<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>negara &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/negara/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "negara"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 12:38:04 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[MUI : “GOLPUT=HARAM” , go fuck yourself!]]></title>
<link>http://gegenism.wordpress.com/2009/11/28/mui-%e2%80%9cgolputharam%e2%80%9d-go-fuck-yourself/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 10:29:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>gegenism</dc:creator>
<guid>http://gegenism.wordpress.com/2009/11/28/mui-%e2%80%9cgolputharam%e2%80%9d-go-fuck-yourself/</guid>
<description><![CDATA[gini nih..kebodohan lahir dari perkawinan antara negara dengan agama.. Biaya pemilihan umum 2009 dip]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://gegenism.wordpress.com/files/2009/11/rahmat-rijalun-computer-clinic-golput.jpg"><img class="size-full wp-image-480 alignright" title="golput" src="http://gegenism.wordpress.com/files/2009/11/rahmat-rijalun-computer-clinic-golput.jpg" alt="" width="210" height="253" /></a>gini nih..kebodohan lahir dari perkawinan antara negara dengan agama..</p>
<p style="text-align:justify;">Biaya pemilihan umum 2009 diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 47,9 trilyun. Dengan biaya pesta demokrasi yang sangat besar itu, benarkah mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas dan mampu mensejahterakan rakyat? Nampaknya kita masih harus menerima kenyataan, pemimpin yang dihasilkan ternyata…(anda analisa sendiri).</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang, saya banyak mendengar penyesalan dari kawan-kawan yang kemarin memilih YOU KNOW WHO.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;tanya kenapa??&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri memilih GOLPUT pada pemilu kemarin…bukan karena apatis tetapi karena hal simple..standar saya tinggi untuk presiden, kenapa? Presiden gitu!</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada yang beranggapan jika kita tidak berpartisipasi dalam sistem ini maka pemerintahan akan dikusai oleh orang2 yang tidak “OK” sehingga kondisi negara makin terpuruk. Muncullah pernyataan yang lahir dari pandangan yang dangkal seperti<!--more--></p>
<p style="text-align:center;">“memang tidak ada yang ideal tapi kita harus memilih yang baik diantara yang buruk”.</p>
<p style="text-align:center;">
Pernahkah anda membayangkan dalam ….1)pemilu dengan partisipan lebih dari 200 juta (semua warga negara)  dengan ….2) pemilu dengan partisipan hanya orang2 cerdas, kritis, kredibel dan tentu saja independen. Apakah figur presiden yang terpilih akan sama? <em>I strongly doubt it!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kita harus berfikir diluar “kotak” demokrasi yang ada selama ini. Jika ketidakpercayaan terhadap sistem demokrasi ini terus meningkat sampai batas yang optimal dan itu mereka tunjukkan dalam sikap untuk tidak memilih (golput ideologis), maka bukan berarti mereka tidak bertanggungjawab dan juga bukan berarti negara ini akan dipimpin oleh orang2 yang tidak “OK”. Sebab dalam keadaan itu, otomatis sistem demokrasi ini akan runtuh karena rakyat sudah menghendaki sistem yang baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesadaran ini sebenarnya sudah ada, hal ini terbukti dengan tingginya angka golput (rata2 40%) disetiap daerah.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh kerana itu tidak tepat tuduhan yang mengatakan orang yang tidak memilih (golput ideologis) adalah tidak bertanggungjawab dan tidak peduli untuk kebaikan bangsa ini. Justru meraka yang tidak memilih karena kesadaran ideologis inilah yang sebenarnya bertanggungjawab untuk kebaikan bangsa ini karena mereka yakin jika terus menggunakan hak pilih berarti sama saja melanggengkan sistem demokrasi yang telah terbukti menyusahkan bangsa ini. Jadi siapa sebenarnya yang tidak bertanggung jawab??? Sekali lagi berfikirlah diluar “kotak “demokrasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain kali saya dengar MUI bilang GOLPUT itu haram, I’ll say go fuck with yourself!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TAK  ADA  YANG  KALAH  DAN  MENANG ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/tak-ada-yang-kalah-dan-menang/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 02:35:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/tak-ada-yang-kalah-dan-menang/</guid>
<description><![CDATA[Jika ada negara di muka bumi yang paling enak ditonton dalam arti runyam dan remuk dalam proses pene]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/ahmad_syafii_maarif.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3336" title="ahmad_syafii_maarif" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/ahmad_syafii_maarif.jpg?w=120" alt="" width="120" height="150" /></a>Jika ada negara di muka bumi yang paling enak ditonton dalam arti runyam dan remuk dalam proses penegakan hukum, Indonesia adalah salah satu di antaranya yang berada di baris paling depan.</p>
<p>Lembaga Komisi Pemberantasan Krosupsi (KPK) yang sengaja dibentuk dalam semangat reformasi untuk membantu tugas-tugas kepolisian dan kejaksaan, khususnya dalam memerangi korupsi karena dua institusi negara itu setengah lumpuh dalam menjalankan tugas dan kewajibannya – sekarang justeru sedang adu jotos. Bukankah ini adalah sebuah pertunjukan dari bangsa yang tunamalu ?</p>
<p><strong>Presiden bertindak cepat</strong></p>
<p>Saya tidak tahu, bagaimana pilunya arwah tokoh seperti Bung Hatta dan Jenderal Hoegeng menyaksikan tontonan gratis yang setengah biadab ini. Petinggi polisi dan Kejaksaan Agung telah sama-sama pasang badan dalam upaya menegakkan benang basah, dengan merekayasa bukti hukum untuk melumpuhkan KPK dengan mengorbankan Bibit dan Chandra. Namun, tanpa dikomando, rakyat dari berbagai lapisan yang masih berfungsi nuraninya bangkit serentak melawan segala kepalsuan ini.</p>
<p>Syukurlah, kali ini Presiden bertindak cepat dengan membentuk Tim Delapan pada 2 Nopember lalu. Temuanya telah diserahkan kepada Presiden pada 16 Nopember, sesuai jangka waktu yang diberikan kepada tim ini.</p>
<p>Kini publik sudah tahu apa isi laporan tim setebal 31 halaman itu. Dari salah seorang anggota tim, saya diberi tahu bahwa Presiden cukup puas dengan hasil kerja Tim Delapan ini. Salah satu indikator kepuasan itu adalah agar temuan investigasi itu dibagikan kepada publik, segera setelah dilaporkan kepada Presiden.</p>
<p>Bagi saya, yang selama ini bersikap kritis kepada kepemimpinan Presiden SBY, kejadian ini sungguh luar biasa. Keluarbiasaan semacam ini jangan hanya berhenti pada titik awal ini.</p>
<p><!--more-->Kini bagaimana selanjutnya ? Bola sepenuhnya berada di tangan Presiden. Jika ingin Program 100 Hari-nya dihargai publik, saya mohon agar saran dan rekomendasi Tim Delapan dilaksanakan dengan berani dan penuh tanggung jawab sekalipun akan membawa korban.</p>
<p><strong>Menghargai hasil Tim Delapan</strong></p>
<p>Tidak ada jalan yang paling bijak bagi Presiden, kecuali menghargai dan melaksanakan hasil kerja tim yang dibentuknya sendiri. Untuk sementara waktu, agar semua pihak tidak kehilangan muka, bisa saja dicari formula dalam format “tak ada yang menang dan kalah” (win-win solution) agar tidak menyulut keguncangan dahsyat seketika.</p>
<p>Namun, untuk jangka panjang, reformasi total pada semua institusi penegakan hukum wajib dilaksanakan. Untuk tujuan ini perlu dibentuk komisi/tim independen yang terdiri dari mereka yang punya rekam jejak yang telah teruji selama ini dengan integritas moral yang tahan banting, baik dari warga biasa, perguruan tinggi, kepolisian, maupun kejaksaan masih cukup tersedia. Tim Delapan adalah satu contoh teruji untuk itu sekalipun saya semula agak skeptis.</p>
<p><strong>Berharap kepada Presiden</strong></p>
<p>Kemudian, untuk jangka lebih panjang lagi, reformasi birokrasi secara keseluruhan – yang selama ini hanya berkutat dalam teori dan wacana – harus dilakukan mulai sekarang. Birokrasi kita tetap buruk dan rapuh seperti sediakala, tidak banyak berbeda dengan keadaan sebelum era reformasi. Jika ada perbedaan, bukan dalam bentuk perubahan fundamental. Segi positifnya sekarang adalah borok menahun itu lebih mudah dibongkar berkat pers sebagai salai satu pilar demokrasi dibandingkan dengan masa sebelumnya yang selalu ditutup rapat, sesuai dengan watak utama sebuah rezim otoritarian.</p>
<p>Sekiranya SBY gagal membaca tanda-tanda zaman saat ini untuk bertindak cepat dan tepat, pemerintahannya mungkin saja bertahan sampai tahun 2014 dengan legitimasi konstitusional yang dimiliki.</p>
<p>Namun, terkait legitimasi moral dan sosial, kita semua tidak perlu bertanya karena berangsur-angsur akan runtuh. Kita belum dapat membayangkan akibat buruknya jika semua itu berlaku.</p>
<p>Pembentulan Tim Delapan melalui gerak cepat yang tangkas itu harus diikuti gerak cepat selanjutnya jika memang kita tidak rela melihat Indonesia tercinta ini seperti kampung tak bertuan.</p>
<p>Kita semua masih berharap, semoga Presiden SBY mampu membawa negara dan bangsa ini ke keadaan yang lebih baik.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Tak Ada yang Kalah dan Menang, Ahmad Syafii Maarif &#124; Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah<br />
Kompas, 20.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISRUH  HUKUM  DAN  FRAGMENTASI  BANGSA]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/kisruh-hukum-dan-fragmentasi-bangsa/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 02:32:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/kisruh-hukum-dan-fragmentasi-bangsa/</guid>
<description><![CDATA[Saat ini publik seakan sedang menyaksikan extravaganza di panggung politik dan hukum nasional. Media]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/kiki-syahnakri.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3338" title="kiki syahnakri" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/kiki-syahnakri.jpg?w=131" alt="" width="131" height="150" /></a>Saat ini publik seakan sedang menyaksikan extravaganza di panggung politik dan hukum nasional.</p>
<p>Media massa, terutama televisi mempunyai andil besar sebagai speaker demokrasi dan transparansi sehingga masalah sekecil apa pun di wilayah mana saja dengan cepat menjadi isu publik.</p>
<p>Itulah yang terjadi pada hari-hari keruh belakangan ini saat dua lembaga penegakan hukum, Polri dan KPK, terlibat ketegangan serius.</p>
<p><strong>Fundamental strategis</strong></p>
<p>Mengapa kita menganggap ini masalah serius yang harus mendapat perhatian serius pula ?</p>
<p>Barry Buzan mengajukan teori klasik tentang pembentukan negara. Ada “segitiga” pembentuk dan penopang eksistensi negara.</p>
<p><em>Pertama</em>, tujuan bersama atau cita-cita nasional. Dalam konteks kenegaraan dan kebangsaan kita, yang dimaksud adalah tujuan nasional seperti termaktub dalam mukadimah UUD 1945 dan diamanatkan oleh Pancasila.</p>
<p><em>Kedua</em>, basis fisik negara, yakni geografi dan demografi lengkap dengan segala karakteristiknya. Dalam bingkai NKRI, yang dimaksud adalah rakyat Indonesia dengan ciri kebinekaan yang amat lebar dan wilayah yang memiliki letak strategis berikut kekayaan alam melimpah.</p>
<p><em>Ketiga</em>, lembaga-lembaga penyelenggara negara dan penunjang kehidupan bangsa-negara.</p>
<p><!--more-->Jelas, lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif, termasuk KPK, lembaga formal kenegaraan, partai politik, pers, LSM, dan lainnya seharusnya menjaga, mengawal, dan membina faktor kedua guna mencapai faktor pertama.</p>
<p>Silang pendapat atau pertikaian antarlembaga merupakan hal lumrah jika dalam konteks demokrasi menuju faktor pertama. Namun, pertikaian di luar konteks itu, menimbulkan fragmentasi dalam masyarakat (pendukung KPK dan pendukung Polri). Hal ini tidak hanya kekanak-kanakan, tetapi amat berbahaya dan berpotensi menuju disintegrasi, ditambah kondisi aktual bangsa yang sedang dalam transisi demokrasi (liberal) dengan kebebasan yang nyaris tanpa batas dan kultur demokrasi masih buruk.</p>
<p>Lembaga-lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, kehakiman, dan KPK, termasuk kalangan advokat, merupakan lembaga yang amat fundamental dan strategis. Fundamental karena memegang salah satu fungsi dasar negara yang amat penting dengan tugas pokok mewujudkan ketertiban sosial, terwujudnya keadilan, tegaknya kepastian hukum, dan terbinanya tatanan masyarakat yang beradab.</p>
<p>Strategis karena jika implementasi fungsi dan perannya berjalan optimal, akan menciptakan iklim positif-kondusif bagi pembangunan dimenasi lain. Dengan demikian, dapat dibayangkan betapa vital dan elementernya peran lembaga-lembaga penegak hukum dalam konteks kehidupan berbangsa-bernegara. Kegagalan penegak hukum, apalagi dalam suasana kebebasan seperti kita alami, akan mendorong suburnya “machiavelianisme”.</p>
<p><strong>Rekomendasi<br />
</strong><br />
Atas keadaan itu, ada beberapa pandangan dengan menyarankan sejumlah langkah.</p>
<p><em>Pertama</em>, publik kini kian paham akan anatomi kekisruhan masalah hukum, termasuk masalah makelar kasus yang sudah mewabah. Namun, karena kekisruhan itu sudah menyentuh banyak aspek, situasi politik menjadi rawan, bahkan kritis. Maka yang diperlukan pemerintah, khususnya Presiden SBY, adalah kecepatan bertindak. Menunda tindakan membuat gradasi kekisruhan bertambah tinggi. Pelajaran di Akademi Militer mengatakan, dalam menghadapi situasi taktis yang amat kritis, solusinya adalah membuat perkiraan keadaan cepat dan mengambil tindakan taktis yang cepat pula. Dalam situasi seperti ini kecepatan lebih penting daripada keakuratan.</p>
