<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>naskah-drama &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/naskah-drama/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "naskah-drama"</description>
	<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 23:13:30 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Dari Ternate Ikut Workshop Menulis di Jakarta]]></title>
<link>http://dodimawardi.wordpress.com/2009/11/27/dari-ternate-ikut-workshop-menulis-di-jakarta/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 23:59:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>dodimawardi</dc:creator>
<guid>http://dodimawardi.wordpress.com/2009/11/27/dari-ternate-ikut-workshop-menulis-di-jakarta/</guid>
<description><![CDATA[Workshop Cara Cepat Menulis Buku Metode 12 Pas angkatan ke-8, sudah berlangsung Sabtu 21 November 20]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Workshop Cara Cepat Menulis Buku Metode 12 Pas angkatan ke-8, sudah berlangsung Sabtu 21 November 2009 lalu. Namun banyak catatan menarik dari workshop tersebut. Salah satunya, hadirnya sejumlah peserta dari luar Jakarta. Bukan hanya dari Tangerang, Bogor atau Bekasi melainkan dari daerah yang lebih jauh. Bapak Agus SPH sengaja ikut workshop ini karena ada agenda lain di Jakarta, pada hari Seninnya. Dia datang dari Ternate, Jumat, karena Sabtunya ingin ikut workshop. Sekali jalan, dua tiga kegiatan bisa dilaluinya.<br />
Ternate bukan lokasi yang dekat dari Jakarta. Jika naik pesawat, butuh waktu berjam-jam dengan persinggahan. Kalau naik kapal laut, bisa berhari-hari.</p>
<p>Selain pak Agus, sejumlah peserta juga datang dari beberapa kota berjauhan. Misalnya dari Gorontalo, yang kebetulan sedang tugas belajar di Jakarta. Atau dari Cirebon, yang sengaja datang hanya untuk workshop ini. </p>
<p>Doa kami dari panitia adalah&#8230; semoga niat mulia para peserta untuk menulis buku menjadi kenyataan. Ramaikanlah negeri ini bukan dengan gosip, konflik atau perilaku tercela, melainkan dengan tumbuhan ilmu dalam bentuk buku dan tulisan.</p>
<p>Amin.   <div id="attachment_290" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://dodimawardi.wordpress.com/files/2009/11/img0160a.jpg"><img src="http://dodimawardi.wordpress.com/files/2009/11/img0160a.jpg?w=300" alt="" title="IMG0160A" width="300" height="193" class="size-medium wp-image-290" /></a><p class="wp-caption-text">peserta workshop menulis</p></div></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Drama Cinderella]]></title>
<link>http://4antum.wordpress.com/2009/11/19/kisah-drama-cinderella/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 13:37:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Shafiqah Treest</dc:creator>
<guid>http://4antum.wordpress.com/2009/11/19/kisah-drama-cinderella/</guid>
<description><![CDATA[Berikut ini naskah drama apabila Cinderella dijadikan drama romantis &#8230; CINDERELLA &amp; PUTRI ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut ini naskah drama apabila Cinderella dijadikan drama romantis &#8230; CINDERELLA &amp; PUTRI ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mencari Contoh Naskah Drama ... ?]]></title>
<link>http://4antum.wordpress.com/2009/11/19/mencari-contoh-naskah-drama/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 10:45:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Shafiqah Treest</dc:creator>
<guid>http://4antum.wordpress.com/2009/11/19/mencari-contoh-naskah-drama/</guid>
<description><![CDATA[Pengertian Drama Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah j]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pengertian Drama Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah j]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Separuh Jiwaku Pergi]]></title>
<link>http://mbahbrata.wordpress.com/2009/11/16/separuh-jiwaku-pergi/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 10:10:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbahbrata</dc:creator>
<guid>http://mbahbrata.wordpress.com/2009/11/16/separuh-jiwaku-pergi/</guid>
