<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>novel-remaja &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/novel-remaja/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "novel-remaja"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 10:43:22 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Shadowland (The Mediator) - Meg Cabot]]></title>
<link>http://kupasnovel.wordpress.com/2009/11/09/shadowland-the-mediator-meg-cabot/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 11:09:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>kupasnovel</dc:creator>
<guid>http://kupasnovel.wordpress.com/2009/11/09/shadowland-the-mediator-meg-cabot/</guid>
<description><![CDATA[Judul : Shadowland – Negeri Bayang-Bayang (The Mediator) Penulis : Meg Cabot Penerbit : PT Gramedia ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Judul : Shadowland – Negeri Bayang-Bayang (The Mediator)<br />
Penulis : Meg Cabot<br />
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama<br />
Tebal : 256 Halaman<br />
Sinopsis:</p>
<p style="text-align:center;"><em>Ada cowok keren di kamar Susannah Simon. Sayang cowok itu hantu.</em></p>
<p><em>Susannah seorang mediator&#8212;-penghubung antara orang hidup dan mati. Dengan kata lain, ia bisa melihat hantu. Dan mereka mengganggunya terus sampai Susannah membantu mereka menuntaskan urusan yang belum beres dengan orang-orang yang masih hidup. Tapi Jesse, hantu keren yang menghuni kamar tidur Susannah, sepertinya tidak membutuhkan bantuan. Melegakan sebenarnya, karena Susannah baru saja pindah ke California yang panas dan bermaksud membuka lembaran baru, jalan-jalan ke mal dan bukan ke kuburan, surfing dan bukan kedatangan tamu-tamu aneh dari alam gaib.</em></p>
<p><em>Tapi pada hari pertamanya di sekolah baru, Susannah sadar ternyata tidak semudah itu. Ada hantu yang ingin membalas dendam&#8230; dan kehadiran Susannah menghalanginya.</em><em></em></p>
<p><a rel="attachment wp-att-112" href="http://kupasnovel.wordpress.com/2009/11/09/shadowland-the-mediator-meg-cabot/jigj5117big/"><img class="alignleft size-full wp-image-112" title="JIGJ5117big" src="http://kupasnovel.wordpress.com/files/2009/11/jigj5117big.jpg" alt="JIGJ5117big" width="163" height="250" /></a>Satu lagi novel dari pengarang favorit saya, Meg Cabot! Saya telah dipukau dengan karya Chicklitnya yaitu She Went All The Way &#38; The Guy Next door, serta judul-judul Meg Cabot lainnya, dan novel teenlit keluaran terbaru dan baru saja saya baca ini bisa menjadi salah satu favorit saya juga.</p>
<p>Kisah remaja yang bermula dari bakat Suze sebagai seorang mediator, dia bisa melihat hantu dan melakukan kontak dengan mereka, tak jarang Suze membantu para hantu agar bisa kembali ke tempat mereka semestinya. Namun Suze muak dengan semua itu, kalau bisa Suze tidak diberikan bakat semacam ini. Impiannya hampir terwujud ketika dia pindah ke California, di mana kota itu menyenangkan dengan laut yang indah, serta tinggal di sebuah rumah yang cukup megah, namun.. rumah itu rumah kuno! Salah satu yang tidak disukai Suze, terlebih karena akhirnya dia bertemu dengan seorang hantu cowok keren! Namun tak hanya itu, di sekolah barunya dia menjumpai lagi hantu dari siswi yang baru saja bunuh diri! Siswi itu semacam menderita gangguan jiwa dan selalu ingin keinginannya tercapai, jiak tidak, dia juga memiliki amarah besar untuk dilampiaskan. Masalah muncul ketika Suze dianggap ingin mengambil posisinya yang lama!</p>
<p>Cerita ini benar-benar seru, bukan kisah remaja yang hanya menjual kisah cinta, novel ini bahkan bisa membius saya tanpa menyediakan romantisme atau kisah mengharukan lainnya! Namun sayangnya, novel ini kurang tebal (maklum saja, saya suka dengan bacaan yang agak tebal hehehe:p). Selain itu, novel ini cocok deh bagi para remaja yang selalu saja ingin bunuh diri karena ngga tahan dengan masalahnya, karena di sini Sang Penulis bisa menyampaikan betapa Heather (hantu cewek yang bunuh diri itu) merasa menyesal karena telah bunuh diri, tapi dia masih saja berandai dia bisa kembali ke tempatnya semula, jelas tidak mungkin kan???</p>
<p>Cerita yang sangat mengagumkan, <em>pending</em> dulu novel-novel cinta lainnya, bacalah buku ini!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Cinta Bertasbih Episode 2]]></title>
<link>http://terikpagi.wordpress.com/2009/11/02/ketika-cinta-bertasbih-episode-2/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 09:44:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>terikpagi</dc:creator>
<guid>http://terikpagi.wordpress.com/2009/11/02/ketika-cinta-bertasbih-episode-2/</guid>
<description><![CDATA[Ketika Cinta Bertasbih Episode 2 Habiburrahman El Shirazy Afiliasi FLP Harga Rp 49.500 disc 20% jadi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketika Cinta Bertasbih Episode 2 Habiburrahman El Shirazy Afiliasi FLP Harga Rp 49.500 disc 20% jadi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta Itu Indah, Fren!]]></title>
<link>http://terikpagi.wordpress.com/2009/11/02/cinta-itu-indah-fren/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 09:35:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>terikpagi</dc:creator>
<guid>http://terikpagi.wordpress.com/2009/11/02/cinta-itu-indah-fren/</guid>
<description><![CDATA[Cinta Itu Indah, Fren! Afifah Afrah Amatullah Afiliasi FLP Harga Rp 21.000 disc 20% jadi Rp 16.000 a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Cinta Itu Indah, Fren! Afifah Afrah Amatullah Afiliasi FLP Harga Rp 21.000 disc 20% jadi Rp 16.000 a]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jodoh Untuk Adel]]></title>
<link>http://terikpagi.wordpress.com/2009/11/02/jodoh-untuk-adel/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 09:20:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>terikpagi</dc:creator>
<guid>http://terikpagi.wordpress.com/2009/11/02/jodoh-untuk-adel/</guid>
<description><![CDATA[Jodoh Untuk Adel Lina Liana Anggota Forum Lingkar Pena Harga Rp 17.800 disc 20% jadi Rp 14.000 saja ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jodoh Untuk Adel Lina Liana Anggota Forum Lingkar Pena Harga Rp 17.800 disc 20% jadi Rp 14.000 saja ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gue Bisa Jadi Yang Gue Mau]]></title>
<link>http://terikpagi.wordpress.com/2009/10/21/gue-bisa-jadi-yang-gue-mau/</link>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 14:03:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>terikpagi</dc:creator>
<guid>http://terikpagi.wordpress.com/2009/10/21/gue-bisa-jadi-yang-gue-mau/</guid>
<description><![CDATA[Gue Bisa Jadi Yang Gue Mau A Adenata Afiliasi: FLP Harga Rp 17.500 disc 20% jadi Rp 14.000 Berat 100]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gue Bisa Jadi Yang Gue Mau A Adenata Afiliasi: FLP Harga Rp 17.500 disc 20% jadi Rp 14.000 Berat 100]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mom &amp; Me]]></title>
<link>http://terikpagi.wordpress.com/2009/10/21/jual-buku-mom-me/</link>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 08:55:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>terikpagi</dc:creator>
<guid>http://terikpagi.wordpress.com/2009/10/21/jual-buku-mom-me/</guid>
<description><![CDATA[Mom and Me Pipit Senja-Adzimattinur Siregar Harga Toko Rp 24.500 discount 20% jadi Rp 19.000 Berat 2]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mom and Me Pipit Senja-Adzimattinur Siregar Harga Toko Rp 24.500 discount 20% jadi Rp 19.000 Berat 2]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[genre sastera: novel remaja: riversi]]></title>
<link>http://roughpalleteknive.wordpress.com/2009/04/27/genre-sastera/</link>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 04:36:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>zafeen</dc:creator>
<guid>http://roughpalleteknive.wordpress.com/2009/04/27/genre-sastera/</guid>
<description><![CDATA[1. Novel baruku - RIVERSI &#8211; sudah berada di pasaran sekarang. Riversi = you come back to the p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>1. Novel baruku -<em><strong><a title="go to pekan ilmu pub" href="http://images.google.com.my/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_ZJpb6PQ3Kz4/ScsCsP1bX2I/AAAAAAAAABw/05Xpgkil1r8/s200/riversi.jpg&#38;imgrefurl=http://senaraibukupipsb.blogspot.com/2009_03_01_archive.html&#38;usg=__oY5QCMw6Dblu5h4lcAJKsbiwvWI=&#38;h=200&#38;w=126&#38;sz=8&#38;hl=en&#38;start=1&#38;tbnid=R6z1Dq3DLiYwRM:&#38;tbnh=104&#38;tbnw=66&#38;prev=/images%3Fq%3Driversi%2Bby%2Bzafe%26gbv%3D2%26hl%3Den%26sa%3DG" target="_blank"> RIVERSI</a></strong></em> &#8211; sudah berada di pasaran sekarang. Riversi = <em>you come back to the persons that love before</em>. Ia adalah sebuah <em><strong>novel remaja</strong></em> garapanku khusus ku <a href="http://images.google.com.my/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_ZJpb6PQ3Kz4/ScsCsP1bX2I/AAAAAAAAABw/05Xpgkil1r8/s200/riversi.jpg&#38;imgrefurl=http://senaraibukupipsb.blogspot.com/2009_03_01_archive.html&#38;usg=__oY5QCMw6Dblu5h4lcAJKsbiwvWI=&#38;h=200&#38;w=126&#38;sz=8&#38;hl=en&#38;start=1&#38;tbnid=R6z1Dq3DLiYwRM:&#38;tbnh=104&#38;tbnw=66&#38;prev=/images%3Fq%3Driversi%2Bby%2Bzafe%26gbv%3D2%26hl%3Den%26sa%3DG"><img class="alignleft size-full wp-image-74" title="riversi" src="http://roughpalleteknive.wordpress.com/files/2009/04/riversi111.jpg" alt="riversi" width="286" height="373" /></a>tujukan kepada penggemar-pengemar sastera tanah air.  Ia adalah sebuah sketsa cinta seorang mahasiswa dengan gadis yang berlainan etnik dan agama yang memerlukan banyak pengorbanan. Yang memerlukan banyak  penyelesaian. Penceritaan secara monolog dan dari sudut first view. Bahasanya mudah dan sedang dibaca. Tebal 272 muka surat. Edisi 2009 ( baru ). Diterbitkan oleh <em><strong><a title="go to pekan ilmu" href="http://images.google.com.my/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_ZJpb6PQ3Kz4/ScsCsP1bX2I/AAAAAAAAABw/05Xpgkil1r8/s200/riversi.jpg&#38;imgrefurl=http://senaraibukupipsb.blogspot.com/2009_03_01_archive.html&#38;usg=__oY5QCMw6Dblu5h4lcAJKsbiwvWI=&#38;h=200&#38;w=126&#38;sz=8&#38;hl=en&#38;start=1&#38;tbnid=R6z1Dq3DLiYwRM:&#38;tbnh=104&#38;tbnw=66&#38;prev=/images%3Fq%3Driversi%2Bby%2Bzafe%26gbv%3D2%26hl%3Den%26sa%3DG" target="_blank">Pekan Ilmu Publications SDN. BHD</a></strong></em>. Harga: RM 16.50 sahaja. ( Terima kasih Pekan Ilmu ) Boleh dapatkannya di toko-toko buku berdekatan anda atau diperpustakaan-perpustakaan negeri masing. Belila&#8230; jangan belek saja.. Ku harap, dengan lahirnya novel sulongku ini, ia akan memeriahkan lagi dunia penuilisan tanah air.</p>
