<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>my-organization &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/my-organization/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "my-organization"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 05:50:49 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Essay Persembahan Untuk Mahasiswa]]></title>
<link>http://wakahimasstan09.wordpress.com/2009/11/08/essay-persembahan-untuk-mahasiswa/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 12:52:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>wakahimas09</dc:creator>
<guid>http://wakahimasstan09.wordpress.com/2009/11/08/essay-persembahan-untuk-mahasiswa/</guid>
<description><![CDATA[BANGKITLAH SINGA-SINGA AKUNISTI Sudahkah kita paham dan mengimplementasikan peran dan fungsi kita se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="text-decoration:underline;">BANGKITLAH SINGA-SINGA</span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;">AKUNISTI</span></strong></p>
<p>Sudahkah kita paham dan mengimplementasikan peran dan fungsi kita sebagai seorang mahasiswa? Apakah kita akan diam saja dengan dinamika kehidupan bangsa, dinamika kehidupan masyarakat sekitar, dan utamanya adalah dinamika kehidupan kampus kita, ketika seruan-seruan untuk berperan aktif dan untuk bergerak, apakah kita akan sembunyi dan <em>leyah</em><em>-leye</em> dengan dengan kenikmatan-kenikmatan yang kita dapatkan?</p>
<p><strong>Bagaimana Seharusnya Mahasiswa Bertindak?</strong><strong> </strong></p>
<p>Idealnya, mahasiswa harus mengetahui tujuan, target dan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa dalam aktifitas akademisnya. Mahasiswa juga harus berpikir, berbuat, dan bergerak tidak jauh dari tiga tugas pokoknya sebagai mahasiswa (Tri Dharma) yaitu pendidikan, penelitian,dan pengabdian sosial masyarakat. Sehingga seseorang yang nantinya beranjak dari bangku pendidikan, adalah sosok yang memang idealis, cerdas, bijaksana,dan responsif.</p>
<p><!--more-->Namun, sejarah telah mencatat bahwa mahasiswa ternyata juga punya peran lain dalam dunia akademisnya. Peran yang kemudian kita sebut sebagai <em>so</em><em>cial </em><em>control</em>. Peran ketika aktifitas mahasiswa tidak lagi hanya bergelut di dunia kampus, pendidikan, dan sosial. Namun, lebih jauh sebagai <em>control social</em> yang selalu kritis dalam pikiran dan tindakan serta peran aktif dalam merespon setiap perubahan yang terjadi. Sejarah Indonesia juga mencatat mahasiswa sebagai aktor utama perubahan bangsa.  Peran ini tampak secara jelas ketika Sumpah Pemuda 1928, kemudian proses perencanaan kemerdekaan RI 1945, Aksi gerakan ’66 yang meruntuhkan Orde Lama, hingga proses runtuhnya rezim Orde Baru Soeharto pada 1998. Mahasiswa selalu ikut andil dalam setiap pergerakan negara, yang tentu saja tidak terlepas dari sikap kritis, objektif, responsif, dan idealis.</p>
<p>Dapat kita simpulkan secara ringkas bahwa kita sebagai seorang mahasiswa mempunyai tanggung jawab untuk belajar dan berorganisasi. Sesuai dengan fungsi mahasiswa , yaitu fungsi intelektual akademisi, fungsi cadangan masa depan (<em>iron stock</em>), dan fungsi agen perubah (<em>agent of change</em>). Sehingga seseorang yang nantinya beranjak dari bangku pendidikan adalah sosok yang benar-benar idealis, cerdas, bijaksana dan responsif. Mahasiswa selalu ikut andil dalam setiap pergerakan negara, tentu saja sikap para mahasiswa ini tidak terlepas dari sikap kritis, objektif, responsif, dan idealis.</p>
<p><strong>Realita </strong><strong>Yang Terjadi Di S</strong><strong>TAN</strong></p>
<p>Kita lihat realitas keseharian mahasiswa STAN,</p>
<ol>
<li>Ketika ada Seminar gratis pun, sedikit sekali antusiasme mahasiswa. Apalagi jika acara tersebut membutuhkan kontribusi berupa uang. Hal ini sangat menyedihkan.</li>
<li>Ketika <em>o</em><em>pen r</em><em>ecruitment</em> organisasi dan kepanitian lain, antusiasme mahasiswa sangat minim.</li>
<li> “Kupu-Kupu” (kuliah pulang-kuliah pulang) menjadi sifat yang melekat di sebagian besar mahasiswa STAN. Sehingga terbentuklah stigmanegatif bahwa mahasiswa STAN adalah mahasiswa yang terasing dari masyarakatnya, berusaha mencari IP setinggi-tingginya, yang penting lulus tanpa mempedulikan masalah-masalah kemahasiswaan dan  sosial kemasyarakatan di sekitarnya.</li>
<li>Yang lebih mengerikan adalah merebaknya virus hedonisme pada sebagian mahasiswa.</li>
<li>Waktu pendaftaran calon Ketua dan Wakil Ketua Himas pun perlu perpanjangan waktu. Lalu bagaimana peran mahasiswa sebagai <strong>pewaris peradaban?.</strong></li>
</ol>
