w=390&#038;h=336" alt="IMG_2017" width="390" height="336" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Maka, pada hari Jum&#8217;at siang, sehari sebelum konser digelar, saya pergi ke radio Swaragama, salah satu <em>ticket box</em> konser, untuk mencari (eh, membeli ding &#8230;) tiket.  Yaaah &#8230; karena sudah hari terakhir, tiket yang tersisa tinggal VIP B, seharga Rp. 100.000,-. Dengan memecah celengan saya masih bisa sih bayar tiketnya, tapi posisi duduknya itu lho! VIP B ini ada di belakang dan di samping. Masih lebih nyaman duduk di kelas festival yang tiketnya cuma Rp. 40.000,- karena tempatnya di tribun yang tinggi, sehingga pandangan ke panggung lebih leluasa.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Apa hendak dikata. Itulah risikonya terlalu lambat mengambil keputusan. Cepat dan tepat, harusnya kan begitu &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-3006" title="IMG_2024" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2024.jpg?w=300&#038;h=173" alt="IMG_2024" width="300" height="173" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Tiket yang diperoleh pada saat-saat terakhir &#8230; </span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Bagaimana jalannya konser yang telah berhasil merebut saya (haiyah!) dari Jogja Java Carnival ini? Yuuuk &#8230;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><!--more--></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Konser yang molor 45 menit (selaluuu deh begitu, jam karet!) dibuka dengan tembang oleh pesinden asal Solo, Peni Candrarini. Peni menempuh pendidikan S1 dan S2 dalam bidang Karya Seni Pertunjukan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Ia ikut mendukung pagelaran <span style="color:#0000ff;">I La Galigo</span>, drama epik-klasik dari Sulawesi Selatan di Singapura, Australia, Belanda, Spanyol, dan Amerika Serikat. Dwiki telah beberapa kali mengajaknya mendukung tour Krakatau, antara lain ke China dan Mexico. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-3007" title="IMG_2015" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2015.jpg?w=448&#038;h=336" alt="IMG_2015" width="448" height="336" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Peni Candrarini, solo sinden yang suaranya mengalun dalam iringan musik Dwiki</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-3003" title="IMG_2006" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2006.jpg?w=448&#038;h=336" alt="IMG_2006" width="448" height="336" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">World Peace Orchestra dan Paduan Suara UGM dengan <em>conductor</em> Dwiki Dharmawan, tampil apik &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Konser di-MC-in Ninda Nindiani, MC terbaik di Jogja yang telah memiliki pengalaman luas di dunia per-MC-an, nasional maupun internasional. Ninda juga seorang presenter televisi, dan trainer <em>public speaking</em> serta pengembangan diri. Ia mendapatkan beasiswa British Chevening Awards untuk studi S2 di International Broadcast Journalism, University of Central England, Birmingham. Kebetulan saya mengenalnya secara pribadi, dan percayalah pada saya : Mbak Ninda tidak hanya cantik dan cerdas, tapi juga sangat santun, ramah, dan rendah hati. <em>I am an admirer of her</em> . Dia juga menuliskan pengalamannya yang segudang di dunia MC dan <em>public relation</em> di blognya, <a href="http://nindajogja.com/">nindajogja.com</a> , antara lain ketika ia mewawancarai Presiden SBY.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-3008" title="IMG_2023" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2023.jpg?w=259&#038;h=300" alt="IMG_2023" width="259" height="300" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-3009" title="IMG_2004" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2004.jpg?w=193&#038;h=300" alt="IMG_2004" width="193" height="300" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Ninda Nindiani : cantik, cerdas, berbakat, ramah, santun, dan rendah hati. Dan ia adalah teman saya (yee &#8230; ngaku-ngaku!)<br />
</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Bintang yang begitu namanya disebut langsung disambut tepuk tangan penonton, siapa lagi kalau bukan Kris Dayanti. Lagu pertama yang dilantunkan KD adalah &#8220;Assalamualaikum&#8221; ciptaan Raihan. Diva yang moncer ini tampil anggun dengan gaun warna merah yang begitu panjang hingga menyapu lantai (aduh, sayang nian, apa nggak kotor ya ujung gaunnya yang indah itu?). </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tentang KD, nampaknya tak perlu dijelaskan lagi &#8216;apa dan siapa&#8217;nya. Yanti memulai kariernya dengan memenangkan Asia Bagus 1992 di Jepang. Tahun 1997 ia terpilih sebagai &#8220;The Best of Asia Bagus&#8221;. MTV juga menganugerahi Yanti dengan penghargaan &#8220;Most Wanted Female Artist&#8221; dan &#8220;Most Wanted Indonesian Video&#8221;. Beberapa waktu yang lalu ia menghebohkan jagad infotainmen dengan masalah pribadinya, tetapi karena blog ini bukan blog gosip, saya tidak akan membahasnya &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-3010" title="IMG_1996" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_1996.jpg?w=448&#038;h=336" alt="IMG_1996" width="448" height="336" /><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Dwiki memimpin konser mengiringi KD melantunkan &#8220;Assalamualaikum&#8221; ciptaan Raihan</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-3011" title="KD Baju Putih" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/kd-baju-putih.jpg?w=448&#038;h=336" alt="KD Baju Putih" width="448" height="336" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">KD pada tampilan kedua dengan gaun putih ketat, membawakan lagu klasik &#8220;Di Bawah Sinar Bulan Purnama&#8221; ciptaan Maladi</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Siapa lagi yang tampil? Oh, Dewa Budjana, gitaris yang namanya cukup kondang di blantika musik Indonesia. Lelaki kelahiran Sumba Barat ini mulai belajar gitar secara otodidak sejak masih kanak-kanak. Ia kemudian mempelajari gitar klasik dan mulai membentuk  band ketika menempuh SMA di Surabaya. Dari grup band Squirrell, ia pindah ke Spirit, Java Jazz, dan akhirnya nemplok di GIGI sampai sekarang. Budjana telah menghasilkan enam album gitar solo. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dari kelompok &#8216;pemusik sambilan&#8217; tampil Anggito Abimanyu, salah satu staf ahli Menkeu yang juga dosen Fakultas Ekonomi UGM. Anggito memainkan solo flute dalam lagu &#8220;Rintak Rebana&#8221;. Dalam lagu ini, ia bermain bersama Steve Thornton dari Amerika yang memainkan perkusi. Saya sudah berkali-kali menyaksikan Anggito meniup flutenya di berbagai konser, dan kelak kalau ia pensiun dari jabatan staf ahli menteri serta dosen UGM, ia pasti akan laris tampil di berbagai pentas &#8230;<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-3012" title="Anggito" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/anggito.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Anggito" width="150" height="112" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-3013" title="anggito &#38; Steve" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/anggito-steve.jpg?w=300&#038;h=224" alt="anggito &#38; Steve" width="300" height="224" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Anggito meniup flute dan Steve memainkan perkusi dalam &#8220;Rintak Rebana&#8221; ciptaan &#38; aransemen Dwiki</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-3014" title="IMG_2052" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2052.jpg?w=448&#038;h=336" alt="IMG_2052" width="448" height="336" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Anggito, Dwiki, dan Budjana bermain bersama dalam lagu &#8220;The Spirit Of Peace&#8221; ciptaan Dwiki</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Sebegitu jauh, saya malah belum membahas tentang Dwiki secara khusus. Soalnya pemusik ini sudah sangat dikenal reputasinya, jadi rasanya tanpa diperkenalkan pun semua orang sudah tahu siapa dia. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Oke. Begitupun, perlu juga rasanya menilik catatan karier Dwiki. Ia adalah pendiri grup musik Krakatau (entah kenapa dia mengambil nama gunung di selat Sunda itu &#8230; mungkin karena letusannya yang demikain hebat). Bersama Krakatau Dwiki sudah tampil di Lincoln Center New York, Chicago Cultural Center, dan begitu banyak senter-senter (bukan lampu lho) seni di seluruh dunia. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dwiki meraih piala Citra sebagai Penata Musik Film Terbaik pada FFI 1991 dalam film &#8220;Cinta Dalam Sepotong Roti&#8221;. Tahun 2005 ia mendapatkan penghargaan sebagai Penata Musik Film Terpuji pada Festival Film Bandung melalui film &#8220;Rindu Kami Padamu&#8221;. Javajazz Festival 2009 menganugerahkan Indonesian Jazz Ambassador Award kepadanya, atas reputasinya melakukan pertunjukan di lebih dari 25 negara. Dan masih banyak lagi prestasi Dwiki, yang terlalu panjang untuk dituliskan semua disini.