<p>Mutakhir,  aku sedang menyiapkan 2 lagi karya baru yang bakal muncul tidak lama lagi. Aku tak tahu bila. Ianya adalah berkisar tentang kisah misteri dan kritikan sosial.  Tungguuuu&#8230;</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-81" title="sonnet 18" src="http://roughpalleteknive.wordpress.com/files/2009/04/sonnet181.jpg" alt="sonnet 18" width="497" height="588" /></p>
<p>2. Khas untuk anda &#8211; aku sediakan sebuah puisi yang cukup indah dan matang. Puisi ini adalah hasil kary<em>a William Shakespear</em>. Tajuknya:<strong><em> sonnet 18. <span style="font-weight:normal;"><span style="font-style:normal;"> Terdapat kira-kira 150 lebih karya yang bertajuk sonnet ini. <strong>Sonnet 18 -</strong> </span></span></em></strong>Mengisahkan pemujaan <em>persona</em>nya terhadap keindahan yang dimiliki oleh kekasihnya. Aku cukup suka dengan bait-bait puisinya.</p>
<p>3. Aku paparkan  juga beberapa karya daripada rakan-rakan seni penulisan ini. Alias Ismail misalnya, seorang penulis yang amat berbakat. Pernah menggodol beberapa hadiah besar dalam pertandingan sayembara penilis muda Malaysia. Tahniah aku ucapkan. Di bawah ialah salah satu daripada karya beliau</p>
<p><a href="http://books.google.com.my/books?id=k7DVRz4EGMYC&#38;dq=novel+alias+ismail&#38;printsec=frontcover&#38;source=bl&#38;ots=Bt_emBpPya&#38;sig=j3flMizoaUkUBhJOWLwg_h9GENg&#38;hl=en&#38;ei=gU71SZitI4eGtgPxkrTmCg&#38;sa=X&#38;oi=book_result&#38;ct=result&#38;resnum=6#PPP1,M1"><img class="aligncenter size-full wp-image-82" title="priiit" src="http://roughpalleteknive.wordpress.com/files/2009/04/priiit.jpg" alt="priiit" width="497" height="755" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Istimewa Untuk Saudara 3]]></title>
<link>http://syarafuddinsulaiman.wordpress.com/2009/03/15/istimewa-untuk-saudara-3/</link>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 18:26:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>syarafuddinsulaiman</dc:creator>
<guid>http://syarafuddinsulaiman.wordpress.com/2009/03/15/istimewa-untuk-saudara-3/</guid>
<description><![CDATA[Seronok rasanya apabila kembali semula di sini Nantikan kemunculan Geng Genius: Misteri Luqman di Pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://syarafuddinsulaiman.files.wordpress.com/2009/03/cover-luqman.jpg"><img src="http://syarafuddinsulaiman.wordpress.com/files/2009/03/cover-luqman.jpg" alt="Print" title="Print" width="480" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-517" /></a></p>
<p>Seronok rasanya apabila kembali semula di sini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nantikan kemunculan G<strong>eng Genius: Misteri Luqman</strong> di Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2009.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Istimewa Untuk Saudara]]></title>
<link>http://genggenius.wordpress.com/2009/03/14/istimewa-untuk-saudara-3/</link>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 17:11:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>syarafuddinsulaiman</dc:creator>
<guid>http://genggenius.wordpress.com/2009/03/14/istimewa-untuk-saudara-3/</guid>
<description><![CDATA[Nantikan kemunculan Geng Genius: Misteri Luqman di Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2009.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-3" title="Print" src="http://genggenius.wordpress.com/files/2009/03/cover-luqman.jpg" alt="Print" width="450" height="273" /></p>
<p>Nantikan kemunculan <strong>Geng Genius: Misteri Luqman </strong>di Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2009.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Chapter 6]]></title>
<link>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/18/chapter-6/</link>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 16:14:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Reez</dc:creator>
<guid>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/18/chapter-6/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini sudah malam kedua Ridzwan hadir di rumah sewa itu. Kali ini dia tidak sesat lagi. Bungkusan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini sudah malam kedua Ridzwan hadir di rumah sewa itu. Kali ini dia tidak sesat lagi. Bungkusan Mc Donald yang dipesan masih terasa panasnya. Jalan-jalan di sekitar TTDI Jaya itu sudah seperti biasa dilaluinya.</p>
<p>Dia melihat akan wajah manis milik gadis itu. Tidak pernah lekang dengan senyuman. Senyuman yang amat menawan hati sesiapa yang melihatnya. Jelas sekali seseorang secantik itu sudah tentu hatinya sudah dimiliki. Ridzwan tersenyum puas. Puas bila melihat akan kejelitaan gadis berasal dari utara semenanjung itu. Dalam diam, hatinya sudah terpikat, bukan hanya kerana kejelitaan yang dimiliki Nadia, juga kemesraan dan kelembutan tuturnya ketika itu. Sikap manjanya pasti sekali membuat hati mereka yang bernama lelaki luntur sama sekali.</p>
<p>&#8220;Awak tahu, dah lama saya pakai phone ni, baru hari ni saya tahu ada application ni&#8221; jelas Ridzwan kepada Nadia. Maya yang kebetulan berada diruang tamu itu tersenyum.</p>
<p>&#8220;Apalah ko ni, phone je canggih, tapi sendiri tak tahu ke?&#8221; sampuk Maya</p>
<p>Ridzwan hanya tersenyum. Memang betul, baru hari itu dia tahu ada satu aplikasi dalam telefon miliknya yang boleh mengubah mimik muka seseorang. Mungkin kerana dia jarang sekali menggunakan telefon itu, maka tidak hairanlah dia tidak mengetahuinya.</p>
<p>KERETA Perodua Kenari memasuki ruang letak kereta rumah itu. Seorang lelaki yang agak tinggi kemudiaany keluar dan disambut mesra oleh Nadia. Ridzwan hanya memandang. Lelaki itu kemudiannya diperkenalkan Nadia sebagai Shahril, salah seorang rakannya yang tinggal di Klang. Orangnya agak simple, agak berbudi bahasa.</p>
<p>Ini kali kedua dia diperkenalkan dengan rakan-rakan Nadia yang kebanyakkannya adalah lelaki mengukuhkan lagi anggapan Ridzwan terhadap Nadia bahawa hati kecilnya sudah dimiliki seseorang. Walaupun Nadia sudah beberapa kali menafikannya, perasaan ingin tahu Ridzwan terus membuak-buak di dada.</p>
<p>Pagi itu Ridzwan pulang ke rumahnya agak awal. Dia terpaksa beredar kerana ada perkara mustahak yang ingin diselesaikan. Ingin sekali ianya diselesaikan seawal mungkin kerana Nadia telah menerima pelawaannya untuk menonton wayang bersamanya malam itu. Rasa seperti tidak percaya bila gadis itu agguk tanda setuju.</p>
<p>&#8220;Okay je, malam ni awal datang amik saya ye&#8221; tambah Nadia ketika bersetuju menemaninya malam nanti.</p>
<p>LEBUH Raya NKVE agak lengang ketika itu. Ridzwan memecut kereta kesayangannya menuju ke Shah Alam. Nasibnya agak baik kerana walaupun agak banyak kenderaan, lalu lintas masih lagi agak lancar jika dibandingkan dengan keadaan di Lebuhraya Persekutuan.</p>
<p>Setibanya di TTDI Jaya, Nadia yang berbaju serba hitam sudah sedia menanti. Dengan perlahan dia melangkah masuk ke kereta Ridzwan yang kemudiannya terus sahaja menuju ke arah Damansara.</p>
<p>&#8220;Kenapa awak ikut jalan ni, kenapa tak ikut jalan tadi je&#8221; tanya Nadia bila disedari Ridzwan kembali ke arah Subang untuk ke lebuh raya NKVE</p>
<p>&#8220;Awak tau tak, saya datang Shah Alam tau lah iktu NKVE, balik, tak pernah jumpa jalan&#8221; jelas Ridzwan sambil tergelak.</p>
<p>&#8220;Haha ye ke? Takpe nanti saya tunjukkan ye&#8221; Nadia tersenyum mendengar penjelasan Ridzwan. Mungkin agak lucu baginya mendengar jawapan itu.</p>
<p>Pusat membeli belah One Utama jelas kelihatan di hadapan. Pun begitu, Ridzwan berasa agak kurang selesa kerana sejak dari tadi telefonnya tidak berhenti berbunyi. Bukan disengaja tidak di jawab kerana dia tahu panggilan itu datangnya daripada Nurul. Nadia turut menyedari keadaan itu namun hanya mendiamkan diri.</p>
<p>&#8220;Abang, kak Nurul call, dia kata ada hal penting&#8221; jelas Arif, adik kepada Ridzwan sebaik sahaja dia menjawab panggilan adiknya itu.</p>
<p>&#8220;Pasal ape?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tah la, dia kata mak dia sakit&#8221; jelas Arif lagi.</p>
<p>Ridzwan tergamam. Dia baru sahaja memasuki ruang parkir One Utama. Fikirannya agak berkecamuk ketika itu. Di lihatnya Nadia yang sejak tadi hanya mendiamkan diri. Namun senyuman manis gadis itu sentiasa terukir bila menyedari dirinya di perhatikan.</p>
<p>&#8220;B, You kat mana? Puas I call you, nape you tak jawab?&#8221; soal Nurul sebaik menjawab panggilan Ridzwan</p>
<p>&#8220;I was sleeping. Why? And how come you get my bro&#8217;s number?&#8221;</p>
<p>&#8220;Erm adalah, erm B, Umi sakit, please could you come over? I do not have others that I could stand for right now!&#8221; pinta Nurul yang menyatakan ibunya berada dalam keadaan tidak sedarkan  diri. Kesihatan ibunya itu makin berkurangan sejak dua menjak ini.</p>
<p>Serba salah dibuatnya Ridzwan ketika itu. Samada untuk ke Ampang ataupun meneruskan rancangannya malam itu bersama Nadia yang berada jelas dimatanya ketika itu. Wajah gadis itu ditenungnya. Perlahan dia berkata-kata</p>
<p>&#8220;Saya minta maaf, Nurul cakap mak dia sakit. dia nak saya gi umah dia&#8221; Ridzwan memberitahu Nadia dengan perasaan yang bersalah. Salah kerana dia yang beria-ia mengajak gadis itu menonton wayang bersamanya malam itu. Namun, kini semuanya tidak menjadi.</p>
<p>&#8220;Takpelah, lagipun mak dia sakit, awak patut pergi sana, kan dia pun awek awak&#8221; jawab Nadia sambil menjeling ke arah Ridzwan. Jelas kelihatan wajahnya yang berubah agak suram. Dengan berat hati Ridzwan memandu perlahan meninggalkan parkir One Utama lalu terus menuju ke Shah Alam. Sepanjang perjalanan, suasana suram menemani mereka berdua. Masing-masing cuba untuk menyimpan perasaan ketika itu. Mungkin perasaan marah, geram, hampa, semuanya ada.</p>
