<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>my-islam &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/my-islam/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "my-islam"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 11:50:41 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Abilities of Jinns.]]></title>
<link>http://naush.wordpress.com/2010/02/03/abilities-of-jinns/</link>
<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 20:57:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>naush</dc:creator>
<guid>http://naush.wordpress.com/2010/02/03/abilities-of-jinns/</guid>
<description><![CDATA[Source: The World of the Jinn: Invitation to Islam, Issue 4, January 1998 If a person does become po]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><em><span style="text-decoration:underline;">Source: The World of the Jinn: Invitation to Islam, Issue 4, January 1998 </span></em></p>
<p><em>If a person does become possessed, then the name of Allah has to be used in expelling the Jinn. If we look at the practice of the Prophet SAW and his companions Raziallahu anhu, we find many duas (supplications) to exorcise the Jinn. All these duas invoke Allah to help the possessed person. How contrary this is to many modern-day exorcists. Many exorcists, Muslim and non-Muslim, often invoke the names of others besides Allah to exorcise the Jinn {whilst Christians invoke the name of Jesus, many Muslims invoke the name of pious Muslim saints! The rituals which are conducted by many Muslims are more akin to voodoo then the exorcism practiced by the Prophet and his companions!!}. When the Jinn does leave, these people believe that their way was successful. However, this is a ploy of the Jinn, as it knows that if it obeys the exorcist, then it has succeeded in making him worship others besides Allah i.e. commit shirk. The Jinn often returns when the exorcist leaves, as it knows that nothing except the words of Allah can stop it from oppressing others. </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>It is not only humans which are possessed, but also animals, trees and other objects. By doing this, the evil Jinn hope to make people worship others besides Allah. The possession of idols is one way to do this. Not so long ago the world-wide phenomenon of Hindu idols drinking milk, shocked the world. From Bombay to London, Delhi to California, countless idols were lapping up milk. Ganesh the god, Hanuman the god and even Shiva lingam, the male private organ(!), all seemed to guzzle down the milk as if there was no tomorrow! </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Unfortunately people were taken in by this (including Muslims) and many flocked to feed (?) the Hindu gods. Anyone who knows about Jinn possession, will undoubtedly know that this is a classic attempt to make people commit shirk. And it worked, as many people started to worship these lifeless pieces of wood and marble. Anyone with half a brain would say to themselves, &#8216;why on earth does a god need to be fed?!! Surely if Ganesh, Hanuman or Shiva were divine then they wouldn&#8217;t need feeding?&#8217; However, such common sense seemed to be lacking as the Jinns played havoc with these gullible people.</em></h3>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lawyer to the Late Micheal Jackson Embraces Islam]]></title>
<link>http://mossavi.wordpress.com/2010/02/03/lawyer-to-the-late-micheal-jackson-embraces-islam/</link>
<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 16:08:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>mossavi</dc:creator>
<guid>http://mossavi.wordpress.com/2010/02/03/lawyer-to-the-late-micheal-jackson-embraces-islam/</guid>
<description><![CDATA[&#8230;&#8230; from Prisoner of Joy&#8217;s blog An American millionaire, Mark Shaffer declared his ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8230;&#8230; from Prisoner of Joy&#8217;s blog An American millionaire, Mark Shaffer declared his ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[my Ummi...]]></title>
<link>http://aadithya.wordpress.com/2010/02/01/my-ummi/</link>
<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 03:13:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>anggaaditya</dc:creator>
<guid>http://aadithya.wordpress.com/2010/02/01/my-ummi/</guid>
<description><![CDATA[ku lemaskan jemari saat menari di antara mata yang tak bisa terpejam di waktu kantuknya, saat itu ju]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>ku lemaskan jemari saat menari di antara mata yang tak bisa terpejam di waktu kantuknya, saat itu juga ku melihat sebuah wajah yang teduh seakan memandang dan mengingatkanku untuk segera ke peraduan dalam redupnya cahaya pelita dalam bilik yang sederhana.</p>
<p>sebuah wajah yang di sana terlihat guratan lelah dan sangat capai saat itu</p>
<p>seraut wajah yang dengan menatapnya saja makan akan hancur berhala hati yang terkeras sekalipun&#8230;itu jika yang menatap masih mempunyai jiwa</p>
<p>inginnya ku membelai dan berujar..</p>
<p>&#8221; jangan bersedih duhai kau yang di indahkanNya beserta bala malaikatNya</p>
<p>yang dengan pintamu maka seorang anak  manusia bisa menjadi sebongkah karang hampa di samudera dengan IzinNya</p>
<p>yang tanpa senyummu maka murunglah seluruh hidupku dan manusia yang kau lahirkan dari rahim mulia&#8217;mu</p>
<p>jangan bersedih duhai yang di telapaknya dan lembut do&#8217;anya maka syurga halal untuk anaknya</p>
<p>tersenyumlah kau duhai yang amarahmu maka adalah amarah Maha pencipta Semesta beserta kerikilnya dan titik terkecil dalam alamNya &#8220;</p>
<p>ku terdiam, mngingat apa yang telah dia berikan padaku sehingga saat ini ku bisa menuliskan kalimat yang tak seberapa berartinya dengan kalian yang membaca.</p>
<p>saat itu juga ku coba mengingat apa yang bisa ku berikan padanya untuk membalas sentuhannya, dan hasilnya&#8230;.tiada.</p>
<p>selamat malam ummi..jutaan malaikat menyelimutimu dengan segala kehangatan yang terhangat yang pernah ada di syurgaNya malam ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dalil Surga Neraka]]></title>
<link>http://anudanu.wordpress.com/2010/01/10/dalil-surga-neraka/</link>
<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 08:39:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>anukumw</dc:creator>
<guid>http://anudanu.wordpress.com/2010/01/10/dalil-surga-neraka/</guid>
<description><![CDATA[Dikutib dari kitabu sifati jannah wannar Dari Abu Huroiroh, bersabda rosullulloh : &#8220;Tidak liha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Dikutib dari kitabu sifati jannah wannar</strong></p>
<p><strong>Dari Abu Huroiroh, bersabda rosullulloh</strong> : &#8220;Tidak lihat aku pada semisal neraka yakni tidur bisa lari dari neraka, dan tidak lihat aku semisal surga tidur bisa mendapatkan surga&#8221;. Maksudnya orang yang mau terhindar dari neraka kenapa hanya tidur, bukan mempersiapkan diri dengan gencar mencari pahala dan meminta ampun pada Alloh atas semua dosanya, malah tidur, santai, atau asyik-asyik pada kehidupan dunia. Seharusnya mereka takut kalau mendadak meninggal sedangkan pahalanya tidak mencukupi dan dosanya belum terampuni. Dimana letak ketakutan pada neraka jika mereka masih seperti itu. Kalimat selanjutnya mengandung pengertian orang yang ingin surga kenapa hanya tertidur. Surga tidak akan didapatkan orang yang hanya tidur, berleha2, nanti saja getol mencari surga jika sudah tua. Tidak sepantasnya orang yang mencari surga seperti itu, semestinya gencar dalam jalan alloh, mencari ridho Alloh, mencari pahala Alloh. Jangan sampai menunda-nunda, sebab sesuatu yang ditunda-tunda tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali penyesalan dan tidak akan pernah pergi kemanapun.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Adab Mencari Ilmu]]></title>
<link>http://anudanu.wordpress.com/2010/01/10/adab-mencari-ilmu/</link>
<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 06:51:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>anukumw</dc:creator>
<guid>http://anudanu.wordpress.com/2010/01/10/adab-mencari-ilmu/</guid>
<description><![CDATA[Mengikhlaskan niat karena Allah Taa’ala, yaitu dengat niat belajar karena Allah, tidak karena ingin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li>Mengikhlaskan      niat karena Allah Taa’ala, yaitu dengat niat belajar karena Allah, tidak      karena ingin dikatakan sebagai orang yang alim</li>
</ol>
<ol>
<li>Membersihkan      hatinya dari segala kotoran supaya layak untuk menerima Al Qur’an, menghafalnya dan      mengambil faedahnya. Ada sebuah hadits dari Nabi SAW bahwa beliau berkata:      Ingatlah bahwa didalam tubuh ada segumpal darah, apabila dia baik maka      baiklah seluruhnya dan apabila rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya,      ingatlah dia itu adalah hati. (HR. Bukhori      Muslim)</li>
</ol>
<ol>
<li>Rendah      hati pada gurunya, bersikap sopan dan rendah hati pada ilmu. Dalam sebuah      hadits Rosululloh SAW bersabda: Belajarlah kalian ilmu ketentraman dan      ketenangan dan rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya. (HR.      at-Tobroni fii al-Ausat)</li>
</ol>
<ol>
<li>Hendaklah memandang gurunya      dengan pandangan penuh hormat dan penghargaan disertai keyakinan akan      kesempurnaan keahliannya.</li>
</ol>
<ol>
<li>Hendaklah menghormati majlis      ilmunya dengan tidak membicarakan kejelekan orang lain disisinya dan      mengajak ngobrol dengan teman duduknya dan tidak besikeras dalam bertanya</li>
</ol>
<ol>
<li>Tidak menunjukkan perbedaan      pendapatnya hingga dirinya merasa lebih tahu mana yang lebih benar      daripada gurunya.</li>
</ol>
<ol>
<li>Tidak menunjuk dengan      tangannya, dan tidak memicingkan dua mata di majlisnya, dan tidak berkata      padanya bahwa seseorang berbeda pendapat dengan apa yang dia katakannya.</li>
</ol>
<ol>
<li>Hendaklah bersungguh – suhgguh      dalam meraih ilmu di waktu muda, saat giat, berbadan kuat dan pikiran      jernih.</li>
</ol>
<ol>
<li>Wasiat Abdullah bin Mas’ud R.A:      Layak bagi pembawa Ilmu Al-Qur’an untuk mengenal malamnya ketika manusia      pada tidur, dan dengan siangnya saat manusia berbuka, dan dengan sedihnya      saat manusia bergembira, dan dengan tangisnya saat manusia tertawa, dan      dengan diamnya saat manusia berbicara dan dengan khusu’nya saat manusia      berkhayal</li>
</ol>
<p style="text-align:center;">English  Version</p>
<p>1. To consent Intention of because Allah Taa&#8217;Ala, that is with intention learn because Allah, it is not because wishing told the pious by the people.</p>
<p>2. Cleaning the liver from all competent dirt so that to proper in accepting the Al Qur&#8217;An, memorizing of it and take its benefit. There is a hadits from Prophet SAW that he say: See that in body there is blood clod, if it is good hence well entirely and if destroying hence destroy entire its body, remember that is liver. ( HR. Muhammad and Bukhori)</p>
<p>3. Being Modest to the teacher, behaving respectably and modest to the science. In a hadits Rosululloh SAW utter: Learn all of you science of pacification and calmness and being modest to one who you learn from him.  (HR. at-Tobroni fii al-Ausat)</p>
<p>4. Ought to look into the teacher with the view it is full of respect and appreciation accompanied by the confidence in expertise perfection</p>
<p>5. Ought to respect the place of science with not converse the side others ugliness and invite to fiddle with seatmate and not persist in enquiring</p>
<p>6. Not show different idea until feel that he is more knows which is more correct than his teacher is</p>
<p>7. Not point by the hand, and not close two of his eyes in his place of science, and not say that somebody differ the opinion by what he tell</p>
<p>8. Should be serious in reaching for science in young time, impetuous moment, strong body and clear mind</p>
<p>9.  Escrow of Abdullah bin Masque R.A: proper for carrier of Science Al-Qumran to recognize its night when human being [of] [at] sleep, and with its day time of human being they don’t fasting, and tearfully moment of human being brighten up, and by the crying [is] moment [of] human being laughed, and mute moment [of] human being converse and by absorbed in moment [of] human being fancy.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khusyu Beribadah]]></title>
<link>http://anudanu.wordpress.com/2010/01/10/khusyu-beribadah/</link>
<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 05:14:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>anukumw</dc:creator>
<guid>http://anudanu.wordpress.com/2010/01/10/khusyu-beribadah/</guid>
<description><![CDATA[Adakah belum waktunya bagi orang2 iman khusyu hatinya untuk mengingat kepada Alloh (atas semua pembe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Adakah belum waktunya bagi orang2 iman khusyu hatinya untuk mengingat kepada Alloh (atas semua pemberiannya, seperti ketika orang iman memenangan perang badar padahal kala itu orang iman dalam jumlah sedikit namun alloh menolong mereka, ketenangan beribadah saat ini yang sangat berbeda pada jaman peperangan dulu atau di negara-negara konflik) dan turunnya kebenaran (Al Qur&#8217;an). Apakah semua itu belum membuatmu lebih dekat dengan Alloh wahai orang iman?</p>
