<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>nasehat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/nasehat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "nasehat"</description>
	<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 09:58:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Beda Suka,Sayang,Cinta Plus Nafsu :)]]></title>
<link>http://pranotoutomo.wordpress.com/2009/12/01/beda-sukasayangcinta-plus-nafsu/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 16:57:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>suryopranoto</dc:creator>
<guid>http://pranotoutomo.wordpress.com/2009/12/01/beda-sukasayangcinta-plus-nafsu/</guid>
<description><![CDATA[Well, meski katanya desember itu kelabu, mungkin karena hujan mulu kali yak. Saya mulai posting perd]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Well, meski katanya desember itu kelabu, mungkin karena hujan mulu kali yak. Saya mulai posting perd]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pitutur 2]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-2/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:13:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-2/</guid>
<description><![CDATA[Kecongkakan mendahului kehancuran, tinggi hati mendahului kejatuhan dan  kerendahan hati mendahului ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li style="text-align:justify;">Kecongkakan mendahului kehancuran, tinggi hati mendahului kejatuhan dan  kerendahan hati mendahului kehormatan .</li>
<li style="text-align:justify;">Siapa memelihara mulut dan lidahnya maka ia memelihara diri dari kesukaran juga kesulitan dan jiwa akan bersukacita karena bibir berkata jujur.</li>
<li style="text-align:justify;">Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa tetapi kasihilah mereka karena kelalaiannya kepada Tuhan. </li>
<li style="text-align:justify;">Tuhan adalah perisai kekuatan, kepada-Nya hati percaya dan benteng bagi keselamatan manusia.</li>
<li style="text-align:justify;">Serahkan hidupmu pada Tuhan dan percayalah kepada-Nya maka Ia akan memunculkan kebenaran dalam hatimu.</li>
<li style="text-align:justify;">Tuhan menetapkan langkah-langkah manusia yang percayakan hidupnya kepada-Nya maka apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya.</li>
<li style="text-align:justify;">Berbahagialah manusia yang memperhatikan sesamanya yang lemah ! karena Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka dan akan melindungi nyawanya.</li>
<li style="text-align:justify;">Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri, akuilah Ia dalam segala tindak lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu.</li>
<li style="text-align:justify;">Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran</li>
<li style="text-align:justify;">siapa yang menahan bibirnya pasti berakal budi pekerti.</li>
<li style="text-align:justify;">Bibir orang yang benar, tahu akan hal menyenangkan</li>
<li style="text-align:justify;">tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.</li>
<li style="text-align:justify;">Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya tetapi pengkhianat dirusak   </li>
<li style="text-align:justify;">oleh kecurangannya. Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya                                </li>
<li style="text-align:justify;">tetapi pengkhianat tertangkap oleh nafsunya.</li>
<li style="text-align:justify;">Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.</li>
<li style="text-align:justify;">Siapa mencintai didikan maka mencintai pengetahuan tetapi siapa  membenci teguran adalah dungu.</li>
<li style="text-align:justify;">Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukkan tulang.  </li>
<li style="text-align:justify;">Siapa menindas orang yang lemah menghina penciptanya tetapi siapa</li>
<li style="text-align:justify;">menaruh belas kasihan pada orang miskin maka memuliakan                         </li>
<li style="text-align:justify;">penciptanya.</li>
<li style="text-align:justify;">Segala perbuatan adalah bersih menurut pandangannya sendiri tetapi</li>
<li style="text-align:justify;">Tuhanlah yang menguji dan mengetahui isi hati orang.</li>
<li style="text-align:justify;">Batu adalah berat, pasir pun ada beratnya tetapi lebih berat dari keduanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pitutur-pitutur Indah]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-pitutur-indah-2/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 15:31:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-pitutur-indah-2/</guid>
<description><![CDATA[Iman tanpa perbuatan adalah nihil, iman tanpa keyakinan niscaya tidak akan berhasil, berbekal keyaki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li>Iman tanpa perbuatan adalah nihil, iman tanpa keyakinan niscaya tidak akan berhasil, berbekal keyakinan maka iman akan tumbuh.</li>
<li>Kegagalan adalah awal dari keberhasilan.</li>
<li>Bersyukurlah dengan apa yang kita dapat untuk hari ini, memohonlah kepada Tuhan agar menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin.</li>
<li>Manusia bisa dikatakan bersabar jika ia sudah bertahan dan berupaya, jangan lari dari masalah tetapi hadapi dengan berserah diri kepada Tuhan.</li>
<li>Jangan jadi pecundang ketika mengatasnamakan Tuhan untuk kepentingan pribadi.</li>
<li>Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu, Jangan kamu kotori dan sakiti tubuhmu karena itu rumah Tuhan, bagaimana kamu akan mengenal Tuhanmu jika kamu tidak mengasihi saudaramu.</li>
<li>Matikanlah dirimu sebelum engkau dimatikan oleh-NYA.</li>
<li>Janganlah kita menghina dan menghujat orang lain sebelum kita bisa menghujat dan menghinakan diri kita sendiri, lebih baik hina dihadapan manusia daripada hina dihadapan Tuhan.</li>
<li>Janganlah bercita-cita untuk menjadi orang yang berhasil akan tetapi jadilah orang yang berguna di hadapan Tuhan.</li>
<li>Lebih baik terlambat bagi kita untuk mengenal Tuhan daripada tidak sama sekali.</li>
<li>Ketika manusia menceritakan tentang kelebihan dirinya sesungguhnya ia sedang menceritakan kekurangannya.</li>
<li>Ulurkan tanganmu terlebih dahulu untuk meminta maaf itu lebih mulia di hadapan Tuhan dibandingkan kita menanti maaf dari seseorang.</li>
<li>Kasih sayang Tuhan lebih hakiki daripada kasih sayang orang tua kepada anaknya, sesungguhnya kasih sayang manusia kepada manusia lain di dunia ini akan terhenti setelah ajal menjemput, cinta berlebihan kepada makhluk akan membuat luka yang dalam ketika Sang Pemilik mengambilnya.</li>
<li>Hati ibarat cermin. Semua manusia pasti bercermin, sudah layakkah cermin yang kita punya untuk bercermin ?.</li>
<li>Janganlah mengandalkan diri sendiri ketika hendak melakukan sesuatu tetapi mintalah ijin atas kehendak Tuhan agar bisa melakukan sesuatu.</li>
<li>Pujilah nama Tuhanmu selagi jantungmu masih berdetak tanpa mengenal batas.</li>
<li>Langkahkan kaki, ringankan tanganmu untuk menggapai rejeki dengan ridhonya Tuhan.</li>
<li>Jangan pernah berprasangka buruk kepada Tuhan ketika sesuatu ditimpakan kepadamu akan tetapi bersyukurlah atas apa yang telah kita terima dibalik sesuatu tersebut.</li>
<li>Jangan bersihkan halaman tetanggamu sebelum kamu membersihkan halamanmu sendiri.</li>
<li>Ketika dunia kamu kejar maka Tuhan kamu tinggalkan akan tetapi ketika Tuhan kamu cari maka dunia akan mengejarmu.</li>
<li>Lebih baik kamu benamkan dirimu dalam kepandaian daripada menyeruak keluar dengan ketidak-tahuan.</li>
<li>Selaraskan hatimu dengan lisanmu, padu-padankan penglihatan dan pendengaranmu.</li>
<li>Berbinarlah matamu, tersenyumlah bibirmu, bukalah hatimu ketika mendapat hujatan, caci maki dan hinaan sesungguhnya itu untuk menyadarkanmu dari kelalaian dan kekurangan.</li>
<li>Teman sejati adalah teman yang mau mengungkapkan segala kekurangan temannya.</li>
<li>Pancangkan niat, luruskan hati tujukan kepada Tuhan yang membuat kamu hidup.</li>
<li>Kancah perdebatan dimuka bumi ini adalah wujud dari keserakahan manusia.</li>
<li>Kecongkakan mendahului kehancuran, tinggi hati mendahului kejatuhan dan  kerendahan hati mendahului kehormatan .</li>
<li>Siapa memelihara mulut dan lidahnya maka ia memelihara diri dari kesukaran juga kesulitan dan jiwa akan bersukacita karena bibir berkata jujur.</li>
<li>Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa tetapi kasihilah mereka karena kelalaiannya kepada Tuhan. </li>
<li>Tuhan adalah perisai kekuatan, kepada-Nya hati percaya dan benteng bagi keselamatan manusia.</li>
<li>Serahkan hidupmu pada Tuhan dan percayalah kepada-Nya maka Ia akan memunculkan kebenaran dalam hatimu.</li>
<li>Tuhan menetapkan langkah-langkah manusia yang percayakan hidupnya kepada-Nya maka apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya.</li>
<li>Berbahagialah manusia yang memperhatikan sesamanya yang lemah ! karena Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka dan akan melindungi nyawanya.</li>
<li>Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri, akuilah Ia dalam segala tindak lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu.</li>
<li>Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran</li>
<li>siapa yang menahan bibirnya pasti berakal budi pekerti.</li>
<li>Bibir orang yang benar, tahu akan hal menyenangkan</li>
<li>tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.</li>
<li>Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya tetapi pengkhianat dirusak   </li>
<li>oleh kecurangannya. Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya                                </li>
<li>tetapi pengkhianat tertangkap oleh nafsunya.</li>
<li>Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.</li>
<li>Siapa mencintai didikan maka mencintai pengetahuan tetapi siapa  membenci teguran adalah dungu.</li>
<li>Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukkan tulang.  </li>
<li>Siapa menindas orang yang lemah menghina penciptanya tetapi siapa</li>
<li>menaruh belas kasihan pada orang miskin maka memuliakan                         </li>
<li>penciptanya.</li>
<li>Segala perbuatan adalah bersih menurut pandangannya sendiri tetapi</li>
<li>Tuhanlah yang menguji dan mengetahui isi hati orang.</li>
<li>Batu adalah berat, pasir pun ada beratnya tetapi lebih berat dari keduanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MAWAR MERAH]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/mawar-merah/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 15:29:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/mawar-merah/</guid>
<description><![CDATA[Di Sebuah bukit berwarna hijau nan mempesona….. Sejauh mata memandang tampak di kejauhan ada keindah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Di Sebuah bukit berwarna hijau nan mempesona…..</p>
<p>Sejauh mata memandang tampak di kejauhan ada keindahan ….</p>
<p>Semilir angin dan sejuknya udara menyapa penuh kelembutan….</p>
<p>Tempat berlindung nan nyaman diantara perbukitan …..</p>
<p>Sekeliling ditumbuhi pepohonan hijau dan aneka bunga   …..</p>
<p>Tampak diantaranya ada sebuah pohon yang menggoda untuk didekati….</p>
<p>Dengan tangkai berduri menjulang tinggi tampak gagah dan kuat.…</p>
<p>Menyembul sekuntum bunga mawar merah yang sudah merekah  …</p>
<p>Putik putih bermata kuning dengan dikelilingi banyak kelopak merah…&#8230;</p>
<p>Terperanjat dan terpesona melihat indahnya sekuntum mawar merah….</p>
<p>Dengan penuh khidmat pujian diperuntukkan bagi Tuhan Sang Pencipta ……</p>
<p>Keajaiban  terjadi disaat malam menjelang pagi disaat banyak orang terlelap…</p>
<p>Kelopak mawar merah meneteskan air dan memancarkan bias-bias cahaya ….</p>
<p>Terdengar gemuruh suara angin terlihat bunga mawar bergoyang lembut ……</p>
<p>Harum semerbak dari kelopak mawar merah terasa didalam ruangan….</p>
<p>Saat seruan adzan Subuh berkumandang …..</p>
<p>Tuhan mempunyai rencana dan kehendak untuk umatnya…</p>
<p>Tangkai berduri memaknai  jalan yang lurus tetapi penuh rintangan&#8230;</p>
<p>Daunnya memaknai banyaknya ujian dan cobaan….</p>
<p>Kelopak mawar memaknai banyaknya pilihan atau keinginan….</p>
<p>Mangkuk kelopak memaknai harus mempunyai pembimbing…..</p>
<p>Putik nya memaknai arah tujuan akhir …..</p>
<p>Warna merah memaknai kehidupan seperti darah yang hidup….</p>
<p>Keharumannya memaknai undangan untuk mencintai penciptanya..</p>
<p>Sekuntum mawar merah perlambang cinta kasih Tuhan kepada umat-Nya…</p>
<p>Manusia diminta untuk memahami filosofinya …..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MACAM-MACAM AZAB KUBUR dan Sebab-sebabnya ]]></title>
<link>http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/30/macam-macam-azab-kubur-dan-sebab-sebabnya/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 09:08:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/30/macam-macam-azab-kubur-dan-sebab-sebabnya/</guid>
<description><![CDATA[1. Diperlihatkan neraka jahannam النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا “Kepada mereka d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. Diperlihatkan neraka jahannam</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.”</em> (Ghafir: 46)<!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدَهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ: هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat</em>’.” (Muttafaqun ‘alaih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2. Dipukul dengan palu dari besi</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">فَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟ فَيَقُولُ: لَا أَدْرِي، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ. فَيَقُولَانِ: لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ فَيَسْمَعُهَا مَنْ عَلَيْهَا غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> (Muttafaqun ‘alaih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3. Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu yang panjang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang orang kafir setelah mati:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا مِنَ النَّارِ؛ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسُمُومِهَا وَيَضِيقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوؤُكَ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ، فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ الَّذِي يَجِيءُ بِالشَّرِّ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ. فَيَقُولُ: رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’</em>.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4. Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Jibril dan Mikail ‘alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">فَأَخْبِرَانِي عَمَّا رَأَيْتُ. قَالَا: نَعَمْ، أَمَّا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يُحَدِّثُ بِالْكَذْبَةِ فَتُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ يُشْدَخُ رَأْسُهُ فَرَجُلٌ عَلَّمَهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَنَامَ عَنْهُ بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَعْمَلْ فِيهِ بِالنَّهَارِ يُفْعَلُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي الثَّقْبِ فَهُمُ الزُّنَاةُ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهْرِ آكِلُوا الرِّبَا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallahu ‘anhu)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">فَإِذَا أَنَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثَدْيَهُنَّ الْحَيَّاتُ، فَقُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالَ: اللَّوَاتِي يَمْنَعْنَ أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)</em>’.” (HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih berkata: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.”)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">Sebab Mendapatkan Adzab Kubur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Banyak sekali hal-hal yang menyebabkan seseorang mendapatkan adzab kubur. Sampai-sampai Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya Ar-Ruh menyatakan: “Secara global, mereka diadzab karena kejahilan mereka tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak melaksanakan perintah-Nya, dan karena perbuatan mereka melanggar larangan-Nya. Maka, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengadzab ruh yang mengenal-Nya, mencintai-Nya, melaksanakan perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya. Demikian juga, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengadzab satu badan pun yang ruh tersebut memiliki ma’rifatullah (pengenalan terhadap Allah) selama-lamanya. Sesungguhnya adzab kubur dan adzab akhirat adalah akibat kemarahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kemurkaan-Nya terhadap hamba-Nya. Maka barangsiapa yang menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala marah dan murka di dunia ini, lalu dia tidak bertaubat dan mati dalam keadaan demikian, niscaya dia akan mendapatkan adzab di alam barzakh sesuai dengan kemarahan dan kemurkaan-Nya.” (Ar-Ruh hal. 115)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di antara sebab-sebab adzab kubur secara terperinci adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. Kekafiran dan kesyirikan.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebagaimana adzab yang menimpa Fir’aun dan bala tentaranya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">فَوَقَاهُ اللهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ. النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras’</em>.” (Ghafir: 45-46)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2. Kemunafikan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar</em>.” (At-Taubah: 101)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3. Tidak menjaga diri dari air kencing dan mengadu domba</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">مَرَّ النَّبِيُّ n بِقَبْرَينِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ. فَأَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً. فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَا فَعَلْتَ هَذَا؟ قَالَ: لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya keduanya sedang diadzab, dan tidaklah keduanya diadzab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.” Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan adzab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> (Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4. Ghibah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">لَمَّا عَرَجَ بِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ، فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Tatkala Rabbku memi’rajkanku (menaikkan ke langit), aku melewati beberapa kaum yang memiliki kuku dari tembaga, dalam keadaan mereka mencabik-cabik wajah dan dada mereka dengan kukunya. Maka aku bertanya: ‘Siapakah mereka ini wahai Jibril?’ Dia menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang memakan daging (suka mengghibah) dan menjatuhkan kehormatan manusia’</em>.” (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 533. Hadits ini juga dicantumkan dalam Ash-Shahihul Musnad karya Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullahu menyatakan: “<em>Sebagian ulama menyebutkan rahasia dikhususkannya (penyebab adzab kubur) air kencing, namimah (adu domba), dan ghibah (menggunjing). Rahasianya adalah bahwa alam kubur itu adalah tahap awal alam akhirat. Di dalamnya terdapat beberapa contoh yang akan terjadi pada hari kiamat, seperti siksaan ataupun balasan yang baik. Sedangkan perbuatan maksiat yang akan disiksa karenanya ada dua macam: terkait dengan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala dan terkait dengan hak hamba. Hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yang pertama kali akan diselesaikan pada hari kiamat adalah shalat, sedangkan yang terkait dengan hak-hak hamba adalah darah.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adapun di alam barzakh, yang akan diputuskan adalah pintu-pintu dari kedua hak ini dan perantaranya. Maka, syarat sahnya shalat adalah bersuci dari hadats dan najis. Sedangkan pintu tumpahnya darah adalah namimah (adu domba) dan menjatuhkan kehormatan orang lain. Keduanya adalah dua jenis perkara menyakitkan yang paling ringan, maka diawali di alam barzakh dengan evaluasi serta siksaan karena keduanya</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.” (Ahwalul Qubur hal. 89)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">5. Niyahah (meratapi jenazah)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Sesungguhnya mayit itu akan diadzab karena ratapan keluarganya</em>.” (Muttafaqun ‘alaih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Mayit itu akan diadzab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya</em>.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jumhur ulama berpendapat, hadits ini dibawa kepada pemahaman bahwa mayit yang ditimpa adzab karena ratapan keluarganya adalah orang yang berwasiat supaya diratapi, atau dia tidak berwasiat untuk tidak diratapi padahal dia tahu bahwa kebiasaan mereka adalah meratapi orang mati. Oleh karena itu Abdullah ibnul Mubarak rahimahullahu berkata: “Apabila dia telah melarang mereka (keluarganya) meratapi ketika dia hidup, lalu mereka melakukannya setelah kematiannya, maka dia tidak akan ditimpa adzab sedikit pun.” (Umdatul Qari’, 4/78)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adzab di sini menurut mereka maknanya adalah hukuman. (Ahkamul Jana’iz, hal. 41)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Selain sebab-sebab di atas, ada beberapa hal lain yang telah disebutkan dalam pembahasan <em><span style="text-decoration:underline;">Macam-macam Adzab Kubur.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apakah Adzab Kubur itu Terus-Menerus?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu berkata: “Jawaban terhadap pertanyaan ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. Adzab kubur bagi orang-orang kafir terjadi terus-menerus dan tidak mungkin terputus karena mereka memang berhak menerimanya. Seandainya adzab tersebut terputus atau berhenti, maka kesempatan ini menjadi waktu istirahat bagi mereka. Padahal mereka bukanlah orang-orang yang berhak mendapatkan hal itu. Maka, mereka adalah golongan orang-orang yang terus-menerus dalam adzab kubur sampai datangnya hari kiamat, walaupun panjang masanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2. Orang-orang beriman yang berbuat maksiat, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengadzab mereka dengan sebab dosa-dosanya. Di antara mereka ada yang diadzab terus-menerus, ada pula yang tidak. Ada yang panjang masanya, ada pula yang tidak, tergantung dosa-dosanya serta ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Syarh Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/123)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">Amalan yang Menyelamatkan dari Adzab Kubur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setelah memberitahukan dahsyatnya adzab kubur dan sebab-sebab yang akan menyeret ke dalamnya, baik melalui firman-Nya ataupun melalui lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia, dengan rahmat dan keutamaan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberitahukan amalan-amalan yang akan menyelamatkan dari adzab kubur tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: “Sebab-sebab yang akan menyelamatkan seseorang dari adzab kubur terbagi menjadi dua:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. Sebab-sebab secara global</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yaitu dengan menjauhi seluruh sebab yang akan menjerumuskan ke dalam adzab kubur sebagaimana yang telah disebutkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebab yang paling bermanfaat adalah seorang hamba duduk beberapa saat sebelum tidur untuk mengevaluasi dirinya: apa yang telah dia lakukan, baik perkara yang merugikan maupun yang menguntungkan pada hari itu. Lalu dia senantiasa memperbarui taubatnya yang nasuha antara dirinya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga dia tidur dalam keadaan bertaubat dan berkemauan keras untuk tidak mengulanginya bila nanti bangun dari tidurnya. Dia lakukan itu setiap malam. Maka, apabila dia mati (ketika tidurnya itu), dia mati di atas taubat. Apabila dia bangun, dia bangun tidur dalam keadaan siap untuk beramal dengan senang hati, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menunda ajalnya hingga dia menghadap Rabbnya dan berhasil mendapatkan segala sesuatu yang terluput. Tidak ada perkara yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada taubat ini. Terlebih lagi bila dia berzikir setelah itu dan melakukan sunnah-sunnah yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia hendak tidur sampai benar-benar tertidur. Maka, barangsiapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan berikan hidayah taufik untuk melakukan hal itu. Dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2. Sebab-sebab terperinci</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di antaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">- Ribath (berjaga di pos perbatasan wilayah kaum muslimin) siang dan malam.