<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>negatif &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/negatif/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "negatif"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 11:37:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kerjaaan Fairy atau Goblin?]]></title>
<link>http://chuwey.wordpress.com/2009/11/26/kerjaaan-fairy-atau-goblin/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:29:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>chuwey</dc:creator>
<guid>http://chuwey.wordpress.com/2009/11/26/kerjaaan-fairy-atau-goblin/</guid>
<description><![CDATA[Fairy : Bersikap santun,indah,baik,berprasangka baik,polos dan murah hati,tapi dikenal selalu merasa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Fairy : Bersikap santun,indah,baik,berprasangka baik,polos dan murah hati,tapi dikenal selalu merasa benar.<br />
Goblin: Ketus,Selalu curiga,perhitungan,hati2, tapi dikenal jujur&#38;adil<br />
=======================================================</p>
<p>Salah seorang kenalan baik jatuh sakit dan dirawat,karena kondisi sendiri sedang tidak sehat maka rencana2 untuk menjenguk selalu gagal. Ditambah lagi cuaca yang kurang bersahabat diminggu2 kemarin.</p>
<p>Lama ga bisa jenguk, maka berniat untuk membelikan sesuatu, niatnya sih majalah atau buku favorit, sekalian sebagai permintaan maaf ga jenguk2. Jadi nanti begitu ketemu bisa dikasihin, atau ya dititipin aja.</p>
<p>Rabu sore: dibonceng sahabat menuju mall,cuaca cenderung gerimis,kepala sakit. Hampir kolaps, tapi maksain diri. Begitu sampe Mall, buru2 cari makan buat nahan penyakit,nah ini die,..pas bayar, baru nyadar kalo dompet gw ketinggalan di kantor.DOH. untung gw gak sendiriannn&#8230;kebayang deh..:(.. akhirnya saking gundahnya jadi lupa segalanya. diotak gw cuma buat beli obat flu, vitamin sama krim muka.terpaksa ngutang dulu. gagal deh beli hadiahnya,udah lupa.</p>
<p>Kamis-sabtu istirahat dirumah, hari minggu langsung balik ke rumah royal dan gak sempet jenguk juga karena kondisi belum fit 100%.Inget mo beli hadiah.<br />
Nah, pas malem senin, ngobs2 sama margons,ngerencanain buat janjian hari rabu. Kepikir lah sama hadiah lagi. Abis, kasian temen gue,sakit lama gak gw jenguk2..:( </p>
<p>Senin pagi gugling buku, wah,..MSB 2 udah keluar..sip..beli 2 deh,.. Trus sempet ngintip CC juga,&#8230;hadiahnya keren nih,..agenda&#8230;hmm,..apa beliin CC aja ya??ah,..takutnya dy juga udah beli juga. Yo weiss,&#8230; MSB 2 aja..</p>
<p>Kerjaan garis mati ngantri. Niat gw sih nyelesain sebanyak mungkin..supaya mgu depannya yg baru masuk ga ketumpukan2 bgt.abis gw telfon, katanya mungkin masuk minggu depan.Sampe2 gw niat lembur tuh rabu kamis(soalnya jumat ini tanggal merah). Pokoknya kerjakan sebanyak mungkin! EH, baru inget,..ga bisa lembur hari rabu, ada janji ma margons. Yo weiss..beli hadiah dulu..</p>
<p>Tak disangka&#8230;..<br />
Selasa pagi&#8230;.perasaan gw bagai tersambar petir..*lebay mode on<br />
Orang yg lg gw mau perhatiin&#38;baik2in(secara ada musibah), menuding gw di status FB gw sendiri.menganggap gw penjahatnya. Walau dengan bahasa penuh kata maaf,dan sebutan &#8220;mbak&#8221;, gw malah merasa dipalsukan, lha wong interaksi langsungnya biasanya juga lo-gw lo-gw. Saat gw kasih penjelasan panjang lebar dengan perasaan gak kalah sakit hati, orang itu menghapus komennya&#38;menghilang. Komen boleh ilang, tapi diingatan dan di mail inbox masih tersimpan jelas kata2nya sehingga bisa dicopas saat diperlukan. Bukti.<br />
=====================================================<br />
Mungkin gw yang belum bisa ikhlas, makanya niat baik gw gak terlaksana. Atau Mr.Goblin tau kalau gue terlalu goblok, kurang waras dan pemarah untuk menjadi fairy&#8230;<br />
<a href="http://chuwey.wordpress.com/files/2009/11/funny-dog-pictures-tragedy-comedy.jpg"><img src="http://chuwey.wordpress.com/files/2009/11/funny-dog-pictures-tragedy-comedy.jpg" alt="" title="funny-dog-pictures-tragedy-comedy" width="420" height="315" class="aligncenter size-full wp-image-144" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips-Tips Menghilangkan Stres]]></title>
<link>http://melvinpermatasari.wordpress.com/2009/11/20/tips-tips-menghilangkan-stres/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 05:21:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>melvinpermatasari</dc:creator>
<guid>http://melvinpermatasari.wordpress.com/2009/11/20/tips-tips-menghilangkan-stres/</guid>
<description><![CDATA[Stress, hal ini memang sudah lazim dialami oleh setiap orang dengan berbagai faktor. Stress juga bis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Stress, hal ini memang sudah lazim dialami oleh setiap orang dengan berbagai faktor. Stress juga bisa mengakibatkn emosi menjadi tidak terkendali. Cara penyampaian emosi bisa dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu cara<strong><em> positif, negatif</em></strong>, maupun<em><strong> destruktif</strong></em>.</p>
<p>Cara <strong>positif</strong> yaitu apabila kita mampu mengendalikan emosi kita sendiri dan tetap berpikir jernih tanpa melibatkan orang lain secara bertanggung jawab. Cara<strong> negatif</strong> yaitu penyampaian emosi bukan secara langsung atau lisan, melainkan menunjukan sikap-sikap yang tak bersahabat, sehingga secara tidak langsung orang lain mengetahuinya. Sedangkan cara<strong> destruktif </strong>cara penyampaian emosi yang meledak-ledak, bisa dengan marah-marah, melempar-lempar barang, memukul dan lainnya. Sesungguhnya penyampaian emosi dapat mempengaruhi pandangan orang lain tentang kita.</p>
<p>Nah, berikut ini adalah tips-tips untuk mengutarakan emosi secara positif tanpa melibatkan orang lain.</p>
<ul>
<li><strong> Menangis.</strong></li>
</ul>
<p>Biasanya cara ini paling ampuh untuk meluapkan segala emosi asal tidak kelewat batas. Anda bisa mengunci diri di kamar dan mengeluarkan segala hal yang mengganggu pikiran dan perasaan Anda. Tapi tetap dibutuhkan pengendalian diri yang baik, jangan sampai Anda melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri. Anda juga bisa menuliskan semua kekesalan Anda melalui coretan-coretan di kertas lalu membuang jauh-jauh kertas tersebut. Dengan begitu perasaan Anda akan terasa lebih ringan.</p>
<ul>
<li><strong>Meluangkannya Dalam Karya</strong></li>
</ul>
<p>Bila Anda tipe orang yang gemar akan seni, Anda bisa memanfaatkan kegemaran dan kemampuan Anda untuk penyampaian emosi. Anda bisa meluapkannya dalam bentuk puisi, lukisan, lagu, cerpen dan karya lainnya. Selain bisa menenangkan hati dan pikiran, karya Anda juga bisa dinikmati oleh diri sendiri maupun orang lain.</p>
<ul>
<li><strong>Menikmati Wisata Kuliner</strong></li>
</ul>
<p>Mungkin sebagian besar dari Anda gemar akan wisata kuliner dan menyukai berbagai jenis masakan. Nah, cara ini  juga dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan stres atau kejenuhan, serta merupakan cara positif dalam meluapkan emosi. Bagi Anda yang tidak punya cukup banyak dana, dapat memanfaatkan jajanan kaki lima. Tapi ingat, kebersihan makanan juga tetap harus diperhatikan. Mungkin Anda gemar meracik bumbu-bumbu sendiri, Anda bisa ke pasar tradisional maupun swalayan untuk berbelanja berbagai kebutuhan untuk masakan Anda. Atau bahkan Anda bisa bereksperimen untuk membuat berbagai masakan baru. Selain dapat membuat perut kenyang, hati pun ikut senang. Tapi ingat,  jangan sampai Anda mengalami obesitas setelah ini.</p>
<ul>
<li><strong>Mandi</strong></li>
</ul>
<p>Bagi Anda, khususnya para wanita yang peduli akan kecantikan kulit, mandi adalah cara yang paling ampuh untuk menghilangkan stres. Selain pikiran tenang, tubuh pun bersih. Gunakanlah air hangat agar tubuh lebih rileks, selain itu racun-racun dalam tubuh pun dapat dinetralisir. Anda juga dapat berendam atau hanya merendam kaki Anda saja dengan air hangat dan bisa ditambahkan larutan aroma terapi. Itu bisa membuat Anda menjadi lebih rileks. Bagi Anda yang suka spa, Anda juga bisa membeli produk lulur yang biasa dijual di swalayan dan melulur tubuh Anda sendiri di rumah.</p>
<ul>
<li><strong>Bertamasya</strong></li>
</ul>
<p>Untuk yang lebih suka berada di luar rumah, Anda bisa mengunjungi berbagai tempat favorit Anda. Akan lebih bagus bila Anda mengunjungi tempat-tempat yang tenang, seperti pengunungan. Sebab di tempat-tempat tersebut kita dapat berpikir lebih jernih sambil menikmati keindahan alam.</p>
<ul>
<li><strong>Mendengarkan Musik</strong></li>
</ul>
<p>Untuk sebagian orang, musik bisa menjadi obat yang ampuh untuk menghilangkan stres. Pilih musik kesukaan Anda dan dengarkan di tempat yang sepi. Buat tubuh Anda serileks mungkin, dan nikmati alunan musik yang Anda pilih.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Dari tips-tips di atas hanya sebagian kecil cara yang dapat dilalukan untuk menenangkan diri, namun bukan berarti masalah Anda akan selesai begitu saja. Namun bila pikiran Anda sudah kembali jernih, maka Anda bisa menemukan inovasi-inovasi terbaru untak menyelesaikan masalah Anda.</p>
<p>Selamat Mencoba..</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[YPII Pulihkan Stigma Negatif Narapidana]]></title>
<link>http://kabargereja.wordpress.com/2009/11/19/ypii-pulihkan-stigma-negatif-narapidana/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:51:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kabargereja.wordpress.com/2009/11/19/ypii-pulihkan-stigma-negatif-narapidana/</guid>
<description><![CDATA[DALAM terang iman, yang meringkuk di penjara adalah orang-orang yang tersesat, bukan penjahat. Demik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3275&#38;w=298" alt="YPII Pulihkan Stigma Negatif Narapidana.jpg" title="YPII Pulihkan Stigma Negatif Narapidana" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     </div>
<div style="text-align:justify;">DALAM terang iman, yang meringkuk di penjara  adalah orang-orang yang tersesat, bukan penjahat. Demikian buah perenungan Toke Aman Purba tentang orang-orang yang terpaksa melewati sebagian hidupnya di balik jeruji tahanan. “Mereka adalah insan yang terse-sat yang mendapatkan dirinya ber-ada di jalan yang keliru dan ber-salah,” kata Purba, Ketua Yayasan Pemulihan Insani Indonesia.<br />Sementara kita tahu bahwa ketika orang yang tersesat itu dipenjarakan berarti mereka akan mengalami kehidupan yang bukan saja sepi dan menyesakkan, tapi juga serba tertutup. Tidak ada komunikasi dengan masyarakat di luar maupun di dalam. Yang punya akses ke dalam hanyalah mereka yang punya hubungan langsung, yaitu keluarga tahanan.  Di luar itu hanya beberapa individu yang bisa masuk tempat itu, yaitu mereka yang tergerak untuk melayani, antara lain para ulama, pendeta, pekerja sosial, dokter dan psikolog serta konselor yang punya izin khusus.<br />Kondisi itu amat memprihatin-kan. Karena itu, pada tahun 1997, Purba tersentuh dan dapat ide untuk melakukan pelayanan kepada para tersesat itu. Mereka diberi penyuluhan, dan disadarkan untuk kembali  menjalani hidup sebagaimana  semestinya seperti yang dikehendaki Tuhan. Mereka harus dipulihkan dari stigma negatif tentang diri mereka yang lebih dikenal banyak orang sebagai orang penjahat atau tersesat. </div>
