<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pedih &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pedih/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pedih"</description>
	<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 06:04:49 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Setangkai Mawar]]></title>
<link>http://jiwamembumi.wordpress.com/2009/11/24/setangkai-mawar/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 09:17:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jiwa Membumi</dc:creator>
<guid>http://jiwamembumi.wordpress.com/2009/11/24/setangkai-mawar/</guid>
<description><![CDATA[Setangkai mawar jatuh dipangkuanku menyisakan gores-gores luka perih kulitku berdarah namun aku ters]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setangkai mawar jatuh dipangkuanku menyisakan gores-gores luka perih kulitku berdarah namun aku ters]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ijinkanlah aku]]></title>
<link>http://klangenanati.wordpress.com/2009/11/22/ijinkanlah-aku/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 16:35:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>theatara</dc:creator>
<guid>http://klangenanati.wordpress.com/2009/11/22/ijinkanlah-aku/</guid>
<description><![CDATA[Dipanggulnya semua kerupuk dagangannya dipunggung.. dengan tongkat setianya, ia meniti jalan hari in]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<div>
<p>Dipanggulnya semua kerupuk dagangannya dipunggung..</p>
<p>dengan tongkat setianya, ia meniti jalan hari ini..</p>
<p>Matahari dengan kekejiannya menyengat kulit siapapun yang berjalan dibawahnya. Ikhlas, Sabar dan Tegar tergambar jelas disetiap detil wajahnya</p>
<p>Merah..</p>
<p>warna lampu lalu lintas membuatku harus menghentikan mobilku. Aku pandangi Pria bertongkat itu. Usianya mungkin sebayaku..</p>
<p>Masih terasa kering tenggorokanku, menyesal rasanya kenapa tadi aku tidak membeli minum sehabis belanja di supermarket.. Rasakan sekarang.. kering kerongkonganmu.. tak terhingga..Siapa mengira, matahari hari ini akan menguapkan begitu banyak cairan dalam tubuhku.</p>
<p>Pandanganku tak bisa lepas dari Pria berkacamata hitam dan bertongkat itu, dia masih setia mengukur jalan disiang yang terik.. kini dia berjarak 3 mobil didepanku.. Aku menelan ludah, upaya menghilangkan perih, keringnya tenggorokkan.. bagaimana dengan dia?</p>
<p>Aku, didalam mobil ber-ACku saja tersiksa… bagaimana dengannya?</p>
<p>Entah darimana, siapa yang membisikkan.. Aku tidak tahu,tiba-tiba ada sesuatu yang menekan dadaku dan suara itu mendengung ditelingaku, bergema dikepalaku…</p>
<p>” Kejar dia… Kejarlah dia..Bersyukurlah kepada Allah”</p>
<p>Hijau!!</p>
<p>“Dimana dia?.. dimana?…”mataku berkeliaran, memelototi setiap orang dipinggir jalan, sekaligus berusaha konsentrasi dengan antrian panjang membosankan ini.</p>
<p>Antrian mobil memanjang…dia tak tampak.Cepat sekali dia berjalan?? “Subhannallah”</p>
<p>“Ah…, Jalan akhirnya, lancar pula” kakiku mulai menginjak gas.</p>
<p>” Yaaah… kenapa aku terlalu cepat mengemudikan mobilku?” dengan kecewa aku meliriknya di kaca spionku.. dia disana, ditepi jalan.. dan aku tak bisa menghentikan mobilku semauku. Semua lelah mengantri begitu lama dan bisa dipastikan bila aku menepi akan membuat semua orang marah disiang bolong dengan matahari yang dengan senang hati bersinar terik dengan teganya..</p>
<p>” Ya Allah.. aku hanya ingin berbagi dengan hamba-Mu yang itu, ya Allah..”</p>
<p>Air mata mulai berombak dipelupuk mataku, membuat pandanganku kabur..</p>
<p>” Ya Allah ijinkanlah ya Allah.. aku hanya mengharap Ridho-Mu” aku mulai menjerit dalam hati..</p>
<p>terus aku berdo’a mengharap Ridho-Nya, jika aku tak diijinkan membantu Pria Buta tadi.. paling tidak ijinkan aku memanjatkan do’a untuknya, agar di beri kemudahan hari ini dan seterusnya.. Amiin</p>
<p>Mobilku mulai melaju lancar.. dia sudah tak tampak dikaca spionku..</p>
<p>dan.. pedih hatiku mulai berupa sungai kecil yang mengalir dipipiku..</p>
<p>“Semoga ada orang lain yang meringankan bebanmu hari ini Pak” do’aku.</p>
<p>&#160;</p>
<p>12 Desember 2008</p>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Search - Bisa]]></title>
<link>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/18/search-bisa/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:32:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>ringtonesz</dc:creator>
<guid>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/18/search-bisa/</guid>
<description><![CDATA[Bisa bisa Bagai hiris kaca&#8230;luka Pedih tak terkira&#8230;terpedaya Bisa bisa bisanya tingkahmu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bisa bisa Bagai hiris kaca&#8230;luka Pedih tak terkira&#8230;terpedaya Bisa bisa bisanya tingkahmu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari ULTAH-mu, Besok]]></title>
