<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pantura &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pantura/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pantura"</description>
	<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 05:23:38 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Untuk Ketiga Kalinya, Dimuat Lagi...]]></title>
<link>http://simpanglima.wordpress.com/2009/12/06/untuk-ketiga-kalinya-dimuat-lagi/</link>
<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 09:15:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>isdiyanto</dc:creator>
<guid>http://simpanglima.wordpress.com/2009/12/06/untuk-ketiga-kalinya-dimuat-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Setelah dua tulisan bisa dimuat di Rubrik Blogprint Harian Pagi Suara Merdeka yakni tulisan tentang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://simpanglima.wordpress.com/files/2009/12/blogprint-desember1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-860" title="blogprint desember" src="http://simpanglima.wordpress.com/files/2009/12/blogprint-desember1.jpg" alt="" width="497" height="350" /></a></p>
<p>Setelah dua tulisan bisa dimuat di Rubrik Blogprint Harian Pagi Suara Merdeka yakni tulisan tentang Pantai Blendung Ulujami dimuat pada Rubrik Blogprint Harian Pagi Suara Merdeka <a href="http://simpanglima.wordpress.com/2009/06/26/akhirnya-bisa-nembus-suara-merdeka/">edisi Minggu, 21 Juni 2009</a> dan tulisan tentang Pantai Widuri Pemalang dimuat pada Rubrik Blogprint Harian Pagi Suara Merdeka <a href="http://simpanglima.wordpress.com/2009/09/27/alhamdulillah-dimuat-lagi/">edisi Minggu, 27 September 2009</a>, untuk ketiga kalinya tulisan yang ada di blog <a href="http://simpanglima.wordpress.com/">http://simpanglima.wordpress.com</a> ini yakni tulisan tentang SPBU Muri yang terletak di Kabupaten Tegal berhasil dimuat di Rubrik Blogprint Harian Pagi Suara Merdeka edisi Minggu pada hari ini (6/12).</p>
<p>Tulisan dengan judul <a href="http://simpanglima.wordpress.com/2009/10/29/rehat-sejenak-di-spbu-muri/">Rehat Sejenak di SPBU Muri</a> bermula saat mendapatkan tugas dari kantor ke tiga Kabupaten/ Kota sekaligus yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Perjalanan yang cukup jauh dengan menggunakan sepeda motor memaksa untuk istirahat sejenak, dan SPBU Muri yang terletak di Jalur Pantura menjadi pilihannya untuk sesaat melepas lelah. *</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belanja Batik di Pasar Grosir Setono]]></title>
<link>http://simpanglima.wordpress.com/2009/11/10/belanja-batik-di-pasar-grosir-setono/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 12:20:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>isdiyanto</dc:creator>
<guid>http://simpanglima.wordpress.com/2009/11/10/belanja-batik-di-pasar-grosir-setono/</guid>
<description><![CDATA[Pasca ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia oleh United Nat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-804" title="pasar grosir setono a" src="http://simpanglima.wordpress.com/files/2009/11/pasar-grosir-setono-a.jpg" alt="pasar grosir setono a" width="497" height="372" />Pasca ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia oleh <em>United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization</em> (UNESCO) pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, batik sekarang semakin digemari oleh beragam kalangan. Batik sekarang tak hanya dipakai oleh kalangan tua saja, kawula muda juga tampaknya sudah banyak yang mulai tertarik dan tidak malu-malu lagi memakai pakaian batik.</p>
<p>Beragamnya motif batik yang ada sekarang ini turut menjadi salah satu faktor yang membuat kawula muda tertarik dan tidak malu-malu lagi memakai pakaian batik. Terlebih model pakaian batik yang ada saat ini juga cukup beragam. Untuk mendapatkan pakaian batik dan aneka barang lainnya yang bercorak batik dengan beragam model dan harga yang masih cukup terjangkau di Kota Pekalongan terdapat pasar grosir batik yang cukup terkenal yakni Pasar Grosir Setono.</p>
<p><!--more-baca selengkapnya&#62;--><img class="alignleft size-medium wp-image-807" title="pasar grosir setono b" src="http://simpanglima.wordpress.com/files/2009/11/pasar-grosir-setono-b.jpg?w=300" alt="pasar grosir setono b" width="300" height="224" /><img class="alignleft size-medium wp-image-808" title="pasar grosir setono c" src="http://simpanglima.wordpress.com/files/2009/11/pasar-grosir-setono-c.jpg?w=300" alt="pasar grosir setono c" width="300" height="224" /><img class="alignleft size-medium wp-image-809" title="pasar grosir setono d" src="http://simpanglima.wordpress.com/files/2009/11/pasar-grosir-setono-d.jpg?w=300" alt="pasar grosir setono d" width="300" height="224" />Pasar Grosir Setono terletak di Jalan Raya Pantai Utara (Pantura) Kota Pekalongan tak jauh dari Terminal Bus Kota Pekalongan. Letaknya yang persis di tepi Jalan Raya Pantura membuat setiap pengendara yang melewati Kota Pekalongan dapat dengan mudah mampir di Pasar Grosir Setono. Awal didirikannya Pasar Grosir Setono adalah untuk menampung pengusaha kecil dan menengah untuk memasarkan produksi batik di Kota Pekalongan karena sebelumnya produksi batik yang berada di Kota Pekalongan justru banyak dijual di luar kota. Pasar Grosir Setono menempati bangunan yang dulunya adalah bekas pabrik tekstil yang sudah lama tidak beroperasi.</p>
<p>Ratusan pedagang batik yang terdapat di Pasar Grosir Setono menempati kios-kios, <em>counter </em>dan los yang ada di dalam pasar. Pedagang Pasar Grosir Setono tak hanya menjual pakaian batik namun juga aneka barang-barang kebutuhan lainnya yang bercorak batik seperti sprei, sarung bantal, peci, sandal, tas, dompet dan pernak-pernik lainnya. Banyaknya pedagang yang ada di Pasar Grosir Setono membuat pembeli memiliki banyak pilihan produksi batik.</p>
<p>Fasilitas yang terdapat di Pasar Grosir Setono juga terbilang memadai seperti tersedianya lahan parkir yang cukup luas yang bisa menampung kendaraan roda dua, kendaraan roda empat bahkan bus, mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri), toilet, musholla dan kios-kios yang menawarkan aneka makanan dan minuman. Kios, <em>counter </em>dan los yang menawarkan produksi batik juga tertata cukup apik sehingga memberi rasa nyaman kepada pembeli saat berada di Pasar Grosir Setono.</p>
<p>Pasar Grosir Setono biasanya ramai pada saat terjadi arus mudik maupun balik semasa lebaran setiap tahunnya. Pemudik dari luar kota biasanya menyempatkan diri mampir untuk membeli batik khas Pekalongan. Namun demikian di hari-hari biasa juga tak sedikit pembeli di Pasar Grosir Setono yang berasal dari luar kota terlebih lagi pada akhir pekan. Melihat deretan sepeda motor dan mobil yang parkir di pelataran Pasar Grosir Setono beberapa waktu yang lalu setidaknya ada pembeli yang berasal dari daerah Madura, Banyumas, Cirebon, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Bogor dan Jakarta. *</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JLS Pengimbang Pantura]]></title>
<link>http://tabloidforsas.wordpress.com/2009/11/03/jls-pengimbang-pantura/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 07:46:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>tabloidforsas</dc:creator>
<guid>http://tabloidforsas.wordpress.com/2009/11/03/jls-pengimbang-pantura/</guid>
<description><![CDATA[PEMERINTAH Kabupaten Pacitan juga terus berupaya meningkatkan pembangunan di sektor infrastruktur. S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PEMERINTAH Kabupaten Pacitan juga terus berupaya meningkatkan pembangunan di sektor infrastruktur. S]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[One in a Million?]]></title>
<link>http://alonrider.wordpress.com/2009/10/11/one-in-a-million/</link>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 23:00:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>nadi</dc:creator>
<guid>http://alonrider.wordpress.com/2009/10/11/one-in-a-million/</guid>
<description><![CDATA[Selama perjalanan mudik Lebaran lalu kamera saku digital tak pernah jauh dari genggaman. Salah satu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-924" title="biker_mudik_safety" src="http://alonrider.wordpress.com/files/2009/10/biker_mudik_safety.jpg" alt="biker_mudik_safety" width="450" height="338" /></p>
<p>Selama perjalanan mudik Lebaran lalu kamera saku digital tak pernah jauh dari genggaman. Salah satu tujuan utamanya adalah membidik mudiker bermotor yang safety gearnya OK dan komplit. Namun apa daya, sangat sulit mencari biker dengan riding gear lebih dari cukup dan motor tidak “dimodif” aneh-aneh.  Bak mencari jarum di lautan motor.</p>
<p><!--more-->Nah, selama perjalanan arus balik, di daerah sekitar Cirebon, Minggu (27/9), saya berhasil membidik salah satu biker dengan safety gear OK. Motornya pun tidak ditambahi kayu “knock down” yang banyak dilakukan para pemudik motor.</p>
<p>Dari plat nomernya, sepertinya dia dari klub Yamaha Scorpio Jakarta. Riding gearnya lengkap, dikondisikan untuk perjalanan jauh seperti mudik. Helm full face, jaket biker yang dilengkapi protector, knee protector, sepatu boot (kalau tidak salah sih Tomkins), dan box Givi nangkring di buntut motor. Sayang gerakan kamera saya kalah cepat dengan laju lalu lintas. Hasilnya gambar tidak terlalu jelas.</p>
<p>Tak lama berselang, sebuah Pulsar 200, dengan perlengkapan yang sama seperti penunggang Scorpio itu melintas. Beberapa saat kemudian, sebuah motor bebek – saya lupa memperhatikan mereknya, juga dengan riding gear komplit melaju cepat.  Namun, kedua biker itu tak sempat saya potret karena kondisi lalu lintas yang tidak memungkinkan.</p>