<description><![CDATA[Anang – Separuh Jiwaku Pergi Separuh Jiwaku Pergi Memang indah semua Tapi berakhir luka Reff: Benar ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Anang – Separuh Jiwaku Pergi Separuh Jiwaku Pergi Memang indah semua Tapi berakhir luka Reff: Benar ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Santoana - dongeng (mungkin bisa juga untuk bahan naskah drama)]]></title>
<link>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/11/05/santoana-dongeng-mungkin-bisa-juga-untuk-bahan-naskah-drama/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 22:39:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>dahlanforum</dc:creator>
<guid>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/11/05/santoana-dongeng-mungkin-bisa-juga-untuk-bahan-naskah-drama/</guid>
<description><![CDATA[Pada zaman dahulu di Pulau Jawa, hiduplah seekor burung cantik bernama Merak. Bulunya mengkilat, ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada zaman dahulu di Pulau Jawa, hiduplah seekor burung cantik bernama Merak. Bulunya mengkilat, ber]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Naskah Drama dari internet untuk mengerjakan tugas sekolah]]></title>
<link>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/10/07/naskah-drama-dari-internet-untuk-mengerjakan-tugas-sekolah/</link>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 01:08:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>dahlanforum</dc:creator>
<guid>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/10/07/naskah-drama-dari-internet-untuk-mengerjakan-tugas-sekolah/</guid>
<description><![CDATA[Di tahun-tahun terakhir ini, banyak tugas sekolah yang disarankan oleh guru untuk menyelesaikannya d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Di tahun-tahun terakhir ini, banyak tugas sekolah yang disarankan oleh guru untuk menyelesaikannya d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Andai"]]></title>
<link>http://mbahbrata.wordpress.com/2009/09/10/andai-2/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 08:54:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbahbrata</dc:creator>
<guid>http://mbahbrata.wordpress.com/2009/09/10/andai-2/</guid>
<description><![CDATA[Andai aku bisa Menggapai mawar jingga, yang tertepis merona Yang tertiup angin barat di antara tebin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Andai aku bisa Menggapai mawar jingga, yang tertepis merona Yang tertiup angin barat di antara tebin]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Naskah Drama]]></title>
<link>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/09/08/naskah-drama/</link>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 11:33:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>dahlanforum</dc:creator>
<guid>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/09/08/naskah-drama/</guid>
<description><![CDATA[Berikut Posting yang ada hubungannya dengan naskah drama, dan contohnya. JAKA TUMBAL &#8211; Contoh ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut Posting yang ada hubungannya dengan naskah drama, dan contohnya. JAKA TUMBAL &#8211; Contoh ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[/ contoh naskah drama]]></title>
<link>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/18/contoh-naskah-drama/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 01:48:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>dahlanforum</dc:creator>
<guid>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/18/contoh-naskah-drama/</guid>
<description><![CDATA[Pelaku: - Pak Hanafi - Ibu As - Calon Menantu - Purwoko - Istri Purwoko Suasana: Adegan terjadi mala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pelaku: - Pak Hanafi - Ibu As - Calon Menantu - Purwoko - Istri Purwoko Suasana: Adegan terjadi mala]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tegak 17]]></title>
<link>http://mbahbrata.wordpress.com/2009/08/16/tegak-17/</link>
<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 22:49:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbahbrata</dc:creator>