<div style="text-align:justify;">Ide Purba ternyata mendapat dukungan positif dari beberapa rekannya. Bersama beberapa rekannya memulai  pelayanan. “Saat itu, pelayanan dilakukan se-cara sporadis karena kami bergerak dalam banyak keterbatasan,” tandasnya. Seiring waktu dan diperkuat dukungan Uskup Agung Jakarta, Mgr. Julius Kardinal Darmaatmaja, SJ, maka pada 2003 dibentuklah sebuah lembaga resmi di bawah naungan Keuskupan Agung Jakarta yang diberi nama Yayasan Pemulihan Insani Indonesia (YPII) di Jakarta. Sasaran kegia-tan pemulihan  didasarkan pada cinta kasih dan kepeduliaan terha-dap sesama yang berada dalam kesulitan dan kesusahan, terutama bagi mereka yang menjalani hukuman dalam penjara, nara-pidana, mantan narapidana, pen-derita narkoba, dan mereka yang tak terperhatikan dalam masya-rakat. Kegiatan YPII bergerak di atas motto: “Melayani sesama yang menderita untuk mencapai kehidupan yang lebih baik”.<br />Dijelaskan putra kelahiran Tapanuli, 16 April 1950 ini, sasaran kegiatan pelayanan tadi karena memang berlandas pada beberapa visi YPII: Pertama, menyadarkan sesama manusia agar ikut berbelas kasih, berbela rasa (compassionate) terhadap mereka yang sedang menderita, khususnya yang sedang terpenjara maupun yang tersisih dalam masyarakat. Yang kedua adalah menyadarkan warga masya-rakat, tentang tugas panggilan untuk turut mengulurkan tangan guna meringankan beban bangsa. Dan visi ketiga adalah berperan serta bersama unsur-unsur masya-rakat lain untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang menghormati hak asasi manusia (HAM).<a href="http://reformata.com/03275-ypii-pulihkan-stigma-negatif-narapidana.html">baca selanjutnya&#8230;</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[YPII Pulihkan Stigma Negatif Narapidana]]></title>
<link>http://kedung.wordpress.com/2009/11/19/ypii-pulihkan-stigma-negatif-narapidana/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:51:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung</dc:creator>
<guid>http://kedung.wordpress.com/2009/11/19/ypii-pulihkan-stigma-negatif-narapidana/</guid>
<description><![CDATA[DALAM terang iman, yang meringkuk di penjara adalah orang-orang yang tersesat, bukan penjahat. Demik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3275&#38;w=298" alt="YPII Pulihkan Stigma Negatif Narapidana.jpg" title="YPII Pulihkan Stigma Negatif Narapidana" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     </div>
<div style="text-align:justify;">DALAM terang iman, yang meringkuk di penjara  adalah orang-orang yang tersesat, bukan penjahat. Demikian buah perenungan Toke Aman Purba tentang orang-orang yang terpaksa melewati sebagian hidupnya di balik jeruji tahanan. “Mereka adalah insan yang terse-sat yang mendapatkan dirinya ber-ada di jalan yang keliru dan ber-salah,” kata Purba, Ketua Yayasan Pemulihan Insani Indonesia.<br />Sementara kita tahu bahwa ketika orang yang tersesat itu dipenjarakan berarti mereka akan mengalami kehidupan yang bukan saja sepi dan menyesakkan, tapi juga serba tertutup. Tidak ada komunikasi dengan masyarakat di luar maupun di dalam. Yang punya akses ke dalam hanyalah mereka yang punya hubungan langsung, yaitu keluarga tahanan.  Di luar itu hanya beberapa individu yang bisa masuk tempat itu, yaitu mereka yang tergerak untuk melayani, antara lain para ulama, pendeta, pekerja sosial, dokter dan psikolog serta konselor yang punya izin khusus.<br />Kondisi itu amat memprihatin-kan. Karena itu, pada tahun 1997, Purba tersentuh dan dapat ide untuk melakukan pelayanan kepada para tersesat itu. Mereka diberi penyuluhan, dan disadarkan untuk kembali  menjalani hidup sebagaimana  semestinya seperti yang dikehendaki Tuhan. Mereka harus dipulihkan dari stigma negatif tentang diri mereka yang lebih dikenal banyak orang sebagai orang penjahat atau tersesat. </div>
<div style="text-align:justify;">Ide Purba ternyata mendapat dukungan positif dari beberapa rekannya. Bersama beberapa rekannya memulai  pelayanan. “Saat itu, pelayanan dilakukan se-cara sporadis karena kami bergerak dalam banyak keterbatasan,” tandasnya. Seiring waktu dan diperkuat dukungan Uskup Agung Jakarta, Mgr. Julius Kardinal Darmaatmaja, SJ, maka pada 2003 dibentuklah sebuah lembaga resmi di bawah naungan Keuskupan Agung Jakarta yang diberi nama Yayasan Pemulihan Insani Indonesia (YPII) di Jakarta. Sasaran kegia-tan pemulihan  didasarkan pada cinta kasih dan kepeduliaan terha-dap sesama yang berada dalam kesulitan dan kesusahan, terutama bagi mereka yang menjalani hukuman dalam penjara, nara-pidana, mantan narapidana, pen-derita narkoba, dan mereka yang tak terperhatikan dalam masya-rakat. Kegiatan YPII bergerak di atas motto: “Melayani sesama yang menderita untuk mencapai kehidupan yang lebih baik”.<br />Dijelaskan putra kelahiran Tapanuli, 16 April 1950 ini, sasaran kegiatan pelayanan tadi karena memang berlandas pada beberapa visi YPII: Pertama, menyadarkan sesama manusia agar ikut berbelas kasih, berbela rasa (compassionate) terhadap mereka yang sedang menderita, khususnya yang sedang terpenjara maupun yang tersisih dalam masyarakat. Yang kedua adalah menyadarkan warga masya-rakat, tentang tugas panggilan untuk turut mengulurkan tangan guna meringankan beban bangsa. Dan visi ketiga adalah berperan serta bersama unsur-unsur masya-rakat lain untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang menghormati hak asasi manusia (HAM).<a href="http://reformata.com/03275-ypii-pulihkan-stigma-negatif-narapidana.html">baca selanjutnya&#8230;</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dari Persepsi Membakar Dunia Materi]]></title>
<link>http://phenomenologyinstitute.wordpress.com/2009/11/13/dari-persepsi-membakar-dunia-materi/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 03:17:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dhian Hari M.D. Atmaja</dc:creator>
<guid>http://phenomenologyinstitute.wordpress.com/2009/11/13/dari-persepsi-membakar-dunia-materi/</guid>
<description><![CDATA[Yogyakarta &#8211; Dalam kehidupan, sering kali kita dipertemukan pada hal-hal yang membawa kita pad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Yogyakarta &#8211; Dalam kehidupan, sering kali kita dipertemukan pada hal-hal yang membawa kita pad]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Crevaison passagère]]></title>
<link>http://renartleveille.wordpress.com/2009/11/12/crevaison-passagere/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 07:22:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>renartleveille</dc:creator>
<guid>http://renartleveille.wordpress.com/2009/11/12/crevaison-passagere/</guid>
<description><![CDATA[Qui a besoin d&#8217;une aiguille sur la peau? La feuille à plat ne cherche pas à s&#8217;enrouler p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Qui a besoin d&#8217;une aiguille sur la peau? La feuille à plat ne cherche pas à s&#8217;enrouler p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Olumsuzluğun Olumlu Yanlarıda Varmış]]></title>
<link>http://zayzay.wordpress.com/2009/11/03/olumsuzlugun-olumlu-yanlarida-varmis/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 00:29:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>ZAY ZAY</dc:creator>
<guid>http://zayzay.wordpress.com/2009/11/03/olumsuzlugun-olumlu-yanlarida-varmis/</guid>
<description><![CDATA[Kötü ruh hali kimi zaman iyi gelebilir. Avustralyalı bilim adamlarının yaptığı araştırmaya göre olum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.veteknoloji.com/resimler/haberler/20091102091916_olumsuz.jpg" alt="" width="199" height="165" />Kötü ruh hali kimi zaman iyi gelebilir. Avustralyalı bilim adamlarının yaptığı araştırmaya göre olumsuz düşünce, mutsuzluk, insanların yeteneklerini geliştirmesinde büyük rol oynuyor.<br />
</strong><br />
Avustralya&#8217;daki New South Wales Üniversitesi&#8217;nde yapılan araştırmada negatif duygularda olan insanların, kendilerine anlatılan her şeye inanan mutlu insanlara göre daha eleştirici ve bir konuya daha fazla odaklandıkları ortaya çıktı.</p>
<p>Profesör Joseph Forgas&#8217;ın çalışması olan araştırma, pozitif duyguların yeteneği kamçılamadığını, aksine öldürdüğünü savunuyor. Olumsuz ruh halindeki kişinin, dış dünyaya daha dikkatli bakabildiğini söyleyen Forgas, &#8220;Negatif düşünce, hafızayı destekliyor, geliştiriyor&#8221; açıklamasında bulunuyor.</p>
<p>Yaptıkları bir deneyle bunu kanıtlayan araştırmacılar, mutlu ve mutsuz katılımcılardan bazı söylenti ve mitleri yagılamalarını istiyor. Buna göre mutlu olanlar, kendilerine anlatılanlara inandıklarını ve bunların doğru olabileceğini savunuyor.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><strong>yazının devamı&#8212;&#62;</strong></span> <!--more--></p>
<p>Forgas, negatif düşüncenin konsantrasyonu sağladığını ayrıca en başarılı iletişim yöntemi olduğunu da sözlerine ekliyor.</p>
<p>&#8220;Pozitif duygular hiçbir zaman evren tarafından arzu edilmezler. Negatif insanların üretimi son derece yüksek kalitede olup diğerlerinin daha fazla ilgisini çeker.&#8221;</p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muatan Negatif yang Memberatkan dalam Perjalanan Anda]]></title>
<link>http://sinodegidi.wordpress.com/2009/10/29/muatan-negatif-yang-memberatkan-dalam-perjalanan-anda/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 04:47:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>departemenmisi</dc:creator>
<guid>http://sinodegidi.wordpress.com/2009/10/29/muatan-negatif-yang-memberatkan-dalam-perjalanan-anda/</guid>
<description><![CDATA[Tampilan hidup dengan segala hal menjanjikan, memang terasa indah dan menyenangkan. Namun terasa ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"> </span></h2>
<div id="attachment_277" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><a href="http://blogkornel.files.wordpress.com/2009/03/05042009963.jpg"></a></span><span style="color:#ff00ff;">Tampilan hidup dengan segala hal menjanjikan, memang terasa indah dan menyenangkan. Namun terasa berbalik, bagi mereka yang menderita &#8211; menjalani hidup tanpa arah dan harapan &#8211; yakni mereka yang menyimpan derita berkepanjangan dalam menjalani hidup. Deretan panjang daftar orang-orang bermasalah dalam hidupnya berhenti tanpa menginspirasi orang lain disebabkan lemahnya seseorang melihat potensi masalah menjadi sesuatu yang bersejarah. Banyak kisah-kisah menarik; keberhasilan melewati sesuatu, membangun dan menyelesaikan sesuatu dari ketiadaan, sesuatu yang seharusnya memberikan visi kehidupan, namun menjadi terkubur tanpa terkuak kepermukaan karena seseorang tidak memahami kisahnya mampu menjadi ”pelajaran bersejarah” bagi orang lain.<!--more--></span></p>