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-3015" title="IMG_2018" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2018.jpg?w=300&#038;h=215" alt="IMG_2018" width="300" height="215" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Dwiki Dharmawan, semangatnya untuk memperkenalkan Indonesia melalui musik di pentas global membuat ia sering keliling dunia menjadi Duta Budaya Indonesia (foto : Fendy Siregar)</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dwiki juga mengajak Singgih Sanjaya, komposer yang telah menggubah lebih dari 200 aransemen musik. Komposisi musik ciptaan Singgih Sanjaya telah dimainkan oleh hampir semua orkestra yang ada di Indonesia, seperti ISI Jogjakarta Orkestra, Nusantara Symphoni Orkestra, Twilight Orchestra, Orkes Simponi Jakarta, Jakarta Chamber Orchestra, Amadeus Ansambel, dll. Beberapa karyanya bahkan juga dimainkan oleh orkestra manca negara, seperti Symphonie Vienna, The Bluescope Steel Youth Orchestra (Australia), Italian Symphony Orchestra, dan &#8230;. uff &#8230; saya hentikan disini saja karena capek nulis saking banyaknya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Pada konser kali ini, Singgih Sanjaya menampilkan <em>medley</em> lagu-lagu Nusantara yang diberi judul &#8220;Nyanyian Negriku&#8221;, dibawakan oleh Paduan Suara UGM. Komposisi musik Singgih sungguh indah, harmoninya sangat terjaga, dan eksplorasi untuk setiap alat musik digarap dengan cantik. Saya sudah beberapa kali menyaksikan konser musik Singgih Sanjaya, dan selalu saja menemukan keindahan yang sempurna. Komposisi musik Singgih memiliki warna yang berbeda dengan musik Dwiki, dan saya merasa lebih cocok dengan musik Singgih. Menurut saya, komposisi Singgih lebih &#8216;akademik&#8217;, lebih dekat ke orkestra. Sangat wajar, karena Singgih adalah staf pengajar tetap di Jurusan Musik FSP Institut Seni Indonesia Yogyakarta.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Penampilan musik Singgih Sanjaya semakin atraktif dengan dukungan tari oleh Unit Tari Bali UGM, membuat panggung meriah dan semarak oleh gerak para penari.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-3016" title="IMG_2020" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2020.jpg?w=222&#038;h=300" alt="IMG_2020" width="222" height="300" /> </strong><span style="color:#800000;">Singgih Sanjaya</span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-3017" title="IMG_2048" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2048.jpg?w=448&#038;h=336" alt="IMG_2048" width="448" height="336" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Unit Tari Bali UGM memeriahkan panggung pada lagu &#8220;Nyanyian Negriku&#8221; aransemen Singgih Sanjaya</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Masih ada Rafly penyanyi dari Aceh, Dira J Sugandi yang memiliki suara emas, I Nyoman Windha seorang komposer kontemporer untuk gamelan Bali, Ivan Nestorman musisi dari Flores, Steve Thornton pemain perkusi dari New York, Nano Tirta musisi flute dengan pengalaman panjang di dalam maupun di luar negri yang &#8216;nyambi&#8217; menjadi Direktur Utama BPD DIY, jawara monolog Butet Kertaradjasa dan I Wayan Senen, yang tak sempat saya bahas karena khawatir posting menjadi terlalu panjang.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-3020" title="IMG_2019" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_2019.jpg?w=300&#038;h=192" alt="IMG_2019" width="300" height="192" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Ivan Nestorman (kiri) dan Steve Thornton (kanan) </span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-3023" title="IMG_2022" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_20221.jpg?w=120&#038;h=150" alt="IMG_2022" width="120" height="150" /> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-3024" title="IMG_2021" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_20211.jpg?w=136&#038;h=150" alt="IMG_2021" width="136" height="150" /> </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Butet Kertaradjasa (kiri) dan Nano Tirta (kanan)</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dan yang tak kalah penting, konser ini juga membawa misi mempromosikan &#8220;Vote Komodo&#8221;, agar binatang purba milik Indonesia ini terpilih menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia untuk kategori Alam. Voting ini dilakukan secara online untuk mendapatkan suara terbanyak. Ayo, ayoo &#8230;! Bagi yang belum memberikan suara, segera klik <a href="http://www.new7wonders.com" rel="nofollow">http://www.new7wonders.com</a><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Konser selesai jam 23.00. Yah, tak rugilah saya meninggalkan Jogja Java Carnival demi nonton konser ini &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-3019" title="IMG_2053" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/10/img_20531.jpg?w=500&#038;h=341" alt="IMG_2053" width="500" height="341" /><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Eiitts &#8230;!! Dilarang komentar soal jilbab merah ya! Sudah saya bilang, saya punya dua belas lusin &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jubing Fantasy]]></title>
<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/08/17/jubing-fantasy/</link>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 00:33:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
<guid>http://tutinonka.wordpress.com/2009/08/17/jubing-fantasy/</guid>
<description><![CDATA[BUKAN SATRIA BERGITAR, TAPI PENDEKAR GITAR Anda kenal Jubing Kristianto? Kenal? Ah, baguslah. Bingun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>BUKAN SATRIA BERGITAR, TAPI PENDEKAR GITAR</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Anda kenal Jubing Kristianto? Kenal? Ah, baguslah. Bingung? Nggak apa-apa, nggak kenal Jubing juga nggak bakal masuk penjara kok &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Semula, saya juga cuma pernah baca entah dimana, bahwa Jubing adalah salah satu gitaris terbaik di Indonesia selain Balawan dan Tohpati. Yang kemudian membuat saya &#8216;agak kenal&#8217; Jubing adalah teman baik saya, Mr. Dhum (hallo Mr. Dhum, how are you today?). Teman baik saya ini adalah mantan pemain band (yang kemudian tersesat menjadi aktivis masjid &#8230; ). Ia pengagum Jubing, dan mengatakan bahwa Jubing adalah gitaris nomer satu di Indonesia.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Karena penasaran, saya membeli CD pertama Jubing, &#8220;Becak Fantasy&#8221;. Yah, memang bagus. Tapi selama ini saya lebih terpesona pada piano, karena menurut saya piano lebih elegan, lebih anggun, sekaligus kaya variasi nada, dan bisa dimainkan untuk musik berirama apa saja. Mendengar saya menilai Jubing &#8220;bagus&#8221; (tapi dengan nada yang &#8216;sederhana&#8217; saja) sohib saya itu rupanya kurang terima. Dia bilang, karena saya nggak tahu soal gitar, nggak pernah belajar main gitar, maka saya nggak bisa menangkap keindahan dan kehebatan permainan gitar Jubing.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Woooh &#8230; dibilang &#8216;nggak tahu soal gitar&#8217;, ganti saya yang nggak terima. Oke, saya akan belajar memahami permainan gitar, akan menyimak Jubing dengan lebih cermat, dengan menggunakan segenap kekuatan indera, ketajaman rasa, kepekaan musik, serta intelektualitas saya (holoh, holoh &#8230; lebay!) supaya saya bisa menangkap keindahannya, supaya saya nggak dibilang &#8216;nggak tahu&#8217; lagi &#8230;</strong></span></p>
<p><em><span style="color:#666699;"><strong>And &#8230; yes! I got it! The fantastic of Jubing.</strong></span></em></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2560" title="IMG_1720" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/08/img_1720.jpg?w=337&#038;h=336" alt="IMG_1720" width="337" height="336" /></p>
<p><span style="color:#800000;">&#8220;Becak Fantasy&#8221;, album fantasi pertama Jubing</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><!--more-->Jubing gemar memainkan lagu anak-anak dengan aransemennya sendiri. Lagu &#8220;Becak Fantasy&#8221; diaransemen Jubing dari lagu &#8220;Hai Becak&#8221; karya Ibu Sud.  Jubing menginginkan suasana orkestra dalam lagu ini, dan ia sukses mewujudkannya. &#8220;Becak Fantasy&#8221; benar-benar mengubah imej saya sebelumnya bahwa bunyi gitar hanya &#8216;begitu-begitu&#8217; saja. Maklumlah, selama ini saya jarang mendengar permainan gitar solo yang benar-benar bagus. Pada umumnya gitar hanya dimainkan sebagai salah satu instrumen dalam sebuah band, atau pengiring yang bunyinya hanya &#8216;genjrang-genjreng&#8217; saja. Lebih parah lagi, citra gitar jadi &#8216;merosot&#8217; karena alat musik inilah yang paling sering dibawa para pengamen jalanan dengan permainan yang nggak jelas juntrungnya. Celakanya pula, yang disebut &#8216;gitar&#8217; itu ada kalanya hanya sebuah kotak triplek dengan senar yang terbuat dari karet kolor, dan bunyinya &#8216;kencrung-kencrung&#8217; &#8230;  (aduh, maafkan saya, sungguh mati saya tidak bermaksud kasar &#8230; )</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Maka, Jubing berjasa menunjukkan &#8216;bagaimana permainan gitar yang sesungguhnya&#8217;. Dan ia memang memiliki kualifikasi untuk itu, karena ia adalah Juara I Yamaha Festival Gitar Indonesia selama 4 kali, yaitu tahun 1987, 1992, 1994, dan 1995. Tahun 1984 ia meraih Distinguised Award pada Festival Gitar Asia Tenggara di Hongkong. Sekarang ia menjadi instruktur dan penguji gitar pada Yayasan Musik Indonesia (Yamaha), dan sekolah musik &#8220;Relasi&#8221; Jakarta.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2567" title="IMG_1724" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/08/img_17241.jpg?w=336&#038;h=233" alt="IMG_1724" width="336" height="233" /><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Kalau ini mah gitar beneran milik Jubing &#8230;</span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;"><img class="alignnone size-full wp-image-2562" title="IMG_1725" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/08/img_1725.jpg?w=448&#038;h=301" alt="IMG_1725" width="448" height="301" /></span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Wow &#8230; berfantasi melalui cahaya yang menerobos melalui jendela?<br />