<p>Perlahan Nadia turun dan menuju ke rumahnya apabila mereka tiba dirumah sewanya itu. Walaupun agak hampa, namun senyuman gadis itu masih mampu diukir bila Ridzwan menanyakan kiranya masih ada peluang untuk dating yang ke dua.</p>
<p>&#8220;Tengoklah dulu macam mana. Dah tak kut&#8221; Nadia tersenyum sambil terus menuje ke pintu rumahnya. Ridzwan terus memanjang gadis itu sehingga dia hilang dari pandangannya. Di renungnya kejadian malam itu, walaupun kecewa, tetapi mungkin itu adalah dugaan, fikirnya yang kemudian terus memandu laju menuju ke Ampang.</p>
<p>NURUL membuka pintu rumahnya setelah menjawab panggilan telefon dari Ridzwan. Kelihatan disitu beberapa orang yang sedia menanti. Adik-beradik Ibu Nurul telah lama berada disitu. Melihat keadaan itu, Ridzwan bertanya sendirian kepada Nurul yang memberitahunya bahawa tiada siapa yang dapat dihubungi sebentar tadi. Nurul kemudian menjelaskan hanya selepas beberapa minit dia menghubungi kekasihnya itu barulah adik beradik ibunya dapat dihubungi.</p>
<p>Sepanjang berada dirumah itu, Ridzwan hanya mampu terdiam. Dia agak kurang selesa kerana dirinya adalah orang asing dirumah itu. Kesemua adik beradik ibunya telah pulang ke rumah masing-masing. Walaupun sejak tadi Farid tidur disebelahnya, namun perasaan hatinya agak kosong ketika itu. Dia cuba untuk mengingat satu per satu kejadian sebelum itu dan akhirnya terlelap di ruang tamu.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MISTERI GEISHA &amp; KEBAKARAN KOTA EDO ]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/02/16/misteri-geisha-kebakaran-kota-edo/</link>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 02:50:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/02/16/misteri-geisha-kebakaran-kota-edo/</guid>
<description><![CDATA[Hakim kenamaan dalam sejarah Jepang, Tadasuke Ooka, tak pernah setuju cara penyiksaan karena khawati]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://img.bukabuku.com/wm.php?i=thedemon.jpg" alt="" /></p>
<p>Hakim kenamaan dalam sejarah Jepang, Tadasuke Ooka, tak pernah setuju cara penyiksaan karena khawatir nantinya orang tak bersalah jadi mengaku hanya karena tak tahan deraan. Ooka yang dijuluki  Sherlock Holmes versi Jepang memilih penyelidikan yang menyeluruh sebelum menentukan biang keladi kasus kebakaran misterius yang menimpa kota Edo.<br />
<!--more--><br />
Anak angkatnya, Seikei Konoike, ikut membantu mencari petunjuk sembari belajar prinsip tegas Ooka dalam memecahkan kasus kejahatan. Inilah kisah dalam buku kedua dari serial kisah Seikei Konoike setelah Tokaido Inn. </p>
<p>Isi buku kedua ini memang bukan sambungan dari buku sebelumnya. Namun kenikmatan membaca novel ini akan terganggu karena akan sulit memahami sosok Seikei jika belum membaca Tokaido Inn. </p>
<p>Versi asli novel ini ditujukan bagi pembaca remaja yang oleh penulisnya ingin dikenalkan kepada kebudayaan Jepang. Namun konsep geisha yang melayani lelaki minum teh ini sendiri sebenarnya agak sulit dipahami remaja karenanya pembaca muda perlu didampingi dalam membaca kisah Seikei yang satu ini.</p>
<p>The Demon in the Teahouse<br />
Pengarang: Dorothy &#38; Thomas Hobbler<br />
Penerbit: Dastan Books, Februari 2009<br />
Tebal: 318 halaman</p>
<p>BACA JUGA: <a href="http://duniabuku.wordpress.com/2009/01/04/detektif-cilik-era-jepang-kuno/">RESENSI THE GHOST IN THE TOKAIDO INN</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Chapter 5]]></title>
<link>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/13/chapter-5/</link>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 07:35:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Reez</dc:creator>
<guid>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/13/chapter-5/</guid>
<description><![CDATA[Jam menunjukkan tepat 12 malam. Namun perasaan kebosanan meruap ruap di fikiran Ridzwan. Walaupun ag]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jam menunjukkan tepat 12 malam. Namun perasaan kebosanan meruap ruap di fikiran Ridzwan. Walaupun agak kepenatan kerana terpaksa bersesak dalam perjalanan pulang ke rumah petang tadi, dia masih tidak mampu untuk melelapkan matanya. Sudah puas di cuba, namun matanya masih cerah.</p>
<p>Dia mencapai telefonnya dan terus menghubungi Boy, namun tiada jawapan. Dihubunginya Rino, juga tiada jawapan. Benci betul, semua tak jawab, geramnya. Di cubanya beberapa kali namun semuanya masih tidak dijawab. Tiba-tiba, dia teringat akan Nadia dan terus dihubunginya gadis itu.</p>
<p>&#8220;Tak tido lagi ke?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tak, tengah boring ni tak tau nak buat apa. Dah la lapar&#8221;</p>
<p>&#8220;Samalah kita, boring gila ni&#8221;</p>
<p>&#8220;Meh la datang sini, hehehe&#8221; jawab Nadia sambil ketawa kecil</p>
<p>Ajakkan itu disambut gelak ketawa oleh Ridzwan. Macam mana nak datang, kat mana tah rumah dia. Bukannya tau pun. Namun memikirkan dirinya yang agak bosan ketika itu, pelawaan Nadia di terima. Ridzwan terus menyiapkan dirinya dan mencapai kunci kereta, lalu keluar menuju ke Shah Alam.</p>
<p>Ridzwan singgah sebentar di restoran Mc Donald pandu lalu untuk membeli beberapa makanan. Dia telah berjanji untuk membelikan makanan buat gadis yang bakal dijumpanya sebentar lagi. Setelah pesannya siap, tanpa berlengah, Ridzwan terus memandu laju menuju ke Shah Alam. Dia kemudian mencapai telefon untuk membaca SMS yang baru di terima. Tentunya dari Nadia yang memberikan alamat rumahnya.</p>
<p>Sudah puas di cari, namun, rumah gadis itu masih tidak di temui. Panggilan telefon dibuat, namun, keputusannya tetap sama. Dia masih lagi gagal mencari rumah tersebut, maklumlah, Shah Alam agak asing baginya. Jarang sekali dia menuju ke situ.</p>
<p>Akhirnya, Ridzwan tiba di tempat yang ditujui. Kelihatan seorang gadis menuju ke luar dengan hanya berpakaian tidur. Sah, itulah Nadia, namun wajahnya agak berbeza dari pertama kali mereka bertemu. Mungkin waktu itu yang agak gelap menjejaskan pandangannya.</p>
<p>&#8220;Masuk lah&#8221;, pelawa Nadia sambil berjalan menuru masuk rumah sewanya itu.</p>
<p>Ridzwan mengekori dari belakang sambil membawa plastik makanan yang dibelinya tadi. Set makanan untuk tiga orang itu diletakkan diatas meja di ruang tamu rumah yang agak kosong itu. &#8220;Makanlah, sorry dah sejuk dah. Puas cari rumah, ni baru jumpa&#8221; pelawa Ridzwan sambil menjelaskan keadaanya yang sesat semasa mencari rumah sewa itu.</p>
<p>Nadia tersenyum memandang Ridzwan yang agak kekok ketika itu. Dijamahnya makanan yang dibeli, cukup untuk menghilangkan sedikit lapar yang dari tadi dirasanya. Sambil menjamah makanan, Nadia, Maya dan Ridzwan terus berborak panjang, bertukar tukar cerita. Sesekali diselangi dengan gelak ketawa.</p>
<p>Sedang asyik berborak, telefon Ridzwan berdering. Dicapainya telefon itu dan bergegas keluar menuju ke keretanya. Dijawabnya panggilan dari Nurul yang sejak petang cuba untuk menghubunginya.</p>
<p>&#8220;B kat mana..?</p>
<p>&#8220;Rumah kawan. Nape?&#8221;</p>
<p>&#8220;Rumah awek ye? soal Nurul</p>
<p>&#8220;Taklah, rumah kawan.. asal?&#8221;</p>
<p>&#8220;Takde pape.. saje je&#8230; B, sorry ye pasal tadi&#8221; pinta Nurul</p>
<p>&#8220;Okay je takde ape pun&#8221; jawab Ridzwan yang terus melayan panggilan daripada kekasihnya itu. Beberapa minit kemudian dia menamatkan perbulan tersebut dan menuju semula ke ruang tamu.</p>
<p>Maya dan Nadia hanya melihat Ridzwan sambil tersenyum. Mungkin panggilan daripada awek dia lah kut, fikir mereka. &#8220;Mesti awek call kan?&#8221; tanya Nadia.</p>
<p>Ridzwan tersenyum sambil mengiakan pertanyaan tersebut. Maya dan Nadia berpandangan, merasakan pelik kerana jarang sekali mereka berjumpa dengan lelaki yang mengatakan bahawa mereka sedah memiliki seseorang dihati. Kebanyakkan akan mengatakan bahawa mereka masih lagi single dan tidak berpunya.</p>
<p>Menyedari yang sejak dari tadi hanya Nadia yang banyak berbual dengan Ridzwan, Maya meninggalkan kawannya itu dan menuju ke bilik tidurnya. Peluang tersebut digunakan sepenuhnya oleh mereka berdua untuk mengenali diri masing masing. Pandangan Ridzwan selama ini bahawa Nadia merupakan seorang yang ceria dan mudah mesra tidak salah kerana memang itulah yang ditonjolkan oleh gadis itu. Sikap mesranya jelas kelihatan walaupun usia perkenalan mereka baru beberapa hari.</p>
<p>Ridzwan dan Nadia terus berborak panjang tanpa menyedari waktu dinihari semakin menjelma. Ridzwan menanyakan Nadia sekiranya dia ingin tidur, namun dijelaskan yang dia sudah biasa tidur lewat pagi. Mendengarkan penjelasan itu, Ridzwan yang dari tadinya ingin pulang membatalkan niatnya itu.</p>
<p>Nadia menjawab panggilan telefon yang diterimanya. Sebentar kemudian dia memberitahu Ridzwan yang rakannya sedang dalam perjalanan menuju ke tempat mereka. Ridzwan mengangguk tanda faham. Beberapa minit kemudian, seorang lelaki muncul dengan bungkusan makanan.</p>
<p>&#8220;Ini Rudy&#8221; kata Nadia sambil memperkenalkan rakannya itu kepada Ridzwan. Salam Rudy disambut mesra olehnya. Mereka bertiga kemudiannya terus berborak panjang dan akhirnya Rudy meminta diri untuk pulang ke rumah. Waktu ketika itu telah pun cerah, beberapa kenderaan sudah mula lalu lang dihadapan rumah sewa itu.</p>
<p>Menyedari keadaan yang sudah menghampiri jam 10 pagi, Ridzwan memberitahu Nadia yang dia ingin pulang kerumah. Waktu itu dia turut menyedari yang Nadia sudah mula mengantuk. Kepenatan jelas sekali terpancar dimukanya.</p>
<p>Nadia menemani Ridzwan ke keretanya. Senyuman manis dilontarkan gadis itu sambil memberitahu Ridzwan memintanya datang lagi kerumahnya. Senyuman Nadia dibalas mesra oleh Ridzwan yang kemudiannya terus memandu meninggalkan kawasan perumahan TTDI Jaya itu.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Chapter 4]]></title>
<link>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/11/chapter-4/</link>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 22:46:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Reez</dc:creator>
<guid>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/11/chapter-4/</guid>
