<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>musik-pop-r-n-b-rock &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/musik-pop-r-n-b-rock/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "musik-pop-r-n-b-rock"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 02:46:22 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bersaing Jadi Idola Cilik]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/07/30/bersaing-jadi-idola-cilik/</link>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 14:29:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/07/30/bersaing-jadi-idola-cilik/</guid>
<description><![CDATA[Rabu, 09 Juli 2008 | 14:54 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: &#8212; Setelah bertarung dalam arena pent]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Rabu, 09 Juli 2008 &#124; 14:54 WIB </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><span style="color:#666666;"><strong>TEMPO <em>Interaktif</em></strong></span>, <span style="color:#666666;"><strong>Jakarta</strong></span>: &#8212; Setelah bertarung dalam arena pentas Idola Cilik di <em>RCTI</em>, kini hanya Angela dan Kiki yang bertahan. Memasuki babak final, dua kandidat penyanyi cilik ini berjuang memperebutkan gelar sebagai idola cilik pertama di Indonesia. Bukan cuma tenar, tapi dapur rekaman telah menanti mereka untuk membuat album perdana.</p>
<p>Selain tampil sebagai penyanyi cilik, para finalis Idola Cilik akan diajak main film dan sinetron musikal produksi <em>RCTI</em>. &#8220;Finalis akan tetap dipelihara biar eksis,&#8221; ujar Harsiwi, Direktur Program Idola Cilik, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin lalu.</p>
<p>Babak final Idola Cilik bakal digelar pada Sabtu, 12 Juli, sore di MGK Kemayoran, Jakarta, dan Rapor Idola Cilik pada Sabtu, 19 Juli sore. Konsep babak final pun dibuat spektakuler dengan tema ratu dan raja. &#8220;Angel dan Kiki akan menjadi ratu dan raja sehari,&#8221; ujarnya. </span><!--more--><br />
<span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><br />
Untuk penampilan menyanyi di final nanti, Angel akan berduet dengan Gita Gutawa, sedangkan Kiki dipasangkan dengan Delon. Ada permainan harpa saat penampilan Kiki, dan biola pada penampilan Angel. &#8220;Konsep acara Rapor Idola Cilik akan dibuat seperti semi-operet,&#8221; ujarnya.<br />
Kiki dan Angel merupakan finalis yang telah melewati persaingan selama lebih dari tujuh bulan sejak audisi di tiga kota yang diikuti sekitar 9.000 orang.</p>
<p>Animo pentas anak-anak ini mendapat sambutan meriah. <em>RCTI</em> berencana menggelar Idola Cilik 2. &#8220;Audisi akan diperluas sampai di 10 kota besar,&#8221; ujar Harsiwi.  AGUSLIA HIDAYAH </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Stok Lama, Rasa Baru]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/07/30/stok-lama-rasa-baru/</link>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 14:28:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/07/30/stok-lama-rasa-baru/</guid>
<description><![CDATA[Kamis, 17 Juli 2008 | 16:35 WIB TEMPO Interaktif, : Kemunculan band rock era zaman dulu di Jakarta R]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Kamis, 17 Juli 2008 &#124; 16:35 WIB </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><span style="color:#666666;"><strong>TEMPO <em>Interaktif</em></strong></span>, : Kemunculan band rock era zaman dulu di Jakarta Rock Parade (JRP) pekan lalu menghadirkan sebuah nostalgia tersendiri. Grup musik yang dikira telah bubar nyatanya masih bergaung seperti dulu kala. Bahkan dengan mantap mereka mempromosikan album baru yang tengah mereka garap diam-diam.</p>
<p>Grup musik rock Apotik Kali Asin (AKA) era 1969, misalnya, mengaku bakal bikin album baru. Berkesempatan <em>manggung</em> di JRP, personel AKA asli yang <em>nongol</em> hanyalah Ucok Harahap. Adapun mantan personel AKA lainnya, seperti Syech Abidin (drum/vokal), Soenata Tanjung (guitar utama/vokal), dan Arthur Kaunang (bas), tidak kelihatan. Malam itu Ucok didampingi pemain cabutan beberapa band lama, seperti Pungky dari Andromeda, Baby Yos (bas), Erwin dari Spider (vokal), Dody dari Reaktor (drum), dan Pardi dari Gombloh (gitar).</p>
<p>Meski begitu, kakek berusia 69 tahun ini masih yahud bermain <em>keyboard</em>. Walau harus membuka buku catatannya, Ucok masih prima, apalagi gaya pakaiannya yang nyentrik menyita perhatian penonton. </span><!--more--><br />
<span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><br />
Masih dengan ekstremisme yang sama, Ucok pun membakar dupa dan menggantung kakinya di atas panggung. &#8220;Itu simbol sebagai penebusan agar doa-doa para penonton dikabulkan Tuhan,&#8221; ujarnya. Ucok memang lekat dengan aura mistik. Pada 2002, ia menghilang dan hijrah ke Gunung Arjuna di Tretes, Malang, Jawa Timur, guna melakukan pertapaan di Indrokilo. &#8220;Hasilnya, ya, inilah, saya harus terus bermusik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Seperti menuruti wangsit, Ucok pun eksis kembali. Dia kembali aktif mengusung album baru. Meski penuh tantangan dan pesaing mengingat sekarang bukan eranya lagi, ia mengaku optimistis. &#8220;Bermain musik adalah obat dalam hidup saya,&#8221; ujarnya setelah <em>manggung</em> di JRP, Sabtu malam lalu.</p>
<p>Sebelumnya, AKA pernah menelurkan beberapa album, seperti <em>Do What You Like</em> (1970), <em>Reflections</em> (1971), <em>Crazy Joe</em> (1972), <em>Sky Rider</em> (1973), <em>Cruel Side of Suez War</em> (1974), <em>Mr. Bulldog</em> (1975), <em>Pucuk Kumati</em> (1977), <em>AKA in Rock</em> (1979), <em>The Best of AKA</em> (1979), <em>AKA 20 Golden Hits</em> (1979), dan <em>Puber Kedua</em> (1979).</p>
<p>Album yang diakuinya sebagai bentuk persembahan untuk para sahabat ini bakal berisi lagu-lagu baru. &#8220;Album ini didedikasikan untuk teman-teman baik, seperti Achmad Albar,&#8221; ujarnya bersemangat. Masih mengusung tema <em>hard rock</em><em>, album ini tengah dalam penggarapan.</p>
<p>Tak cuma Ucok AKA yang kembali eksis mendadak. Band rock sekelas Voodoo ternyata ikut andil. Album Voodoo yang kini tinggal mencari label itu bakal jadi album keenam grup tersebut.</p>
<p>&#8220;Sekitar tiga bulan lagi kelar. Lagunya pasti baru, tapi ada beberapa hit dimasukkan lagi,&#8221; ujar Edo Widiz, sang gitaris, setelah </em><em>manggung</em><em> di JRP. Band yang tenar lewat lagu </em><em>Salam untuk Dia</em><em> itu kini sedikit mengubah formasi. Masih dengan Ossa (drum), Atenk (bas), dan Edo Widiz (gitar), kini posisi vokalis diisi oleh penyanyi baru, Sule.</p>
<p>Begitu juga dengan Powerslaves. Album keenamnya dijamin berisi lagu-lagu baru. &#8220;Tetap mengusung aliran </em><em>rock and roll</em><em>,&#8221; ujar Anwar Fatahila, sang basis, setelah pentas di JRP.</p>
<p>Jika Voodoo mempersegar penampilan dengan formasi baru, band yang kondang lewat lagu berjudul </em><em>Impian</em><em> ini punya strategi tersendiri. &#8220;Persiapan kami adalah membenahi manajemen dan memperbagus musik,&#8221; ujar Anwar mantap. Soal kompetitor, para band lawas itu ternyata tak gentar. l Aguslia Hidayah </em></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Musik Segar Holy City]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/07/30/musik-segar-holy-city/</link>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 14:23:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/07/30/musik-segar-holy-city/</guid>
<description><![CDATA[Jum&#8217;at, 02 Mei 2008 | 10:27 WIB TEMPO Interaktif, : Di ruang gelap berukuran 20 x 20 meter itu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Jum&#8217;at, 02 Mei 2008 &#124; 10:27 WIB </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><span style="color:#666666;"><strong>TEMPO <em>Interaktif</em></strong></span>, : Di ruang gelap berukuran 20 x 20 meter itu terpampang lukisan Agum Gumelar bersama istri. Agum mengenakan pakaian dinas lengkap dengan baret merah di kepala, senyumnya mengembang. Di sudut ruangan, di atas panggung setinggi 40 sentimeter, sekelompok anak muda memainkan musik. Mereka adalah grup band <em>indie</em>, Holy City Rollers.</p>
<p>Jumat malam lalu, bertempat di rumah Agum, yang juga sebagai kantor BlackMorse Record di Jakarta, Holy City meluncurkan paket album premium perdananya yang diikuti penampilan di panggung. &#8220;Ini acara rumah. Bebas kok,&#8221; kata bos BlackMorse, Haris Khaseli, yang juga putra Agum.</p>
<p>Sekitar 100 tamu undangan tampak menikmati malam itu. Selain makanan gratis yang disediakan panitia, musik yang dihidangkan boleh dibilang segar. Sebelum Holy City tampil, terlebih dulu dua band pembuka meramaikan suasana, yakni Red Voltus (Bogor) dan Lull (Surabaya). Mereka adalah band-band independen yang baru merangkak ke dunia.</p>
<p>Penampilan Holy City, yang terdiri atas Mesa (vokal dan gitar), Andre (bass), Andrew (gitar), Soma (<em>synthesizer</em>), serta Shada (drum), malam itu cukup mumpuni. Musiknya diyakini membuat orang tidak kuasa untuk tidak bergoyang. Berbagai genre musik dipadu dalam satu grup <em>indie</em> yang terbentuk pada 2006 ini, seperti rock, alternatif, pop, hingga ritmik ska-reggae. </span><!--more--><br />
<span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><br />
Tengok saja lagu andalan mereka yang berjudul <em>Kingdom of Allordia</em>. Entakan dengan nada jingkrak-jingkrak masih diperkaya dengan melodi yang keluar dari <em>synthesizer</em>. Genre alternatif mirip grup Weezer sangat terasa pada lagu ini. Lagu lainnya, <em>For Her</em><em>, menghadirkan balada pop dengan vokal diatonis mirip Beatles.</p>
<p>Dalam situs resminya, Holy City mengaku memang dipengaruhi oleh berbagai grup musik lawas, seperti Beatles, The Libertines, dan The Strokes. Grup musik dalam negeri pun diakui memberi pengaruh, seperti Zeke and The Popo, Naif, hingga The Brandals.</p>
<p>Boleh dibilang, kualitas lagu-lagu yang dihasilkan Holy City cukup baik. &#8220;Kalau </em><em>nggak</em> dikasih tahu, tadi <em>gue</em> kira band dari luar negeri,&#8221; kata Marcell, yang baru pertama kali mendengar lagu Holy City. Musik yang dihasilkan anak-anak muda berumur rata-rata 22 tahun ini cukup menggoyang dan bersahabat dengan kuping.</p>
<p>Satu yang menjadi catatan adalah aksi panggung mereka yang masih minim. Hanya vokalis Mesa yang memberi aksi panggung lumayan menghibur dengan mimik yang kerap bertingkah kocak. Sesekali Mesa juga masih menjaga interaksi di antara punggawanya. Sementara itu, pemain lainnya seperti mengisi posisi saja.</p>
<p>Sebenarnya, kehadiran Holy City ke ranah musik Tanah Air cukup memberi warna tersendiri. Berawal dari band <em>indie</em> dengan penampilan di gudang (bekas garasi) dengan beberapa perbaikan, band ini mampu berbicara banyak. Senyum Agum di lukisan itu pun seakan memberi sambutan hangat bagi kehadiran Holy City. l TITO SIANIPAR </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[“A Mild Live Wanted” Indonesia Timur, Magneto Juara, tapi Masih Harus Dibenahi]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/09/%e2%80%9ca-mild-live-wanted%e2%80%9d-indonesia-timur-magneto-juara-tapi-masih-harus-dibenahi/</link>
<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 06:50:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/09/%e2%80%9ca-mild-live-wanted%e2%80%9d-indonesia-timur-magneto-juara-tapi-masih-harus-dibenahi/</guid>
<description><![CDATA[Oleh John JS Makassar &#8211; Meski mengeluhkan tata cara kolaborasi yang tanpa menggunakan latihan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh<br />
John JS</p>
<p>Makassar &#8211; Meski mengeluhkan tata cara kolaborasi yang tanpa menggunakan latihan bersama lebih dulu, ternyata gitaris Gigi, Dewa Budjana, mau juga muncul “menemani” salah satu finalis utama “A Mild Live Wanted” regional Indonesia Timur. Budjana tampil bersama Mr X (asal Papua) saat menyanyikan lagu undian, “Terbang”, di Pantai Akarena, Makassar, Minggu (24/2) malam.<br />
Saya mengucapkan terima kasih, karena sudah dapat kepercayaan dari Budjana. Kalaupun kami kalah (jadi runner-up), tetapi sudah bisa jadi contoh bagi band-band lain di Jayapura,” komentar Okky, pemain bas Mr X, mewakili personel yang lain.</p>
<p>“Kami mungkin berencana mengulang ikut di A Mild Live Wanted (AMLW) tahun depan. Tetapi, siapa tahu juga ada label rekaman yang naksir kami lebih dulu,” ungkap Okky, tertawa.<br />
Mr X yang dikalahkan band tuan rumah Makassar, Magneto, baru saja delapan bulan terbentuk dan terdiri dari para individu pemusik yang sudah lama ngeband.<br />
“Setelah dapat vokalis, kami melakukan latihan-latihan bareng. Tetapi sulit juga untuk latihan rutin, karena kami sibuk dengan pekerjaan masing-masing di Pemda, Departemen Perhubungan dan Pertamina. Saya bekerja di Pertamina,” kata vokalis Lamet.<!--more--></p>
<p>Terus terang, dikatakan Okky, mereka tanpa pola latihan yang jelas. Dulu kami main rock, namun kini bangkit dengan lagu-lagu mellow sesuai pasar yang bisa diikuti selera banyak orang. Tetapi, mereka tetap berusaha beda dengan yang lain. Mereka mengaku banyak dipengaruhi band progresif, Dream Theater, selain Gigi, Edane dan Slank.<br />
Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Krisna J Sadrach memenangkan Magneto, karena menilai mereka punya modal besar ke depan. ”Tetapi, Magneto akan dibenahi sesuai keperluan industri pop, saat nanti memasuki studio rekaman seminggu lagi di Jakarta,” diingatkan Krisna.</p>
<p>Janji Banyak Belajar<br />
Menyambut kemenangannya, segenap personel Magneto berjanji akan banyak belajar lagi. Apalagi, kata Okky, kini mereka butuh melakukan perubahan-perubahan terutama pada vokalisnya. Tahun lalu, Magneto juga telah mengikuti kontes pencarian band-band berbakat di Indonesia ini. Saat itu mereka hanya mencapai Juara II di Tingkat Kota Makassar.<br />
Hal serupa dilakukan band asal Ambon, Par-C, yang berada di urutan tiga AMLW Indonesia Timur. Mereka tahun lalu telah mencicipi terlebih dulu sebagai Juara I AMLW Tingkat Kota (Ambon). ”Cuma tahun lalu kami berbeda vokalis (Arlens) dan kibordis (Opal),” diungkapkan drumer Celo.<br />