</span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Pada album &#8220;Becak Fantasy&#8221;, selain lagu &#8220;Becak Fantasy&#8221; sendiri, saya suka permainannya dalam &#8220;Ayam den Lapeh&#8221; yang bernuansa dangdut dan flamenco. Selain itu, aransemen pada &#8220;Theme from Magnificent Seven&#8221; juga sangat menarik. Album &#8220;Becak Fantasy&#8221; diluncurkan pada Februari 2007. Majalah &#8220;Rolling Stone Indonesia&#8221; memilih album ini sebagai salah satu dari 20 Album Rekaman Terbaik 2008.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Album kedua Jubing adalah &#8220;Hujan Fantasy&#8221; yang diluncurkan pada 2008. Saya dikirimi CD &#8220;Hujan Fantasy&#8221; oleh teman saya yang baik hati, Mr. Dhum itu. Sudah pasti, maksudnya adalah memprovokasi dan menghasut saya agar menjadi jamaahnya, ikut terjerat pada pesona permainan gitar Jubing &#8230;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><img class="alignnone size-full wp-image-2563" title="Copy of Jubing Kristianto" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/08/copy-of-jubing-kristianto.jpg?w=337&#038;h=336" alt="Copy of Jubing Kristianto" width="337" height="336" /></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Kalau ini mah bukan &#8216;Hujan Fantasy&#8217;, tapi &#8216;Kungkum Fantasy&#8217; atau &#8216;Nyiprat Fantasy&#8217; &#8230;</span><br />
</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Album &#8220;Hujan Fantasy&#8221; berisi 16 aransemen musik. Selain &#8220;Hujan Fantasy&#8221; sendiri yang sudah pasti fantastik, saya suka &#8220;Madu dan Racun&#8221;. Lagu yang aslinya tak menarik minat saya ini di tangan Jubing menjadi begitu lincah dan menggelitik, membuat badan saya gatal (tak tahan untuk bergoyang maksudnya &#8230;). Lalu &#8220;Moon Rise&#8221;, komposisi yang indah dan cantik. Nah, yang paling heboh adalah lagu &#8220;Gundul Pacul&#8221;, lagu anak-anak Jawa yang saya kenal sejak umur 5 tahun. Aransemen pada &#8220;Gundul Pacul&#8221; dihidupkan oleh suara gendang, yang membuat lagu ini betul-betul atraktif. Hebatnya lagi, ternyata lagu ini direkam live dari pertunjukan Jubing di Ambarukmo Plaza (Amplaz) Yogyakarta pada tahun 2007. Ya ampun, dan saya nggak nonton! Yeaah &#8230; tahun 2007 saya belum kenal Jubing &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Seminggu yang lalu saya membeli album ketiga Jubing yang baru saja diluncurkan pada Juni 2009 &#8220;Delman Fantasy&#8221; (weeh &#8230; rupanya Mas Jubing ini senang benar berfantasi &#8230; hihi). Saya membelinya di toko Indo Musik di Ambarukmo Plaza. Mbak di Indo Musik memberi tahu saya bahwa tahun 2009 Jubing akan tampil lagi di Amplaz. Nah, kalau ini saya nggak boleh ketinggalan nonton!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><img class="alignnone size-full wp-image-2564" title="IMG_1719" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/08/img_1719.jpg?w=336&#038;h=391" alt="IMG_1719" width="336" height="391" /></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Lho &#8230; mana delmannya, Mas Jubing?</span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;"><img class="alignnone size-full wp-image-2565" title="IMG_1718" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/08/img_1718.jpg?w=448&#038;h=262" alt="IMG_1718" width="448" height="262" /></span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">The fantastic of Jubing &#8230;<br />
</span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Album &#8220;Delman Fantasy&#8221; berisi 15 lagu. Lagu &#8220;Delman Fantasy&#8221; adalah eksplorasi Jubing atas lagu &#8220;Naik Delman&#8221; karya Pak Kasur. Semua kita pasti tahu lagunya. Itu tuuh &#8230;. <span style="color:#0000ff;"><em>pada hari Minggu ku turut ayah ke kota/naik delman istimewa ku duduk di muka/ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja/mengendali kuda supaya baik jalannya &#8230; tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk &#8230;. suara sepatu kuda &#8230;</em></span></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Lagu &#8220;Delman Fantasy&#8221; dimainkan Jubing pada kompetisi gitar Yamaha tahun 1987 dan mendapatkan Juara I. Selain lagu ini, terdapat juga lagu daerah &#8220;Rame-Rame&#8221; yang bergaya samba, &#8220;Bubuy Bulan&#8221; dengan nuansa pentatonik Sunda, serta medley &#8220;Anak Kambing/Potong Bebek&#8221; yang semeriah pesta dansa. Lagu yang lain adalah &#8220;Mission Impossible&#8221;, &#8220;Sukiyaki&#8221;, &#8220;Stairway to Heaven&#8221;, dan lain-lain. &#8220;Capuccino Rumba&#8221;, lagu ciptaan Jubing sendiri, juga sangat cocok di telinga dan rasa hati saya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-2568" title="IMG_1722" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/08/img_1722.jpg?w=300&#038;h=210" alt="IMG_1722" width="300" height="210" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Bersanding gitar, menunggu fantasi berpijar &#8230;</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jubing adalah alumnus Jurusan Kriminologi FISIP UI. Entah bagaimana dia dulu memilih jurusan kriminal, yang jelas ia tak pernah melakukan tindak kriminal dengan gitarnya. Sebaliknya, ia malahan menghadirkan keindahan bagi para pecinta musik. Jubing adalah wartawan tabloid Nova sejak 1990, kemudian memutuskan untuk sepenuhnya mengabdikan hidup di dunia gitar pada 2003.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Selain bermain gitar, mengajar dan menjadi penguji pada festival gitar, Jubing juga sudah menulis dua buku, yaitu &#8220;Gitarpedia : Buku Pintar Gitaris&#8221; dan &#8220;Membongkar Rahasia Chord Gitar&#8221;. Pastinya kedua buku ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mengikuti jejaknya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Meskipun sekarang saya bisa menikmati permainan gitar, tetapi saya tidak berniat untuk belajar main gitar. Tahu dirilah, sudah bangkotan gini. Pengin memiliki tubuh meng&#8217;gitar&#8217;? Wakaka &#8230; nggak juga! Ntar salah dipetik Jubing, kan celaka &#8230;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mozart, Jenius Musik Dari Salzburg]]></title>
<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/07/04/mozart-jenius-musik-dari-salzburg/</link>
<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 18:49:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
<guid>http://tutinonka.wordpress.com/2009/07/04/mozart-jenius-musik-dari-salzburg/</guid>
<description><![CDATA[MOZART, DARI ELVIRA MADIGAN HINGGA BAYI CERDAS Jika anda penggemar musik, mungkin anda pernah menden]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#666699;"><strong><span style="color:#800000;">MOZART, DARI ELVIRA MADIGAN HINGGA BAYI CERDAS</span><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jika anda penggemar musik, mungkin anda pernah mendengarkan, dan menyukai komposisi musik Mozart, meskipun mungkin anda tidak tahu bahwa musik itu adalah karya Mozart. Saya sendiri baru tahu bahwa musik yang saya dengar dari RRI melalui radio di rumah, ketika saya kanak-kanak dulu, adalah musik Mozart. Lama kemudian, setelah saya dewasa dan memiliki kasetnya (waktu itu CD belum <em>kocap</em>), baru saya <em>ngeh</em> kalau musik yang saya dengar itu adalah <em>Elvira Madigan</em>, atau <em>Eine Kleine Nachtmusik,</em><em> </em>atau <em>Symphony No. 40 in G Minor, </em>atau <em>Piano Sonata in A Major</em> &#8230;</strong> </span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Cara paling sempurna untuk menikmati musik Mozart adalah pada malam yang hening, di ruangan besar berjendela lebar, sambil duduk menyandarkan kepala di sofa empuk, boleh juga sambil memejamkan mata. Setelah mendengarkan satu CD Mozart, biasanya lengan saya akan pegal-pegal. Lho, apa hubungannya? Soalnya, sambil mendengarkan, saya suka menggerakkan tangan bak dirijen, mengikuti irama musik (penyakit gila nomor 27 &#8230; hehe!)</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Mozart hidup sekitar 250 tahun yang lalu (tapi bukan berarti saya juga sudah hidup sejak 250 tahun yang lalu &#8230; saya bukan mummy yang hidup lagi!). Ia lahir di Salzburg, Austria, pada 27 Januari 1756. Nama lengkapnya adalah Wolfgang Amadeus Mozart. Amadeus berasal dari bahasa Latin yang artinya &#8216;kesayangan Tuhan&#8217;. Oleh orang tuanya, ia sering dipanggil dengan sebutan &#8216;Woferl&#8217;. Ayah Mozart, Leopold, adalah seorang pemusik. Mozart memiliki seorang kakak perempuan yang juga pandai bermain musik, bernama Maria Anna dan sering dipanggil &#8216;Nannerl&#8217;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Pada umur 3 tahun (betul : ti-ga ta-hun!) Mozart sudah bisa memainkan not pada clavier, sejenis piano. Pada umur 4 tahun ia mulai mengalahkan Nannerl dalam memainkan harpsichord. Dan pada umur 5 tahun ia sudah bisa memainkan piano dengan sebuah komposisi lengkap! </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2362" title="Mozart 2" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/07/mozart-2.jpg?w=250&#038;h=329" alt="Mozart 2" width="250" height="329" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Mozart kecil, dilukis pada tahun 1763 oleh Pietro Antonio Lorenzoni</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><!--more-->Pada masa itu belum ada radio (jangan sebut pula televisi, apalagi CD dan MP3!), sehingga untuk memperkenalkan bakat musik anak-anaknya yang luar biasa, Leopold membawa Woferl dan Nannerl berkeliling Eropa. Jangan dibayangkan perjalanan muhibah itu nyaman dengan pesawat terbang eksekutif dan pelayanan premium. Mereka menempuh perjalanan sepanjang ribuan mil dengan kereta kuda, melalui jalan yang kadang buruk berlobang-lobang, pada musim dingin yang membekukan tulang sungsum. Pada waktu itu Mozart baru berumur 6 tahun. Penampilan mereka memberikan kesan yang mendalam di Istana Bavaria. Kesuksesan itu kemudian mereka lanjutkan dengan melakukan <em>tour show</em> ke Wina, London dan Paris. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Mozart dan kakaknya selalu mempesona orang di setiap tempat. Ia memainkan karya-karya yang sulit, membuat variasi pada suatu karya, bahkan memainkan piano dengan mata ditutup. Mereka dijamu dimana-mana, dan mendapatkan banyak hadiah. Mozart sangat senang dimanjakan semua orang, dan menjadi sedikit &#8230; yah, liar &#8230;. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2363" title="Mozart 3" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/07/mozart-3.jpg?w=250&#038;h=400" alt="Mozart 3" width="250" height="400" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Keluarga Mozart dalam suatu pertunjukan : Leopold, Nannerl, dan Woferl. Lukisan cat air ini dibuat oleh Carmontelle pada 1763</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Mozart benar-benar komposer jenius. Simphony pertamanya ia gubah pada usia 8 tahun, dan opera pertamanya pada usia 12 tahun. Pada usia 13 tahun, Mozart sudah menulis lebih dari 80 karya musik, termasuk 6 symphony. Ia mampu menggubah karya yang rumit tanpa mencoret sesuatu atau berpikir dua kali.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Sayangnya, pada masa itu tidak semua orang menyukai komposisi Mozart. Gagasannya sering dianggap terlalu modern, dan tidak bisa langsung dipahami. Lagipula Mozart memiliki saingan berat, yaitu Antonio Salieri. Salieri juga seorang komposer, dan ia adalah pemimpin paduan suara Kekaisaran Joseph II di Wina. Kaisar sangat menyukai musik Salieri. Salieri dan Mozart bersaing untuk menjadi guru musik Putri Elizabeth, dan Salieri yang terpilih. Salieri juga menciptakan opera berjudul &#8220;Axur&#8221; yang sudah dipentaskan sebanyak 100 kali, sementara opera Mozart, &#8220;Don Giovanni&#8221;, baru dipentaskan sebanyak 9 kali. Hal ini membuat Mozart iri hati, dan ia mengatakan musik Salieri &#8216;kuno&#8217;. Semenjak itu mereka berdua bermusuhan. Meskipun demikian, diam-diam sesungguhnya Salieri mengagumi karya-karya Mozart. Ia menonton semua opera Mozart. Dan sebagai Kapellmesiter, orkestranya memainkan musik Mozart di Kerajaan Wina.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Mozart pertama kali jatuh cinta kepada Aloysia Weber, tetapi cintanya ditolak gadis cantik yang memiliki suara merdu ini. Tak putus asa, Mozart lalu menikahi Constanze Weber, adik Aloysia, dan tinggal di Wina. Meskipun Constanze tidak begitu cantik dan kurang cerdas, lagipula suka berfoya-foya, tetapi ia pandai merawat Mozart, dan pernikahan mereka berjalan baik. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Mozart senang bermain dan nakal seperti waktu ia kecil dulu. Rumahnya ramai dipenuhi suara anak-anak bermain, anjing piaraan mereka, dan buruk jalak dalam sangkar yang bisa menyiulkan salah satu konserto piano Mozart. Di luar itu, Mozart menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja keras menciptakan karya musik. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2364" title="IMG_1258" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/07/img_1258.jpg?w=448&#038;h=292" alt="IMG_1258" width="448" height="292" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Rumah Mozart di Wina (jangan salah, maksudnya : Mozart dan keluarganya tinggal di salah satu lantai dari bangunan besar itu &#8230; )</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Wina adalah kota tempat istana, taman, ruang dansa, gedung opera, dan kedai kopi indah berada. Kota ini tempat masyarakat kelas atas yang glamor tinggal. Pria dan wanita hilir mudik mengenakan pakaian mahal berhias bulu-bulu binatang indah. Mozart dan Constanze menyukai kehidupan mewah itu, sehingga meskipun sesungguhnya Mozart memperoleh penghasilan cukup besar dari karya-karyanya, gaya hidup yang boros membuatnya terlibat banyak hutang. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Salah satu gaya hidup mewah pada masa itu adalah kegemaran para pria memakai rambut palsu. Rambut palsu ini dibuat dari rambut kuda, dirawat dengan cara diberi minyak wangi serta dibedaki, dan beberapa diikat ke belakang dengan simpul beludru. Hanya orang yang sangat kaya yang punya rambut palsu berbeda untuk setiap acara berbeda. Mozart pun tak ketinggalan mengenakan rambut palsu semacam ini agar tampak gaya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2366" title="IMG_1257" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/07/img_1257.jpg?w=391&#038;h=336" alt="IMG_1257" width="391" height="336" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Para bangsawan Austria dengan rambut palsu dan gaya hidup borju mereka</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Istana Schonbrunn yang sangat indah di Wina dibangun untuk menyaingi Istana Versailles di Perancis. Istana ini dibangun oleh Raja Leopold I pada tahun 1695. Dari 1.441 ruangan, ada beberapa ruangan yang begitu indah, yaitu ruang pertunjukan yang dihiasi lukisan dinding dan ruang untuk Ratu Maria Theresa yang disepuh emas. Di ruangan inilah Mozart pertama kali memainkan musik pada usia 6 tahun, dan membuat Ratu sangat terpesona sehingga Woferl kecil yang nakal berani melompat ke pangkuan Ratu (yang kalau dilakukan oleh anak lain, pasti sudah dihukum berat!)</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2365" title="IMG_1259" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/07/img_1259.jpg?w=336&#038;h=442" alt="IMG_1259" width="336" height="442" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Salah satu ruangan di Istana Schonbrunn, Wina, tempat Mozart pertama kali main musik pada usia 6 tahun</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Gaya hidup mewah dan boros membuat Mozart selalu terlilit hutang. Ia harus bekerja keras untuk membayar hutang-hutangnya, sehingga ia tak berhenti mencipta karya musik. Karena terlalu keras bekerja, akhirnya ia jatuh sakit. Tampaknya ia tahu bahwa hidupnya tidak akan lama lagi, dan tiga bulan sebelum meninggal, ia menulis,</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>&#8220;Ajalku sudah dekat sebelum aku mengambil keuntungan dari bakatku&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dalam keadaan sakit parah, Mozart menulis <em>Requiem, </em>komposisi musik yang akan dimainkan untuk mengiringi pemakamannya. Ia melihat seorang pria tak dikenal di depan pintu rumahnya, baik saat ia bermimpi maupun saat terjaga, seolah-olah orang itu mendesak agar ia segera menyelesaikan <em>Requiem </em>sebelum kematiannya. Tetapi Mozart tidak berhasil menyelesaikan komposisi itu, dan <em>Requiem </em>akhirnya diselesaikan oleh Sussmayer, salah seorang muridnya. Kini, <em>Requiem </em>dikenal sebagai salah satu karya Mozart yang paling agung.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2368" title="IMG_1262" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/07/img_12621.jpg?w=448&#038;h=336" alt="IMG_1262" width="448" height="336" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Sosok lelaki berpakaian hitam yang selalu menghantui Mozart menjelang ajalnya</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ketika sakit keras, Mozart pernah mengatakan kepada Constanze bahwa ia diracun Salieri, saingan beratnya. Namun fakta ini tak pernah bisa dibuktikan, karena jenazah Mozart dimakamkan di pemakaman umum (waktu itu Constanze tidak punya cukup uang untuk memakamkan Mozart di pemakaman &#8216;kelas atas&#8217;), yang kemudian tak berhasil diketemukan lagi dimana lokasinya.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Mozart meninggal dunia pada tahun 1791 dalam usia 35 tahun. Sepanjang hidupnya, ia menggubah lebih dari 600 karya, termasuk 21 karya untuk panggung dan opera, 15 lagu untuk misa, lebih dari 50 symphony, 25 konserto piano, 12 konserto biola, 27 aria konser, 17 sonata piano, 26 kwartet alat gesek, dan banyak lagi. Gayanya unik, tidak seperti gaya musisi lain di masanya. Sayangnya, kebanyakan orang tidak menghargai musiknya saat ia masih hidup. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2369" title="Mozart 1" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/07/mozart-1.jpg?w=180&#038;h=233" alt="Mozart 1" width="180" height="233" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Lukisan Mozart yang dibuat pada tahun 1780 oleh Johann Nepomuk Della Croce</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Kini, kita bisa menikmati karya musik Mozart dengan penuh kekaguman, yang merupakan salah satu pemusik terbesar sepanjang masa. Beberapa ahli mengatakan, jika musik Mozart diperdengarkan pada bayi sejak masih berada dalam kandungan, dapat memacu otak bayi sehingga akan tumbuh cerdas. Hmm &#8230;. coba ibu saya dulu setiap hari menempelkan radio yang menyiarkan musik Mozart ke perut beliau ketika mengandung saya, barangkali saya sekarang sudah menjadi seorang profesor &#8230;. hahaha!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">(Sumber : Wikipedia &#38; &#8220;Kisah Rambut Palsu Mozart&#8221; by Gerry Bailey &#38; Karen Foster)</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Life is wonderful &amp; Lucky]]></title>
<link>http://vsebayang.wordpress.com/2009/03/22/life-is-wonderful-lucky/</link>
<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 17:13:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>vivi</dc:creator>
<guid>http://vsebayang.wordpress.com/2009/03/22/life-is-wonderful-lucky/</guid>
<description><![CDATA[Rating: ★★★★ Category: Music Genre: Pop Artist: jason mraz G sebenarnya bingung harus memasukkan pen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Rating: ★★★★ Category: Music Genre: Pop Artist: jason mraz G sebenarnya bingung harus memasukkan pen]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Musik Cadas, Siapa Takut?]]></title>