<description><![CDATA[Dengan hati yang berat, Ridzwan bersiap untuk ke Ampang. Baru sebentar tadi dia dikejutkan dengan pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dengan hati yang berat, Ridzwan bersiap untuk ke Ampang. Baru sebentar tadi dia dikejutkan dengan panggilan telefon daripada Nurul yang ingin berjumpa dengannya. Setelah memastikan dirinya kemas sepenuhnya, Ridzwan mencapai kunci kereta dan terus memandu menuju ke tempat yang dijanjikan.</p>
<p>Apalah yang dia nak, tiba-tiba saja nak berjumpa, fikir Ridzwan sendirian. Di capainya telefon dan terus menghantar SMS kepada Nurul mengatakan yang dia dalam perjalanan ke sana.</p>
<p>Perjalanan dari Gombak ke Ampang agak perlahan. Maklumlah, ramai yang bersesak untuk pulang ke rumah masing-masing setelah seharian bekerja. Di tambah pula dengan keadaan yang renyai, memperlahankan lagi lalu lintas di sepanjang MRR2.</p>
<p>&#8220;Arhh&#8221; jerit Ridzwan.  Dia cukup benci bila terperangkap dalam kesesakan lalu lintas sebegitu. Sebolehnya ingin sahaja di elakkan. Namun, disebabkan Nurul yang beria sangat ingin bertemu dengannya, Ridzwan sekadar memendamkan perasaan marahnya ketika itu.</p>
<p>&#8220;B, I dah sampai&#8221;</p>
<p>&#8220;Jap I turun&#8221;, Nurul menjawab panggilan Ridzwan yang sedang menanti di hadapan bangunan dua tingkat tempat Nurul bekerja. Sebagai anak sulung dalam keluarga, Nurul membantu emaknya menguruskan perniagaan mereka disitu. Ibu kepada tiga orang anak ini cukup berjaya dalam hidup. Ridzwan sangat menghormati ibu tunggal itu yang memiliki pelbagai bisnes yang diusahakan sendirian dan juga beberapa usahasama dengan rakan perniagaan lain. Salah satunya sedang diuruskan sepenuhnya oleh Nurul, sebuah pusat kecantikkan.</p>
<p>&#8220;Nape you lambat?&#8221; tanya Nurul sebaik sahaja melangkah masuk ke dalam kereta. Raut wajahnya seperti agak marah kerana Ridzwan sampai agak lewat.</p>
<p>Ridzwan hanya mendiamkan diri. Seperti malas untuk menjawab pertanyaan dari gadis itu. Sudahlah dia diminta untuk ke sana, sampai sahaja terus dimarahi tanpa memikirkan keadannya yang cuba untuk memenuhi segala kehendaknya.</p>
<p>&#8220;Jammedlah, sorry ok.&#8221; jawab Ridzwan perlahan.</p>
<p>&#8220;Asal nak jumpa ni, macam penting ja masa you call I tadi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saje je pun nak jumpa dengan you, kenapa, tak boleh ke?&#8221;</p>
<p>&#8220;La, kan ke I baru je datang semalam. You lah, seriously, don&#8217;t do like this okay. It is really annoying you know.&#8221; Air muka Ridzwan berubah. Dia agak kurang senang dengan jawapan yang baru didengarnya sebentar tadi.</p>
<p>Nurul mengerling tajam ke arah Ridzwan tanpa sebarang kata-kata. Sebentar kemudian barulah di terangnya yang dia ingin Ridzwan menemaninya mengambil Farid, adik bongsunya di sekolah. Mendengar penjelasan tersebut membuatkan perasaan marah Ridzwan semakin menjadi. Masakan tidak, jika hanya untuk menemaninya mengambil Farid, ia sememangnya mampu dilakukan Nurul sendirian. Sudah menjadi kebiasaan bagi Nurul untuk menjemput adiknya itu di sekolah setiap petang. Bahkan, jarak di antara kedai milik ibunya itu ke sekolah Farid tidak sampai lima kilometer. Sudah pasti, Nurul yang sering memandu Proton Savvy pemberian ibunya itu dapat menjemput Farid lebih awal daripada menunggu kehadirannya yang terpaksa menempuhi kesesakkan petang di Kuala Lumpur.</p>
<p>Melihat riak wajah Ridzwan berubah, Nurul cuba untuk mengalihkan perasaan itu dengan mula berkata kata. Namun, Ridzwan hanya bisu mendengar setiap patah perkataan yang keluar dari mulut Nurul. Dia semakin menyampah dengan sikap Nurul yang kerap kali bercerita mengenai bekas kekasihnya yang lepas. Acap kali juga Nurul membandingkan karektor bekas kekasihnya, Boboy dengan orang yang sebelumnya. Tak lupa dibandingkan jua dengan Ridzwan, yang sejak dari tadi membisu seribu bahasa.  Bagi Ridzwan, cukuplah sekali dua, bukannya hampir setiap hari menceritakan perkara yang sama mengenai perihal lelaki itu. Pernah juga sebelum ini, Nurul dengan bangganya mengakui yang dia sebenarnya masih menaruh harapan terhadap bekas kekasihnya itu, menyatakan dirinya hanyalah sebagai pengganti, walaupun pada masa yang sama menyatakan bahawa dia cukup benci dengan lelaki itu yang menghancurkan segala harapan dan impiannya selama ini.</p>
<p>Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah, hanya Nurul sahaja yang bersuara. Ridzwan pula terus mendiamkan diri mendengar semua tentang Boboy. Sesekali dia mengiakan apa jua yang cuba disampaikan oleh gadis disebelahnya itu. Masih segar di ingatannya, beberapa hari sebelum umat Islam menyambut hari raya, hubungan mereka hanya sebagai rakan kenalan biasa. Namun, semuanya berubah, bila Nurul menyatakan yang dia cukup berterima kasih dengan segala pertolongan yang diberikan Ridzwan kepadanya selama ini. Dalam masa yang sama, Nurul turut menyatakan yang dia telah mula menaruh perasaan terhadap lelaki itu, dan ingin sekali mempunyai hubungan yang lebih erat yang lebih istimewa.</p>
<p>Walaupun berat bagi Ridzwan untuk menerima, tetapi memandangkan dirinya masih lagi single dan memikirkan keadaan Nurul yang sedang mengalami kemurungan dengan masalah yang dihadapinya, juga dengan pergolakkan dalam keluarganya ketika itu, membuatkan Ridzwan menerima permintaan Nurul tanpa berfikir panjang. Semuanya berlaku sebulan yang lalu dan kini, dia mula menyesal.</p>
<p>Dari jauh jelas kelihatan tubuh kecil Farid sedia menanti kedatangan kakaknya itu. Walaupun baru bersekolah tahun satu, dia amat memahami kakaknya yang sentiasa memberikannya kasih sayang. Bagi Farid, kakaknya adalah segalanya selepas ibu. Wajah comel itu mula tersenyum apabila Nurul melambai tangannya. Dengan perlahan Farid bergerak menuju ke kereta.</p>
<p>&#8220;Aik, abang pun ada, mana kereta kakak?&#8221; soal Farid kehairanan.</p>
<p>&#8220;Kereta kakak ada, tapi dia malas nak drive.&#8221; jawab Ridzwan selamba. Nurul menggetap bibirnya. Terasa seperti diperli lelaki itu.</p>
<p>Ridzwan terus memandu keretanya menuju ke kondominium yang diduduki tiga beranak itu. Seorang lagi adiknya tidak tinggal bersama kerana bersekolah di utara semenanjung. Masing-masing hanya mendiamkan diri sepanjang perjalanan itu. Sesekali Farid bersuara bertanyakan pelbagai soalan pada kakaknya. Ada yang di jawab,ada pula yang di tengking kerana kurang senang dengan soalan yang semakin bertambah.  Walaupun hubungan dua beradik ini agak rapat, jarak umur mereka yang agak jauh membezakan segalanya. Buat seketika, Nurul melayan karenah adiknya yang begitu mesra dan manja. Timbul perasaan belas kasihan Ridzwan pada Farid bila memikirkan anak kecilitu terpaksa hidup dalam keadaan keluarga yang tidak seperti rakan rakannya yang lain. Perasaan itu semakin bertambah bila Farid sering mengadu kepadanya yang dia bosan kerana asyik terpaksa bermain keseorangan sedangkan pada masa itu, rakan-rakannya yang lain sedang gembira bermain bersama.</p>
<p>Kereta Ridzwan semakin perlahan menghampiri kediaman Nurul. Setelah melepasi security guard, Ridzwan meletakkan keretanya di tempat selalu apabila berkunjung ke kondominium tersebut. Ditemaninya dua beradik itu ke tingkat sembilan.</p>
<p>&#8220;B, I&#8217;m sorry about just now, you marah I ke?&#8221;</p>
<p>&#8220;Err B, you stay ngan I ye malam ni, Umi takde. Dia pergi Kedah. Esok baru dia balik.&#8221; sambung Nurul.</p>
<p>Ah sudah. Baru beberapa hari lepas aku dah teman kau. Kata Ridzwan dalam hati. Takkan Umi ke Kedah lagi. Baru saja balik dari sana. Fikirnya lagi. Menyedari temannya itu tidak memberikan respon, Nurul mengulangi pertanyaannya buat kali kedua. Ingin sekali dia mempunyai teman malam itu memandangkan ibunya tiada dirumah.</p>
<p>&#8220;Sorrylah, I can&#8217;t make it tonight, I have some works need to be done.&#8221; jawab Ridzwan apabila Nurul menanyakan soalan yang sama buat kali ketiga. &#8220;Instead I need to make a move now, because I did promised someone that I would meet him tonight.&#8221;</p>
<p>Nurul terkebil. Bukan itu jawapan yang ingin didengarinya. Dia tahu Ridzwan masih marah dengan sikapnya tadi.</p>
<p>&#8220;You nak balik sangat kan? Fine. Go ahead&#8221; Nurul hanya tersenyum bila menyatakan sedemikian. Pun begitu,dia amat geram dengan sikap Ridzwan yang cuba untuk mengelak dirinya ketika ini.</p>
<p>&#8220;Ok&#8221;. Ridzwan terus melangkah keluar meninggalkan Nurul dan Farid. Tidak ditolehnya lansung. Malah, langkahnya semakin pantas meninggalkan kediaman mereka, takut akan Nurul memanggilnya kembali. Dia semakin tidak tahan dengan perangai dan tingkah laku kekasihnya itu. Kini, Ridzwan merasakan dirinya umpama pak turut yang hanya menuruti segala kehendak gadis yang baru menjangkau umur 19 tahun itu.</p>
<p>Satria GTi mula bergerak meninggalkan kawasan kediaman itu. Mulanya Ridzwan ingin singah menjenguk Rino di bengkel, tetapi mengubah fikiran dan terus menuju ke rumahnya. Perasaan marahnya tadi sudah berkurangan, namun ianya tidak lama apabila dia sekali lagi terperangkap di dalam lautan kenderaan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Chapter 3]]></title>
<link>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/09/chapter-3/</link>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 00:12:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Reez</dc:creator>
<guid>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/09/chapter-3/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Jom&#8221; Proton Perdana milik Boy meninggalkan restauran Lotus di ikuti Ridzwan yang memand]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;Jom&#8221;</p>
<p>Proton Perdana milik Boy meninggalkan restauran Lotus di ikuti Ridzwan yang memandu dibelakangnya menuju ke Bukit Bintang. Kelihatan masih banyak kenderaan di atas jalan raya Kuala Lumpur walaupun waktu telah menunjukkan tepat 4.30 pagi. Hujan renyai mulai turun membasahi bumi tatkala masih ramai yang membanjiri kawasan segi tiga emas. Kelihatan juga gelagat beberapa anak muda yang sedang melepak bergelak ketawa memuaskan hati sendiri.</p>
<p>Boy mula memperlahankan keretanya dan berhenti berhampiran dengan KFC Bukit Bintang. Ridzwan yang dari tadinya mengekori Boy juga berhenti dan mula terfikir akan dua orang yang baru dijumpainya sebentar tadi, lebih lebih lagi akan si Nadia yang cukup cantik, membuatkan hatinya begitu mendesak untuk menghubungi gadis itu. Lamunannya terhenti seketika bila telefonnya berdering.</p>