<link>http://hidupkusunyi.wordpress.com/2009/11/12/hari-ultah-mu-besok/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 12:35:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>m4s3</dc:creator>
<guid>http://hidupkusunyi.wordpress.com/2009/11/12/hari-ultah-mu-besok/</guid>
<description><![CDATA[Love Story &#8211; Besok, 13 November adalah hari jadimu Vi. Sungguh, sebenarnya aku sudah menyiapka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Love Story &#8211; Besok, 13 November adalah hari jadimu Vi. Sungguh, sebenarnya aku sudah menyiapka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memory]]></title>
<link>http://hidupkusunyi.wordpress.com/2009/10/22/memory/</link>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 19:08:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>m4s3</dc:creator>
<guid>http://hidupkusunyi.wordpress.com/2009/10/22/memory/</guid>
<description><![CDATA[Novi, begitulah sapaan akrabnya. Seorang cewek berhati lembut, santun dalam tutur bahasa dan berpara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Novi, begitulah sapaan akrabnya. Seorang cewek berhati lembut, santun dalam tutur bahasa dan berpara]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BUAT INTAN AYU NINGSIH DI UNNES]]></title>
<link>http://zhionsystem.wordpress.com/2009/09/06/aaaaaaa/</link>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 06:53:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>tabahjulianto</dc:creator>
<guid>http://zhionsystem.wordpress.com/2009/09/06/aaaaaaa/</guid>
<description><![CDATA[Part 2 Hari ini untuk mengenang hari yang telah berlalu. Aku tlah menulis saat mereka tak tahu bahwa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Part 2<br />
Hari ini untuk mengenang hari yang telah berlalu.<br />
Aku tlah menulis saat mereka tak tahu bahwa betapa kecewanya aku mengingatnya. Otakku sakit disaat ingat dirinya dan Aku mencoba bertahan atas segala yang telah terjadi padahal aku pun tak tahu apa yang harus aku lakukan untuk melihatmu mengerti akan semua ini. Tak satu pun ada yang mau mengerti atas segala gundah dan rasa sakit hati yang aku alami di tahun- tahun kelulusan SMA mu. Ku hanya ingin ucapkan kata selamat atas kelulusanmu. Ku datang kerumahmu di malam hari.<br />
Ku coba ketuk pintu rumah kamu yang lampu padam pada saat itu. Jujur saja ketika itu aku benar- benar tak punya keberanian untuk mengetuk pintu itu. Dengan rasa terpaksa aku ketuk pintu rumahmu. Dengan melihat sosok mu aku terpesona dengan tingkahmu. Kau langsung masuk dengan membiarkan pintu rumah terbuka.<br />
Ku kecewa kenapa  disaat itu kau taqk suruh ku masuk….?????<br />
Dan akhirnya Kau panggil Ayahmu buat tatar aku.  Tanpa kusadari hal itu yng telah terjadi. Kau……..<br />
Da…….<br />
Dan…..<br />
Aku…..<br />
Berkata……<br />
Terima kasih…..<br />
Meskipun dalam</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Waspadai Sindrom Mata Kering]]></title>
<link>http://apasajalah.wordpress.com/2009/06/08/waspadai-sindrom-mata-kering/</link>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 01:40:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>retdew</dc:creator>
<guid>http://apasajalah.wordpress.com/2009/06/08/waspadai-sindrom-mata-kering/</guid>
<description><![CDATA[Jika mata Anda terasa perih, gatal, kering, dan panas, Anda harus waspada. Bisa jadi Anda terkena si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jika mata Anda terasa perih, gatal, kering, dan panas, Anda harus waspada. Bisa jadi Anda terkena sindrom mata kering. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Bagaimana pula cara mengatasinya?</p>
<p>Mata kering adalah salah satu penyakit mata yang sering menyerang perempuan, khususnya setelah memasuki masa menopause. Manurut dr Tri Rahayu, SpM, dari Jakarta Eye Center, mata kering adalah keadaan di mana lapisan mata tidak bisa melapisi bola mata dengan baik. Air mata diperlukan sebagai pelindung bola mata untuk mencegah kekeringan bola mata. Kalau air mata kering, bola mata akan kering.</p>
<p><!--more--><br />
Ada tiga lapisan air mata. Pertama, lapisan minyak atau lapisan luar. Lapisan minyak ini dapat dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar kecil di pinggir kelopak mata yang bernama kelenjar meibom. Lapisan minyak ini berguna untuk melicinkan permukaan mata dan mengurangi penguapan air mata.</p>
<p>Kedua, lapisan air. Lapisan ini merupakan lapisan bagian tengah dari apa yang kita sebut sebagai air mata. Lapisan ini dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar kecil yang tersebar di konjungtiva. Air mata dihasilkan juga oleh kelenjar air (kelenjar lakrimal). Lapisan ini berfungsi untuk membersihkan mata dan mengeluarkan benda-benda asing atau iritan.</p>
