<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pd-i &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pd-i/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pd-i"</description>
	<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 15:43:17 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[BLITZKRIEG - PERANG KILAT ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/03/blitzkrieg-perang-kilat/</link>
<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:56:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/03/blitzkrieg-perang-kilat/</guid>
<description><![CDATA[Tanggal 1 September 1939 pukul 04.45 pagi, tembakan salvo kapal latih Jerman bernama Schleswig-Holst]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2384" title="blitzkrieg di atas polandia" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/blitzkrieg-di-atas-polandia.jpg?w=150" alt="blitzkrieg di atas polandia" width="150" height="137" />Tanggal 1 September 1939 pukul 04.45 pagi, tembakan salvo kapal latih Jerman bernama Schleswig-Holstein yang ditujukan pada sebuah markas garnisun Polandia di Semenanjung Westerplatte mengawali pecahnya Perang Dunia (PD) II.</p>
<p>Inilah puncak petualangan agresi Adolf Hitler setelah ia merobek Perjanjian Versailles tahun 1935, menganeksasi Austria pada Maret 1938 dan dalam bulan September masih pada tahun yang sama ; tentara Jerman menduduki Sudetenland serta sebagian wilayah Cekoslowakia. Dan Maret 1939, Jerman menyerbu seluruh wilayah Cekoslowakia &#8211; sebuah pengingkaran terhadap Perjanjian Muenchen dengan pihak Inggris-Prancis.</p>
<p>Polandia dilibas Jerman dengan kekuatan 44 divisi, sementara Polandia memiliki 40 divisi ditambah 10 brigade pasukan berkuda yang terdiri dari 1,75 juta tentara, 935 pesawat terbang dan 500 tank yang kebanyakan usang. Gerakan ofensif Jerman mengandalkan kecepatan yang dibuka dengan kekuatan udaranya, lalu diikuti dengan penetrasi korps lapis bajanya yang dibidani oleh Jenderal Heinz Guderian.</p>
<p>Ketika rencana ini dicetuskan Hitler ; reaksi Kepala Staff Umum Jenderal Franz Halder hanya setengah hati, dingin dan jauh dari antusias. Masalahnya Halder teringat mantan Kepala Staff Umum Jenderal Ludwig Beck yang digantikannya beberapa bulan sebelumnya, yang justru mengundurkan diri gara-gara protes terhadap agresi Jerman ke Cekoslowakia. Kini tiba giliran dirinya menghadapi situasi yang sama.</p>
<p><!--more-->Sayangnya selera agresi Hitler lebih terakomodasi oleh lemahnya sikap Perdana Menteri Inggris Neville Chamberlain dan Edouard Daladier Perdana Menteri Prancis dalam Perjanjian Muenchen. Dan kini Halder bersama Marsekal Walter von Brauchitsch, pucuk pimpinan angkatan bersenjata Jerman, mati-matian berusaha mengangkat isu reaksi Uni Soviet karena serbuan ke Polandia tentu akan memancing reaksi keras Josef Stalin. Adalah lebih baik Hitler mengurungkan niatnya ini. Tapi Hitler dengan enteng menepis hal itu dan malah mengkuliahi mereka berdua tanpa henti tentang konsep Kerajaan Ketiga (Third Reich) yang memerlukan lahan wilayah kekuasaan yang lebih luas sebagai ruang hidup, ketimbang tanah Jerman yang telah tersedia, buat menopang masa 1.000 tahun ke depan. Seperti biasa Hitler pun panjang lebar ‘pidato’ dan tanpa ada yang bisa menghentikannya. Hasilnya ? Seperti sudah-sudah, agresi Hitler tetap dilaksanakan.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2385" title="German_invasion.-" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/german_invasion.jpg?w=150" alt="German_invasion.-" width="150" height="124" />Yaitu dengan diterapkannya strategi jepitan ganda yang mematikan terhadap Polandia. Sayap kirinya, Grup Tentara Utara dipimpin oleh Marsekal Feodor von Bock dengan 630.000 personil dan sayap kanan Grup Tentara Selatan dipimpin Kolonel-Jenderal Gerd von Rundstedt dengan 886.000 personil ; kedua kekuatan dahsyat yang didukung dengan 2.000 pesawat tempur dan 1.700 tank menyerbu untuk menjepit Polandia. Dalam gerakan ini pusat kekuatan Polandia di Posen sengaja oleh Jerman diabaikan agar terputus logistiknya ; sehingga tidak akan mampu bergerak untuk mempertahankan Warsawa. Sementara Warsawa sendiri dijepit lagi dari arah utara oleh Tentara Ke-4 Pommerania dan Tentara Ke-3 Prusia Timur di bawah pimpinan Jenderal Walther von Reichenau.</p>