<p>&#8220;Jap tau aku nak usha minah kat sinih&#8230; hehehe&#8221;</p>
<p>&#8220;Weh Boy, ko ada amik no telefon si Nadia tadi kan, ko call la dia kejap&#8221; pinta Ridzwan</p>
<p>&#8220;Aku ade nombor dia tapi takde credit lah&#8221;</p>
<p>Cis,baru nak suruh telefon dah takde credit, bisik hati Ridzwan sambil membuka pintu keretanya dan terus ke kedai diseberang jalan.</p>
<p>&#8220;Nah&#8221; Ridzwan menghulur kredit Celcom yang baru di belinya tadi pada Boy. Boy tersengih. Tangannya yang pantas terus menaip mesej. Namun setelah beberapa seketika, masih tiada jawapan.</p>
<p>Tidak puas hati dengan keadaan tersebut, Ridzwan terus meminta nombor telefon tersebut dari Nadia dan jari jemarinya pantas menaip pesanan ringkas.</p>
<p>Toit toit</p>
<p>&#8220;Weh diaorang ada kat Shah Alam tengah lepak dengan kawan&#8221; beritahu Ridzwan pada Boy</p>
<p>&#8220;Ko ada chance lah tu. Dari tadi dia tak jawab aku pun&#8221; runggut si Boy yang kemudiannya terus berborak bersama amoi cina yang ditegurnya sebentar tadi.</p>
<p>Ridzwan tersenyum. Mungkin juga, bisik hatinya. Terbayang di kepalanya akan kecantikkan si Nadia yang terus bermain di fikirannya. Perghh cantik betul, tapi orang secantik itu mesti dah ada yang punya, gumam Ridzwan sendirian.</p>
<p>Hampir sejam kemudian, Boy mengajak Ridzwan untuk pulang kerana waktu semakin cerah. Ajakkan itu di sambut dengan anggukan tanda faham. Masing masing terus memandu kereta menuju ke Gombak.</p>
<p>Perlahan Ridzwan melangkah masuk ke rumahnya dan terus menuju ke tingkat atas. Sambil terbaring di atas katil, masih terbayang akan wajah manis milik Nadia yang jelas bermain dimatanya. Disitu, dia mula menanam impian, menanam perasaan ingin tahu, hingga akhirnya dia terlelap dibuai mimpi.</p>
<p>MENGANTUKNYA. Itulah yang dirasakan Ridzwan yang masih lagi berjaga dari semalam walaupun waktu telah menunjukkan jam 8 pagi. Sambil mengadap komputer peribadi miliknya, sesekali terbayang di mata akan wajah Nadia yang dikenalinya tiga hari yang lepas.</p>
<p>Sedang asyik leka melayari internet, telefon milik Ridzwan berbunyi dan terus dicapainya sambil membaca SMS yang baru sahaja diterima. Agak terkejut pada awalnya, tidak disangka SMS itu datangnya daripada Nadia. Jejarinya mula pantas membalas SMS yang diterimanya sebentar tadi. Beberapa seketika kemudian, satu lagi pesan ringkas diterima. Ridzwan tersenyum, lantas mendail nombor telefon milik seseorang.</p>
<p>&#8220;Hi awak, awalnya bangun?&#8221;</p>
<p>&#8220;Lom tidur lagi lah&#8221;</p>
<p>&#8220;Laa.. napenya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saje malas..&#8221; jawab Nadia dengan suara yang amat manja</p>
<p>Perbualan telefon antara Ridzwan dan Nadia yang pada mulanya agak perlahan bertukar rancak dengan pelbagai topik yang dibualkan. Boleh dikatakan hampir semua perkara diborakkan pada pagi itu. Mereka saling bertukar tukar cerita, sesekali terdengar juga gelak ketawa.</p>
<p>&#8220;Awak anak nombor berapa Nadia?&#8221; tanya Ridzwan yang terus mengorak langkah.</p>
<p>&#8220;Nombor empat. Nape..?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saje tanya je pun haha takleh ke..?&#8221; sambung Ridzwan. Memang budak ni cukup mesra, bisik hati Ridzwan.</p>
<p>Sudah hampir dua jam berborak, Nadia akhirnya meminta izin untuk menamatkan perbualan mereka kerana terlalu letih dan mengantuk. Perbualan pagi itu berakhir dengan senyuman yang lebar di bibir Ridzwan kerana Nadia juga telah berjanji akan sentiasa menghubunginya selepas ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Chapter 2]]></title>
<link>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/08/chapter-2/</link>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 20:37:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Reez</dc:creator>
<guid>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/08/chapter-2/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Weh Reez, kat mana?&#8221; &#8220;Tengah drive ni nak balik rumah. Kenapa?&#8221; &#8220;Meh ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;Weh Reez, kat mana?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tengah drive ni nak balik rumah. Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Meh la datang sini, aku sorang je ni. Ada barang baik punya&#8221; kata Razif, atau lebih mesra dengan panggilan Boy. Hubungan dua sahabat ini mula terjalin sejak di bangku persekolahan lagi.</p>
<p>Ridzwan menamatkan panggilan telefon dan terus memandu laju kereta Proton Satria GTi yang dimilikinya sejak tahun 2006. Kereta yang dimiliki hasil titih peluhnya selama ini. Bangga seketika dirinya apabila kereta yang amat diidamkan itu berjaya menjadi miliknya jua. Masakan tidak, pada umur 22 tahun, dia sudah mampu memiliki kereta yang sentisa menjadi buah mulut anak anak muda ketika itu.</p>
<p>Perjalanan dari Ampang ke kota Kuala Lumpur dirasakan begitu lama. Mungkin disebabkan dia menggunakan lebuh raya ringkaran tengah 2 atau lebih dikenali sebagai MRR2. Sejak awal 2007, Ridzwan sering berulang ke dari Gombak ke Ampang, dimana terletaknya bengkel kereta yang diusahakan bersama Rino, yang juga adik kepada Boy.</p>
<p>Disitu jugalah dia mengenali Nurul, gadis yang ditemuinya pada bulan May ketika hendak mencari makanan tengah hari disekitar Ampang, yang akhirnya menjadi teman rapat dan kini menjalinkan hubungan yang lebih intim.</p>
<p>Tanpa disedari, restauran Lotus berdekatan bangunan Maju Junction telah berada di depan matanya. Kebetulan ada satu ruang kosong untuknya meletakkan kereta. Tanpa berlengah, Ridzwan terus menuju ke meja Boy. Tersenyum dia memandang kawannya itu yang kelihatan bersama dua orang perempuan.</p>
<p>&#8220;Ni kawan saya Reez&#8230; ha yang ni pulak.. err ape nama awak tadi?&#8221; soal Boy kepada dua orang perempuan yang baru saja dkenalinya sebentar tadi.</p>
<p>&#8220;Awak ingat mayat, awak ingatlah nama saya..&#8221; jawab salah seorang daripada mereka.</p>
<p>&#8220;Ha Maya kan?&#8221; sampuk Boy</p>
<p>Tersenyum keduanya sambil menggangguk mengiakan kata Boy. Mata Ridzwan meleret memandang seorang lagi yang asyik leka menonton perlawan bola sepak inggeris antara Arsenal dan Aston Villa. Comelnya, gumam Ridzwan sendirian.</p>
<p>&#8220;Yang ni pulak Nadia&#8221; sambung Boy. Ridzwan menghulurkan tangannya dan disambut manis oleh gadis itu.</p>
<p>Agak rancak perbualan mereka berempat pada malam itu terutama sekali si Boy yang tanpa henti mengukir kata-kata dengan pelbagai topik yang kadang-kadang amat membosankan.</p>
<p>Jam menunjukkan hampir 3.47 pagi tatkala Maya dan Nadia meminta izin untuk beredar. Maya mengorak langkah menuju ke kereta Perodua Kancil yang dipinjam daripada kawan mereka.</p>
<p>&#8220;Err awak..&#8221;</p>
<p>Nadia yang baru bangun dari tempat duduknya menoleh ke arah Boy.</p>
<p>&#8220;Nape..?&#8221;</p>
<p>&#8220;Err&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Herm.. dia nak mintak no telefon awak lah..&#8221; Ridzwan berseloroh bila disedarinya Boy gugup untuk meneruskan permintaannya.</p>
<p>&#8220;Ermm.. 017386&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Lagi 4 no belakang tu tarikh saya lahir .. pepandai lah cari yer &#8230;.&#8221; sambung Nadia sambil tersenyum dan kemudiannya terus menuju ke rakannya, Maya yang sedia menanti.</p>
<p>Ridzwan terus memandang si gadis cantik molek itu tanpa henti sehingga kelibat kereta kecil itu hilang menyusuri jalan di Kuala Lumpur</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Chapter 1]]></title>
<link>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/07/chapter-1/</link>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 21:45:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Reez</dc:creator>
<guid>http://mybebet.wordpress.com/2009/02/07/chapter-1/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Saya dah tak nak, tolonglah faham&#8221; &#8220;Kalau awak tak cakap pasal family, kalau awak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;Saya dah tak nak, tolonglah faham&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau awak tak cakap pasal family, kalau awak tak control saya sangat, mesti kita tak jadi macam ni&#8221;</p>
<p>Terkedu Ridzwan tatkala mendengar permintaan Nadia, orang yang amat disayanginya. Di amati tubuh kecil yang duduk bersandar di dinding  sambil menangis teresak-esak, membuatkan Ridzwan terus diundang rasa bersalah.</p>
<p>&#8220;Saya tahu saya salah, tapi berilah saya peluang. Saya pun tak faham apa yang menyebabkan awak dingin sangat dengan saya&#8221;</p>
<p>Ridzwan melihat keadaan di dalam bilik yang berselerak, mencari ruang merapati kekasihnya itu. Baru sebentar tadi bilik yang meninggalkan banyak memori itu berada dalam keadaan yang amat kemas sekali. Sesuai dengan karektar pemiliknya yang begitu mengutamakan kekemasan dan kebersihan. Namun, pagi itu, keadaan di dalam bilik Nadia berubah sama sekali.</p>
<p>&#8220;Awak dah ada orang lain kan?&#8221;</p>
<p>Nadia terus membisu membuatkan Ridzwan semakin tertanya tanya. Puas difikirkan, namun masih tiada jawapan. Entah dimana silapnya, puas ditenung wajah yang sentiasa ceria  satu ketika dahulu, namun segalanya berubah dengan sekelip mata. Semua serba tak kena. Pelbagai persoalan bermain difikirannya ketika ini. Kenapa dia berubah sampai begitu sekali? Apakah silapnya selama ini?</p>
<p>Jauh disudut hati Ridzwan memang menganggap dirinya yang bersalah. Bersalah kerana selama ini selalu bertanyakan segala apa yang dilakukan kekasihnya itu. Namun itu baginya hanya bertanya, bukan mengongkong. Atau kadang-kadang sebagai teguran, tapi disalah ertikan.</p>
<p>Dikutipnya kaca gelas yang pecah sebentar tadi. Kerana terlalu emosi, gelas itu singgah dikepalanya sebentar tadi. Nadia hanya memandang sambil baring diatas tilam bercadar ungu tanpa sepatah kata. Keadaanya cukup lemah dan amat tidak bermaya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[YANG TERPIKAT VAMPIR EDWARD]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/01/27/yang-terpikat-vampir-edward/</link>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 09:32:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/01/27/yang-terpikat-vampir-edward/</guid>