<p>Ketiga, lapisan yang paling dalam yang terdiri dari lendir yang dihasilkan oleh sel lain di konjungtiva. Lapisan lendir ini memungkinkan air mata tersebar rata di permukaan mata dan membantu agar mata tetap basah. Tanpa lapisan ini, air mata tidak akan menempel ke mata.</p>
<p>Air mata pun terdiri dari dua macam. Air mata yang menjadi pelumas dan air mata yang menjadi pelumas mata dihasilkan terus sepanjang hari. Air mata diproduksi berlebihan jika mata terangsang oleh benda asing atau jika seseorang sedang emosi, seperti menangis.</p>
<p><strong>Faktor Penyebab dan Gejala</strong></p>
<p>Pada umumnya, mata kering memang sering dijumpai pada wanita usia lanjut. Namun, tak tertutup kemungkinan jika pada usia berapa pun, baik pria maupun wanita, dapat ditemukan mata kering.</p>
<p>Saat memasuki fase penuaan, tubuh kita memproduksi semakin sedikit lemak. Kekurangan lemak ini mempengaruhi lapisan air mata, terutama jenis lapisan lemak atau lapisan terluar dari lapisan air mata. Tanpa lapisan lemak ini, kata dr Tri, lapisan air mata lebih cepat menguap sehingga meninggalkan area yang kering pada kornea.</p>
<p>Selain karena faktor penuaan, masih banyak faktor yang dapat mempengaruhi lapisan air mata, seperti iklim yang kurang bersahabat, ruangan ber-AC, asap rokok, dan lensa kontak. Lensa kontak dapat menyerap lapisan air mata dan menyebabkan deposit protein pada permukaan lensa. &#8220;Semakin tinggi kadar air lensa kontak, semakin tinggi kadar penguapan,&#8221; katanya.</p>
<p>Mata kering juga dapat terjadi karena arthritis atau sakit lendir. Mulut mungkin terasa kering karena produksi ludah yang berkurang. Karena itu, menelan dan makan menjadi sulit. Penggunaan obat-obat kronis, seperti obat tiroid, obat alergi, dan kekurangan vitamin A juga bisa membuat orang mengalami sindroma mata kering. &#8220;Aktivitas yang menyebabkan mata cenderung tidak berkedip, seperti bekerja di depan komputer, berenang, membaca, menonton TV, dan menyetir dalam waktu lama pun dapat menyebabkan mata menjadi kering,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Ada beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita mata kering, antara lain, mata sering gatal, berpasir, panas, lelah, pedih, merah, dan terasa seperti ada tekanan mata. &#8220;Jika keadaan berlanjut, mata semakin terasa tidak nyaman dan menjadi sangat sensitif terhadap cahaya,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>Deteksi dan Pengobatan</strong></p>
<p>Dengan pemeriksaan, dokter spesialis mata dapat menegakkan diagnosa mata kering. Kadang-kadang diperlukan beberapa pemeriksaan untuk mengukur produksi air mata. Salah satunya adalah pemeriksaan dengan lembar kertas filter yang dipasang di kelopak mata bawah untuk mengukur produksi air mata pada berbagai kondisi.</p>
<p>Dasar dari pengobatan mata kering adalah pemberian air mata buatan. Obat tetes mata buatan dapat dibeli tanpa resep dan digunakan sebagai pelumas mata serta menggantikan cairan yang hilang. Air mata buatan ini boleh dipakai sesering mungkin, atau sampai beberapa kali dalam satu jam.</p>
<p>Cara lain untuk menjaga mata tetap basah adalah dengan menghemat air mata yang dihasilkan secara alami. Air mata keluar dari mata melalui saluran air mata yang terdapat di kelopak mata, lalu masuk ke hidung. Saluran ini dapat ditutup oleh dokter mata sehingga air mata tidak keluar dan mata dapat lebih lama basah.</p>
<p>Bila setiap bangun tidur mata terasa kering, hal itu dapat diatasi dengan pemberian salep sebelum tidur. Salep ini akan membuat penglihatan buram untuk sementara waktu. Orang yang menderita mata kering mungkin hanya memerlukan obat tetes mata buatan yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Mata yang sangat kering dapat menimbulkan kerusakan pada mata.</p>
<p>Yang melegakan dari sindroma mata kering ini adalah bahwa penyakit ini tidak menimbulkan gangguan pada tajam atau tidaknya penglihatan. Namun pada kasus yang sangat parah, mata kering menimbulkan kekeruhan pada kornea. Apabila ini terjadi, penglihatan akan terganggu.<br />
(Genie/Genie/tty)</p>
<p>Sumber: Okezone</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[uNtuk "orang bodoh"]]></title>
<link>http://dhieeewhe.wordpress.com/2009/06/03/untuk-orang-bodoh/</link>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 09:06:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>dhieeewhe</dc:creator>
<guid>http://dhieeewhe.wordpress.com/2009/06/03/untuk-orang-bodoh/</guid>
<description><![CDATA[aku yang tersudut di antara ruang kosong dalam kehampaan hanya mampu meneteskan air mata kepedihan t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[aku yang tersudut di antara ruang kosong dalam kehampaan hanya mampu meneteskan air mata kepedihan t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KERAK BUAT MAK]]></title>