<guid>http://mbahbrata.wordpress.com/2009/08/16/tegak-17/</guid>
<description><![CDATA[Merdeka, Masih kau dengar pekik itu? Walau bertalu menusuk tulang Merenda semangat yang makin mengha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Merdeka, Masih kau dengar pekik itu? Walau bertalu menusuk tulang Merenda semangat yang makin mengha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SANGKURIANG - Contoh Naskah drama untuk latihan pemeranan]]></title>
<link>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/16/sangkuriang-contoh-naskah-drama-untuk-latihan-pemeranan-2/</link>
<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 08:22:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>dahlanforum</dc:creator>
<guid>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/16/sangkuriang-contoh-naskah-drama-untuk-latihan-pemeranan-2/</guid>
<description><![CDATA[Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV- ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. Sayup-sayup s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV- ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. Sayup-sayup s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Senandung cinta   ]]></title>
<link>http://afritayuanita.wordpress.com/2009/08/08/senandung-cinta/</link>
<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 14:24:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>afritayuanita</dc:creator>
<guid>http://afritayuanita.wordpress.com/2009/08/08/senandung-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Pagi hari yang cerah, ibu Mayah uang tengah duduk di tengah ruangan yang tidak terlalu luas, sambil ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pagi hari yang cerah, ibu Mayah uang tengah duduk di tengah ruangan yang tidak terlalu luas, sambil menyiapkan barang dagangannya. Dan kemudian terdengar suara pintu yang mengejutkan ibu Mayah “Gubrak”.</p>
<p>Ibu Mayah   : “ Waduh pelan-pelan nak !.” Sambil mengusap dadanya yang berdegup kencang.<br />
Iwah               : “ Maaf…maaf…. Deh.” Sambil merapihkan seragamnya.<br />
Ibu Mayah    : “ Ya sudah kamu sudah sarapan nak ?,ibu sudah buatkan tempe.” Ibu bangun dari tempat duduknya, dan hendak menuju ke dapur.<br />
Iwah               : “ Tidak  perlu bu, iwah tidak lapar, lagi pula ibu selalu masak<br />
tempe anak seusia aku harusnya makanan yang bergizi bu !.”<br />
Dengan nada cukup tinggi dengan mimik wajah membosankan iwah berusaha menjelaskan.<br />
Ibu Mayah     : “ Tempe juga banyak mgizinya wah. lagi pula ibu hari ini belum<br />
dapat uang nak”.  Sambil membelai kepala iwah.<br />
Iwah               : “ Ah….ibu, selalu bicara seperti itu iwah bosen, iwah masih<br />
dalam pertumbuhan jadi butuh gizi yang cukup banyak, kalau<br />
selalu tempe, ah sudahlah bu iwah pergi dulu.” Wajahnya tak lembut. sambil memainkan tangannya.<br />
Ibu Mayah     : “ Ya nanti insya Allah ibu belikan makanan bergizi untuk kamu<br />
dan adik-adikmu, do’akan ibu supanya dagangan ibu laku ya<br />
nak!.” Sambil merapihkan dagangan di dalam keranjang.</p>
<p>Satu katapun tak terdengar dari mulut iwah, iwah hanya terdiam. Tanpa mencium tangan ibunya. Iwah berangkat menuju sekolah SMA nya. Iyam yang dari tadi hanya terdiam bergegas menghampiri ibunya.</p>
<p>Iyam             : “ Ibu, iyam sekolah dulu ya bu, nanti pulang sekolah iyam bantu<br />
ibu jualan.” Dengan tersenyum manis menatap ibunya, dengan membawa tas kuning belakangnya iyam semakin manis.<br />
Ibu Mayah    : “ Ya sudah nak kamu belajar dulu saja di sekolah, hati-hati di jalan<br />
ya nak.” Sambil menyalurkan tanganya ke iyam.<br />
Iyam             : “ Assalamu’alaikum.”<br />
Ibu Mayah    : “ Wa’alaikum salam.”</p>
<p>Ibu Yana         : “ Zaman yang moderen saat ini banyak sekali baik makanan atau<br />
minuman yang sudah tidak baik untuk kesehatan, zaman dahulu<br />
ibu makan dengan tempe, tahu  paling enak ibu makan tempe<br />
sambel pete, tempe misalnya banyak sekali proteinnya tidak ada<br />
sekarang tempe yang di olah dengan bahan pengawet makanan,<br />