<p>Di lain pihak Korps lapis baja Guderian terus menerobos memasuki Polandia. Setelah dua minggu, ia sudah tiba di benteng Bret Litowsk. Dan tiga hari kemudian, 17 September 1939, ia sudah bertemu dengan pasukan tank Jerman yang bergerak dari arah selatan di bawah von Rundstedt di Woldowa, di tepi Sungai Bug. Kini kekuatan Polandia terpotong-potong tanpa daya dan hanya menunggu waktu. Strategi Nazi Jerman ini dikemudian hari diistilahkan sebagai Blitzkrieg, Perang Kilat ; yang juga kembali diterapkan oleh Hitler untuk menyerbu Eropa Barat, Mei 1940.</p>
<p>Ketika perlawanan Polandia kian dijinakan. Halder dan Brauchitsch sepaham untuk membiarkan Warsawa yang telah terisolasi untuk menyerah dengan sendirinya, mereka memastikan  hal itu akan segera terjadi oleh sebab minimnya logistik yang artinya kelaparan masif terjadi pada penduduk Warsawa. Tapi Hitler ikut campur tangan dengan memerintahkan agar ibukota Polandia yang tak berdaya ini diluluh-lantakan oleh bom. Kedua petinggi militer ini protes keras. Sebab hal itu sungguh suatu hal yang biadab dan tak ada manfaatnya sama sekali dari segi pandang tradisi militer dan kemanusiaan.</p>
<p>Tapi Hitler punya tujuan lain. Ia tidak ingin Warsawa jatuh utuh ke tangan Soviet. Masalahnya kini Stalin pun ikutan menyerbu Polandia dari arah timur pada tanggal 17 September. Ibaratnya membiarkan Jerman kerja keras, Stalin tinggal menanngguk hasil. Bagi Hitler lebih baik Warsawa dihancurkan hingga tidak memiliki nilai ekonomis buat Soviet. Di kemudian hari Halder mengatakan bahwa ia dan Brauchistch begitu marah sebab telah dibohongi Hitler dan Menteri Luar Negeri Joachim von Ribbentrop, yang notabene orang sipil dan para petualang politik ketimbang diri mereka berdua hasil didikan militer tradisional Jerman yang penuh disiplin. Karena ia dan Brauchitsch baru tahu saat di medan tempur Polandia bahwa antara Jerman dan Soviet ada Pakta Molotov-Ribbentrop, pakta non-agresi, tidak saling menyerang yang ditandatangani pada tanggal 23 Agustus 1939 di Moskwa.</p>
<p>Polandia kendati kemudian kalah dengan menyerahnya garnisun terakhir dengan 17.000 personilnya di kota Kock tanggal 6 Oktober, tetap perlawanan yang amat heroik diberikan Polandia selama hampir satu bulan lebih dan bahkan menimbulkan kekaguman para petinggi Wehrmacht, seperti Guderian dan Halder sendiri. Kegigihan Polandia memang mengesankan soalnya pada tahun berikutnya Prancis, Belgia dan Belanda  memperoleh giliran dilibas Jerman hanya mampu bertahan dalam hitungan hari. Berbeda dengan Polandia yang harus menghadapi dua raksasa saat itu, Nazi Jerman dan Uni Soviet.</p>
<p>Sementara yang tidak kita ketahui sebenarnya Hitler sempat panik, ketika Inggris menyatakan perang pada tanggal 3 September dan beberapa jam kemudian diikuti oleh Prancis. Ia tidak menduga bahwa setelah sekian kali kedua negara itu bungkam seribu bahasa terhadap ulah agresi sebelumnya, kali ini buat Polandia urusannya sungguh berbeda. Kedua negara itu serentak menyatakan perang terhadap Nazi Jerman. “ Apa yang harus kita perbuat ? “ tanya Hitler berkali-kali kepada Ribbentrop dengan nada panik.</p>