<link>http://abdulhalim709.wordpress.com/2009/05/25/kerak-buat-mak/</link>
<pubDate>Mon, 25 May 2009 14:30:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>ABDUL HALIM</dc:creator>
<guid>http://abdulhalim709.wordpress.com/2009/05/25/kerak-buat-mak/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini semua adik beradik pulang beraya di Kuala Lumpur setelah beraya di kampung mertua. Ibu yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini semua adik beradik pulang beraya di Kuala Lumpur setelah beraya di kampung mertua. Ibu yang di KL agak kesunyian, tetapi setelah mendengar abang dan kakak-kakak hendak datang beraya ,ibu gagahi juga bangun pagi menggoreng nasi buat santapan pagi mereka yang akan datang nanti. Aku yang bongsu tinggal dirumah sambil menolong apa yang patut memerhati kegagahan ibu yang sememangnya aku tahu sakit dan bengkak kakinya semakin menjadi-jadi semenjak bulan puasa tempohari. Aku minta untuk membantu ,&#8221;tak payah&#8221; katanya &#8220;biar mak yang buat nanti lain rasanya&#8221;. Aku biarkan sahaja walau dalam hati terasa pedih dan sayu melihat kegagahan mak nak juga sediakan nasi goreng untuk anak-anaknya yang baru nak merayakan aidilfitri bersamanya.</p>
<p>Aku tahu disudut hati mak ada rasa sedih dan sayu kerana anak lelakinya tak beraya bersama di pagi raya..tetapi langsung tidak ditunjuk malah ingin pula menjamu anaknya. Terhinjut-hinjut mak kesana ke mari mengambil bahan-bahan nasi goreng. bukan main khusyuk dan bersungguh cuba menyediakan juadah yang semampunya. Bila semuanya dah sampai aku mula hidangkan nasi yang digoreng mak untuk abang dan kakak yang tiba dengan anak-anak mereka. Semuanya pakat menjamu selera..memang berselera semua sukakan nasi goreng mak..mak tahu anak-anaknya sukakan nasi goreng air tangannya..Dalam tak sedar nasi dah hampir habis. Terdetik dihatiku&#8230; &#8221; ahhh mak belum makan apa-apa semenjak pagi kerana sibuk sediakan nasi tu&#8221;&#8230; seraya tu abang ku bertanya &#8217;siapa tak makan lagi nasi ni&#8217;. Aku menjawab &#8216; mak belum makan apa lagi tu&#8217; Mak dengan bersungguh menjawab &#8221; Ehh mak tak mau&#8230; tak lalulah nasi goreng, nak makan roti ja sat lagi&#8217;&#8230; dua tiga kali kami pelawa begitu juga jawabnya. Kata ku dalam hati.&#8221; oohh mungkin juga mak nak makan roti sebab nak kawal penyakit diebetisnya&#8221; ..</p>
<p>Bila semua dah pulang..aku lihat mak terhinjut-hinjut kedapur..lantas aku tanya &#8216;mak nak apa..nak ambilkan.&#8217;.&#8217; takpa nak rasa ni sikit&#8217;. Sayu sedih dan terguris sungguh hati aku..bila kulihat mak rupanya sedang mengikis kerak-kerak nasi goreng yang masih berbaki dalam kuali untuk dimakan.<br />
Itulah kasih seorang ibu pada anak-anaknya. ..zaman sekarang pun masih ada ibu yang sanggup berlapar dan mendahulukan anak-anaknya asal mereka semua kenyang. Kami benar-benar kalah dengan apa yang kami saksikan..&#8221; YA RABB Engkau peliharalah Ibu kami, Ampunilah Dosanya, Berilah kekuatan pd anak-anaknya untuk membalas jasa ibu yang tak terhingga &#8221; . AMINN</p>
<p> </p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-192" title="crying" src="http://abdulhalim709.wordpress.com/files/2009/05/crying.jpg" alt="crying" width="497" height="342" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Talenta Perpisahan Kehidupan]]></title>
<link>http://syair4artikel.wordpress.com/2009/05/07/talenta-perpisahan-kehidupan/</link>
<pubDate>Thu, 07 May 2009 02:42:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>syair4artikel</dc:creator>
<guid>http://syair4artikel.wordpress.com/2009/05/07/talenta-perpisahan-kehidupan/</guid>
<description><![CDATA[Pagi ini sebelum ku terbangun dari kelelapan Dering hanphone berbunyi empat kali dan sebuah sms masu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pagi ini sebelum ku terbangun dari kelelapan<br />
Dering hanphone berbunyi empat kali dan sebuah sms masuk<br />
Kubuka dan ku lihat ternyata kakak ku yang menelepon<br />
Dengan langkah cepat aku kembali menelepon dia<br />
Ternyata kabar pilu menyertai pembicaraan itu<br />
Tuk yang kedua kalinya aku mendapat kabar seperti itu</p>
<p>Aku merasakan betapa susah menjadi seorang perantau<br />
Yang tua kembali yang muda terlahir itulah kehidupan<br />
Fenomena manusia harus memisahkan raga nya<br />
Ketika waktu tlah mendekati relung-relung penantian</p>
<p>Aku bingung apakah tetap bertahan disini menahan semua ini<br />
Bimbang pikir tak menentu seluruh kegiatan menjadi berantakan<br />
Wajah kusam tak beraut kesahajaan pancaran terlihat kaku<br />
Memendam pedih tanpa rintian menghadapi perpisahan</p>