jadi masih sehat.” Sambil memegang buku biologi berdiri di depan kelas.<br />
Rizka         : “Ih Ibu memang enak bu ?, aku sukanya tahu gejrot.” Sambil memegang bedak berkacanya tersenyum lebar.<br />
Anak-anak       : “ Aduh rizka !.” Dengan serentak terheran-heran melihat.<br />
Iwah                : “ Bu, Apa banyak manfaat dari mengkonsumsi tempe ?, dan<br />
bagaimana jika setiap waktu jam makan lauknya hanya<br />
tempe?.” Sambil mengangkat telunjuknya ke atas, dengan penuh hormat iwah pun tersenyum.<br />
Ibu Yana        : “ Pertanyaan yang bagus nak, jadi begini nak tempe sangat<br />
banyak nilai gizinya seperti protein yang di kandung tempe<br />
cukup banyak, dan protein sangat bagus untuk pertumbuhan,<br />
lagi pula anak-anak tempe bisa menjadi pengganti telur. bangus<br />
jika setiap hari mengkonsumsi tempe tapi lebih baik lagi kita<br />
makan tidak hanya tempe dibarengi dengan lauk pauk lainya.<br />
seperti itu iwah.”  Sambil tersenyum menatap wajah iwah.</p>
<p>Iwah terdiam ia jadi ingat kejadian setiap pagi yang selalu berdebat dengan ibunya, iwah merasa bersalah dengan ibunya yang sudah memasak tempe setiap hari.</p>
<p>Ibu Mayah      : “ Gorengan bu…ukh…ukhh…. hanya Rp 500,00 bu…&#8230; beli<br />
bu?.” Sambil terbatuk-batuk dan tangan kanannya membawa kranjang berisi gorengan sedang tangan kirinya menutup-nutupi mulutnya. Dengan wajah yang pucat dan berkeringat dingin berusah menjual dagangannya.<br />
Ibu Diana         : “ Tempe ini berapa bu ?, Ya Allah bu kenapa bu, bu…bu….bu…<br />
bangun bu, sadar bu. Tolong….tolong…”. Sambil memegang tangan kasar ibu mayah dengan wajah panik ibu Diana berteriak meminta tolong.<br />
Ibu Vina           : “ Ada apa bu ?, waduh pingsan ya bu ?.” Sambil memegang pipinya terkejut melihat ibu mayah.<br />
Ibu Yana          : “ Astagfirullah ibu mayah, Ayo kita cepat bawa kerumah sakit<br />
bu !.” Sambil memegang tangan ibu mayah.</p>
<p>Dan ibu Diana, ibu Vina dan ibu Yana mengangkat Ibu Mayah dan membawa ke rumah sakit. Sampailah di rumah sakit.</p>
<p>Ibu Yana       : “ Assalamu’alaikum, ada iwah ?.” Dengan menatap anak-anak satu- persatu.<br />
Iwah                  : “ Ya, Saya bu.”.Dengan berdiri dari tempat duduknya memperlihatkan wajahnya ke ibu Yana.<br />
Ibu Yana            : “ Sekarang kamu ikut dengan ibu ya, ajak adik kamu juga.”  Sambil memegang lengan iwah.<br />
Iwah                : “ Ada apa bu ?.” Sambil berjalan menuju kelas adiknya iyam di kelas.<br />
Ibu Yana            : “ Tidak ada apa-apa, kamu cepat memanggil adikmu ya.” Tegasnya kepada iwah.<br />
Iwah                   : “ Iyam kemari, kita harus ikut ibu Yana sekarang, cepat ambil<br />
tasmu !.” Dengan memegang lengannya iyam.<br />
Iyam              : “ Memanganya ada apa kak ?.” Dengan wajahnya yang mungil terheran akan perkataan kakaknya.<br />
Iwah                   : “ Kakak juga tidak tahu dik, Ayo cepat dik !.” Sambil menggelengkan kepalanya.</p>
<p>Iwah dan Iyam dengan ibu Yana, akhirnya sampailah di rumah sakit Cipto Mangunkusumo.</p>
<p>Iwah                : “ Ibu, Apakah ibu saya dapat sembuh ?.” Dengan wajah sedih dan menatap wajah ibu Yana.<br />
Ibu Yana        : “ Ya kita berdo’a saja nak.” Dengan wajah penuh harap ibu menatap wajah Iwah dan Iyam.<br />
Dokter Avriza   : “ Permisi, Apakah anda keluarga dari Ibu Mayah ?.” Sambil melepaskan sarung plastik tangannya.<br />
Ibu Yana              : “ Ya dokter saya kerabatnya, bagaimana kondisi Ibu Mayah<br />
dok ?.”  Sambil memainkan jari tangannya.<br />
Dokter Avriza      : “ Maaf bu sekali lagi kami minta maaf, nyawanya tidak dapat<br />
tertolong  penyakitnya sudah sangat parah.” Sambil mengusap dahinya dengan tissue.<br />
Ibu Yana              : “ Innalillahi wa inna illaihi rajjiu’un.” .Dengan meletakkan tangan dadanya berusaha menegarkan hatinya.</p>
<p>Iwah                   : “ Ibu maafkan iwah bu, iwah mau makan tempe masakan ibu,<br />
bu bangun bu……” Sambil memeluk ibunya yang terbaring pucat iwah dan adiknya menangis.<br />
Ibu Yana            : “ Iwah kamu yang sabar ya nak.” Sambil membelai iwah.</p>
