<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>opini &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/opini/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "opini"</description>
	<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 20:35:35 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Facebook Mau Berubah Lagi?]]></title>
<link>http://indaharum.wordpress.com/2009/12/03/facebook-mau-berubah-lagi/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 08:18:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>indaharum</dc:creator>
<guid>http://indaharum.wordpress.com/2009/12/03/facebook-mau-berubah-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Setelah makeover besar&#8221;an yang sudah dilakukan pada facebook beberapa waktu silam, dalam situs]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setelah makeover besar&#8221;an yang sudah dilakukan pada facebook beberapa waktu silam, dalam situs]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Yang Penting Hatinya Dijilbapin"]]></title>
<link>http://0simplenote.wordpress.com/2009/12/03/yang-penting-hatinya-dijilbapin/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 07:08:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>0simplenote</dc:creator>
<guid>http://0simplenote.wordpress.com/2009/12/03/yang-penting-hatinya-dijilbapin/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Yang penting hatinya dijilbapin&#8220;,  adalah jawaban standar yang mungkin pernah kita deng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;<em>Yang penting hatinya dijilbapin</em>&#8220;,  adalah jawaban standar yang mungkin pernah kita dengar atau mungkin kita berikan pada orang yang bertanya tentang jilbab (&#8220;<em>kenapa belum pake jilbab?</em>&#8220;).</p>
<p>Ok, sekarang gimana kalo alasan setipe digunakan oleh seorang karyawan yang harusnya mengenakan seragam, tapi tidak mengenakannya. Ketika ditegur oleh bos, ia pun berkata &#8220;<em>tenang aja bos, yang pentingkan hati saya diseragamin</em>&#8220;. Hehehe&#8230;. Ada yang mau coba mempraktekin??</p>
<p>Atau bagaimana kalau alasan seperti itu digunakan pada sebuah ajang kontes. Misalnya saja kontes ratu sejagad. Ada satu sesi dimana para kontestan harus mengenakan pakaian renang. Ssetau saya selama ini para kontestan patuh-patuh saja dengan peraturan itu. Belum pernah ada kontestan yang tidak mengenakan baju renang, kemudian dengan tenang mengatakan &#8220;<em>Begini juri, yang pentingkan hati saya dibaju renangin. (two piece lhoo&#8230;)</em>&#8220;. Hihi&#8230; kalo ada kontestan yang seperti ini ya pasti langsung di diskualifikasi</p>
<p>So, its very simple. Its about WARDROBE. Its about &#8216;what we wear&#8217; (phisically).  So, please don&#8217;t fool our self with those &#8216;heart&#8217; arguments.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[STRATEGI PERANG CYBER SPACE]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/12/03/strategi-perang-cyber-space/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 06:32:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/12/03/strategi-perang-cyber-space/</guid>
<description><![CDATA[STRATEGI PERANG CYBER SPACE oleh : Fika Monika, ST I. PENDAHULUAN Dari zaman dulu, hampir setiap man]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>STRATEGI PERANG CYBER SPACE </strong><br />
<em>oleh : Fika Monika, ST</em><br />
<strong> </strong></p>
<p><strong> I.	PENDAHULUAN</strong><br />
Dari zaman dulu, hampir setiap manusia ingin mengamati lingkungan sekitarnya. Setiap raja ingin memantau baik kondisi fisik maupun sosial wilayah kekuasaannya. Ketika dunia memasuki era ruang angkasa tahun 1950-an, impian itu mulai menjadi kenyataan. Sejak itu sudah ribuan satelit buatan yang diluncurkan ke orbit atau bahkan ke bulan dan planet-planet lain. Meski semula menjadi dominasi dunia militer, lambat laun teknologi pemantauan bumi menjadi kebutuhan sehari-hari. Dunia penerbangan, pelayaran dan pertanian tak bisa lepas dari ramalan cuaca yang sebagian besar datanya berasal dari satelit cuaca. Dunia bisnis properti juga semakin akrab memakai citra satelit beresolusi tinggi. Kemudian sejak beberapa tahun yang lalu, citra satelit bahkan dapat diakses semua orang lewat internet, sejak Google membuat layanan www.earth.google.com yang gratis.</p>
<p><!--more--><br />
Sementara itu perkembangan teknologi jaringan komputer global juga semakin berkembang, sehingga perpaduan antara teknologi telekomunikasi dan teknologi komputer akhirnya menciptakan dunia baru yang dinamakan cyberspace, sebuah dunia komunikasi berbasis komputer (computer mediated communication); yang menawarkan realitas baru, yaitu realitas virtual (virtual reality). Perkembangan ini membawa perubahan yang besar dan mendasar pada tatanan sosial dan budaya pada skala global serta mengubah pengertian tentang masyarakat, komunitas, komunikasi, interaksi sosial, dan budaya. Internet juga membawa kita pada dunia tanpa perbatasan dan menembus batas kedaulatan negara.<br />
<strong>II.	PENGGUNAAN RUANG UDARA &#38; ANGKASA LUAR</strong><br />
• Penguasaan angkasa (space) saat ini adalah impian dari intelegensia manusia, dengan kemampuan sensornya yang mampu menjelajahi area melintasi batas negara dengan bebas, tanpa pagar dan batas. Tidak ada area terlarang untuk Satelit. Dikenal sebagai “perangkat teknis nasional”, satelit mampu mengirimkan data dengan tingkat kedetailan yang sama dengan akurasi sebuah peluru.<br />
• Pertarungan Elektronik (Electronic Warfare), saat ini adalah salah satu perangkat yang paling penting untuk mengumpulkan informasi dalam kondisi damai maupun perang. Radio mampu menyadap informasi mentah dari link radio yang insecure, bahkan bisa membuat gambaran dari suatu sebaran, pengaturan taktis, dan sebagainya. Aktivitas serapan/ sadapan (intercept) informasi ini meliputi radio, radar, gelombang mikro, dan transmisi elektromagnetik lainnya.<br />
•	Teknologi Satelit</p>
<p><strong>Bila kita bicara satelit, kita mengenal setidaknya enam jenis satelit.</strong><br />
1. Yang paling awal adalah satelit untuk tujuan mempelajari ruang angkasa. Inilah satelit pertama yaitu SPUTNIK yang diluncurkan Uni Soviet tahun 1959, juga satelit stasiun ruang angka internasional (International Space Station ISS) yang sekarang menjadi tempat kerja sejumlah astronot Amerika, Eropa, Rusia dan Jepang.<br />
2. Yang kedua adalah satelit telekomunikasi, sebagai contoh adalah satelit Palapa yang dibeli Indonesia pada 1970-an dan sudah disusul berbagai generasi. Satelit jenis inilah yang faktanya paling populer. Di beberapa kalangan, bila bicara satelit, yang dimaksud adalah antena parabola penerima siaran televisi yang dipancarkan dari satelit.<br />
3. Yang ketiga adalah satelit navigasi, yang kini semakin populer dengan semakin murahnya harga sistem penentu posisi global (Global Positioning System, GPS) yang mengandalkan satelit yang dipasang militer AS namun dapat dipakai kalangan sipil di seluruh dunia dengan akurasi lebih rendah.<br />
4. Yang keempat adalah satelit militer yang dibekali dengan senjata laser. Inilah proyek star wars Ronald Reagan, presiden Amerika tahun 1980-an di era Perang Dingin.<br />
5. Yang kelima adalah satelit pemantau langit atau satelit astronomi, misalnya pembawa teleskop “Hubble”, radio-astronomy “Hyparchos” atau pemantau matahari “Soho”.<br />
6. Dan yang terakhir adalah satelit pemantau bumi (surveillance satellite), sesuai missi NASA yang beralih dari misi ke planet lain ke “Mission to Planet Earth”. Fungsinya untuk memantau seluruh penjuru teritorial negara. Dengan satelit ini diharapkan pelanggaran wilayah laut oleh kapal-kapal asing, baik penyelundupan maupun penangkapan ikan secara liar (illegal fishing), pembalakan hutan (illegal logging), penambangan liar (illegal mining) hingga bencana alam, kecelakaan transportasi dan kerusuhan dapat dimonitor secara terus menerus.</p>
<p><strong>III.	RUANG CYBER (CYBER SPACE)</strong><br />
Perkembangan yang pesat dari teknologi telekomunikasi dan teknologi komputer menghasilkan internet yang multifungsi. Semua itu dilandasi oleh perkembangan yang terjadi pada bidang mikro elektronika, material, dan perangkat lunak. Kimia, fisika, biologi, dan matematika mendasari semua itu. Semua perkembangan itu membawa kita ke ambang revolusi keempat dalam sejarah pemikiran manusia bila ditinjau dari konstruksi pengetahuan umat manusia yang menurut Stevan Harnad dalam Post-Guttenberg Galaxy: The Fourth Revolution in the Means of Production of Knowledge dicirikan dengan cara berfikir yang tanpa batas (borderless way of thinking).<br />
Perpaduan antara teknologi telekomunikasi dan teknologi komputer akhirnya menciptakan dunia baru yang dinamakan cyberspace, sebuah dunia komunikasi berbasis komputer (computer mediated communication); yang menawarkan realitas baru, yaitu realitas virtual (virtual reality).<br />
Cyberspace (ruang cyber) menjelma menjadi sebuah ruang relasi sosial ketiga dalam kehidupan masyarakat, setelah ruang publik dan ruang privat. Kemunculannya di era postmodern dengan perangkat internetnya, membawa perubahan besar bagi ruang sosial masyarakat. Konsep cyberspace atau juga disebut dengan istilah ‘dunia maya’ dikenal sebagai konsepsi ruang yang ketiga, setelah ruang publik dan ruang privat.<br />
Logika yang berlaku dalam cyber space bukanlah logika rasional melainkan logic of speed. Dalam dunia postmodern, waktu adalah segalanya dan waktu mengalahkan ruang. Orang lebih baik menghemat waktu daripada pergi ke suatu tempat. Cyberspace merupakan alat pemuas logika kecepatan (logic of speed) dimana orang dapat saling berhubungan dalam ruang tanpa harus mengurangi kecepatan dan tanpa harus meninggalkan tempatnya berada.<br />
Cyberspace adalah ruang yang dihuni para netters atau netizen, ruang atau tempat kita berada ketika kita mengarungi dunia informasi global interaktif yang bernama internet. Cyberspace dengan realitas virtual menawarkan manusia untuk hidup dalam dunia alternatif, dunia yang dapat mengambil alih dan menggantikan realitas yang ada, yang bahkan dapat lebih nyata dari realitas yang ada, yang lebih menyenangkan dari kesenangan yang ada, yang lebih fantastis dari fantasi yang ada, yang lebih menggairahkan dari kegairahan yang ada. Jagat raya cyberspace telah membawa masyarakat dalam berbagai sisi realitas baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, yang penuh dengan harapan, kesenangan, kemudahan, dan pengembaraan seperti teleshoping, teleconference, teledildonic, virtual café, virtual architecture, virtual museum, cybersex, cyberparty, dan sebagainya. Para netters yang menghuni cyberspace itu dinamakan virtual community (komunitas virtual).</p>
<p><strong>IV.	PERANG INFORMASI</strong><br />
Definisi informasi adalah “konten atau makna dari suatu pesan”. Tujuan dari suatu pertarungan (warfare) biasanya adalah mempengaruhi sistem informasi lawannya.<br />
Perang informasi bisa didefinisikan sebagai cabang dari pertarungan/ peperangan, dimana tujuannya adalah mendapatkan keuntungan melalui perusakan, gangguan, kecurangan, pemalsuan atau pencurian informasi; baik informasi yang disimpan maupun yang disebarkan.<br />
Tipe pertarungan ini bisa dilakukan oleh individu, kelompok, ataupun negara; dan targetnya bisa jadi militer, pemerintahan sipil, atau organisasi komersial. Klasifikasi perang informasi terbagi menjadi 5 (lima) kategori atau level, yaitu :<br />
1. Level 1 : Penyebarluasan informasi yang keliru, merugikan, dan merusak (misal : propaganda, penyensoran, atau peremehan sebuah kebenaran)<br />
2. Level 2 : Perusakan sumber informasi atau menghentikan penyebaran informasi (misal : perusakan fasilitas fisik seperti C2 Centres atau instalasi broadcasting publik)<br />
3. Level 3 : Penyisipan kode jahat pada sebuah sistem data (misal : virus komputer ), bentuk serangan ini sangat halus, karena biasanya target tidak menyadari bahwa dia telah diserang. Konsekuensinya, perang informasi level 3 diposisikan sebagai ancaman utama terhadap setiap sistem yang berbasis komputer.<br />
4.	Level 4 : Ilegal akses terhadap suatu data atau sistem data (misal : hacking)<br />
5. Level 5 : Kerusakan data atau sistem data melalui disipasi energi secara langsung dan tidak pandang bulu (misal : penggunaan senjata energi seperti senjata High Energy Radio Frequency (HERF)).</p>
<p><strong>V.	PERANG URAT SYARAF (PSYCHOLOGY WARFARE)</strong><br />
Perang urat syaraf atau psychology warfare atau PEPSI adalah suatu cara perang yang memakai propaganda dan sarana lain serta tindakan yang serasi, yang dipertimbangkan dengan matang, bertujuan untuk mempengaruhi mental/ moril kelompok- kelompok yang menjadi musuh, netral ataupun pihak sendiri, sehingga tujuan-tujuan sendiri dapat tercapai dengan cara yang lebih mudah dan sederhana (P.J. Graaff)<br />
Seluruh spektrum sarana-sarana perang di dalam persaingan yang terus-menerus untuk mencapai hegemoni dunia, akan dibedakan menjadi dua macam, yaitu :<br />
1.	Perang Militer, dimana penggunaan sarana militer (kekerasan) lebih diutamakan<br />
2. Perang Dingin, dimana pada dasarnya penggunaan sarana-sarana kekerasan tidak dipakai berdiri sendiri, dalam arti kata bahwa dengan hanya memakai sarana-sarana psikologik seolah-olah dapat memenangkan perang. Perang urat syaraf / PEPSI sebaiknya ditempatkan di dalam kerangka perang politik sebagai satu sarana, yang dapat dan akan dipakai dalam masa perang ataupun damai. Dapat dibenarkan, bahwa dalam perang dingin PEPSI diberi tempat yang sentral bahkan dominan, dimana sarana-sarana lainnya ditempatkan disekitarnya untuk mendukung PEPSI.<br />
Arti PEPSI dapat digambarkan dari penjelasan Jenderal L. Lemnitzer (US Army);<br />
“The psychological aspects of our strategy, particularly as they relate to the cold war, are completely as they relate to the cold war, are completely interwined with the other aspects&#8230;the cold war is fought on a variety of fronts : political, economy, sosiologic, psychological and military. Yet at root is psychological”.</p>
<p><strong>VI.	STRATEGI INTELIGEN</strong><br />
Intelijen adalah pernyataan yang sempurna yang disusun dari keterangan (informasi) yang dipilih, dinilai, ditafsirkan dan akhirnya diungkapkan sehingga maknanya bagi kebijakan nasional menjadi jelas.<br />
Pengertian ini membedakan antara informasi yang masih mentah dan informasi yang sudah diolah (finished intelligence).<br />
Intelijen strategi adalah pengetahuan yang berkaitan dengan kemampuan-kemampuan, kerawanan-kerawanan, dan kemungkinan tindakan-tindakan bangsa-bangsa lain.<br />
Komponen dari intelijen strategi :</p>
<p>1.	Intelijen Ilmiah<br />
2.	Geografi<br />
3.	Transportasi, jalan dan telekomunikasi<br />
4.	Intelijen Ekonomi<br />
5.	Intelijen militer<br />
6.	Intelijen sosiologis<br />
7.	Intelijen politis<br />
8.	Intelijen biografis</p>