<p>Saat itu dalam ruang tunggu istana kekanseliran Berlin, Marsekal Hermann Goering menukas kepada seorang jenderal yang menunggu giliran sebab dipanggil Hitler : Kalau kita kalah perang ini, oh Tuhan kami !  Menteri Propaganda Dr Joseph Goebbels yang kebetulan berada di ruangan yang sama hanya terdiam membisu.</p>
<p>Di lain pihak rakyat Jerman sendiri amat tidak antusias menyambut timbulnya perang dunia baru ini, berbeda ketika Perang Dunia I meletus pada tahun 1914, saat itu publik bersorak-sorai melambaikan tangannya ke arah barisan demi barisan tentara yang bergerak maju ke front tempur. Kini keadaan berbeda, rakyat Jerman dicekam rasa takut sekaligus ngeri sebab bayangan PD I masih belum hilang tuntas.</p>
<p>Tampaknya kini semua orang di lingkar dalam Hitler teringat pidato protes Fritz Thyssen, industrialis alat berat Jerman ; yang nekad tampil sendirian di gedung Reichstag. Ia tercatat sebagai satu-satunya anggota Reichstag yang terang-terangan memprotes agresi Hitler. Dengan lantang ia meramalkan penyerbuan ke Polandia akan melahirkan perang dunia baru di Eropa. Untuk itu menurutnya, mesin perang Jerman tidaklah akan cukup untuk memenangkan peperangan yang akan terjadi. Dan Hitler adalah orang yang menyulut peperangan itu.</p>
<p>Prediksi Thyssen terbukti benar &#8211; tanggal 8 Mei 1945, hampir selama enam tahun, untuk kedua kalinya sejak PD I, Jerman harus mengaku kalah terhadap Sekutu.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Blitzkrieg &#8211; Robert Wernick<br />
Perang Eropa Jilid 1 – P.K. Ojong<br />
Atlas of The Second World War – John Keegan<br />
The Nazi War Machine – Christopher Chant</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DIMANAKAH MEREKA BERTEMU ?]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/08/14/dimanakah-mereka-bertemu/</link>
<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 02:11:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/08/14/dimanakah-mereka-bertemu/</guid>
<description><![CDATA[Kita semua sudah lama mengetahui bahwa  hidup Kopral Adolf Hitler bisa saja berakhir di tangan Praju]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-2036" title="tandey marcoing" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/08/tandey-marcoing.jpg" alt="tandey marcoing" width="400" height="276" /><br />
Kita semua sudah lama mengetahui bahwa  hidup Kopral Adolf Hitler bisa saja berakhir di tangan Prajurit Henry Tandey pada ajang pertempuran Perang Dunia (PD) I tanggal 28.09.1918. Hanya yang menjadi masalah adanya sejumlah kontroversi dalam peristiwa ini, kendati benar peristiwa itu sungguh memang terjadi.</p>
<p>Semuanya dipicu dari sebuah lukisan Seniman Italia Fortunio Matania yang menggambarkan seorang prajurit menggendong rekannya yang terluka pascapertempuran di medan tempur Marcoing, Prancis. Sang prajurit adalah Henry Tandey yang saat itu berusia 27 tahun dan berkiprah luar biasa selama pertempuran PD I berlangsung. Saat di Marcoing-lah publik kadung meyakini bahwa Tandey walau sudah membidik Hitler yang tak berdaya, tapi ia melepaskannya pergi. Sebab Tandey punya prinsip selama PD I, ia  tidak akan membunuh prajurit musuh yang tidak berdaya.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2038" title="henry tandey" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/08/henry-tandey.jpg?w=108" alt="henry tandey" width="108" height="150" />Kisah keberanian Tandey membuat dirinya memperoleh Victoria Cross yang diberitakan oleh London Gazette, 14.12.1918 dan bintang penghargaan prestise ini disemat pribadi oleh Raja George V di Istana Buckingham tanggal 17.12.1919. Yang menjadi  ‘masalah’  hal ini diberitakan oleh pers Inggris dengan menampilkan lukisan Matania dan kisah keberanian serta prinsip yang dipegang Tandey. Ia menjadi sosok pahlawan bangsanya. Lukisan itu pun ditampilkan pers karena amat dramatis dan tepat untuk menjadi simbolisasi berakhirnya perang besar yang mencederai dan memedihkan siapa pun.</p>