<p>Janganlah seperti orang-orang yang diberi kitab sebelumnya (maksudnya Bani Isroil). Mereka diberi waktu yang panjang untuk meningkatkan keimanan mereka, bukannya tambah lama, tambah keimanannya, akan tetapi tambah keras hati mereka (lebih senang membuat maksiat, mengabaikan rosul, tidak sedikit rosul yang dikirim ke mereka bahkan satu waktu bisa ada beberapa rosul dikirim ke mereka, tragisnya mereka membunuh rosul-rosul itu) dan kebanyakan mereka termasuk orang-orang fasik (orang-orang yang tahu ilmu namun mereka tidak thoat/mengabaikannya).</p>
<p>Surat Al Hadid (57) Ayat 16.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ISLAM: SATU-SATUNYA ALTERNATIF ]]></title>
<link>http://minazaituna.wordpress.com/2009/12/30/islam-satu-satunya-alternatif/</link>
<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 06:25:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>minazaituna</dc:creator>
<guid>http://minazaituna.wordpress.com/2009/12/30/islam-satu-satunya-alternatif/</guid>
<description><![CDATA[Kemerosotan peranan politik dan peradaban Islam tidaklah menyebabkan hilangnya system ajaran Islam s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kemerosotan peranan politik dan peradaban Islam tidaklah menyebabkan<br />
hilangnya system ajaran Islam sebagai suatu system nilai (value system) yang<br />
telah merasuk pada kalbu Muslimin, dan bahkan memberikan rembesan tumbuhnya<br />
embrio peradaban Barat modern. (Betapa banyak warisan kebudayaan Islam yang<br />
diambil alih dan di&#8217;claim&#8217; sebagai milik Barat). Sebagai system ajaran, Islam<br />
tetap memiliki alternatif satu-satunya bagi manusia yang ingin selamat<br />
dunia maupun akhirat. Islam juga akan tetap menjadi satu-satunya alternatif<br />
peradaban modern ummat manusia, pada hari ini dan hari depan. Secara<br />
konsepsional, Islamlah yang paling layak untuk menggantikan seluruh konsepsi<br />
spiritual yang telah ada. Hujjah tekstual tak usah dipertanyakan lagi.<br />
Semuanya bisa dilihat dan dikaji kebenarannya dari sumber-sumber pokok ajaran<br />
Islam, yaitu al_Qur&#8217;an dan as_Sunnah. Adapun hujjah intelektual ditangan<br />
pada peninjau yang dianggap &#8216;netral&#8217;, dengan mengikuti disiplin ilmiah<br />
tertentu, menyatakan tentang keunggulan Islam dan memperoleh pensubstitusian<br />
sehingga bebas dari kesan apologetik apapun.</p>
<p>Contok tinjauan netral ini dilakukan oleh Ernest Gellner, seorang<br />
sosiolog agama. Gellner menunjukkan bahwa tradisi agung dalam Islam tetap<br />
bisa dimodernkan (modernizable) tanpa perlu memberi konsesi kepada pihak<br />
luar. Dan ini merupakan kelanjutan dialog ummat Islam sendiri sepanjang<br />
sejarahnya. &#8220;Diantara berbagai agama yang ada&#8221;, kata Gellner, &#8220;Islam<br />
adalah satu-satunya yang mampu mempertahankan sistem keimanannya dalam<br />
abad modern ini, tanpa banyak gangguan doktrinal. Dalam Islam, dan hanya<br />
dalam Islam&#8221;, lanjut Gellner, &#8220;pemurnian dan modernisasi di satu pihak,<br />
dan peneguhan kembali identitias ummat di pihak lain, dapat dilakukan<br />
dalam satu bahasa dan perangkat yang sama. Dunia Islam memang tidak<br />
begitu gemilang menerobos dan mempelopori ummat manusia memasuki abad<br />
modern. Tetapi karena watak dasar Islam sendiri, kaum Muslimin mungkin<br />
justru menjadi kelompok manusia yang memperoleh manfaat terbesar dari<br />
kemoderenan dunia. Tentunya kemoderenan disini bermakna kamajuan<br />
teknikalisme. Dengan kata lain, kunci keberhasilan Islam memasuki abad<br />
kegemilangannya terletak pada peneguhan kembali Warisan Syariah yang<br />
tak pernah lapuk. Kekokohan struktural harus dibangun di bawah, serta<br />
kemampuan mengambil alih dan merebut teknikalisme yang dimonopoli<br />
Barat&#8221;.</p>
<p>Sementara itu, optimisme di kalangan ummat tentang kebangkitan Islam,<br />
bukanlah optimisme yang tanpa alasan, terutama berkaitan dengan potensi<br />
besar yang dimiliki kaum Muslimin, yaitu:</p>
<p>Pertama, potensi Syariah Islam itu sendiri sebagai warisan<br />
kemanusiaan yang diberikan oleh Allah SWT. Warisan yang tak pernah lapuk.<br />
Tidak ada satu agamapun di dunia ini yang masih terpelihara originalitasnya<br />
(asholah), kecuali Islam. Lebih dari itu, Islamlah satu-satunya agama yang<br />
sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri.</p>
<p>Kedua, potensi penduduk Muslim yang berjumlah kurang lebih satu per<br />
empat milyar jiwa. Ini berarti seperlima penduduk dunia adalah Muslim.<br />
Islam adalah agama yang paling muda, yang jumlah pengikutnya sebanding,<br />
bahkan melebihi agama-agama lain yang lebih tua, seperti Nasrani dan Yahudi.<br />
Meski gelombang politik Islam naik turun, tetapi jumlah penduduknya &#8211; secara<br />
global &#8211; tidak pernah berkurang. Islam ibarat air, senantiasa mencari tempat<br />
yang rendah untuk mengalir.</p>
<p>Ketiga, potensi sumber-sumber kekayaan alam yang melimpah di negeri-<br />
negeri Muslim, khususnya minyak bumi dan sumber-sumber mineral lainnya.<br />
Potensi minyak bumi yang berada di negara-negara Teluk, di Aljazair, Brunei<br />
Darussalam, Indonesia, dan seterusnya. Bahkan di wilayah Sovyet (pen. former)<br />
dan RRC pun ditemukan sumber-sumber minyak yang ditempati kaum Muslimin<br />
Sovyet (pen. former) atau kaum Muslimin RRC. Memang Allah SWT. telah<br />
menyediakan energi material dan immaterial untuk membantu kaum Muslimin,<br />
membangun dan memanfaatkan untuk menegakkan agama-Nya, sekaligus memadamkan<br />
berbagai pemberontakan terhadap Allah SWT. di berbagai penjuru dunia ini.</p>
<p>Keempat, potensi warisan sejarah. Islam pada masa lampau telah<br />
berjaya memegang kendali peradaban lebih dari tujuh abad lebih. Belum<br />
pernah ada satu agama maupun ideologi yang mampu mengembangkan peradaban-<br />
nya melebihi dari Islam. Peradaban Barat pun hari ini baru berumur kurang<br />
lebih 450 tahun. Jika Muslimin pada masa lampau menguasai peradaban,<br />
tentu bisa juga untuk masa depan.</p>
<p>Kelima, janji Allah SWT. yang tidak pernah diingkari. Bahwa Allah<br />
akan mengembalikan kekhalifahannya di muka bumi kepada orang-orang yang<br />
beriman. (Al Qur&#8217;an surat 24:55)</p>
<p>Taken from:Isnet</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[New Year, soon to come ....]]></title>
<link>http://antomedan.wordpress.com/2009/12/17/new-year-soon-to-come/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 06:30:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>antomedan</dc:creator>
<guid>http://antomedan.wordpress.com/2009/12/17/new-year-soon-to-come/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini tepat tanggal 30 Dzulhijjah 1430 H. Insya Allah selepas maghrib nanti akan masuk ke tahun y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini tepat tanggal 30 Dzulhijjah 1430 H. Insya Allah selepas maghrib nanti akan masuk ke tahun yang baru yaitu 1431 Hijriyah. Yah, benar kita telah memasuki tahun yang baru. Seluruh jamaah haji di Mekkah telah menyelesaikan seluruh rukun haji, sebagian jamaah Indonesia telah sampai kembali ke tanah air, sebagian lagi mungkin masih di sana menunggu waktu untuk kembali ke Indonesia.</p>
<p>Firman Allah :</p>
<p><em>Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. </em><em>Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka</em><strong><em>.&#8221;</em></strong><em> </em>(Q.S. Ali Imran : 190 &#8211; 191)</p>
<p>Siang dan malam berganti, adalah sebuah keniscayaan, sebuah sunnatullah yang tidak mungkin akan diingkari oleh siapapun. Manusia, sadar atau tidak sadar akan terus mengikuti pergerakan waktu yang terus berjalan menuju sebuah titik, to the point of no return.</p>
<p>Tinggal kita mengingat kembali, apa yang telah kita perbuat di tahun 1430 yang akan segera berlalu, kemudian, apakah yang akan terjadi di tahun 1431 yang akan segera datang ini. Sungguh, kita bisa berkata, telah ribuan peristiwa terjadi di 1430 dan akan segera menjadi kenangan. Dan mungkin jutaan peristiwa akan terjadi di 1431 ini, kita tidak tahu. Sebagaimana ayat Quran di atas, tanda-tanda atas perjalanan waktu hanya bisa dimengerti dan dipahami oleh orang-orang yang berakal. Yaitu orang yang senantiasa mengingat Allah, dzikrullah atas segala kebesaran ciptaan-Nya. Adakah kita termasuk orang-orang yang berakal tersebut? Waallahu a&#8217;lam. Namun tak henti kita berupaya dan berharap agar kebaikan demi kebaikan yang akan dapat kita raih di tahun yang akan datang ini. Semoga Allah senantias membimbing kita ke jalan yang di-ridhoi-nya.</p>
<p>Selamat datang 1431 H&#8230;.kami menyambutmu dengan segenap suka cita dan harapan&#8230;</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Anto_Medan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My Burqini]]></title>
<link>http://butterflyrubrics.wordpress.com/2009/12/09/my-burqini/</link>
<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 09:32:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>butterflyrubrics</dc:creator>
<guid>http://butterflyrubrics.wordpress.com/2009/12/09/my-burqini/</guid>
<description><![CDATA[If you look at my recent vacation photos on FB, you&#8217;ll notice I have gotten my own Burqini! So]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>If you look at my recent vacation photos on FB, you&#8217;ll notice I have gotten my own Burqini! So here&#8217;s a little advert for the nice sister I bought it from; she brought this <a href="http://www.ahiida.com">Ahiida </a>swimwear range in from Australia, bless her heart.</p>
<p>Yes the Burqini is the same suit that <a href="http://www.smh.com.au/world/aussie-burqini-sparks-religious-storm-in-france-20090813-eim9.html">sparked an outcry in France</a> and<a href="http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/europe/italy/6056273/Burqini-banned-in-Italian-town.html"> Italy</a>, which I hope will do nothing but good, by publicising this innovative Muslimah swimwear. A more positive write-up of the suit by Times Magazine <a href="http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,1645145,00.html">here</a>. </p>
<p><em>My Review: </em>I previously owned a Thaya swimsuit (bought from Ova), which I gave away to my mom. Comparing the two, I much prefer my Burqini, and find it well-worth the money. The main differences between the two are: material and style. The Burqini uses a more superior material that is stronger and more durable, yet lighter and quick drying. As for style, the Burqini has an A-line flair fit, the long top reaches the knees, and the pants are boot-leg, which in all makes a more modest design. I used to feel embarassed and uncomfortable out of the water when I wore my Thaya suit and would quickly throw on an abaya, but with the Burqini I can wear it as an outdoor outfit before my swim, and cos it dries quickly and doesn&#8217;t cling, I have no issues hanging around the pool playing with little Umar after my swim. I&#8217;d still recommend the Thaya for serious swimmers who wants to do laps (cos of the streamlined design) but for casual swimmers or those who just like to enjoy the beach or pool with their children, the Burqini will give you the modest coverage you are looking for. </p>
<p><img src="http://butterflyrubrics.wordpress.com/files/2009/12/p11009911.jpg" alt="" title="P1100991" width="510" height="382" class="aligncenter size-full wp-image-2095" /></p>
<p><a href="http://butterflyrubrics.wordpress.com/files/2009/12/mf50-1133.jpg"><img src="http://butterflyrubrics.wordpress.com/files/2009/12/mf50-1133.jpg" alt="" title="mf50-1133" width="250" height="353" class="alignleft size-full wp-image-2092" /></a><em>Product Description: </em>Original Ahiida Hijood Burqini<br />
The Burqini, a modest swimsuit comprised of a tunic, leggings and head covering in a light polyester fabric, is a phenomenon in women&#8217;s swim wear. Women can cover up, fully protecting their modesty and still swim without being hampered by loose layers. Now the Burqini&#8217;s appeal has touched a wider demographic. A woman might buy a Burqini for better sun protection, to hide weight, cellulite or scars, or simply as an alternative to skimpier beach attire. All Burqini™ swimsuits have ties on the inside and on the tops that tie to loops on the trousers to prevent the tops floating while in the water. Burqini™ swimsuits have quality design heat press prints on chest area, which further detract from your body shape, ensuring your modesty at all times.</p>
<p>The Ahiida ® Burqini is made in Australia and is made from:<br />
Hiqh Quality 100% Polyester<br />
50 + UV protected<br />
Chlorine Resistant<br />
Water Repellant<br />
Low Water Absorbency<br />
Very Quick Drying</p>
<p>Interested? Contact Sis Kamsina at (65) 9823 1355. She has limited pieces/sizes left so please hurry. And don&#8217;t worry, its not as expensive as the price listed on Ahiida website, but not much cheaper either. Meet up with her to have a look and judge for yourself if its a good buy!</p>
<p><a href="http://butterflyrubrics.wordpress.com/files/2009/12/daily_telegraphphoto-burqini2.jpg"><img src="http://butterflyrubrics.wordpress.com/files/2009/12/daily_telegraphphoto-burqini2.jpg" alt="" title="daily_telegraphphoto burqini" width="510" height="390" class="aligncenter size-full wp-image-2091" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[It's a New House ....]]></title>