<p><strong>Perbandingan penyusunan produk Intelijen :</strong></p>
<p><strong><br />
<em>Langkah Penyusunan Oleh Perwira Intelijen	Langkah Penyusunan Berdasarkan Metode Penelitian</em></strong><br />
1. Seleksi data	1. Survey Masalah<br />
2. Evaluasi data	2. Definisi istilah<br />
3. Intepretasi data	3. Seleksi data<br />
4. Integrasi	4. Intepretasi data<br />
5. Konklusi 	5. Penyusunan hipotesis<br />
6. Presentasi	6. Konklusi<br />
7. Presentasi<br />
<strong>VII.	KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI</strong><br />
Dalam buku The World Is Flat , Friedman mengatakan bahwa dunia ini didatarkan oleh konvergensi 10 peristiwa utama yang berhubungan dengan politik, inovasi dan perusahan. Perkembangan cepat yang membuat manusia menjadi semakin sibuk, semakin dapat melihat satu dengan yang lain meskipun dalam belahan bumi yang berbeda. 10 kekuatan yang menurut Friedman mendukung proses pendataran dunia, adalah :<br />
<strong>1.	Abad Baru Kreatifitas: Ketika Dinding Runtuh Dan Jendela Dibangun</strong><br />
Runtuhnya tembok Berlin pada 9 Nopember 1989 adalah tonggak mulainya demokratisasi dan tumbuhnya kreatifitas. Tidak hanya menjadi titik tolak sejarah bersatunya jerman timur dan barat, pengaruhnya runtuhnya tembok Berlin bahkan sampai ke India. Di Eropa sendiri runtuhnya tembok berlin juga membuka jalan terbentuknya Uni Eropa, ekspansi 15 negara menjadi 25 negara, dan munculnya mata uang bersama bernama Euro.<br />
6 bulan setelah runtuhnya tembok berlin, Microsoft Windows 3.0 muncul dengan fitur yang lebih mudah digunakan. Meskipun tentu saja Bill Gates harus mengucapkan terima kasih kepada para pesaingnya yaitu Steve Jobs yang lebih dulu mempelopori komputer rumah bernama Apple II tahun 1977, juga IBM yang membuka standar Personal Computer (PC) sehingga bisa dikembangkan oleh siapapun di dunia seperti sekarang ini. Di tahun yang sama Linus Torvald membangun kernel Linux generasi pertama, yang tidak diduga oleh pembuatnya sendiri Linux menjadi sistem operasi modern dan saingan terbesar Microsoft di era kini.</p>
<p><strong>2. Zaman Konektifitas: Ketika WWW Mendunia</strong><br />
World Wide Web (WWW) atau kemudian disebut Web mengubah Internet menjadi dunia maya ajaib. Dengan Web orang bisa menempatkan karya digitalnya untuk diakses siapapun, memanggil dokumen yang tersimpan di server dan menayangkannya di layar komputer dengan cara yang sangat mudah. Tim Berners-Lee sang pencipta WWW telah ikut serta dalam proses mendatarkan dunia. Dalam thesis PhDnya Tim Berners-Lee meneruskan pekerjaan Vint Cerf dan Bob Kahn yang lebih dulu mengembangkan Internet. Web adalah ruang informasi maya, kalau di Internet banyak komputer, maka di Web ada banyak dokumen, suara, video, dan berbagai informasi lain. Tidak salah kalau majalah Times edisi 14 Juni 1999 menempatkan Tim Berners-Lee sebagai salah satu dari 100 orang yang paling berpengaruh di abad ke-20. Tim Berners-Lee berjuang untuk tetap membuat WWW terbuka, tanpa hak milik dan gratis. Dia juga yang mempopulerkan kode hypertext yang mudah dipelajari (HTML), merancang skema pemberian alamat (URL), mendesain aturan-aturan di Web yang kemudian menjadi HTTP (Hyper Text Transfer Protocol). Apa yang dipikirkan Tim Berners-Lee tentu tidak akan menjadi booming tanpa peran Jim Clark dan Marc Andreessen yang membuat browser bernama Mosaic dan kemudian berubah menjadi Netscape.</p>
<p><strong>3. Reformasi Alur Kerja Dan Perangkat Lunaknya.</strong><br />
Pengaruh era konektifitas dengan adanya Internet dan Web membuka kemungkinan perubahan alur kerja secara signifikan. Scott Hyten adalah CEO Wild Brain, perusahaan animasi besar di San Fransisco yang telah membuat film dan kartun untuk Disney. Scott menceritakan bagaimana dia memproduksi sebuah film dengan alur kerja dunia datar. Unit rekaman berlokasi di dekat para artis, biasanya di New York atau LA. Desain dan penyutradaraan dilakukan di San Fransico. Para penulis mengirim naskahnya dari masing-masing rumah mereka (Florida, London, New York, Chicago dan LA). Animasi tokoh-tokohnya dilakukan di Bangalore dan editing dilakukan di San Fransico. Alur alam kerjanya disebut Scott dengan gaya “sepakbola” yang sangat efisien, sehingga 8 tim di Bangalore bisa bekerja secara paralel dengan 8 penulis, meskipun harus melibatkan 50 artis dalam produksinya.<br />
Semua pekerjaan diatas dapat terlaksana karena adanya perangkat lunak alur kerja yang baik. Diatas jaringan serat optik kecepatan tinggi, dukungan teknologi Internet dan protokolnya, dari HTTP, SMTP, POP, SNMP, HTML, XML, SOAP, AJAX, dan juga kemudahan pembayaran elektronik dengan payment gateway semacam PayPal, perusahaan semacam SalesForce.Com menawarkan solusi dan perangkat lunak alur kerja yang bisa memecahkan masalah dan memberi solusi efektif bisnis anda.<br />
4. UPLOADING : Mengendalikan Kekuatan Masyarakat<br />
Kecenderungan untuk mengupload informasi dan mendistribusikannya ke publik à merangsang keterlibatan (dan kekuatan) publik/komunitas<br />
Fenomena wikipedia, blog, gerakan Open Source<br />
5. OUTSOURCING<br />
Menyerahkan sebagian fungsi organisasi untuk dilaksanakan pihak lain<br />
Teknologi Informasi memberi peluang bagi perusahaan kecil untuk ikut bermain dalam skema outsource (mis: di India)<br />
6. OFFSHORING<br />
Memindahkan pelaksanaan sebagian fungsi organisasi ke tempat lain untuk efisiensi, produktivitas, dsb<br />
Negara-negara tujuan offshore: China, Vietnam, Malaysia, …<br />
7. SUPPLY-CHAINING<br />
Kecepatan dalam penyediaan produk/jasa dalam skala global, untuk menyesuaikan dinamika demand (kebutuhan)<br />
Contoh: Walmart, Sara<br />
8. INSOURCING<br />
Melaksanakan fungsi organisasi pihak lain, dengan memanfaatkan resource dan potensi yang dimiliki à aliansi strategis baru<br />
Contoh: kerjasama UPS (perusahaan pengiriman/ kurir global) dengan Toshiba dalam layanan perbaikan (repair service) komputer<br />
9.  INFORMING<br />
Kemudahan untuk mendapatkan informasi tentang apapun, kapanpun, dan dimanapun<br />
Fenomena Google, Yahoo, MSN, dll.<br />
10. STEROIDS (AKSELERATOR)<br />
Kemajuan teknologi digital yang memungkinkan orang bekerja secara mobile, personal, serta virtual<br />
PDA, VoIP (Skype), video conf, …</p>
<p><strong>VIII.	CYBERSPACE WARFARE DAN KEKUATAN NEGARA</strong><br />
Bentuk kekuatan negara dibedakan menjadi kekuatan militer, kekuatan ekonomi dan kekuatan penetrasi politik. Kekuatan ketiga yaitu penetrasi politik lebih sulit dipahami, karena bisa berwujud aktivitas yang terbuka (terang-terangan) atau aktivitas rahasia (propaganda, merekayasa kerusuhan politik, dll).<br />
Hubungan internasional tidak hanya terjadi antara pemerintahan dengan pemerintahan, tetapi juga terjadi antara individu atau kelompok secara tidak resmi di berbagai negara, serta terjadi antara individu/ kelompok dengan pemerintahan asing. Saat kekuatan digunakan dalam ranah formal antar pemerintahan, maka ini adalah sebuah fenomena melanggar batas. Saat para agen dari pemerintahan asing menyusup (penetrasi) pada negara lain, memperoleh akses langsung pada warganegaranya, maka proses ini disebut akses informal, dimana kekuatan asing tersebut bisa saja digunakan di dalam wilayah negara target.<br />
Penggunaan akses seperti ini bisa legal atau ilegal, samar maupun terang-terangan. Target spesifik dari aktivitas seperti ini biasanya adalah pejabat pemerintahan, politisi, tentara, pengusaha, dll. Teknik yang biasa dipakai dalam akses informal ini adalah propaganda, penyuapan, konspirasi, suplai senjata, dll<br />
Beberapa kemungkinan tujuan yang memanfaatkan akses informal adalah untuk menekan sebuah negara, untuk melemahkan sebuah pemerintahan atau negara, atau bahkan untuk mendukung rezim dari negara sahabat. Negara-negara yang cenderung semakin rentan atau semakin mudah dipenetrasi, jika legitimasi pemerintahan mereka makin lemah, integrasi sosial politik penduduknya juga lemah, kurangnya persepsi mereka akan ancaman dari penetrasi, serta kurangnya sumberdaya mereka untuk melawan penetrasi. Dua instrumen untuk mengerahkan kekuatan melalui akses informal atau penetrasi politik ini adalah</p>
<p>(1) penetrasi ekonomi dan</p>
<p>(2) cara-cara propaganda<strong>. </strong></p>
<p><strong></p>
<p>Implementasi Cyberspace pada Militer Amerika Serikat<br />
a.	Kondisi Damai / Pra-Operasi Militer</strong><br />
Intelijen AS memburu data dari semua penjuru. Satelit mata-mata AS membuat citra yang paling rinci yang pernah ada. Kalau satelit sipil seperti Ikonos atau Quickbird hanya mampu membuat citra dengan kehalusan pixel satu atau setengah meter, maka kita harus yakin bahwa satelit mata-mata akan mampu membaca tulisan koran.<br />
Sementara itu shuttle radar topographic mission telah memetakan topografi seluruh dunia dengan pixel lima meter. Ini data yang di-release untuk sipil. Berapa akurasi militer yang dirahasiakan, tidak kita ketahui.<br />
Dengan citra dan topografi ini, AS bisa membuat peta mutakhir daerah manapun tanpa perlu ijin atau sepengetahuan pemerintah manapun. Memang, dari peta ini beberapa ciri bangunan atau nama-nama geografis belum bisa diketahui. Untuk itulah AS akan mengirim spion untuk mengumpulkan informasi objek terutama yang dianggap vital dan tak “terbaca”dari angkasa. Juga tempat-tempat yang diduga berranjau. Mereka akan “berwisata”sambil merekam objek-objek ‘menarik’ dengan piranti sistem posisi global (GPS). Piranti ini begitu mungil, bisa ditaruh dalam jam tangan, atau korek api. Begitu melihat objek menarik, wisatawan gadungan ini akan mengaktifkan GPS, sehingga objek itu terekam beserta posisinya. Kalau spion ini salah, petanya juga salah. Akibatnya fatal. Di Beograd jet AS pernah membom kedubes Cina, yang dikiranya markas Slobodan Milosevic. Di Iraq juga ada apartemen yang disangka mes militer. Malah Saddam sendiri tak diketahui ada di mana.<br />
AS memiliki peta yang lebih rinci dari otoritas nasional manapun di dunia. Dengan data spasial tiga dimensi ini, pilot-pilot AS bisa melakukan simulasi terbang yang sangat realistis atas kota-kota di dunia. Mereka juga bisa optimalkan rute gerak pasukan, baik di darat maupun udara. Model elevasi digital (DEM) yang ada pada sistem ini juga yang menuntun rudal jelajah Tomahawk atau pesawat Stealth ke sasaran dengan efisien, tanpa takut menabrak gunung atau apapun.<br />
Tapi itu semua belum cukup. AS juga ingin informasi tentang orang-orang yang perlu diawasi. Untuk itu intelijen AS menyadap informasi yang lalu lalang via jaringan telekomunikasi (dengan satelit AS), juga data perbankan dan data kartu kredit. Dengan analisis database, maka kebiasaan orang-orang yang disorot dinas rahasia AS bisa diikuti. Ostrovsky (1990) dalam By Way of Deception melukiskan, bahwa dengan analisis database kartu kredit saja, CIA atau Mossad bisa mempelajari penerbangan atau hotel apa yang sering dipakai seseorang, berapa pengeluarannya, apa yang suka dibelinya, siapa yang sering diteleponnya, siapa yang mengirim dana padanya, dan kapan dia ke mana. Tak heran bahwa dinas-dinas rahasia itu punya background &#38; insider information yang sangat rinci tentang tokoh-tokoh di negeri Islam. Mungkin di antara mereka ada yang berbakat jadi pengkhianat.<br />
CIA-World-Fact-Book yang sering jadi referensi, adalah versi sipil dari bank data yang sangat lengkap. Di situ tersimpan data logistik di tiap daerah, yang di masa perang akan penting. Misalnya, bahwa di suatu desa ada sekian penduduk, sekian yang bisa perang, sekian janda (mungkin disiapkan untuk â€œhiburanâ€ tentara AS), sekian ton pangan, dan sebagainya. Informasi itu penting untuk manuver pasukan, evakuasi, ataupun menduga lokasi musuh dalam perang gerilya. Di Indonesia, data seperti ini dikelola Direktorat Topografi TNI-AD dengan memanfaatkan organnya sampai ke desa, yaitu Babinsa. Bedanya, AS mengumpulkan Laporan Geografi Militer dari seluruh dunia.<br />
Dengan data yang begitu lengkap, AS bisa membangun sistem informasi geografis (GIS) yang luar biasa. Mereka bisa simulasi berbagai skenario perang, berapa korban yang akan jatuh dan kerugian yang ditimbulkan jika suatu senjata canggih seperti gelombang mikro ataupun nuklir digunakan. Mereka juga bisa berhitung tentang â€œkeuntunganâ€ perang dalam jangka panjang.<br />
Andaikata diijinkan dipakai untuk sipil, sistem semacam ini sangat optimal untuk mempelajari pola bencana alam seperti banjir, gempa tsunami atau kebakaran hutan. Kapasitas komputasi sistem ini bisa membantu mengetahui dengan akurat, apa action yang tepat untuk misalnya mencegah banjir Jakarta: apa benar dengan reboisasi Puncak?; dengan kanal banjir senilai 15 Trilyun?; dengan pompanisasi?; dengan pembersihan tepi Ciliwung dari pemukiman liar?; atau apa? Sayang sistem tadi justru dipakai untuk optimasi pembantaian kaum muslimin.<br />
Perangkat ini dilengkapi sistem pakar (expert-system) yang akan membantu pengambilan keputusan. Bisa jadi keputusan kapan perang dimulai, atau suatu rudal diluncurkan, tidak di kepala George Walker Bush, apalagi PBB, melainkan pada sistem pendukung keputusan (decission support system), yang tentu hanya mesin pintar berkapasitas besar, tanpa nurani.</p>
<p><strong>b.	Saat Operasi Militer</strong><br />
Ketika perang, pasukan di garis depan akan dilengkapi alat GPS-telemetri, inframerah dan telematika. GPS akan memandu ke sasaran. Komando di belakang bisa memantau posisi dan kondisi pasukannya dari laptopnya. Kalau ada prajurit yang terluka atau tertangkap, posisinya langsung bisa diketahui.<br />
Sementara itu alat inframerah berguna untuk melihat di kegelapan. Alat ini bisa mendeteksi manusia, yang tubuhnya memancarkan panas pada spektrum tertentu, meski bersembunyi di balik semak-semak atau dinding dengan ketebalan tertentu.<br />
Mereka juga dilengkapi piranti telematika, yang akan memasok data-data terakhir ke front, baik dari satelit, atau analisis komputer atas data intelijen mutakhir. Agar jaringannya tidak disusupi hacker musuh, maka dilakukan enkripsi cryptografi yang sangat rumit.<br />
Sementara itu senjata yang dipakai pun memiliki kandungan IT yang makin tinggi. Kini ada robot-robot mungil (dragon-runner) yang memiliki kecerdasan buatan (artificial intelligence). Robot ini bisa mengambil keputusan mandiri dan terus mengupdate diri dengan â€œpengalamannyaâ€. Ia dilengkapi kamera dan sejumlah sensor suara, panas atau bau. Dengan software pengenal pola, maka robot ini bisa mengenali musuh dan secara mandiri menyerangnya.<br />
Sementara itu ada jenis robot lain yang dilengkapi bom dan piranti GPS. Bom itu diprogram untuk hanya meledak di lokasi yang koordinatnya ada pada daftar. Bom ini bisa juga dicurahkan dari â€œmother bombâ€ sebagai bom satelit atau diluncurkan sebagai “position guided missile” (PGM).<br />