<p>Realitas tak terbantahkan ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa STAN kurang memiliki kesadaran dan keterlibatan dengan organisasi mahasiswa. Hal ini karena mahasiswa STAN dihinggapi virus pragmatisme dan wabah apatisme. Di lain sisi, tidak bisa dipungkiri bahwa kuliah di STAN memiliki keistimewaan-keistimewaan tersendiri yang cenderung mendukung tersebarnya virus pragmatisme dan wabah apatisme tersebut. Hal ini terjadi karena kita hanya berpikir bahwa setelah lulus kita dalam kondisi nyaman dapat langsung bekerja tanpa bekerja keras mencari pekerjaan dan bersaing dengan masyarakat lain. Jadi, sebagian besar mahasiswa merasa bahwa organisasi (kemampuan berkomunikasi, menjalin <em>link</em>, kepemimpinan) tidak begitu penting. Padahal kemampuan-kemampuan ini mutlak diperlukan dalam menjalani realitas kehidupan nantinya. Dan itu, bisa kita peroleh melalui AKTIF di ORGANISASI, Kawan&#8230;..</p>
<p><strong>Apa </strong><strong>yang Harusnya Kita Lakukan</strong><strong>?</strong></p>
<p>Di sinilah dibutuhkan sebuah rekayasa sosial yang konseptual dan sistematis untuk melakukan pencerahan moral dan politik terhadap mahasiswa sehingga mereka menyadari tanggung jawab akademis. Namun, juga tanggung jawab sosial, tanggung jawab moral, tanggung jawab politis serta tanggung jawab kesejarahan. Keseluruhan tanggung jawab tersebut inheren dalan diri seseorang seiring dengan berubahnya status dan identitas menjadi <em>MAHASISWA</em>.</p>
<p><strong>Dari Pondasi</strong><strong> kesadaran, daya kritis, idealisme, serta semangat organisasi ini</strong><strong>,</strong> terlahirlah gerakan moral mahasiswa. Gerakan ini eskalasinya akan semakin masif manakala pencerahan moral dan politik yang dilakukan benar-benar konseptual dan sistematis sehingga memiliki daya tular yang cepat dan dahsyat di kalangan mahasiswa.</p>
<p>Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melakukan akselerasi pencerahan moral dan politik di kalangan mahasiswa. Metode-metode ini telah terbukti cukup ampuh membangun kesadaran dan daya kritis mahasiswa pada masa lalu dan tampaknya efektif pula untuk saat ini. Metode-metode tersebut meliputi :</p>
<ul>
<li><em>Mengintensifkan seminar-seminar tentang gerakan      moral mahasiswa dan menigkatkan daya keilmuan mahasiswa STAN</em></li>
<li><em>Menghidupkan pers mahasiswa sebagai sarana      komunikasi, aktualialisasi dan artikulasi gagasan-gagasan brilian serta      ide-ide cerdas mahasiswa untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan </em></li>
<li><em>Optimalisasi kegiatan-kegiatan pengkaderan di      organisasi-organisasi kemahasiswaan yang diarahkan untuk mencetak      kader-kader mahasiswa dan calon pemimpin bangsa yang cerdas, terampil,      moralis, religius, kredibel, peduli terhadap permasalahan yang terjadi di      sekitar serta mamiliki integritas diri yang diakui. Imbasnya, tidak      terjadi kekosongan stok pemimpin, seperti yang baru kita alami baru-baru      ini, perlunya perpanjangan masa pendaftaran bagi calan ketua dan wakil      ketua Himas 2009</em></li>
</ul>
<p>Dengan demikian, akan terbentuk generasi baru mahasiswa yang tercerahkan, siap menghadapi masa depan dengan penuh optimisme, pemuda ksatria yang akan mengukir sejarah kejayaan yang mampesona. Sungguh, sejarah sedang menunggu langkah-langkah mahasiswa STAN yang spektakuler! Dan dengan itu maka tidaklah mustahil alumnus STAN akan menjadi Dirjen Pajak, Menkeu, Gubernur BI, bahkan Presiden Republik Indonesia.</p>
<p>Oleh karena itu,  bangkit, bangun, dan bergeraklah <strong>singa-singa</strong> <strong>AKUNISTI</strong><em> </em> yang sedang tidur&#8230;!!</p>
<p>Wahai <strong>AKUNISTI</strong> &#8230;! Sambutlah seruan totalitas perjuangan ini!</p>
<p><em>Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan…</em></p>
<p><em>kepada rakyat yang kebinggunga di persimpangan jalan…</em></p>
<p><em>kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan…</em></p>
<p><em>sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia….</em></p>
<p><em>Wahai kalian yang rindu kemenangan…!</em></p>
<p><em>Wahai kalian yang turun ke jalan…!</em></p>
<p><em>Demi mempersembahkan jiwa dan raga</em></p>
<p><em>Untuk negeri tercinta…!</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>HIDUP MAHASISWA&#8230;! !</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[VISI&amp;MISI]]></title>
<link>http://wakahimasstan09.wordpress.com/2009/11/08/visimisi-wakahimas-09/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 17:17:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>wakahimas09</dc:creator>
<guid>http://wakahimasstan09.wordpress.com/2009/11/08/visimisi-wakahimas-09/</guid>
<description><![CDATA[PAMULAK HOLOAN SINAGA WAKIL KETUA HIMAS 2009 VISI Mengayomi,  menemani dan memfasilitasi  akunisti d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em><strong>P</strong></em><img class="alignleft size-medium wp-image-17" title="HIMAS (Himpunan Mahasiswa Akuntansi)" src="http://wakahimasstan09.wordpress.com/files/2009/11/himas.jpg?w=300" alt="HIMAS (Himpunan Mahasiswa Akuntansi)" width="300" height="257" /><em><strong>AMULAK HOLOAN SINAGA<br />
WAKIL KETUA HIMAS 2009</strong></em></p>
<p><strong>VISI</strong><br />
Mengayomi,  menemani dan memfasilitasi  akunisti demi melejitkan prestasi dan potensi.</p>
