<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>nabi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/nabi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "nabi"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 05:45:26 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kisah Ketiga: Nabiyullah Shalih 'Alayhissalam]]></title>
<link>http://abuilyasku.wordpress.com/2009/11/29/kisah-ketiga-nabiyullah-shalih-alayhissalam/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 05:37:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Ilyas</dc:creator>
<guid>http://abuilyasku.wordpress.com/2009/11/29/kisah-ketiga-nabiyullah-shalih-alayhissalam/</guid>
<description><![CDATA[Sumber: Kisah-Kisah Shohih Seputar Nabi dan Rasul karya DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqor (Guru Besar Uni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sumber: Kisah-Kisah Shohih Seputar Nabi dan Rasul karya DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqor (Guru Besar Uni]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahtera Nuh Memegang 13 Rekor Dunia]]></title>
<link>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/11/28/bahtera-nuh-memegang-13-rekor-dunia/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 07:52:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>bootingskoBlog</dc:creator>
<guid>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/11/28/bahtera-nuh-memegang-13-rekor-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Allah memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera. Bersama para pengikutnya, Nuh mengumpulkan paku dan m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" style="border:0;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/92/Franz%C3%B6sischer_Meister_um_1675_001.jpg/300px-Franz%C3%B6sischer_Meister_um_1675_001.jpg" alt="" width="119" height="124" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Allah memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera. Bersama para pengikutnya, Nuh mengumpulkan paku dan menebang kayu besar dari pohon yang ia tanam selama 40 tahun. Melalui wahyu-Nya, Allah membimbing Nuh membuat bahtera yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir. Berikut rekor dunia yang dipegang oleh Bahtera Nuh :</p>
<p><!--more--></p>
<ol>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Dipimpin Oleh Nahkoda Tertua Di Dunia (berusia 600 th).</strong><br />
<span style="color:#999999;">Ibnu Abbas menceritakan Bahwa nabi Nuh diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah 120 tahun dan berdakwah selama 5 abad. Dia mengarungi banjir ketika ia berumur 600 tahun dan kemudian setelah banjir ia hidup selama 350 tahun.</span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Merupakan Kapal  Terbesar Di Dunia Yang Terbuat Dari Kayu.</strong><br />
<span style="color:#999999;">Ibnu Abbas menceritakan Bahwa Suatu ketika Nabi Isa menghidupkan Ham bin Nuh dan bertanya kepadanya kenapa rambutnya beruban, ia menjawab dia meninggal di saat usia muda karena ketakutannya ketika banjir. Ia berkata bahwa panjang kapal Nuh adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan.</span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Merupakan Alat Angkutan Laut Pertama Di Dunia.<br />
</strong><span style="color:#999999;">Allah membimbing Nuh membuat bahtera yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir. Bahtera Nuh dianggap merupakan alat angkutan laut pertama di dunia.</span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Merupakan Alat Angkutan Laut Pertama Di Dunia Yang Terbuat Dari Kayu.</strong><br />
<span style="color:#999999;">Bersama para pengikutnya, Nuh mengumpulkan paku dan menebang kayu besar dari pohon yang ia tanam selama 40 tahun.</span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Merupakan Kapal Angkut Bertingkat Pertama Di Dunia (3 tingkat).</strong><br />
<span style="color:#999999;">Panjang kapal Nuh adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan. Tingkat pertama diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan, tingkat kedua ditempatkan manusiaingkat ketiga untuk burung-burung.</span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Merupakan Kapal Yang Belayar Tertinggi Dari Dasar Laut.</strong><br />
<span style="color:#999999;">Menurut Al Qur&#8217;an, bahtera Nuh telah mendarat di Bukit Judi. Ada pendapat yang menunjukkan suatu gunung di wilayah Kurdi atau tepatnya dibagian selatan Armenia, ada pendapat lain dari Wyatt Archeological Research, bukit tersebut terletak di wilayah Turkistan Iklim Butan, Timur laut pulau yang oleh orang-orang Arab disebut sebagai Jazirah Ibnu Umar (Tafsir al-Mishbah).</span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Adalah Kapal Anti Topan Dan Banjir Pertama Di Dunia.</strong><br />
<span style="color:#999999;">Allah membimbing Nuh membuat bahtera yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir. <span style="color:#ffffff;">bootingskoBlog</span><br />
</span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Adalah Kapal Pertama Yang Berlayar Tanpa Kompas.<br />
</strong><span style="color:#999999;">Setelah bahtera itu selesai, Kitab Kejadian menggambarkan bahwa air merendam bumi selama 150 hari lamanya dan setelah itu air mulai surut.</span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Dinahkodai Bukan Ahli Ilmu Kelautan Dan Perbintangan.<br />
</strong><span style="color:#999999;">Nuh adalah seorang nabi yang diceritakan dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Quran. Nuh diangkat menjadi nabi sekitar tahun 3650 SM. Diperkirakan ia tinggal di wilayah Selatan Irak modern</span>.</li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Adalah Satu-Satunya Kapal Angkut Dengan Penumpang Paling Sedikit Pertama Di Dunia.</strong><br />
<span style="color:#999999;">Ibnu Thabari menceritakan setelah kapal berlabuh di pegunungan Ararat, ia kemudian membangun suatukota di daerah Ararat (Qarda) disuatu areal yang termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersebut Themanon (Kota delapan Puluh) karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman yang berjumlah 80 orang. </span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Adalah Kapal Angkut Yang Mengangkut Jenis Binatang Berpasangan Terbanyak Di Dunia.</strong><br />
<span style="color:#999999;">Nuh memiliki 4 anak laki-laki: Kan&#8217;an, Sem, Ham, dan Yafet. Menurut kitab Kejadian, pada jamannya terjadi air bah yang menutupi seluruh bumi; hanya ia sekeluarga (istrinya, ketiga anaknya, dan ketiga menantunya) dan binatang-binatang yang ada di dalam bahtera Nuh yang selamat dari air bah tersebut.</span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Satu-Satunya Kapal Yang Mendarat Di Gunung.<br />
</strong><span style="color:#999999;">Berdasarkan foto yang dihasilkan dari gunung Ararat, menunjukkan sebuah perahu yang sangat besar diperkirakan memilik luas 7.546 kaki dengan panjang 500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki dan masih ada tiga tingkat lagi diatasnya.</span></li>
<li style="text-align:left;"><strong>Bahtera Nuh Adalah Kapal Yang Mengarungi Banjir Terlama Di Dunia.</strong><br />
<span style="color:#999999;">Kitab Kejadian menggambarkan bahwa air merendam bumi selama 150 hari lamanya dan setelah itu air mulai surut. Nuh menunggu hingga bumi benar-benar kering sebelum membuka pintu bahtera.</span></li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISAH LIMA PERKARA ANEH]]></title>
