<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ngalor-ngidul &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/ngalor-ngidul/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ngalor-ngidul"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 16:26:59 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Beratnya Menjadi Seorang Ibu]]></title>
<link>http://hneir.wordpress.com/2010/02/08/beratnya-menjadi-seorang-ibu/</link>
<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 06:37:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>hneir</dc:creator>
<guid>http://hneir.wordpress.com/2010/02/08/beratnya-menjadi-seorang-ibu/</guid>
<description><![CDATA[Sudah cukup lama ingin menulis ini namun lagi-lagi alasan klasik yaitu tidak sempat, padahal saya te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sudah cukup lama ingin menulis ini namun lagi-lagi alasan klasik yaitu tidak sempat, padahal saya termasuk orang yang tidak sibuk-sibuk amat.hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">OK. Awalnya ingin menulis ini karena saya termasuk suami yang sering ditinggal istri dinas keluar kota satu tahun belakangan ini (sejak 2009) namun paling lama adalah tahun 2010 ini, dimana istri saya dinas ke Palembang selama 3 bulan. Waktu yang tidak singkat. Kenapa saya memilih judul Beratnya menjadi seorang Ibu?ya, karena disinilah saya merasakan bahwa seorang Ibu secara tugas <em>kerumahtanggaan</em> cukup berat ternyata, apalagi saya tidak ada pembantu dan harus mengurus puteri kami. Apa saja tugas rumah tangga itu?Bagi yang belum biasa mungkin bingung, yang sudah biasa dengan mudahnya menyebut satu persatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, mendidik anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebetulan anak saya baru satu dan saat ini duduk di bangku Taman Kanak-Kanak Tingkat B. Paling sulit mengajarkan dia menulis halus, butuh kesabaran luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, memikirkan makan apa kami hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan suatu hal yang mudah bagi kami untuk setiap hari membeli makan diluar/warung, mau tidak mau memasak, dan saya telah mempelajari dan mempraktekkan beberapa masakan yang mudah seperti sop, sayur bayam, ayam goreng, tahu goreng, nasi goreng, spaghetti, soto ayam, bihun goreng dll. Syukurlah anak saya doyan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, mencuci baju.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini seh mudah tinggal putar beres, namun menyempatkan di pagi hari sebelum berangkat ke kantor dan mengantar anak ke sekolahnya (kebetulan sekolah plus penitipan jadi pulang kantor tinggal saya jemput).</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat, menyeterika.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini tidak bisa saya lakukan, tidak tahan saya. Terpaksa ke ahlinya yaitu tukang laundry cm inta di setrikain aja.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelima, bersih-bersih rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Hore hal menyenangkan bila rumah bersih.</p>
<p style="text-align:justify;">Keenam, ajak anak jalan-jalan sekaligus olahraga.</p>
<p style="text-align:justify;">Seringnya paling-paling kami berenang, atau jalan-jalan ke mall.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Keenam kegiatan ini saja sudah sangat menyita waktu, saat hari sabtu minggu seharian dari pagi hingga sore saya kerjakan tidak selesai-selesai. Pantas saja ketika Ibu di rumah terkesan kuno dan ketinggalan jaman, kerjaan mereka sudah sekian banyak. Bagaimana dengan wanita karier yang membantu nafkah keluarga, pantas saja mereka membutuhkan assisten rumah tangga 2 &#8211; 4 orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus terang asyik juga menikmati pekerjaan ini rutinitas saya senin &#8211; jumat ternak (antar anak), jika di kantor memikirkan nanti malam kami makan pakai apa ya?besok pagi harus mencuci baju. Malam ini mau bersih-bersih rumah sapu dan ngepel. Lama kelamaan menikmati juga namun jangan lama-lama nanti karatan. Dasar Lelaki!!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">salam</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sepid of Lait II]]></title>
<link>http://wolfgangxemandros.wordpress.com/2010/02/04/sepid-of-lait-ii/</link>
<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 18:02:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Wolfgang Xemandros</dc:creator>
<guid>http://wolfgangxemandros.wordpress.com/2010/02/04/sepid-of-lait-ii/</guid>
<description><![CDATA[Ya.. sekarang, entah di mana, saya mendapatkan diri saya di tengah keramaian. Entah, hal apa yang me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ya.. sekarang, entah di mana, saya mendapatkan diri saya di tengah keramaian.</p>
<p>Entah, hal apa yang membuat setiap orang ini berkumpul dan menciptakan keramaian.</p>
<p>Sejenak, saya melihat kembali alat yang sudah habis baterenya itu. Sepertinya, efek samping dari memakai alat itu adalah pusing-pusing di kepala dan sedikit kunang-kunang.</p>
<p>Tiba2&#8230; keramaian itu hilang seperti hempasan kentut.. *puff*.. gile.. Saya geleng2 kepala dan bertanya kenapa tiba2 mereka hilang.</p>
<p>(Sejenak saya berpikir kenapa bahasa yang saya gunakan menjadi begitu baku? Baiklah..)</p>
<p>**</p>
<p>Lalu, gue pergi ke warung untuk membeli batere AA yang lebih tahan lama supaya alat SoLS (Speed of Light Synchronizer) bisa gue pake lagi.</p>
<p>&#8220;waaaah.. ini baterenya cuma dijual di hutan Madagaskar, mas.&#8221;, si Abang penjaga warung menjelaskan.</p>
<p>Oke, Madagaskar&#8230; kalo gitu gue harus bergegas ke sana.</p>
<p>Entah hal apa yang mendorong gue untuk niat banget cari batere AA yang kuat buat aktifin alat ini lagi.</p>
<p>Sepulangnya dari aktifitas mencari batere itu, gue langsung cari tau di google kenapa batere itu ada di madagaskar.</p>
<p>Di google, saya menemukan info bahwa alat SoLS itu ada dua di dunia. Satu ada di tangan saya, dan satu lagi di tangan seorang ilmuwan yang kabarnya ditelan oleh hewan buas. Alat itu terjatuh sesaat sebelum ilmuwan itu dilahap oleh hewan buas itu. Sepertinya, hewan tersebut memang buas karena hewan itu langsung menelan ilmuwan tersebut, kagak pake dikunyah. Kebayang kan gedenya seperti apa? Cicak aja masih pake ngunyak sedikit pas nelen nyamuk.</p>
<p>**</p>
<p>&#8220;oooh, man.. kenapa harus ke Madagaskar?&#8221; gue ngetwit dalam hati.</p>
<p>&#8220;yaah&#8230; mau gimana lagi? RT @guedalamhati: oooh, man.. kenapa harus ke Madagaskar?&#8221; Spontan, hati gue RT-in pertanyaan gue sebelumnya.</p>
<p>**</p>
<p>(bersambung)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gitu Aja Kok Ribut Banget seh?]]></title>
<link>http://hneir.wordpress.com/2010/02/02/gitu-aja-kok-ribut-banget-seh/</link>
<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 03:05:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>hneir</dc:creator>
<guid>http://hneir.wordpress.com/2010/02/02/gitu-aja-kok-ribut-banget-seh/</guid>
<description><![CDATA[Ontran2, Geger, Ribut pro kontra Nasional Demokrat atau NasDem yang baru saja dilahirkan oleh 2 pent]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Ontran2, Geger, Ribut pro kontra Nasional Demokrat atau NasDem yang baru saja dilahirkan oleh 2 pentolan Partai Golkar yaitu Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai inisiator, serta 45 deklarator lainnya yang terdiri dari berbagai elemen politik dan budayawan Indonesia&#8230;tapi lebih banyak politisinya&#8230;pantas orang sebut the next party&#8230;hehehe&#8230;apalagi ramai diperbincangkan ini sekumpulan kelompok yang sakit hati alias Barisan Sakit Hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Menarik ketika menyimak beragam komentar di twitter mengenai NasDem ini&#8230;lepas dari itu menurut saya ada nafas baru di dunia politik Indonesia&#8230;kenapa? karena meski NasDem tidak jauh2 dari urusan politik namun masih malu2 menyatakan dirinya sebagai parpol (belum terpikir ~ pinjam istilah @aburizalbakrie), NasDem masih menyatakan sebagai OrMas. Apapun namanya namun deklaratornya tidak jauh dari politisi negeri ini. Sehingga inilah nafas baru dunia perpolitikan kita, sebagian intelektual bosan dengan partai politik yang ada sekarang atau gemes melihat plitik birokrasi kita, ditunjang dengan kelakuan yang menyatakan diri sebagai wakil rakyat (saya tidak pernah merasa diwakili). Munculah Ormas ini, diharapkan NasDem mampu memberi kontribusi juga diluar politikana negeri ini, jika masih dilingkup politik saja tidak berbeda dengan partai, siapin calon saja untuk pemilu 2014 nanti, tinggal siapa yang bersedia mengalah menjadi Wakil Presidennya&#8230;Suryo Paloh atau Sri Sultan Hamengku Buwono X?</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit kita intip Visi Misinya yang saya kuti dari website <a href="http://www.nasionaldemokrat.org/pages/visi_misi" target="_blank">NasDem</a>.</p>