<description><![CDATA[Toko buku Kinokuniya yang biasanya sunyi berubah ramai oleh jeritan gadis-gadis remaja. Awal Desembe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://www.stepheniemeyer.com/img/movieposter2.jpg" alt="taken from stepheniemeyer.com" /></p>
<p>Toko buku Kinokuniya yang biasanya sunyi berubah ramai oleh jeritan gadis-gadis remaja. Awal Desember lalu toko buku ini menjadi tempat gathering para penggemar serial novel Twilight yang tergabung dalam forum Twilight Indonesia.</p>
<p>Forum ini digagas Alberta Lowe pada Juni 2008 lalu setelah ia terpesona oleh cerita Twilight. Gadis berusia 15 tahun yang biasa disapa Abel ini menemukan Twilight saat mengunjungi sebuah toko buku impor dan ia sama sekali tak tahu novel itu tergolong best seller di mancanegara.</p>
<p>Abel, yang sebenarnya tak suka cerita vampir dan tak pernah membaca satupun novel vampir, langsung terpikat setelah membaca sinopsis di sampul belakang.<!--more--> Ia langsung terpikat pada keunikan cerita yang mencampurkan kisah cinta dan vampir. Awalnya Abel mengira cerita vampir dalam buku ini mengerikan dan berdarah-darah seperti yang pernah disaksikannya di film Interview With The Vampire. &#8220;Aku tidak suka cerita yang berdarah-darah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun ia menemukan Edward Cullen, tokoh vampir dalam Twilight ternyata sama seperti manusia biasa yang tak berbahaya dan ceritanya bersih dari unsur kekerasan. Bak terhipnotis, gadis yang masih duduk di kelas satu sekolah menengah pertama ini membaca halaman demi halaman dan menemukan dirinya sangat menyukai novel Stephenie Meyer ini.</p>
<p>Sebenarnya dia menilai cerita Twilight tak terlalu spesial bahkan akhirnya pun bisa ditebak dengan mudah. Namun ia merasa tokoh Edward dalam novel ini sangat memesona.<br />
Menurutnya, sosok Edward memenuhi gambaran ideal pria yang sempurna. &#8220;Cewek-cewek memang suka membayangkan cowok yang perfect dan kami menemukannya di tokoh novel ini,&#8221; ujar Abel, seolah mewakili teman-temannya sesama penggemar Twilight.</p>
<p>Selesai membaca Twilight, Abel langsung membeli sekuel-sekuelnya dan menjelajahi situs-situs penggemar Twilight. Belakangan ia memutuskan membuat situs penggemar di Indonesia yang mula-mula anggotanya masih teman-teman sepermainannya.</p>
<p>Kini anggota forum twilightindo.ning.com yang diakui secara resmi oleh Stephenie Meyer ini hampir mencapai seribu orang. Lonjakan anggota memang terjadi saat film Twilight diputar di bioskop Indonesia, namun jauh sebelum penayangan itu anggota forum sudah mencapai 400 orang. Jadi bisa dibilang ini memang forum pembaca novel.</p>
<p>Anggota-anggota forum ini biasanya saling berbagi informasi terbaru soal Twilight dan menceritakan pengalaman mereka membaca novelnya termasuk sulitnya menahan rasa tak sabar menanti edisi-edisi terbaru novel kesayangan mereka.</p>
<p>Makin banyaknya pembaca remaja yang doyan melahap buku tebal tidak pelak berkat lahirnya novel Harry Potter. Dalam sebuah topik diskusi forum Twilight Indonesia, anggotanya bercerita mereka rata-rata hanya perlu waktu sehari untuk membaca setiap judul novel Twilight yang tebalnya sekitar 500 halaman itu. Sebagian besar juga ternyata bukan pembaca pemula, tapi adalah pembaca yang tertarik membaca novel mulai dari serial Harry Potter.</p>
<p>Shanna Murady, salah satu anggota forum, yang awalnya membaca buku-buku tipis mulai beralih ke novel tebal ratusan halaman setelah terbitnya Harry Potter dan berlanjut ke buku nonfiksi yang sama tebalnya.</p>
<p>Kini forum pecinta Twilight ini pun makin rajin menggelar acara. Dua pekan lalu mereka menggelar nonton bareng film independen yang diperankan Robert Pattinson. Kekompakan anggota komunitas ini pun tak bisa diremehkan. Terbukti ketika mereka mendengar jadwal tayang film Twilight bakal tertinggal jauh dari mancanegara, mereka berhasil melayangkan petisi berisi ratusan tanda tangan agar bioskop memajukan jadwal tayang. Hasilnya, pengelola bioskop pun harus turun gunung dan memenuhi tututan para remaja ini. Wah… </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PEMENANG LOMBA CERITA KONYOL REMAJA 2008]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2008/12/23/pemenang-lomba-cerita-konyol-remaja-2008/</link>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 07:56:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2008/12/23/pemenang-lomba-cerita-konyol-remaja-2008/</guid>
<description><![CDATA[Penerbit Gramedia Pustaka Utama mengadakan lomba menulis cerita jenaka bertajuk Lomba Cerita Konyol ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Penerbit Gramedia Pustaka Utama mengadakan lomba menulis cerita jenaka bertajuk Lomba Cerita Konyol Remaja 2008. Karya juara I-III dibukukan telah beredar di toko buku sementara karya para pemenang berbakat akan menyusul Januari 2009.</p>
<p>Berikut ini pemenang lomba tersebut yang diumumkan 13 Desember lalu:</p>
<p>Juara 1<br />
<strong> Netty Virgiantini</strong><br />
Judul: The Kolor of My Life</p>
<p>Juara 2<br />
<strong> Rudiyant</strong><br />
Judul: James Bond 007, Adeknya!</p>
<p>Juara 3<br />
<strong> Anindita SIswanto Thayf</strong><br />
Judul: R &#8216;n B Love in the Jungle</p>
<p>Pemenang Berbakat <span style="text-decoration:line-through;">(dibuang sayang hehehe)</span></p>
<p><strong>1. Triani Retno Adiastuti</strong><br />
Judul: Bodyguard Bawel: Pembela Kebenaran dan Kebetulan</p>
<p><strong>2. Ridwan</strong><br />
Judul: Ganteng is Dumb</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My sKi]]></title>
<link>http://melzmutz.wordpress.com/2008/12/10/my-ski/</link>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 00:38:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>melzmutz</dc:creator>
<guid>http://melzmutz.wordpress.com/2008/12/10/my-ski/</guid>
<description><![CDATA[Buat Audry, langit adalah segalanya. Apa pun keadaannya, baik atau buruk, langit selalu ada dan mene]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;">Buat Audry, langit adalah segalanya. Apa pun keadaannya, baik atau buruk, langit selalu ada dan menemani Audry. Karena itu Audry cinta banget sama langit dan sering berlama-lama memandangi langit. Cuma entah kenapa, kayaknya Audry sering kali nggak bisa deketan sama hal-hal yang ia cintai. Buktinya Audry takut naik pesawat setengah mati, padahal ia suka banget sama langit. Bukti lain, Audry nggak mungkin bisa bersama lagi dengan cowok yang selama ini ia cintai.</p>
<p>Di tengah usahanya merelakan cowok itu, Audry malah bertemu Eliot, cowok lain yang selalu membuatnya dongkol. Setiap kali ketemu mereka pasti langsung berantem. Tapi ternyata di balik semua hal menjengkelkan itu, Eliot selalu ada setiap kali Audry butuh seseorang. Apakah Eliot memang bisa jadi langit kedua buat Audry?</p>
<p></span></td>
</tr>
<tr>
<td height="20"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MIMPI YANG DIJADIKAN KENYATAAN]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2008/10/20/mimpi-yang-dijadikan-kenyataan/</link>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 11:48:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2008/10/20/mimpi-yang-dijadikan-kenyataan/</guid>
<description><![CDATA[Dua remaja terlibat pembicaraan serius di hamparan padang rumput yang dikelilingi pepohonan yang rap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dua remaja terlibat pembicaraan serius di hamparan padang rumput yang dikelilingi pepohonan yang rapat. Yang satu seorang gadis muda biasa sementara yang lainnya seorang pemuda tampan yang kulitnya berpendar terkena cahaya matahari. Pemuda itu vampir.</p>
<p>Itulah mimpi yang menghampiri tidur Stephenie Meyers lima tahun lalu. Ia menuangkan cerita mimpinya itu menjadi sebuah novel berjudul Twilight yang langsung memuncaki daftar buku laris di Amerika Serikat. </p>
<p><img src="http://www.stepheniemeyer.com/img/stephenie.gif" alt="stephenie meyer dari situs stepheniemeyer.com" /></p>
<p>Tiga novel sekuelnya pun terjual ratusan juta eksemplar dan telah diterjemahkan dalam 20 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Twilight pun diadaptasi menjadi film layar lebar yang rencananya akan diputar di bioskop November mendatang.</p>
<p>“Mimpi itu begitu nyata jadi saya merasa harus menulisnya,” kata Stephenie. Sejak mimpi itu hadir, <!--more--> selama tiga bulan penuh Stephenie terus menulis novel menembus jam-jam tidurnya dan terkadang harus mengetik dengan satu tangan lantaran tangan lainnya mendekap bayinya yang tetidur pulas di pangkuan. </p>
<p>Ia mengirimkan naskah Twilight ke 15 penerbit lalu menerima sembilan penolakan yang dengan kalimat yang kejam dan lima surat tak terbalas. Hanya satu penerbit yang memintanya bertemu dan akhirnya mengikat kontrak penulisan tiga buku senilai US$ 750 ribu.</p>
<p>Selain serial twilight, Stephenie juga menulis novel fiksi ilmiah The Host yang berisi kisah cinta yang melibatkan alien yang menginvasi bumi. Cerita ini semakin menegaskan gaya tulisan Stephenie yang mengemas ulang kisah horor dan cerita fiksi ilmiah menjadi cerita romantis.</p>
<p>Uniknya, penulis yang tak minum alkohol dan film dewasa ini membuang semua unsur kekerasan, senjata, dan seks dari novelnya. Paling banter tokoh novelnya hanya berpegangan tangan dan berkelahi pun dijalani lewat perang urat syaraf.</p>
<p>Bahkan vampir dalam cerita Stephenie terbilang nyeleneh: tak menghisap darah manusia, dan punya sifat baik serta senang menolong orang lain. Bagi Stephenie ini menggambarkan pandangannya soal hidup, “Seperti apapun kondisinya, kita selalu bisa memilih jadi berbeda karena jalan alternatif selalu ada,” ujarnya.</p>
<p>Sosok ibu muda yang berubah menjadi penulis ini membuatnya dibanding-bandingkan dengan dengan J.K. Rowling yang menulis Harry Potter saat anaknya tertidur lelap. Kadang ia jengah lantaran banyak yang mencibirnya berusaha mendompleng sukses Rowling.</p>