<p>Seingat saya, ketiga rider itu tidak pethakilan, pecicilan di jalan. Mereka cukup santun dalam berkendara. Klop dengan riding gear yang dikenakkannya. Tidak mentang-mentang “berbaju zirah” lalu urakan di jalan.</p>
<p>Menurut saya, penunggang Scorpio, Pulsar,dan bebek itu, hanya sebagian kecil pemudik motor yang faham safety riding. Sementara <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/08/25/035037/1188927/10/jumlah-pemudik-2009-melonjak-tajam">jutaan pemudik motor</a> lainnya abai soal perlengkapan dan keselamatan berkendara.</p>
<p>Merekalah satu diantara sejuta.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Megelli 250R Ikut Mudik]]></title>
<link>http://alonrider.wordpress.com/2009/10/06/megelli-250r-ikut-mudik/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 03:47:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>nadi</dc:creator>
<guid>http://alonrider.wordpress.com/2009/10/06/megelli-250r-ikut-mudik/</guid>
<description><![CDATA[Dalam perjalanan arus balik Solo &#8211; Jakarta, Minggu (27/9) lalu, saya melihat seorang biker men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-887" title="Megelli mudik 2009" src="http://alonrider.wordpress.com/files/2009/10/megelli-mudik-2009.jpg" alt="Megelli mudik 2009" width="450" height="337" /></p>
<p>Dalam perjalanan arus balik Solo &#8211; Jakarta, Minggu (27/9) lalu, saya melihat seorang biker menunggang Megelli 250R berplat nomor B. Lokasinya di sekitar Cirebon &#8211; Indramayu. Saya tidak tahu apakah biker itu dari kawasan tersebut, atau malah lebih jauh lagi: Jawa Tengah atau Jawa Timur. Yang jelas sang biker sedang melaju ke Ibu Kota. Brrrm&#8230;..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mudik Bersama PO Santoso]]></title>
<link>http://pupungduasatu.wordpress.com/2009/10/01/mudik-bersama-po-santoso/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 23:32:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>pupungduasatu</dc:creator>
<guid>http://pupungduasatu.wordpress.com/2009/10/01/mudik-bersama-po-santoso/</guid>
<description><![CDATA[PO Santoso belum lama menjadi andalanku untuk bisa pulang kampung ke Magelang dan kembali ke Jakarta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">PO Santoso belum lama menjadi andalanku untuk bisa pulang kampung ke Magelang dan kembali ke Jakarta, baru sekitar setahun terakhir. Awalnya aku berpikiran buruk terhadap PO Santoso, karena harga tiketnya yang murah (curiga sama pelayanannya), dan bis nya tidak sebagus Safari Dharma Raya atau Rosalia Indah yang sering aku gunakan sebelumnya. Kecepatannya juga tidak bisa mengalahkan kereta api, yang kerap aku jadikan alternative transportasi dalam perjalanan Jakarta-Magelang PP.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Namun akhirnya, setelah pdkt, aku jadi jatuh cintrong sama PO Santoso dengan alasan sebagai berikut:</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">1.<span style="white-space:pre;"> </span>Sebagai komuter yang kerap mudik, tarif tiket PO Santoso cukup murah bila dibandingkan dengan Safari Dharma Raya atau kereta eksekutif</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">2.<span style="white-space:pre;"> </span>Santoso bermarkas di Magelang, jadi origin of interest ku besar hehe</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">3.<span style="white-space:pre;"> </span>Karena bermarkas di Magelang, Santoso selalu lewat Magelang, jadi aku ga perlu repot gonta ganti kendaraan bila dibandingan dengan kereta api, yang tidak lewat Magelang.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">4.<span style="white-space:pre;"> </span>Kos ku yang lama di daerah Mampang, Jaksel. Sangat dekat dengan agen bus Santoso. Jadi cukup memudahkan akses, dan tidak banyak buang waktu.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">5.<span style="white-space:pre;"> </span>Sopirnya ugal2an… tapi tetap hati2. Aku seneng karena bisa cepat sampai tujuan dengan selamat tentunya. Ngeblong abis deh pokoknya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">6.<span style="white-space:pre;"> </span>Ngemeng2 soal sopir, seringkali Santoso tidak pernah mengganti sopir dari Jakarta sampai Magelang. Baru setelah sampai magelang, ganti sopir untuk melanjutkan perjalanan ke Wonosari. Hebat juga nih sopir2 Santoso, agak ngeri sih, tapi tetep percaya haha. Sopir dan keneknya pasti ngobrol dengan bahasa Jawa, jadi aku semakin betah menyerap ilmu2 jalanan dari mereka hehe.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">7.<span style="white-space:pre;"> </span>Sudah kenal banyak teman2 senasib yang sering pulang ke Magelang naek Santoso. Jadi rasanya, satu bus adalah saudara semua. Tidak ada kecurigaan, saling percaya dan kekeluargaan.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">8.<span style="white-space:pre;"> </span>Oya, fasilitas busnya lumayan ok juga. Jarak antar kursi depan dan belakang tidak mepet, ada selimut, bantal n toilet.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Kalau hari biasa, bus ini selalu berangkat dari Mampang jam setengah 5 sore. Herannya selama naik bus ini, saia tidak pernah lewat Cikampek, selalu lewat Sadang untuk menghindari kemacetan di pintu tol Cikampek. Memang kalau lewat Sadang, jalannya agak tidak baik (kalau tidak mau dikatakan parah) hehe. Ya karena sudah terbiasa, aku mending tidur aja hehe. Lalu biasanya istirahat sebentar di sebuah kota di Pantura (entah dimana), lalu melajutkan perjalanan lagi. Biasanya sekitar jam 4 pagi sudah sampai di Magelang. Mantabs dah, sekali lagi.. ngeblong abizzz….</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Pada mudik 2009 ini, pengalaman pertamaku melakukan mudik dari jkt ke kampung. Tentu yang dibayangkan adalah jalanan macet dan riweuh dengan sangat. Saya sudah pesan tiket sejak 20 hari sebelum mudik, Puji Tuhan masih dapat tiket. Tentu dengan harga yang melonjak menjadi lebih dari 2x lipat. Busnya juga selama masa mudik, berangkat dari Mampang jam 7 pagi.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Memang selama perjalanan, tampak arus lalu lintas cukup padat. Ya nothing to loose, saya lebih memilih tidur, daripada memikirkan jalanan yang macet. Mental sudah saya siapkan kalau memang terpaksa perjalanan harus ditempuh puluhan jam. Berbekal music mp3 dari HP, saya pejamkan mata. Namun tidak disangka jam 5 sore sudah sampai Weleri. Ya dalam hitungan perjalanan mudik lebaran, dapat dikatakan relative lancar. Setelah beristirahat sesaat di Temanggung untuk berbuka puasa, bus langsung ngeblong sampe magelang. Sekitar pukul 20.00 saya sudah sampai rumah. Syukur kepada Tuhan, bisa selamat dan relative lancar sampai rumah.</div>
<div id="attachment_67" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><img class="size-medium wp-image-67  " title="Kabin Dalam Seri Executive" src="http://pupungduasatu.wordpress.com/files/2009/10/5256_1172383314007_1360765598_30698452_2392001_n.jpg?w=225" alt="Kabin Dalam Seri Executive" width="180" height="240" /><p class="wp-caption-text">Kabin Dalam Seri Executive</p></div>
<p>PO Santoso belum lama menjadi andalan saya untuk bisa pulang kampung ke Magelang dan kembali ke Jakarta. Mungkin baru sekitar setahun terakhir. Awalnya saya berpikiran buruk terhadap PO Santoso, karena harga tiketnya yang murah (murah = pelayanan meragukan), dan bis nya tidak sebagus Safari Dharma Raya atau Rosalia Indah yang sering saya gunakan sebelumnya. Waktu tempuhnya juga masih kalah dengan kereta api, yang kerap saya jadikan alternative transportasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Namun akhirnya, setelah pdkt, saya jadi jatuh cinta sama PO Santoso dengan alasan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">1.<span style="white-space:pre;"> </span>Sebagai komuter yang kerap mudik, tarif tiket PO Santoso cukup murah bila dibandingkan dengan Safari Dharma Raya atau kereta eksekutif. Untuk executive toilet harga tiketnya 125 rb dari Jakarta, dan 115 rb dari Magelang.</p>
<p style="text-align:justify;">2.<span style="white-space:pre;"> </span>Santoso bermarkas di Magelang, jadi <em>origin of interest</em> saya besar hehe</p>
<p style="text-align:justify;">3.<span style="white-space:pre;"> </span>Karena bermarkas di Magelang, Santoso selalu lewat Magelang, jadi saya tidak perlu repot berganti kendaraan bila dibandingan dengan kereta api, yang tidak lewat Magelang.</p>
<p style="text-align:justify;">4.<span style="white-space:pre;"> </span>Kos saya yang lama di daerah Mampang, Jaksel. Sangat dekat dengan agen bus Santoso di Jalan Tendean. Jadi cukup memudahkan akses, dan tidak banyak buang waktu.</p>
<div id="attachment_68" class="wp-caption alignright" style="width: 190px"><img class="size-medium wp-image-68 " title="Salah Satu Sopir Bus Santoso" src="http://pupungduasatu.wordpress.com/files/2009/10/5256_1172383274006_1360765598_30698451_5272493_n.jpg?w=225" alt="Salah Satu Sopir Bus Santoso" width="180" height="240" /><p class="wp-caption-text">Salah Satu Sopir Bus Santoso</p></div>
<p style="text-align:justify;">5.<span style="white-space:pre;"> </span>Sopirnya ugal2an… tapi tetap hati2. Saya seneng karena bisa cepat sampai tujuan dengan selamat tentunya. Ngeblong abis deh pokoknya. Bagi yang belum tau artinya ngeblong, kurang lebih artinya seperti gas puolll&#8230; ngebut tapi tetap waspada dan penuh perhitungan.</p>