<p>Dari sini kita bisa menyimpulkan lukisan Matania dan sosok Tandey tertanam sungguh baik dalam benak publik Inggris.</p>
<p>Sampai kemudian, pada tahun 1938 ; PM Inggeris Neville Chamberlain datang ke Munich, Jerman, untuk berunding dengan  Adolf Hitler terkait masalah Ceko-Slovakia yang potensial memantik perang dunia baru di Eropa. Chamberlain dalam kesempatan itu diundang untuk berkunjung ke peristirahatan Hitler di Berchtesgaden, Bavaria, hadiah Martin Bormann dan Partai Nazi. Dalam kunjungannya ini, ia menemukan reproduksi lukisan Matania di antara koleksi benda seni Hitler lainnya.<br />
<!--more--></p>
<p>Kita bisa memahami karakter Chamberlain yang berasal dari Partai Konservatif, tentunya ia terkejut melihat sebuah lukisan yang pernah dijadikan ikon berakhirnya PD I dimana Inggris sebagai salah satu negara pemenang, terpampang di kediaman Hitler, mantan musuh negaranya. Hitler dengan antusias menjelaskan bahwa prajurit yang menggendong rekannya yang terluka itulah yang menyelamatkan jiwanya untuk melakukan suatu tugas suci, alih-alih menembaknya mati ; prajurit itu membiarkannya pergi.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2039" title="ADOLf HITLER 1" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/08/adolf-hitler-1.jpg?w=107" alt="ADOLf HITLER 1" width="107" height="150" />Lantas Hitler melalui Chamberlain menitip salam hangatnya untuk Tandey. Sekembalinya di London, ia menyampaikan salam hangat Hitler untuk Tandey. Kini giliran Tandey yang terkejut mengingat saat itu bayang-bayang pekat perang dunia kembali mengancam. Dan ancaman itu datang dari Hitler sendiri ; orang yang dia lepaskan pergi dalam ajang PD I bertahun lalu.</p>
<p>Sampai disini memang ada sejumlah kontroversi naik mengemuka. Yang sempat terverifikasi adalah begitu Hitler menjadi kanselir Jerman pada tahun 1933 ; ia memerintahkan staf dan orang-orang terdekatnya untuk menyelusuri rekam dinas Tandey. Seorang ajudannya yang bernama Kapten Weidmann yang melakukan upaya intensif. Dan ia  berhasil memperoleh reproduksi lukisan Matania melalui bekas kesatuan Tandey, Green Howards Regiment, pada awal tahun 1937.</p>
<p>Selebihnya bagi para sejarawan, kisah nyata di atas tetap masih belum valid. Di satu sisi Tandey memang mengakui ia melepaskan pergi seorang tentara Jerman. Di satu sisi Hitler mengakui hal itu. Cuma yang menjadi pertanyaan menarik dimanakah peristiwa ini sesungguhnya berlangsung ?  Sejumlah kalangan meyakini bahwa peristiwa ini justeru tidak terjadi di Marcoing melainkan di Ypres, Prancis.</p>
<p>Jika di Ypres itu artinya terjadi pada tahun 1914 dan bukan 1918. Memang para sejarawan tidak menemukan bukti sahih keberadaan Hitler pada tanggal 28.09.1918 di Marcoing, Prancis. Karena peperangan dan pemboman yang meluluh-lantakan Berlin membuat hampir seluruh arsip militer musnah terbakar.</p>
<p>Tandey sendiri tidak dapat memastikan prihal lokasi tepat kejadian di atas, masalahnya ia bukan sekali itu saja melepas pergi tentara Jerman yang tak berdaya selama PD I. Prihal Fortunio Matania sendiri tidak ada konfirmasi darinya dimana lokasi lukisan itu dituangkan di atas kanvasnya. Hanya para pakar mengatakan lukisan itu menampilkan Tandey yang menggendong temannya yang terluka untuk di bawa ke Menin Cross Roads, tempat perawatan darurat. Tempat itu nyatanya tidak di Marcoing, melainkan di Ypres.</p>
<p>Medan tempur Ypres sangat fenomenal ketimbang Marcoing ; tercatat  dalam  palagan ini  Henry Tandey dan Adolf Hitler terlibat dan ikut bertempur. Dan memang tercatat pula bahwa Hitler terluka di Ypres. Di tempat inilah peritiwa di atas yang paling mungkin terjadi, seorang calon diktator dibiarkan pergi hidup-hidup oleh seorang prajurit Inggeris, bernama Henry Tandey.</p>