<p><strong><!--more-->MISI</strong></p>
<ol>
<li> Menyediakan ruang gerak bagi para akunisti untuk mengembangkan diri pada aspek keilmuan, kreativitas, dan sosial.</li>
<li> Mengoptimalkan peran HIMAS dalam hubunganya dengan mahasiswa, lembaga (sekretariat STAN) maupun elemen kampus lain.</li>
<li> Menjadikan HIMAS sebagai organisasi yang penuh eksistensi.</li>
<li> Menciptakan sosok mahasiswa yang idealis, cerdas, bijaksana,dan responsif dengan peningkatan peran mahasiswa dalam setiap kegiatan HIMAS.</li>
<li> Mengedepankan profesionalisme dan transparansi dalam HIMAS.</li>
<li> Mewujudkan soliditas seluruh akunisti.</li>
</ol>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Program Kerja Himas 2009</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<ol>
<li><strong> Futsal Accounting Cup</strong>, futsal bulanan bagi akunisti.</li>
<li><strong>Heritage Expo</strong> Akunisti’ers.</li>
<li><strong>P3KA</strong> (Pertolongan Pertama Pada Kendala para Akunsti)</li>
<li><strong>Advokasi</strong> Bagi Mahasiswa dengan Pihak Lembaga atau diluar lembaga.</li>
<li><strong>Up-grade Wifi HIMAS</strong> (menambah bandwitch) untuk mewujudkan e-learning.</li>
<li><strong>Forum Ketua Kelas</strong> dalam Untuk mewujudkan kesolidan para akunisti.</li>
<li><strong>Study tour</strong> lebih dekat ke akuntansi (meliputi kunjungan ke  KAP, KPK, IAI, dll.) dalam rangka “Himas Go Nasional “</li>
<li><strong>“Kantin Kejujuran Akunisti”</strong> memupuk INTEGRITAS para akunisti</li>
<li><strong>Pemberian Nobel Akunisti</strong> tiap semester atas prestasi akademis, seni budaya, sosial, dan olahraga.</li>
<li><strong>DISKUSI/DEBAT</strong> Antar Mahasiswa Akuntansi STAN.</li>
<li><strong>Studi Banding HIAMS</strong> dengan HMS atau elemen kampus lain di STAN.</li>
<li><strong>AccounThink</strong> sebagai media pulikasi dan mediasi akunisti dengan HIMAS</li>
<li><strong>Olimpiade Akuntansi</strong> bagi Akunisti</li>
<li><strong>Blog Competition</strong> Akunisti</li>
<li><strong>KARNAVAL AKUNTANSI</strong></li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My Best CV]]></title>
<link>http://wakahimasstan09.wordpress.com/2009/11/06/curriculum-vitae/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 14:37:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>wakahimas09</dc:creator>
<guid>http://wakahimasstan09.wordpress.com/2009/11/06/curriculum-vitae/</guid>
<description><![CDATA[CURRICULUM VITAE Nama :  Pamulak Holoan Sinaga TTL :  Klaten, 30 Agustus 1990 Agama :  Islam Jenis K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;"><strong>CURRICULUM VITAE</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Nama</strong> :  <strong>Pamulak Holoan Sinaga</strong></p>
<p><strong>TTL</strong> :  Klaten, 30 Agustus 1990</p>
<p><strong>Agama</strong> :  Islam</p>
<p><strong>Jenis Kelamin</strong> :  Laki-Laki</p>
<p><strong>Alamat (Rumah)</strong> :  RT 01 RW 04, Sangon, Meger, Ceper, Klaten</p>
<p><strong>Alamat Kos</strong> :  Jalan H. Sarmili No.36, RT 02 RW, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan</p>
<p><strong>Nomor Handphone</strong> :  0852 298 657 54/085717026535</p>
<p><strong>IPK Terakhir</strong> :  3,67</p>
<p><strong>Alamat e-mail</strong> :  pamula_raja_naga@yahoo.com</p>
<p><strong><!--more-->Riwayat Pendidikan   :</strong></p>
<ol>
<li>D3 Akuntansi Pemerintahan STAN (2008 s.d. sekarang)</li>
<li>S1 <em>Acc</em>ounting <em>Bakrie School of Management </em>(Juli 2008)</li>
<li>SMA Negeri1 Karanganom (2005 s.d. 2008)</li>
<li>SMP Negeri 2 Ceper (2002 s.d. 2005)</li>
<li>SD Negeri 1 Meger (1996 s.d. 2002)</li>
<li>TK Pertiwi Meger (1995 s.d. 1996)</li>
</ol>
<p><strong>Pengalaman Organisasi  :</strong></p>
<ol>
<li>Staf Bidang Pendidikan IMMSI STAN (2009)</li>
<li>Ketua Kelas 1-I Akuntansi Pemerintahan STAN (2008 s.d. 2009)</li>
<li>Wakil Bupati PUSAKA (2008 s.d. 2009)</li>
<li>Ketua Karang Taruna RT 01 RW 04 Sangon, Meger (2005 s.d. 2008)</li>
<li>Badan Pengurus Harian Rohis SMA Negeri 1 Karanganom (2007)</li>
<li>Kabid Ketaqwaan Terhadap Tuhan YME OSIS SMA Negeri 1 Karanganom (2007)</li>
<li>Staf Divisi Dakwah Islam FARISKA (2007)</li>
<li>Kabid Perpustakaan Rohis SMA Negeri 1 Karanganom</li>
<li>Majelis Perwakilan Kelas SMP Negeri 2 Ceper</li>
</ol>
<p><strong>Prestasi  :</strong></p>
<ol>
<li>Juara 1 Olimpiade Matematika Tingkat Provinsi (2008)</li>
<li>Juara 1 Olimpiade Matematika Tingkat Kabupaten (2008)</li>
<li>Juara Umum SMA Negeri 1 Karanganom (2006, 2007, 2008)</li>
<li>Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kecamatan 2007</li>
<li>Juara Umum SMP Negeri 2 Ceper (2003, 2004, 2005)</li>
<li>Juara Umum SD Negeri 1 Meger (2002)</li>
</ol>
<p><strong>Kepanitiaan  :</strong></p>
<ol>
<li>Staf Perlengkapan NICE STAN Annual Festival, Kopma dan BEM STAN, Pebruari 2009</li>
<li>Staf Acara <em>Try Out </em>USM STAN, Pusaka Klaten, Desember 2008</li>
<li>Staf Pubdekdok XPLORE, BEM STAN, November 2008</li>