<link>http://sofiansukentes.wordpress.com/2009/11/28/kisah-lima-perkara-aneh/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 01:50:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>sofiansukentes</dc:creator>
<guid>http://sofiansukentes.wordpress.com/2009/11/28/kisah-lima-perkara-aneh/</guid>
<description><![CDATA[Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.<br />
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, &#8220;Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya.&#8221;<!--more--></p>
<p>Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, &#8220;Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan.&#8221;<br />
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur &#8216;Alhamdulillah&#8217;.</p>
<p>Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.<br />
Maka berkatalah Nabi itu, &#8220;Aku telah melaksanakan perintahmu.&#8221; Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.</p>
<p>Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, &#8220;Wahai Nabi Allah, tolonglah aku.&#8221;<br />
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, &#8220;Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.&#8221;</p>
<p>Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.<br />
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, &#8220;Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini.&#8221;</p>
<p>Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa, &#8220;Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukittetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.<br />
Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.&#8221;</p>
<p>Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahawa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, &#8220;Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu.&#8221;</p>
<p>Maka berkata Allah S.W.T., &#8220;Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu.&#8221; Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahtera Nuh Adalah Alat Angkutan Laut Pertama Di Dunia]]></title>
<link>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/11/28/bahtera-nuh-adalah-alat-angkutan-laut-pertama-di-dunia/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 19:23:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>bootingskoBlog</dc:creator>
<guid>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/11/28/bahtera-nuh-adalah-alat-angkutan-laut-pertama-di-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Puluhan tahun Nuh berdakwah, tetapi umatnya tidak mau mengikuti ajarannya dan tetap menyembah berhal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" style="border:0;" title="Bahtera Nuh, karya Edward Hicks, dibuat tahun 1846." src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/23/Noahs_Ark.jpg/200px-Noahs_Ark.jpg" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;">Puluhan tahun Nuh berdakwah, tetapi umatnya tidak mau mengikuti ajarannya dan tetap menyembah berhala. Bahkan mereka sering kali menganiaya Nuh dan pengikutnya. Untuk itu Nuh meminta Allah supaya menurunkan azab bagi mereka. Kemudian dalam kisah tersebut dikatakan bahwa Allah mengabulkan permintaan Nuh. Agar umat Nuh yang beriman terhindar dari azab tersebut, Allah memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera. Bersama para pengikutnya, Nuh mengumpulkan paku dan menebang kayu besar dari pohon yang ia tanam selama 40 tahun. Melalui wahyu-Nya, Allah membimbing Nuh membuat bahtera yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir. Bahtera Nuh dianggap merupakan alat angkutan laut pertama di dunia.</p>
<p><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;"><img class="alignright" style="border:0;" title="Gunung Ararat di negara Turki yang diduga sebagai tempat berlabuhnya Bahtera Nuh." src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c6/MountArarat.jpg/180px-MountArarat.jpg" alt="" />Menurut Al Qur&#8217;an, bahtera Nuh telah mendarat di Bukit Judi dan banyak perbedaan pendapat mengenai Bukit Judi tersebut, baik dari para ulama maupun temuan arkeologi. Ada pendapat yang menunjukkan suatu gunung di wilayah Kurdi atau tepatnya dibagian selatan Armenia, ada pendapat lain dari Wyatt Archeological Research, bukit tersebut terletak di wilayah Turkistan Iklim Butan, Timur laut pulau yang oleh orang-orang Arab disebut sebagai Jazirah Ibnu Umar (Tafsir al-Mishbah).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;">Didalam Alkitab menyebutnya terdampar di Gunung Ararat Turki. Namun temuan arkeologis tidak mengarah kepada banjir yang menenggelamkan seluruh dunia, apakah puncak Himalaya ikut tenggelam atau tidak, dan apakah banjirnya sampai ke Jawa pada saat itu, yang ada justru temuan arkeologi bahwa peradaban di Mesir dan Babilonia pada masa yang sama masih tetap berjalan dan tidak musnah atau terputus.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="border:0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nvTrrbuV4nA/SneFNlg_IzI/AAAAAAAAArg/7wLA5TRE4nc/s400/noah+ark+4.jpg" alt="" width="243" height="163" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;">Sedangkan para arkeolog Cornuke dan teamnya mengatakan bahwa bahtera Nuh diduga telah ditemukan di Iran. Lokasinya tidak sesuai seperti yang dijelaskan dalam kitab Genesis, Bahtera ini telah melakukan perjalanan dari timur mengarah ke Mesopotamia. Cornuke dan teamnya berpikir bahwa Gunung Ararat adalah kemungkinan besar sebagai sebuah pengalihan saja. &#8220;Bible memberikan petunjuk disini tetapi ini bukanlah mengarah ke Turki, tetapi mengarah langsung ke Iran.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" style="border:0;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:IA5LjZmg_UsOaM:http://3.bp.blogspot.com/_Tq-THSqz3uY/SqYYnC6C0PI/AAAAAAAAACQ/oxWnVL8fc38/s320/NoahsArk.1.jpg" alt="" width="107" height="107" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;">Berdasarkan foto yang dihasilkan dari gunung Ararat, menunjukkan sebuah perahu yang sangat besar diperkirakan memilik luas 7.546 kaki dengan panjang 500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki dan masih ada tiga tingkat lagi diatasnya.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Tingkat pertama diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan.</li>
<li>Tingkat kedua ditempatkan manusia.</li>
<li>Tingkat ketiga burung-burung.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alasan Setan Menolak Bersujud Di Hadapan Adam]]></title>
<link>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/11/28/alasan-setan-menolak-bersujud-di-hadapan-adam/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 19:05:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>bootingskoBlog</dc:creator>
<guid>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/11/28/alasan-setan-menolak-bersujud-di-hadapan-adam/</guid>