<div>
<h2>Visi</h2>
<p>Kemerdekaan Indonesia yang Utuh!</p>
<h2>Misi</h2>
<ol>
<li>Membangun Politik Solidaritas
<p>Berarti menata kembali demokrasi melalui partisipasi rakyat dari tingkat lokal hingga terbentuknya solidaritas nasional (melalui jalur partai politik dan non-partai politik), memantapkan reformasi birokrasi sebagai pelayan rakyat dan bukan alat kekuasaan, negara-bangsa dan negara konstitusional yang kuat.</li>
<li>Menggerakkan Ekonomi Emansipatif dan Partisipatif
<p>Berarti menggerakkan potensi manusia yang produktif (perluasan kesempatan lapangan kerja, kemampuan kewirausahaan dan akses permodalan, khususnya di pertanian, pedesaan, dan maritim), penguasaan dan pengelolaan sumberdaya alam secara bergotong-royong, bernilai tambah, dan berwatak nasional, keberpihakan kepada UMKM, serta restorasi industri dasar dan industri olahan.</li>
<li>Menumbuh-kembangkan Budaya Gotong Royong
<p>berarti merestorasi pendidikan karakter bangsa yang menjunjung tinggi pluralisme, kebebasan berekspresi, solidaritas sosial (tolong-menolong), penghargaan terhadap budaya lokal; membangun ilmu pengetahuan berbasis warisan budaya bangsa; memajukan teknologi tepat guna; dan kelestarian ekologi.</li>
</ol>
</div>
<p style="text-align:justify;">Retorik menurut saya, secara konkret NasDem tidak diharapkan turun ke jalan menjadi demokrasi jalanan, provokator jalanan yang mengobok2 jalannya pemerintahan tanpa memberi solusi seperti yang dilakukan beberapa organisasi sosial masyarakat lainnya. Pada poin satu Membangun Politik Solidaritas sebaiknya bukan menjadi misi pertama, namun misi terakhir. Paling penting yang diberikan untuk negeri ini adalah Menggerakan Ekonomi, penguatan sektor UKM dimana Free Trade Agreement Asean dan China sudah harus kita hadapi. Setelah Ekonomi kita menguat di sektor dasar mulailah menumbuhkan kembali sifat Gotong Royong yang masih melekat di bangsa ini&#8230;tinggal poles sedikit saja&#8230;terbukti 2 koin terkumpul Ibu Prita dan Koin Cinta Bilqis&#8230;Dukungan terhadap Chandra Hamzah pun membuktikan hukum tidak bisa berkata apa2 ketika rakyat bahu membahu. Menumbuhkan sifat Gotong Royong ini termasuk didalamnya meningkatkan persatuan dan cinta tanah air. Baru Selanjutnya silahkan bicara politik&#8230;tepatnya pendidikan politik pada masyarakat&#8230;agar kelak tidak menjadi anggota DPR yang seperti siswa TK, seperti preman pasar/terminal&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi entahlah ini hanya omyangan saya saja&#8230;ngalor ngidul engga jelas&#8230;saya tidak mau sok tahu..wait &#38; see aja. Sukses untuk NasDem&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sepid of lait.]]></title>
<link>http://wolfgangxemandros.wordpress.com/2010/01/23/sepid-of-lait/</link>
<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 20:11:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Wolfgang Xemandros</dc:creator>
<guid>http://wolfgangxemandros.wordpress.com/2010/01/23/sepid-of-lait/</guid>
<description><![CDATA[gue nyalain tuh alat: ON. saat alat itu nyala, ternyata alat itu mati. Ternyata gue bacanya kebalik.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>gue nyalain tuh alat: ON.</p>
<p>saat alat itu nyala, ternyata alat itu mati. Ternyata gue bacanya kebalik.</p>
<p>&#8220;Bah? Alat apaan nih? Kok ada tombol NO. Huruf &#8220;N&#8221; kebalik pula. Cih&#8230; sial! hahahha&#8221;</p>
<p>Ouuuw.. kenapa juga gue nyalain alat tapi gue belum tau fungsinya. Ternyata pas gue nyalain, gue baru tau itu alat apaan.</p>
<p>&#8220;SPEED OF LIGHT SYNCHRONIZER&#8221;</p>
<p>Sesaat,, semua menjadi berhenti seketika karena pergerakan gue sudah menyamai kecepatan cahaya.</p>
<p>Serpihan cahaya bisa gue liat. Mereka bergerak kesana kemari. Tapi gue males liat ke matahari, soalnya pasti serpihan itu pekat banget..</p>
<p>Berhentinya pergerakan di sekitar gue hiraukan. Gue udah pernah liat di film soalnya.</p>
<p>Saat gue berlarian ke sana ke mari bagai kera sakti, gue berhenti di satu titik.. di depan warnet. Gue iseng aja masuk.. ternyata koneksi internet mendadak menjadi lelet banget..</p>
<p>**</p>
<p>Gue bosen, jadinya gue keluar dari warnet itu gak bayar karena gue pake internetnya cuma beberapa menit doang (gue ngerasa lama di situ, tapi gak tau deh dalam hitungan manusia normal.. palingan cuma beberapa detik doang.)</p>
<p>Di luar, gue bergerak ke sana ke mari bagai kera sakti lagi. Beneran kera sakit, tapi tanpa awan kintoun. Kalo pake awan kintoun, gue jadi gak begerak kesana kemari karena sebenarnya awannya doang yg bergerak.</p>
<p>**</p>
<p>Lincahnya gue tiba2 berhenti di satu titik lagi. Dari kejauhan, gue melihat satu titik yang mengeluarkan cahaya sama pekatnya seperti di kala gue nengok ke atas, nengok matahari.</p>
<p>Saat gue ingin menghindari kepekatan cahaya itu dan ingin mengetahui apa di baliknya, alat tersebut udah kedap kedip kayak lampu ultraman. Kali ini, kedap kedipnya kagak pake dramatisasi. Kedap kedip 3 kali, langsung mati&#8230;</p>
<p>&#8220;Jiaaaaaaah&#8230;&#8221; Sesaat itu pula, gue ngecek batere-nya.</p>
<p>&#8220;Pantesan,,, bukan batere alkaline.. batere biasa. Sial..&#8221;</p>
<p>Saat itu pula, gue gak sempet cek pancaran cahaya itu dari mana. Karena kepekatan itu sudah tidak terlihat lagi.</p>
<p>***</p>
<p>Batere abis&#8230; cerita abis..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pernikahan Rustam]]></title>
<link>http://dongengdatuk.wordpress.com/2009/12/10/pernikahan-rustam/</link>
<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:25:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>trianifa</dc:creator>
<guid>http://dongengdatuk.wordpress.com/2009/12/10/pernikahan-rustam/</guid>
<description><![CDATA[Apa yang paling susah kau telan? Jawabannya, rasa perih. Ia seperti tersangkut di tenggorokanmu, dit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Apa yang paling susah kau telan? Jawabannya, rasa perih. Ia seperti tersangkut di tenggorokanmu, dit]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Resetter Canon MP145]]></title>
<link>http://sambelpetisabang.wordpress.com/2009/11/22/resetter-canon-mp145/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 15:56:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tumes_semuT</dc:creator>
<guid>http://sambelpetisabang.wordpress.com/2009/11/22/resetter-canon-mp145/</guid>
<description><![CDATA[sebenarnya ini bukan printer saya dewe, tapi punya sedulur seng minta tolong untuk diisi ulang tinta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>sebenarnya ini bukan printer saya dewe, tapi punya sedulur seng minta tolong untuk diisi ulang tintannya. sebelum mulai mengisi tinta saya sama sekali gak kepikiran dan gak kilingan blas bahwa selalunya printer setiap selesai ganti tinta pasti butuh resetter.<!--more--><br />
ditambah lagi baru pertama kali saya nyuntik canon mp145 kaya gini. singkat cerita selesai nyuntik dan pasang kembali cartridge dan coba ngeprint keluarlah pesan bahwa tinta utawa cartridge tidak dikenali.<br />
akhirnya cuman saya coba untuk menekan tombol reset beberapa kali dan akhirnya cartridge bisa dikenali dan bisa ngeprint beres wes&#8230;<br />
nah pada kesempatan nyuntik yang kedua saya masih juga belum sempat nyari resetter atau tanya2 teman tentang tip n trik nyuntik canon mp145 ini, jadi yo selesai nyuntik langsung pasang dan coba tekan tombol reset seperti saat nyuntik pertama, loh kok ternyata ndak iso&#8230;<br />
akhirnya setelah lepas pasang pasang lepas cartridge berkali-kali masih gagal juga, pada akhirnya cartridge berhasil dikenali dan bisa ngeprint setelah saya matikan printer dan tekan tombol reset saat menyalakan printer.<br />
setelah yang keduax inilah saya akhirnya coba bertanya pada google dan diberi seabrek jawaban tapi belum juga dapet software resetter. jadi yo terpaksa pake cara manual cartridge dilepas kemudian dipasang dan printer dimatikan setelah itu dinyalakan sambil tekan tombol resetnya.<br />
pada saat nyuntik lagi yang ketiga kali cara ini masih berhasil untuk menjalankan printer (cartridge bisa dikenali dan isa ngeprint). sampean ada cara yang lebih beradab?maklum soale biar isa ngeprint tapi printernya masih kedap-kedip ngasih pesen error E5.</p>
<p>Error Code/Kode Error :<br />
E2-2 = No paper (ASF)<br />
E3-3 = Paper jam<br />
E4 = No ink<br />
E5-5 = The ink cartridges are not installed or a non-supported ink cartridge is installed, or the ink cartridges are not installed properly<br />