Jenis senjata lain adalah senjata radio yang bisa merebut kontrol atas piranti elektronik. Pesawat-pun bisa dibajak secara elektronik (electronic hijacked) &#8211; hal mana diduga kuat terjadi pada pesawat yang menabrak WTC 11 September 2001. Masih dengan radio adalah gangguan frekuensi (jamming) sehingga seluruh piranti telekomunikasi musuh terganggu.<br />
Namun teknik jamming ini bisa pula digunakan musuh untuk melawan. Kalau ada ahli elektronik muslim yang mampu membuat pemancar yang kuat, bisa jadi pasukan AS yang dipandu GPS akan kehilangan arah, karena sistem GPS-nya ngaco. Karena itu pasukan AS juga dilengkapi sistem navigasi inersia (INS), yang tidak tergantung pada gelombang radio.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong> IX.	KESIMPULAN</strong><br />
Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa cyberspace warfare identik dengan perang informasi yang bertujuan untuk perang psikologi (psychological war), dan merupakan produk yang tidak terpisahkan dari strategi inteligen.<br />
Cyberspace warfare bisa dilakukan dalam kondisi perang ataupun damai, keduanya sama-sama membutuhkan perangkat cyberspace.<br />
Penggunaan ruang angkasa yang mampu menjelajahi dunia tanpa batas, dengan didukung kemajuan teknologi telekomunikasi dan teknologi komputer yang terus mengalami konvergensi dan terintegrasi akhirnya menciptakan ruang baru yang dinamakan cyberspace. Cyberspace sangat teroptimasi dengan teknologi informasi (IT) yang luar biasa.<br />
<strong>DAFTAR PUSTAKA<br />
BUKU</strong><br />
1.	PurboS. Suwondo. Teori Strategy, Jakarta. KSKN S2 UI<br />
2.	Thomas L. Friedman, The World Is Flat; Sejarah Ringkas Abad ke-21, Dian Rakyat 2006<br />
3.	Klaus Knor, The Power of Nations; The Political Economy of international Relations, Basic Books Incs, 1975<br />
<strong><br />
JURNAL</strong><br />
1.	Purbo S. Suwondo, Handout  Bahan Ajar untuk mata kuliahTeori Strategi, S2 PKN UI<br />
2.	Colonel Richard Szafranski, A Theory of Information Warfare – Preparing For 2020,  Airpower Journal  1995<br />
3.	Christopher J. Rhodes, Information Warfare- How Real Is the Threath, And Can It Be Countered?, MILTECH 2001<br />
4. Moch. Faisal, Dari Anarchic Cyber Space menjadi Transnational Public Sphere, Jurnal Politik Internasional GLOBAL, Departemen Ilmu Hubungan Internasional UI, 2008<br />
5.	Agus Rahardjo, Ringkasan Disertasi MODEL HIBRIDA HUKUM CYBERSPACE, UNDIP 2008<br />
<strong>INTERNET</strong><br />
1.	<a rel="nofollow" href="http://cogprints.org/1580/00/harnad91.postgutenberg.html" target="_blank">http://cogprints.org/1580/00/harnad91.postgutenberg.html</a><br />
2.	<a rel="nofollow" href="http://famhar.multiply.com/journal" target="_blank">http://famhar.multiply.com/journal</a><br />
3.	<a rel="nofollow" href="http://republika.co.id/" target="_blank">http://republika.co.id</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SKB 4 Menteri Dikhawatirkan Hanya Untungkan Perusahaan ]]></title>
<link>http://terazmu.wordpress.com/2009/12/03/skb-4-menteri-dikhawatirkan-hanya-untungkan-perusahaan/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 02:41:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>terazmu</dc:creator>
<guid>http://terazmu.wordpress.com/2009/12/03/skb-4-menteri-dikhawatirkan-hanya-untungkan-perusahaan/</guid>
<description><![CDATA[Keputusan pemerintah untuk menyerahkan besaran upah dikhawatirkan kalangan perburuhan hanya menguntu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Keputusan pemerintah untuk menyerahkan besaran upah dikhawatirkan kalangan perburuhan hanya menguntu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Banjir Besar di Jeddah, Teguran Allah Untuk Pemerintah Saudi?]]></title>
<link>http://iqroclubmojokerto.wordpress.com/2009/12/02/banjir-besar-di-jeddah-teguran-allah-untuk-pemerintah-saudi/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 06:23:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhumibhumi</dc:creator>
<guid>http://iqroclubmojokerto.wordpress.com/2009/12/02/banjir-besar-di-jeddah-teguran-allah-untuk-pemerintah-saudi/</guid>
<description><![CDATA[Ketika Tsunami 2004 terjadi di Aceh (dan beberapa daerah di Asia Tenggara) para ulama Saudi terkemuk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://iqroclubmojokerto.wordpress.com/files/2009/12/jeddah-banjir.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-228" title="jeddah banjir" src="http://iqroclubmojokerto.wordpress.com/files/2009/12/jeddah-banjir.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a>Ketika Tsunami 2004 terjadi di Aceh (dan beberapa daerah di Asia Tenggara) para ulama Saudi terkemuka menyatakan itu adalah hukuman Allah swt untuk percabulan dan homoseksualitas. Sekarang, banjir besar di Jeddah yang menewaskan lebih dari100 orang dan terjadi di tengah pelaksanaan ibadah haji, apa yang akan dikatakan para ulama itu? Inilah korban bencana terbesar sepanjang sepanjang masa dalam ibadah haji.</p>
<p>Banyak orang yang percaya bahwa banjir besar itu sebagai tanda murka Illahi. Adel Zamzami, kepala Jeddah Departemen Pertahanan Sippil Jeddah, mengatakan bahwa kematian dan kehancuran pada pekan lalu itu adalah &#8220;kuasa Allah&#8221;, namun reaksi yang besar dari masyarakat Saudi telah meledak. &#8220;Apa yang terjadi adalah hasil perbuatan manusia,&#8221; kata sebuah judul di Arab News, Jumat lalu.<!--more--></p>
<p>&#8220;Kita telah berbicara tentang masalah ini selama bertahun-tahun. Semua orang tahu bencana ini datang. Kami telah melihat sesuatu seperti ini pada skala yang lebih kecil,&#8221; kata Kateb Saud, seorang profesor yang merupakan pengunjuk rasa, kepada AFP. &#8220;Hanya ada satu alasan: ini karena banyaknya korupsi,&#8221; katanya. &#8220;Pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang besar untuk hal ini, namun anggaran itu raib.&#8221;</p>
<p>Waleed pengacara Abu al-Khair, berencana mengajukan kasus ini, dan menegaskan bahwa &#8220;setiap orang yang telah terlibat dalam kekacauan ini harus dituntut,&#8221; ujarnya tegas.&#8221;Mereka tidak becus membuat pekerjaan drainase. Mereka telah memberitahu kami selama tiga tahun atau lebih bahwa pekerjaan telah selesai. Namun bahkan orang-orang dari pemerintah kota mengatakan ada kesalahan.&#8221;</p>
<p>Beberapa pihak juga mengatakan bahwa bencana ini juga merupakan teguran Allah swt terhadap pemerintah Saudi yang dekat dan akrab-mesra dengan Barat—terutama Amerika. Sampai sejauh ini, belum ada komentar dari ulama-ulama besar Saudi. (sa/albaab)</p>
<p>sumber: <a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/banjir-besar-di-jeddah-teguran-allah-untuk-pemerintah-saudi.htm">http://www.eramuslim.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngawi : Sebuah Introspeksi Kepemimpinan]]></title>
<link>http://hidayatus.wordpress.com/2009/12/02/ngawi-sebuah-introspeksi-kepemimpinan/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 06:03:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>hidayatus</dc:creator>
<guid>http://hidayatus.wordpress.com/2009/12/02/ngawi-sebuah-introspeksi-kepemimpinan/</guid>
<description><![CDATA[Menyambut Pilbup Ngawi yang akan berlangsung 2010 nanti, situasi politik Ngawi sudah mulai hangat. S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Menyambut Pilbup Ngawi yang akan berlangsung 2010 nanti, situasi politik Ngawi sudah mulai hangat. Sudah ada dua pasangan calon dari jalur partai politik dan satu pasangan calon dari jalur independen menyatakan akan berlaga di pesta demokrasi ini. Di mulai dari pasangan Budi Sulistyono &#8211; Oni Anwar Harsono yang diusung oleh PDIP dan pasangan Yayuk Sri Rahayuningsih-Isnaini Widodo yang diusung oleh Golkar dan PD. Untuk pasangan yang memilih jalur independen adalah M Rosidi dan Siti Amsiyah. Seiring berjalannya waktu, kemungkinan masih ada calon yang mendeklarasikan untuk maju dalam perebutan kursi AE-1 ini.</p>
<p>Menjelang berakhinya masa kepemimpinan bupati yang sekarang sudahkah kita semua melakukan intropeksi kepemimpinan sebelum terpilihnya bupati yang baru Juli 2010 nanti. Akankah pemilihan bupati nanti akan membawa suasana baru dan harapan baru bagi masyarakat Ngawi? Ataukah, sebaliknya, justru memperpanjang penderitaan masyarakat ngawi yang merindukan seorang pemimpin yang benar-benar pro-rakyat?</p>
<p>Pilkada 2010 nanti hanyalah “jepretan sekilas” dari pergeseran yang terjadi di masyarakat dan lingkungan kita. Jangan terpukau oleh tokoh publik yang berseliweran publikasinya di pinggir jalanan seperti yang sudah mulai kita lihat sekarang, karena mereka itu bukanlah penentu sejarah yang sebenarnya. Kebanyakan mereka itu seperti wayang yang dimainkan oleh dalang yang ada di balik layar. Dalang ini yang menentukan kapan “pertunjukkan” dimulai dan diakhiri. Dalang ini juga yang akan menentukan “tokoh” mana saja yang akan ditampilkan setiap episodenya. Bahkan dalang itu sendiri pada dasarnya diarahkan juga oleh penulis scenario. Penulis scenario inilah yang  terlihat lebih berkuasa. Dalam dunia yang kapitalis ini, sebenarnya produser atau investor yang menjadi pemegang kekuasaan sesungguhnya. Tanpa modal yang kuat, “pertunjukan” ini bisa batal. Dan siapakah “produser” yang akan “berinvestasi” di Pilbup Ngawi 2010 nanti?</p>
<p>Pemimpin yang bijak akan selalu melakukan introspeksi diri. Ia tidak ingin terjebak sebagai wayang. Ia juga tidak mau seperti dalang yang hanya bisa memperlakukan orang lain atau sumber daya kekuasaannya yang diamahkan rakyat sesuka hatinya. Ia tidak akan tunduk pada pemilik modal yang menyimpan kepentingan tersembunyi. Pemimpin yang sebenar-benar pemimpin adalah seorang yang bekerja dengan keras dan ikhlas dalam melayani seluruh masyarakatnya. Pemimpin seperti inilah yang dirindukan masyarakat Ngawi. Bukan seorang pemimpin yang hanya mengatrol popularitas dirinya, keluarganya ataupun kelompoknya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan Bunuh Penderita HIV/AIDS]]></title>
<link>http://agungfirmansyah.wordpress.com/2009/12/02/jangan-jadi-pembunuh-penderita-hivaids/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 04:07:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>agungfirmansyah</dc:creator>
<guid>http://agungfirmansyah.wordpress.com/2009/12/02/jangan-jadi-pembunuh-penderita-hivaids/</guid>
<description><![CDATA[Penderita HIV/AIDS masih menyandang stigma negatif hingga kini. Tak hanya datang dari masyarakat umu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://agungfirmansyah.wordpress.com/files/2009/12/prevent_hiv_and_aids-3287.png"><img class="alignright size-full wp-image-793" style="margin-left:9px;margin-right:9px;" title="prevent_hiv_and_aids-3287" src="http://agungfirmansyah.wordpress.com/files/2009/12/prevent_hiv_and_aids-3287.png" alt="" width="210" height="124" /></a>Penderita HIV/AIDS masih menyandang stigma negatif hingga kini. Tak hanya datang dari masyarakat umum, stigma buruk itu juga bisa datang dari tenaga medis profesional (Koran Kompas, 02/12/09).</p>
<p>Apakah HIV hanya bisa ditularkan lewat hubungan seks dan jarum suntik? Ternyata, virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia ini juga bisa ditularkan lewat pisau cukur salon <!--more-->atau masuk ke tubuh dari luka yang terbuka.</p>
<p>Jadi, menjadi penyandang HIV bukan berarti menjadi &#8216;penjahat&#8217;.</p>
<p>Saat ini ada 46.702 jiwa (Koran Kompas, 01/12/09) pengidap HIV di Indonesia (semoga tidak bertambah).  Sayangnya, stigma buruk tersebut membuat mereka (dan kita) enggan untuk berobat atau sekedar memeriksakan diri.</p>
<p>Banyak penderita HIV/AIDS yang meninggal bukan karena AIDS yang benar-benar mematikan melainkan karena masyarakat  (dengan stigma negatif itu) ‘melarang’ mereka untuk berobat. Sungguh kejam</p>
<p>Menjadi seorang penderita HIV sudah sangat berat, kawan. Tetapi dikucilkan oleh lingkungannya sendiri jauh lebih berat. Mari biarkan penderita HIV berobat dengan cara memberi mereka ruang dalam masyarakat. Jangan jadi pembunuh saudara sendiri.</p>
<p><strong>Pengobatan HIV/AIDS</strong><br />
HIV dalam tubuh tidak bisa lantas membuat orang sekarat. Virus ini harus masuk ke dalam jaringan peredaran darah dalam jumlah besar untuk bisa melumpuhkan sistem kekebalan tubuh penderita. Oleh karena itu, strategi pengobatan yang dilakukan saat ini adalah membuat kadar HIV tetap rendah.</p>
<p>Bagi penderita, jagalah kondisi tubuh agar tetap vit dan selalu &#8216;doktrin&#8217; diri sendiri bahwa tubuh jauh lebih kuat dari penyakitnya. Merasa sehat adalah salah satu obat termanjur untuk tetap hidup sehat (nasihat seorang sahabat saya, <a href="http://zainmujahid.wordpress.com/">seorang dokter muda</a> di RSUD dr. Soetomo).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekali Lagi : Kemandirian]]></title>
<link>http://indaharum.wordpress.com/2009/12/02/sekali-lagi-kemandirian/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 02:56:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>indaharum</dc:creator>
<guid>http://indaharum.wordpress.com/2009/12/02/sekali-lagi-kemandirian/</guid>
<description><![CDATA[Maaf kalau tulisan kali ini menyinggung perasaan sebagian temans. Saya hanya ingin membuka mata dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Maaf kalau tulisan kali ini menyinggung perasaan sebagian temans. Saya hanya ingin membuka mata dan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sundal Peradaban]]></title>
<link>http://dhila13.wordpress.com/2009/12/02/sundal-peradaban/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 01:02:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>dhila13</dc:creator>
<guid>http://dhila13.wordpress.com/2009/12/02/sundal-peradaban/</guid>
<description><![CDATA[Sebelumnya mohon maaf jika tulisan ini sangat tidak berkenan. Apalagi jika nantinya akan terbaca kat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebelumnya mohon maaf jika tulisan ini sangat tidak berkenan. Apalagi jika nantinya akan terbaca kat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Susan Boyle]]></title>
<link>http://kelanamancanegara.wordpress.com/2009/12/02/susan-boyle/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 19:26:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>kelanamancanegara</dc:creator>
<guid>http://kelanamancanegara.wordpress.com/2009/12/02/susan-boyle/</guid>
<description><![CDATA[Sewaktu video Susan Boyle muncul di  youtube, tidak cukup hanya sekali untuk menyaksikannya; diulang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sewaktu video Susan Boyle muncul di  youtube, tidak cukup hanya sekali untuk menyaksikannya; diulang]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lakon Baru: “Centurygate” ]]></title>
<link>http://ikrarnusabhakti.wordpress.com/2009/12/01/lakon-baru-%e2%80%9ccenturygate%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 07:36:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ikrar Nusa Bhakti</dc:creator>