<p>Toh dengan rendah hati Stephenie menyatakan kesuksesannya tak lepas dari karya Rowling yang telah mengubah wajah industri buku. Ia berpendapat, berkat Rowlinglah kini anak-anak mau membaca buku setebal ratusan halaman dan orang dewasa juga mau membaca buku anak.</p>
<p>Stephenie memang tak pernah berniat menjadi penulis apalagi menjadi novelis sukses. Karena itu pula ia beasiswa yang diperolehnya dihabiskan untuk kuliah jurusan studi literatur bukan jurusan menulis kreatif yang lebih digemari.<br />
Ia teringat lelucon-lelucon yang meledek suramnya masa depan mahasiswa jurusannya yang paling jauh cuma bekerja di restoran. “Buat mereka yang membuat lelucon itu sekarang saya cuma mau bilang: ha ha ha!” Ya, penggemar Shakespeare ini tahu benar, orang yang tertawa terakhirlah yang menang. </p>
<p>OKTA WIGUNA</p>
<p>Biodata</p>
<p>Nama:<br />
Stephenie Morgan Meyer<br />
Tempat, tanggal lahir:<br />
Hartford, Connecticut, 24 Desember 1973<br />
Orangtua:<br />
Stephen dan Candy Morgan<br />
Anak ke:<br />
dua dari enam bersaudara<br />
Suami:<br />
Christian Meyer<br />
Anak:<br />
Gabe, Seth, dan Eli</p>
<p>Pendidikan:<br />
Sarjana sastra Inggris dari Brigham Young University<br />
Penghargaan:<br />
1.&#8221;Top Ten Best Book for Young Adults&#8221; dan &#8220;Top Ten Books for Reluctant Readers” dari American Library Association untuk Twilight<br />
2.Best Book of the Year dari Publishers Weekly untuk Twilight<br />
3.&#8221;Best Book of the Decade&#8230;So Far&#8221; dari Amazon.com</p>
<p>Bibliografi:<br />
2008 Breaking Dawn<br />
2008 The Host<br />
2007 Eclipse<br />
2007 Prom Nights From hell<br />
2006 New Moon<br />
2005 Twilight</p>
<p>Fakta seputar Stephenie<br />
1.Kota Forks, Washington, yang menjadi setting cerita serial Twilight merayakan Hari Stephenie Meyer setiap 13 September di hari kelahiran tokoh novel tersebut, Bella Swan.<br />
2.Penggemar band Muse sampai-sampai karakter novelnya ditulisnya sebagai penggemar band itu bahkan konser dalam novelnya juga dari band ini.<br />
3.Suaminya yang berjuluk Pancho merupakan teman sepermainan sejak Stephenie berumur empat tahun.<br />
4.Stephenie juga menulis cerita sekaligus menyutradarai videoklip band beraliran rock, Jack&#8217;s Mannequin.<br />
5.Penulis lain biasanya menyembunyikan naskah novel terbarunya tapi Stephenie malah memuat draf novel Midnight Sun di situs pribadinya.<br />
6.Stephenie selalu dibanding-bandingkan dengan J.K. Rowling. Faktanya, novel “New Moon” menggeser posisi buku terakhir Harry Potter dari puncak daftar buku terlaris New York Times. Jadwal tayang perdana film Twilight pada 21 November 2008 pun sebenarnya jdwal pemutaran hari pertama film Harry Potter and the Half-Blood Prince.</p>
<h2><a href="http://www.stepheniemeyer.com/">MORE ABOUT STEPHENIE MEYERS</a></h2>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hikayat Hardyweb: Part II]]></title>
<link>http://hardyw3b.wordpress.com/2008/04/29/hikayat-hardyweb-part-ii/</link>
<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 12:43:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>hardyweb</dc:creator>
<guid>http://hardyw3b.wordpress.com/2008/04/29/hikayat-hardyweb-part-ii/</guid>
<description><![CDATA[Bab 2: Blogger Hardweb melihat ada tiga email baru di dalam inbox akaun gmailnya. Antara tiga email ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><strong><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bab 2: Blogger</span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hardweb melihat ada tiga email baru di dalam inbox akaun gmailnya. Antara tiga email tersebut, satu adalah dari wordpress.com. Kebiasaanya, jika ada email dari wordpress bermakna ada seseorang telah meninggalkan komen dalam suatu tulisan di blog wordpress. Setelah membaca isikandungannya  dan memeriksa url  posting dalam blog. Untuk membalas komen dari pelawat tersebut, hardyweb terus ke laman blognya dan login ke akaun wordpress seterusnya membalas komen pelawat berkenaan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hardyweb tidak menggunakan aplikasi blogger dari google.com kerana  sebelum blogger.com muncul ( <em>Blogger.com telah dibeli oleh Google Inc dan sekarang menjadi sebahagian dari aplikasi di dalam Google</em> ), dia telah pun menggunakan wordpress sejak tahun 2003. Pada masa tersebut, wordpress.com belum lagi muncul, yang ada hanya wordpress.org dengan  sistem wordpress 1.5 yang perlu diinstall sendiri ke dalam webserver  yang berkeupayaan membaca fail php dan mempunyai database mysql. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Oleh kerana pada ketika itu, amat jarang hosting yang support php dan mysql dengan saiz quota hosting yang besar secara percuma. Akan tetapi terdapat satu hosting yang menawarkan 100MB dengan satu database mysql. Pada ketika itu, 100MB sudah cukup besar.  Maka aktiviti blog hardyweb pun bermulalah sekitar tahun 2003 hinggalah tahun 2005. Akibat daripada sedikit masalah pada hosting tersebut. Hardyweb terpaksa mencari tempat yang baru dan percuma. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ketika itu. kemunculan wordpress.com masih lagi baru. Tanpa berlengah lagi, hardyweb terus berpindah rumah dan memulakan semula kerja kerja memblog di tempat yang baru. Oleh kerana dia telah biasa dengan penggunaan wordpress sebelumnya, maka semua fungsi di dalam rumah baru tersebut di pelajari dengan cepat. Hasil kerja selama dua tahun dalam hosting lama ditinggalkan begitu sahaja. Pengalaman telah mendewasakan hardyweb dalam kerja kerja memblog. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">WordPress.com, lagi tiga bulan, cukuplah dua tahun dia memblog di sini, selama itu juga, dia banyak bertemu dengan kawan kawan baru dari bermacam macam bentuk dan gaya penulisan. Bermacam macam gaya pemikiran dan teknik memblog dipelajarinya. </span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bab 3: Komuniti Linux</span></strong></p>
<p><a name="knm41"></a><a name="am-y"></a><a name="y492"></a><a name="w_vu0"></a><a name="qqpw0"></a><a name="n9od0"></a><a name="d80q"></a><a name="ckv10"></a> <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Ah..hardyweb melihat pada jam di Desktop yang menggunakan aplikasi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Conky_%28software%29" target="_blank">Conky,</a> sudah pukul 10:25 pagi, tak sedar masa berjalan terlalu cepat, bak kata Abang Man ( seorang kawan dan juga seorang mentor Hardyweb ) . </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Masa Terlalu Cemburi Kita. </strong></span></p>
<p>Terpapar juga di dalam aplikasi monitoring Conky, jenis dan nama linux yang telah diinstall dalam komputer buruk itu. <a href="http://mambang.org/modules/news/article.php?storyid=131&#38;keywords=OshiriX+2007" target="_blank">OshiriX</a>. Huh. ganas betul nama distro linux tu. Semua ini adalah hasil usaha seorang kawan yang dikenali sebagai Mr Oshiri. Banyak betul ilmu yang diajar oleh Mr Oshiri nih, dari penggunaan aplikasi desktop hingga ke setting server menggunakan linux.</p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Iceweasel masih lagi terbuka, email telah dibalas dan berita-berita terkini juga telah dibaca dalam google reader. Cursor mouse terus digerakkan ke icon tab dalam pelungsur Iceweasel. Satu tab baru muncul di skrin, terus dimasukkan alamat satu <a href="http://mambang.org/" target="_blank">portal komuniti linux</a> dalam address bar ICeweasel. Tidak seperti akaun gmail yang memerlukan masa menunggu agak lama. Portal Komuniti Linux ini mengambil masa hanya 12 saat sahaja untuk dimuat dalam Iceweasel.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><br />
dengan pantas, cursor mouse terus dihalakan ke medan UserID untuk login ke akaun Portal Komuniti tersebut. &#8220;Terima kasih kerana login&#8221;, satu paparan yang menyatakan bahawa ID pengguna dan katalaluan yang dimasukkan tadi adalah betul. Portal yang menggunakan software yang bernama xoops adalah portal linux malaysia hasil inisiatif beberapa orang anak muda dari setiap pelusuk negara bagi mengembangkan ilmu linux.</span></p>
<p>Mata hardyweb tertumpu kepada berita hadapan, masih lagi berita lama, mungkin Mr Oshiri sibuk agaknya. tiada berita terkini. Cursor  dilarikan lagi ke satu petak dalam portal , Forum -Topik Terkini.  Ada satu posting baru yang telah pun dibalas sebelum ini, bagus , boleh baca apa yang ditulis dan apa solusi kepada masalah yang diutarakan.</p>
<p>Ditutupnya tab Portal Linux tersebut setelah selesai membaca kandungannya. Oleh kerana Pc tua hardyweb mempunyai ram yang rendah. Hardyweb cuba meminimakan penggunaan aplikasi yang ada dalam sistem operasi linux tersebut. Sebolehnya, dia mahu menggunakan iceweasel sebagai platform untuk mengakses internet, menaip, bermain irc, berchit chat dalam Internet messenger. Walaupun terdapat perisian menulis seperti abiword, open office, koffice, pidgin, xchat yang boleh digunakan dalam linux tersebut. Hardyweb sebolehnya mahu menggunakan perisian online sekiranya talian streamyx berada dalam keadaan baik.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hikayat Hardyweb, Dari Rumah Ke Pejabat]]></title>
<link>http://hardyw3b.wordpress.com/2008/04/28/hikayat-hardyweb-dari-rumah-ke-pejabat/</link>
<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 05:38:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>hardyweb</dc:creator>
<guid>http://hardyw3b.wordpress.com/2008/04/28/hikayat-hardyweb-dari-rumah-ke-pejabat/</guid>
<description><![CDATA[Prolog 2008 .. Tahun IT  telah meletup, era Internet dan blog menjadi sumber rujukan utama, setiap m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>P</strong><strong>rolog</strong></p>
<p style="text-align:left;">2008 .. Tahun IT  telah meletup, era Internet dan blog menjadi sumber rujukan utama, setiap maklumat diterima terus tanpa tapisan,tanpa batasan. hardyweb, seorang pemuda biasa dari kelompok bawahan cuba  merentas sempadan maklumat dengan membawakan setiap berita Teknologi dan pengkomputeran malaysia kepada umum. Di dalam ketaksuban penulisan blog, tidak semua yang suka. Siapa ? .. tidak lain dan tidak bukan.. sistem admin dalam badan badan dan organisasi organisasi tertentu. Kenapa? kerana takut berita dan maklumat yang disampaikan membuatkan orang bawahan mereka lebih cerdik dari mereka.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Bab 1: Internet<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p>Selasa, pukul 9.30, hardyweb bermalas-malas duduk di kerusi plastik depan komputer kesayangannya.Dihidupkan komputer tersebut dan seraya itu, jari jemarinya dengan tangkas pula ke switch modem streamyx TMnet cap <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/ZTE" target="_blank">ZTE</a> warna biru lalu menghidupkan modem tersebut.</p>