<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/03/04/musik-cadas-siapa-takut/</link>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 17:50:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
<guid>http://tutinonka.wordpress.com/2009/03/04/musik-cadas-siapa-takut/</guid>
<description><![CDATA[DEEP PURPLE DI SANA, GOD BLESS DI SINI Sudah sewajarnya, jika selera kita akan musik (dan lagu) beru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>DEEP PURPLE DI SANA, GOD BLESS DI SINI</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Sudah sewajarnya, jika selera kita akan musik (dan lagu) berubah seiring dengan berubahnya usia. Waktu masih bayi, saya tertidur kalau <em>embah</em> yang momong saya <em>uro-uro</em> atau <em>nembang</em> lagu-lagu Jawa seperti <em>Ilir-ilir</em> dan sejenisnya. Ketika TK, sudah pasti lagu saya &#8220;bintang kecil di langit yang tinggi &#8230;&#8221; atau &#8220;pelangi-pelangi, alangkah indahmu &#8230;&#8221;. Nah, ketika remaja (umur 12-an gitu), apa musik yang saya gemari? Musik <em>rock</em>, <em>heavy metal</em>! Wow, keren bow &#8230;. !!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dan siapakah grup band rock favorit saya? Deep Purple dari Inggris dan God Bless dari Indonesia. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2047" title="god_bless-kapanlagicom" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/03/god_bless-kapanlagicom.jpg?w=200&#038;h=148" alt="god_bless-kapanlagicom" width="200" height="148" /> <img class="alignnone size-full wp-image-2048" title="deep-purple-wiki-13" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/03/deep-purple-wiki-13.jpg?w=250&#038;h=188" alt="deep-purple-wiki-13" width="250" height="188" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">God Bless (kiri) dan Deep Purple (kanan). Ini adalah foto mereka tahun 2000-an, 30 tahun sesudah mereka melewati masa jayanya di tahun 70-an. Masih keren dan gaya &#8230;  (foto : Wikipedia)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ketika kuping masih muda, mendengarkan musik yang gedubrak-gedubruk, melengking-lengking, dan menghentak-hentak gitu kok ya <em>happy</em> banget. Jeritan gitar Ritchie Blackmore, gebukan drum Ian Paice, dan teriakan Ian Gillan yang <em>sak pole</em> itu kok ya merdu gitu lho masuk ke telinga saya. Saya kenal pertama Deep Purple lewat lagu &#8220;Child in Time&#8221; yang sering diputar kakak lelaki saya. Sesudah itu lagu-lagu lain saya kenal lewat radio, seperti &#8220;Smoke in The Water&#8221;, &#8220;Woman From Tokyo&#8221;, &#8220;Burn&#8221;, &#8220;Soldier of Fortune&#8221;, &#8220;Highway Star&#8221;, dan lain-lain. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2058" title="deep-purple-wiki-2" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/03/deep-purple-wiki-2.jpg?w=250&#038;h=167" alt="deep-purple-wiki-2" width="250" height="167" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Roger Glover dan Steve Morse in eksyen membawakan &#8220;Highway Star&#8221;. Roger Glover adalah anggota lama Deep Purple, sedangkan Steve Morse baru masuk pada 1994. Lihat gaya mereka &#8230; whokeey!</span></p>
<p><!--more--></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jaman doeloe, lagu-lagu dipopulerkan lewat radio swasta (biasa disebut radio &#8216;amatir&#8217;). Televisi cuma ada TVRI, yang serba formal dan &#8216;bau&#8217; pemerintah. Internet, YouTube? Boro-boro. Eh, sebentar &#8230; yang disebut &#8216;jaman doeloe&#8217; itu tahun berapa sih? Yaa, tahun 70-80an gitu (harap maklum, ini yang punya cerita emak-emak! hehehe &#8230;). </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ohya, musik <em>rock</em> atau <em>heavy metal</em>, dulu disebut dengan istilah musik &#8216;underground&#8217;. Entah kenapa. Mungkin supaya tidak mengganggu ketenangan dunia, mereka diharapkan main musik <em>under ground</em>, alias di bawah tanah <em>sono</em> &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Di Indonesia, God Bless boleh dibilang grup musik rock legendaris. God Bless dibentuk oleh Ahmad Albar, sepulang ia dari Belanda. Bersama Ludwig Le Mans, gitaris Clover Leaf, grup musik mereka ketika masih di Belanda, Ahmad Albar mengajak Ian Antono, Fuad Hassan, dan Jockie Surjoprajogo bergabung dalam God Bless. Salah satu pentas terbesar mereka adalah ketika menjadi band pembuka pada pentas Deep Purple di Jakarta pada tahun 1975.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-2059" title="img_0380" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/03/img_0380.jpg?w=300&#038;h=151" alt="img_0380" width="300" height="151" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">God Bless dalam salah satu pementasannya. Kostum Ahmad Albar, sang vokalis, selalu heboh abiss &#8230;  (foto : Metroteve)</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Selain Deep Purple, pada masa itu sangat populer grup-grup musik beraliran keras lainnya, seperti Led Zeppelin, Black Sabbath, Uriah Heep, ELP, Genesis, dan lain-lain. Di Indonesia, selain God Bless dikenal juga grup AKA dari Surabaya, Rollies dari Bandung,  Giant Step, dan lain-lain. Vokalis AKA, Ucok Harahap, pernah merilis album &#8220;Duo Kribo&#8221; bersama Ahmad Albar. Keduanya memang sama-sama berambut kribo, hanya saja yang satu berwajah Arab, yang satu berwajah Batak &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-2050" title="img_04261" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/03/img_04261.jpg?w=300&#038;h=276" alt="img_04261" width="300" height="276" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Duo Kribo, rambut sama kribo, musik sama keras, tapi wajah yang satu licin yang satu lagi rimbun &#8230; (foto : Metroteve)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Beberapa waktu yang lalu, God Bless tampil dalam acara Kick Andy di Metroteve. Setelah lewat 30 tahun, mereka memang tampak sudah &#8216;agak lebih tua&#8217;. Namun ketika berbicara tentang musik, semangat mereka tetap saja menggelora. Ucok Harahap, pentolan grup AKA juga dihadirkan. Sungguh menarik melihat penampilan kedua mantan personil &#8220;Duo Kribo&#8221; ini.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2052" title="img_04131" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/03/img_04131.jpg?w=104&#038;h=96" alt="img_04131" width="104" height="96" /> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2053" title="img_0421" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/03/img_0421.jpg?w=119&#038;h=96" alt="img_0421" width="119" height="96" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Ahmad Albar dan Ucok Harahap di Kick Andy Metroteve. </span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-2054" title="img_0428" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/03/img_0428.jpg?w=300&#038;h=194" alt="img_0428" width="300" height="194" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Ahmad Albar dan Ucok Harahap reuni, membawakan &#8220;Neraka Jahanam&#8221; ciptaan Ian Antono. Maap sudare-sudare, liriknya terpaksa nyontek, lha wong sudah lupa &#8230; (gak papa, bukan ujian kok) </span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Deep Purple tercatat di <em>Guinness Book of World Record</em></strong></span> <span style="color:#666699;"><strong>sebagai <em>the world&#8217;s loudest band</em>. Album mereka terjual sebanyak 100 juta kopi di seluruh dunia. </strong></span><span style="color:#666699;"><strong>Mereka juga menduduki ranking 22 pada <em>VHI&#8217;s Grestest Artist of Hard Rock</em>. </strong></span><span style="color:#666699;"><strong>Namun sepanjang kariernya, Deep Purple tak pernah berhenti dari pergantian personil.  Formasi yang mengantarkan mereka ke puncak kesuksesan terdiri atas Ian Gillan (vokal), Ritchie Blackmore (gitar), Jon Lord (kibord), Roger Glover (bas gitar) dan Ian Paice (drum). Sekarang, posisi Ritchie Blackmore dan Jon Lord digantikan oleh Steve Morse dan Don Airey.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Bagaimana dengan God Bless? Meskipun tidak banyak merilis album, God Bless diakui sebagai grup band rock paling jaya di Indonesia. Album mereka antara lain &#8220;God Bless&#8221; (1975), &#8220;Cermin&#8221; (1980), &#8220;Semut Hitam&#8221; (1988), &#8220;Raksasa&#8221; (1989), dan &#8220;Apa Kabar&#8221; (1997). Sebagaimana Deep Purple, God Bless juga mengalami berkali-kali bongkar pasang personil. Banyak musisi hebat yang pernah bergabung ke dalam God Bless, seperti Abadi Soesman, Jockie Surjoprajogo, Dedy Dores, Keenan Nasution, dan Eet Syahrani. Sekarang personil pereka terdiri atas Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass) dan Yaya Muktio (drum).</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Bagaimana dengan grup musik <em>rock</em> jaman sekarang, apakah saya juga penggemar Slank, misalnya? Hwaduuh &#8230;. <em>pun, mboten mawon</em>.  Biarlah anak-anak muda jaman sekarang yang menjadi <em>Slankers.</em> Saya <em>mah</em> sudah pindah ke lain hati, bukan lagi penggemar musik gedubrakan begitu. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jadi, musik apa yang sekarang saya nikmati? Ntar deh, saya tulis di postingan lain &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">(sumber bacaan : Wikipedia)</span><strong><br />
</strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Koes Plus, Legenda Musik Indonesia]]></title>
<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/02/07/koes-plus-legenda-musik-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 19:54:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