<link>http://antomedan.wordpress.com/2009/12/08/rumah-baru/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 04:08:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>antomedan</dc:creator>
<guid>http://antomedan.wordpress.com/2009/12/08/rumah-baru/</guid>
<description><![CDATA[Sudah agak lama aku nggak mengunjungi dan menulis sesuatu di blog ini. Banyak juga peristiwa-peristi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://antomedan.wordpress.com/files/2009/12/dapur-dan-ruang-makan.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-249" title="Dapur dan ruang makan" src="http://antomedan.wordpress.com/files/2009/12/dapur-dan-ruang-makan.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Sudah agak lama aku nggak mengunjungi dan menulis sesuatu di blog ini. Banyak juga peristiwa-peristiwa yang luput dari pengamatanku akhir-akhir ini. Tapi tak mengapa, toh kita tidak bisa mengingat semua peristiwa yang terjadi pada diri kita, apalagi hal-hal yang rutin-rutin saja, biarlah dia menjadi milik sang waktu.</p>
<p>Yang paling terasa, sekarang aku sekeluarga telah pindah rumah di sebuah perumahan yang baik di Kota Medan di jalan setiabudi. Ini rumah yang ketiga yang kami tempati selama 3 tahun berada di Kota Medan. Boleh dibilang ini adalah sebuah comeback bagi kami sekeluarga, karena ketika pertamakali kami hijrah (lebih tepatnya dihijrahkan) ke Kota Medan ini, kami sekeluarga menempati rumah dinas yang terletak di perumahan ini selama setahun. Kemudian kami sempat pindah dan keluar dari perumahan ini selama dua tahun. Akhirnya kami merasa cocok dan kembali menempati rumah di perumahan ini walau bukan rumah kami yang lama.</p>
<p>Agak instant juga keputusan memilih rumah yang sekarang kami tempati, karena mepetnya waktu untuk memilih, sedangkan waktu sewa di rumah kami yang lama udah hampir berakhir. Tambahan lagi, rumah ini sebenarnya udah diminati oleh calon penyewa lain yang udah 2 minggu terlebih dulu menyatakan akan menyewa rumah ini. Namun entah mengapa, sang pemilik rumah terlihat dan terkatakan olehnya bahwa mereka lebih suka kalau kami yang menjadi penyewanya. Alhamdulillah, karena calon penyewa rumah tsb tidak segera memberikan konfirmasi, akhirnya si pemilik rumah memberikan kepada kami untuk menjadi penyewa tumah tsb.</p>
<p>Alhamdulillah, yang pasti rumah tsb tidaklah mewah, sederhana namun asri dan enaknya dekat dengan berbagai fasilitas. Dekat ke sekolah anak-anak, bahkan cukup berjalan kaki, dekat ke supermarket, dekat dengan dokter, tidak perlu repot-2 kalau mau sport atau jogging, dan yang membahagiakan, karena dekat dengan masjid.</p>
<p>Rasanya terlampau banyak Allah Azza Wa Jalla memberikan kemudahan-kemudahan dalam kehidupan kami. Manalah pantas kami tidak bersyukur, dan berharap semoga ini semua adalah memang sebuah rahmat Nya, dan bukan merupakan azab yang tertunda, na&#8217;udzubillah. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, semoga Engkau tetap memantapkan iman, hati dan perbuatan kami semata-2 hanya ikhlas karena Engkau ya Allah&#8230;.</p>
<p>Anto_Medan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A Powerful Poem to Prophet Muhammad]]></title>
<link>http://anudanu.wordpress.com/2009/12/05/a-powerful-poem-to-prophet-muhammad/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 00:16:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>anukumw</dc:creator>
<guid>http://anudanu.wordpress.com/2009/12/05/a-powerful-poem-to-prophet-muhammad/</guid>
<description><![CDATA[Sungguh Menginspirasi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/raTCZRbmvmI&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/raTCZRbmvmI&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Sungguh Menginspirasi</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://marmutimut.wordpress.com/2009/11/21/7/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 12:02:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>marmutimut</dc:creator>
<guid>http://marmutimut.wordpress.com/2009/11/21/7/</guid>
<description><![CDATA[LUCU YA… Uang Rp 20.000 terasa begitu besar bila dibawa ke kotak amal di masjid tapi terasa begitu k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>LUCU YA…</p>
<p> 	Uang Rp 20.000 terasa begitu besar bila dibawa ke kotak amal di masjid tapi terasa begitu kecil bila dibawa ke supermarket.</p>
<p> 	45 menit dzikir di masjid terasa begitu lama tapi terasa pendek buat waktu pertandingan bola.</p>
<p> 	2 jam di masjid terasa sangat lama tetapi terasa sebentar dibanding 2 jam pemutaran film di bioskop.</p>
<p> 	Susahnya merangkai kata waktu kita berdoa pada waktu shalat tapi gampang banget cari bahan buat obrolan waktu ketemu temen.</p>
<p> 	Serunya perpanjangan waktu di pertandingan bola tetapi terasa bosan karena imam shalat tarawih bacaannya panjang.</p>
<p> 	Susah banget baca AlQuran 1 juz tapi novel best seller 100 halaman pun bisa cepet selesai.</p>
<p> 	Banyak banget yang berebut tempat paling depan waktu nonton konser tapi malah milih tempat paling belakang pas shalat jumat biar kalo selesai bisa langsung pulang.</p>
<p> 	Untuk undangan pengajian butuh waktu 3-4 minggu untuk ngatur jadwal tapi gampang banget kalo jadwal lainnya.</p>
<p> 	Susah banget buat ngajak partisipasi dakwah tapi gampang banget buat ngajak partisipasi menyebar gosip.</p>
<p> 	Gampang banget percaya apa yang dibilang di koran tapi malah masih mempertanyakan kebenaran isi AlQuran.</p>
<p> 	Susah banget bangun malem buat shalat tahajud tapi dibela-belain kalo ada pertandingan bola.</p>
<p> 	Kalo HP kita abis pulsanya ato lagi low battery kita cepet-cepet isi pulsa n ngecharge tapi kita males buat nambah amal ibadah kita sementara dosa kita semakin banyak.</p>
<p> 	Kita gencar cari pacar biar ga dibilang jomblo sama temen-temen tapi kalo disuruh nikah kita malah menunda-nunda dengan berbagai alasan.</p>
<p> 	Gampang banget disuruh ngikutin mode n fashion baju-baju yang lagi trend n ngebuka aurat tapi susah banget kalo disuruh pake kerudung yang udah jelas-jelas hukumnya wajib.</p>
<p> 	Cepet banget kalo suruh hafalin lirik lagu tapi susah banget kalo hafalin surat pendek di juzz amma.</p>
<p> 	Susah banget kalo disuruh shalat tepat waktu dengan berbagai alasan tapi kalo diajak hang-out ke mall tanpa pikir panjang.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diamonds, Pearls and a woman's body.]]></title>
<link>http://naush.wordpress.com/2009/11/19/diamonds-pearls-and-a-womans-body/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:57:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>naush</dc:creator>
<guid>http://naush.wordpress.com/2009/11/19/diamonds-pearls-and-a-womans-body/</guid>
<description><![CDATA[Diamonds And Pearls The following incident took place when Muhammed Ali&#8217;s daughters arrived at]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Diamonds And Pearls</p>
<p>The following incident took place when Muhammed Ali&#8217;s daughters arrived at his home wearing clothes that are not modest. Here is the story as told in detail by one of his daughters:</p>
<p>When we finally arrived, the chauffer escorted my youngest sister, Laila, and me to my father&#8217;s suite. As usual, he was hiding behind the door waiting to scare us. We exchanged hugs and kisses as we could possibly give in one day. My father took a good look at us. Then he sent me down in his lap and said something I will never forget. He looked me straight in the eyes and said,</p>
<p> &#8221;Hana, everything that God made valuable in the world covered and hard to get to. Where do you find diamonds? Deep down in the ground, covered and protected. Where do you find pearls? Deep down at the bottom of the ocean, covered up and protected in a beautiful shell. Where do you find gold? Way down and in the mine, covered over with layers and layers of rock. You&#8217;ve got to work hard to get them.&#8221; He looked at me with serious eyes. &#8220;Your body is sacred. You&#8217;re far more precious than diamonds and pearls, and you should be covered too.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Link Salafi]]></title>
<link>http://log1n.wordpress.com/2009/11/19/link-salafi/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:00:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>myclock</dc:creator>
<guid>http://log1n.wordpress.com/2009/11/19/link-salafi/</guid>
<description><![CDATA[Weblinks LINK ILMIAH (BAHASA ARAB) * Ahlul Hadits wal Atsar (http://www.alathar.net/) * Al-Menhaj (h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Weblinks</p>
<p>LINK ILMIAH (BAHASA ARAB)</p>
<p>* Ahlul Hadits wal Atsar (http://www.alathar.net/)<br />
* Al-Menhaj (http://almenhaj.net/)<br />
* Majalah Al-Ashalah (http://asaala.net/)<br />
* Maktabah Misykatul Islamiyyah (http://www.almeshkat.net/books/)<br />
* Maktabah Ruuhul Islam (http://islamspirit.com/)<br />
* Maktabah Sahab Salafiyyah (http://www.sahab.org/)<br />
* Maktabah Shayidul Fawaid (http://saaid.net/book/index.php)<br />
* Markaz Albani (http://albanicenter.net/)<br />
* Multaqo Salafiyyah (http://www.salafiyat.com/)<br />
* Muntadiyat al-Barq (http://www.al-barq.net/)<!--more--></p>
<p>LINK INDONESIA (BAHASA INDONESIA)</p>
<p>* Al-Manhaj (http://almanhaj.or.id/)<br />
* Daarus Sunnah (http://www.daarussunnah.co.nr/)<br />
* Fatwa Ulama (http://www.fatwa-ulama.com/)<br />
* Forum Studi Unand Padang (http://forum-unand.blogspot.com/)<br />
* Islam Download (http://www.islam-download.net/)<br />
* Majalah Nikah (http://majalah-nikah.com/)<br />
* Manhaj.or.id (http://www.manhaj.or.id/)<br />
* Perpustakaan Islam (http://www.perpustakaan-islam.com/)<br />
* Sholat Kita (http://sholat-kita.cjb.net/)<br />
* Starter Page (http://www.salafi.or.id/)<br />
* Villa Baitullah (http://vbaitullah.or.id/)<br />
* Hakekat Syi’ah Imamiyah (http://hakekat.com/)<br />
* Kursus Bahasa Arab Online (http://badar.muslim.or.id/)<br />
* Yayasan Dar el-Iman Padang (http://www.dareliman.or.id/)<br />
* Google Assunnah (http://google.assunnah.web.id/)<br />
* Tarbiyah Singapore (http://tarbiyah-sg.info/)<br />
* Feed Situs As Sunnah (http://situs.assunnah.web.id/)<br />
* Forum Assunnah (http://forum.assunnah.web.id/)<br />
* Majalah EL-FATA (http://majalah-elfata.com/)<br />
* Majalah Assaliim (http://majalah-assaliim.com/)<br />
* Ngaji Online (http://ngaji-online.com/)<br />
* Buletin At-Tauhid (http://buletin.muslim.or.id/)<br />
* Ustadz Kholid Syamhudi (http://www.ustadzkholid.com/)<br />
* Buletin At-Tauhid (http://buletin.muslim.or.id/)<br />
* Ustadz Aris Munandar (http://ustadzaris.com/)<br />
* Kajian.net (http://kajian.net/)<br />
* Pengusaha Muslim (http://pengusahamuslim.com/)<br />
* Gen Syi’ah (http://www.gensyiah.com/)</p>
<p>LINK ILMIAH (BAHASA INGGRIS)</p>
<p>* Abdur Ra’uf Shakir (http://www.islamlecture.com/)<br />
* Ahlul Hadeeth (http://www.ahlulhadeeth.net/php/)<br />
* Al Baseerah (http://www.albaseerah.org/)<br />
* Al Ibanah (Ismail al-Arcoon) (http://al-ibaanah.com/)<br />
* Al-Muflihoon (http://www.almuflihoon.com/)<br />
* Albani Center (http://www.asaala.com/)<br />
* Call to Islam (http://calltoislam.com/)<br />
* Darul Ihsan (http://www.darulehsaan.com/)<br />
* Darul Kitab wal Hikmah (http://www.dkh-islam.com/)<br />
* DR. Bilal Philips (http://bilalphilips.com/)<br />
* DR. Salih as-Saalih (http://www.understand-islam.net/)<br />
* Fatwa Online (http://www.fatwa-online.com/)<br />
* Islamic Knowledge (http://www.islamicknowledge.co.uk/)<br />
* Jalal Abu Alrub (http://www.islamlife.com/news.php)<br />
* Madeenah (http://www.madeenah.com/)<br />
* Nadir Ahmad (http://www.examinethetruth.com/)<br />
* Riyadhus Salihin (http://www.ryadussalihin.org/en/)<br />
* Salafi Manhaj (http://salafimanhaj.com/)<br />
* Umm Junayd (http://ummjunayd.info/)</p>
<p>MUSLIMAH (INDONESIA)</p>
<p>* Muslimah.or.id (http://www.muslimah.or.id/)<br />
* Jilbab (http://www.jilbab.or.id/)<br />
* Ummu Salma (http://ummusalma.wordpress.com)</p>
<p>RADIO ONLINE</p>
<p>* Radio Rodja Online (http://www.radiorodja.com/)<br />
* Radio Hang Batam (http://www.hang106.or.id/)<br />
* Radio Muslim (http://radio.muslim.or.id/)</p>
<p>INFORMASI PENGAJIAN</p>
<p>* Jadwal Kajian (http://jadwal.kajian.org/)<br />
* Info Kajian Muslim (http://muslim.or.id/infokajian/)</p>
<p>SOAL JAWAB ISLAM</p>
<p>* Soal Jawab Muslim.or.id (http://muslim.or.id/soaljawab/)</p>
<p>LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM</p>
<p>* Ma’had Imam Bukhari Solo (http://bukhari.or.id/)<br />
* Ma’had ‘Ali Al-Irsyad Surabaya (http://mahad.info/)<br />
* Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal Semarang (http://binhambal.wordpress.com/)<br />
* Ma’had Al-Furqon (http://alfurqon.co.id/)</p>
<p>LINK PARA ULAMA</p>
<p>* Abdul Azhim Badawi (http://www.ibnbadawy.com/)<br />
* Abdul Aziz Alu Syaikh (http://www.sahab.ws/5600/news/3399.html)<br />
* Abdul Aziz ar-Rajihi (http://www.sh-rajhi.com/rajhi/)<br />
* Abdul Aziz ar-Rayyis (http://islamancient.com/)<br />
* Abdul Aziz bin Bazz (http://www.ibnbaz.org.sa/)<br />
* Abdul Aziz Bura’i (http://www.alburaie.com/new/index.php)<br />
* Abdul Muhsin Abbad (http://www.alabad.jeeran.com/)<br />