E8 = Waste ink absorber full, or platen waste ink absorber full<br />
E9 = The connected digital camera / video camera does not support Camera Direct Printing<br />
E14 = The Ink cartridges whose destination are wrong<br />
E15 = Ink cartridge is not installed E16 – Ink remaining is unknown<br />
E16 -E19 = Failed to scan head alignment sheet<br />
E22 = Carriage error<br />
E23 = Paper feed error<br />
E24 = Purge unit error<br />
E25 = ASF(cam) sensor error<br />
E26 = Internal temperature rise error<br />
E27 = Waste ink absorber full or platen waste ink absorber full<br />
E28 = Ink cartridge temperature rise error -<br />
E29 = EEPROM error<br />
E33 = Paper feed position error<br />
E35 15 = USB Host VBUD overcurrent error – USB<br />
E37 17 = Abnormal motor driver error<br />
E40 20 = Other hardware error<br />
E42 22 = Scanner error</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ten Facts about Bima Anggreyanto]]></title>
<link>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/22/ten-facts-about-bima-anggreyanto/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 02:47:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>donvitoanggreyanto</dc:creator>
<guid>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/22/ten-facts-about-bima-anggreyanto/</guid>
<description><![CDATA[Bima adalah seorang manusia, setidaknya memang di cap Homo sapiens, atau lebih jelasnya Homo sapiens]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li>Bima adalah seorang manusia, setidaknya memang di cap <em>Homo sapiens</em>, atau lebih jelasnya <em>Homo sapiens campuran minangkabau dan javanensis nggak terlalu pinter tapi lucu dan bukan dari zaman paleojavanicus.</em> Anak pertama dari 4 bersaudara. Berasal dari keluarga bahagia hasil percampuran dari Ayah dari Magelang, dan Ibu dari Tilatang Kamang, Bukittinggi. Percampuran adat ini yang membuat Bima mempunyai percampuran gen yang bertolak belakang dan memengaruhi sifat fenotipnya.</li>
<li>Bima adalah tipe orang yang <em>sangat </em>sederhana, tidak neko-neko, berbicara terus terang tanpa memakai majas-majas yang memusingkan. Intinya Bima adalah makhluk hidup yang lebih sederhana daripada amuba, paramecium, protozoa, dan teman-temannya.</li>
<li>Bima adalah tipe orang yang cuek, tetapi bukan cuek terhadap lingkungan, baik lingkungan alam, maupun lingkungan sosial. Cueknya Bima adalah cuek terhadap presepsi orang lain terhadap pribadi Bima. Hematnya, selama Bima tahu apa yang Bima lakukan itu benar dan bermanfaat bagi Bima dan orang lain, Bima tidak peduli apa <em>pendapat miring </em>orang lain (<em>pendapat miringnya</em> di <em>miringkan</em> karena secara harfiah memang <em>miring</em>).</li>
<li>Bima suka berlari. Bukan lari karena dikejar pemilik warung tempat ngutang, tetapi jogging. Anda dapat melihat alasannya di <a href="http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/02/olahraga-buat-masa-depan/" target="_blank">salah satu post Bima.</a></li>
<li>Bima sangat-sangat-sangat menyukai dunia sastra, walaupun tidak bisa membuat karya sastra, setidaknya Bima bisa dan <em>mau</em> mengapresiasi sastra (buku sastra favorit: Horison Sastra Indonesia, kitab puisi dan kitab cerpen).</li>
<li>Bima suka semua jenis makanan, apa saja yang berlabel <em>halalan thayyiban</em>. Tipe orang yang menerima apapun makanan yang disodorkan, karena setiap makan Bima selalu teringat saudaranya di Ethiopia dan Zimbabwe yang tidak seberuntung dirinya.</li>
<li>Bima menyukai musik, spesifiknya Dangdut dan Melayu. Alasannya adalah karena musik dangdut adalah musik asli Indonesia dan Bima merasakan sensasi yang tidak dapat dideskripsikan bila mendengar, berjoget mengiringi, dan menyanyikan musik dangdut. Bima juga suka musik melayu karena&#8230; tanya saja ST Setia.. hehe&#8230;</li>
<li>Bima tidak bisa berbahasa Jawa, karena Bima mempunyai Ayah keturunan Jawa yang tidak pernah berbicara dan Ibu berketurunan Minangkabau yang tidak pernah berhenti berbicara (Ich liebe Vati und Muti).</li>
<li>Bima sangat suka makan wortel, terlebih yang masih <em>pure</em> dari dalam tanah.</li>
<li>Bima adalah orang yang ekspresif. (harapa diketahui bahwa cuek dan ekspresif adalah dua sifat yang sedikit bertolak belakang. Karena itu, disimpulkan bahwa Bima mendapat dua sifat ini dari gen orang tua yang dipengaruhi oleh faktor adat).</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Serba-Serbi Ketua OSIS]]></title>
<link>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/12/serba-serbi-ketua-osis/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 10:31:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>donvitoanggreyanto</dc:creator>
<guid>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/12/serba-serbi-ketua-osis/</guid>
<description><![CDATA[Dear Readers, temen gua punya post menarik nih, serba serbinya Ketos, liat yah&#8230; http://gedarge]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dear Readers,<br />
temen gua punya post menarik nih, serba serbinya Ketos, liat yah&#8230;</p>
<p><a title="gedargedor si Ayie..." href="http://gedargedor.wordpress.com/2009/10/30/301009/" target="_blank">http://gedargedor.wordpress.com/2009/10/30/301009/</a><br />
Enjoy the illumination&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cewek ama Cowok Memang Jauh Beda...]]></title>
<link>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/11/cewek-ama-cowok-memang-jauh-beda/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:52:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>donvitoanggreyanto</dc:creator>
<guid>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/11/cewek-ama-cowok-memang-jauh-beda/</guid>
<description><![CDATA[Dear readers, Hari ini pertama kalinya gua diajak pergi sama Makhlok hidup bernama takson Homo sapie]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dear readers,</p>
<p>Hari ini pertama kalinya gua diajak pergi sama Makhlok hidup bernama takson <em>Homo sapiens</em> yang berkelamin beda sama gua (susah banget sih, mau deskripsikan cewek&#8230;). Ternyata dunia ini sudah berkebalikan, sekarang cewek yang proaktif ngajak gua.</p>
<p>Sebenarnya sih, gua bukan pengen cerita tentang kencan kami. Hanya dalam satu fragmen percakapan gua ama dia, kami membicarakan sedikit masalah cowok dan cewek. Dari peraduan mulut inilah (bukan yang jorok yah!!!) gua menyimpulkan ada beberapa hal yang ngebedain antara cowok dan cewek, yang akan gua jelaskan secara sistematis melalui uraian berikut:</p>
<p>Dilihat dari fungsi yang dijalankan oleh masing-masing tipe gender, laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan fungsionalis tersendiri, yaitu laki-laki cenderung lebih dominan dalam menggunakan otak kirinya, sedangkan perempuan menggunakan otak kiri dan kanannya secara seimbang. Dari satu hal ini sedikitnya dapat dikembangkan empat hal:</p>
<p>1.  Dalam menerima informasi, laki-laki cenderung  mengolah dan menghubungkan informasi tersebut dengan logika dan rasionalitas, sedangkan perempuan akan mengolah informasi itu dengan degan logika dan imajinasi sekaligus. Gua tadi sempat memberikan contoh sembari kami berjalan. Kalau cewek mau melahirkan, mereka pasti berpikirnya hamil itu nyusahin, banyak kendala, waktu mau brojol kan sakit, ga kuat deh nahannya, dsb. (gua menangkap rasa takutnya dengan melihat ekspresi wajahnya yang seperti melihat alien hijau dengan tubuh penuh iler yang keluar dari mobil sedan corolla setelah terkejut<sup>*</sup> karena nyaris ditabrak<sup>**</sup>). Kalau cowok yang menghadapi situasi itu, pasti mereka mikirnya, “ah iya gua hamil, paling cuma sembilan bulan, ga’ lama lah, 6480 jam itu sebentar&#8230; trus gua brojol, paling sakitnya sebentar, bla bla bla&#8230;” (harap diperhatikan bahwa monolog ini tidak akan mungkin terjadi karena ada fakta <em>kecil </em>yang terlupakan: bahwa COWOK NGGAK BISA HAMIL!!!.</p>
<p>2.  Tutur pembicaraan laki-laki cenderung lugas dan lebih berstruktur, dengan pola tujuan dan proses, maksudnya laki-laki akan langsung <em>“straight to the point”</em>. Sedangkan perempuan, selain memikirkan tujuan dan cara komunikasi, mereka juga memikirkan perasaan orang yang diajak bicara. Tak jarang dalam komunikasi, mereka sering bicara berputar-putar. Dan sifat ini yang paling gua BENCI karena ini akan membuang-buang waktu gua yang sangat penting!!! Karena seharusnya waktu yang terbuang itu dapat gua gunakan secara efisien melalui kegiatan-kegiatan yang BERMANFAAT seperti: tidur, baca komik, nonton Spongebob, atau hal berguna lainnya!!!</p>
