<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>nama-islam &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/nama-islam/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "nama-islam"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:16:10 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - Z]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-3/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 17:06:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-3/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - Y]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-y/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 17:04:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-y/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - W]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-2/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 17:02:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-2/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - U]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-u/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 17:00:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-u/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - T]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-t/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:58:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-t/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - S]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-s/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:56:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-s/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - R]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-r/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:53:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-r/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - Q]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-q/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:51:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-q/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - N]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-n/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:44:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-n/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - M]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-m/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:35:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-m/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - L]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-l/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:31:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-l/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - K]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-k/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:29:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-k/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - J]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-j/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:26:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-j/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - I]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-i/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:23:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-i/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - H]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-h/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:17:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-h/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - G]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/581/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:11:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/581/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - F]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/574/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:06:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/20/574/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - D]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/19/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-d/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 15:57:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/19/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-d/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - B]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/18/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-b/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 15:59:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/18/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab-b/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Bayi Laki-laki dalam Bahasa Arab - A]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/18/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 15:56:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/18/nama-bayi-laki-laki-dalam-bahasa-arab/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya. Pada dasarnya,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama-Nama Bayi Islam - Asma'ul Husna]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/11/nama-nama-bayi-islam-mengandung-asmaul-husna/</link>
<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 21:38:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/08/11/nama-nama-bayi-islam-mengandung-asmaul-husna/</guid>
<description><![CDATA[Asma’ul Husna adalah 99 sifat yang dimiliki oleh Allah SWT, sehingga makna awal juga bersifat Maha. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Asma’ul Husna adalah 99 sifat yang dimiliki oleh Allah SWT, sehingga makna awal juga bersifat Maha. ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mus’ab bin Umayr pahlawan Islam yang syahid]]></title>
<link>http://abimuslih.wordpress.com/2008/06/26/mus%e2%80%99ab-bin-umayr-pahlawan-islam-yang-syahid/</link>
<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 01:27:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abi Muslih</dc:creator>
<guid>http://abimuslih.wordpress.com/2008/06/26/mus%e2%80%99ab-bin-umayr-pahlawan-islam-yang-syahid/</guid>
<description><![CDATA[Sewaktu berlaku peperangan Uhud, Mus’ab bin Umayr ditugaskan memegang bendera Islam. Pada awalnya ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sewaktu berlaku peperangan Uhud, Mus’ab bin Umayr ditugaskan memegang bendera Islam. Pada awalnya kaum muslimin berjaya menguasai pertempuran, sehingga tentera musyrikin bertempiaran lari. Peringkat kedua peperangan, berlaku kelekaan dari kalangan pasukan yang mengawal bukit Uhud, yang telah membuka ruang kepada musyrikin untuk melakukan serangan balas kepada muslimin.</p>
<p>Kaum musyrikin melakukan serangan hebat dengan matlamat untuk membunuh Rasulullah SAW. Dalam saat getir itu, Mus’ab tetap tidak berganjak dari tempatnya dan teguh mempertahankan Rasulullah SAW.<br />
Menyedari ancaman ke atas Baginda, beliau cuba untuk memberikan semangat serta mengalih perhatian musuh dengan mengangkat panji setinggi-tingginya sambil bertakbir dengan nyaring.</p>
<p>Sebelah tangan memegang bendera, <!--more-->sementara sebelah lagi menghunuskan pedang menangkis serangan musuh, sambil melaungkan: “Muhammad itu adalah Rasul, dan sebelumnya telah diutuskan rasul-rasul lain”</p>
<p>Menyedari kehadiran Mus’ab, sebahagian tentera-tentera musyrikin yang asalnya menghala serangan ke arah Rasulullah beralih arah dengan meluru ke arahnya. Antaranya, seorang tentera berkuda Quraisy, Ibn Qamiah yang menyerbu ke arah Mus’ab dan menetak tangan kanannya yang memegang bendera Islam.</p>
<p>Mus’ab menyambut bendera itu dengan tangan kirinya sambil mengulang-ulang laungan tadi. Laungan itu menyebabkan Ibn Qamiah bertambah marah dan menetak tangan kirinya pula. Mus’ab terus menyambut dan memeluk bendera itu dengan lehernya dan kedua-dua lengannya yang kudung. Akhirnya Ibn Qamiah menikamnya dengan tombak. Maka gugurlah Mus’ab sebagai syuhada’ Uhud.</p>
<p>Ibn Qamiah bersungguh-sungguh berusaha membunuh Mus’ab kerana menyangka bahawa Mus’ab itu adalah Rasulullah SAW, disebabkan wajah Mus’ab seiras dengan wajah Rasulullah SAW. Lantaran itu, sebaik sahaja dia membunuh Mus’ab, dia terus pergi kepada kawan-kawan musyrikin yang lain lalu menjerit-jerit mengatakan bahawa Muhammad telah dibunuh.</p>
<p>Ketika gugurnya Mus’ab, sahabat-sahabat Al-Rum, Amir ibn Rabiah dan Suwaibit ibn Sad telah berusaha mendapatkan bendera tersebut daripada jatuh ke bumi. Al-Rum telah berjaya merebutnya dan menyaksikan sendiri syahidnya Mus’ab. Al-Rum tidak dapat lagi menahan kesedihan melihat kesyahidan abangnya.</p>
<p>Apabila selesai pertempuran, Rasulullah meminta para sahabat meninjau tentera Islam yang cedera dan syahid. Para sahabat kemudiannya mengumpulkan jenazah-jenazah para syuhada’ untuk dikebumikan.</p>