* Abdul Muhsin Ubaikan (http://www.obaykan.com/)<br />
* Abdul Qadir al-Arnauth (http://www.alarnaut.com/)<br />
* Abdullah al-Fauzan (http://www.alfuzan.islamlight.net/)<br />
* Abdullah azh-Zhafiri (http://www.sahab.ws/6111)<br />
* Abdullah Jibrin (http://www.ibn-jebreen.com/)<br />
* Abdur Razaq Afifi (http://www.afifyy.com/)<br />
* Abdus Salam Barjas (http://www.burjes.com/)<br />
* Abu Abdil Muiz Firkuz (http://www.ferkous.com/rep/index.php)<br />
* Abu Ashim al-Ghomidi (http://www.abouassim.net/)<br />
* Abu Bakr al-Mishri (http://www.abu-bkr.com/)<br />
* Abu Islam Shalih Thaha (http://www.abuislam.net/)<br />
* Abu Malik al-Juhanni (http://abumalik.net/)<br />
* Abu Umar al-Utaibi (http://www.otiby.net/)<br />
* Ahmad Yahya Najmi (http://njza.net/web/)<br />
* Ali Hasan al-Halabi (http://www.alhalaby.com/)<br />
* Ali Ridha (http://www.albaidha.net/vb/)<br />
* Ali Yahya al-Haddadi (http://www.haddady.com/)<br />
* Alwi as-Saqqof (http://www.dorar.net/)<br />
* Hisyam al-Arifi (http://www.aqsasalafi.com/)<br />
* Imam al-Ajurri (http://www.ajurry.com/)<br />
* Kholid al-Mushlih (http://www.almosleh.com/index.shtml)<br />
* Lajnah Daimah (http://www.alifta.com/default.aspx)<br />
* M Ismail Muqoddam (http://www.m-ismail.com/)<br />
* M. Abdillah al-Imam (http://www.sh-emam.com/)<br />
* M. al-Hamud an-Najdi (http://www.al-athary.net/)<br />
* M. Aman al-Jami (http://www.aljami.net/)<br />
* M. Ibrahim al-Hamd (http://toislam.net/)<br />
* M. Khalifah Tamimi (http://www.mediu.org/)<br />
* Majdi Arafat (http://www.magdiarafat.com/)<br />
* Masyaikh Sudan (http://www.marsed.org/)<br />
* Masyhur Hasan Salman (http://www.mashhoor.net/)<br />
* Muhammad Al-Maghrawi (http://maghrawi.net/)<br />
* Muhammad al-Utsaimin (http://www.ibnothaimeen.com/)<br />
* Muhammad Musa Nashr (http://www.m-alnaser.com/)<br />
* Muhammad Said Ruslan (http://www.rslan.com/)<br />
* Muqbil bin Hadi (http://www.muqbel.net/)<br />
* Musthofa al-Adawi (http://aladawy.info/)<br />
* Nashir al-Barrak (http://albarrak.islamlight.net/)<br />
* Nashirudin al-Albani (http://www.alalbany.net/)<br />
* Robi’ al-Madkholi (http://www.rabee.net/)<br />
* Sa’ad al-Hushayin (http://www.saad-alhusayen.com/)<br />
* Said Abdul Azhim (http://www.al-fath.net/)<br />
* Salim al-Ajmi (http://sahab.ws/3250)<br />
* Salim Ied al-Hilali (http://islamfuture.net/)<br />
* Shalih al-Fauzan (http://www.alfawzan.ws/alfawzan/default.aspx)<br />
* Shalih as-Suhaimi (http://www.assuhaimi.com/)<br />
* Shalih Sa’ad as-Suhaimi (http://sahab.ws/4435)<br />
* Sulthan al-Ied (http://www.sahab.ws/3147)<br />
* Taqiyudin al-Hilali (http://www.alhilali.net/)<br />
* Ulama Yaman (http://www.olamayemen.com/html/)<br />
* Wahid Abd Salam Bali (http://www.waheedbaly.com/)<br />
* Yahya al-Hajuri (http://www.sh-yahia.net/)</p>
<p>WEBLOG ILMIAH</p>
<p>* Abu Salma (http://abusalma.wordpress.com/)<br />
* Salafy ITB (http://salafyitb.wordpress.com/)<br />
* Assunnah WEB ID (http://assunnah.web.id/)<br />
* Ustadz Kholid Syamhudi (http://ustadzkholid.wordpress.com/) – pindah ke: www.ustadzkholid.com<br />
* Abu Faris (http://adniku.wordpress.com)<br />
* Muhammad Abduh Tuasikal (http://rumaysho.wordpress.com/)<br />
* Bambang Wahono (http://wahonot.wordpress.com/)<br />
* Salafiyun UNPAD (http://salafiyunpad.wordpress.com/)<br />
* Ustadz Abu Ali (http://noorakhmad.blogspot.com/)<br />
* Syababussunnah (http://www.syabaabussunnah.co.cc/)<br />
* Abu Mushlih (http://abu0mushlih.wordpress.com/)<br />
* Ustadz Basweidan (http://basweidan.wordpress.com/)<br />
* Ustadz Abdullah Roy (http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/)<br />
* Ustadz Aris Munandar (http://ustadzaris.com/)<br />
* Ustadz Abu Haidar (http://www.abuhaidar.web.id/)<br />
* Ustadz Abu Zubair (http://abuzubair.net/)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sayyidul Istighfar]]></title>
<link>http://log1n.wordpress.com/2009/11/19/sayyidul-istighfar/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:49:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>myclock</dc:creator>
<guid>http://log1n.wordpress.com/2009/11/19/sayyidul-istighfar/</guid>
<description><![CDATA[Dalam shohih Al Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dalam shohih Al Bukhari dari Syaddad bin Aus <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda, “Penghulu istigfar adalah apabila engkau mengucapkan,</p>
<p dir="rtl">اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ</p>
<p><em> “Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” </em>(HR. Bukhari no. 6306)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapa Bilang Jadi Muslimah Berat]]></title>
<link>http://anudanu.wordpress.com/2009/11/17/siapa-bilang-jadi-muslimah-berat/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 09:15:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>anukumw</dc:creator>
<guid>http://anudanu.wordpress.com/2009/11/17/siapa-bilang-jadi-muslimah-berat/</guid>
<description><![CDATA[Kaum feminis bilang susah jadi WANITA(baca Muslimah), lihat saja peraturan di bawah ini: 1. Wanita a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kaum feminis bilang susah jadi WANITA(baca Muslimah), lihat saja peraturan di bawah ini:<br />
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak dari pada laki2.)<br />
2. Wanita perlu meminta izin suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.<br />
3.Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki<br />
4. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan sakitnya melahirkan anak<br />
5. Wanita wajib taat pada suaminya , sementara suami tidak perlu taat kepada istrinya.<br />
6.Talak terletak di tangan suami dan bukan di tangan istri<br />
7. Wanita kurang dalam beribadat karna adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki</p>
<p>PERNAHKAH PARA WANITA MELIHAT SEBALIKNYA(KENYATAANNYA):</p>
<p>1. Sesuatu yang mahal harganya dan sangat bernilai tentu akan disimpan dan dijaga sedemikian mungkin… Coba bayangkan, sudah sepatutnya intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan? Begitu juga dengan perempuan yang di jaga dengan hijab (jilbab).<br />
2. Wanita memang perlu taat kepada suami, tetapi tahukah anda kalau lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada ayahnya.<br />
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah kita bahwasanya harta yang yang diterima wanita adalah mutlak miliknya pribadi dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya,sementar apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib menggunakan hartanya Untuk istri dan anaknya.<br />
4.Wanita perlu bersusah payah melahirkan seorang bayi , tetapi bukankah saat itu ia akan di doakan seluruh makhluk dan malaikat, dan tahukah anda kalau ia meninggal karna melahirkan maka syahidlah balasannya dan surga menantinya.<br />
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggung jawabkan terhadap 4 wanita yaitu : istrinya,ibunya, anak perempuannya,dan saudara perempuannya, artinya seorang wanitadi akhirat kelak akan Ditanggung oleh suami,ayah,anak lelakinya dan saudar lelakinya. Tidakkah itu kebahagian untuk anda…<br />
6.Seorang wanita boleh memasuki pintu surga yang ia kehendaki, cukup dengan 4 syarat saja:Shalat 5 waktu,puasa ramadhan,taat pada suami dan menjaga kehormatannya.<br />
7. Seorang lelaki wajib berjihad fi sabilillah , sedangkan wanita apabila ia taat pada suaminya dan menunaikan tanggung jawabnya pada allah maka ia akan mendapat pahala yang sama seperti pahala suaminya yang berjihad.</p>
<p>BERBAHAGIALAH WAHAI PARA MUSLIMAH, JANGAN RISAU HANYA UNTUK APRESIASI ABSURD DAN SEMU DI DUNIA INI. TUNAIKAN DAN TEGAKKAN KEWAJIBAN AGAMAMU NISCAYA SURGA MENANTIMU.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISAH ZAINAB BINTI MUHAMMAD R.A.]]></title>
<link>http://anudanu.wordpress.com/2009/11/17/kisah-zainab-binti-muhammad-r-a/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 09:03:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>anukumw</dc:creator>
<guid>http://anudanu.wordpress.com/2009/11/17/kisah-zainab-binti-muhammad-r-a/</guid>
<description><![CDATA[Zainab telah wafat sejak 15 abad yang lalu, tetapi dia meninggalkan kenangan terbaik dan menjadi con]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Zainab telah wafat sejak 15 abad yang lalu, tetapi dia meninggalkan kenangan terbaik dan menjadi contoh terbaik dalam hal kesetiaan sebagai isteri, keikhlasan cinta dan ketulusan<br />
iman.</p>
<p>Zainab dilahirkan apda tahun 30 setelah kelahiran Nabi SAW. Ketika mencapai usia perkawinan, bibinya, Halah binti Khuwailid, saudara Ummul Mu&#8217;minin Khadijah meminang untuk pute- ranya, Abil Ash bin Rabi&#8217;. Semua pihak setuju dan ridha. Zainab binti Muhammad SAW diboyong ke rumah Abil Ash bin Rabi&#8217;. [Ibnu Sa'ad menyebutkan bahwa Abil Ash mengawini Zainab sebelum Nabi SAW diangkat menjadi Nabi. Imam Adz-Dzahabi berkata : Ini adalah jauh. Kemudian dia berkata : Zainab masuk Islam dan hijrah 6 tahun sebelum suaminya masuk Islam.</p>
<p>Khadijah pergi menemui kedua suami isteri yang saling mencintai itu dan mendoakan agar keduanya mendapatkan berkah. Kemudian dia melepas kalungnya dan menggantungkannya ke leher Zainab sebagai hadiah bagi pengantin. Perkawinan itu berlangsung sebelum turun wahyu kepada ayahnya, Nabi SAW. Ketika cahaya Tuhan- nya menerangi bumi, Zainab pun beriman. Akan tetapi Abil Ash tidak mudah meninggalkan agamanya. Maka kedua suami isteri itu merasa bahwa kekuatan yang lebih kuat dari cinta mereka berusaha memisah- kan antara keduanya.</p>
<p>Abil Ash tetap membangkang dan berkata :"Tidak akan terca- pai tujuan di antara kita, wahai Zainab, kecuali engkau tetap dalam agamamu dan aku tetap dalam agamaku." Adapun Zainab, maka dia ber- kata :"Sabarlah, wahai suamiku, Engkau tidak halal bagiku selama engkau tetap memeluk agama itu. Maka serahkan aku kepada ayahku atau masuklah Islam bersamaku. Zainab tidak akan menjadi milikmu sejak hari ini, kecuali bila engkau beriman pada agama yang aku imani."</p>
<p>Pasangan suami isteri itu terdiam sebentar sambil merenung. Keduanya sadar ketika terdengar suara yang membisikkan kepada kedua- nya :"Jika agama memisahkan antara kedua jasad mereka, maka cinta mereka akan tetap ada hingga keduanya dipersatukan oleh sebuah agama."</p>
<p>Hari-hari berlalu dalam keadaan ini setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Pasukan Quraisy berangkat menuju Badr untuk meme- rangi Rasul SAW dan di antara mereka terdapat Abil Ash bin Rabi', bukan untuk menyatakan ke-Islamannya, tetapi untuk memerangi Rasul SAW. Situasi menjadi kritis ketika Abil Ash jatuh menjadi tawanan di tangan kaum Muslimin di bawah pimpinan Rasulullah SAW di Madinah. Kemudian kaum Quraisy mengutus orang untuk menebus tawanan-tawanannya. Zainab pun mengirimkan harta dan sebuah kalung untuk menebus tawanan- nya, Abil Ash bin Rabi'. Ketika Rasulullah SAW melihat kalung itu, beliau merasa iba hatinya dan bersabda :"Jika kalian tidak keberatan melepaskan tawanan dan mengembalikan harta miliknya, maka lakukanlah." Mereka menjawab :"Baiklah, wahai Rasulullah." Kemudian mereka melepas- kannya dan mengembalikan harta milik Zainab. Di sini Rasulullah SAW mendapat janji dari Abil Ash untuk membebaskan Zainab dan mengembali- kannya kepada beliau di Madinah.</p>
<p>Abil Ash kembali ke Mekkah dan di dalam jiwanya terdapat gambaran yang lebih cemerlang dari isteri yang berbakti dan mulia ini. Maka dia kembali bukan untuk berterima kasih atas kebaikan Zainab ke- padanya, akan tetapi untuk berkata keapdanya :"Kembalilah kepada ayah- mu, wahai Zainab." Dia telah memenuhi janjinya kepada Rasulullah SAW untuk membiarkan Zainab pergi kepada Nabi SAW. Abil Ash tidak kuasa menahan tangisnya dan tidak dapat mengantarkannya ke tepi dusun di luar Mekkah, di mana telah menunggu Zaid bin Haritsah dan seorang laki- laki Anshor.</p>
<p>Bagaimana dia mampu melepaskan orang yang dicintainya, sedang dia mengetahui bahwa, itu merupakan perpisahan terakhir selama kekua- saan agama ini berdiri di antara kedua hati dan masing-masing berpe- gang pada agamanya. Abil Ash berkata kepada saudaranya, Kinanah bin Rabi' :"Hai, Saudaraku, tentulah engkau mengetahui kedudukannya dalam jiwaku. Aku tidak menginginkan seorang wanita Quraisy di sampingnya dan engkau tentu tahu bahwa aku tidak sanggup meninggalkannya. Maka temanilah dia menuju tepi dusun, di mana telah menungggu dua utusan Muhammad. Perlakukanlah dia dengan lemah lembut dalam perjalanan dan perhatikanlah dia sebagaimana engkau memperhatikan wanita-wanita ter- pelihara. Lindungilah dia dengan panahmu hingga anak panah yang peng- habisan."</p>
<p>Di saat Zainab sedang bersiap-siap untuk menyusul ayahnya, datanglah Hind binti Utbah, menemuinya, dan dia berkata :"Wahai, puteri Muhammad, aku mendengar bahwa engkau akan menyusul ayahmu !" Zainab menjawab :"Aku tidak ingin melakukannya." Hind berkata :"Wahai puteri pamanku, jangan engkau lakukan. Jika engkau mempunyai keperluan akan suatu barang yang menjadi bekal dalam perjalananmu atau harta yang hendak engkau sampaikan kepada ayahmu, maka aku akan memenuhi keper- luanmu. Maka janganlah engkau segan kepadaku, karena sesuatu yang masuk di antara orang-orang lelaki tidaklah masuk di antara orang- orang wanita." Zainab berkata : "Demi Allah, aku tidak melihatnya mengatakan hal itu, kecuali untuk melakukannya, tetapi aku takut kepadanya. Maka aku menyangkal bahwa aku akan pergi dan aku pun ber- siap-siap."</p>