<p style="text-align:justify;">6.<span style="white-space:pre;"> </span>Ngomong-ngomong soal sopir, seringkali Santoso tidak pernah mengganti sopir dari Jakarta sampai Magelang. Baru setelah sampai Magelang, ganti sopir untuk melanjutkan perjalanan ke Wonosari. Hebat juga nih sopir2 Santoso, agak ngeri, tapi tetep percaya haha. Sopir dan keneknya pasti ngobrol dengan bahasa Jawa, jadi saya semakin betah menyerap ilmu jalanan dari mereka hehe.</p>
<p style="text-align:justify;">7.<span style="white-space:pre;"> </span>Sudah kenal banyak teman2 senasib yang sering pulang ke Magelang naek Santoso. Jadi rasanya, satu bus adalah saudara semua. Tidak ada kecurigaan, saling percaya dan kekeluargaan.</p>
<p style="text-align:justify;">8.<span style="white-space:pre;"> </span>Oya, fasilitas busnya lumayan ok juga. Jarak antar kursi depan dan belakang tidak mepet, ada selimut, bantal n toilet.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalau hari biasa, bus ini selalu berangkat dari Mampang jam setengah 5 sore. Herannya selama naik bus ini, saya tidak pernah lewat Cikampek, selalu lewat Sadang untuk menghindari kemacetan di pintu tol Cikampek. Memang kalau lewat Sadang, jalannya agak tidak baik (kalau tidak mau dikatakan parah) hehe. Ya karena sudah terbiasa, aku mending tidur aja hehe. Lalu biasanya istirahat sebentar di sebuah kota di Pantura (entah dimana), lalu melajutkan perjalanan lagi. Biasanya sekitar jam 4 pagi sudah sampai di Magelang. Mantabs dah, sekali lagi.. ngeblong abizzz….</p>
<p style="text-align:justify;">Pada mudik 2009 ini, pengalaman pertamaku melakukan mudik dari jkt ke kampung. Tentu yang dibayangkan adalah jalanan macet dan riweuh dengan sangat. Saya sudah pesan tiket sejak 20 hari sebelum mudik, Puji Tuhan masih dapat tiket. Tentu dengan harga yang melonjak menjadi lebih dari 2x lipat. Busnya juga selama masa mudik, berangkat dari Mampang jam 7 pagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang selama perjalanan, tampak arus lalu lintas cukup padat. Ya <em>nothing to loose</em>, saya lebih memilih tidur, daripada memikirkan jalanan yang macet. Mental sudah saya siapkan kalau memang terpaksa perjalanan harus ditempuh puluhan jam. Berbekal musik mp3 dari HP, saya pejamkan mata. Namun tidak disangka jam 5 sore sudah sampai Weleri. Ya dalam hitungan perjalanan mudik lebaran, dapat dikatakan cukup lancar. Setelah beristirahat sesaat di Temanggung untuk berbuka puasa, bus langsung ngeblong sampe Magelang. Sekitar pukul 20.00 saya sudah sampai rumah. Syukur kepada Tuhan, bisa selamat dan relatif lancar sampai rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Contact agen Santoso di Mampang: (021) 9821 8579</p>
<p style="text-align:justify;">Lokasi Agen ini di sebelah Kantor Pos Tendean, sebelah kiri jalan setelah pom bensin pertamina kalau dari arah Santa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_69" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-69" title="Bus PO Santoso" src="http://pupungduasatu.wordpress.com/files/2009/10/executivetoilet-blogspot-com2.jpg?w=300" alt="Bus PO Santoso" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bus PO Santoso</p></div>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Foto-foto</strong></span>: Facebook Group PO Santoso dan executivetolilet.blogspot.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pulang Kampung Lewat Pantura]]></title>
<link>http://zaynet.wordpress.com/2009/09/29/pulang-kampung-lewat-pantura/</link>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 14:13:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zainudin Idris</dc:creator>
<guid>http://zaynet.wordpress.com/2009/09/29/pulang-kampung-lewat-pantura/</guid>
<description><![CDATA[Saya memang bukan tipe yang seneng pulang kampung pas hari lebaran (terutama H plus 7 dan H min 7). ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saya memang bukan tipe yang seneng pulang kampung pas hari lebaran (terutama H plus 7 dan H min 7). Saya agak sulit menerima kenyataan yang harus berlama-lama dengan kemacetan, boros biaya dan lain-lain alasan. BACA Lengkap?  <!--more--></p>
<p>Bukan berarti saya tidak suka silaturrahim ke keluarga, tetapi saya selalu melakukan silaturrahim keluarga secara rutin terjadwal, sehingga bagi saya silaturrahim persis waktu lebaran tidak &#8220;wajib&#8221; karena minggu pertama Ramadhan pun saya sudah silaturrahim ke kampung (meskipun sudah tak ada lagi kedua orang tua di sana).</p>
<p>Tapi, tahun ini agak berbeda. Keponakan saya &#8220;harus&#8221; menerima lamaran resmi dari seorang pria yang ia sukai di hari ke-5 lebaran. Kakak saya, ayah dari keponakan saya itu, &#8220;memaksa&#8221; saya untuk hadir mendampingi penerimaan lamaran sebagai wakil dari keluarga. Ya, mau tidak mau saya harus pulang kampung juga di H plus 4 lebaran.</p>
<p>Saya pulang ke kampung bersama keluarga lewat Pantura (Pantai Utara)., melewati tol Cikampek, Sukamandi (Subang), Pamanukan (Subang), Sukra dan Patrol (Indramayu), seluruhnya masih di wilayah Jawa Barat. Sewaktu berangkat, karena memang berlawanan dengan arus balik, maka jalanan terasa lengang, sepi kendaraan.</p>
<p>Alhamdulillah, hari Jum&#8217;at 25 September 2009, saya terpaksa menjadi &#8220;orang tua&#8221; yang mewakili penerimaan lamaran atas keponakan saya. Acara berjalan dengan baik hingga kesepakatan menentukan rencana pernikahan nantinya.</p>
<p>Keesokan harinya, Sabtu 26 September 2009, sebelum saya kembali ke Jakarta, saya harus menghadiri pertemuan rutin keluarga besar yang diselenggarakan di kampung halaman setiap sesudah lebaran. Sebelumnya, pertemuan keluarga bertajuk Keluarga Besar Bp. HAJI SA&#8217;ID &#8211; JURIAH. Tetapi kini diperluas karena banyak keluarga lain yang memintanya, menjadi Pertemuan Keluarga Besar  HAJI MAS TABRI. Pertemuan diadakan di Desa BUGEL dengan disponsori oleh keluarga Hajjah JUMENAH, Lohbener. Tak kurang dua ratusan orang hadir di pertemuan itu. Semarak memang, meskipun tidak semuanya saling kenal.</p>
<p>Rampung acara silaturrahim, selepas Shalat Zhuhur, saya dan keluarga kembali ke Jakarta dengan dahi yang siap berkerut melihat jalanan Pantura sudah mulai padat kendaraan meskipun hari Sabtu belum terlalu sore. Lalu lintas arus balik memang padat lancar hingga menuju tol Cikampek-Jakarta.</p>
<p>Alhamdulillah, kami tiba di Jakarta sekitar pukul 23.00 malam. Lebih dari 9 jam kami menempuh perjalanan, padahal biasanya hanya 4 jam. Ya begitulah suasana rutin sepanjang tahun.</p>
<p>Semoga perjalanan ini membawa hikmah dan pelajaran yang bermanfaat, baik nilai silaturrahimnya maupun perjalanan mudiknya. Pelajaran bagi saya dan keluarga saya tentunya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pertanyaan BAYI BIKERS di PANTURA]]></title>
<link>http://dedidwitagama.wordpress.com/2009/09/25/pertanyaan-bayi-bikers-di-pantura/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 06:56:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dedi Dwitagama</dc:creator>
<guid>http://dedidwitagama.wordpress.com/2009/09/25/pertanyaan-bayi-bikers-di-pantura/</guid>
<description><![CDATA[Ayah, ibu, siang terik mentari tepat di atas kepalaku. Sejak pagi hari saya dipangku, ditidurkan dia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ayah, ibu, siang terik mentari tepat di atas kepalaku. Sejak pagi hari saya dipangku, ditidurkan dia]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tragedi Kecelakaan Tragis Mudik Lebaran yang Menewaskan Satu Keluarga]]></title>
<link>http://ruanghati.com/2009/09/25/tragedi-kecelakaan-tragis-mudik-lebaran-yang-menewaskan-satu-keluarga/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 06:02:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ruang Hati</dc:creator>
<guid>http://ruanghati.com/2009/09/25/tragedi-kecelakaan-tragis-mudik-lebaran-yang-menewaskan-satu-keluarga/</guid>
<description><![CDATA[Carry Yang naas dalam kecelakaan menewaskan sekeluarga Musibah kecelakaan di jalan kem bali membawa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Carry Yang naas dalam kecelakaan menewaskan sekeluarga Musibah kecelakaan di jalan kem bali membawa ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[mudik asyiek]]></title>
<link>http://ebetrafael.wordpress.com/2009/09/20/mudik-asyiek/</link>
<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 08:58:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>ebetrafael</dc:creator>
<guid>http://ebetrafael.wordpress.com/2009/09/20/mudik-asyiek/</guid>
<description><![CDATA[muDIK Kali ini blblblblblbllbblbl rame bangett tuuh liatt, gilee benerrrrrr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>muDIK Kali ini blblblblblbllbblbl</p>
<p>rame bangett</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-4" title="Mudik" src="http://ebetrafael.wordpress.com/files/2009/09/mudik.jpg?w=300" alt="Mudik" width="300" height="225" />tuuh liatt, gilee benerrrrrr</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sukses SEMIPro 2009]]></title>
<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/07/22/sukses-semipro-2009/</link>
<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 03:52:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
<guid>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/07/22/sukses-semipro-2009/</guid>