<p><em>Kedua</em>, salah satu faktor positif dari keadaan ini adalah terbukanya peluang untuk melakukan reformasi total di bidang hukum. Dengan demikian, kini saat yang tepat untuk mengambil langkah strategis melakukan reformasi di semua lembaga penegak hukum dengan menyertakan partisipasi publik. Tindakan ini akan memberi kredit poin tinggi bagi pemerintah.</p>
<p><em>Ketiga</em>, betapa pun media massa amat berpengaruh dan berandil besar. Media memang dapat menjadi corong dan kontrol yang efektif. Namun, dalam perspektif kekinian, pers patut diimbau untuk mengedepankan “jurnalisme seimbang dan nation-oritented’. Kritis dan tajam, berani dan lugas, jujur dan dapat dipercaya, tetapi tetap memerhatikan keberimbangan berita yang terarah pada keteraturan publik dan keutuhan bangsa. Jangan sampai pemberitaan media justru memicu dan mendorong fragmentasi.</p>
<p><em>Keempat</em>, kita harus kembali pada semangat para pendiri bangsa yang menekankan pembangunan karakter. Hal itu harus dimulai dari para pejabat dan pemimpin. Hakikat kepemimpinan adalah karakter dan keteladanan. Masalah besar yang sedang kita hadapi sama sekali bukan karena kebodohan atau rendahnya kompetensi, tetapi karena rapuhnya karakter. Sun Tzu berkata, “Jika penjaganya penuh dengan cacat karakter, negara akan menjadi lemah dan rapuh !”  (<em>Fu xi ze guo bi ruo</em>).</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Kisruh Hukum dan Fragmentasi Bangsa, Kiki Syahnakri &#124; Ketua Bidang Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD<br />
Kompas, 20.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HUKUM  TANPA  DETAK  KEADILAN ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/hukum-tanpa-detak-keadilan/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 02:18:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/hukum-tanpa-detak-keadilan/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada yang lebih jahat ketimbang penegakan hukum tanpa keadilan. Hukum tanpa keadilan ibarat tub]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/donny-gahral-adian.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3348" title="donny gahral adian" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/donny-gahral-adian.jpg?w=106" alt="" width="106" height="150" /></a>Tidak ada yang lebih jahat ketimbang penegakan hukum tanpa keadilan. Hukum tanpa keadilan ibarat tubuh tak bernyawa. Pasal-pasal pada secarik kertas tidak bermakna apa-apa. Pasal-pasal mati.</p>
<p>Patut dicatat, keadilan lebih dari sekadar nyawa bagi dokumen hukum. Institusi penegak hukum pun sepatutnya bernyawakan keadilan. Semua proses yang terjadi pada institusi itu harus bernapaskan keadilan. Proses yang terjadi bukan sekadar memenuhi proseduralitas dan formalitas legal. Kita harus berani mengatakan ini. Formalitas dan proseduralitas legal sekadar sarana bagi keadilan. Apabila sarana itu dipakai untuk melukai rasa keadilan, tidak ada pilihan lain : keputusan politik dijatuhkan berdasar doktrin kedaruratan.</p>
<p><strong>Luka keadilan</strong></p>
<p>Di negeri ini keadilan dilukai berkali-kali. Kriminalisasi KPK baru pemanasan saja. Belum lagi kasus itu terselesaikan, pers mendapat perlakuan sama. Dua unsur pimpinan redaksi dipanggil berdasar laporan pencemaran nama baik oleh Anggodo Widjojo. Sosok satu ini sepertinya berkeliaran di ruang hampa hukum, ikut mengendalikan hukum tanpa dia terjerat hukum.</p>
<p>Dari dua peristiwa itu, kita saksikan luka keadilan lain. Minah, seorang ibu tua, dikenai hukuman percobaan akibat mengambil tiga buah kakao untuk dijadikan bibit. Rasa keadilan kembali terkoyak. Sang hakim tahu, dia memutus berdasar hukum tertulis, bukan rasa keadilan. Dia menjadi hamba secarik kertas, bukan dewi keadilan yang mulia dan sublim.</p>
<p><!--more-->Compang-camping praktik penegakan hukum berujung pada ketidakpercayaan publik. Ini fatal. Ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum dipicu absennya keadilan sebagai prinsip dasar sebuah tertib sosial. Keadilan adalah prinsip hidup bersama dalam sebuah tertib sosial bernama negara. Keadilan adalah maksud suci kelahiran negara itu sendiri. Jika maksud suci itu dikhianati aparat negara, alasan keberadaan negara bisa jadi tak ada lagi. Maka, perilaku institusional yang melukai keadilan dapat berakibat hilangnya tertib sosial, bernama negara.</p>
<p>Mungkin hal itu terdengar radikal. Namun, imajinasi kita harus dapat menerobos rezim aktualitas guna menemukan alasan politik. Apalagi kita sudah diingatkan filsuf Prancis, Louis Althusser. Rezim boleh berganti, tetapi aparat ideologis dan represif negara bergeming. Reformasi boleh berjalan lama, tetapi pengkhianatan terhadap keadilan berulang kali dilakukan tanpa punitas. Institusi penegak hukum tetap sama. Itu adalah alat kekuasaan untuk mengamankan diri secara ideologis dan represif dengan memutarbalikkan rasa keadilan masyarakat.</p>
<p><strong>Lalu apa ?</strong></p>
<p>Luka keadilan amat sulit disembuhkan. Politik pencitraan pasti tumpul saat berhadapan dengan rakyat yang terluka rasa keadilannya. Tim 8 sudah selesai bekerja. Rekomendasinya amat komprehensif dan untuk sementara meredam amuk politik rakyat. Namun, kita semua masih berharap, Presiden akan bertindak. Jika tidak (bertindak) dan pasif, dapat membuat kredibilitas Tim 8 rusak. Tim 8 akan dipersepsi rakyat sebagai bagian politik pencitraan.</p>
<p>Luka keadilan sudah cukup dalam. Kita ada di pengujung gerakan sosial yang masif. Rakyat bukan anak kecil yang terdiam setelag diberi baju baru. Hampir di semua media, rakyat yang anonim menjadi subyek lugas dan beridentitas. Rakyat bukan lagi ruang kosong dalam demokrasi. Dia muncul nyata di berbagai forum publik. Rakyat yang nyata memiliki kekuatan yang tidak kalah nyatanya.</p>
<p>Kita sudah menyaksikan bagaimana kriminalisasi tidak hany menyentuh pejabat negara atau pimpinan media. Ketidakadilan sudah dirasakan rakyat jelata bernama Minah. Minah lebih mudah dijadikan ikon guna mengidentifikasikan diri. Kejelataan Minah mampu memompa solidaritas dalam skala besar yang (dapat saja) memiliki konsekuensi politik serius.</p>
<p>Dalam kondisi abnormal seperti ini bukan saatnya berdebat tentang hukum tata negara. Konstitusi adalah dokumen yang dihidupkan keadilan. Konstitusi adalah sarana, bukan keadilan itu sendiri. Kehendak politik yang menciptakan konstitusi harus diperhatikan. Apa kehendak politik itu ? Kehendak politik adalah penciptaan sebuah tertib sosial berkeadilan. Kekuasaan terikat pada kehendak politik itu, bukan pasal-pasal mati konstitusi.</p>
<p>Saat keadulan terluka, kekuasaan dapat mengambil bentuk mistisnya. Kekuasaan eksekutif dapat melepas iktanan konstitusionalnya saat keadilan dalam bahaya. Presiden dapat melepaskan diri dari batas-batas konstitusional dan melakukan intervensi yang diperlukan atas yudikatif. Dengan demikian, Presiden melakukan dua hal sekaligus. Pertama, mengembalikan kepercayaan rakyat. Kedua, meletakkan batu pertama reformasi institusi penegak hukum. Intervensi yudikatif adalah langkah kongkret pertama dalam upaya pemberantasan mafia peradilan.</p>
<p>Presiden Soekarno keras menerabas prinsip Trias Politica saat membubarkan konstituante. Dekrot Presiden 5 Juli 1959 memang menjadi perdebatan hukum tata negara tanpa henti. Namun, dekrit itu, tak dapat disangkal, adalah monumen politik yang menunjukkan kepekaan dan ketegasan Presiden terhadao abnormalitas politik yang sedang terjadi.</p>
<p>Presiden memang tidak perlu bertindak sejauh itu, cukup melakukan dua hal. Pertama, memberhentikan proses hukum Bibit-Chandra. Ledua, mencopot pejabat yang terlibat persekongkolan jahat itu. Setelah itu, proses reformasi institusional berkelanjutan dilakukan. Tanpa itu semua, pemerintahan akan dihantui ketidakpercayaan rakyat yang kian menggumpal. Keadilan mungkin buta, tetapi dia dapat melihat di kegelapan.</p>
<p>Sumber   :</p>
<p>Hukum Tanpa Detak Keadilan, Donny Gahral Adian &#124; Dosen Filsafat Hukum UI<br />
Kompas, 23.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KESADARAN  LAWAN  KORUPSI ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/kesadaran-lawan-korupsi/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 02:03:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/kesadaran-lawan-korupsi/</guid>
<description><![CDATA[Ketika komitmen penguasa terhadap pemberantasan korupsi diragukan, harapan yang tersisa kini hanya b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/klitgaard.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3360" title="klitgaard" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/klitgaard.jpeg?w=109" alt="" width="109" height="150" /></a>Ketika komitmen penguasa terhadap pemberantasan korupsi diragukan, harapan yang tersisa kini hanya berada di pundak masyarakat sipil yang kritis dan memiliki integritas.</p>
<p>Guru besar kebijakan publik John F Kennedy School of Government Harvard University, Robert Klitgaard, mengatakan tanpa dukungan masyarakat sipil dan integritas, jangan pernah bermimpi bisa menyelesaikan korupsi.</p>
<p>Klitgaard datang ke Jakarta, sebagai pembicara dalam Workshop Koordinasi Nasional Jaringan Pendidikan Integritas Masyarakat atas kerja sama Universitas Paramadina dengan TIRI-Making Integrity Work.</p>
<p>Menurut Klitgaard, korupsi lebih banyak terjadi di tempat yang tidak demokratis dan tidak menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang baik.</p>
<p>Selain itu, korupsi biasanya marak di negara yang tidak memiliki kebebasan pers, peran pemerintah dalam ekonomi demikian luas, di tempat perang dan kondisi gawat darurat dimana pegawai sipil yang berkualitas rendah dibayar murah, sektor swasta kurang berperan dan terjadi monopoli, serta aturan-aturan perekonomian tidak jelas.</p>
<p><!--more-->Menurut Klitgaard, korupsi memiliki korelasi sistemik dengan pemusatan dan monopoli kewenangan. Rumusnya C = M + D + A.  Huruf C untuk korupsi, M untuk monopoli, D untuk kewenangan, dan A untuk akuntabilitas.</p>
<p>Berikut petikan wawancara dengan Klitgaard :</p>
<p>Bagaimana Anda menjelaskan upaya pelemahan lembaga pemberantas korupsi di Indonesia ?</p>
<p><em>Saya tidak bisa memberkan penilaian khusus mengenai kasus ini. Tapi, saya bisa memberikan gambaran secara umum bahwa di banyak negara komisi pemberantasan korupsi bisa saja dilemahkan sebagaimana polisi dan kejaksaan bisa dilemahkan.</em></p>
<p><em>Demikian sebaliknya, lembaga penegak hukum dan pemberantas korupsi juga bisa korup atau melakukan kesalahan. Contohnya di Afganistan, di mana kepala pemberantasan korupsi ditangkap terkait kasus obat terlarang.</em></p>
<p><em>Saya pernah bekerja di Bolivia untuk mereformasi polisi di sana. Pada pertemuan pertama, saya bertemu dengan 25 petinggi polisi. Tiba-tiba seorang perwira berkata, “ Jenderal, saya menolak jika Profesor ini mengatakan lembaga kita korup. “  Namun, pimpinan polisi itu mengatakan, “ Kita memang korup, jadi duduklah. “</em></p>
<p><em>Kunci untuk menyelesaikan korupsi di institusi penegak hukum adalah kita mesti beranjak dari sikap menolak dan membela diri dan terbuka menata sistem yang lebih baik. Kunci berikutnya, membuka akses pengawasan oleh publik dan mendengarkan kritik dari masyarakat luar.</em></p>
<p><em></em>Bagaimana berharap lembaga yang korup itu mau menata diri ?</p>
<p><em>Memang mengejutkan, di banyak negara, institusi yang paling korup adalah kepolisian. Ini bisa diatasi jika kita berhenti berpikir siapa pejabat yang korup. Tapi kita harus berpikir bagaimana memperbaiki sistemnya.<br />
</em><br />
Bagaimana cara agar institusi itu mau menata diri ?</p>
<p><em>Pertanyaan ini sama dengan kenapa negara yang semula diktator dan korup beranjak menjadi negara yang demokratis. Semua ini terjadi karena munculnya kesadaran kritis dan besarnya tekanan publik. Ada gerakan zaman untuk mengarah ke sana.</em></p>
<p><em>Dan, Indonesia beruntung karena besarnya kekuatan publik untuk melawan korupsi, misalnya pada 1998 yang mampu menumbangkan rezim yang KKN. Indonesia memiliki gerakan sipil sangat kuat. Ini potensi besar karena banyak negara yang tidak memiliki kekuatan ini. dalam 10 tahun terakhir ini, gerakan sosial sepertinya semakin besar.</em></p>
<p><em></em>Apa yang bisa dilakukan jika korupsi terjadi di puncak kekuasaan ?</p>
<p><em>Saya tidak bisa bicara khusus tentang Indonesia. Tapi, di banyak negara pemimpin bisa saja penyebab terjadinya korupsi, terutama jika kekuasaan berlangsung terlalu lama, gaji sangat rendah, para penguasa tak punya integritas dan kesempatan untuk melakukan itu terbuka.</em></p>
<p><em></em><br />
Sumber  :</p>
<p>Gerakan Antikorupsi : Kesadaran Lawan Korupsi<br />
Kompas, 24.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[INDEKS  KORUPSI  INDONESIA ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/indeks-korupsi-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 02:00:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/indeks-korupsi-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Upaya Indonesia memberantas korupsi hingga tahun 2009 mulai menunjukan hasil. Indeks Persepsi Korups]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/indeks-korupsi-indonesia.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3362" title="indeks korupsi indonesia" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/indeks-korupsi-indonesia.jpg?w=140" alt="" width="140" height="150" /></a>Upaya Indonesia memberantas korupsi hingga tahun 2009 mulai menunjukan hasil. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2009 naik menjadi 2,8.</p>
<p>Pada tahun 2009, Indonesia berada di peringkat ke-111 dari 180 negara. Di negara ASEAN, Indonesia pun naik kelas. Dari nomor buncit pada tahun 2008 menjadi peringkat ke-5 dari sepuluh negara ASEAN. Skor Indonesia berasa di bawah Singapura (9,2), Brunei (5,5), Malaysia (4,5), dan Thailand (3,4). IPK Indonesia 2009 adalah yang terbaik dalam kurun waktu 14 tahun terakhir.</p>