<p>Iwah dan Iyam larut dalam kesedihan mereka kini yatim piatu. Iwah pun berhenti sekolah sejak ibunya meninggal karena penyakit jantung dan paru-paru. Dan sekarang Iwah lah yang menjadi tulang punggung untuk adiknya Iyam dan dirinya sendiri.</p>
<p>Iwah                   : “ Gorengan-gorengan, tempenya bu,.. bala-balanya bu,.. pisang<br />
gorenganya bu, risolnya bu,…beli bu.”  Sambil membawa<br />
keranjang gorengannya, dan mengusap-usap keringat di<br />
dahinya.</p>
<p>Akhirnya Iwah pun tak beda dengan ibunya menjual gorengan. Namun Iwah tetap bersemangat untuk menyekolahkan adiknya Iyam.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beri Aku Arti]]></title>
<link>http://afritayuanita.wordpress.com/?p=4</link>
<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 14:22:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>afritayuanita</dc:creator>
<guid>http://afritayuanita.wordpress.com/?p=4</guid>
<description><![CDATA[Pagi hari yang cerah, dan disuasana kelas dua muallimin yang sudah ribut. Bel sekolah berdering data]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pagi hari yang cerah, dan disuasana kelas dua muallimin yang sudah ribut. Bel sekolah berdering datanglah seorang guru tahfidz di kelas dua muallimin.</p>
<p>BU BURU             : “ Assalamu’alaikum… anak-anak hari ini kita kedatangan<br />
murid baru, untuk itu ibu minta perhatiannya sebentar untuk<br />
teman kalian , Ayo perkenalkan diri kamu nak!.” Sambil memegang pundak anak baru<br />
NATASYA   : “ Hmmm…ass…salam…mu’alaikum.” Dengan gugup memberikan salam.<br />
ANAK-ANAK   : “ Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarokatuh.” Semua anak menjawab salam dengan semangat.<br />
NATASYA           : “ Nama saya Natasya FS.” Sambil memegang lengan kanan.<br />
JEAN                    : “ FS…?? Apa tuh ?, Frienster mungkin. Ha..ha..ha…ha..”<br />
Sambil memegang perut jean tertawa geli.<br />
BU GURU           : “ Jean… dengarkan , hargai temanmu!. Lanjutkan Natasya<br />
jangan hiraukan temanmu.” Sambil menatap Jean.<br />
NATASYA       : “ Teman-teman boleh panggil saya Tasya.” Dengan senyum yang manis.<br />
ANAK-ANAK     : “ Ooh… ok deh… alamat rumah, Fs, Facebook?, nomer Hp?<br />
Ha..ha…ha..” Sambil membuat keributan di kelas.</p>
<p>Bu guru hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala melihat keributan. Dan kemudian mempersilahkan tasya duduk.</p>
<p>BU GURU          : “ Tasya silahkan kamu duduk.” Sambil tersenyum.<br />
LARAS               : “ Ih kenapa duduk disamping aku sih, anaknya jutek<br />
lagi, aduh… mimpi apa aku semalam.” Dengan sinis melihat wajah Tasya.<br />
TASYA               : “ Hai…. Boleh saya duduk disini?.” Sambil tersenyum.<br />
LARAS            : “ Oh ya silahkan.” Dengan mimik wajah heran melihat Tasya yang sopan.<br />
Bel istirahat berbunyi dan anak-anak meninggalkan kelas dengan canda dan tawa.</p>
<p>ANITA             : “ Tasya masalah tadi gak usah dipikirin ya, Jean memang seperti<br />
itu anaknya kalo ada anak baru. Tapi kalau sudah dekat dia<br />
baik ko.” Sambil memegang pundak Tasya.<br />
Tasya hanya manis mendengarkan perkataan Anita.<br />
PUTRI                : “ Oh ya Tasya maaf ya soal tadi juga, kita-kita berisik plus<br />
bawel lagi,kita cuma bercanda ko.” Sambil tersenyum.<br />
NINDY                : “ Iya minta maaf ya, Nindy tadi ikut-ikutan. Eh kamu sekolah<br />
dimana dulu?, ko pindah ke sekolah ini? Padahal sekarang<br />
semester dual oh.” Sambil menjabat tangan Tasya, Nindy meminta maaf.<br />
TASYA                : “ Oh dulu Tasya sekolah di IBS, tapi kar…”   Menutup bicara dan melihat Putri yang memotong pembicaraan.<br />
PUTRI                 : “ IBS apa Tasya?.” Sambil tersenyum melihat tasya.</p>
<p>TASYA               : “ IBS itu kependekan dari Internasional Boarding School yang<br />
ada di Bandung. Kalian ingin tau main saja kerumahku,<br />
disana kita bisa lihat-lihat.” Sambil tersenyum menjelaskan.<br />
PUTRI                : “ Waw, keren banget, kenapa kamu pindah sekolah disana<br />