<p>3.  Perempuan dapat dengan mudah menyampaikan banyak informasi dalam satu pembicaraan, bahkan dalam satu kalimat, artinya mereka sangat mudah menggabungkan, memisahkan, membelokkan, mengoper, mengumpan, menggiring, mengilik-ngilik topik pembicaraan mereka (itu bola yah? Sorry.), karena, selama otak kiri mereka bekerja menyusun kata-kata, otak kanan mereka juga bekerja untuk memikirkan apa saja yang akan mereka lakukan dalam kalimat yang mereka ucapkan. Sedangkan laki-laki tidak berdaya apa-apa dalam hal ini, karena mereka dominan hanya menggunakan otak kiri mereka baik untuk berpikir maupun menyusun kata-kata. Tetapi lain halnya ketika para lelaki “menembak” cewek yang mereka sukai, mereka secara tahu atau tidak, sadar atau tidak sadar, telah memaksakan kinerja otak kanan mereka untuk berpikir tentang perasaan cewek itu, sehingga tidak jarang kita lihat, di saat-saat “penembakan” keluarlah kata-kata yang manis dari mulut sang lelaki, yang bahkan mungkin sebagian dari mereka tidak tahu darimana mereka mendapatkan tuturan tersebut (yang ini favorit gua&#8230;).</p>
<p>4.  Laki-laki hanya dapat mengerjakan satu kegiatan dalam satu waktu, sedangkan perempuan bisa melakukan banyak hal di dalam waktu yang bersamaan, contohnya menonton tv atau memasak sambil menelpon, kalau perempuan yang melakukan, masakan tidak akan gosong dan infotainment yang ditontonpun akan masuk ke ingatan. Lain halnya bagi para lelaki, coba saja menginterupsi mereka saat nonton atau menelpon, niscaya mereka akan marah.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Hehe, sebuah kencan yang bermanfaat bagi gua. Gua yakin dia juga merasakan hal yang sama. Thank you ya Mar, atas pangsitnya, Bima kenyang banget, walaupun nurani maskulinisme Bima hancur gara-gara Mar yang bayar. Maaf banget kalau Bima jadi ngerepotin Mar. Lain kali biar Bima yang bawa belanjaannya. But, most of all, Bima senang banget udah melewati hari ini dengan Mar.</p>
<p>Vielen dank,  Mar, semoga engkau sampai di Al-Azhar. Bima doain dari jauh (sekitar 15 kiloan lah, khan lumayan jauh&#8230;).</p>
<p>&#160;</p>
<p>CATATAN KAKI</p>
<p><sup>*</sup>aliennya, bukan temen gua&#8230;</p>
<p><sup>**</sup>tidak ada alien yang disakiti dalam pembuatan ilustrasi ini.<sup>***</sup></p>
<p><sup>***</sup>bahkan sebenarnya ilustrasi ini tidak dibuat<sup>****</sup></p>
<p><sup>****</sup>nulis footnote di footnote, tulisan apaan sih ini???.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kebocoran yang Tidak Pernah Gua Inginkan... Kebocoran Ban.]]></title>
<link>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/10/kebocoran-yang-tidak-pernah-gua-inginkan-ban-bocor/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 12:31:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>donvitoanggreyanto</dc:creator>
<guid>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/10/kebocoran-yang-tidak-pernah-gua-inginkan-ban-bocor/</guid>
<description><![CDATA[Dear readers, Gua paling BENCI kalau ban motor gua bocor!!! Beberapa faktor “kecil” sedikit menggang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dear readers,</p>
<p>Gua paling BENCI kalau ban motor gua bocor!!! Beberapa faktor “kecil” sedikit mengganggu gua, diantaranya:</p>
<p>1)      Gua selalu jadi artis di waktu gua mendorong motor gua. Yah, tau deh orang-orang zaman sekarang, selalu ngeliat dengan aneh kalau ada keganjilan disekitarnya. Apalagi kalau lihat Anjasmara sedang lari-lari sambil bawa pentungan plastik sambil jingkrak-jingkrak, pasti mereka ngeliat dengan aneh (harap diingat bahwa kejadian yang sama tidak akan terjadi bila pentungan yang dibawa terbuat dari baja solid tahan karat. Mereka pasti dengan spontan berlarian dengan kecepatan cheetah menjauhi subjek dengan rasa cemas).</p>
<p>2)      Orang-orang di jalan bakal nanya ama gua dengan subjek yang nggak bermutu sama sekali, seperti: “<em>Manga bana dijinjiang kareta tu diak??” </em>(kenapa kok motornya dijinjing dek?). <em>NGGAK</em> BERMUTU BANGET KHAN? Kecuali kalau mereka nanya gua dan bisa meniup ban motor gua yang kempes pakai mulut<sup>*</sup> mereka, itu lain cerita&#8230;</p>
<p>3)      Gua harus dorong motor gua sampai berkilo-kilo, karena notabene nggak ada tambal ban di kampung kecil kayak lokasi rumah gua. Kecuali, kalau rumah gua dekat ITB ( Institut Tambal Ban).</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Institut Tambal Ban, Hehe..." src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/08/itb_ban.jpg?w=350&#038;h=233" alt="" width="350" height="233" /></p>
<p>4)      Perjalanan mendorong motor ke tempat tambal ban adalah perjalanan yang melelahkan (nenek-nenek salto yang bisa Copstand di atas bara api panas<sup>**</sup> juga tahu akan hal itu&#8230;).</p>
<p>5)      Terakhir, perjalanan mendorong motor ke tempat tambal ban adalah sebuah perjalanan yang riskan dan berbahaya. Apa jadinya kalau diperjalanan kaki gua kemasukan kaca atau batu atau kayu yang nantinya bisa membuat kaki gua infeksi, bengkak-bernanah, tetanus, rabies, dan TBC sehingga harus diamputasi??? (cukup logis ‘kan?)</p>
<p>Terus, pengalaman yang paling gua benci dari seluruh lika-liku perbocoran ban motor adalah (tentu saja) pertama kalinya ban motor gua bocor. Waktu itu gua sedang meluncur ke arah rumah gua<sup>***</sup> bersamam sahabat, namanya <a href="http://www.facebook.com/photo.php?rfe6e5a74&#38;pid=30169113&#38;id=1003217798&#38;refid=0#/dendy.m.emiral">Dendy </a>(teman-teman bisa berselancar ke blognya. Linknya gua letakin di blogroll). Di tengah jalan, tiba-tiba ban motor gua bocor, entah kena paku atau apa. Lantas gua harus mengalami “jalan-jalan sore bersama teman” sekitar satu setengah kilometer<sup>****</sup>. Dan BODOHNYA, gua JALAN mendorong motor yang bermassa beberapa kali lipat massa seorang manusia, dengan sepenuhnya memakai tenaga gua dan Dendy. Bodohnya, gua nggak memanfaatkan mesin motor bermerk Honda Karisma 125cc, dengan teknologi <em>full injection</em> berpembakaran sempurna!!!!!!! (oke, gua bohong tentang full injectionnya, yah&#8230; sekedar hiperbola aja&#8230;).</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?rfe6e5a74&#38;pid=30169113&#38;id=1003217798&#38;refid=0#/dendy.m.emiral"><img class="aligncenter size-medium wp-image-106" title="Si Dendy (Makhluk abstrak yang di sebelah kanan [yang disebelah kiri itu saudarinya])" src="http://bimagagahbana.wordpress.com/files/2009/11/bandi-gilo.jpg?w=225" alt="Si Dendy (Makhluk abstrak yang di sebelah kanan [yang disebelah kiri itu saudarinya])" width="225" height="300" /></a></p>
<p>N.B. thanks banget buat Dendy yang udah dengan sukarela dan tidak dibawah todongan senjata mau tolongin gua mendorong Karisma gua sampai ke Tambal Ban. Maafkan ketololan dan ke”dongok”an gua di masa itu, yang telah membuat elu juga ikut bersusah payah mengeluarkan tenaga yang seharusnya nggak diperlukan.</p>
<p>Dan juga, terima kasih juga buat motor gua yang sudah setia selama kurang lebih dua tahun berjalan berdampingan dengan gua dalam hujan, panas, dan keadaan-keadaan alam lain yang notabene nggak bisa ditolerir manusia. Maafkanlah saya yang telah menempatkanmu di tempat-tempat parkir yang tidak <em>berperikesepedamotoran</em>.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-107" title="Motorku Sayang, Motorku Malang" src="http://bimagagahbana.wordpress.com/files/2009/11/copy-of-dsc08089.jpg?w=300" alt="Motorku Sayang, Motorku Malang" width="300" height="224" /></p>
<p>Dengan tidak mengurangi rasa hormat karena pengurutan letak. Terima kasih kepada Allah Swt. Yang telah memberi gua Dendy dan Motor. Alhamdulillahirrabbil’alamin.</p>
<p>Catatan Kaki:</p>
<p><sup>*</sup>logis, karena agak sulit untuk meniup ban motor dengan hidung.</p>
<p><sup>**</sup>sebuah penggunaan Bahasa Indonesia yang salah, karena semua bara api panas.</p>
<p><sup>***</sup>yang tentunya lewat jalan, karena otomatis gua akan bertabrakan dengan rumah orang kalo gua langsung me”lurus”kan jalan gua ke rumah gua sendiri.</p>
<p><sup>****</sup>tidak mungkin kilogram&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Satu Dua Tiga]]></title>
<link>http://jujuku.wordpress.com/2009/11/10/satu-dua-tiga/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 12:13:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>jumardinasih</dc:creator>
<guid>http://jujuku.wordpress.com/2009/11/10/satu-dua-tiga/</guid>
<description><![CDATA[Apa kamu belum tidur? Dengar.. otakku mulai melebur menjadi bubur Memikirkan satu dua tiga harapan y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Apa kamu belum tidur?</p>
<p>Dengar.. otakku mulai melebur menjadi bubur<br />
Memikirkan satu dua tiga harapan yang kabur<br />
Dengar&#8230;. Aku ingin jujur<br />
jangan sampai ini membuatmu melebur hancur<br />
Bukan mundur<br />
Bukan..<br />
Tapi menjual kemasa satu dua tiga yang baur<br />