<guid>http://tutinonka.wordpress.com/2009/02/07/koes-plus-legenda-musik-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[DARI  KOESWOYO HINGGA ERWIN GUTAWA Anda lahir tahun berapa? Hah, ada sensus penduduk nih? Yep, sensu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>DARI  KOESWOYO HINGGA ERWIN GUTAWA</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Anda lahir tahun berapa? </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Hah, ada sensus penduduk nih? Yep, sensus penduduk generasi Koes Plus. Jika pada tahun 1972 &#8211; 1976 anda sudah berusia di atas 10 tahun, dan penggemar musik, maka sungguh keterlaluan jika anda tidak mengenal Koes Plus. Barangkali waktu itu anda tinggal di puncak gunung Jayawijaya, atau di rimba belantara Kalimantan. Jika anda tinggal di kota kecamatan saja, yang sudah bisa menangkap siaran radio, insyaallah anda tahu siapa itu Tony, Yok, Yon, dan Murry.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya tinggal di Yogya (kota yang jelas cukup maju, kota pelajar gitu loh &#8230;), punya radio di rumah, dan penggemar musik. Tahun 1973, saya kelas 1 SMP (Oh God &#8230; ! How old I am!), dan saya hafal hampir semua lagu-lagu Koes Plus. Begitu mabuknya saya pada lagu-lagu tiga pemuda ganteng anak Pak Koeswoyo itu, sehingga saya menuliskan lirik lagu-lagu Koes Plus di sebuah buku tulis, dan membuat gambar yang sesuai di bawahnya. Suatu ketika, saya membawa buku itu ke sekolah, dan menunjukkannya pada guru seni suara saya (ya ampun, cari perhatian banget deh!!). Pak Guru saya takjub (halah!) melihat buku itu, dan memamerkannya kepada seluruh anak di kelas. Sayang, sekolah saya adalah sekolah khusus putri, sehingga &#8216;karya hebat&#8217; saya itu tidak mengakibatkan ada seorang murid lelakipun jatuh cinta kepada saya &#8230;. wahaha!<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Koes Plus memang pantas disebut sebagai legenda musik pop Indonesia. Mereka telah menelurkan 89 album rekaman, terdiri atas 953 lagu yang semuanya mereka ciptakan sendiri! Saya ulang : <span style="color:#0000ff;">89 album dengan 953 lagu ciptaan mereka sendiri</span>. Manakah ada grup musik yang bisa menyamai rekor mereka hingga saat ini?</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-1938" title="img_0674" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/02/img_0674.jpg?w=300&#038;h=287" alt="img_0674" width="300" height="287" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Tonny Koeswoyo, Murry, Yon Koeswoyo (berdiri) dan Yok Koeswoyo (duduk). Alamak, celana Tony itu hasil merobek bendera ya &#8230;</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><!--more-->Koes Plus merupakan metamorfose dari Koes Bersaudara, grup musik beranggotakan empat pemuda keluarga Koeswoyo, yaitu Tony, Nomo, Yon dan Yok. Koes Bersaudara dibentuk pada tahun 1965, boleh dikata merupakan grup musik pop pertama di Indonesia. Musik mereka mengacu ke Beatles, grup musik yang sangat populer dari Inggris. Karena musik mereka dianggap berbau kapitalis, musik &#8216;ngak ngik ngok&#8217;, istilah Presiden Soekarno ketika itu, pada 1 Juli 1965 mereka dijebloskan ke penjara. Tanggal 29 September 1965, sehari sebelum meletusnya G 30 S PKI, mereka dibebaskan.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Pada tahun 1969, penggebuk drum Koes Bersaudara, Nomo, keluar dari grup untuk konsentrasi di bidang bisnis. Posisinya digantikan oleh Murry, dan grup Koes Bersaudara berganti nama menjadi Koes Plus. Nomo sempat masuk kembali ke grup ini, membuat Murry tersingkir dan pergi ke Jawa Timur, membentuk grup &#8220;Lemon Trees&#8221; bersama almarhum Gombloh. Tetapi hanya sejenak, Nomo kembali keluar, dan Tony menjemput Murry untuk diajak kembali bergabung memperkuat Koes Plus. Formasi Koes Plus ini bertahan hingga karier mereka surut pada tahun 80-an.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-1939" title="img_06651" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/02/img_06651.jpg?w=300&#038;h=154" alt="img_06651" width="300" height="154" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Murry, penggebuk drum pengganti Nomo. Dialah &#8220;Plus&#8221; dalam grup Koes<br />
</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Koes Plus memang luar binasa &#8230; eh, luar biasa. Pada tahun 1974, mereka menelurkan 22 (catat : dua-puluh-dua) album rekaman. Lagu-lagu mereka memang sangat simpel dan mudah dicerna, baik lirik maupun melodinya. Banyak yang mengatakan lagu-lagu Koes Plus adalah lagu-lagu &#8216;tiga jurus&#8217; , yang hanya memiliki kunci C-F-G. Tidak heran lagu-lagu mereka sangat mudah diterima masyarakat, bahkan sampai anak kecil pun bisa menyanyikan lagu-lagu  Koes Plus. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Selain merekam lagu-lagu pop, Koes Plus juga membuat lagu-lagu Jawa, seperti &#8220;Tul Jaenak&#8221;, &#8220;Ojo Nelongso&#8221;, dan lain-lain.  Bahkan lagu berirama keroncong pun mereka rambah, seperti salah satu judul lagu mereka, &#8220;Penyanyi Tua&#8221;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-1940" title="img_0680" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/02/img_0680.jpg?w=300&#038;h=158" alt="img_0680" width="300" height="158" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Album keroncong Koes Plus, sama populer seperti album pop mereka</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Beberapa waktu yang lalu, Kick Andy di Metroteve mengundang para musikus Koeswoyo sebagai tamu mereka. Setelah lewat 30 tahun lebih dari masa kejayaan mereka, Nomo, Yon, dan Yok memang sudah &#8216;ngunduri sepuh&#8217;. Tony sudah meninggal. Namun bersama Djon Koeswoyo, kakak tertua mereka yang tidak ikut bergabung dalam grup musik, mereka seolah &#8216;menyala kembali&#8217; ketika didaulat untuk bernyanyi bersama. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-1941" title="img_0650" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/02/img_0650.jpg?w=448&#038;h=231" alt="img_0650" width="448" height="231" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Yon, Djon, Yok, dan Nomo menyanyikan lagu &#8220;Kembali&#8221; ciptaan Nomo. Karena lagu itu sudah lama, dan saking banyaknya lagu-lagu mereka, Yon harus membaca &#8216;kepekan&#8217; lirik &#8230; </span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tahun 80-an, Koes Plus mulai surut, digeser oleh grup musik dan penyanyi-penyanyi baru. Mereka masih membuat beberapa album, tetapi telinga saya sudah tidak begitu nyaman lagi menerima lagu-lagu mereka. Sesudah itu saya hampir tidak pernah lagi mendengarkan lagu-lagu Koes Plus. Kunci &#8216;tiga jurus&#8217; C-F-G itu rasanya tak lagi memenuhi hasrat musikalitas saya. Saya beralih ke musik Paul Mauriat, Johann Strauss,  Mantovani, hingga The Three Tenors.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Sampai akhirnya nasib mempertemukan saya dengan Erwin Gutawa. Ya, Erwin adalah musisi ajaib yang tidak banyak dimiliki Indonesia. Beberapa hari yang lalu saya menemukan kaset <span style="color:#0000ff;">&#8220;Salute to Koes Plus/Bersaudara&#8221; </span>di sebuah toko kaset, berisi 19 lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus yang diaransemen ulang oleh Erwin Gutawa. Lagu-lagu Koes Bers/Plus ini dibawakan oleh penyanyi-penyanyi top seperti Andy /Rif, Armand Maulana, Ruth Sahanaya, Audy, Duta SO7, Rio Febrian, Syaharani, Glenn Fredly, Jamaica Cafe, dll. Beberapa lagu bahkan dimainkan oleh The Victorian Philharmonic Orchestra Australia (VPOA). Album ini sudah cukup lama keluar, yaitu pada tahun 2004 (wedew &#8230; kemana aja saya selama ini?).</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-1942" title="img_0842" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/02/img_0842.jpg?w=233&#038;h=300" alt="img_0842" width="233" height="300" /> </strong><span style="color:#800000;">Erwin Gutawa, si musisi ajaib</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dan &#8230; luar biasa! Saya menemukan lagu-lagu Koes Plus yang sangat berbeda. Erwin benar-benar telah membuat lagu-lagu &#8216;tiga jurus C-F-G&#8217; Koes Plus menjadi sangat kaya dan indah. Andy /Rif menyanyikan &#8220;Manis dan Sayang&#8221; dengan suara seraknya yang khas, dengan musik bernuansa rock. Syaharani, oh Syaharani (I admired of you!) &#8230;. penyanyi bersuara eksotis ini membuat lagu &#8220;O La La&#8221; sangat <em>jazzy</em>. Dan VPOA &#8230;. astaga, saya tak pernah membayangkan, bahwa lagu Koes Plus bisa menjadi demikian megah, agung, dan indah.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Apa kata Erwin Gutawa sendiri?</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Koes Plus dan Koes Bersaudara, grup band yang sangat berpengaruh pada peta musik industri di tanah air. Karya-karyanya menjadi cikal bakal dari aliran-aliran musik yang ada saat ini, mengandung dimensi yang begitu luas dan transparan, dapat diterjemahkan dalam berbagai aliran musik yang ada. Kekuatan dari melodi-melodinya yang sederhana begitu abadi sehingga mampu menembus ruang dan waktu.&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-1943" title="img_0841" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/02/img_0841.jpg?w=300&#038;h=230" alt="img_0841" width="300" height="230" /></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Salute to Koes Plus/Bersaudara&#8221; adalah sebuah karya dengan pemikiran mendalam atas konsep dan kualitas musik, sinergi dari 17 penyanyi top, 177 musisi pendukung dan 7 <em>sound engineers.</em> Album ini diluncurkan dalam bentuk kaset dan CD.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Koes Plus, dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Erwin Gutawa!</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">(Referensi : Wikipedia, Metroteve)</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hiduplah Dengan Musik ]]></title>