</div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"> Tanpa disadari semua seakan tanpa arti. Kemampuan kita memahami bahwa hidup adalah sebuah perjalanan yang harus dinikmati dan dimaknai seharusnya membawa pada keinginan untuk berbagi dengan menjadikan perjalanan hidup kita sesuatu yang bisa dibagikan dan bermanfaat bagi orang lain. Seberapa dalam anda memahami bahwa hidup itu indah, maka anda akan berusaha membuat lingkungan, keluarga, menikmati keindahan hidup yang anda rasakan. Seberapa jauh anda berjalan, mungkin kerikil-kerikil tajam kehidupan menjadi bagian perjalanan, padatnya langkah sehingga mengharuskan anda berdesakan, pertemuan dengan kemacetan hidup membuat anda seakan menyerah dengan hidup. Tetaplah nikmati hidup dan jadikan itu sebagai perjalanan yang menyenangkan untuk dibagikan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Ada banyak muatan-muatan tidak perlu yang seharusnya tidak kita bawa dalam perjalanan justru kita memilih untuk membawanya. Kita senang membawa sesuatu yang memberatkan dan tidak perlu dibanding membawa hal yang menyenangkan dalam perjalanan. Anda perlu memutuskan untuk menikmati hidup dengan membuang muatan-muatan yang tidak perlu. Bukannya memperingan hidup tetapi justru memberatkan hidup.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Muatan-muatan negatif dalam hidup, entah masa lalu yang suram, kegagalan dalam mengampuni, runtuhnya kepercayaan dalam pernikahan yang menyebabkan perceraian, penolakan terhadap tanggung jawab, hidup yang tertolak, anda tetap bisa menikmati hidup. Anda dapat berkata jujur pada diri anda untuk berbahagia dan menikmati hidup yang ada.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[What's the good of being Strong??]]></title>
<link>http://djurnal.wordpress.com/2009/10/21/whats-the-good-of-being-strong/</link>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 03:51:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>djurnal</dc:creator>
<guid>http://djurnal.wordpress.com/2009/10/21/whats-the-good-of-being-strong/</guid>
<description><![CDATA[Terdengar sekelumit curcol dari tetangga sebelah&#8230; &#8220;Di tempat A enak, soalnya banyak yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Terdengar sekelumit curcol dari tetangga sebelah&#8230;</p>
<p>&#8220;Di tempat A enak, soalnya banyak yang lagi proposal juga, jadi banyak penyemangatnya&#8230;. Kalo disini kan ndak banyak, jadi agak sepi juga yang nyemangatin&#8230;&#8221;, kira-kira begitulah intinya.</p>
<p>Statement tersebut direspon oleh seorang kawan yang lain, dan mengatakan kalo &#8230; <strong>&#8220;Rasanya lebih baik kalo kita ndak menggantungkan diri sama orang lain. Ndak terlalu butuh penyemangat dari orang lain.. Itu membuktikan kalo kita KUAT!!&#8221;</strong></p>
<p>THAS!!!!</p>
<p>KUAT&#8230; Suddenly a question slipped on my mind :  <strong>WHAT&#8217;S THE GOOD OF BEING STRONG??</strong></p>
<p><!--more-->Apa bagusnya menjadi KUAT? Saat ini kita memang dituntut untuk jadi pribadi yang kuat, independen, pantang menyerah, tangguh.. whateverlah&#8230;</p>
<p>Sounds great isn&#8217;t it.. Being  STRONG. Somehow, now, I don&#8217;t see it as a good thing. Somehow, you thought you&#8221;ve been strong and now you don&#8217;t even know where&#8217;s your limit. You don&#8217;t feel strong at all, exactly when people see you as strong person.</p>
<p>You do feel very week, since you try very hard to be strong. You don&#8217;t know what to do to stop being strong. Hakksss!!!!</p>
<p>Bersyukur, mungkin itu caranya. Ikhlas kerjain (haaaaahhhhh!!!). Anggap aja lagi UJIAN buat NAIK TINGKAT&#8230; Atau mungkin memang begitu..</p>
<p>Naik turun iman.. ya kaya gitu itu.. Sebentar positif, sebentar negatif. Pelan tapi pasti, harus bisa naikin grafik lagi. BERRRAAAAAATTTTTT!!!!!!!!!</p>
<p>Tapi MUNGKIN. SEMANGAT!!!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anger Management : Mine is Great!!! *sigh*]]></title>
<link>http://djurnal.wordpress.com/2009/10/16/anger-management-mine-is-great-sigh/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 04:34:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>djurnal</dc:creator>
<guid>http://djurnal.wordpress.com/2009/10/16/anger-management-mine-is-great-sigh/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini, Jumat, masih pagi&#8230;. Tapi rasanya &#8216;derita&#8217;ku LENGKAP sudah!!! Bangun tidu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Hari ini, Jumat, masih pagi&#8230;. Tapi rasanya &#8216;derita&#8217;ku LENGKAP sudah!!!</strong></p>
<p>Bangun tidur masih bisa mesem-mesem, walo badan ini, ampun&#8230;. males banget rasanya. Sempet ngaku kalo LINDIEN alias KETINDIHAN sama anak kos yang maksa bangunin di pagi hari. Habis lemes banget&#8230;.Tapi harus tetep bangun, gara-gara mesti mandi pagi, pake antri lagi&#8230; Jyaaaaah!!!! Sampe sempet dikatain geje stadium 4!! Suwun yo mbak.. But I loph you full dah&#8230;</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-99" title="marah1" src="http://djurnal.wordpress.com/files/2009/10/marah1.jpg?w=300" alt="marah1" width="300" height="168" /></p>
<p>Gak sempet sarapan, gara-gara kesiangan, KELUWEN rek!! Sabar&#8230;. Gak bakal mati cuma gara-gara gak sarapan &#62;.&#60;</p>
<p>Lanjutttt!!!!! Ngampus. Masih kepikiran semalam. How are they feeling now? I hope they feel better soon&#8230; Perasaan sejak malam, feeling ini jadi metal de.. alias mellow total ^^ . Wes, gak penting!!! Mereka udah pada gede, jangan sok jadi emak, jangan sok jadi orang paling baek sedunia. Emang lagi sensi aja kale diri ini, jadinya malah empati tingkat tinggi :p. Biasanya juga SUPER CUEK.. LIKE I CARE&#8230; Ha.ha.<!--more--></p>
<p>Somehow i think, isn&#8217;t that good ^^</p>
<p>Pagi ini, perasaan dah gak enak banget. NYESEK!!! Knapa ya??? Pengen nangis? Ndak de&#8230; Pengen MELEDAK : Iya!!! Tapi buat apa meledak.  Ndak ada alasan kuat buat MELEDAK!!! HaaaaaaaaaaaaaHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!</p>
<p>Kunjungan perusahaan, suddenly, acara gagal total!!! Haaaaahhhh!!! (lagi).</p>
<p>Nyebelin, tapi kenapa sih tetep aja gak bisa marah. Kenapa bibir ini masih aja senyum. Pengen latihan marah ini. Biar bisa marah beneran. Tapi dipikir, kenapa mesti marah??!! Untuk alasan apa marah??!! Huaaaahhhhh!!! Pengen banget marah!! Tapi gak bisa marah. Lupa, kapan terakhir kali marah.</p>
<p>Tapi beneran deh, pengen rasanya marah. Pengen bisa MELEDAK!!! Pengen MELEDAK!!! Tapi sama siapa? Buat apa?</p>
<p>AJARIN DUNK!!!! I wish I can BLOW UP!!!</p>
<p>Ajarin aku marah!!!! Gak nahannnnnnn!!!!!!!</p>
<p>Aaaarrrrggghhh!!!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lidah Tak Bertulang Penghancur Spirit (Pembangkit Motivasi)]]></title>
<link>http://ajimonoarfa.wordpress.com/2009/10/15/lidah-tak-bertulang-penghancur-spirit-pembangkit-motivasi/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 09:52:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aji Monoarfa</dc:creator>
<guid>http://ajimonoarfa.wordpress.com/2009/10/15/lidah-tak-bertulang-penghancur-spirit-pembangkit-motivasi/</guid>
<description><![CDATA[”Lidah Tak Bertulang” sebuah ungkapan yang sering kita dengar bahkan ada lagunya J. Bagaiman mungkin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>”Lidah Tak Bertulang” sebuah ungkapan yang sering kita dengar bahkan ada lagunya J. Bagaiman mungkin bertulang&#8230; kalau ga bisa kaku tuh lidah. Tapi dengan tidak bertulang.. lidah ini sangat mudah mengeluarkan kata apa saja yang diinginkan si pemiliknya&#8230;. dan sangat tergantung sekali kepada pendidikan, wawasan, budi pekerti dan kebiasaan yang dilakukan dalam hidupnya.</p>
<p>Banyak orang terluka karena si pemilik lidah kurang mampu menggunakannnya dengan baik. Bahkan banyak juga yang secara sadar karena lidah tak bertulang kemudian menggunakannya untuk senang diatas penderitaan orang lain. Ketika diri terluka sepertinya sudah menjadi haknya untuk melukai orang lain dengan sakit yang sama bahkan lebih menggunakan kelebihan lidahnya mengeluarkan ”kata-kata indah”.<!--more--></p>
<p>Memang.. pada sebagian orang ada yang memiliki kemampuan menetralisir bahkan menjadikan ”kata-kata indah” nan mengiris hati tersebut menjadi pecut untuk bangkit lebih maju lagi dan lebih&#8230; dari kondisi sekarang. Hal itu pernah terjadi pada diri saya.. dan Alhamdulillah&#8230; ”kata-kata indah” tersebut telah membawa saya pada kondisi seperti saat ini. Saat itu ketika saya mendapatkan ”kata-kata indah” tersebut, saya berbicara dengan diri sendiri bahwa saya bisa buktikan bahwa saya jauh lebih baik dari apa yang dikatakannya, dorongan untuk membuktikannya itu semakin besar karena berisi bahan bakar benci dan kesal pada sipemilik lidah tersebut.</p>
<p>Namun ternyata tidak semua orang mampu melakukan hal tersebut. Bahkan orang yang sama dengan situasi yang berbeda bisa menerimanya sebagai bahan bakar pendorong namun juga bisa menerimanya sebagai bahan bakar untuk membakar diri sendiri dan akhirnya hancur.</p>
<p>Jadi hati-hati lah wahai pemilik lidah. Jangan hancurkan diri sendiri dengan lidahmu</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[H A M ---&gt; Hak Azazi Miyabi]]></title>
<link>http://humairamarby.wordpress.com/2009/10/15/h-a-m-hak-azazi-miyabi/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 08:18:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>humaiRA Marby</dc:creator>
<guid>http://humairamarby.wordpress.com/2009/10/15/h-a-m-hak-azazi-miyabi/</guid>
<description><![CDATA[Maksud hati menyetel TV ingin refresh sejenak setelah rutinitas pandang-memandang dengan awan dan be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Maksud hati menyetel TV ingin refresh sejenak setelah rutinitas pandang-memandang dengan awan dan be]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Agar Anak Anda Tidak Membuka Situs Porno Saat Ber-internet]]></title>
<link>http://udinmduro.wordpress.com/2009/10/12/tips-agar-anak-anda-tidak-membuka-situs-porno-saat-ber-internet/</link>
<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 09:38:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>udinmduro</dc:creator>
<guid>http://udinmduro.wordpress.com/2009/10/12/tips-agar-anak-anda-tidak-membuka-situs-porno-saat-ber-internet/</guid>
<description><![CDATA[Saat ini teknologi internet memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dari k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saat ini teknologi internet memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dari k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beberapa Tanggapan Terhadap Khilafah]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/10/10/beberapa-tanggapan-terhadap-khilafah/</link>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 02:04:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/10/10/beberapa-tanggapan-terhadap-khilafah/</guid>
<description><![CDATA[Kini isu Khilafah telah menjadi milik banyak kalangan. Respon pun bermunculan. Dalam tulisan ini dis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kini isu Khilafah telah menjadi milik banyak kalangan. Respon pun bermunculan. Dalam tulisan ini disajikan komentar beberapa pihak yang negatif terhadap Khilafah. Tujuannya adalah untuk melihat apa alasan keberatan mereka. Alasan penolakan sistem Khilafah ini antara lain:</p>