<p>Sambil tunggu komputer buruk membaca peranti peranti hardware masuk ke sistem operasinya,isk slowlah pulok,  iya lah .. memang dah buruk pun komputer nih. itu pun dapat dari sorang kawan yang beli pc baru. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pentium_III" target="_blank">Pentium III </a>dengan hard disk berkapasiti 10 <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gigabyte" target="_blank">gigabyte</a>. Memorynya pula 128 MB.  Masa dulu, pc nih diisi dengan sistem operasi Windows 98. Oleh kerana ram 128 tak bleh support  Windows XP. Hardyweb install linux dalam pc buruk tu ( Cerita linux &#8211; Coming Soon )  .</p>
<p>Dengan interface paling minimum iaitu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fluxbox" target="_blank">fluxbox</a>, sistem operasi linux dalam pc berisi CPU pentium III itu hanya memakan memory lebih kurang 60 MB saja . boleh lagi run mesin tua nih. Di bukanya terminal lalu menaip perkataan iceweasel.Iceweasel adalah fork kepada Mozilla Firefox. Ini kes tukar tukar nama la nih . malas nak fikir.. Benda sama saja.. Iaitu Pelungsur Web ( Web Browser ).</p>
<p>Ditaipnya alamat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gmail" target="_blank">gmail.com</a> dalam pelungsur <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Iceweasel" target="_blank">iceweasel</a> tu. dan dengan pantas, jari telunjuk tangan kanannya menghentak kekunci &#8216;enter&#8217; pada keyboard. Hari ini talian streamyx <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/TM_Net" target="_blank">TMnet </a>agak baik, dengan kadar 1Mbps ( <em><strong>SEBENARNYA TAK SAMPAI PUN 1MBPS.. IKLAN AJER LEBIH</strong></em> ) , lampu modem broadband berkelip kelip laju. laman Gmail.com terpancul keluar di dalam pelungsur Iceweasel.</p>
<p>Jari jemari hardyweb dengan lembut menaip id pengguna dan katalaluan yang diminta oleh gmail.com . dalam masa setengah minit ( komputer tua slow la skit akses internet nya ) , akaun emailnya terus ditatap. seperti hari hari biasa,tiap-tiap email diperiksa dengan teliti . satu persatu.. kebanyakan email yang diterima hari ini adalah email forward komen dari blog wordpress.com. Dalam sistem<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/WordPress" target="_blank"> wordpress.com</a> ,setiap komen yang dimasukkan oleh pembaca akan dihantar ke email blogger.</p>
<p>dalam kepala otak hardyweb, komen komen tu nanti akan dibalas sedikit masa lagi. Lantas di heret mouse ke satu ikon dalam iceweasel, dikliknya ikon tersebut. dan secara automatik satu tab baru dalam iceweasel dibuka. tangannya terus menaip satu lagi alamat aplikasi online google. iaitu Google Reader. kali ini tak perlu lagi memasukkan ID pengguna dan katalaluan kerana<a href="http://www.google.com/a/help/intl/en/var_1a.html" target="_blank"> aplikasi google </a>telah diselaraskan, satu ID untuk semua aplikasinya.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Reader" target="_blank">Google Reader</a>, salah satu sistem pembaca RSS atau aggregator, merupakan aplikasi yang wajib bagi Hardyweb kunjungi saban hari. Di dalam akaun Google Reader Hardyweb, tersenarai berita berita terkini dari pelbagai laman yang telah pun dipilih dan dilanggan oleh Hardyweb. Dari berita teknologi, aplikasi komputer hinggalah kepada berita politik tanah air dan berita percisan semua tersusun rapi mengikut masa dan tarikh. Satu persatu tajuk berita dan kepala berita di baca oleh Hardyweb. Ada satu tajuk yang menarik perhatian Hardyweb. terus diklik pada tajuk tersebut. dan iceweasel membuka laman tadi dalam tab baru.</p>
<p style="text-align:left;">Setelah puas bermain main dengan Google Reader, membaca tajuk tajuk berita, Hardyweb beralih kembali ke laman Gmail.com atas tujuan membalas email yang mana perlu.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Episod akan datang &#8220;<strong>Blogger&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Penafian : Cerita ini adalah hasil tangan penulis sendiri, tak penah nak cedok mana mana aritkel orang lain .. dan orang orang yang terlibat tu kawan kawan  penulis belake.. hehehehe.. jangan marah ekk.. nanti lekas tua..</p>
<p style="text-align:left;">Karya : <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/2.5/my/" target="_blank">Creative commons</a></p>
<p style="text-align:left;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Big Brother Complex]]></title>
<link>http://melzmutz.wordpress.com/2008/02/21/big-brother-complex/</link>
<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 06:17:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>melzmutz</dc:creator>
<guid>http://melzmutz.wordpress.com/2008/02/21/big-brother-complex/</guid>
<description><![CDATA[  Sudah lama Monique pengin punya abang. Maka saat bertemu Rich &#8211; cowok ganteng yang menurutny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><table border="0" width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td style="text-align:justify;"><a href="http://melzmutz.wordpress.com/files/2008/02/hbhl1859.jpg" title="hbhl1859.jpg"><img src="http://melzmutz.wordpress.com/files/2008/02/hbhl1859.thumbnail.jpg" alt="hbhl1859.jpg" /></a><font size="1" face="Verdana"> </font></p>
<p><font size="1" face="Verdana">Sudah lama Monique pengin punya abang. Maka saat bertemu Rich &#8211; cowok ganteng yang menurutnya &#8220;sempurna&#8221;, Monique alias Nikki langsung menodong Rich jadi abangnya. Saking percayanya pada Rich, Nikki bercerita tentang cowok yang ia taksir &#8211; Nathaniel. Sayangnya Rich langsung menyebarkannya, tanpa sadar bahwa Nikki memang serius, bukan sekadar mengidolakan Nathan yang penyanyi terkenal itu! Nikki yang dipanggil &#8220;dukun palsu&#8221; karena gemar mengenakan pakaian hitam dan meramal menggunakan Tarot jadi kesal. Banyak yang meledeknya karena berani naksir Nathan. </font><font size="1" face="Verdana">Saat Nathan memintanya jadi pacarnya, Nikki langsung setuju. Semenjak pacaran dengan Nathan, Nikki menjadi lebih modis dan &#8220;gaul&#8221;. Dia bahkan diterima dalam geng cewek &#8211; cewek populer di sekolahnya, hal yang ia idam &#8211; idamkan sejak dulu.</p>
<p>Apa Nikki puas menjadi cewek ngetop walaupun dengan risiko kehilangan sahabatnya, Savitri, dan Rich? Apa berpacaran dengan Nathan bisa membuat Nikki sembuh dari <i>Big Brother Complex</i> &#8211; nya? Baca dan temukan sendiri jawabannya!</p>
<p></font></td>
</tr>
<tr>
<td height="20"> </td>
</tr>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Debu Bintang]]></title>
<link>http://melzmutz.wordpress.com/2008/02/21/debu-bintang/</link>
<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 06:15:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>melzmutz</dc:creator>
<guid>http://melzmutz.wordpress.com/2008/02/21/debu-bintang/</guid>
<description><![CDATA[Kesialan bertubi-tubi menimpa Danielle. Pernikahannya yang sudah di depan mata terpaksa gagal karena]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="ghbp4344.jpg" href="http://melzmutz.wordpress.com/files/2008/02/ghbp4344.jpg"><img src="http://melzmutz.wordpress.com/files/2008/02/ghbp4344.thumbnail.jpg" alt="ghbp4344.jpg" /></a><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;"> Kesialan bertubi-tubi menimpa Danielle. Pernikahannya yang sudah di depan mata terpaksa gagal karena kekasih memutuskan tali pertunangan. Ia juga dipecat dari pekerjaannya sebagai guru BP. Dan terakhir, orangtuanya menjual rumah mereka, sehingga Danielle harus mencari tempat tinggal baru.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;">Di saat kepepet, Dani menerima tawaran Hanson untuk menjadi guru privat anak-anak pria itu, dan tinggal di rumah Hanson. Dani yang mahir bermain sulap dengan beratraksi menaburkan debu bintang, berhasil memikat murid-muridnya. Tapi Jemima, kekasih Hanson, cemburu pada Dani.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;">Ternyata, debu bintang yang ditebarkan Dani tidak hanya memikat anak-anak Hanson. Tanpa disadari Hanson, ia juga mulai jatuh cinta pada Dani.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Backstreet Aja]]></title>
<link>http://melzmutz.wordpress.com/2008/02/21/backstreet-aja/</link>
<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 06:14:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>melzmutz</dc:creator>
<guid>http://melzmutz.wordpress.com/2008/02/21/backstreet-aja/</guid>
<description><![CDATA[Mayang dan Rista sama-sama cantik, sama-sama imut, sama-sama naksir cowok keren bernama Ariel.. Dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align:justify;"><a title="fdbj3352.jpg" href="http://melzmutz.wordpress.com/files/2008/02/fdbj3352.jpg"><img src="http://melzmutz.wordpress.com/files/2008/02/fdbj3352.thumbnail.jpg" alt="fdbj3352.jpg" /></a><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;"> Mayang dan Rista sama-sama cantik, sama-sama imut, sama-sama naksir cowok keren bernama Ariel.. Dan ternyata Ariel juga naksir Rista. Eh, tapi yang terakhir ini rahasia lho. Soalnya Mayang sama sekali nggak boleh tahu. Soalnya kalo Mayang sampai tahu, dia bisa marah besar dan mutusin persahabatannya dengan Rista. Dan Rista nggak mau musuhan dengan Mayang. Tapi Rista juga gak mau kehilangan Ariel. Habis cinta mati seeeeh&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;">Itu sebabnya dengan terpaksa dia meminta Ariel supaya mereka BACKSTREET AJA&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;">Tapi masalahnya, sampai kapaaaaaannnn mau backstreet terus???? </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="20"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
