<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>oplosan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/oplosan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "oplosan"</description>
	<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 05:02:23 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Arak Pertamax]]></title>
<link>http://ferdhahermanto.wordpress.com/2009/06/02/arak-pertamax/</link>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 10:02:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ferdha</dc:creator>
<guid>http://ferdhahermanto.wordpress.com/2009/06/02/arak-pertamax/</guid>
<description><![CDATA[Keberadaan arak methanol yang telah memakan korban di daerah Bali dan Mataram tak ayal sempat menjad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-58" title="arak methanol" src="http://ferdhahermanto.wordpress.com/files/2009/06/59625_miras_thumb_300_225.jpg?w=150" alt="arak methanol" width="150" height="112" />Keberadaan arak methanol yang telah memakan korban di daerah Bali dan Mataram tak ayal sempat menjadi berita utama di beberapa media elektronik dan cetak. Pabrik arak tersebut memang sudah ditutup <span style="text-decoration:line-through;">sementara</span>. Namun korban masih terus berjatuhan. Mungkin arak methanol dianggap varian baru yang patut dicoba dan dirasakan. (Soal kata lidah bisa bohong, Soal rasa lidah ga bisa bohong). Bagi mereka yang gemar mencoba varian miras tradisional di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Tuban, arak dan tuak malah dianggap budaya yang <span style="text-decoration:line-through;">harus</span> dilestarikan. Jika sempat berkeliling kota Tuban di sore hari, dapat dipastikan akan dapat dijumpai beberapa orang duduk-duduk di pinggir jalan dengan gayengnya bercakap di depan se<em>centhak</em>* (gelas dari bambu) tuak. Untuk variasi, mereka bahkan pernah mencoba mengoplosnya dengan Autan. Ga&#8217; bakal kepikir deh, ide dari mana mereka itu. Dapet wangsit kali ya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, saya jadi punya ide brilian. Bagaimana jadinya kalau arak itu dicampur dengan Pertamax? Hmm, dengan oktan yang tinggi bakalan bikin mesin kita awet seawet-awetnya. Suara nyaring dan kenceng larinya. Nah, itu baru yang namanya arak.<em>.</em>.. Breeng..breeng..breeng!!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[Gila!!!] 15 Tewas Karena Minuman Oplosan]]></title>
<link>http://sunartoedris.wordpress.com/2009/05/16/gila-15-tewas-karena-minuman-oplosan/</link>
<pubDate>Fri, 15 May 2009 23:39:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>sunartoedris</dc:creator>
<guid>http://sunartoedris.wordpress.com/2009/05/16/gila-15-tewas-karena-minuman-oplosan/</guid>
<description><![CDATA[Satu lagi kasus keracunan minuman oplosan terjadi di kota Tegal, Jawa Tengah. Setelah belum lama ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Satu lagi kasus keracunan minuman oplosan terjadi di kota Tegal, Jawa Tengah. Setelah belum lama terjadi, beberapa orang tewas akibat keracunan minuman keras yang dioplos dengan <em>lotion</em> anti nyamuk, kali ini 15 warga dari kota Bahari tersebut meregang nyawa dan sembilan lainnya dalam kondisi kritis akibat menenggak miras yang diduga dicamput dengan bioetanol dan bensin.</p>
<p>&#8220;Kami sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus itu. Namun, hingga kini polisi belum mengetahui jumlah pastinya korban yang meninggal,&#8221; katanya Kapolwil Pekalongan Komisaris Besar Dewa Bagus Made Suharya, Artinya korban meninggal bisa saja akan bertamabah.</p>
<p>Utomo (59), warga Jalan Nanas, Gang 23, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, beserta anak dan menantunya Rohani serta Doro yang diduga sebagai pembuat dan penjual minuman keras oplosan sedang di periksa secara intensif oleh pihak kepolisian.</p>
<p>Polisi juga telah memeriksa warung milik Utomo di Jalan Ciliwung dan menyita barang bukti berupa tiga jerigen ukuran besar isi 20 liter, 15 botol bioetanol, kompor gas, gelas, setengah botol minuman dalam kemasan botol air mineral, dan sebuah kantong plastik minuman keras.</p>
<p>Pembaca budiman, setelah membaca berita di atas Toto langsung mengurut dada, prihatin.</p>
<p>Na’udzubillahi mindzalik, tsumma na’udzubillahi mindzalik.</p>