<guid>http://ikrarnusabhakti.wordpress.com/2009/12/01/lakon-baru-%e2%80%9ccenturygate%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[GUYONAN politik yang tersebar melalui pesan singkat dari ponsel ke ponsel dalam sebulan terakhir ini]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify">GUYONAN politik yang tersebar melalui pesan singkat dari ponsel ke ponsel dalam sebulan terakhir ini tampaknya mendekati kebenaran. </p>
<p align="justify">Isi guyonan politik itu, saya sadur sedikit agar kalimatnya tak terlalu menyeramkan, “Program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono: 30 hari pertama menyelesaikan kasus cicak versus buaya. 30 hari kedua sibuk soal skandal Bank Century atau ‘Centurygate’. 30 hari ketiga soal kasus Anggodo Widjaja. 10 hari terakhir menghadapi DPR dan MPR.” Lakon ”cicak vs buaya” belum seluruhnya rampung. <!--more diteruskan membaca--></p>
<p align="justify">Bak sinetron kejar tayang, baik Istana maupun institusi-institusi penegak hukum masih sibuk mempersiapkan episode- episode berikutnya. Lakon kasus Anggodo Widjaja pun kini sedang ditayangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat para pemirsa masih bertanyatanya bagaimana akhir dari lakon cicak vs buaya dan lakon Anggodo Widjaja, kini lakon baru pun muncul,“ Centurygate”. </p>
<p align="justify">Pembabakan “Program 100 hari Pemerintahan SBY-Boediono” versi guyonan politik itu tak berjalan secara linear. Sejak beberapa hari lalu DPR sudah mulai sibuk mengajukan hak angket terkait dengan skandal Bank Century. Kisahnya pun mirip drama dalam sinetron-sinetron yang ditayangkan beberapa jaringan televisi swasta.</p>
<p align="justify">Ada upaya sabotase politik dari partai pendukung utama pemerintah yang menginginkan agar panitia hak angket dipimpin partainya SBY. Ada yang membela para pengusul awal dengan mengatakan adalah tidak etis secara politik jika fraksi di DPR yang tadinya menolak hak angket tiba-tiba mendukungnya dan ingin menjadi ketua panitia. Ada yang meminta perlindungan DPR jika dia terpaksa membeberkan aliran dana dari Bank Century sampai ke aliran dana terakhir, baik institusi ataupun individu. </p>
<p align="justify">Ada pula yang meminta perlindungan agar upaya mereka untuk mengungkapkan kejernihan jiwa, kebenaran, dan keadilan dilindungi oleh Yang Mahaperkasa, Tuhan sekalian alam. Lakon “Centurygate”memang penuh lika-liku, mirip cerita detektif Hercule Poirot karya Agatha Christie, kisah detektif Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, atau cerita detektif Conan karya Aoyama Gosho.</p>
<p align="justify">Aktornya pun beragam, ada Presiden, ada Wakil Presiden,ada Gubernur Bank Indonesia, ada Menteri Keuangan, ada Pengusaha Busuk, ada institusiinstitusi yang bernama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),Polri,Kejaksaan Agung,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), DPR, ada pula akademisi dan aktivis LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi alias Kompak. </p>
<p align="justify">Kita belum tahu apakah penguasa negeri ini juga menjadi salah satu aktor yang memainkan “peran antagonis” dalam lakon “Centurygate”, hanya PPATK yang dapat menyimpulkannya dari aliran dana Bank Century. Namun, jika menilik pernyataan Kepala PPATK Yunus Husein, yang meminta perlindungan DPR, tentu lakon “Centurygate” ini bukan lakon biasa. </p>
<p align="justify">Jika ini hanya soal bahwa sesuai aturan hukum PPATK harus merahasiakan temuannya, kecuali kepada Presiden, mengapa Kepala PPATK tidak meminta perlindungan yang sama saat mengungkap kasus Miranda Goeltom yang diduga melakukan money politics saat fit and proper test oleh panitia di DPR untuk menduduki jabatan penting di Bank Indonesia? Sisi lain yang menarik dari lakon “Centurygate” ialah adanya dukungan penuh dari semua fraksi di DPR mengenai usulan hak angket atas skandal bank tersebut,padahal awalnya Partai Demokrat menentangnya. </p>
<p align="justify">Mengapa pula tiba-tiba Partai Demokrat ingin memimpin panitia hak angket jika memang kasus ini hanya persoalan perbankan dan ekonomi semata. Kita semua tentu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.Adakah persoalan ini terkait dengan aliran “dana haram” dari pengusaha busuk ke Partai Demokrat atau individu keluarga Istana? Dalam ilmu politik ada istilah “bribes and kickbacks”. </p>
<p align="justify">Artinya, adanya pengusaha-pengusaha yang melakukan penyogokan melalui dana kampanye politik para kandidat yang maju dalam memperebutkan kursi-kursi jabatan kepala pemerintahan seperti presiden/ wakil presiden, gubernur, bupati,wali kota, jabatan-jabatan di lembaga legislatif atau jabatanjabatan publik lain. </p>
<p align="justify">Harapan pengusaha adalah mendapatkan bola “tendangan balik” (kickbacks) dari penguasa/pejabat yang terpilih dalam bentuk konsesikonsesi ekonomi atau proyek-proyek yang menguntungkan,dengan atau tanpa ikut tender. Money politics semacam ini bukan hanya terjadi di negara berkembang, melainkan juga di negara maju dengan sistem demokrasi yang lebih dewasa, termasuk di Amerika Serikat.</p>
<p align="justify">Tidaklah mengherankan jika sejak awal adanya kontrak sosial antara penguasa dan rakyat seperti yang digagas Montesquieu atau Jean-Jacques Rousseau, sebagian besar aturan hukum yang diciptakan di dunia mengatur praktik politik penguasa atau yang memiliki jabatan publik. Tak mengherankan pula bila kemudian muncul gagasan mengenai pemerintahan yang bersih (clean government), kepemerintahan yang baik (good governance) atau tanggung-gugat publik (public accountability). </p>
<p align="justify">Kita berharap jalinan lakon “Centurygate” yang berliku-liku dan penuh pernik-pernik politik itu bukanlah “panggung sandiwara” yang penuh kebohongan publik. Kita bukan lagi berada di dalam suatu sistem politik yang tertutup dan otoriter atau sistem yang pada masa Eropa sebelum lahirnya Renaissance berlaku “court-politics” di mana ada penguasa negerinya dapat menjadikan sabda atau pernyataan politiknya lebih tinggi daripada hukum. </p>
<p align="justify">Saya teringat laporan investigatif tentang hak angket DPR RI mengenai “Centurygate”yang ditayangkan salah satu jaringan televisi swasta ibu kota (MetroTV), Sabtu (28/11).Hal yang mengagetkan saya ialah peribahasa yang dituturkan oleh pembawa acaranya, “Raja alim raja disembah, raja lalim raja disanggah!” Terserah pembaca, apa makna peribahasa itu! (*)</p>
<p><em>Sumber: Seputar Indonesia 01 December 2009</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lakon Baru: “Centurygate”   ]]></title>
<link>http://aipi.wordpress.com/2009/12/01/lakon-baru-%e2%80%9ccenturygate%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 07:30:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>aipi</dc:creator>
<guid>http://aipi.wordpress.com/2009/12/01/lakon-baru-%e2%80%9ccenturygate%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI GUYONAN politik yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><strong>Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti<br />
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI</strong></p>
<p>GUYONAN politik yang tersebar melalui pesan singkat dari ponsel ke ponsel dalam sebulan terakhir ini tampaknya mendekati kebenaran. </p>
<p>Isi guyonan politik itu, saya sadur sedikit agar kalimatnya tak terlalu menyeramkan, “Program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono: 30 hari pertama menyelesaikan kasus cicak versus buaya. 30 hari kedua sibuk soal skandal Bank Century atau ‘Centurygate’. 30 hari ketiga soal kasus Anggodo Widjaja. 10 hari terakhir menghadapi DPR dan MPR.” Lakon ”cicak vs buaya” belum seluruhnya rampung. <!--more diteruskan membaca--></p>
<p>Bak sinetron kejar tayang, baik Istana maupun institusi-institusi penegak hukum masih sibuk mempersiapkan episode- episode berikutnya. Lakon kasus Anggodo Widjaja pun kini sedang ditayangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat para pemirsa masih bertanyatanya bagaimana akhir dari lakon cicak vs buaya dan lakon Anggodo Widjaja, kini lakon baru pun muncul,“ Centurygate”. </p>
<p>Pembabakan “Program 100 hari Pemerintahan SBY-Boediono” versi guyonan politik itu tak berjalan secara linear. Sejak beberapa hari lalu DPR sudah mulai sibuk mengajukan hak angket terkait dengan skandal Bank Century. Kisahnya pun mirip drama dalam sinetron-sinetron yang ditayangkan beberapa jaringan televisi swasta.</p>
<p>Ada upaya sabotase politik dari partai pendukung utama pemerintah yang menginginkan agar panitia hak angket dipimpin partainya SBY. Ada yang membela para pengusul awal dengan mengatakan adalah tidak etis secara politik jika fraksi di DPR yang tadinya menolak hak angket tiba-tiba mendukungnya dan ingin menjadi ketua panitia. Ada yang meminta perlindungan DPR jika dia terpaksa membeberkan aliran dana dari Bank Century sampai ke aliran dana terakhir, baik institusi ataupun individu. </p>
<p>Ada pula yang meminta perlindungan agar upaya mereka untuk mengungkapkan kejernihan jiwa, kebenaran, dan keadilan dilindungi oleh Yang Mahaperkasa, Tuhan sekalian alam. Lakon “Centurygate”memang penuh lika-liku, mirip cerita detektif Hercule Poirot karya Agatha Christie, kisah detektif Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, atau cerita detektif Conan karya Aoyama Gosho.</p>
<p>Aktornya pun beragam, ada Presiden, ada Wakil Presiden,ada Gubernur Bank Indonesia, ada Menteri Keuangan, ada Pengusaha Busuk, ada institusiinstitusi yang bernama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),Polri,Kejaksaan Agung,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), DPR, ada pula akademisi dan aktivis LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi alias Kompak. </p>
<p>Kita belum tahu apakah penguasa negeri ini juga menjadi salah satu aktor yang memainkan “peran antagonis” dalam lakon “Centurygate”, hanya PPATK yang dapat menyimpulkannya dari aliran dana Bank Century. Namun, jika menilik pernyataan Kepala PPATK Yunus Husein, yang meminta perlindungan DPR, tentu lakon “Centurygate” ini bukan lakon biasa. </p>
<p>Jika ini hanya soal bahwa sesuai aturan hukum PPATK harus merahasiakan temuannya, kecuali kepada Presiden, mengapa Kepala PPATK tidak meminta perlindungan yang sama saat mengungkap kasus Miranda Goeltom yang diduga melakukan money politics saat fit and proper test oleh panitia di DPR untuk menduduki jabatan penting di Bank Indonesia? Sisi lain yang menarik dari lakon “Centurygate” ialah adanya dukungan penuh dari semua fraksi di DPR mengenai usulan hak angket atas skandal bank tersebut,padahal awalnya Partai Demokrat menentangnya. </p>
<p>Mengapa pula tiba-tiba Partai Demokrat ingin memimpin panitia hak angket jika memang kasus ini hanya persoalan perbankan dan ekonomi semata. Kita semua tentu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.Adakah persoalan ini terkait dengan aliran “dana haram” dari pengusaha busuk ke Partai Demokrat atau individu keluarga Istana? Dalam ilmu politik ada istilah “bribes and kickbacks”. </p>
<p>Artinya, adanya pengusaha-pengusaha yang melakukan penyogokan melalui dana kampanye politik para kandidat yang maju dalam memperebutkan kursi-kursi jabatan kepala pemerintahan seperti presiden/ wakil presiden, gubernur, bupati,wali kota, jabatan-jabatan di lembaga legislatif atau jabatanjabatan publik lain. </p>
<p>Harapan pengusaha adalah mendapatkan bola “tendangan balik” (kickbacks) dari penguasa/pejabat yang terpilih dalam bentuk konsesikonsesi ekonomi atau proyek-proyek yang menguntungkan,dengan atau tanpa ikut tender. Money politics semacam ini bukan hanya terjadi di negara berkembang, melainkan juga di negara maju dengan sistem demokrasi yang lebih dewasa, termasuk di Amerika Serikat.</p>
<p>Tidaklah mengherankan jika sejak awal adanya kontrak sosial antara penguasa dan rakyat seperti yang digagas Montesquieu atau Jean-Jacques Rousseau, sebagian besar aturan hukum yang diciptakan di dunia mengatur praktik politik penguasa atau yang memiliki jabatan publik. Tak mengherankan pula bila kemudian muncul gagasan mengenai pemerintahan yang bersih (clean government), kepemerintahan yang baik (good governance) atau tanggung-gugat publik (public accountability). </p>
<p>Kita berharap jalinan lakon “Centurygate” yang berliku-liku dan penuh pernik-pernik politik itu bukanlah “panggung sandiwara” yang penuh kebohongan publik. Kita bukan lagi berada di dalam suatu sistem politik yang tertutup dan otoriter atau sistem yang pada masa Eropa sebelum lahirnya Renaissance berlaku “court-politics” di mana ada penguasa negerinya dapat menjadikan sabda atau pernyataan politiknya lebih tinggi daripada hukum. </p>
<p>Saya teringat laporan investigatif tentang hak angket DPR RI mengenai “Centurygate”yang ditayangkan salah satu jaringan televisi swasta ibukota (MetroTV), Sabtu (28/11).Hal yang mengagetkan saya ialah peribahasa yang dituturkan oleh pembawa acaranya, “Raja alim raja disembah,raja lalim raja disanggah!” Terserah pembaca, apa makna peribahasa itu! (*)</p>
<p><em>Sumber: Seputar Indonesia 01 December 2009 </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2009, Indonesia didominasi oleh PTN Negeri]]></title>
<link>http://jnpblog.wordpress.com/2009/12/01/2009-indonesia-didominasi-oleh-ptn-negeri/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 07:05:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jojo</dc:creator>
<guid>http://jnpblog.wordpress.com/2009/12/01/2009-indonesia-didominasi-oleh-ptn-negeri/</guid>
<description><![CDATA[Menurut daftar ranking/peringkat Universitas yang dibagi berdasarkan negaranya, Indonesia masih dido]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://jnpblog.wordpress.com/files/2009/12/webomatrics.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-79" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="webomatrics" src="http://jnpblog.wordpress.com/files/2009/12/webomatrics.jpg" alt="" width="448" height="498" /></a>Menurut daftar ranking/peringkat Universitas yang dibagi berdasarkan negaranya, Indonesia masih didominasi oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seperti Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia. ketiganya berada di peringkat 572, 727, dan 1010. Sedangkan yang berada di bawahnya ada 2 Perguruan Tinggi Swasta yang juga masuk ke dalam 5 besar wakil Indonesia se-dunia. Keduanya adalah Universitas Kristen Petra dan Universitas Gunadarma. Rilis tersebut dikeluarkan berdasarkan survei yang dilakukan oleh situs <a href="http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id">webometrics.info</a> per Juli 2009.</p>