<p>Pengkebumian jenazah Mus’ab antara yang paling menyayat hati. Ketika jenazahnya yang syahid itu hendak dikafankan, didapati tidak ada kain yang mencukupi untuk menutup jenazahnya. Apa yang ada hanyalah pakaiannya yang singkat dan tidak mencukupi untuk menutup jasadnya. Keadaan itu menyebabkan Rasulullah SAW tidak dapat menahan kesedihan hingga bercucuran air mata baginda.</p>
<p>Para sahabat yang menguruskan jenazah tidak dapat menutup jasad Mus’ab yang syahid itu keseluruhannya. Apabila ditarik kainnya ke atas, bahagian  kakinya terbuka. Apabila ditarik kainnya ke bawah, kepalanya terbuka. Akhirnya, Baginda Rasulullah SAW meminta agar kain itu digunakan untuk menutup bahagian kepalanya dan kakinya ditutup dengan daun-daun idhkhir.</p>
<p>Rasulullah SAW amat tersentuh dengan pemergian para syuhada Uhud termasuk Mus’ab dan bapa saudara Baginda Hamzah bin Abdul Muttalib, yang jasadnya dipotong dengan kejam. Sambil menghadap jenazah para syuhada Uhud, Rasulullah SAW membaca ayat yang bermaksud: “Daripada orang-orang yang beriman itu ada yang telah membenarkan janji mereka kepada Allah”.</p>
<p>Kemudiannya, sambil bercucuran air mata, Rasulullah SAW bersabda kepada jenazah syuhada termasuk Mus’ab: Sesungguhnya Rasulullah menjadi saksi bahawa kalian semua adalah syuhada di sisi Allah di akhirat nanti”</p>
<p>Demikian kisah kekuatan peribadi Mus’ab Umayr, seorang hamba Allah dalam mempertahankan kebenaran dan kesucian Islam. Kisahnya mempamerkan usaha dan pengorbanannya yang tinggi untuk menegakkan kebenaran. Semua itu adalah hasil proses tarbiyah yang dilaksanakan oleh Rasulullah.</p>
<p>Mus’ab telah menjadi saksi kepada kita akan ketegasan mempertahankan aqidah yang tidak berbelah bagi terhadap Islam sekalipun teruji antara kasih sayang kepada ibunya dengan keimanan. Mus’ab lebih mengutamakan kehidupan Islam yang serba sederhana berbanding darjat dan kehidupan serba mewah.</p>
<p>Beliau jugalah merupakan pemuda dakwah yang pertama mengetuk setiap pintu rumah di Madinah sebelum berlakunya hijrah. Seterusnya, dia telah menghabiskan umurnya untuk Islam, meninggalkan kehebatan dunia, berhijrah zahir dan batin untuk mengambil kehebatan ukhrawi yang sejati sebagai bekalan akhirat. Akhirnya beliau menemu Allah dengan penuh kemuliaan sebagai seorang syahid.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mus’ab Bin Umayr: Disinari Nur Iman]]></title>
<link>http://abimuslih.wordpress.com/2008/06/08/mus%e2%80%99ab-bin-umair-disinari-nur-iman/</link>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 05:52:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abi Muslih</dc:creator>
<guid>http://abimuslih.wordpress.com/2008/06/08/mus%e2%80%99ab-bin-umair-disinari-nur-iman/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Abi Muslih Kisah Mus’ab bin Umayr al-Abdari r.a atau Mus’ab al-Khair. (siri 1) Beliau adalah s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh: Abi Muslih</p>
<p>Kisah Mus’ab bin Umayr al-Abdari r.a atau Mus’ab al-Khair. (siri 1)</p>
<p>Beliau adalah salah seorang sahabat besar yang disebut sebagai penghuni syurga. Antara yang terawal memeluk Islam, dan antara yang tinggi ilmu dan kefahamannya, namun gugur syahid dalam pertempuran Uhud.</p>
<p>Beliau adalah Mus’ab bin Umair, iaitu salah seorang sahabat Rasulullah S.A.W. yang sangat berjasa dan menjadi teladan kepada umat Islam sepanjang zaman.</p>
<p>Mus’ab lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang kaya dan mewah. Kedua ibu bapanya memberikan perhatian khusus dengan penuh kasih sayang kepadanya. Pada zaman mudanya, dia berperawakan lemah lembut, suka berpakaian kemas, mahal dan indah. Baju dan kasutnya adalah antara yang paling mahal dipakai oleh pemuda-pemuda Quraisy. Kasut indah yang dibuat dari Yamanyang dipakainya, merupakan antara pakaian istimewa yang hanya dipakai oleh golongan yang tertentu sahaja.</p>
<p>Keadaan dirinya yang mewah dan rupanya yang kacak menyebabkan Mus’ab menjadi kegilaan gadis di Makkah. Mereka sentiasa berangan-angan untuk menjadi isterinya.</p>
<p>Namun begitu, <!--more-->anak muda ini dikagumi dan dihormati oleh masyarakat Quraisy, bukan kerana perwatakan fizikal semata. Kebijaksanaan, tata susila dan kepetahannya menambat hati sesiapa sahaja. Daya ketajaman akalnya serta kepimpinannya menjadikan anak muda yang layak untuk duduk bersama-sama dengan pemimpin besar Quraisy dalam membincangkan soal pentadbiran bumi Makkah. Kedudukan ini menjadikan dia mengetahui selok belok pemerintahan Makkah dan memahami latar budaya serta tabiat penduduk dan pemimpinnya.</p>