<description><![CDATA[Selesai sudah even wisata SEMIPro 2009, suatu gawe masyarakat Probolinggo dalam mengenalkan obyek da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Selesai sudah even wisata SEMIPro 2009, suatu <em>gawe</em> masyarakat Probolinggo dalam mengenalkan obyek dan daya tarik wisata kotanya ke dunia. Dalam suatu kesempatan, <em>Buchori – Walikota Probolingg</em>o menyampaikan bahwa wisata tidak selalu identik dengan lokasi obyek wisata alam, seperti obyek wisata pantai, laut, danau ataupun pegunungan, akan tetapi masih ada peluang untuk menciptakan obyek wisata buatan. Seperti halnya wisata kuliner, wisata budaya dan even wisata yang dapat memberikan citra tersendiri bagi sebagian daerah yang minim dengan obyek wisata alam.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Kota Probolinggo adalah kota transit yang strategis. Karena dilewati jalur ekonomi – Pantura. Perlu usaha keras agar kondisi yang menguntungkan ini bisa optimal dikelola. Kota Probolinggo sudah semestinya mempersiapkan wilayah dan peran serta masyarakat dalam menciptakan situasi yang yang aman dan kondusif. Salah satu program yang tepat untuk digalakkan adalah Pariwisata. Atas dasar itulah selama se-minggu mulai 12 – 18 Juli 2009 even pariwisata SEMIPro ini digelar.  </p>
<p style="text-align:justify;">SEMIPro merupakan even kunjungan wisata ke kota Probolinggo yang menampilkan produk unggulan khas kota Probolinggo khususnya kesenian, kebudayaan, pameran pariwisata dan lomba-lomba dengan mempersembahkan kreatifitas dan inovasi putra-putra daerah untuk mengembangkan potensi kota Probolinggo.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah menjadi agenda rutin, bahwa SEMIPro akan digelar setiap tahun. Pariwisata sangat mendukung dan sejalan dalam perkembangan kota Probolinggo sebagai kota tujuan investasi yang prospektif, kondusif dan partisipasif..</p>
<p style="text-align:justify;">Meski ada beberapa catatan untuk perbaikan even SEMIPro dimasa yang akan datang, tetapi sisi positif yang terus tumbuh adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam mensukseskan even ini. Antusiasme sangat terlihat, bukan hanya sebagai penonton tetapi ikut serta berperan didalamnya.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hal ini terlihat dari aneka kegiatan yang ada :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 42pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt &#34;">      </span></span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;">KOBUDA<span>  </span>(Kontes Budaya Daun) oleh pelajar sekolah</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 42pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt &#34;">      </span></span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;">PROTEX (Probolinggo Tourism Expo), sebagai ajang promosi bagi dunia usaha</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 42pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt &#34;">      </span></span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;">Expo Flora &#38; Fauna diikuti oleh komunitas bunga</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 42pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font:7pt &#34;">      </span></span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;">Seni Pertunjukan dan Pagelaran Budaya, antara lain Lengger, Jaran Bodhag, Teater, Ludruk + Campur Sari, Kesenian Ojung dan seni Hadrah</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 42pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;">5.   Aneka Lomba, seperti olahraga, drumband dan lomba foto</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Selesai acara bukan selesai semuanya. Sekarang ini saatnya evaluasi dan berhitung. Termasuk partisipan even. Lebih kurangnya menjadi sebuah catatan untuk perbaikan di masa mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sukses SEMIPro 2009, Sukses Probolingo<br />
Kembali, mbah Surip bilang &#8230;. ”i love u full”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perjalanan wisata laut selatan java]]></title>
<link>http://formulaanda.wordpress.com/2009/07/18/wisata-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 00:44:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>imbang permana</dc:creator>
<guid>http://formulaanda.wordpress.com/2009/07/18/wisata-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Pernahkah anda melakukan perjalanan di wilayah selatan jawa? Jalur ini memang sangat baru ,karena ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pernahkah anda melakukan perjalanan di wilayah selatan jawa? Jalur ini memang sangat baru ,karena yang lebih terkenal adalah jalur Pantura.Jalur selatan sangat indah karena selama perjalanan kita bisa melihat pantai sejauh kita memandang dan selama dalam perjalanan.Jalur yang menghubungkan laut selatan jawa ini bisa dimulai dari pantai carita banten hingga banyuwangi jawa timur.</p>
<p>perjalanan bisa dimulai dari Bandung kalau anda berada di bandung,memulai dari pangalengan menuju Cisewu dan masuk ke daerah Ranca Buaya garut selatan.Dari pangalengan anda bisa melihat panorama alam pegunungan dan kebun teh,Sangat menakjubkan pemandangannya.Setelah sampai di prapatan Ranca buaya,anda dan keluarga bisa singgah untuk mengisi perut atau istirahat dengan ditemani pantai indah di ranca buaya.apabila terlalu sore,penginapan dan sarana lain ada di ranca buaya,jangan lupa isi bensin yang penuh dari pangalengan karena selama jalur selatan kita tidak akan menemui pompa bensin selain di pamengpeuk garut.</p>
<p>Keindahan pantai selatan yang ombaknya besar akan membawa kita ke alam yang sangat kita tidak kita percayai,karena indahnya kita akan selalu ingat sama Tuhan yang menciptakannya,sungguh sangat menakjubkan Tuhan menciptakan alam ini,karena manusia tidak ada yang akan sanggup membuat keindahan alam seperti ini yang baru kami lihat baru-baru ini.</p>
<p>Perjalanan bisa langsung menuju Pameungpeuk garut,kota kecil di selatan garut yang asri dan menyegarkan.Cobalah beli beberapa kebutuhan yang diperlukan hingga bahan bakar,karena perjalanan akan jauh lagi menuju cipatujah tasikmalaya.Suguhan pemandangan alan pegunungan dan hamparan pantai akan selalu menemani perjalanan,dan pastinya tidak akan membosankan.Setelah cipatujah perjalanan bisa dilanjutkan ke pantai Pangandaran Ciamis dan anda bisa langsung istirahat untuk merehatkan badan dan kendaraan anda.Semoga bentuk perjalanan ini bisa membantu anda dalam menjalankan wisata dan menjelajah daerah baru di indonesia</p>
<p>Jalur laut selatan sebaiknya oleh pemda 3 provinsi bisa dilirik untuk investasi dan pariwisata daerah,karena peluang pariwisatanya yang sangat menakjubkan di beberapa area,untuk surfing dan kegiatan laut lainnya.<!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<div><a title="Bookmark and Share" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&#38;pub=xa-4a6b022e7dcd8d10" target="_blank"><img style="border:0;" src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" alt="Bookmark and Share" width="125" height="16" /></a></div>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Impulsive Runner : Baluran (part2.withalltheconversation)]]></title>
<link>http://jalankita.wordpress.com/2009/06/13/impulsive-runner-baluran-part2-withalltheconversation/</link>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 22:21:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>agn</dc:creator>
<guid>http://jalankita.wordpress.com/2009/06/13/impulsive-runner-baluran-part2-withalltheconversation/</guid>
<description><![CDATA[Surabaya panas dengan pencakar-pencakar langit barunya. Saya turun di luar terminal Bungurasih dan m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Surabaya panas dengan pencakar-pencakar langit barunya. Saya turun di luar terminal Bungurasih dan m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Impulsive Runner : Baluran (part1.letsgetouttahere!)]]></title>
<link>http://jalankita.wordpress.com/2009/06/12/impulsive-runner-baluran-part1-letsgetouttahere/</link>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 06:35:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>agn</dc:creator>
<guid>http://jalankita.wordpress.com/2009/06/12/impulsive-runner-baluran-part1-letsgetouttahere/</guid>
<description><![CDATA[Jumat malam itu (05/06), ketika menyaksikan Miss Indonesia 2009 dimana pemenangnya adalah kontingen ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jumat malam itu (05/06), ketika menyaksikan Miss Indonesia 2009 dimana pemenangnya adalah kontingen ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Contemporary Dangdut Performance]]></title>
<link>http://artgoshoot.wordpress.com/2009/06/09/contemporary-dangdut-performance/</link>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 13:02:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Argus</dc:creator>
<guid>http://artgoshoot.wordpress.com/2009/06/09/contemporary-dangdut-performance/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-415" title="Contemporary Dangdut_Photo Argus Firmansah" src="http://artgoshoot.wordpress.com/files/2009/06/contemporary-dangdut_photo-argus-firmansah.jpg" alt="Contemporary Dangdut_Photo Argus Firmansah" width="600" height="596" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bis AKAP vs Bis Terbang]]></title>
<link>http://mandoplank.wordpress.com/2009/06/09/bis-akap-vs-bis-terbang/</link>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 03:21:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>mandoplank</dc:creator>
<guid>http://mandoplank.wordpress.com/2009/06/09/bis-akap-vs-bis-terbang/</guid>