<p>Tetapi hasil tersebut masih menunjukan bahwa 20 urutan teratas didominasi oleh Universitas dari Amerika Serikat (US). Mungkin, dari segi penyelenggaraan pendidikan tinggi, disana masih beberapa tingkat lebih baik dibanding dengan di tempat lain. memang, hal itu tidak dapat ditafsirkan bahwa 100% kesuksesan diraih oleh lulusan dari PTN terbaik di dunia, tapi kembali ke pribadi masing-masing. Boleh lah, untuk urusan penyelenggaraan, sarana dan prasarana, serta staff, di M.I.T (hanya sebagai contoh-red) jauh lebih memadai dibanding di Indonesia, tapi bukan berarti mahasiswa Indonesia tidak mampu bersaing dengan yang berada di sana, justru itu hanya sebuah survei, dan survei hanya berarti sebuah review yang disajikan untuk menunjukan adanya sebuah perkembangan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;">GodBlessYouAll.</p>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MASIH BINGUNG - PENGADILAN KITA]]></title>
<link>http://enowijaya.wordpress.com/2009/12/01/masih-bingung-pengadilan-kita/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 03:27:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>enowijaya</dc:creator>
<guid>http://enowijaya.wordpress.com/2009/12/01/masih-bingung-pengadilan-kita/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?ref=profile&#38;id=100000019140010"><img class="alignnone" title="pegadaian" src="http://i169.photobucket.com/albums/u224/mbelgedez/pegadaian.jpg" alt="" width="435" height="204" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ingin ini, ingin itu, banyak sekali.]]></title>
<link>http://melitarisa.wordpress.com/2009/11/30/ingin-ini-ingin-itu-banyak-sekali/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:21:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Melita Tarisa</dc:creator>
<guid>http://melitarisa.wordpress.com/2009/11/30/ingin-ini-ingin-itu-banyak-sekali/</guid>
<description><![CDATA[ingin punya niat dan waktu yang lebih banyak untuk mulai mengerjakan skripsi. ingin punya kemauan da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>ingin punya niat dan waktu yang lebih banyak untuk mulai mengerjakan skripsi.<br />
ingin punya kemauan dan waktu untuk memulai magang di Tempat Penitipan Anak di kampus.<br />
ingin punya lebih banyak waktu untuk main-main sama teman-teman di BEM, setidaknya untuk ikut rapat.<br />
ingin punya lebih banyak waktu untuk memantau proses pergantian kepengurusan KMK di level fakultas.</p>
<p>ingin ikut main-main di PMKAJ Cup minggu nanti.<br />
ingin ikut latihan navigasi darat Gandewa di <i>weekend</i> ini.<br />
ingin ikut jalan-jalan bersama teman-teman SMA hari Sabtu ini.</p>
<p>hidup ini adalah tentang membuat pilihan.<br />
dan betapa bahagianya orang yang bisa membuat pilihan.</p>
<p>iya, bahagia,<br />
tapi sulit juga ya? ingin ini, ingin itu, banyak sekali pilihannya.<br />
sampai bingung.</p>
<p>repot di KMK, ketinggalan berita di BEM.<br />
main di BEM, yang KMK agak terlupakan.<br />
ikut pendakian Gandewa, hilang waktu jalan-jalan sama temen-temen SMA.</p>
<p>I see it more and more clearly now, just as Kierkegaard said, <b><u>we can only let ourselves choose either this or that. either way, you&#8217;ll regret it to a certain degree.</b></u> what he left out is that, <b><u>either way, you&#8217;ll also have things to be thankful for</b></u>.</p>
<p>it&#8217;s as simple as.. for everything you loose, you gain something else. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UN : ngapain sih ngotot pak ?]]></title>
<link>http://wiryanto.wordpress.com/2009/11/30/un-ngapain-sih-ngotot-pak/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 14:01:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>wir</dc:creator>
<guid>http://wiryanto.wordpress.com/2009/11/30/un-ngapain-sih-ngotot-pak/</guid>
<description><![CDATA[Eh ternyata ada juga rekanku yang membaca ide tulisanku tentang UN di blog ini, sehingga ketika kete]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Eh ternyata ada juga rekanku yang membaca ide tulisanku tentang UN di blog ini, sehingga ketika kete]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[III Encontro Paulista de Hip-Hop]]></title>
<link>http://revistaelementos.wordpress.com/2009/11/30/iii-encontro-paulista-de-hip-hop/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 13:06:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Gil</dc:creator>
<guid>http://revistaelementos.wordpress.com/2009/11/30/iii-encontro-paulista-de-hip-hop/</guid>
<description><![CDATA[B.boy Andrezinho Aconteceu no último sábado o evento idealizado, organizado e promovido pela Secreta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[B.boy Andrezinho Aconteceu no último sábado o evento idealizado, organizado e promovido pela Secreta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saatnya Jadi Guru Dicintai dan Unjuk Prestasi]]></title>
<link>http://nikmatnyajadiguru.wordpress.com/2009/11/30/saatnya-jadi-guru-dicintai-dan-unjuk-prestasi/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 11:13:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rahmat Hidayat Nasution</dc:creator>
<guid>http://nikmatnyajadiguru.wordpress.com/2009/11/30/saatnya-jadi-guru-dicintai-dan-unjuk-prestasi/</guid>
<description><![CDATA[Saatnya Jadi Guru Dicintai dan Unjuk Prestasi Oleh: Rahmat Hidayat Nasution Ibnu Qayyim al-Jauziyah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><strong><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Saatnya Jadi Guru Dicintai dan Unjuk Prestasi</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Oleh: Rahmat Hidayat Nasution</strong><br />
</span></span></p>
<p lang="id-ID">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ibnu Qayyim al-Jauziyah menuliskan dalam bukunya</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em> Madarijus Salikin</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">, “Jadikan diri anda sebagai ‘gula pertama’ untuk menarik rasa simpati dan rasa cinta orang kepada anda.” Cukup memberi kesan menarik apa yang diu</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">jar</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">kan oleh Ibnu Qoyyim. Karena pada dasarnya tidak ada seorang pun yang mampu mencintai orang lain. Andaikata ia harus mencintai, sebenarnya itu sebagai dasar bagi dirinya agar dicintai. Selanjutnya, yang ada adalah keinginan untuk dicintai. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Jadi, berdasarkan ucapan Ibnu Qoyyim tersebut, untuk menjadi orang yang dicintai, seseorang harus memiliki atau melakukan tindakan agar orang lain tertarik atau malah terpesona untuk mencintainya. Harapannya, orang yang terpesona dengannya bersedia memberikan sesuatu yang berharga sebagai perwujudan cintanya atau bahasa kerennya, ada sikap “give and take”.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>APA YANG HARUS DILAKUKAN GURU AGAR DICINTAI</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Apabila diterapkan dalam aktivitas guru sehari-hari, tujuan utama seorang guru agar dicintai adalah untuk mendapatkan perhatian dari sekolah dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Tentunya, hal itu dapat terwujud manakala guru bekerja sama dengan semua pihak yang ada di dalam sekolah.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hal ini selaras dengan apa yang dilakukan J</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">usuf </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">K</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">alla</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> saat menang</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">an</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">i konflik di Ambon. “Usai melakukan pertemuan antara kelompok Islam dan Kristen secara terpisah dengan Menko Polkam, Susilo Bambang Yudoyono, Kapolri Da’I Bachtiar dan sejumlah pejabat tinggi TNI/Polri, JK minta dipinjami mobil karena ingin ke kawasan yang diklaim masing-masing pihak yang bertikai sebagai juridiksinya. Gubernur Ambon, Latuconsina sangat panik mendengarnya, sehingga melalui Hamid Awaludin memohon agar JK menghentikan niatnya. Malah, jawaban yang diterima terbalik. JK tetap ingin menemui mereka dan mohon tidak dikawal. Alasan JK, negeri kita ini aman. Misi JK menemui pihak-pihak yang bertikai tidak mengalami masalah. Bahkan masing-masing pihak menyambut baik kedatangan JK dan merasakan kemurnian niat JK menyelesaikan konflik. Sehingga, usai melakukan kunjungan ke masing-masing pihak bertikai, Hamid Awaludin menanyakan kenapa JK tidak mau diiringi mobil pengawal dan pengamanan. Jawaban JK, “jika kita pakai yang gituan, nanti mereka anggap kita memiliki kekhawatiran dan ketakutan. Pada saat kita di cap memiliki rasa takut, pasti mereka mengatakan, kita tidak ikhlas untuk mengupayakan perdamaian.” (Tabloid Indonesia Monitor Edisi 68 Tahun II/21-27 Oktober 2009)</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Berdasarkan kebijakan Jusuf Kalla tersebut, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa untuk menumbuhkan rasa dicintai, guru harus dapat menunjukkan sikap kerjasama dengan pihak lain dan selalu menjunjung tinggi keikhlasan, produktivitas dan profesionalisme. Dan tentunya, konsekuensi logis dari guru yang berhasil menjadi orang yang dicintai akan mendapatkan perhatian positif secara khusus dan bahkan</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">,</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> kadang</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">,</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> berlebih.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Di dalam praktik, perhatian khusus ini terkadang diejawantahkan dengan bonus dan penghargaan-penghargaan khusus lainnya, serta pengembangan karier dengan akselerasi yang lebih cepat dibanding guru lainnya. Sekola</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">h</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> rela memberikan hal-hal tersebut karena guru yang dicintai telah menjadi guru yang profesional. Guru serius mewujudkan cintanya kepada sekolah.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Perwujudkan cinta guru kepada sekolah diukur dari kontribusinya kepada pertumbuhan dan perkembangan sekolah. </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Tidak mesti dalam bentuk visual, terkadang kontribusi itu terwujud, tapi tidak absurd. Biasanya, kontribusi guru dikaitkan dengan produktivitas. Di beberapa sekolah favorit, laporan perkembangan dan pertumbuhan sekolah dibagikan kepada guru. Lalu, ditawarkan kepada para guru apa yang dapat dilakuakan untuk meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan di masa mendatang, berapa besar kontribusi masing-masing guru dalam perbaikan tersebut, bagaimana caranya dan sebagainya. Semakin tinggi kontribusi guru, semakin tinggi nilainya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Persaingan</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pada era globalisasi ini, persaingan untuk menjadi orang yang dicintai di lingkungan sekolah cukup meningkat. Hal ini terbukti, dengan tingkat pendidikan rata-rata guru yang semakin tinggi, batas-batas geografis yang mengabur, dan diiringi dengn akselerasi perkembangan teknologi dan informasi yang semakin dahsyat mengakibatkan kualitas peluang menjadi guru kaya semakin mudah. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pada pertengahan abad lalu, guru yang dengan ijasah Sarjana bahkan Sekolah Lanjutan Atas tidak terlampau sulit memperoleh pekerjaan. Namun kini, berapa banyak para pencari kerja yang bergelar Sarjana Pendidikan yang ke sana kemari menenteng map berisi surat lamaran kerja yang belum tentu sekali dua kali jadi atau berapa puluh surat lamaran yang disebarkan ke berbagai sekolah.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Selain itu, persaingan dapat kita simak pula dari banyaknya iklan-iklan lowongan pekerjaan guru yang kini mencantumkan persyaratan guru harus bisa berbahasa Inggris lisan maupun tulisan, indeks prestasi minimum 3, mahir menggunakan internet dan sebagainya. Ternyata, pelamarnya cukup banyak. Artinya, jumlah calon guru yang memiliki indeks prestasi minimun 3 atau yang bisa berbahasa inggris cukup banyak dan ikut antre mengisi lowong menjadi guru.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Tentu ini menguntung sekolah sebagai pengguna. Pasokan pelamar melebihi permintaan. Maka sekolah pun dengan lebih leluasa menyaring dan memilih serta memiliki daya tawar </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>(bargaining power)</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> yang kuat untuk menekan pelamar – melalui training, gaji awal yang kecil dan sebagainya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dulu, peribahasaa </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>ibarat rotan tak ada akar pun jadi</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> berlaku bagi sekolah. Kini, pengibaratan itu berlaku bagi para sarjana pendidikan. Sayangnya, situasi yang demikian itu kurang disadari oleh sebagian orang yang telah berstatus guru. Banyak di antara mereka yang tidak meningkatkan diri. Terpaku pada kondisi</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em> minimalis</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">, dan pada suatu saat tersentak karena beberap rekan seangkatannya atau bahkan yuniornya telah melejit jauh meninggalkannya. Lalu, mereka mengeluh: mengapa “nasib”nya begini-begini saja.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kondisi seperti ini juga kurang disadari oleh calon guru ketika masih duduk di bangku kuliah. Mereka bersantai-santai tanpa dorongan untuk mendapatkan nilai setinggi-tingginya. Memang, akibatnya baru akan dirasakan pada saat mereka harus memburu profesi guru. Dengan nilai prestasi terbatas dan kemampuan yang pas-pasan tentunya membuatnya harus memilih pilihan sekolah yang standarnya terbatas pula.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Tampaklah, bahwa mereka yang berprestasi memiliki peluang untuk memilih. Memilih standar apa yang sesuai dengan panggilan hidupnya, memilih sekolah yang diincarnya, memilih lokasi sesuai dengan habitat yang selaras dengan gejolak nuraninya, dan sebagainya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Peluang seperti itu, tentunya, tidak dimiliki oleh mereka yang prestasinya pas-pasan; pilihan mereka terbatas dan bergantung pada keinginan orang lain. Tak jarang kemudian mereka frustasi, lalu memaksakan diri yang dapat mencelakan diri sendiri seperti mencuri, bunuh diri dan sebagainya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Menjual Prestasi </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dulu, “nasib” seseorang guru dapat digantungkan pada loyalitas yang salah satu tolak ukurnya adalah lama mengajar. Namun, perubahan terus menerus terjadi. Ukuran loyalitas yang lebih memprioritaskan lama mengajar di sekolah dianggap sebagai loyalitas semu. Karena, boleh jadi, seorang guru yang telah lama bekerja di suatu sekolah tidak dapat berbuat banyak untuk sekolah.