Meski harus rela kalah, menurut Celo, mereka tetap menyatukan hati dan visi. Artinya tidak sekadar bermain musik. ”Kami sudah senang satu sama lain. Kalah, tetapi kami akan ikut lagi tahun depan, karena AMLW memberikan kesempatan untuk maju,” sambung Celo.</p>
<p>Seperti diketahui, Par-C pada saat puncak final mendapatkan undian lagu milik The Titans, ”Bukan Aku”. Salah satu lagu andalan The Titans itu, sayangnya sama sekali belum dikenal Par-C, sehingga dalam waktu latihan yang terbatas tentu membuat mereka lumayan kacau.<br />
Kecenderungan seperti itu sempat dikeluhkan Budjana maupun Arman Maulana (Gigi), yang menyebutkan ”aturan main” semacam itu bisa dibilang ”mengerjai” dan ”menceburkan” setiap tiga finalis utama AMLW.<br />
”Semua orang mungkin bisa bikin band, tetapi menghadapi audiens tidak semua bisa,” ujar pemain bas Gigi, Thomas Ramdhan, menyinggung kepentingan latihan bareng untuk sesi kolaborasi yang diperintahkan penyelenggara A Mild Live, Deteksi Production, Musica Studio’s dan Trinity Optima Production.<br />
Selain Gigi dan The Titans, pelaksanaan AMLW regional Indonesia Timur ikut diramaikan oleh Nidji, Anima dan Dunia Band.<br />
dari : sinarharapan.co.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Skid Row, Kini Giliran Genre Metal]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/08/skid-row-kini-giliran-genre-metal/</link>
<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 09:42:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/08/skid-row-kini-giliran-genre-metal/</guid>
<description><![CDATA[Skid Row Gelar Konser Murah Jakarta – Kedatangan konser tur band di Jakarta, kini menjadi gilirannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Skid Row Gelar              Konser Murah</span><span style="font-family:Arial;font-size:medium;"><br />
</span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><br />
Jakarta – Kedatangan konser tur band di Jakarta, kini menjadi              gilirannya genre metal. Didahului legenda band power metal asal              Jerman, Helloween, 22 Februari lalu. Kini akan menyusul hadir, Skid              Row, band heavy metal yang didirikan di New Jersey, Amerika Serikat              (1986).<br />
Tak cuma di Jakarta (ex-Drive In, Taman Impian Jaya Ancol, 7/3),              Skid Row yang telah ditinggalkan gitaris Dave “The Snake” Sabo itu              juga bakal berkonser di Stadion Siliwangi, Bandung (9/3), Stadion              Diponegoro, Semarang (11/3), Stadion Tambaksari, Surabaya (13/3) dan              Lapangan Rampal, Malang (15/3).<br />
Log Zhelebour selaku promotor, menyebut undangan bagi Skid Row di              Indonesia sekaligus ingin menjawab bahwa pergelaran rock tak selalu              memancing kerusuhan. “Agar trauma konser rock, bisa dihilangkan!”              kata Log Zhelebour di Hard Rock Café, Kamis (28/2) sore.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><br />
Diakuinya, ketat perizinan konser di Bandung setelah peristiwa maut              beberapa waktu lalu, membuat ia sempat kesulitan. “Tetapi, karena              saya jadi promotor musik rock sejak era Orde Baru, maka kesulitan              bisa terlewati. Apalagi dengan janji sudah bergaransi,” jawabnya,              yakin.<br />
Menjelaskan kenapa ia berani menjual tiket murah di Bandung,              Semarang, Surabaya dan Malang (Rp 20.000-Rp 30.000) dibandingkan              Jakarta yang seharga Rp 100.000. “Saya tidak mencari keuntungan              sebesar-besarnya, karena memang hobi sebagai promotor rock. Yang              penting acaranya lancar dan baik,” katanya.<br />
“Saya bisa mengontrak Skid Row relatif murah, karena saya selalu              memberikan tawaran di bawah harga resmi. Kalau mereka tak mau, ya              sudah!” sambung Log.<br />
Kemudahan mengundang Skid Row, menurutnya, juga lantaran manajemen              mereka telah mengetahui bahwa Indonesia sudah sering              menyelenggarakan konser tur artis-artis mancanegara. Apalagi, khusus              buat Skid Row, mereka dipersilakan hadir di lima kota besar yang              jarang bisa terjadi di negara mana pun. </span></p>
<p><!--more--><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><br />
“Dengan begitu, otomatis pembayaran bisa murah karena hitungannya              paket,” ditambahkan Log.<br />
Skid Row baru pertama kalinya konser di Indonesia. “Mumpung kontrak              resminya sudah murah, kan posisinya sudah tidak di atas lagi. Kalau              dulu, mungkin saya tak sanggup bayar,” terangnya.</p>
<p>“I Remember You”<br />
Skid Row (Johnny Solinger, Rachel Bolan, Scotti Hill, David Gara dan              Ryan Cook) terakhir kali meluncurkan album bertajuk Revolutions Per              Minute (Oktober, 2006).<br />
Grup band yang juga terkategori bergenre hard rock dan glam metal              itu, pertama kali menjulang dengan debut album bernama sendiri yang              menghasilkan sertifikat 5X Platinum dengan tiga singel menawan, “18              and Life”, “I Remember You” dan “Youth Gone Wild”. Saat itu vokalis              Sebastian Bach masih bercokol, dan berulah di Skid Row dengan sebuah              insiden pelemparan botol, dan sikapnya yang anti-gay.<br />
Kegemilangan Skid Row berlanjut dengan album kedua, Slave to the              Grind (1991) yang ketika itu langsung menembus puncak tangga di              Amerika Serikat. Meski karakter musiknya tambah mengeras.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><br />
Sebelum Sebastian Bach hengkang dari Skid Row (1996), mereka telah              terlebih dulu merilis album ketiga, Subhuman Race (1995) yang              lumayan nangkring sampai tangga 40 teratas.<br />
Vokalis Johnny Solinger baru bergabung pada tahun 1999, setelah Skid              Row sempat vakum. Adapun album keempat, Thickskin, akhirnya bisa              diluncurkan tahun 2003.<br />
Melihat “kemunduran” Skid Row dalam menghasilkan hits, sempat              menghadirkan isu bahwa Sebastian Bach bakal balik bergabung. Akan              tetapi, peluang reuni semacam itu, ternyata tak pernah terwujud.              Konser Skid Row di Indonesia yang didukung sponsor Gudang Garam akan              dibuka dengan dua grup hard rock pendatang baru asuhan Log Zhelebour,              Log Guns dan Kobe.<br />
<strong>(john js)</strong></span></p>
<p>dari : sinarharapan.co.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Incubus World Tour 2008 ]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/incubus-world-tour-2008/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 11:12:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/incubus-world-tour-2008/</guid>
<description><![CDATA[  Eksplorasi “Bunyi” di Atas Panggung Oleh Mila Novita Jakarta &#8211; Hujan yang mengguyur Jakarta ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> <b><font face="Arial" size="2"><br />
</font><font face="Arial" size="4">Eksplorasi “Bunyi” di Atas              Panggung</font></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Oleh<br />
<i>Mila Novita</i></p>
<p>Jakarta &#8211; Hujan yang mengguyur Jakarta tidak menyurutkan semangat              penonton untuk melaju ke Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (5/3).<br />
Incubus, band asal California, Amerika Serikat, malam itu mendapat              giliran menghibur Jakarta usai Bjork, Helloween, dan Backstreet Boys              beberapa waktu lalu, serta menjelang Skid Row dan Java Jazz esok              hari.<br />
Pukul 20.30, Brandon Boyd (vokal, gitar, perkusi), Mike Einziger (gitar,              vokal, dan piano), Jose Pasillas (drum), Chris Kilmore (DJ), dan Ben              Kenney (bass, vokal), naik ke panggung yang berdiri tegak di hadapan              penonton yang memadati Tennis Indoor. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
“Quicksand”, yang diambil dari album terakhir mereka, Light              Grenades, menjadi pembuka konser yang berjalan nyaris 90 menit ini,              diiringi jeritan penonton yang telah menunggu sejak malam menjelang.              Band yang mengeluarkan album pertamanya pada 1995 ini adalah salah              satu yang ditunggu-tunggu. Sayangnya, Java Musikindo, selaku              promotor tidak menempatkan konser ini di area yang lebih luas.              Tennis Indoor hanya mampu menampung sekitar 3.500 penonton, padahal              peminat konser ini membludak. </font></p>
<p><!--more--><font face="Arial" size="2"><br />
Ketika konser berjalan separonya, tidak sedikit orang yang masih              berdiri menunggu para calo tiket menjual tiket murah.<br />
Salah satu penonton itu adalah Desta, salah seorang personel Club              Eighties yang sengaja datang terlambat karena berharap tiket dijual              murah. Pengalaman itu ia dapatkan ketika hendak menonton konser              Backstreet Boys lalu yang harga tiket dibanting sampai dengan Rp              25.000 ketika konser hampir berakhir. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Namun, kali ini, sampai dengan pertunjukan nyaris berakhir, Desta              yang datang bersama dengan teman-temannya itu belum juga mendapat              tiket. Para calo yang mendekatinya justru menanyakan kalau-kalau ia              memiliki tiket lebih. “Akhirnya, daripada nggak ada kenang-kenangan,              gue foto-foto di depan gerbang pintu konser,” kata Desta dalam              siarannya di sebuah radio swasta, pagi tadi.</p>
<p>Eksplorasi “Sound”<br />
Nyaris tidak ada benang merah yang menjadi penanda musik Incubus di              setiap albumnya. Hanya vokal dan cara bernyanyi Brandon yang              akhirnya membuat lagu-lagu mereka bisa dinikmati dan diikuti. Malam              itu pun Brandon tampil penuh penghayatan. “Talkshow” yang bertempo              sedikit lambat adalah puncak penghayatannya.<br />
Ketika Ben memilih sedikit mundur ke belakang panggung dan duduk,              Brandon bernyanyi sampai terduduk di bibir panggung. Sebelumya,              Brandon sempat membuat penonton histeris dengan permainan perkusinya.<br />
“Megalomaniac” menjadi puncak konser dengan 17 lagu. Penandanya              bukan hanya penonton yang histeris mengikuti Brandon bernyanyi, tapi              juga menjadi akhir konser “sesi pertama”. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Mereka tidak naik panggung lagi sampai ketika penonton berteriak,              “We want more”, dan kembali muncul dengan tiga lagu. Penonton puas,              meskipun akhirnya mereka turun panggung dengan menyisakan penantian              di sebagian kecil penonton.<br />
“’Pardon Me’ dan ‘Antigravity’ kok nggak dibawain, ya?” kata Pungga,              seorang penonton dari Depok, setengah bertanya.<br />
Kunci sukses konser ini terletak pada sang gitaris, Mike Einziger,              yang menyiapkan efek gitar berbaris di hadapannya. Dengan efek              sebanyak itu, Mike bisa mengeksplorasi sound-nya dengan bebas hingga              menimbulkan suara-suara aneh.<br />
Mike juga sempat menunjukkan kebolehannnya bermain gitar di akhir              pertunjukan ketika mengusung lagu terakhir, “Aqueaus Transmission”.<br />
Cara Mike memunculkan suara-suara gitar unik, ditambah dengan              kebolehan Chris memutar piringan hitam di turntable menjadikan musik              mereka lebih unik. Eksplorasi ini sudah terasa ketika mereka              meluncurkan album kedua, Science, yang tidak mengikuti sukses album              pertama, Fungus Amongus.<br />
“Kami senang jika musik kami terdengar seaneh mungkin,” kata Mike              ketika itu. Untung saja, label rekaman tempat mereka bernaung tidak              membatasi kreativitas mereka. Dan itulah yang mereka tunjukkan di              atas panggung, kembali bereksplorasi dengan bunyi.</font></p>
<p>dari : sinarharapan.co.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iwan Fals Main Film Lagi]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/iwan-fals-main-film-lagi/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 11:04:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/iwan-fals-main-film-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Iwan Fals kembali berakting di film layar lebar. Ternyata memang penyanyi bernama la]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><font face="Arial" size="2">             Jakarta &#8211; Iwan Fals kembali berakting di film layar lebar. Ternyata              memang penyanyi bernama lahir Virgiawan Listianto itu telah terlibat              dua kali selaku “aktor”, yaitu di film “Damai Kami Sepanjang Hari”              (1985) dan “Kantata Takwa” yang gagal edar di bioskop. Kali ini, di              film “Kekasih” produksi Grandiz Media Production, ia bermain sesuai              profesinya selaku penyanyi dan pemusik yang muncul di adegan-adegan              penghujung.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Mungkin terbilang sedikit, tetapi memiliki makna besar di puncak              klimaks se-bagai Jiwo si tokoh utama. Di saatnya nanti, Iwan              sekaligus menyanyikan lagu tema, “Aku Milikmu” karya cipta Pongki “Jikustik”,              yang berkisah tentang percintaan dua anak manusia.<br />
Diakuinya, untuk kembali menjejakkan kaki di film layar lebar,              beberapa pertimbangan sempat mampir di benaknya sebelum ia              mengiyakan tawaran tersebut. </font></p>
<p><!--more--><br />
<font face="Arial" size="2">             “Saya semula hanya bersedia menyanyikan lagunya. Tetapi begitu              melihat cuplikan adegannya, saya lantas tertarik untuk ikut berperan.              Karena menurut saya ceritanya bagus,” kata Iwan Fals.<br />