<ol>
<li><big><strong>Khilafah hanya 30 tahun</strong></big></li>
<p>Sebagian kaum muslim ada yang berpendapat bahwa masa kekhilafahan hanya berumur 30 tahun dan selebihnya adalah kerajaan. Mereka mengetengahkan hadits-hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Ibnu Hibban dan ulama-ulama lainnya. Rasulullah saw bersabda,</p>
<blockquote><p>“Setelah aku, khilafah yang ada pada umatku hanya berumur 30 tahun, setelah itu adalah kerajaan.”<br />
<strong>[HR. Imam Ahmad, Tirmidziy, dan Abu Ya’la dengan isnad hasan]</strong></p></blockquote>
<blockquote><p>”Khilafah itu hanya berumur 30 tahun dan setelah itu adalah raja-raja, sedangkan para khalifah dan raja-raja berjumlah 12.”<br />
<strong>[HR. Ibnu Hibban]</p>
<p><!--more--></strong></p></blockquote>
<p>Kata khilafah yang tercantum dalam hadits pertama maknanya adalah khilafah nubuwwah, bukan khilafah secara mutlak. Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fath al-Bariy berkata,</p>
<blockquote><p>“Yang dimaksud dengan khilafah pada hadits ini adalah khilafah al-Nubuwwah (khilafah yang berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip nubuwwah), sedangkan Mu’awiyyah dan khalifah-khalifah setelahnya menjalankan pemerintahan layaknya raja-raja. Akan tetapi mereka tetap dinamakan sebagai khalifah.”</p></blockquote>
<p>Pengertian semacam ini diperkuat oleh sebuah riwayat yang dituturkan oleh Imam Abu Dawud,</p>
<blockquote><p>”Khilafah Nubuwwah itu berumur 30 tahun”<br />
<strong>[HR. Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud no.4646, 4647]</strong></p></blockquote>
<p>Ringkasnya, khilafah bukan hanya 30 tahun. Yang hanya 30 tahun itu adalah khilafah ’ala minhajun nubuwwah. Setelah itu, muncul khilafah (bukan ’ala minhajun nubuwwah) berupa mulkan adhud dan mulkan jabbariyan. Setelah itu akan muncul lagi khilafah ’ala minhajun nubuwwah.</p>
<p><big><strong><br />
</strong></big></p>
<li><big><strong>Tidak ada landasan Quraniy/syar’iy</strong></big></li>
<p>Di dalam al-Quran banyak sekali kata dan turunan kata terkait khalifah. Diantara ayat yang menunjukkan makna khalifah sebagai penguasa yang menerapkan hukum Allah adalah:</p>
<blockquote><p>“Hai Daud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”<br />
<strong>(TQS. Ash-Shad[38]:26)</strong></p></blockquote>
<p>Disamping itu kewajiban mengangkat Kholifah di dalam Al Qur’an antara lain berdasarkankan perintah untuk mentaati pemimpin. Al-Quran di banyak ayat telah mewajibkan kaum muslim untuk mentaati seorang pemimpin (ulil amriy). Allah swt berfirman:</p>
<blockquote><p>“Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah RasulNya dan ulil amri (pemimpin) diantara kamu…”<br />
<strong>[Al-Nisaa’:59]</strong></p></blockquote>
<p>Ibnu ‘Athiyyah menyatakan bahwa ayat ini merupakan perintah untuk taat kepada Allah, RasulNya dan para penguasa. Pendapat ini dipegang oleh jumhur para ‘ulama: Abu Hurairah, Ibnu ‘Abbas, Ibnu Zaid dan lain sebagainya.Yang dimaksud dengan penguasa di sini adalah khalifah atau imam. (Ibnu ‘Athiyyah, al-Muharrir al-Wajiiz, juz 4/hal.158 )</p>
<p>Ali Ash-Shabuni menyatakan bahwa ayat ini merupakan perintah untuk mentaati penguasa (khalifah) mukmin yang selalu berpegang teguh kepada syariat Allah swt. Sebab, tidak ada ketaatan kepada makhluk untuk bermaksiyat kepada Allah swt. (Ali Ash-Shabuniy, Shafwaat al-Tafaasir, juz I/285 )</p>
<p>Meskipun manthuq ayat ini berisikan perintah untuk mentaati pemimpin, namun ayat di atas menyiratkan dengan jelas kewajiban untuk mengangkat seorang pemimpin (khalifah). Pengertian semacam ini bisa dipahami dengan memperhatikan dalalah iltizam yang melekat pada ayat tersebut3. Perintah untuk taat kepada penguasa sekaligus merupakan perintah untuk mengangkat seorang pemimpin. Sebab, Allah swt tidak mungkin memerintahkan untuk mentaati pemimpin sementara itu pemimpinnya tidak ada atau belum diangkat. Atas dasar itu, ayat ini merupakan dalil wajibnya kaum muslim mengangkat seorang pemimpin (khalifah), agar mereka bisa memberikan ketaatan kepada ulil amri. Tanpa mengangkat khalifah (ulil amri) mustahil mereka bisa memberikan ketaatan. (Lihat Taqiyyuddin Al-Nabhani, Al-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, juz III/173-176; bandingkan pula dengan Imam Syaukani, Irsyadul Fuhul ila Tahqiiq al-Haq min ‘Ilm Al-Ushul; al-Amidiy, Al-Ihkaam fi Ushul al-Ahkaam. )</p>
<p>Sementara, banyak hadits yang menegaskan makna ini. Bahkan, referensi dari kalangan ulama terkemuka sangat banyak yang menyatakan Khilafah itu wajib. Misalnya, Menurut Syaikh Abu Zahrah, “Jumhur ulama telah bersepakat bahwa wajib ada seorang imam (khalifah) yang menegakkan shalat Jumat, mengatur para jamaah, melaksanakan hudûd, mengumpulkan harta dari orang kaya untuk dibagikan kepada orang miskin, menjaga perbatasan, menyelesaikan perselisihan di antara manusia dengan hakim-hakim yang diangkatnya, menyatukan kalimat (pendapat) umat, menerapkan hukum-hukum syariah, mempersatukan golongan-golongan yang bercerai-berai, menyelesaikan berbagai problem, dan mewujudkan masyarakat yang utama. (Abu Zahrah, Târîkh al-Madzâhib al-Islâmiyah, hlm. 88).</p>
<p>Imam Ibnu Taimiyyah berkata,</p>
<blockquote><p>“Harus dipahami bahwa wilayat al-naas (mengurus urusan masyarakat –tertegaknya Khilafah Islamiyyah) merupakan kewajiban teragung diantara kewajiban-kewajiban agama yang lain, bahkan agama ini tidak akan tegak tanpa adanya khilafah Islamiyyah.”<br />
<strong>(Imam Ibnu Taimiyyah, al-Siyaasat al-Syar’iyyah. Lihat pada Mauqif Bani al-Marjah, Shahwah al-Rajul al-Maridl, hal. 375)</strong></p></blockquote>
<p>Walhasil, khilafah memiliki argumen syar’iy yang kuat dan mendalam.</p>
<p><big><strong><br />
</strong></big></p>
<li><big><strong>Sejarah Khilafah yang penuh keburukan</strong></big></li>
<p>Harus diakui bahwa ada kejadian dalam sejarah yang memang keliru. Tapi, dengan alasan ada sebagian yang keliru bukanlah alasan untuk menolak khilafah secara keseluruhan. Sebab, masih banyak sisi-sisi lain kekhilafahan yang baik. Sayangnya, ini ditutup-tutupi. Paul Kennedy dalam The Rise and Fall of The Great Powers: Economic Change an Military Conflict from 1500 to 2000, menulis tentang ke-khilafah-an Utsmani dengan: Imperium Utsmani, lebih dari sekadar mesin militer. Dia telah menjadi penakluk elite yang mampu membentuk kesatuan iman, budaya, dan bahasa pada sebuah area lebih luas dari yang dimiliki Imperium Romawi dan untuk jumlah penduduk yang lebih besar.</p>
<p>Dalam beberapa abad sebelum tahun 1500, dunia Islam telah melampaui Eropa dalam bidang budaya dan teknologi. Kota-kotanya luas, terpelajar, perairannya amat bagus. Beberapa kota di antaranya memiliki universitas dan perpustakaan lengkap dan memiliki masjid-masjid yang indah. Dalam bidang matematika, kastografi, pengobatan, dan aspek lain dari sains dan industri, kaum muslimin selalu ada di depan.</p>
<p>Sekalipun di sana sini ada penyimpangan, namun inti dari Khilafah berupa penerapan syariah dan terjalinnya ukhuwah tetap ada sepanjang masa. Kedaulatan ada di tangan Allah. Menolak kedaulatan (dalam arti yang berhak menghalalkan dan mengharamkan, menetapkan aturan kehidupan) di tangan Allah, berarti menolak Allah sebagai al-Hakim al-Mudabbir. Dan berkali-kali ditegaskan bahwa yang sedang diperjuangkan oleh banyak umat Islam dari berbagai kalangan adalah khilafah ’ala minhajun nubuwwah sebagaimana berita gembira dari Rasulullah SAW.</p>
<p><big><strong><br />
</strong></big></p>
<li><big><strong>Sulit, tidak cocok dengan Indonesia</strong></big></li>
<p>Kalau berbicara sulit, di dunia ini tidak ada yang gampang. Kalau disebut tidak cocok, dalam hal apanya? Indonesia dan umat secara keseluruhan sedang dalam persoalan berat. Bila solusinya bukan syariah dan khilafah, lalu apa? Bila dikatakan Indonesia ini plural, justru ajaran Islam dan sejarahnya menunjukkan bahwa Islam yang membentang mulai Spanyol hingga Asia Tenggara yang pasti sangat plural dapat diatur oleh Islam. Bahkan, di Spanyol selama 800 tahun Islam berkuasa selama itu pula tiga agama Islam, Kristen, dan Yahudi hidup bersama.</p>
<p><strong>T.W. Arnold</strong> dalam bukunya <strong>The Preaching of Islam</strong> menulis :</p>
<blockquote><p>“Ketika Konstantinopel kemudian dibuka oleh keadilan Islam pada 1453, Sultan Muhammad II menyatakan dirinya sebagai pelindung Gereja Yunani. Penindasan pada kaum Kristen dilarang keras dan untuk itu dikeluarkan sebuah dekrit yang memerintahkan penjagaan keamanan pada Uskup Agung yang baru terpilih, Gennadios, beserta seluruh uskup dan penerusnya. Hal yang tak pernah didapatkan dari penguasa sebelumnya. Gennadios diberi staf keuskupan oleh Sultan sendiri. Sang Uskup juga berhak meminta perhatian pemerintah dan keputusan Sultan untuk menyikapi para gubernur yang tidak adil,”</p></blockquote>
<p>Keagungan Islam menjamin kebolehan non muslim beribadah tampak ketika Umar bin Khottob ra memasuki Yerussalem. Ketika ia berada di Gereja Holy Sepulchre, waktu sholat umat Islam pun tiba. Dengan sopan sang uskup menyilakannya sholat di tempat ia berada, tapi Umar dengan sopan pula menolak. Jika ia berdoa dalam gereja, jelasnya, umat Islam akan mengenang kejadian ini dengan mendirikan sebuah mesjid di sana, dan ini berarti mereka akan memusnahkan <strong>Holy Sepulchre</strong>. <strong>TW Arnold</strong> dalam <strong>The Preaching of Islam</strong> menulis :</p>
<blockquote><p>“ Sekalipun jumlah orang Yunani lebih banyak dari jumlah orang Turki di berbagai provinsi Khilafah yang ada di bagian Eropa , toleransi keagamaan diberikan kepada mereka , dan perlindungan jiwa dan harta mereka dapatkan membuat mereka mengakui kepemimpinan Sultan atas seluruh umat Kristen”</p></blockquote>
<p>Tulisan Arnold tersebut sekaligus membantah kesalahpahaman yang selama ini terjadi terhadap syariah Islam tentang perlakuan terhadap non muslim di Negara Khilafah. Dikesankan penerapan syariah Islam berarti pembantaian besar-besaran terhadap orang non muslim . Syariah Islam diskriminatif karena akan menjadikan kelompok non muslim menjadi kelompok minoritas yang terpinggirkan. Non Muslim juga akan dipaksa untuk masuk Islam dan mereka tidak dibolehkan untuk beribadah. Gereja, biara, akan dibakar oleh Negara.</p>
<p>Jaminan keamanan pun diberikan kepada non muslim. Sejarah mencatat, bahwa Kholifah pernah memberikan sertifikat tanah kepada para pengungsi Yahudi yang diusir dari Spanyol setelah runtuhnya pemerintahan Islam di sana. Hingga kini dokomentasinya masih terdapat di Istambul, Turki. Raja Perancis pernah dilindungi oleh Kholifah Sulaiman al Qonuni ketika diancam oleh musuh-musuhnya. Sejarawan <strong>Will Durant</strong> dalam <strong>The Story of Civilization</strong>, menggambarkan hal ini dalam tulisannya :</p>
<blockquote><p>“Para Kholifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Kholifah telah mempersiapkan berbagai kesempatan bagi siapapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setalah masa mereka“</p></blockquote>
<p><big><strong><br />
</strong></big></p>
<li><big><strong>Adanya resistensi dari masyarakat</strong></big></li>