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dulu, siklus perubahan dan perkembangan terjadi dalam priode lima dasawarsaan, kemudian semakin cepat menjadi priode satu dasawarsaan, kini perubahan dan perkembangan terjadi setiap saat dan akan semakin cepat.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pada pertengahan abad 20, mesin tik merupakan salah satu alat perkantoran mewah dan unggulan. Kemampuan mesin tik pun mulai tergantikan oleh komputer. Meskipun, secara fisik komputer memiliki ukuran lebih besar dan membutuhkan ruangan yang luas. Kini, laptop atau notebook memiliki kemampuan yang sama dengan komputer dan bahkan mudah dibawa kemana-mana serta tidak memiliki ruang yang besar.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Perubahan dan perkembangan seperti di atas, nyaris terjadi di seluruh aspek. Tak terkecuali, potensi dan keunggulan guru. Ini merupakan realitas yang tidak terbantahkan dan tidak dapat dibendung atau ditolak oleh siapa pun dengan peraturan apa pun. Bagi guru yang tidak waspada, cepat atau lambat akan tergusur oleh perubahan-perubahan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sekarang, dapat dikatakan, tidak ada keamanan kerja bagi mereka yang lebih mengandalkan lamanya mengajar belaka. Apalagi, di masa-masa mendatang, keamanan mengajar kian menipis dihantam oleh unjuk prestasi dan keprofesionalan guru. Singkatnya, dalam beberapa dasawarsa mendatang, gantungan nasib guru akan lebih berada pada Unjuk Prestasi dan Keunggulan. Suatu pengukuran, yang boleh dikatakan, lebih berkesinambungan dengan tujuan sekolah, yaitu masa depan dan keuntungan sekolah.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Akhirnya, penghargaan tertinggi, nantinya, akan diberikan kepada guru-guru yang siap menjual prestasi. Sedangkan guru-guru yang bermodalkan lama mengajar hanya tetap pada posisi mendapatkan gaji minimum. Andaikata masih jadi pertimbangan, lama mengajar hanya dihitung sebagai komponen tambahan, bukan komponen inti.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Guru yang berani unjuk prestasi adalah guru yang menghasilkan buah dari resultan keterampilan yang terus terasah, wawasan yang meluas, dan karakter yang andal dan berkelimpahan serta memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengantisipasi, mengadaptasi da mengimplementasikannya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Jadi, “nasib” guru hanya dapat ditingkatkan secara khusus apabila seorang guru terus menerus dan berkesinambungan mengasah diri. Tanpa aktivitas dan perjuangan yang demikian, jangan kecewa apabila “nasib”nya minimal juga. Mashlahat lain yang akan didapatkan guru yang terus menerus mengasah diri adalah tingkat kemampuan yang kompetensinya tinggi. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sehingga, peluang menjadi guru dicintai dan kaya akan terus terbuka lebar, karena memiliki daya tawar yang perkasa. Bahkan, guru yang berkompetensi tak pernah merasa takut dipecat. Andaikata dipecat, sekolah-sekolah lain sudah siap menampungnya. Hal Ini karena dengan kemampuan yang dimiliki tak ada ruang untuk repot mencari peluang mengajar.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Guru berprestasi dan memiliki kemampuan yang layak jual ibarat </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>“bunga desa yang sangat mempesona sehingga diperebutkan oleh para lelaki. Pilihan hanya tinggal berada gadis itu. Bahkan, dengan keunggulan yan dimiliki ia bisa lebih leluasa untuk memilih lelaki mana yang dipilihnya.”</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bahkan, guru yang berprestasi di masa akan datang menjadi seorang guru yang memiliki tiga hingga lima karier sepanjang hidupnya. Karena potensi yang dimilikinya membuat orang lain “jatuh cinta” dan berani membayarnya dengan mahal.</span></p>
<p>(nikmatnyajadiguru@yahoo.co.id)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pak Boed, Apa Katamu?]]></title>
<link>http://rusdimathari.wordpress.com/2009/11/30/pak-boed-apa-katamu/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 09:05:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>rusdi mathari</dc:creator>
<guid>http://rusdimathari.wordpress.com/2009/11/30/pak-boed-apa-katamu/</guid>
<description><![CDATA[Kalau hak angket Century disetujui paripurna DPR dan kemudian benar menyentuh SBY maka selesai sudah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://kolojengking.wordpress.com/2009/05/27/kojeng-merindukan-pemimpin-sejati/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1658" src="http://rusdimathari.wordpress.com/files/2009/11/b.jpg?w=150" alt="" width="150" height="113" /></a>Kalau hak angket Century disetujui paripurna DPR dan kemudian benar menyentuh SBY maka selesai sudah rezim SBY. Jeffrey Winters memberi ancar-ancar sekitar Juni 2010. Namun seandainya menghasilkan kompromi, besar kemungkinan kasus itu hanya akan berhenti pada Sri Mulyani atau maksimal pada Boediono seperti temuan audit BPK itu.<!--more--><br />
oleh <strong>Rusdi Mathari</strong><br />
KETIKA namanya banyak disebut-sebut dan dipergunjingkan di banyak forum karena pengucuran dana ke Bank Century, Boediono seperti seorang resi yang bertapa. Dia memang sempat berbicara di depan wartawan asing di Jakarta dan meminta pengucuran dana kepada bank bermasalah itu tidak dikaitkan dengan dana kampanye partai politik tertentu, tapi hanya itu. Selebihnya tidak ada suara dari Pak Boed kecuali tudingan kepadanya sebagai orang yang bertanggung jawab dalam kasus Century yang semakin riuh.</p>
<p>Itu juga termasuk dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang merasa ditipu oleh Boediono dalam kasus pengucuran dana kepada Century. Bu Menteri konon sempat menemui seorang mantan pejabat negara dan mengadukan semua persoalan Century. Kepada orang itu, Sri Mulyani mengungkapkan dirinya tak mau dipenjara gara-gara kasus Century. Paling tidak, begitulah kata Johan O. Silalahi yang mengaku mendapat penjelasan dari mantan pejabat yang ditemui Sri Mulyani.</p>
<p>Lalu desakan agar Boediono mundur sebagai wakil presiden, suaranya mulai terdengar samar-samar mengetuk ruang publik, meski desakan yang sama juga ditujukan kepada Sri Mulyani. Suara paling jelas datang dari Amien Rais, ketika dia menerima rombongan Maruarar Sirait kemarin sore. Maruarar menyambangi Amien untuk meminta dukungan usul hak angket Century yang digulirkan fraksinya, PDI Perjuangan.</p>
<p>Kata Amien, baik Boediono maupun Sri Mulyani perlu secara sadar menonaktifkan dirinya agar tidak menjadi beban bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Langkah itu penting karena menurut Amien, demi nama baik Boediono dan Sri Mulyani dan demi memperlancar proses hukum. Tak lupa, mantan Ketua MPR itu menyarankan agar Pak Boed menunjukkan jiwa kenegarawanan dan tidak bertindak sebagai buto cakil. Entahlah apa yang dimaksud Amien dengan nonaktif itu, karena bahkan presiden dan DPR tidak bisa menonaktifkan wakil presiden.</p>
<p>Boediono adalah orang yang tidak suka publikasi. Barangkali karena itu, dia juga tidak tampak, ketika Presiden SBY mengumpulkan para pemimpin redaksi media di Jakarta di Istana Negara, Minggu malam dua pekan silam. Presiden hanya terlihat didampingi beberapa menteri: Hatta Radjasa, Djoko Soeyanto, Gamawan Fauzi, Sudi Silalahi, Tifatul Sembiring, dan Andi Mallarangeng. Untuk nama yang terakhir, tidak terlalu jelas, untuk kepentingan apa seorang Menteri Pemuda dan Olahraga hadir dalam pertemuan malam itu.</p>
<p>Benar, acara itu memang bukan acara kenegaraan dan tak wajib dihadiri wakil presiden tapi melewatkan acara politik di Istana dengan isu yang juga menyangkut dirinya dan juga bahkan dihadiri oleh seorang Menteri Pemuda dan Olahraga, tentulah bisa menimbulkan tafsir tersendiri. Semasa menjadi wakil presiden, Jusuf Kalla misalnya hampir selalu terlihat di sisi presiden jika presiden mengumumkan keputusan politik penting di Istana. Ke mana Pak Boed?</p>
<p>Sebelumnya saya mengira Pak Boed masih di Eropa bersama rombongan wartawan tapi saya kemudian tahu, dia sudah kembali ke Jakarta sejak Kamis atau Jumat dua atau tiga hari sebelumnya. Belakangan saya mendapat kabar, Pak Boed tidak hadir di Istana karena sedang meninjau rumah dinas yang akan ditempatinya di Jalan Diponegoro. Tentu hanya Boediono yang tahu, apakah melihat-lihat rumah dinas itu lebih penting ketimbang mendengarkan kesaksian SBY di depan para wartawan malam itu atau sebetulnya memang ada “masalah” lain.</p>
<p>Satu hal yang jelas, di Istana Negara malam itu, Pak Presiden berkeluh kesah soal kasus Bibit Samad Riyanto-Chandra M Hamzah dan Bank Century. Kurang lebih dua jam lamanya SBY memberikan pernyataan di depan para pemimpin redaksi termasuk mencurahkan kerisauan, karena namanya, keluarganya, dan partainya diseret-seret dalam kasus Century. Kata dia, menjadi sesuatu yang tercela, jika seorang presiden seperti dirinya mendapatkan dana atau meminta dana atau berharap ada dana dari sumber-sumber yang tidak semestinya. Pak Presiden karena itu meminta kasus Century dibuka seluas-luasnya meski pernyataan itu belum tentu dimaksudkan untuk membuka atau membuktikan ke mana saja dana kepada Century kemudian mengalir.</p>
<p>Senin pagi keesokan harinya Partai Demokrat menyatakan dukungannya terhadap usul hak angket Century disusul pengumuman BPK yang menyampaikan hasil auditnya tentang Century siang harinya. Malam harinya SBY kembali berpidato soal penanganan status Bibit-Chandra dan kasus Century. Tak ada yang istimewa dari sikap Demokrat yang muncul belakangan untuk mendukung usul hak angket. Pidato SBY malah mengecewakan.</p>
<p>Isu besar hari itu justru muncul dari BPK dengan temuan hasil auditnya yang mengungkap peran Sri Mulyani dan Boediono dalam proses pengucuran dana Rp 6,7 triliun kepada Century. Sejak itulah, muncul suara-suara yang meminta Pak Boed dan Sri Mulyani mundur dari jabatannya termasuk yang belakangan didesakkan oleh Amien dengan istilah nonaktif. Sebagian orang lantas menilai, temuan BPK itu hanya sebuah isyarat, akan ada yang dikorbankan dalam kasus Century, tapi benarkah Pak Boed dan Bu Sri Mulyani yang akan dijadikan tumbal untuk menyelamatkan muka SBY?</p>
<p><strong>Teror Pemilu</strong><br />
17 Juli silam beberapa hari setelah usai pemilu presiden, SBY berpidato di Istana tentang adanya pihak-pihak yang berusaha menggagalkan hasil pemilu presiden dan karena itu dianggap sebagai upaya menggagalkan pelantikan dirinya dan Boediono sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Asap dari ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta ketika itu belum sepenuhnya sirna. Didampingi antara lain oleh Kapolri Bambang Hendarso Danuri, SBY kemudian menunjukkan beberapa foto temuan intelijen yang menggambarkan dirinya menjadi sasaran pembunuhan kendati gambar-gambar itu adalah foto-foto yang pernah ditunjukkan oleh BIN di depan Komisi I DPR, empat tahun sebelumnya. Dengan wajah yang dibuat serius, hari itu SBY bersumpah menumpas aksi teror hingga ke akar-akarnya.</p>
<p>Sebagian orang mendukung sikap SBY tapi lawan-lawan politik SBY diliputi rasa cemas karena khawatir dituding memicu teror untuk menolak hasil pemilu. Prabowo Subianto bahkan menemui SBY dan menyatakan bersedia membantu SBY memberantas aksi teror. Lalu benarkah pidato SBY itu ditujukan untuk menyikapi aksi peledakan di dua hotel di Mega Kuningan, Jakarta itu?</p>
<p>Sebagai pihak yang sudah berada di atas angin, SBY saat itu tentu berkepentingan mengamankan kemenangan sementaranya dalam pemilu presiden agar menjadi kemenangan tetap dan kemudian dilantik menjadi presiden. Usaha-usaha yang dianggap berpotensi menghambat rencana itu termasuk aksi-aksi teror dan juga usaha pendudukan KPU seperti yang disebutkan Kapolri, karena itu harus digagalkan. Dia butuh legitimasi agar pelaksanaan pemilu tetap dianggap demokratis. Citra itu harus dipertahankan. Setidaknya harus ada pelantikan terlebih dulu.</p>
<p>Namun hingga pidato Pak Presiden tentang aksi teror itu, yang luput dari perhatian orang adalah laporan kasus pengucuran dana ke Century yang sebetulnya sudah lebih sebulan masuk ke KPK, dan kabarnya ada di tangan Bibit-Chandra. Laporan itu mengaitkan dana pengucuran Century yang diduga digunakan oleh salah satu partai dan pasangan capres/wapres untuk kepentingan pemilu. Ada beberapa pihak yang kemudian juga memprotes pelaksanaan dan hasil pemilu. Mengadukan ke MK dan sebagainya.</p>
<p>Hanya SBY yang tahu, yang mana sebetulnya yang disebutnya sebagai usaha-usaha yang akan menggagalkan pelantikan dirinya dan Boediono sebagai presiden dan wakil presiden terpilih: aksi teror dan potensi kekerasan setelah pemilu, atau kasus Century yang berada di tangan Bibit-Chandra. Cuma, setelah peledakan bom dan soal SBY yang mengaku dijadikan sasaran pembunuhan, muncul kemudian rentetan kasus yang menyita perhatian publik: aksi Densus 88 memberantas teror, kasus Cicak-Buaya, kasus Bibit-Chandra, dan sebagainya.</p>
<p>Direkayasa atau tidak, semua kasus itu kemudian menenggelamkan protes sebagian orang tentang kecurangan pelaksanaan pemilu dan tertundanya niat KPK mengusut Century. SBY dan Boediono pun resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, 20 Oktober silam meski di luar hitungan SBY, kasus Century kemudian juga berkembang menjadi bola salju mengiringi kasus Bibit-Chandra, Anggodo Widjojo, Susno Duadji dan Abdul Hakim Ritonga.</p>
<p>Lalu besok, di Senayan, rapat paripurna DPR akan memutuskan apakah usul hak angket yang diusung PDI Perjuangan itu bisa disahkan atau tidak. Andai disetujui dan hak penyelidikan itu kelak menemukan bukti penyaluran dana kepada Century digunakan oleh salah satu partai dan pasangan capres/cawapres untuk kepentingan pemilu, juga keterlibatan Boediono dan Sri Mulyani, maka SBY mau tak mau akan menghadapi kenyataan terburuk. Secara politik, kata pakar ekonomi politik dari Amerika, Jeffrey Winters, SBY tidak akan bisa bertahan. Namun semua orang kini menunggu, akan bagaimana kompromi hak angket itu kelak akan diselesaikan di meja politik? Menelisik jauh hingga ke menyentuh SBY dan itu berarti kejatuhan bagi pemerintahan SBY, atau cukup berakhir di Boediono dan Sri Mulyani?</p>
<p><strong>Hanya Mundur</strong><br />
Awal Januari 2009, Bill Richardson yang baru diangkat sebagai Menteri Energi dalam kabinet Barrack Obama tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya. Dia adalah mantan Gubernur New Meksiko dua kali berturut-turut. Hanya beberapa hari menjadi menteri, FBI dan Departemen Keuangan setempat mengungkapkan adanya sumbangan yang mencurigakan dari CDR Financial Product Inc. yang digunakan Richardson ketika dia maju bertarung memperebutkan tiket capres melawan Obama dalam konvensi capres Partai Demokrat 2006.</p>