<p>Perpisahan sebuah unsur yang tak dapat dipisahkan dari pertemuan<br />
Namum perpisahan bukan berarti berpisah tuk selamanya<br />
Perpisahan bukan lah hal yang kekal pertemuan itu akan terjadi lagi<br />
Pedih dan sedih biarlah tercurah<br />
Luka ini biarlah menggores<br />
Tapi semua itu hanya sesaat arti penyesalan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[~ ?!? ~]]></title>
<link>http://harumhutan.wordpress.com/2009/05/06/878/</link>
<pubDate>Wed, 06 May 2009 04:02:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>harumhutan</dc:creator>
<guid>http://harumhutan.wordpress.com/2009/05/06/878/</guid>
<description><![CDATA[jika bersedih,pan99iLah jiwamu den9an haRapan seba9ai jaNji, kareNa kebaiKan ba9i jiwa adaLah adanya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>jika bersedih,pan99iLah jiwamu den9an haRapan seba9ai jaNji,<img class="alignright size-full wp-image-880" title="blacklake" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/05/blacklake.gif" alt="blacklake" width="240" height="319" /></p>
<p>kareNa kebaiKan ba9i jiwa adaLah adanya janji.</p>
<p>jadiKan haRapanmu menjadi peRisai aTas seran9an putus asamu,</p>
<p>hin99a waktu aKan men9hapus kesedihan itu.<!--more--></p>
<p>tutupLah dirimu terhadap oran9 yan9 serin9 duduk bersamamu,</p>
<p>karena mereka selalu iri dan menden9ki.</p>
<p>taK usah kuatirkan akan terjadi sesuatu,</p>
<p>sebab ini akan membuat oran9 yan9 hidup mati</p>
<p>sebelum kematian itu sendiri</p>
<p>kesedihan itu tidak akan abadi,</p>
<p>seperti ju9a kesenan9an tidak akan Lestari</p>
<p>kaLau saJa buKan karena haL yan9 mempen9aruhi jiwa,</p>
<p>pasti tak akan ada kehidupan yan9 Lurus</p>
<p>ba9i oran9 yan9 terja9a&#8230;</p>
<p style="text-align:right;"><em>La_TahzaN 476</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sepi]]></title>
<link>http://ariandasari.wordpress.com/2009/03/23/sepi/</link>
<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 18:02:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Veny Ariandasari</dc:creator>
<guid>http://ariandasari.wordpress.com/2009/03/23/sepi/</guid>
<description><![CDATA[Sunyi.. Dalam diam tanpa bunyi, ku nikmati sepi.. Mendengar permohonan tak perduli harapan.. Mengika]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sunyi.. Dalam diam tanpa bunyi, ku nikmati sepi.. Mendengar permohonan tak perduli harapan.. Mengika]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Luka]]></title>
<link>http://ariandasari.wordpress.com/2009/03/23/luka/</link>
<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 17:36:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Veny Ariandasari</dc:creator>
<guid>http://ariandasari.wordpress.com/2009/03/23/luka/</guid>
<description><![CDATA[Seribu bunga yg tak akan membuatnya indah.. Taburan gula tak akan membuatnya manis.. Puluhan badut t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seribu bunga yg tak akan membuatnya indah.. Taburan gula tak akan membuatnya manis.. Puluhan badut t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahagiaku berlalu... ]]></title>
<link>http://ariandasari.wordpress.com/2009/03/23/bahagiaku-berlalu/</link>
<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 17:21:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Veny Ariandasari</dc:creator>
<guid>http://ariandasari.wordpress.com/2009/03/23/bahagiaku-berlalu/</guid>
<description><![CDATA[Ketika aku tak bisa berbuat sesuatu untuk diriku.. Hal yang sakit untuk dilalui.. Walau ini tak muda]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketika aku tak bisa berbuat sesuatu untuk diriku.. Hal yang sakit untuk dilalui.. Walau ini tak muda]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[suka duka]]></title>
<link>http://rizalismail.wordpress.com/2009/03/16/suka-duka/</link>
<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 16:33:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>rizalismail</dc:creator>
<guid>http://rizalismail.wordpress.com/2009/03/16/suka-duka/</guid>
<description><![CDATA[dan kalau ini benar. gua tidak akan berada disekolah sepanjang minggu hadapan. yahoo!!sigh..macam ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter" title="ppdhl1" src="http://farm4.static.flickr.com/3653/3357007952_119b8edd3b.jpg?v=0" alt="" width="400" height="235" /></p>
<p>dan kalau ini benar. gua tidak akan berada disekolah sepanjang minggu hadapan.</p>
<p>yahoo!!sigh..macam tak best pon ada&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Devils 1 - 4 Liverpool]]></title>
<link>http://fndrocka.wordpress.com/2009/03/14/devils-1-4-liverpool/</link>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 15:11:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>fndrocka</dc:creator>
<guid>http://fndrocka.wordpress.com/2009/03/14/devils-1-4-liverpool/</guid>