<p>Survei IPK diadakan setiap tahun oleh Transparansi Internasional, sebuah lembaga yang secara reguler melakukan survei untuk mengukur tingkat “kebersihan” sebuah negara dengan rentang indeks dari 0 (terkorup) hingfga 10(terbersih). IPK adalah indeks gabungan dari 13 survei oleh 10 lembaga independen. Persepsi soal kebersihan sebuah negara itu diambil dari pemimpin bisnis, konsultan risiko politik dan hukum.</p>
<p>Kita patut bersyukur IPK Indonesia dari tahun ke tahun terus membaik. Ini tentu merupakan hasil kerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menempatkan korupsi sebagai agenda utama pemerintahannya. Langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak dibentuk tahun 2003 hingga 2009 telah membangkitkan persepsi publik bahwa ada keseriusan bangsa ini memerangi korupsi. Membaiknya IPK juga ikut didongkrak reformasi birokrasi Departemen Keuangan.</p>
<p>Kerja KPK yang dibentuk tahun 2003 telah mendongkrak IPK Indonesia. Pada tahun 2003 IPK Indonesia 1,9, kemudian terus meningkat menjadi 2,0 (2004), 2,2 (2005), 2,4 (2006), 2,3 (2007), 2,6 (2008), dan 2,8 (2009). Sedikit atau banyak KPK telah memberikan asa baru dalam pemberantasan korupsi, di tengahadanya krisis kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum di Indonesia.</p>
<p><!--more-->Meski demikian, kita mau menggarisbawahi peringatan Sekjen Transparansi Internasional Indonesia Teten Masduki. IPK yang telah dicapai Indonesia amat rawan dan berpotensi merosot lagi jika pemerintah gagal menangani kasus hukum yang dihadapi dua unsur pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.</p>
<p>Kita khawatir publik telanjur mempersepsikan apa yang pada diri Bibit dan Chandra merupakan upaya pelemahan terhadap lembaga yang telah mampu memberikan asa baru dalam pemberantasan korupsi. Padahal, adanya skenario pelemahan terhadap KPK telah beberapa kali dibantah oleh pemerintah. Kita hanya berharap masalah Bibit dan Chandra dan juga sepak terjang Anggodo Widjojo bisa diselesaikan dengan cepat, sesuai dengan aturan hukum dan konstitusi yang ada.</p>
<p>Harapan agar masalah ini diselesaikan hanyalah karena keinginan agar kita bisa segera melangkah dan meingimplementasikan program pemerintahan untuk menyejahterakan rakyat, termaksud melanjutkan pemberantasan korupsi yang sempat terkendala !</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Indeks Korupsi Indonesia &#124; Tajuk Rencana<br />
Kompas, 19.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Supir Angkot = Pejabat]]></title>
<link>http://at1k.wordpress.com/2009/11/25/supir-angkot-pejabat/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:29:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>at1k</dc:creator>
<guid>http://at1k.wordpress.com/2009/11/25/supir-angkot-pejabat/</guid>
<description><![CDATA[Banyak orang bilang kehidupan ini memiliki banyak kemiripan pada masa lalu. Tidak hanya itu, bahkan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Banyak orang bilang kehidupan ini memiliki banyak kemiripan pada masa lalu. Tidak hanya itu, bahkan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ARTI SEBUAH NAMA (KUMPULAN NAMA-NAMA INDAH LEBIH DARI 7 NEGARA)]]></title>
<link>http://diandrabooks.wordpress.com/2009/11/25/arti-sebuah-nama-kumpulan-nama-nama-indah-lebih-dari-7-negara/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:24:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>diandramitra</dc:creator>
<guid>http://diandrabooks.wordpress.com/2009/11/25/arti-sebuah-nama-kumpulan-nama-nama-indah-lebih-dari-7-negara/</guid>
<description><![CDATA[JUDUL BUKU: ARTI SEBUAH NAMA (KUMPULAN NAMA-NAMA INDAH LEBIH DARI 7 NEGARA) PENULIS : GRACE EVELYN I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[JUDUL BUKU: ARTI SEBUAH NAMA (KUMPULAN NAMA-NAMA INDAH LEBIH DARI 7 NEGARA) PENULIS : GRACE EVELYN I]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ekonomi Pulih, Dollar Ditinggalkan, Emas Mahal]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/24/ekonomi-pulih-dollar-ditinggalkan-emas-mahal/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 11:00:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/24/ekonomi-pulih-dollar-ditinggalkan-emas-mahal/</guid>
<description><![CDATA[Indeks dollar AS yang berada dalam downtrend channel sejak Q2 2009 hingga sekarang. &nbsp; &nbsp; Ti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Indeks dollar AS yang berada dalam downtrend channel sejak Q2 2009 hingga sekarang. &nbsp; &nbsp; Ti]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IEDUL ADHA ADALAH MOMENTUM  BERISLAM SECARA KAAFFAH  (Fokus: Wajib Berislam dalam Kehidupan Sosial-Kenegaraan)]]></title>
<link>http://fuadamsyari.wordpress.com/2009/11/24/iedul-adha-adalah-momentum-berislam-secara-kaaffah-fokus-wajib-berislam-dalam-kehidupan-sosial-kenegaraan/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 10:21:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>fuadamsyari</dc:creator>
<guid>http://fuadamsyari.wordpress.com/2009/11/24/iedul-adha-adalah-momentum-berislam-secara-kaaffah-fokus-wajib-berislam-dalam-kehidupan-sosial-kenegaraan/</guid>
<description><![CDATA[Allaahu Akbar Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia, Pertama kali marilah kita memanjatkan puji]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Allaahu Akbar</p>
<p>Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia,</p>
<p>Pertama kali marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala <strong>nikmat dan karunia-Nya</strong> yang terlimpah tiada putus-putusnya kepada kita, termasuk limpahan rahmat pada pagi hari ini, hari yang cerah, sejuk, dan segar. Pagi ini kita bersyukur bisa bersama-sama melakukan sholat Ied menyambut hari raya Islam di tahun 1430 H, hari raya Iedul Adha, Iedul Qurban.</p>
<p><!--more Read more &#62;&#62;&#62;-->Selanjutnya kita juga menyampaikan salam dan salawat kepada Rasulullah, Nabi Muhammad saw, khususnya sebagai ungkapan kecintaan kita pada beliau dan penghormatan atas segala perjuangan disertai <strong>pengorbanan</strong> beliau yang luar biasa sewaktu menyampaikan risalah Illahi Rabbi ke umat manusia sehingga telah sampailah risalah itu dengan selamat ke tangan kita untuk kita gunakan sebagai <em>panduan hidup pribadi, berkeluarga, dan bermasyarakat-berbangsa-bernegara agar hidup kita berhasil dunia akherat. </em></p>
<p>Hadirin yang berbahagia,</p>
<p>Marilah kita selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah swt <strong><em>secara benar</em></strong> karena hanya dengan itu kita akan sukses dalam proses kehidupan ini.</p>
<p>Allah berfirman dalam al Qur’an Surat Ali Imron ayat 102: <em>“Wahai orang yang beriman, bertaqwalah kalian dengan <strong>sebenar-benar taqwa</strong>, janganlah mati kecuali kalian sebagai muslim”</em></p>
<p>Allah juga tegas memerintahkan umat Islam untuk <strong>berislam secara utuh</strong> sebagaimana difirmankan dalam surat al Baqarah ayat 208: “Wahai orang yang beriman, masuklah kalian dalam Islam itu secara utuh (kaffah), dan janganlah mengikuti bujukan syetan karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh kalian yang nyata”</p>
<p>Allah <strong>menjamin keberuntungan</strong> manusia bila beriman secara benar seperti yang tercantum dalam Surat at Thalaq ayat 2-3: <em>“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan membukakan baginya jalan keluar (bagi setiap kesulitannya). Allah akan memberi rizki baginya dari jalan yang tidak mereka sangka. Barangsiapa yang bertawakkal pada Allah maka Allah akan selalu memeliharanya.”</em></p>
<p>Jaminan Allah dalam ayat tersebut amatlah jelas sehingga umat Islam tidak boleh ragu sedikitpun. Kepada setiap muslim yang <strong><em>beriman-bertaqwa secara benar</em></strong> maka Allah akan menjamin rizki baginya dan menjamin solusi/pemecahan bila memperoleh persoalan dalam hidupnya. Masalah yang sering terjadi adalah <strong>kualitas keimanan dan ketaqwaan kita yang masih kurang utuh sehingga rizki masih sulit dan persoalan yang kita hadapi terus menumpuk tanpa ada jalan keluarnya</strong>.</p>
<p>Mari kini kita introspeksi kualitas keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah swt. Secara operasional keimanan-ketaqwaan pada Allah bagi seorang muslim bisa diukur dengan <strong>4 bentuk kriteria yang jelas</strong>, yakni: 1). Mengerjakan <strong>ibadah mahdhah</strong> secara tertib; 2). <strong>Berakhlak yang baik</strong>. seperti: suka menolong, bermurah hati, pemaaf, menahan amarah, dan tidak membuat orang lain itu terganggu/menderita karena kehadirannya.; 3).  <strong>Melaksanakan fungsi/kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sesuai ajaran Islam, </strong>seperti dalam peran sebagai ayah, ibu, karyawan, direktur, kepala daerah,  legislator, maupun menteri dan kepala negara; dan 4). melakukan <strong>jihad fii sabilillah</strong>. Jihad harus diartikan secara luas, bukan hanya perang fisik, tapi meliputi semua bentuk upaya untuk menyebar-luaskan ajaran Islam ke sekitarnya. “Sampaikanlah ke orang lain walau kamu hanya tahu sebuah ayat” demikian bunyi hadis yang dapat masuk kategori perintah jihad fii sabillilah bagi para mualaf. Setiap orang yang beriman-bertaqwa secara benar tidak akan meninggalkan jihad ini karena jihad itulah setinggi-tinggi nilai dalam keimanan-ketaqwaan pada Allah swt. <em>Jihad berarti mengorbankan harta dan jiwa untuk menegakkan kebenaran, penyebaran agama Islam, agar orang lain selamat hidupnya dan agar umat Islam terlindungi dari pelecehan-penghinaan-penindasan oleh musuh Islam.</em></p>
<p>Sayangnya banyak orang Islam yang sudah puas berislam bila hanya sebatas <strong>melakukan ibadah mahdhah saja</strong> <strong>sehingga gagallah dia memperoleh pertolongan Allah swt dalam menjalani kehidupannya di dunia fana ini</strong>. Akhlak yang baik, tanggung jawab sosial, dan jihad fii sabilillah sering dilupakannya sehingga hidupnya selalu bergulat dengan rasa kekurangan dan permasalahan hidup yang tiada henti-hentinya. <em>Kaum muslimin harus selalu diingatkan untuk berakhlak baik, bertanggung jawab akan kewajiban sosial yang diembannya, dan melakukan jihad fii sabilillah ini setelah mereka sudah melaksanakan ibadah mahdhah secara rutin  agar hidupnya berhasil dunia-akherat.</em></p>
<p>Allahu Akbar</p>
<p>Hadirin yang kami muliakan,</p>
<p>Dari 4 kriteria di atas nilai <strong>jihad fii sabilillah</strong> memang menempati peringkat tinggi karena dengan jihad itu rasa <strong><em>kecintaan kita pada Allah swt teruji</em></strong> oleh kemauan berkorban harta dan jiwa karena Allah dan dengan jihad itu pula kita akan tertantang untuk lebih mendalami syariat Allah swt. Jihad fii sabilillah akan menyelamatkan orang lain dari kesesatan dan akan melindungi umat Islam agar tidak menderita dan selalu menjadi bulan-bulanan permainan musuh Islam. <strong><em>Di sinilah letak nilai dasar Iedul Qurban itu, yakni berkorban untuk penyebaran dan kejayaan Islam.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Dalam surat al Kautsar Allah berfirman: <em>“Sesungguhnya Allah telah banyak memberi karunia kepada kalian. Oleh sebab itu kerjakanlah shalat hanya karena Allah dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang yang memusuhimu itu pasti akan kecewa.”</em></p>
<p>Allahu Akbar</p>
<p>Hadirin yang kami muliakan,</p>
<p><strong>Keunggulan agama Islam yang kita peluk itu sesungguhnya terletak pada kesempurnaan tuntunannya</strong>. Agama Islam memberi tuntunan cara hidup dalam semua bentuk kehidupan manusia. Kita harus <strong>berbahagia menjadi seorang muslim</strong> karena Islam itulah agama yang diridhoi Allah swt dan lengkap tuntunannya. Sebagai apapun kita hidup ini maka agama Islam memberikan cara untuk menjalani kehidupan kita itu. <em>Sebagai seorang pribadi maka  Allah memberi tuntunanNya. Sebagai sebuah keluarga, Allah juga memberi tuntunannya. Sebagai bentuk  tatanan masyarakat-bangsa-negara, Allah juga memberi tuntunan bagaimana mengelolanya</em>. Allahu Akbar. Nabi Muhammad saw bahkan memberi contoh nyata cara mengelola ke tiga bentuk kehidupan itu, termasuk bentuk yang paling rumit, yakni bagaimana mengelola sebuah negara. <strong>Rasulullah justru untuk masalah itu memberi percontohan rinci dalam peran beliau sebagai  Kepala Negara, mengelola negara Madinah selama sekitar 10 tahun lamanya</strong>.</p>
<p>Ke tiga bentuk tuntunan Islam tersebut dinamakan <strong>Syariat Islam, </strong>yang karena keutuhannya dalam memberi pedoman hidup pada seluruh kebutuhan  manusia maka disebut sebagai<strong> <span style="text-decoration:underline;">syariat yang sempurna, syariat Islam yang lengkap, utuh,  atau kaffah</span></strong>. <em>Janganlah kita sebagai orang Islam ikut-ikutan menganggap bahwa agama Islam hanya memiliki tuntunan menyembah Allah dalam bentuk shalat, puasa, doa saja dan sekedar ajaran akhlak-moral belaka</em>. Nabinya orang Islam memberikan percontohan yang utuh itu, bagaimana beliau itu mengurus diri-pribadi, mengurus keluarga, dan mengurus bangsa-negaranya. Inilah makna kesempurnaan Islam sebagaimana yang dicantumkan dalam w ahyu terakhir itu  tercantum dalam al Maidah ayat 3: <em>“Pada hari ini Aku telah sempurnakan agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu bagimu, dan Aku telah rela Islam sebagai agamamu.”</em></p>
<p>Allaahu Akbar,</p>
<p>Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia,</p>