Tidaklah bijak dan tidaklah luhur</p>
<p><!--more tegaskah?--></p>
<p>tegas Tegas tegas berkali2 mendengung keras<br />
Kompromi tegas ataukah malas<br />
Meski pun otak terkuras<br />
tetap jelas<br />
bahwa&#8230;<br />
Sebongkah ketegasan imaginatif akan berbekas</p>
<p>Lelah sudah menunggu satu dua tiga hari<br />
Satu dua tiga bulan telah pergi tahun berganti<br />
Entah satu dua tiga pulau lagi<br />
Entah satu dua tiga dimensi kulewati<br />
Tidak akan berhenti. Ada yang datang Ada yang pergi.<br />
Pentingkah waktu dan tempat saat ini?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Taufiq Ismail, Idris Sardi, Elly Kasim, seorang tokoh.]]></title>
<link>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/08/taufiq-ismail-idris-sardi-elly-kasim-seorang-tokoh/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 13:56:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>donvitoanggreyanto</dc:creator>
<guid>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/08/taufiq-ismail-idris-sardi-elly-kasim-seorang-tokoh/</guid>
<description><![CDATA[Dear readers, SUMBAR BANGKIT, itulah tema event yang diselenggarakan Insan Pariwisata Sumatera Barat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dear readers,</p>
<p>SUMBAR BANGKIT, itulah tema event yang diselenggarakan Insan Pariwisata Sumatera Barat dan IKMR (Ikatan Keluarga Minang Riau). Kebetulan gua juga berada di sana, sebagai seorang wakil dari Kimpar (Komunitas Insan Muda Pariwisata). Acara itu juga menghadirkan Taufiq Ismail, Idris Sardi, dan Elly Kasim sebagai bintang tamu.</p>
<p>Well, sebenarnya gua bukan pengen cerita tentang <em>event</em>nya, tetapi kali ini, gua pengen banget nulis tentang tokoh-tokoh yang gua temui di sana. Cukup dengan satu faktor, yaitu kesediaan mereka hadir di acara ini saja, gua udah salut banget. Ditambah lagi, kesediaan mereka mengisi acara tanpa ada embel-embel apapun di belakang, sebuah kebanggaan bagi gua sebagai bangsa Indonesia yang punya tokoh-tokoh super seperti mereka.</p>
<p><em>Yang pertama</em>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taufiq_Ismail">Taufiq Ismail</a>. Wah, jangan ditanya lagi siapa sih beliau? Satu Indonesia pasti udah tahu apa aja yang sudah beliau berikan terhadap bangsa dan negara kita. Ya, budayawan terkenal Taufiq Ismail, –yang dengan senang hati berkenan menjadi tokoh idola gua– hadir di acara tersebut dan menyumbangkan sebuah puisinya buat Sumatera Barat tercinta. Puisi itu berkesan banget di hati gua, memang beliau tidak banyak menggunakan metafora yang sulit dan meluap-luap. Tetapi kesederhanaan yang beliau tawarkan dalam puisi itu benar-benar mengena di hati gua. Setiap larik-larik puisi beliau membuat gua serasa berada di tempat yang beliau ceritakan. Diakhir acara, kami dari Kimpar sempat bercakap-cakap dengan beliau. Dan disana terasa banget kesederhanaan beliau, dan juga semangat mudanya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Tos dulu!!!” seru beliau. Gua teringat fragmen percakapan kami dengan Ayah Taufiq (begitu beliau biasa dipanggil).</p>
<p>Oh, ya! Gua juga berhasil minta tanda tangan beliau dan berfoto bersama, setelah beberapa jam sebelumnya gua bersumpah: KALAU GUA NGGAK DAPETIN TANDA TANGAN DAN FOTO BERSAMA TAUFIQ ISMAIL, GUA NGGAK AKAN TIDUR DI RUMAH MALAM INI!!!!</p>
<p>Dan untung kejadian itu nggak terjadi, karena gua BARU SADAR bahwa NGGAK ADA SURAU ATAU MUSHALLA YANG BUKA JAM 1 MALAM (Thanks God).</p>
<p>&#160;</p>
<p><em>Kedua</em>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Idris_Sardi">Idris Sardi</a>. Awalnya gua juga belum kenal sama beliau, dan belum meletakkan prioritas atas kedatangan beliau. Tetapi temen gua bilang,</p>
<p>“ELU GIMANA SIH??? MASA GA TAU IDRIS SARDI??? Beliau itu maestro DODOL!!! Seorang pemain biola legendaris Indonesia. Beliau itu besar di Minang loh!!!”</p>
<p>Gua merasa sepandir keledai.</p>
<p>Benar aja, setelah gua denger permainannya, WUIH!!! Gila banget!!! Keren!!! Di umur beliau yang mencapai kepala tujuh, beliau masih mempunyai performa layaknya aksi Barry Prima di tahun 80-an. Gesekan maut beliau serasa masih bisa gua dengar di telinga gua saat ini. Beliau menampilkan beberapa <em>performance</em> diantaranya mengiringi Ayah Taufiq, dengan lagu “Minangkabau” yang beliau mainkan di nada minor. Dan yang dahsyat, penampilan solo beliau memainkan sekaligus beberapa lagu, yang diantaranya: Bunda, Munajat Cinta, When You Tell Me that You Love Me, Dealova, dan lagu-lagu lainnya yang gua juga nggak tahu judulnya. Alunan-alunan nada yang beliau suguhkan benar-benar membuat gua merasakan sensasi orang-orang yang menghisap ganja (walaupun gua nggak tau kayak gimana rasanya) sampai di tahap dimana gua bisa terbang dengan kedua kuping gua dan membuat gua bisa merasakan alunan nada surga yang kalau gua deskripsikan di sini akan berakibat gua mati lemes karena gua nggak akan berhenti nulis sampe seratus halaman!</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 294px"><img title="Me And Idris Sardi" src="../files/2009/11/copy-of-dsc08068.jpg?w=284" alt="Me And Idris Sardi" width="284" height="300" /><p class="wp-caption-text">Me and Idris Sardi</p></div>
<p>Satu hal lagi dari Idris Sardi yang benar-benar jadi inspirasi buat gua. Di masa intermezo, dari satu lagu ke lagu yang lain, di saat orang-orang harus ber<em>standing-applause</em> untuk mengapresiasi penampilan beliau. Beliau melakukan sebuah gestur yang sampai sekarang tiap milidetiknya masih gua rekam di cerebrum. Beliau menunjuk dirinya, lalu mengibas-ngibas tangannya didadanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu menunjuk ke atas. Gestur itu gua tangkap dengan makna ”<em>I am nothing, It is God”.</em> Salut banget buat <em>Uda Idirih </em>(orang Minang jarang pakai huruf “S” di akhir kalimat).<em> </em></p>
<p>Terakhir, <em>last but not least, </em>Bunda Elly Kasim. Yang gua lihat, beliau nggak tambah tua, masih kayak waktu nyanyi sama alm. Tiar Ramon dulu. Gau masih ingat liriknya:</p>
<p><em>Bapisah bukannyo bacarai.</em></p>
<p><em>Usahlah adiak manangih juo.</em></p>
<p><em>Basaba sayang nantikan denai.</em></p>
<p><em>Taguahkan malah iman di dado.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>(Berpisah bukannya bercerai</p>
<p>Janganlah adik menangis juga</p>
<p>Bersabar sayang, tunggulah aku</p>
<p>Teguhkanlah iman didada)</p>
<p>Untung aja gua nggak kehilangan konrol atas syaraf malu gua yang udah tipis banget. Kalau nggak, gua pasti udah ngerebut itu mikrofon dari tangan MC dan nyanyi lagu itu kayak orang sarap di depan semua orang.</p>
<p>Bunda Elly benar-benar mengingatkan gua dengan alm. Tiar Ramon, dan album mereka. Kalau gua tutup mata, gua yakin gua masih bisa ingat tiap potongan video klip mereka, <em>Ayam Den Lapeh, Roda Padati, </em>dan banyak lagi lagu-lagu mereka yang sampai sekarang masih gua nyanyiin sendiri ketika bermotor sendirian, duduk di angkot, atau megang-megang gitar. Sungguh sebuah inspirasi tersendiri buat gua.</p>
<p>Tapi, gua masih benar-benar berpikir, apakah kunjungan mereka ke Bukittinggi, jauh-jauh dari Jakarta itu pantas buat mereka. <em>Is it worth it?</em> Karena <em>audiens</em> yang hadir pada <em>event </em>itu sangat sedikit, bisa gua hitung dengan jari malah. Benar-benar salut banget buat mereka. Semoga amalan mereka diterima sebagai pahala disisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kebetulan dan Takdir]]></title>
<link>http://jujuku.wordpress.com/2009/11/07/kebetulan-dan-takdir/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:32:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>jumardinasih</dc:creator>
<guid>http://jujuku.wordpress.com/2009/11/07/kebetulan-dan-takdir/</guid>
<description><![CDATA[Aku tidak percaya dengan kebetulan. Bertemu dan kenal dirimu bukan kebetulan. Dan akhirnya aku jatuh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Aku tidak percaya dengan kebetulan.<br />
Bertemu dan kenal dirimu bukan kebetulan.<br />
Dan akhirnya aku jatuh hatipun bukan suatu kebetulan.<br />
Terlalu sempurna bila ini semua adalah  kebetulan.<br />
Ada jutaan, tidak<br />
Ada milyaran manusia disini.<br />
Lantas kenapa mataku tertuju padamu?<br />
Kalau kau tidak percaya<br />
Pikir, apakah mungkin alam semesta ini hanya kebetulan?<br />
Keharmonisan tidak  bisa timbul begitu saja.<br />
Ada tangan-tangan yang mengatur kau dan aku<br />
dan kita semua<br />
dan seluruh isi alam semesta<br />
lantas apakah kau masih percaya dengan kebetulan?</p>
<p><!--more- kebetulan atau...? &#62;--></p>
<p>Aku percaya takdir.<br />
Walaupun kita melawan takdir<br />
Tapi apa benar kita melawan takdir?<br />
Apakah kita bisa melawan takdir?<br />