<description><![CDATA[Bila Liverpool menang jer tadi, aku rasa nak pakai baju liverpool dan tawaf/pusing2 satu kolej ni, t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bila Liverpool menang jer tadi, aku rasa nak pakai baju liverpool dan tawaf/pusing2 satu kolej ni, tapi aku malas nak bongkak berlebihan, jadi aku sekadar pakai baju liverpool dan lepak di bilik tv, supporter Man United yang lalu di situ pastinya pedih ulu hati mereka.oyeah.hihi&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pedih]]></title>
<link>http://chaliciousgealgeol.wordpress.com/2009/03/13/pedih/</link>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 13:14:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rossa</dc:creator>
<guid>http://chaliciousgealgeol.wordpress.com/2009/03/13/pedih/</guid>
<description><![CDATA[Ada yang punya 1 truk tisue basah? Ada yang punya sapu tangan? Ada yang punya bahu untuk tempat gue ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-indent:.49in;margin-bottom:0;">Ada yang punya 1 truk tisue basah? Ada yang punya sapu tangan? Ada yang punya bahu untuk tempat gue bersandar? Ada? Ada? Siapa? Tolong saat ini datang ke saya! Saya membutuhkan anda!<!--more--> Hiks. Mungkin kalian semua bertanya-tanya, <em><strong>“lo kenapa cha?”</strong></em> and the answer is: <em><strong>“gue putus sama cowok gue”</strong></em>. Iya.. sama berondong gue itu.. pasti pada kaget, karna gue jadian bentar bgt. Nggak lebih dari  3 minggu. Gue sedih. Emang gue yang mutusin dia sih.. tapi gue punya alasan yg kuat! Oke.. beginilah spesifikasi nya:</p>
<p style="text-indent:.49in;margin-bottom:0;">Bayangkan saudara-saudara! Selama dia jadian sama gue, <strong>dia belom putus sama ceweknya</strong>!!! hebatnya, dia masih terus kontek-kontekan sama tuh cewek sewaktu jadian sama gue. HEBAT..!!! jujur, gue <strong>sayang</strong> bgt sama dia, karna dia baik bgt.. tapi.. kok brengsek? <strong>Apakah semua cowok kayak gitu?</strong> Cwek tsb minta putus sama dy. Lalu dia ngemis-ngemis ke gue, supaya terus lanjut sama dia. Tapi hati gue terlanjur sakit, dan dengan berat hati, gue juga minta putus sama dia. Dia nangis-nangis ga mau minta putus, dia bilang <em><strong>“aku cuma sayang sama kmu doang. Dari dulu ak udah pengen minta putus sama xxxxx, tpi ak gak tega.. sumpah ay, sejak ak jd pacar kmu, gak ada sedikitpun gambaran dia di hati aku. Cinta ak cuma buat kamu.”</strong></em> , tp gue tegar untuk ga nerima dia lagi! Dan yang lebih mengejutkannya lagi, malam nya <strong>DIA BALIKAN SAMA CEWEK TERSEBUT</strong>. Wadefak..!!!</p>
<p style="text-indent:.49in;margin-bottom:0;">ya tuhaaaan.. cobaan apa lagi ini? Gue udah terlanjur sayang sama dia. Dan belom siap ngeliat mereka bercumbu mesra di hadapan gue..!!! gue belom siap..!! kenapa tiap gue lagi sayang-sayang nya sama orang, orang itu pasti hianatin gue? Kenapa?</p>
<p style="margin-bottom:0;"><em><br />
</em></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;text-decoration:none;"><em> Engkau yang sedang patah hati<br />
Menangislah dan jangan ragu ungkapkan<br />
Betapa pedih hati yang tersakiti<br />
Racun yang membunuhmu secara perlahan</em></p>
<p><em>Engkau yang saat ini pilu<br />
Betapa menanggung beban kepedihan<br />
Tumpahkan sakit itu dalam tangismu<br />
Yang menusuk relung hati yang paling dalam</em></p>
<p><em>Hanya diri sendiri<br />
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti<br />
Di sini ku temani kau dalam tangismu<br />
Bila air mata dapat cairkan hati<br />
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu<br />
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti<br />
Anggaplah semua ini<br />
Satu langkah dewasakan diri<br />
Dan tak terpungkiri<br />
Juga bagi&#8230;</em></p>
<p><em>Engkau yang hatinya terluka<br />
Di peluk nestapa tersapu derita<br />
Seiring saat keringnya air mata<br />
Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya</em></p>
<p><em>Hanya diri sendiri<br />
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti<br />
Di sini ku temani kau dalam tangismu<br />
Bila air mata dapat cairkan hati<br />
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu<br />
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti<br />
Anggaplah semua ini<br />
Satu langkah dewasakan<br />
Dan tak terpungkiri<br />
Juga bagi:<br />
engkau yang sedang <strong>PATAH HATI</strong>&#8230; </em></p>
<p>ehm.. ehm.. ada yg bisa nyanyiin lagu ini buat gue?<br />
Hiks. makasih buat semua temen-temen yang dengan sabar support gue.. gue emang lagi butuh dukungan buat pemilu nanti.. hha. maaf ya yang baju nya udah gue bikin basah karna ingus-ingus gue yang nempel di baju kalian saat gue nangis.. maaf ya yang kuping nya jadi budeg karna denger nyanyian-nyanyian mellow dari suara gue yang kayak toa&#8217; masjid.. makasih.. aku sayang kalian semua..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sudahkah Kita Menghargai Hidup Kita?]]></title>