<description><![CDATA[Sejak tarif &#8220;bis terbang&#8221; turun satu persatu bis AKAP gulung tikar karena tidak lagi san]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sejak tarif &#8220;bis terbang&#8221; turun satu persatu bis AKAP gulung tikar karena tidak lagi sanggup menghadapi persaingan. Misalnya, tiket bis AKAP Jakarta-Denpasar 360 ribu dengan waktu tempuh lebih dari 24 jam sedangkan ddengan biaya yang sama kita bisa sampai di Denpasar hanya dalam waktu 2 jam dengan bis terbang. Berapa banyak Perusahaan angkutan terutama bis AKAP yang harus menderita kerugian dan akhirnya harus menutup trayeknya karena sepi penumpang. Maskapai bis terbang sekarang berlomba-lomba untuk membuka trayek yang selama dilayane oleh bis. untuk Jakarta-denpasar saja tidak kurang dari 30 kali penerbangan dilayani oleh maskapai domestik setiap harinya. Apakah pemerintah tidak pernah memikirkan nasib orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada angkutan darat terutama bis AKAP? Berapa banyak orang yang kehlangan pekerjaan gara-gara bis AKAP itu bangkrut? Bukan hanya kru bis, tukang kontrol penumpang, pedagang asongan, pelayan rumah makan, bahkan dampak itu juga terasa oleh pengusaha Rumah makan yang tutup gara-gara bis AKAP yang biasanya mampir untuk mengistirahatkan penumpangnya juga tidak beeroperasi? Seharusnya pemerintah lebih memberhatikan situasi ini dengan menyeimbangkan moda transportasi sehingga tidak akan adalagi penganguran yang terus bertambah. Mungkin dengan regulasi yang jelas, batasn yang jelas mengenai prosentasi transportasi darat, laut, dan udara tidak akan ada lagi penganguran yang terus bertambah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menikmati Sunset di Pantai Blendung ]]></title>
<link>http://simpanglima.wordpress.com/2009/06/03/menikmati-sunset-di-pantai-blendung/</link>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 12:51:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>isdiyanto</dc:creator>
<guid>http://simpanglima.wordpress.com/2009/06/03/menikmati-sunset-di-pantai-blendung/</guid>
<description><![CDATA[Obyek wisata Pantai Widuri yang terletak sekitar 3 KM arah utara dari Ibu Kota Kabupaten Pemalang de]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Obyek wisata Pantai Widuri yang terletak sekitar 3 KM arah utara dari Ibu Kota Kabupaten Pemalang dengan segala keindahan alam dan fasilitas pendukung lainnya -sebagai daya tarik- sudah cukup akrab bagi masyarakat Kabupaten Pemalang dan sekitarnya. Namun sejatinya Kabupaten Pemalang tak hanya memiliki obyek wisata Pantai Widuri saja -yang layak dikunjungi untuk sekedar me-<em>refresh</em> pikiran dari rutinitas setiap hari, masih ada obyek wisata pantai lain yang juga tak kalah menariknya seperti obyek wisata Pantai Blendung.</p>
<p>Obyek wisata Pantai Blendung terletak di Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang atau sekitar 26 KM arah timur laut dari Ibu Kota Kabupaten Pemalang. Akses untuk menuju ke obyek wisata Pantai Blendung cukup mudah, dari pertigaan Ambokulon Jalan Raya Pantai Utara (Pantura) ke arah utara dengan mengendarai sepeda motor hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.</p>
<p><!--more-baca selengkapnya&#62;--><img class="alignleft size-medium wp-image-541" title="gapura pantai blendung" src="http://simpanglima.wordpress.com/files/2009/06/gapura-pantai-blendung1.jpg?w=300" alt="gapura pantai blendung" width="300" height="225" />Terlebih setelah pada tahun 2008 kemarin Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang telah melakukan peningkatan sarana dan prasarana pariwisata di obyek wisata Pantai Blendung. Kondisi jalan yang mendekati bibir Pantai Blendung saat ini sudah dibuat cukup mulus -dengan kanan kiri jalan diapit tambak-tambak milik masyarakat sekitar- dan juga dibuat jembatan kecil yang menarik dengan dominasi warna biru muda. Sebagai semacam penanda memasuki kawasan obyek wisata Pantai Blendung terdapat gapura sebagai pintu masuk menuju pantai.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-545" title="pantai blendung" src="http://simpanglima.wordpress.com/files/2009/06/pantai-blendung.jpg?w=300" alt="pantai blendung" width="300" height="225" />Kondisi obyek wisata Pantai Blendung masih cukup alami dan berhawa sejuk karena cukup rindangnya pohon-pohon yang ada di kawasan tersebut sehingga masyarakat menjadi nyaman saat berada di obyek wisata Pantai Blendung. Hamparan pasir di sepanjang tepi Pantai Blendung biasanya menjadi mainan bagi setiap masyarakat yang mengunjunginya. Fasilitas yang saat ini terdapat di obyek wisata Pantai Blendung diantaranya adalah gardu pandang yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan laut luas yang indah dengan lepas dari ketinggian. Warung makan yang menawarkan aneka makanan dan minuman juga siap memanjakan masyarakat yang berkunjung ke obyek wisata Pantai Blendung.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-543" title="sunset pantai blendung" src="http://simpanglima.wordpress.com/files/2009/06/sunset-pantai-blendung.jpg?w=300" alt="sunset pantai blendung" width="300" height="225" />Pantai Blendung yang merupakan muara dari Sungai Pemalang biasanya ramai dikunjungi masyarakat saat sore hari. Keindahan matahari terbenam <em>(sunset)</em> di sebelah barat juga menjadi daya tarik sendiri untuk berlama-lama menghabiskan waktu di obyek wisata Pantai Blendung bersama keluarga, kerabat maupun teman dekat. Di obyek wisata Pantai Blendung terdapat taman bermain untuk anak-anak yang bisa dimanfaatkan untuk memanjakan sang buah hati dan juga terdapat semacam pondok-pondok untuk beristirahat sambil menikmati hembusan angin yang cukup kencang.</p>
<p>Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, Pantai Blendung saat ini tetap mampu menjadi salah satu tempat alternatif bagi masyarakat untuk sedikit melupakan rutinitas sehari-hari. Bukan merupakan hal mustahil kelak pada masa yang akan datang obyek wisata Pantai Blendung mampu menjadi seperti obyek wisata Pantai Widuri -yang sudah melekat di hati masyarakat Kabupaten Pemalang dan sekitarnya- apabila obyek wisata Pantai Blendung dikelola dengan lebih baik lagi dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya. *</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PANTURA]]></title>
<link>http://zaynet.wordpress.com/2009/06/01/pantura/</link>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 15:26:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zainudin Idris</dc:creator>
<guid>http://zaynet.wordpress.com/2009/06/01/pantura/</guid>
<description><![CDATA[Rabu, 19 Mei 2009 yang lalu, saya ke Indramayu menghadiri pernikahan keponakanku. Lewat jalan PANTUR]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rabu, 19 Mei 2009 yang lalu, saya ke Indramayu menghadiri pernikahan keponakanku.<br />
Lewat jalan PANTURA, keluar tol Cikampek saya tidak curiga ketika jalanan mulai tersendat, karena biasanya memang begitu, jalur pantura yang selalu macet dan jalan rusak??.<br />
Tapi, persangkaan saya salah kali ini, karena kemacetan benar-benar STUCK.<br />
Setelah lebih dua jam, kami baru bisa melewati titik kemacetan.<br />
Rupanya, separuh jalan sedang diperbaiki, akhirnya arus lalu lintas dibuat dua arah dalam satu ruas.<br />
Karuan saja, kebiasaan saling serobot terjadi, sehingga arus dari arah timur dan barat saling berhadapan. Sementara, masing-masing sudah membawa &#8220;buntut&#8221; lebih dari 2 kilometer.<br />
Hebatnya lagi, petugas lalu lintas, entah raib ke mana, hehehe&#8230;.<br />
Begitulah PANTURA-ku yang riang&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></title>
<link>http://zulfa4wliya.wordpress.com/2009/05/18/catatan-perjalanan/</link>
<pubDate>Mon, 18 May 2009 03:54:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>zulfa4wliya</dc:creator>
<guid>http://zulfa4wliya.wordpress.com/2009/05/18/catatan-perjalanan/</guid>
<description><![CDATA[Catatan Perjalanan. Beberapa hari yang lalu saya mengadakan lawatan ke Rembang, masih di minggu bula]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Catatan Perjalanan.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu saya mengadakan lawatan ke Rembang, masih di minggu bulan Mei ini. Saya berangkat kurang lebih jam 14.00 sampai di Rembang kurang lebih jam 16.30.</p>
<p><strong>Mulai Perjalanan: menuju Grobogan Purwodadi, jalan bergelombang</strong></p>
<p>Perjalanannyapun lancar, miskipun jalan raya solo purwodadi/grobongan di beberapa titik jalan ibaratnya melewati sungai kering karena jalanan telah lobang dan penuh kubangan bahkan jalanan yang tidak rata dan bergelombang ditambah habis hujan. Untuk menyiasati jalan itu kita sampai di sumber lawang memilih jalan alternatif  jalan yang menuju waduk kedungombo hingga mencapai wilayah Gundih ???. Jalanan menuju kedungombo karena berbukit-bukit untuk kali ini jauh lebih menarik, naik turun, disepanjang jalan tumbuhan dan pohon jati nampak menghijau bahkan dibeberapa bukit sungguh betapa suburnya tanah yang disiram air hujan yang ditumbuhi jagung. Bahkan jalan beraspal yag pecah-pecah menjadi keindahan tersendiri.</p>
<p>Sebenarnya sepanjang perjalanan di kanan kiri jalan terlihat bukit bukit hutan pohon jati yang mulai gundul tetapi sebenarnya bukan gundul hanya karena ditanami ulang pohon yang belum besar sehingga kelihatan gundul.</p>
<p><strong>Melintasi Blora: panen padi, potret lugu masyarakat pedesaan</strong></p>
<p>Selepas purwodadi  grobogan sepanjang jalan menunuju bloro, yang nampak disepanjang jalan adalah persawahan yang sedang menunggu untuk di panen dan yang menarik persawahan ini begitu terhampar luas, sungguh persawahan yang tidak saya temukan sebelumnya untuk wilayah surakarta. Hanya saya saya melihat sepertinya lahan persawahan yang begitu luas meliputi grobogan, blora, cepu, rembang, pati tetapi untuk irigasi yang saya lihat hanya mengandalkan tadah hujan, sehingga kurang produktif. Ini karena saya melihatnya ketika musim penghujan.</p>
<p>Memang terlihat pula bukit-bukit dikejauhan perbukitan yang ditumbuhi pepohonan jati tapi juga habis digunduli dan ditanami pohon baru.</p>