kita begini karena sejak awal kita sudah ditakdirkan seperti ini.<br />
Tapi klo suatu saat kita berubah, aku yakin itu juga bagian dari takdir..<br />
Tidak perlu harus menuntut ini dan itu<br />
Tidak perlu ngotot melotot beradu otot<br />
Kepastianpun belum tentu pasti<br />
Kebenaranpun belum tentu benar<br />
karena yang pasti dan benar hanya Dia</p>
<p>Suatu saat akan datang hari dimana segala sesuatu tidak sama<br />
Lalu apakah kau akan kecewa?<br />
Lantas kau akan mengeluh?<br />
Lantas kau akan berputus asa?<br />
Semua yang dicapai, dengan kerja keras, penuh perhitungan dan pemikiran<br />
Klopun tidak berhasil, percayalah dibalik itu semua, Dia berkehendak lain…<br />
dengan begini, didunia ini tidak ada yang mengecewakan..<br />
semua akan terasa menyenangkan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kemana Afifah?]]></title>
<link>http://dongengdatuk.wordpress.com/2009/11/06/kemana-afifah/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 06:22:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>trianifa</dc:creator>
<guid>http://dongengdatuk.wordpress.com/2009/11/06/kemana-afifah/</guid>
<description><![CDATA[Kemana Afifah? Bertahun sudah tak jumpa Sekelebat pun tak kulihat Sebaris kabar jua tak sampai Tapi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kemana Afifah? Bertahun sudah tak jumpa Sekelebat pun tak kulihat Sebaris kabar jua tak sampai Tapi ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Loper Koran]]></title>
<link>http://jujuku.wordpress.com/2009/11/05/loper-koran/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 09:14:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>jumardinasih</dc:creator>
<guid>http://jujuku.wordpress.com/2009/11/05/loper-koran/</guid>
<description><![CDATA[Cerita ini aku buat ketika aku masih duduk di bangku sekolah&#8230; kemaren ngobok2 blogku yang lama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">
<p>Cerita ini aku buat ketika aku masih duduk di bangku sekolah&#8230; kemaren ngobok2 blogku yang lama dan secara ga sengaja ketemu cerita ini. Karena kepengen nostalgia, ga ada salahnya kan kalau aku pasang di blog ini&#8230;</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-31" title="13siswas" src="http://jujuku.wordpress.com/files/2009/11/13siswas.png?w=107" alt="13siswas" width="107" height="150" />pagi ini tidak seperti biasanya aku bangun kesiangan…mungkin karena semalam aku terlalu capek mengerjakan semua pekerjaan rumah yang bertumpuk banyaknya..bayangkan aku harus bekerja mengantarkan koran setiap paginya sebelum berangkat ke sekolah dan setelah itu aku harus membantu ayahku bekerja di sore harinya..kapan aku punya waktu untuk bermain seperti anak2 seusia aku?..sudahlah..aku kayuh sepeda tuaku keluar dari gang sempit tempat rumahku berada..kukayuh sepedaku secepat mungkin sebelum aku terlambat..</p>
<p><!--more lanjut dong ceritanya....-->kuarahkan sepedaku menuju komplek perumahan mewah tempat langgananku berada…jalanan didaerah ini bagus sekali..tidak seperti jalan dimana rumahku berada yang kondisi jalannya sangat memprihatinkan,rusak parah dan sampah dimana2..apalagi kalau hujan,jalannya akan becek dan penuh dengan lumpur.rumah2 yang ada di komplek ini pun sangat mewah sekali.berbeda jauh dengan rumahku yang reot dan hampir rubuh..sering aku membayangkan seandainya aku tinggal di rumah seperti itu…pasti sangat menyenangkan..tidak harus khawatir rubuh saat ada angin kencang..tidak harus kedinginan saat hujan lebat….</p>
<p>di rumah langgananku yang pertama,kuliat pria besar botak sedang memangkas tanaman..memangkas tanaman??buat apa dia melakukan hal itu setiap harinya?pikirku.seperti tidak ada pekerjaan lain aja..langsung saja kulemparkan bundelan koran kearahnya..dan mengenai kepala botaknya!!<br />
&#8220;woiiii….lu punya mata ngga sie !!! &#8220;teriak pria botak itu. tanpa pikir panjang aku langsung melarikan diri secepatnya diiringi suara makian dan cacian pria botak itu..</p>
<p>kuarah kan sepeda ku ke rumah langgananku berikutnya dan berikutnya lagi..aku heran kenapa setiap kali langgananku membaca koran yang kuantarkan,tidak ada satupun yang menunjukkan ekspresi senang atau bahagia..yang ada malah mereka marah-marah dan memaki-maki tidak jelas..Hah!!BBM naik lagi!!! kata mereka dengan suara keras…aku jadi berpikir apa semua berita yang ada di koran itu adalah berita buruk??kalau begitu buat apa mereka semua membeli koran setiap paginya..kalau ternyata malah membuat mereka tambah stres..beritanya pun hanya berita yang itu-itu saja..berita perampokan..pembunuhan..pemerkosaan..kecelakaan…<br />
&#8220;ah itu berita biasa…&#8221;pikirku..setiap hari akan dijumpai peristiwa yang selalu sama..jadi buat apa??mereka hanya menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak berguna..lebih baik uangnya diberikan kepada mereka yang tidak mampu..trus terang aku benci melakukan ini,aku benci harus mengantarkan berita2 buruk tiap paginya..</p>
<p>matahari semakin tinggi dan aku belum menyelesaikan semua pekerjaan ku..kukebut sepedaku menuju jalan besar di depan kompleks.ntah knapa mata ku berkunang-kunang..mungkin karena pagi tadi aku belum sempat sarapan..trus kukayuh sepedaku dengan sisa2 tenagaku..tiba2 mobil besar melesat di depan ku dan BBrraaaAaaaKKKkkk!!!! aku ga tau apa yang terjadi selanjutnya..yang aku tau semuanya menjadi putih dan putih……</p>
<p>esoknya di salah satu kolom di koran tertulis tentang pengantar koran yang tewas tertabrak mobil<br />
&#8220;ah itu berita biasa…..&#8221;</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">﻿</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Costumer Service.. Apa???]]></title>
<link>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/05/costumer-service-apa/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 17:49:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>donvitoanggreyanto</dc:creator>
<guid>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/05/costumer-service-apa/</guid>
<description><![CDATA[Dear readers, Sepertinya kompetensi Costumer service di negeri tercinta Indonesia ini harus lebih di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dear readers,</p>
<p>Sepertinya kompetensi Costumer service di negeri tercinta Indonesia ini harus lebih ditingkatkan lagi.</p>
<p>Pengalaman gua ngomong sama Costumer Service, dikala pertama masang Internet di rumah. Ceritanya dimulai di minggu pagi yang bersimbah <span style="text-decoration:line-through;">darah</span> iler.</p>
<p>Gua sengaja bangun lebih pagi setelah sebelumnya mendengar dari pihak provider jaringan bahwa installer mereka akan tiba hari ini, tepatnya pukul setengah sepuluh pagi. Wejangan turun-temurun mengajarkan keluarga gua untuk selalu membersihkan rumah sebagai penghormatan pada tamu (walaupun cuma petugas listrik). Then, untuk mempersingkat cerita, para tamu kehormatan tiba di rumah gua pukul setengah sebelas (seperti biasa, jam orang indonesia terbuat dari alkana, [n+1]). Sang installer masuk rumah gua, seketika itu darah gua bergejolak melompat-lompat dalam arteri, dan&#8230; PETT&#8230; MATI LAMPU!!! What the??? Otomatis sang installer nggak bisa masang tuh modem karena komputer harus hidup, dan proses itu membutuhkan sebuah benda abstrak sepele yang berlabel: LISTRIK. Dengan sebuah pernyataan dari gua, sang installer balik lagi ke kantor dengan pengakuan tidak ada yang dapat dia kerjakan di sini.</p>
<p>Perasaan gua pada saat itu seperti seorang calon pengantin yang harus gigit jari karena si calon istri lari sama mantan pacarnya (loh, kok mirip lagu?). Dengan tampang menanti harapan, gua coba telpon pelayanan gangguan listrik.</p>
<p>Tet tot tot&#8230;(suara tombol telepon, bukan ngomong jorok&#8230;)</p>
<p>“Halo, selamat siang, ada yang bisa dibantu?”</p>
<p>“Iya, bu’. Saya pengen nanya nih, kenapa ya? Listrik di daerah “Gadut” mati?” gua berusaha untuk tidak mengeluarkan F word.</p>
<p>“ Halo? Selamat siang&#8230;”</p>
<p>“Iya, halo bu’, Saya pengen nanya, kenapa listrik di daerah “Gadut” mati?”</p>
<p>“Halo???”</p>
<p>Bagus, disaat emosi gua ngeluap, gua malah ngomong sama Ce-eS budeg.</p>
<p>“Iya, halo bu’&#8230;”</p>
<p>“<em>Ondeh, indak tadanga doh</em>. (Ondeh, nggak kedengaran&#8230;)” (what the??? Seorang Ce-eS??? Pake bahasa Minang???)</p>
<p>Gua naikin desibel suara gua&#8230;</p>
<p>“<em>HALO? KOK SUARO AMBO SAROMAN KO, LAI TADANGA BU’?</em> (HALO, KALAU SUARA SAYA SEPERTI INI, ADA TERDENGAR BU?)”</p>
<p>Tut..tut..tut..tut..tut..</p>
<p>Nggak tau deh, tuh orang nutup telepon karena gua teriak atau takut denger suara gua yang iramanya kayak kucing yang masuk karung terus kejepit pintu secara perlahan dan berulang-ulang di kemiringan 15 sampai 5 derajat? (tidak usah dibayangkan).</p>