<p>CDR adalah inisial sebuah perusahaan rekanan di negara bagian New Meksiko. Perusahaan itu bergerak di bidang jasa keuangan dan mendapatkan proyek senilai US$ 1,6 miliar dengan membukukan keuntungan US$ 1,4 juta. Sebagian keuntungan itulah yang disumbangkan oleh CDR ke dalam dana tim kampanye Richardson. Tak banyak hanya sekitar US$ 100 ribu.</p>
<p>Sumbangan itu semula tidak terdeteksi tapi beberapa pekerjaan CDR yang tidak beres telah memaksa FBI melakukan investigasi dan menemukan sumbangan US$ 100 ribu yang masuk ke tim sukses Richardson. Skandal itu menjadi perhatian publik di Amerika dan Richardson disalahkan meski tidak ada pengadilan untuknya. Jalan keluarnya, dia memilih (atau diminta) mundur dari jabatannya sebagai menteri energi. Kepada wartawan, dia mengaku bertanggung jawab secara moral. Hanya itu dan pemerintahan Obama terbebas dari tuduhan “menyimpan” orang-orang bermasalah. Citranya terkerek.</p>
<p>Sekarang marilah berandai-andai soal Century. Kalau hak angket DPR itu kemudian menghasilkan kompromi, besar kemungkinan kasus itu hanya akan berhenti pada Sri Mulyani atau maksimal pada Boediono seperti temuan audit BPK itu. Itu berarti keduanya akan dipaksa atau diminta mundur dan bukan nonaktif seperti desakan Pak Amien. Dengan demikian, tumbal Century telah terjawab kendati babak baru pertarungan politik justru baru akan dimulai sejak itu.</p>
<p>Soal pengganti Sri Mulyani mungkin perkara gampang dicari tapi pengganti posisi Boediono itulah yang akan dijadikan alat untuk kompromi politik yang baru. Saat ini saja sudah berkembang rumor, Aburizal Bakrie dan Hatta Radjasa mengincar posisi Boediono meski SBY niscaya juga sudah punya pilihan tersendiri yang kemungkinan besar bukanlah orang partai. Seorang kawan menyebut Djoko Soeyanto, orang dekat SBY selain Hatta. Sama-sama berasal dari Jawa Timur, Djoko akan dipilih SBY sekaligus untuk mendinginkan kegerahan militer setelah posisi Mendagri dan BIN tidak lagi berada di bawah kontrol tentara. Bagaimana nasib Boediono?</p>
<p>Sama dengan kasus Richardson, baik Boediono dan juga Sri Mulyani kemungkinan besar tidak akan dipidana melainkan hanya disalahkan karena soal administrasi, soal <em>moral hazard</em>. Bahkan untuk tidak mempermalukan, bukan tak mungkin keduanya akan kembali diberi kepercayaan, misalnya sebagai utusan pemerintah untuk merundingkan moratorium atau penundaan pembayaran utang negara dengan para kreditor di Washington. Tidakkah Susno yang diberhentikan sebagai Kabareskrim Mabes Polri juga dikabarkan sedang diplot menjadi Duta Besar RI untuk Malaysia?</p>
<p>Sebaliknya kalau hak angket itu lalu benar menyentuh SBY maka selesai sudah rezim SBY. Winters memberi ancar-ancar sekitar Juni 2010 dan pemilu bisa diulang. Atau kalau pun bertahan, dengan pengganti Boediono misalnya, SBY menurut Winters akan menjadi presiden yang “cacat.” Mungkin presiden yang tidak tahu malu. Sementara Pak Amien mungkin akan manggut-manggut.</p>
<p><em> </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jika Tanpa Ampunan~Mu]]></title>
<link>http://zidaburika.wordpress.com/2009/11/30/jika-tanpa-ampunanmu/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 06:16:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>abihasan</dc:creator>
<guid>http://zidaburika.wordpress.com/2009/11/30/jika-tanpa-ampunanmu/</guid>
<description><![CDATA[Apalah diriku Hanya sebongkah tanah yang IA bentuk menjadi manusia Yang atas Rahmaan~Nya IA jadikan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://zidaburika.wordpress.com/2009/11/30/jika-tanpa-ampunanmu/" target="_blank"><img title="Share on facebook" src="http://zidaburika.wordpress.com/files/2009/11/fb-share.png" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1937     aligncenter" title="kecilnya diri ini..." src="http://zidaburika.wordpress.com/files/2009/11/sujud-di-alam.jpg" alt="" width="448" height="285" /></p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:center;">Apalah diriku</p>
<p style="text-align:center;">Hanya sebongkah tanah yang IA bentuk menjadi manusia</p>
<p style="text-align:center;">Yang atas Rahmaan~Nya IA jadikan kumampu bicara</p>
<p style="text-align:center;">Yang IA jadikan diriku mampu melihat dan berkata</p>
<p style="text-align:center;">Namun sedikit dariku terlahir kesyukuran atas berlimpah anugerah</p>
<p style="text-align:center;">Ya Robb,</p>
<p style="text-align:center;">Jika bukan karena Rahmat~Mu</p>
<p style="text-align:center;">Sungguh tak layak kiranya diriku hidup</p>
<p style="text-align:center;">Ya Robb,</p>
<p style="text-align:center;">Jika bukan karena besarnya Ampunan~Mu</p>
<p style="text-align:center;">Secuil dosa hamba sudah pasti meluluh lantakkan segala</p>
<p style="text-align:center;">Jika tanpa ampunan~Mu Ya Robbiy</p>
<p style="text-align:center;">Apalah arti tarikan nafas ini&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengakuan untuk Islam Damai]]></title>
<link>http://simpuldemokrasi.wordpress.com/2009/11/30/pengakuan-untuk-islam-damai/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 06:13:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>simpul</dc:creator>
<guid>http://simpuldemokrasi.wordpress.com/2009/11/30/pengakuan-untuk-islam-damai/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Nur Syam MENJELANG Muktamar NU di Makassar, 22-27 Maret 2009, warga NU memperoleh kabar gembir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh: Nur Syam<br />
MENJELANG Muktamar NU di Makassar, 22-27 Maret 2009, warga NU memperoleh kabar gembira. Salah seorang warganya memperoleh pengakuan internasional sebagai The 500 Most Influential Muslims. Menurut The Royal Islamic Strategic Studies Jordania yang bekerja sama dengan Prince Al Waleed Bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding dan Georgetown University, AS, telah dihasilkan &#8221;The 500 Most Influential Muslims&#8221;.<!--more--></p>
<p>Di antara 500 muslim terkemuka di dunia tersebut, Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi menempati peringkat ke-18. Selain itu, ada nama Din Syamsuddin, ketua umum PP Muhammadiyah, di peringkat ke-35; Abdullah Gymnastiar (ke-48); Susilo Bambang Yudhoyono (presiden RI); serta Abdurrahman Wahid (mantan presiden RI, mantan ketua PB NU, dan mantan ketua Dewan Syura PKB) (Jawa Pos, 25/11/09).</p>
<p>Masuknya nama Hasyim dalam jajaran pemimpin Islam yang mendunia itu tentu tidak mengagetkan. Beliau adalah ketua umum PB NU, Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ISIS), dan presiden World Conference of Religions and Peace (WCRP). Tentu, bukan hanya jabatan yang menjadi ukuran seseorang bisa memiliki pengaruh di dunia internasional. Pastilah ada ukuran kepantasan bagi yang bersangkutan memasuki level tersebut.</p>
<p>Islam Rahmatan Lil Alamin<br />
Salah satu yang sangat mengedepan dari Hasyim adalah kampanyenya di tingkat internasional tentang Islam rahmatan lil alamin atau Islam damai. Yaitu, Islam yang membawa rahmat bagi sekalian alam. Islam sebagaimana teksnya memang untuk kerahmatan bagi seluruh alam. Bukan hanya keselamatan bagi manusia, tapi juga untuk alam lainnya.</p>
<p>Yang diselamatkan adalah hablum minallah, hablum minan nas, dan hablum minal alam. Keselamatan manusia tidak akan berarti jika alam tidak selamat. Karena itu, Islam yang menyelamatkan adalah Islam yang memberi keselamatan bagi semua.</p>
<p>Kiprah Hasyim dalam membangun Islam damai sangatlah mengedepan. Dalam berbagai konferensi internasional, dengan sangat elegan beliau mengampanyekan Islam damai. Jika kemudian Islam damai menjadi perbincangan di hampir semua konferensi atau dialog antarumat beragama di dunia, tentunya hal tersebut salah satunya merupakan andil Hasyim.</p>
<p>Konflik antarumat beragama, menurut Artur J. D&#8217;Adamo (2004), dipicu oleh religion&#8217;s way of knowing. Hal itu disebabkan adanya sebuah standar tentang agama sendiri yang kebenarannya diyakini sepenuhnya. Yaitu: (1) bersifat konsisten dan berisi kebenaran-kebenaran yang tanpa kesalahan sama sekali. (2) Bersifat lengkap dan final -karena itu tidak diperlukan kebenaran dari agama lain. (3) Kebenaran agama sendiri dianggap merupakan satu-satunya jalan keselamatan, pencerahan, dan pembebasan. (4) Seluruh kebenaran itu diyakini orisinal dari Tuhan.</p>
<p>Melalui pembacaan Islam damai, religion&#8217;s way of knowing itu akan bisa dinetralisasi. Dalam hal ini, yang perlu dikedepankan adalah konsep saling memahami keberadaan yang lain, the others. Ada orang lain di sekitar kita yang berbeda dari kita.</p>
<p>Setiap agama memang memiliki potensi untuk silang sengketa. Ada doktrin teologis yang tidak bisa ditawar siapa pun. Ada kebenaran dogmatis yang mengajarkan bahwa hanya agamanya yang benar dan yang lain salah. Doktrin teologis itu banyak memicu konflik antaragama. Namun, di sisi lain, tidak bisa diingkari, realitas empiris mengajarkan kepada manusia bahwa ada sunnatullah yang memang meniscayakan adanya perbedaan suku dan etnis dengan berbagai varian di dalamnya.</p>
<p>Sunnatullah tersebut bersifat given. Dari konsep sunnatullah yang meniscayakan berbeda tersebut, dikenal konsep toleransi antarumat beragama. Di dalam bahasanya, Hasyim sering menyebutkan &#8221;yang sama jangan dibedakan dan yang beda jangan disamakan.&#8221;</p>
<p>Gerakan Islam Damai<br />
Ada sesuatu yang ahistoris dalam kehidupan ini. Yaitu, pemikiran yang menyatakan bahwa hanya ada satu kebenaran. Menurut kaum Bergerian, kebenaran adalah hasil konstruksi manusia. Jadi, ada pusat-pusat kebenaran dalam setiap entitas masyarakat.</p>
<p>Konstruksi tentang kebenaran tersebut bisa saja bersumber dari ajaran agama. Hingga ada kebenaran mutlak atau kebenaran teologis yang seringkali memicu konflik antarumat beragama.</p>
<p>Yang bisa diterima adalah bukan mengakui kebenaran teologis agama-agama lain, namun menoleransi bahwa ada kebenaran lain yang dikonstruksi oleh orang atau umat lain. Sikap dan tindakan itulah yang dalam konsepsi relasi antarumat beragama disebut co-eksistensi. Yaitu, sikap dan tindakan menghargai bahwa ada umat lain dengan keyakinan dan ritual yang berbeda.</p>
<p>Islam rahmatan lil alamin memang sudah menjadi sebuah arus utama dalam berbagai konferensi internasional. Di Vatikan, beberapa bulan lalu juga terdapat konferensi antarumat beragama dan menghasilkan konklusi bahwa Indonesia bisa menjadi contoh relasi antarumat beragama di dunia.</p>
<p>Sebagai sebuah gerakan, Departemen Agama bahkan sudah mencanangkan perumusan buku ajar tentang &#8221;membangun Islam rahmatan lil alamin&#8221;. Hal itu merupakan bagian dari kesadaran agar tradisi Islam damai atau Islam rahmatan lil alamin tidak tereduksi oleh gerakan sekelompok orang yang menghasilkan stereotip bahwa Islam Indonesia adalah Islam yang keras dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Wallahu a&#8217;lam bi al shawab.</p>
<p>*). Prof Dr Nur Syam MSi , rektor dan guru besar sosiologi IAIN Sunan Ampel</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muktamar IDI, Sebuah Paradoks]]></title>
<link>http://simpuldemokrasi.wordpress.com/2009/11/30/muktamar-idi-sebuah-paradoks/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 06:07:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>simpul</dc:creator>
<guid>http://simpuldemokrasi.wordpress.com/2009/11/30/muktamar-idi-sebuah-paradoks/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Ario djatmiko Muktamar XXVII Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 18-21 November 2009 di Palemb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh : Ario djatmiko<br />
Muktamar XXVII Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 18-21 November 2009 di Palembang usai sudah. Pertanyaannya, sukses muktamar itu? Mayoritas menjawab: sukses besar. Peserta membeludak dan penuh antusias. Penyambutan tuan rumah luar biasa, dua pesta besar diselenggarakan wali kota dan gubernur.<!--more-->Kalau itu yang menjadi ukuran, jawabannya benar. Tetapi, kalau kita bertanya apakah muktamar IDI yang amat mahal itu telah melahirkan gagasan besar, sungguh sulit menjawabnya.</p>
<p>Tampaknya, kita harus mencari alat ukur lain untuk menilai keberhasilan kongres, seminar, atau muktamar. Mengapa? Akhir-akhir ini pertemuan (ilmiah) dokter terlihat kian gemerlap. Pesta-pora terkesan telah menjadi menu wajib. IDI seharusnya memberikan contoh bahwa kebiasaan itu keliru. Saat yang tepat untuk mengingatkan kembali semangat Boedi Oetomo. Napas pertama saat si &#8220;bayi&#8221; IDI lahir di bumi pertiwi: &#8221;terdepan dalam kesakitan bangsanya&#8221;. Sayang, yang tampak hanya paradoks.</p>
<p>Zaman berubah. Tampaknya, nilai-nilai pun tidak sama lagi. Muktamar kali ini tidak sekadar membahas peran mulia dokter. Ada hal lain yang tidak kalah penting: hak hidup dokter di negeri sendiri. Benarkah hak itu terancam? Dengan perih, Dr Zaenal Abidin MHKes, <em>president elect</em>, mengemukakan fakta: banyak dokter yang berpenghasilan lebih rendah daripada  tukang cukur.</p>
<p>Pilpres IDI berlangsung semarak. Spanduk, pamflet, brosur kampanye bertebaran. Di pojok yang sepi, berdiri sebuah poster muram bertulisan &#8221;Tak lama lagi, negeri ini dan IDI akan menghadapi masalah teramat berat. Ibarat ikan yang terbiasa berenang di akuarium air tawar, kita harus menerima dan bertahan hidup dalam gelombang laut yang ganas. Akan <em>survive-</em>kah kita? Apakah IDI telah berbuat terbaik menyiapkan anggotanya untuk bertahan di arus global yang dahsyat?&#8221; Ternyata, di tengah gemerlapnya muktamar, masih ada sosok yang cemas dan mencoba berteriak.</p>
<p><strong>Dokter di Melinium Baru</strong></p>
<p>Kita membutuhkan &#8220;cemas&#8221;, sebuah syarat untuk bertahan hidup. Saya teringat sepuluh tahun lalu, tepatnya 15-18 April 1999 UICC Congress (Union Internationale Contre Le Cancer), kongres sederhana di Antwerpen. menjelang hadir milenium baru, suasana muram. Peserta kongres risau tentang apa yang akan terjadi di milenium baru nanti. Kecemasan terasa begitu mencekam. Akhirnya dibuat satu acara yang menyimpang dari program. Pertemuan khusus itu menghasilkan sebuah peta tentang: <em>new millennium, new doctors</em>. Lompatan teknologi yang tidak terkendali, industrialisasi, globalisasi, liberalisasi membawa perubahan mendasar di semua sisi kehidupan. Tidak terkecuali dokter dalam pekerjaannya. Agar dapat bekerja di milenium baru, dokter harus memenuhi beberapa persyaratan.</p>
<p>Pertama, dokter tidak mungkin lagi bekerja sendiri. <em>Good bye solo players</em>. Dokter harus paham dan mampu bekerja dalam sistem. Artinya, bekerja dengan prosedur jelas, interdependen, terkoordinasi, dan performa selalu terukur. Persoalannya, kebiasaan buka praktik pribadi tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Terjadi perubahan mendasar: dokter bukan lagi merupakan <em>deal and price maker</em>. Dokter dihadapkan pada dua pilihan: bekerja pada sistem milik pemerintah (<em>public services</em>) atau milik swasta-perusahaan.  Dua sistem itu membawa nilai yang amat berbeda.</p>