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Setiap orang yang mati akan diakhiri/diputus amalannya, kecuali orang yang mati dalam keadaan ribath di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amalannya akan dikembangkan sampai datang hari kiamat dan akan diselamatkan dari fitnah kubur</em>.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">- Mati syahid</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ الْإِيمَانِ وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Orang yang mati syahid akan mendapatkan enam keutamaan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala: diampuni dosa-dosanya dari awal tertumpahkan darahnya, akan melihat calon tempat tinggalnya di surga, akan diselamatkan dari adzab kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang sangat besar, diberi hiasan dengan hiasan iman, dinikahkan dengan bidadari, dan akan diberi kemampuan untuk memberi syafaat kepada 70 orang kerabatnya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah. Al-Albani berkata dalam Ahkamul Jana’iz bahwa sanadnya hasan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">- Mati pada malam Jumat atau siang harinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">مَا مِنْ مُسْلِمٍ يـَمُوتُ يَوْمَ الْـجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malamnya, kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.”</em> (HR. Ahmad dan Al-Fasawi. Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Ahkamul Jana’iz bahwa hadits ini dengan seluruh jalur-jalurnya hasan atau shahih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">- Membaca surat Al-Mulk</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Dia (surat Al-Mulk) adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang akan menyelamatkan pembacanya dari adzab kubur.”</em> (HR. At-Tirmidzi, lihat Ash-Shahihah no. 1140) [dinukil dari Ar-Ruh dengan sedikit perubahan]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">- Doa sebagaimana yang telah lalu</span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari adzab kubur dan memerintahkan umatnya untuk berlindung darinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Nikmat Kubur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setelah mengetahui dan meyakini adanya adzab kubur yang demikian mengerikan dan menakutkan, berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, juga mengetahui macam-macamnya, penyebabnya, dan hal-hal yang akan menyelamatkan darinya, maka termasuk kesuksesan yang agung adalah selamat dari berbagai adzab tersebut dan mendapatkan nikmat di dalamnya dengan rahmat-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih maka Rabb mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata</em>.” (Al-Jatsiyah: 30)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ. مَنْ يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku takut akan adzab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Rabbku.’ Barangsiapa yang dijauhkan adzab daripadanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata</em>.” (Al-An’am: 15-16)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adapun nikmat kubur, di antaranya apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beritakan dalam hadits Al-Bara’ radhiyallahu ‘anhu yang panjang:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">- mendapatkan ampunan dan keridhaan-Nya. Sebagaimana perkataan malakul maut kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ، اخْرُجِي إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٍ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya</em>.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">- dikokohkan hatinya untuk menghadapi dan menjawab fitnah kubur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat</em>.” (Ibrahim: 27)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">- Digelarkan permadani, didandani dengan pakaian dari surga, dibukakan baginya pintu menuju surga, dilapangkan kuburnya, dan di dalamnya ditemani orang yang tampan wajahnya, bagus penampilannya, sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kabarkan dalam hadits Al-Bara’ yang panjang:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">فَأَفْرِشُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ. قَالَ: فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ. قَالَ: وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ لَهُ: مَنْ أَنْتَ، فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Maka gelarkanlah permadani dari surga, dandanilah ia dengan pakaian dari surga. Bukakanlah baginya sebuah pintu ke surga, maka sampailah kepadanya bau wangi dan keindahannya. Dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang, kemudian datang kepadanya seorang yang tampan wajahnya, bagus pakaiannya, wangi baunya. Lalu dia berkata: ‘Berbahagialah dengan perkara yang menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu kamu dijanjikan.’ Dia pun bertanya: ‘Siapa kamu? Wajahmu adalah wajah orang yang datang membawa kebaikan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang shalih</em>…” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala meneguhkan hati kita di atas kalimat tauhid hingga akhir hayat kita dan menyelamatkan kita dari berbagai fitnah (ujian) dunia dan fitnah kubur, serta memasukkan kita ke dalam jannah-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;color:navy;">Dikutip dari: www. Asysyariah.com Penulis : Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan, Judul : Alam Barzakh, Adzab Kubur yang Menakutkan atau Nikmat Kubur yang Menyenangkan</span></p>
<p>Baca risalah dibawah ini:<br />
1.<a title="Taut Tetap ke MISTERI.. di ALAM KUBUR" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/02/misteri-di-alam-kubur/">MISTERI.. di ALAM KUBUR</a><br />
2.<a title="Taut Tetap ke Manusia Dengan Wajah Tak Berdaging.." rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/17/manusia-dengan-wajah-tak-berdaging/">Manusia Dengan Wajah Tak Berdaging..</a><br />
3.<a title="Taut Tetap ke Hukum Membongkar Kuburan" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/05/hukum-membongkar-kuburan/">Hukum Membongkar Kuburan</a><br />
4.<a title="Taut Tetap ke Bertaubatlah Sebelum Ajal Menjemputmu" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/03/bertaubatlah-sebelum-ajal-menjemputmu/">Bertaubatlah Sebelum Ajal Menjemputmu</a><br />
5.<a title="Taut Tetap ke Setelah Ajal Menjemput, Man Robbuka?, Sanggupkah Aku Menjawabnya !" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/02/setelah-ajal-menjemput-man-robbuka-sanggupkah-aku-menjawabnya/">Setelah Ajal Menjemput, Man Robbuka?, Sanggupkah Aku Menjawabnya !</a><br />
6.<a href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/30/azab-kubur-dan-nikmat-kubur-di-alam-barzakh/" rel="bookmark" title="Taut Tetap ke AZAB KUBUR dan NIKMAT KUBUR di Alam&#160;Barzakh">AZAB KUBUR dan NIKMAT KUBUR di Alam&#160;Barzakh</a><br />
7.<a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/21/bahaya-menolak-hadits-ahad-sebagai-hujjah-dalam-aqidah/" target="_blank">BAHAYA MENOLAK HADITS AHAD sebagai Hujjah dalam Aqidah</a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:9pt;color:black;">Diarsipkan pada: <a href="http://qurandansunnah.wordpress.com/"><span style="text-decoration:none;">http://qurandansunnah.wordpress.com/</span></a></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AZAB KUBUR dan NIKMAT KUBUR di Alam Barzakh]]></title>
<link>http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/30/azab-kubur-dan-nikmat-kubur-di-alam-barzakh/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 09:05:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/30/azab-kubur-dan-nikmat-kubur-di-alam-barzakh/</guid>
<description><![CDATA[Alam Barzakh, Adzab Kubur yang Menakutkan atau Nikmat Kubur yang Menyenangkan Allah Subhanahu wa Ta’]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Alam Barzakh, Adzab Kubur yang Menakutkan atau Nikmat Kubur yang Menyenangkan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah Subhanahu wa Ta’ala di awal surat Al-Baqarah menyebutkan sifat hamba-hamba-Nya yang bertakwa bahwa mereka beriman kepada yang ghaib serta memiliki amalan-amalan yang nampak maupun tidak nampak. Karena kata takwa mencakup semua hal itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“(<em>Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib</em>.” (Al-Baqarah: 3)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Karena, hakikat iman itu adalah pembenaran secara total terhadap segala yang diberitakan oleh para rasul (dalam perkara yang ghaib) yang mengandung konsekuensi ketaatan seluruh anggota tubuh. Sehingga bukanlah termasuk iman yang benar, keyakinan terhadap hal-hal yang hanya bisa disaksikan oleh panca indera saja. Karena tidak akan terbedakan antara yang mukmin dan yang kafir dalam perkara tersebut. Hanya saja permasalahan iman itu ialah terhadap perkara ghaib, yang kita tidak bisa melihat dan merasakannya dengan panca indera yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita beriman terhadap yang ghaib itu hanyalah karena adanya berita dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam semata. Inilah iman yang akan membedakan antara orang yang mukmin dengan orang kafir. Sehingga, seorang mukmin akan beriman kepada seluruh perkara yang diberitakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sama saja baginya, apakah dia mampu mengetahuinya dengan panca inderanya atau tidak. Sama saja baginya, apakah akalnya mampu menjangkaunya atau tidak. Sikap seorang mukmin yang demikian ini berbeda dengan sikap orang-orang zindiq (munafik) yang mendustakan perkara-perkara ghaib karena telah rusak akalnya. Mereka mendustakan perkara-perkara ghaib tersebut karena akalnya tidak mampu menjangkaunya. Rusaklah akalnya dan kacaulah pemikirannya. Sedangkan akal seorang mukmin menjadi bersih dan suci dengan bimbingan wahyu ilahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Termasuk beriman dengan perkara ghaib adalah beriman dengan seluruh perkara yang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam beritakan berupa berbagai peristiwa yang telah terjadi maupun yang akan terjadi. Demikian pula hal-hal yang akan terjadi di akhirat nanti. (Taisir Al-Karimirrahman, hal. 40)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan seluruh perkara yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beritakan berupa hal-hal yang akan terjadi setelah kematian. Sehingga, Ahlus Sunnah beriman kepada adanya fitnah (ujian pertanyaan) di kubur dan azab kubur.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalil-dalil dari Al-Qur’an tentang Azab Kubur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di antara <em><span style="text-decoration:underline;">dalil-dalil yang menunjukkan adanya azab kubur dari Al-Qur’an</span></em> adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">فَوَقَاهُ اللهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ. النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras’</em>.” (Ghafir: 45-46)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Ayat ini adalah dalil yang paling kuat bagi Ahlus Sunnah untuk menetapkan adanya azab kubur, yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang</span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.” (Ghafir: 46)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yakni, diperlihatkan kepada mereka neraka di pagi dan sore hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">فَذَرْهُمْ حَتَّى يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي فِيهِ يُصْعَقُونَ. يَوْمَ لَا يُغْنِي عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ. وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا عَذَابًا دُونَ ذَلِكَ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan, (yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikit pun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong. Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.</em>” (Ath-Thur: 45-47)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ibnu Abil ‘Izzi Al-Hanafi rahimahullahu berkata: “<em>Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ini, kemungkinan yang dimaksud adalah mereka diazab di dunia dengan dimatikan atau yang lainnya. Kemungkinan (yang kedua) mereka diazab di alam barzakh. Makna yang kedua ini yang lebih nampak jelas, karena kebanyakan mereka mati dalam keadaan belum diazab di dunia. Atau kemungkinan (ketiga) maksudnya adalah umum, yaitu azab di dunia dan di akhirat (termasuk azab kubur).”</em> (Syarh Al-’Aqidah Ath-Thahawiyyah, hal. 612-613)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar</em>.” (At-Taubah: 101)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami rahimahullahu berkata: “Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Abu Malik, Ibnu Juraid, Al-Hasan Al-Bashri, Sa’id, Qatadah, dan Ibnu Ishaq rahimahumullah, mereka mengatakan (yang kesimpulannya) bahwa yang dimaksudkan dengan ayat tersebut adalah azab di dunia dan azab di kubur. Kemudian mereka dikembalikan ke azab yang besar yaitu neraka jahannam.” (Ma’arijul Qabul, 2/719)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat sebelum azab yang lebih besar (di akhirat). Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">).” (As-Sajdah: 21)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: <em>“Al-Bara’ bin ‘Azib, Mujahid, dan Abu Ubaidah berkata bahwa yang dimaksud adalah azab kubur</em>.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/405)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalil-dalil dari As-Sunnah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami rahimahullahu berkata: “<em>Dalil-dalil dari As-Sunnah yang menunjukkan adanya azab kubur sungguh telah mencapai derajat mutawatir, karena para imam As-Sunnah, para periwayat hadits dan para pakarnya (kritikus, penelitinya) dari sejumlah besar kalangan sahabat (telah meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam).</em> Di antaranya Anas bin Malik, Abdullah bin Abbas, Al-Bara’ bin Azib, Umar bin Al-Khaththab, Abdullah bin Umar, Aisyah, dll g. (Ma’arijul Qabul, 2/721)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur.”</em> (Muttafaqun ‘alaih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam riwayat Muslim, dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">لَوْلَا أَنْ لَا تَدَافَنُوا لَدَعَوْتُ اللهَ أَنْ يُسْمِعَكُمْ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ الَّذِي أَسْمَعُ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Kalau kalian tidak saling menguburkan (jenazah), sungguh aku akan meminta kepada Allah agar memperdengarkan sebagian azab kubur yang aku dengar kepada kalian.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">مَرَّ النَّبِيُّ n بِقَبْرَينِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ. فَأَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً. فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَا فَعَلْتَ هَذَا؟ قَالَ: لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan. Beliau l bersabda: “<em>Sesungguhnya keduanya sedang diazab, dan tidaklah keduanya diazab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.” Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan azab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering</em>.” (Muttafaqun ‘alaih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">دَخَلْتُ عَلَى يَهُودِيَّةٍ فَذَكَرَتْ عَذَابَ الْقَبْرِ فَكَذَّبْتُهَا فَدَخَلَ النَّبِيُّ n عَلَيَّ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّهُمْ لَيُعَذَّبُونَ فِي قُبُورِهِمْ حَتَّى الْبَهَائِمَ تَسْمَعُ أَصْوَاتَهُمْ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Aku masuk kepada seorang wanita Yahudi, kemudian dia menceritakan azab kubur, maka aku mendustakannya. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk kepadaku, aku pun menceritakan kejadian itu kepada beliau. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh mereka akan diazab di kubur mereka, sehingga hewan-hewan pun mendengarkan jeritan-jeritan mereka.”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> (HR. Muslim)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Berlindung Dari Azab Kubur</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari azab kubur dan memerintahkan umatnya untuk berlindung darinya. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang azab kubur, maka beliau menjawab:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">نَعَمْ، عَذَابُ الْقَبْرِ حَقٌّ. فَقَالَتْ عَائِشَةُ x: فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ n بَعْدُ صَلَّى صَلَاةً إِلاَّ تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Ya. Azab kubur itu benar adanya.” Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Setelah kejadian tersebut, aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat kecuali berlindung dari azab kubur</em>.” (HR. Al-Bukhari no. 1049)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّال</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Apabila salah seorang kalian bertasyahud, hendaklah dia meminta perlindungan dari empat perkara, hendaknya dia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejelekan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal</em>.” (Muttafaqun ‘alaih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam riwayat lain di Shahih Muslim:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الْأَخِيرِ &#8230;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Apabila dia selesai dari tasyahud akhir</em>&#8230;.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">أَنَّ رَسُولَ اللهِ n كَانَ يُعَلِّمُهُمْ هَذَا الدُّعَاءَ كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa ini kepada mereka (para sahabat) sebagaimana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan sebuah surat dari Al-Qur’an.” </em>(HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;color:navy;">Dikutip dari: www. Asysyariah.com Penulis : Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan, Judul : Alam Barzakh, Adzab Kubur yang Menakutkan atau Nikmat Kubur yang Menyenangkan</span></p>
<p>Baca risalah dibawah ini:<br />
1.<a title="Taut Tetap ke MISTERI.. di ALAM KUBUR" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/02/misteri-di-alam-kubur/">MISTERI.. di ALAM KUBUR</a><br />
2.<a title="Taut Tetap ke Manusia Dengan Wajah Tak Berdaging.." rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/17/manusia-dengan-wajah-tak-berdaging/">Manusia Dengan Wajah Tak Berdaging..</a><br />
3.<a title="Taut Tetap ke Hukum Membongkar Kuburan" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/05/hukum-membongkar-kuburan/">Hukum Membongkar Kuburan</a><br />
4.<a title="Taut Tetap ke Bertaubatlah Sebelum Ajal Menjemputmu" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/03/bertaubatlah-sebelum-ajal-menjemputmu/">Bertaubatlah Sebelum Ajal Menjemputmu</a><br />
5.<a title="Taut Tetap ke Setelah Ajal Menjemput, Man Robbuka?, Sanggupkah Aku Menjawabnya !" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/02/setelah-ajal-menjemput-man-robbuka-sanggupkah-aku-menjawabnya/">Setelah Ajal Menjemput, Man Robbuka?, Sanggupkah Aku Menjawabnya !</a><br />
6.<a href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/30/macam-macam-azab-kubur-dan-sebab-sebabnya/" rel="bookmark" title="Taut Tetap ke MACAM-MACAM AZAB KUBUR dan&#160;Sebab-sebabnya">MACAM-MACAM AZAB KUBUR dan&#160;Sebab-sebabnya</a><br />
7.<a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/21/bahaya-menolak-hadits-ahad-sebagai-hujjah-dalam-aqidah/" target="_blank">Bahaya Menolak Hadits Ahad sebagai Hujjah dalam Aqidah</a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:9pt;color:black;">Diarsipkan pada: <a href="http://qurandansunnah.wordpress.com/"><span style="text-decoration:none;">http://qurandansunnah.wordpress.com/</span></a></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sepuluh Wasiat untuk Istri yang Mendambakan “Keluarga Bahagia tanpa Problema”]]></title>
<link>http://devisperfect.wordpress.com/2009/11/30/sepuluh-wasiat-untuk-istri-yang-mendambakan-%e2%80%9ckeluarga-bahagia-tanpa-problema%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 08:24:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>devisperfect</dc:creator>
<guid>http://devisperfect.wordpress.com/2009/11/30/sepuluh-wasiat-untuk-istri-yang-mendambakan-%e2%80%9ckeluarga-bahagia-tanpa-problema%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[Posted on Mei 26, 2009 by Kajian Islam Assunnah Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Posted on Mei 26, 2009 by Kajian Islam Assunnah Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tidurlah Sahabatku]]></title>
<link>http://duaessensi.wordpress.com/2009/11/30/tidurlah-sahabatku/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 07:35:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>duaessensi</dc:creator>
<guid>http://duaessensi.wordpress.com/2009/11/30/tidurlah-sahabatku/</guid>
<description><![CDATA[malam yang sejuk, selamat tidur kawan manfaatkan istirahatmu, pejamkan mata dan berharaplah bidadari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>malam yang sejuk,<br />
selamat tidur kawan<br />
manfaatkan istirahatmu,<br />
pejamkan mata dan berharaplah bidadari tersenyum padamu<br />
hingga esok kau bisa ersemyum dan membaginya pada Dunia</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta dan Pernikahan]]></title>
<link>http://mer1yant1.wordpress.com/2009/11/30/cinta-dan-pernikahan-3/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:20:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>meri yanti</dc:creator>
<guid>http://mer1yant1.wordpress.com/2009/11/30/cinta-dan-pernikahan-3/</guid>
<description><![CDATA[Apakah cinta itu? Apakah cinta itu seperti puisi ini : Saat rasa hati mengingatmu aku termenung Saat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Apakah cinta itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah cinta itu seperti puisi ini :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Saat rasa hati mengingatmu</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>aku termenung</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Saat rasa hati merindumu</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>aku merenung</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>saat rasa hati mencintaimu</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>aku tersenyum</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>saat rasa hati melepas kepergianmu</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>aku menangis</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;&#8230;apabila cinta memanggilmu&#8230; ikutilah dia walau jalannya berliku-liku&#8230; Dan, apabila sayapnya merangkummu&#8230; pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu&#8230;&#8221; (Kahlil Gibran)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini&#8230; pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang&#8221; (Kahlil Gibran)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Bukankah puisi diatas terlalu berlebihan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />   atau  itu memang benar cinta.Lalu bagaimana seharusnya?Haruskah kita berkorban perasaan, waktu , tenaga dan pikiran kepadaorang yang kita cintai dan mengabaikan kepentingan diri kita? Apakah dengan menikah berarti kita telah mempunyai dan merasakan cinta?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah kalau kita mencintai seseorang haruskah kita ungkapkan pada orang tersebut? Apakah salah apabila kita mencintai seseorang dan menginginkan dia seutuhnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah salah apabila kita mencintai seseorang tetapi tidak bisa mengungkapkan /menunjukan kalau kita itu cinta hanya karena termakan filosofi ”Cinta itu tidak harus memiliki” sehingga membiarkan cinta itu bertepuk sebelah tangan dan melihat orang yang kita taksir dari kejauhan?</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, cinta dan pernikahan?</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang menikah karena orang tua dan tidak dilandaskan cinta tapi rumah tangga mereka baik-baik saja.Apakah bener cinta itu bisa tumbuh seiring dengan waktu atau karena memang dipaksakan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang menikah karena memang keduanya saling  mencintai tetapi di tengah perjalanan, pernikahan mereka kandas? Apakah cinta itu bisa sedemikian cepat luntur dan bisa dilupakan begitu saja?</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang menikah karena pasangan nya memiliki kelebihan dari yang lain misal kecantikan/ kegagahan, kekayaan, pangkat tapi hidup mereka tetap baik2 saja dan ada juga berpisah karena kelebihan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang menikah karena rasa kasihan, mungkin karena penyakit, kemiskinan tetapi sebagian pernikahan mereka ada yang berhasil sampai kakek nenek. Apakah cinta juga bisa tumbuh karena rasa kasihan ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah kita harus  mencintai seseorang terus menikah atau menikah dulu baru perasaan cinta itu baru tumbuh?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sering bingung kalau dapat pertanyaan ini :</p>