“Cerita dan gambar yang dihadirkan sutradara Wisnu Adi menjadi daya              tarik tersendiri. Film ini sangat berbeda dengan film-film Indonesia              yang pernah saya tahu. Ceritanya memang drama percintaan, tetapi              ditampilkan dengan cara yang menggugah hati saya,” jelasnya, panjang              lebar.<br />
“Kekasih” menjadi film layar lebar ketiga bagi Iwan Fals. Selain              Iwan Fals, Pongki “Jikustik” juga ikutan main bersama Vonny              Kristianda (Maria) dan Angga Putra (Jiwo muda). Berlatar lokasi di              seputar Yogyakarta, “Kekasih” bertemakan drama pencarian cinta yang              abadi. “Kekasih” sengaja mengedepankan kawasan eksotis Yogyakarta              sebagai nyawanya film. Rencananya, film ini akan diputar serempak di              Indonesia pada 3 April mendatang.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Menurut Iwan, lagu “Aku Milikmu” tidak akan dirilis dalam bentuk              album rekaman tersendiri. “Yang saya ketahui, lagu itu memang hanya              untuk soundtrack film ‘Kekasih’. Belum tahu apakah akan dijadikan              album atau tidak. Saya baru berharap lagu tersebut bisa membuat              ‘Kekasih’ menjadi film drama yang lebih kuat,” ungkapnya.</p>
<p>Tanpa Kritik Sosial<br />
Dijelaskan pula tentang tidak adanya kritik sosial dalam lagu “Aku              Milikmu”. Ia mengatakan, saat ini tema-tema cinta perlu lebih banyak              dikumandangkan. “Untuk saat ini, saya lebih memilih menyanyikan lagu              yang memberikan keteduhan dan ketenangan,” ditambahkan Iwan.<br />
Akan tetapi, karena sudah lama tidak tampil dalam produksi film,              pada awal tahapan syuting dia mengaku canggung. Namun, setelah              dilakukan pengambilan gambar berulang kali, barulah ia merasa              terbiasa lagi.<br />
Rasa grogi ternyata juga dirasakan oleh Pongki ketika awal              pengambilan gambar adegan di sebuah kafe. Tetapi seusai syuting,              Pongki merasa bangga karena bisa bermain film dengan Iwan Fals.              “Saya bangga banget bisa main satu frame dengan Mas Iwan. Selama ini              saya tidak pernah berakting bareng Mas Iwan, kendati salah satu lagu              saya juga pernah dinyanyikannya,” kenang Pongki.<br />
Lebih jauh Pongki menuturkan, semula lagu “Aku Milikmu” akan              dinyanyikannya sendiri. Namun, dalam proses kelanjutannya, lagu              tersebut sepakat untuk dinyanyikan oleh Iwan Fals. “Ketika tahu yang              akan menyanyikan lagu itu Mas Iwan, nada dasarnya saya ubah sesuai              dengan karakter vokalnya,” papar vokalis grup band asal Yogyakarta,              Jikustik itu. (john js)</font></p>
<p>dari : sinarharapan.co.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Industri Musik Pop Indonesia Kini Menoleh Kontes Band]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/industri-musik-pop-indonesia-kini-menoleh-kontes-band/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 10:57:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/industri-musik-pop-indonesia-kini-menoleh-kontes-band/</guid>
<description><![CDATA[Oleh John JS Jakarta – Serunya penyelenggaraan kontes band pendatang baru atau independen (indie) be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>             <font face="Arial" size="2"><br />
Oleh<br />
John JS</p>
<p>Jakarta – Serunya penyelenggaraan kontes band pendatang baru atau              independen (indie) belakangan ini, kemungkinan bakal mengubah arah/cara              merekrut para A&#38;R (artist &#38; repertoire) di berbagai label rekaman              Tanah Air.</p>
<p>Perkiraan macam begitu, sudah lebih dulu terjawab dengan realitas              beberapa runner-up Dream Band (kontes band kerja sama TV7-majalah              Hai) yang kini berada di bawah lindungan label bergengsi, seperti              contoh utamanya, Kapten di EMI Indonesia. Lalu, keberuntungan serupa              juga dialami oleh mantan Juara Utama “A Mild Live Wanted” regional              Jawa Barat, Vagetoz yang beruntung langsung direkrut Sony BMG              Indonesia.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Apa pun kini peraturan ketat bagi finalis utama dan pemenang              utamanya, tetapi celah intaian para A&#38;R pada peserta kontes band              semacam “A Mild Live Wanted” (yang melahirkan d’Masiv), “KFC Music              Hit List” (Juliette dan Antique), dan “LA Lights Indiefest” (VOX dan              d’Rinos), bisa menjadi kemungkinan menarik, karena selera pasar              publik muda semakin sulit dimengerti.</font><!--more--></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Nyaris rata-rata A&#38;R sekarang ini, sekadar menduga-duga perputaran              minat musik anak muda Indonesia. Jadi, apa salahnya, menjajal              kemungkinan merekrut kontestan “yang kalah” atau “calon pemenang”              terlebih dulu.<br />
Maka guna mencegah kenyataan itu terulang lagi, Krisna J Sadrach              selaku ketua dewan juri “A Mild Live Wanted”, sampai perlu              menggiring setiap tiga besar Regional (sebelum konser final) agar              menentukan pilihan mundur apabila band bersangkutan telah teken              kontrak dengan label tertentu.<br />
Sebab, kini hukumannya tak sekadar hilang hak juara (seperti Vagetoz              tahun lalu), tetapi juga denda sebanyak Rp 50 juta.<br />
Vokalis Gigi, Armand Maulana, mengatakan bahwa saat ini sudah              berbeda zaman. “Pemusik band sekarang lebih mendapat tempat, apalagi              dengan kontes-kontes macam begini. Tetapi pada dasarnya tetap sama,              tetap harus melakukan usaha yang terbaik. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Bagusnya, kini mereka lebih didukung label yang mem-backup              pemenangnya. Sebaliknya kesulitan mereka saat ini adalah band sudah              begitu banyak,” komentar Armand.<br />
Pemetik bas Anima, Eldy yang ikut berkomentar tentang tren kontes              seperti “A Mild Live Wanted”, mengatakan grup band Anima pasti ikut              apabila kompetisi semacam itu sudah ada dari dulu.<br />
“Beda keadaannya. Dulu kami harus bergerilya di label indie, dan              mencoba membuka pasar yang baru di wilayah Jayapura, Sorong, NTT              sampai dengan Atambua, yang berbatasan langsung dengan Timor Timur,”              kenang Eldy.<br />
“Dulu kami juga ikut-ikutan festival band (yang tak janjikan masuk              label), seperti yang pernah pula dilakukan d’Masiv (pemenang utama              “A Mild Live Wanted 2007”). Serta sering kali melewati tolakan dari              label besar. Lagu ‘Bintang’ (yang kini laris sebagai nada dering              ponsel) bahkan sempat hanya masuk album kompilasi,” ceritanya.</p>
<p>Kerja Keras<br />
Kini nasib Anima jelas sudah berbeda, sejak mereka direkrut Sony BMG              Indonesia sekitar dua tahun lalu dengan album bertajuk nama sendiri,              yang muatan 80 persen terdiri dari lagu-lagu “masa lalu yang dulu              ditolak label besar”, ditambah empat lagu baru.<br />
Sebentar lagi, Anima yang bergitaris baru, Robby dan ditambah              personel kibordis, Jijil (dulu cuma pemain tambahan) akan masuk              studio rekaman dengan 11 lagu baru, plus satu singel religius.              Mereka mengaku sadar dengan bangkitnya kembali unsur musik rock di              dunia pop Indonesia. Jadi, akan lebih bermain beat yang baru dan              menyegarkan.<br />
Kerja keras dan selalu mengedepankan ide fresh, memang juga              disarankan Armand Maulana selaku senior, bagi band yang kemudian              menjulang naik (dari kompetisi kontes ataupun perjuangan demo dan              pentas keliling).<br />
Hal penting itu pula yang selama ini dilakukan grup band Manusia              (David, Acil, Didi, Billy dan Yusi). Para personelnya terus berjuang              dan mengasah kemampuan bermusik dari panggung kafe, pentas kecil,              hingga menjadi pemain tambahan untuk beberapa proyek pemusik dan              artis penyanyi papan atas.<br />
Kepentingan pasar juga dipahami Manusia di album kedua bertajuk              Manusia Biasa yang diedarkan Warner Music Indonesia, setelah              debutnya, “Manusia Baru” terbilang dulu bernada idealis. “Lagi musim              duren, ya jangan jualan mangga,” ujar gitaris Billy, otak pencipta              lagu-lagu Manusia yang juga bekerja sebagai instruktur di sekolah              musik Yamaha Music Indonesia.<br />
Sebagai kelompok band, Manusia tentu menyimpan harapan di antara              kesukaan publik muda negeri ini yang tertumpu lebih pada grup band.<br />
Namun, di balik demikian banyaknya grup band yang berkiprah di              industri rekaman, malah membuat finalis “Festival Pop Singer Pelajar              2004”, Yanne Panca Wardhani tetap yakin untuk berkarier solo (daripada              jadi vokalis band), dan melanjutkan tekadnya di album kedua bertajuk              namanya sendiri yang mempercayakan lagu-lagu ciptaan Dewiq, Arie              “Bias”, Baliyanto dan Ressa Herlambang.</font></p>
<p>dari : sinarharapan.co.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Naff "Rahasia Hati" Tak Ada yang Berubah]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/naff-rahasia-hati-tak-ada-yang-berubah/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 09:46:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/naff-rahasia-hati-tak-ada-yang-berubah/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Mila Novita Jakarta – Seperti mengalami sebuah pengulangan ketika Naff meluncurkan album kelima]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>             <font face="Arial" size="2">             Oleh<br />
Mila Novita</p>
<p>Jakarta – Seperti mengalami sebuah pengulangan ketika Naff              meluncurkan album kelimanya di Hard Rock Cafe, Rabu (12/3) sore.              Judul album yang mirip dengan album sebelumnya, Isyarat Hati, yang              diluncurkan sekitar dua tahun lalu, menggambarkan keseluruhan musik              mereka.</p>
<p>Tidak banyak yang berubah dari musik Naff. Rusyaedi “Ady” Makmun (vokal),              Dedi Raksawardana (gitar), Andri “Ade” Kurniawan H (gitar), Odeu              Wijaya (bas) dan Hilal Hamzah (drum) masih “mencontek” kesuksesan              Isyarat Hati yang menelurkan single “Akhirnya Ku Menemukanmu” dan              “Kau Masih Kekasihku” itu. Masih ada jeritan hati yang              mengatasnamakan cinta di sini. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Tentang persamaan itu, Dedi mengaku memang sengaja. “Orang kalau              bikin album baru selalu ditanya perubahan, kami tidak ingin berubah,              kami ingin membuat apa yang kami inginkan. Pada saat pembuatannya,              kami memang senang ke sana (musik mellow), bukan karena strategi              marketing,” katanya. </font></p>
<p><!--more--><font face="Arial" size="2"><br />
Tentang album sebelumnya, itu menjadi puncak pencapaian Naff              sepanjang karier mereka sejak 2000 silam. Tiga album sebelumnya              tidak terlalu sukses. Menuju album keempat, masing-masing sempat              menjalankan proyek pribadi, sang vokalis bahkan sempat menelurkan              album solo, Persembahan Cinta. Sekitar tiga tahun mereka vakum              sebelum akhirnya menelurkan Isyarat Hati. Musik mereka pun berubah,              mungkin ini hasil “pertapaan” mereka selama menyendiri itu.<br />
Mereka sukses membaca selera publik yang saat itu tengah gandrung              akan musik-musik mellow seperti yang ditawarkan Ungu, yang sama-sama              berada di bawah bendera Trinity Optima Production. Dedi menyatakan              pembelaannya, ini adalah musik mereka, seperti inilah yang mereka              bisa.<br />
“Kalau berkarya, kami tidak ingin melebihi dari yang kami bisa,              misalnya masukin unsur-unsur yang nggak bisa kami              pertanggungjawabkan di atas panggung.”<br />
Namun, ada warna baru yang mereka masukkan di sini, mungkin              sebenarnya tidak tepat dikatakan benar-benar baru karena sebelumnya              pun mereka sudah pernah mencobanya. “Kami tetap berusaha              mengeksplorasi hal-hal baru, jadi kami menambahkan orkestrasi yang              lebih kental. Kami ingin mengulang kesuksesan Isyarat Hati,” kata              Dedi. Selain orkestra, masih ada ska dan reggae yang mereka              eksplorasi di sini.</p>
<p>“Kau Hidup dan Matiku”<br />
Ada sebelas lagu yang dimasukkan Naff di Rahasia Hati, judul yang              diambil dari salah satu lagu di album ini. Namun, yang menarik              perhatian adalah<br />
“Kau Hidup dan Matiku”, bukan karena lagu itu yang paling mudah              diingat, tapi juga karena lagu buatan Ady, yang menyumbang sembilan              lagu, itu mengingatkan pendengar pada single Once “Aku Mau”. Dan,              lagu itu akhirnya terpilih sebagai single pertama Rahasia Hati yang              video klipnya sudah banyak disiarkan di layar televisi.<br />
“Proses pembuatannya pada saat lagu Once mau keluar, tapi belum              ngetop. Pak Yo (Yonathan Nugroho, Eksekutif Produser Prosound)              sempat bilang itu mirip lagu Once. Ke sininya, memang kami akui agak              mirip. Kami berusaha menghindari kemiripan, kami berusaha              mengubahnya, tapi jadinya nggak enak. Setelah diskusi lagi, akhirnya              lagu itu tidak diubah. Yang sama cuma tiga ketukan, kok,” kata Dedi.<br />
Hanya tiga ketukan, namun kata-kata yang juga mirip akhirnya              mempertegas kemiripan itu. Dedi tidak khawatir akan dicela atau              dituntut.<br />
“Selama niat kita dari awal jujur, selama kita berkarya dengan tulus,              kami tidak takut,” katanya.<br />