<p>Namun pada kenyataannya secara sosial kenegaraan umat Islam di dunia termasuk di Indonesia umumnya <strong><em>masih jauh dari kondisi memuaskan</em></strong> padahal Allah swt menegaskan mestinya umat Islam itu adalah umat yang terbaik. Mengapa bangsa Indonesia masih terbelakang kehidupannya? Dari pandangan Islam <strong>jawabnya relatif mudah</strong>: “Karena, walau bangsa ini mayoritas penduduknya  umat Islam, kebijakan sosial-kenegaraannya mengikuti ajaran Sekuler, ajaran non-Islam, ajaran yang meninggalkan tuntunan sosial-kenegaraan yang diajarkan oleh Allah swt”. Akibatnya, begitu kebijakan politik-ekonomi-sosial-budaya nasional yang non-Islami itu (sekuler) dilakukan, maka kita memperoleh efek buruknya, seperti kemiskinan, dekadensi moral, dan kerusakan lingkungan melalui proses eksploitasi, langsung atau tidak langsung, terhadap sumber daya manusia dan kekayaan tanah air oleh bangsa lain. <strong>Perlu difahami bahwa kebijakan nasional non-Islami (Sekuler)  memang bisa saja bermanfaat bagai bangsa yang non-muslim karena memang sejalan dengan karakter dasar mereka. Kebijakan non-Islami (Sekuler) justru akan membuat umat Islam menjadi terpuruk dan menderita karena bertentangan dengan ciri dasar nilai kemanusiaannya, yang bisa diibaratkan sebagai  ikan emas dimasukkan ke dalam aquarium berisi air keruh penuh kotoran</strong>.</p>
<p>Allaahu Akbar,</p>
<p>Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia,</p>
<p>Dalam ajaran Islam tegas dinyatakan bahwa <strong>ada hukuman Allah atas  umat manusia yang keluar dari tuntunanNya</strong>. Ini sunnatullah. Hukuman itu bukan hanya mengena atau manifes di alam akherat berupa siksa neraka jahannam belaka namun juga bisa berupa bencana atau krisis sosial yang ditimpakan pada manusia di dunia fana ini. Bukankah praktek pelacuran telah membawa merajalelanya AIDS, beredarnya miras membawa rusaknya akhlak generasi muda bangsa? Negara Barat yang menjadi pelopor pengetrapan Sistem Ekonomi Kapitalis yang berorientasi pada perilaku materialistik, mempraktekkan riba, transaksi maya, ekonomi eksploitatif, dan praktek tipu-daya penggelembungan nilai dari kekayaan sebenarnya, telah terlanda efek kehancuran ekonomi dan masih tertatih untuk mengatasinya. Banyak lembaga keuangan termasuk yang sudah berumur ratusan tahun dan berskala mendunia bangkrut, disusul pailitnya banyak perusahaan di berbagai bidang.</p>
<p>Dalam surat Huud ayat 99 Allah berfirman:</p>
<p><em>“Pada mereka (yang durhaka) itu ditimpakan krisis/bencana <strong>di dunia fana  ini</strong> dan siksaan <strong>pada hari kiamat nanti</strong>. Itulah seburuk-buruk pemberian Allah pada mereka (yang mengabaikan syariat Allah).”</em></p>
<p>Kita harus mewaspadai bahwa berbagai krisis yang menimpa umat Islam dan bangsa di negeri ini sudah merupakan bentuk manifestasi kemurkaaan Allah pada umat Islam dan bangsa Indonesia karena mereka jauh dari sikap beriman-bertaqwa yang benar dan utuh. Bangsa Indonesia yang mayoritasnya muslim ini sudah jauh dari ajaran Islam, banyak mengabaikan ibadah mahdhah, berakhlak rusak, menebar praktek maksiat dan mungkarat, dan ketakutan untuk melakukan jihad fii sabilillah. Akibat dari sikap <strong><em>beriman-bertaqwa tidak utuh</em></strong> seperti itulah maka Allah tidak mustahil menurunkan adzab selagi kita masih berada di dunia fana ini dalam bentuk berbagai krisis dan bencana  Inilah tantangan bagi umat Islam, khususnya para pemimpin bangsa Indonesia yang beragama Islam. Marilah kita saksikan bersama, dan sejarah akan menjadi bukti nyata, apapun  upaya yang dilakukan  yang dikirakannya amat baik untuk membangun negeri ini, dengan acuan ilmu dan teknologi yang diambil dari banyak negeri, <strong><em>namun jika  tanpa memberlakukan syariat sosial-kenegaraan yang diajarkan oleh Allah swt</em></strong>, maka pasti hasilnya negara ini akan tetap terpuruk dan makin terpuruk karena Allah swt telah tidak peduli lagi dan memurkai bangsa ini walau mayoritas bangsa ini mengaku diri mereka itu muslim.</p>
<p>Perlu difahami bahwa efek buruk dari mengabaikan syariat itu amat bergantung pada aspek syariat mana yang diabaikan. Jika mengabaikan syariat tentang pribadi maka yang rusak ya hanya pribadi yang bersangkutan saja. Jika syariat yang diabaikan terkait dengan pengurusan sebuah keluarga maka hanya keluarga itu saja yang terkena efek rusaknya. Dan akhirnya jika syariat yang diabaikan itu terkait dengan pengelolaan bangsa-negara maka keseluruhan bangsa-negara itulah yang menanggung akibatnya. Bentuk efek rusak yang terakhir inilah yang harus diwaspadai bisa saja menimpa bangsa-negara, dalam bentuk berbagai bencana alam dan krisis sosial multidimensi, jika pengelolaan bangsa-negara yang mayoritasnya muslim itu meninggalkan syariat Islam.</p>
<p>Allaahu Akbar,</p>
<p>Hadirin yang saya hormati,</p>
<p>Allah SWT menegaskan dalam al Qur’an Surat al A’raf ayat 96: <em>“Apabila penduduk suatu negeri itu beriman dan bertaqwa (melaksanakan syariat Islam secara kaffah) maka Allah akan menurunkan karuniaNya dari langit dan bumi (sehingga mereka akan menjadi negeri yang maju-aman-sejahtera). Namun jika mereka itu ingkar akan tuntunan Allah (mengabaikan syariat Islam) maka akan ditimpakan pada mereka berbagai krisis/kesulitan hidup karena perilaku mereka sendiri yang ingkar itu.”</em></p>
<p>Ayat di atas lebih banyak terkait dengan pelaksanaan syariat Islam tentang pengelolaan bangsa-negara, pengelolaan sistem sosial-kenegaraan. Bangsa yang mengetrapkan syariat sosial-kenegaraan  Islam jelas akan dijamin Allah akan memperoleh kesejahteraan bagi warga negaranya, adil-makmur penuh keharmonisan, penuh kehormatan, dan jauh dari musibah-bencana yang menyengsarakan. Sedang bangsa yang mengabaikan syariat sosial-kenegaraan yang diajarkan Allah swt pasti akan ditimpa berbagai kemalangan atau krisis yang tiada putus-putus, rendah martabatnya, dan sering ditimpa bencana dan musibah. <em>Bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam, terutama kepada para pemimpin formal dan  non-formalnya,  wajib menyimak ayat ini dan segera kembali kepada syariat Islam secepatnya secara utuh</em>, bukan hanya syariat ibadah ritualnya belaka, agar bisa membawa bangsanya berubah menjadi bangsa yang berhasil, maju, dan makmur-bermartabat, di segani dan dihormati di dunia internasional.</p>
<p>Allaahu Akbar,</p>
<p>Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia,</p>
<p>Bagaimana cara efektif memperbaiki krisis bangsa ini? <strong>Jawabannya sederhana dan hanya satu, yakni</strong>: mintalah pertolongan dan perlindungan Allah <strong><em>dengan memberlakukan syariat Islam dalam semua bidang kehidupan bangsa.</em></strong> Itulah sesungguhnya <strong>makna taubatan nasuhah</strong> oleh umat Islam yang menjadi mayoritas bangsa ini. Jangan kiranya kita mengharap ampunan dan pertolongan Allah dalam mengatasi krisis bangsa hanya dengan berdoa meminta ampun namun tidak mau mengetrapkan syariat Allah yang terkait dengan pengelolaan bangsa-negara, termasuk mengabaikan kepemimpinan nasional oleh figur yang taat syariat; mengabaikan sistem ekonomi nasional yang anti riba dan bisnis maksiat; membiarkan budaya bangsa  marak dengan pornografi dan perzinaan; membuat kaum kriminal dan korupsi merajalela karena peradilan yang tidak jujur, serta hukuman yang ringan dan tidak menjerakan.</p>
<p><strong>Setiap individu muslim dalam sebuah negara tidak cukup hanya beribadah mahdhah dan berkeluarga sesuai syariat karena mereka juga tentu terlibat dalam kehidupan sosial-kenegaraan</strong>. Oleh sebab itu setiap muslim di suatu negara wajib mendukung kelompok apakah organisasi kemasyarakatan atau organisasi politik yang bervisi mengetrapkan syariat Islam dalam kehidupan sosial-kenegaraan, bukannya malah mendukung organisasi yang bervisi sekuler, visi mengelola bangsa-negara dengan mengabaikan syariat Islam. Setiap individu muslim di sebuah negara wajib memilih pemimpin yang pro syariat. <em>Jangan kiranya individu muslim di sebuah negara seenaknya menjatuhkan dukungan kepada suatu organisasi dan memilih pemimpin tanpa mengkaitkannya dengan syariat Islam. Inilah hakekat berislam secara kaaffah setelah sadar untuk melakukan ibadah mahdhah dan berakhlak baik dalam kehidupan sosialnya</em>.</p>
<p>Allaahu Akbar,</p>
<p>Hadirin yang berbahagia,</p>
<p>Dari uraian di atas kini bisa disusun  tiga tesis yang akan membuat umat Islam dan bangsa ini segera menjadi bangsa yang besar-maju-aman-sejahtera:</p>
<ol>
<li><strong> </strong><strong>Mengelola </strong><strong>Indonesia</strong><strong> dengan tuntunan sosial-kenegaraan yang diajarkan oleh Allah swt, dan secepatnya meninggalkan visi SEKULER, apakah Kapitalisme, Komunisme, Sosialisme,  dan visi non Islami lain apapun penamaannya.</strong></li>
<li><strong>Syariat Islam tentang cara mengelola bangsa-negara adalah </strong><em>Sumbangsih</em><strong> </strong><em>Mulia</em><strong> umat Islam untuk kemajuan Negara </strong><strong>Indonesia</strong><strong> yang berdasar Pancasila sehingga mestinya diterima dengan lapang dada oleh seluruh komponen bangsa.</strong></li>
<li><strong>Syariat sosial-kenegaraan Islam akan membawa kemajuan dan kesejahteraan Rakyat yang Plural karena Islam itu Rahmatan lil ‘alamiin, di mana substansinya memang memiliki objektivitas yang amat tinggi untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bangsa. </strong></li>
</ol>
<p>Allaahu Akbar,</p>
<p>Hadirin yang berbahagia,</p>
<p>Alhamdulillah, marilah kini kita akhiri khotbah Iedul Adha 1430H ini dengan doa yang khusyuk dan penuh harap kepada Allah SWT:</p>
<p>“Ya Allah, kami telah mendengar seruan <strong>untuk beriman dan bertaqwa kepadaMu secara benar</strong>, dan kami telah menjadi orang yang beriman dan bertaqwa. Berikanlah kepada kami ya Allah pertolonganMu agar kami tidak keliru dalam mengartikan keimanan-ketaqwaan kami itu sehingga kami ini <strong>tidak menjadi  tersesat setelah kami beriman</strong>.</p>
<p>Ya Allah, kami ini memang memiliki banyak kelemahan, maka berikanlah kepada kami ya Allah kekuatan untuk melihat yang benar sebagai yang benar dan melihat yang salah sebagai yang salah, sehingga kami akan mampu melangkah secara benar dalam kehidupan kami di dunia fana ini dan <strong>mampu membawa kemanfaatan bagi diri, keluarga, dan masyarakat-bangsa-negara,  serta lingkungan kami</strong>.</p>
<p>Ya Allah, tambahkanlah ilmu kami, kuatkanlah kondisi kami, dan kokohkanlah ketaqwaan kami. <strong>Ampunilah segala kesalahan kami, dan jauhkanlah kami dari siksa nerakaMu yang maha pedih itu</strong>. Amin.”</p>
<address> <em>*)</em><em> Surabaya</em><em>, 10 Dzulhijah 1430 H,</em></address>
<address><em>Khotbah Iedul Adha </em></address>
<address><em>di halaman Mesjid Manarul Islam, </em><em>MALANG</em></address>
<p><!--more--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Negara Yang Terkenal Dengan Copetnya]]></title>
<link>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/24/10-negara-yang-terkenal-dengan-copetnya/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 05:00:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>jasadh</dc:creator>
<guid>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/24/10-negara-yang-terkenal-dengan-copetnya/</guid>
<description><![CDATA[Negara &#8211; negara mana sajakah yang terkenal dengan copetnya ? so, berhati &#8211; hatilah jika ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Negara &#8211; negara mana sajakah yang terkenal dengan copetnya ? so, berhati &#8211; hatilah jika berkesempatan singgah di negara berikut ini.. Simak trik &#8211; trik yang biasa di pakai nya gan&#8230; cekidooottttt&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:royalblue;"><strong>1. Spain, Barcelona</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Barcelona adalah urutan pertama wisatawan di Spanyol! Disamping sejumlah pemandangan juga mempunyai banyak pencopet untuk setiap atraksi. Jika pencopetan dipertandingkan Olympiade, Barcelona akan mendapat medali emas!<br />
Jika anda mengabaikan pencopetan, Barcelona adalah tempat yang relatif aman. Orang Spanyol tidak begitu menyukai minuman keras, mereka lebih suka merokok ganja – dan itu membuat orang mengantuk dan bersahabat.<br />
Kalau berjalan di jalan yang terkenal La Rambla, sebaiknya anda memakai ransel di depan. Pencopet bekerja beregu – 1 orang mengalihkan perhatian anda dan satu lagi membuka tas atau merogoh lewat saku anda. Mereka tidak ragu-ragu untuk mempergunakan gunting atau silet untuk bisa mengambil barang anda.</p>
<p><strong>Teknik yang digunakan:</strong><br />
Seorang penduduk setempat yang bersahabat menyadari bahwa pakaian anda kotor dan menawarkan diri untuk memberi anda sehelai handuk agar anda bisa membersihkan diri. Yang sebenernya terjadi adalah teman dari orang yang menawarakan handuk tersebut yang menumpahkan sesuatu pada anda untuk mendapat perhatian anda. Sesudah menerima handuk dan mulai membersihkan diri, pikiran anda sibuk dan memudahkannya untuk memeriksa tas atau saku anda.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:royalblue;"><strong>2. Italy, Rome</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pencopet adalah masalah yang terus meningkat di Itali. Disamping Florence (urutan ke 6), Roma adalah negara paling ramai oleh turis. Tetapi itu tidak hanya itu – Roma juga surga bagi pencopet. Pencopetnya bukan orang lokal – mereka adalah pendatang miskin yang mencari cara untuk bertahan hidup.<br />
Masalah pencopetan khususnya di transportasi umum. Bus dalam kota nomor 64 disebut juga sebagai “the wallet express” – cara paling baik untuk membuang uang anda.</p>
<p><strong>Teknik yang digunakan:</strong><br />
Seorang gadis gipsi muda atau seorang wanita mendekati anda kemudian berlagak tersandung dan dengan tidak sengaja menjatuhkan bayinya – hampir terlihat dia melemparkan bayi ke tangan anda. Anda akan menangkapnya untuk mencegah agar tidak jatuh dan saat itu barang yang anda pegang akan terjatuh dari tangan anda. Temannya dengan cepat mengambil apapun yang jatuh dari tangan anda, dan segera lari. Setelah itu anda sadar kalau bayi yang anda tolong tersebut adalah boneka.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:royalblue;"><span style="font-size:medium;"><strong>3. Czech Republic, Prague</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Republik Ceko – rumah bir murah dan all night party!!! Ibu kota Praha diketahui dengan kepopulerannya di antara lelaki Inggris yang ingin menikmati akhir pekan tetapi juga bukan tempat tujuan kalau anda mabuk dan terpisah dari teman2 anda.</p>