<p>Nampaknya peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya tidak menjadikan ahlulkhamer ini terbuka matanya, malah semakin nekad dan berani.</p>
<p>MasyaAllah , apa yang ada dalam otak mereka ya? Astaghfirullahal’adzim, Ya Allah, jauhkanlah kami dan keluarga kami dari perbuatan sia-sia, jauhkanlah kami dan keluarga kami dari perbuatan mendzolimi diri dan orang lain, dari perbuatan membinasakan diri sendiri, lindungilah kami dan keluarga kami dari siksa api neraka.</p>
<p>Berikut nama-nama korban:</p>
<ol>
<li>Lutfi (56) warga Kelurahan Kraton</li>
<li>Mirdad (41) warga Kelurahan Mintaragen      RT03/RW05</li>
<li>Toro (30) warga Kelurahan Panggung Kecamatan      Tegal Barat</li>
<li>Ciut (45) warga Kelurahan Mintaragen</li>
<li>Harsono alias Ondol (37) warga Kelurahan      Panggung, Kecamatan Tegal Timur.</li>
<li>Rahmat (50) warga Kelurahan Minataragen</li>
<li>Sukirman (55) warga Kelurahan Minataragen</li>
<li>Yong Sen (46) warga Kelurahan Minataragen</li>
<li>Dahori (41) warga Kelurahan Minataragen</li>
<li>Tri Suryana (34) warga Pekauman</li>
<li>Karyo (50) warga Kelurahan Panggung</li>
<li>Darmono (50) warga Kelurahan Kraton</li>
<li>Miefsen (28) warga Kelurahan Pekauman</li>
<li>Taryono (45)</li>
</ol>
<p>Lie Yong (25)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lima Merk Dendeng Oplosan Babi]]></title>
<link>http://erohan.wordpress.com/2009/04/22/lima-merk-dendeng-oplosan-babi/</link>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 01:58:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>urangkutai</dc:creator>
<guid>http://erohan.wordpress.com/2009/04/22/lima-merk-dendeng-oplosan-babi/</guid>
<description><![CDATA[Inilah lima merek dendeng yang positif mengandung DNA babi menurut Balai Pengawas Obat dan Makanan (]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Inilah lima merek dendeng yang positif mengandung DNA babi menurut Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasil tes ini didapat setelah BPOM melakukan pengujian terhadap 35 dendeng dan abon yang diklaim diproduksi dari daging sapi. Kelima dendeng merek ini ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Surabaya, Bandung, Jakarta, Semarang, Jambi, dan Bogor.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Berikut kelima merek tersebut:<br />
Dendeng/abon Cap Kepala Sapi<br />
Dendeng/abon Cap Limas<br />
Dendeng/abon Cap ACC<br />
Dendeng Sapi Istimewa Beef Jerky Lezaaat<br />
Dendeng Sapi Istimewa Cap 999</p>
<p>Sumber : Kompas.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Waspadalah, Pengopolos BBM!]]></title>
<link>http://beritajember.wordpress.com/2008/12/04/waspadalah-pengopolos-bbm/</link>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 08:38:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>beritajember</dc:creator>
<guid>http://beritajember.wordpress.com/2008/12/04/waspadalah-pengopolos-bbm/</guid>
<description><![CDATA[BERITAJEMBER, Jember&#8212;Fenomena penggunaan irek (oplosan minyak tanah plus oli) sebagai penggant]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>BERITAJEMBER, Jember&#8212;Fenomena penggunaan irek (oplosan minyak tanah plus oli) sebagai pengganti BBM jenis solar benar-benar sudah marak di masyarakat. Setelah menggebek beberapa tempat pengoplosan, kemarin polisi kembali menemukan dua tempat yang diindikasi kuat menjadi tempat pengoplosan mitan. Masing-masing di Desa Sumberkejayan Mayang dan di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Dari dua tempat tersebut, polisi mengamankan beberapa drum minyak tanah.</strong></p>
<p>Informasi yang berhasil dihimpun, penggerebekan di Mayang dilakukan karena polisi memergoki kru angkutan truk yang membeli minyak tanah dalam jumlah cukup banyak.</p>
<p>Saat itu Suyoto, 49, dan Nur Hakim, sopir dan kernet truk asal Jajag, Banyuwangi membeli mitan dari tempat Pairan, 66, warga Krajan Sumberkejayan Mayang.</p>
<p>Siang itu, keduanya yang memuat kelapa dari Banyuwangi melintas di kawasan Mayang. Selanjutnya, keduanya mampir dan makan di warung milik Pairan. Tak haya makan, keduanya juga membeli minyak tanah kepada Pairan yang kebetulan juga seorang pengecer minyak tanah.</p>
<p>Saat itu Suyoto membeli 40 liter minyak tanah yang dimasukkan ke dalam jeriken. Mitan tersebut oleh Nur Hakim, kernet truk langsung dimasukkan ke dalam tanki truk. Saat itulah muncul polisi. Sopir dan kernet truk tersebut langsung diangkut ke Polres Jember untuk dimintai keterangan.</p>