<p>Setelah menyelesaikan persiapannya, iparnya, Kinanah bin Rabi' menyerahkan kepada Zainab seekor unta, lalu dinaikinya. Kinanah meng- ambil busur dan anak panahnya. Kemudian dia keluar membawa Zainab di waktu siang dan Zainab duduk di dalam pelangkinnya, sementara Kinanah menuntun untanya. Akan tetapi, apakah Quraisy membiarkannya keluar setelah mereka mengalami kekalahan di Badr. Bagaimana dia boleh keluar sementara orang-orang melihat dan mendengarnya ?</p>
<p>Tidak...sekali lagi tidak ! Banyak orang laki-laki Quraisy telah membicarakan hal itu. Maka keluarlah mereka untuk mencarinya hingga mereka berhasil menyusul di Dzi Thuwa. Yang pertama kali me- nemukannya adalah Habbar bin Aswad bin Muththalib dan Nafi' bin Abdul Qais. Habbar menakutinya dengan tombak. Di saat itu Zainab berada di dalam pelangkinnya dan dia sedang dalam keadaan hamil. Ketika pulang, dia mengalami keguguran kandungannya.</p>
<p>Iparnya marah dan berkata kepada para penyerang :"Demi Allah, tidak seorang pun yang mendekat kepadaku, melainkan aku akan memanah- nya." Maka orang-orang bubar meninggalkannya. Abu Sufyan bersama rom- bongan Quraisy datang kepadanya dan berkata :"Hai, orang laki-laki, tahanlah panahmu hingga aku berbicara kepadamu." Maka Kinanah menahan panahnya. Abu Sufyan datang menghampirinya dan berkata :"Tindakanmu tidak tepat. Engkau keluar membawa wanita secara terang-terangan di hadapan orang banyak. Sesungguhnya hal itu menunjukkan kehinaan yang menimpa kita akibat musibah dan bencana yang telah kita alami sebelum- nya. Sesungguhnya hal itu menunjukkan kelemahan kita. Demi umurku, kami tidak perlu mencegahnya untuk pergi kepada ayahnya. Kami tidak ingin membalas dendam, tetapi kembalikan wanita itu."</p>
<p>Tatkala suara sudah reda, Kinanah membawa Zainab pada waktu malam, lalu menyerahkannya kepada Zaid bin Haritsah dan temannya. Keduanya pergi mengantarkan Zainab kepada Rasulullah SAW. Suami isteri jadi berpisah. Tidak ada jalan untuk bertemu. Abil Ash tinggal di Makkah menyendiri dengan pikiran kacau dan hati terluka. Zainab pun tinggal di Madinah dengan badan yang sakit dan hati yang lemah. Kalau saja bukan karena iman dan takwa yang menguatkan tekadnya, tentu dia lekas mati dan tidak dapat bertemu.</p>
<p>Tahun demi tahun berlalu, Abil Ash keluar bersama kafilah dagangnya menuju Syam. Dalam perjalanan pulang dia berjumpa pasukan Rasulullah SAW yang berhasil merampas hartanya, akan tetapi dia bisa lolos. Dia telah kehilangan hartanya dan harta titipan orang banyak. Abil Ash tidak dapat mengembalikan barang-barang titipan itu kepada para pemiliknya. Maka apa yang harus dilakukannya ?</p>
<p>Dia teringat Zainab yang memberinya imbalan berupa cinta dan kesetiaan. Maka Abil Ash memasuki Madinah pada waktu malam dan mohon kepada Zainab agar melindungi dan membantunya untuk mengembalikan hartanya. Maka Zainab pun melindunginya. Orang-orang berlari ke masjid Rasulullah SAW, bertakbir bersama kaum Muslimin. Tiba-tiba terdengar suara teriakan di belakang dinding :"Hai, orang-orang, aku telah me- lindungi Abil Ash bin Rabi'. Dia dalam lindungan dan jaminanku." Ter- nyata, Zainablah yang berseru itu.</p>
<p>Rasulullah SAW menyelesaikan shalatnya, lalu beliau menemui orang banyak dan bersabda :"Wahai, orang-orang, apakah kalian mende- ngar apa yang aku dengar ? Sesungguhnya serendah-rendah orang Muslim adalah dapat memberi perlindungan." Kemudian beliau masuk menemui puterinya dan berbicara kepadanya, Nabi SAW berpesan :"Wahai, puteri- ku, muliakanlah tempatnya dan jangan sampai dia lolos kepadamu, karena engkau tidak halal baginya selama dia masih musyrik." Nabi SAW terkesan melihat kesetiaan puterinya kepada suaminya yang ditinggalkan dan dia putuskan hubungan syahwat dengannya karena perintah Allah SWT.</p>
<p>Di samping itu, Zainab pun masih tetap memberinya kebaktian, kesetiaan dan pertolongan : yaitu kebaktian sebagai wanita muslim, kesetiaan sebagai teman dan pertolongan sebagai manusia. Abil Ash mendapatkan dari Nabi SAW apa yang didengar dan diketahuinya, sehingga dia menyembunyikan dalam hatinya harapan kepada Allah. Kemudian, Nabi SAW mengutus orang kepada pasukan yang merampas harta Abil Ash. Beliau berkata :"Sesungguhnya kalian telah mengetahui kedudukan orang ini terhadap kami. Kalian telah merampas hartanya. Jika kalian berbuat baik kepadanya dan mengembalikan hartanya, maka kami menyukai hal itu. Jika kalian menolak, maka itu adalah fai' dari Allah yang diberikan-Nya kepada kalian dan kalian lebih berhak atasnya."</p>
<p>Mereka berkata :"Kami akan mengembalikannya kepada Abil Ash." Beberapa orang di antara mereka berkata :"Hai, Abil Ash, maukah engkau masuk Islam dan mengambil harta benda ini, karena semua ini milik orang-orang musyrik ?" Abil Ash menjawab :"Sungguh buruk awal Islamku, jika aku mengkhianati amanatku."</p>
<p>Maka mereka mengembalikan harta itu kepadanya demi kemuliaan Rasulullah SAW dan sebagai penghormatan kepada Zainab. Laki-laki itu pun kembali ke Mekkah dengan membawa hartanya dan harta orang banyak. Jiwanya dipenuhi berbagai makna dan di antara kedua matanya terlihat gambaran yang tidak meninggalkannya.</p>
<p>Setelah mengembalikan harta kepada pemiliknya masing-masing, Abil Ash berdiri dan berkata :"Wahai, kaum Quraisy, apakah masih ada harta seseorang di antara kalian padaku ?" Mereka menjawab :"Tidak. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Kami telah mendapati kamu seorang yang jujur dan mulia." Abil Ash berkata :"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Demi Allah, tiada yang menghalangi aku masuk Islam di hadapannya, ke- cuali karena aku khawatir mereka menyangka aku ingin makan harta kalian. Setelah Allah menyampaikannya kepada kalian dan aku selesai membagikan- nya, maka aku masuk Islam."</p>
<p>Asy-Sya'bi berkata :"Zainab masuk Islam dan hijrah, kemudian Abil Ash masuk Islam sesudah itu, dan Islam tidak memisahkan antara keduanya." [Adz-Dzahabi, "Siyar A'laamin Nubala'. Demikian pula kata Qatadah : Dia berkata :"Kemudian diturunkan surah Baro'ah sesudah itu. Maka, jika ada seorang wanita masuk Islam sebelum suaminya, dia hanya boleh mengawininya dengan nikah baru."]</p>
<p>Abil Ash keluar dari Mekkah, hijrah menuju Madinah dengan men- dapat petunjuk iman dan keyakinan. Suami isteri yang saling mencintai bertemu untuk kedua kalinya setelah lama berpisah. Akan tetapi isteri yang setia itu telah menunaikan kewajiban dan menyelesaikan urusan dunianya ketika menyadarkan laki-laki yang dicintainya serta memenuhi hak suaminya sesuai dengan kadar cintanya kepada suami. Tidak lama setelah pertemuan itu, Zainab meninggal dunia.</p>
<p>Zainab meninggal dunia pada tahun 8 Hijriah dan Rasulullah SAW sangat sedih atas kepergiannya. Zainab meninggal dunia setelah mening- galkan kenangan terbaik. Dia telah menjadi contoh terbaik dalam hal kesetiaan isteri, keikhlasan cinta dan kebenaran iman. Tidaklah meng- herankan apabila suaminya berkata dalam suatu perjalanannya ke Syam : &#8220;Puteri Al-Amiin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bab Mahrom]]></title>
<link>http://anudanu.wordpress.com/2009/11/17/bab-mahrom/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 08:53:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>anukumw</dc:creator>
<guid>http://anudanu.wordpress.com/2009/11/17/bab-mahrom/</guid>
<description><![CDATA[Ada beberapa pertanyaan yang masuk seputar permasalahan MUHRIM, demikian para penanya menyebutnya, p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a name="topic_top"></a></p>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000125506877"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/v228/471/27/t100000125506877_4746.jpg" alt="" /></a></div>
<div></div>
<div>Ada beberapa pertanyaan yang masuk seputar permasalahan MUHRIM, demikian para penanya menyebutnya, padahal yang mereka maksud adalah MAHROM. Perlu diluruskan bahwa muhrim dalam bahasa Arab adalah muhrimun, mimnya di-dhammah yang maknanya adalah orang yang berihram dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum tahallul. Sedangkan mahram bahasa Arabnya adalah mahramun, mimnya di-fathah.</p>
<p>Mahram ini berasal dari kalangan wanita, yaitu orang-orang yang haram dinikahi oleh seorang lelaki selamanya (tanpa batas). (Di sisi lain lelaki ini) boleh melakukan safar (perjalanan) bersamanya, boleh berboncengan dengannya, boleh melihat wajahnya, tangannya, boleh berjabat tangan dengannya dan seterusnya dari hukum-hukum mahram.<br />
Mahram sendiri terbagi menjadi tiga kelompok, yakni mahram karena nasab (keturunan), mahram karena penyusuan, dan mahram mushaharah (kekeluargaan kerena pernikahan).</p>
<p>Siapakah yang merupakan mahrom?</p>
<p>Adapun ketentuan siapa yang mahrom dan yang bukan mahrom telah dijelaskan dalam Al-Qur`an Surah An-Nisa` ayat 23 :</p>
<p>حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَ بَنَاتُكُمْ وَ أَخَوَاتُكُمْ وَ عَمَّاتُكُمْ وَ خَالاَتُكُمْ وَ بَنَاتُ الأَخِ وَ بَنَاتُ الأُخْتِ وَ أُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَ أَخَوَاتُكُم مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَ أُمَّهَاتُ نِسَآئِكُمْ وَ رَبَائِبُكُمُ اللاَّتِي فِي حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ اللاَّتِي دَخَلْتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمْ تَكُونُواْ دَخَلْتُم بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَ حَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ وَ أَن تَجْمَعُواْ بَيْنَ الأُخْتَيْنِ إَلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا<br />
سورة النساء&#124;٢٣:٤</p>
<p>ARTINYA:&#8230;.</p>
<p>�Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak-anak kandungmu (menantu), dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuai yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allooh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang�. (QS. An-Nisa : 32). Di dalam ayat ini disebutkan beberapa orang mahrom yaitu :</p>
<p>Pertama : (ibu-ibu kalian). Ibu dalam bahasa arab artinya setiap yang nasab lahirmu kembali kepadanya.<br />
Defenisi ini akan mencakup :<br />
1. Ibu yang melahirkanmu.<br />
2. Nenekmu dari ayah maupun dari Ibumu.<br />
3. Nenek ayahmu dari ayah maupun ibunya.<br />
4. Nenek ibumu dari ayah maupun ibunya.<br />
5. Nenek buyut ayahmu dari ayah maupun ibunya.<br />
6. Nenek buyut ibumu dari ayah maupun ibunya.<br />
7. dan seterusnya ke atas.</p>
<p>Kedua : (anak-anak perempuan kalian). Anak perempuan dalam bahasa arab artinya setiap perempuan yang nisbah kelahirannya kembali kepadamu.<br />
Defenisi ini akan mencakup :<br />
1. Anak perempuanmu.<br />
2. Anak perempuan dari anak perempuanmu (cucu).<br />
3. Anaknya cucu.<br />
4. dan seterusnya ke bawah.</p>
<p>Ketiga : (saudara-saudara perempuan kalian).<br />
Saudara perempuan ini meliputi :<br />
1. Saudara perempuan seayah dan seibu.<br />
2. Saudara perempuan seayah saja.<br />
3. dan saudara perempuan seibu saja.</p>
<p>Keempat : (saudara-saudara perempuan ayah kalian).<br />
Masuk dalam kategori saudara perempuan ayah :<br />
1. Saudara perempuan ayah dari satu ayah dan ibu.<br />
2. Saudara perempuan ayah dari satu ayah saja.<br />
3. Saudara perempuan ayah dari satu ibu saja.<br />
4. Masuk juga di dalamnya saudara-saudara perempuan kakek dari ayah maupun ibumu.<br />
5. dan seterusnya ke atas.</p>
<p>Kelima : (saudara-saudara perempuan ibu kalian).<br />
Yang masuk dalam saudara perempuan ibu sama seperti yang masuk dalam saudara perempuan ayah yaitu :<br />
1. Saudara perempuan ibu dari satu ayah dan ibu.<br />
2. Saudara perempuan ibu dari satu ayah saja.<br />
3. Saudara perempuan ibu dari satu ibu saja.<br />
4. Saudara-saudara perempuan nenek dari ayah maupun ibumu.<br />
5. Dan seterusnya ke atas.</p>
<p>Keenam : (anak-anak perempuan dari saudara laki-laki). Anak perempuan dari saudara laki-laki mencakup :<br />
1. Anak perempuan dari saudara laki-laki satu ayah dan satu ibu.<br />
2. Anak perempuan dari saudara laki-laki satu ayah saja.<br />
3. Anak perempuan dari saudara laki-laki satu ibu saja.<br />
4. Anak-anak perempuan dari anak perempuannya saudara laki-laki.<br />
5. Cucu perempuan dari anak perempuannya saudara laki-laki.<br />
6. dan seterusnya ke bawah.</p>
<p>Ketujuh: (anak-anak perempuan dari saudara perempuan). Ini sama dengan anak perempuan saudara laki-laki, yaitu meliputi :<br />
1. Anak perempuan dari saudara perempuan satu ayah dan ibu.<br />
2. Anak perempuan dari saudara perempuan satu ayah saja.<br />
3. Anak perempuan dari saudara perempuan satu ibu saja.<br />
4. Anak-anak perempuan dari anak perempuannya saudara perempuan,.<br />
5. Cucu perempuan dari anak perempuannya saudara perempuan.<br />
6. dan seterusnya ke bawah.</p>
<p>Catatan penting:<br />
Tujuh yang tersebut di atas adalah mahrom karena nasab. Sehingga kita bisa mengetahui bahwa ada empat orang yang bukan mahrom walaupun ada hubungan nasab, mereka itu adalah :<br />
1. Anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ayah (sepupu).<br />
2. Anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibu (sepupu).<br />
3. Anak-anak perempuan dari saudara perempuan ayah (sepupu).<br />
4. Anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibu (sepupu).<br />
Mereka ini bukanlah mahrom dan boleh dinikahi.</p>
<p>Kedelapan : (ibu-ibu yang menyusui kalian).<br />
Yang termasuk ibu susuan adalah :<br />
1. Ibu susuan itu sendiri.<br />
3. Neneknya ibu susuan.<br />
4. dan seterusnya keatas.</p>
<p>Kesembilan : (dan saudara-saudara perempuan kalian dari susuan). Yang termasuk dalam kategori saudara perempuan sesusuan adalah :<br />
1. Perempuan yang kamu disusui oleh ibunya (ibu kandung maupun ibu tiri).<br />
2. Atau perempuan itu menyusu kepada ibumu.<br />
3. Atau kamu dan perempuan itu sama-sama menyusu pada seorang perempuan yang bukan ibu kalian berdua.<br />
4. Atau perempuan yang menyusu kepada istri yang lain dari suami ibu susuanmu.</p>
<p>Kesepuluh : (dan ibu isteri-isteri kalian). Ibu isteri mencakup ibu dalam nasab dan seterusnya keatas dan ibu susuan dan seterusnya keatas. Mereka ini menjadi mahrom bila/dengan terjadinya akad nikah antara kalian dengan anak perempuan mereka, walaupun belum bercampur. Tidak ada perbedaan antara ibu dari nasab dan ibu susuan dalam kedudukan mereka sebagai mahrom.</p>
<p>Kesebelas : (anak-anak istrimu (Ar-Raba`ib) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya). Ayat ini menunjukkan bahwa Ar-Raba`ib adalah mahrom. Dan menurut bahasa arab Ar-Raba`ib ini mencakup :<br />
1. Anak-anak perempuan istrimu.<br />
2. Anak-anak perempuan dari anak-anak istrimu ( cucu perempuannya istri).<br />
3. Cucu perempuan dari anak-anak istrimu.<br />
4. dan seterusnya ke bawah.</p>
<p>Tapi dalam ayat ini menjadi mahrom dengan syarat apabila ibunya telah dijima� adapun kalau ibunya diceraikan atau meninggal sebelum dijima� oleh suaminya maka bukan mahrom suami ibunya bahkan suami ibunya itu bisa menikahi dengannya. Adapun yang tersebut diayat kata �dalam pemeliharaanmu� dalam ayat ini bukanlah sebagai syarat untuk dianggapnya sebagai mahrom.</p>
<p>Keduabelas : (istri-istri anak-anak kandungmu (menantu). Ini meliputi :<br />
1. Istri dari anak kalian.<br />
2. Istri dari cucu kalian.<br />
3. Istri dari anaknya cucu.<br />
4. dan seterusnya kebawah baik dari nasab maupun sesusuan.</p>
<p>Peringatan :<br />
Demikian mahrom dalam surah An-Nisa`. Tapi perlu diingat, pembicaraan dalam ayat ini walaupun ditujukan langsung kepada laki-laki dan menjelaskan rincian siapa yang merupakan mahrom bagi mereka, ini tidaklah menunjukkan bahwa di dalam ayat ini tidak dijelaskan tentang siapa mahrom bagi perempuan. Misalnya disebutkan dalam ayat : �Diharamkan atas kalian ibu-ibu kalian�, maka mafhum mukhalafahnya adalah : �Wahai para ibu, diharamkan atas kalian menikah dengan anak-anak kalian.� Misal lain, disebutkan dalam ayat : �Dan anak-anak perempuan kalian.� Maka mafhum mukhalafahnya adalah : �Wahai anak-anak perempuan diharamkan atas kalian menikah dengan ayah-ayah kalian.� Dan demikian seterusnya.</p>
<p>Sebagai pelengkap dari pembahasan ini, kami sebutkan ayat dalam surah An-Nuur ayat 31 :<br />
وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها وليضربن بخمرهن على جيوبهن ولا يبدين زينتهن إلا لبعولتهن أو آبائهن أو آباء بعولتهن أو أبنائهن أو أبناء بعولتهن أو إخوانهن أو بني إخوانهن أو بني أخواتهن أو نسائهن أو ما ملكت أيمانهن أو التابعين غير أولي الإربة من الرجال أو الطفل الذين لم يظهروا على عورات النساء ولا يضربن بأرجلهن ليعلم ما يخفين من زينتهن وتوبوا إلى الله جميعا أيها المؤمنون لعلكم تفلحون<br />
سورة النور&#124;٢٤:٣١</p>
<p>�Janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki mereka yang tidak mempunyai keinginan (kepada wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang �aurat.�</p>
<p>sumber:<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.jokam.com/news.php?extend.364" target="_blank">http://www.jokam.com/news.php?extend.364</a></p>
<p>DIANGGAP MAHROM PADAHAL BUKAN</p>
<p>Disebabkan keogahan dalam mendalami ilmu agama Islam, maka banyak kita jumpai adanya beberapa anggapan keliru dalam mahrom. Otomatis berakibat fatal, orang-orang yang sebenarnya bukan mahrom dianggap sebagai mahromnya. Sangat ironis memang, tapi demikianlah kenyataannya. Oleh karena itu dibutuhkan pembenahan secepatnya.</p>
<p>Berikut ini beberapa orang yang dianggap mahrom tersebut padahal bukan mahrom:</p>
<p>1. Ayah dan anak angkat.</p>
<p>Hal ini berdasarkan firman Allah;&#8221;Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu.&#8221; (QS Al-Ahzab: 4)</p>
<p>2. Sepupu (anak paman/bibi).</p>
<p>Hal ini berdasarkan firman Allah setelahmenyebutkan macam-macam orang yang haram dinikahi:</p>
<p>&#8220;Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian. (QS An-Nisa&#8217;: 24)</p>
<p>Menjelaskan ayat tersebut, Syaikh Abdur Rohman Nasir As-Sa&#8217;di berkata:&#8221; Hal itu seperti anak paman/bibi (dari ayah) dan anak paman/bibi (dari ibu)&#8221;. (Lihat Taisir Karimir Rohman hal 138-139)</p>
<p>3. Saudara ipar.</p>
<p>Hal ini berdasarkan hadits berikut:</p>
<p>&#8220;Waspadailah oleh kalian dari masuk kepada para wanita, berkatalah seseorang dari Anshor: &#8220;Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu kalau dia adalah Al-Hamwu (kerabat suami)? Rasulullah bersabda; &#8220;Al-Hamwu adalah merupakan kematian&#8221;. (HR Bukhori; 5232 dan Muslim 2172)</p>
<p>Imam Baghowi berkata; &#8221; Yang dimaksud dalam hadits ini adalah saudarasuami (ipar) karena dia tidak termasuk mahrom bagi si istri. Dan senadainya yang dimaksud adalah mertua padahal ia termasuk mahrom, lantas bagaimanakah pendapatmu terhadap orang yang bukan mahrom?&#8221;</p>
<p>Lanjutnya: &#8220;Maksudnya, waspadalah terhadap saudara ipar sebagaimana engkau waspada dari kematian&#8221;.</p>
<p>4. Mahrom titipan</p>
<p>Kebiasaan yang sering terjadi, apabila ada seorang wanita ingin bepergian jauh seperti berangkat haji, dia mengangkat seorang lelaki yang &#8216;berlakon&#8217; sebagai mahrom sementaranya. Ini merupakan musibah yang sangat besar. Bahkan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani menilai dalam Hajjatun Nabi (hal 108) ; &#8220;Ini termasuk bid&#8217;ah yang<br />
sangat keji, sebab tidak samar lagi padanya terdapat hiyal (penipuan) terhadap syari&#8217;at.  Dan merupakan tangga kemaksiatan&#8221;.</p>
<p>WANITA DENGAN MAHROMNYA</p>
<p>Setelah memahami macam-macam mahrom, perlu diketahui pula beberapa hal<br />
yang berkenaan tentang hukum wanita dengan mahromnya adalah:</p>
<p>1. Tidak boleh menikah</p>
<p>Allah berfirman;</p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruknya jalan (yang ditempuh). saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu;<br />
saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isteri kamu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya;(dan<br />
diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu);,dan menghimpunkan (dalam perkawinan)dua perempuan yang bersaudara,kecuali yang telah terjadi pada masa lampau sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS. An-Nisa&#8217; :22-23)</p>
<p>2. Boleh menjadi wali pernikahan</p>
<p>Wali adalah syarat saya sebuah pernikahan, sebagaiman diriwayatkan oleh &#8216;Aisyah radliyallahu &#8216;anha bahwasannya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wassallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Siapa saja wanita yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batil (tidak sah), maka nikahnya batil, maka nikahnya batil.&#8221; (HSR AbuDaud 2083, lihat Irwaul Golil 6/243)</p>
<p>Juga riwayat dari Abi Musa Al Asy&#8217;ari berkata Rasulullah shallallahu &#8216;alaih wassallam bersabda; &#8220;Tidak sah nikah kecuali ada wali. (HSR Abu Daud 2085,lihat Irwaul Gholil 6/235)</p>
<p>Berkata Imam At-Tirmidzi: &#8220;Yang diamalkan oleh para sahabat Nabi shallallahu &#8216;alaihi wassallam dalam masalah wali pernikahan adalah hadits ini, diantaranya adalah Umar bin Khothob, Ali bin Abi Tholib,Ibnu Abbas, Abu Hurairah dan juga selain mereka.&#8221; (Lihat Sunan<br />
Tirmidzi 3/410 Tahqiq Muhammad Fu&#8217;ad Abul Baqi)</p>
<p>Namun tidak semua mahrom berhak menjadi wali pernikahan begitu juga sebaiknya tidak semua wali itu harus dari mahromnya. Contoh wali yang bukan dari mahrom seperti anak laki-laki paman (saudara sepupu laki-laki), orang yang telah memerdekakannya, sulthon. Adapun Mahrom yang tidak bisa menjadi wali seperti karena sebab mushoharoh.</p>
<p>3. Tidak boleh safar (bepergian jauh) kecuali dengan mahromnya</p>
<p>Banyak sekali hadits yang melarang wanita mengadakan safar kecuali dengan mahromnya, diantaranya: Dari Abu Sa&#8217;id Al Khudri radhiyallahu &#8216;anhu berkata: Berkata Rasulullahu shallallahu &#8216;alahi wassallam: &#8220;Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mengadakan safar lebih dari tiga hari kecuali bersama ayah, anak laki-laki, suami,saudara laki-laki atau mahrom lainnya.&#8221; (HR Muslim 1340)</p>
<p>Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu &#8216;anhuma dari Rasulullahu Shallallahu &#8216;alaihi wassallam berkata: &#8221; Janganlah seorang wanita muslimah bepergian selama dua hari kecuali bersama suaminya atau mahromnya.&#8221; (HR Ibnu Khuzaimah: 2522)</p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu bersabsa Rasulullahi Shallallahu &#8216;alaihi wassallam : &#8220;Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mengadakan safar sehari semalam tidak bersama mahromnya.&#8221; (HR Bukhori: 1088, Muslim 1339)</p>
<p>Dari beberapa hadits ini, kita ketahui bahwa terlarang bagi wanita muslimah untuk mengadakan safar kecuali bersama mahromnya, baik safar itu lama ataupun sebentar. Adapun batasan beberapa hari yang terdapat dalam hadits di atas tidak dapat di fahami sebagai batas minimal.</p>
<p>Berkata Syaikh Salim Al Hilali: &#8220;Para Ulama&#8217; berpendapat bahwa batasan hari dalam beberapa hadits di atas tidak dimaksudkna untuk batasan minimal. Dikarenakan ada riwayat yang secar umum melarang wanita safar kecuali bersama mahromnya, baik lama maupun sebentar, seperti riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu &#8216;anhuma beliau berkata: Saya mendengar<br />
Rasulullahi Shallallahu &#8216;alaihi wassallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Jangan seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya, juga jangan safar dengan wanita kecuali bersama mahromnya, maka ada seorang lelaki berdiri lalu berkata:</p>
<p>&#8220;wahai Rasulullah, sesungguhnya istri saya pergi haji padahal saya ikut dalam sebuah peperangan. Maka Rasulullah menjawab: &#8220;Berangkatlah untuk berhaji dengan istrimu.&#8221; HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341,Lihat Mausu&#8217;ah Al Manahi Asy Syari&#8217;ah 2/102)</p>
<p>Berkata Al Hfidz Ibnu Hajar rahimahullah: &#8220;Kebanyakan ulama&#8217; memberlakukan larangn ini untuk semua safar karena pembatasn yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut sangat berbeda-beda.&#8221; (Lihat Fathul Bari 4/75)</p>
<p>Syaikh sholeh Al Fauzan Hafidzuhullah ditanya tentang hukum wanita safar dengan naik pesawat domestik dalam negeri tanpa mahrom, apakah itu diperbolehkan? Jawab beliau: &#8220;Tidak boleh bagi seorang wanita mengadakan safar tanpa mahrom, baik naik pewasat atau mobil, karena Rasulullahi Shallallahu &#8216;alaihi wassalam bersabda: &#8220;Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir mengadakan safar sehari semalam kecuali bersama mahrom.&#8221; Maka safar wanita tanpa mahrom itu tidak boleh meskipun dengan alat transportasi yang cepat, karena pesawat atau mobil itu mungkin saja bisa terlambar, rusak, atau terjadi hal-hal lain yang mengharuskan wanita itu harus bersama mahromnya agar bisa menjaganya saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.&#8221; (Al Muntaqo min Fatwa Syaikh Sholeh Al Fauzan 5/387)</p>
<p>4. Tidak boleh Kholwat (berdua-duaan) kecuali bersama mahromnya</p>
<p>5. Tidak boleh menampakkan perhiasannya kecuali kepada mahromnya</p>
<p>6. Tidak boleh berjabat tangan kecuali dengan mahromnya</p>
<p>Jabat tangan dengan wanita di zaman ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah, padahal Rasullah shallallahu &#8216;alaihi wassallam sangat mengancam keras pelakunya: Dari Ma&#8217;qil bin Yasar radhyallahu &#8216;anhu:Bersama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wassallam: &#8220;Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.&#8221; (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu&#8217;jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad:1283 lihat Ash Shohihah 1/447/226)</p>
<p>Berkata Syaikh Al Albani rahimahullah: &#8220;Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya, termasuk malsaha berjabat tangan, karena jabat tangan itu termasuk menyentuh.&#8221; (Ash Shohihah 1/448)</p>
<p>Dan Rasulullahi Shallallahu &#8216;alaihi wassalam tidak pernah berjabat tangan dengan wanita, meskipun dalam keadaan-keadaan penting seprti mambai&#8217;at dan lain-lain.Dari Umaimah bintih Ruqoiqoh radhiyallahu &#8216;anha:</p>
<p>Bersabda Rasulullahi Shallallahu &#8216;alaihi wassallam: &#8220;Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.&#8221; (HR Malik 2/982, Nasa&#8217;i 7/149, Tirmidzi 1597,Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll)</p>
<p>Dari Aisyah radhiyallahu &#8216;anha: &#8220;Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai&#8217;at. Beliau tidak memba&#8217;iat mereka kecuali dengan mangatakan: &#8220;Saya ba&#8217;iat kalian.&#8221; (HR Bukhori: 4891)</p>