Apa pun yang dibuat Naff, Yonathan percaya musik yang mereka              lahirkan bisa lebih sukses dari sebelumnya. “Setiap album Naff              selalu lebih baik daripada sebelumnya,” kata Yonathan.<br />
Masih konsisten dengan sebelumnya, Naff tidak memasang gambar mereka              di album. Bukan hanya karena mengusung misi pelestarian lingkungan              sehingga lebih memilih gambar pohon, tetapi juga karena mereka ingin              membuat penonton tidak menilai musik mereka dari sampulnya. “Kami              tidak ada yang (berwajah) ganteng jika dibandingkan dengan band-band              lain. Kami ingin penggemar mendengar lagunya, bukan karena tampang              kami ada di mana-mana. Kami lebih senang lagu kami abadi daripada              muka kami yang abadi,” kata sang vokalis yang menjadi tulang              punggung band ini</font></p>
<p>dari : sinarharapan.co.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ LA Lights Indiefest,Tempat Layak bagi Kemerdekaan Ekspresi Anak Muda]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/la-lights-indiefesttempat-layak-bagi-kemerdekaan-ekspresi-anak-muda/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 09:36:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/la-lights-indiefesttempat-layak-bagi-kemerdekaan-ekspresi-anak-muda/</guid>
<description><![CDATA[Oleh John JS Jakarta – Kini berbagai grup band independen (indie) anak muda sudah punya tempat layak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><font face="Arial" size="2">Oleh<br />
<i>John JS</i></p>
<p>Jakarta – Kini berbagai grup band independen (indie) anak muda sudah              punya tempat layak. Artinya, tak sekadar ada label rekaman              tersendiri, tetapi memiliki festival pertarungan nasib baik di arena              LA Lights Indiefest yang telah menuju tahun ketiga.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Para finalisnya sudah menikmati dunia rekaman dengan album kompilasi,              dan tiga grup band terbaik bersukacita dengan kontrak produksi album              solo.<br />
Paling menggembirakan dari segalanya, kompetisi Indiefest yang              didukung penuh oleh PT Djarum, tak membatasi ekspresi para pelakunya              (freedeom of expression). Beragam genre musik diperbolehkan masuk,              tanpa ia harus “diganggu” keramaian pasar pop di tengah masyarakat.              Kualitas musikal dan kesanggupan berelaborasi begitu terbuka di sini.<br />
“Kami memfasilitasi kreativitas dan ide masing-masing grup band,              tanpa batasan ketat. Kalau selama ini yang dihargai adalah semua              yang mainstream, maka Indiefest terbuka bagi berbagai genre,” kata              Selly Asril dari PT Djarum.</font></p>
<p><!--more--><font face="Arial" size="2"><br />
Sejauh ini, ditambahkan Selly, Indiefest menampung semangat              band-band indie dalam membentuk cutting-edge terkini, agar musik              Indonesia bisa lebih baru. Spirit semacam itu tak cuma hiasan              kata-kata, karena terbukti dari keragaman genre musik yang menjadi              muatan di album kompilasi LA Lights Indiefest volume 2. Dimulai dari              Britpop, pop, wonder pop, darkly sophisticated, rock alternatif,              twee pop, alternatif bebas, hingga metal melodic core.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Para finalis Indiefest 2007 yang terbilang beruntung itu terdiri              dari Air Hostess for Vacation asal Pekanbaru, Cascade (Bandung),              Cigarettes Nation (Surabaya), Heinrich Manuever (Yogyakarta), Monkey              to Millionaire (Bandung), Tunas Bangsa Simphony (Purwokerto), The              Morning After (Malang), Scared of Bums (Bali), dan Wind Cries Mary (Bandung).<br />
Makna keberuntungan ini sekaligus membawa kemungkinan besar              datangnya perubahan pada tingkatan selera publik. Band-band anak              muda juga jadi tak terkekang oleh arahan-arahan pop sendu ataupun              ringan. Sejak pertama diselenggarakan, ada persyaratan keikutsertaan              di Indiefest, yaitu berupa poin keharusan memiliki orisinalitas lagu,              lirik lagu serta aransemennya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Ini merupakan persyaratan yang serius karena sekarang sudah begitu              banyaknya kemiripan di band-band industri lantaran didikte pasar.              Lirik lagu juga sudah sering dikotori dengan bahasa perselingkuhan              dan hubungan gelap. Di samping itu, ini mungkin paling penting,              karena kemerdekaan beraransemen sungguh-sungguh menantang anak muda              beradu kreatif serta bergagasan baru.</p>
<p>Terbatas tapi Terbuka<br />
Dalam membuka area penyeleksian, Indiefest memang masih terbilang              terbatas karena cuma membuka audisi demo CD di empat kota, yaitu              Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Meski tak menyentuh              hingga pelosok daerah, Indiefest tetap terbuka bagi band-band di              luar Jawa untuk mendaftarkan diri di empat kota utama itu.<br />
Sehingga salah satu nama seperti Air Hostess for Vacation (Pekanbaru)              bisa menjadi bagian album kompilasi LA Lights Indiefest volume 2              yang diluncurkan di Bandung, baru-baru ini, dan bangga diajak              berkolaborasi dengan band industrial rock asal Bandung, Koil. Bahkan              pemain bas AHFV, Nino, dihadiahi perangkat bas dari Koil. Seakan              suatu perhatian kasih sayang yang tulus dari kakak terhadap adiknya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Segi penyeleksian Indiefest, boleh dibilang punya kekurangan dalam              menghampiri calon-calon band papan atas di wilayah kabupaten, tetapi              beberapa kelebihan unggul terlihat mulai fase dua penjurian yang              menyaring 30 grup band di setiap area melalui penampilan video              peserta. Di tahapan ini penampilan live, keunikan gaya kostum dan              performa sudah ikut menjadi patokan utama. Fase ini memberikan              gambaran nilai dari perjalanan selanjutnya menuju semifinal sampai              grandfinal.<br />
Paling penting lagi, Indiefest sedari fase 1 penjurian, artinya              sudah membantu mempromosikan 400 band yang lolos. Sebab rekaman              video mereka, bisa langsung di akses, diunduh atau berbagi ke blog              melalui video streaming di www.lalightsindiefest.com.<br />
Maknanya pula, video penampilan mereka bisa di-upload di YouTube,              sehingga seluruh dunia bisa mengakses dan menyimak grup band peserta              Indiefest. “Indiefest adalah sebuah kesempatan untuk bisa dikenal              publik dunia dengan kemudahan publikasi,” komentar vokalis band              Seringai, Arian 13, yang jadi salah seorang juri utama.</font></p>
<p>dari : sinarharapan.co.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ozomatli “Diversity Rocks”]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/ozomatli-%e2%80%9cdiversity-rocks%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 09:32:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/ozomatli-%e2%80%9cdiversity-rocks%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Mila Novita JAKARTA – Bukan Ozomatli jika tidak dapat memanaskan Gedung Kesenian Jakarta dalam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>             <font face="Arial" size="2">Oleh<br />
Mila Novita</p>
<p>JAKARTA – Bukan Ozomatli jika tidak dapat memanaskan Gedung Kesenian              Jakarta dalam konser perdana mereka di Indonesia, Selasa (25/3)              malam. “City of Angel” yang bernuansa hip hop membuka konser dengan              vokalis, Justin “El Nino” Poree dan Jabu Smith-Freeman.</p>
<p>Gebrakan pertama ini langsung membuat penonton tersadar, konser              bertajuk “Diversity Rocks” ini bukan untuk dinikmati dengan berdiam              diri di kursi saja. Apalagi, Justin dan Jabu tidak segan-segan              menyapa penonton dari dekat dengan turun panggung. Itu dipertegas              sang pembetot bas, Wil-Dog Abers, menjelang lagu keempat, “Gallina”.<br />
“Semua siap untuk berdansa?” ujarnya berteriak lantang.<br />
Penonton yang tadinya hanya berdiri di dekat kursi mereka pun tidak              segan-segan menuju bibir panggung. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Justin, Jabu, dan Wil-Dog hanya tiga dari sembilan personel yang              memainkan peran berbeda untuk membentuk musik world fusion bernuansa              salsa, rock, hiphop, sampai dengan funk. Ada Ulises Bella (saksofon              tenor, klarinet, dan vokal), Raul Pacheco (gitar dan vokal), Asdru              Sierra (terompet dan vokal), Jabu Smith-Freeman (presenter), Shef              Bruton (trombone), Jiro Yamaguchi (perkusi), dan Mario Calire              (drum). </font></p>
<p><!--more--><font face="Arial" size="2"><br />
Mereka adalah pemenang dua kali Grammy Awards untuk kategori Best              Latin Rock/Alternatif Album untuk album Embrace The Chaos pada tahun              2002 dan album Street Signs 2005. Di musik Latin, mereka juga              langganan juara, sebagai pemenang Latin Garmmy, Latino Spirit Award,              Latin Billboard Award, dan ALMA (American Latino Media Art) Award.<br />
Penghargaan yang berderet itu menunjukkan keberadaan mereka yang              sudah terbilang lama di dunia musik tidak menjamin nama mereka              dikenal oleh banyak orang Indonesia. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
“Kami sudah 13 tahun, ini kunjungan pertama kami ke Jakarta,” kata              Jiro Yamaguchi yang bersama dengan Ulises dan Raul menemui sejumlah              wartawan beberapa jam sebelum berkonser. Meskipun demikian, secara              tidak sadar, mungkin kita juga pernah mendengar atau menyaksikan              penampilan mereka. Band asal California yang terbentuk pada 1995 ini              tampil di film-film Hollywood, antara lain Spanglish, The Guardian,              Mr &#38; Mrs Smith, Meet The Fockers, Constantine, The Pacifier, Never              Been Kissed, dan Inspector Gadget. Atau mungkin pernah pula              mendengar musik mereka di serial televisi seperti Sex and City, ER,              dan The X Files.<br />
Empat album studio, Ozomatli, Embrace The Chaos, Street Signs, dan              Don&#8217;t Mess The Dragon, serta satu album konser Live At Fillmore              telah mereka lahirkan.</p>
<p>Perdamaian<br />
Musik mereka sulit untuk didefinisikan karena begitu banyaknya unsur              musik yang terkandung di dalamnya, yang pasti mereka mengusung misi              perdamaian. Mereka adalah warga Amerika Serikat yang baik, namun              mereka bukanlah penggemar Amerika Serikat secara politik.<br />
Di sebuah konser di Kansas City beberapa tahun lalu, seorang              personel mengenakan kaus bertuliskan “Dumb and Dumber” dengan gambar              Presiden Geroge W Bush dan ayahnya.<br />
Namun, malam itu adalah konser damai yang tanpa kritik keras.              Ozomatli hanya mempertontonkan kekayaan musik yang dari berbagai              budaya.<br />
“Kami terinspirasi dari berbagai jenis musik, dari Amerika Serikat,              Amerika Utara, sampai dengan Asia,” ujar Jiro. Alasan mereka datang              ke Jakarta bukan sekadar memenuhi undangan Kedutaan Besar Amerika              Serikat, tapi sekaligus mengeksplorasi musik Indonesia.<br />
Sebelum ke Indonesia, tahun lalu mereka sempat berkunjung ke India,              Nepal, Yordania, Tunisia, dan Mesir. “Kami terbuka, baik hati maupun              pikiran, untuk menyerap setiap kebudayaan karena itu sangat penting              bagi kami,” kata Ulises.<br />
Mereka adalah wakil dari berbagai budaya yang ada di Amerika Serikat,              meskipun pada akhirnya Latin lebih mendominasi. Setiap tur mereka,              termasuk kali ini, ingin menggambarkan bahwa musik dapat membangun              “jembatan” di antara keberagaman budaya, bukan hanya di negara              mereka, tapi juga dunia.<br />
“Setiap jenis musik memiliki nada indah. Itulah sebabnya kami datang              ke Jakarta. Ini akan menjadi kesempatan besar untuk belajar,” kara              Raul menegaskan. Sayang, kesempatan untuk belajar itu terlalu              singkat untuk kunjungan mereka yang sembilan hari ini.<br />
Kolaborasi hanya sempat mereka lakukan secara mendadak dengan empat              anak-anak yang mereka tarik ke panggung menjelang pertunjukan usai.              Itu pun dengan alat musik kecil yang mereka sediakan. Selain Jakarta              dengan konser 15 lagu dalam waktu 90 menit ini, Ozomatli juga akan              berkonser di Surya Park, Surabaya, pada 29 Maret, BKB Plaza,              Palembang, pada 31 Maret.</font></p>
<p>dari : sinarharapan.co.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Scorsese tentang Rolling Stone]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/scorsese-tentang-rolling-stone/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 09:20:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/scorsese-tentang-rolling-stone/</guid>
<description><![CDATA[New York – Sutradara Martin Scorsese tidak akan mengatakan bahwa Rolling Stones mirip karakter-karak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><font face="Arial" size="2">             New York – Sutradara Martin Scorsese tidak akan mengatakan bahwa              Rolling Stones mirip karakter-karakter dunia bawah tanah dalam              banyak filmnya, tapi ia mengakui bahwa musik band tersebut              membangunkan ingatan tentang kehidupan jalanan yang keras dan mirip              mafia tempat ia tumbuh dan besar. </font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Pemenang Academy Award dan band legendaris yang didirikan di London              pada 1962 ini berkolaborasi dalam Shine A Light, sebuah dokumenter              konser yang digelar pada Oktober 2006, di Bacon Theatre New York.<br />