<p>Lantas apakah Hitler salah menyebut lokasi ketika ia dibebaskan Tandey kepada Chamberlain ?  Penjelasan para sejarawan sederhana, ketika Hitler dengan antusias menceritakan hal di atas – Hitler tidak pernah tercatat menyebut lokasi spesifik dimana ia dibiarkan pergi hidup-hidup oleh Tandey. Hitler lebih menonjolkan ilusinya kepada Chamberlain, sebab itu kesempatan yang langka dan memuaskan egonya karena ia  sanggup membuat pemimpin pemerintahan Inggris datang menemui dirinya, bahwa ia masih dibiarkan hidup untuk mengemban suatu tugas suci bagi bangsa Jerman, yaitu yang kita kenal melalui konsep Kerajaan Ketiga (Third Reich) yang amat berdarah-darah.</p>
<p>Soal ia kemudian memburu reproduksi lukisan Matania, diyakini hal itu timbul dari rasa kagum terhadap hasil rekam dinas kemiliteran Tandey, sosok yang menyelamatkannya. Khususnya dari kliping lawas London Gazette tanggal 14.12.1918. Bagi dirinya yang memperoleh Iron Cross dan Tandey yang memperoleh Victoria Cross ; tentu ia lebih menganggap adanya  ‘kesetaraan’  sebagai sesama veteran  dan ia  sama sekali ia tidak merasa terganggu untuk mengakui bahwa Tandey-lah yang menyelamatkan jiwanya. Ketimbang misalnya, terhadap seorang sahabat di masa mudanya bernama August Kubizek ; selama berdua hidup menggelandang di Wina, Austria tahun 1908. Juga latar belakang keluarganya sendiri. Yang semuanya ia hapus jauh-jauh dengan bantuan Gestapo, saat Austria bekas tanah airnya berhasil diduduki dan dianeksasi pada tahun 1938.</p>
<p>Yang terakhir, memang tidak ada penjelasan mengapa lukisan Matania dianggap berlokasi di Marcoing. Hal itu bisa jadi karena medan tempur Marcoing adalah salah satu medan tempur yang mendekati akhir PD I dari sisi kronologis. Jadi penganggapan Marcoing lebih relevan untuk dijadikan simbol dan sekaligus ikon berakhirnya perang, ketimbang soal lokasi yang sesungguhnya.</p>
<p>Terlepas dari hal itu semua, Tandey mengakui bahwa peristiwa di atas ternyata menghantuinya selama puluhan tahun kemudian, “ Kalau saja saya tahu dia bakal menjadi apa. Sewaktu saya menyaksikan semua lelaki, perempuan, dan anak-anak yang ia bunuh dan lukai, saya meminta ampun kepada Tuhan karena telah membiarkan ia hidup, “ katanya. Henry Tandey meninggal pada tahun 1977 di usia 86 tahun.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Menantang Diktator, Darma Aji – Kompas, 2005<br />
www.worldwar1.com</p>
<p>http://victoriacross.files.wordpress.com</p>
<p>dan pelbagai sumber lainnya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SAKSI  TERAKHIR ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/07/28/saksi-terakhir/</link>
<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 02:19:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/07/28/saksi-terakhir/</guid>
<description><![CDATA[Kisah kekejaman Perang Dunia (PD) I tak banyak diketahui generasi umat manusia pada era saat ini. Ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1694" title="HarryPatchMOS1111_468x587" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/07/harrypatchmos1111_468x587.jpg?w=119" alt="HarryPatchMOS1111_468x587" width="119" height="150" />Kisah kekejaman Perang Dunia (PD) I tak banyak diketahui generasi umat manusia pada era saat ini. Akan tetapi, dunia masih bisa bersyukur, di sisa-sisa akhir hidupnya, Harry Patch, mantan tentara yang terlibat perang itu, sempat mengungkapkan catatannya mengenai kekejaman PD I itu.</p>
<p>Harry Patch tutup usia pada tanggal 25/7, pada usianya ke-111 tahun. Dia kemungkinan besar adalah saksi terakhir PD I, sekaligus simbol terakhir sebuah generasi yang hilang.</p>
<p>Patch adalah prajurit Inggeris yang terluka pada tahun 1917 saat pertempuran ketiga di Ypres, dekat Desa Passchendaele, di Belgia. Pertempuran di tempat itu dia gambarkan sebagai “lumpur, lumpur, dan lebih banyak lumpur yang bercampur dengan darah.”</p>