<p style="text-align:justify;">“Cintailah orang yang kamu nikahi atau Nikahilah orang yang kamu cintai “</p>
<p style="text-align:justify;">Harus pilih jawaban yang mana?</p>
<p style="text-align:justify;">Haruskah aku jawab lagi dengan argument ini, “itu tergantung keadaan, kalau kita beruntung berarti kita akan menikahi orang yang kita cintai tetapi jika keadaan nya tidak bagus spt kita dijodohkan oleh orang tua , maka pilihlah “Cintailah orang yang kamu nikahi”, itu lebih baik bagi kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi setelah memberikan jawaban itu, hatiku berontak, bukankah aku pernah dinasehati oleh seseorang “Menikah dengan orang yang bias membuatmu tertawa/tersenyum karena dia yang akan menemani hari-harimu, hidup, makan, minum dan tidur denganya. Dia yang akan menentukan jalan hidupmu, apakah akan berjalan dengan biasa-biasa  saja, bahagia atau malah menderita”</p>
<p style="text-align:justify;">Berarti kalau begitu, opsi yang lebih baik adalah nikahilah orang yang kamu cintai.Biar <em>happily ever after</em>: p</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh cinta itu membingungkan dan aku sering tidak konsisten terhadap yang satu ini atau memang kita harus pasrah dan menerima jodoh yang telah ditetapkan baik suka maupun tidak. Tapi bukannya ada istilah soul mate? Berarti pasti ada dong istilah klop/ cocok. Mereka punya persamaan sikap/tingkah laku antara seorang perempuan dan laki-laki dan itu yang dinamakan soul mate? Haruskah kita mencari dan mempertahankan soul mate kita itu walaupun banyak hambatan dan rintangan kalau kita memutuskan untuk hidup bersama?</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali lagi, Hidup adalah sebuah pilihan, kita harus memilih dan menerima segala konsekuensi dari pilihan tersebut. Jadi pilih, pilih dan pilihlah. Dan berpikir dahulu sebelum menikah jangan asal karena takut syahwatnya merambah kemana-mana karena syahwat itu bias di kendalikan dengan berbagai cara dan juga jangan menikah karena ingin mencari muhrim di suatu tempat sebagai tempat berlindung.Sebab menurutku, tempat berlindung adalah Allah SWT dan jadi lah perempuan/ laki-laki yang pemberani, tidak takut apapun kecuali takut kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Menikah lah karena Allah, menikah karena agamanya, karena itu akan membawa kebahagian. Menikahlah dengan orang yang tepat dan di waktu yang tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena menikah adalah proses penyatuan dua jiwa dan dua keluarga menjadi satu.Jadi jangan terburu-buru karena segala sesuatu yang terburu-buru akan berakibat tidak baik. Santai saja, kalau jodoh tak kan kemana <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Suami bijak istripun tidak nglunjak]]></title>
<link>http://abudakwah.wordpress.com/2009/11/29/suami-bijak-istripun-tidak-nglunjak/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:32:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>abu dakwah</dc:creator>
<guid>http://abudakwah.wordpress.com/2009/11/29/suami-bijak-istripun-tidak-nglunjak/</guid>
<description><![CDATA[Sahabat Rosululloh Sholallohu &#8216;alaihi wasalam yang mulia Abu Darda&#8217; Rodhiyallohu &#8216;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sahabat Rosululloh <em>Sholallohu &#8216;alaihi wasalam</em> yang mulia Abu Darda&#8217; <em>Rodhiyallohu &#8216;anhu</em> berkata kepada istrinya: &#8220;<em>jika engkau melihatku marah maka redakanlah kemarahanku. jika aku melihatmu marah kepadaku, maka aku akan meredakanmu, jika tidak (begitu) kita tidak akan harmonis. carilah keridho-an dari ku yang dengan itu engkau melanggengkan cintaku. janganlah engkau berbicara keras sepertiku, ketika aku sedang marah. janganlah sekalipun menabuh (memancing kemarahanku) seperti engkau menabuh rebana, sebab engkau tidak tahu bagaimana (rasanya)orang yang ditinggal pergi. janganlah banyak mengeluh sehingga melenyapkan dayaku, lalu hatikupun enggan terhadapmu, sebab hati tiu berbolak-balik. sesungguhnya aku melihat cinta dan benci di dalam hati, jika keduanya berhim[un, maka cinta pasti akan pergi</em>.&#8221;</p>
<p>Masya Alloh, romantis, harmonis, tegas tapi begitu lembut diserap jiwa</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Download Audio: Tanda-Tanda Hati Yang Sehat (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)]]></title>
<link>http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/11/29/download-audio-tanda-tanda-hati-yang-sehat-ustadz-yazid-abdul-qadir-jawas/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 03:01:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>fery achmad</dc:creator>
<guid>http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/11/29/download-audio-tanda-tanda-hati-yang-sehat-ustadz-yazid-abdul-qadir-jawas/</guid>
<description><![CDATA[Di antara tanda-tanda sehatnya hati adalah ia senantiasa menyadarkan pemiliknya agar kembali kepada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#000000;"><img class="alignleft" style="cursor:0;" title="http://moslemsunnah.wordpress.com/" src="http://www.goodcholesterolcount.com/wp-content/uploads/2008/09/heart_stethoscope.jpg" alt="http://www.goodcholesterolcount.com/wp-content/uploads/2008/09/heart_stethoscope.jpg" width="179" height="198" />Di antara tanda-tanda sehatnya hati adalah ia senantiasa menyadarkan pemiliknya agar kembali kepada Allah, merendahkan diri di hadapan-Nya serta bergantung kepada-Nya sebagaimana bergantung-nya pecinta kepada yang dicintainya, yang tiada kehidupan baginya, tidak pula kemenangan, kenikmatan dan kebahagiaan kecuali dengan ridha, kedekatan dan kasih sayang-Nya. Dengan-Nya ia menjadi tenang dan sentosa, kepada-Nya ia berteduh, dengan-Nya ia gembira, kepada-Nya ia bertawakal, dengan-Nya pula ia percaya, kepada-Nya ia meng-harap dan karena-Nya ia takut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka mengingat-Nya adalah makanan dirinya, sedang kecintaan dan kerinduan pada-Nya adalah kehidupan, kenikmatan, kelezatan dan kebahagiaannya. Sebaliknya, berpaling kepada selain-Nya adalah penya-kitnya dan kembali kepada-Nya adalah obatnya.<!--more--></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jika ia telah mencapai kepada Tuhannya maka ia tenang dan ten-tram, sirnalah kegundahan dan kesedihannya, dan keperluannya pun menjadi terpenuhi. Karena sesungguhnya di dalam hati terdapat hajat yang tidak dapat dipenuhi oleh sesuatu pun kecuali oleh Allah. Di dalam-nya terdapat ketidak teraturan, dan tak ada yang dapat menyatukannya kembali kecuali dengan menghadap kepada-Nya. Di dalamnya terdapat penyakit yang tidak dapat disembuhkan kecuali dengan ikhlas dan beribadah kepada-Nya semata.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka hati yang sehat akan senantiasa mengingatkan pemiliknya sehingga ia bisa tenang dan tentram bersama Tuhan, Dzat yang disem-bahnya. Dan kala itu ia pun bisa mengendalikan ruh kehidupannya, merasakan nikmatnya, dan ia selanjutnya memiliki kehidupan yang lain dari kehidupan orang-orang yang lalai dan berpaling dari masalah ini, yang karenanya ia diciptakan, surga dan neraka dijadikan, dan para rasul diutus serta kitab-kitab diturunkan. Dan seandainya tidak ada sesuatu balasan apa pun bagi manusia kecuali keberadaan hati yang sehat maka cukuplah hal itu sebagai balasan, dan cukuplah dengan kehilangannya sebagai suatu penyesalan dan siksaan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pembahasannya simak kajian yang di sampaikan oleh <strong>Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas</strong> dengan tema <strong>&#8221; Tanda-tanda Hati yang Sehat dan Sakit &#8220;.</strong> Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Download:</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://www.archive.org/download/Tanda-tandaHatiYangSehat/Tanda2hatiYgSehatsakit.mp3">Tanda-tanda hati yang sehat. mp3</a></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">atau dalam format zip. <strong><a href="http://www.archive.org/download/Tanda-tandaHatiYangSehat/Tanda-tandaHatiYangSehat_vbr_mp3.zip">Disini</a></strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fragmen Si Plong’o (28): 541-560]]></title>
<link>http://saidkelana.wordpress.com/2009/11/28/fragmen-si-plong%e2%80%99o-28-541-560/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 23:50:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>saidkelana</dc:creator>
<guid>http://saidkelana.wordpress.com/2009/11/28/fragmen-si-plong%e2%80%99o-28-541-560/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Fragmen Si Plong’o (28): 541-560 Plongo (28): temen minum koffe 541. Si Penakut (2) Plongo da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&nbsp; Fragmen Si Plong’o (28): 541-560 Plongo (28): temen minum koffe 541. Si Penakut (2) Plongo da]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The TV is a S-H-A-Y-T-A-A-N]]></title>
<link>http://alashree.wordpress.com/2009/11/28/the-tv-is-a-s-h-a-y-t-a-a-n/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 00:00:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
<guid>http://alashree.wordpress.com/2009/11/28/the-tv-is-a-s-h-a-y-t-a-a-n/</guid>
<description><![CDATA[By: Abu Muhammad al-Magribi Transcribed by: Umm Hasna Firdous Bint Jabir Request the audio for your ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>By:</strong><span style="color:#ff0000;"> Abu Muhammad al-Magribi</span><strong><br />
Transcribed by:</strong> <span style="color:#ff0000;">Umm Hasna Firdous Bint Jabir</span> Request the audio for your listening @ <strong><a href="http://www.salaficast.net/"> www.salaficast.net</a></strong></p>
<p><strong>Transcription:</strong></p>
<p><a href="http://alashree.wordpress.com/files/2009/11/tv.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-770" title="tv" src="http://alashree.wordpress.com/files/2009/11/tv.jpg" alt="" width="130" height="126" /></a>Any Muslim with any Iman within them, and with their Aqeedah and their Manhaj try to understand that the TV is a Shatian. That the TV is behind all evils. TV is behind the destruction of families. The reason behind this talk is to remind the Muslim Brothers and sisters so they can follow the reminder when it comes to them. This is not to make them apply this to their intellect and if they do so, they will say that it doesn’t apply to them.. I am aware of the TV, Like many people say they have a TV o­nly for the CNN. Some brothers or the sisters they claim that they have the TV o­nly for the News. Some brothers they say have the TV o­nly for the Travel Show. Somebody may say what does that Travel Show have to do with the Muslim, or the Salafee? Look how twisted .. sometimes we may be and how Shaitan puts us to sleep. So we find excuses against ourselves. That brother he may say: &#8220;Yeah, I am watching the Travel Show&#8221;. What does that have to do with your life? From a channel to another, <em>SubhanaAllah </em>they may be watching <strong>Bay Watch</strong>, <strong>Wrestling</strong>, <strong>Ophrah</strong> ….. then what? They are not o­nly the o­nes watching, <strong>not adults o­nly, but the kids are also watching</strong>.</p>
<p>When the command of Allah and His messenger came to you, u must apply it. In Surah Ahzab : 36<!--more--></p>
<blockquote><p><strong> &#8220;It is not befitting for any believing men or women that when Allah and His Messenger (sallallahu alaihi wa sallam) decreed upon a matter that they will have a choice in regard to the decision and whoever disobeys Allah and His Messenger (sallallahu alaihi wa sallam) indeed he is in a clear mistaken error.&#8221; </strong></p></blockquote>
<p>There are a lot of evils he is going to mention about the TV. o­ne of the evils is enough to make TV haram, not the 20. The brother has selected 20 and the 20 are the many many evils of the TV. But his is only a selection. o­ne of the reasons I mention is enough for any o­ne who has Iman who has understood the <em>ayah</em>, and he still has the TV, he will put the TV in the trash. If you look at the arrows o­n the remote, they are faded, because the thumbs have been o­n it.</p>
<p>Some people after reading or hearing these evils may seem, nothing is applicable o­n me. Nothing is applicable o­n you? 20 major destructive things, that destroys the marriages, destroy the education, destroys the Dawah, destroys the religion, destroys men and women, destroys children, destroys that the Prophet (sallallahu alaihi wa sallam) lived upon, destroy the Aqeedah…. None is applicable o­n you??? Who are you? Simply he is saying &#8221; I don’t care what you are saying, but the TV stays. I cannot do without do without it. Cannot do without Oprah, cannot do without Bold and the Beautiful… cannot do without Bay Watch.</p>
<p>The first evil, the first reason why a Muslim, a <a title="What is Salafi?" href="http://www.calgaryislam.com/imembers/FAQ+index-myfaq-yes-id_cat-1.html#1"> salafi</a> should get rid of the TV if they are still holding to o­ne : looking at women. It is not permissible for a man to look at another woman, not even her picture. Because Allah has commanded us in Surah Noor : O Muhammad give a command, and say to the believe man to lower their gaze. Do we men lower our gaze.. when the girl behind the register smiles to us.. when she is dressed to kill?? We look to the left, now to the right, there is no o­ne watching me, no beards, no Muslims, no koofis ..I am going to look now, I am going to look.. may be I will engage in conversation because those women are vicious. They want to start something with you. Your Islaamic they want to see how you stand.. &#8220;Are you Muslim? Are you Islaamic?&#8221; It’s like a challenge to them.. the Muslim man with a beard… they have been pushed by the open enemy to man which is the Shaitan and you have been seeing those women o­n TV all day and night and now it is reality in front of your eyes. What are you going to do about it? We have to lower our gaze When we go to our doctor’s appointment, when we go to any places, while driving (it may be hard to lower the gaze and driving) but yet we have to lower our gaze. Don’t look at women that are not permissible and you have no business looking at them. It is not permissible to look at the face of the woman.</p>
<p>What about the man who is looking at every single part of the woman. What about those people who go beyond the TV and subscribe channels that they pay more money, so that they can watch naked women.. Aoozu billah. HBO / cable they pay more money to watch more naked women. They spend money that Allah has provided for us to look after and maintain our families and for Allah’s cause, good causes. What are we doing now? When the Muslims pay for cables they are saying we are the salafi, we are going to make sure you are not going to run out of business. We will keep you o­n business. We are saying: the contract is 10 million, we will make sure we will keep our commitment to pay $40 to $70 per household for what? To see Madonna?? To see disbelievers … to watch stinky Kaafirs and they can stay in the job. They win. A brother has 5 kids, he needs money for the kids. We need to spend o­n our families. Who are we deceiving? For cables and things how harams our hands are tied. Shaitan ties our hands. Put some sadaqa box to support some Dawah, a Masjid, for Islamic schools and causes, that which will benefit our kids ourselves, now we are going to sit o­n our heads. Now all of a sudden we find ourselves tied up. Shaitan is tying up. But to spend in the haram the screw is loose.</p>
<p>Likewise it is not permissible for women, for women to look at men. They show naked men, so it is not permissible. So for those women they have to fear Allah subhanwa tala. Ayah in Soorah Noor :31, applicable o­n us: &#8220;Say to the believing women to lower their gaze&#8221; and he says he doesn’t want anyone to understand him wrong here… Now the women have the TV o­n and are they going to lower their heads down and they can sneak a look? And when that hunky man is not o­n TV now they can watch? Because men and women they run the TV. There will not be no TV without men and women.</p>
<p>3rd Reason why a Muslim, a Salafi should not have a TV in any place in his house is because the TV brings corruption bad manners to the home. Now you are tying to raise your kids upon the Book of Allah &#38; the proper Sunnah of the Messenger (sallallahu alaihi wa sallam) and upon the way of the <a title="What is Salaf?" href="http://www.calgaryislam.com/imembers/FAQ+index-myfaq-yes-id_cat-1.html#1">Salaf</a> but then when you leave the kids watching TV, they are not going to learn any of that. None of the above. Rather they will learn how to imitate the Kuffar, the enemies of Prophet (sallallahu alaihi wa sallam) the enemies of Islam, and it is haram to imitate the Kuffar. Prophet (sallallahu alaihi wa sallam) narrated and it is recorded in Abu Dawud &#8220;Whoever resembles a people is o­ne of them.&#8221;</p>
<p>Do you think your child will come up to you and say: Abi I want to be like Aysha, I want to be like Safia and Hafsa. Ummi I want to be like Fathima, Khadija, no, she wants to be like the Dixi chicks, Bay watch figure. Because You as a parent did not teach her who Fathima was, who Ayesha was., rather you left her to the Satan Box. Kids know how to maneuver, since the remote is easy. Mothers don’t want to spend time with their girls, with their kids, so she chases them to kids room saying: go to your room, go and watch some TV.. go now, I have some work to do&#8221;. Another reason she chases the kids to the room is so the mother can watch TV downstairs without disturbance from kids. Money that is very important she spends buying a new TV if there isn’t o­ne for her to watch her favourite programs. Money that should be spent o­n Dawah, programs in Masjids. But she buys another TV so she can watch her own programs. So now how evil are these? Bad manners. You see the husband dealing with his wife, the way he talks to her, the way he is intimate with her is like the Kuffar deal with o­ne another… the way the Kuffar deal with o­ne another. Simply because he wants to imitate. Now he is a psycho. They don’t pay attention to what he is doing because he is so into that. The TV has now become the part of their life. Marriage life is now a carbon copy of what is happening in Soap operas, in the moveies, show talks tele dramas. These are all lies. Wives talking back. Spouses not satisfied with sexual relations.. Many talk shows survive because they backbite, lots of lies and falsehood…tales, laughing at the faults and misfortunes of others.. while the Salfi is stuck in front of the TV, his nose in the TV laughing, giggling for his backbiting. Half of the Talk shows are backbitings, falsehood.</p>
<p>4th reason is why a Muslim should not have a TV in his home because the TV is a waste of time since there is no benefit whatsoever. Prophet said (recorded in Bukhari): There are 2 bounties, 2 favours, 2 blessings of Allah which many, many people are not using them in the right way is health and free time. Is he going to read the Bukhari, teach someone. No, he is going to spend the time in front of the TV.</p>
<p>The TV keeps some of the Muslims, not to pray at the time. Doesn’t let us pray o­n time. Shaitan is giving you a choice now. At the time of the Maghrib that is when they usually start. Now are you going to pray Maghrib or watch your favourite programs / team? If it the sports channel.. and you are watching a team, is it the team of the Sunnah, is it the team of Tawheed? the way the players are clad.. even males watching males… in shorts above their thighs?? It is a team comprising a bunch of Kaafirs making a fortune because of me and you, you and you. Don’t you know if people stop watching TV, i.e if we all boycott TV they want have 20 million dollar contracts for those guys. There wont be any fortunes for them because we are paying for them. The TV turns o­ne away from the remembrance of Allah. It is waajib for men to pray in Jamaah with the Muslimeen. If the wife is reminding : Honey it is time to do salah. He will say: Yes, I know. She says: I am serious. It’s time to for Salah.&#8221; He says : &#8220;I am serious too, don’t you have to do some laundry to do in the basement??? Don’t you want to go to the market?&#8221; All of a sudden he wants her to go to the market. He tries to get rid of this wife, he tries to get rid of the o­nly conscious reminder he has in his house, the last chance to get back to his senses and get make his salah in the Masjid. He sometimes gets ugly ya ikhwan .. angry, they beat the wives, scold them, because the wives remind them to stop the TV and go to the Masjid. . Men divorcing their wives because they turn off the TV before the game was over and now he didn’t see the last part of the match. It could be just a sports game. He feels out of place that he has nothing to contribute (belittle) to the conversation with his friends who talk about a shot, a sixer, a four…. He goes home frustrated and takes it o­n his wife over a TV over a show time. Allah says, &#8220;Woe to those who neglect their prayers.&#8221; This is a reminder to what?? Just get rid of the TV.</p>
<p>A Salafi should get rid of his or her TV which is a very important point : Teaching our kids false beliefs. TV corrupts our kids, including our sisters. No o­ne will disagree to the fact, whether salafi or not, these do not have any benefit. If the parents are not doing good in their Aqeedah and the Manhaj at least they hope that their kids become students of knowledge, that the kids can read and memorize the Quran and the kids can understand the Deen.</p>
<p>But let me tell you right now if you have a TV at home, you have put that child o­n an bad, evil way, he is going to be a student of knowledge in Islam… he is going to be a student of knowledge in corruption. He will teach other kids how to steal, how to flirt with women, how to slander other, how to belittle and ridicule others.</p>
<ul>
<li><strong>Somebody may say</strong>: Hold o­n, hold o­n, hold, my kids are watching <strong>o­nly cartoons</strong>. They don’t watch adult stuff. May be yes, but Barney Bear, little Barneys..Tom and Jerry, Goofy, …. Whatever… Cindrella,…(They lived happily ever after). So now they may say kids just watch cartoon. Cartoon is evil. Cartoon is evil. First of all because of pictures. That is the first evil. It is not permissible to draw any pictures and Shiekh Fawzan when he was asked about the cartoon he said that it was not permissible. Picture drawing is not allowed ….pictures are haram. There is an authentic Hadith that the people who will have severe punishment o­n the Day of Judgement are the picture makers. It will be said to them to bring to life what you have drawn. But cartoon are not any pictures. They give more power to resemble the creation of Allah. They are worse… they are moving pictures… they talk.. they talk to our kids and grab their attention…. The kids who watch cartoons are so spaced out…engrossed.. we can’t talk to them….They are like &#8220;What is it ha, later, later.?&#8221; Sometimes you got to say &#8221; You have to do it now,&#8221;..they will go to the kitchen to take the trash with their eyes glued to the TV. ..they may bump into something, break something, why because they don’t want to let the opportunity pass. If u tell them to do something…they don’t hear… if you tell them to do something they do it in such a hurry…. Phew…..like a jet they do……they may spill the trash then if they did a good job with the trash, they walk towards the TV in slow motion……. If you shout more to do something they walk backwards…. Slow….. throwing trash out of the window watching the TV. If you give another yelling they may be going backwards and eyes still glued to the TV and don’t be amazed if they throw the thrash o­n the porch or out of the window. .landing o­n somebody.. like the neighbour’s head …. It is a lot worse if it lands o­n the Land Lord’s head . You’ve got to find another spot then to live. Simply because those kids are so into this Shaitan called TV.</li>