<p>Pun demikian juga dengan Pairan, pemilik warung. Dia juga dibekuk dan dibawa ke Polres Jember. &#8220;Saya tidak ngoplos. Saya juga tidak tahu kalau minyak tanah itu akan dioplos dan dijadikan bahan bakar,&#8221; kata Pairan kepada polisi.</p>
<p>Sedangkan Suyoto di depan penyidik mengakui perbuatannya. Dia melakukan itu, karena takut kendaraannya tidak sampai di tempat tujuan. Sebab bahan bakar yang ada di tanki kendaraannya sudah menipis.</p>
<p>Terkait dengan masalah ini, Kanit Resmob Polres Jember Ipda Wahyu Sulistyo ketika dikonfirmasi menyatakan, apa yang dilakukan sopir truk itu telah melanggar peraturan. &#8220;Dalam aturan itu disebutkan, bahwa minyak tanah hanya digunakan sebagai konsumsi rumah tangga, bukan sebagai bahan bakar mesin kendaraan yang menjadi alat transportasi,&#8221; tuturnya kemarin.</p>
<p>Sementara itu, tim Polwil Besuki juga mengamankan Seneri, 60, warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Pedagang minyak tanah itu diduga telah menyediakan minyak tanah sebagai bahan oplosan irek untuk mesin perahu para nelayan. Polisi dari polwil itu juga juga mengamankan beberapa drum minyak tanah milik Seneri.</p>
<p>Indikasi adanya penyimpangan fungsi minyak tanah itu menyusul laporan dari masyarakat. Bahwa beberapa hari terakhir, minyak tanah di daerah Puger sulit didapatkan. Hal ini terjadi karena minyak tanah itu dibeli oleh nelayan untuk dijadikan bahan bakar saat melaut.</p>
<p>Praktik pengoplosan irek itu terbongkar saat anggota polisi yang tidak sengaja mendapati seorang nelayan tengah mengoplos mitan dengan oli.</p>
<p>Saat itu, juga pengecer mitan itu juga diamankan untuk dimintai keterangan. &#8220;Namun dia bukan tersangka dan di penjual hanya kami mintai keterangan saja,&#8221; kata seorang petugas di lokasi penggerebekan kemarin. [jawapos.cm]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Trik Pertamax Oplosan . . . . cuma Rp 6.550 perliter !!]]></title>
<link>http://ninja250r.wordpress.com/2008/11/25/trik-pertamax-oplosan-cuma-rp-6550-perliter/</link>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 22:14:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Taufik</dc:creator>
<guid>http://ninja250r.wordpress.com/2008/11/25/trik-pertamax-oplosan-cuma-rp-6550-perliter/</guid>
<description><![CDATA[Menarik, itu yang saya tangkap dari halaman 14 Ototips tabloid Otomotif, disana terdapat hasil pengu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menarik, itu yang saya tangkap dari halaman 14 Ototips tabloid Otomotif, disana terdapat hasil pengu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Generasi "Oplos"]]></title>
<link>http://yusranpare.wordpress.com/2008/09/14/generasi-oplos/</link>
<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 16:46:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusranpare</dc:creator>
<guid>http://yusranpare.wordpress.com/2008/09/14/generasi-oplos/</guid>
<description><![CDATA[BERITA mengejutkan itu datang dari ujung timur Jawa Barat, Indramayu. Empat belas orang tewas, belas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3 style="text-align:left;"><span style="color:#008080;"><a href="http://URLLampiran"><img class="alignnone size-full wp-image-427" title="vodka" src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/09/vodka.jpg" alt="" width="619" height="445" /></a></span></h3>
<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#008080;">BERITA mengejutkan itu datang dari ujung timur Jawa Barat, Indramayu. Empat belas orang tewas, belasan lain dirawat di rumah sakit setempat. Mereka bertumbangan setelah meminum minuman keras yang dicampur bahan-bahan lain. Sebagian terbesar dari korban itu anak-anak muda, satu lelaki paro baya, dan satu perempuan muda.</span></h3>
<p style="text-align:left;">
<div style="text-align:left;"><span style="font-size:medium;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;">Disebut mengejutkan, karena jumlah korbannya demikian banyak. Malah terlalu banyak, kerena sehelai pun nyawa manusia sangatlah berharga. Lebih mengejutkan, karena baru dua tahun silam, insiden serupa di Indramayu merenggut nyawa tujuh anak muda.</span></span></span></div>
<div><span style="font-size:medium;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;"></span></span></div>