<description><![CDATA[Allah meletakkan taraf manusia lebih tinggi daripada makhluk-makhluk yang lain kerana mereka diberik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright" style="border:0;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:1wZ7rhmELOGYzM:http://api.ning.com/files/XT2Ka95IVbXFCtxoRxTkxJofJrhi9f4zwT3Vc6rKOoDLir-4rGeVi*N7slOmpE46tYeBfCjcBOEN1YflH4Rs6gpeAYOVxPDz/satan.jpg" alt="" width="101" height="127" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Allah meletakkan taraf manusia lebih tinggi daripada makhluk-makhluk yang lain kerana mereka diberikan akal, terutama untuk membandingkan mana yang buruk dan mana yang baik. Setan membangkang pada manusia ciptaan Tuhan dan menolak untuk bersujud di hadapan Adam seperti yang dilakukan oleh para malaikat lain.</p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan bertanya kepada Setan:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">&#8220;Apakah yang mencegahmu untuk bersujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?&#8221;</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Setan menjawab:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">&#8220;Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya (menciptakan Adam) dari lumpur.&#8221;</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Ini menunjukkan bahwa Setan merasa dirinya lebih bertaraf tinggi dari Adam kerana dia diciptakan dari api dan Adam diciptakan dari tanah, yang dianggap tidak bersih dan rapuh. Setan berjanji dan berkata di hadapan Tuhan, Nabi Adam dan para malaikat bahwa dia akan membinasakan Adam dan seluruh keturunannya (yaitu golongan manusia) sampai hari Akhirat kelak. Allah bersabda bahwa manusia yang mengikuti perintah-Nya tidak akan dibinasakan oleh Setan, tetapi yang mengikuti Setan akan turut dibinasakan dan disiksa di api neraka pada hari Akhirat. Setan juga yang memyebabkan Nabi Adam dan isterinya Siti Hawa dikeluarkan dari Surga, walaupun mereka telah diampuni oleh Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Ibnu Katsir menyatakan bahwa setan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071). Yang mendukung pendapat ini adalah surat Al-An’am ayat 112:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">“<em>Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).</em>” <strong>(Al-An’am: 112)</strong></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Asal Mula Qurban Setiap Hari Raya Idul Adha Di Dunia]]></title>
<link>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/11/28/asal-mula-qurban-setiap-hari-raya-idul-adha-di-dunia/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 18:50:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>bootingskoBlog</dc:creator>
<guid>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/11/28/asal-mula-qurban-setiap-hari-raya-idul-adha-di-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" style="border:0;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:DcBqDgUn9fuWEM:http://1.bp.blogspot.com/_3kfEVv81rpo/RwxQgVct8bI/AAAAAAAAADk/tz4A_f089UE/s400/kaligrafi1.jpg" alt="" width="168" height="136" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah, maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan, seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah, seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oleh tangan si ayah sendiri.</p>
<p><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Namun ia sebagai seorang Nabi, pesuruh Allah dan pembawa agama yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah, menjalankan segala perintah-Nya dan menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya kepada anak, isteri, harta benda dan lain-lain. Ia harus melaksanakan perintah Allah yang diwahyukan melalui mimpinya, apa pun yang akan terjadi sebagai akibat pelaksanaan perintah itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim, namun sesuai dengan firman Allah yang bermaksud:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">&#8220;Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa Dia mengamanatkan risalahnya&#8221;.</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, berazam (niat) tetap akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah yang telah diterimanya. Dan berangkatlah serta merta Nabi Ibrahim menuju ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sangat taat kepada Allah dan bakti kepada orang tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang berkata kepada ayahnya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">&#8220;Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu, agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya.&#8221;</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">&#8220;Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah&#8221;.</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Saat penyembelihan yang mengerikan telah tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki Ismail, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam yang sudah tersedia dan sambil memegang parang di tangannya, kedua mata nabi Ibrahim yang tergenang air berpindah memandang dari wajah puteranya ke parang yang mengilap di tangannya, seakan-akan pada masa itu hati beliau menjadi tempat pertarungan antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang rasul di satu pihak yang lain. Pada akhirnya dengan memejamkan matanya, parang diletakkan pada leher Nabi Ismail dan penyembelihan di lakukan . Akan tetapi apa daya, parang yang sudah demikian tajamnya itu ternyata menjadi tumpul dileher Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan sebagaimana diharapkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah perkorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan perkorbanan puteranya. untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam memperagakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan, sampai-sampai terjadi seketika merasa bahwa parang itu tidak lut memotong lehernya, berkatalah ia kepada ayahnya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">&#8220;Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cubalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku. &#8220;</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Akan tetapi parang itu tetap tidak berdaya mengeluarkan setitik darah pun dari daging Ismail walau ia telah ditelangkupkan dan dicuba memotong lehernya dari belakang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Dalam keadaan bingung dan sedih hati, kerana gagal dalam usahanya menyembelih puteranya, datanglah kepada Nabi Ibrahim wahyu Allah dengan firmannya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">&#8220;Wahai Ibrahim! Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah kami akan membalas orang-orang yang berbuat kebajikkan&#8221;.</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kemudian sebagai tebusan ganti nyawa, Ismail telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih seekor kambing yang telah tersedia di sampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliau dengan parang yang tumpul di leher puteranya Ismail itu. Dan inilah asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap Hari Raya Idul Adha di seluruh pelosok dunia.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Foto-foto Ekslusif Peninggalan Nabi Muhammad SAW]]></title>
<link>http://skalaonline.wordpress.com/2009/11/27/foto-foto-ekslusif-peninggalan-nabi-muhammad-saw/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 18:38:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>schavel</dc:creator>
<guid>http://skalaonline.wordpress.com/2009/11/27/foto-foto-ekslusif-peninggalan-nabi-muhammad-saw/</guid>
<description><![CDATA[Bila kita berjauh jarak dengan sang terkasih Muhammad Rasulullah yang berbentang waktu 1.400 tahun… ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bila kita berjauh jarak dengan sang terkasih Muhammad Rasulullah yang berbentang waktu 1.400 tahun… ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Idul Adha, Kurban dan Gizi Bangsa]]></title>