<link>http://tutinonka.wordpress.com/2008/11/18/hiduplah-dengan-musik/</link>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 18:41:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
<guid>http://tutinonka.wordpress.com/2008/11/18/hiduplah-dengan-musik/</guid>
<description><![CDATA[BIARKAN MUSIK MENGHIDUPKAN JIWA KITA Tiba-tiba saja saya bertemu kembali dengan seorang sahabat baik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;"><strong>BIARKAN MUSIK MENGHIDUPKAN JIWA KITA</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> Tiba-tiba saja saya bertemu kembali dengan seorang sahabat baik, yang sudah lama sekali tak saya ketahui kabar beritanya. Dia sudah menjadi manajer senior di sebuah perusahaan asing, setiap tahun beberapa kali melakukan perjalanan ke luar negri untuk <em>meeting</em> mewakili perusahaannya, dan setiap akhir minggu menghabiskan waktu di lapangan golf. Dia ke kantor mengendarai mobil buatan Jerman yang paling top, dan rumahnya megah seperti foto-foto di buku interior. Dia insinyur Teknik Kimia yang cemerlang, dan aktivis organisasi yang selalu menjadi <em>leader</em> dimana pun dia berada. Pokoknya, <em>he’s great! </em> </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> </strong></span> <span style="color:#666699;"><strong>Karena saya suka berbagi hal-hal yang menurut saya bagus kepada teman-teman, saya emailkan beberapa lirik lagu indah kepada beliau ini, seperti <em>“Bridge Over Troubled Water”</em>nya Simon &#38; Garfunkel dan <em>“The Greatest Love of All”</em> yang dinyanyikan George Benson (Whitney Houston juga menyanyikan lagu ini). Herannya, <em>dear friend </em>ini tak merespon kiriman lagu saya. Ketika saya tanya kenapa dia tak berkomentar tentang lirik-lirik indah yang saya kirimkan, teman ini mengaku bahwa <em>he knows nothing about song. </em>Baginya nyanyi, musik, dan segala ‘anak cucu’ ekspresi seni adalah dunia antah berantah yang gelap …</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/11/simon-garfunkel.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1409" title="simon-garfunkel" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/11/simon-garfunkel.jpg?w=252&#038;h=212" alt="simon-garfunkel" width="252" height="212" /></a> </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span style="color:#800000;">Simon &#38; Garfunkel, pelantun lagu indah &#8220;Bridge Over Troubled Water&#8221; </span><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> Saya berandai-andai. Andai teman saya ini mengaktifkan juga otak kanannya, yang berkaitan dengan intelegensia seni dan kreativitas, maka sekarang ini dia tidak akan menjadi manajer senior. Dia akan menjadi Presiden Direktur !! <em>I believe so. </em></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><em><!--more--></em>Tokoh-tokoh hebat yang berhasil mencapai puncak prestasi adalah mereka yang intelegensia otak kanan dan otak kirinya optimal. Di dalam negeri, kita sebut saja mantan presiden Soekarno, Soeharto, Habibie, dan Gus Dur. Soekarno, kita semua tahu adalah insinyur Sipil (yang tentunya cukup cerdas) sekaligus pecinta seni yang luar biasa (termasuk ’seni’ kecantikan wanita …). Soeharto, meskipun pendidikan formalnya ‘hanya’ sekolah tentara, jelas sangat cerdas, taktis, dan strategis, dan dia juga pecinta kesenian Jawa yang fanatik. Habibie, tak diragukan lagi kecerdasannya <em>incredible, </em>dan tokoh berwajah <em>innocent </em>ini sangat suka menyanyi. Gus Dur, meskipun <em>statement</em>nya lebih sering membuat orang <em>puyeng</em>, pasti cerdas juga, dan kiyai ini adalah penggemar berat musik klasik Beethoven. Megawati? Baru-baru ini dia mengatakan bahwa dia tidak lulus S1 bukan karena kurang cerdas, tapi karena pada waktu itu ada ‘<em>invisible hands’ </em>yang menghalangi anak-anak Soekarno memperoleh pendidikan tinggi. Saya belum pernah mendengar Megawati menyanyi, tapi setidaknya dia bisa menari poco-poco. Presiden SBY punya ijazah S3, dan belum lama ini mendaftarkan hak cipta untuk lagu-lagunya yang direkam dalam kaset dan CD.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"></span><span style="color:#666699;"><strong> Otak kiri manusia merupakan pusat kecerdasan yang berkaitan dengan logika, matematika, sistematika, dan bahasa. Sedangkan otak kanan merupakan pusat kecerdasan yang berkaitan dengan seni dan kreativitas. Otak kiri berpikir secara berurutan, superior dalam analisa dan unggul mengelola kata-kata. Otak kanan berpikir secara holistik, mengenali pola-pola, serta menafsirkan emosi-emosi dan ekspresi-ekspresi nonverbal (Daniel H. Pink, 2007). Jika otak kanan dan otak kiri seseorang bekerja secara optimal, maka hasilnya adalah pribadi yang jenius. Seorang pemimpin pada hakekatnya adalah seorang manajer, dan manajemen adalah gabungan antara sains dan seni.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> Kembali ke laptop (eh maap, laptopnya sudah dilarang tayang oleh Komisi Penyiaran televisi) &#8230; Kembali ke soal musik. Para ahli meyakini bahwa musik Mozart yang diperdengarkan kepada bayi di dalam kandungan akan membuat bayi menjadi anak cerdas. Penelitian juga membuktikan bahwa tanaman yang di<em>‘entertain’</em> dengan musik akan tumbuh lebih subur. Jenis musik yang mampu mempengaruhi otak bayi dalam kandungan serta tanaman menjadi lebih ‘hidup’ adalah jenis musik yang lembut, ritmis, dan memiliki struktur serta <em>range</em> nada yang lengkap. Musik klasik memiliki karakter seperti ini (kalau bayi dan tanaman dirangsang dengan musik rock yang menjerit-jerit mungkin malah <em>kisut</em> dan pingsan … he he).</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/11/mozart-in-tour.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1410" title="mozart-in-tour" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/11/mozart-in-tour.jpg?w=250&#038;h=394" alt="mozart-in-tour" width="250" height="394" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span style="color:#800000;">Mozart dan kedua saudaranya, Leopold dan Nannerl</span><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> “Tanpa musik hidup hanyalah kekacauan”, kata Nietzche (tapi ‘gak usah terlalu diambil ati deh, ini kan kata filsuf yang atheis …. he he). Sang filsuf juga bilang, musik itu pencerahan. Musik adalah penghiburan, kata Camus. Tak pernah ada orang bilang, musik itu jelek. Para ahli komunikasi kontemporer bahkan percaya, musik adalah medium komunikasi tak tersulihkan saat ini (Suka Hardjana, Kompas 2 Maret 2008). </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> Musik adalah bahasa yang universal. Suara dan nada yang keluar dari sebuah alat musik tidak kenal apakah pemainnya orang Latin, Negro, Cina, atau Arab. Siapa pun yang meniup, menabuh, menggesek, atau memetik alat musik, suara yang dihasilkan sama. Komposisi beragam nada dari berbagai alat musik itu akan menciptakan suasana yang berbeda-beda. Kita mungkin tidak tahu apa arti <em>“</em>Csardas”<em> </em>yang menjadi judul salah satu komposisi yang dimainkan oleh Werner Muller, tetapi ketika mendengarkan musik tersebut, kita larut dalam suasana keputus-asaan dan kesedihan yang mendalam, untuk kemudian berubah secara dramatis menjadi kebangkitan semangat yang menggelora.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> Karena elemen dasarnya adalah bunyi, musik mempunyai kekuatan pengaruh sugesti tersembunyi yang tak terelakkan. Bunyi itu penetratif dan sugestinya menembus ke seluruh spektrum kesadaran — dalam gelap maupun terang — bak benda cair merembes ke ranah dataran benda padat. Ia tak terelakkan (<em>unverhindem</em>), bahkan untuk mereka yang tuli dan hilang ingatan sekalipun. Getaran frekuensi dan gelombang bunyi yang menjadi wahana primer seni musik menggelitik seluruh jaringan susunan syaraf dan aliran darah serta cairan dalam tubuh makhluk hidup, termasuk hayat tumbuh-tumbuhan. Orang tuli tak mendengar (musik), tetapi menghayati kesadaran (meng-grahita) fenomena seni bunyi itu. Hanya keterbatasan kesadaran dan kecerdasan (intelegensi) yang memungkinkan terjadinya kendala terhadap persepsi keluasan bunyi yang disebut musik </strong><span style="color:#666699;"><strong>(paragraf canggih nan ‘akademik’ ini saya contek abis dari tulisan Suka Hardjana, Kompas 2 Maret 2008)</strong><strong><em>. </em> </strong></span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> Kata seorang pelatih vokal, pada dasarnya setiap orang bisa bernyanyi, selama dia masih punya pita suara. Yang diperlukan adalah berlatih cara pernafasan yang benar serta menguasai teknik mengeluarkan suara. Bahwa ada orang yang dikaruniai suara merdu bagai buluh perindu, ada yang kebagian suara cempreng ibarat kaleng jatuh ke lantai, itu <em>mah</em> nasib aja … </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> Yang perlu dilakukan adalah mengenali ‘warna’ suara kita serta jangkauan nada yang bisa kita raih, kemudian memilih lagu yang sesuai. Kalau jangkauan nada kita terbatas, ya kita pilih lagu-lagunya Koes Plus saja, seperti “Kapan-kapan” atau “Kolam Susu”. Tapi kalau <em>range</em> nada yang bisa kita capai cukup lebar, bolehlah mencoba menyanyikan “My Way” nya Frank Sinatra atau “Kissing A Fool” nya Michael Buble. Bisa kan menyanyikan lagu itu? Bisa kan? Nggak bisa? Ya sudah, <em>gpp</em> (ga’ papa), saya juga nggak bisa kok … he he ….</strong></span></div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Greatest Love of All]]></title>
<link>http://tutinonka.wordpress.com/2008/09/09/the-greatest-love-of-all/</link>
<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 19:41:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