<li>Ketua Kirab Santri, TPA Al-Fatah Sangon, 2008</li>
<li>Staf Perlengkapan Ulang Tahun Sekolah, SMA Negeri Karanganom, 2008</li>
<li>Ketua Panitia <em>Heart Quotient, </em>Fariska, 2007</li>
<li>Ketua Panitia Pengajian Ramadhan Desa, 2007</li>
<li>Ketua Panitia Piknik Remaja, Karang Taruna RT 01 RW 04 Sangon, 2007</li>
<li>Penanggung Jawab Hewan Qurban Idul Adha, Rohis SMA Negeri 1 Karanganom, 2007</li>
<li> Penanggung Jawab Acara <em>Lotiesan Parties</em>, Rohis SMA Negeri 1 Karanganom, 2007</li>
<li>Ketua Panitia <em>Lotiesan Parties</em>, Rohis SMA Negeri 1 Karanganom, 2006</li>
</ol>
<p><strong>Pendidikan/Pelatihan Nonformal yang Diikuti  :</strong></p>
<ol>
<li>Ma’had Tarbiyah STAN 2008 s.d. 2009</li>
<li>Seminar Permuseuman dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata Jawa Tengah, 2007</li>
<li>Seminar <em>Heart Quotient </em>“Kepekaan Hati” Fariska, 2007</li>
<li>Metode Belajar Cepat Menjadi Pembicara Hebat, 2006</li>
</ol>
<p><strong>Motivasi</strong> : Bermanfaat dan bersahabat dengan akunisti</p>
<p><strong>Motto Hidup</strong> : Kerjakan yang terbaik di jalan yang benar, karena manusia hanya bisa berusaha, Allah-lah yang menentukan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN NASIONAL]]></title>
<link>http://ristalia.wordpress.com/2009/04/29/transformasi-kepemimpinan-nasional/</link>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 06:55:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>ristalia</dc:creator>
<guid>http://ristalia.wordpress.com/2009/04/29/transformasi-kepemimpinan-nasional/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Ristalia Pada tahun 2009 ini, genderang pemilu berkumandang di seluruh bumi pertiwi. Pesta poli]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh Ristalia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada tahun 2009 ini, genderang pemilu berkumandang di seluruh bumi pertiwi. Pesta politik yang diikuti oleh 44 partai akan ditentukan dalam waktu 5 menit dalam sebuah bilik sempit. Nasib rakyat pun akan ditentukan dalam waktu 5 menit itu. Kampanye para parpol di berbagai daerah semakin mewarnai dinamika demokrasi di negeri ini. Berbagai intrik politik coba disuguhkan oleh para tim sukses partai. Mulai dari janji-janji manis, money politik, sampai pada keterlibatan para artis besar yang mencitrakan kebesaran suatu partai. Intrik-intrik itu cukup membuai simpati para rakyat sebagai pemimpin dalam sebuah system yang kita agung-agungkan ini. Semua itu akan berakhir pada tanggal 9 April 2009. Entah itu berakhir pada kemenangan ataupun kegagalan suatu partai memperoleh suara yang akan dijadikan modal dalam mengusung kandidatnya menjadi calon Presiden. Setelah itu, lagi-lagi wajah politisi tua akan mewarnai secarik kertas Pemilu President nantinya. Sebut saja Susilo Bambang Yudhyono yang akan mencoba keberuntungan lagi pada tahun ini, Megawati Soekarno Poetri yang akan mencoba mengganti kekalahannya pada Pemilu kemarin, Prabowo Sugiyanto yang dengan optimis dan percaya diri yang tinggi mencoba menyuguhkan konsep baru dalam menata negeri ini. Ataukah Yusuf Kalla yang mulai berani melepaskan diri dari induknya setelah 5 tahun menjadi wakil dari SBY. Sekali lagi, wajah-wajah mereka yang akan kembali bergulat dalam panggung politik memenangkan tonggak kepemimpinan nasional. Kemudian pertanyaan yang menggilitik hati dan pikiran penulis adalah kemanakah wajah-wajah pemuda?. Apakah pemuda tidak cukup berani memunculkan diri sebagai kekuatan baru dalam pesta demokrasi ini. Ataukah mereka tidak diberikan kesempatan itu?. Hanya system yang dapat menjawabnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Masyarakat Indonesia mulai bosan dengan janji-janji manis tanpa aplikasi dari para elite politik. Sehingga mereka berpikir untuk mulai menyandarkan kepentingan mereka ke bahu para pemuda yang terwakili oleh para mahasiswa sebagai elite pendidikan. Di tangan para mahasiswa, masyarakat berharap agar semua krisis negeri ini mulai diatasi secara perlahan-lahan namun menyeluruh. Ketika para mahasiswa ingin mewujudkan aspirasi itu dengan memilih pemimpin yang tepat nantinya. Suara cerdas dan kritis mereka dikalahkan oleh suara masyarakat biasa yang tidak paham akan calon pemimpin yang amanah nantinya. Bayangkan saja dari sekian banyak perguruan tinggi di Indonesia, hanya sekitar 3,5 juta jumlah mahasiswa dari 210 juta penduduk Indonesia. Selebihnya adalah masyarakat biasa yang menggunakan hak pilihnya asal-asalan. Sehingga dengan perbandingan 1,6%<span> </span>( mahasiswa) : 1,9% ( masyarakat umum), sangat mustahil melahirkan pilihan yang benar-benar sesuai untuk membawa perubahan. Untuk itu, di sini mahasiswa mempunyai tugas berat untuk turun ke masyarakat menyosialisasikan profil-profil para elite politik yang bertarung mengeruk suara dari mereka. Sehingga masyarakat benar-benar menggunakan hak pilihnya secara cerdas. Namun, di samping itu, penulis masih sangat optimis akan transormasi kepemimpinan