<p>Sejak cedera dalam perang itu hingga sehat kembali dan PD I berakhir, Patch tidak pernah mau menceritakan pengalaman maupun penglihatannya mengenai perang yang terjadi pada 1914 – 1918 itu. Selama perang itu, sekitar 9,7 juta pemuda tewas.</p>
<p><!--more-->Baru ketika menginjak usia ke-100, atau 11 tahun lalu, Patch mulai mau bercerita mengenai kekejaman PD I. Sebuah perang dimana pertama kali digunakan tank, senapan mesin, gas mustard, pesawat terbang dan strategi serta taktik pertempuran parit yang statis.</p>
<p><strong>Sangat trauma</strong></p>
<p>Dia memang sangat trauma dengan apa yang dialaminya pada pertempuran di Paschendaele. Pertempuran itu menewaskan sekitar 325.000 tentara Sekutu dan 260.000 tentara Jerman, dari tanggal 31 Juli sampai 6 Nopember 1917.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1696" title="PD Ia" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/07/pd-ia.jpg?w=126" alt="PD Ia" width="126" height="150" />“ Siapa pun yang mengatakan kepada Anda bahwa di parit-parit mereka tidak ketakutan, dia adalah pembohong besar. Anda ketakutan sepanjang waktu, “ ungkap Patch dalam buku kesaksiannya, The Last Fighting Tommy, yang ditulis sejarawan Richard van Emden.</p>
<p>Kementerian Pertahanan Inggeris menyebut Patch sebagai tentara terakhir yang selamat dari PD I, yang menewaskan sekitar 20 juta orang. PD I itu merupakan pertempuran antara Sekutu yang dipimpin Inggeris, Prancis, dan AS melawan Jerman dan sekutunya.</p>
<p>“ Kami tidak akan melupakan keberanian dan pengorbanan yang besar dari generasinya, “ ungkap Ratu Elizabeth II melepas kepergian Patch. Pemerintah Inggeris pun memberikan penghormatan khusus atas kepergian Patch.</p>
<p>Tidak ada seorang pun veteran PD I dari Prancis atau Jerman yang masih hidup hingga saat ini. Veteran PD I terakhir AS adalah Franck Buckles dari Charlestown, yang berusia 108 tahun.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1704" title="soldiers_01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/07/soldiers_01.jpg?w=150" alt="soldiers_01" width="150" height="140" />Patch yang lahir di barat daya Inggeris tahun 1898, sebelumnya ia adalah tukang pipa muda ketika dipanggil masuk militer pada 1916. Dalam bukunya ia melukiskan bagaimana seorang kawannya terluka parah akibat peluru di bagian bawah tubuhnya, sehingga meminta dia untuk menembaknya agar cepat mati. Dia tewas sebelum Patch mencabut revolvernya.</p>
<p>“ Saya bersama dia 60 detik terakhir dalam hidupnya. Dia menyebut satu kata terakhir ‘ Ibu ‘. Kata-kata itu terus teringat dalam otak saya selama 88 tahun. Saya tidak akan melupakan itu, “ uangkapnya.</p>
<p>“ Perang tak layak untuk satu pun nyawa, “ kata Patch mengingatkan kepada kita semua.</p>
<p>Sumber  :  Kompas &#124; Guardian, 27.07.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alasan Terjadinya Perang Dunia I]]></title>
<link>http://gandhimanalu.wordpress.com/2009/01/16/alasan-terjadinya-perang-dunia-i/</link>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 16:46:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>gandhim</dc:creator>
<guid>http://gandhimanalu.wordpress.com/2009/01/16/alasan-terjadinya-perang-dunia-i/</guid>
<description><![CDATA[Akhir-akhir ini saya sedang suka menonton film dokumenter mengenai Perang Dunia I. Film dokumenter y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini saya sedang suka menonton film dokumenter mengenai Perang Dunia I. Film dokumenter yang saya tonton adalah First World War yang terdiri dari 10 episode, masing-masing episode berdurasi sekitar 45 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mau share sedikit mengenai pemicu Perang Dunia I. Ternyata alasan terjadinya perang dunia I tidak begitu jelas. Awalnya adalah kebencian bangsa Serbia terhadap Astro-Hungary (sekarang menjadi dua negara, yaitu Austria dan Hungaria). Kebencian tersebut akhirnya terakumulasi dan mencapai klimaksnya pada pembunuhan Franz Ferdinand, calon pemimpin Astro-Hungary.</p>