</ul>
<p>And don’t you watch those kids who watch TV after the program what are they going to be doing?? Especially after wresting?? Is he going to come to the mother and say : Ummi you remember this hadith?? Father, can we now continue with surah An-Aam?? Mother can you teach me about Omar Ibn Al Khattab, Abu Bakr? No, No, No .. like brothers say : Monkey see monkey do. In his mind he is a hero now. In his mind he’s a man. Now he wants to be that hero that he saw o­n TV. He is now going to be slamming and smashing and breaking things in front of him.. things are going to get broken…trying to wrestle with his brothers and sisters.. kids get hurt. .. Imitate that personality o­n TV Aoozubillah…. the way those men are clad to wrestle…Bulldog’s names..</p>
<p>And in the end we blame it o­n the kids. If he talks bad to the elders, we blame it o­n him. If he does badly in school, we blame it o­n him. If he says something he shouldn’t say, we blame it o­n him. This is the way of the Kuffar. The Kuffar when it is serious they don’t take responsibility. Because o­ne of the principles, fundamentals in their Aqeedah is to blame it o­n Jesus. o­ne of the main Aqeedah of the Kuffar is Jesus takes the sin. It’s like Jesus has nothing to do and he is taking the sins of all the fornicators, …it’s like saying you can smoke all the cocaine you want, fornicate with all the girls, rape all the women, steal all you want and blame it o­n Jesus, Jesus, Jesus, for the love of Jesus. Why do we have to be like this and blame it o­n the kids?? Don’t you know that having TV, no o­ne is content with a 19&#8243;, 20&#8243;25&#8243; TV, everyone wants the 54&#8243;, 66&#8243;, I don’t know I am guessing the sizes …they want to see the bidah and the Kufr from a big angle. They don’t want to see the innovation so small. They want to really get a good view. They don’t want to see the Kufr in a small dimension. They want to see it large, large. No body wants to see it in black and white, in colours. They want to see everything in colour. We find in some houses, in their living room, a TV, a huge TV, they spent a lot of money buying it, to which they are answerable o­n the Day of Judgement as to how they spent their money … they have the nerve to put next to the TV, a collection of Books of Hadith, a collection of books of Aqeedah, Sahih Bukhari next to the Shaytan. Why there?? This is an insult to Islamic studies, to Imam Bukhari and an insult to the Quran. (Shelf that holds the TV stand)….This is serious. Rather it is incumbent upon the guardians, the parents, the guardian to educate their kids, to educate o­n Islam, the path of Prophet (sallallahu alaihi wa sallam) and the Sahabas. And Allah says :Surah Tahrim:6 &#8220;O You who believe! Save yourselves and your families from a fire whose fuel is men and stones…&#8221; If you are the man of the house, be responsible and save yourselves, save your wives, save your children save anyone who lives in your house.</p>
<ul>
<li><strong>In the TV, there is music</strong>. NO o­ne can deny this. Even those who claim they have TV for news.. there is music in the news. CNN starts with the music. They start with music. Commercials are based o­n Music. Music is haram. Music is not disliked, it is not okay, you may do it or u may not… it is HARAM in its entirety. Some body may say, that is right, but I listen o­nly to country music,, it talks about dogs and trucks and all that stuff there is no foul language…It is Haram. Music is Music and there is no permissible music. The daleel .. we are the Salafis and everything has to have (proof) : ayah in Surah Luqman : Allah says &#8220;there is among people those who buy …..idle talks, speeches and expressions…&#8221; They spend some fortunes so that they turn people away or themselves turn away from the path of Allah. There is no benefit whatsoever in Music. No benefit whatsoever. (There is no cure in something that Allah has made Haram…no relaxation…not to ease stess…)</li>
</ul>
<p>There are some channels that have been introduced in Saudi, dish… they get all the haram channels… aoozubillah.. This is also applicable to us because we get stuff like these through VCR’s, DVD’s, … some of their channels display programs related to the seerah of the Prophet (sallallahu alaihi wa sallam)….. eg. A well known movie among the Muslims is ‘The Message’… the Message of destruction. That’s what it is. It is not permissible to watch that movie. You ask the people of knowledge about Anthony Quinn, … He will never reach Hamza even if he becomes Muslim. How far is he from Hamza radiaAllahu anhu. He is dead… Fabricated stories… o­n behalf of the Prophet, the companions…the Muslims who took those movies did not ask the permissibility form the scholars such as Sheikh Rabei, Sheikh Albani .. they don’t care about that. They want to make some money… that is the bottom line. They don’t care if it is o­n the sunnah. The movie Omar Mukhtar… in Libya .. The lion of the Desert… It is Lion of the Hellfire… Anthony Quinn… it is Kufr. So it is not permissible. If we watch it, we are commanding falsehood and helping in sin and transgression. Allah says: &#8220;help o­ne another upon good and righteousness.. not upon sin and transgression.&#8221;</p>
<p>They defame the Sahabas…especially in the Muslim countries. They dress in turbans, horses, swords and all that etc. and give some characteristic to Omar Ibn Al-Khattab, the companion of Rasulullah drinking alcohol, singing, dancing with a Kaffirah.. prostitute. Did they ask the people of knowledge?</p>
<p>The TV is a means of dissemination and spread of innovation. Why because this is the way of the innovators. o­ne of the ways of the innovators is that he doesn’t turn never, ever turn back to the people of knowledge. These are people who do not check back to the scholars. Prophet (sallallahu alaihi wa sallam) said …every Bidah is astray and every Bidah… is in the hellfire. Not some Bidah. Why? Whenever a bidah is spread, a sunnah died. Know this for sure. Whenever a bidah is spread it takes the place of the Sunnah… If you spread the Sunnah, it will wipe away the Bidah Insha-Allaah.</p>
<p>In the TV they bring news, they don’t care which is right, not correct.. People get hurt, honours… then later they say Oooops we made a mistake.. sorry. Families get destroyed. Incorrect news. They give compensation money…that TV brings news that is not correct.. they mix news that which is right which that which is not right. That’s how those poor viewers are victims and prey to falsehood. The brothers and sisters then start carrying the false news…. This spreads like wild fire. TV reflects the lives of people.. the way they walk, the way they talk,. in their wife’s behaviour, in their children’s behvaiour, dress, behaviour, clothing.. the kid’s salah…. While we are in the khushoo of our salah… the kids singing Jingle bells, jingle bell. How many time when we are deep in the khushoo of our salah we hear kids shouting those slogans they hear o­n TV.</p>
<p>False statements: elections, women can do whatever u want…. Freedom….. u r in a free land.. you can do whatever you want. Indirectly those who watch TV are slave to the Shaitan. Freedom is when you are free from shirk, disbelief, free from being a slave to a human being. Indirectly they are slaves, he works hard to make payments o­n the house, the car, the TV, the gym, …he can’t take a week off without being worried that you want be able to pay bills? If he doesn’t make his payments the house is gone, the car is gone, the TV is gone. Don’t be mislead freedom , freedom, free land. They are slaves.</p>
<p>12th reason why, you, me and all Salafis should get rid of the TV, is the sin of the o­ne who bought the TV and he leaves it behind after his death. He leaves an inheritance which is a disobedience to Allah for his family. See how evil it is. He dies leaving a TV in a home, he dies leaving an evil. Prophet (sallallahu alaihi wa sallam) said &#8221; Whoever introduced to this Deen, or left behind a practice of life something evil, he will be punished and also receive the equal amount of punishment for anyone who follows that bad way.&#8221; Your account with Allah is receiving bad things. You go to the Masjid but he kids and wives are watching TV… and your evil account is increasing. .. Kids are watching TV. If the kids are watching TV with friends…. More sins. Wives are watching after you die. See how the TV keeps you away from the remembrance of Allah. Especially those after Isha who stay up late watching TV programs, program after program, movie after movie, then when it is time for Fajr he is tired. He can’t. He is beat. Why? He was in Jihad? He was wasting his money, may be keeping some family members up and it is very sad that some kaafir neighbours complain against the Muslims that they have the TV too loud. It should be the other way about. Muslims complaint against the kaafir? But it is the kaafir who is complaining that the TV is too loud and the Music is too loud.</p>
<p>This is for the woman. They find themselves o­ne o­n o­ne with the TV. She watches o­nly CNN, travel channel (though she hates that), news, cartoon.. .. as soon as the husband goes to work. … she switches to her favourite show…… Wa Laa howla wala….. who are we fooling and deceiving? Except ourselves. She is attracted to a man who is more cuter than her husband, huskier than her husband?? Now she’s gonna face the husband’s reality. She wants him to look like that Kaafir?? You know that magic word?? Khula???? Brother Imaam, can I have a Khula??? What did the husband do?? She’s gonna find all kinds of excuses,,, lies.. See the evil. Likewise with men… when they see the women, faked women…they are not women because they are fake.. if they were women, they would know how to guard their modesty. They are the slaves in the hands of Jews, they are the tool, the product. Women are now a product of the Jews are who making money.. promoting sex through the women. Now the man is looking at those fancy, fake women, the way they talk, walk, the way they look, sit……(don’t get your imaginations running… ya ikhwan). Even if his wife does not fit that description but is good, and a good <a title="What is Salafi?" href="http://www.calgaryislam.com/imembers/FAQ+index-myfaq-yes-id_cat-1.html#1">salafi</a>.. she loves her man …..she is not &#8220;all that&#8221;. Are you all that?? The man is not &#8220;all that’ but he wants his wife to be all that.</p>
<p>That the o­ne who watches is gone in disobedience to Allah. There is nothing in TV but disobedience o­ne after the other. o­ne thing after the other he is disobeying. If he comes home after work, without TV, he will read the Quran, talk to his wife, spend quality time instead of sitting next to each other like idols, like polls. Some women doesn’t notice the husband sitting next to her .. vice versa. Same for the man. She is trying to get the start a conversation but he is not there. He rather listens to the woman o­n the TV rather than his wife. The proofs are well established that the husband has to spend quality time with his family and wife.</p>
<p>Whoever watches TV he cannot deceive you and try to say he knows and follow Quran and Sunnah. You can’t have both in your home. o­ne of them has to leave the place for the other. If you have the Quran and the Sunnah, the TV should not be there, If you have the TV know that you have got &#8220;NO&#8221; Qruan and Sunnah. Some have Quran in their hands and the remote in the other. This is an insult to the Quran of Allah. Some say the Tasbeeh with the remote in their hands. Teaching kids and the remote in the other.. When his favourite program comes he says : &#8220;take a break&#8221; he says to the kids… he should take a break from innovation, take a break from sinning and disobeying the law of Allah. That is the BREAk he should take. The law for the book of Allah and the law for the Music they will never gather in the heart of men. You can’t have both in the same heart. o­ne has to be given up for the other.</p>
<p>Some people will say : kids will go to the neighbours to watch TV or go to the street and learn bad habits .. these are poor excuses which parents give for the well being of their children. If you have time for your kids why do they have to go to neighbours. Why do they have to go the streets.</p>
<ul>
<li>The TV promote fear from those movies. and things. People who don’t watch TV live in peace, tranquility. 911 episodes…puts fear…horror movies put fear in the hearts. .</li>
</ul>
<ul>
<li>The TV teaches people how to steal, professionals in stealing, how to fornicate, how to drink alcohol, how to get a blind date, verily he is blind…</li>
</ul>
<p>The prophet (sallallahu alaihi wa sallam) said (This is Serious) : <strong>Three people Allah wont look at them o­n the Day of Judgement. o­ne who is disrespectful to his parents. The woman who looks like a man, she wants to be the man in her house. She wants to say yes or No. The woman who takes the job of the man. So fear Allah sisters. Third is the youth : the youth who has no jealousy what so ever in regards to his family. </strong> How can he have no jealousy when he allows the TV into his home. He allows his wife to watch the haram and he allows himself to watch the haram.</p>
<p>So these are some of the evils. We need to start o­n good notes and get rid of the TV.</p>
<p>&#160;</p>
<p>quoted from aburrahman blog <a href="http://abdurrahmanorg.wordpress.com/2009/07/20/the-tv-is-a-s-h-a-y-t-a-a-n/#comment-243">&#62;&#62;&#62;CLICK HERE&#60;&#60;&#60;</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berani berkata Tidak. ]]></title>
<link>http://cantony.wordpress.com/2009/11/27/berani-berkata-tidak-2/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 11:42:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>cantony</dc:creator>
<guid>http://cantony.wordpress.com/2009/11/27/berani-berkata-tidak-2/</guid>
<description><![CDATA[Ada satu hal yang sangat penting dalam kehidupan berbisnis atau dalam kehidupan apapun yang kita jal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ada satu hal yang sangat penting dalam kehidupan berbisnis atau dalam kehidupan apapun yang kita jal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Waktu ]]></title>
<link>http://cantony.wordpress.com/2009/11/27/waktu/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 11:25:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>cantony</dc:creator>
<guid>http://cantony.wordpress.com/2009/11/27/waktu/</guid>
<description><![CDATA[Konon, kata orang Einstein mencoba menerangkan dengan sederhana tentang relativitas waktu, katanya s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Konon, kata orang Einstein mencoba menerangkan dengan sederhana tentang relativitas waktu, katanya s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup]]></title>
<link>http://cantony.wordpress.com/2009/11/27/berani-berkata-tidak/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 11:03:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>cantony</dc:creator>
<guid>http://cantony.wordpress.com/2009/11/27/berani-berkata-tidak/</guid>
<description><![CDATA[Walau hidup tak memberi ku banyak kebahagiaan. Walau hidup tak tak memberi ku banyak  kesenangan. Te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Walau hidup tak memberi ku banyak kebahagiaan. Walau hidup tak tak memberi ku banyak  kesenangan. Te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SERUMPUN KATA DARI MELAYU ]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/26/serumpun-kata-dari-melayu/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:03:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/26/serumpun-kata-dari-melayu/</guid>
<description><![CDATA[Semak belukar di padang ilalang mencari biji di tumpukan jerami … Sulit nian mencari tahu siapa gera]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Semak belukar di padang ilalang mencari biji di tumpukan jerami …</p>
<p style="text-align:justify;">Sulit nian mencari tahu siapa gerangan si penulis ….</p>
<p style="text-align:justify;">Benang perak bertepian emas dirajut menjadi kain nan elok …</p>
<p style="text-align:justify;">Pandai nian merangkai kata menjadi kalimat yang manfaat….</p>
<p style="text-align:justify;">Buah ranum masak pohon lidah mengenyam rasa lezatnya….</p>
<p style="text-align:justify;">Sempurnanye tulisan di blog ni karena Tuhan Sang Pemberi Ilmu…..</p>
<p style="text-align:justify;">Butiran pasir di pantai aneka ikan di dalam laut perahu nelayan berlayar….</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak nian kebesaran Tuhan tuntutlah ilmu sampai ke negeri seberang…..</p>
<p style="text-align:justify;">Padi telah menguning pertande akan di tuai lumbung padi siap terisi…</p>
<p style="text-align:justify;">Butiran beras berkumpul menangis haru menanti waktu untuk ditanak ….</p>
<p style="text-align:justify;">Harap cemas dinanti adakah kate syukur terucap dari mulut yang mengunyahnya</p>
<p style="text-align:justify;">Awan berjalan tertiup angin di atas gunung yang menjulang tinggi ….</p>
<p style="text-align:justify;">Matahari terik memancarkan sinarnya ke bumi panaslah dirase…</p>
<p style="text-align:justify;">Asap kendaraan mengepul sangat pekat menambah panas bumi ini….</p>
<p style="text-align:justify;">Hilir mudik manusia lalu lalang kendaraan membuat pening kepala….</p>
<p style="text-align:justify;">Hujatan caci maki terdengar karena cuaca panas membuat hatipun memanas…</p>
<p style="text-align:justify;">Peluh keringat menetes deras di sekujur tubuhbau menyengat mulai terase….</p>
<p style="text-align:justify;">Semua menyeruak ingin sampai lebih cepat keselamatan di abaikan…..</p>
<p style="text-align:justify;">Buah mangga buah kedondong sabar dooooong…….</p>
<p style="text-align:justify;">Bunga melati bunga mawar kumbang datang ingin mengisap madunye…</p>
<p style="text-align:justify;">Hati suci nan tulus tentulah baik tindak tanduknye…..</p>
<p style="text-align:justify;">Harum bunga semerbak tentulah banyak orang suke …</p>
<p style="text-align:justify;">Riak air gemericik kicau burung melantun merdu semilir angin meresap dikulit….</p>
<p style="text-align:justify;">Hamparan padang rumput nan hijau terbentang luas…..</p>
<p style="text-align:justify;">Sang gembala meniup serulingnya domba-domba lahap menyantap rumput….</p>
<p style="text-align:justify;">Sang mentari tersenyum awan cerah berkumpul memberi tande suka cita…..</p>
<p style="text-align:justify;">Membuat hati menjadi tenang dan damai kebesaran Tuhan nampaklah jelas….</p>
<p style="text-align:justify;">Akankah keindahan itu sirna jika manusia-manusia serakah tibe ……</p>
<p style="text-align:justify;">Akankah manusia beriman terkalahkan oleh penguase dunia ….</p>
<p style="text-align:justify;">Cam mane jadinya dunia ni jike semua tu terjadi !!!!!!!!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Ade sikit maksud dari negeri hikayat …..</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah rumah tersaji beberape macam buah-buahan yang sangat menggoda untuk disantap tetapi si empunya rumah hanya menyediakan alat bantunya saje tak hendak membantu untuk membuka atau mengulitinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Buah mangga ranum sangat manis di persandingkan dengan buah durian yang menyengat keduanya punye cite rase yang berbeda, keduanye sangat lezat bagi para penyukenya, tentunya jika ingin menyantap kedua buah tersebut harus pula gune alat bantu untuk membuka dan memotongnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sudut lain ade setampah buah anggur masak dan manis yang siap disantap tanpa perlu bersusah payah menggunakan alat bantu, lidah sudah dapat merasakan segarnya buah anggur.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk pelepas dahaga disajikan banyak butir kelapa yang masih terbungkus kulit luar nampak segar jika air kelapa melewati tenggorokan di saat udara panas.</p>
<p style="text-align:justify;">Para tamu datang dari beragam golongan ade pula yang cacat tak berlengan atau tak melihat tetapi mereka diminta untuk menyantap buah yang sudah tersaji, mereka tersentak dan berpikir ape maksudnya dari semua itu ?&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ape maksud dibalik niat si empunya rumah tu !!!!!!!!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Sekeranjang buah manggis saudara-saudara semajelis……</p>
<p style="text-align:justify;">Tari serumpun dari ranah melayu lenggak lenggok tubuh gemulai….</p>
<p style="text-align:justify;">Buah apel merah warnanye buah nanas berkulit tajam…..</p>
<p style="text-align:justify;">Susu perah dari lembu ambil garam dari laut…..</p>
<p style="text-align:justify;">Kincir angin roda berputar dulang emas dihempaskan….</p>
<p style="text-align:justify;">Sirip ikan nampak terlihat di laut lepas pertande ada kehidupan….</p>
<p style="text-align:justify;">Bulan purnama bersinar terang cenayang asik merajut duste….</p>
<p style="text-align:justify;">Malam semakin pekat lolongan anjing saling menyahut…..</p>
<p style="text-align:justify;">Sunyi senyap di dusun hingar bingar gemerlapnya kota…..</p>
<p style="text-align:justify;">Asik masyuk berbuat maksiat sudah menjadi santapan pokok…..</p>
<p style="text-align:justify;">Kenduri menjadi ritual budaya menjadi kewajiban ibadah menjadi selingan..</p>
<p style="text-align:justify;">Pundi-pundi uang terus diburu bejana-bejana amal di banggakan…..</p>
<p style="text-align:justify;">Benda-benda pusaka menjadi sandarannya, ramalan di yakininya…….</p>
<p style="text-align:justify;">Makam-makam keramat dan cenayang tempat meminta sesuatu….</p>
<p style="text-align:justify;">Percaya dan yakin kepada mitos atau takhyul yang menyesatkan….</p>
<p style="text-align:justify;">Buah belimbing jatuh ke tanah keledai berjalan lunglai…..</p>
<p style="text-align:justify;">Kuda menarik pedati kerbau membajak sawah ….</p>
<p style="text-align:justify;">Carilah pembimbing jangan menyerah teruslah berupaya…..</p>
<p style="text-align:justify;">Ayam tidak mengembik kambing tidak berkokok…..</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan jadi manusia bodoh karena kepandaiannya…..</p>
<p style="text-align:justify;">Burung terbang tinggi di angkasa, cacing bergumul dengan tanah….</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia pandai berkeinginan untuk mengetahui asal usulnya …..</p>
<p style="text-align:justify;">Matahari di atas bumi di bawah daratan berisi tanah lautan berisi air…</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia berhati mulia tentu ingin mengenal yang menciptakan itu….</p>
<p style="text-align:justify;">Para kerabat yang berbudi luhur jangan cari siapa penulis diblog ini tetapi cari dan pakailah hikmah-hikmah yang berguna atau carilah manfaat dari tulisan-tulisannya. Disaring dan dikaji lebih mendalam lagi sharinglah dengan yang lebih memahami dan lebih paham tentang Ilmu Ketuhanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan dari semua tulisan adalah mengajak manusia mengenal dirinya untuk dapat mencintai dan dicintai oleh Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan dalam mencintai umatnya tidak membeda-bedakan keyakinan atau agama, tidak melihat yang kaya atau miskin, muda atau tua, pria atau wanita, berpangkat atau tidak, rakyat jelata atau pejabat tinggi, pemuka agama atau bukan, tetapi semua di hadirat Tuhan sederajat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkehendak memilih siapa saja dari umat-Nya yang dikehendaki untuk diselamatkan dan diampuni.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan Maha Pengasih dan Pengampun maka Tuhan akan mengampuni manusia – manusia yang berdosa jika mereka minta pengampunan kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seberapa banyak dosa-dosanya meskipun sudah bergelimang lumpur berbuat maksiat setiap harinya atau tubuhnya penuh hiasan tatto tetap akan diampuni jika umat-Nya meminta dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. </p>