<p><strong>Teknik yang digunakan:</strong><br />
Wanita muda menatap anda di jalan, ketika anda balas melihat, anda sudah dicopet oleh teman wantita itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:royalblue;"><strong>4. Spain, Madrid</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Spanyol adalah tujuan wisatawan Eropa lain yang selalu dipenuhi dengan wisatawan. Selain Barcelona yang menempati posisi tertinggi di daftar kami, ibu kota Madrid dibanjiri dengan pencopet. Kalau anda sedang berjalan ke adu banteng anda lebih baik berhati-hati – apa yang kelihatannya seperti orang kebanyakan bisa menjadi kerumunan penuh orang lapar akan dompet anda!</p>
<p><strong>Teknik yang digunakan:</strong><br />
Seseorang dengan kamera mendekati anda dan meminta tolong memotret mereka. Anda akan menaruh tas anda anda sebentar untuk mengambil gambar – di saat yang sama seseorang dari belakang merampas tas dan lari.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:royalblue;"><strong>5. France, Paris</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Perancis dan Paris dengan Eiffel Tower anggunnya adalah salah satu tempat wisatawan terbaik di dunia. Orang dari di seluruh dunia datang dan mencoba masakan terkenal Perancis dan menemui penduduk setempat yang bersahabat. Sewaktu membelok keluar – kadang2 terlalu bersahabat!</p>
<p><strong>Teknik yang digunakan:</strong><br />
Pemuda tampan berjalan berkeliling mencoba menemukan wisatawan wanita untuk memberi mereka mawar merah sebagai hadiah. Ini akan membuat wanita bahagia dan tak mencurigai dan dia akan menjadi sasaran empuk bagi pencopet yang bersekutu dengan pemuda tampan yang menyerahkan bunga. Jika pencuri tidak menemukan benda berharga mereka mungkin meminta uang sebagai bayaran untuk bunga itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:royalblue;"><strong>6. Italy, Florence</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Negara ini menghadapi kesusahan utama dengan pencopet. Sewaktu orang2 kehilangan pekerjaan pada saat krisis ekonomi semakin banyak orang yang menjadikan pecopetan sebagai mata pencarian mereka.</p>
<p><strong>Teknik yang digunakan:</strong><br />
Ketika anda sedang melihat-lihat di toko lokal, anda akan memusatkan seluruh perhatian anda ke arah barang-barang di toko. Seorang pencopet melihat itu dan dengan lembut membuka tas atau dompet anda untuk memeriksa isinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:royalblue;"><strong>7. Argentina, Buones Aires</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Buenos Aires adalah salah satu tujuan wisata popular di Amerika Latin, tetapi juga surge bagi pencopet. Hati2 dengan gerombolan anak2 yang mengikuti turis dan juga dengan gaya klasik, Hit and Run!!!</p>
<p><strong>Teknik yang digunakan:</strong><br />
Segerombolan anak mendekati anda dengan sebuah kertas atau kartu yang ada tulisannya. Pemimpinnya akan membuat anda membaca di bawah dagu dan selagi focus baca, anak2 yang lain mencopet barang2 anda.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:royalblue;"><strong>8. The Netherlands, Amsterdam</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan malam hari di Amsterdam, ganja legal dan daerah pelacuran dengan wanitanya yang tak terbilang semuanya hebat tetapi hanya sepanjang sewaktu anda masih mempunyai uang anda untuk membayar semua itu! Pencopet mengambil keuntungan di daerah pelacuran Amsterdam’s “No Camera policy”. Tak seorang pun boleh mengambil gambar di daerah ini – ini berarti tidak ada kamera pengawas yang bisa menolong anda melawan kejahatan.</p>
<p><strong>Teknik yang digunakan:</strong><br />
Seseorang mendorong anda dari belakang atau dari sebelah dan tgerlihat seperti dia hanya mau lewati anda di jalan ramai. Sebenarnya ada orang lain di arah berlawanan yang mencopet dompet dan barang2 anda.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:royalblue;"><strong>9. Greece, Athens</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Yunani dan dengan ibu kota Athena adalah salah satu tujuan wisatawan yang paling populer di dunia. Disamping sektor wisatawan yang berkembang, penopetnya juga semakin bertambah. Jika anda sedang mengunjungi Parthenon atau Acropolis – pastikan anda tidak pernah mengabaikan tas anda ketika anda sedang mengagumi monumen kuno. Seseorang yang kelihatannya seperti wisatawan bisa jadi pencopet yang mengincar tas anda.</p>
<p><strong>Teknik yang digunakan:</strong><br />
Sejumlah anak Gypsy mengerumuni anda dan tanpa ragu mulai merampok barang2 anda. Keberanian ini akan membuat anda terkejut, saat yang bersamaan anak2 akan saling mengoper barang2 anda dan berlari berbagai arah. Dompet, ponsel dan kamera anda sangat mungkin berpencar ke jurusan berbeda. Kadang-kadang anak2 akan memberikan barang milik anda kepada wanita tua dan menyembunyikan di bawah rok mereka. Polisi tidak akan melihat ke bawah rok!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="color:royalblue;">10. Vietnam, Hanoi</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk kebanyakan orang Vietnam diketahui dengan Perang Vietnam yang terjadi 40 tahun yang lalu tetapi sekarang juga menjadi atraksi wisatawan yang populer. Sebagai salah satu negara yang paling miskin di dunia Vietnam dengan ibu kota Hanoi, menjadi rumah pencopet yang semakin meningkat. Kebanyakan atraksi wisatawan di Hanoi terletak di tempat terbuka dan penuh sesak oleh sebab itu sangat mudah menjadi sasaran untuk pencopet.</p>
<p><strong>Teknik yang digunakan:</strong><br />
Cara paksa. Seorang pencuri bisa menggunakan sepeda motor untuk mencuri tas tangan anda. Pastikan bahwa tas tangan anda tidak terlalu mudah untuk dirampas. Sebaiknya jinjing tas anda di sisi yang lebih sedikit orang dan kendaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Indonesia mana yak ????? heheheee, INDONESIA &#8220;AMAN&#8221; gan <img class="size-full wp-image-2070 alignnone" title="I-Luv-Indonesia" src="http://jasadh.wordpress.com/files/2009/11/i-luv-indonesia.gif" alt="" width="130" height="50" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ribuan Makhluk Aneh Ditemukan di Kegelapan Samudera]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/23/ribuan-makhluk-aneh-ditemukan-di-kegelapan-samudera/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 12:16:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/23/ribuan-makhluk-aneh-ditemukan-di-kegelapan-samudera/</guid>
<description><![CDATA[Timun laut dengan tubuh transparan ditemukan di kedalaman 2,750 meter di dekat Teluk Mexico. &nbsp; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Timun laut dengan tubuh transparan ditemukan di kedalaman 2,750 meter di dekat Teluk Mexico. &nbsp; ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BILA AGAKNYA MELAYU AKAN SEDAR MEREKA DITIPU]]></title>
<link>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/22/bila-agaknya-melayu-akan-sedar-mereka-ditipu/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 04:23:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Papan Putih</dc:creator>
<guid>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/22/bila-agaknya-melayu-akan-sedar-mereka-ditipu/</guid>
<description><![CDATA[PROJEK PEMBODOHAN ORANG MELAYU . United Malays National Organisation berkhayal bahawa gerombolan mer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h4><span style="color:rgb(51,51,51);">PROJEK PEMBODOHAN ORANG MELAYU</span></h4>
<p><span style="color:rgb(51,51,51);"><span style="color:rgb(255,255,255);">.</span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">United Malays National Organisation berkhayal bahawa gerombolan mereka sahaja yang mewakili Orang Melayu. Ini sebenarnya satu dongeng. Kesah dongeng ini sengaja disebarkan untuk membodohkan fikrah orang Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;">Projek pembodohan Melayu ini adalah sebahagian dari strateji politik United Malays National Organisation. Selama lebih dari 50 tahun proses pembodohkan ini telah dilakukan. United Malays National Organisation amat amat sedar tanpa projek pembodohan ini mereka akan hilang kuasa untuk memerintah.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" title="Mengadap Duli" src="http://www.kosmo.com.my/kosmo/pix/2009/1027/Kosmo/Negara/ne_07.1.jpg" alt="" height="202" width="263">Kalau di zaman feudal dahulu – orang-orang Melayu dibodohkan dengan pelbagai dongeng tentang daulat raja, tentang hikmat raja, tentang kehebatan raja, tentang ilmu raja atau tentang raja yang mewakili tuhan di bumi ini. Ini semuanya dongeng. Semua ini adalah sebahagian dari projek membodohkan Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;">United Malays National Organisation tidak mahu orang Melayu memiliki fikrah dan berkeupayaan untuk berfikir secara bebas. Susuk yang memiliki fikrah dan berkeupayaan berfikir secara bebas pasti akan menjauhkan diri dari gerombolan ini. Manusia yang berfikir akan berkeupayaan untuk melihat tipu belit yang sedang dijalankan oleh gerombolan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Projek pembodohan ini ada yang dijalankan dengan licik sehingga tidak dapat dilihat. Ada pula projek ini yang amat jelas dapat dilihat. Projek pembodohkan yang licik dan yang terang berjalan serentak untuk membonsaikan akal fikrah manusia Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;"><b>Cara Pertama</b>:</p>
<p style="text-align:justify;">Menakut-nakutkan Melayu tentang bahaya orang asing. Orang asing yang dimaksudkan oleh gerombolan ini tidak lain dan tidak bukan ialah orang China. Orang-orang China akan dijadikan ‘hantu’ untuk terus menakut-nakutkan orang Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan ditimbulkan pelbagai cerita untuk membuktikan bahawa ekonomi negara ini dimiliki oleh orang China. Racun bencikan China ini telah memandulkan fikrah orang Melayu untuk melihat dengan jelas bahawa wujud persekongkolan yang maha intim antara kroni gerombolan United Malays National Organisation dengan para cukong China.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" title="Money" src="http://3.bp.blogspot.com/_5hd7oe3kKow/Sh7CWGzm_bI/AAAAAAAAA30/r8AixemmQ_I/s400/make-money-sign.jpg" alt="" height="186" width="252">Para cukong China yang membuat harta kekayaan sebenarnya bekerjasama dengan gerombolan United Malays National Organisation. Kerjasama mereka seperti Abang dengan Adik.</p>
<p style="text-align:justify;">Cuba kita kembali kepada kes Bank Bumiputera yang lingkup pada tahun 80’an dahulu. Nama seperti Hashim Shamsuddin dan Lorraine Osman akan muncul. Ini akan diikuti dengan nama George Tan. Siapakah Loraine Osman ini? Maloan ini tidak lain dan tidak bukan ialah bendahari gerombolan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini hanyalah satu contoh dari bejuta juta contoh yang lain. Ini belum lagi diambil kira kes PKFZ, Bakun, Pewaja, Formula 1, Moonson Cup, KLCC – dimana wujud kerjasama antara gerombolan dengan ‘orang asing’ untuk menjarah negara.</p>
<p style="text-align:justify;"><b>Cara ke dua</b>:</p>
<p style="text-align:justify;">Menyebar berita dongeng bahawa sesiapa yang menentang United Malays National Organisation bererti menentang raja dan monarki. Ini bukan sahaja dongeng tetapi cerita lawak.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang Melayu sengaja dibodohkan dan tidak diarifkan untuk memahami bahawa melawan/menentang/mengkrtitik sistem monarki ini bukan sesuatu yang pelik atau menghairankan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sejarah negara Arab banyak raja-raja dalam telah dichampakkan ke dalam tong sampah sejarah. Raja Feisal dari Iraq, Raja Farouk dari Mesir, Raja Idris dari Libya, Raja dari Segala Raja Ahmad Reza Pahlevi dari Iran – semuanya dihumbankan. Justeru – menentang monarki bukan sesuatu yang asing dalam sejarah tamadun manusia. Malah menentang monarki adalah tindakan progresif dan maju.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi orang Melayu sengaja dibodohkan agar terus terperangkap untuk tunduk melutut tanpa berfikir. Orang Melayu tidak diberi kefahaman yang jelas bahawa : menjunjung ke bawah duli itu ertinya menjunjung tapak kaki. Orang Melayu tidak diberitahu bahawa : pacal itu ertinya anak anjing.</p>
<p style="text-align:justify;">Patek pacal yang hina menyembah duli tuanku bermakna : saya ini anak anjing yang hina menjunjung tapak kaki kamu. Bukan kah ini kerja bodoh dan memperbodohkan diri sendiri. Kenapa orang Melayu dibodohkan sebagini. Kenapa orang Melayu mahu menjadi bodoh dan terus dibodohkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><b>Cara ketiga</b>:</p>