fasilitasnya lengkap, suasananya beda lagi dengan Jakarta<br />
panas banget.” Dengan wajah heran dan mengipas dengan   tangannya berusaha menggambarkan panasnya Jakarta.<br />
TASYA               : “ Sebab itu aku pindah, suasananya gak alami,anak-anaknya<br />
beda banget pada sombong karena merasa IBS hanya untuk<br />
orang-orang kaya.” Sambil melihat teman-temannya.<br />
NINDY            : “ Tasya, berarti segala sesuatunya lihat dengan materi dong?.” Sambil mengerutkan dahinya.<br />
PUTRI                : “ Iya Tas, enak ya kalau punya harta banyak, punya orang tua<br />
yang jabatan tinggi, sekolah ternama, waah bagaimana gak<br />
sombong tuh!.”  Sambil memainkan jari-jari tangannya.<br />
TASYA      : “ Enak sih tapi sayang mereka gak punya prestasi yang membanggakan.” Sambil tersenyum manis.<br />
ANITA               : “ Oh gitu iya..ya..” Sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.<br />
Sementara itu di kantin sekolah Jean dan Laras sedang berbincang sambil makan.<br />
LARAS         : “ Jean kila-kila Tasya lagi apa ya, dia kan anak balu.”Sambil tersenyum.<br />
JEAN          : “ Laras bicara apa sih, gak ngerti nih?.” Sambil memainkan mulutnya ke arah Laras.<br />
Bagian 2<br />
Di pagi hari suasana di kelas dua muallimin tampak berbeda sekali, Langit biru awan putih menambah indah suasana dalam kelas.</p>
<p>BU GURU        : “ Assalamu’alaikum.” Sambil tersenyum.<br />
ANAK-ANAK : “ Wa’alaikum salam.” Menjawab dengan serentak.<br />
BU GURU	  : “ Di hari yang indah ini Ibu akan memberikan sedikit informasi<br />
tentang perlombaan tahsin dan tajwid antar sekolah. Seperti<br />
yang kita tau sekolah kita tiap dua tahun sekali mendapat<br />
kesempatan diikut sertakan dalam perlombaan ini. Dan ibu<br />
harap kalian bisa lebih baik dalam meningkatkan persiapan<br />
kalian.” Sambil memperhatikan anak-anak.<br />
JEAN 		  : “ Kalian pasti sudah menduga Jeani Sukma yang menang.” Sambil mengipas-ngipas dengan kipasnya.<br />
ANITA, PUTRI, NINDY : “ Ok, kita lihat nanti Jeani Sukma.” Dengan wajah sinis.<br />
LARAS	   : “ Jean mereka kulang ajal sama kita..lihat aja nanti siapa yang<br />
belhasil, udah pasti Jean. Sudah dua tahun kan dia perwakilan<br />
dari sekolah ini.”  Dengan nada yang menentang.<br />
Beberapa saat kemudian bel istirahat berbunyi. Anak-anak tidak sabar melihat pengumuman di madding.<br />
TASYA	   : “ Eh lihat deh masa babak penentuan akhirnya sekarang!.” Sambil menunjuk madding.<br />
ANITA, PUTRI, NINDY : “ Oww…oww…oww kita kan belum persiapan.” Sambil melihat satu sama lain.<br />
TASYA	    : “ Ya gak masalah lagi kita Cuma disuruh baca aja, lihat Al-<br />
Qur’an, Disini ditulis harus sesuai tajwid dan suara yang<br />
bagus. Sambil menunjuk ke madding.<br />
Tiba-tiba Jean dan Laras datang…<br />
LARAS	     : “ Jean masa hari penentuannyasekarang memang kamu sudah<br />
ada persiapan ?.” Sambil menghadapkan ke Jean.<br />
JEAN		      : “ Tenang aja lagi, apa sih yang gak bisa dari Jean, Oh iya buat<br />
kalian sepertinya sudah gak ada waktu untuk kalian<br />
mempersiapkan semua.” Sambil membelai Tasya.<br />
ANITA                  : “ Jangan dengarkan Tasya, nanti kita semua kemakan<br />
omongan Jean.” Sambil memegang pundak Tasya.<br />
PUTRI		       : “ Ok Jean boleh sombong, tapi semangat kita gak boleh<br />
pudar.”<br />
NINDY                  : “ Ya setuju banget, walaupun dia les tahsin, ayahnya<br />
kolongmerat kita gak boleh putus asa untuk menang setuju<br />
teman-teman?.” Sambil mengacungkan tangannya ke langit.<br />
TASYA                   : “ Oh Jean ikut les tahsin, pantas saja suaranya bagus.”<br />
ANITA, PUTRI, NINDY : “ Tasya setuju tidak ?.” Dengan berbarengan.<br />
TASYA            : “ Oh iya…. Setuju…ya setuju… tapi mudah-mudahan…” Sambil tersenyum.<br />
ANITA,PUTRI, NINDY : “ Mudah-mudahan apa Tasya ?.”Dengan berbarengan.<br />
TASYA                       : “ Mudah-mudahan bisa deh.” Sambil tersenyum.<br />