<p>Tapi yang jelas, akhirnya sang installer jadi datang ke rumah gua pada jam setengah lima sore. (it was his last job in the day) Dan gua bisa nikmatin internet di rumah J.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Olahraga buat masa depan...]]></title>
<link>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/02/olahraga-buat-masa-depan/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 13:13:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>donvitoanggreyanto</dc:creator>
<guid>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/11/02/olahraga-buat-masa-depan/</guid>
<description><![CDATA[Dear Readers, Sebelumnya, gua pengen ngucapin makasi banget buat Allah Swt. Orang tua, Ade’2 gua, Ay]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dear Readers,</p>
<p>Sebelumnya, gua pengen ngucapin makasi banget buat Allah Swt. Orang tua, Ade’2 gua, <a href="http://gedargedor.wordpress.com/">Ayie</a>, dan tidak lupa (&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.) yang udah ngasi banyak banget support buat gua untuk melanjutkan tulisan-tulisan gua (silahkan tulis nama anda di dalam kurung J).</p>
<p>Satu hal ingin banget gua lakukan akhir-akhir ini adalah olahraga. Kenapa? Yang pertama, gua pengen sehat (alasan paling konkrit yang biasa diutarakan orang2). Yang kedua, gua pengen naikin berat badan gua, karena gua pernah denger dokter langganan gua bilang (gua sering banget sakit, sampai2 dokternya gua booking terus &#8211;“) bahwa kalo mau naikin berat badan olahraga teratur, minum susu sebelum tidur, dan mandi kembang tujuh rupa. Waktu dia nanya, kenapa sih, gua ini ngotot banget pengen gemukan? (harap diketahui bahwa gua nggak nanya tuh dokter sekali, tapi ribuan kali!!!) gua jawab: agak sulit dok, deketin cewek dengan tubuh kurus mirip ikan asin cacat yang jatuh dari truk berkecepatan tinggi dan diinjak-injak enam saf rombongan marching band.</p>
<p>Memang cewek bukan jadi orientasi utama gua buat olahraga. Walaupun fakta memang mengatakan bahwa postur tubuh seperti Barry Prima bisa membuat cewek-cewek dengan sukarela mau minum baygon demi mendapatkan kesempatan bertemu dengannya. Tapi gua ga ingin nyesal kalo ntar di hari tua gua jadi ga berguna (itupun kalo gua bisa nyampe umur segitu).</p>
<p>Gua jadi berpikir, olahraga apa yang pas buat gua? Gua langsung melirik: Jogging. Wah, sesimpel itukah? Ya! (yang jelas, ga sesimpel amuba). Ada dua alasan yang bikin gua tertarik pada jogging. Yang pertama: Irit, yah, Cuma modal kaki doang. Pas banget buat gua (sambil megang kalkulator). Yang kedua, menurut teori psikologinya, jogging itu pas banget buat orang yang individualis, <em>which is </em>gua banget. (kasus yang sama terjadi pada para <em>blogger</em>, hehe&#8230; ini fakta yang menarik rupanya)</p>
<p>Olahraga kedua yang jadi alternatif gua yaitu: berenang. Alasan pertama: GUA NGGAK BISA BERENANG. Bukan suatu kejadian yang mustahil dimana gua jatuh dari <em>Niagara Falls</em> karena gua dikejar agen <em>Men in Black</em> yang ngira gua ini piaraan alien dari galaksi Andromeda yang lepas. (oke, kayaknya ini agak mustahil). Alasan kedua: gua punya temen yang jago banget berenang, namanya <a href="http://www.facebook.com/home.php?#/profile.php?id=1140010002&#38;ref=ts">Habil</a>. Menimba ilmu dari teman khan bukan hal yang terlarang. Kecuali kalo dia punya ilmu hitam yang bisa dipake buat melet Sandra Dewi. (walaupun gua juga pengen&#8230;)</p>
<p>Tapi, apapun olahraga yang ingin gua lakuin, yang jelas gua nggak bertolak dari tujuan gua yang tadi. Sebagai analogi, apapun yang digunakan seorang raja untuk memerintah negaranya, tujuannya adalah untuk mensejahterakan rakyatnya (dengan asumsi raja itu orang baik).</p>
<p>Let’s run and swim&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gosip nyelip - Menagih pajaknya Bang Ali (Sadikin)]]></title>
<link>http://ratnaisnasari.wordpress.com/2009/10/31/gosip-nyelip-menagih-pajaknya-bang-ali-sadikin/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 00:16:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ratna Isnasari</dc:creator>
<guid>http://ratnaisnasari.wordpress.com/2009/10/31/gosip-nyelip-menagih-pajaknya-bang-ali-sadikin/</guid>
<description><![CDATA[Lah, ini lagi serius wawancara soal pekerjaannya di penerimaan pajak. Lagi serius-seriusnya nanya ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><big>Lah, ini lagi serius wawancara soal pekerjaannya di penerimaan pajak. Lagi serius-seriusnya nanya bagaimana cara dia berusaha agar target penerimaan pajaknya bisa terpenuhi. Tiba-tiba asesee (yang diwawancara) teringat akan pengalamannya menagih pajak ke Pak Ali Sadikin (alm) beberapa tahun lalu. Maka gosip pun so pasti nyelip deh di sela-sela wawancara&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </big></p>
<p style="text-align:justify;"><big>Dalam asesmen memang hampir selalu ada wawancara (disamping tes tertulis, diskusi kelompok dan presentasi). Ini bagian terpenting. Disini yang dibicarakan jelaslah seputar pekerjaan, dan bagaimana asesee mengelola diri, pekerjaan dan orang-orang/lingkungan diseputarnya.<br />
Tapi bukan tidak mungkin obrolan bisa agak-agak ngalor ngidul kesana kemari <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Dan, justru, di bagian-bagian inilah sering muncul cerita-cerita menarik. Kalau tidak dibatasi waktu, bukan tidak mungkin sebuah kaset rekaman atau memory card akan lebih banyak berisi cerita-cerita sampingan di luar skenario hee&#8230; Abis ceritanya bisa lebih seru sih <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </big></p>
<p style="text-align:justify;"><big>Begitu atasan 2 level diatasnya mengetahui bawa ibu A (Asesee) melayangkan tagihan pajak ke Bang Ali, marahlah sang atasan ini. Katanya, kenapa menagih pajak ke Pak Ali Sadikin? (lho kok marah? bingung kan?.. pasti dia produk manusia jadul, produknya jaman KKN baheula). Maka ia pun menegur bawahannya, dan bawahannya menegur bawahannya lagi, ibu A tadi. Tapi apa bisa dikata, wong surat sudah melayang ke atas meja si abang. Untung, atasan langsung A bersikap lebih lunak, jadi mereka berdua sama-sama pasrah.. sambil rada-rada bingung; lha memang apa kesalahan si A? Si abang juga warga negara Indonesia bukan? berarti harus taat pajak. Kalau semua bekas pejabat, dan pejabat yang kantongnya sudah tebal-tebal itu bebas pajak, mendingan gw dari dulu jadi pejabat aja deh&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </big></p>
<p style="text-align:justify;"><big>Si ibu A pun jadi gelisah. Harap-harap cemas menanti tanggapan si abang. Sampai ahirnya suatu hari telpon pun berdering.. ternyata dari sekretaris nya si abang. Dia bilang akan datang menjumpainya siang ini. Maka berjumpa lah mereka berdua dan berbicara. Apa kata sang sekretaris? Pak Ali Sadikin mengucapkan banyak terima kasih telah diberitahu dan diingatkan soal pajak. Beliau mau membayar semuanya, dan minta tolong untuk di hitung juga semua pajak anak-anak dan cucu nya.. horreee..!! ternyata bang Ali tergolong pejabat yang aneh.. hehe..</big></p>
<p style="text-align:justify;"><big>Maka, esok nya setelah semua di hitung.. Bang Ali pun membayar semua kewajiban pajaknya. Bahkan, ia masih sempat menitipkan amplop berisi uang sebagai ucapan terima kasih karena sudah di ingatkan. Lho ??? teteuuupp ngamplop <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </big></p>
<p style="text-align:justify;"><big>Dan, si ibu A pun menjadi sangat terkesan sampai tidak dapat melupakan kejadian ini. Ia begitu kagum kepada bang Ali. Lha siapa yang engga? di tengah suasana orang-orang berusaha menghindari pajak, ditagih aja susah, si abang malah semangat dan begitu berterima kasihnya sudah diingatkan. Bang Ali gitu lohh..</big></p>
<p style="text-align:justify;"><big>Pikiranku sejenak melayang, mudah2an kesadaran dan keikhlasan orang-orang taat pajak macam bang Ali ini ditanggapi secara baik dan benar oleh negara. Mudah-mudahan uang-uang itu benar-benar di manfaatkan untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Walaupun&#8230;. gw juga belum bayar pajak nih kayaknya.. hehe..</big></p>
<p><big>Yuk lanjut wawancara lagi.. tarik maannggg&#8230; </big></p>
<p>NN<br />
31 Oktober 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Konseling Ngaco]]></title>
<link>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/10/30/konseling-ngaco/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 12:10:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>donvitoanggreyanto</dc:creator>
<guid>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/10/30/konseling-ngaco/</guid>