<p>Lebih dari itu, saya melihat perekonomian daerah-daerah ini sangat nampak masih terkesan minim, kesan kesahajaan terpancar sangat kuat, ternak sapi berkeliaran di mana-mana, jalan raya berlalu lalang bus-bus besar, bus pedesaan, mobil pribadi sepeda motor dan sepeda angin mengangkut jerami padi hasil bercampur baur jadi satu.</p>
<p>Kesan kumuh nampak di mana-mana, apalagi daerah ini merupakan daerah dataran yang air tidak langsung bisa mmengalir ke tempat rendah sehingga cenderung menggenang dipekarangan. Bahkan sepintas basih belum banyak kiranya lantai yag diperkeras hanya lantai tanah. Rumah-rumah memang hampir keseluruhan terbuat dari papan kayu (jati) yang sudah berusia sekian puluh tahun terlihat dari kekusaman warna rumah papan tadi. Berbeda dengan yang saya lihat di daerah Solo, rumah papan yang mengkilap karena dicat vernish.</p>
<p>Memasuki ibukota kabupaten mulai terlihat keramain kota, karena disepanjang jalan hampir tidak ditemu pusat-pusat keramaian sehingga sangat sulit untuk menemukan budaya-budaya perkotaan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Rembang dan Sekitarnya: pantai dan desa agraris dalam pelukan Islam tradisonal</strong></p>
<p>Memasuki Rembang mulai terlihat keramain kota yang berbeda dengan kota-kota sebelumnya. Udara di rembang relatif lebih panas karena memang merupakan daerah pesisir pantai utara. Sampai di Rembang kira-kira pukul 7.00 sore. Kita disambut sangat ramah oleh Mbah Mat (KH Fathurahmat dan keluarga). Keluarga yag bersahaja tetapi sangat dihormati oleh bukan hanya masyarakat bawah tapi juga kalangan atas dan birokrat negri ini. Kami menginap semalam di rumah ini. Selepas makan malam dengan menu yang enak yang kalau dirumah sendiri pasti saya makan banyak kalau lagi bertama saya ambil sedikit masalahnya kalau banyak yang susahnya adalah pada pagi harinya. Bukan masalah sungkan atau tidaknya untu makan banyak. Tapi memang saya biasanya saya mengukur danmembatasi porsi makan untuk menjaga berat badan dan keehatan tubuh.</p>
<p>Oh ya selepas makan malam kami dilanjutkan bincang-bincang tentang berbagai hal mulai masalah pesantren, politik, keluarga dan lain-lain. Untuk shalat kami lakukan jamak maghrib dengan isa’ di masjid rumah mbah Mat, pagi harinya setelah shalat shubuh, kami jalan-jalan menuju pantai utara rembang yang hanya berjarak beberapa meter dari kediaman Mbah Mat.</p>
<p>Pantai ini sebelah utara jalan Dendeles jalan yang dibangun secara kerjasama paksa oleh gubernur Dendeles semasa penjajahan Belanda dulu. Jalan ini berada di pinggir pantai sehingga meliwati jalan ini akan menyaksikan pemandagan pantai. Di pantai Rembang yang saya lihat di sebelah timur pantai wisata kartini rembang, tepat dibelakang rumah seseorang saya berdiri dibelakang pelataran belakang ruah tersebut dibuat bercor membentengi rumah tersebut dari ombak pantai, rumah yang cukup megah tetapi di sampingnya rumah-rumah kumuh khas perkampungan nelayan.</p>
<p>Pantai yang saya bayangkan berpasir indah bersih ternyata airnya kotor, tempat membuang sampah dan tidak ada pasirnya karena sudah diuruk untuk perluaan rumah-rumah. Pohon bakaupun sudah tidak ada. Nelayan pantai utara di rembang ini terlihat sangat banyak apalagi pagi hari ini.</p>
<p>Beberapa saat kemudian kami kembali ke rumah mbah Mat, menikmati minum kopi pagi dan teh sembari menggigit pisang goreng, ehm nikmat. Pagi hari ini kami menuju ke daerah sluke, gunem atau tepatnya saya kurang hapal tetapi melewti daerah-daerah tadi. Ingin menemui seseorang yang memiliki yayasan sosial dan pendidikan. Melewati daerah-daerah ini, lagi-lagi sangat khas rumah papan yang kusam tidak teratur pekaranngan yang kumuh, sapi-sapi di mana-mana, budaya masyarakat khas pedesaan. Ada suat daerah yang penuh ditanami pohon kelapa disamping tanaman tebu dan mangga, oh ya konon dan yang saya lihat Rembang ini sangat cocok untuk ditanami pohon mangga.</p>
<p>Tanah rembang juga menyimpan berbagai bahan tambang dari batu kuarsa bahan baku kaca, bahkan 7 dari 11 bahan semen ada di Rembang ini. Termask batu gamping hanya saja mungkin membutuhkan anak-anak bangsa yag cerdas untuk mengolah hasil tambang ini ntuk memberikan kemakmuran warganya. Anak bangsa yang bukan hanya cerdas tetapi juga berbudi luhur dan peduli terhadap nasib miskin bangsa ini di tengah kemakmuran alamnya.</p>
<p>Menjelang jum’at kita pergi shalat jum’at di masjid agung Rembang, jama’ahnya penuh tumpah ruah di luar masjid, sayang saya masih melihat untuk tata tertib shaf belum sepenuhnya melaksanan shaf yang lurus dan rapat.</p>
<p>Melihat ke atas atap rumah di Rembang nampak antena televisi menjulang di atas atap setiap rumah penduduk menyoratkan pemandangan tersendiri, karena hampir tidak ada antena yang dipasang pendek di ats rumah, semua antena dipasang tinggi dengan tiang tiang yang tinggi, menampakkan &#8220;pohon&#8221; antena di atasp rumah</p>
<p><strong>Pulang Kembali: jalan beda, pemandangan beda</strong></p>
<p>Kira-kira jam 14.00 kita pamitan dengan tuan rumah untuk kembali ke pulang dan kita memutuskan lewat Pati Purwodadi Grobogan setelah sebelumnya diberi tahu bahwa jalur ini  sudah bagus jalannya. Untuk lewat jalur ini kita mengikuti jalur pantura hingga juwana menuju pati, untungnya jalur pantura ini sudah banyak yang di beton karena memang rawan rusak kalau di aspal mengingat jalan ini selalu dilewati truk dengan muatan kelewat berat, belum lagi musim penghujuan yang kadang meluberkan temasuk air laut ke jalanan sehingga membuat jalan mudah cepat rusak.</p>
<p>Jalur Pati Grobogan juga penuh jalan bergelombang hanya saja sudah diperbaiki sehingga terasa nyaman dilewati, disepanjang jalan juga terlihat padi yang siap panen miskipun genangan air hujan nampak di berbagai pekarangan, perumahan sepintas lebih tertata dan nampak tidak terlalu kumuh dibanding lewat Grobogan Blora Rembang, memasuki Grobogan, jalanan ini melewaati perbukitan yang mengandung batu kapur dan mungkin juga barang tambang lainnya, karena saya sempat melihat posko demo penolakan pendirian pabrik semen. Di atas bukit malah terlihat pemukiman padat dan pohon-pohon jati yang dikeringkan dalam posisi tegak siap tebang. Begitu trun bukit, jalanan menuju Grobogan terlihat sangat parah rusaknya.</p>
<p>Sebenarnya banyak hal yang dapat dicatat dalam perjalanan ini sayang tidak membawa kamera untuk memotret setiap moment ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LASEM KOTA KENANGAN]]></title>
<link>http://vtrediting.wordpress.com/2009/03/21/lasem-kota-kenangan/</link>
<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 16:57:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>vtrediting</dc:creator>
<guid>http://vtrediting.wordpress.com/2009/03/21/lasem-kota-kenangan/</guid>
<description><![CDATA[Bergaya di depan rumah kuno Lasem. LASEM KOTA ZIARAH SUNAN BONANG. Matahari benar-benar terik membak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_721" class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-721" title="rumah-kuno-lasem-2" src="http://vtrediting.wordpress.com/files/2009/03/rumah-kuno-lasem-2.jpg" alt="Bergaya di depan rumah kuno Lasem." width="400" height="233" /><p class="wp-caption-text">Bergaya di depan rumah kuno Lasem.</p></div>
<p>LASEM KOTA ZIARAH SUNAN BONANG.</p>
<p>Matahari benar-benar terik membakar perjalanan sehat dengan reiki bersama kerabat kerja dalam kendaraan yang dipacu kencang selepas Kota Rembang. Siang tadi pemandangan yang bisa dijumpai selepas Rembang menuju Lasem adalah tambak garam milik penduduk yang terhampar di kanan kiri jalan raya. Dalam cuaca terik matahari menjelang ashar, banyak petani garam sedang bekerja mengairi sawahnya dengan air laut yang merupakan  modal pembuatan garam laut.</p>
<p>Ya kota Lasem tujuan perjalanan kali ini. Kunjungan ini adalah kunjungan yang kedua kalinya. Dua puluh delapan tahun (28) silam, sehat dengan reiki bersama kerabat kerja produksi film melakukan shooting film TVRI dengan mengambil lokasi Rembang dan Lasem di mana keberadaan bangunan kuno khas Pecinan sampai saat ini masih dijumpai dan terawat dengan baik. Karenanya jangan membandingkan Lasem dengan Semarang dalam hal pertumbuhan tata kota ya?</p>
<p><!--more-->Siang tadi kami tiba dan hadir di kota Lasem kembali. Menatap bangunan kuno khas Lasem di Kampung Sumber Girang yang ditemui adalah kesunyian layaknya kita berada di Perkampungan Kuno Tiongkok. Bangunan kuno yang 28 tahun lalu dijadikan lokasi shooting pun masih tertata rapi dan kesan kunonya makin terlihat manakala kita menyusuri gang-gang sempit di kampung ini.</p>
<p>Bangunan kuno bergaya China dengan tembok tinggi melingkari halaman seakan-akan sedang menyapa kehadiran saya yang kedua kalinya di kampung ini. Di dalam bangunan kuno itulah Aktor Farouk Afero, Conni Sutejo, Dody Sukma, Nizar Zulmi, Eddi de Ronde, Ice Cosse, Uci Sanusi dan Fery Fadly yang kemudian terkenal sebagai pemain Sandiwara Radio Saur Sepuh beradu akting. Saat itu seluruh penduduk Kampung Sumber Giang tumpah ruah mendatangi lokasi shooting hanya sekedar minta tanda tangan aktor-aktris pujaannya.</p>
<p>Saya masih ingat pengambilan gambar waktu itu berlangsung selama 25 hari. Kebetulan Sang Pemilik bangunan kuno tempat lokasi shooting dilakukan adalah seorang Saudagar Batik Lasem. Beliau memimpin perusahaan batik dan menjadikan tempat tinggalnya sebagai pabrik batik di mana pekerjanya berkarya di dalam benteng ini. Di samping memproduksi batik di gudang milik saudagar ini juga tersimpan guci-guci kuno Tiongkok yang masih tertata rapi.</p>