Tasya hanya tersenyum entah kenapa ia tidak optimis dengan kemampuan dirinya. Sebelum bel berbunyi anak-anak sudah ada di kelas dan membuka dan membaca Al Qur’annya masing-masing untuk mempersiapkan diri mereka masing-masing.</p>
<p>BU GURU                  : “ Assalamu’alaikum. Anak-anak kalian sudah<br />
siap?. Ibu mulai dari absen, Ya Anita Putri<br />
Rahayu !.” Sambil memegang balpoin hitamnya.<br />
ANITA                    : “ Do’a kan ya Frend.” Sambil membawa Al qur’an.<br />
Teman-teman hanya menganggukan kepalanya, kemudian melanjutkan bacaan Al qur’an mereka. Beberapa kemudian Anita selesai membaca Al Qur’an.</p>
<p>BU GURU                : “ Jeani Sukma…” Memanggil dengan suara keras.<br />
JEAN                        : “ Ya bu, Eh lihat Jean dong !.”<br />
Tapi sekali lagi anak-anak tidak begitu memperhatikan sampai pada akhirnya, tiba gilirannya Natasya.</p>
<p>BU GURU                : “ Natasya Fitria Sari…” Memanggil dengan suara keras.<br />
TASYA                     : “ Ya bu, Frend Bantu Tasya dengan do’a ya.” Sambil<br />
meletakan Al qur’an didadanya.</p>
<p>Semua murid memperhatikan Tasya yang sedang membaca Al qur’an. Tidak di sangka suara Tasya sangat merdu. Dan semua mata tertuju pada Tasya. Dan sampilah kepada urutan terakhir. Dan bu guru menyampaikan pengumuman seleksi.</p>
<p>BU GURU                 : “ Anak-anak sepertinya kalian sudah bisa tebak siapa yang<br />
dapat berhasil lolos di babak perlombaan.” Sambil tersenyum.<br />
JEAN                          : “ Pasti Jean lagi lah…” Dengan melihat sekitarnya.<br />
ANAK-ANAK           : “ Huuu..huuuuuu…” Menyorak Jean.<br />
BU GURU                  : “ Sudah jangan berisik !. yang ibu nilai bukan hanya suara<br />
tetapi juga dari tajwidnya juga diperhatikan. Dan ibu<br />
harap ibu tidak salah pilih. Dan orang tersebut bisa<br />
membawa harum nama sekolah kita.” Sambil tersenyum.<br />
ANAK-ANAK            : “ Amin…..” Dengan berbarengan.<br />
BU GURU                   : “ Baiklah ibu akan sebutkan namanya…” Sambil<br />
memegang kertas.<br />
Semua anak-anak berharap di antara salah satu mereka ada yang masuk dalam perlombaan.</p>
<p>BU GURU                    : “ Ya Natasya Fitria Sari kamu yang terpilih.” Sambil<br />
tersenyum.<br />
JEAN                             : “ Haah…. ko Natasya ? harusnya aku dong ! suaraku<br />
bagus, les tahsin lagi.” Dengan mata terbelalak melihat disekitarnya.<br />
LARAS                          : “ Oh tidak… tidak… pasti ada yang salah dalam<br />
Penilaian deh…” Sambil melihat Jean yang terdiam.<br />
BU GURU                     : “ Perlu kalian ketahui, penilaian ini bukan karena pilih<br />
kasih atau suatu kecurangan tetapi berdasarkan<br />
bagusnya suara dan tajwid dalam membacanya.” Sambil melihat Jean dan Laras yang cemberut.<br />
PUTRI                            :  “ Teman-teman kita ucapkan selamat yu buat Tasya !.” Sambil bertepuk tangan.<br />
ANITA                     : “ Selamat ya…. ,keren banget syaa.” Sambil menjabat tangannya Tasya, Anita tersenyum.<br />
NINDY                           : “ Bu guru gak salah pilih, ternyata Tasya bagus<br />
suaranya dan tajwidnya gak lupa lagi, selamat ya<br />
Tasya.” Sambil tersenyum memegang pundak Tasya.<br />
JEAN                              : “ Tasya, selamat ya… aku senang sya bisa<br />
menggantikan aku. Mungkin kamu lebih baik dari<br />
aku, aku mengaku salah dah sombong sama kalian<br />
semua, sekarang aku sadar aku belum menguasai<br />
tajwid.”  Sambil menatap wajah Tasya.<br />
LARAS                           : “ Ya…. Sya… Lalas juga minta maaf ya.” Dengan<br />
senyum Laras tersipu malu.<br />
TASYA                           : “ Ya sudah, kalian semua teman-teman Tasya ko.<br />
Tasya seneng banget bisa kenal kalian, satu sama lain,<br />
terima kasih ya dah mau berteman sama Tasya. Dan<br />
Tasya gak merasa dimusuhin Jean ko… gak perlu<br />
minta maaf  Jean.” Sambil memegang pundak Jean dan Laras.<br />
Tasya, Anita, Putri, Nindy, Jean, dan Laras merayakan kemenangan Tasya dalam perlombaan yang juara satu dan mengharumkan nama sekolah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Joko Kasep Mencari Cinta]]></title>