<p>Apabila bumi Makkah digemparkan dengan kehadiran Muhammad bin Abdullah SAW yang membawa ajaran ‘baru’, Mus’ab secara diam menanam hasrat untuk mengetahuinya dengan lebih lanjut. Dia mendapat tahu bahawa Muhammad dan pengikutnya selalu berkumpul di sebuah rumah berhampiran bukit Safa iaitu rumah al-Arqam, bagi mengelakkan gangguan pemimpin Quraisy. Bagi memenuhi perasaan ingin tahu, Mus’ab memberanikan diri menghampiri rumah itu walau pun dia mengatahui ancaman pemimpin Quraisy. Di situ dia melihat Rasulullah SAW sedang mengajar beberapa orang sahabat, membaca ayat-ayat al-Quran dan menunaikan solat.</p>
<p>Menyedari kehadiran Mus’ab, Rasulullah SAW menjemputnya masuk dengan terhormat. Gerak laku Baginda yang sangat mulia serta kelembutannya menghulurkan tangannya itu telah melembutkan perasaan Mus’ab. Dia merasakan satu limpahan kedamaian yang tidak terhingga menyelinap dalam sudut kamar hatinya. Setiap butir kalimah yang keluar dari mulut Baginda begitu menyentuh perasaannya. Ayat-ayat suci al-Quran yang diperdengarkan itu menjadikan dirinya terpaku dan terpesona.</p>
<p>Maka, dengan pertemuan pertamanya dengan Rasulullah itu, Mus’ab telah membuat satu keputusan yang besar iaitu menerima Islam sebagai agamanya. Mus’ab yang terkenal dengan kewibawaan dan keindahan budi itu akhirnya mengisytiharkan keislamannya dihadapan Rasulullah SAW.</p>
<p>Mus’ab sebenarnya adalah anak yang paling disayangi ibunya berbanding adik beradiknya yang lain. Apa sahaja permintaannya tidak pernah ditolak. Oleh itu tidaklah menghairankan apabila ibunya iaitu Khunnas binti Malik begitu marah selepas mendapat tahu Mus’ab telah menganut Islam.</p>
<p>Khunnas, seorang ibu amat mengambil berat, namun amat tegas dan mengawal aktiviti anaknya. Mus’ab tidak gentar dengan pemimpin-peminpin Quraisy, namun dia agak khuatir dengan reaksi ibunya yang terlalu tegas dan berkuasa. Maka diperingkat awal, Mus’ab menyembunyikan keislamannya agar tidak disedari oleh ibunya. Namun usaha itu tidak dapat bertahan lama kerana mata dan teliga musyrikin Quraisy sentiasa memerhatikan kegiatan Rasulullah dan para muslimin.</p>
<p>Seorang perisik kepada pemimpin Quraisy yang bernama Uthman bin Talhah berjaya mengintip Mus’ab yang secara diam mengunjungi rumah al-Arqam. Kemudiannya, Uthman bin Talhah telah melihat Mus’ab bersolat, serupa dengan cara solat Muhammad SAW. Maka, dia yakin bahawa Mus’ab telah mengikut ajaran Muhammad. Justeru itu, dia memaklumkan kepada semua pemuka Quraisy tentang berita menggemparkan itu. Akhirnya berita keIslaman Mus’ab sampai ke telinga ibunya.</p>
<p>Apabila didesak untuk berterus-terang, Mus’ab memanggil para pemimpin Quraisy, penduduk Makkah dan juga ibunya untuk mendengar penjelasannya. Dengan penuh ketenangan, keberanian dan keyakinan, Mus’ab bangun menjelaskan sebab-sebab keIslamannya. Dia kemudiannya membacakan ayat-ayat al-Quran yang indah kepada semua yang hadir.</p>
<p>Apabila mendengar sendiri pengakuan keIslaman Mus’ab, ibunya naik berang dan hampir-hampir memukul Mus’ab. Namun cahaya ketenangan yang terpancar pada wajah Mus’ab menyebabkan ibunya rasa terhalang untuk melakukannya.</p>
<p>Akhirnya, ibunya telah memilih untuk mengurung dan mengikatnya di satu sudut rumah. Si ibu itu juga menyeksa Mus’ab selama beberapa lama dengan harapan dia akan meninggalkan Islam.</p>
<p>Mus’ab diikat dan dikurun sekian lama. Penyeksaan yang dialaminya itu turut sama dihadapi oleh penganut Islam lain diperingkat awal dakwah di Makkah. Bagi mengurangkan tekanan ke atas sahabat, Rasulullah mengarahkan sebahagian dari mereka untuk berhijrah ke Habsyah bagi mendapat perlindungan di sana. Mus’ab yang mendengar berita tersebut, mencari peluang untuk bolos dari kurungan dan menyertai rombongan berkenaan. Pada suatu hari, ketika orang yang mengawalnya terleka, Mus’ab berjaya memboloskan diri dan secara diam menyertai sahabat lain merentasi Laut Merah berhijrah ke Habsyah.</p>
<p>Di Habsyah, Mus’ab dan sahabat lain mendapat perlindungan politik dari Raja Najashy. Namun masing-masing berasa rindu untuk bersama-sama dengan Rsulullah di Madinah. Apabila mendapat berita bahawa keadaan di Makkah semakin aman dan tekanan makin kurang, maka Mus’ab dan sebahagian sahabat memutuskan untuk pulang ke Makkah.</p>
<p>Walau bagaimana pun, setiba di Makkah mereka mendapat tahu bahawa berita tersebut tidak tepat kerana tekanan ke atas penganut Islam masih kuat bahkan lebih hebat lagi. Oleh yang demikian, sekali lagi Mus’ab kembali berhijrah ke Habsyah bagi menghindarkan diri dari tekanan. Beliau berada di Habsyah buat kali kedua selama beberapa tahun.</p>