“Saya tidak tahu apakah saya bisa membuat persamaan langsung,” kata              Scorsese sambil tertawa ketika ditanya soal kesamaan antara para              anggota Rock and Roll Hall of Fame tersebut dan para penjahat brutal              yang selalu ia gambarkan dalam film-film seperti Goodfellas, Casino              dan The Departed.<br />
Namun, kata Scorsese, musik mereka selalu memiliki nada-nada yang              berpengaruh terhadapnya sehingga ia menggunakan lagu “Gimme Shelter”              dalam tiga film sebelumnya. </font></p>
<p><!--more--><font face="Arial" size="2"><br />
“Musik mereka sangat penting bagi saya selama bertahun-tahun.              Berkaitan dengan aspek-aspek kehidupan yang mengiringi pertumbuhan              saya,” kata Scorsese.<br />
“Musik tersebut lebih tangguh. Cantik, jujur, dan brutal pada saat              yang bersamaan. Dan selalu ada di diri saya dan menjadi inspirasi              yang baik hingga saat ini,” tambahnya.<br />
Film tersebut menawarkan 17 lagu yang tampil dalam konser seperti              “Jumpin’ Jack Flash”, “Start Me Up” dan “Brown Sugar”, serta              menampilkan beberapa bintang tamu seperti legenda blues Buddy Guy,              gitaris White Stripes Jack White dan penyanyi Christina Aguilera.<br />
<b>(ant/reuters/ida)</b></font></p>
<p>dari : sinarharapan.co.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[An Evening with Duran Duran]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/an-evening-with-duran-duran/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 09:16:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/04/04/an-evening-with-duran-duran/</guid>
<description><![CDATA[Tak Sekadar Konser Reuni Oleh John JS Jakarta – Bagi yang kecewa dengan kegagalan Buena Production m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><b><font face="Arial" size="2"><br />
</font><font face="Arial" size="4">Tak Sekadar Konser Reuni</font></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Oleh<br />
John JS</p>
<p>Jakarta – Bagi yang kecewa dengan kegagalan Buena Production              mengundang (reuni) The Police ke Indonesia, beberapa waktu lalu,              kehadiran Duran Duran tentu bisa mengobatinya.</p>
<p>Kepastian pergelaran An Evening with Duran Duran telah diumumkan              oleh Nepathya dan Dji Sam Soe Filter. Konser ini akan berlangsung di              Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Selasa (8/4) malam              mendatang.<br />
Pada masanya, Duran Duran mempunyai efek tren spesial dalam              perubahan selera musik rock di negeri ini, melalui genre New Wave              yang memukau. Lagu-lagu andalannya mampu membangkitkan iklim              perubahan di era 1980-an yang kala itu seakan terlalu berharap pada              musik pop rock yang indah dengan sisipan sound temuan baru,              sebagaimana dilakukan Pink Floyd (album The Wall), David Bowie              (Let’s Dance), Bruce Springsteen (Born in the U.S.A), dan U2 (The              Joshua Tree).</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Begitulah, seperti The Beatles, Duran Duran muncul pada momen yang              tepat. Meski tak lagi bisa mencetuskan revolusi pop yang mengubah              segalanya, Duran Duran yang digagas pertama kali oleh kibordis Nick              Rhodes dan John Taylor ikut menciptakan wajah mode berbeda bagi para              pemuda dunia saat itu.<br />
Selain musik, penampilan fisik mereka punya pengaruh besar. Gaya              rambut yang ditangani stylist Perry Haines dan beberapa penata              busana memberi citra elegan dalam arahan konsep New Romantic. Duran              Duran pernah menjalin kerja sama dengan Vivienne Westwood dan              Giorgio Armani. Plus, kodrat ketampanan mereka membuat Duran Duran              sempat pula menjadi idola pujaan para gadis di mana-mana.</font></p>
<p><!--more--><font face="Arial" size="2"><br />
Bahkan, karena mereka (Nick Rhodes, Simon Le Bon, John Taylor, Andy              Taylor, Roger Taylor) berwajah fotogenik, majalah People pernah              menyanjung Duran Duran sebagai anak-anak muda termanis dalam genre              rock.<br />
Di masa kejayaannya tahun 1980-an, band asal Inggris ini berhasil              membuahkan 21 lagu puncak, terutama di Amerika Serikat dan Britania              Raya, serta memasarkan hasil lebih dari 85 juta kopi.<br />
Lagu-lagu milik mereka yang juga disukai publik Indonesia, antara              lain adalah “Rio”, “Hungry Like the Wolf”, “Save a Prayer”, “Is              There Something I Should Know?”, “Wild Boys”, “Notorious”, dan nomor              OST (original soundtrack) James Bond, “A View to a Kill” hingga              “Ordinary World” (1990-an).</p>
<p>Band Panutan<br />
Ini adalah konser kedua Duran Duran di Jakarta, setelah yang pertama              pada tahun 1993. Kali ini, Duran Duran tentu tak sekadar hadir              “bereuni” ke Indonesia. Keempat orang “sisa personel abadi” yakni              Simon Le Bon, Nick Rhodes, John Taylor dan Roger Taylor ini juga              sekaligus mempromosikan album terbarunya, Red Carpet Massacre yang              beredar menjelang akhir tahun lalu.<br />
Harga tiket konser An Evening with Duran Duran terdiri dari Rp              2.000.000 (VVIP), Rp 1.500.000 (VIP), dan Rp 750.000 (Festival).<br />
Catatan menarik lainnya dari Duran Duran, tentu adalah bagian              kepeloporannya sebagai salah satu band yang mengandalkan kerja remix              untuk karya musiknya, jauh sebelum kemudahan era teknologi baru              digital synthesizer dan audio sampling.<br />
Jadi, bisa dibayangkan kesulitan kerja bermusik mereka saat itu              dalam menciptakan aransemen-aransemen baru. Hal yang sama dirasakan              Fariz RM ataupun KLa Project yang telah lebih dulu menjajal genre              Synth Pop dan New Wave di industri rekaman.<br />
Pengaruh inspiratif yang dibagikan Duran Duran pada artis pemusik              dunia demikian luas dan beragam genre, termasuk pada Barenaked              Ladies, Beck, Jonathan Davis (Korn), Deftones, Garbage, Kaiser              Chiefs, The Bravery, No Doubt, Bush, Wyclef Jean, Savage Garden,              Justin Timberlake, Marilyn Manson, Fred Durst (Limp Bizkit), The              Orb, OusKast, Coldplay hingga Pink.<br />
Lebih dari itu beberapa nama penyanyi dan band generasi baru,              semacam Franz Ferdinand, Panic! At the Disco, Lostprophets,              Goldfrapp, The Killers, Scissor dan The Strokes – ikut dipengaruhi              dan ternyata juga mengidolakan Duran Duran.<br />
Di Indonesia, menurut pengamat musik Denny Sakri, citra lifestyle              Nick Rhodes sampai dipakai pada ciri penampilan Lupus, tokoh utama              cerita remaja ciptaan Hilman Hariwijaya.<br />
Di samping juga sahabat Lupus, Boim yang sampai ditambahi nama              belakang Le Bon segala. Bukan main! </font></p>
<p>dari : sinarharapan.co.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Koes Plus Bintang Pesta Rakyat di TMII]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/29/koes-plus-bintang-pesta-rakyat-di-tmii/</link>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 04:52:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/29/koes-plus-bintang-pesta-rakyat-di-tmii/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; &nbsp; Selasa, 16 Agustus 2005 Grup musik pop legendaris Koes Plus kembali akan dijadikan bin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="454">
<tr>
<td height="21" width="534">&#160;</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="21">&#160;</td>
<td rowspan="2" colspan="3" bgcolor="#fcf8f5" valign="top" width="100%">
<table border="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td valign="top"><!-- show news with category = 'Detail' --></p>
<table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="98%">
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.suarakarya-online.com/news_icon.html?id=118376" align="left" /> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="3"><b><!-- start title --><br />
<!-- end title --></b></font><font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><!-- START CONTENT -->  </font></p>
<div align="justify"> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="red" size="1">Selasa, 16 Agustus 2005</font><br />
Grup musik pop legendaris Koes Plus kembali akan dijadikan bintang dalam acara tahunan Pesta Rakyat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 17 Agustus besok.
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Penampilan kelompok musik Koes Plus itu disengaja, karena musik-musiknya Koes Plus saat ini masih disukai banyak masyarakat. Pesta Rakyat itu sendiri digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun yang ke-60 Kemerdekaan RI. </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Berkait dengan rencana Pesta Rakyat itu, jauh-jauh hari pantia sudah menanyakan kepada masyarakat kelompok musik apa yang sebaiknya ditampilkan di Taman Mini pada hari kemerdekaan. Ternyata, mayoritas penjawab meminta agar TMII menampilkan kelompok Koes Plus, Dewa dan Ello (marecello).</font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> &#8220;Karena itu, pada acara pesta rakyat HUT Kemerdekaan, Rabu 17 Agustus besok, TMII akan menampilkan Koes Plus. Kelompok itu juga yang akan dijadikan bintang Pesta rakyat TMII,&#8221; kata Kepala Humas TMII, Markus Legimin ketika dihubungi <i>Suara Karya</i>, kemarin.</font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Kelompok Dewa sendiri, juga Ello, sebenarnya ikut dijadwalkan tampil dalam Pesta Rakyat TMII itu. Tetapi, menurut Markus, Dewa saat ini sedang berkonsentrasi dalam penampilan istimewanya di Pergelaran Kalamatra di Gedung Istora Senayan, 18 Agustus. Koes Plus dan Ello juga tampil dalam pergelaran tersebut. </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> &#8220;Tapi Dewa akan menampilkan 7 lagu dalam paket Indonesia Milenia di Istora Senayan. Acara tersebut juga akan dihadiri Kepala Negara serta pejabat tinggi Indonesia lainnya, sehingga Dewa akan serius ke pergelaran itu dulu,&#8221; ujar Markus Legimin lagi.</font><!--more--></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">	Kepada <i>Suara Karya</i>, Markus lebih jauh mengatakan, semula konser musik untuk Pesta Rakyat di TMII itu akan diisi oleh Iwan Fals, tetapi karena beberapa pertimbangan termasuk situasi tempat dan keamanan, akhirnya diganti. </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">	Pentas musik Koes Plus, katanya, akan digelar di miniatur Pulau Kalimantan di Archipel TMII.</font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Koes Plus, yang berjaya di era 1970-an dan 1980-an, sampai saat ini masih memiliki banyak penggemar, tidak hanya kaum tua tetapi juga generasi muda. Lagu-lagu mereka sampai sekarang masih sering dinyanyikan atau diperdengarkan oleh stasiun radio maupun televisi.</font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Musisi Erwin Gutawa, Selasa 9 Agustus lalu juga menggelar Konser &#8220;Salute to Koes Plus/Bersaudara&#8221; di Jakarta Convention Center. Acara itu dihadiri sejumlah penggemar Koes Plus dari berbagai lokasi di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Kalangan artis penggemar Koes Plus juga ikut memadati konser Salute to Koes Plus yang dibidani Erwin Gutawa itu, di antaranya Ruth Sahanaya, Glenn Fredly dan Rio Febrian.</font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Selain Pesta Rakyat, TMII dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan R.I juga mempersiapkan sejumlah pergelaran seni budaya, di antaranya Parade Tari yang diikuti kontingen dari 29 propinsi di tanah air pada (20-22 Agustus), dan sejumlah acara paket khusus di berbagai anjungan daerah. </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> &#8220;Khusus Parade Tari, kemungkinan besar akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istri,&#8221; demikian Markus menambahkan. (Syarifudin)</font></dd>
</div>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
<p>dari : suarakarya-online.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Helena Konsernya Bagai Dunia Peri]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/29/helena-konsernya-bagai-dunia-peri/</link>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 04:48:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/29/helena-konsernya-bagai-dunia-peri/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; &nbsp; Minggu, 28 Agustus 2005 Menandai pengukuhan kariernya di dunia musik, Helena menggelar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="555">
<tr>
<td height="21" width="534">&#160;</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="21">&#160;</td>
<td rowspan="2" colspan="3" bgcolor="#fcf8f5" valign="top" width="100%">
<table border="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td valign="top"><!-- show news with category = 'Detail' --></p>
<table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="426">
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.suarakarya-online.com/news_icon.html?id=119565" align="left" /> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="3"><b><!-- start title --><br />
<!-- end title --></b></font><font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><!-- START CONTENT --></font></p>
<div align="justify"> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="red" size="1">Minggu, 28 Agustus 2005</font><br />
Menandai pengukuhan kariernya di dunia musik, Helena menggelar konser perdananya di Front Row Restaurant Jakarta, Kamis (25/8). Dalam konsernya itu, Helena tampil bagaikan di dunia peri. Ia dikelilingi peri-peri cantik yang menari-nari.