<p>Keharaman berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahromnya ini berlaku umum, baik wanita masih muda ataupun sudah tua, cantik ataukah jelek, juga baik jabat tangan tersebut langsung bersentuahn kulit ataukah dilapisi dengan kain.</p>
<p>Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang hal tersebut, maka beliau menjawab: Tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahromnya secara mutlak, baik wanita tersebut masih muda ataukah sudah tua renta, baik lelaki yang berjabat tangan tesebut masih muda ataukah sudah tua, karena berjabat tangan ini bisa menimbulkan fitnah. Juga tidak dibedakan apakah jabat tangan ini ada pembatasnya atau tidak, hal ini dikarenakan keumuman dalil (larangan jabat tangan), juga untuk mencegah timbulnya fitnah&#8221;.</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inspirational Moms and Dads ~ carrots, eggs or coffee ?]]></title>
<link>http://naush.wordpress.com/2009/11/16/inspirational-moms-and-dads-carrots-eggs-or-coffee/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 22:53:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>naush</dc:creator>
<guid>http://naush.wordpress.com/2009/11/16/inspirational-moms-and-dads-carrots-eggs-or-coffee/</guid>
<description><![CDATA[Last night, I was surfing for some information on a certain something, one thing lead to another and]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em><span style="color:#800000;">Last night, I was surfing for some information on a certain something, one thing lead to another and somehow I reached a blog which really touched me. </span></em></p>
<p><em><span style="color:#800000;"> God gives us that which he knows we can handle .. .. but reading these stories left me speechless.  <em>Often I have heard, that a marriage can barely make it out intact after death or trauma of a child and yet I am so glad and astonished at how these parents have stood their ground together thru such a tragedy. Remarkable and amazing ! Indeed their faith has kept them together.</em></span></em></p>
<p><em><span style="color:#800000;">I will leave the links in the end for all of you&#8217;ll, meanwhile here is a small yet very inspiring story :</span></em></p>
<h2><span style="text-decoration:underline;">An Analogy &#8211; A carrot, an egg and a cup of coffee&#8230;<br />
</span><br />
You may never look at a cup of coffee the same way again&#8230;&#8230;..A young woman went to her mother and told her about her life and how things were so hard for her. She did not know how she was going to make it and wanted to give up. She was tired of fighting and struggling. It seemed as though just as one problem was solved, a new one arose.</p>
<p>Her mother took her to the kitchen. She filled three pots with water and placed each on a high fire. Soon the pots came to a boil.</p>
<p>In the first, she placed carrots, in the second she placed eggs, and in the last she placed ground coffee beans. She let them sit and boil, without saying a word.</p>
<p>In about twenty minutes she turned off the burners. She fished the carrots out and placed them in a bowl. She pulled the eggs out and placed them in a bowl. Then she ladled the coffee out and placed it in a bowl.</p>
<p>Turning to her daughter, she asked, &#8220;Tell me what you see.&#8221;</p>
<p>Carrots, eggs, and coffee,&#8221; she replied.</p>
<p>Her mother brought her closer and asked her to feel the carrots. She did, and noted that they were soft.</p>
<p>The mother then asked the daughter to take the egg and break it. After pulling off the shell, she observed the hard boiled egg.</p>
<p>Finally, the mother asked the daughter to sip the coffee.</p>
<p>The daughter smiled as she tasted its rich aroma.</p>
<p>The daughter then asked, &#8220;What does it mean, mother?&#8221;</p>
<p>Her mother explained that each of these objects had faced the same adversity: boiling water. Each reacted differently.</p>
<p>The carrot went in strong, hard, and unrelenting. However, after being subjected to the boiling water, it softened and became weak.</p>
<p>The egg had been fragile. Its thin outer shell had protected its liquid interior, but after sitting through the boiling water, its inside became hardened.</p>
<p>The ground coffee beans were unique, however. After they were in the boiling water, they had changed the water.</p>
<p>Which are you?&#8221; she asked her daughter.</p>
<p>&#8220;When adversity knocks on your door, how do you respond? Are you a carrot, an egg or a coffee bean?&#8221;</p>
<p>Think of this: Which am I?</p>
<p>Am I the carrot that seems strong, but with pain and adversity do I wilt and become soft and lose my strength?</p>
<p>Am I the egg that starts with a malleable heart, but changes with the heat? Did I have a fluid spirit, &#8230; but after a death, a breakup, a financial hardship or some other trial, have I become hardened and stiff? Does my shell look the same, but on the inside am I bitter and tough with a stiff spirit and a hardened heart?</p>
<p>Or am I like the coffee bean? The bean actually changes the hot water, the very circumstance that brings the pain. When the water gets hot, it releases the fragrance and flavor. If you are like the bean, when things are at their worst, you get better and change the situation around you.</p>
<p>When the hour is the darkest and trials are their greatest, do you elevate yourself to another level? How do you handle adversity?</p>
<p>Are you a carrot, an egg or a coffee bean?</p>
<p>The happiest of people don&#8217;t necessarily have the best of everything; they just make the most of everything that comes along their way. The brightest future will always be based on a forgotten past; you can&#8217;t go forward in life until you let go of your past failures and heartaches.</p>
<p>When you were born, you were crying and everyone around you was smiling. Live your life so at the end, you&#8217;re the one who is smiling and everyone around you is crying.</p>
<p>You might want to send this message to those people who mean something to you;  to those who have touched your life in one way or another; to those who make you smile when you really need it; to those who make you see the brighter side of things when you are really down; to those whose friendship you appreciate; to those who are so meaningful in your life.</p>
<p>It&#8217;s easier to build a child than to repair an adult&#8230;<span style="color:#800000;"><em>When Allah swt wishes to test his children&#8217;s faith, He usually tests them with Children or wealth. Some how in most  cases, money follows child issues.  Imagine a couple who has two disabled children, or a couple who knows one of his child has already been living on grace period out of very chronic severe disease, the pain anguish and helplessness, is something, I cannot even fathom, let aside feel. Here are the two stories I had mentioned in the begining. Please pray for the children as much for the parents. They need all the prayers</em>.</span></p>
<p>  <a href="http://allaccesspasstojack.blogspot.com/2009/11/god-is-good-even-when-breathing-is.html">http://allaccesspasstojack.blogspot.com/2009/11/god-is-good-even-when-breathing-is.html</a></p>
<p><a href="http://becca-boo-baby-boo.blogspot.com/">http://becca-boo-baby-boo.blogspot.com/</a></p>
<p><a href="http://busiestmommyinamerica.blogspot.com/">http://busiestmommyinamerica.blogspot.com/</a></p>
<p><em><span style="color:#800000;">These are no doubt special moms and dads and what makes them special is that inspite of being just like you and me, flesh bones and emotions, they had the choice of accepting defeat in adversity and giving up, yet they kept fighting .. taking each day at a time. Remarkable stories of real life heros ~ moms and dads, just like you and me.</span></em></h2>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A very relaible link to excellent islamic websites. ]]></title>
<link>http://naush.wordpress.com/2009/11/11/a-very-relaible-link-to-excellent-islamic-websites/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:02:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>naush</dc:creator>
<guid>http://naush.wordpress.com/2009/11/11/a-very-relaible-link-to-excellent-islamic-websites/</guid>
<description><![CDATA[My Dear Brothers and Sisters in Deen. If you are searching for reliable Islamic sites, please check ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>My Dear Brothers and Sisters in Deen.</p>
<p>If you are searching for reliable Islamic sites, please check out this link, which will show you a huge list of excellent sites for authentic information and hadeeths about Islam.  Please remember, the internet is an excellent tool for us to do dawaa in, but there are also some very unhealthy elements who have fabricated information on certain websites to misguide us. May Allah protect us from these elements.</p>
<p>Please check out this site,</p>
<p><a href="http://sites.google.com/site/esistersae/links-of-reliable-islamic-websites">http://sites.google.com/site/esistersae/links-of-reliable-islamic-websites</a></p>
<p>Inshallah, forward these links to your friends and relatives too. The more the merrier and more jazza for us.</p>
<p>I am sure we all will benefit immensely from going thru these sites and applying the sunnahs in our lives. Inshallah.</p>
<p>I found this link in sister Sarah Asfur&#8217;s notes on facebook, one must give credit where credit is due. May Allah Bless her.</p>
<p>Salam Alai kum.</p>
<p>Naush </p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Friday a blessed Day.]]></title>
<link>http://naush.wordpress.com/2009/11/11/friday-a-blessed-day/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 13:04:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>naush</dc:creator>
<guid>http://naush.wordpress.com/2009/11/11/friday-a-blessed-day/</guid>
<description><![CDATA[Abu Huraira reported Allah&#8217;s Messenger (may peace be upon him) as saying: The BEST DAY on whic]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Abu Huraira reported Allah&#8217;s Messenger (may peace be upon him) as saying: The BEST DAY on which the sun has risen is FRIDAY; on it Adam was created, on it he was made to enter Paradise, on it he. was expelled from it.</p>
<p>(Sahih Muslim Book #004, Hadith #1856)</p>
<p>Narrated Abu Huraira: Allah&#8217;s Messenger (p.b.u.h) talked about friday and said, &#8220;There is AN HOUR (opportune time) on friday and if a Muslim gets it while praying and asks something from Allah, then Allah will definitely meet his demand.&#8221; And he (the Prophet) pointed out the shortness of that time with his hands.</p>
<p>(Sahih Al Bukhari Book #13, Hadith #57)</p>
<p>Narrated Abu Huraira: Allah&#8217;s Messenger (p.b.u.h) said, &#8220;Any person who takes a BATH on friday like the bath of Janaba and then goes for the PRAYER (in the first hour i.e. early), it is as if he had sacrificed a camel (in Allah&#8217;s cause); and whoever goes in the second hour it is as if he had sacrificed a cow; and whoever goes in the third hour, then it is as if he had sacrificed a horned ram; and if one goes in the fourth hour, then it is as if he had sacrificed a hen; and whoever goes in the fifth hour then it is as if he had offered an egg. When the Imam comes out (i.e. starts delivering the Khutba), the ANGELS present themselves to listen to the Khutba.&#8221;</p>
<p>(Sahih Al Bukhari Book #13, Hadith #6)</p>
<p>Narrated Salman-Al-Farsi: The Prophet (p.b.u.h) said, &#8220;Whoever takes a bath on friday, purifies himself as much as he can, then uses his (hair) oil or perfumes himself with the scent of his house, then proceeds (for the Jumua prayer) and does NOT SEPARATE TWO PERSONS SITTING TOGETHER (in the mosque), then prays as much as (Allah has) written for him and then REMAINS SILENT WHILE the Imam is delivering the KHUTBA, his sins in-between the present and the last friday would be forgiven.&#8221;</p>
<p>(Sahih Al Bukhari Book #13, Hadith #8)</p>
<p>Narrated Abu Huraira: I heard Allah&#8217;s Messenger (p.b.u.h) saying, &#8220;We (Muslims) are the last (to come) but (will be) the foremost on the Day of Resurrection though the former nations were given the Holy Scriptures before us. And this was their day (friday) the celebration of which was made compulsory for them but they differed about it. So Allah gave us the guidance for it (friday) and all the other people are behind us in this respect: the Jews&#8217; (holy day is) tomorrow (i.e. Saturday) and the Christians&#8217; (is) the day after tomorrow (i.e. Sunday).&#8221;</p>
<p>(Sahih Al Bukhari Book #13, Hadith</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[where is the world going ? where is our ummah going ? ]]></title>
<link>http://naush.wordpress.com/2009/11/10/where-is-the-world-going-where-is-our-ummah-going/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 21:48:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>naush</dc:creator>
<guid>http://naush.wordpress.com/2009/11/10/where-is-the-world-going-where-is-our-ummah-going/</guid>