<link>http://awan965.wordpress.com/2009/03/08/sudahkah-kita-menghargai-hidup-kita/</link>
<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 11:27:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>awan sundiawan</dc:creator>
<guid>http://awan965.wordpress.com/2009/03/08/sudahkah-kita-menghargai-hidup-kita/</guid>
<description><![CDATA[Waktu kita kecil kita dimanja. Manjakah mereka? Kalo kita berpikir gaji kita/uang jajan kurang, baga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Waktu kita kecil kita dimanja. Manjakah mereka? Kalo kita berpikir gaji kita/uang jajan kurang, baga]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Separuh...]]></title>
<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/03/06/separuh/</link>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 10:32:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
<guid>http://ucasucus.wordpress.com/2009/03/06/separuh/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini&#8230; Aku kembali menemukan separuh jiwaku   Jiwa yang ku nanti dalam sunyi Jiwa yang bias]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini&#8230;</p>
<p>Aku kembali menemukan separuh jiwaku</p>
<p> </p>
<p>Jiwa yang ku nanti dalam sunyi</p>
<p>Jiwa yang biasa membasuh pedihnya luka</p>
<p>Jiwa yang biasa berbisik&#8230;</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Pandang aku&#8230; Kau tak sendiri!&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Jiwa yang memasrahkan keteduhan matanya</p>
<p>Jiwa yang bersamanya ingin ku akhiri hidup ini&#8230;</p>
<p>Jiwa yang melengkapi separuh yang ku punya</p>
<p>Milikmu&#8230;</p>
<p>Jiwamu&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kita bukan ada apa-apa ikatan lagi]]></title>
<link>http://abechik.wordpress.com/?p=127</link>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 02:12:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>fadli</dc:creator>
<guid>http://abechik.wordpress.com/?p=127</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Kita bukan ada apa-apa ikatan lagi. Sayang belum jadi milik abang&#8221;, begitulah katanya. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;Kita bukan ada apa-apa ikatan lagi. Sayang belum jadi milik abang&#8221;, begitulah katanya.</p>
<p>Amat pedih sekali mendengar ayat tersebut. Setelah mengenalinya selama empat tahun. Bercinta selama dua tahun. Dia telah di <em>posting </em>ke Batu Pahat hanya tidak sampai tiga bulan. Lalu cintanya sudah beralih arah. Pada seseorang yang pada anggapannya lebih baik dari aku, wara&#8217; dari aku, ambil berat lebih dari aku, tak sesibuk aku dan sebagainya.</p>
<p>Mudahnya kau berubah perasaan. Sedangkan baru seminggu lepas aku menghantarmu hingga ke Batu Pahat. Menemanimu kerana tidak ada tiket untuk balik bertugas. Habiskan masa bersama di sana.</p>
<p>Apakah kemesraan yang kau tunjukkan semasa itu hanya lakonan semata-mata? Aku rasa amat tertipu, aku rasa amat keliru. Perlukah lagi aku pertahankan cinta ini untuk hidup bersama orang sepertimu.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mimpi Pecas Ndahe]]></title>
<link>http://ndorokakung.com/2009/01/22/mimpi-pecas-ndahe-2/</link>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 10:22:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
<guid>http://ndorokakung.com/2009/01/22/mimpi-pecas-ndahe-2/</guid>
<description><![CDATA[Syahdan pada sebuah malam yang basah. Perempuan berkalung pelangi menunggang kereta angin, membelah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Syahdan pada sebuah malam yang basah. Perempuan berkalung pelangi menunggang kereta angin, membelah jalanan lempang nan lapang di jantung Kota Cahaya menuju pulang. </p>
<p>Matanya menatap keluar jendela, memandang keredep sinar lampu-lampu neon yang bersicepat dengan gelap. Gedung-gedung jangkung berdiri jemu. Patung-patung kota melengkung lunglai ketika ia melewatinya.</p>
<p>Bulan sepotong mengintip di balik awan hitam. Angin mendesir-desirkan sunyi di dalam kabin. Imaji berkelebat silih berganti dalam benaknya yang masygul. Rusuh. Potongan-potongan adegan kehidupan berkelindan antara jemu dan riang, antara tawa dan air mata.</p>
<p>Dari pemutar musik di dekat kemudi mengalun suara Sting yang <em>nglangut</em>,</p>
<blockquote><p>On and on the rain will fall<br />
Like tears from a star like tears from a star<br />
On and on the rain will say<br />
How fragile we are how fragile we are<br />
How fragile we are how fragile we are &#8230; </p></blockquote>