<p style="text-align:justify;">Sesiapa yang menentang United Malays National Organistion di katakan menentang Islam. Ini juga adalah projek membodohkan orang Melayu. Bagaimana menentang gerombolan ini disangkut pautkan dengan agama tidak pula dilakar dengan jelas.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam ialah agama kepercayaan. Manakala United Malays National Organistion adalah satu gerombolan politik. Islam telah wujud 1500 tahun dahulu. Gerombolan yang beroperasi hari ini hanya wujud semenjak tahun 1988 dahulu. Manusia Melayu telah menganut Islam 500 tahun dahulu dan tidak ada sangkut paut dengan United Malauys National Organisation.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia Melayu menganut Islam bukan kerana United Malays National Organisation. Mereka menganut Islam kerana satu kepercayaan agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi orang Melayu di Malaysia ini terus ditakut-takutkan seolah-olah gerombolan ini adalah wakil tuhan di atas bumi ini. Ini karut. Tidak ada sesiapa yang mewakili tuhan diatas bumi ini. Menentang United Malays National Organisation bukan menentang agama, bukan menentang Islam dan bukan menentang Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang Maha Esa tidak pernah melantik United Malays National Organistion untuk menjadi wakil. Malah Yang Maha Esa tidak juga melantik Pope, Sami, Dalai, Ayahtollah, Padri, Rabbai – untuk menjadi wakil.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang terjadi ialah para agamawan ini adalah orang-orang yang beramal dan beribadat. Mereka mengikut selurus dan setepat mungkin ajaran-ajaran dari kitab-kitab suci. Semua mereka adalah manusia yang sama seperti Mak Cik dan Pak Cik di Felda Sungai Rokan – bezanya mereka boleh befikir dan berilmu.</p>
<p style="text-align:justify;"><b>Ahkirnya</b>:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://papanputih.wordpress.com/files/2009/11/projek-bn11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-228" title="Projek BN" src="http://papanputih.wordpress.com/files/2009/11/projek-bn11.jpg?w=300" alt="" height="134" width="362"></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Projek pembodohan Melayu ini telah dibudayakan. Ini bererti ianya telah menjadi sebahagian dari proses budaya pemikiran Melayu. Lembaga-lembaga daulah yang wujud telah diarahkan untuk terus menjalankan projek pembodohan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaedah pembelajaran dan media adalah dua lembaga yang digunakan untuk projek membodohkan Melayu. Media Melayu jika dibandingkan dengan media yang bukan Melayu amat ketara bezanya. Tahap laporan berita, tahap tulisan rencana, tahap soal jawab agama dalam media Melayu – semuanya memiliki nilai bodoh yang amat tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagitu kaedah permbelajaran dan keilmuan. Anak-anak muda Melayu terus diperbodohkan dalam sistem pembelajaran yang sedia wujud. Justeru kerana itu ibu bapa dalam masyarakat China tidak mahu anak anak mereka masuk ke sekolah aliran Melayu. Mereka tidak mahu anak anak mereka jadi bodoh. Dalam masa yang sama , makin ramai ibu bapa Melayu telah mula menghantar anak-anak mereka ke sekolah aliran China. Di sekolah aliran bukan Melayu masih ada peluang untuk anak-anak sekolah ini diajar untuk berfikir bukan diajar untuk menjadi bodoh.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemelut politik hari ini adalah hasil dari projek pembodohan orang Melayu. Masih ramai lagi orang Melayu yang bodoh sehingga mereka gagal untuk membezakan apa yang betul dan apa yang salah. Apa yang hak dan apa yang batil. Projek bodoh ini telah juga memesongkan nilai budaya orang Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Melayu yang telah dibodohkan gagal melihat bahaya rasuah malah mereka dengan bangga akan mengangkat pemimpin pengamal rasuah. Orang Melayu yang telah berjaya dibodohkan gagal melihat bagaimana sistem kehakiman dan keadilan dalam negara ini boleh dijual beli. Mereka ini terus ingin menjadi bodoh.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Melayu yang ingin terus menjadi bodoh ini gagal melihat pembunuh, pencolek, pengambil rasuah – bukan satu pekerjaan salah. Budaya songsang lagi bodoh ini melihat kejahatan itu baik dan suci kerana ianya dilakukan oleh manusia Melayu beragama Islam yang memiliki kad gerombolan United Malays National Organisation.<b>(TT)</b></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Negara Mana Saja Yang Wanitanya Berumur Panjang ?]]></title>
<link>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/21/negara-mana-saja-yang-wanitanya-berumur-panjang/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 04:02:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>jasadh</dc:creator>
<guid>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/21/negara-mana-saja-yang-wanitanya-berumur-panjang/</guid>
<description><![CDATA[ANGKA rata-rata hidup penduduk suatu negara tentu berbanding lurus dengan pola makannya. Ada lima ne]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;"><!-- .fullpost{display:inline;} --><a href="http://2.bp.blogspot.com/_SYmMzxXKMdA/SwaFfqUn2QI/AAAAAAAAAa8/qjl2cSSUc88/s1600/63.jpg"><img class="alignleft" style="border:0 none;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SYmMzxXKMdA/SwaFfqUn2QI/AAAAAAAAAa8/qjl2cSSUc88/s320/63.jpg" border="0" alt="" /></a><strong>ANGKA</strong> rata-rata hidup penduduk suatu negara tentu berbanding lurus dengan pola makannya. Ada lima negara yang menurut hasil survei, penduduk wanitanya punya umur paling panjang di dunia.<!--more--></p>
<div>
Seperti dikutip <em>Health24, </em>kelima negara dimaksud adalah Jepang, Monako, Andorra, Australia, dan Spanyol.</p>
<div>
<p><strong>Apa yang bisa Anda contoh dari Jepang?</strong></p>
<p>Katakan iya untuk kacang kedelai. &#8220;Setidaknya 40 persen penduduk Jepang makan<em>miso soup</em> yang terbuat dari kacang kedelai. Mereka mengonsumsi jenis makanan ini setiap hari saat sarapan,&#8221; kata Letha Hadady, ahli pengobatan herbal Asia dan penulis<em>Feed Your Tiger.</em></p>
<p>Kajian menunjukkan bukti bahwa wanita yang mengonsumsi kacang kedelai setidaknya sekali seminggu risikonya terhadap kanker payudara terkurangi hingga sebesar 50 persen.</p>
<p>Beberapa penelitian menegaskan, kacang kedelai bisa merevolusi sel kanker. Makanan pokok Jepang lainnya berbahan kacang kedelai adalah edamame, tofu, susu kedelai, dan miso.</p>
<p>Ada pula teh hijau. Penduduk Itali punya <em>espresso</em>, Rusia punya <em>vodka</em>, sementara Jepang punya teh hijau. Lebih dari setengah penduduk Jepang mengomsumsi minuman tersebut setiap hari.</p>
<p>Para ahli percaya bahwa tingkat katekin (salah satu turunan Poliphenol yang punya khasiat antioksidan tinggi), bisa menghancurkan sel kanker abnormal dan menurunkan kadar kolesterol.</p></div>
<div></div>
<div><em>okezone</em></div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rasuah Tidak Berhenti Pukul Lima Setengah]]></title>
<link>http://andakjauhar.wordpress.com/2009/11/21/rasuah-tidak-berhenti-pada-pukul-lima-setengah/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 17:27:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Andak</dc:creator>
<guid>http://andakjauhar.wordpress.com/2009/11/21/rasuah-tidak-berhenti-pada-pukul-lima-setengah/</guid>
<description><![CDATA[The literal rule is a rule against using intelligence in understanding language. Anyone who in ordin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://andakjauhar.wordpress.com/files/2009/11/sprm.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-434" style="border:0 none;" title="SPRM" src="http://andakjauhar.wordpress.com/files/2009/11/sprm.png?w=290" alt="" width="290" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>The <strong>literal rule</strong> is a rule <strong>against using intelligence</strong> in understanding language. <strong>Anyone</strong> who in ordinary life <strong>interpreted words literally</strong>, being indifferent to what the speaker or writer meant, would be regarded as <strong>a pedant, a mischief-maker or an idiot</strong>.</em></p>
<p style="text-align:justify;">- Glanville Williams, <em>Learning the Law</em> <a href="http://andakjauhar.wordpress.com/rasuah-tidak-berhenti-pukul-lima-setengah/">[Lagi]</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Citra Tenaga Kerja Di Indonesia]]></title>
<link>http://at1k.wordpress.com/2009/11/20/citra-tenaga-kerja-di-indonesia/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 10:52:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>at1k</dc:creator>
<guid>http://at1k.wordpress.com/2009/11/20/citra-tenaga-kerja-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Kurangnya ladang pekerjaan di Indonesia membuat  masyarakat tidak dapat memilih suatu pekerjaan berd]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kurangnya ladang pekerjaan di Indonesia membuat  masyarakat tidak dapat memilih suatu pekerjaan berd]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengenal Kapitalisma]]></title>
<link>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/20/mengenal-kapitalisma/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 23:51:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Papan Putih</dc:creator>
<guid>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/20/mengenal-kapitalisma/</guid>
<description><![CDATA[KEDAULATAN DAN GLOBALISASI Lupakan kedaulatan Sultan Perak. Lupakan kedaulatan Raja-Raja. Semua ini ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">KEDAULATAN DAN GLOBALISASI</p>
<p style="text-align:justify;">Lupakan kedaulatan Sultan Perak. Lupakan kedaulatan Raja-Raja. Semua ini adalah ciput. Semua kedaulatan ini tidak akan diambil kira dalam agenda globalisasi yang sedang berjalan hari ini. Semua Tan Seri, Tan Tun, Mak Datin , Pak Haji, Ayatollah, Padri, Sami, Rabbai atau apa sahaja bentuk manusia semuanya menjadi ciput dalam agenda baru yang sedang berjalan hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan baru telah muncul. Tuhan yang dibawa oleh sistem kapitalis. Tidak percaya? Sila renung dan periksa diri sendiri. Sistem ekonomi kapitalis telah menjadikan manusia berebut-rebut untuk mengumpul harta. Sistem ekonomi kapitalis telah melahirkan satu budaya dimana umat manusia dalam dunia ini terlupa dan terlalai bahawa kita hanyalah bertransit di atas muka bumi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div class="wp-caption alignright" style="width: 280px"><a href="http://nextstopwonderland.files.wordpress.com/2007/03/black-friday.jpg"><img class=" " title="Shopping" src="http://nextstopwonderland.files.wordpress.com/2007/03/black-friday.jpg?w=270&#038;h=193" alt="" width="270" height="193" /></a><p class="wp-caption-text">Mesti borong! mesti borong! Mesti kena sapu semua nih.</p></div>
<p style="text-align:justify;">Budaya kapitalis ini telah mencakupi semua aspek kehidupan manusia. Manusia moden kurun ke 21 telah dilalaikan untuk menjadi binatang konsumer yang mengguna dan mengumpulkan pelbagai ‘biji-biji saga’ dan barangan kodi untuk mainan. Manusia moden telah menjadi seperti Toyol yang asyik bermain dengan biji-biji saga hingga terlupa bahawa tujuan hidup ini adalah untuk mengenal diri sendiri dan melakukan kebaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem kapitalis telah membawa satu budaya dimana ianya mengasak, meraba dan merangsang sifat jahat dalam diri manusia. Hukum induk ekonomi kapitalis &#8211; keuntungan maksima – telah melupuskan nilai baik yang sedia wujud dalam diri manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Justeru apakah kita hairan apabila kita terbaca dalam akhbar bagaimana pembekal susu tepong di Tanah Besar China telah membubuh malamin dalam tepong untuk dijual sebagai susu. Mereka menjual susu ini bukan kepada orang Sweden tetapi kepada bayi-bayi China sanak saudara mereka sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Justeru apakah kita hairan apabila kita membaca berita di Sepanyol dan Portugal ada pembekal minyak zaiton telah membubuh minyak hitam yang sudah terpakai untuk dijual sebagai campuran minyak zaiton.</p>
<p style="text-align:justify;">Justeru apakah kita hairan apabila membaca bagaimana kontrektor Bumiputera yang bersunat dan selalu naik umrah telah membuat bangunan sekolah, bilik makmal dan hospital dengan menggunakan barangan tidak berkualiti dan akhirnya bangunan-bangunan ini runtuh rantah.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua ini dilakukan kerana mereka hidup mengikut hukum dan budaya kapitalisma. Keuntungan maksima adalah tuhan baru yang sedang disembah. Selama 30 tahun kebelakangan ini tuhan baru ini telah muncul dimerata pelusuk dunia. Tuhan ini akan berada dimana sahaja wujudnya sistem ekonomi kapitalis termasuk di Malaysia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiga puluh tahun dahulu – air, api, jalan raya, hospital, bank, sekolah, universiti, talipon, radio, tv – semua ini adalah milik kita bersama. Semua ini adalah hak milik negara bermakna hak milik orang ramai. Tiba-tiba harta orang ramai ini diswastakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa sebenarnya yang menelorkan dan mencadangkan dasar penswastaan ini. Dasar ini dimunculkan oleh pemikir kabal-kabal Illuminati. Para pemikir dari pelbagai ‘think tank’ ini yang telah mengajukan agenda penswastaan kepada Bank Dunia dan IMF sebagai satu usaha untuk apa yang mereka panggil – cara untuk memperbaiki dan mengembangkan ekonomi di negara-negara sedang membangun.</p>