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Konsep Dunia peri pada konser tunggal Helena itu di dapat dari pemenang lomba ide acara konser Helena, yang diadakan Radio Prambors. Dan malam itu, layaknya Peri, Helena tampil cantik dan total dalam bernyanyi. </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Helena menggelar konser perdananya bertajuk &#8220;Helena Dalam Keajaiban Cinta&#8221;. Tajuk konser ini mengingatkan kita pada album pertamanya yang baru dirilis, Keajaiban Cinta. Sungguh ajaib, penampilan Helena malam itu mendapat sambutan yang sangat meriah. </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Tampil dengan dandanan casual dengan helterneck cream dan celana jeans, Helena membawakan tembang Kau Ada Dimana yang merupakan ciptaan Dewiq, yang berirama timur tengah. Di lagu kedua, Helena menyanyikan single yang liriknya ditulis sendiri, Keajaiban Cinta. Dan spesial, di lagu Sekali Cinta Tetap Cinta, Helena mendadak mengajak duet Rossa yang kebetulan datang. Wajah istri Yoyok &#8216;Padi&#8217; itu tampak kaget ketika dihampiri Helen. </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Di lagu keempat, lagu Hancur dinyanyikan dengan baik oleh si cantik berusia 21 tahun ini. Lalu single pertamanya, Bukan Dia, dibawakan dengan manis, dan penonton pun ikut bernyanyi. Belum berhenti, Helena menyiapkan duet khusus dengan Icha &#8216;Jikustik&#8217;, di lagu Bila Hatiku Marah. Icha yang tampil casual dengan kemeja coklat tampak serasi dengan gaun peach milik Helena. </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Meski tembang andalan sudah dikeluarkan, konser belum akan usai. Lagu Puncak Asmara dilantunkan mahasiswi London School ini dengan prima, kemudian ditutup dengan satu lagu latin, Rythm of the night. Tersungging senyum bahagia di wajah wanita bernama lengkap Helena Adrian ini. Bagaimanapun, malam itu Helena telah membuktikan kualitasnya. Keputusan untuk meninggalkan sebuah ajang reality show, boleh dianggap tepat. Kini Helena siap melangkah dengan nama, dan berbekal talentanya sendiri.</font><!--more--></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Memang tidak jadi juara Indonesian Idol, bukan berarti gagal jadi idola. Itulah yang ingin dibuktikan Helena lewat album terbarunya Keajaiban Cinta. </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Sekedar flashback, Helena adalah finalis Indonesian Idol yang pertama mengundurkan diri dari ajang pencarian bakat itu. Tapi itu dulu, kini Helena siap melangkah dengan album yang dikatakannya sebagai sebuah keajaiban. Mengenai keterlibatan musisi kondang seperti Melly Goeslaw dan Glenn Frdely diakui sebagai Request khusus Helena. </font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">	 &#8220;Mereka yang milih lagu buat aku, karena rata-rata udah pada tahu karakter suaraku,&#8221; ujar Helena.</font></dd>
<dd> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"> Sebagai alumnus Idol, mau tidak mau nama Helena terus dilekatkan dengan ajang pencarian bakat itu. Disinggung soal itu dengan bijak Helena mendukung pemenang Idol 2, Mike. &#8220;Pemenang itu tentu pilihan, sama kayak Joy dan Delon dulu, dan mereka diperhitungkan di masyarakat,&#8221; kata Helena. (Syamsudin W)</font></dd>
</div>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
<p>dari : suarakarya-online.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KI GENDENG PAMUNGKAS Rogoh Kocek 300 Juta untuk Festival Band]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/29/ki-gendeng-pamungkas-rogoh-kocek-300-juta-untuk-festival-band/</link>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 04:39:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/29/ki-gendeng-pamungkas-rogoh-kocek-300-juta-untuk-festival-band/</guid>
<description><![CDATA[Selasa, 4 September 2007 Nama paranormal Ki Gendeng Pamungkas ternyata tidak seangker karakter orang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="3"><b><!-- end title --></b></font><br />
<font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><!-- START CONTENT --></font></p>
<div align="justify"> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="red" size="1">Selasa, 4 September 2007</font><br />
Nama paranormal Ki Gendeng Pamungkas ternyata tidak seangker karakter orangnya. Ia ternyata memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat di sekitarnya, terutama kalangan muda. Itu dibuktikan dengan kiprahnya membuat festival band yang diselenggarakan di sebuah mal di Bogor. Untuk kegiatan itu Ki Gendeng bahkan harus merogoh koceknya sendiri hingga 300 jutaan rupiah.</div>
<div align="justify">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#ffcc00;">Festival diikuti 79 peserta, dari Kabupaten Bogor, Sukabumi, Bandung, Cianjur, Bekasi, dan Jakarta. Tiap peserta diharuskan menyanyikan lagu wajib ciptaan Ki Gendeng Pamungkas yang ada dalam album Serat Jiwa, di antaranya &#8220;Bajingan&#8221;, &#8220;Tenung&#8221;, &#8220;Gang Geng Gong&#8221;, dan &#8220;Republik Penyamun&#8221;.</span><span style="color:#ffcc00;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#ffcc00;">Menurut Acha, ketua panitia acara ini, penilaian untuk pemenang ditentukan berdasarkan harmonisasi, musical, performance, kreatifitas grup dalam melakukan improvisasi, dan kemampuan skil individu personil.</span><span style="color:#ffcc00;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#ffcc00;">Sejak awal dilakukan audisi hingga babak final, baik penonton maupun peserta yang umumnya berusia belasan tahun, tampak antusias. </span><span style="color:#ffcc00;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#ffcc00;">Berbeda dengan festival-festival lain, festival ini memiliki keunikan dalam pemberian hadiah. Tidak semua hadiah diberikan kepada pemenang di akhir acara. Di sela-sela acara pun Ki Gendeng kerap memberikan hadiah kejutan kepada grup band yang menurut dia memiliki keunikan.</span><span style="color:#ffcc00;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#ffcc00;">Misalnya pada saat berlangsung acara semi final pada Sabtu lalu, tiba-tiba Ki Gendeng memberikan hadiah kepada lima grup band yang tampil dengan cara diundi. </span><span style="color:#ffcc00;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#ffcc00;">Keluar sebagai juara favorit dalam festival tersebut Grup Band Z-bumb dari Bogor, juara satu Qoma dari Bekasi mendapat hadiah trofi dan uang Rp 5 juta, juara dua Rain Blues mendapat hadiah trofi dan uang Rp 4,500 juta, juara tiga EXT mendapat trofi dan Rp 3 juta. Sebagai juara harapan masing-masing Magma, Trezma, dan Syilendra.</span><span style="color:#ffcc00;"><!--[if gte vml 1]&#62;                                                  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><!--more--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#ffcc00;">Panitia festifal juga memberikan hadiah untuk best vocal, best guitar, best bassis, best keyboard, best drummer. Sedangkan Grup Star-Q mendapat hadiah uang bimbingan.</span><span style="color:#ffcc00;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#ffcc00;">Sebagai sponsor, Ki Gendeng Pamungkas merasa puas, baik terhadap penampilan peserta, antusias penonton, maupun suksesnya panitia menggelar acara. &#8220;Saya puas, karena itu saya akan membuat acara seperti ini lagi,&#8221; kata Ki Gendeng. (Kartoyo DS)</span><span style="color:#ffcc00;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="color:#ffcc00;">dari : suarakarya-online.com</span></p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Titi DJ Gelar Konser Sang Dewi  ]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/29/titi-dj-gelar-konser-sang-dewi/</link>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 04:37:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/29/titi-dj-gelar-konser-sang-dewi/</guid>
<description><![CDATA[MUSIK Jumat, 30 September 2005 Konser &#8220;Sang Dewi&#8221; Titi DJ akankah sukses? Pertanyaan itu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> <img src="http://www.suarakarya-online.com/news_icon.html?id=122823" align="left" /> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="3"><b><!-- start title --><font size="1">MUSIK</font></b></font></p>
<p><font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><!-- START CONTENT --> </font> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="red" size="1">Jumat, 30 September 2005</font><br />
Konser &#8220;Sang Dewi&#8221; Titi DJ akankah sukses? Pertanyaan itu diajukan banyak wartawan kemarin, menyusul akan digelarnya konser tersebut di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat hari ini.</p>
<div align="justify">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#cc99ff;">Menanggapi pertanyaan itu, pihak panitia penyelenggara konser mengatakan keyakinannya bahwa konser tunggal Titi DJ itu akan sukses. Indikasinya terlihat dari jumlah tiket yang terjual hingga kemarin sudah mencapai 3.900 lembar. Bahkan banyak rekan artis Titi DJ han ya bisa gigit jari, tak kebagian tiket menonton. </span><span style="color:#cc99ff;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#cc99ff;">&#8220;Memang untuk dapat tiket sudah tidak bisa lagi, karena tiket sudah habis dua hari yang lalu,&#8221; kata promotor konser &#8220;Sang Dewi&#8221; Oktaryadi Anis dari Merah Putih Showbiz, yang dihubungi wartawan, kemarin.</span><span style="color:#cc99ff;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#cc99ff;">Untuk tiket VVIP dan VIP yang jumlahnya sebanyak 1.200 tiket dan dijual Rp 750.000 dan Rp 500.000, sudah habis sejak pekan lalu. Sedangkan tiket tribune dan tiket festival yang disediakan sebanyak 2.700 tiket habis beberapa hari lalu. &#8220;Kalau kita bilang semua sold out nanti dibilang sombong, tapi memang kenyataannya seperti itu,&#8221; kata Oktaryadi.</span><span style="color:#cc99ff;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#cc99ff;">Oktaryadi bilang bahwa ia tidak peduli apakah tiketnya diborong calo atau bukan. Pasalnya, sebagai penyelenggara ia memiliki tanggung jawab untuk menjual tiketnya secara maksimal. &#8220;Kalau tiketnya diborong calo ya nggak apa-apa, calo kan juga berhak untuk membeli, dan itu tidak bisa dicegah,&#8221; tuturnya.</span><span style="color:#cc99ff;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#cc99ff;">Selain itu, untuk mengantisipasi tiket palsu, calon penonton saat membeli tiket hanya menerima voucher. Sehari sebelum pertunjukan, voucher itu ditukarkan di dengan tiket yang sebenarnya di ticket box.</span><span style="color:#cc99ff;"><!--[if gte vml 1]&#62;                                                  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><!--more--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#cc99ff;">Akibatnya, pesinetron Femmy Permatasari menyesal tidak bisa menonton konser Titi DJ. &#8220;Aku kehabisan tiket nih. Soalnya, aku sibuk syuting, sampai enggak punya waktu buat nyari tiket,&#8221; ungkapnya saat ditemui Warta Kota, Rabu (28/9). </span><span style="color:#cc99ff;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#cc99ff;">Femmy mengaku telah kehilangan dua momen penting, yakni konser tunggal Ruth Sahanaya pada 15 September lalu dan konser Titi DJ yang akan digelar Jumat malam ini. &#8220;Aku suka lagu-lagu Uthe dan Titi. Tapi jujur, aku lebih hafal lagu-lagunya Titi. Jadi, rasanya nyesel banget, aku enggak dapat tiket,&#8221; tuturnya. Femmy pengin lihat konser Titi ini karena dalam promosinya, konser ini tidak sekadar menampilkan keindahan vokal Titi semata. &#8220;Kan, ada penyanyi lainnya, trus aksi panggung, kostumnya bakal dibuat sedikit dramatis. Pasti oke tuh,&#8221; tuturnya.</span><span style="color:#cc99ff;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#cc99ff;">Femmy mengaku sudah berupaya mencari ke sana kemari, tapi sia-sia belaka. &#8220;Ternyata, tiketnya sudah sold out sejak dua minggu lalu. Aku sampai telepon ke promotornya, Nepahtya, tapi mereka juga sudah melepas semua tiket, dan tidak ngurusi penjualan tiket. Kalau ada yang kelebihan tiket dong, aku mau, satuu.. aja,&#8221; ujarnya memelas.</span><span style="color:#cc99ff;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#cc99ff;">Titi DJ akan menyanyikan tembang lawas dan tembang anyar, antara lain, Sang Dewi, Salahkah Aku, Ekspresi, Bahasa Kalbu, Bintang-Bintang, Kuingin, dan Dunia Boleh Tertawa. Selain tampil sendiri di pentas, Titi DJ juga berkolaborasi dengan AB Three, Ari Lasso, dan lain-lain. (Syarifudin)</span><span style="color:#cc99ff;"></span></p>
</div>
<p>dari : suarakarya-online.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Grup Musik Skid Row Konser di Ancol]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/29/grup-musik-skid-row-konser-di-ancol/</link>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 04:31:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/29/grup-musik-skid-row-konser-di-ancol/</guid>
<description><![CDATA[Kamis, 6 Maret 2008 Grup musik heavy metal Skid Row asal Amerika akan melakukan serangkaian konser d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="3"><b><font size="1"></font></b></font><br />
<font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><!-- START CONTENT --></font></p>