<p>Adanya penolakan terhadap sebuah ide yang dianggap baru dan belum dipahami betul, adalah wajar. Rosulullah saw saja saat menyerukan Islam pertama kali di Mekkah ditolak oleh banyak orang. Bukan hanya ditolak, Rosulullah saw juga mengalami berbagai ujian mulai dari tawaran harta, penyiksaan, sampai propaganda negatif. Karena itu adanya resistensi tidak bisa dijadikan alasan, ini hanya sekedar kekhawatiran. Resistensi umumnya disebabkan karena ketidakpahaman. Hal ini disadari betul. Justru karena itu, yang dilakukan HTI adalah penyadaran. Dan, dengan semakin sadar berbagai pihak terhadap urgensi khilafah ini maka resistensi yang ada akan berangsur hilang.</p>
<p>Indonesia dan umat Islam umumnya punya masalah besar dalam menghadapi kapitalisme global yang menjajah. Apa yang dapat kita lakukan untuk mengunggulinya? Secara syar’iy dan realitas, Islam memiliki ajaran syariah dan khilafah sebagai solusinya. Faktanya, disamping syar’iy, khilafah merupakan solusi rasional dengan agregat ekonomi, politik dan sosial budaya. Sekarang, apa solusi yang disodorkan oleh pihak yang menolak syariah dan khilafah? Apakah Anda rela umat dibiarkan dijadikan bulan-bulanan, hartanya dirampas negara imperialis, wanitanya diperkosa, nyawanya tak dihargai, asalkan yang penting khilafah ditolak? Kini, kita butuh solusi! Daripada menolak, bukankah akan lebih produktif kalau kita diskusi tentang khilafah sebagai solusi bagi umat manusia, Muslim maupun non Muslim.</p>
<li><big><strong>Mengancam keutuhan NKRI</strong></big></li>
<p>Hizbut Tahrir Indonesia dalam berbagai tulisannya di majalah al-Waie, website, dan tulisan beberapa media massa menegaskan bahwa Khilafah adalah untuk Indonesia menjadi lebih baik. Dalam konteks Indonesia, ide khilafah adalah jalan untuk membawa Indonesia ke arah lebih baik. Syariah akan menggantikan sekularisme yang terbukti memurukkan negeri ini. Ide khilafah sebenarnya juga merupakan bentuk perlawanan terhadap penjajahan multidimensi yang kini nyata-nyata mencengkeram negeri ini dalam berbagai aspek. Hanya melalui kekuatan global, penjajahan oleh kekuatan kapitalisme global bisa dihadapi dengan cara yang sama. Karena itu, dakwah penerapan syariah dan khilafah merupakan bentuk kepedulian yang amat nyata dari HTI dan umat Islam terhadap masa depan Indonesia dan upaya menjaga kemerdekaan hakiki negeri ini atas berbagai bentuk penjajahan yang ada.</p>
<p>HTI telah memperingatkan Pemerintah tentang skenario asing yang melibatkan PBB melalui UNAMET, yang menghendaki Timtim lepas dari Indonesia. <big><strong>Bahkan ketika akhirnya Timtim lepas, HTI pernah menyampaikan kepada media massa bahwa HTI akan mengambil kembali Timtim dan menggabungkannya dengan Indonesia walaupun butuh waktu 25 tahun!</strong></big> Saat pembicaraan MoU Aceh di Helnsinki, tatkala kalangan tentara khawatir dengan hasil Perjanjian Helsinki, HTI-lah yang berteriak lantang agar Aceh tidak lepas dari NKRI dan agar NKRI jangan berada di bawah ketiak pihak asing. HTI pun secara konsisten terus memperingatkan Pemerintah tentang kemungkinan keterlibatan asing dalam percobaan disintegrasi di wilayah Ambon dengan RMS-nya atau Papua dengan OPM-nya. Wajar jika seorang pejabat militer pernah berujar bahwa ternyata HTI lebih ’nasionalis’ daripada organisasi dan partai-partai nasionalis. Sebab, bagi HTI, keutuhan wilayah NKRI itu final, dalam arti, tidak boleh berkurang sejengkal pun! Lagipula disintegrasi NKRI berarti akan semakin menyuburkan perpecahan umat. Bagi HTI, ini jelas kontraproduktif dengan gagasan Khilafah yang justru ingin mewujudkan persatuan umat yang memang dikehendaki syariah (QS Ali Imran [3]: 103).</p>
<p>Dalam konteks ekonomi, HTI pun telah sejak lama memperingatkan bahaya Kapitalisme global. Jauh sebelum krisis ekonomi menimpa bangsa ini sekitar tahun 1998, Hizbut Tahrir telah mengeluarkan buku tentang bahaya utang luar negeri melalui lembaga internasional seperti IMF. Sebab, bagi HTI, utang luar negeri berbasis bunga (riba), di samping haram dalam pandangan syariah, (QS al-Baqarah [2]: 275), juga merupakan alat penjajahan baru untuk mengeksploitasi negeri-negeri Muslim, termasuk Indonesia. HTI pun telah lama memperingatkan Pemerintah untuk: tidak ‘menjual murah’ BUMN-BUMN atas nama privatisasi yang mengabaikan kepentingan rakyat banyak; tidak memperpanjang kontrak dengan PT Freeport yang telah lama menguras sumberdaya alam secara luar biasa di bumi Papua; mencabut HPH dari sejumlah pengusaha yang juga terbukti merugikan kepentingan publik, di samping mengakibatkan penggundulan hutan yang luar biasa; menyerahkan begitu saja pengelolaan kawasan kaya minyak Blok Cepu kepada ExxonMobile; tidak mengesahkan sejumlah UU bernuansa liberal seperti UU SDA, UU Migas, UU Penanaman Modal dll yang memberikan keleluasan kepada para kapitalis asing untuk menguras sumberdaya alam negeri ini; dll. Bagi HTI, kebijakan-kebijakan Pemerintah yang terkait dengan sumberdaya alam milik publik ini</p>
<blockquote><p>“Manusia bersekutu (memiliki hak yang sama) atas tiga hal: air, hutan dan energi<br />
<strong>(HR Ibn Majah dan an-Nasa’i)</strong></p></blockquote>
<p>Sesuai dengan sabda Nabi saw. ini, Pendiri Hizbut Tahrir Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (1953) memandang, bahwa seluruh sumberdaya alam yang menguasai hajat publik harus dikelola negara yang seluruh hasilnya diperuntukkan bagi kepentingan rakyat (An-Nabhani, An-Nizhâm al-Iqtishâdi fî al-Islâm, hlm. 213). Aneh, bila sikap menentang ketidakadilan dicurigai membahayakan.</p>
<p><strong>copas dari Ibnu Fatih</strong></ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beberapa Tanggapan Terhadap Khilafah]]></title>
<link>http://ibnufatih.wordpress.com/2009/10/09/beberapa-tanggapan-terhadap-khilafah/</link>
<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 09:53:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ibnu Fatih</dc:creator>
<guid>http://ibnufatih.wordpress.com/2009/10/09/beberapa-tanggapan-terhadap-khilafah/</guid>
<description><![CDATA[Kini isu Khilafah telah menjadi milik banyak kalangan. Respon pun bermunculan. Dalam tulisan ini dis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div align="justify">Kini isu Khilafah telah menjadi milik banyak kalangan. Respon pun bermunculan. Dalam tulisan ini disajikan komentar beberapa pihak yang negatif terhadap Khilafah. Tujuannya adalah untuk melihat apa alasan keberatan mereka. Alasan penolakan sistem Khilafah ini antara lain:</p>
<ol>
<li><big><b>Khilafah hanya 30 tahun</b></big></li>
<p>Sebagian kaum muslim ada yang berpendapat bahwa masa kekhilafahan hanya berumur 30 tahun dan selebihnya adalah kerajaan. Mereka mengetengahkan hadits-hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Ibnu Hibban dan ulama-ulama lainnya. Rasulullah saw bersabda, <br />
<blockquote>“Setelah aku, khilafah yang ada pada umatku hanya berumur 30 tahun, setelah itu adalah kerajaan.” <br /><strong>[HR. Imam Ahmad, Tirmidziy, dan Abu Ya’la dengan isnad hasan]</strong></p></blockquote>
<p>
<blockquote>”Khilafah itu hanya berumur 30 tahun dan setelah itu adalah raja-raja, sedangkan para khalifah dan raja-raja berjumlah 12.” <br /><strong>[HR. Ibnu Hibban]</strong></p></blockquote>
<p>Kata khilafah yang tercantum dalam hadits pertama maknanya adalah khilafah nubuwwah, bukan khilafah secara mutlak. Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fath al-Bariy berkata, <br />
<blockquote>“Yang dimaksud dengan khilafah pada hadits ini adalah khilafah al-Nubuwwah (khilafah yang berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip nubuwwah), sedangkan Mu’awiyyah dan khalifah-khalifah setelahnya menjalankan pemerintahan layaknya raja-raja. Akan tetapi mereka tetap dinamakan sebagai khalifah.”</p></blockquote>
<p>Pengertian semacam ini diperkuat oleh sebuah riwayat yang dituturkan oleh Imam Abu Dawud,<br />
<blockquote>”Khilafah Nubuwwah itu berumur 30 tahun” <br /><strong>[HR. Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud no.4646, 4647]</strong></p></blockquote>
<p>Ringkasnya, khilafah bukan hanya 30 tahun. Yang hanya 30 tahun itu adalah khilafah ’ala minhajun nubuwwah. Setelah itu, muncul khilafah (bukan ’ala minhajun nubuwwah) berupa mulkan adhud dan mulkan jabbariyan. Setelah itu akan muncul lagi khilafah ’ala minhajun nubuwwah.</p>
<p><big><b><br /></b></big>
<li><big><b>Tidak ada landasan Quraniy/syar’iy</b></big></li>
<p>Di dalam al-Quran banyak sekali kata dan turunan kata terkait khalifah. Diantara ayat yang menunjukkan makna khalifah sebagai penguasa yang menerapkan hukum Allah adalah: <br />
<blockquote>“Hai Daud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan” <br /><strong>(TQS. Ash-Shad[38]:26)</strong></p></blockquote>
<p>Disamping itu kewajiban mengangkat Kholifah di dalam Al Qur’an antara lain berdasarkankan perintah untuk mentaati pemimpin. Al-Quran di banyak ayat telah mewajibkan kaum muslim untuk mentaati seorang pemimpin (ulil amriy). Allah swt berfirman:</p>
<blockquote><p>“Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah RasulNya dan ulil amri (pemimpin) diantara kamu…”<br /><strong>[Al-Nisaa’:59]</strong></p></blockquote>
<p>Ibnu ‘Athiyyah menyatakan bahwa ayat ini merupakan perintah untuk taat kepada Allah, RasulNya dan para penguasa. Pendapat ini dipegang oleh jumhur para ‘ulama: Abu Hurairah, Ibnu ‘Abbas, Ibnu Zaid dan lain sebagainya.Yang dimaksud dengan penguasa di sini adalah khalifah atau imam. (Ibnu ‘Athiyyah, al-Muharrir al-Wajiiz, juz 4/hal.158 )</p>
<p>Ali Ash-Shabuni menyatakan bahwa ayat ini merupakan perintah untuk mentaati penguasa (khalifah) mukmin yang selalu berpegang teguh kepada syariat Allah swt. Sebab, tidak ada ketaatan kepada makhluk untuk bermaksiyat kepada Allah swt. (Ali Ash-Shabuniy, Shafwaat al-Tafaasir, juz I/285 )</p>
<p>Meskipun manthuq ayat ini berisikan perintah untuk mentaati pemimpin, namun ayat di atas menyiratkan dengan jelas kewajiban untuk mengangkat seorang pemimpin (khalifah). Pengertian semacam ini bisa dipahami dengan memperhatikan dalalah iltizam yang melekat pada ayat tersebut3. Perintah untuk taat kepada penguasa sekaligus merupakan perintah untuk mengangkat seorang pemimpin. Sebab, Allah swt tidak mungkin memerintahkan untuk mentaati pemimpin sementara itu pemimpinnya tidak ada atau belum diangkat. Atas dasar itu, ayat ini merupakan dalil wajibnya kaum muslim mengangkat seorang pemimpin (khalifah), agar mereka bisa memberikan ketaatan kepada ulil amri. Tanpa mengangkat khalifah (ulil amri) mustahil mereka bisa memberikan ketaatan. (Lihat Taqiyyuddin Al-Nabhani, Al-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, juz III/173-176; bandingkan pula dengan Imam Syaukani, Irsyadul Fuhul ila Tahqiiq al-Haq min ‘Ilm Al-Ushul; al-Amidiy, Al-Ihkaam fi Ushul al-Ahkaam. )</p>