<p>Apabila mendapat maklumat yang sahih bahawa keadaan di Makkah semakin baik dan kaum muslimin semakin ramai dan kuat, maka Mus’ab dan para sahabat kembali ke Makkah. Setiba Mus’ab di Makkah, beliau mengunjungi ibunya yang masih tidak serik memujuk dan mengancamnya. Bagaimanapun tindakan itu tidak sedikit pun melemahkan keyakinannya. Pujukan dan ancaman ibunya tidak berkesan dan tidak sedikit pun menimbulkan rasa takut pada Mus’ab. Bahkan kali ini Mus’ab bertegas bahawa, dia akan menggunakan kekerasan kepada orang suruhan ibunya jika dia diikat sekali lagi.</p>
<p>Akhirnya ibunya mengaku kalah dan mengambil keputusan membiarkan Mus’ab dengan Islamnya. Ibunya tidak lagi mengaku bahawa Mus’ab itu anaknya. Sikap ibunya yang keras itu tidak melemahkan semangat Mus’ab, sebaliknya dia tidak jemu-jemu memujuk ibunya memeluk Islam kerana kasih pada ibunya. Mus’ab membuat pelbagai ikhtiar tetapi semua tindakannya hanya menambahkan lagi kemarahan dan kebencian ibunya.</p>
<p>Ibunya pula masih tetap mencuba memujuk Mus’ab supaya kembali kepada berhala. Dia mengutuskan adik Mus’ab yang bernama Al-Rum untuk memujuknya. Namun Mus’ab tetap dengan pendiriannya. Bagaimanapun tanpa pengetahuan ibunya, Al-Rum juga sudah memeluk Islam tetapi dia merahsiakannya.</p>
<p>Pada suatu hari Mus’ab melihat ibunya dalam keadaan pucat lesu. Dia pun bertanyakan sebabnya. Kata ibunya, dia telah berniat di hadapan berhala bahawa dia tidak akan makan dan minum sehingga Mus’ab meninggalkan Islamnya.</p>
<p>Tindakan ibunya itu tidak menggoncangkan imannya walau sedikit pun, bahkan Mus’ab berkata kepada ibunya: “Andaikata ibu mempunyai seratus nyawa sekalipun, dan nyawa ibu keluar satu demi satu, nescaya saya tetap tidak akan meninggalkan Islam sama sekali”.</p>
<p>Apa lagi, lemahlah siibu mendengar jawapan si anak. Dengan jawapan tersebut juga, Mus’ab dihalau daripada rumah ibunya. Tinggallah Mus’ab bersama-sama Rasulullah dan sahabat-sahabat yang sangat daif ketika itu. Bagi meneruskan kehidupannya, Mus’ab berusaha sendiri bekerja mencari nafkah walau pun kerja yang kasar.</p>
<p>Apabila sampai berita ini kepada ibunya, dia merasa amat marah dan malu kerana kebangsawanannya telah dicemari oleh sikap Mus’ab. Adik-beradik Mus’ab juga sering menemui dan memujuknya supaya kembali menyembah berhala. Tetapi Mus’ab tetap mempertahankan keimanannya.<br />
Keadaan itu menimbulkan rasa sedih di dalam hati Rasulullah. Kata-kata Rasulullah mengenai Mus’ab sering disebut-sebut oleh sahabat:</p>
<p>“Segala puji bagi bagi Allah yang telah menukar dunia dengan penduduknya. Sesungguhnya dahulu saya melihat Mus’ab seorang pemuda yang hidup mewah di tengah-tengah ayah bondanya yang kaya raya. Kemudian dia meninggalkan itu semua kerana cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”.</p>
<p>Demikianlah latar kisah Mus’ab bin Umair, seorang sahabat yang hebat dalam menyampaikan Islam dan perjuang pada jalannya. Insyaallah, kisah Mus’ab selanjutnya iaitu berkaitan kegiatan dakwah di Madinah dan jihadnya dalam pertempuran Uhud, akan kami paparkan kemudian.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Segenap Asa dalam Sebuah Nama]]></title>
<link>http://almuslimah.wordpress.com/2008/06/06/segenap-asa-dalam-sebuah-nama/</link>
<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 10:11:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://almuslimah.wordpress.com/2008/06/06/segenap-asa-dalam-sebuah-nama/</guid>
<description><![CDATA[Penulis: Ummu &#8216;Abdirrahman Anisah bintu &#8216;Imran Memberikan nama yang baik adalah salah sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis: Ummu &#8216;Abdirrahman Anisah bintu &#8216;Imran Memberikan nama yang baik adalah salah sa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NAMA GENERATOR]]></title>
<link>http://irfanmuh.wordpress.com/2008/01/28/nama-generator/</link>
<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 09:31:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>irfan</dc:creator>
<guid>http://irfanmuh.wordpress.com/2008/01/28/nama-generator/</guid>
<description><![CDATA[Nama Generator adalah sebuah software kecil yang dapat digunakan untuk me-generate/membuat nama. Sof]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nama Generator adalah sebuah software kecil yang dapat digunakan untuk me-generate/membuat nama. Sof]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