<link>http://inprogres.wordpress.com/2009/11/26/idul-adha-kurban-dan-gizi-bangsa/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 10:05:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>inprogres</dc:creator>
<guid>http://inprogres.wordpress.com/2009/11/26/idul-adha-kurban-dan-gizi-bangsa/</guid>
<description><![CDATA[Kamis, 26 November 2009 | 02:54 WIB Oleh ALI KHOMSAN Idul Adha adalah demonstrasi bentuk pengorbanan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kamis, 26 November 2009 | 02:54 WIB Oleh ALI KHOMSAN Idul Adha adalah demonstrasi bentuk pengorbanan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Pertama: Pengingkaran dan Sifat Lupa Adam (Bagian 2)]]></title>
<link>http://abuilyasku.wordpress.com/2009/11/26/kisah-pertama-pengingkaran-dan-sifat-lupa-adam-2/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:52:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Ilyas</dc:creator>
<guid>http://abuilyasku.wordpress.com/2009/11/26/kisah-pertama-pengingkaran-dan-sifat-lupa-adam-2/</guid>
<description><![CDATA[Sumber: Kisah-Kisah Shohih Seputar Nabi dan Rasul karya DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqor (Guru Besar Uni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sumber: Kisah-Kisah Shohih Seputar Nabi dan Rasul karya DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqor (Guru Besar Uni]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Pertama: Pengingkaran dan Sifat Lupa Adam (Bagian 1)]]></title>
<link>http://abuilyasku.wordpress.com/2009/11/26/kisah-pertama-pengingkaran-dan-sifat-lupa-adam/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 07:56:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Ilyas</dc:creator>
<guid>http://abuilyasku.wordpress.com/2009/11/26/kisah-pertama-pengingkaran-dan-sifat-lupa-adam/</guid>
<description><![CDATA[Sumber: Kisah-Kisah Shohih Seputar Nabi dan Rasul karya DR. &#8216;Umar Sulaiman al-Asyqor (Guru Bes]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sumber: Kisah-Kisah Shohih Seputar Nabi dan Rasul karya DR. &#8216;Umar Sulaiman al-Asyqor (Guru Bes]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jika Saya Mengaku Nabi - Salahkah?]]></title>
<link>http://gooblog8.wordpress.com/2009/11/26/jika-saya-mengaku-nabi-salahkah/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 05:41:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>gooblog8</dc:creator>
<guid>http://gooblog8.wordpress.com/2009/11/26/jika-saya-mengaku-nabi-salahkah/</guid>
<description><![CDATA[Masih ingat kan baru-baru ini ada orang yang mengaku dirinya sebagai seorang Nabi? Heboh sekali, ban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Masih ingat kan baru-baru ini ada orang yang mengaku dirinya sebagai seorang Nabi? Heboh sekali, ban]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tidak Ada Perintah Jihad Saat Periode Makkah]]></title>
<link>http://aditya06.wordpress.com/2009/11/26/tidak-ada-perintah-jihad-saat-periode-makkah/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:48:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>aditya06</dc:creator>
<guid>http://aditya06.wordpress.com/2009/11/26/tidak-ada-perintah-jihad-saat-periode-makkah/</guid>
<description><![CDATA[Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ و]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><a href="http://lh5.ggpht.com/_-Bno6CmIBIo/SrasBvIYb2I/AAAAAAAAAcc/R9sHFtnL0nU/s1600-h/kabah2%5B7%5D.jpg"><img title="kabah2" border="0" alt="kabah2" src="http://lh6.ggpht.com/_-Bno6CmIBIo/SrasFZkOqCI/AAAAAAAAAcg/aY5mxX5EtkA/kabah2_thumb%5B5%5D.jpg?imgmax=800" width="431" height="355" /></a></p>
<p align="justify">Alloh <em>Subhanahu Wa Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-family:traditional arabic;font-size:medium;"><strong>أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ</strong></span></p>
<p align="justify"><em>“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: &#34;Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat!&#34;”</em> (QS. An Nisa’: 77)</p>
<p align="justify">Pada periode Makkah, dimana pertama kali Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam berdakwah dan pada masa-masa permulaan Islam, ketika itu dakwah beliau mendapatkan tantangan yang amat berat. Selama periode Makkah, dakwah Islam dibagi ke dalam dua Fase yakni Sirr (sembunyi-sembunyi) dan Jahr (terang-terangan). Adapun tantangan yang didapatkan Nabi ketika dakwah di Makkah antaralain:</p>
<ol>
<li>
<div>Mendapatkan ejekan dan olok-olok dari kaum Musyrikin, bahkan makin hari makin gencar.</div>
</li>
<li>
<div>Kaum Musyrikin tidak memberikan kesempatan kepada orang-orang Mukmin untuk mendengarkan dakwah Nabi.</div>
</li>
<li>
<div>Kaum Musyrikin membangkitkan banyak syubhat dan tuduhan dusta atas diri Nabi.</div>
</li>
<li>
<div>Adanya penyelisihan kaum Musyrikin terhadap Umat Islam atas 3 perkara yakni: (a). Kebangkitan setelah mati, (b). Kerasulan Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, (c). Tauhid (beribadah hanya kepada Alloh semata).</div>
</li>
</ol>
<p align="justify">
<p> <!--more-->
</p>
<p align="justify">Disamping empat hal di atas, orang-orang Muslim pun mendapatkan perlakuan buruk bahkan penganiayaan seperti:</p>
<ol>
<li>
<div>Penganiayaan Umayyah bin Khalaf Al-Jumahy atas Bilal bin Rabah rodhiyallohu ‘anhu dimana ketika itu Umayyah menyiksa Bilal dengan menjemurnya di tengah terik matahari dan padang pasir yang panas, lalu ditimpakan batu besar di atas tubuhnya.</div>
</li>
<li>
<div>Penyiksaan terhadap Amir bin Fuhairah hingga hilang kesadarannya dan tak tahu apa yang diucapkannya.</div>
</li>
<li>
<div>Siksaan terhadap Abu Fakihah. Sama seperti Bilal yang dijemur di atas padang pasir panas dan ditimpakan batu, namun bedanya Abu Fakihah diletakkan dengan cara tengkurap sementara batu diletakkan di atas punggungnya.</div>
</li>
<li>
<div>Khabab bin Al Arat, disiksa oleh majikannya dengan api dan besi panas. Begitu pula oleh orang Musyrikin yang tak tanggung-tanggung melemparkannya ke dalam bara api lalu meletakkan batu besar di atas dadanya.</div>
</li>
<li>
<div>Zinniyah, budak perempuan berkebangsaan Romawi yang masuk Islam, mendapat penyiksaan hingga mengalami kebutaan. Namun atas izin Alloh, pengelihatannya itu kembali.</div>
</li>
<li>
<div>Ummu Ubais, mendapat siksaan dari majikannya bernama Al Aswad bin ‘Abdu Yaghuts.</div>
</li>
<li>
<div>Seorang budak wanita dari Amr bin Mu’ammal yang berasal dari Bani ‘Adi kerap mendapat penganiayaan dari ‘Umar bin Al Khatthab, yang ketika itu belum masuk Islam.</div>
</li>
<li>
<div>Budak wanita milik seorang wanita dari Bani ‘Abdud Dar, An-Nahdiyyah, beserta anak perempuannya, juga mengalami siksaan.</div>
</li>
<li>
<div>Ammar bin Yasir <em>rodhiyallohu ‘anhu</em>, Siksaan terberat yang ditimpakan kepadanya adalah disuruh menyaksikan sendiri ayah dan ibunya disiksa hingga mati. Bahkan ibunya, Sumayyah bintu Khiyath, ditikam oleh Abu Jahl pada bagian kemaluannya. Ammar sendiri kerap mendapat siksaan seperti dipakaikan baju besi pada siang hari panas, ditimpakan batu besar dan ditenggelamkan di dalam air.</div>
</li>
<li>
<div>Mus’ab bin Umair, tidak diberi makan dan minum serta diusir oleh ibunya sendiri.</div>
</li>
<li>
<div>Suhaib bin Sinan Ar-Rumy, disiksa hingga kehilangan kesadaran.</div>
</li>
<li>
<div>Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu, disiksa pamannya dengan cara digulungkan daun kurma lalu diembuskan asap.</div>
</li>
<li>