nasional dialihkan kepada para pemuda. Untuk itu, para mahasiswa harus bersatu dalam sebuah organisasi kemahasiswaan untuk mulai menyusun consensus bersama mengenai format Indonesia masa depan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tampaknya, sekarang kiprah mahasiswa jauh dari hal-hal yang diinginkan oleh masyarakat. Dulu, pada tahun 1998 tumbangnya rezim Soeharto sebenarnya bukan dari kekuatan pergerakan mahasiswa. Suatu hal yang sangat tidak mungkin kekuasaan yang berdiri selama 32 tahun diruntuhkan oleh pergerakan sebuah mahasiswa. Itu semua tersetting sebagai fenomena global oleh Huntingston, seorang elite politik dari AS. Dimana dengan teorinya mengenai teori benturan peradaban ( Clash of Civilization) melengserkan kekuasaan Soeharto. Pada waktu itu, Huntingston melihat potensi Indonesia sangat mudah dikontrol oleh AS di bawah pimpinan Soeharto. Tapi, karena pada waktu itu terbangun trend revivalisme Islam ( Kebangkitan Islam) yang berimbas pada munculnya masyarakat-masyarakat yang pro Islam. Hal ini membuat President Soeharto mengikuti trend itu dan mulai berpaling dari peradaban AS. Sehingga, dengan teori benturan peradaban itu Huntingston menyetting berbagai krisis di Indonesia. Mulai dari krisis ekonomi, krisis moral, sampai pada krisis kepercayaan. Hal itu direkayasa secara global sehingga tampak sebagai fenomena globalisasi. Sampai pada akhirnya Soeharto lengser dari jabatannya karena mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak atas hal tersebut. Dan hal itu berimbas pada pergerakan mahasiswa sekarang. Dimana melalui kebijakan structural melahirkan NKK ( Normalisasi<span> </span>Kehidupan Kampus) dan BKK ( Badan Koordinasi Kemahasiswaan) yang mencoba mensterilkan pergerakan mahasasiwa. Sehingga menurut Fadli Zon muaranya terjadi depolitisi kampus yang melahirkan mahasiswa yang apolitis, individualis, hedonis, pragmatis, tidak perduli terhadap nasib bangsa. Dan yang lebih parahnya lagi ruang berfikir dan aktivitasnya dipagari secara sistematis dan terkontrol. Sehingga yang dicekoki oleh system kampus adalah belajar secara akademisi tanpa mengetahui peran dia sebenarnya. Untuk itu, yang diperlukan sekarang bukanlah agent of change ( generasi pendobrak) tapi bagaimana mahasiswa bisa menjadi director of change ( pengarah perubahan) dengan menggunakan mass power dan institutional power.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sedikit flash back ke masa lalu. Dimana pemuda merupakan tulang pungung setiap pergerakan. Baik itu pergerakan memperoleh kemerdekaan, pergerakan menumbangkan Orla dan Orba, serta pergerakan dalam menyeruakan reformasi diterapkan. Mulai dari pergerakan Budi Utomo (1908) pra kemerdekaan, Sumpah Pemuda(1928), revolusi kemerdekaan (1945), sampai pada gerakan reformasi (1998) yang diperankan oleh mahasiswa. Sudah saatnya kita mulai membuka mata dan hati untuk kelayakan para pemuda dalam mengubah negeri ini. Dewasa ini pun telah banyak pergerakan mahasiswa yang mencoba memberikan pengaruh terhadap kebijakan yang pro rakyat. Namun, kadangkala ada beberapa pergerakan yang dimotori oleh organisasi yang memiliki ideology menyimpang mulai mencoreng peran mahasiswa di mata masyarakat. Sehingga mahasiswa harus mulai memikirkan cara efektif untuk keberhasilan pergerakannya. Indicator berhasilnya gerakan mahasiswa ketika ada respon akses, artinya kesetiaan pihak sasaran mendengar tuntutan-tuntutan mereka. Kemudian, respon agenda, kesediaan pihak sasaran mengagendakan tuntutan gerakan mereka. Dan yang tidak kalah penting adalah adanya respon kebijakan, yaitu sejauh mana kebijakan yang dilaksanakan meredakan ketidakpuasan anggota gerakan protes.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebuah negeri runyam yang akan menjadi negeri sejahtera (Walfare State) di tangan para pemuda. Bersandar pada pernyataan Soekarno” Berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”.<span> </span>Kemudian orang bijak pernah berkata “ Masa depan bangsa yang baik adalah masa depan yang memiliki kaum muda yang unggul, kompetitif, dan baik pula saat sekarang”. Ini sangat jelas betapa besarnya power para pemuda dalam merekonstruksi sebuah Negara. Sehingga beberapa program yang akan mewujudkan pemuda seperti di atas harus dicanangkan oleh beberapa pihak terkait. Hal ini telah mulai direalisasikan di beberapa Negara. Lihat saja kebijakan yang diterapkan oleh Deng Xiao Peng dalam mengkapitalisasi perekonomian Cina. Kemudian membuka kesempatan besar bagi para pemuda Cina utuk belajar ke luar negeri. Hasilnya telah mengubah wajah Cina menjadi raksasa ekonomi di awal abad 21 yang mulai ditakuti oleh beberapa Negara raksasa ekonomi seperti AS dan Uni Eropa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semua kebijakan yang penulis contohkan di atas diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi para elite politik nantinya yang terpilih. Sehingga tidak akan ada lagi suara-suara sumbang dari para