<p>Sementara, banyak hadits yang menegaskan makna ini. Bahkan, referensi dari kalangan ulama terkemuka sangat banyak yang menyatakan Khilafah itu wajib. Misalnya, Menurut Syaikh Abu Zahrah, “Jumhur ulama telah bersepakat bahwa wajib ada seorang imam (khalifah) yang menegakkan shalat Jumat, mengatur para jamaah, melaksanakan hudûd, mengumpulkan harta dari orang kaya untuk dibagikan kepada orang miskin, menjaga perbatasan, menyelesaikan perselisihan di antara manusia dengan hakim-hakim yang diangkatnya, menyatukan kalimat (pendapat) umat, menerapkan hukum-hukum syariah, mempersatukan golongan-golongan yang bercerai-berai, menyelesaikan berbagai problem, dan mewujudkan masyarakat yang utama. (Abu Zahrah, Târîkh al-Madzâhib al-Islâmiyah, hlm. 88).</p>
<p>Imam Ibnu Taimiyyah berkata, <br />
<blockquote>“Harus dipahami bahwa wilayat al-naas (mengurus urusan masyarakat –tertegaknya Khilafah Islamiyyah) merupakan kewajiban teragung diantara kewajiban-kewajiban agama yang lain, bahkan agama ini tidak akan tegak tanpa adanya khilafah Islamiyyah.”<br /><strong>(Imam Ibnu Taimiyyah, al-Siyaasat al-Syar’iyyah. Lihat pada Mauqif Bani al-Marjah, Shahwah al-Rajul al-Maridl, hal. 375)</strong></p></blockquote>
<p>Walhasil, khilafah memiliki argumen syar’iy yang kuat dan mendalam.</p>
<p><big><b><br /></b></big>
<li><big><b>Sejarah Khilafah yang penuh keburukan</b></big></li>
<p>Harus diakui bahwa ada kejadian dalam sejarah yang memang keliru. Tapi, dengan alasan ada sebagian yang keliru bukanlah alasan untuk menolak khilafah secara keseluruhan. Sebab, masih banyak sisi-sisi lain kekhilafahan yang baik. Sayangnya, ini ditutup-tutupi. Paul Kennedy dalam The Rise and Fall of The Great Powers: Economic Change an Military Conflict from 1500 to 2000, menulis tentang ke-khilafah-an Utsmani dengan: Imperium Utsmani, lebih dari sekadar mesin militer. Dia telah menjadi penakluk elite yang mampu membentuk kesatuan iman, budaya, dan bahasa pada sebuah area lebih luas dari yang dimiliki Imperium Romawi dan untuk jumlah penduduk yang lebih besar.</p>
<p>Dalam beberapa abad sebelum tahun 1500, dunia Islam telah melampaui Eropa dalam bidang budaya dan teknologi. Kota-kotanya luas, terpelajar, perairannya amat bagus. Beberapa kota di antaranya memiliki universitas dan perpustakaan lengkap dan memiliki masjid-masjid yang indah. Dalam bidang matematika, kastografi, pengobatan, dan aspek lain dari sains dan industri, kaum muslimin selalu ada di depan.</p>
<p>Sekalipun di sana sini ada penyimpangan, namun inti dari Khilafah berupa penerapan syariah dan terjalinnya ukhuwah tetap ada sepanjang masa. Kedaulatan ada di tangan Allah. Menolak kedaulatan (dalam arti yang berhak menghalalkan dan mengharamkan, menetapkan aturan kehidupan) di tangan Allah, berarti menolak Allah sebagai al-Hakim al-Mudabbir. Dan berkali-kali ditegaskan bahwa yang sedang diperjuangkan oleh banyak umat Islam dari berbagai kalangan adalah khilafah ’ala minhajun nubuwwah sebagaimana berita gembira dari Rasulullah SAW.</p>
<p><big><b><br /></b></big>
<li><big><b>Sulit, tidak cocok dengan Indonesia</b></big></li>
<p>Kalau berbicara sulit, di dunia ini tidak ada yang gampang. Kalau disebut tidak cocok, dalam hal apanya? Indonesia dan umat secara keseluruhan sedang dalam persoalan berat. Bila solusinya bukan syariah dan khilafah, lalu apa? Bila dikatakan Indonesia ini plural, justru ajaran Islam dan sejarahnya menunjukkan bahwa Islam yang membentang mulai Spanyol hingga Asia Tenggara yang pasti sangat plural dapat diatur oleh Islam. Bahkan, di Spanyol selama 800 tahun Islam berkuasa selama itu pula tiga agama Islam, Kristen, dan Yahudi hidup bersama.</p>
<p><b>T.W. Arnold</b> dalam bukunya <b>The Preaching of Islam</b> menulis : <br />
<blockquote>“Ketika Konstantinopel kemudian dibuka oleh keadilan Islam pada 1453, Sultan Muhammad II menyatakan dirinya sebagai pelindung Gereja Yunani. Penindasan pada kaum Kristen dilarang keras dan untuk itu dikeluarkan sebuah dekrit yang memerintahkan penjagaan keamanan pada Uskup Agung yang baru terpilih, Gennadios, beserta seluruh uskup dan penerusnya. Hal yang tak pernah didapatkan dari penguasa sebelumnya. Gennadios diberi staf keuskupan oleh Sultan sendiri. Sang Uskup juga berhak meminta perhatian pemerintah dan keputusan Sultan untuk menyikapi para gubernur yang tidak adil,”</p></blockquote>
<p>Keagungan Islam menjamin kebolehan non muslim beribadah tampak ketika Umar bin Khottob ra memasuki Yerussalem. Ketika ia berada di Gereja Holy Sepulchre, waktu sholat umat Islam pun tiba. Dengan sopan sang uskup menyilakannya sholat di tempat ia berada, tapi Umar dengan sopan pula menolak. Jika ia berdoa dalam gereja, jelasnya, umat Islam akan mengenang kejadian ini dengan mendirikan sebuah mesjid di sana, dan ini berarti mereka akan memusnahkan <b>Holy Sepulchre</b>. <b>TW Arnold</b> dalam <b>The Preaching of Islam</b> menulis : <br />
<blockquote>“ Sekalipun jumlah orang Yunani lebih banyak dari jumlah orang Turki di berbagai provinsi Khilafah yang ada di bagian Eropa , toleransi keagamaan diberikan kepada mereka , dan perlindungan jiwa dan harta mereka dapatkan membuat mereka mengakui kepemimpinan Sultan atas seluruh umat Kristen”</p></blockquote>
<p>Tulisan Arnold tersebut sekaligus membantah kesalahpahaman yang selama ini terjadi terhadap syariah Islam tentang perlakuan terhadap non muslim di Negara Khilafah. Dikesankan penerapan syariah Islam berarti pembantaian besar-besaran terhadap orang non muslim . Syariah Islam diskriminatif karena akan menjadikan kelompok non muslim menjadi kelompok minoritas yang terpinggirkan. Non Muslim juga akan dipaksa untuk masuk Islam dan mereka tidak dibolehkan untuk beribadah. Gereja, biara, akan dibakar oleh Negara.</p>
<p>Jaminan keamanan pun diberikan kepada non muslim. Sejarah mencatat, bahwa Kholifah pernah memberikan sertifikat tanah kepada para pengungsi Yahudi yang diusir dari Spanyol setelah runtuhnya pemerintahan Islam di sana. Hingga kini dokomentasinya masih terdapat di Istambul, Turki. Raja Perancis pernah dilindungi oleh Kholifah Sulaiman al Qonuni ketika diancam oleh musuh-musuhnya. Sejarawan <b>Will Durant</b> dalam <b>The Story of Civilization</b>, menggambarkan hal ini dalam tulisannya : <br />
<blockquote>“Para Kholifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Kholifah telah mempersiapkan berbagai kesempatan bagi siapapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setalah masa mereka“</p></blockquote>
<p><big><b><br /></b></big>
<li><big><b>Adanya resistensi dari masyarakat</b></big></li>
<p>Adanya penolakan terhadap sebuah ide yang dianggap baru dan belum dipahami betul, adalah wajar. Rosulullah saw saja saat menyerukan Islam pertama kali di Mekkah ditolak oleh banyak orang. Bukan hanya ditolak, Rosulullah saw juga mengalami berbagai ujian mulai dari tawaran harta, penyiksaan, sampai propaganda negatif. Karena itu adanya resistensi tidak bisa dijadikan alasan, ini hanya sekedar kekhawatiran. Resistensi umumnya disebabkan karena ketidakpahaman. Hal ini disadari betul. Justru karena itu, yang dilakukan HTI adalah penyadaran. Dan, dengan semakin sadar berbagai pihak terhadap urgensi khilafah ini maka resistensi yang ada akan berangsur hilang.</p>
<p>Indonesia dan umat Islam umumnya punya masalah besar dalam menghadapi kapitalisme global yang menjajah. Apa yang dapat kita lakukan untuk mengunggulinya? Secara syar’iy dan realitas, Islam memiliki ajaran syariah dan khilafah sebagai solusinya. Faktanya, disamping syar’iy, khilafah merupakan solusi rasional dengan agregat ekonomi, politik dan sosial budaya. Sekarang, apa solusi yang disodorkan oleh pihak yang menolak syariah dan khilafah? Apakah Anda rela umat dibiarkan dijadikan bulan-bulanan, hartanya dirampas negara imperialis, wanitanya diperkosa, nyawanya tak dihargai, asalkan yang penting khilafah ditolak? Kini, kita butuh solusi! Daripada menolak, bukankah akan lebih produktif kalau kita diskusi tentang khilafah sebagai solusi bagi umat manusia, Muslim maupun non Muslim.</p>
<p>
<li><big><b>Mengancam keutuhan NKRI</b></big></li>
<p>Hizbut Tahrir Indonesia dalam berbagai tulisannya di majalah al-Waie, website, dan tulisan beberapa media massa menegaskan bahwa Khilafah adalah untuk Indonesia menjadi lebih baik. Dalam konteks Indonesia, ide khilafah adalah jalan untuk membawa Indonesia ke arah lebih baik. Syariah akan menggantikan sekularisme yang terbukti memurukkan negeri ini. Ide khilafah sebenarnya juga merupakan bentuk perlawanan terhadap penjajahan multidimensi yang kini nyata-nyata mencengkeram negeri ini dalam berbagai aspek. Hanya melalui kekuatan global, penjajahan oleh kekuatan kapitalisme global bisa dihadapi dengan cara yang sama. Karena itu, dakwah penerapan syariah dan khilafah merupakan bentuk kepedulian yang amat nyata dari HTI dan umat Islam terhadap masa depan Indonesia dan upaya menjaga kemerdekaan hakiki negeri ini atas berbagai bentuk penjajahan yang ada.</p>
<p>HTI telah memperingatkan Pemerintah tentang skenario asing yang melibatkan PBB melalui UNAMET, yang menghendaki Timtim lepas dari Indonesia. <big><b>Bahkan ketika akhirnya Timtim lepas, HTI pernah menyampaikan kepada media massa bahwa HTI akan mengambil kembali Timtim dan menggabungkannya dengan Indonesia walaupun butuh waktu 25 tahun!</b></big> Saat pembicaraan MoU Aceh di Helnsinki, tatkala kalangan tentara khawatir dengan hasil Perjanjian Helsinki, HTI-lah yang berteriak lantang agar Aceh tidak lepas dari NKRI dan agar NKRI jangan berada di bawah ketiak pihak asing. HTI pun secara konsisten terus memperingatkan Pemerintah tentang kemungkinan keterlibatan asing dalam percobaan disintegrasi di wilayah Ambon dengan RMS-nya atau Papua dengan OPM-nya. Wajar jika seorang pejabat militer pernah berujar bahwa ternyata HTI lebih ’nasionalis’ daripada organisasi dan partai-partai nasionalis. Sebab, bagi HTI, keutuhan wilayah NKRI itu final, dalam arti, tidak boleh berkurang sejengkal pun! Lagipula disintegrasi NKRI berarti akan semakin menyuburkan perpecahan umat. Bagi HTI, ini jelas kontraproduktif dengan gagasan Khilafah yang justru ingin mewujudkan persatuan umat yang memang dikehendaki syariah (QS Ali Imran [3]: 103).</p>
<p>Dalam konteks ekonomi, HTI pun telah sejak lama memperingatkan bahaya Kapitalisme global. Jauh sebelum krisis ekonomi menimpa bangsa ini sekitar tahun 1998, Hizbut Tahrir telah mengeluarkan buku tentang bahaya utang luar negeri melalui lembaga internasional seperti IMF. Sebab, bagi HTI, utang luar negeri berbasis bunga (riba), di samping haram dalam pandangan syariah, (QS al-Baqarah [2]: 275), juga merupakan alat penjajahan baru untuk mengeksploitasi negeri-negeri Muslim, termasuk Indonesia. HTI pun telah lama memperingatkan Pemerintah untuk: tidak ‘menjual murah’ BUMN-BUMN atas nama privatisasi yang mengabaikan kepentingan rakyat banyak; tidak memperpanjang kontrak dengan PT Freeport yang telah lama menguras sumberdaya alam secara luar biasa di bumi Papua; mencabut HPH dari sejumlah pengusaha yang juga terbukti merugikan kepentingan publik, di samping mengakibatkan penggundulan hutan yang luar biasa; menyerahkan begitu saja pengelolaan kawasan kaya minyak Blok Cepu kepada ExxonMobile; tidak mengesahkan sejumlah UU bernuansa liberal seperti UU SDA, UU Migas, UU Penanaman Modal dll yang memberikan keleluasan kepada para kapitalis asing untuk menguras sumberdaya alam negeri ini; dll. Bagi HTI, kebijakan-kebijakan Pemerintah yang terkait dengan sumberdaya alam milik publik ini<br />