<p>Memang kota Lasem merupakan kota tua penuh peninggalan masa lalu. Peninggalan kotanya bukan terkait dengan keberadaan Etnis Cina saja yang sudah bermukim turun temurun di kota ini, melainkan terkait juga dengan keberadaan Sunan Bonang sebagai salah satu Wali Songo penyebar agama Islam di Jawa. Lasem memang unik. Di kota ini kerukunan antara etnis Cina dan Jawa hidup secara berdampingan selama ratusan tahun terus terbina dengan baik. Mereka bahkan pernah bersama-sama berjuang mengusir Penjajah Belanda dari Tanah Jawa.</p>
<p>Keberadaan Lasem sebagai jalur masuknya pendatang Cina dan penyebaran Agama Islam di wilayah ini menjadikan Lasem kaya akan peninggalan religi yang bersejarah. Peninggalan yang terkait dengan religi di Lasem digolongkan menjadi dua kelompok. Pertama agama yang dianut etnis pendatang Cina dan keberadaan Sunan Bonang sebagai salah satu Wali Songo penyebar Agama Islam di daerah pantura ini.</p>
<p>Tatkala berkunjung ke Lasem di bulan Juli tahun 1981 dulu, pernah terbayang dalam ingatan saya ketika ingin menelepon ke Jakarta saja memerlukan waktu tunggu 3 jam mengingat SLJJ nya masih memakai pesawat engkol. Oleh operatornya saluran telepon disambungkan dulu ke operator di Semarang baru disambungkan ke Jakarta. &#8220;Oh pantesan waktu tunggunya lama sekali,&#8221; begitu celetuk rekan-rekan kerja waktu itu tatkala antri ingin menelepon ke kerabat di Jakarta malam hari.</p>
<p>Tapi itu dulu Mas/Mbak? saat itu hanya ada satu tempat telepon umum milik Telkom. Kalau sekarang wartel ada, bahkan warnet juga ada. Bahkan di perempatan dekat Masjid Agung Lasem pengojek sepeda motor, abang becak, bakul pasar terlihat memakai HP sebagai alat komunikasi orang modern. Saat ini HP sudah menjadi kebutuhan setiap orang dari berbagai kalangan sebagai alat komunikasi tanpa kabel.</p>
<p>KELENTENG DAN KOPI.</p>
<p>Keunikan Kota Lasem bukan hanya bangunan Kuno khas Etnis China saja. Di kota ini juga ada Klenteng Bie Yong Gio yang didirikan tahun 1780. Klenteng ini didirikan untuk menghormati pahlawan-pahlawan Kota Lasem  dalam perang melawan VOC pada tahun 1742 dan 1750. Perang ini dipimpin oleh tiga orang pahlawan yaitu Raden Ngabehi Widyaningrat (Oey Ing Kyat) yang merupakan Adipati Lasem (1727-1743) dan menjabat Mayor Lasem (1743-1750).</p>
<p>Sebelumnya Raden Panji Margono seorang Islam Jawa yang menjabat Adipati Lasem 1717-1727. Yang terakhir adalah Tan Kee Wie seorang Pendekar Kungfu dan pengusaha Lasem. Perlawanan tersebut berhasil dipatahkan Kompeni atas bantuan pasukan dari Madura. Penghormatan pahlawan Islam-Jawa menunjukkan kerukunan antar Jawa-Cina sekaligus menunjukkan toleransi antar umat beragama yang cukup baik.</p>
<p>Setelah melakukan napak tilas mengunjungi kelenteng ini kita bisa istirahat sejenak menikmati kopi khas Lasem yang disebut <strong>kopi lelet.</strong> Disebut kopi lelet karena endapan air kopi digunakan untuk membatik (nglelet) di batang rokok. Alat untuk membatik bukan dari canting tetapi batang korek yang ujungnya runcing. Caranya minuman kopi dituangkan di piring alas cangkir. Lalu airnya diminum menyisakan endapan kopi.</p>
<p>Agar endapan lebih kering digunakan digunakan kertas tissue untuk menyerap air. Endapan kopi kemudian dicampur dengan susu kental manis agar lengket  baru digunakan untuk ngleleti batang rokok. Keberadaan kopi  lelet di Lasem menunjukkan kuatnya budaya membatik penduduk Lasem yang tidak dimiliki penduduk lain. Apa dan bagaimana batik Lasem dibuat, Insya allah akan ditulis di postingan berikutnya.</p>
<p>Sehat dengan reiki menulis dari Lasem untuk Vtr Editing.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MELIHAT PRODUKSI BATIK PEKALONGAN]]></title>
<link>http://vtrediting.wordpress.com/2009/03/19/melihat-produksi-batik-pekalongan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 14:46:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>vtrediting</dc:creator>
<guid>http://vtrediting.wordpress.com/2009/03/19/melihat-produksi-batik-pekalongan/</guid>
<description><![CDATA[Motip klasik China warna coklat soga. Pekalongan dikenal sebagai kota batik karena produksi batiknya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_705" class="wp-caption alignright" style="width: 96px"><img class="size-full wp-image-705" title="batik-pekalongan-31" src="http://vtrediting.wordpress.com/files/2009/03/batik-pekalongan-31.jpeg" alt="Motip klasik China warna coklat soga." width="86" height="124" /><p class="wp-caption-text">Motip klasik China warna coklat soga.</p></div>
<p>Pekalongan dikenal sebagai kota batik karena produksi batiknya yang indah dan dinamis. Selain itu Pekalongan tepatnya kabupaten Pekalongan lebih dikenal sebagai kota santri, karena kebudayaan kota Pekalongan yang sangat kental nuansa Islaminya.</p>
<p>Kamis pagi tadi bersama tim liputan progama 1 nasional sehat dengan reiki sudah tiba di Pekalongan. Kunjungan singkat di kota batik Pekalongan untuk melihat perajin batik Pekalongan memproduksi sekaligus memasarkan batik Pekalongan.<br />
Sentra industri Batik Pekalongan berada di daerah Buaran, tepatnya di Desa Simbang Kulon. Meskipun dunia sedang dilanda krisis ekonomi global para perajin batik Pekalongan terus berkarya.</p>
<p><!--more-->Mereka terus berkarya mengingat tingginya jumlah penggemar Batik Pekalongan yang senyatanya tetap digemari oleh konsumen batik dari Jawa Tengah, Luar Jawa dan Mancanegara&#8230;sungguh menarik menyaksikan corak Batik Pekalongan ini. Sekalipun siang tadi udara cukup panas mengingat Pekalongan berada di daerah Pantura, para pekerja tetap bersemangat menyelesaikan proses produksi batik.</p>
<p>Batik Pekalongan yang mempunyai corak unik berupa perpaduan antara batik klasik dengan corak kontemporer, perwarnaan yang cerah namun harmonis tetap mempunyai penggemar sendiri. Batik Pekalongan termasuk batik pesisir yang kaya akan warna. Sebagai batik pesisir ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan batik pesisir lainnya misalnya batik Lasem, batik Pekalongan sangat dipengaruhi oleh pendatang keturunan China dan Belanda. Di sini motip batik Pekalongan sangat bebas, menarik meskipun motifnya terkadang sama dengan batik Solo atau Jogja. Motif ini juga sering dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif. Dalam sehelai batik Pekalongan dijumpai 8 warna yang berani dengan kombinasi yang dinamis. Motif batik Pekalongan yang paling populer ialah motif batik Jamprang.</p>
<p>Pemasaran batik Pekalongan mencapai Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Makasar hingga Minahasa. Biasanya pedagang batik daerah seberang ini memesan ke perajin batik Pekalongan agar dibuatkan motif batik sesuai dengan selera dan adat daerah masing-masing.</p>
<p>Keistimewaan batik Pekalongan adalah pembatiknya selalu mengikuti perkembangan jaman. Saat penjajahan Jepang dahulu lahir batik Jawa disebut Batik Hokokai. Batik Hokokai adalah batik dengan motif dan warna mirip Kimono Jepang. Batik Jawa Hokokai disebut juga batik pagi dan sore. Di tahun enam puluhan juga diciptakan batik Tritura. Motif yang terkenal saat ini adalah motif Tzunami. Memang orang Pekalongan sangat kaya akan ide dan kreasi seni batik.</p>
<p>Menurut brosur Ungkapan Spesial Batik, Its Mystery and Meaning yang ada di sentra perajin Batik Pekalongan disebutkan bahwa setiap turis domestik atau asing yang berkunjung ke sentra Batik Pekalongan selalu dibawa ke Museum Batik Pekalongan yang berada di Gedung Bekas Balai Kota Pekalongan. Di gedung ini setiap pengunjung dapat melihat berbagai jenis batik dari waktu ke waktu.</p>
<p>Kita dapat melihat perkembangan batik dari jaman Belanda, Jepang saat Perang Dunia II dengan motif batik Hokokai, batik Sumatera dengan pengaruh budaya Islam dengan motif kaligrafi tulisan Arab. Koleksi museum ini cukup lengkap. Di sini pengunjung dapat melihat koleksi batik antik berusia 100 tahun lebih. Ada juga Kebaya Encim yang dipakai wanita Tionghoa di Indonesia saat itu.</p>
<p>Gedung Museum Batik Pekalongan ini memanfaatkan gedung bekas Balaikota Pekalongan. Lokasinya sangat mudah dijangkau oleh angkutan kota terletak di daerah Bundaran Jatayu dekat Jalan Diponegoro Pekalongan. Di daerah ini merupakan simbol kerukunan umat beragama Pekalongan yang terbina sangat baik.</p>
<p>Di samping Museum Batik Pekalongan berdiri Masjid dengan latar belakang Gereja Khatolik Pekalongan. Di sekitar museum juga berdiri Gereja Protestan dan tempat ibadah penganut Tri Dharma. Begitu juga dengan motif batik Pekalongan sendiri banyak dipengaruhi gabungan atau pembauran unsur Lokal, Arab, China dan Belanda.</p>
<p>Sungguh warisan budaya lewat seni batik yang tak ternilai harganya. Karenanya marilah kita lestarikan dan berdayakan Batik Pekalongan agar juga sejajar dengan Batik Jogja, Solo, Cirebon dan Lasem. Saat ini di kantor sehat dengan reiki pun setiap hari Jumat setiap karyawan wajib memakai batik buatan anak negeri sendiri termasuk di sini batik Pekalongan.</p>
<p>Oh&#8230;ya sambil bermalam di kota batik Pekalongan malam ini cuaca Pekalongan cukup cerah, udara sangat gerah sekali, maklum Pekalongan sudah memasuki musim kemarau dan daerahnya terletak di Pantura. Yang paling enak malam ini adalah menyantap Sate Ayam sekaligus mencicipi masakan khas Pekalongan Nasi Megono dan ditemani secangkir wedang ronde.</p>
<p>Dari Pekalongan sehat dengan reiki menulis untuk Vtr Editing dan tulisan ini dipersembahkan khusus untuk <a href="http://anied.tehobenk.com/">Jeng Ani Batam sahabatku</a>.</p>
<div id="attachment_701" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-701" title="kemeja-batik-pekalongan1" src="http://vtrediting.wordpress.com/files/2009/03/kemeja-batik-pekalongan1.jpg" alt="Seragam dinas motip batik Hari Jumat." width="250" height="188" /><p class="wp-caption-text">Seragam dinas motip batik Hari Jumat.</p></div>