elite politik tua akan ketidaklayakan pemuda mengambil peran dalam panggung demokrasi. Dengan dalih mereka belum cukup <em>capabel </em>dalam menghandle Negara ini. Karena di berbagai Negara, pemuda telah menancapkan eksistensinya sebagai pemimpin Negara. Sebut saja Mahmoud Ahmadinejad ( President Iran), Hugo Cavez ( Presiden Venezuela), Evo Morales ( Presiden Bolivia), dan baru-baru ini kita dikejutkan oleh kiprah Barack Obama yang berusia 40 tahun mengalahkan oposisinya yang jauh berbeda usia dengannya. Kepercayaan rakyat AS terhadap Barack Obama harusnya menjadi pacuan buat kita untuk mulai memperhitungkan peran pemuda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagai bangsa yang mayoritas Islam, kita tentu bisa memetik hikmah dibalik penunjukan Muhammad SAW sebagai Rasul saat berusia 40 tahun. Ini sudah sangat jelas bahwa jiwa pemuda yang masih bersemangat mampu mengantarkan kita lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di samping itu, kita harus mengakui bahwa system pemerintahan yang berlaku di Indonesia belum cukup mampu mengantarkan Indonesia lebih progress. Ini bisa kita bandingkan dengan Malaysia yang telah cukup matang membangun system pemerintahan. Kenapa penulis bisa menilai seperti itu?. Coba kita analisa, jika system pemerintahan Indonesia telah matang, harusnya dengan pergantian beberapa pemimpin tidak akan menggoyangkan stabilitas kehidupan masyarakat. Tapi, yang terjadi malah sebaliknya. Di saat pergantian para pemimpin negeri ini, kehidupan masyarakat mulai goyah. Lain halnya dengan Negara Malaysia yang walaupun terjadi beberapa kali pergantian kekuasaan tata birokrasi adem ayem saja. Sehingga dibutuhkan pola baru yang datang dari pemuda sebagai <em>director of change</em>. Hal itu, sekali lagi menguatkan <em>brand </em>pemuda untuk ikut ambil peran dalam setiap perumusan kebijakan. Bahkan kalau perlu pemuda lah yang memegang posisi puncak untuk melakukan perubahan secara efektif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penulis</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jurusan Humas ‘08</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Angkatan 18 BATIC ICMI Orwil Jabar</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jln. Desa Cipadung, Cibiru</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">RT/RW: 02/06, No.86</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">No.Telp (022) 7812055</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">No. Hp. 081341617453</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HMI dan Idealisme]]></title>
<link>http://ristalia.wordpress.com/2009/04/29/hmi-dan-idealisme/</link>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 04:50:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>ristalia</dc:creator>
<guid>http://ristalia.wordpress.com/2009/04/29/hmi-dan-idealisme/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Ristalia Tanggal 5 februari 2009, kita kembali memperingati Ulang Tahun HMI( Himpunan Mahasiswa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh Ristalia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tanggal 5 februari 2009, kita kembali memperingati Ulang Tahun HMI( Himpunan Mahasiswa Islam) yang ke-62. <span lang="FI">Berbagai macam problematika mewarnai pergerakkan HMI kurun waktu satu tahun kemarin. Apakah HMI cukup mampu menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya?Sebagai kader HMI,kita juga perlu mengitropeksi diri,sejauh mana kita mengabdi kepada masyarakat seperti yang dituntut oleh visi HMI”Terbinanya insan akademis,pencipta,pengabdi,yang bernapaskan Islam,dan beratnggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">HMI suatu organisasi yang memiliki basis ideology Islam-Nasionalis. Dengan ideologinya yang mengkombinasikan unsure Isla</span>m dan nasionalis tersebut membuat oganisasi ini dapat diterima di berbarbagai kalangan. Tidak heran jika keberadaanya menjadi organisasi terbesar yang tersebar di seluruh bumi pertiwi ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pluralitas dan demokrasi dalam beragama merupakkan tombak keberhasilan organisasi ini mendapat respon positif dari masyarakat Indonesia . Tafsir independensi yang diusung pun memberikkan citra idealis di mata masyrakat. Namun, kadangkala penempatan “independensi” ini disalahgunakan oleh beberapa kader. Ada yang menganggap ketika organisasi ini bersifat independent, kita tidak boleh mengetahui lebih jauh lagi organisasi lainnya. Bahkan para kader baru, merasa bingung ketika dihadapkan pada pernasalahan idealisme. Di satu sisi dia sebagai mahasiswa yang merdeka mengikuti organisasi lainnya agar dapat menambah khazanah intelektualnya dalam berorganisasi. <span lang="IT">Dan di sisi lain,dia adalah kader suatu organisasi yang independent. Sehingga dia harus terikat konstitusi di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> Nampaknya,kader baru harus diberikkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konstitusi