<p style="text-align:justify;">Untuk umat-Nya yang bertobat Tuhan tidak akan mempersulitnya dengan aneka ritual yang macam-macam dan jangan pernah kena tipu daya dari yang mengaku pandai dengan mengatakan bahwa pertobatan dapat ditukar dengan alat bayar atau dengan benda-benda atau hewan meski dengan alasan apapun karena Pengampunan Tuhan tidak untuk diperjualbelikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan terkecoh oleh dalil-dalil yang mereka keluarkan, sesungguhnya mereka adalah sesat karena telah menjual ayat-ayat Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan hanya menginginkan umat-Nya yang bertobat berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan buruknya lalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dengan terus menerus mengingat-Nya dan bersandar hanya kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Datanglah kepada Tuhan dengan menghadap seorang diri di ruang pribadimu bertobatlah dengan luluh lantah dan berjanjilah kepada-Nya karena Tuhan Maha Melihat dan Maha Tahu isi hati umat-Nya. Cukuplah dirimu dan Tuhan yang Tahu tanpa harus bercerita kepada siapapun juga tentang pertobatan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Segerakanlah pertobatan itu karena kamu tidak tahu kapan penjemput maut datang, jangan sia-siakan sisa hidupmu untuk hal-hal yang tak berguna di hadapan Tuhan. Perbanyaklah menghadap Tuhan untuk mohon ampun dan mohon untuk terus dibimbing dan dituntun di jalan yang lurus dan benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersikap lapang dada dalam menerima segala ujian dan cobaan dari Tuhan dengan terus mengingat dan memujinya dalam hati jangan mengandalkan diri sendiri dalam mengarungi kehidupan ini tetapi bersandarlah hanya kepada Tuhan. Jalani sisa hidupmu dengan penuh suka cita, ikuti kehendak-Nya didasari karena kamu mencintai Tuhan dan berharap ingin jumpa dengan-Nya kelak.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan melihat keatas terus, menilai sosok manusia dari tampak luar saja, jangan berkecil hati dan takut tidak diampuni atas segala dosa-dosa yang telah diperbuat, jangan membuat study banding dengan melihat pemuka agama, ahli kitab, ulama kondang, rekan yang ibadahnya tekun, hafal ayat-ayat dan dalil-dalil tetapi perlu diketahui bahwa mereka belum tentu lebih mulia di hadapan Tuhan karena Tuhan lebih mengetahui isi hati umat-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang mengaku-aku pandai hanya pandai berdebat tetapi belum dapat memahami dan dipakai untuk diri dan keluarganya, di beritahupun tak mau dengar karena merasa paling tahu dan paling pandai tetapi manusia yang banyak melakukan kelalaian karena ketidaktahuanya lebih cepat dapat introspeksi diri dan memahami apa yang dituturkan si pembimbing dalam mengajaknya untuk mencari kebenaran dan kembali kepada Tuhan tanpa melalui banyak perdebatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan malu dan takut untuk bertobat abaikan gunjingan rekan-rekan yang membuatmu jauh dari Tuhan karena mereka tidak dapat menyelamatkanmu di hadirat Tuhan, mereka hanya bisa berceloteh mengatakan kamu tidak gaul dan lain sebagainya, biarkan jangan hiraukan, takutlah jika kamu tidak ditoleh oleh Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Celoteh manusia hanya sesaat tetapi jika kamu tidak ditoleh oleh Tuhan maka kamu akan menjadi manusia yang paling merugi selamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudahi dugem, sudahi maksiat, segeralah bersujud untuk mohon ampun, waktumu tidak banyak lagi, jangan sia-siakan waktu selagi ada kesempatan, segerakan untuk bertobat.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan pernah menunda waktu untuk bertobat dengan alasan tunggu tua atau tunggu ini tunggu itu, hal demikian sudah tidak berlaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini lihatlah Tuhan telah banyak memberikan peringatan keras kepada manusia di muka bumi, bencana besar dan musibah sering melanda baik di darat laut maupun udara, apa yang sedang terjadi ternyata Tuhan sudah membinasakan manusia sekarang bukan dalam hitung satu atau dua manusia tetapi sudah dalam hitungan yang sangat besar yaitu puluhan, ratusan bahkan ribuan manusia binasa dalam sekejap.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah manusia tak takut ketika pencabut nyawa datang ia sedang berzina di penginapan atau sedang di tempat dugem dengan mulut bau alkohol memabukan sedang memakai obat-obatan terlarang sehingga wafatnya dalam keadaan overdosis wafatnya dalam keadaan kotor pulang dari menjual tubuh…….</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat meregang nyawa, penyesalanpun tiada guna selanjutnya siap menanti siksa kubur dan siksa neraka yang sangat pedih.</p>
<p style="text-align:justify;">Renungkan bagaimana keluarga yang ditinggalkan pasti sangat berduka dan sangat malu dengan cara wafat yang memalukan pasti jadi bahan gunjingan dan cercaan khalayak !!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk apa bergaya dengan penampilan luar yang mutakhir mencari popularitas dengan menghalalkan segala cara, berita-berita dari layar kaca berisi banyak macam cara untuk membuka dan mencari-cari aib orang lain, anak-anak di jadikan alat untuk mencari nafkah dengan alasan ini dan itu yang sebenarnya adalah kebanggaan dari si orang tuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia-manusia menggunakan mistik kegelapan dari dunia orang mati yaitu menggunakan budak iblis untuk mencari ketenaran dan mencari nafkah, hal yang demikian terjadi tetapi banyak manusia mengagumi dan memujanya sehingga nampak terlihat jelas begitu banyak manusia yang tanpa disadari sudah dipengaruhi oleh iblis dengan mengakui kehebatannya. </p>
<p style="text-align:justify;">Manusia bangga memamerkan kekayaannya di hadapan umum mengaku dari hasil jerih payahnya dan kepandaiannya atau karena keahliannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Segera benahi dan cepatlah menyadari kekeliruan atas apa-apa yang telah dilakukan, janganlah mau diperbudak oleh hawa nafsu dunia dengan hanya mengejar popularitas atau mengejar kekayaan, menghujat sana sini menjadi dalang untuk memperkeruh suasana membuat opini-opini dengan dalil untuk mensejahterakan masyarakat lebih baik benahi diri dan keluarga lebih dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan jadi manusia yang paling pandai untuk dunia dengan pandai membuat opini-opini atau pandai menghujat sesamanya dengan dalil-dalil yang dibuat oleh manusia juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan jadi manusia sombong dan angkuh, merasa ia yang paling benar dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain atau ingin memasukkan seseorang ke balik jeruji hanya karena ambisi dan egonya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan jadi manusia pecundang yang tidak punya hati nurani demi mengejar nafsu dunia lalu tega menyakiti sesamanya, membalas kebaikan dengan keburukan kepada orang yang telah membantunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang kamu kejar dan sudah kamu peroleh itu semua adalah semu dan sesaat, bukan itu yang Tuhan inginkan darimu, hai manusia !!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Bukalah mata lebar-lebar, tajamkan pendengaran, bersihkan hatimu……</p>
<p style="text-align:justify;">Tolong dengan amat karena wujud kasih memintamu untuk menanggalkan segala atribut dunia sejenak lalu benamkan dirimu di hadirat Tuhan silahkan gali dan cari ada apa disana dan tolong tanyakan apakah sudah benar apa yang kamu lakukan selama ini ??????</p>
<p style="text-align:justify;">Jawablah dengan sejujur-jujurnya jika jawabanmu mengakui kamu salah selama ini maka kamu akan mendapatkan tuntunan untuk segera bertobat dan merubah gaya hidupmu yang salah !!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi ketika jawabanmu mengatakan perilaku ini sudah benar maka silahkan lanjutan ambisimu mengejar dunia karena hatimu tertutup daki !!!!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan penuh kasih dengan selalu mengijinkan manusia untuk memilih jalan hidupnya di dunia maupun untuk hidup kekalnya di akherat.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>KASIH SAYANG TUHAN SELALU MENYERTAI UMATNYA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>BAGI YANG PERCAYA KEPADA-NYA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KUCURAN RAHMAT DAN AMPUNAN SELALU DI BERIKAN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>BAGI UMAT YANG MEMINTA KEPADA-NYA</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[marilah....]]></title>
<link>http://abubadr.wordpress.com/2009/11/26/marilah/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:26:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>abubadr22</dc:creator>
<guid>http://abubadr.wordpress.com/2009/11/26/marilah/</guid>
<description><![CDATA[MENJADI YANG TERBAIK &nbsp; Segala pujian bagi Allah, pencipta Alam semesta dan segala apa yang ada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>MENJADI YANG TERBAIK</strong></p>
<p>&#160;</p>
<p>Segala pujian bagi Allah, pencipta Alam semesta dan segala apa yang ada padanya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, para keluarga, shahabat dan para pengikut ajarannya dengan benar hingga hari akhir. Amma ba’du:</p>
<p>Sebuah titah ilahi menuntut kita untuk berlomba dalam kebaikan. Kita harus berusaha untuk menjadi yang terbaik dan menjadi pelopor dalam menjalankan kebaikan. Allah berfirman:</p>
<p dir="rtl"><strong>فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ [البقرة/148]</strong></p>
<p>“Maka kalian berlombalah dalam kebaikan” Al-Baqarah: 148.</p>
<p>&#160;</p>
<p dir="rtl"><strong>كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ [آل عمران/110]</strong><strong> </strong></p>
<p>“Kalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia. Kalian menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan kalian beriman kepada Allah.” Ali Imran: 110.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Di bawah ini akan pembaca dapatkan macam-macam orang yang terbaik dalam pandangan syariat. Perhatian!! Pilihlah hadits yang  kuat untuk Anda tiru.<!--more--></p>
<p>&#160;</p>
<h1>MEMBELA KERABAT YANG DIDZALIMI</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ سُرَاقَةَ بْنِ مَالِكِ بْنِ جُعْشُمٍ الْمُدْلِجِىِّ قَالَ خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ &#8211; صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &#8211; فَقَالَ « خَيْرُكُمُ الْمُدَافِعُ عَنْ عَشِيرَتِهِ مَا لَمْ يَأْثَمْ ».</strong><strong> </strong></p>
<p>Dari Suraqah bin Malik bin Ju’syam dia berkata, Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam berkhutbah di hadapan kami, beliau bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang membela kerabatnya selagi dia tidak berbuat dosa” HR. Abu Dawud: 5122. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa ini adalah hadits <strong><span style="text-decoration:underline;">Dla’if </span></strong>dan <strong><span style="text-decoration:underline;">Maudlu’</span></strong>.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>مَا لَمْ يَأْثَمْ</strong><strong> </strong>maksudnya adalah, selagi dengan pembelaan tersebut dia tidak terjatuh pada perbuatan dosa dan tidak mendzalimi lawannya.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>BERSIKAP BAIK TERHADAP KELUARGA</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ &#8211; صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &#8211; « خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى وَإِذَا مَاتَ صَاحِبُكُمْ فَدَعُوهُ ». </strong><strong></strong></p>
<p>Dari ‘Aisyah dia berkata, Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya. Saya adalah orang yang terbaik dari kalian terhadap keluarganya. Dan apabila saudara / teman kalian mati, maka kalian tinggalkanlah mengungkit-ungkit kejelekannya.” HR. Tirmidzi: 4269. Syeih Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini adalah Shahih.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>ORANG YANG SANGAT DIHARAPKAN KEBAIKAN DARI DIRINYA</h1>
<p dir="rtl"><strong>2432 &#8211; عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ &#8211; صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &#8211; وَقَفَ عَلَى أُنَاسٍ جُلُوسٍ فَقَالَ « أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُمْ مِنْ شَرِّكُمْ ». قَالَ فَسَكَتُوا فَقَالَ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ رَجُلٌ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنَا بِخَيْرِنَا مِنْ شَرِّنَا. قَالَ « خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ وَشَرُّكُمْ مَنْ لاَ يُرْجَى خَيْرُهُ وَلاَ يُؤْمَنُ شَرُّهُ ». </strong><strong></strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam berhenti pada selompok orang yang sedang duduk seraya bersabda: “ Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang yang terbaik dan terburuk dari kalian?” Mereka semua terdiam. Maka Rasulullah mengulangi pertanyaan tersebut sebanyak tiga kali. Lalu bangkitlah seorang seraya mengatakan, “Ya, wahai Rasulullah. Kabarkan kepada kami tentang orang yang terbaik dan terburuk di antara kami.” Beliau bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang sangat diharapkan kebaikannya    oleh manusia dan mereka merasa aman dari kejelekannya. Dan sejelek-jelek kalian adalah orang yang tidak diharapkan kebaikannya oleh manusia dan mereka tidak merasa aman dari kejelekannya.” HR. Tirmidzi: 2432. Syeikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini Shahih.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>ORANG YANG TERBAIK AKHLAKNYA</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ &#8211; صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &#8211; قَالَ « خَيْرُكُمْ فِى الإِسْلاَمِ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاَقاً إِذَا فَقِهُوا ».</strong><strong></strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu &#8216;alahi wa sallam beliau bersabda: “Orang yang terbaik kalian di dalam Islam adalah yang terbaik akhlaknya, jika dia telah faham dengan perintah dan larangan dari Allah.” HR. Ahmad: 10503. Syeikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini Shahih.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>MEMBERI  MAKAN SAUDARA, TETANGGA, FAKIR MISKIN DAN MENJAWAB SALAM</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ حَمْزَةَ بْنِ صُهَيْبٍ أَنَّ صُهَيْباً كَانَ يُكَنَّى أَبَا يَحْيَى وَيَقُولُ إِنَّهُ مِنَ الْعَرَبِ وَيُطْعِمُ الطَّعَامَ الْكَثِيرَ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا صُهَيْبُ مَا لَكَ تُكَنَّى أَبَا يَحْيَى وَلَيْسَ لَكَ وَلَدٌ وَتَقُولُ إِنَّكَ مِنَ الْعَرَبِ وَتُطْعِمُ الطَّعَامَ الْكَثِيرَ وَذَلِكَ سَرَفٌ فِى الْمَالِ فَقَالَ صُهَيْبٌ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ &#8211; صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &#8211; كَنَّانِى أَبَا يَحْيَى وَأَمَّا قَوْلُكَ فِى النَّسَبِ فَأَنَا رَجُلٌ مِنَ النَّمِرِ بْنِ قَاسِطٍ مِنْ أَهْلِ الْمَوْصِلِ وَلَكِنِّى سُبِيتُ غُلاَماً صَغِيراً قَدْ غَفَلْتُ أَهْلِى وَقَوْمِى وَأَمَّا قَوْلُكَ فِى الطَّعَامِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ &#8211; صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &#8211; كَانَ يَقُولُ « خِيَارُكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ وَرَدَّ السَّلاَمَ ». فَذَلِكَ الَّذِى يَحْمِلُنِى عَلَى أَنْ أُطْعِمَ الطَّعَامَ. </strong><strong></strong></p>
<p>Dari Hamzah bin Shuhaib, bahwa Shuhaib dulu diberi kun-yah (julukan) dengan ‘Abu Yahya” dan mengatakan bahwa dia dari bangsa Arab serta dia sering memberi makan (kepada orang lain). Lalu Umar bertanya kepadanya, “Wahai Shuhaib, kenapa engkau dijuluki “Abu Yahya” sedangkan engkan engkau tidak mempunyai anak dan kenapa engkau mengatakan bahwa dirimu dari bangsa Arab serta engkau seringkali memberi makan kepada orang lain, padahal itu termasuk menghambur-hamburkan harta?”. Shuhaib menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam yang memberi julukan aku dengan “Abu Yahya”. Adapaun pertanyaanmu tentang nasabku, maka aku adalah keturunan Namir bin Qasith dari penduduk Maushil. Akan tetapi aku ditawan ketika masih kecil. Aku telah lupa keluarga dan kaumku. Adapun pertanyaanmu dalam hal (memberi) makanan, maka sesungguhnya Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam pernah bersabda: Sebaik-baik kalian adalah orang yang suka memberi makan kepada orang lain dan menjawab salam. Maka itulah yang membuatku suka memberi makan.” HR. Ahmad: 24649. Syeikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini Shahih.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>MELUNAKKAN PUNDAK DI DALAM SHALAT</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ « خِيَارُكُمْ أَلْيَنُكُمْ مَنَاكِبَ فِى الصَّلاَةِ ». </strong></p>
<p>Dari Ibnu Abbas dia berkata, Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling melunakkan pundaknya (terhadap saudaranya) di dalam shalat.” HR. Abu Dawud: 672. Syeikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini Shahih.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Yang dimaksud “Alyanukum manakib” adalah ketika shalat berjamaah dia melunakkan pundaknya untuk saudaranya yang shalat disamping kanan atau kirinya. Dia melonggarkan tempat bagi saudaranya yang hendak bergabung dalam shaf.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>PANJANG UMUR DAN BANYAK BERAMAL BAIK</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِكُمْ ». قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « خِيَارُكُمْ أَطْوَلُكُمْ أَعْمَاراً وَأَحْسَنُكُمْ أَعْمَالاً ». </strong><strong></strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang terbaik dari kalian?” Mereka (para shahabat) menjawab: “Ya, wahai Rasulullah” Beliau bersabda: “Yang terbaik dari kalian adalah orang yang paling panjang umurnya dan paling baik amalannya.” HR. Ahmad: 7413. Syeikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini Shahih.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Al-Munawi mengatakan dalam kitab syarahnya “Faidlul Qadir”: Hal itu dikarenakan bahwa orang yang panjang umurnya dan baik amalannya, dia akan menggunakan segala kesempatan dan memperhatikan setiap waktu untuk menjalankan kethaatan kepada Allah. Dia melakukan hal itu semata untuk bekal kelak di akhirat. Dia akan selalu memperbanyak amal baiknya demi meraih  kemuliaan yang abadi.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>MENGQASHAR SHALAT DAN BERBUKA KETIKA SAFAR</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ حُرْمُلَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَجُلاً يَسْأَلُ سَعِيْدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ أُتِمُّ الصَّلاَةَ وَأَصُوْمُ فِيْ السَّفَرِ قَالَ لاَ قَالَ فَإِنِّيْ أَقْوَى عَلَى ذلِكَ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَقْوَى مِنْكَ كَانَ يَقْصُرُ الصَّلاَةَ فِيْ السَّفَرِ وَيُفْطٍِرُ وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ خِيَارُكُمْ مَنْ قَصَرَ الصَّلاَةَ فِيْ السَّفَرِ وَأَفْطَرَ</strong><strong></strong></p>
<p>Dari Abdurrahman bin Hurmulah bahwa dia mendengar seseorang bertanya kepada Sa’id bin Musayyab, “Bolehkan saya menyempurnakan shalat (tidak mengqashar) dan berpuasa ketika safar?” Beliau menjawab: “Tidak” Dia berkata, “Sesungguhnya aku kuat untuk melakukan itu.” Beliau berkata,” Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam itu lebih kuat darimu. Beliau mengqashar shalat ketika safar dan beliau berbuka (tidak berpuasa). Dan Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mengqashar shalat dan berbuka (tidak berpuasa) ketika safar.” HR. Ibnu Abi Syaibah: 8170. Syeikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini <strong><span style="text-decoration:underline;">Dla’if</span></strong>.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>MEMBACA AL-QUR`AN DAN MEMBACAKANNYA KEPADA ORANG LAIN</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « خَيْرُكُمْ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَأَقْرَأَهُ ، إِنَّ لِحَامِلِ الْقُرْآنِ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُو بِهَا فَيُسْتَجَابُ لَهُ »</strong><strong></strong></p>
<p>Dari Abu Umamah dia berkata, Rasullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang membaca Al-Qur’an dan membacakannya kepada orang lain. Sesungguhnya bagi pembaca Al-Qur’an itu doa yang mustajab yang dia berdoa dengannya, lalu dia diijabahi.” HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman: 2140. Hadits Dla’if.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Pada hadits ini terdapat rawi yang bernama Musa bin Umair. Dia adalah rawi Matruk. Abu Hatim menuduhnya berbuat dusta.</p>
<p>&#160;</p>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ عُثْمَانَ &#8211; رضى الله عنه &#8211; عَنِ النَّبِىِّ &#8211; صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ « خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ » . </strong><strong></strong></p>
<p>Dari Utsman radliyallahu &#8216;anhu dari Nabi shallallahu &#8216;alahi wa sallam beliau bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” HR. Bukhari: 5027.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>BERSIKAP BAIK TERHADAP ISTRI</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا ». قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنْ عَائِشَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِى هُرَيْرَةَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.</strong><strong></strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah radliyallahu &#8216;anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam bersabda: “Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan yang terbaik kalian adalah yang terbaik sikap/akhlaknya terhadap para istri.” HR. Tirmidzi: 1195. Syeikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini Shahih.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>BERJIHAD DI JALAN ALLAH DENGAN MENUNGGANG KUDA ATAU JALAN KAKI</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَعَامَ تَبُوكَ يَخْطُبُ النَّاسَ وَهُوَ مُسْنِدٌ ظَهْرَهُ إِلَى رَاحِلَتِهِ فَقَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ النَّاسِ وَشَرِّ النَّاسِ إِنَّ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ رَجُلًا عَمِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَلَى ظَهْرِ فَرَسِهِ أَوْ عَلَى ظَهْرِ بَعِيرِهِ أَوْ عَلَى قَدَمِهِ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمَوْتُ وَإِنَّ مِنْ شَرِّ النَّاسِ رَجُلًا فَاجِرًا يَقْرَأُ كِتَابَ اللَّهِ لَا يَرْعَوِي إِلَى شَيْءٍ مِنْهُ</strong></p>
<p>Dari Abu Said Al-Khudri dia berkata, Adalah Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam pada hari perang tabuk, beliau berkhutbah kepada manusia. Beliau duduk di atas kendaraan beliau seraya bersabda: “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang manusia terbaik dan manusia terburuk? Seseungguhnya manusia terbaik adalah seseorang yang berperang di jalan Allah dengan menunggang kuda atau untanya, atau dengan berjalan (tidak menunggang apapun) sampai kematian itu mendatanginya. Dan sungguh manusia terbaik adalah seseorang yang berdosa (bejat). Dia membaca Al-qur`an namun tidak memperhatikan isinya sedikitpun.” HR. An-Nasa`i: 3106. Syeikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini <strong><span style="text-decoration:underline;">Dla`if</span></strong>.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h1>AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR</h1>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ دُرَّةَ بِنْتِ أَبِى لَهَبٍ قَالَتْ قَامَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ« خَيْرُ النَّاسِ أَقْرَؤُهُمْ وَأَتْقَاهُمْ وَآمَرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَأَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأَوْصَلُهُمْ لِلرَّحِمِ ». </strong><strong></strong></p>