<div id="attachment_702" class="wp-caption alignright" style="width: 108px"><img class="size-full wp-image-702" title="gambar-batik-1" src="http://vtrediting.wordpress.com/files/2009/03/gambar-batik-1.jpeg" alt="Motip daun unsur coklat dan kuning." width="98" height="120" /><p class="wp-caption-text">Motip daun unsur coklat dan kuning.Motip daun dan tangkai warna soga.</p></div>
</dd>
</dl>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa kita perlu mendadak dangdut?]]></title>
<link>http://rbp234.wordpress.com/2009/03/09/mengapa-kita-perlu-mendadak-dangdut/</link>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 14:11:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riawan Paramarta</dc:creator>
<guid>http://rbp234.wordpress.com/2009/03/09/mengapa-kita-perlu-mendadak-dangdut/</guid>
<description><![CDATA[Mendengar mendadak dangdut tentunya membawa ingatan kita pada sebuah film nasional karya sutradara R]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>Mendengar mendadak dangdut tentunya membawa ingatan kita pada sebuah film nasional karya sutradara Rudi Soedjarwo. Kisah Petris yang diperankan oleh Titi Kamal, yaitu seorang penyanyi rock alternatif yang digambarkan sedang naik daun. Dengan usia muda, masih single dan menyandang ketenaran skala nasional membuat Petris merasa dirinya sangat hebat dan memandang remeh segala sesuatu. Pada suatu hari, Petris bersama kakaknya yang sekaligus manajernya yaitu Yulia yang diperankan oleh Kinaryosih, secara tidak sengaja terlibat persoalan berat dan rumit yang membuat mereka berdua harus melarikan diri dari kejaran petugas keamanan.</div>
<p>Semua gebyar kenikmatan kehidupan artis yang sedang menanjakpun tiba-tiba harus mereka tinggalkan. Lari, meninggalkan mobil sedan mewah dan tersaruk-saruk di sebuah perkampungan kumuh ibu kota. Hanya dengan sebuah keberuntungan, Petris menjadi penyanyi dangdut dadakan pada organ tunggal &#8217;senandung citayam&#8217; yang menjadi penolong keadaan bagi keduanya. Setelahnya, hidup menjadi tidak mudah bagi keduanya. Petris pun harus berganti nama menjadi Iis Maduma selama penyamarannya.</p>
<p>Dengan bermodal lagu Jablai yang berlirik seronok, Petris alias Iis Maduma meraih kembali ketenaran sebagai penyanyi dangdut kelas kampung. Selain itu, Iis Maduma juga menyanyikan lagu tentang nasib malang seorang babu. Yang menarik, lagu tentang babu ini muncul lagi dengan aransemen dan irama berbeda dalam filmnya Rudi Soedjarwo yang lain, yaitu Mengejar Mas Mas, yang dibuat dengan latar belakang kehidupan perkampungan di Jogja.</p>
<p>Hal ini menjadi fenomena yang menarik. Film-film tersebut menampilkan romantika kehidupan manusia kelas &#8216;atas&#8217; yang terjatuh ke dalam situasi kehidupan masyarakat jelata di perkampungan. Ternyata meraih sukses di bioskop kota-kota besar di Indonesia. Seperti di teater 21, XXI dan juga Blitz Megaplex yang ramai dipadati para penonton kelas &#8216;gedongan&#8217;. Baik mereka yang benar asli &#8216;gedongan&#8217; maupun mereka yang minimal ingin terlihat bergaya hidup &#8216;gedongan&#8217; juga.</p>
<p>Dilihat dari segi marketing, segmen pasar utama yang menjadi sasaran film-film tersebut adalah mereka yang akrab dengan gaya hidup kelas menengah ke atas di kota-kota besar. Suasana perkampungan tentu saja sangat berbeda dengan kehidupan sehari-hari mereka. Bagi mereka yang seringkali hidupnya hanya beredar dari mall ke mall dan dari cafe ke cafe tentunya kampung akan terlihat eksotik. Karena sering muncul dalam berita di media cetak dan elektronik. Misalnya dalam berita tentang kebakaran di kawasan kumuh dan padat, tawuran antar kampung atau pada saat pembagian raskin yang sering diwarnai suasana berebutan.</p>
<p>Kembali ke nasib Petris dalam mendadak dangdut yang jatuh tersangkut halangan dan rintangan. Dalam kehidupan yang sebenarnya pun nasib seseorang pun adakalanya mengalami hal yang sama. Dalam perjalanan memperbaiki nasib yang dirintis dengan susah payah, bisa saja mengalami kejatuhan. Baik yang oleh penyebab internal seperti kesalahan dalam mengambil keputusan, kemalasan dan kebodohan diri sendiri. Bisa juga disebabkan oleh pengaruh eksternal yang berasal dari jegalan orang akibat rasa iri hati dan dengki manusia lainnya atau tertimpa musibah seperti sakit, kecelakaan, apes dan nasib buruk lainnya yang tidak bisa dihindari. Apapun penyebabnya, kadang manusia terpaksa harus rela menerima dirinya seperti Petris. Mendadak dangdut di kelas kampung meskipun sebenarnya kapasitasnya di rock alternatif pada pentas nasional.</p>
<p>Lagu Jablai pun juga begitu. Liriknya menggambarkan ketidak beruntungan yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal. Balutan nafas irama dangdut juga memperkuat pesan yang ingin disampaikan lewat lagu ini. Urat rasa pesannya hampir seirama dengan tulisan-tulisan di belakang bak truk-truk yang tiap hari mondar-mandir di jalur pantura. Mabok bae, cintaku berat di bensin, pulang dimarahin nggak pulang dicariin. Ungkapan rasa frustrasi dan jeritan hati dari kaum yang sehari-hari hidupnya sering kepepet dan kadang tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekalipun.</p>
<p>Dangdut memang seringkali menjadi sarana budaya untuk menyampaikan ekspresi dan katup pelepas stres masyarakat. Dengan menikmati alunan yang konon berasal dari irama melayu yang dipengaruhi musik India ini, paling tidak hati dan badan bisa bergoyang. Lebih canggih dari telekomunikasi 3G karena dangdut ternyata sudah mencapai taraf 4G. Goyang, Goyang, Goyang, Goyang. Pokoknya goyang terus. Kalau perlu sampai pagi. Sampai hilang rasa kesal di hati. Makanya tidak heran kalau di banyak kota di Indonesia, radio dangdut selalu paling banyak umat pendengarnya.</p>
<p>Apalagi dalam masa kampanye menjelang pemilu seperti sekarang ini. Sebagian kaum politisipun rela bahkan senang mendadak dangdut demi mendulang simpati dan suara rakyat pemilihnya hingga sampai ke kursi jabatan publik yang di idam-idamkannya. Tapi yang mencengangkan adalah adanya seniman asal kota gudeg bernama Butet Kartaredjasa yang berhasil menjadikan dirinya sebagai presiden guyonan. Tentu saja tanpa melalui proses pemilu. Apalagi pakai kampanye dangdut segala. Namun hal ini ternyata sah-sah saja menurut kaidah guyon pelesetan ala Jogjakarta yang diyakininya.</p>
<p>Lantas bagaimana nasib Petris selanjutnya? Setelah mengalami keterpurukan dan masa-masa terjerembab yang tidak menentu, nasib Petris mengalami happy ending di akhir cerita. Para penonton filmnya pun lega dan menjadi terhibur karenanya. Sungguh, ungkapan dangdut is the music of my country ternyata memang benar adanya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Banjiiirr .... Hwe.... ]]></title>
<link>http://catsmania.wordpress.com/2009/02/11/banjiiirr-hwe/</link>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 03:07:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>kenshin5150</dc:creator>
<guid>http://catsmania.wordpress.com/2009/02/11/banjiiirr-hwe/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malam Pergantian Tahun di Pantura]]></title>
<link>http://nawkab.wordpress.com/2009/01/02/malam-pergantian-tahun-di-pantura/</link>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 15:10:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>sddq</dc:creator>
<guid>http://nawkab.wordpress.com/2009/01/02/malam-pergantian-tahun-di-pantura/</guid>
<description><![CDATA[beberapa hari menjelang tahun baru, gw dapat kabar sakitnya nenek. keluarga tertua yang tinggal satu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>beberapa hari menjelang tahun baru, gw dapat kabar sakitnya nenek. keluarga tertua yang tinggal satu-satunya. gw pun ngajak nyokap jenguk beliau mumpung lagi libur. tadinya nyokap ngga terlalu setuju, mengingat biaya transportasi yang mahal. tiba-tiba abang gw mengusulkan hal yang sama. nyokap masih keberatan karena bokap ngga ada respon, mengijinkan atau tidak. gw bilang ke nyokap, kalo beliau ngga ikut, gw akan pergi berdua abang gw pake mobil, gantian nyetirnya. singkat cerita, akhirnya bokap nyokap mau ikut juga. jadilah kami sekeluarga bermalam tahun baru di jalan raya pantura jawa.<br />
kami berangkat jam 8 malem. keberangkatan ini terkesan mendadak, benar-benar tanpa persiapan. suasana tahun baru yang diperkirakan bakalan rame tidak terbukti. cuaca relatif berawan. jalanan cenderung sepi (mungkin karena jalur yang dilewati merupakan jalur luar kota). sayangnya jalan yang sepi itu tidak disertai dukungan dari kondisi jalan. pantura dari Indramayu sampe Jenu banyak berlubang. paling parah di daerah Pati sampe Rembang. banyak jalan yang rusak dan bergelombang.<br />
sampe di Jenu, abang gw memutuskan untuk berubah rute karena menghindari jalan yang rusak serta macet di Porong. kami beralih dari rute utara ke rute tengah via Bojonegoro, Babat, Jombang, Kandangan, Batu.<br />
dari Kandangan sampe masuk Malang macet parah. ternyata sumber kemacetannya berasal dari bubarannya orang2 yang mengisi waktu liburan di tempat2 wisata sepanjang Batu sampe Malang. perkiraan awal, perjalanan ini akan menempuh waktu sekitar 18 jam meleset. total waktu yang dibutuhkan adalah 22 jam persis.<br />
oia, di daerah antara Jawa Tengah sampe Jawa Timur terjadi kelangkaan BBM. beberapa SPBU Pertamina tutup kehabisan BBM. gw juga mencatat kejadian beberapa kali ada orang yang beli bensin pake jerigen, padahal jelas2 ada larangan pembelian (pengisian) BBM menggunkan drum/jerigen. salah satunya bahkan di SPBU Pertamina berlabel Pasti Pas berikut ini.</p>

</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