<p><span style="font-size:medium;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Tahoma;"></p>
<p style="text-align:left;">Rupanya peristiwa itu tak cukup jadi cambuk untuk mengingatkan masyarakat dan aparat setempat betapa berbahayanya minuman keras beredar tanpa kontrol dan kendali. Apalagi di lingkungan masyarakat yang tingkat pendidikan dan pengetahuannya belum memadai secara merata di tengah kondisi sosial ekonomi yang tidak seimbang.</p>
<p style="text-align:left;">Indramayu sesungguhnya daerah kaya. Setidaknya kabupaten berpenduduk 1,6 juta jiwa ini merupakan lumbung padi besar yang menyangga dan memberi sumbangan penting bagi ketersediaan pangan secara nasional. Ia juga memiliki Balongan, kilang yang memproduksi 10.500-an barrel bahan bakar minyak setiap hari (data 2003), yang mestinya juga memercikkan kemakmuran bagi penduduk sekitarnya.</p>
<p style="text-align:left;">Namun kekayaan Indramayu ternyata belum mampu menyejahterakan warganya. Jika tidak, tak mungkin ada sekitar 1 juta penganggur di daerah itu (data 2006). Tak mungkin pula 90.000 warganya terpaksa mengais-ais rejeki di negeri orang sebagai tenaga kerja Indonesia. Sekitar 75 persen dari jumlah itu adalah para perempuan yang kebanyakan bekerja di sektor domestik. Kata lain untuk jongos.</p>
<p style="text-align:left;">Jika daerah itu sudah memberi peluang memadai bagi warganya untuk menyejahterakan diri, tak mungkin pula ribuan perempuan Indramayu melata-lata di keremangan dunia malam kota besar di berbagai pelosok di Tanah Air, dan itu tidak pernah terpantau jumlah maupun mobilitasnya.</p>
<p style="text-align:left;">Apakah kondisi seperti itu juga yang kemudian merangsang segelintir penduduknya untuk mengakrabi kebiasaan mabuk-mabukan? Belum jelas benar. Yang jelas, kemiskinan memang seringkali dianggap sebagai akar dari sejumlah masalah sosial. Satu di antara masalah itu adalah kebiasaan mabuk-mabukan.</p>
<p style="text-align:left;">Boleh jadi, dengan mabuk &#8211;lantas tertidur&#8211; orang &#8220;melupakan&#8221; sejenak kesulitan hidupnya. Tapi kebiasaan itu juga menyeret dampak buruk lain, yakni tingginya angka kriminalitas. Kalau orang itu minum untuk diri sendiri sampai mabuk sekali pun, dan langsung mendengkur begitu <em>teler</em>, tak jadi soal. Yang repot dalah para peminum tanggung yang gentayangan lalu ngoceh sana-sini dan tindakannya kurang terkontrol sehingga kadang memancing keributan.</p>
<p style="text-align:left;">Bagi sebagian penduduk di suatu daerah miskin di bagian timur Indonesia di mana minuman keras -olahan tradisional- sudah jadi minuman sehari-hari, banyak warga yang memang minum sampai mabuk. Biasanya, mereka membeli minuman setelah barang hasil bumi mereka laku di pasar. Selain digunakan untuk membeli keperluan hidup keluarga, mereka juga menyisihkannya untuk membeli minuman lokal, dan meminumnya sampai mabuk dan tertidur, (<a href="http://yusranpare.wordpress.com/2007/10/21/pendekar-mabuk/">http://yusranpare.wordpress.com/2007/10/21/pendekar-mabuk/</a>).</p>
<p style="text-align:left;">Di kota-kota besar, ada kecenderungan pada sebagian orang jalanan meminum minuman keras semata untuk stimulan. Mereka sengaja mabuk -atau setidaknya tampil seperti sedang mabuk- untuk meningkatkan efek teror terhadap sasaran yang akan dipalak atau diperasnya.</p>
<p style="text-align:left;">Dalam kasus Indramayu, tampaknya para peminum itu bukan semata untuk dirinya sendiri agar sekejap bisa melarikan diri dari ralitas, melainkan sudah sampai pada tahap memburu kepuasan maksimum secara bersama-sama dengan cara cepat, mudah, dan murah, karena memang sebatas itulah yang mereka mampu.</p>
<p style="text-align:left;">Ketidaktahuan dan keterbatasan pemahaman yang mungkin disebabkan kurangnya pendidikan -yang konon karena kemiskinan- di tengah kendornya pengawasan antarsesama warga, telah membuat orang gegabah mencampuradukkan bahan-bahan untuk dikonsumsi, sehingga jadi cairan maut yang menewaskan lebih selusin orang.</p>
<p style="text-align:left;">Ini harus jadi bahan renungan dan pelajaran bagi segenap pihak, sebab ini bukan peristiwa yang bisa dibiarkan berlalu begitu saja. Kejadian seperti ini tak pantas terus terulang, di Indramayu atau di manapun di wilayah tanah air. (*)</p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p> </p>
<p></span></span></span></p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