<description><![CDATA[Dear Readers, Sebuah wacana dari guru Konseling gua: “Setelah lulus SMA, anda bisa memilih beberapa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dear Readers,</p>
<p>Sebuah wacana dari guru Konseling gua:</p>
<p>“Setelah lulus SMA, anda bisa memilih beberapa alternatif:</p>
<ol>
<li>Melanjutkan studi ke perguruan tinggi.</li>
<li>Memasuki dunia kerja</li>
<li>Memasuki kehidupan berumah tangga.</li>
<li>Menganggur.”</li>
</ol>
<p>“Hari ini kita akan membahas alternarif pilihan ketiga, yaitu “Memasuki Kehidupan Berumah Tangga””.</p>
<p>“jawablah pertanyaan berikut:”</p>
<ul>
<li>Apa pendapatmu tentang rencana ini?</li>
</ul>
<p>Gua jawab:</p>
<p>Secara ilmiah, rencana ini bisa ditilik dari dua sisi, yaitu dari sisi orang tua dan dari sisi “saya” sebagai subjeknya. Dari sisi orang tua, rencana ini bisa dibilang sah-sah aja kalo calon istri saya pewaris tunggal perusahaan berkelas gitu, kayak perusahaan minyak, kebo kopi, ato ladang ganja gituh..</p>
<p>Dan dari segi sayanya, sebenernya saya setuju dengan wacana di atas, tetapi saya perlu satu syarat lagi, yaitu calon istri saya harus cuantik buanget!!! Harus sekelas Sandra Dewi, atawa Shireen Sungkar. Pastinya hal itu akan menjadi anugerah terbesar dalam hidup saya, dan sekaligus menjadi bencana terbesar bagi keluarga calon istri saya. Karena mereka telah membiarkan anak mereka, bidadari mungil mereka, menjadi tumbal santapan genderuwo item hasil percobaan nuklir yang gagal.</p>
<ul>
<li>Menurutmu apa persyaratan yang harus dipenuhi untuk berumah tangga?</li>
</ul>
<p>Gua jawab:</p>
<p>Ini sih, pertanyaan mudah, tinggal bikin surat lamaran disertai:</p>
<ul>
<li>Fotokopi KTP, SIM, atau sejenisnya.</li>
<li>Surat keterangan kelakuan baik dari kepala preman terdekat.</li>
<li>Surat keterangan sudah disunat.</li>
<li>Foto close up 4 x 6 meter.</li>
<li>Pijatan spesial dari Mak Erot, dan</li>
<li>Mahar untuk nyogok calon mertua. (wajib)</li>
<li>Menurutmu tanggung gua jawab apa yang harus dipikul suami yang baru berumah tangga.</li>
</ul>
<p>Gua jawab: Yang pasti harus kuat mikul istri, kalo enggak, bisa berabe. Selain itu, harus bisa tahan nunduk tiga jam tanpa terkena sindrom salah urat pada tengkuk dan pundak guna mendengar nasehat dari mertua. “Tambahan: harus siap sedia blangkon buat nerima telepon dari Kanjeng Mami, (waduh, saya kena efek “prikitiew”nya si Sule nih&#8230;”)</p>
<ul>
<li>Menurutmu, persiapan apa saja yang harus dipersiapkan bila ingin berumah tangga?</li>
</ul>
<p>Gua jawab: Siapin asuransi jiwa untuk diri sendiri, dan siap-siap buat terjun dari Monas demi cinta saya ke istri.</p>
<p>“Baiklah, pelajaran kali ini selesai. Dan kamu Bima!!! Ikut saya ke lapangan, dan tunggu rajaman dari warga sekota Bukittinggi.”</p>
<p>Gua anfal&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nama Panggilan, karma bagi gua]]></title>
<link>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/10/29/nama-panggilan-karma-bagi-gua/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 13:52:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>donvitoanggreyanto</dc:creator>
<guid>http://bimagagahbana.wordpress.com/2009/10/29/nama-panggilan-karma-bagi-gua/</guid>
<description><![CDATA[Dear Readers, Langsung aja. Gua pengen cerita tentang sebuah topik yang cukup hangat di Abu Dhabi, y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dear Readers,</p>
<p>Langsung aja. Gua pengen cerita tentang sebuah topik yang cukup hangat di Abu Dhabi, yaitu “Nama Panggilan”.</p>
<p>Sebenarnya, ini bukanlah hal baru dalam dunia gaul-menggaul, alias gaul-gaulannya anak muda. Masing-masing memanggil temannya dengan nama panggilan dari yang bagus, keren, sampe yang aneh banget. Contohnya: Rangga jadi CuRang, Baron jadi Saron, Dedi jadi CuDed, Dayat jadi Santos, Herman jadi Hemaphrodit. (sampe sekarang gua masih belum bisa menemukan korelasi untuk dua nama terakhir)</p>
<p>Tak pelak, gua juga dapat nama panggilan juga. Dan nama panggilan itu selalu berubah setiap gua memasuki lingkungan baru. Sebagai contoh, pada masa gua masi make celana biru, sekitar 43.824 jam yang lalu, gua dipanggil dengan julukan “Mak Lek” (baca “Mak”nya bukan pake “K” yang jelas, tapi pake “k” yang lemah, sebangsa baca Mak Erot, Mak Lampir dan sejenis emak-emak lainnya gitu). Alasannya simpel sih, corak kulit gua yang item kelam kayak hasil leburan terak besi mirip banget sama genderuwo yang bahkan nggak bisa dilihat sama genderuwo lainnya. Makanya mereka manggil gua Mak Lek, singkatan dari “Makhluk Kalek” (kalek dalam bahasa Minang artinya hitam atawa pahit).</p>
<p>Dan lain lagi panggilan gua pada masa SMA (phew, untung mereka manggil gua dengan nama lain, kalo enggak, bakal ada <em>Homo sapiens</em> malang yang akan tertabrak truk sapi perah di siang bolong). Pertama kenal gua memang sih, mereka manggil gua dengan nama aseli gua. Tetapi setelah demam nama panggilan merebak lagi, alamat nyesal gua pernah hidup di era mondialisme yang entah kenapa, mementingkan nama panggilan yang ga bermutu untuk digunakan sebagai pengidentifikasian seseorang (oh-why-me).</p>
<p>Nama panggilan gua di masa kini lain lagi, secara kronologisnya akan gua ceritakan sebagai berikut.</p>
<p>Pagi itu dimulai dengan kokok ayam bangkok, kicauan burung Nuri, dan lenguhan kerbau yang seenaknya aja dibiarkan merumput di depan rumah gua yang lenguhannya mencapai taraf Intensitas bunyi ultrasonik yang membuat siapa saja yang mendengarnya bisa epilepsi tanpa sebab. Gua dengan riang berangkat ke sekolah. Di sekolah, gua terlibat percakapan yang sangat mengasah intelektualitas dengan sohib gua,</p>
<p>“Eh Bim, kalo elu diberi kekuatan super yang bisa mengubah bentuk pisang, elu ubah bentuk apa???”</p>
<p>“Gua ubah jadi bentuk pentungan, trus gua rajam elu sampai mampus, abis itu gua lempar elu ke jurang.”</p>
<p>“Bentuk pentungan ya??? Cukup unik.” Sohib gua tidak sadar akan hadirnya sarkasme.</p>
<p>Trus percakapan itu gua arahin ke masalah nama panggilan, nggak gue sangka, dia juga punya nama panggilan yang cukup unik.</p>
<p>“Gue sih, sering dipanggil “Tames”” katanya.</p>
<p>“Kenapa Tames??? Kan jaoh banget ama nama elo?”</p>
<p>“Sebenernya, gue juga nggak tau, tuh temen2 aja yang sering manggil gue Tames. Mungkin karena gue mirip sama Tames Bond.”</p>
<p>“Itu James dodol!!!”</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>(kami terdiam cukup lama&#8230; tiba-tiba dia memecah keheningan&#8230;)</p>
<p>“eh, Bim, elu beneran mau pilih bentuk pentungan?”</p>
<p>Gua garuk-garuk aspal.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Eits, cerita gua belom selesai. gua masih belom bilang nama panggilan gua khan? Oke, lanjut&#8230;</p>
<p>“belakangan setelah gua nanya kiri-kanan sama temen-temen laen, nyewa mata2 buat nyari tau, boker di WC sekolah, beli C4 buat ngeledakin brankas penyimpanan soal ulangan, akhirnya gua tau apa arti nama panggilannya temen gue. Lantas gue informasiin ama dia.</p>
<p>“Eh, elu belom tau khan arti nama panggilan elo?”</p>
<p>“Iya, emang elo tau?”</p>
<p>“ya iyalah..”</p>
<p>“apaan tuh?”</p>
<p>“informasi ini gua dapetin setelah mendaki gunung dan menuruni lembah bukit barisan, dan sepertinya agak ironis kalo gua kasi tau elo.”</p>
<p>“ah, banyak cincong lo Bim.”</p>
<p>“beneran elo pengen tau?”</p>
<p>“iya!!!”</p>
<p>“beneran???”</p>
<p>“iya geblek!!!”</p>
<p>“sebenernya, nama elo ituh artinya&#8230; “TAmpang MESum”</p>
<p>“DASAR CACING LO!!!”</p>
<p>Sekarang gua berharap pisang hasil modifikasi gua hadir di telapak tangan gua.</p>
<p>Sejak itu, entah gimana caranya, orang – orang mulai manggil gua CACING. Sial tuh orang, make <em>black campaign </em>kiranya. Ironisnya, tampang gua yang mendukung menghalangi gua untuk menghapuskan pencitraan Cacing dari orang2. Apakah ini yang namanya karma?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Kita 1]]></title>
<link>http://hidupbaruku.wordpress.com/2009/10/14/antara-kita-1/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 06:31:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mamana Felice</dc:creator>
<guid>http://hidupbaruku.wordpress.com/2009/10/14/antara-kita-1/</guid>
<description><![CDATA[Antara mama, papa, dan Felice&#8230;. M: Felice, beresin maenannya yah. Kalo gak diberesin nanti Mam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Antara mama, papa, dan Felice&#8230;.</p>
<p>M: Felice, beresin maenannya yah. Kalo gak diberesin nanti Mama masukkin gudang loh.</p>
<p>F: Papa, towong Ceciz, pa&#8230;</p>
<p>P: Tolong apa?</p>
<p>F: Towong bebewes mainan Ceciz, Pa&#8230;</p>
<p>P: Loh? Kok Papa yang beberes?</p>
<p>F: Ceciz gak mau, Papa ajaa&#8230;</p>
<p>P: ?!?!?!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