<div>Diikatnya Abu Bakar Ash Shiddiq <em>rodhiyallohu ‘anhu</em> dan Thalhah bin ‘Ubaidilah <em>rodhiyallohu ‘anhu</em> dalam satu ikatan dalam rangka dihalangi dari sholat dan Islam.</div>
</li>
</ol>
<p align="justify">Siksaan yang ditimpakan atas diri Nabi <em>Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam</em> pun tak kalah keras. Beliau kerap dilempari batu maupun kotoran unta. Bahkan pernah pula dilempari rahim kambing ketika sholat,&#160; Itulah bentuk-bentuk penyiksaan yang didapatkan oleh kaum Muslimin pada masa-masa permulaan Islam di kota Makkah.</p>
<p align="justify"><strong>Tidak ada perintah Jihad.</strong></p>
<p align="justify">Ayat diatas menjelaskan tentang keadaan Islam pada periode Makkah. Al Imam Ibnu Katsir rohimahullohu dalam tafsirnya menjelaskan:</p>
<blockquote><p align="justify">“Dahulu pada masa permulaan Islam, kaum Muslimin yang ketika itu berada di kota Makkah, diperintahkan untuk sholat dan zakat, meskipun tanpa ukuran yang ditentukan. Mereka diperintahkan untuk membantu orang-orang fakir, memaafkan dan membiarkan kaum musyrikin. Mereka diperintahkan untuk bersabar hingga batas waktu tertentu. Padahal semangat mereka amat membara dan senang seandainya mereka diperintahkan untuk memerangi musuh,</p>
<p align="justify">Situasi dan kondisi belum memungkinkan dengan berbagai sebab. Diantaranya adalah jumlah yang masih sedikit dibandingkan dengan jumlah musuh. Mereka pun masih berada di kota sendiri, yakni tanah haram dan tempat yang paling mulia. Tidaklah pantas perintah berperang dikeluarkan di tempat itu. Sehingga jihad tidak diperintahkan kecuali di Madinah, setelah mereka memiliki negeri sendiri, benteng dan dukungan.”</p>
</blockquote>
<p align="justify">Kondisi ini tentu saja berlaku juga pada masa di mana kaum Muslimin tidak memiliki kekuatan yang cukup memadai untuk memerangi musuh. Sebagai contoh, apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di Palestina, Jammu dan Kashmir. Palestina hingga kini masih berada dibawah jajahan Zionis Yahudi dimana kaum Muslimin tidak memiliki cukup kekuatan untuk memerangi Yahudi dengan berbagai persenjataan canggih dan mematikan yang mereka miliki. Maka dari itu hijrah dalam rangka menyusun kembali kekuatan adalah lebih baik daripada langsung menghadapi Yahudi. Sebab berbagai kasus yang selama ini terjadi adalah, segelintir orang Palestina melakukan pengeboman di halte bus Yahudi dan dibalas oleh Yahudi dengan senjata mematikan. Korban dihalte bus hanya segelintir saja (taruh 10 orang) sementara di pihak kaum Muslimin Palestina harus menanggung kerugian besar yakni terkorbankanlah satu kampung.</p>
<p align="justify">Kasus yang sama pun terjadi di Jammu dan Kashmir, dimana keduanya masuk dalam wilayah kekuasaan kaum Hindu India. Begitu pula dengan kasus yang terjadi di Turkistan Timur (di bawah kekuasaan China). Kondisi mereka pun tak jauh berbeda dengan kondisi Islam pada masa permulaan. Sangat minoritas dan berada di bawah cengkeraman kekuasaan kafir.</p>
<p align="justify">Pelajaran yang bisa kita ambil adalah Jihad bisa ditegakkan manakala kaum Muslimin telah memiliki cukup kekuatan yang memadai, dan juga mereka telah memiliki wilayah kekuasaan. Perintah Jihad tidak akan bisa ditegakkan jika perkara-perkara tersebut tidak ada. <em>Wallohu A’lam.</em></p>
<p align="justify"><strong><span style="text-decoration:underline;">Referensi:</span></strong></p>
<ul>
<li>
<div>Al Qur’an dan Terjemahan (HaditsWeb 3.0).</div>
</li>
<li>
<div>Shafiyurrahman Al Mubarakfury. 2009. <strong><em>Sirah Nabawiyah: Taman Cahaya di Atas Cahaya Perjalanan Hidup Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam</em></strong>. Ash Shaff Media – Tegal.</div>
</li>
<li>
<div>Shafiyurrahman Al Mubarakfury. 2008.<em><strong>Shahih Tafsir Ibnu Katsir</strong></em>. Pustaka Ibnu Katsir – Bogor.</div>
</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dibayar di Akhirat]]></title>
<link>http://abuilyasku.wordpress.com/2009/11/26/dibayar-di-akhirat-2/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:48:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Ilyas</dc:creator>
<guid>http://abuilyasku.wordpress.com/2009/11/26/dibayar-di-akhirat-2/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Ustadz Abu Faiz Manusia tidak bisa lepas dari bermu&#8217;amalah dengan sesama. Sedangkan Isla]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Ustadz Abu Faiz Manusia tidak bisa lepas dari bermu&#8217;amalah dengan sesama. Sedangkan Isla]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muhammad Susah Melepaskan Diri dari Agama Asalnya]]></title>
<link>http://beritamuslim.wordpress.com/2009/11/25/muhammad-susah-melepaskan-diri-dari-agama-asalnya/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 01:07:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Apa Aja</dc:creator>
<guid>http://beritamuslim.wordpress.com/2009/11/25/muhammad-susah-melepaskan-diri-dari-agama-asalnya/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Ayesha Ahmed &#8220;Sang nabi besar&#8221; kita memilih cara2 ibadah dari seluruh agama besar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh : Ayesha Ahmed &#8220;Sang nabi besar&#8221; kita memilih cara2 ibadah dari seluruh agama besar]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tanggapan atas artikel “Para Imam Syiah Mengikuti Umar bin Khattab”]]></title>
<link>http://ressay.wordpress.com/2009/11/25/tanggapan-atas-artikel-%e2%80%9cpara-imam-syiah-mengikuti-umar-bin-khattab%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 20:38:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>ressay</dc:creator>
<guid>http://ressay.wordpress.com/2009/11/25/tanggapan-atas-artikel-%e2%80%9cpara-imam-syiah-mengikuti-umar-bin-khattab%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan yang akan saya tanggapi ini merupakan tulisan yang diposting di website hakekat.com. Website]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tulisan yang akan saya tanggapi ini merupakan tulisan yang diposting di website hakekat.com. Website]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Benda keramat peninggalan Nabi Sulaiman AS]]></title>
<link>http://saatulihsan.wordpress.com/2009/11/25/benda-keramat-peninggalan-nabi-sulaiman-as/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 02:47:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>saatulihsan</dc:creator>
<guid>http://saatulihsan.wordpress.com/2009/11/25/benda-keramat-peninggalan-nabi-sulaiman-as/</guid>
<description><![CDATA[Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mas Rizky yang di Rahmati Allah SWT Saya pernah nonton ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mas Rizky yang di Rahmati Allah SWT Saya pernah nonton ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2 Nasehat, 1 sangat mematikan]]></title>
<link>http://hakadosh.wordpress.com/2009/11/25/2-nasehat-1-sangat-mematikan/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:20:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>parhobass</dc:creator>
<guid>http://hakadosh.wordpress.com/2009/11/25/2-nasehat-1-sangat-mematikan/</guid>
<description><![CDATA[Nasehat dari seekor Babi: &#8220;Janganlah kamu seperti aku sebab setelah aku bersih, aku mandi lump]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Nasehat dari seekor Babi:</strong></p>
<blockquote><p><span style="font-family:georgia;color:#0000ff;font-size:13px;"><big>&#8220;Janganlah kamu seperti aku sebab  setelah aku bersih, aku mandi lumpur lagi&#8221;.</big></span></p></blockquote>