<p style="text-align:justify;">IMF dan Bank Dunia menjadikan penswastaan ini sebagai dasar untuk diterima pakai. Negara Dunia Ketiga yang miskin jika ingin meminjam dana dari bank-bank antarabangsa diwajibkan menjalankan dasar penswastaan. Penswataan bermakna menjualkan harta hak milik orang ramai kepada kaum kapitalis antrabangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Di belakang dasar penswastaan ini ialah para banker dari kabal Illuminati. Para banker yang telah mengumpulkan berbilion kertas dolar memerlukan pasarana pelaboran baru. Hukum ekonomi kapitalis mewajibkan kaum pemodal terus mencari pasaran baru. Di Eropah Barat pasaran telah tepu. Maka kabal Illuminati telah mengarahkan Bank Dunia dan IMF memaksa dibuka seluas mungkin pasaran di negara Dunia Ketiga. Hasilnya kita melihat harta negara kita –air, talipon, tv, jalan raya, hospital, bangunan, bank – semuanya bertukar tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila Perang Dingin tamat lihat apa yang telah terjadi kepada Russia dan Eropah Timur. Negara-negara ini sedang mengamalkan sistem ekonomi sosialis telah diasak dan di serang. Russia telah dipecah-pecahkan. Perang telah dicetuskan di Bosnia, di Kosovo, di Montenegro dan di Chechen – semua ini adalah perancangan licik untuk memaksa harta rakyat di Eropah Timur di jual kepada kaum pemodal antarabangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesudah dasar penswastaan di terima pakai – kita mula terdengar apa yang dikatakan &#8211; Dunia Tanpa Sempadan. Dunia tanpa sempadan ini ialah agenda Illiminati untuk melupuskan kedaulatan negara. Dunia tanpa sempadan bukan bererti orang Afrika boleh senang-senang masuk ke Eropah. Dunia tanpa sempadan bukan bererti buruh rakyat Pakistan boleh masuk ke Jepun untuk mencari kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa sempadan hanyalah untuk duit modal masuk ke mana sahaja untuk mencari untung. Modal antarabangsa ini tidak boleh diganggu gugat ketika modal ini sedang mencari keuntungan maksima dimana sahaja dalam dunia ini. Dunia tanpa sempadan ialah untuk para pelaboran antarbangsa bermain ‘tikam dan berjudi’ di pasaran saham negara-negara Dunia Ketiga. Lihat apa yang berlaku di Asia Tenggara pada tahun 1997 dahulu. Lihat bagaimana kaum kapitalis antarabangsa telah menerbus masuk dan menekan negara-negara Asia Tenggara dan akhirnya banyak hospital kita terjual, talipon kita terjual, sistem pendidikan kita terjual.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://anabasius.files.wordpress.com/2009/05/the-faces-of-capitalism1.jpg"><img class="alignright" title="Faces of Capitalism" src="http://anabasius.files.wordpress.com/2009/05/the-faces-of-capitalism1.jpg?w=300&#038;h=393" alt="" width="300" height="393" /></a>Lihat Tesco, Carrefour, Giant, Court Mamoth, AIA, ING, Ikea, Burger King, MacDogal, Shell, Esso – semua ini adalah milik pemodal antarabangsa. Semua ini dipaksakan ke atas pasaran kita melalui perjanjian World Trade Organisation (WTO). WTO memaksa negara Dunia Ketiga membuka pasaran untuk pemodal antarabangsa masuk mencari untung.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjanjian WTO ini adalah perjanjian terbuka yang berat sebelah – sama seperti perjanjian-perjanjian East India Company yang telah dibuat oleh Sultan Johor dengan Raffles pada tahun 1819 dahulu. Sama seperti perjanjian Sultan Kedah dengan Francis Light pada tahun 1786. Sama seperti Perjanjian Pangkor 1874 yang akhirnya Tanah Melayu jatuh ke tangan British.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari zaman penjajah dahulu cita-cita kaum pemodal kapitalis ini untuk memiliki dunia ini tidak pernah padam-padam. Cita-cita kaum pemodal antarabangsa ini untuk menjadikan umat manusia sebagai hamba adalah manifesto New World Order. Kabal-kabal Illuminati saban hari merancang. Hari ini semua strateji telah di rancang. Semua telah di susun. Para banker di belakang Iluminati sedang dalam persediaan akhir untuk melahirkan apa yang mereka katakan – New World Order atau Dunia Bentuk Baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihatlah nanti bagaimana kabal-kabal Illuminati ini akan memaksa Malaysia untuk menanda tangani Free Trade Agreement. Dalam perjanjian ini tidak ada yang ‘free’. FTA ini akan memaska kita terus membuka semua pasaran negara kita untuk kaum pemodal antarabanga mencari keuntungan maksima.</p>
<p style="text-align:justify;">New World Order ini adalah dunia baru dimana kedaulatan negara tidak wujud lagi. Rancangan NWO ini sedang diatur – Canada, Amerika dan Mexico telah disatukan – kemudian seluruh Selatan Amerika akan dijerut masuk. Eropah sedang bersatu – ini akan menjerut masuk Afrika dan Timur Tengah. Asia akan dikepali oleh Jepun yang akan menjerut semua negara di Asia.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihat sekarang telah wujud Asean dan Apec untuk Asia , African Union untuk Afrika dan Union of South American Nations untuk Amerika Latin. Semua ini adalah perancangan Illuminati. Semua ini direstui oleh kaum pemodal antarabangsa. Rancangan akhir mereka ialah untuk memastikan semua rakyat dunia ini akan tunduk kepada kuasa mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam masa yang tidak lama lagi manusia akan di cap dengan microchip. Tak percaya? Bukankah idea ini telah terkeluar dari mulut seorang pegawai polis Malaysia tiga tahun dahulu dan berita ini telah dilaporkan dalam Utusan Malaysia. Microchip ini untuk bayi yang baru lahir – atas alasan untuk mengekori penjahat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi hakikatnya microchip ini ialah untuk mengawal semua umat manusia agar tunduk kepada sistem ekonomi kapitalis. Umat manusia akan taat bekerja dari jam 9 hingga 5 – bercuti Sabtu Ahad. Jika sopan dan tekun mereka akan dapat gaji untuk membeli kondo, ipod, Kancil, kasut Prada, beg Luis Vuitton dan pelbagai jenis ‘biji-biji saga’ yang dijanjikan. Sila baca 1984 oleh George Orwell dan tonton filem Metropolis oleh Fritz Lang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini bukan satu dongeng konspirasi. Ini bukan plot sebuah novel yang belum siap. Ini adalah hakikat politik dunia hari ini. Memahami politik dunia hari ini amat penting. Jika kita gagal untuk memahami garis dan strateji Illuminati maka kita tidak akan melawan. Jika tidak bangun melawan maka umat manusia dalam dunia ini akan dijadikan hamba abdi.<strong> (TT)</strong><br />
<em><br />
( Tulisan ini boleh diambil untuk kegunaan membuat kebaikan )</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Negara Gagal Capai Tujuan]]></title>
<link>http://kristenpost.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kristenpost.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</guid>
<description><![CDATA[Benni E. Matindas, Dosen Filsafat Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3273&#38;w=298" alt="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan.jpg" title="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     </div>
<p><strong> Benni E. Matindas, Dosen Filsafat </strong></p>
<div style="text-align:justify;">Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya,  bahkan sering harus mem-akan tumbal warganya sendiri. Kekeliruan itu sudah berlangsung sejak dari tahap paling dasar yaitu berkenaan dengan dasar negara. Kesalahan sudah berlangsung pada dasar kehidupan bernegara, pada rumusan dasar negara, termasuk dasar negara Indonesia. Berikut adalah bincang-bincang dengan Benni E. Matindas, direktur Sanggar Intelektual dan dosen filsafat di beberapa universitas di Jakarta.</p>
<p><strong>Bilamana suatu negara dikatakan nisbi (relatif)?</strong><br />Suatu negara niscaya menjadi nisbi ketika negara itu tidak memiliki dasar negara. Sementara dasar falsafah negara ini begitu kompleks dan semuanya serba salah. Pada-hal, setiap negarawan menghen-daki adanya falsafah negara. Tujuannya jelas agar kita bisa menilai benar tidaknya langkah-langkah pemerintah mewujudkan programnya, atau berhasil-tidaknya orang-orang yang kita percayakan untuk memimpin  negara dan para penyalur aspirasi masyarakat selama lima tahun ke depan. </p>
<p><strong>Kebutuhan memiliki dasar negara itu relatif?</strong><br />Kini, kebutuhan memiliki dasar negara menjadi sangat nisbi karena banyak alasan. Salah satu alasan terbesar adalah kegagalan ideologi-ideologi yang diterapkan selama ini. Dan memang, itu benar. Sebab, kata ideologi itu sendiri—yang diagung-agungkan dan ditradisikan Karl Marx dan para pengikutnya—oleh banyak kalangan dinilai sudah tidak benar. Habermas, seorang filsuf, bahkan menyebut ideologi itu sebagai kesadaran palsu.<br />Agama juga ikut-ikutan. Agama berkongsi ketika didirikan ideologi negara. Karena ikut berkongsi, maka Habermas kemudian menye-butnya  dengan istilah “mengena-kan” kesadaran palsu. Kita keliha-tan berpikir tapi pikiran kita sudah terdominasi sehingga cara berpikir kita mustahil mulai dari sesuatu kebenaran. Inilah salah satu sebab orang mulai meninggalkan ideologi. Mesti disadari adanya gerakan atau semacam kecenderungan me-ninggalkan ideologi semakin kuat. Kalau di dunia Barat dan Amerika upaya meninggalkan ideologi itu sudah dari dulu.<a href="http://reformata.com/03273-ketika-negara-gagal-capai-tujuan.html">baca selengkapnya..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Negara Gagal Capai Tujuan]]></title>
<link>http://kompasblog.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kompasblog.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</guid>
<description><![CDATA[Benni E. Matindas, Dosen Filsafat Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3273&#38;w=298" alt="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan.jpg" title="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     </div>
<p><strong> Benni E. Matindas, Dosen Filsafat </strong></p>
<div style="text-align:justify;">Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya,  bahkan sering harus mem-akan tumbal warganya sendiri. Kekeliruan itu sudah berlangsung sejak dari tahap paling dasar yaitu berkenaan dengan dasar negara. Kesalahan sudah berlangsung pada dasar kehidupan bernegara, pada rumusan dasar negara, termasuk dasar negara Indonesia. Berikut adalah bincang-bincang dengan Benni E. Matindas, direktur Sanggar Intelektual dan dosen filsafat di beberapa universitas di Jakarta.</p>
<p><strong>Bilamana suatu negara dikatakan nisbi (relatif)?</strong><br />Suatu negara niscaya menjadi nisbi ketika negara itu tidak memiliki dasar negara. Sementara dasar falsafah negara ini begitu kompleks dan semuanya serba salah. Pada-hal, setiap negarawan menghen-daki adanya falsafah negara. Tujuannya jelas agar kita bisa menilai benar tidaknya langkah-langkah pemerintah mewujudkan programnya, atau berhasil-tidaknya orang-orang yang kita percayakan untuk memimpin  negara dan para penyalur aspirasi masyarakat selama lima tahun ke depan. </p>
<p><strong>Kebutuhan memiliki dasar negara itu relatif?</strong><br />Kini, kebutuhan memiliki dasar negara menjadi sangat nisbi karena banyak alasan. Salah satu alasan terbesar adalah kegagalan ideologi-ideologi yang diterapkan selama ini. Dan memang, itu benar. Sebab, kata ideologi itu sendiri—yang diagung-agungkan dan ditradisikan Karl Marx dan para pengikutnya—oleh banyak kalangan dinilai sudah tidak benar. Habermas, seorang filsuf, bahkan menyebut ideologi itu sebagai kesadaran palsu.<br />Agama juga ikut-ikutan. Agama berkongsi ketika didirikan ideologi negara. Karena ikut berkongsi, maka Habermas kemudian menye-butnya  dengan istilah “mengena-kan” kesadaran palsu. Kita keliha-tan berpikir tapi pikiran kita sudah terdominasi sehingga cara berpikir kita mustahil mulai dari sesuatu kebenaran. Inilah salah satu sebab orang mulai meninggalkan ideologi. Mesti disadari adanya gerakan atau semacam kecenderungan me-ninggalkan ideologi semakin kuat. Kalau di dunia Barat dan Amerika upaya meninggalkan ideologi itu sudah dari dulu.<a href="http://reformata.com/03273-ketika-negara-gagal-capai-tujuan.html">baca selengkapnya..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Negara Gagal Capai Tujuan]]></title>
<link>http://gerejaindonesia.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://gerejaindonesia.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</guid>
<description><![CDATA[Benni E. Matindas, Dosen Filsafat Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3273&#38;w=298" alt="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan.jpg" title="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     </div>
<p><strong> Benni E. Matindas, Dosen Filsafat </strong></p>
<div style="text-align:justify;">Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya,  bahkan sering harus mem-akan tumbal warganya sendiri. Kekeliruan itu sudah berlangsung sejak dari tahap paling dasar yaitu berkenaan dengan dasar negara. Kesalahan sudah berlangsung pada dasar kehidupan bernegara, pada rumusan dasar negara, termasuk dasar negara Indonesia. Berikut adalah bincang-bincang dengan Benni E. Matindas, direktur Sanggar Intelektual dan dosen filsafat di beberapa universitas di Jakarta.</p>
<p><strong>Bilamana suatu negara dikatakan nisbi (relatif)?</strong><br />Suatu negara niscaya menjadi nisbi ketika negara itu tidak memiliki dasar negara. Sementara dasar falsafah negara ini begitu kompleks dan semuanya serba salah. Pada-hal, setiap negarawan menghen-daki adanya falsafah negara. Tujuannya jelas agar kita bisa menilai benar tidaknya langkah-langkah pemerintah mewujudkan programnya, atau berhasil-tidaknya orang-orang yang kita percayakan untuk memimpin  negara dan para penyalur aspirasi masyarakat selama lima tahun ke depan. </p>
<p><strong>Kebutuhan memiliki dasar negara itu relatif?</strong><br />Kini, kebutuhan memiliki dasar negara menjadi sangat nisbi karena banyak alasan. Salah satu alasan terbesar adalah kegagalan ideologi-ideologi yang diterapkan selama ini. Dan memang, itu benar. Sebab, kata ideologi itu sendiri—yang diagung-agungkan dan ditradisikan Karl Marx dan para pengikutnya—oleh banyak kalangan dinilai sudah tidak benar. Habermas, seorang filsuf, bahkan menyebut ideologi itu sebagai kesadaran palsu.<br />Agama juga ikut-ikutan. Agama berkongsi ketika didirikan ideologi negara. Karena ikut berkongsi, maka Habermas kemudian menye-butnya  dengan istilah “mengena-kan” kesadaran palsu. Kita keliha-tan berpikir tapi pikiran kita sudah terdominasi sehingga cara berpikir kita mustahil mulai dari sesuatu kebenaran. Inilah salah satu sebab orang mulai meninggalkan ideologi. Mesti disadari adanya gerakan atau semacam kecenderungan me-ninggalkan ideologi semakin kuat. Kalau di dunia Barat dan Amerika upaya meninggalkan ideologi itu sudah dari dulu.<a href="http://reformata.com/03273-ketika-negara-gagal-capai-tujuan.html">baca selengkapnya..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Negara Gagal Capai Tujuan]]></title>