<p>Tentang kerja, Tony Cleaver mengingatkan, <em>employment is not a right</em>. Artinya, bila kelak banyak dokter tidak bekerja, kita tidak dapat mengatakan dokter telah kehilangan hak. Mengapa? Bila persyaratan yang diajukan perusahaan tidak terpenuhi, dokter harus menerima bahwa mereka ditolak kerja. Di era <em>cut throat competition</em> ini, persyaratan kerja dokter menjadi semakin ketat.</p>
<p>Kedua, memiliki kemampuan komunikasi yang memadai.  <em>Communication is not an &#8220;ad on&#8221;- it is the heart of patient care</em>. Teknologi yang begitu cepat berubah memerlukan penjelasan. Terbukanya informasi membuat hubungan dokter-pasien tidak paternalistik lagi. Hak pasien mendapatkan informasi dan memutuskan yang terbaik untuk dirinya telah menjadi acuan publik.</p>
<p>Ketiga, pekerjaan dokter melekat erat dengan perkembangan teknologi. Teknologi -<em>minimal invasive</em>, <em>endorobotic surgery</em>, <em>invasive radiology</em>, <em>nano tech</em>, rekayasa genetik- berkembang menakjubkan dan ini tentu membutuhkan dokter siap pakai. Saat itu, sertifikat internasional menjadi suatu keharusan. Pertemuan itu menegaskan, mengejar teknologi adalah tanggung jawab negara. Bila negara tidak memberikan perhatian khusus (baca: pada pendidikan dokter), dokter di negara itu akan tersingkir dari arena global.</p>
<p><strong>Pasar ASEAN</strong></p>
<p>Kecemasan dunia terasa sepuluh tahun lalu. Di Antwerpen, peta dibuat dan mereka (baca: didukung penuh oleh negaranya) berlari amat kencang. Jarak teknologi yang terbentang antara kita dan mereka kian jauh saja. Ironis, dalam Muktamar XXVII IDI tersebut, kecemasan belum juga tampak. Sebaliknya, kita disuguhi hajatan mewah.</p>
<p>Tanggal 21 Oktober 2008, The Asean Charter ditandatangani DPR. Artinya, pasar negeri ini adalah milik ASEAN. Di saat jarak teknologi menganga lebar, kita sepakati dokter asing bekerja di negeri ini tanpa diskriminasi. Pedih, tampaknya, pertanyaan di poster tadi menjadi relevan. Benarkah IDI telah berbuat terbaik untuk menyiapkan anggotanya menghadapi arus global yang dahsyat?</p>
<p><em>*). Ario Djatmiko, pemerhati masalah sosial dan kesehatan, tinggal di Surabaya</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gaza dan Goldstone]]></title>
<link>http://simpuldemokrasi.wordpress.com/2009/11/30/gaza-dan-goldstone/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 06:05:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>simpul</dc:creator>
<guid>http://simpuldemokrasi.wordpress.com/2009/11/30/gaza-dan-goldstone/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Andika Hadinata &#8220;Perdamaian tak bisa terwujud dari ketidakadilan&#8221; (Carlos Santana]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh : Andika Hadinata<br />
&#8220;Perdamaian tak bisa terwujud dari ketidakadilan&#8221; (Carlos Santana, Associated Press,1 September 2004).</p>
<p>Perdamaian adalah sesuatu yang rapuh, khususnya di bumi Palestina. Bila tercipta perdamaian beberapa saat saja, naluri agresi manusia yang doyan mengobral senjata segera mengoyaknya.<!--more--> Itulah yang terjadi di Jalur Gaza. Terbaru, serangan udara Israel melukai delapan warga Palestina di workshop logam di kawasan tengah dan utara Gaza serta di terowongan perbatasan Rafah Minggu pagi lalu (22/11). Padahal, Sabtu (21/11) Hamas baru menyatakan bersedia menghentikan serangan roket ke Israel (Jawa Pos, 24/11).</p>
<p>Gaza yang dikuasai Hamas memang sering jadi bulan-bulanan Israel. Dulu banyak pemimpin Hamas dibunuh Israel. Kita tentu tak pernah lupa, tiga rudal Israel menggugurkan pendiri sekaligus pemimpin spiritual Hamas Syekh Ahmad Yasin saat hendak meninggalkan masjid setelah menunaikan salat Subuh (22/3/2004). Belum genap sebulan setelah kematian Yasin, giliran Abdul Aziz Al Rantisi -pengganti Yassin- meninggal karena ditembak rudal tentara Israel (17/4/2004). Israel kembali membunuh tokoh Hamas Adnan al-Ghoul dalam serangan rudal di Jalur Gaza (21/10/2004).</p>
<p>Mereka meninggal atas instruksi langsung Ariel Sharon, PM Israel ketika itu. Dia dikenal dengan &#8220;The Butcher of Sabra and Shatila&#8221; karena membantai lebih dari 2.000 pengungsi Palestina di kamp pengungsi Sabra dan Shatila, Lebanon. Sejak terkena stroke pada Juli 2006 dan kini terbaring koma dalam usia 81 di RS Syaiba, tak jauh dari Kota Tel Aviv, Sharon tentu tidak ingat semua aksi biadabnya semasa masih sehat.</p>
<p>Anehnya, para pengganti Sharon justru tidak mau menghentikan kebiadabannya terhadap warga Palestina, khususnya yang ada di Gaza. Publik dunia tentu tidak melupakan serangan Israel di Jalur Gaza pada 27 Desember 2008-18 Januari 2009 yang menewaskan 1.400 jiwa dan mencederai 5.000 warga Palestina.</p>
<p>Rekomendasi Goldstone</p>
<p>Melihat begitu dahsyatnya dampak serangan ke Gaza tersebut, pemerintah Israel kini terancam diajukan ke Mahkamah Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, dengan tuduhan sudah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.</p>
<p>Menariknya, tuduhan tersebut justru dilontarkan oleh jaksa bereputasi internasional asal Afrika Selatan, Richard Goldstone, yang berdarah Yahudi. Goldstone bersama timnya telah membuat laporan setebal 575 halaman yang berjudul Misi PBB untuk Pencari Fakta dalam Perang di Jalur Gaza yang dipublikasikan pertengahan September lalu. Goldstone menyimpulkan, sesuai dengan hukum internasional, Israel sudah melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza. Goldstone merekomendasikan Israel diadili di Mahkamah Internasional.</p>
<p>Laporan Goldstone menggegerkan dunia, termasuk Israel. Amerika Serikat (AS) keberatan atas laporan Goldstone. Mereka menyebutnya tidak objektif karena memberatkan Israel, sekutu abadi AS. Semula, laporan Golstone akan dibahas dalam sidang Dewan HAM PBB pada 2 Oktober lalu.</p>
<p>Namun, anehnya, atas permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, sidang ditunda hingga Maret 2010. Langkah Abbas tersebut dikecam Hamas sehingga Hamas dan Fatah makin jauh dari agenda rekonsiliasi di internal Palestina. Abbas memang tunduk kepada tekanan AS yang sudah sejak jauh hari berpesan agar Otoritas Palestina jangan bersikap terlalu keras kepada pemerintah Israel, termasuk dalam menyikapi laporan Goldstone. Sebab, bila dikerasi, Israel akan menarik diri dari proses perdamaiaan.</p>
<p>Boleh jadi, pertimbangan Abbas seperti itu bertumpu pada fakta bahwa hampir semua akses penghidupan dan kehidupan rakyat Palestina dikuasai Israel. Misalnya, lapangan pekerjaan. Bahkan, akses untuk air bersih pun dikuasai Israel sehingga saat warga Palestina harus menghemat air, warga Israel bisa berenang sepuasnya di kolam renang pribadi mereka. Sebagian tanah mereka dirampas untuk dijadikan permukiman baru bagi warga Yahudi meski hal tersebut menjadi ganjalan bagi proses perdamaian.</p>
<p>Keras Kepala</p>
<p>Kini publik dunia memang tengah menunggu sidang HAM PBB yang membahas laporan Goldstone pada Maret 2010. Tapi, para analis masalah Timur Tengah sudah yakin bahwa Israel tidak akan bisa diseret ke Mahkamah Internasional. Pasalnya, masih ada hak veto AS. Terbukti pula, Israel masih berani melancarkan serangan baru ke Gaza.</p>
<p>Kecuali itu, Israel selama ini &#8220;doyan&#8221; melanggar berbagai resolusi dan regulasi PBB. Antara lain, Israel tidak pernah mematuhi Resolusi No 242/1967 yang mewajibkan negeri Yahudi tersebut mengembalikan wilayah-wilayah Palestina, Syria, dan Lebanon yang diduduki secara tidak sah dalam perang Arab-Israel tahun 1967. Juga, kegemaran Israel membangun tembok pernah dilaporkan ke Mahkamah Internasional. Namun, pemerintah Israel justru menganggap Mahkamah Internasional mencampuri urusan dalam negeri Israel. Pembangunan tembok pun terus berjalan.</p>
<p>Melihat sikap keras kepala Israel, tampaknya, prospek perdamaian di bumi Palestina kian tak cerah, apalagi kita belum berbicara tentang &#8220;Yahudisasi Jerusalem&#8221; yang terus dilakukan Israel. Lebih-lebih, masyarakat internasional yang diwakili PBB sering kali bersikap tidak adil kepada bangsa Palestina. Ketidakadilan terbesar terjadi ketika Dewan Keamanan PBB mengesahkan negara Israel dengan Resolusi No 181/1947 yang berdiri di atas wilayah Palestina. Ironisnya, kemerdekaan bangsa Palestina sebagai sebuah negara tidak pernah diwujudkan oleh PBB. Karena itu, sangat tepat perkataan Carlos Santana di awal tulisan ini.</p>
<p>*). Andika Hadinata, analis politik internasional, tinggal di Tubingen, Jerman</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Layunya Kredit Perbankan]]></title>
<link>http://simpuldemokrasi.wordpress.com/2009/11/30/layunya-kredit-perbankan/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 06:02:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>simpul</dc:creator>
<guid>http://simpuldemokrasi.wordpress.com/2009/11/30/layunya-kredit-perbankan/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Agus Suman Setelah dihajar bencana hukum bertubi-tubi, pemerintah kembali menerima kabar yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh : Agus Suman<br />
Setelah dihajar bencana hukum bertubi-tubi, pemerintah kembali menerima kabar yang tidak mengenakkan dari sektor perbankan. Pertumbuhan kredit perbankan layu, bahkan posisi saat ini merupakan titik terendah sejak Juli 2006.<!--more--><br />
Bahkan, hingga awal November, pertumbuhan tahunan (year on year) kredit hanya 7,3 persen. Dan, tentu target pertumbuhan kredit yang dicanangkan BI untuk tahun ini sebesar 11 persen tertatih-tatih. Meski sebenarnya target kredit perbankan itu telah dipangkas pada triwulan II/2009. Semula pertumbuhan kredit yang ingin dicapai pada akhir tahun ini tumbuh 15 persen dari posisi di akhir 2008.</p>
<p>Dalam tinjauan kebijakan moneter edisi November 2009, BI menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menjadi rintangan membiaknya kredit perbankan adalah koreksi tajam untuk jenis kredit modal kerja. Penurunan terbesar terjadi di sektor industri dan pertambangan.</p>
<p>Penurunan kredit dua sektor tersebut sangat berpengaruh mengingat penyaluran kredit dua sektor itu tercatat sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan, kredit konsumsi masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.</p>
<p>Selain itu, menurut data BI, pelemahan terjadi karena kredit valuta asing anjlok. Data BI per akhir September mencatat, kredit valas year to date turun hingga Rp 53,1 triliun atau minus 20,9 persen. Sedangkan, kredit rupiah sebenarnya tetap naik hingga Rp 111,5 triliun atau 10,6 persen.</p>
<p>Dengan kondisi kredit perbankan seperti saat ini, tentu sulit mencegah hadirnya kecemasan karena laju pertumbuhan kredit perbankan tahun depan harus dipacu cukup tinggi, yakni 17-22 persen. Hal itu bertujuan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi pada 2010.</p>
<p>Peran Kredit</p>
<p>Mengapa harapan terhadap kredit perbankan begitu penting bagi pertumbuhan ekonomi tahun mendatang? Pertama, mendorong kinerja konsumsi rumah tangga yang pada gilirannya berpengaruh terhadap daya beli. Dan, stabilnya tingkat inflasi menjadi salah satu indikasi bahwa daya beli rumah tangga sangat terbuka lebar.</p>
<p>Pertumbuhan kredit saat ini pun cukup ditolong dengan topangan dari pertumbuhan kredit konsumsi yang hampir mencapai 52 persen. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang ditopang dengan konsumsi masih bisa diharapkan. Memang pertumbuhan ekonomi yang dikerek oleh konsumsi masih kurang berkualitas. Tetapi untuk saat ini, kekuatan itu menjadi salah satu sandaran harapan kita akan pertumbuhan ekonomi, khususnya pada tahun depan.</p>
<p>Kedua, mendorong kinerja investasi. Meski share kredit investasi dari total alokasi kredit perbankan masih di bawah kredit konsumsi dan modal kerja, hal itu tidak berarti alokasi kredit investasi tahun ini tetap atau sama dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang tipis tentu masih mempunyai dampak ekspansi pada sektor riil. Hal itu tentu juga turut meningkatkan pertumbuhan.</p>
<p>Ketiga, gerak perlambatan untuk industri yang berorientasi ekspor ataupun yang terkait dengan kandungan impor yang begitu terasa pada tahun ini mulai melaju kembali. Kredit untuk sektor itu akan menjadi energi usaha-usaha tersebut. Sehingga, tahun depan secara perlahan ekspor kembali menjadi mata air pertumbuhan.</p>
<p>BI Rate</p>
<p>Tingginya bunga kredit juga patut menjadi perhatian. Meski BI telah menurunkan suku bunga acuannya (BI rate) sebanyak tujuh kali, yakni dari November 2008 (9,50 persen) hingga Juli 2009 (6,5 persen), tampaknya, dunia perbankan nasional belum merespons dalam bentuk penurunan suku bunga kredit.</p>
<p>Idealnya, dengan turunnya BI rate, bank-bank besar yang memiliki cukup likuiditas seharusnya memberikan contoh bagi bank-bank papan menengah ke bawah dalam menurunkan suku bunga deposito dan kemudian bunga kredit. Kenyataannya memang anjlok dari harapan. Penurunan BI rate memang telah direspons secara langsung dengan penurunan suku bunga tabungan dan deposito. Tetapi, untuk suku bunga kredit, perbankan berdalih bahwa dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikannya.</p>
<p>Salah satu upaya yang dilakukan BI untuk memaksa perbankan menurunkan suku bunga kredit adalah melalui kesepa­katan dengan 14 bank yang menguasai 80 persen total aset perbankan nasional. Yakni, memangkas suku bunga dananya hingga maksimal BI rate plus 150 basis poin (bps) atau saat ini 8 persen.</p>
<p>Bahkan, sejak 1 September 2009, BI mengharapkan suku bunga simpanan perbankan berada pada tingkat 50 basis poin di atas BI rate atau maksimal 7 persen. Sehingga, ada efek positif penurunan bunga kredit.</p>
<p>Selain itu, pengawasan yang dilakukan BI terhadap kepastian penurunan suku bunga. Yakni, dengan mengawasi secara ketat net interest margin (NIM), yang merupakan selisih antara biaya dana dan bunga kredit yang diberikan kepada nasabah, dari setiap bank yang telah menurunkan suku bunga simpanan nasabahnya.</p>
<p>Tentu kita berharap, dalam jangka pendek pengawas BI tersebut cukup efektif. Meski fakta mengabarkan sebaliknya. Hasil survei yang dilakukan BI menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga, rata-rata suku bunga kredit masih bertengger pada level 15,13 persen atau hampir dua setengah kali lipat lebih tinggi daripada BI rate. Memang ada penurunan bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 15,83. Tetapi, penurunan yang sangat tipis itu tentu tidak mempunyai efek yang diharapkan.</p>
<p>Sekali lagi, kita berharap pada perbankan nasional agar melakukan langkah besar bagi terciptanya kondisi ekonomi yang lebih cerah tahun depan. Sehingga, keran kredit yang dialirkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan. (*)</p>
<p>*) Agus Suman, guru besar ilmu ekonomi Universitas Brawijaya, Malang</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