HMI yang melarang adanya rangkap anggota dalam organisasi lainnya. </span>Karena, jangan sampai muncul paradigma keliru pada mereka yang menganggap bahwa HMI ini adalah sebuah organisasi yang mengisolir kader-kadernya untuk bebas berorganisasi. Harus ada transparansi yang jelas pada saat pengkaderan ketika mereka dilarang untuk mengikuti organisasi lainnya terkecuali parpol. Dan ironisnya,malah citra “independensi” itu tidak dimaknai secara mendalam ketika banyak senior HMI di tataran komisariat terisolasi geraknya dalam menyuarakan kebenaran. Karena lagi-lagi kebenaran yang ingin mereka kuak akan mempengaruhi eksistensi organisasi itu di tingkat universitas .Alasannya jelas,HMI masih  mendominasi organisasi di kampus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selain memiliki asas keIslaman, HMI adalah suatu organisasi yang memiliki landasan kemahasiswaan,keIndonesiaan,dan keIslaman. Maka,landasan tersebut harus menjadi navigator bagi kader HMI untuk menjalankan perannya sebagai embrio intelek yang lahir dari rahim HMI.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemahasiswaan artinya kader HMI harus sadar bahwa dia adalah bagian dari mahasiswa yang memiliki peran sebagai <em>agent social of change</em>. Sehingga, dia bertanggung jawab atas terwujudnya kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat di sekitarnya. Dia harus mampu menjadi insan pencipta sekaligus insan pengabdi bagi masyarakat. Dengan keidealisan seorang mahasiswa,kader HMI harus meresapi hal tersebut untuk tidak pernah mau dikontrol oleh oknum manapun. Dia harus merdeka untuk mengemban perannya sebagai agent perubah. Dan untuk merealisasikan hal tersebut, dia butuh banyak input dari luar untuk pengembanagan intelektual personalnnya. Disanalah dia harus merdeka untuk mengembangkan dirinya tanpa intervensi dari organisasi yang sedang dia masuki(HMI).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">KeIndonesiaan yang berarti sebagai kader HMI plus mahasiswa juga bertugas untuk mengontrol setiap kebijakan pemerintah. Sehingga dengan begitu kita harus menjadi penyambung lidah aspirasi masyrakat ke pemerintah. Selain menjadi penengah antara masyarakat dan pemerintah,kader HMI juga bertanggung jawab terhadap kondisi Indonesia saat ini. Dia harus mampu merubah dekadensi moral birokrator di setiap tataran pemerintahan mulai dari tataran yang paling rendah sampai tataran nasional. Dia harus berani meyuarakan kebenaran ketika tikus-tikus politik mulai beraksi dalam sebuah birokrasi,meskipun yang melakukannya adalah alumni HMI juga. Sehingga lagi-lagi idealisme seorang kader diuji untuk bersikap merdeka tanpa keterikatan ketika harus memperjuangkan keinginan masyarakat dan menyuarakan kebenaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> KeIslaman merupakan landasan yang paling kuat mempengaruhi kepribadian seorang kader HMI dalam pergerakannya di tengah-tengah masyarakat yang mulai hedonis dan pragmatis. Ketika banyak masyarakat dan pemerintah yang menganggap ajaran agama bukan hal yang terpenting dalam mempengaruhi kesehariannya. Disinilah, tantangan bagi kader HMI untuk mulai merubah <em>mindset</em> mereka kembali ke kehidupan yang Islami. Mungkin sangat sulit untuk mengubah gaya hidup masyarakat yang mulai terpengaruh oleh moderenisasi dan westernalisasi. Namun,jika kader HMI tidak mampu menaklukan tantangan ini,maka jangan pernah bermimpi meciptakan sebuah negara dengan tatanan yang lebih progress dibanding dengan negara-negara lainnya. Karena ketika korupsi dianggap sebagai hal biasa tanpa kontrol dari nilai-nilai agama,yang terjadi bukan hanya dekandensi moral tapi juga dekadensi intelektual. </span></p>
<p class="MsoNormal">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[.:::CHAPTER 0018::. daftarlah - harapan itu masih ada!!!]]></title>
<link>http://izzulword.wordpress.com/2008/12/11/chapter-0018-seminar-nasional-sistem-keamanan-jaringan-komputer/</link>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 16:44:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>izzul047</dc:creator>
<guid>http://izzulword.wordpress.com/2008/12/11/chapter-0018-seminar-nasional-sistem-keamanan-jaringan-komputer/</guid>
<description><![CDATA[sudah H &#8211; 1, masih ada kesempatan!!! View This Pollpolls SEMINAR NASIONAL SEMINAR SISTEM KEAMA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[sudah H &#8211; 1, masih ada kesempatan!!! View This Pollpolls SEMINAR NASIONAL SEMINAR SISTEM KEAMA]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[.:::CHAPTER 0014::. saatnya BEM KM FMIPA UNAND berbicara -  next available hacker seminar]]></title>
<link>http://izzulword.wordpress.com/2008/11/23/chapter-0014-saatnya-bem-km-fmipa-unand-berbicara/</link>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 19:15:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>izzul047</dc:creator>
<guid>http://izzulword.wordpress.com/2008/11/23/chapter-0014-saatnya-bem-km-fmipa-unand-berbicara/</guid>