<p>Dari Durrah binti Abu Lahab dia berkata, Ada seseorang berdiri menghadap Nabi shallallahu &#8216;alahi wa sallam ketika beliau sedang berkhutbah seraya bertanya, “Wahai Rasulullah siapakah manusia terbaik itu?” Maka beliau shallallahu &#8216;alahi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak hafalannya, paling bertakwa kepada pemeliharanya, paling banyak amar ma`ruf dan nahi munkarnya, dan paling suka menyambung rahim (hubungan kekeluargaan)nya.” HR. Ahmad: 28196. Syeikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini <strong><span style="text-decoration:underline;">Dla’if</span></strong>.</p>
<p>&#160;</p>
<p>SAUDARAKU…!!! Mari kita berlomba dalam kebaikan. Berusaha dengan segala kemampuan yang telah dikaruniakan kepada kita untuk menjadi manusia terbaik dan menjadi pelopor dalam kebaikan. Mungkin kita mengulang sejenak sebuah hadits populer sebagai motivasi bagi kita:</p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا ».</strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah radliyallahu &#8216;anhu, bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk (kebaikan), dia mendapatkan bagian pahala semisal pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan (kejelekan), dia mendapatkan bagian dosa semisal dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.” HR. Muslim: 6980.</p>
<p>&#160;</p>
<p>BERAMALLAH…., “Maka Allah pasti menyaksikan amal kalian” dan KETAHUILAH…, “Dan Apa-apa yang kalian lakukan dari perbuatan baik, Allah pasti mengetahuinya”. BERBEKALLAH UNTUK HARI ESOK… “Maka sebaik-baik bekal adalah ketakwaan” SADARILAH BAHWA KIAMAT SUDAH DEKAT…dan ENGKAU AKAN DIHISAB…”Talah dekat kepada manusia akan hari penghitungan amal mereka, sedangkan mereka berada dalam kelalaian dan mereka berpaling”.</p>
<p>&#160;</p>
<h1>PENUTUP</h1>
<p dir="rtl"><strong>إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ (88) [هود/88]</strong><strong></strong></p>
<p>Tidaklah aku bermaksud melainkan untuk perbaikan. Dan tidaklah aku mendapatkan taufiq melainkan dengan izin dan pertolongan Allah. Aku bertawakal dan kembali kepadaNya. Hud: 88.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[motivasi ]]></title>
<link>http://abubadr.wordpress.com/2009/11/26/motivasi/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:25:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>abubadr22</dc:creator>
<guid>http://abubadr.wordpress.com/2009/11/26/motivasi/</guid>
<description><![CDATA[JADILAH PEMENANG Manusia mempunyai tabiat selalu ingin menjadi pemenang. Selalu ingin unggul dari ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>JADILAH PEMENANG</strong></p>
<p>Manusia mempunyai tabiat selalu ingin menjadi pemenang. Selalu ingin unggul dari yang lainnya. Yah, mungkin statemen di atas ada benarnya. Dulu, saat kita-kita berwujud sperma yang berada di rahim seorang ibu, kita-kita berlomba menuju ke satu titik ovum. Antara satu dan lainnya saling tendang. Hal itu terjadi karena ambisi yang dimiliki masing-masing sperma untuk menjadi pemenang. Namun, apakah semuanya menjadi pemenang? Ah, tentu tidak. Dalam perlombaan tersebut terdapat satu pemenang dan itu adalah kita. Nah, mungkin dari sinilah tabiat itu muncul.<!--more--></p>
<p>Ketika kita akan terlahir, kita berhadapan dengan berbagai rintangan bahkan kematian mengancam kita. Namun, hal itu berhasil kita lalui berkat semangat dan keinginan kita untuk menjadi pemenang dan sukses. Subahanallah, Dzat yang telah memberikan tabiat tersebut kepada kita.</p>
<p>Yah, karena itulah manusia dalam hidupnya ini selalu ingin menjadi pemenang dalam segala hal. Dia ingin unggul dari yang lain. Ingin tenar dan dianggap super. Dia selalu mengikuti dan mengadakan perlombaan untuk membuktikan bahwa dirinya adalah super dan orang yang paling sukses.</p>
<p>Agustus, bulan kemerdekaan Rakyat Indonesia. Dengan alasan mensyukuri nikmat kemerdekaan, Rakyat indonesia mengadakan ritual atau acara-acara. Salah satu acara yang sudah mendarah daging dan bahkan menjadi suatu kewajiban dalam memperingati kemerdekaan RI adalah pentas lomba. Dari lomba yang masuk akal hingga lomba yang masuk akal namun tak membuahkan manfaat. Macam apa lomba-lomba itu? Tentu anda lebih tahu.</p>
<p>Sedikit saya mengkritik perihal lomba-lomba tersebut bahwa itu adalah perbuatan yang sia-sia belaka dan bahkan tidak mustahil akan mendatangkan murka Allah. Bagaimana begitu? Yap, kan kita ini dicipatakan untuk beribadah kepada Allah dan memperbanyak amal kebaikan. Nah, kalau kita justru melakukan hal yang sia-sia dan melalaikan kewajiban, maka tentu hal itu akan mendatangkan murka Allah. Ya ga? (boleh anda tidak setuju).</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan tabiat manusia yang mempunyai tabiat ingin menjadi pemenang. Bisakah tabiat itu terealisasikan. Yah, memang Islam menuntut manusia untuk memperbanyak amal shalih. Namun, perlu di ingat bahwa islam telah menawarkan solusi untuk itu. Islam menghasung pemeluknya untuk mengikuti perlombaan dan menghasung mereka untuk menjadi pemenganya. Pertanyaannya adalah, apakah ‘perlombaan’ itu? Nah, temukan jawabannya di sini.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p dir="rtl"><strong>سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ [الحديد/21]</strong><strong></strong></p>
<p>Berlombalah untuk mendapatkan ampunan dari pemeliharamu, dan untuk menggapai surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Q.S. Al-Hadid: 21.</p>
<p>Berlomba artinya bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan sesuatu. Ayat di atas mengisyaratkan kepada kita umat manusia untuk berlomba demi mendapatkan ampunan dari Allah dan menggapai surgaNya. Sungguh ini merupkan perlombaan yang luar bisa. Tujuannya jelas. Hadiah yang akan diperoleh adalah hadiah yang bersifat kekal. Hadiah yang akan memberikan kebahagian bagi yang memperolehnya. Siapakah yang lebih bahagia dari orang yang memperoleh ampunan Allah dan dimasukkan ke dalam jannah yang begitu luasnya? Jawabnya adalah tidak ada. Sebab, di akhirat kelak hanya ada dua tempat. Satu tempat yang mebahagiakan, yaitu surga dan satu tempat yang menyengsarakan penghuninya, yaitu neraka.</p>
<p>Pada ayat yang lain Allah menghasung kita untuk berlomba dalam memperoleh segala kebaikan dan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi pemenang dalam perlombaan tersebut.</p>
<p dir="rtl"><strong>فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ [البقرة/148]</strong><strong> </strong></p>
<p>“Maka berlombalah kamu untuk memperoleh segala kebaikan” Q.S. Al-Baqarah: 148.</p>
<p dir="rtl"><strong>وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) [آل عمران/133]</strong><strong></strong></p>
<p>“Dan bersegeralah kamu untuk medapatkan ampunan dari pemeliharamu dan menggapai surga yang (luasnya) seluas langit dan bumi. (dan surga itu)  disediakan bagi orang-orang yang bertakwa” Q.S. Ali Imran: 133.</p>
<p>Coba anda perhatikan kedua ayat tersebut. Bukankah Allah menghasung kita semua untuk berlomba dalam hal kebaikan? Bukankah Allah menghasung kita untuk bersegera dan berusaha menjadi pemenang dalam meraih ampunan Allah dan mendapatkan surgaNya?</p>
<p>Perhatikan sekali lagi ayat terakhir yang tersebut di atas. Pada Ayat tersebut terdapat keputusan Allah bahwa yang akan menjadi pemenang adalah orang-orang yang bertakwa. Orang yang bertakwa adalah orang yang mau berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Dan perbutan seperti inilah yang dinamakan kebaikan. Jika Anda mau menjalankan kebaikan ini, maka anda akan menjadi pemenang yang sesungguhnya. Anda akan meraih sukses yang luar biasa. Allah berfirman:</p>
<p dir="rtl"><strong>إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ [الحجرات/13]</strong><strong></strong></p>
<p>“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling bertaqwa” Q.S. Al-Hujurat: 13.</p>
<p>Yap, orang yang paling mulia, paling bahagia, dan paling sukses di hadapan Allah kelak adalah orang yang paling bertaqwa. Mereka adalah para juara dalam perlombaan di kehidupan dunia. Mereka berhasil menabung banyak kebaikan. Mereka berhasil meraih point pahala yang lebih dari yang lainnya.</p>
<p>Saudaraku, marilah kita menilik sejarah. Bagaimana kesungguhan generasi sebelum kita dalam perlombaan meraih kebaikan, ampunan dari Allah, dan SurgaNya.</p>
<p>Generasi yang patut kita tilik dan kita jadikan panutan adalah generasi para sahabat, sebab mereka adalah generasi terbaik yang dibimbing oleh manusia terbaik, yaitu Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa &#8216;ala alihi wa sallam.</p>
<p>Suatu kali Rasulullah berkhutbah di depan para sahabat. Beliau bersabda, “Kelak segolongan umatku akan masuk jannah. Jumlah mereka adalah 70.000. wajah mereka bersinar cemerlang laksana bulan purnama”. Mendengar itu, Ukasyah bin Mihshan Al-Asady segera berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, doakan aku kepada Allah supaya aku termsuk dari mereka.” Maka beliau berdoa, “Ya Allah, jadikanlah dia termasuk dari mereka.” Kemudian berdirilah seorang laki-laki dari kalangan Anshar seraya berkata, “Wahai Rasulullah, doakan saya supaya tergolng dari mereka” beliau pun menjawab, “Engkau telah di dahului Ukasyah.” HR. Al-Bukhari.</p>
<p>Perhatikanlah, Uksayah telah berhsil menjadi pemenang. Berhasil meraih sukses. Hal itu terjadi karena kesungguhan dan kecerdikan Ukasyah untuk menggunakan segala kesempatan yang ada demi meraih kebaikan bagi dirinya. Dan kini dia telah berhasil menjadi satu-satunya pemenang. Lalu, bagaimana dengan Anda sobat? Akankah anda menjadi Ukasyah? Akankah anda berusaha untuk memperoleh kebaikan untuk dirimu? Akankah anda berusaha untuk menjadi orang yang sukses?</p>
<p>Sekaranglah saatnya anda berpaling dari perlombaan sia-sia yang dilakukan oleh kebanyakan manusia. Ketahuilah! Perlombaan mereka itu akan menjerumuskanmu ke dalam kesengsaraan dan kebinasaan. Berlombalah anda untuk mendapat kebahagiaan di akhirat. Raihlah ampunan Allah dengan memperbanyak taubat. Gapailah jannah dengan memperbanyak amal kebakan. Jadilah pemenang. Jadilah orang yang sukses. Jadilah orang yang berhsil meraih janah yang tertinggi, jannatul firdaus.</p>
<p>Allahu Akbar&#8230; Allahu Akbarrr&#8230;&#8230;</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Badrul Haqq</span></strong></p>
<p><strong>(Ma’had Al-Islam Surakarta)<span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KIAMAT 2012 MENGGUNCANG DUNIA]]></title>
<link>http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/25/kiamat-2012-mengguncang-dunia/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:03:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/25/kiamat-2012-mengguncang-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Kiamat 2012 Mengguncang Aqidah Kiamat 2012 mengguncang dunia, demikian Headline di beberapa media ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kiamat 2012 Mengguncang Aqidah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Kiamat 2012 mengguncang dunia,</em></span> demikian <strong>Headline</strong> di beberapa media massa akhir-akhir ini, ternyata isi beritanya tentang sambutan gegap gempita dari masyarakat dunia terhadap sebuah film yang bercerita tentang terjadinya kiamat pada tahun 2012 . <em>Film ini diangkat dari ramalan bangsa Maya kuno paganis yang berasal dari Meksiko</em>, bahwa “<em>kiama</em>t” yang dimaksud akan terjadi pada 21 Desember 2012.<!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berbicara tentang ramalan kiamat sebenarnya bukan hal baru, banyak sekali paranormal dan tukang ramal sejak dulu telah menyesatkan masyarakat dengan ramalan waktu terjadinya kiamat, namun satu yang pasti: semua ramalan tersebut tidak pernah terbukti sama sekali. Anehnya masih banyak juga yang mau percaya, bahkan rela merogoh kocek hanya demi menonton film tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Meski kami tahu, alhamdulillah kaum muslimin pada umumnya tidak mudah terpengaruh untuk percaya dengan ramalan-ramalan tersebut, bahkan ada seorang muslim yang sangat awam mengatakan, “<em>kiamat di tangan Allah bukan di tangan orang-orang Hollywood</em>”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Akan tetapi kewajiban kita sebagai muslim untuk saling menasihati, mengingatkan saudara-saudara kita, ternyata ada bahaya besar di balik film tersebut, yaitu bahaya atas aqidah seorang muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ilmu ghaib hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apa yang akan terjadi di masa depan temasuk perkara ghaib, tidak ada yang memiliki ilmunya, baik malaikat, manusia maupun jin, kecuali Allah Ta’ala. Ini adalah salah satu pokok keimanan yang harus diyakini oleh setiap hamba. Maka termasuk kesyirikan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. Apabila seorang mengaku mengetahui ilmu ghaib,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2. Apabila seorang mempercayai ada selain Allah yang mengetahui ilmu ghaib.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Karena pengetahuan tentang ilmu ghaib merupakan kekhususan bagi Allah Tabaraka wa Ta’ala. Sebagaimana yang ditegaskan Allah Ta’ala dalam banyak ayat, diantaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Katakanlah, “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui hal ghaib, kecuali Allah Ta’ala” Dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan</em>.” (QS. An-Naml: 65)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya melainkan Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan dan tidak sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahui, dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (lauhul mahfudz</em>)” (QS. Al-An`am: 59)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum mempercayai ramalan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kewajiban setiap hamba untuk mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah yang mengetahui ilmu ghaib. Oleh karenanya, barangsiapa yang mempercayai ramalan dukun, paranormal, tukang ramal ataupun ramalan bintang tentang masa depan berarti dia telah menyekutukan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam menegaskan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Barangsiapa yang mendatangi paranormal lalu membenarkan ucapannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad –shallallahu’alaihi wa sallam</em>-.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihut Targhib no. 3047)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bahkan sekedar bertanya tanpa membenarkan atau mempercayai ucapan paranormal tersebut mengakibatkan tertolaknya sholat seseorang selama 40 hari, tanpa menggugurkan kewajiban sholat darinya. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Barangsiapa yang mendatangi paranormal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 malam</em>.” (HR. Muslim no. 5957)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan termasuk dalam hal ini apabila seorang membaca ramalan-ramalan bintang (zodiak), feng shui, primbon dan semisalnya yang biasa tersebar di media massa dan ia mempercayainya maka itu adalah kesyirikan kepada Allah Ta’ala. Jika sekedar membacanya tanpa meyakininya maka termasuk dosa besar (lihat At-Tamhid Li Syarhi Kitabit Tauhid, Asy-Syaikh Sholih Alusy Syaikh hafizhahullah, hlm. 489-490).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kapan terjadi kiamat termasuk ilmu ghaib, hanya Allah Tabaraka wa Ta’ala yang memiliki ilmunya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak diragukan lagi bahwa pengetahuan tentang waktu terjadinya kiamat adalah termasuk perkara ghaib, hanya Allah Ta’ala saja yang tahu kapan terjadinya kiamat, tidak ditampakkan kepada makhluk-Nya karena suatu hikmah</span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">. Allah Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em><span style="text-decoration:underline;">Mereka bertanya kepadamu tentang (kapan datangnya) hari kiamat. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kapan datangnya hari kiamat itu hanyalah di sisi Allah.” Dan tahukah kamu (wahai Muhammad) boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya</span></em>.” (QS. Al-Ahzab: 63)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em><span style="text-decoration:underline;">Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabbku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui</span></em>”.” (QS Al-A’raf: 187)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bahkan malaikat yang paling mulia sekalipun, yaitu Jibril ‘alaihissalam dan Rasul yang paling mulia, yaitu Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam juga tidak mengetahui kapan terjadinya kiamat.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sehingga ketika Jibril ‘alaihissalam datang dalam bentuk seorang laki-laki dan bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, “kapan terjadinya kiamat”, sebuah pertanyaan untuk mengajarkan kepada para sahabat bahwa tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya kiamat kecuali Allah ‘Azza wa Jalla, maka dijawab oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: “<em>Tidaklah orang yang ditanya lebih tahu dari yang bertanya.</em>” (sebagaimana dalam hadits yang panjang, yang dikenal dengan istilah hadits Jibril, diriwayatkan oleh al-Imam Muslim, lihat hadits Arba’in ke-2).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1.Demikian opini umum yang tersebar di tengah masyarakat dan media massa, terlepas dari benar tidaknya film tersebut bercerita tentang kiamat atau sekedar bencana alam. Sampai-sampai salah seorang paranormal terkenal di negeri ini sok mengatakan, “<strong><span style="text-decoration:underline;">paranormal tidak bisa menembus tahun 2013</span></strong>”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Maka untuk meluruskan kesalah pahaman sebagian saudara kami tentang tulisan ini maka kami tegaskan bahwa artikel ini bukan sebagai “resensi” ataupun “bantahan ilmiah” terhadap film tersebut, melainkan untuk meluruskan aqidah kaum muslimin (yaitu kesyirikan ramal-meramal) dan menutup celah penyimpangannya. Adapun tentang film itu sendiri sudah dimaklumi kalau berisi gambar bernyawa, menampakkan aurat, membuang-buang harta dan waktu dan kemungkaran-kemungkaran lainnya, sebagaimana film-film yang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bentuk Kekafiran dari sisi lain: <em><span style="text-decoration:underline;">Mendustakan hadits-hadits tentang tanda-tanda kiamat</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Termasuk bagian dari rukun iman yang kelima, yaitu beriman dengan hari kiamat adalah mengimani terjadinya tanda-tanda kiamat. Hal tersebut telah dijelaskan dalam banyak ayat dan hadits yang shahih, bahkan sebagiannya mutawatir. Diantaranya dalam hadits Abu Sarihah Hudzaifah bin Asid al-Ghifari radiyallahu’anhu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">اطَّلَعَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ. قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ. فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ -صلى الله عليه وسلم- وَيَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em><span style="text-decoration:underline;">Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikan kami ketika sedang berbincang-bincang. Beliau berkata, “Apa yang sedang kalian perbincangkan?” Kami menjawab, “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau bersabda:</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda.” Lalu beliau menyebutkan, “[1] Dukhan (asap yang meliputi manusia), [2] keluarnya Dajjal, [3] Daabah (binatang yang bisa berbicara), [4] terbitnya matahari dari barat, [5] turunnya ’Isa bin Maryam ‘alaihimassalam, [6] keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, [7,8,9] terjadinya tiga longsor besar (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah [10] keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka”.”</span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> (HR. Muslim no. 7467)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari kesepuluh tanda-tanda kubro ini yang paling jelas pengingkarannya pada tanda yang kelima, yaitu tentang turunnya Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, karena dalam hadits yang shahih diterangkan bahwa lama tinggal Nabi ‘Isa ‘alaihissalam di bumi adalah selama 40 tahun, kemudian beliau meninggal dunia dan disholati oleh kaum muslimin (sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan al-Imam Ahmad, Abu Dawud dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 2182).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sedangkan ramalan kiamat bangsa Maya akan terjadi pada 21 Desember 2012, berarti jaraknya tinggal 3 tahun lebih sedikit, padahal Nabi ‘Isa ‘alaihissalam akan tinggal di bumi selama 40 tahun. Ini jelas penyesatan dan pendustaan secara tidak langsung terhadap hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang mulia, satu dari dua wahyu Allah (al-Qur’an dan al-Hadits).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Demikian pula, termasuk tanda kubro sebelum turunnya Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, adalah diangkatnya Imam Mahdi sebagai pemimpin tunggal kaum muslimin dan beliau akan berkuasa selama 7 atau 8 tahun (dan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam turun pada masa kepemimpinan beliau) (sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Hakim dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 711).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Juga tidak akan terjadi kiamat sebelum kaum muslimin mengalahkan kaum penjajah dan teroris sejati: Yahudi, sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِىُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِىٌّ خَلْفِى فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ. إِلاَّ الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em><span style="text-decoration:underline;">Tidak akan terjadi kiamat sebelum kaum muslimin memerangi orang Yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai orang Yahudi bersembunyi di belakang batu dan pohon; maka batu dan pohon itu berkata, “Wahai Muslim, wahai hamba Allah, inilah orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah,” kecuali pohon gharqad, karena sesungguhnya ia adalah pohonnya Yahudi</span></em>.” (HR. Muslim no. 7523)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebagaimana kaum muslimin pada akhir zaman dengan pertolongan Allah juga akan menundukkan semua kekuatan orang-orang kafir di muka bumi ini. Dan sudah dimaklumi bahwa pembuat film ini adalah seorang Yahudi, sehingga tidak berlebihan kalau kita bertanya-tanya, apakah ini gambaran ketakutan mereka kepada kaum muslimin, sekaligus ingin memadamkan semangat jihad plus mengkaburkan aqidah kaum muslimin!?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan masih banyak hadits lain tentang tanda-tanda kiamat yang mungkin didustakan dalam ramalan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sejatinya, ketika terjadi kiamat tidak ada lagi orang beriman di muka bumi ini, karena Allah Ta’ala telah mewafatkan semua orang yang beriman sebelum terjadinya kiamat. Sehingga yang menyaksikan terjadinya kiamat hanyalah orang-orang kafir, bahkan mereka adalah seburuk-buruknya manusia yang tersisa di muka bumi ini. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">إِنَّ مِنْ شِرَارِ النَّاسِ مَنْ تُدْرِكُهُ السَّاعَةُ وَهُمْ أَحْيَاءٌ وَمَنْ يَتَّخِذُ الْقُبُورَ مَسَاجِدَََََ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Sesungguhnya diantara makhluk yang paling buruk di sisi Allah adalah orang yang masih hidup ketika terjadinya kiamat dan orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid</em>.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ahkamul Janaiz hlm. 216)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Faidah: Yang dimaksud dengan menjadikan kuburan sebagai masjid mencakup dua makna, pertama: shalat di pekuburan, kedua: membangun masjid di pekuburan (lihat I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid, Asy-Syaikh Sholih al-Fauzan hafizhahullah 1/298).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kesimpulan</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mempercayai ramalan terjadinya kiamat pada tahun 2012 termasuk kesyirikan dan kekafiran kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (terlepas dari benar tidaknya film tersebut berbicara tentang kiamat atau sekedar bencana alam). Lalu bagaimana mungkin seorang mukmin bisa terhibur dengan film, maupun acara-acara perdukunan seperti The Master dan lainnya yang berdasarkan pada sesuatu yang sangat dimurkai Allah!?