<div align="justify"> <font color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="red" size="1">Kamis, 6 Maret 2008</font><br />
Grup musik heavy metal Skid Row asal Amerika akan melakukan serangkaian konser di Indonesia. Konser bertajuk GG International Rock Concert 2008 itu akan dimulai pada Jumat besok, 7 Maret 2008, dengan memilih lokasi Pantai Festival Ancol, Jakarta. Sedangkan pada 9 Maret, konser dilanjutkan di Stadion Siliwangi, Bandung, dan 11 Maret di Stadion Diponegoro, Semarang. Pada 13 Maret 2008, konser masih berlanjut di Stadion Tambaksari, Surabaya, dan ditutup pada 15 Maret di Lapangan Rampal, Malang.</div>
<div align="justify">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:green;">Kata promotor Log Zhelebour saat menggelar jumpa pers persiapan konser grup musik dari Negeri Paman Sam itu di Ancol, kemarin, Skid Row akan tampil di Indonesia dengan formasi Johny Solinger (vokal), Rachel Bolan (bas), Scotti Hill (gitar), David Gara (drum), Ryan Cook (gitar). Mereka akan menampilkan sejumlah lagu hits-nya yang pernah berjaya pada tahun 1991-1993, seperti &#8220;I Remember You&#8221;, &#8220;Youth Gone Wild&#8221;, &#8220;18 and Life&#8221;. Lagu-lagu ini pernah duduk di nomor 1 top chart tangga lagu Billboard dengan penjualan album mencapai lima juta kopi lebih. </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:green;">Log Zhelebour juga mengatakan, jumlah lagu yang disepakati akan diketengahkan Skid Row mencapai 15 judul. Pertunjukan tersebut akan dibuka oleh dua grup asuhan Log Zhelebour yang baru saja merilis album perdana, yakni Log Guns yang sedang meroket namanya dan grup Kobe dari Sidoarjo yang baru merilis satu album bertitel Positive Thingking.</span><!--more--><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:green;"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:green;">Kehadiran Skid Row di luar Jakarta diramalkan bakal dibanjiri penggemar musik rock dari seluruh Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Indonesia Timur karena harga tiketnya hanya Rp 20-30 ribu.</span><span style="color:green;"><!--[if gte vml 1]&#62;                                                  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><!--more--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:green;">Tarif karcis yang murah meriah untuk ukuran pertunjukan artis mancanegara sekelas Skid Row, apalagi konser ini diadakan dengan konsep out door atau stadion-yang selama ini dihindari oleh promotor musik karena konser di lapangan ongkos produksinya besar dan lebih ribet daripada di gedung ber-AC, apalagi diadakan di luar Jakarta. Sedangkan yang di Jakarta tiketnya dijual Rp 100.000, termasuk masuk ancol, kata Log menjelaskan.</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:green;">&#8220;Misi saya hanya ingin menyenangkan atau menghibur penggemar musik rock di luar Jakarta karena kota-kota itu selama ini turut berperan membesarkan nama saya sebagai promotor musik rock. Jadi, kali ini kalau nggak untung juga nggak masalah, yang penting penontonnya mau beli tiket dan tertib,&#8221; kata Log. (Apik)</span><span style="color:green;"></span></p>
</div>
<p>dari : suarakarya-online.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Variasi Maliq]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/variasi-maliq/</link>
<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 23:07:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/variasi-maliq/</guid>
<description><![CDATA[Kamis, 08 Maret 2007 | 19:47 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Grup Maliq &amp; D&#8217;essentials yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kamis, 08 Maret 2007 &#124; 19:47 WIB </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="#666666"><b>TEMPO <i>Interaktif</i></b></font>, <font color="#666666"><b>Jakarta</b></font>:  Grup Maliq &#38; D&#8217;essentials yang tengah populer kembali mengusung R&#38;B dan <i>nu soul</i> pada album kedua, <i>Free Your Mind</i>, yang diluncurkan pada akhir Februari lalu di Cilantro, Wisma BNI, Jakarta.</p>
<p>Album yang dimaksudkan untuk meredam kerinduan penggemar itu berjarak dua tahun dari album pertama, <i>The First</i>, yang sukses dengan lagu <i>Terdiam, The One</i>, dan <i>Untitled</i>.</p>
<p>Kelompok ini terdiri atas tujuh personel yang disebut Maliq (singkatan dari <i>music and live instrument quality</i>) dan D&#8217;essentials. Personel Maliq adalah Angga (vokalis), Widi (produser, penulis lagu, komposer, dan aranser), serta Indra (produser eksekutif dan manajer). Sedangkan D&#8217;essentials terdiri atas Indah (vokalis), Satrio (gitar), Ifa (piano dan <i>keyboard</i>), Jawa (bas), serta Amar (terompet).</p>
<p>Kali ini, Maliq masih berpijak pada konsep kombinasi, yakni peleburan variasi nada dari jenis musik R&#38;B kontemporer, <i>nu soul</i>, dan <i>hip-hop</i> yang bersemangat. Bedanya, musik yang lebih modern serta penampilan unik yang lebih <i>fashionable</i>. <!--more--><br />
<font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><br />
&#8220;Lagu-lagunya lebih menggali suara yang terpengaruh pada penggunaan instrumen musik yang lebih luas,&#8221; kata Widi. Salah satunya lagu <i>Funk Flow</i>, yang lebih bernuansa <i>hip-hop</i>.</p>
<p>Angga, vokalis Maliq, mengakui proses pembuatan album kedua yang berisi 12 lagu itu sempat membuat mereka merasa tertekan. Lagu-lagu dibuat harus bagus dan komersial seperti sebelumnya. &#8220;Ide kami malah buntu, kreativitas tidak keluar,&#8221; ujar Angga.</p>
<p>Eki Puradiredja atau Eki dari Humania, kelompok yang pernah eksis pada 1990-an, adalah musisi yang berada di balik kesuksesan Maliq. Paman Angga dan Widi ini mempersiapkan Maliq sejak masih embrio.</p>
<p>Eki menyarankan agar mempersiapkan diri dengan banyak <i>manggung</i> di tempat umum. Lima tahun kemudian baru dirilis album pertama yang direkam Swara Bumi, yang dititipkan pengedaran rekamannya kepada Warner Music Indonesia. &#8220;Kenapa begitu lama? Karena ingin menguatkan pasar pendengarnya,&#8221; kata Eki.</p>
<p>Awal meniti karier, Maliq tampil menghibur segelintir orang di kafe-kafe, seperti bar Four Season, Jamz, dan Manna Lounge pada 2002. Dengan memperkaya jam terbang serta propaganda mengemas album yang terkesan elite dan mewah, Maliq diterima oleh penikmat musik Indonesia. Itu menyadarkan mereka tentang subgenre bernama <i>neo soul</i> atau <i>nu soul</i>.</p>
<p>Nama Maliq meroket sejak tampil di Java Jazz Festival 2005 dan 2006. Mereka tampil pada pembuka musisi dunia, Four Play dan Yellow Jackets, saat itu. Kemudian nama mereka menjadi harum hingga Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.</p>
<p>Mereka juga mendapat Anugerah Planet Musik 2006 untuk kategori <i>best new group</i> di Singapura serta menjadi nomine Penghargaan MTV Indonesia dan MTV Asia Award 2006 di Bangkok, Thailand.</p>
<p>Setelah album ini, manajemen yang dipimpin putri Subronto Laras, Nadya Laras, itu sedang merancang waktu tur promosi ke berbagai kota besar dengan bantuan Nepathya, promotor musik.</p>
<p>EVIETA FADJAR</font>dari : tempointeraktif.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Entakan Slank]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/entakan-slank/</link>
<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 22:08:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/entakan-slank/</guid>
<description><![CDATA[Sabtu, 30 Desember 2006 | 14:05 WIB Musik mengentak. Menyengat belasan ribu Slanker yang menyesaki l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sabtu, 30 Desember 2006 &#124; 14:05 WIB </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Musik mengentak. Menyengat belasan ribu Slanker yang menyesaki lapangan Pantai Carnaval Ancol, Jakarta, Rabu malam lalu. Tembang <i>I Miss U but I Hate U</i>, yang membuka konser Slank, langsung menggoyang penggemar berat kelompok musik itu yang menyemut sejak sore.</p>
<p>Malam di ujung utara Jakarta itu sangat istimewa buat Slank. Band ini berulang tahun yang ke-23. Mereka merayakan umur yang tak lagi muda itu bersama para Slanker lewat pertunjukan musik bertajuk &#8220;Slank Fest 23rd Indie&#8221;.</p>
<p>Menurut ketua penyelenggara konser, Denny A. Ramadhani, tema <i>indie</i>&#8211;singkatan dari musik independen&#8211;dipakai bukan tanpa sebab. Semangat inilah yang ada pada awal kemunculan Slank. &#8220;Mereka mulai mengelola produksi sendiri lewat album keempat, <i>Generasi Biru</i>,&#8221; katanya.</p>
<p>Denny mengatakan roh <i>indie</i> yang dibangun Slank juga memberikan inspirasi kepada sejumlah kelompok musik. Sebut saja Pas Band, Sucker Head, Pure Saturday, dan Puppen. Semangat itu yang sampai sekarang terus mendidih di dalam diri personel Slank: Bim-bim, Kaka, Ridho, Ivanka, dan Abdee.</font><!--more--><br />
<font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><br />
Kelompok yang gonta-ganti anggota itu menggamit beberapa band <i>indie</i> untuk <i>manggung</i> bareng dalam pesta ulang tahun kali ini. Misalnya ShaggyDog, The Sigit, Sore, Getah, Razzle, Katabatic, Flowers, dan Bing Bang. Bahkan Slank berkolaborasi dengan Sheila on 7, Nidji, dan Steven &#38; Coconuttreez.</p>
<p>&#8220;Tajuk Slank Fest 23rd Indie tentu bukan sekadar nama, tapi sebuah sikap juang yang tak pernah berhenti,&#8221; ujar Denny. Band-band <i>indie</i> itu secara bergantian unjuk gigi. Mereka juga wajib membawakan satu karya Slank, yang musiknya digubah sesuai dengan kreativitas masing-masing.</p>
<p>Sheila on 7, yang merangkak lewat album kompilasi <i>indie</i>, tampil kompak bersama Slank. Mereka mengawali duet lewat lagu band asal Yogya itu, <i>Sephia</i>, hingga mengademkan Slanker, yang memanas sejak konser dimulai, bahkan beberapa kali sempat kisruh.</p>
<p>Jeritan melodi gitar Abdee &#8220;Slank&#8221; dan Eros &#8220;Sheila on 7&#8243; pada lagu <i>Terlalu Manis</i> menambah oke kolaborasi kedua kelompok musik beda generasi itu. &#8220;Mimpi yang terwujudkan bisa main bareng dengan Slank,&#8221; kata Eros. &#8220;Slank salah satu yang memotivasi kami bermain musik.&#8221;</p>
<p>Nidji, yang meroket lewat album perdananya, <i>Breakthru</i>, bahkan menyebut Slank sebagai ikon musik Indonesia. &#8220;Penampilan selama sepuluh menit bareng Slank merupakan yang terbaik dalam hidup kami,&#8221; ujar Giring, vokalis kelompok band ini.</p>
<p>Toh, bisa eksis sampai menginjak kepala dua belum membikin band yang bermarkas di Gang Potlot, Jakarta, ini puas. Pasalnya, &#8220;Masih banyak keinginan yang belum dicapai,&#8221; kata Bimo Setiawan Almachzumi alias Bim-bim, pentolan Slank. Masih mesti terus berkarya.</p>
<p>SS KURNIAWAN </font></p>
<p>dari : .tempointeraktif.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lagu Cinta Siti Nurhaliza]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/lagu-cinta-siti-nurhaliza/</link>
<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 21:58:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/lagu-cinta-siti-nurhaliza/</guid>
<description><![CDATA[ Senin, 25 Pebruari 2008 | 15:51 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Siti Nurhaliza tengah menebar hadiah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> <font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Senin, 25 Pebruari 2008 &#124; 15:51 WIB </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="#666666"><b>TEMPO <i>Interaktif</i></b></font>, <font color="#666666"><b>Jakarta</b></font>: Siti Nurhaliza tengah menebar hadiah kepada penggemarnya: sebuah album cinta. Tajuknya Hadiah Daripada Hati. Ini persembahan perdana setelah Siti menikah beberapa tahun lalu. Ada sebelas lagu yang terbungkus dalam paket nan romantis itu. Album ini bisa diperoleh di Indonesia ataupun Malaysia. &#8220;Album ini konsepnya pop,&#8221; ujar Siti kepada Tempo pekan lalu di Jakarta.</p>
<p>Penyanyi yang kini bergelar Datuk ini juga merangkul dua pemusik Tanah Air: Pongky Jikustik, dan Cynthia Lamusu. Pongky mempersembahkan lagu ciptaannya untuk Siti yang berjudul Melawan Kesepian. Adapun Cynthia Lamusu menyuguhkan lagu Karena Dirimu.</p>
<p>Album yang diterbitkan Siti Nurhaliza Productions (M) Sdn.Bhd dan diedarkan sebanyak 25 ribu kopi oleh Universal Music Indonesia berisi lagu bermacam irama. Dengarkan saja lagu berjudul Ku Mahu yang duduk di urutan wahid dalam albumnya. Karya Audi Nok dan Rina Khan ini berirama R&#38;B, plus petikan gitar bernuansa Latinos. <!--more--><br />
<font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><br />
Mendengar album penyanyi yang kini telah berkerudung ini bikin perasaan campur aduk. Jika Ku Mahu membuat pendengar riang. Tapi, ketika meresapi lagu ciptaan Pongky, sontak suasana hati menjadi nelangsa.</p>
<p>Rasa cinta Siti terhadap sahabat-sahabatnya terukir dalam lagu Tanpa Kalian ciptaan Taufik dan Siti sendiri. Lagu pop kental ini bercerita tentang kehampaannya tanpa mereka di sisi.</p>
<p>Siti juga mengungkapkan suasana hatinya yang galau tapi dengan nada tegar dalam lagu Biarkan. &#8220;Hari ini azamku yang baru/Tak mungkin kau jadikan kelabu/Tepis-tepis kata yang sinis/Yang panas ku jadikan membeku&#8230;/Biarkan cemburu berkubur/Asalkan tak cemari hidupku/Biarkan senyumku selalu/Tandanya ku tiada seteru&#8230;&#8221;</p>