<p><strong><br />
Nasehat dari seorang Nabi:</strong></p>
<blockquote><p><span style="font-family:georgia;color:#ff0000;font-size:13px;"><big>&#8220;Ikutlah teladanku, tirulah aku, mari kita berbuat baik, mari kita menjadi kuat, mari kita menguasai umat manusia, bantulah yang miskin, cintailah keadilan, damailah, &#8230;. dan yang terpenting untuk landasan itu semua marilah kita menyembah <sub>A</sub><sup>llah</sup> yang lain&#8221;.</big></span></p></blockquote>
<p><em>makna nasehat seekor Babi:</em><br />
<em>Setelah kamu menerima Yang bersih (TUHAN), jangan mempermainkannya, jangan lagi hidup di dalam kedaginganmu, d.l.s.</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Sapi Qurban]]></title>
<link>http://tommysatriaphoto.wordpress.com/2009/11/24/kisah-sapi-qurban/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 14:05:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>photograv</dc:creator>
<guid>http://tommysatriaphoto.wordpress.com/2009/11/24/kisah-sapi-qurban/</guid>
<description><![CDATA[Qurban atau Kurban (bahasa Arab قربن), atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah bera]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Qurban</strong> atau <strong>Kurban</strong> (<a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab">bahasa Arab</a> <big><big>قربن</big></big>), atau disebut juga <strong>Udhhiyah</strong> atau <strong>Dhahiyyah</strong> secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sedangkan ritual Qurban adalah salah satu ritual ibadah pemeluk agama <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>, dimana dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah. Ritual kurban dilakukan pada bulan <a title="Dzulhijjah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dzulhijjah">Dzulhijjah</a> pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan <a title="Hari Raya Idul Adha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Raya_Idul_Adha">Hari Raya Idul Adha</a>.</p>
<p>Dalam sejarah sebagaimana yang disampaikan dalam Al Qur&#8217;an terdapat dua peristiwa dilakukannya ritual Qurban yakni oleh Habil (Abel) dan Qabil (Cain), putra <a title="Nabi Adam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Adam">Nabi Adam</a> alaihis <a title="Salam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Salam">salam</a>, serta pada saat <a title="Nabi Ibrahim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Ibrahim">Nabi Ibrahim</a> akan mengorbankan <a title="Nabi Ismail" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Ismail">Nabi Ismail</a> atas perintah <a title="Allah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah</a>.</p>
<p style="text-align:left;">Pada Surat Al Maaidah ayat 27 disebutkan:</p>
<p style="text-align:center;"><em>Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): &#8220;Aku pasti membunuhmu!&#8221;. Berkata Habil: &#8220;Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa&#8221;.</em></p>
<div id="attachment_17" class="wp-caption alignnone" style="width: 414px"><a href="http://tommysatriaphoto.wordpress.com/files/2009/11/page222.jpg"><img class="size-full wp-image-17" title="Kisah Sapi Qurban" src="http://tommysatriaphoto.wordpress.com/files/2009/11/page222.jpg" alt="Kisah Sapi Qurban" width="404" height="404" /></a><p class="wp-caption-text">Kisah Sapi Qurban</p></div>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<div id="attachment_18" class="wp-caption alignnone" style="width: 414px"><a href="http://tommysatriaphoto.wordpress.com/files/2009/11/page333.jpg"><img class="size-full wp-image-18" title="Kisah Sapi Qurban" src="http://tommysatriaphoto.wordpress.com/files/2009/11/page333.jpg" alt="Kisah Sapi Qurban" width="404" height="404" /></a><p class="wp-caption-text">Kisah Sapi Qurban</p></div>
<p>&#160;</p>
<p><em>Foto by Tommy Satria&#38;Teks disunting dari http://id.wikipedia.org/</em></p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keutamaan Dan Hikmah Qurban ]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/24/keutamaan-dan-hikmah-qurban/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 12:11:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/24/keutamaan-dan-hikmah-qurban/</guid>
<description><![CDATA[Di dalam syariat yang dibawa oleh Rasulullah Saw, perintah dan larangan selalu ada dan terus berjala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Di dalam syariat yang dibawa oleh Rasulullah Saw, perintah dan larangan selalu ada dan terus berjala]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5 Perbedaan Antara Nabi dan Rasul]]></title>
<link>http://alfalimbany.wordpress.com/2009/11/24/5-perbedaan-antara-nabi-dan-rasul/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 09:56:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Muslim Al Falimbany</dc:creator>
<guid>http://alfalimbany.wordpress.com/2009/11/24/5-perbedaan-antara-nabi-dan-rasul/</guid>
<description><![CDATA[Para ulama menyebutkan banyak perbedaan antara nabi dan rasul, tapi di sini kami hanya akan menyebut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Para ulama menyebutkan banyak perbedaan antara nabi dan rasul, tapi di sini kami hanya akan menyebutkan sebahagian di antaranya:<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">
1. Jenjang kerasulan lebih tinggi daripada jenjang kenabian. Karena tidak mungkin seorang itu menjadi rasul kecuali setelah menjadi nabi. Oleh karena itulah, para ulama menyatakan bahwa Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam- diangkat menjadi nabi dengan 5 ayat pertama dari surah Al-‘Alaq dan diangkat menjadi rasul dengan dengan 7 ayat pertama dari surah Al-Mudatstsir. Telah berlalu keterangan bahwa setiap rasul adalah nabi, tidak sebaliknya.<br />
Imam As-Saffariny -rahimahullah- berkata, “Rasul lebih utama daripada nabi berdasarkan ijma’, karena rasul diistimewakan dengan risalah, yang mana (jenjang) ini lebih ringgi daripada jenjang kenabian”. (Lawami’ Al-Anwar: 1/50)<br />
Al-Hafizh Ibnu Katsir juga menyatakan dalam Tafsirnya (3/47), “Tidak ada perbedaan (di kalangan ulama) bahwasanya para rasul lebih utama daripada seluruh nabi dan bahwa ulul ‘azmi merupakan yang paling utama di antara mereka (para rasul)”.</p>
<p style="text-align:justify;">2.    Rasul diutus kepada kaum yang kafir, sedangkan nabi diutus kepada kaum yang telah beriman.<br />
Allah -’Azza wa Jalla- menyatakan bahwa yang didustakan oleh manusia adalah para rasul dan bukan para nabi, di dalam firman-Nya:</p>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَى كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوه</strong></h3>
<p style="text-align:justify;">ُ <em>“Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada</em> umatnya, umat itu mendustakannya”. (QS. Al-Mu`minun : 44)<br />
Dan dalam surah Asy-Syu’ara` ayat 105, Allah menyatakan:</p>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Kaum Nuh telah mendustakan para rasul”.</em><br />
Allah tidak mengatakan “Kaum Nuh telah mendustakan para nabi”, karena para nabi hanya diutus kepada kaum yang sudah beriman dan membenarkan rasul sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-:</p>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>كَانَتْ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dulu bani Isra`il diurus(dipimpin) oleh banyak nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, maka digantikan oleh nabi setelahnya”.</em> (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)</p>