<guid>http://tutinonka.wordpress.com/2008/09/09/the-greatest-love-of-all/</guid>
<description><![CDATA[CINTA YANG MEMBERI KEKUATAN Lagu &#8220;The Greatest Love of All&#8221; ini menginspirasi saya tenta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>CINTA YANG MEMBERI KEKUATAN</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Lagu &#8220;The Greatest Love of All&#8221; ini menginspirasi saya tentang arti kekuatan cinta. Cinta kepada diri sendiri bukan dalam arti egoistik atau narsistik, tetapi mencintai diri sendiri untuk menemukan kekuatan diri, kemampuan berdiri di atas kaki sendiri, keberanian memutuskan apa yang terbaik bagi diri sendiri, menghargai diri sendiri, dan kemampuan memberikan cinta yang tak terbatas kepada orang lain karena kita sendiri adalah sumber cinta. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Mencintai diri sendiri berarti kita tidak melakukan sesuatu yang berakibat buruk bagi diri kita, tidak membiarkan diri kita menjadi jahat bagi orang lain. Menjadi sumber cinta berarti kita tidak menuntut cinta dari orang lain, tetapi selalu mencintai orang lain.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Banyak penyanyi tenar yang sudah membawakan lagu ini, antara lain George Benson dan Whitney Houston. Meskipun kedua penyanyi ini membawakannya dengan cara yang berbeda, masing-masing mampu membuat &#8220;The Greatest Love of All&#8221; begitu indah dan menyentuh.</strong></span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if !mso]&#62;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>THE GREATEST LOVE OF ALL</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>I believe the children are our are future<br />
Teach them well and let them lead the way<br />
Show them all the beauty they possess inside<br />
Give them a sense of pride to make it easier<br />
Let the children&#8217;s laughter remind us how we used to be<br />
</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>Everybody searching for a hero<br />
People need someone to look up to<br />
I never found anyone who fulfill my needs<br />
A lonely place to be<br />
So I learned to depend on me</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>Chorus:<br />
I decided long ago, never to walk in anyone&#8217;s shadows<br />
If I fail, if I succeed<br />
At least I&#8217;ll live as I believe<br />
No matter what they take from me<br />
They can&#8217;t take away my dignity<br />
Because the greatest love of all<br />
Is happening to me<br />
I found the greatest love of all<br />
Inside of me<br />
The greatest love of all<br />
Is easy to achieve<br />
Learning to love yourself<br />
It is the greatest love of all</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>Chorus :<br />
And if by chance, that special place<br />
That you&#8217;ve been dreaming of<br />
Leads you to a lonely place<br />
Find your strength in love </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/09/george-benson.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1040" title="george-benson" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/09/george-benson.jpg?w=160&#038;h=120" alt="" width="160" height="120" /></a></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>George Benson</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/09/whitney-houston.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1041" title="whitney-houston" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/09/whitney-houston.jpg?w=100&#038;h=100" alt="" width="100" height="100" /></a></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>Whitney Houston</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#666699;"><strong>Find your strengt in love, friends &#8230;. it&#8217;s never end<br />
</strong></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[4. Lembayung Bali]]></title>
<link>http://fluktuatif.wordpress.com/2008/02/15/4-lembayung-bali/</link>
<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 03:27:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>fluktuatif</dc:creator>
<guid>http://fluktuatif.wordpress.com/2008/02/15/4-lembayung-bali/</guid>
<description><![CDATA[menatap lembayung di langit Bali dan kusadari betapa berharga kenanganmu di kala jiwaku tak terbatas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>menatap lembayung di langit Bali</p>
<p>dan kusadari betapa berharga kenanganmu</p>
<p>di kala jiwaku tak terbatas bebas berandai mengulang waktu</p>
<p>hingga masih bisa kuraih dirimu sosok yang mengisi kehampaan kalbuku</p>
<p>bilakah diriku berucap maaf masa yang t&#8217;lah kuingkari</p>
<p>dan meninggalkanmu, ooo&#8230; cinta</p>
<p>teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa</p>
<p>masih kusimpan suara tawa kita</p>
<p>kembalilah sahabat lawasku semarakkan keheningan lubuk</p>
<p>hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri cawan hidupku</p>
<p>bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan</p>
<p>semangatmu itu, ooo&#8230; jingga</p>
<p>hingga masih bisa kujangkau cahaya senyum yang menyalakan hasrat diriku</p>
<p>bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal</p>
<p>keajaiban ini, ooo&#8230; mimpi</p>
<p>andai ada satu cara &#8216;tuk kembali menatap agung suryamu</p>
<p>- my favourite song, absolutely -</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LUMPUR SIDOARJO &amp; PASHA UNGU: KONTRADIKSI HUKUM?]]></title>
<link>http://ajidedim.wordpress.com/2008/01/23/kontradiksi-kasus-pidana-yang-ditangani-kepolisian-apa-iya/</link>
<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 11:40:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
<guid>http://ajidedim.wordpress.com/2008/01/23/kontradiksi-kasus-pidana-yang-ditangani-kepolisian-apa-iya/</guid>
<description><![CDATA[Lihat foto kontradiksi pertama di atas? Betapa sedih &#8220;wong cilik&#8221; ini ketika Walhi kalah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ajidedim.files.wordpress.com/2008/01/lapindo.jpg" title="foto wong cilik lumpur sidoarjo"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://ajidedim.files.wordpress.com/2008/01/lapindo.jpg" title="foto wong cilik lumpur sidoarjo"><img src="http://ajidedim.files.wordpress.com/2008/01/lapindo.jpg?w=233&#038;h=221" alt="foto wong cilik lumpur sidoarjo" height="221" width="233" /></a></div>
<p>Lihat foto kontradiksi pertama di atas? Betapa sedih <b>&#8220;wong cilik&#8221;</b> ini ketika Walhi kalah di persidangan menggugat <b>&#8220;wong Lapindo besar&#8221;</b>. Hasilnya diputus tidak bersalah&#8230;apalagi kalau ternyata nanti bener-bener Kapolda mengeluarkan SP3 kasus Lapindo&#8230;.wiii gak ngerti aku<!--more--></p>
<p>Lihat juga foto kontradiksi kedua, la wong pasha Ungu dan Idea aja udah damai dan bisa senyum bareng gitu kok, malah kasusnya diteruskan&#8230; bingung, bingung kumemikirnya&#8230;pusing, pusing kudibuatnya&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://ajidedim.files.wordpress.com/2008/01/pasha-idea.jpg" title="pasha ungu dan idea"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://ajidedim.files.wordpress.com/2008/01/pasha-idea.jpg" title="pasha ungu dan idea"><img src="http://ajidedim.files.wordpress.com/2008/01/pasha-idea.jpg" alt="pasha ungu dan idea" /></a></div>
<p>Ternyata kontradiksi tidak hanya terjadi di ruang ekonomi yang <i>unpredictable</i> ya? He&#8230;he&#8230;he&#8230;Kontradiksi juga terjadi di dalam kasus hukum&#8230;.terutama yang ada hubungannya dengan kepolisian&#8230;yaitu masalah pidana.</p>
<p>Ini yang saya mau nanya, Pak Kapolri, saya kok bingung ya&#8230;ini yang benar gimana&#8230;kok bisa terjadi kontradiksi kebijakan kepolisian. Coba lihat saja, yang pertama kasus Pemidanaan PT. Lapindo Brantas, kasus yang kedua, kasus pemidanaan vokalis Ungu, Pasha.</p>
<p>Kasus pertama&#8230;Rabu, 23 January 2008. <a href="http://mastakim.blogspot.com/2008/01/jika-ganti-rugi-tuntas-penyidikan.html" title="kasus lapindo">Surya</a>, Proses pemidanaan Lapindo Brantas Inc terkait semburan lumpur di Porong kemungkinan besar tidak sampai ke ruang sidang pengadilan, karena Polda Jatim bakal menghentikan penyidikan perkara. Kapolda Irjen Pol Herman S. Sumawiredja mengatakan, surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dikeluarkan setelah proses pembayaran sisa ganti rugi 80 persen kepada warga korban lumpur tuntas. Pengeluaran SP3 itu, menurut kapolda, karena sampai saat ini polisi kesulitan menemukan factual proving (bukti riil) yang menguatkan kesalahan Lapindo. Kesulitan ini lebih disebabkan posisi sumber semburan lumpur yang berada jauh di bawah permukaan bumi.<br />
<b></b></p>
<p>Kasus kedua&#8230;Selasa tanggal 22 Januari 2008. <a href="http://www.m3-access.com/lifestyle/gossip/882244.html" title="kasus pasha ungu">www.m3-access.com</a>. Vokalis Ungu, Pasha menjadi sorotan karena aksi bogem mentah yang dilayangkannya pada gitaris Marvells, Idea Fasha. Kasus yang berujung kesepakatan damai itu ternyata masih tetap diproses polisi karena laporan yang sifatnya pidana tidak dapat dihentikan. Walau kasusnya sudah mereda, proses hukum pemukulan Pasha &#8216;Ungu&#8217; terhadap gitaris Marvells, Idea terus berlanjut. Keduanya bertemu kembali di sidang perdana kasus ini di PN Bogor, hari selasa tanggal 22 Januari 2008.</p>
<p>Jelasin dong Pak Kapolri&#8230;maaf ya kalau kurang berkenan&#8230;saya cuma mau nanya&#8230;</p>
<p>wassalam</p>
<p>Menurut berita teman saya hari ini, Jumat 25 Januari 2008, Pasha Ungu sudah bebas dari segala tuntutan&#8230;semoga aja&#8230;nanti saya lihat lagi datanya&#8230;Alhamdulillah&#8230;meskipun  hal ini masih menyisakan pertanyaan2&#8230;dan menyisakan jejak kontradiksi kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