<link>http://luckyconqueror.wordpress.com/2009/08/05/joko-kasep-mencari-cinta/</link>
<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 11:44:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lucky Conqueror</dc:creator>
<guid>http://luckyconqueror.wordpress.com/2009/08/05/joko-kasep-mencari-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah Naskah Drama : Tokoh Pemeran: Joko Kasep       : pemuda berumur ¼ abad yang belum menikah. Ny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebuah Naskah Drama : Tokoh Pemeran: Joko Kasep       : pemuda berumur ¼ abad yang belum menikah. Ny]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SANGKURIANG - Contoh Naskah drama untuk latihan pemeranan]]></title>
<link>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/03/sangkuriang-contoh-naskah-drama-untuk-latihan-pemeranan/</link>
<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 11:04:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>dahlanforum</dc:creator>
<guid>http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/03/sangkuriang-contoh-naskah-drama-untuk-latihan-pemeranan/</guid>
<description><![CDATA[Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV- ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. Sayup-sayup s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV- ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. Sayup-sayup s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[siwan.web.id]]></title>
<link>http://s1wan.wordpress.com/2009/08/03/siwan-web-id/</link>
<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 05:48:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>s1wan</dc:creator>
<guid>http://s1wan.wordpress.com/2009/08/03/siwan-web-id/</guid>
<description><![CDATA[Bagi rekan2 yang ingin mengunjungi blog saya silahkan kunjungi SIWAN.WEB.ID]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bagi rekan2 yang ingin mengunjungi blog saya silahkan kunjungi <a href="http://siwan.web.id">SIWAN.WEB.ID</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["GURU"]]></title>
<link>http://luckyconqueror.wordpress.com/2009/07/29/guru/</link>
<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 22:38:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lucky Conqueror</dc:creator>
<guid>http://luckyconqueror.wordpress.com/2009/07/29/guru/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah skenario disadur dari cerpen Putu Wijaya dengan judul yang sama. Tokoh-tokoh : Subianto      ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebuah skenario disadur dari cerpen Putu Wijaya dengan judul yang sama. Tokoh-tokoh : Subianto      ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[”ROMANSA DI TEBING PELANGI”]]></title>
<link>http://mbahbrata.wordpress.com/2009/07/04/%e2%80%9dromansa-di-tebing-pelangi%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 12:46:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbahbrata</dc:creator>
<guid>http://mbahbrata.wordpress.com/2009/07/04/%e2%80%9dromansa-di-tebing-pelangi%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Koidah  Fitriyah Penyelaras: Drs. Heru Subrata, M.Si Analisis unsur – unsur cerita a. Tema Tem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Koidah  Fitriyah Penyelaras: Drs. Heru Subrata, M.Si Analisis unsur – unsur cerita a. Tema Tem]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berakar bertumbuh dan berbuah]]></title>
<link>http://rawapada.com/2009/06/29/berakar-bertumbuh-dan-berbuah/</link>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 04:57:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pambudi  Nugroho</dc:creator>
<guid>http://rawapada.com/2009/06/29/berakar-bertumbuh-dan-berbuah/</guid>
<description><![CDATA[Di atas tanah yang baik, sebuah pohon mangga yang rindang, tidak terlalu tinggi pohonnya, namun buah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Di atas tanah yang baik, sebuah pohon mangga yang rindang, tidak terlalu tinggi pohonnya, namun buah]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