<description><![CDATA[a guy is supposed to be wearing his garment above his ankles, the tragedy is that a girl is doing th]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3>a guy is supposed to be wearing his garment above his ankles, the tragedy is that a girl is doing that..</p>
<p>a person who smokes/drinks/dopes is supposed to be the coolest of the group, and the one who stops them form doing so is an orthodox/backward&#8230;</p>
<p>a deceiver is considered smart and a honest is considered a fool&#8230;</p>
<p>the person who makes fun of others is the stud of the group, and those who keep silent are the sad ones of the group&#8230;</p>
<p>going to a movie/disco, one doesnt think of money..however when it comes to charity, a thought of becoming poor crosses our mind&#8230;</p>
<p>when we go for drives/walks, we dont think of the distance&#8230; however when it comes to going for islamic talks/or for salaah we think its too far..</p>
<p>teasing other&#8217;s mothers/sisters is considered a part and parcel of life.. however considered haram/hated when some one does it to their own mothers/sisters&#8230;</p>
<p>flirting with other people&#8217;s mother/sister is ok.. however when same thing is done by their mother/sister its haram..</p>
<p>we are humble with strangers..and equally arrogant with our loved ones&#8230;</p>
<p>revealer of others secrets is considered a well wisher and an eye opener&#8230;however considered a betrayer of trust when being on the recieving end&#8230;</p>
<p>the less clothes a girl wears the more &#8216;INN&#8217;/rich/famous/modest shes considered&#8230;however if she covers herself shes considered backward/immodest&#8230;</p>
<p>the more girlfriends, a guy has, the more he becomes a source of admiration and inspiration and is like another nail in his board&#8230;</p>
<p>a guy with a goatie/french/shaved is considered a dude however a guy with beard is considered a terrorist..</p>
<p>we sleep in an hour lecture on Islam however we see a 3 hours movie with time passing by&#8230;</p>
<p>The Words of Allah , Most High:</p>
<p>&#8221; Verily, you will not guide everyone whom you love, but Allah guides whom He wills and He knows best those who Will guided&#8221; (Qur&#8217;an 28:56)</p>
<p>ponder over some of these statements &#8230; you&#8217;ll be amazed.</h3>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The 4 Wives.]]></title>
<link>http://naush.wordpress.com/2009/10/25/the-4-wives/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 23:39:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>naush</dc:creator>
<guid>http://naush.wordpress.com/2009/10/25/the-4-wives/</guid>
<description><![CDATA[THE 4 WIVES There was a rich merchant who had 4 wives. He loved the 4th wife the most and adorned he]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;color:red;">THE 4 WIVES</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">There was a rich merchant who had 4 wives. He loved the 4th wife the most and adorned her with rich robes and treated her to delicacies. He took great care of her and gave her nothing but the best. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">He also loved the 3rd wife very much. He&#8217;s very proud of her and always wanted to show off her to his friends. However, the merchant is always in great fear that she might run away with some other men. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">He too, loved his 2nd wife. She is a very considerate person, always patient and in fact is the merchant&#8217;s confidante. Whenever the merchant faced some problems, he always turned to his 2nd wife and she would always help him out and tide him through difficult times. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Now, the merchant&#8217;s 1st wife is a very loyal partner and has made great contributions in maintaining his wealth and business as well as taking care of the household. However, the merchant did not love the first wife and although she loved him deeply, he hardly took notice of her. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">One day, the merchant fell ill. Before long, he knew that he was going to die soon. He thought of his luxurious life and told himself, &#8220;Now I have 4 wives with me. But when I die, I&#8217;ll be alone. How lonely I&#8217;ll be!&#8221; </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Thus, he asked the 4th wife, &#8220;I loved you most, endowed you with the finest clothing and showered great care over you. Now that I&#8217;m dying, will you follow me and keep me company?&#8221; &#8220;No way!&#8221; replied the 4th wife and she walked away without another word. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">The answer cut like a sharp knife right into the merchant&#8217;s heart. The sad merchant then asked the 3rd wife, &#8220;I have loved you so much for all my life. Now that I&#8217;m dying, will you follow me and keep me company?&#8221; &#8220;No!&#8221; replied the 3rd wife. &#8220;Life is so good over here! I&#8217;m going to remarry when you die!&#8221; The merchant&#8217;s heart sank and turned cold. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">He then asked the 2nd wife, &#8220;I always turned to you for help and you&#8217;ve always helped me out. Now I need your help again. When I die, will you follow me and keep me company?&#8221; &#8220;I&#8217;m sorry, I can&#8217;t help you out this time!&#8221; replied the 2nd wife. &#8220;At the very most, I can only send you to your grave.&#8221; The answer came like a bolt of thunder and the merchant was devastated. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Then a voice called out : &#8220;I&#8217;ll leave with you. I&#8217;ll follow you no matter where you go.&#8221; The merchant looked up and there was his first wife. She was so skinny, almost like she suffered from malnutrition. Greatly grieved, the merchant said, &#8220;I should have taken much better care of you while I could have !&#8221; </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Actually, we all have 4 wives in our lives </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">a. The 4th wife is our body. No matter how much time and effort we lavish in making it look good, it&#8217;ll leave us when we die. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">b. Our 3rd wife ? Our possessions, status and wealth. When we die, they all go to others. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">c. The 2nd wife is our family and friends. No matter how close they had been there for us when we&#8217;re alive, the furthest they can stay by us is up to the grave. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">d. The 1st wife is in fact our soul, often neglected in our pursuit of material, wealth and sensual pleasure. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:red;font-family:Verdana;">Guess what? It is actually the only thing that follows us wherever we go. Perhaps it&#8217;s a good idea to cultivate and strengthen it now rather than to wait until we&#8217;re on our deathbed to lament. </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sadaqat-ul-Jariyah ~ Charity.]]></title>
<link>http://naush.wordpress.com/2009/10/23/sadaqat-ul-jariyah-charity/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 15:40:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>naush</dc:creator>
<guid>http://naush.wordpress.com/2009/10/23/sadaqat-ul-jariyah-charity/</guid>
<description><![CDATA[Allah swt has made it easy for us to gain as many rewards (thawaab&#8217;s) as possible not only in ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Allah swt has made it easy for us to gain as many rewards (thawaab&#8217;s) as possible not only in our life but the benefit of many continue even after our death. Subhan Allah.</em></p>
<p>Here are some examples of things we can do now for life Hereafter :</p>
<p>The Actions Which Outlive You! (CONTINUING REWARDS EVEN AFTER DEATH)</p>
<p>الأعمال التي تبقى بعد زوالك</p>
<p>1. <strong>Give A Copy Of Quraan To Someone And Each Time They Read From It,<br />
You Will Gain Hasanaat.<br />
</strong><br />
إعطاء D9سخة من القرآ ن لآي شخص وكل ما يقرأ هو, أنت, تكسب حسنات</p>
<p>2. <strong>Donate A Wheel Chair To A Hospital And Every Time A Sick Person Uses It, You Will Gain Hasanaat</strong>.</p>
<p>أتبرع بالكراسي الخاصة للمعاقين في المستشفيات,,وكلما استخدمت من الأشخاص<br />
المعاقين,,يكون كل اجر</p>
<p>3. <strong>Share Constructive Reading Material with Someone.<br />
</strong><br />
شارك باستنتاجك واقتراحات في إي مشروع يحتاج ذلك</p>
<p>4. <strong>Help In Educating A Child.<br />
</strong><br />
 ساعد في تدريس الأطفال</p>
<p>5. <strong>Teach Someone To Recite A Dua. With Each Recitation You Will Gain Hasanaat.<br />
</strong><br />
لقن أو درس كيفي الدعاء (لغير الناطق للعربية)</p>
<p>6. <strong>Share A Dua Or Quraan CD.<br />
</strong><br />
شاركهم بالدعاء أو في شر7ء أو بناء أقر ص سي دي للقرآن</p>
<p>7.<strong> Participate In the Building of a Masjid<br />
</strong><br />
أتبرع للمشاركة في تكاليف بناء المساجد</p>
<p>8. <strong>Place A Water Cooler In A Public Place .<br />
</strong><br />
وضع ثلاجة مائية في مكان عام مزدحم بالمارين</p>
<p>9. <strong>Plant A Tree. Each Time Any Person Or An Animal Sits Under Its Shade Or Eats From The Tree, You Will Gain Hasanaat.<br />
</strong><br />
قم بزراعة الأشجار لأن إي شخص أو حيوان يأكل أو يستريح تحتها يكون كل اجر فيها</p>
<p>10. <strong>Share This Mail With Someone. If One Person Applies Any Of The Above You Will Receive Your Hasanaat Until The Day of Judgment.<br />
</strong><br />
أرسل هذا الأيميل لغيرك إذا إي شخص قام بعمل إي من هذه الصدقات الجارية<br />
الموجودة هنا فأنت هذا العمل سو=D 9 تكسب بإذن الله الحسنات إلى يوم<br />
القيامة</p>
<p>أرسل هذا الأيميل لغيرك ,,إذا إي شخص قام بعمل إي من هذه الصدقات الجارية<br />
الموجودة هنا فأنت بهذا العمل سوف تكسب الحسنات إلى يوم القيام<br />
بإذن الله</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JAHE, Minuman Surga]]></title>
<link>http://antomedan.wordpress.com/2009/10/19/jahe-minuman-surga/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 07:55:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>antomedan</dc:creator>
<guid>http://antomedan.wordpress.com/2009/10/19/jahe-minuman-surga/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Di dalam surga, mereka diberi segelas minuman yang campurannya adalah jahe.&#8221; (QS Ad-Dah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-238" title="wedang-jahe1" src="http://antomedan.wordpress.com/files/2009/10/wedang-jahe1.jpg" alt="wedang-jahe1" width="288" height="131" /></p>
<p>&#8220;<em>Di dalam surga, mereka diberi segelas minuman yang campurannya adalah jahe.&#8221; (QS Ad-Dahr 17)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Bagi kita yang hidup di Indonesia, rempah-rempah yang disebut jahe ini tentu sudah tidak asing lagi. Di samping lazim sebagai bumbu masak, sari jahe jika diseduh dengan air panas dan ditambah dengan sedikit pemanis, maka jadilah minuman yang sedap dan menghangatkan.</p>
<p>Tentu, akar rimpang yang tercatat dalam Al-Qur&#8217;an dan disebut &#8220;minuman surga&#8221; ini diminati bukan hanya karena kelezatannya. Lebih dari itu, Allah <em>Subhana Wa Ta&#8217;ala</em> telah menciptakan jahe sebagai rempah kaya akan kandungan kimia yang bermanfaat bagi nutrisi dan obat-obatan.</p>
<p>Para ulama sudah mengenal sejak lama bahwa jahe bisa digunakan sebagai obat beberapa penyakit. Dalam <em>Al-Adab As Syar&#8217;iyah</em> (3/28), Ibnu Muflih al Hanbali (763 H) menjelaskan bahwa rempah-rempah yang populer di dunia Arab dengan sebutan <em>zanjabil</em> ini bisa menghilangkan gangguan pencernaan yang disebabkan jumlah udara gas yang berlebihan dalam perut. Selain itu juga mengurangi resiko yang disebabkan makan beku dan kenyal, serta membantu memudahkan proses pencernaan.</p>
<p>Pandangan para ulama itu juga diakui oleh dunia farmasi modern. Dalam <em>British Journal of Anaesthesia</em> vol.84 (2006) disebutkan bahwa untuk mengatasi mual dan muntah, jahe bisa diandalkan. Karena jahe mampu mem-blok <em>serotonim</em>, yakni senyawa yang menyebabkan perut berkontraksi. Juga kandungan <em>gingerols</em> yang ada dalam jahe bisa digunakan sebagai peringan rasa sakit.</p>
<p>Bahkan dalam <em>British Journal of  Nutrition</em> vol.96 (2006), beberapa ahli biologi Universitas Kuwait menjelaskan hasil percobaan mereka. Hasilnya, rempah-rempah yang memiliki nama latin <em>Zingiber offcinale</em> ini amt bermanfaat bagi penderita penyakit diabetes melitus, karena bisa menurunkan glukosa, kolesterol dan kadar protein dalam air seni secara signifikan.</p>
<p>Secara ilmiah juga,  jahe terbukti mampu melawan bakteri <em>escherichia coli</em>, penyebab penyakit diare, yang telah dibuktikan beberapa ilmuwan dari Departemen Mikrobiologi China, yang dimuat dalam <em>Jurnal Agricultural and</em> <em>Food Chemistry</em>, vol 55 (2007).</p>
<p>Dalam tradisi pengobatan herbal di negeri ini, jahe yang dilumatkan sering digunakan sebagai pertolongan pertama terhadap luka akibat gigitan ular berbisa. Walhasil Allah Subhana wa Ta&#8217;ala telah memberikan banyak nikmat dan manfaat kepada manusia lewat rempah ini. *<em>Thoriq/Suara Hidayatullah</em></p>
<p><em>Dikutip dari Majalah Hidayatullah edisi 12 April 2009</em></p>
<p><em> </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