<p style="text-align:justify;">3. Syari’at para rasul berbeda antara satu dengan yang lainnya, atau dengan kata lain bahwa para rasul diutus dengan membawa syari’at baru. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menyatakan:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang”.</em> (QS. Al-Ma`idah : 48)<br />
Allah mengabarkan tentang ‘Isa bahwa risalahnya berbeda dari risalah sebelumnya di dalam firman-Nya:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan untuk menghalalkan bagi kalian sebagian yang dulu diharamkan untuk kalian”.</em> (QS. Ali ‘Imran : 50)<br />
Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menyebutkan perkara yang dihalalkan untuk umat beliau, yang mana perkara ini telah diharamkan atas umat-umat sebelum beliau:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمَ وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dihalalkan untukku ghonimah dan dijadikan untukku bumi sebagai mesjid (tempat sholat) dan alat bersuci (tayammum)”</em>.(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir)<br />
Adapun para nabi, mereka datang bukan dengan syari’at baru, akan tetapi hanya menjalankan syari’at rasul sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada nabi-nabi Bani Isra`il, kebanyakan mereka menjalankan syari’at Nabi Musa -’alaihis salam-.</p>
<p style="text-align:justify;">4.    Rasul pertama adalah Nuh -’alaihis salam-, sedangkan nabi yang pertama adalah Adam -’alaihis salam-.<br />
Allah -’Azza wa Jalla- menyatakan:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya”.</em> (QS. An-Nisa` : 163)<br />
Dan Nabi Adam berkata kepada manusia ketika mereka meminta syafa’at kepada beliau di padang mahsyar:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>وَلَكِنِ ائْتُوْا نُوْحًا فَإِنَّهُ أَوَّلُ رَسُوْلٍ بَعَثَهُ اللهُ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Akan tetapi kalian datangilah Nuh, karena sesungguhnya dia adalah rasul pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi”. </em>(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)<br />
Jarak waktu antara Adam dan Nuh adalah 10 abad sebagaimana dalam hadits shohih yang diriwayatkah oleh Ibnu Hibban (14/69), Al-Hakim (2/262), dan Ath-Thobarony (8/140).</p>
<p style="text-align:justify;">5. Seluruh rasul yang diutus, Allah selamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya. Adapun nabi, ada di antara mereka yang berhasil dibunuh oleh kaumnya, sebagaimana yang Allah nyatakan dalam surah Al-Baqarah ayat 91:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ</strong></h3>
<p><em>“Mengapa kalian dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kalian orang-orang yang beriman?”. </em><br />
Juga dalam firman-Nya:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Mereka membunuh para nabi tanpa haq”</em>. (QS. Al-Baqarah : 61)<br />
Allah menyebutkan dalam surah-surah yang lain bahwa yang terbunuh adalah nabi, bukan rasul.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber:http://al-atsariyyah.com/?p=1292&#38;utm_source=feedburner&#38;utm_medium=email&#38;utm_campaign=Feed%3A+RSS-Website-Ilmiah-Islamiyah-Salafi+%28AL-ILMU.WEB.ID%29&#38;utm_content=Yahoo!+Mail</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Koleksi Pedang Nabi Muhammad SAW]]></title>
<link>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/23/koleksi-pedang-nabi-muhammad-saw/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 04:39:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>jasadh</dc:creator>
<guid>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/23/koleksi-pedang-nabi-muhammad-saw/</guid>
<description><![CDATA[Berikut ini adalah pedang-pedang yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya untuk be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://jasadh.wordpress.com"><img class="alignleft" style="border:0 none;" src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/ga%20takut/d68103d6834d98176d2c4e58978bf4f4.jpg" border="0" alt="" width="346" height="120" /></a>Berikut ini adalah pedang-pedang yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya untuk berdakwah. jumlah total pedang yang pernah digunakan ada 9 buah. cekidoot gan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<!--more--><br />
1.Al Mat&#8217;thur<br />
<img src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/ga%20takut/88abb3b05dce20823f8524d33f5dfbdc.jpg" border="0" alt="" /><br />
Juga dikenal sebagai &#8216;Ma&#8217;thur Al-Fijar&#8217; adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.</p>
<p>Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: &#8216;Abdallah bin Abd al-Mutalib&#8217;.</p>
<p>Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa &#8216;uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).</p>
<p>2.Al Adb<br />
<img src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/ga%20takut/371dac8da20a9fc24f3a71878fac03c1.jpg" border="0" alt="" /><br />
Al-&#8217;Adb, nama pedang ini, berarti &#8220;memotong&#8221; atau &#8220;tajam.&#8221; Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.</p>
<p>Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa &#8216;uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).</p>
<p>3.Dhu Al Faqar<br />
<img src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/ga%20takut/c40dfb155b0fb9beccff8f1d46fbfb9d.jpg" border="0" alt="" /><br />
Dhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya. Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.</p>
<p>Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa &#8216;uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).</p>
<p>4.Al Battar<br />
<img src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/ga%20takut/b1fbf3d6932028dd6cd5036f65f73f65.jpg" border="0" alt="" /><br />
Al Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai &#8216;Pedangnya para nabi&#8217;, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi : &#8216;Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW&#8217;. Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean.</p>
<p>Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika dia turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.</p>
<p>Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa &#8216;uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).</p>
<p>5.Hatf<br />
<img src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/ga%20takut/65394832a2d302255d652750f1b29fe5.jpg" border="0" alt="" /><br />
Hatf adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang &#8216;Al Battar&#8217; dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun. Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk &#8216;bekerja&#8217; dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan dia juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu. Dia menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW</p>
<p>Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.</p>
<p>Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa &#8216;uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).</p>
<p>6.Al Mikhdham<br />
<img src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/ga%20takut/7efb44882e789c97355838822d5ef686.jpg" border="0" alt="" /><br />
Ada yang mengabarkan bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang dia pimpin di Syria.</p>
<p>Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: &#8216;Zayn al-Din al-Abidin&#8217;.</p>