<blockquote>&#8220;Manusia bersekutu (memiliki hak yang sama) atas tiga hal: air, hutan dan energi <br /><strong>(HR Ibn Majah dan an-Nasa’i)</strong></p></blockquote>
<p>Sesuai dengan sabda Nabi saw. ini, Pendiri Hizbut Tahrir Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (1953) memandang, bahwa seluruh sumberdaya alam yang menguasai hajat publik harus dikelola negara yang seluruh hasilnya diperuntukkan bagi kepentingan rakyat (An-Nabhani, An-Nizhâm al-Iqtishâdi fî al-Islâm, hlm. 213). Aneh, bila sikap menentang ketidakadilan dicurigai membahayakan.</ol>
</div>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=b7be0f95-d40a-84da-9d33-81d4fa28d4d4" /></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bila diri sempit hati....]]></title>
<link>http://varajauza.wordpress.com/2009/09/30/bila-diri-sempit-hati/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 00:48:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Utari</dc:creator>
<guid>http://varajauza.wordpress.com/2009/09/30/bila-diri-sempit-hati/</guid>
<description><![CDATA[Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kepada kita hati yang lapang, yang jernih, karena ternyata be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kepada kita hati yang lapang, yang jernih, karena ternyata be]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Korelasi negatif, bukan kesalahan data]]></title>
<link>http://enosxp.wordpress.com/2009/09/25/korelasi-negatif-bukan-kesalahan-data/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 14:52:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Enos</dc:creator>
<guid>http://enosxp.wordpress.com/2009/09/25/korelasi-negatif-bukan-kesalahan-data/</guid>
<description><![CDATA[Pada umumnya mahasiswa yang melakukan penelitian kualitatif selalu mencari-cari hubungan atau pengar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada umumnya mahasiswa yang melakukan penelitian kualitatif selalu mencari-cari hubungan atau pengar]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Le bonheur et les pièges qui nous en privent]]></title>
<link>http://neoconscienceblog.wordpress.com/2009/09/06/le-bonheur-et-les-pieges-qui-nous-en-privent/</link>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 23:14:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Era</dc:creator>
<guid>http://neoconscienceblog.wordpress.com/2009/09/06/le-bonheur-et-les-pieges-qui-nous-en-privent/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><object width="425" height="254"><param name="movie" value="http://www.dailymotion.com/swf/xa8v6h"></param><param name="allowfullscreen" value="true"></param><embed src="http://www.dailymotion.com/swf/xa8v6h" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="334" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><!--more--></p>
<p><object width="425" height="254"><param name="movie" value="http://www.dailymotion.com/swf/xa8uzj"></param><param name="allowfullscreen" value="true"></param><embed src="http://www.dailymotion.com/swf/xa8uzj" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="334" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><object width="425" height="254"><param name="movie" value="http://www.dailymotion.com/swf/xa8uuy"></param><param name="allowfullscreen" value="true"></param><embed src="http://www.dailymotion.com/swf/xa8uuy" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="334" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cas Positif &amp; Negatif - Kelebihan Solat Berjemaah]]></title>
<link>http://litarelektrik09.wordpress.com/2009/08/30/cas-positive-negative-kelebihan-solat-berjemaah/</link>
<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 07:28:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>abdul sapawi</dc:creator>
<guid>http://litarelektrik09.wordpress.com/2009/08/30/cas-positive-negative-kelebihan-solat-berjemaah/</guid>
<description><![CDATA[Seorang professor fizik di Amerika Syarikat telah membuat satu kajian tentang kelebihan solat berjem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><img src="http://litarelektrik09.wordpress.com/files/2009/08/solat.jpg" alt="Sama-sama kita solat berjemaah" title="solat" width="400" height="266" class="size-full wp-image-886" />
<p>Seorang professor fizik di Amerika Syarikat telah membuat satu kajian tentang kelebihan solat berjemaah yang disyariatkan dalam Islam. Katanya tubuh badan kita mengandungi dua cas elektrik iatu cas positif dan cas negatif. Dalam aktiviti harian kita sama ada bekerja, beriadah atau berehat, sudah tentu banyak tenaga digunakan.</p>
<p>Dalam proses pembakaran tenaga, banyak berlaku pertukaran cas positif dan cas negatif, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita. Ketidakseimbangan cas dalam badan menyebabkan kita rasa letih dan lesu setelah menjalankan aktiviti seharian. Oleh itu cas-cas ini perlu diseimbangkan semula untuk mengembalikan kesegaran tubuh ke tahap normal.<br />
<!--more--><br />
Berkaitan dengan solat berjemaah, timbul persoalan di minda professor ini mengapa Islam mensyariatkan solat berjemah dan mengapa solat lima waktu yang didirikan orang Islam mempunyai bilangan rakaat yang tidak sama. Hasil kajiannya mendapati bilangan rakaat yang berbeza dalam solat kita bertindak menyeimbangkan cas-cas dalam badan kita. Semasa kita solat berjemaah, kita disuruh meluruskan saf, bahu bertemu bahu dan bersentuhan tapak kaki. Tindakan-tindakan yang dianjurkan semasa solat berjemaah itu mempunyai berbagai kelebihan. Kajian sains mendapati sentuhan yang berlaku antara tubuh kita dengan tubuh ahli jemaah lain yang berada di kiri dan kanan kita akan menstabilkan kembali cas-cas yang diperlukan oleh tubuh. Ia berlaku apabila cas yang berlebihan &#8211; sama ada negatif atau positif akan dikeluarkan, manakala yang berkurangan akan ditarik ke dalam kita. Semakin lama pergeseran ini berlaku, semakin seimbang cas dalam tubuh kita.</p>
<p>Menurut beliau lagi, setiap kali kita bangun dari tidur, badan kita akan merasa segar dan sihat setelah berehat berapa jam. Ketika ini tubuh kita mengandungi cas-cas positif dan negatif yang hampir seimbang. Oleh itu, kita hanya memerlukan sedikit lagi proses pertukaran cas agar keseimbangan penuh dapat dicapai. Sebab itu, solat Subuh didirikan 2 rakaat. Seterusnya, setelah sehari kita bekerja kuat dan memerah otak semua cas ini kembali tidak stabil akibat kehilangan cas lebih banyak daripada tubuh.</p>
<p>Oleh itu, kita memerlukan lebih banyak pertukaran cas. Solat jemaah yang disyariatkan Islam berperanan untuk memulihkan keseimbangan cas-cas berkenaan. Sebab itu, solat Zohor didirikan 4 rakaat untuk memberi ruang yang lebih kepada proses pertukaran cas dakam tubuh. Situasi yang sama turut berlaku di sebelah petang. Banyak tenaga dikeluarkan ketika menyambung kembali tugas. Ini menyebabkan sekali lagi kita kehilangan cas yang banyak.</p>
<p>Seperti mana solat Zohor, 4 rakaat solat Asar yang dikerjakan akan memberikan ruang kepada proses pertukaran cas dengan lebih lama. Lazimnya, selepas waktu Asar dan pulang dari kerja kita tidak lagi melakukan aktiviti-aktiviti yang banyak menggunakan tenaga.<br />
Masa yang diperuntukkan pula tidak begitu lama. Maka, solat Maghrib hanya dikerjakan sebanyak 3 rakaat adalah lebih sesuai dengan penggunaan tenaga yng kurang berbanding 2 waktu sebelumnya. Timbul persoalan di fikiran professor itu tentang solat Isyak yang mengandungi 4 rakaat.Logiknya, pada waktu malam kita tidak banyak melakukan aktiviti dan sudah tentu tidak memerlukan proses pertukaran cas yang banyak.</p>
<p>Setelah kajian lanjut, didapati terdapat keistimewaan mengapa Allah mensyariatkan 4 rakat dalam solat Isyak. Kita sedia maklum, umat Islam amat digalakkan untuk tidur awal agar mampu bangun menunaikan tahajjud di sepertiga malam. Ringkasnya, solat Isyak sebanyak 4 rakaat itu akan menstabilkan cas dalam badan serta memberikan tenaga untuk kita bangun malam (qiamullail). Dalam kajiannya, professor ini mendapati bahawa Islam adalah satu a gama yang lengkap dan istimewa.</p>
<p>Segala amalan dan suruhan Allah Taala itu mempunyai hikmah ynag tersirat untuk kebaikan umat Islam itu sendiri. Belaiu merasakan betapa kerdilnya diri dan betapa hebatnya Pencipta alam ini. Akhirnya, dengan hidayah Allah beliau memeluk agama Islam. Sekian untuk renungan kita bersama</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Testpacknya, Bu?]]></title>
<link>http://prilakuseks.wordpress.com/2009/08/26/testpacknya-bu/</link>
<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 09:57:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rossebud</dc:creator>
<guid>http://prilakuseks.wordpress.com/2009/08/26/testpacknya-bu/</guid>
<description><![CDATA[“Negatif? Positif? Negatif atau Positif ya?” Deg deg deg. “Satu garis merah atau dua garis ya?” Saat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>“Negatif? Positif? Negatif atau Positif ya?” Deg deg deg. “Satu garis merah atau dua garis ya?” Saat-saat mendebarkan antara ingin melihat atau ngga. Berjuta perasaan yang muncul bersama debaran ini ingin sekali rasanya saya bunuh.</p>
<p><!--more--> Saya dan testpack kini telah menjadi sahabat yang saling percaya. Gimana ngga? Dulu iklan testpack hanya saya lihat di televisi dan beberapa sempat saya lihat di surat kabar. Iklan-iklan produk ini kerap saya acuhkan. Saya melihatnya dengan sebelah mata walaupun tanpa berkata-kata melecehkan, hanya saja (seperti) berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan memilihnya menjadi sahabat dalam waktu dekat.</p>
<p>Ya, itu dulu.</p>
<p>Ketika kata “bermain kelamin” masih berada jauh di luar dunia saya. Saya masih seorang gadis yang lugu, tapi tidak naif memandang hidup. Saya mempunyai prinsip bahwa kelamin akan diajak bermain jika waktunya tepat dan bersama orang yang tepat dalam sebuah ikatan yang kuat. Tentu saja ini sebuah janji tulus yang saya buat dengan sesadar-sadarnya ketika saya berusia di awal 20 tahunan.</p>
<p>Hingga, pada satu hari dimana saya mulai menangis karena panik mengetahui siklus bulanan saya sudah telat lebih dari dua minggu. Tanda-tanda akan mens belum sedikit pun terasa menyiksa. Payudara yang biasanya membengkak dan sakit beberapa hari menjelang hari H yang dulu sering membuat saya jengkel, saat itu kehadirannya menjadi sangat saya rindukan. Bahkan penderitaan akibat pinggang yang pegal, yang dulu rasanya ingin saya lepas dan tinggalkan di kamar agar tidak mengganggu aktivitas pun saya doakan kehadirannya.</p>
<p>Andai saja waktu itu saya masih seorang gadis yang memegang teguh idealisme untuk tidak bercanda dengan kelamin lawan jenis sebelum waktunya, tentunya saya tidak perlu sepanik itu. Saya hanya perlu menunggu dan positive thinking karena tidak ada yang perlu ditakuti, toh siklus menstruasi saya memang belum teratur sesuai hitungan 28 hari.</p>