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Padahal setiap mukmin tidak saja dituntut untuk menjauhi kekafiran, tapi juga dituntut untuk membenci kekafiran tersebut dan pelaku-pelakunya. Inilah satu permasalahan penting dalam aqidah seorang muslim yang dikenal dengan istilah al-wala’ wal bara’, kecintaan dan permusuhan. Bahwa cinta seorang mukmin kepada iman dan orang-orang yang beriman dan kebenciannya kepada kekafiran dan orang-orang kafir. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam telah memberikan teladan yang baik dalam hal ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;<em>Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya; ketika mereka berkata kepada kaumnya: ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) kalian serta telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya, sampai kalian beriman kepada Allah saja</em>.” (QS. Al-Mumtahanah: 4)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sehinggga termasuk kekafiran:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. Apabila seorang mencintai atau meridhoi kekafiran meskipun ia tidak melakukannya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2. Apabila seorang mencintai orang kafir karena kekafirannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adapun seorang yang mencintai orang kafir bukan karena kekafirannya, seperti karena dunia dan lainnya, maka tidak termasuk kekafiran, namun termasuk dosa besar (lihat Syarhu Tsalatsatil Ushul, Asy-Syaikh Sholih Alu Syaikh hafizhahullah, hlm. 27)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Maka sangat dikhawatirkan, hadirnya kita untuk menonton dan mencari hiburan dari acara-acara kekafiran termasuk dalam bentuk meridhoi kekafiran tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di sisi lain, menonton film tersebut minimalnya termasuk perbuatan sia-sia dan membelanjakan harta untuk kesia-siaan, padahal masih banyak hal-hal positif yang bisa kita lakukan untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Juga termasuk kemungkaran, melihat gambar wanita membuka aurat dan meridhoi gambar bernyawa. Demikian pula jika kita renungkan sejenak, tentang harta yang kita keluarkan hanya demi suatu hiburan belaka, padahal di negeri kita sendiri terlalu mudah untuk bertemu peminta-minta setiap harinya di jalan-jalan negeri kita dan di belahan bumi lain banyak saudara-saudara kita kaum muslimin, seperti di Palestina, Afganistan, Iraq, dan lainnya yang sangat membutuhkan uluran tangan kita, karena sekedar untuk mendapatkan sesuap nasi terlalu sulit bagi mereka disebabkan penjajahan yang dilakukan oleh orang-orang kafir, sementara kita di sini, menghambur-hamburkan harta untuk hiburan yang tidak syar’i!?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adapun bagi mereka yang ingin mengambil hikmah atau pelajaran dari film, novel, nyanyian (baca: nasyid) dan yang sejenisnya, ketahuilah itu termasuk tipu daya setan untuk menjauhkan kita dari al-Qur’an dan cabang-cabang ilmunya yang sangat banyak. Barangsiapa yang tidak bisa mengambil pelajaran dari al-Qur’an maka bagaimana mungkin ia bisa mengambil dari selainnya!?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ingatlah, setiap detik yang kita lalui dan setiap harta yang kita belanjakan pasti akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ : عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dimintai pertanggung jawaban tentang empat perkara, tentang umurnya ke mana ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan ke mana ia belanjakan dan tentang badannya untuk apa ia pergunakan</em>.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shohihut Targhib no. 126)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Oleh karenanya, yang paling penting bagi kita bukanlah mengetahui kapan terjadinya kiamat, namun apa yang telah kita siapkan untuk menghadapi hari kiamat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;">عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَتَى السَّاعَةُ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا أَعْدَدْتَ لَهَا ». قَالَ حُبَّ اللَّهِ وَرَسُولِهِ. قَالَ « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em><span style="text-decoration:underline;">Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu bahwasannya, seorang Arab dusun bertanya kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, “kapan terjadinya hari kiamat”, maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “apa yang telah engkau siapkan untuk menghadapi hari kiamat”, ia menjawab, “kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya”, maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “engkau akan bersama dengan yang engkau cintai”.”</span></em> (Muttafaqun ‘alaihi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Wallahu Ta’ala A’la wa A’lam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;color:navy;">Dikutip dari http://www.ahlussunnah-jakarta.com Penulis: Al Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray, Judul: Kiamat 2012 Mengguncang Aqidah (1-2)</span></p>
<p>Baca Risalah terkait ini:<br />
1.<a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/08/01/berita-tentang-datangnya-hari-kiamat/" target="_blank">BERITA tentang DATANGNYA HARI KIAMAT</a><br />
2.<a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/16/potret-ummat-di-akhir-zaman/" target="_blank">INILAH POTRET UMMAT DI AKHIR ZAMAN</a><br />
3.<a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/01/tahukah-anda-bahwa-malaikat-manusia-dan-jin-tidak-dapat-mengetahui-yang-ghaib/" target="_blank">Tahukah Anda bahwa Malaikat, Manusia dan Jin Tidak Dapat Mengetahui yang Ghaib</a><br />
4.<a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/02/hukum-orang-yang-mengaku-mengetahui-perkara-ghaib-slam/" target="_blank">Hukum Orang Yang Mengaku Mengetahui Perkara Ghaib</a><br />
5.<a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/05/10/mendatangi-tukang-ramaldukun-dan-bertanya-kepadanya-tentang-sesuatu/" target="_blank">Mempercayai Tukang Ramal, Dukun, Paranormal, Orang Pintar dan Bertanya Kepadanya Tentang Sesuatu</a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:9pt;color:black;">Diarsipkan pada: <a href="http://qurandansunnah.wordpress.com/"><span style="text-decoration:none;">http://qurandansunnah.wordpress.com/</span></a></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2 Nasehat, 1 sangat mematikan]]></title>
<link>http://hakadosh.wordpress.com/2009/11/25/2-nasehat-1-sangat-mematikan/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:20:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>parhobass</dc:creator>
<guid>http://hakadosh.wordpress.com/2009/11/25/2-nasehat-1-sangat-mematikan/</guid>
<description><![CDATA[Nasehat dari seekor Babi: &#8220;Janganlah kamu seperti aku sebab setelah aku bersih, aku mandi lump]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nasehat dari seekor Babi: &#8220;Janganlah kamu seperti aku sebab setelah aku bersih, aku mandi lump]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apabila Hari Raya ‘Ied Bertepatan dengan Hari Jum’at]]></title>
<link>http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/24/apabila-hari-raya-%e2%80%98ied-bertepatan-dengan-hari-jum%e2%80%99at/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 08:53:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/24/apabila-hari-raya-%e2%80%98ied-bertepatan-dengan-hari-jum%e2%80%99at/</guid>
<description><![CDATA[oleh: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah Pertanyaan : Jika datang ‘Idul Fithri pad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">oleh: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pertanyaan :</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> <em>Jika datang ‘Idul Fithri pada hari Jum’at apakah boleh bagiku untuk shalat ‘Id namun aku tidak shalat Jum’at, atau sebaliknya</em>?<!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jawab :</span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> <em><span style="text-decoration:underline;">Apabila Hari Raya bertepatan dengan hari Jum’at maka barangsiapa yang telah menunaikan shalat ‘id berjama’ah bersama imam gugur darinya kewajiban menghadiri shalat Jum’at, dan hukumnya bagi dia menjadi sunnah saja. Apabila dia tidak menghadiri shalat Jum’at</span></em> maka tetap wajib atasnya shalat zhuhur. Ini berlaku bagi selain imam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adapun imam, tetap wajib atasnya untuk menghadiri Jum’at dan melaksanakannya bersama kaum muslimin yang hadir. Shalat Jum’at pada hari tersebut tidak ditinggalkan sama sekali. </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Al-Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan VIII/44)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta` Fatwa no. 2358</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pertanyaan :</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> <em>Pada tahun ini bertemu dalam sehari dua hari raya, yaitu : Hari Jum’at dan ‘Idul Adh-ha. Manakah yang benar : Kita tetap melaksanakan shalat zhuhur jika kita tidak shalat Jum’at, ataukah kewajiban shalat zhuhur gugur apabila kita tidak shalat Jum’at?</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jawab :</span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Barangsiapa yang melaksanakan shalat ‘Id bertepatan dengan hari Jum’at, maka dia diberi rukhshah (keringanan) untuk meninggalkan shalat Jum’at pada hari tersebut, kecuali imam. Adapun imam, tetap wajib atasnya menegakkan shalat Jum’at bersama kaum muslimin yang hadir shalat Jum’at, baik yang sudah shalat ‘Id maupun tidak shalat ‘Id. Apabila tidak ada seorang pun yang hadir, maka gugurlah kewajiban Jum’at darinya, dan dia melaksanakan shalat Zhuhur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Para ‘ulama yang berpendapat demikian) berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya dari Iyas bin Abi Ramlah Asy-Syami berkata :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">« شهدت معاوية بن أبي سفيان وهو يسأل زيد بن أرقم قال: أشهدت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم عيدين اجتمعا في يوم؟ قال: نعم، قال: فكيف صنع؟ قال: صلى العيد ثم رخص في الجمعة، فقال: من شاء أن يصلي فليصل، »</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Aku menyaksikan Mu’awiyah bin Abi Sufyan sedang bertanya kepada Zaid bin Arqam, “Apakah engkau menyaksikan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dua ‘Id bertepatan pada satu hari?” Zaid menjawab, “Ya.” Mu’awiyah bertanya lagi, “Bagaimana yang beliau lakukan?” Zaid menjawab, “Beliau mengerjakan shalat ‘Id kemudian memberikan rukhshah (keringanan) untuk shalat Jum’at. Beliau mengatakan, Barangsiapa yang hendak mengerjakan shalat (Jum’at), maka silakan mengerjakan shalat (Jum’at).”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> [1]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Juga berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya juga dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">« قد اجتمع في يومكم هذا عيدان، فمن شاء أجزأه من الجمعة، وإنا مجمعون »</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Telah terkumpul pada hari kalian ini dua ‘Id. Barangsiapa yang mau maka itu sudah mencukupinya dari shalat Jum’at. Sesungguhnya kita memadukan (dua ‘id).</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> [2]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa rukhshah (keringanan) tersebut untuk shalat Jum’at bagi barangsiapa yang telah menunaikan shalat ‘Id pada hari tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekaligus diketahui bahwa tidak berlaku rukhshah bagi imam, karena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tersebut, “Sesungguhnya kita memadukan (dua ‘id).” Juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari shahabat An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">« أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقرأ في صلاة الجمعة والعيد بسبح والغاشية، وربما اجتمعا في يوم فقرأ بهما فيهما »</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu membaca dalam shalat Jum’at dan shalat ‘Id surat Sabbihis dan surat Al-Ghasyiyah. Terkadang dua ‘Id tersebut bertemu/bertepatan dalam satu hari, maka beliau membaca dua surat tersebut dalam dua shalat </em>(”Id dan Jum’at).”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Barangsiapa yang tidak menghadiri shalat Jum’at bagi yang telah menunaikan shalat ‘Id, maka tetap wajib atasnya untuk shalat Zhuhur, berdasarkan keumuman dalil-dalil yang menunjukkan kewajiban shalat Zhuhur bagi yang tidak shalat Jum’at.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta`,Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz, Wakil Ketua: ‘Abdurrazzaq ‘Afifi, Anggota: ‘Abdullah bin Ghudayyan, Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adapun dalam fatwo 2140, Al-Lajnah menyatakan sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apabila ‘Id bertepatan dengan hari Jum’at, maka gugur kewajiban menghadiri shalat Jum’at bagi orang yang telah menunaikan shalat ‘Id. Kecuali bagi imam, kewajiban shalat Jum’at tidak gugur darinya. Terkecuali apabila memang tidak ada orang yang berkumpul/hadir (ke masjid) untuk shalat Jum’at.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di antara yang berpendapat demikian adalah adalah : Al-Imam Asy-Sya’bi, Al-Imam An-Nakha’i, Al-Imam Al-Auza’i. Ini adalah madzhab shahabat ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Sa’id, Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Ibnu Az-Zubair radhiyallahu ‘anhum dan para ‘ulama yang sependapat dengan mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pertanyaan :</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> <em>Apa hukum shalat Jum’at jika bertepatan dengan hari ‘Id, apakah wajib menegakkannya atas seluruh kaum muslimin, ataukah hanya wajib atas sekelompok tertentu saja? Karena sebagian orang berkeyakinan bahwa apabila hari ‘Id bertepatan dengan hari Jum’at berarti tidak ada shalat shalat Jum’at.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jawab :</span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Tetap wajib atas imam dan khathib shalat Jum’at untuk menegakkan shalat Jum’at, hadir ke masjid, dan shalat berjama’ah mengimami orang-orang yang hadir di masjid. Karena dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegakkan shalat Jum’at pada hari ‘Id, beliau ‘alahish shalatu was salam melaksanakan shalat ‘Id dan shalat Jum’at. Terkadang beliau dalam shalat ‘Id dan shalat Jum’at sama-sama membaca surat Sabbihisma dan surat Al-Ghasyiyah, sebagaimana dikatakan oleh shahabat An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma dalam riwayat yang shahih dari beliau dalam kitab Shahih (Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Namun bagi orang yang yang telah melaksanakan shalat ‘Id, boleh baginya untuk meninggalkan shalat Jum’at dan hanya melaksanakan shalat Zhuhur di rumahnya atau berjama’ah dengan beberapa orang saudaranya, apabila mereka semua telah melaksanakan shalat ‘Id.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apabila dia melaksanakan shalat Jum’at berjama’ah maka itu afdhal (lebih utama) dan akmal (lebih sempurna). Namun apabila ia meninggalkan shalat Jum’at, karena ia telah melaksanakan shalat ‘Id, maka tidak mengapa, namun tetap wajib atasnya melaksanakan shalat Zhuhur, baik sendirian ataupun berjama’ah. Wallahu Waliyyut Taufiq</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">(Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah XII/341-342)</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam fatwanya yang lain, ketika beliau mengingkari pendapat yang menyatakan bahwa jika ‘Id bertepatan dengan hari Jum’at, maka bagi orang yang telah melaksanakan shalat ‘Id gugur kewajiban shalat Jum’at dan shalat Zhuhur sekaligus, Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Ini juga merupakan kesalahan yang sangat jelas. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan atas hamba-hamba-Nya shalat 5 waktu dalam sehari semalam, dan kaum muslimin telah berijma’ atas kewajiban tersebut. Yang kelima pada hari Jum’at adalah kewajiban shalat Jum’at. Hari ‘Id apabila bertepatan dengan hari Jum’at termasuk dalam kewajiban tersebut. Kalau seandainya kewajiban shalat Zhuhur gugur dari orang yang telah melaksanakan shalat ‘Id niscaya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mengingatkan hal tersebut. Karena ini merupakan permasalahan yang tidak diketahui oleh umat. Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan rukhshah (keringanan) untuk meninggalkan shalat Jum’at bagi orang yang sudah melaksanakan shalat ‘Id dan tidak menyebutkan gugurnya kewajiban shalat Zhuhur, maka diketahui bahwa kewajiban (shalat Zhuhur) tersebut masih tetap berlaku. Berdasarkan hukum asal dan dalil-dalil syar’i, serta ijma’ (kaum muslimin) atas kewajiban shalat 5 waktu dalam sehari semalam.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap melaksanakan shalat Jum’at pada (hari yang bertepatan dengan) hari ‘Id, sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits</span></span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya dari shahabat An-Nu’man bin Basyir :</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">« أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقرأ في صلاة الجمعة والعيد بسبح والغاشية، وربما اجتمعا في يوم فقرأ بهما فيهما »</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“<em>Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu membaca dalam shalat Jum’at dan shalat ‘Id surat Sabbihis dan surat Al-Ghasyiyah. Terkadang dua ‘Id tersebut bertemu/bertepatan dalam satu hari, maka beliau membaca dua surat tersebut dalam dua shalat (”Id dan Jum’at).</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">adapun apa yang diriwayatkan dari shahabat ‘Abdullah bin Az-Zubair bahwa beliau melaksanakan shalat ‘Id kemudian tidak keluar lagi baik untuk shalat Jum’at maupun shalat Zhuhur, maka itu dibawa pada kemungkinan bahwa beliau memajukan shalat Jum’at, dan mencukupkan dengan itu dari mengerjakan shalat ‘Id dan shalat Zhuhur. Atau pada kemungkinan bahwa beliau berkeyakinan bahwa imam pada hari tersebut memiliki hukum yang sama dengan yang lainnya, yaitu tidak wajib keluar untuk melaksanakan shalat Jum’at, namun beliau tetap shalat Zhuhur di rumahnya. Kemungkinan mana pun yang benar, kalau pun taruhlah yang benar dari perbuatan beliau bahwa beliau berpendapat gugurnya kewajiban shalat Jum’at dan Zhuhur yang sudah shalat ‘Id maka keumuman dalil-dalil syar’i, prinsip-prinsip yang diikuti, dan ijma’ yang ada bahwa wajib shalat Zhuhur atas siapayang tidak shalat Jum’at dari kalangan para mukallaf, itu semua lebih dikedepankan daripada apa yang diamalkan oleh Ibnu Az-Zubair radhiyallahu ‘anhu. … .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">(Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah XXX/261-262)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah :</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kenyataannya masalah ini terdapat perbedaan di kalangan ‘ulama rahimahumullah. Pendapat yang kuat, yang ditunjukkan oleh As-Sunnah, bahwa ….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita katakan, Apabila hari Jum’at bertepatan dengan ‘Id maka engkau wajib shalat ‘Id.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> B<em><span style="text-decoration:underline;">arangsiapa yang telah melaksanakan shalat ‘Id, maka bagi dia bebas memilih apakah dia mau hadir shalat Jum’at bersama imam, ataukah ia shalat Zhuhur di rumahnya.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kedua</span></span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">, tetap wajib mengadakan shalat Jum’at di suatu negeri/daerah. Barangsiapa yang hadir maka dia shalat Jum’at, barangsiapa yang tidak hadir maka dia shalat Zhuhur di rumahnya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ketiga</span></span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">, pada hari itu shalat Zhuhur tidak dilaksanakan di masjid, karena yang wajib dilaksanakan adalah shalat Jum’at, sehingga tidak dilakukan shalat Zhuhur (di masjid).</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Inilah pendapat yang kuat, yang ditunjukkan oleh dalil-dalil As-Sunnah. (Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb &#8211; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;">[1] HR. Ahmad (IV/372), Abu Dawud 1070, An-Nasa`i 1591, Ibnu Majah 1310. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Madini, Al-Hakim, dan Adz-Dzahabi. Dishahihkan pula oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud &#8211; Al-Umm no. 981. (pent)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;">[2] HR. Abu Dawud 1073, Ibnu Majah 1311. dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud &#8211; Al-Umm no. 983.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;color:#333399;">Dikutip dari : http://www.assalafy.org/mahad/?p=402#more-402 Penulis : Maha’d As-Salafy Jember Judul: Apabila Hari Raya (’Id) Bertepatan dengan Hari Jum’at</span></p>
<p>Baca Risalah terkait ini :<br />
0. <a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/09/14/7-tujuh-hal-yang-dikerjakan-di-hari-raya-iedul-fitri/" target="_blank">7 (Tujuh) HAL YANG DIKERJAKAN DI HARI RAYA ‘IEDUL FITRI</a><br />
1. <a title="Taut Tetap ke 28 (Duapuluh Delapan) Tuntunan Dalam Manasik Haji" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/21/28-duapuluh-delapan-tuntunan-dalam-manasik-haji/">28 (Duapuluh Delapan) TUNTUNAN MANASIK HAJI</a><br />
2. <a title="Taut Tetap ke Mengenal 3 (Tiga)Jenis Haji dan 2 (Dua) Macam Miqat Haji" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/21/mengenal-3-tigajenis-haji-dan-2-dua-macam-miqat-haji/">Mengenal 3 Jenis Haji dan 2 (Dua) Macam Miqat Haji</a><br />
3. <a title="Taut Tetap ke 15 (Lima Belas) Hal Yang Berkaitan Dalam Penyembelih Hewan Kurban" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/22/15-lima-belas-hal-yang-berkaitan-dalam-penyembelih-hewan-kurban/">15 (Lima Belas) Hal Yang Berkaitan Dalam Penyembelih Hewan Kurban</a><br />
4.<a title="Taut Tetap ke Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/22/tata-cara-menyembelih-hewan-kurban/">TATA CARA MENYEMBELIH HEWAN KURBAN</a><br />
5. <a title="Taut Tetap ke 10 (Sepuluh) Adab Dalam Merayakan Iedhul Adha" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/22/10-sepuluh-adab-dalam-merayakan-iedhul-adha/">10 (Sepuluh) Adab Dalam Merayakan Iedhul Adha</a><br />
6.<a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/04/23/beberapa-kesalahan-yang-sering-terjadi-di-musim-haji/" target="_blank">Beberapa Kesalahan yang Sering Terjadi di Musim Haji</a><br />
7.<a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/05/03/hadits-hadits-dha%E2%80%99if-seputar-ibadah-haji/" target="_blank">Hadits-hadits Dha’if Seputar Ibadah Haji</a><br />
8.<a title="klick" rel="bookmark" href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/08/haji-ke-baitullah-bukan-untuk-mencari-gelar-atau-menaikkan-status-sosial/" target="_blank">Haji ke Baitullah Bukan Untuk Mencari Gelar atau Menaikkan Status Sosial</a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:9pt;color:black;">Diarsipkan pada: <a href="http://qurandansunnah.wordpress.com/"><span style="text-decoration:none;">http://qurandansunnah.wordpress.com/</span></a></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENYONGSONG KEMATIAN RAGA DENGAN SUKA CITA]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/24/menyongsong-kematian-raga-dengan-suka-cita/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:20:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/24/menyongsong-kematian-raga-dengan-suka-cita/</guid>
<description><![CDATA[Demi masa dunia beserta isinya akan hancur lebur benda-benda antariksa akan berjatuhan dan tidak ada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Demi masa dunia beserta isinya akan hancur lebur benda-benda antariksa akan berjatuhan dan tidak ada lagi kehidupan di dunia ini jika semua itu telah terjadi pertanda akan bergantinya alam sementara menjadi alam keabadian.</p>
<p>Kapankah itu terjadi ! Tidak ada seorangpun yang tahu kapan terjadinya !!! Tuhan telah memberitahukan tanda-tandanya kepada manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi pergantian alam tersebut melalui firman-firman-Nya yang disampaikan oleh para utusan.</p>
<p>Kini tanda-tanda akan adanya pergantian alam tersebut sudah mulai tampak seharusnya manusia sudah siap jika mengalami kejadian tersebut !!!</p>