<p>Tampaknya lagu ini erat kaitannya dengan kontroversi perkawinannya Datuk Sri Khalid Mohamad Jiwa. Perkawinan itu tidak hanya menuai protes dari penggemarnya, tapi dikabarkan juga sempat menurunkan pamornya sebagai penyanyi. Namun, Siti menerimanya dengan lapang dada dan ia meminta maaf. &#8220;Siti sempat takut album tak laku, tapi rido (ikhlas) saja,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kendala untuk penjualan albumnya tak hanya sampai situ. Persoalan hubungan Indonesia dan Malaysia yang tak seromantis dulu, diakuinya, juga bisa jadi batu sandungan: bisakah albumnya semeledak dulu?</p>
<p>Sementara persahabatan kedua bangsa retak karena karya cipta, Siti hendak mempersatukannya lewat jalan yang sama. &#8220;Musik terlalu indah untuk diperseteru. Moga bisa dipersatukan lagi persahabatan seperti dulu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Setelah mengeluarkan album solo ke-12, Siti punya angan untuk kembali membuat album rohani. Besitan keinginan itu muncul setelah pulang dari Tanah Suci dan seiring dengan perubahan penampilannya. &#8220;Ada keinginan begitu, tapi belum terwujud,&#8221; ujarnya. Tapi ia tidak mau tergesa-gesa.</p>
<p>Selain musik, Siti senang beraksi di atas panggung teater. Ia pernah menjajal kemampuan aktingnya dalam pementasan teater musikal karya P. Ramlee. Tapi, bagi Siti, &#8220;di antara keduanya, Siti lebih senang menyanyi sajalah.&#8221; l AGUSLIA HIDAYAH<br />
</font></p>
<p>dari : .tempointeraktif.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Komunitas Online Sobat Padi]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/komunitas-online-sobat-padi/</link>
<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 21:37:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/komunitas-online-sobat-padi/</guid>
<description><![CDATA[Kamis, 18 Januari 2007 | 14:24 WIB Grup band Padi meluncurkan fasilitas online komunitas bagi para p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kamis, 18 Januari 2007 &#124; 14:24 WIB </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Grup band Padi meluncurkan fasilitas <i>online</i> komunitas bagi para penggemarnya, Sobat Padi. Peluncuran <i>website www.padi-online.com</i> diresmikan di Cilandak Town Square, Senin lalu.</p>
<p>Menurut Piyu, gitaris Padi, ini sejarah besar bagi grup musik berumur lima tahun itu. &#8220;Agar para penggemar bisa berinteraksi dengan kami,&#8221; katanya mengenai para penggemar yang berjumlah 200 ribu itu.</p>
<p>Awal pemikiran dibuat portal itu karena seringnya Sobat Padi keluar-masuk menjadi anggota. Cara menjadi anggota melalui pengisian formulir, mengirim surat, dan mencetak kartu anggota dianggap Piyu dan kawan-kawan menjadi kendala dan tidak efisien untuk mengetahui isu-isu terbaru tentang Padi. &#8220;Kini para sobat bisa tahu dalam hitungan menit, bahkan detik, mengenai Padi hanya dengan klik dan mendaftarkan diri,&#8221; papar Piyu.</p>
<p>Portal ini memiliki menu lengkap, seperti diskografi, penghargaan, jadwal konser, galeri foto, <i>mobile content</i> (yang isinya mengenai buku harian singkat personel), serta tip berbagi ilmu bagaimana bermain alat musik yang baik dan merilis lagu yang bagus. Komunitas <i>online</i> juga berisi <i>download wallpaper, ringtones, games, chatting online</i>, dan <i>content</i> eksklusif berisi lagu-lagu yang belum pernah dirilis.</font><!--more--><br />
<font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><br />
Fadli, vokalis Padi, mengakui, di tengah membanjirnya grup musik pendatang baru, Padi harus memiliki terobosan baru. Salah satunya adalah dengan menjaga penggemarnya dengan merilis komunitas <i>online</i>.</p>
<p>EVIETA </font></p>
<p>dari : tempointeraktif.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rambut John Lennon Terjual Rp 441 juta]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/rambut-john-lennon-terjual-rp-441-juta/</link>
<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 21:35:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/rambut-john-lennon-terjual-rp-441-juta/</guid>
<description><![CDATA[ Rabu, 12 Desember 2007 | 23:49 WIB TEMPO Interaktif, London: Potongan rambut John Lennon, pentolan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> <font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Rabu, 12 Desember 2007 &#124; 23:49 WIB </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="#666666"><b>TEMPO <i>Interaktif</i></b></font>, <font color="#666666"><b>London</b></font>:<br />
Potongan rambut John Lennon, pentolan grup musik The Beatles, terjual $ 48 ribu (sekitar Rp 441 juta) dalam lelang koleksi memoribilia The Beatles, Rabu (12/12), di rumah lelang Gorringes, London.</p>
<p>Harga ini jauh di atas perkiraan. Rumah lelang Gorringes sebelumnya memperkirakan rambut itu akan terjual sekitar $4 ribu hingga $6 ribu (sekitar Rp 36 juta hingga Rp 55 juta). Rambut tersebut dibeli oleh pembeli tanpa nama yang mengikuti lelang lewat telepon.</p>
<p>Rambut tersebut ditaruh dalam buku otobiografi Lennon, “A Spaniard in the Works”. Lennon memberikan buku dan potongan rambut itu kepada Betty Glasow, penata rambut empat anggota The Beatles di kala masa emas mereka. Di dalam buku itu Lennon menulis, “Kepada Betty, banyak cinta dan rambut, John Lennon xx”.</p>
<p>&#8220;Ini mengejutkan, Beatles masih menarik. Penjualan ini menunjukkan John Lennon masih menjadi ikon,&#8221; kata juru bicara Gorringes, Francesca Collin seperti dikutip dari <i>Associated Press</i>. <!--more--><br />
<font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><br />
Menurut Direktur Gorringes, Nick Muston, Betty memutuskan menjual koleksi ini agar dimiliki oleh fans The Beatles.</p>
<p>Koleksi lain yang dijual dalam lelang itu adalah foto The Beatles yang ditujukan ke Betty. Foto yang ditandatangani gitaris The Beatles, George Harrison. Foto yang ditandatangani dengan nama George &#8216;Dandruff&#8217; Harrison itu terjual $13 ribu (sekitar Rp 120 juta).</p>
<p>The Beatles adalah grup musik Inggris yang mendunia. Beatles berdiri pertama pada 1959 di Liverpool. Lagu-lagu mereka mendunia pada dekade 1960-an. Beatles bubar pada 1970. Lennon kemudian bersolo karir dan banyak terlibat dalam kampanye perdamaian dunia. Lennon mati di depan apartemennya di New York, pada 8 Desember 1980, karena ditembak salah satu fansnya, Mark David Chapman.<br />
<b>AP/Muhammad Nur Rochmi</b>  </font></p>
<p>dari : tempointeraktif.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pentas Toto Batal, Penggemar Marah]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/pentas-toto-batal-penggemar-marah/</link>
<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 21:29:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/pentas-toto-batal-penggemar-marah/</guid>
<description><![CDATA[ Rabu, 12 Maret 2008 | 22:43 WIB TEMPO Interaktif, Surabaya: Ribuan penggemar Toto marah setelah kec]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> <font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Rabu, 12 Maret 2008 &#124; 22:43 WIB </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="#666666"><b>TEMPO <i>Interaktif</i></b></font>, <font color="#666666"><b>Surabaya</b></font>: Ribuan penggemar Toto marah setelah kecewa karena kelompok musik <i>poprock</i> yang berjaya pada 1980-an dan awal 1990-an itu batal pentas malam ini di Surabaya.</p>
<p>Para penggemar, yang sudah membayar tiket Rp 150 ribu dan Rp. 350 ribu, kebingungan saat pukul 21.00 WIB tidak tampak ada alat musik satupun di atas panggung.</p>
<p>Akhirnya para penonton mendobrak beberapa pintu gedung The Empire Palace, tempat grup itu mestinya menampilkan lagu-lagu seperti <i>Rosanna</i> dan <i>Africa.</i>. Mereka juga mencari panitia di belakang pangung. Tapi tidak tampak ada panitia di sana.</p>
<p>Tidak hanya penonton, polisi juga ikut kebingungan. &#8220;Kami juga masih mencari, ini pasti akan diproses karena masuk kategori penipuan,&#8221; kata Ajun Komisaris Agung Marlianto, kepala reserse Kepolisian Resor Surabaya Selatan.<!--more--><br />
<font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><br />
Tanda-tanda ketidakberesan pentas Toto sudah terbaca sejak kemarin. Panitia acara dengan sponsor Telkomsel itu sudah mengundang wartawan untuk konferensi pers kemarin pukul 21.00 WIB. Tapi, setelah wartawan menunggu hingga 23.00 WIB, konferensi pers dibatalkan.</p>
<p>Hingga berita diturunkan, panitia belum memberi penjelasan mengapa pentas tidak terlaksana. (Rohman Taufik) </font></p>
<p>dari : tempointeraktif.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diana Ross di Ballroom Pacific Place, Jakarta]]></title>
<link>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/diana-ross-di-ballroom-pacific-place-jakarta/</link>
<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 21:28:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>jazzmuziek</dc:creator>
<guid>http://muzieku.wordpress.com/2008/03/26/diana-ross-di-ballroom-pacific-place-jakarta/</guid>
<description><![CDATA[Suara Kering Ross Rabu, 26 Maret 2008 | 09:49 WIB TEMPO Interaktif, : Nyanyian nyaring I&#8217;m Com]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!-- open --> 		 <!-- article --><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="4"><b>Suara Kering Ross</b></font><br />
<font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Rabu, 26 Maret 2008 &#124; 09:49 WIB </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="#666666"><b>TEMPO <i>Interaktif</i></b></font>, : Nyanyian nyaring <i>I&#8217;m Coming Out</i> menyeruak berkali-kali dari panggung yang tersiram cahaya merah. Selang tak berapa lama, si empunya lagu, Diana Ross, muncul di panggung di Ballroom Pacific Place, Jakarta, Minggu malam lalu.</p>
<p>Berbalut gaun merah berkilauan, perempuan 63 tahun ini menyapa penonton dengan suaranya yang terasa kering. Lagu yang meledak pada 1980 itu menjadi pembuka pertunjukan yang dihadiri sekitar 2.000 penonton tersebut.</p>
<p>Malam itu, pemilik nama asli Diane Ernestine Earle Ross ini tampil sekitar 70 menit dan membawakan lagu-lagunya yang menjadi hit, seperti <i>Stop, in The Name of Love, Touch Me in the Morning, Love Hangover, Upside Down</i>, dan <i>Fools Reprise</i>. Total 19 lagu dibawakan ibu lima anak ini.</p>
<p>Penampilan Ross malam itu boleh dibilang di bawah standar. Suaranya yang kering terbantu oleh dua <i>backing vocal</i>, Fred dan Valeri Lisa. Aksi panggungnya juga minim. Gaya merentangkan tangan dan menyingsingkan rambut keritingnya yang dibiarkan mengembang menjadi suguhan utama sepanjang pertunjukan. <i>Tempo</i> mencatat, Ross menyingsingkan rambutnya sedikitnya 40 kali dalam konser yang dimulai pukul 20.20 WIB ini. <!--more--><br />
<font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><br />
Senyum yang dilemparkan Ross berulang kali ke penonton terasa hambar karena memang mimik Ross datar, seperti tidak menikmati malam itu. Padahal, tiga hari setelah pertunjukan, Ross akan merayakan ulang tahunnya ke-64 yang jatuh pada 26 Maret.</p>
<p>Salah seorang penonton yang juga biduanita, Vina Panduwinata, menilai penampilan Ross tidak maksimal malam itu. &#8220;Sepertinya ada yang mengganjal sehingga ia tidak tampil maksimal,&#8221; ujar Vina. &#8220;Mungkin karena penonton yang terlalu dingin,&#8221; pelantun tembang <i>Burung Camar</i> ini menambahkan. &#8220;Sebenarnya tidak kecewa, tapi tidak puas saja,&#8221; kata penonton lainnya, Tantowi Yahya.</p>
<p>Usia Ross menjelang 64 tahun boleh jadi menjadi faktor utama penampilannya yang tidak maksimal. Hanya dua kali Ross berjalan menghampiri anggota bandnya. Bahkan tangga turun menuju tempat penonton yang telah disiapkan tidak digunakan sama sekali oleh mantan personel grup The Supremes ini. Tangga itu malah digunakan oleh lima penonton yang naik ke panggung untuk berjoget bersama Ross ketika menembangkan lagu <i>I Will Survive</i>.</p>
<p>Dalam daftar lagu (<i>song list</i>) yang diperoleh <i>Tempo</i> dari meja operator, <i>I Will Survive</i> sebenarnya bukanlah lagu penutup. Masih ada dua lagu lain yang semestinya dibawakan Ross, yakni <i>I Love You</i> dan <i>Survive Reprise</i>. Setelah membawakan lagu <i>I Will Survive</i>, penonton meneriakkan &#8220;<i>We want more</i>&#8220;. Namun, sang diva tetap tak muncul dan konser serasa tidak mencapai klimaksnya.</p>
<p>Menurut promotor Buena Production, Peter Basuki, tidak dibawakannya dua lagu terakhir karena ada kesalahpahaman dengan direktur musiknya. &#8220;Jadi itu masalah internal mereka,&#8221; ujar Peter seusai konser yang juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri tersebut. Menurut Peter, sebenarnya Ross ingin meminta maaf langsung kepada penonton, tapi batal karena penonton sudah keluar.</p>
<p>Selain itu, kata Peter, Ross membatalkan rencana merayakan ulang tahun ke 64-nya di Bali. Menurut Peter, Ross sudah memesan beberapa kamar di salah satu hotel bintang lima di Bali guna menampung keluarga dan teman-temannya. Namun, rencana ini urung terlaksana karena peringatan dari Departemen Luar Negeri Amerika yang menyatakan Indonesia masih belum aman. l TITO SIANIPAR </font></p>
<p>dari : tempointeraktif.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