<p style="text-align:justify;">Astro-Hungary bereaksi keras, dan berencana menyerbu Serbia. Serbia meminta tolong kepada Rusia. Astro Hungary meminta dukungan terhadap Jerman (Jerman awalnya menduga bahwa Rusia tidak akan turut campur). Astro-Hungary mulai menyerbu Serebia. Ternyata Rusia membantu Serbia. Jereman mendeklarasikan perang terhadap Rusia. Perang terhadap Rusia, berarti perang terhadap Perancis, karena Rusia (pada saat itu) berteman dengan Perancis. Jerman, ingin mengganyang Perancis, tapi melalui Belgia. Inggris, yang saat itu sangat berteman baik dengan Perancis dan Rusia karena kepentingan ekonomi akhirnya mau tidak mau ikut membantu Rusia dan Perancis. Jerman akhirnya meminta pertolongan terhadap Turki (sementara Turki memiliki agenda sendiri). Turki diserang oleh Inggris yang juga meminta bantuan dari Australia dan New Zealand (karena kedua negara tersebut berakar dari Inggris), tapi Turki menang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dapat dilihat bahwa pemicu PD I sebenarnya tidak begitu &#8220;solid&#8221; tapi pada akhirnya banyak negara yang terlibat. Hanya demikian saja dulu yang bisa saya tuliskan, karena baru menonton sampai episode 4. Kapan-kapan akan saya lanjutkan (kalau ada waktu dan niat menulis ;p).</p>
<p style="text-align:justify;">Moral of the story: Jangan buru-buru melibatkan diri dalam sesuatu sebelum mengetahui dengan jelas apa duduk perkaranya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perang Sudah Mewabah...!!!!]]></title>
<link>http://ajibondan.wordpress.com/2008/03/09/perang-sudah-mewabah/</link>
<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 21:40:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>ajibondan</dc:creator>
<guid>http://ajibondan.wordpress.com/2008/03/09/perang-sudah-mewabah/</guid>
<description><![CDATA[perang sudah mewabah keseluruh dunia&#8230;!!! kita harus dapat mencegahnya&#8230;!!! sekarang semua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>perang sudah mewabah keseluruh dunia&#8230;!!!</p>
<p>kita harus dapat mencegahnya&#8230;!!!</p>
<p>sekarang semuanya harus dipaksa untuk berperang&#8230;. !!!</p>
<p>Ini salah satu contohnya&#8230;<!--more harus dicegah--></p>
<p><img src="http://ajibondan.wordpress.com/files/2008/03/yu.gif" alt="yu.gif" /></p>
<p>kucing aja ikut perang..</p>
<p>gmn orang&#8230;?</p>
<p>hehehhe&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perang Dunia II]]></title>
<link>http://isrona.wordpress.com/2008/01/29/perang-dunia-ii/</link>
<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 07:41:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>isronax</dc:creator>
<guid>http://isrona.wordpress.com/2008/01/29/perang-dunia-ii/</guid>
<description><![CDATA[Perang Dunia II, post disini. http://en.wikipedia.org/wiki/World_War_II http://www.bbc.co.uk/history]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Perang Dunia II, post disini.</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/World_War_II">http://en.wikipedia.org/wiki/World_War_II</a></p>
<p><a href="http://www.bbc.co.uk/history/worldwars/wwtwo/">http://www.bbc.co.uk/history/worldwars/wwtwo/</a></p>
<p><a href="http://www.spartacus.schoolnet.co.uk/2WW.htm">http://www.spartacus.schoolnet.co.uk/2WW.htm</a></p>
<p><a href="http://encarta.msn.com/encyclopedia_761569981/world_war_i.html">http://encarta.msn.com/encyclopedia_761569981/world_war_i.html</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