<link>http://kristianipost.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kristianipost.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</guid>
<description><![CDATA[Benni E. Matindas, Dosen Filsafat Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3273&#38;w=298" alt="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan.jpg" title="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     </div>
<p><strong> Benni E. Matindas, Dosen Filsafat </strong></p>
<div style="text-align:justify;">Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya,  bahkan sering harus mem-akan tumbal warganya sendiri. Kekeliruan itu sudah berlangsung sejak dari tahap paling dasar yaitu berkenaan dengan dasar negara. Kesalahan sudah berlangsung pada dasar kehidupan bernegara, pada rumusan dasar negara, termasuk dasar negara Indonesia. Berikut adalah bincang-bincang dengan Benni E. Matindas, direktur Sanggar Intelektual dan dosen filsafat di beberapa universitas di Jakarta.</p>
<p><strong>Bilamana suatu negara dikatakan nisbi (relatif)?</strong><br />Suatu negara niscaya menjadi nisbi ketika negara itu tidak memiliki dasar negara. Sementara dasar falsafah negara ini begitu kompleks dan semuanya serba salah. Pada-hal, setiap negarawan menghen-daki adanya falsafah negara. Tujuannya jelas agar kita bisa menilai benar tidaknya langkah-langkah pemerintah mewujudkan programnya, atau berhasil-tidaknya orang-orang yang kita percayakan untuk memimpin  negara dan para penyalur aspirasi masyarakat selama lima tahun ke depan. </p>
<p><strong>Kebutuhan memiliki dasar negara itu relatif?</strong><br />Kini, kebutuhan memiliki dasar negara menjadi sangat nisbi karena banyak alasan. Salah satu alasan terbesar adalah kegagalan ideologi-ideologi yang diterapkan selama ini. Dan memang, itu benar. Sebab, kata ideologi itu sendiri—yang diagung-agungkan dan ditradisikan Karl Marx dan para pengikutnya—oleh banyak kalangan dinilai sudah tidak benar. Habermas, seorang filsuf, bahkan menyebut ideologi itu sebagai kesadaran palsu.<br />Agama juga ikut-ikutan. Agama berkongsi ketika didirikan ideologi negara. Karena ikut berkongsi, maka Habermas kemudian menye-butnya  dengan istilah “mengena-kan” kesadaran palsu. Kita keliha-tan berpikir tapi pikiran kita sudah terdominasi sehingga cara berpikir kita mustahil mulai dari sesuatu kebenaran. Inilah salah satu sebab orang mulai meninggalkan ideologi. Mesti disadari adanya gerakan atau semacam kecenderungan me-ninggalkan ideologi semakin kuat. Kalau di dunia Barat dan Amerika upaya meninggalkan ideologi itu sudah dari dulu.<a href="http://reformata.com/03273-ketika-negara-gagal-capai-tujuan.html">baca selengkapnya..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Negara Gagal Capai Tujuan]]></title>
<link>http://christianpost.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://christianpost.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</guid>
<description><![CDATA[Benni E. Matindas, Dosen Filsafat Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3273&#38;w=298" alt="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan.jpg" title="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     </div>
<p><strong> Benni E. Matindas, Dosen Filsafat </strong></p>
<div style="text-align:justify;">Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya,  bahkan sering harus mem-akan tumbal warganya sendiri. Kekeliruan itu sudah berlangsung sejak dari tahap paling dasar yaitu berkenaan dengan dasar negara. Kesalahan sudah berlangsung pada dasar kehidupan bernegara, pada rumusan dasar negara, termasuk dasar negara Indonesia. Berikut adalah bincang-bincang dengan Benni E. Matindas, direktur Sanggar Intelektual dan dosen filsafat di beberapa universitas di Jakarta.</p>
<p><strong>Bilamana suatu negara dikatakan nisbi (relatif)?</strong><br />Suatu negara niscaya menjadi nisbi ketika negara itu tidak memiliki dasar negara. Sementara dasar falsafah negara ini begitu kompleks dan semuanya serba salah. Pada-hal, setiap negarawan menghen-daki adanya falsafah negara. Tujuannya jelas agar kita bisa menilai benar tidaknya langkah-langkah pemerintah mewujudkan programnya, atau berhasil-tidaknya orang-orang yang kita percayakan untuk memimpin  negara dan para penyalur aspirasi masyarakat selama lima tahun ke depan. </p>
<p><strong>Kebutuhan memiliki dasar negara itu relatif?</strong><br />Kini, kebutuhan memiliki dasar negara menjadi sangat nisbi karena banyak alasan. Salah satu alasan terbesar adalah kegagalan ideologi-ideologi yang diterapkan selama ini. Dan memang, itu benar. Sebab, kata ideologi itu sendiri—yang diagung-agungkan dan ditradisikan Karl Marx dan para pengikutnya—oleh banyak kalangan dinilai sudah tidak benar. Habermas, seorang filsuf, bahkan menyebut ideologi itu sebagai kesadaran palsu.<br />Agama juga ikut-ikutan. Agama berkongsi ketika didirikan ideologi negara. Karena ikut berkongsi, maka Habermas kemudian menye-butnya  dengan istilah “mengena-kan” kesadaran palsu. Kita keliha-tan berpikir tapi pikiran kita sudah terdominasi sehingga cara berpikir kita mustahil mulai dari sesuatu kebenaran. Inilah salah satu sebab orang mulai meninggalkan ideologi. Mesti disadari adanya gerakan atau semacam kecenderungan me-ninggalkan ideologi semakin kuat. Kalau di dunia Barat dan Amerika upaya meninggalkan ideologi itu sudah dari dulu.<a href="http://reformata.com/03273-ketika-negara-gagal-capai-tujuan.html">baca selengkapnya..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Negara Gagal Capai Tujuan]]></title>
<link>http://kabargereja.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kabargereja.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</guid>
<description><![CDATA[Benni E. Matindas, Dosen Filsafat Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3273&#38;w=298" alt="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan.jpg" title="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     </div>
<p><strong> Benni E. Matindas, Dosen Filsafat </strong></p>
<div style="text-align:justify;">Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya,  bahkan sering harus mem-akan tumbal warganya sendiri. Kekeliruan itu sudah berlangsung sejak dari tahap paling dasar yaitu berkenaan dengan dasar negara. Kesalahan sudah berlangsung pada dasar kehidupan bernegara, pada rumusan dasar negara, termasuk dasar negara Indonesia. Berikut adalah bincang-bincang dengan Benni E. Matindas, direktur Sanggar Intelektual dan dosen filsafat di beberapa universitas di Jakarta.</p>
<p><strong>Bilamana suatu negara dikatakan nisbi (relatif)?</strong><br />Suatu negara niscaya menjadi nisbi ketika negara itu tidak memiliki dasar negara. Sementara dasar falsafah negara ini begitu kompleks dan semuanya serba salah. Pada-hal, setiap negarawan menghen-daki adanya falsafah negara. Tujuannya jelas agar kita bisa menilai benar tidaknya langkah-langkah pemerintah mewujudkan programnya, atau berhasil-tidaknya orang-orang yang kita percayakan untuk memimpin  negara dan para penyalur aspirasi masyarakat selama lima tahun ke depan. </p>
<p><strong>Kebutuhan memiliki dasar negara itu relatif?</strong><br />Kini, kebutuhan memiliki dasar negara menjadi sangat nisbi karena banyak alasan. Salah satu alasan terbesar adalah kegagalan ideologi-ideologi yang diterapkan selama ini. Dan memang, itu benar. Sebab, kata ideologi itu sendiri—yang diagung-agungkan dan ditradisikan Karl Marx dan para pengikutnya—oleh banyak kalangan dinilai sudah tidak benar. Habermas, seorang filsuf, bahkan menyebut ideologi itu sebagai kesadaran palsu.<br />Agama juga ikut-ikutan. Agama berkongsi ketika didirikan ideologi negara. Karena ikut berkongsi, maka Habermas kemudian menye-butnya  dengan istilah “mengena-kan” kesadaran palsu. Kita keliha-tan berpikir tapi pikiran kita sudah terdominasi sehingga cara berpikir kita mustahil mulai dari sesuatu kebenaran. Inilah salah satu sebab orang mulai meninggalkan ideologi. Mesti disadari adanya gerakan atau semacam kecenderungan me-ninggalkan ideologi semakin kuat. Kalau di dunia Barat dan Amerika upaya meninggalkan ideologi itu sudah dari dulu.<a href="http://reformata.com/03273-ketika-negara-gagal-capai-tujuan.html">baca selengkapnya..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Negara Gagal Capai Tujuan]]></title>
<link>http://newschristian.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://newschristian.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</guid>
<description><![CDATA[Benni E. Matindas, Dosen Filsafat Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3273&#38;w=298" alt="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan.jpg" title="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     </div>
<p><strong> Benni E. Matindas, Dosen Filsafat </strong></p>
<div style="text-align:justify;">Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya,  bahkan sering harus mem-akan tumbal warganya sendiri. Kekeliruan itu sudah berlangsung sejak dari tahap paling dasar yaitu berkenaan dengan dasar negara. Kesalahan sudah berlangsung pada dasar kehidupan bernegara, pada rumusan dasar negara, termasuk dasar negara Indonesia. Berikut adalah bincang-bincang dengan Benni E. Matindas, direktur Sanggar Intelektual dan dosen filsafat di beberapa universitas di Jakarta.</p>
<p><strong>Bilamana suatu negara dikatakan nisbi (relatif)?</strong><br />Suatu negara niscaya menjadi nisbi ketika negara itu tidak memiliki dasar negara. Sementara dasar falsafah negara ini begitu kompleks dan semuanya serba salah. Pada-hal, setiap negarawan menghen-daki adanya falsafah negara. Tujuannya jelas agar kita bisa menilai benar tidaknya langkah-langkah pemerintah mewujudkan programnya, atau berhasil-tidaknya orang-orang yang kita percayakan untuk memimpin  negara dan para penyalur aspirasi masyarakat selama lima tahun ke depan. </p>
<p><strong>Kebutuhan memiliki dasar negara itu relatif?</strong><br />Kini, kebutuhan memiliki dasar negara menjadi sangat nisbi karena banyak alasan. Salah satu alasan terbesar adalah kegagalan ideologi-ideologi yang diterapkan selama ini. Dan memang, itu benar. Sebab, kata ideologi itu sendiri—yang diagung-agungkan dan ditradisikan Karl Marx dan para pengikutnya—oleh banyak kalangan dinilai sudah tidak benar. Habermas, seorang filsuf, bahkan menyebut ideologi itu sebagai kesadaran palsu.<br />Agama juga ikut-ikutan. Agama berkongsi ketika didirikan ideologi negara. Karena ikut berkongsi, maka Habermas kemudian menye-butnya  dengan istilah “mengena-kan” kesadaran palsu. Kita keliha-tan berpikir tapi pikiran kita sudah terdominasi sehingga cara berpikir kita mustahil mulai dari sesuatu kebenaran. Inilah salah satu sebab orang mulai meninggalkan ideologi. Mesti disadari adanya gerakan atau semacam kecenderungan me-ninggalkan ideologi semakin kuat. Kalau di dunia Barat dan Amerika upaya meninggalkan ideologi itu sudah dari dulu.<a href="http://reformata.com/03273-ketika-negara-gagal-capai-tujuan.html">baca selengkapnya..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Negara Gagal Capai Tujuan]]></title>
<link>http://news1000.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://news1000.wordpress.com/2009/11/19/ketika-negara-gagal-capai-tujuan/</guid>
<description><![CDATA[Benni E. Matindas, Dosen Filsafat Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3273&#38;w=298" alt="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan.jpg" title="Ketika Negara Gagal Capai Tujuan" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     </div>
<p><strong> Benni E. Matindas, Dosen Filsafat </strong></p>
<div style="text-align:justify;">Reformata.com &#8211; NEGARA sering gagal dalam mencapai tujuannya,  bahkan sering harus mem-akan tumbal warganya sendiri. Kekeliruan itu sudah berlangsung sejak dari tahap paling dasar yaitu berkenaan dengan dasar negara. Kesalahan sudah berlangsung pada dasar kehidupan bernegara, pada rumusan dasar negara, termasuk dasar negara Indonesia. Berikut adalah bincang-bincang dengan Benni E. Matindas, direktur Sanggar Intelektual dan dosen filsafat di beberapa universitas di Jakarta.</p>
<p><strong>Bilamana suatu negara dikatakan nisbi (relatif)?</strong><br />Suatu negara niscaya menjadi nisbi ketika negara itu tidak memiliki dasar negara. Sementara dasar falsafah negara ini begitu kompleks dan semuanya serba salah. Pada-hal, setiap negarawan menghen-daki adanya falsafah negara. Tujuannya jelas agar kita bisa menilai benar tidaknya langkah-langkah pemerintah mewujudkan programnya, atau berhasil-tidaknya orang-orang yang kita percayakan untuk memimpin  negara dan para penyalur aspirasi masyarakat selama lima tahun ke depan. </p>
<p><strong>Kebutuhan memiliki dasar negara itu relatif?</strong><br />Kini, kebutuhan memiliki dasar negara menjadi sangat nisbi karena banyak alasan. Salah satu alasan terbesar adalah kegagalan ideologi-ideologi yang diterapkan selama ini. Dan memang, itu benar. Sebab, kata ideologi itu sendiri—yang diagung-agungkan dan ditradisikan Karl Marx dan para pengikutnya—oleh banyak kalangan dinilai sudah tidak benar. Habermas, seorang filsuf, bahkan menyebut ideologi itu sebagai kesadaran palsu.<br />Agama juga ikut-ikutan. Agama berkongsi ketika didirikan ideologi negara. Karena ikut berkongsi, maka Habermas kemudian menye-butnya  dengan istilah “mengena-kan” kesadaran palsu. Kita keliha-tan berpikir tapi pikiran kita sudah terdominasi sehingga cara berpikir kita mustahil mulai dari sesuatu kebenaran. Inilah salah satu sebab orang mulai meninggalkan ideologi. Mesti disadari adanya gerakan atau semacam kecenderungan me-ninggalkan ideologi semakin kuat. Kalau di dunia Barat dan Amerika upaya meninggalkan ideologi itu sudah dari dulu.<a href="http://reformata.com/03273-ketika-negara-gagal-capai-tujuan.html">baca selengkapnya..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