<description><![CDATA[Akhirnya departemen informasi BEM KM FMIPA UNAND setelah menjalan kehidupan biasa-biasa saja dengan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Akhirnya departemen informasi BEM KM FMIPA UNAND setelah menjalan kehidupan biasa-biasa saja dengan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[.:::CHAPTER 0012::. perang padri III yang lebih dasyat - Padang dalam menentukan masa depan yang cerah]]></title>
<link>http://izzulword.wordpress.com/2008/10/19/chapter-0012-perang-padri-iii-yang-lebih-dasyat-padang-dalam-menentukan-masa-depan-yang-cerah/</link>
<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 23:41:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>izzul047</dc:creator>
<guid>http://izzulword.wordpress.com/2008/10/19/chapter-0012-perang-padri-iii-yang-lebih-dasyat-padang-dalam-menentukan-masa-depan-yang-cerah/</guid>
<description><![CDATA[Padang, Sumatera Barat, Indonesia &#8230; detik-detik menuju perubahan ke arah yang lebih baik akan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Padang, Sumatera Barat, Indonesia &#8230; detik-detik menuju perubahan ke arah yang lebih baik akan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[.:::CHAPTER 0008::. perang padri II di unand part two - semakin sengit, semakin panas]]></title>
<link>http://izzulword.wordpress.com/2008/08/09/chapter-0008-perang-padri-again/</link>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 15:07:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>izzul047</dc:creator>
<guid>http://izzulword.wordpress.com/2008/08/09/chapter-0008-perang-padri-again/</guid>
<description><![CDATA[Nyaris dua minggu lagi Unand alias green campus akan mengadakan event besar dimana semua pihak telah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nyaris dua minggu lagi Unand alias green campus akan mengadakan event besar dimana semua pihak telah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[.:::CHAPTER 0007::. Jadi pengurus BEM KM FMIPA UNAND lagi - saatnya menguncang dunia]]></title>
<link>http://izzulword.wordpress.com/2008/07/28/chapter-0006-pengurus-bem-fmipa-unand/</link>
<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 15:39:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>izzul047</dc:creator>
<guid>http://izzulword.wordpress.com/2008/07/28/chapter-0006-pengurus-bem-fmipa-unand/</guid>
<description><![CDATA[Dipercayakan lagi memegang BEM FMIPA UNAND, tapi bukan sebagai anggota seperti sebelumnya. Akan teta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dipercayakan lagi memegang BEM FMIPA UNAND, tapi bukan sebagai anggota seperti sebelumnya. Akan teta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[.:::CHAPTER 0006::.  telah ada perang padri II di unand - sebuah perselisihan yang punya ujung?]]></title>
<link>http://izzulword.wordpress.com/2008/06/22/chapter-0006-new-perang-padri/</link>
<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 04:07:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>izzul047</dc:creator>
<guid>http://izzulword.wordpress.com/2008/06/22/chapter-0006-new-perang-padri/</guid>
<description><![CDATA[Nyaris semua organisasi mahasiswa di Unand &#8230; telah mengadakan pengantian tongkat estafet kepem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nyaris semua organisasi mahasiswa di Unand &#8230; telah mengadakan pengantian tongkat estafet kepem]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[.:::CHAPTER 0005::. Lagi-lagi menyibukan diri semangatlah - semua amanah baru di awal tahun ajaran baru]]></title>
<link>http://izzulword.wordpress.com/2008/06/17/chapter-0005-amanah-di-lp2i/</link>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 22:46:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>izzul047</dc:creator>
<guid>http://izzulword.wordpress.com/2008/06/17/chapter-0005-amanah-di-lp2i/</guid>
<description><![CDATA[Tadi pagi  berdasarkan rapat dewan fomatur Lp2i (LEMBAGA PENERBITAN DAN PUSTAKA ISLAMI), telah memut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tadi pagi  berdasarkan rapat dewan fomatur Lp2i (LEMBAGA PENERBITAN DAN PUSTAKA ISLAMI), telah memut]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://antirealita.wordpress.com/2008/06/06/8/</link>
<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 09:19:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>chiwank</dc:creator>
<guid>http://antirealita.wordpress.com/2008/06/06/8/</guid>
<description><![CDATA[Program Kerja Departemen Kajian Strategis HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN ILMU EKONOMI &#8211; UNHAS]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://antirealita.files.wordpress.com/2008/06/rancangan-program-kerja1.ppt">Program Kerja Departemen Kajian Strategis</a></p>
<p>HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN ILMU EKONOMI &#8211; UNHAS</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