<p>Kenangan perempuan berkalung pelangi melayang pada lelaki bermahkota mimpi yang pernah menjerat kupu-kupu dalam perutnya. Lelaki itu telah mengubahnya jadi kepompong, lalu masa hibernasi yang panjang. <!--more--></p>
<p>Saat itulah perempuan pelangi terpaksa menukar musim semi dalam hidupnya dengan musim gugur yang membuat daun-daun kebahagiannya meranggas, lalu luruh satu demi satu.</p>
<p>Waktu berhenti. Malam tak juga beranjak pagi. Burung-burung kehilangan kicauan merdu. Dan padang rumput ditinggal wangi tanah.</p>
<p>Sejak itu hatinya seperti Danau Beaverhill di musim salju. Kau bisa melihat relung-relung di bagian dasar yang kelabu. Tapi lapisan es beku yang tebal menghalangi usaha siapa pun yang hendak menyentuhnya. Satu dua kaki yang salah langkah malah tergelincir oleh licin lapisan atasnya. </p>
<p>Kehangatan yang dulu terpancar bersama matahari musim semi, kini membeku bersama hamparan salju yang diciptakan oleh perasaannya yang sedu.</p>
<p>Lelaki bermahkota mimpi bukan tak tahu apa yang telah ditanamnya di masa lalu. Tapi, nasi telah menjadi bubur. Siapa yang bisa mengembalikan kenangan?</p>
<p>Upaya bukan tak ada. Lelaki bermahkota mimpi bahkan telah melakukannya ribuan kali. </p>
<p>&#8220;Bersediakah kau tukar mimpimu dengan mimpiku? Maukah kau barter ketakutanmu dengan ketakutanku?&#8221; begitu lelaki bermahkota mimpi pernah bertanya, mencoba menawar luka.</p>
<p>Tapi perempuan berkalung pelangi hanya tersenyum dan membiarkan tawaran lelaki bermahkota mimpi mengambang di udara. Ia merasa tikaman di punggungnya menoreh luka yang digarami.</p>
<p>Pada malam yang basah itu, perempuan berkalung pelangi memutar kembali setiap episode kenangan mereka. Pojokan kedai remang-remang. Kerling-kerling yang mengerjapkan rindu. Dan bisikan syahdu.</p>
<p>Dibukanya sedikit jendela kaca kereta angin. Dibiarkannya angin dingin mengelus parasnya yang lesi. Ia ingin membasuh semua kenangan dengan gelap malam yang kian pekat, dan semakin likat. Ah, kenangan &#8230;</p>
<p>&#62;&#62;<em>Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah sampean pernah merasakan betapa perihnya sayatan sebilah kenangan?</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebagian Besar Manusia Setiap Hari Mengingkari Nikmat Allah, Hanya Sedikit Saja yang Bersyukur]]></title>
<link>http://ayatquran.wordpress.com/2008/12/13/sebagian-besar-manusia-setiap-hari-mengingkari-nikmat-allah-hanya-sedikit-saja-yang-bersyukur/</link>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 15:48:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>ayatquran</dc:creator>
<guid>http://ayatquran.wordpress.com/2008/12/13/sebagian-besar-manusia-setiap-hari-mengingkari-nikmat-allah-hanya-sedikit-saja-yang-bersyukur/</guid>
<description><![CDATA[Al Quran : (14) Ibrahim : Ayat 7 Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; &#8220;Sesungguhn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Al Quran : (14) Ibrahim : Ayat 7 Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; &#8220;Sesungguhn]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buih yang Rindu akan Pasir Pantai]]></title>
<link>http://reekoheek.wordpress.com/2008/09/03/buih-yang-rindu-akan-pasir-pantai/</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 13:36:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>reekoheek</dc:creator>
<guid>http://reekoheek.wordpress.com/2008/09/03/buih-yang-rindu-akan-pasir-pantai/</guid>
<description><![CDATA[Pasir Pantai Saat zaman mulai ubah layaknya es mencair tengah serakan gunung menjulang dan terpecah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="wp-caption alignright" style="width: 283px"><a href="http://i5.photobucket.com/albums/y184/iqbal_Ir/images/lautbiru.jpg"><img src="http://i5.photobucket.com/albums/y184/iqbal_Ir/images/lautbiru.jpg" alt="Pasir Pantai" width="273" height="230" /></a><p class="wp-caption-text">Pasir Pantai</p></div>
<p>Saat zaman mulai ubah<br />
layaknya es mencair tengah<br />
serakan gunung menjulang dan terpecah<br />
cipta daratan pengharapan yang terpisah</p>
<p>Aku adalah sebuah sosok dalam pedih<br />
tanpa pengakuan, pembelaan maupun dalih<br />
terombang-ambing pada gelombang bagai buih<br />
hingga hantam batu karang makin perih</p>
<p>Waktu belum tiba pada luka untuk membasuh<br />
sedangkan bebunyian dawai keyakinan melusuh<br />
pada setiap tepis nilai keyakinan meluruh<br />
terhempas, meriak dalam debur bergemuruh</p>
<p>Sang Pencipta belum tuliskan takdir tersemai<br />
hingga saat dimana potensiku tak dapat lukai<br />
meski aku sungguh inginkan untuk mencintai<br />
bagai buih yang rindu akan pasir pantai</p>
<p><em>/*<br />
menginginkan sesuatu dengan sangat<br />
tetapi tak mampu untuk merengkuh karena ada jarak di sana<br />
*/</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