<p>Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa &#8216;uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).</p>
<p>7.Al Rasub<br />
<img src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/ga%20takut/96399e870f474b590ace20cd0d067394.jpg" border="0" alt="" /><br />
Ada yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel</p>
<p>Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: &#8216;Ja&#8217;far al-Sadiq&#8217;.</p>
<p>Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa &#8216;uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).</p>
<p>8.Al Qadib<br />
<img src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/ga%20takut/0cad9d197d3de0bf8b6571ea145cfdf5.jpg" border="0" alt="" /><br />
Ada yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel</p>
<p>Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: &#8216;Ja&#8217;far al-Sadiq&#8217;.</p>
<p>Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa &#8216;uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).</p>
<p>9.Qal&#8217;a<br />
<img src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/ga%20takut/d68103d6834d98176d2c4e58978bf4f4.jpg" border="0" alt="" /><br />
Pedang ini dikenal sebagai &#8220;Qal&#8217;i&#8221; atau &#8220;Qul&#8217;ay.&#8221; Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata &#8220;qal&#8217;i&#8221; merujuk kepada &#8220;timah&#8221; atau &#8220;timah putih&#8221; yang di tambang berbagai lokasi. Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika dia menemukan air Zamzam di Mekah.</p>
<p>Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: &#8220;Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.&#8221; Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Susu Kambing Lebih Baikma gandhi]]></title>
<link>http://susuwedus.wordpress.com/2009/11/20/susu-kambing-lebih-baik/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 22:53:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Erlangga</dc:creator>
<guid>http://susuwedus.wordpress.com/2009/11/20/susu-kambing-lebih-baik/</guid>
<description><![CDATA[Sejak ribuan tahun silam Goat’s Milk atau susu kambing sudah dikenal dalam tradisi pangan bangsa-ban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sejak ribuan tahun silam Goat’s Milk atau susu kambing sudah dikenal dalam tradisi pangan bangsa-bangsa di jazirah Arab. Misalnya dikisahkan pada zaman itu, bahwa susu kambing sering dikonsumsi oleh Nabi Muhammad SAW dengan sahabat-sahabatnya. Kemudian diceritakan pula, bahwa sejak ribuan tahun yang lalu bangsa Mesir sudah menggunakan susu kambing ini dalam ritual tradisi keagamaan mereka. Disusul dengan kisah tentang tokoh Mahatma Gandhi dari India, yang mengkonsumsi secara rutin 2 gelas susu kambing per hari untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuhnya. Dari sejumlah kisah sejarah tsb. kita boleh bertanya-tanya dalam hati apa manfaat dan kelebihan susu kambing ini sehingga dapat menempuh rentang sejarah yang cukup panjang?! Sejalan dengan kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan, diketahui bahwa susu kambing selain kaya kandungan zat-zat gizinya juga berkhasiat membantu penyembuhan berbagai penyakit.</p>
<p>Susu kambing dengan segala kandungan zat gizi-nya tidak menimbulkan efek samping yang negative atau merugikan bagi orang –orang yang mengkonsumsinya. Justru susu kambing mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan susu sapi, sehingga dapat dijadikan alternatif pengganti untuk orang-orang yang alergi terhadap susu sapi. Orang yang alergi susu sapi biasanya akan mengalami masalah-masalah kesehatan terutama masalah pencernaan segera setelah mengkonsumsi susu sapi, misalnya: kembung (Dyspepsia), sakit perut (Colic Abdomen), buang-buang air besar (Diarrhea), sampai kepada timbulnya bercak-bercak kemerahan pada kulit (Rash). Biasanya masalah-masalah pencernaan yang timbul setelah mengkonsumsi susu sapi disebabkan oleh 2 hal pokok. Pertama karena orang itu alergi terhadap kandungan protein-susu sapi, dan yang kedua karena orang itu alergi terhadap kandungan gula-susu.</p>
<p>Bila berbicara tentang protein-susu, ternyata jenis protein-susu utama dalam susu kambing sama dengan jenis protein-susu dalam ASI, yaitu dominan dengan Beta-Casein. Sedangkan susu sapi kaya dengan kandungan protein-susu Alpha S-1 Casein yang sering memicu timbulnya alergi bagi yang mengkonsumsinya. Protein susu kambing di dalam saluran pencernaan kita akan menciptakan suasana keasaman lambung dengan PH lebih tinggi (lebih bergeser ke arah basa) sehingga susu kambing aman dan dapat membantu proses penyembuhan pada penderita penyakit maag (Gastritis). Protein susu kambing bila bercampur dengan asam lambung dalam sistem pencernaan kita, akan menghasilkan persenyawaan susu yang lebih mudah untuk dicernakan dibandingkan dengan persenyawaan susu yang dihasilkan dari protein susu sapi. Dengan alasan ini susu kambing baik bila diberikan pada anak-anak yang sering mengalami muntah karena“ Gastroesophageal Reflux” (GER).</p>
<p>Susu kambing dan susu sapi keduanya mengandung gula-susu yang sama yang disebut dengan Lactosa. Tetapi kandungan Lactosa dalam susu kambing lebih rendah yaitu berkisar antara 4 – 4,1% dibandingkan dengan kadar Lactosa dalam susu sapi yang mencapai 4,7%. Kemungkinan hal inilah yang menyebabkan susu kambing</p>
<p><em>(artikel dari www.swaiklan.com )</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hukum dan Adab Penyembelihan Hewan]]></title>
<link>http://nambas.wordpress.com/2009/11/20/hukum-dan-adab-penyembelihan-hewan/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 08:07:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>nambas</dc:creator>
<guid>http://nambas.wordpress.com/2009/11/20/hukum-dan-adab-penyembelihan-hewan/</guid>
<description><![CDATA[Kurban, sebuah bentuk asah keikhlasan dan ketaatan. Siapa yang mau berkurban di hari Besar Idul Adha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kurban, sebuah bentuk asah keikhlasan dan ketaatan. Siapa yang mau berkurban di hari Besar Idul Adha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Rasul Mengharamkan yang Halal [3]]]></title>
<link>http://rickyfirman.wordpress.com/2009/11/19/ketika-rasul-mengharamkan-yang-halal-3/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 11:53:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riccy Firmansyah</dc:creator>
<guid>http://rickyfirman.wordpress.com/2009/11/19/ketika-rasul-mengharamkan-yang-halal-3/</guid>
<description><![CDATA[[Sebelumnya] &#8230; ESENSI AYAT PENGHARAMAN Meskipun kisah di surat ini adalah tentang hubungan sua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[Sebelumnya] &#8230; ESENSI AYAT PENGHARAMAN Meskipun kisah di surat ini adalah tentang hubungan sua]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Rasul Mengharamkan yang Halal [2]]]></title>
<link>http://rickyfirman.wordpress.com/2009/11/19/ketika-rasul-mengharamkan-yang-halal-2/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 11:35:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riccy Firmansyah</dc:creator>
<guid>http://rickyfirman.wordpress.com/2009/11/19/ketika-rasul-mengharamkan-yang-halal-2/</guid>
<description><![CDATA[[Sebelumnya] &#8230; TENTANG CINTA Rasa cinta itu adalah satu hal yang suci. Dan setinggi-tinggi kec]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[Sebelumnya] &#8230; TENTANG CINTA Rasa cinta itu adalah satu hal yang suci. Dan setinggi-tinggi kec]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