<p>Tapi itu semua menjadi lain ceritanya ketika saya tahu bahwa penyebab telatnya tamu tetap saya adalah karena sesuatu yang saya sadari. Kesadaran bahwa kenikmatan 10 menit itu harus saya bayar dengan tangisan, amarah, dan ketakutan. Saya pun tidak henti-hentinya menyalahkan pacar yang waktu itu tidak bisa menahan nafsunya. Lalu memaki diri sendiri karena terlalu rapuh dan tidak bisa mengendalikan hasrat.</p>
<p>Andaikan saya masih bisa kembali ke masa dimana keputusan bodoh nan nikmat itu kami buat tanpa logika dan hanya mengandalkan rasa.</p>
<p>(Kembali ke alam nyata).<br />
Bersama pacar, usaha pun dilakukan. Saya mencoba memancing menstruasi dengan berbagai macam cara, mulai dari mencoba kapsul telat bulan sampai jamu racikan peluruh. Mencari mbok jamu gendong keliling sampai mendatangi depot jamu acungan jempol rekomendasi seorang tukang pijit. Tanpa hasil. Browsing di internet pun menjadi alternatif berikutnya untuk mencari cara agar mens bersedia mampir bulan itu. Sebuah situs memaparkan ramuan untuk memancing agar mens yang telat bisa keluar. Saya coba dan masih tidak menunjukkan hasil. Terlalu takut untuk memeriksakan diri ke dokter.</p>
<p>Hampir putus asa dan mencari jalan untuk menghadapi orang tua jika memang ternyata saya hamil.</p>
<p>Lalu, sebuah keputusan akhir yang awalnya dianggap ide cemerlang untuk mendapatkan validitas pun (terpaksa) dilakoni. Keputusan yang membuat saya (berusaha) memutuskan semua urat malu dan menguburkannya di dalam sebuah tempat tersempit di dalam organ tubuh saya. Apotek kecil yang sedikit jauh dari tempat tinggal pun saya dan pacar datangi.</p>
<p>Dengan wajah ramah, apoteker menanyakan, “Ada yang bisa saya bantu, Mbak?” Raut wajah saya yang sedari masuk apotek terlihat tegang mungkin bisa dirasakannya. Saya yakin, apoteker pasti bisa merasakan kegalauan saya. Rasa canggung. Rasa rikuh. Dan rasa malu yang tidak bisa saya sembunyikan.</p>
<p>“Mmm, testpack-nya satu, Bu.”</p>
<p>Apoteker paruh baya itu melihat ke arah saya dengan penuh ketenangan. Tak lama sebuah testpack yang sering saya lihat di televisi sudah berada di hadapan saya. Dengan malu-malu saya menerimanya dan menggenggam erat-erat kantong plastik pembungkus berwarna hitam sambil menyodorkan sejumlah uang.</p>
<p>“Ibu sudah tahu cara penggunaannya?” tanya apoteker dengan ramah.</p>
<p>Dahi saya seketika mengernyit. Saya sedang memikirkan sebuah kata, “Ibu?” secepat itukah sapaan Mbak berubah menjadi Ibu hanya karena sebuah testpack? Apakah wajah saya terlihat sedang merindukan seorang bayi? Atau malah terlihat sedang ketakutan menghadapi kehadiran seorang bayi?</p>
<p>Saya berpikir akan bohong atau jujur saja?<br />
Jujur ini kali pertama buat saya. Lalu, saya memilih mengangguk dan pergi sambil tersenyum kaku. Testpack benar-benar telah membuat saya ingin membenamkan kepala saya kedalam tanah. Kebodohan nan nikmat yang harus saya bayar dengan banyak hal membuat saya merasa terlalu berat mengangkat wajah saya untuk melihat wajah apoteker yang hampir seumur Ibu saya.</p>
<p>Saya menutup gordyn jendela kamar dengan rapat dan tidak lupa mengunci pintunya. Dengan seksama saya membaca cara pemakaian testpack perdana ini. “Test harus dilakukan dengan memasukkan testpack kedalam urine, dan sebaiknya pada saat buang air kecil pertama kali di pagi hari setelah bangun tidur.”</p>
<p>Deg deg deg.<br />
Tak sabar menunggu pagi dan merindukan sinar matahari menyelinap masuk melalui gordyn yang sedikit tersingkap.</p>
<p>(Inilah saatnya).<br />
Jantung saya berdegup kencang. Kencang sekali. Saya menunggu hasilnya selama lebih kurang lima menit. Dalam hati saya berdoa, “Negatif. Negatif. Tolong jangan positif, Tuhan.”</p>
<p>Deg deg deg.<br />
Dengan memberanikan diri saya melihat hasilnya. Satu garis merah muda muncul dengan sangat jelas. Saya kembali berdoa, “Jangan muncul satu garis lagi. Satu saja sudah cukup, Tuhan.”</p>
<p>Dan ketakutan itu berakhir sudah. Saya keluar toilet dengan wajah penuh senyuman mengucap syukur di dalam hati, “Terima kasih, Tuhan.”</p>
<p>Hari itu, merupakan hari pertama saya berkenalan dengan sahabat baru saya, testpack. Saya dan testpack telah menjadi sahabat yang saling percaya sejak hari itu. Pengalaman menggunakannya pertama kali membuat kami berangkulan layaknya sepasang sahabat.</p>
<p>Namun, seperti umumnya persahatan dengan sahabat-sahabat saya yang lain, persahabatan saya dengan testpack pun tidak harus selalu ditandai dengan intens-nya pertemuan, tapi saya akan kembali padanya disaat saya membutuhkannya, menjaga rahasia saya dan menenangkan saya dari sebuah ketakutan.</p>
<p>Tapi mengunjunginya di apotek tetap menimbulkan rasa malu tak ada habisnya. Bahkan mencobanya tetap menimbulkan debaran yang sama. “Negatif? Positif? Negatif atau Positif, ya?”</p>
<p>[lily nailufar, 2009]</p>
<p>**sekelumit cerita dari balik tampon dan kondom milik seorang teman*</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rahasia Muna-nya Farisi]]></title>
<link>http://ratnaariani.wordpress.com/2009/08/25/rahasia-muna-nya-farisi/</link>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 23:09:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
<guid>http://ratnaariani.wordpress.com/2009/08/25/rahasia-muna-nya-farisi/</guid>
<description><![CDATA[“Bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu maka sebelah luarnya juga akan bersih” Orang yang palin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“Bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu maka sebelah luarnya juga akan bersih” Orang yang palin]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[pengeluh.mengeluh.keluhan]]></title>
<link>http://adisisme.wordpress.com/2009/08/21/pengeluh-mengeluh-keluhan/</link>
<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 10:29:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>adist</dc:creator>
<guid>http://adisisme.wordpress.com/2009/08/21/pengeluh-mengeluh-keluhan/</guid>
<description><![CDATA[Coba tengok di sekitar kita. Berapa banyak dalam sehari orangorang mengeluh? Dengan sok bijaknya lal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Coba tengok di sekitar kita. Berapa banyak dalam sehari orangorang mengeluh? Dengan sok bijaknya lal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maaf untuk Perokok]]></title>
<link>http://adjiviantoro.wordpress.com/2009/08/21/maaf-untuk-perokok/</link>
<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 17:40:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Roberta</dc:creator>
<guid>http://adjiviantoro.wordpress.com/2009/08/21/maaf-untuk-perokok/</guid>
<description><![CDATA[Pandangan negatif terhadap rokok : Ngerokok itu ngrusak kesehatan kalian dan orang lain. Ngerokok it]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-59" title="Graphic1" src="http://adjiviantoro.wordpress.com/files/2009/08/graphic1.jpg" alt="Graphic1" width="200" height="215" /></p>
<p>Pandangan negatif terhadap rokok :</p>
<p>Ngerokok itu ngrusak kesehatan kalian dan orang lain.<br />
Ngerokok itu ngganggu privasi orang lain.<br />
Ngerokok itu nunjukin keegoisan kalian.<br />
Ngerokok itu ngabisin duit.<br />
Ngerokok itu mencemari udara sekitar,<br />
Dan yang paling serem ngerokok itu bisa bikin kalian mati!</p>
<p><!--more-->Kalo kalian bilang ngerokok itu menenangkan, itu hanyalah efek kecanduan.<br />
Kalo kalian bilang ngerokok itu bisa bikin lo jantan, bah!<br />
Inget, ngerokok bisa bikin kejantanan kalian hilang alias impoten.<br />
Kalo kalian bilang &#8216;kaya cewe aja ga ngerokok&#8217;,<br />
Saya bilang &#8216;kaya bencong stasiun aja ngerokok&#8217;.</p>
<p>Satu doang yang positif dari ngerokok.<br />
Kalian telah bikin ribuan orang,<br />
Atau bahkan jutaan orang yang kerja di pabrik rokok bisa terus makan.</p>
<p>Seburuk-buruknya efek rokok,<br />
Sebenci-bencinya saya pada rokok,<br />
Bukan berarti perokok itu buruk buat saya,<br />
Bukan berarti saya benci perokok,<br />
Karena ngerokok adalah pilihan dan hak kalian&#8230;</p>
<p><strong><span style="color:#cc0000;">-rokok pernah membunuh orang paling berharga dalam hidupku-</span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENCEMARAN NAMA BAIK]]></title>
<link>http://dfacto.wordpress.com/2009/08/20/pencamaran-nama-baik/</link>
<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 05:17:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>dfacto</dc:creator>
<guid>http://dfacto.wordpress.com/2009/08/20/pencamaran-nama-baik/</guid>
<description><![CDATA[PENCEMARAN NAMA BAIK BILA NAMA ANDA BAIK. YANG MELAKUKAN PENCEMARAN NAMA HANYA ANDA PEMILIK NAMA! NA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>PENCEMARAN NAMA BAIK BILA NAMA ANDA BAIK.</strong><br />
<strong>YANG MELAKUKAN PENCEMARAN NAMA HANYA ANDA PEMILIK NAMA!</strong></p>
<p>NAMA adalah panggilan/sebutan untuk sosok mahluk hidup atau benda.<br />
Mahluk Hidup didalamnya adalah Manusia, Binatang dan Tumbuhan.<br />
Manusia dan Binatang mempunyai kata panggilan yang dimilikinya yaitu NAMA.<br />
Tumbuhan dan benda mati lainnya diberi kata sebutan.<br />
Satu manusia mempunyai satu nama tujuannya untuk memberi tanda yang mewakili diri manusia tersebut.<br />
Namun ada pula nama yang diberi untuk memberi ciri atau tanda seperti NAMA KELOMPOK.<br />
Kelompok adalah sekumpulan dari beberapa orang.<br />
Perusahaan adalah sekumpulan orang yang bekerja/berusaha.<br />
Sekolah dan Universitas adalah sekumpulan pengajar atau guru atau dosen.<br />
Hospital adalah sekumpulan perawat dan dokter.<br />
Rumah Sakit adalah sekumpulan orang sakit.</p>
<p>Dan bila ada orang yang bertindak atau melakukan dengan atas nama atau didalam kumpulannya itu berarti dia mewakili kumpulan tersebut.<br />
Jadi bila ada orang dalam kelompok atau kumpulan tersebut melakukan atau bertindak positif atau negatif, mereka mengharumkan atau mencemarkan nama kelompok mereka.</p>
<p><strong>BILA ORANG LAIN MENGATAKAN YANG TIDAK SEBENARNYA, ITU ADALAH FITNAH!</strong></p>
<p><strong>BILA ORANG LAIN MEMBEBERKAN FAKTA ANDA, &#8230; &#8221; ??? &#8220;</strong><br />
<strong>&#8220;KEBAKARAN JENGGOT&#8221;</strong> KALAU PUNYA JENGGOT</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[In the name of HORMON]]></title>
<link>http://djurnal.wordpress.com/2009/08/13/in-the-name-of-hormon/</link>
<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 08:39:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>djurnal</dc:creator>
<guid>http://djurnal.wordpress.com/2009/08/13/in-the-name-of-hormon/</guid>
<description><![CDATA[Blank&#8230;. Somehow,  she doesn&#8217;t know what she has to do. Despite of jobless, she has lot o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Blank&#8230;.</p>
<p>Somehow,  she doesn&#8217;t know what she has to do. Despite of jobless, she has lot of works to do. But still, she doesn&#8217;t know what should she does.</p>
<p>Aaaaarrgghhhh&#8230; feels like she wish to scream out loud, but of course she can&#8217;t. She just doesn&#8217;t know what she has to do.Doesn&#8217;t even know what&#8217;s her feeling.</p>
<p>In the name of Hormon..</p>
<p>Really hates this situation</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