<p>Bukankah manusia sudah tahu bahwa alam yang sekarang dinikmatinya adalah alam sementara yaitu alam yang digunakan untuk manusia mempersiapkan diri membawa bekal-bekal yang cukup untuk menuju alam keabadian.</p>
<p>Jika manusia sudah cukup bekalnya seharusnya sudah tidak ada yang ditakuti jika pergantian alam itu tiba dengan tidak lagi menghiraukan rumor-rumor yang beredar menceritakan kebinasaan dunia.</p>
<p>Semakin tanda-tanda diperlihatkan oleh Tuhan seharusnya manusia semakin berupaya mempersiapkan diri untuk kembali ke alam keabadian dengan memperbanyak bekal yaitu tinggalkan yang dimurkai oleh Tuhan laksanakan apa yang diperintahkan, hiduplah dengan kasih kepada sesama, banyaklah berbuat kebajikan tanpa berharap imbalan baik dari sesama apalagi berharap imbalan dari Tuhan.</p>
<p>Banyak-banyaklah bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas apa-apa yang sudah kamu dapat dan nikmati.</p>
<p>Manusia seharusnya tidak memperdebatkan dan takut menghadapi kiamat besar tetapi mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat kecil atau kematian raga yaitu berpisahnya raga dengan ruh dan jiwanya.</p>
<p>Kematian raga kapan waktunya dan dalam keadaan bagaimana manusia tidak ada yang tahu, apa sudah siap untuk menyambut kematian raga !!!!</p>
<p>Sahabat-sahabat sejatiku yang terkasih…….</p>
<p>Tubuh manusia atau raga terdiri dari begitu banyak unsur senyawa zat-zat yang hidup mereka mempunyai masa atau waktu dalam kehidupannya semua itu dikendalikan oleh Kuasa Tuhan.</p>
<p>Tuhan menjadikan <strong>raga</strong> sebagai tempat tinggal jiwa dan ruh tetapi nanti yang kembali kepada Tuhan adalah Jiwa dan Ruhnya saja, raga akan hancur binasa karena raga mempunyai masa atau batas waktu.</p>
<p>Raga mempunyai akal pikiran dan daya ingat tetapi semua itu bersifat sementara juga sangat mudah lenyap dengan bertambahnya usia atau terkena suatu penyakit.</p>
<p>Raga selalu diliputi dengan berbagai macam keinginan disertai hawa nafsu untuk memuaskan kebutuhannya dimana raga selalu diberi busana-busana indah untuk mendapatkan pujian juga diberi santapan dengan panganan-panganan yang lezat yang semua itu hanya raga yang menikmatinya lalu untuk jiwa dan ruh busana dan panganannya apakah sudah dicukupi !!!</p>
<p>Sedangkan mereka yang nantinya akan menghadap Tuhan ! Apa mereka tidak malu ya atau takut menghadap Tuhan dengan tidak berbusana juga dalam keadaan lapar ???&#8230;.</p>
<p>Kasihan sekali jiwa dan ruhnya jika raga tidak mengajak mereka untuk menyatu dengan menggunakan busana yang sama dan menyantap panganan yang sama. Seharusnya raga baik hati dan mau berdamai dengan jiwa dan ruhnya untuk mencukupi mereka juga dengan memberi busana dan panganan yang memang diperuntukan bagi mereka dan bukan memberi busana atau panganan yang untuk raga saja.</p>
<p>Jika itu sudah dicukupi mereka pasti tidak malu atau takut ketika menghadap Tuhan dan sudah siap kapan saja dijemput untuk pulang kembali kepada Tuhan</p>
<p>Raga diberi akal pikiran untuk digunakan menuntut ilmu terutama ilmu ketuhanan raga juga punya hati yang digunakan untuk mencerna memilah menimbang dan memutuskan apakah ini benar atau salah, apakah ini baik atau buruk apakah ini bisa menyelamatkan ruh dan jiwa atau tidak.</p>
<p>Raga seharusnya memikirkan juga tentang keselamatan jiwa dan ruhnya, jangan hanya raga saja yang harus dituruti kemauannya oleh jiwa dan ruh.</p>
<p><strong>Jiwa</strong> adalah salah satu makhluk hidup ciptaaan Tuhan yang tidak binasa atau kekal tetapi ada sebagian jiwa yang akan dibinasakan oleh Tuhan yaitu ketika ia sampai di pintu gerbang surga karena surga tidak di huni oleh jiwa tetapi surga dihuni oleh ruh.</p>
<p>Jiwa bentuknya seperti bayangan, ia tidak mempunyai akal pikiran atau hati tapi ia dapat berbicara.</p>
<p>Jiwa terbentuk ketika manusia lahir dengan menghirup udara dunia pertama kali sejak itulah jiwa sudah mempunyai tanggung jawab dan terus mengikuti raga tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Raga dapat tertidur nyenyak tetapi jiwa tetap terjaga, raga diamputasi karena suatu penyakit atau bentuk raga cacat tidak sempurna tetapi bentuk jiwa tetap sempurna dan utuh.</p>
<p>Semua perbuatan raga akan terekam dalam jiwa mulai dari usia 0 (nol) bulan sampai wafatnya raga dan rekaman tersebut tidak ada yang tercecer atau rusak semua terekam sangat rinci dan detil melalui setiap helaan nafasmu meski dalam tidur sekalipun seperti apa mimpimu, berapa kali kamu membalikkan tubuh, berapa banyak kamu mendengkur, apa isi igauanmu, apa yang kamu hayalkan dan lakukan sebelum tidur dan lain sebagainya itulah contoh kecil dimana jiwa nantinya akan membeberkan semua prilaku raga.</p>
<p>Jiwa sangat penurut apa yang dilakukan oleh raga, ia pasti akan mengikutinya.</p>
<p>Sebenarnya jiwa dapat di ajak bangkit dan bekerja sama dengan raga tetapi raga harus berupaya menekan segala nafsu dunia dan mau mengganti busana dan santapan kesehariannya. Untuk membangkitkan jiwa maka raga harus mau menggunakan busana takwa dan menyantap santapan rohani dalam kesehariannya baru jiwa akan bangkit dan selamat.</p>
<p>Hal demikian tidaklah sulit jika di niatkan dan ada kemauan, ada keinginan yang kuat dari raga untuk mencari keselamatan yang kekal.</p>
<p>Untuk kebutuhan raga di dunia manusia rela melakukan apa saja atau dengan cara apapun bersusah payah demi memuaskan raga mendapatkan sesuatu.</p>
<p>Untuk kebutuhan jiwa dan ruhnya hendaknya manusia harus lebih giat dan lebih berupaya mencari cara untuk keselamatannya yaitu membersihkan hati dari daki-daki dunia lalu mendekatlah kepada Tuhan.</p>
<p><strong>Ruh</strong> adalah Mahkluk hidup yang sangat kecil suci bersih sangat patuh dan ia makhluk yang paling kekal. Ruh ada sebelum raga dan jiwa diciptakan semua ruh mempunyai nama yang diberi oleh Tuhan sebelum ruh dimasukan ke dalam raga mereka dikenalkan dahulu pada Tuhan dan diminta kembali nanti dalam keadaan selamat maksudnya adalah setelah tugas selesai mereka diminta kembali dan bertemu dengan Tuhan dalam keadaan tetap suci dan bersih.</p>
<p>Ruh berjanji setia kepada Tuhan dan akan kembali dengan selamat namun apa yang terjadi setelah ruh masuk dalam tubuh manusia, ia menjadi terkungkum dikalahkan oleh raga yang hanya mengikuti hawa nafsu dunia saja ruh tidak dapat berbuat apa-apa karena dibiarkan oleh raga untuk menjadi yang tertinggal, raga seperti tidak mengenalnya ruh sangat bersedih ia takut akan janjinya pada Tuhan tetapi apa daya ruh tidak diajak berdamai dengan raga.</p>
<p>Tuhan menciptakan manusia sangat sempurna ada raga, jiwa dan ruh dari ketiganya mempunyai tugas yang berbeda-beda tetapi dari tugas yang berbeda mereka dapat menjadi satu kesatuan yang kompak jika manusia mau memberi kesempatan pada ketiganya untuk berdamai dan bersatu dengan tujuan yang sama yaitu ingin kembali ke sisi Tuhan dengan selamat.</p>
<p>Raga bertugas untuk dapat melakukan perbuatan karena diberi akal fikiran.</p>
<p>Jiwa bertugas sebagai pendamping dan perekam kegiatan raga.</p>
<p>Ruh bertugas untuk menyatakan kebenaran dan mengajak untuk berbuat baik dengan penuh kasih sayang.</p>
<p>Jiwa dan ruh sebelum dimasukkan oleh Tuhan kedalam tubuh manusia tidak ada perjanjian perihal kamu pengikut siapa atau agama apa atau jadi keturunan siapa tetapi yang diminta Tuhan adalah mereka kembali dalam keadaan tetap suci bersih dan tetap mengenali dan mengakui Tuhan yang menciptakannya.</p>
<p>Jika demikian untuk apa sekarang sesama manusia memperdebatkan masalah keyakinan atau agama apalagi sampai menyakiti sesamanya baik lahir maupun bhatin lebih baik benahi dirimu dan keluargamu dahulu jangan campuri urusan orang lain yang belum tentu kamu lebih baik atau lebih mulia dari mereka dihadapan Tuhan.</p>
<p>Sahabat-sahabat yang berbahagia ……</p>
<p>Semua manusia di muka bumi ini akan mengalami proses pemisahan dimana raga akan ditinggalkan oleh jiwa dan ruhnya raga akan menjadi bangkai tidak bisa berbuat apa-apa lagi sedangkan jiwa dan ruh tetap hidup di alam yang lain.</p>
<p>Tidak ada pengecualian baik ia presiden, raja, pejabat tinggi, pemuka agama, artis, fakir miskin, tua muda, pria wanita semua mengalami proses yang sama.</p>
<p>Sebenarnya manusia yang akan kembali kepada Tuhan menjelang detik-detik terakhirnya telah mengetahui apakah ia akan selamat atau tidak ketika pencabut nyawa datang dengan keharuman dan berwajah sukacita penuh senyuman memancarkan kebahagiaan pertanda ia datang untuk mencabut ruh-ruh yang tetap suci dan bersih, sebaliknya ketika ia datang bermuka garang dan masam dengan gigi gemerutuk menahan amarah pertanda ia akan mencabut ruh-ruh yang kotor dan berdaki.</p>
<p>Jika yang datang menjemput ramah dan santun pasti ruh akan menyambut baik dan bersukacita jiwa pun ikut merasakan hal yang sama karena tahu ia akan selamat kembali kepada Tuhan maka raga tidak akan merasakan sakit ketika ruh dan jiwa keluar dari tubuhnya disebabkan sang pencabut nyawa sangat hati-hati dan perlahan – lahan dalam mencabutnya.</p>
<p>Jika yang datang menjemput dengan amarah dan berwajah garang pasti ruh sangat takut menghadapinya jiwapun ikut merasakan hal yang sama karena tahu siksa yang akan diterima alias tidak selamat kembali kepada Tuhan kondisi yang demikian raga akan merasakan sakit yang amat sangat ketika ruh dan jiwa keluar dari tubuhnya di sebabkan mereka dicabut paksa dengan kemarahan dari sang pencabut nyawa.</p>
<p>Setelah pencabut nyawa membawa ruhnya maka raga terbujur kaku tak berdaya menjadi bangkai yang siap di apakan saja oleh manusia yang hidup dan meninggalkan semua yang dicintainya termasuk harta bendanya yang berlimpah. Sang mayit hanya ditutupi kain batik dan wajahnya ditutupi kerudung putih tipis busana dan perhiasan mahal yang dibanggakan dilucuti dari tubuhnya.</p>
<p>Isak tangis menyelimuti keluarga sang mayit terdengar puji-pujian atau ayat-ayat kitab dilantunkan ada pula celoteh-celoteh pertanyaan di antara para pelayat perihal sebab wafatnya sang mayit.</p>
<p>Suasana duka tampak di kediaman sang mayit kesibukan dari keluarga terlihat</p>
<p>sanak saudara jauh berdatangan teman kerabat tetangga datang melayat untuk memberikan penghormatan terakhir.</p>
<p>Persiapan untuk penguburan dimulai dari sang mayit dimandikan sampai upacara pelepasan jenazah dilakukan sesuai dengan keyakinan yang diyakini oleh sang mayit atau keluarganya.</p>
<p>Tahukah kamu apa yang dilakukan oleh jiwa sang mayit  !!!&#8230;.</p>
<p>Setelah ruhnya dibawa oleh pencabut nyawa, jiwa melihat raganya terbujur kaku lalu jiwa bertanya ke sana kemari kepada para pelayat dan keluarganya tetapi tidak ada yang menghiraukannya meski ia meratap minta tolong, semua prosesi dilihat dan diikutinya sampai raga dimasukkan ke dalam liang lahat untuk ditimbun menjadi gundukan tanah yang diatasnya ditaburkan aneka bunga warna warni, selama proses upacara berlangsung jiwa masih bisa menyapa atau menyalami para pengantar untuk mengucapkan kata-kata perpisahan dan berterima kasih kepada para pengantar dan keluarganya tetapi ada pula jiwa-jiwa yang meratap minta tolong agar jangan ditinggalkan sendirian karena takut dan tahu bahwa ia akan mengalami siksa kubur tetapi para pengantar juga keluarganya tidak menyadari hal tersebut semua tampak tenang dan biasa saja.</p>
<p>Andai para pengantar jenazah dan keluarga sang mayit tahu dan menyadari apa yang terjadi di pemakaman pasti mereka bergidik dan tidak lagi datang ke pemakaman dengan bergaya pakai kacamata hitam dan baju bagusnya sambil berkomunikasi dengan handphonenya atau berkelompok berdiri disekitar makam dengan nyamannya tanpa rasa takut sedikitpun sambil bercerita ini dan itu tanpa memperdulikan si penghuni makam.</p>
<p>Sesungguhnya disemua pemakaman pasti ada yang mengalami siksa kubur  dengan terdengarnya suara dentuman yang sangat keras, desis dari binatang melata, bau busuk yang menyengat, suara gemuruh dan gaduh dari dalam kubur, lengkingan jerit tangis kesakitan minta tolong disertai rintihan yang menyayat hati dari para penghuni kubur membuat hati yang bisa melihat dan mendengar pasti sangat takut dan sangat miris.</p>
<p>Jeritan mereka sia-sia karena tidak ada yang dapat menolongnya karena mereka bertanggung jawab atas dirinya sendiri meskipun makamnya di buat sebagus apapun oleh keluarganya tetap tidak mempengaruhi dari si mayit.</p>
<p>Semua raga yang telah berpisah dari ruhnya tetap akan mengalami siksa kubur atau nikmat kubur meskipun raganya di kremasikan, raganya hilang di laut, raganya diawetkan untuk dijadikan praktek atau raganya di mummy tetap dalam waktu singkat sang mayit wajib menerima buku catatannya dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan-perbuatannya selama raga hidup</p>
<p>karena alam kubur tidak dibatasi oleh ruang dan waktu maka hukuman tetap berlangsung atau nikmat kubur tetap diberikan bagi jiwa yang selamat.</p>
<p>Siksa kubur diperuntukkan bagi jiwa-jiwa yang ingkar akan nikmat yang sudah diberikan Tuhan kepada raganya. Selama hidup raga selalu dipakai untuk bermaksiat atau menikmati apa yang di larang oleh Tuhan dengan tidak melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya, raga tidak mengenal Tuhan karena</p>
<p>selalu dunia yang mereka kejar dan raga juga mempunyai Tuhan yang lain yaitu <strong>UANG</strong> yang mereka yakini dengan <strong>UANG</strong> semua bisa dilakukan dan dapat dijadikan sandaran bagi kehidupan masa depannya.</p>
<p>Ternyata <strong>UANG</strong> tidak bisa membayar petugas alam kubur agar tidak menyiksanya, <strong>UANG</strong> yang dahulu dituhankan kini membuat dirinya menjadi celaka dan tidak bisa menolongnya.</p>
<p>Ketika para pengantar terakhir membalikkan tubuhnya sang mayit sudah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya semasa raganya hidup, siksa kubur yang amat pedih segera menjeratnya ketika sang mayit mendapatkan buku yang berwarna hitam dari petugas alam kubur, beragam macam siksa kubur di timpakan kepada sang mayit tergantung dengan perbuatannya ketika raga hidup.</p>
<p>Hewan melata mulai memangsanya, gada-gada runcing siap menghajarnya, timah panah mulai melelehkannya, cambuk cemeti mulai memecutinya, besi-besi panas nan runcing menusuki kemaluannya, panganannya adalah batubara nan panas dan minumannya adalah darah dan nanah berisi belatung yang sangat bau dan menjijikan itulah sekelumit contoh kecil dari siksa kubur dan jiwa yang merasakannya sampai hari kebangkitan.</p>
<p>Siksa kubur ini masih diperhitungkan berdasarkan kesalahan-kesalahannya sendiri dan kelalaiannya terhadap Tuhan. Dapat dipastikan jika sudah menjalani siksa kubur tentunya akan mengalami siksa neraka yang lebih berat mengapa!!</p>
<p>Karena siksa kubur adalah kesalahan diri sendiri dan kelalaian kepada Tuhan untuk siksa neraka akan diperhitungkan berdasarkan kelalaian kepada Tuhan, kesalahan diri dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain yaitu dengan sesama manusia, hewan, tumbuhan, udara, air, bebatuan, api, matahari, bulan, bintang, petir, awan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Bagi sang mayit yang menerima buku putih dari petugas alam kubur tentunya sangat bersuka cita karena alam kubur yang ditempatinya berubah menjadi bak istana indah dengan tamannya dan dihiasi aneka tumbuhan bunga nan elok dipandang mata mengeluarkan keharuman nan menyejukkan membuatnya nyaman tak ingin beranjak pergi, sehingga ketika dibangkitkan untuk memasuki tahap berikutnya yaitu dimana peradilan besar akan dimulai mereka merasa begitu cepat waktu untuk meninggalkan istananya.</p>
<p>Bagi penghuni alam kubur yang seperti ini juga sebenarnya belum benar-benar murni akan menjadi penghuni surga, mengapa !!!!!!!!</p>
<p>Karena kenikmatan yang ia dapat adalah belum diperhitungkan dengan kesalahan kepada sesama manusia, tumbuhan, udara, air, bebatuan, api, matahari, bulan, bintang, petir, awan, tanah dan lain sebagainya.</p>
<p>Filmnya diputar saksi-saksi dihadirkan lalu hati yang menentukan kebenarannya, apa niatnya ketika melakukan ini dan itu selanjutnya menanti putusan dari Tuhan apakah kamu dikenal atau tidak oleh Tuhan, apakah dosa-dosanya diampuni atau tidak !!!! Jika jiwa dan ruhnya dikenali maka keselamatan didapat karena mendapatkan ampunan dari Tuhan dan menjadi penghuni surga tetapi jika tidak dikenali maka celakalah akibatnya karena dosa-dosanya tidak diampuni oleh Tuhan maka neraka tempatnya.</p>
<p>Bagi jiwa-jiwa yang sudah merasakan nikmat terbebas dari siksa kubur ketika mereka kembali harus menjalani masa penghakiman yang sangat adil dan bijaksana dimana Tuhan sebagai pemutusnya maka jiwa-jiwa tersebut tidak dapat mengelak atau membantah lagi dan siap untuk dijadikan penghuni neraka apabila perhitungan menunjukan bahwa kesalahannya lebih banyak kepada sesama dan makhluk ciptaan Tuhan yang lain dan tidak dapat pengampunan dari Tuhan. karena manusia seperti ini melakukan segala ibadahnya berharap mendapatkan imbalan atas jerih payahnya tetapi Tuhan telah menggenapinya yaitu dibebaskannya mereka dari siksa kubur dan menikmati surga sementara-Nya.</p>
<p> “ <strong>Alam kubur akan dirasakan oleh semua manusia dari manusia pertama yaitu Adam sampai manusia terakhir di hari kiamat tanpa terkecuali</strong> “.</p>
<p>Sahabat-sahabat yang terkasih……</p>
<p>Tentunya sangat ingin jiwa-jiwanya dikenali oleh Tuhan untuk diberi jaminan keselamatan yang abadi, untuk itu selagi ada kesempatan sebelum raga berpisah dengan jiwa dan ruh gunakanlah waktu yang sedikit ini untuk mengenal Tuhan dan mencintainya jangan sia-siakan sisa hidupmu untuk hal-hal yang merugikan jiwamu janganlah memberikan cintamu secara berlebihan kepada sang kekasih, keluarga, harta, jabatan atau apapun yang selain Tuhan, yang semuanya nanti kamu tinggalkan dan tidak bisa menjamin keselamatanmu di akherat.</p>
<p>Mulailah membenahi diri dengan banyak mendekatkan diri kepada Tuhan, jangan percaya ramalan, paranormal, dukun, hipnotis atau bermain-main dengan hal-hal yang berbau mistik dan jangan percaya takhyul karena ritual-ritual budaya turun temurun yang semua itu dapat mengakibatkan kamu jauh dari Tuhan.</p>
<p>Percayakan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas apa-apa yang terjadi pada mu, serahkan beban-bebanmu pada-Nya, jadilah manusia yang berserah diri dan selalu bersyukur kepada Tuhan.</p>
<p>Jangan sembarangan menyeru nama Tuhan untuk hal-hal yang tidak di sukai oleh-Nya atau hanya pandai menyeru secara lisan saja tetapi sebenarnya kamu tidak mengenal dan mencintainya.</p>
<p>Lisan selalu menyeru nama Tuhan berkali-kali dalam sehari semalam, tetapi apalah guna jika di hatimu masih ada tuhan-tuhan lain yaitu di hatimu masih berisi rasa cemas rasa khawatir takut yang berlebihan, tidak ada keyakinan kepada Tuhan, lebih mencintai makhluk ciptaan Tuhan seperti cinta kepada kekasih, cinta kepada suami, cinta kepada istri, sayang yang berlebihan kepada anak atau orang tua atau saudara, lebih mendewakan uang, pangkat jabatan, ketenaran dan lain sebagainya….</p>
<p>Bagaimana ada ruang untuk Tuhan jika kamu masih mengandalkan diri sendiri dalam mengarungi kehidupan ini dengan tidak mensyukuri dan berterima kasih atas apa-apa yang sudah kamu nikmati tetapi selalu mengeluh kurang ini kurang itu !!!!!!!</p>
<p>Meskipun Lisan selalu menyeru nama Tuhan selagi raga hidup tetapi mengapa Tuhan tidak mengenalnya, apa yang terjadi ? dimana kesalahannya !</p>
<p> “ <strong>Ketika Manusia membutuhkan Tuhan di hari penghakiman dan minta di selamatkan agar dapat masuk surga dengan mengatakan bahwa ketika di dunia ia selalu menyeru nama Tuhan terus menerus tetapi Tuhan menjawab sesungguhnya AKU tidak mengenalmu</strong> “</p>
<p>Itulah kerugian terbesar bagi manusia-manusia yang tidak mengenal Tuhannya. mereka hanya melakukan ritual-ritual ibadah tidak dengan hatinya tetapi hanya melaksanakan kewajiban-kewajiban perintah Tuhan tanpa ingin mengenal apalagi berdasarkan cinta kepada Tuhan.</p>
<p>Jika di sadari manusia dapat melaksanakan kewajiban-kewajibannya dapat beramal dan lain sebagainya sebenarnya itu atas ijin Tuhan dan bukan karena kemampuan dirinya sendiri. jadi manusia itu sebenarnya tidak mempunyai daya dan upaya tanpa pertolongan Tuhan maka manusia tidak boleh sombong dan angkuh dalam mengarungi kehidupannya.</p>
<p>Semasa raga masih bersatu dengan jiwa dan ruhnya kesempatan untuk mengenal Tuhan tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya mereka lebih memilih mengenal dan mencintai makhluk-makhluk ciptaan Tuhan.</p>
<p>Mereka lebih mendewakan atau mengkultuskan makhluk ciptaan Tuhan tentu saja Tuhan murka karena disekutukan atau di sejajarkan dengan makhluk ciptaan-Nya.</p>
<p>Manusia lebih memilih takut kepada makhluk ciptaan Tuhan contohnya antara lain adalah bawahan mempunyai rasa takut dan sangat patuh kepada atasannya suami takut dan patuh kepada istrinya atau sebaliknya, anak takut dan patuh kepada orang tuanya, manusia takut kepada hantu atau makhluk buruk, manusia takut akan siksa kubur, manusia takut masuk neraka tetapi kenapa mereka tidak takut dan patuh kepada yang menciptakan semua itu ?&#8230;.</p>
<p>Manusia lebih mendahulukan kepentingan dunianya daripada kepentingan akheratnya, persiapan untuk akheratnya masuk urutan nomor sekian karena dinilai tidak penting atau disepelekan atau dilakukan tetapi dengan ala kadarnya saja sedangkan untuk persiapan masa depan dunia sudah dipikirkan dengan matang sampai harus di asuransikan meski sang anak baru lahir, untuk menyambut hari raya yang masih satu tahun ke muka saja sudah sejak awal dipersiapkan dengan menyisihkan penghasilannya yang akan habis jika selesai hari raya begitu seterusnya dan menyimpan banyak uang atau harta benda untuk bekal masa depan keturunannya dan bekal untuk masa tuanya pertanda manusia tidak percaya kepada<strong> Tuhan Yang Maha Mencukupi</strong> semua diperhitungkan sangat teliti dan hidup hemat untuk bekal masa depan di dunia beragam cara dipakai untuk menimbun harta benda, manusia sudah tidak memperdulikan hukum atau aturan semua dilanggar demi memuaskan hawa nafsu dunia.</p>
<p>Anak dipacu untuk mengenyam pendidikan yang tinggi usia balita sudah harus pandai ini dan itu, orang tua takut anaknya akan tertinggal dan menjadi bodoh karena perkembangan tekhnologi yang semakin maju pesat, takut tidak mendapatkan pekerjaan, takut anaknya hidup susah atau miskin …….</p>
<p>Sangat-sangat miris menyaksikan keadaan manusia yang demikian mereka sudah sangat-sangat salah dalam menafsirkan firman-firman Tuhan tentang kehidupan di dunia mereka sudah terjebak dan dirasuki oleh iblis sehingga tidak mau mendengar atau mempelajari kebenaran dari firman-firman Tuhan.</p>
<p><strong>Bagi manusia yang mau mengenal dan mencintai Tuhan maka semua kebutuhan hidupnya di dunia akan dicukupi tetapi bagi manusia yang lebih mencintai dunia maka mereka akan menjauh dari Tuhan</strong>     </p>
<p><strong>“ TUHAN TIDAK PERNAH MENJAUH DARI UMATNYA TETAPI UMATNYA YANG MENJAUH DARINYA “</strong></p>
<p>Perdalam lagi pengetahuanmu tentang ilmu-ilmu Ketuhanan pelajari dan pahami firman-firman-Nya rubahlah gaya hidupmu mulailah siapkan bekal untuk menyongsong kematian raga dengan suka cita demi menghantarkan jiwa dan ruh kembali ke hadirat Tuhan dengan selamat.</p>
<p><strong>Tingkatkan ibadahmu dengan niat karena ingin mencintai dan dicintai Tuhan</strong> perbanyak berbuat kebajikan dengan mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan keyakinan perbanyaklah melakukan kepekaan-kepekaan <strong>jadilah manusia yang mau melayani dan bukan manusia yang ingin dilayani</strong> maafkanlah semua orang-orang yang telah menyakiti atau menyinggungmu bersikaplah rendah hati dan jadilah manusia yang bijaksana dalam berfikir dan bertindak selalu berfikir positif dalam menghadapi hidup.</p>
<p>Tanggalkan ego untuk mengejar nafsu dunia bergantilah menjadi keinginan yang sangat besar untuk mengenal dan mencintai Tuhan.</p>
<p>Kosongkan relung hatimu dan ijinkan Tuhan Yang Tunggal untuk menempatinya maka kamu akan selamat dan menanti kematian raga dengan suka cita.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>MATIKANLAH DIRIMU SEBELUM KAMU DIMATIKAN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>LEBIH BAIK HINA DI MATA MANUSIA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>DARI PADA HINA DIHADAPAN TUHAN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>GOD IS THE BEST FOR MY LIFE</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
